《Tidak Ada yang Tidak Mungkin, Jangan Pergi Full Episode》 Bab 1 Bab 1 Sesampainya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Vivin Wirdi teramat sangat kecewa saat mengetahui bahwa pria yang seharusnya mengajukan akta nikah bersamanya tak kunjung tiba. Sudah lebih dari setengah jam dari waktu yang mereka sepakati. Saat Vivin hendak menghubunginya, pria itu menghubunginya duluan. Begitu Vivin angkat teleponnya, suara murka seorang pria menggelegar lewat telepon, ¡°Vivin Wirdi, dasar kau pembohong! Apa kau lupa sama hal-hal memalukan yang pernah kaukukan saat kuliah? Beraninya kau berpikir untuk menikahiku sekarang? Aku kasih tahu saja. Jangan bermimpi bisa menikah denganku! Sekarang sudah js, mengapa kau sangat terburu- buru membicarakan pernikahan meskipun kita baru saling kenal tiga hari! Jika bukan karena mantan pacarku yang pernah kuliah di kampus yang sama denganmu, aku pasti akan tertipu olehmu! Dasar kau wanita tak tahu malu!¡± Dengan begitu, dia menutup telepon. Vivin bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk menjskan dirinya sendiri. Jari-jari yang menggenggam ponselnya menjadi pucat dan bibirnya bergerak tanpa suara. Pria tadi sama sekali tidak mengecilkan suaranya, artinya banyak orang th mendengar suara teleponnya. Semua orang menatapnya dengan penuh cemoohan dan rasa jijik, bagaikan ada ribuan jarum menikamnya. Kejadian ini persis seperti mm mimpi buruk dua tahun sm. Dia merasa seh-h dia tertn dm kegpan. Tak peduli seberapa kuat dia mencoba, tak ada satupun jn keluar¡­ Butir-butir keringat terbentuk di dahinya saat ia memucat secara dramatis. Tanpa disadari, seluruh tubuhnya mi menggigil tak terkendali. Di samping, sepasang mata gp yang tak dapat dipahami mengamati wanita yang menggigil itu sambil berpikir sementara jari-jarinya yang kurus mengetuk-ngetuk sandaran tangan kursi rodanya. ¡°Tuan Normando.¡± Pada saat itu, seorang pemuda bergegas ke sisi Finno Normando. Sambil bersandar, dia berbisik, ¡°Nona Lopez th memberi tahu saya bahwa dia masih terjebak macet. Dia mengatakan bahwa mungkin setidaknya butuh satu jam untuk sampai ke sini.¡± ¡°Kau bisa menyuruhnya png. Katakan padanya untuk tidak perlu repot-repot datanggi.¡± Finno bahkan tak sedikitpun menoleh. Tatapan tajamnya terpaku pada Vivin saat dia menambahkan dengan tenang, ¡°Aku tak suka wanita yang penuh kepalsuan.¡± ¡°Tapi¡­¡± Si pria muda, asistennya, menampakkan ekspresi kesal. ¡°Kakek Anda sangat mendesak Anda untuk menikah¡­¡± Seh-h dia tidak mendengar kata-kata asistennya, Finno menekan tombol di kursi rodanya untuk bergerak ke arah Vivin. ¡°Maaf, Nona? Maukah kau menikah denganku?¡± Suara yang tegas dan js terdengar, menyeret Vivin keluar dari kegpan yang mengancam akan mennnya. Vivin mengangkat kepnya, ia sedikit terkejut dengan apa yang ada di depan matanya. Dia tidak tahu kapan itu terjadi, tetapi seorang pria berkursi roda sepertinya berhenti di hadapannya. Rupa pria itu begitu sempurna sehingga akan menghentikan detak jantung siapa pun. Alis yang tajam dan tegas yang bertumpu pada wajah yang terpahat sempurna, tampak seh-h wajahnya terukir dari marmer. Sosoknya menyerupai mahakarya tanpa cacat. Terlepas dari kemeja putihnya yang sederhana, desainnya menonjolkan tubuhnya yang ramping namun kuat. Duduk di kursi roda sama sekali tidak menghngkan aura mulia dan agungnya. Sebaliknya, itu hanya membuatnya tampak lebih tinggi dan tak bisa didekati. Hingga pria tersebut mengngi pertanyaannya, Vivin tersadar darimunannya. ¡°Apa?¡± ¡°Aku tidak sengaja mendengar suara pembicaraan teleponmu tadi. Kau sedang terburu-buru untuk menikah, kan?¡± Jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak pada kata-kata pria itu, saat penghinaan dan penderitaan mnda dirinya. Tak menunggunya untuk menjawab, pria itu mnjutkan dengan nada acuh tak acuh. ¡°Kebetn sekali. Aku juga berada di posisi yang sama. Karena tujuan kita sama, mengapa kita tidak saling membantu?¡± Cara sang pria mengatakannya membuatnya terdengar seh-h dia sedang berbicara tentang kesepakatan bisnis, bukan sh satu peristiwa terpenting dm hidup. Pada titik ini, Vivin akhirnya mengerti bahwa pria ini serius tentang pernikahan mereka. Padahal, kita baru saja bertemu! Menikah secarangsung itu sungguh keteluan! ¡°Tuan, kita bahkan belum saling kenal! Bukankah ini telu terburu-buru dan impulsif?¡± ¡°Kau juga tidak mengenal pria-pria yang kau asal kencani itu.¡± Jawabannya tenang dan lugas, membuat Vivin lengah dan terdiam. ¡°Ah, aku mengerti sekarang. Kau meremehkanku karena aku cacat, kan?¡± ¡°Tentu saja tidak!¡± ¨C dia merespon spontan. Ketika Vivin melihat secercah kegembiraan di b mata gp pria itu, dia menyadari bahwa dia mkukan hal persis seperti apa yang pria ini inginkan. ¡°Nona.¡± Pria melipat tangannya di atas kedua pahanya dengan anggun sebelum menatap Vivin dengan tatapan membara. ¡°Aku cukup yakin bahwa kau sangat membutuhkan pernikahan ini. Jika kau kehngan kesempatan ini sekarang, apa yang membuatmu yakin bahwa kau akan mendapatkan kesempatan kedua?¡± Vivin harus mengakui bahwa pria itu sangat meyakinkan. DiaUpstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g benar. Aku sangat membutuhkan pernikahan ini. Sejujurnya, mungkin lebih tepat untuk mengatakan bahwa aku harus terdaftar sebagai anggota di Kartu Keluarga di kota ini. Hanya dengan begitu aku akan memenuhi syarat untuk mengajukan asuransi kesehatan di sini, untuk membayar tagihan rumah sakit ibu yang mahal. Detik demi detik belu saat dia menatap pria itu untuk waktu yang sangatma. Akhirnya, ia berkata, ¡°Apakah kau penduduk tetap di sini, di Kota Metro?¡± Bibir pria itu melengkung membentuk seringai kecil. ¡°Ya.¡± Sekaligi, Vivin terdiam. Ia meremas kuat-kuat pada Kartu Keluarganya. Meskipun ia lumpuh, namun pria di hadapannya ini memiliki tingkahku dan penampn yang js-js jauh lebih unggul dari pria-pria mengerikan yang dia asal kencani baru-baru ini. Oh Vivin, bukankah satu-satunya tujuanmu sma tiga bn terakhir adh menikah dengan penduduk setempat secepat mungkin? Sekarang, kesempatan itu ada di depan mata! Mengapa kau masih ragu- ragu? Emosi yang saling bertentangan beradu di dm dirinya. Pada akhirnya, dia menggigit bibirnya dan menguatkan tekadnya. Wanita itu mengangguk setuju. ¡°Baih, aku setuju.¡± Bab 2 Bab 2 Satu jam kemudian, Vivin keluar dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan akta nikah merah tergenggam di tangannya. Seh-h dia myang di udara, seakan-akan segnya hanyh mimpi. Dia tak pernah berpikir bahwa suatu hari dia akan tiba-tiba menikah dengan pria yang hanya dia temui secara kebetn. Mungkinkah ini takdir? Menatap ke bawah, dia memandang foto mereka yang duduk berdampingan. Ekspresi pria itu kosong, sementara ekspresinya js menunjukkan kegelisahan dan keberatannya. Di bawah foto itu terdapat nama mereka berdua. Betapa anehnya aku, aku baru saja mengetahui nama suamiku? Dari sertifikat nikahgi! Finno Normando. Nama yang sederhana namun sangat sesuai untuk pria sepertinya. ¡°Vivin Wirdi?¡± Pria itu¡ª Finno, juga memandang surat nikahnya. Ia mengucapkan nama Vivin pehan, nada suaranya yang rendah menyeBabkan namanya tentun dari lidahnya denganncar. Cara ia mengucapkannya membuat tubuh Vivin merinding. Dia masih belum pulih dari perubahan status perkawinannya ketika sebuah tangan tiba-tiba muncul tepat di hadapannya. Sebuah kartu terjepit di antara kedua jari itu. ¡°Nona Wirdi, aku sadar bahwa mngsungkan pernikahan dan mendapatkan cincin kawin adh sh satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh seorang wanita. Sayangnya, aku minta maaf untuk mengatakan bahwa aku tidak punya waktu untuk membereskan semua itu. Jika kau sangat menginginkan sebuah cincin, kau dapat memilihnya sendiri.¡± Mengangkat kepnya, Vivin melihat tatapan Finno yang tak dapat ditebak. ¡°Tidak perlu.¡± Ia buru-buru mmbaikan tangannya sebagai penkan terhadap Finno. ¡°Aku tak peduli dengan formalitas seperti itu.¡± Dia sudahma tak akan begitu peduli dengan hal romantis seperti itu. Lebih pentinggi, dia tidak ingin merasa berutang apa pun pada Finno, meskipun ia adh suaminya secara sah. ¡°Paling tidak, beli saja sebuah cincin.¡± Sambil mengatakan itu, dia meraih pergngan tangan Vivin,lu menyelipkan kartunya ke tangan Vivin. Saat tangan mereka saling bersentuhan satu samain, perbedaan suhu pada diri mereka saling menghantam, mengalir memburu mlui Vivin. Dia sedikit terkejut dengan kehangatan Finno. ¡°Baih ku begitu.¡± Karena bisa dikatakan mereka adh pengantin baru, dia tidak ingin berdebat dengan Finno berkaitan dengan niat baiknya. Karena itu, dia menerima kartu itu dan menyimpannya di tasnya. ¡°Aku ada rapat sore ini, jadi aku akan pergi dulu. Kau perlu mencari transportasi sendiri,¡± Nada suara Finno tetap datar seperti biasanya. ¡°Baik.¡± Vivin tak memiliki harapan bahwa dia benar-benar akan mempekukannya seperti istri sejati, seseorang yang akan dia cintai dan manjakan. Ith seBabnya dia tidak kecewa sama sekali bahwa Finno meninggalkannya di sana. Tiba-tiba teringat sesuatu, Finno berbicaragi, ¡°Ngomong-ngomong, aku akan mengirimkan mat rumahku nanti. Kau bisa pindah kapan saja.¡± Mereka th bertukar nomor telepon sebelumnya ketika mereka mendapatkan akta nikah mereka. ¡°Aku tidak terburu-buru!¡± Vivin dengan cepat merespon. Meskipun masuk akal bahwa mereka harus tetap bersama seth menikah, kenyataannya adh bahwa Vivin belum siap untuk tinggal di satu atap yang sama dengan orang asing. Mungkin penkan dm nada suaranya telu js, seketika Finno segera mengangkat kepnya untuk meliriknya. Wajah Vivin sedikit memerah karena malu. Namun, Finno tidak menanggapi hal itu. Yang diakukan hanyh menekan tombol di kursi rodanya untuk memutarnya ke arahin. ¡°Jika tidak ada yangin, aku akan pergi sekarang.¡± ¡°Baik.¡± Dia menunggu Finno masuk ke dm mobil hitam sebelum dia juga pergi. Seth itu, dia segera menelepon Departemen Sumber Daya Manusia perusahaannya. Dia memberi tahu mereka bahwa dia akan segera terdaftar di Kota Metro. Dia mengh napas lega seth dipastikan bahwa mereka akan mengajukan asuransi kesehatan lokal untuk dirinya dan keluarganya. Sementara pernikahan hari ini merupakan keputusan yang cukup terburu-buru baginya, namun setidaknya, dia akhirnya berhasil menyelesaikan mash yang th menyelimutinya dengan kekhawatiran untuk sementara waktu. Akhirnya, dia tidak perlu menderitagi karena tagihan rumah sakit ibunya. Setibanya di Majh mour, tempat kerjanya, Vivin mendapati bahwa waktu wawancara sore mereka belum mi. Menggunakan sisa waktu luangnya, dia menuju ke pusat perbnjaan di sebh, untuk membeli sepasang cincin kawin dengan kartu yang diberikan Finno padanya. Seth itu, dia kembali ke mejanya dan duduk, berencana untuk membaca informasi pada wawancara sore ini untuk terakhir kalinya. Saat itu, Sarah menggeser kursi kantornya. Matanya berbinar ketika dia bertanya, ¡°Vivin, ada kabar apa dengan cincin itu?¡± ¡°Kau cukup jeli juga, ya?¡± Vivin tidak berniat menyembunyikan apa pun. Bagaimanapun, Departemen Sumber Daya Manusia sudah tahu bahwa dia th mengirim Kartu Keluarga barunya. Semua orang di perusahaan akan segera mengetahui perubahan status perkawinannya. ¡°Aku baru saja menikah.¡± ¡°Smat, Vivin!¡± Sarah mengamati cincin itu, berkomentar,This belongs to N?velDrama.Org: ?. ¡°Apakah suamimu memberimu hadiah ini? Ini bukan berlian yang sangat besar, bukan? Berapa harganya?¡± ¡°Cuma sekitar tiga jutaan.¡± Vivin tidak tahu apa-apa tentangtar bkang keuangan Finno sehingga dia memilih sepasang cincin termurah dan paling sederhana yang bisa dia temukan. Alis Sarah berkerut dan dia menyatakan dengan ekspresi serius di wajahnya, ¡°Vivin, itu tak patut! Cincin kawin adh simbol pernikahanmu. Seberapa bisa diandalkannya seorang pria, jika dia bahkan tidak mau membelikanmu cincin yang lebih baik?¡± ¡°Tidak apa-apa. Dia hanya mkukan yang terbaik yang dia bisa,¡± jawab Vivin. Memperhatikan sorot simpatik di mata Sarah, dia menyadari bahwa Sarah mungkin berpikir bahwa suami barunya tidak telu kaya. ¡°Cukup sudah. Mari kita tidak membicarakan inigi.¡± Dia dengan cepat mengubah topik pembicaraan, tidak mau bemamagi. ¡°Apakah kau siap untuk wawancara nanti?¡± ¡°Hahaha, tentu saja!¡± Taktik pengalih perhatian Vivin berhasil, karena Sarah segera menunjuk ke arah pakaiannya. ¡°Vivin, bagaimana menurutmu? Cantikkah aku?¡± Baru saat ith Vivin menyadari bahwa rekannya mengenakan set gaun rok merah muda dan putih. Rambutnya juga ditata dengan rapi. ¡°Kau terlihat luar biasa!¡± Vivin memuji. Ia tersipu malu oleh kata- kata pujiannya, mata Sarah segera berbinar gembira. ¡°Lalu, apakah menurutmu aku akan memiliki kesempatan dengan presiden bujangan kaya dari Grup Finnor?¡± Bab 3 Bab 3 Vivin mengerjap kaget, saat pemahaman muncul di benaknya tentang betapa Sarah berusaha keras mendandani dirinya. Orang yang akan mereka wawancarai sore ini adh presiden Grup Finnor. Di Kota Metro, Grup Finnor mirip seperti legenda. Tiga tahunlu, perusahaan itu tiba-tiba muncul entah dari mana. Dengan cepat, mereka berhasil memajukan diri mereka di industri keuangan, menggunakan metode yang sangat agresif. Dm kurun waktu tiga tahun berikutnya, mereka berhasil menjadi sh satu pemimpin keuangan Kota Metro, seh-h setara dengan tiga keluarga besar di kota itu. Namun, yang lebih menarik perhatian semua orang, adh presiden perusahaan itu. Bahkan saat ini pun, tak ada yang tahu siapa namanya, atau bagaimana penampnnya. Seluruh identitasnya merupakan sebuah misteri, fakta yang hanya menambah daya tariknya. Tak ada contoh yang lebih baik untuk digunakan, sin Sarah, yang secara khusus meluangkan waktu untuk berdandan, ketika dia tahu mereka akan mewawancarai presiden yang sulit ditemui. Kegembiraan berkuan di mata Vivin saat dia menggoda, ¡°Sarah, apakah kau yakin ingin meninggalkan kesan yang baik padanya? Apakah kau tidak khawatir, mungkin saja presiden itu orang tua yang botak? ¡°Huft! Aku tak percaya itu!¡± Sarah menghentakkan kakinya kesal. ¡°Rumor mengatakan bahwa dia seharusnya sangat muda!¡± Berbanding terbalik dengan ekspresi Sarah yang penuh harapan, Jenny benar-benar serius ketika dia menyatakan, ¡°Wawancara ini adh kesempatan sekali seumur hidup, jadi kita harus sepenuhnya siap untuk itu. Ini adh pertama kalinya sang presiden benar-benar menerima wawancara media. Penjun kita pasti akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa jika kita berhasil mendapatkan fotonya.¡± Vivin mengangguk setuju. Memang benar bahwa presiden Grup Finnor tak pernah sekalipun menerima wawancara sebelumnya. Ketika Majh mour pertama kali mengirim undangan, dia awalnya menk, seperti biasa. Entah kenapa, ada telepon masuk kemarin, yang mengatakan bahwa dia th menyetujuinya. Tak perlu dikatakan, kabar baik yang tiba-tiba itu mengejutkan para pemimpin redaksi. Seth menelusuri isi wawancara untuk terakhir kalinya, Vivin, Sarah, dan Jenny menuju ke Grup Finnor dengan seorang fotografer. Grup Finnor terletak di distrik keuangan Kota Metro. Mereka menyapa resepsionis dintai satu, menyebutkan san kunjungan mereka. Kemudian, mereka naik lift sampai kentai paling atas. ¡°Apakah kalian dari Majh mour?¡± Seorang sekretaris datangUpstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g untuk menyambut mereka begitu mereka keluar dari lift. ¡°Tuan Normando sudah menunggu kalian di dm.¡± Sambil mengatakan itu, dia membawa mereka ke kantor presiden. Vivin berhenti sejenak ketika dia mendengar kata-kata sekretaris itu. Tuan Normando? Siapa yang menyangka bahwa presiden Grup Finnor akan memiliki nama keluarga yang sama dengan suami baruku? Tepat sebelum mereka masuk, Sarah yang gugup menarik lengan baju Vivin, berbisik, ¡°Apakah rambutku baik-baik saja? Berantakan nggak? Oh, harusnya nggak berantakan dong¡­¡± Sambil terkekeh pn, Vivin bergumam sebagai bsan, ¡°Kau baik-baik saja. Tak ada sehi rambut pun yang tidak pada tempatnya. Itu-¡± Pada saat itu, ia kebetn melirik ke dm kantor saat ia berbicara. Seth melihat sosok di dekat jend, dia tertegun kaget dan terdiam. Seg pikiran berkaitan dengan meyakinkan Sarah seketika lenyap. Saat itu, tatapan Sarah mendarat pada pria itu juga. Takma kemudian, dia melupakan seg tentang penampnnya. Keterkejutan terlihat js dm suaranya saat dia bergumam, ¡°Ya Tuhan, presiden Grup Finnor¡­ Dia sebenarnya duduk di kursi roda?¡± Sebelum Vivin bisa mengatakan apa-apa, kursi roda itu pehan berputar menghadap mereka. Sarah terkesiap. ¡°Wah! Di-dia sangat tampan! Dia lebih tampan dari seorang selebriti!¡± Fakta bahwa dia duduk di kursi roda benar-benar tak terpengaruh dibandingkan daya tariknya. Karena itu, Sarah tidak bisa menahan gumam kekagumannya. Vivin tidak mendengar sepatah kata pun yang Sarah ucapkan. Perhatiannya terfokus pada pria itu juga, tetapi untuk san yang sepenuhnya berbeda dari rekannya. Pada saat itu, otaknya terasa seperti berhenti berputar, saat dia menatap pria itu, sepenuhnya tercengang. Sinar cahaya yang masuk dari jend th membuat sudut tajam wajah pria itu dm bayang-bayang, sementara b matanya yang gp tampak sedingin biasanya. Itu Finno. Presiden Grup Finnor adh Finno? Bab 4 Bab 4 Pengungkapan itu mengejutkan Vivin. Sebelum dia bisa bereaksi, Finno tersenyum kepada mereka. ¡°Kalian dari Majh mour, kan? Skan duduk.¡± ¡°Vivin, mengapa kau masih berdiri?¡± Peringatan dari Sarah menyadarkan Vivin dari tatapan kosongnya, saat dia segera mengikuti mereka ke sofa. Finno bergerak dan berhenti di depan mereka. Wajah Sarah penuh kegembiraan saat dia bertanya, ¡°Tuan Normando, bisakah kita mi?¡± ¡°Tentu.¡± Ekspresi Finno agak tenang. Sampai sekarang, dia bahkan belum melirik Vivin untuk kedua kalinya. Itu terkesan seperti mereka adh orang asing. Sikapnya yang acuh bahkan membuat Vivin bertanya-tanya apakah pria ini hanyh orang acak yang memiliki kemiripan mencolok dengan suami barunya. ¡°Jadi¡­ Tuan Normando, karena sejauh ini Anda sangat misterius, semua orang sangat ingin tahu siapa nama lengkap Anda.¡± Tersipu malu, Sarah memi wawancara. ¡°Apakah Anda keberatan memberi tahu kami nama Anda?¡± ¡°Finno Normando,¡± jawabnya singkat. Saat kata-kata itu keluar dari bibirnya yang tipis, harapan Vivin pupus. Finno Normando. Dia benar-benar suami baruku! ¡°Finno Normando. Nama yang indah!¡± Jenny memuji sambil tersenyum. ¡°Snjutnya, kami ingin mengajukan serangkaian pertanyaan.¡± Dengan begitu, Jenny berbalik untuk menatap Vivin dengan tatapan tajam. Seth menyadari bahwa Vivin masih menatap Finno dengan bodoh, dia diam-diam mencubit wanita yang mmun itu. ¡°Aduh!¡± Vivin berseru kesakitan saat dia kembali tersadar. Sebelum datang ke sini, mereka semua sudah sepakat bahwa Vivin yang akan mkukan wawancara, sementara Sarah dan Jenny mencatat. Dihadapkan dengan tatapan tajam Jenny, Vivin dengan cepat menenangkan emosinya yang berkecamuk saat dia menunjukkan aura profesional. ¡°Tuan Normando, apakah Anda penduduk lokal Kota Metro?¡± ¡°Saya rasa Anda bisa mengatakan bahwa saya setengah lokal.¡± Sangat kontras dengan kepanikan Vivin sebelumnya, Finno sedingin mentimun. ¡°Sayahir di sini tetapi saya pergi ke Amerika ketika saya masih sangat muda.¡± Mendengar kata-katanya, Vivin tiba-tiba merasa ingin tertawa terbahak-bahak. Pria yang duduk di seberangnya seharusnya merupakan suaminya, namun dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang pria itu. Namun, dia sedang bekerja sekarang, jadi dia mengesampingkan pikiran- pikirannya. Dia mnjutkan wawancara, turun ke daftar pertanyaan yang th mereka siapkan sebelumnya. Wawancara berjnncar seth itu. Finno cukup kooperatif, meskipun agak dingin.Original content from N?velDrama.Org. Tetap saja, dia tidak seperti pria yang tidak masuk akal dan tidak baik seperti yang dikatakan rumor yang beredar. Masuk ke dm inti wawancara, Vivin sementara waktu lupa bahwa dia benar-benar mewawancarai suaminya. Namun, ketika matanya tertuju pada pertanyaan berikutnya, kata-katanya tersangkut di tenggorokannya. Keheningan yang canggung menyelimuti ruangan itu. ¡°Vivin, apa yang kaukukan?¡± Sarah menyenggolnya. Dia memasang senyum minta maaf di wajahnya. ¡°Maafkan saya, Tuan Normando. Pertanyaan berikutnya ini agak pribadi dan saya yakin banyak pembaca wanita kami akan tertarik dengan jawaban Anda.¡± Menyingkirkan perasaan aneh yang berkobar di dadanya, Vivin memaksakan diri untuk bertanya, ¡°Apakah Andajang, Tuan Normando?¡± Vivin bisa saja menggigit lidahnya karena pertanyaan bodoh yang keluar dari bibirnya. Uh, andai saja Sarah dan Jenny tidak ada di sini sekarang. Aku tidak perlu menanyakan pertanyaan ini yang jawabannya aku sudah tahu! Gugup, dia mengangkat kepnya untuk menatap mata Finno. Dia bersumpah bahwa dia th melihat seks kegembiraan yang bersinar mlui b mata tanpa emosi itu. Namun, kegembiraan itu hng secepat kt, membuatnya bertanya-tanya apakah dia hanya membayangkannya. Finno membuka mulutnya dan berkata, ¡°Yah¡­ bagaimana menurutmu, Nona?¡± Bab 5 Bab 5 Jantung Vivin berdegup kencang mendengar jawabannya. Bagaimana menurutku? Aku bahkan tidak perlu memikirkannya! Terlepas dari pemikirannya, dia masih bisa membuat bibirnya tersenyum kecil. ¡°Biar saya tebak¡­ Seorang pria dengan prestasi luar biasa seperti Anda, saya yakin Anda pasti sudah menikah. Apakah saya benar, Tuan Normando?¡± Seth itu, dia menghindari tatapan Finno, saat rasa bersh merayapi dirinya. Detik berikutnya, dia menghardik dirinya sendiri karena merasa begitu. Mengapa aku harus merasa bersh? Dih yang menyembunyikan identitas aslinya dariku! Dia terus berpura-pura tidak mengenalku! Bukan aku yang berada di posisi sh di sini! Di depannya, Finno memperhatikan perubahan kecil dm ekspresi Vivin, saat emosinya yang saling bertentangan muncul di seluruh wajahnya. Hampir tak terlihat, bibirnya bergerak ke atas. Bahkan sebelum wawancara ini, dia sudah tahu bahwa Vivih yang akan mewawancarainya. Sebenarnya, mungkin lebih tepat untuk mengatakan bahwa dia hanya menyetujui wawancara ini karena dia mengetahui bahwa Vivin bekerja di Majh mour. Sebelumnya Vivin berpikir bahwa hari ini adh pertama kalinya mereka bertemu. Faktanya, Finno th melihatnya tiga hari yanglu ketika dia mkukan kencan acak. Pada saat itu, dia cukup yakin bahwa dia belum pernah melihat Vivin sebelumnya. Namun, entah bagaimana, Vivin tampak sangat akrab dengannya. Karena itu, dia menginstruksikan anak buahnya untuk menyelidikinya. Sungguh suatu kebetn bahwa dia bertemu dengan Vivingi, pagi ini, di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Pria yang seharusnya dia nikahi tidak muncul. Pria itu bahkan menelepon untuk mempermalukannya. Mengingat informasi yang ditemukan anak buahnya, dia mendekati Vivin dan menyarankan agar mereka saling menikah. Dia th melemparkan pertanyaan sebelumnya kepada Vivin untuk dijawab karena dia ingin menggodanya. Dia tidak menyangka bahwa Vivin akan sangat gugup dan malu tentang hal itu. Itu sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dia ketahui tentang masalu Vivin. Ekspresi tenang di wajahnya tidak berubah saat dia mengucapkan, ¡°Ya, saya sudah menikah. Sebenarnya sudah terjadi dm beberapa hari terakhir.¡± Saat dia mengatakan itu, matanya beralih ke Vivin, menyeBabkan jantung Vivin berdebar lebih cepat. Sebelum dia bisa menjawab, Sarah berseru dengan keterkejutan yang berlebihan. ¡°Tuan Normando, Anda sudah menikah? Aw, seluruh pembaca wanita kami pasti akan patah hati!¡± Sarah mengh napas sedih sebelum dia menjadi bersemangat dan mendesak, ¡°Saya ingin tahu wanita seperti apa istri BaTuan Normando? Apakah dia putri dari sh satu keluarga berpengaruh?¡± ¡°Sarah!¡± Vivin menarik lengan wanita usil itu. ¡°Itu js tidak ada dm daftar pertanyaan yang th kita siapkan. Itu telu pribadi dan agak kasar juga!¡± Untungnya, Finno tidak marah. Dia tersenyum lembut saat dia memilih untuk tetap terdiam. ¡°Baih, sudah cukup menanyakan Tuan Normando tentang kehidupan pribadinya. Mari kita beralih ke pertanyaan yang terkait dengan perusahaan.¡± Tidak ingin bemama pada topik pernikahan, Vivin buru-buru membawa wawancara kembali ke jalurnya. Beberapa pertanyaan berikutnyangsung mengarah ke intinya, karena mereka sepenuhnya fokus pada pekerjaan Finno. Akhirnya, wawancara berakhir dengan baik. ¡°Saya sangat senang menerima wawancara dari Majh mour.¡± Finno menjabat tangan mereka masing-masing seth sesi berakhir. Ketika giliran Vivin, Finno berhenti sesaat, tatapannya tertuju pada cincin yang dipakai Vivin. Bibirnya menyeringai. ¡°Cincin yang sangat indah.¡± Pipi Vivin terasa hangat, saat rona merah muncul di wajahnya. Vivin menarik tangannya kembali dan mengikuti yangin keluar dari kantor. Ketegangan yang mengalir menjri dirinya berkurang begitu mereka keluar. Di sampingnya, Sarah menjerit kegirangan, ¡°Ya Tuhan! Aku benar-benar berjabat tangan dengan presiden Grup Finnor! Aku tidak akan mencuci tangan sma seminggu!¡± Merasa jengkel, Vivin hendak menghukum Sarah, ketika dia melihat sekretaris Finno berjn ke arah mereka. Ada beberapa kotak kecil yang terjalin di tangannya. ¡°Halo, ini adh tanda penghargaan kecil dari presiden kami untuk kalian masing-masing. Mohon diterima.¡± Menerima sh satu kotak, Sarah semakin girang. ¡°Oh wow, kami bahkan menerima hadiah juga! Sungguh bijaksananya BaTuan Normando!¡± Dia dengan bersemangat membuka kotak itu, memperlihatkan syal sutra Chanel di dmnya. ¡°Sial, tidak mengherankan bahwa dia adh presiden! Kedermawanannya benar-benar hal yang berharga!¡± Sarah menyembur. ¡°Lihat, masing-masing dari kita memiliki warna yang berbeda juga! Vivin, cepat buka milikmu. Aku mau lihat warnamu apa.¡± Vivin tidak ingin membuka kotak itu, tetapi Sarah terus membujuknya tanpa henti. Tak tahangi, dia mengangkat tutupnya. Seth melihat seks apa yang ada di dmnya, ia terkejut. Ia dengan cepat menutupnya, sebelum yangin bisa melihat apa yang ada di dmnya.Original from N?velDrama.Org. Bab 6 Bab 6 ¡°Bu-bukan apa-apa,¡± Vivin tergagap. Menyembunyikan kotak di balik punggungnya, dia menambahkan, ¡°Warnanya sama dengan milikmu. Hmm¡­ Perutku sakit banget. Aku harus buru-buru ke kamar mandi!¡± Dia tidak menunggu jawaban apa pun saat dia mrikan diri ke kamar mandi terdekat. Begitu dia berada di dm sh satu bilik kamar mandi, dia duduk di atas tutup dudukan toilet dan dengan hati-hati mengangkat tutup kotak itu sekaligi. Tidak seperti syal sutra Sarah daninnya, mh terdapat banyak kunci di dm kotaknya. Dia masih melihat kunci-kunci itu dengan kaget ketika dia menerima pesan. Finno th mengirimkan mat rumahnya, yang mengungkapkan bahwa dia tinggal di lingkungan v paling mahal di Kota Metro. matnya dan satu set kunci. Dia ternyata serius tentang kepindahanku untuk tinggal bersamanya? Aku rasa tidak sh jika dia berpikir seperti itu; bagaimanapun, kami secara sah th saling menikah. Jadi normal bagi kami untuk hidup bersama¡­ Segera seth itu, dia meninggalkan kamar mandi dan kembali ke perusahaan majh bersama Sarah dan yanginnya. Mereka berhasil mendapatkan beberapa foto Finno yang bagus sma wawancara ini. Namun, mereka tidak berani mempublikasikan fotonya tanpa persetujuannya. Oleh karena itu, pemimpin redaksi menelepon untuk menanyakan Finno apakah mereka diizinkan untuk mkukannya. Pemimpin redaksi hanya mkukan ini karena dia ingin mencoba peruntungannya. Dia tidak telu mengharapkan respon positif. Bagaimanapun, presiden Grup Finnor itu slu bersembunyi di balik bayang-bayang. Menyetujui sebuah wawancara saja sudah merupakan kejutan besar baginya. Yang sangat mengejutkan semua orang, Finno sebenarnya setuju! Segera, seluruh perusahaan majh dipenuhi dengan kegaduhan. ¡°Ya ampun! Presiden Grup Finnor mengizinkan kita mempublikasikan fotonya? Sepertinya kita akan menjadi terkenal!¡± ¡°Cepat, cepat! Tunjukkan fotonya! Apakah dia benar-benar setampan yang dikatakan Sarah?¡± Sebelumnya, Vivin dan yanginnya tidak berani menunjukkan foto Finno tanpa persetujuannya. Sekarang seth Finno memberi mereka izin untuk menggunakan fotonya, mereka mengeluarkannya untuk dilihat oleh publik. Seluruh wanita di perusahaan majh itu memekik dan menjerit ketika mereka melihat foto-fotonya. ¡°Ya ampun! Dia sangat tampan! Sarah, caramu menggambarkannya sama sekali tak sesuai baginya!¡± ¡°Benar! Tak ada satu pun selebriti yang bisa menandinginya! Tidak sama sekali!¡± ¡°Hei, kenapa kursi Tuan NormandoOriginal content from N?velDrama.Org. aneh sekali? Kelihatannya seperti¡­ kursi roda?¡± Seseorang akhirnya menyadari kursi roda tempat Finno duduk, saat keheningan segera menyelimuti mereka. Sarah angkat bicara denganntang, ¡°Ya, Tuan Normando berkursi roda. Tapi terus kenapa? Dia tampan dan kaya raya. Bagiku, itu tetap membuatnya menjadi Pangeran Tampan!¡± Semua wanitain dengan sungguh-sungguh setuju, yang mengirimkan kecemburuan pada rekan-rekan pria mereka. Para pria mencemooh dan membuat komentar yang meremehkan. ¡°Siapa yang peduli jika dia kaya dan tampan? Tahukah kalian bahwa hampir dpan puluh persen pria yang duduk di kursi roda tidak dapat ¡®beraksi¡¯gi?¡± ¡°Tepat sekali! Bukankah kalian mengatakan bahwa dia sudah menikah? Istrinya yang mng mungkin harus tetap membujang sma sisa hidupnya.¡± Uhuk, uhuk, uhuk! Vivin, yang diam-diam mendengarkan obrn mereka sambil minum air, hampir menyemburkan air itu. Saat itu terjadi, dia tersedak dan mi batuk dengan keras. Sh satu rekannya menghampiri untuk menepuk punggungnya. ¡°Vivin, ada apa denganmu? Sepertinya pesona Tuan Normando telu berlebihan untuk Vivin kita yang slu tenang, ya?¡± ¡°Ya, tepat sekali!¡± Sarah angkat bicara, ¡°Kalian seharusnya melihatnya tadi saat wawancara. Dia sangat gugup!¡± Sedikit meringis, Vivin memprotes, ¡°Hei, jangan berbohong dong! Bukan aku yang jatuh cinta padanya seperti cewek pemuja.¡± ¡°Bagaimana bisa aku tidak?¡± Sarah menyentuh pipinya sementara kekaguman bersinar di matanya. ¡°Dia telu sempurna! Jika bukan karena kakinya yang lumpuh, dia akan menjadi sosok pemeran utama presiden pria, seperti di seluruh novel roman itu! Js bahwa para wanita itu benar-benar mengabaikan komentar mencemooh rekan-rekan pria mereka. Sma beberapa hari ke depan, perusahaan majh itu sibuk mengerjakan artikel tentang Finno. Semua orang tampak bersemangat saat mereka terjun ke dm pekerjaan mereka penuh dengan semangat baru. Akhirnya, tiba sudah akhir pekan. Vivin benar-benar kelhan karena minggu yang sibuk. Meskipun demikian, dia masih tidak bisa beristirahat, karena kemngannya. Pertama, dia menyempatkan diri untuk menjenguk ibunya di rumah sakit. Seth itu, dia kembali ke rumah untuk mengemasi barang-barangnya, sebagai persiapan untuk pindah ke rumah Finno. Dia khawatir menunda hal ini lebihmagi. Dia tidak ingin Finno berpikir bahwa dia tidak tulus dm ¡®hubungan¡¯ mereka. Seperti yang dia duga, v Finno sangah besar, dengan sedikit desain abad pertengahan dm arsitekturnya. Dia tidak memiliki banyak pyan di vnya, hanya pasangan tua bernama Liam dan Muti. Liam membantu Vivin membawa barang bawaannya ke kamar tidur utama dintai dua. Interiornya merupakan desain yang sederhana namun modern. Membuka lemari, dia mendapati bahwa setengahnya diisi dengan pakaian pria, sementara setengahnyagi kosong. Ia menyadari. Dia akan tidur di kamar yang sama dengan Finno. Tidak menemukan sesuatu yang sh dengan itu, dia memasukkan barang-barangnya sendiri, dengan rapi mengisi lemari. Pada saat dia selesai merapikan barangnya, hari sudah mm. Finno masih belum png. Makan mmnya adh sepiring spageti, dimasak oleh Muti. Seth selesai, dia kembali ke kamar tidur utama untuk mandi. Selesai mandi, dia hendak meraih handuk untuk mengeringkan tubuhnya, hanya untuk menyadari bahwa dia lupa membawanya. Mengutuk dirinya sendiri karena begitu ceroboh, dia berperang dengan dirinya sendiri sma beberapa saat. Pada akhirnya, dia dengan hati-hati membuka pintu kamar mandi dan mengintip keluar. Melihat tak ada seorang pun di ruangan itu, Vivin mngkah keluar sepenuhnya dan beri ke arah lemari. Air mes ke tubuhnya yang basah, dan mendarat dintai. Saat dia sedang mengobrak-abrik lemari untuk mencari handuk, dia mendengar suara klik yang keras dari bkangnya. Dia melompat sedikit kaget, ketika dia berbalik untuk melihat Finno memasuki ruangan dengan kursi rodanya. Pria itu tampak terkejut melihat Vivin juga, js tidak mengharapkan istri barunya begitu berani untuk menyambutnya png dengan¡­ cara yang memprovokasi. Vivin membatu di tempat, pikirannya menjadi kosong. Ketika otaknya kembali berputar, dia menjerit nyaring sambil beri menuju kamar mandi. Sial baginya,ntainya licin karena air yang dia teteskan dm perjnannya melewati ruangan. Kakinya terpeleset dan dia jatuh ke depan. ¡°Awas!¡± Ekspresi Finno masam, saat dia dengan cepat menggerakkan kursi rodanya untuk menangkap Vivin. Untungnya, dia tiba di sana tepat waktu, jadi Vivin jatuh tepat ke pangkuannya. Saat jari-jarinya menyentuh tubuh Vivin yang lembut dan basah, dia terdiam kaget. Menundukkan kepnya, dia melihat dua rona merah cerah di pipi Vivin. Meskipun Vivin tak memiliki kecantikan ks dunia, wajahnya halus dan rupawan. Dia adh tipe wanita yang akan terlihat semakin cantik, ketika semakin sering seseorang memandangnya. Momen ini merupakan momen yang seperti itu. Wajahnya bersih dari semua riasan, sementara rambutnya yang basah diselipkan ke bkang telinganya. Butir-butir air mes di tiap hi rambutnya, mengalir ke bawah, melewati tng sngkanya yang menonjol dan di sepanjang lekuk tubuh mungilnya. Finno menn ludah, tenggorokannya tiba-tiba terasa kering seperti kertas kulit, saat matanya menjadi sangat gp. Akhirnya meluruskan dirinya sendiri, Vivin mengangkat kepnya dan bertemu dengan tatapan panas pria itu. Vivin bukah anak kecilgi. Dia tahu apa maksud dari tatapan mata Finno. Oh tidak! ¡°Ma- maaf¡­¡± Diangsung mencoba untuk bangkit kembali. Sambil berusaha berdiri, tangannya mendarat di kaki Finno saat dia berhenti sebentar. Bab 7 Bab 7 Namun, tak ada waktugi untuk memikirkan apa yang dia rasakan. Tak kuasa menatap mata Finno lagi, ia bergegas ke kamar mandi. Membanting pintu hingga tertutup, dia bersandar di sana, jantung berdebar kencang. Itu telu dekat! Sedikitgi saja dan¡­ Hanya sekadar memikirkan apa yang mungkin terjadi saja th membuatnya takut. Pada saat yang sama, dia sedikit bingung. Kami th resmi menikah, jadi secara teknis jika kami mkukan ¡®itu¡¯ adh hal yang normal dan masuk akal. Apakah ini berarti aku yang mrikan diri? Bahkan saat dia memikirkan hal ini, tatapan berbahaya di mata Finno terlintas di benaknyagi. Dia tidak bisa menahan getaran yang menjri tubuhnya. Ini baru ketiga kalinya dia dan Finno bertemu. Dia tak bisa menerima jika mereka mkukan hubungan seksual, karena mereka hanya saling kenal dm waktu yang singkat. Namun demikian, dengan mempertimbangkan reaksi Finno sebelumnya, apakah itu berarti teman-teman pria di kantornya sh? Finno th tergugah, sama seperti pria normalinnya. Jadi, apakah itu berarti dia tidak tergugah sama sekali dengan cara ¡®itu¡¯, meskipun ia lumpuh? Menyadari jn pikirannya, dia dm hati menampar dirinya sendiri. Vivin Wirdi, apa yang kau pikirkan! Mengapa kau begitu peduli entah ¡®fungsi¡¯ miliknya normal atau tidak? Satu-satunya san kau menikahinya adh untuk masuk ke dm Kartu Keluarga Kota Metro! Berhenth memikirkan semua omong kosong ini! Meskipun, ada satu hal yang sangat aneh. Ketika dia jatuh ke pangkuan Finno sebelumnya, dia tidak sengaja menyentuh kaki Finno. Dia slu berpikir bahwa orang yang menggunakan kursi roda akan memiliki kaki yang kurus dan lemah, karena tidak dapat menggunakan otot-ototnya. Anehnya, kaki Finno sebenarnya cukup kuat. Sama sekali tidak seperti kaki orang lumpuh biasanya¡­ Tok, tok. Ketukan tiba-tiba pada pintu kamar mandi th meny pemikirannya yang kacau. Hampir melompat kaget, Vivin mengangkat kepnyalu menatap pintu. ¡°Apa?¡± ¡°Buka pintunya.¡± Suara berat Finno terdengar dari sisiin. Jantungnya seakan melompat ke tenggorokannya dan mengancam hendak merangkak keluar dari mulutnya. Buka pintunya? Mengapa? Mengingat tatapan penuh nafsu di mata Finno sebelumnya, jari-jarinya mencengkeram meja lebih kerasgi saat imajinasinya menjadi liar. Karena Finno tidak mendapat jawaban darinya, Finno berbicaragi, ¡°Kau menjatuhkan sesuatu.¡± Terdengar kata-kata seperti itu, pikirannya mendadak berhenti, karena dia segera merasa ragu-ragu. BeberapaUpstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g saat kemudian, dia mendekati pintu dan membukanya sedikit. Sebuah tangan yang kuat terulur, dengan handuk putih yang halus. Vivin tercengang. ¡°Kau mencari ini sebelumnya, kan? Itu seBabnya kau keluar.¡± Ada nada tawa yang hampir tak terdengar dm nada suara Finno, menyeBabkan Vivin tersipu malu. ¡°Terima kasih,¡± gumam Vivin sambil menerima handuk. Dia buru-buru menutup pintu. Ketika dia selesai mengeringkan badan dan berpakaian, dia keluar dari kamar mandi untuk melihat Finno sudah mengenakan piyama sutra berwarna biru dongker. Dia sedang duduk di atas tempat tidur, denganptop di kakinya. Jari-jarinya mencuat melintasi kibor dengan cepat, saat dia tampak asyik dengan apa pun yang dia kerjakan. Pemandangan ini membuat keingintahuan Vivin munculgi. Dia mengira bahwa karena keterbatasan Finno untuk beraktivitas, dia akan memiliki lebih banyak pyan untuk membantunya. Namun, hanya ada Muti dan Liam di seluruh rumah ini yang membantu memenuhi kebutuhannya. Anehnya dia tidak memiliki asisten pribadi. Bagaimana dia bisa naik ke tempat tidur sendiri? Bukankah dia harus mandi? Tidak dapat menahan dirigi, akhirnya dia bertanya, ¡°Hei¡­ Apa kau perlu mandi?¡± ¡°Aku sudah mandi,¡± jawab Finno singkat. Dan di sinh aku, khawatir dia akan kesulitan membersihkan dirinya sendiri. Padahal dia sudah mandi? Tunggu sebentar, dia mandi di tempatin, sin di sini? Apakah itu berarti dia memiliki wanitain di sampingnya? Pikiran acak dan konyol itu membuatnya mengejek dirinya sendiri secara mental. Sejujurnya, dia tidak akan keberatan jika Finno sebenarnya memiliki orangin. Dia berjn menuju meja, berencana mengemasi barang-barang yang dia perlukan untuk bekerja besok. Secercah cahaya menarik perhatiannya dan dia melihat bahwa itu adh cincin yang dia lepas sebelum dia ke kamar mandi. Dia berhenti sejenak, seth melupakan sepasang cincin yang dia beli hari ini. Saat itu, dia tidak tahu bahwa suaminya adh seorang miliarder dan presiden dari perusahaan yang begitu besar. Oleh karena itu, dia th membeli cincin dengan desain paling sederhana yang bisa dia temukan. Sekarang, sepertinya cincin itu sama sekali tidak cocok untuk pria sepertinya. Dengan pemikiran ini di dm pikirannya, dia melirik suaminya di tempat tidur. Merasa senang bahwa dia sedang fokus pada pekerjaannya, Vivin dengan cepat memasukkan cincinnya sendiri ke dm tasnya. Dia kemudian mengambil cincin yang dimaksudkan diberikan kepada Finno dan memasukkannya ke sh satuci meja rias. Baru seth itu dia merayap ke tempat tidur. Sangat melegakan baginya, tempat tidurnya cukup luas, dengan dua set selimut dan bantal. Duduk di sisi tempat tidurnya, masih ada jarak setengah meter di antara mereka. ¡°Kamu sudah selesai?¡± Finno bertanya ketika dia merasakan bahwa Vivin sudah tenang. Dia bahkan tidak mengalihkan pandangan dariyarnya. ¡°Ya.¡± Vivin menatapyar Finno dengan rasa ingin tahu. Dia tahu bahwa perusahaan Finno berurusan dengan obligasi keuangan. Grafik merah dan hijau yang mendominasiyar sama sekali tidak masuk akal baginya, jadi dia menyerah untuk mencoba memahami. ¡°Bagaimana ku kita tidur?¡± Kep Finno tiba-tiba miring sedikit, sehingga dia bisa melirik Vivin dari sudut matanya. ¡°Ayo.¡± Kurang dari satu menit kemudian, Finno mematikanptopnya dan mematikanmpu di samping tempat tidurnya. Saat kegpan menyelimuti kamar, Vivin menjadi gugup. Bahkan sekarang, dia tidak tahu mengapa Finno ingin menikahinya. Jadi, dia tidak tahu apakah Finno akan mkukan hubungan seksual dengannya atau tidak. Dia terus berbaring di sana dengan kaku, saat menit demi menit belu. Akhirnya, napas Finno menjadi tenang dan Vivin akhirnya bisa rileks. Dm hitungan detik, dia th tertidur lp. Keesokan paginya. rm ponsel Vivin berdering tepat waktu dan dia terbangun. Finno sudah pergi, ruang di sampingnya kosong dan dingin. Tidak butuh waktuma baginya untuk menjni rutinitas paginya. Berdandan secukupnya,lu dia menuju ke bawah. Dia baru berada di tangga ketika dia mencium aroma sarapan yang lezat. Muti sedang sibuk di dapur ketika dia melihat Vivin. Senyum hangat merekah di wajahnya saat dia menyapa, ¡°Nyonya Normando, Anda sudah bangun! Ayo, ayo, sarapan!¡± ¡°Baik, terima kasih.¡± Finno sudah duduk di meja makan. Satu tangan mengangkat koran sementara yangin mengangkat cangkir untuk menyesap. Ketika tatapan Vivin mendarat di jari-jari Finno yang ramping, ia menatap kaget. Bab 8 Bab 8 Di sana, di jari manisnya, melingkar cincin sederhana dan polos. Itu merupakan cincin yang dia beli kemarin. Benar-benar terpana oleh kenyataan itu, dia untuk sementara lupa duduk di meja makan. Pada akhirnya, Finno mengangkat kepnya untuk meliriknya. ¡°Ada apa?¡± Matanya bergerak untuk melirik jari Vivin yang luang sebelum alisnya terangkat, bertanya-tanya. ¡°Di mana cincinmu?¡± Rasa malu menjri Vivin. Dia merasa bahwa cincin yang dia beli tidakyak untuk status Finno. Oleh karena itu, dia tidak memakai cincinnya sendiri. Apa yang tidak aku duga adh bahwa Finno menemukan cincin itu dan benar-benar memakainya! Tidak punya pilihanin, Vivin mengeluarkan cincinnya dari tasnya dan menyelipkannya ke jarinya. Dia bergumam pn, ¡°Maaf, aku memilih desain ini secara acak.¡± Finno tersenyum. ¡°Tidak apa-apa. Cincin itu sangat indah.¡± Tidak yakin harus berkata apa, Vivin segera duduk dan fokus menghabiskan sarapannya. Seth selesai, Finno menyingkirkan korannya dan berkata, ¡°Aku akan mengantarmu bekerja.¡± ¡°Tidak perlu,¡± jawab Vivin cepat. ¡°Aku bisa memanggil taksi atau naik kereta bawah tanah.¡± Oh tidak! Jika ada orang di perusahaan majh yang mengenalimu, para wanita di sana pasti akan mencabik-cabikku! ¡°Tidak ada stasiun kereta bawah tanah di dekat sini dan kau juga tidak akan bisa naik taksi.¡± Alis Finno sedikit berkerut. Itu benar. Dm perjnannya ke sini kemarin, Vivin th memperhatikan bahwa ini adh lingkungan untuk orang kaya raya. Semua penduduk di sini memiliki mobil mereka sendiri. Secara mi, tidak akan ada taksi atau stasiun kereta bawah tanah di sekitar. Dia melihat waktu hanya untuk mendapati bahwa sudah agak tembat. Menyerah, dia berkata, ¡°Ku begitu aku harus merepotkanmu. Bisakah kau menurunkanku di stasiun kereta bawah tanah dm perjnan ke perusahaanmu?¡± Finno membidiknya dengan tatapan kosong sma beberapa saat, menyeBabkan Vivin panik secara internal. Akhirnya, dia mengangguk pada Vivin. Pada saat mereka keluar dari v, Bentley hitam sudah menunggu mereka. Seorang pemuda berdiri di samping mobil. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Noah Lotte, asisten pribadi Finno. Noah membuka pintu mobil tetapi tidak bergerak untuk membantu Finno. Saat Vivin bertanya-tanya bagaimana Finno akan masuk, sebuah jn mndai turun dari mobil itu. Segera, kursi rodanya terbawa dengan mulus. Vivin memasuki mobil, ia mendapati bahwa interiornya th dimodifikasi juga. Terdapat area khusus untuk kursi roda Finno. Duduk di kursi, mobil segera meny dan mereka pergi ke stasiun kereta bawah tanah terdekat. Mobil itu berhenti di depan stasiun kereta bawah tanah. Mlui jend, Finno melihat tempat yang ramai itu dengan sedikit mengernyit. ¡°Agak merepotkan bagimu untuk pergi bekerja seperti ini. Jika kau tidak ingin aku mengantarmu ke tempat kerjamu, aku bisa membelikanmu mobil.¡± Terkejut dengan kata-katanya, Vivin langsung menk, ¡°Tak perlu seperti itu.¡± Tentu saja, dia tahu bahwa membeli mobil bukah hal besar bagi Finno. Namun, dia masih tidak merasa nyaman menggunakan uang Finno. Penkan seketika Vivin terhadap tawarannya membuat mata Finno menjadi gp saat dia bergerutu, ¡°Aku tidak slu berada di v. Bagaimana kau akan bekerja ku begitu?¡± Itu adh sesuatu yang th Vivin renungkan, sejak dia masuk ke dm mobil. Vivin mengeluarkan teleponnya dan menunjukkannya pada Finno, ia menjawab, ¡°Sangat mudah dan nyaman untuk memanggil taksi sekarang. Aku hanya harus bangun sedikit lebih awal untuk memesan sebuah taksi. Eh¡­ Aku akan segera tembat, jadi aku harus pergi. Sampai jumpa.¡± Dia tidak menunggu tanggapan Finno saat dia seketika mrikan diri dari mobil. Dari posisinya di dm kendaraan, Finno menatap punggung yang bergerak menjauh dengan cepat, dengan tatapan tak terbaca di matanya. Noah th memperhatikan letak perhatian bosnya dan dia tidak bisa tidak berkomentar, ¡°Tuan Normando, apakah hanya menurut saya, atau bahwa sebenarnya Nyonya Normando agak berbeda dari apa yang didapat oleh penyelidikan kita?¡± Nada bicara Finno penuh pertimbangan saat dia bergumam, ¡°Dia benar-benar berbeda.¡± Sejujurnya dia tidak pernah menyangka bahwa Vivin akan begitu cepat dan sepenuhnya menk tawarannya untuk membelikannya mobil. Berdasarkan apa yang berhasil diketahui Noah dari masalu Vivin, dia adh wanita matre, yang akan mkukan apa saja hanya untuk sedikit uang. Ith sannya mengapa dia memilih Vivin. Seorang wanita yang bisa dipuaskan dengan sejuh kecil uang jauh lebih aman dan lebih mudah dikendalikan, dibandingkan dengan putri-putri muda dari keluarga berpengaruh. Lagi p, mereka hanya memikirkan satu hal- mendapatkan semua kekayaannya. Ada sanin untuk pilihannya. Dia bisa mengakui bahwa Vivin tidak membuatnya kesal seperti wanita lain. Meskipun demikian, Vivin bertindak sebaliknya dari apa yang dia pikirkan sebelumnya. Seh- h Vivin sama sekali tidak peduli dengan kekayaannya. Atau mungkin Vivin jauh lebih pintar dari yang dia kira dan hanya berpura-pura di awal? Mungkin dia punya rencana jangka panjanginnya?Original content from N?velDrama.Org. Matanya menjadi gp, dia akhirnya mengalihkan pandangannya dari arah Vivin pergi. ¡°Jn.¡± ¡­ Di distrik keuangan Kota Metro, dintai atas Grup Finnor. Finno sedang duduk di meja kerjanya, jari- jarinya bergerak di atas kibor. Menanggapi tindakannya, gambar dan data diyarnya berubah. Kring, kring. Tiba-tiba, teleponnya berdering dan dia mengulurkan tangan untuk menjawabnya. Suara Noah terdengar dari ujung telepon yangin, ¡°Tuan Normando, Tuan Lawson ada di sini.¡± ¡°Biarkan dia masuk.¡± Beberapa detik kemudian, pintu kantornya terbuka dan seorang pria dengan kemeja merah mudah mboyan masuk ke dm. ¡°Finno, kenapa kau masih bekerja?¡± Pria itu berteriak secara berlebihan, ¡°Kau akhirnya menikahi seseorang! Bahkan jika kau menk untuk mengadakan pesta pernikahan, paling tidak yang bisa kaukukan adh pergi berbn madu atau semacamnya!¡± Mata Finno tidak pernah meninggalkanyarnya saat dia menjawab dengan singkat, ¡°Aku tidak punya waktu untuk itu.¡± Pria itu duduk di depan meja Finno, sama sekali tidak marah pada sikap dingin Finno. Matanya berkerut dm senyuman saat dia terkekeh, ¡°Sungguh mng istrimu! Bagaimana dia bisa menikah dengan pria membosankan sepertimu?¡± Akhirnya, Finno mengangkat kepnya, menatapnya dengan tatapan kosong. ¡°Stiles, apa yang kau perlukan?¡± ¡°Aku hanya merasa agak bosan. Aku ingin bertemu dengan istrimu.¡± Seringai yang membentang di bibir Stiles melebar. ¡°Lupakan saja,¡± Finno bahkan tidak ragu untuk menk. ¡°Kau tahu kan kenapa aku menikahinya.¡± ¡°Js.¡± Stiles cemberut sebelum kegirangan pada dirinya lenyap dan digantikan dengan tatapan serius, ¡°Apa pun itu, kau sudah punya keluarga sekarang. Sudah saatnya kau melepaskan apa yang th terjadi di masalu.¡± Kalimat terakhirnya membuat jari Finno menjadi tegang. Finno terdiam beberapa saat sebelum dia berkata, ¡°Tidak ada yang namanya melepaskan dm hal ini. Orang mati tidak hidup kembali.¡± Mulut Stiles terbuka dan dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu. Namun, kata-kata itu tersangkut di tenggorokannya, saat kata-kata itu menk untuk keluar dari mulutnya. Pada akhirnya, dia mennnya kembali. Seth beberapa detik, dia bertanya, ¡°Bagaimana dengan gadis kecil dari bertahun-tahun yanglu? Apa kau sudah menemukan sesuatu?¡± Bab 9 Bab 9 ¡°Kami th menemukan beberapa petunjuk,¡± kata Finno singkat. ¡°Bagus sekali!¡± Seringaiin muncul di wajah Stiles. ¡°Dan di sinh aku, penasaran bagaimana kau akan membsnya atas apa yang th diakukan. Aku berharap bahwa kau akan menawarkan dirimu kepadanya, tetapi ternyata kau th memberikan dirimu kepada wanitain.¡± Finno sepenuhnya mengabaikan ejekan tak tahu malu temannya itu. Stiles sedikit cemberut, mengingat bahwa dia tidak bisa membuat Finno kesal. Kemudian, tatapannya beralih ke kursi roda Finno saat matanya berbinar. ¡°Finno, apakah kau sudah memberi tahu istrimu tentang kakimu?¡± Finno, yang sedang menelusuriporan departemen keuangan, berhenti menggerakkan tetikusnya. Beberapa saat kemudian, dia bergumam, ¡°Tidak.¡± Stiles mengernyitkan alisnya. ¡°Finno, bukan karena aku cerewet, tapi tidak mash apa sanmu menikahinya. Karena kalian sudah menjadi suami istri, apakah kau yakin masih ingin merahasiakan kebenaran darinya? Mungkin¡­¡± Dia berhenti sma beberapa detik, memperdebatkan apakah dia harus mnjutkan atau tidak. Akhirnya, dia menggertakkan gigi dan mnjutkan, ¡°Mungkin kau harus mencoba menerima istri barumu. Kau tidak bisa slu hidup dm bayang-bayang masalu.¡± Dia telu familier dengan kepribadian Finno. Meskipun Finno bersikeras bahwa satu-satunya san dia menikahi wanita itu adh untuk berurusan dengan kakeknya, tidak mungkin dia akan menerima pernikahan itu dan hidup bersama dengannya, kecuali jika dia benar-benar menyukainya. Finno tak menjawab. Beberapa saat kemudian, dia selesai membacaporan. Baru kemudian dia menjawab dengan suara lembut. ¡°Aku tidak bisa melupakan dia.¡± Stiles agak tercengang. Dia melihat lebih dekat ke wajah Finno, memperhatikan ketidakpedulian yang tenang padanya. Rasa kasihan terbesit di matanya. Keckaan mobil yang terjadi sepuluh tahun yanglu merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Semua orang mengira Finno kehngan fungsi kakinya dm keckaan mobil itu. Ternyata mereka semua sh. Yang hng dari Finno dm keckaan mobil itu bukah kakinya. Minkan, bhan jiwanya. ¡­ Ketika Vivin kembali ke rumah seth bekerja, Muti dan Liam datang ke ruang tamu dengan barang bawaan mereka. ¡°Muti, Liam, apa yang kalian¡­¡± ¡°Nyonya Normando, putra kami akan menikah besok, jadi kami akan pergi ke pernikahannya!¡± Liam menjskan dengan senyum bahagian. ¡°Benarkah? Smat ya! Berapa hari kalian akan pergi?¡± ¡°Pernikahan akan bengsung di sini di Kota Metro, jadi kami akan kembali besok mm.¡± Muti tersenyum senang. Namun, ekspresi khawatir berkelebat di wajahnya ketika dia berbalik untuk melihat Finno. ¡°Namun, karena tidak ada orang di rumah, tak ada yang akan menyiapkan sarapan untuk Tuan Normando.¡± Vivin terdiam. Apakah ini cara orang kaya hidup? Ini hanya sarapan! Apakah mereka benar-benar perlu mempekerjakan seseorang untuk memasak secara khusus untuk mereka? ¡°Tidak apa-apa.¡± Suara berat Finno membuyarkan pikiran Vivin. ¡°Vivin, kau tahu cara memasak, kan?¡± ¡°Hah?¡± jawab Vivin seketika. Menatap b mata hitam Finno, dia tergagap, ¡°A-aku bisa¡­¡± Kemudian, mengingat sarapan lezat yang dimasak Muti di pagi hari, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan, ¡°Sedikit¡­¡± Terdapat kedipan geli di mata Finno sebelum akhirnya menghng. ¡°Itu sudah cukup ku begitu,¡± jawab Finno. Keesokan paginya. Vivin bangun satu jam lebih awal dari biasanya untuk menyiapkan sarapan. Dia baru saja akan naik ke atas untuk memanggil Finno ketika Finno muncul dari lift. ¡°Apa ada baterai?¡± Bingung dengan pertanyaan itu, Vivin butuh beberapa saat untuk menyadari bahwa Finno sedang memegang t cukur listrik di tangannya. Mengambil t cukur darinya, Vivin memeriksa slot baterainya. ¡°Kau perlu baterai jam untuk ini. Apa ada di rumah?¡± ¡°Tidak.¡± Vivin menatap janggut yang mpisi rahang Finno, memastikan bahwa dia benar-benar perlu bercukur. ¡°Apakah ada supermarket atau toko serba ada di dekat sini?¡± ¡°Tidak.¡± Dengan jengkel, dia menekankan, ¡°Tidak ada apa-apa di sekitar sini?¡± Finno menggelengkan kepnya. Vivin bisa saja menangis melihat cara hidup orang-orang kaya ini. ¡°Sekarang apa yang harus kitakukan?¡± Vivin mendengus frustrasi. ¡°Mungkin kau bisa meminta asistenmu untuk membeli dan membawanya?¡± ¡°Dia sudah dm perjnan ke sini. Ada pertemuan yang sangat penting nanti sehingga aku tidak bisa tembat.¡± Alis Finno berkerut dan dia menambahkan, ¡°Aku sudah bertanya kepada Liam dan dia mengatakan bahwa dia memiliki pisau cukur baru. Namun, itu bukan pisau cukur listrik jadi aku tidak tahu cara menggunakannya.¡± Vivin menatapnya untuk sementara waktu sampai ada ide di otaknya. Vivin segera mengerti san Finno ada di sini. Finno ingin dia membantunya bercukur! ¡°Di mana itu?¡± Mau tak mau dia merasa bahwa Finno agak menggemaskan saat ini. Mengerucutkan bibirnya, dia mnjutkan, ¡°Aku tahu cara menggunakannya dan aku bisa mkukannya untukmu.¡± ¡°Ada di lemari penyimpanan.¡± Mencari-cari di lemari yang disebutkan, tidak butuh waktuma baginya untuk menemukan pisau cukur. Itu adhThis belongs to N?velDrama.Org: ?. pisau cukur tradisional, jenis yang harus digunakan bersamaan dengan busa cukur. Dia mengoleskan lapisan busa tebal di rahang Finno sebelum dia mi dengan hati-hati mencukur janggut suaminya. Wajah mereka begitu dekat satu samain sehingga napasnya terasa di pipi Finno. Yang harus dkukan Finno hanyh mengangkat pandangannya sedikit dan dia akan bisa melihat wajah Vivin dari dekat. Dia bahkan bisa melihat rambut halus di kulit Vivin yang halus dan putih. Rambut-rambut itu mengingatkannya pada rambut vellus. Seh-h Vivin merasakan tatapannya, saraf-saraf Vivin yang sudah tegang semakin menegang. ¡°Ada apa? Apa aku menorehmu?¡± ¡°Tidak.¡± Suara Finno tetap sedingin biasanya. ¡°Aku baru saja memikirkan betapa kau benar-benar bertindak seperti istriku sekarang.¡± Terkejut dengan pernyataan Finno, pipi Vivin menjadi hangat karena merona. Kita adh suami dan istri, namun dia menggunakan kata ¡°bertindak seperti.¡± Apakah ini berarti, sama sepertiku, dia juga merasa bahwa pernikahan kami yang tiba-tiba ini telu nyata? ¡°Oke, aku sudah selesai.¡± segera mungkin dia th selesai. Menyeka busa yang tersisa, dia melihat hasil karyanya dan tersenyum. ¡°Aku th mkukan pekerjaan dengan baik.¡± ¡°Terima kasih,¡± gumam Finno sebelum berjn ke meja makan untuk menyantap sarapan. Karena tindakan intim mereka sebelumnya, momen sarapan menjadi hal yang agak canggung. Vivin bahkan lupa menanyakan apakah Finno puas dengan masakannya. Noah tiba segera seth mereka selesai makan. Karena Finno sedang terburu- buru hari ini, dia tidak akan bisa menurunkannya di stasiun kereta bawah tanah. Karena itu, Vivin memanggil taksi untuk membawanyangsung ke perusahaan majh. Saat dia mngkah masuk ke kantor, dia mendapati bahwa suasana menyenangkan dari kemarin th lenyap. Tergantikan dengan udara yang tegang dan gugup. Meraih lengan Sarah, dia berbisik, ¡°Apakah sesuatu sudah terjadi?¡± ¡°Vivin, apakah kau tidak membaca emailmu pagi ini?¡± Mata Sarah terblak saat dia menjawab. ¡°Kemarin, seseorang membeli perusahaan kita! Semua petinggi th dikeluarkan!¡± Vivin tercengang mendengar berita itu. Perusahaan majh mereka tidak telu besar, tetapi sudah mengudara cukup lama. Mengapa tiba-tiba dijual? Dia tidak mendapat kesempatan untuk menjawab karena terdapat kekacauan di dekat pintu. ¡°Dia datang! Pemimpin Redaksi yang baru datang!¡± Melirik, Vivin melihat sosok tinggi mngkah ke dm perusahaan, dengan sekelompok orang mengikuti di bkangnya. Ketika dia melihat lebih dekat ke wajah pria itu, dia merasa seh-h seember air sedingin es th diguyur ke atas kepnya. Darahnya membeku di nadinya. Bab 10 Bab 10 Fabian hampir seperti apa yang diingatnya, meskipun sudut wajah Fabian lebih tajam, dan th kehngan kemudaan yang dia miliki sma masa-masa di bangku kuliah. Cara dia membawa dirinya juga jauh lebih dewasa dan mantap. Namun, yang paling berubah adh ekspresi wajahnya. Tak ada lagi kehangatan yang dia ingat terlihat di wajahnya setiap hari. Yang tersisa hanyh tatapan kasar dan keras. Saat ini, Fabian sedang mendengarkanporan bawahannya. Sesekali, dia mengangguk dan mengucapkan beberapa perintah. Tak sekali pun tatapannya tertuju pada Vivin, saat kelompok itu melewatinya dan memasuki kantor Pemimpin Redaksi. Wajah Vivin pucat pasi. Fabian Norton¡­ Kenapa dia kembali ke sini? Dua tahunlu, dia tiba-tiba pergi, bahkan tanpa pamit. Kenapa dia kembali sekarang? Sudah dua tahun belu. Vivin hampir sepenuhnya menyerah pada hubungan mereka yang rusak sekarang. Namun, kemu Fabian yang tiba-tiba dm hidupnya masih memiliki gelombang emosi yang menerjangnya tanpa henti, mengancam untuk mhapnya sepenuhnya. Vivin bahkan tidak tahu apakah Fabian mengenalinya seperti bagaimana dia melihat Fabian pada pandangan pertama. Mendengar ini, seringai menc diri sendiri melengkung di bibirnya. Memangnya penting jika dia mengenaliku atau tidak? Dia dan aku¡­ Kami ditakdirkan untuk berpisah. Tak mungkin bisa kembali seperti dahulu¡­ Sisa hari itu belu dm kabut kegelisahan dan kekhawatiran. Dia khawatir Fabian akan mengenalinya. Kenyataan akan segera membuktikan bahwa kekhawatirannya tak mendasar. Sebagai orang baru di posisinya, Fabian disibukkan dengan pertemuan dengan berbagai departemen. Akan ada perubahan yang terjadi di sekitar perusahaan majh. Dm sh satu pertemuan, dia mendengarkan dengan saksama, ketika para editor senior mporkanporan mereka, memberikan komentar atau perintah di sana-sini. Dia tidak pernah memperhatikan Vivin, yang duduk di ujung meja. Sepertinya dia th melupakanku¡­ Tetapi kurasa itu yang diharapkan darinya. Jika aku merupakan sesuatu yang berharga baginya, dia tak akan pergi tanpa sepatah kata pun dua tahunlu. Aku juga tak pernah mendengar kabar darinya sejak saat itu. Waktu demi waktu belu sangatmbat bagi Vivin. Akhirnya, sudah waktunya untuk png. Tidak ingin tinggal di kantor lebihmagi, dia buru-buru menyambar tasnya dan bersiap untuk pergi. Sayangnya, editor seniornya tiba-tiba memanggilnya. ¡°Tunggu, Vivin. Bisakah kau membawa dokumen ini ke Tuan Normando demi aku? Berikan beliauporan lisan juga.¡± Vivin menegang sebelum dia pehan berbalik menatap editor seniornya. Suaranya sedikit memohon saat dia berkata, ¡°Lesley, aku punya hal yang mendesak yang harus kkukan di rumah. Tolong-¡± Editor seniornya, Lesley Jenson, sudah dm suasana hati yang buruk dari pertemuan sebelumnya bahwa dia th ditegur. Mendengar penkan Vivin, cemberut yang mengerikan memelintir wajahnya. ¡°Jadi, kau pikir kau bisa seenaknya hanya karena kau th mewawancarai presiden Grup Finnor, kan?¡± Kaget pada kata-kata tajam yang keluar dari Lesley, Vivin tidak punya pilihan sin menjawab, ¡°Jangan konyol, Lesley. Aku akan mkukannya dengan baik.¡± Dia mengambil dokumen itu dari Lesley dan berjn menuju ruangan Fabian. Berdiri di depan pintu, dia menarik napas dm-dm untuk menenangkan diri sebelum mengangkat tangannya dan mengetuk pintu. Tok, tok. Hanya satu gerakan sederhana itu tampaknya th menghabiskan seluruh energi darinya. ¡°Masuk.¡± Seth mendengar suaranya yang familier yang memintanya masuk, Vivin mendorong pintu itu dan masuk. Meskipun ruangan Fabian tak semewah ruangan Finno, namun itu masih cukup mewah. Pria itu sedang duduk di balik mejanya, membk-balik majh yang memuat wawancara dengan Finno. ¡°Tuan Normando.¡± Vivin berusaha keras untuk mengeluarkan suaranya dengan mantap. ¡°Editor senior Jenson ingin saya memberikan Andaporan sederhana tentang wawancara dengan presiden Grup Finnor.¡± Fabian bergumam setuju, tak mengangkat kepnya. Karena itu, Vivin menguatkan dirinya dan memiporannya. Bahkan seth dia selesai, Fabian tak mengeluarkan sepatah kata pun. Pada titik ini, dia sudah kehabisan akal. Suaranya sedikit bergetar meskipun dia berusaha keras, ¡°Hmm¡­ Tuan, jika tidak adagi yang Anda butuhkan, saya akan pergi.¡± Seth mengatakan itu, dia berbalik dan berjn menuju pintu. Tepat saat tangannya mendarat di gagang pintu, sebuah tangan besar menggenggam tangannya dengan erat. Mata Fabian menyipit, saat dia memusatkan perhatian pada cincin di jari Vivin. ¡°Kau sudah menikah?¡± Tak memiliki keberanian untuk menatap matanya, Vivin memalingkan wajahnya dan mengangguk. Dia tidak melihat bagaimana gelungan emosi Fabian dm b mata gpnya, saat dia menatap cincin di jari Vivin. Tiba-tiba, seringai mengejek melengkung di bibirnya. ¡°Vivin Wirdi, pada akhirnya, pria yang kau pilih hanya mampu membelikanmu cincin berlian sederhana remahan ini?¡± Seh-h sesuatu baru saja terjadi padanya, ekspresi menghina dan jijik berkelebat di wajahnya. ¡°Lagi p, seorang wanita yang r menjual tubuhnya demi uang dapat dengan mudah dibeli. Tak akan sulit bagi seorang pria untuk mendapatkanmu.¡± Vivin terkejut mendengar kata-katanya. Wajahnya memucat secara dramatis dan dia sepucat kematian. ¡°Ka-kau¡­ Kau tahu tentang apa yang terjadi dua tahunlu?¡± dia hampir tak bisa berkomentar, sementara bibirnya bergetar. Fabian mendengus sebagai jawaban. Untuk beberapa san, dada Fabian terasa sakit, melihat bahwa tanggapan pertama Vivin bukan sangkn. Dia meremas pergngan tangan Vivin lebih kuat, suaranya dingin, ia berkata, ¡°Ya, aku tahu. Sebenarnya, aku sudah mengetahuinya dua tahunlu. Kau tahu, aku benar-benar harus berterima kasih padamu, Vivin. Aku bersyukur bahwa kau th menunjukkan kepadaku betapa kotornya seorang wanita yang aku cintai sma tiga tahun. Karenamu, aku menguatkan tekadku untuk mnjutkan studiku di Amerika.¡± Cercah warna terakhir yang tersisa di pipi Vivin segera memudar. Dua tahun¡­ Dm dua tahun terakhir, dia terus-menerus bertanya-tanya mengapa Fabian tiba-tiba meninggalkan negara itu ketika dia berada dm kondisi terburuk. Fabian th meninggalkannya sendirian ketika dia sangat membutuhkannya. Sekarang, dia akhirnya mengetahui kebenaran. Itu semua karena kejadian itu. Terlepas dari itu, bagaimanapun, pikiranin segera muncul di benaknya. Dua tahunlu, Fabian pergi ke luar negeri bahkan sebelum insiden itu terungkap. Mungkinkah dia sudah mengetahuinya bahkan sebelum itu terjadi? Tidak mungkin, itu tidak mungkin¡­ Namun, sangat js bahwa ini bukah waktu yang tepat untuk memikirkan hal itu. Oleh karena itu, dia berjuang untuk membebaskan dirinya ketika dia mencoba menjskan, ¡°Fabian, apa yang terjadi dua tahunlu hanyh keshpahaman! Yang sebenarnya terjadi adh aku-¡°Original content from N?velDrama.Org. Bab 11 Bab 11 ¡°Keshpahaman?¡± Kata-kata Vivin hanya semakin menyulut Fabian. Suara Fabian mmbung, saat dia segera mencubit dagu Vivin. Fabian mengerahkan begitu banyak kekuatan sehingga wajah Vivin mi berubah kesakitan. ¡°Keshpahaman apa? Menurut pendapatku, kau th melihat bahwa pria yang bangkrut dari dua tahunlu tiba-tiba mendapat rezeki nomplok, menjadi Pemimpin Redaksi. Oleh karena itu, karena kau datang untuk menyesali keputusanmu, kau akhirnya mengim bahwa ini semua hanya keshpahaman, kan?¡± Seth mengucapkan kata-kata seperti itu, ktan ganas meny di mata Fabian. Dia menyentakkan wajah Vivin ke arahnya saat dia memperingatkannya, ¡°Vivin, biar aku kasih tahu kamu. Aku bukangi orang yang mudah tertipu seperti dahulu.¡± Menatap wajah Fabian yang familier, yang saat ini penuh dengan kebencian dan kemurkaan, yang bisa dirasakan Vivin hanyh keterkejutan dan sakit hati. Dia ingin menjskan tentang dirinya. Namun, dia mendapati bahwa dia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun dm pembannya. Apagi yang harus dijskan? Jika Fabian benar-benar mau memercayaiku, mengapa dia pergi saat itu, bahkan tanpa memberi tahuku sedikit pun? Sebelum yanginnya, dia sudah percaya bahwa aku hanyh wanita matre; seseorang yang siap mengkhianatinya demi uang, kapan saja. Juga, bahkan jika dia memercayai penjsanku,lu kenapa? Aku adh istri orangin sekarang. Sin itu, aku bukangi seperti diriku di masalu. Kita tidak akan pernah bisa kembali ke masalu¡­ Saat ia berpikir seperti itu, Vivin mencoba yang terbaik untuk menahan air mata yang hendak keluar darinya. Saat itu, dia menarik napas dm-dm saat dia tiba-tiba mengangkat kepnya. ¡°Fabian,¡± Vivin berkata dengan lembut, nada suaranya sangat tenang. ¡°Kau benar. Apa yang terjadi tahun itu persis seperti yang kau pikirkan. Namun, ada sesuatu yang sh. Saat ini, aku tidak ingin menjalin hubungan denganmu. Memiliki posisi sebagai Pemimpin Redaksi, atau bahkan CEO, tidak ada hubungannya sama sekali denganku.¡± Seth mengucapkan kalimat terakhirnya, Vivin segera merasakan sensasi tajam di dagunya. Nyatanya, Fabian mencubitnya dengan kuat, cengkeramannya semakin menguat. Namun, yang sangat mengejutkannya, Fabian memutuskan untuk mengempaskannya pada detik berikutnya. Terhuyung mundur, Vivin dengan cepat menahan dirinya ke dinding dengan lengannya. Mengangkat kepnya untuk melirik Fabian, dia melihat Fabian memelototinya dengan dingin. Penghinaan dan kebencian di matanya seperti bti, menikam hatinya. Aku harus membiarkannya terluka. Itu pasti akan menjadi jn yang lebih baik daripada membuat diriku terjerat dengannya. Oleh karena itu, dia sekuat tenaga menahan air matanya saat dia seketika berkata, ¡°Jika tidak ada yangin, aku akan pergi sekarang.¡± Dengan begitu, dia seketika meninggalkan ruangan itu, bahkan tanpa berani melirik Fabiangi. Saat keluar dari perusahaan majh, Vivin segera mencapaintai bawah. Namun, dia segera menyadari bahwa hujan deras di luar. Sayangnya, dia mendapati bahwa dia th meninggalkan payungnya di kantor. Bahkan ketika dihadapkan dengan keadaan seperti itu, Vivin mendapati bahwa dia tidak cukup berani untuk kembali, untuk mengambil payungnya. Karena dia sadar bahwa Fabian mungkin masih berada di kantornya, dia tidak berani kembali. Aku sangat pengecut. Melihat hujan turun daringit, Vivin berusaha memanggil taksi. Sayangnya, dikombinasikan dengan jam png kantor dan juga badai petir, Vivin mendapati bahwa hampir tidak mungkin untuk menemukan taksi. Aplikasi pemanggn taksi juga tidak berfungsi. Pada akhirnya, dia tidak punya pilihan sin menguatkan tekadnya, saat dia menutupi kepnya dengan tasnya dan beri menuju stasiun kereta. Benar-benar basah kuyup, dia harus berdesakan dengan penumpangin di kereta. Dia berharap hujan akan berhenti saat itu, tetapi sepertinya Tuhan juga mencoba menyiksanya. Badai petir di luar menggelegar, tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Masih tidak berhasil dm usahanya yang sia-sia untuk memanggil taksi, Vivin tak punya pilihan sin menunggu di stasiun kereta. Dia segera teringat kenangan masalu, dari dua tahunlu, pada mm dengan badai serupa. Itu adh mm saat dia kehngan hal yang paling berharga baginya¡­ Segera seth itu, dia kehngan Fabian, pria yang dia pikir akan menemaninya seumur hidupnya. Perasaan putus asa yang dia rasakan dua tahunlu seperti parasit, menyerang hatinya yang awalnya mati rasa. Vivin tidak bisa menahan diri untuk tidak memeluk tubuhnya, berjongkok saat dia meringkuk seperti b. Dingin¡­ Dingin sekali¡­ Dia begitu dingin sehingga tubuhnya mi menggigil tak terkendali, seperti yang terjadi sepanjang mm, dua tahunlu¡­ Di ambang diliputi oleh kenangan seperti itu dan emosi yang menyakitkan, Vivin segera melihat seks kursi roda dan sepasang kaki panjang, tiba-tiba muncul di depan kedua matanya. Tertegun, kep Vivin tersentak. Dia melihat Finno di hadapannya, sementara Noah memegang payung di sampingnya. Karena hujan deras, wajah tampannya menjadi buram.Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Meskipun demikian, aura dinginnya masih terlihat js. Meskipun dia berkursi roda, penampnnya saat ini seperti mikat yang turun ke Bumi. Kesedihan yang dirasakan Vivin tiba-tiba sirna. Bulu mata Vivin berkelebat. Finno? ¡°Mengapa kau di sini?¡± Finno menunduk dan menatap Vivin, yang berjongkok di tanah. Untuk san yang tidak diketahui, sedikit kemarahan segera merayap ke dm suara Finno. ¡°Kau basah kuyup karena kehujanan?¡± Pada saat ith Vivin akhirnya sadar kembali. Bingung, dia mencoba berdiri. Namun, penglihatannya tiba-tiba menjadi gp dan segera dia kehngan kesadaran. Dm kepanikan, Finno dengan cepat meraih Vivin, saat dia mencoba menopangnya. Ketika dia merasa bahwa wanita di lengannya itu hangat secara tidak normal, tatapannya berubah serius. Saat tatapannya mendarat pada memar yang ditinggalkan Fabian di dagu Vivin, ktan mematikan meny di matanya. ¡°Ayo png.¡± Perubahan singkat dm ekspresinya segera belu. Finno dengan segera berubah ke ekspresi acuh tak acuhnya yang biasa. Memeluk Vivin, dia mendorong kursi rodanya ke arah Bentley hitam yang diparkir di samping. Mobil Finno terparkir di sudut tersembunyi di samping stasiun kereta. Karena beratnya gabungan antara dirinya dan Vivin, Finno mendapati bahwa kursi roda tidak dapat bergerak semulus biasanya. ¡°Tuan Normando.¡± Noah tidak bisa tidak menawarkan diri, ¡°Izinkan saya memberi Anda bantuan.¡± ¡°Tidak perlu.¡± Tanpa ragu- ragu, Finnongsung menk tawarannya. Dia kemudian menyesuaikan posisi Vivin di lengannya, menggendongnya, saat diangsung bangkit dari kursi roda¡­ Ruangan itu gp gulita. Panas¡­ Sangat panas¡­ Begitu panas sehingga aku merasa seh-h terbakar¡­ Mengerang dm ketidaknyamanan, Vivin tiba-tiba mendapati bahwa dia sedang berbaring, saat sesuatu yang dingin segera menekan kulitnya. Vivin segera mencoba memeluk benda dingin itu. Namun, dia tiba-tiba mendengar seorang pria terengah-engah. Ada yang sh! Baru saat ith pikiran kacau Vivin menjadi lebih jernih. Saat dia mencoba yang terbaik untuk membuka matanya, bayangan kabur dari seorang pria memasuki penglihatannya. Dia berjuang keras, untuk mendorong pria yang menjng di atasnya. Sayangnya, pria itu tidak bergeming sama sekali, seakan-akan dia adh gunung besar. ¡°Aduh!¡± Bab 12 Bab 12 Sesaat, rasa sakit yang tajam menghujamnya, menyeBabkannya menjerit kesakitan. Saat itu, pria itu memaksa dirinya dengan agresif, berkali-kali. Rasa sakit, kebencian, dan penghinaan mengancam untuk mencabik-cabik Vivin. Dia ingin mwan pria itu, tetapi dia telu lemah untuk memb diri dari serangannya. Oleh karena itu, satu-satunya pilihannya adh menanggung segnya¡­ Seth mlui apa yang tampak seperti hamparan kegpan dan rasa sakit yang tak terbatas, lingkungan Vivin tiba-tiba berubah. Sekarang, dia dikelilingi oleh badai petir, saat guntur di kejauhan menggelegar. Tubuhnya benar-benar memar, Vivin menyeret dirinya di sepanjang jn. Dia membungkus pakaian compang-campingnya erat-erat di sekitar dirinya saat dia terhuyung-huyung di tengah hujan. Sambil memegang ponselnya, dia dengan panik memutar nomor, berng-ng. Bian¡­ Bian, kamu di mana? Aku sangat takut. Cepah datang dan smatkan aku¡­ Sayangnya, tak peduli berapa kali dia meneleponnya, yang bisa dia dengar hanyh suara otomatis yang dingin, ¡°Maaf, nomor yang Anda tuju sedang sibuk. Skan cobagi.¡± Akhirnya, karena tidak mampu menahan penderitaannya lebihmagi, Vivin ambruk di tengah hujan¡­ Melihat Vivin, yang saat ini berkeringat dingin, Finno tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan kening. Dia mengalihkan pandangannya pada dokter, yang ada di sisinya, dan bertanya, ¡°Apakah dia benar-benar baik-baik saja?¡± ¡°Tak perlu khawatir, Tuan Normando. Dia hanya demam karena kedinginan. Sampai sekarang, dia mungkin mengmi mimpi buruk.¡± Seth mendengar kata-kata sang dokter yang meyakinkan, Finno segera tampak lega. Segera seth dokter pergi, Finno mengalihkan pandangannya ke arah Vivin yang sangat pucat. Hampir menyentuh dahi Vivin, Finno terkejut, ketika dia melihat tubuh Vivin mi bergetar, ¡°Vivin?¡± Finno tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerutkan alisnyagi. ¡°Kamu baik baik saja?¡± Js, Vivin masih dm keadaan linglung. Bibirnya sedikit terbuka, saat serangkaian kata keluar dari bibirnya. Kerutan kecil segera muncul di wajah Finno. Membungkuk, dia segera mendengar kata-kata yang digumamkan Vivin. ¡°Bian¡­ Smatkan aku¡­ Di mana kamu? Bian¡­ Tolong percaya padaku¡­¡± Bian? Finno kembali tegak, saat ktan berbahaya meny di matanya. Nama pria itugi. Dia menatap Vivin yang berada di tempat tidur. Meskipun wajahnya pucat pasi, namun tidak menyembunyikan kecantikannya. Ini sangat js, saat dia menatap mata Vivin yang mi terbuka. Finno belum pernah melihatnya menunjukkan kerentanan seperti itu sebelumnya. Dia merenungkannya untuk sementara waktu. Sekarang dia memikirkannya, wanita ini slu bertindak dengan cara yang agak hati-hati. Vivin tampak jauh, sejak awal, ketika dia pertama kali bertemu dengan Vivin. Vivin tak pernah sekalipun bergantung padanya. Bahkan, Vivin mungkin tidak pernah berniat mkukannya. Namun, dia tampak seperti dipenuhi dengan kegandrungan dan kepercayaan, untuk pria bernama Bian. Dia th memberikan instruksi kepada Noah untuk menyelidiki masalu Vivin. Karena Noah adh orang yang sangat efisien, dia segera merangkum peristiwa dari seg sesuatu yang th terjadi pada Vivin. Misalnya, Finno tahu bahwa Vivin memiliki cinta pertama yang tak terlupakan. Namun, meskipun demikian, dia sudah terputus dengan cinta pertamanya, dua tahun lalu. Meskipun dia belum pernah memeriksa nama dantar bkang cinta pertama Vivin, sepertinya orang itu bernama Bian. Finno mi merasa sangat murung, karena pemikiran itu, untuk san yang tak dia ketahui. Finno merasa sangat murung tanpa san yang dia sendiri tak tahu. Pikirannya berian tak berarah. Saat itu, Vivin tiba-tiba membuka matanya. Dia segera meredam emosinya,lu menatap Vivin. ¡°Kau baik-baik saja?¡± Vivin mengerjap dan baru tersadar bahwa dia berbaring di kamar v, dengan infus menempel di tangannya. ¡°Kau yang membawaku png ke rumah?¡± tanya Vivin tercekat, tenggorokannya terasa kering. ¡°Ya,¡± jawab Finno acuh sambil menyerahkan secangkir air hangat padanya. ¡°Terima kasih.¡± Vivin menerimanya dan segera meminumnya pehan. Ketika Finno memandangi wajah Vivin yang kembali dingin dan sopan, entah kenapa dia merasa frustrasi. ¡°Vivin.¡± Finno tiba-tiba bertanya, ¡°Siapa Bian?¡± ¡°Ehem!¡± Vivin tidak pernah mengira Finno akan bertanya tentang itu padanya. Batuknya yang keras, membuatnya tersedak. ¡°Hati-hati.¡± Saat Vivin kebingungan, Finno tetap terlihat tenang sambil menepuk punggungnya. Karena panik, Vivin mendongak. Dia melihat tatapan Finno yang mendarat di dagunya yang memar. Memarnya cukup js. Finno bergegas mengambil salep di kotak medis yang terletak di meja samping tempat tidur. Dia menekan wadahnya sehingga isi salep keluar ke tangannya. Dengan segera dia oleskan ke dagu Vivin yang memar. Vivin merasa sensasi dingin menjr di dagunya. Namun, dia segera melirik Finno dengan seksama dan bertanya ragu, ¡°Kau tahu Bian darimana?¡± ¡°Kau meneriakkan namanya saat tidur.¡± Vivin tertegun. Dia baru ingat, dia baru saja memimpikan kejadian dua tahunlu itu, ketika tidur. Keputusasaan merayapOriginal from N?velDrama.Org. di matanya. Sebelum Vivin bisa menjawab, Finno pehan memotongnya. ¡°Vivin, aku tidak peduli dengan masalumu. Tapi kuharap kau paham. Sekarang, kau adh istriku dan aku tidak suka istriku meneriakkan nama priain.¡± Bab 13 Bab 13 Finno mengatakannya dengan nada yang dingin. Hal itu membuat Vivin yang mendengarnya merasa tertekan dan ada beban yang tak bisa dijskan. Mata gpnya terlihat tenang, namun sebenarnya merenungi sesuatu yang tak bisa ditebak. Vivin sangat paham perasaan suaminya saat itu. Selesai mengoleskan salep pada dagu istrinya, Vivin merendahkan pandangannya dan menggumam keras, ¡°Terimakasih.¡± ¡°Sama-sama¡±, jawab Finno sembari meletakkan salep. ¡°Aku tidak suka jika ada yang melukaimu.¡± Mendengarnya, membuat tubuhnya terpakugi. Meski Vivin hanya terdiam, dia merasa seh Finno menyadari semua yang terjadi. Ketika merasa sensasi dingin salep tiba-tiba menjri dagunya, Vivin tersadar bahwa Finno ternyata lebih mendominasi dan sulit dipahami dari yang dia kira ¡°Okay,¡± jawab Vivin sembari menunduk. Tanpa sadar, tpak tangannya mi berkeringat. ¡°Segera istirahat.¡± Finno memutar kursi rodanya. ¡°Aku akan tidur di ruang tamu mm ini.¡± Katanya sambil belu meninggalkan ruangan tanpa menunggu jawaban Vivin. Sedangkan di dm kamar, Vivin bersandar dan tidak merasa ngantuk sama sekali. Keesokan harinya seth di infus, Vivin th bersemangat kembali. Dan dia memutuskan untuk bekerja. Namun ketika ia akan mengambil tas, dia baru sadar bahwa tasnya tidak ada dan mh berganti dengan tas bermerek persis di tempat tas lamanya. ¡°Mbak Muti?¡± Kebetn Muti datang untuk membersihkan kamar, dengan segera Vivin bertanya, ¡°Tasku di mana? ¡°Tas itu basah karena kehujanan kemarin. Jadi, Tuan menyuruh orang untuk membelikan yang baru.¡± Vivinngsung merasa bersh. Dia kenal merek tas pemberian Finno. Mereknya adh Chanel yang harganya kisaran puluhan juta. Dengan gajinya tentu dia tidak akan mampu membelinya. Namun, tasmanya th dibuang. Mau tidak mau, dia harus menerimanya. Kemudian Vivin bergegas sarapan dintai bawah. Namun ketika dia bersiap untuk berangkat dan memanggil taksi, tiba-tiba Finno menawari, ¡°Sma kau belum pulih sepenuhnya, aku akan mengantarkanmu ke kantor. ¡°Tidak usah, tidak apa-apa.¡± Vivin agak bingung menjawab. ¡°Aku bisa berangkat sendiri¡­¡± Namun, Finno segera membalikkan arah kursi rodanya dan membukakan pintu seakan tak memberinya ch untuk mengk. Karena kh, Vivin hanya bisa mengikutinya menuju mobil. Untungnya, Finno berangkat kerja lebih awal dari biasanya. Sehingga ketika mobil Bentley-nya sampai, belum banyak orang dintai bawah. Seusai berpamitan, Vivin bergegas turun dari mobil. Tatapan Finno tampak serius memandangi punggung Vivin yang belu. Mengapa Vivin berperku seperti itu? Apa dia takut ada yang tahu tentang hubungan kita? ¡°Vivin segera masuk ke dm gedung. Untungnya, dia berhasil masuk lift sebelum pintunya tertutup. Namun dia baru sadar hanya ada Fabian di sana. ¡°Permisi.¡± Seketika itu, dia ingin keluar dari lift. Namun Fabian menutup pintu lift dengan cepat. ¡°Kenapa menghindariku? Fabian tersenyum dingin. ¡°Kita di departemen yang sama. Kau kira kau bisa menghindariku? Vivin menggigit bibirnya dan memilih diam. Fabian menurunkan pandangannya kearah Vivin. Karena masih sakit, wajahnya terlihat pucat. Fabian tersadar ku wanita di sampingnya itu seringkali batuk-batuk ringan. Melihatnya sakit, hatinya merasa iba. Sin. Meski aku th tahu siapa wanita ini, namun perasaanku masih terpengaruh olehnya. ¡°Kau flu?¡± Tanya Fabian dingin. ¡°Ya.¡± Vivin juga tidak ingin menjskan panjang lebar. Seth menjawab singkat, dia segera keluar dari lift yang th terbuka. Sesampainya di kantor, Fabian merasa sangat murung. Akhirnya dia memanggil sekretarisnya. ¡°Tolong belikan obat flu untukku.¡± Sektretaris itu segera memberikan obat padanya. Fabian gelisah cukupma sebelum akhirnya dia mngkahkan kakinya keluar dari kantor. Ketika melewati pantri, Fabian mendengar gosip dari beberapa wanita rekan kerjanya. ¡°Hah? Serius? Hari ini Vivin diantar pakai mobil Bentley hitam? ¡°Iya! Sarah saksinya! ¡°Wah wah! Berarti suaminya kaya kan? Ku tidak, bagaimana bisa punya mobil mewah seperti itu? ¡°Kau bodoh? Js-js itu bukan mobil suaminya. Cincin berlian yang dibelikan suaminya aja murahan. Menurutku, itu pasti mobil priain¡­¡± ¡°Dangi, kalian lihat tasnya? Itu tas Chanel! Dulu dia slu pakai tas murah yang dia beli online. Sekarang tiba-tiba dia punya tas Chanel, aku yakin pasti pria itu yang membelikannya.¡± Fabian yang berdiri di luar pantri secara tidak sadar mencengkeram erat obat yang digenggamnya. Dia sadar betapa bodoh dirinya, membelikan obat untuknya. Sebelum kembali, ia meremas kotak obat itu dan membantingnya ke tempat sampah. Di sisiin, Vivin yang baru saja sampai di meja kerjanya, tiba-tiba mendengar ponselnya berdering. Seth melihat nomor yang tertera diyar ponselnya, tatapannya menjadi dingin. Dia berjn ke koridor yang sepi dan menerima panggn itu dengan pertanyaan dingin, ¡°Kenapa meneleponku?¡± ¡°Vivin, kenapa nada bicaramu begitu?¡± ¡°Tidak.¡± Rasa ketidaksabaran merayap ke dm suara Vivin. ¡°Aku tahu kau tidak akan menelepon tanpa san. Katakan padaku, ada apa kali ini?¡± ¡°Adikmu akan menikah.¡± Memang, priaOriginal from N?velDrama.Org. dari ujung telepon itu tidak akan basa basi, dia segera mengatakan san dia menelepon. ¡°Jika kau longgar, pnh dan makan bersama kami. Kau juga bisa bertemu dengan calon iparmu.¡± ¡°Rumah?¡± Nada Vivin terdengar seperti mengejek. ¡°Sepertinya Ayah keliru. Itu kan bukan rumahku.¡± ¡°Vivin, hati- hati dengan bicaramu!¡± Jawab pria itu dengan nada marah. ¡°Adikmu tidak menikahi orang biasa. Dia akan menikahi cucu dari keluarga Normando! Dia berharap akan lebih baik jika keluarga ini kembali utuh. Karenanya, lebih baik kau datang besok mm!¡± Lalu pria itu menutup teleponnya. Vivin mengerutkan dahi sembari menggenggam erat ponselnya. Alin menikahi seseorang dari keluarga Normando? Tidak heran jika dia menginginkan aku datang. Pasti akan aneh jika dia tidak menyombongkan tunangannya yang begitu mengesankan itu padaku. Vivin th tahu apa yang akan dkukan keluarganya, diapun juga tahu betul seperti apa sifat ayahnya. Jika dia menk, Ayahnya pasti akan marah. Lagip ini hanya makan. Aku akan datang. Bab 14 Bab 14 Sejak Fabian menjadi Pemimpin Redaksi, Vivin yang dulunya suka kerja lembur, sekarang menjadi kebalikannya. Hari inipun begitu. Dia png ke v dengan taksi. Ketika bersandar di sofa empuk, dia merasa flunya belum sembuh total karena sendi-sendinya masih terasa nyeri. Ketika Vivin mendengar ada orang yang mendekat, dia segera duduk dengan gugup. Takma kemudian, terlihat kursi roda Finno sudah berada di sampingnya. Alih-alih mengenakan kemeja putih formalnya, hari ini Finno mengenakan kardigan abu-abu kasual yang menampakkan pahatan tubuhnya yang sempurna. ¡°Kenapa kau png cepat hari ini?¡± Dia terkejut melihat Finno png jam segini. Finno membs tatapan Vivin. Dia melihat wajah Vivin masih agak pucat dan matanya merah yang berarti dia menangis pagi ini ¡°Yah,¡± Lamunan Finno terbuyarkan, namun dia tetap terlihat tenang, ¡°Makanannya sudah siap. Ayo makan.¡± Ketika Vivin tiba di ruang makan, tatapannya jatuh ke piring di atas meja. Dia tertegun sejenak. Hampir semua masakannya berbahan dasar sayuran dan berkuah yang mana banyak gizi di dmnya Meskipun mereka belumma tinggal bersama, namun Vivin th hafal bahwa Finno adh pecinta pedas. Kenapa masakan hari ini terlihat hambar? Vivin duduk karena penasaran. Sementara Finno menuangkan semangkuk sup ayam kemudian meletakkannya di depan Vivin. ¡°Ini supaya tubuhmu hangat.¡± Vivin tercengang. Apa semua masakan ini dimasak khusus untuk mengobati flu ku? Perasaan tak bisa dijskan membanjiri hati Vivin. Kelhan dan kesedihan pehan sirna dan tergantikan oleh perasaan haru. Jadi, rasanya sebahagia ini dipedulikan seseorang. ¡°Apa yang kau pikirkan?¡± Suara lembut Finno terdengar dari sampingnya. Tersentak sadar, Vivin tersenyum dan bergumam, ¡°Bukan apa-apa.¡± Dia tiba-tiba teringat sesuatu,lu menambahkan, ¡°Oh iya. Aku akan makan di tempat ayahku besok mm. Jadi, kau tidak perlu menyiapkan makan mm untukku.¡± ¡°Oke,¡± jawab Finno. Lalu menambahkan, ¡°Ku aku longgar, aku akan ke sana juga.¡± Vivin tertegun, ¡°Tidak perlu.¡± Finno mengangkat alisnya sebagai isyarat tanya. Vivin sadar bahwa reaksinya sedikit tidak pantas. Karena malu, dialu menjskan, ¡°Orang tuaku ¡­ Tidak harmonis¡­ Kesehatan ibuku juga sangat buruk, jadi ¡­¡± Melihat Vivin kebingungan, Finno menyeringai tipis. Vivin tidak tahu bahwa Finno th menyelidikitar bkang keluarganya. ¡°Benarkah?¡± Alih-alih menguak kebohongannya, Finno mh menjawab dengan tenang, ¡°Ku longgar, aku akan mengajakmu bertemu keluargaku.¡± Vivin terkejut, karena ini pertama kalinya Finno menyebut keluarganya. ¡°Orangtuamu?¡± tanya Vivin hati hati. ¡°Orangtuaku sudahma meninggal.¡± Karena malu, Vivin bergumam, ¡°Maaf.¡± ¡°Tidak apa-apa.¡± Finno tetap tenang seperti biasanya. ¡°Aku akan mengajakmu mengunjungi kakek dan kakakkikiku pas jadwalmu kosong. Kebetn, anak kakakku akan menikah beberapa harigi¡± Ada yang mau nikahgi? Vivin tersenyum pahit. Apa akhir akhir ini hari yang menguntungkan? Mengapa semua orang terburu-buru untuk menikah? ¡°Oke ku begitu.¡± Karena dia adh istri Finno, mengunjungi keluarga satu samain termasuk suatu tata krama dasar. Karena itu, dia tidak menk. Di keesokan harinya, seth akhirnya Vivin berhasil bertahan hingga hari pengunduran dirinya, dia segera memanggil taksi ke area perumahan Miller. Saat mngkah keluar dari taksi, terlihat wanita bergaun kuning cerah bergegas ke arahnya dengan gembira. ¡°Vivin, akhirnya kau tiba!¡± Wanita itu meraih tangan Vivin. Dengan memperlihatkan senyum cerahnya, dia segera memaksa Vivin, ¡°Cepat masuk. Akan kukenalkan tunanganku padamu!¡± Menatap Alin yang tampil agak cantik, Vivin mengerucutkan bibirnya. ¡°Cucu dari keluarga Normando, kan?¡± Alin tersenyum malu-malu sembari melihatku heran. ¡°Ayah memang membiarkanmu mkukan apa yang kau mau. Tapi ingat, ketika kau bertemu dengannya nanti, jangan membahas apa pun tentang keluarga Normando! Dia benci ketika orangin membahastar bkang keluarganya.¡± Meski Alin berucap seperti itu, sorot bangga di matanya tidak bisa disembunyikan. Vivin hanya tersenyum mendengar perkataannya. Sejak muda, dia tahu Alin adh gadis materialistis. Sekarang seth berhasil menjadi bagian dari keluarga Normando, pasti sulit baginya untuk tidak menyombongkan diri. Namun, tentu saja itu hal yang membanggakan bisa bertunangan dengan seseorang dari keluarga Normando. Di Kota Metro, ada tiga keluarga peringkat teratas, yaitu keluarga Normando, Mahesa, dan Wijaya. Mereka adh keluarga adikuasa sma berabad-abad yanglu, tidak seperti keluarga Martha yang baru saja kaya. Jika tidak sh, tunangan Alin adh anak dari putra tertua keluarga Normando. Dia thma bjar di luar negeri, sehingga banyak orang tidak tahu namanya. Sementara Vivin merenungkannya, Alin tiba-tiba menyeretnya ke v. Sosok tinggi dan ramping sedang duduk di sofa ruang tamu, membkangi mereka. Alin menyeret Vivin dengan wajah bahagia. ¡°Bian, izinkan aku memperkenalkannya padamu. Dia kakak perempuanku. Meskipun ibu kita berbeda,Original content from N?velDrama.Org. tapi dia adh kakak sedarahku!¡± Bian? Tubuh Vivin menjadi kaku. Ketika dia mengangkat kepnya, terlihat seorang pria tersenyum padanya. ¡°Oh! Aku tak menyangka kakakmu ternyata adh orang yang kukenal.¡± Itu adh Fabian. Vivin benar-benar tercengang, rasanya bagai tersambar petir. Tidak pernah sekalipun dm hidupku mengira bahwa tunangan Alin adh Fabian! Dia adh cucu dari keluarga Normando? Bab 15 Bab 15 Ketika itu, Alin, yang memeluk lengan Vivin bereaksi kaget. Dan tiba-tiba tersenyum. ¡°Oh, benar! Aku hampir lupa ku Bian dulu kuliah di universitas yang sama denganmu. Dia juga di departemen jurnalisme, jadi dia seniormu.¡± ¡°Ya, aku mengenalnya.¡± Sembari menahan kegetiran di hatinya, Vivin berpura-pura tenang. ¡°Hanya saja aku sudahma tidak melihatnya.¡± Ketika melihat sikap acuh Vivin, mata Fabian menyipit. ¡°Alin, bisakah aku bicara dengan kakakmu sebentar?¡± Sorot mata Alin berubah. Namun, dia masih berusaha bersikap lembut. ¡°Oke, aku juga akan ke dapur, barangkali di sana butuh bantuan.¡± Saat itu, hanya Vivin dan Fabian yang tersisa di ruang tamu. ¡°Ada apa, Vivin? Kenapa kau tidak bersikapyaknya saudara ipar?¡± cibir Fabian sambil menatap Vivin. ¡°Sikap seperti apa yang kau inginkan? memanggilmu saudara iparku?¡± Vivin menatap Fabian dengan dingin. ¡°Atau mungkin, memanggilmu cucu keluarga Normando?¡± Ekspresi Fabian seketika berubah. Dia benci ketika orang lain memanggilnya seperti itu. Bahkan, dia lebih bencigi ketika orangin mendekat hanya karena latar bkang keluarganya. Karenanya, dia menk tawaran ayahnya untuk kuliah di Inggris. Sebaliknya dia memilih kuliah di kampus Gandratama di kota yang tak jauh dari tempat tinggalnya dan pura-pura menjadi orang miskin. Saat ith dia bertemu Vivin. Saat pertama kali bertemu dengan Vivin, dia sangat menghargainya karena dia mencintai Vivin sebagai ¡°Fabian¡±, bukan sebagai ¡°cucu keluarga Normando¡±. Namun, kenyataan pahit menamparnya. Vivin mencampakkannya, seh menganggapnya sebagai ¡°pria bangkrut¡±. Demi uang, dia bahkan¡­ Ketika Fabian teringat bayangan masalunya, hatinya merasa teriris. Dia meraih pergngan tangan Vivin dan mencengkeramnya erat-erat sembari mengejek, ¡°Kini kau tahu, aku bukan hanya Pemimpin Redaksi Majh mour tapi juga cucu keluarga Normando, apa kau menyesal? aku bisa memberimu kesempatan untuk menebus semua keshan ¡­ ¡± Vivin mengangkat kepnya pehan dan menatap kemarahan Fabian. Sebelum Vivin menjawab, dia mnjutkan dengan kejam, ¡°Karena kau mau mkukan apa pun demi uang. Bagaimana jika kau jadi selingkuhanku saja?¡± Mata Vivin memblak kaget, tidak pernah terbayangkan Fabian bisa berucap seperti itu. ¡°Hah! Kau tergiur?¡± Ejekan Fabian semakin serius. ¡°Tentu saja itu tidak mengagetkan. Meski kau sudah menikah, kau juga masih mkukan hal tidak pantas seperti itu, kan? Daripada dengan pria tua yang menjijikkan, lebih baik denganku, kan? Jangan khawatir. Aku dari keluarga Normando. Aku bisa berikan apapun yang kau mau.¡± Vivin tiba-tiba diliputi rasa jijik. Dia tidak pernah mengira, Fabian, yang dulu sangat dia cintai, akan membuatnya jijik. ¡°Oh, iya. Vivin, Ibu bng dia mau minum anggur. Maukah kau menemaniku?¡± Untungnya, Alin segera muncul, merampas keinginan Vivin untuk menampar wajah Fabian dengan kasar. ¡°Oke, aku akan pergi denganmu.¡± Menatapnya seks, pria itu cepat kembali bersikap lembut, Vivin mengikuti Alin menuju gudang anggur. ¡°Sebenarnya, Bian tidak suka minum anggur merah.¡± Ketika sedang mengambil anggur, tiba-tiba Alin berucap, ¡°Haha! Banyak kebiasaannya yang tidak seperti orang kaya.¡± Karena tidak tahu kenapa tiba-tiba Alin membahasnya, Vivin hanya mengiyakan. ¡°Jadi, wajar jika kau tidak mengenalinya sebagai cucu dari keluarga Normando,¡± kata Alin. Ekspresi Vivin tiba-tiba menegang. Kepnya tersentak, saat dia melihat Alin yang tersenyum riang. ¡°Aku tidak peduli seberapa besar kau menyesalinya, yang js sekarang Bian sudah menjadi milikku.¡± Vivin tercenung. Alin tahu masa laluku dengan Fabian? ¡°Kau pasti penasaran bagaimana aku bisa tahu.¡± Senyumannya semakin centil. ¡°Tentu saja, Bian sendiri yang memberitahuku.¡± Vivin merasa kegelisahan menjri tubuhnya. Fabian menceritakan masalu kita kepada Alin. Apa baginya semua itu hanya lelucon? ¡°Ya? Kelihatannya kau tidak senang, Vivin.¡± Sambil memegang botol anggur, Alin beringsut mendekatinya. Tidak bisa menampiknyagi, ekspresi Vivin seketika dingin. ¡°Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?¡± Saat ith senyum munafik memudar dari wajah Alin. Ktan permusuhan muncul di matanya saat dia memperingatkan, ¡°Vivin, kau tahu apa yang ingin kukatakan. Aku tau kau bekerja di perusahaan yang sama dengan Bian. Tapi kuperingatkan kau, jangan sekali-kali mendambakan sesuatu yang bukan milikmu!¡± Menatap tatapan ancaman Alin, Vivin sadar bahwa semua ini sungguh konyol. ¡°Jangan khawatir.¡± Vivin menunjukkan cincin yang melingkar di jarinya. ¡°Aku sudah menikah dan sama sekali tidak tertarik dengan tunanganmu.¡± Ketika Alin melihatnya, dia tertegun sejenak. Lalu tertawa terbahak- bahak. ¡°Kau sudah menikah? Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya?¡± Dia melihat lebih dekat pada cincinnya dan tertawa lebih keras. ¡°Tampaknya saudara iparku adh orang yang jujur. Dia pasti sangat baik padamu, kan?¡± Bagi Alin, ¡°orang jujur¡± identik dengan orang miskin. Tanpa menyangkalnya, Vivin menjawabnya dingin, ¡°Kau tidak khawatirgi, kan?¡± ¡°Aku tidak pernah khawatir.¡± Alin pura-pura terlihat polos dan tidak berbahayagi. Mengedipkan matanya, dia berkata,This belongs to N?velDrama.Org: ?. ¡°Lagip, seth apa yang terjadi dua tahunlu¡­ Bahkan jika kau ingin berdamai dengan Bian, dia pasti tidak mau, kan?¡± Tubuh Vivin bergidik saat matanya memblak tajam menatap Alin. Seringai Alin semakin lebar. Dia tiba-tiba mendekat dan merendahkan suaranya. ¡°Lagi p, siapa yang mau menerima wanita yang sudah dirusak lki tua bau?¡± Kata-kata Alin seperti bti yang mencabik hati Vivin, dia menjadi sangat tertekan. Tubuhnya mi bergetar tak terkendali,lu berteriak, ¡°Cukup! Berhenti berbicara¡­¡± Namun, Alin mh mendekat ke telinganya. Dengan nada mengejek, dia mencemooh, ¡°Apa suamimu sudah tahu ku keperawananmu dicuri lki tua, dua tahunlu? Dan¡­ hanya seharga sepuluh ribu¡­¡± Cukup!¡± pekik Vivin tidak tahangi. Dia mendorong paksa Alin ke arah samping. ¡°Argh!¡± Alin jatuh kentai hingga botol anggur yang dipegangnya hancur berkeping-keping. ¡°Alin!¡± Bab 16 Bab 16 Bab 16 Margamu Wirdi Bukan Martha Sebelum Vivin bisa bereaksi, dia mendengar teriakan kaget. Dan ketika dia mengangkat kep, Emi th bergegas mendekat. Emi adh istri ayahnya dan ibu Alin. Namun, dia bukan ibu kandung Vivin. Sementara Ibu kandung Vivin masih terbaring di rumah sakit, bertahan hidup dengan obat- obatan. Emi dengan cepat membantu Alin bangkit darintai. Fabian juga bergegas. Ketika dia melihat kondisinya yang menyedihkan dan matanya yang memerah, tatapannya segera terbakar amarah. ¡°Vivin, apa yang kaukukan?¡± Vivin bukan seperti Alin yang terlihat rapuh. Meski basah kuyup terguyur anggur merah, diangsung membantah dan mempertahankan keras kepnya. ¡°Ucapannya membuatku kesal, jadi aku tidak sengaja mendorongnya. Aku minta maaf.¡± ¡°Tidak sengaja?¡± Suara emi mmbung bersamaan dengan tatapannya yang tajam dan kesal. ¡°Apa maksudmu tidak sengaja? Js-js kau sengaja! Kau pasti iri, karena Alin bisa menikah dengan orang hebat. Kau pasti ingin menckainya sebelum dia resmi menikah! Kenapa Alin punya Kakak sekejam ini? ¡°Tante Emi, kau berpikir telu jauh. Kenapa aku harus cemburu dengannya?¡± ¡°Kau sudah cemburu dengannya sejak muda. Kau tidak sadar!¡± Suara Emi menjadi lebih tajam. ¡°Kau tak mau mengakui keshanmu! Anak sama Ibu tidak ada bedanya! Kau sama seperti ibumu, penggoda yang tak tahu malu! Vivin benar-benar marah. ¡°Tante!¡± Nada suaranya menjadi dingin. ¡°Ku peringatkan kau. Jika kau menghinaku, aku membiarkannya karena kau lebih tua dariku. Tapi, jika kau menghina ibuku, aku takkan sudi sopan santun kepadamu!