AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Terpaksa Menikahi Tuan Muda > Chapter 95 Ulang Tahun Ibu

Chapter 95 Ulang Tahun Ibu

    Hari perayaan ulang tahun ibu.


    Pesta yang sudah sedari kemarin menjadi topik hangat di kalangan para pelayan di rumah utama.


    “ Kakak ipar maafkan aku, pelatihan


    magang belum selesai aku akan langsung menyusul ke gedung. Kakak ipar tegakan


    kepala kakak ipar, kalau ada yang menggangu kakak ipar catat saja siapa dia,


    aku akan membalaskan dendam kakak ipar. Atau kalau tidak pakai senjata


    mematikan kakak ipar bicara untuk menghantamnya.”


    “ Kalau bertemu kak Helen jangan


    perdulikan dia.”


    “ Aku akan menyusul nanti.”


    Pesan beruntun dari Jenika.


    Anak ini, memangnya mulutku


    semematikan itu apa.


    “ Kakak ipar, maafkan aku aku tidak


    bisa pergi bareng, aku akan menyusul langsung ke gedung.”


    “ Pacarku sedang sidang skripsi,


    dia merengek minta aku menunggunya.”


    “ aku mendukungmu kakak ipar, kalau


    bertemu kak Helen jangan hiraukan dia.”


    “ Kakak ipar adalah wanita


    kesayangan kak Saga, aku akan mendukungmu selalu.”


    Pesan dari Sofi.


    Ya ampun dua anak ini manis sekali


    si, mereka benar-benar mengkhuatirkanku.


    Daniah meletakan hpnya. Beralih pada


    pantulan dirinya di dalam cermin. Dia sudah memakai riasan yang cukup baik


    sekarang. Kemampuan berdandanya walaupun hanya beberapa kali mengikuti kelas


    makeup sepertinya sudah melewati  tingkat


    dasar dan menuju perkembangan yang sangat baik. Ini menurutnya sendiri lho,


    jangan diukur dari standar keahlian makeup nasional ya.


    Cukupkan, lagipula nanti tamunya


    pasti kebanyakan ibu-ibu sosialitakan. Kalau seperti ini tuan Saga juga tidak


    akan marah karena aku berdandankan. Masak aku tidak boleh berdandan di pesta


    mewah ulang tahun ibunya. Bisa-bisa aku diusir di pintu masuk.


    Daniah meyakinkan dirinya, untuk berani.


    Dia percaya tuan Saga akan muncul dengan cara yang dramatis seperti saat ulang


    tahun ayahnya. Walaupun dia tidak mengenal siapapun di pesta itu, bukankah dia


    hanya perlu menunggu sampai Jen dan Sofi datang.


    Baiklah, beranikan dirimu Daniah.


    Makan saja dan tunggu sampai jen dan sofi datang. Jangan perdulikan ibu atau


    Helen. Daniah mengambil hadiah kecil yang sudah dia siapkan untuk ibu.


    Jangan terlalu berharap ibu menyukainya.


    Aaaaa, aku ingin menangis karena saking tegangnya. Bahkan ini jauh lebih


    menegangkan dari pada saat pernikahan. Karena saat menikah aku bersama Raksa


    dan keluargaku, aku jadi tidak setakut ini.


    Daniah menuruni tangga, rumah tampak


    lengang. Para pelayan bahkan pak Mun memang di berbantukan di acara sejak


    siang tadi. Hanya ada beberapa pelayan dan penjaga yang tinggal di rumah utama.


    Mayapun ikut pergi ke gedung.


    “ Nona muda mobil sudah siap.” seorang penjaga sudah menunggu di luar pintu masuk, mendekat ketika Daniah keluar.


    “ Terimakasih pak.”


    Laki-laki itu menganguk sopan,


    tidak berani mengangat kepalanya. Aturan baru di rumah ini, tuan muda melarang


    para penjaga atau pelayan laki-laki itu memandang nona Muda lebih dari tiga


    detik. Peraturan aneh yang lahir karena alasan.


    “ Kalau kau memandang istriku lebih


    dari tiga detik, dia akan terlihat semakin manis di detik ke empat. Jadi ingat


    itu sampaikan pada para pelayan laki-laki aturan baru ini. Aku akan memecat


    siapapun yang melanggarnya tanpa peringatan. Itu berlaku untukmu juga pak Mun.”


    “ Baik tuan muda.”


    Akhirnya mulai hari itu berlakulah


    aturan tiga detik di rumah ini. Semua pelayan di rumah tahu aturan ini, kecuali,


    orang yang menjadi sumber di buatnya aturan ini.


    Kenapa para pelayan laki-laki tidak


    ada yang mau menatapku ya. Apa aku sejelek itu sampai mereka malas melihat


    wajahku saat bicara.


