Ibu dari Selena, yaitu Maisha Osmond, pergi ketika Selena berusia dpan tahun. Hari itu adh hari ng tahun Arya. Selena
png dengan penuh sukacita untuk mempersiapkan ng tahun ayahnya, tetapi yang dia dapati justru surat cerai kedua orang
tuanya.
Demi mengejar ibunya, Selena bahkan sampai terjatuh terguling dari tangga. Dia tidak menyadari sepatu yang sudah terlepas
dari kakinya. Kemudian dia memeluk kaki Maisha dan terus menangis. “Ibu, jangan pergi!” serunya.
Wanita yang berpenampn terhormat itu membi pipi Selena yang lembut sambil berkata, “Maafkan Ibu.”
“Ibu, aku mendapat peringkat pertama di ksku kali ini, bu belum melihat kertas nganku, itu perlu ditandatangani oleh
orang tua.”
“Ibu, jangan tinggalkan aku. Aku tidak akan nakal. Aku berjanji tidak akan pergi ke taman bermaingi, aku tidak akan
membuatmu marahgi, aku akan patuh, aku mohon ... ”
Selena mengungkapkan ketidakrannya dengan rasa panik. Dia berharap wanita itu akan tetap tinggal. Maisha hanya
memberitahunya bahwa pernikahannya dengan ayahnya tidak bahagia. Sekarang dia th menemukan kebahagiaan sejatinya.
Selena melihat seorang pria yang tidak dikenalnya membantu ibunya memasukkan koper ke dm mobil,lu mereka pergi
bergandengan tangan.
Selena mengejar mereka hingga sejauh ratusan meter dengan kaki tnjang, sampai dia pun terjatuh dengan keras di atas
tanah. Lutut dan tpak kakinya terluka. Selena hanya bisa memandangi kepergian mobil yang smanya tidak bisa dikejarnya
itu tanpa berdaya.
Pada saat itu, dia tidak mengerti. Seth tumbuh dewasa, dia baru mengetahui bahwa ibunya th ketahuan berselingkuh oleh
ayahnya, sehingga ibunya punngsung mengajukan perceraian dan pergi dari rumah tanpa membawa harta apa pun, termasuk
dirinya.
Selena sangat membenci ibunya dan tidak pernah berhubungan sma lebih dari sepuluh tahun dengannya, Sna bahkan
pernah berpikir untuk tidak menemui ibunyagi seumur hidup ini.
Namun, takdir benar-benar konyol. Pada akhirnya, Selena masih harus tunduk di hadapan ibunya itu.
Tenggorokan Selena seperti tersumbat sesuatu. Dia berdiri di sana tanpa bergerak sama sekali. Maisha juga tahu apa yang
dipikirkan Selena, sehingga dia berinisiatif untuk bangkit berdiri dan menarik putrinya untuk duduk di sampingnya.
“Aku tahu kamu membenciku. Saat itu kamu masih kecil, banyak hal yang tidak seperti yang kamu pikirkan. Ibu tidak bisa
menjskannya padamu. ”
Maisha mengulurkan tangan dan membi wajah putrinya sambil berkata, “Putriku sudah dewasa. Nak, Ibu akan tinggal di sini
cukupma pada kepngan kali ini. Ibu tahu th terjadi sesuatu pada Keluarga Bet. Tapi tidak apa-apa, Ibu akan
menjagamu dengan baik.”
Saat ini, Selena baru menyadari bahwa kebencian itu tiba-tiba terasa tidak berartigi saat terdengar kata “Ibu”. Selena pun
memanggil dengan terbata-bata, “Ibu.”
“Anak baik, tinggah di sini untuk makan mm. Sma ini Paman Calvin mempekukan Ibu dengan sangat baik. Dia
memiliki seorang putri yang dua tahun lebih tua dari kamu, sebentargi dia akan datang untuk makan mm dengan
tunangannya, Ibu akan memperkenalkan kalian satu samain.”
Selena sama sekali tidak berniat untuk bergabung dengan keluarga baru ibunya, sehingga dia buru-buru meny, “Ibu,
kedatanganku kali ini semata-mata hanya karena mash Ayah. Ibu tahu Keluarga Bet sudah bangkrut, sekarang ayah
sedang mengmi sakit jantung. Aku tidak punya uang untuk biaya operasi, bisakah Ibu membantuku? Aku berjanji akan
mengembalikannya kepada Ibu nanti.”
Sebelum menjawabnya, Maisha mendengar suara yang tidak asing, “Nona Selena benar-benar kekurangan uang hingga harus
datang dan meminta uang ke rumahku, ya.”
Mendengar suara ini Selena tampak seperti disambar petir. Dia menatap orang-orang yang muncul di depan pintu saat ini. Dia
sungguh merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bukankah itu Agatha dan Harvey?Belongs to ? n0velDrama.Org.
Nasib kembali mempermainkan dirinya, dia tidak menyangka ibunya th menjadi ibu tiri Agatha!
Suami dan ibunya kini th menjadi kerabatnya.
Sekarang kebetn dia tertangkap basah oleh Agatha dan Harvey ketika hendak meminta uang kepada ibunya.
Saat memandangi ekspresi Selena yang gelisah, Harvey hanya tetap bersikap tenang dan tidak bereaksi apa pun.
“Uwaa uwaa uwaa ...”
Suara tangisan bayi memecah suasana yang canggung itu. Saat ini Selena memperhatikan kereta bayi kembar yang didorong
oleh asisten rumah tangga.
