《Didalam Dunia Raja Iblis》
Di Ajak Bermain dengan Raja Iblis
"Baiklah sekarang waktunya memainkan game lain..."
Pandangan disekitarku tiba-tiba gelap.
Aku tidak sadarkan diri untuk beberapa saat.
Dan ketika aku membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang mirip dengan kastil bergaya eropa.
"Uhh, Dimana ini..?"
"Kau berada di dunia Raja Iblis."
Suara mengerikan apa itu.
"Dunia Raja Iblis, aku tidak paham."
"Dasar manusia bodoh, bisa dibilang kau ada di dunia paralel."
"Apakah kau semacam dewa yang memindahkanku dari dunia asalku?"
"Dewa, oh mereka semua telah mati."
Sumber suara itu mendekat, dan wajah pucat putih tersenyum mengerikan muncul dihadapanku.
"Jadi, kenapa-"
Mulutku tiba-tiba tidak bisa berbicara.
"Yah, Rajaku begitu bosan. Jadi, Raja membuat kompetisi dengan memanggil 10 manusia dari dunia lain untuk mengalahkannya."
"Jadi, kekuatan apa yang kau inginkan untuk melawan kami pasukan Raja Iblis."
Sepertinya mulutku bisa berbicara lagi.
Karena ini kesempatan yang diberikan oleh para iblis, aku harus memanfaatkannya. Dan lagi, kesempataan ini tidak akan datang untuk kedua kalinya.
"Ohh, setelah kau menerima anugerah dariku, Lucifer sang Jendral ini akan memindahkanmu ke salah satu dari 10 pemukiman manusia terdekat."
"Ohohoho~ Mengingat betapa kerasnya manusia berusaha untuk bertahan hidup. Mereka tidak sadar jika itu sia-sia."
Sial, kenapa aku harus bertemu iblis brengsek dan tidak berhenti berbicara seperti ini di awal petualanganku.
Tapi, kali ini aku harus bisa menjaga sikap.
"Emm, bolehkah aku tahu aturan kompetisi yang diselenggarakan oleh Raja Iblis yang Terhormat."
"Hou~ Sepertinya kau paham akan posisimu sekarang, bocah. Baiklah aku akan menjelaskannya dan aku tidak akan mengulanginya."You could be reading stolen content. Head to the original site for the genuine story.
"1. Kau harus bertarung melawan minimal 1 komandan pasukan Raja Iblis setiap bulan.
2. Jika tidak, kau akan diburu dan dibunuh, oleh kami para Iblis.
3. Setiap komandan pasukan Raja Iblis memiliki 1 ''kelebihan''.
4. Kau bisa mendapatkan ''kelebihan'' itu jika kau berhasil membunuhnya.
5. Kompetisi dianggap berakhir jika kalian 10 manusia mati.
Ohh, jika kau bisa mengalahkan Raja Iblis kalian bisa kembali kedunia kalian.AHAHAHA~"
"Tapi, sayang sekali kalian tidak akan bisa mengalahkan Raja Iblis."
Bicara apa dia. Tapi, itu wajar jika iblis memiliki sifat sombong.
"Sekarang, kembali ke persoalan tadi. ''Kelebihan'' apa yang kau minta?"
"Aku ingin memiliki ''kelebihan'' untuk mengubah sesuatu."
"Hmm, permintaanmu cukup aneh. Memang kau mau mengubah apa?"
"Tentu... Aku akan membuat pedang suci sebanyak mungkin. Dengan begitu aku bisa mempersenjatai para penduduk untuk melawan kalian para iblis, aku juga bisa membuat air biasa menjadi air suci dan segala sesuatu yang bisa mengalahkan kalian."
"Whoa, baiklah aku akan segera memindahkanmu ke depan gerbang salah satu pemukiman manusia."
"Kenapa kau tiba-tiba baik padaku?"
"AHAHAHA~ Kau sangat bodoh, bisa-bisanya kau memberitahu rencanamu pada musuhmu."
Tubuhku tiba-tiba dikelilingi kabut hitam dan setelah kabutnya hilang, aku sudah tiba di depan sebuah-
Ahh, aku ngantuk.
Ketika aku sadar, aku sudah berada ditempat tidur yang empuk. Dan sepertinya dunia ini benar-benar suka dengan bangunan kastil ala eropa abad pertengahan.
"Tuan, kau sudah sadar? Tuan putri ingin bertemu denganmu. Dia sudah menunggu dihalaman utama."
Aku segera bangkit dari tempat tidur dan menghampiri orang yang barusan berbicara sembari menghilangkan kotoran dimataku.
"Tch, seorang NEET lagi!?"
"Kau bicara apa barusan?"
"Ehh, tidak. Mari saya tunjukkan jalannya."
Aku mendengarnya. Bodoh.
"Selamat datang manusia dari dunia lain, silahkan duduk. Selamat datang di Kerajaan Sarge"
"Tidak perlu basa-basi, namaku Zam."
"Jaga sikapmu dihadapan tuan putri Ferda."
Ahh, si tukang ejek ini ternyata pelayannya.
"Tak apa Red. Maafkan dia, perkenalkan namaku Ferda Freud, pemimpin dari pemukiman penduduk disini. Walau sebenarnya disini adalah sebuah kerajaan, mau tidak mau aku harus menuruti perintah Raja Iblis untuk menyebut Kerajaanku sebagai pemukiman."
Hmm, jika tuan putri yang memimpin disini.
Aku paham situasinya.
"Tuan putri, jika aku bisa membunuh 2 komandan pasukan iblis bulan ini, maukah kau menikahiku?"
"Hou, kau punya kepercayaan diri yang tinggi juga ya, tuan Zam."
Oh, Red sepertinya senang melihat aku disindir oleh tuan putri. Tapi, aku harus tetap melanjutkan rencanaku.
"Tentu, sebagai laki-laki yang berada di awal 20an aku harus percaya diri. Terutama dihadapan tuan putri yang cantik sepertimu."
"Jika kau gagal, kau akan dibuang dari pemukimanku."
"Aku setuju."
"Dasar bodoh."
Ohh, yang bodoh disini adalah kau pelayan bodoh.
"Tenanglah Red. Zam, akhir bulan ini adalah dua hari lagi. Apakah kau masih memiliki rasa kepercayaan diri seperti tadi?"
"Ohh, tentu."
""APA!?""
"Tuan putri, kenapa kau begitu kaget. cukup pelayan bodoh yang berdiri dibelakangmu yang kaget."
"Apa kau bilang? Tuan putri, bolehkah saya memberinya sedikit pelajaran."
"Oh, bisakah kau mengantarkan aku menuju gerbang sekarang? Sebelum malam, aku berencana untuk membunuh 1 komandan."
"Apa kau paham apa yang sedang kita bicarakan?"
Akupun berdiri dan memegang kursi yang baru aku duduki.
"Berubah."
Dalam sekejap, kursi tadi sudah berubah menjadi pedang suci.
Ohh, Cara kerja ''Kelebihan'' ini cukup mudah. Aku cuman perlu membayangkannya saja.
"I-Itu....Meskipun kau memiliki ''Kelebihan'' itu, apakah kau tau iblis yang akan kau hadapi?"
"Tentu, sejenis iblis yang kebal terhadap senjata ini. Benar begitu, tuan putri?"
"Dan kau masih ingin melawannya."
"Daripada memikirkan keselamatanku, bisakah kau mengantarkanku ke luar gerbang? Setidaknya, aku ingin diantar oleh calon pengantinku sebelum pergi melawan iblis."
Mengetahui musuh, memanfaatkan musuh dan mengelabuhi musuh adalah seseuatu yang harus kulakukan.
Waktunya berburu iblis.
Chapter 02 : Waktunya bermain
Entah bagaimana aku tetap diantar oleh Ferda menggunakan kereta kuda. Ferda tetap berbicara ini dan itu sepanjang perjalanan menuju gerbang. Yah, mungkin aku harus sedikit berterimakasih padanya. Anehnya lagi, kereta kuda ini tidak ada jendela untuk melihat situasi diluar.
Beberapa info penting yang aku saring dari Ferda tadi adalah tentang lokasi dan iblis yang akan aku hadapi.
Jika aku berjalan lurus ke utara dari hutan ini, maka 4 kilometer lagi aku akan berada di depan markas pertama buruanku.
Baiklah, waktunya bermain.
...
(Beberapa jam kemudian)
"penjaga, penjaga, dimana kau!!!"
"Raja Goblin, aku sarankan anda untuk segera pergi melalui jalan rahasia."
"Bodoh, bagaimana aku bisa meninggalkan singgasanaku. Lagipula aku adalah komandan pasukan Raja Iblis, mau ditaruh dimana harga diriku?"
"....Tapi."
"Diam. hanya menghadapi satu manusia saja tidak bisa. Lihatlah aku, aku akan membunuhnya. Nanti aku akan membunuhnya, Aku sekarang sedang sibuk."
"...Tapi."
"Tapi apa, huh? Kau ingin menantangku. Kenapa selalu saja ada orang yang mengganggu kesenanganku."The story has been taken without consent; if you see it on Amazon, report the incident.
"Tidak bisakah kalian mengatasinya selagi aku bermain-main dengan harem-ku."
Dari pada memilih berdiri dan memastikan situasi diluar benteng, Raja Goblin malah menciumi harem-nya.
"Haduh, apakah para komandan pasukan itu bodoh semua?"
Mendengar suara aneh, Raja goblin mulai meloncat ke depan dan langsung membalikkan badannya.
"AAPPAAA!!!!"
"Ohh, ayolah. Yang seharusnya terkejut itu aku, bodoh."
"HAH!! Apa maksudmu?"
"Slime tadi memiliki ''keahlian'' agar dapat berbicara dengan semua bahasa dan sekarang, ada goblin yang memiliki ''keahlian'' membuat harem. Benar-benar mengejutkan, huh."
Komandan pertama yang aku hadapi adalah Slime. Jika dilihat dari karakteristiknya, mungkin dia sangat ingin berbicara hinga memilih ''keahlian'' semacam itu.
Dan sekarang, komandan keduanya adalah goblin dengan keinginan membuat harem. Mungkinkah...
"Ahh, aku tau sekarang. Kau membuat harem karena mukamu yang jelek kan?"
"Jadi kau sudah mengalahkan Slime, tidak heran jika kau bisa memahami bahasa goblin."
"Oohh, itu mudah saja bagiku."
"Jangan sombong dulu. Haremku ini adalah mantan kesatria dan juga manusia yang berasal dari duniamu. kalian semua, serang DIAA!!"
"Setelah itu, haremnya menyerangku dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. mungkinkah itu yang kau pikirkan?"
"A-Apa yang kau lakukan pada semua selirku?"
"Entahlah, mungkin kau mau mencobanya sendiri? Penjaga, tangkap dia!"
Tanpa disadari, para penjaga yang seharusnya menjadi pasukan yang setia melayaninya, kini berbalik menyerangnya.
"Lepaskan aku, dasar manusia rendah!! Apa yang kau lakukan kepada mereka!?"
"Itu. Bagaimana kalau kau mencoba sedikit ''keahlian''ku?"
Aku segera memgang kepala hijau Raja Goblin yang akan segera turun dari tahtanya.
"Lepaskan! Kesetiaanku kepada Raja Iblis tak akan tergantikan."
"Iya,iya, aku dengar. Aku hargai itu, kau patut dipuji dan segera menyusul Slime ke neraka."
"Aku ingin sesuatu yang kusentuh berubah menjadi pedang suci yang rapuh yang langsung hancur ketika bersentuhan dengan udara-Berubah."
"KENA-??"
Belum sempat dia berkata kini Raja Goblin sudah menjadi pedang suci yang hancur tanpa sisa. Segera setelah itu muncul cahaya putih yang masuk kedalam tubuhku.
"Nah, waktunya pulang dan menikah dengan Ferda."
Chapter 03 : Konferensi sebelum pernikahan
Langit biru yang cerah
Angin yang berhembus berdampingan dengan keramaian
Hari ini istana benar-benar ramai dengan berbagai dekorasi.
Tapi kenapa aku malah berada di ruang konferensi.
Ini terjadi satu hari setelah aku mengalahkan dua komandan raja Iblis. Tuan Putri Ferda langsung memerintahkan untuk membuat sebuah pesta pernikahan, sesuai dengan kesepakatan yang telah kami buat. Tapi sayangnya dalam keadaan dunia yang genting seperti ini, masih saja ada bangsawan brengsek yang menentang kerajaan. Sikap pelayan pribadi Ferda juga aneh, dia menentang sikap para bangsawan.
Ferda yang seharusnya terbebani dengan pernikahan kami mengatakan bahwa tidak setuju dengan pendapat para bangsawan. Dengan berat hati para bangsawan menyetujuinya dengan syarat aku harus berbicara dengan mereka terlebih dahulu dan menentukan apakah aku layak menjadi raja mereka.
Walaupun bagiku itu hanya alasan mereka saja untuk menghentikan pernikahan ini.
Dan begitulah aku berakhir di ruang konferensi yang dipenuhi dengan mata rakus kekuasaan mereka.
"Meskipun kau mungkin penyelamat dunia ini, aku tidak setuju jika kau menikah dengan Tuan putri Ferda." (Bangsawan 1)
"Ya, itu benar. Hanya bangsawan kelas tinggi yang bisa menikah dengan tuan putri Ferda." (Bangsawan 2)
"Diamlah kalian semua!, mari kita dengarkan alasan sang pahlawan dulu. Tidak sepantasnya bangsawan bersikap kasar kepada tamu kerajaan."
Ruang konferensi tiba-tiba hening.
Sepertinya dia adalah bangsawan yang ditakuti. Atau lebih tepatnya, pemimpin para bangsawan brengsek ini.
"Hei Red, siapa nama bangsawan yang menghentikan suara para tikus itu?"
"Dia adalah Tuan Girrin, bangsawan yang paling-"
Aku menggerakkan tangan kiriku untuk menghentikan perkataan Red yang berdiri dibelakangku.
"Maafkan aku atas kemauan sepihak tuan putri. Sebelumnya, salam kenal! namaku adalah Zam."
Stun, hehehe~
Mereka terdiam dengan sikap anehku yang tiba-tiba beridiri dari kursi konferensi dan melambaikan tangan kearah mereka.
Dalam ilmu psikologi untuk salah satu cara mengendalikan sekelompok orang adalah membuat mereka diam dan mendengarkan. Tentu ada berbagai macam cara dan salah satunya adalah bertingkah aneh, tapi ini hanya akan berlangsung beberapa detik sebelum kesadaran mereka kembali.
"Aku ingin berbicara dengan Tuan Girin empat mata, bolehkah?"
""Hahh""
Seisi ruang konferensi menjadi begitu gaduh. Sesuai dengan yang aku harapkan, secara tidak langsung ini adalah bukti aku bisa mengendalikan situasi di ruang konferensi ini.
Sekarang tinggal keputusanmu saja.
"Baiklah, aku setuju. Bisakah kalian semua keluar sebentar?"Find this and other great novels on the author''s preferred platform. Support original creators!
Perangkapku berhasil.
"Red, percayalah pada calon rajamu ini."
Meskipun kelihatan kesal dengan tindakanku, Red dengan ekspresi kesal mengikuti para bangsawan dan meninggalkan ruang konferensi.
"Baiklah bocah, sekarang apa yang kau mau? Apapun alasanmu, aku akan menolaknya."
Jika aku lihat dengan teliti, Girin memiliki tubuh tentara yang tegap dan besar walapun sudah berusia sekitar 50an. Diluar dugaanku dari bangsawan yang mengincar harta dan tahta. Tapi jika dia adalah seorang pensiunan tentara yang diangkat menjadi bangsawaan itu akan menjadi hal wajar.
"Akhirnya kau membuka topengmu."
"Ohh, jadi kau menyadarinya. Tapi sudah terlambat."
"Terlambat?"
Aku menggelengkan kepala.
"Jika yang kau maksud telah mengepung istana ini maka mantan pasukan raja iblis kini berada dibawah kendaliku. Jadi, jangan bertindak yang aneh-aneh."
"Ohh, seorang NEET mencoba menantangku."
Aku suka dengan perang dingin dan tenang yang menguras pikiran ini. Benar-benar nostalgia.
"Kau cukup paham tentang kebiasaan orang dari duniaku, hebat. Tapi aku ini NEET yang sepesial, lho."
"NEET tetaplah NEET, sudah 20 kali aku bertemu orang yang sepertimu."
"wow, ternyata cukup banyak juga pendahuluku. Tapi, aku tidak bekerja karena merasa pekerjaan yang ditawarkan tidak cocok untukku. aku tidak sekolah karena aku memang sudah lulus dari perguruan tinggi. Aku bermain game karena sekarang di dunia asalku tepatnya di Indonesia sekarang sesuatu yang berbau game itu bisa jadi pekerjaan yang menjanjikan."
Oh Tuhan maafkan aku.
Sebenarnya aku tidak bekerja karena tidak ingin bekerja. Aku juga belum lulus dari perguruan tinggi karena tugas akhirku belum selesai. Aku juga tidak masuk dalam kelompok orang yang menghasilak uang dari bermain game.
Tapi yang pasti aku sering bertemu orang-orang yang bekerja di dunia politik. Berada di dunia politik yang kejam, dunia yang ditentukan dengan kecerdasan, kelihaian mengolah informasi hingga strategi menipu lawan. Tidak ada lawan maupun kawan didunia seperti itu, kau harus bertahan dengan apa yang ada di dirimu sendiri.
Sekarang waktunya serangan telak.
"langsung saja keintinya, kau ingin memperkaya dirimu sendiri, maaf aku ralat. Tujuanmu sebenarnya adalah hidup tenang dengan keluargamu dan orang yang berada di dalam tanganmu harus mematuhimu, aku bisa membantumu."
"A-apa makdsudmu!? jangan bilang-"
Aku menjelaskan panjang lebar tentang tujuanku, tentu aku juga menambahkan beberapa hal yang menguntungkan baginya.
Dalam strategi perang tsunzu menjadikan lawanmu sebagai kawan adalah tindakan yang terbaik. Terlebih jika ingin negosiasi lancar , salah satu pihak harus bisa meyakinkan pihak lainnya agar proses negosiasi lancar. Tentu yang kumaksud adalah solusi menang-menang.
Setelah pembicaraan yang panjang lebar hingga berjam-jam dengan Girrin konferensipun dibatalkan. Bahkan Girrin dan bangsawan lainnya mendatangi pesta pernikahanku dan Ferda.
"Tuan Zam, selamat atas pernikahannya. Maaf... Maksudku, selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga kau menjadi Raja yang benar-benar bijaksana. Semuanya, bersulang untuk Raja!"
""Bersulang!!""
Kurasa, ruang pesta dan jamuan makan malam ini begitu hidup. Meski, Girrin tetap ingin mendominasi. Yah, kurasa itu kebiasaan yang sulit dihilangkan.
"Terimakasih Tuan Girrin, lagipula tidak perlu repot-repot berbicara sopan seperti ini."
"Ahahaha~ kau benar-benar orang yang enak diajak berbicara, baiklah aku tidak akan mengganggu kalian berdua."
Tuan Girrin segera pergi meninggalkan Zerda dan aku.
"Aduh, sakit. Kenapa kau menginjak kakiku?"
"Sa-Sayang... Apa yang kau lakukan kepada Tuan Girrin? Hingga dia bertingkah seperti ini."
"Ohh, abaikan hal itu sekarang. Kau terlihat cantik, rambut panjang perakmu benar-benar menawan, gaun ini pasti terlihat bagus karena kau yang memakainya. Dan ekspresi gugupmu barusan dengan senyum yang sedikit memaksa itu malah membuatku semakin mencintaimu."
"A-A-Apa yang barusan kau ka-ka-katakan."
"Apakah aku harus mengulanginya lagi? S-A-Y-A-N-G-K-U."
"Ahem, maaf telah mengganggu anda Raja, para pasukan sudah disebar sesuai dengan instruksi yang Raja berikan."
Red keparat. Apakah dia sengaja mengganggu kami berdua?
Tidak bisakah dia membiarkan aku menggoda Zerda sebentar. Mungkin ini yang dimaksud ''Jika manusia berencana maka Tuhan tertawa''.
Ohh kurasa pepatah itu tidak pas untuk keadaan kali ini.
"Red, diusiamu yang sudah hampir 30 seharusnya juga kau mencari seorang pendamping. Jadi, tolong jangan ganggu romansa pengantin baru."
"Keparat, awas jika kau menyakiti Ratu. Ratu Ferda, saya akan undur diri."
"R-Red, jangan tinggalkan aku bersama orang ini."
"Haha~ tingkahmu benar-benar lucu Fer-."
Tidak, aku mengantuk disaat yang tidak tepat.
"Z-Z-Zam kenapa kau tiba-tiba mendekatkan tubuhmu. Kita masih diruang pesta."
Aku sudah tidak kuat lagi. Aku akan segera tertidur.
"Aku ngantuk."
"Ehh~"
Chapter 04 : Malam Pertama
"Hmm, sepertinya aku ketiduran lagi. Untung saja tidak ada hal yang aneh. Tapi dimana ini?"
"Huh! Kau berada dikamarku sekarang. Ma-Maksudku kamar kita."
Sudah kuduga, kamar ini benar-benar mirip dengan kamar mewah di kisah negeri dongeng. Luas kamar ini sekitar 10 Meter2 atau lebih. Ferda, ternyata dia sedang duduk didekat jendela besar yang disinari bulan dan bintang.
Gaun pestanya sudah berganti menjadi baju tidur ternyata.
Tu-
Tunggu dulu.
"Ferda, apa maksudmu dengan semua ini?"
"Bu-bukankah kita sekarang sudah resmi menjadi suami istri? Ini semua ulahmu, tahu!!!"
"Hehehe, maaf aku lupa." Kataku santai sambil menghampirinya yang masih duduk menghadap jendela.
Tenang, aku harus tetap tenang. Aku tidak boleh jatuh cinta dengan dia.
Akupun segera duduk disampingnya.
"Lagipula, kenapa kau bisa secara tiba-tiba tertidur tadi?"
"Ahh, maaf. Sepertinya aku kurang tidur kemarin."
Maaf jika aku berbohong. Alasan sebenarnya adalah karena aku selalu memforsir tubuh terutama pikiranku secara berlebih.
"Jadi, sekarang apa yang akan kau lakukan padaku.?"
Dia menoleh ke arahku.
Wajah cantiknya, lekuk tubuhnya yang sempurna. Ba-Bagaimana ini?
Aku masih belum siap untuk menjadi seorang ayah.
Rencana, aku butuh rencana.
Rencana untuk menghindari bencana besar ini.The story has been illicitly taken; should you find it on Amazon, report the infringement.
"Ahem. Sebelum itu, Apakah kau tidak penasaran dengan apa yang aku lakukan kepada Tuan Girrin?"
"Ahh, tentu. Karena kau mengingatkanku, maukah kau menjelaskan padaku?"
"Dengan senang hati. Dengan syarat kau harus melakukan apapun yang aku mau."
"Ka-Kau ini!!! Baiklah, aku setuju."
"Secara garis besar, Tuan Girrin dan aku membuat beberapa kesepakatan. Salah satunya ialah aku menyuruhnya untuk memungut upeti dengan syarat ia harus memberi para penduduk pekerjaan yang layak. Dia juga harus membuat laporan yang ku inginkan setiap bulan, dan beberapa hal lain yang jika aku jelaskan kau sendiri akan menderita sakit kepala yang berat."
"APA MAKSUDMU!!!" Kata Ferda sambil menggebrak meja di depannya.
Huh~
Sudah kuduga kesalahpahaman ini pasti terjadi.
"Tenanglah. Pertama, aku ada dipihakmu. Kondisi kerajaan ini seperti kerajaan mati setelah ditinggal oleh raja sebelumnya, benar bukan?"
Dia diam.
"Alasan kenapa kau menutupi kereta kuda yang aku tumpangi adalah karena kau tidak ingin aku melihat kondisi wilayah di kerajaan ini."
"Selain itu, para bangsawan juga mulai memberontak. Ini semua terlihat jelas saat mereka menolak upacara pernikahan kita."
"Lantas, kenapa kau tidak berpihak kepada Tuan Girrid? Bukankah itu lebih mudah bagimu untuk menguasai kerajaan ini!!!"
"Tuan Girrid dan para bangsawan yang dipihaknya terlalu serakah hingga lupa bagaimana cara menggunakan hati dan pikiran mereka. Tapi, tujuanmu sendiri juga terlalu mulia sedangkan kau tidak tau bagaimana cara mewujudkan tujuan itu sendiri. Tapi, karena aku disini, aku bisa mewujukan impianmu."
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi!? Bagaimana aku bisa mempercayaimu!?"
"Di dunia asalku...
Di dunia asalku, aku tidak bisa melakukan apapun untuk melawan mereka yang serakah itu.
Setiap hari yang kulihat hanyalah berita tentang pembunuhan yang merajalela karena kemiskinan dimanana.
Manusia yang terbutakan hatinya lebih mengerikan dari pada iblis. Namun...
Aku tidak bisa melakukan apapun...
Aku belum bisa membantu untuk merubah kondisi itu...
Karena itu, setidaknya... Jika aku bisa merubah kondisi seperti itu dimanapun aku berada.
Aku akan melakukannya, apapun resikonya!!!"
"Z-Zam, Kenapa kau tiba-tiba menangis???"
"Hiks, maaf. Aku terbawa oleh suasana."
"Setidaknya, minumlah ini dulu. Aku percaya pada kata-katamu tadi."
"Terimakasih."
Ehh, kenapa kepalaku pusing??
Kenapa badanku tiba-tiba terasa panas??
"I-Itu sejenis minuman anggur khusus. Sudah menjadi tradisi disini meminumnya bagi pengantin baru, aku juga penasaran...Ehh, Zam kenapa kau menatapku dengan aneh?"
"Tch, ini semua salahmu."
"Tenang-Tenanglah Zam. Li-lihat aku akan meminum ini juga."
Sial, apakah dia tidak tau kalau itu minuman untuk merangsang-
"A-A-Apa yang barusan kau lakukan."
Dia menciumku. Aku juga tidak bisa menolaknya.
Ini pasti pengaruh minuman barusan.
"Bodoh, kenapa kau juga meminumnya!"
"Ciuman pertamaku! Aku juga tidak tahu kenapa aku tadi ingin sekali menciummu...Ta-tapi Zam..."
"A-Apa lagi? Jangan melakukan hal yang aneh. Kita sudah sepakat,bukan?"
"Aku sudah tidak tahan... Zam kau akan bertanggung jawab kan?"
AHHH, kenapa dia malah membuka bajunya.
Jangan mendekat Zerda.
Ta-tapi...
Ayah, Ibu, aku akan menjadi pria dewasa malam ini...
Bab 05 : Situasi Darurat
Beberapa hari setelah menikah dengan Ferda, kini aku dihadapkan dengan situasi yang tidak mengijinkanku sedikit lebih lama berduaan dengannya.
Berada di ruangan konferensi, Siang ini dihadapanku adalah beberapa orang yang sengaja aku panggil.
Tuan Girrid, Jabatannya kini bisa dikatakan sebagai wakil seluruh bangsawaan kerajaan.
Red, Pelayan sekaligus pengawal pribadi Firda.
Dan yang terakhir adalah Roni. Dia adalah salah satu dari tawanan Raja Goblin yang aku kalahkan.
Kini mereka semua kujadikan mata-mata untuk mengawasi, baik didalam kerajaan maupun diluar wilayah kerajaan.
¡°Baiklah, karena semua sudah berada disini. Roni, sekarang jelaskan situasi darurat yang kamu sampaikan padaku tadi pagi sekali lagi.¡±
¡°Siap, Tuan Zam. Salah satu dari pemimpin pasukan Raja Iblis kini telah bergerak dengan membawa banyak pasukan untuk menyerang perbatasan kerajaan.¡±
Sebelum itu, jika orang lain melihat, mungkin pakaian Roni seperti cosplay dari salah satu anime ninja yang terkenal diduniaku. Namun disini, pakaian yang dia gunakan adalah pakian normal untuk seorang mata-mata. Mungkin.
¡°Bukankah kau ini salah satu dari pahlawan dari dunia lain, kau seharusnya mampu mengalahkannya bersama dengan mata-mata yang lain kan?¡± tanya Red sedikit marah.
¡°Red, kamu harusnya ingat jika seorang pahlawan sudah mengaku kalah kepada salah satu pemimpin pasukan Raja Iblis maka Kelebihan merekapun akan hilang.¡± Sahut Tuan Girrid yang tidak begitu puas akan sikap Red.If you find this story on Amazon, be aware that it has been stolen. Please report the infringement.
Jika kita lihat dari situasi ini, Tuan Girrid memanglah bangsawan yang rakus tapi dia juga seorang jendral yang dituntut untuk memahami kekuatan kawan ataupun lawan.
¡°Jangan terlalu menghina mereka, Red. Selain menghormati para bangsawan, bukankah kita harus tetap menghormati satu sama lain terlepas dari status sosialnya?¡± kataku.
¡°Maafkan aku Raja.¡± Jawab Red sambil terduduk.
¡°Sekarang lanjutkan pembicaraan tadi, Roni.¡±
¡°Terimakasih, musuh kita kali ini adalah Kesatria Duan. Dia adalah salah satu dari kesatria yang melawan raja iblis, namun dia justru berkhianat dan menjadi salah satu pasukan Raja Iblis.
Menurut info yang aku terima dari mata-mata yang ada di perbatasan, mereka kini telah berada dijarak 5km didekat dinding barat kerajaan. Sekian info yang dapat kami berikan.¡±
¡°Tuan Girrid, bagaimana pendapatmu tentang hal ini?¡± Tanyaku. Aku sendiri tidak bisa berbuat banyak karena ini adalah perang.
¡°Raja, aku meyarankan agar kita segera melawan Duan. Sebagai jendral kerajaan aku juga memiliki kewajiban untuk melindungi kerajaan, bukan hanya pahlawan dari dunia lain. Pasukan yang selama ini ada didalam kerajaan akan dengan senang hati berperang melawan pasukan Raja Iblis.¡± Jawab Tuan Girrid, sekilas senyuman muncul diwajahnya.
¡°Kalau begitu segera persiapkan pasukanmu. Kita akan menyambut mereka.¡± Aku harus segera menyambut semangat Tuan Girrid, mungkin saja dia menjadi bangsawan yang rakus karena tugas utamanya untuk berperang terbatasi oleh Raja Iblis.
Setelah itu, di kereta kuda menuju gerbang barat.
¡°Janc*k!! pelayan pribadi Ferda memang menyebalkan.¡± Umpat Roni yang duduk disebelahku.
¡°Haha~ Sabar, jangan terlalu dipikirkan.¡± Kataku.
¡°Sudah lama aku ingin berkata janc*k tapi hanya kau dan aku yang dari Indonesia Zam.¡±
-Duarr
Setelah suara ledakan yang terdengar dari kejauhan, aku segera keluar dari kereta kuda.
¡°¡°Zam, ada apa?¡±¡± tanya Tuan Girrid dan Roni sambil berlari kearahku.
¡°Se-sepertinya mereka menyerang lebih cepat dari dugaanku.¡± Kata Tuan Girrid.
¡°Tuan Girrid, Roni... SEGERA UNGSIKAN SEMUA PENDUDUK!!!¡±
Ledakan yang tadi bukanlah ledakan yang pertama. Dihadapanku kini hanya terlihat sisa dari
ledakan. Ledakan-ledakan yang menghancurkan semua yang tersentuh olehnya.
Kumohon, Tuhan...
Berilah aku kekuatan untuk menyelamatkan mereka semua!!!
Ledakan yang Berlebih
Setelah beberapa jam berlalu, Aku, Roni, Tuan Girrid dan pasukannya mengevakuasi para penduduk yang berada di daerah yang kini menajdi medan perang.
Aku sendiri kini berada di tenda, Tuan Girrid menyarankanku untuk beristirahat sebentar. Namun...
¡°Zam, ada berita buruk.¡± Roni memasuki tendaku bersama dengan 3 mata-mata perempuan.
¡°Ada apa Roni?¡± Tanyaku. Posisi kedua tanganku kini sedang sibuk memegangi kepalaku yang terasa berat.
¡°Boleh kami duduk, Zam?¡± tanya Roni.
¡°Ohh, maaf, silahkan duduk.¡± Jawabku.
¡°Rena, Zena,Lyl laporkan apa yang kalian lihat.¡± Kata Roni sambil tertunduk.
¡°Di gerbang selatan, gerbang yang berbatasan dengan pantai, sekarang sedang diserang oleh 2000 pasukan monster ular laut.¡± Kata Rena.
¡°Gerbang utara telah diserang oleh pasukan bertubuh manusia yang memiliki kepala, tangan dan kaki seperti singa. Serangan dari gerbang ini masih bisa ditahan oleh pasukan slime dan goblin. Akan tetapi, ditambah dengan tentara kerajaan jumlah pasukan kita hanya sekitar 2500 sedangkan musuh memiliki 6000 pasukan. Pasukan kita mungkin akan bisa menahan serangan ini jika hanya untuk sementara waktu.¡± Kata Lyl.
¡°Yang paling parah adalah gerbang timur. Gerbang paling jauh dari istana telah dihancurkan oleh pasukan kerangka. Jumlah mereka kurang lebih ada 3000.¡± Kata Zena sambil menggenggam tangan kanannya.
¡°Zam, di gerbang selatan, jumlah pasukan kerajaan adalah 1000. Akan tetapi jumlah pasukan kerajaan yang berjaga di gerbang timur kini hanya tersisa 200 orang saja.¡± Kata Roni sambil menatap Zam.This story has been taken without authorization. Report any sightings.
¡°Zam, kamu telah menyelamatkan kami. Kami semua pasti akan membantumu, lagi pula kita ini adalah teman seperjuangan bukan.¡± Lanjut Roni sambil menepuk bahu kanan Zam.
Tentu, aku tidak dapat menanganinya sendiri.
¡°Roni, kau benar. Aku tidak sendirian, maaf jika aku tadi bertindak egois.¡±
¡°Tidak masalah. Kita ini kan teman c*k.¡± Kata Roni sambil tersenyum kepadaku.
¡°Kalian semua, dengarkan perintahku!!¡±
¡°¡°Siap, Ketua!!¡±¡± Jawab Roni, Rena, Zena dan Lyl kompak.
¡°Roni, Suruh Ferda dan Red untuk membawa pasukan istana menuju gerbang timur. Jika Ferda dalam bahaya tolong bawa dia kembali ke istana.¡±
¡°Oke.¡± Jawab Roni.
-Wuss
Dalam sekejap dia sudah tidak ada disini.
¡°Rena kumpulkan intel disekitar gerbang selatan untuk menyerang dengan taktik gerilya. Zena beritahu Tuan Girrid untuk mengambil alih semua komando pasukan disini, dan juga tolong bantu dia.¡±
¡°¡°Baik.¡±¡± Jawab Rena dan Zena. Sama seperti Roni, mereka pergi secepat kilat.
Ini adalah satu-satunya Kelebihan yang sangat berguna bagiku. Setelah membebaskan mereka aku membuat pedang suci yang terhubung satu sama lain yang dapat mengembalikan 50 persen Kelebihan yang telah diambil kembali oleh Raja Iblis.
¡°Lyl, kita akan berangkat ke gerbang utara menggunakan kereta kuda.¡±
Setelah Lyl menyiapkan kereta kuda, aku dan dia masuk kedalam kereta. Dengan membelakangi Lyl, air mata yang sudah kutahan karena ketidak mampuanku, keluar begitu saja. Aku sudah tidak peduli jika tangisanku terdengar.
Tanpa kusadari Lyl merangkulku.
¡°Maaf, mana mungkin aku bisa bangkit secepat ini setelah mendengar semua itu. Hiks¡±
¡°Emm, tentu. Tapi bagi Roni dan yang lainnya serta semua yang ada dikerajaan ini kau adalah sosok yang hebat.¡±
¡°Mana mungkin sosok yang hebat itu menangis dikondisi seperti ini.¡±
¡°Tenanglah, menangis karena berduka cita akan nyawa yang hilang adalah salah satu ciri-ciri jika kau adalah manusia. Roni, aku dan yang lainnya bisa terlihat tegar karena kami sudah mengalami banyak hal didunia ini sebelum kamu datang. Sekarang tidurlah, kau ini pemimpin yang suka tidur,kan?¡±
Sambil menyeka air mataku, Lyl memangku kepalaku dan akupun segera memejamkan mataku.