Bab 32
Ku dihitung-hitung, sama saja seperti Harvey menemaninya melewati tahun baru. Selena mengacungkan jempolnya seperti
dulu. “Oke, sudah sepakat, ya!”
Harvey tertegun, Agatha menghadap ke arah Harvey dan mendengus manja. “Harvey!”
Harvey tidak menoleh ke arah Agatha. Dia mengulurkan jarinya pehan dan mengaitkan. jempolnya ke jempol Selena.
“Sepakat.”
Permintaannya sudah terkabul.
Bisa dibng, ini juga satu-satunya cara yang terlintas di benak Selena. Dengan Harvey setuju menemani Selena sma
sebn, maka Selena akan membs kebaikan Harvey ini dengan cara melepaskannya untuk smanya.
Agatha berkata dengan kesal, “Bukannya aku mendesakmu untuk bercerai, tapi gimana dengan status anak—anak...‘
Melihat tingkah Agatha yang seperti itu, Selena jadi mual. “Aku ke toilet dulu.”
Harvey adh orang yang sempurna, sayangnya tidak dengan seleranya.
Meskipun Agatha memang pernah menjadi tetangga Harvey, tapi tidak perlu sampai membiarkan orang seperti ini menyiksa diri
sendiri, ‘kan? Bahkan dia sendiri merasa ku harga dirinya jatuh saat berdiri berdampingan dengan Agatha. O
Masa Harvey terkena jebakan Agatha?
Selena memikirkan mash ini sambil pergi ke toilet. Sepertinya tidak adakiki yang tidak suka wanita manja, ‘kan?
Dulu begitu dia bersikap manja, orang itu juga bersedia mkukan apa saja untuknya.
Satu bn.
Ya, Harvey masih bisa memanjakannya sma sebn.
Selena bersandar di pinggir toilet dan muntah dengan hebat. Jadi manusia memang tidak boleh berbicara sembarangan,
padahal pagi tadi dia merasa ku akhir—akhir inimbungnya sudah terasa jauh lebih baik, tetapi ternyata mh sebaliknya.Còntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org
Campuran darah segar berwarna merah terlihat mewarnai toilet. Meskipun sudah sering
melihatnya, Selena masih merasa tidak nyaman.
Namun, ini semua masih lumayan. Toh, waktunya juga sudah tidakmagi.
Seth Selena selesai berkumur, dia menyeka mulutnya dan bersiap untuk keluar. Namun, pada
1/2
+15 BONUS
saat ini dia merasa ada seseorang yang menarik—narik ujung bawah bajunya.
Selena menunduk dan melihat seorang anak kecil yang wajahnya memiliki beberapa kemiripan dengan Harvey. Satu tangannya
berpegangan ke wastafel, sedangkan tangannya yangin
memegangi baju Selena sambil berceloteh dengan bahasa yang tidak js, “Aa... Ibu...
Bagaimanapun juga anak ini adh buah hati Harvey dan Agatha, melihatnya membuat Selena jadi sangat kesal.
Mungkin karena Selena pernah menjadi seorang ibu wupun sebentar, dia jadi tidak bisa benci dengan anak—anak.
Selena berjongkok dan menunjuk—nunjuk ujung hidung anak itu sambil berkata dengan gk,”
Hei bajingan cilik, ku sudah besar nanti jangan jadi kayak ayahmu yang suka menindas
perempuan, ya!”
Harvest merentangkan kedua lengannya dan menghambur ke pelukan Selena. “Mau peluk ...”
Selena memasang tampang yang mengerikan untuk menakut-nakuti Harvest. “Aku ini bibi jahat, tahu! Nanti aku akan
membuangmu ke dm hutan supaya diasuh oleh binatang, takut nggak?”
Harvest bukannya takut, tetapi mh tertawa terbahak—bahak.
Seorang pembantu yang mendorong kereta bayi datang dengan tergopoh—gopoh dan berkata dengan ekspresi ketakutan,
“Aduh, Tuan Muda! Kamu ini membuatku takut saja! Kok bisa pergi
ke sini, sih!”
Begitu menyadari wanita ini adh Selena, pembantu itungsung menarik anak kecil itu. Harvest yang barusan masih tertawa—
tawangsung terlihat murung. “Ibu, mau peluk ...
“Tuan Muda, jangan sembarangan! Dia itu bukan ibumu!”
Sambil berkata demikian, si pembantungsung menggendong anak kecil itu dan buru—buru pergi. Hati Selena terasa agak ngilu
saat melihat air mata membanjiri wajah anak kecil yang
bt dan lucu itu.
Selena hanya bisa tertegun sambil melihat tangan kecil gemuk milik bocah itu menggapai—gapai ke arahnya sambil memanggil—
manggil Selena dengan suaranya yang tidak js, “Aa... Ibu...
Selena berdiri di pintu toilet wanita sambil menangis tersedu—sedu, hingga Chandra
menemukannya.