¡± Mata merah Vivin membuat Emi takut. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia menatap Haris, yang ada di sampingnya. Haris menatap Vivin dengan tatapan musuh. Lalu menegurnya dengan marah, ¡°Vivin! Apa yang kau katakan? Minta maaf sekarang juga!¡± Tubuh Vivin bergidik karena marah. Rasanya dia ingin mengomel ketika Fabian mencibirnya dingin, ¡°Tuan Martha, sepertinya Anda harus segera menyelesaikan mash rumah tangga ini. Dia hanyh anak haram, namun dia berani membentak dan mwan keluarga yang sebenarnya? Di mana tata krama di rumah ini?¡± Namun Vivin hanya bisa terpaku sembari menatap Fabian tak percaya. Tatapan mereka saling bertemu. Namun, matanya dipenuhi dengan penghinaan. Awalnya, dia kira Vivin tidak seperti ibunya, seorang simpanan. Namun, ternyata mereka sama-sama tidak tahu malu! Tanggapan Fabian dengan kata-kata yang mengerikan itu bukah untuk memb Alin. Namun, kebutaan dan kebodohannya di masalh yang membuatnya mengg. ¡°Saya minta maaf, Anda harus menyaksikan ini, Tuan Normando.¡± Saat itu Vivin yang tercenung seketika kembali sadar. Dia melemparkan tatapan tajam pada Haris, ¡°Ayah, apa yang kau bicarakan? Orangin tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, tapi js-js kau tahu! Saat itu. Ibu¡­..¡± Ucapannya belum selesai, namun Haris segera memelototinya balik sembari berteriak, ¡°Vivin, diam! Ingat nama margamu itu Wirdi, bukan Martha. Jadi, jangan bertindak telu tinggi dan perkasa di Kediaman Martha! Margamu itu Wirdi, bukan Martha. Kata-kata Haris seperti bti tajam bagi Vivin, mencabik-cabik hatinya hingga terasa amat sakit dan meninggalkan luka yang dm. Semua kata-kata pembannya menjadi tidak berdaya. Dia sadar, semuanya kini tidak ada artinyagi. Ketika melihat bagaimana tiga orang di hadapannya menikamnya dengan tatapan tajam dan hinaan. Mereka adh sebuah keluarga. Mereka saling mencintai dan memiliki musuh yang sama.Sejak awal, aku hanyh orang asing bagi mereka. Kenapa aku masih di sini dan mempermalukan diriku sendiri? ¡°Maaf,¡± Vivin meminta maaf dengan acuh. ¡°Karena aku, kalian semua tidak bahagia, aku akan pergi dari sini. Aku hanya akan merusak suasana hati kalian.¡± Seketika itu dia mngkah pergi, tanpa melirik ke satupun dari mereka. Ketika melewati Alin, dia melihat kesombongan di wajahnya, seh-h dia th memenangkan pertandingan. ¡°Hei, Adikku.¡± Vivin menghentikanngkahnya. Hampir tidak pernah ia memanggil Alin sebagai adiknya. ¡°Doa terbaikku untuk kau dan Fabian. Semoga pertunangan ini diberkati dan kau bahagia smanya.¡± Seth kalimat terakhirnya, dia pergi tanpa ragu. Ketika dia meninggalkan area Perumahan Martha, ternyata hari sudah mm. This belongs to N?velDrama.Org: ?. Kediaman Martha sama seperti v Finno. Tidak ada taksi atau halte bus. Karenanya, Vivin hanya bisa menggunakan aplikasi pemanggil taksi yang ada di ponselnya. Ketika mengeluarkan ponselnya, tiba- tiba ada panggn masuk. Panggn itu dari Finno, Vivin tertegun sejenak, sebelum akhirnya dia menjawabnya. ¡°Halo?¡± ¡°Halo, ini aku.¡± Suara lembut Finno terdengar dari ujung telepon. ¡°Apa kau sedang makan di tempat ayahmu?¡± Karena beberapa san, dia tiba-tiba ingin menangis ketika mendengar suara Finno. Bab 17 Bab 17 Bab 17 Ayo Kita Png Vivin mendeham dan berusaha terdengar santai. Dia tidak ingin Finno tahu apa yang terjadi. ¡°Oh, akhirnya aku tidak jadi makan bersama mereka. Aku masuk angin jadi aku pamit.¡± Di seberang sana, Finno tidakngsung menjawab. Dia merasa ada yang tidak beres tapi dia sedang mempertimbangkan untuk menanyakannya atau tidak. ¡°Kau di mana sekarang?¡± Akhirnya dia memutuskan untuk tidak buru-buru bertanya, dia ingin memberinya ruang untuk bercerita. nantinya. ¡°Yah, aku di area Rumah Mewah Yasawirya. Kenapa kau tidak makan duluan? Oh ya, Tolong bertahu Mbak Muti untuk menyiapkan sup, ya? Aku akan makan begitu sampai rumah.¡± Tiba-tiba hening. Ternyata ponsel Vivin mati karena kehabisan baterai. Sial! Kenapa harus sekarang?Bagaimana caranya aku png? Dia mencoba menykannya kembali tetapi tidak bisa. Dia menghentakkan kakinya dengan frustrasi dan merasa putus asa mencari dan mengingat-ingat lokasi halte bus terdekat. Takma kemudian dia merasa sakit yang tajam di pergngan kakinya. Haknya yang tinggi membuat kulitnya melepuh dan terasa amat sakit. Vivin mengerang kesakitan dan menggelengkan kepnya dengan lemah. Itu benar-benar hari sial baginya. Area Rumah Mewah Yasawirya sangat luas dan rasanya ia masih berada di tempat yang sama meski th berjn sma beberapa menit. Mm semakin dingin, sepoian angin yang bertiup menembus tubuhnya. Ketika getaran mi menjri tng punggungnya, dia segera menarik kardigannya lebih erat ke tubuh campingnya sembari terus berjn. Tepat saat dia akan berbelok ke jnin, tiba-tiba ada cahaya yang menyukan menyorot kearah matanya. Dia memiringkan kepnya dan menyipitkan mata untuk memastikan itu taksi atau bukan. Yang membuatnya cemas, ternyata itu adh mobil pribadi berwarna hitam. Nah, apa dugaanku? Taksi di lingkungan mewah itu seperti ini? Vivin mengerutkan kening dan melihat lebih dekat mobil yang mmbat ke arahnya itu. Tunggu¡­ Mobil ini terlihat tidak asing¡­. Mobil itu mendekat dan akhirnya berhenti tepat di depannya. Pintunya terbuka dan pria muda turun dari mobil dengan menarik kursi rodanya. Ya, itu adh Finno. Lampu mobilnya menyorot sangat terang dm gp, jadi Vivin tidak bisa melihatnya dengan js. Tapi dari postur tubuh dan rahangnya yang terpahat, Vivin bisa tahu itu pasti dia, hanya dm sekali pandang. Finno slu menemukannya di saat-saat tersulit dm hidupnya, bahkan tanpa diharapkan, kali inipun dia juga datang. Kursi rodanya berhenti tepat di depan Vivin. Ketika Finno menatapnya, senyum kecil mekar pada wajah Vivin. Dia terlihat kaget, namun tetap terlihat manis. ¡°Kenapa? kau tidak senang melihatku?¡± Finno menggoda dengan senyum lembut. Vivin mengangkat alisnya dan tersenyum. ¡°Tentu saja aku senang melihatmu.¡± Itu benar. Dia senang melihatnya. Finno slu datang setiap kali dia terdampar. Dia slu menjadi cahaya di ujung terowongan yang gp untuknya. Melihat senyum puas di wajahnya, Finno berseri-seri senang. ¡°Ayo pergi. Dia memberi isyarat. Vivin mengangguk riang dan mengikutinya menuju mobil. Dia benar-benar lupa akan rasa sakit di pergngan kakinya saat dia berjn ke arah pria itu. Tapi lepuh itu pecah, seketika dia berhenti dan mencoba menahan air matanya. ¡°Ada apa?¡± Finno melihatnya mengerang kesakitan sembari memeriksa kaki. Tatapannya menelusuri seluruh kaki dan berhenti di pergngan kakinya. Alis Finno berkerut saat dia melihat noda darah merah. ¡°Tidak apa. Hanya tumit. Nanti bisa di plester ketika sampai rumah.¡± Tapi sebelum Vivinnjut berjn, Finno membungkuk dan memegang pergngan kakinya dengan tangannya. ¡°Aku baik-baik saja, Finno¡­ Vivin tiba-tiba merasa tidak nyaman saat sensasi panas menyebar di pipi merah mudanya. Jari-jarinya menyentuh kulit Vivin saat dia mengangkat kaki kiri Vivin untuk dilihat lebih dekat. Finno memeriksa lukanya dengan hati-hati dan alisnya berkerut khawatir. ¡°Ini berdarah.¡± Vivin tersentak saat sentuhannya menggelitik kulitnya. Dia tidak yakin apakah dia merinding karena rasa sakit atau sentuhannya yang menggetarkan. ¡°Tidak apa-apa, sungguh,¡± gumamnya. Sepertinya Vivin tidak bisa berucap js. Darahnya. mendidih dan jantungnya berdetak lebih cepat. Tapi Finno sama sekali tidak menyadarinya, karena dia telu mengkhawatirkan Vivin. Dia melepas tumitnya dengan segeralu menarik Vivin ke pinggangnya dengan tarikan kuat. Semuanya terjadi begitu cepat sehingga Vivin tidak punya waktu untuk bereaksi. Vivin meringis kesakitan dan yang dia tahu dia sudah berada di pelukan Finno, duduk di pangkuannya. Dia begitu dekat dengannya hingga bisa merasakan panas memancar dari tubuhnya di mm yang dingin itu ¡°Finno!¡± Dia menatapnya, bingung. This belongs to N?velDrama.Org: ?. Mata mereka bertemu. Vivin segera membuang muka dengan gugup. Tapi Finno tidak gentar. Dia bergegas memutar kursi rodanya ke arah mobil dan berkata, ¡°Ayo png.¡± Bab 18 Bab 18 Bab 18 Kau adh Istriku Png ke rumah? Vivin berhenti meronta dan matanya terblak kaget, namun takma kemudian kesedihannya mi mengalir. Rumah Aku tak punya rumahgi¡­. Meski dia tinggal bersama Finno, dia tidak pernah maengakui vnya sebagai rumah aslinya. Baginya, itu hanya atap di atas kepnya ketika tidak punya tempatin untuk pergi. Namun itu bukan rumahnya. Ini pertama kalinya. Vivin merasakan kehangatan bermekaran di hatinya bak musim semi pertama usai musim dingin yang panjang. Matanya yang mengamati wajah Finno tiba tiba terkejut saat dia membs tatapannya dengan tenang. Mereka menikah secara tiba-tiba. Namun melihat Finno, wanita itu berpikir memiliki seseorang di sisinya bukah ide buruk. Wajahnya santai dan akhirnya dia menyerah,lu melingkarkan lengannya di leher Finno. Sekarang mata Finno berkuan dengan gembira. Alisnya melengkung membentuk senyuman dan dia bergerak menuju mobil dengan bangga. Tidakma seth mereka masuk, mobil mju, menjauh dari Area Rumah Mewah Yasawirya. Saat Bentley hitam mi menghng dari pandangan, bayangan yang mengintai muncul dari sudut gp di sepanjang jn yang kosong. Di bawahmpu jn yang sepi, Fabian berdiri melihat pasangan itu pergi. Seth Vivin meninggalkan keluarga Martha, Fabian tidak mengejarnya, dan itu membuatnya gelisah. Dia mengkhawatirkan kesmatannya karena hari mi gp. Fabian bersan. sekenanya dan segera pamit seusai Vivin pergi. Dia melihatnya berjn dengan susah payah dm kegpan tetapi dia tidak bisa mengantarnya. png seth semua yang terjadi antara mereka. Jadi Fabian memutuskan untuk mengawasinya dari jauh sampai pria di kursi roda itu muncul. Meski Fabian tidak dapat melihat pria itu dengan js di kejauhan, diangsung tahu bahwa itu Finno ketika melihat mobilnya dan kursi rodanya yang ikonik. Tinjunya mengepal erat hingga kulit pucatnya memerah. Kenapa? Kenapa harus dia? Vivin, kau sudah menikah, kenapa kau harus berhubungan dengan pria ini? Kemarahannya membara saat dia menggigit bibirnya. ¡°Bian?¡± Sebuah suara lembut bergema dengan hati-hati dari bkang. Fabian berbalik ke arah suara itu dan mendekat dengan waspada. Itu adh Alin. ¡°Alin, kau di sini. Dia berjn ke arahnya,lu memegang tangannya yang dingin. Dia mencoba. menghangatkannya dengan menggosokkan ke tangannya. ¡°Kau harus pakai baju yang tebal. Ayo pergi.¡± ¡°Aku khawatir, jadi aku datang memeriksamu,¡± kata Alin lembut saat Fabian memeluknya. Tapi suaranya yang bergetar mengkhianatinya. Alin th melihat semuanya. Dia melihat seseorang mengangkat Vivin, dia juga melihat kebencian dan kemarahan di mata Fabian. Vivin Wirdi, kenapa Fabian tidak bisa melupakanmu?Aku sudah mengambil alih posisimu, tapi kenapa dia masih peduli denganmu? Original content from N?velDrama.Org. Dia menggigit bibirnya, kecemburuannya membuat wajahnya memucat. Vivin, sebaiknya kau menjauhi Bian. Ingat, aku masih memegang kartumu. Aku bisa saja membuatmu kehngan segnya hanya dm semm! Sesampainya di rumah, tubuh Vivin sudah menggigil tak terkendali. Dia teluma berada di luar dengan cuaca yang dingin, itu membuat sakitnya semakin parah. Dia beri ke kamar mandi dan mandi air panas untuk menghangatkan dirinya. Ketika dia keluar, Finno sudah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya. Ketika Finno melihatnya, dia segera mematikan pengering rambut dan mengacak-acak rambutnya. ¡°Keringkan rambutmu,¡± katanya, mmbaikan pengering rambut itu padanya. ¡°Tidak apa-apa. Nanti kering sendiri.¡± jawab Vivin, mmbaikan tangannya dengan acuh. Hari ini begitu panjang, dia sudah lh. Dia juga masih harus mencuci baju. Tapi ketika akan pergi, Finno mencengkeram pergngan tangannya dan menariknya kembali. ¡°Kau kedinginan. Akan semakin parah ku kau tidak mengeringkan rambutmu.¡± Tanpa menunggu dia setuju, Finno menariknya dengan tarikan kuat dan mendudukkannya di kursi di depan meja rias. Finno memposisikan kursi rodanya tepat di bkangnya dan segera menykan pengering rambut. Vivin duduk di kursi sembari mencuri pandangan dari cermin. Sedangkan Finno mengacak-acak rambutnya dengan lembut sementara tangan satunya memegang pengering rambut. Hian rambut yang menggelitiki wajahnya membuat wanita itu bersin. ¡°Nah, sudah kuberitahu, kan? Kau makin kedinginan. Jangan kayak anak kecil, sekarang mi jaga dirimu.¡± Kata-katanya membawa kembali kenangan indah. Sudahma tidak ada yang mengomelinya seperti itu. Saat emosi membanjiri dirinya, anak anak sungai mi mengalir di pelupuk matanya. Astaga, kenapa aku menangis karena orang-orang bodoh itu? Bahkan, mereka bukan keluargaku. Vivin mengedip- kedipkan matanya saat dia melihat wajah Finno yang terpahat dan menawan sedang mengeringkan rambutnya. ¡°Finno, bolehkah aku bertanya?¡± Vivin tiba tiba melontarkan pertanyaan tanpa pikir panjang. ¡°Apa itu?¡± Karena sudah tembat jika ingin memperbaiki situasinya, Vivin hanya bisa menggigit bibir,lu mnjutkan bicara, ¡°Apa kau membenciku ku aku mkukan sesuatu yang memalukan? Tapi ini hanya pengandaian saja.¡± Alis Finno berkedut saat mendengar suaranya yang malu-malu ditengah suara berisik pengering rambut. Dia memiringkan kepnya dan menatap Vivin di cermin. Kulitnya pucat, matanya berian tanpa arah melewati kosmetik di atas meja rias. Finno tahu, Vivin cemas menunggu jawaban namun juga takut mendengarnya. Finno tahu betul apa yang dia maksud. Karna dia sudah mencari tahutarbkangnya, namun dia memilih untuk tidak membahasnya. Finno tidak akan pernah mengungkitnya, sampai dia siap untuk terbuka padanya. Pikirannya berpacu cepat saat dia memikirkan jawabannya, diam-diam bibirnya melengkung membentuk senyum. Apa artinya dia akhirnya terbuka padaku? ¡°Aku tidak peduli apa yang kaukukan di masalu. Kau tetap istriku, dan tidak akan ada yang mengubahnya,¡± kata Finno pehan tapi pasti. Aku tidak peduli apa yang kaukukan di masalu. Kau tetap istriku, dan tidak akan ada yang mengubahnya. Kata-kata itu keluar dengan mudahnya. Tetapi bagi Vivin, itu sangat berarti baginya. Dia menunduk seperti anak yang baru saja mkukan keshan, tatapannya terkunci pada jari- jarinya yang gelisah. ¡°Terima kasih, Finno.¡± Suaranya serak saat mengucapkannya. Terima kasih, kau slu mengulurkan tanganmu saat harapan-harapanku th pupus. Terima kasih, kau slu ada saat aku sangat membutuhkanmu. Terima kasih, kau mau menjadi rumah ketika tak ada lagi tempat ku untuk png. Kata-katanya yang meyakinkan menggema di benaknya, dia mengh nafas lega. Dia akhirnya bisa tidur nyenyak seth hari yang panjang. Seth Finno selesai mengeringkan rambutnya, Vivin Finno duduk di sudut tempat tidur seth tahu dia tidur nyenyak. Dia merenungi semua yang th terjadi. Tanpa dia sadari banyak hal yang berubah, ada sesuatu yang membuatnya cemas. Dia tidak bisa menjskan sensasi terbakar dirasakannya saat melihat Vivin tidak berdaya dan sendirian di area Rumah Mewah Yasawirya. Rasa itu bagai duri tajam yang menusuki hatinya, dan membuatnya teramat sakit. Ada apa denganku? Vivin, wanita yang dinikahi hanya untuk membungkam kakeknya itu, sekarang begitu berarti baginya. Ku bukan begitu, dia pasti tidak peduli padanya. Finno mengetuk-ngetukkan jarinya dengan putus asa saat dia mencoba memahami perasaan. yang sebenarnya. Akhirnya, dia meraih ponsel dan menelepon Noah. ¡°Noah, aku ingin kau mkukan sesuatu. Kumpulkan semua info tentang masalu Vivin. Aku ingin yang detail kali ini.¡± Suara perintahnya serius dan apatis menggema di ruangan yang Bab 19 Bab 19 Bab 19 Perjnan Bisnis Pagi tiba dan Vivin bangun seth terlp dengan nyenyak. Dia bangun setengah jam lebih awal. Seth mandi, dia menykanptopnya dan segera mi menulis surat pengunduran diri. Dia tidak peduli orang akan menganggapnya sebagai pengecut yang mrikan diri, dia tidak bisa bekerja di bawah Fabiangi. Saat dia sedang mengetik dengan marah, teleponnya berdering dan nomor rumah sakit muncul di layar. ¡°Dengan Ibu Vivin? Pagi ini gelombang otak pasien berfluktuasi. Kemungkinan Ibu Anda akan segera sadar.¡± Mata Vivin memblak dengan senyum lebar di wajahnya. ¡°Ibuku akan sadar?¡± ¡°Ya, ada kemungkinan begitu. Tapi kami tidak ingin telu percaya diri,¡± kata dokter. ¡°Saya mengerti. Saya akan tetap menunggunya meski bertahun-tahunmanya!¡± seru Vivin, melompat berdiri. ¡°Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Sekarang kami memberi perawatan yang berbeda. karena kondisinya membaik. Tetapi Anda perlu mempersiapkan biaya perawatan.¡± Suara dokter semakin dm. ¡°Jangan khawatir, saya th mengurus asuransi kesehatannya. Dan saya akan membayar semua. biaya yang tidak ditanggung asuransi.¡± Seth meyakinkan dokter bahwa dia akan mencari cara untuk membiayai perawatan ibunya, Vivin menutup telepon. Dia duduk kembali dan melihat surat pengunduran dirinya yang baru setengah terketik. Akhirnya dia menghapus semua ketikannya dengan bibir mengerucut. Dia tidak bisa kehngan pekerjaannya sekarang. Karena dia harus membayar perawatan ibunya, sin itu tidak mudah mendapat pekerjaangi dm waktu dekat. Vivin bergegas bersiap-siap dan segera berangkat kerja. Dia akan menghadapi apa pun yang akan terjadi. Karena Finno belum png sejak pagi, dia menyudahi sarapannya tergesa-gesa dan segera memanggil taksi. Perusahaan majhnya baru-baru ini mendapatkan proyek jangka panjang yang besar dengan perusahaan majhin di Kota Langsa. Perusahaan menyepakatinya, bahkan Fabian mkukan perjnan bisnis untuk menyelesaikan rincian kontrak. Memikirkan hal ini, Vivin hanya bisa mengh nafas lega. Dia berharap Fabian akan segera pergi, maka dia tidak harus menghadapinya di perusahaan. Tetapi semuanya tidak sesuai harapan. Tidakma seth dia tiba di kantor, Leli Junarta, editor senior, bergegas menghampirinya. ¡°Vivin, kau harus bersiap-siap sekarang. Kau akan mkukan perjnan bisnis ke Kota Langsa dengan Pemimpin Redaksi.¡± Vivin melompat dari kursinya dan menatapnya dengan bingung. ¡°Bu Lely, bukankah Pemimpin Redaksi punya asisten pribadi? Seharusnya bukan aku yang mkukan perjnan bersamanya!¡± Editor senior menatapnya dan mengangkat bahu. ¡°Yah, jika kau keberatan, kau harus bicara dengan Pemimpin Redaksi sendiri. Dia yang memintamu pergi.¡± Vivin memutar matanya dan mengepalkan tangannya. Apa yang ingin diakukan?Dia akan segera menikah! Apa yang dia inginkan dariku? Vivin berjn menuju kantor Fabian tanpa membuang waktu. Dia harus berbicara dengannya. Tetapi sebelum dia bahkan bisa mengetuk pintu, pintu kantor terbuka di depannya dan di sana Fabian berdiri tepat di depannya. Dia tertegun pada awalnya, tetapi dia dengan cepat menenangkan diri dan menatapnya dengan dingin. ¡°Vivin, tunggu apagi? Kita pergi sekarang.¡± Vivin memelototinya dan menjawab, ¡°Pak Normando, aku tidak akan pergi bersamamu.¡± Merasakan tekad dm suaranya, Fabian sangat marah. ¡°Akh yang memutuskan semua di sini. Jika kau tidak menurut, kau bisa mengundurkan diri kapanpun kau mau.¡± Vivin menggertakkan giginya, mencoba menn amarahnya kembali. Dia bisa saja menyerahkan surat pengunduran diri jika mau, jadi dia tidak perlugi mwan. Fabian Normando. Tetapi karena rumah sakit menelepon pagi ini, dia tidak bisa mkukannya. sekarang. Dia masih butuh uang itu. Fabian mencibir saat dia menatap tanpa sepatah katapun. ¡°Karena kau tidak bisa pergi sesukamu, lebih baik kau bersiap-siap sekarang. Penerbangannya jam 3. Ketinggn penerbangan berarti kau kehngan pekerjaan.¡± Dia berbalik dan pergi tanpa menunggu persetujuan Vivin. Tapi sepertinya Vivin tidak punya pilihan. Dia harus menurut dengan apa yang dia katakan. Vivin menggerutu sambil mengeluarkan ponselnya dan menelepon Muti untuk mengemasi barang bawaannya. Seth mendapat teleponnya, Muti bergegas mengemasi barang-barang Vivin. Dia menyiapkan semuanya dm satu jam, bahkan membawa barang bawaan Vivin ke kantornya. ¡°Terima kasih banyak ya Mbak Muti. Maaf merepotkanmu. Aku bener-benar tak punya waktu untuk png dan berkemas,¡± kata Vivin meminta maaf sambil mengambil kopernya dari Muti. This belongs to N?velDrama.Org: ?. Muti senyum sopan pada Vivin. Para pyan sangat patuh pada istri tuan mereka. Vivinpun juga slu sopan, pengertian, dan rendah hati ketika berbicara dengan para pyan. ¡°Tidak perlu begitu Nyonya, Ini sudah menjadi tugas saya. Apa Nyonya sudah mengabari Tuan Finno tentang ini? Vivin terkesiap. Dia benar-benar lupa memberi tahu Finno tentang perjnan bisnisnya. Dia begitu diliputi kemarahan karena permintaan konyol Fabian sehingga dia benar-benar lupa memberi tahu Finno. ¡°Aku akan memberitahunya,¡± kata Vivin sambil mmbaikan tangan pada Muti. Dia meraih ponselnya begitu dia kembali ke mejanya dan menelepon Finno. Tapi dia tidak mengangkat. Mungkin dia sedang rapat. Karena berpikir itu bukah hal yang begitu penting, dia memutuskan untuk mengirim pesan singkat saja daripada meneleponnyagi. Seth mengirimi Finno pesan, dia pergi ke bandara bersama Fabian. Di Finnor Group, Finno menggulirkan kursi rodanya ke kantor presiden untuk berbicara dengan Noah. ¡°Mengenai proyek Kota Langsa, lebih baik dbatalkan saja. Pihakin tampaknya tidak telu tertarik dengan proyek tersebut.¡± Noah mengangguk dan menulis sesuatu di buku catatannya. ¡°Baih. Oh iya Pak, tadi Ibu Vivin menelepon saat rapat.¡± Tangan Finno berhenti dan dia berbalik. ¡°Vivin menelepon?¡± Dia agak terkejut, tetapi sesuatu yang mendesak pasti terjadi. Finno mengambil ponselnya dari Noah dan melihat pesan WhatsApp-nya. Sesuatu tiba-tiba terjadi di perusahaan dan aku harus mkukan perjnan bisnis sma beberapa hari di Kota Langsa dengan Pemimpin Redaksi. Finno terlihat kesal ketika membaca pesannya. Bukan karena dia tembat memberitahu, tapi karena pesan perpisahannya yang terdengar kaku. Dia mengunci ponselnya dan mengh nafas kecewa. Noah merasa ada yang tidak beres, jadi dia. dengan cepat menyerahkan setumpuk dokumen ke Finno. ¡°Pak, ini semua informasi yang saya dapatkan tentangnya.¡± Finno mengambil map tebal itu darinya dan membukanya. Wajahnya memerah dan menegang seth membaca hanya beberapa baris di hman pertama. Dia membanting folder itu hingga tertutup dan matanya terbakar amarah. ¡°Kita pergi ke Kota Langsa, sekarang!¡± Bab 20 Bab 20 Bab 20 Pelecehan yang Keteluan Saat Finno baru saja berangkat ke Kota Langsa, Vivin dan Fabian sudah dm perjnan. Di kabin ks bisnis, Vivin terlihat gelisah duduk di samping Fabian. Awak kabin baru saja mengantarkan hidangan, menu kali ini adh pae. Vivin sangat benci seafood, dia bahkan tidak ingin menyentuhnya sama sekali. ¡°Masih benci seafood?¡± Fabian bertanya sembari menyeringai. ¡°Kuakui, ingatan Pak Pemimpin Redaksi masih berfungsi dengan baik,¡± jawab Vivin dengan kejam. Dia sudah muak dengan Fabian hari ini. ¡°Tentu. Aku ingat apapun tentang cinta pertamaku,¡± kata Fabian pehan seth menyesap kopi. Vivin memejamkan mata dan menarik napas dm-dm. Dia tidak ingin bertengkar dengannya di pesawat. Tapi Fabian tidak menyadari ksinya. ¡°Lagi p, bagaimana aku bisa lupa dengan cinta pertama yang mempermainkan perasaanku?¡± dia menambahkan. Ingatan itu kembali membanjiri pikirannya dan membuat wajahnya memucat. ¡°Pak Normando, aku tidak tahu siapa yang dipermainkan dengan bodoh di sini, tapi yang js bukan aku yang menyembunyikan identitas Secara sengaja.¡± Ekspresi wajah Fabian sedikit berubah sebelum dia akhirnya terkekeh. Dia tidak sangka Vivin akan membs cibirannya. ¡°Tentu saja. Harusnya kuberitahu kau lebih awal, bukan? Supaya kau tidak mengkhianatiku dan melemparkan dirimu sendiri ke pria tua usianjut. Fabian dengan sengaja meninggikan suaranya. Sehingga penumpang dan pramugari yang mendengarnya terblak heran. ¡°Fabian, apa maksudmu?¡± Bentak Vivin. Fabian mencondongkan tubuhnya lebih dekat dan menatap mata Vivin. Sementara wajah Vivin memucat karena malu sekaligus marah. Seketika, Fabian merasa menyesal mkukan itu padanya. Namun, tidak memungkiri, dia memang tidak lupa tentang apa yang dilihatnya semm. ¡°Vivin, apa kau takut orang-orang mengecapmu buruk seth mkukan hal tidak senonoh itu?¡± Vivin menatap tajamn padanya. Fabian th melontarkan hinaan kurang ajar sejak mereka naik pesawat. ¡°Apa yang kkukan bukan urusanmu!¡± dia berteriak. Kali ini Fabian tidak meninggikan suaranya. Dia menatap dingin dan berkata, ¡°Percuma kau bicara seperti itu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu atas semua yang pernah kaukukan.¡± Mata Vivin memblak tajam padanya dan jantungnya berdebar kencang. Dia akhirnya tahu kenapa Fabian bersikeras ingin mkukan perjnan bisnis bersamanya. Dia hanya ingin mempermalukannya dan menyiksanya atas rasa sakit yang Vivin berikan padanya. Dia hanya ingin bs dendam. Dan benar, seth mereka tiba di kota Langsa, Fabian mengajak Vivin menghadiri jamuan bisnis. Karena dia tahu Vivin membenci pertemuan formal seperti itu Karena hanya Vivin wanita yang berada di sana, diangsung menjadi pusat perhatian. Mitra bisnis bergiliran bersng dengannya, Sedangkan Fabian hanya diam. Bahkan sudah tak terhitung berapa gs yang dia tenggak untuk bersng. ¡°Pak. Normando, saya baru tahu Anda punya sekretaris yang cantik! Seru Pak Hendra sembari menatap Vivin dari atas sampai ujung kaki. Dia pemimpin redaksi perusahaanin yang berusia empat puluhan. Vivin menundukkan dengan canggung karena tidak tahu harus berbuat apa. Dia slu merasa tidak nyaman berda di pertemuan seperti itu. ¡°Ambil saja, jika Anda suka,¡± jawab Fabian dengan tawa ringan, bahkan tanpa menjskan bahwa Vivin sebenarnya bukan sekretarisnya. Mendengar itu, seketika Vivin mendongak kaget dan menatap Fabian. Dia tidak percaya dia akan menghinanya terang-terangan di depan sekumpn orang asing itu. ¡°Anda pasti bercanda, Pak Normando!¡± Pak Hendra tertawa terbahak-bahak. ¡°Saya serius. Anda bisa membawanya jika Anda mau. Anggap saja ini sebagai tanda penghargaan dari perusahaan kami!¡± ng Fabian. Wajah Vivin memanas dan merah karena alkohol yang bercampur dengan rasa malu. Dia tidak percaya Fabian yang sekarang adh pemuda yang dulu dia cintai. Fabian dulunya pemalu yang akan menghindar dari orang asing. Tapi dia banyak berubah seth dua tahun. This belongs to N?velDrama.Org: ?. Vivin bahkan bertanya-tanya apakah Fabian yang dulu dia kenal itu asli atau tidak. Fabian menatapnya dari sudut matanya dan memiringkan kepnya. ¡°Apa yang kau tunggu? Tuangkan Pak Hendra minum!¡± Tangannya gemetar saat melihat Pak Hendra tersenyum menyeramkan padanya. Dia benar- benar jijik tapi dia tetap menuruti kata Fabian. ¡°Pak. Hendra, untuk kesuksesan kerjasama kita,¡± kata Vivin dingin. Dengan senyuman terpaksa, dia mencuri pandang padanya saat menyerahkan segs anggur. Namun alih-alih mengambil gs darinya, Pak Hendra meraih dan mengusapkan jari kasarnya. ke tangan Vivin. ¡°Ayh, nona muda, kau tidak harus sesopan ini. Kita pasti bisa bekerja samagi nantinya!¡± Pak Hendra menyeringai cabul saat dia menekankan kata-katanya, memastikan dia pahan apa yang sebenarnya dia maksud. Vivin berusaha untuk menarik tangannya tetapi Pak Hendra menk untuk melepaskannya. Di sampingnya Fabian terlihat mencengkeram erat gsnya melihat Pak Hendra melecehkan Vivin. Kemarahan mencekik dadanya, seketika membuatnya berdiri. ¡°Pak Hendra! Untuk kerjasama kita!¡± Fabian angkat bicara. Pak Hendra akhirnya terpaksa melepaskan Vivin dan bersng dengan Fabian. Menyadari kesempatannya meloloskan diri, Vivin bergegas pergi ke kamar mandi. Namun dia merasa mual saat berpegangan pada dinding dan berjn pehan menuju kamar mandi. Aku pasti mabuk. Sesampainya di kamar mandi, dia bergegas menykan keran di wastafel dan mencuci wajahnya. Perutnya melilit dan kepnya sakit berdenyut-denyut. Sin! Vivin benar-benar tidak tahu maksud perku Fabian. Dia tahu Fabian membencinya sma ini. Tapi kenapa dia tiba-tiba meluapkan semua amarah padanya. Vivin memijat pelipisnya, berharap itu akan membuatnya merasa lebih baik. Dia sangat membenci pertemuan hari ini. Semua benar-benar diluar dugaannya, Fabian jauh lebih menjengkelkan, sedangkan Pak Hendra memandanginya seperti pria cabul. Vivin punya firasat buruk begitu dia keluar dari kamar mandi, jadi dia mengirim pesan ke Fabian, yang isinya dia akan kembali ke hotel lebih dulu. Namun ketika hendak berbelok, terdengar suara tidak asing dari bkangnya. Itu Pak Hendra. ¡°Nona, kenapama sekali? Aku menunggumu!¡± Dia berbalik dengan gugup dan melihat Pak Hendra bersandar di dinding. Dia pasti menunggunya sma ini. Bab 21 Bab 21 Bab 21 Kau Hadiah dari Perusahaan Majh Vivin memaksakan diri untuk tetap tenang, dia bertanya, ¡°Anda akan ke kamar mandli, Pak Hendra?¡± ¡°Tentu saja tidak¡­¡± matanya memblak lebar dan beri ke arahnya. Vivin tersentak oleh bau alkohol pada tubuhnya. ¡°Aku di sini untukmu¡­¡± Vivin hampir muntah mendengarnya. Kau di sini untukku?Seusiamu pantas jadi ayahku! ¡°Lucu sekali, Pak,¡± kata Vivin sambil tersenyum kaku. Dengan tangan berpegangan ke dinding. Vivin mencoba berjn menuju kamar mandi wanita, namun seketika pria itu meraih lengannya. ¡°Hei, Nona¡­ Apa kau tidak menyukaiku?¡± Pak Hendra cemberut. Tentu saja tidak! Vivin seketika ingin membentak, namun demi pekerjaan, dia menahannya. ¡°Pak Hendra, Anda mabuk.¡± ¡°Haha! Tidak mash! Aku bisa berjn denganmu!¡± Cibirnya, Dia tiba tiba mendekat dan menjepit Vivin ke dinding dengan perutnya yang besar. ¡°Akan kutunjukkan betapa lihainya aku di ranjang!¡± Vivin memelototinya dan mi mwan. ¡°Hei! Jaga ucapan Anda, Pak Hendra!¡± Berontakannya membuat Pak Hendra kesal, seringainya seketika berubah menjadi cemberut. ¡°Berhenti mwan, Vivin Wirdi! Pemimpin Redaksi sudah memberikanmu padaku!¡± Seh-h kepnya meledak, Vivin hanya bisa menatap kaget Pak Hendra dan seakan tidak percaya. ¡°Apa maksudmu?¡± ¡°Berhenti pura-pura tidak tahu!¡± Pak Hendra menggeram, menempelkan wajahnya ke wajah wanita di hadapannya. ¡°Pemimpin Redaksi setuju ku kau adh hadiah untukku. Jadi, sekarang kau milikku!¡± Pikiran Vivin kosong, lengannya lemah terki ke samping karena sedih, Dia mungkin membenciku atas apa yang terjadi dua tahunlu, tapi kenapa dia mkukan hal hina seperti ini?Apa baginya aku hanya seorang pcur? Tiba-tiba, Vivin mendongak melihat sosok yang dikenalnya di ujung koridor. Itu Fabian! Fabian mengejarnya karena khawatir akan kesmatannya. Dia curiga padanya sejak memergoki Pak Hendra memperhatikan Vivin sepanjang makan, dan kecemasannya meningkat ketika Pak Hendra keluar mengikuti Vivin takma seth dia pergi ke kamar mandi. Adegan di depannya membuatnya tak berdaya. Pak Hendra dengan mudahnya menikam pahatan tubuh kecil Vivin ke dinding, namun Vivin tetap diam, seh-h dia mengizinkan Pak Hendra beku seperti itu. Fabian merasa darahnya mendidih. Kenapa kau tidak mwan, Vivin Wirdi?Apa kau benar benar pcur seperti yang kupikir? Apa kau suka pada pria tua menjijikan semacam Pak Hendra? Fabian berpikir untuk menarik Pak Hendra menjauh darinya, tapi tiadanya pewanan dari Vivin mengecewakannya. Apa gunanya membantunya?Bagaimana jika memang dia menyukai pria tua itu? Bukankah aku akan merusak kebahagiannya jika ikut campur? Dengan itu, Fabian berbalik dan meninggalkan tempat itu tanpa ragu sedetik pun. Adapun Vivin, secercah harapan muncul ketika dia melihat Fabian. Tidak mungkin dia memberikan staff wanitanya sebagai hadiah, bahkan jika dia membenciku sekalipun! Namun, sebelum dia bisa membuka mulutnya untuk berteriak minta tolong, Fabian sudah berbalik dan pergi. Wusssh! Secercah harapan terakhir Vivin sirna dan hancur berkeping-keping ketika melihat Fabian meninggalkannya. Kanapa kaukukan itu, Fabian?Bukankah kau melihatku? Kenapa kau pergi begitu saja? Vivin bergidik. Mungkin Pak Hendra benar¡­ Fabian memang mkukannya¡­ Dia mi gemetar tak terkendali. Kenapa Fabian? Kenapa kau mkukannya? Tiba-tiba, bau busuk memenuhi lubang hidungnya, mengangkat kepnya melihat Pak Hendra. th menempelkan bibirnya ke wajahnya. ¡°Eh! Menjauh dariku!¡± teriaknya, memukul wajahnya dengan tangannya dan meninggalkan bekas merah di pipinya. Sayangnya, itu hanya membuatnya semakin marah. ¡°Vivin Wirdi!¡± teriaknya, menjambak rambutnya dengan kasar. ¡°Apa kau masih ingin kerja?¡± Vivin mengerutkan wajahnya karena takut dan kesakitan. Ketika dia melihat Pak Hendra mengangkat tangan dan bersiap untuk menamparnya, dia memejamkan mata untuk menahan rasa sakit. Namun, rasa sakit menyengat itu tidak pernah datang. Bahkan, yang dia dengar, Pak Hendra memekik ketakutan dan menjauh darinya. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g ¡°Pak Normando? Sedang apa Anda di sini?¡± Bab 22 Bab 22 Bab 22 Wanita itu Milik Finno Pak Normando? Vivin membuka matanya untuk melihat sosok yang dikenalnya di kursi roda. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Matanyangsung terblak. ¡°F.Finno?¡± Apa aku mimpi? Finno mengamati dari ujung kep hingga ujung kakinya, memandangi wajahnya yang memerah, matanya yang berbinar, dan pakaian yang memeluk lekuk tubuh indahnya. Kecantikannya membuatnya kesal. Siapa yang bekerja dengan pakaian seperti itu? Tidak heran jika banyak orang mesum tertarik padanya! Finno mengabaikan Vivin, tatapan tajamnya melesat ke Pak Hendra. Awalnya Pak Hendra hendak menampar Vivin. Namun tiba-tiba Finno muncul entah dari mana dan dengan sigap menghentikan tangannya. Finno memang terikat kursi roda, tetapi itu sama sekali tidak menghnginya, Badannya yang tinggi membuatnya terlihat seperti orang sehat. Finno adh tokoh terkemuka di industri majh, tak heran jika Pak Hendrangsung mengenalinya. Lemak di pipinya bergetar saat terkejut melihat Finno, senyuman terpaksa muncul di bibirnya. ¡°Pak. Normando? S-sedang apa Anda di sini?¡± Tatapan Finno lebih dingin daripada es, namun Pak Hendra berkeringat seakan dia berdiri di bawah teriknya matahari. Seth Finno menghu tangan pria tua itu ke arah samping, segera dia menyeka tangannya dengan tisu. Dia meludah dan memperlihatkan betapa jijik dirinya, ¡°Enyah!¡± Pria itu linglung karena mabuk, jadi dia bergegas pergi. Fabian berjn keluar dari restoran dengan pikiran yang masih terbayang kejadian di koridor. Ponselnya yang tiba-tiba berdering menyadarkannya darimunan. ¡°Hei! Fabian! Anda ingin membunuhku?¡± Pak Hendra berteriak begitu Fabian menjawabnya. ¡°Hah?¡± Jawab Fabian bagai orang tertangkap basah. ¡°Kenapa Anda tidak memberitahuku ku Vivin punya hubungan dengan Pimpinan Perusahaan Finnor?¡± Pak Hendra menuntut. ¡°Apa?¡± ¡°Apa maksudmu ¡®apa? Finno Normando datang tepat sebelum aku mendapatkan keinginanku! Kenapa Anda tidak memberitahuku tentangnya? Ku aku tau, aku pasti menghindar dari wanita itu!¡± Mendengarnya, Fabian mematung. Finno di sini?Sejak kapan dia datang? ¡°Hei¡¯ Fabian! Halo?¡± Pak Hendra terus menggonggong padanya, tetapi dia tak punya kesabaran untuk mendengarkannya. Dia tidak menunjukkan identitas aslinya sebagai cucu keluarga Normando, jadi wajar saja jika dia sering dimarahi orang-orang bawahan seperti Pak Hendra. Seth tersadar dari tatapan kosongnya, dia segera mengeluarkan ponselnyagi dan menelepon Vivin. Terdengar suara khas menelepon yang panjang, namun takma kemudian ada suara pria yang menyambut. ¡°Halo?¡± Jantung Fabian berdetak kencang, seketika itu dia akhiri teleponnya tanpa ragu sedetik pun. Dia menatap ponselnya cukupma sebelum tertawa terbahak-bahak. Aku mengenali suaranya!Ini kan Finno? Jangan bng itu benar¡­Mereka tinggal bersama? Fabian hampir menangis karena tertawa. Nama kontaknya di teleponnya itu tiba-tiba terasa seperti jarum yang menusuki matanya. Oh¡­ Vivin¡­ Apa shku? Kenapa kau membuatku menderita? Kau sudah menikah, tapi kenapa masih mengincar priain? Dan kenapa harus Finno? Di sisiin, Finno meletakkan ponsel Vivin pehan dengan tatapan kosong. ¡°Siapa?¡± Tanyanya lemah, dia sudah setengah tidur karena alkohol. Dan Finno membantunya mengangkat telepon, karena melihatnya begitu mabuk. ¡°Hanya spam,¡± jawabnya. ¡°Oh¡­¡±jawab Vivin sambil memegangi kepnya yang berdenyut-denyut. ¡°Kepmu sakit?¡± Finno bertanya dengan lembut karena tahu dia kesakitan. ¡°Ya.¡± ucap vivin. Ketika sepasang tangan mendarat di pelipisnya, Vivin terkesiap ¡°Bagaimana?¡± Finno bertanya sambil mengusap pelipisnya dengan lembut. Jari-jarinya terasa dingin di kulitnya yang terbakar, dan membuat jantungnya berdegup kencang sma beberapa saat Dia bergeser menjauh. ¡°T-Terima kasih. Aku sudah enakan.¡± Namun, Finno segera menariknya. ¡°Jangan bergerak!¡± perintahnya dengan dingin. Bab 23 Bab 23 Bab 23 Bantu Aku Menyingkirkannya Vivin membeku dan memilih membuang jauh pandangannya ke luar jend mobil. Cahaya remang- remangmpu jn itu membiaskan ekspresi Finno tampak lebih tegas dari biasanya, seakan ada yang mengusik pikirannya. Vivin tersadar. ¡°Apa kau marah?¡± Pria mana yang tidak marah melihat istri mereka dilecehkan¡­ ¡°Menurutmu?¡± dia bertanya, membuat suhu di dm mobil turun beberapa derajat. ¡°Maafkan aku¡­¡± bisik Vivin. ¡°Cuma itu?¡± kata Finno sambil menaikkan sebh alisnya. Vivin terbeku, seketika seperti ada yang muncul dibenaknya. ¡°Hei! Jangan berpikiran buruk!¡± serunya. ¡°Itu hanya jamuan bisnis biasa¡­ Dan aku tidak tahu ku Pak Hendra akan berbuat seperti itu¡­¡± Dia takut Finno akan sh paham seperti Fabian dua tahunlu. Bahkan, Vivin ketakutan keshpahaman itu ternggi, Finno adh suaminya sekaligus satu-satunya orang yang peduli padanya, dia sama sekali tidak ingin Finno membencinya. Finno menatap dengan ktan aneh di matanya. ¡°Aku tahu,¡± katanya, terdengar santai. Vivin mengh napas lega, Namun membeku kembali ketika Finno berbicaragi. ¡°Jangan pergi ke jamuan bisnis seperti inigi.¡± Vivin mengangguk patuh. Saat Finno memijat pelipisnya, tanpa disadari dia bersandar nyaman di bahunya. Finno menggigil ketika merasa sesuatu menjr ke bahunya dengan lembut. Dia menurunkan pandangannya untuk melihat kep yang terki nyaman di bahu miliknya, memandangi pipinya yang kemerahan, bulu mata yang panjang, dan bibir yang sedikit terbuka. Matanya melebar sesaat. Perasaan apa ini¡­ ¡°Vivin¡­¡± ucapnya serak. ¡°Hmm?¡± Vivin cemberut saat dia mendongak. Vivin terkesiap ketika menyadari jarak wajah mereka kurang dari lima sentimeter. ¡°Ah! maaf?¡± serunya, seketika dia bergerak menjauh darinya. Namun, sebelum dia bisa bereaksi, tangan Finno dengan sigap meraih dagunya. Dan mengecup bibir merahnya tanpa ragu Bibirnya yang dingin menyadarkannya dari mabuk. Finno menciumku? Dia benar-benar menciumku? Saat mereka sampai di hotel, Vivin sudah tertidur. Finno menggendong Vivin di pangkuannya dan membawanya masuk ke kamar. Ketika mengangkatnya ke tempat tidur, dia melihat pergngan tangan Vivin yang merah karena mwan Pak Hendra. Tatapannyangsung dingin, dia segera mengeluarkan ponselnya untuk menelepon. ¡°Hei, Finno! Sudahma tidak mendengar kabar darimu!¡± Orang di ujung telepon itu menjawab dengan santai. ¡°Aku butuh bantuanmu,¡± kata Finno. Siapa pun yang akrab dengannya pasti bisa merasakan nada berbahaya dm suaranya. ¡°Wow! Itungka! Katakan saja, dan aku kkukan!¡± ¡°Aku ingin kau menyingkirkan seseorang,¡± kata Finno, suaranya menggeram pn. ¡°Dia menyakiti wanitaku, jadi dia harus menderita.¡± Keesokan paginya, Vivin bangun dengan sakit kep hebat karena pengaruh alkohol semm. Dia berjuang untuk bangun dari tempat tidur, terdengar suara tenang yang membuatnya membeku. ¡°Kau sudah bangun?¡± Vivin mendongak untuk melihat hidangan yang sudah menunggunya di atas meja dan Finno duduk di dekatnya. ¡°Finno?¡± Seru Vivin, sesaat sebelum kejadian mm itu membanjiri pikirannya. Aku hampir dilecehkan Pak Hendra, dan Finno muncul menymatkanku¡­ Tunggu, apa yang kita lakukan di mobil seth itu?Astaga¡­ Kita berciuman? ¡°Ada apa?¡± Finno bertanya ketika melihatnya tidak segera turun dari tempat tidur. ¡°Kau baik baik saja?¡± Original content from N?velDrama.Org. Vivin menatapnya dengan kaget, Kamar Finno adh Presidential Suite yakni tipe kamar hotel terbaik dan paling mahal. Sehingga sorot mentari itu bisa masuk melewati jend raksasa dan menyinari wajahnya dengan ku keemasan. Dia tampak seperti dewa sejati, meski ekspresi kosong di wajahnya mengingatkan bahwa dia hanyh manusia tampan yang fana Hal itu membuat Vivin merasa ciuman itu hanya ilusi. ¡°A-aku baik-baik saja!¡± dia tergagap saat dia turun dari tempat tidur, sesaat kemudian dia terkejut melihat pakaiannya berubah. Itu adh kemeja putih yang telu besar untuknya, ujungnya menjuntai hingga ke pahanya. ¡°B-Baju apa ini?¡± ¡°Kau lupa?¡± Finno bertanya, mengangkat alis. ¡°Kau muntah tadi mm ketika mabuk. Lalu aku. minta tolong wanita karyawan hotel untuk mengganti bajumu dengan kemejaku.¡± Oh¡­ Jadi karyawan hotel yang mkukannya¡­ Vivin mengh nafas lega, tanpa memperhatikan tatapan Finno yang mengamatinya dari ujung kep sampai ujung kaki. Finno menyeringai, seth membeku saat melihat Vivin bangkit dari tempat tidur. Bab 24 Bab 24 Bab 24 Kekacauan Kemeja yang dikenakan Vivin terlihat besar di tubuh mungilnya, membuat tng belikat dan kaki rampingnya slu terlihat. Finno segera memalingkan wajahnya yang memerah. Finno sering kali bangga dengan sikap pengendalian dirinya, namun untuk kali ini dia harus meminum beberapa teguk air dingin untuk menenangkan dirinya sendiri. Vivin yang sedari tadi duduk dimeja, tidak menyadari keanehan pada Finno. ¡°aku png sore ini¡± kata Finno saat mereka tengah makan. ¡°kamu ikut?¡± Vivin mencoba mengingat kejadian mm sebelumnya dan sambil mengangguk dengan yakin.. ¡°Aku akan ikut denganmu.¡± Vivin tidak peduli soal hubungannya dengan Fabian, sekalipun itu harus dibayar dengan kehngan pekerjaannya di kemudian hari. ¡°Baih¡± ¡°Oh, sebelum aku lupa,¡± kata Vivin. ¡°Sedang apa kamu di Kota Langsa?¡± Tangan Finno terhenti sejenak, tapi dia kembali tenang dengan cepat. ¡°Aku ada meeting di menit- menit terakhir.¡± ¡°Oh, Begitu¡± kata Vivin, sembari menyuap sesendok makanan ke dm mulutnya. Seth mereka mengambil pakaian dari toko dry cleaning, merekangsung menuju Bandara untuk mengejar penerbangan mereka kembali ke Metro City. Noah sudah menunggu, ketika mereka tiba di lobby. Alisnya terangkat saat dia melihat Vivin berjn menghampirinya. Pantas saja dia terburu-buru untuk datang ke Kota Langsa! Dia disini untuk Ibu Normando! ¡°Tuan Normando, ini ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani,¡± kata Noah, sembari menyembunyikan keterkejutannya. Dia mencoba melirik ke arah Vivin ketika menyerahkan dokumen itu kepada Finno. Noah sudah mendengar beberapa rumor tentang Ibu Normando sebelumnya, dan dia tidak menyangka bahwa cinta pertama Ibu Normando adh¡­. ¡°Ehhem¡± Noah jadi sedikit canggung dan ketika Noah berbalik dia melihat tatapan dingin Finno. Kepnyangsung tertunduk. Vivin sama sekali tidak sadar dengan apa yang terjadi. Ketika Finno masuk ke dm mobil, Vivan segera menyusulnya. Finno melirik dokumen yang dipegangnya sebelum menutup berkas dengan kasar dan melihat ke arah Vivin. ¡°Vivin, ayo kita mengunjungi keluargaku saat akhir pekan nanti.¡± Vivin? Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Vivin terdiam sesaat, dia benar-benar tidak menyangka dengan cara Finno memanggilnya tadi. Dia butuh beberapa saat untuk memahami keadaannya sebelum menjawab, ¡°Baih.¡± Aku jadi penasaran dengan keluarganya¡­ Vivin tidak telu memusingkkannya, tetapi perkataanya tadi membuat Noah tersentak dari tempat duduknya. Dia melirik ke arah pasangan yang duduk di kursi bkang mlui kaca spion. dm. Ya Tuhan!! Apa dia benar-benar membawa Vivin untuk bertemu keluarganya?Jangan-jangan ini¡­ Noah tidak mampu membayangkan lebih jauhgi. Vivin dan Finno sudah sampai beberapa jam yanglu di kota Metro, sementara Fabian terhng oleh beberapa hal yang harus diakukan. Fabian ingin menjalin hubungan dengan perusahaan majh milik Pak Hendra, hanya untuk mengumpulkanporan penyuapan oleh perusahaan itu dan pada akhirnya membuat Pak Hendra bangkrut. Apa-apaan ini.Js ini bukah suatu kebetn. Hanya ada satu orang yang bisa menghancurkan hidup Pak Hendra dm semm! Fabian bisa merasakan kekhawatirannya meningkat Sin!Kenapa Pak Hendra mkukan sampai sejauh itu hanya untuk Vivin? Apa dia tidak tahu ku Vivin sudah menikah? Tidak butuh waktu yangma untuk menyelesaikan kekacauan yang terjadi di Kota Langsa dan kembaligi ke Kota Metro. Saat Fabian mngkah keluar dari pesawat, dia melihat Alin menunggunya di pintu gate. ¡°Bian!!¡± Alin berteriak memanggilnya,lu dia bergegasri kearahya ketika Fabian melihatnya. ¡°Akhirnya kamu kembali? Kenapa kamu tidak menerima telponku?¡± Fabian meliriknya seks, dia sangat kesal karena Alin begitu mirip dengan Vivin. ¡°Tidak ada yang penting. Aku hanya sedikit sibuk,¡± kata Fabian sebelum berbalik dan meninggalkan bandara. Wajah Alin seketika menjadi lesu saat melihat Fabian menghng di kejauhan. Alin mencoba mengingat apa yang dikatakan sekretaris Fabian beberapa harilu. ¡°Oh, Pemimpin redaksi pergi ke Kota Langsa untuk perjnan bisnis dengan sh satu wartawan kantor. Namanya? Vivin William.¡± Alin mengepal tangannya dengan kuat, sehingga membuat tpak tangannya sakit karena kukunya Vivin William! Kamugi kamugi!Siapa yang mengizikanmu untuk bersaing denganku? Alin mengigit bibirnya dan mengeluarkan ponselnya. ¡°Hallo? Alin berbicara di ponselnya, suaranya sangat dingin dan penuh dengan kebencian. ¡°Apakah kamu masih menyimpan foto-foto waktu itu? Aku memerlukanya. Semua foto yang kamu miliki.¡± Bab 25 Bab 25 Bab 25 Pencarian Vivin khawatir ku Fabian akan kesal dengan kepergiannya yang tiba-tiba dari Kota Langsa, namun Vivin sangat terkejut ketika Fabian tidak berkomentar apapun soal kepergiannya yang tiba-tiba. Akhirnya, weekend pun tiba. Hari itu, Vivin mengenakan gaun berwarna anggur merah yang sudah disiapkan oleh Finno untuknya. Seth itu Vivin beralih untuk mengenakan sebuah kalung berlian dan sepasang heels sebagai pelengkap pakainnya hari ini sebelum akhirnya dia turun kntai bawah dengan anggun. Finno sudah menunggunya dintai bawah, bunyi yang beradu antara heels danntai kayu membuat Finno seketika melihatnya. Dan membuat Finno tercengang. Vivin lebih cantik dari wanita pada umumnya, tapi dia bukah tipe wanita yang akan berusaha keras hanya untuk terlihat cantik. Bahkan, Vivin terbiasa menyembunyikan kecantikkannya daripada memamerkannya. Alhasil, Vivin terlihat berku seperti berlian, dengan riasan tipis dm balutan gaun yang Finno pilihkan untuknya. Vivin menghampiri Finno dan menatapnya, bertanya-tanya kenapa Finno hanya diam saja. ¡°Apa ada yang sh? Apa aku terlihat aneh?¡± Vivya dengan malu-malu, seraya menyibakkan rambutnya. Ini pertama kalinya Vivin mengenakan pakaian seperti ini dan saat dia melihat harganya secara online hal itu tetap saja tidak mengurangi rasa cemasnya. ¡°Tidak, tidak,¡± kata Finno, tersadar darimunanya. ¡°Kamu terlihat cantik.¡± Finno bukah seorang pria yang sulit memberikan pujian, apgi ketika yang diberikan pujian. adh istrinya sendiri. Vivin terpukau.. Apakah Finno baru saja memujiku? ¡°Ayo kita pergi,¡± kata Finno, sembari mendorong kursi rodanya dengan Vivin mengikutinya di bkang. Mereka memilih Restoran paling mewah untuk pertemuan mereka dengan keluarga besar Finno. Saat mereka th tiba di Restoran, Vivin turun dari mobil dengan Finno memegang tangannya. Ketika mereka th didm lift, kecemasan Vivin memuncak, ¡°Finno¡­ Apakah keluargamu¡­ sulit bergaul?¡± ¡°Tidak,¡± kata Finno. Dia terdiam sejenak sebelum mnjutkan ¡°Namun¡­ aku sarankan kamu bersiap-siap saja.¡± Vivin tersentak sesaat. Sebelum dia menanyakan apa maksud dari ucapan Finno. Pintu lift merekapun terbuka. Vivin mengejar Finno, dan mereka th tiba di kamar pribadi terbesar yang berada di ujung koridor. Ketika mereka masuk, Vivin melihat seorang lki tua sedang duduk di meja. Itu Kakeknya! Vivin tersenyum sopan dan berjn untuk menyapanya, namun dia berhenti mendadak ketika memperhatikan wajah Kakek. Pria di hadapannya ini th berusianjut, namun matanya terlihat cerah dan badannya masih tegap. Tatapannya tegas saat dia memandang Vivin, dan itu membuat Vivin mundur karena sedikit meras ciut. Vivin sudah melihat wajah tak terlupakan itu berkali-kali, di majh atau di berita. Samuel Normando, Tetua dari keluarga Normando Kota Metro! Mata Vivin terblak ketika dia menatap Samuel Normando dengan takjub Dia kakeknya Finno? Apa itu berarti Finno adh putra yang tidak dikenal dari keluarga Normando yang misterius? Sebagai keluarga yang paling terkemuka di Kota Metro, semua orang mengetahui sejarah keluarga mereka. Terua Normando memiliki seorang putra tunggal, yang th memberikannya dua cucu. Namun, Putra dan menantunya meninggal dunia lebih dulu, meninggalkan kedua putra mereka dm pengasuhan Tetua Normando. Kedua cucunya memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Cucu pertama th berusia hampir empat puluh tahun, dan anaknya, Fabian Normando justru dikenal dunia sebagai ¡°cucu dari keluarga Normando¡±. Sementara cucu keduanya baru berusia sekitar tiga puluh tahun, tetapi dia mengmi keckan sekitar sepuluh tahunlu dan membuat kesehatannya terganggu. Keluarga Normando mengirimnya ke luar Negeri dan tidak pernah membicarakannyagi. Apakah mungkin Finno adh cucu kedua yang misterius dari Samuel Normando? Wajah Vivin berubah menjadi pucat pasi. Vivin tahu nama bkang Finno adh Normando, tapi Vivian tidak pernah mencoba. menyatukan kedua fakta itu. Semua orang berpikir Finno sampai di posisinya sekarang dengan kerja kerasnya sendiri, dan tidak ada satupun yang akan mengira bahwa ada keluarga Normando dibkangnya. This belongs to N?velDrama.Org: ?. Apakah itu berarti¡­ Finno adh Pamannya Fabian?Apakah aku sedang berada dm drama?Cinta pertamaku adh adik iparku, dan sekarang aku adh bibinya? ¡°Vivin¡­¡± Finno berbisik dikuping Vivin saat dia mendekatkan tubuhnya ke Vivin. ¡°Kamu baik- baik saja?¡± ¡°A¡­¡± Vivin tergagap. ¡°A-aku¡­. Finno? Aku rasa aku tidak baik-baik saja¡­¡± Tatapan Finno berubah gp sebelum akhirnya dia berbicara ¡°Kita selesaikan ini semua,gip sebentargi kakak dan keponakanku akan segera datang¡° Keponakannya akan datang juga? Wajah Vivin menjadi lebih pucatgi seth mendengar hal itu. Bab 26 Bab 26 Bab 26 Suami dan Istri ¡°Tidak.. aku tidak bisa mkukannya¡­¡± Vivin terbata-bata, sembari mngkah mundur dengan kaki yang gemetar. ¡°K-Kakek? Aku sedang tidak enak badan.. aku harus pergi sekarang. Lain kali aku akan kembali! Aku minta maaf! Dengan segera, Vivinngsung bergegas keluar dari kamar tanpa menoleh ke bkang. Ketika Vivin sudah tidak terlihat di koridor, Tetua Normandongsung membicarakannya. ¡°Jadi wanita seperti itu yang kamu nikahi? Dia sangat tidak sopan.¡± Finno melotot kepada kakeknya. ¡°Jangan coba-coba ikut campur jika kamu tidak pernah ada dm kehidupanku sma ini.¡± Tetua Normando memblakkan matanya, ¡°K-Kamu balikan tidak lebih baik dari dia!¡± Dia menyayangi cucu termudanya lebih dari apapun di dunia ini, tetapi semuanya berubah seth keckaan sepuluh tahun yanglu. Sekarang dia sangat sulit untuk memahami cucunya itu. Finno memutuskan dia tidak ingin mnjutkan percakapan ini lebih jauhgi. Sambil mendorong kursi rodanya, Finno meninggalkan ruangan itu juga. ¡°Hei! Mau kemana kamu?¡± tanya Tetua Normando. ¡°Selera makanku sudah hng¡± kata Finno tanpa sedikitpun menoleh kebkang ¡°Kamu bisa makan dengan Marthin dan Fabian saja.¡± Ketika tiba di vi, Finno mengetahui dari Muti bahwa Vivin mengurung dirinya dikamar sejak dia png. Terlihat js kemarahan di mata Finno. Dia mendorong pintu kamar tidur hingga terbuka dan melihat Vivin menclengkup di ranjang, masih mengenakan gaun anggur merahnya. Tatapannya terlihat kosong dan hampa. Itu mh membuat Finno semakin kesal. Finno mendorong kursi rodanya menghampiri ranjang dan memandang Vivin tanpa ekspresi. ¡°Vivin. Bangun.¡± Vivin tak bergeming, seh-h Finno tak terlihat. Finno murka. ¡°Vivin!!¡± teriaknya. ¡°Bicarh padaku! Kenapa kamu png?¡± Finno terhenti sejenak ketika udara didm kamar menjadi lebih dingin beberapa derajat. ¡°Kamu takut bertemu dengan keponakanku Fabian?¡± Vivinngsung duduk tegak, tatapan kosong yang terlihat diwajahnya berubah menjadi tatapan tidak percaya. Wajah Vivin memucat ketika dia memandang Finno. ¡°B-Bagaimana bisa kau tahu soal hubunganku dengan Fabian?¡± tanyanya, dengan suara bergetar. Apa aku baru saja terkecoh oleh pria yang aku percayai dua kali berturut-turut? ¡°Benar kan,¡± kata Finno, tanpa perlu membuat Vivin berpikir dua kali. ¡°Aku yakin kamu pasti tahu aku tidak akan menikah dengan wanita sembarangan. Aku tahu persis apa yang terjadi denganmu dua tahunlu.¡± Vivin bergetar sgi dia terus mengarahkan matanya ke wajah Finno. ¡°Jadi?¡± tanya Vivin, tenggorokkan terasa berdenyut-denyut menyakitkan. ¡± Apa kamu mencoba untuk mempermalukanku dengan membawaku ke acara keluargamu itu?¡± ¡°Membuatmu malu? Finno menggeram menahan amarahnya. Dia meraih pergngan tangan. Vivin dan mengengamnya dengan sangat kuat.¡± Dia hanyh mantan pacar!! Tidak ada yang harus kukhawatirkan jika kamu sudah melupakannya!!¡± Vivin memelototi pria tampan yang ada dihadapannya, bibirnya membentuk garis tipis. ¡°Kamu tidak akan mengerti¡± Vivin berkata seth jeda yang cukupma¡± Kamu tidak mengerti seberapa berartinya Fabian untukku.¡± Fabian th menjadi kekuatan dm hidupnya dan sannya untuk tetap hidup, dan rasa sakit dua tahun yang masih segar terasa dan menyakitkan. Tidak bisakah Finno mengerti ku Fabian sangah berarti untukku? Finno berpikir ku dia tidak bisa lebih marahgi dari ini, ternyata dia sh. Original content from N?velDrama.Org. Wanita naif.Ini sudah lebih dari sepuluh tahun! Seperti yang kupikirkan ku aku tidak akan terganggu oleh wanitain ¡­. Dia tahu bahwa Fabian adh cinta pertamanya sekaligus bosnya, dan Finnongsung terbang ke Kota Langsa karena merasa panik ketika mendengar bahwa mereka mkukan perjnan bisnis bersama. Hal terakhir yang ingin dilihat Finno adh seseorang yang berusaha memanfaatkan Vivin. Seharusnya aku membunuh si brengsek Hendra itu!!Aku bahkan sudahma tidak merasakan kemarahan seperti itu..Wanita rupanya mtih kesabaranku!Berani sekali dia mengakui cintanya pada keponakanku di depanku ku?Siapa aku sebenarnya dm kehidupanmu, Vivin William? ¡°Baih, Aku tidak mengerti¡± Finno berkata sambil menyeringai. Tiba-tiba, Finno berdiri dari kursi rodanya dan mendorong Vivin ke ranjang mereka.¡± yang kutahu kamu adh istriku!¡± Vivin tercengang ketika Finno berdiri dari kursi rodanya. ¡°K-Kamu bisa berdiri?¡± Vivin berusaha melepaskan diri dari genggamannya tapi tidak berhasil. Finno th menindih tubuh Vivin dan menahan tangannya, berada diatas tubuhnya dengan mengancam dan menutupi tubuh Vivin dengan tubuhnya. ¡°Vivin¡­¡± Finno menggeram, suaranya terasa lebih dingin dari es. ¡°Aku baru saja ingat ku kita belum mkukan apapun sebagai suami istri¡­¡± Bab 27 Bab 27 Bab 27 Menakutinya Boom! ¡°Apa yang kamukukan?¡± Vivin menjerit dan terkejut ketika melihat Finno berdiri. Sebelum Vivin menyelesaikan kata-katanya, Finno merobek pakaiannya. Finno menyandarkan tubuhnya pada tubuh Vivin, menutupinya dengan otot tubuhnya dan kemaskulinannya. ¡°Finno!! Apaa¡­¡± Vivin mencoba untuk berbicara tapi terputus ketika bibir Finno menekan bibir Vivin dengan keras. Original content from N?velDrama.Org. Ini seperti Finno mencoba menghukumnya untuk semua yang sudah dia pernahkukan, dan itu semua tidak akan pernah bisa dia hindari. Tidak!Aku tidak menginginkan ini! Seketika saja kejadian dua tahun yanglu muncul dm ingatannya, dan rasa sakit yang pernah ada itu terasa begitu kuat hingga membuat Vivin menangis. Finno menyadari bahwa Vivin menangis dan itu membuatnya terkejut. Finno pun segera menghentikan apa yang diakukan dan menundukkan kepnya. ¡°Apa kamu takut padaku, Vivin?¡± Bukannya menjawab pertanyaan Finno, Vivin meraih memeluk bahunya dengan erat dan terus saja menangis. Seperti ada yang menumpahkan seember air dingin keseluruh tubuhnya, Finno merasa seg kemarahan yang ada didm dirinya menghng. Finno melepaskan genggamannya dan menatap wajah Vivin, air mata yang berlinang di wajahnya membuat jantung Finno terasa sakit dan berdegub kencang. Sial!!Apa yang sudah kkukan? ¡°Vivin ¡­ ¡± katanya, suaranya jauh lebih tenang sekarang. Finno mengulurkan tangan untuk membantu Vivin berdiri, namun hal itu justru membuat Vivin tersentak menjauh darinya, seh-h Finno th membuatnya terkejut. Melihat reaksi Vivin barusan, amarah Finno yang baru saja padam kembali munculgi. ¡°Istirahah,¡± Finno berkata dengan canggung sebelum akhirnya meninggalkan kamar tidur. Seth kepergiang Finno, Vivin kembali duduk di tempat tidur dengan linglung. Dua tahun sudah belu¡­Aku pikir aku sudah melupakan semuanya, ternyata ingatan tentang kejadian itu masih terus kembali setiap kali jika ada pria yang mendekatiku¡­ Dia tidak melihat Finnogi mm itu. Keesokan paginya, Vivin menuruni tangga dengan pn seth bangun dari tidurnya. Dan dia terkejut, ketika Muti memberitahunya jika Finno terbang tengah mm ke luar negeri untuk perjnan bisnis. Hah?Mungkin dia merasa tidak enak dengan kejadian semm¡­ Seth kejadian semm, Vivin berusaha untuk mencari tahu apa yang Finno pikirkan. Vivin mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang Finnokukan semm hanyh ingin memperlihatkan dominasi dan kekuatannya sebagai seorang pria, bukan pernyataan cinta. Terlebihgi, dia tidak terlihat senang tentang hubunganku dengan Fabian¡­Gimana dengan kakinya? Sejak kapan dia bisa berjngi? Vivin mengh nafasnya. Dia sarapan dm diam dan sethnya berangkat ke kantor. Ketika Vivin tiba dikantornya, dia mh disambut dengan keributan yang hebat. Dia menarik lengan seseorang yang berada disebhnya dan bertanya apa yang sedang terjadi ¡± Perusahaan. Majh Kota Langsa th berakhir!! Projek kborasi kita th sia-sia saja¡­¡± orang itu. mengeluh. Perusahaan Majh Kota Langsa?Bukannya itu perusahaan yang dipimpin oleh Pak Hakim? Vivin mengeluarkan handphonenya dan terkejut ketika melihat semua berita yang ada di media online. Perusahaan Majh Kota Langsa adh perusahaan tertua di industry Majh Kota Langsa, tapi seseorang th menghancurkannya hanya dm semm! Bahkan, sang pemilik perusahaan, Pak Hakim, dijebloskan ke balik jeruji besi set dia dinyatakan bersh atas sejuh daftar panjang kejahatannya. Sepertinya ini telu indah untuk jadi kenyataan.. mungkin saja ada orang dibalik ini semua? Mungkinkah ¡­ Finno? Vivin segera menggelengkan kepnya dengan cepat untuk menghngkan pikiran itu Hi! Vivin Wirdi! Hentikan sekarang juga! kamu adh istrinya, tapi kamu bukan temannya! Kamu tidak bisa terus mengandalkannya untuk menymatkanmu setiap kali kamu dm mash!! kemudian, Vivin tersenyum bodoh pada dirinya sendiri. Ha ha! Itu adh karmamu Pak Hakim! Karena kebangkrutan perusahaan majh Kota Langsa, sampul edisi berikutnya harus di desain ng kembali. Vivin bersama teamnya segera menyelesaikan bagian mereka dm mengganti design sampul majh, sethnya dia mendapatkan tugas dari Lesley untuk mengantarkan produk kepada Fabian. Vivin awnya akan menknya, karena saat ini orang terakhir yang ingin ditemuinya seth kejadian di Kota Langsa adh Fabian. Fabian th mengecewakannya berng kali, dan kejadian terakhir itu menjadi puncak kemarahannya. Apakah aku begitu rendah dan tidak dipenting untuknya?Aku bahkan sudah tidakgi menghormatinya sedikitpun Aku juga tidak ingin bertemu dengannyagi. Meski begitu, aku tidak bisa lepas darinya¡­ Hi!! Bukan aku yang sh sma ini! Kenapa aku yang harus mrikan diri! Dengan yakin. Vivin mengambil hasil design ng yang dibuat oleh teamnya dan berjn. menuju kantor Fabian dengan wajah yang cemberut. ¡°Pak Kep,¡± kata Vivin dengan canggung ¡°Ini design ng yang sudah dibuat oleh teamku. Shkan dilihat. Aku akan pergi sekarang.¡± Vivin segera berbalik untuk meninggalkan ruangan, dan terhenti tiba-tiba saat suara dingin Fabian terdengar dibkangnya. ¡°Berhenti di sana!¡± Bab 28 Bab 28 Bab 28 Penghargaan pria luar biasa Suara Fabian terdengar lebih dingin daripada es saat dia berbicara. Tanpa membalikkan badan, Vivin berkata ¡°Ada apa, Pak?¡± ¡°Bukankah kamu berhutang sebuah penjsan padaku?¡± Fabian bertanya dengan suara keras saat ini. Seharusnya dia berdiri dari kursinya dan berjn menghampiriku ¡°Penjsan tentang apa?¡± ¡°Semuanya, seperti, kenapa tiba-tiba saja kamu menghng begitu saja dari Kota Langsa?¡± Vivin bisa merasakan hembusan nafas Fabian dibkang lehernya, dan itu membuatnya merinding. ¡°Dan juga, apa hubunganmu dengan paman Finno?¡± Tubuh Vivin tiba-tiba bergetar. Diangsung berbalik dan melihat tatapan dingin Fabian. ¡°B-Bagaimana kamu bisa mengetahuinya¡­¡± Apa dia mengetahui tentang pernikahanku? Apa Finno memberitahunya? Tiba-tiba saja Vivin menjadi panik. Pernikahan mereka sah secara hukum, tapi Vivin masih merasa ragu untuk mengatakannya pada Fabian. Finno adh pamannya, dan Fabian adh cinta pertamaku! ¡°Bagaimana aku bisa tahu tentang apa? Hubunganmu dengan pamanku?¡± Fabian mengejeknya sambil berjn ke arah Vivin. ¡°Tentu saja aku! Lagip, bukannya kamu sudah menikah? Apa kamu tidak tahu ku pamanku juga sudah menikah? Kepanikkan Vivin berubah menjadi kebingungan ketika mendengar hal itu. Apa yang dia bicarakan? ¡°Bicarh padaku, Vivin William!¡± Fabian berteriak, marah dengan sikap keras kep Vivin. Dia menarik bahu Vivin dan mengguncangnya dengan keras. ¡°Vivin William! Sejak kapan kamu menjadi seorang pembohong dan perusak rumah tangga?¡± Kamu bukan Vivin yang aku kenalgi!¡± Seketika juga semuanya menjadi sangat js bagi Vivin. Dia tidak tahu tentang pernikahan kami¡­ Justru Fabian mungkin berpikir bahwa Finno adh Pria yang mensupport keuanganku. Vivin bisa merasakan hatinya yang sudah mengeras sekarang berubah menjadi seperti batu es. Huh¡­ Fabian Normando¡­ Kamu pikir aku ini apa? Hanya sh satu dari wanita-wanita g uang dan mencari pria kaya untuk dikerok uangnya sampai habis? Vivin bisa melihat dengan sangat js seperti melihat mlui kaca, dan Vivin sangat yakin bagi Fabian dia tidak lebih dari seorang pcur. Dia tidak akan pernah mempercayai Vivin jika dia mengatakan bahwa Finno menjadikannya sebagai istri sahnya. ¡°Vivin!!¡± Fabian menggeram. ¡°Jawab ! Pertanyaanku!¡± Vivin pehan menaikkan pandangannya hingga bertemu dengan tatapan Fabian.¡± Terserah kamu saja¡± Vivinngsung mendorong Fabian kesamping dan berbalik untuk keluar dari ruangannya. Sekarang aku mengerti semuanyaLakiki yang sangat kucintai melebihi apapun, tidakgi¡­ Kenyataannya, sudah sekitar dua tahun sejak terakhir aku melihat Fabian seperti itu. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Seth beberapa hari berikutnya, Vivin menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaannya hanya untuk mengalihkan perhatiannya dari semua drama yang ada antara Finno dan Fabian. Finno belum kembali bahkan seth beberapa hari, dan dia juga bahkan tidak mengirim pesan atau menelponnya. Vivin slu png ke sebuah rumah kosong setiap mm, membuatnya lebih kesepian dari sebelum-sebelumnya. Membiasakan diri adh proses yang menakutkan.. ini baru sebn sejak aku menikah dengan Finno, dan aku sudah merasa tidak bisa hidup tanpanya? Disuatu pagi, Vivin mngkah ke dm kantor dan bertemu beberapa rekan kerja wanita yang sedang berkerumun di depan komputer. ¡°Itu sangat jarang terjadi,¡± katanya, sambil berjn ke arah mereka. ¡°Kenapa kalian semua tidak minum teh pagi di dapur?¡± ¡°Pagi!¡± sapa Sarah, menutupi wajahnya yang memerah. ¡± Siapa yang membutuhkan teh pagi saat kamu memiliki sesuatu yang menyenangkan untuk dilihat? ¡°Sesuatu yang menyenangkan?¡± ¡°Finno Normando, Pemimpin Grup Finnor! Yang kita wawancarai! Dia sedang di M Nation menghadiri acara penghargaan, dan mereka menyiarakan secarangsung sekarang!¡± Vivin terpana. Hah.. Jadi mereka sudah menemukan suamiku yang hng? Vivin bergerak maju karena penasaran. ¡°Acara penghargaan untuk apa?¡± ¡°Outstanding Youth Award! Ini seperti arena pertempuran untuk para bujangan kaya!!¡± kata Sarah, sebelum dia membenamkan wajahnya dengan tangannya. ¡°Sayang sekali, aku dengar ku Pak Normando sudah menikah¡­¡± Vivin menatapyar monitor. Benar saja, Finno pehan mendorong dirinya ke atas panggung saat para penonton memberinya tepukkan yang sangat meriah. Bab 29 Bab 29 Bab 29 Cincin Pernikahan Jas itu membalut tubuh ramping Finno, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang atletis. Meskipun dia duduk di sebuah kursi roda, tidak ada yang bisa berpaling dari aura yang terpancar darinya. ¡°Smat, Pak Normando.¡± Gadis pirang yang membawakan acara penghargaan itu menyerahkan. pi Kristal kepadanya dengan penuh semangat. ¡°Terima kasih,¡± gumam Finno saat dia menerima pinya. Aksen America terdengar sangat sempurna. ¡°Aku sangat tersanjung menerima penghargaan ini.¡± Ketika Finno mengambil pi penghargaan itu, tatapan pembawa acara itu tertuju pada jari manis Finno. Diangsung berseru dengan nada yang berlebihan, ¡°Ya Tuhan! Pak Normando, apakah itu cincin kawin?¡± Kameramenngsung menyorotkan kamera kearah jari manis Finno. Cincin berlian yang dibeli oleh Vivin terpampang dengan js dyar yang besar. Jantung Vivinngsung berdegub dengan kencang. Secara diam-diam Vivin menyembunyikan jarinya dibkang punggungnya yang mana dijarinya tersemat cincin yang sama. Padayar, pembawa acara masih bersemangat. ¡°Pak Normando, jadi kau benar-benar sudah menikah. Aku jadi penasaran berapa banyak wanita yang akan patah hati. Tapi Pak Normando, Cincin ini terlihat sederhana ya? Para penonton tertawa terbahak-bahak seth mendengar apa yang dia katakan. Wajah Vivin memerah. Ugh. Finno, sudah kubng cincin itu tidak cocok dengan statusnya, tapi dia tetap memaksa untuk memakainya. Terlepas dari keriuhan semua orang, Finno tetap sangat tenang. Dia melirik jari manisnya dan tersenyum. ¡°Istriku yang memilihnya. Dia tidak pernah menyukai sesuatu yang berlebihan.¡± Meskipun kata-katanya terdengar sederhana, entah bagaimana itu dipenuhi dengan kelembutan dan kasih sayang. Semua orangngsung terdiam. Vivin, yang menonton mlui komputernya di tempat yang jauh dari Finno, merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Meskipun dia terus mengatakan pada dirinya sendiri ku Finno mengatakan itu hanya untuk pertunjukkan, sebagian dm diri Vivin mi terpesona olehnya. Finno sma ini slu memakai cincin itu, tidak peduli betapa memalukannya. Meskipun seluruh dunia mengatakan bahwa hubungan kami mustahil, dia slu menganggap diriku bagian dm hidupnya, kan? Mungkin, Finno hanya sedikit marah sebelumnya. Sekarang pernyataanya berhasil menghibur perasaan Vivin. ¡°Pak Normando, sepertinya kamu sangat mencintai istrimu,¡± kata pembawa acara dengan nada iri. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Meskipun Finno adh orang terpandang, Finno memilih untuk mengenakan cicin murah hanya karena istrinya ¡°hemat¡±. Ini adh bentuk cinta yang besar dibandigkan jika dia yang memberikan cincin berlian yang besar untuk istrinya. Finno tersenyum kecil ketika mendengar pujian dari pembawa acara dan tetap diam. Acara penghargaan segera berakhir. Semua orang yang melihat mluiyar komputer masih terpesona dm keterkejutan mereka. ¡°Ya Tuhan!!, Ibu Normando sangah beruntung. Tuhan tahu ada banyak pria kaya yang akan menk mengakui ku mereka sebenarnya sudah menikah! Namun, suaminya bersedia memakai cincin yang begitu sederhana!¡± Sh seorang wanita berseru. ¡°Lupakan saja.¡± Seorang kolega pria tidak bisa menahan diri untuk menegur mereka dengan. cemburu,¡± Mungkin saja dia telu pelit untuk membelikan cincin yang lebih bagus dan hanya menggunakan istrinya sebagai san.¡± ¡°Pfft¡­Finno bisa membeli seluruh tambang berlian yang ada di dunia jika dia mau. Tidak mungkin dia tidak bisa mengeluarkan uang hanya untuk membeli cincin berlian!¡± Sarah mencibir. ¡°Tapi, entah kenapa aku merasa seperti pernah melihat cincin yang dikenakan Pak Normando.¡± Segera saja, sescorang juga berkata, ¡°Aku juga! Aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat.¡± Merasa jika akan terjadi hal buruk, Vivin akan menyelinap pergi ketika Sarahngsung bersemangat. Dia bertepuk tangan dan berteriak, ¡°Oh, Aku ingat sekarang! Cincin Pak Normando memiliki ukiran yang sama dengan milik Vivin, kan? Vivin menyumpah pn. Semua orang kini melihat kearahnya, dan Vivin hanya bisa berhenti dan berbalik. Pada saat itu semua orang telu bersemangat untuk meraih tangan Vivin dan berseru, ¡°lihat mereka benar-benar sama! Ukirannya juga pasti sama!¡± ¡°Apa yang terjadi? Vivin bagaimana kamu bisa memakai cincin kawin yang sama dengan Finno?¡± Bab 30 Bab 30 Bab 30 Kepngan Finno Vivin merasakan kepnya berdenyut-denyut, dia menatap sekelompok wanita penasaran yang ada didepannya. Seth berfikir sebentar, dia tidak menemukan pilihanin sin mengatakan yang sebenarnya, ¡°Yah, kurasa sudah saatnya aku mengatakan yang sesungguhnya. Akh istri Finno. Itu seBabnya kami menggunakan cincin kawin yang sama.¡± Seketika saja ruangan itu menjadi hening. Tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun. Segera saja, semua orang tertawa terbahak-bahak. ¡°Ha..ha..!!Vivin, kamu sungguh sangat lucu!! Kamu benar-benar berpikir kamu adh istri Finno!¡± Vivin ikut tertawa juga dengan semua orang, tapi diam-diam dia merasa sangat lega. Memang sih, dari pada menyangkalnya, aku lebih baik mengakuinya sebagai sebuah lelucon dan mencegah topik ini. Namun, Vivin masih juga berpura-pura tidak bahagia. Kenapa kalian semua tertawa? Kalian tidak percaya padaku? Apa aku benar-benar seburuk itu?¡± ¡°Vivin, tentu saja, kamu tidak jelek.¡± Sarah tertawa terbahak-bahak sampai-sampai mengeluarkan air mata. ¡°Tapi dia adh Finno Normando! Dia itu seperti seseorang dari dunia yang berbeda. Sangat mustahil dia akan mau bergaul dengan orang-orang seperti kita.¡± Vivin terkekeh pn. Yah.Logikanya, memang Aku dan Finno berasal dari lingkungan yang berbeda. Hubungan kami menjadi begitu akrab karena situasi-situasi yang tidak terduga, seperti cincin yang sepertinya terlihat tidak cocok dijari Normando. Namun, tetap saja dia masih memakainya. Memikirkannya, membuat suasana hati Vivin membaik. Vivin menyentilkan jari-jarinya di dahi Sarah, dia berkata, ¡°Cukup. Pergi dankukan pekerjaanmu sekarang!¡± ¡°Kami sudah merevisi sketsanya, tinggal mencetaknya. Jadi sudah tidak ada yang harus kami kerjakan sekarang.¡± Memang, tidak banyak yang harus dikerjakan hari ini. Itu seBabnya seth Vivin duduk, dia menggulir Twitter karena bosan. Baru saja dia masuk ke Twitter, dia melihat ¡®Cincin Pernikahan Finno Normando¡¯ berada paling atas dari trending topik. Apa-apan ini? Bagaimana bisa berita seperti ini jadi trending topik? Orang-orang ini telu haus akan gosip. Penasaran, Vivin mengklik di pencarian danngsung melihat banyaknya postingan yang dibuat oleh para fangirl yang telu bersemangat. Pak Normando benar-benar adh pria terbaik di dunia! Aku tidak suka pria yangin sekarang. Hanya dia satu-satunya cintaku!Siapa ibu Normando? Keluah dan ayok berkhi denganku!Aku hanya ingin mengatakan ku ukiran cincin kawin itu sungguh xxx. Aku membelinya juga sekarang! Ha ha ha! Cincinmu memiliki ukiran yang sama dengan pak Normando. Aku yakin sekarang itu akan jadi sangat populer. Terhibur. Vivin terus membaca postingan para fangirl. Namun, saat matanya menangkap postingan tertentu, dia tercengang. Pak Normando sangat jatuh cinta sekarang. Saat semua orang bersukacita atas istrinya, justru mantan pacarnya sedang merasa putus asa. Aku ingin tahu bagaimana perasaanya jika dia melihat ini dari Surga? Mantan Pacar? Di Surga? Vivin dengan cepat mengklik akun tersebut dan melihat siapa yang mempostingnya. Namun, saat dia mengkliknya, orang tersebut sudah menghapus postingannya. Merasa bimbang, Vivin bahkan tidak sempat memikirkannya ketika handphonenya berdering. Itu pesan WhatsApp dari Finno. Kaget, Vivinngsung membuka pesannya [Aku akan png jam 6 sore ini. Ayo kita makan mm bersama] Vivin bahkan tidak tahu kenapa tiba-tiba bibirnya tanpa sadar tersenyum saat dia membaca pesan dari Finno. Dia sudah melupakan kecanggungan antara mereka sebelum Finno pergi. Sekarang, yang dia rasakan hanya sebuah penantian. Vivin tidak akan png kerumah yang kosonggi. Seth sampai di penghujung waktu, Vivin bersiap-siap png dan memanggil taksi. Ketika dia sudah sampai di Vi dan masuk kedm rumah, dia melihat sosok yang sudah dikenalnya duduk di kursi roda. Tiba-tiba saja dia merasa seperti th menemukan kepingan puzzle yang hng dm kehidupan. sehari-harinya sma ini. ¡°Finno.¡± Seth melepaskan sepatunya, dia berjn ke ruang tamu dan memanggilnya. Finno berbalik. Wajahnya terlihat tampan seperti biasanya. Wupun dia baru saja melihatnya diyar komputer pagi tadi, sekarang ketika dia melihat Finnongsung, Vivin merasa semuanya seperti mimpi. Disisiin, ketika Finno menatap Vivin, dia merasa sangat lega, seh-h ada beban berat yang terangkat dari pundaknya. Saat Vivin membs pesan WhatsApp-nya, dia sudah berpikir ku dia tidak akan mau makan mm dengannya karena apa yang sudah terjadi di mm itu. Original from N?velDrama.Org. ¡°Kamu sudah png.¡± Meskipun Finno merasakan kelegaan, dia masih mempertahankan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya. ¡°Muti sudah menyiapkan makan mm kita. Ayo kita makan.¡± Meskipun Vivin sangat berharap untuk bertemu dengan Finno, tapi ketika dia melihatnya, kejadian tidak menyenangkan yang terjadi dimm sebelum dia pergi secara tiba-tiba muncul di benaknya. Merasa sedikit canggung, dia hanya bergumam sebelum akhirnya mengikuti Finno ke ruang makan. Muti dan Lubis sangat memahami sekali. Menyadari bahwa Finno dan Vivin tidak bertemu. sma berhari-hari, mereka segera pergi seth menyajikan hidangan di meja makan. Bab 31 Bab 31 Bab 31 Kebenaran yang Terungkap Diruang makan, suasananya benar-benar sunyi nyaris tidak ada suara yang terdengar sin dentingan t makan Vivin dan Finno. ¡°Um¡­¡± tidak tahan dengan keheningan yang sangat canggung ini, Vivin mencoba untuk memi percakapan, ¡°Tentang mm itu¡­.¡± ¡°Maafkan aku¡± Saat Vivin masih merasa ragu untuk mengatakannya, tiba-tiba Finno memotong pembicaraan. Original from N?velDrama.Org. ¡°Apa?¡± Vivin tercengang. Apa barusan Finno meminta maaf padaku? ¡°Aku sangat kasar padamu mm itu¡± kata Finno lembut. Finno sudah menghabiskan makan. mmnya, dengan elegan dia mengangkat serbet dan menyeka mulutnya. ¡°Aku juga bersh padamu.¡± Karena Finno memi untuk meminta maaf, secara simpatik Vivin pun meminta maaf pada Finno. ¡± Aku sudah sangat tidak sopan tiba-tiba pergi meninggalkan makan mm bersama keluargamu. Saat aku ada waktu luang, aku akan meminta maaf pada kakekmu¡± Sehubungan dengan kejadian mm itu, bkangan ini Vivin slu memikirkannya. saja, apgi didepan kakek Finn Js yang dkukannya mm sopan, meninggalkan acara makan mm begitu. tidak pantas dkukan olehnya. Mengenai Fabian, meskipun itu sedikit membuatnya tidak nyaman ketika Finno menyelidikitar bkangnya, Finno ada benarnya juga. Sangah tidak mungkin baginya untuk menikah. dengan seorang wanita yang dia tidak ketahui tentang masalunya. Dan apa yang terjadi sethnya¡­ Saat Vivin mengingat kejadian dimm itu, membayangkan tubuh Finno yang berotot dan beraroma maskulin membuat wajah Vivin merona. dan wanita ketika ada di ranjang. Karena dia Vivin tahu apa yang biasanya dkukan memiliki kewajiban untuk mkukannya menikah secara sah dengan Finno, tentunya dengan Finno. Hanya saja Vivin tidak bisa mkukannya, diseBabkan keengganannya, Finno pun tidak mnjutkannya. Itu seBabnya Vivin tidak menyimpan perasaan marah sedikitpun. Seth mendengar permintaan maaf Vivin, Finno sedikit merengutkan bibirnya. Tidak ingin membahasnyagi, dia bertanya, ¡°Vivin, apa tidak ada yang ingin kamu tanyakan padaku?¡± Terkejut, Vivin tiba-tiba teringat akan sesuatu. Sesungguhnya, sin kejadian tidak menyenangkan yang terjadi antara mereka beberapa hari yang lalu, ada beberapa kejadian juga yang terjadi. Menatap wajah Finno, pikiran Vivin dipenuhi dengan banyak pertanyaan, tidak tahu harus memi dari yang mana, dia justru menanyakan ¡°kakimu¡­?¡± Saat kejadian mm itu, Vivin secarangsung menyaksikan Finno berdiri didepannya. Rupanya, dia tidak lumpuh. *Seperti yang sudah kamu lihat.¡± Finno tampaknya tidak terkejut mendengar pertanyaan Vivin. ¡°Kakiku tidak lumpuh.¡± ¡°Lalu kenapa¡­¡± ¡°Ada banyak san untuk hal itu.¡± Finno memberikan jawaban yang tidak js. ¡°Tapi kamu harus ingat, jangan beri tahu siapapun tentang hal ini.¡± Jantung Vivin berdegup dengan kencang. Tentu saja, Vivin tahu dengan pasti bahwa Finno memiliki san tersendiri untuk berpura-pura. Meskipun dia tidak mengetahui san yang sebenarnya, Vivin pasti akan menutup mulutnya karena Finno memintanya untuk merahasiakannya. Karenanya, Vivin pun mengangguk. Finno melirik Vivin, puas dengan kepeduliannya. Tiba-Tiba saja, dia teringat akan sesuatu dan merasakan tatapan mecurigakan dipelupuk matanya,¡± sin itu, apakah tidak ada halin yang ingin kamu tanyakan padaku?¡± Finno berhenti sejenak sebelum menambahkan. ¡°atau lebih tepatnya. Apakah ada yang ingin kamu katakan padaku?¡± Vivin kaget dan seketika wajahnya memucat. ¡°Kamu tahu tentang apa yang terjadi dua tahunlu, kan?¡± Jika Finno benar-benar menyelidiki masalunya, mustahil baginya untuk tidak mengetahui kejadian dua tahunlu. Melihat wajah pucat Vivin, Finno menjawab, ¡°Tidak telu.¡± Meskipun dia mengetahui dengan js apa yang terjadi dua tahunlu, itu hanya yang diketahui yang oleh kebanyakkan orang. Finno tidak pernah mkukan penyelidikan untuk mencari, etahui sebenarnya. Awalnya, itu karena Finno tidah peduli. Tapi sekarang, itu lebih karena dia berharap Vivinh yang akan memberitahukannya sendiri. Rona di pipi Vivin menghng. Dia berusaha tersenyum, dan berkata ¡°kamu sudah mengetahuinya, lalu kenapa kamu masih tetap menikah denganku?¡± ¡°Awalnya, karena aku tidak keberatan sama sekali.¡± Finno menatap lurus kearah mata Vivin, terlihat bahwa dia tidak ada niat untuk menyembunyikan apapun. aku hanya mencari scorang wanita untuk dijadikan Istri. Bagiku seorang wanita yang matrealistis akan mudah untuk dimanipsi. Mendengar jawaban yang jujur tapi menyakitkan dari Finno, Vivin hanya bisa tersenyum pahit. Jadi, sejak awal, dia berpikir ku aku adh seorang wanita yang akan menjual tubuh hanya demi uang dan kekayaan? ada beberapa san, yang membuat dia merasa sedih saat memikirkan mash ini. ¡°Namun.¡± Tepat ketika Vivin mengigit bibirnya, dia mendengar Finno berbicaragi. ¡°Aku ingin mendengar yang sebenarnya tentang dua tahunlu darimu.¡± Bab 32 Bab 32 Bab 32 Bjar Untuk Menerimanya Tubuh Vivin bergetar. ¡°Kebenaran?¡± Finno Mengangguk. Dengan sedikit gemetar, Vivin bertanya, ¡°Kamu tidak percaya ku versi yang kamu dengar ith kebenarannya?¡± Vivin menatap lurus kearah mata gp Finno seh-h dia sedang mencari sesuatu dm tatapannya yang tak dapat dibaca. Finno membs tatapan Vivin. Beberapa saat kemudian, Finno akhirnya berkata pn ¡°Aku tidak berpikir jika kamu adh seorang wanita yang akan menyerahkan tubuhnya hanya demi uang.¡± Aku tidak berpikir jika kamu adh seorang wanita yang akan menyerahkan tubuhnya hanya demi uang. Kata-kata sederhana itu terasa seperti mantra, yang membuat Vivin seketika membeku sangking terkejutnya. Melihat reaksi Vivin. Finno berpikir ku penampnnya yang sedang linglung cukup. menggemaskan. Finno tersenyum kecil. ¡°Apa ada yang sh?¡± Saat ith Vivin menyadari reaksinya yang memalukan. Berusaha mengalihkan pandangannya. dia berkata, ¡°Bukan apa-apa. Aku hanya sedikit terkejut.¡± Saat Finno terus menatapnya, suaranya menjadi lebih berat dan dm. ¡°Jadi? Apa kamu mau memberi tahuku, Vivin?¡± Ketika Vivin kembali mengingat apa yang terjadi pada tahun itu, wajah Vivin seketika memucat. Melihat wajah Vivin yang memucat dengan alis yang gemetar, hati Finno tiba-tiba terasa sakit. Dia pun berkata, ¡°Jika kamu belum siap mengatakannya, tidak apa-apa.¡± ¡°Tidak, aku akan memberitahumu semuanya.¡± Vivin mengambil napas dm-dm, dan mengangkat kepny dan menatap Finno dengan mata cerah. ¡°Dua tahunlu, aku menghadiri sebuah jamuan makan di perusahaan tempatku magang. Entah kenapa, aku mabuk sesaat seth meminum satu gs sampanye. Seseorang kemudian membawaku ke kamar hotel dan.. dan¡­¡± Ketika dia mencapai pada kalimat itu, dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Melihat reaksi Vivin, tatapan Finno berubah serius. ¡°Apa yang terjadi?¡± Suara Finno berubah menjadi lebih tegas. Melihat konidisi Vivin masih terdiam, dia mengngigi kalimatnya dengan lebih js, ¡°Vivin, kamu harus bjar bagaiman cara menghadapinya.¡± Tubuh Vivin bergetar. Sembari mengigit bibirnya, dia berhasil untuk kembali mnjutkan ceritanya. ¡°Seseorang menaruh obat di sampanye itu. Begith cara seorang lki tua yang Original content from N?velDrama.Org. berusn lebih dari enam puluh tahun mengambil keperawananku.¡± Seth mengatakan semuanya, Vivin merosot di sofa seh-h tubuhnya tidakgi memiliki kekuatan. Melihat wajah Vivin yang pucat, Finno sudah tidak tahangi. Diangsung berdiri dari kursi rodanya, duduk disampingnya dan dengan lembut mendekapnya ke dm pelukannya. ¡°Sekarang semuannya akan baik-baik saja.¡± Suaranya yang dm memiliki cara tersendiri untuk menenangkan orangin. ¡°Itu semua hanyh masalumu. Jika kamu ingin menangis, menangih.¡± Ketika Vivin bersandar di bahunya yang hangat dan bidang, dia merasa jiwanya th meniggalkan tubuhnya. Bukannya menangis, dia justru menggelengkan kepnya dengan perasaan hampa. ¡°Tidak ada yang perlu ditangisigi. Itu semua masalu.¡± Justru reaksi Vivin menyeBabkan hati Finno lebih sakit dari pada jika dia menangis. Menatap wajahnya yang masih pucat, dia tidak tahan untuk tidak bertanya, ¡°Bagaimana bisa kamu tahu. ku dia adh seorang lki tua yang berusia lebih dari enam puluh tahun?¡± Vivin mengejap. ¡°Saat aku dibius, aku tidak begitu ingat dengan apa yang terjadi mm itu, bahkan pria itu. Ketika aku bangu, dia sudah pergi. Ada amplop berisi uang tunai yang ditinggalkanya di meja samping tempat tidur. Aku bertanya kepada penjaga pintu dan mereka memberitahuku ku pria yang menginap dikamar itu adh seorang pria tua yang berusia lebih dari enam puluh tahun. Tidak berakhir disitu. Seseorang kemudian mporkanku ke kampus, menuduhku memberikan pyanan seksual.¡± Bayangan ketika semua orang melontarkan penghinaan padanya kembali kedm ingatannya. Bahkan sekarang, Vivin sih tidak berani bertemu dengan teman-temannya karena mereka pasti akan mencaci makinya sebagai orang yang tidak tahu malu. Vivin berpikir k dia tidak akan punya keberanian untuk menceritakan kejadian inigi. Akan tetapi, untuk beberapa san, Vivin memiliki kekuatan untuk menceritakan semuanya saat dia berada dm pelukkan Finno. Mendengarkan keseluruhan cerita Vivin, seketika kemarahan nampak di mata Finno. Dia bertanya dengan suara yang dm mengancam, ¡°Dimana hotel itu? Bab 33 Bab 33 Bab 33 Telu Posesif ¡°Hotel Century,¡± jawab Vivin dengan cepat. Namun, diangsung menatap Finno dengan heran. ¡°Kenapa kamu menanyakannya?¡± ¡°Tidak apa-apa.¡± Finno menjawab dengan tenang. ¡°Apa kamu tidak pernah mencari tau siapa yang menjebakmu?¡± Pertama, minumannya diberi obat tidur. Kemudian, dia dikirim ke kamar hotel,lu kejadian itu. dporkan ke sekh. Js ada seseorang dibalik semua ini. ¡°Aku tidak tahu. Aku juga pernah mencoba untuk menyelidiknya, tapi aku tidak menemukan apa-apa.¡± Kata Vivin. Tiba-tiba saja, dia menyadari sesuatu dan menatap Finno. ¡°Finno, apa kamu benar-benar percaya dengan semua yang aku ceritakan?¡± Finno menolehlu menatap Vivin. Ketika dia melihat saat Vivin bersandar¡¯di bahunya sembari memeluk tangganya. Suasana hatinya semakin membaik. Dia menjawab dengan suara yang dm. ¡°Kamu adh istriku. Kenapa aku tidak percaya padamu?¡± Finno mengatakan kata-kata yang sederhana itu dengan tulus.jawaban Fino sangat mengejutkan Vivin seperti mendapatkan hantaman yang keras. Dia percaya padaku. Bertahun-tahun dia menghabiskan waktu dengan Fabian, namun dia tidak pernah mempercayainya. Tetapi Finno percaya pada Vivin. ¡°Jadi?¡± Suara Vivin bergetar. ¡°apa kamu jijik padaku?¡± Kejadian yang terjadi dua tahunlu itu terasa seperti duri didm hati Vivin. di masalu, Vivin membenamkan diri dm keputusasaan, berpikir bahwa dia tidak akan pernah menikah. ¡°Tidak.¡± Finno dengan wajah kesal. ¡°Ini bukan shmu, jadi kenapa kamu harus menyhkan. dirimu sendiri?¡± Mhan, kamu harusnya membuat pku yang sebenarnya membayar atas semua ini. Namun, Finno tidak mengatakan apa yang dipikirkannya. Dia hanya membuat keputusan diam- diam. Seth Vivin selesai menceritakan seluruh kejadian kepada Finno, dia merasa sangat lh. sampai membuatnya ingin segera tidur. Dengan Finno berada di sisinya sepanjang mm, Vivin tertidur lebih cepat dari biasanya. Saat tidurpun, dia masih mengernyitkan alisnya yang indah. Berdiri di samping tempat tidur, Finno tidak tahan untuk menyentuhnya dengan pn. Saat dia mendengar nafas Vivin yang sudah stabil, Finno mengeluarkan handphonenya dan menelpon Noah. ¡°Halo, Noah..¡± Finno mengecilkan volume suaranya, takut membangunkan Vivin ¡°Lakukan sesuatu, selidiki secara menyeluruh apa yag terjadi pada Vivin dua tahun yanglu.¡± Seth menutup teleponnya, Finno merenungkan apa yang dikatakan Vivin Kepadanya. Seketika, Finno mengerutkan kening. Hotel CenturyKenapa rasanya aku pernah mendengarnya ? Keesokkan paginya, Vivin sarapan pagi bersama Finno di ruang makan mereka. Meliriknya, Finno tiba- tiba bertanya, ¡°Bagaimana tidurmu semm?¡± ¡°Lumayan.¡± Vivin mengangkat kepnya. ¡°Kenapa kamu bertanya?¡± ¡°Aku hanya khawatir kamu tidak akan tidur nyenyak jika aku berada disampingnu.¡± Finno menyeruput kopinya dengan tenang. ¡°Jika kamu mau, aku bisa pindah ke kamar tamu.¡± Vivin sedikit terkejut. Lalu dia tersadar jika Finno mengarah ke kejadian mm itu. Vivin tersipu. malu, dia berkata, ¡°Kita kan sudah menika, jadi seharusnya tidur di kamar yang sama.¡± Finno melirik Vivin. ¡°Jadi, kamu tidak marah padaku karena apa yang sudah kkukan padamu waktu itu?¡± Finno masih mengingat dengan js betapa takutnya Vivin ketika dia mendekatinya mm itu. Penkkanya sungguh membuatnya tidak nyaman. Melihat Finno dengan malu-malu, Vivin berkata, ¡°Aku tidak pernah menyhkanmu, Lagip, apa yang kamukukan itu adh hal yang wajar.¡± ¡°Wajar??¡± Finno tiba-tiba mengangkat alisnya. ¡°Kenapa?¡± ¡°Hah?¡± Tidak menyangka ku Finno akan terus-terusan bertanya padanya, dia menjadi lebih malu lagi. Akan tetapi, dibawah tatapan Finno, Vivin menguatkan dirinyalu menjawab, ¡°Itu karena aku sudah membuatmu merasa dipermalukan mm itu. Ada juga soal Fabian¡­ wajar saja ku kamu akan marah. Lagip, aku kan istrimu.¡± Finno semakin terkujut Meskipun jawaban yang diberikan Vivin tidak begitu js, tapi Finno mengerti apa yang dimaksudkannya. Jadi Vivin mengira aku mkukannya karena sifat posesifku? Finno mh tertawa. ¡°Kenapa? Apa ada yang lucu?¡± tanya Vivin dengan malu-malu, berpikir ku dia sudah mengatakan sesuatu yang sh. Original content from N?velDrama.Org. Finno menatapnya dengan penuh perhatian. Finno bukah pria yang peduli jika harus memungkiri sesuatu. Kepeduliannya terhadap Vivin dan kecemburuan yang dia rasakan ketika dia mengetahui tentang hubungannya dengan Fabian membuatnya tersadar. Bab 34 Bab 34 Bab 34 Kunjungan Hanung Finno mi memiliki perasaan untuk istrinya ini, yang dia nikahi karena sebuah keisenngan. Sma bertahun-tahun, Finno tidak pernah berpikir bahwa dia akan merasakan jatuh cintagi. Untungnya, wanita itu adh istrinya. Sayangnya, Vivin begitu naif sehingga dia belum menyadari perasaan Finno padanya. Haruskah aku memberitahukan perasaanku dan merebut hatinya, atau haruskah aku pehanhan membuatnya jatuh cinta padaku? Finno tersenyum pahit. Sudah sejakma aku terakhir menyukai seorang wanita. Sekarang, aku justru merasakan ku Vivin lebih sulit untuk ditaklukan dibandingkan dengan menangani kesepakatan bisnis yang berni miliaran.Kurasa sebaiknya pn-pn saja. Finno menatap Vivin dengan senyuman dibibirnya. ¡°pikirkan dengan cara itu saja ku begitu¡± Binggung dengan apa yang dikatakan Finno, Vivin hanya mengangguk hampa. Melihat tatapan bingung Vivin, senyuman di wajah Finno betambah lebar, ¡°apa kamu ada waktu besok? Temanku akan mengunjungi kita untuk makan bersama.¡± ¡°seorang teman?¡± Vivin tertegun. ¡°Ya.¡± Finno mengangguk. ¡°Ada yang sh? Bukan berarti kamu tidak mau bertemu dengan keluargaku,lu kamu juga akan menk untuk bertemu dengan temanku juga. kan?¡± Vivin terkekeh malu. ¡°Berhenth menggodaku. Besok aku santai.¡± Keesokkan harinya, Vivin dan Muti menghabiskan sepanjang pagi di dapur. Tamu yang mereka tunggu akhinya datang saat siang hari. ¡°Hei. Finno!! Rumah terlihat jauh lebih tertata seth kamu memiliki seorang istri. Sebelum orang yang ditunggu itu muncul, justru suaranya yang terdengar lebih dulu. Nada suara. yang arogan dan penuh dengan kebanggaan. Vivinngsung berjn dengan cepat ke arah ruang tamu sekedar untuk melihat seorang pria, yang mengenakan kemeja merah muda, masuk kerumah. Dia seumuran dengan Vivin. Meskipun dia cukup tampan, dia tidak memiliki ketenangan seperti yang dimiliki Finno. Tidak diragukangi, dia adh seorang pria yang mboyant. ¡°Hai, Vivin. Kakak iparku, kan?¡± Ketika pria itu melihat Vivin, dia dengan cepat menuju ke arah Vivin. Dia bahkan memelototi Finno, yang sedang duduk di kursi roda di sampingnya. ¡°Finno, dasar bajingan. Kamu bahkan tidak bng padaku ku istrimu sangah cantik!¡± Masih terlihat tenang. Finno mengabaikannya dan hanya memperkenalkan mereka dengan singkat. ¡°Hanung, ini Vivin WilLubis, Vivin, Ini Hanung Wijaya.¡± Hanung Wijaya? Karena Vivin adh seorang jurnalis, dia merasa cukup akrab dengan nama ini. Seth berpikir sebentar, dia tiba-tiba teringat. ¡°Oh!!Hanung Wijaya dari Keluarga Wijaya? Di Kota Metro ada tiga keluarga besar dan kuat. Tentu saja yang paling terkuat diantara mereka adh keluarga Normando, yang menjadi grup terbesar. Snjutnya ada keluarga Wijaya yang sangat berpengaruh dm industry hiburan. Dan yang terakhir, ada keluarga Mahesa, yang dm beberapa tahun terakhir ini mengmi penurunan. Hanung Wijaya adh putra tunggal dan pewaris satu-satunya keluarga Wijaya. ¡°Halo.¡± Vivin sedikit gugup, tapi dia tetap tersenyum ramah. ¡°Aku Vivin.¡± ¡°Senang akhirnya bertemu denganmu.¡± Hanung memiliki sepasang mata yang menawan. Memegang tangan Vivin seperti pria terhomat, dia mengangkatnya ke bibirnya, bersiap untuk memberikan ciuman di punggung tangannya. Namun, tiba-tiba saja Finno mengangkat tangannya dan menarik tangan Vivin. ¡°Jangan berani-berani menyentuhnya,¡± bentak Finno tanpa ekspresi. Original content from N?velDrama.Org. Tertegun, seketika mata Hanung berbinar. Astaga!! Apa baru saja Finno sedang cemburu? Ini semakin menyenangkan. Merasa tertarik,Hanung menyeringai. Dia menyorongkan badanya ke arah Vivin dan berbisik mistertius, ¡°Vivin, terkadang Finno sangahmban berpikir. Jangan khawatirkan itu. Ku kamu sudah bosan, datang mengobrol denganku. Aku adh orang yang jauh lebih menarik daripada dia.¡± Merasa takut, Vivin tertawa canggung. ¡°Hanung, kamu bercanda.¡± Ekspresi Finno benar-benar km sekarang. Dia meraih tangan Vivin dan berjn menuju ruang makan. Seth menyiapkan hidangan di atas meja, Muti dan Lubis pergi keluar karena ada janji keluar. Hanya Vivin, Finno dan Hanung yang tersisa di Vi. Dengan menyngkan satu kaki diatas kaki yanginnya, Hanung meminta, ¡°Hei, kenapa tidak ada alcohol dirumah ini? Finno, ambilkan beberapa. Lagian tidak ada orang luar dirumah ini. Kenapa kamu masih duduk di kursi roda jelek itu?¡± Vivin sangat kaget mendengarnya. Finno berdiri dari kursi roda, kemudian menuangkan. semangkuk sup dan memberikannya kepada Hanung. Dan dia berkata dengan nada acuh. ¡°minum ini saja.¡± Snjutnya, Finno berbalik dan menuju ke ruang bawah tanah. Baru saat ith Vivin menyadari betapa dekatnya mereka. Finno bahkan memberitahukan kepada Hanung ku dia sebenarnya tidak lumpuh. Mata Hanung mengikuti Finno ketika dia menuju ke ruang bawah tanah. Lalu dia berbalik dan menatap Vivin. Senyum sumringah yang dari tadi terpancar di wajahnya kini tidak adagi. ¡°Terima kasih, Vivin.¡± Vivin merasa tidak nyaman dengan sikap formal Hanung yang tiba-tiba saja. ¡°Kenapa kamu berterima kasih padaku?¡± ¡°Terima kasih th menikah dengan Finno.¡± Hanung bersandar di kursi dau menyeringai. Kali ini, terlihat js itu adh senyuman yang tulus. ¡°Kamu adh orang kedua yang mengetahui ku Finno tidak lumpuh. Ini membuktikan ku Finno sangat mempercayaimu.¡± Bab 35 Bab 35 Bab 35 Kebahagian untuknya Sgi Vivin mencoba mengingat kejadian di mm saat Finno tiba-tiba berdiri, dia jadi tersipu malu. Akan tetapi, Vivin berkata sembari tersenyum, ¡°sebagai pasangan sudah seharusnya saling percaya¡±. Mata Hanung berbinar saat dia menatap Vivin. Dia bertanya, ¡°Vivin apakah Finno pernah memberitahumu san kenapa dia berpura-pura lumpuh? Terkejut, Vivin menggelengkan kepnya. Finno mengatakan ku akan lebih baik jika dia tidak mengetahuinya secara detail tentang hal itu. Oleh karenanya Vivin tidak pernah memaksa Finno untuk menceritakannya. ¡°Sepuluh tahun yanglu, mobil Finno mengmi keckaan. ¡± disamping itu, Hanung justru tidak merasa keberatan danngsung memberitahu Vivin semuanya. ¡°Semua orang mengira Finno lumpuh diakibatkan oleh keckaan itu. Padahal dia hanya terluka dan kembali sembuh total seth pergi ke Amerika.¡± Vivin mencoba mengingat kembali. Dia sepertinya pernah membaca berita tentang keckaan. mobil itu sebelumnya. Original content from N?velDrama.Org. Pada saat itu usianya baru 20 Tahun, Finno baru saja masuk kuliah. Akan tetapi,dia diculik oleh orang tidak dikenal dan orang tersebut meminta uang tebusan yang sangat besar. Hal ini menycBabkan kegemparanlu membuat heboh seluruh berita nasional untuk waktu yang cukup Menurut berita yang tersiar, seth para penculik itu menerima uang tebusan, mereka ingin pergi dengan anak kedua keluarga Normando sebagai sandera mereka. Tanpa diduga, mobil mereka mengmin keckaan di tengah jn. Para penculik itu tewas ditempat, sementara. anak keluarga Normando mengmi luka parah. Bagaimanapun, sebagian besar mengenai detailnya dirahasikan dari publik, tidak ada yang mengetahui jika kakinya terluka. Mereka hanya tahu bahwa dia terbang ke Amerika untuk menjnin perawatan medis dan dia menjadi lumpuh seth kejadian itu. ¡°Aku hanya mendengar beritanya secara samar-samar,¡± gumam Vivin. ¡°Jadi, selepas keadanya. membaik seth dari America, dia masih berpura-pura lumpuh? ¡°Ya.