    Daniah bergumam pelan sambil melajukan mobil


    meninggalkan halaman, saat sampai di gerbang utama melihat mobilnya yang


    mendekat penjaga gerbang langsung sigap membukakan gerbang. Daniah membuka kaca


    pintu mobil dan mengucapkan terimakasih. Penjaga gerbang membalas sambil


    menundukan kepalanya.


    Bahkan diapun tidak mau melihatku.


    Sudahlah.


    Mobil memecah jalanan, menuju


    gedung tempat berlangsungnya ulang tahun meriah nyonya besar Antarna Group. Ibu


    dari presdir Saga Rahardian. Akan semewah apa pesta yang berlangsung,


    mungkinkah mengalahkan pesta ulang tahun negara ini. Daniah meringis sendiri


    membayangkan pesta semacam apa yang akan dia datangi.


    Di tengah pintu masuk ruang acara.


    Daniah celingukan mencari orang yang dia kenal. Nihil, bahkan para pelayan dari


    rumah utama juga tidak ada.


    “ Maaf nona bisa tunjukan undangan


    anda.”


    Undangan! Bagaimana ini, ibukan


    hanyaa bicara lisan mengundangku waktu itu. Tunggu apa ini awal dia berusaha


    mempermalukanku. Daniah kenapa kamu bodoh sekali.


    “ Maaf saya.” Daniah terlonjak dan


    tidak melanjutkan kata-katanya ketika seseorang datang dan memukul bahu


    pengawal yang menanyakan undangan padanya.


    “ Bodoh! Apa kamu tidak mengenali


    majikanmu sendiri. Maaf nona atas keteledoran saya.” Dia membungkukan kepalanya


    sopan. “Tundukan kepalamu dan minta maaf pada nona muda.”


    Pengawal yang tadi gelagapan


    binggung. “ Maafkan saya nona, saya tidak mengenali anda.”


    “ Sudahlah tidak apa-apa. Jangan


    memarahinya, diakan hanya melaksanakan pekerjaannya.”


    “ Sekarang nona silahkan ikuti


    saya.” Dia mempersilahkan dengan tangannya lalu berjalan pelan di depan Daniah.


    Aku sepertinya pernah bertemu


    dengannya, ya, mungkin kami beberapa kali berpapasan di rumah.


    “ Saya tidak apa-apa pak, tapi


    tolong jangan hukum pengawal yang tadi ya, diakan hanya menjalankan tugas saja.


    Terimakasih sudah mengantar.”


    “ Terimakasih atas kebaikaan anda


    nona.”


    Lagi-lagi bicara tanpa melihat


    kearahku, mereka ini kenapa si.


    “ Silahkan menikmati pestanya.”


    “ Baik, terimakasih.”


    Ruangan ballroom yang sangat


    megah. Dekorasi bunga yang mewah menyambut tamu. Tatanan lampu serta


    pencahayaan yang sempurna membuat tempat ini bak negri dongeng. Tempat duduk


    bundar yang tersusun secara rapi. Ada pantulan cahaya dari gelas-gelas bening


    yang ada di atas meja. Sudah ada banyak tamu yang duduk diantara meja-meja itu.


    Tunggu ini acara ulang tahun


    ibukan, aku benar tidak salah masuk gedungkan.


    Gemerlapnya pesta bersinergi dengan


    glamornya para tamu undangan. Daniah melihat dirinya sendiri, untung saja dia


    berdandan dengan layak tadi, kalau tidak, tidak tahu akan semalu apa dia


    sekarang. Tamu-tamu sudah berdatangaan, mereka menunjukan kartu undangan mereka


    lalu seseorang menuntun mereka untuk duduk di meja yang sudah di sediakan.


    “ Nona Daniah.” Seorang wanita


    dengan penampilan rapi menyapa. “ Saya staff sekertaris tuan Saga, silahkan


    ikuti saya.”


    Daniah yang sedari tadi kebinggungan


    merasa sangat bersyukur.


    Oh dewi penolongku, terimakasih.


    Daniah mengikuti langkahnya keluar


    dari ballroom memasuki ruang tunggu.


    “ Silahkan nona bisa menunggu di


    dalam sebelum acaraa di mulai.”


    Daniah memasuki ruangan, staff


    sekertaris tadi hanya membukakan pintu, dan tidak mengikuti langkahnya. Setelah


    ada di dalam dia melihat ibu dan helen sedang berbincang hangat.


    Dia ada di sini ya.


    “ Daniah, kamu sudah datang ya.”


    Seperti biasa, Helen selalu menjadi yang pertama menyapa dengan senyum hangat.


    Dia mengandeng tangan Daniah untuk ikut duduk di meja dimana ibu juga duduk.


    Wanita itu sudah memberi pandangan tidak suka sejak masuknya Daniah melalui


    pintu tadi.


