Di tangan Harvey, pergngan kaki Selena yang ramping itu bagai sayap kupu-kupu yang rapuh, yang dapat dihancurkan
dengan mudah.
Sambil membungkuk, Harvey pun pehan mendekatinya.
Wajah kecil wanita yang ketakutan itu terpancar dari mata Harvey, dan penkan dari wanita itu membuat Harvey marah.
Dengan deg-degan, Selena berteriak dengan ketakutan sekaligus marah, “Jangan sentuh aku dengan tanganmu yang pernah
menyentuh orangin, singkirkan tanganmu yang kotor itu!”
Segera seth itu, Harvey membungkam mulutnya, menghentikannya berbicara.
Sementara Selena menggeleng dengan gigih sembari melotot dan berusaha melepaskan diri.
Akan tetapi, tangan pria itu melewati lehernya, menopang bkang kepnya dengan kuat,lu memaksanya untuk
mengangkat lehernya dan ciuman yang menghukum ini terpaksa diterimanya.
Napas yang dingin dan kasar terus menerus masuk ke dm mulut Selena. Namun mengingat bahwa bibir pria itu mungkin
pernah mencium Agatha, Selena merasa sangat jijik.
Entah dari mana kekuatan yang didapatkan, dia mendorong Harvey,lu terbaring dan muntah di sisi tempat tidur.
Seth Selena muntah dan berbalik, wajah tampan Harvey tampak muram.
Dengan sepasang mata yang menatap Harvey lekat-lekat, Selena berkata kata demi kata, “Sudah kubng, jangan sentuh aku,
aku jijik!”
Harvey pun merasa kesal.Belongs to ? n0velDrama.Org.
Begitu Selena muntah, suasana yang tadinya memanas sepenuhnya padam, dan saat tiba-tiba ada panggn masuk, Harvey
mengayunkan lengan bajunya dan pergi.
Takma, pembantu bernama Benita bergegas membersihkannya, dan dia merasa sedikit iba saat melihat Selena terlihat
kelhan, “Nyonya.”
“Benita, sudahma kita nggak bertemu,” sapa Selena dengan lemah.
“lya ... sejak Tuan Muda kembali ke rumahma, Nyonya dan saya tidak bertemu sma hampir lebih dari setahun. Nyonya,
apa yang sebenarnya terjadi pada Anda dan Tuan Muda? Bukankah dulu Tuan Muda sangat baik pada Anda? Saya tidak pernah
melihat Tuan Muda begitu sayang pada seseorang.”
Selena berbaring lemah di tempat tidur, menatap bintang-bintang dingitngit yang dipesan khusus oleh Harvey untuknya,
sehingga saatmpu dimatikan di mm hari akan tampak seperti bintang yang berkp-kelip.
Dulu, Harvey akan peka terhadap perkataan apa pun yang diucapkannya. Namun sekarang, sekalipun dia mati di depan Harvey,
Harvey akan berpikir bahwa dia sedang berakting.
“Aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kami ... ,” gumam Selena.
Benita mengh napas, “Nyonya, meskipun Tuan Muda menyayangi pkor itu, saya bisa lihat bahwa Tuan Muda masih
mencintai Anda. Sma lebih dari setahun ini, sekalipun Tuan Muda pngrut mm, dia akan tidur di rumah, tidak tidur di
rumah pkor itu,” jsnya.
Selena kaget. Media beberapa kali memberitakan bahwa Harvey pergi pada mm hari dan png keesokan paginya, tetapi
dia tidak menginap di Perumahan Kenali?
Dengan segera, Selena mencibir dirinya sendiri. Mereka berdua sudah punya anak, memangnya penting menginap atau tidak?
“Nyonya, konflik antara suami dan istri itu tidak pernah bengsungma ... berhenth berkhi dengan Tuan Muda. Untuk
apa Anda dan Tuan Muda berseteru semman? Saya ...”
Tidak ada orangin yang tahu tentang konflik di antara mereka. Harvey memiliki dendam yang mendm terhadapnya,
sementara cinta Selena pada Harvey pehan berubah menjadi kebencian. Sekalipun tidak ada Agatha, mereka berdua juga
tidak mungkin terus bersama.
Demi menanggapi niat baik Benita, Selena menguatkan dirinya dan bangkit dari tempat tidur, “Benita, aku mau mandi dulu,”
ucapnya.
“Baik, Nyonya.”
Di kamar mandi, Selena mencuci semua bagian yang disentuh Harvey berng kali, bahkan mencuci rambut yang sudah
beberapa hari tidak dicucinya dengan hati-hati.
Melihat rambut rontok dintai, Selena duduk memeluk lutut sambil mmun di sudut kamar mandi untuk waktu yangma.
Saat mendengar suara Benita dari luar, dia mengambil rambut-rambut itu, membungkusnya dengan tisu,lu membuangnya ke
tempat sampah.
Dia tidak ingin Harvey mengetahui penyakitnya.