¡± Hanung memiringkan kepnya kesamping. ¡°tapi apa kamu bisa menebak kenapa dia mkukannya? Vivin semakin penasaran. Hanung benar-benar berbeda dari Finno. Dengan kepribadiannya yang menyenangkan, dia pasti sangat terkenal dikngan para wanita, kan? ¡°Aku harus menebak?¡± Vivin berpura-pura merenung, ¡°apakah Finno tidak mendapatkan perhatian dari keluarganya? Sebenarnya, Vivin juga bertanya-tanya kenapa Finno harus sampai berpura-pura lumpuh. Karena sekarang, Vivin sudah memiliki asumsi sendiri. Bagaimana juga, dia bekerja di dunia jurnalisme. Meskipun dia tidak begitu tahu banyak tentang keluarga clit ini, dia juga tidak sepenuhnya tidak mengetahui apa-apa. Vivin bisa menebak jika keluarga Normando memilik andil besar dm usaha keras Finno untuk memalsukan kondisinya. Vivin belum pernah bertemu dengan Marthin, kakakkiki Finno dan Ayah Fabian sebelumnya. Namun, beredar rumor jika Marthin adh pria yang sangat ambisiusn dan kejam. Seiring dengan bertambahnya umur tetua Normando, maka Marthih yang menjnkan bisnis keluar Normando. Di sisiin, Finno mh mengambil jn yang sama sekali berbeda dan itu tidak ada hubungannya dengan keluarga Normando. Finno memi bisnisnya sendiri untuk menghindari konflik dengan kakak lakikinya. Karenannya, Vivin menjadi penasaran, apakah Finno berpura-pura lumpuh karena dia khawatir kepada Marthin. Ini hanya tebakan serampangan. Namun seth mendengarkan penjsannya, muncul sedikit kekaguman di mata Hanung saat dia menatap Vivin. ¡°Tidak buruk, Vi. Ternyata kamu cukup pintar.¡± Vivin terkekeh malu. ¡°Kurasa aku telu banyak menonton sron.¡± Hanung menahan tawa. ¡°Ku bisa dibng bisnis keluarga Normando sangat besar. Jadi akan ada drama keluarha, dan itu mungkin bisa jadi serumit sron-sron yang ada. Bagaimanapun, sekalipun Finno adh orang yang sukses sekarang, dia th menjni kehidupan yang sulit.¡± Vivin tertegun sejenak sebelum dia kembali sadar dan mengangguk pn. Sm sepuluh tahun, dia harus duduk di kursi roda meskipun dia sebenarnya baik-baik saja. Finno bahkan harus waspada terhadap keluarganya sendiri. Itu pasti sangat sulit untuknya. ¡°Jadi,¡±njut Hanung. Kali ini, senyumnya memudar dan ekspresinya berubah serius. ¡°Vivin. kamu harus membuatnya bahagia.¡± Tertegun. Vivin tidak menyangka jika Hanung tiba-tiba mengatakan hal itu. Membuatnya bahagia?Tapi kebahagian seperti apa yang bisa kuberikan? Sebelum Vivin bisa menjawab, dia tiba-tiba saja mendengar suarangkah kaki mendekat ke arah mereka. Terdengar suara yang dingin berkata ¡°Apa yang kalian bicarakan?¡± Bab 36 Bab 36 Bab 36 Panggn dari Alin Vivin berbalik dan melihat Finno th kembali. Finno sudah berdiri di sana. Sosoknya yang ramping dengan kakinya yang ramping dan panjang. Kemeja biru muda yang dia kenakan memperjs bentuk tubuhnya yang sempurna. Tatapan serius terlintas di mata Vivin. Finno adh pria yang luar biasa, tapi dia terpaksa harus duduk di kursi roda. Bagaimana rasanya itu? ¡°Aku baru saja memberitahu Vivin bahwa aku th jatuh cinta padanya pada pandangan pertama dan berencana untuk mencurinya darimu.¡± Saat Hanung melihat Finno, senyum nakalnya muncul kembali di bibirnya. ¡°Finno, kau tahu kan ku aku sangat menawan. Aku punya begitu banyak wanita yang memuja-mujaku. Kamu harus berhati-hati!¡± ¡°Jangan pernah berpikir ku Vivin sama dengan wanita-wanita yang kamu kencani, tegur Finno dengan tenang. Dia berjn ke arah meja makan dan membuka sebotol anggur merah. ¡°Dia tidak akan pernah menyukaimu.¡± ¡°Hmph! Telu percaya diri!¡± Hanung mendengus geli. Dengan kehadiran Hanung, tidak ada satu momen pun yang membuat bosan sma Original from N?velDrama.Org. makan. Vivin bahkan terus tertawa dari awal sampai akhir karena Hanung. seth mereka selesai memakan makanan penutup, Hanung menyeka mulutnya dan berdiri dengan enggan. ¡°Baih, Vivin. Aku ada kencan hari ini, jadi aku tidak akan mengganggu kaliangi. Aku akan berkunjunggi nanti.¡± Vivin dan Finno berdiru secara bersamaan untuk mengantar Hanung pergi. Mereka baru kembaligi ke ruang makan seth yakin mobil sport berwarna merah milik Hanung mju pergi meninggalkan Vi Finno membawa piring-piring di meja makan kembali ke dapur. ¡°Biarkan aku saja yang mkukannya,¡± Vivin menawarkan,lu mengambil piring dari tangan Finno. Namun, Finno mengangkat tangannya dan menghentikannya. ¡°Aku bisa mkukan hal-hal sederhana seperti ini,¡± jawab Finno dengan suara beratnya. Tidak punya pilihan, Vivin hanya bisa membereskan meja makan bersama dengannya. Saat Finno meletakkan piring kotor di mesin pencuci piring, dia tiba-tiba saja bertanya, ¡°Apa yang baru saja dikatakan Hanung padamu?¡± Vivin tercengang. Namun, dia masih menjawab dengan jujur, ¡°Dia memberitahuku mengapa kamu berpura-pura lumpuh.¡± adi begitu ya.¡± Finno mengangguk, sama sekali tidak terkejut. Vivin sudah menduganya. Sejak Finno dan Hanung menjalin persahabatan sma bertahun- tahun, Finno pasti bisa menebak apa yang dikatakan Hanung padanya. ¡°Apakah kamu menyhkanku?¡± Finno tiba-tiba bertanyagi sambil menatap tajam ke arah Vivin. Terkejut, Vivin tidak mengerti apa yang dimaksudnya. ¡°Menyhkanmu untuk apa?¡± ¡°Seharusnya aku yang menceritakan semuanya padamu,¡± gumam Finno sambil meletakkan. piring kotor terakhir ke dm mesin pencuci piring. Vivin tertawa terbahak-bahak. ¡°Tidak ada perbedaannya. Tanpa izinmu pun, Hanung tidak akan pernah berani menceritakannya padaku, kan?¡± Finno mau tidak mau mencuri pandanggi kearah Vivin. Meskipun dia tidak pernah usil, justru dia sangah jeli.Inh wanita pilihanku! ¡°Ya.¡± Vivin dan Finno berjn bersama keluar dari dapur, sambil bergandengan tangan. ¡°Hanung lebih pandai bicara daripada aku.¡± Dengan katain, Finno memcoba mengatakan bahwa Hanung bisa lebih js dm menjskan maksudnya. ¡°Untuk beberapa san¡­¡± Finno ragu-ragu sesaat sebelum menambahkan. ¡°Aku masih tidak bisa memberitahumu semuanya. Semakin banyak yang kamu tahu, maka akan semakin banyak bahaya yang akan kamu hadapi. Aku harap kamu akan bisa mengerti.¡± Vivin mengangguk. ¡°Aku tahu. Kamu hanya mencoba melindungiku.¡± Vivin mengucapkan kata-kata itu dengan sangat lembut dan ringan. Akan tetapi, ketika Finno mendengarnya, hatinyangsung berdebar. Tanpa Finno sadari dia mengeratkan genggamannya pada tangan lembut Vivin. Merasakan cengkeraman Finno di tangannya, Vivin mi merona. Dia akan mengatakan sesuatu ketika telepon di ruang tamu berdering. ¡°Um¡­ aku angkat teleponnya dulu.¡± Dengan kep tertunduk, Vivin bergumam, menarik tangannya dan berjn ke ruang tamu. Ketika dia meraih telepon di atas meja dan melihat panggn masuk, alisnya berkerut. Dia menerima panggn itu dan bertanya tanpa ekspresi, ¡°Alin, kenapa kamu menelponku?¡± Alin dan Vivin memiliki ayah yang sama, tetapi ibu mereka berbeda. Meskipun mereka memiliki hubungan darah, mereka tumbuh di lingkungan yang sama sekali berbeda dan jarang bertemu. satu samain. Oleh karena itu, tidak ada ikatan persaudaraan di antara mereka. Apgi seth apa yang terjadi dengan Fabian, Vivin merasa tidak perlugi untuk berpura-pura terlihat bersahabat satu samain. Karenanya, dia tidak tahu kenapa tiba-tiba saja Alin menelponnya. ¡°Vivin.¡± Suara sok manis Alin terdengar sangat menjengkelkan ditelpon. ¡°Kamu sepertinya tidak senang menerima teleponku.¡± ¡°Tidak ada yang bisa dibanggakan dari hal ini.¡± Vivin merasa terganggu dengan tindakan Alin. Dengan nada tidak sabar, dia membentak, ¡°Hentikan semua omong kosong ini. Apa yang kamu inginkan?¡± ¡°Tentu saja aku meneleponmu untuk memberikan kabar baik,¡± kata Alin dengan suara yang diimut- imutkan. ¡°Aku dengar-dengar ku kondisi Ibu Wirdi membaik, kan?¡± Bab 37 Bab 37 Bab 37 Photo yang terkirim Vivin merasa menciut. Bagaimana dia bisa tahu tentang kondisi g ibuku? ¡°Bagaimana kabarnya?¡± Suaranya menjadi sangat dingin. ¡°Jangah begitu adikku sayang. Lagian, aku juga sangat peduli dengan keadaan Ibu.¡± Nada ramah Alin terdengar palsu seperti biasanya. ¡°Karena itu, saat aku mendengar ku biaya rumah sakit Ibu semakin bertambah, aku sangat khawatir. Dan aku terus memikirkan cara bagaimana bisa membantumu.¡± Alin ingin membantuku? Vivin mencibir, ¡°kamu mau memantuku dengan cara apa?¡± ¡°Aku ada kenn seorang teman yang menjnkan sebuah perusahaan majh. Mereka sedang membutuhkan karyawan baru sekarang. Serta, mereka memiliki tunjangan karyawan yang sangat menarik.¡± Alin akhirnya mengungkapkan tujuan sebenarnya dia menelpon Vivin. ¡°Dan juga kamu kan sangat berbakat, kamu pasti akan dipekukan lebih baik jika kamu memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan mereka.¡± Vivin akhirnya mengerti. Seth bertele-tele, Alin hanya ingin Vivin keluar dari Majh mour. sannya sangat js-itu karena Fabian. Seth mengetahui san Alin yang sebenarnya, Vivin tidak bisa menahan diri untuk tidak. mengejeknya, ¡°Alin, apakah kamu benar-benar sangat khawatir tentang hubunganku dengan Fabian?¡± Kata-kata Vivin begitu terang-terangan sehingga Alinngsung memucat. Menggigit bibir merahnya, dia masih bisa menjawab dengan suara sok manis, ¡°Apa yang kamu bicarakan, Vivin? Kenapa juga aku harus mengkhawatirkanmu? Kamu hanyh seorang wanita bersuami yang th menjual tubuhnya demi uang.¡± Wajah Vivin mengeras. Dia mengeluarkan kata-kata yang kejam dan kasar dengan nada manis yang menjijikkan. Ini benar- benar tipikal Alin. Suara Vivin berubah dingin. ¡°Alin, terlepas dari apapun niatmu memberitahukan tentang pekerjaan ini padaku, aku tidak akan menerima pekerjaan itu.¡± Vivin sangat mengenal Alin. Jika dia benar-benar memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan majh itu, dia tidak akan dipekukan dengan baik sama sekali. Bahkan, dia akan Jatuh ke dm genggaman Alin dan tersiksa olehnya. Seth mendengar penkan tegas Vivin, Alin mi merasa terhina. Sebuah kemarahan akhirnya muncul terdengar dm suaranya saat dia berteriak, ¡°Vivin! Kamu tidak tahu berterima kasih dan berengsek!¡± ¡°Astaga! Rasa malumu th berubah menjadi kemarahan begitu cepat!¡± ejek Vivin. ¡°Jangan khawatir. Aku sama sekali tidak tertarik dengan Fabian sedikitpun, jadi kamu tidak perlu telu paranoid. Alin benar-benar sangat marah sehingga dia ingin berteriak dengan keras! Apa maksudnya kamu tidak tertarik sama sekali?Vivin, kamu benar-benar brengsek! Kamu ternyata sangat ahli dm bermain kasar, ya? ¡°Vivin!¡± Sekarang seth semuanya menjadi seperti ini, Alin tidak perlu berpura-puragi. ¡°Aku memperingatkanmu. Tinggalkan perusahaan Fabian! Ku tidak, aku akan memberimu pjaran!¡± Vivin mencibir dengan jijik. ¡°Memberiku pjaran? Alin, apa yang bisa kamukukan padaku?¡± Apa yang bisa kkukan padamu, ya? Di seberang telpon, bibir Alin tiba-tiba melengkung menjadi seringai tajam. ¡°Aku bisa. membuatmu sangat menderita sehingga kamu berharap ingin mati saja.¡± Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Suara Alin sangat manis, namun ada nada yang mengerikan di dmnya. Vivin hanya bisa merasakan hawa dingin menjri di tng punggungnya. Rupanya, Vivin sudah habis kesabaranya, ¡°Lakukan apa saja yang kamu inginkan! Bagaimanapun, aku membutuhkan pekerjaanku. Dan juga, aku sama sekali tidak tertarik pada tunanganmu!¡± Lalu, Vivinngsung menutup telepon, tidak ingingi mdeninya. Ketika Alin mendengar nada sibuk di telepon, wajahnya yang cantik berubah penuh amarah. Vivin! Aku memberimu kesempatan untuk menymatkan diri! Ini semua shmu karena tidak menerimanya, jangan shkan aku untuk apa yang akan terjadi nanti. Alin dengan cepat mengambil teleponnya dan menekan sebuah nomor. ¡°Hallo, ini aku.¡± Suara Alin penuh dengan bahaya. ¡°Kirim semua fotonya. Ya, kirimkan semua pada Fabian. Hati-hati. Jangan biarkan siapa pun yang tahu dari mana foto-foto itu dikirim.¡± Bab 38 Bab 38 Bab 38 Siasat Terakhir N?velDrama.Org copyrighted ? content. Seth menutup telepon, Alin masih sangat marah saat dia sedang mewarnai kukunya dengan warna merah. Penuh dengan kemarahan, dia menempelkan kuas ke kukunya. Bahkan sampai detik ini, Alin masih ingat pertama kali dia bertemu Fabian. Fabian slu berpikir ku pertemuan pertama mereka adh saat acara makan-makan setengah tahun yanglu. Namun, Fabian tidak menyadari fakta bahwa dia sudah bertemu. dengannya tiga tahunlu. Itu di Universitas Gandratama. Saat itu, dia dan teman-temannya mengunjungi Kota Bandung untuk bersenang-senang. Ayahnya menyuruh Alin membawakan beberapa barang untuk Vivin. Meskipun dia enggan mkukannya, dia tetap menuruti ayahnya karena dia perlu terlihat seperti anak perempuan yang patuh. Saat ith dia secara kebetn melihat Vivin bersama dengan Fabian. Dia masih bisa mengingat dengan js hari itu adh hari yang cerah dan indah. Fabian sedang mengendarai sepeda, sedangkan Vivin duduk di bkangnya. Dia mengenakan blus putih, tampak seperti seorang pangeran yang datang dari negeri dongeng. Saat dia menatapnya pertama kali, Alinngsung tertarik padanya. Meskipun pertemuan itu sangat singkat, dan baik Vivin maupun Fabian mungkin tidak ingat tentang pertemuan itu, tetapi pertemuan itu terukir di dm benaknya. Seth png ke rumah, dia dengan segera mempekerjakan seseorang untuk menyelidiki pacar saudara perempuannya itu. Baru kemudian dia mendapatkan sebuah kejutan besar. Sangat mengejutkan, pacar Vivin, yang dia gambarkan sebagai mahasiswa miskin yang mengandalkan bantuan keuangan untuk kuliah, sebenarnya adh cucu dari keluarga. Normando! Seth mendengar hal ini, Alin merasa sangat senang! Alin tahu bahwa seleranya pada pria, mustahil baginya untuk jatuh cinta pada pria yang miskin. Tentu saja, orang yang disukainya pasti pria yang luar biasa! Sejak saat itu, dia bertekad untuk menikahi Fabian dan bukan orangin. Sayangnya, Fabian hanya memperhatikan Vivin. Alin masih ingat saat-saat Vivin mengunjungi keluarga Manurung. Saat Vivin menerima telepon dari Fabian, slu ada ekspresi bahagia yang memuakkan di wajahnya. Sama halnya, ketika Vivin menyelinap ke Universitas Gandratama untuk sekedar memandang Fabian sebentar. Alin juga tidak pernah bisa melupakan wajah penuh kasih sayang Fabian setiap kali dia melihat Vivin. Memang, dia harus mengakui bahwa Alin dipenuhi dengan kecemburuan. Dia sebenarnya cemburu pada Vivin-putri keluarga Manurung yang kasar, tidak sopan, dan tidak sah! Meskipun Alin sangat membenci Vivin sejak mereka masih kecil, itu sebagian besar perasaan meremehkan. Itu karena Alin tidak pernah berpikir bahwa Vivin bisa dibandingkan dengannya. Namun, tidak pernah dm seumur hidupnya Alin membayangkan dirinya akan cemburu pada Vivin. Ini adh awal dari kebenciannya pada Vivin. Oleh karena itu, dia mengatur insiden yang terjadi dua tahunlu. Tujuannya adh untuk memaksa Fabian untuk tidakgi mencintai seorang wanita yang kotor dan anak tidak sah itugi. Alin slu berpikir bahwa dia th berhasil. Fabian putus dengan Vivin, kembali ke keluarga Normando dan pergi ke luar negeri ke Amerika-seperti yang slu dkukan oleh seseorang yang berasal dari keluarga kaya raya. Seperti yang direncanakan, dia bertemu dengannya di sana, mi berkencan dengannya dan bahkan bertunangan. Semuanya berjn sesuai rencananya. Namun, ketika mereka kembali ke Kota Metro, semuanya berubah.. Fabian justru menjadi atasanngsung Vivin. Apakah itu hanya kebetn atau kesengajaan Fabian? Seth beberapa pertemuan dan perjnan bisnis, dia benar-benar takut. Oleh karena itu, dia tidak punya pilihan sin mengeluarkan kartu As-nya. Vivin, aku akan membuatmu tidak mungkin bisa bersama Fabiangi! Senin th tiba. Seth Vivin bangun dan bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan pagi, dia menerima telepon tak terduga dari rumah sakit. ¡°Apa?¡± Vivin berhenti di tengah tangga. ¡°Seratus Lima puluh Juta? Apa obat itu dibutuhkan segera? Tidak, bukan karena saya tidak mampu membelinya. Baih buatkan saja resep obatnya. Aku akan mengambil uangnya hari ini.¡± Vivin menutup telepon dan mengh nafas. Seth kondisi kesehatan ibunya semakin membaik, ibunya mi mengonsumsi obat-obat mahal. Kebanyakan dari obat itu tidak ditanggung oleh asuransi, jadi Vivin harus berjuang untuk bisa membelinya. Akan tetapi, ini menyangkut kehidupan ibunya, dia tidak punya pilihan sin menguatkan dirinya dan menelepon HRD. ¡°Maaf, tapi aku harus mengambil gajiku diawal. Bahkan Vivin merasa malu atas permintaannya. ¡°Tapi ibuku.. Oke, aku mengerti. Aku akan menunggu kabar darimu. ¦§ Seth menutup telepon, Vivin mengh nafasgi sebelum menuju ke ruang makan. Finno sedang makan bubur di sana. Ketika dia melihat Vivin, dia bertanya dengan tenang, ¡°Ada apa?¡± Bab 39 Bab 39 Bab 39 Jskan Padaku Vivin menebak ku Finno mungkin melihatnya menelpon di tangga. Namun, karena dia tidak bisa memikirkan penjsan yang tepat, dia hanya menjawab, ¡°Yah, hanya beberapa urusan kerjaan di kantor. Itu bukan sesuatu yang penting.¡± Vivin bukan dengan sengaja menyembunyikan kondisi ibunya dari Finno. Itu karena dia benar- benar tidak tahu bagaimana mengatakan padanya. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Jika Vivin mengatakan bahwa ibunya sakit parah dan dia sangat membutuhkan uang untuk perawatannya, itu akan terdengar seperti dia meminta uang dari Finno. Meskipun mereka sudah menikah dan keyakinannya mi tumbuh saat dia merasakan bahwa dia mi memilik perasaan pada Finno, dia masih tidak mau mengungkapkan kelemahannya kepada orangin. Mungkin, ini sebuah kebiasaan yang sudah dia tanamkan sejak muda. Ibunya slu mengingatkan padanya, bahkan jika semua orang mengejeknya karena tidak memiliki ayah dan karena menjadi anak haram, dia tidak boleh menunjukkan kelemahan apa pun. Dia tidak boleh membiarkan orangin membuat lelucon tentangnya. Ketika Finno memperhatikan tatapan Vivin yang sedang mmun, Finno berpikir sejenak dan memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh. Sesungguhnya, Finno tahu tentang kondisi ibunya. Akan tetapi, Finno tidak berencana mengambil inisiatif untuk menawarkan bantuannya. Karena dia tahu betapa sensitif dan keras kepnya Vivin, Finno takut mempengaruhi kepercayaan yang sangat rapuh di antara mereka. Pn-pn saja. Aku tidak ingin membuat Vivin takut. Menatap Vivin, yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, Finno diam-diam mengutuk dirinya sendiri. Dia tidak pernah membayangkan dirinya, yang slu begitu tegas sma mkukan negosiasi bisnis, menjadi begitu sangat ragu-ragu hanya karena Vivin. ¡°Ayo makan.¡± Pada akhirnya, dia hanya berkata, ¡°Seth makan, aku akan mengantarmu ke stasiun kereta.¡± Vivin mengangguk, mengh napas lega karena Finno tidak memaksa mengantarnya ke kantor. Apakah ini berarti Finno mi berpikir dari sudut pandangku? Vivin naik kereta ke kantornya. Sebelum dia duduk di mejanya, sekretaris memberitahunya ku Fabian memanggilnya. Vivin merasa gelisah. Seth kembali dari Kota Langsa, Fabian berhenti menganggunya. Kenapa dia memanggilku sekarang? Dengan kebingungan, dia berjn menuju ruangan Fabian. ¡°Pak, ada yang bisa saya bantu?¡± ¡°Vivin.¡± Fabian menatap Vivin dengan dingin danngsung ke persn inti. ¡°Aku dengar ku kamu ingin mengambil gajimu di awal untuk bn inigi?¡± Persaannya bertambah gelisah. ¡°Ya, aku membutuhkan uang. ¡°Kamu butuh uang?¡± Fabian mendengus dingin. ¡°Untuk apa?¡± Vivin bisa merasakan ujung jarinya gemetar. Suaranya berubah dingin dan dia menegur, ¡°Itu urusan Finance Pak. Sebagai Pemimpin Redaksi, bukankah Anda telu ikut campur?¡± ¡°Mengapa? Apakah itu untuk sesuatu yang mencurigakan?¡± Ketika Fabian melihat bahwa Vivin menghindari pertanyaan itu, nada mengejeknya meningkat. Vivin melemparkan tatapan tajam ke arahnya. Dia mengambil napas dm-dm dan menyeringai. ¡°Saya ingin membeli tas yang baru saja dirilis. Tas inu edisi terbatas. Jika aku tidak mengambil gajiku di awal, aku tidak akan bisa membelinya tepat waktu, ¡° Karena Fabian sudah berpikir bahwa aku adh wanita matrealistis, aku akan membiarkannya saja sekalian. Lagip, aku tidak peduligi. Saat Fabian mendengar nada acuh tak acuhnya, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengepalkan tinjunya. Sambil menyeringai dingin, Fabian mengejek, ¡°Hah? Itu hanya sebuah tas. Pria-pria itu menk membelikannya untukmu?¡± Pria-pria itu? Vivin berpikir bahwa dia sudah terbiasa terhadap semua hinaan ini. Bahkan ketika Fabian menghinanya seperti itu, dia tidak merasakan apa-apagi. ¡°Vivin, kenapa kamu tidak mengatakan apapun?¡± Fabian tiba-tiba berdiri dan mengangkat suaranya. ¡°Aku bertanya padamu. Bagaimana dengan pria-pria itu? Atau apa mereka sudah mencampakkanmu seth mendapatkan apa yang mereka inginkan darimu?¡± Sambil mengerutkan kening, Vivin mi kehngan kesabarannya. Apa Fabian sudah g? Kenapa dia bertingkahgi? ¡°Pak Normando, jika saya tidak bisa mendapatkan gaji saya di awal, maka lupakan saja.¡± Vivin sudah kehngan kesabarannya. ¡°Jika tidak ada yangingi, aku akan pergi sekarang.¡± Ketika Vivin hendak pergi Fabian tiba-tiba mngkah maju dan melempar sesuatungsung ke wajahnya. ¡°Vivin, bisakah kamu menjskan ini semua kepadaku?¡± Bab 40 Bab 40 Bab 40 Foto Dua Tahun Lalu Tercengang. Vivin menundukkan kepnya untuk melihat lebih dekat apa yang baru saja dia lemparkan padanya. Mendadak, wajahnya pucat saat tubuhnya gemetar tak terkendali. Itu adh foto-foto. Fotonya buram dan tidak fokus, jadi js bahwa itu diambil secara diam- diam. Namun, orang yang di foto itu masih bisa dikenali dengan js. Itu tidakin adh dirinya sendiri! Dia sedang berbaring di tempat tidur dengan pakaian yang acak-acakan dan pipinya merah. Wupun foto-fotonya buram, itu js terlihat apa yang diakukan. Pikiran Vivin menjadi kosong. Dia dengan cepat menyadari kapan foto itu th diambil-dua tahunlu. ¡°Dari mana kamu mendapatkan foto-foto ini?¡± Sambil mencengkeram foto-foto itu, Vivin memelototi Fabian dan mendesak dengan suara memaksa. Apa yang th terjadi dua tahunlu adh mimpi buruk bagi Vivin. Namun, seth sekianma, dia mi melupakan masalunya. Dia nggak pernah membayangkan dari sekianma bahwa ada orang yang th mengambil fotonya! Sehingga, insiden mengerikan itu akan menjadi aib yang tak terlupakan yang akan tetap tinggal dm dirinya smanya. ¡°Ada apa, Vivin? Apakah kamu takut? Menatap wajah pucat Vivin, Fabian hanya bisa mengejek dengan dingin. ¡°Jika kamu maerasa takut sekarang, mengapa kamu mkukan hal-hal kotor seperti itu dulu?¡± Emosi Vivin semakin tak terkendali. Ejekan Fabian hanya membuatnya merasa semakin tertekan. ¡°Fabian, aku tidak ada hubungan apapun denganmu! Berhenth mencampuri urusanku!¡± Suara Vivin sangat dingin. ¡°Katakan saja dari mana kamu mendapatkan foto-foto itu. Siapa yang th mengambil foto itu? Siapa yang th memberikannya padamu?¡± Ketika Fabian melihat betapa pucatnya Vivin, hatinya tidak bisa menahan rasa sakit. Namun, ketika tatapannya tertuju pada foto-foto yang tak pantas itu, amarahnya bangkit kembali. ¡°Bukannya kamu tahu betul siapa yang sudah mengambil foto itu? Kenapa kau mh bertanya padaku?¡± Fabian melihat Vivin dengan pandangan mengejek, tatapannya dipenuhi dengan penghinaan. ¡°Atau apakah kamu sudah mkukannya dengan banyak pria yang berbeda sampai kamu bahkan tidak ingat kapan ini terjadi, atau pria mana yang sudah mengambil foto-foto ini?¡± Tubuh Vivin bergetar tak terkendali. Ternyata, Fabian tidak bisa membedakan bahwa itu adh ternyata foto dua tahunlu. Tentu saja, Vivin slu berambut panjang sma dua tahun ini. Sulit untuk melihat perbedaannya. Oleh sebab itu, karena keshpahaman mendm yang sudah dia pendam tentang Vivin, dia tentu saja berasumsi bahwa foto-foto itu diambil oleh seorang pria yang tidak dikenal baru-baru ini. Vivin menggigit bibirnya. Menyadari bahwa dia tidak akan mendapatkan informasi apapun dari pria ini, dia berbalik dan pergi, tidak ingin berbicara dengannyagi. ¡°Vivin, berhenti di sana!¡± Suara marah Fabian terdengar dari bkang Vivin. Namun, dia cepat-cepat keluar dari kantor tanpa melihat ke bkang. Seth meninggalkan kantor, Vivin tidak memperdulikan pandangan penasaran semua orang yang menatapnya danngsung beri ke toilet. Dia menutup pintu, terduduk ditoilet dan terengah-engah. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Foto-foto?Foto-foto itu?Siapa yang th mengambil foto-foto itu dan mengirimkannya kepada Fabian? Apakah orang yang menyabotase saya tahun itu? Apa tujuan pkunya? Ini sudah belu dua tahun. Apakah orang tersebut masih belum puas seth merusak reputasiku? Apakah itu seBabnya dia mengungkapkan foto-foto ini sekarang? Sementara Vivin merasa di ambang kehancuran, Fabian juga tidak begitu merasa senang. Dia duduk di sofa dengan marah dan menarik dasinya yang th mencekiknya. Dia masih ingat menerima foto Vivin di ranjang yang dua tahunlu. Hal ith yang membuatnya yakin bahwa Vivin benar-benar th mengkhianatinya. Sudah dua tahun sejak itu. Dia mengira akan mundur dengan wanita yang tak tahu malu ini, tetapi ketika dia melihat foto-foto itugi, dia masih dipenuhi kemarahan! Apakah ini foto baru dengan priain? Siapa pria itu kali ini? Finno? Atau orangin? Fabian sangat tertekan hingga dadanya terasa ingin meledak. Dia harus mkukan sesuatu tentang hal ini, ku tidak dia mungkin bisa g! Dia tiba-tiba meraih ponselnya dan menghubungi sebuah nomor. Seth orang itu menjawabnya, Fabian memberikan senyuman palsu. ¡°Halo, Paman Finno. Ini aku, Fabian. Aku belum sempat bertemu kamu seth saya kembali, kan? Ya, kamu pergi saat makan mm keluarga karena harus mengerjakan sesuatu. Aku akan melewati kantormu hari ini. Gimana ku kita minum kopi bersama?¡± Seth setengah jam, dia tiba di kafe di dekat Finnor Group. Finno sedang duduk di kursi roda di samping jend. Ketika dia menundukkan kepnya dan melihat amplop di atas meja, matanya menyipit. ¡°Fabian, apa ini?¡± Fabian sedang duduk di sisiin meja. Meskipun dia sedikit terintimidasi oleh aura kuat Finno, dia berkata dengan tenang. ¡°Saya pikir kamu harus tahu tentang sesuatu, Paman Finno.¡± Bab 41 Bab 41 Bab 41 Membakar Amplop ¡°Tentang apa?¡± Finno sangat dingin. Tidak penasaran dengan apa yang ada di dm amplop itu, dia hanya melontarkan pertanyaan pada Fabian. Tidak tahu bagaimana menjskannya, Fabian hanya memberikan jawaban yang tidak js, ¡°Aku dengar kamu punya seorang wanita sekarang?¡± Dia bermaksud mengatakannya dengan cara yang tenang. Kenyataannya, ketika mendengarnya, dia masih terganggu. Dia tahu bahwa Finno tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada wanita. Ayahnya, Mark, bahkan menduga bahwa keckaan mobil sepuluh tahun yanglu tidak hanya merampas kakinya, tetapi juga kemampuannya di tempat tidur. Sampai akhirnya ketika Finno menikah, mereka menyadari sebaliknya. Yang lebih mengejutkan Fabian adh bahwa Finno berhubungan dengan Vivin! Ketika Finno mendengar apa yang dikatakan Fabian, dia mengangkat alisnya. ¡°Kamu sangat tau banyak tentang mashku, ya?¡± Meskipun itu hanya pernyataan biasa, suara Finno sangat rendah. Merasa tertekan, Fabian mi berkeringat dingin. ¡°Itu hanya kebetn.¡± Fabian memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum. ¡°Sebelumnya, rekan bisnisku. Tuan Hark, menyinggung soal wanitamu. Dia memberitahu saya tentang hal itu seth itu.¡± Ketika Fabian menyebutkan apa yang terjadi di Kota Langsa, ktan dingin melintas di mata Finno. ¡°Jadi?¡± Finno sudah menyimpulkan bahwa Fabian bertemu dengannya hari ini hanya untuk membicarakan Vivin. Meskipun Finno tidak pernah dengan sengaja menyembunyikan hubungannya dari Fabian, dia tampaknya sh paham bahwa Vivin adh simpanan Finno. ¡°Yah¡­¡± Fabian berkeringat dingin. Namun, dia mencoba menenangkan diri dan menahan emosinya, ¡°Wanita itu bekerja di perusahaan majh saya. Secara kebetn, saya mendapatkan beberapa informasi tentang dia yang saya pikir kamu harus tahu.¡± Saat dia berbicara, tatapannya mendarat di amplop di atas meja. Jadi amplop itu berisi sesuatu yang berhubungan dengan Vivin. Seth beberapa saat merenung, Finno mengangkat tangannya dan membuka amplop itu. Namun, ketika dia melihat apa yang ada di dm amplop itu, ktan mematikan melintas di mata Finno. Fabian th mengamati wajah Finno dan dia tidak terkejut ketika dia melihat sedikit perubahan pada ekspresi Finno. Meskipun dia hanya wanita simpanan Finno, js bahwa dia penting baginya. Ku tidak, dia tidak akan berurusan dengan Tuan Hark seperti itu.Bicara tentangnya, Vivin adh wanita yang sangat mengesankan, ya? Dia membuatku sangat jatuh cinta padanya saat itu. Sekarang, dia bahkan bisa menipu Paman Finno, yang sebelumnya tidak tertarik pada wanita. Tapi, seth aku membuka topengnya hari ini, dia tidak akan bisa bersandiwaragi! Fabian dipenuhi dengan keinginan untuk membs dendam. Namun, dia enggan mengakui bahwa sebenarnya, dia hanya tidak ingin melihat Vivin dan Finno terjerat dm suatu hubungan. Pakk! Seth melihat apa yang ada di dm amplop, Finno melemparnya ke meja, berbalik dan berkata kepada pyan. ¡°Apakah kamu punya korek api?¡± Fabian tercengang. Korek api? Tapi Paman Finno tidak merokok sama sekali. Pyan dengan cepat memberinya korek api. Sebelum Fabian sempat bereaksi, Finno menjentikkan korek api dan membakar amplop itu. ¡°Paman Finno, apa yang sudah kamukukan?¡± Kaget, Fabian mencoba menghentikannya. Ketika dia mengangkat kepnya, matanya bertemu dengan tatapan dingin Finno. Seketika, dia merasakan getaran menjri tng punggungnya. Sungguh tatapan yang mengerikan. ¡°Mengapa? Bukankah kamu hanya ingin aku melihatnya?¡± Senyuman sinis yang dingin muncul di bibir Finno, sementara nada suaranya sama dinginnya dengan ekspresinya. ¡°Sekarang seth aku melihatnya, enggak mash ku aku membakarnya, kan?¡± Sungguh lucu.Meskipun foto itu tidak menangkap bagian tubuhnya yang sensitif, dia tetah wanita saya. Tidak ada yang bisa melihatnya begitu saja. Menatap Finno. Fabian tidak bisa menahan diri untuk tidak menn air liurnya dan menundukkan kepnya. ¡°Enggak.¡± Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Foto itu ada di dmnya, amplop itu sudah terbakar menjadi abu. Finno melemparkan korek api ke samping dan bersandar di kursi rodanya. Tatapan dinginnya. mendarat di Fabian saat dia menginterogasi, ¡°Katakan, siapa yang sudah memberikanmu foto ini?¡± Fabian mengangkat kepnya sedikit terkejut. Menatap Finno, dia hampir tidak percaya apa yang baru saja dia dengar. ¡°Paman Finno, tidakkah kamu ingin tahu dengan siapa dia mengambil foto itu dan mengapa ada foto seperti itu?¡± Menatap Fabian dengan pandangan serius, Finno menjawab dengan suara berat, ¡°Mengapa aku harus bertanya? Aku tahu betul orang seperti apa wanitaku.¡± Bab 42 Bab 42 Bab 42 Hatinya tiba-tiba mendapat dorongan, dia tersenyum. ¡°Ya. Mungkin kamu tidak tahu ini, tetapi kami dulu pernah menjalin hubungan ketika masih kuliah.¡± Fabian mengatakannya dengan santai, seh-h dia sengaja mencoba membuat marah Finno. Memang, kata-katanya memenuhi tujuannya. Finno diam-diam mengencangkan pegangannya pada pegangan kursi roda. Namun, segera seth itu, dia mengejek dengan dingin. ¡°Ah, benarkah?¡± Kedua kata itu sederhana, namun sangat dingin. Kemarahan dm suaranya bisa membuat merinding. Fabian menyadari bahwa dia sudah keteluan. Dengan wajahnya yang memucat, dia berkata dengan nada yang lebih lembut, ¡°Paman Finno, jangan telu ambil pusing dengan itu. Dia hanya seorang wanita biasa. Aku menanyakan semua pertanyaan ini karena saya khawatir bibi saya akan merasa kesal seth mengetahuinya.¡± Istri Finno juga sangat misterius. Oleh karena itu, kakek Fabian ingin mencarikan Finno seorang istri dari keluarga kaya. Ayah Fabian, Mark, awalnya khawatir bahwa pernikahan semacam itu akan memberi Finno kekuatan. Tanpa diduga, Finno tiba-tiba mengumumkan bahwa dia menikah dengan gadis biasa dengantar bkang keluarga biasa saja. Meskipun th kembali untuk beberapa waktu, Fabian masih belum melihat istri Finno yang dikabarkan itu. Finno hanya menatap Fabian, tidak menanggapinya sama sekali. Menyadari bahwa dia keteluan, ekspresi canggung melintas di wajahnya. Pada akhirnya, dia menjawab pertanyaan pertama yang diajukan Finno, ¡°Aku mendapat foto dari email tanpa nama.¡± ¡°Tanpa nama?¡± ng Finno, nadanya datar. Fabian mengangguk. Masih enggan menyerah, dia mau tak mau menambahkan, ¡°Paman Finno, jangan shkan aku karena keteluan Tapi Vivin adh wanita yang tidak pantas. Dia juga. memiliki reputasi buruk di kantor. Jadi kamu harus¡­¡± ¡°Fabian.¡± Sebelum Fabian bisa menyelesaikan kalimatnya, Finno memotongnya. Sedikit kekesn sudah ada di dm suaranya. ¡°Apakah kamu tidak menyadari sudah telu banyak terlibat dm urusanku?¡± Baru kemudian Fabian menyadari bahwa dia telu banyak bicara. Karena itu, dia melihat ke bawah dan meminta maaf, ¡°Maaf, Paman Finno.¡± ¡°Baih, Fabian. Jika tidak adagi yangin, saya akan kembali dulu.¡± Finno menyesuaikan dasinya dan menambahkan dengan tenang, ¡°Istriku masih menungguku di rumah.¡± Lalu, dia meninggalkan kafe tanpa melirik Fabian untuk kedua kalinya. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Finno kembali ke mobil. Noah yang duduk di samping kursi pengemudi merasa mobilnya jauh lebih dingin dari biasanya. ¡°Noah.¡± Finno tiba-tiba memanggilnya, ¡°Aku memintamu untuk menyelidiki mash itu tempo. hari, kan? Bagaimana kabarnya?¡± Bab 43 Bab 43 Bab 43 Apakah Kamu Enggan Berpisah Dengan Fabian? Noah tertegun sejenak sebelum kembali ke akal sehatnya. ¡°Apakah kamu berbicara tentang apa yang terjadi pada Nona Wirdi dua tahunlu?* ¡°Ya.¡± ¡°Karena ini thma belu sejak kejadian itu, jadi butuh waktu untuk menyelidikinya.¡± ¡°Mh menyelidiki dari Fabian. Dia baru-baru ini menerima email yang berhubungan dengan kejadian itu.¡± ¡°Baik saya mengerti.¡± Finno mengetukkan jarinya yang ramping pada pegangan kursi roda saat pandangannya yang sedang berfikir muncul. Saya pasti tidak akan mengampuni siapa pun yang berani mengacaukan wanita saya.Juga¡­ Ketika tatapan Finno mendarat pada Fabian, yang sedang berjn keluar dari kafe, ktan dingin melintas di matanya. Dari apa yang dia pernah dengar sebelumnya, Fabian sudah mengakhiri hubungan dengan Vivin dan akan menikah segera. Namun, sepertinya Fabian telu mengkhawatirkan hubungannya dengan Vivin. Finno tersenyum dingin. Tak bisa kupercaya bahwa aku akan bersaing dengan keponakanku sendiri. Bahkan Vivin tidak tahu bagaimana dia bisa menjni hari ini yang terasa sangatmbat.. Dengan susah payah, dia sudah bertahan sampai waktu harus dipecat akhirnya sebelum dia yang benar-benar ingin meninggalkan kantor. Ketika dia kembali ke rumah, dia terkejut melihat Finno sedang menunggu di ruang tamu. Biasanya pria ini png tt. ¡°Di mana Muti dan Lubis?¡± Vivin mencoba yang terbaik untuk menyembunyikan emosinya dari Finno. Saat dia melepas sepatunya, dia berjn menuju ruang tamu. ¡°Aku memberi mereka hari libur hari ini. Sehingga tidak ada orangin di rumah, Finnongsung berdiri dari kursi rodanya dan mengambil piring dari dapur. ¡°Tapi makan mm sudah siap, jadi ayo makan.¡± Menggosok matanya yang sedikit memerah, Vivin mengangguk dan berjn ke ruang makan. Sepanjang makan mm, Vivin dan Finno tenggm dm pikiran mereka masing-masing. Karena itu, mereka tidak banyak bicara. Finno selesai makan terlebih dahulu. Seth merenungkannya sebentar, dia bertanya, ¡°Vivin, kamu sudah mempertimbangkan untuk cari kerjain?¡± Tidak nyangka Finno akan membahas ini. Vivin tertegun. ¡°Kenapa aku harus cari kerjain?¡± Finno menatap Vivin. ¡°Tempat kerjamu telu jauh dari rumah dan gajinya juga standar. Kamu bisa dapat pekerjaan yang lebih baik.¡± Sebenarnya Vivin tahu bahwa dengan pengmannya, gajinya bisa akan naik jika dia cari kerjain. Jika bukan karena ibunya, dia mungkin sudah mkukan itu. Karena tagihan medis ibunya cukup tinggi setiap bn, dia belum bisa cari kerjain. Namun, karena dia tidak bisa mengatakan keadaan itu kepada Finno, dia hanya mengerutkan. bibirnya dan berkata, ¡°Sudah. Aku sangat menikmati pekerjaanku sekarang dan aku belum mau meninggallkannya.¡± Finno mencengkeram sendoknya lebih erat. ¡°Kamu belum mau meninggalkannya?¡± Dia menatap Vivin dengan ekspresi yang datar. Ketika Fabian menunjukkan foto-foto itu sebelumnya, dia tampak acuh tak acuh di luar. Namun pada kenyataannya, dia sudah sangat marah. Sangat marah. Js sekali bahwa foto-foto itu diambil dengan kamera tersembunyi. Jika dia tidak sh, foto- foto itu diambil dua tahunlu. Dia tahu beberapa detail tentang apa yang terjadi dua tahunlu dan th mendengar Vivin menjskannya kepadanya. Dia memahami bahwa itu bukan keshan Vivin, dia tidak. menyhkannya. Namun, penampnnya Vivin di foto-foto itu membuatnya marah. Ketika dia memikirkan tentang bagaimana priain th tidur dengan Vivin dua tahunlu, dia sangat marah sehingga dia ingin membunuh seseorang. Tepatnya, ku dia tidak pernah bjar mengendalikan diri sma beberapa tahun ini, dia mungkin bahkangak bisa makan mm dengan tenang bersama Vivin sekarang. Fabian juga menjadi orang yang membuatnya marah. Finno tidak tahu apakah Fabian mencoba membs dendam atas pengkhianatan Vivin dua tahunlu atau memutuskan hubungannya dengan Vivin. Terlepas dari yang mana itu, masih tidak pantas bagi Vivin untuk bekerja untuk Fabiangi. Ada kemungkinan insiden serupa di Kota Langsa akan terjadigi. Karena itu, ia menyarankan agar Vivin mencari pekerjaanin. Tanpa diduga, dia menk tanpa ragu-ragu. Finno tidak bisa memikirkan san apapun mengapa Vivin tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Apakah dia enggan berpisah dengan Fabian? Ketika kemungkinan itu terlintas di benaknya, Finno merasa bahwa dia sangat tidak dewasa. Namun, pikiran itu membuat amarahnya semakin meningkat. Original content from N?velDrama.Org. Ketika Finno mengingat foto-foto itu, ekspresinya berubah dingin. Sambil meletakkan garpunya, dia bertanya, ¡°Apakah kamu enggan meninggalkan Fabian?¡± Wajah Vivin memucat, tidak menyangka Finno akan mengatakan itu. Apakah dia berpikir bahwa aku masih merindukan Fabian, dan akan mengkhianatinya? Bab 44 Bab 44 Bab 44 Ciuman Kedua Meskipun pernikahannya dengan Finno dimi dengan cara yang aneh, Vivin tetap menghormati pernikahan mereka dan tidak akan mkukan apapun untuk mengkhianati Finno. Namun, Finno terdengar seperti mencurigai Vivin. Ini membuatnya merasa sangat terluka.¡± ¡°Apa maksudmu, Finno?¡± Nada suaranya berubah dingin. ¡°Kamu mencurigai ada sesuatu yang terjadi antara Fabian dan aku?¡± Vivin harus mengakui bahwa dia sedikit telu sensitif sekarang. Namun, dia benar-benar tidak tahangi. Fabian mengejek dan menghinanya ditambah dngan foto-foto hari ini, th membuatnya kacau. Awalnya, dia mengira Finno sudah percaya padanya. Namun, dia mempekukannya seperti wanita nakal sekarang. Finno tidak menyangka reaksi Vivin akan sangat emosi gini. Dia sedikit mengernyit dan meyakinkannya, ¡°Bukan itu maksudku. Ayo makan.¡± Finno mencoba mengakhiri percakapan, tetapi Vivin meletakkan pertan makannya dan bergumam, ¡°Aku kenyang.¡± Lalu, dia bersiap untuk berdiri dan meninggalkan meja makan. Namun, sebelum dia bisa berdiri, Finno tiba-tiba bangkit berdiri. Dia membungkuk memblok dengan lengannya di pegangan kursinya, menahannya di sana. ¡°Kamu! Apa yang sedang kamukukan?¡± Ketika Vivin mengangkat kepnya dengan bingung, dia melihat wajah tampan pria itu begitu dekat hanya beberapa inci darinya. Mata Finno gp, emosinya tak terbaca. Saat dia melihat ekspresi panik Vivin, dia bertanya. dengan suara yang dm, ¡°Vivin, gak ada yang ingin kamu katakan padaku?¡± Dia mengerti keponakannya, kepribadian Fabian. Fabian adh orang yang gegabah. Karenanya, seth menerima foto-foto itu, dia pasti akan mencari Vivin. Sin bagaimana Vivin tampak begitu terganggu sepanjang hari, Finno menduga bahwa dia mungkin th melihat foto-foto itu. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa tentang itu. Hal ini membuat Finno semakin geram. Kenapa dia tidak memberitahuku? Aku suaminya. Namun, meskipun dia th ditindas, dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia bahkan ingin terus bekerja di perusahaan majh terkutuk itu! Finno tidak tahu persis mengapa dia begitu marah. Ketika dia menatap wajah Vivin yang cantik dan matanya yang berair, dia tidak bisa menahan amarahnya. ¡°Vivin, aku bertanya padamu!¡± Ketika dia melihat bahwa Vivin tetap diam, Finno semakin marah. Dia mencubit dagunya dan memaksanya untuk menatap matanya. Cengkeraman Finno mi menyakitinya. Meskipun dia berusaha menahan air matanya, air mata itu masih keluar dari matanya. Menatap Finno, dia berteriak, ¡°Apakah kamu g, Finno?¡± Bahkan Finno berpikir bahwa dia pasti sudah g. Menatap wajah Vivin, yang memerah karena marah, dan matanya yang berkaca-kaca, dia benar- benar menganggapnya sangat memikat! Namun, ketika dia mengingat foto-foto itu dan kata-kata Fabian, dia mi kehngan kesadaran dan logikanya. Dia tiba-tiba menundukkan kepnya dan menempelkan bibirnya ke bibir pucat Vivin, membuatnya terdiam. Awalnya, Finno hanya ingin menciumnya sebagai peringatan. Namun, ketika bibirnya menyentuh bibir Vivin, mulutnya dipenuhi dengan aroma manis Vivin. Dia tercengang. Seperti inikah rasanya mencium Vivin? Seh-h dia th dirasuki iblis, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak membuka bibirnya, dengan rakus memperdm ciumannya. Di sisiin, Vivin melebarkan matanya karena terkejut. Ini adh kali kedua Finno menciumnya. Dibandingkan dengan ciuman peringatan sebelumnya, ciuman ini js lebih bergairah. Original content from N?velDrama.Org. Awalnya, Vivin ingin mwan dan mendorong Finno menjauh. Namun, meski meninju dadanya yang berotot, dia tidak bergeser sedikitpun. Seth beberapa saat, Vivin merasa terengah-engah karena ciuman itu. Wajahnya benar-benar merah. Tidak dapat menahangi, dia hanya pasrah dipelukannya. Seth waktu yangma, Finno memperhatikan bahwa wajah Vivin memerah. Baru kemudian dia dengan enggan melepaskannya dan berdiri. Ciuman barusan memungkinkan dia untuk mmpiaskan beberapa kecemburuan yang membara dm dirinya. Menatap bibir Vivin yang bengkak akibat ciuman itu, hatinya terasa sakit. Jari-jarinya mengusap bibirnya saat dia meminta maaf dengan lembut, ¡°Maafkan aku. Apa aku menyakitimu?¡± Menggigit bibirnya, Vivin tetap diam. ¡°Apa?¡± Nada bicara Finno berubah dingin ketika dia melihat sikap Vivin yang menjauh. ¡°Apakah kamu sangat membencinya ketika aku menyentuhmu?¡± Mengingat pewanannya terhadapnya di tempat tidur, ktan berbahaya melintas di mata Finno. Bab 45 Bab 45 Bab 45 Wawancara Di Grup Finnor Vivin tidak tahu bagaimana menjawabnya. Yang bisa dia rasakan hanyh rasa lh yang luar biasa. Memukul tangan Finno, dia bangkit dan pergi meninggalkan ruang makan. Memandang punggungnya, Finno tidak mengejarnya. Sepanjang mm, Finno tidak masuk kamar tidur utama. Vivin ditinggalkan sendirian di kamar, tidak bisa tidur sepanjang mm. Finno meninggalkan rumah pagi-pagi keesokan harinya. Dia th pergi ketika Vivin bangun. Seth sarapan sendirian, dia pergi ke kantor. Namun, dia baru saja duduk di mejanya ketika dia melihat Fabian berjn keluar dari kantornya. Sambil mengerutkan kening. Vivin berdiri, berencana bersembunyi di toilet dan menghindari ketemu langsung dengannya. Dia tidak ingin Fabian memarahinya di depan semua orang. ¡°Vivin, kamu kosong di sore ini, kan? Ikut dengan saya ke Finnor Group untuk wawancara.¡± Grup Finnor? Vivin berhenti. Kemudian dia berbalik, dia melihat Fabian menatapnya tanpa ekspresi. ¡°Tuan Normando.¡± Dia mencoba untuk lebih tenang. ¡°Aku sedang tidak enak badan. Bisakah kamu mencari orangin?¡± ¡°Tidak.¡± Nada bicara Fabian formal. ¡°Ini adh wawancara kedua dengan CEO Finnor Group. Kamu mewawancarainya sebelumnya, jadi setidaknya kamu sudah mengetahuinya. Lebih baik jika kamu yang menemaniku ke sana. Vivin mengerutkan kening. Wawancara Finno dengan Fabian?Itu g jika aku mkukan itu! ¡°Tapi saya benar-benar tidak enak badan, jadi saya khawatir saya akan mempengaruhi wawancara. Sarah dan yanginnya juga hadir pada wawancara sebelumnya. Itu sama saja jika kamu meminta mereka untuk ikut.¡± Original from N?velDrama.Org. ¡°Vivin.¡± Kehngan kesabarannya, nada bicara Fabian menjadi dingin. ¡°Apakah kamu ingin dipecat?¡± Di perusahaan majh, sin kantor Pemimpin Redaksi, semua orang bekerja di bilik terbuka. Oleh karena itu, semua karyawan duduk bersama. Ketika mereka mendengar percakapan Fabian dengan Vivin, mereka terdiam. Mereka dengan takut- takut menonton, merasakan suasana canggung di sekitar mereka. Menatap Fabian, Vivin tidak punya pilihan sin mengh. ¡°Baik, Tuan Normando.¡± ¡°Ku begitu jangan diam saja. Kita pergi sekarang, ¡°Perintah Fabian tanpa ekspresi dan pergi, sementara Vivin dengan dingin mengikuti di bkang. Seth Vivin dan Fabian pergi, kantor itungsung ramai. ¡°Ya Tuhan! Apa yang sedang terjadi? Hubungan Vivin dengan Tuan Normando tampaknya cukup buruk. Saya awalnya berpikir bahwa dia cukup menyukai Vivin.¡± ¡°Apakah kamu bodoh? Kamu pasti buta untuk berpikir bahwa Tuan Normando tidak menyukai Vivin. Jika dia tidak menyukainya, mengapa dia memintanya untuk ikut dm wawancara besar seperti itu?¡± ¡°Hah? Tapi kelihatannya mereka th memi pertengkaran.¡± ¡°Mereka tidak berdebat! Js bahwa Vivin membuat h pada Tuan Normando.¡± Sebagian besar karyawan di perusahaan majh itu adh wanita, yang suka bergosip. Vivin baru saja bergabung dengan perusahaan majh dua tahunlu, tetapi pencapaiannya slu bagus. Bahkan, dia jauh lebih baik daripada jurnalis berpengmaninnya yang th bekerja di sana sma tiga hingga empat tahun. Sebagian sannya adh Vivin berani menerima proyek berita apa pun, terlepas dari betapa melhkannya itu. Namun, tidak semua orang berfikiran begitu. Sebelumnya, seseorang menyebarkan rumor di perusahaan tentang bagaimana Vivin th berhubungan dengan orang kaya raya. Sekarang dia berhubungan dengan Pimpinan, semua orang bahkan lebih yakin sekarang. Namun, Vivin tidak menyadari bahwa dia th menjadi bahan gosip semua orang di kantor. Dia duduk di mobil Fabian dan pergi menuju ke Finnor Group. ¡°Fabian.¡± Hanya ada mereka berdua di dm mobil. Tidak tahangi, dia bertanya, ¡°Apa yang mau kamukukan?¡± ¡°Apa? Kamu takut?¡± Ejek Fabian dengan dingin. ¡°Bukankah dia hanya sugar daddy mu? Jika ini sudah membuatmu takut, bagaimana kamu menemukan keberanian untuk menjadi wanita simpanan yang menghancurkan keluarga orangin?¡± Vivin menganggap Fabian benar-benar g. Dia berhenti bicara, dia melihat ke luar jend. Mobil akhirnya tiba di gedung Finnor Group. Vivin mengikuti Fabian ke atas gedung. Kemudian, seorang sekretaris membawa mereka ke kantor Finno. Kantor didekorasi dengan gaya yang modern. Pria itu duduk di kursi roda di depan jend. prancis yang besar. Tubuhnya diselimuti oleh sinar matahari yang keemasan, menyebabkan dia terlihat semakin mempesona. ¡°Paman Finno,¡± sapa Fabian saat dia mendekatinya bersama Vivin. ¡°Maafkan saya untuk wawancara mendadak ini. Aku tidak mengganggu pekerjaanmu, kan?¡± Finno berbalik pehan dengan ekspresi tenang di wajahnya yang tampan. ¡°Tidak apa-apa. Itu hanya wawancara saja, Bab 46 Bab 46 Bab 46 Wawancara Fatal Finno tetap tenang, bahkan ketika dia menatap Vivin, tidak ada emosi sedikitpun di wajahnya. ¡°Oke, mari kita mi sekarang.¡± Fabian tersenyum sopan dan memberi isyarat pada Vivin untuk duduk di sofa. Finno mendorong kursi rodanya dan bergerak ke arah mereka, sepenuhnya menghindari tatapan Vivin. ¡°Terima kasih. Paman Finno, untuk kunjungan kami terakhir kali.¡± Fabian pura-pura tidak tahu seh- h tidak ada ketegangan di ruangan itu. Dia mengucapkan, ¡°Kami juga sangat berterima kasih atas wawancara itu karena sangat meningkatkan penjun majh kami.¡± ¡°Sama-sama,¡± jawab Finno. ¡°Tujuan dari wawancara ini adh untuk mengetahui lebih banyak tentang Youth Award yang baru saja kamu raih,¡± kata Fabian. ¡°Bagaimana perasaan kamu saat menerima penghargaan ini?¡± ¡°Rasanya seperti sebuah kebanggan atas kerja saya,¡± jawab Finno. Sepasang paman-keponakan mnjutkan percakapan mereka dengan tenang. Ini sangat kontras dengan perasaan bergejk yang dimi Vivin yang duduk di samping. Dia telu fasih dengan karakter Fabian. Fakta bahwa Pemimpin Redaksi secara pribadi mkukan wawancara ini menunjukkan bahwa pasti ada motif yang mendasarinya. Mungkinkah? Vivin tiba-tiba teringat foto-foto yang dia lihat kemarin dan wajahnyangsung pucat. Apakah Fabian ingin mengekspos foto-foto itu ke Finno? Vivin tidak tahu bahwa Fabian th menunjukkan semua foto kepada Finno. Wawancara hari ini dkukan semata-mata karena Fabian merasa menderita. Dia kesal dengan kenyataan bahwa Vivin sama sekali tidak tergerak oleh tindakannya. Oleh karena itu, ketika perusahaan majh memutuskan untuk mewawancarai ng Finno, dia memutuskan untuk membawa Vivin secara pribadi. Seth beberapa pertanyaan yang tidak kontroversial, mata Fabian berbinar dan dia bertanya, ¡°Apakah di Inte juga ramai dengan berita tentang istri kamu seth upacara penghargaan?¡± Original from N?velDrama.Org. Finno menurunkan pandangannya dan menganggukkan kepnya. ¡°Iya.¡± ¡°Jika kamu tidak keberatan, bisakah kamu berbagi info lebih banyak tentang istrimu?¡± Fabian. tersenyum sopan dan berkomentar, ¡°Seperti yang kamu ketahui, pembaca wanita sangat tertarik dengann gosip tentang ini.¡± ¡°Kenpa dengan istriku? Dia hanya seorang wanita sederhana,¡± jawab Finno sambil tersenyum kecil. ¡°Bisakah kamu menggambarkannya sedikitgi?¡± Fabian bertanya saat tatapannya menyapu Vivin yang duduk di sebhnya. ¡°Dia pasti wanita yang spesial dan baik. Apakah kamu memiliki hubungan yang baik dengannya?¡± Seth mendengarkan pertanyaan Fabian, Vivinngsung mengerti mengapa dia membawanya untuk mkukan wawancara. Fabian ingin Finno mengungkapkan cintanya yang dm kepada istrinya untuk memaksa Vivin mundur dan merasa bersh atas tindakannya. Vivin tiba-tiba menganggap ini lucu. Mungkinkah Fabian ingin aku cemburu pada diriku sendiri?Akan lucu jika dia kemudian mengetahui bahwa aku adh istri Finno sma ini. Memikirkan hal itu, Vivin tanpa sadar bergetar. Sudah, kenyataannya tidak akan terjadi apa-apa sekarang juga. Di sisiin, Finno juga menyadari maksud dari pertanyaan Fabian. Matanya berbinar ketika dia menatap Vivin, yang tidak bisa menutupi senyumnya. Tanpa sadar, sudut bibir Finno melengkung ke atas. Dia pasti menikmati ini kan? SeBab Vivin menganggap ini menarik, Finno dengan senang hati mnjutkan sandiwaranya. ¡°Memang, istri saya naif dan baik hati.¡± Finno pehan mnjutkan, ¡°Dia sangat malu. Bahkan seth pernikahan kami, dia mudah tersipu malu dan perkunya sangat menawan.¡± Vivin tercengang dengan kata-katanya. Dia menatap Finno, yang menangkap tatapannya dan membs senyum padanya. Wajah Vivinngsung berubah merah padam. Finno menggambarkannya dengan js. Lagip, dia tidak telu dekat dengannya. Setiap kali mereka mkukan interaksi intim, wajahnya akan merah seperti terbakar. Seth mendengar apa yang dijskan Finno, Fabianngsung melirik Vivin dengan sombong yang duduk di sebhnya. Dia pikir Vivin akan merasa malu seth mendengar deskripsi Finno tentang istrinya. Namun, wajahnya hanya diwarnai dengan sedikit kemerahan saat dia dengan canggung mencatat apa yang Finno ceritakan. Fabian mengerutkan alisnya dan mnjutkan pertanyaannya, ¡°Jadi, kamu menyukai wanita yang baik hati dan sederhana?¡± Finno tersenyum kecil dan tetap diam. Fabian tidak puas dengan jawaban Finno dan bertanya, ¡°Kurasa begitu, kan? Siapa yang tidak menyukai seseorang yang polos dan menawan? Sebaliknya, kita harus waspada terhadap wanita yang suka memanfaatkan kekayaan. Bab 47 Bab 47 Bab 47 Pemaparan Foto Vivin dari awal sudah sadar diri saat mendengar jawaban Finno. Namun, seth mendengar komentar pedas Fabian, dia mengerutkan alisnya. Niat Fabian untuk mengejek dan mempermalukannya telu js. Meskipun dia terus membuat komentar sinis tentangnya sejak mereka bertemugi, dia tiba-tiba merasakan ledakan kemarahan ketika dia mkukan itu di depan Finno, ¡°Apa maksudmu dengan itu, Fabian?¡± tanya Vivin, yang tidak tahangi dengan komentar Fabian yang merendahkannya. Fabian dengan dingin tersenyum dan menk, ¡°Ada apa, Vivin? Apakah kamu akhirnya menyadari keshanmu?¡± Sejujurnya, Vivin tidak dapat memahami mengapa dirinya tiba-tiba merasa sangat jengkel. Dia hanya tidak ingin Finno hng arah pembicaraan. Dia juga tidak ingin dia mengandaikan bahwa dirinya adh wanita yang memanfaatkan kekayaannya. ¡°Saya hanya berpikir bahwa kamu harus bertanggung jawab atas kata-kata yang barusan kamu ucapkan,¡± jawab Vivin dingin. ¡°Bertanggung jawab?¡± Fabian senyum sinis dan tertawa dingin. Pada saat itu, dia tidakgi merasa ingin menyembunyikan emosinya yang sebenarnya. ¡°Apakah kamu benar-benar berpikir kamu. bisa terus bersandiwara di depan pamanku? Izinkan saya mengatakan kepada kamu sekarang bahwa saya th menunjukkan semua fotomu yang tidak pantas dilihat itu kepada paman saya. Apakah kamu masih berpikir bahwa-¡± ¡°Cukup!¡± Finno tiba-tiba meninggikan suaranya dan memotong Fabian. Wajah Vivinngsung berubah pucat pasi. Apa?Finno sudah melihat foto-foto itu? Sementara Fabian merasa kasihan pada Vivin seth melihat wajahnya memucat, dia juga merasa lebih puas. ¡°Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa kamu dapat mnjutkan sandiwara menjijikkanmu ini di depan pamanku?¡± dia terus bertanya dengan senyum kejam terukir di wajahnya. ¡°Tentunya pasti kamu sudah memberitahunya bahwa kamu sudah menikah-¡± ¡°Fabian, aku bng itu sudah cukup,¡± Finno memperingatkangi. Saat ith ekspresi Fabian sedikit berubah saat dia berbalik untuk menatap Finno. Namun, matanya terakhir tertuju pada Vivin, yang wajahnya memucat. ¡°Paman Finno, aku-¡± Fabian mencoba mengatakan sesuatu karena dia tidak puas. Namun, pada saat itu, Finno tiba-tiba berbalik dan melemparkan tatapan mengancam pada Fabian yang membuat tng punggung Fabian merinding. ¡°Fabian Norton,¡± Finno berkata pehan dengan nada mengancam, ¡°Jangan berlebihan.¡± Wajah Fabian menjadi pucat. Namun, dia menk untuk mengungkapkan rasa takut yang ada di hatinya. ¡°Paman Finno, kita keluarga. Vivin hanyh orang luar-¡± ¡°Fabian!¡± Finno teriak mengancam memotong Fabiangi. ¡°Sebaiknya kamu berhenti mnggar batasanku berkali-kali. Di keluarga Norton, kita semua adh musuh.¡± Fabian tercengang melihat cara Finno berbicara secarangsung. Dia gemetar dan berkeringat dingin ketika dia bertemu dengan tatapan sinis Finno. Original from N?velDrama.Org. Avah benar. Bahkan ketika Paman Finno terikat di kursi roda, dia masih seseorang yang tidak mudah ditebak. Meskipun Fabian sangat tidak puas dengan sikap berlebihan yang ditunjukkan Finno kepada Vivin hanya untuk melindunginya, dia th tidak berdaya. Dia menundukkan kepnya dan bergumam. ¡°Maaf atas kekasaranku:¡± ¡°Wawancara hari ini selesai,¡± kata Finno acuh tak acuh. ¡°Pnh, Fabian. Saya sendiri mengantar Vivin png.¡± Vivin? yang akan Cara Finno yang akrab memanggilnya, membuat seperti ada bti tajam yang menusuk hati Fabian. Dia bahkan akan mengantarnya png?Bukankah dia sudah berlebihan? Apakah dia tidak khawatir suami Vivin akan melihat mereka bersama? Namun, Fabian tidak berani mengatakan apa-apagi. Dia menggigit bibirnya, berbalik dan mundur dari kantor Finno. Keheningan yang mematikan memenuhi kantor saat Finno dan Vivin berdiri di sana. ¡°Vivin.¡± Fabian mengerutkan alisnya dan berjn ke arahnya, mengucapkan dengan lembut, ¡°Apakah kamu baik-baik saja?¡± Vivin tersadar darimunannya dan mengalihkan pandangannya ke arah Finno. ¡°Apakah kamu benar- benar melihat foto-foto itu?¡± Dia akhirnya menyadari mengapa Finno bertingkah aneh kemarin. Dia th memaksanya untuk mencari pkerjaanin dan kemudian menciumnya semua karena foto-foto itu. Bab 48 Bab 48 Bab 48 Ciuman Mendadak Saat dia memikirkan foto-foto itu, Vivin tidak merasakan apa-apa sin rasa malu dan bahkan tidak bisa menghadapi Finno. Dia mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapannya. Namun, saat dia menoleh, Finno menariknya dengan kasar dan memaksanya untuk menatap matanya. ¡°Vivin.¡± Suaranya tegas. ¡°Jangan berani-beraninya kamu berpaling.¡± Dia berhenti, dan kemudian berkata, ¡°Saya memang th melihat foto-foto itu. Seseorang mungkin th memasang kamera tersembunyi di kamar hotel tempat kejadian itu dua tahunlu.¡± Vivin juga berpikiran sama. Dia mengangguk, diam sejenak, dan berkata sambil menggigit bibirnya. ¡°Maaf. ¡°Untuk apa?¡± Finno menggeram. Original content from N?velDrama.Org. ¡°Untuk bagaimana foto-foto itu mungkin membuatmu merasa kecewa,¡± bisik Vivin dengan kep menunduk. Wajahnya pucat pasi, dan air mata menggenang di matanya. Hati Finno sakit. Sial. Perasaan apa ini? Dia tidak pernah merasa seperti ini dengan Vivin, baik sekarang atau sepuluh tahun yanglu. Dia dengan paksa mengangkat wajahnyagi dan mengunci tatapan dengannya. ¡°Ingat ini, Vivin.¡± dia menatap lurus ke arahnya. ¡°Jangan pernah meminta maaf atas sesuatu yang tidak kamukukan.¡± Tatapan tegas Finno membuatnya linglung sejenak. Dia mengangguk. ¡°Baih ku begitu,¡± kata Finno, kali ini dengan lebih santai, ¡°Sudahrut. Ayo kita png.¡± Di dm lift, Vivin bertanya seth ragu-ragu, ¡°Finno, ketika kamu melihat foto-foto itu, apakah kamu tidak ragu bahwa itu bukan dari insiden dua tahunlu?¡± Sama seperti bagaimana Fabianngsung berasumsi bahwa itu adh foto terbarunya bersama pria lain. ¡°Kenapa aku berpikir seperti itu?¡± Finno berkata dengan tenang, ¡°Apa yang terjadi dua tahunlu. adh satu-satunya saat kau mkukannya, bukan?¡± Vivin tidak berharap dia mengatakan itu. Dia berkata dengan wajah memerah, ¡°Bagaimana kamu tahu?¡± ¡°Aku punya firasat,¡± katanya. Vivin tertegun sejenak dan kemudian menyadari bahwa dia sedang membicarakan mm itu ketika keadaan menjadi liar dan membara di antara mereka. Wajahnya memerah karena malu. Dari sudut matanya, dia bisa merasakan Finno tersenyum padanya. Pipinya semakin memerah. Dia mengatupkan giginya dan berkata, ¡°Apa? Jadi kamu benar-benar berpengman, ya? Lalu beri tahu aku berapa kali kamu th mkukannya.¡± Finno tidak menyangka Vivin yang pemalu akan membsnya seperti itu. Dia kehngan kata- kata. Pada saat itu, lift tiba dintai pertama. Finno tersentak dan terbatuk canggung ke tangannya. ¡°Ayo masuk ke mobil.¡± Dia keluar dari lift terlebih dahulu, mendorong kursi rodanya keluar. Seth melihat reaksi Finno atas pertanyaannya. Vivin menjadi semakin penasaran. Dia dengan cepat menyusulnya dan bertanya, ¡°Finno, kamu belum menjawabku. Berapa kali kamu th mkukannya?¡± Vivin adh orang yang keras kep yang akan slu penasaran. Bahkan di dm mobil, dia terus mengajukannya dengan pertanyaan itu. ¡°Finno, katakan padaku. Apakah kamu diam karena kamu th mkukannya berkali-kali? Apakah kamu mkukannya dengan satu wanita atau beberapa wanita?¡± dia bertanya. Finno merasa mi pusing. Aku sangat menyesali ini. Mengapa aku membahas itu? D banyak bicara padanya bahkan dm pikiran liarnya. Tapi itu cukup lucu, kurasa. tidak pernah berharap Vivin memiliki sisi Vivin bersandar di kursi rodanya saat dia mnjutkan pertanyaannya. Seth melihat matanya yang berkuan dan pipinya yang menggembung karena ketidakpuasan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium keningnya. Ciuman yang tiba-tiba itu membuat Vivin sedikit bingung. Sentuhan bibirnya terasa seperti api yang membakar yang menyebar ke seluruh wajahnya. Dia buru-buru bangkit sebelum duduk. kembali di kursinya. Merasa geli dengan reaksinya, Finno mencibir, ¡°Jadi itu yang bisa membuatmu tenang.¡± Bab 49 Bab 49 Bab 49 Kebenaran Cemberut, Vivin berhenti mengganggunya. Seth bagian itu, suasana hati Vivin kembali baik dan dia tertidur bersandar di jend mobil. Seth melihat itu, Noah berbicara dengan lembut dari kursi depan, ¡°Tuan Normando, saya. th menemukan penyelidikan saya atas insiden itu dari dua tahunlu.¡± Finno berbalik, wajahnya dingin dan tanpa emosi. ¡°Apakah kamu sudah menemukannya?¡± ¡°Ya.¡± ¡°Dimana dia sekarang?¡± Original content from N?velDrama.Org. ¡°Dia th ditangkap sesuai permintaan Anda. Tuan Normando, apa yang Anda ingin kamikukan dengannya? Haruskah saya meminta anak buah saya untuk memberinya pjaran?¡± jawab Noah. ¡°Memberi dia pjaran?¡± Finno mengerucutkan bibirnya. ¡°Itu hukuman yang telu ringan. Saya akan berurusan dengan dia secara pribadi seth mengantar Vivin png. ¡°Baik Tuan,¡± kata Noah. Vivin terbangun tepat ketika mereka tiba di kediaman Normando. ¡°Vivin, ada beberapa hal yang harus aku tangani saat ini. Kamu harus istirahat.¡± Dia sedikit terkejut tetapi mengangguk. ¡°Baih. Cepat png, oke?¡± Seth Finno pergi, Vivin mau tidak mau bertanya-tanya apa yang akan diakukan srut itu. Finno tidak melihat wanitain, kan? Maksudku, dia pencium yang baik dan juga jago di ranjang. Dia pasti bersama banyak wanita. Vivin merasa sedikit gellisah. Pada saat yang sama, dia terkejut dengan gejk batinnya sendiri. Kenapa aku begitu repot memikirkannya sekarang? Mengapa saya harus peduli jika Finno berkencan dengan orangin? Jantung Vivin berdegup kencang. Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang berubah dm dirinya. Sementara itu, di pinggiran distrik barat. Di sebuah gudang pabrik yang ditinggalkan kosong, seorang lki tua diikat di kursi. Dia tampaknya th disiksa sampai dia pingsan. Saat gerbang gudang terbuka, dia berjuang untuk mengangkat kepnya. Pria tua itu sejenak tercengang ketika melihat kursi roda yang bergerak ke arahnya. Ketika dia sadar, dia memohon dengan putus asa, ¡°Tuan Normando! Tuan Normando, kan? Saya tidak tahu apa yang th sayakukan sehingga saya seperti ini! Tolong lepaskan aku!¡± Yang dirasakan Finno hanyh kemarahan saat dia mengamati pria tua yang keriput dan kotor di hadapannya. Sial! Beraninya pria tua yang kotor seperti itu menyentuh Vivin! Dia mengutuk di kepnya. Finno bisa merasakan tekanan darahnya naik saat dia memikirkan bagaimana Vivin diserang oleh lki tua itu. Dia bahkan mendekatinya,lu mencengkram leher lki tua itu, mencekiknya. ¡°Katakan padaku,¡± gertak Finno, suaranya sedingin es. ¡°Apakah kamu th memperkosa seorang gadis dua tahunlu di Century Hotel?¡± Dua tahun yanglu? Century Hotel? Pria tua itu gemetar ketakutan saat mengingat masalu. Dia sangat gemetaran ketika insiden yang dimaksud muncul di benaknya. ¡°Tuan Normando, k- kamu sh besar! Dua tahunlu, pada akhirnya aku tidak bersamanya! Aku tidak ada mkukan apa-apa!¡± Tidak ada mkukan apa-apa? Finno-pehan mengendurkan cengkeramannya di leher lki tua itu. ¡°Maksud kamu apa?¡± Orang tua itu merasa seperti hendak kencing dia. Dia buru-buru mengakui seg sesuatu tentang insiden dari dua tahunlu. ¡°D-Dua tahunlu, ada seorang pemuda yang th mkukan ini. Aku diberitahu bahwa mereka menemukan saya seorang gadis yang perawan, t-tapi sebelum aku bisa mkukan apa-apa, aku. diseret keluar dari kamar hotel oleh beberapa pria bertopeng!¡± dia menjskan. ¡°Pria bertopeng?¡± Finno menyipitkan matanya. ¡°Iya, iya! Aku juga tidak tahu siapa mereka. Yang saya tahu adh bahwa mereka sangat menginginkan wanita itu. Mereka mungkin bekerja untuk beberapa orang penting, jadi saya tidak ingin membuat mereka marah.¡± Finno mengepalkan tinjunya dan menatap dingin pada lki tua itu. ¡°Apa kamu yakin?¡± Bab 50 Bab 50 Bab 50 Mandi ¡°Tentu saja aku mengatakan yang sebenarnya! Aku bersumpah demi Tuhan aku tidak menyentuh wanita itu. Aku bahkan tidak tahu seperti apa dia!¡± Baru saat ith Finno melepaskannya, karena dia pikir lki tua itu juga tidak akan berani membohongi dirinya sendiri. ¡°Lepaskan dia,¡± kata Finno dingin. ¡°Cari tahu apakah yang dia katakan itu benar dan interogasi dia tentang siapa yang memperkenalkannya pada Vivin.¡± ¡°Ya,¡± jawab Noah segera, dan seth memberi isyarat kepada bawahannya untuk menurunkan lki tua itu, dia berbisik kepada Finno, ¡°Tuan Finno, lki tua menjijikkan itu bukah orang yang memperkosa Nyonya Normando.¡± Sebaliknya, Finno tampaknya tidak sedikit pun senang dan hanya menatap Noah dengan dingin. ¡°Jadi, apakah itu hal yang baik bahwa dia diperkosa oleh priain?¡± Wajah Noah memucat. ¡°Tuan Normando, bukan itu maksud saya,¡± katanya. Finno merasa tidak ingin berurusan dengan Noahgi, jadi dia memutar kursi rodanya dan meninggalkan gudang itu. Saat sampai di rumah, Vivin baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah terbungkus handuk. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan segera bertemu dengan Finno. ¡°Ah,¡± teriak Vivin pn dan mencoba kembali ke kamar mandi. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Namun, Finno berkata dengan acuh tak acuh, ¡°Kamu tidak perlu bersembunyi. Lagip aku sudah melihat semuanya.¡± Vivin terdiam. Memang beberapa mm yanglu, di kejadian itu, Finno sebenarnya melihat semuanya. Wajah Vivin memerah, tetapi dia tidak bisa tidak merasa malu. Yang bisa diakukan hanyh berjn keluar dengan canggung, buru-buru mengenakan gaun tidur di atas handuknya, dan menarik handuk keluar dari bawah. Finno menatap Vivin, yang masih sedikit basah dengan tetesan air yang mengalir di lehernya yang cantik dan sedikit rona merah di pipinya karena uap air panas. Dia tampak seperti buah persik yang berair. Dia membersihkan tenggorokannya dan mengalihkan pandangannya. Bahkan jika dia tahu sesuatu terjadi antara Vivin dan priain, tubuhnya masih bereaksi polos setiap kali dia melihat tubuhnya. Sial, aku dulu terobsesi dengan kepolosan, keperawanan, dan semua itu.Tapi sepertinya Vivin adh semacam pengecualian yang aneh. Seth Vivin mengganti baju tidurnya dengan kecepatan kt, dia buru-buru naik ke tempat. tidur dan bertanya kepada Finno, ¡°Apakah kamu tidak akan mandi?¡± Baru saat ith Finno sadar dari pikirannya. Dia menganggukkan kepnya dan berjn ke kamar mandi. Vivin sekarang mengerti mengapa tidak ada orang di sekitar untuk menjaga Finno. sannya adh, sejak awal, dia tidak membutuhkan itu. Jika ada orang seperti itu, mereka akan lebih merepotkan daripada membuatnya nyaman. Finno masuk ke kamar mandi dengan cepat dan suara pancuran air terdengar pehan. Vivin baru saja akan membuka media sosial ketika suara itu tiba-tiba berhenti. Kemudian, dia mendengar suara Finno. ¡°Vivin?¡± Suaranya enak didengar dan sedikit serak. Jantungnya berdegup kencang setiap kali dia. memanggil namanya. ¡°Apa yang terjadi?¡± Dia buru-buru bangun dari tempat tidur. ¡°Aku lupa membawaa dmku. Suara Finno terdengar dari kamar mandi. ¡°Bisakah kamu mengambilkannya untukku?¡± Vivin terdiam dan wajahnyangsung memerah. Mengambila dmnya?Sesuatu yang pribadi? ¡°Apakah itu tidak nyaman untukmu?¡± Karena tidak mendengar jawabannya, suara Finno terdengargi, ¡°Haruskah aku keluar dan mengambilnya sendiri?¡± Vivin mencoba membayangkan pemandangan memikat Finno keluar dari kamar mandi. Dia buru-buru melompat dari tempat tidur dan berkata, ¡°Tidak perlu, a-aku akan mengambilkannya untukmu. Dimana itu?¡± Finno sedang berdiri di pintu kamar mandi dengan sudut mulutnya sedikit melengkung ke atas. ¡°Ada di laci di bagian bawah lemari,¡± katanya. Vivin membukaci dan melihatci itu penuh dengan modela dm. Dia mengambil sembarangan sepasang dengan mata tertutup rapat,lu mengetuk pintu kamar mandi. Awalnya, dia berpikir bahwa Finno akan membuka pintu sedikit untuk dia menyerahkana dmnya. Sebaliknya, dia membuka pintu selebar mungkin. Uap dari pancuran air panas merembes keluar saat pemandangan memukau Finno, yang berada di tengah pancurannya, muncul di depan mata Vivin. Meskipun mereka pernah berhubungan intim sebelumnya, ini adh pertama kalinya Vivin melihat tubuh Finno dengan benar. Matanya tertuju pada bahunya yang lebar, dadanya yang kokoh, perutnya yang bersudut seperti marmer putih, dan dua garis perutnya yang berbentuk V, sampai ke area pribadinya yang tersembunyi di bawah handuk¡­ Duarr! Vivin merasa seperti asap keluar dari kepnya! Dengan js Vivin merasa malu-malu, Finno tetap tenang seperti biasanya. ¡°Terima kasih.¡± Dia mengambil pakaian dmnya dari tangannya dan mengangkat alis. ¡°Aku tidak tahu kamu menyukai model yang begitu ketat. Bab 51 Bab 51 Bab 51 Tagihan Rumah Sakit Vivin merasakan wajahnya menjadi panas seketika. ¡°Kamu? Mandh?¡± Vivin bahkan tidak berani menatapnya dan dengan cepat mendorong pintu kamar mandi sampai tertutup. Finno menunduk dan melirik wajahnya yang memerah. Yang bisa dia pikirkan hanyh betapa imutnya dia saat dia mendorong pintu untuk menutupnya. Vivin kembali ke tempat tidur dan masih merasa pipinya sangat panas. Dia mengambil ponselnya dan melihat-lihat Twitter untuk menenangkan diri. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Seth beberapa saat, Finno keluar dari kamar mandi. Vivin masih belum berani melihatnya dan terus menggeseryar di ponselnya. ¡°Ayo kita tidur,¡± kata Finno dengan suara rendah. Dia mematikanmpu seth melihat Vivin mengangguk. Mm itu, hal yang memalukan dan pikiran yang slu mengganggu tidurnya. Itu membuat dia tidak bisa tidur sama sekali. Setiap kali dia memejamkan mata, dia akan membayangkan sosok Finno yang tampan dan senyum tipis di wajahnya. Dia berdoa dm hati agar berhenti deg-degan. Tanpa sepengetahuannya, tidur Finno juga terganggu oleh gerakannya yang berguling-guling. Itu juga mm tanpa tidur baginya. Dia mendengar wanita itu bergumam pada dirinya sendiri dm kegpan, dan sesaat, dia berpikir ingin mendekatinya. Meskipun demikian, dia masih menahan godaan seth memikirkannya.. Dia sangat memikat. Saya harus mengendalikan diri dan pn-pn. Keesokan paginya, Vivin dibangunkan oleh nada dering ponselnya. Finno hng dari tempat tidur ketika dia bangun. Dia mengambil ponselnya dari meja samping tempat tidur dan segera menerima telepon seperti itu dari rumah sakit. ¡°Nona Wirdi, kami menelepon tentang tagihan rumah sakit sebesar sepuluh ribu. Bolehkah saya tahu kapan Anda dapat membayar juh yang terutang?¡± Vivinngsung merasakan sakit kep saat mendengar ini. Dia hampir lupa tentang biaya mahal ini. Fabian sebelumnya menk untuk membayar gajiku di bayar di muka. Di mana saya akan mendapatkan uang? Seth berjanji berng kali bahwa dia akan membayar dm tiga hari kedepan, Vivin menutup telepon dan turun ke bawah, tampak sangat tertekan. Sementara itu, Finno sedang sarapan di ruang makan. Noah berdiri di sampingnya saat dia mporkan temuan atas penyelidikannya. ¡°Menurut penyelidikan kami, lki tua itu tidak berbohong. Seseorang memang mencoba menjebaknya, tetapi dia tidak berhasil. Sepertinya pihak ketiga masuk ikut campur. ¡°Siapa dia?¡± ¡°Kami tidak dapat menemukan apa pun tentang mereka.¡± Noah meringis saat mengatakan ini. ¡°Tidak ada?¡± Finno mengangkat alis atas tanggapannya. Dia tahu Noah adh orang yang kompeten. Pihak ketiga pasti sangat kuat jika tim nya tidak dapat menemukan apa pun tentang mereka. ¡°Lanjutkan penyelidikannya.¡± Dia berkata, ¡°Juga, cari tau siapa orang yang mencoba menjebak lki tua itu?¡± ¡°Kita memiliki beberapa petunjuk tentang itu. Saya yakin orang ini dibayar. Seharusnya mudah untuk mengetahui siapa dia. Noah mengangguk. Tiba-tiba, dia memikirkan sesuatu dan berkata kepada Finno dengan ragu, ¡°Tuan Normando, aku lupa menyebutkan sesuatu. Kami juga menemukan bahwa ibu Nona. Wirdi sakit parah dua tahunlu sejauh penyelidikan kami. Dia masih koma.¡± Jantung Finno berdetak kencang saat mendengar ini. Ekspresi gp muncul di wajahnya. ¡°Kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya?¡± Noah merasa bersh. Tapi, Tuan, Anda tidak meminta kami untuk menyelidiki ini, bukan? ¡°Bagaimana dengan tagihan rumah sakit?¡± Finno tiba-tiba menyadari hal ini. ¡°Saya kira tagihannya cukup tinggi jika ibunya sudah dirawat di rumah sakit untuk waktu yangma.¡± ¡°Ya. Seth Nona Wirdi menikahimu, dia mendapatkan kewarganegaraannya di Kota Metro dan asuransi kesehatan juga. Namun, sementara asuransi itu membantunya, dia masih harus membayar cukup banyak untuk dirinya sendiri. ¡± Benar, jadi dia memilih terburu-buru untuk menikah karena pembayaran asuransi itu, Finnongsung mengerti. Dia mendongak untuk melihat Vivin turun dari tangga dan segera mmbaikan tangannya untuk memberi isyarat kepada Noah untuk berhenti. ¡°Oh? Kamu sudah bangun?¡± Vivin menatap Noah dengan curiga. ¡°Apa yang kalian bicarakan?¡± ¡°Tidak banyak,¡± jawab Finno dengan tenang sambil menyendok semangkuk sup untuknya. ¡°Sini dan sarapah.¡± Dia tidak telu memikirkannya dan duduk di ruang makan. Meskipun demikian, pikirannya masih terganggu oleh tagihan rumah sakit yang mahal sma sarapan. Di sisiin. Finno hanya mencuri pandang ke arahnya dari waktu ke waktu. Kali ini, dia tahu apa yang dia khawatirkan.. Dia mengambil sepotong sosis dan meletakkannya di piringnya. Dengan suara rendah, dia berkata kepadanya, ¡°Vivin, ketika kita berdua senggang, ayo kita mengunjungi ibumu.¡± Vivin tercengang. Dia menatapnya dengan cemas, hanya untuk menyadari bahwa dia bs menatapnya dengan sikap tegas. Bab 52 Bab 52 Bab 52 Sepuluh Ribu Semm ¡°Tidak usah¡­¡± Dia dengan cepat menghindari tatapannya. ¡°Ibuku sedang sakit.. Dia butuh waktu sendiri untuk istirahat¡­¡± Vivin tidak mengatakan apa-apa dan tidak menyebutkan penyakit ibunya. Dia juga tidak membahas tagihan rumah sakit yang mahal. Mata Finno menjadi gp. Sebagai seorang pengusaha berpengman, dia pasti pernah bertemu gadis-gadis yang pura- pura dan brengsek. Mereka yang berasal dari keluarga terkemuka slu bertindak centil dan hanya tahu bagaimana mengandalkan pria dm setiap mash sepele. Mereka slu meminta. uang atau bantuannya. Namun, Vivin berbeda dari yangin. Meskipun mereka pengantin baru, dia tidak pernah meminta apapun darinya. Untuk lebih spesifik, dia sengaja menghindari mkukannya. Sikapnya yang canggung dan dingin entah bagaimana membuat Finno kesal. ¡°Benarkah?¡± Dinginnya suaranya mengungkapkan ketidak bahagiaannya. ¡°Yah, aku harap dia cepat sembuh ku begitu.¡± Vivin sedikit mengerutkan alisnya. Apakah saya mengatakan sesuatu yang sh?Mengapa Finno terlihat kesal? Namun, dia tidak mnjutkan pembicaraan dan menyelesaikan sarapan. Finno kemudian. mengantarnya ke stasiun Subway dan dia naik kereta untuk bekerja. Seth tiba di gedung, dia pergi menuju ke Departemen Keuangan kantornya mengajukan untuk mendapatkan sebn gaji di muka. Namun, dia sudah mendapatkannya sebelumnya. Jika mereka menyetujui permintaannya sekaligi, itu akan menjadi gaji di muka untuk bn berikutnya. ¡°Vivin, bukan karena kami tidak ingin membantumu. Kami memahami kesulitan kamu, tetapi kami tidak berwenang untuk menyetujui permintaan kamu.¡± Zoc dari Departemen Keuangan memandang Vivin dengan sikap tak berdaya. Mata Vivin sedikit gp. Dia hendak berbicara, tetapi tiba-tiba, sebuah suara dingin bergema dari bkang. ¡°Vivin, apa kau tidak tahu ini jam kantor? Mengapa kamu di sini di Departemen Keuangan? Kamu harus bersiap untuk wawancara sore ini!¡± Jantungnya berdegup kencang saat mendengar suara itu. Dengan enggan, dia menoleh untuk. melihat Fabian berdiri di bkangnya dengan tatapan dingin. ¡°Aku punya beberapa kunjunganin.¡± Dia sama sekali tidak ingin berbicara dengan Fabian. Oleh karena itu, dia keluar dari kantor dengan cepat tanpa menjskan lebihnjut. Namun, tepat saat dia berbelok di tikungan, Fabian menyusulnya dan meraih pergngan tangannya sebelum menjepitnya ke dinding. ¡°Fabian, apa yang kamukukan!¡± Vivin merendahkan suaranya dan mendesis karena dia takut Zoe dan yanginnya dari Departemen Keuangan akan mendengar mereka. ¡°Tidak ada.¡± Dia masih memiliki senyum sinis di wajahnya saat dia menatapnya dengan angkuh. ¡°Saya hanya menunjukkan kepedulian kepada saudara perempuan tunangan saya. Sekarang, ini bukan pertama kalinya kamu meminta gaji dibayar di muka. Ada apa, ya?¡± Pada saat itu, Vivin tahu bahwa Fabian th mendengar percakapannya dengan Zoe sebelumnya. Dia menggosok tempat yang sakit di pergngan tangannya dan menjawab dengan santai, ¡°Tuan Normando, bukankah aku sudah memberitahumu ini sebelumnya? Aku ingin membeli tas.¡± ¡°Vivin, apakah kamu menganggapku bodoh?¡± Fabian tertawa. Dia tidak percaya bahwa Finno tidak akan membelikan tas untuknya jika dia benar-benar menginginkannya, mengingat betapa baiknya dia mempekukannya. Pasti ada halin yang terjadi. Ini pasti darurat karena dia sangat putus asa dan mungkin ini mash yang tidak bisa dia ceritakan kepada Finno. Seth memikirkan ini, senyum jahat di wajahnya semakin lebar. Tiba-tiba, dia menekannya ke dinding sekaligi dengan kedua tangan dan menahannya. ¡°Finno, lepaskan! Apa yang sedang kamukukan!¡± Vivin panik. ¡°Vivin, sepertinya kamu sangat membutuhkan uang, hmm?¡± Dia membungkuk sedikit ke depan dan berbisik ke telinganya, ¡°Gaji sebn¡­ Biar kutebak, itu sekitar sepuluh ribu, kan?¡± ¡°Itu bukan urusanmu. Dia mengerutkan alisnya dan berjuang untuk mrikan diri. Namun, kata-kata berikutnya membuat seluruh tubuhnya terdiam kaku. ¡°Bagaimana dengan ini? Saya akan memberi kamu sepuluh ribulu kamu tidur semm. denganku. Bagaimana menurutmu?¡± Dia memelototinya dengan tidak percaya, hanya untuk melihat dia menatapnya dengan ekspresi mengejek. ¡°Jadi?¡± Dia menundukkan kepnya dan mengunci matanya ke wajah pucatnya. Jauh di lubuk hatinya, dia kesal. Darahnya pehan mendidih saat pikirannya kembali mengingat adegan di mana Finno dan dia main mata saat itu. ¡°Sepuluh ribu untuk semm jauh di atas harga pasar. Kamu hanya berdiri untuk ini.¡±Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Bab 53 Bab 53 Bab 53 Fabian Normando Saat Fabian berbicara, dia memikirkan sesuatu sekaligi dan wekspresinya menjadi angkuh. ¡°Oh, tunggu, aku lupa bahwa kamu sudah diberi harga seperti itu dua tahunlu. Tapi itu pertama kalinya bagimu, bukan? Kini, kamu hanyh seonggok sampah yang di buat mainan oleh puluhan pria. Kamu seharusnya puas bahwa¨C¡± kk! Sebelum dia bisa menyelesaikan, Vivin melepaskan amarahnya dan menampar pipinya. Dia tidak bisa lagi mentolerir sikapnya. Tamparan itu tak terduga bagi Fabian. Diangsung tercengang ketika dia memegangi pipinya. yang merah dan menatap wanita itu dengan kaget dan terkejut. Wajahnya yang sebelumnya pucat sekarang memerah karena marah. Air mata menggenang di matanya, tetapi dia menk untuk membiarkannya mengalir di pipinya dan menggigit bibirnya dengan keras. Fabian merasakan seperti sebh pisau menusuk jantungnya. Meskipun dia bermaksud untuk menyakiti Vivin, hatinya sakit ketika dia melihatnya dm keadaan seperti itu. Tidak ada sedikitpun kepuasan yang dia rasakan. Dia terus memelototinya dan menahan air matanya. Sambil menggertakkan giginya, dia. meludah, ¡°Fabian, aku sungguh menyesal pernah jatuh cinta padamu.¡± Kemudian, dia mendorongnya menjauh dan berjn menyusuri koridor tanpa berbalik. Fabian masih terpaku di tempatnya, tampak seperti kehngan jiwanya. Seth apa yang kelihatan seperti abadi, Zoe berjn keluar dari Departemen Keuangan menuju ke kamar kecil. dan melihatnya berdiri di sana seperti patung. ¡°T-Tuan Normando??¡± Zoe melompat kaget. Fabian akhirnya sadar kembali dan menatapnya. ¡°Zoe, apakah kamu tahu mengapa Vivin menginginkan gaji dimuka?¡± Original from N?velDrama.Org. Zoe berada dm dilema. Namun, Fabian adh Pemimpin Redaksi dan tidak bijaksana untuk membohonginya. Dia berseru, ¡°Ibunya Vivin sakit parah dan pengobatannya sangat mahal, ith seBabnya dia meminta gaji dimuka. Tuan Normando, tolong jangan marah padanya.¡± Sakit parah?Tagihan rumah sakit? Fabian tidak menduga sangat mengejutkan dan dia tercengang. Di sisiin, Vivin tahu bahwa dia telu marah dan kesal untuk bekerja. Oleh karena itu, dia menukar tugasnya dengan Jenny dan mengambil sisa cutinya. Dia memanggil taksi dan kembali ke vi keluarga Normando. Seth dia tiba, dia berjn ke pintu masuk dan melepas sepatunya. Namun, dia telu lh untuk mngkah masuk dan mh duduk dntai di depan pintu, tenggm dm pikirannya sendiri. Fabian, Fabian¡­ Kamu telu hebat. Ketika aku pikir kamu tidak bisa menyakiti saya lebih dm, kamu slu menemukan cara yang lebih kejam untuk menyiksa saya. Sebelumnya, kamu menghadiahkan saya kepada priain seperti hadiah! Sekarang, kamu memilih untuk menghina saya dengan uang? Tepat saat air mata hendak mengalir di pipinya, dia terangkat. Ketika dia mengingat dirinya. sendiri, dia menyadari bahwa seseorang sedang menggendongnya. ¡°Ah!¡± seru Vivin kaget. Di sekitarnya, dia bisa melihat fitur Finno yang tampan dan berbeda. ¡°Finno? K- Kenapa kamu di rumah?¡± Ini masih sore hari. Bukankah seharusnya dia ada di kantor? ¡°Saya kembali untuk mengambil beberapa barang,¡± kata Finno. Dia memperhatikan matanya yang memerah dan berubah muram. ¡°Bagaimana denganmu? Kenapa kamu png pagi-pagi sekali?¡± ¡°Saya tidak ada wawancara hari ini. Jadi aku png lebih awal¡­¡± Vivin mencoba menenangkan diri. Tiba-tiba, dia menyadari bahwa Finno sedang berdiri dan menggendongnya. Pipinyangsung memanas. ¡°Kenapa kamu tidak menurunkanku¡­ Tidak akan menyenangkan jika orangin melihat kita¡­¡± ¡°Tidak ada orangin di rumah,¡± jawabnya acuh tak acuh saat dia berjn masuk ke rumah. dengan dia di pelukannya. ¡°Diluar dingin. Jangan duduk dintai depan pintuin kali.¡± Dia meletakkannya di sofa di ruang tamu dan bertanya padanya, ¡°Apakah kamu sudah makan?¡± Vivin mengingat bahwa dia th sangat kesal untuk makan duluan. Sambil menggelengkan kepnya, dia membs pertanyaan, ¡°Bagaimana denganmu?¡± ¡°Belum.¡± ¡°Biarkan aku membuat makan siang ku begitu.¡± Karena Muti tidak ada, js tugas Vivin sebagai istri untuk menyiapkan makan siang. Namun, saat dia berdiri, dia menyadari sesuatu dan berkata dengan ragu, ¡°Aku akan membuat spaghetti dan bakso saja, oke?¡± Dia tahu bahwa Finno pilih-pilih soal makanan. Untuk makanan normal, hidangan Muti slu disiapkan dengan rumit meskipun bukan makanan yang istimewa. Lebih jauhgi, dia akan slu membuat aromanya menyebar yang memenuhi rumah, dan Vivin tidak percaya diri untuk meniru itu. Finno memperhatikan ekspresinya yang sedikit cemas dan menganggapnya lucu. Dia mengerutkan bibirnya dan menjawab, ¡°Tentu.¡± Seth kata-katanya, Vivin mengh nafas lega. Dia meletakkan dompet dan ponselnya di atas meja kopi dan mngkah ke dapur. Saat dia sedang sibuk, sebuah notifikasi muncul di ponselnya. Itu adh pesan yang dikirim ke ponselnya. Dia sibuk memasak dan tidak bisa keluar dari dapur. Meskipun demikian, dia khawatir itu mungkin sesuatu yang penting dari pekerjaan. Karena itu, dia memanggil dari dapur, ¡°Finno, bisakah kamu melihat dan memberi tahuku pesan siapa itu?¡± Finno sedang membaca koran bisnis time ketika dia mendengarnya. Dia menundukkan kepnya dan melihat teleponnya. Dia bisa melihat pengirim dan isi pesan di ponselnya tanpa membuka kuncinya. Finno segera. melihat nama yang paling membuatnya kesal ¨C Fabian. Yang lebih membuatnya kesal adh pesan itu sendiri. Pesan itu menulis: [Vivin, aku akan meminjamkanmu uang jika kamu benar-benar membutuhkannya untuk membayar tagihan rumah sakit ibumu.] Bab 54 Bab 54 Bab 54 Kondisi Memburuk Cengkeramannya pada koran segera mengencang. Vivin?Hah. Begitu perhatian. Juga, bagaimana dia tahu bahwa Vivin perlu membayar tagihan rumah sakit ibunya? Apakah Vivin yang memberitahunya sendiri? Finno entah bagaimana merasakan darahnya mendidih saat pikiran itu melintas di benaknya. Dia tidak memberitahuku tentang itu, tapi dia memberitahu Fabian? Sementara itu. Vivin sudah selesai dengan spaghetti. Dia membawa piring keluar dari dapur dan menmanggil. ¡°Waktunya makan siang.¡± Dia tidak memperhatikan ekspresi murung di wajah Finno saat dia mencoba melepas. celemeknya. Namun, dia berjuang untuk mkukannya karena semua simpul tersangkut di bkang punggungnya. Finno mendongak dan melihatnya berjuang. Dia pehan bangkit dari sofa, berjn ke arahnya, dan memegang tangannya. ¡°Biarkan aku yang mkukannya.¡± Kehadirannya tidak diragukangi. Saat dia berbicara, udara panas dari mulutnya bertiup melewati lehernya dan membuat pipinya memerah. Dia dengan cepat menarik tangannya dan berterima kasih padanya. Finno tetap diam saat dia membantunya melepaskan ikatan celemeknya. Sayangnya, upaya Vivin sebelumnya mengubahnya menjadi simpul mati. ¡°Ah¡­¡± Vivin menjadi gugup saat pria itu berdiri di dekatnya. Dia harus mengalihkan perhatiannya dengan berbicara. ¡°Siapa itu yang kirim pesan?¡± Tangan Finno berhenti sesaat, tetapi dia dengan cepat menjawab, ¡°Itu Fabian.¡± Giliran Vivin yang terhenti bicara. ¡°Apakah kamu tidak akan bertanya padaku apa yang dia kirimkan padamu?¡± Finno mnjutkan, melihat Vivin tetap diam. Dia menn ludah dan tertawa sinis. ¡°Mungkin sesuatu untuk menghinaku.¡± ¡°Tidak.¡± Finno akhirnya membuka simpul dan melepas celemek untuknya. ¡°Dia bng dia bisa meminjamkan uang yang kamu butuhkan untuk membayar tagihan rumah sakit ibumu.¡± Mata Vivin melebar saat dia berbalik. ¡°Bagaimana dia tahu¡­¡± Dia ingin bertanya bagaimana Fabian tahu tentang rawat inap ibunya tetapi dia disambut dengan tatapan dingin Finno ketika dia berbalik, Vivin terdiam sejenak. ¡°Finno¡­¡± Berdasarkan reaksinya, Vivin menyadari sesuatu. Dengan suara gemetar, dia bertanya kepadanya, ¡°Jadi, kamu juga tahu tentang ibuku?¡± Dia menundukkan kepnya dan menatapnya. Dia bekerja keras di dapur. Butir-butir keringat mes di dahinya, dan poninya sedikit jatuh. Finno mengangkat tangannya, mendorong hian rambutnya ke bkang telinganya, dan menjawab dengan santai. ¡°Ya, aku tahu tentang ibumu.¡± Vivin gemetar. Dia seharusnya sudah menebak ini. Finno adh pria luar biasa yang mengawasi segnya, termasuk dia. ¡°Apakah kamu marah?¡± Finno mengerutkan kening ketika dia menyadari bahwa Vivin masih diam. ¡°Tidak.¡± Dia menggelengkan kepnya, tampak lesu. ¡°Aku pikir kamu tidak peduli terhadap orang- orang di sekitarmu karena kamu berasal dari keluarga yang berada.¡± Ini seperti bagaimana Fabian sengaja menyembunyikan identitasnya saat itu. Bukan hal yang aneh jika Finno akan menyelidiki ku. Finno agak terluka oleh nada suaranya. Dia tidak pernah berpikir untuk melindungi dirinya darinya. Faktanya, dia tidak pernah meperdulikannya sin memeriksatar bkangnya sebelum pernikahan mereka. Kali ini, informasi itu secara kebetn muncul ketika dia melihat insiden dua tahunlu. ¡°Vivin.¡± Finno sangat terganggu. Dia akan mnjutkan ketika ponselnya berdering. ¡°Biarkan aku menjawabnya.¡± Vivin tidak mau mnjutkan pembicaraan dengannya. Panggn telepon adh bantuan baginya, jadi dia dengan cepat menjauh darinya dan beri ke ruang tamu. Seth melihat nama penelepon, jantung Vivinngsung berdetak kencang dan dia mengangkat panggn itu. ¡°Halo? Dokter Jones? Yah¡­ Tentang tagihan rumah sakit¡­ Aku akan membayarnya segera. Bisakah Anda-¡± Sebelum dia bisa mnjutkan kata-katanya, suara dokter dengan panik terdengar di ujung telepon yangin. ¡°Nona Wirdi, kondisi ibumu memburuk tiba-tiba. Dia membutuhkan operasi segera! Bisakah kamu datang dan menandatangani surat-surat, serta membayar untuk operasi? Dengan begitu kita bisa memindahkannya ke ruang operasi sesegera mungkin!¡± Vivin merasa lemas dan wajahnya sangat pucat. Detik berikutnya, dia berubah menjadi wanita yang tak terkendali dan beri keluar dari vi. ¡°Vivin!¡± Finno bergegas menghampirinya dan memegangi lengannya. ¡°Apa yang sedang terjadi?¡±Original content from N?velDrama.Org. Bab 55 Bab 55 Bab 55 Biarkan Aku Membantumu Saat-saat Seperti Ini Saat dia membalikkan tubuhnya dengan paksa, dia tercengang melihat air mata mengalir di pipinya. Vivin berteriak sekuat tenaga, ¡°Lepaskan aku! Ibuku harus dioperasi! Lepaskan!¡± Mata Finno menjadi gp, tapi dia tidak melepaskannya. Sebagai gantinya, dia menariknya ke pelukan erat dan bicara, ¡°Vivin, tenanh! Kamu tidak akan sampai tepat waktu disana wupun kamu pergi sekarang. Biarkan aku menelepon Noah dan menyuruhnya ke rumah sakit.¡± ¡°Tidak¡­¡± Vivin secara naluriah menk tawarannya untuk membantu. Namun, dia melihat kemarahan yang berkedip di matanya saat dia berbicara. ¡°Vivin! Berapamagi kamu akan terus begini? Apakah kamu ingin ibumu sembuh?!¡± dia berteriak. Saat berikutnya, dia memperhatikan sedikit kekhawatiran di matanya dan melembutkan nada suaranya. ¡°Apakah kamu lupa bahwa aku adh suamimu? Tolong, izinkan aku membantu kamu di saat-saat seperti ini.¡± Tolong, izinkan aku membantu kamu di saat-saat seperti ini. Kepanikan Vivin mereda seth mendengar ini saat dia menatapnya dengan linglung. Dia tidak menyangka pria sombong sepertinya berbicara seperti ini. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Dia ingin membantu. Dia bahkan mengatakan ¡°Tolong¡±. Melihat Vivin lebih tenang, Finno mengeluarkan ponselnya dan menelepon Noah. ¡°Halo? Noah, pergi ke rumah sakit sekarang dan bantu ibunya Vivin untuk bisa dioperasi. Ya, ini darurat. Juga, bayar tagihan rumah sakit.¡± Dia terus menatap Vivin saat dia berbicara. Sementara itu, Vivin menundukkan kepnya seperti anak kecil yang mkukan keshan. Akhirnya, dia memilih untuk membiarkannya membantu. Seth panggn itu, Finno meraih tangannya dan berkata, ¡°Ayo pergi. Aku akan mengantarmu ke rumah sakit.¡± Dia membawanya keluar dari rumah saat dia berbicara. Ketika mereka sampai di pintu masuk, Vivin teringat sesuatu dan dengan cepat berhenti. ¡°Finno. kursi rodamu¡­¡± Xavier memberitahunya bahwa Finno berpura-pura menjadi cacat untuk menjaga dirinya dari saudaranya. Nanti akan ada masah yang datang jika seseorang melihatnya berdiri. Finno berhenti sejenak dan melirik ke samping ke arahnya. Dengan apa yang terlihat seperti senyuman, dia bertanya, ¡°Apakah kamu takut orang akan mengetahuinya?¡± Dia mengangguk dan bergegas mengambil kursi roda di samping pintu masuk. ¡°Biarkan aku mendorongmu keluar.¡± Dia duduk di kursi roda dan membiarkannya mendorongnya keluar rumah. Pada saat itu, kemarahannya mereda dan suasana hatinya menjadi lebih baik. Sepertinya Vivin masih peduli padaku. Sopir mju ke rumah sakit seth mereka masuk ke dm mobil. Meski bukan perjnan panjang, Vivin tetap merasa seperti sangatma. Dia terus gelisah di kursinya dm perjnan ke sana. Tiba-tiba, dia merasakan kehangatan di tangannya. Dia mengedipkan matanya karena terkejut, dia berbalik untuk melihat Finno memegang tangannya. Tangannya sedingin es karena dia gugup. Js, kehangatan dari tangannya membuatnya merasa jauh lebih nyaman. Pehanhan; dia menjadi kurang cemas dan sedikit tenang. Mobil akhirnya tiba di rumah sakit. Tepat seth diparkir di pintu masuk, Vivin melompat turun dari kendaraan dan melupakan suaminya. Ketika dia bergegas ke pintu masuk ruang operasi, Noah segera berdiri dan menyapanya. ¡°Nyonya Norton.¡± Saat itu, seorang perawat bergegas keluar dari ruang operasi. Seketika, Vivin mendekatinya dan bertanya, ¡°Nona, bagaimana kabar ibu saya?¡± Perawat itu membuat jawabannya tetap sederhana. ¡°Karena ini mendadak, risikonya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan operasi normal. Jadi, tolong tunggu disini¡± Kemudian, dia bergegas pergi ke suatu tempat. Vivin lemas jatuh kentai seth mendengar ini. Dia slu tahu bahwa ibunya membutuhkan operasi untuk hidup. Sayangnya, operasi itu kecil kemungkinannya untuk berhasil karena ibunya slu dm kondisi lemah. Inh seBabnya. mengapa Vivin membiarkan dokter merawat ibunya menggunakan obat terlebih dahulu, karena dia pikir itu akan menjadi pilihan yang lebih bijaksana untuk membiarkannya dm kondisi baik sebelum menuju operasi. Dia tidak pernah berpikir kondisi ibunya akan menjadi lebih buruk dan harus segera operasi. Peluang operasi sukses akan menjadi lebih rendah sekarang. Semakin dia memikirkannya, semakin dia takut. Dia mundur ketakutan terduduk dintai dan gemetaran tak terkendali. Jika sesuatu terjadi pada Ibu¡­ A-Apa yang akan akukukan? ¡°Vivin, dintai dingin. Jangan duduk di sana Bab 56 Bab 56 Bab 56 Beritahu Aku Jika Kau Butuh Sesuatu Tepat saat Vivin merasa sangat takut, dia mendengar suara serak yang lemah dibkangnya. Dialu terangkat keatas, dan sebelum dia bisa menyadarinya, dirinya sudah jatuh terduduk diatas pangkuan Finno. ¡°Finno¡­¡± ucapnya kaget. Saat Finno menyentuh tubuh pucat nan dingin milik Vivin, hatinya seperti ditikam ribuan jarum. Dia mengusap airmata di pipi wanita itu dan meyakinkannya, ¡°Jangan khawatir. Aku ada disini bersamamu.¡± Kalimat itu adh ungkapan sederhana tapi tegas yang menghangatkan hati Vivin. Tentu saja, berkat kalimat itu, dia berangsur-angsur tenang. Tiba-tiba saja, dia merasa sangat lh. Kali ini, dia tidak menk dan hanya diam saja sambil mengangguk. Dengan sisa-sisa tenaganya, dia mencoba memeluk lengan lki itu dan menatap kearah tulisan ¡®Operasi Sedang Berjn¡¯ diatas pintu itu. Saat wanita itu bersandar dilengannya, Finno bisa mencium aroma yang khas dari tubuh wanita itu. Secara tiba-tiba, dia merasa hatinya yang sudah membeku sma bertahun-tahun mi agak mencair. Seth agakma,mpu diatas pintu itu kemudian berubah merah. Vivin, yang melihat itu,ngsung turun dari pangkuan Finno dan beri menuju pintu itu. Para dokter dan perawat yang baru keluar terlihat kelhan. ¡°Dokter! 1-ibu saya¡­¡± Vivin bahkan tidak tahu harus berkata apa. Dokter itu melihatnya kemudian tersenyum sambil berkata, ¡°Smat, Nona William. Operasinya berjnncar. Ibu Anda mungkin akan sadar besok.¡± Ibu akan sadar? Saat itu, tubuh tegangnya menjadi tenang. Dia sangat ingin berterimakasih pada dokter itu, tapi tiba- tiba, kakinya terasa kaku dan tubuhnya ambruk begitu saja. Bagaimanapun, kulitnya tidak sampai bersentuhan denganntai yang dingin nan keras. Yang dia rasakan mh dada bidang yang kokoh dan kuat. Wanita itu mengangkat dagunya untuk bisa melihat wajah Finno. Upstodatee from Novel(D)ra/m/a.O(r)g Dih yang th melompat dari kursi rodanya dan menangkap tubuhnya tepat waktu. Ekspresi wajahnya yang biasanya dingin juga hng. Ada senyum kecil di wajah pria itu saat dia mengusap rambutnya lembut. ¡°Ini berita bagus,¡± ucapnya. Kata-kata sederhana itu spontan membuat Vivin menangis. Dia sudah menahan tangisnya telu Wanita itu sangat lega begitu bisa melepaskan emosinya. Dia merentangkan tangannya sebelum mengalungkannya di leher Finno sambil menangis terharu. ¡°Ya, ini berita bagus! Sangat bagus!¡± Seth makan mm, Finno mendapat beberapa panggn dari pekerjaannya. Vivin tahu ku pria itu sudah menemaninya seharian dan dia sekarang merasa bersh. Dia mengambil inisiatif dan berkata, ¡°Kenapa kau tidak kembali bekerja? Aku akan temani ibu disini.¡± Finno menoleh kearahnya. Karena wanita itu makan dengan cepat sebelumnya, ada sisa saus spagetti di sudut bibirnya. Refleks, dia membersihkan noda itu untuknya. ¡°Ku begitu aku pergi dulu. Aku akan kembali besok.¡± Dia mnjutkan dengan suara rendah, ¡°Beritahu aku jika kau butuh sesuatu.¡± Vivin mengangguk. Namun, ia mengerutkan dahi saat Finno tak kunjung bangkit dari duduknya. ¡°Ada apa?