    “ Selamat malam bu, selamat ulang


    tahun.” Daniah mengeluarkan bingkisan kecil dari tasnya. Dan menyerahkannya


    pada ibu. Wanita itu hanya tersenyum sinis menerimanya. Lalu melemparkan


    bingkisan itu berkumpul dengan tumpukan kado mahal lainnya. Daniah menatap


    nanar hadiah yang bahkan tidak di buka oleh ibunya.


    Sudahlah, kau sudah tahu akan


    seperti inikan. Jangan sedih.


    “ Apa Saga akan datang hari ini?” pertanyaan Helen


    itu ditujukan pada Daniah.


    Mana kutahu!


    Melihat Daniah yang terdiam


    sepertinya Helen merasa perlu melancarkan serangan keduanya. “ Aku pikir


    sebagai istrinya kamu pasti tahu.” Senyum seringai muncul dibibirnya.


    Kau mau mengatakan apa? Kalau aku


    istri yang tidak dicintai, menantu yang dibenci begitu. Maaf ya Helen, aku


    sudah tidak mendukung eksistensimu lagi.


    “ Jangan banyak bicara denganya,


    sebentar lagi dia juga akan keluar dari rumah. Dan kamu akan mengantikannya


    Helen. Jadi bersabarlah.”


    Lihat, dia tersenyum, bagaimana dia


    bisa tersenyum setelah mendengar ibu mengatakan itu. Itukan namanya jahat


    sekali. Karena aku ada di sini. kalau dia sedang mengunjingku di belakangku itu akan lain ceritanya.


    “ Maafkan aku bu. Tapi sekarang


    kami sedang dalam suasana yang sangat bahagia lho. Aku dan tuan Saga. Hehe.”


    Aku pasti sudah gila! Memancing mereka


    seperti ini.


    Wajah ibu dan helen terlihat sangat


    terkejut dan masam. Tapi mereka tidak lagi bicara sepatah katapun dengan Daniah


    setelahnya. Helenpun berhenti memasang wajah penuh senyumnya.


    Kemeriahan pesta semakin bertambah


    ketika para artis papan atas mulai menyanyikan lagu ceria. Daniah duduk di


    mejanya bersama Jen dan Sofi. Tampak sangat murung. Sepanjang acaranya dia


    sudah mendengar dan menerima banyak sekali tatapan menyedihkan untuknya. Apalagi saat dia keluar dari ruang tunggu tadi, karena alih-alih ibu mengandengnya dia malah mengandeng Helen. memperkenalkan gadis itu dengan penuh kebanggaan. Saat menerima hadiah lukisan dari Helen juga.


    “ Kakak ipar jangan hiraukan


    mereka, merekaan tidak tahu kebenarannya biarkan saja mereka bicara apa saja sekarang.” Jen bicara berapi-api menenagkan Daniah.


    “ benar, kalau tahu pasti mereka


    akan ketakutan karena berani bersikap begitu pada kakak ipar.” Sofi dengan manisnya memeluk Daniah.


    Terimakasih ya.


    Beberapa kali Daniah melihat hpnya, menatap pintu masuk, seseorang yang dia harapkan akan muncul secara dramatis menyelamatkan dirinya. Namun sampai acara berakhir tidak ada yang muncul. dia tidak muncul seperti yang diharapkan. Daniah menyeka ujung matanya merasa sakit dan kecewa.


    Bodoh! bukankah sudah berkali-kali ku ingatkan untuk menjaga agar hatimu tidak terluka. Jangan pernah berharap banyak. kenapa kau membuka hatimu dan bersandar padanya. Bodoh! dia tetaplah tuan Saga. Kau sudah terlalu banyak bergantung padanya. sekarang kau ingin dia datang menyelamatkan dirimukan. Kasihan!


    Sampai akhir dia tetap tidak muncul.


    " Kakak ipar ayo pulang bersama, biar pengawal yang membawa mobil kakak ipar." Jen sudah membaca gurat sedih dan kecewa di wajah Daniah. Jadi dia tidak ingin membiarkannya sendiri.


    Kakak ipar pasti sedih sekali, ibu juga sangat keterlaluan, kak Saga juga kenapa sampai tidak datang begini si.


    " Pulanglah, aku ingin berkeliling mencari angin sebentar. Nanti aku pulang setelahnya. Jangan kuatir, pulanglah duluan dengan Sofi."


    Walaupun berat hati akhirnya jen membiarkan Daniah membawa mobilnya sendiri, meninggalkan area parkir gedung pesta. Perasaannya sudah tidak enak, tapi dia sudah terlambat menyadari. Karena mobil Daniah sudah menghilang di tengah keramaian mobil para tamu yang lainnya.


    Sepertinya akan terjadi hal mengerikan. Aaaaa bagaimana ini, mobil kakak ipar sudah tidak kelihatan lagi.


    BERSAMBUNG
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul