《Perceraian Ke-99》 Chapter 1 - Siapakah Pembunuhnya? Pukul 3 subuh, Su Qianci bergegas pergi ke rumah kediaman keluarga Li dan berkata, "Aku ingin bertemu dengannya." "Maaf, Tuan Muda berkata bahwa Su Qianci dan anjing dilarang masuk." Seperti ada guncangan hebat di dalam hatinya, Su Qianci merasa seolah ada sesuatu yang sedang sekarat di dalam dirinya. Dia menangis sejadi-jadinya, "Li Sicheng, keluarlah dan mari bicara! Kematian kakek tidak ada hubungannya denganku. Aku pingsan, dan kakek telah tiada pada saat aku sadar!" Para penjaga menatap wajahnya yang penuh dengan bekas luka dengan dingin tanpa sepatah katapun. "Lupakan saja," sebuah suara lembut berkata. Seorang wanita berusia sekitar dua puluh tujuh tahun sedang berdiri di dalam gerbang besi. Tubuhnya tinggi dan langsing. "Dia tidak akan menemuimu. Kakek baru saja meninggal. Dia butuh kedamaian." Itu dia, wanita simpanan Li Sicheng yang sudah dikenal publik, yang dianggap Su Qianci sebagai sahabatnya, Tang Mengying. Selama lima tahun, Tang Mengying adalah wanita yang menggandeng lengan Li Sicheng ke mana pun mereka pergi. Di mata media dan orang luar, Tang Mengying telah menjadi Nyonya Li yang sebenarnya. Sebaliknya, Su Qianci tidak lebih dari sekedar hiasan saja. Tang Mengying berjalan menuruni tangga perlahan, selangkah demi selangkah. Para penjaga dengan hormat membukakan gerbang baginya saat dia tiba. Perlakuan terhadap kedua wanita itu sangat berbeda sehingga Su Qianci bahkan lebih membenci nyali Tang Mengying. "Kalian berdua, lakukan sesuatu yang lain. Aku ingin berbicara dengannya sendirian." Kedua penjaga saling memandang satu sama lain, mengangguk, dan pergi. "Aku tidak membunuh kakek!" kata Su Qianci. "Aku tahu. Tentu saja kau tidak membunuhnya." Tang Mengying tersenyum dan berjalan ke luar gerbang. Segera, dia mendatangi kolam yang berada di seberang rumah kediaman keluarga Li. Ada sebuah jalan di depan rumah. Di seberang jalan itulah kolamnya berada. Tanpa penerangan di sana, sulit untuk mengatakan di mana tepatnya Tang Mengying berdiri. Mendengar kata-katanya, Su Qianci merasa seperti ada sesuatu yang salah. Dia bergegas mengikuti Tang Mengying dan bertanya, "Apa maksudmu?" "Tentu saja kau tidak membunuh kakek. Kau kubuat pingsan, jadi bagaimana mungkin kau bisa melakukan itu?" Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar pada Tang Mengying, "Jadi ¡­ itu kau!" "Ssssttt ¡­." Tang Mengying menaruh jarinya ke bibirnya, tersenyum puas. "Jadi itu benar-benar kau! Dasar wanita j*lang. Kakek sangat baik padamu. Kenapa kamu ¡­.?" "Baik?" Tang Mengying menyela sambil tertawa kecil. "Kalau bukan karena lelaki tua itu, istri Kakak Sicheng pastilah aku, bukan kau. Orang tua itu mengenalku sejak aku masih kecil. Dia tidak pernah menyukaiku. Dia seharusnya sudah lama mati!" "Kau sangat berbahaya. Aku akan memberitahu mereka!" Tang Mengying tidak merasa khawatir sama sekali ketika Su Qianci hendak berbalik pergi. Dia tersenyum dingin dan berkata, "Kau pikir mereka akan memercayaimu? Su Qianci terhenti dan tetap berada di tempatnya. "Itu sama saja ketika kamu mencoba menjelaskan bahwa kau tidak memberi afrodisiak 1 pada Kakak Sicheng. Tidak ada yang percaya padamu." Su Qianci berbalik dengan cepat, memandang Tang Mengying dengan tidak percaya. Tang Mengying benar-benar menikmati raut wajahnya dan berkata, "Dan itu sama seperti ketika kau mengatakan bahwa bukan dirimu yang menyebabkan kebakaran. Tidak ada yang percaya padamu." "Apa maksudmu, Tang Mengying!" Kenyataan tiba-tiba terlintas di pikiran Su Qianci. "Itu kau!" "Itu benar. Itu aku," Tang Mengying mendengus. "Terus kenapa? Apakah kau ingat ketika kau meninggalkan rumahku? Aku hampir mati karena kebocoran gas. Kau bilang kau tidak melakukan apa-apa. Tapi siapa yang percaya padamu? Dan kemudian, ketika Sicheng diculik oleh sebuah kultus 1 dan hampir dibakar di sebuah gudang terbengkalai. Semua orang melihat bahwa aku yang menyelamatkannya, tetapi kau ditemukan di sana tak sadarkan diri. Kau berkata tidak menyebabkan kebakaran, tetapi siapa yang percaya padamu?" Mendengar apa yang terjadi di masa lalu, Su Qianci tanpa sadar menyentuh wajahnya sendiri. Dia mendorong Li Sicheng keluar dari api dengan sekuat tenaga yang dimilikinya, tetapi dirinya sendiri tidak berhasil lari keluar tepat waktu. Api menghancurkan setengah dari wajahnya dan seluruh hidupnya! Dia adalah putri yang tidak sah dari keluarga Su. Ketika dia kembali ke keluarganya saat usia delapan belas tahun, dia mengetahui bahwa pria yang akan dinikahinya bernama Li Sicheng. Namun, dia tidak mengetahui bahwa Sicheng memiliki kekasih masa kecil yang bernama Tang Mengying. Setelah menikah dengan Sicheng saat berusia dua puluh tahun, dia selalu dibandingkan dengan Tang Mengying. Tang Mengying adalah seorang wanita yang bermartabat dan murah hati. Su Qianci kasar. Tang Mengying baik hati dan cantik. Su Qianci berbahaya. Tang Mengying belajar di luar negeri dan kembali ke China. Su Qianci bahkan belum lulus kuliah sebelum menikah dengan Li Sicheng. Dia juga pura-pura diperlakukan sebagai seorang sahabat oleh Tang Mengying, dari usia delapan belas hingga dua puluh lima tahun. Namun, pada saat itu dirinya tidak mengetahui bahwa semua yang dimilikinya telah dihancurkan oleh Tang Mengying. Semua orang mengetahui bahwa Su Qianci memberi suaminya afrodisiak pada malam pernikahan mereka untuk memancing kemarahan Tang Mengying. Dia juga menyebabkan kebakaran yang hampir membunuh Tang Mengying. Dia dengan sengaja jatuh dari tangga untuk menewaskan bayinya guna menjebak Tang Mengying. Gambaran stereotipnya membuat semua orang buta dengan apa yang telah dilakukannya untuk menjadi pasangan yang sepadan dengan Li Sicheng. Ketika dia begadang untuk merevisi proposal Li Sicheng dan jatuh sakit, mereka mengatakan dia munafik. Ketika dia mencoba menyembuhkan sakit perut Li Sicheng dan belajar memasak, mereka mengatakan dia adalah seorang yang sangat perhitungan. Ketika dia mencoba mewujudkan keinginan kakek Li Sicheng untuk memiliki cicit menjadi kenyataan dan tinggal di rumah demi memelihara kesehatan janinnya, mereka mengatakan dia pemalas. Setelah keluarga Su bangkrut, mereka mengatakan dirinya adalah seorang pemanjat status sosial 1 dan seorang wanita jalang. Setelah dirinya mengalami keguguran, mereka mengatakan bahwa dia telah melakukan terlalu banyak kejahatan dan tidak layak untuk hamil. Bahkan anaknya sendiri diambil oleh Tuhan. Kemudian, sedikit demi sedikit dia mengerti bahwa Tang Mengying selalu benar. Dan dia selalu salah. Begitulah, sampai kemarin, ketika dia sadarkan diri dan menemukan kakek meninggal di tangga lantai bawah. Ketika dia berdiri di lantai dua dan melihat ke bawah, polisi mendobrak masuk, dan dia tentu saja dianggap sebagai pembunuhnya. "Kau wanita j*lang, pel*cur! Mengapa kau menjebakku seperti ini?!" Su Qianci melemparkan dirinya ke Tang Mengying seperti orang gila. Tang Mengying pernah mempelajari seni bela diri. Dia menghindar dan menahan Su Qianci, mendorongnya ke arah kolam itu. Tersedak oleh air, Su Qianci mulai putus asa. "Selamatkan ¡­." Gelembung udara pun bermunculan. Tang Mengying memandangnya dengan dingin dari tepian kolam. "Pergilah dengan damai. Aku akan menggantikanmu dan menjadi Nyonya Li." Zat kimia yang digunakan untuk merangsang daya seksual Sekelompok orang dengan sistem kepercayaannya sendiri dan mengklaim mereka (orang yang dipuja) adalah yang paling benar Dalam bahasa Inggris disebut social climbe Chapter 2 - Tidur Dengan Seorang Wanita Buruk Rupa Sepertiku Su Qianci merasa dirinya seperti sebuah perahu, terombang-ambing naik dan turun di atas gelombang ganas. Dengan segera, dia menabrak sebuah gunung es raksasa, atau lebih tepatnya, gunung berapi. Panas, sangat panas! Namun, meskipun panas, dia tidak bisa mengelak melainkan bergerak mendekati gunung berapi itu. Tubuhnya terlempar ke udara dan kemudian sesuatu menembus alat kelaminnya dengan keras. Ada yang terkoyak. Dia merintih, "Sakit ¡­." Sebuah gunung berapi tidak dapat dihentikan letusannya. Dia merasa seluruh tubuhnya terkoyak dan terbelah menjadi dua. Su Qianci terisak-isak di bawah kekuatan gunung berapi yang luar biasa itu, "Sakit ¡­." Gunung berapi itu tidak menunjukkan simpati sama sekali padanya. Sambil merasakan sebuah dorongan yang keras, Su Qianci merasakan sebuah ciuman mendarat di bibirnya. Dan dengan sebuah irama yang tetap, dia mulai merasakan sakitnya menghilang. Kenikmatan yang luar biasa menjalar ke tulang belakangnya dan dia mulai mengerang ¡­. Situasi menjadi tenang kembali setelah apa yang terjadi. Kesadaran Su Qianci kembali sedikit demi sedikit, dan dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Sekujur tubuhnya nyeri dan sakit. Bulu matanya bergerak cepat tak beraturan, dan tiba-tiba dia membuka matanya. Artefak persembahan berupa ukiran kayu kuno menggantung anggun di langit-langit. Ini adalah ¡­ rumah tua keluarga Li. Su Qianci tiba-tiba bangkit berdiri, tetapi dia merasa nyeri teramat sangat sehingga akhirnya menjerit. Yang lebih mengejutkan, Su Qianci merasa dirinya telanjang. Tanda merah bekas ciuman terlihat di seluruh dada dan tulang selangkanya, terlihat cukup mengerikan. Dirinya mendapati ada orang lain yang berbaring di sampingnya. Su Qianci menjerit dan mencoba menyembunyikan dirinya di bawah selimut ke pinggir. Pria di depan matanya sangatlah tampan. Alisnya yang tebal sedikit berkerut ketika dia membuka matanya dengan cepat. Ketika pria itu membuka matanya, Su Qianci merasa terpesona. Dirinya tidak akan pernah bosan dengan wajah ini, tidak peduli berapa kali pun dia melihatnya. Matanya dalam dan gelap seperti malam berbintang, dengan pembawaan angkuh dan anggun. Sambil terkantuk, mata itu tiba-tiba menjadi tajam pada saat ia melihat Su Qianci. Saat ini, Li Sicheng terlihat seperti baru berusia ¡­ dua puluh lima atau dua puluh enam tahun! Su Qianci sedikit tertegun. Lengannya tiba-tiba dipegang sembari wajah Li Sicheng mendekatinya. Dia berkata dengan marah, "Su Qianci, kamu berani memberiku afrodisiak?" Adegan ini sepertinya tidak asing. Di kehidupan sebelumnya, ketika dirinya dijebak oleh Tang Mengying untuk menghabiskan malam pernikahannya dengan Li Sicheng, dia mengatakan hal yang sama persis ketika mereka bangun. Su Qianci menatapnya dengan kosong dan dengan cepat berkata, "Aku akan pergi. Jangan khawatir." Setelah perceraian mereka, Li Sicheng memberinya tunjangan dalam jumlah besar, termasuk beberapa real estat. Jika Tang Mengying tidak membunuh kakek di rumah Su Qianci, Su Qianci bahkan tak akan berada di sini. Meskipun dirinya telah diselamatkan dari dalam air, Su Qianci tidak percaya bahwa suaminya ingin menemui dirinya. Itu pastilah sebuah trik jahat lainnya dari Tang Mengying! Dia tidak mengetahui apa dampak kata-katanya pada Li Sicheng. Pergi? Wanita yang mencoba segala cara untuk dapat tidur dengannya mencoba pergi meninggalkannya setelah dia memberinya afrodisiak dan tidur dengannya? Sambil melemparkan pandangan mendalam pada wanita itu, Li Sicheng menemukan bahwa Su Qianci tidak bercanda sama sekali. Wanita ini tidak liar tak terkendali dan suka memberontak seperti dirinya yang dahulu. Ekspresinya tenang dan dingin, seperti seseorang yang telah putus asa. Yang tersisa hanyalah kesedihan. Sambil menatapnya sejenak, Li Sicheng mendengus, mendekati, dan memegang tangannya. "Trik apa lagi yang kamu coba lakukan? Pertama kamu memberiku afrodisiak, dan sekarang ¡­. Apa kamu bermain sulit untuk didapatkan?" Suaranya menyenangkan, mengalun syahdu seperti suara selo. Namun, setiap kata yang keluar dari mulutnya itu berbahaya. Wanita di hadapannya memiliki kulit yang sangat putih, begitu halus sehingga seolah-olah tak memiliki pori-pori. Matanya lebar dan gelap, pupilnya menyerupai anggur hitam. Dengan sedikit kebingungan dan merasa terkejut, Su Qianci menatapnya seperti rusa yang tersesat, tak tahu harus berbuat apa. "Tidak. Lepaskan aku." Su Qianci mencoba menarik tangannya, dan mendapati bahwa pria itu terlalu kuat. Ketika dia sedang meronta-ronta, selimut itu terlepas dari tubuhnya. Mata Li Sicheng menelusuri tubuh wanita di hadapannya. Tiba-tiba, pria itu merasa seolah-olah sejuta semut sedang merayap di tubuhnya, membuatnya merasa sangat tidak nyaman. Sialan! Li Sicheng berusaha mengalihkan pandangannya, tetapi sesuatu menyembul dari balik selimut. Su Qianci tersipu, meraih selimut untuk menutupi tubuhnya. Meskipun dirinya telah menikah dengan Li Sicheng selama lima tahun, dia hanya pernah tidur dengan pria itu sekali saja. Dan pada saat itu, hal itu terjadi hanya karena Tang Mengying memberi afrodisiak pada Li Sicheng. Sejak saat itu, Li Sicheng melihat dirinya sebagai sebuah virus. Pria itu bahkan tidak akan tidur di kamar yang sama dengannya, apalagi menyentuhnya. Telanjang di hadapannya, Su Qianci sangat tersipu malu sehingga wajahnya terasa terbakar. "Biarkan aku pergi, Li Sicheng! Kamu bahkan akan tidur dengan wanita buruk rupa sepertiku? Bukankah Tang Mengying sudah memuaskanmu?" Su Qianci menjadi marah. Tang Mengying? "Jadi kamu bilang kamu buruk rupa." Li Sicheng tersenyum dingin. Dia menatap mata Su Qianci yang tegang dan kemudian hidung mancungnya. Bibirnya sedikit terbuka, basah dan lembut. Mengingatkannya pada sebuah ungkapan, menggoda untuk dicium. Merasa tenggorokannya menegang, Li Sicheng menatap bibirnya dan matanya menjadi lebih gelap. Su Qianci, di sisi lain, merasa terhina. Jika bukan karena Tang Mengying, mengapa wajahnya hancur? "Lepaskan!" Su Qianci menggeliat, dan Li Sicheng tidak bisa menahan napasnya. "Berhenti bergerak!" teriak Li Sicheng. "Huh ¡­." Su Qianci mendengus, "Kamu perlu seks? Carilah Tang Mengying. Tidur dengan wanita buruk rupa sepertiku, kamu tak akan merasakan apapun." Saat mengatakan hal itu, Su Qianci tiba-tiba meneteskan air mata. Selama bertahun-tahun, semua orang membandingkannya dengan Tang Mengying. Dia tidak pernah bisa menang. Tang Mengying adalah seorang putri dalam istana, sementara dia hanyalah debu di lantai. Itu bukan perasaan yang menyenangkan. Mata Li Sicheng menjadi lebih gelap. Dia memegang tangannya dan mendorong tubuhnya menempel ke tubuh Su Qianci. "Jika aku pergi ke Tang Mengying, untuk apa aku memerlukanmu, istriku yang sah?" Su Qianci tertegun dan membuka matanya lebar-lebar. Istri yang sah? Li Sicheng memperhatikan ekspresi wajahnya dan mendengus dengan bengis. "Orang tua itu memintaku untuk menikah denganmu hanya untuk membuat kita tidur bersama. Kamu sudah berusaha keras untuk memberiku afrodisiak dan sekarang kamu bersikap seperti ini? Hah?" "Aku tidak melakukannya!" Su Qianci menjadi marah. Li Sicheng mengabaikannya, meremas dagu Su Qianci dengan dua jarinya, dan bertanya, "Apakah kamu tahu apa artinya istri yang sah?" Chapter 3 - Mainan Seks Yang Sah Su Qianci menatap Li Sicheng dan tidak berbicara. "Mainan seks yang sah." Sambil memegang dagunya, Li Sicheng menciumnya. Su Qianci menatapnya dengan mata membelalak dan mulai berjuang melepaskan diri. Mainan seks yang sah? Berjuang sekuat tenaga dengan semua anggota tubuhnya, Su Qianci memalingkan kepalanya dan menjerit, "Li Sicheng, kita telah bercerai. Ini pemerkosaan!" Li Sicheng berhenti dan merasa bingung, matanya gelap dan alisnya berkerut. Bercerai? Mereka baru menikah selama tiga hari, tetapi wanita ini sudah memikirkan tentang perceraian? Trik apa ini? "Lepaskan aku!" Tanpa memperhatikan reaksi Li Sicheng, Su Qianci berjuang dengan semua yang dimilikinya. Dia berhenti dan menangis, "Kamu kotor. Jangan sentuh aku ¡­." Mulut dan tubuhnya telah bersama Tang Mengying entah berapa kali. Begitu kotor ¡­. Seorang pria yang telah bersama wanita itu. Di luar ruangan, dengan suara sayu, seseorang mengetuk pintu. "Kakak Sicheng, apakah kau sudah bangun?" Itu adalah dia, Tang Mengying! Li Sicheng menenangkan dirinya dan melihat ke arah pintu. Su Qianci mengambil kesempatan itu untuk mendorongnya ke samping. Ketika Li Sicheng lengah, tubuhnya didorong ke sisi lain tempat tidur. Su Qianci mengangkat selimut dan menggulung dirinya ke bawah tempat tidur. "Karena kau tidak berbicara, maka aku akan masuk ke dalam ya?" Suara Tang Mengying manis dan menggemaskan, terdengar seperti gadis yang tinggal di sebelah rumah. Namun, hanya Su Qianci yang mengetahui betapa kejinya dia. Pintu didorong hingga terbuka. Ketika Tang Mengying mencoba untuk melihat ke dalam kamar, sebuah bantal merah dilemparkan padanya, dan Li Sicheng berkata dingin, "Pergilah!" Terkena bantal di wajah, Tang Mengying tidak melihat apapun sebelum dia terdorong keluar. Pintu ditutup dan dikunci. Li Sicheng berbalik, melihat Su Qianci yang sedang bersembunyi di balik selimut seperti mumi, dan dia merasa agak geli. Trik apa yang dipakai wanita ini? Wajah Su Qianci berlinang air mata. Saat dia melihat ke bawah, dia tiba-tiba tersipu. Su Qianci memalingkan kepalanya dan menutupi wajahnya. Namun, dia tiba-tiba menemukan bahwa wajahnya sangat halus! Khawatir bahwa dia mungkin salah, Su Qianci terus menyentuh kulitnya. Kulitnya halus dan mulus. Tidak ada bekas luka terbakar! Selain itu, Su Qianci mendapati bahwa ruangan itu semuanya merah. Ada dekorasi pernikahan merah di tempat tidur, pintu, dan bahkan bantal yang digunakan Li Sicheng untuk melempar Tang Mengying. Semuanya merah, selimut dan seprai ¡­. Su Qianci menatap seprai itu. Ada noda darah kering tertinggal di atas permukaannya. Bagaimana bisa terjadi? Rumah tua, dekorasi pernikahan, dan noda darah ¡­. Jantungnya tiba-tiba mulai berpacu. Su Qianci memikirkan sebuah kemungkinan gila dan napasnya menjadi lebih cepat. Dia memandang Li Sicheng dan bertanya, "Tahun berapa ini? Dan tanggal berapa hari ini?" Li Sicheng menatapnya seolah dia dungu. "Kita baru menikah tiga hari, dan kamu aktris yang bagus. Su Qianci, aku meremehkanmu." Dia tidak memperhatikannya lagi. Sambil menahan gairahnya kembali, dia berjalan ke kamar mandi. Jantung Su Qianci berpacu. Dia membawa dirinya ke meja rias. Wanita di cermin itu memiliki karakteristik yang lembut. Di kulitnya yang halus, tak ada bekas luka yang jelek. Tidak ada! Chapter 4 - Dia Terlahir Kembali Pada saat berusia dua puluh tahun, Su Qianci masih terlihat terlalu muda. Namun, dirinya adalah seorang wanita dewasa. Matanya lebar, dan alisnya bagus. Segala sesuatu mengenai wajah ovalnya menarik. Ada banyak produk kecantikan kulit di meja riasnya, semuanya merek terkenal. Sebelum dia menikahi Li Sicheng, "sahabatnya", Tang Mengying menyarankan agar dia membeli produk-produk ini, memberitahunya bahwa itu adalah sebuah cara untuk menghargai diri sendiri. Su Qianci memercayai kata-kata Tang Mengying di kehidupan sebelumnya. Dengan bimbingan Tang Mengying, dia telah membeli hampir semua produk-produk yang mahal, namun tidak cocok untuknya, dan semuanya berakhir di tempat sampah. Li Sicheng telah melihat semuanya itu. Hal-hal seperti itulah yang membuat dia semakin membenci istrinya. Setiap kali Su Qianci memikirkan insiden-insiden itu, dia sangat menyesalinya. Dia sering memikirkan apa yang akan dia lakukan jika dia bisa kembali ke masa lalu, tetapi dirinya tak mengharapkan hari itu benar-benar tiba! Su Qianci tertawa tertahan, lalu tertawa lepas. Kemudian, dia tertawa semakin keras. Air mata mulai membanjiri wajahnya. Dirinya telah meninggal dunia, namun dia tidak meninggal. Dia terlahir kembali. Di kehidupan sebelumnya, ia mencintai Li Sicheng selama lima tahun dan menunggu di sisinya. Guna menjadi wanita baik yang berkualitas, ia belajar etiket, alat musik, bahasa asing, keuangan, dan manajemen bisnis atas kemauannya sendiri. Dia mempelajari semua hal yang Li Sicheng sukai dan butuhkan. Namun, sekeras apapun Su Qianci mencoba, dia tidak menerima pengakuannya. Yang ada hanya perbandingan tiada akhir dan pandangan hina. Di kehidupan sebelumnya, dia hidup untuk Li Sicheng. Sekarang dia punya kesempatan lain, dan dia akan hidup untuk dirinya sendiri. Tok tok. Seseorang mengetuk pintu, menyela pikiran Su Qianci. Siapa? Tidak ada jawaban, tetapi Su Qianci sudah mengetahui siapa orang itu. Dia tidak terburu-buru membuka pintu. Saat memeriksa ruang lemarinya, dia menemukan sebuah lemari berisi barang-barang mewah. Semuanya dipilih oleh Tang Mengying. Setiap barang berharga mahal, tetapi tidak sesuai untuk usia dan kecantikannya. Su Qianci mengerutkan kening dan membutuhkan waktu lama untuk memilih. Pada akhirnya, dia masih mengenakan apa yang biasa dipakainya. Itu hanyalah sebuah baju biasa. Meskipun tidak sesuai dengan identitasnya, baju itu cocok dengan usia dan kecantikannya. Saat sedang meraih lingerie 1 di atas, Su Qianci hanya baru mengenakan celana dalamnya ketika pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, panas menyebar keluar dari sana. Su Qianci terkejut. Tanpa sadar dia menutupi dadanya, membalikkan punggung ke arahnya. Li Sicheng mengenakan sebuah jubah sutra hitam, tubuhnya yang berotot terlihat dengan jelas. Dengan tinggi lebih dari 180 cm, dia memiliki sebuah sosok yang bagus. Rambut hitamnya yang ikal masih basah menetes, matanya tertuju pada punggung Su Qianci yang telanjang. Kulitnya yang lembut tampak seperti sutra terbaik dengan beberapa tanda merah bekas ciuman, menunjukkan padanya betapa gilanya malam yang telah mereka lalui. Tiba-tiba keadaan menjadi canggung saat kesunyian tiba. Li Sicheng tidak bergerak, dan Su Qianci terlalu malu untuk berbalik. "Kamu ¡­." Pintu diketuk lagi, dan perkataan Su Qianci tertahan. Li Sicheng mengalihkan pandangannya dan berkata, "Pakailah." Singkat ¡ª tidak ada ruang untuk berdebat. Li Sicheng membuka pintu sedikit. Melihat siapa yang berada di luar, dia mengerutkan kening dan bertanya, "Apakah kau butuh sesuatu?" Berdiri di depan pintu, Tang Mengying hanya bisa melihat setengah wajah Li Sicheng. Dia mencoba untuk melihat ke dalam dan berkata, "Aku di sini untuk mencari Su Qianci. Apakah dia belum bangun?" Pakaian dalam wanita Chapter 5 - Wanita Jalang Yang Anggun Meskipun suara Tang Mengying tidak nyaring, Su Qianci merasakan berbagai macam emosi. Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying hanya menerobos masuk selagi Li Sicheng mandi. Kemudian, Tang Mengying dengan lantang memberitahukan bahwa Su Qianci telah memberi afrodisiak dan memerkosa suami yang baru dinikahinya. Li Sicheng, yang telah curiga sejak awalnya, malah semakin membenci Su Qianci. "Apa kau butuh sesuatu?" Li Sicheng mengulangi pertanyaannya. Tang Mengying tersenyum dengan enggan. Dia pura-pura menggerakkan tangannya ke belakang, terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada." Li Sicheng dengan cepat melihat ke tangannya yang berada di belakang punggungnya tetapi tidak mengatakan apapun. Melihat bahwa Li Sicheng tidak ingin bertanya, Tang Mengying sedikit cemas. Dia melemparkan benda yang ada di tangannya ke lantai, yang kemudian pecah. Tang Mengying berteriak, seolah dia terkejut, "Apa yang harus kulakukan?" Melirik apa yang ada di lantai, Li Sicheng spontan melihat tulisan di botol yang pecah. Itu adalah afrodisiak paling populer saat itu. Meskipun Li Sicheng bukan ahlinya, tetapi dia pernah mendengarnya. Dan Tang Mengying membawa ini bersamanya? Seakan takut Li Sicheng mungkin salah paham, Tang Mengying dengan cepat melambaikan tangannya. "Kakak Sicheng, tolong jangan salah paham. Ini bukan milikku. Aku hanya menyimpannya untuk Qianci ¡­." "Menyimpan apa untukku?" Su Qianci berjalan dari belakang dan membuka pintu lebih lebar. Dari sudut pandang tempat Tang Mengying berdiri, dia bisa melihat noda darah di tempat tidur pernikahan mereka dan seprai yang berantakan. Api kecemburuan tiba-tiba muncul. Tang Mengying tersenyum dengan enggan dan berkata, "Ini hanya ¡­ apa yang kau tinggalkan di meja kemarin. Aku takut Bibi mungkin melihatnya, jadi aku hanya mengambilnya untukmu." Mata Li Sicheng menyambar ke wajah Su Qianci seperti petir. Namun, dia tidak melihat bukti apa pun di wajahnya. Mata hitamnya cerah dan jernih seperti mata air, tanpa ada kotoran apa pun. Mendengar kata-kata Tang Mengying, Su Qianci sepertinya ragu. Sambil berjongkok, dia mengambil pecahan-pecahan botol itu. "Apa ini? Untuk apa ini?" Meskipun dia mengatakan itu, Su Qianci sudah mengenali botol apa itu sebenarnya. Dia melemparkan pandangannya ke bawah dan tetap tenang. Dengan penasaran, dia menatap Tang Mengying dengan polos. Tang Mengying sedikit terkejut tetapi bereaksi dengan cepat dan berkata, "Tentu saja aku tidak tahu. Bagaimana aku tahu benda sejenis ini?" "Benda sejenis ini?" Su Qianci bahkan merasa bertambah curiga dan cepat bertanya, "Lalu, benda apa ini sebenarnya?" "Aku ¡­." Tang Mengying menggertakkan giginya dan merasa sangat terkejut. Kenapa gadis bodoh ini bereaksi sangat cepat hari ini? Sepertinya ada sesuatu yang berbeda. Namun, apa itu? Dia menunduk dan melihat wajah Su Qianci sedikit memerah. Kulitnya yang lembut tampak sangat segar. Pada usia dua puluh tahun, dia terlihat seperti buah. Dari sudut pandangnya, Tang Mengying bisa melihat tanda merah bekas ciuman di bawah kerah baju Su Qianci ¡­. Tang Mengying menggertakkan giginya dan merasa sangat cemburu. Itu adalah botol afrodisiak yang membantu Su Qianci naik ke tempat tidur Li Sicheng! Namun, tujuannya bukan untuk membantu Su Qianci naik ke tempat tidurnya, tetapi untuk membuat Li Sicheng membenci Su Qianci! "Bukan milikmu? Tapi kemarin aku melihatmu menuangkan ini ke minuman yang kau berikan kepada Kakak Sicheng. Apakah aku salah lihat?" Chapter 6 - Kekasih Masa Kecil Atau Istrinya "Apa aku menuang minuman kemarin?" Su Qianci bertanya, "Kau yang memberiku dua gelas minuman itu, bukan?" Tang Mengying terkejut. Dia menatap Su Qianci dengan heran. Wanita ini - sejak kapan dia menjadi sangat cerdas? Bukan cuma tidak jatuh ke dalam perangkapnya, Su Qianci berhasil menjebak Tang Mengying. Dengan keringat dingin di dahinya, Tang Mengying menunduk dan melihat tanda merah bekas ciuman di tulang selangka Su Qianci lagi. Tang Mengying menggertakkan giginya dan memutuskan untuk mendesaknya lebih jauh, "Kau memintaku menuangkan minuman untukmu, bukan, Su Qianci? Aku menganggapmu sebagai teman baikku. Bagaimana bisa kau ¡­." Li Sicheng menatap Su Qianci tajam dengan mata seperti elang. Merasa kecewa, Su Qianci sudah memiliki jawabannya sendiri. Salah seorang dari mereka berdua adalah kekasih masa kecilnya, dan yang lainnya adalah istri yang baru dinikahinya, yang baru menghabiskan tiga hari bersamanya. Siapa yang dia percaya? Jawabannya sudah jelas. Bersedia untuk berdamai, Su Qianci berdiri. Di bawah tatapan tajam Li Sicheng, Su Qianci menyanggah, "Apa yang aku lakukan? Kau yang aneh, mengetuk pintu pasangan yang baru menikah. Jika aku tidak mengenalmu dengan baik, aku akan berasumsi kau memiliki suatu rencana jahat. " Tang Mengying tiba-tiba menjadi pucat. Apakah ini Su Qianci yang dia kenal? Setelah tiga hari kemudian, dia telah mengalami perubahan yang sangat besar. Su Qianci menjadi lebih dewasa, berpengalaman, dan cerdas! Dia menggiring pokok pembicaraan ini dengan natural untuk menanyai Tang Mengying. EQ dan IQ-nya sangatlah berbeda dari gadis yang sukar dikendalikan yang selama ini dikenal Tang Mengying. Mungkinkah Tang Mengying membuat kesalahan? Tidak, itu mustahil. Gadis bodoh ini pasti sudah ketakutan. Lagi pula, jika Li Sicheng percaya dia diberi afrodisiak oleh Su Qianci, maka Su Qianci tidak akan pernah memiliki kesempatan lain untuk memenangkan hatinya. Setiap orang memiliki garis batas kesabaran tersendiri, sedangkan garis batas kesabaran Li Sicheng misterius. Bagaimanapun, kejadian apa pun akan membuatnya kesal - tidak peduli seberapa besar atau kecilnya. Sambil berkedip, wajah Tang Mengying mendadak terlihat jengkel. "Bagaimana bisa aku punya rencana jahat? Su Qianci, kenapa kau mengatakan hal seperti itu? Itu sangat menyakitkan!" Mata Tang Mengying menjadi merah dan air matanya mulai menetes. "Aku hanya sedikit kesal. Jika aku mengatakan sesuatu yang membuatmu tidak senang, katakan saja padaku. Aku ¡­." Dia kemudian menatap Li Sicheng dan berkata dengan berurai air mata, "Kakak Sicheng, maaf. Aku pikir meskipun kau menikahi wanita lain, kita masih bisa berteman seperti sebelumnya. Namun, aku tidak menyadarinya ¡­." Su Qianci merasa teramat kecewa. Gadis yang luar biasa! Hanya dengan beberapa kata, Tang Mengying sepertinya menjelaskan apa yang sedang terjadi, tetapi sebenarnya dia melempar semua tanggung jawab pada Su Qianci. Sambil menghirup napas panjang dari hidungnya, Tang Mengying berjongkok dengan cepat dan berkata, "Aku tidak sengaja memecahkan botolnya. Akan sangat mengerikan jika sampai ada tetua yang melihatnya. Aku akan segera membereskannya." Semakin dia berkata seperti itu, dia terlihat semakin jengkel. Saat Tang Mengying hendak mengambil pecahan botol tersebut, dia mendengar sebuah suara dingin, "Berdiri." Li Sicheng menarik Tang Mengying berdiri, memandang Su Qianci dan berkata, "Bersihkan." "Tidak apa-apa, Kakak Sicheng ¡­." Tang Mengying tampak terintimidasi dengan mata Su Qianci yang lebar. Su Qianci menyeringai dalam hati dan merasa terkesan. Jadi Tang Mengying memiliki taktik permainan level tinggi lima tahun yang lalu. Dengan lawan seperti itu, dia tidak mati sia-sia. Chapter 7 - Anak Haram Namun, Li Sicheng bahkan tidak melihat ke arah Tang Mengying. Dia dengan cepat memalingkan kepalanya dan berkata dengan dingin, "Kau pergi dulu. Bagaimanapun juga ini adalah kamar pengantin." Meskipun Li Sicheng masih bersikap dingin, perlakuannya terhadap Tang Mengying jauh lebih baik daripada terhadap Su Qianci. Tang Mengying merasa sangat cemas. Apakah Li Sicheng mencoba untuk menjaga dan membersihkan namanya? Merasa sangat manis, dia hanya menjawab "ya" dengan patuh sebelum berbalik dan pergi dengan perlahan. Rambut ikal Li Sicheng yang pendek masih basah menetes. Dia melirik Su Qianci, matanya gelap dan dingin tanpa memperlihatkan emosi apapun. Dengan cepat, pria itu berbalik dan kembali ke kamar. Su Qianci berdiri di depan pintu, melihat serpihan kaca di lantai, kukunya menancap ke lengannya. Tang Mengying, Li Sicheng ¡­ aku akan membalas kalian karena telah menghancurkan hidupku. Setelah membersihkan semuanya, Su Qianci meninggalkan ruangan itu setelah pukul 10. Setelah malam penuh gairah, Su Qianci merasakan nyeri di seluruh tubuhnya. Bahkan ketika dia berjalan, dia bisa merasakan kakinya gemetaran. "Ya Tuhan, kau baru bangun sekarang? Kau memang dilahirkan untuk menjadi seorang putri. Putriku Mengying tidak memiliki keberuntungan seperti itu." Itu adalah sebuah suara yang nyaring. Su Qianci melihat bahwa suara itu berasal dari seorang wanita berusia empat puluhan atau lima puluhan. Ibu Li Sicheng sedang berbicara dengan seorang wanita di sebelahnya. Mendengar komentar itu, dia melihat Su Qianci dengan perasaan tidak senang dan penuh kekakuan. Wanita yang tadi berbicara adalah tetangga lama keluarga Li, Nyonya Tang, ibu Tang Mengying. Pada awalnya dia berpikir bahwa keluarga Li dan keluarga Tang pasti akan menjadi besan tetapi tidak menyangka bahwa Su Qianci akan datang di antara mereka. Wajar bagi Nyonya Tang untuk merasa kesal. Di kehidupan sebelumnya, komentar Nyonya Tang ini telah membawa banyak masalah bagi Su Qianci. Dia berpikir dirinya sebagai nyonya muda dari keluarga Li dan tidak memiliki temperamen yang baik. Mendengar komentar yang mengarah padanya seperti itu, dia segera menjadi marah dan menjawab, "Ini rumahku, apa urusanmu di sini?" Itu adalah efek yang Nyonya Tang cari. Dia kemudian menggiring opini semua wanita yang ada untuk menyalahkan Su Qianci, membuat Su Qianci semakin kurang populer. Sejak saat itu, semuanya mengetahui bahwa keluarga Li memiliki seorang gadis pemalas yang menikah dengan keluarga mereka. Itu adalah skandal yang harus dipikul karena menyangkut nama baik keluarga Li . Itu juga awal mula mereka membandingkan antara Su Qianci dan Tang Mengying, yang merupakan mimpi buruk Su Qianci. Namun, di kehidupan yang sekarang, Su Qianci tidak akan membuat kesalahan yang sama. Mendengar komentar seperti itu, Su Qianci menunduk dan berbisik dengan sikap malu-malu, "Aku ¡­ tadi malam aku tidur sedikit terlambat. Aku sangat lelah, jadi ¡­." Melihat ekspresi wajah Su Qianci, para wanita yang duduk di sofa yang sedang menunggu untuk bertemu gadis baru itu memiliki pandangan penuh arti di wajahnya. Hari ini bukan hanya hari ketiga dia menikah dengan Li Sicheng, tetapi juga ulang tahun ibu Li Sicheng. Setiap tahun, Nyonya Li merayakan ulang tahunnya besar-besaran. Karena masih pagi hari, para tamu yang datang adalah teman dekat Nyonya Li saat bermain mahyong 1 dan para tetangga, yang sangat tertarik dengan menantu barunya. "Jadi, ini adalah menantumu. Dia sangat cantik!" "Tepat sekali. Ketika mereka mengatakan bahwa dia berasal dari keluarga Su, aku pikir ¡­." "Ya, aku tidak menyadari bahwa dia akan menjadi cucu dari Tuan Su. Dia sangat mirip dengan ibunya!" Nama keluarga Su Qianci adalah Su, karena dia menggunakan marga ibunya. Permainan dari China (abad ke-16 sebelum Masehi), dimainkan dengan 144 buah batu, mirip kartu domino, yang dibuat dari tulang atau bambu Chapter 8 - Perbedaan Semacam Itu Dia selalu menjadi yatim piatu. Tumbuh dewasa, dia tidak memiliki apapun kecuali namanya. Ketika dia berumur delapan belas tahun, dia dibawa kembali oleh pamannya. Baru kemudian dia mengetahui bahwa dia berasal dari keluarga terkemuka di Kotaraja. Ibunya, Su Han, hamil di luar nikah dan menghilang delapan belas tahun yang lalu tanpa informasi apa pun. Tidak ada yang mengetahui apakah dia masih hidup. Memikirkan hal itu, Nyonya Li terlihat tidak senang, dan dia melirik Su Qianci dengan dingin. Su Qianci mengetahui bahwa Nyonya Li tidak menyukainya, jadi dia tidak menanggapi. Su Qianci hanya tersenyum pada para wanita itu karena membicarakan dirinya. Dia berjalan dengan tenang dan memanggil Nyonya Li, "Ibu." Nyonya Li tidak ingin bersikap baik kepada gadis itu, tetapi mereka masih di depan umum. Dia menahan perasaan tidak senangnya dan mengangguk tanpa ekspresi. "Bibi, selamat ulang tahun!" Itu suara Tang Mengying. Semua orang melihat Tang Mengying yang memegang kotak besar sedang berjalan menghampiri, dengan senyum lebar di wajahnya. Tang Mengying sangat cantik. Alisnya tipis, dan matanya sangat besar. Dengan hidung yang mungil dan dagu kecil yang lancip ¡ª dia tampak seperti boneka dengan bibir merah muda dan mata yang tersenyum. Melihat Tang Mengying, Nyonya Li, yang tanpa ekspresi sebelumnya, dengan segera tersenyum dan berkata, "Mengapa kau datang sepagi ini? Kau baru kembali dari Australia beberapa hari yang lalu. Kau seharusnya tidur akibat jet lag 1 ." Tang Mengying menjulurkan lidahnya dengan cara yang menggemaskan dan berkata, "Aku sudah kembali selama beberapa hari. Ini hari ulang tahun Bibi, jadi bagaimana bisa aku melewatkannya hanya untuk tidur?" Dia tersenyum dan menghampiri Nyonya Li, menaruh kotak besar itu di atas meja tamu yang terletak di antara para tamu wanita. "Apa ini?" "Aku kagum Mengying memberimu hadiah setiap tahun. Kami juga tetangganya, tetapi Mengying tidak pernah memberikan perhatian seperti itu kepada kami." "Benar, tetapi aku pikir Tang Mengying akan menjadi menantumu ¡­ akan tetapi ¡­." Sebelum Nyonya Zhang menyelesaikan kalimatnya, tangannya dipukul oleh Nyonya Mo. Senyum Nyonya Zhang tiba-tiba menghilang. Dia melihat ke Tang Mengying dengan canggung dan kemudian tersipu, sepertinya merasa malu. Dengan segera, mata semua orang tertuju pada Su Qianci. Seolah tidak mendengar apa-apa, Su Qianci melakukan kontak mata dengan semua orang, tersenyum dan berkata, "Biarkan saya pergi menyiapkan buah-buahan untuk kalian. Silakan duduk." "Tidak apa-apa. Pelayan akan melakukan itu." Nyonya Li menyunggingkan senyumnya dan berkata, "Duduklah, jangan sampai ada yang mengatakan aku menyalahgunakan menantuku." Bahkan seorang idiot pun bisa tahu ada sesuatu yang salah. Benar, Su Qianci adalah anak haram yang ayahnya tidak dikenal. Bagaimana bisa dia menikah dengan keluarga paling terkemuka, keluarga Li? Jika bukan karena desakan dan bahkan ancaman kakek Li Sicheng, Kapten Li, tidak seorang pun di keluarga Li akan setuju dengan pernikahan ini. Di mata Nyonya Li, tidak satu hal pun tentang Su Qianci - tidak peduli pendidikannya atau keluarganya - yang cocok untuk putranya. Su Qianci diam-diam menemukan tempat terpencil untuk duduk, sengaja jauh dari Nyonya Li. Di kehidupan sebelumnya, dia mengambil kesempatan itu dan duduk di samping Nyonya Li. Akan tetapi, dia diusir dengan kasar, hanya mempermalukan dirinya sendiri dan ditertawakan oleh Tang Mengying. Melihat bahwa Su Qianci tahu diri, kegelisahan Nyonya Li berkurang. Dia dengan cepat mengalihkan pandangannya dan melihat kotak besar yang dibawa oleh Tang Mengying, tersenyum bahagia. "Apa yang kau siapkan untukku kali ini, Tang Mengying? Kau selalu berusaha sangat keras untuk hadiahmu." Rasa lelah yang dirasakan setelah melakukan penerbangan panjang melintasi beberapa zona waktu £¬ Chapter 9 - Diekspos Di Muka Umum (1) "Tidak masalah." Tang Mengying tersenyum. "Aku suka menyiapkan hadiah untuk Bibi. Silakan dibuka." Nyonya Li tidak ragu-ragu dan membuka kotak yang dibungkus dengan hati-hati sebelum dia melihat gaun qipao 1 hijau yang sangat bagus. Semua orang tampak kagum dengan gaun itu. "Cantik sekali!" "Apakah itu sulaman tangan? Sangat indah!" Nyonya Li tersenyum lebar, merasa sangat bangga ketika mendengar pujian itu. Nyonya Tang mengambil kesempatan untuk mendekatinya dan berkata, "Mengying-ku adalah penjahit terbaik. Lihatlah pekerjaannya yang detail. Butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan." Pernyataan ini menimbulkan kejutan di antara para wanita. Semua orang tampak terkejut. "Tang Mengying membuatnya sendiri?" "Mengagumkan! Gadis yang luar biasa!" "Dengan keterampilan dan penampilan seperti itu, Mengying, jadilah menantuku." Tang Mengying tersenyum anggun, layaknya seorang wanita sejati. Dia mengangguk ke semua pujian itu tanpa bersikap canggung. Nyonya Li menghela napas dalam hati. Nasib buruk! Jika Tang Mengying adalah menantunya, itu akan luar biasa. Bagaimana bisa ternyata menantunya wanita semacam itu! Memikirkan tentang itu, dia memandang Su Qianci dengan penuh benci, senyumnya menghilang. Su Qianci mengetahui dengan jelas apa yang sedang dipikirkan Nyonya Li. Segala sesuatu yang terjadi di depan matanya telah terjadi di kehidupan sebelumnya. Semua orang memuji Tang Mengying, dan Su Qianci telah menjadi batu pijakannya. Namun, pada saat ini ¡­. "Su Qianci, hadiah apa yang kau siapkan untuk bibi?" Tang Mengying berhasil memindahkan pusat perhatian kembali ke Su Qianci. Dia tersenyum gembira dan ramah. Ha, tentu saja. Tindakan seperti itu adalah tanda kebaikan hatinya untuk membuat Su Qianci merasa tidak terlalu canggung di mata orang lain. Akan tetapi, Su Qianci mengetahui bahwa Tang Mengying hanya ingin mempermalukan dirinya! Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci hanya bisa tersenyum kikuk ketika Tang Mengying menunjukkan kebaikan hatinya. Karena hadiahnya adalah beberapa barang mewah yang disiapkan keluarga Su untuknya. Barang itu mahal tetapi tidak berkesan sama sekali dibandingkan dengan qipao "buatan tangan" Tang Mengying. Di kehidupan sebelumnya, ketika dia menunjukkan hadiahnya di depan semua orang, Nyonya Tang berkomentar, "Sangat tidak berkesan, dan kamu adalah sang menantu." Setelah itu, dia telah menjadi seseorang yang sangat dibenci. Semua orang mulai memuji Tang Mengying, dan Nyonya Li bahkan merasa lebih kecewa terhadap menantu yang tidak pernah dia sukai ini. Dia berharap putranya dapat segera menceraikan wanita ini dan menikahi Tang Mengying sebagai gantinya. Pada akhirnya, Tang Mengying mengatakan sesuatu untuk mengurangi kekakuan. Sayangnya, Su Qianci yang sebelumnya begitu polos sehingga dia tidak tahu bahwa dirinya dijebak. Sebaliknya, dia bahkan berterima kasih kepada Tang Mengying. Di kehidupan sebelumnya, dia selalu berpikir positif dan baik, tidak mau berburuk sangka pada orang lain. Namun, dia tidak tahu bahwa pola pikir inilah yang menyebabkan tragedi semacam itu. Di kehidupan sekarang ini, dia tidak akan membuat kesalahan yang sama. Dengan sebuah senyum, Su Qianci tidak segera menjawab Tang Mengying. Sebaliknya, dia melihat qipao hijau yang dipegang Nyonya Li. Terlihat terkejut, dia bertanya, "Tang Mengying, apakah kau belajar di Qipao Kotaraja Tua?" Tang Mengying tidak menyangka Su Qianci tiba-tiba mengubah topik pembicaraan dan terkejut dengan pertanyaannya. Di sisi lain, Nyonya Tang bersikap lebih tidak sopan dibanding putrinya. Dia menyeringai dan berkata, "Kau pikir putriku Mengying memiliki waktu luang sepertimu? Dia pergi ke Australia untuk belajar di luar negeri dan baru saja lulus dan kembali beberapa hari yang lalu." Pakaian wanita tradisional China Chapter 10 - Diekspos Di Muka Umum (2) Su Qianci bahkan merasa lebih terkejut. "Akan tetapi, kukira sulaman itu adalah hasil karya penjahit di Qipao Kotaraja Tua. Lihat, ada sedikit lengkungan pada akhirnya, yang merupakan teknik unik dari Tuan Ai." Senyum Tang Mengying membeku. Nyonya Tang memukul tangan Su Qianci dan berkata, "Yang kau lakukan sepanjang hari adalah menyombongkan diri. Jika kau ingin memuji Mengying, kau bisa mengatakannya saja. Tekniknya luar biasa, jauh lebih baik darimu." Nyonya Li juga sedikit kesal. Dia menatap Su Qianci dengan dingin dan berkata, "Apa yang kau ketahui? Kau mungkin bahkan belum melihat banyak qipao, dan sekarang kau berbicara tentang sulaman. Jangan membodohi diri sendiri." Mendengar kata-kata itu, Tang Mengying bahkan terlihat lebih senang. Meskipun dia tidak mengetahui bagaimana gadis bodoh itu bisa mengetahuinya, tidak ada yang akan percaya kata-kata Su Qianci. Seperti yang diharapkan, semua wanita melemparkan pandangan menyalahkan kepada Su Qianci. Nyonya Mo berkata, "Mengying berusaha keras menjahit qipao untuk ibu mertuamu. Tidak pantas bagimu untuk mengatakan itu, bukankah begitu?" "Kalau kau seahli itu, kau bisa membuat hadiahmu sendiri juga. Tapi jangan sabotase milik orang lain. Itu memalukan." "Aku bertanya-tanya mengapa ibu mertuamu tidak menyukaimu. Dan sekarang aku akhirnya tahu kenapa. Jika aku punya menantu perempuan seperti itu, aku juga tidak akan menyukainya." "Tolong jangan berkata seperti itu." Wajah Tang Mengying terlihat iba. "Qianci tidak bermaksud mengatakan itu. Mungkin dia salah." "Salah?" Suara Nyonya Tang melengking, "Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu ketika dia salah? Jika fakta-faktanya itu benar, lantas apa yang bisa dia lakukan?" Su Qianci melirik Nyonya Tang dengan dingin dan berkata, "Nyonya Tang, ini memang teknik Tuan Ai. Aku punya bukti." Nyonya Tang mencibir dan menyilangkan lengannya. "Aku pikir keluarga Su membawamu kembali dan menghabiskan dua tahun untuk mendidikmu. Namun, sekarang aku tahu bahwa sampah dari selokan tidak akan pernah bisa dididik." Kata-katanya keji. Para tamu wanita itu menjadi terdiam. Saling memandang, mereka merasakan suasana menjadi canggung. Kata-kata itu sangat mengerikan sehingga semua orang memandang Su Qianci. Wajah Su Qianci menunduk saat jari-jarinya mencengkeram lengannya. Semua orang mengira bahwa Su Qianci akan marah. Lagi pula, tidak ada yang bisa tahan mendengarkan kata-kata mengerikan seperti itu. Sebagai tambahan, Su Qianci terkenal sebagai seorang mudah marah. Namun, kali ini dia tidak kehilangan kendali. Su Qianci menatap Nyonya Tang dengan dingin dan mengejek. "Memang benar bahwa sampah dari selokan tidak dapat diubah. Ketika seorang pencuri cerdik menjadi seorang wanita terhormat, aku yakin anak-anaknya juga akan mencuri seperti ibunya." Mendengar itu, ekspresi wajah Nyonya Tang tiba-tiba berubah. Ketika dia muda, dia dituduh mencuri. Namun, setelah dia menikah dengan ayah Tang Mengying, bagian dari hidupnya itu harus disingkirkan. Bagaimana bisa gadis bodoh ini mengetahui hal itu? Tanpa disadari, dia melihat ke arah para tamu wanita, yang sedang kebingungan. Jelas, tidak ada yang tahu apa yang sedang dibicarakan Su Qianci. Menahan keterkejutan dan kemarahannya, Nyonya Tang menghindari kontak mata dengan mereka dan berteriak, "Apa maksudmu?" "Aku punya bukti bahwa pakaian ini dibuat oleh Tuan Ai di Qipao Kotaraja Tua, bukan Tang Mengying," kata Su Qianci dengan jelas, kata demi kata. Tang Mengying terlihat kesal dan berkata, "Su Qianci, mengapa kau mengatakan itu? Aku tahu bahwa kau tidak senang karena bibi lebih menyukaiku. Akan tetapi, tolong jangan mengada-ada." Chapter 11 - Diekspos Di Muka Umum (3) "Anda tahu betul apakah aku mengada-ada atau tidak." Su Qianci meliriknya dengan dingin. Tang Mengying melihat matanya dan tiba-tiba merasa gugup. Pada saat itu, sesuatu tampak keluar dari mata Su Qianci dan menusuknya. Itu adalah kebencian! Kebencian itu sekental darah dan terbenam dalam hingga ke tulang. Namun, ketika Tang Mengying melihatnya lagi, apa yang dilihatnya tadi telah hilang. Seakan semuanya hanyalah ilusi. Atau apakah benar yang dilihatnya tadi? Su Qianci menahan keinginnya untuk mencabik-cabik Tang Mengying dan berkata dengan tenang, "Istri Tuan Ai adalah orang Arab dan namanya berarti kebahagiaan, jadi setiap kali dia menyelesaikan sebuah pakaian, dia akan meninggalkan sulaman yang menjadi ciri khas Tuan Ai di bagian kerah baju, berupa sulaman kata kebahagiaan dalam bahasa Arab. " "Sok tahu! Memang kau tahu bahasa Arab?" Nyonya Tang mendengus. "Periksa saja untuk melihat apakah aku sok tahu." Su Qianci sambil mengangkat kerah baju qipao itu. Melihat huruf-huruf hitam di atasnya, Nyonya Tang segera berkata, "Ini hanya sekedar sulaman sederhana. Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa itu adalah bahasa Arab?" Su Qianci telah menduga pertanyaan itu akan muncul dan memanggil, "Liu Sao." Liu Sao, sang pelayan, tertegun oleh betapa tenangnya Su Qianci. Dipanggil tiba-tiba, dia segera menjawab, "Di sini." "Bisakah kau memanggil Sicheng untukku?" Kemudian dia memandang Nyonya Li, "Ibu bisa memilih untuk tidak memercayaiku. Namun, Ibu harus percaya pada putramu. Dia menguasai delapan bahasa, dan mungkin bahasa Arab adalah salah satunya. Biarkan dia yang memberi tahu kita apakah itu bahasa Arab atau bukan." Nyonya Tang cemas dan berteriak, "Apa maksudmu? Menurutmu, Mengying-ku berbohong?" Su Qianci mendengus, "Aku tidak tahu apakah dia berbohong atau tidak. Namun, qipao ini pasti hasil karya Tuan Ai." "Lupakan saja, Bu," kata Tang Mengying, "Qianci, itu masalah sepele. Kenapa kau harus begitu agresif? Jika kau mengatakan seperti itu, maka anggap saja begitu." "Tidak." Hati Su Qianci gemetar, "Ini bukan masalah besar bagimu, tetapi kata-kata ibumu benar-benar menyakitkan." Tang Mengying tidak mengatakan apa-apa, hanya melemparkan pandangan menyalahkan pada ibunya. Semua orang mendengar apa yang dikatakan Nyonya Tang dan itu sudah melewati batas. Tidak ada yang berpikir bahwa Su Qianci harus disalahkan. Bahkan Nyonya Li pun merasa sedikit kesal. Tidak peduli betapa dia tidak menyukai Su Qianci, Su Qianci masih menantu perempuannya. Ketika Su Qianci dicaci maki seperti itu, dia juga kehilangan muka. "Jika aku terbukti benar, maka Nyonya Tang, Anda harus meminta maaf kepadaku," kata Su Qianci. Nyonya Tang merasa kesal, "Untuk apa?" "Anda tidak berani, kan? Anda takut kalau aku akan mengungkap kebohonganmu, bukan?" Nyonya Tang sangat kesal. Jika dia bersikeras bahwa Liu Sao tidak perlu memanggil Li Sicheng, artinya dia mengakui bahwa dia berbohong. Dengan begitu, bukan hanya reputasinya, tetapi reputasi keluarga Tang dan Tang Mengying semua akan rusak. Akan tetapi, jika Li Sicheng datang dan mengenali kata itu sebagai kata kebahagiaan dalam bahasa Arab, lalu apa? Su Qianci telah mengatakan bahwa Li Sicheng menguasai delapan bahasa. Namun, bahasa Arab mungkin bukan salah satunya, kan? Nyonya Tang menggertakkan giginya dan berteriak, "Omong kosong, siapa yang takut?" "Kalau begitu panggil Li Sicheng," kata Nyonya Li akhirnya. "Biarkan dia melihat apakah itu benar, sehingga kau bisa mendapatkan jawabanmu." Chapter 12 - Diekspos Di Muka Umum (4) Suara Nyonya Li dingin. Tapi tidak ada yang mengetahui apakah dia berbicara dengan Su Qianci atau Nyonya Tang. Liu Sao mengangguk dan pergi untuk memanggil Li Sicheng. Ketika Sicheng tiba, dia mengenakan pakaian yang kasual 1 . Kaus katun leher V berwarna abu-abu dan celana putih yang membuatnya terlihat tinggi dan tampan. Sepertinya ada galaksi di matanya. Dia mengerutkan bibirnya dan berjalan menghampiri. Melihat semua orang terdiam, dia menaikkan alisnya dan menatap Tang Mengying tanpa sadar, bertanya, "Apa yang terjadi?" Kebiasaan lama sulit hilang. Dia tidak pernah menatap Su Qianci pada pandangan pertama, tetapi selalu Tang Mengying. Su Qianci merasa putus asa, tetapi dia segera menguasai dirinya sendiri. Tang Mengying terlihat kesal dan mencoba berbicara. Akan tetapi, sebelum dia mulai, Nyonya Li melambai pada Li Sicheng dan berkata, "Li Sicheng, kemarilah untuk melihat sulaman ini. Apakah itu?" Li Sicheng mengalihkan pandangannya dan berjalan menghampiri, melirik Su Qianci tanpa sadar. Saat melihat wajah Su Qianci yang cemberut dan kesal, Li Sicheng berpikir dia cantik, meskipun tidak sememesona Tang Mengying. Matanya hanya bertahan sesaat sebelum mereka fokus pada kerah baju qipao. "Katakan pada Ibu, apakah ini bahasa Arab?" Dia mengangguk dan berkata, "Ya, itu bahasa Arab. Artinya kebahagiaan." Saat dia mengatakan itu, mata Su Qianci tiba-tiba basah dan larut dalam emosi. Nyonya Tang, di sisi lain, menjadi pucat pasi. Para tamu wanita saling memandang satu sama lain, merasa menyesal dan iba pada Su Qianci. Namun, tatapan yang mereka lemparkan pada Nyonya Tang dan Tang Mengying jauh lebih rumit. "Ada apa ini?" Li Sicheng masih belum mengetahui apa yang sedang terjadi. Melihat Su Qianci meneteskan air mata, dia sedikit mengernyitkan keningnya. Su Qianci memperhatikan tatapannya dan mendongak. Tiba-tiba, mata mereka bertemu. Mata Li Sicheng selalu dingin dan dalam. Dia belum pernah melihat mata siapa pun yang sedingin dan setenang itu. Seolah-olah jika ada sebuah gunung raksasa runtuh di depannya pun, dia tidak akan bergeming. Tidak peduli apa yang dilakukannya, Li Sicheng selalu tenang dan misterius. Di mata itulah dia menenggelamkan dirinya di kehidupan sebelumnya, yang penuh dengan rasa sakit. Namun, dia tidak akan melakukannya lagi, tidak pernah. Dia tidak akan mencintai Li Sicheng kali ini. Menghindari pandangan menyelidik Li Sicheng, Su Qianci bertanya kepada Nyonya Tang, "Nyonya Tang, bukankah seharusnya Anda meminta maaf?" Nyonya Tang terlihat tidak terlalu senang, tetapi Tang Mengying yang berdiri di belakangnya berjalan menghampiri dan berkata kepada Nyonya Tang, "Maafkan aku, Bu. Aku berbohong padamu ¡­." Saat dia meminta maaf, para tamu wanita itu menjerit tak percaya. Nyonya Li jelas terkejut, tidak percaya bahwa Tang Mengying akan melakukan hal seperti itu. Rasa bersalah tebersit di wajah Tang Mengying. Dia berkata, "Nenek adalah seorang penjahit terkenal ketika dia masih muda. Dia berharap aku bisa membuat qipao untuk Bibi. Namun, aku menghabiskan bertahun-tahun di luar negeri sehingga aku lupa apa yang diajarkan nenek. Ketika aku di rumah, aku hanya berpura-pura demi nenek. Aku tidak menyadari kalau aku akan membuatmu salah mengerti. Awalnya, aku ingin membiarkannya dan menjelaskan kepadamu dan Bibi nanti. Tapi Su Qianci ¡­." Santai dan sederhana Chapter 13 - Kakek "Jadi begitu ceritanya." Salah satu teman Nyonya Li mengangguk dengan penuh arti. "Nyonya Tang Tua sudah lemah sekarang. Tang Mengying adalah anak yang baik, berusaha untuk tidak mengecewakannya." Tang Mengying menunduk, menunjukkan rasa bersalah dan membungkuk kepada semua orang dengan tulus. "Aku minta maaf karena tidak menjelaskan pada waktunya. Tapi aku tidak bermaksud begitu. Aku ingin menjelaskannya nanti. Aku tidak tahu bahwa Su Qianci akan sangat ¡­ sangat serius tentang ini ¡­." "Tepat. Memfokuskan pada sebuah detail seperti itu, dia picik." Nyonya Tang memotong dan berkata, "Keluarga Su tidak mengajarimu dengan baik. Seorang anak haram bagaimanapun juga. Aku penasaran apa yang dipikirkan Kapten Li." Di matanya, Tang Mengying-lah yang seharusnya menikah dengan Li Sicheng. Nyonya Li tampak tidak terlalu senang. Bagaimanapun, itu adalah menantunya. Bahkan jika dia tidak menyukai Su Qianci, Nyonya Tang tidak memberinya muka saat dia mencaci Su Qianci. "Sepertinya kau sangat ingin tahu tentang apa yang kupikirkan," sebuah suara tua menyela, penuh energi. Semua orang terkejut dan melihat ke belakang. "Tuan Li." "Kapten Li." "Ayah ¡­." Seorang lelaki tua masuk. Dia berusia enam puluhan, tetapi badannya tegap, dan gerakannya terlihat terlatih, seperti tentara yang ditempatkan di perbatasan nasional. Dia adalah salah satu orang yang paling dihormati oleh Su Qianci, sang tuan rumah, Kapten Li Xun. Melihatnya, Su Qianci tanpa sadar menegakkan tubuhnya. Itu adalah salah satu kebiasaannya. Su Qianci tidak mengetahui bahwa kebiasaannya itu membuat mata Li Sicheng menjadi lebih gelap. Mendengar suara Kapten Li, muka tembam Nyonya Tang menjadi pucat. Merasa canggung, dia dengan cepat menjelaskan, "Tidak, Tuan Li, saya hanya kebetulan mengatakan itu. Tolong jangan menganggapnya serius. Bagaimana saya bisa mengetahui apa yang Anda pikirkan?" Su Qianci mengejek dalam hati. Ketika menghadapi Su Qianci, Nyonya Tang begitu arogan sehingga dia bahkan tidak bisa menahan diri. Namun ketika menghadapi kakek, Nyonya Tang menjadi seorang pengecut. Sungguh berbeda! "Kebetulan bicara? Kau mempermalukan cucu menantu perempuan yang kupilih. Jika aku tidak mengenalmu lebih baik, aku akan berpikir bahwa kau mencoba berkelahi denganku." Volume suaranya hanya sedang, tetapi kata-katanya mengandung banyak beban. Kata-kata semacam itu membuat Nyonya Tang ketakutan. Ketika dia akan menjelaskan, sepasang tangan menahannya. Tang Mengying meremas tangan ibunya dan berkata kepada Kapten Li, "Kakek Li, lama tidak bertemu." Kapten Li meliriknya dan hanya mengangguk sebelum matanya jatuh pada Su Qianci. Wajahnya yang menua tiba-tiba tampak senang saat dia melambai pada Su Qianci, "Qianqian, datanglah pada kakek." Qianqian ¡­. Sudah lama sekali sejak dia terakhir kali mendengar nama itu. Sejak dia dijebak oleh Tang Mengying dan diduga melakukan pembakaran, dia tidak pernah mendengar kakek memanggilnya seperti ini. Setidaknya sudah dua tahun! Mata Su Qianci menjadi basah saat dia menghampirinya dan memanggil, "Kakek." "Gadis yang baik." Kapten Li menyeringai, saat itu keriputnya berlipat-lipat. Dia sangat baik sehingga sulit bagi orang untuk menghubungkannya dengan gambaran kapten yang menakutkan. "Apakah kau tidur nyenyak? Apakah kau terbiasa tidur di rumah tua?" Su Qianci mengangguk lembut seperti seekor anak kucing. Chapter 14 - Dia Sedang ... Memeluknya "Itu bagus. Bagus. Apakah ada yang mengganggumu di keluarga ini?" "Tidak, semua orang sangat baik padaku. Tidak ada yang menggangguku," jawab Su Qianci dengan canggihnya. Kapten Li mengangguk dan berkata sambil tersenyum, "Jika ada yang mengganggumu, katakan saja pada Kakek. Tidak hanya di dalam keluarga ini, tetapi juga orang luar." Semua yang hadir di sana cerdas, jadi mereka semua mengerti apa yang dimaksud Kapten Li. Nyonya Tang menjadi lebih pucat, tidak berani mengatakan apa pun di sampingnya. Tang Mengying tersenyum dan berjalan menghampiri, berkata, "Kakek, ada Kakak Sicheng di rumah, dan aku sebagai saudari Qianqian jika berada di luar rumah. Kakek bisa tenang." Kapten Li mendengar kata-katanya, memandangnya dan mencibir, "Jika kau berpikir seperti ini, itu akan menjadi yang terbaik." Senyum Tang Mengying membeku. Ketika dia hendak mengatakan sesuatu yang lain, Kapten Li tiba-tiba melihat Li Sicheng yang diam tak bersuara dan memanggil, "Li Sicheng." Perubahan yang tiba-tiba ini membuat Tang Mengying menelan kata-katanya. Dia tidak yakin apakah dia harus mengatakannya. Situasinya sangat canggung. "Kakek." Li Sicheng tidak terpengaruh oleh semua itu. Sepertinya dia adalah dewa, tidak peduli pada segalanya. Mendengar panggilan Kapten Li, Li Sicheng berjalan menghampiri dan muncul di tengah lagi. "Jika aku mengingatnya dengan benar, hari ini seharusnya menjadi hari ketiga sejak pernikahanmu? Apakah kau tidak akan membawa istrimu untuk mengunjungi keluarganya?" Mengerutkan bibir tipisnya, Li Sicheng jelas terlihat enggan. Namun, melihat pandangan kakeknya yang tak perlu dipertanyakan lagi, dia harus menjawab, "Ya, aku sedang mempersiapkannya." "Berhentilah berpura-pura." Kapten Li menepuk pundaknya dan berkata, "Jangan mempermalukan keluarga Li." "Baiklah." Li Sicheng memasukkan tangan ke sakunya, melirik Su Qianci, dan berjalan kembali ke kamarnya perlahan. Para tamu wanita saling memandang satu sama lain ketika mereka mengetahui bahwa Kapten Li sangat melindungi Su Qianci. Lebih jauh lagi, mereka melihat bahwa dia tidak menyukai Tang Mengying. Di depan umum, Kapten Li membantah Nyonya Tang dan Tang Mengying, tetapi mendukung anak haram dari keluarga Su itu sepenuhnya. Jika berita ini tersebar, tidak ada yang berani mengganggu Su Qianci lagi dan semua orang harus menghormatinya. Bagaimanapun juga, nama Li Xun bahkan lebih menakutkan daripada reputasi keluarga Li. "Hari ini adalah hari ulang tahun ibumu. Bukankah kau menyiapkan hadiah untuknya? Keluarkan saja," kata Kapten Li ramah. Su Qianci mengangguk dan pergi kembali ke kamarnya dengan cepat. Hadiahnya disiapkan oleh keluarga Su, bagian dari mas kawinnya. Itu ada di ruang lemari kamar tidurnya. Namun, saat dia membuka pintu, dia melihat Li Sicheng sedang mengambil baju, bertelanjang dada. Su Qianci tersipu malu dan menutup pintu di belakangnya, cepat berjalan menuju ruang lemari dengan hadiah yang ada di dalamnya, sengaja mengabaikannya. Ketika dia telah mengambil hadiahnya dan berbalik, dia tiba-tiba menabrak sebuah dinding daging. Su Qianci menjerit dan mundur. Namun, ruang lemari itu kecil, dan dia tersandung, jatuh tanpa sadar. Namun, ketika Su Qianci berpikir dia akan jatuh dengan keras, sebuah lengan panjang muncul di belakang pinggangnya. Aroma asing dari hormon laki-laki mengelilinginya. Su Qianci merasa jantungnya bergetar dan merasakan panas tubuh Li Sicheng di pinggangnya. Dia sedang ¡­ memeluknya! Chapter 15 - Pria Ini Sangat Menggoda Su Qianci merasa terpesona, tetapi kemudian kembali pada dirinya sendiri. Dia menegakkan tubuhnya dan mendorong Li Sicheng menjauh. Menyentuh kulit dan ototnya yang sempurna, dia tiba-tiba tersipu malu. Pria ini ¡­ sangat menggoda! Dia tidak hanya memiliki wajah yang sangat rupawan, tetapi juga memiliki kulit yang didambakan oleh banyak orang dan tubuh yang ¡­. Dia tiba-tiba teringat ereksi yang hebat dan menggeliat tanpa sadar. Menggeleng keras, dia mencoba menyingkirkan pikiran yang tidak semestinya. Dengan cepat dia mengalihkan pandangannya dan melihat ke atas, dia melihat pupil Li Sicheng yang gelap. Untuk beberapa alasan, Su Qianci menjelaskan, "Aku masih memiliki hadiah untuk diberikan ¡­ kamu ¡­ lanjutkan!" Namun, ketika Su Qianci hendak melarikan diri, lengannya ditangkap. "Lanjutkan?" Suara Li Sicheng dalam dan lembut, seperti secangkir kopi panas yang diseduh dengan baik, kaya akan rasa. Su Qianci lengah dan didorong ke dinding. Matanya yang indah terbuka lebar. Su Qianci menatap pria di hadapannya, penuh dengan kejutan. "Kamu memintaku untuk melanjutkan? Apa kamu tahu apa yang ingin aku lakukan?" Suaranya begitu memabukkan sehingga jantung Su Qianci berdetak kencang. Orang mengatakan bahwa intonasi meningkat adalah suara terseksi dalam diri seorang pria. Dia tidak tahu tentang wanita lain, tetapi dia sangat gugup ¡­. Melihat pupil Li Sicheng yang gelap, Su Qianci menelan ludah dan berkata dengan takut-takut, "Bukankah kamu sedang mengganti baju?" Li Sicheng harus menutupi tubuh seksinya dahulu. Untungnya, Su Qianci memiliki jiwa yang lima tahun lebih tua dari penampilannya. Jika itu terjadi di kehidupan sebelumnya, dia akan meneteskan air liur ke sekujur tubuhnya. "Aku sedang melakukannya." Tapi sekarang Li Sicheng tidak mau melakukan itu. Dengan tatapan berbahaya yang tidak terdeteksi di wajahnya, Li Sicheng melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyuman, "Kamu ingin pergi?" Sambil menahan keinginannya untuk menyentuhnya, Su Qianci mengangguk cepat, menyingkirkan tangannya dan berkata, "Aku akan memberikan hadiah ini kepada ibu." Dia kemudian mendorongnya menjauh dan dengan cepat berlari keluar, tidak berani untuk tinggal lebih lama lagi. Dia juga menutup pintu dengan perasaan nyaman. Li Sicheng memandang ke arah pintu dan kemudian memicingkan mata ke sebuah cermin yang berada di dekatnya. Pria di cermin itu tampan dan bugar. Jika Su Qianci yang dulu, saat Li Sicheng menyandarkan dirinya ke dinding, dia akan langsung melompat ke arahnya dan memberitahukan, "Kita adalah suami dan istri, dan aku harus melakukan tugasku!" Tapi sekarang ¡­. Apakah dia berpura-pura? Meskipun hal itu tampak sedikit terlalu nyata. Namun, mungkinkah dia adalah Su Qianci sebenarnya? Bagaimana bisa dia mengalami sebuah perubahan besar dalam semalam? Li Sicheng mengalihkan perhatiannya kembali ke lemari. Dia hanya perlu mengujinya. Su Qianci tidak mengetahui bahwa Li Sicheng sudah menaruh curiga. Dengan penuh keyakinan, dia mengambil hadiah itu. Ketika dia muncul lagi di ruang tamu, semua orang memandangnya. Mencoba membuatnya tampak natural, Su Qianci berjalan keluar dengan postur terbaiknya. Nyonya Li memandang Su Qianci dengan tatapan menyelidik dan senang. Dia senang bahwa menantunya ini tidak mempermalukan dirinya di depan kakeknya! "Kakek, Ibu," Su Qianci memanggil dan meletakkan sebuah kotak besar di atas meja dan kemudian sebuah kotak yang lebih kecil di depan Kapten Li. Chapter 16 - Menjilat Tanpa Terlihat Jelas "Kakek ¡­ pamanku memintaku untuk membawakan ini untukmu. Semoga Kakek berumur panjang dan memiliki peruntungan yang baik." Kapten Li tidak banyak bereaksi. Dia tersenyum ramah dan berkata, "Kau menyiapkan hadiah untukku juga? Ha ha, sampaikan terima kasihku pada pamanmu." Orang yang lebih tua harus selalu dihormati, jadi urutan pemberian hadiah harus dari kakek dulu lalu ke ibu mertuanya. Su Qianci melihat senyuman kakeknya dan memiliki tatapan yang tidak diketahui di matanya. Pena ini bukan berasal dari pamannya, melainkan dari dirinya sendiri. Sebelumnya, ketika dia berbelanja dengan Tang Mengying, dia sangat menyukai tampilan pena ini, jadi Tang Mengying mendesaknya untuk membelinya. Dia menghabiskan ratusan ribu yuan 1 untuk itu, tetapi tidak pernah menggunakannya. Namun, kemudian, Tang Mengying menggunakan hal ini untuk mengkritik tentang betapa pemborosannya dirinya, yang membuat banyak kepala menggeleng. Sekarang, dia akan menghadiahkan pena ini dan berbohong di depan wajah Tang Mengying. Berdasarkan apa yang dia ketahui tentang Tang Mengying ¡­. "Ah ¡­." Tang Mengying terlihat terkejut dan berkata, "Bukankah ini pena yang kau beli bersamaku ketika aku baru kembali? Bagaimana bisa pena itu menjadi milik pamanmu?" Memang benar. Seseorang seperti Tang Mengying tidak akan pernah membiarkan kesempatan seperti ini pergi. Namun, ini persis seperti apa yang Su Qianci inginkan. Su Qianci pura-pura tersipu dan menjadi gagap. Melihat itu, Tang Mengying segera "berbaik hati" berbicara, "Mungkin aku salah mengingatnya. Mungkin saja hanya bungkusannya yang mirip, dan seharusnya itu bukan yang kau bayar ratusan ribu yuan hanya karena iseng saja, kan?" "Ratusan ribu yuan" "Hanya karena iseng"? Mendengar kata-kata itu, baik Nyonya Li dan Kapten Li sedikit mengernyit. Su Qianci segera menggelengkan kepalanya, "Hanya iseng? Tidak, aku memilihnya dengan saksama ¡­." Segera, dia menutup mulutnya, tampak menyesal. Tang Mengying mendengar itu dan menyalahkan Su Qianci, "Qianci, kenapa kau ¡­." Meskipun Tang Mengying berhenti di sana, dia meninggalkan lebih banyak ruang untuk imajinasi. Su Qianci harus mengakui bahwa trik ini berhasil. Namun, itulah yang dilakukan Su Qianci. Su Qianci terlihat gugup dan berbisik, "Aku ¡­." Kapten Li melihat Su Qianci dengan sangat dalam, mulai membuka bungkusan itu. Sebuah pena berwarna hitam secara keseluruhan, dingin dan berat saat disentuh. Berlian menghiasi badan dan ujung penanya, membuatnya dengan mudah terlihat elegan. Kapten Li tersenyum gembira dan berkata, "Mata yang bagus. Kau yang memilih ini?" Su Qianci mengangguk, tersipu malu. Dia berkata, "Desainnya ini terlihat simpel, tetapi memiliki banyak pemikiran di dalamnya. Pena ini sangat sederhana yang menurutku sangat sesuai dengan Kakek, itulah mengapa aku ¡­." Dia menjilat tanpa terlihat jelas, membuat Kapten Li bahkan lebih tersenyum. "Kau hanya memberikan hadiah. Kenapa kau menggunakan nama pamanmu? Berbohong di depan begitu banyak orang, kau membawa aib bagi keluarga Li." Nyonya Tang menatap Su Qianci dengan pandangan meremehkan. "Karena aku tahu Kakek itu orang yang hemat. Jika dia tahu bahwa aku menghabiskan begitu banyak uang untuk sebuah pena, dia akan merasa tidak senang. Itulah mengapa aku menyebut pamanku, yang tidak akan mengetahui tentang hal ini." Su Qianci menjulurkan lidahnya dan menatap Kapten Li dengan takut-takut, "Kakek, engkau tidak marah, kan?" "Oh, Qianqian!" Kapten Li berkata, "Aku telah melihat begitu banyak orang yang mengakui prestasi orang lain sebagai milik mereka. Dan kau lebih suka melakukan yang sebaliknya ¡­." Mata uang China Chapter 17 - Adalah Li Sicheng Yang Telah Dia Nikahi Kata-kata Kapten Li mengingatkan semua tamu wanita akan insiden qipao, dan mereka tiba-tiba menatap Tang Mengying dengan sebuah pandangan yang aneh. Tang Mengying mengepalkan jemarinya dan tersenyum. Namun, senyum itu terlihat agak enggan. Seolah-olah dia hanya membuat komentar yang tidak relevan, Kapten Li berpura-pura tidak senang dan berkata, "Sekali ini saja, aku akan menerimanya. Jangan menaruh pamanmu di posisi ini lagi." Su Qianci mengangguk dan melihat sosok tinggi datang dari kamar tidur. Senyum Su Qianci tertangkap oleh mata Li Sicheng ketika dia berjalan keluar. Wajah yang masih terlalu muda itu tersenyum seperti bunga yang sedang mekar. Su Qianci sepertinya memiliki aura yang mengelilinginya. Cantik. Itulah yang Li Sicheng pikirkan saat itu. Dia melihat ke bawah, dan kemudian mendongak. "Ayo pergi." Saat dia mengatakan itu, Li Sicheng sudah berjalan menuju gerbang. Sangat dingin. Begitu dingin sehingga seolah-olah dia tidak sedang berbicara dengan istri yang baru dinikahinya. Tang Mengying merasa sedikit lega dan puas, melihat ke arah Su Qianci secara provokatif. Tang Mengying percaya bahwa rencananya semalam berjalan dengan sangat lancar. Jika dia berusaha lebih keras, Su Qianci tidak akan pernah memiliki kredibilitas lagi di depan Li Sicheng. Pada saat itu, tidak peduli seberapa penjilatnya gadis bodoh ini, itu akan sia-sia. Lagi pula, Li Sicheng yang dinikahinya, bukan Li Xun. Tang Mengying akan menjadi istri Li Sicheng cepat atau lambat. Melihat Li Sicheng bersikap seperti itu, Kapten Li menghela napas dalam. Tampaknya pasangan muda itu membutuhkan lebih banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Su Qianci sudah terbiasa dengan hal tersebut. Melihat Nyonya Li dengan pandangan menyesal, dia berkata, "Ibu, maaf, hadiahmu ¡­." "Pergilah." Nyonya Li tersenyum di matanya, karena dia telah mengubah persepsinya tentang Su Qianci. Sepertinya menantunya itu tidak seburuk yang dia pikirkan selama ini. Li Sicheng tidak menggunakan sopir tetapi menyetir sendiri ke depan gerbang, tempat Su Qianci menunggunya. Dia meliriknya dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mengetahui bahwa pria itu tidak menyukainya, Su Qianci pun duduk diam. Di kehidupan sebelumnya, di rumah tua itu, Su Qianci tidak dapat mengendalikan amarahnya di bawah provokasi Tang Mengying, jadi dia benar-benar kehilangan kendali di depan umum dan membuat malu keluarga Li. Kapten Li bahkan belum memasuki ruang tamu. Dan Su Qianci tidak menyadari bahwa kakek sudah mengetahui apa yang telah terjadi. Berpikir tentang itu, mungkin karena apa yang telah dilakukannya, Kapten Li tidak meminta Li Sicheng untuk menemaninya ke keluarganya. Pada akhirnya, ketika keluarga Su menelepon secara khusus untuk bertanya pada Su Qianci, dia kemudian ingat bahwa dirinya seharusnya pergi ke keluarga Su pada hari itu. Karena hal itu pula, statusnya di keluarga Su juga menjadi lebih rendah. Dia diberi banyak tekanan oleh paman dan bibinya oleh karena hal itu dan mengalami masa-masa yang sangat sulit. Setelah Li Sicheng menyetir selama sepuluh menit, Su Qianci tiba-tiba menyadari bahwa Li Sicheng tidak langsung pergi menuju ke keluarga Su tetapi berhenti di sebuah area perbelanjaan. "Ayo pergi," kata Li Sicheng tanpa ekspresi. Su Qianci mengerutkan bibirnya, merasa kecewa. Namun, itu sudah diperkirakan. Bahkan dengan apa yang telah kakek katakan, Li Sicheng tidak berkewajiban untuk mematuhinya. Selama dia bisa menipu kakek, itu mungkin sudah cukup. Saat memikirkan itu, Su Qianci merasa sedikit bingung. Setelah melepas sabuk pengaman, dia meraih handel pintu mobil. Chapter 18 - Manakah Dia Yang Sebenarnya? Ketika dia baru saja meraih handel pintu mobil, pria di sebelahnya berbicara lagi, "Aku akan memberimu dua puluh menit untuk mengganti bajumu." Su Qianci tercengang, melihat ke bawah pada apa yang dikenakannya. Dia mengenakan pakaian favoritnya. Meskipun itu bukan merek terkenal dan tidak memiliki kualitas terbaik, baju itu benar-benar cocok untuknya. Ketika dia pindah rumah, dia tidak ingin membuangnya dan membawanya ke keluarga Li. Dia tidak menyadari bahwa Li Sheng bahkan memperhatikan detail seperti itu. "Ini." Li Sicheng tampak tenang dan terdengar dingin, tetapi dia menyodorkan sebuah kartu hitam kepadanya. Su Qianci terlihat bingung dengan kartu hitam di tangannya. Dia ¡­ memberinya uang? Jantung Su Qianci sedikit berdebar, menatapnya tak percaya. Tidak ada perubahan di wajah Li Sicheng, seolah-olah kartu hitam dengan batas kredit lima juta yuan bukanlah apa-apa. Namun, Su Qianci merasa terkejut di dalam hatinya. Apa yang mengejutkannya bukanlah seberapa murah hatinya dia, tetapi fakta bahwa itu adalah pertama kalinya dia memberinya sesuatu di dalam dua kehidupannya. Melihat bahwa dia bingung, Li Sicheng mengerutkan kening, tidak senang. "Aku tidak ingin keluarga Su berpikir bahwa keluarga Li bahkan tidak mampu membelikanmu sebuah pakaian." Mendengar kata-katanya, yang terdengar seperti sebuah penjelasan, Su Qianci melihat ke luar mobil dan melihat dia berada di depan sebuah pusat perbelanjaan, yang membuatnya merasa lega. Tentu saja, hal itu bukan karena dirinya. "Terima kasih." Su Qianci tidak ragu mengambil kartu itu dan keluar dari mobil. Melihatnya masuk ke dalam pusat perbelanjaan, Li Sicheng sepertinya memiliki beberapa pemikiran dalam benaknya. Sepertinya dia benar-benar berbeda. Sikapnya sepertinya tidak palsu. Jadi ¡­ mungkin Su Qianci sebelumnya adalah yang palsu. Su Qianci manakah Su Qianci yang sebenarnya? Menuju ke toko mewah favoritnya, Su Qianci merasa sepertinya semua asisten toko memandanginya begitu dia memasuki toko. Melihat pakaian Su Qianci, senyum para penjaga toko segera menghilang. Mereka menekuk bibir mereka ke bawah dan memandangnya dengan hina. Seolah-olah seorang tunawisma sedang memasuki hotel bintang lima. Su Qianci merasa sedikit terhibur. Beruntung, Li Sicheng mengingatkan untuk mengganti bajunya. Kalau tidak, jika saja dia tetap mengenakan apa yang dikenakannya saat ini ke keluarga Su, bibi dan para sepupunya akan menertawakan dirinya. Namun, tak ada gunanya memberi perhatian pada perilaku para asisten toko ini. Dunia selalu seperti ini: seorang pelacur memiliki martabat yang lebih tinggi daripada orang miskin. Dia berkeliling dan tertarik dengan gaun cantik yang dipajang di tengah-tengah toko. Ketika dia akan meraih gaun itu, dia mendengar suara wanita bernada tinggi berkata, "Hei, jangan sentuh itu. Gaunnya sangat mahal!" Su Qianci menoleh dan melihat seorang asisten toko wanita. Dia berjalan ke Su Qianci, tidak senang. "Apakah Anda tahu berapa harga gaun ini? Bagaimana jika Anda merusaknya dengan menyentuhnya?" Kata-katanya penuh penghinaan. Su Qianci bertanya, "Jadi kamar pas tidak bisa digunakan di sini?" "Siapa pun yang mampu membelinya, bisa mencobanya." Asisten toko itu merasa jijik dengan pakaian murah yang dikenakan Su Qianci dan berkata dengan dingin, "Maaf, Nona. Saya pikir Anda harus pergi. Saya tidak akan memandu Anda keluar." Su Qianci melihat ke asisten toko lain dan merasa bahwa hal itu tidak masuk akal. Dia kemudian bertanya, "Apakah begini cara pusat perbelanjaan ini memperlakukan pelanggannya?" Mendengar kata-kata Su Qianci, asisten toko itu merasa sangat geli, seolah-olah dia telah mendengar semacam lelucon. "Siapa pun yang mampu membeli barang-barang kami, tentu saja, adalah pelanggan kami." Chapter 19 - Maksudmu Aku Tidak Mampu Membelinya? Maksudmu aku tidak mampu membelinya? Su Qianci tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu ketika dia tiba-tiba melihat dua orang berjalan masuk bersama. "Apa yang terjadi di sini? Apakah seseorang yang tidak mampu membeli barang di sini menyebabkan masalah?" Suara wanita itu terdengar keji. Mereka adalah seorang pria dan wanita yang masuk ke dalam. Sang pria tinggi dan tampan, dan sang wanita anggun dan cantik. Ketika mereka berjalan ke dalam, ekspresi asisten toko itu tiba-tiba berubah. Dia dengan cepat memaksakan sebuah senyuman dan memanggil, "Nona Liu, Anda telah datang." Su Qianci juga melihat ke arah mereka dan merasa sedikit terkejut. Jika dia mengingatnya dengan benar, Liu Anan adalah putri saudara laki-laki Nyonya Tang, menjadikannya sepupu Tang Mengying. Liu Anan juga musuh terburuk Su Qianci semasa SMA. Meskipun Liu Anan berasal dari keluarga miskin, keluarganya menjadi kaya setelah Nyonya Tang menikah dengan keluarga berada. Mereka adalah orang kaya baru. Namun, pria yang berdiri di sebelah Liu Anan adalah cinta pertama Su Qianci ketika dia masih remaja. Namanya adalah Fu Lengbing, seorang pria yang benar-benar tampan. Dia tidak hanya tampan, tetapi juga berasal dari keluarga kaya raya. Saat melihat Fu Lengbing, Su Qianci merasa sedikit tertegun. Pertemuan ini benar-benar terpisah oleh sebuah kehidupan, jadi dia tidak membayangkan bahwa dia akan melihat kekasihnya sewaktu SMA ini lagi. Namun, pada titik ini, dia sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa lagi padanya. Dia ingat bahwa di kehidupan sebelumnya, Liu Anan menikah dengan seorang pengusaha paruh baya, melahirkan seorang putra dan memperoleh puluhan juta yuan. Su Qianci tidak pernah menyadari bahwa keduanya pernah bersama. Mendengar kata-kata asisten toko, Liu Anan mengangguk dengan arogan, terlihat senang karena dikenali. Kemudian, dia melihat Su Qianci dan tampak terkejut. "Bukankah ini primadona sekolah kita Su Qianci? Kau berbelanja di sini juga?" Asisten toko itu segera menjilatnya dan berkata, "Jadi, Nona Liu, Anda mengenal orang ini?" Liu Anan mencibir dan berkata, "Bagaimana bisa aku tidak mengenalnya? Dia tiba-tiba diterima di sebuah universitas terkenal setelah menjadi murid yang buruk di SMA. Itu membuatnya terkenal di sekolah kami. Bukankah itu benar, Lengbing?" Fu Lengbing mengerutkan kening dan menatap Su Qianci, yang tampak agak berbeda penampilannya. Su Qianci memiliki wajah yang rupawan. Hidungnya mancung, matanya lebar, dan rambutnya gelap dan lembut. Dia memiliki gaya rambut yang sangat sederhana, rambut hitam panjang lurus berbelah tengah, membuat wajahnya tampak lebih menonjol. Ketika di SMA, Su Qianci adalah primadona sekolah. Pada saat itu, dia adalah seorang pemberontak dan tidak memiliki gaya yang baik. Rambut dan pakaiannya semuanya Gothic 1 . Sekarang dia mengubah gayanya, dia sangat cantik sehingga membuat Fu Lengbing tidak bisa berpaling. Mendengar apa yang Liu Anan katakan, wajah asisten toko itu tampak penuh arti dan bahkan semakin tidak sabar tentang Su Qianci. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Pergilah. Jika tidak, saya akan memanggil petugas keamanan!" Su Qianci menyeringai, mengambil dompetnya dari tas tangannya. Sebuah kartu hitam dengan cepat muncul di tangannya saat dia bertanya, "Apakah kartu ini cukup?" Melihat kartu hitam tersebut, asisten toko, yang hendak berkomentar, langsung terdiam. Dia mengambil kartu hitam Su Qianci, memeriksanya, dan berkata, "Ini asli." Untuk kartu hitam seperti itu, setidaknya memiliki batas kredit lima juta yuan! Melihat tatapannya yang tidak percaya, Su Qianci melihat kembali ke arah gaun yang menarik perhatiannya dan berkata, "Biarkan aku mencoba gaun itu." Merasa enggan, asisten toko itu mau tak mau mengambil gaun tersebut dan menyerahkannya kepada Su Qianci dengan kedua tangannya. Su Qianci mengambil gaun itu dan memasuki kamar pas. Melihat kartu hitam itu, Liu Anan tampak iri dan menggertakkan giginya. Dia terkekeh-kekeh. "Aku bertanya-tanya mengapa dia begitu percaya diri. Ternyata dia adalah seorang wanita simpanan. Boleh juga. Menjadi wanita simpanan memang merupakan sebuah sumber penghasilan." Mode Gothic adalah gaya pakaian yang ditandai dengan fitur-fitur gelap, misterius, kuno, dan homogen. Fashion gothic khas termasuk kulit pucat dengan rambut hitam, bibir hitam dan pakaian hitam Chapter 20 - Seorang Pelacur Tetaplah Seorang Pelacur Asisten toko itu memandangnya dengan penuh arti, dan menyanjung Liu Anan dengan berkata, "Jadi dia adalah seorang wanita simpanan. Tidak heran. Saya tidak berpikir dengan gayanya yang seperti itu, dia bisa memiliki kartu seperti ini." "Memang. Wanita itu cukup liar sewaktu SMA. Semua orang bilang kalau dia tidur dengan kepala sekolah. Kalau tidak, bagaimana mungkin dia bisa masuk ke universitas sebagus itu?" Liu Anan puas dengan apa yang dikatakan asisten toko itu. Dengan suara pintu yang terbuka di kamar pas, Su Qianci berjalan keluar dan membuat semua orang terpana melihatnya. Dengan pakaian lamanya, Su Qianci tampak cantik tetapi biasa saja, seperti gadis di sebelah rumah. Dengan gaun baru tanpa lengan ini, kulit Su Qianci tampak lebih cerah dan dia tampak seperti seorang sosialita. Setiap wanita senang terlihat menarik, dan Su Qianci tidak terkecuali. Menatap dirinya sendiri di cermin, dia tersenyum puas. Para asisten toko bahkan lebih terkejut. Itu sempurna! Gaun itu tampak seperti dibuat untuknya. Bukan hanya ukurannya saja, tetapi modelnya juga cocok dengannya. Ini adalah pertama kalinya bagi mereka, melihat seseorang mengenakan gaun itu dengan sangat menawan. Bahkan Fu Lengbing, yang telah melihat banyak gadis cantik, terpana oleh Su Qianci. Melihat reaksi Fu Lengbing, Liu Anan merasa cemburu dan menyeringai. "Bicara tentang pentingnya pakaian. Bahkan seekor ayam bisa berpakaian seperti burung merak. Namun, tidak mungkin seekor burung kecil berubah menjadi burung phoenix." Su Qianci tiba-tiba mengerutkan kening dan melihat ke seorang asisten toko, berkata, "Kau memang memiliki beragam pelanggan. Apakah kau tidak mencium bau itu? Apakah kau tidak akan menyingkirkannya?" Dituduh karena baunya, Liu Anan sangat marah sehingga wajahnya menjadi biru. Dia berteriak, "Kau yang seharusnya pergi!" Su Qianci mengabaikannya, dia pergi menuju ke kasir dengan kartu hitamnya dan berkata, "Tolong notanya." Asisten toko sangat senang karena dia dapat menjual gaun itu dengan mudah. Dia segera pergi ke kasir dan melihat sekilas pada tas tangan Su Qianci. Meskipun tidak ada logo dan sangat sederhana, dia berseru, "Ini adalah tas edisi terbatas peragaan busana Dior tahun ini!" Sementara itu, asisten toko lain juga memperhatikannya. Dia bergumam, "Hanya sepuluh yang dijual di seluruh dunia, kan?" Kata-kata itu mengejutkan Liu Anan dan Fu Lengbing juga. Hanya sepuluh di seluruh dunia dan Su Qianci memegang satu! Dia pasti memiliki latar belakang yang hebat, karena barang seperti itu tidak dapat dibeli dengan uang. Para asisten toko semuanya menunjukkan bermacam-macam ekspresi di wajah mereka. Siapa yang bisa membayangkan bahwa seseorang yang mengenakan pakaian murahan seperti itu, Su Qianci membawa kartu hitam dan tas yang langka! Fakta-fakta ini seperti tamparan di wajah mereka. Asisten toko yang telah mengolok-olok Su Qianci langsung tersipu dan diam-diam memeriksanya. Liu Anan bahkan tampak lebih marah. Dia mencibir dan berkata masam, "Ha, uang untuk menjual dirimu sendiri bukan masalah besar! Aku ingin tahu siapa pelindungmu. Apakah dia berusia enam puluh atau tujuh puluh? Aku dengar kau cukup bagus di tempat tidur. Kepala sekolah kita lelaki tua itu, mungkin sangat senang denganmu sehingga dia merekomendasikan dirimu ke universitasmu." Chapter 21 - Lawan Yang Tak Layak Su Qianci melirik Liu Anan dengan dingin dan melihat wajahnya yang terbakar api kecemburuan. Dengan sebuah senyuman, Su Qianci mengejek, "Kepribadian dan bahasa yang buruk, aku sangat enggan mengakui bahwa kau adalah teman sekelasku." Su Qianci mengalihkan pandangannya dengan arogan. Tinggi Su Qianci adalah 163 cm, sedikit lebih kecil dari ukuran tubuh Liu Anan. Namun, pada saat ini, dia memberi Liu Anan sebuah tekanan yang luar biasa. Bukan tentang tinggi badan atau penampilan, tetapi tekanan psikologi. Tekanan itu cukup untuk menghancurkan Liu Anan. Fu Lengbing tidak bisa menahan godaan untuk mengamati Su Qianci. Pada saat ini, Su Qianci terlihat sangat anggun dengan gerakan dan tingkah lakunya. Dibandingkan dengan saat gadis itu masih di SMA dahulu, dia adalah orang yang berbeda. Di depan Su Qianci, Liu Anan terlihat seperti itik buruk rupa, dan Su Qianci bagaikan angsa putih. Perbedaan besar ini membuat Liu Anan merasa lebih marah. Dia mengepalkan tangannya dan seakan hendak menembakkan api dari matanya. Liu Anan berteriak, "Namun, aku bahkan lebih enggan mengakui bahwa seseorang yang bersedia tidur dengan pria yang lebih tua dari ayahnya adalah teman sekelasku di SMA." "Cukup!" Fu Lengbing menghentikannya. "Itu sudah terlalu jauh." Berasal dari keluarga kaya, Fu Lengbing mengetahui lebih baik daripada orang lain bahwa kakak perempuannya sudah mengincar tas itu selama lebih dari setengah tahun tetapi masih belum berhasil membelinya. Fakta bahwa Su Qianci dapat membeli tas itu mengungkapkan bahwa pria di belakang punggungnya adalah orang yang sangat penting. Sebagai tambahan, Su Qianci juga berperilaku dengan cara yang berbeda. Seorang simpanan atau tidak, Su Qianci bukanlah seseorang yang mampu mereka lawan pada saat ini. Namun, Liu Anan tidak mengetahui kenapa Fu Lengbing mengatakan hal itu. Dia mengibaskan tangan Fu Lengbing dan berteriak, "Terlalu jauh? Apakah kau merasa kasihan padanya? Melihat bahwa dia telah menjadi begitu cantik dan mengagumkan, apakah kau berencana untuk kembali padanya? Itu adalah hal paling memalukan yang pernah dialami Fu Lengbing dalam hidupnya. Dia bergidik. "Apakah kamu sudah selesai? Ayo pergi. Ini sangat memalukan!" Su Qianci mencibir, memutuskan untuk tidak menghiraukan Liu Anan. Bertengkar dengan orang seperti itu tidak sebanding dengan waktunya. Setelah dia menggesek kartunya dan menandatanganinya, Liu Anan kembali berteriak, "Dasar pel*cur. Kau tidur dengan kepala sekolah untuk kuliah dan tidur dengan seorang lelaki tua untuk kartu hitamnya. Seekor anjing selalu makan kotoran!" Semakin banyak orang berkerumun, dan semua mata tertuju pada Su Qianci. Namun, Su Qianci tidak terlihat gugup sama sekali. Dia hanya bersikap biasa saja. "Liu Anan, apakah kau tahu berapa tahun yang akan kau habiskan di penjara karena pencemaran nama baik?" Melihat semakin banyak orang berkerumun, Liu Anan meninggikan suaranya. "Kau diterima di universitas terkenal, tetapi aku tidak berhasil dalam ujian masuk perguruan tinggi. Semua orang tahu betapa pandainya aku di sekolah. Kau pasti telah tidur dengan kepala sekolah untuk menukar nilaimu dengan nilaiku!" Su Qianci terdiam. Memang, dia tidak terlalu pandai di sekolah sebelumnya. Namun, dengan tekanan dari keluarga Su, dirinya telah bekerja sangat keras dan terjaga sepanjang malam selama lebih dari satu bulan di tahun terakhir SMA-nya. Setelah ujian masuk perguruan tinggi, dia langsung jatuh sakit. Namun, ia masih belum masuk ke jurusan yang sesuai dengan tuntutan dari keluarga Su. Itulah mengapa dia harus berkompromi dan masuk ke jurusan manajemen bisnis Universitas Kotaraja. Bagaimana bisa di mulut Liu Anan, dia menggunakan cara yang tidak adil? Semakin banyak orang berkerumun. Beberapa dari orang-orang itu merekam adegan ini dan mengunggahnya ke Weibo 1 . Su Qianci tidak gugup sama sekali. Melihat Liu Anan, dia berkata secara terbuka, "Bagaimana dengan buktinya? Karena kau begitu yakin, beri kami buktinya. Aku ingin tahu bagaimana aku bisa tidur dengan kepala sekolah tanpa kusadari." "Bukti? Bukti apa yang kau butuhkan!" Liu Anan menyeringai. "Kenyataan bahwa kau, murid yang buruk itu berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal, adalah bukti terbaik!" "Oh, benarkah itu?" Suara seorang lelaki menonjol di antara suara-suara itu, terdengar dalam dan lembut, diikuti dengan langkah kaki yang mantap. Situs mikroblogging China, salah satu platform media sosial paling populer di China. Sejenis Twitte Chapter 22 - Presiden Li, Apakah Anda Kenal Dia Sesosok pria bertubuh tinggi datang melawan cahaya. Dia melirik ke arah Liu Anan lalu Su Qianci. Melihat pakaian Su Qianci, matanya menyala sejenak. "Presiden Li." "Presiden Li." Para asisten toko yang awalnya menikmati drama tersebut langsung berdiri ketika melihat sosok tinggi itu, mata mereka menyala dengan kekaguman, nafsu, dan kecemburuan. Itu adalah pria yang hampir seperti dewa. Sebagai bujangan nomor satu dengan usia termuda, Li Sicheng selalu sangat rendah hati. Tanpa diduga, pria sibuk ini datang ke pusat perbelanjaan miliknya sendiri, membuat semua orang terkejut. Raut wajah Liu Anan tiba-tiba berubah penuh kelembutan. "Presiden Li." "Presiden Li." Fu Lengbing memandang Li Sicheng yang mengenakan pakaian santai dengan penuh kekaguman. Tentunya, Fu Lengbing sangat bersemangat bertemu Li Sicheng. Li Sicheng mengangguk, melihat arlojinya dan berkata dengan tenang, "Sudah lebih dari dua puluh menit." Dia sedang berbicara dengan Su Qianci. Menyaksikan hal itu, semua orang terkejut. Sulit dipercaya bahwa Presiden Li akan berbicara seperti ini dengan wanita itu. Liu Anan tampak tertegun. Merasa kesal, dia berjalan ke arah Li Sicheng dan berkata, "Presiden Li, Anda kenal wanita ini?" Li Sicheng meliriknya dengan dingin. "Dia memiliki karakter terburuk di dunia. Saya sarankan Anda menjauh darinya. Dia menukar tubuhnya untuk sebuah ijazah di SMA, dan dia bahkan lebih buruk sekarang. Seseorang pasti telah memeliharanya. Presiden Li, Anda tumbuh besar bersama sepupu saya, jadi saya tidak ingin Anda tertipu olehnya." Melihat Liu Anan memberi peringatan kepada Li Sicheng, Su Qianci tiba-tiba merasa geli. Jika Liu Anan mengetahui bahwa wanita simpanan yang dibicarakannya itu adalah istri Li Sicheng, bagaimana dia akan bereaksi? Pasti sangat lucu. Memikirkan hal itu, Su Qianci menyeringai, yang membuat Liu Anan semakin marah. "Su Qianci, beraninya kau tersenyum!" "Kaulah yang dipermalukan. Itu sebabnya." Su Qianci tertawa, wajahnya yang cantik tanpa riasan sangat menarik. Li Sicheng tiba-tiba merasakan tenggorokannya menegang. Untuk beberapa alasan, dia memikirkan tatapan yang diberikan Su Qianci kepadanya ketika dia telanjang pagi ini dan mulutnya terasa kering. "Kau pasti kehilangan akal sehat. Kaulah yang terekspos di depan umum, bukan aku!" "Oh, benarkah itu?" Su Qianci sepertinya sedang dalam suasana hati yang baik. "Ya, kau bisa terus percaya itu." Liu Anan semakin geram. Fakta bahwa Su Qianci tidak peduli bahkan lebih menjengkelkan untuknya. "Kau ¡­." Liu Anan ingin mengatakan sesuatu yang lain tetapi terputus. "Tang Mengying adalah sepupumu?" Suara Li Sicheng sangat menawan. Semua wanita yang hadir merasakan jantung mereka berdetak kencang. Mendengar pria itu berbicara padanya, Liu Anan merasa gembira, yang mana terlihat jelas di wajahnya. Li Sicheng berbicara dengannya. Dia berbicara dengannya! Chapter 23 - Bagaimana Bisa Dia Adalah Nyonya Li! Liu Anan tersipu dan dengan cepat mengangguk. "Ya! Kakak Li, tahun lalu kita bertemu di pesta ulang tahunmu. Aku mengenakan ¡­." Dia tiba-tiba memanggil Li Sicheng dengan sebutan kakak, yang membuat pria itu muak. Li Sicheng merasa tidak sabar dan berkata, "Bukankah dia memberitahumu bahwa aku sudah menikah?" Liu Anan terlihat tertegun dan mengangguk. Bukan rahasia lagi bahwa Li Sicheng telah menikah. Namun, pernikahan itu sangat sederhana, dan bahkan media pun tidak mengetahui identitas pengantin perempuannya. Kenapa dia tiba-tiba mengungkit hal ini? Liu Anan tidak mengerti pria ini. Namun, itulah misteri tentang dirinya yang sangat menarik bagi para wanita. Merasa terdorong, Liu Anan menatap Li Sicheng tanpa malu. Penampilannya begitu penuh nafsu sehingga menjijikkan. Li Sicheng sudah mati rasa terhadap tatapan seperti ini. Namun, dia tiba-tiba teringat bahwa Su Qianci pernah menatapnya dengan cara yang sama beberapa hari yang lalu. Namun, hari ini ¡­. Dia akhirnya mengerti apa yang berbeda tentang Su Qianci. Apakah dia bermain sulit untuk didapatkan? Melihat sekilas ke arah Su Qianci, Li Sicheng dengan cepat melihat ke arah lain. "Jadi, aku tidak yakin ini adalah hal yang cerdas untuk menghina istriku di hadapanku." Dia tampak tenang, seolah-olah dia sedang memberi tahu orang-orang tentang sesuatu yang biasa. Meskipun begitu, ucapannya mengejutkan semua orang. Liu Anan adalah orang yang paling terkejut di antara semuanya. Dia langsung memekik, "Bagaimana mungkin? Dia adalah istrimu?" Fu Lengbing juga tercengang, melihat Su Qianci dengan tidak percaya. Keluarga Li adalah keluarga nomor satu di Kotaraja! Mereka memiliki koneksi yang mendalam dengan pemerintah. Di antara tiga bersaudara dalam keluarga Li, hanya Li Sicheng yang memilih untuk berbisnis. Namun, setiap orang di dalam keluarga itu adalah kaum elite. Fu Lengbing tahu betul betapa sulitnya untuk menikah dengan keluarga semacam ini. Seseorang seperti Su Qianci ¡­ diterima di keluarga Li? Bukan hanya Liu Anan, bahkan Fu Lengbing pun tidak percaya itu. Akan tetapi, Li Sicheng yang mengakuinya sendiri! "Apa? Dia adalah istri presiden?" Salah satu asisten toko merasa sangat tidak percaya sehingga dia hampir tidak bisa berdiri tegak. Wanita berpakaian biasa sebelumnya itu adalah istri dari seorang bos besar! "Jadi, dia adalah Nyonya Li!" Salah satu penonton berseru, "Aku bisa tahu bahwa Nyonya Li luar biasa. Seorang wanita simpanan? Ha ha, seorang wanita yang cemburu adalah hal yang paling mengerikan." "Tepat sekali! Wanita itu begitu agresif hingga aku hampir mengira hal itu benar. Betapa menyebalkan!" "Nyonya Li sangat cantik sehingga dia dan Presiden Li adalah pasangan yang sempurna." "Itu benar. Namun, siapakah pria yang berdiri di sebelah wanita itu? Apakah dia salah satu keluarga Fu?" "Kurasa benar. Apakah wanita itu kekasihnya?" "Tidak mungkin. Seleranya rendah sekali ¡­." Perbincanganpun terdengar semakin keras. Wajah Fu Lengbing memerah dan dia bergerak menjauh dari Liu Anan. Liu Anan tidak bisa mengatasi rasa kagetnya. Dia tidak mengira bahwa Fu Lengbing membencinya pada saat seperti ini. Liu Anan memandang Su Qianci dengan tidak percaya dan berkata, "Itu benar-benar mustahil. Bagaimana bisa seorang wanita sepertimu bisa menikah dengan keluarga Li? Kau pasti telah melakukannya dengan cara menjijikan. Ya, pasti itu. Su Qianci, kau benar-benar tidak tahu malu! " Chapter 24 - Ditangkap Bersama "Apa yang terjadi? Saya mendengar seseorang memulai pertengkaran di sini?" Beberapa orang berseragam berjalan mendekat. Su Qianci memandang sekeliling, mengulum senyumnya dan berkata, "Ya, Pak petugas. Seseorang memfitnahku dengan jahat." Fitnah? Dalam cuaca panas seperti itu, mereka datang jauh-jauh ke sini hanya untuk masalah sekecil itu? Namun, ketika petugas polisi melihat Li Sicheng, wajah mereka tiba-tiba berubah. "Tuan Li." Melihat polisi, Liu Anan terlihat bingung dan mulai panik. "Su Qianci, kau tahu betul apakah aku mengatakan yang sebenarnya. Semua yang aku katakan itu benar. Kau wanita yang tidak tahu malu. Beraninya kau memanggil polisi?" "Baiklah, beritahu polisi kalau begitu," kata Su Qianci dengan tenang. Matanya dingin dan dia tampak begitu galak sehingga semua orang memandangnya. "Aku tidak punya waktu lebih untuk ini." "Beraninya kau memanggil polisi! Aku memiliki hubungan dengan keluarga Tang. Kakak Li, apakah sepupuku bukan sahabatmu? Bagaimana bisa Anda mengirim sepupunya ke polisi?" Liu Anan memandang Li Sicheng seolah-olah dia adalah penyelamatnya, berharap pria itu akan menghentikan Su Qianci. Bagaimanapun juga, Tang Mengying tumbuh besar bersamanya! Semua orang mengatakan bahwa dia dan Tang Mengying akan menjadi pasangan yang sempurna. Mereka tampak hebat bersama dan tumbuh bersama. Baik keluarga Tang dan keluarga Li berpikir bahwa Li Sicheng pasti akan menikah dengan Tang Mengying. Bahkan jika mereka tidak menjadi pasangan, dia harus memperhitungkan hubungan mereka, bukan? Namun, Liu Anan jelas telah meremehkan seberapa jauh Li Sicheng akan bertindak. Sosok tinggi dan glamor itu mengabaikan kata-katanya, melihat arlojinya lagi dan mendesak Su Qianci. "Ini sudah jam 1." Untuk semua yang telah dikatakan Liu Anan, tidak ada respons sama sekali. Penuh frustrasi, Liu Anan terus berkata, "Kakak Li, bahkan jika Anda tidak ingin memandang wajah sepupu saya, Anda harus menghormati keluarga Tang. Saya sepupu mereka!" Su Qianci merasa kasihan. Inilah yang akan memicu Li Sicheng. "Kau mengancamku?" Li Sicheng mendongak, matanya yang tajam menangkap Liu Anan. Liu Anan merasa membeku oleh pandangan itu, seolah seseorang telah menuangkan seember es ke tubuhnya. "Tidak, aku ¡­." "Apakah Tuan Sun mempekerjakan Anda untuk menikmati pertunjukan?" Li Sicheng bertanya pada polisi itu, suaranya sangat dingin sehingga membuat orang-orang mengigil. Para petugas polisi itu segera bereaksi dan menangkap Liu Anan. "Apa hubunganmu dengan tersangka?" Seorang petugas melihat ke arah Fu Lengbing. "Tidak ada." Dengan kekasih yang begitu bodoh, Fu Lengbing benar-benar dipermalukan. Jelas, Liu Anan telah menyinggung bukan hanya Su Qianci, tetapi juga orang di belakang Su Qianci. Fu Lengbing tidak sanggup menentang pria seperti itu dengan risiko mempertaruhkan seluruh keluarganya! Yang bisa ia lakukan hanyalah menjauhi idiot seperti Liu Anan. Akan tetapi, Liu Anan segera menyeringai dan berseru, "Dia adalah kekasihku! Dia menyuruhku mengatakan semua yang telah aku katakan!" Menjauh darinya? Tidak akan. Mereka terikat bersama dan akan ditangkap bersama. Fu Lengbing berseru, "Liu Anan, jangan mengada-ada." Chapter 25 - Mengirimnya Ke Polisi "Mengada-ada? Siapa yang mengada-ada? Fu Lengbing, kau pengecut!" "Dia tidak terlibat," kata Su Qianci. "Kau ingin dia ditangkap bersamamu? Liu Anan, kau sangat kacau." Fu Lengbing tercengang. Dia tidak mengharapkan Su Qianci untuk membelanya, dan dia merasa bersyukur. Namun, pada saat yang sama, dia juga bangga dengan pesonanya sendiri. Su Qianci masih menyukainya! Itu benar. Bagaimanapun juga dia adalah cinta pertamanya. Diam-diam merasa senang, Fu Lengbing memandang Su Qianci dengan pandangan berbeda. Polisi itu menulis sesuatu dan berkata, "Ikutlah bersama kami untuk membuat pernyataan." Fu Lengbing mengangguk. Selama dia tidak dianggap sebagai bagian dari kejadian ini, maka itu bagus. "Ambil rekaman kamera pengintai sebagai bukti. Dan apakah kau bersedia menjadi saksi?" Su Qianci bertanya, dan melihat ke asisten toko yang sedang berbicara dengannya. "Tidak masalah. Tentu saja. Tenanglah, Nyonya Li. Semua orang di sini bisa menjadi saksimu. Wanita ini memfitnahmu dan mengarang cerita." Melihat bagaimana keadaan telah berubah, Liu Anan berteriak dengan marah, "Su Qianci, beraninya kau memperlakukanku seperti ini! Sepupuku tidak akan membiarkan hal ini! Keluarga Tang tidak akan membiarkan hal ini!" "Oh?" Su Qianci berkata dengan tenang, "Lalu aku akan menunggu dan melihat." Liu Anan bukan siapa-siapa. Dia mengirim Liu Anan ke polisi tidak hanya untuk membalaskan dendamnya, tetapi juga untuk memberi Tang Mengying sebuah tamparan di wajahnya. Liu Anan adalah sepupu Tang Mengying. Dan Su Qianci ingin menggunakannya untuk menantang Tang Mengying secara resmi. Karena Liu Anan telah menentang Li Sicheng, bagaimanapun juga dia ditakdirkan mati. Dengan segera, Liu Anan dibawa pergi. Kerumunan orang juga sudah membubarkan diri. Li Sicheng dan Su Qianci berjalan keluar dari pusat perbelanjaan, tanpa berkata-kata. "Tunggu, Su Qianci." Itu adalah suara Fu Lengbing. Su Qianci berbalik dan melihat Fu Lengbing mengejar, berlari. Melihat wajahnya yang cantik, Fu Lengbing tersenyum. "Su Qianci, sudah lama sekali. Aku tidak bisa membayangkan kau sudah menikah." "Aku juga tidak menyangka kau bersama Liu Anan," kata Su Qianci sinis. Fu Lengbing tampak malu dan memotong pembicaraan. "Bulan depan pada tanggal delapan, kita akan mengadakan reuni SMA. Bergabunglah dengan kami. Aku tidak bisa menemukanmu sebelumnya dan sekarang aku bisa mengundangmu." Reuni SMA? Su Qianci ingat. Di kehidupan sebelumnya, dia pergi ke reuni yang sama. Acaranya diadakan di hotel bintang enam, dan dia diundang oleh teman yang disebutnya teman baik. Setelah dia pergi, Liu Anan berulang kali menjadikannya target. Karena Su Qianci memiliki temperamen yang buruk, Liu Anan dan Tang Mengying menjebaknya dan menyebarkan desas-desus bahwa Su Qianci telah melakukan operasi plastik dan menjual tubuhnya untuk ijazahnya. Dia benar-benar malu. Yang lebih buruk adalah Li Sicheng juga dibawa ke hotel yang sama oleh Tang Mengying, menyaksikan kejadian memalukan itu. Chapter 26 - Dia Ingin Menciumnya? Namun, Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa sepanjang waktu. Seolah-olah dia tidak mengenalnya. Dia bersikap sangat dingin dan benar-benar acuh tak acuh. Tidak ada yang tahu bahwa dia adalah istrinya. Dan tidak ada yang percaya bahwa dia difitnah. Reputasi buruk mengikutinya seumur hidupnya setelah reuni. Karena hal itu, dia sangat membenci Tang Mengying. Namun, dia tidak pernah membenci Li Sicheng saat itu. Sekarang saat memikirkan hal ini kembali, pria ini sangat kejam. Mengingat hal itu, perasaan yang tersisa untuknya lenyap sepenuhnya. Pria ini bukan seseorang yang bisa dia tangani. Alih-alih jatuh cinta padanya, dia harus membebaskan dirinya sesegera mungkin. Namun, dia tidak mengira bahwa tuan rumah reuni, Fu Lengbing, akan mengundangnya untuk pergi. Melihat tatapan acuh tak acuh Su Qianci, Fu Lengbing tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya dan bertanya dengan hati-hati, "Su Qianci?" Su Qianci mendongak, tersenyum dan berkata, "Oke, aku akan datang." Fu Lengbing sangat gembira, "Hebat, aku akan menghubungimu nanti." Kemudian dia melihat sosok tinggi di sebelah Su Qianci. Su Qianci bukan apa-apa, tetapi pria di sebelahnya adalah seseorang yang ingin diperkenalkan Fu Lengbing. "Jika Tuan Li punya waktu, silakan bergabung dengan kami juga." Fu Lengbing merasa gugup saat mengatakan itu. Karena Tuan Li begitu misterius, Fu Lengbing takut dia akan menolak. Li Sicheng hanya mengangguk. Fu Lengbing merasa lega, merasa luar biasa. Selama dia tidak menolaknya, masih ada harapan. Fu Lengbing pastinya ingin terhubung dengan Li Sicheng. Saat kembali ke mobil, Li Sicheng mengeluarkan sebatang rokok dan mulai merokok perlahan. Kepulan asap putih mengelilingi wajah Li Sicheng, membuat wajahnya yang sempurna bahkan lebih misterius. Gerakannya sangat elegan, seolah-olah dia berada di sebuah lukisan. Su Qianci tahu betul bahwa pria itu sedang memikirkan sesuatu. Li Sicheng biasanya tidak merokok. Namun, setiap kali dia memiiki suatu hal yang tidak bisa dipahaminya, dia akan menyalakan sebatang rokok dan berpikir. Namun, apa yang ada di pikirannya? Su Qianci merasa bahwa mungkin itu ada hubungannya dengan dirinya. Namun, dia tiba-tiba merasa sepertinya dia terlalu percaya diri. Dia mengulum bibirnya menertawakan dirinya sendiri dan melihat Li Sicheng sedang menatapnya. Matanya sangat dalam. Su Qianci merasa ada sesuatu yang aneh dan bertanya dengan tidak yakin, "Ada apa?" Li Sicheng tidak berbicara tetapi meletakkan rokok di antara jari-jarinya dan bergerak mendekati Su Qianci. Su Qianci bahkan lebih gugup, bergidik ngeri. Matanya tertuju pada wajahnya, Li Sicheng tidak berbicara. Namun, dia secara perlahan menatap bibirnya. Merasa seperti ada sebuah bom dijatuhkan di otaknya, Su Qianci tiba-tiba tersipu malu. Dia hanya memikirkan sebuah teori: ketika seorang pria melihat bibir seorang wanita, dia hanya menginginkan satu hal, yaitu menciumnya! Merasa hampa, Su Qianci mundur, tersipu malu, dan menutup matanya. Chapter 27 - Mereka Membutuhkan Aborsi "Kenapa?" Ketika sebuah suara rendah terdengar di samping telinganya, Su Qianci merasa telinganya sedang hamil dan mereka membutuhkan aborsi. Apa yang dia tanyakan? Su Qianci mendongak dan melihat wajah Li Sicheng yang tanpa cela. "Kamu tidak tersenyum." Oh, jadi dia seharusnya tersenyum? Su Qianci tidak mengerti itu. Sebelum dia mengetahuinya, Li Sicheng sudah duduk, menatap rokoknya. Mengibaskan rokok, Li Sicheng mengisapnya lagi, tampak misterius. Su Qianci bahkan merasa lebih bingung. Pria ini ¡­. Kenapa dia selalu begitu sulit dimengerti? Tiba-tiba, Su Qianci memikirkan kehidupan sebelumnya. Ketika dia baru saja menikah dengan Li Sicheng, dia merasa seperti wanita paling beruntung di planet ini. Semua wanita di Kotaraja terobsesi dengan pria ini, sementara dirinya adalah wanita yang bisa mendekatinya dan menjadi istrinya. Karena pola pikir seperti itu, setiap kali dia mendekati Li Sicheng, dia tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Senyum bahagia dan senyum penuh kasih. Akan tetapi, dia tidak lagi mencintainya di kehidupan ini, jadi tentu saja, dia telah berhenti tersenyum. Su Qianci tiba-tiba menyadari bahwa dia tidak mencoba menutupi dirinya sendiri di kehidupan yang sekarang. Di kehidupan sebelumnya, ia membutuhkan waktu lima tahun untuk mengubah dirinya dari seorang gadis nakal dan bodoh menjadi seorang wanita dewasa, yang merupakan sebuah proses yang menyakitkan. Namun, perubahan ini terjadi dalam semalam di kehidupannya saat ini, yang mana menimbulkan kecurigaan. Ketika Su Qianci berpikir tentang apa yang harus dia katakan untuk menjelaskannya, Li Sicheng sudah menjalankan mobilnya menuju rumah keluarga Su. Sebuah penantian yang cukup lama bagi keluarga Su. Su Shanna duduk di sofa, lapar dan tidak sabar. Dia merengus pada pria paruh baya, "Ayah, si bodoh Su Qianci tidak akan datang. Dengan karakternya, dia pasti sudah datang jika dia mau. Aku yakin dia tidak sabar untuk menyombongkan bahwa dia adalah istri Li Sicheng. Itu tidak akan memakan waktu begitu lama baginya. Mari kita makan dulu? " Su Zhengguo melihat jam dan sudah pukul satu tiga puluh, jauh melewati jam makan siang. Tampak suram, Su Zhengguo berkata kepada istrinya, "Telepon mereka untuk bertanya." Nyonya Su mengangguk, dan ketika dia hendak menelepon, bel pintu berbunyi. Su Shanna pergi untuk membuka pintu dan melihat pria jangkung itu segera. Matanya menyala dan dia tersenyum manis. "Tuan Li, kau akhirnya di sini." Itu bukan pertama kalinya dia melihat pria ini. Namun, setiap kali dia melihatnya, dia merasa tercengang. Pria itu seperti bulan di langit, dingin dan elegan. Semua wanita di kota itu terobsesi dengannya. Akan tetapi ¡­. "Sepupu." Ketika sosok Su Qianci muncul di sebelah Li Sicheng, senyum Su Shanna membeku dan dia merasa sangat cemburu. Meskipun begitu, setidak sukanya ia terhadap Su Qianci, Su Shanna mengetahui apa yang harus dilakukan, dan membiarkannya masuk. "Paman, Bibi," panggil Su Qianci, berjalan dengan anggun dan tersenyum manis. Sikapnya begitu sempurna sehingga dia tampak hebat di samping Li Sicheng. Seolah-olah hatinya dicakar oleh seekor kucing, Su Shanna merasa sangat cemburu sampai-sampai dia akan menjadi gila. Chapter 28 - Apakah Kamu Sudah Melakukannya? Memang, setelah sepupunya itu menemukan seorang suami yang baik, si jalang itu terlihat berbeda. Bagaimanapun juga, Su Shanna adalah anak sah dari keluarga Su, jadi tidak adil bahwa anak perempuan haram ini yang menikah dengannya. Mengabaikan Su Qianci, Su Zhengguo berdiri dan berjalan menuju Li Sicheng dengan senyum terbaiknya. "Li Sicheng, kau sudah datang. Ayo duduk. Apakah kau sudah makan?" "Belum." "Ha ha, itu bagus. Kami juga makan terlambat hari ini. Ayo bergabunglah dengan kami." Su Zhengguo tersenyum, berusaha menyenangkan Li Sicheng. "Oke." Li Sicheng tidak pernah berbicara banyak, dan hanya menjawab seadanya. Namun, Su Zhengguo merasa sedikit canggung dan tersenyum datar. Su Shanna membawa sebuah nampan dan berkata dengan senyum malu, "Tuan Li, kopinya." Nyonya Su juga berkata, "Mengetahui bahwa kau suka minum kopi, Shanna belajar membuat kopi. Tolong beri tahu dia apakah dia sudah melakukan pekerjaannya dengan baik." Melihat Li Sicheng dengan penuh ekspektasi, Su Shanna penuh dengan harapan. Su Zhengguo dan istrinya juga menatap Li Sicheng. Namun, Li Sicheng melirik Su Qianci dan bertanya, "Kenapa kamu berdiri di sana? Kemarilah dan duduk." Saat Li Sicheng mengatakan itu, keluarga Su kemudian menyadari bahwa tidak ada yang memberi perhatian pada Su Qianci. Terlihat canggung, Su Zhengguo terbatuk dan berkata, "Su Qianci, mengapa kau bertingkah seperti orang asing di keluargamu sendiri?" "Kau sekarang adalah Nyonya Li. Berhentilah bertingkah seperti anak kecil dan duduklah," kata Nyonya Su. Su Qianci sudah menduga adegan ini. Dia selalu bukan apa-apa bagi keluarga Su. Li Sicheng selalu menjadi tamu terhormat. Tanpa Li Sicheng, dia bukan apa-apa. Dia berjalan perlahan dan sengaja duduk di kursi setidaknya satu meter dari Li Sicheng. Berdasarkan pengetahuannya tentang Su Shanna, dia tidak akan melewatkan kesempatan ini. Memang, mata Su Shanna bersinar ketika melihat ruang kosong di antara pasangan itu. Sambil memegang cangkir kopi di atas meja, Su Shanna berjalan ke arah Li Sicheng dan berkata, "Tuan Li, silakan mencicipi kopi yang saya buat. Saya telah belajar untuk beberapa waktu, beri tahu saya jika saya melakukannya dengan baik." Sambil mengatakan hal tersebut, Su Shanna duduk di tengah-tengah pasangan itu. Li Sicheng mengerutkan kening seolah-olah dia telah menyentuh sejenis virus, berdiri tiba-tiba ketika Su Shanna duduk. Terkejut oleh gerakan mendadak pria itu ini, Su Zhengguo kebingungan. "Kamar kecil?" "Saya akan menunjukkan jalannya!" ujar Su Shanna dengan cepat, berdiri. Akan tetapi, Su Zhengguo segera menghentikannya, "Itu tidak sopan." Su Shanna berhenti. Su Zhengguo melirik Su Qianci dan berkata, "Kau yang pergi mengantarkannya." Su Qianci tidak bangkit dan menunjuk ke satu arah. "Lurus dan belok kanan." Li Sicheng segera berjalan ke arah yang ditunjukkan. Setelah seseorang yang penting menghilang, keluarga Su tidak bisa menahan diri. "Bagaimana rasanya tinggal di keluarga Li? Hari ini adalah hari ulang tahun Nyonya Li. Apakah kau sudah memberikan hadiah yang aku persiapkan untuknya?" Nyonya Su bertanya. Su Qianci mengangguk. Nyonya Su memeriksa ke arah kamar kecil, memastikan Li Sicheng tidak berada di sekitar mereka, dan kemudian mendekati Su Qianci untuk bertanya, "Namun, kudengar dia tidak begitu menyukai wanita. Apakah kau ¡­." Chapter 29 - Memerkosanya "Tidak." Su Qianci tidak memberikan mereka harapan, "Dia tidak menyentuhku." Mendengar itu, Nyonya Su menjadi sedikit khawatir. "Dia tidak menyentuhmu, tetapi tidak adakah yang bisa kau lakukan?" "Apa yang bisa aku lakukan? Memerkosanya?" Nyonya Su berkata dengan tidak berdaya, "Pokoknya, kau tidak boleh kehilangan muka keluarga kita. Kau pikir mengapa Kapten Li membiarkanmu menikahi cucunya? Itu hanya karena ibumu menyelamatkan hidupnya ketika dia masih muda. Jika tidak, pasti bukan kau yang menikah dengan cucunya. Pada akhirnya, kami adalah orang-orang yang membawamu kembali dari lembah kemiskinan. Sekarang kau telah menjadi kaya, tetapi jangan lupa untuk berterima kasih kepada kami. Paling tidak, kau harus menemukan kerabat keluarga Li untuk sepupumu. Aku dengar bahwa Tuan Li masih memiliki saudara laki-laki yang masih lajang. Carikan jadwalnya untukku. Bahkan jika tidak ada jadwal, beberapa informasi lain pun akan berguna. Undang sepupumu ke keluarga Li dari waktu ke waktu sehingga mereka dapat saling bertemu. Aku sedang berbicara denganmu. Apakah kau mendengarkanku? " Setelah mendengar semua hal yang Nyonya Su katakan, Su Qianci mengangguk dengan tenang. Su Shanna kesal melihat raut wajah Su Qianci. Dia mendengus dan berkata, "Ayahku seharusnya memberi tahu Kapten Li bahwa aku adalah putri dari bibiku. Jika itu aku, aku tidak akan pernah membuat malu keluarga Su." "Sepertinya kau benar-benar ingin menikah dengannya. Bagaimana kalau aku bercerai dengannya dan kau menikah dengannya?" Su Qianci berkata, "Dan kemudian kau bisa mendapatkan laporan tes DNA palsu, katakan pada mereka bahwa kau adalah putri Su Han, dan aku yatim piatu. Bukankah itu lebih baik?" Mata Su Shanna bersinar mendengar lelucon itu. Bahkan Nyonya Su tampak tercerahkan. Melihat itu, Su Qianci mencibir dalam hati. Begitulah cara mereka memperlakukannya di kehidupan sebelumnya. Memalsukan hasil tes DNA dan mengirimkannya ke keluarga Li untuk memberitahu semua orang bahwa dia adalah seorang yatim piatu dan Su Shanna sebenarnya adalah putri Su Han. Pasangan Su hanya mengadopsi anak perempuan dari saudara perempuan mereka karena pasangan itu tidak dapat memiliki bayi sendiri. Satu-satunya tujuannya adalah untuk menjadikan Su Shanna sebagai istri Li Sicheng. Pada waktu itu, hal tersebut menyebabkan kekacauan yang sangat besar. Semua orang yang mereka kenal mendengar bahwa istri Li Sicheng berasal dari latar belakang yang patut dipertanyakan. Namun, keluarga Li tidak ingin malu, membuat identitas palsu untuk Su Qianci, dan Kapten Li tidak ingin pasangan itu bercerai. Rencana keluarga Su menjadi sia-sia dan mereka segera mengalami kebangkrutan karena balas dendam keluarga Li. Su Qianci menjelaskannya dengan agak sinis. Namun, keluarga itu jelas sedang mempertimbangkan apa yang dikatakannya. "Kau bersedia menceraikannya?" Su Shanna merasa tidak percaya. "Bagaimana mungkin? Bukankah kau selalu menyombongkan tentang pernikahanmu?" "Kapan aku pernah menyombongkan diri?" Su Qianci membantah. Su Shanna tidak bisa berkata-kata. Memang, Su Qianci tidak menyombongkan diri, tetapi sikap diamnya sudah cukup untuk membuat semua orang cemburu. "Aku tidak akan menghabiskan waktu yang lama bersamanya. Perceraian akan terjadi cepat atau lambat," kata Su Qianci dengan tegas, seolah itu masalah kecil. Mendengar kata-kata Su Qianci, Su Zhengguo mengerutkan kening, seperti sedang merenungkan apakah Su Qianci bersungguh-sungguh atau tidak. Duduk di seberang Su Qianci, Nyonya Su tiba-tiba mengubah pandangannya dan berkata, "Apa yang kau bicarakan? Kau sudah menikah dan itu adalah nasib buruk untuk berbicara tentang perceraian." Chapter 30 - Aku Berharap Kalian Akan Menderita "Bukankah itu tujuanmu?" Su Qianci jelas melihat perubahan ekspresi wajah Nyonya Su, menebak sesuatu, pura-pura tidak menyadarinya, dan tersenyum. "Aku bisa menceraikan Li Sicheng. Kau bisa membiarkan sepupuku menikah dengannya, mengeklaim dia adalah putri kandung ibuku, memanfaatkannya untuk mencari tahu rahasia tentang keluarga Li, dan kemudian mengambil alih properti keluarga Li. Bukankah itu rencana yang sempurna?" Semakin Su Zhengguo mendengarkannya, semakin ia merasa rencana itu layak untuk dilakukan. Namun, dia juga merasakan ada sesuatu yang salah. Memutar kepalanya, dia melihat istrinya sedang menatapnya. Merasakan firasat buruk, Su Zhengguo mendongak dan tiba-tiba menabrak meja, "Apa yang kau bicarakan? Bagaimana itu mungkin?" Saat dia berteriak dengan keras, Su Zhengguo tiba-tiba menjadi pucat, matanya tertuju pada sosok di belakang Su Qianci. Su Qianci berbalik dan pura-pura kaget. Dia dengan cepat menundukkan kepalanya seolah-olah dia tertangkap basah. Namun, dia mengetahui bahwa Li Sicheng berada di belakangnya sejak beberapa waktu yang lalu dan dengan sengaja mengatakan semua itu. Bukankah mereka memang berencana untuk melakukannya? Dia hanya membahasnya tadi. Bagaimanapun juga, Su Qianci mungkin sudah menyelamatkan martabat keluarga Su. Di kehidupan sebelumnya, mereka akhirnya bangkrut dan akhirnya menjadi tunawisma. Namun, keluarga Su tidak mengetahui tentang itu, dan membenci Su Qianci pada saat ini. Su Zhengguo mengeluh dalam hati. Ketika dia hendak menjelaskan, seorang pelayan berjalan menghampiri dan berkata, "Tuan, Nyonya, makanannya siap disajikan." Mendengar itu, Su Zhengguo dengan cepat berkata, "Akhirnya. Ayo kita makan siang." Makan siang? Pamannya pikir dia bisa mencerna makanan? Su Qianci tiba-tiba merasa geli. Pamannya sangat munafik. Li Sicheng memperhatikan bagaimana senangnya Su Qianci dan tiba-tiba mengerti sesuatu. Tanpa menunjukkannya, dia berjalan ke meja makan dengan dingin. Saat makan siang, kecuali Su Qianci dan Li Sicheng, semua orang gemetar. Berusaha menjadi tuan rumah yang baik, Su Zhengguo merasa sangat gugup. Dia tidak tahu berapa banyak percakapan yang telah didengar oleh Li Sicheng. Jika dia hanya mendengar kata-kata Su Qianci, itu baik-baik saja. Su Zhengguo dapat membantah bahwa itu hanya spekulasinya saja. Namun, jika dia telah mendengar apa yang dikatakan oleh seluruh keluarganya, maka itu benar-benar tergantung pada Li Sicheng. Merasa khawatir, Su Zhengguo merasa seakan makan siang ini berlangsung seabad. Setelah lebih dari setengah jam, Li Sicheng akhirnya meletakkan sumpitnya. Merasa lega, Su Zhengguo juga menaruh sumpitnya ke meja, siap untuk mengucapkan selamat tinggal. Namun, seseorang tidak mengikuti permainan. Sambil memegang sumpitnya dan makan perlahan, Su Qianci begitu riang sampai-sampai dia tampak tidak sesuai dengan suasana saat itu. Sambil mencaci keponakannya dalam hati, Su Zhengguo bertanya-tanya apakah dia tahu apa yang telah dilakukannya. Namun, mereka tidak tahu bahwa Su Qianci ingin mereka menderita. Su Shanna tidak tahan dan mendesak, "Sudah selesai atau belum? Tuan Li sudah selesai. Kau hanya menunda-nunda!" Su Qianci meliriknya, tampak cemberut, dan berbisik, "Tapi aku belum kenyang." Su Qianci tampak seperti anak yang disiksa yang belum diberi makan untuk waktu yang lama. Chapter 31 - Dia Mengambil Rencana B "Nana!" Nyonya Su menghentikan putrinya. Su Shanna merasa tidak yakin. Namun, ketika melihat Li Sicheng, dia menelan kata-katanya kembali. Dibutuhkan lebih dari lima belas menit bagi Su Qianci untuk menyelesaikan makan. Setelah selesai, mereka berbincang sedikit dan keluarga Su sangat gugup. Namun, Su Qianci tidak mengatakan sepatah kata pun tentang pergi dari sana. Pada akhirnya, Li Sicheng adalah orang yang mengusulkan untuk pergi, yang mana sangat melegakan bagi keluarga Su. Mereka berpura-pura mengundang pasangan itu untuk tinggal lebih lama dan kemudian mengantar mereka keluar. Ketika dia pergi, Su Qianci bisa merasakan tatapan membunuh dari keluarga Su di belakangnya. Namun, dia merasa sangat senang. Ketika dia berada di pintu, Su Qianci berhenti. "Tuan Li." Li Sicheng mengangkat alisnya dan menatapnya. "Ada urusan lain yang harus aku kerjakan. Kamu bisa kembali sendiri dan aku bisa naik taksi." Li Sicheng mengangguk dan pergi meninggalkannya. Melihat sosok Li Sicheng menghilang di kejauhan, Su Qianci kemudian berjalan menuju satu-satunya toko obat di dekat rumah keluarga Su. Sesampainya di sana, Su Qianci membeli sebuah pil untuk rencana B, meminumnya, lalu pergi. Setelah membuang cangkir kertas yang digunakan Su Qianci, manajer toko itu tiba-tiba melihat beberapa lembar uang di depannya. Dia terkejut dan kemudian melihat seraut wajah yang tampan. "Pil apa yang diminum gadis tadi?" Manajer toko tertegun, melirik uangnya, dan kemudian langsung mengerti. Dia mengamati kotak yang belum dibuang. Melihat huruf-huruf di kotak itu, mata Li Sicheng menjadi lebih kelam. Dia mengerutkan bibirnya, berbalik, dan pergi tanpa sepatah katapun. Dengan sedikit bingung, manajer toko diam-diam mengambil uang itu. Dia tidak mengatakan apapun! Ketika Su Qianci pulang ke rumah, Li Sicheng tidak ada di sana. Dia memasuki sebuah ruangan dan melihat Nyonya Wang sedang bermain mahyong dengan Nyonya Li. "Aku menang!" Nyonya Li jelas sangat beruntung dan tertawa dengan gembira. "Aku akan berhenti. Qin Shuhua terus menang. Aku telah kehilangan banyak hari ini." Nyonya Wang tidak senang. Qin Shuhua adalah nama Nyonya Li. Mendengar keluhan Nyonya Wang, Qin Shuhua tersenyum lebih lebar. "Ayolah, mari kita lanjutkan." "Aku sudah selesai, kecuali kau mengganti pasanganmu. Lihat, menantu perempuanmu sudah kembali." Perhatian mereka tiba-tiba tertuju pada Su Qianci. Su Qianci berhenti dan memanggil, "Ibu, Bibi Lu, Bibi Wang." "Sangat menyenangkan kau telah kembali. Kemarilah dan bermain untuk ibu mertuamu." "Aku benar-benar tidak tahu cara bermainnya," Su Qianci menolak. Mendengar kata-katanya, Nyonya Wang bahkan lebih senang. "Itu lebih baik lagi. Biarkan ibu mertuamu mengajarimu. Kemarilah dan duduklah. Shuhua, biarkan dia bermain." Setelah memenangkan banyak uang, Qin Shuhua harus membantu. Dia bangkit dan berkata, "Kemarilah dan bermain menggantikanku." Su Qianci mau tidak mau harus duduk, sementara Qin Shuhua duduk di belakangnya dan menyaksikannya bermain. Ketika Su Qianci mengatakan bahwa dia tidak tahu cara bermain, dia bersungguh-sungguh. Di kehidupan sebelumnya, meskipun dia telah menikah dengan Li Sicheng selama lima tahun, ibu mertuanya tidak pernah menyukainya, itulah mengapa Su Qianci tidak pernah diminta untuk bermain mahyong dengannya. Ini adalah pertama kalinya dia diundang untuk ikut bermain. Chapter 32 - Keluarga Li Bisa Kehilangan Uang, Tapi Tidak Bisa Kehilangan Muka Setelah beberapa ronde, Su Qianci telah kehilangan banyak uang. Qin Shuhua tidak bisa lagi melihat hal itu, mengatakan dia lelah, dan kembali ke kamarnya sendiri, meminta Tang Mengying untuk mengajari Su Qianci. Tang Mengying mengambil tempat Qin Shuhua dan mulai memerintah Su Qianci, yang mana tidak disukai oleh Su Qianci. Dan benar saja, di bawah bimbingan Tang Mengying, Su Qianci telah kehilangan semua uang yang telah dimenangkan oleh Qin Shuhua. Merasa sedikit bersalah, Su Qianci mulai menggunakan uangnya sendiri untuk bertaruh. Nyonya Wang sangat bahagia, tetapi tiba-tiba dia merasakan sakit perut. "Aduh! Perutku benar-benar sakit. Mengying, kemarilah dan mainkan untukku. Aku akan ke kamar kecil." Setelah Tang Mengying duduk, dia langsung menang dua kali berturut-turut. "Ya Tuhan, keberuntungan Tang Mengying juga luar biasa. Dan dia mendapatkan semua uangnya dari Su Qianci." "Su Qianci, kau pasti telah kalah banyak. Aku melihatmu mengambil uangmu sendiri." Merasa malu, Su Qianci merenung apakah dia harus berhenti, ketika dia mendengar Tang Mengying berkata, "Itu tidak masalah sama sekali. Keluarga Li sangat kaya sehingga mereka mampu. Bukankah itu benar, Su Qianci?" Kata-kata yang tampaknya tidak berbahaya ini membuat Su Qianci tersudut. Dia adalah anggota keluarga Li sekarang dan mewakili wajah keluarga Li. Keluarga Li bisa kehilangan uang, tetapi tidak bisa kehilangan muka. Jika dia berkata dia akan berhenti pada titik ini, maka itu berarti bahwa keluarga Li tidak mampu. Merasa canggung, Su Qianci harus berkata, "Tidak apa-apa." "Itu hebat!" Para wanita lain senang mendengarnya. "Kalau begitu, ayo lanjutkan!" Setelah kehilangan banyak uang, Su Qianci akhirnya menemukan aturan dasar permainannya. Akan tetapi, setelah mereka memulai ronde baru, dia masih merasa sedikit bingung. Ketika Su Qianci masih ragu-ragu tentang bagaimana cara bermain mahyong, tiba-tiba dia mendengar suara dengan nada rendah di belakangnya berkata, "Kamu menang." Su Qianci bingung, menatap batu mahyongnya, tetapi dia tidak mengerti bagaimana dia bisa menang. Pada saat itu, sebuah tangan meraih batu mahyongnya dari belakang. Ketika tangan itu mendekatinya, Su Qianci tiba-tiba merasakan gelombang hormon laki-laki ketika suhu di sekelilingnya memanas. Dia bisa merasakan napas pria itu di samping rambutnya ¡­. Chapter 33 - Sangat Cemburu Sambil menahan napas, wajah Su Qianci perlahan-lahan memerah. Jari-jari Li Sicheng yang panjang dengan cepat menyusun kembali batu mahyong di depannya saat dia berkata, "Nah begini." Sambil memperlihatkan tangannya, Su Qianci merasa semua orang memperhatikannya. Nyonya Lu terkejut dan berkata, "Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana mungkin Su Qianci bernasib buruk. Ternyata dia sedang menunggu ini." "Segalanya berubah ketika sang suami datang. Dia segera menang ketika suaminya ada di sini," komentar wanita lain. Suami ¡­. Istilah itu terdengar akrab dan kuno baginya, membuatnya kehilangan fokusnya untuk sementara waktu. Namun, dia segera menyadari apa yang telah terjadi, "Apakah aku menang?" Li Sicheng mengangguk dan melihat wajah Su Qianci yang gembira. Tidak seperti kecantikan Tang Mengying yang tak terbantahkan lagi, Su Qianci memiliki ciri khas yang membuatnya terlihat lembut. Kulitnya begitu indah sehingga tampak seperti porselen terbaik. Matanya hitam dan cerah dengan seribu bintang di dalamnya. Dia sangat ¡­ menggemaskan! Melihat posisi Li Sicheng dan Su Qianci, Tang Mengying sangat cemburu sehingga dia bisa menjadi gila pada saat ini. "Kakak Sicheng, kau kembali." Tang Mengying tersenyum dengan cantiknya. Seolah-olah tidak mendengarnya, Li Sicheng membungkuk, mengambil batu mahyong dan berbisik kepada Su Qianci, "Ini batu truf. Kamu beruntung." Su Qianci bahkan lebih terkejut, "Apakah itu benar?" Namun, dia segera teringat pada uang yang hilang, "Tapi aku kehilangan semua uangnya." "Berapa banyak?" Su Qianci sedikit tersipu dan berbisik, "Kurang dari seratus ribu ¡­." Ibu mertuanya memenangkan mungkin tujuh puluh hingga delapan puluh ribu, dan uang yang dia ambil dari dompetnya sendiri ¡­ jumlah sebenarnya mungkin lebih dari itu. Li Sicheng hanya berkata, "Kalau begitu, ayo kita menangkan kembali." Setelah dia mengatakan itu, dia menjadi bersungguh-sungguh. Ketika ronde lain dimulai, Su Qianci menemukan bahwa dia tidak memiliki nasib buruk, tetapi keterampilan yang buruk. Melihat tangan Li Sicheng mengatur batu mahyong di depannya, dia terpesona. Dia bisa merasakan napasnya di dekat telinganya, begitu dekat, begitu panas ¡­. Wajah Su Qianci memerah sampai ujung telinganya pun memerah. Saat merasakan napasnya melambat, dia membenci dirinya sendiri karena itu. Su Qianci, kamu setuju bahwa kamu tidak akan menaruh perasaan ini lagi untuknya! Setelah memukul pahanya sendiri, Su Qianci segera menjadi tenang. Namun, Li Sicheng melihatnya melakukan itu. Dia memicingkan matanya, membuatnya sulit untuk mengatakan apa yang sedang dipikirkannya. Setelah dia mengatur ulang batu mahjongnya, Su Qianci menyadari bahwa dia memiliki tangan yang baik. Tang Mengying meletakkan sebuah batu mahyong, sambil melirik Li Sicheng. Berdasarkan apa yang diketahui oleh Tang Mengying tentang dirinya, Li Sicheng tidak sedang memikirkan tentang permainan mahyong pada saat ini, tetapi sesuatu yang lain. Namun, apa yang ada di pikirannya? Mencoba menebak, Tang Mengying menyadari bahwa dia tidak punya petunjuk apapun. Sekarang giliran Nyonya Lu. Namun, ketika Nyonya Lu hendak mengambil batu mahyongnya, Su Qianci berkata dengan suara rendah, "Tunggu sebentar ¡­." Nyonya Lu berhenti dan menatapnya. Su Qianci memperlihatkan tangannya dan berkata, "Aku pikir aku telah menang." Dan itu adalah uang Tang Mengying yang telah dimenangkannya. "Wow, mengesankan. Kau belajar dengan cepat!" "Tangan yang hebat." Tang Mengying, di sisi lain, menjadi tidak senang. Wanita lain memainkan batu mahyong yang sama, tetapi Su Qianci memilih dirinya untuk dikalahkan. Chapter 34 - Su Qianci Dan Anjing Tidak Diizinkan Masuk Setelah membayar dengan enggan, Tang Mengying menemukan bahwa Su Qianci terus menang dalam beberapa ronde berikutnya. Dan yang paling penting, Su Qianci telah memilih Tang Mengying untuk dikalahkan secara khusus. "Aku sudah selesai. Qianci terus menang ketika suaminya ada di sini. Tidak mungkin aku bisa mengikuti," kata wanita itu. "Itu benar. Aku berhenti. Aku akan bergosip dengan Shuhua," kata wanita lain. Ketika permainan berakhir, Su Qianci menemukan bahwa dia telah memenangkan kembali sebagian besar uang yang telah hilang darinya. Merasa lega, dia senang bahwa dia tidak kalah terlalu banyak. Saat membalikkan badan, dia tiba-tiba melihat mata Li Sicheng. Su Qianci belum pernah melihat sepasang mata seperti ini. Ada yang gelap seperti tinta hitam, tetapi mata itu juga sangat cerah. Hari sudah larut. Dia tampak sangat tampan dengan pencahayaan di dalam ruangan. Tidak peduli berapa kali dia telah melihatnya, dia tidak bisa berpaling dari wajahnya. Namun, tiba-tiba, dia memikirkan kata-kata terakhir yang dikatakan Li Sicheng di kehidupan sebelumnya: "Su Qianci dan anjing tidak diizinkan masuk". Dia tiba-tiba terlihat sedih dan berkata dengan cepat, "Aku akan memberikan uang ini kepada ibu." Setelah mengatakan itu, dia pergi. Melihat dia melarikan diri, Li Sicheng memicingkan matanya lagi. Nyonya Li tidak pernah suka membuat pesta besar pada hari ulang tahunnya. Hari itu berlalu dengan hanya beberapa teman yang datang untuk bermain mahyong dan mengobrol. Setelah mengantar para tamu pergi bersama Nyonya Li, Su Qianci merasa dirinya sangat lelah seolah akan pingsan. Setelah kembali ke kamarnya, dia segera mandi. Sambil melepaskan pakaiannya, dia teringat akan malam sebelumnya, dia melihat tanda merah di leher dan tulang selangkanya. Dia masih bisa merasakan sedikit rasa sakit di celahnya. Su Qianci menggosok kulitnya dengan keras, mencoba membuat tanda merah di lehernya hilang. Akan tetapi, usahanya sia-sia saja, karena tanda merah itu tidak sedikitpun memudar. Di kehidupan sebelumnya, Li Sicheng yakin Su Qianci telah memberi afrodisiak kepadanya. Dia lebih suka tidur di kamar tamu daripada menghabiskan malam bersamanya. Lalu pada keesokan harinya, pria itu telah kembali ke tempatnya sendiri, hidup tanpa Su Qianci sejak saat itu. Semua itu sudah direncanakan oleh Tang Mengying. Namun, Su Qianci tidak mengatahui apa-apa mengenai hal tersebut. Menerima "pertolongan" Tang Mengying, Su Qianci bahkan mencoba untuk memenangkan hati Li Sicheng kembali, tanpa mengetahui bahwa setiap "saran" yang Tang Mengying berikan malah mendorongnya lebih jauh dari Li Sicheng. Ketika kesalahpahaman yang terjadi semakin membesar, Li Sicheng semakin tidak menyukai Su Qianci. Ketika Su Qianci akhirnya mengerti apa yang telah terjadi, semuanya sudah terlambat. Sambil menghela napas dalam-dalam, Su Qianci mengeringkan tubuhnya tetapi menemukan bahwa dia tidak membawa pakaian ganti ke kamar mandi. Merasa menyesal, dia dengan cepat menutupi tubuhnya dengan pakaian yang tadi dilepaskannya dan ingin segera keluar. Meskipun Li Sicheng tidak ada, dia merasa malu untuk telanjang. Tepat saat dia membuka pintu kamar mandi, dia mendengar sebuah suara. Su Qianci berhenti dan menjadi waspada. Ada seseorang di sekitarnya! Tidak mungkin Li Sicheng muncul di sini, jadi siapakah penyusup di tempat jenderal ini? Chapter 35 - Penyusup Di Kamar Mandi Saat Su Qianci membuka pintu, suara di luar itu menghilang. Mendengar orang itu terdiam, Su Qianci bahkan merasa lebih yakin bahwa itu adalah penyusup. Namun, dia tidak bisa keluar pada saat ini. Jika penyusup ini adalah seorang wanita, itu baik-baik saja. Namun, bagaimana jika itu adalah seorang pria? Setelah menutup pintu, Su Qianci mengunci pintu dan menyandarkan punggungnya ke pintu itu. Satu detik, dua detik ¡­ beberapa menit berlalu, dan Su Qianci merasa sedikit kedinginan. Dia tidak pernah memakai sandal di kamar mandi. Ketika airnya menjadi dingin, dia pun kedinginan. Namun, karena penyusup itu mengetahui bahwa dia sudah memperhatikannya, seharusnya dia sudah pergi? Setelah membuka pintu dengan hati-hati, Su Qianci langsung melihat sebuah dada yang bidang. Tidak mengharapkan seseorang muncul di depan wajahnya, Su Qianci menjerit dan mundur. Namun, dia terpeleset dan langsung jatuh ke belakang. Ketika Su Qianci mengira dia akan terluka, sebuah lengan yang kuat menariknya kembali. Su Qianci kemudian jatuh ke depan sebagai gantinya, berteriak. Dalam kekacauan, dia mencoba meraih apa pun yang dia bisa. Kehilangan keseimbangannya, wajahnya menempel pada sesuatu yang hangat. Saat kulitnya menyentuhnya, tiba-tiba sesuatu itu bahkan menjadi lebih hangat. Tidak menyadari apa yang ada di depannya, Su Qianci merasa lega karena dirinya tidak jatuh. Namun, saat dia menghela napas lega, benda di depannya menjadi lebih keras. "Sangat terangsang?" Sebuah suara rendah terdengar di atas kepalanya, dengan kemarahan dan gairah yang kentara. Su Qianci membeku, mendongak, dan tiba-tiba melihat pupil yang gelap itu. Namun, ada nyala api di matanya kali ini, seolah tatapan itu bisa membakarnya hidup-hidup. Su Qianci kemudian menyadari bahwa tangannya memeluk pinggangnya yang ramping, menyentuh pantatnya di antara kedua lengannya. Dari sudut pandang Li Sicheng, dia bisa melihat dengan jelas bibir Su Qianci yang terbuka karena terkejut dan bahunya yang kurus. Pencahayaan remang-remang di kamar mandi menambahkan sebuah pancaran cahaya ke tubuhnya. Saat Su Qianci mendongak, bagian atas tubuhnya sedikit bergetar¡­. Li Sicheng tiba-tiba merasakan panas yang tak tertahankan naik dari selangkangannya. Mulutnya kering, dia teringat akan perasaan fantastis malam itu dengan tanda biru dan ungu di tubuh Su Qianci. Sialan! Wanita ini sedang merayunya lagi! Kejantanannya sangat kaku, Li Sicheng menunduk dengan pandangan yang membara. Terkejut melihat hasrat dalam pandangannya, Su Qianci segera mundur, wajahnya memerah. "Aku ¡­." Aku tidak bermaksud melakukan itu! Su Qianci ingin menjelaskan, tetapi melihat tatapan Li Scheng bergerak ke bawah ¡­. Chapter 36 - Rencana B Efektif Untuk Empat Puluh Delapan Jam "Ah!" Dia telanjang. Sambil menutupi payudaranya, dia lalu dengan cepat mencoba untuk menutupi bagian pribadinya dengan tangan yang lain. Su Qianci merasa malu dan marah pada saat bersamaan. Merasakan tatapan Li Sicheng, Su Qianci berteriak dan berbalik, memunggunginya. "Apa yang coba kamu tutupi?" Suara Li Sicheng sangat parau, "Aku telah melihat apa yang ada di sana." Kata-katanya membuat Su Qianci bahkan lebih tersipu malu. "Kamu yang memulainya tadi malam, dan kamu sekarang berusaha bermain sulit untuk didapatkan. Huh?" Kuku Su Qianci menancap ke kulitnya saat dia mengepalkan tangannya. "Aku tidak melakukannya!" "Kamu tidak melakukannya?" Li Sicheng jelas tidak percaya. Nada suara dan tatapannya jelas menunjukkan bahwa dia masih orang yang arogan itu. Dia menganggap dirinya sebagai dewa, mengendalikan segalanya dengan acuh tak acuh. Namun, hanya terhadap Su Qianci, dia sangat kejam dan menghina! Merasa lebih baik, Su Qianci tiba-tiba melihat ke belakang, matanya merah, "Kamu adalah orang yang mengintipku di kamar mandi tadi. Tuan Li, tidakkah kamu berpikir bahwa kamu itu tidak tahu malu?" "Mengintip?" Li Sicheng masuk ke dalam, mengambil lengan Su Qianci, pupilnya yang gelap penuh penghinaan. "Bukankah kamu mencoba untuk memikatku untuk masuk dan kemudian ke tempat tidurmu? Apa kamu mencoba berpura-pura?" "Tidak ¡­." Dia tidak bermaksud melakukan itu, tetapi tidak mungkin Li Sicheng akan memercayainya. Li Sicheng mengangkatnya tiba-tiba. Su Qianci berteriak. Sebelum dia sempat bereaksi, dia dilemparkan ke satu-satunya tempat tidur di kamar itu. Dia mendekatinya dengan senyum dingin, "Apakah kamu ingat apa yang aku katakan tadi pagi?" Tadi pagi ¡­. "Apakah kamu tahu apa artinya istri yang sah? Sebuah mainan seks yang sah." Mainan seks yang sah! Hati Su Qianci bergetar. Kesedihan luar biasa melandanya. Sambil memberontak dengan lengan dan kakinya, dia menggeram dengan mata merah, "Jangan sentuh aku, Li Sicheng!" "Berhentilah berpura-pura. Ini hanya akan membuatku jijik." Kata-kata sinisnya seperti belati, menusuk hati Su Qianci. Dia tidak bisa lagi membendung air matanya, memberontak lebih keras. Sambil menatap ke atas, Su Qianci tiba-tiba menyeringai dengan suara yang sangat rendah berkata, "Apakah kamu tidak merasa jijik bercinta dengan seorang wanita seperti aku?" Li Sicheng berhenti dan melihat ke bawah. "Seorang wanita sepertiku tidak pantas untuk mengandung bayimu. Bukankah itu benar?" Itu yang Li Sicheng katakan dengan suaranya sendiri! Namun, Li Sicheng terkekeh-kekeh dan menahan kakinya ke bawah, membuka lutut Su Qianci dengan lututnya sendiri. "Pil yang kamu minum efektif selama empat puluh delapan jam. Dalam empat puluh delapan jam, aku tidak akan menghamilimu. Apakah kamu ingin mencoba?" Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar. Bagaimana Li Sicheng tahu dia meminum pil itu? Li Sicheng mendekatinya. Jarak di antara hidung mereka kurang dari dua cm. Bulu mata Su Qianci berkedip sangat cepat, terlihat sangat terkejut. Li Sicheng merendahkan suaranya dan berkata, "Kamu bertanggung jawab untuk mengurus apa yang telah kamu mulai." Su Qianci ingin mengatakan sesuatu tetapi dihentikan sebelum dia bisa melakukannya. Li Sicheng brutal dan kasar, mengambil apa yang dia inginkan dengan kejam. Dia menciumnya. Akan tetapi, itu bukan tentang kasih sayang, atau cinta, hanya nafsu berahi, dan hanya itu saja ¡­. Chapter 37 - Menyerah Dengan gemetar, Su Qianci mulai merasa kecewa. Sudah jelas bahwa pria yang sedang berada di atasnya ini mampu membuat Su Qianci bernafsu padanya. Akan tetapi, hatinya terasa sedingin es. Air mata jatuh dari matanya. Su Qianci merasa dia hampir tidak bisa bernapas. Sambil menutup matanya, dia masih berusaha untuk memberontak. Ponselnya tiba-tiba mulai bergetar di meja samping tempat tidur. Li Sicheng berhenti, melepaskan Su Qianci, dan menatapnya. Sampai pada titik tertentu, air mata telah membanjiri wajah Su Qianci. Dia bisa merasakan asin dari air matanya, yang menenggelamkan gairah Li Sicheng. Mata Li Sicheng yang dingin tampak seperti tertutup kabut. Su Qianci bersungguh-sungguh ¡­. Dia tidak bersedia. Ponselnya terus bergetar, seketika Li Sicheng merasa jengkel. Dia meninggalkan tempat tidur dan meraih ponsel itu. Su Qianci meliriknya dan melihat sebuah nama. Tang Mengying. "Ada apa?" Suara Li Sicheng terdengar sedingin es. Tang Mengying terkejut, tetapi juga merasa senang. Karena Li Sicheng terdengar seperti ini pada jam ini, dia pasti telah bertengkar dengan Su Qianci. Bersemangat, Tang Mengying menggunakan suaranya yang paling manis dan berkata, "Kakak Sicheng, aku ingin mengucapkan selamat malam kepadamu." Li Sicheng kesal. Temperatur di sekelilingnya juga ikut turun. "Hanya itu?" Tang Mengying belum pernah mendengar Li Sicheng sedingin itu sebelumnya. Dia mengumpulkan keberaniannya dan menjawab ya, dan panggilan itu segera diakhiri oleh Li Sicheng. Sambil memegang ponselnya, Tang Mengying tiba-tiba merasa sangat senang dengan dirinya sendiri. Dia berpikir dia baru saja menyelesaikan sesuatu yang luar biasa. Setelah melemparkan ponselnya, Li Sicheng melihat ke belakang dan menemukan Su Qianci bersembunyi di balik selimut, meringkuk menjauh darinya, memandangnya seperti rusa yang ketakutan. Li Sicheng tiba-tiba merasa sesak napas. Su Qianci benar-benar menolak dirinya. Namun, tadi malam ¡­. Tidak peduli apa pun itu, Li Sicheng tahu bahwa dia tidak bisa memaksa Su Qianci. Dia hanya berpikir Su Qianci sedang bermain sulit untuk didapatkan. Tetapi pada saat ini ¡­ dia tidak cukup keji untuk memerkosanya! Sambil menatapnya, Li Sicheng dengan cepat masuk ke kamar mandi dan menutup pintu. Air dingin segera merendam tubuhnya ¡­. Setelah dia keluar dari pancuran air dingin, Su Qianci sudah memakai piamanya dan tertidur. Meringkuk di sudut, Su Qianci menyilangkan tangannya di depan dada seperti posisi sebuah janin, menunjukkan kurangnya rasa aman pada dirinya. Posisinya sangat berbeda dari dua hari yang lalu. Melihat dia tertidur lelap, Li Sicheng merasa sangat kesal. Wanita ini! Dia menggodanya seperti itu dan kemudian tertidur! Setelah melakukan bisnis selama bertahun-tahun, Li Sicheng telah memperoleh wajah datar tanpa ekspresi. Namun pada saat ini, dia merasa seperti akan meledak. Li Sicheng berbaring dan membungkus dirinya dengan selimut di tangannya. Su Qianci mengerutkan kening tetapi masih tertidur. Wanita ini sedang tidur nyenyak seperti seekor babi kecil! Namun, saat tengah malam, Li Sicheng menyadari bahwa dia salah. Chapter 38 - Aku Akan Menggantikan Kamu Pada tengah malam, Li Sicheng dibangunkan dari tidurnya oleh tangisan Su Qianci. Mudah baginya untuk terbangun. Saat Su Qianci menangis, Li Sicheng segera membuka matanya. "Li Sicheng!" Dengan alis yang berkerut, Li Sicheng menatapnya. Su Qianci meringkuk seperti bola, meraih selimut dengan kedua tangan. Dibasahi oleh keringat, matanya tertutup rapat namun napasnya cepat. "Itu bukan aku. Bukan ¡­." Aku tidak memberimu afrodisiak. Aku tidak menyalakan api. Aku tidak membunuh kakek. Itu bukan aku ¡­. Dalam mimpi Su Qianci, Tang Mengying mendorong Su Qianci, memegang tangan Li Sicheng, tertawa puas, dan berteriak, "Aku akan menggantikanmu menjadi istri Li Sicheng! Su Qianci, membusuklah di neraka!" Li Sicheng berdiri dengan tatapan dingin di sebelah Tang Mengying, berkata, "Su Qianci dan anjing tidak diizinkan masuk." Setiap kata seperti sebuah peluru, menusuknya dengan kejam. Itu sangat menyakitkan, amat sangat menyakitkan. Dia tiba-tiba dikelilingi oleh air. "Tolong, tolong aku ¡­." Su Qianci berusaha bernapas, memberontak dengan tangannya seperti seseorang yang sedang tenggelam, mencoba meraih sesuatu. Sangat putus asa dan sedih ¡­. Melihat gerakannya, Li Sicheng hendak membangunkannya. Ketika tangannya mendekatinya, Su Qianci tiba-tiba meraihnya. Tiba-tiba, dia tampak lega, seolah-olah dia telah melalui hidup dan mati. Li Sicheng tercengang. Su Qianci basah kuyup oleh keringat. Saat dia meraih tangan pria itu, dia memeluknya. Li Sicheng mengerutkan kening. Ketika Li Sicheng berpikir Su Qianci melakukan itu dengan sengaja, dia tiba-tiba mendengarnya bernapas dengan teratur. Dia tertidur lelap lagi ¡­. Li Sicheng merasa malu, mencoba mendorongnya menjauh. Namun, pelukan yang tidak disadari oleh Su Qianci terasa sangat erat. Li Sicheng mendorongnya dan Su Qianci memeluknya lebih erat lagi. "Itu bukan aku ¡­." Dia berbisik. Li Sicheng berhenti bergerak. Dia bisa melihat tatapan ketakutan Su Qianci sebelumnya, seperti rusa di depan pemburu. Betul. Itu bukan kamu. Itu tidak mungkin kamu. Pagi itu, Su Qianci merasa bahwa itu adalah tidur terbaik yang dia miliki setelah waktu yang lama. Meregangkan lengannya, dia tiba-tiba melihat Li Sicheng kembali dari kamar kecil. Luar biasa tampan, lingkaran hitam terbentuk di sekitar matanya. Saat melihatnya, Su Qianci merasa sedikit canggung. Tadi malam ¡­. Namun, Li Sicheng bahkan tidak meliriknya sama sekali sebelum dia pergi. Merasa diabaikan, Su Qianci pun merasa lega. Setelah merapikan semuanya, Su Qianci mengambil kopernya dan pergi. Li Sicheng tidak pernah menganggap kata-kata orang tuanya dengan serius. Tetapi dengan kakeknya, dia patuh dan hormat. Karena kakeknya memintanya untuk tinggal di rumah tua ini tiga hari pertama setelah pernikahan, Li Sicheng melakukannya. Namun, di kehidupan sebelumnya, tiga hari kemudian, dia segera pindah kembali ke rumahnya sendiri, yang merupakan awal dari perpisahan mereka. Dan hari ini adalah hari dimana Li Sicheng pindah kembali ke kehidupan sebelumnya. Seperti yang dia duga, sopir Li Sicheng, sopir Yang, sedang menunggu di gerbang. Setelah mengucapkan selamat tinggal, Su Qianci langsung masuk ke mobil. Ponselnya langsung berdering. Itu nomor tak dikenal dari Kotaraja. "Halo?" "Nyonya Li, ini kantor polisi. Liu Anan telah ditahan selama lima belas jam. Keluarga Tang berusaha membebaskannya. Apakah Anda punya sesuatu untuk ditambahkan?" Chapter 39 - Apakah Aku Mengatakan Aku Akan Pergi Polisi itu tidak memanggilnya Nona Su, melainkan Nyonya Li. Su Qianci sedikit terkejut. Pada awalnya dia berpikir bahwa Liu Anan akan segera dibebaskan setelah dia ditangkap. Su Qianci tidak tahu bahwa Li Sicheng sudah memiliki pengaruh seperti itu di kepolisian saat ini dalam hidupnya. Sambil tersenyum, Su Qianci berkata, "Saya akan mengirim pengacara saya. Ini adalah pencemaran nama baik. Anda dapat melakukan apa pun yang Anda rasa pantas. Terima kasih banyak." Dia tidak mengungkapkan niat apa pun dengan kata-katanya. Namun, polisi itu bukanlah seorang idiot dan segera mengerti apa yang dimaksudnya. "Baik. Terima kasih, Nyonya Li." Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, dia mendapat panggilan telepon lain. Nama yang akrab, Tang Mengying. Itu dia. Su Qianci menjawab telepon dan bersandar, melihat pemandangan di luar jendela tanpa berbicara lebih dulu. "Su Qianci, apa yang sedang kau coba lakukan di sini?" Tang Mengying membuka percakapan itu dengan sebuah pertanyaan. "Aku tidak mengerti apa yang kau maksud." "Apa yang pernah dilakukan sepupuku kepadamu? Kau akan menghancurkan hidupnya." Tang Mengying dan Liu Anan tidak dekat, tetapi mereka berhubungan baik. Ketika Tang Mengying mengirim seseorang untuk membebaskan Liu Anan, polisi memberi tahu mereka bahwa mereka tidak bisa melakukan itu. Tang Mengying sangat marah karenanya. Jika tidak ada yang memberi tahu polisi apa yang harus mereka lakukan, tidak mungkin mereka akan mengambil risiko membuat keluarga Tang khawatir dengan menahan Liu Anan dalam tahanan. Li Sicheng tidak akan pernah repot-repot melakukan sesuatu seperti ini, itulah mengapa Tang Mengying langsung berpikir bahwa Su Qianci yang melakukannya. Su Qianci tertawa kecil dan bertanya, "Lalu ketika kau memberi afrodisiak kepadaku dan suamiku, apakah kau tahu bahwa kau akan menghancurkan hidupku?" Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, ketika Tang Mengying telah mengatakan kepada semua orang bahwa Su Qianci adalah seorang pelacur, apakah dia tahu bahwa hal itu akan merusak kehidupan Su Qianci? Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Tang Mengying telah menghubungi sebuah kultus untuk menculik Li Sicheng, dan hampir membuatnya terbunuh. Pada akhirnya Su Qianci-lah yang menyelamatkannya, tetapi Tang Mengying membuat semua orang percaya bahwa Su Qianci adalah penculiknya. Pada saat itu, apakah Tang Mengying mengetahui bahwa hal itu akan merusak hidup Su Qianci? Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Tang Mengying telah meminta Nyonya Tang untuk menjebak Su Qianci di depan umum. Apakah dia tahu bahwa hal itu akan merusak hidup Su Qianci? Meskipun di kehidupan ini, kejadian-kejadian tersebut belum terjadi, Su Qianci akan mengingat semuanya itu selamanya. Su Qianci akan mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. Sekarang, Tang Mengying mencoba untuk menyalahkan Su Qianci untuk semuanya dan membuatnya seolah-olah tampak benar. "Datang dan temui aku di kafe di XX Street. Ada yang ingin kutanyakan padamu." Setelah mengatakan itu, Tang Mengying menutup telepon. Sambil memegang teleponnya, Su Qianci tidak menaruh perhatian dan terus beristirahat. Su Qianci telah memasang telepon Tang Mengying pada pengeras suara, jadi sopir Yang mendengar suara Tang Mengying juga. Sambil melirik Su Qianci melalui kaca spion, sopir Yang bertanya, "Nyonya, kita sudah melewati kafenya. Apakah Anda ingin saya berputar balik?" Su Qianci membuka matanya dan tersenyum, "Apakah aku mengatakan aku akan pergi?" Sopir Yang terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak mengatakannya. Namun, bukankah itu karakter Su Qianci untuk mengikuti apa yang dikatakan Tang Mengying? Tang Mengying adalah teman lama Tuan Li. Apakah ini benar-benar cerdas untuk mengabaikannya? Sopir Yang ingin mengatakan sesuatu, tetapi Su Qianci sudah menutup matanya kembali seolah dia tertidur. Dia diam, dan sepertinya tidak mungkin sopir Yang bisa tahu apa yang sedang dipikirkannya. Wanita itu tampaknya sedikit berbeda. Chapter 40 - Harus Ada Seseorang Yang Kau Takuti Apa yang diperbuat Liu Anan hanya sekedar gurauan, tetapi cukup serius. Video yang diunggah orang-orang secara online segera menjadi viral. Satu-satunya jalan keluarnya adalah meminta Su Qianci, sang korban, untuk mengatakan sesuatu. Su Qianci yang Tang Mengying kenal selalu berusaha menyanjung Tang Mengying, teman masa kecil Li Sicheng. Akan tetapi, setelah berurusan dengan Su Qianci sehari sebelumnya, Tang Mengying merasa bahwa wanita itu telah menjadi sedikit berbeda. Tang Mengying yakin bahwa Su Qianci mungkin tidak akan datang ke kafe. Dan benar, setelah menunggu selama dua puluh menit di kafe, Tang Mengying masih belum melihat Su Qianci. Dia menelepon lagi, tetapi tidak ada yang mengangkat teleponnya. Tang Mengying menjadi marah, tetapi kemudian menahan diri dan memeriksa daftar kontak di ponselnya. Jika kau tidak takut padaku, pasti ada seseorang yang kau takuti. Su Qianci pergi ke rumah Li Sicheng, meminta para pelayan menyiapkan sebuah kamar lain untuknya, dan memindahkan semua barang-barangnya ke kamar tidur tamu di seberang kamar tidur utama. Setelah melakukan semua itu, lebih dari satu jam telah berlalu. Su Qianci mengambil ponselnya dan menemukan bahwa ada dua panggilan tidak terjawab. Satu berasal dari rumah tua keluarga Li. Dia menelepon kembali, dan dijawab oleh Nyonya Li. "Ibu." "Aku dengar kau akan menuntut sepupu Tang Mengying?" Su Qianci tercengang. "Bagaimana Ibu tahu?" "Jangan lakukan itu." Suara Ibu Li sangat keras. "Keluarga Tang telah berteman dengan keluarga kita selama bertahun-tahun, aku tidak mengizinkanmu untuk menghancurkannya. Hentikan segera." Meskipun enggan, Su Qianci harus menuruti apa yang dikatakan ibu mertuanya. "Baik." Setelah telepon ditutup, Su Qianci merasa enggan. Dia membuka sebuah halaman web dan menemukan bahwa "Drama Liu Anan" telah turun dari peringkat topik terhangat. Video-video viral dan artikel-artikelnya sebagian besar telah dihapus dan terus menurun jumlahnya. Ada tak terhitung jumlahnya orang yang mempunyai pengaruh di Internet. Tampaknya Tang Mengying sudah mulai bergerak. Pertama-tama dia memberi tahu Nyonya Li tentang hal itu, dan kemudian mengatur situasi secara online. Menggunakan kedua metode itu, Tang Mengying berusaha menjaga Liu Anan tetap aman. Tentu saja, Su Qianci tidak bisa membuat Liu Anan masuk penjara karena hal ini. Namun, dia harus menagih sejumlah hutang. Su Qianci mengeklik sebuah program chatting 1 yang sudah lama tidak digunakannya, memasuki grup chat teman-teman SMA-nya, dan menemukan sebuah nama dengan cepat. Lu Yihan. Dia adalah teman sekelasnya di SMP dan SMA, seorang teman laki-laki yang menganggap komputer sebagai kekasihnya. Karena Su Qianci dihubungi oleh keluarga Su, mereka tidak pernah menghubungi satu sama lain lagi. Su Qianci ingat bahwa di kehidupan sebelumnya, Lu Yihan segera mendapatkan kesempatan di tahun-tahun berikutnya dan menjadi pemimpin industri IT 1 di Kotaraja. Namun, Su Qianci telah menjadi seorang istri yang dibenci dan jatuh di belakangnya. Jika Su Qianci mengingatnya dengan benar, saat ini adalah saat tersulit dalam karir Lu Yihan. Itu adalah tahun pertama mereka di perguruan tinggi. Ketika semua orang sedang magang, Lu Yihan sudah memulai bisnisnya sendiri dengan beberapa temannya. Saat itulah mereka sangat sedang membutuhkan uang. Dan Su Qianci tidak memiliki apa pun kecuali uang. Su Qianci memulai sebuah obrolan dengan Lu Yihan dan mengetik langsung, "Seratus ribu yuan. Gali semua rahasia seseorang untukku." Sebagai seseorang yang hampir menikahi komputernya, Lu Yihan langsung menjawab, "Kau punya uangnya?" Su Qianci mengetik, "Rekening bank-mu?" Lu Yihan mengirim sebuah screenshot tentang informasi rekening bank-nya. Apa yang akan kamu lakukan jika seorang teman yang tidak pernah menelepon untuk waktu yang lama tiba-tiba menawarkan uang seratus ribu yuan? Lu Yihan menaikkan kacamata tanpa bingkai yang dia kenakan, mengirim informasi rekening bank-nya, dan pergi mengambil segelas air. Ting! Setelah menerima sebuah pesan, Lu Yihan kembali ke komputer dan meminum airnya sambil membuka kunci ponselnya. Tiba-tiba, mulutnya yang penuh air menyembur ke layar. Obrolan online Information Technology atau teknologi informasi Chapter 41 - Pelanggaran Adalah Pertahanan Terbaik "Bank Kotaraja: Anda telah menerima transfer dana 100.000 yuan pada 10 Juli 2016. Saldo Anda sekarang 100.001,34 ¡­." Lu Yihan terdiam sesaat dan kemudian mulai membersihkan layar monitor seperti orang gila. Su Qianci mengetik, "Apakah kau sudah menerimanya?" Lu Yihan menjawab, "Ya! Kau menjadi kaya? Bukankah kau masih kuliah? Dari mana kau mendapatkan semua uang ini? Kudengar kau menikah dengan Li Sicheng. Apakah itu benar? Apakah kau yang ada di video itu? Rahasia gelap siapa yang kau coba gali? Aku akan mencari tahu tentang leluhur orang itu untukmu!" Membaca jawaban Lu Yihan, Su Qianci tertawa kecil. Orang ini tidak berubah sama sekali! Jari-jarinya yang panjang menari-nari di kibor 1 saat dia mengetik, "Liu Anan." Melihat nama itu, Lu Yihan menunjukkan ekspresi tidak yakin di wajahnya. Sambil menggelengkan kepalanya, dia mengirim emoji ''oke''. "Karena aku mengambil uangmu, aku akan melakukannya dengan baik. Yakinlah bahwa misi ini akan selesai." "Terima kasih." "Aku punya seseorang yang bisa memanipulasi Weibo. Haruskah aku mengunggah ceritanya setelah aku mendapatkan isinya?" "Itu bahkan lebih baik." "Gadis ini ¡­." Lu Yihan tertawa kecil dan mulai bekerja. Setelah menutup jendela chatting dengan Lu Yihan, Su Qianci melihat pesan lain muncul di obrolan grup. Lin Wanting mengetik, "Su Qianci sedang online?" Melihat nama itu, Su Qianci mengigil di dalam hatinya. Itu dia, Lin Wanting. Seseorang yang dianggap sebagai temannya. Namun, Lin Wanting akhirnya mempertemukan Su Qianci dengan Liu Anan dan Tang Mengying, yang ternyata menjadi alasan utama kehidupan sebelumnya yang menyedihkan. Ragu sejenak, Su Qianci masih mengeklik jendela chatting dan menjawab, "Ya." Lin Wanting berkata, "Lama tidak bertemu!" Seorang teman lain mengetik, "Ya! Bukankah itu Nyonya Li?" Bahkan hanya melalui layar monitor, Su Qianci bisa merasakan kecemburuan dalam kalimat itu. Seorang ketiga berkata, "Nyonya Li? Apa artinya itu?" "Dia menikah dengan pria terkaya di Kotaraja, tidakkah kau tahu itu? Apakah kau melihat video itu kemarin? Liu Anan dikirim ke kantor polisi olehnya!" "Benarkah? Lagi pula kita semua teman sekolah. Kenapa Su Qianci melakukan itu?" Lin Wanting berkata, "Jangan salahkan Su Qianci. Aku telah melihat videonya. Liu Anan sudah melewati batas ¡­." "Lin Wanting, bukankah kau berteman baik dengan Liu Anan. Kenapa kau membela Su Qianci? Kau hanya ingin menjilatnya karena dia telah menjadi Nyonya Li, kan?" Sangat kacau! Bahkan di SMA, orang-orang ini tidak menyukai Su Qianci, dan mereka bahkan menjadi semakin jahat pada saat ini. Su Qianci memutuskan untuk tidak memperhatikan mereka, menutup jendela chatting, dan mulai mengetik sebuah dokumen. Setelah lebih dari satu jam, dia akhirnya telah menyelesaikannya. Tiga puluh klausul 1 yang dinyatakan dengan jelas. Su Qianci merentangkan kedua lengannya, membaca lagi klausul tersebut dan menjadi sedikit sedih. Bahkan jika dia tidak melakukan ini, Li Sicheng akan menggunakan klausul ini untuk melawannya. Kontrak Li Sicheng yang disusun di kehidupan sebelumnya telah efektif selama lima tahun, sementara yang sedang disusunnya sekarang akan efektif selama satu tahun. Sekarang semuanya sudah siap, yang dibutuhkannya hanyalah stempel dari seorang pengacara. Judul dokumen itu sangat sederhana: Kontrak Perceraian! Keyboard untuk mengetik di komputer atau ponsel Ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian Chapter 42 - Itu Bukan Dia .... Berjalan keluar pintu, Su Qianci tidak meminta sopir Yang untuk mengantarnya tetapi menggunakan taksi ke firma hukum yang lokasinya sekitar setengah jam dari rumah, sesuai dengan ingatannya. Sheng Ximing, salah satu pengacara terbaik di Kotaraja. Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying telah membuat Su Qianci beberapa kali terjerat masalah hukum. Setiap kali, Sheng Ximing adalah orang yang menyelamatkannya. Ini adalah pusat kota dari Kotaraja. Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying pernah mengajaknya berbelanja di daerah ini. Dan selama waktu makan siang, dia bertemu Sheng Ximing. Sambil berjalan ke restoran di dekat firma hukum, Su Qianci menemukan tempat yang ada dalam ingatannya. Di tempat ini, seorang pria berusia empat puluhan mengenakan kacamata berbingkai kawat sedang duduk di depan laptop. Makanan lembut di hadapannya tak disentuh. Alis pria itu berkerut. Jelas sekali, kasus yang ditanganinya tidak mudah. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Sheng Ximing salah mengira dia sebagai temannya. Karena Su Qianci tampak seperti temannya itu, Sheng Ximing telah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk membantu Su Qianci. Sebelum hari Su Qianci dijebak sebagai pembunuh Kapten Li, Sheng Ximing memberitahunya bahwa dia memiliki kabar baik untuknya. Su Qianci tidak pernah punya waktu untuk mendengar kabar baiknya. Apakah yang Sheng Ximing coba katakan padanya? Dengan rasa menyesal, Su Qianci menatap Sheng Ximing. Merasakan tatapan Su Qianci tersebut, Sheng Ximing balik menatapnya tajam. Hanya butuh sesaat bagi Sheng Ximing untuk merasa bingung. Seorang pelayan membawa nampan dan menyajikan secangkir kopi untuk Sheng Ximing. "Tuan Sheng Ximing, ini kopimu." Sheng Ximing memegang cangkir kopi tetapi langsung menarik tangannya kembali karena cangkirnya yang panas. Tanpa sengaja, dia menyenggol cangkirnya dan menumpahkan cairan panas itu ke lantai. Pelayan itu menjadi pucat. "Tuan, apa Anda baik-baik saja?" Sheng Ximing menggelengkan kepalanya dan dengan cepat membersihkan dirinya. Dia tanpa sadar melihat ke arah gadis itu. Namun, dia sudah pergi. Apakah dia berkhayal? Merasa sangat menyesal, Sheng Ximing menunduk. Namun, saat dia memutar kepalanya, sosok ramping sudah muncul di hadapannya. Gadis itu memiliki mata yang cerah dan kulit yang sempurna. Wajahnya tampak persis seperti seseorang yang dia ingat pada saat pertama kali melihatnya. Akan tetapi, setelah melihat lebih dekat, mereka berdua cukup berbeda. Wanita yang diingatnya elegan namun hangat. Gadis di depannya ini sepertinya tersenyum, tetapi matanya dingin dan tidak ramah. Karakteristik gadis itu juga lebih lembut daripada wanita yang diingatnya. Meskipun mereka berdua berbeda, Sheng Ximing masih tetap terpana. Saat melihat pria paruh baya itu dengan sebuah senyuman, Su Qianci menyapanya dengan sopan. Lagi pula, bagi Sheng Ximing, itu adalah pertemuan pertama mereka. Melihat senyumnya, Sheng Ximing mau tidak mau membandingkan Su Qianci dengan teman lamanya. Mereka berdua sangat mirip. Merasa gembira, mata Sheng Ximing menyala. "Halo, namaku Su Qianci." Kata-katanya membuat kegembiraan Sheng Ximing lenyap dengan segera. Itu bukan dia ¡­. Chapter 43 - Dia Melakukan Aborsi "Sheng Ximing." Sheng Ximing memberikan kartu namanya. Tentu saja, Su Qianci sudah mengenalnya, jadi dia langsung memotong untuk membicarakan kasusnya. Sheng Ximing adalah orang yang sangat sibuk. Jika Su Qianci klien lain, dia tidak akan mau mengambil kasus itu. Namun, gadis ini sangat mirip dengan wanita itu. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Sheng Ximing mengambil kasus Su Qianci. Setelah mereka membicarakan tentang kasus ini, Sheng Ximing sedikit ragu untuk bertanya, "Ini mungkin sedikit aneh. Tapi saya merasa sepertinya Anda sangat mirip dengan teman baikku. Saya ingin tahu siapa nama ibumu?" Su Qianci sudah memperkirakan tentang pertanyaan itu, tetapi dia tidak segera menjawab. Berpikir bahwa Su Qianci tersinggung, Sheng Ximing dengan cepat menggoyangkan tangannya dan berkata, "Jika ini tidak nyaman untukmu ¡­." "Su Han." Sheng Ximing terpana. Nama ini benar-benar aneh. Namun, dia tidak mau menyerah dan terus bertanya, "Anda mengambil nama belakang ibumu?" "Ya, saya tidak punya ayah." Mendengar itu, Sheng Ximing tidak dapat meneruskan bertanya apa pun padanya, setelah memeriksa jam, Sheng Ximing mengusulkan untuk pergi ke kantornya. Su Qianci mengikutinya ke kantor pengacara di lantai atas dan dengan hati-hati mengumpulkan dokumen-dokumen darinya. Setelah bertukar informasi kontak mereka, Su Qianci turun ke sebuah pusat perbelanjaan. Sejak dia menikah dengan Li Sicheng, dia hanya memiliki satu pakaian yang pantas selain pakaian yang dipilih Tang Mengying untuknya. Tentu saja, dia perlu membeli lebih banyak barang untuk dirinya sendiri. Selesai berbelanja, waktu sudah menunjukkan pukul lima ketika dia kembali ke rumah dan mendapat telepon dari nomor yang tidak diketahui. "Halo?" "Hai!" Sebuah suara ceria terdengar dari pengeras suara. "Lu Yihan?" "Bingo. Kau menjadi lebih pintar dalam dua tahun ini." "Kau sudah mendapat informasi tentang itu?" "Tentu saja. Coba cek Weibo," kata Lu Yihan tanpa berbelit-belit. Dia menyalakan komputer dan menemukan bahwa topik "Drama Liu Anan" telah didorong ke atas. Topik hangatnya adalah tentang "Keponakan keluarga Tang" dan "Aborsi Liu Anan." Su Qianci memeriksa topik-topik tersebut dan menemukan bahwa informasinya jauh lebih komprehensif 1 daripada yang telah dia pelajari di kehidupan sebelumnya. "Wow!" Su Qianci tercengang, "Dari mana kau mendapatkan informasi ini? Ini sangat mengesankan! Dia melakukan aborsi di SMA? Kenapa aku tidak pernah tahu soal itu?" "Tentu saja kau tidak tahu. Kau tidak tahu apa-apa sewaktu di SMA," kata Lu Yihan kejam. Su Qianci tertawa, merasa sangat riang. "Aku benar-benar tidak tahu kalau kau adalah seorang putri yang tersembunyi. Bukankah menyenangkan untuk membalas dendam?" "Rasanya baik-baik saja, mungkin jauh lebih baik daripada yang kau rasakan." Lu Yihan tertawa kecil, merasa aneh karena akrab dengan Su Qianci, "Apakah kau akan mentraktir temanmu ini makan siang suatu saat nanti?" "Aku? Aku ingat saat SMA kau masih berutang barbeku 1 padaku." "Ya Tuhan. Sudah berapa lama itu?" Lu Yihan tertegun. "Kau ingin menjadi pecundang?" Su Qianci mengerutkan bibirnya dan berbaring di sofa, santai. Ini mungkin momen paling bahagia yang pernah ia alami dalam dua gabungan kehidupannya. Jadi seperti inilah rasanya memiliki seorang teman. Su Qianci tidak mengetahui bahwa pria di lantai atas telah melihat semua perilakunya. Bersandar di pagar pembatas di lantai dua, Li Sicheng menangkap sekilas senyuman di wajah Su Qianci yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Su Qianci tidak pernah terlihat begitu bahagia di depannya. Sepertinya dia dalam suasana hati yang luar biasa baik, sebenarnya. Mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas Makanan (daging,ikan, dan sebagainya) yang dipanggang Chapter 44 - Pertama Kali Makan Bersama Merasakan tatapan dingin, Su Qianci mendongak dan merasakan betapa dingin penampilannya. Jantungnya bergetar, Su Qianci melihat Li Sicheng sedang melihat ke bawah. Mengikuti arah tatapannya, Su Qianci melihat gaun hijaunya. Karena dia telah meletakkan satu kaki di sandaran sofa dan yang lain di lengan sofa, Li Sicheng bisa melihat pahanya yang mulus serta bagian dari celana dalamnya ¡­. Dia langsung tersipu malu dan duduk tegak. "Aku tidak akan melakukan itu." Lu Yihan tidak mendeteksi perilaku aneh Su Qianci, membuka kulkasnya dan mengeluarkan sebotol Coke. "Bagaimana kalau Sabtu malam? Aku akan mentraktirmu makan malam yang enak." Ditatap oleh mata Li Sicheng yang seakan sedang menyerbunya, Su Qianci tiba-tiba merasakan kulit kepalanya gatal. Dia menjawab pertanyaan Lu Yihan sambil melamun dan kemudian dengan cepat menutup telepon. Jantungnya berdetak sangat cepat. Untuk beberapa alasan, Su Qianci merasa sedikit bersalah, seolah-olah dia tertangkap basah sedang mengkhianati suaminya. "Apakah kamu sudah selesai?" Li Sicheng memicingkan matanya, suaranya rendah. Nada suara yang sama seperti biasanya, tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Akan tetapi, Su Qianci bahkan merasa lebih bersalah dan dengan cepat mengubah topik pembicaraan. "Jadi kamu sudah kembali. Kupikir kamu akan bekerja lembur." Li Sicheng mengangkat sebelah alisnya, berdiri tegak, dan meletakkan satu tangan di sakunya, bertanya, "Kamu berharap aku akan bekerja lembur?" Su Qianci terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Di kehidupan sebelumnya, Li Sicheng selalu bekerja lembur. Dan kadang-kadang, dia akan pergi dari rumah selama tiga hari. Setiap kali Su Qianci menelepon untuk menanyakan kapan dia akan pulang, Li Sicheng akan selalu menjawab bahwa dia sibuk. Namun, kenapa dia tidak lagi sibuk dalam hidup ini? Su Qianci terdiam dan berbisik, "Tidak ¡­." Situasi tiba-tiba menjadi sangat canggung. Sang pelayan, Nanny Rong dengan cepat berkata, "Tuan, Nyonya, makan malam sudah siap." "Oke!" Su Qianci memandang Nanny Rong penuh rasa syukur dan duduk di meja makan. Li Sicheng berjalan perlahan turun dari lantai atas. Mendengar langkah kakinya, Su Qianci merasa tertekan oleh kehadirannya, karena dia merasa cukup bersalah. Namun, mengapa dia memiliki perasaan seperti itu? Dia sama sekali tidak melakukan apa-apa. Memikirkan itu, perasaan Su Qianci menjadi jauh lebih baik. Dia perlahan-lahan mulai makan. Gerakannya sangat elegan sehingga sangat menyenangkan untuk dilihat. Perilakunya sangat berbeda dari dua hari yang lalu. Namun, dia bertindak sangat alami sehingga mudah untuk mengatakan bahwa dia tidak mencoba untuk berpura-pura. Hanya dalam beberapa hari, bagaimana dia bisa mengalami perubahan besar seperti itu? Mungkin dia pura-pura menjadi orang yang berbeda dua hari yang lalu? Apa gunanya itu untuknya? Li Sicheng merasa bahwa semakin sulit baginya untuk membaca wanita ini. Dia dengan elegan meraih udang dengan sumpitnya. Dan pada saat yang sama, sumpit Su Qianci beradu dengan miliknya. Chapter 45 - Wanita Ini Jijik Olehnya Su Qianci mendongak ke arah Li Sicheng, menatap matanya. Matanya misterius seperti biasa. Sambil menunduk dan meletakkan sumpitnya, Su Qianci berkata, "Nanny Rong, tolong beri aku sepasang sumpit lagi." Li Sicheng adalah seorang yang tergila-gila soal kebersihan. Di kehidupan sebelumnya, Li Sicheng pernah marah pada Su Qianci karena sumpit mereka beradu. Apa yang dia katakan adalah, "Kamu sebegitu inginnya merasakan air liurku?" Su Qianci ketakutan, tidak mengetahui apa yang salah dengan perbuatannya. Kemudian dia berkata, "Aku tidak tertarik berciuman tidak langsung denganmu. Kamu menjijikkan." Kemudian dia meminta pelayan untuk memberinya sepasang sumpit baru. Agar tidak mencemari Li Sicheng, Su Qianci telah bertindak sebelum Li Sicheng melakukannya kali ini. Namun, Li Sicheng meremas sumpit peraknya lebih kencang mendengar kata-kata Su Qianci. Wajahnya yang dingin hampir seperti patung es pada saat ini. Bahkan temperatur di sekitarnya menurun. Su Qianci bahkan merasa lebih bingung. "Ada apa?" Li Sicheng tertawa kecil, mengirim sebuah perasaan dingin ke punggung Su Qianci. Ketika Su Qianci berpikir bahwa dia akan marah, Li Sicheng hanya meletakkan sumpitnya di atas meja, bangkit berdiri, dan pergi. Wanita ini merasa jijik olehnya? Bagus sekali. Dia segera pergi ke lantai dua, membanting pintu kamar tidur utama. Su Qianci merasa bingung dan kesal. Pria ini sangat tidak menentu dan mudah marah! Memutuskan untuk tidak memperhatikannya, Su Qianci melanjutkan makannya. "Nyonya ¡­." Nanny Rong terdengar khawatir. "Kenapa Tuan Li marah?" Su Qianci merasa kesal, jadi dia menyeringai, "Dia sakit!" Nanny Rong menghela napas dan berkata, "Dia memang memiliki masalah pada perutnya. Dia seharusnya tidak melewatkan makan. Nyonya, maukah Anda pergi dan memintanya untuk makan?" "Tidak, aku belum kenyang." Su Qianci merasa pahit. Di kehidupan sebelumnya, Li Sicheng telah mengganggunya sepanjang waktu. Tidak mungkin Su Qianci membiarkannya melakukan hal yang sama kali ini. Tidak dalam mimpi terliarnya! Setelah dia selesai makan, Su Qianci naik ke atas hanya untuk menemukan bahwa barang-barangnya telah dikosongkan dari kamar tidurnya. Dia berbalik untuk bertanya pada Nanny Rong, dan ternyata Nanny Rong mengira Su Qianci meletakkan barang-barangnya di kamar yang salah dan memindahkannya ke kamar tidur utama untuknya. Su Qianci tidak bisa berkata-kata. Namun, dia harus pergi ke kamar tidur utama dan mengetuk pintu, "Tuan Li." Tidak ada jawaban. Namun, dia ingat bahwa Li Sicheng adalah seseorang yang tidak pernah mengunci pintu, karena dia cukup percaya diri untuk yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani masuk ke kamarnya. Su Qianci berusaha membuka pintu, dan itu memang terbuka. Kamar itu kosong, dan dia mendengar air mengalir di kamar mandi. Dia sedang mandi. Su Qianci merasa lega bahwa dia bisa mengambil kesempatan ini untuk memindahkan semua barangnya kembali. Setelah bolak-balik beberapa kali, dia baru memindahkan setengah dari barang-barangnya. Dibanjiri keringat, dia terengah-engah. Ketika Li Sicheng keluar, dia melihat Su Qianci sedang memindahkan barang-barangnya. Li Sicheng mengerutkan kening, "Apa yang kamu lakukan?" "Memindahkan barang-barangku kembali." "Kembali kemana?" "Kamar di seberang," kata Su Qianci datar. Ketika dia menoleh ke belakang, mulutnya menjadi kering. Chapter 46 - Menikah Secara Sah Tubuh bagian atas yang kencang, otot perut menonjol, handuk melilit pinggangnya, air menetes di kulitnya yang kecokelatan ¡­. Saat dia mendekatinya, Su Qianci merasa ruangan itu tiba-tiba menjadi lebih hangat, membuat mulutnya kering. Dia tanpa sadar bergerak kembali dan berdeham. "Meskipun kita sudah menikah, kita baru bertemu dua kali sebelum kita mengadakan pernikahan. Jadi aku rasa kita tidak saling mengenal dengan baik. Mari kita jaga jarak untuk sekarang." Melihat bagaimana dia bertindak, mata Li Sicheng bersinar dan kemudian menjadi tenang kembali. Melihat bahwa dia diam, Su Qianci merasa sedikit gugup dan berkata lagi, "Jadi aku pikir akan lebih baik jika kita tidur secara terpisah. Kamu juga menyukainya, bukan?" Li Sicheng mengangguk, rambutnya yang ikal masih menetes. Dia terlihat sangat seksi! Wajah Su Qianci memerah. Saat Li Sicheng mengangguk, Su Qianci rileks lagi. Dia khawatir Li Sicheng akan berkata tidak. Bagaimanapun, banyak hal yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Jika pria misterius ini sedang berada dalam suasana hati yang buruk dan menolaknya, tidak ada yang bisa Su Qianci lakukan. Bagaimanapun, mereka menikah secara sah. Untungnya, Li Sicheng masih orang yang sama. Tidak peduli betapa tidak menentunya Li Sicheng, dia membenci Su Qianci. Berpikir seperti itu, Su Qianci menjadi santai dan terus memindahkan barang-barangnya kembali. Setelah lebih dari setengah jam, Su Qianci akhirnya selesai memindahkan barang-barangnya. Kemudian dia mandi, dan sudah pukul delapan ketika dia selesai mandi. Dia melihat tiga panggilan tak terjawab di ponselnya. Panggilan itu dari Nanny Rong. Nanny Rong adalah pelayan yang dikirim dari rumah tua. Dia datang ke tempat Li Sicheng untuk mengurus kehidupan sehari-hari mereka. Karena Nanny Rong memiliki keluarga sendiri, dia pulang pada pukul tujuh. Su Qianci menelepon kembali dan mendengar suara khawatir Nanny Rong, "Nyonya, apakah tuan sudah makan?" "Aku tidak tahu." "Bagaimana bisa Anda tidak tahu itu? Nyonya, dia punya masalah pada perutnya. Jika dia tidak makan dengan benar, perutnya akan sakit. Nyonya, tolong masakkan sesuatu untuknya. Jika dia kelaparan, itu tidak baik. Nyonya?" Su Qianci mengerutkan kening dan berkata, "Baiklah." Dia menutup telepon, mengeringkan rambutnya perlahan, dan kemudian berjalan ke dapur. Dia membuka kulkas, mengambil beberapa bahan mentah, dan membuat semangkuk mi kuah untuk Li Sicheng. Beberapa saat kemudian, Su Qianci pergi ke kamar tidur utama dan mengetuk pintu. "Tuan Li." Tidak ada yang menjawab. Ketika dia berjalan ke dalam, ruangan itu kosong. Dia tidak ada di sana. Su Qianci tiba-tiba memikirkan sebuah tempat, ruang kerjanya! Li Sicheng sesekali akan membawa pulang pekerjaannya yang belum selesai. Namun, itu hanya akan terjadi ketika ada kerabatnya di rumah. Jika tidak, Li Sicheng lebih suka bekerja di kantornya daripada kembali ke rumah. Mengingat betapa sibuknya dia di kehidupan sebelumnya, Su Qianci merasa sangat mungkin bagi Li Sicheng untuk berada di ruang kerjanya saat ini. Mencoba keberuntungannya, Su Qianci membawa nampan tersebut menuju ruang kerja dan mengetuk pintu. "Tuan Li." Su Qianci bisa mendengarnya berbicara melalui pintu. Li Sicheng mungkin sedang menelepon. Ketika Su Qianci hendak mengetuk lagi, pintu dibuka dari dalam. Akan tetapi, pintu terbuka ke arah luar. Pintu itu menabrak nampan Su Qianci, dan kuah panas langsung tumpah mengenai dirinya. Chapter 47 - Nanny Rong Su Qianci menjerit dan melangkah mundur. Kuahnya masih mengalir padanya. Kuah yang mengepul panas membasahi gaun sutranya, meninggalkan bekas basah yang besar. Itu sangat menyakitkan sehingga Su Qianci mengibaskan gaunnya, menjauhkan nampan dari tubuhnya. Li Sicheng tidak menyangka Su Qianci sedang memegang sesuatu. Dia pertama-tama tertegun dan dengan cepat bereaksi untuk mengambil alih nampannya. Li Sicheng melihat gaunnya yang basah. Saat itu musim panas, jadi Su Qianci mengenakan gaun tidur sutra. Noda basah pada gaunnya berada di dekat perut bagian bawah, menunjukkan dengan jelas warna celana dalamnya. Warnanya biru muda. Li Sicheng meliriknya, tiba-tiba merasa sedikit terganggu, dan bertanya dengan suara parau, "Apakah kamu baik-baik saja?" Mata Su Qianci merah. Dia menatapnya dan berkata, "Cobalah sendiri bagaimana panasnya ketumpahan semangkuk mi kuah." Melihat mangkuk mi dengan setengah kuah yang hilang, Li Sicheng sedikit melunakkan ekspresinya dan bertanya, "Kamu memasak untukku?" "Nanny Rong yang memintaku." Su Qianci mengangkat gaun terusannya, merasakan luka bakar di kulitnya dan berkata, "Dia secara khusus menelepon untuk memintaku memastikan kamu tidak kelaparan." Li Sicheng mendengarnya dan tersenyum simpul. Suaranya mantap dan rendah. "Kamu yakin itu yang dia maksud?" Su Qianci terpana dan kemudian tersipu, "Kamu ¡­." Untuk beberapa alasan, Li Sicheng merasa senang melihat reaksinya. Sambil memegang nampan dengan satu tangan, dia meraih lengan Su Qianci dengan tangan yang lain dan berkata, "Ayo kita obati lukamu." Mengobati lukanya? Su Qianci melirik ke arah kulitnya yang terbakar. Masih terasa menyakitkan, tetapi ¡­ dia mengenakan gaun! Apalagi gaun tidur sutra itu sangat tipis. Jika Li Sicheng mengobati lukanya, bukankah itu berarti gaunnya harus disingkapkan? Memikirkan itu, Su Qianci tiba-tiba teringat pada tonjolan yang dilihatnya pada pagi itu dan wajahnya bahkan semakin memerah. Su Qianci menarik kembali lengannya dan berkata, "Tidak, terima kasih. Makan saja mi-nya. Hanya sebagian kuahnya saja yang tumpah. Aku akan mandi saja." "Tidak," kata Li Sicheng dengan tegas, "Itu salahku, jadi aku akan memperbaikinya ." Dia terdengar serius. Untuk beberapa alasan, Su Qianci tidak berbicara lagi dan membiarkan Li Sicheng membawanya ke sofa di ruang tamu. Li Sicheng meletakkan mangkuk mi di atas meja dan membawa kotak pertolongan pertama. Su Qianci tiba-tiba tersipu malu dan berdiri, mencoba mengambil peralatan di tangannya. Dia berkata, "Tidak apa-apa. Aku bisa melakukannya sendiri. Pergilah makan. Jangan kelaparan." "Duduk!" Suaranya memerintah, tidak menerima alasan apapun darinya. Su Qianci ingin mengatakan sesuatu, tetapi Li Sicheng tiba-tiba menangkap tangannya. Tangan Li Sicheng terasa kasar dan panas. Tangannya yang lain diletakkan di bahu Su Qianci, mendorong punggungnya di sofa dan menutupi tubuhnya dengan tubuhnya sendiri. Melihat wajah tampan mendekatinya, Su Qianci menahan napasnya. Chapter 48 - Angkat Gaunmu Melihat bahwa istrinya telah menjadi patuh, Li Sicheng tersenyum tipis. Dia melihat ke bawah dan melihat bibir Su Qianci sedikit terbuka seolah-olah dia ketakutan olehnya. Menarik! Li Sicheng menahan hasrat yang dimulai oleh Su Qianci dan berbisik dengan memuaskan, "Benar. Jadilah gadis yang baik." Suaranya terdengar memesona. Su Qianci merasakan seolah ada bulu yang menggelitik telinganya, membuatnya merinding. Pria ini sangat menggoda! Li Sicheng berdiri, menatap wanita yang dipaksa ke sudut sofa olehnya. Dia menunduk dan perlahan mengeluarkan salep untuk luka bakar, "Angkat gaunmu." Su Qianci tiba-tiba merasa pusing, tersipu malu, dan kemudian dengan cepat bangkit berdiri. Dia meraih salep di tangannya dan berseru, "Aku bisa melakukannya sendiri." Tinggi Li Sicheng lebih dari 180 cm, sementara Su Qianci hanya 163 cm, jadi tidak mungkin dia bisa menang. Li Sicheng menghindar dan Su Qianci bahkan gagal menyentuh tangannya, melemparkan dirinya di antara lengan Li Sicheng. "Hangat sekali, " adalah hal pertama yang ada di pikiran Su Qianci. Dan kemudian dia merasakan sakitnya. Menggosok hidungnya yang menabrak dada Li Sicheng, Su Qianci hampir menangis. Apa yang tidak dilihatnya adalah bahwa Li Sicheng sedikit melengkungkan bibirnya ke atas. Senyum itu begitu tipis sehingga menghilang dengan cepat. Li Sicheng menunduk dengan mata gelapnya, "Menawarkan diri, ya?" Su Qianci tiba-tiba mundur. Demi Tuhan, dia tidak bermaksud melakukan itu. Sambil melihat perutnya lagi, Li Sicheng mengulangi, "Angkat gaunmu!" "Tidak." "Aku akan mengoleskan salepnya untukmu." "Aku ¡­." Wajah Su Qianci merah padam seperti pantat monyet. Saat dia memikirkan apa yang harus dia katakan untuk menolaknya, tangannya sudah ada di depan matanya. Sambil mengangkat gaun tidurnya, Li Sicheng tidak akan menerima argumen apapun. Su Qianci menjerit dan memegangi gaunnya, tetapi tangannya dilepaskannya dengan paksa. "Lepaskan. Biarkan aku mengoleskan salepnya untukmu." "Aku bisa melakukannya sendiri ¡­." "Kamu sudah memasak untukku, dan aku akan melakukan ini untukmu. Supaya adil." "Tidak perlu. Pergi saja dan makan." "Lepaskan." Li Sicheng terdengar agak tidak senang. "Jangan menguji kesabaranku." Su Qianci berhenti dan akhirnya melepaskannya. Baik. Itu hanyalah salep. Dia telah melihat apa pun yang ada, jadi itu mungkin baik-baik saja. Pria ini begitu keras kepala, dan sangat tidak mungkin mengubah pikirannya. Su Qianci tahu karakternya dengan baik, mengerutkan bibirnya, dan sedikit mengangkat gaunnya. Setelah membasahi kapas dengan air, Li Sicheng perlahan membersihkan kulitnya. Gerakannya cukup lembut, jadi Su Qianci tidak merasa sakit. Namun, itu menggelitik. Su Qianci merengut dan menggigit bibirnya, takut bahwa dia akan tertawa terbahak-bahak. Setelah membersihkan kulitnya, Li Sicheng kemudian mulai mengoleskan salep pada lukanya. Merasakan sensasi dingin di kulitnya, Su Qianci menyipitkan matanya dan berusaha untuk tidak bergerak. Tapi itu benar-benar geli. Sebuah perasaan aneh juga mulai membakar dari bawah sana dan perlahan-lahan menenggelamkannya. Li Sicheng jelas melihat perubahan di tubuhnya. Matanya menjadi lebih gelap ketika dia mengingat apa yang Su Qianci rasakan seperti pada malam itu, dan dia menjilat bibirnya tanpa sadar. Chapter 49 - Aku Akan Melayanimu Itu adalah siksaan bagi mereka berdua saat Li Sicheng mengobati lukanya. Namun, tak satu pun dari mereka mengatakan apapun untuk mengakhirinya. Atmosfer perlahan-lahan berubah. Lima menit kemudian, setelah salepnya dioleskan, Li Sicheng juga merasa sedikit tidak nyaman. Sambil menjilati bibirnya, tatapan Li Sicheng meluncur turun dari perutnya. Celana dalam biru muda dan apa yang ada di bawahnya ¡­. Sambil memejamkan mata, Li Sicheng memaksa dirinya untuk memalingkan muka, mulai membereskan peralatan. Dia bertindak lebih cepat dari beberapa saat yang lalu. Su Qianci merasa Li Sicheng telah berhenti, dengan ia cepat menurunkan gaunnya, bangun dengan wajahnya yang merah, dan berkata, "Terima kasih. Aku ¡­ aku akan pergi tidur." "Tunggu." Su Qianci berhenti, tidak berani menoleh ke belakang. Dia berdiri di sana, merapatkan kakinya, dan berbicara dengan gugup, "Apa?" Apakah dia ¡­ begitu terangsang hingga dia ingin ¡­. ? Mereka menikah secara sah. Jika Li Sicheng memintanya, bagaimana bisa dia berkata tidak? Sedang datang bulan? Tetapi dia mungkin telah melihat segalanya sehingga mengetahui bahwa itu tidak benar. "Jangan sampai kulitmu basah." Su Qianci bahkan menjadi lebih malu. "Baiklah!" dia menjawab dan dengan cepat berlari ke lantai dua. Menutup pintu, Su Qianci bersembunyi di balik pintu dan menemukan wajahnya panas terbakar seolah-olah dia demam. Saat melemparkan dirinya ke tempat tidur, Su Qianci menangis karena malu. Canggung, sangat canggung! Dia sudah memutuskan untuk tidak mencintainya! Bersembunyi di balik selimut, Su Qianci merasa jantungnya berdetak kencang tak terkendali. "Su Qianci, kamu telah setuju untuk menjadi kuat! Prinsip, ada prinsip! Jangan merasakan apapun untuknya, apakah kamu mendengarku?" Akan tetapi, bagaimana itu mungkin ¡­. Melihat dia melarikan diri, Li Sicheng merasa tenggorokannya sesak. Tubuhnya sangat tegang, dan dia sangat haus ¡­. Memasuki dapur, Li Sicheng menuang segelas air es. Dia melirik ke peralatan dapur yang baru saja digunakan dan dia otomatis memikirkan apa yang Su Qianci katakan tentang tidak membiarkan dirinya kelaparan. Li Sicheng masih bisa melihat mata Su Qianci yang ketakutan dan wajahnya yang merah muda ¡­. Saat menelan air, mata Li Sicheng bahkan menjadi lebih gelap. Keesokan paginya, Li Sicheng sudah pergi ketika Su Qianci bangun. Su Qianci sudah mengganti bajunya dan kemudian melihat lebih dari sepuluh panggilan tak terjawab. Delapan dari mereka berasal dari Tang Mengying, dan yang lainnya berasal dari dua nomor tak dikenal. Su Qianci mengabaikan semuanya dan membuka Weibo. "Drama Liu Anan" telah menjadi topik terpanas di Internet dalam semalam. Su Qianci tersenyum, membayangkan kekacauan apa yang terjadi dalam keluarga Tang dan keluarga Liu. Ponselnya tiba-tiba berdering. Itu dari Nyonya Li. "Ibu." "Di mana kau?" Nyonya Li terdengar agak marah. Jelas, dia telah mengetahui sesuatu. "Di tempat Li Sicheng. Ada apa Bu?" "Aku dengar kau menyebarkan rumor tentang Liu Anan secara online?" Su Qianci menyeringai diam-diam. Dia tahu bahwa Tang Mengying akan mencoba untuk melakukan sesuatu. Namun, dia bertindak seakan-akan tidak bersalah dan bertanya, "Rumor tentang Liu Anan? Apa yang sedang terjadi?" Chapter 50 - Dia Tidak Peduli "Banyak rahasia tentang Liu Anan yang digali oleh peretas dan disebarkan online. Reputasinya telah benar-benar hancur. Apakah kau di belakangnya?" Tentu saja, Su Qianci sudah tahu itu. Mendengar kata-kata Nyonya Li, dia bertindak seolah-olah tidak bersalah dan berkata, "Ibu, jika aku mampu melakukan itu, mengapa waktu itu aku harus ditindas di pusat perbelanjaan?" Video Liu Anan membuat keributan di pusat perbelanjaan telah menjadi viral. Karena Nyonya Li selalu mendapat informasi dengan baik, dia seharusnya sudah melihatnya. Memang benar, Nyonya Li terdiam dan kemudian berkata, "Akan sangat bagus jika bukan kau. Meskipun nama keluarganya bukan Tang, Liu Anan memiliki keluarga Tang di belakangnya. Akan lebih bijaksana untuk tidak berselisih dengannya." "Aku tahu itu. Meskipun aku tidak senang dengan insiden itu, aku tahu apa yang harus dilakukan. Mengingat betapa menjengkelkannya Liu Anan, dia pasti telah menyinggung banyak orang selain diriku sendiri." "Baiklah, tidak peduli apapun yang terjadi, keluarga Li tidak bisa terlibat. Kau adalah anggota keluarga Li sekarang, jadi kau tidak bisa bertindak sembarangan." "Mengerti." "Baiklah kalau begitu. Ajaklah Li Sicheng pulang sesering mungkin." "Akan kulakukan." Su Qianci menutup telepon dan segera mendapat panggilan lain. Nomor aneh. Sepertinya dia cukup sibuk. "Su Qianci?" Sebuah suara lembut terdengar, yang terdengar seperti suara dari seorang wanita yang lembut. Namun, itu hanya penampilannya saja. "Ya, siapa ini?" Su Qianci bertingkah seolah-olah dia tidak mengenalnya. "Ini Lin Wanting, sahabatmu di SMA. Tidakkah kau ingat aku?" "Oh!" Su Qianci berkata, "Kau. Apakah kau butuh sesuatu?" Mendengar nada suara Su Qianci yang dingin, Lin Wanting terdiam, tidak mengharapkan itu dari Su Qianci. Sebelumnya, Su Qianci putus asa dalam mencari teman. Tidak peduli siapapun kamu, selama kamu membuat Su Qianci berpikir bahwa kamu adalah temannya, maka ia akan memperlakukanmu seperti dewa. Hanya dalam dua tahun, bagaimana dia bisa berubah sebanyak itu? Mungkin itu karena pernikahannya. Lin Wanting meremas ponselnya lebih erat, membuat dirinya terdengar lebih manis dan berkata, "Aku mendengar dari Fu Lengbing bahwa kau juga akan datang ke reuni SMA. Aku tidak tahu apa yang harus dipakai dan aku sudah lama tidak bertemu denganmu. Mari kita pergi berbelanja bersama, bisakah kita?" Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci telah dibutakan oleh sikap Lin Wanting yang ramah dan pergi berbelanja dengannya tanpa keraguan. Su Qianci telah memberinya sebuah cocktail dress 1 dari sebuah merek mewah sementara Lin Wanting memilihkan sebuah gaun yang menyeramkan untuk Su Qianci. Pada malam harinya, Lin Wanting terlihat seperti Putri Salju, sementara Su Qianci seperti ratu jahat di sebelahnya, berkat gaunnya. Lin Wanting mengatakan kepada semua orang bahwa gaun cantiknya diberikan kepadanya oleh Su Qianci dan harganya lebih dari seratus ribu yuan. Bekerja sama dengan Liu Anan, Lin Wanting telah membuat semua orang percaya bahwa Su Qianci adalah seorang wanita simpanan lelaki kaya, yang mana adalah cara Su Qianci menjadi kaya. Lagipula, tidak ada yang akan menyangka Su Qianci dapat menikahi bujangan nomor satu di Kotaraja. Tidak mungkin Su Qianci bisa membersihkan namanya. Selain itu, dia bertemperamen mudah marah pada saat itu. Dalam situasi seperti ini, dia benar-benar mengamuk dan menghancurkan segalanya, memberikan orang-orang lebih banyak alasan untuk memojokkannya. Su Qianci tidak tahu bahwa semuanya sudah direncanakan oleh Tang Mengying dan Liu Anan. Li Sicheng telah mengamati semua itu, sementara pria itu bahkan tidak mengatakan apapun. Cocktail dress adalah gaun wanita yang elegan untuk acara-acara semi formal Chapter 51 - Harus Menipunya Apakah Su Qianci menyesali itu? Tentu saja dia menyesal. Kali ini, dia tidak akan membiarkan orang-orang ini mendapatkan apa yang mereka inginkan. "Su Qianci?" Lin Wanting bertanya, karena tidak mendapatkan balasan dengan segera. "Oke, kapan?" Mendengar jawaban Su Qianci, Lin Wanting sangat gembira dan bertanya, "Bagaimana kalau hari ini?" "Baiklah. Mari kita pergi ke Plaza Raja Bintang. Ada lebih banyak pilihan di sana." "Bagus sekali!" Mata Lin Wanting menyala. Plaza Raja Bintang adalah mal terbaik di Kotaraja. Akan memuaskan bagi Lin Wanting hanya dengan membeli sebuah roti dari tempat itu. Mendengar kata-kata Su Qianci, Lin Wanting tentu saja sangat gembira. Seorang yang mudah tertipu seperti Su Qianci akan memberikan apa yang diinginkan Lin Wanting selama Lin Wanting berperan sebagai korban yang malang. Setelah menutup telepon, Lin Wanting dengan saksama merias wajahnya dan meninggalkan rumah. Lin Wanting tiba di Plaza Raja Bintang lebih dari sepuluh menit kemudian. Setelah menunggu sepuluh menit lagi di bawah matahari, Lin Wanting sudah dibanjiri keringat. Namun, Su Qianci masih belum meneleponnya. Merasa sedikit kesal, Lin Wanting menelepon Su Qianci. "Kenapa kau belum datang juga?" Su Qianci terdengar terkejut. "Maksudmu sekarang? Kupikir kita akan pergi pada sore hari. Aku belum siap." "Bukankah kau selalu segera pergi setelah mendapat telepon?" Merasa dikerjai, Lin Wanting merasa kesal. Su Qianci berkata perlahan, "Aku cenderung menunda-nunda belakangan ini. Aku minta maaf. Kau cari saja tempat untuk beristirahat. Aku akan berada di sana dalam dua puluh menit." Lin Wanting masuk ke sebuah kafe, memesan minuman paling mahal, dan menunggu Su Qianci datang. Su Qianci pasti akan membayar minumannya. Dua puluh menit kemudian, Lin Wanting menerima telepon Su Qianci dan merasa lega. "Hai, aku di dalam kafe. Ayo kemari!" "Kafe? Itu sangat jauh. Aku tidak ingin pergi ke sana. Kemarilah dan temui aku di dalam mal." Lin Wanting tercengang dan sedikit khawatir. "Tapi apakah kau tidak ingin minum sebelum berbelanja?" "Tidak juga. Kemarilah. Aku ada di toko yang kau sukai di dalam mal." Sambil menggertakkan giginya, Lin Wanting menutup telepon dan membayar minumannya. Itu adalah minuman paling mahal di menu, yang harganya bisa untuk sepuluh kali makan. Su Qianci si wanita jalang itu tidak datang, yang membuatnya kehilangan banyak uang! Aku harus menipunya. Ketika Lin Wanting melihat Su Qianci, dia hampir tidak mengenalinya. Waktu SMA, Su Qianci adalah seorang primadona sekolah, tetapi dia memiliki gaya berpakaian yang sangat buruk, gaya pemberontak dan gothic. Namun, Su Qianci sedang tersenyum pada asisten toko saat ini, dan hanya profilnya yang menarik mata Lin Wanting. Su Qianci sekarang terlihat trendi dan menakjubkan. Dia berpakaian menarik tapi tidak berlebihan. Apa pun yang dikenakan Su Qianci bernilai setara dengan beberapa bulan dari biaya hidupnya. Ketika Lin Wanting mendengar bahwa Su Qianci menikah dengan bujangan nomor satu di Kotaraja, dia tidak percaya gosip itu. Akan tetapi, dia mulai percaya sekarang. Merasa tidak enak, Lin Wanting menggertakkan giginya dan merasa bimbang. Chapter 52 - Kau Tidak Pernah Menggunakan Ini? Merasakan tatapan Lin Wanting, Su Qianci berbalik dan melihatnya. Namun, saat dia melihat apa yang Lin Wanting kenakan, Su Qianci sedikit mengerutkan kening. Bahkan tanpa berbicara, Su Qianci jelas membuat Lin Wanting merasakan keseganannya. Wajah Lin Wanting mulai terbakar, merasa seperti dia adalah anak itik yang buruk rupa, tidak memiliki tempat untuk bersembunyi di depan seekor angsa. "Lin Wanting?" Su Qianci tersenyum manis, seolah bukan dia yang memandang rendah Lin Wanting. Lin Wanting tersenyum enggan dan berkata, "Ini aku." "Maukah kau mencoba krim mata ini untukku dan katakan padaku apakah itu bagus? Kurasa aku tidak pernah menggunakan yang ini." Mendengar itu, Lin Wanting tiba-tiba merasa senang. Bahkan jika Su Qianci menikah dengan baik, dia tetap bukan siapa-siapa. "Tidak mungkin, kau tidak pernah menggunakan ini?" Lin terdengar jahat. Su Qianci telah membayangkan hal ini. Lin Wanting tampaknya lembut tetapi sebenarnya lebih picik daripada Liu Anan. Lin Wanting tidak akan pernah melepaskan sebuah kesempatan untuk menggertak Su Qianci. Mengambil krim mata di tangan Su Qianci, Lin Wanting sedikit terkejut. Ini adalah merek yang sangat mahal, dan krim mata yang sedang diperiksa oleh Su Qianci adalah produk terbaru mereka. Berulang kali mencoba krim mata di punggung tangannya, Lin Wanting berusaha menggunakannya sebanyak mungkin. Asisten toko mengerutkan keningnya dan mengambil kembali tester krim mata itu, berkata, "Nona, ini adalah produk yang sangat mahal." Lin Wanting menatap asisten toko dan berkata, "Mahal? Bukankah itu sebuah tester?" Su Qianci segera menghentikannya dan berkata, "Tidak apa-apa." Kemudian Su Qianci menoleh ke asisten toko dan berkata, "Saya akan membeli produk ini." Asisten toko itu terlihat lebih ramah terhadap Su Qianci. "Tentu saja. Sebentar." "Aku juga akan membelinya. Jangan berani meremehkanku!" Lin Wanting marah. Meski curiga, asisten toko tetap membungkus dua botol krim mata tersebut. Lin Wanting bertindak berdasarkan instingnya tetapi terkejut oleh harganya. Dia diam-diam menghitung jumlah digit harganya dan menemukan bahwa krim mata tersebut harganya lebih dari sepuluh ribu. Merasa gugup, Lin Wanting memikirkan Su Qianci dan kemudian menjadi rileks lagi. Dia berkata, "Qianci, apakah kau akan membayar krim milikku juga? Aku tidak membawa uang tunai." "Tidak apa-apa. Mereka menerima kartu kredit. Aku juga menggunakan kartu kredit." Su Qianci tersenyum dan mengeluarkan kartu hitam yang diberikan Li Sicheng padanya. Lin Wanting merasa lebih buruk melihat kartu itu. Kembali di SMA, Su Qianci tidak memiliki apa-apa. Hanya dalam beberapa tahun, Su Qianci sudah jauh lebih kaya darinya. Asisten toko mengambil kartu milik Su Qianci, memproses pembayaran, dan bertanya pada Lin Wanting, "Nona, Anda juga mempunyai kartu kredit, bukan?" Mendengar kata-kata ini, Lin Wanting menggertakkan gigi dan mencibir, "Tentu saja." Dan kemudian dia mengeluarkan kartu kreditnya dari dompetnya. Melihat kartu itu digesek, Lin Wanting merasa jantungnya berdarah. Lin Wanting tiba-tiba merasa lega. Lebih baik kehilangan wajahnya daripada uangnya! Itu adalah biaya hidupnya untuk empat bulan ke depan! Ketika dia hendak mengatakan dia tidak akan membelinya tadi, Su Qianci berbicara. Chapter 53 - Beli Saja Jika Kau Menyukainya "Tidak apa-apa, kau bisa menggunakan kartuku." Tersenyum bahagia, Lin Wanting mengangguk. "Tentu, terima kasih, Qianci." "Sama-sama. Kita adalah teman, bukan?" Wajah Su Qianci tersenyum, tetapi matanya menjadi lebih gelap. Setelah membayar krim mata itu, dia mulai berkeliling di mal. Dengan krim mata di tangannya, Lin Wanting merasa bahwa dia telah mendapatkan kembali apa yang telah dia bayar untuk minuman di kafe. Dan Lin Wanting merasa bahwa dia telah berhasil mengendalikan Su Qianci lagi. Lin Wanting mengetahui bahwa Su Qianci akan memberikan barang untuknya secara cuma-cuma. Di SMA, ketika Su Qianci masih sangat miskin, dia akan memberikan semua uangnya kepada Lin Wanting setelah beberapa pembicaraan manis. Karena dia sangat kaya sekarang ¡­. Lin Wanting bertanya-tanya dalam hati bagaimana caranya agar dia bisa membuat Su Qianci membelikannya sebuah gaun. Pakaian apa pun di mal ini akan berharga lebih dari seratus ribu. Jika Su Qianci akan memberinya sebuah gaun secara cuma-cuma, maka Lin Wanting akan membuat perjalanannya bermanfaat. Sambil menghitung dalam hati, Lin Wanting memegang lengan Su Qianci dan mengobrol akrab dengannya. Plaza Raja Bintang adalah pusat perbelanjaan khusus di Kotaraja karena harganya yang luar biasa tinggi. Su Qianci tahu apa yang dipikirkan Lin Wanting tetapi tidak menunjukkan apa pun di wajahnya. Su Qianci berkeliling dan tanpa sengaja masuk ke dalam sebuah toko mewah, sebuah toko di mana Tang Mengying selalu mengajak Su Qianci untuk berbelanja di kehidupan sebelumnya. Pakaian di sana tidak hanya mahal, tetapi juga sangat dewasa. Lemari pakaian Su Qianci penuh dengan pakaian dari merek ini, semuanya berwarna gelap dan feminin. Melihat toko itu, Lin Wanting hanya bisa melihat betapa mewahnya pakaian itu. Gaunnya panjang dan sangat indah. "Luar biasa!" Lin Wanting terpana. Melihat bagaimana Lin Wanting bertindak, Su Qianci tersenyum. Dia bereaksi dengan cara yang sama seperti saat pertama kalinya Su Qianci melihat merek ini. Dibutakan oleh betapa indahnya pakaian-pakaian itu, dia tidak memperhitungkan apakah pakaian tersebut sesuai dengan usia dan karakternya. Secara menyedihkan, dia telah membeli semua yang dikatakan Tang Mengying kepadanya. Lin Wanting besikap sama persis seperti dirinya pada saat itu. Su Qianci hampir bisa melihat dirinya sendiri pada diri Lin Wanting saat ini. Bodoh dan miskin, dia tampak tidak cocok berada di tempat ini. Sebelum Su Qianci mengatakan sesuatu, Lin Wanting sudah memasuki toko itu. Ketika Lin Wanting berjalan masuk, para asisten toko tidak bergeming. Namun, ketika Su Qianci mengikutinya masuk, seseorang segera menyapa Su Qianci. Lin Wanting dengan cepat memilih sebuah gaun hitam yang indah. Gaun itu mempunyai banyak hiasan dan berat. Saat dia memakainya, Lin Wanting berputar dan tersenyum. "Bagaimana?" Su Qianci mengangguk. "Bagus sekali." Tapi gaun itu sangat "tua". Gaun itu membuat gadis berusia dua puluh tahun itu tampak seperti berumur tiga puluh tahun. Namun, itulah yang diharapkan Su Qianci. Di kehidupan sebelumnya, Lin Wanting telah menyakitinya, jadi itu wajar bagi Su Qianci untuk membalasnya. Para asisten toko dengan cepat menghampiri untuk memujinya, yang membuat Lin Wanting merasa di atas angin. "Beli saja jika kau menyukainya." Lin Wanting mengangguk. Dia sangat menyukai gaun itu. Kain dan modelnya adalah sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Sebelum memakainya, dia tidak pernah bisa membayangkan mengenakan sesuatu seperti ini. Asisten toko itu sangat banyak bicara. Namun, kalimat terakhirnya benar-benar mengejutkan Lin Wanting. "Tidak semahal itu. Hanya 288.888. Itu terlihat sempurna untukmu!" Chapter 54 - Jelas Sebuah Penipuan 288.888? Ya Tuhan! Lin Wanting belum pernah melihat uang sebanyak itu di selama hidupnya. Gaun itu mungkin harganya lebih mahal daripada benda apapun yang dimilikinya. Apa yang harus dia lakukan? Dia sangat menyukainya! Melihat Su Qianci yang terdiam dan tersenyum, Lin Wanting bertanya, "Su Qianci, bagaimana menurutmu?" "Tidak buruk." "Jadi, haruskah aku membelinya?" "Jika kau menyukainya, maka belilah. Gaunnya tidak semahal itu, hanya dua ratus ribu yuan lebih." Su Qianci tersenyum, seolah itu angka kecil. Bagi Su Qianci, itu memang tidak terlalu mahal. Untuk menyenangkan keluarga Li, keluarga Su telah membayar lebih dari sepuluh juta dolar untuk mas kawinnya, termasuk perhiasan, pakaian, dan real estat. Su Qianci juga menerima banyak hadiah dari keluarga Li selama pernikahan. Ini semua miliknya. Bahkan tanpa semua itu, dia masih memiliki kartu kredit Li Sicheng. Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying telah menipunya untuk melakukan investasi yang buruk, yang menyebabkan semua uangnya hilang. Pada saat memikirkan itu, mata Su Qianci menjadi dingin. Merasa canggung, Lin Wanting berdiri di sana dan berkata, "Yah, aku tidak punya uang sebanyak itu." "Kami menerima kartu kredit!" Asisten toko mengingatkannya dengan nada suara yang aneh. "Dia benar." Su Qianci pura-pura tidak mengerti. Lin Wanting bahkan merasa lebih gugup, dan menggosok kain gaun itu. Asisten toko dengan cepat menjentikkan tangannya dan berkata, "Jangan gosok kainnya. Ini cukup rapuh, dan Anda akan merusaknya." Wajah Lin Wanting tiba-tiba mulai terbakar. Meskipun dia mengerti, dia tidak seperti Liu Anan yang tidak tahu malu. Mendengar kata-kata asisten toko itu, dia langsung tersipu malu. "Su Qianci, bagaimana kalau kau memberikan gaun ini kepadaku sebagai sebuah hadiah. Harganya hanya sekitar dua ratus ribu. Karena suamimu adalah Li Sicheng, jumlah itu adalah angka kecil untukmu, kan?" "Nyonya Li?" Mendengar kata-kata Lin Wanting, mata asisten toko menyala. "Itu sebabnya Anda terlihat tidak asing. Jadi, Anda Nyonya Li?" "Ya, saya merasa Anda terlihat tidak asing. Anda jauh lebih cantik jika bertemu secara langsung." Itulah yang diharapkan Lin Wanting. Karena Li Sicheng adalah seorang selebritas, Su Qianci tidak bisa berkata tidak karena takut merusak citra Li Sicheng. Jika sebaliknya, Su Qianci akan dikritik karena picik, yang akan lebih mempengaruhi citra dirinya sendiri. Lin Wanting sudah memikirkan semuanya. Dia menatap Su Qianci dan tersenyum. "Qianci, tolonglah!" Su Qianci mengerutkan kening dan berkata, "Jadi, kau mengajakku keluar hanya untuk ¡­." Dia tidak perlu mengatakan lebih banyak lagi. Siapa pun yang memiliki otak dapat membayangkan apa yang terjadi. Salah satu asisten toko mengejek, "Jadi dia berusaha menipu Nyonya Li." Itu adalah pemicu untuk Lin Wanting. Dia menjadi marah dan berkata, "Apa yang kau katakan?" "Tidak apa-apa. Itu hanya sebuah gaun." Su Qianci melambaikan tangannya. Meskipun dia mengatakan itu, dia jelas terlihat kecewa dan sedih. Ada wanita-wanita kaya lainnya di sekitar mereka yang sedang berbelanja. Ketika mendengar Nyonya Li, mereka datang mengelilingi. Melihat adegan ini, seseorang mau tidak mau mengatakan, "Anda tidak bisa membiarkannya. Meskipun gaun itu tidak berarti apa-apa bagi Anda, Nyonya Li, itu adalah gaji selama beberapa tahun bagi sebagian orang. Ini jelas sebuah penipuan." Chapter 55 - Seorang Teman Lama Itu jelas benar. Dilihat dari penampilan Lin Wanting, mudah untuk mengatakan bahwa dia tidak berada di level yang sama dengan Su Qianci. Secara tiba-tiba, dia meminta gaun seharga dua ratus ribu yuan pada Su Qianci. Jadi dapat disimpulkan itu bukan hal lain selain penipuan. Ekspresi wajah Lin Wanting berubah, dia merasa tidak enak terekspos di depan umum, meskipun itulah yang sebenarnya dia pikirkan. Saat melihat ke arah Su Qianci, Lin Wanting dengan cepat berkata, "Qianci, jangan percaya mereka. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Bagaimanapun juga, kau selalu memberiku barang secara cuma-cuma sebelumnya. Kau biasa menawarkan barang-barang kepadaku, dan aku hanya meminta sesuatu darimu. Bukankah itu sama? " Su Qianci meliriknya, yang membuat Lin Wanting merinding. Tatapan mata ini berasal dari ¡­ Su Qianci? Tiba-tiba, Lin Wanting tercengang, menatap teman lama yang akrab dengannya. "Bukankah ini teman sekelasku? Kebetulan sekali!" Sebuah suara bernada tinggi tiba-tiba menarik perhatian Lin Wanting. Semua orang melihat ke arah suara itu dan melihat seorang wanita dengan gaun merah berjalan masuk. Wanita flamboyan 1 itu melepas kacamata hitamnya dan memperhatikan Su Qianci. "Sepertinya rumor itu benar. Su Qianci, apa kau ingat aku?" "Yu Lili?" Lin Wanting berkata tak percaya, "Kenapa kau ada di sini?" "Nona Yu." "Selamat pagi, Nona Yu." Para asisten toko menyapa Yu Lili. Dia menaruh kacamata hitamnya ke dalam dompetnya dan melirik Lin Wanting dengan pandangan menghina. "Aku adalah salah seorang anggota direksi mal ini. Apakah aneh kalau aku berada di sini?" Anggota direksi? Yu Lili? Lin Wanting tertegun, melirik gaun merah yang dikenakan Yu Lili, serta aksesoris dan sepatunya. Semuanya merupakan koleksi terbaru dari merek-merek terbaik. Bagaimana ini mungkin? Yu Lili sama tidak populernya seperti Su Qianci sewaktu SMA. Bagaimana nasibnya tiba-tiba berubah? Sambil mengangkat alisnya yang tebal, Yu Lili bertanya, "Apa yang terjadi?" Seorang asisten toko segera menjelaskan semuanya kepada Yu Lili dan kemudian bertanya pada Lin Wanting, "Nona, apakah Anda akan membeli gaun itu atau tidak? Gaun itu sangat mahal. Jika Anda tidak ingin membelinya, silakan melepaskannya dan meletakkannya kembali. " Wajah Lin Wanting merah padam. Dia mengepalkan tinjunya dan menggeram, "Bagaimana kau tahu bahwa aku tidak mampu membelinya? Apakah ini cara memperlakukan seorang pelanggan?" "Tepat sekali, itu bukan cara memperlakukan seorang pelanggan." Yu Lili menunjukkan ketidaksetujuannya dan melirik gaun yang dikenakan Lin Wanting. "Mata yang bagus. Gaun itu adalah salah satu gaun yang dikenakan pada peragaan busana." Lalu dia melihat sepatu kets putih yang dipakai Lin Wanting. "Sepatumu benar-benar tidak cocok dengan gaun itu. Apakah kau ingin memilih sepasang sepatu yang sesuai?" Lin Wanting mengendurkan ekspresinya sedikit dan menyeringai. "Tentu saja." Seorang asisten toko menarik lengan baju Yu Lili dan berkata dengan suara perlahan, "Dia tidak akan mampu membelinya. Apakah Anda tidak takut dia akan menipumu juga?" Meskipun suaranya perlahan, banyak orang masih bisa mendengarnya. Yu Lili tampak acuh tak acuh dan berkata, "Bukankah dia mengatakan bahwa dia memiliki uang di rumah? Dia selalu bisa meminjam uang dari Su Qianci dan menulis sebuah surat kesepakatan utang. Bukankah itu benar, Qianci?" Gemerlapan;serba megah Chapter 56 - Surat Kesepakatan Utang Saat Yu Lili mengatakan hal itu, semua orang melihat ke arah Su Qianci. Su Qianci tidak mengharapkan kata-kata seperti itu dari Yu Lili, tetapi itu menguntungkannya. Su Qianci tersenyum dan mengangguk. "Oke." Kemudian dia melihat Lin Wanting. "Tidak apa-apa, aku bisa meminjamkan uang padamu dulu." Mendengar kata "meminjamkan", Lin Wanting ragu-ragu. Jika Su Qianci akan memberikannya secara cuma-cuma, dia pasti akan menerimanya. Namun, memikirkan hutang dengan jumlah yang sangat besar, dia merasa jauh berbeda. "Oke, karena Su Qianci telah berkata seperti itu, ambilkan pena dan kertas untuk Nona Lin menulis surat kesepakatan utang." "Baik!" Asisten toko itu menjawab serta membawa pena dan kertas. Ekspresi wajah Lin Wanting berubah. "Yu Lili, jangan melewati batas." Yu Lili tidak pernah menyukai Liu Anan dan Lin Wanting. Jika Lin Wanting mengetahui bahwa Yu Lili akan berada di sini, Lin Wanting tidak akan pernah menginjakkan kakinya di toko ini. Namun, sudah terlambat untuk menyesal. Melihat pena dan kertas di depannya, Lin Wanting mencari bantuan dari Su Qianci dan berkata, "Su Qianci, bukankah kita teman baik? Mengapa kau melakukan ini?" Ketika Su Qianci hendak berbicara, seorang wanita kaya di sampingnya mengejek, "Bahkan sesama saudarapun harus memilah tagihan mereka. Aku pikir kau adalah seorang penipu. Teman baik? Ha ha!" "Siapa yang mengatakan itu? Apa hubungannya denganmu?" Lin Wanting menjerit, "Aku tidak menginginkannya lagi. Bagaimana dengan itu?" "Akan lebih baik jika Anda mengatakan hal itu sebelumnya," kata asisten toko itu dengan nada meremehkan. "Silakan lepas gaunnya. Jangan sampai kotor karena Anda tidak mampu membelinya." Satu hal yang Lin Wanting tidak bisa terima adalah dihina. Dengan gemetar, dia hampir menampar wajah asisten toko. Dia melangkah maju dan marah besar. "Siapa yang mengatakan itu? Gaun itu hanya dua ratus ribu yuan!" Terkejut oleh reaksi Lin Wanting, asisten toko melihat gadis itu mengambil pena dan kertas di tangannya. Ketika Lin Wanting mulai menulis, sesaat dia ragu-ragu sebelum menulis surat kesepakatan utang itu. Lagipula dia meminjam uang itu dari Su Qianci. Pada saat ini, Su Qianci hanya didorong oleh Yu Lili. Ketika Yu Lili pergi, Lin Wanting memiliki banyak cara untuk membuat Su Qianci menghapus utangnya dan memberinya uang secara cuma-cuma. Ketika memikirkan karakter Su Qianci yang lemah, Lin Wanting merasa jauh lebih percaya diri. Hanya butuh waktu kurang dari dua menit baginya untuk menulis surat kesepakatan utang tersebut. Su Qianci membayar untuk Lin Wanting di depan umum, dan Lin Wanting mengkritik semua asisten toko sebelum dia pergi. Namun, ketika mereka hendak pergi, Yu Lili mengikuti mereka. Lin Wanting merasakan gelagat buruk dan bertanya pada Yu Lili, "Kenapa kau mengikuti kami?" Yu Lili menatap Lin Wanting dengan mata genitnya dan tertawa. "Aku hanya berjalan saja. Apa hubungannya denganmu?" Ketika Lin Wanting hendak berdebat dengannya, Yu Lili maju ke depan dan bertanya pada Su Qianci, "Sudah lama sekali. Apakah kau mau bergabung denganku untuk spa?" Dengan mengenakan gaun merah, Yu Lili terlihat modis dan glamor, tersenyum pada Su Qianci. Su Qianci merasa sedikit bingung dan tiba-tiba teringat apa yang telah dia dengar dari orang lain tentang kehidupan Yu Lili di kehidupan Su Qianci yang sebelumnya. Su Qianci adalah seorang yatim piatu, diadopsi oleh keluarga yang tidak dapat memiliki anak mereka sendiri ketika dia berusia tiga belas tahun, dan dibawa kembali ke keluarga Su ketika dia berusia delapan belas tahun. Yu Lili juga seorang yatim piatu, tetapi dia diadopsi, atau lebih tepatnya, dibeli oleh seorang pria. Chapter 57 - Pria Di Belakang Yu Lili Selain hal itu, Su Qianci tidak pernah mendengar hal lain tentangnya. Misterius. Namun, Yu Lili terlihat sangat hebat dan sukses sebagai salah satu pemegang saham Plaza Raja Bintang. Mudah dikatakan bahwa lelaki di belakang Yu Lili itu hampir sebanding dengan Li Sicheng. Su Qianci hanya mendengar tentang lelaki itu tetapi belum pernah melihatnya. Menurut rumor, dia sama misterius dan suksesnya dengan Li Sicheng. Jika Li Sicheng adalah nomor satu, maka orang itu pastinya nomor dua. Yu Lili mati tercekik di tempat tidurnya sendiri pada ulang tahunnya yang ke dua puluh lima di kehidupan Su Qianci sebelumnya. Semua orang meratapi kepergian sang wanita cantik tersebut, tetapi tidak ada yang berani menyelidiki siapa pembunuhnya ¡­. Su Qianci tersadar kembali, tersenyum dan berkata, "Hebat." Karakteristik cantik Yu Lili menjadi lebih hidup. "Ayo pergi." Yu Lili membawa mereka ke resor kelas satu. Saat Lin Wanting tiba di tempat itu, matanya berbinar dan dia segera memasang wajah serius seolah-olah dia seorang ratu. Setelah sauna, mereka memasuki salon kecantikan di resor tersebut. "Ya Tuhan, bukankah itu Lili?" Seorang lelaki berjalan dengan gestur yang terlihat mendambakan Yu Lili, menyebarkan semerbak harum parfum. Yu Lili sepertinya sering berkunjung ke resor ini. Dia duduk dan menunjuk ke arah Su Qianci dan Lin Wanting. "Aku mengajak teman-teman untuk melakukan perubahan penampilan. Apakah kau pikir kau bisa memberi mereka beberapa saran?" Pria feminin itu melewati Su Qianci dan langsung mulai mengkritik Lin Wanting, warna rambutnya, modelnya, tekstur rambutnya, dan sebagainya. Dengan sangat khawatir, Lin Wanting bertanya, "Apa yang harus aku lakukan?" "Tidak masalah. Jimmy adalah pesulap terbaikmu. Percayalah padaku dengan segalanya ¡­." Saat dia mengatakan itu, dia sudah mengambil gunting dan memotong rambut Lin Wanting. Sambil melompat dari kursinya, Lin Wanting marah besar. "Apa yang sedang kau lakukan?" Jimmy terkejut. "Saya membantumu. Lihatlah dirimu. Anda terlihat seperti berumur tiga puluh tahun. Kemari dan duduklah. Biarkan adikmu ini membantumu." Lin Wanting melihat Yu Lili dengan curiga dan bertanya, "Apakah temanmu seorang penata rambut yang sesungguhnya?" Sebelum Yu Lili menjawab, Jimmy berseru dengan keras, "Apakah saya seorang profesional? Jika Anda tidak memercayai saya, silakan pergi." Pergi? Bagaimana dia bisa pergi? Rambutnya telah dipotong dan ada bagian yang hilang. Tidak mungkin dia bisa keluar seperti ini. Yu Lili duduk di sebelah Su Qianci. Mendengar apa yang telah terjadi, Yu Lili hanya melirik Lin Wanting. "Jimmy adalah seorang penata rambut terkenal. Kau harus percaya padanya." Lin Wanting duduk lagi dengan penuh kecurigaan, tidak menyadari bahwa Yu Lili sedang berusaha menahan tawanya. Su Qianci sudah mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Yu Lili dan berbisik sambil tersenyum, "Sebenarnya, kalau bisa lebih pendek lagi." Yu Lili bersemangat dan mengangguk setuju. "Kau benar-benar mengerikan. Aku pikir kau adalah orang suci." Yu Lili diam-diam memberi isyarat pada Jimmy. Chapter 58 - Wajahnya Ekstra Besar Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Su Qianci telah menyaksikan hasilnya. Saat Jimmy memotong dengan gunting di tangannya, rambut panjang Lin Wanting segera memendek hingga ke telinganya. Selain itu, Jimmy cukup pintar untuk mulai dari bagian belakang, jadi ketika Lin Wanting menyadarinya, semua rambut yang ada di bagian belakang sudah hilang, dan rambutnya masih panjang di bagian depan. Ketika gunting mencapai bagian depan rambutnya, Lin Wanting tiba-tiba menyadari apa yang telah terjadi dan berseru di depan cermin, menangis dan berteriak, "Kau ¡­.!" Suaranya hampir menembus dinding. Air mata Lin Wanting mulai menetes. "Yu Lili, kau wanita j*lang. Kau pasti melakukannya dengan sengaja. Kenapa kau melakukan itu padaku?" Yu Lili merasa sangat senang. Dia tertawa dan berkata, "Bukankah kau suka mengambil keuntungan dari orang lain? Jimmy memang seorang penata rambut terkenal di Kotaraja. Kau telah mengambil banyak keuntungan dengan membuatnya memotong rambutmu." Semua orang mengetahui bahwa satu hal yang paling dibanggakan oleh Lin Wanting adalah rambutnya. Citranya sebagai seorang gadis yang anggun semuanya berhubungan dengan rambutnya, karena wajahnya sangat besar. Wajah orang lain mungkin juga besar, tetapi wajahnya ekstra besar! Dengan rambut panjang menutupi sebagian wajahnya, sulit untuk menyadari hal itu. Namun, itu bukan lagi kasusnya. Karena rambutnya sangat pendek di bagian belakang, rambutnya mencuat ke segala arah. Dia tampak sangat jelek dengan air mata yang membasahi seluruh wajahnya. Saat melihatnya seperti itu, Su Qianci merasa agak menyesal, tetapi selebihnya merasa senang. Dia ingin melakukan ini pada Lin Wanting sejak lama, tetapi tidak ada triknya yang sama memuaskannya dengan ide Yu Lili. Tentu saja, dia seharusnya bertindak lebih jauh. Apa yang lebih memuaskan daripada menghancurkan satu hal yang paling disayangi musuhmu? Tidak ada! Saat mendengar kata-katanya, Lin Wanting gemetar dalam kegilaan. Dia melemparkan dirinya ke Yu Lili dan menggeram, "Yu Lili, aku akan membunuhmu!" Akan tetapi, sebelum Lin Wanting mendekati Yu Lili, dia ditarik menjauh oleh Jimmy. Meskipun Jimmy terlihat feminin, dia adalah seorang pria dan memiliki kekuatan yang cukup untuk menarik seorang wanita gila. Tempat itu penuh dengan penjaga. Saat Yu Lili memberi isyarat, dua penjaga langsung menarik Lin Wanting pergi. "Su Qianci, bukankah kita teman baik? Yu Lili si wanita j*lang itu menjebakku. Kau harus membalaskan dendamku!" seru Lin Wanting, sambil berusaha melepaskan diri. Mendengar teriakan Lin Wanting, mata Su Qianci dingin. Namun, dia sudah memasang sebuah senyuman di wajahnya dan melambaikan tangannya. "Apa yang kamu lakukan dengan menahannya di sini? Merayakan Tahun Baru China?" Saat mendengar itu, hati Lin Wanting merasa kecewa, dia meronta lebih keras untuk melepaskan diri, dan diapun meraung, "Yu Lili, Su Qianci! Aku mendoakanmu mati. Apa yang pernah aku lakukan kepadamu sehingga kalian memperlakukanku seperti ini?" Yu Lili menguap dan mencibir dengan lesu. "Kau seharusnya bertanya pada dirimu sendiri apa yang kau dan Liu Anan telah lakukan padaku. Tanpa campur tangan kalian, aku tidak akan hidup seperti ini." Lin Wanting menghindari kontak mata dengan Yu Lili dan berteriak, "Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Yu Lili, kau akan membayar untuk apa yang telah kamu lakukan hari ini!" "Terima kasih atas doa restunya. Bawa dia keluar!" Chapter 59 - Pria Ini Memiliki Masalah Dengan segera, Lin Wanting ditarik pergi dan ruangan salon itu menjadi tenang lagi. Yu Lili bersandar di sofa dan menggosok telinganya. "Dunia akhirnya tenang lagi. Akan tetapi, bukankah kau berteman dengannya? Aku pikir kau akan membantunya. Lagipula sepertinya kau tidak sebodoh itu." Tentu saja. Su Qianci sudah cukup bodoh di kehidupan sebelumnya. Jika dia kalah dari Lin Wanting lagi, semua pengalamannya akan sia-sia. Su Qianci melengkungkan bibirnya, merasa bahwa Yu Lili sangat menyenangkan. Di kehidupan sebelumnya, dia telah dicuci otak oleh Tang Mengying untuk percaya bahwa dia seharusnya tidak menghubungi teman-temannya dari "masa miskin"-nya sejak dia menikahi Li Sicheng. Dia tidak pernah meragukan Tang Mengying sedikitpun. Baru sekarang dia menyadari betapa banyak hal menyenangkan yang dia lewatkan. Su Qianci duduk di hadapan Yu Lili, sebelum Su Qianci sempat berbicara, ponsel Yu Lili berdering. Melihat nama yang muncul di ponselnya, wajah Yu Lili dengan segera menjadi pucat dan dia mengangkatnya. "Aku tidak berada di rumah." "¡­." "Dengan seorang teman." "¡­." "Teman wanita." "¡­." "Oke ¡­ Ya ¡­." Yu Lili menutup telepon dan menatap Su Qianci dengan pandangan menyesal. "Aku minta maaf. Aku harus pulang." Dari percakapan singkat tersebut, tidak sulit menebak siapa orang yang menelepon tadi. Su Qianci mengangguk. "Tidak apa-apa. Aku juga ingin pergi. Ayo kita pergi bersama." Yu Lili mengangguk dan keluar bersama Su Qianci. Su Qianci melihat sebuah Rolls-Royce terparkir di pinggir jalan dengan jendela yang terbuka. Sang sopir melambai pada Yu Lili. Yu Lili tertegun dan merasa malu ketika dia melihat pandangan Su Qianci yang sepertinya mengetahui sesuatu. Para pria itu mendorongnya begitu keras. Yu Lili merasa bahwa dia adalah seorang tahanan, dan hanya diizinkan untuk berjalan-jalan sesekali saja. Sambil tersenyum canggung, Yu Lili berjalan ke arah Rolls-Royce itu dan masuk ke dalam mobil. Su Qianci merasa bahwa dia pernah melihat sosok dengan tampilan arogan yang bersandar di kursi mobil. Matanya melirik angkuh pada Su Qianci dengan sebuah niat untuk menyelidiki. Su Qianci mengenalinya pada pandangan pertama. Itu benar-benar dia, Ou Ming! Saat Yu Lili menghilang ke dalam mobil, Su Qianci mendengar suara klakson mobil. Dia berbalik dan melihat sebuah Maybach berhenti di sampingnya. Kaca jendela diturunkan, memperlihatkan seraut wajah tampan. Bibirnya cemberut, dan alisnya berkerut. Sepertinya dia sedikit tidak senang. "Masuk ke dalam mobil." Tanpa sadar, Su Qianci akan membuka pintu depan mobil. Saat dia baru mengulurkan tangannya, dia memutuskan untuk membuka pintu belakang sebagai gantinya. Di kehidupan terakhirnya, dia pernah duduk di kursi depan dan kemudian ditendang keluar oleh Li Sicheng. Dia tidak mau mengalami hal seperti itu lagi. Namun, sebelum dia pergi menuju ke pintu belakang mobil, wajah Li Sicheng menjadi dingin saat dia berkata, "Kamu mau ke mana? Ayo ke depan." Su Qianci merasa jengkel. Apa yang salah dengannya? Li Sicheng membuatnya terdengar seperti itu adalah kesalahan Su Qianci. Pria ini bukan hanya tidak menentu, tetapi juga menyebalkan! Sambil membanting pintu, Su Qianci kembali ke kursi depan, di sebelah sopir. Li Sicheng segera menyalakan mobil dan bertanya dengan suara rendah, "Kamu kenal Nyonya Ou Ming?" Chapter 60 - Li Sicheng Tidak Pernah Bercanda Melihat bahwa dia mengemudi sendiri, Su Qianci kurang lebih memiliki gambaran tentang jadwal perjalanannya. Jika Li Sicheng sedang melakukan sesuatu yang berhubungan dengan bisnis, dia tidak akan mengemudi sendiri. Dan untuk urusan pribadi, dia tidak pernah menggunakan sopir. Itulah sebabnya tidak ada yang bisa mengetahui hal pribadi tentang dirinya. Mengetahui hal itu, Su Qianci tidak mau repot-repot bertanya dan menjawab, "Dia adalah teman sekelas SMA-ku." Li Sicheng mengangguk dan mengendurkan ekspresi wajahnya sedikit. "Jangan terlalu dekat dengannya." "Kenapa?" Li Sicheng berbelok dan berkata, "Selalu bijaksana untuk menjaga jarak dari seorang wanita yang akan menjual tubuhnya demi uang." "Bagaimana itu mungkin? Dia tidak seperti itu," kata Su Qianci dengan tegas. Yu Lili selalu positif dan bahagia, seorang teman baik baginya di SMA. Dari apa yang dia ingat, Yu Lili bukanlah tipe wanita yang akan menjual dirinya sendiri demi uang. Mata Li Sicheng menjadi lebih gelap saat dia melirik Su Qianci. Sepertinya dia bermaksud mengatakan sesuatu. Namun, dengan segera, dia memalingkan muka. "Jadi, kamu kenal Ou Ming?" Su Qianci mengubah topik pembicaraan. "Aku lebih mengenal siapa dia dibandingkan kamu." Li Sicheng mengenal Ou Ming lebih baik daripada Su Qianci? Su Qianci tiba-tiba merasa aneh. Bagaimana? Mungkin mereka ¡­. Merasakan tatapan aneh yang diberikan oleh Su Qianci, Li Sicheng meliriknya dan menjelaskan, "Ou Ming adalah sahabatku." Sahabat? Seseorang seperti Li Sicheng punya seorang sahabat? Su Qianci tercengang, menatap suaminya. Dia tampak serius dan dingin. Sepertinya dia tidak bercanda. Itu benar, Li Sicheng tidak pernah bercanda. Namun, setelah menghabiskan lima tahun bersamanya di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah mengetahui bahwa Li Sicheng memiliki seorang sahabat. Li Sicheng menatap Su Qianci dan melihat kebingungan dan keraguan di matanya yang lebar. Sambil memalingkan muka, dia mengemudi dengan tenang dan segera membawa mereka kembali ke rumah. Hari-hari berikutnya tanpa diduga berlangsung lancar tanpa ada kejadian berarti. Itu adalah liburan musim panas, jadi Su Qianci tidak mempunyai kegiatan apapun. Dia mendaftar di sebuah kelas Jujitsu dan pergi ke sana setiap hari. Pada hari Sabtu sore, dia mendapat sebuah telepon. "Halo, Qianqian." Itu adalah suara Lu Yihan, riang seperti biasanya. "Ada apa, Lu?" "Dasar wanita pelupa! Tidakkah kau ingat saat kita mengatakan kalau kita akan makan malam pada hari Sabtu? Kau punya waktu malam ini?" "Ya." "Sepertinya dirimu memiliki lebih banyak waktu luang setelah menjadi seorang wanita kaya. Dulu aku harus menunggumu selesai bekerja untuk mengajakmu keluar. Betapa aku iri padamu!" Mendengar nada suara Lu Yihan yang dramatis, Su Qianci tidak bisa menahan tawa. Dia berbaring di sofa dan berkata, "Tidak peduli apa yang kau katakan, aku masih akan memesan makanan paling mahal di menu." "Bagaimana kau tahu bahwa aku berusaha menghindari hal itu? Apa yang ingin kau makan? Aku akan memenuhi keinginanmu, tidak peduli apapun itu." "Bagaimana kalau di kios barbeku di depan SMA kita dulu?" Lu Yihan hampir pingsan. Dia menghela napas dan berkata, "Nyonya Li, kau tidak perlu menghemat untukku. Berkat dirimu, aku punya uang sekarang." Uang seratus ribu yuan dari Su Qianci adalah tabungan yang tepat pada waktunya bagi Lu Yihan. Hanya dalam beberapa hari, dia berhasil mendapatkan uang sepuluh kali lipat. Namun, Su Qianci tidak bercanda. Dia tersenyum dan berkata, "Aku serius. Aku tidak mampu membelinya sewaktu SMA. Sekarang ada seseorang yang akan mentraktirku, aku ingin sekali mencobanya." "Baiklah. Mari kita pergi ke sana. Haruskah aku menjemputmu?" "Tidak perlu. Aku akan pergi sendiri ke sana." "Oke, sampai bertemu nanti." Su Qianci menutup telepon dan berganti pakaian. Untungnya, dia masih memiliki beberapa pakaian lamanya. Kalau tidak, dia akan terlihat seperti alien yang mengenakan pakaian mahal di kios barbeku. Li Sicheng tidak bertanya apa yang akan dilakukan Su Qianci saat dia melihatnya meninggalkan rumah sambil bersenandung. Akan tetapi, Li Sicheng tidak menyangka bahwa dia akan diselingkuhi selama dua jam. Chapter 61 - Aku Sekarat Su Qianci naik taksi ke sekolahnya yang dulu dan tiba sekitar pukul 7 malam. Setelah membayar taksinya, Su Qianci melihat sebuah Renault merah terparkir di dekatnya. Seorang pemuda sedang bersandar di mobil. Dia berusia sekitar dua puluh tahun, mengenakan kacamata tanpa bingkai. Kulitnya cerah, dan hidungnya mancung. Saat dia melihatnya, dia tersenyum gembira. "Halo, Qianqian!" Mengenakan pakaian santai, Lu Yihan terlihat seperti seberkas sinar matahari. "Rasanya belum selama itu. Bagaimana bisa kau menjadi sangat cantik? Aku sangat terpesona!" Lu Yihan berseru dengan berlebihan, menutupi matanya, "Kecantikanmu telah membutakanku. Jangan terlalu dekat." Su Qianci tertawa kecil. "Kau tidak berubah sedikitpun." Lu Yihan tertawa, mengukur tinggi badan Su Qianci dengan satu tangan. "Kau tidak bertambah tinggi, gadis kecil." "Kau tahu aku seorang gadis bagaimanapun juga ¡­." "Itu benar, tetapi 150 cm masih terlalu pendek." Su Qianci melemparkan tinjunya ke arah Lu Yihan dengan marah dan berteriak seperti dulu, "Aku 163 cm!" Lu Yihan berpura-pura terluka dan melangkah mundur. "Aku sekarat ¡­. Sakit sekali ¡­." "Enyahlah!" Saat mereka bertengkar, mereka sedang duduk di kios barbeku. Kios ini memiliki sebuah sejarah yang panjang dan terkenal akan cita rasa hidangannya. Setelah memesan beberapa makanan, Su Qianci memesan beberapa botol bir dan mulai mengobrol dengan Lu Yihan. Karena mereka sudah lama tidak bertemu, keduanya sangat sibuk dengan obrolan mereka, tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatap mereka sejak mereka memasuki kios tersebut. SMA 1 Kotaraja adalah salah satu SMA terbaik di kota ini. Banyak siswa dari kota-kota lain juga belajar di sana, itulah sebabnya hal yang lumrah jika banyak siswa yang menghabiskan akhir pekan mereka di sekolah. Di sudut kios, dua orang gadis berusia sekitar tujuh belas tahun telah memperhatikan mereka sejak mereka memasuki tempat tersebut. Pada saat Tang Mengqing melihat Su Qianci, dia terdiam sesaat dan cepat-cepat memberitahu Li Weiya yang duduk di depannya, "Lihat, bukankah itu istri sepupumu? Siapakah pria itu?" Li Weiya menoleh dan segera melihat Su Qianci. "Itu benar-benar dia." Namun, kenapa Su Qianci muncul di tempat ini? Ketika Li Weiya hendak menyapa Su Qianci, Tang Mengqing menghentikannya. "Jangan pergi. Baru beberapa hari sejak sepupumu menikahinya saja, dan dia sudah berkencan dengan seorang pria di depan umum. Sepertinya kakakku benar. Wanita ini seperti seorang pel*cur!" Li Weiya tidak menyukai kata-kata Tang Mengqing, tetapi masih tetap duduk. Tang Mengqing berkata, "Kirimlah sebuah foto ke sepupumu segera dan tunjukkan padanya siapa wanita itu sebenarnya." Li Weiya mengangguk dan mengambil foto close-up 1 Su Qianci dan Lu Yihan. Kemudian, dia menemukan Li Sicheng di kontak WeChat 2 dan mengirimkan foto itu padanya. Foto dari dekat Aplikasi pesan, media sosial dan pembayaran di China Chapter 62 - Diselingkuhi Setelah foto itu dikirim, sebelum Li Weiya melakukan sesuatu, Tang Mengqing mengambil ponsel itu dari tangannya. "Aku akan membantumu!" Tang Mengqing dengan cepat mengetik di ponsel Li Weiya. Ketika Li Weiya mendapatkan ponselnya kembali, dia menemukan bahwa dia telah mengirim sebuah pesan dengan gambar kepada Li Sicheng, berkata, "Wow, sepupu. Kau diselingkuhi secepat ini!" Li Weiya sedikit terganggu oleh apa yang telah dikirim Tang Mengqing dan berkata, "Aku tidak berpikir kita seharusnya melakukan itu. Sepupuku Li Sicheng tidak memiliki temperamen yang baik. Bagaimana jika dia menjadi sangat marah ¡­." "Ya Tuhan. Pria mana yang akan tetap tenang ketika dia melihat istrinya berselingkuh? Kau sangat naif." Tang Mengqing merebut ponselnya lagi dan berkata, "Aku harus mengirim foto ini juga ke kakakku." Li Weiya merasa gugup dan dengan cepat mengambil ponselnya kembali. "Kenapa kau akan mengirimnya ke kakakmu?" "Li Weiya, bukankah kakakku adalah sahabat terbaik Li Sicheng sebelum dia menikah dengan wanita ini? Kita semua mengira mereka berdua akan menikah, kan? Wanita ini adalah wanita simpanan yang tidak tahu malu. Kita harus mengeksposnya di depan umum!" Tang Mengqing berkata dengan tegas. Namun, Li Weiya merasa ada sesuatu yang salah dan menjadi gagap, "Tapi kakekku ingin mereka menikah ¡­." "Bagaimanapun juga ini adalah hal yang benar untuk dilakukan dengan mengirim foto itu ke kakakku!" Tang Mengqing meraih ponselnya lagi. Pada saat ini, Tang Mengying sedang mempersiapkan diri untuk wawancara di perusahaan keluarga Li pada hari berikutnya. Untuk mendekati Li Sicheng, Tang Mengying memilih posisi sebagai sekretarisnya tanpa ragu-ragu. Dia sudah memberi tahu ibu Li Sicheng, jadi posisi sekretaris akan menjadi miliknya asalkan dia muncul di wawancara tersebut. Tiba-tiba, Tang Mengying mendapat sebuah pesan dari Li Weiya yang membuatnya bersemangat. Dalam foto itu, wanita itu tersenyum lebar, dan pria yang duduk di hadapannya mengenakan sepasang kacamata tanpa bingkai, tampak seperti anak laki-laki di sebelah rumah. Jelas, dia adalah seorang pria simpanan! Melihat foto itu, Tang Mengying tiba-tiba terhibur. Dia tertawa terbahak-bahak. Ketika melewati kamar putrinya, Nyonya Tang mendengar tawa Tang Mengying dan bertanya, "Apa yang begitu lucu?" "Bu, kemarilah dan lihat ini." Tang Mengying menyerahkan ponselnya kepada Nyonya Tang. Mata Nyonya Tang langsung berbinar ketika melihat foto itu dan dia tertawa. "Pel*cur kecil ini! Aku hanya khawatir karena aku tidak punya apapun untuk menyingkirkannya. Karena kesempatan bagus itu telah muncul dengan sendirinya, aku akan membuat hidupnya seperti di neraka. Kirimkan padaku. Aku akan menunjukkan kepada orang tua di keluarga Li dan biarkan kakek tua itu melihat wanita seperti apa yang dia pilih untuk cucunya." Tang Mengying jauh lebih tenang. Sambil tersenyum, dia berkata, "Tidak perlu terburu-buru. Dengan bukti yang bagus seperti ini, kita harus menyingkirkan Su Qianci sekali untuk selamanya. Dia pasti berada di belakang insiden Liu Anan. Aku akan membalas dendam." "Apa yang akan kau lakukan?" Nyonya Tang bersemangat untuk berpikir bahwa wanita jalang kecil itu bisa ditinggalkan oleh keluarga Li karena hal ini. Tang Mengying menyeringai, "Ayo kita lakukan ini ¡­." Pada saat yang sama, Li Sicheng sedang melakukan conference call 1 , dan dia baru melihat foto itu lebih dari setengah jam setelah ia selesai melakukan panggilan. Panggilan telepon di mana seseorang berbicara dengan beberapa orang pada saat yang bersamaan Chapter 63 - Karena Dia Adalah Li Sicheng Melihat foto itu, Li Sicheng dengan segera menjadi tegang. Garis-garis pipinya yang seolah dipahat menjadi semakin tajam. Mata Su Qianci yang ketakutan seperti rusa muncul di depan matanya. Namun, alasan bahwa Su Qianci tidak ingin dia mendekatinya hanya karena dia adalah Li Sicheng. Jelas dia terbuka untuk orang lain selain dirinya. Bagus sekali! Memegang ponselnya, Li Sicheng menekan nomor yang ditambahkan ke kontaknya kurang dari dua hari yang lalu, yang diberi nama: Wanita yang di Rumah. Empat kata itu seperti sedang menertawakannya. Sambil memakan barbeku dan meminum bir, Su Qianci merasa sangat santai. Saat mengobrol dengan Lu Yihan, Su Qianci merasa bahwa dia sedang bersenang-senang. Dibandingkan dengan bagaimana berhati-hatinya dia menghabiskan waktu bersama Li Sicheng, jauh lebih mudah baginya untuk berbicara dengan Lu Yihan, yang merupakan seorang teman baik. Su Qianci merasa dia sedang berada di puncak dunia. Dalam dua kehidupannya, dia selalu mengikuti aturan keluarga suaminya, keluarga Li. Namun, setelah dia meninggal sekali, dia akhirnya menyadari bahwa tidak ada yang lebih penting daripada menjalani hidup pada saat ini. Ponselnya tiba-tiba berdering. Itu Li Sicheng. Jika dia mengingatnya dengan benar, itu adalah pertama kalinya Li Sicheng meneleponnya sejak mereka menikah. "Halo?" "Di mana kamu?" "Aku di luar." "Apa yang sedang kamu lakukan?" "Sedang makan malam." "Dengan siapa?" Su Qianci merasa ada yang aneh. Meskipun Li Sicheng selalu bersikap dingin, dia biasanya tidak bersikap agresif. Bahkan sepertinya dia sedikit marah. Apa yang sedang Li Sicheng lakukan? Memeriksa dirinya? Dia memikirkannya dan kemudian berkata, "Teman baikku." Li Sicheng yang sedang berada di rumah meremas ponsel di tangannya dan menjadi semakin geram. Seorang teman baik! "Laki-laki atau perempuan?" "¡­." "Apa? Kamu tidak berani menjawabku?" Li Sicheng berkata sinis. "Laki-laki. Tapi dia hanya teman SMA. Dan kita hanya makan malam." Su Qianci tidak tahu mengapa dia menjelaskan, tidak merasa bersalah sama sekali. Tidak ada apa-apa antara dia dan Lu Yihan. Namun, dia mendengar tawa kecil Li Sicheng melalui telepon. "Karena kamu bertemu laki-laki lain secara pribadi, kamu seharusnya lebih pintar dan memilih tempat lain selain SMA 1 Kotaraja. Tidakkah kamu berpikir?" Su Qianci segera melihat ke samping. Melihat reaksi Su Qianci, Li Weiya segera menundukkan kepalanya dan memakan barbeku dengan diam-diam. Namun, Su Qianci masih bisa melihatnya. Tang Mengqing tidak takut, dia melotot pada Su Qianci secara provokatif. "Ya, itu kita. Jadi mau apa?" Melihat ekspresi wajah Su Qianci, Tang Menqing bisa membayangkan siapa yang baru saja menelepon Su Qianci. Bertolak belakang dengan apa yang dirasakan Li Weiya, Tang Mengqing merasa puas. Dia berdiri dan berjalan menghampiri Su Qianci, melirik Lu Yihan dengan penuh penghinaan. "Jadi kau menyukai pria simpanan seperti ini dan lebih suka mengkhianati pria baik seperti Li Sicheng. Dasar pel*cur! Kakakku benar. Wanita sepertimu seharusnya tidak pernah menikah dengan Li Sicheng. Sayang sekali!" Chapter 64 - Anak Siapa Yang Kau Kandung Tang Mengqing adalah adik perempuan Tang Mengying. Karena Su Qianci tidak menutup telepon, Li Sicheng bisa mendengar kata-kata Tang Mengqing dengan jelas. Temperatur dalam ruang kerjanya langsung menurun. Tidak ada pria yang bisa menerima pengkhianatan seperti ini dari istrinya, apalagi seseorang seperti Li Sicheng. Karena mereka sudah menikah, Li Sicheng menjaga jarak dari Tang Mengying untuk melindungi pernikahannya. Meskipun dia melakukan pernikahan untuk memuaskan kakeknya, hal itu masih menunjukkan ketulusannya. Namun, dia tidak tahu bahwa wanita ini akan berkencan dengan pria lain di depan umum. Setelah menutup telepon, Li Sicheng menghubungi supirnya, "Pergilah ke SMA 1 Kotaraja dan bawa istriku pulang." Sopir Yang baru saja mandi dan sudah siap untuk tidur dengan istrinya. Ketika mereka sedang bermesraan, sopir Yang tiba-tiba mendapat telepon ini, yang menenggelamkan gairahnya. "Ya, Tuan!" Melihat gadis di depannya, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Tang Mengqing bingung dan merasa sedikit ngeri. Dia melihat Su Qianci dan tergagap-gagap, "Kenapa ¡­ kenapa kau tersenyum?" "Apakah setiap orang dalam keluarga Tang senang ikut campur dengan urusan orang lain? Sebuah budaya yang unik." Meskipun Tang Mengqing baru berusia tujuh belas tahun, dia sama sekali tidak bodoh. Su Qianci jelas mengatakan bahwa keluarga mereka tidak berpendidikan. Dengan gemetar, Tang Mengqing menantangnya kembali. "Su Qianci, tampaknya kaulah yang mengkhianati suamimu." "Mengkhianati?" Su Qianci mengangkat alis. "Apakah kau tahu apa artinya berkhianat?" Suara Su Qianci sangat pelan, terdengar berbahaya. Rasanya ¡­ terdengar persis seperti Li Sicheng. Tang Mengqing ketakutan dan mundur. Bukan karena betapa mengerikannya ekspresi wajah Su Qianci, tetapi karena dia adalah wanita yang jauh lebih kuat daripada gadis berusia tujuh belas tahun. Tang Mengqing terdiam, berdiri di sana dengan tenang. Su Qianci melirik perutnya dan mengejek, "Apa yang kau lakukan disebut berkhianat. Tidakkah kau perlu melakukan amniosentesis 1 untuk mengetahui anak siapa yang kau kandung?" Tang Mengqing tertegun, seolah-olah dia disambar petir. Bagaimana ¡­ bagaimana Su Qianci mengetahuinya?! Dia bahkan tidak memberi tahu sahabatnya Li Weiya sepatah katapun. Satu-satunya orang yang dia beri tahu adalah kakaknya. Dan Tang Mengying setuju untuk membawanya melakukan aborsi keesokan harinya. Apakah Tang Mengying memberitahunya soal ini? Tang Mengqing menjadi pucat. Mendengar betapa yakinnya Su Qianci, Tang Mengqing kehilangan kepercayaan dirinya dan membantah, "Apa yang kau bicarakan? Anak siapa itu selain ¡­." "Jadi, kau benar-benar hamil?" Li Weiya menutup mulutnya dengan tidak percaya. Lu Yihan hanya diam selama ini. Mendengar itu, dia tersenyum. "Gadis-gadis saat ini benar-benar berpikiran terbuka. Apakah keluargamu mengetahui tentang ini?" Apakah keluarganya mengetahui atau tidak, Lu Yihan tidak tahu. Namun, dia bisa menjamin bahwa reputasi gadis ini akan hancur malam ini. Su Qianci tidak memelankan suaranya, jadi para siswa yang sedang makan barbeku telah memandang Tang Mengqing dengan tatapan yang berbeda. Pemasukan jarum suntik ke dalam selaput ketuban untuk mengambil contoh sel janin dari cairan ketuban untuk diagnosis Chapter 65 - Bahaya Tang Mengqing tidak bisa berkata-kata dan menyadari bahwa dia telah salah bicara. Dia tiba-tiba menjadi sangat pucat. Sebagai seorang remaja, betapapun galaknya ibu dan kakaknya, dia masih belum dewasa. Melawan Su Qianci, Tang Mengqing telah kalah sepenuhnya. Mendengar kata-kata Li Weiya, Tang Mengqing dengan cepat menjelaskan, "Bagaimana mungkin? Jangan dengarkan dia, Li Weiya. Aku tidak ¡­." Namun, semuda apapun Li Weiya, dia tidak bodoh. Tang Mengqing sudah mengakuinya. Penjelasannya tidak dapat dipercaya sama sekali. Melihat tatapan tak percaya sahabatnya, Tang Mengqing merasa terlalu malu untuk tetap berada di sana. Dia memberi tatapan sengit pada Su Qianci dan lari dengan mata berkaca-kaca. Sambil melihat Su Qianci dengan pandangan meminta maaf, Li Weiya segera mengejar Tang Mengqing. "Hei, kalian belum bayar," Pemilik kios barbeku dengan cepat berteriak. "Kami akan membayar bersama. Ini," kata Lu Yihan dan dengan cepat mengambil bon itu. "Aku akan memberimu tumpangan. Sekarang sudah larut." "Tidak apa-apa, aku bisa naik taksi." "Tidak apa-apa. Kita menuju ke arah yang sama." Su Qianci melihat jam dan menyadari sudah pukul 9 malam. Itu belum terlalu larut. Namun, tidak mudah menemukan taksi di lokasi ini. Su Qianci memikirkan hal itu dan mengangguk. "Oke, terima kasih." Lu Yihan tersenyum dan membuka pintu untuk Su Qianci layaknya seorang pria sejati. Namun, sebelum Su Qianci masuk ke dalam, dia mendengar suara klakson mobil berbunyi. Su Qianci menoleh dan melihat Maybach hitam milik Li Sicheng. Tenang tetapi garang. Sopir Yang menurunkan kaca jendela dan berkata, "Nyonya, Tuan memintaku untuk mengantarmu pulang." Su Qianci mengerutkan kening sedikit dan berkata, "Dia mengirimmu ke sini?" Mendengar konfirmasi sopir Yang, Su Qianci bahkan merasa lebih aneh. Sejak kapan Li Sicheng mulai memperhatikannya? Jika di kehidupan sebelumnya, Li Sicheng akan berharap Su Qianci segera mati. Li Sicheng tidak pernah peduli di mana dia berada, apalagi mengirim seseorang untuknya. Di kehidupannya sekarang ini, terlalu banyak hal yang telah berubah. Su Qianci tidak menolak, tetapi memandang Lu Yihan dengan menyesal. "Pulanglah. Aku akan pulang bersama sopir Yang." "Oke." Lu Yihan sedikit khawatir, memikirkan rumor tentang Li Sicheng yang adalah seorang tiran 1 . "Kau yakin semuanya baik-baik saja?" Dia takut pertemuan ini akan membawa masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi bagi Su Qianci. Bagaimanapun, gadis dari keluarga Tang itu mencoba untuk memfitnah mereka. Ditambah lagi dengan telepon dari Li Sicheng, itu mengkhawatirkan. "Tidak apa-apa." Su Qianci memberinya sebuah senyum meyakinkan. "Ini hanya pernikahan yang praktis di antara kita. Dia tidak pernah peduli padaku." Saat mendengar itu, Lu Yihan merasa lega. "Hebat. Hati-hati." Su Qianci mengangguk dan membuka pintu belakang mobil. Namun, begitu pintu dibuka, dia terkejut. Dalam cahaya remang-remang, ada sebuah sosok tinggi duduk di belakang, tampak arogan. Matanya menyipit saat dia bersandar di kursi kulit. Bahaya! Su Qianci melangkah mundur dengan waspada, tetapi tiba-tiba pria itu menariknya mendekat ¡­. Raja atau penguasa yang lalim dan sewenang-wenang (biasanya memperoleh kekuasaan dengan jalan kekerasan) Chapter 66 - Sangat Takut Ditarik secara tak terduga oleh pria itu , Su Qianci menjerit dan kehilangan keseimbangannya. Dia mencoba memegang langit-langit mobil, tetapi tangannya ditahan. Su Qianci hampir jatuh di atas Li Sicheng. Wajahnya jatuh ke dadanya, sementara tangannya menyentuh sesuatu yang hangat. Tanpa sadar, dia memegang benda itu, yang terasa lembut tetapi kemudian menjadi lebih keras. Terkejut, Su Qianci tiba-tiba menyadari apa itu, melepaskannya, dan dengan cepat mendongak. Dengan segera matanya bertemu dengan mata hitam Li Sicheng yang sangat dingin dengan api yang tersembunyi. Entah itu adalah api kemarahan atau gairah. Penampilan misteriusnya membuat Su Qianci merasakan bahwa sebuah masalah akan datang. Pria ini menakutkan. Jantung Su Qianci berdetak dengan cepat. Dia ingin bangun, tetapi pinggangnya dipeluk oleh sepasang lengan yang kuat. Hati Su Qianci bergetar. Ketidakpercayaan tampak di mata Li Sicheng. Tatapannya tampak sama persis seperti saat Li Sicheng mendengar Su Qianci yang ketika itu mencoba menjelaskan bahwa dia tidak menyebabkan kebakaran di kehidupan sebelumnya. Namun, selain ketidakpedulian, ada juga kemarahan dan gairah. Li Sicheng menangkap dagunya. "Tolong ¡­." Merasakan sakit tiba-tiba, seru Su Qianci, suaranya gemetar. Melihat bahwa Su Qianci jatuh ke dalam mobil, Lu Yihan terkejut dan dengan cepat berlari menghampiri. Saat dia mendekat, dia mendengar jeritan Su Qianci, yang membuatnya takut. Namun, sebelum Lu Yihan bisa menyentuh lengan bajunya, pintu Maybach itu tiba-tiba tertutup dan mobilnya bergerak menjauh. "Ber*ngsek! Apakah pria ini memukul seorang wanita? Dan kau menyebut dirimu lelaki! Sangat menjijikkan!" Lu Yihan mengutuk, masuk ke mobilnya dan mengikuti Maybach tersebut. Saat itu musim panas, tetapi Su Qianci merasa kedinginan. Memegang dagunya, Li Sicheng bisa merasakan tubuh Su Qianci sedikit bergetar. Matanya menjadi lebih gelap. "Kamu takut padaku?" Mendengar pertanyaannya, Su Qianci mengepalkan jemarinya. Takut, tentu saja. Dia telah melihat Li Sicheng seperti ini berkali-kali di kehidupan sebelumnya. Pria ini gila. Melihat bahwa Su Qianci terdiam, Li Sicheng meremas dagunya lebih keras. Su Qianci mengerutkan kening dan merasakan panas dari tangannya. "Kalau kamu takut padaku, kenapa kamu mengkhianatiku?" "Aku tidak mengkhianatimu!" Su Qianci menggelengkan kepalanya, tetapi rasa sakit di dagunya bahkan lebih menyengat. "Dia hanya teman sekelasku." Li Sicheng menunduk dan melihat payudara Su Qianci yang menempel di dadanya. Belahan dadanya yang dalam sedikit bergerak saat Su Qianci bernapas. Hanya satu lirikan telah membuatnya gila. "Gaun berpotongan leher rendah untuk teman sekelasmu?" Su Qianci merasa malu, berjuang untuk bangun, tetapi didorong lebih dalam olehnya. Wajah bertemu wajah, dada bertemu dada, Su Qianci bisa dengan jelas merasakan kehadiran anggota tubuh Li Sicheng di bawah sana. Chapter 67 - Seks Di Mobil Suara napas yang berat itu sangat jelas terdengar di dalam mobil yang sunyi. Jantung Su Qianci berdegup sangat kencang. Merasakan ereksi di perutnya, Su Qianci berhenti berjuang. Dia menatap Li Sicheng dengan tatapan ketakutan, memohon dalam diam. Mata Li Sicheng terkunci pada dirinya. Su Qianci merasa takut, sementara Li Sicheng bersikap tenang, seolah-olah bukan dia yang sedang ''keras''. Udara terasa lembab dan panas. Meskipun tidak ada yang melakukan apa pun, sopir Yang merasa wajahnya terbakar. Tuan Li sangat ¡­ energik! "Tuan, sebuah mobil Renault merah telah mengikuti kita sejak tadi." Li Sicheng menunduk dan berkata pelan, "Menyetirlah lebih lambat." "Hah?" Sopir Yang mengira dia telah salah dengar. "Biarkan dia menyusul. Bukankah dia mencoba mencari tahu apa yang akan kulakukan pada wanita ini? Biarkan dia melihatnya." Su Qianci merasa sedikit gelisah, berusaha menjauh darinya. Namun, Li Sicheng bertindak lebih cepat dan menutupi bibir Su Qianci dengan bibirnya, memegang dagunya. Su Qianci ketakutan. Dia kasar padanya. Dia menariknya dan menarik lagi dan lagi, hampir menghancurkan dirinya menjadi kepingan dengan lengannya. Su Qianci berusaha melepaskan diri tetapi dikunci lagi. Menyadari ketidakpatuhannya, Li Sicheng mengangkat Su Qianci dan menempatkannya di atas pangkuannya. Su Qianci bernapas dengan cepat, berusaha keluar dari cengkeramannya dengan semua anggota tubuhnya. Namun, tidak mungkin dia bisa melawan pria ini. Sambil memegang pinggang Su Qianci dengan satu tangan, Li Sicheng mendorong paha wanita itu turun dengan tangan yang lain, menekan kemaluan Su Qianci pada kejantanannya. Meskipun melalui lapisan kain, Su Qianci masih bisa merasakan panasnya, yang membuatnya berjuang lebih keras. Li Sicheng berbisik di telinganya, "Kalau kamu bergerak lagi, aku akan melakukannya di sini." Sopir Yang tidak berani mengintip lagi. Ketika mendengar apa yang dikatakan Li Sicheng, dia segera memasang partisi di dalam mobil tersebut, dan menatap lurus ke depan. Su Qianci langsung membeku. "Kamu tidak ¡­." Kamu tidak menyukai aku, kan? Su Qianci menggertakkan giginya dan akhirnya tidak jadi mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya. Namun, Li Sicheng punya ide lain. Apanya yang bukan dia? Kekasihnya? Suaminya? Atau ¡­ Pria simpanan itu? Melihat mobil merah itu mendekati mereka, Li Sicheng menjadi sangat marah. Sambil membalikkan badan, Li Sicheng mendorong Su Qianci ke bawah. Su Qianci menjerit dan jatuh ke kursi kulit. Gairah terpendam Li Sicheng terangsang lebih jauh oleh suara gemerisik gaunnya. Dia menundukkan kepalanya dan menggigit leher Su Qianci. "Tolong jangan ¡­." seru Su Qianci, tetapi kalimat itu tertelan kembali. Melalui partisi, sopir Yang masih bisa mendengar mereka. Dia merapatkan kedua kakinya saat seks di mobil berlangsung. Chapter 68 - Li Sicheng Gay? Sambil mengemudikan mobilnya, Lu Yihan berusaha mengejar tetapi gagal. Akan tetapi, Maybach itu tiba-tiba mulai melambat. Lu Yihan dengan cepat menyusulnya dan menuju ke sebelah mobil hitam itu. Namun, karena kaca jendelanya sangat gelap, Lu Yihan tidak bisa melihat apa-apa. Dia tiba-tiba teringat teriakan Su Qianci dan rumor yang didengarnya. Rumor yang mengatakan bahwa Li Sicheng tidak menyukai wanita dan memiliki temperamen yang aneh. Rumor yang juga mengatakan bahwa Li Sicheng tidak menentu. "Dia tidak pernah peduli dengan apa yang aku lakukan." Memikirkan kata-kata Su Qianci, Lu Yihan tiba-tiba merasa sesak napas. Mungkinkah pernikahan Su Qianci hanya sebuah tipuan? Meskipun Li Sicheng tampak tinggi dan tampan, mungkinkah dia sebenarnya gay 1 ? Terkejut oleh pikirannya sendiri, Lu Yihan merasa kasihan pada Su Qianci. Dia segera melaju dan memblokir jalan di depan mobil Maybach. Sambil memberontak dan melawan, Su Qianci masih tidak bisa menyingkirkan pria di atas tubuhnya itu. Gerakan Li Sicheng menjadi lebih kasar saat kemarahan melandanya. Su Qianci tiba-tiba menangis ketika pakaiannya dicabik-cabik. Dia belum pernah melihat Li Sicheng seperti ini sebelumnya. Di kehidupan sebelumnya, dia telah dipaksa keluar dari mobil, dicecar dengan berbagai pertanyaan karena kata-kata Tang Mengying, dan bahkan digunakan dan kemudian dibuang sebagai sebuah pertunjukan untuk kakek. Namun, ini adalah pertama kalinya Li Sicheng memperlakukannya seperti ini. Mengapa? Apakah Li Sicheng percaya pada teori Tang Mengqing yang mengatakan bahwa Su Qianci mengkhianatinya dan mencoba memastikannya? Merasakan air mata Su Qianci, Li Sicheng bahkan merasa lebih yakin bahwa Su Qianci berselingkuh. Sebelum malam pernikahan, Su Qianci berlagak bodoh. Pada malam pernikahan, dia menggoda dan terangsang. Namun, setelah itu, Su Qianci memperlakukannya seperti monster. Li Sicheng seharusnya memikirkan hal itu sejak lama. Meskipun Su Qianci memberi keperawanannya pada Li Sicheng, hatinya menjadi milik pria lain. Yang bisa dipikirkan Li Sicheng sekarang adalah menghancurkannya! "Apakah kamu takut?" Li Sicheng terdiam, menatap wanita yang gemetaran itu. Ya ¡­. Su Qianci menjawab dengan pelan tetapi tidak bisa bersuara. Matanya penuh ketakutan, rentan dan sedih. Mata Li Sicheng berkilauan saat nafsu berahi mengambil alih. Jantung Su Qianci berdegup kencang saat dia meremas lengan baju Li Sicheng lebih keras. Ketika dia berpikir Li Sicheng akan melakukan sesuatu, mobil itu tiba-tiba berhenti. Li Sicheng segera jatuh ke depan, menindih tubuh Su Qianci. Merasa tekanan tiba-tiba, Su Qianci menjerit. Sama gilanya dengan Li Sicheng, ada jarak di antara mereka berdua. Namun, saat mobil berhenti mendadak, mereka terdorong bersama. Kedua tubuh yang terbakar itu terjerat. Merasa kelembutan di bawahnya, Li Sicheng menggertakkan giginya, wajahnya menggeliat. Su Qianci jelas merasa bahwa Li Sicheng sedang menahan sesuatu. Namun, apakah itu? Apakah dia mencoba menahan diri untuk memukulnya? Su Qianci bahkan lebih takut, hatinya bergetar. Bang bang bang! Jendela mobil mereka digedor dengan keras ¡­. Penyuka sesama jenis. Chapter 69 - Dibawa Pergi Oleh Suaminya Kaca jendela diturunkan. Lu Yihan melihat seorang pria arogan bersandar di kursi belakang segera. Sambil bersandar ke satu sisi, rambut dan pakaian Li Sicheng sedikit berantakan, yang mana terlihat aneh dan mencurigakan. Li Sicheng perlahan memutar kepalanya, matanya tajam dan dalam seperti jaguar. Lu Yihan bisa melihat sinar permusuhan di mata itu, diam-diam mengancam. Dingin dan berbahaya. Saat Lu Yihan melihat ke dalam mobil, yang bisa dilihatnya hanyalah pakaian robek yang dipakai Su Qianci. Tidak berharap melihat itu, Lu Yihan terkejut oleh adegan di hadapannya itu. Sedikit tersipu, dia merasa lega. Jadi, Su Qianci bukan korban kekerasan dalam rumah tangga. Namun, pada saat yang sama, dia merasa sedikit kecewa. Merasa terkoyak, Lu Yihan bertanya, "Anda adalah suami Qianqian?" Qianqian? Sungguh intim! Li Sicheng mengerutkan kening. Lu Yihan tiba-tiba merinding. Pria ini mengerikan sama seperti yang dikatakan orang-orang. "Kau butuh sesuatu?" Suara Li Sicheng rendah, dengan jarak yang jelas. "Kami hanya teman sekelas. Karena kami sudah lama tidak bertemu, kami makan malam bersama. Tolong jangan salah paham." Lu Yihan kemudian menambahkan, "Saya yakin Anda memiliki cara untuk mengetahui bahwa kami belum pernah bertemu sebelumnya." "Lu Yihan, pergilah," kata Su Qianci dari kursi belakang, suaranya serak. Namun, penglihatan Lu Yihan sepenuhnya dihalangi oleh Li Sicheng, mencegahnya melihat Su Qianci. Untuk beberapa alasan, Lu Yihan merasa ada sesuatu yang salah. Namun, dia tidak tahu apa itu. Sepertinya Su Qianci tidak menyetujui hal itu? Terkejut oleh pikirannya sendiri, Lu Yihan mengerutkan kening dan bertanya, "Qianqian, apa kau baik-baik saja?" "Sepertinya kau sangat tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam sesi intim kami?" Lu Yihan tersipu lagi, mundur, dan berkata, "Tidak, aku ¡­." "Tanganmu." Li Sicheng melirik tangan Lu Yihan yang sedang memegang jendela, dan Lu Yihan segera menarik tangannya seolah-olah dia disambar petir. Jendela mobil ditutup lagi. Saat melihat Maybach hitam itu pergi, Lu Yihan tiba-tiba merasakan kehampaan di dalam hatinya. Su Qianci pergi ¡­. Dibawa pergi oleh suaminya ¡­. Ketika dia kembali ke rumah Li Sicheng, Su Qianci hampir ditarik keluar dari mobil. Li Sicheng luar biasa kuat, tetapi dia juga berusaha bersikap lembut. Pergelangan tangannya sakit di dalam genggaman Li Sicheng, Su Qianci harus berlari kecil untuk menyusulnya. Ketika mereka memasuki rumah, Su Qianci didorong ke sofa. Li Sicheng melempar ponselnya padanya. Su Qianci duduk dan melihat ponsel itu dengan penuh keraguan. Dia segera melihat punggungnya sendiri dan sosok Lu Yihan di foto itu. Siapa pun yang mengambil foto itu memanipulasi hasilnya agar terlihat seperti mereka sedang berciuman. "Aku tidak melakukannya!" Su Qianci cemas. Tidak heran dia sangat marah! Foto ini jelas merupakan sebuah manipulasi, tetapi itu terlihat sangat realistis. Chapter 70 - Saatnya Untuk Bertindak Li Sicheng menatapnya dan merapikan kemejanya. Dia tampak begitu dingin sehingga Su Qianci telah melupakan ereksi pria itu tadi. Saat Li Sicheng duduk, Su Qianci tiba-tiba melihat tonjolan di bawah celananya. Membuat dirinya tiba-tiba tersipu kembali. Sambil bangkit berdiri, Su Qianci meletakkan ponselnya di sofa, melangkah mundur untuk menjaga jarak antara Li Sicheng dan dirinya. "Aku tidak melakukannya. Dan aku tidak akan pernah melakukannya." Su Qianci bersembunyi darinya. Apakah Su Qianci takut dia akan menyentuhnya? Li Sicheng jelas melihat apa yang Su Qianci coba lakukan, yang sedikit membuatnya kesal. Dia segera mendekati wanita itu dan menangkap lengannya. Su Qianci memalingkan muka, menghindari kontak mata. Li Sicheng menatap Su Qianci, seolah-olah dia bertanya: Kalau kamu tidak melakukannya, mengapa kamu takut padaku? Namun, sebelum Su Qianci berbicara, Li Sicheng melepaskan tangannya dan berkata, "Sangat kotor." Dengan cepat ia berjalan ke lantai atas. Su Qianci merasa seolah-olah seseorang telah menghujamkan belati ke jantungnya. Kotor? Li Sicheng bilang dia kotor? Tapi dia tidak melakukan apa-apa. Kembali ke kamarnya dengan setengah hati, Su Qianci melihat seorang wanita yang sedang kesal di cermin dan segera mengepalkan tangannya. Li Sicheng selalu menghakiminya dan mempermalukannya dengan cara yang sangat merendahkan. Setelah mandi, dia berganti baju dan mengambil kembali kontrak yang telah dicap oleh firma hukum Sheng Ximing. Sepertinya ini saatnya untuk bertindak. Li Sicheng tidak pernah kehilangan kendali seperti yang dia lakukan hari ini. Bahkan dia tidak bisa menjelaskan mengapa dia tidak pernah tidur dengan seorang wanita sebelumnya. Bahkan jika Tang Mengying menanggalkan pakaian di depan matanya, dia tidak akan merasakan apa-apa. Mengapa tiba-tiba dia memiliki sebuah reaksi yang kuat terhadap wanita yang satu ini? Sebuah suara di dalam dirinya berteriak sepanjang waktu: tiduri dia! Namun, memikirkan foto menjijikkan yang dia terima, dia tidak bisa membiarkan dirinya melakukan itu. Sangat kotor! Berpikir bahwa wanita ini bisa bersama pria lain, Li Sicheng merasa sangat jijik. Saat mandi, Li Sicheng merasa jauh lebih terkendali dan keluar dari kamar mandi. Saat dia membuka pintu, dia melihat sosok ramping duduk di tempat tidurnya. Siluet profilnya halus. Saat cahaya temaram menyinari wajahnya, dia tampak menakjubkan. Menyadari ada suara, Su Qianci menatap Li Sicheng. Matanya sedikit bengkak karena air matanya yang menetes baru-baru ini. Namun, lirikan mata Su Qianci telah menghidupkan kembali gairah yang telah berusaha keras untuk diredam olehnya. Li Sicheng memasang wajah datar dan mengepalkan jemarinya. Saat pembuluh darah biru menonjol di pelipisnya, dia tampak sangat menakutkan. Jantung Su Qianci berdegup kencang dan dia berpikir untuk menyerah. Perasaan yang sama lagi. Li Sicheng pastinya sedang menahan sesuatu! Apakah Li Sicheng benar-benar berusaha untuk tidak memukulnya? Li Sicheng saat ini hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Tubuhnya yang kekar meneteskan air, dia perlahan berjalan ke arahnya. Meskipun Su Qianci tahu bahwa Li Sicheng terlalu berpendidikan untuk memukul seorang wanita, mau tidak mau dia melangkah mundur dan berkata, "Tuan Li, aku pikir kita perlu bicara." Chapter 71 - Mari Kita Bercerai Li Sicheng melihat keberanian wanita itu yang dipaksakan dan sedikit tersentuh. Namun, ketika dia melihat dokumen di tangan Su Qianci, matanya terpicing. "Apa itu?" Su Qianci memperhatikan tatapan Li Sicheng dan tanpa sadar ingin menyembunyikan dokumen tersebut. Namun, dia dengan cepat berhenti dan merasakan telapak tangannya berkeringat dan jantungnya berdetak kencang. Dia sangat gugup. Li Sicheng tidak memiliki temperamen yang baik. Jika dia menceritakan segalanya, Li Sicheng mungkin akan kehilangan kendali. Apakah Li Sicheng akan mencekiknya? Namun, dia membutuhkan dokumen ini untuk melindungi dirinya sendiri. Kalau tidak, dia akan ketakutan setengah mati jika insiden hari ini terulang kembali. Sambil berpikir lagi, Su Qianci masih memperlihatkan surat kontrak tersebut dan berkata, "Aku pikir kita perlu bicara." Melirik tubuh Li Sicheng yang hampir sempurna, dia berdiri dan berkata, "Kamu harus mengenakan sesuatu dulu. Aku akan menunggumu di ruang tamu." Sebelum Li Sicheng mengatakan sesuatu, Su Qianci telah melarikan diri. Melihat dia melarikan diri, Li Sicheng merasa sedikit geli. Dengan suasana hati yang lebih baik, dia mengganti piama dan berjalan turun. Saat Li Sicheng melihatnya, dia menyadari betapa gelisahnya Su Qianci. Wanita itu dengan segera berdiri ketika melihat Li Sicheng. Tatapan Li Sicheng menjadi lebih lembut. Mengapa wanita ini begitu takut padanya? Memikirkan cara Su Qianci memandangnya sejak mereka menikah, Li Sicheng merasa dia selalu ketakutan. Meskipun dia tidak tahu mengapa Su Qianci takut padanya, ketakutan itu seratus persen nyata. Wanita seperti itu, dan dia hampir percaya bahwa Su Qianci akan mengkhianatinya! Dengan perasaan menyesal karena telah begitu kasar dengannya, Li Sicheng berkata dengan suara lembut, "Apa itu?" Su Qianci mendengar suaranya dan menatapnya dengan takut-takut. Dia menemukan bahwa suasana hati Li Sicheng jauh lebih baik dari beberapa saat yang lalu. Sambil menelan ludah, Su Qianci duduk dan menyerahkan pena yang telah disiapkannya. Li Sicheng melihat dokumen-dokumen itu, melihat judulnya, dan terdiam sejenak. Su Qianci segera menyadari bahwa Li Sicheng tampak lebih berbahaya pada saat ini. Wajahnya tidak menunjukkan apa-apa, tetapi temperatur di sekitarnya segera turun. Hampir tidak bisa bernapas, Su Qianci tergagap, "Aku pikir kita tidak cocok." "Jadi, kamu ingin bercerai?" Suara Li Sicheng rendah, dengan emosi tersembunyi. Jantung Su Qianci terasa hampir copot. Menghadapi tatapan dingin Li Sicheng, dia sangat ketakutan. Namun, dia masih mengangguk dan berbisik, "Aku tahu bahwa kamu membenciku. Walaupun begitu, tidak mungkin kamu menentang keinginan kakekmu. Jadi, aku lebih suka menunggu dulu setahun sebelum kita bercerai. Pada saat itu, kita bisa saja mengatakan bahwa aku tidak bisa hamil dan membuatnya terlihat wajar. Pada saat itu, kakek tidak akan punya alasan untuk menyalahkanmu." "Kamu sudah memikirkan semuanya?" Suara Li Sicheng masih rendah. Su Qianci tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Seolah-olah Li Sicheng adalah sebuah mesin. Su Qianci bersiap untuk mengangguk dan mendongak dengan kekuatan luar biasa di matanya. "Iya." £¬ Chapter 72 - Kontrak Perceraian Li Sicheng melemparkan tatapan dingin pada Su Qianci lagi. Dia berjalan, mengambil kontrak di tangan Su Qianci, dan membacanya. Matanya menjadi lebih gelap dan semakin gelap saat dia membaca. Surat kontrak itu distempel oleh pengacara terbaik di Kotaraja, Sheng Ximing. Firma hukumnya adalah yang terbaik di Kotaraja. Bahkan dengan koneksi keluarga Su, Su Qianci harus menunggu selama seminggu untuk mendapatkan janji bertemu dengan Sheng Ximing. Namun, tidak mungkin keluarga Su membiarkan Su Qianci bercerai dengan Li Sicheng. Oleh karena itu, ini pasti gagasan Su Qianci sendiri. Tanpa koneksi apa pun, ia harus menunggu setidaknya setengah bulan untuk mendapatkan stempelnya. Itu berarti Su Qianci telah merencanakan kontrak perceraian ini selama ini. Kalau begitu, mengapa Su Qianci menikahinya? Li Sicheng tiba-tiba menjadi ingin tahu tentang apa yang dia pikirkan. Saat menatap tanda tangan Su Qianci di akhir kontrak, Li Sicheng merenung dan memalingkan muka. Saat Li Sicheng menatapnya, Su Qianci tiba-tiba merasa cemas dan menundukkan kepalanya tanpa daya. Seperti seekor rusa. Meskipun Li Sicheng tidak memiliki temperamen yang baik, ia cukup pandai untuk mengetahui bahwa sebuah pernikahan tidak dapat dipaksakan. Li Sicheng segera mengambil pena di tangannya, menandatangani kontrak, dan pergi. Su Qianci membeku, menatapnya naik ke atas, seolah-olah dia sedang bermimpi. Li Sicheng menandatanganinya? Su Qianci menunduk dan melihat tanda tangannya yang indah. Li Sicheng Saat melihat namanya, Su Qianci merasa kehampaan di dalam hatinya. Jelas, dia ingin Li Sicheng menandatangani kontrak ini. Namun, ketika melihat tanda tangannya, Su Qianci merasa sangat kehilangan. Li Sicheng sama sekali tidak peduli. Li Sicheng kasar padanya bukan karena dia peduli padanya, tetapi karena dia peduli pada dirinya sendiri. Memang. Pukul 11:30 malam, Klub Charm. Seorang lelaki tinggi berbaring di sofa, jaket burgundi-nya sedikit terbuka, memperlihatkan sebuah noda lipstik di kerah bajunya. Dua wanita dengan pakaian terbuka sedang duduk di sampingnya, mencoba untuk menyenangkannya. Menikmati perlakuan dari para wanita cantik, Ou Ming memegang gelas anggur dengan jari-jarinya yang panjang, mengawasi cairan yang sedang mengalir. Dengan sebuah senyum jahat, dia bertanya, "Benarkah?" Li Sicheng duduk di hadapannya, menempati sebuah sofa besar sendirian. Lampu gantung membuat sebuah titik cahaya menerangi wajah Li Sicheng, membuat wajahnya yang sangat tampan terlihat lebih menarik. Semua wanita yang hadir di sana terobsesi olehnya. Sangat tampan! Sangat jarang mereka memiliki kesempatan untuk melihat wajah ini. Li Sicheng mengangguk dan tetap tenang, terbiasa dengan pandangan-pandangan yang dilemparkan padanya. "Apa yang harus kita lakukan? Li Sicheng yang terkenal itu diceraikan. Betapa mengejutkannya!" Meskipun Ou Ming mengatakan itu, sepertinya dia tidak bisa lebih senang. Sambil meliriknya, Li Sicheng menyesap koktailnya 1 dan mengejek, "Apakah wanitamu melarikan diri lagi?" Senyumnya menghilang, Ou Ming menggertakkan giginya dan berkata, "Tidak bisakah kau mendoakan sesuatu yang baik untukku?" "Jadi, sepertinya aku menebak dengan benar." Minuman beralkohol dibuat dari campuran berbagai bahan, biasanya diminum dengan es batu dan gula Chapter 73 - Tolong Pergi Tuan Li Melihat ekspresi Ou Ming yang berubah, Li Sicheng memiliki sebuah senyuman ganjil di wajahnya. "Kenapa kau tersenyum? Bukankah kau baru saja dicampakkan?" Ou Ming menggertakkan giginya dan melambaikan tangannya kepada para wanita. "Ayo buat Tuan Li senang!" Kedua gadis dalam pakaian seksi segera melemparkan diri ke Li Sicheng. Tuhan tahu berapa lama mereka telah menunggu! Namun, sebelum Ou Ming mengatakan sesuatu, mereka tidak berani bertindak. Dengan persetujuan Ou Ming, mereka berdua sangat gembira. "Tuan Li ¡­." Suara manis mereka terdengar dibuat-buat dan palsu, membuat Li Sicheng merasa mual. Wajahnya yang dingin menjadi semakin gelap ketika dia menggerutu, "Pergilah!" Kedua gadis itu tidak berani menghampirinya lagi. Melihat itu, Ou Ming tertawa dan berkata, "Mengapa kau menjadi begitu serius? Gadis-gadis, kalian bisa pergi sekarang. Li Sicheng tidak pernah membutuhkan wanita." Kedua gadis itu tercengang. Apa artinya itu? Li Sicheng tidak pernah membutuhkan wanita? Apakah dia gay? Sambil melihat satu sama lain, gadis-gadis itu segera pergi. Ou Ming memegang gelasnya dan duduk di sebelah Li Sicheng. "Serius, apakah wanita itu menceraikanmu karena kau impoten?" Li Sicheng melemparkan pandangan dingin ke arah Ou Ming. Setelah berteman dengan Li Sicheng selama bertahun-tahun, Ou Ming terbiasa dengan hal itu dan tertawa kecil. "Semua orang tahu bahwa kau tidak pernah memiliki seorang wanita di sampingmu. Kau tidak perlu bersikap tangguh di depanku. Aku tahu seorang ahli yang telah melakukan studi ekstensif 1 di area itu ¡­." "Kau sudah menerima saran darinya?" "Yang benar saja! Kenapa aku membutuhkan itu?" "Lalu diamlah." "Tapi apakah kau ¡­.?" Ou Ming bersikeras. Li Sicheng merenung dan berkata, "Kurasa aku mungkin telah membuatnya takut pada malam pernikahan kami." "Apa maksudmu?" "Aku mungkin sudah melakukannya terlalu baik." Ou Ming hampir tersedak anggur yang baru saja diminumnya. Sambil memukul sofa, dia tertawa dan berkata, "Ha-ha, aku bahkan tidak bisa ¡­." Li Sicheng melotot padanya, mengangkat sebuah tinju. Ou Ming segera berhenti dan berkata, "Kau harus benar-benar mempertimbangkan sang ahli ¡­." "Aku serius," Li Sicheng memotong perkataannya. "Bagaimana itu mungkin!" Ou Ming tertawa tanpa henti. "Dia hanya tidak terlalu menyukaimu. Kalau tidak, semua wanita ingin menjadi terkesan dengan sebuah mesin seks." Li Sicheng menatapnya dengan cara yang paling mengancam. Ou Ming menutup mulutnya, berdeham, dan tiba-tiba menyadari sesuatu. "Tunggu sebentar. Kau jatuh cinta padanya?" "Tidak!" "Lalu mengapa kau ingin menyentuhnya? Bukankah kau selalu benci jika ada wanita yang menyentuhmu?" "Pada malam pernikahan, seseorang memberi kami afrodisiak." Itu pasti bukan Su Qianci. Seorang penakut seperti dirinya, tidak akan punya keberanian untuk melakukan itu. "Tang Mengying pernah melakukan ini sebelumnya dan kau hanya mengirimnya ke rumah sakit. Mengapa wanita ini berbeda?" Li Sicheng berkata, "Keluarga Tang terlalu ambisius. Aku harus menikahinya jika aku tidur dengannya. Aku tidak sebodoh itu untuk melakukan hal tersebut." "Tidak mungkin. Aku dulu berpikir bahwa obat itu rusak, dan sekarang tampaknya masalahnya adalah kau." Bersifat menjangkau secara luas Chapter 74 - Pelacur Ou Ming berkata, "Kau telah jatuh cinta padanya, tentu saja. Namun, apakah kau menandatangani kontrak itu?" "Ya, aku menandatanganinya" "Kau akan menyesali itu, aku beri tahu kau," kata Ou Ming simpatik. "Tidak akan." "Apakah kau ingin melakukan sebuah eksperimen?" "Eksperimen apa?" "Nona Qin!" Ou Ming menjentikkan jarinya. Seorang wanita seksi dengan cepat datang menghampiri, dengan riasan cantik di wajahnya. Sebuah gaun pendek ketat memamerkan lekuk tubuhnya yang indah. Li Sicheng tampak kesal ketika sebuah aroma parfum menyengat hidungnya. Ou Ming melihat itu dan memerintahkan, "Kirim sepuluh gadis untuk menemani Tuan Li." Nona Qin sangat gembira. "Segera!" "Apa yang mau kau buktikan?" "Tunggu saja." Dengan segera, sepuluh gadis dikirim ke dalam ruangan. Seorang gadis yang agresif sudah menyajikan minuman untuk Ou Ming. Ou Ming mengirim gadis paling cantik di antara mereka untuk Li Sicheng. Saat mencium wangi parfum, Li Sicheng merasa sedikit pusing. Dia mendongak dan melihat sebuah wajah cantik. Entah bagaimana, dia sama sekali tidak tertarik. Wajah Su Qianci jauh lebih menyenangkan. Dan aroma tubuhnya ¡­ aroma memikat milik Su Qianci. Melihat bahwa Li Sicheng tidak menyuruhnya pergi, gadis itu menuangkan segelas minuman untuk Li Sicheng dan menggerakkan payudaranya yang besar di depan matanya, sambil memanggil, "Tuan ¡­." Li Sicheng tiba-tiba teringat rengekan Su Qianci. Mata hitam Su Qianci yang ketakutan menghantui dia. Menyadari bahwa dia sedang memikirkan istrinya, hati Li Sicheng merasa sangat kecewa, merasa terganggu. Dia menjauh dari gadis yang mendekatinya dan berteriak, "Pergilah!" Gadis itu terkejut oleh reaksinya, tidak mengetahui apa yang salah dengan tindakannya, menatap Li Sicheng. Ou Ming tertawa puas dan berkata pada gadis itu, "Apakah kau tidak mendengarnya?" Ou Ming sering berkunjung ke tempat itu, jadi semua orang mengenalnya. Mendengar kata-kata Ou Ming, gadis itu segera pergi. "Ha ha, sudah kubilang, Li Sicheng. Hadapilah kenyataan!" Sambil menyesap minumannya, Ou Ming tersenyum pada temannya. Li Sicheng terlihat sangat murung sehingga tidak ada yang berani mendekatinya pada saat ini. Sambil menghela napas dalam-dalam, Li Sicheng berjalan keluar. "Kau pergi sekarang?" tanya Ou Ming. Li Sicheng tidak bermaksud untuk kembali, yang membuat Ou Ming merasa bosan. Tak lama setelah itu dia juga meninggalkan klub, Ou Ming kembali ke rumah yang dibelinya untuk Yu Lili. Gagal menemukan kuncinya, Ou Ming membunyikan bel pintu. Yu Lili sudah tertidur. Mendengar bel pintu berbunyi, dia segera menuju ke pintu. Saat pintu dibuka, seorang pria jangkung berdiri di hadapannya, berbau alkohol dan parfum. Yu Lili mengerutkan kening, mengira dia mabuk, dan mengumpat, "Si*lan. Ou Ming, kau kep*rat!" Ou Ming tertawa, menggendongnya di dalam pelukannya, dan membanting pintu, berkata, "Lalu aku akan menunjukkan kepadamu seberapa baik aku bisa menyetubuhimu." Chapter 75 - Apakah Ada Pria Lain Diangkat secara tiba-tiba oleh Ou Ming, Yu Lili otomatis melingkarkan tangannya di leher pria itu. Ou Ming dengan cepat masuk ke kamar dan melemparkannya ke tempat tidur. Terpental di kasur yang empuk, Yu Lili merasakan tubuh Ou Ming di atas tubuhnya dengan segera. Saat menciumi mulutnya, Ou Ming bersikap kasar seperti biasanya. Dia dengan cepat merobek lingerie sutranya dan membelai payudaranya. Yu Lili mau tidak mau mendesah, tetapi segera menghentikan dirinya. Dia terengah-engah dan menjerit, "Ou Ming, jangan hari ini!" "Kenapa?" "Aku sedang datang bulan." Ou Ming menenangkan dirinya dan berdiri, meraih sebatang rokok di sakunya. Yu Lili mengusap perutnya dan mengerutkan kening. "Kau baru saja membuat kram perutku lebih buruk. Kenapa kau sangat terangsang?" Saat mendengar itu, Ou Ming melemparkan dirinya di atas tubuh Yu Lili dengan rokok di antara jari-jarinya, mengembuskan asap ke wajahnya dan berkata, "Aku selalu terangsang untukmu, dan hanya padamu seorang saja." Yu Lili mencium aroma parfum yang kuat di tubuh Ou Ming, dan dia menyeringai. "Kau tidak percaya padaku?" "Aku percaya." Yu Lili mengetahui bahwa jika dia berkata tidak, Ou Ming mungkin akan mengabaikan menstruasinya dan melakukan apa pun yang dia inginkan. "Hebat. Kau harus tahu bahwa selama aku masih hidup, kau adalah milikku." Ou Ming duduk dan bertanya pada Yu Lili dengan setengah tersenyum, "Kau kenal istri Li Sicheng?" "Apa urusanmu?" "Apa?" Ou Ming mengangkat alis, memadamkan rokok, dan mendekatinya lagi. "Ini memang urusanku. Rasakan ini. Ini sakit." Yu Lili meremas ereksinya dan berkata dengan tenang, "Cukup keras." "Jadi?" "Kau pantas mendapatkannya." Yu Lili tidak bersikap baik. Ou Ming sangat kesal sehingga dia tersenyum. Tapi ini adalah tipe wanita yang dia sukai. Jika Yu Lili tidak seperti ini, dia tidak akan tertarik padanya. "Namun, apakah kau memberinya ide yang bodoh itu?" "Ide apa?" Ou Ming meliriknya dengan curiga dan berkata, "Dia ingin menceraikan Li Sicheng." Yu Lili sedikit terkejut, lalu merasa bahwa hal itu bisa dimengerti. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu bukan aku." "Bagus. Lebih baik kau menjauh darinya. Kalau tidak, Li Sicheng akan mengatakan bahwa nyonyaku adalah pengaruh buruk bagi istrinya." "Kau khawatir tentang itu?" "Tidak juga. Satu-satunya yang aku khawatirkan adalah kau akan melarikan diri dengan pria lain." Saat mendengar itu, Yu Lili merasa jantungnya berhenti sesaat. Dia menjadi gugup karena suatu alasan. Dia sangat dekat dengan Ou Ming secara fisik, jadi reaksinya langsung terlihat olehnya. Ou Ming hanya bercanda, tetapi tiba-tiba merasa khawatir dengan reaksi Yu Lili. "Jadi benar-benar ada seseorang?" Nada suaranya terdengar berbahaya. Yu Lili menghindari kontak mata dan dengan cepat berkata, "Pria mana lagi yang ada selain dirimu?" Ou Ming menyeringai dan pergi mandi. Yu Lili tidak melihat seberapa tegang wajah Ou Ming terlihat barusan. Chapter 76 - Anjing Baik Tidak Menghalangi Jalan Su Qianci telah berlatih di studio seni bela diri terbaik di Kotaraja selama lebih dari setengah bulan. Dia tidak memiliki pengalaman sedikit pun tetapi sudah bisa melawan seseorang yang datang ke studio lebih dahulu darinya. Pelatihnya memberi banyak pujian pada bakatnya. Hari ini adalah penilaian dua mingguan, dan Su Qianci mendapat nilai A. Ketika dia akan pergi ke lokernya dan mengganti baju, seorang pria menghalangi jalannya. "Su Qianci, ini masih pagi. Maukah kau makan malam bersamaku? Apakah kau menyukai makanan Barat?" Itu adalah pelatih Jin dari studio yang mengajar tinju secara gratis. Mengenakan kaus hitam ketat, dia tampak agak mengintimidasi. Mempunyai tubuh yang terlalu berotot tidak selalu memberi seseorang sebuah kesan yang baik. Su Qianci benar-benar tidak menghargai seorang maniak binaraga seperti dia. Su Qianci mengerutkan kening dan ingin berjalan melewatinya. "Terima kasih, makan malam sudah menungguku di rumah." "Kalau begitu di mana kau tinggal? Bisakah aku memberimu tumpangan?" "Tidak apa-apa. Saya bisa pulang sendiri." "Benar-benar tidak nyaman untuk naik taksi. Aku punya sebuah mobil dan akan lebih nyaman jika kau ikut denganku." "Itu benar-benar tidak perlu. Terima kasih, Pelatih Jin." Pelatih Jin menghalangi jalannya dan tampak kesal. "Apakah kau meremehkanku? Aku sudah mengajakmu keluar beberapa kali dan menunggumu setiap kali kelas selesai. Kau pikir aku tidak punya pekerjaan yang lebih baik untuk dilakukan?" "Saya sudah menikah." "Aku tidak percaya padamu. Kau mengatakan itu setiap waktu, tetapi aku belum pernah melihat suamimu menjemputmu. Kau pikir aku bodoh?" Wajah Su Qianci menjadi suram saat dia berkata, "Pelatih Jin, ada sebuah perumpamaan dan saya ingin tahu apakah kau pernah mendengarnya?" Pelatih Jin senang dengan kenyataan bahwa dia berbicara dengannya dan dengan cepat bertanya, "Perumpamaan yang mana?" "Anjing yang baik tidak menghalangi jalan." Su Qianci mengatakan itu dengan keras. Semua orang yang melihat terkekeh-kekeh mendengar kata-katanya. Pelatih Jin menjadi sangat kesal dan meraih lengan Su Qianci ketika ia berjalan melewatinya. "Pel*cur, siapa yang kau panggil anjing!" Su Qianci merasa kesakitan dan berkata, "Siapapun yang merespons." "Si*lan, dasar pel*cur!" Pelatih Jin mengumpat, siap memukulnya. Saat melihat telapak tangan yang lebih besar dari wajahnya mendekat, Su Qianci menjadi pucat, menggertakkan giginya, dan menendangnya di selangkangan. Pelatih Jin berteriak dan berjongkok dengan tangannya di selangkangan. Orang-orang yang menonton tidak menyangka bahwa Su Qianci akan bereaksi begitu ganas dan tanpa sadar merapatkan kaki mereka. Su Qianci tersenyum dingin dan berkata, "Kau pantas mendapatkannya." Ketika dia pergi, Pelatih Jin mengerang, "Tangkap dia! Pel*cur, mati kau." Empat orang pria yang kuat segera mengepung Su Qianci. Dia bahkan tidak bisa pergi meskipun dia memiliki sayap. "Apa yang kalian inginkan?" Melihat orang-orang itu, Su Qianci merasa gugup tetapi mencoba untuk bersikap tenang. "Ada banyak kamera di mana-mana." Pelatih Jin perlahan berdiri dengan keringat dingin di dahinya. Sambil menggertakkan giginya, dia terkekeh dan berkata dengan sebuah suara rendah, "Tunggu dan lihat saja. Bawa dia pergi!" Su Qianci merasa ketakutan dan diam-diam meraih sesuatu di sakunya. Menggunakan sidik jarinya untuk membuka kunci ponselnya, dia secara membabi buta mengetuk tempat yang diingatnya sebagai kontaknya dan menekan sebuah nomor secara acak ¡­. Chapter 77 - Melakukan Pekerjaan Kita Dua pria tinggi memegang tangan Su Qianci dan menariknya ke pintu keluar. Merasa takut, Su Qianci masih berhasil berteriak pada mereka, "Menjauh dariku!" Tiba-tiba, dia merasakan sedikit getaran dari sakunya dan mengetahui bahwa panggilan telepon itu sudah terhubung. "Kau bekerja di studio seni bela diri terbaik di Kotaraja, dan kau akan memerkosa saya karena kau gagal mengajak saya keluar?" Su Qianci menaikkan suaranya. Dia ingin memperingatkan mereka serta memberi tahu orang yang diteleponnya. Pada saat ini, hampir semua orang di studio sudah pergi. Yang tersisa hanyalah beberapa pelatih yang berteman dengan Pelatih Jin. Tidak ada yang ingin repot-repot memperhatikan mereka. Pelatih Jin memperingatkannya dengan sebuah suara rendah, "Pel*cur, kau sebaiknya bekerjasama. Tidak ada yang akan menyelamatkanmu tidak peduli seberapa kerasnya kau berteriak." Hati Su Qianci kecewa. Dia bisa mengetahui hal itu. Semua orang di tempat ini bekerjasama. "Apa yang kau inginkan?" "Tidak banyak, hanya melakukan pekerjaan kami karena seseorang telah membayarnya." Pelatih Jin mengusap selangkangannya karena rasa sakit itu terus mengganggunya. "Aku pikir aku bisa membuatnya mudah dengan membiusmu. Karena kau tidak ingin menjadi gadis yang baik, aku harus membuatnya menyakitkan. Bawa dia ke lantai tiga. Aku yakin ada sesuatu yang bisa kita lakukan." Tiba-tiba Su Qianci mulai memberontak dan menjerit, "Siapa yang membayarmu? Berapa pun dia membayarmu, aku akan memberimu dua kali lipat." "Dua kali lipat? Dia memberiku satu juta yuan! Aku belum pernah melihat uang sebanyak itu dalam hidupku. Sejujurnya, kau tidak terlihat seperti seseorang yang memiliki uang sebanyak itu. Kau seharusnya tidak berselisih dengan wanita seperti itu." Su Qianci bisa menebak siapa orang itu. "Tang Mengying?" "Aku tidak tahu. Namun, dia jauh lebih seksi darimu." Pelatih Jin melihat Su Qianci dari atas hingga ke bawah saat dia memberontak dan berkata dengan erotis, "Tenang, kau cukup seksi. Aku hanya akan menyetubuhimu dan mengambil beberapa foto. Ini akan cepat." Su Qianci diseret ke dalam lift dan kemudian dibawa ke ruangan yoga di lantai tiga, yang sekeliling dindingnya dipasangi cermin. Pelatih Jin mendorongnya ke sebuah sudut dan dengan cepat menanggalkan pakaiannya, memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang membuatnya bangga. Su Qianci menjadi pucat, mengepalkan tinjunya, dan berteriak, "Pergi! Jangan mendekat!" Di bawah cahaya, kulit perunggunya berkilau, Pelatih Jin melemparkan dirinya ke Su Qianci dan merobek pakaian Jujitsu miliknya ¡­. Hari itu kakak Li Sicheng, Li Beixing kembali dari militer. Kakek secara khusus memanggil Li Sicheng dan Su Qianci untuk berkunjung ke rumah tua itu untuk makan malam keluarga. Maybach hitam sudah terparkir di depan studio seni bela diri selama lebih dari sepuluh menit. Su Qianci seharusnya sudah keluar sesuai dengan jadwal normalnya. Apa yang membuatnya begitu lama? Li Sicheng memeriksa jam tangannya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Dia menelepon Su Qianci dan menemukan dia sedang berbicara di telepon dengan orang lain. Li Sicheng mengerutkan kening, keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam studio. £¬ Chapter 78 - Suamimu Adalah Li Sicheng? Maka Aku Adalah Ou Ming! Berteriak sekuat tenaga, Su Qianci tidak bisa lagi melindungi pakaiannya. Tubuh raksasa Pelatih Jin telah berada di atas tubuhnya. "Enyahlah!" Su Qianci menendang kakinya, yang ditekan oleh pria itu. Dia berhenti dan berteriak, "Suamiku Li Sicheng! Aku bisa membayarmu asal kamu melepaskan aku." "Ha, kalau begitu aku adalah Ou Ming!" Pelatih Jin menggertakkan giginya dan mengejek, "Sebaiknya kau bekerja sama, supaya aku bisa bersikap lembut denganmu. Kita melakukan sesuatu yang menyenangkan. Kenapa kau berteriak?" Pelatih Jin lalu menjilat lehernya. Su Qianci menjerit, merasakan perutnya bergejolak. Sangat menjijikkan! Dia muntah di leher pelatih Jin. Pelatih Jin membeku dan bangkit, berteriak, "Sialan kau, dasar pel*cur! Kau memuntahiku!" Lalu dia menendang Su Qianci tepat di perutnya. Sebuah rasa sakit yang teramat parah hampir merobeknya. Dengan hampir tidak ada yang menutupi tubuhnya, Su Qianci mengigil merasakan sakit di dalam perutnya. Dia menatapnya, pucat pasi. "Dasar sampah masyarakat ¡­." Pelatih Jin bahkan menjadi lebih marah, menarik Su Qianci ke atas, dan menamparnya dengan keras. Su Qianci kehilangan keseimbangannya dan terhuyung-huyung menabrak sebuah cermin. Itu menyakiti seluruh tubuhnya. Namun, yang paling menyakitkan adalah di perutnya. Itu sangat menyakitkan ¡­. Dia merasa akrab dengan rasa sakit yang sedang dia rasakan. Su Qianci hampir kehilangan kesadarannya. "Jin, lihat itu. Dia berdarah!" Dengan berlumuran muntah, Pelatih Jin tidak ingin mendengar saran temannya. Dia berteriak pada temannya, "Diam! Aku harus mencabik-cabiknya hari ini. Si*lan! Apakah ini pertama kalinya kau melihat seseorang yang begitu seksi?" Su Qianci terbaring di lantai, lemah dan pucat. Dia hampir tidak bisa membuka mata pada titik ini. Tiba-tiba, dia bangkit dan melemparkan dirinya ke arah Pelatih Jin. Pelatih Jin tidak tahu bahwa wanita ini akan sangat berani setelah hampir terbunuh. Dia kehilangan keseimbangan dan segera mendorong Su Qianci menjauh. Namun, dia tiba-tiba melirik genangan darah di lantai. "Aku ¡­ aku melakukan itu?" Pelatih Jin terkejut. "Kapan wanita ini mengeluarkan darah sebanyak ini?" "Haruskah kita mengirimnya ke rumah sakit?" "Dengan kondisi pendarahan seperti ini, dia akan mati." "Cepat, kita tidak bisa membiarkan seseorang mati di sini." Pelatih Jin segera memutuskan. "Tidak mungkin! Jika wanita ini memberi tahu seseorang tentang apa yang terjadi hari ini, kita akan mati. Kurasa dia akan menuntut kita semua." "Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?" "Tidak ada yang tahu tentang hal ini. Ayo kita pergi saja." "Tetapi ¡­." "Apa? Kau mau masuk penjara sendirian?" Pada akhirnya, orang-orang itu memutuskan untuk masuk ke dalam lift. Namun, ketika pintu lift terbuka, seorang pria dengan wajah tegas muncul di hadapan mereka. Li Sicheng! Itu Li Sicheng. Apa yang pria ini lakukan di sini? Mereka berempat ketakutan, dibanjiri keringat dingin. Li Sicheng melihat ke arah para pelatih, tidak memperhatikan mereka dan berjalan keluar dari lift. Namun, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan memanggil mereka, "Hai, apakah kau melihat seorang murid di sini yang bernama Su Qianci?" Mendengar nama Su Qianci, orang-orang itu menjadi pucat. Salah satu dari mereka bertanya, "Apa hubunganmu dengannya?" "Dia adalah ¡­ istriku." Chapter 79 - Dia Mungkin Sekarat Istri? Mendengar kata itu, semua orang di lift merasa lutut mereka lemas. Pelatih Jin menelan ludah dan menekan tombol lift untuk segera menutup pintu lift. Ketika melihat itu, Li Sicheng merasa ada sesuatu yang aneh dan mengerutkan kening. Tiba-tiba, dia mendengar sebuah suara yang keras dan suara seorang wanita. "Tolong ¡­." Suara lemah Su Qianci terdengar di telinganya. Itu dia! Li Sicheng berjalan ke arah suara Su Qianci, merasakan ada sesuatu yang ganjil. Merasa segalanya telah menjadi tenang, Su Qianci tiba-tiba merasa lega. Orang-orang itu ternyata telah pergi. Namun, ini sangat menyakitkan. Rasa sakit akut di perut bagian bawahnya melebihi batas yang dapat ditahannya. Dia mengangkat sebelah lengan, ingin mengeluarkan ponsel dari sakunya tetapi gagal. Ponselnya terjatuh di lantai di samping pinggangnya, tetapi dia tidak bisa meraihnya. Layarnya menyala. Dia samar-samar dapat melihat nama Lu Yihan muncul di dalamnya. "Qianqian?" Lu Yihan terdengar khawatir, "Jangan khawatir, aku sudah menghubungi polisi. Mereka akan ¡­." Su Qianci tidak bisa lagi mendengar apa yang dikatakan Lu Yihan selanjutnya. Apakah dia sekarat? Ini sangat menyakitkan ¡­. Li Sicheng menendang pintu ruang yoga hingga terbuka dan segera melihat seorang wanita kurus berbaring di atas genangan darah. Su Qianci hanya memiliki sedikit kain yang menutupi tubuhnya, sebagian besar kulitnya terbuka. Di bawah tubuhnya, sebuah genangan darah yang menakutkan untuk dilihat. Didorong oleh nalurinya, Li Sicheng berlari untuk memeriksa kondisinya. "Su Qianci?" Su Qianci sangat pucat sehingga wajahnya seputih selembar kertas. Bernapas dengan cepat, Su Qianci dibanjiri keringat dingin. Matanya tertutup saat bulu matanya bergerak sedikit. Mata Li Sicheng yang selalu dingin itu meleleh oleh adegan kekerasan yang dilihatnya. "Su Qianci, bangun!" Li Sicheng mengangkat Su Qianci untuk duduk dan menepuk pipinya. Sambil memegang perutnya, Su Qianci menangis dengan bibirnya yang menggigil dalam diam. Air mata menetes di pipinya, membuat jantung Li Sicheng bergetar. Su Qianci merasa sangat kesakitan hingga dia hampir pingsan. Dia pikir dia mendengar sesuatu dan merasakan sesuatu. Saat membuka matanya dengan susah payah, Su Qianci berpikir dia telah melihat orang itu! "Li Sicheng ¡­." Berbisik, suaranya pelan seperti seekor nyamuk. "Jangan khawatir. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit." Suara Li Sicheng sedingin biasanya. Tapi itu mungkin ilusinya -- Su Qianci hampir bisa mendengar nada ketakutan dalam suaranya. Li Sicheng ketakutan. Apa yang dia takutkan? Bahwa dia akan mati? Terpesona oleh pikirannya sendiri, Su Qianci merasa sedikit jengkel. Apakah Li Sicheng pernah takut akan sesuatu? Tidak, tidak pernah. Li Sicheng sudah seperti itu di kehidupan sebelumnya, dan tentu saja, tidak terkecuali di kehidupan saat ini. Jika Su Qianci bisa, dia akan senang melihat kelemahan pria ini. Namun, dia mungkin sedang sekarat ¡­. Chapter 80 - Dunia Yang Gila Warna darah Su Qianci seperti sebuah belati, menusuk mata dan jantung Li Sicheng. Dia segera memikirkan sebuah kemungkinan: keguguran. Jantungnya berdegup kencang, Li Sicheng menutupi tubuh Su Qianci dengan jaketnya dan dengan cepat menggendongnya dengan kedua tangannya, sambil melihat sekilas ke layar ponsel Su Qianci. Lu Yihan ¡­. Pada saat yang paling putus asa dan tak berdaya dalam hidupnya, orang pertama yang diteleponnya adalah Lu Yihan ¡­. Setelah meraih ponsel Su Qianci di lantai, Li Sicheng bergegas turun dengan Su Qianci dalam pelukannya dengan pikiran kosong. Dia tidak mau memikirkannya. Mengapa Su Qianci menghubungi Lu Yihan bukan dirinya sendiri, mengapa pil Rencana B yang diminum Su Qianci tidak bekerja sehingga dia hamil ¡­. Namun, hatinya bagai disiksa oleh hantu. Perasaan itu hampir membuatnya merasa tercekik. Dia berjalan ke bawah dan melihat dua buah mobil polisi terparkir di depan pintu, dengan orang-orang yang tadi berada di dalam lift. Namun, ada yang seorang lagi yang tidak terlihat. Pria yang menjadi pemimpin mereka tidak ada di sana. Mobil ambulans sudah tiba. Li Sicheng tidak tahu bagaimana dia bisa masuk ke dalam ambulans dan tiba di rumah sakit. Yang ada dalam pikirannya hanyalah kata-kata sang dokter, "Janinnya berusia kurang dari satu bulan. Pasien mengalami pendarahan hebat sehingga sulit bagi kami untuk mempertahankan janinnya. Apa hubunganmu dengan pasien ini?" "Saya ¡­ suaminya." "Baiklah, tanda tangan di sini dan bayar tagihannya. Operasinya tidak bisa menunggu." Li Sicheng menandatanganinya dan bertanya, "Dia meminum morning-after pill 1 , jadi kenapa ¡­." "Morning-after pill?" Suara para dokter itu terdengar tajam. "Pil tersebut adalah cara kontrasepsi yang paling tidak aman. Apakah akan membunuhmu jika Anda menggunakan kondom? Dasar pria!" Melihat Li Sicheng masih termenung, dokter itu setengah berteriak, "Kenapa Anda masih berdiri di sini? Lari." Li Sicheng mengangguk dengan pandangan kosong dan pergi membayar tagihan itu. Cheng You, asisten Li Sicheng yang langsung bergegas menuju rumah sakit setelah mendengar berita itu, merasa agak malu. Astaga, apakah ini CEO yang dia kenal? Dia diteriaki oleh seorang dokter dan dia tidak marah? Dunia ini benar-benar gila. Saat melihat bahwa pakaian Li Sicheng berlumuran darah, Cheng You merasa bersimpati dan mengambil tagihan di tangannya. "Tuan Li, saya saja yang membayarnya." Ketika Lu Yihan tiba di rumah sakit, dia melihat Li Sicheng duduk di depan ruang gawat darurat. "Tuan Li." Saat mendengar suara Lu Yihan, Li Sicheng melihat ke arahnya dengan mata yang tajam. Setelah melihat noda darah pada pakaian Li Sicheng, Lu Yihan-pun ketakutan. "Qianqian ¡­." "Dia ada di dalam." Li Sicheng mengangkat dagunya. "Aku telah menangkap para penjahat itu. Tapi satu orang melarikan diri. Mereka bilang dia yang ada di belakang semua ini." Mata Li Sicheng tiba-tiba terlihat berapi-api ketika dia bertanya, "Di mana mereka?" Para sampah masyarakat itu hampir mencelakakan hidup Su Qianci! Sambil ketakutan karena mendengar nada suaranya, Lu Yihan menjawab, "Di kantor polisi." Sebelum Li Sicheng mengatakan sesuatu, pintu ruang gawat darurat dibuka. "Operasinya sukses. Siapa keluarga pasien?" Lu Yihan ingin menjawab, tetapi Li Sicheng bahkan lebih cepat darinya. Dia dengan cepat berjalan menghampiri dan berkata, "Saya suaminya." Dokter itu menghela napas dan berkata, "Kami kehilangan janinnya. Tolong perhatikan emosi pasien. Saya pikir dia tidak tahu bahwa dia sedang hamil. Jika bisa, cobalah untuk tidak memberi tahunya." Pil kontrasepsi darurat berupa pil hormon yang dapat dikonsumsi wanita setelah melakukan hubungan seks. Pil ini berfungsi paling baik jika diminum maksimal 72 jam pertama setelah melakukan hubungan seks yang tidak berpengaman Chapter 81 - Hukuman Dari Li Sicheng Mendengar kata-kata dokter, Li Sicheng merasakan seolah-olah ada sesuatu yang telah memukulnya dengan keras. Bahkan Su Qianci tidak menyadari bahwa morning-after pill itu akan gagal. Para keparat itu! Setelah dokter itu pergi, Lu Yihan dan Li Sicheng masuk ke dalam ruangan tempat Su Qianci dirawat. Su Qianci sedang tertidur, wajahnya pucat. Jari-jarinya mencengkeram seprai yang berada di bawah tubuhnya dan dahinya dibanjiri keringat dingin. Dia tampak seperti sebuah bunga aster yang layu. Setelah memandangi Su Qianci dengan dalam, Li Sicheng membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi. Lu Yihan terkejut, "Hei, Anda mau kemana?" Namun, tidak ada yang menjawabnya. Pelatih Jin tidak pernah meremehkan keberuntungannya. Dia telah mendengar bahwa tiga orang lainnya ditahan dengan keputusan yang belum jelas. Namun, tidak ada musuh Li Sicheng yang bisa mengharapkan sebuah akhir yang bahagia. Tidak ada. Pelatih Jin berdiri di stasiun kereta dengan koper di tangannya, melihat ke kiri dan kanan. Saat itu hampir jam 10 malam, dan keretanya hampir tiba di sini. Selama dia bisa masuk ke dalam kereta, dia bisa melarikan diri. Ponselnya bergetar dan telepon itu berasal dari keluarganya. Pelatih Jin menjawab, "Halo?" "Di mana kamu?" Istrinya terdengar seperti sedang menangis. Dia juga bisa mendengar anaknya berteriak. Pelatih Jin tiba-tiba terpikirkan sebuah ide gila: Li Sicheng mengejar keluarganya! "Apa yang kau lakukan? Jangan ¡­." Istrinya berteriak dengan marah. Lutut Pelatih Jin menjadi lemas ketika dia berteriak dengan mata merah. "Apakah para b*jingan itu mengejarmu?" Namun, bukan istrinya yang menjawabnya, tetapi suara seorang pria. "B*jingan?" Mendengar suara itu, jantung Pelatih Jin hampir berhenti berdetak. Dia tidak bisa lagi mengendalikan dirinya sendiri dan terduduk di lantai. "Kau membunuh anakku. Bagaimana kalau aku membuatmu merasakan rasa sakit yang sama?" Suara dinginnya membuat Pelatih Jin menggigil. "Tolong jangan bunuh aku. Ayah, selamatkan aku!" Mendengar teriakan anaknya, Pelatih Jin ikut berteriak juga. "Li Sicheng, jangan melibatkan keluargaku. Tangkap aku kalau kau bisa." Li Sicheng tampaknya tidak peduli sama sekali. Melihat wanita dan anak yang disandera oleh pengawalnya tetap aman, Li Sicheng berkata, "Kau bisa menentukan sendiri apakah ini hanya ancaman atau bukan. Aku akan menunggumu di rumahmu." Pelatih Jin merasa bahwa semua kekuatannya telah hilang. Dia tidak tahu bahwa Li Sicheng akan melakukan serangan dengan serendah itu. Namun, apa masalahnya? Meskipun keluarganya sangat penting baginya, dia selalu bisa menikah lagi dan memiliki anak lagi. Di sisi lain, dia hanya bisa hidup sekali. Selain itu, dia belum menikmati uang satu juta yuan yang telah didapatkannya. Pelatih Jin menggertakkan giginya dan bergegas masuk ke dalam kereta. Namun, beberapa pria kuat berkulit hitam segera mengepungnya dan mendorongnya keluar dari kereta. Pelatih Jin terkejut. "Apa yang sedang kalian lakukan?" "Ayo pergi." Seseorang menaruh sebuah kantong di kepalanya sebelum mereka meletakkan tubuhnya di bahu mereka dan kemudian memasukkannya ke dalam mobil. Pelatih Jin memberontak dan dikeluarkan dari mobil setengah jam kemudian. Saat kantong itu diambil dari kepalanya, dia melihat sesosok tinggi yang tampak mulia, dan tiba-tiba menjadi pucat. Chapter 82 - Kemarahannya Pelatih Jin dibanjiri keringat. Saat ditendang dari belakang, dia langsung jatuh dalam posisi berlutut. Dia ingin bangun, tetapi ditahan oleh para pengawal di belakangnya. Dia tiba-tiba merasa merinding. Melihat pria di depannya, lutut Pelatih Jin menjadi lemas. Sosok Li Sicheng hampir sempurna, membuatnya tampak seperti sebuah patung. Dia tidak punya waktu untuk mengganti pakaiannya yang berlumuran darah. Walaupun apa yang dia kenakan seperti itu, dia terlihat anggun saat dia menyilangkan kakinya. Dengan rokok di antara jari-jarinya, Li Sicheng memicingkan mata pada Pelatih Jin, membuatnya menggigil. Pelatih Jin telah banyak melihat ahli tinju selama hidupnya, tetapi tidak ada yang bisa membuatnya merasa seperti ini. Dengan hanya satu pandangan dari orang ini, dia merasa seakan dia tidak punya tempat untuk bersembunyi, dan dia ingin melarikan diri. Namun, sebelum dia bisa bangkit berdiri, dia ditendang oleh pengawal di belakangnya dan akhirnya harus berjongkok. Kemudian, tangannya diinjak oleh sebuah sepatu bot militer. "Aaaahhhh!" Dia berteriak karena rasa sakit yang luar biasa. Tetapi ¡­ sebuah sepatu bot militer? Pelatih Jin menoleh ke kiri dan ke kanan lalu menemukan bahwa orang-orang yang membawanya ke tempat ini sangat disiplin. Mereka bukan pengawal biasa, tetapi tentara! Pelatih Jin kemudian menyadari siapa yang telah dia buat kesal. Dia segera melihat ke arah Li Sicheng, yang hanya memandangnya dengan remeh. "Di mana kau menangkapnya tadi?" "Di dalam kereta api, Tuan." "Kereta api?" "Ya, dia berusaha melarikan diri." Tanpa menggerakkan sebuah otot pun, Li Sicheng berbisik, "Meninggalkan istri dan anaknya?" Pelatih Jin tidak berani mengatakan apapun dan hanya menundukkan kepalanya. "Itu tadi sebuah pertanyaan. Apakah kau berencana untuk menelantarkan istri dan anakmu?" seorang prajurit menendangnya dengan sepatu bot militernya, membuat Pelatih Jin menjerit. "Sepertinya itu benar." Li Sicheng mematikan rokok dan berbisik, "Tetapi ¡­." Dia berdiri, memberi isyarat kepada prajurit yang menginjak punggung Pelatih Jin untuk pindah, dan menarik Pelatih Jin ke atas. Pelatih Jin merasa lega. Sepertinya pria ini tidak seseram yang dia pikirkan. Merasa santai, dia terengah-engah dan bertanya, "Tetapi?" Li Sicheng terkekeh-kekeh, dan begitu pula Pelatih Jin. Namun, sebuah pukulan kencang tiba-tiba dilayangkan ke wajah pelatih Jin. Pelatih Jin berteriak dan terlontar ke udara. Hal itu mengejutkan semua orang. Bang! Tubuh Pelatih Jin tiba-tiba terjatuh ke lantai, dan semua orang bisa mendengar tulang-tulangnya patah. Seperti seekor jaguar, Li Sicheng melompat dan memukuli Pelatih Jin dengan kedua tinjunya dengan keras. Setiap kali Li Sicheng memukulnya, sebuah noda biru akan tertinggal di tubuhnya. Para prajurit itu sedikit takut, mereka menarik Li Sicheng menjauh. Jika dia melanjutkan pukulannya, Pelatih Jin akan mati. Pelatih Jin memuntahkan darah bersama dengan beberapa buah giginya. "Istri dan anakku tidak boleh disakiti oleh siapa pun." "Namun, karena kau telah menyakiti anakku. Jangan berpikir kau bisa tetap memiliki kedua tangan itu." Saat mendengar itu, Pelatih Jin merasa dia sedang berada di neraka ¡­. £¬ Chapter 83 - Pernahkah Kau Merasa Putus Asa Wajah Pelatih Jin berlumuran darah. Dia berjuang untuk bangkit dan memohon dengan lemah, "Tuan Li, tolong maafkan saya. Saya punya keluarga yang harus diberi makan. Istri dan anak saya tidak bisa hidup tanpa saya." Tatapan mata Li Sicheng sedingin es. "Kau meninggalkan keluargamu hanya untuk uang satu juta yuan. Mengapa kau pikir aku harus percaya padamu?" Pelatih Jin tercengang. Dia tidak pernah menyebutkan sepatah kata pun tentang uang satu juta yuan, jadi bagaimana Li Sicheng bisa mengetahuinya? "Siapa yang menyuruhmu untuk menyakiti istriku?" "Saya tidak tahu. Kemarin, seseorang tiba-tiba menelepon dan meminta agar saya mengajak beberapa teman untuk memerkosanya ¡­." Namun, sebelum dia menyelesaikan kalimat tersebut, Li Sicheng telah mengepalkan tinjunya lagi. Pelatih Jin berteriak dan melangkah mundur. Seorang pria di sebelah Li Sicheng menendangnya hingga jatuh dan berkata, "Teruslah berbicara." "Dia meminta saya untuk melakukan itu kepada Su Qianci dan berjanji akan memberi uang lima juta yuan sesudahnya. Satu juta yuan dibayarkan sebagai uang muka. Tapi saya tidak tahu siapa itu. Dia tahu nomor rekening bank dan nama, serta catatan kriminal saya. Saya tidak bisa menolak. " Meskipun Pelatih Jin berbadan besar, dia mulai menangis dan memohon. "Apakah dia seorang wanita?" "Seorang pria! Suaranya terdengar masih muda, mungkin usianya sekitar dua puluhan." Ketika Cheng You masuk, semua orang menatapnya. Walaupun dirinya cerdas dan kapabel 1 , Cheng You tetap merasa sedikit takut. Sambil menyerahkan informasi yang ditemukannya kepada Li Sicheng, Cheng You berkata, "Saya baru saja mendapat informasi bahwa rekening bank yang mentransfer uang satu juta yuan ke rekening Jin Xiong terdaftar di sebuah kota kecil di Provinsi T. Lokasinya berada sekitar 20 jam berkendara dari Kotaraja. Namun, nomor telepon yang digunakan untuk meneleponnya itu milik seseorang yang buta dan sudah tua, ponselnya baru saja dicuri kemarin dan kemudian dikembalikan secara misterius kepadanya." Pelatih Jin merasa ketakutan. Dia tiba-tiba terlibat dalam pertengkaran para selebritas dan sebuah kejahatan. Benar-benar nasib buruk! Li Sicheng tertawa dingin. Dia menatap Pelatih Jin dan bertanya pada Cheng You perlahan, "Jadi tidak ada petunjuk sama sekali?" Cheng You merasa sedikit merinding. Meskipun dia sudah terbiasa dengan kemarahan Li Sicheng, itu adalah pertama kalinya dia melihatnya seperti ini. "Ya ¡­ pasti akan ada sesuatu. Namun, kita belum menemukan apa-apa." Melihat Li Sicheng perlahan berjalan menuju Pelatih Jin, Cheng You berbicara lebih pelan dan semakin pelan. Saat memandang ke arah Pelatih Jin, Li Sicheng bertanya, "Pernahkah kau merasa putus asa?" "A ¡­ apa?" "Bawa dia ke pelabuhan. Aku akan berlayar sendiri." Prajurit di sebelah Li Sicheng gemetaran dan ragu-ragu. "Tuan Li, apakah Anda yakin akan melakukan ini?" "Menurutmu?" Li Sicheng bertanya perlahan, wajahnya tampak bengis. "Baik Tuan!" Setengah jam kemudian, di perairan misterius, seutas tali diikatkan di pinggang Pelatih Jin, sementara ujung lainnya diikat di bagian ekor kapal pesiar. Li Sicheng melemparkan sepotong daging segar ke laut, dan dengan segera sirip-sirip hiu bermunculan di perairan yang tenang. Hati Pelatih Jin menciut sedikit demi sedikit. Dia tiba-tiba teringat apa yang baru saja dikatakan Li Sicheng, ''Pernahkah kau merasa putus asa?'' Dan malam pun masih belum larut. Mampu; cakap; pandai; sanggup Chapter 84 - Su Qianci, Kau Menjijikkan Jari-jarinya terlihat masuk jauh ke dalam selimut di bawah tubuhnya, Su Qianci basah oleh keringat. Dia merasakan sakit yang teramat sangat di perut bagian bawahnya, seolah ada sesuatu yang menyelinap melalui jari-jarinya dalam diam. Apa yang dirasakannya saat ini tidak asing dan mengganggu. Dia masih bisa mendengar apa yang semua orang katakan padanya di kehidupan sebelumnya: "Pel*cur, kau jatuh dari tangga dengan sengaja untuk menjebak Mengying-ku? Kau pikir orang-orang akan percaya padamu?" "Dasar wanita kejam. Bayi itu baru berusia dua bulan dan sudah memiliki detak jantung. Tapi dia kurang beruntung memiliki seorang ibu seperti dia." "Su Qianci, aku tidak menyangka kau sangat berbahaya. Demi menuduh Tang Mengying, kau membunuh bayimu sendiri." Semua orang menyalahkannya, dan semua orang menatap jijik padanya. Kakek benar-benar kecewa padanya. Ibu mertuanya muak padanya. Dan bahkan ayah mertuanya pun memperlakukannya dengan dingin. Keluarga Su juga menyalahkannya atas segalanya. Tidak seorangpun tahu bahwa Tang Mengying adalah orang yang mendorongnya. Tidak ada yang percaya itu. "Dia pantas menerimanya." "Kakak Sicheng adalah milikku, milikku!" Tang Mengying tersenyum puas, memegangi lengan Li Sicheng di dalam api. Tiba-tiba, Li Sicheng membuka matanya dan mengutuk Su Qianci dengan dingin. "Menjijikkan!" Su Qianci, kau sangat menjijikkan! Hatinya terasa pilu. Dia menatap Tang Mengying dan Li Sicheng, ingin melarikan diri. Namun, dia tidak bisa bergerak ataupun bersuara. Melihat semakin banyak orang datang menuju ke arahnya, memaki dan menunjuk jari mereka padanya, dia mendengar semua orang mengatakan hal yang sama: menjijikkan, menjijikkan, menjijikkan ¡­. "Tidak, itu bukan aku ¡­." Li Sicheng setengah tertidur di samping tempat tidurnya dan tiba-tiba mendengar suara tangisannya yang lemah. Putus asa dan tidak berdaya. Li Sicheng menangkap tangan Su Qianci yang sedang berayun, dan Su Qianci langsung meremas jari-jari Li Sicheng dengan keras seolah dia telah menemukan seorang penyelamat. "Tidak apa-apa ¡­." Li Sicheng menghiburnya dengan suara pelan, sambil memegang tangannya. Dia menggunakan tangannya yang lain untuk menyeka keringat di dahi Su Qianci, sangat lembut. Li Sicheng tidak tahu bahwa dia bisa melakukan hal seperti itu. Wajahnya berlinang air mata, Su Qianci dengan perlahan membuka matanya. Dia segera melihat tangan Li Sicheng. Tangannya kasar, dan kapalan di beberapa tempat. Ruangan itu gelap, mungkin sekitar pukul 4 atau 5 pagi. Su Qianci menjauhkan tangan Li Sicheng untuk melihat wajah tampan di belakangnya. Lampu mati. Namun, kehadiran Li Sicheng di sini masih membuat dirinya kebingungan. "Kamu sudah bangun?" Li Sicheng melihat bahwa dia kebingungan dan bertanya, "Apakah kamu mau minum?" Su Qianci menatapnya. Wajah yang sama dan ekspresi yang sama. Namun, nada suaranya benar-benar berbeda. Siapa ini? Li Sicheng? Dia pasti sedang bermimpi! Bagaimana mungkin Li Sicheng bisa berbicara dengan lembut padanya? Selain itu, bagaimana dia bisa tetap berada di dekatnya pada saat seperti ini? Karena tidak mendapat respon darinya, Li Sicheng menuangkan segelas air hangat dan menaruhnya di atas meja. Kemudian, dia perlahan membantunya duduk, seolah-olah takut menyakitinya, dan berbisik, "Apakah kamu baik-baik saja?" Chapter 85 - Menciumnya Di Bibir Su Qianci menatapnya seperti boneka yang tak bernyawa. Li Sicheng mengerutkan kening dan bertanya-tanya apakah Su Qianci telah menjadi dungu, ketika wanita itu tiba-tiba meraih wajahnya. Kulitnya terasa halus dan dingin. Wajah tampan Li Sicheng berada tepat di depan matanya. Dia benar-benar nyata, dan sangat dekat dengannya ¡­. Ini bukan mimpi. Itu benar-benar Li Sicheng! Namun, bukankah dia membencinya? Mengapa ¡­. Su Qianci merasa bingung, tanpa sadar meraba perut bagian bawahnya. Saat melihat gerakan Su Qianci, Li Sicheng mengerutkan kening dan bertanya, "Siapa yang memberitahumu?" Bukankah mereka setuju bahwa dia tidak boleh diberitahu? "Minumlah air ini!" Li Sicheng duduk di sebelahnya, tidak berdebat. Su Qianci meminum air hangat tersebut tetapi bahkan merasa lebih terkejut. Hatinya sangat sakit. Air mata menetes layaknya sedang hujan. Li Sicheng mengambil gelas di tangannya dan memeluknya erat. Saat Su Qianci bersandar padanya, Li Sicheng jelas merasakan sesuatu yang sedang mekar di dalam hatinya. Su Qianci tidak bisa menahan tangisnya, bahunya bergetar. "Anak, anak kita telah tiada ¡­." Hati Li Sicheng terasa pilu, dia memeluk Su Qianci lebih erat. Dia menepuk punggungnya dan berbisik, "Jangan menangis lagi. Kita masih muda dan dapat memiliki bayi lagi." Su Qianci mendengarnya dan bahkan menangis lebih keras lagi. Mereka memang masih muda, tetapi mereka tidak akan pernah memiliki bayi lagi. Li Sicheng sangat membencinya, jadi bagaimana mungkin dia bisa mengandung anaknya lagi? Li Sicheng berharap Su Qianci akan menjauh darinya sehingga dia bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan Tang Mengying. Namun, pada saat ini, Su Qianci sangat ingin memercayainya. Untuk yakin bahwa Li Sicheng tidak hanya sedang mencoba untuk menghiburnya dan bersikap baik, tetapi bersungguh-sungguh dengan apa yang telah dia katakan. Dia hanya akan berpura-pura bahwa Li Sicheng tidak membencinya. Dan biarkan waktu berhenti sejenak. Li Sicheng menepuk punggungnya perlahan, hatinya berantakan. "Jangan menangis." Su Qianci tidak bisa menghentikan air matanya tetapi berhasil berhenti terisak-isak. Dia mendongak ke wajah Li Sicheng yang tanpa cela. Li Sicheng menunduk dan menatapnya, suaranya dalam. "Jika kamu menangis, kamu tidak akan terlihat cantik. Lihatlah matamu." "Kamu bilang aku cantik?" Su Qianci terpana dan bergumam. Melihat bahwa dia telah berhenti menangis, Li Sicheng merasa lega dan mengangguk. "Ya kamu cantik." Su Qianci menatapnya seolah dia sedang melihat hantu. Li Sicheng belum pernah memanggilnya cantik. Dia pasti sedang berada di dalam sebuah mimpi yang terasa sangat nyata? Su Qianci melihat sekelilingnya, semuanya gelap. Memang, tidak peduli seberapa nyata rasanya, itu tetaplah sebuah mimpi. Dia tidak akan percaya bahwa ¡­ suatu hari nanti Li Sicheng akan memperlakukannya dengan baik. Dia tersenyum pahit, merasa menyesal. Namun, karena itu adalah sebuah mimpi, dapatkah dia melakukan sesuatu yang selalu ingin dilakukannya tetapi tidak pernah berani untuk mencobanya? Su Qianci memeluk pinggang Li Sicheng dengan erat dan memanggil, "Li Sicheng." "Ya?" Su Qianci mendongak, melingkarkan satu tangan di leher Li Sicheng dan menciumnya di bibir sementara Li Sicheng menatapnya tak percaya. Chapter 86 - Seperti Sebuah Mimpi Bibir Su Qianci lembut dan manis seperti jeli. Ketika dia menyentuh bibir wanita itu, Li Sicheng merasa seperti tersengat listrik. Jantungnya tiba-tiba berdetak sangat kencang. Padahal itu bukan pertama kalinya mereka berciuman, karena dirinya sudah mencium Su Qianci beberapa kali sebelumnya. Tapi kenapa dia tiba-tiba merasa seperti ini untuk wanita itu? Begitu menggoda ¡­. Mata Li Sicheng menjadi gelap dan memeluk Su Qianci lebih erat. Tidak melihat perubahan apa pun, Su Qianci perlahan menjilat bibir Li Sicheng. Perlahan dan hati-hati, dia menciumnya dengan tenang ¡­. Itu sudah cukup. Dia hanya akan berpura-pura bahwa semuanya itu nyata. Namun, dia tidak menyangka bahwa pria itu tiba-tiba menjadi bergairah dan memutuskan untuk mengambil inisiatif. Su Qianci merasa terkejut, menatap Li Sicheng. Pria itu ¡­ dia bergerak? Jangan bergerak! Berhenti sekarang juga! Namun, itu tidak berhasil. Li Sicheng mengunci tangannya dan mencium Su Qianci dengan cepat. Lidahnya menelusuri gigi wanita itu dengan nafsu berahi dan gairah yang membara, kasar dan tanpa belas kasihan. Su Qianci membelalakkan matanya, tetapi jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Ini kenyataan? Ini bukan mimpi? Ya Tuhan, dia mencium Li Sicheng! Namun, mengapa pria itu tidak marah? Dan mengapa Li Sicheng balas menciumnya? Su Qianci memikirkan sebuah ide gila, tetapi dia segera menepiskannya. Itu mustahil ¡­. Menyadari kebingungannya, mata Li Sicheng menjadi lebih gelap ketika dia memerintahkan, "Tutup matamu." Jantung Su Qianci seakan berhenti sesaat dan dia tiba-tiba tersipu malu. Ahhhhh! Ini nyata! Ini bukan mimpi? Dia tidak sedang bermimpi. Hatinya bergetar, Su Qianci merasa tak percaya. Napas Li Sicheng menjadi lebih cepat dan mata Su Qianci menjadi basah. Dia mengangkat tangannya dan balas memeluk pria itu. Menyadari ketaatan Su Qianci, Li Sicheng merasakan dirinya sangat "keras". Ayo tiduri dia! Li Sicheng dikejutkan oleh ide gilanya sendiri. Dia memperingatkan dirinya sendiri untuk berhenti, tetapi itu sangat sulit. "Ehem!" Suara mendadak tersebut membuat Su Qianci membeku dan mendorong Li Sicheng menjauh. Dia menoleh dan melihat Qin Shuhua sedang berdiri di pintu sambil tersenyum. Dia menyalahkan Li Sicheng. "Qianci masih sangat lemah!" Meskipun Su Qianci mengetahui bahwa Qin Shuhua hanya menggodanya, Su Qianci hanya bisa tersipu malu dan menatap Li Sicheng. Dia melihat bahwa Li Sicheng setenang biasanya, meskipun wajah pria itu sedikit memerah juga. Li Sicheng tiba-tiba berdiri. Saat melihat noda darah kering di kemejanya, Su Qianci merasa sedikit terkejut. "Aku akan berangkat ke kantor. Ibu, tolong jaga Su Qianci." Qin Shuhua tersenyum dan mengangguk. "Pergilah, aku akan memberikan seorang istri yang cantik kembali kepadamu." Li Sicheng tersipu sedikit dan segera meninggalkan ruangan itu. "Kalian tampak hebat bersama," ujar sebuah suara lembut di belakang Qin Shuhua. Chapter 87 - Benar-benar Membuat Iri Mendengar suara itu, Su Qianci berbalik dan melihat ke arah pintu masuk ruangan. Qin Shuhua menyalakan lampu, dan Su Qianci segera melihat seorang gadis dengan gaun biru berdiri di pintu. Dia tampak sedikit canggung dengan mata merahnya dan sebuah senyum malu-malu, seolah dia tidak berani masuk ke dalam. Seakan-akan dia telah diperlakukan tidak adil. "Benar-benar membuat iri" Qin Shuhua mendengar itu dan merasa menyesal lagi. Dia mengira bahwa Tang Mengying akan menjadi menantunya, tetapi takdir sungguh tidak adil. Su Qianci segera menyadari bahwa ibu mertuanya sedang memikirkan Tang Menying sebagai menantunya lagi. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Qin Shuhua adalah orang yang paling sering membandingkannya dengan Tang Mengying. Qin Shuhua akan selalu mengatakan bahwa Tang Mengying sangat kapabel dan berhasil mendapatkan sebuah proyek besar untuk perusahaan Li Sicheng. Atau bahwa untuk seorang anak yang pendiam seperti Li Sicheng, seorang istri idaman haruslah seseorang yang dapat berkomunikasi dengan baik. Singkatnya, fakta bahwa Tang Mengying bukan istri Li Sicheng telah membuat Qin Shuhua merasa tidak beruntung. Setiap kali Qin Shuhua melihat Su Qianci atau Tang Mengying, dia tidak bisa berhenti menghela napas. Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci akan mengatakan sesuatu yang membuat Tang Mengying bahkan lebih cemburu. Dan sekarang, dia memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Su Qianci mengangguk dan tersenyum. "Kau akan bertemu jodohmu suatu saat nanti. Gadis sepertimu seharusnya memiliki banyak pria baik yang mengejarmu. Tidak seperti aku, aku harus mengikuti petunjuk keluargaku dan bahkan tidak punya kesempatan untuk memilih sendiri ¡­." Dia terdengar seperti sedang meratapi nasibnya. Namun, Tang Mengying menggertakkan giginya. Su Qianci telah mengambil pria yang terbaik, dan semua pria lain menjadi tidak berarti. Su Qianci jelas-jelas sedang menyombongkan diri! Qin Shuhua mengeluarkan sup yang dibawanya dan melirik Su Qianci. "Tidak memiliki kesempatan untuk memilih sendiri? Apakah anakku tidak cukup baik?" "Li Sicheng sangat luar biasa." Su Qianci tersenyum gembira dan berkata, "Dia adalah pria terbaik di dunia. Tidakkah kau berpikir demikian, Tang Mengying?" Tang Mengying tersenyum dengan terpaksa dan menjawab, "Ya ¡­." Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Su Qianci memalingkan kepalanya dan melihat sup di tangan Qin Shuhua, dan berseru, "Baunya sangat harum! Apakah pelayan kita sangat pandai memasak?" Su Qianci dapat dengan segera mengetahui bahwa Qin Shuhua yang memasaknya sendiri ketika ia mencium aroma sup itu dengan hidungnya. Dia memiliki kesempatan untuk mencicipinya beberapa kali di kehidupan sebelumnya dan tentu saja dapat langsung mengenalinya. Namun, dia belum pernah mencobanya di kehidupan ini. Qin Shuhua sangat gembira mendengar komentar menantunya dan berkata, "Para pelayan belum mulai bekerja. Ini adalah masakanku. Cicipilah." Su Qianci merasa tersanjung dan dengan cepat mengambil mangkuk itu. "Terima kasih Ibu." Dia menyeruput kuahnya dan segera memberi sebuah acungan jempol. "Ini sangat lezat. Aku tidak tahu kalau Ibu bisa memasak selezat ini." Qin Shuhua merasa sangat senang dan tersenyum gembira, dan mulai berbicara tentang bagaimana dia menaklukkan hati suaminya dengan keterampilan memasaknya. Su Qianci mendengarkannya dengan penuh semangat dan mengajukan banyak pertanyaan. Akan tetapi, Tang Mengying benar-benar diabaikan. Sambil mengepalkan jemarinya, Tang Mengying berdiri di belakang Qin Shuhua dan menatap Su Qianci dengan kebencian dan cemburu secara terang-terangan. Chapter 88 - Tidak Untuk Waktu Yang Lama Merasakan getaran negatif Tang Mengying, Su Qianci menoleh ke arahnya. Saat Su Qianci menatapnya, kebencian dan kecemburuan di mata Tang Mengying segera lenyap, tergantikan oleh senyuman lembut. Benar-benar mudah berubah. "Aku lega melihatmu baik-baik saja. Su Qianci, aku akan datang untuk menemuimu lagi nanti. Hari ini adalah hari pertama bagiku untuk bekerja sebagai sekretaris kakak Li Sicheng. Aku harus pergi bekerja sekarang." Sekretaris Li Sicheng? Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Tang Mengying menggunakan jabatan ini untuk memberinya semua saran tentang kesukaan Li Sicheng di tempat tidur, memberitahunya bagaimana membuat pria itu tetap di rumah, dan memberinya semua informasi tentang keberadaan Li Sicheng untuk memata-matai dirinya. Pada awalnya, Su Qianci percaya pada Tang Mengying. Namun, pada akhirnya, Li Sicheng menjadi semakin tidak menyukai Su Qianci. Dia kemudian menghindari Su Qianci dan rumahnya. Setelah itu, Tang Mengying pergi ke manapun bersama Li Sicheng, membuat semua orang percaya bahwa dia adalah Nyonya Li yang sesungguhnya. Dan sekarang, sekretaris lagi? Hati Su Qianci merasa kecewa tetapi berusaha terlihat terkejut. "Kau menjadi sekretaris Li Sicheng?" Tang Mengying mengangguk dan berkata sambil tersenyum, "Ya." "Itu hebat. Dia punya masalah pada perutnya dan tidak bisa tidur tanpa makan masakanku. Kau harus memberitahunya untuk makan lebih sering." Itu bohong. Dia hanya memasak untuknya sekali saja. Namun, saat mendengar kata-kata Su Qianci, senyum Tang Mengying membeku. "Aku tidak tahu kau bisa memasak." "Aku tidak bisa. Namun, Li Sicheng berkata apa pun yang kumasak lezat menurutnya." Kemudian Su Qianci menundukkan kepalanya, tampak malu. Qin Shuhua merasa lega. Sepertinya pasangan ini memiliki hubungan yang baik. Lupakan itu. Meskipun dia lebih menyukai Tang Mengying, putranya tidak pernah mengatakan hal seperti itu di depan Tang Mengying. Qin Shuhua menggoda, "Sekarang kau terlihat malu." Su Qianci tersipu-sipu, melirik Tang Mengying. Tang Mengying terlihat tidak terlalu nyaman dan segera pergi, mengatakan bahwa dia akan terlambat bekerja. Saat Tang Mengying melangkah keluar dari ruangan, dia mengepalkan tinjunya dan menggertakkan giginya. ''Su Qianci, tunggu saja. Kau tidak akan bahagia untuk waktu yang lama. Kali ini, aku mengambil nyawa anakmu. Lain kali, aku akan mengambil suamimu.'' Qin Shuhua menemani Su Qianci untuk sementara waktu dan pergi ketika perawat datang untuk memasang sebuah infus baru padanya. Su Qianci tertidur lagi dan baru bangun di sore hari. Saat dia membuka matanya, dia melihat seseorang duduk di sebelahnya. Awalnya Su Qianci terkejut, tetapi kemudian menyadari bahwa itu adalah Li Sicheng. Li Sicheng berhenti menekan kibor laptopnya dan menoleh untuk melihatnya. "Apakah aku membangunkanmu?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dan ingin turun dari tempat tidur. Namun, ketika dia bergerak, dia tiba-tiba merasa pusing dan hampir jatuh. Li Sicheng dengan cepat menangkapnya. Satu tangannya memegang lengannya, dan yang satunya lagi di pinggangnya. Su Qianci dapat merasakan panas dari kulit pria itu. Su Qianci merasa sedikit gelisah, menggeliat, dan berkata, "Aku ¡­ aku harus pergi ke kamar mandi." "Oke, ayo pergi." Su Qianci terkejut. Ayo pergi? Apakah dia akan membawanya ke kamar mandi? Saat mendongak, dia menemukan bahwa Li Sicheng sepertinya tidak sedang bercanda. Chapter 89 - Aku Telah Melihat Semuanya Wajah Su Qianci merah padam saat dia mengibaskan tangan Li Sicheng, dan berkata, "Tidak apa-apa. Aku bisa pergi sendiri. Lepaskan." "Tidak usah malu. Lagi pula aku sudah melihat semuanya." Li Sicheng tidak menerima argumennya dan membawa Su Qianci ke dalam pelukannya. Su Qianci terkejut dan bertanya, "Apa ¡­ apa yang kamu lakukan?" Tatapan mata itu terlihat lagi! Seperti rusa yang ketakutan. Hati Li Sicheng melembut saat dia memasang wajah datar dan berkata, "Apa yang kamu takutkan? Aku tidak akan melakukan apa-apa." Wajah Su Qianci memerah saat dia menunduk dan bergumam, "Kamu ¡­. Aku ¡­." Li Sicheng sepertinya sedang dalam suasana hati yang luar biasa dan berkata, "Bukankah kamu mengatakan kamu ingin pergi ke kamar mandi?" Kemudian Li Sicheng menggendongnya dan berjalan menuju kamar mandi. Su Qianci benar-benar terkejut. Dia tidak berharap bahwa Li Sicheng akan melakukan hal ini untuknya ¡­. Namun, ini sangat memalukan ¡­. Di depan kamar mandi, Li Sicheng tidak bermaksud untuk berhenti. Su Qianci dengan cepat berkata, "Tunggu sebentar. Biarkan aku turun. Aku bisa melakukan ini sendiri." "Baiklah." Li Sicheng tidak memaksa dan memperhatikan Su Qianci masuk ke dalam kamar mandi. Su Qianci meliriknya dan melihat senyum tipis di wajahnya. Li Sicheng tersenyum? Apakah dia baru saja melihat hantu? Seseorang seperti Li Sicheng akan tersenyum? Akan tetapi, itu hanya berlangsung sesaat saja. Ketika dia menatapnya lagi, senyum itu sudah lenyap sepenuhnya, seolah tidak pernah ada di sana. Li Sicheng melihat Su Qianci menatapnya, mengangkat sebelah alisnya, dan bertanya, "Apakah kamu perlu bantuan?" Su Qianci tiba-tiba tersipu dan berkata, "Tidak!" Pintu itu langsung tertutup dan dikunci. Li Sicheng melengkungkan bibirnya, merasa sangat tenang. Beberapa menit kemudian, Su Qianci berjalan keluar, tidak berani melihat ke arah Li Sicheng. "Hai, Qianqian. Kenapa kau bangun?" Itu adalah sebuah suara gembira yang terdengar sedikit terkejut. Dia menoleh dan melihat Lu Yihan. "Dokter bilang kau perlu istirahat." Setelah meletakkan bunga dan buah yang dibawanya, Lu Yihan menghampiri untuk membantu Su Qianci naik kembali ke tempat tidur. Su Qianci melihat Lu Yihan dengan terkejut dan menatap Li Sicheng tanpa sadar. Wajah Li Sicheng tenang seperti biasanya. Ketika Li Sicheng melihat Lu Yihan, Li Sicheng mengerutkan keningnya lalu menatap Su Qianci. Mata mereka bertemu sejenak. Mata Su Qianci penuh dengan kekhawatiran dan kegelisahan. Li Sicheng tiba-tiba paham. Sambil membereskan laptopnya, Li Sicheng berkata, "Ada yang harus aku kerjakan di kantor. Tolong jaga dia." Lu Yihan mendengar itu dan tampak sedikit tersinggung. "Hei, ini istrimu!" Tapi dia jatuh cinta padamu. Mata Li Sicheng menjadi dingin saat dia berbalik pergi. Lu Yihan merasa bingung, dan tiba-tiba melihat bahwa Su Qianci terlihat tidak senang juga. "Apakah aku datang pada saat yang tidak tepat?" Chapter 90 - Dia Pantas Mendapatkannya Saat mendengar suara Lu Yihan, Su Qianci menggelengkan kepalanya dan bertanya, "Mengapa kau datang?" "Kau bertanya padaku? Kemarin kau membuatku takut setengah mati. Pertama-tama kau menghubungiku dan membuat semua keributan itu. Ketika aku menelepon polisi dan pergi ke studio, kau sudah berlumuran darah, tak berdaya di pelukan Li Sicheng ¡­." Lu Yihan menyadari dengan segera bahwa dia akan menceritakan tentang rahasia keguguran yang dialami Su Qianci dan segera berhenti berbicara. Su Qianci merasa sedikit geli dan berkata, "Aku sudah tahu." Mendengar itu, Lu Yihan melihat matanya yang bengkak dan menjadi lebih marah. "Mengapa kau berurusan dengan orang seperti itu? Orang-orang itu adalah sampah masyarakat. Mereka penyelundup narkoba dan salah satu dari mereka melarikan diri. Untungnya, seseorang menemukannya di tepi pantai. Sepertinya dia akan melarikan diri dengan sejumlah uang tetapi malah bertemu dengan hiu. Dia kehilangan separuh kakinya. Sangat menyedihkan. " "Apakah dia mati?" "Belum. Dia hampir mati. Tapi dia benar-benar pantas mendapatkannya." "Bagaimana dengan yang lain?" "Karena mereka penyelundup narkoba, tidak mungkin hukumannya akan ringan. Mereka akan menghabiskan setidaknya 10 tahun berikutnya di penjara." Bagaimana bisa? Orang-orang itu selalu bercanda di studio seni bela diri, dan Su Qianci tidak tahu bahwa mereka sebenarnya adalah para penjahat. Jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya. Namun, naluri Su Qianci merasakan bahwa ini mungkin ada hubungannya dengan Li Sicheng. Instingnya hampir selalu benar. Mungkin, itu benar-benar Li Sicheng. Dia tahu bahwa dalam lima tahun ke depan, Li Sicheng pasti akan mampu melakukan hal ini. Namun, Su Qianci tidak yakin pada saat ini. Jika itu benar-benar Li Sicheng, mengapa dia melakukan itu? Su Qianci mengerutkan kening dan tidak berpikir terlalu banyak ketika dia tiba-tiba melihat seorang wanita berbaju merah. "Yu Lili?" Su Qianci terdengar terkejut. Dia sangat menyukai Yu Lili. Yu Lili melangkah masuk dengan sebuah senyum lebar. Namun, ketika dia melihat Lu Yihan, senyumnya menghilang. Lu Yihan segera melihat Yu Lili dan terkejut. "Bukankah ini primadona kampus kita yang kedua, Yu Lili?" Mendengar Lu Yihan menggodanya, Yu Lili melirik ke arahnya. Itu adalah dia ¡­. Akan tetapi, Yu Lili segera sadar dan kembali pada dirinya sendiri dan berkata, "Bukankah ini Tuan Lu yang terkenal? Aku dengar kau memulai bisnis sendiri? Apakah kau sudah bangkrut?" Lu Yihan berseru, "Sialan. Tidak bisakah kau mengucapkan sesuatu yang membuatku beruntung?" "Tidak!" Sambil meletakkan hadiah di atas meja di samping tempat tidur, Yu Lili melirik Su Qianci dan berkata, "Tidak buruk. Aku pikir kau akan bunuh diri atau sejenisnya dan aku datang untuk menertawakanmu. Sepertinya aku seharusnya tidak datang." "Hei, kenapa kau tetap berbicara kejam seperti itu? Qianqian sedang tidak sehat. Tidak bisakah kau menahan mulutmu sedikit?" "Apa urusanmu? Qianqian? Hati-hati memanggilnya dengan nama itu, suaminya mungkin akan cemburu." "Ya, ya, ya. Apakah aku merasakan kecemburuan di sini? Apakah kau masih menyukaiku?" Yu Lili adalah seorang gadis yang selalu bicara dengan berterus terang, dan Lu Yihan terkenal sebagai seseorang yang berbakat di bidang IT. Beberapa tahun yang lalu, bukan rahasia lagi bahwa Yu Lili menyukai Lu Yihan. Mendengar kata-kata Lu Yihan, Yu Lili tiba-tiba tampak gelisah dan tertawa. "Dasar tak tahu malu!" Chapter 91 - Tercekik Hingga Mati Di Ranjang Meskipun Yu Lili terlihat seperti menggoda Lu Yihan, Su Qianci bisa melihat bahwa dia gugup. Yu Lili sepertinya masih menyukai Lu Yihan. Namun, bagaimana dengan Ou Ming? Su Qianci tiba-tiba teringat rumor tentang fakta kematian Yu Lili di kehidupan sebelumnya. Rumor itu mengatakan bahwa Yu Lili dibunuh di tempat tidur oleh Ou Ming sendiri karena alasan yang tidak diketahui. Orang-orang mengatakan hal itu terjadi karena Yu Lili punya pria lain dan membiayai pria itu dengan uang Ou Ming. Dan juga, di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Lu Yihan telah berubah dari bukan siapa-siapa menjadi seorang selebritas. Tanpa modal yang cukup, bisnis Lu Yihan tidak mungkin akan berkembang secepat itu. Su Qianci tiba-tiba memiliki sebuah firasat buruk ¡­. Terkejut oleh pemikirannya sendiri, Su Qianci mulai memperhatikan interaksi antara Yu Lili dan Lu Yihan secara berbeda. Karena jika hal itu benar-benar terjadi, itu sangat mengerikan. Melihat tatapan menyelidik dari Su Qianci, Yu Lili tiba-tiba menjadi gugup. Apakah Su Qianci menyadari sesuatu? Sambil menahan kegugupannya, Yu Lili duduk di sisi tempat tidur Su Qianci dan mulai berbicara dengannya. Sesekali, Lu Yihan juga akan memotong pembicaraan mereka berdua. Namun, Yu Lili akan balas berbicara padanya setiap kalinya. Seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Hal itu membuat Su Qianci menjadi lebih gelisah. Setelah memikirkan tentang hal itu, Su Qianci meminta Lu Yihan untuk pergi terlebih dulu dan meminta Yu Lili untuk tetap tinggal. Setelah Lu Yihan pergi, Yu Lili terlihat menjadi lebih santai. Dia bertanya penuh rasa ingin tahu, "Kau ingin berbicara denganku?" "Apakah kau tahu tentang satu hal yang tidak bisa ditolerir oleh pria manapun?" Yu Lili menggelengkan kepalanya, tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Su Qianci. "Bahwa wanitanya sedang memikirkan pria lain." Saat mendengar itu, Yu Lili menjadi sedikit pucat dan bertanya, "Apa yang Ou Ming katakan padamu?" "Tidak ada. Aku belum pernah bertemu Ou Ming. Namun, aku bisa mengatakan bahwa kau masih mempunyai perasaan yang sama terhadap Lu Yihan seperti yang dulu kau rasakan." Yu Lili bahkan menjadi lebih pucat. Apakah itu terlihat begitu jelas? Dia berusaha keras untuk menyembunyikan perasaannya. Bagaimana Su Qianci dapat mengetahuinya? Awalnya Su Qianci merasa tidak yakin. Namun, melihat reaksi Yu Lili, kecurigaannya sudah terjawab. "Kau tahu betul bagaimana Ou Ming memperlakukanmu. Dia adalah teman baik Li Sicheng, dan tak satu pun dari mereka memiliki temperamen yang baik. Jangan berada di pihak yang salah. Jika tidak, konsekuensinya bisa menghilangkan nyawamu." Seperti di kehidupan sebelumnya. Su Qianci tidak tahu bahwa kata-katanya mempunyai dampak yang besar bagi Yu Lili. Su Qianci bahkan menjadi lebih paham mengenai masalah ini dari sebelumnya! Namun, setelah Yu Lili menjadi wanita simpanan Ou Ming, dia tahu bahwa dia tidak bisa lagi menginginkan hal lain. Dia tahu segalanya, tetapi dia tidak bisa melupakan Lu Yihan. Alasan bahwa dia setuju untuk pergi ke reuni SMA hanyalah untuk bertemu Lu Yihan. Mata Yu Lili berkaca-kaca. Meskipun merasa bersimpati pada Yu Lili, Su Qianci tahu bahwa akan lebih bijaksana untuk memperingatkannya sekarang daripada melihatnya mati nanti. "Terima kasih, Su Qianci, aku tahu. Ou Ming memperlakukanku dengan baik. Aku tidak sebodoh itu sampai kehilangan om senang ini." "Om Senang?" kata suara seorang pria. Pintu didorong terbuka ketika sebuah sosok tinggi muncul. "Apakah kau berbicara tentang aku?" Chapter 92 - Kerja Bagus Kedua wanita itu sama-sama terkejut, dan dengan segera memalingkan kepala ke arah suara itu. Ou Ming mengenakan pakaian kasual yang ketat, terlihat sederhana dan sedikit suram. Pria yang tampan, tetapi berbahaya pada saat yang bersamaan. Tidak seperti Li Sicheng yang selalu memiliki wajah tegas, wajah Ou Ming tersenyum. Namun, jelas terlihat bahwa dia sedang dalam suasana hati yang kurang baik. Ketika melihat Ou Ming, Yu Lili menjadi salah tingkah. Dia meremas tangannya, terlihat gugup. Berapa banyak yang telah didengar Ou Ming? Hanya "om senang"? Atau lebih? Saat Ou Ming masuk ke dalam ruangan, dia melirik Yu Lili dan memeluk bahunya dengan natural. "Bergosip tentang aku?" Ou Ming berbisik ke telinga Yu Lili, terdengar berbahaya. Yu Lili diam tak bergerak dan menggelengkan kepalanya. "Lalu kenapa kau gugup?" "Aku tidak gugup ¡­." "Sayang, kau bukan seorang pembohong yang baik." Jantung Yu Lili berhenti berdetak sesaat. Dia bahkan menjadi lebih bingung. Berapa banyak yang telah didengarnya? Su Qianci merasa khawatir tentang hal yang sama dan mencoba mengalihkan perhatiannya. "Jadi kau Ou Ming?" Ou Ming lalu melihat ke arah Su Qianci, bertanya dengan penasaran, "Kau masih mengingat aku? Aku hampir tidak bertemu denganmu di pernikahanmu. Apakah begitu sulit untuk melupakanku?" Su Qianci terpana, tidak menyadari bahwa Ou Ming adalah seorang playboy seperti itu. Tiba-tiba, Ou Ming mendekatinya dan bertanya, "Aku dengar bahwa kau akan menceraikannya?" Su Qianci bahkan menjadi lebih bingung. Bagaimana dia bisa mengetahuinya? Melihat ekspresinya, Ou Ming tersenyum. "Jadi itu benar. Kerja bagus." Su Qianci tertawa kecil. Bukankah dia sahabat Li Sicheng? Kenapa dia merasa senang tentang perceraian Li Sicheng? Saat Ou Ming mengatakan hal itu, sebuah benda tiba-tiba mengenai kepalanya. Ou Ming berhenti, memalingkan kepalanya, dan menjadi marah. "Siapa itu!" Kemudian dia melihat seraut wajah yang sedingin gunung es. Ketika Li Sicheng muncul, amarah Ou Ming segera menghilang. Su Qianci jelas bisa merasakan bahwa nada suaranya menjadi lemah. "Oh kau." Sambil mengabaikan sahabatnya, Li Sicheng berjalan masuk dengan sebuah kotak makan siang di tangannya. Dia melirik pada wajah Su Qianci yang sedang tersenyum dan berkata perlahan, "Kamu terlihat jauh lebih baik sekarang." Melihat tatapan matanya yang gelap, senyum Su Qianci sedikit menghilang dan dia merasa sedikit gelisah. Li Sicheng tampak tidak senang. Apakah karena topik perceraian ini? Melihat logo di kotak makan siang di tangan Li Sicheng, Ou Ming menyilangkan lengannya dan menggoda, "Malam itu, seseorang mencoba menyangkal sesuatu. Tapi kemudian dia pergi ke penjuru kota untuk membeli makanan untuk istrinya. Sangat mengejutkan!" "Enyahlah!" "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." "Aku mendapatkan tanah Desa Xu." Ou Ming segera berhenti bercanda saat dia bertanya dengan nada tidak percaya, "Sungguh?" "Kau tidak menginginkannya?" "Aku benar-benar menginginkannya." "Kalau begitu enyahlah!" "Segera!" Ou Ming segera pergi, menarik Yu Lili keluar dari ruangan itu. Ini adalah pertama kalinya Yu Lili melihat Ou Ming bertindak seperti seorang penakut. Dia mau tidak mau melirik Li Sicheng dan dengan segera lirikannya tertangkap oleh mata dinginnya. Yu Lili gemetar ketakutan. Chapter 93 - Apakah Aku Perlu Menyuapimu? Setelah menyuruh pergi tamu yang tidak diinginkan, Li Sicheng mengeluarkan makanan yang dibawanya. Dia meletakkannya di hadapan Su Qianci, sambil berkata dengan sebuah suara pelan, "Makan siang." Su Qianci memeriksa apa yang ada di hadapannya dan melihat bahwa semua makanan itu adalah makanan diet untuk terapi pengobatan. Dilihat dari kemasannya, Su Qianci mengetahui bahwa itu barang mahal, tetapi ¡­ semua makanan tersebut dimasak dengan obat China yang mahal, tetapi rasanya membuat Su Qianci mengerutkan wajahnya. "Kamu tidak menyukainya?" Tentu saja dia tidak menyukainya! Siapa yang mau makan makanan seperti ini? Melihat wajah pahitnya, Li Sicheng melanjutkan, "Kamu harus memakannya. Kakek bilang sebaiknya begitu." "Kakek?" Li Sicheng mengangguk. "Lalu di mana dia berada ¡­." Kapten Li sangat menyukainya. Su Qianci bertanya-tanya mengapa dia tidak mengunjunginya setelah kejadian itu. "Kakek pergi ke Provinsi G beberapa hari yang lalu. Dia secara khusus meneleponku untuk memastikan aku membelikan semua makanan ini untukmu. Dia akan kembali besok." Pantas saja. Su Qianci tahu bahwa Li Sicheng tidak akan pergi jauh-jauh ke penjuru kota untuk membeli semua makanan ini untuknya. Tentu saja itu ide kakek. "Baiklah ¡­." Su Qianci merasa agak menyesal. Tiba-tiba, ruangan itu penuh dengan kecanggungan. Meskipun mereka adalah suami dan istri, tetapi mereka tidak akrab satu sama lain. Dia merasa kurang nyaman ketika menghabiskan waktu bersama Li Sicheng jika dibandingkan dengan saat bersama Lu Yihan. Ketika menyadari bahwa Su Qianci salah tingkah, Li Sicheng berkata, "Makan saja." "Baiklah, aku tahu. Aku akan makan sedikit saja." Su Qianci tidak bergerak. Menyadari tatapan Li Sicheng, dia menambahkan, "Tidakkah kamu memiliki hal-hal yang harus dilakukan di kantor? Pergilah sana." Li Sicheng melirik makanan tersebut dan berkata dengan tegas, "Kakek mengatakan bahwa aku harus melihatmu menghabiskan semuanya." "Katakan saja pada kakek bahwa aku sudah menghabiskannya. Aku akan memakannya nanti." Mata Li Sicheng menjadi lebih gelap ketika dia berkata, "Apakah menurutmu aku mudah tertipu, atau kakek?" Apa maksudnya? Apakah dia benar-benar ingin melihat aku makan? Su Qianci hanya tidak bisa makan. Dia telah kehilangan semua selera makannya. Su Qianci merasa sedikit jengkel. "Ayo bekerja samalah dan katakan pada kakek bahwa aku sudah memakannya. Tolonglah, Tuan Li." Tuan Li? Su Qianci memanggilnya Tuan Li lagi? Begitu asing, seolah ada ribuan gunung di antara mereka berdua. Li Sicheng merasa tidak senang. Apakah dia harus menjadi orang asing bagiku? "Kamu tidak memanggilku seperti itu sebelumnya." Dia tidak memanggilnya seperti itu? Sepertinya Su Qianci selalu memanggilnya Tuan Li. Selain itu, di kehidupan sebelumnya, Li Sicheng selalu membencinya ketika Su Qianci memanggilnya dengan namanya. Su Qianci merasa pria ini menjadi semakin aneh. Sambil mengutuk dalam hati, Su Qianci memandang dengan malu-malu saat dia bertanya, "Lalu, aku harus memanggilmu apa?" Mata Li Sicheng menjadi semakin dingin saat dia berkata dengan sedikit kasar, "Terserah. Makanlah saja." Akhirnya kembali lagi ke makanan itu. Su Qianci berkata pahit, "Kakek juga tidak akan mengetahuinya. Aku benar-benar tidak punya nafsu makan sekarang." "Apakah aku perlu menyuapimu?" dia mengancam. Chapter 94 - Saling Menggoda Di Depan Matanya Li Sicheng meliriknya dan tiba-tiba mengambil sebuah mangkuk kecil dan memberinya ramuan obat. Satu hal yang paling ditakuti Su Qianci adalah minum obat. Tidak peduli obat China atau obat Barat, itu akan membunuhnya hanya dengan mencicipinya. Saat melihat mangkuk berisi ramuan obat itu, dia segera menggelengkan kepalanya. "Kamu sepertinya memiliki beberapa urusan penting untuk dikerjakan." "Minumlah!" Su Qianci menyiapkan dirinya untuk minum ramuan obat itu dan menyadari bahwa sebetulnya rasa obat itu tidak seburuk yang dia pikirkan. Saat melirik Li Sicheng, Su Qianci menemukan bahwa Li Sicheng sedang menatapnya, matanya terlihat dalam. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Su Qianci dengan cepat mengambil mangkuk itu dan berkata, "Aku akan meminumnya sendiri. Pergi saja." "Kamu benar-benar ingin aku pergi?" "Iya!" Su Qianci langsung mengangguk. Jika dia tidak pergi, bagaimana dia bisa menyingkirkan makanan ini? Melihat pandangan Li Sicheng, dia segera menambahkan, "Kamu sibuk di kantor dan sekarang kamu juga mengurusku. Aku hanya berusaha untuk menjadi seseorang yang pengertian." Pandangan Li Sicheng terlihat penuh arti dan menjawab, "Aku akan pergi setelah kamu selesai makan." "Tidak mungkin ¡­. Ada begitu banyak makanan di sini. Aku tidak akan bisa menghabiskannya ¡­." "Tidak apa-apa. Pelan-pelan saja." "Kamu sangat sibuk. Seluruh staf pasti sedang menunggumu." "Jadi tidak mau makan?" Su Qianci tersipu malu dan menundukkan kepalanya. "Rasanya tidak enak." "Ini makanan terapi pengobatan, bagus untuk kesehatanmu." "Ngggg ¡­." "Baiklah. Mari cari sesuatu yang lain untukmu. Apa yang kamu inginkan?" "Kamu akan pergi membelinya?" "Aku akan menelepon layanan antar." Su Qianci merasa sedikit jengkel. Dia berpikir bahwa Li Sicheng akan pergi membelinya sendiri. "Tidak apa-apa. Itu akan memakan waktu terlalu lama. Aku akan memakan ini saja." Su Qianci cemberut dan meminum supnya. Dia mengambil beberapa makanan untuk dimakan, sementara sebagian besar makanan lainnya masih belum tersentuh. "Kamu sudah kenyang?" "Ya ¡­." Su Qianci berkedip, terlihat seperti seorang gadis yang terintimidasi. "Qianqian, lihat ini." Itu adalah suara Lu Yihan. Lalu dia berhenti dan berkata, "Oh, Tuan Li ada di sini juga." Lu Yihan mengangkat tinggi-tinggi beberapa kotak makan siang di tangannya dan berkata, "Waktu yang tepat. Bergabunglah dengan kami untuk makan siang. Aku membuat banyak makanan yang disukai Qianqian." Qianqian? Intim sekali. Dan juga, Li Sicheng bahkan tidak tahu apa yang disukai istrinya. Mengapa lelaki simpanan ini mengetahui apa kesukaannya dengan baik? Ketika Lu Yihan membuka kotak-kotak tersebut, Li Sicheng bahkan merasa lebih tertekan. Lu Yihan membuat semua ini sendiri? Mata Su Qianci langsung berbinar. Dia mengendus-ngendus, dan air liur segera membasahi mulutnya saat dia mencium harum makanan itu. "Ayam suwir, babi asam manis ¡­." "Penciuman yang bagus." Lu Yihan berjalan menghampiri dan melihat semua makanan yang tersisa. Dia menghela napas dan berkata, "Tidak heran ¡­." Li Sicheng memperhatikan Lu Yihan mengeluarkan beberapa jenis makanan. Meskipun makanan itu sangat biasa, tetapi terlihat sangat lezat. "Makanan ini sangat harum. Masakanmu bahkan lebih baik sekarang!" "Tentu saja. Jauh lebih baik daripada masakanmu!" Kata-kata biasa ini terdengar berbeda di telinga Li Sicheng. Mereka saling menggoda tepat di depan matanya? Li Sicheng merasa ada sebuah gunung berapi yang akan meledak di dalam dirinya. Dia merasa lebih marah saat berpikir tentang kontrak perceraian yang dia tanda tangani sendiri. Bagaimanapun juga, dia tidak punya alasan untuk marah. Bukankah dia sudah menandatangani dokumen itu dan memutuskan untuk membebaskannya? Jadi, alasan apa lagi yang dia miliki sehingga dia harus marah? £¬ Chapter 95 - Satu Juta Yuan Sebelumnya, Lu Yihan hanya mengetahui beberapa rumor tentang Li Sicheng. Lu Yihan merasa cukup terkejut karena merasa begitu tertekan di hadapannya. Sambil mengoper peralatan makan kepada Li Sicheng, Lu Yihan berkata dengan hangat, "Anda belum makan, kan? Ayo makan bersama." Melihat senyum cerah Lu Yihan, Li Sicheng tiba-tiba merasa sesak napas. Dia melirik ke arah Lu Yihan dan segera berjalan keluar ruangan. Tipikal Li Sicheng. Lu Yihan menghela napas dan berkata, "Suamimu benar-benar tidak memiliki temperamen yang baik." Su Qianci tersenyum, tidak menanggapi, dan mengubah topik pembicaraan. Kedua orang teman itu tidak menyadari bahwa ada sosok ramping yang sedang memegang sebuah ponsel, dan mengambil foto mereka yang sedang makan bersama secara diam-diam. Setelah dirawat di rumah sakit selama dua hari, Su Qianci akhirnya boleh pulang. Untuk merawatnya dengan lebih baik, Kapten Li meminta Su Qianci untuk tinggal di rumah tua. Selama dua hari, semua kerabat keluarga Li datang menemuinya dengan membawa berbagai macam hadiah. Pada saat yang sama, Su Qianci menjadi bosan setelah mendengarkan semua basa-basi itu. Namun, Su Qianci memperhatikan bagaimana keadaan telah berubah. Di kehidupan sebelumnya, ketika dia kehilangan bayinya, tidak ada yang datang untuk menjenguknya sama sekali. Bahkan ada banyak orang yang memihak kepada Tang Mengying, mengutuknya dengan tatapan jijik. Namun, orang-orang yang sama itu telah menunjukkan reaksi yang sangat berbeda kali ini. Su Qianci diminta untuk beristirahat selama setengah bulan oleh dokter, jadi dia hanya tinggal di rumah tua, mengobrol dengan ibu mertuanya dan bermain catur dengan kakek dari waktu ke waktu. Tetapi selama dua minggu itu, Li Sicheng tidak pernah datang mengunjunginya sama sekali. Ketika kakek menelepon Li Sicheng untuk bertanya kepadanya, Li Sicheng hanya mengatakan bahwa dia sedang sibuk. Benar-benar sebuah alasan yang sempurna. Kakek tidak bisa mengatakan apa-apa selain memintanya untuk menengok Su Qianci sesering mungkin. Su Qianci merasa putus asa. Harapannya sekali lagi mati. Setelah setengah bulan, Su Qianci pindah kembali ke rumah Li Sicheng. Namun, ketika dia pergi ke sana, Li Sicheng masih tidak bisa ditemukan di manapun, membuatnya merasa sedikit frustrasi. Sama seperti kehidupan sebelumnya. Li Sicheng sepertinya selalu sibuk. Dia mungkin berharap terlalu banyak. Setelah beristirahat lagi selama dua hari, Su Qianci mendapat telepon dari Lin Wanting pada hari ketiga. Saat itu tanggal 8 Agustus, tanggal reuni SMA. "Su Qianci?" "Ada apa?" "Senang mendengar suaramu. Kudengar kau tidak sehat akhir-akhir ini. Apakah kau merasa lebih baik sekarang?" Sangat palsu. Lin Wanting terkenal sebagai seorang pendendam. Terakhir kali, dia sangat menderita karena Yu Lili dan Su Qianci, jadi Lin Wanting tidak akan berbicara begitu manis tanpa ada maksud di baliknya. Jika itu adalah Su Qianci yang lama, dia mungkin tertipu. Akan tetapi ¡­. "Ya." "Malam ini adalah reuni SMA kita. Kau di mana? Maukah kau bergabung denganku untuk minum teh?" "Kita bicara melalui telepon saja." Lin Wanting menggertakkan giginya. Namun, dia memutuskan untuk menahan amarahnya dan mengikuti rencananya. "Aku punya sebuah rahasia dan ingin menjualnya kepadamu seharga satu juta yuan. Kau pasti akan tertarik." Chapter 96 - Pemandangan Yang Sempurna Satu juta yuan? Dia benar-benar berani meminta uang sebanyak itu! Su Qianci tertawa, "Apakah kau sudah kehilangan akal sehatmu?" Bahkan jika dia punya uang untuk dihambur-hamburkan, dia tidak akan memberikannya kepada Lin Wanting tanpa alasan. Lin Wanting sudah menduga tentang hal itu, dengan ragu-ragu dia berkata, "Aku tahu itu, kau telah berubah pikiran tentang aku karena pel*cur Yu Lili. Tapi aku ingin memberitahumu bahwa aku masih teman lama yang sama yang selalu kau miliki. Aku menghargaimu sebagai seorang teman dan ingin tetap dekat denganmu. " Tetap dekat dengannya? Dan memperlakukannya seperti orang bodoh? Su Qianci menggelengkan kepalanya, tidak mengatakan apapun. "Aku telah mengetahui bahwa Liu Anan sedang bersekongkol dengan sepupunya untuk menjebakmu malam ini." "Jadi?" Su Qianci tidak menunjukkan emosi apapun. Mendengar jawabannya, Lin Wanting bertanya lagi, "Aku menyelinap ke kamar Liu Anan dan melihat seluruh rencana mereka. Bukankah itu layak seharga satu juta yuan?" Tentu saja itu sepadan. Di kehidupannya sebelumnya, jika Su Qianci mendapat kesempatan untuk mempelajari rencana mereka, dia akan menghabiskan sepuluh juta yuan. Namun, dia sudah melewati hal itu. Su Qianci telah mengalami apa yang akan terjadi malam ini dan tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun. Dan yang paling penting, dia tidak ingin Lin Wanting menang. "Su Qianci, percayalah padaku. Rahasia ini pasti akan sepadan. Kau akan senang mengetahui bahwa kau telah mengetahui rencana mereka sebelumnya." "Tapi kenapa aku harus percaya padamu?" Lin Wanting terdiam dan kemudian berkata, "Qianci?" "Kenapa aku harus percaya padamu? Kau adalah sahabat Liu Anan. Bagaimana aku tahu bahwa kau tidak melakukan ini untuk membantunya, bukan aku?" Itu telah terjadi di kehidupannya sebelumnya. Lin Wanting dan Liu Anan menghancurkan seluruh hidupnya sebelumnya. Tidak mungkin dia akan memercayai Lin Wanting lagi. Saat mendengar kata-kata Su Qianci, Lin Wanting berkata cepat, "Sungguh. Jika kau tidak percaya padaku, kau pasti akan menyesalinya." Su Qianci mengangkat sebelah alisnya dan langsung menutup telepon. Sejak kejadian kecelakaan yang menimpa Su Qianci, studio seni bela diri itu ditutup karena diduga berurusan dengan narkoba. Studio itu adalah liburan musim panasnya, jadi Su Qianci tidak punya tempat lain untuk pergi menghabiskan libur musim panasnya. Dia akhirnya menyalakan TV dan mulai menonton. Dia beralih ke saluran Seni Internasional dan melihat seorang pria paruh baya sedang bermain piano dengan penuh perhatian. Wajahnya terlihat elegan. Song Yifan. Satu-satunya orang China yang menjadi anggota Asosiasi Piano Global. Salah seorang dari beberapa idola yang dimiliki Su Qianci. Rumor mengatakan bahwa sejak kekasih Song Yifan meninggal, dia tidak pernah menikah lagi. Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci pergi ke salah satu konsernya dan jatuh cinta dengan piano karena Song Yifan. Dia telah belajar memainkan piano selama lima tahun. Melihat Song Yifan lagi, Su Qianci tiba-tiba merasa ingin bermain piano. Sebenarnya, Li Sicheng memiliki sebuah piano di halaman belakang. Dia kadang-kadang memainkannya, tetapi sering kali tidak ada yang menggunakannya. Su Qianci berjalan ke halaman belakang dan segera melihat sebuah paviliun tertutup wisteria 1 . Sebuah grand piano 2 berwarna putih diletakkan di bawahnya. Li Sicheng kebetulan sedang melihat keluar melalui jendela besar dari ruang kerjanya. Dia melihat seorang gadis berpakaian putih berjalan menuju piano di bawah wisteria. Matahari pagi menambah kehangatan pada sosok itu. Meskipun saat itu musim bunga wisteria sudah berlalu, dia masih merasa bahwa ini adalah pemandangan yang sempurna dari sebuah mimpi. Tanaman merambat dengan bunga berwarna ungu, tanaman ini berasal dari China, Jepang, dan Korea Piano besar dengan rangka dan senar horisontal, dengan senar memanjang dari tuts-nya Chapter 97 - Elegi-nya Sosok putih langsing itu seperti seorang peri. Tatapan tajamnya menjadi lembut ketika melihat Su Qianci. Dia tidak bisa mengalihkan pandangannya. Cantik! Li Sicheng tidak pernah menemukan bahwa wanita itu benar-benar tampak sempurna di depan sebuah piano. Seolah-olah dia dilahirkan untuk menjadi seorang pianis. Su Qianci selalu berhasil mengejutkannya. Tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengamati, Su Qianci dengan hati-hati membuka penutup piano. Benar-benar instrument yang sangat indah. Grand piano ini adalah karya terakhir dari seorang ahli yang sudah pensiun yang dibeli oleh Li Sicheng dengan harga tinggi di sebuah acara lelang. Di kehidupan sebelumnya, dia selalu menatap piano ini, ingin menyentuhnya tetapi takut Li Sicheng akan semakin membencinya. Lagipula, bahkan Tang Mengying pun tidak diizinkan untuk menyentuhnya. Namun, Li Sicheng sedang pergi bekerja, yang berarti dia sedang tidak berada di rumah. Dia hanya akan bermain sebentar saja. Jari-jarinya yang panjang menekan tuts piano, membuat sebuah suara dentingan. Su Qianci merasa dirinya meleleh. Piano ini lebih baik dari setiap piano yang pernah dia sentuh dalam gabungan dua kehidupannya. Sayang sekali jika piano ini tidak dimainkan. Sambil menyesali hal itu, jari-jari Su Qianci menari di atas tuts piano. Dia sedang memainkan F¨¹r Elise, mahakarya dari Beethoven. Saat Li Sicheng menghampirinya, dia mendengar lagunya berubah. Pada awalnya, dia pikir itu adalah sebuah kesalahan dan merasa agak kesal karena sebuah piano yang hebat tidak dimainkan dengan benar. Namun, bahkan sebelum dia mencapai Su Qianci, dia menyadari bahwa dia sangat salah. Itu jelas disengaja. Lagu yang dimainkannya perlahan-lahan menjadi sedih, dengan sebuah daya tarik yang tragis dan menyedihkan. Saat mendengar lagu ini, Li Sicheng tidak bisa menghentikan langkahnya, mendengarkan alunan piano yang dimainkan istrinya dengan saksama. Su Qianci tidak menyadari bahwa Li Sicheng sudah mendekat. Matanya tertuju pada tuts piano, dia memainkan lagu yang dia buat sendiri. Di kehidupannya sebelumnya, bayinya yang belum lahir dibunuh oleh Tang Mengying, dan kemudian dia dijebak oleh Tang Mengying dan wajahnya menjadi hancur. Kapten Li selalu berada di sisinya dan melarang Li Sicheng menceraikannya. Namun, semua orang di keluarga Li memilih untuk tidak peduli padanya. Tidak ada yang memercayainya. Dalam keputusasaan, Su Qianci menciptakan sebuah lagu yang disebut Elegi 1 . Selain Kapten Li, tidak ada yang pernah mendengarnya. Dan tentu saja, tidak ada yang akan memahaminya. Meskipun matanya tertuju pada tuts piano, Su Qianci sedang memikirkan sesuatu yang lain. Namun, dia terlalu terampil untuk melakukan sebuah kesalahan. Lagipula itu adalah lagu ciptaannya sendiri. Li Sicheng terlihat muram saat mendengar alunan piano itu. Dia belum pernah mendengar lagu ini sebelumnya. Lagunya sangat menyedihkan, merasuk hingga ke tulang, tetapi harapannya belum hilang. Apa yang telah dialami sang komposer sehingga membuat lagu yang begitu menyedihkan? Li Sicheng tidak berani mengganggunya, hanya berdiri di belakang Su Qianci. Di bawah daun wisteria yang rimbun, pasangan ini memiliki pikirannya masing-masing. Syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita (khususnya pada peristiwa kematian) Chapter 98 - Lagumu Ponsel Li Sicheng tiba-tiba berdering, membawa Su Qianci kembali ke dunia nyata. Untuk beberapa alasan, Su Qianci meneteskan air mata yang telah membasahi seluruh wajahnya. Su Qianci berbalik dan melihat mata gelap Li Sicheng. Mata itu dingin seperti biasanya tetapi ada emosi lain yang tersembunyi di dalamnya. Dia sepertinya tertarik. Jantung Su Qianci tiba-tiba berdetak dengan cepat. Dia dengan cepat mengalihkan pandangannya. Sejak kapan Li Sicheng ada di sini? Dia tidak menyadarinya sama sekali. Li Sicheng memalingkan wajahnya dan melihat tangan Su Qianci yang terletak di atas tuts piano. Su Qianci tiba-tiba berdiri, menyeka air matanya dengan buru-buru dan melangkah menjauh dari piano. "Aku pikir ¡­." Aku pikir kau tidak ada di sini, jadi aku ingin memainkannya secara diam-diam. Dia menelan kembali kalimat itu, jari-jarinya menggenggam gaun putihnya. Dia menundukkan kepalanya dengan gugup. "Kapan kamu belajar memainkan piano?" Li Sicheng akhirnya berbicara, suaranya terdengar rendah. Ini adalah pertama kalinya dia berbicara dengan Su Qianci sejak dia meninggalkan rumah sakit. Detak jantungnya tiba-tiba bertambah cepat saat Su Qianci menatap wajahnya. Tenang seperti biasa. Dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Li Sicheng. "Aku ¡­." "Lagunya ¡­." Ketika Su Qianci mencoba menjelaskan bagaimana dia tiba-tiba belajar piano, Li Sicheng telah mengubah topik pembicaraan. Su Qianci menatapnya, bingung. Li Sicheng menghentikan deringan ponselnya dan duduk di depan piano. "Lagunya cukup bagus." Su Qianci terpana, dengan cepat wajahnya memerah. Dia merasa seperti berada di puncak dunia. Apakah Li Sicheng sedang memberinya pujian? Li Sicheng sepertinya tidak memperhatikan reaksi Su Qianci. Dia melihat ke arah tuts piano dan kemudian jari-jarinya mulai menari di atasnya. Melodi yang tidak asing ini mengejutkan Su Qianci. Li Sicheng memainkan lagunya? Su Qianci hanya memainkannya sekali, dan dia sudah mempelajarinya. Li Sicheng hanya menghafal sebagian dari lagu itu saja sehingga akhirnya dia berhenti bermain, kemudian bertanya, "Apa judulnya?" "Elegi." "Aku suka lagumu." Mendengar itu, jantung Su Qianci berdetak lebih cepat. Ketika dia hendak mengatakan sesuatu, ponsel Li Sicheng berdering lagi. Dari tempat Su Qianci berdiri, dia bisa melihat nama yang sudah dikenalnya. Tang Mengying. Detak jantungnya melambat bersamaan dengan jemarinya yang mengepal. Benar, Tang Mengying. Selalu ada Tang Mengying di antara mereka. Melihat Li Sicheng menjawab telepon itu dan berjalan menjauh dari piano, Su Qianci merasakan ada sesuatu yang telah pergi meninggalkan hatinya ¡­. Chapter 99 - Su Qianci Mengabaikan Dirinya? Li Sicheng menyelesaikan pembicaraannya di telepon dengan cepat. Melihat bagaimana emosi Su Qianci telah berubah, matanya menjadi lebih gelap. "Tuan, Nyonya, sarapan sudah siap." Nanny Rong memanggil mereka. Li Sicheng menoleh ke belakang dan berkata, "Aku tidak akan pulang untuk makan malam nanti." Nanny Rong mengedipkan matanya dan tiba-tiba menyadari bahwa Li Sicheng sedang berbicara dengannya, dia lalu buru-buru mengangguk. Namun, ini adalah pertama kalinya Li Sicheng memberi tahu Nanny Rong tentang keberadaannya. Li Sicheng kemungkinan besar sedang berbicara dengan Nyonya daripada dengan dirinya sendiri. Nanny Rong menegaskan tebakannya ketika melihat tatapan Li Sicheng. Namun, Su Qianci tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia berjalan menjauh dari halaman belakang, pikirannya sibuk dengan apa yang akan terjadi malam itu. Tang Mengying adalah sekretaris Li Sicheng. Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying telah mengubah jadwal Li Sicheng, membuat Li Sicheng tinggal di Hotel Royal dan mengatur Liu Anan untuk mempermalukan Su Qianci. Namun, di kehidupannya yang sekarang ini, Liu Anan sudah mempermalukan dirinya dan dikirim ke kantor polisi. Jadi pada reuni kali ini, Tang Menying dan Liu Anan sepertinya akan mengubah rencana mereka. Su Qianci tiba-tiba menyadari bahwa mungkin tidak bijaksana baginya untuk menolak tawaran Lin Wanting. Su Qianci hanyut dalam pikirannya sendiri, dia tanpa sadar telah berjalan melewati Li Sicheng. Apa yang tidak disadarinya adalah ketika dia berjalan melewati Li Sicheng dia bahkan tidak melirik pria itu sama sekali, Li Sicheng mengerutkan kening. Wanita ini menjadi begitu berani sehingga dia mulai mengabaikan dirinya. Tidakkah Su Qianci menyadari bahwa Li Sicheng sedang berbicara kepadanya bukan pada Nanny Rong? Bahkan Nanny Rong saja menyadarinya. Namun, Su Qianci bahkan tidak mau repot-repot peduli dengan hidupnya. "Su Qianci!" Seru Li Sicheng. Su Qianci menoleh ke belakang, merasa kebingungan. Melihat tatapan bingungnya, Li Sicheng bahkan menjadi lebih kesal. Apakah dia tidak tahu apa yang dia lakukan salah? Mengabaikan dirinya? "Ada apa?" Li Sicheng menatapnya dalam-dalam dan kemudian pergi meninggalkannya. Su Qianci bahkan merasa lebih kebingungan. "Apa yang terjadi tadi?" Orang aneh. Di ruang tamu, Su Qianci mengangkat telepon dan menelepon Lin Wanting kembali. Namun, panggilan itu tidak pernah berhasil. Jelas, nomor teleponnya diblokir. Su Qianci tiba-tiba merasa bodoh karena dia tidak memikirkan kemungkinan ini sebelumnya. Liu Anan dan Tang Mengying pasti akan memiliki beberapa trik baru di otak mereka. Apa yang harus dia lakukan saat itu? Pukul 7 malam, Hotel Royal. Di dalam ruang dansa di lantai atas, cahaya lembut memancar dari lampu gantung dan menyinari kerumunan orang yang sedang ramai. Banyak orang yang sudah tiba, mengobrol dan tertawa-tawa. Fu Lengbing sedang bercakap-cakap santai ketika tiba-tiba dia melirik seorang wanita dengan gaun biru, yang membuat matanya bersinar. Di pintu, Liu Anan sedang menikmati tatapan iri ketika dia melangkah masuk dengan anggun. "Betapa cantiknya!" "Apakah itu Liu Anan? Dia terlihat sangat berbeda dari sebelumnya." "Itu benar. Aku yakin gaunnya berharga hampir satu juta yuan." "Siapakah wanita di belakangnya yang tampak seperti seorang wanita tua?" Chapter 100 - Bersaing Gila-gilaan "Ha ha, jangan terlalu kejam, bahkan jika itu kenyataannya." Ketika orang-orang mendengar itu, semua orang melihat ke arah gadis di belakang Liu Anan. Rambut pendeknya cukup bergaya, tetapi wajah lebar kekanak-kanakannya tidak cocok sama sekali. Gaun yang dia kenakan jelas luar biasa. Gaun hitam tersebut bertaburan batu berlian buatan yang berkilauan, dengan bagian atas terbuka yang terbuat dari bahan berenda halus. Kulitnya tidak cukup putih untuk memakai gaun itu. Dia tampak seperti orang kaya baru yang datang dari kota kecil. Tidak punya cita rasa sama sekali. Semua orang mengejeknya, dengan pandangan merendahkan dan simpati. "Bukankah itu Lin Wanting? Aku ingat dia dulu cantik. Dia sudah banyak berubah." "Itu benar. Kami tidak mengenalinya lagi." "Liu Anan menjadi lebih anggun dan cantik, sementara Lin Wanting ¡­." Segala macam diskusi telah didengar oleh ke dua gadis tersebut di depan pintu. Mata Lin Wanting menjadi merah dan kukunya menancap ke kulitnya. Dia ingin meremas gaunnya, tetapi gaun itu terlalu mahal. Jika dia merusaknya, dia bahkan tidak akan bisa menjualnya kembali dengan harga yang sama. Liu Anan, di sisi lain, tersenyum cemerlang. Dia menoleh dan berkata kepada Lin Wanting dengan sopan, "Ayo masuk bersama, Wanting." Apa yang disebut reuni SMA ini sebenarnya hanya sebuah perkumpulan bagi orang-orang untuk bersaing satu sama lain. Orang-orang yang datang tidak benar-benar ada di sana untuk bertemu rindu dengan teman-teman lama mereka, tetapi untuk memamerkan apa yang telah mereka capai dalam hidupnya dengan membandingkannya dengan teman-teman lain yang tidak memiliki kehidupan sebaik mereka. Liu Anan dengan segera menarik perhatian semua orang. Gaun birunya membuatnya tampak tinggi dan cantik. Fu Lengbing merapikan rambutnya sebelum berjalan menghampiri Liu Anan dengan segelas sampanye di tangannya. Namun, sebelum dia mendekat, pria lain sudah mulai merayu Liu Anan. "Liu Anan, lama tidak bertemu." "Ya. Kau bahkan menjadi lebih cantik." Melihat mereka, Fu Lengbing terdiam dan menjadi kesal. Gadis yang sangat cantik! Dan dia putus dengannya karena omong kosong. Sungguh sangat merugikan! Saat dia menyesali hal itu, dia tiba-tiba mendengar teriakan dari arah pintu. Fu Lengbing memandang ke arah pintu dan tercengang. Sebuah gaun merah dengan bahu terbuka memamerkan kulitnya yang putih. Dengan rambut panjang bergelombang dan bagian-bagian wajah yang menawan, dia tersenyum dan berkata, "Sudah cukup lama tidak bertemu, teman-temanku. Apakah kalian masih ingat padaku?" "Iya!" Pemuda itu langsung menjawab, yang menarik perhatian semua orang. Dia kemudian menundukkan kepalanya, memerah karena malu. Fu Lengbing sekarang merasa lega karena tidak mendapatkan kesempatan untuk memuji Liu Anan tadi, dia memilih berjalan menuju Yu Lili dengan segelas sampanye di tangannya. Liu Anan sangat tersinggung melihat hal itu. Awalnya, dia ingin membuat Fu Lengbing merasa cemburu dan memintanya untuk kembali. Namun, Yu Lili datang entah dari mana. Apa yang dia tidak harapkan adalah bahwa seseorang yang lebih glamor akan membuatnya lebih terkejut. Chapter 101 - Seperti Seorang Wanita Gila Dengan memegang segelas sampanye, Fu Lengbing berjalan menghampiri Yu Lili dan menunjukkan senyum terbaiknya. "Yu Lili, kan?" Melihat wajah tampan Fu Lengbing, Yu Lili mengangkat sebelah alisnya dan menatap Liu Anan secara provokatif. Di samping Liu Anan, seorang pria sedang menyodorkan sepotong kue padanya. Tidak menyadari itu, Liu Anan menyenggol kue itu dan menjadi marah. "Ada apa denganmu? Lihat ke mana kau pergi." Pria itu terdiam dan segera mencoba untuk membersihkan noda kue itu dari gaunnya. "Seperti seorang wanita gila." Yu Lili berkata sinis, mengambil gelas sampanye yang berada di tangan Fu Lengbing. Fu Lengbing menggeleng-gelengkankan kepalanya juga. "Dia selalu seperti ini." "Aku dengar kalian berdua pernah berpacaran. Tidak baik berbicara seperti ini tentang mantanmu." "Itu beberapa waktu lalu. Sekarang dengan seorang wanita yang lebih cantik di depanku, sangat mudah bagiku untuk memilih." Saat melihat wajah tampan Fu Lengbing, Liu Anan bahkan menjadi lebih marah, bersamaan dengan itu kepalan tangannya yang menjadi dua kali lipat lebih kencang. Sialan Yu Lili! Dasar pel*cur! Mencoba mencuri pria pujaan hatinya. Sambil meremas gelas di tangannya, Liu Anan melihat seseorang dengan sosok tinggi dan langsing. Pria itu mengenakan setelan berwarna biru tua, terlihat jelas buatan tangan dari Italia. Liu Anan segera terkesima. Pria itu mengenakan kacamata tanpa bingkai dan memiliki sebuah senyum yang ramah di wajahnya. Dia sedang mengobrol dengan pria lain, sementara gadis-gadis di sekitarnya semua memandangnya dengan penuh kekaguman. Ini ¡­ Lu Yihan? Sejak kapan dia merawat dirinya dengan sangat baik? Liu Anan melirik Yu Lili dan teringat akan kisah cinta mereka. Karena kau mencuri pria pujaan hatiku, maka aku akan mencuri pujaan hatimu. Dengan senyumnya yang paling manis dan menawan, Liu Anan berjalan menghampiri Lu Yihan. Banyak pria yang melihat ke arah Liu Anan, dan dia juga mendapatkan perhatian Lu Yihan. "Lu Yihan, sudah lama tidak bertemu." Melihat Liu Anan, Lu Yihan masih memiliki senyum yang sama. "Benarkah? Aku sering melihatmu di Weibo. Sekarang kau adalah seorang selebritas, bagaimana jika kau memberi sebuah tanda tangan untukku?" Liu Anan mendengar itu dan tidak bisa lagi mempertahankan senyumnya. Fakta bahwa aborsi SMA-nya terungkap di internet bukanlah menjadi rahasia lagi. Banyak teman SMA-nya yang mengetahui tentang hal itu. Itulah sebabnya banyak pria yang mencoba mengajaknya berkencan, karena mereka tahu bahwa dia gadis gampangan. Namun, Lu Yihan adalah orang pertama membicarakannya secara langsung. Melihat bahwa dia tampak tidak nyaman, Lu Yihan mengedipkan matanya dan bertanya dengan prihatin, "Apakah kau sedang tidak enak badan? Kau terlihat sangat pucat." "Tepat sekali. Kau harus pergi ke rumah sakit jika kau merasa tidak sehat," kata seorang gadis. "Apakah ini komplikasi dari aborsimu?" Orang-orang mulai tertawa dan memandang Liu Anan dengan berbeda. Liu Anan tidak bisa lagi tenang. Saat dia sedang gemetaran, tawa mereka tiba-tiba berhenti. Mata Lu Yihan yang sedang tersenyum juga melihat ke arah pintu ruang dansa itu. Yu Lili, yang telah memperhatikan Lu Yihan, jelas melihat kekaguman di matanya. Lu Yihan adalah seorang kutu buku, dan Yu Lili belum pernah melihat dia tertarik pada sesuatu seperti ini. Yu Lili mengikuti pandangannya dan tiba-tiba merasa tercekik. Itu adalah dia ¡­. Chapter 102 - Membuat Semua Orang Terkesima Wanita yang dilihat semua orang itu mengenakan sebuah gaun biru tua yang mahal. Gaun itu terbuat dari sutra dan memiliki desain asimetris. Kainnya memiliki warna gradasi, biru tua di bagian atas dan memudar menjadi putih di bagian bawahnya. Lapisan sutranya memamerkan sosoknya dengan sempurna. Ditambah dengan sebuah kalung safir dan berlian, dia tampak elegan dan belia. Riasan wajahnya cukup tipis, dan rambutnya disanggul dengan cantik. Meskipun Yu Lili adalah seorang wanita, dia tertarik pada gadis ini. Sungguh cantik! Bagian-bagian tubuhnya mungkin tidak sempurna, tetapi keanggunannya tak terbantahkan. Ruangan itu mendadak tenang selama beberapa detik dan kemudian orang mulai berdiskusi. "Siapa ini? Dia terlihat tidak asing. Apakah dia teman sekelas kita?" "Kurasa tidak. Apakah kita mengenal seseorang seperti ini?" "Gaun bermerek apa yang dia pakai? Aku tidak tahu." Tentu saja tidak ada yang tahu, karena Su Qianci mengenakan desain terbaru dari seorang desainer dari Milan. Dan kalungnya dibuat khusus oleh Tiffany 1 . Liu Anan ingin memiliki barang apa pun yang sedang dipakai oleh Su Qianci. Kenapa seorang wanita jalang seperti Su Qianci tiba-tiba memiliki segalanya? Dunia sangat tidak adil! Api kecemburuan terlihat jelas di mata Liu Anan. Saat melirik pria di sebelahnya, tiba-tiba dia memiliki sebuah ide. Ide itu adalah Lu Yihan. "Kau datang sangat terlambat. Aku pikir kau tidak akan datang." ujar Lu Yihan sambil bercanda seraya berjalan menghampiri Su Qianci. Liu Anan tertegun. Pria yang tidak berkenan untuk berbicara dengan gadis mana pun ini tiba-tiba berjalan menghampiri Su Qianci? Tidak hanya Liu Anan, tetapi juga gadis-gadis lain yang gagal merayu Lu Yihan pun terkejut saat melihatnya menghampiri Su Qianci. Yu Lili, di sisi lain, tiba-tiba meminum semua anggur di gelasnya. Melihat Su Qianci dari kejauhan, Lu Yihan jelas terpana. Dia berkata dengan berlebihan, "Wow, kau sangat cantik. Kau bukan seorang wanita, melainkan seorang dewi." Su Qianci tertawa genit, membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lebih tertarik. Dia tampak seperti sedang berjalan keluar langsung dari sebuah majalah, dengan pesona yang luar biasa. "Apakah ini Su Qianci?" Seseorang tiba-tiba berbicara. Mendengar itu, orang-orang yang mencoba mengingat-ingat tiba-tiba tercerahkan. "Ya Tuhan. Ini Su Qianci? Benar-benar sangat berubah!" Liu Anan menggertakkan giginya karena cemburu membakar hatinya. Dia tersenyum dengan dingin dan berkata, "Operasi plastik yang sukses. Di mana kau melakukannya?" Perusahaan perhiasan mewah dan pengecer khusus Amerika yang bermarkas di kota New York. Chapter 103 - Gaun Milik Ibu Pernyataan Liu Anan dengan segera menarik perhatian orang-orang. Su Qianci melengkungkan bibirnya dan berkata sambil berjalan, "Kau bisa melakukannya untuk wajahmu." Yu Lili tiba-tiba tersedak anggur yang baru saja diminumnya, lalu tertawa terbahak-bahak. Saat dia tertawa, orang-orang di sekitarnya tidak bisa menahan tawa mereka juga. Wajah Liu Anan menjadi biru saat dia menyadari bahwa Su Qianci mengatakan bahwa wajahnya jelek. Liu Anan menjadi marah. "Su Qianci!" Su Qianci meliriknya. "Kau butuh sesuatu?" Melihat betapa tenangnya Su Qianci, Liu Anan merasa seperti dia baru saja memukul kapas, tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Ketika semua orang menatapnya, Liu Anan merasa sedang disudutkan. Saat dia berencana mengutuk Su Qianci, Su Qianci sudah membalikkan tubuhnya ke arah Lu Yihan dan bertanya, "Apakah ini sebuah pesta kostum?" Lu Yihan merasa bingung. "Tidak." "Baiklah ¡­. Aku pikir mereka berpakaian seperti Putri Salju dan ratu jahat. Aku keliru." Mendengar itu, semua orang memandang ke arah Liu Anan dan Lin Wanting. Yang seorang mengenakan gaun warna biru, dan yang lainnya mengenakan gaun hitam, seperti Putri Salju dan ratu jahat. Lin Wanting hampir menjadi gila. Dia merasa semua orang memandangnya dengan kejam. Seolah-olah semua orang merasa dia jelek. Air mata jatuh dari mata Lin Wanting ketika ia mengamuk. "Su Qianci, mengapa kau melakukan ini padaku? Aku tidak pernah melakukan apa-apa!" Su Qianci tampak kebingungan dan berkata, "Apa yang telah aku lakukan padamu?" Lin Wanting berhenti dan kemudian menjadi marah. "Aku memperlakukanmu sebagai seorang teman baik, tetapi kau berkomplot dengan Yu Lili untuk mengelabuiku agar membeli gaun semahal ini dan memotong rambutku. Tidakkah kau pikir itu terlalu berlebihan?" Yu Lili tidak senang mendengarnya. "Hei, dasar tidak tahu malu. Kau meminjam uang dari Qianqian untuk membeli gaun dan sepatumu. Kalau aku tidak menjadi penjaminmu, apakah kau pikir kau bisa meminjam uang begitu banyak?" Seorang gadis tiba-tiba tampak terkejut. "Kupikir dia tiba-tiba menjadi kaya. Ibuku memiliki gaun yang sama dan setidaknya harga gaun itu sekitar seratus ribu yuan. Jadi dia meminjam uang untuk membeli gaun ini?" "Tidak mungkin ¡­. Ibumu memiliki gaun yang sama?" "Sama persis. Dia punya keberanian untuk meminjam uang begitu banyak." Lin Wanting tiba-tiba menjadi pucat pasi, karena dia tidak mengharapkan Yu Lili untuk mengeksposnya di depan begitu banyak orang. "Itu benar. Aku masih memiliki surat kesepakatan utangmu. Jangan lupa untuk membayar Qianqian kembali." Yu Lili mengambil sebuah surat dari tas tangannya dan memberikannya kepada Su Qianci. "Ini, kau meninggalkan surat ini kemarin." Melihat surat kesepakatan utang yang ditulisnya sendiri, Lin Wanting menjadi semakin pucat dan berhenti. "Yu Lili, Su Qianci, apa yang pernah aku lakukan kepada kalian sehingga kalian mempermalukan aku seperti ini?" "Mempermalukanmu?" Su Qianci tampak kebingungan. "Kaulah yang meminjam uang, menulis surat kesepakatan utang, dan membahasnya. Kapan kami pernah mempermalukanmu?" Chapter 104 - Sebelum Badai Datang "Bukan salahmu jika kau bodoh. Tapi kau seharusnya tidak memamerkan kecerdasanmu." Yu Lili tersenyum dan mengejek, "Nona Lin Wanting, apakah IQ-mu mencapai lima puluh?" Semua orang mulai tertawa. Lin Wanting bahkan menangis lebih keras lagi. "Itu terlalu berlebihan," Liu Anan akhirnya berkata, tidak terdengar terlalu marah. Su Qianci baru saja memanggilnya Putri Salju, yang mana membuatnya merasa senang. "Baiklah. Itu sudah cukup." Di atas panggung, Fu Lengbing tampak tinggi dan tampan, sambil memegang mikrofon dia berkata, "Terima kasih teman-teman semua karena sudah hadir di reuni yang saya selenggarakan ¡­." Su Qianci dan Lu Yihan menemukan sebuah tempat untuk duduk dan kemudian Yu Lili ikut bergabung dengan mereka. Mereka bertiga minum-minum dan mengobrol, memiliki waktu yang menyenangkan. Liu Anan melirik Yu Lili dan Su Qianci dengan cemburu dan menarik Lin Wanting ke sebuah sudut terpencil. "Apakah kau masih ingat rencana kita? Kita akan membuat sebuah perubahan. Nanti, aku akan berbicara dengan mereka. Kau ambil kesempatan itu untuk memasukkan obat perangsang ke dalam gelas Su Qianci dan Lu Yihan. Yu Lili menyukai Lu Yihan, dan dia juga teman baik Su Qianci. Aku akan membiarkan Yu Lili menemukan bahwa sahabatnya sedang tidur dengan pria yang dicintainya." Liu Anan tampak sangat penuh perhitungan. dia bukan dalang di balik rencana itu, tetapi rencana ini adalah rencana terbaik yang pernah didengarnya. "Dengan cara ini, kita bisa membuat Yu Lili sengsara dan juga merusak reputasi Su Qianci di keluarga Li." Setelah mendengar itu, Lin Wanting juga terlihat muram. Dia bertanya, "Itu tidak pantas dilakukan, kan?" Liu Anan mengira Lin Wanting bersikap lunak, sambil mengentakkan kakinya dan mengomel dia berkata, "Mereka melakukan hal-hal yang begitu buruk kepadamu, membuatmu menjadi sebuah lelucon, dan meninggalkanmu dengan sebuah hutang dalam jumlah besar. Apakah kau tidak ingin balas dendam?" Lin Wanting mendengarnya dan menyeringai. "Maksudku, apakah ini terlalu ringan bagi mereka?" Liu Anan tidak menyangka perkataan itu akan keluar dari mulut Lin Wanting dan bertanya, "Apa idemu?" "Apakah kau melihat orang itu?" Lin Wanting menunjuk seseorang. Liu Anan segera mengenali bahwa dia adalah pria paling gemuk dan paling jelek di kelas mereka. "Ding Haibo?" "Ya. Pria itu tidak hanya besar, tetapi juga suka berganti-ganti pasangan. Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah tidur dengan beberapa aktris dan model. Aku mendengar beberapa wanita di antaranya telah meninggal di tempat tidurnya, dan semua kasusnya ditutup oleh ayahnya, sang direktur kepolisian. " "Aku sudah mendengarnya juga. Apa kau mau ¡­." "Aku akan membuat Su Qianci tidur dengan babi ini dan Yu Lili tidur dengan Lu Yihan." "Tidak mungkin. Kau ingin membuat impian Yu Lili menjadi kenyataan?" "Apakah kau tidak tahu bahwa Yu Lili adalah seorang wanita simpanan?" "Benarkah?" "Pria yang memeliharanya adalah Ou Ming. Jika dia mengetahui bahwa Yu Lili tidur dengan Lu Yihan, menurutmu apa yang akan terjadi pada mereka berdua?" Liu Anan tercengang dan kemudian tersenyum penuh arti. "Maka mereka tidak akan pernah bahagia lagi. Ou Ming pasti berniat untuk menyiksa mereka." "Dan juga, menurutmu apa akibatnya bagi Su Qianci setelah mengkhianati seseorang seperti Li Sicheng?" "Ha ha, pasti jauh lebih buruk daripada Lu Yihan dan Yu Lili." Yang lebih penting lagi, Li Sicheng sedang berada di hotel ini. Jika dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri ¡­ itu akan sangat menyenangkan. Sambil melirik ketiga temannya yang masih berbicara, Liu Anan dan Lin Wanting tersenyum keji. Chapter 105 - Beruntung Sambil melahap makanan di sebuah sudut, Ding Haibo melirik ke kiri dan kanan. Di reuni SMA ini, orang-orang tidak hanya bersaing dengan memamerkan kekayaan dan pekerjaan mereka, para gadis juga memamerkan lekuk tubuh mereka. Belahan dada yang dalam ada di mana-mana. Namun, dengan cepat menjadi membosankan untuk Ding Haibo. Dia melihat ke sebuah sudut dan melihat beberapa teman sedang berbincang bersama dengan gembira. Gadis dengan gaun biru tua itu yang paling anggun dan jelita. Itu adalah Su Qianci! Dia adalah primadona sekolah di SMA dan yang paling cantik di reuni ini. Saat Ding Haibo sedang terpukau oleh Su Qianci, dia tiba-tiba mencium aroma parfum murahan ketika seorang wanita berpakaian hitam berdiri di hadapannya ¡­. Melihat Yu Lili, Su Qianci, dan Lu Yihan tengah asyik berbincang bersama, beberapa teman mereka juga datang untuk bergabung dengan mereka. Mereka bersenang-senang bersama. Su Qianci telah minum sedikit terlalu banyak dan bangkit dari duduknya untuk kemudian pergi ke toilet. Dia melihat Liu Anan mengatakan sesuatu kepada pelayan, tetapi tidak terlalu memperhatikannya. Namun, ketika dia keluar dari toilet, Su Qianci berpapasan dengan seseorang yang dikenalnya. Lin Wanting sedang memperbaiki riasannya di depan sebuah cermin. Melihat Su Qianci berjalan keluar, dia segera meletakkan peralatan riasnya dan menatap Su Qianci dengan marah. Su Qianci mengabaikannya, mencuci tangannya, dan siap untuk pergi. Namun, ketika dia berjalan keluar dari pintu, dia tiba-tiba merasakan sesuatu di belakang punggungnya. Walaupun pengalaman ketika berada di studio seni bela diri pada akhirnya tidak begitu menyenangkan, dia tetap saja pernah mempelajari Jujitsu. Melihat sebuah tangan berusaha meraihnya, Su Qianci mengerutkan keningnya, melangkah ke samping, dan menghindari serangan itu. Su Qianci langsung meraih pergelangan tangan orang itu dan menariknya ke depan. Lin Wanting tidak menyangka bahwa Su Qianci sangat waspada. Dia jatuh ke depan dan kehilangan keseimbangannya, sambil mengeluarkan sebuah suara jeritan. Mendengar jeritan itu, Ding Haibo, yang telah menunggu di depan pintu merasa sangat gembira dan membuka pintu seperti yang diperintahkan kepadanya, dia merentangkan tangannya lebar-lebar. Ketika memeluk tubuh yang lembut, Ding Haibo tidak melihat siapa itu dan tiba-tiba merasa cukup puas. Dia segera meraih payudara gadis itu dan meremasnya dengan keras. Ketika hendak bertindak lebih jauh, Ding Haibo melihat Su Qianci berdiri di dalam toilet wanita, tampak tercengang. Karena Su Qianci berdiri di hadapannya, lalu siapa wanita yang berada dalam pelukannya ini? Ding Haibo menunduk dan melihat ekspresi aneh di wajah Lin Wanting. "Aaaaaaah!" Lin Wanting menjerit dan mendorong Ding Haibo menjauh. Ding Haibo merasa sangat tidak puas ketika melihat itu adalah Lin Wanting. "Apakah kau buta? Perhatikan ke mana kau pergi." Ding Haibo lalu melihat telapak tangannya, kehilangan rasa sentuhan lembut. Lin Wanting merasa malu sekaligus marah. Dia berbalik dan menjadi marah. "Su Qianci!" Su Qianci tampak sedikit bersimpati dan kemudian melirik Ding Haibo, berkomentar, "Kau cukup beruntung, bukan?" Benar-benar tercengang, Ding Haibo merasa ada seekor kucing mencakar hatinya. Dia menatap punggung Su Qianci ketika gadis itu pergi, berhasrat untuk melakukan sesuatu. Lin Wanting menggertakkan giginya. Ketika dia ingin membalas Su Qianci, dia melihat Su Qianci tengah mengambil segelas koktail dari seorang pelayan -- pelayan yang telah diajak bicara oleh Liu Anan sebelumnya. Melihat hal itu, Lin Wanting menjadi tenang sambil menyeringai dalam hati. Su Qianci, mari kita tunggu apa yang akan terjadi. Chapter 106 - Tertangkap Basah Di Ranjang Ketika Su Qianci hendak kembali ke tempat duduknya dengan segelas koktail di tangannya, Liu Anan berjalan menghampirinya. Sambil melirik gelas Su Qianci, Liu Anan mengangkat gelasnya sendiri ke arah Su Qianci dan berkata, "Aku bersikap sangat menyebalkan pada saat itu. Dan aku ingin meminta maaf padamu. Qianci, bisakah kita kembali bersahabat?" Su Qianci tidak mau minum bersamanya, dia merasa geli saat melihat Liu Anan. Bersahabat? Liu Anan selalu memperlakukan Su Qianci seperti orang bodoh. Jika dirinya adalah Su Qianci yang dulu, dia mungkin akan tertipu oleh Liu Anan, tetapi sekarang ¡­ "Apakah kita pernah bersahabat?" Tidak menduga hal itu dari Su Qianci, Liu Anan memegang gelasnya erat-erat dan tersenyum enggan. "Tentu saja, bukankah kita berteman baik?" "Benarkah?" Su Qianci melengkungkan bibirnya. "Aku pasti lupa." Kemudian, Su Qianci mencoba untuk mendekatinya. Ketika melihat minuman yang belum diminum sama sekali di tangan Su Qianci, Liu Anan menjadi gugup. Dia melihat Su Qianci mengambil gelas minuman dari pelayan itu. Namun, Su Qianci tidak meminumnya sama sekali. Apakah dia telah mengetahuinya? Liu Anan merasa gelisah, dia merasa Su Qianci menjadi misterius. Dan Liu Anan hanya merasa gelisah seperti ini ketika dirinya berada di sekitar Li Sicheng sebelumnya. Mungkin Su Qianci telah mempelajari satu atau dua hal dari suaminya? Namun, tidak peduli apapun itu, Su Qianci harus meminum minuman dari gelas itu hari ini. "Liu Anan," Lin Wanting memanggilnya. Liu Anan menoleh ke belakang dan melihat Lin Wanting datang, dia berbisik, "Aku sudah memberi Ding Haibo obat perangsang dan membuatnya memesan sebuah kamar di hotel ini. Selama kita membawa Su Qianci ke sana, dia tidak akan bisa melarikan diri mengingat betapa kuatnya efek dari obat itu. Selanjutnya, kuserahkan padamu. " Liu Anan tersenyum setuju. "Bagus sekali. Mari kita nikmati pertunjukannya." Meskipun penting untuk mengurus Ding Haibo, hal itu tidak cukup untuk menghancurkan Su Qianci. Namun, jika Su Qianci dan Ding Haibo bisa tertangkap basah di ranjang ketika sedang melakukannya, itu akan menjadi cerita yang berbeda. Melihat mereka berbisik-bisik satu sama lain, Su Qianci tahu jika mereka sedang merencanakan sesuatu. Tetapi apakah itu? Acara reuni ini sudah cukup berbeda dengan apa yang telah dialami Su Qianci di kehidupan sebelumnya. Su Qianci tidak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Seketika Su Qianci menjadi waspada, dia meminum seteguk minuman dari gelasnya, dan kemudian tenggelam dalam pikirannya. Ketika Liu Anan menoleh ke belakang, dia melihat Su Qianci sedang meminum minuman itu. Meskipun itu hanya seteguk, Liu Anan merasa sangat gembira. Dia telah meminumnya! Su Qianci memperhatikan kedua gadis itu. Ketika melihat tatapan mata Liu Anan, Su Qianci merasa sesuatu sedang mengancamnya. Menyadari tatapan dari Su Qianci, Liu Anan terkejut. Apakah Su Qianci benar-benar mencurigai sesuatu? Merasa bersalah sekaligus gembira, Liu Anan lalu berkata, "Su Qianci, meskipun kau tidak mengakui persahabatan kita, aku bersungguh-sungguh ketika aku mengatakan bahwa kau adalah teman baikku. Mari kita minum sebagai permintaan maafku kepadamu!" Kemudian, Liu Anan meminum seluruh anggur di gelasnya. Melihat Su Qianci tidak bergerak, dia memohon, "Su Qianci, kita mengenal satu sama lain dengan baik, bukan? Kumohon minumlah denganku." Meskipun merasa aneh, Su Qianci tetap meminum minuman di tangannya di bawah tatapan memohon dari Liu Anan. Chapter 107 - Pintunya Terbuka Setelah menyelesaikan urusan bisnisnya, Li Sicheng mendapatkan sebuah pesan di ponselnya. Pesan itu berisi sebuah foto. Nomor pengirimnya tidak dikenal. Li Sicheng mengunduh foto itu dan melihat sebuah sosok yang dikenalnya. Dalam balutan gaun biru tua, Su Qianci tampak sangat menawan. Wajahnya sedikit memerah dengan seorang pria tinggi dan tampan mengenakan kacamata di hadapannya. Mereka saling memandang dan tersenyum. Keduanya sedang berdiri di sebuah koridor. Dilihat dari dekorasinya, mereka seharusnya berada di Royal Hotel juga, sama seperti Li Sicheng saat ini. Kemudian, dia mendapat sebuah pesan lain. Kali ini adalah sebuah foto nomor kamar hotel. F 1805 Kedua foto tersebut tak akan berarti apa-apa jika diterima secara terpisah. Namun, mereka dikirim pada saat bersamaan. Tentunya, sang pengirim mencoba mengatakan sesuatu. Hati Li Sicheng tiba-tiba merasa sangat kecewa. Kemarahan tak terkendali menguasai dirinya. Tang Mengying sudah mengenal Li Sicheng selama lebih dari satu dekade, jadi dia bisa segera mengetahui bahwa Li Sicheng sedang berada dalam suasana hati yang buruk. Tang Mengying merasa senang, dia tahu bahwa rencana Liu Anan sudah dimulai. Sambil melirik ke arah ponsel Li Sicheng, Tang Mengying mengatur dokumen-dokumen di tangannya dengan tenang dan berkata, "Aku mendengar ada reuni SMA dari kelas Su Qianci hari ini. Mereka mengadakan acaranya di sini juga. Aku yakin acaranya belum berakhir. Bagaimana kalau kita pergi melihatnya? " "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Suara Li Sicheng sangat dingin hingga dapat membekukannya. Jantung Tang Mengying tiba-tiba berdetak kencang saat dia menjelaskan, "Sepupuku adalah teman sekelasnya, jadi ¡­." Jadi wajar baginya untuk mengetahui bahwa Su Qianci sedang berada di hotel yang sama. Seakan menerima penjelasan tersebut, Li Sicheng bangkit berdiri dan berjalan cepat ke pintu. Tang Mengying merasa lega, dia mengambil ponselnya dan melihat pesan dari Liu Anan dua puluh menit yang lalu: "Kami sudah siap." Sambil mengulum senyumnya, Tang Mengying menghapus pesan itu dan berlari untuk menyusul Li Sicheng. Saat melihat Su Qianci telah meminum minumannya, Liu Anan tersenyum penuh rasa terima kasih dan berkata, "Su Qianci, aku tahu bahwa kita adalah teman baik. Kau setuju denganku, bukan?" Su Qianci merasa sedikit merinding melihat senyuman Liu Anan dan melangkah mundur. "Aku hanya merasa haus. Jangan menanggapinya secara berlebihan." Kemudian, Su Qianci dengan cepat kembali ke teman-temannya. Meskipun diabaikan seperti itu, Liu Anan sama sekali tidak merasa terganggu, tetapi tertawa-tawa penuh kemenangan. Kau akan segera hancur ¡­. Su Qianci segera menyadari gerak-gerik Liu Anan dan Lin Wanting yang ganjil, dia bertanya-tanya apa yang sedang mereka harapkan. Di bawah pengawasan mereka, Su Qianci sengaja berjalan menuju pintu ruang bar yang berupa pintu kaca, sehingga dengan jelas menunjukkan apa yang sedang terjadi di belakangnya. Su Qianci segera melihat Lin Wanting menyusulnya. Sambil menyeringai dalam hati, Su Qianci pura-pura kehilangan keseimbangan dan berpegangan pada sebuah kursi. Saat melihat Su Qianci seperti itu dari kejauhan, Lin Wanting dengan cepat memegang lengan Su Qianci, terlihat khawatir. "Qianci, kau baik-baik saja? Apakah kau mabuk?" Su Qianci mengibaskan tangannya tetapi dirinya ditarik dengan paksa oleh Lin Wanting. "Aku akan membawamu untuk beristirahat. Kau harus berbaring sebentar." Ada sesuatu yang aneh! Su Qianci membiarkan Lin Wanting menuntunnya, dengan segera mereka masuk ke dalam lift dan pergi ke lantai delapan belas, di depan kamar F 1805. Lin Wanting mendengar sebuah suara dari dalam, dia mengabaikannya dan mengeluarkan sebuah kartu kunci kamar dari dompetnya, memindainya di pintu. Biip! Pintunya terbuka ¡­. Chapter 108 - Memang Pantas Menerimanya Begitu pintu terbuka, suara itu segera berhenti. Lin Wanting tetap tenang dan berkata dengan penuh perhatian, "Beristirahatlah dengan tenang." Lalu dia mendorong Su Qianci ke dalam kamar. Mata Su Qianci menjadi dingin saat mendengar suara seseorang sedang terengah-engah. Meskipun suaranya tidak terlalu jelas, Su Qianci tiba-tiba merasakan dirinya dalam bahaya. Pasti ada sesuatu yang salah. Sambil melangkah mundur, Su Qianci menyingkirkan tangan Lin Wanting dan memilin lengannya. Lin Wanting menjerit dan didorong ke dalam kamar oleh Su Qianci sebagai gantinya. Kamar itu sangat gelap, tetapi Su Qianci bisa mendengar suara terengah-engah yang semakin mendekat. Di bawah cahaya dari pintu koridor, Su Qianci bisa melihat wajah gemuk Ding Haibo yang gemetar kesakitan, matanya merah. Terkejut, Su Qianci segera mundur. Lin Wanting, yang sudah berada di dalam kamar, tidak punya waktu untuk melarikan diri. Dia berteriak, "Pergi!" Namun, dia ditarik ke dalam secara tiba-tiba oleh Ding Haibo. "Tidaaaak!" Lin Wanting berusaha melepaskan diri, kakinya menendang-nendang. Dia menatap Su Qianci dengan putus asa, memohon, "Selamatkan aku. Qianci, kumohon!" "Berikan padaku!" napas Ding Haibo terengah-engah, tangannya yang gemuk dengan cepat merobek pakaian Lin Wanting. Gaun mahal itu tercabik-cabik. Menyaksikan hal itu, Su Qianci tidak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka bahwa dia akan menyaksikan sesuatu seperti ini. Sebagai seseorang yang telah dewasa, Su Qianci mengerti apa arti dari reaksi Ding Haibo tersebut. Namun, dia tiba-tiba merasa merinding. Su Qianci meraih handel pintu dan menutup pintu di belakangnya. Jeritan itu segera menghilang. Su Qianci tidak pernah merasa sesenang ini karena sudah mempelajari Jujitsu sebelumnya. Lin Wanting hampir berhasil menghancurkan hidupnya sekali lagi. "Tolong ¡­." Su Qianci masih dapat mendengar suara Lin Wanting secara samar-samar. Setiap teriakannya terasa seperti sebuah palu, membuat Su Qianci ketakutan. Jika dia tidak bertindak dengan cepat mendorong Lin Wanting masuk ke dalam kamar, itu akan menjadi perjuangannya untuk melawan Ding Haibo. Saat memikirkan adegan menyedihkan yang baru saja disaksikannya, Su Qianci tidak bisa menahan perasaan kecewa dan sedih. Namun, satu-satunya hal yang tidak dirasakannya adalah simpati. Dia memang pantas menerimanya! Liu Anan memegang ponselnya sambil tersenyum puas. Akan tetapi, ketika dia melihat sosok elegan Su Qianci memasuki ruang bar, senyumnya langsung membeku. Su Qianci berjalan dengan mantap, matanya dingin. Bagaimana itu mungkin? Liu Anan melihat Su Qianci minum minuman dengan obat perangsang itu. Kenapa dia sadar? Terkejut, Liu Anan tidak bisa menahan perasaan gugup ketika Su Qianci mendekatinya. Su Qianci menunduk dan melihat tulisan "terkirim" di ponsel Liu Anan dan segera merebut ponsel itu. Dengan sekali ketuk, Su Qianci melihat kedua foto itu. Matanya menjadi lebih dingin, Su Qianci mengangkat tangannya dan menampar Liu Anan tepat di wajahnya. Chapter 109 - Suaminya Plak! Perhatian semua orang tertuju pada suara tamparan itu. Liu Anan ditampar secara tak terduga, tetapi dia segera sadar kembali dan berteriak, ingin membalas Su Qianci. Namun, Su Qianci bahkan lebih cepat. Menahan tangan Liu Anan dengan satu tangan, Su Qianci menggunakan tangannya yang lain untuk menampar sisi lain wajah Liu Anan. Orang-orang mulai berkumpul mengerumuni mereka. "Su Qianci!" Liu Anan hampir menjadi gila. Dia tidak pernah diperlakukan seperti ini. Merasa pipinya panas terbakar, dia tahu bahwa wajahnya pasti membengkak. Dengan berurai air mata, dia melemparkan dirinya ke Su Qianci dengan penuh kemarahan. Su Qianci melangkah ke samping dengan cepat, dan Liu Anan hampir terjatuh ke depan. Ketika dia berusaha mendapatkan kembali keseimbangannya, punggung Liu Anan didorong dan akhirnya dia terjatuh ke lantai. Meskipun dia tidak terluka karena lantainya dilapisi karpet, Liu Anan merasa sangat dipermalukan. "Hei." Fu Lengbing menghentikan Su Qianci dan berkata, "Kita selalu bisa membicarakannya. Jangan menggunakan kekerasan." Su Qianci meliriknya dan membentak, "Lepaskan!" Fu Lengbing berhenti dan segera meletakkan tangannya di udara. Saat melihat bahwa Su Qianci ingin memukulnya lagi, Liu Anan meringis dan mengerang. "Su Qianci, apa yang pernah aku lakukan padamu sehingga kau memperlakukanku seperti ini?" Su Qianci menyeringai. "Apa yang telah kau lakukan?" Kemudian, dia mengangkat ponsel Liu Anan dan berdiri. "Kenapa kau mengirim foto-foto seperti ini kepada suamiku?" Suami? Dia sudah menikah? Sebagian besar teman-teman sekelasnya tidak mengetahuinya, mereka memandangnya dengan penuh rasa ingin tahu. Liu Anan meringis dan segera berteriak keras, "Apa yang sedang kau bicarakan? Aku tidak mengerti." Su Qianci mengirim kedua foto itu ke grup obrolan kelas SMA mereka. Dengan segera, banyak ponsel yang berdering. Melihat foto pertama, Lu Yihan terpana. Dan ketika dia menggeser dan melihat foto ke dua yang memperlihatkan sebuah nomor kamar, dia langsung terlihat murung. "Dia mengirim foto-foto seperti ini?" "Tidak mungkin ¡­. Mereka hanya mengobrol. Dan dia menindaklanjutinya dengan mengirim foto sebuah kamar hotel. Apa artinya itu? Itu tidak membuktikan apa-apa." "Aku yakin suaminya tidak akan berpikir demikian." Liu Anan menjadi pucat dan dengan cepat menjelaskan, "Ponsel itu bukan milikku. Lin Wanting memintaku untuk memegangnya untuknya. Ini bukan urusanku." "Benarkah? Periksa waktu pengirimannya. Sudah lima menit yang lalu. Apakah Lin Wanting bahkan berada di sini?" "Dia pasti memprogram pesan ini untuk dikirim pada waktu itu untuk menjebakku." "Baiklah kalau begitu. Bagaimana Lin Wanting bisa memiliki nomor telepon suamiku kalau begitu?" Su Qianci terlihat ganas. Mereka yang sudah mengenal Su Qianci dengan baik merasa terkejut dengan keganasannya yang tiba-tiba. Sejak kapan dia menjadi begitu kuat? "Aku ¡­." Liu Anan merasa sangat tertekan oleh Su Qianci, merasa gugup. Ketika Li Sicheng memasuki ruang dansa itu, dia melihat sebuah kerumunan orang berkumpul. Samar-samar dia mendengar Su Qianci bertanya, "¡­ memiliki nomor telepon suamiku kalau begitu?" Kata "suamiku" membuat pandangan Li Sicheng menjadi lembut. Itu tidak terdengar terlalu buruk. Chapter 110 - Siapa Yang Kau Sebut Pelacur Sambil menghindari kontak mata, Liu Anan berkata dengan percaya diri, "Bagaimana aku bisa mengetahui metode yang dia gunakan? Kau harus bertanya pada Lin Wanting bukan aku." "Su Qianci, jangan melewati batas. Kau mengintimidasi Anan." Seorang gadis berambut pendek dengan sebuah gaun merah muda sederhana berjalan menghampiri Liu Anan, jelas terlihat memihak padanya. "Tepat sekali. Lin Wanting dengan jelas menjebakmu dan Liu Anan." Seorang gadis lain berjalan menghampiri, berdiri di samping Liu Anan. Setelah ditampar, Liu Anan menyimpan sebuah dendam. Melihat orang-orang memihak padanya, dia segera menangis. Itu adalah mereka. Di kehidupan sebelumnya, kedua orang kaki tangan Liu Anan itu juga terlibat dengan pengalaman Su Qianci yang menyedihkan. Di kehidupannya yang sekarang ini, mereka masih berpihak pada Liu Anan, mencoba untuk membenarkan perilakunya. "Kau dibesarkan di sebuah panti asuhan, jadi kau tidak punya orang tua untuk mengajarimu mana yang benar dan salah. Dan sepertinya kau juga agak bodoh. Bukankah itu benar?" kata salah seorang gadis. Gadis yang lainnya segera menyeringai. Lu Yihan sangat marah, dia berdiri di samping Su Qianci, dan memperingatkan kedua gadis itu dengan dingin, "Seharusnya kalian tidak mengatakan hal itu." "Ya ampun, ini dia sang malaikat pelindung. Kenapa kau tidak mengatakan apapun ketika dia memukul Liu Anan? Dasar *njing." "Kau pikir tidak ada yang memperhatikan kalian? Kau selalu memperlakukan Su Qianci dengan berbeda. Sayangnya, dia telah menemukan om senang yang jauh lebih baik dan tidak tertarik pada seorang pecundang sepertimu." "Seorang pelacur dan seekor anjing adalah pasangan yang sempurna." Kedua gadis itu mengatakannya dengan nada sekejam mungkin. Liu Anan terlihat jauh lebih baik, dia jelas senang mendengarnya. "Kalian berdua minta maaf sekarang!" Lu Yihan berteriak marah, tampak seperti orang yang berbeda dari pria ceria beberapa saat yang lalu. Semua orang mengenalnya sebagai seseorang yang selalu bermain-main. Tidak ada yang mengira bahwa dia akan terlihat begitu menakutkan ketika dia sedang marah. Semua orang agak kaget. Namun, ketika kedua gadis itu berpikir tentang keadaan Lu Yihan yang miskin, mereka menjadi lebih berani. Liu Anan menertawakannya, "Apakah mereka salah?" "Ayo minta maaf!" Lu Yihan menatap dengan mata lebar, jelas terlihat sangat kesal. "Aku tidak memukul wanita, tetapi jangan membuatku melakukannya. Minta maaf kepada Su Qianci." "Kenapa kami harus minta maaf? Kami tidak salah. Su Qianci itu seorang wanita j*alang! Pel*cur!" Ketika Lu Yihan hendak kehilangan kesabarannya, sebuah suara yang dalam menembus kerumunan orang banyak, "Siapa yang kau sebut pel*cur?" Mendengar suara itu, Su Qianci terkejut, melihat ke asal suara itu dengan pandangan tidak percaya. "Itu Li Sicheng!" Seseorang berbicara terlebih dulu. Banyak orang yang menoleh karena mendengar nama itu. Sebagai seorang penduduk kota Kotaraja, kau mungkin tidak tahu siapa walikotamu. Namun, tidak mungkin kau tidak pernah mendengar tentang Li Sicheng. Kerumunan orang-orang itu secara otomatis berpencar, memberi jalan kepada pria yang mengenakan setelan hitam itu. Matanya luar biasa dingin, Li Sicheng menatap gadis yang menyebut Su Qianci seorang pelacur. Gadis itu tiba-tiba ketakutan, seluruh tubuhnya merinding ketakutan. Sebuah kengerian yang luar biasa sedang melandanya ¡­. Chapter 111 - Dia Melepas Jasnya Sosok Li Sicheng yang tinggi memasuki kerumunan. Seperti seorang raja, dia terlihat sangat berbeda dari yang semua orang yang ada di sana. Namun, saat dia memasuki ruangan, dia menarik perhatian semua orang. Matanya yang gelap seperti belati, menusuk gadis yang tadi berbicara dengan tidak pantas. Namun, ketika orang-orang berpikir Li Sicheng hendak melakukan sesuatu, dia segera memalingkan wajahnya. Tatapannya bahkan tidak bertahan selama dua detik, seolah-olah itu hanya sebuah pandangan yang tidak sengaja. Dengan suaranya yang dalam, Li Sicheng memanggil, "Cheng You." Setelah menghabiskan waktu tiga tahun bekerja dengan Li Sicheng, Cheng You mengenal atasannya dengan cukup baik. Tidak ada kata-kata lain yang diperlukan, asisten spesial itu sudah mengetahui apa yang diinginkan Li Sicheng. "Baik." Cheng You dengan cepat mengangguk, berbalik, dan meninggalkan ruang dansa tersebut. Kemudian, orang-orang mulai menyadari bahwa di belakang Li Sicheng, ada dua orang wanita yang mengikutinya. "Sepupu!" Saat melihat Tang Mengying, Liu Anan tiba-tiba menangis. Tang Mengying mengerutkan kening, tidak memperhatikannya. Namun, Liu Anan segera mengeluh, "Wajahku. Dia memukul wajahku!" Di mata Liu Anan, Tang Mengying jelas merupakan seseorang yang bisa diandalkan. Selain itu, karena Tang Mengying dan Li Sicheng sudah saling mengenal selama bertahun-tahun, Li Sicheng pasti akan membantu Tang Mengying selama Tang Mengying mengatakan sesuatu. Wajahnya berlinang air mata, Liu Anan melihat tanpa daya ke arah Tang Mengying. Meskipun merasa sedikit tidak sabar, Tang Mengying masih bertanya dengan suara lembut, "Siapa yang melakukan ini?" "Su Qianci yang melakukannya!" "Ya ¡­." Tang Mengying sepertinya ragu-ragu, melirik Li Sicheng dengan diam-diam. Wajahnya yang tampan terlihat sangat istimewa di bawah sinar lampu gantung bergaya Eropa. Namun, dia sangat dingin dan acuh tak acuh. Tang Mengying tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya. Li Sicheng sepertinya tidak memperhatikan pembicaraan mereka, dia berjalan ke arah Su Qianci dengan cepat. Melihat itu, semua orang terkejut. Li Sicheng ¡­ berjalan menghampiri Su Qianci? Apa artinya itu? Tatapan kagum gadis-gadis yang ada di sana tiba-tiba berubah menjadi terkejut dan kemudian berubah menjadi tatapan penuh kecemburuan dan kebencian ¡­. Meskipun orang-orang memandangnya dengan pandangan yang berbeda, semua yang bisa dilihat oleh Su Qianci hanyalah Li Sicheng seorang saja. Dia merasa setiap langkah kaki Li Sicheng ibarat sebuah gempa bumi di hatinya. Dia di sini? Bukankah seharusnya dia memilih untuk menjadi seorang penonton? Li Sicheng menunduk dan melihat bahu Su Qianci yang terbuka, alisnya sedikit berkerut. Ketika melihat Li Sicheng membuka kancing jasnya, Su Qianci merasa terkejut. Kenapa dia melepas jasnya? Apa yang ingin dia lakukan? Su Qianci teringat akan kulit kecokelatan dan tubuh berotot di balik kemejanya yang telah dilihatnya ¡­. Dia ingin melangkah mundur, tetapi tangannya tertangkap oleh Li Sicheng. Dia mendongak dan melihat matanya, mendadak wajah Su Qianci memerah. Ketika dia akan menjelaskan, Li Sicheng telah mengenakan jasnya pada Su Qianci. "Waktunya pulang, istriku." Chapter 112 - "waktunya Pulang, Istriku." Istri ¡­. Su Qianci tiba-tiba merasakan sesuatu menghujam hatinya, dan sebuah perasaan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata tiba-tiba menguasai dirinya. Dia tadi memanggilnya? Su Qianci merasa terpana, seolah-olah sedang tidak sadarkan diri. Namun, panas tubuhnya yang tertinggal di jas itu terasa begitu nyata ¡­. Saat Li Sicheng mengatakan hal itu, beberapa orang otomatis mengeluarkan suara teriakan kecil. "Astaga, suami Su Qianci adalah Li Sicheng?" "Benarkah? Apa yang dilihatnya dalam diri seorang ¡­." Orang itu segera menghentikan kata-katanya, melihat ke arah Li Sicheng dengan malu-malu. "Tuan Li ¡­." Gadis yang baru saja memaki Su Qianci tiba-tiba menjadi khawatir. "Aku hanya bercanda dengan seorang teman lama ¡­ tidak benar-benar mencoba untuk menghinanya ¡­. Tuan Li ¡­." Melihat reaksi gadis itu, Lu Yihan merasa jengkel. Meskipun Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa dan tidak melakukan apa pun, orang-orang itu sudah memohon dan mencoba untuk menyanjungnya. Saat ini, Lu Yihan merasa seperti seorang badut. Sungguh menyedihkan! Li Sicheng berdiri di samping Su Qianci, terlihat cukup serasi. Memang, dengan seorang pria seperti itu di sisinya, Su Qianci tidak membutuhkan perlindungan dan bantuan Lu Yihan, kan? Tapi Lu Yihan tidak mau menyerah ¡­. Li Sicheng sepertinya tidak mendengar kata-kata gadis itu dan berbisik kepada Su Qianci, "Ayo pergi." Tangan kasarnya menggenggam jari-jari Su Qianci yang mengepal dengan gugup, menariknya pergi. Su Qianci menyusul Li Sicheng, dengan berbagai pandangan yang dilemparkan padanya, kepalanya tertunduk dan jantungnya berdetak kencang. Dia sepertinya adalah gadis yang membuat semua orang iri. Tapi dia merasa semuanya tidak nyata, seolah-olah dia telah mencuri kebahagiaan ini dari suatu tempat. Tanpa sadar, Su Qianci menoleh ke belakang dan melihat Tang Mengying berdiri terpaku di samping Liu Anan yang pipinya membengkak. Tang Mengying juga tampak cemburu pada Su Qianci. Hal itu membuat Su Qianci merasa lebih baik. Su Qianci berlari kecil untuk mengikuti Li Sicheng, memegangi lengannya, dan tersenyum menjauh. Dengan beberapa dokumen di tangannya, Tang Mengying menggertakkan giginya. Kemarahan dan kebencian tumbuh subur dalam hatinya seperti rumput liar. Jika tidak ada Su Qianci, Tang Mengying akan menjadi orang yang menikmati semua kemewahan ini. Ketika pasangan itu hendak meninggalkan ruang dansa, gadis yang memaki Su Qianci tiba-tiba mendengar ponselnya berdering. "Hai Ayah." Namun, dalam waktu kurang dari dua detik, ekspresi wajah gadis itu tiba-tiba berubah saat dia berteriak, "Apa? Bagaimana ini bisa terjadi? Pagi tadi semuanya baik-baik saja. Bagaimana kita bisa bangkrut hanya dalam satu hari?" Bangkrut? Semua orang menatapnya. "Siapa yang aku hina? Aku tidak ¡­." Ketika gadis itu hendak berbicara kembali, dia tiba-tiba melihat Li Sicheng dan Su Qianci pergi dan menjadi pucat pasi. Chapter 113 - Lima Pil Semua orang tiba-tiba merasa merinding saat menatap pasangan itu meninggalkan ruangan. Pikiran gadis itu menjadi kosong. Tiba-tiba, dia mengejar pasangan tersebut seperti orang gila, sambil berteriak, "Tuan Li, Tuan Li!" Namun, sebelum dia berhasil mendekatinya, seorang wanita menghentikan gadis itu. Cheng You menghalangi jalannya dengan wajah tanpa ekspresi, berkata dengan dingin, "Tidak ada gunanya." Akan tetapi, gadis itu tidak akan menyerah, dia mencoba mendorong Cheng You menjauhinya. Pada saat itu seseorang bahkan lebih cepat darinya. Fu Lengbing menghentikan gadis itu dan pura-pura menghiburnya. "Daripada meminta maaf, kau harus berpikir tentang kemelut yang sedang dihadapi keluargamu sekarang. Bukankah itu benar, Cheng You?" Fu Lengbing menampilkan senyum terbaiknya, tetapi Cheng You hanya meliriknya dan mengangguk. Cheng You lalu berkata kepada Tang Mengying, "Nona Tang, tolong siapkan berkasnya sesegera mungkin. Aku membutuhkannya pada jam sepuluh." Saat diperlakukan seperti seorang bawahan di depan umum, Tang Mengying merasa sedikit malu. Namun, Cheng You memang atasannya, jadi dia hanya mengangguk. Sambil menatap Tang Mengying dalam-dalam, Cheng You berbalik pergi. Mata Fu Lengbing berbinar karena dia mengaguminya. "Cantik sekali." "Lepaskan aku," teriak gadis itu, ingin mengejar pasangan tersebut, tetapi Fu Lengbing tidak akan melepaskan tangannya untuk membuat Cheng You dan Li Sicheng terkesan. Cheng You segera menghilang dari pandangan semua orang. Tang Mengying menatap Liu Anan dan memerintahnya, "Kemarilah!" Liu Anan gemetar ketakutan dan segera mengikuti Tang Mengying ke sebuah sudut. "Aku sudah memberimu obat perangsang itu. Itu adalah sebuah tugas yang sederhana dan kau mengacaukannya." Tang Mengying dengan sengaja merendahkan suaranya, tetapi kemarahannya sangat jelas terlihat. Liu Anan merasa sedikit jengkel. "Aku sudah memberi tahu pelayan itu untuk memberinya vodka soda dan melihat Su Qianci meminumnya ¡­ aku tidak tahu kenapa ¡­." "Vodka soda?" Tang Mengying meledak. "Su Qianci tidak pernah minum vodka. Apa kau tidak tahu hal itu?" Liu Anan tercengang. "Tidak mungkin ¡­ aku melihat ¡­." Namun, dia tiba-tiba teringat sesuatu. Memang, minuman yang dia beri obat perangsang adalah vodka soda, tetapi Su Qianci sepertinya meminum sampanye. Namun, bagaimana Su Qianci punya waktu untuk mengganti minumannya? Liu Anan berpikir dengan keras dan mengingat-ingat jeda waktu ketika Lin Wanting memanggilnya untuk berbicara. Itu kurang dari satu menit. Namun, itu hanya satu-satunya waktu di mana matanya tidak memperhatikan Su Qianci. "Idiot. Kau bahkan tidak bisa melakukan sebuah tugas sesederhana itu dengan benar. Aku seharusnya tidak menyia-nyiakan semua upaya untuk membersihkan namamu di Weibo. Jika aku tahu kau sangat tidak berguna, aku seharusnya melakukan hal ini sendiri." Tang Mengying terdengar sangat marah, yang membuat Liu Anan menjadi pucat pasi. Dia segera berkata, "Sepupu, jangan marah. Aku punya sesuatu yang lain." "Mereka sudah pergi. Apa lagi yang mungkin kau miliki?" "Kamar hotel itu! Aku meminta Lin Wanting mencuri KTP Su Qianci untuk memesan kamar hotel. Itu buktinya." Tang Mengying hampir tidak bisa berkata-kata lagi. Dia menggertakkan gigi dan berkata, "Idiot. Tidak bisakah mereka memeriksa rekaman kamera pengintai? Dan juga, di mana Lin Wanting?" Liu Anan tercengang, lalu tiba-tiba menyadari bahwa Lin Wanting sudah pergi lama. Saat memikirkan sesuatu, pandangan Liu Anan tiba-tiba berubah saat dia berkata, "Ding Haibo masih ada di kamar hotel itu. Aku memberinya lima pil!" Chapter 114 - Akibat Dari Perbuatan Lin Wanting Tang Mengying kaget dan menjerit. "Lima pil, kau bisa membunuh dia!" Liu Anan hampir menangis. "Apa yang harus aku lakukan? Aku akan memanggil ambulans ¡­." Namun, Tang Mengying segera mengambil ponsel Liu Anan dan berkata, "Apakah kau gila? Jika kau memanggil ambulans, kau mungkin akan masuk penjara." "Lalu apa yang harus aku lakukan?" Wajah Tang Mengying terlihat murung saat dia berkata dengan tenang, "Kau pura-pura tidak tahu saja dan pulang." "Tetapi ¡­." "Kau mau masuk penjara?" "Tidak!" "Kalau begitu pulanglah ke rumah dan berpura-pura bahwa kau tidak tahu apa-apa." Orang-orang mulai meninggalkan ruangan dansa tersebut , tetapi beberapa teman dekat tetap tinggal untuk minum-minum. Hampir semua orang pulang sekitar pukul sepuluh. Ketika beberapa orang terakhir siap untuk pulang, seorang pria yang adalah teman Fu Lengbing tiba-tiba bertanya, "Berapa nomor kamar yang ada di foto yang dikirimkan oleh Su Qianci ke grup obrolan kita?" "F 1805. Ada apa dengan itu?" "Kurasa itu bukan sembarang kamar. Menurutmu, apa yang akan dilakukan Li Sicheng jika dia benar-benar percaya pada cerita itu dan pergi ke sana?" "Mau memeriksanya?" "Ayo pergi!" Sekelompok orang itu pergi ke lantai delapan belas dan mendengar suara raungan dan benturan ketika mereka mendekati kamar tersebut. Beberapa orang saling memandang dan seorang gadis tiba-tiba menyuruh mereka diam. Dia menempelkan telinganya pada pintu yang sedang tertutup itu dan berkata, "Kurasa aku mendengar suara Lin Wanting." Orang-orang itu tercengang, mereka juga ikut menempelkan telinga di pintu. "Tolong ¡­." Sebuah teriakan minta tolong yang lemah mengejutkan semua orang. Karena gadis itu berteman baik dengan Lin Wanting, dia segera menghubungi polisi ketika mendengar suara Lin Wanting. Seorang pria pergi ke meja resepsionis untuk meminta kunci kamar tersebut. Ketika mereka mendobrak masuk ke dalam kamar, mereka segera mencium bau darah. Lin Wanting sudah sangat lemah dan segera menangis ketika melihat pintu terbuka. "Tolong aku ¡­." Suaranya serak dan putus asa, berbeda dengan suaranya yang biasanya manis. Suaranya terdengar mengerikan. Temannya tersebut hampir menangis, dia berseru, "Lin Wanting!" Ding Haibo tidak memperhatikan apa yang sedang terjadi, dia menggerakkan pinggulnya tanpa henti dengan darah menetes ke bawah kakinya. Ketika orang-orang menarik Ding Haibo menjauh dari Lin Wanting, mereka bahkan ditonjok oleh Ding Haibo. Butuh tiga orang untuk membawa Ding Haibo pergi. Lin Wanting dalam kondisi hampir mati ketika dia dibawa ke dalam ambulans, meninggalkan jejak darah di mana-mana. Kejahatan itu segera menarik perhatian pejabat tingkat atas departemen kepolisian. Ayah Ding Haibo, Direktur Ding dipanggil untuk ditanyai dan kemudian diskors. Saat berjalan keluar dari ballroom sambil menggandeng tangan Li Sicheng, Su Qianci merasa dia pasti sedang bermimpi. Jantungnya berdegup kencang tak terkendali saat dia melirik wajah suaminya. Namun, dia tidak bisa jatuh cinta padanya. Sambil melepaskan tangannya kembali, Su Qianci bertanya, "Kenapa kamu ada di sini?" Li Sicheng menunduk dan menjawab, "Untuk mencarimu." Su Qianci merasa jantungnya berhenti berdetak sesaat. Jawabannya yang sederhana membuat hatinya berdesir ¡­. Chapter 115 - Memalukan Li Sicheng berkata dengan tenang, "Ayo pulang." Su Qianci mengangguk saat melihat Maybach hitam yang telah menunggu di depan hotel. Sopir Yang membukakan pintu untuk mereka. Semuanya terasa begitu nyata. "Nona Su?" Su Qianci mendengar sebuah suara yang dikenalnya. Itu suara Sheng Ximing. "Sebuah kejutan yang menyenangkan." Sheng Ximing terdengar senang. Namun, ketika dia melihat Li Sicheng, senyum Sheng Ximing sedikit menghilang saat dia bertanya pada Su Qianci, "Ini suamimu?" Su Qianci mengangguk lalu melirik Li Sicheng. Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci tidak pernah diizinkan untuk memperkenalkan Li Sicheng seperti ini. Tapi sekarang ¡­. Li Sicheng sedikit mengernyit dan mengulurkan tangan ke arah Sheng Ximing. "Halo. Saya sudah banyak mendengar tentang Anda." "Senang bertemu dengan Anda." Sheng Ximing berjabat tangan dengan Li Sicheng, dengan kesan permusuhan di matanya. "Bagaimana pernikahan kalian?" Li Sicheng segera teringat tentang kontrak perceraian di laci meja nakas 1 di kamarnya. Dokumen tersebut dicap oleh pengacara yang sedang berdiri tepat di hadapannya. Apa yang sedang berusaha dikatakannya? Bukankah dia terlalu tua untuk memiliki niat tertentu pada seorang wanita berusia dua puluh tahun? Li Sicheng menggenggam tangan Su Qianci dengan lembut dan mengatakan, "Terima kasih sudah bertanya. Istri saya dan saya benar-benar menikmati pernikahan kami. Bukankah itu benar, Sayang?" Su Qianci tertangkap basah, dan jantungnya berhenti berdetak sesaat karena Li Sicheng memanggilnya demikian. Wajahnya sedikit memerah, kemudian dia mengangguk. "Mari kita pulang." Li Sicheng melepaskan jabatan tangan Sheng Ximing dan memeluk bahu Su Qianci, berbisik dengan nada erotis, "Pulang dan layani aku." Darah mengalir deras ke wajah Su Qianci. Layani dia? Merapatkan kedua kakinya, Su Qianci mendorong Li Sicheng. "Omong kosong ¡­." Li Sicheng menganggapnya serius, berpura-pura bingung. "Maksudku mi. Apa yang kamu pikirkan?" Sopir Yang tidak bisa menahan tawanya, membuat wajah Su Qianci bahkan lebih memerah. Su Qianci merasa malu meskipun hanya dengan melihat pandangan Sheng Ximing. Sambil menatap Li Sicheng, Su Qianci mengentakkan kakinya dan mendorong Li Sicheng menjauh, masuk ke dalam mobil sendirian. Sebuah senyum tipis menghiasi wajah Li Sicheng saat dia melihat betapa malunya Su Qianci. Perasaan Sheng Ximing sangat rumit. Pada awalnya dia mengira pasangan itu memiliki sebuah hubungan yang buruk, sehingga Su Qianci harus pergi kepadanya dengan sebuah dokumen kontrak perceraian hanya setelah beberapa hari setelah pernikahannya saja. Namun, itu sepertinya tidak benar. "Istrimu cantik." "Terima kasih. Saya juga berpikir demikian." Li Sicheng berkata dengan tenang, "Saya harus pergi sekarang. Sampai berjumpa lagi." Li Sicheng kemudian masuk ke dalam mobil bergabung dengan Su Qianci. Maybach hitam itu pergi menjauh, meninggalkan Sheng Ximing sendirian. Dia mengeluarkan sebuah arloji saku dan melihat foto lama di dalamnya. Wanita dalam foto itu hampir seperti kembaran Su Qianci. "Dia mirip sekali denganmu ¡­." Meja kecil dengan satu atau dua laci yang diletakkan di samping kepala tempat tidur. Chapter 116 - Sebuah Telepon Dari Luar Negeri Di dalam mobil, Su Qianci merasa sangat malu sehingga dia ingin menyembunyikan dirinya. Sangat memalukan! Reputasinya pasti hancur. Li Sicheng terlihat tenang seperti biasanya. Dia mengendurkan dasinya, melirik pada ekspresi wajah Su Qianci yang tampak malu, dan berkata sambil tersenyum samar, "Aku akan melakukan perjalanan bisnis besok." Su Qianci mengalihkan perhatiannya dan mengangguk. Di kehidupan terakhirnya, Li Sicheng juga melakukan perjalanan bisnis untuk beberapa saat setelah reuni SMA. Namun, dia tidak memberi tahu Su Qianci waktu itu. Pada akhirnya, Su Qianci mengetahui dari Tang Mengying bahwa dia pergi ke Australia. Selama perjalanan bisnis itu, Tang Mengying sebagai sekretaris Li Sicheng sering melapor padanya tentang keberadaan Li Sicheng, memamerkan bahwa Tang Mengying menghabiskan waktu bersama Li Sicheng setiap hari dan membuat Su Qianci selalu teringat bahwa dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menyedihkan. "Perjalanan bisnis ini akan memakan waktu sekitar satu bulan. Jika kamu merasa bosan di rumah, kamu bisa menemani kakek di rumah tua." Su Qianci mengangguk. Meskipun dia mengetahui bahwa Li Sicheng akan melakukan perjalanan bisnis ini, tetapi hal ini membuat Su Qianci merasa terganggu saat berpikir bahwa Li Sicheng akan menghabiskan waktu sebulan bersama Tang Mengying. Su Qianci menatap Li Sicheng dan bertanya dengan lembut, "Apakah Tang Mengying akan pergi bersamamu?" Li Sicheng mengangguk dan memperhatikan bahwa Su Qianci merasa tidak senang, lalu dia menjelaskan, "Dia pernah belajar di Australia, jadi akan lebih mudah jika dia berada di dekatku." Tapi Tang Menying jahat! Su Qianci sangat ingat bahwa sekitar tiga minggu setelah mereka pergi ke Australia, Tang Mengying "secara tidak sengaja" menelepon Su Qianci untuk membuatnya mendengar suara Tang Mengying dan Li Sicheng yang sedang bercinta. Meskipun Su Qianci tidak pernah yakin apakah lelaki itu Li Sicheng, dia masih bisa mendengar suara napas yang terengah-engah dan erangannya dengan begitu jelas ¡­. Su Qianci tiba-tiba merasa seperti ada sesuatu yang merenggut hatinya. "Apakah hal itu mengganggumu?" Li Sicheng sebenarnya menyadari perasaan Tang Mengying untuknya, tetapi dia selalu percaya bahwa perasaan itu tidak berbahaya selama dia tidak menanggapinya. Li Sicheng selalu menganggap Tang Mengying seperti seorang adik perempuan. Selama bertahun-tahun ini, dia telah menutup mata terhadap berbagai upaya keluarga mereka untuk menjadikan mereka sepasang kekasih. Ketika ibunya menyarankan Tang Mengying menjadi sekretarisnya, dia tidak menolak. Namun, tidak pernah terpikir olehnya bahwa Su Qianci mungkin merasa tidak nyaman. Su Qianci mendengar pertanyaan itu dan berkedip. Mungkinkah dia bisa mengatakan hal yang sebenarnya? Itu mengganggunya! Namun, untuk alasan apa sehingga itu membuatnya terganggu? Dia akan menceraikan Li Sicheng. Mereka memiliki kurang dari sepuluh bulan sebelum pernikahan ini berakhir. Selain itu, Li Sicheng selalu menyukai Tang Mengying dibandingkan dirinya sendiri, bukan? Namun, meskipun dia sudah mengetahui semua itu, Su Qianci tetap kalah, Su Qianci masih merasa bingung. Su Qianci akhirnya menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak akan memberitahumu apa yang harus dilakukan mengenai pekerjaanmu." Li Sicheng tidak menjawab. Keheningan pun melanda. Su Qianci menghabiskan separuh waktunya di rumah tua itu pada hari-hari berikutnya. Separuh waktu lainnya dihabiskan Su Qianci untuk mengambil beberapa kelas seni. Dengan segera, semester baru dimulai. Liburan musim panas telah berlalu, dan Su Qianci sekarang menjadi seorang mahasiswa junior di perguruan tinggi. Hidupnya menjadi sibuk lagi. Dua puluh delapan hari setelah Li Sicheng pergi, pada pukul delapan, Su Qianci mendapat sebuah telepon dari Tang Mengying. Waktu yang sama seperti telepon yang dia terima di kehidupan sebelumnya ¡­. Chapter 117 - Kakak Sicheng, Pelan-pelan Hati Su Qianci bergetar. Menatap ponsel yang berdering, Su Qianci merasa ragu. Tang Mengying, Li Sicheng ¡­. Saat meraih ponsel, Su Qianci masih ragu-ragu untuk mengangkat telepon itu. Sebuah rasa sakit yang menyayat hati tiba-tiba menghancurkannya. Haruskah dia mengangkat telepon itu? Dia tidak berani. Dia takut dia akan mendengar suara-suara mengerikan itu lagi, suara terengah-engah dan mengerang yang telah mengganggunya selama beberapa hari dan malam. Haruskah dia menutup teleponnya? Tetapi bagaimana jika keadaannya berbeda ¡­. Terlalu banyak hal berbeda yang telah terjadi kali ini. Bagaimana jika itu adalah sebuah telepon yang berbeda? Coba angkat saja ¡­. Baru saja dia mengangkat teleponnya. Dia sudah pernah mengalami yang terburuk, bukan? Ketika dering ponselnya akan berhenti, Su Qianci mengangkatnya. "Hmmm ¡­ Kakak Sicheng ¡­ tolong pelan-pelan ¡­." Itu suara Tang Mengying, bercampur dengan suara napas tersengal-sengal seorang pria dan suara tubuh beradu. "Oh ¡­ Kakak Sicheng ¡­ itu sangat nikmat." Su Qianci merasa hatinya hancur berantakan. Ponsel jatuh dari tangannya, dan dia tidak bisa menahan tangisnya. Dia sudah mengetahui hal ini. Kenapa dia harus mengangkat telepon? Mengapa dia harus melakukan ini pada dirinya sendiri lagi ¡­. Dia tahu bahwa pria ini tidak mencintainya, tetapi dia tidak bisa untuk tidak membuat hatinya rentan terhadap Li Sicheng ¡­. Su Qianci berbaring, menutupi kepalanya dengan selimut dan menjerit sekeras-kerasnya. Dia tidak pernah membenci dirinya sendiri sebelumnya. Semua angan-angannya menghilang. Dia tidak ingin melihat dirinya seperti ini lagi. "Tuan Li, saya sudah memesan tiket pesawat, tetapi ¡­." Cheng You berkata dengan ragu, "Tetapi apakah Anda harus terburu-buru pulang? Akan sama saja jika kita kembali besok." Li Sicheng duduk di sofa dengan kaki yang disilangkan. Sambil melirik Cheng You, dia perlahan berdiri dan berkata tanpa penjelasan, "Ayo pergi saja." Cheng You merasa sedikit kesal. Bosnya adalah seorang yang gila kerja. Li Sicheng tidak cuma menyelesaikan apa yang seharusnya dikerjakan dalam kurun waktu lebih dari sebulan hanya dalam dua puluh delapan hari, tetapi dia juga ingin pulang ke China saat tengah malam seperti ini. Ya Tuhan! Kejahatan apa yang telah dilakukannya di kehidupan sebelumnya sehingga dia memiliki bos seperti ini? Namun, ketika Li Sicheng hendak keluar dari hotel, dia mendapat sebuah telepon dari Tang Mengying. "Kakak Sicheng ¡­ aku sedang berada di kamarku. Bisakah kau datang dan membantuku? Aku merasa tidak enak ¡­." Li Sicheng mengerutkan kening tetapi masih bertanya, "Ada apa?" "Aku merasa tidak enak, benar-benar buruk ¡­ Kakak Sicheng, aku akan menunggumu di kamarku ¡­." Li Sicheng jelas terlihat sangat kesal, dia sedikit tidak sabaran. Namun, Tang Mengying selalu menjadi seorang gadis yang masuk akal. Tang Mengying seharusnya tidak akan memanggilnya untuk suatu hal yang tidak serius ¡­. Li Sicheng memikirkan hal itu, dan kemudian naik ke kamar hotel Tang Mengying. Dia mencium bau alkohol saat dia memasuki pintu. Tang Mengying melemparkan dirinya ke arah Li Sicheng, dan pria itu segera mendorongnya menjauh. "Kakak Sicheng, semua orang mencoba untuk membuatku minum di acara itu ¡­. Aku merasa sangat buruk sekarang ¡­." Memang, Tang Mengying terlalu banyak minum. Dia pastinya menjadi sebuah alasan penting untuk keberhasilan acara tersebut. Akan tetapi, apa hubungannya dengan memintanya datang ke kamarnya? Dengan mata berkaca-kaca, Tang Mengying merintih lagi, "Tolong ¡­ Kakak Sicheng ¡­ tolong bantu aku ¡­." Chapter 118 - Seorang Pelacur Tetaplah Seorang Pelacur "Cukup!" Li Sicheng mendorongnya menjauh dengan ekspresi wajah yang keras, kemudian dia melangkah ke samping. "Aku punya urusan lain untuk diurus. Kau beristirahatlah dan pergilah ke bandara sendiri besok." Mendengar kata-katanya yang dingin, Tang Mengying segera terisak. "Kakak Sicheng, kau dulu tidak seperti ini. Kau tidak memperlakukanku seperti ini sebelumnya. Kenapa ¡­." "Aku sudah menikah." "Aku tidak peduli. Kakak Sicheng ¡­." kata Tang Mengying dan melemparkan dirinya kembali ke Li Sicheng. Dia masih mengenakan gaun yang dikenakannya pada acara sebelumnya, sebuah gaun ketat dengan potongan leher rendah. Dengan bagian atas payudaranya yang menyembul keluar, Tang Mengying tampak glamor dan menggoda. Cheng You yang mengikuti Li Sicheng terkesiap. Dia harus mengakui bahwa Tang Mengying tampak luar biasa seperti ini. Jika dirinya adalah seorang laki-laki, Cheng You mungkin akan segera menidurinya saat ini, apa lagi Li Sicheng. Tapi yang jelas, Cheng You telah salah menilai bosnya. Wajah Li Sicheng bahkan menjadi lebih seram. Dia melangkah mundur dan berkata perlahan, "Cheng You, bantu dia untuk sadar dari mabuknya." "Aku tidak peduli. Kakak Sicheng, kau bilang kau akan menikah denganku. Apa kau sudah lupa?" Li Sicheng berhenti dan berkata, "Apa yang aku katakan sebelumnya adalah bahwa jika keluargaku meminta aku untuk menikahimu, aku tidak akan menolak." Tang Mengying gembira, tetapi Li Sicheng segera melanjutkan, "Namun, kakek meminta aku untuk menikahi seorang wanita lain." Li Sicheng mengingat wajah mungil Su Qianci yang malu-malu dan ekspresi wajahnya menjadi lembut. "Dia wanita hebat, dan aku tidak berencana untuk mengkhianati dia." Lalu dia dengan cepat berjalan menuju lift. Merasa putus asa, Tang Mengying berteriak dengan keras. Cheng You bergidik, merasa simpati pada Tang Mengying. Sebagai seorang wanita, Cheng You tahu betul betapa menyakitkan kata-kata Li Sicheng tadi. Saat melihat ekspresi wajah Tang Mengying, Cheng You bahkan merasa khawatir bahwa dia mungkin akan mengakhiri hidupnya sendiri ¡­. Betapa tidak berperasaan! "Nona Tang ¡­." "Enyahlah! Jangan mendekatiku. Kau pikir aku tidak tahu? Kau juga menyukai dia, Kakak Sicheng-ku!" Tang Mengying mendorong Cheng You. "Sekarang kau di sini untuk menertawakanku, kan? Pergi!" Cheng You dipenuhi dengan amarah dan tidak jadi membantunya sadar dari mabuknya. Sambil menggertakkan giginya, Cheng You berkata, "Kau benar-benar pantas mendapatkannya. Seorang pel*cur tetaplah seorang pel*cur!" Cheng You pergi meninggalkan Tang Mengying tanpa menoleh kembali. Tang Mengying bersandar di pintu, rias wajahnya berantakan saat air matanya mengalir. Dengan segera, pengaruh alkohol mengambil alih dan membuatnya pusing. Saat tak sadarkan diri, Tang Mengying tiba-tiba merasakan sepasang tangan bergerak ke atas dan ke bawah tubuhnya. Dia membuka matanya dan hanya melihat sebuah siluet yang tidak begitu jelas. Pria itu tinggi, tetapi dia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. "Kakak Sicheng ¡­." "How yummy ¡­ a Chinese girl ¡­." 