¡± Pria itu dengan sengaja menatapnya. Lalu, dengan santai mengangkat jari yang tadi dia gunakan untuk membersihkan bibirnya dan menjtnya. ¡°Tidak ada. Aku hanya merasa kau terlihat agak serius saat mengangguk tadi.¡± Vivin terus menatap pria itu. Pikirannya menjadi kosong dan dia bahkan tidak mendengar ucapan pria itu. Ti-tidakkah itu keteluan? Jika orangin yang mkukannya, mungkin aku akan bng dia jorok. Tapi kenapa dia terlihat sangat¡­ sangat seksi saat mkukannya? Jari-jari panjangnya¡­ bibir tipisnya¡­ ¡°Huh? Apa? Serius?¡± Pipinya kembali memerah saat dia menoleh kearahin dan melontarkan beragam pertanyaan kepada pria itu. Bab 57 Bab 57 Bab 57 Cincin Berlian ¡°Iya, aku berpikir apakah kau serius untuk memberitahuku apapun yang kau butuhkan nanti.¡° Finno sadar ku wanita itu tengah menghindari tatapannya dan terlihat kurang suka. Dengan jari telunjuknya, dia mengangkat dagunya dan memaksanya untuk membs tatapannya. ¡°Vivin, aku harap kau pekukan aku syaknya suamimu.¡± Pekukan kau seperti seorang suami? Vivin menatap kearah mata hitam pria itu dan akhirnya mengh. ¡°Baih.¡± Dia cepat-cepat menundukkan pandangannya seth itu. ¡°Aku berjanji untuk memberitahumu jika aku butuh sesuatuin kali. Aku bersumpah.¡± Lalu, sudut bibir pria itu terlihat sedikit menyeringai sambil mengangguk-anggukan kepnya.. ¡°Anak pintar.¡± Finno melepaskan dagu wanita itu, berbalik,lu pergi. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Saat dia hendak membuka pintu, Vivin memanggilnya. ¡°Finno!¡± Dia agak menoleh dan bisa melihat wajah memerahnya. Dengan nada agak gugup, wanita itu berkata, ¡°Terimakasih.¡± Itu ucapan terimakasih¡¯ yang sederhana, namun karena beberapa san, senyum Finno semakin lebar. ¡°Sama-sama.¡± Vivin terjaga sepanjang mm untuk merawat ibunya. Beruntung Finno memindahkannya ke kamar privat karena rumah sakit itu menyediakan sebuah ranjang kecil untuk pengunjung. Setidaknya dia bisa tidur nyenyak disana. Keesokan harinya, Vivin dibangunkan oleh rentetan suara batuk. Dia membuka matanya pehan dan melihat ibunya sudah bangun. ¡°Ibu!¡± Vivin dengan segera mendekati ranjang ibunya. ¡°Bagaimana keadaanmu? Apa kau merasa sakit? Haruskah kupanggilkan dokter?¡± ¡°Aku baik-baik saja.¡± Ratna Wirdi masih terlihat pucat. Matanya terfokus pada anaknya dan terlihat berbinar bahagia. Dengan tangan bergetar, dia mengusap rambut anaknya dengan sayang. ¡°Vivin¡­ Oh, sayangku Vivin¡­ Biarkan aku melihatmu. Su-sudahma sekali¡­¡± Airmata berjatuhan di pipi Vivin. Dia menn ludahnya mengangguk. ¡°Sudah dua tahun¡­ Ibu¡­ Kau sudah koma sma dua tahun¡­¡± Pada mm kejadian dua tahunlu, harta wanita yang paling berharga miliknya dicuri. Tidak hanya itu, dua orang yang paling dicintainya juga membuangnya. Yang pertama adh bhan jiwabnya, Fabian, yang tiba-tiba saja menghng. Yang kedua adh keluarganya, ibunya Ratna, yang jatuh sakit dan jatuh koma. Ratna terbatuk beberapa kali. Sambil memegang tangan Vivin, dia berkata, ¡°Aku benar-benar minta maaf, Vivin. Ini semua shku. Ini semua karena aku lemah. Aku tidak bisa merawatmu sma dua tahun ini. Aku bahkan membawa banyak mash untukmu. Kau-¡± Ratna tiba-tiba berhenti bicara saat ia melihat cincin berlian di jari tangan Vivin. ¡°Vivin.¡± Dia menjadi agak bersemangat. ¡°K-kau sudah menikah?¡± Vivin terdiam untuk sejenak. Dia segera tersenyum dan menjawab, ¡°Iya, Bu. Aku sudah menikah sekarang.¡± Vivin tahu ku pernikahan ibunya tidak berjn baik dan wanita itu slu berharap semoga ia menikahi pria yang baik. Oleh karena itu, dia tidak mau menyembunyikan ini darinya. ¡°Bagus¡­ Bagus sekali¡­¡± Ratna menangis bahagia. ¡°Apa dia Fabian? Apa kalian menikah seth kau lulus?¡± Tubuh Vivin gemetar saat mendengar itu. Sial, ibu sudah koma sma dua tahun. Dia tentunya tidak tahu apa saja yang sudah terjadi dua tahun lalu. Dia mencoba tersenyum. ¡°Bukan Fabian. Kami sudah putus.¡± Ratna terlihat kaget seth mendengarnya. Dia segera menambahkan, ¡°Vivin, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak tahu soal itu¡­ Jangan khawatir, semuanya sudah berakhir sekarang. Aku yakin pernikahanmu bahagia.¡± Vivin mengangguk sambil menampilkan senyum diwajahnya, dan dia mencoba. menyembunyikan kegetiran di matanya. Ibunya terlihat melihat cincin ditangannya dengan serius dan senyumnya semakin lebar. ¡°Dia kelihatannya pria yang baik dan jujur.¡± Mata Vivin terblak sejenak mendengar itu. Dia tahu ibunya tidak pernah berharap dia akan menikahi orang kaya atau berkuasa. Sebaliknya, dia slu ingin dirinya menikahi pria biasa. Oleh karena itu, dia terlihat begitu senang saat melihat cincin berlian sederhana itu. Bab 58 Bab 58 Bab 58 Bercerai Apa yang akan dipikirkan ibu jika tahu aku menikahi paman Fabian yang juga anak dari keluarga Normando? Lupakan saja. Aku seharusnya tidak memikirkan itu sekarang. Vivin hendak keluar mengambil makan siang untuk ibunya saat tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu. Dia lumayan kaget karena hal itu. Ibu tidak punya banyak kenn di Kota Metro. Jadi, itu kemungkinan siapa? Dia membuka pintu dan melihat Finno dan Noah diluar. Finno sedang duduk di kursi rodanya, sedangkan Noah tampak membawa sebuah keranjang buah dan kotak makan siang ditangannya. ¡°Finno?¡± Tanya Vivin dengan muka tercengang. ¡°Vivin, siapa itu?¡± tanya Ratna. Dengan agak tidak fokus, dia menoleh kearah ibunya. Dia tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaannya. Di sisiin. Finno mengerutkan alisnya begitu mendengar suara yang bersumber dari dm ruangan itu. Dia berinisiatif untuk memi pembicaraan dan berkata, ¡°Halo Nyonya Wirdi, saya datang kesini untuk menjenguk Anda.¡± Untuk kesekian kalinya, wajah Vivin kembali memerah. Dia membuka pintu dan mempershkan kedua pria itu masuk. Dengan pehan, Finno mendekatkan dirinya ke samping ranjang. Saat dia menyadari raut terkejut Ratna, dia tersenyum dan mi memperkenalkan diri. ¡°Nyonya Wirdi, nama saya. Finno Normando. Saya seharusnya menjenguk Anda lebih awal, tapi Vivin bng kondisi Anda kurang baik.¡± Ratna menatap kearah Finno, dan kemudian kearah Vivin yang wajahnya masih memerah. Dia. spontan mengerti. ¡°Ah, kau pasti suami Vivin. Hm, kau terlihat cukup berbeda dari yang aku. bayangkan¡­¡± Pria itu hanya tersenyum kecil dan memberi isyarat pada Noah untuk meletakkan kotak makan siang dan buah-buahan itu diatas meja. ¡°Nyonya Wirdi, apakah Anda sudah makan siang? Saya sudah siapkan beberapa makanan rumahan.¡± Vivin dengan segera berjn mendekat dan membuka kotak makan itu. Tentu saja, semua hidangan itu disiapkan oleh Muti dan semuanya terlihat menyehatkan dan penuh nutrisi. Dia mi menyuapi ibunya dengan hati-hatinya. Seth koma sma dua tahun, Ratna tidak telu punya selera makan. Dia hanya akan makan beberapa suap dan merasa kenyang sethnya. Bagaimanapun, rasa penasarannya tidak terbatas. Dia mengamati Finno sejenak sebelum bertanya, ¡°Finno, kan? Ku boleh tau, apa pekerjaanmu?¡± ¡°Ibu!¡± Vivin segera menatap ibunya kesal, seh sedang mencercanya. ¡°Anakku sayang, aku hanya khawatir padamu. Lagip, pernikahan adh hal yang penting didm hidupmu, dan kau menikah sebelum aku siuman,¡± keluh Ratna lembut..N?velDrama.Org copyrighted ? content. ¡°Tidak apa, Vivin.¡± Kebalikan dengan rasa canggungnya, Finno justru tetap bersikap sebagai pria tenang dan percaya diri. ¡°Nyonya Wirdi, ini kartu nama saya.¡± Ratna meraih kartu nama itu dan melihat kata ¡®Direktur Utama¡¯ dan ¡®Pemegang Saham segera membeku. ¡°Grup Finnor¡­ Aku tidak pernah mendengarnya sebelumnya.¡± Dia mnjutkan dengan ragu, ¡°Bagaimana dengan orangtuamu? Apa pekerjaan mereka?¡± Sekarang, Vivin kembali panik. Dia benar-benar ingin menghentikan ibunya, tapi Finno sudah mi menjawab, ¡°Orangtua saya sudah tidak ada. Kakek saya adh Samuel Normando.¡± ¡°Samuel Normando? Maksudmu kep keluarga Normando?¡± Tanya Ratna. Dia terlihat sangat terkejut. Grup Finnor adh sebuah perusahaan yang baru dibangun beberapa tahun bkangan, karena ith dia tidak pernah mendengarnya sebelumnya. Tapi semua orang di Kota Metro tahu siapa Samuel Normando. ¡°Iya, tentu saja.¡± Kelihatannya dia tidak berniat untuk menyembunyikan itu darinya. ¡°Jadi¡­ kau¡­ anak¡­ dari keluarga Normando?¡± Tanya Ratna dengan terbata-bata karena ia sedang mencoba mengingat-ingat. Pria itu mengangguk. Wajah Ratna berubah piasntaran mi tidak bisa berkata-katagi. ¡°Finno?¡± Vivin js tahu apa yang sedang ibunya pikirkan. Dia menoleh pada suaminya dan bng, ¡°Finno, aku mau png dan mandi. Bisakah kau antar aku png? Tunggu aku di mobil,¡± Dia mengangguk dan berbicara pada Ratna, ¡°Nyonya Wirdi, saya akan datanggi besok. Istirahah dengan baik.¡± Ratna mengangguk, dirinya masih tercengang, sampai ia menatap Finno yang meninggalkan ruangan tersebut. Saat dia keluar, dia segera menatap putrinya. Dengan suara lemah namun tegas, dia berkata, ¡°Vivin, kau tidak boleh bersamanya! Segerh bercerai dengannya!¡± Vivin tanpa sadar mngkah mundur sejenak saat mendengar perkataan ibunya itu. Dengan tidak percaya, dia menatap ibunya dan bertanya, ¡°Ibu, kau ini bicara apa?¡± ¡°Aku bng kau tidak boleh bersamanya.¡± Dia memegang tangan putrinya dan memohon. ¡°Lihah aku sekarang. Tidakkah kau bjar dariku mengenai apa yang akan terjadi padamu jika menikahi pria kaya? Bagaimana kau bisa tahu ku dia benar-benar mencintaimu? Dia mungkin. saja sama seperti ayahmu dan hanya berniat mempermainkan perasaanmu!¡± Bab 59 Bab 59 Bab 59 Hak Kewarganegaraan dan Asuransi Kesehatan Wajah Vivin pehan memucat. ¡°Bu, aku tidak bisa mkukannya. Kami sudah mendaftarkant pernikahan kami.¡± ¡°Lantas kenapa? Mungkin dia hanya butuh istri diatas kertas.¡± Ratna mungkin koma sma dua tahun tapi dirinya tidak bodoh sama sekali. ¡°Ku tidak, kenapa dia harus menikahi wanita biasa sepertimu jika dia adh pemuda dari keluarga kaya?¡± Vivin terdiam. Ibunya bicara fakta. Di pernikahan mereka. Vivin segera tahu bahwa Finno hanya membutuhkan. istri diatas kertas saja. Tapi, Ratna lupa ku dia menikahi pria itu demi mendapatkan kewarganegaraan di Kota Metro. Pernikahan mereka memang hanya untuk keuntungan kedua. bh pihak, dan tidak ada yang berhak mengkritik mereka karena pilihan mereka. ¡°Bu. Dia memberitahunya yang sebenarnya. ¡°Finno mempekukanku dengan baik.¡± Dia berbicara dengan sungguh-sungguh. Meskipun mereka tidak bisa dianggap sebagai sahabat. tapi Finno memang mempekukannya dengan baik. Dia slu muncul kapanpun Vivin membutuhkan bantuan, seperti saat ini dimana ibunya butuh operasi. ¡°Vivin, bagaimana kau bisa begitu bodoh! Lakiki mempekukanmu dengan baik hanya karena mereka ingin bersenang-senang.¡± Ratna benar-benar merasa khawatir pada putrinya. ¡°Apa kau tidak bisa menjadikanku sebagai contoh? Aku hanya mau hidup biasa-biasa saja dan bahagia¡­ aku benar- benar takut jika kau akan mengikuti jejakku dan akhirnya dibuang oleh seorang pria nantinya.¡± Wanita itu mi menangis dm diam seth berkata begitu. Vivin merasa ia th menyakiti ibunya. Dia menariknya kedm pelukannya dan berkata, ¡°Bu, kau baru saja selesai operasi dan tidak boleh emosi. Biar kuberitahu yang sebenarnya. Aku menikahinya untuk mendapatkan hak kewarganegaraan dan asuransi kesehatan. Aku tidak punya perasaan padanya.¡± ¡°Apa kau berkata yang sebenarnya?¡± Ratna berhenti menangis saat mendengar itu dan menatap putrinya. ¡°Tentu saja.¡± Vivin menatap kearah Ratna dan mnjutkan, ¡°Bu, bukankah kau mengenalku? Kau tahu kan bagaimana aku saat tidak menyukai seseorang?¡± Memang, Ratna membesarkannya sendirian, dan mereka hanya saling memiliki satu samain sma ini. Tanpa perlu bicara, dia yang paling mengenal sosok putrinya. Sangat js ku Vivin tengah menyukai seseorang, persis seperti saat dia bersama Fabian. Akhirnya, kekhawatiran Ratna mi berkurang. Tapi, ia tetap memberi perintah pada putrinya itu, ¡°Baih, tapi kau harus berjanji ku kau akan bercerai jika punya kesempatan. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Faktanya, Vivin tidak pernah berpikir untuk menceraikan Finno sama sekali. Dia tidak peduli bagaimana mereka bisa sampai menikah, ataupun mempermashkan identitas pria itu. Karena mereka sudah menikah sekarang, dia tidak akan pernah mengajukan cerai sampai Finno sendiri yang menginginkannya. Sekarang, saat dia melihat ibunya memohon padanya, dia mi berubah pikiran dan menyerah. ¡°Iya, aku janji, Bu.¡± Ratna menghembuskan nafas lega, namun ia tidak bisa berhenti merasa bersh. ¡°Vivin, ini semua shku. Bahkan jika kau bercerai, akan sulit bagimu untuk mendapatkan pria yang baik untuk dinikahi kembali. Vivin mengedipkan matanya beberapa kali sebelum memeluk ibunya sekaligi. ¡°Bu, tidak apa- apa. Aku bahagia sma kau juga bahagia.¡± Kemudian, dia membujuk ibunya untuk tidur. Saat ia sedang beres-beres dan bersiap untuk pergi, dia melirik sebuah berkas di meja disisi ranjang. Aku kira Finno yang membawa ini. Apa dia lupa ya membawanya kembali? Dia memasukkan berkas itu kedm tasnya dan meninggalkan kamar inap itu. Sementara itu, kursi roda Finno baru saja dimasukkan kedm mobil. Noah, yang tengah duduk di kursi penumpang, bertanya padanya, ¡°Pak Normando, kenapa Anda pergima sekali? Saya pikir Anda kembali untuk mengambil berkas.¡± Finno hanya terdiam. Karena penasaran, Noah akhirnya menoleh kearahnya. Tapi, yang bisa ia lihat hanyh sikap dingin Finno, dan spontan saja, diangsung berkeringat dingin. Apa yang terjadi? Bukannya Pak Normando sedang dm suasana hati baik tadi? Kenapa dia langsung berubah seth mengambil berkas? Tuhan, dia kelihatan seperti orang yang ingin membunuh seseorang sekarang. Seth sepuluh menit, Vivin masuk kedm mobil itu. Dia memegang sebuah berkas ditangannya dan bertanya, ¡°Finno, apa kau lupa bawa ini tadi?¡± Dia tidak kunjung mengambil berkas itu darinya. Dia mh menatap kearah matanya dengan dm. Tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya sekarang. Bulu romanyangsung meremang. Dengan hati-hati, dia bertanya, ¡°Finno?¡± Dia terus menatap wanita yang tengah ketakutan dihadapannya. Kata-katanya kembali terdengar di telinganya. Dia sudah mendengar semua perkataan wanita itu saat dia kembali untuk. mengambil berkas itu tadi. Bab 60 Bab 60 Bab 60 Kau Akan Jadi Istriku Smanya Huh. Dia sangat jujur pada ibunya. Meskipun dia tahu kenapa wanita itu menikahinya, dia tetap merasa kesal dan terganggu saat mendengarnya sendiri. Sin. Kelihatannya wanita itu sekarang bisa menguasai perasaannya. Dia semakin mudah terpengaruh oleh kata-katanya sekarang. ¡°Vivin.¡± Finno masih belum mengambil berkas itu darinya. Dia mnjutkan ucapannya dengan nada dingin, ¡°Apa kau mau bercerai?¡± Noah, yang mendengar itu, hampir melompat kaget. Faktanya, dia hampir mengenai kepnya ke jend mobil. Vivin juga kaget. Dia menatapnya tidak percaya. ¡°Kau bicara apa?¡± ¡°Bukankah kau menikahiku untuk mendapatkan hak kewarganegaraan?¡± Ucapnya dengan santai. ¡°Karena kau sudah dapat apa yang kau mau, kita bisa bercerai. Kau juga tidak akan kehngan kewarganegaraanmu.¡± Wajah Vivin memucat. D-dia tahu kenapa aku menikahinya. Ya, aku mungkin tidak bisa menyembunyikan inigi darinya. Dia tentu bisa menyimpulkan ini karena dia sudah tahu soal ibuku. Seraya melihat mata hitamnya, dia menggigit bibitnya dan berkata pn, ¡°Ya, bukankah kau juga menikahiku untuk mendapatkan sesuatu dariku? Apa kau akan menceraikanku jika aku sudah tidak bergunagi bagimu?¡± Finno tidak menyangka tanggapan wanita itu akan begitu dan terdiam beberapa saat, Memang, Vivin bukah wanita bodoh. Dia tahu kenapa aku menikahinya dengan terburu-buru. Matanya menggp dan dia berkata dengan lembut. ¡°Tidak.¡± Vivin sekarang juga sama-sama tidak menyangka akan respon pendek pria itu. Dia terlihat keheranan. Menyadari raut terkejut wanita itu, Finno menambahkan, ¡°Sejak aku menikahimu, kau akan jadi istriku smanya.¡± Kau akan jadi istriku smanya. Finno bicara dengan acuh tak acuh, tapi Vivin tetap kaget dengan kata-katanya sampai dia hanya sanggup menatapnya sejenak saja. ¡°Jadi, Vivin, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku.¡± Dia merendahkan suaranya sekaligi, dan kali ini, dia bicara padanya dengan suara yang lebih tegas dan dominan. Original content from N?velDrama.Org. Vivin tidak pernah mengira ku pria itu akan berkata demikian padanya. Sebagian dirinya merasa takut dengan pria itu. Tapi, sebagian dari dirinya yangin bisa merasakan kepak kupu-kupu diperutnya. Dia tidak berani menatap matanya dan menghindari tatapannya. Tapi, dia tetap meyakinkannya, ¡°Jangan khawatir. Sejak aku menikahimu, aku tidak akan mengkhianatimu sma kau tidak. menceraikanku. Aku juga tidak akan menceraikanmu.¡± Finno mendengar tiap kata yang diucapkan dengan lembut oleh wanita itu. Melihat pipinya yang memerah, dia merasa kemarahannya mi agak berkurang. Baik. Dia tahu ku wanita itu pada awalnya menikahinya karena penyakit ibunya. Tidak mash baginya ku dia masih belum memiliki perasaan untuknya sekarang. Karena mereka menikah, dia akan menaklukkan hatinya suatu hari nanti. Hari sudah petang saat mereka tiba dirumah. Muti dan Lubis sedang tidak dirumah. Vivin tidak tahu jika dia memikirkannya secara berlebihan, tapi dia slu merasa ku Finno tidak suka dengan keberadaan mereka meskipun dia slu bersikap sopan pada mereka. ¡°Kukira kau belum makan.¡± Dia melepaskan jaketnya, melipat lengan bajunya keatas, dan berjn menuju dapur. ¡°Biar kumasakkan sesuatu.¡± Saat dia membuka kulkas, dia kebingungan. Dia melihat sisa spagetti-nya masih bertengger manis diatas piring didm kulkas, dibungkus. dengan rapi menggunakan bungkus makanan. ¡°Apa kau sudah makan?¡± Finno juga bangkit dari kursi rodanya dan memposisikan dirinya dibkang wanita itu. ¡°Iya, sudah.¡± Vivin akhirnya mengingatnya. ¡°Ku begitu biar kubuatkan steak saja.¡± Dia hendak meraih steak beku itu saat Finno menghentikannya. ¡°Tidak apa-apa. Aku cukup makan spagetti sisa kemarin saja, karena toh aku juga makan sendirian.¡± Vivin dengan cepat mencegahnya. ¡°Tidak, ini sisa-sisa.¡± Finno itu pemilih soal makanan, dan Vivin tidak berani membayangkan dia makan makanan sisa. Dia hendak merebut sepiring spagetti itu, namun Finno mengangkat tangannya keatas dan mengangkat alisnya. ¡°Kenapa aku tidak boleh makan ini? Aku makan ini juga tadi mm.¡± Finno sudah jauh lebih tinggi dari dirinya, dan sekarang pria itu mengangkat tangannya juga. Dia tidak mungkin bisa meraih piring itu. Bab 61 Bab 61 Bab 61 Masah Hanya Untukku Vivin hanya ingat sekarang ku dia meninggalkan spagetti Bolognese yang dia buat untuk makan siang dirumah karena dia pergi dengan buru-buru kemarin. Dia membayangkan ku Finno pasti sudah memakan sh satunya dan menyimpan satunya.gi di kulkas. Vivin merasa malu. Kakinya berjinjit dan mencoba meraih hidangan spagetti Bolognese di tangan Finno. ¡°Kau tidak seharusnya makan makanan sisa kemarin. Karena aku ada disini, aku akan membuatkan sesuatu yang baru.¡± Melihat Vivin yang terus berjuang mendapatkan spagetti itu, Finno hanya bisa menyeringai. Ketimbang menurunkan sepiring pasta ditangannya, dia menundukkan wajahnya kearah Vivin. Vivin terkejut dengan Finno yang tiba-tiba bergerak mendekatinya. Dia kehngan keseimbangan dan terjungkal kebkang. Untungnya, Finno bereaksi dengan cepat. Dengan satu tangan di pinggangnya, dia membantunya menjaga keseimbangan kembali. ¡°Hati-hati,¡± Gerutu Finno dengan nada rendah. ¡°Tidak perlu buatkan aku apapun. Aku benar- benar suka spagetti-mu.¡± Entah kenapa, Vivin memerah malu mendengar kata-kata Finno meskipun tidak ada yang spesial disana. Mungkin saja itu karena suaranya yang dm dan serak, ¡°Jika kau suka dengan spagetti-ku, biarkan aku buatkangi.¡± Vivin takut ku Finno akan menyadari kegelisahannya dan menundukkan kepnya. ¡°Makanan sisa tidak bagus untuk kesehatan.¡± ¡°Aku ¡®kan tidak slu makan makanan sisa.¡± Finno pehan melepaskan pinggang Vivin dan memasukkan spagetti itu kedm microwave. ¡°Aku tidak mau membuang-buang makanan, apgi jika kau yang membuatnya.¡± Vivin tahu dia tidak akan pernah bisa menang dari Finno. Dia hanya mengamati Finno yang mi mengeluarkan spagetti yang sudah dihangatkan itu dari microwave dan mi memakannya pn. Finno terlihat sangat elegan saat memakan sepiring spagetti itu. Meskipun itu hanyh makanan rumahan, dia bersikap seh-h sedang makan makanan bintang tiga Michelin. ¡°Hei,¡± Vivin, yang duduk berhadapan dengan Finno, mi bicara dengan ragu-ragu sambil menggenggam kedua tangannya. ¡°Aku akan mencoba untuk mengembalikan uang untuk operasi dan pengobatan ibuku.¡± Mata Finno menyipit mendengar perkataan Vivin. Dia tengah memutar-mutar beberapa untai spagetti membentuk b. ¡°Vivin.¡± Finno menn makanan itu kedm mulutnya dan berkata dengan suara rendahnya, ¡°Apa kau lupa dengan janji yang kau buat kemarin?¡± ¡°Kemarin?¡± Tanya Vivin bingung. Lalu, dia tiba-tiba ingat perkataan Finno. ¡°Oh, maksudmu janji ku aku akan memberitahumu kapanpun aku butuh bantuan?¡± ¡°Yep.¡± Finno mengangkat pandangannya kearah wajah Vivin. ¡°Kupikir kita sudah cukup dekat karena aku membantumu?¡± Mata Finno seperti pisau bedah yang bisa memotong pikiran Vivin. Pada saat itu, Vivin merasa seh dia sedang berdiri tnjang dihadapannya. Dia membs dengan malu-malu, ¡°Bukan karena aku pikir kita tidak telu dekat. Aku hanya tidak suka berhutang pada oranin.¡± Vivin menggigit bibirnya gugup sambil berusaha terlihat tidak gentar.. Pada saat itu, Finno adh teman baginya. Tapi tetap saja. Vivin tidak bisa membiarkan dirinya. berhutang pada oranin. Finno menahan apa yang awalnya hendak dia ucapkan saat melihat keyakinan dimata Vivin. ¡°Jika kau benar-benar ingin melunasiku¡­¡± Mata Finno beralih dari spagetti dihadapannya dan mendapatkan sebuah ide. ¡°Tidak apa-apa jika kau tidak membayar uangnya. Aku juga tidak. membutuhkannya. Kau bisa melunasinya dengan carain.¡± ¡°Bagaimanagi aku bisa melunasinya?¡± Vivin terlihat bingung karena dia tahu apa yang Finno inginkan. Dia adh pria yang sudah punya segnya. ¡°Makanan.¡± Jawab Finno pendek. ¡°Jika kau benar-benar mau melunasiku, cukup masak untukku.¡± Vivin memblakkan matanya. Dia tidak mempercayai apa yang dia dengar. ¡°Huh? Itu saja?¡± ucapnya tercengang. ¡°Tapi masakanku tidak begitu baik.¡± Vivin mengakui ku masakannya biasa-biasa saja. Masakannya sangat jauh berbeda dengan masakan lezat Muti. Finno itu sungguh pemilih dm urusan makanan. Kenapa dia mau aku memasak untuknya? ¡°Ada apa?¡± Finno mengerutkan alisnya. ¡°Apa kau mau memasak untukku?¡± ¡°Tentu saja tidak,¡± jawab Vivin segera. ¡°Tapi biaya pengobatan ibuku mencapai enam puluh ribu. Berapa banyak makanan yang harus kubuat untuk melunasi itu?¡± ¡°Menurutmu?¡± Finno melempar pertanyaan itu kembali kepada Vivin. Vivin tidak bisa berkalText property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Bab 62 Bab 62 Bab 62 Dia Tersenyum Meskipun di restoran biasa, sebuah makanan hanya akan berharga beberapa ratus. Vivin sangat yakin ku dia perlu membuat setidaknya seratus makanan untuk melunasi hutangnya. ¡°Sekitar seratus?¡± Bs Vivin dengan berani. Finno terpesona oleh keseriusan di wajah Vivin saat dia berpikir. Tanpa disadari, dia tersenyum kecil. ¡°Baik, mungkin sekitar seratus makanan.¡± ¡°Lalu kau lebih suka apa?¡± ¡°Aku tidak tahu.¡± Sahut Finno santai. ¡°Masak saja apapun yang kau bisa.¡± Tidak, itu tidak adil untukmu.¡± Vivin pikir dia harus memenuhi kebutuhan pnggan-nya itu jika setiap makanan dihargai enam ratus seperti perhitungannya. ¡°Juh hidangan yang bisa kumasak sangah terbatas. Bagaimana ku aku tunjukkan resep apa yang aku punya besok? Aku juga akan membiarkanmu mencicipi resep-resep itu.¡± ¡°Baih ku begitu.¡± Bibir Finno tersenyum semakin lebar. Hari berikutnya, Finno memiliki rapat di pagi hari meskipun itu adh akhir pekan. Saat dia. berangkat, matahari masih belum telu kelihatan dingit. Seth bangun, Vivin mendapatkan beberapa resep dari inte dan mi mencobanya. Dari pengamatannya sma beberapa hari, dia sadar bahwa Finno menyukai makanan pedas. Jadi, dia memutuskan untuk mencoba resep cabai sapi, sayap ayam, dan tahu panggang sriracha. Seth berjuang sepanjang sore, Vivin akhirnya menyelesaikan masakan cabai sapinya. Dia mengambil gambarnya dan mengirimkannya kepada Finno via Whatsapp untuk mengetahui apakah dia menyukainya. Di dm ruang rapat Grup Finnor Original content from N?velDrama.Org. Tiap manajer dari masing-masing departemen secara bergiliran menyampaikan hasil kerja mereka. ¡°Ith kesimpn hasil pengeluaran kita pada kuartal ini.¡± Pria paruh baya itu mengusap keringat di dahinya seth dia berbicara dengan semangat sampai suaranya serak, ¡°Apa Anda puas, Pak Normando?¡± Jemari panjang Normando sibuk membk-balikkan dokumen ditangannya. Ada raut kesal di wajahnya. ¡°Apa Anda pikir saya akan puas dengan hasil seperti ini?¡± Semua orang disana mi berkeringat dingin. ¡°Bo-bolch saya tahu dimana mashnya?¡± ¡°Semuanya.¡± Ucap Finno k-kan sebelum melemparkan dokumen itu kembali ke karyawannya. Diantas berkata dengan raut tanpa ekspresi di wajahnya, ¡°ngi.¡± Ruangan itu hening. Dia adh Finno Normando. Cacat yang diminya tidak menghngi ambisi karirnya. Kemampuannya dm membuat keputusan yang tajam dan akurat ith yang ia ubah menjadi kekuasaan. ¡°Baik. Pak Normando!¡± Pria setengah baya itu gemetaran saat ia kembali duduk ke kursi sambil membawa berkas itu. Saat manajer berikutnya hendak menyampaikanporannya, suara ponsel seseorang berdenting. Beep! Notifikasi singkat itu merusak keheningan yang ada didm ruangan tersebut. Wajah semua orang menjadi seputih kertas. Mereka saling melempar pandangan kearah satu sama lain dengan gelisah. Siapa yang berani sekali tidak memasang mode sunyi di ponselnya sma rapat? Saat semua orang masih saja sibuk mencoba membaca raut wajah satu samain, Finno dengan. acuh tak acuh melihat kearahyar ponselnya yang meny. Pesan Whatsapp yang datang beberapa detik yanglu itu dari Vivin. Dia mengirim beberapa foto. Finno mengusapyar ponselnya untuk membuka kuncinya. Dia melihat beberapa hidangan. yang dibuat oleh Vivin dan juga pesan darinya. Mana yang kau sukai? Di akhir kalimat itu ada emoji unik. Di dm ruang rapat, semuanya menyadari bahwa ponsel yang berbunyi tadi adh milik Finno dan buka oranin. Mereka saling menatap satu samain dengan raut tak percaya. Finno itu pekerja keras. Dia hanya akan menggunakan ponselnya untuk tujuan kerja. Semua orang merasa tidak percaya bahwa pria seperti dia justru akan mengecek Whatsapp-nya saat sedang rapat. Sebelum semua orang bisa pulih dari keterkejutannya, sesuatu yang bahkan tidak bisa dipercaya. terjadi. Bibir tipis Finno tersenyum. Semua orang melihat senyum kecil Finno dan merasa mereka seh tersambar petir. Mata semuanya terblak keheranan. Bos harimau kami tersenyum? Banyak dari orang-orang di ruangan itu sudah bekerja sama dengan Finno sejak Grup Finnor baru dibangun namun mereka tidak pernah melihat bos mereka itu tersenyum. Sementara itu, Vivin masih sibuk dengan masakannya di dapur. Dia sama sekali tidak tahu efek dahsyat dari foto-foto yang ia kirim di Grup Finnor. Seth membk-balikkan beberapa buku resep, ponselnya berbunyi. Dia segera mengecek ponselnya dan melihat pesan dari Finno: Semuanya. Dia berpikir sendiri, Tsk, rakus sekali! Vivin menggerakkan mulutnya untuk mengunyah. potongan terakhir sayap ayam yang tadi dia buat. Dia akan membuatkan Finno yang nantinya. baru Mm harinya, Finno png kerumah. Dia disambut oleh satu meja penuh makanan lezat. Dia mengintip kedm dapur dan melihat seorang wanita cantik yang tengah menyibukkan diri. Itu adh pemadangan yang biasa di rumah manapun, tapi bagi Finno, itu anehnya membuatnya nyaman. Bab 63 Bab 63 Bab 63 Apa Kau Menghindariku? ¡°Kau sudah png?¡± Vivin menyadari keberadaan Finno Normando dan buru-buru keluar dari dapur. ¡°Cepah dan cuci tanganmu! Kukira aku masak telu banyak. Habiskan saja. semampumu. Jika kau tidak bisa menghabiskannya, aku akan menyiapkannya menjadi bento untuk kau bawa ke kantor.¡± ¡°Tidak apa-apa,¡± sahut Finno sembari duduk di kursinya. ¡°Aku bisa menghabiskannya.¡± Vivin tidak percaya dengan perkataan Finno, Juh makanan yang ada diatas meja bisa jadi. porsi lebih dari empat orang. Hanya ada mereka berdua dirumah ini. Itu kemudian membuktikan bahwa Vivin meremehkan kemampuan Finno. Entah kenapa, dia terlihat memiliki selera makan yanghap hari itu. Finno semua makanan yang sudah disiapkan Vivin Vivin heran. Dia sudah sering makan bersama Finno sebelumnya namun ini pertama kalinya dia. meliahatnya makan begitu banyak seh dia adh juara lomba makan. Esok harinya adh hari Minggu. Vivin menghabiskan waktunya untuk mencoba beragam resep dan menyiapkan makanan untuk Finno. Segera, hari berikutnya adh Senin, dan Vivin harus pergi bekerja. Vivin biasanya senang bekerja, namun semenjak Fabian menjadi Kep Editor, berangkat kerja. rasanya seperti melompat ke air deras Sungai Nil, kecuali dia tenggm dm pekerjaan daripada air. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Segera seth dia duduk dikursinya, Lely Junarta, editor senior di Majh mour berjn. kearahnya dengan terburu-buru. ¡°Vivin, aku harus mewawancarai seseorang siang ini. Pilihkan dokumen-dokumen ini untukku segera dan bawakan ke ruangan Kep Editor.¡± Vivin menerima dokumen-dokumen itu sambil mengerutkan alisnya. ¡°Hei Lely, aku harus menyiapkan wawancara besok nanti siang. Kenapa tidak kau berikan ke oranin saja?¡± Sebelum Lely sempat menjawab, suara Sandra tiba-tiba datang entah darimana. ¡°Vivin, ini perasaanku saja atau kau memang bertingkah lucu akhir-akhir ini? Pfft, jangan bertingkah seh kami tidak tahu hubunganmu dengan Pak Normando. Kau berpuara-pura untuk siapa?¡± Vivin terlihat bingung dengan amarah tiba-tiba Sandra. Dia mengernyitkan alis pada wanita yang punya posisi setara dengannya di perusahaan tersebut. ¡°Sandra, maksudmu apa?¡± ¡°Huh, maksudku? Kelihatannya seseorang disini tidak mau mengakuinya.¡± Sandra menyeringai sambil menyipitkan matanya kearah Vivin. ¡°Kau pikir kami semua buta?¡± Vivin ingin memb diri, namun dia sadar teman-temannya tengah memperhatikannya saat matanya tanpa sengaja melirik keluar ruangan. Mata-mata mereka dipenuhi oleh rasa penasaran dan cemohan. Vivin merasa dirinya seh ditusuk satu juta jarum. Dia sangat kenal dengan pandangan-pandangan yang ia terima. Mereka mengingatkannya pada pandangan tak bersahabat dosen-dosen dan teman-teman ksnya di kampus karena kejadian dua tahunlu. Vivin menggigit bibirnya. Dia tidak tahu harus bng apa. Jadi, dia hanya duduk dan dengan cepat merapikan berkas-berkas yang ditugaskan padanya. Lalu, dengan perhatian semua orang kepadanya, dia bergegas menuju ruangan Fabian dan mengetuk pintunya. ¡°Masuk.¡± Suara lemah Fabian datang dari balik pintu. Vivin mendorong pintu itu dan mi masuk. Fabian terlihat agak kaget begitu melihat Vicin. Wanita itu dengan cepat meletakkan dokumen- dokumen yang sudah ia rapikan ke atas mejanya. ¡°Pak Normando, ini beberapa dokumen yang Anda minta. Jika tidak adagi, saya undur diri.¡± Segera seth Vivin selesai bicara, iangsung berbalik dan berjn keluar. Namun sebelum dia bisa meraih daun pintu, suara serak Fabian terdengar dibkangnya. ¡°Vivin, diam ditempatmu.¡± Vivin menghentikanngkahnya dengan tidak r. Tanpa berniat menolehkan kepnya untuk menghadap Fabian, dia bertanya dengan ms, ¡°Pak Normando, apa adagi yang bisa saya bantu sebelum pergi?¡± ¡°Kenapa dengan sikapmu?¡± Suara Fabian berubah dingin. Dia berjn menuju Vivin dan bertanya padanya, ¡°Apa kau menghindariku?¡± ¡°Iya,¡± Vivid menjawab lugas. Entah kenapa, kejujuran Vivin membuat amarah Fabian naik. Tapi, saat Fabian melihat tidak adanya kekuatan di wajah Vivin, dia melembutkan suaranya karena mengira dia pasti sedang sibuk merawat ibunya. ¡°Vivin, bagaimana kondisi ibumu?¡± Fabian sebenarnya tidak telu menyukai ibu Vivin karena tahu ku wanita itu adh simpanan seseorang. Namun, dia masih menghormatinya karena dia adh ibu Vivin, dan karena dia juga pernah bertemu dengannya beberapa kali sma mengencani Vivin/ dia hanya bertanya soal ibunya untuk basa-basi. Pertanyaan Fabian membuat benteng pertahanan Vivin melemah. Matanya terlihat agak ragu, namun dia segera sadar. ¡°Dia baik. Terimakasih.¡± Fabian menyadari ketegangan di wajah Vivin dan terlihat ragu sebelum kembali berkata, ¡°Kudengar kau butuh uang untuk pengobatan ibumu. Apa kau sudah liat pesan yang kukirim¡­¡± ¡°Pak Normando,¡± Vivin tidak mau menunggu Fabian menyelesaikan kalimatnya danngsung menginterupsi. ¡°Jika tidak ada halin, saya akan kembali bekerja.¡± Bab 64 Bab 64 Bab 64 Siapa yang Dinikahi Vivin Vivin bergegas keluar dari ruangan Fabian sebelum pria itu sempat membs perkataannya. Tepat saat dia sampai di koridor luar, dia berhenti untuk menghembuskan nafasnya. Vivin memikirkan apa yang dipikirkan oleh Fabian. Dia tidak hanya berhenti menghinanya, namun sekarang juga bertanya kondisi ibunya. Vivin sadar bahwa betapapun jahatnya Fabian membicarakannya, dia masih peduli padanya, dan Vivin tidak telu nyaman dengan itu. Vivin menyimpulkan dm pikirannya ku dia lebih baik mempekukan mantannya seperti orang asing. Sekarang karena Vivin sudah selesai berurusan dengan Fabian, dia akan mendatangi Sarah dan mengajaknya makan siang. Sementara itu, Fabian hanya terdiam melihat Vivin yang meninggalkan ruangannya. Saat itu, dia bahkan tidak yakin tentang perasaannya pada Vivin. Fabian kira dia th merendahkan wanita itu pikiran yang tak terbaca. Tapi minggulu, saat dia dengar ku wanita itu hanya mencoba memperoleh uang untuk penyakit ibunya, dia dikuasai rasa penyesn. Seth mengencani Vivin begituma, Fabian tahu betapa penting sosok Ratna Wirdi bagi Vivin. Itu yang mendesaknya untuk mengirimkan Vivin pesan via Whatsapp dan menanyainya apakah dia butuh uang. Tapi, Vivin tidak membs pesannya. Apa uangnya sudah cukup? Apa dia mendapatkannya dari pria-pria mainannya? Fabian merasa dia kehngan akalnya. Bayangan Vivin yang tidur dengan priain demi uang membuatnya marah. Dia bisa merasakan amarah mendidih didm dirinya. Dia melepaskan dasinya dengan frustasi dan menendang mejanya. Dia menelpon sebuah nomer di ponselnya. ¡°Bantu aku mencari rumah sakit dimana Ratna Wirdi berada.¡± Fabian mendapatkan bantuan dari orang-orang keluarga Normando yang sangat berguna. Beberapa jam kemudian, mereka menghubungi Fabian dan memberitahunya tentang keberadaan Ratna. Setengah jam seth panggn itu, Fabian datang ke Rumah Sakit Pertama di Kota Langsa dengan membawa sebuket bunga lili. Mata Fabian terblak begitu mendapati ruang inap privat dimana Ratna berada. Dia tahu Vivin tidak mungkin mampu membayar sebuah kamar privat di rumah sakit dengan melonjaknya harga pengobatan sekarang. Pria mana yang membantunya? Sin! Fabian menghngkan pikiran g di kepnya dan mi mengetuk pintu. Suara lemah seorang wanita terdengar dari dm. ¡°Masuk.¡± Fabian memasuki ruangan itu dan terdiam melihat wanita pucat dan kurus yang tengah berbaring diatas ranjang. ¡°Nyonya Wirdi¡­¡± Seingatnya, Ratna adh seorang wanita cantik yang akan menarik perhatian para pria kemanapun dia pergi. Dia sangat cantik sampai Fabian tidak terkejut sama sekali saat mengetahui ku dia adh seorang simpanan. Tapi sekarang, dia hampir tidak mengenali wanita didepannya. ¡°Fabian?¡± Ratna juga terlihat terkejut melihat Fabian di pintu kamar inapnya. Namun raut wajahnya langsung berubah senang. ¡°Sudahma sekali aku tidak bertemu denganmu, Fabian! Kau bahkan terlihat makin mempesona sekarang! Duduh!¡± This content is ? N?velDrama.Org. Fabian duduk disebh ranjang Ratna dan mi bercakap-cakap dengannya. Ratna slu senang dengan keberadaan Fabian yang dianggapnya ¡®datang dari lingkungan yang sederhana. Saat mereka tengah berbicara, Ratna tanpa sengaja membahas masalu. ¡°Oh, kau dulu sangat baik pada Vivin!¡± Ada tanda penyesn di mata Ratna. ¡°Sigh, siapa sangka kalian ternyata tidak sampai menikah. Bayangkan betapa kagetnya aku saat bangun dari koma-ku dan mengetahui ku Vivin sudah menikah dengan¡­¡± Telinga Fabian seh membesar saat mendengar kata-kata Ratna. Wajahnya terlihat campur dan ikut meny, ¡°Siapa yang dinikahi oleh Vivin?¡± Ratna terlihat bingung dengan pertanyaan Fabian. ¡°Tunggu, kau tidak tahu Vivin menikah dengan siapa?¡± ¡°Aku baru saja kembali dari luar negeri beberapa saatlu,¡± ucap Fabian kesal. ¡°Aku tidak tahu apapun mengenai pernikahannya.¡± ¡°Oh, begitu.¡± Sepasang mata Ratna seperti kehngan sinarnya. ¡°Hmm, sangat sulit percaya bahwa ada orang yang tidak mengetahui pernikahan mereka mengingat betapa terkenalnya suami Vivin. Mungkin, dia sengaja merayakannya secara sederhana.¡± Kata-kata Ratna membuat Fabian bingung. Dia mengerutkan alisnya, dan bertanya, ¡°Jadi, siapa suami Vivin?¡± Ratna pikir Fabian sangat penasaran dengan kehidupan Vivin. Dia menjawab dengan canggung. ¡°Kau tidak tahu? Dia adh Finno, presiden Grup Finnor. Dia juga berasal dari keluarga Normando. Bagaimana bisa kau tidak tahu soal itu sama sekali? Sebenarnya, aku agak khawatir.¡± Ratna terus mengoceh, benar-benar tidak sadar betapa pucatnya wajah Fabian. Finno? Suami Vivin adh Finno? ¡°Itu tidak mungkin!¡± teriak Fabian tak percaya. Diangsung berdiri dari duduknya. ¡°Anda pasti sh! Bagaimana bisa Vivin menikahi Finno?¡± Bab 65 Bab 65 Bab 65 Vivin Normando Ratna tidak menyangka reaksi Fabian akan sedemikian rupa; dia kebingungan. Tapi, dia kembali mnjutkan seh dia mengerti perasaan Fabian. ¡°Yah, aku juga sama terkejutnya saat tahu Vivin menikah dengan Finno. Sigh, kau kemana saja, Fabian?¡± Fabian tidak bisa mnjutkan percakapannya dengan Ratna. Dia beri keluar dari kamar itu dan bergegas kembali ke kantornya. Sementara itu, di perusahaan majh, Vivin dan Sarah tengah makan rotipis yang mereka beli di kantin. Sambil makan, Vivin menggeser ponselnya untuk mencari resep-resep untuk Finno. Temannya Sarah hanya menatapnya dari waktu ke waktu sementara dia terus memakan rotipisnya dengan ekspresi kosong. ¡°Katakan saja, Sarah,¡± ucap Vivin dengan mata masih terarah pada ponselnya. Dia sedari tadi sadar bahwa Sarah ingin mengatakan sesuatu. Original content from N?velDrama.Org. Wajah Sarahngsung memerah. Dia menjawab dengan sangat hati-hati, ¡°Oh, bukan mash besar. Hanya saja ada rumor di kantor ini tentang¡­¡± ¡°Tentangku dan Fabian?¡± Vivin mengangkat sebh alisnya. ¡°Lebih dari itu.¡± Sarah menggigit bibirnya dan berusaha mnjutkan, ¡°Oke, jadi Sandra dan aku melihatmu keluar dari sebuah mobil mewah beberapa harilu. Waktu itu, semua orang sudah bng ku kau punya hubungan spesial dengan Kep Editor. Lalu, Sandra juga bng ku dia punya beberapa teman dari Universitas Gandratama yang bng ku¡­¡± Jantung Vivin berdetak kencang saat mendengar kata ¡®Universitas Gandratama! Ith san kenapa dia meninggalkan Kota Langsa menuju sibuknya Kota Metro, Dia benar- benar ingin meninggalkan reputasi buruknya untuk memi hidup baru. Tapi mngnya, kemanapun Vivin pergi, masalunya pasti akan menghampiri, Vivin menghabiskan sisa rotipisnya dan tertawa renyah. ¡°Apa yang mereka bng soal aku? Ku aku jual diri demi uang? Atau ku aku pernah pacaran dengan Fabian?¡± Sarah kaget dengan ucapan k-kan Vivin. Raut wajahnya menjadi semakin canggung saat dia segera menyahut, ¡°Vivin, aku tidak pernah berpikir ku kau orang seperti itu!¡± Vivin merasa tersentuh dengan kata-kata baik Sarah. Tepat sethnya, dia tahu ku beberapa temannya memag tengah membicarakannya. Vivin hanya tersenyum biasa. Dua tahunlu, dia tidak bisa bertahan dari seg fitnah dan hinaan. Namun sekarang, dia sudah tahan banting. Dia tahu dia tidak bisa apa-apa soal itu dan memutuskan untuk mengabaikannya saja. Vivin tahu ku dia tidak pernah sh. Segera seth itu, Vivin kembali duduk ke kursi dan mi menyiapkan bahan wawancara untuk besok. Tiba-tiba, terdengar suara debuman keras dari pintu kantor disusul oleh kehadiran seorang pria. Vivin mengangkat kepnya bingung dan melihat perubahan wajah Fabian saat pria itu menuju kearahnya. Dia menggeram, ¡°Vivin, datang ke ruanganku sekarang.¡± Vivin mengangkat alisnya bingung. Dia ingin menk permintaan pria itu, tapi dia tidak mau meledakkan bom waktu dm diri Fabian. Semua orang di kantor sekarang memandang kearah Vivin ekspresi menjelekkan. Sandra dengan tidak tahu malu mendengus, ¡°Wow, apa itu? Apa Pak Normando sedang mencoba memperbaiki hubungan kaliangi? Pfft, tinggalkan pria mng itu. Kah yang selingkuh darinya dulu. Jangan permainkan perasaannyagi.¡± Vivin menatap tajam kearah Sandra sebelum belu begitu saja menuju ruangan Fabian. Saat memasuki ruangan Fabian, Vivin bisa melihat Fabian tengah menendang meja kerjanya. Itu adh pemandangan biasa bagi-Vivin. Di masa kuliah dulu, Fabian akan slu menendang barang-barang dikamarnya kapanpun dirinya merasa tertekan. ¡°Pak Normando,¡± Vivin mi mencoba berbicara seth membaca situasi didm ruangan. tersebut. ¡°Ada apa ya?¡± Fabian menghentikan kegiatannya dan menatap tajam kearah Vivin. Dia berkata, ¡°Vivin Wirdi. Oh, maafkan aku. Mungkin aku harus memanggilmu Vivin Normando mi sekarang, karena kau sudah menikah dengan Finno.¡± Vivin bisa merasakan dunianya kabur bersamaan dengan wajahnya yang memucat. Bab 66 Bab 66 Bab 66 Karena Uang ¡°Bagaimana kau¡­¡± Vivin bicara gugup dengan bibir gemetaran. Sebelum dia bisa menyelesaikan. kalimatnya, Fabian Normando berjn kearahnya dan memegang pundaknya. ¡°Tidak penting bagaimana aku bisa tahu!¡± Fabian semakin marah saat Vivin tidak mencobal menyangkal pernikahannya dengan Finno, yang berarti hal itu benar. ¡°Kenapa kau tidak beritahu aku soal itu? Apa yang kau dapatkan dari menyembunyikan pernikahanmu dariku?¡± Fabian mengingat kembali saat dia membawa Vivin bertemu dengan Finno dan memperkenalkan wanita itu pada pamannya. Fabian membayangkan ku mereka pasti menertawakan dirinya sma ini karena tidak tahu soal hubungan mereka. Vivin tidak bisa menahan sakit dari cengkraman kuat Fabian di bahunya. Dia menjerit, ¡°Fabian Normando! Tenanh! Aku tidak bermaksud menyembunyikan pernikahanku darimu. Kau yang tidak menanyakannya!¡± Fabian menyadari ringisan di wajah Vivin dan sadar ku dia sudah menyakiti gadis itu. Dia segera berhenti. Diangsung melepaskan Vivin dan berjn sempoyongan menuju sofa. Dia mengacak-acak rambutnya dan memegang kepnya sambil bergumam, ¡°Kenapa kau menikahi Finno? Kenapa. kau berselingkuh dariku dua tahunlu?¡± Vivin membayangkan bagaimana hubungannya dengan lki ceria itu bisa berakhir seperti ini. Vivin menggigit bibirnya sambil menahan tangis. Dia kira kebenciannya pada Fabian sudah sangat dm, namun melihat kesengsaraannya sekarang, dia tidak tahan untuk terus membencinya. Hidup Fabian tidah mudah. Lahir di keluarga kaya, dia mengmi banyak penghinaan dan sakit hati. Dia sudah banyak berurusan dengan hal-hal buruk. Saat ini, Vivin ingin menghibur Fabian dan memberitahukan kebenaran ku dia tidak pernah berselingkuh darinya. Tapi, apa yang diucapkan snjutnya oleh Fabian menghancurkan semua Original content from N?velDrama.Org. niatan itu. ¡°Vivin Wirdi!¡± Fabian mendongakkan kepnya dan menunjukkan tatapan marahnya. ¡°Kenapa kau begitu menyukai uang! Demi uang, kau r menikahi Finno meskipun dia lumpuh?¡± Air muka Vivinngsung berubah. Dia memandang Fabian tidak percaya dan membs perkataannya dengan suara bergetar, ¡°A-apa maksudmu?¡± ¡°Apa ada hal yang tidak akan kaukukan demi uang?¡± Fabian bangkit dari sofa dan berjn mendekati Vivin dengan aura mengancam. ¡°Kau selingkuh dariku karena uang, kan? Dia mkukan seg cara untuk bisa dekat dengan pamanku karena kekayaannya, kan? Mengagumkan sekali, Vivin!¡± Vivin menatap tajam kearah pria itu seh dia tidak pernah mengenalnya. ¡°Katakan sesuatu, Vivin!¡± Fabian semakin mendekati Vivinntaran wanita itu terus membisu. ¡°Jika kau tahu aku juga dari keluar Normando, apa kau juga akan menikahiku?¡± Entah kenapa, Fabian merasakan b api yang tidak kunjung pada didm dirinya setiap kali membayangkan Vivin yang menikah dengan Finno. ¡°Apa kau menyesal karena baru tahu aku juga dari keluarga Normando? Tubuhku sehat, tidak seperti pamanku yang lumpuh itu.¡± Emosi mi menguasai diri Fabian sampai dia menghina pamannya sendiri. ¡°Ayahku juga bng, seth Finno keckaan, bukan hanya kakinya yang lumpuh, tapi dia juga kehngan keperkasaannya. Vivin, aku benar-benar kagum bagaimana kau memutuskan untuk mendapatkan uang-uangnya! Jadi kau r hidup tanpa sex seumur hidupmu¡­¡± ¡°Diam Fabian!¡± Teriak Vivin sekuat tenaga. Dia sudah tidak tahangi. Bab 67 Bab 67 Bab 67 Aku Memotong Jariku Dia tidak paham dengan reaksi tenangnya saat Fabian menghina dirinya. Namun sebaliknya, dia sangat marah saat Fabian menghina Finno. Kapanpun Vivin memikirkan Finno, pria sempurna itu, duduk diatas kursi roda dan bagaimana matanya menunjukkan rasa kesepian tanpa sadar; dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membenci Fabian. Finno dipaksa untuk menyembunyikan kemampuannya dan berpura-pura lumpuh sma sepuluh tahun karena keluarganya yang sangat buruk. Fabian terdiam karena dia tidak menyangka Vivin akan bereaksi seperti ini. Vivin sudah tidak maugi memandang wajahnya saat dia diam. ¡°Fabian, aku tahu ini sulit bagimu karena mengira aku dan Finno punya hubungan terang. Tapi kenyataannya, kami adh pasangan sah, dan aku lebih tahu ku dia bisa tampil di balikyar, jadi urus saja urusanmu,¡± ucapnya dingin. Seth itu, diangsung membanting pintu ruangan Fabian dengan keras dan pergi begitu saja tanpa menolehgi. Fabian sendirian didm ruangan itu saat dia pergi. Dia berdiri dengan tatapan kosong seh jiwanya th meninggalkan tubuhnya. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Dia kemudian tersadar saat ponselnya berdering. Dia mengangkat telepon itu dan melihat nama si penelpon; itu Alin. Rasa jengkel pehan. mendatangi dirinya. ¡°Halo, ada apa?¡± tanyanya tak sabar. ¡°Fabian, apa kau sedang sibuk?¡± tanggap Alin sok manis. ¡°Tidak. Kenapa?¡± ¡°Oh, bukan apa-apa. Aku hanya baru tahu ku pernikahan kita sudah ditentukan, tapi aku belum bertemu dengan kakekmu¡­ Tidakkah kau berpikir aku harus menemuinya karena dia adh kep keluar Normando?¡± Fabian menjadi tidak sabaran dan hendak menjawab ¡°Lain kali saja, oke?¡±, tapi otaknya tiba-tiba memikirkan sesuatu. ¡°Kau benar. Bukan hanya kakekku, tapi kau juga harus bertemu dengan bibiku, pamanku, dan seluruh anggota keluarga Normando,¡± jawabnya dengan sikap yang lebih santai. ¡°Sungguh? Kapan?¡± tanya Alin senang. ¡°Segera, kupikir. Aku akan mengatur makan mm bersama dan akan mengundang semua orang, dan aku akan memperkenalkanmu secara formal kepada mereka,¡± jawabnya dengan senyum menyeringai dingin. Tepat saat jam enam, Vivin akhirnya png dari kantor. Saat dia bangkit, dia sadar ku banyak orang yang tengah berbisik-bisik sambil menatapnya dengan raut wajah mencibir. Vivin merasa jengkel pada Fabian dan orang-orang yang suka bergosip itu. Dia mi berpikir apakah sudah waktunya untuk mengganti pekerjaannya karena kondisi ibunya juga sudah membaik. Vivinrut dm pikirannya sma perjnan png. Saat dia datang, dia sadar ku Finno sudah png. Dia tidak sedang duduk di kursi rodanya, dia mh sedang berdiri di ruang tamu. ¡°Sudah png?¡± tanya Finno datar. Vivin memandang sekitar rumah sambil melepas sepatunya dan bertanya, ¡°Dimana Muti dan Lubis?¡± ¡°Oh, aku menyuruh mereka libur.¡± ¡°Ah, begitu. Biarkan kusiapkan makan mm. Kau mau apa?¡± tanya Vivin sambil berjn menuju dapur. ¡°Apa saja,¡± Vivin sangat lh seth bekerja. Dia ingin membuat makanan sederhana saja jika itu hanya untuk dirinya sendiri. Tapi, dia ingat janjinya untuk melunasi hutangnya pada Finno dengan memasak, jadi dia tidak berani mengabaikannya. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk. membuat daging sapi rebus sebagai menu makan mm. Pikirannya myang pada hal-hal menyebalkan di perusahaan majh saat dia tengah memotong sayur. Dia tidak fokus, dan tiba-tiba merasakan luka yang tajam dijarinya. ¡°Ahhh¡­¡± Dia menjerit kaget dan sadar ku dia tak sengaja mengiris jarinya. ¡°Ada apa?¡± suara Finno muncul dibkangnya. Vivin berbalik dan melihat Finno memasuki dapur. ¡°Tidak apa-apa. Aku hanya tidak sengaja mengiris jariku. Aku akan baik-baik saja seth memakai plester,¡± Vivin memaksakan senyumnya. Lukanya tidak besar dan cukup dangkal, jadi tidak mengeluarkan banyak darah. ¡°Biar kulihat.¡± Finno mengabaikan perkataan Vivin seraya meraih tangannya dan memeriksa jarinya. Wanita itu terlihat malu-malu melihat wajah tegang Finno. ¡°Aku tidak apa-apa. Ini Cuma luka kecil, aku bisa mengurusnya sendiri¡­ Ahh, Finno. Apa yang kau lakukan?¡± tanyanya lembut. Bab 68 Bab 68 Bab 68 Apa Kau Suka Pizza Finno mengabaikan Vivin dan segera menghisap jarinya. Vivin segera saja merasakan sengatan listrik di jarinya saat ada sensasi hangat dan basah yang mengenainya. Rasa geli jugangsung menjr keseluruh tubuhnya. Dia bisa merasakan pipinya memanas, tapi dia tidak sanggup menatap wajah tampan Finno. Dia kebingungan dan mengalihkan pandangannya sebelum berkata, ¡°Finno, tidak apa-apa¡­¡± Dia sangat gugup sampai dia bicara segugup itu. Finnolu melepaskan tangannya dan menundukkan pandangannya untuk menatap wajahnya yang sudah semerah apel. ¡°Tunggu sebentar. Aku ambil plester dulu.¡± Dia tertawa sejenak sebelum meninggalkan dapur. Seth Finno pergi, Vivin merasa dirinya baru bisa bernafasgi dan dengan cepat mengambil nafas dm-dm. Segera seth itu, Finno kembali dengan sebuah plester ditangannya. Dia membuka bungkus plester itu dan dengan hati-hati menempelkannya di jari Vivin. Matanya berbinar cerah seperti batu obsidian yang dipenuhi oleh keseriusan. Dia seh sedang melihat sebuah barang berharga daripada sekedar jari yang terluka. Seth dia selesai memasang plester itu, matanya mengitari dapur dan mengernyit bingung. ¡°Nah. Mungkin kita bisa libur masak dulu. Kenapa kita tidak pesan makan saja mm ini?¡± Vivin tidak bisa berpikir jernih karena dirinya tengah dipenuhi rasa malu. Jadi, dia menurut saja pada semua perkataan Finno. Pasangan itu memasuki ruang tamu dengan Finno yang tengah memeriksaman makanan pesan- antar. Dia mengernyit bingung dan bertanya, ¡°Kau mau apa?¡± ¡°Apa saja.¡± Finno mengangguk danngsung mengetikkan beberapa kata diptopnya. Saat ini, ponsel Finno yang ada diatas meja berdering. Finno tidak menolehkan kepnya, tapi bertanya dengan santai, ¡°Siapa itu?¡± Original content from N?velDrama.Org. Vivin melihat nama si penelpon dan menjawab, ¡°Ini Noah.¡± ¡°Bisa tolong nykan speaker-nya?¡± Vivin mengikuti perintah pria itu, dan beberapa saat kemudian, suara Noah terdengar dari ponsel tersebut. ¡°Pak Normando,¡± panggil Noah. Entah kenapa, nada suaranya agak bersemangat. ¡°Bicarh,¡± ¡°Saya sudah temukan petunjuk mengenai gadis kecil di masalu Anda!¡± Vivin tampak kebingungan. Gadis kecil dari masalu? Raut wajah Finno sedikit berubah saat mendengar perkataan Noah. Dia dengan cepat menjawab, ¡°Petunjuk apa?¡± ¡°Ada sebuah foto yang diambil disekitar tempat keckaan itu terjadi. Apa saya harus mengirimkannya kepada Anda?¡± ¡°Ya, shkan.¡± Seth Noah menutup teleponnya, Finno kembali mnjutkan pesanannya. Vivin tidak tahan. untuk tidak bertanya padanya, ¡°Err¡­ siapa gadis kecil yang disebut Noah?¡± Finno melirik Vivin dengan ekor matanya. Dia tidak suka saat orangin bertanya mengenai mash pribadinya dan akan merasa kesal jika itu orangin. Tapi, dia agak senang saat Vivin yang bertanya. Wanita ini kelihatannya penasaran dengan urusanku? ¡°Aku pernah ditolong oleh seorang gadis kecil saat diculik dulu. Jadi, aku ingin mencarinya untuk membs budi,¡± jawab Finno jujur. Kasus penculikan? Vivin terdiam dengan pemikirannya sendiri. Vivin agak penasaran, tapi dia juga tahu kasus penculikan itu pasti mempengaruhi Finno. Kasus itu mirip dengan kejadian yang menimpanya dua tahunlu; itu mimpi buruk. Jadi, dia tidak bertanya lebih jauh. Bel berbunyi tiga puluh menit seth Finno memesan makanan. Vivin membukakakan pintu dan melihat seorang pengirim makanan tengah berdiri dengan gugup didepan pintu dan bertanya, ¡°Hai, apa kau memesan pizza?¡± Vivin ragu saat melihat kotak ditangannya. ¡°Seseorang memesan pizza?¡± ¡°Ya,¡± pengirim muda itu menjawab dengan gugup. Kelihatannya dia belum pernah mengirim makanan di perumahan mewah sebelumnya. Vivin dengan cepat mengambil pizza itu, memberi tanda tangan dan berkata, ¡°Terimakasih.¡± Vivin memasuki rumah dengan pizza ditangannya. Dia tidak tahan untuk bertanya, ¡°Finno, apa kau suka pizza?¡± Finno diam sejenak sat melihat pizza ditangannya, ¡°Tempat itu adh restoran pizza?¡± ¡°Ya, kau pikir apa?¡± Bab 69 Bab 69 Bab 69 Foto-foto Finno mengangkat alisnya bingung seraya menunjukkanptopnya kearah Vivin. ¡°Nama restoran ini Selera Italia. Aku kira mereka menyediakan semua hidangan khas Italia. Vivin spontan merasa malu. Dia memang benar-benar anak dari keluarga kaya. Siapa orang yang akan menganggap nama restoran dan nama hidangan dengan begitu serius jaman sekarang? Pikirnya. ¡°Kebanyakan resotoran-restoran Italia yang menawarkan makanan pesan-antar akan menyajikan pizza seperti ini,¡± ujar Vivin sambil meletakkan pizza itu keatas meja. ¡°Apa kau pernah mencoba pizza?¡± ¡°Ya, aku pernah mencoba pizza bakar arang saat berlibur di Eropa.¡± Finno menundukkan pandangannya dan mnjutkan, ¡°Tapi aku tidak pernah mencoba pizza yang disajikan dengan kotak pesan-antar seperti ini.¡± ¡°Yah, pasti slu ada kali pertama untuk semuanya, kan.¡± Vivin tersenyum sambil mengambil sepotong pizza dan memberikannya pada Finno. Finno menjulurkan tangannya untuk mengambil pizza itu. Dia menggigitnya sedikit dan agak mengernyit. ¡°Rasanya tidak mirip pizza yang kucoba dulu.¡± ¡°Haha, tidak buruk kok makan sesuatu seperti ini kadang-kadang,¡± hibur Vivin. Dia mengambil sepotong pizza seth mengucapkan kalimat itu dan mi memakannya. Dibandingkan dengan makanan mewah yang disiapkan Muti, dia lebih suka makanan sederhana yang cocok dengan seleranya. Dia mengingat masa-masa kuliahnya dimana dia akan membeli makanan cepat saji seperti ini di pedagang kaki lima dibkang Universitas Gandratama bersama Fabian. Meskipun makanan- makanan itu tidak sehat, mereka menikmatinya. Finno menatap bingung kearah wanita dihadapannya yang tengah mengunyah pizza dimulutnya dengan senyum riang. Dia tiba-tiba sadar, mungkin dia tidak telu mengenal Vivin. Noah datang saat pasangan itu sedang makan pizza. Saat dia masuk, matanya terblak kaget saat melihat pizza yang diletakkan diatas meja kopi. Sebagai asisten pribadinya, Noah tahu betapa Finno sangat teliti akan makanannya. Tapi sekarang, dia makan pizza? Dia mencoba menutup raut wajah terkejutnya dan menyerahkan sebuah amplop kepada Finno. ¡°Pak Normando, ini foto-foto yang saya temukan,¡±pornya sopan. Vivin yang tengah makan pizza berpikir jika dia harus meninggalkan ruangan itu. Tapi, Finno tidak terlihat keberatan dengan keberadaannyantaran iangsung membuka amplop itu dan mengeluarkan foto-fotonya. Finno mengerutkan dahi saat melihat foto-foto itu. ¡°Foto-fotonya sangat kabur.¡± Memang, foto itu hanya diambil oleh seorang turis. Di dm gambar itu ada sebuah pohon willow dipinggir danau, dan seorang gadis kecil dm balutan baju berwarna merah yang berdiri dipinggirnya. Sayangnya, wajahnya sangat tidak js. ¡°Maatkan saya, Pak Normando. Foto itu diambil oleh seseorang yang tak sengaja ada di lokasi kejadian. Tapi waktu dan pakaian gadis itu cocok dengan deskripsi Anda. Jadi, dia pasti gadis yang Anda cari.¡± Finno mengangkat foto itu dan mencoba memutar ingatannya. Vivin melihat kearah foto itu karena penasaran. Meskipun foto gadis itu kabur, dia bisa tahu ku gadis itu kira-kira berumur lima bs tahun. Pakaian yang dikenakannya adh bagian yang paling bisa dilihat dengan js. Dia mengenakan sebuah baju tutu berwarna merah yang punya desain unik. Vivin mengernyitkan alisnya dan berkata, ¡°Rok ini¡­¡± Finno mengangkat alisnya penasaran, ¡°Kau mengenali rok ini?¡± ¡°Rok itu terlihat familiar,¡± Vivin menggigit bibirnya, berpikir. ¡°Oh, gaun ini! Seorang pawan wanita menggunakan gaun ini di sebuah kartun yang kutonton semasa SMP dulu. Itu adh gaun Disney edisi terbatas. Pada saat itu, semua gadis berharap bisa memilikinya.¡± Noah tiba-tiba ingat sesuatu dan berkata, ¡°Oh iya, omong-omong, gadis yang Anda cari. seumuran dengan Anda, Nyonya Normando?¡± Kejadian penculikan Finno terjadi sepuluh tahunlu. Dan kebetn, Vivin juga berusia. limabs tahun sepuluh tahun yanglu. ¡°Apa kau punya gaun ini juga?¡± Finno mengangkat alisnyaText property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Bab 70 Bab 70 Bab 70 Liontin Vivin tersenyum getir, ¡°Gaun ini adh gaun edisi terbatas yang harganya sampai beberapa ribu. Aku tidak sanggup membelinya.¡± Finno mengangguk mengerti seraya meletakkan foto itu kembali kedm amplop dan berkata kepada Noah, ¡°Anggap saja itu gaun edisi terbatas, pasti tidak akan sulit menemukan yang asli.¡± Noah mengangguk kemudian pamit pergi. Finno dan Vivin kembali makan pizza. Vivin tidak yakin apakah dia telu memusingkannya, tapi Finno kelihatannya kehngan selera makan seth kepergian Noah. Dia menatap kearahnya dengan iseng beberapa kali dan menyadari raut kosong di wajahnya. Apa dia¡­ memikirkan soal penculikan sepuluh tahunlu? Media tidak menyingkap kasus itu dengan begitu jsntaran keluarga Normando juga ikut campur didm kasus penculikan itu. Itu pasti pengman yang begitu menakutkan; jika tidak, kakinya tidak mungkin sampai luka berat. Vivin masih betah menatap wajah tampan Finno dari samping saat pria itu tiba-tiba bertanya, ¡°Apa kau suka melihat apa yang kau lihat?¡± Vivin termenung beberapa saat, untuk kemudian tersadar bahwa Finno tengah membahas dirinya yang sedang menatapnya sedari tadi. Dia dengan cepat menundukkan pandangannya karena wajahnya memanas. ¡°Aku minta maaf,¡± Finno tertawa kecil dan tidak mengatakan apapun. Mereka menghabiskan pizza itu dan Vivin kemudian pergi mandi. Vivin keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya seth mandi. Tapi, saat dia berjn menuju kamar tidur, dia tidak melihat Finno. Ia mh melihat pria itu tengah berdiri di balkon kamar utama, seperti tengah menatap sesuatu. Vivin berhenti sejenak sebelum dia kembali mnjutkanngkahnya. Dia kemudian tahu bahwa Finno tengah menatap sebuah liontin Original content from N?velDrama.Org. Liontin itu terbuat dari kalung berlian yang sangat halus. Vivin bisa menyimpulkan dengan cepat ku kalung cantik itu dirancang untuk wanita. Vivin terkejut. Finno¡­ sedang menatap kalung milik wanitain? Entah kenapa, Vivin tidak suka dengan pemikirannya bahwa Finno menyukai wanitain. Dia segera menggelengkan kepnya dan mengabaikan perasaan aneh di hatinya. Vivin, ingah siapa dirimu dan jangan melewati batas. Kau sudah tahu kenapa Finno menikahimu, itu hanya demi gr pasangan sah saja. Apagi yang kau harapkan? Jangan pernah berniat memiliki apapun yang bukan milikmu. Sebagai anak haram, tidakkah kau bjar soal hal ini dari dulu? Vivin tersadar darimunannya dan tertawa getir sebelum kembali mengeringkan rambutnya. Finno berjn kearahnya; kalung yang dipegangnya sudah hng entah kemana. ¡°Fabian mengadakan sebuah pesta untuk memperkenalkan tunangannya pada keluarga kami. Bersiah untuk mendatangi pesta itu bersamaku,¡± ucapnya santai. Tangan Vivin membeku seraya menatap kearah Finno, yang tengah berdiri dibkangnya dari cermin. Dia bertanya dengan ragu, ¡°Apa aku harus pergi?¡± Dia menyadari raut wajah Finno yang berubah dingin; dia dengan cepat merespon, ¡°Baih, aku mengerti. Aku akan pergi.¡± Aku bisa bersembunyi sekali, tapi aku tidak bisa bersembunyi seumur hidupku. Tidak mungkin bagiku untuk bersembunyi dari Fabian dan Alin smanya. Raut wajah Finno melembut dan dia mengangguk, ¡°Jangan takut. Aku akan menyewa seseorang untuk membuatkan gaun untukmu, jadi ingah untuk mengunjungi butik itu untuk fitting besok.¡± Vivin tahu ku itu adh sebuah pesta besar yang akan didatangi banyak tamu. Meskipun Alin yang akan menjadi bintang di pesta itu, itu adh kali pertama dirinya menunjukkan diri sebagai istri Finno didepan publik. Penting baginya untuk berhati-hati dan membuat kesan yang bagus. Jadi, dia mengangguk setuju. Hari berikutnya, Vivin mengakhiri wawancaranya lebih cepat dan pergi mengunjungi butik yang disebutkan Finno. Vivin agak was-was karena dia tidak pernah menginjakkan kaki di tempat seperti itu sebelumnya. Untungnya, Finno menyuruh Noah untuk menemaninyantaran pria itu tengah sibuk. ¡°Nyonya Normando,¡± panggil Noah. Dia tengah menunggu diluar butik. Saat dia melihat Vivin, dia membuka pintu untuknya dan berkata, ¡°Lewat sini, shkan.¡± Vivin mengikuti Noah memasuki butik yang dipenuhi oleh dekorasi-dekorasi mewah itu. Ada begitu banyak pyan dan beberapa pnggan di butik tersebut. Vivin hendak menujuntai dua, dan sepasang gadis cantik muncul untuk mengukur tubuhnya. Dia mengangkat tangannya dengan gugup dan berharap semoga semua ini bisa selesai dnegan cepat. Tiba-tiba, dia mendengar suara yang penuh dengan keterkejutan¡­. ¡°Vivin? Bab 71 Bab 71 Bab 71 Dunia yang Kecil Dengan terkejut, dia berbalik dan melihat Alin yang baru saja turun darintai atas, menatapnya dengan wajah sama terkejutnya. Hati Vivin mi berdebar. Dunia memang kecil! Kenapa aku harus ketemu Alin disini? Butik ini menyediakan pyanan jahit terbaik se-kota. Alin datang untuk membuat rancangan pakaiannya sendiri untuk pesta akhir pekan namun siapa sangka dia akan bertemu dengan Vivin, si wanita miskin disini. ¡°Vivin.¡± Ia berjn mendekati Vivin disertai suara high heels warna oranye kemerahmudaan-nya yang beradu denganntai dan mnjutkan, ¡°Kenapa kau ada disini? Apa kau pikir ini tempat. yang cocok untuk orang yang kikir sepertimu?¡± Tidak ada siapapun disana sehingga Alin menjadi lebih percaya diri dan setiap kata yang diucapkannya kepada Vivin sangat buruk. Vivin hanya memandangnya dengan tatapan dingin dan sebelum dia bisa membs ucapan wanita itu, Noah sudah maju kedepannya dan berbicara dengan nada tegas, ¡°Nona, tolong bicara yang sopan dengan Nyonya Normando.¡± ¡°Nyonya Normando?¡± Alin nampak bingung namun diangsung sadar bahwa Noah bukah pria biasa sehingga dia menahan dirinya untuk mengumpatgi. Pada saat itu, pyan yang bekerja di butik itu sudah selesai mengambil ukuran badan Vivin. Untuk menghindari keributan dengan Alin, Vivin dengan cepat bng, ¡°Noah, ayo pergi.¡± Dengan sebuah anggukan, Noah menatap tajam kearah Alin dan menemani Vivin kebawah. Melihat bagaimana Vivin mengabaikannya, Alin menghentakkan kakinya kesal, menakuti pyan disebhnya yang hanya mampu bertanya dengan gugup. ¡°Nona Miller, apa Anda sudah siap mkukan pengukuran?¡± Barh Alin tersadar untuk kemudian bertanya pada pyan tersebut dengan licik, ¡°Hei, apa yang kau tahu siapa wanita barusan?¡± Alin adh pnggan tetap butik tersebut sehingga para pyan tahu dengan baik sikap pernaksanya dan mereka takut akan membuat wanita itu kesal jika tidak mengatakan yang sebenarnya. Ditambah lagi, tidak ada yang perlu disembunyikan mengenai identitas Vivin, sehingga mereka akhirnya menjawab dengan terang-terangan, ¡°Dia istri Tuan Normando.¡± ¡°Tuan Normando?¡± Tanya Alin sambil memblakkan mata bingung. ¡°Tuan Normando yang mana?¡± ¡°Tuan Finno Normando pemilik Grup Finnor.¡± Alin sangat terkejut sampai tubuhnya terhuyung dan hampir jatuh kentai. Orangin mungkin tidak kenal dengan Finno, namun sebagai tunangan Fabian, Alin mengenal pria itu dengan begitu baik. Finno adh paman Fabian dan juga putra termuda di keluarga Normando. Wajah Alin memucat dan dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Bukankah Vivin menikah dengan orang miskin yang bahkan tidak mampu membeli sebuah cincin berlian? Kenapa orang itu jadi Finno? Pada akhirnya, dia sudah tidak peduligi dengan rancangan gaunnya dan segera turun tangga dengan dompet ditangannya. ¡°Bawa aku ke Majh mour sekarang!¡± Segera seth dia sampai disana, Alin bergegas menujuntai dimana perusahaan itu berada dan saat resepsionis bertanya siapa yang dia cari dengan panik, dia tanpa pikir panjang berkata dengan tidak sabaran, ¡°Aku mencari Kep Editor-mu, aku tunangannya.¡± Seth mendengar itu, resepsionis itu dengan segera mengantar Alin menuju Fabian. Tepat saat Alin menuju ruangan Fabian, Vivin, dengan ditemani Fabian, juga baru saja sampai dintai bawah gedung dimana perusahaan majh itu berada. Segera seth Vivin tiba di perusahaan majh tersebut, dia menyadari ku situasinya agak anch. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Semua orang tidak sedang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, tapi mh sedang berkumpul dm juh kecil, membahas sesuatu dengan bersemangat, yang dia tidak tahu apa itu. Melihat Vivin masuk, Sandrangsung berdiri dan menyeringai, ¡°Demi Tuhan, Vivin. Aku terkejut kau masih punya muka untuk kembali. Tidakkah kau takut ketahuan?¡± Dengan bingung, Vivin mengernyitkan alisnya pada perkataan Sandra, dan sebelum dia. mengerti, Sandra sudah memojokkan dirinya ke sudut ruangan dan berbisik, ¡°Vivin, apa kau tahu ku tunangan Kep Editor disini?¡± Vivin kebingungan. Alin disini? Apa yang diakukan disini? Bab 72 Bab 72 Bab 72 Kau Menahanku dm Kegpan Sementara itu, suasana di ruangan Kep Editor sedang sangat memanas. Alin berdiri didepan meja Fabian dengan mata melotot dan berkata dengan keras, ¡°Fabian, kenapa kau tidak beritahu aku kalo Vivin adh istri baru pamanmu?¡± Fabian sangat terkejut saat tahu bahwa Alin sudah mengetahui identitas Vivin. Dia terdiam sma beberapa saat, namun saat melihat tingkah egois Alin, pancaran rasa tidak sabar ada dimatanya. sebelum dia menjawab, ¡°Aku tidak menyembunyikannya secara sengaja. Itu bukan hal yang akan aku ucapkan dengan sengaja. Lagip, mereka juga akan mendatangi pesta akhir pekan ini. Bukankah kau juga akan tahu pada akhirnya? Alin menjadi semakin kesal saat dia menyebut pesta itu. ¡°Dan kau berani mengadakan pesta akhir pekan ini!¡± Nada suara Alin menjadi lebih nyaring. ¡°Apa kau pernah berpikir betapa hancurnya aku jika tiba-tiba melihat Vivin di pesta itu? Dan bagaimana aku harus memanggilnya?¡± Alin slu dimanja oleh Haris dan Ema sedari kecil, akibatnya, dia menjadi sulit diatur. Tapi, agar dia bisa tetap berhubungan baik dengan Fabian, dia slu mencoba mengendalikan emosinya sma enam bn terakhir. Tapi pikirannya tengah mengg kini dan tidak bisagi menahan emosinya. Semua ini adh karena amarahnya pada Vivin, terutama saat dia berpikir bahwa dia th menghancurkan sosok Vivin Wirdi, orang yang paling ia remehkan di bumi ini. Sayangnya. Vivin mh memposisikan diri diatas dirinya dan menjadi bibi Fabian, jadi dia harus melontarkan amarahnya. ¡°Fabian!¡± Dia menjadi semakin marah. ¡°Katakan yang sebenarnya sekarang! Apa kau sengaja menyembunyikan ini karena masih peduli pada Vivin? Apa kau ingin mempermalukanku di pesta akhir pekan!¡± Fabian benar-benar kesal dengan Alin, tapi saat mendengar kalimat terakhirnya, ia seh. mendapat kesabarannya kembali. ¡°Apa maksudmu?¡± Dengan tawa mengejek dan sorot mata tajam, dia membs, ¡°Belum waktunya memberitahumu siapa yang akan dipermalukan nanti.¡± Meskipun bingung, Alin akhirnya tenang. Dia mengangkat alisnya dan bertanya, ¡°Fabian, apa maksudmu?¡± ¡°Tidakkah kau pikir ini anch?¡± Fabian mi menykan rokoknya dan menghirupnya. ¡°Bagaimana mungkin keluarga Normando mau menerima wanita seperti Vivin yang punya maslu km dua tahunlu?¡± Alin masih bingung namun segera sethnya, ia bisa menangkap maksud dari Fabian dan kemarahannyangsung sirna. Ia mh terlihat tertarik sekarang. ¡°Fabian, apa maksudmu pamanmu belum tahu tentang kejadian dua tahunlu?¡± ¡°Dia tahu.¡± Wajah Fabian tiba-tiba saja muram tanpa disadarinya. Lagi, Alin masih bingung. ¡°Lalu kenapa dia masih mau¡­¡± ¡°Ini bukan mash paman Finno.¡± Fabian merasa sangat kesal danngsung memotong perkataan Alin begitu saja. ¡°Ini tentang kakekku. Untuk orang veteran sepertinya, kebaikan adh hal pertama yang ia ni dari orang-orang. Tidak mungkin dia mau menerima wanita dengan maslu buruk seperti Vivin.¡± Alin dengan cepat merasa senang. ¡°Lalu, apa rencanamu?¡± ¡°Aku akan memberitahu kakek yang sebenarnya soal Vivin di pesta itu.¡± ¡°Itu saja?¡± sedikit kekecewaan timbul di wajah cantik Alin. Fabian mengernyit bingung. ¡°Kau pikir apa?¡± Dibawah tatapan tajam Fabian, Alin tertawa lucu. ¡°Aku hanya bertanya.¡± Yang terpenting. Alin merasa lega seth tahu ku Fabian pasti juga akan memberi perhitungan pada Vivin. Bukankah itu berarti Fabian sudah tidak memiliki rasa pada Vivin? Meskipun memalukan karena Vivin bisa berhubungan dengan Finno, setidaknya Finno itu lumpuh. dan dengan penjsan mengenai peristiwa dua tahunlu, Vivin pasti akan ditk oleh keluarga Normando. Alin merasa jauh lebih baik seth memikirkan hal tersebut. This content is ? N?velDrama.Org. Sadar bahwa dia sudah hng kendali sedari tadi, Alin terlihat menyesal dan berjn mendekati Fabian. Dia duduk dipangkuannya dengan senang, dan berkata, ¡°Fabian, maafkan aku. Aku tidak. harusnya hng kendali. Apa kau marah padaku?¡± Bab 73 Bab 73 Bab 73 Tidak Pernah Benar-benar Bersama Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Aroma kuat dari parfum menyapa lubang hidungnya dan Fabian meringis tanpa sadar. Alin memang sangat mengagumkan. Dan ith san utama dia memilih wanita itu diantara begitu banyak wanitain. Tapi, semenjak dia kembali ke negaranya, dia menjadi sangat kesal dengan emosi Alin dan ia juga kadang rasanya suka sekali memaksa. Bahkan bau parfumnya sangat kuat. Tidak seperti Vivin, mau saat mereka masih kuliah ataupun sekarang, hanya ada sedikit aroma di tubuhnya. Aroma itu adh aroma sabun mandi yang dia gunakan, samar, namun slu menyegarkan¡­ Sial! Kenapa aku memikirkan wanita itugi! Semakin dia melihat Alin, semakin ia kesal, sehingga diangsung mendorong wanita itu. menjauh. ¡°Aku masih harus menghadiri pertemuan nanti. Jika kau lh, kau bisa istirahat sejenak disini. Ingah untuk menutup pintu begitu kau pergi.¡± Seth itu, dia bangkit dan meninggalkan ruangan itu, benar-benar mengacuhkan wajah pucat Alin. Alin mengepalkan tangannya erat sambil menatap Fabian yang berjn keluar dari ruangannya, dan kuku berwarna merah miliknya hampir menembus kulit tangannya. Apa itu ilusi? Dia merasa semenjak Fabian bertemu dengan Vivin, dia menjadi semakin jauh darinya. Apa itu berarti dia belum benar-benar melepaskan wanita itu? Tidak! Itu tidak mungkin! Dia bahkan sudah siap mempermalukan Vivin. Bagaimana bisa dia masih punya perasaan terhadapnya? Tunggu sebentar. Apa mungkin rencana Fabian sebenarnya adh memisahkan Fnno dan Vivin sehingga wanita itu bisa sendirigi? Saat hal itu melintasi pikiran Alin, wajahnya semakin memucat. Sin! Tidak! Aku tidak akan membiarkan Vivin kembali! Sambil menggigit bibirnya, Alin mendapat sebuah ide. Saat Alin meninggalkan ruangan Fabian, pegawai di perusahaan majh itu tidak tahan untuk mi bergosipgi. ¡°Astaga! Jadi itu tunangan Kep Editor? Dia terlihat menawan dan gaya pakaiannya juga sangat bagus.¡± Sarah terlihat terpesona dan berseru dengan penuh rasa kagum. Vivin duduk ditempatnya; dia melihat seks kearah Alin dan pandangan matanya menggp. Itu benar. Alin memang slu terlihat mempesona dan penampnnya memang seperti putri semenjak kecil. Dia slu terlihat menawan. Dibandingkan dirinya, aku bukah siapa-siapa, yang slu terkubur oleh sapaan cerahnya. Sandra yang tengah duduk disebhnya mendengar Sarah dan mencemoh, ¡°Tentu saja, ada perbedaan yang kontras antara tunangan sah dan orang ketiga. Jika aku jadi kamu, Vivin, aku pasti akan mundur.¡± Vivin menatap tajam kearah Sandra dan tiba-tiba berdiri. Sandra hampir terjungkal karena takut dan dia mngkah mundur. ¡°Vivin, kau mau apa?¡± ¡°Tidak ada.¡± Melihat raut wajah ketakutan wanita itu, seringai di bibir Vivin melebar. ¡°Aku hanya bersiap-siap selesai.¡± Seth itu, dia meraih tasnya diatas meja dan meninggalkan kantor. Dia sangat beruntung karena saat sampai di elevator, Alin sudah pergi, yang secara tidakngsung menymatkan mereka dari situasi canggung. Segera seth dia sampai dirumah dan masuk, dia bisa mencium aroma lezat yang terbawa dari arah dapur, dan diangsung tahu ku Muti dan Lubis sudah kembali. Dia mencuci tangannya sebelum duduk untuk makan mm bersama Finno. Tidak tahu kenapa, Finno terlihat terganggu dan tidak berselera makan meskipun diatas meja sudah dipenuhi oleh makanan mewah masakan Muti. Dia mengambil beberapauk untuk Vivin dengan linglung sambil berkata, ¡°Aku tidak ada kegiatan akhir pekan ini. Aku ingin menemanimu mengunjungi ibumu di rumah sakit.¡± Dengan kaget, Vivin menjawab gelisah, ¡°Tidak usah.¡± Finno mengangkat alisnya,lu menoleh kearah Vivin. ¡°Kenapa?¡± Vivin menyadari bahwa responnya telu kasar dan dengan raut malu diwajahnya, dia menjawab tanpa pikir panjang, ¡°Ibuku baru saja sembuh, jadi dia butuh banyak istirahat.¡± ¡°Kupikir ada sanin dibalik itu?¡± Semuanya terlihat js bagi Finno. ¡°Itu karena ibumu tidak mau melihatku.¡± Tangan Vivin yang tengah memegang pisau makan berhenti di udara dan dia mi menggerakkan bibirnya. ¡°Tentu saja tidak.¡± ¡°Kenapa tidak?¡± Finno sangat santai. ¡°Aku bisa merasakannya. Ibumu tidak menyukaiku.¡± Vivin tidak bisa berkata apapun untuk menk pernyataan pria itu, jadi dia hanya bisa menjawab dengan kikuk, ¡°Itu bukan karena kau. Tapi ibuku memang begitu. Dia tidak suka pria kaya.¡± Finno sekarang bahkan menjadi lebih terkejut. Padahal dia sudah mengamatitar bkang keluarga Vivin, oleh karena itu, dia slu waspada dengan status ¡®simpanan¡¯ atau ¡®orang ketiga milik Ratna Wirdi. Finno tidak mengatakan apapun namun Vivin sch mampu membaca pikirannya. Dia tertawa getir dan bertanya, ¡°Kau tahu aku anak haram, kan? Kau pasti berpikir bagaimana bisa ibuku tidak menyukai pria-pria kaya seth hidup bersama dengan Haris.¡± Finno tetap diam. ¡°Kenyataannya adh, ibuku tidak pernah benar-benar bersama Haris.¡± Bab 74 Bab 74 Bab 74 Menunjukkan Jiwanya Tiba-tiba, ekspresi Vivin menyendu. ¡°Ibuku dan Haris berkuliah di universitas yang sama. Haris slu menyukai ibuku tapi ibuku tidak menyukainya. Meskipun begitu, perasaan Haris padanya tidak pernah hng bahkan seth dia menikah Kenyataannya, dia bahkan membius dan. memperkosanya. Begith aku hadir. Meskipun ibuku membenci Haris, dia merasa ku aku tidak bersh, jadi dia memutuskan untuk mempertahankanku.¡± Finno menoleh pada Vivin karena dia tidak pernah mendengar hal ini dari penyelidikannya sebelumnya. ¡°Emi iri dengan perasaan yang dimiliki Haris pada ibuku, jadi dia menyebarkan rumor kemana- mana. Dia menuduh ibuku menggoda Haris dan bng ku dia adh simpanannya. Karena ibuku tidak punya koneksi apapun dari kngan atas, dia tidak bisa memb dirinya sendiri. Yang bisa dkukannya hanyh merawatku sendirian sambil menahan reputasinya yang tercoreng.¡± Saat Vivin mengingat masalu itu, tangannya mengepal tanpa sadar dan matanya dipenuhi kebencian. Dia sangat membenci Haris. Sayangnya, tidak ada yang bisa dkukannya untuk mengganti kenyataan bahwa pria itu adh ayah kandungnya. Dengan menundukkan pandangannya kearah Vivin, Finno memegang kepn tangannya dan dengan melepaskan jarinya satu persatu. Vivin terkejut. Dia mengangkat kepnya untuk melihatnya sambil tersenyum kikuk. ¡°Aku minta maaf, apa aku hng kesabaran?¡± ¡°Tidak.¡± Wupun wajahnya tenang, mata Finno memancarkan aura yang lebih lembut dari biasanya. ¡°Aku senang kau mau berbagi tentang ini semua denganku.¡± Itu benar-benar sangat berarti baginya. Kenyataannya, tidak akan sulit baginya untuk mengetahui hal itu jika dia mau. Tapi, saat Vivin membahas itu secara pribadi dengannya, bebannya menjadi lebih berat. Dengan wajah bingung, Vivin tidak bisa menahan tawanya. ¡°Kau benar-benar pria yang aneh.¡± Finno hanya tersenyum kecil tanpa berniat membs perkataannya. Benar katanya, dia menyadari dirinya bertingkah makin aneh sejak dia mengenal Vivin. Hari-hari berikutnya berjn dengan tenang dan tanpa banyak mash. Akhirnya, akhir pekan tiba dan ith saat untuk pesta makan mm keluarga Normando. Pada hari itu, Vivin bangun pagi-pagi sekali. Bagaimanapun, perias make up dan penata rambut sudah datang. Seth menghabiskan waktu bekerja seharian, mereka akhirnya menyelesaikan dandanannya. Untuk Finno, dia sudah siap sedari tadi dan menunggu dengan tenang di ruang tamu. Segera sethnya, dia mendengar bunyingkah high heels. Saat mengangkat pandangannya, dia terpesona saat melihat Vivin yang tengah turun dari tangga secara pehanhan. Kali terakhir dia mengenakan gaun untuk bertemu dengan keluarga Normando, dia sudah pernah mengejutkannya. Kali ini, dia mh lebih terkejutgi. Vivin tengah mengenakan sebuah gaun panjang berwarna merah keemasan. Potongan runcing di gaunnya menonjolkan bentuk tubuhnya sementara bagian bkang gaun itu menunjukkan punggung mulusnya. Rambutnya diikat sanggul sementara dandanannya terlihat mi alih-alih dipaksakan, membuat dia bisa menunjukkan aura yang lebih cemeng dari yanginnya. Meskipun begitu, Vivin masih tidak terbiasa menggunakan high heels. Sambil memegang ujung pakaiannya, dia mencoba berjn dengan hati-hati. Disana, dia melihat Finno yang tengah menatapnya dengan mata berbinar. Dengan wajah memerah malu, dia bertanya dengan lembut, ¡°Bagaimana penampnku?¡± Tepat beberapa saat yanglu, dia juga kaget melihat dirinya di cermin. Dia tetah seorang perempuan. Didandani dan dipakaikan gaun yang bagus tentu sh satu hyannya. Tapi semenjak kecil yang bisa dia lihat hanyh Alin yang menikmati hak istimewanya. Untuk dia sendiri, dia hanya bisa memakai sebuah baju kaos berwarna putih dana jeans sambil mengamati Alin yang memikat semua orang. Original content from N?velDrama.Org. Tapi, hari ini berbeda. Akhirnya, dia tahu ku dirinya juga punya kesempatan untuk tampil menawan. Finno yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Vivin hanya bisa tertawa pn dan tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Dia mh meraih pergngan tangannya dan memberikannya sentakan lembut. ¡°Ah!¡± Vivin kesulitan menjaga keseimbangannya saat memakai high heels. Jadi, saat Finno menariknya kedm pelukannya, diangsung terjatuh keatas pangkuannya di kursi roda. Bab 75 Bab 75 Bab 75 Pesta Original content from N?velDrama.Org. Keduanya sangat dekat satu samain sampai hian rambut Vivin mengenai leher Finno. Finno melingkarkan tangannya pada pinggangnya dan berbisik, ¡°Kau sangat menawan sampai aku bahkan tidak berani membawamu keluar bersamaku.¡± Vivin terkejut mendengar rayuan Finno sedangkan ia dikenal sebagai pria yang irit bicara. Dia terdiam dan wajahnya memerah tanpa sadar. Finno tertawa sebelum membawa keduanya keluar dari vi dan memasuki mobilnya. Seth mereka siap, supir itu membawa mereka menuju v keluarga Normando. Sma perjnan, Vivin tidak bisa berhenti merasa gugup. Pada akhirnya, dia akan melihat Fabian dan Alin nanti. Terlebih, bayangan ku akan ada banyak orang di pesta itu membuatnya khawatir jika dia akan mempermalukan dirinya sendiri. Menyadari tekanan pada senyumannya, Finno seperti tahu apa yang tengah dipikirkannya, dia bertanya dengan lembut, ¡°Apa kau gugup?¡± ¡°Ya,¡± aku Vivin. ¡°Aku takut akan membuatmu malu.¡± ¡°Bagaimana kau akan mempermalukanku saat kau terlihat begitu cantik?¡± Finno tersenyum kecil. ¡°Apa kau pernah menghadiri pesta semacam ini sebelumnya?¡± ¡°Tidak.¡± Untuk menenangkan kegugupannya, Vivin mi banyak bicara. ¡°Tapi aku pernah bekerja sebagai pyan di beberapa acara semasa kuliahku untuk membayar uang kuliah. Pada saat itu, aku merasa iri pada gadis-gadis yang bisa mengenakan gaun-gaun indah. Aku bahkan membayangkan apakah aku bisa mendatangi pesta seperti ini suatu hari nanti?¡± ¡°Finno hanya bisa tertawa. ¡°Jadi, kau pikir harapanmu jadi kenyataan?¡± ¡°Kau bisa anggap begitu.¡± Vivin ikut tertawa bersamanya. ¡°Seth kerja, aku akan betih gerakan dansa. Aku pernah melihat beberapa gadis yang tampil dengan hati-hati. Jadi ku saya punya kesempatan untuk menghadiri pesta sendirian, aku bisa berdansa dengan sama elegannya¡­¡± Tiba-tiba, Vivin sadar dirinya sudah mengatakan sesuatu yang sh dan segera berhenti. Sethnya, dia melihat kearah Finno dengan gelisah. Sial. Aku lepas kendali. Aku lupa ku dia lumpuh didepan semua orang dan tidak bisa berdansa. Kenapa aku mudah sekali menabur garam keatas lukanya. Berkebalikan dengan kegelisahan Vivin, Finno terlihat tetap tenang dan tidak ada perubahan sedikitpun pada senyum diwajahnya. Dia menyahut santai, ¡°Begitukah?¡± Vivin tidak beranigi mengatakan apapun dan mencoba tetap diam sampai mereka sampai ke tempat tujuan. Finno membuka pintu mobil sebelum menawarkan tangannya untuk membantu Vivin keluar. Seth benar-benar js, Vivin terlihat sangat terkejut saat melihat vi didepannya. Vi itu berukuran besar dan ada banyak mobil mewah yang terparkir didpeannya. Banyak pria muda tampan dan wanita-wanita cantik keluar dari mobil mereka masing-masing dan mi memasuki gedung tersebut. Tiba-tiba, Vivin merasa sedikit teralihkan. Jadi, pesta seperti ini yang mereka adakan. Terlihat persis sama dengan yang kulihat di TV. Saat dia tengah mengagumi acara besar itu, dia membiarkan Finno membawanya kedm vi. Sma perjnan, mereka bertemu dengan banyak orang yang kebanyakan mungkin merupakan anggota keluarga Normando atau kolega-kolega mereka. Karena semua orang tahu statusnya, mereka semua menyapa dengan senyum hormat. ¡°Pak Normando.¡± Meskipun sikap sontan santun mereka baik, Finno bisa merasakan tatapan penasaran yang berasal dari orang-orang disekitar mereka. Untuk Vivin, dia mencoba sekuat tenaga untuk mengabaikan tatapan-tatapan itu dan mengikuti Finno dari dekat saat mereka mi memasuki vi tersebut. Didmnya, ruang a dimana pesta itu digr sangah besar. Dekorasinya sangat mewah namun tetap penuh citarasa. Saat Finno membawa Vivin menuju meja utama, dia bisa melihat Fabian dan Alin dari kejauhan. Fabian tengah mengenakan jas berwarna abu dan terlihat memukau dengan itu. Sedangkan Alin memakai gaun berwarna kuning panjang berwarna kuning cerah yang membuatnya terlihat seperti bunga yang baru saja mekar. ¡°Hei. Finno, kau disini!¡± Orang pertama yang melihat Finnno dan Vivin adh seorang pria yang duduk disebh Fabian. Dia kelihatannya berusia lima puluh tahun dan berpenampn gagah. Bagaimanapun, sepasang matanya terlihat seh th melihat telu banyak sehingga membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Segera, Vivin bisa menyimpulkan ku dia pasti Marthin, saudara Finno dan juga ayah dari Fabian. Marthin segera mengalihkan pandangannya pada Vivin dan tersenyum dengan sengaja kearahnya. ¡°Ini pasti Nona Wirdi. Aku sudah dengar banyak tentangmu. Mari, duduh.¡± Seth Vivin duduk bersama Finno di meja tersebut, dia mi memperkenalkan semua orang yang ada disana kepadanya seth wanita itu menyapa mereka satu persatu. Yang pertama tentunya kakeknya, sang tetua, Tuan Normando, Meski Vivin sudah bertemu dengan dia sebelumnya, dia tidak meninggalkan kesan yang baik. Jadi, dia tahu dia harus lebih baik untuk sekarang. Tuan Normando hanya membs dengan mendengus dan kesulitan mengucapkan sepatah katapun. Snjutnya, Finno memperkenalkannya kepada Marthin yang meneliti Vivin ujung kaki sampai ujung kep, membuatnya merasa tidak nyaman. Seth itu adh giliran Fabian dan Alin. Sejak pertama kali melihat Vivin, Fabian terpesona oleh betapa cantiknya dia. Tapi dia segera sadar dan kembali memasang wajah cueknya. Untuk Alin, dirinya dipenuhi oleh rasa iri sampai dia tidak bisa menyembunyikannya dari wajahnya sama sekali. Dia tidak pernah menduga Vivin akan berubah menjadi seekor angsa yang cantik. Vivin sangat mempesona sampai dia menghkan Alin yang seharusnya menjadi pusat perhatian di pesta tersebut. Rasa irinya tidak berhenti sampai disitu saja. Kenyataannya, dia begitu terkejut akan betapa tampannya Finno. Bab 76 Bab 76 Bab 76 Foto-foto Meskipun dia sudah tahu betapa tampan cakapnya Finno, dia slu memandang dirinya karena dia lumpuh. Tapi sekarang, saat dia melihat dirinya dengan mata kepnya sendiri, dia akhirnya sadar bahwa sosoknya begitu luarbiasa. Sma ini, dia slu berpikir bahwa Fabian adh pria paling luarbiasa yang pernah ditemuinya. Tapi dibandingkan dengan Finno, Fabian terlihat biasa-biasa saja. Meskipun dia tampn dm balutan jas hitam sederhana, Finno memancarkan aura yang unik. Orang lain bisa mengetahui kecenderungan yang ada pada dirinya dan kerendahan hati bawa. Diatas itu semua, ih gambaran elegan dan sentuhan seksi-nya. yang dia Alin terbuai saat menatap pria itu. Jika bukan karena fakta bahwa Finno duduk di kursi roda, Alin pasti akan berpikir bahwa semua usahanya untuk bisa bersama dengan Fabian sia-sia begitu saja. Saat sesi perkenn itu selesai, para pyan mi menyajikan menu makan mm. Meskipun tergosa oleh hidangan-hidangan menggiurkan didepannya, Vivin mencoba tetap tenang dan hanya mengambil makanan yang paling dekat dengannya saja. Menyadari Vivin yang terus menahan dirinya, Finno mengambilkan hidangan kesukaannya dan meletakkan di piringnya. Meskipun itu hanya hal kecil, hal itu membawa keterkejutan pada orang-orang yang berada di meja itu. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Tuan Normando merasa sangat terkejut sampai tatapannya pada Vivinngsung berubah sethnya. Untuk Mark, raut wajahnya menggp namun tidak ada yang tahu apa yang tengah dipikirkannya. Akhirnya, Fabian adh satu-satunya orang yang merasa sangat terganggu. Saat dia melihat betapa romantisnya Finno dan Vivin, dia bisa merasakan amarah didm dirinya tersulutyaknya api neraka. Saat matanya dipenuhi oleh amarah, dia tiba-tiba mengejek, ¡°Kelihatannya paman Finno senang memanjakan bibi Vivin.¡± Tangan Vivin membeku saat mendengar kata-katanya. Apa yang ingin dkukan Fabian sekarang? Finno dengan tenang melirik Fabian dengan ekor matanya. ¡°Apa shnya memanjakan istriku?¡± Mendengar itu, amarah Fabian semakin memuncak. Saat dia kembali bicara, nada bicaranya menjadi sangat sarkas. ¡°Tidak ada yang sh dengan memanjakannya. Aku hanya takut sifat bibi Vivin tidak cocok dengan pekuan itu.¡± Kata-katanya itu seh melempar bom ke tengah-tengah meja. Semua orang yang ada di meja utama itu terdiam dan raut wajahnya berubah mengintimidasi. Wajah Vivin terlihat pucat dan panik. Sedangkan Finno, raut wajahnya menjadi sangat dingin. ¡°Fabian, apa kau menyindir istriku?¡± ¡°Aku tidak bermaksud untuk menyindir sama sekali.¡± Suasana hati Fabian menjadi lebih baik saat dia tahu bahwa dia sudah berhasil membuat Finno geram. ¡°Hanya saja aku pernah berkuliah di universitas yang sama dengan bibi Vivin. Jadi, aku tahu satu dua hal tentang apa yang diakukan saat itu.¡± Saat dia mendengar Fabian mencoba membuat semua orang tegang, Tuan Normando adh orang pertama yang kehngan kesabarannya. Dia menghentakkan pisau makannya keatas meja, dia memohon, ¡°Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja. Jangan berputar-putar saja. Kau hanya membuat diriku kesal.¡± Sebelumnya, Vivin sudah tahu ku Tuan Normando adh seorang tentara yang th berbakti pada negaranya. Seth dia meninggalkan militer, dia mi menjnkan bisnis. Dengan dipenuhi rasa kebijaksanaan dan kebaikan saat menjnkan bisnisnya, dia dengan cepat meraih pijakan di Kota Metro. Meskipun begitu, dia masih seorang tentara. Jadi, dia tidak suka menghabiskan tenaganya hanya demi hal kecil dan tidak suka dengan orang yang tidak jujur. Wajah Fabian memucat saat dia diperingatkan oleh kakeknya, jadi dia dengan cepat menambahkan, ¡°Kakek, berdasarkan apa yang aku tahu, Vivin r menjual dirinya saat kuliah dulu. Jadi, kupikir seseorang dengan sifat yang diragukan sepertinya pantas menjadi bagian dari keluarga Normando.¡± Wajah Vivin sudah sangat pucat saat mendengar ucapan Fabian. Entah dia yang tidak mampu memberi penjsan atau karena dia marah. Yang bisa dkukannya adh menatap tajam kearah Fabian yang duduk dihadapannya. Saat dia selesai bicara, Fabian merasa amarah yang ada didm dirinya pehan menghng. Tepat saat dia ingin mengejek Vivingi, dia tidak menyangka akan melihat wajah pucat seseorang beserta sepasang mata yang menatapnya terkejut. Ada apa dengan wajah itu? Orang mungkin akan melihatnya sebagai peringatan tapi kenyataannya itu lebih seperti rasa tidak percaya. Pada saat itu, dia merasa tatapan wanita itu seperti tusukan jarum pada hatinya, sakit bukan main. Dm sekejap saja, dia segera menyesal sudah mengikuti kata hatinya. Tepat saat dia ingin mengatakan sesuatu, dia mendengar seseorang dari meja sebh yang berteriak kaget. ¡°Astaga! Apa itu?¡± Saat teriakan itu menarik perhatian semua orang, mereka semua mendongakkan kepnya dan tiba- tiba melihat sebuahyar besar didepan mereka. Yang lebih mengejutkan adh sesuatu yang ditampilkan diyar itu. Ada beberapa foto yang ditayangkan disana. Saat melihat foto-foto itu, Vivin membeku bak tersambar petir. Bab 77 Bab 77 Bab 77 Apakah Ini Benar Itu semua adh fotonya Dm foto-foto itu, wajahnya merah merona, rambutnya acak-acakan dan pakaiannya. berserakan di mana-mana. Dia berbaring dm posisi provokatif dengan ekspresi yang memsbuat semangat di wajahnya. Meskipun tidak ada bagian tubuhnya yang terbuka, wajahnya yang merah dan ekspresinya yang berkeringat cukup memberi tahu bahwa semua orang bisa melihat apa yang sedang terjadi. Vivin bisangsung mengenali foto-foto ini. Foto itu diambil dua tahunlu dan sama dengan yang ditanyakan Fabian padanya. Dia segera menoleh dan menatap Fabian. Tatapannya tidakgi tidak percaya. Sebaliknya, itu th berubah menjadi kebencian yang mendm. Dia tahu Fabian membencinya karena dia sh untuk percaya bahwa Vivin th mengkhianatinya saat itu. Ith mengapa dia mengangkat sejarahnya saat makan mm di depan keluarga Normando. Dia hanya ingin bs dendam. Namun, dia tidak pernah bisa mengharapkan Fabian untuk mengekspos gambar, apgi memainkannya untuk dilihat semua orang. Dia hanya ingin menghancurkanku! Bahkan jika aku benar-benar mengkhianatinya saat itu, tidak perlu telu jauh. Sedangkan Fabian, mengmi terkejut tidak kh dengan Vivin. Dia memang mengungkit sejarah memalukan Vivin tetapi tidak pernah terlintas dm pikirannya untuk mkukannya dengan cara ini. Mkukan itu akan telu hina dan kejam, bahkan untuknya. Karena itu, dia tidak tahu bagaimana gambar-gambar itu diputar diyar. Di tengah kepanikannya, Fabian refleks menjskan dirinya sendiri kepada Vivin. Tapi ketika dia menatapnya, matanya bertemu dengan tatapan penuh permusuhan. Dm sekejap mata, dia merasa seh-h dunianya th runtuh. Dia tidak pernah menyangka bahwa seorang wanita yang sangat dia cintai sebelumnya suatu hari akan menatapnya dengan kebencian yang luar biasa. Semua tamuin yang hadir sama terkejutnya. Ada banyak tamu di pesta itu. Sin anggota keluarga Normando, ada banyak orangin yang merupakan kerabat dan rekan bisnis. Karena itu, seluruh a dipenuhi tamu. This content is ? N?velDrama.Org. Ketika semua orang melihat foto-foto itu, mereka tercengang. Meskipun mereka dibesarkan dengan baik sebagai anggota masyarakat ks atas, sifat manusia secara mi usil. Oleh karena itu, mereka semua hanya bisa bergosip dengan lembut. ¡°Tuhanku! Apa yang terjadi? Mengapa gambar seperti itu ditampilkan sma pesta makan mm keluarga Normando?¡± ¡°Apakah kamu bodoh? Tidak bisakah Anda melihat wanita di foto itu adh istri baru Tuan Normando?¡± ¡°Oh! Ini benar-benar dia! Kapan foto-foto ini diambil? Saya tidak berpikir mereka diambil oleh Finno. Mungkinkah itu priain? ¡°Ini benar-benar memalukan. Saya pikir gadis itu akan dikeluarkan dari keluarga Normando.¡± Karena sebagian besar tamu adh anggota masyarakat yang dihormati, tidak ada yang mengatakan sesuatu yang ekstrem. Namun demikian, mereka menertawakan kesengsaraan keluarga Normando dan berkomentar dengan cara yang mengejek. Ketika Vivin mendengar ucapan para tamu, wajahnya semakin pucat. Dia mengepalkan tinjunya begitu erat di bawah meja sehingga rasanya seperti dia akan meninju jarinya mlui tpak tangan. Adapun Finno, amarahnya akhirnya berkobar begitu dia melihat foto-foto itu. Sial! Beraninya ada orang yang menyentuh wanita aku di depan aku sendiri. Meja utama tidak jauh dari tempat panel kontrol berada. Tanpa memikirkan apapun, Finno mengambil pisau steak dan menusuk panel kontrol mlui tombol kontrolyar. Retak! Dm sekejap mata,yar menjadi gp. Tidak ada yang menyangka Finno akan bereaksi seperti itu. Mereka terkejut dengan bagaimana dia merespon, semua orang berhenti bergosip. Moment berikutnya, ada keheningan total di sepanjang ruangan. Tidak ada yang berani mengucapkan sepatah kata pun saat mereka melihat ke arah Pak Normando yang lebih tua. Mereka semua penasaran bagaimana dia akan bereaksi. ¡°Ehem.¡± Meskipun menjadi seseorang yang th mlui banyak hal dm hidup, dia masih terkejut dengan apa yang dia lihat. Namun, dia berhasil mendapatkan kembali ketenangannya dengan cepat. Memalingkan perhatiannya ke arah Finno, dia mencibir, ¡°Finno, apakah ini benar?¡± Finno tidakngsung menjawab pertanyaan kakeknya. Faktanya, perhatian Finno bahkan bukan pada Tuan Normando yang lebih tua tetapi tatapannya pergi pada Vivin. Ketika dia melihat ekspresi pucatnya yang mengejutkan, matanya menjadi sedingin es. Bab 78 Bab 78 Bab 78 Wanitaku ¡°Finno!¡± Ketika Finno tidak menjawabnya, Pak Normando yang lebih tua menjadi marah. Dia menghentakkan tongkatnya kentai dan melotot. ¡°Aku bertanya padamu!¡± Baru saat ith Finno berbalik menghadapnya dengan ekspresi dingin. ¡°Jika saya memberi iahu Anda bahwa itu palsu, apakah Anda akan percaya?¡± Karena Tuan Normando yang lebih tua adh kakeknya, Finno tetap hormat tetapi tidak takut padanya sama sekali. Tuan Normando yang lebih tua sangat marah sehingga kerutan memenuhi wajahnya. ¡°Finno! Apakah Anda benar-benar berpikir bahwa seorang wanita dengan standar moral yang rendah dapat menjadi bagian dari keluarga Normando?¡± Kata-kata Pak Normando yang lebih tua membuat seluruh ruangan terkejut. Pernyataannya sangat js. Dia menc tempat Vivin sebagai menantu perempuan keluarga Normando secarangsung. Tubuh Vivin tidak bisa membantu tapi gemetaran sebagai tanggapan. Untuk beberapa san, dia merasa seh-h hatinya hancur ketika dia mendengar apa yang dikatakan tetua Pak Normando. Awalnya, san utama dia menikah adh agar namanya terdaftar di Kota Metro. Karena sekarang sudah selesai, aku seharusnya tidak telu peduli apakah pernikahan ininggeng? Namun, untuk beberapa san yang tidak dapat dijskan, pikiran untuk menceraikan Finno dan tidak kembali ke vnya, atau bahkan mencoba semakin jauh satu samain menyebabkan rasa kecewa dm dirinya. Ketika dia menyadari perubahan ekspresi Vivin, satu-satunya hal yang dirasakan Finno jantungnya berdegup kencang. Tanpa ragu-ragu, dia meraih tangan Vivin yang terkepal di bawah meja. Di tengah kemarahan tetua Tuan Normando, semua orang yang hadir ketakutan dan diam. Namun, hanya ada satu orang yang berusaha mati-matian untuk menundukkan kepnya. Dia tidak ingin ada yang memperhatikan bahwa dia sedang bergembira, Orang itu tidakin adh Alin. Dia dng di balik foto-foto itu. Ketika dia mendengar Fabian ingin mengekspos keaslian Vivin sma pesta, Alin sangat senang tetapi merasa tidak cukup jauh bertindak. Karena mereka akan menyakiti Vivin, mereka mungkin akan habis-habisan. Dia ingin menghancurkan reputasi Vivin sampai-sampai dia tidak berani menunjukkan wajahnya di masyarakat ks atas kota. Karena itu, dia diam-diam menyuap pyan keluarga Normando untuk menyiarkan foto-foto yang dia miliki agar semua orang bisa melihat sisi tergp Vivin. Dengan begitu, bahkan jika Vivin dan Finno bercerai, Fabian tidak akan pernah kembali dengannya mengingat betapa egoisnya dia. Saat Alin menghitung perbuatannya sebelum ketahuan dan menunggu keluarga Normando mengusir Vivin, dia tidak mengantisipasi apa yang akan dikatakan Finno. Dia akan menghapus seringai itu dari wajahnya. ¡°Kakek, kamu benar. Mungkin, Vivin tidak pantas menjadi anggota keluarga Normando.¡± Ketika Finno menyelesaikan bagian pertama dari kalimatnya, wajah Vivin semakin pucat. Namun, dia dengan cepat menambahkan, ¡°Tapi, istri saya tidak membutuhkan pengakuan dari keluarga Normando.¡± Menatap tak percaya, mata Vivin menatap Finno. Dm ketenangan di mata itu, Vivin bisa melihat tekad di baliknya. Kehangatan di tangannya meresap mlui kulitnya secara bertahap, seh-h itu akan mencairkan rasa dingin di hatinya. Tiba-tiba, Vivin bisa merasakan sensasi terbakar di hidungnya. Bahkan tetuan Pak Normando pun tercengang. Sementara itu, Marthin tidak bisagi menahan amarahnya dan menegur, ¡°Finno, bagaimana kamu bisa berbicara dengan Kakek seperti itu? Seth menikahi gadis yang begitu pengecut dan mempermalukan keluarga kami, kamu masih menk untuk bertobat!¡± Baru saat ith Finno mengalihkan perhatiannya dari Vivin dan menatap dingin ke arah Marthin. Meskipun hanya seks, itu lebih dari cukup untuk membuat punggung Marthin merinding. ¡°Marthin,¡± Finno memanggilnya dengan nada dingin. ¡°Jangan melemparkan tuduhan liar pada istriku.¡± Wajah Marthin memucat dan hendak mengatakan sesuatu ketika tetua Pak Normando tiba-tiba bergugam. Pada saat itu, Marthin menahan lidahnya dan melihat ke arah kakeknya. th ¡°Mash ini membutuhkan penyelidikan lebihnjut. Lagi p, dia adh istri Finno yang dinikahkan secara sah,¡± kata Tetua tuan Normando dengan nada yang sulit dibedakan. ¡°Jangan sampai komentar orang-orang yang tidak bermoral memicu perseteruan di antara kita.¡± Vivin tercengang ketika dia mendengar kata-kata itu. Meskipun dia tidak mengenal baik tetua Tuan Normando, dia sadar bahwa dia memiliki reputasi sebagai orang yang kejam dan berdarah dingin di kota Metro. Tanpa sikap bs kasihan seperti itu, keluarga Normando tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Karenanya, dia tidak berharap tetua Normando begitu masuk akal. Saya th mempermalukan keluarga Normando namun dia tidak meminta pertanggungjawaban saya? Baik Marthin maupun Finno juga terkejut dengan reaksi kakek mereka. Karena Kakek slu memiliki suara, keduanya tidak berani mengatakan apa-apagi. Satu-satunya orang yang paling kesal dengan pergantian peristiwa itu adh Alin. Matanya melebar heran karena dia tidak bisa mempercayai telinganya. Alin berasumsi dia bisa memusnahkan Vivin kali ini dan menghancurkan reputasinya. Tanpa diduga, tidak ada hasil yang diinginkannya muncul. Finno tidak mempermashkan sejarah Vivin sementara tetua Pak Normando memilih untuk tidak mendesak mash ini. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Apa yang sedang terjadi? Kesal dengan hasilnya, Alin melepaskan lidahnya tanpa berpikir. ¡°Kakek Hebat, ini bukan hanya berdasarkan speksi tak berdasar saja. Itu adh kebenaran¡­¡± Sebelum Alin bisa selesai, Tetua Normando berbalik dan menatap tajam ke arahnya. Alin diliputi rasa takut dan tidak bisa berkata-kata. Bab 79 Bab 79 Bab 79 Maukah kamu menari Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. ¡°Siapa gadis acuh tak acuh ini dan dari mana asalnya?¡± Tetua Pak Normando menegurnya dengan tegas, ¡°Ketahuh tempatmu! Anda tidak memenuhi syarat untuk memanggil saya sebagai Kakek buyut krena Anda belum menikah dengan keluarga Normando. Oleh karena itu, berhenth berkomentar tentang mash keluarga kita.¡± Alin tercengang seth ditegur dan menyesali keputusan impulsifnya untuk berbicara. Dia tidak menyangka bahwa skema yang dia buat dengan susah payah tidak menyakiti Vivin sama sekali. Sebaliknya, dia akhirnya meninggalkan kesan buruk pada Tuan Normando yang lebih tua. Saat itu juga, dia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun. Yang diakukan hanyh menundukkan kepnya saat giginya menancap di bibir bawahnya. Mengapa? Mengapa dia mkukan itu? Kenapa Vivin slu beruntung bisa lolos dari apapun yang kulempar padanya? Aku hanya tidak bisa menghkannya! Ketika hidangan berikutnya disajikan, semua orang makan dm diam. Seth makan mm akhirnya selesai, semua orang menuju a di ruangan sebh untuk menari. Saat band tampil di atas panggung, musik merdu memenuhi ruangan. Ada banyak pasangan menari di pelukan satu samain. Di tengah alunan musik, para pyan masuk dan keluar dari kerumunan yang menyajikan sampanye dan anggur. Para tamu yang tidak berdansa berkumpul. dan mengobrol dengan riang. Adegan itu tampak seperti apa yang slu dia lihat di TV. Namun, Vivin memiliki firasat bahwa dia tidak cocok dengannya. Berdiri di bkang kursi roda Finno, dia bisa merasakan tatapan merendahkan dan tatapan mengejek sesekali. ¡°Finno.¡± Vivin sedang menonton Alin dan Fabian menari di tengah ruangan dan bagaimana. mereka menarik perhatian semua orang. Itu hanya membuatnya merasa canggung. ¡°Bagaimana ku kita png sekarang?¡± Lagi p, mereka tidak bisa menari dan tidak banyak yang bisa dkukan. ¡°Kita akan bermm di sini,¡± jawab Finno tanpa ragu-ragu. Meski merasa bingung, Vivin mengangguk tanpa protes. ¡°Apa yang sh? Apakah kamu tidak merasa nyaman?¡± Mata Finno menjadi gp. ¡°Apakah karena apa yang terjadi barusan?¡± Vivin tertangkap basah dan tidak tahu bagaimana harus menanggapi. ¡°Aku baik-baik saja dengan itu. Ketika insiden itu terjadi dua tahunlu, saya th mengmi hal jauh lebih buruk daripada ini jika dibandingkan. A-aku hanya khawatir kamu tidak akan senang di sini,¡± jawab Vivin tulus. Finno suaminya. Dari sudut pandang orang luar, mereka mungkin sh mengartikan bahwa Vivin th berselingkuh. Bagi seorang pria, hal ini sangat merusak egonya. Vivin benar-benar tidak ingin Finno, yang memiliki reputasi luar biasa, menjadi bahan tertawaan karena dia. Terkejut dengan jawaban Vivin, Finno sempat berpikir. Dia kemudian memutar kursi rodanya ke arah Vivin. Ketika dia melihat ekspresi gugup dan canggung Vivin, hatinya tidak bisa menahan diri untuk melembut. ¡°Vivin William,¡± dia tiba-tiba bertanya, ¡°apakah kamu ingin berdansa?¡± ¡°Menari?¡± Vivin tercengang. ¡°Dengan siapa?¡± Mengingat Finno berada di kursi roda, dia pasti tidak bisa menari. Namun, sin dia, dia tidak mengenal orangin di sana. Ketika dia melihat ekspresi bingung Vivin, Finno tersenyum tanpa disadari. ¡°Dengan saya,¡± dia menyindir dan meraih tangan Vivin tiba-tiba. Dengan dia? Vivin semakin bingung. Sebelum dia bisa bereaksi, Finno sudah menggulingkan kursi rodanya ke tengah a dengan Vivin di bkangnya. Ditarik, Vivin mengikutinya dengan tenang. ¡°Finno?¡± Vivin tercengang. ¡°Apa yang sedang kamukukan?¡± ¡°Menari.¡± Tatapan Finno yang biasanya acuh kini dipenuhi dengan kegembiraan. ¡°Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu berusaha untuk mempjaringkahngkah tarian? Apakah kamu masih mengingat itu?¡± Baru saat ith Vivin mengerti bahwa Finno ingin berdansa dengannya. Dia tersipu mendengar pertanyaannya. ¡°Aku¡­ aku hanya berbicara tanpa berpikir. Saya bahkan tidak bisa mengikuti ritme dengan benar.¡± Seringai Finno melebar. ¡°Apa begitu? Hal itu hanya akan membuat segnya lebih mudah.¡± Vivin terkejut. Sebelum dia sempat bertanya kenapa, Finno memegang tangannya dan menariknya kuat-kuat. Saat berikutnya, Vivin kehngan keseimbangan dan jatuh ke pelukan Finno. ¡°Finno! Apa yang kamu¡­¡± Dia panik dan bergegas untuk berdiri kembali. Namun, Finno memeluk pinggangnya begitu erat sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali. Bab 80 Bab 80 Bab 80 Tuan Normando Ingin Melihatmu ¡°Pegang erat-erat. Finno menurunkan pandangannya ke arahnya dan berseri-seri. ¡°Kita menari!¡± Tepat saat dia berbicara, Finno menggerakkan kursi rodanya mengikuti musik, dengan lembut. bergoyang-goyang mengikuti iramanya. Sedangkan Vivin, dia bersandar ke pelukannya saat mereka berdua berguling bersama di bawah cahaya terang dan tatapan kosong dari para tamu. Dia terpesona oleh momen itu. Vivin menatap wajah tampan Finno, dia tidak dapat menemukan satu pun cacat pada bentuk mukanya. Tatapannya yang biasanya dingin sekarang terbungkus kelembutan. Itu menyebabkan ekspresinya berkuan. Pria tampan ini sebenarnya adh suamiku. Saat kursi roda Finno bergoyang lembut mengikuti musik, semua tamuin melongo heran. Bahkan Alin yang menjadi pusat perhatian beberapa saat yanglu tidak bisa tidak berhenti untuk menonton. ¡°Menari di kursi roda?¡± serunya. Tapi, kecemburuan segera memenuhi matanya saat dia mencibir, ¡°Orang lumpuh akan slu menjadi orang lumpuh. Ith kenyataan yang menyedihkan.¡± Alin th merencanakan untuk mengejek Finno dan Vivin. Tetapi ketika dia melihat betapa sangat gagahnya Finno dan bagaimana dia dengan anggun mengayunkan kursi rodanya. mengikuti musik, dia tiba-tiba merasa bahwa ejekannya th kehngan semua dasarnya. Snjutnya, dia tidak sendirian. Semua tamuin yang menonton yang awalnya heran sekarang dipenuhi dengan rasa iri. ¡°Tuhanku! Ini pertama kalinya aku melihat seseorang memancarkan begitu banyak pesona. menari di kursi roda.¡± ¡°Saya benar-benar iri pada gadis bernama Vivin karena suaminya sangat mencintainya. Sin itu, dia juga pria yang romantis dan cakap.¡± ¡°Itu putra kedua keluarga Normando untukmu.¡± Beberapa tamu tua mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Dengan nada penyesn dm suara mereka, mereka berkomentar, ¡°Dia adh anak yang luar biasa sejak dia masih muda. Andai saja penculikan itu tidak terjadi.¡± Sementara itu, Vivin, yang duduk di pangkuan Finno, samar-samar bisa mendengar ucapan tamu-tamu lain meskipun dia tidak mengerti apa yang mereka katakan. Tidak bisa mwan, dia melihat ke arah mereka. Tanpa ragu-ragu, Finno mengangkat tangannya dan memegang dagunya untuk menghentikannya. ¡°Apakah kamu peduli dengan apa yang mereka katakan?¡± Finno js tahu betul apa yang ada di pikiran Vivin. Vivin tersenyum canggung sebagai bsannya. ¡°Scharusnya tidak,¡± gumam Finno. Seth melepaskan dagunya, dia dengan lembut membinya. ¡°Yang perlu Andakukan adh menikmati momen saat ini.¡± Suara Finno semakin dm dan sepertinya memiliki pesona jahat di dmnya. Benar-benar tersihir, Vivin mengangguk patuh. Mencapai tangannya di lehernya, dia mengayunkan tubuhnya dengan lembut agar sesuai dengan gerakannya. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Ketika dia melihat Vivin bergerak bersamanya, seringai Finno melebar tipis. Sementara itu, di tangga dintai dua. Tetua Tuan Normando berdiri di sana, memandang kentai dansa dan mengamati semua yang th terjadi Ketika dia melihat Vivin dan Finno berguling-guling dintai dansa, dia dengan js melihatnya tertawa gembira dan sinar di wajah Finno. Adegan itu menyebabkan bibirnya sedikit melebar. Sudahma sejak aku melihat anak itu tidak tersenyum. ¡°Pak, Normando.¡± Pada saat itu, seorang kep pyan yang tua mendekat. ¡°Sudah hampir waktunya. Apakah Anda ingin saya mengantar para tamu keluar dan mengatur akomodasi Finno dan ibu Normando?¡± ¡°Hm, sudah waktunya.¡±kembali teringat,Tetua pak normando Pak Normando mengangguk. ¡°Ngomong- ngomong, tolong suruh Vivin menemuiku di ruang kerjaku.¡± Tepat saat dia berbicara, Tetua Pak Normando berbalik dan menuju ke sana. Akhirnya, keadaan mi mereda. Bintang mm itu ternyata bukan Alin yang seharusnya menjadi tamu kehormatan. Sebaliknya, bintangnya Vivin yang duduk di pangkuan Finno sepanjang mm. Ketikagu terakhir selesai, Vivin berdiri. Sementara dia masih tersipu, dia melihat kep pyan yang tampak tua mendekatinya. Dia dengan sopan memberitahunya, ¡°Ny. Normando, teua Tuan Normando ingin bertemu denganmu di ruang kerja.¡± Vivin terkejut. Apa yang diinginkan Pak Normando dari saya? Apa karena foto-fotonya barusan? Ketika dia mengingat betapa tajamnya tatapan Tetua Tuan Normando, Vivin tidak bisa menahan perasaan gugup dan melihat ke arah Finno tanpa sadar. Namun, Finno mengangguk ringan padanya. ¡°Jangan khawatir, meskipun Kakek eksentrik, dia bukan pria yang hng akal.¡± Bab 81 Bab 81 Bab 81 Perasaannya Untukmu Nyata Seth mendengar kepastian Finno, Vivin berhasil mengatur kemarahannya. Dia kemudian mengikuti kep pyan ke ruang kerja dintai dua. Ruang kerja tetua Pak Normando didekorasi dengan banyak barang antik. Saat dia masuk, dia bisa mencium aroma kayu cendana yang meny dan merasa seh-h dia th mngkah ke dunia lain. Dia sedang duduk di mejanya mengenakan jubah panjang. Dari detik pertama dia masuk, tatapan Pak Normando terpaku padanya. Vivin mencoba yang terbaik menenangkan dirinya dan berjn menuju bagian depan meja. Dia menyapa dengan sopan. ¡°Tuan. Normando.¡± ¡°Kamu baru saja memanggilku apa?¡± Dia menanyainya dengan tegas. Tertegun. Vivin tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi. ¡°Karena kamu sekarang sudah menikah dengan Finno, kamu harus memanggilku sebagai Kakek, sama seperti Finno,¡± sesepuh Pak Normando menjskan dengan sabar ketika dia menyadari bahwa dia tidak tahu apa-apa. Terlebihgi, dia tidak lupa untuk mencibir, ¡°Kamu dan adikmu, Alin, dua kutub berbeda. Yang satu tidak sabar untuk memanggilku sebagai Kakek buyut sementara yangin tidak mkukannya saat seharusnya.¡± Vivin menjadi pucat ketika dia menyadari bahwa tetua Pak Normando tahu bahwa Alin dan dia adh saudaraan. Seth memikirkannya, dia menyadari hal itu tidak terduga. Lagi p, dia sudah menikah dengan Finno cukupma jadi sekarang dia pasti akan mkukan pemeriksaantar bkang. padanya. Bagaimanapun, karena tetua Tuan Normando mengizinkannya untuk memanggilnya sebagai Kakek, itu berarti dia mengakuinya sebagai cucu menantunya. Menyadari itu, Vivin mengh nafas lega dan menyapa dengan lembut, ¡°Kakek.¡± Baru kemudian dia memberinya anggukan puas dan memberi isyarat dengan mendorong dagunya ke depan. ¡°Shkan duduk.¡± Seth duduk dengan patuh, Vivin mendengar pertanyaannya dengan tegas, ¡°Menurutmu untuk apa aku memanggilmu ke sini?¡± ¡°Saya pikir itu karena gambar-gambar yang diputar saat makan mm tadi.¡± Vivin Mengumpulkan keberaniannya, Vivin mengangkat kepnya saat dia ingin memanfaatkan kesempatan untuk menjskan. ¡°Kakek, foto-foto itu sebenarnya¡­ Sebelum dia bisa mi menjskan, Tetua Pak Normando mengangkat tangannya untuk memotongnya. ¡°Kamu tidak perlu menjskannya. Nada suaranya tidak sabar. ¡°Tidakkah menurutmu aku akan menyelidiki mash ini secara menyeluruh? Lagip, kamu sudahma menikah dengan Finno.¡± Dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Dengan menggunakan kata-kata ¡®menyelidiki secara menyeluruh, dia th menyampaikan bagian dm pikirannya. Dia tidak hanya memeriksa apa yang terjadi dua tahunlu, tetapi dia juga menemukan kebenaran dan tahu bahwa Vivin th dijebak. Saat ith Vivin mengerti mengapa dia tidak terkejut ketika melihat foto-foto itu. Nyatanya, dia tidak menyhkan Vivin karena itu. Dia mengetahui kejadian tersebut Merasa lega, Vivin menjawab dengan tulus, ¡°Terima kasih, Kakek.¡± ¡°Anda tidak perlu berterima kasih kepada saya,¡± Tetua pak Normando mendengus. ¡°Saya harap Anda tidak keberatan hanya karena Anda tidak bersh?¡± Vivin tercenganggi. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Dia tidak bisa menyangkal kata-kata Finno ketika dia menyebutkan bahwa kakeknya eksentrik. Memang, cara dia berbicara seperti roller coaster, penuh lika-liku. ¡°Untuk keluarga seperti kami, kami biasanya tidak mengizinkan seseorang dengan skandal seperti itu menjadi sh satu bagian dari kami. Tidak mash jika itu shmu, ¡°jsnya acuh tak acuh. Pikiran itu terlintas di benak Vivin sebelum wajahnya menjadi pucat. ¡°Ku begitu Kakek, mengapa kamu menerimaku?¡± ¡°Tidak, yang menerima itu Finno.¡± Ekspresi tetua Pak Normando tiba-tiba dipenuhi dengan penyesn. ¡°Sejak kematian Eva sepuluh tahunlu, saya pikir Finno tidak akan mencintai wanitaingi, apgi menikah.¡± Vivin terkejut. Eva? Siapa dia? Apakah dia seseorang yang pernah dicintai Finno sebelumnya? Terlepas dari pertanyaan yang berputar-putar di kepnya, Vivin tidak berani menanyakannya ¡°Bagaimanapun, aku tidak berharap dia menikahimu.¡± Ia menatap Vivin dengan tatapan tajam. ¡°Pada awalnya, saya pikir kau hanyh istri boneka yang dia gunakan untuk menentang saya. Tapi, seth pertemuan terakhir dan pesta mm ini, aku menyadari bahwa perasaannya padamu nyata.¡± Finno punya perasaan padaku? Kata-katanya membuat jantung Vivin berdetak kencang. Bagaimanapun, dia tetap tidak yakin. Terlepas dari seberapa baik Finno mempekukannya, Vivin hanya merasa bahwa dia telu luar biasa dibandingkan dengan Vivin dan mereka punya dunia berbeda. Bahkan Dia tidak bisa membayangkan bagaimana seseorang seperti dia akan memiliki perasaan romantis untuknya. Namun demikian, dia tidakngsung setuju dengan tetua Pak Normando tetapi terus. mendengarkan dengan tenang. ¡°Ith san mengapa aku bisa menerimamu.¡± Dia mnjutkan dengan nada yang mencerminkan kepasrahan yang dia rasakan. ¡°Itu karena aku akan mengakui siapa pun yang dia cintai.¡± Bab 82 Bab 82 Bab 82 Mm Ini Mmnya Melihat tetua Tuan Normando di depannya, Vivin tiba-tiba menyadari bahwa dia bukangi kep keluarga Normando yang kejam dan berkuasa. Sebaliknya, dia tampak seperti orang tua biasa yang hanya ingin cucunya bahagia. ¡°Tapi,¡± Dia menambahkan tiba-tiba dengan nada serius. ¡°Jangan lupa apa tanggung jawab terbesarmu.¡± C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Sekarang, Vivin tersesat dan hampir tidak bisa mengikuti jn pikirannya. ¡°Tanggung jawab apa?¡± ¡°Tentu saja, bantu dia mnjutkan keberadaannya.¡± lki tua itu melototi Vivin dengan mata melebar seh-h dia marah pada ketidaktahuannya. ¡°Lihat, anak-anak Marthin sudah sangat besar, tetapi Finno belum memilikinya meskipun usianya sudah tua.¡± Vivin hampir tersedak air liurnya sendiri. Seth bertele-tele, dia hanya ingin mengingatkanku tentang punya anak dengan Finno? Meskipun Finno dan Marthin adh saudara, perbedaan usia mereka cukup besar. Marthin hampir berusia lima puluh tahun sementara Finno bahkan belum mencapai tiga puluh. Meskipun demikian, itu hal yang biasa dm keluarga yang memiliki reputasi baik untuk menikah dini dan memiliki banyak anak pada saat mereka berusia tiga puluh tahun. Vivin merasa sangat canggung sehingga dia kehngan kata-kata. Namun,tetuaTuan Normando. menyipitkan matanya dan bergumam, ¡°Nak, jangan pikir aku tidak menyadari fakta bahwa kamu dan Finno belum menyelesaikan pernikahanmu.¡± Sekarang. Vivin merasa benar-benar malu. Bagaimana dia bisa tahu tentang ini? ¡°Nak, katakan yang sebenarnya.¡± Matanya tiba-tiba berkedip saat dia bertanya dengan ragu-ragu. ¡°Finno¡­ apa dia kesulitan mengangkatnya?¡± Vivin belum pulih dari keterkejutan sebelumnya. Seth mendengar pertanyaan tetua Pak Normando, wajahnya memerah seperti tomat. A-apa? Kakek macam apa ini? Bukankah dia telu mengganggu? Ketika Vivin tidak menjawab, dia menjadi lebih putus asa dan menyelidiki lebihnjut, ¡°Aku yakin kamu tahu apa yang terjadi sepuluh tahunlu, yang menyebabkan Finno kehngan kendali atas kakinya. Sejak itu, saya slu khawatir tentang keadaan ¡®vitalitasnya¡¯ dm aspek itu. Sma ini, saya ingin meminta dokter untuk membantunya tetapi dia slu menk saya. Itu sebabnya saya sangat khawatir.¡± Ketika Vivin melihat betapa khawatirnya dia, hatinya tidak bisa menolong tapi melunak. Tampaknya Finno bahkan menyembunyikan kebenaran tentang kakinya dari kakeknya. Itu. sebabnya dia sangat frustrasi. Karena Vivin tidak tahan melihatnya khawatir, dia menggertakkan giginya dan menebalkan kulitnya, ¡°A- aku pikir Finno t-tidak punya mash dengan itu.¡± Pak Normando terkejut. ¡°Bagaimana Kau tahu?¡± ¡°Itu? Meskipun kami belum mewujudkan pernikahan kami, kami hidup bersama.¡± Saat ini, Vivin hanya inginntai terbuka lebar dan menn seluruh tubuhnya. ¡°Ada saat-saat ketika¡­ kau tahu. Aku bisa¡­ erm¡­ melihat ¡®reaksi¡¯nya?¡± Vivin bisa merasakan pipinya terbakar. Bagaimanapun, dia mengatakan yang sebenarnya karena dia benar-benar yakin tidak ada yang sh dengan Finno. Mengesampingkan penampakan batang penis paginya, ada beberapa kesempatanin ketika dia ¡®secara pribadi merasakan ¡®vitalitasnya. Suatu kali ketika mereka mkukan panggn dekat dan waktuin ketika dia berjn keluar dari kamar mandi. Ahem, sejujurnya, itu lebih dari sekadar baik-baik saja. Bahkan, terlihat sangat kuat? Tetua Tuan Normando bingung untuk sesaat sebelum dengan cepat mendapatkan apa yang diisyaratkan Vivin. Wajahnya berseri-seri karena gembira. ¡°Betulkah? Haha, itu berita yang luar biasa. Benar-benar luar biasa!¡± Dia sangat bersemangat sehingga dia melompat dari kursinya dan mmbaikan tongkat jnnya. ke udara. ¡°Karena dia baik-baik saja, apagi yang kalian tunggu?¡± Vivin tercengang. Yang bisa dia katakan hanyh. ¡°Erm, kita belum benar-benar mengenal satu sama lain dengan baik karena kita baru saja bertemu.¡± ¡°Omong kosong apa itu?¡± dia bersumpah saat dia menjadi marah. ¡°Saya dan istri saya adh bagian dari pernikahan yang diatur, namun kami tidur satu samain pada mm pertama pernikahan. Bukankah kalian yang lebih muda seharusnya lebih liberal? Kenapa kamu lebih kaku. dari kami?¡± Sekarang, Vivin merona seperti tomat. Sementara itu, lki tua itu mengacungkan tongkatnya di udara dan memerintahkan, ¡°Nona. Williardi, aku bukan orang yang tidak masuk akal. Saya tahu. apa yang kau mi bukah keshan dan saya tidak menyhkan kau untuk itu. Namun, saya sekarang membutuhkan kau untuk memberikan yang terbaik. Waktu tidak akan menunggu siapapun. Jadi, kalian berdua akan mewujudkan pernikahan kalian di v mm ini!¡± Bab 83 Bab 83 Bab 83 Kamar Tidur yang Disiapkan Khusus Vivin tercengang. Sempurnakah pernikahan kita mm ini? Sebelum dia bisa pulih dari kagetnya, Tuan Normando berteriak, ¡°Tuan. Zein!¡± Pintu ruang kerja terbuka dan seorang kep pyan tua bergegas masuk. ¡°Pak. Zein, bawa Nona Williardi dan Finno ke kamar tidur sekaligus.¡± Pak Normando tidak bisa menahan tawanya. ¡°Aku secara khusus menyiapkan kamar tidur itu untukmu!¡± Apa? Bahkan ada kamar tidur yang disiapkan khusus? Bahkan sebelum dia sempat menanyakan kamar macam apa itu, Vivin dibawa keluar dari ruang kerja oleh Pak Zein. Tepat seth mereka pergi, mereka masih bisa mendengar tawa hangat Pak Normando dari koridor. Pak Zein membawanya ke kamar tidur dintai tiga. Saat masuk, Pak Zein dengan lembut meyakinkannya, ¡°Kalian berdua memiliki seluruhntai ini untuk diri kalian sendiri. Oleh karena itu, kau dapat mkukan apa pun yang kau suka dan tidak perlu khawatir seseorang dapat mendengar kau atau bahkan mengganggu kau.¡± Ketika Vivin mengerti apa yang coba dikatakan Pak Zein, wajahnya memerah. Bahkan sebelum dia bisa menjawab, Pak Zein th mendorongnya ke dm ruangan. Pada saat dia berhasil menenangkan diri, kep pyan th menutup pintu. Ka-chak! Dia bisa mendengar dia dikunci dari luar. Karena ketakutan, Vivin menggedor pintu, ¡°Tuan. Zein, kenapa kamu mengunci pintunya?¡± Tidak ada yang menjawab dari luar. Vivin menjadi cemas dan mencoba membukanya. Tapi, itu terkunci rapat dari luar dan tidak mau mengh. ¡®Kamu bisa berhenti menggedor pintu. Mereka mkukannya dengan sengaja.¡± Tepat ketika Vivin mi khawatir, dia mendengar suara dingin keluar dari bkangnya. Terkejut, dia berbalik dan melihat Finno duduk di bkangnya. Di bawahmpu kuning redup, Finno sedang duduk di kursi rodanya. Dia th melepas jaketnya dan hanya mengenakan kemeja putihnya. Dua kancing teratas sudah longgar, memperlihatkan tng sngka seksinya. ¡°Finno?¡± Vivin sadar kembali dan mengamati ruangan. Ketika tatapannya jatuh ke tempat tidur di tengah, matanya memblak kaget. ¡°Apakah ini kamar yang akan kita habiskan mm ini? Bukankah tempat tidurnya telu kecil?¡± Tempat tidur di depannya tampak seperti tempat tidur super single. Itu hampir tidak bisa muat dua orang dan bahkan saat itu, kedua orang itu akan saling menempel erat. ¡°Mm.¡± Sudah js bagi Finno sejak awal. ¡°Mereka harus menjadi bagian dari rencana mereka.¡± Vivin akhirnya mengerti apa yang dimaksud tetua Pak Normando ketika dia mengatakan ¡®disiapkan secara khusus. Memikirkannya saja sudah membuatnya merona. Vivin dan Finno memang tidur bersama di rumah. Tapi, mengingat tempat tidurnya cukup besar, mereka jarang mkukan kontak fisik. Namun, tempat tidur di depan mereka sangat berbeda. ¡°Baru saja,¡± Finno bertanya tiba-tiba ketika dia berbalik ke arah Vivin, ¡°apa yang kakek bicarakan denganmu?¡± Ketika Vivin mengingat topik yang dibicarakan oleh tetua Pak Normando dan dia, pipinya. terbakar dengan intensitas yang lebih besar. ¡°Erm, t-tidak banyak.¡± Vivin telu malu untuk menceritakan apa yang mereka diskusikan. Tapi, karena dia tidak terbiasa berbohong, kata-katanya terdengar sangat kaku. Dia mengangkat alisnya dengan rasa ingin tahu, Finno berdiri dan mendekati Vivin. ¡°Bahkan jika kamu tidak memberi tahuku, aku dapat dengan mudah menebak apa yang Kakek bicarakan denganmu.¡± This content is ? N?velDrama.Org. Pipi Vivin terasa seperti neraka yang mengamuk sekarang. ¡°B-benarkah?¡± Finno berdiri tepat di depan Vivin sekarang. Ketika dia melihat betapa malunya dia, dia hanya menganggapnya itu sangat menggemaskan. Pada saat itu, dia tidak bisa menggodanya. ¡°Tentu saja.¡± Finno sengaja merendahkan suaranya agar terdengar lebih memikat. Lebih jauh, dia bahkan meletakkan tangannya di pintu di samping pipi Vivin sebelum mencondongkan tubuh untuk mendekatkan dirinya. ¡°Kurasa dia ingin kau punya anak denganku?¡± Vivin menurunkan pandangannya karena dia tidak bisagi merasakan pipinya. ¡°Tepat sekali. Erm, bagaimanapun juga, mereka adh tetua kita. Itu normal bagi mereka untuk mengkhawatirkanmu, bukan?¡± Suara Vivin pehan melunak saat Finno menurunkan wajahnya ke arahnya. Mereka sekarang begitu dekat satu samain sehingga pipi mereka hampir bersentuhan. Ketika dia merasakan napas maskulin Finno menyelimuti seluruh tubuhnya, dia menjadi gugup karena jantungnya mi berpacu. Bab 84 Bab 84 Bab 84 Hawa Nafsu Finno Awalnya, Finno hanya ingin bercanda dengan Vivin. Namun, ketika dia mendekatinya, dia mencium bau harumnya yang samar. Tepat pada saat itu, dia bisa merasakan jantungnya mi berdebar. Untuk beberapa san, Vivin sangat menarik hari itu. Rok ketatnya menggambarkan sosok anggunnya dm tampn penuh. Dari tingginya, dia bisa dengan js melihat lekukan lembut dan kulit seputih salju. Wajahnya yang kecil, cantik, dari dekat berwarna merah kemerahan. Menyerupai apel, imut dan bt, lembut dan berair, menggoda semua orang untuk mendekat dan menggigitnya. Finno menghibur di pikiran itu untuk sementara waktu. Daya tariknya segera telu berat untuk ditanggungnya, jadi dia menyerah pada godaan. Di membungkuk, mencondongkan tubuh mendekat dan dengan lembut menggigit pipi Vivin yang memerah, mengejutkan Vivin dm prosesnya. Dia terkejut dan hanya bisa membisikkan suku kata. ¡°Ah?¡± Teriakan kecil itu membuat jantungnya berdebar seperti bulu,ngsung memicu gairah dm dirinya. Melemparkan kehati hatian ke angin, dia tiba-tiba mengangkat tangannya dan menggenggam pinggang Vivin. Mengangkatnya dengan pelukan, kedua tubuh mereka bersentuhan dm. pelukan yang manis. Merasakan kehangatan tubuhnya mengalir ke tubuhnya, Vivin menjadi bingung dan hanya bisa tergagap. ¡°F-Finno? Kamu¡­¡± Dia tidak menyadari bahwa setiap kata yang dia katakan hanya membuatnya merasa lebih terangsang. Dia hampir tidak bisa mempertahankan san terakhirnya. Godaan itu telu kuat. Menurunkan kepnya, dia dengan lembut membi daun telinganya yang memerah dengan bibirnya saat dia berbisik dengan suara rendah, ¡°Vivin sayang, mengapa kita tidak mkukan apa yang kakek inginkan? Mari kitanjutkan, oke?¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Sentuhan hangat dan sensual ke daun telinganya mengirimkan arus sensasi yang menggetarkan ke seluruh tubuhnya. Hal itu sangat mati rasa sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bergidik senang. Sejujurnya, dia sudah siap secara mental untuk ini. Lagip, mereka sudah menikah. Finno hanya perlu bertanya, dan sebagai istrinya, dia akan dengan senang hati menawarkan dirinya kepada Finno tanpa menk. Terlebihgi, ketika tetua Tuan Normando baru saja mengatakan hal itu padanya, dia berpikir dm hatinya untuk menyempurnakan pernikahan mereka. Dia terkejut bahwa dia tidak menk gagasan itu. Karena itu, seth mendengar permintaan Finno, dia mengangguk malu-malu saat dia merasakan telinganya terbakar dan wajahnya semakin panas. Merasakan persetujuan malu-malu dari wanita yang saat ini berada di pelukannya, api gairah dm Finno meny lebih terang, dan diangsung melepaskan ikatan terakhirnya yang menahannya. Tiba-tiba, dia menundukkan kepnya danngsung mengunci bibirnya dengan bibir Vivin. Aroma lembut dan manis memenuhi indranya. Lidahnya, merasakan manisnya ciuman yang memabukkan, Sensasi seperti itu¡­ Apakah saya th dibius oleh wanita ini? Hanya ciuman saja sudah cukup untuk membuatku. kehngan semua kendali diri dan membangkitkan naluri duniawi dm diriku. Finno menyematkan Vivin ke pintu. Dia menyelipkan tangannya ke punggungnya yang mulus, sebelum akhirnya tiba di tepi roknya. Gaun yang dia kenakan sangat rumit untuk dibuka. Finno mendapati dirinya meraba-raba mencari ritsleting. Tetapi karena nafsunya semakin membara, dia kehngan kesabaran dan memutuskan untuk merobek gaun itu darinya. Sin! Gaun itu dengan cepat terkoyak dan terlepas dari bahu putih susu Vivin. Di bawah cahaya redup, dengan sosok penuh Vivin di depannya, Finno merasa tenggorokannya tercekat karena kegembiraan. Dengan status dan kekayaannya, tidak pernah ada kekurangan wanita yang mau menawarkan diri kepadanya. Faktanya, ada banyak wanita yang mencoba merayunya, membangunkannya, dan membawanya ke ranjang mereka. Namun dia berhasil mwan mereka semua dan tetap tenang. dan tenang mlui semua itu. Namun, itu juga membuat Pak Normando dan Marthin yang lebih tua mempertanyakan apakah kasus penculikan sepuluh tahun yanglu th mempengaruhi dirinya secara fisik dan mental. Meskipun demikian, dengan dia menghadapi Vivin saat ini, dia merasa bahwa tubuhnya bukangi miliknya. Insting primitif dan duniawinya mengambil alih, membuat api nafsu berkobar liar di dm dirinya, menggodanya untuk menerkam dan memilikinya secarangsung. Karena Vivin sudah memberikan persetujuannya, Finno berhati-hati dan melepaskan hasrat batinnya sepenuhnya kali ini. Segera, bibirnya panas meninggalkan bibir Vivin dan mi turun, pertama berhenti di lehernya sebelum bergerak lebih dekat ke tujuan yang diinginkannya. Tapi pada saat itu¡­.. ¡°Tidak!¡± Vivin tiba-tiba memekik dan mendorong Finno menjauh. Dia tidak berharap dia menknya dengan cara seperti itu. Terperangkap lengah, dia terhuyung beberapangkah ke bkang. Melihatnya dengan terkejut, dia melihat wajah merah dan mata berairnya, menunjukkan ekspresi gelisah. Saat itu juga, dia merasa seh-h seember air es dituangkan ke atasnya, memadamkan api nafsu duniawi yang meny-ny di dm dirinya. Ekspresi bersh terpampang di seluruh wajah Vivin saat dia menyadari bahwa dia mungkin. berlebihan. Dengan hati-hati mendekati Finno, dia tergagap meminta maaf, ¡°A-Maaf¡­ A-Hanya saja¡­ A-aku tiba-tiba teringat sesuatu dari dua tahunlu¡­¡± Bab 85 Bab 85 Bab 85 Trauma Vivin Peristiwa yang terjadi dua tahunlu itu masih menghantui Vivin hingga saat ini. Itu adh mimpi terburuknya. Bukan karena dia th kehngan miliknya yang paling berharga dm semm. Namun sebaliknya, dm satu mm itu, reputasinya hancur. Untuk waktu yangma seth itu, dia bahkan tidak tahan berada di dekat seorang pria, apgi berkomunikasi dengannya. Bahkan berjabat tangan denganwan jenis akan memicu ketakutannya. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Sekarang seth dia pulih, dia berpikir dia bisa menerima bersama Finno. Tanpa diduga, tubuhnya masih secara naluriah menk seg bentuk keintiman dengan seorang pria. Melihat betapa kecewanya Finno, dia dipenuhi dengan rasa bersh yang tak terucapkan. Bagaimana jika Finno berpikir bahwa aku sengaja bermain keras? Atau bahwa saya bersikap sok? Lagip, mereka sudah menikah. Sin itu, dia juga th memberikan persetujuannya. Jadi, baginya untuk menk pada jam kesebs dengan cara yang tiba-tiba ketika keadaan mi membaik¡­ Tidak ada orang yang akan mampu menanggung penkan yang begitu memalukan. Dengan pemikiran itu, dia menggertakkan giginya dan dengan hati-hati mendekati Finno. Menempatkan lengannya di lehernya, dia bergerak untuk menciumnya, ingin menykan. kembali nafsu dm dirinya. Tiba-tiba, Finnio mengangkatnya dengan lembut dan membaringkannya di tempat tidur. Berpikir bahwa dia akan mnjutkan di mana dia tinggalkan, Vivin menegangkan tubuhnya sebagai persiapan. Kali ini, dia ingin memastikan tubuhnya akan menurut dan tidak mendorongnyagi secara naluriah. Dia menunggu untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi. Namun, Finno tidak mkukan gerakan sensual. Sebaliknya, dia mengambil selimut di sebhnya dan menutupi tubuhnya. Tertegun, Vivin menguatkan dirinya untuk bertanya, ¡°Apakah kamu marah padaku?¡± Saat Finno duduk di sisi tempat tidur, dia memandangnya dengan sepasang mata yang tenang dan menenangkan dan menjawab, ¡°Tidak.¡± ¡°Lalu mengapa¡­¡± ¡°Kenapa aku tidak mnjutkan?¡± Memotongnya dengan menyelesaikan pertanyaannya, dia mengusap pipinya dengan lembut dengan jari-jarinya sebelum berbisik lembut padanya, ¡°Karena aku harap kamu akan menikmatinya juga, bukan hanya bertahan denganku.¡± Sejujurnya, dia terangsang oleh tubuhnya. Faktanya, dia menginginkannya dan kemudian. Jika dia tidak peduli padanya sejak awal, dia akan bertahan atau bahkan memaksakan dirinya padanya. Lagi p, sebagai seorang pria, menahan diri seth keinginan duniawinya terbangun adh hal yang sulit dkukan. Namun, dia telu menyayangi Vivin untuk menyerah pada keinginan egoisnya. Dan karena dia peduli, dia tidak ingin pengman pertama mereka berubah menjadi kenangan yang mengerikan untuknya. Jika dia egois, seberapa berbeda antara dia dan pria yang th menyakitinya dua tahunlu? Vivin tidak mengharapkan penerimaan yang begitu lembut dari Finno. Pada saat itu, dia merasa hatinya sangat tersentuh oleh ketulusannya. Perasaan cinta tumbuh dm dirinya. Pria dan wanita berbeda. Bagi seorang wanita, merawat seseorang berarti memberikan dirinya. sendiri kepada pria itu. Bagi seorang pria, merawat seseorang berarti bersabar untuknya. Matanya berkedip saat dia meringkuk di bawah selimut lembut, tubuhnya yang tegang akhirnya rileks. Terima kasih. Finno.¡± Dia terkekeh, berdiri, dan berjn ke kursi di sebh meja sebelum duduk. ¡°Hari ini, kamu akan menjadi orang yang tidur di tempat tidur.¡± Merasa terperanjat, dia bertanya dengan prihatin. ¡°Lalu bagaimana denganmu? Bukankah kamu harus tidur?¡± ¡°Tempat tidurnya telu kecil, dan hanya ada satu set selimut. Lupakan.¡± Vivin mengerutkan kening dan bersan, ¡°Meskipun tempat tidurnya kecil, itu cukup lebar untuk menampung kami berdua. Ayo, masuk. Kamu harus tidur denganku mm ini. Finno tiba-tiba memberinya tatapan penuh pengertian, ¡°Vivin, apakah kamu menantang pengendalian diriku?¡± Diangsung membeku. Dia hampir lupa bahwa dia th menggoda Finno sampai batasnya hari ini. Bahkan mungkin. melewati itu. Namun dia tidak memberikan dirinya kepada pria itu. Dia pasti menahan keinginan duniawinya dengan sungguh-sungguh, dan bahkan memintanya untuk tidur denganku¡­ Dia telu mengabaikan kebutuhannya. Tidak berani berbicaragi, Vivin dengan patuh menutupi dirinya dengan selimut dan berbaring diam. Sementara itu, di ruang kerja,tetua Pak Normando sibuk mondar-mandir dengan cemas. Saat pak zein masuk, pak Normando yang lebih tua bergegas mendekat dan dengan gugup bertanya, ¡°Bagaimana? Bagaimana kabar mereka berdua?¡± ¡°Mereka sudah mundur ke kamar mereka. Adapun apa yang terjadi snjutnya, saya tidak tahu persisnya,¡± jawab Pak Zein jujur. Lagi p, dia tidak berani menguping. Mengangguk, Pak Normando yang lebih tua mengh nafas, ¡°Saya berharap mereka berdua lebih memperhatikan kakek tua ini di sini dan mhirkan cicit saya lebih cepat.¡± ¡°Jangan telu khawatir tentang itu, Pak,¡± Pak Zein menghibur dengan ekspresi khawatir di wajahnya. ¡°Saya hampir lupa,¡± seru tetua Pak Normando ketika sebuah pikiran tiba-tiba muncul di benaknya. Wajahnya berubah dingin pada saat itu ketika dia bertanya, ¡°Apakah kamu berhasil mengetahui lebih banyak tentang foto itu hari ini?¡± Bab 86 Bab 86 Bab 86 Permintaan Tetua Normando Itu harusnya menjadi pesta besar pada hari itu, tapi dihancurkan oleh seseorang yang menayangkan foto-foto itu. Apakah tujuannya untuk menghina keluarga Normando atau Vivin, hal itu g. Pak Zein mengangguk, ¡°Iya. Pkunya adh tunangan dari cucu Anda, Nona Alin.¡± Mendengar nama pkunya tidak membuat Tuan Normando terkejut. Mh, ia tersenyum. mengejek saat mendengar nama itu, ¡°Sudah kuduga. Aku sudah mencurigainya dari awal. Gadis itu tidak baik. Dia pengacau.¡± Pak Zein meny dengan sopan, ¡°Mungkin itu ada hubungannya dengan hubungan antara Nona Wrdi dan cucu Anda saat di universitas dulu.¡± Dengan mengangguk setuju, Tuan Normando mendengus, ¡°Paman dan keponakan sama-sama jatuh cinta pada wanita yang sama. Kami, keluarga Normando juga sh karena menghasut hal seperti itu.¡± ¡°Tapi Nona Wirdi adh satu-satunya wanita yang bisa menarik perhatian putra kedua Anda. Bagaimanapun, saya yakin Anda tetap akan mendukung hubungan mereka.¡± Pak Zein sudah menjadi orang kepercayaan Tuan Normando sma bertahun-tahun dan bisa dengan mudah memahami jn pikiran pria itu. ¡°Kau benar.¡± Sambil menggosok-gosokkan mata lhnya, Tuan Normando mnjutkan, ¡°Untuk pengacau bernama Alin itu, pergh beritahu Fabian tentang perbuatan jahatnya.¡± ¡°Apa Anda tidak mau mengurusnya secara pribadi?¡± ¡°Meh. gadis liar seperti itu? Dia tidak pantas untuk membuatku bergerak sendiri.¡± Dengan nada mengejek, Tuan Normando berkata, ¡°Jika Fabian bahkan tidak bisa mengatur wanitanya sendiri, maka dia tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Normando.¡± ¡°Baik, saya paham.¡± Mematuhi perintahnya, Pak Zein memutuskan untuk pergi. Saat Tuan Normando berjn menuju sisi ranjangnya, dia menatap bn dari jend kamarnya. Pikirannya tiba-tiba ingat pada kejadian dintai dansa, dimana Finno tersenyum senang sambil berdansa bersama Vivin. Wajah berkerutnya yang tengah mengernyitngsung melunak. Sudah berapama ya¡­ Sejak aku terakhir kali melihat Finno tersenyum seperti itu? Kupikir Tuhan sudah mengabulkan doaku agar Finno bertemu dengan seorang wanita yang akhirnya bisa membuatnya tertawagi. Saat ini, harapannya satu-satunya adh agar keduanya segera dikarunia anak. Saat Tuan Normando mengkhawatirkan mereka, gairah asmara yang berapi-api di kamarntai atas justru th mendingin. Finno tengah duduk diatas kursinya. Dia tengah menyandarkan kepnya pada tangannya, dan kedua matanya terpejam saat dia memutuskan untuk beristirahat. Wupun mm semakinrut, Vivin terus gelisah membalikan badan, tak bisa tidur. Seth keheningan panjang, akhirnya dia bersuara, ¡°Finno, aku tidak bisa tidur. Bagaimana ku kita mengobrol?¡± Sambil tetap memejamkan matanya, Finno menjawab dengan acuh, ¡°Memangnya mau mengobrol apa?¡± ¡°Tentang ¡­¡± Vivin berhenti untuk berpikir sejenak,lu mnjutkan, ¡°Bagaimana kakekmu bisa tahu¡­ ku kita berdua belum mkukan hubungan suami istri?¡± ¡°Muti dan Lubis yang memberitahu tentang itu,¡± js Finno apa adanya. ¡°Lagi p, mereka berdua adh anak buah kakek. Meskipun mereka bng bahwa mereka ditugaskan oleh kakek untuk menjagaku, tetapi sebenarnya mereka adh mata-mata kakek.¡± N?velDrama.Org copyrighted ? content. Seketika itu Vivin mengerti mengapa Finno slu menyuruh Muti dan yanginnya pergi. Ternyata Finno sudah mengetahui tujuan mereka sejak awal. Wupun sebenarnya Tetua Normando hanya ingin memantaunya, akan tetapi tidak ada satu orang pun yang suka berada di bawah pengawasan ketat seperti itu, terlebih bagi Finno yang berniat mengbui orang-orang bahwa dia terikat harus duduk di kursi roda. ¡°Omong-omong¡­¡± Vivin ragu sejenak sebelum mnjutkan bicaranya, ¡°Kenapa kamu tidak jujur saja pada kakekmu bahwa kamu sebenarnya tidak cacat? Aku bisa merasakan ku kakekmu sangat sayang dan memperhatikanmu.¡± Finno membuka matanya sembari menegaskan ¡°Aku tahu kakek sangat menyayangiku. Namun, usianya sudahnjut dan dia ingin menikmati kehidupan keluarga dengan tenang. Akan tetapi, karena hal ith, peniannya menjadi mash.¡± Vivin menoleh ke arahnya dengan penuh kebingungan, ¡°Penian apa?¡± ¡°Penian terhadap tiap anggota keluarga.¡± Finno menjskan, ¡°Contohnya, kakek slu ingin Marthin dan aku bisa akrab. Oleh karena itu, apab tahu kenyataan tentang kakiku ini, kakek bisa tanpa sengaja mengungkapkannya pada Marthin.¡± Vivin sesaat terkejut sebelum akhirnya dia paham. san di balik kepura-puraan cacat kakinya itu adh untuk mengbui Marthin. Hubungan inter-personal di sebuah keluarga terkemuka seperti keluarga Normando ini benar- benar rumit. Tiba-tiba merasa pusing mendengarnya, Vivin pun memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Dengan mata mengantuk, samar-samar dia melihat Finno duduk di meja sembari menatap sesuatu di tangannya. Dm cahaya remang-remang, Vivin melihat sesuatu yang bersinar pada tangan Finno, seperti sebuah liontin kristal. Apakah itu liontin yang waktu itu? Dm keadaan setengah sadar, Vivin merasakan sedikit kegundahan di dm hatinya. Liontin itu. Punya siapa? Siapa orang yang bisa membuatnya sedemikian peduli dengan liontin itu? Sgi berpikir dm kantuknya,mbatun Vivin pun tertidur lp. Bab 87 Bab 87 Bab 87 Alin Si Mnkolis Ketegangan yang berada di areain Rumah Tua keluarga Normando ini sangah js terasa b dibandingkan dengan ketenangan yang ada di kamar Vivin. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Fabian berjn menuju kamarnya dengan wajah suram. Alin yang sudah mengenakan gaun¡¯ mmnya, buru-buru menghampiri dan merangkul tangannya. ¡°Fabian, kau dari mana saja? Aku sudahma menunggumu sejak aku selesai mandi tadi.¡± Alin sengaja memakai gaun sutra berendanya. Dm sinarmpu temaran, dia tampak sangat menggoda saat dia menempelkan dadanya ke lengan Fabian. Meskipun wanita seksi itu menggyut pada lengannya, Fabian tetap bergeming dan menatapnya dengan muram, ¡°Alin, apa ada sesuatu yang ingin kau jskan padaku?¡± Seketika Alin kaget dengan pertanyaan Fabian,lu bersikap pura-pura tidak tahu. ¡°Apa yang harus kujskan padamu? Kau ini kenapa sih, Fabian?¡± *Foto-foto hari ini.¡± Melihat Alin bersikap pura-pura tidak tahu, Fabian mi kehngan kesabarannya. ¡°Siapa yang mengizinkanmu menyebarkan foto-foto aib Vivin?¡± Wajah Alin seketika berubah pucat. Apa dia tahu bahwa aku pkunya? ¡°Fabian¡­ kau¡­ pasti sudah sh paham?¡± Alin mi mntur karena panik, ¡°Aku tidak tahu bagaimana bisa foto saudara perempuanku itu tiba-tiba tersebar, tetapi kau harus yakin bahwa aku¡­¡± ¡°Alin Martha! Berani-beraninya kau! Masih bersikap pura-pura tidak tahu di saat seperti ini?¡± Fabian memotong perkataan Alin, penuh kekesn pada orang yang ada di hadapannya ini. Amarahnya memuncak, Fabian mendorongnya sambil berkata, ¡°Kakek Buyut sudah tahu yang sebenarnya! Menurutmu Kakek Buyut akan berkomentar apa terhadapku seth kejadian memalukan ini?¡± Apa? Tetua Normando juga sudah tahu? Wajah Alin berubah pucat pasi. Dia tidak mengantisipasi bahwa dm semangatnya untuk mencipta citra buruk Vivin, dia mh menohok dirinya sendiri. Sambil menatap Fabian yang berdiri di hadapannya, Alin menyadari bahwa Fabian adh satu- satunya orang yang bisa ia pert. Dm sekejap matanya memerah saat ia menggyut mems di lengan baju Fabian. ¡°Fabian, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf. Sma ini aku dibutakan oleh ego dan emosiku sendiri, yang th membuatku bertindak tidak pantas seperti ini. Kau tidak akan meninggalkanku karena hal ini, kan?¡± Sambil memohon, air matanya pun jatuh. Tidak dapat dipungkiri, Alin benar-benar gadis yang cantik. Meski berpura-pura, tampangnya yang sedang menangis tersedu-sedu ini sudah cukup meluluhkan hati. Bagaimanapun juga, Alin tetah kekasihnya. Fabian merasakan hatinya melembutlu memnkan suaranya. ¡°Alin, katakan padaku. Apa sanmu mkukan semua hal itu?¡± Alin mnjutkan aktingnya, sambil menggigit bibirnya dia berbisik, ¡°Karena aku begitu takut¡­¡± ¡°Takut akan apa?¡± ¡°Aku takut kau masih memiliki perasaan terhadap saudara perempuanku. Aku takut kau akan kembali menjalin hubungan dengannya,lu¡­ meninggalkanku¡­¡± Fabian tidak menyangka akan jawabannya itu. Sejenak dia tertegun, bingung. Akan tetapi, melihat wajahnya yang tersenyum, wu dengan bekas air mata, hatinya pun terenyuh. Dia mengulurkan tangannya dan memeluk erat Alin. ¡°Lugu sekali.¡± bisik Fabian di telinganya. ¡°Seth skandal menjijikan yang dkukannya dua tahunlu, apa menurutmu aku masih ada urusan dengannya?¡± Mendengar hal itu, perasaan Alin tetap tidak karuan, mungkin ada hubungannya dengan begitu banyak hal tak beres yang terjadi hari itu. Bahkan, bukannya merasa lega mendengar kata-kata manis Fabian, hal itu justru memperburuk perasaan yang ada di hati Alin. ¡°Fabian.¡± Sambil merangkul tangan Fabian, Alin memberanikan diri bertanya, ¡°Apab kau mengetahui bahwa dua tahun sebelumnya¡­ saudara perempuanku itu¡­ tidak mkukan semua hal itu. Apakah kau akan kembali padanya?¡± Jauh di lubuk hatinya, sampai kapanpun hal ini akan slu menjadi duri dm daging. Alin berharap bahwa sma Fabian dan Vivin berpisali, mereka berdua tidak akan berurusangi dan akan menjadi orang asing bagi masing-masing. Namun, kehidupan nyata, tidah sama dengan sron TV di mana sang pemeran utama masih saling merindukan. Namun, pikiran ini takgi membuatnya yakin. Alin tidak pernah menyangka bahwa Fabian pada akhirnya akan menjadi atasan Vivin di kantor. Takdir lain pun akhirnya membawa Vivin menjadi istri Finno, yang membuatnya menjadi bibinya Fabian. Semenjak mengetahui Vivin adh staf di bawah Fabian, Alin menjadi sangat khawatir b Vivin berniat untuk mengrifikasi apa yang sebenarnya terjadi di masalu. Namun, entah mengapa Vivin tidak pernah menjskan hal itu. Di samping kebingungannya, Alin pun merasa lega. Meskipun begitu, hal ini masih sangat mengganggunya sehingga tetap membuatnya cemas. Menyaksikan gerak-gerik Fabian terhadap Vivin akhir-akhir ini, Alin menyadari bahwa dirinya tidak boleh menganggap remeh hubungan di antara mereka berdua. Dia sangat cemas, takut apab Fabian berniat menjalin kembali hubungan dengan Vivin, terlebih apab dia mengetahui kenyataan mengenai insiden itu beberapa tahunlu. Bab 88 Bab 88 Bab 88 Kebingungan Seorang Fabian Sementara itu, Fabian terdiam sejenak. Dia tidak pernah mengira Alin akan menyatakan kata- kata itu, apgi mempertanyakan perasaannya terhadap Alin. Meskipun begitu, dia cepat tersadar dan ekspresi dinginnya kembali terlihat di wajahnya. ¡°Aku sudah melihat semua foto itu. Sh paham bagaimana? Apa yang mau kau jskangi?¡± Melihat ketegangan di wajahnya, Alin tidak berani berkata apa-apa. Fabian mengamati wanita dengan wajah sedih dan tertekan yang ada dm dekapannya ini,lu tiba- tiba teringat akan sesuatu. Alisnya mengernyit sembari bertanya, ¡°Oh iya, kenapa dan bagaimana foto itu bisa ada di tanganmu?¡± Bagaimanapun juga, foto-foto itu dikirim kepadanya mlui email tanpa nama pengirim. Fabian tidak pernah memperlihatkannya pada siapapun kecuali kepada Finno dan Vivin. Bagaimana Alin bisa tahu mengenai foto-foto ini? Pertanyaan itu membuat Alin tercengang. Dia telurut dm kekhawatirannya, dan awalnya ia berpikir bahwa dia th berhasil mengganti topik obrn. Mendengar pertanyaan Fabian ini. wajahnya pun sekaligi berubah pucat. Oh tidak! Aku hampir lupa. Aku belum menjskan bagaimana foto itu bisa tersebar! Sadar akan wajah Alin yang tiba-tiba berubah pucat, sesuatu dm diri Fabian pun mengusiknya. Menyadari pehan kebenaran kenyataan yang terjadi, dia pun melepaskan Alin pehan dari dekapannya. Dengan ekspresi serius dan alis menaik, Fabian bertanya dengan tajam, ¡°Alin, apakah kau yang mengirimkan foto-foto itu kepadaku?¡± Alin hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia tahu bahwa dia sedang dm mash besar. Sesungguhnya, hanya beberapa harilu, ketika pertama kali Alin mengetahui bahwa Vivin th menikah dengan Finno, pikirannyangsung dipenuhi kemarahan dan kedengkian sehingga mengantarnya pada sebuah rencana saat itu untuk mensabotase Vivin tanpa perencanaan hati- hati dan matang. Terlebih, awalnya dia sangat percaya diri dengan rencananya itu. Bahkan dia sudah menyuap pyan keluarga Normando untuk membantunya. Seth urusan selesai, dia mengatur pyan untuk mengundurkan diri dan pergi, kemudian merapikan seg sesuatunya dan memastikan bahwa seluruh plot tak akan terungkap. Kendati mksanakan rencananya itu, Alin justru th meremehkan pengaruh keluarga terkemuka Normando. Dengan kekuasaan dan ketangkasannya, proses penyelidikan ini berjn lebih cepat daripada yang ia perkirakan. Mm itu pun, tindakan Alin terungkap. Pada akhirnya dia tidak memberikan san dari mana asal foto tersebut. Pada saat Alin mendengar pertanyaan Fabian, seketika dia takut setengah mati. Pikirannya kacau bu dan berharap dia dapat menghng ke suatu tempat sekarang juga. Memang, apakah ini kejadian dua tahunlu atau kasus baru, foto yang ada di tangan Fabian itu js dikirim olehnya. Karena kejadian dua tahun yanglu sebenarnya direncanakan olehnya. Bahkan dia juga yang memasang kamera tersembunyi di dm hotel yang menghasilkan semua foto itu. Tentu saja, Fabian tidak pernah tahu mengenai semua ini. Sgi mencoba menenangkan diri secepat yang dia bisa, sebuah ide tiba-tiba muncul di benaknya. Semangatnya membara dengan ide cemeng, bersamaan dengan kepercayaan dirinya. Dengan sengaja pura-pura ketakutan, Alin buru-buru berkata, ¡°Fabian, apab aku ungkapkan bagaimana aku memiliki semua foto ini, apa kau akan menyhkanku?¡± Dengan menatap tajam ke arahnya, Fabian berkata, ¡°Katakan saja dulu, dari mana kau bisa mendapatkan foto-foto itu?¡± Alin sengaja menghindari tatapan tajam mata Fabian dan dengan suara terbata-bata, dia berbisik, ¡°Mmm, sebenarnya¡­ aku menemukan foto-foto itu di dm ponselmu ketika diam-diam aku melihat- lihat isinya.¡± Dengan wajah jengkel. Fabian menatapnya dengan seksama, mencoba menangkap tanda-tanda kebohongan dm apa yang dikatakannya. Lagi p Fabian tidak mengharapkan penjsan darinya dan tidak adain kecuali tertegun. ¡°Kau mengintip isi ponselku?¡± ¡°Iya.¡± Mendapatkan momentum, Alin pun mengumpulkan keberanian dan mnjutkan, ¡°Apa kau ingat sewaktu kita berdua di restoran hari itu? Aku ingat sikapmu waktu itu sangat aneh. Aku curiga ku kau memiliki wanitain. Aku benar-benar takut. Lalu di saat ada kesempatan, aku buka ponselmu dan melihat email. Di dm inbox-nya, ada email tanpa nama pengirim. Aku klik dan baca apa isinya¡­ aku tidak menduga akan menemukan foto-foto itu. Sepertinya aku telu kaget sampai aku secara instink mengirimnya ke emailku.¡± Fabian mengernyitkan wajahnya, mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa hari itu. Dia ingat beberapa hari seth dia menerima email tanpa nama pengirim itu, dia dan Alin memang makan bersama. Dia telu terpaku dan kkhawatir sepanjang waktu karena foto-foto skandal Vivin. Mengapa semuanya terasa begitu mudah? Melihat Alin yang berada di sebhnya, Fabian menangkap mata perempuan itu memerah. Alin terlihat begitu menyedihkan seperti seekor kelinci kecil tak berdaya. Tampangnya yang seperti ini tiba- tiba saja menimbulkan perasaan simpati dm diri Fabian. Fabian memutuskan untuk percaya padanya, ¡°Ok, aku mengerti.¡± Sembari mengelus-elus bahunya, Fabian bercanda, ¡°Jangan berwajah mems seperti itugi ya seakan-akan aku th merundungimu.¡± Alin menggigit bibirnya dengan penuh harap sambil meliriknya pehan, ¡°Fabian, berarti kau tidak akan menyhkankugi, kan?¡± Menyhkanmu? Tentu saja aku menyhkan dirimu. Terutama saat aku ingat akan raut wajah di mata Vivin ketika foto-foto aib itu muncul. Nyatanya, dia sangat marah sampai rasanya ingin membatalkan pertunangannya dengan Alin saat itu juga. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Akan tetapi, melihat mata Alin yang sangat mirip dengan Vivin, dia urung mkukannya. Sejak kepngannya, Fabian telu fokus terhadap perselingkuhan Vivin dan melupakan Alin begitu saja. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri jika dia sudah tidak ada rasa terhadap hubungan mereka berdua akhir-akhir ini. Pada akhirnya, dia baru merasakan bahwa Alin mkukan ini semua karena rasa cintanya padanya. Mata Fabian tiba-tiba terbuka lebar: Andai saja Bab 89 Bab 89 Bab 89 Kegundahan Dm Dirinya Andai saja Vivin bisa mencintaiku syaknya Alin mencintaiku, sampai r berkorban mkukan apapun demi diriku¡­ Betapa bahagianya aku¡­ Mengh napas panjang, Fabian cepat-cepat tersadar akan mimpi di siang bolongnya itu. ¡°Baih kali ini kuanggap tidak ada mash. Tetapi untuk ke depannya, kau harus mendiskusikan dulu denganku sebelum mkukan sesuatu, ok?¡± Mengetahui bahwa dia tidak jadi dishkan, ekspresi lega dan bahagia tampak di wajah Alin. Sambil memeluknya, dia berjanji, ¡°Tentu saja! Aku tidak akan mkukannyagi! Aku janji! Fabian sayang, kau benar-benar baik sekali deh.¡± Alin menatapkiki di hadapannya itu, binar-binar di matanya tiba-tiba kembali. Dengan tatapan yang menggoda, ditambah suara-suara yang memikat, dia berkata dengan penuh godaan, ¡°Fabian, semenjak kepnganmu, sudahma kita berdua tidak mkukan¡­¡± Fabian dibuat terdiam. Hanyampu meja tempat tidur yang meny, cahaya di sekitarnya pun redup dan seketika suasananya dipenuhi dengan berbagai rangsangan. Dm remang-remang cahaya, wajah Alin tumpang tindih dengan wajah yang sangat dikenal dm ingatannya. Kemudian Alin mengambil inisiatif dengan memperpendek jarak di antara mereka berdua. Bibir merahnya kian mendekat seiring tubuhnya menyentuh tubuh Fabian. Fabian bisa merasakan lekukan tubuhnya itu dan seketika Alin mendesah. ¡°Fabian¡­ aku menginginkanmu¡­¡± H Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Saat Alin mendekatinya, aroma yang kuat dari tubuhnya tercium menusuk ke hidungnya. Aroma tubuhnya itu, tiba-tiba, menyadarkanmunannya, bagaikan ember berisi air dingin disiram ke hadapannya. ¡°Tidak.¡± Tegas Fabian, dia mengatakan satu kata itulu mendorong Alin. Tubuh Alin yang terhuyung-huyung menatapnya dengan penuh kekecewaan. Perasaannya js terluka sambil berteriak, ¡°Fabian¡­¡± Kaget akan sikapnya padanya, Fabian bingung bagaimana harus bersikap pada Alin, alih-alih dia hanya bisa berkata, ¡°Hari ini aku lh. Bagaimana kuin waktu?¡± Alin marah. Tidak harus berkata apa akhirnya dia terpaksa mengigit bibirnya dan mengangguk sambil berjn keluar. Fabianlu bersiap-siap untuk mandi. Sebelum dia masuk ke kamar mandi, mau tidak mau dia berbalik badan ke arah wanita yang mematung itu. Melihat Alin yang kebingungan, dia justru menambahkan garam pada lukanya, ¡°Alin sayang, parfum yang kau pakai itu telu menusuk. Jangan pakaigi, ya. Aku tidak suka.¡± Seth mengatakan kata-kata itu, dia masuk ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban darinya ataupun menoleh ke arahnya. Alin benar-benar th diabaikan, wajahnya yang pucat pasi di tengah cahaya remang-remang kamar seperti badan yang tidak ada jiwanya. Lagigi. Alin ditk Fabian. Semenjak kepngannya, Alin sudah berkali-kali mencoba mendekatinya. Setiap percobaannya slu gagal seakan Fabian menknya mentah-mentah. Tidak hanya itu, dia juga tidak pernah menghabiskan waktu bersamanya. Justru, Fabian lebih sering berada di kantor majhnya. Kantor majh di mana Vivin bekerja. Dan sekarang, dia berani mengatakan bahwa parfumku menusuk? Dasar san. Tidak tahu diri! Saat pertama kali mereka bersama, js-js Fabian sangat menyukai wangi parfum ini. Oleh karena itu, Alin slu rajin menyemprotkan parfum ini ke badannya pada siang maupun mm hari seth mandi. Jadi sekarang menurutnya aku lebih baik tidak pakai parfum apapun? Di zaman sekarang ini, perempuan mana yang tidak pakai parfum? Kecuali perempuan kuno dan miskin, Vivin itu mungkin! Vivin Williardi¡­ ¨C Seketika nama itu muncul di dm pikirannya, wajah Alin berubah pucat dan bergidik. Apa aku telu berpikir berlebihan? Fabian itu¡­ aku yakin pasti dia belum bisa melupakan Vivin! Sekaligi amarahnya memuncak dan hampir saja meledak. Dia melempar bantal dan selimut, membuat kamarnya berantakan. Vivin! Dasar kau wanita murahan! Kau itu hanyh wanita miskin, dari keluarga rendah. Memangnya apa yang kau punya sampai mau mengambilkikiku dariku?! Kau yang memaksaku masuk ke dm hubungan ini sedikit demi sedikit, sngkah demi sngkah! Maka jangan shkan aku jika mi sekarang aku tidak akan segan-segangi! Seth yakin Fabian masih berada di dm kamar mandi dia pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor seseorang yang dia kenal. ¡°Halo.¡± Seketika telepon diangkat, dia bicara dengan pn dan bernada dingin. ¡°Temukan untukku orang tua yang waktu itu. Bng padanya bahwa aku butuh bantuannya. Jika dia mau, akan kucarikan beberapa wanita cantik dan muda untuk menghiburnya. Tentu saja gratis.¡± Pagi esok harinya. Saat Vivin terbangun dari tidurnya, Finno sudah terlebih dahulu bangun dan sedang berdiri di depan cermin yang setinggingitngit, mengancingkan kemejanya. Beberapa masih belum dikancingkan, memperlihatkan dadanya yang bidang dan tegap dengan garis- garis otot yang js. Benar-benar sebuah mahakarya yang patut dipandangi, yang dicapai mlui kerja keras dan disiplin ketat. Vivin tidak menyangka matanya begitu dimanjakan pagi-pagi buta seperti ini. Dia hanya bisa melongo melihat sosok suaminya yang begitu gagahnya. Menyadari tatapan kosong perempuan itu terhadap dirinya yang terpantul di cermin, Finno berusaha keras menyembunyikan senyumnya. Dengan suara yang lembut dan jantan dia berkata, ¡°Jadi¡­ apa kau puas sekali dengan tubuhku ini?¡± Bab 90 Bab 90 Bab 90 Rasa Malu Dm Dirinya Mendengar ucapannya, Vivin tersadar darimunannya itu. Dengan mata berkedip-kedip kebingungan, Vivin teringat akan pertanyaannya atas tubuhnya itu. Seketika dia malu dan buru-buru mengalihkan pandangannya. Melihat istrinya tersipu malu sampai memejamkan matanya, Finno menaikkan alis dan mempertimbangkan tindakan snjutnya. Dengan kemeja yang dibiarkan tidak terkancing, dia berjn menuju Vivin yang menghindari tatapannya. Dia membungkukkan badannya dan memegang dagu Vivin, memaksa mengarahkan wajahnya untuk fokus padanyagi. ¡°Vivin.¡± dia berbisik lembut dan jantan. ¡°Lihah sesukamu. Aku janji kau tidak perlu membayar atas hal ini.¡± Mata Vivin terblak. Apa aku berhalusinasi? Atau seiring berjnnya waktu Finno semakin tidak malu-malugi? Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Dasar pria tidak tahu malu. Vivin tidak pernah berharap dapat mengimbangi rasa percaya diri seperti itu seumur hidupnya. Dengan wajah memerah, ia mau tidak mau menatap dada bidang.kiki di hadapannya itu. Takut Finno menangkap kegugupan di wajahnya, Vivin buru-buru mengganti topik obrn. ¡°Um¡­ menurutmu bagaimana? Apakah kakek akan tahu bahwa kita tidak mkukan ¡®itu¡¯ semm?¡± Dengan menaikan alisnya, Finno sedikit memundurkan tubuhnya dan mengangkat bahunya, ¡°Mungkin. Memangnya kenapa?¡± ¡°Jadi¡­¡± berada di dekatnya membuat Vivin resah. Ucapannya keluar begitu saja dari mulutnya tanpa sempat dia memikirkannya, ¡°Apakah menurutmu kita akan dimarahi karena tidak¡­¡± Alis Finno naik semakin tinggi, ¡°Vivin, apa yang sebenarnya ingin kau katakan, hmm?¡± Vivin segera tersadar akan maksud dari kata-katanya itu dan ia merasa seperti sedang mkukan bunuh diri. Bodohnya aku berkata demikian! Aku justru membuat diriku dm mash! ¡°A¡­ Aku tidak bermaksud seperti itu¡­.¡± dia ggapan sambil berusaha jskan, takut Finno akan sh paham. Sambil cekikian kecil, Finno berkata, ¡°Ku begitu, katakan apa maksudmu? Mungkin aku bisa dapat pencerahan?¡± Saat dia mengucapkan kata demi kata dengan nakal, napasnya berhembus tepat di ujung hidung Vivin. ¡°Tidakkah kau tahu bahwakiki memiliki kebutuhan khusus ketika bangun di pagi hari?¡± Wajah Vivin kini benar-benar memerah seperti tomat saat dia semakin tergagap. ¡°A-A, Aku tidak bermaksud¡­¡± Sebenarnya, Finno bermaksud bergurau dengan ucapannya itu, tetapi tidak menyangka perempuan mungil di hadapannya ini menganggapnya dengan serius. Melihat wajahnya yang memerah tersipu malu, sudut bibirnya menaik, menyeringai. ¡°Aku hanya bergurau,¡± bisik Finno di telinganya. Vivin mendengarnya, tetapi sebelum dia mengh napas lega, bagian kedua kalimatkiki membuat Vivin berkeringat sekujur tubuh. ¡°Bagaimanapun juga, aku mengerti maksudmu. Karena ada kebenaran di situ, maka kita harus mkukan sesuatu.¡± ¡°Hah?¡± Vivin kehabisa kata-kata. Sebelum dia sempat bertanya apa yang dipikirkan Finno,ki-ki itu sudah membungkukkan badannya dan menenggmkan kepnya di leher jenjangnya. ¡°Ah!¡± Vivin kaget dan berusaha mengk, tetapi Finno yang sudah menduga akan hal ini, menggenggam kedua tangannya dan mendorong tubuhnya ke tempat tidur. Vivin yang tidak bisa. bergeraklu terjatuh, ¡°F-Finno¡­ apa¡­ yang kaukukan?¡± Sebuah sensasi lembut dan menggelitik merangkak naik ke atas lehernya. Vivin bisa merasakan bibir Finno menggigit dan menghisap diiringi hembusan napas di sekitar lehernya. Vivin kaget rasanya ingin teriak, tetapi perasaan menggelitik ini, sensasi sensual yang dia rasakan di sekujur tubuhnya ini, membuatnya seperti berada di atas kesenangan yang membingungkan. Takma kemudian, Finno berdiri pehan, ujung bibirnya menaik, menyeringai puas. Dia tidak bisa berpaling dari tanda merah yang dia tinggalkan di leher Vivin. Tak peduli dengan rasa malu yang menyergap perempuan di hadapannya ini, dia ¡°Kurasa ini sudah cukup.¡± pun berbisik, Sebagai reaksinya. Vivin buru-buru mendorong Finno menjauh darinya,lu melompat dari tempat tidur dan buru-buru menuju ke cermin. Vivin menatap dengan teliti di depan cermin,lu tercengang dengan apa yang dia lihat. Dia bisa lihat wajahnya yang memerah, dan matanya yang berbinar-binar. Ada sesuatu yang tidak biasa namun menarik dm tatapan matanya. Apa ini¡­ benar-benar aku? Bagaimanapun ini semua bukah yang terpenting. Satu-satunya yang menyita perhatiannya adh cupang yang sangat js menghiasi lehernya itu. ¡°Finno Normando!¡± Dia benar-benar kesal. ¡°Kau¡­ bagaimana aku bisa bertemu dengan orang- orang dengan keadaan seperti ini!¡± Dengan cepat Finno menenangkannya, merangkul tangannya dengan lembut dari bkang sambil tertawa kecil ¡°Aku th meninggalkan tandaku. Bab 91 Bab 91 Bab 91 Kerumitan di antara Mereka Sambil melototi Finno. Vivin mengganti pakaiannya. Sejak dari kedatangannya semm, Muti sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk dikenakannya. Seth menikahi Finno, sebenarnya Finno th menyuruh para pembantunya itu untuk menyiapkan banyak pakaian untuknya, tetapi karena pakaian-pakaian itu telu mahal, dia tidak berani untuk banyak mengenakannya karena takut terlihat berlebihan dan menyita banyak perhatian. Pakaian yang sudah disiapkan Muti ini adh sh satu dari setumpuk pakaian mahal itu. Gaun strap sederhana, dibuat dari material mahal dan perancang terbaik, membuat sang pemakai terlihat sangat anggun. Kekurangan gaun cantik ini adh modelnya yang bertali-tali pada bagian atas, sehingga tanda merah pada lehernya terlihat js. Dikarenakan Vivin tidak membawa concealer kosmetik satupun, dia hanya membubuhi foundation untuk menutupinya. Seth mkukan apa yang dia bisa, dia memaksakan dirinya turun ke bawah bersama Finno. Di ruang makan, Tetua Normando diapit oleh Marthin dan Fabian, dan juga Alin. Semua yang hadir tengah menikmati jamuan sarapan pagi. Melihat Finno yang tembat datang. Marthin menatapnya tajam dan berkata ¡°Finno kau tembat. Bagaimana kau tega sekali membuat kakek menunggumu?¡±. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Finno membs dengan sindiran, ¡°Bukankah kakek sedang makan sekarang?¡± Seraya kursi rodanya meluncur ke sisi meja, dengan malu-malu dia teruskan ¡°Semm aku agak sibuk. makanya aku tidur larut mm.¡± Mendengar kata-kata ¡°semm agak sibuk,¡± semua orang yang ada di meja terlihat berpikir hal yang sama. Dengan serentak mereka semua melihat ke arah Vivin yang duduk di sebhnya. Dari sudut di sisi mejanya, Tetua Normando melihat tanda yang aneh di leher Vivin. Matanya. seketika berbinar-binar dan memerintahkan Tuan Zein yang berada di sebhnya dengan gembira, ¡°Tuan Zein, tolong bawakan sarang burung yang kubawangsung dari luar negeri beberapa waktulu. Panaskan lalu berikan kepada nyonya Wiliardi semangkuk.¡± Merasa tersanjung, cepat-cepat Vivin menjawab, ¡°Terima kasih, kakek.¡± Melihat Tetua Normando sangat perhatian pada Vivin, Marthin terlihat tidak suka. Dan mungkin satu oranginnya adh Alin. Rasa iri terlihat js di kedua matanya karena api cemburu berkorbar di dm dirinya. Fabian juga tidak bisa tidak menatap Vivin. Dia juga melihat tanda merah yang sangat js di leher Vivin. Dengan cepat, tangannya di bawah meja mengepal erat dan tubuhnya menegang. Meskipun Fabian sudah menduga pasti sudah terjadi sesuatu antara Finno dan Vivin, melihat mereka berdua dengan mata kep sendiri saat ini membuat hatinya semakin tidak menentu. Rasanya seperti ada monster dm dirinya yang mengamuk. Tidak hanya itu, saat dia melihat ke wajah Vivin yang merona merah dan bahagia puas, dia tidak bisa berhenti membayangkan apa yang diakukan dengan Finno tadi mm. Dengan begitu, acara makan pagi pun diliputi suasana yang canggung. Suasana hati Fabian kacau. Dia dan Alin segera pergi meninggalkan meja makan tepat seth mereka selesai. Vivin dengan patuh meminum sup sarang burung yang sudah disiapkan sebelum meninggalkan meja makan bersama Finno. Tetua Normando yang sedang bahagia ini mengumumkan bahwa dia ingin jn kaki ringan selesai sarapan. Dengan begitu, ia menemani pasangan itu sampai ke gerbang utama. Kursi roda Finno meluncur ke arah mobil. Saat hendak mengikuti, Vivin tiba-tiba merasakan ada tangan memegang bahunya. ¡°Nyonya Wiliardi.¡± Tetua Normando seketika berwajah misterius seperti memberi isyarat, ¡°Kau sudah bekerja dengan sangat baik kemarin. Namun, sebagai seseorang yang berpengman, izinkan aku memberitahukan padamu bahwa mkukannya sekali saja tidak akan ada pengaruh. apa-apa. Kesempatannya kecil sekali. Saat kalian kembali nanti, ingat, harus kerja keras.¡± Awalnya, Vivin masih bingung apa maksud dari kata-kata Tetua Normando itu. Namun saat dia menyadarinya, wajahnya pun berubah merah padam. Dasar! Kakek dan cucu sama saja, sama-sama tidak tahu malu! Mereka berdua benar-benar asli keturunan keluarga Normando! Vivin buru-buru masuk ke dm mobil sambil bergumam tidak js. Pesta besar yang diadakan keluarga Normando berakhir tanpa ada hngan satupun. Beberapa hari kemudian, dengan tenggat waktu cetak untuk tema baru majh semakin dekat, Vivin tenggm dm kesibukkan luar biasa bersama seluruh karyawan perusahaan majhnya. Sampai Fabian pun tidak punya waktu untuk memikirkan Vivingi, dikarenakan dia sibuk dengan pekerjaannya. Sejak kegagn hubungan kerjasama sebelumnya dengan Kota Langsa, perusahaan majh ini kekurangan modal untuk terus bertahan. Hal ini bisa dianggap sebagai krisis terbesar semenjak perusahaan ini dibangun. Untungnya, wawancara kedua dengan Finno yang sangat diprioritaskan dan juga dinantikan ini th mendorong hasil sektor penjunnya. Pada kenyataannya, penjunnya sangat meroket, sampai membuat rekor penjun baru yang melegakan para karyawan. Wu begitu, perusahaan majh ini tidak bisa terus bersandar pada Finno untuk meningkatkan penjun mereka. Dengan demikian, perasaan lega itu segera tergantikan oleh sakit kep. memikirkan konten terbitan berikutnya. Ketika orang-orang sedang memeras isi otak mereka, secercah harapan datang dm bentuk Sandra. Motivasinya membawanya untuk mkukan wawancara dan investigasi pribadi pabrik pengh makanan ilegal, yang membawanya ke tumpukan foto rahasia dan cerita orang dm. yang tidak diketahui publik. Baru-baru ini, isu keamanan makanan lokal th menyita banyak perhatian publik. Orang-orang di kantor setuju ku ini sebuah sensasi besar yang dapat menggoyang dunia jurnalistik. Oleh karena itu, semua staf bersatu, bekerja lembur sampai mm agar tidak ada satupun yang terlewat tentang pabrik makanan proses ilegal ini. Mereka benar-benar bekerja keras untuk menghasilkan pemberitaan yang pernah ditulis. Bahkan Vivin, yang tidak ikut andil dm pembuatanporan ini, juga ikut bekerja lembur. Saat jam menunjukkan pukul 12 mm, Vivin masih berada di kantor menyusun teks. Tiba-tiba Sandra muncul entah dari mana dengan begak angkuh, melempar dokumen ke meja Vivin dan berkata. ¡°Ini daftar pekerja di pabrik ilegal yang sudah aku catat. Kebanyakan dari mereka tidak memenuhi syarat legal apgi dokumen yangyak. Aku ingin kau merapikan seg informasi rincinya,¡± Bab 92 Bab 92 Bab 92 Pusat Pertikaian dm Karir Vivin sedang sibuk menyusun teks. Sambil melihat dokumen yang diberikan Sandra, dia kesal dan berkata, ¡°Sandra, aku sedang sibuk sekali sekarang. Aku sedang menyelesaikan pekerjaanku. Apa kau tidak bisa mengerjakannya sendiri?¡± ¡°Apa kau bng?¡± Sandra melebarkan matanya tidak percaya seakan dia mendengar candaan yang kurang lucu. ¡°Apa kau tahu betapa sibuknya aku? Aku kasih tahu saja ya, aku mengerjakan semua wawancara ini sendirian! Aku masih harus menyaring semua transkrip wawancara. Lalu kau masih menginginkan aku untuk mkukan kerjaan ini?¡± Vivin mengerutkan keningnya semakin dm, ¡°Tapi aku juga sibuk. Kenapa tidak kamu yang¡­¡± Sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, Sandrangsung memotongnya, ¡°Vivin, aku tahu kau hanya seorang pekerja garis bkang. Kau tidak sibuk seperti kita, para garis depan. Bisa hngkan sedikit egomu? Atau kau mau meminta kep editor untuk membantumu jadi kau bisa istirahat, ms- msan, dan tetap digaji, begitu?¡± Suara Sandra sangat tajam, karena dia sengaja menaikkan volume suara saat berbicara. Kericuhan itu menyita perhatian hampir di seluruh kantor. Lh dengan drama keributan itu, wajah Vivin berubah dingin dan konstan. Dia menarik napas panjang, mengambil dokumen yang Sandra taruh di atas mejanyalu berkata dingin, ¡°Ok, akan kubantu rapikan.¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Sebuah ekspresi kemenangan semburat di wajah Sandra. Sebelum sempat mengucapkan kata- kata nyeleneh, Vivin dengan santainya kembali berkata. ¡°Meskipun begitu, jangan berpikir bahwa kau adh orang kuat perusahaan ini hanya seth satu wawancara sukses. Turun dari singgasanamu dan sadari bahwa ini adh kali pertamamu, seth bekerja sma dua tahun di kantor ini, bertanggung jawab atas manuskrip pertamamu.¡± Wu kata-kata Vivin terdengar kasar dan menyakitkan, tapi memang begitu kenyataannya. Vivin masuk ke perusahaan ini bersamaan waktunya dengan Sandra. Dia th naik jabatan dan diberikan tanggung jawab atas bagianin majh sejak tahunlu, sementara Sandra masih saja di posisi yang sama sebagai penyunting kalimat. ¡°Kau¡­¡± Sandra tidak menduga Vivin membsnya seperti ini. Wajahnya berubah pucat seiring mendengar banyak tawa dari rekan-rekan kerjanya di sekelilingnya. Dipenuhi amarah, ia menggeretakkan gigi dan mengepal kencang tangannya. Dia pun kemudian pergi, tak bisa berkata- kata. Seth Sandra pergi, Sarah mendekatkan kursinya dan memberikan dua jempol kepada Vivin. ¡°Vivin, bagus! Pukn tk untuk melumpuhkan wanita angkuh ini! Aku juga dibuat kesal olehnya beberapa hari ini. Padahal itu hanya sebuah wawancara, tetapigaknya sudah seperti terbang tinggi di awang.¡± Vivin senyum tipis, menk untuk berkomentar lebih jauh. Dia mi mendata dokumen yang ditinggalkan oleh Sandra di mejanya. Meneliti tumpukan dokumen di tangannya, dia hanya berkerut dm. Pabrik tersebut benar-benar tak berhati. Para pekerja yang direkrut semua berasal dari desa.. Mereka begitu sederhana yang tak punya banyak pengetahuan, terkecoh menjadi budak pekerja yang patuh pada pabrik. Mempjari dokumen itu, dia ragu dan bergumam, ¡°B pabrik ini dickspos, apa yang akan terjadi pada pekerja yang mng itu?¡± ¡°Mereka semua akan kehngan pekerja,¡± ujar Sarah sambil mengangkat bahu. ¡°Aku bertanggung- jawab menyelidiki aliran modal pabrik ini. Baru-baru ini, mereka menerima banyak sekali pesanan. Namun, mereka tak sanggup mengimbangi secara finansial. Kelihatannya upah untuk para pekerja sudah tertunda begituma. B kitanjut dan mengungkap kasus ini, seluruh asetnya akan dibekukan. Js. para pekerja pasti akan terdampak. Vivin tak tahan mendengar kenyataan buruk ini. Namun demikian, dia tahu bahwa tindakan. harus tetap diambil. Bagaimanapun juga, membiarkan makanan yang diproduksi oleh pabrik yang tidak bertanggung-jawab ini beredar di pasar tentu akan membebani para konsumen juga. Ini akan menjadi topik berat untuk ditangani, tetapi apa yang dapat diakukan sekarang adh mnjutkan mengatur informasi yang ada di tangannya. Saat jam menunjukkan tepat pukul 11 siang, Vivin merasakan kram samar padambungnya. Dia menggosok dan mengurut perutnya dengan wajah berkerenyit. Lambungnya lemah, dan akan segera terasa sakit pada saat dia merasa sedikitpar. Bersiap untuk kerja lembur, dia biasanya mengunyah beberapa biskuit sebelumnya. Tetapi waktu belu tanpa terasa, dan kini dia tidak dapat menahannyagi. Menyadari bahwa toko dintai bawah pasti sudah tutup saat ini, tak ada pilihanin kecuali berjn ke dapur, mencari apa yang bisa dimakan di lemari pendingin. Karena begitu banyak orang yang lembur, panganan kecil di lemari pendingin sudahma habis. Tak ada pilihanin, Vivin memutuskan untuk memanaskan susu untuk mengisi perutnya. Tepat saat dia menyeruput susu panas, dia mendengarngkah kaki tiba-tiba mendekatinya dari bkang. Dia memutar kepnya untuk melihat seseorang yang tak pernah dia niatkan untuk bertemu atau harapkan untuk berpapasan. Bab 93 Bab 93 Bab 93 Kepercayaan Fabian membawa boks makan siangnya untuk dihangatkan di dapur. Namun, sama sekali tidak. menduga bertemu Vivin dan kikuk. Wajah Vivin berubah datar, tanpa ekspresi. Dia membalikkan badan dan hendak pergi tetapi Fabian memanggilnya. ¡°Vivin!¡± Vivin tidak berhenti dan terus berjn keluar. Dia merasakan Fabian merenggut pergngan tangannya, dan dia pun menghentikanngkahnya. Vivin membalikkan badan dan disambut dengan tatapan kesal Fabian. ¡°Vivin.¡± Wajah Fabian dingin. ¡°Aku memanggilmu. Tidakkah kau dengar?¡± ¡°Ya, aku mendengar.¡± Nada suaranya dingin. ¡°Aku hanya tak mau menjawabnya.¡± Sikap tak peduli Vivin begitu menyakitan Fabian. Secara tak sadar dia mengencangkan cengkeraman tangannya pada Vivin. ¡°Apakah kau masih marah tentang peristiwa di pesta itu?¡± Fabian mencoba untuk menekan perasaan kecewanya. ¡°Aku benar-benar mohon maaf tentang hal itu. Aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi dengan foto itu. Kau harus memercayaiku. Aku tak akan mungkin mkukan tindakan terc seperti itu.¡± Vivin tidak ingin peduli terhadap Fabian. Namun, ketika ia mendengar Fabian mengatakan ¡°kau harus memercayaiku,¡± ejekan pun tersirat di wajahnya. ¡°Memercayaimu? Memercayaimu bagaimana? Percaya bahwa kau akan merusak reputasiku? Atau percaya bahwa kau tak akan berhenti menyiksaku?¡± Fabian pucat pasi. Dengan penuh amarah, ia menuntut, ¡°Vivin, tidakkah kau tau orang macam aku ini, karena kita sudah saling mengenal begituma? Aku tak akan mungkin mkukan tindakan keji seperti itu, bahkan b pun aku membencimu!¡± apa Kata-kata Fabian membuatnya terkekeh. Senyum meremehkannya ini menunjukkan ketidakberdayaan. ¡°Fabian, kau minta aku memercayaimu. Tapi, apakah kau pernah memercayaiku? Fabian terkesiap. Dia tidak menduga Vivin berkata seperti itu. ¡°Kita sudah saling mengenal begituma. Dan kita th bersama-sama sma tiga tahun. Tidakkah kau mengenalku tipe orang seperti apa?¡± Vivin membalikkan kata-kata itu padanya. Matanya memerah saat mnjutkan, ¡°Terlepas dari ini semua, kau memilih untuk melupakan siapa aku hanya dengan beberapa foto dan rumor tak berdasar itu. Kau slu memilih untuk memercayai orangin.¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Fabian gemetar. Apa yang barusan dia katakan?Apakah dia menuduhku tidak memercayainya? ¡°Ini dua hal berbeda!¡± Fabian kesal tak beraturan. ¡°Baih, anggah aku sh paham tentang kau di masalu. Lalu, bisakah kau jskan bagaimana kau-seperti wartawan amatir¡±-menikah dengan pamanku? Bukankah itu bukti bagus bahwa kau semata ingin masuk ke keluarga kaya? Sin itu, aku sudah melihat bagaimana kau begitu lembut di depan Tuan Hendra kemarin. Aku tak ingin menyampaikan hal ini ke paman. Aku takut dia tak tahu seperti apa tingkahmu di luar sana!¡± Vivin mendadak terkejut saat dia menatap Fabian. Aku hanya buang-buang waktu dan energi saja bicara dengankiki brengsek ini.Aku hanyh seorang pcur di matanya. Untuk apa juga aku sibuk berdiskusi tentang kepercayaan dengannya?Hah. Aku seorang idiot. Fabian menduga Vivin kehabisan kata-kata saat dia bergumam. Dia seks melihat tanda merah. masih terlihat js di leher perempuan itu. Monster dm dirinya pun terbangun. ¡°Kau bng aku harus tahu lebih banyak, tetapi aku rasa aku tidak melihat Vivin yang sesungguhnya sma tiga tahun kita bersama!¡± Fabian menyerocos, ¡°Vivin Wiliardi yang aku kenal akan merona bahkan ketika aku memegang tangannya, tetapi bagaimana dengan Vivin Wiliardi yang sesungguhnya? Kau bisa berjn ke mana-mana dengan tanda merah di lehermu itu. Tak punya malukah kau, Vivin?¡± Fabian menyadari bahwa kata-katanya begitu kasar. Kembali ke beberapa tahunlu, dia tak akan percaya bahwa dia sanggup menuturkan kata yang menyayat begitu dm. Namun, dia marasa dirinya marah di depan Vivin. Dia tidak merasa seperti dirinyagi. Vivin anehnya tetap tenang ketika Fabian melontarkan hinaan terhadapnya. Dia bahkan tidak merasa perlu untuk membs pernyataankiki itu. Tatapan matanya semakin dingin. ¡°Fabian Normando,¡± Vivin berkata lembut, nada suaranya begitu datar tak berintonasi. ¡°Suatu hari nanti, ketika kau menyadari bahwa semua ini hanyh asumsimu bka, aku tak akan memaafkanmu, bahkan b pun kau datang merengek-rengek Bab 94 Bab 94 Bab 94 Pelukan Hangat Vivin membuat Fabian diam mematung seth dia menyelesaikan kalimatnya. Tanpa menatap sejenak pun pada Fabian, dia berbalik dan pergi. Dia hanya menyadari bahwa dia terengah-engah kehabisan napas seth dia keluar dari dapur itu. Teleponnya berdering. Dia kikuk sejenak ketika membaca nama ID si penelepon. Saat berikutnya, dia menjawab panggn itu, seakan hidupnya bergantung pada hal itu. ¡°Finno¡­¡± Dia menyapa terlebih dahulu. Suara berat Finno terdengar di ujung sana. ¡°Vivin, di mana kau?¡± ¡°Aku di kantor.¡± Vivin berusaha keras untuk menjawab dengan tenang. ¡°Aku mau kerja lembur, dan aku sudah mengirim pesan agar kau makan mm tanpa aku.¡± ¡°Aku tahu.¡± Suara Finno tenang seperti biasanya. Seth mendengar itu, Vivin merasakannya seperti sesuatu yang menenangkan. ¡°Turun yaa.¡± ¡°Turun? Ke mana?¡± Vivin mereka-reka. ¡°Ke bawah. Aku ada di kantormu.¡± N?velDrama.Org copyrighted ? content. Vivin mendapatkan kembali kontrol dirinya dan beri menuju elevator wupun bersepatu hak tinggi. Jantungnya berdegup saat dia di dm lift. Dia menghitung angka yang muncul diyar lift. Lebih cepat, lebih cepat¡­. Inh pertama kalinya dia begitu ingin melihat Finno secepat mungkin. Ding. Lift berhenti dintai satu, dan Vivin bergegas mngkah keluar. Dia beri menuju pintu masuk, dan sudah ada Bentley hitam yang dia kenal betul di sana. Vivin sejenak membenahi pakaiannya yang agak berantakan sebelum menuju pintu masuk. Saat ini, dia tak takutgi dilihat orangin di kantor. Di dm mobil, Finno mengamati Vivin mlui jend. Seks binar senyum tersirat di matanya yang dm. Pintu mobil terbuka untuk Vivin. Vivin pun masuk ke dmnya. ¡°Mengapa ada di sini?¡± Dia menatapkiki di depannya. Dia mengenakan atasan rajut hijau jambrut, melengkapi raut wajah tampannya. ¡°Membawa makanan untukmu,¡± Finno menjawab datar sambil memberikan boks makan siang ke Vivin. Vivin terkejut antusias. Dia membuka boks makan siang itu, dan benar-benar makanan yang disiapkan Muti dengan penuh perhatian. Vivin mengangkat kepnya dan menatap kosong Finno. ¡°Kau datang jauh-jauh hanya untuk membawa makanan untukku?¡± Finno mengalihkan pandangan matanya, tak nyaman dengan ekspresi bingung di wajah Vivin. Dia terbatuk ringan. ¡°Tidak, aku akan ada rapat di kantor, jadi kupikir aku akan mampir untuk menyerahkan makan siang ini untukmu.¡± Vivin tersedak. Sepintar Finno pun, dia tetap membuat keshan. Kantor Vivin ada di sisi barat, rumah mereka di sisi timur. Kantor Finno tepat ada di tengah. Bagaimana bisa ini ¡°sejn?¡± Namun, Vivin tahu Finno telu sombong untuk mengakuinya. Jadi, dia biarkan saja. Sambil menerima kotak, Vivin bergumam, ¡°Terima kasih, Finno.¡± Finno seks melirik padanya. Tatap dm matanya berku dm ruang mobil yang temaram. ¡°Terima kasih kembali,¡± ujarnya dm suara rendah. Ada tanda kelembutan yang bahkan dirinya sendiri pun tak menduganya. ¡°Kau bisa makan di ruangmu. Aku kira kau tak akan bisa meninggalkan kantor teluma saat lembur?¡± Vivin mengangguk dan siap untuk keluar dari mobil. Dia tiba-tiba berharap dia bisa menghentikan waktu saat itu. Vivin berbalik dan menatap Finno. Menangkap ada keraguan pada perempuan ini untuk keluar dari mobil, Finno berkerenyit. ¡°Ada apa?¡± Menatapkiki tampan di depannya, Vivin merasa dirinya melemah. Dia berbisik, tanpa pikiran curiga, ¡°Finno, boleh aku memelukmu?¡± Finno terdiam. Ini hal terakhir yang dia harapkan Vivin akan mengatakannya. Keheningan menyelinap di antara mereka berdua. Vivin menyadari bahwa dia sudah melewati batas. Pipinya merona merah saat bibirnya menyungging senyum tipis. ¡°Aku hanya bergurau. Aku pergi sekarang.¡± Dia bergegas keluar dari mobil. Pergngan tangannya diraih oleh Finno sebelum dia pergi. Sesaat kemudian, dia sudah ada dm pelukan hangat. Ada seks aroma cerutu berasal dari Finno. Maskulinitasnya mendekapnya, membuatnya merasa aman dan lengkap dm pelukankiki ini. Bab 95 Bab 95 Bab 95 Instink ¡°Terima kasih,¡± Vivin berbisik lembut. Matanya berbinar bahagia saat dia mengangkat kepnya untuk menatap mata Finno. ¡°Aku harus kembali bekerja sekarang.¡± Bibir Finno tersenyum saat dia merasakan perempuan ini lentur dan rks dm pelukannya. ¡°Baih, aku akan menunggumu di rumah.¡± Vivin mengangguk dan keluar dari mobil. Dia tidak terburu-buru pergi seth keluar dari mobil. Justru, dia menunggu mobil belu sebelum kembali kentai atas. Vivin mengepit kotak makan siangnya. Kehangatannya menyebar ke pakaian, dan juga ke dm hatinya. Seperti ¡­ pelukan Finno. Dia masih bisa membaui aroma tubuh Finno dari pelukan tadi, dan pipinya merona merah. Oke, aku harus berhenti. Vivin menepuk pipinya dan kembali kentai atas. Suasana hatinya yang rusak karena Fabian tadi th menghng di udara karena Finno. Seth kerja lembur sehari penuh, draf terakhir majh akhirnya terkirim tepat waktu ke percetakan. Ketika Vivin tiba di rumah hari itu, dia benar-benar kelhan sehingga dia menghabiskan dua mm di tempat tidur. Majh sudah terbit saat dia bangun. Dia harus mengakui bahwa seg usaha mereka berbuah manis. Mereka mengangkat kisah pabrik dan berhasil meraih banyak perhatian dari public. Wupun penjun tidak memecah rekor sebelumnya, publisitas pabrik ini th menarik sejuh pemasang in. Perusahaan majh akhirnya dapat mengatasi krisis kali ini. Vivin bahagia perusahaan majh ini dapat mengatasi person internalnya. Dia th membangun kelekatan emosional tertentu dengan perusahaan ini, khususnya sejak dia bekerja di sini dua tahun lalu. Hanya terjadi sekali sandungan untuk semua ini. Mereka seharusnya mengambil sikap menjengkelkan Sandra. Terlepas dari ini semua, mereka masih tetap bergembira-ria. Bahkan Fabian, yang biasanya tidak ramah, mengumumkan bahwa dia akan mengajak makan semua staf hari itu. Mereka menyambut gembira pengumuman itu dan berjanji untuk makan sepuas hati. Sarah mendekati Vivin, penuh semangat. ¡°Vivin, kau ikut juga, kan?¡± Vivin menggelengkan kepnya sambil melemparkan pandangan pada Fabian di tengah kerumuman. ¡°Tidak, aku harus segera png. Smat bersenang-senang ya!¡± Kekecewaan tersirat di mata Sarah. Namun, dia merasakan banyak hal ganjil antara Vivin dan Fabian. Jadi, dia pun mengangguk. Vivin mengikuti mereka ke lobi. Ketika mereka sibuk berdiskusi tentang tempat untuk makan mm. Vivin mengatakan. ¡°Tuan Normando, aku tidak bisa bergabung dengan kalian semua karena ada hal di rumah yang harus aku selesaikan. Jadi, aku pamit dulu.¡± Mata Fabian berbinar mendengar Vivin bicara. Namun, dia akhirnya mengangguk. Semua mata tertuju pada interaksi antara Fabian dan Vivin. Namun, mereka tetap diam karena. Fabian masih ada di situ. Vivin tak memedulikan tatapan penasaran mereka dan berbalik pergi. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Ketika dia hampir saja tiba di pintu keluar, Vivin berpapasan dengan seseorang. ¡°Aduuh.¡± Dia mundur beberapangkah. Vivin mengangkat kepnya dan sadar bahwa dia bertabrakan dengankiki lusuh usian 30-an. Kulitnya kasar dan gp. Vivin terkejut. Dia tidak terlihat seperti staf yang bekerja di gedung ini. Tidak hanya itu, instinknya mengatakan bahwa lakiki ini sedang gugup. Dia tidak berhenti dan meminta maaf seth menubruknya dan bahkan bergegas pergi. Vivin merasakan intuisi akan apa yang akan terjadi dan memutar badan untuk menelusuri jejakkiki tu. Dia sempat memerhatikankiki itu membawa benda berku. Wajahnya pucat saat mengetahui benda berku itu. Sebh pisau! Vivin hendak memanggil petugas keamanan. Namun, dia sadar bahwakiki itu tengah mendekati Fabian di antara kerumunan. Tanpa sadar, dia menyeruak menujukiki itu dan berteriak, ¡°Fabian, awas!¡± Segnya terjadi begitu cepat, dan secara tidak sadar dia memanggil nama Fabian. Fabian terpaku mendengar Vivin dan berbalik. Kemudian, dia menyadari adanyakiki bertampang seram bergegas ke arahnya dengan pisau di tangan. ¡°Ah!¡± Bab 96 Bab 96 Bab 96 Darah Stafin dari perusahaan majh itu juga menyadarikiki itu dan berteriak, menepi. Lakiki itu js mengincar Fabian. Dia mempercepat tindakan saat kerumunan orang tercerai berai dm ketakutan. Dia berteriak, ¡°Fabian Normando! Dasar sin kau! Kau menyebabkan aku kehngan pekerjaan! Mati kau!¡± Fabian dhirkan dm keluarga kaya-raya, dan dia tidak pernah mengmi hal seperti ini sebelumnya. Dia terpaku dintai, benar-benar tertegun ketika pisau itu mendekatinya. Vivin mendorongkiki itu tanpa ragu. Dia merenggut lengankiki itu berusaha untuk menghentikannya dari menckai Fabian. Lakiki itu tidak menduga akan dihentikan oleh Vivin, dan mundur beberapangkah. Dia memutar badan dan menatap Vivin dengan amarah. ¡°Jng! Beraninya kau menghentikan aku? Kubunuh kau terlebih dahulu!¡± Kemudian, dia mengarahkan pisaunya ke Vivin. Vivin menggapai lengankiki itu. Saatkiki itu berbalik, Vivin terjatuh beberapangkah di bkangnya. Belum sempat mengontrol diri sepenuhnya, pisau itu sudah menghujamnya. Seg warna terkesiap di wajahnya, dan tak ada waktu untuk menymatkan diri. Fabian akhirnya dapat mengontrol dirinya kembali seth perhatiankiki itu beralih ke Vivin. ¡°Vivin!¡± Dia berteriak, buru-buru menghampirinya. Namun, tembat.. Pisau th terhujam tepat di lengan Vivin. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org ¡°Ah¡­* Rasa sakit menjr ke seluruh tubuh Vivin. Dia menggelinjang karena rasa sakit dan jatuh kentai. Di saat yang sama, Fabian memburukiki itu dan menghantam wajahnya. Kakeknya, Tetua Normando, adh mantan tentara. Oleh karenanya, dia menaruh respek tinggi keturunannya dm hal ini. Fabian bjar seni b diri dan karate sejak usia mua. Dia hanya terkesiap dan kaget atas serangan mendadakkiki ini. Namun, kali ini, dia membuatkiki itu terguling-guling dintai hanya dengan satu tonjokan. ¡°Vivin!¡± Fabian tak perduli sedikit pun padakiki yang tersungkur dintai. Dia bergegas menuju Vivin dan membantunya bangkit. Hatinya terkesiap demi melihat wajah yang pucat, dan bajunya yang berlumuran darah. Sesaat kemudian, dia berteriak pada kerumunan yang tercengang. ¡°Kalian menunggu apa? Panggil ambn!¡± Mereka akhirnya bertindak dan memanggil ambn. Vivin merasa tak nyaman karena tubuh Fabian begitu dekat dengannya dan berkata dengan suara pn, ¡°Jangan kuatir. Hanya kena lenganku. Biarkan aku berjn. Semua orang memerhatikan.¡° Fabian tidak menyadari kata-kata yang diucapkan Vivin dan dengan cermat mengatasi luka darah. di lengannya. Dia menatap Vivin, dan dengan suara bergetar, ¡°Vivin Wiliardi! Apa kau idiot? Kau tahu kan betapa bahayanya kejadian barusan? Mengapa kau tergesa ke samping saya?¡± Dia tampaknya lupa bahwa orang-orang dari kantor majh menyaksikan kejadian itu dan melupakan kenyataan bahwa dia membenci Vivin beberapa harilu. Fabian juga melontarkan pengkhianatan Vivin dua tahunlu. Wajah pucat Vivin dan luka berdarah saja yang dapat dilihatnya. Dia terus menerus terngiang akan panggn Vivin tadi. Pikiran Vivin kosong saat dia menatap Febian. Dia merasakan seakan Fabian adh Fabian yang dulu dia kenal. Bab 97 Bab 97 Bab 97 Perawatan di Rumah Sakit Vivin merasa seperti dia kembali ke masalu. Di hadapannya bukan Fabian dm balutan setn jas, bukan juga Fabian yang mengecohnya. Ini adh Fabian yang berbalut T-shirt putih dana jeans; Fabian yang berkeliling kampus dan tersenyum padanya. Fabian tidak sadar akan perubahan pada sorot mata Vivin. Dia masih saja merengut padanya, ¡°Vivin, kau itu perempuan. Kenapa kau begak seperti seorang pawan?¡± Vivin terdiam sejenak. Lalu tertawa terbahak-bahak. Bibirnya berubah, melengkung menjadi senyuman pahit. Dia masih ingat ucapan ini slu Fabian katakan kepadanya sgi mereka berdua duduk di bangku sekh. Dia akan mengatakan kalimat ini setiap kali Vivin memaksakan dirinya bjar semman untuk program beasiswanya; kapan pun Vivin memb teman wanita seksnya; setiap kali Vivin mendaftar lomba marathon padahal dia sedang datang bn¡­ Fabian merangkulnya dan masih dm suasana hati yang suram. ¡°Vivin, apa kau lupa ku kau ini perempuan?¡± Kemudian, suara sirine ambns terdengar. Fabian membopong Vivin, tidak peduli akan tatapan. orang-orang yang penasaran di sekitarnya. Dia berjn cepat menuju ambns. Perasaan Vivin campur aduk saat berada dm lengan Fabian. Rasanya seperti bukan sesuatu yang asing, tetapi jauh. Vivin kembali mengingat kenangan masalu. Tiga tahunlu, dia mendaftarkan diri untuk ikut lomba lari meskipun sedang datang bn. Dia pingsan kesakitan saat di garis akhir. Fabian juga. menjemputnya danngsung mengantarnya ke klinik¡­ Vivin sangat takut kejadian itu akan terng kembali. Masalu adh tempat yang indah untuk dikunjungi, bukan untuk ditinggali. Vivin tiba di rumah sakit dan berniatngsung png seth lukanya diobati. Akan tetapi, Fabian telu membesar-besarkan hal ini dan menggunakan identitasnya untuk mendapatkan kamar rawat sendiri untuk Vivin. Protes Vivin pun diabaikannya. Vivin berbaring di atas tempat tidur rumah sakit ketika Fabian ke luar untuk mengurus pembayarannya. Saat ia berencana untuk kabur, ponselnya berdering. Jantung berdegup saat melihat ID nama yang menelepon. Dari Finno. Dia tidak berani mengatakan bahwa dirinya terluka. Akan tetapi, mengabaikan panggn darinya juga bukah pilihan yang tepat. Alhasil, dia hanya bisa menjawab telepon itu dengan enggan hati. ¡°Halo¡­¡± ¡°Vivin, kau di mana?¡± Tanya Finno. ¡°A¡­¡± Suaranya melemah. ¡°Aku di rumah sakit.¡± ¡°Rumah sakit? Kau sedang apa di rumah sakit?¡± Suara Finno memn. ¡°A-Aku tadi terluka.¡± Vivin tidak mau berbohong, dangi perban ini akan ketahuan juga. nantinya. Jadi mau tidak mau dia akan mengatakan yang sebenarnya. ¡°Kau terluka?¡± Terdengar rasa khawatir di dm suaranya. ¡°Kau sedang di rumah sakit mana?¡± ¡°Rumah Sakit Pertama.¡± Kursi roda Finno sampai di kamar rawat Vivin 10 menit seth dia menelponnya. Dia pasti buru- buru langsung ke sini. Vivin sempat khawatir dia mungkin akan beri menuju sini. Wajah Finno terperanjat seth melihat perban yang membalut tangan Vivin. Cepat-cepat dia mengarahkan kursi rodanya ke sebh Vivin dan berkata dengan tenang, ¡°Vivin, jadi menurutmu ini tidak seberapa?¡± Dia terdiam sebentar dan melihat ke arahnya dengan hati-hati. ¡°Kau marah padaku?¡± Finno marah. Dia marah pada perempuan ini yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik! C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Namun, hatinya tersentuh saat melihat wajahnya yang mungil pucat pasi. ¡°Lupakan itu.¡± Nada suara Finno melembut. ¡°Bagaimana kau bisa terluka?¡± Vivin tegang. Kehabisan kata-kata. Tidak mungkin kan aku bng ku aku mencabut sebuah pisau demi Fabian?Kurasa dia akan sangat marah b aku katakana yang sebenarnya. Saat Vivin tengah memikirkan penjsan apa yang masuk akal, pintu kamarnya terdorong dan tak lama Fabian masuk. Js sekali ku dia masih khawatir tentang keadaan Vivin, sampai- sampai tidak menyadari keberadaan Finno di sebhnya dan berkata, ¡°Vivin, semua urusan rawat inap sudah aku selesaikan. Orang yang menyerangku sudah ditangani oleh polisi. Kaut harus¡­¡± Tak mnjutkan kalimatnya, dia pun akhirnya menyadari keberadaan Finno. Saking kagetnya dia menggigit lidahnya. Bab 98 Bab 98 Bab 98 Bibimu Suasana di kamar seketika berubah canggung dan tegang. ¡°Fabian?¡± Finno mengernyitkan alisnya. ¡°Apa yang kaukukan di sini?¡± Fabian tidak sepiawai Finno dm menyembunyikan perasaan. Sesaat melihat Finno, Fabian pun tersentak dan menjawab, ¡°Ada orang yang menyerangku di kantor. Vivin terluka karena dia berusaha melindungiku. Jadi aku membawanya ke sini.¡± Hati Vivin tidak karuan. Dia sengaja, ya? Kenapa dia menjskan secara rinci begitu? Tidak takutkah ia b Finno sh paham? Vivin melirik pehan ke arah Finno, mencoba mengamati reaksinya. Namun sorotan mata tajam Finno tidak menjawab apapun. Usahanya membaca reaksinya tak membuahkan hasil. Vivin¡­ Mencoba melindungiku¡­ Napas Finno semakin berat seiring kata-kata Fabian terputar di dm kepnya. Fabian terlihat sedang begak di hadapannya. Biasanya, Finno tidak pernah mdeni sikap provokatif seperti ini. Akan tetapi Finnopun harus mengakui bahwa kata-kata yang diucapkan Fabian ini menghujam hatinya. Luka di tangan Vivin tampak menjadi hal yang perlu diperhatikan khusus saat ini. Lalu dia mengambil napas dm-dm untuk meredam amarahnya. ¡°Oh begitu?¡± Saat dia kembali bicara, nada suaranya kembali tenang dan terkontrol. ¡°Bagaimanapun juga Vivin adh bibimu. Wajar saja dia melindungimu.¡± Fabian tersentak mendengar ucapan Finno. ¡°Namun,¡± Finno kembali membuka mulutnya, sambal melirik seks pada Vivin yang gelisah. ¡°Aku harap dia tidak akan bertindak gegabah seperti inigi nanti.¡± Vivin bergidik ditatap dengan sorotan matanya yang tajam. Dia tidak ambil pusing dengan makna di balik kalimat yang diucapkannya danngsung mengangguk saat itu juga. Wajah Fabian semakin muram. ¡°Okay.¡± Finno broke the silence stretching between the three of them. ¡°Fabian, thank you for sending Vivin to the hospital. I will ask Noah to settle the bills with you.¡± ¡°Baih.¡± Finno memecah ketegangan yang ada di antara mereka bertiga. ¡°Fabian, terima kasih sudah mengantar Vivin ke rumah sakit. Aku akan minta Noah untuk mengurus biayanya denganmu nanti.¡± Fabian menggeretakkan giginya. ¡°Paman Finno, kau tidak perlu mengganti biayanya, kok.¡± ¡°Tidak bisa. Vivin kita ini tidak suka b berhutang pada orang luar.¡± Vivin kita¡­ Orang luar¡­ Fabian merasakan monster di dm dirinya bergemuruh demi mendengar kata-kata Finno. Bagaimanapun juga, dia menahan diri demi Vivin. Keadaannya masih sangat lemah. Di samping itu, Vivin terlihat lega seth mendengar apa yang dikatakan Finno. Sebenarnya, dari tadi dia terus diliputi dilema saat Fabian menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit. Fabian adh orang terakhir yang ingin dia hutangi. Dia merasa jauh lebih baik meminta Finno untuk membantunya mengurus biaya rumah sakit. Nyatanya, Vivin sudah berhutang kepada Finno. ¡°Baih.¡± Fabian mengambil napas dm-dm. ¡°Ku begitu aku tidak boleh mengganggu Paman Finno dan Bibi Vivingi.¡± Finno puas dengan kepekaan Fabian. Dia mengangguk dan mengantar Fabian ke luar kamar. Vivin mengh napas lega seth Fabian pergi. Kemudian, dengan cepat Finno berbalik aral? menghadap Vivin dengan wajah dingin dan serius. Dia berkata dengan suara pn ¡°Vivin Wiliardi, kau berhutang penjsan padaku, bukan?¡± Vivin merasakan bulu kuduknya berdiri. This content is ? N?velDrama.Org. ¡°A¡­ tanganku terluka¡­¡± Vivin tidak berani melihat ke arahnya sehingga membuatnya memilih san buruk itu. Dia melengkapi aksinya dengan wajah mems. Tadinya Vivin mengira Finno bisangsung menebak. Akan tetapi, Finno menaikkan alisnya dan. mengarahkan kursi rodanya mendekat padanya. Dengan lembut dia menyentuh perban yang membalut lengan Vivin dan bertanya lembut, ¡°Apa lukamu sakit? Infeksi? Kau mau kucarikan dokter untuk memeriksa?¡± Suara Finno masih tenang dan terkontrol. Terlihat dia benar-benar khawatir. Vivin tidak menyangka dia akan seserius ini dm memerhatikannya dan menyesali tindakan Vivin dm penyerangan itu. Vivin tersedak, gugup. ¡°Sebenarnya, aku tidak apa-apa¡­ Hanya sakit sedikit. Kurasa itu normal.¡± Finno mengangkat kepnya. Jarak di antara keduanya menjadi sangat dekat di k Finno memeriksa lukanya. Vivin sampai bisa melihat wajahnya yang memerah terpantul pada b matanya. Bab 99 Bab 99 Bab 99 Pembuat Onar Keheningan mnda di antara mereka. Finno membuka mulutnya, seketika Vivin berpikir dia ingin menanyainyagi. Vivinlu mengira-ngira penjsan di dm kepnya. Akan tetapi, Finno hanya berkata, ¡°Beristirahah. Aku akan meminta Muti untuk membawakan sup ayam ke sini.¡± Vivin kaget. Dia mengangkat kepnya melihat ke arah Finno. Di saat dia kebingungan karena Finno membiarkannya mengangkat kep, Finno th menutup matanya dengan tangannya. ¡°Tiduh. Kita akan bicara seth kau bangun nanti.¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Suara Finno berat, dan meliwati telinga Vivin seperti bulu yang lembut. Vivin minum obat pereda nyeri, membuatnya sedikit mengantuk. Dia mengangguk dan tertidur seketika. Anehnya dia merasa bisa dengan mudah tertidur b Finno berada di sampingnya. Saat Vivin tertidur, dia merasakan sentuhan lembut di atas dahinya. Lalu, dia mendengar han napas rendah. ¡°Vivin Wiliardi, apa yang harus kkukan denganmu?¡± Tidakma seth Vivin tertidur Noah sampai di rumah sakit. Dia juga membawa sup ayam buatan Muti. ¡°Tuan Normando, ini¡­¡± ucap Noah ketika ia memasuki kamar rawat inap dan Finno memintanya. untuk diam. Tidak mengerti, Noah pun berputar dan menyadari bahwa Vivin sedang tertidur. Diangsung menutup mulutnya dan mengikuti Finno ke luar kamar. ¡°Coba, katakan,¡± kata Finno seth mereka berada di koridor. ¡°Apa kau sudah cari tahu bagaimana Vivin bisa terluka?¡± ¡°Ya, aku sudah tanya para penjaga. Banyak orang yang melihat juga.¡± ¡°Lalu, apa yang terjadi?¡± ¡°Perusahaan majh baru saja membongkar kasus pabrik penghan makanan. Pabriknya bangkrut sehingga mereka tidak bisa membayar pesangon untuk para pekerja. Pekerja yang depresi membs dendam pada Fabian. Lalu¡­¡± Noah berhenti, tidak yakin apa dia harus mnjutkan ucapannya. Sorotan mata Finno meredup. ¡°Lanjutkan.¡± ¡°Orang itu sebenarnya mengincar Fabian, tetapi Nyonya Normandori ke arahnya untuk melindungi Fabian. Pekerja yang depresi itu marah dan menusuk Nyonya Normando.¡± Noah diam-diam mengamati setiap ekspresi Finno dengan cermat saat mporkan. peyelidikannya. Namun, Finno terlihat sangat tenang. Noah bingung. Dia pikir Tuan Normando sangat perhatian pada Nyonya. Apa dia sh sangka? ¡°Apa adagi?¡± kata Finno. ¡°Um¡­ orang-orang yang melihat kejadian itu mengatakan bahwa Fabian sangat mengkhawatirkan Nyonya Normando yang terluka.¡± Noah menambahkan. ¡°Dia memeluk Nyonya Normando sepanjang jn ke rumah sakit ini¡­¡± Sorotan mata Finno semakin meredup. ¡°Ok, kau boleh pergi,¡± Finno tampak tidak terpengaruh padaporan Noah itu. Noah mengp keringatnya. Dia mengangguk dan bersiap untuk pergi. Secara tidak sengaja dia. melihat ke arah pegangan kursi roda Finno. Sebelumnya Finno memegang erat pegangan kursi rodanya, tetapi sekarang dia melepaskan genggamannya. Noah terkejut, pegangan kursi roda itu berubah menjadi cekung karena genggaman Finno yang kuat. Saat Vivin terbangun, Finno masih berada di sebhnya. Finno menuangkan kuah sup ayam dari termos di samping tempat tidur. ¡°Minuh ini.¡± Vivin mengangkat tubuhnya dengan satu tangan. Tangan kanannya terluka. Kemudian dia mencoba mengambil sup ayam itu dengan tangan kirinya. Cukup kikuk karena dia tidak kidal. Finno sadar akan hal itu dan sedikit menaikkan alisnya. Dia mengambil sendok yang ada di tangan Vinni. ¡°Mari kubantu.¡± Dia mengambil sesendok penuh sup, meniupnya pehan untuk mengurangi panas, sebelum dia. sorongkan ke mulut Vivin. Vivin terdiam. Dia mau menyuapi aku? Vivin sama sekali tidak menyangka akan menikmati pekuan baik seperti ini. Namun, dia pun membuka mulutnya dan menyeruput kuah sup itu dengan pehan. Entah mengapa Vivin gugup melirik ke arah Finno. Isi hati Finno sulit dibaca karena dia slu terlihat tenang. Vivin pun tidak yakin apakah dia masih marah padanya atau tidak. Saat dia berpikir apakah sebaiknya dia jskan bagaimana dia bisa terluka, Finno memecah keheningan. ¡°Apa ada yang ingin kau katakan padaku?¡± Vivin tersenyum canggung. Aku tidak bisa menyembunyikan apapun darikiki ini. Bab 100 Bab 100 Bab 100 Perempuan Yang Keras Kep ¡°Aku merasa kau tidak senang.¡± Vivin menjawab dengan jujur. ¡°Tidak senang akan apa?¡± Dia ragu sejenak. ¡°Tidak senang karena aku terluka demi melindungi Fabian.¡± Vivin sengaja menjawab dengan suara lembut. Itu cukup membuat debaran di hatinya. ¡°Ya, aku marah.¡± Sorotan tajam mata Finno pehan melunak mendengar pengakuan bersh Vivin. Vivin tidak menyangka Finno akan terus terang seperti ini. Dia mengangkat kepnya dan membs tatapan mata Finno. Finno sedikit mengernyitkan alisnya karena ekpresi menakjubkan penuh teka-teki perempuan ini. ¡°Apa kau tidak mau tahu san kenapa aku marah? ¡°Hmm, sepertinya aku tahu kenapa kau marah,¡± ucap Vivin terbata. This content is ? N?velDrama.Org. ¡°Coba jskan padaku.¡± ¡°Itu karena aku istrimu.¡± Vivin mengedipkan matanya. ¡°Kupikir tidak ada satupunkiki yang r melihat istrinya terluka karena melindungi mantan kekasihnya¡­¡± Sorot redup mata Finno tak dapat dideteksi. Finno tidak tahu harus merasa marah atau pasrah atas jawaban Vivin itu. Apakah perempuan lugu ini masih mengira bahwa aku hanya bersikap posesif padanya? Kenapa dia polos sekali? ¡°Finno?¡± Vivin memecah keheningan saat menyadari pertanyaannya tidak dijawab. ¡°Maafkan aku. Aku tidak memikirkan perasaanmu. Aku akan lebih hati-hatigiin kali.¡± Finno menaruh sup ayam yang ada di tangannya. Suara sendok yang menyentuh mangkuk begitu nyaring memekakakan di tengah keheningan antara mereka berdua. Vivin terdiam atas tindakan tiba- tiba itu. ¡°Vivin, jadi kau pikir ith san aku marah?¡± Finno menatapnya dm-dm. Vivin mengangguk. Lagigi, sorot mata Finno semakin meredup. ¡°Bagaimana jika kukatakan bahwa aku marah bukan semata karena kau itu istriku?¡± Vivin tersentak. Bukan hanya karena aku ini istrinya?Memangnya apagi sin itu? Lagip pernikahan kita ini kan pernikahan kontrak bka. Apa dia¡­ cemburu pada Fabian? Pikiran yang melintas di kepnya tadi itu hanya bengsung sepersekian detik sebelum dia menepisnya. Senyum masam muncul di wajahnya sambil dia mengggeleng-geleng agar kepnya jernih. + Tidak mungkin. Finno bukah pria pada umumnya. Jika bukan karena aku istrinya, mana mungkin dia mau repot berurusan denganku. Sungguh konyol beranggapan bahwa dia tengah dnda perasaan cemburu. Aku berhalusinasi. ¡°Aku tidak tahu.¡± Vivin melihat ke arah Finno tidak berdaya. Karena bingung akhirnya dia bertanya, ¡°Ku begitu kenapa kau marah?¡± Sorot mata Finno terbalut amarah demi mendengar pertanyaannya itu. Sesaat kemudian, dia memegang dagu Vivin dan menarik wajahnya agar mendekat kepadanya. Dia berkata dengan suara rendah, hampir seperti ancaman, ¡°Vivin apa kau benar-benar tidak menyadarinya? Atau kau sedang mempermainkanku?¡± Vivin sedikit tersentak, terutama saat dia mendekat satu inci ke hadapannya. Tanda ketakutan yang terpantul di b matanya tidak luput dari perhatian. Menjadikan Finno bersikap dingin seketika itu juga. Dia melepaskannya sesaat dia menyadari bahwa Vivin ketakutan. ¡°Maaf aku lepas kontrol,¡± ucap Finno yang kembali duduk di atas kursi rodanya. ¡°Tidak apa-apa.¡± Vivin merasa ada sesuatu yang aneh dengan Finno hari ini. Namun, dia tidak. ungkapkan karena Finno masih marah padanya. Sorot mata Finno meredup sambil memandangi Vivin. Kapan perempuan bodoh ini sadar bahwa perasaanku padanya ini bukan hanya karena sikap posesifku terhadap hubungan kontrak suami istri? Finno tidak begitu lihai dm mash ini. Di samping itu, para kaum hawh yang sering slu mengerubunginya. Sebelumnya dia tidak pernah mengejar-ngejar perempuan. Maka dari itu dia tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya. Dia menahan amarah dan frustasi dm dirinya saat melihat wajah Vivin yang memucat dan juga luka di lengannya. Dia kembali ke dirinya yang tenang. ¡°Vivin, kenapa kau menymatkan Fabian?¡± Meskipun perempuan ini tidak sadar akan perasaannya, Finno merasa tetap harus membuat mash ini menjadi js. Bab 101 Bab 101 Bab 101 Pertolongan Vivin tidak menduga pertanyaan Finno itu. Dia mematung beberapa detik sebelum akhirnya menjawab, ¡°Aku tidak pikir panjang pada waktu itu. Aku hanya ingin menghentikan orang itu. Aku tidak pernah terpikir dia akan sekp itu menckaiku. Finno mengalihkan tatapannya tetapi tetap membisu. H ¡°Meski begitu aku senang dapat menyelematkan Fabian kali ini.¡± Seakan ia memikirkan sesuatu, sorot tak terbaca terpancar dari b matanya. ¡°Setidaknya aku tidak merasa masih berhutang budigi padanya.¡± Seketika Finno menoleh ke arahnya. ¡°Berhutang sesuatu padanya?¡± ¡°Ya.¡± Vivin mengangguk. ¡°Aku punya mash keuangan semasa sekh. Aku bekerja dan mengikuti program beasiswa, dan Fabian diam-diam banyak membantuku.¡± Ratna membesarkan Vivin seorang diri; Ratna tidak pernah hidup cukup. Ketika Vivin masuk ke bangku kuliah. Ratna sudah tidak sanggup membayar biaya perkuliahan anaknya dan juga untuk kehidupan sehari-hari. Ith mengapa Vivin slu mendaftar program beasiswa dan bekerja sambil bjar. Meskipun begitu, Universitas Gandratama berisikan murid-murid tdan dan berbakat. Sulit baginya mendapatkan kesempatan meraih beasiswa ataupun bekerja sampingan. Namun, terlepas dari prestasinya yang biasa saja, dia slu berhasil meraih program beasiswa terbaik. Tidak hanya itu, dia juga slu ¡°beruntung¡± mendapat pekerjaan yang baik dengan gaji yang bagus. Dulu, Vivin pikir itu adh karena campur tangan Tuhan. Namun, sejak tahu bahwa Fabian adh anak keluarga Normando, dia menyadari kenyataan itu bahwa Fabiah yang di balikyar th menolongnya sma ini. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Vivin tidak suka berhutang pada seseorang, apgi sekarang ini saat ia berada dm hubungan yang anch Fabian. Oleh karena itu, dengan menolongnya kali ini, dia merasa sudah membayar hutang budi padanya. Mi sekarang, baik pertolongan yang diberikan padanya di masalu dan luka yang diminya karena untuk melindunginya ini, keduanya akan terhapus dari buku catatan. Vivin tenggm dm pikirannya. Dia tidak sadar Finno memandanginya dengan tatapan nanar. Dia pernah berhutang budi pada Fabian? Finno tidak bisa menemukan kata-kata yang pas menggambarkan perasaannya terhadapkiki itu. Apakah aku tembat masuk ke dm kehidupan Vivin? Vivin yang dia tahu adh sosok perempuan mandiri yang slu menanggung bebannya sendiri. Finno tidak tahu ku Vivin pernah menjadi seorang pjar biasa. Dia juga tidak tahu tentang masa lalunya ataupun tentang keadaan keuangan keluarganya, yang mana th membuatnya sangat dihina. Namun, Finno th mengenalnya sejauh ini dan th menjadi seseorang yang diam-diam mencintai dan mendukungnya. Finno tiba-tiba mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Vivin. Dia tersentak saat kehangatan tangan Finno menyentuh tangannya. Sambil memandangnya, Vivin pun bertanya, ¡°Ada. apa, Finno?¡± Finno menatapnya, ekspresinya sulit dimengerti. Dia bergumam, ¡°Tidak ada apa-apa. Aku hanya berharap seandainya saja aku bertemu denganmu lebih awal.¡± Bahkan b saja dia tidak bertemu dengan Vivin di bangku kuliah, dia akan berbahagia b saja bertemu dengannya dua tahunlu. Saat itu adh masa terpuruknya, dan dia ingin menjadi orang yang menymatkannya. Vivin merasa tersihir dengan pernyataan Finno, dia mengangguk pehan. Berpikir bahwa Finno masih marah padanya, dia menambahkan, ¡°Jangan marah, Finno. Jika pun kau yang berada di posisinya kemarin, aku pun akan menymatkanmu.¡± Vivin mengatakan kalimat itu hanya untuk menenangkan Finno; dia tidak pernah berpikiran kalimat sederhananya itu akan membuat Finno tertegun. Dengan cepat, amarahnya memudar. Namun, ujung bibirnya menukik naik. Dia naikkan alisnya dan menatap Vivin. ¡°Apa kau serius dengan ucapanmu itu?¡± Vivin mengangguk kuat. Melihat perempuan penurut itu, Finno merasa bahkan dirinya sendiri tidak percaya rasa frustasi dm dirinya bisa hng begitu cepat. Sial Apakah perasaanku dengan mudah dapat digoyahkan oleh Vivin Wiliardi? Dia berusaha sekuat tenaga mengontrol agar tetap tenang. Seth menyuapi Vivin sup ayam, dia beringsut, akan meninggalkan ruang. ¡°Aku akan kembali ke kantor, ya. Kau istirahat saja di sini.¡± Saat dia berbalik pergi, Vivin tiba-tiba menarik ujung bajunya. Bab 102 Bab 102 Bab 102 Permintaannya Finno mematung sebelum membalik badannya. ¡°Ada apa?¡± ¡°A¡­ aku tidak mau tinggal di rumah sakit.¡± Vivin melihat ke arahnya sambil cemberut. ¡°Aku slu benci berada di rumah sakit. Sin itu, lihat aku: lukaku ini kecil tidak perlu sampai harus menginap di sini. Aku boleh png, ya?¡± Finno mengernyit. ¡°Lebih aman jika kau tinggal di rumah sakit. Bagaimana ku lukanya infeksi? Bagaimana jika ada virus atau bakteri pada pisau itu? Vivin terdiam. Dia seorang pria yang sibuk. Dia tidak mungkin ada waktu memikirkan hal itu. Tahu bahwa Finno tidak bisa dirayu dengan paksa, dia mencoba pura-pura mems. ¡°Finno, aku benar-benar tidak apa-apa. Terlebih kau akan ada bersamaku. Jika lukaku terinfeksi, kau dapat memanggilkan dokter untukku, bukan?¡± Alis Finno turun. Dengan lembut Vivinnjut menambahkan, ¡°Terlebihgi, rumah sakit sedang kekurangan tempat tidur sekarang. Tidak pantas untukku menggunakan kamar ini sedangkan aku baik- baik saja, bukan?¡± Hati Finno melunak melihat usaha Vivin merayu meyakinkannya. ¡°Baih. Aku akan antar kau png sebelum pergi ke kantor.¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Vivin bersorak di dm hatinya saat melihat Finno menyiapkan kepngannya. Takma, dia sudah berada di dm Bentley hitam milik Finno. Di perjnan png, Vivin terpikir akan sesuatu. ¡°Oh iya. Finno, apa yang terjadi dengan orang yang menckaiku?¡± ¡°Aku th menyiapkan pengacara untuk serius menangani kasus ini.¡± Saat dia teringat akanki-ki itu, ekspresi Finno berubah dingin. ¡°Tenang saja. Aku tidak akan biarkan dia bebas.¡± Ku saja bukan karena si bodoh Fabian yang th melibatkan polisi ke dm mash ini, aku pasti sudah membuat hidup orang itu sengsara. Vivin mengernyit. ¡°Finno, jangan berlebihan. Membuat orang itu taku saja sudah cukup.¡± Finno berbalik menatap Vivin. ¡°Dia th melukaimu. Apa kau tidak marah?¡± ¡°Sedikit,¡± gumam Vivin, ¡°Tetapi pada akhirnya, mereka hanyh orang-orang yang patut dikasihani. Mereka meninggalkan apapun demi bekerja di kota dan ujung-ujungnya tetap tidak mendapatkan apa- apa. Jadi, mereka mencoba membs dendam pada kita. Mereka depresi dan frustasi. Tentu saja, cara mereka sh, tetapi orang jahat yang sesungguhnya itu adh si manajer senior itu. Aku hanya mau memberinya pjaran agar dia tahu keshan apa yang sudah diakukan. Finno melirik ke arah Vivin, dia tidak menyetujui, juga tidak menyangkal. Dia hanya mengatakan, ¡°Aku mengerti. Kita sudah sampai. Kau istirahat, ya.¡± Seketika Vivin sadar bahwa dirinya sudah tiba di Vi. Dia keluar dari mobil. Sesaat Vivin keluar dari mobil, Noah, yang duduk di bangku depan, berbalik dan bertanya, ¡°Tuan Normando, apa yang akan kitakukan pada orang yang sudah menyerang Nyonya Wiliardi?¡± ¡°Beritahu pengacara untuk melepaskannya. Seth dia ke luar, beri dia pjaran,¡± perintah Finno. Menyerahkan orang yang sudah melukai wanitaku ini ke pihak polisi itu adh jn yang telu mudah untuknya untuk kabur.. Tidak kaget dengan jawaban Finno, Noah mengangguk, tetapi apa yang dikatakan Finno sethnya justru di luar dugaan. ¡°Seth kau beri pjaran, lepaskan dia. Kemudian kau cari mereka di bagian manajemen, dapatkan bukti korupsi yang dkukan, dan buat mereka membayar hutang perusahaan dengan aset pribadi mereka. Suruh mereka bayar gaji para pekerja juga.TM Noah terdiam. Dia menatap tidak percaya pada Finno. Sejak kapan Tuan Normando bisa bersikap baik seperti ini? Aku tidak percaya dia sangat peduli dengan gaji para pekerja. Finno tidak memedulikannya. Dia hanya menyaksikan Muti berjn menuju pintu dan membantu Vivin masuk ke dm rumah. Finno bukah orang yang suka membantu orang. Bagaimanapun juga, kali ini berbeda: ini adh permintaan Vivin. Lakiki yang melukai Vivin harus membayar keshannya. Namun, Vivin iba padanya, sehingga Finno akan mkukan seperti yang diinginkan Vivin dan menolong para pekerja. Sejauh itu adh keinginan perempuan itu, ia akankukan untuknya. Di kediaman keluarga Normando Fabian tengah menghitung penjun majh dengan isu panas itu. Namun, entah berapa kali sudah dia menghitung, juhnya slu sh. Akhirnya, ia mendorongptopnya dan bersandar pada kursinya. Sial! Sudah berhari-hari. Sejak Vivin cedera karena melindunginya, pikirannya slu menerawang. Apapun yang dkukannya, wajah cemas Vivin ketika dia beri ke arahnya terus muncul dm benaknya. Pikirnya dia bukangi Vivin yang pernah kenal, tetapi ia th menymatkan hidupnya. Bab 103 Bab 103 Bab 103 Tidur B dia adh perempuan yang mengabdi pada harta kekayaan dan mkukan apapun demi uang, dia tidak akan menymatkannya ketika dia dm bahaya. Apakah aku sh memahaminya sma dua tahun ini? Kekecewaan mnda Fabian. Ketika dia berpikiran tentang kemungkinan dirinya sh memahami Vivin, dia pun menjadi tegang dan gugup. Seth perasaan berkecamuk, dia akhirnya mengambil ponselnya dan menelepon. ¡°Halo? Ini aku,¡± Fabian menyapa ketika panggnnya diangkat, ¡°Coba kau cek sesuatu untukku. Selidikh. Aku ingin kebenaran.¡± Setiba di rumah, Vivin kemudian mandi dan akhirnya bau disinfektan rumah sakit pun hng. Seth itu, dia pun tertidur sesampainya berbaring di atas ranjang. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Dia tak suka dirawat inap di rumah sakit, jadi dia tidak bisa tidur sma berapa mm di sana. Kini, akhirnya dia kembali ke rumah. Tanpa sadar, tubuhnya kemudian menempati bagian ranjang milik Finno. Ketika kepnya tenggm dm bantal yang empuk, tiba-tiba Vivin membaui aroma tubuh Finno. Bau shampoo, bersamaan dengan aroma cerutu. Vivin merasakan gelombang ketenangan menyergapnya saat dia menarik napas. Dia merasa sudah bersikap serakah, tidak ingin kembali ke bagian ranjang miliknya. Akhirnya dia tertidur di bantal milik Finno. Di mm hari, ketika Finno masuk ke kamar, dia melihat Vivin berbaring di sisi ranjang tempatnya seperti anak kucing. Finno berdiri tertegun sesaat sebelum akhirnya tersenyum. Seth menutup pintu, pehan dia berdiri dari kursi rodanya dan berjn ke tempat tidur. Vivin tidur lp dan tidak menyadari Finno yang mendekatinya. Finno ingin menarik Vivin ke dm selimut, tetapi ketika dia mengangkat selimut dia melihat luka di lengannya. Tak ada halin yang dkukan kecuali mengernyitkan alisnya. Vivin th mandi tadi. Wupun dia memastikan lukanya tidak terkena air, beberapa percikan air tetap ada di sana. Kekecewaan terlintas di mata Finno. Dia perempuan dewasa. Kenapa dia tidak bisa menjaga dirinya lebih baikgi? Finno berniat untuk membangunkan Vivin untuk mengganti perban pada lukanya, tetapi ketika dia menatap wajah Vivin yang begitu terlp-bahkan sampai meskan air liur di bantal. Finno-dia pun urung mkukannya. Dengan sedikit melenguh, Finno mengambil obat-obatan di meja yang dibawa oleh Vivin dari rumah sakit dan meletakkannya di kasur. Dia kemudian secara pehan membuka balutan lukanya. Dm tidurnya Vivin merasakan seseorang menyentuh balutan luka tangannya. Pada awalnya, dia tidak menggubrisnya, tetapi rasa sakit pada luka tiba-tiba dia rasakan. Saat ith dia terbangun. ¡°Aduh!¡± Saat membuka matanya, dia melihat Finno duduk di tempat tidur Vivin dengan kapas di tangannya. Perban pada luka di lengannya sudah sepenuhnya terlepas, memaparkan luka ke udara. ¡°Finno?¡± Bisiknya. ¡°Kau sudah png?¡± ¡°Ya.¡± Finno tidak melihat ke arahnya tetapi terus terfokus pada tangannya yang tengah merawat luka. Vivin menggeretakkan giginya karena rasa sakit yang dirasakan. Dia tak tahan dan meringkuk. ¡°Pn- pn.¡± Finno mengangkat alisnya.¡±Aku tidak beku kasar. Kau lupa mengganti perban ini, jadi lukanya masih terinfeksi. Harus kubersihkan dulu lukanya sebelum aku obati.¡± Vivin segera teringat dokter yang menyarankan untuk mengganti balutan dua kali sehari. Namun, dia sudahngsung tertidur ps ketika tiba di rumah, sehingga tidak mengganti perban itu. ¡°Aku lupa,¡± gumamnya. Finno menatapnya aneh. Seakan menghukumnya, dia mengoleskan obat pada lukanya lebih keras lagi. ¡°Bagaimana bisa kau lupa sesuatu yang sepenting ini? Apa perlu menginapgi di rumah sakit? Sepertinya jauh lebih aman.¡± Sakit akibat luka merayapi lengannya, dan wajah Vivin pucat. Dia memohon, ¡°Aku tahu aku sh, tapi aku telu lh saat ini. Kasih tahu Muti tentang hal ini dan minta dia mengingatkanku.¡± Ketika Finno melihat butiran keringat pada kening Vivin, dia segera menghentikan tekanan tangannya pada luka. Dia bertanya, ¡°Apakah ini terasa sangat sakit?¡± ¡°Ya, tentu saja. Coba saja kau menghujamkan pisau di tanganmu,¡± gerutunya. Hanya kelihan biasa, tetapi Finno meredupkan matanya dan berbisik, ¡°Aku sudah pernah ditikam sebelumnya.¡± Bab 104 Bab 104 Bab 104 Mohon Lebih Halus Vivin terpaku. Dia menatap Finno. ¡°Apakah saat kau diculik sepuluh tahunlu?¡± Finno dibesarkan dm keluarga kaya-raya. Sin penculikan sepuluh tahunlu itu, Vivin tak menemukan peristiwain yang membuatnya terluka serius. ¡°Ya benar.¡± Finno merendahkan kepnya sambil mengolesi obat pada lukanya, sehingga Vivin tak dapat melihat ekspresi wajahnya. ¡°Tiga tikaman, semuanya di kaki. Ku saja tidak cepat- cepat ditangani, tentu saja aku akan benar-benar cacat.¡± Lengan Vivin gemetar. Dia kemudian menyadari betapa takyaknya dia berkata seperti itu. Dia mengalihkan pandangannya dan berguman, ¡°Maafkan aku¡­¡¯ ¡°Minta maaf untuk apa?¡± ¡± N?velDrama.Org copyrighted ? content. ¡°Aku th mengatakan sesuatu yang menyinggung.¡± Tiba-tiba saja Vivin merasakan bahwa dia telu banyak mengeluh tentang luka yang diminya. Apa yang diminya terasa begitu kecil dibandingkan dengan apa yang dimi Finno. ¡°Tidak apa,¡± jawab Finno. Namun, Vivin tak tahan untuk bertanya, ¡°Apakah kau memiliki bekas luka?¡± Wupun Vivin sempat mengamati tubuh Finno di kamar mandi sebelumnya, dia mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya sehingga Vivin tak pernah melihat bagian bawah tubuhnya. Ith sebabnya dia tak tahu tentang adanya luka di kakinya. ¡°Terapi fisik yang aku jni cukup berhasil, sehingga tidak ada mashgi. Tempat yang tertikam akan terasa sakit hanya b saat hujan,¡± jawab Finno. Sesaat seth itu, tiba-tiba terlintas dm pikirannya dan menatap Vivin dengan alis terangkat. ¡°Mengapa, kau mau lihat?¡± ¡°Pada bekas luka itu?¡± Vivin membisu. Luka itu ada pada titik sensitif; bagaimana caranya aku melihatnya? Segera dia bergumam, ¡°Tidak, tidak. Ah!¡± Di tengah ingin menkkiki ini, ketika rasa sakit sekaligi menjr dari lengan yang terluka, membuatnya menjerit. ¡°Akhirnya, keluar.¡± Dibandingkan wajah Vivin yang pucat pasi, Finno terlihat tenang saat ia mengoleskan kapas dan oba ke jaringan di lukanya. Tertegun beberapa detik, Vivin pun baru menyadari apa yang sudah terjadi seth dia melihat potongan kulit dan cairan pada kapas. Finno menceritakan luka yang diminya hanya untuk mengalihkan perhatian Vivin sehingga ia dapat membersihkan luka sepenuhnya. ¡°Akan selesai begitu obatnya kuoles pada luka.¡± Sambil menatap wajah Vivin yang pucat, Finno melembutkan nada suaranya. Dia mengambil kapas dan mengolesi obat pada lukanya. ¡°Tahan sebentar ya.¡± ¡°Ya, aku tahu¡­ tapi lebih lembut yaa, Pn-pn. Ah! Bukan di sini¡­. Pn-pn.¡± Vivin memerhatikan penuh sakit yang dia rasakan ketika Finno mengoleskan obat pada lukanya. Dia tidak menyadari bahwa di luar kamar, Muti th mendengar sebagian percakapan dan. pipinya merona merah. Muti datang untuk meminta Vivin dan Finno turun untuk makan. Dia tidak pernah membayangkan akan mendengar Vivin menjerit dan berguman, seperti ¡°tidak¡± dan ¡°lebih pehan.¡± Maafkan Muti yang th berpikiran sh dm hal ini. Muti begitu bersemangat dengan apa yang baru saja dia dengar. Dia abaikan pikiran sebelumnya untuk meminta keduanya untuk makan dan bergegas ke ruang bawah. ¡°Muti, mana Tuan dan Nyonya Normando?¡± saat Lubis melihat Muti turun seorang diri, sambil mengernyitkan alisnya. ¡°Ayo, makan. Hidangan sudah mi dingin.¡± ¡°Siapa peduli dengan makanan?¡± Muti menghampiri dengan wajah bersemu merah. ¡°Mereka sedang sibuk di kamar. Jangan mengganggu mereka.¡± Lubis tak paham dm beberap detik sebelum kemudian menyadari hal apa yang dikatakan Muti. Wajahnya pun penuh kebahagiaan. ¡°Maksudmu mereka tengah¡­. ¡°Ahh, pak tua. Kau malu bukan menyatakan hal itu keras-keras?¡± Muti menatap Lubis tapi dia tak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya. ¡°Ini kabar bagus!¡± Tak kecuali Lubis pun berbahagia. Dia segera berdiri. ¡°Aku harus sampaikan kabar baik ini ke Tetua Normando. Di ruang atas, Vivin tak tahu bahwa jeritan kesakitannya dishpahami oleh Muti dan Lubis. Seth mengganti perban, dia sadarmbungnya mi mengeram dan segera turun bersama. Finno. Ketika Muti melihat kehadiran mereka, dia tercengang. ¡°Oh, kenapa kalian begitu cepat? Maksudku, aku baru saja selesai mempersiapkan makan mm. Mari makan, Tuan dan Nyonya Normando.¡± Vivin duduk di kursi, tapi gerak lengannya terbatasi. Muti mendekati dan baru saja akan menyuapi Vivin ketika Finno sudah berada di sisinya. Dia mengambil mangkuk dan bertanya pehan, ¡°Kau mau makan apa?¡± Bab 105 Bab 105 Bab 105 Sh paham Sekarang, Vivin sudah lebih terbiasa disuapi Finno sejak pertama kali dkukannya saat di rumah sakit dulu. Dengan polos Vivin menjawab, ¡°Aku mau brokoli dan terong.¡± Finno segera mengambilnya dan menyuapinya Vivin. Di samping mereka, Muti dan Lubis sama-sama takjub melihat pemandangan itu. Tuan Normando menyuapi seseorang?Sulit dipercaya. Aku tidak terpikir akan melihat pemandangan ini dengan mata kepku sendiri! Vivin menghabiskan waktuma menyantap habis makan mmnya. Sudah melebihi rasa malunya saat melihat Finno sibuk menyuapinya. Dengan kikuk, dia bergumam, ¡°Finno, aku bisa makan dengan menggunakan tangan kiri. Kau santap saja makan mmmu.¡± Finno mengabaikannya. Dia baru makan seth Vivin selesai makan. Takma, Finno juga selesai. Saat melihat Muti membersihkan piring, dia berkata, ¡°Muti, Vivin harus mengganti pembalut lukanya setiap hari. Ingatkan dia slu.¡± This content is ? N?velDrama.Org. Muti mengangguk. Dia tidakngsung menuju ke dapur meski piring itu sudah berada di tangannya. Menyadari bahwa perempuan ini seperti terlihat ingin mengatakan sesuatu, Finno pun mengangkat kepnya dan bertanya, ¡°Ada yangin yang ingin kau sampaikan?¡± ¡°Begini, tentang ¡­ Tuan Normando¡­¡± Muti ragu, tetapi melihat wajah pucat Vivin dia mnjutkan kalimatnya, ¡°Meskipun sungguh baik b Tuan mencintai Nyonya Normando, tetapi Nyonya masih terluka. Bukankah seharusnya¡­ pekuan Tuan lebih lembut padanya?¡± Muti hanya bermaksud baik dengan pernyataannya itu. Dia mendengar teriak Vivin beberapa waktu lalu dan mengamati bahwa wajah Vivin begitu pucat saat turun untuk makan. Muti mengkhawatirkan keadaan perempuan muda ini. Finno dan Vivin tercengang. Akan tetapi, mereka berdua adh orang dewasa dan segera sadar akan apa yang sedang dipikirkan oleh Muti dan Lubis. Wajah Vivin merona merah. Gawat. Apakah Muti th sh memahami teriakanku saat Finno mengoleskan obat pada lukaku saat itu? ¡°Muti, sebenarnya-¡± Vivin dengan malu dan baru saja akan memberi penjsan pada Muti ketika tiba- tiba Finno memotongnnya, ¡°Muti, jangan khawatir.¡± Wajah Finno begitu tenang. ¡°Aku tahu Vivin kesakitan, oleh karenanya aku berhati-hati merawat dan menjaganya. Akh yang th mkukan semuanya.¡± Mata Vivin terblak. Maksudmu apa dengan th mkukan segnya?Tidak saja dia tak rishi dengan keadaan ini, tetapi ia bahkan membuat kebohongan yang memalukan! Muti dan Lubis tidak menyangka Finno yang biasanya slu dingin bisa mengatakan hal ini. dengan terang-terangan. Mereka berdua tersentak dan takma sadar kembali. Sambil tersenyum, mereka mengangguk. ¡°Bagus. Rupanya Tuan begitu penuh perhatian.¡± Penuh perhatian apanya! Saat ini, wajah Vivin merah seperti tomat. Dia baru saja akan membuka mulutnya untuk menjskan apa yang terjadi, tetapi Finno meremas tangannya di bawah meja. Js, Finno tidak ingin Vivin mengatakan sesuatu. Maka dari itu, dengan wajah yang merah padam, dia hanya diam saja membiarkan Finno menggenggam tangannya saat naik ke atas. Setibanya di kamar, Vivin meledak. Dia merengkuh bantal dengan tangannya yang luka dan melemparnya ke arah Finno. ¡°Omong kosong apa yang barusan kau katakan itu, Finno? Apa yang kau maksud dengan th mkukan segnya? Kau¡­ Kau tidak js!¡± Dengan mudah Finno menangkap bantal itu sebelum mengenainya. Finno tertawa terbahak-bahak saat melihat Vivin terengah-engah marah. Aku yakin dia tidak sadar bahwa makinma dia semakin ngawur di hadapanku. Dia bahkan th berani memukulku! Namun, ggat akting Vivin th membangkitkan suasana hatinya, Senyum mengembang di bibirnya saat Finno bertanya, ¡°Kenapa? Kau tidak suka? Kita kan suami istri, dan sudah semestinya kita mkukan hal itu di ranjang. Ku tidak begitu, apa yang akan dporkan Muti ke kakek?¡± Vivin meradang. Kepekaannya pehan muncul kembali saat dia ingat ketika Finno mengatakan bahwa Muti dan Lubis ditugaskan oleh kakeknya untuk memantau mereka. Akhirnya Vivin sadar akan maksud Finno agar Muti dan Lubis ¨C dan oleh karenanya juga Tetua Normando untuk sh memahami mereka. ¡°Tetapi¡­¡± Vivin masih merasakan panas di wajahnya saat memikirkan tentang apa yang Finno katakan tadi. ¡°Kau tidak perlu¡­ mengatakan seperti itu¡­ Bab 106 Bab 106 Bab 106 Dm Kegamangan Rasa kekaguman meluap di dm hati Finno ketika dia melihat wajah Vivin tersipu malu. Alisnya menaik. ¡°Hal yang mana?¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. ¡°Yang seperti ¡®aku yang mkukan semuanya¡­¡¯ Suara Vivin semakin memn seiring kepnya yang ikut menunduk. Finno tertawa kecil sambil mengangkat dagu Vivin dengan ibu jarinya. ¡°Aku serius dengan kata- kataku. Kan memang sudah seharusnya aku yang mengambil inisiatif. Atau¡­ kau tertarik ingin mencobanya?¡± ¡°Ah, tidak perlu.¡± Layaknya tikus yang ekornya terinjak, Vivin melompat, beri menuju lemari pakaian. ¡°Aku mau mandi dulu. Dah!¡± ujarnya bergegas. Sambil berkata demikian, Vivin buru-buru mengambil handuk dengan tangan kirinya dan menghambur ke kamar mandi. Di dm kamar mandi, Vivin menatap wajahnya yang merah meny di depan cermin. Menyebalkan. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Vivin Wiliardi, kenapa kau sangat tidak berguna? Yang dkukan Finno hanya bercanda. Kenapa reaksmi sangat berlebihan? Bodoh. Meskipun tangan Vivin cedera, kamar mandi Finno dilengkapi dengan fasilitas pancuran air berteknologi tinggi; Vivin bisa menyesuaikan banyaknya air yang mengalir dari pancuran. Dengan hati- hati dia mandi tanpa membasahi lukanya. Saat dia berjn ke luar dari kamar mandi, dia melihat Finno masih duduk di balkon. Vivin mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia sempat berniat memberitahu bahwa kini waktu bagi Finno untuk mandi, tetapi mengurungkan niatnya seth beberapangkah mendekatinya. Dia melihat sebuah benda di tangan Finno, dan dia menatapnya dengan tatapan gamang. Bersinar terang di bawah sinar rembn, Vivin segera saja mengenali benda apa Kalung itugi. itu. Sekian kali sudah Vivin melihat kalung itu. Setiap kalinya, Finno menggenggam kalung itu seakan sangat berharga dan memandanginya dengan kekaguman. Vivin mengurungkan ucapannya yang sudah berada di ujung lidahnya; dia melihat ke arah Finno diam- diam. Begitu terang sinar bn mm ini. Ekspresi yang tersirat di wajah Finno sangat berbeda dari biasanya, terasa seperti orangin. Ekspresinya perpaduan antara kerinduan, penyesn dan juga ketidakberdayaan. Vivin tidak tahu mengapa dia merasa sangat kecewa, seakan seekorndak menusuk-nusuk. hatinya. Takma kemudian, merasakan kehadiran Vivin, Finno berbalik badan. ¡°Kau sudah selesai?¡± Dm sekejap, ekspresi di wajahnya berubah kembali datar seperti biasanya. Tangannya menggenggam kalung itu, menyembunyikannya dari penglihatan. ¡°Mm.¡± Secepat kt. Vivin menenangkan dirinya. ¡°Giliranmu mandi.¡± ¡°Ok, bs Finnolu kembali masuk ke kamarnya. Alih-alih pergi ke kamar mandi, dia justru menuju mejanya. Pn-pn dia menaruh kalung itu dici atas sebelum masuk ke kamar mandi dengan handuknya. Vivin masih ada di kamar. Saat mendengar suara air mengalir dari kamar mandi, matanyangsung menuju ke arah meja. Dia penasaran. Ada kenangan apa di balik kalung itu? Kenapa Finno slu terlihat sedih setiap melihat kalung itu? Vivin tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya. Dia tidak pernah usil, tetapi saat ini dia merasa seperti ada tangan tak terlihat mendorongnya ke arah meja. Hanya untuk sekali lihat. Tidak apa-apa, kan? Seth yakin bahwa Finno masih di dm kamar mandi. Vivin menahan napasnya dan membukaci meja itu. Dia tidak mengerti apa yang sh dengan dirinya. Kalung itu terasa seperti duri di hatinya, dan dia tak bisa menghngkannya dari pikirannya. Dia tidak pernah merasakan hal ini, bahkan saat dia bersama Fabian dulu. Laci meja Finno tidak dikunci dan Vivin bisa dengan mudah membukanya. Vivin melihat beberapa dokumen di dmnya. Di atas tumpukan dokumen itu ada beberapa foto dan juga kalung itu. Pn-pn dia mengambil kalung itu dan menaruhnya di atas tpak tangannya Sebuahi kalung kristal yang sangat cantik. Meskipun tidak semewah b dibandingkan dengan yang terbuat dari berlian, kalung itu memberikan kesan kemurnian. Tampak js dari pembuatannya sehingga kalung ini bukah kalung murah. Vivin membalik-balikkan kalung itu di tangannya. Ketika dia melihat bagian bkang kalung, ia pun tercekat. Bagian depan kalung itu bembang hati, dan bagian bkangnya adh sebuah kata. Bab 107 Bab 107 Bab 107 Evelyn Ketika bagianin dari kalung itu diukir dengan Indah dan halus, js sekali kata di bagian bkang itu diukir oleh seseorang yang tidak paham akan perhiasan. Sedikit kasar tetapi dapat terbaca Eve. Eve¡­ ¨C Ucapan Tetua Normando tiba-tiba terngiang di kepnya. Sudah 10 tahun. Semenjak Evelyn meninggal, kupikir Finno tidak akan pernah jatuh cinta pada seseoranggi.Apakah kalung ini milik perempuan yang bernama Evelyn itu?Siapa dia? Apa dia mantan kekasih Finno? Apa yang terjadi dengannya? Dnda rasa penasaran, Vivin pun mengeluarkan foto dari dmci. Saat dia melihat foto-foto itu, tangannya kaku. Di dm foto itu ada seorangkiki dan perempuan dm usia akhir bsan tahun. Dengan mudah Vivin mengenalikiki muda ini sebagai Finno. N?velDrama.Org copyrighted ? content. Itu adh Finno ketika masih remaja; dia tidak terlihat dewasa seperti keadaannya sekarang. Di dm foto itu, dia tetap terlihat tampan tapi jauh lebih muda dan ceria. Jika Finno sekarang ini ibarat the putih aromatik dan halus, maka Finno muda masalu pasti pasth ibarat segs whiskey, kuat dan penuh kebanggaan. Namun, tetap tampan untuk memikat siapapun hanya dm seks pandang. Akan tetapi, yang sebenarnya menarik perhatian Vivin adh gadis di dm foto itu. Dia sangat cantik. Saking cantiknya sampai Vivin tidak bisa mengalihkan pandangannya darinya. Dia slu beranggapan bahwa Alin itu cantik, tetapi b dibandingkan dengan gadis ini, yang bak sekuntum mawar, Alin hanyh bunga anyelir. Pasti ada sesuatu yang gadis ini miliki yang tidak ada pada Alin. Apakah gadis cantik ini¡­ Evelyn? Pemilik kalung ini? Perasaan misterius menyelusup ke dm hati Vivin. Perasaan itu sama seperti yang dirasakan Vivin ketika berada di bangku sekh dasar saat Haris mengikuti kata hatinya dengan mengirimnya ke sekh khusus. Saat pertama kali dia melihat Alin, gadis ini memakai gaun yang indah sedangkan dirinya memakai baju bekas milik anakki-ki tetangga. Kini Vivin merasakan kecemasan yang sama. Vivin tenggm dm pikirannya. Dia bahkan tidak sadar suara air mengalir dari kamar mandi th berhenti. Sampai suara dingin bercampur marah mengusik telinganya. ¡°Vivin, apa yang kaukukan?¡± Seketika itu juga Vivin tersadar darimunannya, seakan seember penuh air dingin disiramkan ke arahnya. Dengan cepat dia berdiri, menemukan Finno sudah ke luar dari kamar mandi. Finno berbalut piyama dan rambutnya masih basah. Matanya yang dingin dan gp tertuju tajam padanya. Dengan masih memegang kalung itu, Vivin panik, merasa seperti pencuri yang tertangkap basah. ¡°Finno, aku. Ahh!¡± Dengan penuh kecemasan, ia berusaha menjskan sambil meletakkan kalung itu kembali ke dm laci. Di saat dnda kegugupan, dia menjatuhkan kalung itu. Rona di wajahnya menghng. Itu adh kalung kristal! Bisa hancur b terjatuh kentai! Seketika itu juga Vivin berjongkok untuk menangkap kalung itu, melupakan tangannya yang cedera. Dia dapat merasakan lukanya robek, tetapi pikiran tentang lukanya dia kesampingkan. Namun, Finno lebih cepat darinya. Finno merunduk seth mngkah cepat dan menangkap kalung sebelum berbenturan denganntai. Dengan begitu, Vivin hanya bisa menangkap angin, bukan kalung. Dia mengh napas lega seth melihat kalung tersmatkan. Sebelum selesai mengatur napasnya, dia mendengar suara dingin Finno dari atas kepnya. ¡°Vivin, bisa kau jskan apa sesungguhnya yang sedang kaukukan?¡± Detak jantungnya terasa berhenti sejenak. Saat mengangkat kepnya, dia js melihat Finno menatapnya dengan tatapan dingin sambil memegang kalung itu. Dan ketika mata mereka berpandangan tajam, hatinya sakit seakan ada palu yang menghantamnya. Dia tidak pernah berpikiran bahwa Finno akan menatapnya dengan dengan cara seperti ini. Bahkan ketika mereka berdua belum kenal dekat satu samain dan Finno tidak peduli padanya, dia tidak pernah menatapnya begini rupa. Tatapan mengerikannya menggabungkan rasa jijik dan benci. Bibir Vivin bergetar sebelum akhirnya dia berbisik, ¡°Maafkan aku. Aku slu melihatmu mmun setiap kali memandangi kalung itu. Aku jadi penasaran.. Bab 108 Bab 108 Bab 108 Kesadarannya Suaranya melembut, saking lembutnya sampai hampir tidak terdengar. Bahkan Vivin pun tahu betapa buruknya sannya ini. Dia sudah mengintip. Dia hampir tidak percaya bahwa dia sudah mkukan sesuatu yang sangat buruk. Saat melihat betapa pucatnya wajah Vivin, Finno merasakan sayatan di hatinya. Sial. Apa aku telu kasar padanya? Apa aku sudah menakutkannya? Finno tidak mau terdengar marah padanya, tetapi saat kalung itu hampir jatuh kentai, amarah terasa memuncak di dadanya. Kalung itu memiliki banyak arti baginya. Jika saja hancur berserakan rusak¡­ Finno tidak bisa membayangkan hal itu. Sadar bahwa dia tidak akan bisa berbicara tenang dengan Vivin sekarang ini, dia pun membalikkan badan dan berjn menuju lemari pakaian. Dia keluarkan kemejanya dan bergumam, ¡°Ada sesuatu yang harus kuurus di kantor. Aku ke luar sebentar. Kau tidur duluan saja.¡± Vivin tersentak. Apa Finno tidak mau melihatku? Dia tidak bisa berkata apa-apa sin menggigit bibir bawahnya sambil mengangguk. Finno berganti pakaian dengan cepat. Tanpa mengeringkan rambutnya, dia duduk di atas kursi roda dan meninggalkan kamarnya. Muti sedang membersihkan rumah ketika melihat Finno turun. Dia kaget menatapnya. ¡°Tuan Normando, sudahrut mm. Kau mau ke mana?¡± Dia bergegas menghampiri. ¡°Dan rambutmu! Kenapa basah? Cepat keringkan!¡± Finno berhenti. Meskipun tampangnya masih tetap dingin, dengan tenang dia berujar, ¡°Muti, ada sesuatu yang harus kuurus di kantor. Jangan lupa ingatkan Vivin untuk mengganti perbannya, ya.¡± ¡°Tentu saja, tapi¡­¡± Belum sempat Muti menyelesaikan kalimatnya, Finno meluncur tanpa menatap ke arahnya. Di kamar. Seakan Vivin kehngan jiwanya, dia berbaring di atas tempat tidur. Rasa pedih terasa di tangannya. Pn-pn dia membuka balutan, memeriksanya dan ternyata lukanya benar-benar terkuak kembali. Vivin tahu dia harus membersihkan lukanyagi, maka dia mengambil kapas baru. Namun sayangnya, tangan kirinya tidak cekatan dan berng kali menekan lukanya, dan membuat berdarah. Air matanya jatuh. Dia tidak tahu apakah karena rasa sakit dari lukanya atau dari teguran tajam Finno tadi. Sepertinya kalung itu benar-benar berharga bagi Finno. Vivin hanya memegang kalung itu di tangannya, tetapi Finno marah besar. Tapi¡­Jahat sekali dia. Aku ini seorang manusia, masa aku kh dengan sebuah kalung. Aku hanyh seonggok debu di hati Finno. Pikiran yang buruk itu muncul dm benaknya, saking banyak sampai mengejutkan diri Vivin sendiri. Takma, dia tersenyum masam. Vivin, Vivin. Kenapa Finno harus berpikiran bahwa kau itu lebih penting daripada kalung itu?Kalung itu sudah pasti pemberian dari mantan kekasihnya, Evelyn. Dia gadis yang sangat cantik. Bahkan sehi rambutnya saja lebih cantik b dibandingkan dengan keseluruhan dirimu. Wajar saja ku kalung itu lebih berarti daripada dirimu. Di samping itu, bukankah kau begiturut terbawa suasana akhir-akhir ini? Hanya karena Finno bersikap lebih manis, kau sudah lupa siapa dirimu. Berani sekali kau mengintip barang-barangnya tanpa izin!Kau telu percaya diri. Seharusnya Vivin menyadari bahwa sin ibunya, tidak ada satu orang pun yang akan setulusnya menyayanginya di dunia ini. Ayah kandungnya, Haris, dan Fabian, yang pernah berjanji akan slu berada di sisinya. smanya, ternyata hanya numpang lewat saja dm hidupnya. Bagaimana mungkin aku mengharapkan Finno mempekukanku dengan istimewa? Vivin sangat mengerti hal ini dibanding siapapun. Namun¡­Kenapa dadaku terasa sangat sesak?Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Vivin menaruh tangannya di atas dadanya. Rasanya sakit dan tidak nyaman seperti diremas oleh kekuatan tak terlihat. Apa karena¡­ Sebuah pikiran terlintas di kepnya. Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu di hatinya yang bisagi dia abaikan. Apa karena.. Aku jatuh cinta pada Finno? tidak Mm itu, Finno tidak kembali. Bab 109 Bab 109 Bab 109 Kamu Tidak Bersh Muti ingin membantu Vivin membersihkan lukanya tetapi tawarannya ditk. Vivin tidak ingin Muti melihat matanya yang memerah, jadi dia memutuskan untuk membersihkannya sendiri. Keesokan harinya Vivin bangun pagi-pagi dan merasa kesepian ketika dia menyadari tidak ada seorangpun di sekitarnya, T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Sial. Dia menepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya. Vivin tidak mau berut darimunannya; dia harus mengendalikan diri. Seth putus dengan Fabian dua tahunlu, dia bersumpah untuk tidak pernah jatuh cintagi dengan siapapun, meskipun dia akan tetap menikah dan memiliki anak. Apa aku tidak bisa mengontrol dirikugi?Tidak. Tidak mungkin. Vivin membuat keputusan cepat. Dia turun dari tempat tidur dan menyeret beberapa tas koper kentai satu dengan tangan kirinya. ¡°Anda mau ke mana, Bu Normando?¡± Muti tercengang. ¡°Ibuku baru saja keluar dari rumah sakit, jadi aku akan png dan merawatnya.¡± Vivin mengerucutkan bibirnya dan menatap Muti. ¡°Aku merindukannya.¡± ¡°Tapi Anda masih terluka. Bagaimana anda akan menjaga orangin?¡± Muti panik. ¡°Kenapa Anda tidak membawa ibu Anda kemari? Aku juga bisa menjaganya.¡± Vivin menk. ¡°Tidak apa-apa, Muti. Ibuku tidak akan merasa nyaman tinggal di sini. Aku akan memberi tahu Finno tentang hal ini, jadi jangan khawatir.¡± Seth menghabiskan sarapannya, Vivin memanggil mobil dan meninggalkan kediaman. Setibanya di rumahnya sendiri, Vivin menghabiskan beberapa waktu membersihkan tempat itu. Lagip, dia sudah pergi cukupma. Dia melirik arlojinya dan memutuskan pergi bekerja karena masih pagi. Seharusnya dia kembali bekerja karena cederanya hanya ringan. Namun, dia masih diberi libur seminggu, dan tidak ada seorangpun dari perusahaan majh yang menanyainya. Itu pasti karena Fabian. Ketika dia tiba di kantor, Sarah dan Jena mendatanginya untuk menanyakan keadaannya. Meskipun Sandra dan beberapa rekaninnya mengolok-oloknya dari jauh, Vivin tidak membiarkan hal itu mengganggunya. Tepat ketika dia akan mi bekerja, dia mendengar. Derapngkah mendekat ke arahnya Dia berbalik dan melihat ekspresi tegang Fabian. ¡°Pak Normando?¡± Vivinngsung berdiri dari kursinya. Dia menatap Fabian dan mengerutkan alisnya. ¡°Ya?¡± Dia tidak yakin apakah pikirannya sedang mempermainkannya tetapi dia merasa Fabian tampak aneh hari ini. Seh-h setan th merasukinya. Dia mengabaikan orang-orang di sekitar, menghampiri Vivin, dan meraih bahunya. Fabian menggeram dengan suara yang dm, ¡°Mengapa kamu tidak memberitahuku bahwa kamu tidak bersh? Seseorang menjebakmu dua tahunlu, kan?¡± Vivin seperti tersambar petir; wajahnya memucat. Bibirnya mi berkedut. Dia memelototi Fabian dan tidak bisa berkata apa-apa. Fabian semakin berlinang air mata saat dia terus mengguncangnya. ¡°Kenapa kamu tidak menjskan sendiri? Kenapa kamu membiarkanku mempermalukanmu dan mencercamu?¡± Emosi Fabian th mencapai puncaknya. Js bahwa seseorang th menjebak Vivin ketika Fabian menyelidikinya dua tahunlu. Dia tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini seth mengetahui bahwa dia th dituduh. Dia tidak bisa membayangkan rasa sakit dan perjuangan yang dia mi sma bertahun-tahun. Bukan saja dia tidak menawarkan bantuan yang dia butuhkan, tetapi dia th sangat menyakitinya dengan mempermalukannya. Pada saat yang sama, dia juga marah padanya karena menderita dm diam sejak mereka bersatu kembali. Dia marah padanya karena tidak menjskan semuanya. Fabian tidak bisa mengendalikan emosinya, dan inh mengapa dia ingin mencari konfirmasi Vivin hari ini. Bahkan jika dia berada di tempat Finno, dia masih akan pergi ke sana untuk mendengar apa yang dia harus katakan! Tetapi ketika dia akan meninggalkan kantornya, dia menyadari bahwa Vivin th kembali bekerja. Fabian tidak peduli apa yang akan dipikirkan orang-orang di sekitarnya tentang dia; dia hanya ingin Vivin mengatakan yang sebenarnya. Bab 110 Bab 110 Bab 110 Kamu Tidak Pernah Mempercayaiku Fabian sangat emosional sehingga dia lupa bahwa Vivin terluka. Cara Fabian mencengkeram bahunya memberinya rasa sakit yang luar biasa, dan wajahnya menjadi semakin pucat. Seth melihat wajahnya yang pucat, Fabian akhirnya sedikit tenang. Dia segera melepaskannya dari cengkeramannya. ¡°Aku minta maaf. Aku lupa bahwa kamu sedang terluka.¡± Vivin juga mendapatkan kembali ketenangannya. Dia melirik kerumunan dan berbisik, ¡°Mari kita bicara di kantor.¡± Fabian menyadari bahwa dia sudah keteluan. Dia mengangguk dan berjn ke kantor dengan Vivin mengikuti tepat di bkang. Begitu mereka berdua memasuki kantor Fabian, kerumunan mi membicarakan peristiwa yang tak terduga. ¡°Ya ampun, apa-apaan itu? Jadi rumor itu nyata? Mereka dulu sepasang kekasih?¡± ¡°Iya. Aku mendengar mereka putus ketika dia mengetahui bahwa Vivin menjual diri, tetapi tampaknya dia sekarang menyadari itu semua hanya keshpahaman?¡± ¡°Jadi Vivin tidak bersh? Aku tahu itu! Kita semua sudah mengenalnya sma dua tahun. sekarang, dan dia gadis yang hebat! Dia tidak bisa terlibat dm bisnis kotor semacam itu!¡± Seth melihat semua orang mi memihak Vivin, Sandra tidak bisa menahan diri untuk berdiri sambil menggertakan gigi. ¡°Sandra, kamu mau kemana?¡± ¡°Aku tidak enak badan. Aku akan cuti!¡± Di kantor Fabian, Vivin duduk di sofa, dan wajahnya masih tampak pucat seperti biasanya. Dia melihat Fabian mondar-mandir di depannya dan tidak tahu harus berkata apa. Pada akhirnya, Vivin mengh nafas dan berkata, ¡°Tenang, Fabian.¡± Dia tahu Fabian akan bertindak seperti ini ketika emosinya sedang tidak stabil. Dia berhenti berjn dan menatapnya sementara ekspresinya tetap tidak berubah. ¡°Kenapa karnu tidak mengatakan yang sebenarnya padaku?¡± Mata Vivin berbinar. ¡°Jadi sekarang kamu th mengetahuinya?¡± ¡°Ya! Aku tahu segnya sekarang!¡± Dia berdiri di depannya dan mendengus pn, ¡°Mengapa kamu tidak menjskan dirimu sendiri? Terlepas dari semua hal yang th akukukan dan katakan, kamu hanya ¡­ bagaimana kamu bisa tetap diam?¡± ¡°Apakah aku tidak menjskan sendiri?¡± Vivin akhirnya berbicara dengan suara lebih keras. Dia mengangkat kepnya dan menatap matanya. ¡°Bahkan jika aku menjskan sendiri dengan js, apakah kamu akan mempercayaiku?¡± Fabian gemetar. Dia ingin menjawab ¡°ya¡±, tetapi saat dia memikirkan betapa kejamnya dia th mempekukannya sma bertahun-tahun, dia tidak bisa memaksakan diri untuk melontarkan jawabannya. Vivin menatapnya dan tersenyum masam. ¡°Aku tidak tahu siapa yang memberimu informasi palsu itu, tetapi aku tahu kamu meninggalkanku di titik paling rendah dm hidupku, ketika aku sangat membutuhkanmu. Kamu bng kamu akan percaya padaku, tapi apa kamu datang mencariku untuk mendengarkan penjsanku? Tidak. Kamu pergi tanpa pamit karena kamu percaya apa yang orang katakan. Seth bertahun-tahun, kamu mengharapkanku untuk datang kepadamu dan mengatakan aku tidak membencimu?¡± Vivin mempertahankan kontak mata dengan Fabian saat dia mengutarakan maksudnya. Matanya sangat jernih sehingga Fabian tidak tahu bagaimana menghadapinya. Dia berpaling darinya dan memb diri. ¡°Seseorang menunjukkan kepadaku beberapa foto. Aku pikir karena buktinya sudah js, tidak mungkin kamu bisa menyangkalnya.¡± Foto? Vivin akhirnya mengerti itu semua karena foto-foto skandal yang dia lihat dua tahunlu. Dia tersenyum kecut. ¡°Aku mengerti. Hanya beberapa foto saja sudah cukup bagimu untuk kehngan kepercayaan padaku.¡± Dia mnjutkan dengan suara lembut, ¡°Mungkin kamu tidak pernah percaya padaku sama sekali. Jika ya, kamu akan memberitahuku bahwa kamu berasal dari keluarga Normando.¡± ¡°Itu dua hal yang berbeda, demi Tuhan!¡± Fabian panik sekaligi. ¡°Aku menyembunyikan identitasku karena¡­¡± ¡°Apakah kamu tidak mengerti?¡± Vivin menynya sebelum dia bisa menjskan dirinya sendiri. ¡°Kamu tidak pernah benar-benar mempercayaiku. Tidak dua tahun yanglu, dan tidak sekarang. Kamu hanya percaya pada dirimu sendiri.¡±T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Bab 111 Bab 111 Bab 111 Aku Tidak Akan Pernah Memaafkanmu Sudut mulut Vivin terangkat. ¡°Kenapa kita mh membicarakan ini? Itu semua masalu sekarang. Tidak ada gunanya bagi kita untuk mkukan pembicaraan inigi.¡± Dia berdiri dan siap untuk pergi karena dia tidak ingin berbicara dengan Fabiangi. Namun, Fabian belum siap untuk melepaskannya. Dia berdiri dan meraih pergngan tangannya. ¡°Kamu dan aku masih punya banyak hal untuk dibicarakan.¡± Fabian menatapnya, dan kali ini dia tidak membuang muka. ¡°Kamu melindungiku dari serangan itu. Ini menunjukkan bahwa kamu masih memiliki perasaan untukku!¡± Tubuh Vivin tidak bisa menahan tetapi sedikit bergidik, tetapi dia dengan cepat berhasil menenangkan dirinya. Dia menatap Fabian, yang berdiri di sampingnya. Dia melihat dari matanya yang indah penyesn dan kesenduan. Perasaan itu begitu kuat sehingga Vivin tidak berani menatapnya secarangsung. ¡°Aku pikir kamu sh,¡± katanya dengan suara tertekan, ¡°Yang akukukan hanyh menarik pria itu agar menjauh darimu, itu saja.¡± ¡°Apa bedanya? Kamu masih peduli padaku, kan?¡± Fabian menggeram. ¡°Aku menymatkanmu karena aku¡­¡± Bulu mata Vivin berkibar, tetapi dia mencoba menjskannya dengan suara tegas, ¡°Karena aku ingin membs kebaikanmu.¡± C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Fabian membeku sesaat. ¡°Apa maksudmu?¡± ¡°Kamh yang membantuku mendapatkan beasiswa dan kesempatan kerja, kan?¡± Ucap Vivin pn. Seth melihat perubahan ekspresi Fabian yang tiba-tiba, dia tahu tebakannya benar. ¡°Inh kenapa aku tetap berterima kasih padamu, meski kamu tidak mempercayaiku dan bahkan berbohong padaku. Tanpa kamu, aku tidak akan bisa menyelesaikan kuliahku.¡± Jika dia tidak lulus dari universitas, tidak mungkin baginya untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan majh mana pun. Dia juga tidak akan mampu membayar biaya pengobatan ibunya. Terlepas dari semua yang th terjadi, Vivin dengan tulus berterima kasih kepada Fabian. ¡°Apa maksudmu?¡± Wajah Fabian menjadi pucat kali ini. ¡°Kamu menymatkanku hanya karena aku pernah membantumu di masalu?¡± Vivin terluka melihat kekecewaan di mata Fabian. Dia tidak menymatkan Fabian hanya karena dia ingin membs kebaikannya. Pada saat kritis itu, dia bahkan tidak punya waktu untuk berpikir; dia hanya mngkah dan menymatkannya. Itu adh tindakan naluriah. Bagaimanapun, Fabian adh pria yang pernah dicintainya, dan dia tidak tahan melihatnya dm bahaya. Tapi dia tidak perlu tahu semua ini. Alih-alih menjskannya, dia menjawab dengan acuh tak acuh, ¡°Ya.¡± Fabian menjadi pucat pasi sepenuhnya, tetapi dia tidak mau menerima penjsannya. Dia mengeratkan pelukannya pada Vivin. ¡°Kamu tidak memiliki perasaan apapun padaku? Aku tidak percaya padamu!¡± Vivin tidak bisagi menahan rasa frustrasinya karena dia sangat kesakitan, dan dia berteriak, ¡°Apa hakmu bertanya padaku?¡± Fabian terkejut dan segera melepaskannya dari cengkeramannya. Dia benar. Apa hakku bertanya padanya? Aku mempermalukannya dan menjadikannya bahan tertawaan. Apa hakku untuk meminta pengampunannya, atau memaksanya untuk mengakui bahwa dia masih memiliki perasaan untukku? Vivin memijat pergngan tangannya dan berkata dengan acuh tak acuh, ¡°Ingat apa yang aku katakan dua tahunlu? Aku bng aku tidak akan pernah memaafkanmu bahkan jika kamu mengetahui kebenarannya dan meminta maaf kepadaku.¡± Fabian gemetar. Dia ingat apa yang dikatakan Vivin kepadanya ketika dia mempermalukannya. ¡°Aku minta maaf. Aku¡­¡± Dia ingin meminta maaf padanya, tetapi Vivin memotongnya. ¡°Simpan permintaan maafmu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.¡± Dia menatap mata Fabian. ¡°Apakah kamu menyesal th berbohong kepadaku tentang keluargamu, karena tidak percaya padaku, atau bahkan karena menghinaku, aku tidak akan memaafkanmu.¡± Vivin menekankan setiap kata yang dia katakan. Dia tidak ingin Fabian terluka dan dia benar-benar ingin membs kebaikannya, tetapi ini tidak berarti dia akan membiarkan masalu belu dan melupakan betapa buruknya dia th mempekukannya. Bab 112 Bab 112 Bab 112 Biarkan Aku Memberitahumu Sesuatu Tentang Vivin Wirdi Tidak ada yang menyakiti perasaan Vivin seperti yang dkukan Fabian. Dia menk untuk memaafkannya dan tidak ingin berhubungan dengannyagi. Dirinya hanya ingin dia menjauh darinya. Seth mendengar kata-kata itu, Fabian membeku. Sementara itu, Vivin berjn keluar dari kantor tanpa ragu-ragu. Di Mall Ringsby, pusat perbnjaan terbesar di kota, Sarah membawa dompetnya dan menyerbu melewati semua gerai bermerek dengan marah. Sin kamu, Vivin! Bagaimana semua orang bisa mempercayaimu dan bersimpati denganmu? Apakah mereka buta? Jng! Dia sangat marah sehingga dia berharap bisa berbnja beberapa tas mewah. Namun, dengan gajinya, dia tidak pernah mampu membelinya. Ini membuatnya lebih marah! This content is ? N?velDrama.Org. Tidak adil!Aku harus menabung sma berbn-bn untuk membeli tas tangan yang mahal, tetapi Vivin bisa mendapatkan apa yang dia inginkan dengan mengedipkan mata pada b*jingan kaya itu! Ketika kekesn Sandra masih menutupi pikirannya, tiba-tiba dia mendengar beberapa gadis cekikikan tepat di bkang. ¡°Kamu terlihat bagus memakai gaun itu, Alin. Fabian sangat beruntung bisa menikahi seseorang secantik dirimu.¡± Fabian? Sandra tertegun sejenak. Dia secara berbalik pehan dan melihat seorang wanita muda dan cantik mencoba gaun mahal. Sekelompok wanita mengelilinginya dan memuji penampnnya. Dengan penampnnya yang mencolok, Sandrangsung mengenalinya sebagai tunangan Fabian karena dia pernah mengunjunginya di kantornya sebelumnya. Namanya Allin? Seth melihat semua aksesori mewah yang dipakai Allin, Sandra menjadi sedikit iri. Alih-alih membiarkan kecemburuannya menguasai dirinya, Sandra punya ide yang lebih baik. Karena aku sendiri tidak bisa menghkan Vivin, mungkin Allin bisa! Dia mengumpulkan keberaniannya dan mendekatinya. ¡°Hai, apakah kamu tunangan Pak Normando?¡± Allin, yang sedang mengagumi penampnnya sendiri di cermin, berbalik dan menatapnya. Saat dia melihat tas tangan palsu Shannon, diangsung tidak tertarik pada orang itu. Meskipun demikian, dia masih menjawab dengan sopan, ¡°Maksudmu Fabian Normando? Ya, aku tunangannya.¡± ¡°Ith sebabnya kamu terlihat tidak asing.¡± Sandra bertindak seh-h dia senang bertemu dengannya. ¡°Aku seorang karyawan dari Majh mour dan aku ingat pernah melihatmu di kantor.¡± Meskipun Allin tidak tahu mengapa Sandra mendatanginya, dia masih mengangguk sopan. ¡°Aku tahu ini agak canggung, tapi¡­ ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu karena menurutku kamu pantas tahu yang sebenarnya,¡± kata Sandra malu-malu. Allin mengernyitkan alisnya. ¡°Apa itu?¡± ¡°Ini tentang Pak Normando dan Vivin Wirdi.¡± Ekspresi Allin seketika berubah. Dia menatap Sandra dengan cemberut dan menoleh ke teman-teman wanitanya. ¡°Tunggu aku di kafe. Aku akan datang dan menemuimu seth ini.¡± Wanita-wanita ini adh rombongan Allin. Mereka segera mengangguk dan pergi. Begitu mereka pergi, Allin memasang ekspresi datar dan memandang Sandra. ¡°Apa yang ingin kamu katakan padaku?¡± Vivin akhirnya keluar seth menghabiskan hari yang panjang di kantor. Di stasiun kereta bawah tanah, diangsung naik kereta ke kediaman Normando, tetapi ditengah perjnan, dia ingat dia harus menjemput ibunya dari rumah sakit. Dia segera berganti kereta dan pergi ke rumah sakit. Begitu mereka sampai di rumah, Vivin dengan kikuk merapikan rumah dan memesan beberapa hidangan biasa untuk dibawa png dari restoran dintai bawah. Itu sudah jam 9 mm pada saat dia menyelesaikan semuanya, dan saat ini dia ingat dia lupa memberitahu Finno bahwa dia akan tinggal bersama ibunya mm ini. Dia memutuskan untuk mengirim pesan teks kepadanya, meskipun Finno bahkan mungkin tidak peduli di mana dia berada. Seth itu, Vivin membantu ibunya pergi ke meja makan. Vivin tidak tahu pesan teksnya th mempengaruhi Finno, yang sedang menghadiri rapat. Seth menerima teksnya, suasana hatinyangsung berubah menjadi lebih buruk. Direktur departemen keuangan, yang sedang memberikan pengarahan tentang pendapatan kuartn perusahaan, berkeringat dingin seth melihat perubahan drastis di wajah Finno. Bab 113 Bab 113 Bab 113 Aku Kembali Untuk Merawatnya Apakah ada yang sh dengan perhitunganku? Tapi perusahaan kami mkukannya dengan sangat baik di kuartal ini! Ketika direktur terus mengungkapkan rincianporan keuangan, dia tidak bisa tidak mi menyeka tetesan keringat dari wajahnya. ¡°Pak Normando, apakah ada mash denganporannya?¡± Dia tidak mendapat tanggapan. Finno hanya mengangguk asal dan bahkan tidak memperhatikanporannya. Sma ini perhatiannya tertuju padayar ponselnya. Atau lebih tepatnya, dia menatap pesan teks Vivin di teleponnya: Hai, saya akan tinggal bersama ibu saya di rumah saya karena dia baru saja keluar dari rumah sakit. Pesan teks itu ditulis begitu formal sehingga amarah memenuhi dirinya. Rumahnya? Apakah dia mencoba membuat batas di antara kita?Wanita ini benar-benar mampu memprovokasiku! Pekuan diam Finno membuat semua orang di ruang rapat menjadi gugup. Bahkan anggota manajemen senior yang paling berpengman pun mi gemetar karena takut dia tidak senang dengan hasilnya. Menit demi menit belu, dan semua orang sudah berkeringat. Tiba-tiba, Finno mengangkat kepnya. Tepat ketika para eksekutif perusahaan mengira dia akan mengomentari kinerja perusahaan, dia. berkata, ¡°Mari kita akhiri saja. Kitanjutkan besok.¡± Finno tidak menyadari betapa terkejutnya semua orang, dan meninggalkan ruang pertemuan dengan kursi rodanya. Noah Atmaja, yang sama tercengangnya, mempercepatngkahnya dan beri mengejar Finno. ¡°Apakah semuanya baik-baik saja, Pak Normando?¡± Noah akhirnya menyusulnya. ¡°Apakah gempa bumi terjadi di Jerman dan mempengaruhi pembangkit nuklir kita? Atau apakah tornado menghantam pembangkit listrik kita di Amerika?¡± Noah percaya sesuatu yang buruk pasti th terjadi; jika tidak, Finno tidak akan mengakhiri rapat begitu tiba-tiba. Finno menghentikan kursi rodanya, memiringkan kepnya, dan menatap Noah dengan dingin. ¡°Pergi dan cari tahu di mana Vivin tinggal. Maksudku, dimana ibunya tinggal.¡± ¡°Ibunya Bu Wirdi?¡± Noah bingung sejenak. Finno mengabaikan pertanyaannya dan pergi. ¡°Ayo pergi dan kunjungi mereka ketika kamu tahu di mana dia tinggal.¡± Sementara itu, Vivin ada di rumahnya, dengan hati-hati memberi makan mm kepada Ratna. Dia masih tidak tahu bahwa pesan teksnya th membuat Finno marah. Dia membelikan bubur dan sup polos untuk Ratna, tapi begitu dingin dan hambar Ratna menk untuk memakannya. Vivin segera menyeka sudut mulutnya dengan serbet. ¡°Aku akan pergi dan membeli sesuatu yangin untukmu.¡± Dia kemudian mengenakan mantel dan bersiap untuk pergi. Ratna mengerutkan kening. ¡°Ini hampir jam 10 mm sekarang. Di mana kamu akan mendapatkan makanan pada jam ini?¡± ¡°Aku tetap harus mendapatkan sesuatu untuk kamu makan. Jika aku tidak dapat menemukan restoran, aku akan membeli sesuatu dari supermarket.¡± Kemudian, dia berjn keluar rumah. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Vivin menuju ke bawah dan mi menghitung uang yang ada di kantongnya. Tiba-tiba, sebuah mobil dengan sepasangmpu sorot terang muncul. Dia mengangkat tangannya untuk melindungi matanya dari cahaya. Beberapa detik kemudian, dia melihat Bentley hitam mendekatinya. Vivin membeku. Bukankah ini¡­ Rumah yang disewa Vivin terletak di lingkungan biasa di Kota Metro. Oleh karena itu, sangat tidak biasa melihat Bentley di sini. Sebelum dia bisa bereaksi, pintu mobil tiba-tiba terbuka secara otomatis dan kursi roda yang. tidak asing muncul di hadapannya. Vivin tidak bisa mempercayai matanya ketika dia melihat Finno menghampirinya dengan kursi rodanya. Dia tergagap, ¡°Apa ¡­ apa yang kamukukan di sini?¡± Finno meliriknya dari kep hingga kakinya. Vivin mengenakan piyama di bagian dm dan menutupi dirinya dengan jaket. Dia mengenakan sepasang sandal jepit, dan dia mengikat rambutnya menjadi sanggul yang berantakan. Meskipun dia mungkin tampak sedikit ceroboh, Finno berpikir dia masih terlihat menggemaskan. Tetapi begitu dia mengingat pesan teksnya, dia segera memasang tampang serius dan bertanya, ¡°Mengapa kamu kembali?¡± Vivin tidak menyangka Finno akan datang jauh-jauh hanya untuk menanyakan pertanyaan ini padanya. Dia memutuskan untuk memberitahunya sebagian dari kebenaran. ¡°Ibuku keluar dari rumah sakit hari ini, jadi aku kembali untuk merawatnya.¡± Bab 114 Bab 114 Bab 114 Aku Akan Mkukannya Finno tampak mengernyitkan alisnya tetapi dia memutuskan untuk tidak mnjutkan mash ini. ¡°Mau kemana kamu jam segini?¡± ¡°Membeli makan mm untuk ibuku.¡± ¡°Makan mm? Pada jam segini?¡± Finno mengerutkan kening. ¡°Kamu tidak akan menemukan restoran yang buka pada jam segini.¡± ¡°Ku begitu aku akan membeli sesuatu dari supermarket. Karena tidak ada apa-apa di rumah, aku akan membeli beberapa bahan makanan dan memasak sesuatu yang sederhana untuknya. Finno menatap Vivin dan tidak tahu harus berkata apa. Kadang-kadang, dia tampak seperti seorang wanita yang tangguh, tetapi yang sebenarnya adh, dia hanya seorang gadis yang tidak tahu apa-apa di dunia ini. Dia bahkan tidak bisa mengurus dirinya sendiri; bagaimana dia bisa menjaga ibunya? ¡°Noah.¡± Finno tiba-tiba menelepon. ¡°Pergh ke hotel terdekat dan minta dapur mereka untuk memasak sesuatu.¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Vivin terkejut dan segera menghentikannya. ¡°Tidak apa-apa, aku akan memasaknya sendiri.¡± ¡°Ini sudah jam 10 lewat. Apa kamu ingin ibumu menunggumu memasak?¡± Finno mengangkat alisnya. ¡°Jangan lupa dia masih sakit.¡± Vivin tidak bisa berkata apa-apa seth mendengar apa yang dia katakan. Dia tahu sekarang sudahrut mm, tapi karena dia benar-benar hanya sendirian, dia hanya bisa mkukan satu hal saja untuk saat ini. Alih-alih bersikap keras, akhirnya dia memutuskan untuk mengh demi ibunya. Dia menerima tawarannya dengan suara lembut, ¡°Terima kasih.¡± Wajah Finno akhirnya terlihat sedikit cerah. ¡°Ayo, kita kembali ke rumahmu.¡± ¡°Kamu ingin mengunjungi rumahku?¡± Sekaligi, Vivin tampak ragu-ragu. ¡°Kecuali kamu tidak menginginkannya?¡± Finno menatap wanita yang tiba-tiba tampak gugup. ¡°Kamu akan membiarkan aku berdiri di sini untuk menunggu Noah?¡± Wajah Vivin tampak memerah kemudian mengajaknya ke dm gedung. Seth keluar dari lift, Vivin pun membukakan pintu untuk Finno masuk. Dia terkejut melihat betapa berantakannya rumah tersebut. ¡°Maaf kondisinya berantakan. Aku baru saja png dan tidak ada waktu untuk membersihkan rumah.¡± Vivin benar-benar malu sambil mi menyimpan barang-barangnya. Namun, setiap kali tangannya mencoba mengambil sesuatu, dia merasakan sakit pada lukanya. ¡°Aduh.¡± Ketika mendengar Vivin merintih kesakitan, Finno mengerutkan keningnya dan segera berdiri dari kursi rodanya. ¡°Biar aku saja.¡± Bagaimana mungkin aku memintanya untuk membersihkan rumah untukku? Vivin segera menghentikannya dengan mmbaikan tangannya. ¡°Tidak apa-apa. Aku mungkin sedikitmbat, tapi aku bisa mkukannya sendiri.¡± ¡°Hentikan.¡± Finno meraih pergngan tangannya dan menuntunnya untuk duduk di sofa. Kamu jangan pernah berani bersikap keras di depanku. Vivin tampak terdiam mendengar perintahnya. Dia pun duduk diam di sofa dan melihatnya membersihkan rumah. Kelihatan sekali bahwa pria ini belum pernah mkukan pekerjaan rumah sebelumnya. Baik itu membersihkan sampah maupun mencuci piring, dia sering membuat keshan dan merusak barang. Kemeja bermerck mahal yang dikenakannya tampak basah kuyup, ¡°Hei¡­¡± Vivin merasa tidak tahan melihat betapa kusutnya dia. ¡°Biarkan aku mkukannya, oke?¡± ¡°Tidak.¡± Finno tampak bergumam sambil terus mengp meja kopi. Dia hanya bisa menekan bibirnya seth melihat betapa canggungnya dia. Meskipun Finno tidak mahir dm mkukan pekerjaan rumah, namun Vivin tampaknya tertarik padanya. Bagaimanapun, dia adh sosok pria yang tinggi dan tampan. Awalnya, dia merasa tersentuh oleh perhatian yang diberikannya, tetapi kemudian, dia segera teringat sesuatu yang membuat perasaan itu menghng begitu saja. Dia ingat mengapa dia meninggalkan kediaman Normando. Semua karena kalung miliknya. Dan juga betapa hancur hatinya. Dia pun segera membuang muka dan memutuskan untuk tidak memberikan perhatiangi pada Finno¡­ Hentikan khaynmu, Vivin Wirdi. Pangeran yang menawan ini tidak akan pernah menjadi milikmu. Berhenth bermimpi. Saat Finno sedang merapikan rumah, sebuah suara yang lemah muncul dari ruangan tersebut, ¡°Apa ada orang di sini?¡± Vivin tampak terkejut tetapi segera menyadari bahwa itu adh Ratna yang terbangun dari tidurnya. Demi mencegah Ratna melihat keberadaan Finno yang sedang berada di dm rumah tersebut, dia segera pergi ke kamar Ratna. ¡°Apakah aku membuatmu terbangun?¡± Vivin melihat Ratna sudah dm posisi duduk di tempat. tidurnya, dan segera mendekatinya. ¡°Aku sudah meminta seseorang untuk membelikan ibu makanan. Sebentargi ibu bisa makan mm.¡± Bab 115 Bab 115 Bab 115 Apakah Mash Buatmu? Ratna mendengar suara gaduh di ruang tamu dan terlihat mengerutkan keningnya. ¡°Siapa yang datang?¡± Vivin menjawab dengan canggung, ¡°Finno yang datang.¡±¡±Suamimu?¡± Wajah Ratna tampak berubah. ¡°Apakah dia datang ke sini untuk mencarimu? Apa yang sedang dkukannya?¡± Vivin tidak tahu bagaimana menjawabnya. ¡°Dia sedang membantuku membersihkan rumah.¡±¡° Ratna tampak tercengang. Untuk beberapa saat matanya terlihat berku, kemudian berbisik, ¡°Aku tidak ingin mengomelgi, tapi sebaiknya kamu benar-benar tahu apa yang sedang kamukukan.¡± Tentu saja, Vivin tahu apa yang Ratna bicarakan. Dia beringsut lebih dekat dan memegang tangannya. ¡°Jangan khawatir, Bu. Aku tahu apa yang akukukan.¡± Dia berkata begitu tidak hanya untuk menenangkan Ratna. Dia berkata seperti itu juga sebagai pengingat untuk dirinya sendiri. Aku tidak bisa jatuh cinta padanya. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. This content is ? N?velDrama.Org. Ratna menatap matanya dan berkata dengan tulus, ¡°Aku percaya padamu.¡± Vivin menanggapinya dengan senyuman dan meninggalkan ruangan tersebut. Dia melihat Finno th selesai membersihkan rumah tersebut. Dia tampak berdiri sambil memegang kain basah dan menunjukkan senyum puas di wajahnya. ¡°Bagaimana menurutmu? Tidak buruk, kan?¡± Vivin tidak bisa menahan tawa melihat betapa dia begitu percaya diri. Siapa yang menyangka jika Pak Finno Normando begitu bangga dengan pekerjaan sepelenya di sini? Dia adh orang yang sama yang tidak akan mau bersusah payah untuk berpesta seth menutup kesepakatan bisnis tahun ini! ¡°Kamu mkukannya dengan baik,¡± dia memuji, ¡°Terima kasih.¡± Ketika mereka sedang bercakap-cakap, Noah pun tiba. Vivin kemudian membukakan pintu bagi Noah untuk masuk. Noah begitu terkejut ketika dia melihat Finno sedang memegang kain basah di tangannya. Tidak mau memberikan komentar yang mungkin menyinggung perasaannya, dia pun memutuskan untuk diam dan segera meletakkan makanan itu di atas meja. Seth membantu Ratna menyelesaikan makan mmnya, Vivin juga menyempatkan untuk makan seadanya demi menghapus rasaparnya. Waktu sudah menunjukan jam 11 mm. Vivin memandang ke arah Finno dan Noah seth dia membersihkan meja. ¡°Terima kasih banyak untuk hari ini. Sekarang hari sudahrut mm. Hati-hati di jn.¡± ¡°Sama-sama,¡± jawab Noah sambil tersenyum dan siap untuk pergi. Tapi sepertinya Finno, yang duduk di kursi di samping Noah, tidak berniat untuk kembali ke kursi rodanya. Noah tampak kebingungan. ¡°Pak. Normando?¡± ¡°Kamu pnh dulu,¡± kata Finno, ¡°aku akan tinggal di sini mm ini.¡± Tinggal disini? Mata Vivin tampak melebar; dia menatapnya dengan rasa tidak percaya. Noah pun ikut terkejut, tetapi seperti yang akan dkukan oleh asisten pribadi yang taat, dia segera menenangkan dirinya. ¡°Baih, Tuan. Saya akan datang untuk menjemput anda besok. Saya juga akan membawakan pakaian ganti yang baru untuk anda.¡± Noah Atmaja pun kemudian meninggalkan rumah tersebut. ¡°Tunggu sebentar, Noah!¡± Vivin tampak panik, tetapi Noah sudah tidak terlihatgi. Dia kemudian mengalihkan pandangannya pada Finno. ¡°Kamu yakin akan tidur di sini?¡± Pria itu mengangkat alisnya dan bertanya padanya, ¡°Apakah mash buat kamu?¡± ¡°Maksudku, kamu boleh untuk tinggal, tapi¡­¡± Vivin semakin cemas melihat dia terlihat begitu serius. ¡°Tapi kami hanya memiliki dua kamar saja di rumah ini.¡± ¡°Aku akan tidur di kamarmu,¡± kata Finno tanpa ragu-ragu, ¡°Apakah itu mash buatmu?¡± Wajah Vivin punngsung memerah. Saat berada di v, tempat tidur yang digunakannya bersama Finno jauh lebih besar. Tempat tidur yang ada di kamarnya, bagaimanapun, itu sangat kecil. Jika kita tidur di ranjang kecil itu¡­ Dia tidak berani berpikir lebih jauh. Jika dia akan tinggal di sini mm ini, untuk apa aku meninggalkan v sejak awal? ¡°Tapi rumahku ini sangat kumuh. Aku khawatir kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak. ¡°Vivin terus mencari san untuk menyingkirkannya. ¡°Aku akan baik-baik saja.¡± Dahi Finno tampak berkerut. ¡°Itu bukan mash bagiku.¡± Sekarang Vivin sudah kehabisan ide. Dia menatapnya sebentar dan akhirnya menyerah. ¡°Baih ku begitu. Aku akan mandi dulu sekarang.¡± Finno menjawab sambil tersenyum keheranan, ¡°Oke.¡± Vivin pamit dan segera pergi ke kamar mandi. Saat dia hendak menykan pancuran air, tiba- tiba dia memikirkan mashinnya. Rumahnya hanya memiliki pancuran air yang sangat sederhana bukan sebuah bak mandi. Ini tentu menjadi mash baginya karena tangan kanannya sedang terluka. Menggunakan pancuran. air pasti akan membuat lukanya menjadi basah. Bab 116 Bab 116 Bab 116 Godaan Meskipun Vivin sedang sakit kep, dia melepas pakaiannya dan menykan keran. Membalikkan tubuhnya, dia mandi dengan hati-hati. Namun, Vivin tidak bisa menjaga keseimbangan, dan wajahnya mengerut kesakitan ketika tidak sengaja air membasahi lukanya. Mengangkat lengannya lebih tinggi, dia mh menabrak pintu kamar mandi dan rasa sakit yang luar biasa menjri lengannya. ¡°Aduh!¡± Vivin berteriak, dan dm sekejap dia mendengar suarangkah kaki di luar. Karena khawatir, Finno memanggilnya, ¡°Vivin, apakah kamu baik-baik saja?¡± ¡°Aku baik-baik saja¡­¡± Vivin mencoba menjawab dengan tergesa-gesa, tetapi dia sangat kesakitan sehingga suaranya bergetar. Dia tidak terdengar seperti baik-baik saja. Akibatnya, Finno dengan cemas menjawab, ¡°Tunggu. Aku akan masuk.¡± Vivin panik dan bersikeras, ¡°Aku baik-baik saja, dan kamu tidak perlu masuk¡­¡± Buk! Sebelum Vivin bisa menyelesaikan kalimatnya, dia mendengar pintu kamar mandi terbuka. Kunci di pintu kamar mandi sudahma rusak, jadi bisa dengan mudah dibuka ketika Finno mendorongnya. Begitu Finno masuk kamar mandi, dia melihat Vivin mengangkat satu tangan sambil dengan panik mencoba menarik handuk mandinya untuk menutupi dirinya dengan tangan yang satunya. Karena terburu-buru, Vivin bahkan lupa mematikan pancuran, dan air hampir mengalir ke lukanya. Wanita ini sangat ceroboh! Melihat bagaimana Vivin tampak menyiksa dirinya sendiri, Finno tidak bisa menahan perasaan marah. Seketika, dia bergegas untuk memeluknya sebelum mematikan pancuran. ¡°Kamu sangat bodoh, Vivin,¡± tegurnya. Kemudian, Finno meraih lengannya dan mengecek lukanya. Seperti yang diduga, luka itu meradang, membuat Finno lebih frustrasi. ¡°Dengan pancuran seperti ini di rumahmu, bagaimana kamu bisa mandi sendiri?¡± T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Vivin tidak memperhatikan omnnya. Kemeja tipis adh satu-satunya penghng di antara mereka, dan yang ada di pikiran Vivin hanyh seberapa dekat mereka. Sin itu, kemejanya sekarang basah kuyup, dan kemeja itu menempel di tubuh mereka. Vivin bahkan bisa merasakan dada dan perut Finno yang berotot menempel padanya¡­ Otaknya terasa ingin meledak. Menyadari bahwa Vivin terdiam bahkan seth dia berbicara, Finno mengerutkan kening dan menatapnya. Seks, Finno akhirnya menyadarinya berdiri kaku di pelukannya sementara wajah Vivin semerah tomat. Finno tercengang. Sebelumnya Finno sangat khawatir sehingga dia tidak memperhatikan posisi mereka berdiri. Kulit Vivin yang putih menjadi sedikit merah karena suhu yang tinggi di kamar mandi, dan masih ada tetesan air yang mes dari tubuhnya. Meskipun ini bukan pertama kalinya Finno melihatnya tnjang, Finno merasa lebih tertarik padanya setiap kali dia melihatnya tnjang. Tidak hanya itu, tetapi karena tubuh Vivin yang sangat dekat dengannya, itu juga merupakan godaan yang lebih besar bagi Finno. Tanpa melihat ke bawah, dia sudah bisa merasakan semua lekuk tubuhnya. Pada saat itu, dia merasakan suhu tubuhnya meningkat. Vivin yang sudah mi resah, semakin merona wajahnya saat merasakan ada perubahan pada tubuh Finno. Secara naluri, dia berjuang. ¡°Finno, lepaskan aku¡­¡± Vivin tahu bahwa gerakannya bukan apa-apa bagi Finno. Seh-h Vivin menggelitiknya alih- alih menknya, yang semakin menggoda Finno. Tanpa berpikir, Finno mendorong Vivin ke dinding. Jarak di antara merekangsung menghng, dan mereka bahkan bisa merasakan nafas di dada satu samain. ¡°Finno, apa¡­apa yang kamu inginkan¡­¡± Tidak dapat melepaskan diri dari genggamannya, Vivin merintih saat dia menatapnya dengan ekspresi panik di wajahnya. Finno tidak tahu apa yang merasukinya, tetapi rengekannya hampir menghngkan semua. tekadnya. Tiba-tiba, Finno menundukkan kepnya saat jari-jarinya pehan menelusuri pinggangnya. Merasa merinding, Vivin bergidik. ¡°Menurutmu apa yang akukukan?¡± Finno mengerang. Bab 117 Bab 117 Bab 117 Mengendalikan Diri Erangan pnnya terdengar lebih seksi dari biasanya, membuat tubuh Vivin memanas juga. Vivin tergagap, ¡°Tidak¡­ jangan¡­¡± T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. ¡°Kenapa tidak?¡± Finno merendahkan tubuhnya untuk menggigit daun telinganya dan berbisik, ¡°Terakhir kali kamu bng oke.¡± Napasnya menggelitik telinga Vivin dan godaannya hampir berhasil membujuknya. Namun, pikirannya masih menyuruhnya untuk tidak mkukannya. Tidak mungkin. Tidak ada yang bisa terjadi di antara kita. Sebelumnya di kediaman Normando, Vivin memang memberikan izin kepada Finno. Meskipun begitu, Vivin merasa berbeda sekarang. Kemudian Vivin setuju karena mereka sudah menikah, dia tidak keberatan memiliki anak dengan Finno meskipun itu adh pernikahan tanpa cinta. Lagi p, itu juga tugasnya sebagai istrinya. Sekarang, Vivin tidak bisagi membuat keputusan dengan tenang karena dipengaruhi oleh emosinya. Vivin menyadari sekarang bahwa dia mungkin memiliki perasaan padanya¨Cperasaan yang seharusnya tidak dia miliki. Vivin tidak berani menyerahkan dirinya kepadanya, jangan sampai Finno jatuh cinta padanya dan tidak akan tega meninggalkannya di masa depan. Dengan pemikiran itu, Vivin dengan putus asa mendorong Finno ke samping dan bersan, ¡°Ibuku juga ada di rumah, jadi itu bukan ide yang bagus¡­¡± Finno menurunkan pandangannya dan samar-samar menatap mata Vivin yang jernih. Itu membangunkan hasratnya. Tidak ada yang lebih mengecewakan daripada kehngan seseorang dm keinginan nafsunya. sementara dia tetap logis dan menk gerakannya. Berpikir Vivin masih belum siap karena kejadian dari dua tahunlu, Finno mundur untuk memberinya ruang. Finno tidak pernah menyangka dia akan sangat kehngan sampai pada titik ini, dia harus bisa menahan dan mengendalikan nafsunya berkali-kali. Terutama ketika dengan Vivin, yang slu dia anggap sangat menarik. Lupakan. Karena dia sedang terluka, aku akan melepaskannya. Itu tidak berarti bahwa dia akan membiarkannya pergi. Sebaliknya, Finno melingkarkan lengannya di pinggangnyagi. Sementara Vivin menatapnya dengan heran, Finno meyakinkannya, ¡°Jangan khawatir, aku tidak akan memaksamu. Aku hanya ingin membantumu mandi.¡± Dengan pancuran seperti itu, bagaimana dia bisa menjaga lukanya tetap kering? Tersipu, Vivin menk, ¡°Tidak apa-apa. Aku akan membasuh diriku sendiri.¡± Karena itu, Vivin berbalik untuk mrikan diri, tetapi Finno menahannya, menk untuk membiarkannya pergi. ¡°Kenapa kamu begitu malu? Lagi p, aku sudah melihatmu tnjang,¡± katanya dengan santai sambil menurunkan pancuran. ¡°Tidak perlu mengkhawatirkanku karena aku bisa mengendalikan diri. Lalu, Finno mi membantunya mandi. Mengetahui betapa keras kepnya Finno, Vivin yakin tidak ada gunanya menknya. Vivin hanya bisa berdiri terpaku sementara Finno membantunya mandi. Vivin sangat cemas, saat tangan Finno menyentuh kulitnya, sensasi hangat dan sedikit kasar itu menggetarkan seluruh tubuhnya. Vivin menggunakan seg dayanya untuk menahan diri dan tidak gemetar. Berbicara tentang daya tahan, Finno bahkan lebih tahan.. Meskipun Finno th mengatakan padanya bahwa dia bisa mengendalikan dirinya sendiri, dia menyadari bahwa menahan diri hampir tidak mungkin dkukan Vivin. Finno sudah mengatakannya, bagaimanapun, jadi dia hanya bisa menggertakkan giginya dan terus menahan diri. Seth membantunya mandi dengan susah payah, sekarang saatnya untuk mengeringkannya. Merasakan keseriusannya dm memandikannya, Vivin menjadi linglung. Vivin tidak bisa mengingat kapan terakhir kali seseorang memandikannya seperti itu. Aku mungkin masih sangat muda ketika Ibuku memandikanku. Seiring bertambahnya usia, dia menjadi lebih sibuk dengan pekerjaan dan aku mi mengurus diri sendiri.Siapa yang mengira bahwa seth bertahun-tahun mandiri, orangin akan muncul dm hidupku ketika aku terluka, memberiku makan, membersihkanku, dan bahkan memandikanku? Vivin merasa seperti mendapat kompensasi atas semua cinta yang thma hng darinya. Yang terpentinggi, orang ini adh seseorang dengan status sosial tinggi yang tidak pernah peduli pada orangin sebelumnya. Bab 118 Bab 118 Bab 118 Tak Berdaya Dm Cinta Hati Vivin melembut, dan dia tersentuh. Dia menutup matanya sehingga emosinya tak dapat terbaca. Finno¡­Kenapa kamu sangat baik padaku?Aku takut¡­ Pada akhirnya aku mungkin akan jatuh cinta padamu. Seth mandi. Vivin dan Finno kembali ke ruang tengah. Merasa bersh karena Finno sudah kebasahan dari ujung kep hingga kaki, Vivin pergi ke kamar dan memilih beberapa pakaian hraga dengan ukuran yang besar untuk Finno. Tapi sebelum memberikan baju-baju tersebut dia bertanyagi dengan hati-hati, ¡°Apa kamu yakin akan menginap di sini bersamaku?¡± ¡°Tentu saja,¡± Finno menjawab dengan santai dan mengambil baju-baju tersebut dari tangan Vivin. ¡°Bukannya kamu harus menjaga ibumu? Bagaimana kamu bisa menjaganya sementara kamu sedang terluka? Oleh sebab itu, ku pikir sudah seharusnya aku menginap di sini untuk menjaga kalian berdua.¡± ¡°Kamu tidak perlu mkukannya,¡± Vivin berkeras bahwa dia tidak menginginkan Finno untuk tinggal. ¡°Aku bisa mkukannya sendiri.¡± ¡°Kamu bisa mkukannya sendiri?¡± Finno mengangkat alisnya. ¡°Kamu butuh bantuanku untuk mandi. Apa kamu yakin bisa mkukannya sendiri?¡± Ucapannya membuat Vivin berpikir tentang kejadian di kamar mandi. Tiba-tiba, wajahnya tersipu sehingga dia lupa untuk membs ucapan Finno. Segera sethnya, dia mendengar Finno tertawa pn sambil menuju ke kamar mandi dengan baju yang diberikan olehnya. Seketika Vivin menjadi frustasi. Dia merasa Finno sudah mempengaruhinya, dan Vivin mau tak mau hanya terdiam sebagai tanda setuju untuk mengizinkan Finno menginap mm ini. Sebelum mngkah ke dm kamar mandi, Finno tiba-tiba memikirkan sebuah ide dan berkata, ¡°Jika kamu tidak ingin aku menginap di sini, kamu bisa ikut png ke rumahku sebagai gantinya.¡± Seth itu, dia masuk ke dm. Finno harus mandi air dingin untuk mengatasi rasa panas di tubuhnya. Ketika dia kembali ke kamar tidur, dia melihat Vivin sudah terbaring di tempat tidurnya. Ranjangnya kecil, dan Vivin meringkuk di pinggiran. Seth memasuki kamar, Finno tak bisa menahannyagi dan memeluk Vivin dengan melingkarkan lengannya di sekitar pinggang Vivin. ¡°Kenapa kamu ke pinggir?¡± dia berbisik di sebh telinga Vivin, ¡°Bukankah masih lebih luas di bagian sini?¡± Tidakma sethnya, dia mematikanmpu dan menutup matanya untuk tidur. Seth sibuk seharian penuh, dia merasah letih. Aroma rambut Vivin memberikannya rasa nyaman yang sulit untuk dijskan. Baih, ini adh sh satu keuntungan dari ranjang yang kecil. Tak butuh waktu yangma sampai Finno akhirnya terlp. Ketika Vivin mendengarkan suara nafas Finno yang teratur, itu membuatnya semakin sulit untuk tidur di atas lengannya Finno. Dengan pn membalikkan badan, dia memperhatikan wajah tampannya Finno, sampai ke arah bawah pangkal janggut di dagunya. Saat itu juga, dia merasakan jantungnya berdetak lebih kencang daripada biasanya. Matanya menyipit, dan ia menutup mata dm keputusasaan. Vivin, kamu mungkin harus mengakui bahwa kamu th jatuh cinta padanya. Aku tak berdaya dm cinta¡­ Meskipun sudah tengah mm, namun banyak warga di Kota Metro yang masih terjaga. Seth Fabian selesai bekerja, dia memaksakan tubuh lhnya untuk png ke tempat yang ia sewa di samping kantor majh. Dia tidak suka tinggal di lingkungan perumahan keluarga Normando karena pastinya dia akan slu bertemu dengan ayah dan kakeknya. Dengan demikian, ia memutuskan untuk menyewa sebuah apartemen sebagai gantinya. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Pintu lift terbuka. Ketika Fabian baru saja akan mngkah keluar dia melihat sosok wanita yang sedang berjongkok di depan unit apartemennya. Ia terkejut dan sulit mempercayai apa yang dilihat olehnya. ¡°Alin, apa itu kamu?¡± Benar saja Alin yang berada di depan pintunya. Mendengar suara Fabian, Alin mengangkat kepnya dan melihat Fabian. Matanya merah karena menangis sebelumnya, dan ia terlihat sangat menyedihkan. ¡°Fabian, kamu sudah png,¡± Alin berkata dengan suara yang parau, ¡°Sudahma aku menunggumu, dan teleponku tidak pernah kamu angkat¡­¡± ¡°Kenapa kamu mencariku?¡± Fabian mengernyit dan cepat-cepat membantunya berdiri. ¡°Aku lembur dan baterai ponselku habis. Ayo kita bicara di dm.¡± Seth memasuki apartemen, Alinngsung memeluk Fabian seketika dia menutup pintu. Fabian membeku dan bertanya, ¡°Apa yang terjadi, Lin?¡± Dengan air mata yang membanjiri kemejanya, Alin terisak, ¡°Fabian, kamu tidak akan meninggalkanku, kan?¡± Alin tidak dapat menggambarkan bagaimana bingungnya ia saat mendengar apa yang Alin katakan. Bab 119 Bab 119 Bab 119 Aku Menyesalinya Sandra bercerita pada Alin bahwa Fabian, di depan semua orang yang ada di kantor majh, bertanya pada Vivin mengapa ia tak menjskan bahwa dia sudah dijebak pada saat kejadian beberapa tahun yanglu. Alin tahu bahwa Sandra mengatakan semua ini dengan harapan bahwa dia akan memberikan pjaran kepada Vivin. Bagaimanapun, Sandra tidak menyangka wajah Alinngsung berubah menjadi pucat. Fabian tahu bahwa Vivin sudah dijebak dm kejadian dua tahun yanglu?Apakah itu berarti dia mencoba untuk merajut kembali cintanya untuk Vivin? Apakah Fabian sudah mengetahui apa yang th akukukan? Dm kepanikannya, Alin tidakgi mendengarkan Sandra tapi segera menuju ke rumah Fabian sambil menelponya berkali-kali. Tak berani untuk memperkeruh suasana, Alin mencoba untuk memancing reaksi Fabian. Terkejut dengan pertanyaan Alin, Fabian terdiam sejenak sebelum ia menjawab, ¡°Alin, apa yang sebenarnya terjadi?¡± Penkan Fabian untuk menjawab pertanyaannya membuat Alin jadi semakin panik. Mencoba untuk menyembunyikannya dari Fabian, dia melepaskan pelukannya dan memaksakan senyumnya. ¡°Aku baik-baik saja¡­ Aku hanya sedikit khawatir karena tanggal pernikahan kita yang semakin dekat.¡± Hal itu mengingatkan Fabian, bahwa mereka akan segera menikah bn depan. Seketika, dia merasakan sebuah pergkan batin. Diamnya Fabian hanya membuat Alin menjadi semakin kalut. Dia menatap Fabian dan menyelidikinya, ¡°Fabian, kamu¡­ kamu tidak sedang berpikir untuk membatalkan pernikahan kita, kan?¡± Tersentak darimunannya, Fabian tersenyum dan meyakinkannya, ¡°Alin, kamu berpikir telu jauh. Aku tidak akan mkukannya. Lihat, tangan dan kakimu kedinginan. Bagaimana ku kamu mandi dulu saja?¡± Fabian mendorong Alin masuk ke kamar mandi sambil mengatakannya. Tanpa sadar, Alin sudah masuk ke dm kamar mandi dan terhuyung di dudukan toilet. Mati aku.Fabian mi meragukanku seth dia mengetahui apa yang sudah terjadi pada Vivin.Trik apagi yang bisa aku gunakan untuk menghkan Vivin? Ditengahmunannya, ponsel Alin berdering. ¡°Halo?¡± dia segera menjawab telepon, ¡°Kamu tidak perlu menemukan pria yang aku cari. Aku sudah¡­¡± Sebelum dia mnjutkan kalimatnya, ucapan dari seseorang di ujung telpon membuat wajahnya menjadi muram. ¡°Apa yang kamu katakan? Bagaimana mungkin pria tua itu tidak mkukannya?¡± Alin memekik. Ketika Alin di kamar mandi, Fabian berdiri di balkon dan merokok sampai tak sadar sudah memenuhi asbak. Ini adh pertama kalinya dm hidupku aku bisa merasakan penyesn dan kesedihan yang teramat sangat.Aku menyesal tidak mengucapkan smat tinggal dua tahunlu dan segera mngsungkan pertunangan dengan Alin. Tapi dari itu semua, yang paling ku sesali adh slu menghina Vivin dari waktu ke waktu. Aku adh seorang pria yang th membuang wanita yang aku cintai. Lalu siapa yang bisa dishkan Sekarang, Vivin sudah bersama Finno¡­ Sgi berpikir, Fabian menghisap rokoknya dan mengepulkan asap yang tebal. Tanpa sadar, dia teringat kembali pada kenangannya ketika dulu dia pernah menunjukkan foto Vivin kepada Finno. Tanpa terpikir, Finno akan slu mempercayai Vivin. Mungkin Finno sudah menyelidiki sendiri dan sudah mapkan keputusannya. Bagaimanapun juga, setidaknya dia tak pernah menyakiti hatinya Vivin. Sebaliknya, aku sangat berbeda dengan Finno. Hal ini membuat Fabian semakin frustasi. Berpikir tentang foto, dia mengingat kembali bahwa dia menyimpan beberapa foto Vivin di ponselnya. Melihat foto-foto itu sekarang hanya akan membuat hatinya semakin sakit, jadi dia membuka ponselnya dan menghapus foto-foto tersebut. Namun, seth mengapus beberapa foto, dia menyadari sesuatu. Tunggu dulu. Foto ini¡­ kenapa terlihat berbeda dengan foto yang ditayangkan pada saat pesta keluarga Normando? Meskipun dia tidak bermaksud untuk mencoba mengingat kembali semua kenangan tentang Vivin, namun kenangan itu entah bagaimana begitu nyata terekam di benaknya. Dia bahkan dapat mengingat kembali foto-foto yang ada pesta. Sebagian besar dari foto-foto tersebut terlihat sama di ponselnya, tapi hanya satu yang berbeda ¨C yaitu ketika Vivin berbaring di atas bantal dengan rambutnya yang terurai. Tiba-tiba saja Fabian merasa sesak. Kenapa¡­Alin berkata bahwa foto-foto tersebut berasal dari poselku. Tapi, kenapa dia mempunyai satu fotogi padayar yang tidak ada diponselku? Bab 120 Bab 120 Bab 120 Png Kecuali ku¡­ Dada Fabian terasa sesak dengan pikiran tersebut, tapi sebelum ia dapat mengumpulkan potongan teka-teki di pikirannya, tiba-tiba ia mendengar sebuah suara lembut yang datang dari bkangnya. ¡°Fabian?¡± Dia kaget dan berbalik untuk melihat Alin yang sedang menatapnya malu dengan rambutnya yang masih basah. Wanita itu mempunyai paras cantik yang mirip dengan Vivin, meskipun Alin terlihat sedikit menggoda. Untuk beberapa san, tiba-tiba ia merasakan dingin sampai bulu kuduknya berdiri saat melihat Alin. ¡°Ya¡­ Alin.¡± Tanpa sadar Fabian mundur beberapangkah dan berkata, ¡°Orang kantor baru saja meneleponku. Sebuah situasi yang tak terduga terjadi dan aku harus memperbaikinya. Kamu istirahat saja dulu di sini, baru seth itu png ke rumah.¡± Fabianngsung beranjak keluar apartemennya tanpa menunggu respon dari Alin. ¡°Fabian¡­¡± Alin tercengang. Dia berniat untuk mengejar Fabian tapi pria itu sudah keluar apartemen. Tak berdaya, Alin hanya berdiri terpaku dintai. Ini sudah tengah mm. Apa dia pergi untuk menemui Vivin? Dm pikiran itu, Alin teringat kembali dengan berita yang baru ia dengar di telepon, wajahnya mendadak pucat. Belumma ini, Alin memerintahkan sebuah penyelidikan untuk menemukan seorang pria tua yang berada pada kejadian dua tahunlu. Sebelumnya pria itu mengaku bahwa ia tidak menyentuh Vivin, namun kenyataannya pria misterius itu th mkukan hal tersebut. Dan yang lebih mengejutkangi adh tidak ada seorangpun yang berhasil untuk mencari tahu siapa pria tersebut. Dengan katain, pria misterius itu lebih berkuasa dari pada dia. Siapakah pria misterius yang th merenggut keperawanan Vivin dua tahunlu? Besok paginya, ketia Vivin membuka matanya, ia melihat wajah tampan Finno tepat di depan matanya. Termangu, ia menatap Finno sejenak sebelum akhirnya tersadar bahwa mereka berdua sudah berdekatan karena tidur di ranjang kecil yang ada di kamarnya. Tersentak, ia cepat-cepat beranjak bangun dari tempat tidurnya, namun lengan Finno menahannya dengan erat. Meskipun Finno merasakan Vivin berusaha untuk melepaskan pegangannya, Finno memberengut tanpa membuka matanya, ¡°Ini baru jam tujuh pagi. Berhenti bergerak dan kembali tidur saja.¡± Vivin tidak menyangka bahwa Finno sudah bangun. Ialu berbaring kaku dan tak bergerak di tempat tidur. Tak berguna seberapa kerasnya ia mencoba, dia tak bisa kembali tidur. Waktu berjnmbat, dan segera saja Vivin merasakan keringat dingin timbul karena kegugupannya. Akhirnya, rmpun berbunyi, dan mata Finno terbuka. Tatapannyangsung tertuju pada Vivin. ¡°Smat pagi, Vivin.¡± Finno menyapanya dengan suara khas baritonnya yang terdengar agak parau, menandakan bahwa kalimat itu adh yang pertama kali ia ucapkan saat baru bangun tidur. Jantung Vivin berdegup kencang. Dia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah sementara ia tergagap, ¡°P-Pagi.¡± Vivinlu berdiri untuk menyiapkan handuk bersih dan sikat gigi untuk Finno sebelum ia membantu ibunya untuk mebersihkan diri. Saat sudah selesai, Noah datang dengan sarapan yang th disiapkan oleh Muti. Muti bahkan membuat porsi tambahan untuk Ratna. Sgi mereka sarapan, Vivin melihat sekeliling dan berbisik, ¡°Sebenarnya, kita tidak perlu merepotkan Muti seperti itu.¡± ¡°Kita tidak merepotkannya; hanya saja memakai sedikit waktunya.¡± Mhap sesendok sup, Noah menanggapi. ¡°Dengan katain, jika anda ingin terus menginap di sini, aku khawatir ku Muti harus mkukan ini setiap hari.¡± Terkejut, Vivin bertanya, ¡°Apa kamu serius untuk menginapgi di sini besok mm?¡± ¡°Aku mau, jika kamu suka,¡± Finno menjawab dengan santai, ¡°Aku akan meminta Muti untuk membawakan baju tidurku. Sebenarnya bajumu sangat sempit untukku.¡± Vivin terdiam. Dia akhirnya menyadari betapa keras kep dan rewelnya sifat seorang Finno. Meskipun dia tidak pernah meninggikan suaranya maupun memaksa Vivin untuk mkukan sesuatu, dia slu mempunyai cara untuk membuat Vivin mengh. Aku tidak akan pernah menang untuk mwannya. ¡°Aku mengerti.¡± Dia merendahkan pandangannya dan mendesah. Aku akan kembaligi ke rumah mm ini.¡± Kedua sudut bibir Finno terangkat, ¡°Kamu juga bisa membawa ibumu untuk ikut ke sana.¡± ¡°Lupakan saja. Ibuku akan merasa tidak nyaman,¡± Vivin menk tawaran Finno. ¡°Baih, aku akan meninggalkan seorang perawat dan seorang pyan untuk menjaganya,¡± Finno memaksa. Sudah tahu bahwa dia tidak akan memenangkan perdebatan itu, Vivin hanya dapat mengangguk untuk menyetujuinya. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Seth sarapan, Finno mengantarkan Vivin ke kantor. Tiba-tiba Vivin teringat bahwa ia mempunyai rapat yang harus dihadiri pagi ini. Jadi, begitu tiba di kantor diangsung menuju ke ruang rapat. Dia sangat terkejut melihat Fabian sudah ada di dm ruang rapat; Fabian terlihat sedang menyiapkan rapat sendirian. Bab 121 Bab 121 Bab 121 Kamu Tak Sebanding Dengannya Fabian agak kebingungan ketika melihatnya. ¡°Vivin, apa kamu tidak menerima email yang isinya mengingatkan bahwa rapat akan ditunda sma satu setegah jam?¡± Sial! Vivin mengumpat dm hati; dia lupa untuk mengecek email karena semua jadwalnya¡¯ menjadi kacau akibat kedatangan Finno kemarin di rumahnya. ¡°Saya benar-benar lupa.¡± Dia menyesali keteledorannya, ¡°Maaf, saya akan pergi sekarang.¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. ¡°Tunggu!¡± Fabian mencegatnya. Sedikit mengerutkan dahinya, Vivin bertanya, ¡°Pak Normando, apa adagi yang bisa saya bantu?¡± ¡°Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.¡± Fabian berdiri dan bertanya dengan pn, ¡°Apakah kamu mencintai Finno?¡± Tidak seperti Fabian yang biasanya yang penuh dengan kebencian, saat itu, dia terdengar ramah seperti saat dia masih muda dulu. Alis Vivin mengernyit, seraya terkejut mendengar pertanyaan yang tiba-tiba dari Fabian. ¡°Maafkan saya, Pak Normando. Pertanyaan anda tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, jadi saya menk untuk menjawabnya.¡± Seth itu, dia berbalik pergi. Meskipun begitu, Fabian meraih pergngan tangannya dan mi meracau, ¡°Aku tidak bertanya. sebagai Kep Editor minkan sebagai mantan pacarmu. Atau mungkin¡­ Aku bertanya sebagai scorang teman yang perhatian denganmu.¡± Fabian tidak png ke rumah kemarin mm karena dia tidak dapat berhenti memikirkan pernikahan Vivin dan Finno. Sebelumnya, dia berpikir bahwa Vivin menikahi Finno hanya karena materi; namun sekarang, kelihatannya bukan itu san pernikahannya. Jika memang Vivin tidak mengejar harta, maka hanya dua san yang paling memungkinkan. untuknya menikah dengan Finno yaitu karena cinta atau terpaksa. Bagi Fabian, memang sudah sewajarnya jika Vivin jatuh cintagi pada priain. Dia sudah tidak mempunyai hubungangi dengannya karena dua tahun th belu sejak mereka putus, dan ia percaya bahwa Vivin merasakan hal yang sama dengannya. Seperti juga, Fabian lebih memilih percaya bahwa Vivin terpaksa untuk menikah dengan Finno. Pernah dia meminta bawahannya untuk menyelidiki pernihakan mereka, dia mendapat informasi bahwa Vivin sudah berkali-kali mkukan kencan buta hanya dm waktu satu bn. sebelum akhirnya ia menikah dengan Finno. Para lki itu masing-masing mempunyaitar bkang yang berbeda, tapi mereka mempunyai satu persamaan semuanya merupakan warga di Kota Metro. Fabian teringat tentang ibunya Vivin, yang sedang sakit parah, dia sepertinya sudah mengerti betul san dibalik pernikahan. Vivin. ¨C Meskipun begitu, dia merasa perlu untuk mendapatkan jawabanngsung dari mulut Vivin sebagai penjsan atas berakhirnya hubungan mereka yang mendadak dua tahunlu. Wajah Vivin berubah pucat ketika Fabian mencoba untuk menyelidiki pernikahannya, namun dia tetap mencoba untuk tenang dan menjawab ketus, ¡°Fabian, apa kamu lupa bahwa Finno adh pamanmu? Tidakkah kamu pikir bahwa tak sepantasnya kamu mencampuri hubungan pribadi tetuamu?¡± Fabian tidak pernah menyangka bahwa Vivin akan menggunakan identitasnya sebagai seorang tetua untuk membuatnya terdiam. Fabian berkata sambil menggertakkan giginya. ¡°Vivin Wirdi, apa kamu mengatakannya agar kamu dapat menghindarai pertanyaanku? Itu karena kamu tidak mencintai Finno sama sekali bukan? Kamu menikahinya hanya agar mendapatkan status sebagai warga tetap untuk bisa tinggal di Kota Metro, aku benar kan?¡± Sedikit kekhawatiran terlihat di wajah Vivin karena ia tak menyangka bahwa Fabian bisa-bisanya menyelidiki begitu dm terkait dengan penikahannya. Tebakanku benar! Semangat Fabian memuncak sejak ia melihat adanya perubahan dari ekspresi wajah Vivin. Dia menggenggam pundak Vivin sambil terus menanyainya, ¡°Vivin Wirdi, apakah benar yang barusan aku katakan? Kamu tidak mencintai Finno sama sekali kan? Yah, itu masuk diakal¡­ mana mungkin ada yang bisa menyukai seorangkiki lumpuh yang tak berperasaan!¡± Fabian tak tahu mengapa dia sangat peduli dengan hubungan asmara mereka berdua, namun kecemburuan js th merajainya saat ia terpikirkan bagaimana setiap mmnya Vivin tidur di sebh Finno. Hal itu membuatnya semakin mengg untuk membayangkan bahwa mereka. berdua th mkukan hubungan intim satu samain. Fabian hanya bisa melegakan rasa sakitnya akibat kecemburuan dengan menjelek-jelekkan tentang kelumpuhan dan keegoisan Finno, yang berarti menjadi satu-satunya cara yang dapat digunakannya sebagai senjata. Akhirnya, Vivin memutuskan utnuk menertawakan Fabian, tapi kemarahannya berkecamuk sejak mendengar Fabian menghina Finno. ¡°Fabian Normando, apakah anda sudah selesai?¡± Dengan sekuat tenaga ia melepaskan tangan Fabian dan berbalik ke arahnya dengan geram, ¡°Anda pikir anda siapa seenaknya mencemooh orang seperti Finno? Tidak sepertimu, Finno slu mempercayaiku! Kamu tidah sebanding dengannya! Apapun sannya aku menikah dengan Finno, aku tidak akan pernah menyesali keputusanku!¡± Bab 122 Bab 122 Bab 122 Kasus Penculikan Wajah Fabian menjadi pucat saat ia melihat wajah Vivin yang memerah karena penuh dengan amarah. Dia tidak pernah mengira bahwa Vivin, seseorang yang cuck, dapat memb Finno dengan mengucapkan kalimat yang menohok. Apakah dia marah karena aku menjelek-jelekkan Finno? Sepertinya pernikahan mereka bukan hanya pernikahan di atas kertas, dan dia terlihat sungguh-sungguh menganggap Finno sebagai suaminya. Fabian merasa sesak dengan hanya memikirkan hal tersebut. Sesaat berikutnya, dia menggenggam lengan Vivin dengan lebih kuat dan berteriak, ¡°Vivin Wirdi! Jangan bng ku kamu sudah jatuh cinta pada Finno? Apakah kamu sudah g? Kamu belum mengenal dia sepenuhnya!¡± C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Vivin bahkan tidak dapat mengatakan sepatah katapun. Wajahnya terlihat kesakitan, tapi Fabian tidak menyadarinya mhan terus mencerca, ¡°Finno bukah siapa-siapa minkan seseorang yang tidak mempunyai hati. Apakah kamu tahu bahwa dia sudah mengorbankan pacarnya sepuluh tahun yang lalu supaya dia bisa bertahan hidup? Aku heran kenapa kamu bisa menyukai orang bodoh yang egois sepertinya!¡± Vivin, yang masih berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Fabian, tercengang seth mendengarkan ucapannya. Wajahnya pucat pasi sambil spontan berkata, ¡°Kamu bohong! Berani- beraninya kamu memfitnah Finno!¡± Melihat vivin memb Finno membuat kemarahannya semakin menjadi. Dengan kemarahan yang meluap-luap, Fabian sepenuhnya lupa bahwa kasus dari sepuluh tahun sm merupakan. topik yang pantang untuk dibicarakan. ¡°Jika kamu tidak percaya padaku, kamu dapat menyelidiki kasus penculikan yang th terjadi sepuluh tahun yanglu. Kamu akan menemukan bagaimana caranya Finno kabur dari tangan para penculik dan bagaimana juga pacarnya, Eva Mahesa th meninggal akibat perbuatannya.¡± Vivin sangat terguncang. Dia kehngan kata-kata untuk diucapkan karena rahasia yang terungkap itu telu berat untuk ia hadapi. Eva¡­ apakah dia si pemilik kalung kristal itu?Dia sudah meninggal?! Dan dia meninggal dm kasus penculikan sepuluh tahun yanglu? Fabian melepaskan genggaman di lengan Vivin. Sebuah penyesn datang menghampirinya di saat dia mi mendapatkan kembali kewarasannya. Keluarga Normando th menyembunyikan rahasia ini dari seluruh informasi yang terkait dengan kasus penculikan tersebut. Hal itu sudah menjadi kesepakatan bersama antara seluruh keluarga Normando untuk tidak membicarakangi tentang kasus tersebut. Namun sekarang, Fabian th mengungkapkan rahasia itu akibat dari kecemburuannya. Vivin tidak mengetahui apa-apa tentang Finno¡­ aku hanya memberitahunya agar dia dapat mengetahui siapa Finno sebenarnya! Fabian membenarkan sannya untuk memberitahu Vivin tentang kasus tersebut demi kebaikannya. Dengan tenang, dia berkata, ¡°Vivin, meskipun kita berdua sudah tidak mempunyai hubungangi dan mungkin saja tidak akan pernah bersamagi, aku tidak mau kamu tertipu. oleh Finno.¡± Vivin tak dapatgi mendengarkan ucapan Fabian karena pikirannya th kosong. Takma bersng, stafin mi bergerombol memasuki ruang rapat. Sejak melihat Vivin dan Fabian berduaan di ruang rapat, mereka saling bertukar pandang yang penuh arti sebelum. mereka duduk di kursi masing-masing. Vivin juga, duduk di kursinya. Dia hanya mmun sma rapat bengsung dan hanya dapat memikirkan ucapan Fabian tadi. Hal itu menjadi ks balik dari beberapa hari yanglu, dia hanya sibuk memikirkan si wanita yang sudah meninggal dunia beberapa tahun sm. Apa benar Eva, wanita cantik itu, meninggal karena Finno? Vivin tidak berani untuk berpikir lebih jauh. Seth rapat selesai, Vivin kembali ke ruang kerjanya. Sma jam istirahat, dia merasa ragu namun akhirnya tetap mngkahkan kakinya ke ruangan Jena. ¡°Jen, aku boleh bertanya?¡± tanya Vivin. Jena adh seorang wartawan investigasi yang berpengman dan th bekerja lebih dari sepuluh tahun di bagian media. Itu adh pekerjaan yang berat untuknya, jadi dia memutuskan untuk beralih profesi di Majh mour dan menjadi seorang editor di kolom wawancara. Mereka berdua bersahabat dan hubungan mereka cukup baik,¡± Mau tanya apa Vin?¡± Tanya Jena dengan ramah. Vivin mengigit bibirnya dan berkata, ¡°Aku ingin menanyakan sesuatu tentang kasus penculikan sepuluh tahunlu yang th terjadi pada keluarga Normando.¡± Jena agak bingung karena dia tak pernah menyangka bahwa Vivin akan bertanya tentang kasus tersebut. Sulit dijskan, Jena terlihat bingung. ¡°Vivin, kenapa kamu bertanya tentang hal ini?¡± Satu dekade th terlewati sejak kejadian tersebut. Vivin tahu bahwa Jena adh satu-satunya harapan karena ia bukah bagian dari keluarga Normando, tapi hanya seorang jurnalis dan juga orang yang bertanggung jawab atas kasus tersebut yang dapat membantun Vivin untuk menghngkan rasa penasarannya. Bab 123 Bab 123 Bab 123 Intuisi Seorang Wartawan Investigasi Karena itu, Vivin memutuskan untuk mencoba peruntungannya dengan bertanya pada Jena, seorang wartawan senior.¡± Aku¡­¡± Vivin menguatkan dirinya dan mnjutkan, ¡°Aku hanyal bertanya karena rasa penasaran.¡± ¡°Jika kamu bertanya hanya untuk memuaskan rasa penasaranmu, Aku sarankan lebih baik jangan mengungkit mash ini lebihnjut.¡± Jena memasang wajah serius sambil meneruskan, ¡°Kita tidak seharusnya menyelidiki mash keluarga Normando.¡± Seth itu, Jena mnjutkangi pekerjaannya. Sikap Jena yang telu kaku hanya semakin menambah rasa penasaran Vivin. Aku yakin Jena pasti mengetahui sesuatu. ¡°Jena.¡± Dia menarik sebuah kursi untuk duduk di sampingnya. ¡°Aku tidak dapat mengatakan san yang sebenarnya padamu, tapi aku sangat membutuhkan informasi tentang kasus itu.¡± Saat itu juga, Vivin dan Jena hanya tinggal berdua saja di kantor sementara stafinnya sudah pergi untuk makan siang. Jena mengangkat wajahnya dan melempar pandangan penuh arti kepada Vivin sebelum ia berbicara, ¡°Vin, aku tidak bisa memberitahukan kamu tentang itu, tapi kamu boleh jujur padaku. Apa kamu menanyakan ini karena suamimu?¡± Vivin kembali berkata, ¡°Jena, kamu sebenarnya tahu tentang¡­¡± ¡°Ya, aku tahu tentang itu tepatnya dari beberapa waktu yanglu.¡± Jena mengh nafas panjang. ¡°Suamimu adh Finno Normando, betul kan? Dia adh putra kedua dari Keluarga Normando, dan seorang korban dari kasus penculikan tersebut.¡± Mata Vivin terblak. Dia mencoba untuk tetap tenang, tapi Jena masih fokus untuk mengungkapkan identitas suaminya dan hubungan suaminya dengan keluarga Normando. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Meskipun Vivin tetap diam, reaksinya membuat Jena yakin dengan dugaannya. ¡°Apakah kamu kaget bahwa ternyata aku mengetahuitar bkang suamimu?¡± Jena mengangkat bahunya danlu menjskan, ¡°Sebenarnya, aku sudah tahu bahwa Finno adh anggota keluarga Normando sejak pertama kali aku mewawancarai dia. Aku jadi curiga bahwa dia adh suamimu ketika aku. melihat cincin kawinmu, jadi begith aku mengujimu barusan.¡± Vivin sangat terkesan dengan intiusi Jena dan perhatiannya pada hal-hal yang kecil, Vivin tidak dapat menyangkal minkan menatapnya dengan kagum. Pasti butuh waktu sekurang- kurangnya sepuluh tahun pengman di dunia media untuk mendapatkan kualitas seperti itu. ¡°Ya Jena, tabakanmu benar.¡± Vivin merendahkan suaranya dan bertanya, ¡°Jadi sekarang, dapatkah kamu menceritakannya padaku apa yang th terjadi sepuluh tahun yanglu?¡± Vivin pikir Jena akan kembali mengecewakannya, namun yang mengejutkan, dia mendekatinya. sambil menatap ke dm mata Vivin lekat-lekat dan berkata, ¡°Vivin, aku slu mengetahui bahwa kamu adh wanita baik-baik. Meskipun rumor yang beredar di kantor majh mengatakan bahwa kamu adh wanita pengincar harta, aku hanya akan mempercayai prinsipku sendiri.¡± Mata Vivin berkaca-kaca. Terima kasih, Jen.¡± Sejak dua tahun yanglu, Vivin th menghadapi berbagai keshpahaman dan cemoohan dari rekan-rekan kerjanya. Takma kemudian, dia sudah tidakgi menghiraukan rumor tersebut karena tidak ada seorangpun yang akan percaya padanya Vivin sangat tersentuh ketika Jena mengatakan bahwa ia mempercayainya. ¡°Aku terkejut ketika pertama kali mendengar bahwa kamu akan menikah dengan Finno.¡± Jena menatapnya dengan simpatik ¡°Aku mngakui bahwa dia adhkiki yang sangat baik, tapi dari apa yang th diakukan sepuluh tahun yanglu, aku tak berpikir dia adh sosok seorang suami idaman.¡± Reaksi Vivin berubah. ¡°Jena, apa yang kamu ketahui?¡± Jena menarik nafas panjang. ¡°Kamu pastinya adh wanita yang beruntung karena kamu sudah bertanya pada orang yang tepat Saat insiden itu terjadi, aku masih aktif bekeja di media, dan aku adh orang yang bertanggung jawab untuk mporkan kasus tersebut Pada waktu itu, aku menggali kasus tersebut hingga ke akar akarnya, namun aku mendapatkan ancaman dari keluarga Normando untuk tidak menyebarkan informasi tersebut. Aku tahu betapa berkuasanya keluarga Normando, ith mengapa aku tetap mengunci mulutku rapat-rapat sampai bertahun- tahunmanya¡± Vivin akhirnya mengerti kenapa Jena dapat mengetahui bahwa Finno berasal dari keluarga Normando Jika Jena menyelidiki kasus penculikan itu, tentunya dia akan mengenali nama Finno dan juga wajahnya Bap japun juga, Vivin merasa semakin penasaran dengan cerita Jena Lalu apa yang terjadi Bab 124 Bab 124 Bab 124 Membiarkan Eva Meninggal Jena mi menceritakan kejadian tersebut. ¡°Pada waktu itu, Finno adh seorang mahasiswa baru di kampusnya. Sebenarnya, keluarga Normando berencana untuk mengirimnya kuliah ke luar negeri, tapi dia memutuskan untuk tetap tinggal di negara ini demi pacarnya. Jika aku tidak. sh, namanya adh Eva¡­¡± ¡°Eva Mahesa.¡± Vivin berseru. Jena agak kaget. ¡°Kamu tahu tentang gadis itu? Benar sekali! Namanya adh Eva Mahesa. Mereka adh pasangan yang serasi, dan aku rasa mereka adh cinta pertama bagi satu sama.in. Karena ith, Finno memutuskan untuk tetap tinggal di sini demi dia.¡± Vivin tiba-tiba teringat dengan foto yang ada dici Fabian yaitu foto mereka berdua yang tersenyum ceria di masa mudanya. Mereka pastinya saling mencintai satu samain¡­. seperti halnya aku dan Fabian dulu¡­. ¡°Di tahun pertama mereka kuliah, Finno dan Eva menyingkirkan para penjaga untuk bersenang- senang di sebuah kota kecil. Kota itu adh lokasi dimana mereka diculik,¡± ¡°Mereka?¡± Vivin meny Jena, ¡°Maksudmu bukan hanya Finno yang diculik, tapi juga Eva?¡± Dengan wajah serius, Jena mengangguk. ¡°Benar sekali. Keluarga Normando th menahan semua berita, jadi semua berpikir ku hanya Finno yang jadi korban. Tidak ada seorangpun yang tahu tentang gadis mng itu sebenarnya juga th menjadi korban.¡± T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. ¡°Lalu apa yang terjadi snjutnya?¡± ¡°Para penculik meminta tebusan yang sangat besar. Tuan besar Normando membayar tebusan itu untuk menymatkan cucunya. Bagaimanapun juga, mungkin Finno dan Eva pastinya sudah melihat wajah para pku, akhirnya para penculik itu memutuskan untuk membunuh mereka. Para penculik lalu mengurung keduanya disebuah gudang dan mi menykan api.¡± Vivin mi tegang. ¡°Jadi Eva dibakar hidup-hidup? Hanya Finno yang berhasil kabur?¡± ¡°Sepertinya begitu.¡± Untuk beberapa san, wajah Jena menjadi muram. ¡°Tapi menurutporan kriminal yang disimpan oleh pihak kepolisian, aku menemukan bahwa Finno dan Eva diikat oleh para penculik. Finno berhasil membebaskan diri dan kabur dari gudang yang terbakar meskipun kakinya terluka. Bagaimanapun juga, ketika tubuh Eva ditemukan, dia th ditinggalkan di dm gudang, dengan seluruh badannya yang terikat.¡± Wajah Vivin menjadi pucat. ¡°Maksudmu¡­¡± ¡°Ya,¡± Jena menekankan suaranya, ¡°Jujur saja, Finno sudah meninggalkan gadis itu di gudang yang terbakar demi menymatkan dirinya sendiri.¡± ¡°Tidak¡­¡± Vivin sontak berkata, ¡°Finno bukah orang yang egois¡­ Dia tidak akan pernah mkukan hal seperti itu¡­¡± Meskipun mereka belumma menjni hubungan dangi Finno terlihat sulit untuk didekati, Vivin dapat merasakan bahwa Finno adh orang yang ramah dan menyenangkan. Dia bukah seorang pria yang akan tega membiarkan pacarnya meninggal sendirian. Sesuai dengan dugaannya Vivin memb Finno, Jena melihatnya dan mendesah. ¡°Vin, kamu tahu kan mereka para keturunan darah biru itu lebih takut untuk mati daripada kita yang hanya rakyat biasa. Hal itu normal baginya untuk meninggalkan pacarnya karena dia sudah terluka, jangan bng ku dia masih muda ketika insiden itu terjadi.¡± Vivin terdiam sambil menggigit bibirnya. ¡°Ini semua yang aku ketahui karena keluarga Normando mrang media untuk menyelidiki kasus tersebut. Aku tidak pernah bermaksud untuk menceritakan hal ini padamu, tapi aku rasa semua itu tidak pentinggi karena kamu sudah menikah dengan Finno. Aku mungkin telu berlebihan. Tapi jujur aku pikir seorang pria yang bahkan tidak mencoba untuk menymatkan pacarnya dari kematian tidah pantas untuk kamu percayai.¡± Jena menggenggam tangan Vivin sambil mnjutkan, ¡°Kamu adh wanita baik-baik, dan aku tidak ingin kamu terluka. Jangan berharap telu tinggi pada Finno, atau kamu mungkin akan kecewa nantinya. Kamu hanya dapat mengandalkan dirimu sendiri.¡± Vivin mengerti bahwa nasihat dari Jena memang tulus dari hatinya, tapi ia masih segan untuk menyhkan Finno. Ialu tersenyum dan berkata, ¡°Jena, terima kasih kamu sudah menceritakan semua ini, tapi aku tidak percaya Finno akan mkukan hal seperti itu.¡± Jena khawatir melihat Vivin yang begitu keras kep. ¡°Apakah kamu sudah dibutakan oleh Finno? Vin, dengarkan aku. Semua pria kaya itu sejatinya adh pria yang angkuh, dan kamu tidak pernah dapat mengandalkan ataupun mempercayai mereka.¡± Bab 125 Bab 125 Bab 125 Saputangan Vivin tersenyum dan terdiam. Semua keraguannya th lenyap saat dia secara pehan memikirkan apa yang th dikatakan oleh Jena dan Fabian. Dia akhirnya mengetahui identitas wanita yang th membuatnya cemburu, yaitu bukan siapa- siapa minkan cinta pertama Finno. Tidak hanya itu, tetapi wanita tersebut ternyata sudah meninggal. Apapun kebenarannya, dia. th mengorbankan hidupnya demi Finno. Itu adh fakta yang tak terbantahkan. Akhirnya, Vivin mengerti san dari ekspresi Finno yang menyedihkan tiap kali ia melihat kalung kristal itu. Saat itu Finno sangat mencintai wanita itu. Ia sudah mati terbakar karena Finno meninggalkannya dan tewas pada saat usianya masih belia dan saat ia sedang dicintai oleh Finno. Dari kenyataan itu, bagaimana bisa ada orang yang dapat sepenuhnya untuk melupakan masalunya? Perasaan yang oleh Vivin. th dirasakan oleh Finno di dm hatinya sma ini tak dapat terbayangkan. Menderita karena luka berat di kakinya karena penculikan tak sebanding dengan kehngan cinta dm hidupnya, yang mungkin sangah menyiksanya. Seperti yang dikatakan oleh Fabian daninnya tentang Finno yang meninggalkan pacarnya demi kesmatannya sendiri ¨C Vivin tidak akan mempercayai setiap ucapan mereka. Meskipun memang benar itu yang terjadi, Vivin percaya bahwa Finno memiliki san tersendiri mengapa ia mkukan hal itu. Mungkin kedengarannya seperti telu mempercayai seseorang dengan membabi buta, tapi Vivin slu memilih untuk mempercayai Finno, Finno juga mkukan hal yang sama padanya terkait dengan kejadian yang menimpanya dua tahun yanglu. Percaya dan saling mengerti adh dua bangunan dasar untuk setiap pernikahan. Disamping itu, Finno sudah banyak menderita akibat kasus yang th terjadi sepuluh tahun sm. Bagaimana mungkin Vivin mau menambahkangi beban untuknya dengan menuduhnya sebagai orang yang tak berperasaan? Saat Vivin dan Jena mengakhiri percakapan mereka, sebagian besar staf di kantor majh sudah kembali dari makan siang. Keduanya tidak berani untuk mnjutkan pembicaraan mereka lebih jauh dan mereka kembali ke ruangannya untuk mengerjakan tugas masing-masing. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Seth seharian, akhirnya Vivin dapat menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk png. Dia mendapatkan pesan dari Muti pada sore hari, yang mengatakan padanya bahwa seorang perawat th disewa untuk menjaga ibunya. Bagaimanapun juga, Vivin akhirnya memutuskan untuk meninggalkan ibunya sendirian. meskipun dia masih sedikit khawatir. Hanya sampai ia dapat memastikan bahwa perawat yang disewa benar-benar profesional dan bertanggung jawab maka dia sudah cukup yakin untuk kembali ke vnya Finno. Baru saja, sebuah ketukan pintu terdengar sebelum Noah masuk ke dm ruangan Finno. ¡°Pak Normando,¡± Noah menyapa atasannya seraya bergerak agak kaku. ¡°Anda th menugaskan. kami untuk mencari pria yang th mkukan kejahatan pada Bu Normando pada kejadian dua tahun yanglu dan kami membuat beberapa kemajuan. Kami sudah mengecek semua kamera pengawas dan semua rekaman di hotel namun tidak ada rekaman yang mencurigakan. Hanya saja kami th menemukan sebuah barang penting yang ditinggalkan di dm kamar hotel.¡± Finno berhenti mengetik dan membs dengan nada dingin, ¡°Bagaimana bisa kinerja kalian memburuk sampai serendah ini? Kalian sudah mkukan penyelidikan sejakma, tapi belum juga menemukan pkunya? Sin itu jika kalian th menemukan sebuah barang yang mencurigakan di dm kamar hotel, kenapa tidak mnjutkan untuk menyelidikinya? Kalian mau aku sendiri yang mkukannya?¡± Noah berkeringat dingin namun ia tetap bertahan dan menjawab, ¡°Pak Normando, kami pasti akan menyelidiki barang tersebut, tapi sebelumnya, saya rasa anda perlu melihatnya terlebih dahulu¡­¡± Lalu Finno mengalihkan pandangannya jauh dariyar komputer. Noah segera menaruh barang itu di meja dan menjskan, ¡°Hotel Century merupakan hotel bintang lima, jadi apapun yang ditinggalkan oleh tamu, meskipun hanya sebuah koin, pastinya. akan disimpan baik-baik oleh pihak hotel. Lalu pihak hotel akan mencoba untuk menghubungi tamu tersebut untuk mengembalikan barang mereka. Bagaimanapun juga, pihak hotel belum dapat menghubungi pemilik barang ini, dengan demikian, barang ini sudah disimpan di ruang. penyimpanan hotel sma dua tahunmanya.¡± Sebuah saputangan diletakkan tepat di atas meja Finno. Saputangan itu berwarna hijau dan terbuat dari bahan sutra yang halus. Itu adh jenis saputangan untuk pria dengan desain yang mecolok. Sekali melihatnya dan siapapun dapat mengetahui bahwa saputangan itu merupakan sebuah karya yang indah. Tidak ada cetakan pada saputangan itu, kecuali untuk tulisan inisial ¡°J¡± yang tersemat di pinggirnya. Ekspresi Finnongsung berubah saat dia melihat saputangan tersebut. Ialu mengambilnya dan melihatnya dengan teliti, sebelum tiba-tiba melihat ke arah Noah. Dengan tatapan yang dingin, ia bertanya, ¡°Apa kamu yakin saputangan ini tertinggal di kamar hotel?¡± Noahlu mengambil saputangannya sendiri untuk mengp keringat dingin yang muncul di dahinya. ¡°Ya, Pak Normando. Ith mengapa saya membawanya agar anda dapat melihatnyangsung.¡± jawab si asisten. Finno menggenggam erat saputangan tersebut, sangat kuat sehingga bahan halus saputangan itu. menjadi kusut. ¡°Panggil Hanung kemari!¡± Pria itu memberikan perintah sambil menggertakkan giginya. Bab 126 Bab 126 Bab 126 Jangan Sampai Terkena Flu ¡°Ehh¡­ Ketika kami menemukan saputangan tersebut, saya sudah mencoba untuk menghubungi Pak Wijaya, tapi saat ini dia sedang menghadiri sebuah konferensi desain di luar negeri dan ponselnya th dinonaktifkan. Sepertinya untuk sekarang kita belum bisa menghubunginya.¡± ¡°Maka pikirkan cara untuk dapat menghubunginya!¡± Finno membentak. ¡°minta dia datang sekarang juga seth kamu dapat menghubunginya!¡± ¡°Baik, Pak Normando,¡± Noah menjawab dengan wajahnya yang memucat. Finno sudah tidak dapat fokusgi pada model asuransi yang ada diyar komputernya. Sebagai gantinya, dengan cepat dia memutar kursi rodanya dan keluar dari ruangannya. Noah mengikuti dibkangnya dengan cepat sambil ia mendengar atasannya bertanya, ¡°Apa Vivin sudah png ke rumah?¡± ¡°Muti baru saja menelepon untuk memberi info ku Bu Normando sudah sampai di rumah.¡± Mendengar hal itu ekspresi tegangnya mengendur. Saat itu, dia tiba-tiba tersadar bahwa ia masih menggenggam saputangan tadi danngsung melemparkannya pada Noah dengan pandangan jijik. ¡°Buang benda itu jauh-jauh. Dan juga, cari tahu pabrik mana yang memproduksi saputangan itu seth ketemungsung tutup pabrik tersebut. Aku tidak sudi melihat saputangan yang sama berada di dunia ini.¡± Noah merasa serba sh dan ia bertanya, ¡°Tapi bagaimana dengan Pak Wijaya¡­¡± ¡°Lakukan seperti yang aku perintahkan!¡± Finno berteriak sebelum Noah mengakhiri kalimatnya. Vivin sudah terlp ketika Finno sampai di rumah. Dia tidak bisa tidur nyenyak semm karena berbagi ranjang dengan Finno. Oleh karena itu, dia merasa sangat lh seharian danngsung tertidur seth menyelesaikan makan mm dan mandi. Di saat Finno memasuki kamar, dia meliat Vivin meringkuk di kasur. Dia memeluk selimut dengan erat dan mengenakan gaun tidur yang terbuat dari sutra kamisol yang Muti belikan. untuknya. Pundaknya yang halus dan seluruh punggung bkangnya tersingkap. Finno tak tahan sampai ia mengerutkan kening karena pemandangan tersebut. Vivin mempunyai kebiasaan tidur yaitu memeluk selimutnya daripada menutupi seluruh tubuhnya. Seringkali si pria bangun untuk membetulkan selimutnya di tengah mm, karena takut jangan sampai ia terkena flu. Kenapa Muti membelikannya gaun tidur seperti itu? Apa dia tidak sadar ku lebih mudah terkena flu dengan baju seperti itu? Seth Finno menutup pintu, dia berdiri dari kursi rodanya dan berjn ke arah Vivin, seraya menutupi tubuh Vivin dengan selimut. Seth itu, saat dia akan berdiri dari kasur, si wanita berbalik dan menanggalkan seluruh selimut dari tubuhnya. This content is ? N?velDrama.Org. Tenggorokan Finno menjadi kering seketika danlu menghentikan gerakannya. Pria itu akhirnya mengerti mengapa Muti secara khusus menyiapkan gaun mm itu untuk Vivin. Gaun tidur itu berwarna hitam dengan p yang sangat indah dipadukan dengan anyaman yang rumit. Gaun itu sangat cocok dengan kulit Vivin yang terang, yang dapat menambah pesona wanita itu. Secara kebetn, gaun tidur itu seperti th didesain khusus untuk Vivin, yang dengan sempurna menonjolkan lekuk tubuhnya. Ditambahgi dengan gaya tidurnya, itu sangat¡­. Tatapan Finno semakin dm. Tiba-tiba, Vivin bangun dan menggosok matanya. ¡°Finno?¡± Dia mmun sebentar saat melihat pria itu berdiri di sampingnya, tapi dengan cepat tersadar. ¡°Kamu sudah png?¡± Saat Vivin png, diangsung berganti dengan gaun tidur. Kelihatannya, tak butuh waktuma untuknya jatuh terlp. Sin itu, melihat Finno yang sudah berada di depannya, wanita itu teringat dengan apa yang th dikatakan Jena tadi siang danlu tersadar. Finno belum merespon pertanyaan Vivin. Minkan, ia sibuk menarik selimut itu dengan cepat untuk menutupi tubuh Vivin. Dengan begitu pemandangan yang th mengusik matanya bisa cepat mereda. ¡°Lain kali pakah baju yang hangat ketika kamu tidur, supaya kamu tidak terkena. flu.¡± Pria itu berkata dengan lembut. Vivin termangu sebentar sebelum akhirnya menyadari bahwa dia memakai gaun tidurnya yang baru dan rona merah di pipinya muncul karena tersipu malu. ¡°Aku cuma pergi sehari saja dan. saat kembali tenyata Muti sudah mengganti semua baju tidurku yangma. Ini adh satu- satunya yang tersisa.¡± Vivin seketika menyesal sudah kembali ke rumahnya kemarin. Tak hanya kesin. yang dia dapatkan, tapi juga memberikan Muti kesempatan untuk berh. Tentu saja, dia merasa tidak nyaman berada diantara pekerja senior yang puluhan tahun bekerja dengan konglomerat dan keluarga yang berkuasa itu. ¡°Ohya, bagaimana dengan lukamu?¡± Finno tiba-tiba teringat sesuatu dan menarik pergngan tangannya Vivin. Seth mengeluarkannya dari bawah selimut, dia melihat perban yang menutupi lukanya sudah terbongkar. ¡°Kamu belum mengganti perbannya ya? Vivin Wirdi, bisakah kamu berhenti untuk memikirkan orangin?¡± Pria itu berkata sambil mengernyitkan dahinya. Seth mendapat teguran dari Finno, Vivin agak bergerak mundur sambil merasakan sedikit ketakutan. ¡°Aku akan segera menggantinya,¡± dia menjawab. Saat Vivin akan bangun, Finno menahannya. ¡°Biar aku saja yang menggantinya. Tidak mudah mkukannya hanya dengan tangan kirimu.¡± Pria itulu pergi dan cepat dan kembaligi dengan beberapa kapas dan kotak obat,lu mi mengganti perban di tangan Vivin. Vivin tak tahugi sudah berapa kali Finno membantunya untuk mengganti perban sejak di hari pertama dia terluka. Dengan begitu, kapanpun dia mkukannya, Vivin merasakan pipinya menjadi panas saat nafas hangatnya Fino berhembus mengenai tangannya. Bab 127 Bab 127 Bab 127 Dia Th Mengecewakannya Vivin tak tahangi sampai memalingkan kepnya ke samping. Saat dia mkukannya, Wajah tampannya Finno menoleh ke arahnya, sehingga membuat Vivin kaget untuk sesaat. Dari sudut itu, ia dengan js bisa melihat betapa lentik dan tebalnya bulu mata Finno. Ditainbahgi dengan mata hitamnya persis seperti batu obsidian. Paras Finno yang tampan sudah pasti akan membuat para wanita, termasuk Vivin, menjadi tersipu. Vivin mengamati betapa perhatiannya Finno saat merawat lukanya, Vivin tak bisa menahangi untuk tidak bertanya, ¡°Finno, bolehkah aku bertanya sesuatu?¡± Finno tetap fokus mengoleskan obat pada luka Vivin, tanpa mengangkat wajahnya dia menjawab, ¡°Tanya apa?¡± ¡°Tentang si pemilik kalung¡­ apakah dia mantan pacarmu?¡± Vivin menarik nafas panjang sebelum bertanya. Finno membeku sejenak sebelum mnjutkan gerakannya dan mejawab, ¡°Ya.¡± Yang membuat Vivin terkejut, pria itu tidak menghindari topik pembicaraan ini. Dan itu membuatnya merasa sedikit lega, dia jadi tak sabar untuk bertanyagi. ¡°Kamu sangat mencintainya, bukan?¡± Finno akhirnya menoleh dan bertemu pandang dengan mata Vivin. B matanya yang hitam terlihat sangat dm dan kosong di mata Vivin. Dia hanya dapat mendengarnya mengatakan dengan tenang. ¡°Vivin, kenapa kamu bertanya tentang hal ini?¡± Vivinngsung menyesali sudah mengajukan pertanyaan itu dan merasa bahwa ia sudah mmpaui batas. Vivin menjawab dengan lembut, ¡°Oh, tidak. Hanya saja aku slu memperhatikan setiap saat kamu melihat kalung itu ekspresimu berubah jadi sangat menyedihkan.¡± Mata Finno berkedip sebelum dia dengan cepatnya menoleh ke bawahgi dan mnjutkan untuk mengolesi obat di lukanya Vivin. Di saat Vivin berpikir ku Finno mungkin sudah tak ingin mnjutkan pembicaraan itugi, pria itu berkata. ¡°Aku th mengecewakannya.¡± Vivin terdiam sejenak sebelum kembali tersadar. Apa maksudnya bahwa dia th mengecewakan Eva? Tidak. Itu tidak mungkin. Vivin menggeleng-gelengkan kepnya untuk menjernihkan pikirannya dan tidak menjawab, Sepertinya, percakapan itu harus dihentikan sampai di sini saja. Sementara itu, di dm rumah kediaman keluarga Normando, Tuan Besar Normando sudah bersiap untuk tidur dan memang sudah seharusnya orang tua membutuhkan lebih banyak istirahat. Di sisiin, Marthin masih di ruang kerjanya bersama dengan seorang pria yang berdiri membungkuk di depannya. Karena pria itu berada di balik bayangan, jadi wajahnya tidak begitu. js terlihat. ¡°Apa kamu yakin dengan ini?¡± Wajah Marthin suram dan terlihat geram. ¡°Maksudmu, si lumpuh Finno sudah mkukan hal itu dengan istri barunya?¡± C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org ¡°Sangat yakin,¡± orang yang berada di depan meja kerja itu menjawab dengan serius dan menambahkan. ¡°Tuan Besar Normando sudah mengetahui mash ini. Saya sudah menyelidiki dengan sangat hati-hati dan saya yakin bahwa itu benar-benar terjadi.¡± ¡°Sin!¡± Marthin memukul mejanya dengan penuh kemarahan. Dengan luapan kemarahan di matanya, dia berseru. ¡°Jadi itu artinya, jika semuanya berjnncar, wanita yang dipanggil Vivin itu sedang mengandung anaknya si lumpuh Finno?¡± ¡°Secara teort, begith keadaannya,¡± orang yang ada di depan meja kerja itu menjawab dengan sopan. ¡°Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi!¡± Marthin berteriak dengan wajah yang mengancam. Seth menganalisa situasi itu sejenak, dialu berkata, ¡°Bagaimana ku begini saja, besok aku akan pergi bersama Finno dan kamu harus menghabisi wanita itu. Vivin.¡± Si pria yang ada di depannya mengernyit dan bertanya, ¡°Pak Normando, kenapa anda tidakngsung saja menghabisi Finno?¡± ¡°Kamu kira aku tak memikirkan hal itu?¡± Marthin menyeringai. ¡°Namun seperti yang kau tahu, si kakek tua itu mempekukan Finno seperti hartanya yang paling berharga. Ketika kasus penculikan sepuluh tahun yanglu, dia th menyusuri setiap sudut kota untuk menemukannya. Ith mengapa untuk sekarang kita tak bisa mkukan apa-apa kepada Finno. Berbeda dengan Vivin, dia hanyh orang luar. Meskipun ayahku mendapati kita sebagai pkunya, dia tak bisa mkukan apapun pada kita.¡± ¡°Baih, saya mengerti.¡± ¡°Oh, ada satugi.¡± Marthin tiba-tiba teringat sesuatu seiring dengan wajahnya yang semakin sinis. ¡°Fabian tidak boleh sampai mengetahui rencana kita.¡± Dengan berkedip, pria itu menjawab, ¡°Siap.¡± ¡°Kamu boleh pergi sekarang.¡± ¡°Baik, Pak Normando.¡± Keesokan harinya, Vivin menerima sebuah pesan singkat dari Finno takma seth dia sampai di kantor majh. Finno memberitahukan bahwa dia mkukan perjnan bisnis hari ini dan mengingatkannya untuk mengganti perbannya dan agar ia memperhatikan dirinya sendiri. Vivin membs: Baih. Lalu, dia mi sibuk dengan pekerjaannya. Karena tenggat waktu untuk penerbitan baru majh akan segera berakhir, setiap orang di kantor dm keadaan panik dan bekerja lembur agar dapat memenuhi target. Vivin adh orang terakhir yang meninggalkan kantor dan saat itu sudah tengah mm. Kebetn, ada sebuah konser yang diadakan di gedung sebh kantor majh, sehingga kondisi jnan sangat macet dan sangat sulit untuk mendapatkan taksi. Sementara itu, rekan kerjanya sedang berdiskusi tentang cara yang lebih mudah untuk menuju ke tempat parkir. Dan juga, Vivin tidak dapat menjawab saat rekan kerjanya menanyakan di mana ia tinggal. Bab 128 Bab 128 Bab 128 Maafkan Aku Dia tidak mungkin mengatakan pada mereka bahwa dia tinggal di sebuah v termahal yang ada di kota ini. Jadi, wanita itu tak mempunyai pilihanin sin mengatakan bahwa suaminya sedang dm perjnan untuk menjemputnya. Dia tersenyum dan mengatakan kepada mereka untuk png lebih dulu. Semuanya menjadi iri karena Vivin mempunyai seorang suami yang penyayang dan mereka pun meninggalkannya satu persatu. Akhirnya, Vivin menjadi orang terakhir yang menunggu di depan pintu masuk kantor. Seth dua puluh menit, tak ada satupun tanda-tanda taksi yang akan lewat. Wanita itu mencoba untuk menelepon untuk memesan dariyanan kendaraan online tapi hasilnya tetap nihil. Karena Finno sedang tidak berada di Kota Metro, jadi tidak ada orang yang bisa dia mintai pertolongan. Oleh karena itu, dia hanya bisa untuk tetap menunggu. Tiba-tiba saja, sebuah mobil sport Ferrari merah berhenti tepat di depannya. Ketika Vivin melihat orang yang mengendarai mobil itu, ekspresinya menjadi kaku dan diangsung berbalik untuk pergi. Seketika itu, pintu mobilngsung terbuka dengan cepat dan si pengendara keluar, mengejar si wanita. ¡°Vivin, kenapa kamu pergi!¡± Si wanita menghentikanngkahnya dan berbalik dengan segan. ¡°Pak Normando,¡± dia menyapa. Fabian berdiri di depan vivin, terlihat kesal. Namun tetap, dia membukakan pintu mobil dan berkata, ¡°Masuh, aku akan mengantarmu png. Namun demikian, Vivin tak bergerak dan menjawab dengan singkat, ¡°Terima kasih, tapi suami saya akan segera datang menjemput.¡± Dia sengaja menekankan pada kata ¡°suami saya¡± tapi Fabian terlihat semakin kesal danlu. berkata, ¡°Vin, kamu jangan membuatku marah dengan sengaja mengatakan hal itu. Aku tahu bahwa pamanku Finno dan ayahku sedang dm perjnan bisnis di luar negeri.¡± Vivin tak menyangka jika lokasi keberadaan Finno dapat menjadi mash jika terkait dengan keluarga Normando dan iangsung merasa canggung. Meskipun begitu, ia tetap berdiri memaku di jn dan menjawab, ¡°Saya akan naik taksi saja.¡± ¡°Lihah jam berapa sekarang. Apa kamu yakin bisa mendapatkan taksi pada jam begini? Jangan khawatir, niatku tulus. Meskipun hal ini terjadi pada karyawanin, aku tetap akan mkukan hal yang sama.¡± Seth Fabian selesai bicara, dia melihat Vivin masih enggan untuk mengh. Hal itu membuatnya semakin kesal. Dengan menarik tangan Vivin, Fabian berusaha untuk menyeretnya. masuk ke dm mobil. ¡°Fabian Normando, lepaskan saya sekarang juga!¡± Vivin sangat enggan untuk terlibat dm semua tindakan Fabian. Di samping itu, mereka mempunyai hubungan yang aneh. Dan nyatanya Vivin dapat merasakan perasaan Fabian yang masih ada untuknya dan itu sudah cukup baginya untuk membuat batasan yang js antara mereka berdua. Bagaimanapun juga, kekuatannya tidak sebanding dengan Fabian dan akhirnya ia terpaksa masuk ke dm mobil. Fabianngsung menutup pintu dan menguncinya secara manual dengan kunci mobil, dan sesegera mungkin ia masuk ke dm mobil dan mengemudi secepat kt. Dia tak memberikan kesempatan untuk Vivin untuk bisa keluar dari mobil. Amarah Vivin bergejk saat ia melihat Fabian. Karena dia sudah berada di dm mobil, maka pilihan terbaiknya adh tetap tenang dan diam seribu bahasa. Fabian membaca situasi dengan baik dan tidak mencoba untuk memi percakapan apapun. dengan Vivin. Dia hanya mengantarkannya png ke v dm keheningan. Ketika mereka sampai di v, Vivin akhirnya bernafas lega seth melihat pemandangan yang ia kenali. Dia memaksakan diri untuk mengucapkan terima kasih¡¯ dari mulutnya dan berencana untuk segera keluar dari mobil. Lain hal, baru saja, Fabian yang tetap tenang sma perjnan, seketika meraih tangan Vivin dan menahannya untuk tetap duduk. Berpikir bahwa pria itu akan mkukan sesuatu yang tak masuk akalgi, Vivin menatapnya dengan mata memblak dan bertanya dengan waspada, ¡°Apa yang kamu inginkan?¡± Rasa sakit menghampiri Fabian ketika dia melihat sikap Vivin yang waspada, juga dengan ekspresinya yang ketakutan. Meski begitu, dengan cepat ia tersadar dan mengatakan dengan lembut, ¡°Maafkan aku, Vin,¡± Vivin tak menyangka ucapan itu bisa keluar dari mulut Fabian. Dia terdiam sejenak dan tak dapat berkata apa-apa. ¡°Aku sudah sh paham padamu saat kejadian dua tahunlu dan meninggalkanmu ketika kamu sangat membutuhkanku,¡± Fabian mengatakannya dengan serius sambil memandangi wanita itu. ¡°Aku berhutang maaf padamu. Aku sangat, sangat memohon padamu untuk memaafkanku.¡± Fabian dengan tulus meminta maaf dan setiap kata-kata diucapkannya dengan sungguh- sungguh. Sma ini, dia th sh paham pada Vivin dan slu membskan dendamnya. Seth mengetahui kebenarannya, dia slu sibuk memikirkan tentang hubungan antara Vivin dengan Finno. Namun demikian, di mm sebelumnya, dia tiba-tiba teringat jika dia masih berhutang sebuah maaf pada Vivin. Dia harus bertanggungjawab atas keshan yang th dkukannnya pada Vivin di masampau. This content is ? N?velDrama.Org. Mata Vivin berkedip-kedip denganmbat saat ia melihat Fabian dengan wajahnya yang serius. Perasaan Vivin saat ini tidak dapat terlukiskan. Jujur saja, dia tidak pernah berharap sebuah permintaan maaf diucapkan oleh Fabian. Sebanyak apapun kata ¡®maaf tidak dapat menebus keshan yang th iakukan padanya. Meskipun begitu, Fabian terlihat sangat bersungguh-sungguh di depannya, mebuat hati Vivin yang beku menjadi sedikit mencair. Bab 129 Bab 129 Bab 129 Kebakaran Saat itu, Vivin sepertinya menyadari pria mboyan dan juga hangat itu, adh Fabian yang dulu pernah ia kenal. Matanya beralih dan menghindari tatapan Fabian. ¡°Itu semua sudah belu, sudah tak penting untuk membahasnya sekarang.¡± Tentu saja, apa yang sudah terjadi tak dapat dirubahgi. Sebuah permintaan maaf tidak akan membuat segnya jadi lebih baik. Meskipun, dengan katain, Vivin mengetahui tak ada gunanya untuk mempertahankan itu dan dia tidak seharusnya membicarakan yang sudah-sudah. Tidak mudah baginya untuk berpura-pura bahwa hal itu bukah mash dan mengatakan pada Fabian jika dia sudah memaafkannya, namun dia juga tak ada maksud untuk mkukan bs dendam padanya. Bagaimanapun, dia adh cinta pertama yang pernah dicintainya sepenuh hati. Fabian th hadir menjadi bagian yang menyenangkan sma masa mudanya dan dia tak ingin menghancurkan itu dan juga kenangan indah bersamanya. ¡°Vivin, Aku¡­¡± Fabian merasakan perih di hatinya. Baru saja dia ingin mengatakan sesuatu untuk mnjutkan, Vivin menatapnya dan berkata, ¡°Terima kasih karena th mengantarku. Aku harus pergi sekarang. Smat tinggal.¡± Tak memberi kesempatan untuk si pria merespon balik, Vivin berusaha melepaskan diri seth ia selesai bicara dan segera keluar dari mobil. Fabian tetap diam di dm mobil sambil terus memperhatian bagian bkang Vivin, ia merasa patah hati. Apakah dia tidak memberikan kesempatan untukku meminta maaf padanya? Fabian terus duduk termangu di dm mobil tanpa pergi meninggalkan v. Sebelum ia. tersadar, dua jam sudah belu dan mm semakin gp gulita. Pria itu menampar wajahnya agar dapat tersadar kembali dan saat ia akan beranjak pergi ia mencium bau asap yang datang dari arah v. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Sebelumnya, seth Vivin keluar dari mobil Fabian, dia masuk ke dm v dan seperti biasa, dia menyantap makan mm dan mandi sebelum tidur. Itu mungkin hanya perasaannya saja, tapi tidak seperti biasanya, khususnya mm ini Vivin merasa sangat mengantuk. Kepnya sangat pusing sampai-sampai dia hampir terjatuh saat mandi dan langsung tertidur ketika dia sudah berada di atas kasur. Itu merupakan mm yang melhkan baginya. Vivin tak yakin berapama ia tertidur sampai saat dia terbangun karena mencium bau asap yang menyeruak ke dm hidungnya. Vivin terbatuk-batuk sambil berusaha untuk membuka mata, namun asap mengenai matanya. dan ia merasakan pedih. Wanita itu dengan cepat menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal dan segera bangun dari. tempat tidurnya. Namun, dia merasakan keanehan pada saat ia mencoba untuk berdiri seluruh badannya terasa sakit dan begitu lemah untuk menopang tubuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Vivin tidak dapat mengetahui situasi pada saat itu dan segera menykanmpu meja yang ada di sebh tempat tidur. Seth kamar menjadi terang, dia segera melihat ku kamarnya sudah dipenuhi oleh asap yang sangat tebal. A-Apa¡­ rumah ini kebakaran? Vivin sangat ketakutan. Pada saat yang sama, batuknya semakin parah karena bau asap yang terus masuk ke dm hidungnya. Meskipun begitu, dia segera menenangkan dirinya dan berusaha untuk turun dari tempat tidur secepat yang ia bisa dengan tubuhnya yang masih kesakitan. Seth menarik jaket tidurnya, Vivin beri dengan cepat ke luar kamar. Situasi yang ia lihat kemudian lebih menakutkangi! Kobaran api yang sangat besar dengan asap berbentuk spiral th membakar atap rumah. Satu-satunya san mengapa situasi di dm kamar tidak seburuk itu adh karena pintu kamar tertutup sehingga bisa menjadi penghng. Saat membuka pintu, Vivin tidak dapat melihat. dengan js seluruh lorong karena kobaran api. ¡°Muti! Lubis!¡± Meski sedang dm bahaya, dia masih mengkhawatirkan dua orang tua yang mungkin berada di dm kamar mereka. Namun demikian, wu ia memanggil mereka. berng kali, tetap saja tidak ada jawaban. Saat itu juga, asap sudah masuk kedm kerongkongan Vivin. Wanita itu memutuskan untuk tidak mengkhawatirkan orangin karena melihat situasinya, dan yang paling penting saat itu adh bagaimana dia dapat keluar dengan smat. Tapi tidak ada jn baginya untuk bisa ke luar rumah karena kobaran api yang sangat dahsyat! Vivin memaksakan dirinya untuk tenang dan masuk kembali ke dm kamar untuk mengunci pintu. Lalu, dia membawa selimut yang ada di kamar dan mencelupkannya kedm air,lu ia menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut dan sekaligingsung berigi ke luar kamar. Dengan selimut basah sebagai pelindungnya, Vivin merasakan sedikit keberanian dan maju menghadang bahaya menuju lorong. Dia mencoba untuk tetap membungkuk agar ia tidak banyak menghirup asap. Ketika dia berhasil sampai di ujung lorong, pada saat akan menuruni tangga, dia melihat bahwa situasi di tangga bahkan lebih burukgi. Beberapa anak tangga terbakar dan th hancur, membuatnya semakin tidak mungkin untuk menuruni tangga itu. Vivin jadi semakin bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, seketika dia melihat kabut putih mendesis ke arahnya. Dia membeku sejenak sambil menatap kabut putih itu dan seketika, dia tersadar¡­ Itu t pemadam kebakaran! Kejadian berikutnya, seseorang bertubuh tinggi yang ia kenali muncul di balik kepn kabut asap dan beri menuju ke arahnya. ¡°Vivin! Vivin! Dimana kamu?¡± Vivin merasa terkejut dan senang mendengar suara yang ia kenali itu,yaknya hal itu merupakan kesempatan terakhir dm hidupnya. ¡°Fabian! Uhuk! Aku di sini Fabian!¡± Teriaknya. Bab 130 Bab 130 Bab 130 Kobaran Api Kabut putih dari t pemadam kebakaran melenyapkan sedikit api yang ada di tangga. Saat itu juga, Vivin melihat Fabian beri ke arahnya. Snjutnya, pagar koridor yang ada di dekat Vivin jatuh ke bawah di antara mereka bedua, dan mereka dipisahkan oleh api yang meny-ny. ¡°Sial!¡± Vivin mendengar Fabian berteriak sambil menutup mulutnya, ¡°Vin, tunggu di sana! Aku akan datang dan menymatkanmu!¡± Vivin hanya bisa menganggukkan kepnya tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu. Tunggu. Apakah kalung milik Finno masih ada di dm kamar?Seharusnya begitu.Kalung itu adh harta Finno yang paling berharga. Dia jarang membawanya ke luar. Kalung itu slu disimpan di dmci rumah jika ia pergi kerja ataupun saat mkukan perjnan dinas.Apinya sangat besar. Sethci itu terbakar, pastinya kalung kristal itu akan hancur.Akankah Finno menjadi sangat sedih? Dia tak dapat menk sin memikirkan bagaimana Finno slu terlihat sedih ketika dia menggenggam kalung itu. Tiba-tiba saja, ia merasa prihatin. Sial, bukankan aku telu egois jika tak menghiraukan kalung yang sangat dihargai oleh Finno? Dia tahu bahwa kalung itu hanyh benda mati namun benda itu adh sebuah barang yang mempunyai ni sentimental dan dia tak dapat membayangkan jika Finno sampai kehngan kenangan terakhirnya yang sangat berharga itu! Memikirkan hal tersebut, dia melihat selimut yang menutupi tubuhnya. Selimut itu masih basah. Itu mungkin dapat bertahan untuk sebentargi sementara sampai apinya sudah sedikit mereda. Pasti akan memakan waktu beberapama sampai Fabian dapat menghampirinya. Lalu, Vivin menggertakkan giginya, menjepit hidungnya dan berteriak, ¡°Fabian! Aku akan kembali dan mengambil sesuatu!¡± Fabian yang sedang berusaha untuk memadamkan api. Mendengar ucapan Vivin, dia terkejut dan mengomel, ¡°Vivin, apa kamu sudah g? Apa yang lebih berharga daripada hidupmu?¡± Vivin mengabaikan ucapan Fabian. Sebagai gantinya, dia pergi untuk kembali masuk ke dm kamar. Tubuhnya merasakan kelemahan yang janggal namun ia tak berpikir dua kali. Sambil menggertakkan giginya, ia buru-buru kembali ke dm kamar dm satu tarikan nafas. Batuk Vivin semakin parah karena sudah banyak menghirup asap, tapi itu tidak menghentikannya. Saat sudah masuk ke dm kamar, dia buru-buru mendekati meja. Dia tidak menutup pintu kamar tadi, jadi api sudah menyebar ke dm kamar dan meja itu pun sudah terbakar. Vivin mencoba membukaci itu dengan tangannya yang dpisi oleh selimut. Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Dia tidak sadar bahwa sekarang, selimut itu sudah kering dan tangannyangsung melepuh kepanasan. ¡°Aduh!¡± Dia berteriak kesakitan tapi ia menahan sakitnya dan menarikci keluar. Dengan segera, dia menemukan kalung kristal itu. Segera seth Vivin menemukannya, diangsung mengeluarkan kalung itu dan berpikir sejenak untuk mengambil sebuah foto tapi dengan cepat foto itu tersambar api dan terbakar di atas meja. Dia tak punya pilihan sin menyerah sementara itu ia pun mencoba meraih kalung itu dengan hati- hati. Dan sesegera mungkin, dia berusaha untuk bergegas keluar dari kamar. Namun, ketika dia sampai di ambang pintu, rak buku yang ada di samping pintu rubuh dengan suara keras bruk! Buku-buku yang ada di rak buku th terbakar sepenuhnya menjadi abu dan rak buku itu pun jatuh tepat di seberang muka pintu. Percikan api meletup di sekitarnya dan Vivin menjadi sangat takut seraya mengambil beberapangkah mundur. Apa yang harus akukukan¡­. Saat itu, pintu sudah terhng. Bagaimana aku bisa keluar? Dia terpikirkan untuk membungkus dirinya dengan selimut dan bergegas keluar tapi selimut itu. juga mi terbakar. Pada saat itu, dia jadi kesal dengan kecerobohannya. Sepertinya aku mungkin akan berakhir dengan kehngan kalung itu dan nyawaku sendiri! Dia bertanya-tanya seandainya dia benar-benar mati, apakah Finno juga sangat sedih atas kematiannya atau sedih karena kehngan kalung itu? Aku rasa dia lebih sedih dengan kejadian yanglu¡­ Dari semuanya, dibandingkan dengan Eva orang yang sangat ia cintai, aku hanyh orang asing yang baru menemaninya dm beberapa bn terakhir. Vivin heran dengan pemikirannya. Bisa-bisanya, di saat ini antara hidup dan matinya, dia memikirkan hal yang tidak penting seperti itu? Kobaran api di sekitarnya semakin membesar dan panas. Dia merasa sulit untuk melihat ke lorong karena kepn asap yang semakin tebal. Kemudian, dia mi batuk-batuk dibarengi dengan mata yang berair sehingga penglihatannya menjadi kabur. Akankah hidupku berakhir di sini? Di saat dia bersiap untuk menerobos pintu, dia mengenakan kalung itu di lehernya untuk melindungi kalung itu. Jika nanti tubuhnya ditemukan bersama dengan kalung itu, semoga saja, Finno akan mengerti niat baiknya dan sebagai bsannya, Finno akan merawat ibunya. Bab 131 Bab 131 Bab 131 Meloloskan Diri Saat dia menangis dan berbagai macam pikiran yang aneh datang di kepnya, tiba-tiba saja, dia mendengar sebuah teriakan. ¡°Vivin.¡± This content is ? N?velDrama.Org. Vivin kaget dan ketika dia mengangkat kepnya, dia melihat sebuah sosok yang sedang beri. di balik api. ¡°Fabian!¡± Dia mencoba untuk berteriak tapi lehernya serak. ¡°A-Aku di sini!¡± Lalu, Fabian mendengar suara Vivin dan bergegas mencarinya. Namun demikian, api di depan pintu itu sangah kuat sehingga dia tidak bisa masuk sama sekali. Ia mencoba untuk menggunakan t pemadam kebakaran tapi isinya sudah habis. Vivin merasa putus asa. Apakah aku ditakdirkan untuk mati di sini, sekarang? Tiba tiba, dengan sangat kagetnya, dia melihat Fabian melempar t pemadam kebakaran dari tangannyalu beri melewati kobaran api! Vivin terkejut dan sambil berteriak, ¡°Jangan, Fabian!¡± Dia tidak dapat mempercayai kejadian yang baru saja dilihatnya. Api meny-ny di ambang pintu tetapi Fabian menerobos masuk ke dm seperti orang g! Apakah dia mencoba bunuh diri?Atau¡­ apakah dia hanya ingin menymatkanku? Dm prasangkanya, dia mengigit bibirnya kuat dan air matapun mengalir di pipinya hanya saja segera mengering oleh uap yang panas. Bodoh¡­ Kamu benar-benar bodoh¡­. Aku bukah pacarmugi. Kenapa kamu bersikeras untuk mencoba menymatkanku? Itu sangat takyak! Pada saat itu, Fabian th masuk ke dm api dan akhirnya, dia dapat menggapai Vivin. Vivin melihat sebagian dari kemeja Fabian sudah terbakar dan membuat kulitnya melepuh. Dia sangat ketakutan dan segera menepuk-nepuk Fabian dengan selimut yang ada di tubuhnya untuk memadamkan api. Namun, Fabian tetap memasang wajah biasa dan tanpa membuang waktu, dia cepat-cepat bersembunyi di bawah selimut. Meraih Vivin dm pelukannya, keduanyangsung bergegas menerobos keluar mlui pintu! Tubuh Fabian lebih besar dari Vivin dan begitu juga dengan pelukannya, jadi dia benar-benar aman dari kobaran api. Lain halnya dengan Fabian. Meskipun dia sudah tertutup selimut, namun api masih dapat menyambarnya dan Vivin bisa mendengar dia mengerang dari atas kepnya. Vivin tidak bisa menahan rasa terharunya tapi dia tahu bahwa saat ini bukah waktu yang tepat untuk terbawa dm perasaan. Fabian th mkukan semua ini hanya demi dia dan itu adh karena kebodohan dan kecerobohannya sampai harus berada dm situasi yang bahaya ini. Oleh karena itu, dia hanya bisa menggeretakkan giginya dan bergegas keluar dari sana! Dengan menahan semua pikirannya, dia mkukan yang terbaik untuk menyamakan setiap langkahnya dengan Fabian dan keduanya bergegas keluar dari api yang ada di sepanjang lorong. Namun, ketika mereka sampai di ujung, sebagian tangga sudah habis terbakar. Tanpa ragu, Fabian memeluk Vivin,lu berbalik dan lompat ke bawah! Vivin dapat terlindungi dari keckaan saat jatuh karena dia mendarat di bkang tubuh Fabian karena dia berbalik ketika mereka melompat tadi. Meskipun, tangganya tidak telu tinggi, terdapat luka bakar di punggung Fabian. Saat mereka. jatuh, Vivin dapat mendengar Fabian mengerang kesakitan meskipun ia mencoba menahan perihnya. Dia bisa membayangkan betapa sakitnya Fabian sekarang! Sambil menggigit bibirnya, air mata mengalir di wajahnya dengan tak terkendali. Terlepas dari itu semua, Fabian berdiri terhuyung-huyung seh dia tak merasakan sakit, meraih tangan Vivin dan beri ke luar rumah. Baru saja Fabian beri beberapangkah danlu ia tersandung. ¡°Cukup, Fabian, cukup!¡± Vivinngsung menghentikannya dan ia berbicara sambil mendengus, ¡°Aku akan menopangmu!¡± Vivin melihat bahwa dibandingkan dengan situasi dintai dua, api dintai dasar sudah mereda. Meskipun sangat sulit bagi tubuh mungilnya untuk menopang Fabian yang tinggi, namun beruntung di bawah sudah tidak ada api sama sekali. Akhirnya, dia mencoba untuk membantu Fabian keluar dari pintu. Segera seth mereka berada di luar rumah, dia menemukan bahwa api sudah menarik perhatian warga di sekitar v. Seorang warga sudah menghubungi petugas pemadam kebakaran dan sebuah ambns. Ketika Vivin dan Fabian keluar, ada bunyi nyaring yang berasal dari balik kerumunan. Pada saat itu, petugas pemadam kebakaran baru akan masuk ke dm v. Lalu melihat keduanya, mereka sangat terkejut dan bergegas untuk mengantarkan mereka ke mobil ambns. Vivin merasa sangat pusing kepnya seperti berkunang-kunang tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk terus berjn. Dia meraih lengan baju seorang petugas yang paling dekat dengannya dan bertanya ¡°Apa dia baik-baik saja¡­¡± Bab 132 Bab 132 Bab 132 Terbangun Di Rumah Sakit Menopang Fabian ke luar rumah sangat melhkan untuknya sehingga tak adagi energi yang tersisa untuk dapat memeriksa kondisinya. Petugas itu mengetahui bahwa dia bertanya tentang Fabian maka dia segera melihatnya dan berkata, ¡°Dia baik-baik saja tapi sekarang ia pingsan. Anda tidak perlu khawatir¡± Seth mendengar hal itu Vivin merasa lega. Dialu menutup matanya dan jatuh pingsan. Beperapa saat kemudian. Ketika Vivin terbangun, dia sudah terbaring di ranjang bangsal rumah sakit. Di sisi ranjangnya, ada Noah yang sedang duduk. ¡°Bu Normando, anda sudah bangun!¡± Noah segera berdiri seth ia melihat Vivin siuman. ¡°Apa yang anda rasakan? Apakah anda bisa melihat dengan js?¡± Mendengar ucapannya, Vivin menyadari bahwa ternyata, penglihatannya tampak kabur dan dia tidak bisa melihat dengan js. Namun, dia tidak khawatir dengan keadaannya, sebaliknya, dia meraih Noah dan bertanya dengan suara serak, ¡°Dimana Fabian?¡± Begitu berbicara, ia sadar bahwa suaranya terdengar seperti sebuah t musik yang rusak. Rasa malu tercermin di wajah Noah dan ia menjawab, ¡°Jangan khawatir. Dia baik-baik saja. Hanya luka-lukanya yang terinfeksi tapi seharusnya dia sudah bangun sekarang.¡± Vivin mengh nafas lega. Lalu dia terbatuk-batuk. Noah dengan cepat menuangkan secangkir air untuknya. ¡°Pak Normando sedang berada di pesawat. Seharusnya akan mendarat dm beberapa jam. ¡°Bukannya dia sedang dm perjnan bisnis di Amerika?¡± ¡°Saat Bapak mendengar tentang kebakaran di rumah, diangsung memesan penerbangan png yang paling awal.¡± Noah mnjutkan dengan sungguh-sungguh, ¡°Bu Normando, Bapak sangat mencemaskan anda.¡± Bibir Vivin bergetar. Mungkin, dia lebih khawatir dengan kalung itu? Saat mengingat kalung tersebut, dia kemudian dengan cepat meraba lehernya sambil dengan panik berkata, ¡°Dimana kalung itu?¡± Noah tertegun pada awalnya. Kemudian dia ingat dan segera mengambil kalung kristal dari meja yang ada di samping tempat tidur. ¡°Apa maksud anda kalung yang ini?¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Noah tidak tahu betapa berharganya kalung kristal itu. Dia menyaksikan Vivin memegang kalung di tangannya dan seketika kepanikannya mereda. ¡°Syukuh! Kalung ini masih ada di sini¡­¡± Noah merasa bingung. Tepat ketika dia hendak memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya, tiba- tiba Vivin mendongak dan bertanya, ¡°Pak Atmaja, bisakah anda membawa saya menemui Fabian?¡± Vivin sudah tahu jika nanti Finno th tiba, dengan temperamennya yang mendominasi, dia tidak mungkin memiliki kesempatangi untuk bertemu Fabian. Namun, saat ini dia benar-benar khawatir pada Fabian dan yang lebih pentinggi, dia benar- benar merasa bahwa sudah banyak menyusahkannya. Noah nampak tidak nyaman sambil menjawab, ¡°Bu Normando, ini tidak tepat¡­¡± Aku pasti sudah g jika mengantar Bu Normando untuk melihat mantan pacarnya¡­ Vivin mengerutkan kening, sambil berkata, ¡°Baih, jika kamu tidak mau menemaniku, aku sendiri yang akan pergi.¡± Saat itu juga, Vivin berusaha untuk turun dari tempat tidur. ¡°Oh. Bu Normando, tolong¡­ Noah mengkhawatirkannya, dan sekarang dia tidak punya pilihangi sin membantu Vivin untuk naik ke kursi roda dan menggantung botol infusnya di kursi roda itu. ¡°Lebih baik saya yang mengantarkan anda ke sana.¡± Mendorong Vivin di kursi roda, akhirnya Noah tiba di bangsal Fabian. Sebelum mereka masuk, mereka dapat mendengar suara Alin sedang menangis dan terisak. ¡°Fabian, bagaimana kamu bisa mendapatkan cedera serius seperti ini? Ya ampun, apa yang harus aku lakukan?¡± Vivin bingung dan secara naluriah, dia ingin pergi. Namun, Fabian yang sedang berbaring di tempat tidur sudah tenjur melihatnya. Ada binar di matanya sambil dia segera berkata, ¡°Vivin, kamu sudah di sini, mengapa tidak masuk?¡± Vivin hanya bisa menguatkan dirinya saat dia memberi isyarat kepada Noah untuk mendorongnya ke dm. Saat Alin melihat Vivin, air matanya terhenti dan berganti dengan api kecemburuan dan kebencian yang memenuhi tatapannya. Dengan cepat, Fabian menoleh pada Alin dan berkata, ¡°Alin, tolong tinggalkan kami sebentar.¡± Keengganan terlihat di wajah Alin tetapi karena Fabian bersikeras, dia tak punya pilihan sin pergi. Sebelum itu, dia memastikan untuk memelototi Vivin dengan sinis. Noah juga meninggalkan ruangan. Di bangsal, Fabian sendirian dengan Vivin. Vivin menatap wajah pucat Fabian. Kakinya dibalut dengan gips. Di wajah dan bahunya terdapat banyak luka bakar dan dia penasaran seberapa buruk luka bakar yang ada di balik pakaiannya. Secara spontan, matanya menjadi sedikit berkaca-kaca. Meskipun demikian, dia mkukan yang terbaik untuk mengendalikan emosinya dan berkata dengan lembut, ¡°Fabian, aku sungguh-sungguh ingin mengucapkan terima kasih dengan tulus. atas petolonganmu.¡± Fabian memandang Vivin dan menjawab dengan tenang, ¡°Kamu benar-benar harus berterima kasih padaku. Apakah kamu tahu betapa berbahayanya keadaan di sana? Kamu kembali ke dm kamar untuk mendapatkan kalung itu. Jika bukan karena aku, kurasa kamu akan mati di dm.¡± Bab 133 Bab 133 Bab 133 Konfrontasi Faktanya, saat Fabian menymatkan Vivin, dia th memperhatikan bahwa Vivin mempertaruhkan nyawanya untuk mengambil kalung Kristal itu. Tangan Vivin mencengkeram baju rumah sakitnya saat dia berbicara dengan lembut, ¡°Sebenarnya, kamu tidak perlu sampai sejauh itu untuk menymatkanku.¡± C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org ¡°Tidak perlu menymatkanmu?¡± Fabian tiba-tiba mengangkat alisnya. ¡°Vivin, apa yang kamu bicarakan? Apakah kamu berpikir bahwa aku hanya akan berdiri dan membiarkanmu mati?¡± Vivin tidak bisa membs tatapan Fabian jadi dia berpaling, dan berkata, ¡°Sebenarnya, kamu hanya perlu menjaga dirimu sendiri. Aku takyak untuk usahamu itu.¡± Fabian th menahan dirinya sendiri untuk tetap sabar ketika menghadapi Vivin tetapi mendengar ucapan Vivin, dia jadi kehngan kesabaran. Dia bangkit, dan dengan tangannya yang diperban, dia memegang dagu Vivin dan memaksanya. untuk bertemu dengan tatapannya. Dengan dingin, dia berbicara, ¡°Vivin, ini adh keputusan yang aku buat, bukan keputusanmu!¡± Saat Vivin memandang Fabian, dia bisa melihat bahwa dia tidakgi bisa menyembunyikan emosinya. Dia tidak bisa menahan perasaan takutnya. Tidak!Kamu tidak bisa mkukannya. Vivin yang sekarang adh seseorang tidak akan pernah bisa untuk memiliki sebuah hubungan. yang mendm dengan Fabian. Teringat akan hal itu, dia merasa perlu mkukan sesuatu. Dengan cepat dia melepaskan diri dari cengkeraman Fabian dan berkata dengan tajam, ¡°Fabian, tolong jaga sikapmu. Ingah bahwa sekarang aku adh bibimu!¡± Bibi Vivin. Kedua kata itu seperti air dingin yang mengaliri perasaan Fabian. Pada saat itu, Vivin menyingkirkan tangan Fabian sambil mengerutkan kening dan menatapnya. ¡°Fabian, kamu akan segera menikah dengan Alin. Aku harap kkuanmu hari ini tidak akan pernah terng kembali.¡± Dengan demikian, tanpa melihat Fabiangi diangsung memutar kursi rodanya keluar dari bangsal. Fabian yang ditinggalkan merasa kosong, hanya terduduk di ranjang rumah sakit. Di luar kamar, Vivin berhenti sejenak untuk menarik napas dm-dm. Kkuan Fabian barusan terasa seperti duri yang menusuk hatinya -membangkitkan emosi yang tak tergambarkan. Mengingat kembali, ketika Fabian mencoba seg cara untuk menyiksa dan menghinanya, dia berpikir bahwa Fabian hanya membencinya atas pengkhianatan yang th dkukanya jadi Fabian ingin membs dendam kepadanya. Tapi hari ini, melihat perasaan yang tak tertahankan di mata Fabian dan keputusasaannya untuk mengendalikan dirinya sendiri, membuatnya sadar bahwa sma ini Vivin sudah sh. Tenyata Fabian tidak pernah berhenti mencintai Vivin ¨C tidak sama sekali. Dia mencoba menyiksa Vivin sebelumnya karena dia tidak dapat berhenti untuk mencintainya. Karenanya, seth dia mengetahui tentang kebenaran ini, Fabian sepertinya mengharapkan sesuatu yang tidak seharusnya dia harapkan. Namun, sekarang sudah tidak ada harapangi. Vivin th menjadi bibinya, dan dia pun th menjadi saudara iparnya. Mereka berdua ditakdirkan untuk menjadi orang asing. Duri yang menancap di hati Vivin sepertinya terus-menerus membangkitkan perasaan yang tak tertahankan. Pada satu titik, ia pernah menyakini bahwa mereka akan menjadi pasangan seumur hidup. Namun, akhirnya mereka berakhir dengan cara seperti ini. Fabian, kamu sudah tembat untuk menyadari kebenarannya¡­ Begitu Vivin keluar dengan kursi rodanya, Alin tiba-tiba muncul dari samping dan menghentikannya. Wajah Alin yang mempesona, pada saat itu, penuh dengan air mata sambil menggigit bibirnya. ¡°Vivin, aku ingin berbicara denganmu.¡± Vivin mengenal Alin dengan sangat baik. Jika dia tidak berbicara dengannya sekarang. Alin akan terus mengganggunya. Dia tidak punya pilihan sin meminta dm kesedihannya dan berbicara kepada Noah, ¡°Kamu kembalh lebih dulu.¡± Noah memandang Alin dengan curiga dan berkata kepada Vivin dengan suara rendah, ¡°But Normando, saya akan berada di lorong. Hubungi saya jika Anda membutuhkan sesuatu.¡± Vivin menganggukkan kepnya. Begitu Noah pergi, Alin menunjukkan wajah aslinya. Segera, dia menggeram pada Vivin, ¡°Vivin! Kamu wanita yang tidak tahu malu, kapan kamu akan meninggalkan Fabian sendirian?¡± Vivin menganggap tuduhannya lucu. ¡°Alin, sejak kapan aku tidak mau meninggalkannya?¡± ¡°Kamu mencoba merayunya sepanjang waktu! Ku tidak, dia tak akan terluka begitu parah hanya untuk menymatkanmu.¡± Dia merasa sangat cemburu dan marah dengan berpikir bahwa Fabian th melukai dirinya sendiri sampai begitu parah karena demi menymatkan Vivin. ¡°Kamu wanita yang tidak tahu malu, sejak kita masih anak-anak, kamu th mencoba merebut barang- barangku. Apagi yang ingin kamu rebut dariku? Bab 134 Bab 134 Bab 134 Itu Satu-satunya Cara Awalnya, Vivin tidak ingin mdeni Alin, tetapi ketika dia mendengar ucapan Alin, ekspresinya menjadi muram dan dia mendesis, ¡°Alin Martha, tanyakan dengan hati nuranimu, siapa yang sebenarnya slu menginginkan hal-hal yang bukan miliknya?¡± Vivin menjni sekh dasar dan menengahnya di sekh internasional bersama dengan Alin, sma itu Alin tidak pernah membuat hidupnya tenang. Ketika Vivin naksir dengan seorang senior, Alin mengaku kepadanya terlebih dahulu dan mencampakkannya seth tiga hari berkencan. Kemudian, ketika Vivin akan dinobatkan sebagai sh satu siswa tdan di sekh, Alin meminta Emi untuk menyuap para petinggi dan akhirnya gr itu diberikan kepada Alin sebagai gantinya. Snjutnya, ketika Vivin bergabung dengan sebuah klub, Alin meminta guru untuk membubarkan klub itu sepenuhnya. Vivin tak pernah bisa mengerti mengapa Alin berusaha keras sma ini hanya karena ia membenci Vivin padahal Alin sudah menjadi anak yang diidkan bahkan sejak mereka masih kecil. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Hal itu tidakgi bejut sampai dengan Vivin sudah tak tahangi dengan pembullyan yang dkukan oleh Alin, jadi dia mendaftar di SMP yang berbeda untuk menjauhkan diri dari Alin dan mendapatkan kesempatan untuk menghindari pelecehan yang dkukan oleh temannya itu. Alin memelototi Vivin dan menjawab, ¡°Kamu tentunya! Jangan berpikir ku aku tidak tahu bahwa kamu cemburu padaku sejak kita masih kecil. Kamu ingin mengambil semua yang menjadi milikku, satu-satunya san kamu tidak berhasil adh karena kamu sudah gagal berkali-kali. Tapi kali ini, kamu benar-benar berhasil! Hanya Tuhan yang tahu cara licik seperti apa yang sudah kamu gunakan untuk merayu Fabian!¡± Vivin benar-benar terkejut melihat betapa munafiknya Alin. ¡°Terserah.¡± Vivin sudah selesai berurusan dengan Alin. ¡°Sudah kubng, aku sudah menikah, jadi aku tidak tertarik pada tunanganmu. Lakukah apapun yang kamu inginkan dengan informasi itu.¡± Seth itu, Vivin mendorong kursi rodanya dan pergi. Saat Vivin pergi, Alin menggigit bibirnya begitu kuat sampai hampir terluka. Sebenarnya, Alin tahu bahwa Vivin mengatakan yang sebenarnya, karena orang yang berbohong pada Fabian bukah Vivin. Sekarang Fabian sedang terluka, pernikahan kami pasti akan ditunda. Aku sangat takut jika pernikahan kami akan dibatalkan seth adanya penundaan itu!Bagaimana aku bisa mempertahankan Fabian? Dengan kerlipan di matanya, dia tiba-tiba menatap ke arah perutnya. Mungkin itu satu-satunya cara¡­ Seth Vivin kembali ke kamarnya, dia merasakan kelopak matanya menjadi semakin berat. Dia menutup matanya dan segera tertidur. Tanpa sepengetahuannya, saat dia tertidur lp, seorang pria mngkah ke kamarnya. Ketika Finno melihat betapa pucat wanita yang ada di depannya dan seberapa banyak luka yang dia derita, ekspresinya berubah dm kemarahan. ¡°Pak Normando, Bu Normando baik-baik saja,¡± bisik Noah. ¡°Apakah kamu tahu siapa yang mkukan ini?¡± Finno bertanya dengan nada dingin. ¡°Laporan tentang kasus kebakaran ini akan segera disampaikan kepada kami.¡± ¡°Bagus.¡± Finno menarik kembali pandangannya dan berkata, ¡°Sebelumporan itu datang, ayo kita pergi mengunjungi korbaninnya.¡± Butuh beberapa saat sebelum Noah menyadari siapa yang dibicarakan Finno. Sambil duduk di kursi rodanya, Finno tiba di kamar Fabian. Butuh banyak usaha bagi Fabian untuk mengusir Alin lebih awal, dan saat ini dia sedang menatap ponselnya sambil bertanya-tanya apakah dia harus mengirim SMS kepada Vivin untuk menanyakan kabarnya. Pada saat itu, dia mendengar seseorang mengetuk pintunya. ¡°Masuk.¡± Dia ingin tahu siapa yang datang mengunjunginya, tetapi ketika dia melihat pria di kursi roda itu, dia membeku karena terkejut. ¡°Paman Finno?¡± Dengan nada terkejut, dia bertanya, ¡°Kenapa anda png begitu cepat?¡± Bukankah Paman Finno sedang mengurus bisnis keluarga Normando di Amerika? Mengapa dia kembali begitu cepat?Mungkinkah dia bergegas png karena th mendengar tentang apa yang terjadi pada. Vivin? Pada kenyataannya, Fabian merasakan tidak senang. Bahkan ayahku saja hanya menelepon seth mengetahui tentang cedera yang kumi. ¡°Kudengar kamu terluka karena Vivin, jadi aku datang untuk melihat keadaanmu,¡± ucap Finno datar dengan memasang wajah tanpa ekspresi. Fabian mengerutkan kening dan menjawab, ¡°Terima kasih atas perhatiannya, Paman Finno. Bagaimana dengan Vivin¡­ kondisinya Bibi Vivin?¡± Ekspresi Finnongsung menjadi gp ketika dia mendengar kekhawatiran yang terdengar js dm suara Fabian. Finno memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu yang akhirnya menyebabkan keheningan canggung yang mengisi seluruh ruangan. Bab 135 Bab 135 Bab 135 Lumpuh ¡°Sepertinya kamu benar-benar khawatir dengan istriku,¡± Finno pehan berbicara seth jeda yang cukup panjang. Suaranya tenang, tetapi perasaannya saat itu sangat tidak menyenangkan. Ketika Fabian mendengar sifat posesif yang dimiliki Finno terhadap Vivin yang terkesan dari suaranya, gelombang kemarahan membuncah di dm dirinya. Karena hubungan Finno dan Marthin tidak baik, Fabian tidak telu menghormati pamannya. Dia bersikap tidak sopan sambil mengejek, ¡°Yah. Bagaimanapun, Vivin adh cinta pertamaku.¡± Fabian mengatakan itu untuk melihat reaksinya Finno, tetapi Finno mempertahankan senyum. dinginnya sambil berkata dengan pehan, ¡°Terima kasih atas perhatianmu.¡± Tiba-tiba, kata-kata berhenti di bibir Fabian. Dia akhirnya kehngan kesabaran ketika melihat kesombongan yang ada pada ekspresi Finno. Dia segera duduk di tempat tidurnya dan berteriak, ¡°Finno, sudahi omong kosongmu dan katakan padaku mengapa kamu datang menemuiku.¡± Finno hanya memamerkan senyum dingin untuk menanggapinya saat ia melihat betapa frustrasinya Fabian. ¡°Tentu saja aku di sini untuk berterima kasih karena kau th menymatkan istriku.¡± Faktanya, Finno bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Meskipun sebenarnya dia tidak senang dengan kenyataan bahwa Fabian adh orang yang menymatkan Vivin dari kebakaran, tetapi jika bukan karena Fabian, Vivin mungkin akan menderita dengan mendapatkan lebih banyak cedera. Terlepas dari ketulusannya, kata-katanya menusuk telinga Fabian seperti jarum. Dm kemarahannya, Fabian tertawa, dia menatap seraya mengejek Finno yang duudk di kursi roda dan mencemooh, ¡°Itu benar. Akh yang sudah menymatkan Vivin dari kebakaran itu, tidak seperti seseorang pastinya yang hanya akan membebaninya bahkan jika mereka ada di sana, kan?¡± Kabut gp membayangi ekspresi Finno seketika dan bahkan Noah marah dengan pernyataan itu. Noah mngkah maju dan mendesis, ¡°Fabian Normando, apa maksud dari perkataan anda?¡± ¡°Aku pikir ucapanku sudah sangat js.¡± Senyum Fabian memudar saat dia melihat kaki Finno. ¡°Bagaimana bisa orang cacat sepertimu bisa memberikan kebahagiaan untuk Vivin yang seharusnya bisa dia dapatkan? Jika suatu hari nanti Vivin dan kamu menghadapi bahaya semacam itu, apakah kamu bisa menymatkannya? Tidak! Karena kamu adh orang yang lumpuh! Kamu bahkan tidak bisa-¡± Sebelum Fabian bisa menyelesaikannya, Finno meraih lutut Fabian yang tertutup selimut. Terkejut, Fabian berteriak, ¡°Apa yang kamukukan?¡± Text property ? N?vel(D)ra/ma.Org. Dia kemudian mencoba melepaskan tangan Finno, tetapi tidak peduli seberapa keras dia mencoba, dia tidak bisa membebaskan dirinya dari cengkeraman Finno yang sangat kuat. ¡°Aku hanya mengajarimu sopan santun sebagai tetua di keluarga. Ekspresi Finno sama ambigunya seperti sebelumnya. ¡°Kamu bajingan lumpuh!¡± Fabian adh orang yang sombong, jadi wajar jika dia tidak tahan dengan ancaman yang memalukan dari Finno. Dia semakin berjuang saat dia meraung, ¡°Lepaskan aku!¡± Namun, ekspresi Finno semakin gp dan dia mengerahkan lebih banyak kekuatan dengan tpak tangannya. Tiba-tiba, Fabian merasakan sakit perih yang memancar dari lututnya dan dia jatuh ke bkang dengan lemah di tempat tidur. ¡°Berhenth menggunakan kata lumpuh¡¯ pada setiap kesempatan yang kamu dapatkan.¡± Suara Finno sedikit mengancam di dmnya dibandingkan dengan nada tenang yang sebelumnya. ¡°Aku bisa memastikan bahwa kamu bisa menghabiskan sisa hidupmu di kursi roda sepertiku.¡± Secara naluriah, Fabian ingin menegurnya, tetapi dia benar-benar takut sekarang karena rasa sakit di lututnya, jadi dia menahan lidahnya. Dia tahu bahwa meskipun Finno duduk di kursi roda, dia memiliki kemampuan untuk melumpuhkannya karena Finno th bjar seg macam teknik pertahanan diri sejak masih kecil. Finno menyeringai dingin ketika dia melihat bahwa Fabian akhirnya tetap diam. Dia melepaskan lututnya dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. ¡°Finno!¡± Namun, sebelum dia meninggalkan ruangan, Fabian meneriakkan namanya dari bkang. Meski begitu, dia tidak berhenti bergerak. ¡°Sebenarnya aku bisa saja menymatkan Vivin dari kebakaran tanpa dia menderita luka. Tapi, dia berjuang mati-matian untuk mengambil sesuatu dan itu menyebabkan kita terjebak dm api!¡± Mendengar ini, Finno akhirnya menghentikanngkahnya. Bab 136 Bab 136 Bab 136 Kalung Kristal ¡°Apa itu?¡± Tanpa berbalik Finno bertanya dengan dingin. Meski begitu, Fabian tidak menjawabnya karena dia sudah tahu bahwa demi kalung itu Vivin r mempertaruhkan nyawanya. Suatu hari ketika Marthin sedang mabuk, dia mengejek Finno dengan mengatakan jika dia adh. seorang sampah yang g karena cinta karena dia masih menyimpan sebuah kalung kristal murahan meskipun Eva sudah meninggal sepuluh tahunlu. Itu artinya Vivin mencoba untuk menymatkan kalung itu demi Finno. Kecemburuan mendidih dm dirinya seperti halnya kawah yang meluap-luap, jadi Fabian tidak ingin menjawab pertanyaan Finno. Sebagai gantinya, Fabian menyeringai dan mengusulkan, ¡°Jika kamu penasaran, kenapa kamu tidak bertanyangsung kepadanya?¡± Ketika Finno mendengar hal itu, dia memutuskan untuk pergi karena dia sudah tak ingin membuang waktunya untuk Fabian. Finno kembali ke kamar Vivin dan melihat ku dia masih tertidur lp. Dia terlihat pucat pasi dan alisnya mengerut karena rasa sakit di lukanya terasa sangat menganggu meski ia sedang tidur. Melihat hal itu, Finno merasakan jantungnya seperti dihantam oleh bti. ¡°Sampaikan ke orang di kantor ku aku akan berhngan hadir untuk beberapa hari ke depan. Atur sebuah rapat online jika ada sesuatu yang mendesak atau datang saja ke sini untuk menemuiku secarangsung.¡± Finno memberikan perintah kepada Noah dengan tenang. ¡°Pak Normando¡­¡± Noah sepenuhnya kaget karena sma dia menjadi asisten sma bertahun- tahun, dia tidak pernah melihat seorang Finno Normando mlaikan tanggung jawabnya pada pekerjaan. Finno tak menghiraukan ekspresi kagetnya Noah dan mendekati Vivin, dialu mengusap lembut wajah Vivin dengan jarinya yang ramping. Sementara Vivin masih di m mimpi, dia tiba-tiba merasakan ada tangan yang menyentuh pipinya dengan lembut. Sepertinya dia mengenali sentuhan ini,lu dia membuka matanya sedikit demi sedikit dan melihat wajah yang sangat tampan dm keadaan yang masih setengah sadar. Dia memaksa untuk bangun dan mencoba untuk duduk. ¡°Finno?¡± Namun, Finno menahan pundaknya untuk tetap berbaring. ¡°Jangan telu banyak bergerak. Berbaring saja ya.¡± Vivin mengangguk dan mengikuti perintahnya. ¡°Bagaimana keadaanmu?¡± Finno mencoba untuk bersuara setenang mungkin, tapi isyarat untuk meredam amarahnya masih terselip di bibirnya. Vivin dapat melihat bahwa ada sesuatu yang janggal meskipun ia tidak tahu apa itu. Dia mengernyit dan bertanya, ¡°Finno, kamu marah ya?¡± Finno terdiam. Marah Lebih ke arah takut. Gelombang ketakutan menyeruak di dm hatinya ketika dia mengetahui bahwa rumah itu terbakar saat dia berada di Amerika, seperti kejadian sepuluh tahun yanglu. Tapi, dia tidak berniat memberitahukan pada Vivin tentang hal itu. Sebaliknya, Finno memegang pergngan tangannya dan memeriksa bekas luka bakar di punggung tangannya dengan ekspresi yang sedih. ¡°Fabian baru saja memberitahuku bahwa kamu kembali ke kamar untuk mendapatkan sesuatu sma kebakaran, kan?¡± Finno menjawab pertanyaan Vivin dengan pertanyaanin. Tampak terkejut, Vivin tiba-tiba teringat sesuatu. ¡°Ya. Aku kembali untuk mendapatkan ini.¡± Matanya masih buram dari tidurnya, jadi dia meraba- raba saat dia mencoba mengambil kalung itu dari lehernya. ¡°Kamu pasti khawatir dengan kalung ini, kan?¡± Finno tiba-tiba merasakan dingin di tpak tangannya, dan dia kaget saat menyadari bahwa kalung kristal itu sudah ada ditangannya. Kepnya menoleh ke arah Vivin dan di bertanya dengan sebuah pandangan keheranan. ¡°Apa kamu kembali ke kamar hanya untuk mengambil kalung ini? Karena pandangannya masih buram, Vivin tidak bisa melihat ekspresi Finno, jadi dia berkata dengan polos, ¡°Ya. Aku pikir kamu akan mengkhawatirkan kalung itu.¡± This content is ? N?velDrama.Org. Finno menggenggam kalung itu dengan erat dan terdiam beberapa saat. Tidak akan pernah terpikirkan olehnya bahwa sesuatu yang Vivin perjuangkan sampai mempertaruhkan nyawanya adh kalung ini. Merasakan keheningan dingin di ruangan itu, Vivin bertanya dengan cemas karena khawatir, *Finno, mengapa kamu tidak berbicara? Apakah sesuatu th terjadi pada kalung itu? Apakah kalung itu rusak akibat kebakaran?¡± Vivin kemudian segera memeriksa kalung itu dengan cermat, tetapi kalung itu telu kecil, dan penglihatannya kabur, jadi dia tidak bisa melihatnya dengan js. ¡°Vivin Wirdi, apa kamu sudah g?¡± Saat dia menyipitkan mata pada kalung itu, sebuah teriakan terdengar di telinganya. Bab 137 Bab 137 Bab 137 Menghancurkan Kalung Vivin membeku. This content is ? N?velDrama.Org. Seth mengenal Finno sma bertahun-tahun, dia belum pernah mendengar pria itu mengumpat ataupun berkata kasar. Dia mengerutkan kening dan bertanya, ¡°Finno, apa yang-¡± Tapi sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Finno meny dengan teriakanin. ¡°Kamu kembali ke kamar hanya untuk kalung? Apakah kamu tahu betapa beruntungnya dirimu? Kamu bisa saja mati di sana!¡± Saat ini Finno benar-benar marah. Dasar g! Apakah hidupnya tidak ada ninya dibandingkan dengan kalung bodoh ini?Aku akui, kalung ini sangat penting bagiku karena itu satu-satunya kenangan yang Eva tinggalkan untukku¡­ Tapi bagaimana bisa sebuah kalung dapat dibandingkan dengan nyawa Vivin? Sejak saat dia mendapatkan kabar tentang kebakaran, satu-satunya hal yang dikhawatirkannya adh Vivin, dan keberadaan kalung itu tidak ada dm pikirannya sama sekali. Saat Vivin menegaskan bahwa dia menempatkan dirinya dm bahaya hanya karena kalung itu¡­. Wajar saja jika Finno sangat marah. Nada suara Finnontang, dan itu sangat berbeda dari prkunya yang biasa tenang dan berwibawa. Karena matanya, Vivin tidak bisa melihat kekhawatiran dan ketakutan Finno. Yang dia tahu hanyh kemarahan dan penkan Finno. Dia tak pernah menyangka bahwa semua yang didapatkan seth mempertaruhkan nyawanya untuk kalung itu adh sebuah kemarahan. Ketakutan yang th Vivin tahan sejak kebakaran itu dan kemarahan yang dia rasakan sekarang memuncak menjadi linangan air mata. Hal itu membuat matanya lebih sakit, jadi dia harus menundukkan kepnya untuk menghapusnya. Di sisiin, Finno marah luar biasa, jadi dia bahkan tidak memperhatikan ekspresi Vivin. Dia hanya mengepalkan kalung itu sampai menusuk tpak tangannya sambil menunduk ke bawah dengan frustrasi. Untuk pertama kalinya dm sepuluh tahun, dia merasa marah alih-alih putus asa dan bersh ketika melihat kalung itu. Vivin dm bahaya semua itu karena kalung ini.Jika aku terus menyimpan kalung ini, apakah orang bodoh seperti wanita itu akan membuat keshan yang bodoh dan berbahayagi saat terjadi situasi seperti kemarin? Dia tahu bahwa dia sangat tidak rasional sekarang, yang jauh dari sikapnya yang biasanya tenang. tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk berpikir demikian. Ketika dia melihat kulit pucat Vivin dan banyaknya luka bakar di tubuhnya, kemarahanpun melonjak di dm dirinya dan memaksa tangannya untuk melemparkan kalung itu. Dentang! Suaranya bergema di seluruh ruangan yang sunyi itu, dan membuat Vivin mendongak dengan tiba- tiba. Dia tidak dapat melihat js situasi yang terjadi itu, tetapi suara itu js memberinya perasaan yang tidak nyaman. ¡°Finno Normando, apa yang kamukukan!¡± Kemarahannya belum mereda, Finno menatap Vivin dan berkata dengan dingin, ¡°Aku menghancurkan kalung itu.¡± ¡°Apa! Apakah kamu g!¡± Vivin merasa hancur ketika dia mengatakan itu. Dia segera duduk dan mi mencari pecahan kalung itu dengan tangannya karena dia tidak bisa melihat di mana keberadaan kalung itu. ¡°Apakah kamu benar-benar menghancurkan kalung itu? Apa yang ada dipikirkanmu! Mantan pacarmu meninggalkannya untukmu!¡± Itu mengejutkan Finno karena dia tidak pernah mengira bahwa Vivin akan mengetahui tentang asal- usul kalung itu. Meskipun demikian, pada saat itu, dia tidak peduligi tentang hal itu. Dia meraih pergngan tangan Vivin dengan satu tangannya dan melingkarkan lengannya yangin di pinggan Vivin. Hanya dm sepersekian detik, jarak di antara mereka begitu dekat sehingga tampak seh-h mereka th menjadi satu. Dia menatap Vivin dan berbicara dengan nada yang penuh amarah, ¡°Vivin, aku memberitahumu sekarang ku bisa jadi kalung ini akan menyeretmu ke dm bahaya di masa depan, jadi aku. lebih memilih untuk menghancurkannya!¡± Vivin, yang masih dm keadaan sedih, tiba-tiba membeku ketika mendengar hal itu. Apa maksud perkataannya? Apakah dia¡­ menghancurkan kalung itu karena aku? Bagaimana itu mungkin? Bukankah mantan pacarnya yang memberikannya kalung itu? Bukankah kalung itu sangat penting baginya? Jadi mengapa dia mkukannya¡­ Bab 138 Bab 138 Bab 138 Semuanya Jadi Buram All content is property ? N?velDrama.Org. Vivin merasakan perasaan yang tumbuh di dm dirinya seperti benih yang berkecambah; dia agak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang, namun dia tidak memiliki keberanian untuk menghadapinya. Karena kemarahannya barusan, Finno tak menyadari ku mata Vivin memerah dan tatapannya agak tidak fokus. Kepanikan muncul di dm diri Finno ketika akhirnya dia melihat keadaan Vivin dan dia merebahkannya kembali di tempat tidur dan mmbaikan tangannya di depannya. Vivin mengerutkan kening dan berkata, ¡°Aku tidak buta. Aku masih bisa melihat, hanya saja sedikit buram.¡± ¡°Buram?¡± Suara Finno menjadi lebih lembut. ¡°Sial. Mengapa kamu tidak memanggil dokter?¡± Saat itu juga, Finnongsung menekan bel untuk memanggil dokter sebelum Vivin bisa bereaksi. Sementara itu, Vivin memperhatikan bahwa Finno sangat pemarah dan mudah gelisah hari itu, tidak seperti sikapnya yang biasa. ¡°Aku pikir itu bukah sesuatu yang serius, tapi jujur saja, ini sungguh terasa agak sakit sekarang.¡± Kekhawatiran di mata Finno semakin bertambah ketika dia mendengar hal itu, dan dia sejenak melupakan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Dia menutupi mata Vivin dengan tangannya untuk memaksanya menutup mata. ¡°Tutup matamu. Mari kita tunggu dokter datang.¡± Vivin berbaring dengan tenang di tempat tidur dan tidak bisa menk sentuhan Finno. Dia berpikir bahwa semuanya baik-baik saja sma Finno tidak marah. Takma, dokter tiba. Seth memeriksa Vivin, dokter menjskan bahwa matanya baru saja terpapar asap, dan penggunaan obat tetes mata akan mengurangi ketidaknyamanannya. Dokter juga menambahkan bahwa matanya lebih kering daripada biasanya, jadi Vivin dianjurkan untuk tidak menggunakan matanya sma beberapa hari ke depan. Vivin memahami kata-kata dokter untuk membatasi penggunaan matanya untuk membaca. buku, melihat ponsel, dan semacamnya, tetapi Finno yang cerewet meminta dokter untuk menyiapkan penutup untuk mata Vivin. ¡°Bukankah itu telu berlebihan?¡± Dia tak tahan untuk protes, ¡°Lagip ini bukah sesuatu yang serius. Aku tidak bisa beraktivitas dengan normal ku harus memakai penutup mata!¡± ¡°Kamu tidak perlu beraktivitas.¡± Kepribadian Finno yang mendominasi lebih js dari biasanya. Dia menutup mata Vivin dan berkata dengan nada yang tak terbantahkan,¡±Aku akan menjagamu.¡± ¡°Tapi kamu harus bekerja¡­¡± Ketika pandangan Vivin digantikan oleh kegpan yang kosong, dia merasa tidak nyaman. Dia mencoba melepasnya namun dihentikan oleh Finno. ¡°Aku sudah memberi tahu perusahaan bahwa aku akan bekerja dari sini sma beberapa hari ke depan.¡± ¡°Apa?¡± Vivin menganga kaget dan melupakan semua tentang penutup mata. ¡°Kamu akan bekerja dari sini?¡± Bukankah Finno seseorang yang r bekerja lembur tanpa mengedipkan matanya? Apakah dia benar- benar akan tinggal di sini hanya untuk menjagaku? ¡°Tidak apa-apa, sungguh,¡± kata Vivin buru-buru. ¡°Kamu bisa meminta Muti untuk menjagaku.¡± ¡°Tidak. Keputusanku sudah bt. Kamu harus istirahat sekarang.¡± Finno sudah mengambil keputusan. Vivin mengetahui karakternya dengan cukup baik, jadi dilihat dari nada otoriternya, dia tahu bahwa protesnya hanya akan dianggap anginlu. Dia tidak punya pilihan sin berbaring di tempat tidur. Vivin memiliki banyak luka, jadi dia mengambil beberapa obat penghng rasa sakit yang membuatnya merasa mengantuk. Ditambahgi dengan penutup matanya, membuatnya segera tertidur begitu dia berbaring. Noah, yang tidak berani mengatakan apa-apa sejak tadi, mngkah maju dan berbisik, ¡°Pak Normando, saya sudah mengetahui apa yang terjadi sma kebakaran.¡± Begitu Vivin tertidur, Finno kembali tenang dan kembali pada akal sehatnya. Dia mendorong kursi rodanya ke arah kamar kecil di samping bangsal sambil mengawasi Vivin dan menginstruksikan pada Noah, ¡°Katakan.¡± ¡°Api dimi darintai dua dan lokasi sumber api mungkin adh ruang kerja di sebh kamar tidur utama.¡± Tatapan Finno berubah tajam. ¡°Jadi bisa dibng ku pku memang menargetkan Vivin sejak awal.¡± Noah mengangguk dan berkata dengan ekspresi serius, ¡°Sin itu, saya mengirim beberapa pria untuk memeriksa setiap titik di pintu masuk ruangan dan menemukan bahwa tidak ada indikasi pembobn paksa. Sin itu juga tidak ada seorangpun yang terekam dm CCTV yang masuk ke ruangan itu¡± Bab 139 Bab 139 Bab 139 Kebenaran Finno menyipitkan matanya, Noah tahu apa yang ada di pikiran Finno dan mengangguk sebagai jawaban. Sistem keamanan di v Finno adh yang terbaik. Fakta bahwa tidak ada tanda-tanda pengrusakan hanya dapat diartikan bahwa api itu¡­ Hal ini dkukan oleh orang dm¡­ Finno menegang, suaranya dingin ketika dia memerintahkan, ¡°Bawa Lubis dan Muti kepadaku.¡± Setengah jam kemudian, Finno menempatkan beberapa penjaga di depan kamar Vivin dan Finno sendirian menuju ke gudang bawah tanah yang ada di rumah sakit. Di dm, seorang pria dan seorang wanita sudah terikat dintai. Pintu terbuka. Seorang pria ramping masuk pehan dengan kursi rodanya dan berhenti di depan mereka. Menyadari siapa itu, si wanita tercengang. ¡°Pak Normando! Pak, apa yang sudah kamikukan. hingga kami pantas mendapatkan ini semua?¡± Muti tidak pernah berpikir bahwa hari seperti ini akan datang menimpanya. Sma ini dia slu myani Finno dengan sepenuh hati. Finno mengabaikannya dan berkata dengan datar, ¡°Lubis, Muti, mengingat bahwa kalian berdua adh pyan senior di keluarga Normando, tolong akui saja. Jangan paksa aku untuk bertindak lebih jauh.¡± Muti tampak bingung. ¡°Mengaku? Pak Normando, saya rasa ada keshpahaman di sini?¡± ¡°Bagaimana denganmu, Lubis? Apa ada yang ingin kamu katakan?¡± Finno mnjutkan tanpa menjawab Muti. Sejak Finno memasuki ruangan, ekspresi Lubis suram. Saat dia melihat Finno, dia tiba-tiba. tertawa mengancam. Sebagai tanggapan, Finno hanya duduk diam dan membiarkan Lubis meluangkan waktunya. Dia tidak terburu-buru. Saat tawa Lubis berakhir, dia memelototi Finno. ¡°Sayang sekali. Bagaimana bisa wanita itu akan smat dari kebakaran yang begitu besar.¡± Saat Lubis berbicara, Finno tetap tenang seperti biasa. Js bahwa akhirnya ia sudah tahu apa yang sedang terjadi. Muti di sisiin bingung. ¡°Omong kosong apa yang kamu katakan, hai orang tua?¡± T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. ¡°Omong kosong? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya,¡±njut Lubis. ¡°Lagip, Pak Normando. Anda sudah mengetahuinya, bukan? Bahwa saya adh orang memasukkan obat bius di sup yang Vivin makan dan juga orang yang menykan api. Lakukan apapun yang anda inginkan pada saya. Istri saya tidak tahu apa-apa, jadi lepaskan dia dari sini.¡± Mata Muti memblak dan dia berteriak, ¡°Lubis Suhardi! Apa kamu g? Kamu berani menyakiti Bu Normando? Apakah kamu lupa apa yang th dkukan keluarga Normando untuk kita?¡± ¡°Tentu saja aku ingat!¡± Lubis meraung. ¡°Tapi aku mkukan ini justru demi keluarga Normando!¡± Dibandingkan dengan keadaan gelisah yang dirasakan oleh Lubis dan Muti saat ini, Finno, di sisiin, hampir tidak menunjukkan reaksi apapun. Satu-satunya perbedaan adh tatapannya yang menjadi lebih dingin dan suram. Lubis th bekerja untuk Finno dm waktu yangma sehingga sulit untuk mengetahui jika ternyata ada niat jahat untuk membunuh di balik penampnnya. Keringat dingin mi mengalir di wajahnya sambil ia berkata. ¡°Pak Normando, izinkan saya mengatakan yang sejujurnya pada anda. Hanya ada satu orang yang dapat mewarisi bisnis keluarga Normando. Dan secara logika, orang itu harus menjadi yang tertua di keluarga ini. Sin itu, anda sekarang sudah lumpuh. Tidak ada san bagi anda untuk bersaing dengan kakak anda! Ini hanya akan merugikan keluarga Normando!¡± Finno mencibir seth mendengar san Lubis. ¡°Jadi kamu memberitahuku bahwa kamu menargetkan Vivin hanya karena san itu?¡± ¡°Itu benar¡± Lubis mengertakkan gigi. ¡°Saya tidak bisa membiarkan Anda menjadi ahli waris yang mungkin dapat menyaingi Fabian. Semua yang sayakukan adh demi keluarga Normando¡­¡± ¡°Semua itu hanya san.¡± Finno tersentak dengan nada sedingin es. ¡°Katakan yang sebenarnya. Berapa banyak yang Marthin tawarkan padamu?¡± Lubisngsung menjadi pucat dan membuatnya jadi mati kutu di hadapan Finno. Melihat Lubis, Finno tidak merasakan apa-apa sin jijik pada lki tua itu. Ini adh sifat manusia. Di depan, anda terus bersikeras bahwa semua yang andakukan adh untuk keluarga. Tapi jauh di lubuk hati, anda hanyh boneka yang dikuasai oleh keserakahan anda sendiri. Finno tidak pernah membutuhkan orang-orang seperti dia bahkan sejak sepuluh tahun yanglu. Fakta itu tetap benar adanya bahkan sampai sekarang. Karena rasa jijik yang dirasakan oleh Finno kepada Lubis meningkat setiap detiknya, dia tidak tahan lagi melihat lki tua itu. Finno berbalik dan bersiap untuk meninggalkan ruangan. Pada saat itu, Lubis berteriak di bkangnya, ¡°Finno! Meskipun saya menerima suap dari Pak Marthin, apa yang saya katakan itu benar! Pada akhirnya, dia memilih untuk menargetkan Vivin daripada anda. Js bahwa dia masih menghargai hubungan ini. Tolong berhenti mwannya! Dengan kekayaan keluarga Normando, anda tidak perlu khawatir tentang apa pun sampai hari kematian anda tiba!¡± Bab 140 Bab 140 Bab 140 Sebuah Kejutan Finno menghentikanngkahnya seth mendengar perkataan Lubis. Dia terkekeh. Dasar Lubis. Kamu telu loyal pada Marthin. ¡°Dia menghargai hubungan kita?¡± ejek Finno. ¡°Lubis oh Lubis. Sepertinya Marthin tidak. mempercayaimu. Apa dia tidak menceritakan padamu tentang kejadian penculikan 10 tahun. ¡°Apa maksudmu?¡± wajah Lubis seketika pucat. Finno tidak mempedulikannya dan segera pergi dari sana. Di lorong rumah sakit, dia memanggil Noah. ¡°Bereskan hal ini.