Pada saat bayi itu baru mi menangis, Harley sudah menggendong sh satu bayi itu dan membujuknya dengan terampil.
Pemadangan hangat dari keluarga yang beranggotakan empat orang itu bagaikan menusuk mata Selena. Seandainya masih
hidup, mungkin anaknya saat ini juga sudah sebesar mereka.
Dia mi menyesal mengapa dia mau datang ke sini. Dia merasa benar-benar malu, hatinya bagaikan tersayat-sayat.
Anehnya, hari ini anak itu tidak bisa berhenti menangis meskipun th dibujuk dengan berbagai cara. Asisten rumah tangga pun
buru-buru mengambilkan susu, tetapi anak itu mh menangis semakin hebat.
Harvey dengan sabar membujuk, “Anakku sayang, jangan menangisgi, ya.”
Cara pria bertubuh tinggi dan gagah itu menggendong anak kecil sungguh menghangatkan hati. Dia terlihat lembut dan sabar,
hingga membuat sebuah pemikiran tiba-tiba muncul di benak Selena.
Dia pun bangkit berdiri dan mngkah maju beberapangkah ke depan Harley, kemudian meraih anak itu. Anehnya, Harley
tidak menghentikannya. Yang lebih anehgi, saat digendong olehnya, anak itu berhenti menangis dan mh tersenyum.
Alis dan mata anak berusia hampir satu tahun itu terlihat sangat indah, bibir merah mudahnya melengkung ke atas. Anak itu pun
tertawa sambil menggumamkan kata yang tidak begitu js, “Am... ma...”
Tangannya yang kecil dan putih itu dengan lembutnya mencoba meraih b bulu di topi Selena. Ekspresi wajah anak itu tampak
begitu ceria. Senyumannya yang begitu memesona itu membuat wajahnya terlihat mirip sekali dengan Harvey.
Hati Selena sepertinya th ditikam oleh pisau. Keteguhan hatinya pun seakan hancur menjadi berkeping-keping.
Selena begitu naif berpikir bahwa Harvey mencintai dirinya. Harvey mempekukannya dengan sangat baik sma tahun
pertama pernikahan mereka.
Dm mimpi di tengah mm, Harvey mengganggu Selena dengan bergumam pn di telinganya, “Seli,hirkah seorang
anak untukku.”
Bagaimana mungkin Selena menk memberikan apa yang diinginkan pria itu? Meskipun belum lulus kuliah, Selena pun tetap
bertekad untuk hamil.
Pada saat ini, Selena baru menyadari, sma menjalin kasih dengan dirinya, Harvey sering kali bepergian ke luar negeri untuk
urusan bisnis. Ternyata, pada setiap kepergiannya ke luar negeri, Harvey juga menjalin hubungan dengan wanitain.
Lambung Selena pun bergejkgi. Selena melemparkan anak itu kepada Harvey, kemudianngsung beri ke dm toilet
tanpa menoleh sama sekali. Seth itu, Selena mengunci pintu toilet.
Dia belum makan apa pun. Yang dia muntahkan hanyh cairan bercampur darah, tampak gumpn-gumpn besar darah
berwarna merah terang yang seakan menusuk matanya.
Matanya berkaca-kaca dan berkedut tak bisa terkendali. “Bagus, bagus sekali,” ujarnya dm hati.
“Pernikahan kita sejak awal ternyata hanya lelucon!” serunyagi dm hati.
Apa yang tidak dapat dipahaminya dulu, kini dia th mendapatkan penjsannya, ternyata semuanya sudah bisa terungkap
sejak awal.
Mengapa pada saat yang mereka sama-sama jatuh ke dm air, orang yang Harvey smatkan adh Agatha? Mengapa
pada saat mereka sama-sama mengmi khiran prematur, Harvey mh menemani Agatha? Karena anak di dm perut
Agatha juga merupakan benih Harvey!
Seth beberapa waktu, terdengar ada yang mengetuk pintu.
“Selena, apakah kamu baik-baik saja?”
Selena merapikan dirinya,lu mencuci wajahnya dengan air bersih dan keluar denganngkah terhuyung-huyung.
Maisha tidak tahu tentang hubungan dan konflik di antara mereka bertiga. Dia menarik Selena dan bertanya dengan perhatian,
“Selena, apakah kamu merasa tidak enak badan?”
“Aku hanya jijik melihat kedua orang itu, muntah membuatku merasa lebih nyaman,” jawab Selena.
“Sna, kamu kenal dengan Agatha? Dia tinggal di luar negeri sma ini, apakah ada keshpahaman di antara kalian? Ini
adh Har ...”
Selena meny kata-kata Maisha dengan ucapan yang dingin, “Aku tahu, Harvey, presiden direktur Grup Irwin, siapa yang tidak
mengenalnya?”
“Ya, Tuan Harvey masih muda dan bertalenta, dia memiliki keberhasn di usia yang begitu muda.”
“Tentu saja Tuan Harvey hebat. Belum selesai bercerai, dia sudah buru-buru ingin menikahgi, bagaimana mungkin orang
biasa memiliki keberanian sepertinya?”
Kalimat itu membuat Maisha menjadi bingung. “Selena, apa yang kamu katakan? Tuan Harvey bahkan belum menikah,
bagaimana dia bisa bercerai?” tanya Maisha.
Selena tersenyum mengejek sambil berkata, “Jika dia belum menikah,lu aku ini apa? Tuan Harvey, ayo beri tahu Ibu, aku ini
kamu anggap sebagai apa?”