¡± ¡°Baik. Pak Normando,¡± ujar Noah, meskipun dia agak bingung. ¡°Anda yakin tidak ingin mkukannya sendiri?¡± Reaksi Finno saat ini jauh lebih tenang daripada saat dia tahu Vivin terluka. Noah mengira ku dia akan murka. Finno mencibir, ¡°Dia hanya sebuah boneka disini. Jangan telu dianggap serius. sin itu, orang yang aku cari masih belum ditemukan sampai sekarang.¡± Noah pun mengerti dan tidak mengatakan apapungi. ¡°Satu halgi.¡± Tiba-tiba Finno punya sebuah ide cemeng. ¡°Bawa Muti dan anaknya ke luar negeri dan beri mereka uang yang cukup.¡± Noah tahu Finno tidak akan menuduh orang tidak bersh. Dia mengiyakan permintaan Finno. ketika Finno kembali ke bangsal, hari sudah mm dan lorong sangah sepi. ¡°Hmm. Pak Normando. Apakah Anda mau beristirahat di hotel terdekat? Atau perlu saya carikan ruang kosong untuk Anda?¡± Noah tidak tahu apa yang diinginkan Finno jadi dia mencoba memastikannya. Tapi jawaban Finno membuatnya kaget. ¡°Tidak mash. Aku akan tidur di kamar Vivin.¡± Mata Noah melotot saat mendengar jawabannya. Tapi kemudian dia mi tenang. ¡°Baik, saya akan meminta tambahan kasur pada perawat untuk Anda tidur.¡± ujarnya. Tidak terasa, mereka sudah tiba di depan kamar Vivin. Dari kaca pintu, mata Finno melihat ke arah tempat tidur Vivin. Kasurnya cukup besar, namanya juga kamar VIP. ¡°Tidak usah.¡± ujar Finno pada Noah yang akan mencari perawat. ¡°Aku akan tidur di kasur Vivin.¡± Noah ternganga kaget mendengar jawaban Finno. Y-Yakin ini Pak Normando? Pak Normando yang biasanya slu minta hal berkualitas, sekarang dia mau tidur di kasur orang sakit? Mungkin karena reaksi Noah yang berlebihan, Finno menatap Noah. ¡°Kenapa, ada mash?¡±C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Noah menutup mulutnya dan menjawab, ¡°Tidak ada, Pak. Saya akan bawakan pertan mandi. dan baju ganti untuk Anda.¡± Beberapa saat kemudian Noah kembali dengan barang-barang yang diperlukan. Finno sudah membersihkan diri di kamar mandi,lu berganti pakaian dan mendekati kasur Vivin. Kasurnya memang besar. Apgi Vivin slu tidur sambil meringkuk di satu sisi kasur, jadi masih ada tempat untuknya. Finno naik dan berbaring disana. Vivin, yang sedang tidur, merasakan kehangatan muncul di bkangnya. Dia mengerutkan dahi,lu membalikkan badannya. Hidungnya menabrak sesuatu saat dia berbalik. Aduh. Sakit. Dia pun terbangun. Dia mencoba membuka matanya, tapi seketika ingat ku Finno memakaikan penutup mata padanya sehingga dia tidak bisa melihat dengan js. Vivin mencoba melepas tutup mata itu, tapi tangannya ditahan. ¡°Jangan bergerak.¡± Sebuah suara lembut berbisik di telinganya. ¡°Sudah kubng kan, ku tidak sedang menggunakan tetes mata, penutup ini tidak boleh dilepas.¡± ¡°Finno?¡± Vivin kaget. Dia tidak bisa melihat apapun, hanya bisa mendengar suaranya saja. Vivin merasa ada yang anch, tapi karena Finno yang mrangnya, dia hanya bisa menurut dan menggerakkan tangannya untuk meraba dm gp. Sepertinya dia sedang menyentuh dada Finno. Dia tergagap, ¡°Finno? K-kenapa kamu di kasurku? Loh, kamu pakai piyama?¡± Bab 141 Bab 141 Bab 141 Kamu Menggodaku? Finno slu memakai setn kemeja, tapi yang Vivin sentuh terasa lembut dan longgar. pasti Finno sedang memakai piyama sutra miliknya. Kenapa dia tidak png? Kenapa dia memakai piyamanya? Semakin dipikirkan, Vivin semakin bingung. Dia mi meraba-raba badan Finno. Apa yang dia pegang membuatnya bingung. Hah. Meskipun aku sudah pernah melihat badannya secarangsung, tapi ini terasa berbeda dari yang aku pikirkan. Dia sering dengar ku perut eight pack itu seperti es batu. Awalnya dia merasa itu berlebihan, sampai dia merasakannyangsung saat ini. Apgi bentuk dan garis berbentuk huruf V sangat js¡­ Vivin semakin tidak terkontrol dan tangannya meraba semakin ke bawah¡­ Saat itu, terdengar suara Finno menggerutu. ¡°Vivin Wirdi. Kamu sedang menggodaku?¡± Seketika Vivin tersadar apa yang sedang dia sentuh. Dia cepat-cepat menarik tangannya. Tapi tangannya dipegang oleh Finno dan diletakkan pada dadanya. ¡°Fin-Finno.¡± Pikiran Vivin sudah tidak terkontrolgi, tapi dia tahu Finno memang sedang memakai piyama dan berbaring di sebhnya. ¡°Kenapa kamu disini? Kenapa kamu tidak png saja? ¡°Untuk menemanimu.¡± Bisik Finno. ¡°Menemaniku?¡± Vivin terkejut. Finno bisa melihat js betapa Vivin kebingungan karena matanya ditutup. Dia mengerucutkan bibirnya. biasanya, dia penuh dengan amarah karena mengkhawatirkan banyak hal. tapi saat ini, dia merasa tenang. Finno tidak tahan untuk memeluk pinggangnya yang ramping,lu memeluk Vivin. Dia menyandarkan kepnya pada rambut halus Vivin dan seketika mencium aroma yang Dia menarik napas,lu berkata, ¡°Aku minta maaf.¡± khas. Vivin yang sudah kebingungan sejak awal, mh semakin bingung dengan permintaan maaf Finno. ¡°Kenapa kamu minta maaf?¡± ¡°Sikapku berlebihan tadi.¡± Finno mengingatgi saat dimana dia meneriaki Vivin dan merusak kalungnya. Dia menyesali perbuatannya saat itu. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Sejak kapan aku kehngan kontrol emosiku seperti ini? Finno mengira bahwa seth kejadian sepuluh tahunlu, dia bisa menghadapi seg hal. Tapi dia tidak pernah mengira ku Vivin akan datang dan merubah dirinya. Vivin mengingat kembali kejadian pagi itu dan matanya bergetar dibalik penutup mata itu.. Finno¡­ Kamu benar-benar menyesal sudah merusak kalung itu? dia tidak tahu harus menjawab apa. Jadi dia hanya tersenyum. ¡°Betul juga. Kamu telu sembrono sampai harus merusak kalung itu.¡± Meskipun dm kegpan, Finno tahu ku senyum Vivin itu telu dipaksakan. Dia hanya diam dan memeluk Vivin lebih dekat padanya. ¡°Aku bukan minta maaf karena merusak kalung itu,¡± ujarnya dengan lembut. Vivin meny ucapannya, ¡°Bohong. Kalung itu kan punya mantan pacarmu¡­¡± Seketika Vivin menyesal sudah mengatakan hal itu. Aduh. Kenapa aku harus bawa-bawa Eva? Tapi Vivin tidak tahu bagaimana caranya untuk membicarakan hubungan masalu Finno. Apgi, ku mantan pacarnya sudah meninggal, membuat situasi semakin sulit. Tapi satu hal yang Vivin tahu bahwa Eva meninggalkan luka di hati Finno dan Vivin juga tidak mau mengungkit hal itu. Finno sedikit terkejut, ¡°Ternyata kamu tahu banyak hal juga, ya?¡± Vivin merasa tidak nyaman karena dia tidak tahu bagaimana perasaan Finno saat itu dari cara bicara Finno. Jadi dia hanya diam saja. Berbeda dengan badan Vivin yang seketika menegang, Finno mh lebih rks. dia menikmati aroma Vivin sambil memainkan rambutnya. Bab 142 Bab 142 Bab 142 Ciuman Penuh Gairah ¡°Itu memang kalung spesial buatku.¡± Jawaban jujur Finno membuat Vivin kaget. Dibalik penutup. mata itu, dirinya jadi sedikit marah. ¡°Tapi,¡±njut Finno, ¡°Ku kamu dengan bodohnya membahayakan dirimu demi kalung itugi, lebih baik aku merusaknya.¡± Vivin terkejut. Finno memang mengatakan hal yang sama pagi itu, tapi dia mengira itu sekedar omongan saja dan bukan hal serius. Vivin tidak pernah mengira Finno akan mengngi perkataan yang sama padanya, dan dengan serius p. Perkataan Finno membuat Vivin berdegup kencang. ¡°Jadi..¡±njut Finno, suaranya semakin lembut. ¡°Mi sekarang, apapun yang terjadi, jangan biarkan dirimu dm bahaya hanya demi hal itu. Ku kamu memang peduli padaku, jaga dirimu. Karena saat ini dirimu sangat penting buatku. Karena saat ini dirimu sangat penting buatku. Mendengar kalimat itu, jantung Vivin seperti berhenti berdegup dan seketika terasa kepnya mau pecah. Dia lega karena saat itu sudah mm dan dia memakai penutup mata, jadi Finno tidak bisa melihat kepanikannya dan wajahnya yang memerah. Namun rasa lega itu hng dan tiba-tiba dia merasa sebuah sentuhan dingin pada pipinya. Awalnya dia kaget, tapi ternyata itu hanyh tangan Finno. ¡°Wajahmu memanas.¡± Vivin mendengar Finno mengejeknya. Bagaimana tidak, pipi Vivin yang terasa memanas beda jauh dengan jari-jari Finno yang sedingin 1. Saat itu, Vivin berharap penutup mata itu bisa menutupi wajahnya biar dia tidak malu saat harus bertatapan dengan Finno seperti saat itu. Vivin mencoba menenangkan dirinya. Jangan mempermalukan dirimu! Tapi wajah Vivin masih memerah. ¡°Vivin.¡± ujar Finno. Suara Finno yang berat dan serak membuatnya merasa seperti tersihir. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Vivin mengangkat kepnya. Tapi belum sempat dia berbicara, sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Saat itu semua terlihat gp dan badan Vivin tegang karena sensasi yang dia rasakan saat itu, Apa¡­ Apa ini? Dia bingung. Detik snjutnya, sensasi dingin mi terasa di bibirnya. Awalnya, terasa lembut, tapi kemudian terasa semakin memanas memenuhi seluruh bibirnya. Seh-h Finno sedang mencuri napasnya. Ini bukan pertama kalinya Finno dan Vivin berciuman. Tapi setiap kali mereka berciuman, Vivin merasa gugup dan badannya menegang. Begitu juga saat ini. Karena matanya ditutup, indera Vivin menjadi lebih sensitif dari biasanya. Setiap sentuhan bibir Finno semakin terasa intens sampai badannya gemetar. Seth beberapa saat, Finno melihat wanita di pelukannya terengah-engah karena ciumannya. Lalu dia pehan melepaskan pelukannya. Melihat Vivin dengan penutup matanya dan wajah yang memerah, Finno merasa sedikit menyesal. Seharusnya aku tidak memberinya penutup mata. Dia ingin melihat mata Vivin. Dia pasti malu saat ini. Tapi apakah dia merasakan kebahagiaan yang aku rasakan? Dia merasakan kehangatan badan Vivin dan aroma khas dari badannya. Finno merasa kendali dirinya seperti ditantang. Tapi tekadnya cukup kuat, sehingga dia bisa menahannya. Finno sadar itu bukan saat yang tepat untuk mkukannya, karena Vivin masih dm masa pemulihan. Apgi trauma yang Vivin mi dua tahunlu masih terbayang-bayang. Saat Vivin terbaring lemah di tangan Finno, dia tidak tahu apa yang dipikirkan Finno. Dia tidak sadar bahwa dia baru saja lolos dari sang serig. Finno kemudian memeluknya dan berbisik pada telinganya. ¡°Suatu hari nanti, aku akan menyantapmu,¡± ujarnya. Awalnya Vivin bingung,lu seketika sadar apa yang dimaksud Finno. Wajahnya yang masih memerah seketika terasa panasgi. Bab 143 Bab 143 Bab 143 Keras Kep Finno bisa merasakan suhu tubuh Vivin meningkat saat dia memeluknya. Finno tersenyum. Dia memutuskan untuk tidakgi menggodanyalu segera menyelimuti tubuhnya. ¡°Tiduh.¡± Vivin bersandar di dada Finno dan dia bisa mendengar detak jantungnya. Anehnya, suara detak jantung itu membuatnya tenang dan pehanhan kantuk datang. Ini menakjubkan. Saat bersama Finno, jantungnya berdegup kencang, tapi dia juga bisa membuatnya tenang, merasa aman dan nyaman. Mm itu, dia tidur dengan nyenyak. Beberapa hari kemudian, Finno slu saja ada di bangsal menemani Vivin. Terkadang, ada beberapa orang yang datang untuk berbicara tentang urusan bisnis dengannya. Tapi apapun itu, Finno tidak ingin meninggalkan Vivin. Setiap mm, Finno akan slu tidur di kasur Vivin. Hal itu sama sekali tidak mengganggu Vivin. Satu-satunya hal yang dia khawatirkan adh bagaimana nantinya bisnis Finno. Makanya, dia memaksa Finno untuk membiarkannya png di hari kelima. Ketika mereka sedang mengurus dokumen rumah sakit, Vivin diam-diam mencari tahu pada perawat tentang Fabian. Saat itu dia tahu ku Fabian sudah pulih dan png dari rumah sakit. beberapa hari sebelumnya. Sekarang dia sudah kembali ke kediaman keluarga Normando, dan sedang dm rawat jn oleh dokter pribadi. Untunh dia tidak terluka. Vivin tidak telu khawatir tentang Fabian, tapi san Fabian masuk rumah sakit adh dirinya. Dia tidak bisa memaafkan dirinya jika hal buruk terjadi pada Fabian. Ketika sampai di rumah, Liam dan Muti sudah pergi. Seorang pyan baru menggantikan mereka. Dia seumuran dengan Muti dan pintar memasak. Bedanya, pyan itu lebih pendiam. Vivin juga tidak mencari tahu lebihnjut kenapa Liam dan Muti pergi. Saat kebakaran itu, dia sudah tahu ku api berasal dari dm. Finno tidak memiliki banyak pembantu, tapi Vivin tahu mereka memiliki banyak pengawal di luar. Sin itu, petugas keamanan di sana juga tidak sedikit. Bahkan rumah itu memiliki sistem keamanan teknologi tinggi. Vivin menyimpulkan ku kejadian itu dkukan oleh sh satu pegawai di dm rumah. Mengingat dia saat itu merasa pusing karena pengaruh obat, sudah js ku Liam dan. Muti pasti sudah mkukan sesuatu. Hngnya mereka sekarang membuatnya semakin curiga. Tami Vivin juga tahu mereka pasti diperintah oleh seseorang Awalnya Vivin mengira ku Liam dan Muti diperintahkan oleh Pak Normando, tapi beliau tidak punya san untuk menyakiti dirinya. Mungkinkah pkunya¡­Marthin? Memikirkan ini semua membuat Vivin pusing. Keluarga besar ini memang rumit. Sepertinya aku telu santai kemarin. Sekarang aku adh istri Finno, berarti aku adh bagian dari keluarga Normando. Mi sekarang aku harus berhati-hati. Sementara itu di rumah tua milik keluarga Normando. Wajah Marthin terlihat cemberut saat dia duduk di ruang kerjanya. Dia tampak lh seth png dari bandara. Fabian berdiri di depannya. Wajahnya pucat dengan beberapa perban di tubuhnya, tapi ekspresinya menunjukkan ku dia jijik dengan ayahnya sendiri. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org ¡°Ayah.¡± Fabian berbicara dengan dingin. ¡°Ayah pku kebakaran itu di rumah Finno, kan?¡± Meskipun Fabian adh orang yang gegabah, tapi dia tidak bodoh. Dia kan memang besar di keluarga Normando. Penipuan dan menusuk dari bkang adh hal yang biasa untuknya. Sma dia di rumah sakit, dia sudah tahu semuanya. ¡°Ya. Lalu kenapa?¡± jawab Marthin. Tidak ada san dia harus menyembunyikan hal ini dari anaknya. Ekspresi Fabian berubah. ¡°Ayah! Kenapa Ayah menargetkan Vivin? Dia tidak bersh! Kenapa Ayah mau menyakitinya?¡± Ketika nama Vivin disebut, Marthin semakin marah. Dia menggebrak meja dan berdiri dengan penuh amarah. ¡°Fabian! Beginikah caramu berbicara dengan Ayahmu?¡± teriak Marthin. ¡°Kamu mwanku hanya karena seorang wanita?¡± Ketika Marthin masih di Amerika, dia diberitahu ku rencananya gagal. Ketika dia tahu penyebab gagalnya adh karena anaknya yang berharga mempertaruhkan nyawa demi menymatkan wanita itu. Marthin sangat marah mendengar itu, bahkan memecahkan beberapa vas bunga karena emosi. Bab 144 Bab 144 Bab 144 Jangan Sakiti Vivin Dasar anak bodoh yang durhaka! ¡°Ayah, aku tidak bermaksud mwanmu!!¡± wajah Fabian seketika memucat. ¡°Vivin tidak mkukan apapun. Tidak usah melibatkan dia ku Ayah mau memberi pjaran pada Finino!¡± ¡°Dasar bodoh, kamu tahu!¡± teriak Marthin. ¡°Finno tidak pernah memiliki seorang wanita di hidupnya sma ini, dan orang bng dia mandul. Dia tidak akan jadi ancaman buat kita ku dia tidak ikut campur. Tapi sekarang dia menjalin hubungan dengan Vivin, akan jadi mash. besar ku Vivin punya anak dari Finno!¡± Fabian tercengang.. ¡°Bagaimana mungkin? Finno kan lumpuh.¡± ¡°Lalu kenapa ku dia lumpuh? Bukan berarti dia tidak bisa punya keluarga kan? Harga jual Marth dan profit tahunan Grup Finnor jauh melebihi bisnis keluarga Normando. Itu sama saja menunjukkan pada dunia ku orang cacat itu jauh lebih hebat dariku!¡± Marthin berteriak mmpiaskan amarahnya. Wajah Fabian memucat seperti hantu. Dia tidak menyangka Finno bisa mkukan hal itu. Wajah Marthin semakin muram ketika dia melihat Fabian,lu bertanya, ¡°Fabian, aku tahu kenapa kamu mati-matian melindungi Vivin. Kamu masih mencintainya, kan?¡± Fabian memandang Marthin dengan tidak percaya. Bagaimana Ayah bisa tahu tentang hubunganku dengan Vivin? Dia kaget, tapi tetap bisa bersikap tenang. Ayah bersikap seh-h dia tidak peduli padaku karena aku dulu slu mwan. Tapi aku anak satu- satunya. Kenapa dia tidak peduli padaku?Semua kegiatanku sma empat tahun ini di kampus slu diawasi olehnya. ¡°Ayah tahu tentang kami?¡± tanya Fabian dengan nada dingin.. ¡°Tentu saja.¡± jawab Marthin tak peduli. ¡°Saat pernikahan Finno, aku sadar ku istrinya adh mantan pacarmu. Sebenarnya aku tidak peduli. Dia hanya wanita biasa. Tapi aku pasti tidak akan membiarkan pasangan Finno pergi begitu saja.¡± Ekspresi Fabian berubah ketika mendengar ucapan kejam dari Marthin. Dia mendekati meja Ayahnya dan berteriak padanya, ¡°Ayah, aku tidak akan membiarkan Ayah menyentuh Vivin sedikitpun!¡± Marthin sama sekali tidak marah dengan Fabian Mh dia tertawa dan berkata, ¡°Baih, aku janji tidak akan membunuhnya.¡± Fabian terkejut, tidak biasanya Marthinngsung setuju dengan permintannya. Dia menatap Marthin penuh curiga dan bertanya, ¡°Ayah serius?¡± ¡°Tentu saja. Kenapa aku harus bohong padamu?¡± jawab Marthin dengan tenang. ¡°Aku sudah menemukan cara tepat untuk berurusan dengan Finno.¡± T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Meskipun Fabian masih ragu, dia mengangguk dan berkata, ¡°Oke. Sma Vivin tidak terluka, Ayah bisakukan apapun yang Ayah mau pada Finno.¡± Marthin mengangguk. ¡°Kamu boleh pergi.¡± Seth Fabian keluar dari ruangan, Heru datang dan mendekati Marthin dengan wajah murung. ¡°Pak Normando, Anda benar-benar akan melepaskan Vivin begitu saja?¡± tanya Heru dengan suara pn. ¡°Siapa bng aku akan membiarkannya pergi begitu saja?¡± jawab Marthin dengan wajah dingin. ¡°Tapi Anda baru saja mengatakan¡­¡± gumam Heru. ¡°Aku hanya bng, aku tidak akan membunuhnya. Bukan berarti aku akan membiarkannya begitu saja,¡± ujar Marthin menunjukkan wajahnya yang licik. ¡°Jarang Finno bisa jatuh cinta. Kasihan kan ku aku membunuhngsung orang yang dia cintai? Ngga seru sama sekali¡± Marthin awalnya berencana untuk membunuh Vivin. Tapi ketika dia di Meksiko, dia terkejut melihat Finno buru-buru memesan tiket pesawat png untuk menjenguk Vivin. Saat ith dia sadar ku Vivin sangat spesial bagi Finno. Vivin bukan pacar biasa seperti yang dia pikirkan. Finno benar-benar peduli pada Vivin. Ini membuat Marthin senang karena dia punya cara untuk menyakiti Finno. Sejak dia masih muda, Marthin benci dengan nyali Finno. Finno jauh lebih muda dari dia, tapi dia slu lebih unggul daripada dirinya di seg hal. Karena inh Marthin sangat iri padanya sma bertahun-tahun. Bab 145 Bab 145 Bab 145 Mengunjungi Pemakaman Ketika Finno kehngan kedua kakinya saat insiden sepuluh tahunlu, Marthin kira adiknya itu tidak lagi jadi ancaman baginya. Tapi ketika Finno kembali dari Meksiko beberapa tahun kemudian, dia justru berubah jadi ancaman besar bagi Marthin. Sejak Finno membangun Grup Finnor beberapa tahunlu, kemampuan Finno menjadi ancaman bagi Marthin. Dia sudah mencoba banyak cara untuk menghancurkan saudaranya, tapi Finno seperti sosok yang terbuat dari besi. Sma bertahun-tahun, dia tidak bisa menemukan kelemahan Finno, sampai Vivin muncul. Cinta dan rasa sayang Finno pada Vivin adh kelemahannya. Benar-benar kesempatan bagus. pikir Marthin. Aku tidak akan membunuhnya secarangsung. Sebuah senyum sinus muncul di wajahnya ketika dia memikirkan rencananya. Sma beberapa hari berikutnya, VIvin masih tetap ada di rumah. Dia meminta Finno untuk kembali bekerja di kantornya, tapi Finno slu png lebih awal demi makan mm bersamanya setiap hari. Meskipun Vivin tidak menunjukkan rasa bahagianya, dia tahu betapa peduli Finno padanya. Ketika mereka sedang makan mm bersama di akhir pekan, Finno tiba-tiba bertanya, ¡°Apa yang kamukukan besok?¡± Vivin menjawab, ¡°Apa aku seperti orang sibuk?¡± ¡°Oke. Maukah kamu pergi denganku ke sebuah tempat besok?¡± ujar Finno. Vivin sudah bosan di rumah terus sma beberapa hari ini, jadi ketika mendengar perkataan Finno, diangsung setuju tanpa banyak bertanya. Finno tertawa, ¡°Baguh. Kamu harus istirahat mm ini. Kita berangkat besok pagi.¡± Keesokan harinya, Vivin dibangunkan Finno pagi-pagi sekali. Ketika dia membuka mata, Finno sudah memakai setn hitam dan siap untuk berangkat. Vivin terkejut. Siapa yang ingin dia temui hari ini? ¡°Ayo bangun dan ganti baju,¡± ujarnya. Vivin merasa Finno tidak seperti Finno yang biasanya. Dia bahkan sudah menyiapkan pakaian untuk Vivin. Sebuah gaun hitam yang elegan. Tanpa berpikir panjang, Vivin bersiap dan ganti baju. Seth sarapan bersama, mereka berangkat dengan mobil. Sma perjnan, Finno hanya diam, dan Vivin melihat ada buket bunga lili di kursi bkang mobil. Dia penasaran kemana mereka akan pergi, tapi tidak berani untuk bertanya pada Finno. Jadi dia hanya duduk diam disampingnya. Satu jam kemudian, mereka sampai di daerah pinggiran di luar kota. Vivin, yang tertidur sambil bersandar di pundak Finno, seketika terbangun. ketika mobil berhenti. Dia terkejut melihat pemandangan di luar. ¡°Kita ada dimana?¡± tanyanya pada Finno. Dia menjawab dengan lembut, ada sedikit rasa sedih dm suaranya, ¡°Ikut denganku. Aku ajak kamu bertemu dengannya.¡± Vivin tidak tahu harus berkata apa. Saat itu, Noah keluar dari mobil dan membantu Finno duduk di kursi rodanya,lu menita Vivin untuk segera mengikuti mereka. Ketika Vivin keluar dari mobil, ekspresinya berubah muram ketika dia melihat pemandangan di depannya. Finno membawanya ke pemakaman. Saat itu barh dia mengerti kenapa Finno bersikap aneh saat itu. Finno menggandeng tangannya dan membawanya ke tengah area pemakaman. Di sebuah batu nisan berwarna putih tertulis nama: Disini Terbaring Eva Mahesa Juga ada sebuah foto hitam putih seorang anak perempuan di batu nisan. Senyum anak perempuan itu berseri-seri dan menunjukkan kecantikannya yang tak tertandingi. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Ketika Vivin masih mengamati batu nisan di depannya, Finno tiba-tiba berkata, ¡°Maafkan aku. Apakah kamu kecewa karena aku ajak kesini tanpa meminta persetujuanmu dulu?¡± Vivin kaget dengan perkataan Finno, tapi dia kemudian menggelengkan kepnya. Dia tidak kecewa sama sekali. Justru dia merasa senang. Bab 146 Bab 146 Bab 146 Keterbukaan Finno Sejak Jena memberitahunya tentang insiden penculikan yang terjadi beberapa tahunlu, Vivin sebenarnya ingin bertanyangsung pada Finno. Tapi, karena itu adh hal pribadi dan insiden yang meninggalkan trauma, dia tidak berani mkukannya. Dia tidak menyangka Finno bisa terbuka tentang masalunya. Apakah ini berarti dia mau terbuka padaku? Finno meraih tangan Vivin dan menggenggamnya sambil memandang batu nisan itu. Dia bertanya, ¡°Aku yakin kamu tahu siapa dia, kan?¡± All content is property ? N?velDrama.Org. Vivin menganggukkan kepnya sambil ragu-ragu. ¡°Ya, aku tahu sedikit tentang dia.¡± ¡°Aku juga yakin kamu sudah mendengar tentang rumor penculikan sepuluh tahunlu,¡± ujar Finno. ¡°Terutama saat aku meninggalkannya demi menymatkan diriku sendiri¡­¡± Vivin tiba-tiba merasa gugup dan tidak tahu harus berkata apa. Finno tampak tenang dan bibirnya tersenyum kecut, ¡°Jangan gugup. Kamu boleh jujur padaku.¡± Seth ragu-ragu untuk beberapa saat, Vivin akhirnya berkata, ¡°Seseorang menceritakan itu padaku, tapi aku tidak percaya.¡± Mata Finno menunjukkan kemarahan dan bertanya, ¡°Kenapa tidak?¡± ¡°Aku rasa kamu bukan orang yang akan meninggalkan seseorang begitu saja seperti itu. Apgi, saat itu dia adh pacarmu,¡± ujar Vivin dengan lembut,lu dia memandang Finno dan bertanya, ¡°Benar, kan?¡± Finno tidak menjawab, tapi sambil memandang batu nisan itu dia bergumam pn, ¡°Apakah aku tidak akan meninggalkan seseorang? Aku sendiri tidak yakin¡­¡± Vivin terkejut. Tidak yakin?Apa maksudnya tidak yakin? Finno kemudian mengalihkan pembicaraan sambil mengatakan, ¡°Eva dan aku adh teman dekat sejak kecil. Keluargaku dan Keluarga Mahesa sma ini memiliki hubungan yang baik.¡± Vivin tercengang. Jadi, Eva adh anggota keluarga Mahesa?Keluarga Mahesa, Keluarga Wijaya, dan Keluarga Normando adh tiga keluarga terkemuka di Kota, dan sudah dikenal sejak bertahun-tahunmanya. Jadi ternyata, Eva adh seorang ahli waris Vivin tersenyum simpul ketika menyadari statusnya sendiri. Jika dibandingkan dengan Eva, dia hanyh seorang rakyat jta. Dia berusaha mengalihkan rasa tidak nyamannya dan berkata, ¡°Lalu apa yang terjadi snjutnya?¡± ¡°Aku pikir saat kita sudah dewasa, kita akan menikah seperti pasanganinnya, tidak ada yang mengira ku kita akan diculik sepuluh tahunlu,¡± Finno mnjutkan ceritanya dengan nada sedih. Vivin sudah tahu cerita ini dari Jena. Sebenarnya dia ingin tahu apa yang terjadi seth penculikan itu. ¡°kami dikunci di sebuah gudang oleh para penculik, dan mereka tidak mau melepaskan kami sampai dapat uang tebusan. Kami dibius dan mereka membakar gudang itu.¡± Finno terdengar tenang, tapi Vivin bisa merasakan kemarahan dm suaranya. ¡°Dibius?¡± Vivin terkejut karena Jena tidak memberitahunya tentang ini. ¡°Apakah mereka ingin membunuh kalian karena kalian sudah tahu wajah mereka?¡± ¡°Tidak,¡± jawab Finno tegas. ¡°Para penculik itu memakai masker dan sarung tangan. Mereka tidak meninggalkan barang bukti sama sekali.¡± Vivin kaget dengan jawabannya. Awalnya, dia mengira ku Finno dan Eva melihat wajah para penculik itu, makanya mereka dibunuh karena takut ketahuan. Tapi seth tahu cerita dari Finno ini, dia merasa para penculik itu seharusnya tidak punya san untuk membunuh. Meskipun menculik dan pembunuhan adh tindakan kriminal, dua hal ini jauh berbeda. Ku para penculik hanya mengincar uang tebusan, kenapa mereka tidakngsung pergi seth dapat uangnya? Kenapa mereka mau membunuh Finno dan Eva? ¡°Jadi, kenapa mereka ingin membunuh kalian?¡± tanya Vivin penasaran. Mata Finno menunjukkan seh dia tahu jawabannya, tapi dia tidak ingin menjawab. Dia mh mnjutkan ceritanya. ¡°Aku pingsan seth dibius, tapi terbangun karena asap yang tebal.¡± Bab 147 Bab 147 Bab 147 Cerita Sebenarnya dari Finno Vivin terkejut ketika tahu insiden yang terjadi pada Finno mirip dengan apa yang dia mi saat itu. Tapi dia tidak telu ambil pusing dan fokus mendengarkan cerita Finno. Bagaimana Finno bisa keluar dari sana? Apakah dia benar-benar meninggalkan Eva? Sambil tetap memandangi batu nisan itu, Finno mnjutkan ceritanya, ¡°Ketika aku sudah sadar, tali pengikat di tanganku sudah terlepas. Saat itu, Eva tidak ketemu.¡± Cerita ini membuat Vivin terkejut. Aku slu penasaran bagaimana Finno bisa melepaskan diri, ternyata tali di tangannya sudah dilepaskan orangin?Tapi tetap saja, bagaimana Eva bisa menghng? Vivin belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, jadi dia menanyakannyagi, ¡°Kamu yakin?¡± Mata Finno menatap Vivin dan bertanya, ¡°Kamu juga tidak percaya padaku?¡± ¡°Aku bukannya tidak percaya padamu,¡± ujarnya memb diri. Semua terasa aneh buatnya, tapi ketika dia mendengar kata ¡°juga¡±, dia kembali bertanya, ¡°Berarti ada yang tidak percaya pada. ceritamu?¡± ¡°Iya,¡± ujar Finno sambil menundukkan kepnya. ¡°Aku menceritakan pada semuanya tentang apa yang terjadi seth aku berhasil kabur, tapi tidak ada yang percaya padaku. Bahkan para polisi bng ku aku mengarang cerita, sehingga mereka berhenti menginvestigasi kasus itu beberapa saat.¡± Vivin tercengang. Dia tidak menyangka cerita ini adh ¡°kebenaran¡± yang sma ini dicarinya. Dia ingin percaya ku Finno tidak meninggalkan pacarnya. Dia mencoba mencari-cari sanlu berkata, ¡°Mungkin saja Eva sudah kabur sendiri atau bisa saja dia dibawa pergi seseorang?¡± Finno menjawab, ¡°Ketika aku sudah terbangun, aku sadar Eva tidak ada. Aku mencari di seluruh gudang tapi tidak bisa menemukannya. Ku tali tanganku sudah dilepas, ada dua kemungkinan yang terjadi. Eva sudah kabur atau bisa saja seseorang membawanya pergi seth melepaskan tali pengikatku. Tapi kata polisi yang menginvestigasi, itu tidak mungkin terjadi.¡± ¡°Kenapa begitu?¡± tanya Vivin. ¡°Dari investigasi post mortem, polisi menemukan Eva diikat dengan tali, dan analisa DNA menunjukkan ku itu adh DNA Eva. Dan pisau yang ditemukan di sana adh pisau yang dipakai untuk memotong tali di tanganku,¡± ujar Finno. All content is property ? N?velDrama.Org. Vivin benar-benar terkejut. Semua bukti membuktikan ku Finno memotong talinya sendirilu kabur, tanpa mempedulikan Eva. Tapi, cerita Finno ini justru kebalikannya. Akal sehat manusia pasti akan mengatakan ku Finno berbohong demi menutupi apa yang sudah diakukan. ¡°Jadi, begith yang terjadi saat itu,¡± ujar Finno. Dia memandang Vivin dan berkata, ¡°Ada dua versi cerita insiden itu. Satu adh versieritaku dan satunya adh versi incestigasi itu. Kamu percaya yang mana, Vivin?¡± Vivin tidak menyangka Finno akan bertanya seperti itu. Dia melihat mata Finno yang misterius, seh meminta dia untuk memihaknya. Melihat Finno membuatnya terluka dan berkata, ¡°Aku percaya padamu.¡± Mendengar jawabannya. Finno mengedipkan mata dan menyimpulkan bibirnyalu berkata, ¡°Entah kamu serius dengan jawabanmu atau tidak, tapi aku senang mendengarnya.¡± Kemudian Vivin berlutut di depannya, mensejajarkan dirinya dengan kursi roda. Vivin menggenggam tangan Finno dan berkata, ¡°Aku serius. Aku percaya padamu seperti kamu percaya padaku waktu itu. Apapun bukti yang ada, aku memilih untuk percaya padamu.¡± Bab 148 Bab 148 Bab 148 Aku Percaya Padamu Perkataan Vivin membuat Finno tersentuh. Dia menggenggam tangan Vivin dengan erat. Smat bertahun-tahun, tidak ada seorangpun yang percaya padanya, bahkan kakeknya sendiri. Meskipun Finno tidak peduli bagaimana orangin melihatnya, tapi perkataan Vivin sangat berarti baginya. Dia pasti akan sangat terluka ku Vivin percaya dia th meninggalkan pacarnya saat itu. Tapi untunh, Vivin percaya padanya. Sambil menatap mata Vivin yang berbinar, Finno merasakan kehangatan dm hatinya. Sebuah senyum simpul muncul di wajahnya,lu berkata, ¡°Tapi Vivin, kadang aku tidak percaya pada diriku sendiri.¡± ¡°Apa maksudmu?¡± tanya Vivin bingung. ¡°Ketika kasus ini masih diinvestigasi sepuluh tahunlu, aku mkukan investigasi dengan hipnosis dan tes psikologis untuk membuktikan ku ceritaku benar. Para ahli mengatakan aku tidak bohong. Tapi sh satu psikolog mengatakan trauma yang terjadi bisa mempengaruhi ingatanku. Dia bng, otakku bisa saja membuat sebuah ingatan palsu karena aku telu takut untuk menghadapi kenyataan yang terjadi. Makanya, aku bisa lupa bagaimana caranya aku bisa memotong tali pengikatku dan pergi meninggalkan Eva.¡± jsnya. ¡°Mana mungkin?¡± tanya Vivin. Finno adh sosok yang percaya diri, bagaimana bisa otaknya mkukan hal seperti itu? Finno tersenyum kecutlu menyentuh pipi Vivin sambil berkata, ¡°Aku juga tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, tapi jujur aku sangat takut saat itu. Aku masih sangat muda waktu itu.¡± Vivin terkesima dengan jawaban Finno. Benar saja. Ini kejadian sepuluh tahun yanglu. Saat itu Finno masih kecil. Hal menakutkan seperti ini pasti membuatnya trauma. Tapi kemudian, Vivin menggenggam tangan Finno dan berkata dengan yakin, ¡°Tidak. Meskipun ini sepuluh tahun yanglu, aku tahu kamu tidak akan mkukan hal seperti itu.¡± Mendengar ucapan Vivin penuh keyakinan, Finno menatapnya dan tersenyum. ¡°Vivin,kamu kadang lucu juga.¡± Finno mengulurkan tangannya dan membi wajah Vivin sambil berkata, ¡°Kamu tidak boleh dengan mudah percaya pada orangin. Kamu bisa saja ditipu.¡± ¡°Meskipun itu benar, aku tahu kamu tidak akan berbohong padaku,¡± jawab Vivin. Kemudian dia menatap mata Finno dan berkata, ¡°Iya, kan?¡± Sudut bibir Finno tersenyum, dia membungkukkan badannya untuk mencium kening Vivin. Bibirnya pehan turun ke hidungnya dan memberinya sebuah ciuman lembut, seperti ciuman pada bibir Vivin. ¡°Aku tidak akan berbohong padamu, Vivin. Tapi berjanjh untuk melindungi dirimu sendiri,¡± bisiknya. Kebingungan karena ciuman Finno, Vivin mengangkat kepnya dan berkata, ¡°Melindungi diriku sendiri?¡± T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. ¡°Iya.¡± Ekspresi Finno berubah muram. ¡°Kamu tahu betapa takutnya diriku ketika tahu tentang kebakaran beberapa harilu?¡± Vivin membeku. Dia sudah cukupma mengenal Finno, tapi ini pertama kalinya dia mengatakan ku dirinya takut. Apakah dia takut karena mengkhawatirkan diriku? Finno memandangnyalu berkata, ¡°Api th merenggut nyawa wanita yang kucintai. Aku tidak mau hal itu ternggi.¡± Vivin menatap Finno dengan heran. Wanita yang dia cintai?Kedua kalinya?Sebenarnya apa yang dia maksud? Perkataan Finno cukup js, tapi Vivin merasa itu seperti sebuah kebohongan. Tapi dia tidak. menanyakannyagi. Dia hanya menatap Finno sambil ternganga. Bab 149 Bab 149 Bab 149 Kamu Harus Datang Merasa geli dengan kekonyn Vivin, Finno tertawa terbahak-bahak. Saat ith Vivin sadar dan segera mentautkan bibirnya, dan bersiap untuk bangun. Namun, saat Vivin berdiri, Finno meraih tangannya dan menarik Vivin ke dm pelukannya. Vivin jatuh ke pangkuannya, dan sebelum dia bisa berseru dengan keras, Finno memegang dagunya dan menempelkan bibirnya ke bibir Vivin, menahan napasnya. Berbeda dengan ciuman mereka sebelumnya yang terasa lembut, ciuman ini lebih terasa seperti angkuh dan posesif. Finno dengan cepat membuka bibir Vivin, menyapukan bibirnya dan meninggalkan bercak merah bekas ciumannya sementara cengkeraman Finno semakin kencang seh-h dia sedang mengancingkan tubuh mereka menjadi satu. Sepertinya waktu th berhenti. Saat Finno dengan enggan melepaskan Vivin dan menatap wanita yang memerah seperti apel merah dm pelukkannya, hatinya meleleh. Finno berbisik di telinganya, ¡°Vivin, terima kasih th percaya padaku.¡± Dan terima kasih th hadir dm kehidupanku yang suram dan kehngan harapan. Vivin mengambil cuti sma setengah bn untuk memulihkan dirinya di rumah, dan pada akhirnya, dia sendiri merasa menyesal dan meminta untuk kembali bekerjagi di Majh mour. Lagi p, Vivin sudah teluma mengambil cuti, jadi Vivin merasa takut akan diberhentikan. Dengan kembalinya Vivin ke Majh mour seth sekianma cuti, semua orang di tempatnya bekerja sangat mengkhawatirkan kesehatannya. Rupanya, kebanyakan dari mereka sudah mengetahui ku rumor tentangnya di masalu hanyh sebuah keshpahaman. Karenanya, mereka menjadi bersikap telu berlebihan terhadapnya. Tapi tentu saja, ada satu orangnya yang tidak sama seperti yangin-Sandra. Begitu Sandra melihat Vivin, dia memi dengan perasaan iri, ¡°Ya ampun, Putri Vivin sudah kembali bekerja? Kupikir penyokongmu pasti sangah kuat jadi kamu bisa menghasilkan uang hanya dengan berbaring saja di tempat tidur sepanjang hari. Hanya ada kebencian di mata Sandra ketika dia melihat Vivin. T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Ketika dia bertemu Alin di mall beberapa hari yanglu, Sandra pikir dia bisa menghancurkan Vivin dengan bantuan dari Alin. Tapi tak tahu mengapa Alinngsung pergi dengan tergesa-gesa seth dia menceritakan kejelekan Vivin dan tidak mkukan tindakan apapun. Para putri bangsawan ini benar-benar tak bisa diharapkan. Meskipun begitu, dia tidak punya keberanian untuk berurusan dengan Vivin secarangsung, jadi dia hanya bisa menggonggong tanpa menggigit. Di sisiin, Vivin tidak peduli dengan Sandra, maupun dengan yangin. Sarah meraih tangan Vivin dan mengatakan kepadanya dengan penuh semangat, ¡°Vivin, kamu tahu tidak? Tindakan hukum sudah dkukan pada pabrik yang pernah kitaporkan dulu, dan para pekerja bisa mendapatkan upah mereka kembali.¡± ¡°Benarkah?¡± Vivin senang mendengar berita itu. Zaman sekarang, para pekerja slu dirugikan, dan sangat jarang mereka mendapatkan gaji yang layak kecuali mash itu sedang panas dibicarakan oleh publik. ¡°Ya! Sin itu, semua orang memuji kita, mereka mengatakan bahwa seharusnya kita dapat mengambil keuntungan karena sudah mporkan pabrik itu, jadi kita bisa mendapatkan penghargaan!¡± Sarah semakin senang dan mengeluarkan ponselnya untuk menunjukkan hasil pencariannya kepada Vivin. ¡°Sesuatu seperti penghargaan kontribusi sosial. Meskipun itu bukan sesuatu yang besar, tapi akan meningkatkan popritas Majh mour! Bahkanizen di Twitter mengatakan bahwa kita adh tform media yang paling diminati saat ini.¡± Vivin terkejut. Memang, perusahaan majh itu tidak mempunyai pengaruh terhadap para pekerja yang mendapatkan upah mereka kembali. Meskipun demikian, meningkatnya popritas akan berkontribusi pada sponsor in serta penjun majh mereka. ¡°Itu benar-benar bagus,¡± jawab Vivin sambil tersenyum. ¡°Benar kan? Kep Editor mengatakan bahwa dia akan membayar tagihan untuk minuman. mm ini! Kamu harus datang kali ini. Kami tidak akan menerima jawaban tidak.¡± Sarah menyeringai lebar. Terkejut, Vivin bertanya, ¡°Dia sudah kembali bekerja?¡± ¡°Oh ya, kebetn sekali Kep Editor juga mengambil cuti pada saat yang bersamaan denganmu.¡± Sarah terlihat sedang memikirkan sesuatu dan mnjutkan, ¡°Tapi dia kembali. bekerja seminggu lebih awal darimu.¡± Ekspresi bingung merayap di wajah Vivin. Cederanya Fabian lebih parah dariku. Kenapa dia kembali bekerja begitu cepat? Sebelum dia bisa merenungkannya, Sarah menarik lengannya dan berkata, ¡°Vivin, kamu harus datang mm ini.¡± Vivin tahu betul bahwa dia tampak seperti ibu jari yang sakit di perusahaan itu karena slu melewatkan kegiatan kelompok mereka. Karena akan dihadiri oleh banyak orang, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jadi dia setuju untuk pergi. Bab 150 Bab 150 Bab 150 Finno Juga Merokok, Tapi Kamu Biasa Saja Seth seharian bekerja, Vivin akhirnya melihat Fabian keluar dari kantornya dengan wajahnya yang masih tertutup kain kasa. Fabian juga terkejut ketika melihat Vivin di kantor, tetapi dia tidak bemama untuk terkejut. dengan cepat berkata, ¡°Sudah waktunya untuk pergi! Ayo sekarang kita pergi ke klub karaoke terdekat.¡± Bersorak, semua orang pergi meninggalkan kantor bersama-sama menuju klub karaoke yang tidak jauh dari kantor mereka. Tanpa diduga, ketika mereka pergi ke klub, mereka melihat seorang gadis berpakaian indah. mmbai ke arah mereka di pintu, memanggil, ¡°Fabian, di sini!¡± Vivin terkejut ketika dia melihat siapa yang mmbai ke arah mereka. Itu Alin. Alin terlihat sangat seksi hari itu. Dia mengenakan rompi pendek dan rok mini, memperlihatkan lekuk tubuhnya, dan semua staf pria dari kantor memusatkan perhatian mereka padanya. Begitu mereka masuk, Alin maju dan memegang bahu Fabian. Tersenyum cerah dengan bibir merahnya, dia berkata, ¡°Fabian, aku sudah memesankan ruangan pribadi. Ayo kita semua segera masuk.¡± 11 Namun, Fabian mengerutkan alisnya saat melihat Alin. ¡°Kenapa kamu di sini?¡± ¡°Bukannya kamu yang menelepon dan memberitahuku bahwa kamu akan berkumpul di sini? Makin banyak orangnya makin seru, jadi kupikir sebaiknya aku ikut bersenang-senang.¡± Alin menyeringai mempesona sementara matanya melihat ke semua orang. ¡°Apa aku tidak diterima?¡± Bingung, semua orang dengan cepat menjawab, ¡°Tentu saja tidak! Anda adh tunangan dari Bos kami. Kami sangat senang Anda bisa bergabung dengan kami.¡± Senyum Alin melebar saat dia menoleh ke arah Fabian. ¡°Lihat kan? Mereka semua sudah setuju. Kamu tidak akan menyuruhku pergi, kan?¡± Mengingat ku ada begitu banyak orang di sekitar mereka dan Alin memang adh tunangannya, Fabian tidak bisa menknya. Dia mencuri pandang dengan gugup kearah Vivin yang tampaknya tidak terganggu sama sekali sebelum pada akhirnya Fabian mencoba menerima keadaannya dia akhirnya masuk bersama Alin dan yanginnya. Mereka semua sangat sibuk ketika berada di tempat kerja. Karena itu, ini adh kesempatanngka untuk berkumpul bersama untuk bersenang-senang, kebanyakan dari mereka sangat gembira, bernyanyi dan minum sepuasnya. Namun, Vivin tidak tertarik dengan semua hal itu, jadi dia hanya duduk diam di sudut, meminum jusnya dan menggulirkan Twitter-nya. Seth beberapa saat, Vivin akan pergi ke kamar kecil, jadi dia meninggalkan ruangan. T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Tetapi, sebelum Vivin sampai di kamar kecil, dia mencium bau asap rokok. Yang lebih mengejutkangi, dia melihat Fabianh yang merokok di ujung koridor dan beberapa puntung rokok tergeletak di sekitar kakinya. Vivin mengerutkan kening. Vivin sangat ingat dengan js ku Fabian bukah seorang perokok. Jadi kenapa dia merokok sekarang? Tetapi itu bukah urusannyagi, jadi dia dengan cepat berbelok ke arahin untuk pergi ke kamar kecil. Akan tetapi, Fabian sudah tenjur melihatnya. Dia segera memanggil namanya, Vivin?¡± Vivin tiba-tiba berhenti dan tidak punya pilihan sin berbalik. ¡°Pak Normando?¡± Saat itu, Fabian th berjn kearahnya, membuat bau rokok menjadi lebih kuat. Vivin tidak bisa menahannya jadi dia mengerutkan hidungnya. Untuk san yang tidak begitu js, dibandingkan dengan bau cerutu samar di tubuh Finno, dia mh merasa bau rokok di Fabian sangah tidak menyenangkan. Tapi dia hanya sedikit mengernyit dan bertanya, ¡°Pak Normando, apakah ada sesuatu?¡± ¡°Apa kabar?¡± Fabian menatapnya dan bertanya karena khawatir. ¡°Sekarang lebih baik.¡± Vivin mundur beberapangkah, dan baru saat ith bau rokoknya sedikit berkurang. Fabian memperhatikan gerakannya dan tersenyum kecut. ¡°Kenapa? Apa kamu masih tidak suka dengan bau rokok?¡± Sebelum Vivin bisa menjawab, dia menambahkan, ¡°Finno juga merokok, tapi sepertinya kamuu tidak mash dengan itu.¡± Vivin tidak berniat membicarakan Finno dengan Fabian. Dia tahu bahwa Fabian sudah sedikit mabuk, jadi lebih baik untuk tidak berdebat dengannya. Oleh karena itu, dia mengabaikan pertanyaannya dan berjn melewatinya untuk memasuki kamar mandi wanita. Kali ini, Fabian tidak mengejarnya. Sebelum Vivin masuk ke kamar mandi, dia mau tidak mau berbalik untuk melihat Fabian. Rupanya, Vivin bisa melihat ku dia sudah kembali bersandar ke dinding dengan putus asa, menykan sebatang rokokgi dan merokok lebih kuat dari sebelumnya. Sensasi menyengat meny di dm hati Vivin. Mustahil baginya untuk tidak merasakan apa pun ketika melihat Fabian dm keadaan yang begitu menyedihkan. Meskipun begitu, dia tahu betul bahwa dia tidakgi memiliki hak untuk mencampuri kehidupan Fabiangi. Dia pergi ke kamar mandi dengan gelisah dan bermaksud mencuci wajahnya ketika tiba-tiba, sh satu pintu kamar mandi terbuka di bkangnya dengan keras. Bab 151 Bab 151 Bab 151 Sebuah Gs Jus Vivin mengangkat kepnya dengan cemberut, dia bisa melihat dari cermin, ku Alin menatapnya dengan wajah gp. Seberapa bisa lebih sialgi aku hari ini?Kenapa aku bertemu dengan banyak orang hanya dengan datang ke kamar kecil? Vivin sedang tidak ingin berbicara dengan Alin, jadi dia dengan cepat mencuci tangannya dan menuju ke bilik kamar mandi Tapi Alin menahannya dan berteriak padanya, ¡°Vivin, berhenti!¡± Vivin mengernyitkan alisnya dengan kesal. Kenapagi dengan dia sih? ¡°Apa yang kamukukan?¡± Vivin menatap Alin dengan dingin. ¡°Ha! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu ke kamu!¡± Alin tampak sedikit mabuk juga dan berteriak pada Vivin, ¡°Apa yang kamu bicarakan dengan Fabian di luar? Apa kau mencoba. merayunyagi?¡± Vivin mengerutkan kening. Jadi dia mendengar Fabian berbicara denganku di luar. Memang, Vivin merasa tidak adil bagi Fabian untuk mempekukan Alin, tunangannya sendiri, dengan sikap tidak js seperti itu. Namun, tidak mungkin juga baginya untuk bersimpati pada Alin, jadi dia mendorong tangannya menjauh dan berkata dengan nada acuh tak acuh, ¡°Alin, apakah kamu menyhkanku atas kegagnmu sendiri dm mempertahankan priamu?¡± Seth mengatakan itu, dia bahkan tidak mau melihat Alingi dan berbalik untuk pergi meskipun dia tidak jadi menggunakan kamar kecil. Didorong oleh Vivin, Alin tersandung sepatu hak tingginya dan hampir terjatuh, tetapi dia berhasil meraih pinggiran wastafel. Melihat sosok Vivin yang pergi, matanyangsung dipenuhi dengan kecemburuan. Vivin!Bagaimana bisa kamu begitu sombong?Aku pasti akan menjatuhkanmu!Tunggu saja nanti! Saat memikirkan hal itu, Alin tiba-tiba teringat akan sesuatu dan merogoh sakunya untuk mengeluarkan sebuah botol kecil. Ktan di matanya berubah menjadi lebih dingin. Karena ada lebih dari cukup, kenapa tidak kuberikan saja sedikit untuk Vivin?Ha! Sekalipun Vivan adh wanita yang menjijikkan, dia seorang wanita yang sudah menikah. Jika orangingi yang tidur dengannya, terlepas dari bagaimanapun tolerannya Finno dan Fabian, mereka pasti tidak akan bisa menerimanya. Pikiran itu menimbulkan kerutan licik di bibir merah Alin. Dia tidakgi sedih atau marah. Sebagai gantinya, dia mengangkat kepnya tinggi-tinggi dan keluar dari kamar kecil seperti burung merak yang sombong. Sementara itu, Vivin pergi ke kamar kecil yanginnya sebelum akhirnya kembali ke ruangan. pribadi. Beberapa rekannya menjadi sedikit mengg karena mabuk. Tidakma seth Vivin duduk, pyan datang dengan minumanin, yang semuanya adh minuman beralkohol kecuali satu gs jus. Semua orang mengambil minuman mereka sementara Vivin mengambil satu-satunya gs jus dan mi meminumnya C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Seth beberapa waktu, Vivin merasa sedikit mengantuk. Dia berdiri dan berteriak di tengah musik yang keras, ¡°Aku masih harus membuatporan besok pagi, jadi lebih baik aku pergi duluan.¡± Bagaimanapun juga, semua orang telu sibuk bersenang-senang, jadi tidak ada yang memperhatikannya. Telu mengantuk, dia menggelengkan kepnya dan meraih dompetnya sebelum berjn ke arah Fabian. ¡°Pak Normando, terima kasih untuk kesenangannya mm ini. Aku akan pergi dulu.¡± Pada saat itu, Alin yang sedang duduk tepat di sebh Fabian, mengawasinya dengan kewaspadaan tinggi. Fabian terlihat mabuk, tampak murung dan lh. Seth mendengar kata-kata Vivin, dia hanya mengangguk sambil menekankan jari-jarinya ke bagian pelipisnya. Vivin meninggalkan ruangan telu cepat dan melewatkan seringai jahat di wajah Alin. Vivin berencana untuk png dengan naik taksi, tetapi sebelum Vivin menyadarinya, dia kehngan keseimbangan dan tersandung. Untungnya, Vivin sempat berpegangan pada dinding koridor tepat pada waktunya. Sin!Apa yang terjadi padaku?Aku sama sekali tidak minum alkohol, kan? Kenapa aku merasa begitu pusing? Kenapa kakiku terasa sulit untuk berjn? Sin itu, dia juga merasakan panas membara dari dm tubuhnya yang tak bisa dijskan. Meskipun dia mengenakan rok mini dan duduk di ruangan ber-AC, dia berkeringat. sangat banyak. Vivin mengangkat kepnya ketakutan, dan dari pintu kamar pribadi di sampingnya, Vivin bisa melihat bayangannya sendiri. Wajahnya terlihat merah, dan matanya memancarkan ktan yang memikat. Ada yang tidak beres. Vivin bisangsung mengetahui bahwa respons tubuhnya yang tidak biasa ini persis seperti yang dia mi dua tahunlu! Bab 152 Bab 152 Bab 152 Finno Mungkinkah itu¡­?? Mencoba mengingat ku Vivin hanya meminum segs jus saat itu, seth itu Vivin merasa menggigil tak terkendali. Dia ingin segera meninggalkan tempat itu, tetapi kakinya telu lemah untuk bergerak sama sekali. Panik, dia buru-buru mengeluarkan ponselnya dan menelepon. Tidak teluma telponnyangsung diangkat ¡°Halo¡± Saat suara Finno yang serak dan dm terdengar, Vivin merasa seh-h dia th menemukan penymatnya, dan dia buru-buru berkata, ¡°Finno, tolong!¡± Vivin semakin bergantung kepada Finno tanpa dia sadari. Setiap kali Vivin dm bahaya, Finno akan menjadi orang pertama yang muncul dlm benaknya, dan dia akan segera memohon bantuan padanya tanpa ragu-ragu. Pada awalnya, Finno sangat senang mendapat telepon dari Vivin, tetapi yang mengejutkannya, itu adh panggn untuk meminta bantuan. Seketika, ekspresi wajahnya berubah. Tanpa mempertanyakan apa yang terjadi, dia bertanya dengan sangat cepat, ¡°Kamu dimana?¡± ¡°Klub KTV di Gedung za!¡± Ketika Vivin mengucapkan kata-kata itu, dia merasa dirinya semakin tersungkur. Sial! Obat ini sangat kuat. Vivin merasa ku dia akan bisa meledak kapan saja karena panas membara dm. tubuhnya. Pada saat itu, Vivin bahkan tidak bisa memegang teleponnyagi dengan benar. Akibatnya, ponselnya terlepas dari genggamannya dan jatuh kentai. Lantas, panggn itu terputus dengan sendirinya. Vivin mencoba untuk berjongkok, tetapi dia merasa lebih pusing dari sebelumnya dan tidak bisa bangungi. Vivin tetap di tempat itu sma beberapa saat sebelum akhirnya dia merasa sedikit lebih baik. Ketika Vivin akan mengambil ponselnya, sebuah kaki dengan sepatu kulit mboyan menginjaknya. Sebelum Vivin bisa bereaksi, sebuah suara yang menjengkelkan berbicara dari atasnya, ¡°hai gadis cantik, siapa yang coba kamu goda, berjongkok dengan menggoda seperti itu?¡± Sesuatu terlintas di benak Vivin. Dia dengan cepat mengangkat kepnya, hanya untuk mendapati seorang pria dengan kemeja bermotif bunga. Pria itu menyipitkan matanya dan menatap Vivin dengan penuh nafsu, tampak seperti seorang lki buaya. Pada saat itu, Vivin tidak peduli dengan penoselnya dengan sedikit terhuyung-huyung mencoba berdiri dan pergi Namun, pria itu meraih pergngan tangan Vivin dan menariknya ke dm pelukannya. ¡°Ya ampun, cantik, kenapa kamu buru-buru untuk pergi? Ponselmu masih ada padaku.¡± Sentuhan yang pria itu berikan pada tubuh Vivin membuatnya sangat jijik. Tapi tubuh Vivin semakin menggigil hebat dan terasa semakin panas. Pria itu adh seorang yboy yang sering mengunjungi daerah prostitusi, jadi diangsung mengenali zat yang membuat tubuh Vivin menjadi seperti ini. Matanya berseri-seri dengan penuh kegan sgi dia. menyarakan dengan penuh semangat, ¡°Ho ho, sayang, kamu dibius? Rasanya pasti sangat mengerikan. Kenapa kamu tidak membiarkanku untuk membantumu?¡± 17 Saat dia mengatakan itu, tangannya pehan bergerak ke pinggang Vivin. Vivin memiliki keinginan kuat untuk berteriak sekuat tenaga. Tidak!Tidak Sama sekali tidak mungkin Vivin akan membiarkan kejadian mengerikan dua tahunlu itu. terjadigi. Mengingat kejadian itu, dia berjuang untuk mendorong tangan pria itu darinya, tetapi tenaga Vivin tidak sebanding dengan kekuatan pria itu, jadi Vivin hanya bisa menyaksikan tanpa daya saat tangan pria itu pehan meraih dadanya. SMASHH!!!! Ketika Vivin hampir putus asa, ada sesuatu yang dilemparkan ke arah mereka dari jauh. Detik berikutnya¡­ Vivin mendengar suara seperti ada sesuatu yang pecah tepat di depannya. Benda itu th pecah berkeping-keping di atas kep pria itu. Adegan berikutnya yang dilihat Vivin adh senyum mesumnya yang tiba-tiba membeku sementara aliran cairan merah tua mes di dahinya. Semuanya terjadi begitu cepat sehingga Vivin benar-benar lengah. Dia hanya bisa menyaksikan pria di depannya merosot kentai dengan pecahan vas berlumuran darah di sampingnya. Vivin menengadah dan melihat sesosok tubuh ramping berdiri di ujung koridor dengan tangan terulur, terlihat seperti baru saja melempar sesuatu. Hanya dengan satu pandangan, Vivin mengenali sosok itu. Dm sekejap, pandangannya kabur oleh air mata yang menggenang di matanya. All content is property ? N?velDrama.Org. itu Finno¡­ Finno th datang untuk menymatkanku. Sebelum dia kembali sadar, Finno th beri ke arahnya. Bukannya menggunakan kursi rodanya, dia mh berjn ke arahnya di klub karaoke yang penuh sesak dengan orang-orang dari semuapisan masyarakat. Bab 153 Bab 153 Bab 153 Siapa Dngnya? Takma kemudian, Finno sudah berdiri di depan Vivin dengan wajah yang sedikit pucat. Saat dia memeluk Vivin, dia menatap wajah Vivin yang berlinang air mata. Dengan nada lembut, dia bertanya, ¡°Vivin, kamu baik-baik saja?¡± Saat ith Vivin menyadari ada sesuatu yang sh. Melihat Finno yang berdiri di depannya, dia bertanya dengan cemas dengan suara pn, ¡°Finno, kenapa kamu berdiri? Dimana kursi rodamu?¡± Ini klub karaoke! Ada begitu banyak orang yang melihat. Jika seseorang mengenali Finno dan memberi tahu Marthin, usahanya untuk menyembunyikan rahasia ini sma bertahun-tahun akan sia-sia! Karena itu, dia mendongak untuk melihat Noah beri dengan cemas dari ujung koridor sambil mendorong kursi roda. Js, Finno beri telu cepat sehingga dia gagal mengejarnya. Berbeda dengan kepanikan Vivin, Finno tidak peduli tentang itu. Ketika dia melihat rona merah. di pipi Vivin dan merasakan panas yang tidak biasa di lengannya, dia tiba-tiba menyadari. ¡°Vivin, apa kamu dibius?¡± Vivin sangat khawatir tentang Finno sehingga dia melupakan ketidaknyamanannya sendiri untuk sesaat. Hanya ketika Finno menanyakan pertanyaan padanya, dia menyadari ku suhu tubuhnya meningkat lebih tinggi saat dia memeluknya. Seh-h ada api yang menyebar di dm tubuhnya. Sebelum Vivin bisa mengatakan sesuatu, sebuah erangan lembut keluar dari bibirnya, dan Vivin terkejut sendiri dengan daya pikat yang ada dm suaranya. Saat itu, Noah terengah-engah ketika dia mendorong kursi roda di dekat Finno dan melihat sekeliling dengan gelisah, memastikan tidak ada yang memperhatikan Finno. Kemudian, dia merendahkan suaranya dan berkata, ¡°Pak Normando, skan duduk dengan cepat. Tapi sepertinya Finno tidak mendengarnya saat dia tiba-tiba membungkuk untuk mengangkat Vivin ke dm pelukannya. ¡°Pak Normando, anda¡­¡± Diliputi dengan rasa keterkejutan, Noah bertanya dengan tergesa-gesa tetapi Finno sudah menggendong Vivin dan beri keluar, menginstruksikan, ¡°Carikan aku sebuah kamar di hotel diseberang jn sekarang juga!¡± Finno membawa Vivin secepat mungkin ke suite hotel, sama sekali mengabaikan orang yang lewat yang menunjuk ke arahnya di jn. Seth sampai di sebuah kamar suite, dia membawa Vivin ke bak mandi tanpa ragu-ragu dan menykan keran air dingin. Air menyembur ke arah Vivin sementara Finno berbicara dengan tegas, ¡°Vivin, tetah sadar!¡± Air yang dingin meradakan rasa panas di kulit Vivin, tapi tidak yang dia rasakan di dm dirinya. Kenyataannya, perbedaan antara hawa dingin diluar dengan rasa panas didm tubuhnya membuat Vivin sangah tidak nyaman. Dia meringkuk di dm bak mandi kesakitan dan berjuang untuk berbicara, ¡°Aku merasa¡­ buruk sekali¡­ ini menyakitkan ¡­¡± Melihat betapa tersiksanya Vivin, Finno merasa seperti sedang ditikam di jantungnya. Sementara itu, Finno menyadari ku ada beberapa luka di tubuh Vivin yang belum begitu pulih, dan merendamnya di bawah air membuat kain kasanya terlepas. Sin itu. Finno segera saja menyadari bahwa zat yang dikonsumsi Vivin sangat kuat. Tidak peduli berapa banyak air dingin yang dia tuangkan ke tubuh Vivin, tetap saja rona merah di wajahnya tidak memudar. Seiring belunya waktu, efeknya menjadi lebih kuat, menjadikan wajah Vivin lebih memerah dan tubuhnya bergelung kesakitan. Sial!Siapa yang mkukan ini!Menggunakan obat yang begitu kuat padanya! Finno tidak tahan melihatnya penderitaan Vivin lebihmagi, jadi dia menggendongnya dari bak mandi dan melucuti pakaiannya yang basah. Kemudian, dia mengeringkannya dengan cepat menggunakan handuk dan membawa Vivin ke tempat tidur. Tetapi bahkan seth Finno menyesuaikan pengaturan AC ke suhu terendah, Vivin masih juga sangat kepanasan. Penderitaan yang Vivin rasakan semakin tak tertahankan seperti ada banyak semut yang menggigiti tng-tngnya. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Dm perubahan yang menyiksanya, sosok ramping Finno tampak seperti secercah harapan. bagi Vivin. Tidak dapat berpikir jernih, Vivin mengulurkan tangannya untuk meraih lengannya dan memohon dengan lembut, ¡°Finno, tolong bantu aku Ini sangat tidak nyaman¡­¡± Vivin sama sekali tidak tahu bagaimana suaranya terdengar bagi Finno, Serak namun menggoda, dan itu benar-benar menguji batasan Finno. Lebih burukgi, pernandangan tubuh Vivin yang tnjang terbaring di bawah selimut dan rambutnya yang basah menyebar di pipinya yang merah membuat Finno kehabisan akal. Bab 154 Bab 154 Bab 154 Mengambil Keuntungan darinya Brengsek! Memandang tubuh Vivin yang sedang menggeliat dm keputusasaannya, Finno membuat keputusan pada saat itu juga sambil menundukkan kepnya untuk menatap kedua mata Vivin. ¡°Vivin,¡± Finno memanggil namanya dengan suara sedikit parau dan hampir tak terdengar. Sementara itu, Finno pehan melepaskan dasinya dan membuka satu persatu kancing kemejanya. ¡°Vivin, jangan shkan aku ya, karena mkukan ini padamu, ini semua adh permintaanmu¡± Vivin mungkin saja tidak mendengarkan apa yang Finno katakanntaran Vivin mi kehngan akal sehatnya saat seluruh tubuhnya mi terasa panas membara. Dengan nada yang tersiksa, Vivin bergumam, ¡°B-Bantu aku ¡­ Seketika, saja pandangan mata Finno menjadi gp karena gairahnya. Tenggorokannya terasa kering saat dia merebahkan seluruh tubuhnya di atas tubuh Vivin yang membara. Dengan gerakan cepat, Finno segera menyentuhkan bibirnya ke bibir Vivin dan mengulum bibir Vivin yang lembut. Sentuhannya itu memaksa Vivin menn kembali semua keluhannya. Takma kemudian, Finno bisa merasakan panas yang membara dari tubuh Vivin mengalir juga keseluruh tubuhnya. Namun, Finno ingin mkukanya dengan pn-pn saja, karena ini adh pertama kalinya mereka mkukannya. Sekalipun, tidak pernah terpikirkan dibenak Finno mkukannya dengan keadaan Vivin dm pengaruh obat bius, Finno tidak akan menahan dirinyagi. Sebenarnya, Finno sudah sejakma menginginkan Vivin untuknya. Meskipun Vivin dm pengaruh obat bius, Finno tahu ku Vivin masih mengingat kejadian mm itu dengan js. Karenanya, Finno ingin menjadikan mm ini sebagai pengman terbaiknya. Dengan perasaan itu dibenaknya, Finno mendekati Vivin dengan sangat lembut. Finno mendekatkan bibirnya ke daun telinga Vivin dan berbisik dengan lembut dan penuh kasih sayang padanya, ¡°Vivin, apakah kamu takut?¡± Vivin bisa merasakan berat tubuh Finno diatas tubuhnya, dan juga panas tubuhnya. Dikarenakan sensasi ith, pikiran Vivin kembali ke pengman yang paling menyakitkan baginya dan yang harus dideritanya dua tahunlu. Tubuh Vivin mi gemetar ketakutan. Finno, yang merasakan ketakutan Vivin dan penkannya, memutuskan tidak akan mundur kali ini. Mhan, Finno meraih kedua pergngan tangan Vivin dan menekannya ke bantal di atas kepnya. Dan saat itu juga bibir Finno mendekat ke arah telinganya membuat Vivin bisa merasakan nafas Finno yang hangat yang keluar dari mulut Finno saat dia berbicara dikupingnya. ¡°Jangan takut.¡± Suaranya yang dm terdengar agak serak. ¡°Aku tahu kamu trauma. Kali ini, aku akan melepaskan semua belenggu yang menahanmu sma ini.¡± Seh-h sepereti sihir kata-katanya membuat Vivin jatuh di bawah buaiannya. Anehnya, Vivin merasakakn tubuhnya merileks dikarena otot-otonya yang tegang mi mengendur di tubuhnya, yang tegang karena ketakutan, mi mengendur pada saat itu. Meskipun Vivin merasa tersiksa karena obat itu dan hanya membuatnya sedikit sadar, Vivin tahu betul apa yang akan terjadi snjutnya. Vivin merasa lebih bisa menerima apa yang akan terjadi karena orang itu adh Finno. Finno bisa merasakan tubuh Vivin lebih rileks, senyum kegembiran terlihat dimataFinno. Akhirnya, Finno mi melonggarkan cengkraman tangannya dan mi menjjahi setiap bagian tubuh Vivin dan menyatakan bahwa Vivin adh miliknya. Mm Itu adh mm yang panjang dan tanpa tidur bagi mereka berdua. Hanya Tuhan yang tahu berapama, ketakutan dan kegugupan dm diri Vivin mi hng saat akhirnya Vivin mi pehanhan meliukkan tubuhnya untuk menyamai gerakannya dengan Finno. Kenyataannya, Vivin masih mengmi kesulitan untuk bisa melupakan pengman traumatisnya dari dua tahunlu. Karenanya, Vivin tidak pernah menyangka pada alhirnya dia bisa melupakkanya sesaat dan menikmati hidupnya sebagai wanita normal. Seth beberapa saat panas tubuh yang dirasakan Vivin mi mereda. Pada akhirnya, Vivin pun tertidur dengan lp karena merasa lemas dan kelhan. Keesokan paginya, Vivin terbangun dan merasa kedinginan di kamarnya. Itu karena Finno sudah menyesuaikan AC ke suhu terendah semm. Sedikit mengigil, Vivin membuka matanya danngsung melihat wajah tampan Finno di sebhnya. Di bawah sinar matahari lembut yang menembus jend, fitur wajah Finno tampak scindah patung. Vivin begitu asyik mengagumi penampn Finno sehingga dia terjebak dm keadaan terpukau karenanya. Tatapan Vivin hanya terpukau pada wajah Finno yang masih menutup matanya, kemudian Finno berbicara dengan suaranya yang dm, ¡°Apakah kamu sudah ssai menatapku?¡± Saat ith pikiran Vivin kembali ke kenyataan. Merasa malu karena Finno menyadari tatapannya, dia dengan cepat mencoba untuk membalikkan tubuhnya. Tapi sebelum Vivin bisa membalikkan tubuhnya, Finno meraih bahu Vivin danngsung menarik Vivin kedm pelukkannya. Wajah Vivin bersandar didadanya yang kencang, menyebabkan jantungnya mi berdebar kencang. Sementara itu, Finno mendaratkan kecupan di keningnya dan bertanya dengan nada lembut, ¡°Apakah kamu puas semm?¡± Tercengang oleh pertanyaan Finno, wajah dan telinganyangsung memerah karena malu. ¡°Kamu bicara apa?¡± bentaknya dengan nada kesal, ¡°Beraninya kamu bertanya seperti itu padahal js-js kamu memanfaatkanku semm!¡± C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org ¡°Masa sih?¡± sama sekali tidak terpengaruh dengan kekesn Vivin, Finno mh terkekeh. ¡°kenapa aku mh melihat ku aku justru seperti pawan yang menymatkanmu, wanita yang sedang kesusahan?¡± Vivin mengutuk dengan gigi terkatup, ¡°Kamu sangat tidak tahu malu.¡± ¡°Aku tidak tahu malu ya?¡± Finno terkekch. ¡°Apa kamu mau memberiku kesempatan lebih banyak untuk jadi lebih memalukangi?¡± Bab 155 Bab 155 Bab 155 Pengakuan Vivin merasa sangat malu sehingga dia tidak bisa berkata apapun. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Vivin baru saja menyadari ku Finno benar-benar serig berbulu domba. Meskipun Finno adh pria terhormat, tapi dia sebenarnya pria brengsek yang tidak sabar untuk mengambil kesempatannya! Merasa telu malu untuk menjawab pertanyaan Finno, Vivin akhirnya dia hanya bisa diam saja. Namun, Finno tidak akan membiarkan Vivin pergi dengan begitu saja. Mengangkat dagu Vivin untuk langsung menatap ke matanya, Finno mendesak dengan suara rendah, ¡°Jawab aku, Vivin.¡± Rona merah muncul di kedua pipi Vivin. Dia mengalihkan pandangannya dari Finno dan mendengus, tergantung dari suasana hatiku.¡± Finno tertegun. Meskipun Vivin menjawab dengan jawaban yang samar-samar, tapi bagi Finno itu sudah merupakan jawaban terbaik yang bisa dia dapatkan, melihat betapa pemalu dan pendiamnya Vivin. Dengan sangat gembira, Finno menarik Vivin kedm pelukkannya dan memeluknya erat sambil berkata dengan lembut ¡°Baih, dengan begitu aku akan menjamin memberikanmu pyanan yang sangat memuaskan mi sekarang!¡± Wajah Vivinngsung memerah. Pada saat yang bersamaan Vivin bisa merasakan gelombang kebahagian memenuhi seluruh. relung hatinya. Akhirnya¡­ Vivin mampu melupakan pengman traumatis yang dimin dua tahunlu. Ada saat-saat dimana Vivin berpikir ku dia tidak akan pernah bisa menikah dan memiliki anak seperti wanita pada umumnya. Bahkan Vivin tidak menyangka pada akahirnya dia akan bertemu. dengan seorang pria yang mampu membantunya melupakan traumanya. Meskipun Vivin tidak tahu siapa bajingan yang th membiusnya semm, Vivin justru merasa berterima kasih padanya. Merasakan kehangatan tubuh Finno dan detak jantungnya yang kuat, Vivin mau tidak mau melingkarkan lengannya di pinggang ramping Finno. Dengan suara lembut, Vivin mengaku, ¡°Finno, kurasa aku th jatuh cinta padamu.¡± Sejujurnya, Vivin justru sudah menyadari perasaannya untuk Finno jauh sebelum ini. Namun, Vivin lebih memilih untuk menyembunyikkan perasaannya sendiri, dia berpikir ku perasaannya saat itu tidak mungkin berbs. Seth mereka melewati suka dan duka bersama, Vivin akhirnya menyadari perasaan Finno padanya. Ith san Vivin akhirnya memutuskan untuk memberikan kesempatan untuk mereka berdua. Finno terkejut dengan ungkapan perasaan Vivin yang sangat tiba-tiba. Finno terdiam sesaat. sebelum akhinya memeluk Vivin dengan sangat erat seh-h Finno ingin meleburkan tubuh mereka berdua menjadi satu. ¡°Aku juga mencintaimu.¡± Nada suara Finno sangat lembut sehingga sama sekali tidak terdengar seperti suaranya yang biasa. ¡°Sin itu, aku sangat yakin ku akh yang jatuh cinta terlebih dahaulu padamu.¡± Vivin tertegun mendengarnya. Sebelum Vivin bisa memahami apa yang Finno katakan, tiba-tiba saja Finno menunduk dan mencium bibir Vivin dan menghngkan keraguan dari benak Vivin. Seth ciuman yang penuh dengan gairah, Finno melepaskannya dengan senyuman tipis di wajahnya. ¡°Vivin, bagaimana ku kitakukan sekaligi, tapi kali ini tanpa pengaruh dari obat?¡± Sebelum Vivin menyadarinya, bibir Finno sudah mengulum bibir Vivin dengan kerasgi. Seperti ith, pertanyaan di benak Vivin terjawab sudah dengan tindakkan Finno. Pada hari-hari berikutnya, Vivin akan slu menyhkan dirinya sendiri karena begitu mudah jatuh pada tipu daya Finno setiap kali Vivin terbangun dengan perasaan lh dan pegal disekujur tubuhnya. Sementara itu dikamarin di hotel yang sama, Fabian berjuang untuk membuka matanya karena kepnya terasa sangat berat. pehan, sebuah gambaran tentang kejadian tadi mm mi beputar-putar di dm benaknya. Fabian ingat dia bersenang-senang di klub semnm, dan Fabian telu banyak minum. Itu tidak seperti dirinya yang biasa, toleransi alkoholnya sangat rendah sehingga dia cepat merasa mabuk. Sin itu, dia juga merasa ada yang aneh pada tubuhnya, Fabian merasa tubuhnya sangat panas seh-h sekujur tubuhnya terbakar. Mlui ingatannya yang samar-samar, Fabian bisa meilhat ku Vivin terhuyung-huyung keluar dari klub. Karena Fabian khawatir tentang kesmatannya, dia berusaha keras untuk berdiri sebelum mengikutinya keluar. Di pertengahan jn, Fabian merasakan seseorang menahannya agar dia tidak jatuh. Ith terakhir kalinya dia melihat Vivin. Saat Fabian mencoba mengingat apa yang terjadi padanya mm sebelumnya sgi dia berbaring di tempat tidur, seorang wanita mengulurkan lengannya dan membi rambutnya dengan lembut. Kaget dengan tindakan wanita itu yang tiba-tiba, Fabian berbalik dan melihat Alin. Wanita yang tanpa busana disebhnya itu menatapnya dengan penuh kasih sayang dan genit. Fabian segera mengerti apa yang terjadi pada mm itu, dilihat dari kondisi mereka saat ini dan pakaian mereka yang berserakan dntai Gelombang keputusasaanngsung menghantam dirinya saat itu juga. Bagaimana ini bisa terjadi? Aku sudah berjanji untuk tidak menyentuh Alingi. Kenapa ini bisa terjadi lagi¡­ Pada saat itu juga, Alin mi melingkarkan anggota tubuhnya di sekitar tubuh Fabian seperti r. Menyandarkan berat tubuhnya pada Fabian, Alin menatapa lekat mata Fabian dengan penuh nafsu dan gairah. Sejujurnya. Alin tidak adawannya dm merayu pria. Saat sentuhannya pehan mi membuat tubuh Fabian terasa panas, Fabian hampir menyerah pada godaannya karena dia masih sedikit mabuk Bab 156 Bab 156 Bab 156 Menggali Informasi darinya Akan tetapi, Fabian berhasil mendorongnya menjauh dengan sisa-sisa kesadaran yang masih ada dm dirinya. Fabian segera melompat dari tempat tidur, mengambil pakaiannya darintai, dan beri ke dm kamar mandi. Sementara Alin, dia terbaring di tempat tidur seth didorong oleh Fabian. Tercengang oleh tindakan Fabian, darahnya mi mendidih karena kemarahan. Alin sudah mencoba merayu Fabian berng kali, tetapi usahanya slu saja berakhir dengan kegagn. Fabian tidak menunjukkan apa-apa sin perasaan jijik dm menanggapi rayuannya. Apakah dia akan menk ku Vivin yang merayunya? Ku aku tidak menaruh obat kedm minumannya semm, apakah iya Fabian mau menghabiskan mmnya denganku? Alin mengingat dengan js bagaimana tubuh mereka saling bertaut di tempat tidur semm. Akan tetapi, apa yang tidak pernah bisa Alin lupakan adh bagaimana cara Fabian menggumamkan nama Vivin ketika mereka bersenang-senang di tempat tidur. Mengingat hal itu membuat Alin mengepalkan tinjunya dengan kuat sehinga membuat kukunya hampir menembus tpak tanggannya. Alin tidak percaya ku wanita itu slu menjadi satu-satunya yang ada didm pikirannya bahkan ketika Fabian dm pengaruh obat-obatan. Betapa rendahnya!Ini menjengkelkan! Meskipun merasa ku itu menjijikkan, Alin bisa menerimanya, berpikir itu akan sangat sisa-sia. saja ku dia tidak mengambil kesempatan untuk bersama Fabian. Alin r untuk mkukan apa saja untuk memiliki Fabian untuknya sendiri! Di dm kamar mandi, Fabian menykan kran air secara maksimal sambil memercikkan air dingin ke wajahnya untuk menenangkan diri. Seg sesuatu yang terjadi semm terlihat tampak sangat normal, tetapi sekaligi, Fabian masih bisa merasakan sedikit kemungkinan ku semua yang terjadi ini sudah direncanakan. Sangat mencurigakan bagaimana Alin muncul tepat di depan pintu masuk klub. Juga, ada sesuatu yang mencurigakan tentang toleransi alkoholnya yang sangat rendah dan bagaimana mereka berakhir di tempat tidur. Saat dia mencoba mengingat foto yang diperlihatkan Alin saat pesta terakhir kali, Fabian menjadi semakin yakin bahwa mungkin ada lebih banyak yang bisa digali dari sekedar gadis yang penuh. tipu daya dan menggemaskan C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Pada saat itu juga, Fabian merasa merinding ketakutan. Haruskah aku menggali lebih banyak informasi tentang dia? Dengan tergesa-gesa, Fabian segera mencuci mukanya dan berjn keluar dari kamar mandi. Alin, yang sudah berganti pakaian, menatapnya dengan seringai lebar di wajahnya. Fabian segera mengalihkan pandangannya untuk menghindari percakapan. Meskipun Alin dan saudara perempuannya memang terlihat mirip satu samain, dia tidak pernah bisa meniru senyum mempesona yang dimiliki saudara perempuannya. Fabian terus saja menunduk dengan panik mengambil barang-barangnya darintai. Dengan nada acuh tak acuh, dia berkata kepadanya, ¡°Aku harus pergi sekarang soalnya jadwalku sangat padat hari ini.¡° ¡°Fabian!¡± Tampak cemas, Alin bermaksud untuk berbicara dengannya, tetapi yang membuatnya cemas, Fabian bahkan tidak meliriknya untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi. Pintu ditutup dengan sangat kasar seth kepergiannya. Alin ditinggalkan berdiri terpaku di tempatnya dengan wajah yang sedih. Mengelus perutnya dengan tangan kanannya, air mata mi mengalir di pipi Alin. Fabian, apakah aku hanyh sebuah gangguan untukmu? Tidak apa-apa jika kamu merasa seperti itu. Mudah-mudahan, aku akan segera mendapatkan apa yang kuinginkan seth usahaku semm. Orang-orang slu bng ku anak bisa membuat sebuah keajaiban dm hubungan. Sma Alin mengandung anaknya, Fabian tidak akan pernah bisa menyingkirkan dirinya sma sisa hidupnya! Seth Fabian keluar dengan tergesa-gesa dari hotel, Fabian segera memanggil asistennya dan memintanya untuk memi penyelidikan terhadap Alin. Dia ingin mengetahui bagaimana Alin mendapatkan foto itu, terutama foto yang bahkan tidak ada di ponselnya. Apa kebenaran di balik semua insiden mengerikan yang terjadi dua tahunlu itu? Siapa dng di balik ini semua? Sebelum Fabian kembali, dia tidak pernah menyangka akan terlibat dm insiden yang membingungkan dengan begitu banyak misteri didmnya. Alin segera turun ke lobi hotel seth memperbaiki penampnnya. Secara tidak sengaja, dia melihat Vivin, yang sedang bersantai di sebuah sofa. Vivin, sedang menunggu Finno mkukan pembayaran, dan terkejut melihat Alin. Seringai kemenangan muncul di wajah Alin saat melihat saudara perempuanya. Karena Vivin ada di hotel jam segini, itu berarti rencanaku untuk menghancurkannya dengan memasukkan obat kedm minumannya semm th berhasil? ¡°Nona Vivin yang hebat, kenapa kamu duduk di sini? Apa ada yang biasa terjadi semm yang membuatmu terlihat sangat lh? Mungkinkah ¡­¡± tadi mm yang membuatmu terlihat sangat lh? Mungkinkah¡­¡± Alin mendekati Vivin dan berkata, ¡°Aku jadi ingin tahu siapa pria beruntung yang bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan dengan Nona Vivin kita semm.¡± Kesempatanngsung dimanfaatkan oleh Alin untuk menaburkan garam di atas luka Vivin. Pikiran bisa melihat ekspresi kesakitan dari Vivin seth diperkosa tadi mm adh kesenangan baginya. Namun, Vivin hanya mengernyitkan alisnya kebingungan. Bagaimana dia tahu apa yang terjadi antara aku dan Finno tadi mm? ¡°Hei, kenapa kamu tidak menjawabku? Apakah kamu sangat malu untuk membicarakannya? Astaga, apakah wanita yang gampangan sepertimu akan malu dengan apa yang kamukukan dengan seorang pria? aku benar-benar bertanya-tanya bagaimana reaksi Pak Finno begitu dia tahu ku kamu bermai-main dibkangnya! Bab 157 Bab 157 Bab 157 Telu Lh Wajah Vivin seketika saja memucat. Vivin tahu bahwa dia dibius semm, dan sejak saat itu dia bertanya-tanya siapa pkunya. Dilihat dari seringai di wajah Alin, tidak butuh waktuma baginya untuk menebak insiden yang terjadi padanya. Meski merasa gusar, Vivin tidak mempekukan Alin telu kasar demi keluarga mereka. Akhirnya, Vivin hanya menghadapinya dengan suara dingin, ¡°Alin Martha, sebaiknya kamu berterus terang saja padaku tentang hal yang kamukukan semm.¡± Mata Alin dipenuhi dengan kebencian ketika dia menatap Vivin. Alin slu menikmati perasaan lebih unggul atas Vivin, tidak mungkin dia kewhan olehnya. ¡°Apa yang kkukan semm? Aku hanya mengatakan kebenaran, dan kamu seharusnya tahu apa yang sudah kamukukan semm. Aku bahkan tidak percaya ku kamu masih berani untuk mengkritik seth kamu berselingkuh dengan beberapa pria padahal kamu ada wanita. yang sudah menikah! Alin meninggikan suaranya, merasa gelisah. Alin benar-benar memanfaatkan sepenuhnya kesempatan itu untuk mmpiaskan kekesnnya seth diabaikan oleh Fabian pagi tadi. Yang sangat mengejutkannya, suara nyaring dan kuat terdengar pada saat itu juga. ¡°Alin, apakah kamu tahu dengan siapa kamu berbicara?¡± Dia berbalik dan meilhat seorang pria yang sangat tampan berjn ke arahnya dengan kursi roda. Kehadirannyangsung menarik perhatian semua orang yang berada di lobi hotel. Alin terdiam melihatnya di sana. Finno? Kenapa dia bisa berada disini? Bukannya merasa takut akan kehadirannya, sebuah senyum muncul di wajahnya saat dia menyapa pria tampan itu. ¡°Pak Finno, Anda berada di sini tepat pada waktunya. Apakah anda tahu? Semm, Vivin dan¡­¡± Finnongsung memotongnya dengan menembaknya dengan tatapan tajam dan dingin sambil berkata, ¡°Alin, apakah kamu benar-benar ingin tahu apa yang aku dan saudara perempuanmukukan semm?¡± Seth mendengar itu, Alin tercengang seh-h dia baru saja disambar petir. A-Apakah Finno yang bersama dengan Vivin di hotel semm? Apakah itu berarti rencanaku benar-benar gagal? Alin merasakan seperti ingin menjerit karena putus asa. Namun, dia tidak punya pilihanin sin menjaga perkunya di hadapan Finno. Mengepalkan tinjunya erat-erat, dia menggigit bibirnya dan bergegas pergi tanpa melirik Vivingi. T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. ¡°Alin, tunggu!¡± Langkahnya terhenti saat mendengar suara Vivin.. Dengan tangan disngkan di depan dadanya, Alin berbalik dan menatap Vivin. Dia mengangkat. dagunya untuk menunjukkan bahwa dia tidak terintimidasi olehnya. ¡°Alin, sebaiknya kau dengarkan aku baik-baik. Aku akan membiarkanmu kali ini dan melupakan apa yang sudah kamukukan.¡± Menatapnya dengan tatapan dingin, Vivin mnjutkan, ¡°Namun, jika kamu mencoba menjebakkugi dengan sh satu trik kotormu, akan kupastikan kamu akan merasakan juga obatmu sendiri.¡± Tubuh Alin gemetar ketakutan. Namun, dia masih berusaha mempertahankan sikapnya yang angkuh dan kuat ketika dia berjn keluar dari hotel. Seth itu, Vivin dan Finno meninggalkan hotel dengan mobil. Vivin tetap diam sepanjang perjnan, tenggm dm pikirannya sendiri. Tidak ada keraguan bahwa Alin adh orang yang membiusnya semm. Sangat menyedihkan mengetahui ku saudara perempuannyah yang membiusnya dan membiarkan orang asing memperkosanya. Memikirkan semua hal jahat yang th dkukan Alin padanya sebelum ini, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bergidik ketakutan. Apa yang terjadi semm sebenarnya mirip dengan mm yang terjadi dua tahunlu. Mungkinkah Alin juga dng dibalik kejadian itu? Menyadari bahwa Vivin terganggu oleh sesuatu, Finno menyenggol bahunya. ¡°Vivin, apakah kamu merasa tidak sehat? Apakah karena kamu¡­ telu lh?¡± Noah sedang memusatkan perhatiannya pada jn di depan ketika dia mendengar kata-kata yang tidak biasa keluar dari mulut Finno. Wajahnyangsung memerah karena pikirannya mau tidak mau dipenuhi dengan beberapa pikiran cabul. Telu lh? Vivin, yang menyadari apa yang coba disiratkan Finno, menatapnya tajam dan seketika wajahnya memerah karena malu. Segera saja Finno berdeham dan menjawab, ¡°Kamu benar-benar harus minum vitamin jika kamu merasa telu lh.¡± ¡°Tidak, aku tidak lh sama sekali!¡± Wajahnya menjadi lebih merah saat dia mati-matian mencoba menjskan penampnnya sebelumnya. ¡°Ah, aku senang mendengarnya. Kenapa kita tidak¡­¡± Vivin dengan cepat mengulurkan tangannya dan meletakkan tpak tangannya di mulutnya. untuk menghentikannya dari menyemburkan omong kosong. Namun, Finno memanfaatkan kesempatan itu untuk memegang tangannya. Tampak serius, dia bertanya, ¡°Tolong beritahu padaku apa yang sedang mengganggu pikiranmu barusan.¡± Harus kuakui, Finno benar-benar pengamat yang lihai. Bersandar di kursi, Vivin berbalik untuk melihat ke luar jend kearah padatnyalu lintas sambil mencoba mencari jawaban yang tepat. Baru seth beberapa saat dia berbicara pehan, ¡°Aku punya firasat bahwa Alin mungkin ada hubungannya dengan apa yang terjadi padaku dua tahunlu. ¡°Apa kamu memerlukan bantuanku untuk menyelesaikannya?¡± Vivin ragu-ragu sebelum menanggapi tawarannya. Saat itu, dia belum cukup kuat untuk menghadapi pengman traumatis sendirian. Tapi sekarang, dengan Finno di sisinya, dia sepertinya memiliki keberanian untuk mencari tahu pku yang menyebabkan ia kehngan miliknya yang paling berharga! Bab 158 Bab 158 Bab 158 Aku Mencintainya. ¡°Ya, aku membutuhkan bantuanmu¡± Vivinngsung menyetujuinya. Saat itu juga, Finno teringat tentang sesuatu yang seharusnya disampaikannya. Dengan sedikit. ragu- ragu Finno berkata, ¡°sebenarnya aku sudah mencari tahu beberapa informasi tentang kejadian ituTM Kenyataan bahwa Finno sudah mencari tahu sendiri itu justru membuktikan ku Finno juga merasa terganggu dengan hal ini. Vivin sedikit termenung, namun Vivin tidak marah dengan apa yang th Finnokukan. Mh sebaliknya, Vivin menanyakan hasilnya. ¡°informasi apa yang sudah kamu dapatkan?¡± Finno mengatakan padanya ku pria yang sudah memperkosanya dua tahun yanglu itu. bukan seorang pria tua seperti yang dia kira. Akan tetapi, identitas pku yang sebenarnya belum. diketahui. Orang yang th mkukan hal yang sangat buruk kepadanya bukan seorang pria tua, Bagi Vivin, informasi itu tidah penting. Mengetahui ku pku sebenarnya bukah seorang pria tua hal itu sama sekali tidak merubah keadaan menjadi lebih baik karena kenyataannya dia th dipermalukan dan fakta itu sama sekali tidak akan berubah. Vivin mengh nafas, ¡°Finno, sebenarnya, bagiku untuk saat ini tidak telu penting mencari tau siapa pkunya. Sekarang ini, sebenarnya aku hanya ingin mencari tau siapa pku yang th membiusku dan merencanakan semua kejadian di mm itu. Orang itu bahkan sampai menyebarkan tentang skandal itu di sekh demi menghancurkanku. Siapa sebenarnya dng dibalik semua ini?¡± Tanpa memberikan tanggapan apapun, Finno menarik Vivin ke dadanya dengan lembut. Karena yang diinginkan Vivin hanyh mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, dia akan berusaha sekuat tenaga sampai dia mendapatkan kebenaran itu. C¨°ntens bel0ngs to N?(v)elDr/a/ma.Org Lagi p, Finno ingin mengetahui juga kebenaranya. Belum ¡­ Memikirkan kegagnnya, Finno terdiam dan tatapannya menjadi sedingin es.¡±aku akan menyelesaikan semuanya, ¡°janjinya dengan nada suara lembut. Tiba-tiba, terlintas sebuah pikiran di benak Vivin. ¡°Ngomong-ngomong semm apa ada yang mengetahui kondisi kakimu?¡± Vivin bertanya dengan nada khawatir. Finno tersenyum tipis, merasa senang dengan kepedulian Vivin padanya. ¡°jangan khawatir. Semuanya sudah diatur untuk memastikan semuanya akan baik-baik saja. Mobil tiba-tiba saja berhenti. Saat Vivin melihat ke arah luar jend, dia mh melihat sebuah apartemen bukannya vi yang dia tinggali. Vivin menatap kearah Finno dengan bingung. ¡°aku ingin mengunjungi ibumu,¡± katanya. Vivin ragu dengan rencananya karena menurutnya Finno bukah tipe yang disukai ibunya. Hal itu sebenarnya tidak pernah menganggunya sama sekali sma pernikahan mereka hanya di atas kertas saja. Akan tetapi, keadaanya berbeda sekarang. Haruskah aku mengatakan yang sebenarnya pada mama? Vivin mengangguk meyakinkan dirinya sendiri sebelum ikut turun dari mobil bersama Finno Di dm apartemen, Ratna sedang duduk di atas tempat tidurnya sembari membaca majh mour. ¡°Mama!¡±Vivin masuk ke dm apartemen dan sangat senang melihat wajah ibunya yang cerah. ¡°senang bisa bertemu denganmu, Bu Wirdi.¡±Finno masuk dengan kursi rodanya. Wajah Ratna seketika tegang sesaat sebelum dia menyapa Finno. Sementara itu, Noah meletakan bingkisan hadiah dan segera keluar untuk menunggu bosnya di luar. ¡°Saya minta maaf karena tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan hadiah yang lebih baik. untuk anda. Ini ada beberapa Vitamin yang bagus untuk kesehatan anda. Saya harap ini tidak bisa cocok untuk anda, Bu Wirdi,¡± kata Finno dengan suara datar. Ratna, yang tidak menggangap Finno sebagai menantunya, memalingkan wajahnya.¡±Kami hanyh orang biasa dan tidak pantas menerima hadiah mahal dari anda. Tolong untukin kali tidak usah membawa apapun apapun. Ekspresi wajah Finno tidak bisa ditebak saat mendengar komentar Ratna. ¡°Mama!¡±Vivin tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut campur. Vivin yang duduk di tepi samping tempat tidur ibunya, Vivinngsung memegang tangan Finno dan mencoba. mengucapkan sesuatu yang baik tentang Finno.¡±Finno hanya membawakan bingkisan untuk mama sebagai sikap yang baik.¡± Sebagai seorang yang sama sekali tidak mengerti bagaimana cara bergaul dengan ibu mertuanya, Finno merasa binggung saat dia berdiri di samping Vivin. Ini pertama kalinya Vivin melihat ekspresi kebingungan di wajah Finno, dan Vivin merasa itu lucu. ¡°Finno, sebentargi kan jam makan siang, bagaimana ku kamu keluar dan mengambilkan kami makanan untuk dibawa png? Mama suka babi rebus.¡± Finno mengangguk setuju. Seth Finno pergi dengan Noah, Vivin mi mengkritik ibunya,¡±mama, apa yang sudah mama katakan pada Finno itu telu kasar. Finno orang yang baik hati, dan dia berbeda dengan. kebanyakan orang kaya pada umumnya. ¡°Yah, aku tidak peduli aku hanya tidak suka membayangkan kamu dan dia bersama. Bahkan, aku lebih menyukai Fabian yang menjadi menantuku. ¡°Ma, sudah saatnya mam¨¢ melupakan Fabian karena Finno adh suamiku sekarang.¡±melihat betapa kuatnya putrinya berusaha memb Finno, Ratna mau tidak mau bertanya dengan rasa ingin tau.¡±Vivin, kamu jujur sama mama. Apa kamu sudah jatuh cinta padanya? Ku tidak, mengapa kamu berusaha keras untuk membnya?¡± Apakah dia jatuh cinta padanya? Tentu saja! Vivin benar-benar jatuh cinta pada Finno sehingga hidupnya sekarang benar-benar hanya untuk Finno. Vivin begitu mencintai Finno sampai-sampai setiap gerakan Finno dia perhatikan, dan dia tidak sabar untuk menghabiskan sisa hidupnya bersamanya. Melihat kekhwatiran di mata mamanya, Vivin akhirnya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya. ¡°Mama, aku benar-benar sangat mencintainya aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya.¡± Bab 159 Bab 159 Bab 159 Terima Kasih Mata Ratna memperlihatkan kekhawatiran ketika dia mengetahui bahwa putrinya th memiliki perasaan kepada Finno. Sangat mengetahui dengan baik ku Vivin th mlui cobaan di masalunya dengan cukup baik, yang Ratna inginkan hanyh pria yang dapat diandalkan, yang mengenal Vivin dengan baik, mempekukannya dengan baik, dan mencintainya dengan sepenuh hati. Akan tetapi, apakah Finno pria yang tepat untuk bisa memberikan kebahagiaan dm hidup Vivin? Mencoba berbaur dengan dunia orang kaya adh sesuatu yang lebih mudah dikatakan daripada dkukan Apakah Finno seorang pria yang plin-n dm sebuah hubungan? Bisakah hubungannya dengan Vivin bertahan dari semua rintangan yang akan menghadang didepan nantinya? Vivin sangat mengetahui ibunya memiliki keraguan tentang hubungan mereka. Dengan suara lembut. Vivin mencoba meyakinkan ibunya, ¡°mamaku sayang. Finno sudah mempertaruhkan nyawanya beberapa kali hanya untuk melindungiku dari bahaya. Aku sangat mencintai Finno, dan aku yakin dia adh pria yang tepat untukku Jadi, jangah khawatirgi? Saat Ratna melihat senyum kebahagiaan di wajah putrinya, Ratna pun akhirnya menyerah. ¡°Yah,gip kamu juga sudah menikah dengannya, kurasa hal yang tepat untuk dkukan adh menjni hidupmu sebaik mungkin dengannya Aku akan bahagia sma kamu bahagia Sambil memeluk ibunya. Vivin berkata dengan malu-malu, ¡°mama aku tahu kamh orang yang paling mencintaiku, dan kamu harus tahu bahwa kamu adh orang yang sangat berharga dm hidupku Tolong jangan khawatirkan aku, karena aku bisa menjaga diriku dengan baik¡± ¡°Kamu gadis yang konyol Mata Ratna berkaca-kaca saat dia mengatakan itu. Finno baru saja kembali dengan makanan dan melihat sebuah pemandangan yang mengharukan. Dia berinisiatif untuk duduk di dekat pintu agar tidak mengganggu momen mereka berdua. Puas dengan tindakannya sendiri, membuat sikap Ratna pehanhan menjadi lebih ramah. Herannya. Ratna justru mengulurkan tangannya ke arah Finno dan mengajaknya untuk berbicara, Finno, kesinh, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu¡± ¡°Finno Dia menekankan setiap kata dm kalimatnya untuk menunjukkan betapa seriusnya yang dia katakan. ¡°Vivin adh putriku satu-satunya, dan dia th mlui banyak hal yang sulit ketika dia tinggal bersamaku. Oleh karena itu, yang kuinginkan untuknya hanyh seorang pria baik yang tahu bagaimana cara merawatnya dengan baik, terlepas dari apakah pria itu berkantong tebal atau tidak. Karena Vivin mengatakan padaku bahwa kamu adh cinta dm hidupnya, Aku tidak mempunyai pilihan sin mempercayakan kebahagiaannya padamu. Finno berbalik untuk melihat kearah Vivin dengan tatapan takjub. Finno tahu Vivin pasti th memberi tahu ibunya tentang sesuatu yang membuat perubahan mendadak dm sikapnya. Finno masih mengingat dengan js saat Vivin meyakinkan ibunya bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun padanya dan pernikahan mereka hanya diatas kertas saja. Jadi, Ratna mempekukanku dengan sangat ramah karena Vivin th memberitahunya jika dia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersamaku? Memikirkan kemungkinan itu, otot-otot tegang di wajahnya mi rileks. Ini sempurna.Itu artinya Vivin akhirnya mengakuiku sebagai suaminya? Ketika memikirkannya, Finno menatap Ratna dan berkata dengan nada tenang yang diwarnai dengan kesungguhan, ¡°Bu Wirdi, percayh padaku, aku akan menjaga Vivin dengan baik di masa depan.¡± Meskipun Finno bicara dengan tidak js, Finno bersungguh-sungguh untuk setiap kata yang dia ucapkan dan pasti akan menepati janjinya. Ratna, tersentuh oleh ketulusannya dan mengangguk setuju. Akhirnya, ketegangan diantara ketiganya menghng. Sangat mengenal ibunya yang menyukai kesendiriannya, Vivin pergi bersama Finno seth makan. Senyum pehan nampak diwajah Ratna sambil memperhatikan punggung Vivin saat dia pergi. Bahkan, Ratna menganggap dirinya sangat beruntung memiliki anak perempuan yang berbakti seperti Vivin. Akan tetapi, Ratna merasa sangat malu karena dia belum bisa menjadi ibu yang cukup baik untuknya. Ratna tahu ku dia th mengecewakan putrinya. Perasaan bersh terhadap putrinya semakin kuat seth bertahun-tahun. Akankah Vivin masih mengakuiku sebagai ibunya jika dia mengetahui kebenaran di balik segnya? Apakah dia akan membenciku seumur hidupnya? Sambil menyatukan kedua tangannya, dia berdoa kepada Tuhan untuk kebahagiaan Vivin. Pada saat yang sama, dia memohon bs kasih-Nya dan memohon kesempatan untuk menebus dosa- dosanya. Vivin, Ibu tidak pernah mkukan yang terbaik untukmu, tapi aku sangat berharap kamu bisa memiliki kehidupan yang bahagia dan diberkati. Seth meninggalkan apartemen, Finno mengantar Vivin kembali ke kantornya. Tepat ketika Vivin akan keluar dari mobil, Finno tiba-tiba memanggilnya, ¡°Vivin.¡± Vivin segera berbalik seth mendengar suaranya. Sebelum Vivin bahkan bisa menanggapinya, Finno meraih pergngan tangannya dan menarik Viviri kedm pelukannya. Jantung Vivin mi berpacu saat dia cukup dekat untuk bisa merasakan napas hangat Finno padanya. Sementara Noah, dia berusaha untuk membenamkan kepnya ke dm bajunya sebisa. mungkin. Pak Normando benar-benar menjadi sangat tidak terduga bkangan ini. Apakah dia mempekukanku seperti aku ini tidak kelihatan saja? Meski merasa canggung dengan Noah di sekitarnya, Vivin tidak cukup kuat untuk melepaskan diri dari pelukannya. Pada akhirnya, dia hanya bisa memohon dengan wajahnya yang memerah karena malu, ¡°Lepaskan aku sekarang. Kita bicara ketika kita sudah png ke rumah. ¡® T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. ¡°Terima kasih, Vivin,¡± dia berbicara dengan nada yang dm dan serak. Bab 160 Bab 160 Bab 160 Kabar Angin tentang Finno ¡°Untuk apa kamu berterima kasih padaku?¡± Vivin terdengar bingung. Sambil menyeringai, Finno menjawab, ¡°Terima kasih karena sudah memberi tahu ibumu betapa kamu sangat mencintaiku.¡± Vivin terkejut dengan kata-katanya. Tiba-tiba, hatinya diselimuti oleh kehangatan, dan Vivin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memeluknya kembali. Justru, akh yang seharusnya berterima kasih padamu. Terima kasih th muncul dm hidupku. Mereka berpelukkan dengan hangat untuk waktu yang cukupma sampai Vivin menyadari bahwa dia akan tembat untuk bekerja. Kemudian, Vivin bergerak dirinya menjauhkan dirinya dan berkata, ¡°Finno, aku harus kembali bekerja.¡± Meskipun merasa enggan untuk berpisah dengannya, Finno memberikan kecupan di dahinya sebelum melepaskannya. ¡°pergh.¡± Seth mengucapkan smat tinggal padanya, Vivin menuju ke dm kantonya. Sebelum Vivin bisa merasa lebih tenang. Sarah bergegas masuk ke ruangannya dan mi mengoceh, ¡°Vivin, oh Vivin! Kamu akhirnya datang! Kamu tahu tidak, sesuatu yang besar sedang terjadi!¡± Sambil mengerutkan kening dengan keheranan ke arah Sarah, Vivin bertanya, ¡°Ada apa?¡± ¡°Ini sesuatu yang ada hubungannya dengan presiden Grup Finnor!¡± Terkejut, Sarah menatap Vivin dengan mata yang melebar saat dia mnjutkannya, ¡°Apakah kamu tidak mendengarnya? Ada di seluruh Twitter saat ini!¡± Sesuatu yang berhubungan dengan Finno? Vivin terkejut saat mengetahui bahwa mash itu terkait dengan suaminya sendiri. Karena penasaran, dia bertanya pada Sarah, ¡°Ada apa dengan Finno?¡± ¡°Itu rumor tentang Finno dan Yasmin, dan ini viral di inte! Semua orang membicarakan tentang bagaimana seorang selebriti populer, Yasmin, mencoba merayu Finno untuk mengeser istrinya! Vivin, tidakkah menurutmu dia sangat tidak tahu malu mkukan hal seperti itu? Tidak mungkin Pak Normando tergoda oleh gadis biasa-biasa saja seperti dia! Hmph, dia tidak akan pernah cukup baik untuk pria seperti Pak Normando!¡± Saat Sarah menceritakan rumor itu dengan gelisah, Vivin tampak terkejut Yasmin?Oh, dia seorang selebriti yang berpotensi untuk menjadi bintang besar di industri film. Juga, dia dipuji sebagai wanita impian para pria-pria Yasmin memiliki tubuh yang sangat menarik, kencang dan bibir yang penuh. Matanya slu memancarkan pesona, dan suaranya begitu merdu sehingga bisa membuat lutut siapa saja terasa lemas hanya dengan mendengarkannya. Tidak ada pria di dunia ini yang bisa menk rayuan wanita secantik dia. Kenapa Finno bisa berhubungan dengan selebritas terkenal seperti dia? Suara ocehan teman-temannya bergema diseluruh kantor. Js, semua orang sedang membicarakan rumor itu. ¡°Wah!, Padahal aku slu menganggap Yasmin sebagai wanita penyendiri yang sulit didekati. Sungguh mengejutkan ku dia benar-benar mendekati Pak Normando lebih dulu.¡± ¡°Itu pastinya karena Pak Normando telu keren sehingga wanita seperti Yasmin bahkan tidak. bisa menk pesonanya. Tapi sekaligi, aku tidak yakin mereka akan mkukan sesuatu yang diluar batas, kan?Pak Normando seharusnya lebih memahami ku dia seharusnya tidak terlibat. lebih jauh dengannya karena dia seorang pria yang sudah menikah.¡± ¡°Siapa yang bisa yakin soal itu? Ingah, wanita yang merayunya ini bukan wanita biasa tapi ini Yasmin, wanita yang memiliki tubuh seksi dan wajah cantik. Seperti yang kita semua tahu, pikiran. pria sebagian besar dikendalikan oleh birahi mereka. Jadi, aku sangat ragu ku sh satu dari mereka akan bisa menk penampn seperti dia!¡± Meskipun Vivin sangat memercayai Finno sepenuhnya, Vivin tidak bisa menahan dirinya untuk. tidak terganggu dengan beberapa komentar yang dibuat oleh teman-temannya. Segera saja, Vivin mengeluarkan ponselnya dan memeriksa Twitter-nya. Seperti yang Sarah ceritakan padanya, baik Yasmin maupun Finno menjadi trending topik di Twitter. Dia tidak mengetahui tentang rumor mereka sampai sekarang karena Vivin telu banyak yang harus dia pikirkan akhir-akhir ini. Ternyata, semua berawal dari Yasmin yang mengungkapkan kekagumannya pada Finno dm beberapa kesempatan bkangan ini. Dia terus memberikan pujian atas sikap dan seleranya yang indah serta betapa berbakatnya Finno dm berbisnis. Kemudian, Vivin mnjutkan untuk melihat profilnya di Twitter. Postingan sebelumnya penuh dengan postingan akan kekagumannya pada Finno. Js wanita ini terg-g dengan Finno, dan dia berpikir Finno adh pria impiannya. Karena rumor ith, pengikutnyangsung bertambah dengan cepat dan memiliki pengikut terbanyak, menjadikan Yasmin sebagai sh satu dari lima artis paling populer di Twitter. Komentar di bawah postingannya pun menjamur. Kamu dan Finno akan menjadi pasangan yang sempurna! Ya Tuhan, aku sangat mendukungmu tidak peduli apapun yang akan kamukukan!Aku tidak percaya ku kamu bahkan masih punya rasa malu untuk menunjukkan niatmu untuk mendekati pria kaya! Kamu benar-benar rendahan Apa wanita simpanan semuanya begitu sombong dan kurang ajar? Yasmin, sebaiknya kamu berhati-hath. Setiap kali kamu sedang berjn sendirian di jn mungkin saja kamu akan disergap oleh pembunuh bayaran yang dikirim oleh istri Finno. Kita semua harus turut andil untuk menghentikan wanita simpanan di luar sana agar tidak merajal! Ibu Normando, sudah waktunya kamu mkukan sesuatu untuk mengusirnya! Tak seorangpun dari kalian semua memiliki hak untuk mempermalukan Yasminku! Semua orang memiliki hak dan kebebasan untuk mengejar cinta mereka. Yasmin, kami akan slu menjadi pendukungmu! Vivin menganggap komentar itu lucu. Vivin senang bahwa dia tidak mengungkapkan idemitasnya sebagai istri Fimo ke publik. Ku tidak, dia mungkin tidak bisa makan di luar tanpa dikenali oleh orang-orang Pada saat yang sama, Vivin terkejut melihat bagaimana kecaman massal terhadap wanita simpanan dilunenkan di inte hanya karena Yasmin Memang, kekuatan media benar-benar Pada saat in Lely, editon senior, mendatanginya seth keluar dari ruangan Fabian Dia ada di T¨ºxt belongs to N?velDrama.Org. Yasmi Matanya menjadi cerah karena selmiah gagasan ¡°Vivin, aku tahu kamu akan memperhatikan topik Hu karena kami slu memiliki kemampuan untuk menemukan sesuatu yang menarik Aku untud men nedones ne meegesmed naps.ond moon muppet eumdysu ???? singkat Jadi, kami memutuskan untuk mendiakanin bertanggung jawab atas topik ini The Novel will be updated first on this website. Come back and continue reading tomorrow, everyone!