1 Mendengar kata-kata berbahasa Inggris tersebut, Tang Mengying sedikit terkejut, dia ingin mendorong pria itu pergi menjauh. Namun, pria itu menggendongnya ke tempat tidur. Ketika ingin melawan pria itu, Tang Mengying entah bagaimana melihat wajah Li Sicheng di hadapannya. "Kakak Sicheng ¡­." Tang Mengying mengulurkan tangan ke tubuh pria yang sedang memeluknya itu. Tidak ada yang memperhatikan bahwa ponsel Tang Mengying tertekan ke tempat tidur, melakukan panggilan telepon tak terduga ¡­. "Betapa nikmatnya ... seorang gadis China ...." Chapter 119 - Rahasia Keesokan paginya, ketika Su Qianci terbangun, dia menemukan matanya sangat bengkak. Namun, ada sebuah kelas yang diajar oleh profesor favoritnya di pagi hari, jadi dia harus mengenakan kacamata hitam dan pergi kuliah. Saat dia melepas kacamata hitamnya, teman-teman sekelasnya terus bertanya apa yang sedang terjadi. Untungnya, tidak ada kelas pada sore hari, jadi Su Qianci segera meninggalkan ruangan kelas, sambil mengenakan kacamata hitamnya. Su Qianci mengeluarkan ponselnya, dia menekan nomor ponsel Lu Yihan. Demi sebuah kehidupan yang nyaman di masa depan, dia harus menjalankan rencananya lebih awal ¡­. Su Qianci bertemu dengan Lu Yihan di sebuah kafe yang tenang, dia langsung berkata, "Aku ingin menjadi seorang mitra di perusahaanmu." Lu Yihan terpana dan tersenyum. "Jangan bercanda denganku, Nyonya Li. Aku tidak butuh uangmu." Di mata Lu Yihan, Su Qianci hanya berinvestasi karena dia ingin membantunya sebagai seorang teman. Lu Yihan tidak butuh simpati seperti itu. Setelah mengenal Lu Yihan selama bertahun-tahun, Su Qianci mengetahui apa yang sedang dipikirkannya. Meskipun dia tampak riang, Lu Yihan adalah orang yang sangat bangga pada dirinya. Tidak mungkin Lu Yihan menerima amal Su Qianci. Su Qianci duduk tegak dan berkata serius, "Aku bersungguh-sungguh. Aku harus bisa menghasilkan uang sendiri." "Uang suamimu tidak cukup sekarang?" Saat menggelengkan kepalanya, Su Qianci tampak sedikit tertekan. "Aku tidak bisa menggunakan uangnya seumur hidupku. Seseorang selalu membutuhkan sebuah rencana cadangan." Lu Yihan merasa ada sesuatu yang aneh, sambil mengerutkan sebelah alisnya, dan meneguk kopi. "Apakah Nyonya Li berkelahi dengan Tuan Li?" "Tidak." "Lalu kenapa kau melakukan ini?" Su Qianci tidak menjawab, tetapi memicingkan matanya dan berkata, "Tiga juta yuan." "Tiga juta yuan?" Lu Yihan hampir melompat dari kursinya, sambil berteriak tak percaya, "Kami hanya tim kecil yang terbentuk oleh sekelompok mahasiswa. Tidakkah kau takut kalau aku akan lari dengan uang sebanyak itu?" Lu Yihan menatap Su Qianci seolah Su Qianci bodoh. "Kau menginginkannya?" "Tentu saja!" Lu Yihan segera menjawab. "Namun, aku tidak butuh uang sebanyak itu. Yang kuperlukan hanya delapan ratus ribu yuan untuk meluncurkan sebuah proyek baru." "Lima juta yuan, untuk 30% saham perusahaanmu dan bagian dari proyek barumu. Bagaimana menurutmu?" Lu Yihan membuka mulutnya lebar-lebar, ternganga, merasa bahwa Su Qianci pasti sudah gila. "Kau sangat memercayaiku? Lima juta yuan bukan jumlah yang kecil. Jika aku melarikan diri, kau tidak akan mendapatkan apapun." "Apakah kau akan lari?" Su Qianci bertanya. "Tentu saja tidak," Lu Yihan segera menjawab. Dengan segera, dia tersenyum dan berkata, "Apakah kau serius?" "Tentu saja. Lima juta yuan adalah jumlah terbesar yang bisa kutawarkan saat ini. Apakah kau pikir jumlah itu cukup untuk menunjukkan ketulusanku?" "Tentu saja." Lu Yihan tersenyum, merasa tersentuh. Sewaktu SMA, Su Qianci harus bekerja paruh waktu di luar jam sekolah, Lu Yihan tidak menyangka bahwa suatu hari Su Qianci akan menjadi begitu kaya. Namun, pada saat yang sama, Lu Yihan belum menghasilkan banyak uang dari dirinya sendiri. Setelah mendiskusikan detailnya selama sekitar setengah jam, mereka meninggalkan kafe. Saat mereka berjalan keluar, mereka melihat sebuah Maybach hitam terparkir di tepi jalan. Chapter 120 - Stamina Yang Luar Biasa "Nyonya," panggil sopir Yang. Su Qianci tertegun. Dia berjalan menghampiri dan berkata dengan alisnya yang berkerut, "Bagaimana kau bisa tahu aku ada di sini?" Sopir Yang mengerjapkan mata pada wanita itu. Jelas terlihat, itu dari Li Sicheng. Su Qianci mengerutkan keningnya, tampak terganggu. Dia baru saja meninggalkan kampus dan tidak memberi tahu siapa pun bahwa dirinya akan berada di sini. Bagaimana mungkin Li Sicheng bisa menemukannya? Rasanya seperti sedang dibuntuti. Untungnya, hal itu akan terjadi satu minggu kemudian sampai Li Sicheng kembali dari perjalanan bisnisnya, jadi sopir Yang adalah satu-satunya orang yang melihatnya dengan Lu Yihan. Kalau tidak, pria konyol itu akan memiliki imajinasi yang paling liar. Namun, Su Qianci berkata kepada sopir Yang, "Jangan katakan pada Li Sicheng tentang pertemuanku dengan Lu Yihan." Sopir Yang mendengar hal itu, dan tiba-tiba raut wajahnya terlihat aneh. Dia mengerjapkan matanya lagi pada Su Qianci. Su Qianci tiba-tiba merasa jantungnya berhenti berdetak. "Sebuah rahasia?" Sebuah suara yang dalam terdengar di kursi belakang mobil, sedang menekankan sesuatu. Ekspresi Su Qianci langsung berubah. Itu Li Sicheng? Dia sudah kembali? Su Qianci segera melihat ke kursi belakang, namun penglihatannya terhalang. "Qianqian, ayo pergi." Saat Lu Yihan mengatakan itu, Su Qianci merasa temperatur di sekitarnya telah turun. Kaca jendela di bagian belakang diturunkan dan sebuah wajah muncul di depannya. Sambil memicingkan matanya, Li Sicheng bertanya, "Kamu mau kemana?" Untuk beberapa alasan, Su Qianci merasa cemas. Dia hanya tidak ingin Li Sicheng berpikir terlalu jauh, tetapi dia tidak menyangka bahwa Li Sicheng sedang duduk di kursi belakang. Dengan begini, dia tidak akan pernah bisa membersihkan namanya di depan Li Sicheng. "Aku ¡­" Ketika Su Qianci mencoba menjelaskan, dirinya tiba-tiba teringat akan suara bercinta antara Tang Mengying dan Li Sicheng. Meniduri Tang Mengying di malam hari dan membuntuti dirinya pada keesokan harinya di Kotaraja? Stamina yang luar biasa! Perasaan bersalah dan kegelisahan yang dialami Su Qianci tiba-tiba menghilang. Di bawah tatapan Li Sicheng yang membara, Su Qianci tersenyum. "Kami akan makan. Apakah Tuan Li mau bergabung dengan kami?" Li Sicheng sesaat terpesona dengan senyumannya, dan kemudian matanya menjadi dingin. Awalnya, pria itu berpikir bahwa dirinya akan mendapat penjelasan dari Su Qianci. Asalkan itu masuk akal, Su Qianci akan dimaafkan. Namun, Su Qianci begitu blak-blakan mengatakan bahwa dia akan makan dengan pria lain. "Ada makanan di rumah." "Tapi aku mengajak seorang teman." Su Qianci melihat arlojinya dan berkata, "Aku minta maaf. Temanku sudah menungguku. Terserah padamu, Tuan Li. Aku akan pergi sekarang." Kemudian wanita itu benar-benar pergi. Mata Li Sicheng yang tenang dipenuhi dengan amarah. Apa masalah wanita ini? Sekarang dia bahkan tidak ingin berpura-pura lagi? "Su Qianci!" Li Sicheng tidak bisa menahan diri untuk berseru, "Masuk ke dalam mobil!" "Aku bilang aku sudah punya rencana." Su Qianci tampak dingin dan menjaga jarak. "Aku harus pergi." Lu Yihan melihat bagaimana ekspresi wajah Su Qianci berubah dan merasa bingung. Wajahnya sangat dingin. Lu Yihan belum pernah melihat Su Qianci seperti ini sebelumnya. Dia tidak bisa menahan diri untuk melirik ke arah Maybach dan melihat Li Sicheng yang sedang berada dalam suasana hati yang sama buruknya. Apakah mereka sedang bertengkar? Dan aku adalah penyebabnya lagi? Ya Tuhan, aku harus mencari teman yang lebih baik. Chapter 121 - Hubungan Terbuka Merasakan tatapan dingin Li Sicheng, Lu Yihan meringis. Saat melihat ekspresi wajah Su Qianci yang dingin, Lu Yihan memikirkannya dan berkata, "Aku pikir kau harus pergi dengan Tuan Li. Kita bisa pergi makan siang lain kali." "Tidak apa-apa." Su Qianci tersenyum cerah. "Tuan Li sendiri adalah seorang pria playboy. Jadi aku tidak percaya dia akan peduli. Bukankah itu benar?" Su Qianci melirik Li Sicheng, sepertinya sedang menunjukkan sesuatu. Kemudian dia membuka pintu mobil Lu Yihan dan masuk ke dalamnya. Su Qianci datang untuk berbicara tentang investasi di perusahaannya tanpa alasan dan kemudian dia dengan terang-terangan tidak menaati Li Sicheng ¡­. Mereka pasti sedang bertengkar. Dengan seorang teman seperti ini, Lu Yihan merasa tersiksa. Namun, untuk memberinya masa depan yang lebih baik, Lu Yihan menatap mata Li Sicheng dan berkata, "Aku akan membantumu berbicara dengannya." Mendengar itu, Li Sicheng mengepalkan tinjunya. Pembuluh darah biru muncul di pelipisnya, Li Sicheng meninju mobilnya. Sopir Yang terkejut, karena dia belum pernah melihat Li Sicheng bertindak seperti ini. Apa yang telah terjadi? "Pulang ke rumah!" Sopir Yang merasa agak ragu-ragu. "Haruskah kita mengikuti Nyonya dan melihat apa yang terjadi?" "Jangan membuatku mengulangi perkataanku." Dengan gemetar, sopir Yang berbalik dan menyetir pulang. Waktu menunjukkan pukul 8 malam lebih ketika Su Qianci pulang. Lu Yihan sangat hebat dalam membuat obrolan-obrolan ringan, yang membuat Su Qianci sedikit ceria. Namun, saat dia melihat suaminya yang telah "berselingkuh" padanya, suasana hatinya kembali memburuk. Melihat Li Sicheng di sofa, wajah ceria Su Qianci segera berubah masam. Li Sicheng menyadari perubahan wajah istrinya dan kemarahannya meledak. Su Qianci memperlakukan Lu Yihan dan dirinya dengan sangat berbeda! Dia tidak bisa menunggu untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan Lu Yihan! Mengabaikan Li Sicheng, Su Qianci berjalan melewatinya dan naik ke lantai atas. Sambil mengepalkan tinjunya, Li Sicheng membanting dokumen di tangannya ke lantai, membuat sebuah suara yang sangat keras. Su Qianci terkejut, tetapi tetap berjalan ke kamarnya sendiri. Dia menyukai Li Sicheng. Dia memang mencintainya. Namun, Su Qianci bukan seorang yang dungu. Tentang pria ini, yang bisa Su Qianci lakukan saat ini adalah menjauh darinya. Melihat Su Qianci bersikap acuh tak acuh, Li Sicheng merasa sesak napas. Wanita ini ¡­. Dia tidak pernah diperlakukan seperti ini seumur hidupnya. Namun, di saat-saat seperti ini, Li Sicheng bersikap sangat tenang. Dia duduk, mengeluarkan sebatang rokok, dan menyalakannya perlahan, berkata, "Aku telah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak keberatan kamu memiliki teman laki-laki, tetapi jangan melanggar batas." Su Qianci berhenti dan mencibir. "Sebelum mengurusi urusan orang lain, bukankah seharusnya kamu yang mengatur dirimu sendiri terlebih dahulu? Tanpa mengendalikan dirimu sendiri, atas dasar apa kamu harus mengatur aku?" Li Sicheng membeku. Apa yang dia maksud? "Selain itu, jelas dinyatakan di dalam kontrak perceraian bahwa ini adalah sebuah hubungan terbuka. Tuan Li, Anda melangkahi batas." Su Qianci mengatakan itu dan dengan cepat berjalan kembali ke kamarnya, menutup pintu kamarnya. Chapter 122 - Dirancang Untuknya Li Sicheng menekuk jemarinya yang panjang, menghancurkan rokok di antara jari-jarinya. Hubungan terbuka sialan! Tiba-tiba, ponselnya berdering, dan itu adalah Cheng You. "Tuan Li, gambar perhiasan yang Anda minta untuk dibuat sesuai pesanan sudah siap. Anda seharusnya sudah bisa menerimanya bulan depan, untuk ulang tahun Nyonya Li." "Oke," jawab Li Sicheng dengan pikiran kosong. Cheng You dapat mengetahui bahwa Li Sicheng saat ini benar-benar telah kehilangan minat pada set perhiasan yang pada awalnya sangat dia sukai ini. Merasa cemas, Cheng You bertanya, "Apakah Anda ingin melihat gambarnya?" "Silakan putuskan untukku." "Baik." Cheng You bahkan merasa lebih aneh. Beberapa hari yang lalu, meskipun Li Sicheng sibuk, dia sangat bersemangat dengan perhiasan itu. Kenapa semuanya tiba-tiba berubah? "Saya rasa perhiasan itu kelihatan bagus. Saya akan meminta mereka untuk memproduksinya?" "Oke." Li Sicheng menutup telepon dan bersandar di sofa, mengepulkan asap rokoknya. Di bawah pencahayaan lampu yang hangat, matanya tampak lebih kelam. Setelah merenung sejenak, Li Sicheng mengirim sebuah pesan kepada Cheng You, "Kirimkan gambar itu padaku." Selain pergi kuliah, Su Qianci menghabiskan sisa waktunya untuk bekerja dengan Lu Yihan. Pada awalnya, keterampilan kewirausahaannya benar-benar mengejutkan Lu Yihan. Lu Yihan berpikir bahwa Su Qianci hanya ingin menjadi investor dan tidak peduli dengan manajemen. Namun, Lu Yihan benar-benar terpesona olehnya. Su Qianci tidak merasa bangga pada dirinya sendiri, karena bagaimanapun juga, dia telah hidup lima tahun lebih lama daripada tubuhnya. Selama dua minggu berikutnya, Su Qianci tidak pernah melihat Li Sicheng di rumah. Dia takut bahwa pikirannya mungkin akan menjadi liar jika dia melihat Li Sicheng sepanjang hari, tetapi ternyata pikirannya sama terganggunya ketika ia tidak melihat Li Sicheng. Setelah perang dingin antara pasangan itu berlangsung selama dua puluh hari, Su Qianci mendapat sebuah telepon dari Kapten Li. "Kakek?" "Qianqian, apakah kau sudah makan?" "Ya" "Aku dengar kamu dan Li Sicheng sedang bertengkar?" Su Qianci terdiam sejenak dan menjawab, "Tidak, kami tidak bertengkar." "Benarkah?" "Benar. Siapa yang memberitahumu tentang hal itu?" "Oh, aku mendengarnya dari Nanny Rong bahwa bocah itu belum pulang ke rumah selama lebih dari dua bulan. Pada bulan Agustus, aku tahu dia sedang dalam perjalanan bisnis. Tapi bulan ini, dia telah tinggal di sebuah hotel. Apakah kau akan terus berbohong padaku?" Mendengar tuduhan dari Kapten Li, Su Qianci tiba-tiba merasa sangat tersentuh. Tidak peduli di kehidupan sebelumnya atau yang sekarang ini, kakek selalu menjadi satu-satunya kerabat yang benar-benar peduli padanya. Kakek juga menjadi panutannya. Namun, Su Qianci masih menyangkalnya. "Tidak, kami tidak bertengkar." "Jadi bocah itu mengabaikanmu?" "Kakek, tidak terjadi hal seperti itu. Mungkin Nanny Rong salah paham, tetapi kami baik-baik saja." "Kurasa kau hanya mencoba melindunginya. Baiklah. Liburan nasional akan datang. Apakah kau sudah punya rencana?" "Tidak untuk saat ini." "Bagaimana dengan sebuah trip 1 bersamaku?" Su Qianci tercengang, bertanya, "Kakek ingin bepergian?" "Ya. Aku mendengar Maladewa adalah tujuan yang sangat menarik. Aku mungkin harus melihatnya sebelum aku meninggal. Ikutlah denganku!" Perjalanan jauh Chapter 123 - Seorang Pencuri Di Rumah Su Qianci tidak percaya sedikit pun bahwa Kapten Li belum pernah pergi ke Maladewa. Namun, dia harus memberikan sebuah jawaban. Ketika Su Qianci ragu-ragu, Kapten Li menghela napas dan berkata, "Memang, tidak ada yang mau bepergian dengan orang tua seperti aku ¡­ bahkan keluargaku sendiri meninggalkan aku." "Kakek ¡­ aku tidak bermaksud ¡­." Su Qianci berkata dengan cepat. "Jadi sudah sepakat ya." Su Qianci dibuat tidak bisa berkata-kata. Saat telepon itu selesai, terdengar sebuah ketukan di pintu. Itu adalah Nanny Rong. "Nyonya, makanan sudah siap." "Aku akan ke sana sebentar lagi." Namun, beberapa menit kemudian, ketika Su Qianci membuka pintu, Nanny Rong masih menunggu di sana. "Nyonya, ini untukmu." Nanny Rong memberinya sebuah amplop kecil. Su Qianci mengeluarkan sebuah foto dari dalam amplop itu. Dalam foto itu terlihat sebuah grand piano putih yang cantik berada di bawah daun wisteria yang indah. Matahari bersinar menembus dedaunan. Seorang gadis berkulit putih sedang duduk di belakang piano, bermain piano dengan berlinang air mata di wajahnya. Di belakang gadis itu, sebuah sosok tinggi berdiri diam, wajahnya tampak lembut. Dalam foto itu, pria itu bukanlah seseorang yang dingin seperti yang biasa dilihatnya. Apakah itu sebuah ilusi? "Kau yang memotret ini?" Nanny Rong mengangguk dan berkata, "Nyonya, sebenarnya, dia tidak sedingin yang terlihat. Saya menyaksikannya tumbuh dewasa dan mengenalnya dengan baik. Meskipun dia tidak mengatakannya, dia telah jatuh cinta padamu." Su Qianci tercengang saat mendengar perkataan Nanny Rong. Saat melihat reaksi Su Qianci, Nanny Rong melanjutkan, "Di antara pasangan, semuanya bisa dimaafkan. Anda harus berbicara dengannya dan memintanya untuk pulang ke rumah. Tidak tepat baginya untuk tinggal di hotel sepanjang waktu tanpa seorang pun mengurusnya. Jangan salahkan saya karena melangkahi batas. Dia sebenarnya seseorang yang cukup baik. Meskipun dia pendiam, dia tidak akan melakukan apa pun tanpa alasan, Jangan bertengkar dengannya lagi. Sungguh membuatku sedih melihat kalian bertengkar. Dalam beberapa tahun ke depan, saya akan pensiun. Saya benar-benar ingin membantu kalian dengan anak-anak kalian sebelum saya pensiun. " Su Qianci menunduk sambil tersenyum pahit. Nanny Rong bersikap masuk akal dan setia. Namun, dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi. Bukan salah Su Qianci bahwa telepon yang dia dapatkan malam itu adalah sesuatu yang menyebabkan luka yang sangat dalam di hatinya. Su Qianci ingin mengabaikannya, tetapi dia tidak bisa. Rasa sakit itu membuatnya mual terus-menerus. "Aku tahu, Nanny Rong." "Aku baru saja menelepon Tuan Li dan dia tidak akan pulang hari ini. Itu sebabnya saya menelepon Kapten Li. Saya minta maaf tetapi saya benar-benar berusaha membantumu." "Tidak apa-apa. Terima kasih, Nanny Rong." Mendapat sebuah jawaban ala kadarnya, Nanny Rong tampak cemas dan menghela napas lagi. Sekitar pukul 9 malam, Su Qianci berjalan turun ke ruang tamu setelah mandi. Sebelum pergi ke kamar mandi, dia sedang mendiskusikan proyek baru dengan Lu Yihan dan meninggalkan jendela chatting-nya terbuka. Namun, ketika dia keluar dari kamar mandi, dia melihat desktop 1 di layar monitornya. Seseorang telah menggunakan laptopnya! Pada saat ini, Nanny Rong sudah pulang. Seharusnya tidak ada orang lain selain dia. Jantungnya hampir copot. Apakah ada seorang pencuri di dalam rumah? Keseluruhan tampilan layar monitor yang terdiri atas ikon yang tertata untuk memudahkan identifikasi program aplikasi Chapter 124 - Tugas Seorang Istri Su Qianci dengan segera menjadi waspada. Ada sebuah suara kecil terdengar dari dapur. Su Qianci diam-diam berjalan ke arah meja, meraih ponselnya dan menghubungi tiga digit nomor darurat saat dia berjalan menuju dapur. Namun, sebelum dia memasuki dapur, sesosok pria muncul di hadapannya. Terkejut, Su Qianci melangkah mundur dengan cepat. Tapi dia bergerak terlalu cepat sehingga tersandung dan jatuh ke belakang. Ketika dia berpikir dia akan menghantam lantai, sosok di depannya dengan segera bergerak. Pria itu menarik lengannya, membuatnya terjatuh ke dadanya. Mencium aroma yang dikenalnya, Su Qianci merasa jantungnya berdetak tak terkendali. Dia mendongak dan mata mereka bertemu. Su Qianci hampir tenggelam di pupilnya yang gelap. Namun, Su Qianci segera tersadar dan mendorongnya pergi. Sambil berusaha menekan kekacauan di dalam hatinya, Su Qianci memalingkan muka dan buru-buru bertanya, "Kapan kamu kembali?" Melihat tatapannya yang ketakutan, Li Sicheng tiba-tiba menjadi bergairah untuk menidurinya dan menghujamnya tanpa ampun serta membuatnya memohon. Dia mengendurkan kerahnya saat gairah itu memenuhi kepalanya. Dia masih bisa mencium aroma sabun mandi Su Qianci, yang mengganggu hatinya yang telah tenang untuk sementara waktu. Dia baru saja meminum air, tetapi dia merasa sepertinya dia membutuhkan lebih banyak ¡­. Mengabaikan pertanyaannya, Li Sicheng mengambil segelas air dingin lagi dari kulkas dan meminumnya. Su Qianci merasa agak kecewa, meskipun dia mengetahuinya, dia seharusnya mengantisipasi hal ini. Kembali ke laptopnya, dia tiba-tiba teringat bahwa pria itu telah menggunakan laptopnya. Ketika dia akan menanyakan itu, Li Sicheng berjalan menghampiri, melirik layar laptopnya, dengan cepat memalingkan muka, dan berkata dengan tenang, "Bukankah kamu seharusnya melakukan tugas seorang istri?" Su Qianci tersentak. Dia dengan cepat melihat ke arah Li Sicheng, takjub dan terkejut. Ekspresi wajah Li Sicheng tenang dan misterius seperti biasanya. Melihat bahwa dia tidak sedang bercanda, Su Qianci menjadi gugup. "Li Sicheng, disebutkan dalam kontrak bahwa kau tidak bisa memaksaku ¡­ bersamamu tanpa persetujuan." "Memaksamu untuk apa?" Li Sicheng melengkungkan sebelah alisnya, tampak kebingungan. Su Qianci merasa bingung dengan keseriusannya. Li Sicheng melirik tatapan bingungnya dan berkata, "Aku hanya ingin kamu membuatkanku makanan. Apa yang kamu pikirkan?" "Membuat makanan?" Li Sicheng bertanya, "Apakah kamu berpikir membuat ¡­." Membuat apa? Bercinta? Li Sicheng menunda kata berikutnya, membuat Su Qianci menahan napasnya. "¡­ makanan bukan tugas seorang istri?" Su Qianci tertegun. Dan kemudian wajahnya tiba-tiba terasa terbakar. Chapter 125 - Memalukan Itu sangat memalukan. Su Qianci merasa malu karena sudah salah paham padanya. Pada saat mendongak dia melihat mata pria itu yang dingin seperti biasanya. Namun, dia tidak melihat bahwa ekspresi wajah Li Sicheng berubah. Li Sicheng dengan jelas menyadari rasa malu Su Qianci, dia perlahan mencondongkan tubuhnya ke arah Su Qianci, matanya tertuju pada wajah Su Qianci yang memerah. Merasa tubuh Li Sicheng semakin dekat dengannya, Su Qianci terpana oleh wajahnya yang tampan dan lupa untuk bereaksi. Dia sedikit melengkungkan alisnya saat dia berbicara dengan suaranya yang dalam, "Kamu pikir aku akan mengatakan membuat ¡­." Su Qianci tiba-tiba berdiri dari sofa, meletakkan tangannya di mulut Li Sicheng. Sebelum Li Sicheng menyelesaikan kalimatnya, mulutnya telah dibungkam. Dia belum pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Wanita ini menjadi semakin berani. Pupil hitam Su Qianci penuh dengan rasa malu, seperti berteriak: tolong jangan katakan itu. Dan tangan Su Qianci yang berada di mulutnya begitu lembut, memohon ciuman Li Sicheng. Menghadapi tatapan Li Sicheng, Su Qianci berharap dia bisa bersembunyi di suatu tempat dan tidak pernah melihatnya lagi. Akankah Li Sicheng berpikir bahwa dia adalah seorang pelacur? Dia belum pernah merasa begitu malu sebelumnya. Namun, dia segera menyadari apa yang telah dia lakukan. Su Qianci dengan cepat menarik tangannya kembali tetapi sangat gugup sehingga dia tidak tahu di mana harus meletakkannya. Ya Tuhan! Yang paling dibenci Li Sicheng adalah saat seseorang menyentuhnya, terutama wajahnya. Dan sekarang dia telah melakukan sesuatu yang sangat kasar. Di bawah tatapan Li Sicheng yang garang, Su Qianci tersipu malu dan berkata dengan gugup, "Aku akan segera memasak sesuatu untukmu!" Dia dengan cepat berlari ke dapur. Melihat Su Qianci melarikan diri, Li Sicheng berhenti menahan senyumnya. Sebuah ekspresi kegembiraan sekilas terlihat di wajahnya. Kemudian dia melihat layar laptop dan melihat percakapan Su Qianci. Hanya ada beberapa barang yang tersisa di kulkas. Karena Li Sicheng tidak ada, tidak banyak makanan yang disiapkan. Su Qianci hanya bisa menemukan telur dan gandum. Dengan segera, Su Qianci memasak bubur dan membuat sebuah hidangan, membawanya ke meja. Li Sicheng sudah keluar dari kamar mandi. Melihat makanan itu, dia segera duduk. "Aku akan kembali ke kamarku dahulu. Selamat menikmati." "Tunggu sebentar." Su Qianci berhenti. "Duduk." Suaranya terdengar seperti sebuah selo. "Kita perlu berbicara." £¬ Chapter 126 - Sebuah Perceraian Lebih Awal Pada saat mendengar itu, Su Qianci menatapnya. Mata mereka terkunci satu sama lain dan Su Qianci merasa tertekan oleh tatapan dinginnya. "Tentang perceraian." Perceraian ¡­. Kata yang sensitif itu menghantam telinganya secara tak terduga. Pikiran Su Qianci tiba-tiba menjadi berantakan. Apa yang Li Sicheng inginkan? Bercerai lebih awal? Di bawah tatapannya yang mengintimidasi, Su Qianci tiba-tiba merasa jengkel dan takut. Apakah sekarang Li Sicheng tidak mau berpura-pura demi kakek? Dia tidak sabar menunggu untuk bersama Tang Mengying, kan? Wajahnya yang tenang mengingatkan Su Qianci pada ekspresi wajahnya ketika dia meminta Su Qianci untuk menandatangani perjanjian perceraian di kehidupan sebelumnya. "Mari kita bercerai." Itu adalah kalimat terakhir yang Li Sicheng katakan pada Su Qianci di kehidupan sebelumnya. Melihat raut wajah serius dan dingin Li Sicheng, Su Qianci dapat melihat Li Sicheng yang di masa depan. Merasakan matanya berkaca-kaca, Su Qianci berbalik dan berkata dengan sebuah suara pelan, "Tidak banyak yang bisa dibicarakan di antara kita." Su Qianci dengan cepat berjalan ke sofa, mengambil laptopnya dan siap untuk naik ke atas. Li Sicheng berkata lagi, "Berhenti di sana." Su Qianci berhenti sejenak, tetapi segera mengabaikan kata-katanya dan kembali berjalan naik ke atas. Jika itu adalah Su Qianci yang lama, dia mungkin telah berhenti. Namun, mengapa dia akan mematuhi Li Sicheng tanpa alasan? "Jika kamu berjalan satu langkah lagi," suara Li Sicheng bahkan terdengar lebih dingin, "Kamu tidak akan dapat memiliki saham-mu." Su Qianci berhenti dan menoleh ke belakang dengan tiba-tiba. "Bagaimana kamu tahu?" Li Sicheng menyeringai. "Apakah kamu pikir kamu bisa menyembunyikannya dariku?" Su Qianci merinding dan bertanya dengan tidak percaya, "Kamu memata-mataiku?" Melihat bahwa Su Qianci telah berhenti, Li Sicheng terlihat senang. Tidak menyangkal hal itu, dia melirik kursi di depannya dan memberi perintah padanya, "Duduklah." Kemudian, dia mengambil sumpit dan mulai makan dengan penuh sopan santun. Melihat dia makan dengan elegan, Su Qianci merasa takut. Pria ini mengawasinya? Li Sicheng sepertinya tidak memperhatikannya, tetapi sebenarnya, Su Qianci telah hidup di bawah pengawasannya. Bagaimana dia bisa lupa bahwa Li Sicheng-lah yang sedang dia hadapi? Dalam usia kurang dari dua puluh enam tahun, dia telah menjadi orang penting di Kotaraja. Sebelum dia berumur tiga puluh tahun, dia akan menjadikan perusahaannya sebuah kerajaan bisnis internasional. Pria seperti ini jelas mampu melakukan apa saja. Su Qianci perlahan berjalan menghampiri Li Sicheng. Namun, setiap langkah itu terasa sulit. Dia tidak ingin berbicara dengan Li Sicheng, karena dia tidak ingin segera menceraikan pria itu. Tidak peduli betapa Li Sicheng membencinya, Su Qianci tidak mau melihat Tang Mengying mendapatkan apa yang diinginkannya. Tang Mengying tidak bisa menjadi istrinya, tetapi hanya wanita simpanannya. Sebelum Su Qianci menghancurkan Tang Mengying sepenuhnya, tidak mungkin dia akan bercerai. Sepertinya dia harus memulai rencana untuk menghancurkan kehidupan Tang Mengying lebih cepat. Namun, Su Qianci belum siap. Tapi bagaimana dengan perusahaannya ¡­. Perusahaan Lu Yihan? Su Qianci tiba-tiba merasa dia berada dalam sebuah dilema. Chapter 127 - Di Rumah Sakit Lagi Ketika dia masih ragu-ragu, Su Qianci tiba-tiba merasakan kram di perutnya. Seketika wajahnya menjadi pucat, dia merasakan ada sesuatu yang mengalir di kakinya. Su Qianci segera mengetahui apa yang sedang terjadi. Dia belum menstruasi sejak dia kehilangan bayinya. Tapi rasa kram itu sangat menyakitkan ¡­. Su Qianci memegangi perutnya dan perlahan-lahan berjongkok, meletakkan laptopnya di lantai. Li Sicheng perlahan-lahan makan bubur yang dibuat Su Qianci dengan tata krama yang sempurna di meja makan. Setelah dia menghabiskan buburnya, Su Qianci masih belum berada di hadapannya. Li Sicheng mengerutkan kening dan menoleh ke belakang, melihat bahwa Su Qianci jelas sedang tidak sehat. "Ada apa?" Li Sicheng meletakkan mangkuk itu dan berjalan menghampiri. "Tidak apa-apa. Jangan mendekatiku." Su Qianci melambaikan tangannya, tetapi kram di perutnya membuatnya kesakitan. Li Sicheng sudah meletakkan tangannya di dahi Su Qianci. "Dingin sekali, apakah kamu sakit?" Su Qianci menggelengkan kepalanya berulang kali. "Tidak masalah." Namun, dia merasa seperti dia akan pingsan. Dia harus kembali ke kamarnya dan mengambil sebuah tampon segera, tetapi ¡­. Melihat tatapan gugup Li Sicheng, Su Qianci bahkan bernapas semakin cepat. Dia menundukkan kepalanya dan berbisik, "Bisakah kamu memberiku sedikit ruang? Kupikir aku baru saja datang bulan." Li Sicheng tertegun dan terlihat ekspresi malu yang langka di wajahnya. Dia mengerutkan kening pada kulit pucat Su Qianci. "Apakah itu sangat sakit? Aku akan membantumu pergi ke kamarmu." "Tidak apa-apa. Berbaliklah saja. Jangan lihat aku." Li Sicheng mengetahui bahwa Su Qianci merasa malu dan membalikkan badannya. Su Qianci menghela napas lega. Mencoba menahan rasa sakit itu, dia berdiri. Namun, dia tiba-tiba pingsan dan jatuh ke samping. Suara itu membuat Li Sicheng menoleh ke belakang dengan segera. Dia terkejut melihat Su Qianci yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Li Sicheng segera berjongkok dan menepuk wajahnya. "Su Qianci?" Tubuhnya dingin. Bersimbah keringat, namun suhu tubuhnya sepertinya menurun. Apa apaan ini? Bukankah menstruasi adalah sesuatu yang normal bagi semua wanita? Mengapa sepertinya Su Qianci hampir mati ¡­. Li Sicheng segera menggendong Su Qianci di pelukannya dan dengan cepat membawanya ke rumah sakit. Di ruang gawat darurat, dokter itu menemukan pasien hanya mengalami menstruasi dan menjadi tidak sabar. "Apa hubunganmu dengan pasien ini?" "Suaminya." "Suami? Dia sudah menikah dan memiliki gejala-gejala ini?" Piama Li Sicheng berlumuran darah. Dia mengerutkan bibirnya dan terdiam saat berhadapan dengan dokter itu. Ini adalah pertama kalinya dia mengalami hal seperti ini. Dokter itu mengulum senyumnya, menulis resep dan berkata, "Kondisi ini disebabkan oleh terlalu banyak seks, atau terlalu sedikit. Cobalah untuk lebih memperhatikannya di masa depan. Baiklah, setelah infusnya habis, dia bisa pulang. Ini tagihannya." Li Sicheng menganggukkan kepalanya. Chapter 128 - Betapa Tidak Beruntungnya Setelah lebih dari sebulan, ini adalah pertama kalinya Cheng You pulang lebih awal. Ketika dia sudah bersiap untuk beristirahat, bosnya tiba-tiba meneleponnya, memintanya untuk mengantarkan beberapa pakaian untuk istrinya. Betapa tidak beruntungnya! Ketika Cheng You tiba di sana, Li Sicheng sedang duduk di sebelah Su Qianci. Pasangan itu diam, dan rasanya agak canggung. Cheng You berkedip dan meletakkan pakaian di samping tempat tidur Su Qianci. Li Sicheng melirik tampon yang telah Cheng You bawa, melengkungkan bibirnya, dan berdiri. "Tolong bantu dia berganti pakaian." Kemudian Li Sicheng keluar. Cheng You melirik punggung Li Sicheng dan tiba-tiba merasa geli. Di tengah malam, bosnya berlumuran darah karena istrinya mengalami menstruasi. Cheng You bertanya-tanya apa pendapat orang lain tentang Li Sicheng jika mereka mengetahui hal ini. Di sisi lain, Su Qianci jelas seorang gadis yang beruntung! Cheng You merasa sedikit cemburu saat mengeluarkan pakaian. "Malam sudah sangat larut, dan saya hanya menemukan satu toko yang masih buka. Hanya pakaian-pakaian ini yang tersedia untuk saat ini." "Terima kasih banyak. Dan maaf mengganggumu selarut ini ¡­." Su Qianci merasa malu, terlihat lebih baik daripada beberapa menit yang lalu. "Li Sicheng begitu ¡­ karena meneleponmu saat seperti ini." Tanpa belas kasihan! "Tidak apa-apa. Saya sudah terbiasa dengan hal seperti ini." Ekspresi wajah Cheng You tampak penuh kebencian. "Mari, saya akan membantu Anda berganti baju." "Aku bisa melakukannya sendiri ¡­." Ketika Su Qianci keluar dari Rumah Sakit, waktu menunjukkan pukul 1 pagi. Melihat pakaian yang jelas terlalu kebesaran, Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan melirik Cheng You. Cheng You dengan cepat melambaikan tangannya, mengeluh, "Saya tidak tahu ukuran apa yang dikenakan Nyonya Li, jadi saya harus menebaknya. Saya tidak tahu bahwa dia sangat kurus." Selain itu, Li Sicheng sendiri yang tidak memberi tahu Cheng You informasi tentang ukuran baju Su Qianci. Li Sicheng sepertinya menerima alasan ini. Menaruh tangannya di saku, dia berjalan di depan. "Ayo pergi." Meskipun Su Qianci telah meminum obat, dia masih merasakan kram yang menyiksanya. Dengan bantuan Cheng You, itu terasa lebih mudah, tetapi ketika Su Qianci tiba di rumah, dia merasa tidak berdaya. Bergerak perlahan ke depan, Su Qianci sangat pucat sehingga wajahnya hampir tampak biru. Li Sicheng berada di belakang Su Qianci. Melihat hal itu, dia dengan cepat berjalan menghampiri dan menggendong Su Qianci ke dalam pelukannya. Su Qianci menjerit dan memeluk lehernya. Li Sicheng membeku, menunduk, dan melihat ekspresi ketakutannya. Seperti seekor rusa. Li Sicheng berjalan pulang dengan Su Qianci di pelukannya. Di pintu, Su Qianci berusaha melepaskan diri dan berkata, "Biarkan aku turun." "Buka saja pintunya," kata Li Sicheng, mengabaikan permintaannya. Suaranya rendah, dan Su Qianci dengan jelas mendengar nada permusuhan. Dengan tetap diam, dia memasukkan kata sandi dan membuka pintu. Li Sicheng segera naik ke lantai atas dan membawa Su Qianci ke kamarnya, menempatkannya di tempat tidur. Saat berbaring lagi, Su Qianci merasa jauh lebih baik dan menghela napas lega. "Terima kasih banyak." Li Sicheng berjalan keluar sambil melirik Su Qianci dan menutup pintu. Benar-benar sebuah hari yang buruk! Chapter 129 - Simpan Saja Uangnya Ketika Su Qianci tertidur, perutnya masih terasa tidak enak. Namun, di paruh kedua malam itu, dia merasakan sesuatu yang hangat ditempelkan di perutnya, meredakan rasa sakitnya dan membantunya tidur nyenyak. Ketika dia bangun keesokan harinya, waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Saat melihat jam, Su Qianci langsung melompat. Sial, dia punya kelas hari ini yang diajar oleh seorang profesor yang streng 1 , yang pasti akan memperhatikan daftar kehadirannya. Jika dia ditemukan tidak mengikuti kelasnya, itu akan sangat mengerikan. Su Qianci segera bangkit. Kramnya jauh lebih baik dari kemarin. Su Qianci dengan cepat berganti pakaian, kemudian melihat Nanny Rong menyodorkan segelas air hangat padanya. "Tidak perlu terburu-buru. Tuan Li sudah memberi tahu profesor bahwa Anda sakit." Su Qianci tertegun. "Di mana dia?" "Dia sedang berada di kantor. Tapi saya baru saja memeriksanya dan beliau bilang akan kembali setelah beliau selesai." Mendengar bahwa profesornya telah diurus, Su Qianci merasa tidak terlalu gugup dan lebih tenang. Setelah meminum air tersebut, dia segera berbaring di tempat tidur lagi dan tertidur. Ketika dia bangun lagi, sudah lewat tengah hari. Su Qianci makan sebentar dan menyalakan laptopnya, membuka jendela chatting. Lu Yihan sudah mengirim proposal kepadanya. Namun, apa yang menarik perhatian Su Qianci adalah sebuah permintaan pertemanan dari L. Siapakah L? Su Qianci memeriksa profil orang ini dan melihat tidak ada informasi yang terisi. Namun, itu adalah pengguna yang telah mendaftar delapan tahun lalu. Su Qianci ragu-ragu dan mengeklik ya. Kemudian, dia mulai memeriksa proposal yang dikirim Lu Yihan padanya. Ketika dia baru setengah jalan memeriksa proposalnya, Su Qianci melihat sebuah pesan dari Lin Wanting, "Su Qianci, apakah kau di sana?" Melihat namanya, Su Qianci merasa sedikit asing. Setelah insiden di reuni SMA, Su Qianci telah mendengar tentang apa yang terjadi pada Lin Wanting. Dia menderita. Tapi dia pantas mendapatkannya. Namun, Su Qianci tetap menjawab, "Ya." "Berapa nomor rekening bank-mu? Aku akan mengembalikan uangmu." "Bagaimana kau bisa punya uang begitu banyak?" "Aku akan menikah. Tidakkah kau tahu itu?" "?" "Terima kasih kepadamu. Jika bukan karena dirimu, aku tidak akan bisa menikah dengan keluarga Ding. Jika bukan aku yang pergi ke kamar hotel itu dengan Ding Haibo di sana, kau seharusnya sudah hancur. Tidakkah kau berpikir kau harus berterima kasih kepadaku? Meskipun kau melakukan itu padaku, aku masih mengundangmu ke pernikahanku. Bulan depan tanggal sepuluh." Lin Wanting berkata banyak, dan Su Qianci bisa merasakan bahwa setiap kata yang ditulisnya mengandung kebencian dan dia tetap diam. "Kau tidak berani bertemu denganku?" "Apakah kau tahu cara mengeja kata memalukan? Simpan saja uangnya untuk mengobati cederamu di masa mendatang. Aku dengar Ding Haibo seorang pria hidung belang." Lin Wanting membanting kibor komputernya dan menjadi marah. "Pel*cur!" Lin Wanting mengambil sebuah pena dan menusuk-nusukkannya ke foto Su Qianci di atas meja. Namun, sebuah foto lain yang bahkan lebih rusak adalah salah satu foto Liu Anan. "Jika aku tidak membuat kalian berdua terbunuh, aku tidak akan pernah melupakan hal ini!" Keras, ketat Chapter 130 - Akan Ada Anak Lain .... Setelah menutup jendela chatting dengan Lin Wanting, Su Qianci kembali lagi ke tempat tidur. Li Sicheng pulang lebih awal hari itu. Itu bahkan belum pukul empat sore ketika dia tiba. Nanny Rong sangat terkejut saat melihatnya berjalan ke kamar Su Qianci. Su Qianci tidak mengunci pintu, jadi mudah bagi Li Sicheng untuk masuk ke dalam dan menemukan bahwa wanita itu masih tertidur. Memeluk selimutnya, Su Qianci bernapas secara teratur, dengan banyak bagian tubuh yang terbuka. Gaun tidur putihnya tertarik ke atas, menunjukkan thong 1 putihnya, tampak menggoda. Li Sicheng menahan napasnya dan berjalan menghampiri. Dia perlahan mengangkat kaki Su Qianci, ingin menyelimutinya, tetapi jelas Su Qianci tidak mau bekerja sama. Merasa ada seseorang yang mencoba mengambil selimutnya, dia mengerang dan memegangnya lebih erat. Li Sicheng merasa takut jika Su Qianci akan terbangun, dia berhenti sejenak dan menatap istrinya. Jelas, Su Qianci tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menyelinap ke dalam kamarnya, dia masih tertidur lelap. Li Sicheng menghela napas lega dan tiba-tiba menemukan bahwa dahinya dipenuhi keringat dingin. Sialan! Dia memasuki kamar istrinya sendiri tetapi mengapa dia merasa seperti seorang pencuri? Li Sicheng merasa frustrasi dan tidak jadi menyelimuti Su Qianci. Melihat betapa manisnya Su Qianci ketika sedang tertidur, dia teringat adegan memalukan yang membawanya ke rumah sakit. Tanpa alasan apapun, Li Sicheng menjadi marah dan duduk di sebelah Su Qianci, membangunkannya. "Bangun!" Su Qianci terbangun tetapi masih dalam keadaan setengah sadar. Saat dia membuka matanya, dia melihat wajah dingin Li Sicheng dan tiba-tiba menjadi sadar. Dengan segera, dia menyadari bahwa posisi tubuhnya memberi Li Sicheng sebuah pemandangan yang indah. "Ah!" Dia dengan cepat menarik kakinya kembali dan menjadi sepenuhnya sadar. Sambil memegang selimut, Su Qianci dengan cepat bergerak mundur. Tersipu malu, dia berseru, "Kapan kamu datang? Ini kamarku!" Li Sicheng merasa tidak senang dengan reaksinya yang berlebihan dan berkata dengan tenang, "Semua yang ada di rumah ini adalah milikku." Su Qianci terdiam sejenak ketika Li Sicheng mengatakan sebuah fakta. "Tapi ini kamarku sekarang. Setidaknya kamu harus mengetuk sebelum masuk." Li Sicheng mengangguk dan kemudian berkomentar, "Tapi kamu adalah milikku juga." Su Qianci tertegun. Li Sicheng mengerutkan kening dan berkata, "Setidaknya untuk saat ini." Melihat wajahnya yang tenang, Su Qianci hampir mengira dia telah salah dengar. Namun, dia segera menyadari bahwa maksud perkataan Li Sicheng adalah dia istrinya yang sah secara hukum untuk saat ini. Tapi semuanya akan segera berakhir. Hanya sembilan bulan lagi ¡­. "Rapikan dirimu dan pergi ke rumah tua denganku," perintahnya. "Kenapa?" "Kakakku sudah kembali. Kamu ¡­ tidak ada waktu itu. Jadi sekarang aku akan mengajakmu bertemu dengannya." "Waktu itu?" Kapan itu? "Ketika kamu berada di rumah sakit." "Oh ¡­." Memikirkan bayi yang terbunuh sebelum dilahirkan, Su Qianci merasa sedikit tertekan. "Aku akan pergi denganmu." Li Sicheng menatapnya dalam-dalam dan tiba-tiba merasa sedikit getir. Faktanya, selama kamu bersedia, kita bisa memiliki anak lagi ¡­. Namun, dia jatuh cinta pada Lu Yihan ¡­. Merasa jengkel, Li Sicheng berdiri dan berkata, "Aku akan menunggumu di luar." Celana dalam yang di bagian belakangnya hanya ada penghubung berupa secarik kain yang menghubungkan karet pada bagian belakang celana dalam dengan bagian depan celana dalam. Chapter 131 - Nanny Rong Menemukan Rahasianya Dua puluh menit kemudian Su Qianci telah selesai merapikan diri. Karena mereka akan mengunjungi rumah tua dan dia sedang merasa kurang sehat, Su Qianci memilih untuk mengenakan sesuatu yang santai, terlihat muda dan segar. Nanny Rong terpana saat melihat Su Qianci dengan pakaiannya tersebut, berseru, "Semuanya tampak begitu bagus dikenakan oleh Nyonya. Tidakkah Anda berpikir demikian, Tuan Li?" Li Sicheng sedang duduk di sofa, dia memutar kepalanya setelah mendengar perkataan Nanny Rong. Dia juga sedikit terpana oleh penampilan segar Su Qianci. Namun, dia masih memalingkan mukanya, menaruh koran di atas meja tamu, dan berjalan keluar. Su Qianci telah terbiasa dengan sikapnya, jadi dia menjulurkan lidahnya pada Nanny Rong dan berkata, "Nanny Rong, kau bisa pulang jika tidak ada yang harus dikerjakan lagi. Kami akan pulang terlambat." "Baik Nyonya." Nanny Rong memperhatikan pasangan itu pergi sambil tersenyum dan kemudian dia naik ke lantai atas untuk merapikan kamar Su Qianci. Begitu memasuki kamar Su Qianci, Nanny Rong melihat laptop Su Qianci diletakkan di samping bantalnya. Sambil menggelengkan kepala, Nanny Rong bergumam, "Tidak baik bagi kesehatannya jika menaruh laptop di sini." Ketika Nanny Rong hendak meletakkan laptop Su Qianci ke laci nakasnya, dia melihat sebuah dokumen tergeletak di sana. Nanny Rong dengan penasaran meliriknya dan melihat judulnya "Kontrak Perceraian"¡­. Ketika pasangan itu tiba di rumah tua waktu menunjukkan hampir pukul 6 sore, waktunya makan malam. Qin Shuhua duduk di sebelah seorang pria yang gagah, melihat-lihat album foto bersama dan tertawa-tawa. "Ibu, Kakak," Li Sicheng memanggil mereka dan memandang Su Qianci. Ini adalah pertama kalinya di kehidupan Su Qianci yang sekarang ini dia bertemu dengan kakak iparnya, jadi Su Qianci merasa sedikit gugup. Dia terlihat seperti Li Sicheng, tetapi tampak lebih lembut. Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci hanya bertemu dengan iparnya ini dua kali di acara makan malam keluarga. Dia merasa kagum terhadap perwira muda ini. Jika Li Sicheng diibaratkan sebuah gunung es, maka Li Beixing jelas merupakan sebuah pohon pinus, membuat orang-orang merasa aman. "Ibu, Kakak," panggil Su Qianci. "Ini istrimu?" Li Beixing tersenyum dan berkata pada Li Sicheng, "Mata yang bagus." "Kakek yang memilih dia untukku," Li Sicheng berkata dan duduk di hadapan kakaknya. Maksudnya dia tidak bisa berkata tidak karena kakek yang memilihnya? Li Beixing tersenyum, tidak tahu harus berkata apa kepada adiknya ini. Li Beixing melirik Su Qianci dan melambai padanya dan berkata, "Kemarilah dan duduk." Su Qianci merasa sedikit canggung, duduk di sebelah Li Sicheng. "Aku sangat menyesal tentang kejadian kemarin. Apakah kau menyalahkanku karena tidak mengunjungimu di rumah sakit?" Su Qianci menggelengkan kepalanya. "Itu bukan masalah besar. Tidak apa-apa." "Bukan masalah besar?" Kata Kapten Li dengan suaranya yang kuat. Dia mencibir dan memukul Li Beixing dengan tongkatnya. "Demi kekasihmu yang tidak jelas, kau meninggalkan adik iparmu sendiri. Begitu caramu peduli dengan keluargamu!" Wajah Li Beixing meringis saat dia berkata pedih, "Kakek, Qianci masih ada di sini. Tidak bisakah Kakek menunggu sampai nanti?" "Belajar dari pengalamanmu!" Chapter 132 - Mengatasi Rencana Tang Mengying Setelah memukul cucunya, suasana hati Kapten Li jelas membaik. Dia duduk di sebelah Su Qianci, berkata dengan ramah, "Qianqian, apakah Li Sicheng memperlakukanmu dengan baik?" "Dia hebat." "Benarkah itu?" Kapten Li melirik Li Sicheng dan mengernyit saat melihat wajahnya yang tenang. "Apakah kau pikir aku tidak mengenal cucuku? Apakah tinggal di hotel selama lebih dari sebulan adalah caranya mempertahankan pernikahannya?" Baik Qin Shuhua maupun Li Beixing tidak pernah mendengar tentang hal itu, jadi mereka berdua terkejut dan melihat ke arah Li Sicheng. Namun, Li Sicheng sepertinya tidak menyadari bahwa dia telah menjadi pusat perhatian. Dia mengambil secangkir teh, meneguknya dengan perlahan. "Kau tinggal di hotel selama lebih dari sebulan?" "Apakah kalian berdua bertengkar?" Qin Shuhua dan Li Beixing berbicara pada saat yang bersamaan. Yang berbicara terlebih dahulu terlihat penuh arti, sementara yang terakhir tampak sedikit lega. Su Qianci melirik Qin Shuhua dan tidak mengetahui apakah itu ilusinya untuk melihat kelegaan di mata ibu mertuanya. Hati Su Qianci merasa kecewa. Qin Shuhua mungkin masih berpikir untuk menjadikan Tang Mengying sebagai menantunya. "Kakak Sicheng, kau sudah kembali?" kata sebuah suara lembut di luar pintu. Pasangan Tang berjalan masuk bersama dengan Tang Mengying dan Tang Mengqing, menyeringai. Saat melihat Li Sicheng, Tang Mengying sangat terkejut. Namun, antusiasmenya hanya disambut dengan sikap diam oleh Li Sicheng. Tang Mengying merasa sedikit malu. Ayah Tang Mengying, Tang Zhenghao segera datang menyelamatkan putrinya dengan mengatakan, "Beixing, akhirnya kau kembali. Berapa lama kau akan tinggal kali ini?" Ketika Tang Zhenghao masih muda, dia juga pernah berada di militer. Setelah dia kembali dari militer, dia memulai bisnisnya sendiri, itulah mengapa dia sangat berharap pada Li Beixing sejak dia masih kecil. Karena kedua keluarga itu bertetangga, Tang Zhenghao pada dasarnya memperlakukan Li Beixing seperti putranya sendiri. Jika bukan karena Tang Mengying menyukai Li Sicheng, Su Qianci bertanya-tanya apakah Tang Zhenghao akan menikahkan putrinya itu dengan Li Beixing. "Hanya tiga hari. Sebuah libur kecil." "Itu tidak buruk. Ketika aku masih muda, kita hanya punya libur satu hari, jadi aku bahkan tidak bisa pulang." Tang Zhenghao berusia lebih dari lima puluh tahun, beberapa tahun lebih tua dari ayah Li Sicheng. Tang Zhenghao kemudian melihat Su Qianci dan berkata, "Apakah ini istri Li Sicheng?" "Senang bertemu denganmu, Paman Tang." Tang Zhenghao dengan cepat tersenyum dan berkata, "Baiklah." Namun, dia bahkan tidak mengatakan apa-apa kepada Su Qianci sebelum dia melihat ke arah Kapten Li. "Ayo pergi. Kedua keluarga kita belum pernah pergi bersama dalam beberapa waktu terakhir." Mendengar ajakan itu, Li Sicheng mengerutkan kening dan bertanya kepada kakek dan ibunya, "Kita akan pergi ke mana?" Li Beixing juga tampak bingung. Qin Shuhua menjelaskan, "Tang Zhenghao telah mengajak kita untuk makan malam bersama beberapa hari yang lalu. Sayangnya, ayahmu sedang keluar kota akhir-akhir ini, jadi kita masih kehilangan satu orang." "Kalian pergi saja. Aku terlalu tua, tidak terbiasa dengan makanan dari restoran," kata Kapten Li. Su Qianci telah mengetahui dari obrolan mereka bahwa Tang Mengying telah membuat reservasi hari ini dan merasakan sedikit firasat buruk. Ternyata ketika mereka baru saja duduk di meja makan, Tang Mengying menyodorkan menu pada Su Qianci dan memintanya untuk memesan. Su Qianci melirik menu itu dan menemukan bahwa menu itu ditulis dalam bahasa Jerman. Apakah Tang Mengying sedang mencoba mempermalukannya? Chapter 133 - Tidak Diizinkan Memperlihatkan Kasih Sayang Di Depan Umum Merasakan tatapan tajam ketiga wanita dari keluarga Tang, Su Qianci tetap tenang dan membalik-balik halaman menu tersebut. Li Sicheng duduk di sebelah Su Qianci, saat Li Sicheng melihat menu itu dia sedikit mengernyit. Dia menatap dingin ke arah Tang Mengying. Jantung Tang Mengying berdebar kencang tetapi pura-pura tidak menyadarinya dan mulai memperkenalkan sejarah restoran tersebut. "Ini pasti pertama kalinya bagi Qianci datang ke tempat ini. Restoran ini berasal dari keluarga kerajaan Austria ¡­." Setelah mendengar penjelasan Tang Mengying tersebut, Su Qianci mengangguk dan bertanya, "Mengying, kau bisa berbicara bahasa Jerman?" "Tentu saja," jawab Nyonya Tang buru-buru, tampak penuh kemenangan. "Tang Mengying kami terkenal karena bakatnya dalam berbahasa. Di keluarga kami, kami sangat ketat dengan pendidikan anak-anak kami. Dia tidak hanya bisa berbicara bahasa Jerman, tetapi juga bisa berbicara bahasa Jepang dan Perancis. Dia bisa dengan mudah menjadi seorang penerjemah untuk bahasa-bahasa itu. Bukankah itu benar, Tang Zhenghao?" Tang Zhenghao tampak sedikit tidak senang dengan sikap istrinya yang tidak sopan. Nyonya Tang sepertinya menyadari bahwa dia telah berlaku tak pantas dan berhenti berbicara. Tang Mengying segera berkata, "Bu, jangan berlebihan." Tang Mengqing mengangguk dan berkata, "Itu benar. Aku mendengar Qianci dibesarkan di sebuah panti asuhan, jadi tidak mungkin dia bisa berbicara bahasa Jerman. Biarkan aku yang memesan untuknya." Kemudian, Tang Mengqing mengambil menu di tangan Su Qianci. Wajah Qin Shuhua memberengut ketika melihat perbuatan yang dilakukan oleh keluarga Tang. Apa yang sedang mereka coba lakukan? Membuat malu menantunya untuk mempermalukan keluarga Li? Merasa marah, Qin Shuhua melihat Su Qianci yang sedang tersenyum pada Tang Mengqing dan berkata, "Aku mengerti." Kemudian, Su Qianci memberikan menu itu kepada Li Sicheng dan berkata dengan lembut, "Sayang, apakah kamu ingin mencoba Himmel und Erde 1 ?" Sayang ¡­. Kata yang sederhana itu hampir membuat Li Sicheng melayang. Dia menyukainya. Li Sicheng bergeser mendekat ke arah Su Qianci dan meletakkan tangannya di tangan Su Qianci yang sedang memegang menu. Su Qianci segera menyadari bagaimana ekspresi wajah semua orang telah berubah. Dia mendongak dan melihat wajah cantik Tang Mengying yang sedang tersenyum lembut. Namun, dendam dan kecemburuan yang mendalam tersembunyi di matanya. Su Qianci tersenyum dan menunjuk sebuah hidangan lain, "Aku juga ingin memesan Th¨¹ringer Rostbratwurst 1 . Bagaimana menurutmu?" "Tentu saja." Mendengar suara Li Sicheng yang dalam terdengar di samping telinganya, Su Qianci tiba-tiba menyadari bahwa dia berada sangat dekat dengan Li Sicheng. Dia bisa merasakan napas hangat Li Sicheng di wajahnya, membuatnya merasa geli ¡­. Wajah Su Qianci langsung memerah, ingin menjauh darinya. Namun, saat menyadari tatapan semua orang padanya, dia berhenti. Li Sicheng bergerak mendekat dan berbisik, "Pelafalanmu hebat, jauh lebih baik daripada mereka yang suka menyombongkan diri." Su Qianci tercengang. Apakah Li Sicheng sedang membantunya? Su Qianci menatap para wanita dari keluarga Tang itu dan menemukan bahwa mereka semua tampak sangat kesal. Di sisi lain, Qin Shuhua merasa jauh lebih baik dan mendesak, "Kalian berdua harus bergegas memesan makanan. Jangan biarkan orang luar menertawakan kalian." "Itu benar. Tidak diizinkan memperlihatkan kasih sayang di depan umum," kata Li Beixing. Hidangan tradisional Jerman yang paling populer di wilayah Rhineland, Westphalia dan Lower Saxony. Hidangan ini terdiri dari puding hitam, bawang goreng, dan kentang tumbuk dengan saus apel. Sosis pedas dari Thuringia. Sosis ini berbentuk tipis dan panjang 15-20 cm, dipanggang di atas api arang secara tradisional dan dimakan dengan mustard dan roti. Chapter 134 - Sebuah Foto Li Sicheng memiliki sebuah senyum yang langka terlihat di wajahnya. Sambil menatap kakaknya, dia berkata, "Jika kekasihmu setuju untuk menikahimu, kau dapat memperlihatkan semua kasih sayang di dunia." Li Beixing merasa sesak napas. Seandainya semudah itu ¡­. Tang Zhenghao tidak terlihat senang sama sekali dengan pertunjukan yang disiapkan oleh istri dan kedua putrinya. Berdasarkan apa yang diketahui Li Beixing tentang Tang Zhenghao, pasti akan terjadi sebuah pertengkaran di keluarga Tang nanti. "Itu terlihat enak." Li Sicheng mengambil menu dari tangan Su Qianci dan tiba-tiba memikirkan sesuatu. "Pesan juga sebuah minuman hangat. Itu akan membantu meredakan krammu." Su Qianci sedikit tersipu, mengangguk dan berkata malu-malu, "Kamu yang memesan untukku ya." Li Sicheng mengangguk. "Ya Tuhan!" Li Beixing merinding dan menatap Qin Shuhua. "Bu, apa yang Ibu inginkan?" Setelah semua orang memesan, Tang Mengqing merasa jijik dengan wajah senang Su Qianci. Mengapa wanita ini harus memiliki Li Sicheng? Jika bukan karena dia, Mengying yang akan menikah dengan Li Sicheng! Saat melihat kakaknya, Tang Mengqing mendapat sebuah kedipan mata dari Tang Mengying. Tang Mengqing segera merasa tenang. Dia mengetahui kakaknya memiliki trik lain di kepalanya. Namun, ketika makan malam disajikan, rencana yang dibuat Tang Mengying dan Tang Mengqing benar-benar tidak berguna. Mereka berpikir bahwa Su Qianci tidak akan mengetahui bagaimana harus bersikap saat makan malam formal. Akan tetapi, sikapnya itu sempurna. Nyonya Tang melihat tatapan persetujuan Qin Shuhua dan tidak bisa menahan diri lagi. Dia melihat Tang Mengqing dan bertanya, "Tang Mengqing, apakah kau bertemu dengan Su Qianci di dekat SMA-mu tempo hari?" Mendengar itu, Su Qianci segera memiliki sebuah firasat. Mendengar ibunya menyebutkan insiden itu, Tang Mengqing segera mengangguk dan berkata, "Ya. Dia bersenang-senang dengan pria lain." Tang Mengying berpura-pura marah dan berseru, "Qianci sudah menikah. Hentikan omong kosong ini." "Itu benar!" Tang Mengqing bersikeras. "Dia tertawa dan bersenang-senang dengan pria itu. Aku punya sebuah foto!" Sebuah foto! Qin Shuhua mengerutkan kening. "Foto apa?" Hati Su Qianci merasa kecewa dan melirik Li Sicheng di sebelahnya. Li Sicheng menatap Su Qianci dengan dalam dan kemudian berkata kepada Qin Shuhua, "Hanya sebuah foto yang kebetulan diambil dari sebuah sudut yang agak membingungkan." Tang Mengying tidak menyangka bahwa Li Sicheng akan menjelaskan atas nama Su Qianci. Itu benar-benar di luar dari karakter Li Sicheng. Jadi mereka begitu dekat sekarang sehingga sebuah foto seperti itu tidak menimbulkan kecurigaan apa pun? Tang Mengying merasa cemburu tetapi tidak menunjukkan apapun di wajahnya. "Bibi sepertinya penasaran. Tunjukkan saja fotonya, Mengqing." "Benar," Su Qianci tiba-tiba memotong pembicaraan, "Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan Mengqing sekarang? Kau harus merawat dirimu sendiri selama tiga bulan pertama setelah kau kehilangan bayimu ¡­. Aku benar-benar telah belajar dari pengalaman ¡­." Tang Mengqing segera berdiri dan menjadi marah, "Apa yang kau bicarakan?" Wajah Tang Zhenghao tiba-tiba menjadi suram ketika dia bertanya, "Apa artinya itu? Bayi apa?" Chapter 135 - Hamil Mendengar kata-kata Tang Zhenghao, Tang Mengqing menjadi takut. Tang Mengying segera berdiri dan berkata dengan sebuah nada peringatan, "Qianci pasti keliru." Setelah pernah menjadi sahabat Tang Mengying, Su Qianci tentu saja mengerti apa yang wanita itu sedang coba untuk beri tahukan. Namun, sambil berpura-pura tidak mengerti, Su Qianci berkata dengan sebuah tatapan bingung, "Tidak mungkin. Aku ingat ¡­." "Su Qianci!" Nyonya Tang tidak bisa menahan untuk berseru, "Jangan menyebarkan rumor. Akan ada akibatnya untukmu." Su Qianci segera menutup mulutnya, berusaha tampak ketakutan. Namun, bahkan seorang idiot pun bisa mengetahui bahwa para wanita keluarga Tang ini sedang mencoba menyembunyikan sesuatu. Termasuk Tang Zhenghao, dia bisa mengetahui bahwa istri dan putri sulungnya sedang berusaha melindungi Tang Mengqing. Sikap mereka yang menegaskan bahwa kata-kata Su Qianci itu benar. "Kau hamil?" Tang Zhenghao mencoba menahan amarahnya sambil melihat putri bungsunya. Tang Mengqing gemetaran, berusaha bersembunyi di belakang kakaknya, tidak berani berbicara. Tang Mengying melempar sebuah tatapan kesal pada Su Qianci dan memeluk Tang Mengqing, dia berkata, "Ayah, jangan ¡­." "Benarkah itu?" Tang Zhenghao menggebrak meja dengan keras dan geram. Su Qianci tidak menduga bahwa Tang Zhenghao akan terlihat begitu mengancam mengingat betapa sopannya dia biasanya. Tang Mengqing menangis, lalu menjerit, "Mengapa Ayah tidak percaya padaku? Ayah pikir Su Qianci mengatakan yang sebenarnya? Siapa putrimu yang sesungguhnya ¡­." Nyonya Tang terkejut dan segera datang menyelamatkan putrinya. "Kau menakuti putri kita." "Itu benar, Ayah. Mengqing ketakutan," kata Tang Mengying. "Mari kita selesaikan di rumah." Tang Zhenghao memandang Su Qianci dan bertanya, "Qianci, katakan yang sebenarnya." Merasakan tatapan dari para wanita keluarga Tang, Su Qianci diam-diam merasa gembira. Bukankah mereka ingin menjebaknya? Dia akan menyerang mereka terlebih dulu. Su Qianci berpura-pura ragu, melihat ke arah ibu mertuanya untuk meminta bantuan. Qin Shuhua menggelengkan kepalanya, dan Su Qianci segera berkata dengan nada menyesal, "Pasti ada kesalahpahaman. Aku pasti salah. Aku minta maaf Paman Tang ¡­." "Sungguh?" Tang Zhenghao tampak meragukan perkataannya. Su Qianci terlihat bingung dan mengangguk setelah ragu untuk beberapa saat. Melihat reaksinya, Tang Zhenghao mengetahui apa yang sedang terjadi. Namun, bagaimanapun juga itu adalah sebuah masalah keluarga. Dan karena Su Qianci telah mengatakan hal itu, Tang Zhenghao hanya akan berpura-pura bahwa semuanya adalah sebuah kesalahan dan menyembunyikannya. Tang Zhenghao meringis dalam hati, wajahnya tampak suram. Beberapa menit kemudian, Su Qianci pergi ke toilet. Namun, ketika dia hendak keluar dari toilet, seseorang sedang menunggunya. Melihat Su Qianci, wajah Tang Mengqing terbelit amarah saat dia mengangkat tangannya untuk menampar wajah Su Qianci. Chapter 136 - Beraninya Kau Mengganggu Istriku Su Qianci bereaksi dengan cepat dan segera menangkap tangan Tang Mengqing. Tang Mengqing tidak menyangka bahwa Su Qianci akan begitu lincah dan menjadi semakin marah, dia berteriak, "Kau wanita jal*ng. Apakah kau mencoba untuk membuatku terbunuh? Bagaimana bisa kau begitu jahat?" Su Qianci tiba-tiba tertawa kecil dan mendorong tangan Tang Mengqing menjauh. "Mata ganti mata 1 ." "Kau ¡­." Tang Mengqing menggeram dan mencoba memukul Su Qianci lagi, "Pel*cur tak tahu malu." Mata Su Qianci menjadi dingin, saat dia meraih lengan Tang Mengqing dan memilinnya ke belakang punggungnya, menahan Tang Mengqing yang tersungkur di wastafel. Tang Mengqing menjerit kesakitan dan mengutuk, "Kau wanita yang tak tahu malu, mengkhianati Li Sicheng dan menjebakku di depan ayahku. Apa yang pernah kulakukan padamu?" Apa yang seluruh keluargamu telah lakukan kepadaku? Su Qianci berkata dengan dingin, "Jika kau tidak pernah mengusikku, aku tidak akan melakukan apa pun padamu. Dan aku hanya mengutarakan sebuah fakta." Tang Mengqing didorong lebih ke bawah dan menjerit, "Aduh, lepaskan aku!" "Minta maaf!" "Lepaskan aku. Lenganku akan patah ¡­." "Minta maaf, dan kemudian aku akan melepaskanmu." "Aku ¡­ maaf ¡­." "Kau minta maaf untuk apa?" Tang Mengqing didorong menempel pada wastafel, dengan sebuah cermin di depannya. Melihat bagaimana dia tampak menderita, Tang Mengqing merasa jengkel dan berseru, "Jangan keterlaluan!" "Sepertinya kau ingin lenganmu patah." Su Qianci mendorong Tang Mengqing ke bawah lagi. Merasakan sakit luar biasa, Tang Mengying hampir merasa bahwa lengannya benar-benar patah. "Aku minta maaf ¡­. Aku salah. Aku seharusnya tidak mengutukmu dan ¡­." "Kau yang memintanya!" Su Qianci kemudian menarik Tang Mengqing dan membiarkannya pergi. Tang Mengying merentangkan lengannya dan tiba-tiba mendorong Su Qianci dengan keras. Kedapatan lengah, kepala Su Qianci terbentur ke dinding, membuat sebuah suara besar. Tang Mengqing akhirnya merasa senang, dia berjalan keluar. Saat merasakan sakit di dahinya, Su Qianci dengan cepat berusaha menangkap Tang Mengqing sebelum gadis itu pergi keluar. Namun, Su Qianci hanya mampu mencakar pahanya. Tang Mengqing mengenakan rok mengembang yang sangat pendek. Dan Su Qianci tanpa sengaja mencakar di bagian dalam roknya. Su Qianci jelas merasakan bahwa kukunya telah menancap ke dalam daging Tang Mengqing. Dengan sebuah rasa terbakar di pahanya, Tang Mengqing merasakan rasa sakit itu setelah dua detik. Dia mengangkat roknya dan melihat lima goresan berdarah. "Ahhhhhh! Su Qianci kau wanita j*lang." Su Qianci tidak menyangka bahwa luka goresannya akan sangat dalam. Melihat Tang Mengqing datang lagi padanya, Su Qianci menghindari serangan itu tetapi dirinya merasa pusing, dia hampir terjatuh ke lantai. Su Qianci akhirnya berteriak, "Tolong! Tolong!" Tang Mengqing menggeram, "Jangan berani berpura-pura!" Su Qianci dengan cepat berlari keluar dari toilet. Saat Tang Mengqing hendak menyusulnya, Su Qianci tiba-tiba menabrak seseorang. Merasa ketakutan, Su Qianci mendongak dan melihat sepasang mata yang sangat dikenalnya. Li Sicheng melihat dahi Su Qianci yang bengkak, dia segera menatap Tang Mengqing yang berlari mengikuti Su Qianci dengan dingin. Ketakutan dengan tatapan Li Sicheng, Tang Mengqing berhenti dan tidak berani untuk maju lagi. Wajah Li Sicheng tampak murung, dia bertanya dengan nada suara yang berbahaya, "Beraninya kau mengganggu istriku?" Perumpamaan bahwa orang yang telah melukai orang lain harus diganjar dengan luka yang sama, atau menurut interpretasi lain korban harus menerima ganti rugi yang setimpal. £¬ Chapter 137 - Berteriak Keras Nada suara mengintimidasi Li Sicheng membuat pria itu terdengar seperti Asura 1 . Tang Mengqing selalu mengetahui bahwa Li Sicheng adalah seseorang yang tidak boleh dia usik. Namun, dia tidak tahu Li Sicheng bisa begitu menakutkan. Tang Mengqing gemetar ketakutan dan tidak berani bergerak sedikitpun. Mendengar kata-kata Li Sicheng, Su Qianci merasa jantungnya sedikit berdebar. Beraninya kau mengganggu istriku Li Sicheng benar-benar mengatakan kalimat itu. Namun, ketika jantungnya berdetak kencang, dia merasa semakin pusing dan akan kehilangan keseimbangannya. Li Sicheng menggendong Su Qianci dalam pelukannya dan melirik Tang Mengqing lagi sementara dahi Su Qianci bahkan tampak semakin bengkak. Meskipun Li Sicheng tidak melakukan apa-apa, Tang Mengqing tidak bisa berhenti gemetaran. "Aku ¡­." "Tuan Li, aku sepertinya ingin muntah ¡­." Su Qianci bersandar padanya dan berbisik. Li Sicheng memeluk Su Qianci dan berkata dengan lembut, "Kamu mungkin mengalami gegar otak. Aku akan membawamu ke rumah sakit." Merasa pusing, Su Qianci tidak berkata apa-apa, dia melingkarkan lengannya ke leher Li Sicheng, dan membiarkan Li Sicheng membawanya keluar dari restoran. Melihat bahwa Tang Mengqing telah pergi terlalu lama dan Su Qianci juga menghilang, Tang Mengying merasa sedikit gelisah. Ketika dia pergi mencari adik perempuannya, Tang Mengying melihat Li Sicheng menggendong Su Qianci dalam pelukannya dan segera menggigit bibirnya. Namun, Tang Mengying segera berpura-pura gugup, bertanya dengan nada suara yang penuh perhatian, "Apa yang terjadi? Apakah Su Qianci baik-baik saja?" Li Sicheng menatap Tang Mengying dengan tajam dan berkata, "Jaga keluargamu supaya tetap terkendali. Lain kali, aku tidak akan bersikap baik." Nada suara Li Sicheng yang dingin membuat Tang Mengying tertegun. Li Sicheng berjalan menjauh dengan Su Qianci di pelukannya, meninggalkan Tang Mengying sendirian. Ketika Li Sicheng telah pergi jauh, Tang Mengqing ambruk di lantai dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya. Melihat Tang Mengying, wajah Tang Mengqing segera menjadi masam dan dia berteriak keras, "Kakak!" Saat mendengar suara Tang Mengqing, Tang Mengying segera menghampirinya. "Kenapa kau duduk di lantai?" Tang Mengqing terisak, "Aku pikir aku telah membuat sebuah kesalahan ¡­." Kemudian, Tang Mengqing menceritakan segalanya secara detail kepada Tang Mengying, dan dia merasa sangat gelisah dengan kenyataan bahwa Su Qianci mungkin mengalami gegar otak. Setelah mengetahui apa yang terjadi, Tang Mengying merasakan adanya sebuah kemelut yang lebih dalam. Kakak Sicheng memperingatkan dia karena wanita itu! Selain itu, dia memperingatkan keluarga Tang. Berdasarkan karakter Li Sicheng, pria itu biasanya tidak akan membuat ancaman seperti itu. Mungkinkah Li Sicheng telah jatuh cinta pada Su Qianci hanya dalam waktu tiga bulan? Bagaimana itu mungkin? Mengapa Li Sicheng tidak merasakan apa pun padaku selama lebih dari satu dekade? Tidak, ini tidak mungkin ¡­. Mereka harus bercerai secepatnya. Rencana untuk menghancurkan Su Qianci harus dipercepat, dan kali ini Su Qianci harus dihancurkan sepenuhnya. Asura dalam mitologi agama Hindu dan Buddha merupakan makhluk yang memiliki kesaktian dan menguasai ilmu gaib tertentu, mirip dengan dewa atau Sura. Chapter 138 - Bukti Di Bawah Rok Su Qianci didiagnosis mengalami gegar otak ringan setelah dia pergi ke rumah sakit. Untungnya, gegar otaknya tidak serius, jadi dia bisa pulang setelah beristirahat beberapa saat. Li Sicheng telah meminta cuti sakit atas namanya untuk beberapa hari berikutnya, jadi Su Qianci tidak perlu pergi ke kampus. Namun, keluarga Li dan Tang Zhenghao segera mengetahui tentang kondisinya. Pada hari ke tiga cuti sakit Su Qianci, mereka memanggilnya ke rumah tua. Tidak lama setelah Su Qianci tiba di rumah tua, Tang Zhenghao membawa istri dan kedua putrinya ke rumah kediaman keluarga Li. "Minta maaf kepada Qianci!" Suara Tang Zhenghao terdengar tegas. Mata Tang Mengqing bengkak saat dia berkata dengan enggan, "Itu bukan salahku. Dia jatuh sendiri." Su Qianci segera mengerti apa yang sedang mereka coba lakukan. Sambil mengejek dalam hati, Su Qianci memandang Tang Mengqing seolah dia idiot. "Jika aku bisa membuat diriku gegar otak hanya dengan sekali jatuh, berat badanku haruslah tiga kali lipat dari berat badanku sekarang." "Su Qianci, jangan mencoba menuduhku." Tang Mengqing menggertakkan giginya. "Mengqing!" Tang Zhenghao meradang. "Kau masih menyangkalnya? Qianci sedang tidak sehat, dan kau memperlakukannya seperti itu. Aku bahkan tidak ingin mengatakan bahwa kau adalah putriku." Nyonya Tang segera menarik Tang Mengqing ke belakangnya, memandang suaminya dengan pandangan menyalahkan. "Apakah kau tahu apa yang dia lakukan pada putrimu? Dan kau memihak orang asing?" "Katakan padaku bagaimana Su Qianci mengganggu putrimu. Aku hanya tahu dia mengalami gegar otak. Putrimu mempermalukan keluarga Tang dan juga aku." Berbicara dengan suara keras, Tang Zhenghao jelas telah mengetahui bahwa Tang Mengqing telah melakukan aborsi. Su Qianci kaget dan melangkah mundur. Tanpa diduga, dia membentur sesuatu. Saat memutar kepalanya, Su Qianci melihat bahwa itu adalah Li Sicheng. Li Sicheng berdiri di sebelah Su Qianci, menatap sandiwara itu dengan tatapan dingin. Karena mendengar suara berisik, Kapten Li juga berjalan keluar dengan tongkatnya. "Apa yang sedang terjadi?" "Kapten Li," Tang Zhenghao menyapa dan kemudian memberi tahu Kapten Li mengapa dia ada di sana. Tang Mengqing berkata dengan enggan, "Dia yang memukulku terlebih dulu. Dia bahkan mencakarku. Rasanya masih sakit." "Di mana cederanya? Tunjukkan pada kami," kata Qin Shuhua. "Jika kau menuduh seseorang, kau membutuhkan bukti. Jika kau tidak dapat menunjukkan kepada kami bukti apa pun hari ini, kita harus meminta maaf kepada Su Qianci." Qin Shuhua berbicara seolah-olah itu adalah masalah yang besar, membuat Su Qianci hampir ingin bertepuk tangan. Li Sicheng dengan jelas menyadari kegembiraan istrinya, dia memicingkan matanya. Dia mengetahui dengan pasti bahwa Su Qianci bukanlah orang bodoh, jadi Li Sicheng percaya pada Tang Mengqing karena mengatakan dia dicakar oleh Su Qianci. Namun, mengapa Su Qianci tidak takut? Saat melihat ke arah Tang Mengqing, Li Sicheng mendapati bahwa tangan gadis itu menunjuk ke arah selangkangannya sambil berteriak, "Di sini!" Wajah Li Sicheng tersenyum samar saat melihatnya. "Angkat rokmu kalau begitu." Su Qianci menyilangkan lengannya, tampak tidak takut sama sekali. Akan tetapi, Tang Mengqing terlihat bingung dan ragu-ragu. "Bagaimana aku bisa melakukannya?" Ada banyak pria di sini. Bahkan Tang Zhenghao sendiri tidak seharusnya melihat putrinya melakukan itu. Su Qianci mengerutkan sebelah alisnya dan bertanya, "Kau tidak berani, kan?" Chapter 139 - Kejatuhannya Terlihat ragu, Tang Mengqing hampir menangis. Dia menatap Su Qianci dan menggeram, "Kau sengaja melakukannya! Betapa kejamnya dirimu! Sialan kau, pel*cur!" Su Qianci merasa diperlakukan tidak adil. "Apakah tanganku sepanjang itu sehingga aku bisa mencapai ke sana?" Dia sangat tidak bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Tapi itu dilakukannya dengan baik. Qin Shuhua mengangguk. Meskipun dia merasa tidak puas dengan menantunya ini, Su Qianci, bagaimanapun juga, adalah salah satu anggota keluarganya. Meskipun keluarga Tang adalah teman lama keluarga Li, itu adalah sebuah fakta bahwa mereka mencoba untuk mengganggu Su Qianci. Mendengar kata-kata Tang Mengqing, Qin Shuhua menyeringai, "Meskipun kami tidak mengetahui secara pasti, mengutuk sepertinya bukan bagian dari pendidikan seorang wanita." Tang Zhenghao merasa wajahnya terbakar. Reputasi yang telah dibangun dari generasi ke generasi dihancurkan dengan mudah oleh putri bungsunya. Merasa marah sekali, Tang Zhenghao menahan Tang Mengqing dan berteriak, "Minta maaf!" Tang Mengqing meneteskan air mata dan menjerit, "Aku tidak melakukan kesalahan. Dia layak mendapatkannya. Jika bukan karena dia, kakakku yang akan menikah dengan Li Sicheng. Dia adalah wanita simpanan dan pel*cur yang tidak tahu malu." Kata-kata itu adalah hal yang paling sering dituduhkan pada Su Qianci di kehidupan sebelumnya, seorang wanita simpanan. Karena jika bukan karena dia, Tang Mengying akan menjadi istri Li Sicheng. Su Qianci tanpa sadar melirik Kapten Li. Merasakan lirikan Su Qianci, Kapten Li mencibir, "Tuan Tang, aku benar-benar berpikir kau tidak berhak turut campur dalam pernikahan cucuku." Mendengar itu, Tang Zhenghao merasa semakin malu. Jelas, Tang Mengying dan ibunya telah mencuci otak Tang Mengqing. Tang Zhenghao menampar wajah Tang Mengqing dan meradang, "Siapa yang memberitahumu hal itu?!" Karena ditampar, Tang Mengqing menangis lebih keras, "Itu faktanya. Su Qianci tidak punya apa-apa. Dia seorang anak haram dan anak yatim piatu. Bagaimana bisa dia menikahi Li Sicheng ¡­." Sebelum dia selesai berbicara, Tang Mengying sudah membungkam mulut adiknya, menatap ayahnya dan memohon, "Ayah, jangan memukulnya. Tang Mengqing masih terlalu muda." Kemudian dia melihat Tang Mengqing dan berkata, "Tang Mengqing, minta maaf saja pada Su Qianci dan kemudian kita bisa pulang. Jaga sikapmu." Air mata Tang Mengqing mengalir deras seperti hujan. Namun, Su Qianci membalikkan badan dan kembali ke kamarnya. Ini adalah kejatuhannya. Di kehidupan sebelumnya, orang-orang ini telah membuat rasa rendah dirinya semakin besar dengan mengatakan hal ini berulang kali. Semua orang mengingatkannya tentang betapa rendah hatinya dia saat itu. Kemudian, meskipun dia telah banyak belajar, dia gagal mengubah pendapat orang-orang tentang dirinya. Di kehidupannya sekarang ini, Su Qianci telah mengubah segalanya. Namun, ketika mendengar ucapan lama itu, dia tidak bisa bersikap tidak peduli. Menyadari bagaimana kata-kata itu telah memengaruhi Su Qianci, Li Sicheng meraih tangan Su Qianci pada saat dia membalikkan badannya dan berkata, "Aku tidak peduli." Suaranya lembut seperti secangkir kopi, membuat Su Qianci berhenti. "Jadi kamu juga tidak boleh memedulikan apa yang dikatakan gadis itu." Chapter 140 - Mengguncang Dunianya Suara Li Sicheng terdengar pelan, tetapi itu mengguncang seluruh dunianya ¡­. Mata Su Qianci basah, dia menundukkan kepalanya dan membiarkan air mata menetes di punggung tangannya. Yang bisa dia pikirkan hanyalah apa yang Li Sicheng pernah katakan akan berhenti. Li Sicheng tidak peduli ¡­. Apakah dia bersungguh-sungguh? Tapi Li Sicheng keberatan dengan rasa rendah dirinya di kehidupan sebelumnya ¡­. Bahunya menggigil, Su Qianci jelas merasa sangat emosional, yang membuat Li Sicheng yang berdiri di belakangnya memandangnya dengan lembut. Saat menarik Su Qianci lebih dekat, Li Sicheng melihat betapa tersinggungnya wanita itu. Li Sicheng menarik Su Qianci ke dalam pelukannya dan melirik Tang Mengqing, "Di masa mendatang, aku tidak ingin melihatmu di rumahku." Nada suaranya jelas penuh dengan peringatan. Tang Mengqing seketika menjadi pucat pasi dan menatap kakaknya, memohon dalam diam. Tang Mengying sedang dalam suasana hati yang buruk. Dia tidak menyangka bahwa keadaan akan menjadi seperti ini. Kalau begini, dia bahkan menjadi lebih jauh dari keluarga Li. "Kalian pulang saja," kata Kapten Li juga. "Rumah tangga kami tidak cukup baik untukmu." Kapten Li adalah orang yang paling dihormati Tang Zhenghao. Mendengar hal itu dari Kapten Li, Tang Zhenghao berkata dengan cepat, "Kapten ¡­." "Pulanglah." Kapten Li tidak ingin melihat pria itu dan melambaikan tangannya. Setelah menyuruh keluarga Tang pulang, Kapten Li berkata, "Sicheng, bawa istrimu pulang." "Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk. Tidak punya tata krama!" Qin Shuhua tampak menyesal dan berkata kepada Su Qianci, "Jangan terlalu menanggapi apa yang dikatakan Tang Mengqing. Kau jauh lebih baik daripada dia." Su Qianci mengangguk, tetapi masih merasa sedikit terganggu. Dia jauh lebih baik daripada Tang Mengqing, tetapi bagaimana dengan Tang Mengying? Qin Shuhua masih menginginkan Tang Mengying menjadi menantunya. Su Qianci mengusap wajahnya dan berbisik, "Terima kasih, Ibu." Li Sicheng mengetahui apa yang sedang dipikirkan Su Qianci dan menariknya pergi, "Mari kita pergi makan." Li Sicheng menyuruh Su Qianci untuk memilih sebuah restoran, dan Su Qianci memberi sebuah nama pada Li Sicheng. Ketika mereka tiba, Li Sicheng menemukan tempat itu adalah sebuah restoran hotpot 1 . "Ketika aku sedang merasa tidak enak, aku akan selalu datang ke sini." Tentu saja, Su Qianci berbicara tentang kehidupan sebelumnya. Namun, Li Sicheng tidak mengetahui hal itu dan berpikir bahwa maksud Su Qianci adalah ketika dia masih lajang. Restoran hotpot ini adalah tempat Sheng Ximing membawanya untuk makan di kehidupan sebelumnya. Sheng Ximing berkata bahwa hidup itu seperti sebuah hotpot. Pada awalnya, kuahnya bening. Namun, kebanyakan orang akan menambahkan terlalu banyak bahan makanan ke dalamnya sehingga membuatnya berantakan. Hal yang paling penting adalah untuk menikmati prosesnya. Su Qianci sangat menyukai analogi itu. Li Sicheng bukan seorang penggemar berat hotpot, tetapi hanya mengerutkan kening dan mengikuti Su Qianci masuk ke dalam restoran, dan melihat betapa bahagianya wanita itu. Namun, bahkan Su Qianci pun tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan satu orang yang paling tidak mungkin akan muncul di tempat ini. Hotpot adalah metode memasak China, disiapkan dengan panci di atas meja makan berisi kuah kaldu dengan rasa yang khas karena ada tambahan minyak wijen, berisi berbagai bahan makanan dari Asia Timur. Saat hotpot sudah mendidih, bahan makanan dimasukkan ke dalam panci dan dimasak di meja. Chapter 141 - Sebuah Rahasia Yang Hanya Diketahui Oleh Dirinya Meskipun itu adalah sebuah restoran hotpot, harga makanannya sedikit tinggi, dan suasananya sangat bagus, tenang dan nyaman. Li Sicheng melihat ke sekeliling dan dengan enggan menerima untuk makan di tempat ini. Namun, Su Qianci diberi tahu bahwa seluruh ruangan privat sudah penuh. "Kalau begitu ayo makan di lobi ¡­." Namun, Su Qianci segera berhenti dan menatap Li Sicheng. Seseorang seperti Li Sicheng jarang terlihat duduk di lobi ¡­. Merasakan keragu-raguannya, Li Sicheng mengerutkan sebelah alisnya dan bertanya, "Kamu sangat menyukai tempat ini, kan?" Su Qianci mengangguk. Dia tidak datang ke sini dalam waktu yang lama, jadi dia benar-benar tidak ingin pergi. Melihat keengganan tersembunyi di mata Li Sicheng, Su Qianci segera berkata, "Kita bisa pergi ke tempat lain ¡­." "Tempat ini tidak apa-apa," Li Sicheng memotong. "Tolong carikan sebuah tempat yang tenang untuk kami." Su Qianci merasa terkejut dan mengedipkan matanya. "Baik." Pelayan restoran membawa mereka ke sebuah meja di sebelah jendela. Letaknya di sudut tetapi memiliki pemandangan yang bagus. "Tuan Li, ini meja terbaik di lobi. Bunyikan bel kapan saja untuk memanggil kami." Memang, orang-orang mengenali Li Sicheng ke mana pun dia pergi. Mereka dengan segera selesai memesan makanan dan Su Qianci sudah ceria kembali. "Kapan kamu belajar bahasa Jerman?" Ditanya secara tiba-tiba, Su Qianci tertegun sejenak sebelum dia menjawab dengan cepat, "Saat musim panas." "Bukankah kamu belajar Jujitsu saat musim panas?" Su Qianci merasa sedikit tidak nyaman dan mengatakan itu musim panas tahun lalu. Li Sicheng mengerutkan sebelah alisnya dan bertanya, "Dibutuhkan waktu lama untuk belajar sebuah bahasa. Selain itu, tanpa latihan sepertinya itu tidak akan mungkin kamu bisa berbicara dengan begitu fasih. Kamu yakin kamu mengingat semuanya sejak musim panas lalu?" Selain itu, Li Sicheng mengetahui bahwa Su Qianci menghabiskan musim panas bersama keluarga Su tahun lalu. "Aku hanya memiliki sebuah ingatan yang hebat." Li Sicheng mengangguk dan bertanya, "Bagaimana dengan piano?" Sepanjang yang Li Sicheng tahu, tidak ada seorang pun di keluarga Su yang bisa bermain piano, jadi mereka bahkan tidak memiliki sebuah piano. Menilai dari bagaimana Su Qianci bermain piano, dia cukup mahir. Butuh waktu lebih lama dari satu atau dua musim panas untuk mencapai levelnya. Jantung Su Qianci berdegup kencang dan dia berkata dengan nada menghindar, "Aku hanya berbakat, kurasa." Li Sicheng mengerutkan bibirnya, merenung. Su Qianci tidak tahan dengan tatapan menyelidik darinya. Dia meletakkan gelasnya dan berkata, "Aku akan ke toilet." Lalu dia berdiri dan berjalan ke toilet, merasa cemas. Sialan, bagaimana dia harus menjelaskannya? Memberi tahu Li Sicheng hal yang sebenarnya? Li Sicheng pasti akan berpikir bahwa dia sudah gila. Namun, hal itu tidak pernah terlintas dalam pikiran Su Qianci bahwa dia harus menjelaskannya sendiri. Semuanya itu benar-benar aneh karena dia tiba-tiba bisa mengetahui segalanya. Ketika Su Qianci berjalan keluar, dia sudah punya jawabannya. Dalam perjalanan kembali ke mejanya, seorang gadis yang menggemaskan memanggil Su Qianci dalam kalimat yang terbata-bata, "Ha ¡­ lo ¡­. Apakah kau berbicara bahasa Korea?" Su Qianci mengerutkan alis dan bertanya dalam bahasa Korea, "Apa yang kau butuhkan?" Gadis itu terlihat lega dan menceritakan apa yang sedang terjadi. Ternyata gadis itu datang ke restoran dan tiba-tiba menstruasi. Namun, dia tidak membawa tampon dan meminta bantuan Su Qianci. Untungnya, Su Qianci masih memiliki beberapa. Setelah mendapatkannya dari Su Qianci, gadis itu dengan penuh rasa syukur pergi ke toilet wanita. Su Qianci tersenyum, berbalik, dan melihat sebuah sosok tinggi di ujung koridor. Mata Li Sicheng gelap. Berdiri diam, dia memiliki sebuah ekspresi misterius di wajahnya. Chapter 142 - Apakah Dia Mengkhianatimu? Saat melihat Li Sicheng, jantung Su Qianci berhenti berdetak. Kapan dia datang? Fakta bahwa dia bisa berbicara bahasa Korea ¡­. Su Qianci merasa sedikit bersalah ketika melihat wajahnya. Li Sicheng memandang Su Qianci dalam diam selama dua detik sebelum dia berbalik ke arah toilet pria. Su Qianci merasa lega. Dia hanya ada di sana untuk pergi ke toilet, kan? Merasa sedikit cemas, Su Qianci kembali ke tempat duduknya. Dia bahkan tidak berani melihat ke belakang. Namun, Li Sicheng bahkan tidak memasuki toilet pria tersebut, tetapi berjalan keluar lagi dan menatap Su Qianci, tenggelam dalam pikirannya. Li Sicheng mengambil ponselnya dan menekan nomor telepon Cheng You tetapi tidak jadi menghubunginya. Dengan beberapa pertimbangan, Li Sicheng menemukan sebuah nomor lain dan meneleponnya. Panggilan telepon itu berhasil tersambung dan Li Sicheng mendengar suara ketukan kibor komputer. Sebuah suara laki-laki berbicara, "Tuan Li, mengapa kau meneleponku?" "Aku harus menyelidiki seseorang." "Aku bergerak dalam bisnis IT, bukan seorang detektif. Mengapa kau tidak menggunakan jasa sebuah agensi?" "Ini istriku yang harus aku selidiki." Setelah hening beberapa saat, orang itu bertanya, "Kenapa?" "Dia bertingkah aneh." "Baiklah. Aku kebetulan sedang mengembangkan sebuah teknologi terkait. Akan tetapi, dananya masih agak kurang ¡­." "Berapa banyak?" "Sepuluh juta yuan." "Kau memerasku?" Orang itu tertawa dan berkata, "Hanya sedang mengalami kesulitan dalam penggalangan dana." Li Sicheng sangat jarang membutuhkan sesuatu darinya, jadi dia harus mengambil kesempatan ini. "Baiklah kalau begitu. Aku butuh hasilnya dalam dua jam. Termasuk semua detailnya." "Hei, tunggu sebentar. Apa kau tertarik dengan hubungan-hubungan dia dengan orang lain atau latar belakangnya atau sesuatu yang lain? Apakah dia mengkhianatimu?" Mata Li Sicheng terlihat sedikit lebih dalam. "Aku ingin tahu segalanya tentang dia, semuanya." "Mengerti. Rekening bank-ku masih sama. Aku mencintaimu!" Li Sicheng merasa malu dan segera menutup telepon. Setelah menaruh ponselnya kembali ke dalam saku, Li Sicheng berjalan kembali ke tempat duduknya. Pada saat yang sama, ada suara air pembilasan dari toilet pria. Saat Sheng Ximing mencuci tangannya, dia melihat sekilas punggung Li Sicheng. Bukankah dia suami Nona Su? Dia menyuruh seseorang untuk menyelidiki Nona Su? Sheng Ximing mengira pasangan itu memiliki sebuah hubungan yang harmonis, tetapi ternyata itu hanya omong kosong. Setelah mencuci tangannya, Sheng Ximing mengikuti Li Sicheng dan melihat Su Qianci duduk di hadapannya. "Ximing, apa yang sedang kau lihat? Semuanya sudah matang," kata teman Sheng Ximing, Song Yifan. "Aku datang." Sheng Ximing duduk, sambil memandang Song Yifan. "Kau masih ingat Rong Xuan?" Tangan Song Yifan terhenti sejenak di udara saat dia menatap Sheng Ximing. Rong Xuan. Nama gadis impian mereka di masa lalu tetapi kemudian berubah menjadi tabu untuk disebut. Sheng Ximing mengumpulkan keberaniannya, lalu dia melanjutkan, "Aku baru-baru ini bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengannya, dan dia ada di restoran ini sekarang." Chapter 143 - Satu-satunya Idolanya, Song Yifan Song Yifan menunduk dan perlahan-lahan mengaduk panci, berkata dengan tenang, "Kau pasti salah. Rong Xuan sudah lama meninggal. Itu tidak mungkin dia." Sheng Ximing juga terdiam. Setelah beberapa saat, dia melanjutkan, "Mereka benar-benar mirip satu sama lain. Pertama kali aku melihatnya, aku berpikir aku melihat Rong Xuan lagi. Dia punya bayi, maka ¡­." Tangan Song Yifan sedikit bergetar saat mata tenangnya menyipit. "Di mana dia?" Sheng Ximing menunjuk ke arah jendela. Namun, bagian belakang kursinya menghalangi pandangan mata mereka. Song Yifan meletakkan sumpitnya dan berdiri, melihat ke arah sana. Namun, sebelum dia melihat sesuatu, seseorang muncul di depannya. Itu adalah sang pemilik restoran hotpot. Dia tersenyum sopan dan berkata, "Tuan Song, bagaimana menurut Anda?" Song Yifan bergerak sedikit dan akhirnya melihat wajah Su Qianci. "Oke, tetapi aku punya sebuah syarat." Saat melihat Li Sicheng kembali, Su Qianci merasa sedikit cemas. Dia dengan tenang merebus makanan di dalam panci, pura-pura tidak melihatnya. Li Sicheng juga tidak berbicara. Keadaan menjadi sedikit canggung di antara mereka. Tiba-tiba, seseorang berbicara melalui pengeras suara. "Selamat malam semuanya. Sangat senang melihat Anda semua di sini ¡­." Hanya beberapa basa-basi, jadi semua orang mulai makan lagi setelah mendengar itu. "Hari ini, Tuan Song Yifan ada di sini di restoran kami. Apakah ada yang ingin mendengarkannya bermain piano?" Song Yifan! Mendengar nama itu, banyak orang mendongak dan segera menjawab, "Ya!" "Apakah itu benar-benar Song Yifan?" "Tidak mungkin, aku pikir itu hanya penggantinya saja." Su Qianci melihat ke arah suara itu dan melihat sebuah piano diletakkan di tengah-tengah restoran. Di depan piano itu, pembawa acara masih berbicara. "Tolong tunjukkan pada Tuan Song Yifan seberapa ingin kau mendengarkan dia bermain piano. Song Yifan, Song Yifan, Song Yifan ¡­.!" Seluruh restoran mulai meneriakkan nama Song Yifan. Mereka melihat ke sekeliling, semua orang mencoba untuk mencari sosok Song Yifan. Su Qianci tidak terkecuali. Dengan segera, dia melihat seorang pria paruh baya berdiri di sebuah sudut, tampak kurus tetapi bugar. Song Yifan berjalan perlahan ke arah piano, tampak kasual tapi sangat elegan. Saat Su Qianci melihat wajahnya, dia langsung menahan napas dan jantungnya berdetak kencang. Ini Song Yifan? Satu-satunya orang China yang menjadi anggota Asosiasi Piano Global? Tidak mungkin, dia akhirnya bertemu dengannya. Apakah dia bermimpi? Satu-satunya idolanya! Luar biasa! Su Qianci menatapnya dengan mata terbelalak, dia ingin melihat Song Yifan lebih jelas. Pada saat yang sama, dia melihat sekilas sosok lain yang dikenalnya. Sheng Ximing? Dia sedang makan hotpot bersama dengan Song Yifan? Benar, mereka bersahabat sekarang. Namun ada kisah yang mengatakan bahwa mereka pernah bertengkar karena seorang wanita. Chapter 144 - Berhentilah Meneteskan Air Liur Dan kemudian, Song Yifan pergi ke Perancis dan menjadi seorang pianis kelas dunia, sementara Sheng Ximing menjadi seorang pengacara terkemuka di Kotaraja. Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci belum pernah bertemu Song Yifan secara pribadi. Meskipun dia telah mendengar cerita tentang mereka berdua dari Sheng Ximing, Su Qianci tidak mengetahui apa-apa tentang Song Yifan. Bagaimana bisa ¡­. Apakah ini semacam efek kupu-kupu 1 dari tindakannya? Namun, apa hubungannya Song Yifan dengan dirinya? Ketika Su Qianci tercengang, Song Yifan sudah berjalan di samping pembawa acara. Dengan tangannya di depan dada, Song Yifan membungkuk dan berkata, "Halo, saya Song Yifan." "Ahhhhh! Itu benar-benar dia." "Aku makan bersama dengan Song Yifan ¡­ aku tidak percaya." "Pemilik restoran ini pasti sangat kaya hingga dia mampu membayar Song Yifan." "Jelas Tuan Song berada di sini untuk makan. Dia mengenakan sesuatu yang benar-benar kasual. Tapi ¡­ sungguh tampan!" Mendengar teriakan dari gadis-gadis di sekitarnya, mata Su Qianci juga berbinar. "Berhentilah meneteskan air liur," kata Li Sicheng dingin, dan Su Qianci tanpa sadar mengusap dagunya. Dagunya kering! Su Qianci langsung tersipu malu dan menatap Li Sicheng karena sudah menggodanya. "Apakah dia setampan itu?" Ketampanan pria itu bahkan tidak ada separuh dari ketampanan wajahnya. Kenapa reaksi Su Qianci berlebihan? Su Qianci tersipu malu dan minum dari gelasnya. "Dia idolaku. Tentu saja dia tampan." Wajah Li Sicheng sedikit memberengut. Dia pasti menikahi seorang yang bodoh. Apakah itu berarti bahwa setiap orang yang tampan bisa menarik perhatian Su Qianci? "Kami merasa terhormat karena Tuan Song Yifan bersama dengan kami hari ini. Semua orang akan mendapatkan potongan harga 20% untuk makanan hari ini. Selain itu, kami juga akan mengundang seorang pelanggan yang beruntung untuk bermain piano bersama pianis global kami. Saya ingin tahu siapa yang akan memiliki keberuntungan hari ini?" "Aku! Aku pandai bermain piano ¡­." "Pastinya aku. Aku tahu semua karya Song Yifan ¡­." "Pilih aku!" Su Qianci mengedipkan matanya, merasa agak menyesal. Ada begitu banyak pesaing sehingga dia mungkin tidak akan terpilih. Su Qianci mengambil beberapa makanan laut dengan sumpitnya dan memasukkannya ke dalam mulutnya. "Jangan khawatir. Semua orang memiliki sebuah kesempatan yang sama. Kami akan memilih pelanggan yang beruntung secara acak. Jika orang yang terpilih tidak tahu cara bermain piano, kami akan melakukan pemilihan yang kedua." Kemudian, sebuah cahaya lampu sorot dengan cepat bergerak ke sekeliling ruangan. Semua penggemar Song Yifan menahan napas dalam kegembiraan. Su Qianci menelan makanannya dan minum segelas limun. Namun, cahaya lampu sorot itu berhenti pada dirinya, membuat matanya terasa sedikit sakit. "Baiklah, wanita ini." Dengan segera, Su Qianci menjadi fokus perhatian semua orang. "Dia duduk di sudut terpencil dan dia terpilih? Sangat beruntung!" "Sial. Aku seharusnya memilih tempat itu ¡­." "Saya?" Su Qianci tercengang, menunjuk dirinya sendiri. Efek kupu-kupu (bahasa Inggris: Butterfly effect) adalah istilah dalam teori kekacauan yang berhubungan dengan "ketergantungan yang peka terhadap kondisi awal", di mana perubahan kecil pada satu tempat dalam suatu sistem tak linear dapat mengakibatkan perbedaan besar dalam keadaan kemudian. £¬ Chapter 145 - Cinta Dalam Hidupnya Su Qianci jelas merasakan kecemburuan di tatapan semua orang. "Ya! Kau" "Kau tahu cara bermain piano?" "Aku yakin dia tidak mengetahuinya. Pilih lagi, pilih lagi!" Mendengar sorak sorai itu, Su Qianci berkedip dan tiba-tiba merasa sangat gembira. "Benarkah?" Su Qianci menatap Li Sicheng, jantungnya berdetak kencang. Li Sicheng menganggukkan kepalanya. "Ya Tuhan!" Su Qianci menjerit, "Beruntung sekali!" Pembawa acara berkata sambil tersenyum, "Benar, gadis yang beruntung. Kau tahu cara bermain piano?" "Ya!" Tentu saja. Pada saat-saat yang paling sulit, musik Song Yifan-lah yang memberinya harapan. Musik Song Yifan terdengar melankolis pada awalnya, tetapi masih mengandung harapan. Song Yifan benar-benar membuat Su Qianci memutuskan untuk belajar piano. Hanya melihat idolanya ini saja sudah cukup beruntung, dan sekarang Su Qianci memiliki kesempatan untuk bermain bersama dengannya. Jantung Su Qianci rasanya hampir copot. Melihat Su Qianci yang penuh kegembiraan, sang pembawa acara merasa sedikit aneh. Gadis ini tidak tampak berbeda dari penggemar lainnya, dan dia sepertinya baru pertama kali bertemu Song Yifan. Kenapa Song Yifan meminta pemilik restoran untuk memilihnya? Meski penasaran, pembawa acara itu tetap profesional dan melambai pada Su Qianci, "Mari ke depan." Su Qianci segera berdiri dan hampir melompat ke atas panggung. Pada saat ini, Su Qianci merasa bahwa dia menyita perhatian semua orang, membuatnya merasa gugup. Namun, dia menjadi santai dengan segera. Tidak masalah! Ini seperti bermain piano sendirian. Dengan berpikir seperti itu, Su Qianci merasa jauh lebih baik dan berjalan ke arah Song Yifan. Dia melihat bahwa Song Yifan sedang menatapnya. Cara dia memandangnya seolah-olah dia telah mengenalnya selama seumur hidup. Sheng Ximing memiliki tatapan yang sama ketika dia bertemu dengan Su Qianci untuk pertama kalinya. Namun, Song Yifan juga dengan jelas terlihat sedih dan emosional. Merasakan emosi Song Yifan, Su Qianci tanpa sadar melirik ke arah Sheng Ximing. Terkejut karena Su Qianci melihatnya, Sheng Ximing tersenyum padanya dan memberinya sebuah acungan jempol. "Siapa namamu, Nona yang beruntung?" "Nama belakangku adalah Su." "Baiklah, Nona Su. Apakah Anda kenal Tuan Song Yifan?" "Tentu saja!" Su Qianci berkata tanpa berpikir. Song Yifan menatap Su Qianci, tersenyum lembut, matanya penuh ¡­ cinta. Ketika Su Qianci berkedip dan mencoba untuk memahaminya, senyum Song Yifan telah menghilang. Itu pasti sebuah ilusi. Bagaimanapun, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Song Yifan. Namun, tidak ada yang memperhatikan bahwa di meja di sudut restoran, mata Li Sicheng dengan segera menjadi dingin, menatap ke arah Song Yifan. Chapter 146 - Bermain Piano Bersama Idolanya Merasakan adanya tatapan yang tidak ramah, Song Yifan melirik ke arah Li Sicheng. Mata mereka segera bertemu. Song Yifan melihat dengan jelas tatapan peringatan dan ketidaksenangan pada bola mata pria yang dingin itu dan merasa sedikit terkejut. Jika dia mengingatnya dengan benar, pemuda ini pastilah Li Sicheng, sang legenda bisnis yang baru. Di sisi lain, ketika Su Qianci melihat wajah tak ramah Li Sicheng, dia merasa gelisah. Dia benar-benar lupa bahwa Li Sicheng juga ada bersamanya. Li Sicheng sepertinya tidak senang tentang hal itu. Tapi tidak mungkin Su Qianci melepaskan kesempatan untuk bermain piano di sebelah idolanya. Dia hanya memiliki satu kesempatan ini dalam dua gabungan kehidupannya. Selain itu, dia bukan orang yang selalu beruntung, jadi mungkin tidak ada kesempatan lain untuknya di masa depan. Sambil menggertakkan giginya, Su Qianci membalikkan punggungnya ke arah Li Sicheng. Mata Li Sicheng menjadi lebih gelap. Wanita ini punya nyali! Song Yifan melihat itu dan menyadari bahwa Su Qianci dan Li Sicheng saling mengenal, dia tersenyum pada Li Sicheng dengan ramah. Namun, senyuman Song Yifan memiliki arti yang berbeda di mata Li Sicheng. Orang tua ini mencoba ¡­ menantangnya? Li Sicheng memutar kepalanya dan melihat Sheng Ximing. Tampaknya kedua pria setengah baya itu mencoba bekerja sama untuk menjauhkan istrinya dari dirinya? Apakah itu sebuah kebetulan? Pelanggan yang beruntung? Li Sicheng tidak memercayainya. Namun, Li Sicheng tidak bisa memikirkan apa yang dilihat kedua orang pria itu di dalam diri Su Qianci ¡­. "Nona Su, apakah kau bisa bermain Qi Xuan?" Suara Song Yifan unik dan agak serak dengan cara yang menawan, membuat Su Qianci merasa sepertinya dia akan meleleh. Dia mengangguk berulang kali. Su Qianci ingin mengatakan sesuatu tetapi terlalu bersemangat untuk menerjemahkan perasaannya ke dalam kata-kata. Song Yifan memandang Su Qianci dengan lembut. Dia sangat mirip dengan Rong Xuan! Tidak heran Sheng Ximing bertindak seperti itu. "Ayo kita mulai kalau begitu." Terdapat banyak suara bising di restoran itu. Semua orang berharap bahwa dirinyalah yang bisa bermain piano dengan pianis terkenal. Su Qianci mengangguk dan duduk di sebelah Song Yifan. Qi Xuan adalah mahakarya yang diciptakan oleh Song Yifan sendiri. Lagu itu memberinya kehormatan dan ketenaran yang sangat besar. Saat mendengar musik yang akrab di telinga, semua orang menjadi diam, mendengarkan dengan tenang. Song Yifan memainkan kunci F sementara Su Qianci memainkan kunci G. Paruh pertama dari lagu ini sebagian besar terdiri dari nada-nada yang terdengar lebih rendah, jadi Song Yifan yang memainkannya. Setelah dia selesai, Su Qianci menekan sebuah tuts piano. "Salah!" Seseorang segera berteriak, "Gadis itu tidak bisa bermain piano. Itu nada yang salah." Banyak gadis yang sedang merasa iri pada Su Qianci segera mengangguk. "Jangan memaksakan diri jika kau tidak bisa bermain piano. Itu sungguh memalukan." "Jika itu aku, aku akan memainkannya dengan sempurna." Song Yifan mengerutkan keningnya dan melirik Su Qianci. Namun, Su Qianci mengabaikan segalanya dan melihat tuts piano dengan penuh perhatian. Jari-jarinya ramping dan panjang, membuatnya terlihat seperti terlahir untuk bermain piano. Nadanya melambung tinggi. Lagu yang ditulis untuk cinta dan kehilangan menembus hati setiap orang. Mereka yang membuat komentar negatif berangsur-angsur menjadi diam. Song Yifan adalah orang yang paling tersentuh. Dia secara bertahap berhenti bermain dan menatap gadis yang dia temui untuk pertama kalinya. Seakan tidak ada orang di sekitarnya, Su Qianci bermain dengan tenang. Meskipun Su Qianci hanya memakai sedikit riasan wajah, dia tampak menakjubkan. Wajah ini hampir sama persis dengan wajah yang Song Yifan ingat. Mata Song Yifan tiba-tiba menyala. Chapter 147 - Aku Tidak Mengizinkannya Ketika lagunya berakhir, tepuk tangan terdengar membahana. Song Yifan tidak bermain piano sejak bagian pertama. Permainan piano tadi hampir seperti sebuah konser yang dimainkan oleh Su Qianci. "Siapa dia? Dia bermain sangat bagus!" "Aku belum pernah mendengar tentang dia. Dia juga terlihat sangat cantik." "Dia kelihatan hebat. Kudengar Song Yifan masih lajang. Mereka tampak serasi." "Tidak mungkin. Song Yifan jelas jauh lebih tua darinya. Selain itu, dia datang dengan kekasihnya ¡­." Mendengar itu, banyak orang yang melihat ke arah meja Su Qianci. "Wow. Sangat tampan!" "Bukankah itu Li Sicheng?" "Tidak mungkin. Itu benar-benar dia." "Ya Tuhan, ini sangat menyenangkan karena bisa melihat begitu banyak selebritas pada saat bersamaan." "Tunggu sebentar, apakah gadis itu kekasih Li Sicheng? Tidak, sebenarnya, jangan memberitahuku. Aku tidak ingin tahu." "Namun, aku mendengar Li Sicheng telah menikah." Mendengar bisik-bisik tersebut, Su Qianci merasa dirinya seperti seekor hewan di kebun binatang. Tersipu malu, dia langsung berdiri. Song Yifan juga berdiri dan mereka saling membungkuk hampir pada saat yang bersamaan. "Lovebirds 1 !" Seseorang berteriak, sehingga menimbulkan gelak tawa orang-orang. Jantung Su Qianci berdetak kencang. Sambil melihat Song Yifan, Su Qianci menguatkan dirinya untuk berkata, "Tuan Song Yifan, bisakah saya berfoto dengan Anda?" "Itu akan menjadi kehormatan bagiku." Kata-kata Song Yifan membuat banyak gadis berteriak. "Aku akan pingsan sekarang. Dia benar-benar seorang pria sejati." "Seorang pria dewasa selalu yang paling menawan." Ketika Su Qianci mengeluarkan ponselnya, sebuah tangan terjulur untuk menutupi lensa kamera dan mengambil ponsel itu. Su Qianci terkejut. Saat dia menoleh, dia melihat seraut wajah yang jelas terlihat tidak senang. Su Qianci pada awalnya sudah siap untuk marah, tetapi ketika melihat wajah Li Sicheng, Su Qianci segera melunak. Kapan Li Sicheng naik ke panggung? Su Qianci bahkan tidak menyadarinya. Namun, dalam keadaan itu, Su Qianci dengan panik berusaha meraih ponselnya. "Kembalikan padaku." Wajah Li Sicheng tampak lebih dingin. Sambil menyembunyikan ponsel itu di belakangnya, Li Sicheng membawa tubuh Su Qianci ke dalam pelukannya. Yang diinginkan Su Qianci hanyalah ponselnya. Sambil berjinjit, dia mencoba meraih bagian belakang tubuh Li Sicheng. "Kembalikan padaku. Kenapa kamu melakukan itu?" "Aku tidak mengizinkannya." Jelas terdengar ada nada ketidaksenangan dalam suaranya. Su Qianci tersentak, "Untuk apa? Ini ponselku, dan aku tidak berusaha berfoto denganmu. Kamu tidak punya hak." Justru karena itu bukan foto denganku. Saat Li Sicheng berpikir seperti itu, bahkan dia sendiri merasa terkejut. Namun, amat sangat tidak nyaman baginya untuk melihat Su Qianci berdiri di samping Song Yifan. Mengabaikan keluhan Su Qianci, Li Sicheng mengencangkan pelukannya di pinggang Su Qianci dan berkata dengan tegas, "Ayo kita pulang." Karena pelukannya yang erat, Su Qianci menyadari betapa intimnya mereka terihat pada saat ini. Dia hampir menempel di tubuh Li Sicheng. Saat dia bergerak, Su Qianci bisa dengan jelas merasakan panas tubuh Li Sicheng. Semua orang memandang mereka. Wajah Su Qianci terasa terbakar, dia dengan cepat menundukkan kepalanya. Kata yang sering digunakan untuk menggambarkan sepasang kekasih Chapter 148 - Ini Kekasihmu? Merasa malu saat mendengar pembicaraan orang-orang di dekatnya, Su Qianci menundukkan kepalanya lebih rendah, berharap dia punya tempat untuk bersembunyi. Sambil mendorong Li Sicheng menjauh, dia berbisik, "Lepaskan aku." Li Sicheng menunduk dan melihat telinga merah mudanya ¡­. Sungguh menggemaskan! Li Sicheng menutupi telinga Su Qianci dengan tangannya dan berkata pada Song Yifan, "Saya sudah mendengar banyak tentang Anda. Namun, sudah waktunya bagi kami untuk pergi." Melihat ketidaksenangan yang jelas di wajah Li Sicheng, Song Yifan tersenyum hangat, dia mengangguk dan menyerahkan sebuah kartu nama kepada Su Qianci, "Ini kartu nama saya, Nona Su. Tetaplah berkomunikasi ya." "Kartu nama Song Yifan! Surgaku!" "Dia sangat beruntung. Kenapa mereka tidak memilihku?" Tetap berkomunikasi? Su Qianci sangat gembira. Idolanya memberinya kartu namanya dan memintanya untuk tetap berkomunikasi. Sejak dia hidup kembali, ini adalah saat paling bahagia bagi Su Qianci. Sambil mendorong tangan Li Sicheng dengan bersemangat, Su Qianci segera meraih kartu kecil itu. Desainnya sederhana, hanya terdapat sebuah nama, nomor telepon, dan alamat surel. Tanpa gelar, sangat Song Yifan. Su Qianci teringat sebuah ungkapan: Bersikap rendah hati adalah cara terbaik untuk pamer. "Bisakah kita pulang sekarang?" Mendengar suara muram Li Sicheng, Su Qianci tiba-tiba tersadar, mengangguk, dan berkata pada Song Yifan, "Kurasa aku akan pergi sekarang." "Ini kekasihmu?" Song Yifan bertanya. Su Qianci berkedip. Kekasih? Kata itu sangat tidak relevan baginya. Dia belum pernah memiliki seorang kekasih. Menggelengkan kepalanya, Su Qianci tersenyum dan tiba-tiba merasa merinding. Saat menoleh ke belakang, dia melihat mata Li Sicheng yang dalam. Su Qianci segera berkata, "Pulang, sekarang." Mereka turun dari panggung dan berjalan keluar dari restoran di bawah pengawasan semua orang, Su Qianci tidak bisa menahan perasaan gembiranya saat memegang kartu nama itu di tangannya. Tidak hanya telah berhasil melumpuhkan Tang Mengqing, tetapi dia juga bertemu Song Yifan hari ini dan mendapatkan kartu namanya. Su Qianci merasa dirinya sangat beruntung. Sambil menatap kartu itu, dia mengikuti Li Sicheng dari dekat. Namun, Li Sicheng tiba-tiba berhenti berjalan. Karena tidak memperhatikan, Su Qianci menabrak punggung Li Sicheng yang berotot dan membuat hidungnya sakit. Sambil memegang hidungnya dengan satu tangan dengan kesakitan, Su Qianci menatap Li Sicheng dengan air mata di matanya. "Sakit ¡­." Li Sicheng menoleh ke belakang dan melihat kartu nama di tangan Su Qianci. Lalu dia cepat-cepat memalingkan muka dan bertanya, "Apanya yang harus dilihat?" Su Qianci berkedip dan tersenyum. "Semuanya." Melihat kartu nama idolanya saja seperti melihat Song Yifan sendiri. Li Sicheng mengambil kartu nama itu dari tangannya. "Coba kulihat." Su Qianci terkejut, mencoba untuk mengambilnya kembali. Namun, entah sengaja atau tidak, Li Sicheng melepaskan kartu nama itu dan langsung terjatuh dari tangannya. Tidak ada angin di Kotaraja pada saat itu, jadi kartu nama itu langsung jatuh ke dalam sebuah celah di penutup lubang selokan. "Tidak!" Chapter 149 - Sebuah Rahasia Tentang Dia "Kartuku!" Su Qianci menjerit dan segera berjongkok. Di bawah penutup lubang selokan, saluran pembuangan itu mengeluarkan bau menyengat. Senyum Su Qianci segera menghilang saat dia meradang pada Li Sicheng, "Mengapa kamu mengambilnya dariku?" Selain itu, jalanan itu terlalu lebar baginya untuk tiba-tiba berhenti tepat di atas penutup lubang selokan. Li Sicheng memilih momen ini untuk mengambil kartu itu darinya dan menjatuhkannya "tanpa sengaja". Apakah dia sengaja melakukannya? Namun, Li Sicheng bukanlah seseorang yang akan melakukan sesuatu yang sangat kekanak-kanakan, kan? Saat melirik Su Qianci, beberapa luapan perasaan yang tidak begitu jelas dengan cepat melintas di mata Li Sicheng. Apakah wanita ini berteriak padanya? Sambil mengulurkan sebelah tangannya, Li Sicheng berkata dengan tenang, "Itu hanya sebuah kartu nama. Aku juga punya kartu nama." Kemudian dia benar-benar mengambil sebuah kartu nama dari sakunya dan memberikannya kepada Su Qianci. Namun, nama pada kartu nama itu adalah Li Sicheng. Kartu itu didesain dengan baik, dengan latar belakang hitam dan huruf-huruf perak. Namun, ketika Su Qianci melihat kartu nama hitam itu, dia segera merasa tersinggung, menjejakkan kakinya dan pergi. Melihat Su Qianci pergi sendiri, Li Sicheng merasa sedikit tidak senang. "Kamu mau ke mana?" "Pulang!" "Mobilnya ada di belakang kita." "Aku akan pulang sendiri." Li Sicheng mengerutkan sebelah alisnya. Apakah Su Qianci sedang bersikap kekanak-kanakan? Li Sicheng mengira Su Qianci tidak akan pernah bersikap seperti ini. Su Qianci pada saat ini adalah Su Qianci yang sama pada hari pernikahan mereka. Ketika Li Sicheng hendak mengikutinya, ponselnya berdering. Itu adalah Luo Zhan, salah satu dari beberapa temannya. Li Sicheng mengangkatnya, meletakkan ponsel di dekat telinganya, tetapi tidak berbicara. "Tuan Li, maksudku ¡­ berapa lama kau memberi aku waktu?" "Apakah kau telah kehilangan ingatanmu?" "Apakah kau telah kehilangan selera humormu?" "Apakah kau sudah punya hasilnya?" "Tentu saja. Namun, persiapkan dirimu terlebih dahulu." Li Sicheng merasakan sedikit firasat buruk. Mungkin benar-benar ada yang salah dengan latar belakang Su Qianci? "Su Qianci dibesarkan di sebuah panti asuhan meskipun nama keluarganya Su ¡­." "Katakan sesuatu yang belum kuketahui," Li Sicheng memotong. Luo Zhan berkata, "Tunggu dulu! Ini ibarat pemanasan sebelum orgasme ¡­." "Katakan saja!" "Sabar dulu. Kau tidak bisa terburu-buru selama pemanasan ¡­." Itu adalah kesenangan terbesar Luo Zhan untuk membuat Li Sicheng kehilangan akal sehatnya. Li Sicheng menahan keinginan untuk menutup telepon dan tetap diam. Merasakan potensi adanya masalah, Luo Zhan segera berdeham dan berkata serius, "Kembali lagi pada topik, putri keluarga Su, Su Han hilang ketika dia berumur 17 tahun. Menurut penyelidikan, dia adalah korban perdagangan manusia dan diperkosa di sebuah desa terpencil, setelahnya dia melahirkan seorang anak. " Li Sicheng memicingkan matanya dan berkata, "Maksudmu ¡­." "Sangat mungkin bahwa istrimu adalah anak dari sang pemerkosa dan Su Han. Namun, ini hanya sebuah tebakan, dan ini bahkan bukan fakta yang paling mengerikan tentang Su Qianci." Luo Zhan meninggalkan sebuah akhir yang menegangkan dengan sengaja dan berhenti. "Fakta yang lebih mengerikan adalah bahwa ¡­." Chapter 150 - Tidak Terkait Secara Biologis "Aku belum mentransfer sepuluh jutanya." Luo Zhan segera duduk tegak dan berkata, "Si*lan, aku telah menyelesaikan tugas darimu dan kau belum mengirimkan uangnya?" Su Qianci sudah pergi jauh. Saat melirik dompet putih yang ada di tangannya, Li Sicheng tidak mengejarnya. Dia berjalan perlahan di samping mobilnya, kemudian masuk ke dalam mobilnya dan berkata, "Jika kau melakukan hal itu lagi, aku akan meminta asistenku untuk menarik kembali investasinya." Mendengar itu, Luo Zhan segera menyeringai. "Sebenarnya tidak banyak yang tersisa. Keluarga yang membawa Su Han kemudian pindah ke sebuah kota. Su Han berpura-pura berbelanja pada suatu hari dan melarikan diri dengan putrinya. Dia menulis surat tentang siapa dia dan nama putrinya dan meletakkannya di samping putrinya di depan sebuah panti asuhan." "Jadi dia menulis tentang keluarga Su?" "Ya, pada dasarnya dia mengatakan bahwa dia adalah anggota keluarga Su dan siapa pun yang mengirim putrinya kembali ke keluarga Su akan menerima sebuah hadiah besar. Direktur panti asuhan percaya akan hal itu dan merasa sangat gembira. Namun, ketika dia mengantarkan anak perempuan itu ke keluarga Su, mereka tidak mengakui bahwa bayi itu adalah putri Su Han. Selain itu, mereka bahkan mengancam akan memanggil polisi untuk kasus penipuan. Jadi bayi itu dibesarkan di panti asuhan. Aku percaya kau tidak tahu tentang hal ini." "Kau benar." Li Sicheng tidak mengetahui bahwa ini adalah hal yang sebenarnya terjadi. Keluarga Su sangat kejam sampai-sampai mereka bahkan tidak menerima bayi yang mempunyai hubungan darah dengan mereka. "Apakah kau ingat ketika Kapten Li pergi untuk mengerjakan sebuah proyek ketika dia akan pensiun? Itu sekitar delapan belas tahun yang lalu. Seorang wanita bernama Su Han menyelamatkan nyawa Kapten Li dan membiarkan dirinya tertembak. Kapten Li sangat tersentuh dan mengatakan dia akan menyetujui apa pun yang Su Han minta. Su Han kemudian berkata dia ingin putrinya menikah dengan cucu lelaki Kapten Li yang paling luar biasa. Aku yakin kau sudah mengetahui hal ini. Namun, aku penasaran mengapa keluarga Su mau menerima keponakannya ini di kemudian hari." "Kakek memiliki kemampuan untuk itu." Li Sicheng perlahan menyalakan rokok dan melihat rokoknya itu terbakar. "Namun, aku juga menemukan sebuah fakta lain." "Apa itu?" "Su Qianci tidak mempunyai hubungan darah dengan Su Zhengguo sama sekali." Su Qianci berjalan dengan cepat tetapi tiba-tiba menyadari bahwa dompet putihnya tidak ada. Dia tidak punya uang sama sekali. Dan mustahil baginya untuk berjalan kaki ke rumah, karena jaraknya membutuhkan lebih dari setengah jam dengan mengendarai mobil. Terlebih lagi, dia buta arah. Su Qianci hampir gila. Ini adalah pertama kalinya bagi Su Qianci merasa sangat frustrasi sejak kelahirannya kembali. Apakah dia harus pulang berjalan kaki seperti ini? Selain itu, ponselnya juga berada di tangan Li Sicheng. Apa yang harus dia lakukan? Kembali ke restoran untuk mencari Li Sicheng? Tapi dia sudah berjalan selama hampir 20 menit. Jika dia kembali ke sana sekarang, Li Sicheng mungkin sudah pergi. Yang lebih penting lagi, dia sendiri yang telah pergi secara tiba-tiba ¡­. Lupakan. Mungkin Sheng Ximing masih berada di restoran itu. Su Qianci memilih untuk kembali ke restoran tetapi dia melihat Maybach hitam itu masih terparkir di tempat yang sama. Ketika dia berbalik, Li Sicheng meliriknya. Merasakan tatapan Li Sicheng, jantung Su Qianci berdetak semakin cepat. Apakah Li Sicheng sedang menunggunya? Namun, saat melihat ponsel di tangan Li Sicheng, Su Qianci kemudian mengerti. Pria ini hanya sedang menerima panggilan telepon. Su Qianci berjalan menghampiri dengan marah, dia membuka pintu depan mobil dan masuk ke dalamnya. Yang bisa dilihat oleh Su Qianci hanyalah mobil itu, dan dia tidak menyadari bahwa di seberangnya, dua orang gadis muda sedang memperhatikannya. "Bukankah itu primadona kampus?" "Bukankah dia mengalami gegar otak?" "Lihat, dia masuk ke dalam mobil itu ¡­." "Itu sebuah Maybach ¡­. Harganya setidaknya satu juta yuan. Ambil fotonya!" "Berpura-pura cuti sakit! Dia sebenarnya sedang bersenang-senang dengan om senangnya. Dasar pel*cur!" Chapter 151 - Tidak Apa-apa Jika Marah Su Qianci tidak tahu bahwa seseorang mengambil fotonya. Setelah dia masuk ke dalam mobil, dia melihat bahwa dompet dan ponselnya diletakkan di kursi mobil. Su Qianci mengambil barang-barangnya, membuka pintu mobil dan siap untuk keluar lagi. Li Sicheng menahannya dan berbisik, "Apa yang kamu lakukan?" "Pulang ke rumah," kata Su Qianci tanpa basa-basi. Mendengar itu, Li Sicheng memicingkan matanya ketika sebuah tekanan terpancar dari tubuhnya. "Kamu marah padaku? Su Qianci tertegun, merasa terintimidasi. Sepertinya dia benar-benar marah pada Li Sicheng. Bagaimana ini bisa terjadi? Li Sicheng pernah berkata bahwa dia menyukai wanita yang lembut dan masuk akal, jadi itulah yang selalu berusaha dia lakukan. Memikirkan apa yang baru saja dia lakukan, Su Qianci merasa sedikit menyesal. Kenapa dia menjadi dirinya yang dulu? Orang seperti itu adalah orang yang paling dibenci Li Sicheng. Tunggu, kenapa dia harus peduli? Bukankah dia sedang mempersiapkan sebuah perceraian dengan Li Sicheng? Tidak penting lagi untuk memenangkan hatinya. Su Qianci mendongak, dia melihat ekspresi misterius Li Sicheng dan tidak berbicara. Apa yang harus dia lakukan? Dia masih tidak ingin Li Sicheng membencinya. Melihat bahwa Su Qianci jelas telah kehilangan keberaniannya, Li Sicheng sedikit mengerutkan dahinya. Apa yang Su Qianci pikirkan? Tidak apa-apa kehilangan kesabarannya dan marah padanya ¡­. Mencoba menjadi orang lain tidak terlihat bagus untuknya. Ada banyak wanita seperti itu. "Sabuk pengaman." Li Sicheng terdengar sedikit tidak sabar. Su Qianci mengangguk dan mengenakan sabuk pengamannya. Ketika dia kembali ke rumah, Su Qianci membuka laptopnya dan menerima sebuah dokumen dari Lu Yihan. Dia memeriksanya dan menemukan semuanya sudah benar sebelum dia mengirim balasan pada Lu Yihan. Su Qianci merentangkan lengannya dan melihat sekilas kontak yang selalu offline 1 . Namanya sederhana, hanya huruf L. Su Qianci yang dengan cepat mengirim sebuah pesan kepada L: Apakah kamu ada di sana? Namun, tidak ada jawaban. Keesokan harinya, Su Qianci kembali ke kampus. Untuk beberapa alasan, dia merasa bahwa semua orang memandangnya dengan tatapan aneh. Saat mencari tempat untuk duduk, Su Qianci menyadari bahwa semua orang sedang memandangnya. Kelas tersebut adalah mata kuliah rekayasa keuangan, diajar oleh seorang profesor wanita yang memiliki nama panggilan Nazi. Dia berusia lebih dari empat puluh tahun dan masih senang untuk mengenakan gaun merah muda dan sepatu putih bersol tebal. Riasan wajahnya yang tebal tentu saja unik di Departemen Keuangan. Saat Nazi memasuki kelas tersebut, dia memanggil, "Su Qianci." Su Qianci merasa agak aneh tapi dia tetap berdiri. "Apakah kau sudah merasa lebih baik?" "Jauh lebih baik, terima kasih sudah bertanya." "Di masa yang akan datang, kau harus mengajukan cuti sakit sendiri. Menyuruh orang lain untuk menelepon atas namamu hanya akan mengungkapkan gaya hidupmu yang buruk." "Apa maksud Ibu?" Gaya hidupnya yang buruk? Gadis di sebelahnya berbisik, "Kau benar-benar tidak tahu? Fotomu telah menjadi viral di forum Universitas." Lalu dia memberikan ponselnya kepada Su Qianci. Judulnya adalah: Alasan Mengapa Primadona Kampus Tidak Aktif di Kampus. Tidak terhubung dalam jaringan internet Chapter 152 - Tersayang Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk mengekliknya. Tentu saja, primadona kampus ini adalah dirinya. Profesor yang streng itu meliriknya dan mengejek, "Silakan duduk. Jangan membawa kebiasaan buruk dari kehidupan sehari-harimu ke kelasku." "Kebiasaan buruk" dari "kehidupan sehari-hari"? Mata Su Qianci menjadi dingin saat dia bertanya, "Apakah maksudnya itu?" Sebelum sang profesor sempat berbicara, seorang pemuda di sebelahnya berkata, "Berhentilah berpura-pura. Kau tahu persis apa yang dimaksud oleh profesor. Gegar otak? Kau sangat menjijikkan." "Ha ha, itu kejam, tapi dia pantas mendapatkannya." "Kupikir dia sebuah gunung es, tapi ternyata dia bisa menjadi pel*cur kalau jumlah uangnya cocok." "Aku tahu dia sangat suka bergonti-ganti pasangan." Mendengar perbincangan yang mengerikan itu, wajah Su Qianci menjadi semakin tidak ramah. Dia menggebrak meja dan memperingatkan, "Apakah kalian memiliki bukti atas tuduhan kalian?" "Bukti? Coba saja periksa forum." Seorang pria melemparkan sebuah ponsel ke arahnya dengan sebuah foto di layar. Itu adalah fotonya saat dia masuk ke dalam mobil Li Sicheng. Melihat foto itu, Su Qianci menjadi tenang dan tersenyum sinis. "Ini buktinya?" Pria itu melihat senyumnya dan sedikit terpesona. Sedikit tersipu malu, dia tergagap-gagap, "Ini ¡­ bukankah ini cukup?" "Aku masuk ke dalam mobilku menjadi bukti kalau aku pelacur?" "Mobilmu?" Pria itu jelas tercengang. "Bagaimana itu mungkin? Semua orang tahu bahwa kau adalah seorang yatim piatu. Ini mobil Maybach, dan model ini setidaknya berharga satu juta yuan. Jika kau sekaya itu, mengapa kau bekerja paruh waktu ketika kau di SMA?" Jelas sekali, sejarah hidup Su Qianci juga dipublikasikan. Mendengar itu, Su Qianci tersenyum dingin. "Aku ingin tahu apakah kau sudah mendengar tentang insiden Liu Anan?" Kemudian, Su Qianci memasukkan buku pelajarannya kembali ke ranselnya. Melihat bahwa Su Qianci sudah siap untuk pergi, sang profesor menjadi marah. "Menurutmu ke mana kau akan pergi, Su Qianci?" "Melewatkan kelas hari ini." Su Qianci berkata tanpa memutar kepalanya. "Aku lebih baik tidak menghabiskan waktuku di dalam sebuah ruang kelas yang penuh dengan orang-orang seperti kalian." Keluar dari kelas, wajah tenang yang ditunjukkan Su Qianci segera berubah. Siapa orang ini yang mencoba menghancurkannya? Su Qianci mencari insiden Liu Anan di ponselnya dan menemukan bahwa semua video dan komentar tentang Nyonya Li telah menghilang. Yang tersisa adalah tentang Liu Anan. Itulah mengapa tidak ada yang mengenalinya sebagai bagian dari insiden Liu Anan. Itu bagus juga. Mungkin akan ada rumor baru dalam beberapa hari ke depan, dan tidak ada yang akan memperhatikannya pada saat itu. Namun, dia jelas meremehkan bagaimana hebatnya pengaruh sebuah cerita. Dalam waktu kurang dari dua hari, rumor itu tersebar di Internet dan menjadi berita utama di beberapa saluran berita lokal. Kapten Li sedang duduk di halaman belakang, memainkan sebuah permainan di ponselnya sembari memakai kacamata bacanya. Tiba-tiba, sebuah pesan masuk ke ponselnya dengan judul: "Primadona Kampus dari Universitas Kotaraja Ternyata Seorang Wanita Simpanan. Seorang Yatim Piatu yang Mengenakan Barang-barang dari Merek Desainer Terkenal dalam Sebuah Maybach." "Universitas saat ini!" Pikir Kapten Li. Dan kemudian dia langsung menegakkan punggungnya saat dia teringat fakta bahwa primadona kampus Universitas Kotaraja adalah Qianqian. Membaca berita dan melihat gambarnya, Kapten Li langsung meringis, "Itu benar-benar Qianqian! Para paparazi ini sangat tidak bertanggung jawab!" Kemudian ia membagikan berita itu dengan "cucu lelaki tersayang" dalam kontaknya. Chapter 153 - Primadona Kampus Murahan Ketika Li Sicheng selesai mengikuti sebuah rapat, ponselnya berdering. Dia mengekliknya untuk melihat pesan tersebut dan melihat bahwa pesan itu berasal dari "Kakek Tersayang". Melihat nama kontaknya itu, Li Sicheng merasa malu. Kakek pasti mengambil ponselnya ketika dia lengah dan mengubah nama kontaknya. Li Sicheng segera mengganti namanya menjadi "Kakek" dan kemudian mengeklik untuk melihat isi pesannya. Melihat isi dari cerita baru tersebut, mata Li Sicheng berangsur menjadi dingin. Dia segera menggunakan telepon kantor untuk memanggil asisten istimewanya, Cheng You, yang kemudian segera masuk. Li Sicheng menyerahkan ponselnya ke Cheng You dan berkata, "Urus itu." Cheng You mengambil ponsel itu, melihat pesannya dan menyeringai, "Orang-orang ini pasti psikopat." Cheng You pergi keluar dan kembali dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Dia mengerutkan kening dan berkata, "Tuan Li, ada masalah." Li Sicheng mendongak dari tumpukan dokumen yang sedang diurusnya dan menatap Cheng You. Cheng You tampak agak terganggu dan berkata, "Ada sesuatu yang baru di Internet." Cheng You menyerahkan ponsel itu kepada Li Sicheng, dengan sebuah artikel berjudul "Primadona Kampus Murahan, Mengencani Banyak Pria pada Saat yang Sama." Temperatur udara di sekitar Li Sicheng sepertinya menurun. Merasakan akan adanya masalah, Cheng You merasa ngeri. Li Sicheng menggeser layar ponselnya untuk membaca ceritanya dan melihat foto Su Qianci duduk di hadapan Lu Yihan. Dengan sudut pengambilan foto yang dimanipulasi, mereka terlihat seperti sedang berciuman. Bagaimana ini mungkin? Dia sudah menghapus foto ini dari ponsel Tang Mengqing. Li Sicheng mengerutkan kening dan menggeser lagi. Kemudian dia melihat foto Su Qianci berjalan keluar dari sebuah mobil Renault merah, yang merupakan mobil Lu Yihan. Kemudian, itu adalah foto Su Qianci yang sedang tersenyum, memeluk lengan kakek. Foto Su Qianci berbicara dengan Sheng Ximing; foto Su Qianci berbaring di ranjang Rumah Sakit sambil tertawa dengan Lu Yihan; foto Su Qianci mengobrol dengan Lu Yihan di sebuah kafe; foto Su Qianci minum dengan Fu Lengbing di reuni SMA; foto Su Qianci makan malam dengan seseorang ¡­. Tidak ada tulisan apapun. Namun, dengan semua gambar yang digabungkan dan judul seperti itu, tidak ada kata-kata yang diperlukan. Segala sesuatunya bisa berkembang dalam imajinasi. Namun, yang membuat Li Sicheng semakin terganggu adalah karena untuk mengumpulkan semua foto ini, seseorang pasti telah memata-matai Su Qianci sepanjang waktu. Li Sicheng memicingkan matanya. Siapa yang menguntit Su Qianci? Li Sicheng berdiri, mengambil mantelnya dan berjalan keluar. "Cari tahu sumber foto-foto ini sesegera mungkin." Sang dalang jelas telah mempersiapkannya dalam waktu yang lama. Cheng You segera menjawab, "Ya, Tuan!" Ketika cerita baru itu dipublikasikan, beberapa artikel lama di forum kampus menjadi populer kembali. Semua orang bergosip tentang primadona kampus, dan Su Qianci menjadi seorang selebritas di kampusnya. Karena dia memiliki sebuah kelas di sore hari, Su Qianci tiba di ruang kelas lima menit sebelum kelas dimulai. Meskipun dia menarik banyak perhatian ketika dia sedang berjalan, dia telah terbiasa dengan perhatian semacam ini belakangan ini dan bahkan tidak peduli lagi. Namun, bahkan sebelum kelas dimulai, Rektor Universitas datang ke ruang kelas dan memanggil Su Qianci, "Keluarlah sebentar." Saat melihat ini, seseorang berseru, "Primadona kampus murahan akan segera dikeluarkan dari universitas!" "Dengan berita seperti itu, tidak mungkin mereka membiarkannya tetap kuliah di kampus." Chapter 154 - Dikeluarkan Dari Universitas Melihat Su Qianci dipanggil, para mahasiswa mulai bergosip. "Universitas Kotaraja tidak bisa menerima berita negatif seperti ini. Semua orang sekarang menggugat universitas, jadi tidak mungkin mereka akan mempertahankan dia sebagai mahasiswanya." Su Qianci mendengar perbincangan tanpa akhir ini, meletakkan buku yang berada di tangannya, dan mendengar Rektor berkata, "Bawalah barang-barang Anda dan ikut saya ke kantor." Saat dia mengatakan itu, ruang kelas langsung berubah kacau. Saat merasakan tatapan tidak ramah, hati Su Qianci merasa sangat kecewa. Dia berjalan mengikuti Rektor, Su Qianci merasa bahwa dirinya tidak pergi ke arah kantor Rektor, karena dia dibawa turun ke lantai bawah. "Rektor Wang, bukankah kantor Anda di lantai atas?" Tanpa menjawab pertanyaannya, Rektor Wang membawanya ke lapangan sepak bola sebagai gantinya. Su Qianci segera dikelilingi oleh banyak orang. Segala macam wawancara dan perangkat fotografi diputar ke arahnya. Su Qianci berhenti berjalan, tetapi orang-orang itu tidak ingin melepaskannya, para wartawan itu bergegas menghampiri ke arahnya. "Nona Su, di sini!" "Jangan pergi. Beri kami waktu sebentar." Setelah mendengarkan mereka, Su Qianci ingin segera berbalik. Dengan paparazi seperti ini, dia tidak bisa berargumen dengan mereka. Orang-orang ini hanya ingin menjelaskan berbagai hal dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak akan pernah mendengarkan penjelasannya. Dia lebih suka tidak memberi mereka kesempatan. Namun, Rektor Wang tidak akan menyia-nyiakan usahanya dalam membawa Su Qianci menemui pers hanya untuk membiarkannya pergi. Rektor Wang menghalangi jalannya, berkata dengan wajah bengis, "Nona Su, tidak peduli apapun, saya harus menjawab untuk reputasi universitas ini. Saya tidak bisa mempertaruhkan reputasi kami karena Anda." Mendengar hal itu, Su Qianci sangat marah sehingga dia tertawa kecil. "Karena saya? Rektor Wang, apakah Anda bahkan mencoba untuk mencari kebenarannya? Apakah Anda bahkan bertanya pada saya apa yang telah terjadi? Anda sendiri adalah seorang pendidik, dan Anda bahkan tidak peduli tentang kebenarannya." Rektor Wang semakin kesal, dia mendorong Su Qianci menghadap paparazi yang penuh sesak. Para wartawan bahkan menjadi lebih bersemangat, mencoba mendorong mikrofon ke dekat mulut Su Qianci. Su Qianci menutupi wajahnya, tidak membiarkan mereka mengambil fotonya. Namun, sepertinya selalu ada tangan yang mendorong tangannya. "Kami sedang siaran langsung, dan saya adalah Wang Qinghua, Rektor Universitas Kotaraja. Saya dengan ini mengumumkan bahwa mahasiswi ini memiliki gaya hidup yang membawa malu bagi universitas dan para mahasiswa kami. Karena alasan ini, dia dikeluarkan dari Universitas Kotaraja, efektif berlaku dengan segera." Kata-kata Rektor Wang membuat para wartawan bahkan semakin bersemangat. "Nona Su, apakah ada yang ingin Anda katakan?" "Nona Su, apakah benar Anda memiliki hubungan romantis dengan Kapten Li?" "Nona Su, berapa banyak pria yang sedang Anda kencani sekarang?" Su Qianci hampir dibutakan oleh lampu kilat yang terus menerus. Dia merasa pusing, yang bisa didengarnya hanyalah "Nona Su." "Saya ¡­." Biip! Mendengar sebuah bunyi klakson mobil, semua orang menoleh ke belakang. Su Qianci merasa suaranya sedikit tidak asing. Tanpa berpikir lebih jauh, ketika tidak ada yang memperhatikan, dia mengambil kesempatan untuk melarikan diri. "Dia melarikan diri! Hentikan dia," seseorang berseru. Segera, semua perhatian kembali pada Su Qianci. Chapter 155 - Om Senang-nya "Nona Su, mengapa Anda mencoba melarikan diri? Apakah Anda mengakui apa yang dikatakan tentangmu?" "Nona Su, apakah tidak ada yang ingin Anda katakan?" "Nona Su ¡­." Su Qianci merasa kesal dan menggeram, "Apa yang ingin kalian ketahui? Kalian tidak akan mendengarkan kebenaran. Apakah kalian ingin mendengar saya mengakui bahwa saya adalah seorang wanita simpanan?" Para paparazzi itu terdiam sejenak dan kemudian dengan cepat mengikuti dengan panik. "Jadi, Anda mengakui bahwa Anda adalah seorang wanita simpanan?" "Nona Su, apakah anggota keluarga Anda sadar bahwa Anda begitu suka bergonta-ganti pasangan?" "Saya dengar banyak CEO yang menjadi klien Anda. Benarkah itu?" Su Qianci tidak tahan dan mengejek, "Kalian ingin mengetahui kebenaran?" Para paparazi segera terdiam, menahan napas dan menunggu berita utamanya. "Sebenarnya mobil yang saya masuki adalah mobil suami saya. Om Senang yang kalian katakan adalah Li Sicheng sendiri. Kalian bisa bertanya langsung kepadanya." Kemudian, Su Qianci berbalik dan ingin pergi meninggalkan mereka. Namun, para paparazi adalah yang terbaik dalam perjalanan hidup mereka. Mereka segera mengepung Su Qianci, tidak membiarkannya pergi. "Tuan Li sudah menikah. Apakah Anda tidak malu ketika Anda mengatakan hal itu?" "Meskipun Tuan Li tidak menyukai kehidupan pribadinya dibuka untuk umum, dia terkenal karena reputasinya yang hebat. Apa yang Anda klaim barusan tidaklah mungkin." "Tuan Li tidak akan melakukan hal seperti ini. Anda pasti memikirkan Tuan Li saat Anda tidur dengan klien Anda." Pada saat yang sama, ada pembaruan untuk cerita baru itu: "Su Qianci Mengakui Menjadi Seorang Wanita Simpanan dan Membayangkan Menjadi Istri Li Sicheng." Su Qianci akhirnya mengerti apa yang paparazi mampu lakukan. Dia seharusnya tidak mengatakan apa-apa. Menutup mulutnya, Su Qianci ingin memeras dirinya keluar, tetapi usahanya sia-sia. Bip bip! Suara klakson mobil itu semakin keras ketika menuju ke samping kerumunan orang-orang. Banyak orang yang dikejutkan oleh suara bising tersebut, mereka berbalik, dan melihat sebuah Maybach hitam terparkir di belakang mereka. Melihat mobil itu, Su Qianci merasa tak percaya. "Wow, itu salah satu dari kekasihnya!" Seseorang berteriak. Para paparazi dengan cepat mengalihkan target mereka dan bergegas menuju mobil Maybach. Seseorang berjalan keluar dari kursi depan. Lampu kilat kamera-kamera menyala tanpa henti dan cahayanya sangat menyilaukan. Melangkah keluar dari mobil dengan kakinya yang panjang, pria itu mengenakan sebuah setelan biru laut bergaris. Menilai dari setelan yang dikenakannya itu, pria itu pastilah bukan orang biasa. Banyak wartawan dengan cepat mengambil beberapa foto close-up dari pakaiannya. Pembaruan lain ditambahkan pada cerita: "Perhatian: Sang Om Senang Muncul dalam Setelan dan Mobil Mewah. Kesan Pertama: Seorang Miliarder!" Namun, ketika semua orang melihat wajah pria itu, keheningan melanda. Pria itu tinggi dan ramping dan tampan, dengan sebuah wajah yang tegas. Matanya begitu dingin sehingga semua orang merasa membeku. Akan tetapi, para wartawan menjadi bersemangat lagi. Tidak ada yang berani bicara terlebih dahulu. Li Sicheng terkenal karena temperamennya yang buruk. Keheningan berlangsung selama satu detik, dua detik ¡­. Akhirnya, seorang reporter wanita tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya, "Tuan Li, bolehkah saya bertanya untuk apa Anda ke sini?" Li Sicheng memandang ke sekeliling dan berkata dengan tenang, "Untuk menjemput istriku." Chapter 156 - Coba Anda Katakan Kami Ini Apa Tidak ada yang menduga bahwa Li Sicheng akan menjawab pertanyaan reporter wanita itu. Dan yang lebih tak terduga lagi adalah jawaban dari pria itu. Untuk menjemput istrinya? Li Sicheng sedang berada di sebuah universitas. Jadi istrinya masih kuliah? Itu tidak mungkin. Lebih mungkin jika istrinya adalah seorang profesor di kampus itu. Semua orang terkejut, menatap Li Sicheng. Li Sicheng, di sisi lain, berjalan lurus ke arah Su Qianci. Apa yang sedang terjadi? Li Sicheng yang tidak pernah peduli dengan wanita mana pun berjalan menuju primadona kampus yang suka bergonta-ganti pasangan ini? Semua orang merasa bahwa otak mereka telah berhenti bekerja. Melihat Li Sicheng mendekatinya, Su Qianci juga tertegun. Matanya dalam, Li Sicheng berhenti di depan Su Qianci dan bertanya, "Sudah selesai kuliahnya?" Singkat tapi jelas. Ya, Li Sicheng sedang berbicara dengan Nona Su! Kalimat tak terduga ini membuat semua paparazi menjadi gila. Mereka dengan cepat mengambil foto seolah-olah tangan mereka tidak pernah menjadi lelah. Seorang wartawan memberanikan dirinya untuk bertanya, "Tuan Li, Anda mengatakan Anda sedang menjemput istri Anda. Jadi, siapa istri Anda?" "Apakah dia seorang profesor di Universitas Kotaraja?" "Tuan Li ¡­." Li Sicheng tidak berniat menjawab semua pertanyaan paparazi itu. Melihat bahwa Su Qianci masih tertegun, dia bertanya, "Kamu tidak menjawab?" Su Qianci berkedip, mengangguk, lalu menggelengkan kepalanya. "Apa maksudnya itu?" "Aku seharusnya ada di ruang kelas, tapi aku dipanggil untuk keluar." "Oleh siapa?" "Dia!" Su Qianci menunjuk pada Rektor Wang. Sang Rektor merasakan tatapan mengintimidasi Li Sicheng dan bergidik. Li Sicheng memicingkan matanya, dia tampak bingung dan bertanya, "Kenapa?" "Dia bilang aku dikeluarkan dari universitas." Su Qianci merasa seperti seorang anak kecil yang sedang mengadu tentang teman bermainnya. Ketika melihat Li Sicheng, dia langsung merasa aman. Li Sicheng bertanya lagi, "Kenapa?" Kali ini, dia tidak bertanya pada Su Qianci, tetapi pada Rektor Wang. Saat menghadapi perhatian semua orang, Rektor Wang menguatkan diri dan berkata, "Nona Su memiliki gaya hidup yang buruk dan membuat malu kampus. Universitas Kotaraja tidak bisa membiarkan seorang mahasiswi seperti itu tetap berada di kampus." Setelah mendengar tuduhan Rektor Wang, Li Sicheng merenung sejenak dan mengerutkan alis, bertanya, "Kenapa saya tidak tahu kalau gaya hidupnya buruk?" Sejak pernikahan mereka, Su Qianci telah hidup seperti seorang biarawati kecuali pada saat malam pertama mereka. Rektor Wang tidak mengetahui bahwa mereka adalah sepasang suami istri. Mendengar pertanyaan Li Sicheng, Rektor Wang berpikir bahwa Li Sicheng hanya penasaran dan menjelaskan dengan cepat, "Biasanya, seorang gadis seperti dia akan berpura-pura tidak bersalah. Namun, dia sebenarnya tidur dengan beberapa om senang pada saat yang sama. Jika tidak, bagaimana bisa dia memperoleh semua uang itu? " "Omong kosong!" Su Qianci menjerit marah. Li Sicheng tertawa kecil dan menatap Rektor Wang. "Anda sepertinya mengetahui lebih banyak daripada saya." Tanpa menyadari akan datangnya masalah, Rektor Wang berkata dengan penuh arti, "Tentu saja! Saya telah melihat banyak gadis seperti dia." "Tuan Li, Anda mengenal sang primadona kampus ini?" Seorang wartawan bertanya, gemetaran. "Apa hubungan Anda dengannya?" Li Sicheng menunduk dan berkata perlahan, "Kami tinggal di rumah yang sama, tidur di ranjang yang sama, dan mempunyai akta pernikahan. Coba Anda katakan kami ini apa." Chapter 157 - Bisa Dibilang, Dia Adalah Seorang Idiot Nada suara Li Sicheng tenang, seolah-olah dia mengatakan suatu hal yang sepele. Namun, ketika orang-orang mendengarnya, mereka mendadak menjadi gempar. "Apa-apaan ini?" "Ya Tuhan! Nona Su adalah istri Li Sicheng?" "Mereka berdua adalah sepasang suami istri?" "Benarkah?" Mendengar semua pertanyaan yang diajukan dengan nada suara tak percaya, Su Qianci merasa terkejut oleh pria dingin di depannya ini. Dia sudah memutuskan untuk menyegel perasaannya, tetapi kata-kata Li Sicheng telah merobohkan dinding perlindungan dirinya dan membuka hatinya, membuatnya rentan kembali ¡­. "Tuan Li, apakah semua yang Anda katakan benar?" "Tuan Li, apakah Anda tahu bahwa Nona Su memiliki kehidupan pribadi yang berantakan?" "Dengan istrimu yang memiliki begitu banyak afair romantis, apakah Anda ingin mengatakan sesuatu sebagai suaminya?" Ketika para wartawan datang, mereka membombardir Li Sicheng dengan banyak pertanyaan pedas. Wajah Li Sicheng menjadi semakin tidak ramah. Dia melihat sekeliling dan semua paparazi itu terdiam. Semua orang merasakan adanya bahaya. Tidak ada yang bisa mengetahui apa yang sedang dipikirkan Li Sicheng. Su Qianci ditarik ke belakang Li Sicheng, jantungnya berdebar dengan kesal dan marah. Su Qianci menarik kemeja Li Sicheng dan berbisik, "Ayo pergi. Orang-orang ini mengerikan. Kita tidak pernah tahu apa yang akan keluar dari mulut mereka." Tangan Li Sicheng yang kasar menggenggam tangannya. Merasakan kehangatan tangannya, jantung Su Qianci seakan berhenti berdetak. Li Sicheng menggenggam tangannya? Belum lagi Li Sicheng melakukannya di depan semua paparazi ini. Seseorang bahkan menyiarkannya secara langsung. Su Qianci merasa kaget dan ketakutan. Di kehidupan terakhirnya, Li Sicheng membencinya ketika Su Qianci mengaku sebagai istrinya di depan umum. Apa yang Li Sicheng sedang coba lakukan sekarang? Su Qianci ingin menarik tangannya kembali, tetapi malah digenggam lebih erat oleh Li Sicheng. Tanpa menoleh ke belakang, Li Sicheng menarik Su Qianci keluar dari belakang, dan merangkul pundaknya. Pemandangan yang luar biasa ini segera ditangkap oleh kamera. Li Sicheng tampak tenang, seolah-olah dia tidak menyadari kegembiraan di mata para paparazi itu sama sekali. Dia berkata dengan nada suara yang dingin, "Sekarang saya akan mencoba untuk mengatakan beberapa hal yang masuk akal kepada Anda." Sambil memegang ponselnya dan menunjukkan foto Su Qianci dan Kapten Li, Li Sicheng berkata, "Orang tua di foto ini adalah kakek saya." Di depan TV di rumah tua, Kapten Li merasa kesal. "Kau memanggilku orang tua, Nak?" Karena tidak tahu bahwa kakeknya merasa tidak senang, Li Sicheng melanjutkan, "Su Zhengguo adalah paman Su Qianci." Mendengar itu, editor berita itu berdeham. Makan malam dengan seorang kerabat sangatlah normal. "Teman sekelasnya, CEO muda dari bisnis keluarga Fu. Mereka sedang berada di reuni SMA." Banyak orang mengenal Fu Lengbing dan banyak wartawan telah mendengar tentang reuni tersebut. Mereka semua mengangguk. "Bagaimana dengan yang terakhir?" Pria terakhir di dalam foto adalah yang paling menonjol! Pasti ada sesuatu yang sedang terjadi dengannya! Li Sicheng memicingkan matanya, merenung selama satu menit sebelum dia berkata, "Ini adalah sepupunya. Dia memiliki perkembangan mental yang tidak memadai sejak kecil. Bisa dibilang, dia adalah seorang idiot." Chapter 158 - Sepupu Su Qianci Yang Idiot Semua orang terdiam, sementara Su Qianci tidak bisa menahan tawanya. Idiot? Otak cemerlang Lu Yihan digambarkan sebagai otak yang kurang berkembang? Saat Su Qianci tertawa kecil, dia segera merasakan sebuah tatapan dingin ke arahnya dan menunduk. Semua wartawan yang ada tercengang. Mereka yang bertindak cepat sudah membuat berita dengan judul: Berita besar! Nona Su merawat sepupunya saat masih kuliah. Di depan televisinya, Lu Yihan tersedak begitu keras hingga hampir berurai air mata. Ketika akhirnya dia kembali pulih, dia memelototi teman-temannya yang sedang tertawa keras dan berseru, "Apa sih yang kalian tertawakan?" "Idiot ¡­. Identitas yang sebenarnya dari si jenius Lu Yihan." "Aku tidak bisa berhenti tertawa ¡­. Aku pasti akan mati tertawa ¡­." Lu Yihan mengepalkan tinjunya dan menjejakkan kakinya. "Sialan kau, Li Sicheng!" "Ha ha, kau seharusnya tidak bersahabat dengan istrinya. Kalau itu aku, aku akan mengatakan kau memiliki penyakit menular seksual." Lu Yihan menendang temannya. "Setelah kejadian ini, aku pasti akan memberi Li Sicheng sebuah pelajaran. Aku akan meretas komputernya dan mengisinya dengan pornografi." Mata teman-teman Lu Yihan berbinar. "Bisakah kau melakukan itu ke komputerku saja?" "Persetan!" Lu Yihan melemparkan pukulan ke temannya. "Apakah kau sudah selesai?" "Tentu saja. Foto-foto ini diambil menggunakan dua perangkat berbeda. Salah satunya adalah kamera profesional dari sebuah agensi detektif kecil, sementara yang lain adalah sebuah ponsel milik teman sekelas kita. Tebak siapa?" "Liu Anan?" Temannya itu tampak terkejut. "Bagaimana kau bisa tahu?" "Berita seperti ini cukup untuk menghancurkan gadis mana pun. Kecuali untuk Liu Anan, aku tidak bisa memikirkan siapa yang begitu membenci Qianqian sehingga menghabiskan banyak uang untuk menjadikan topik ini sebagai sebuah berita utama." Lu Yihan menyeringai. Ekspresi wajahnya yang biasanya serampangan tiba-tiba menjadi serius. "Bukankah Lin Wanting akan menikah? Tidak mungkin kita membiarkan Liu Anan lepas begitu saja tanpa membayar apa yang telah dia lakukan pada Qianqian." "Apa yang ingin kau lakukan?" "Kau harus bertanya pada Qianqian. Itu terserah dia." Setelah seminggu berlalu, semua berita utama di situs web besar masih tentang "Nona Su" "Li Sicheng" dan "Primadona Kampus Murahan". Di antara berita-berita itu, judul yang paling menarik perhatian adalah "Primadona Kampus Universitas Kotaraja : Istri Rahasia dari Pria Impian." Hanya dalam waktu beberapa hari, Su Qianci jatuh ke neraka dan kemudian diangkat ke surga. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya menjadi begitu dramatis dalam gabungan dua kehidupannya. Setelah kejadian ini, Su Qianci menerima banyak perhatian di kampus. Dia dulu diperhatikan karena wajahnya yang cantik. Dan sekarang, dia dipandang karena identitasnya sebagai istri Li Sicheng. Rektor Wang diskors, dan digantikan oleh seorang rektor baru. Setelah minggu yang sibuk, tanggal hari itu 30 September. Su Qianci dan Li Sicheng dipanggil kembali ke rumah tua oleh kakek guna bersiap-siap untuk trip keesokan harinya. Namun, bahkan Su Qianci sendiri tidak membayangkan bahwa sebelum dia pergi, satu hal yang paling dia takutkan akan terjadi. Chapter 159 - Tang Mengying Muncul Setelah menerima sebuah telepon dari kakek, Su Qianci tidak memiliki kelas apa pun setelahnya, sementara Li Sicheng masih bekerja. Ketika Su Qianci kembali ke rumah tua sendirian, sudah pukul 2 siang lewat. Sambil membawa kopernya yang ringan, Su Qianci memasuki ruang tamu dan melihat Tang Mengying yang sedang menangis, menangis dengan cantik. Jika ada satu orang di dunia yang paling dibenci oleh Su Qianci, itu pastilah Tang Mengying. Su Qianci mengerutkan kening dan memilih untuk mengabaikan Tang Mengying, melihat ke sekeliling untuk kembali ke kamar tidur. Namun, Tang Mengying tidak akan membiarkan Su Qianci melakukan hal itu. Dia menatap Su Qianci dengan sebuah tatapan memohon. "Qianci, kudengar kau akan kembali hari ini, jadi aku sedang menunggumu di sini." Qin Shuhua selalu menyukai Tang Mengying, jadi dia duduk di sebelah Tang Mengying menghiburnya. Mendengar suara gemetar Tang Mengying, Qin Shuhua merasa patah hati. "Qianci, Tang Mengying sedang berbicara denganmu. Kau harus menanggapi itu," Qin Shuhua menyalahkan Su Qianci. Pelayan sudah membawa koper Su Qianci ke kamarnya. Mendengar suara Qin Shuhua, Su Qianci berhenti dan berbalik. "Sicheng akan segera pulang. Aku ingat dia mengatakan bahwa kau tidak lagi diterima di rumah kami. Kau harus pergi sebelum dia datang." Mendengar hal itu, air mata semakin bercucuran jatuh di pipi Tang Mengying. Dia melihat ke arah Qin Shuhua, bergumam, "Bibi ¡­." "Jangan khawatir. Aku percaya Li Sicheng tidak akan keberatan kau berada di sini. Selain itu, dia memperingatkan adikmu, bukan kau." Saat mendengar hal itu, Tang Mengying tersenyum, berdiri, dan berjalan menghampiri Su Qianci. "Aku minta maaf, Qianci. Aku membuatmu mengalami banyak masalah belakangan ini. Sepupuku cukup jahat. Dia membayar situs web itu untuk memajang fotomu, dan aku sudah mengkritiknya untuk itu. Maafkan aku ¡­. Aku sangat menyesal ¡­." Su Qianci merasa jijik, berbalik ke samping, dan berkata dengan dingin, "Tidak apa-apa. Semuanya sudah berlalu. Aku akan membiarkannya karena tidak banyak kerugian yang terjadi padaku." "Itu benar. Tapi sepupuku ¡­." Tang Mengying berhenti. "Kakek Liu Anan mendengar tentang itu dan mengalami serangan jantung. Dia sekarang di rumah sakit, dan dia benar-benar ingin kau menerima permintaan maaf dari keluarga Liu dan keluarga Tang." "Oke." Tang Mengying sangat senang. "Kau menerimanya?" Su Qianci tidak menjawab dan berjalan menuju kamar tidurnya. Namun, Qin Shuhua tampak tidak senang. "Qianci, kau harus belajar memaafkan orang lain." Su Qianci berhenti dan berkata, "Ibu, jika Sicheng tidak ada di sana untuk membersihkan namaku, aku mungkin telah tenggelam dalam desas-desus yang buruk. Dan juga, aku hampir dikeluarkan dari universitas dan reputasiku hancur. Jika aku tidak memiliki sebuah jiwa yang kuat, aku bahkan mungkin sudah bunuh diri. " "Cukup," Qin Shuhua berteriak marah. "Kau terlihat baik-baik saja bagiku. Mengying bermaksud baik dengan meminta maaf kepadamu, dan kau harus memiliki sedikit sopan santun." Siapa dia? Su Qianci tersenyum sinis dan tidak mengutarakan pikirannya. "Ibu, aku lelah dan butuh istirahat." Qin Shuhua ingin mengatakan sesuatu lagi, tapi sekilas dia melihat Kapten Li, yang telah berdiri di pintu, hanya Tuhan yang tahu telah berapa lama kakek berdiri di sana. Merasa sedikit bersalah, Qin Shuhua memanggil, "Ayah." Saat melihat ke dalam dengan sebuah tongkat di tangannya, Kapten Li melirik Tang Mengying dengan tatapan dingin dan kemudian tersenyum pada Su Qianci. "Qianqian, kau kembali." Chapter 160 - Kakek Tidak Terlihat Sesuai Usianya "Ya, Kakek." "Kemarilah, aku sudah melakukan banyak riset baru-baru ini, mengenai rencana kita besok." Qin Shuhua merasa sedikit terkejut, berkedip, dan bertanya, "Ayah, engkau akan bepergian bersama mereka?" Sebenarnya, Su Qianci juga merasa sedikit aneh. Lagipula, Kapten Li sudah berusia tujuh puluh tahun. Meskipun dia tidak terlihat sesuai usianya, Su Qianci bertanya-tanya apakah dia masih energik seperti itu. Kapten Li menatap Qin Shuhua. "Apakah aku tidak diizinkan pergi?" Qin Shuhua tampak malu. "Aku tidak bermaksud ¡­." Kapten Li berpikir: Apa yang kau ketahui? Aku tidak pergi ke sana untuk berlibur, tetapi untuk melakukan sesuatu yang lain. Saat berpikir tentang hal penting yang akan dia kerjakan, Kapten Li dengan segera menjadi senang. Sambil tersenyum, dia menuntun Su Qianci ke sofa, siap untuk duduk. Namun, saat melihat Tang Mengying berdiri di sana, Kapten Li berkata dengan enggan, "Qianqian, mari kita pergi ke ruang kerja." "Baik!" Su Qianci tidak sabar untuk pergi menjauh dari Tang Mengying dan mengikutinya ke ruang kerja. Meskipun Kapten Li adalah seorang lelaki tua, mudah untuk mengatakan bahwa dia memiliki pengalaman yang luas dalam hal bepergian. Su Qianci tidak keberatan dengan rencana apa pun yang telah dibuatnya. Ketika mereka turun lagi, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore lebih. "Nyonya, makan malam sudah siap. Apakah Anda ingin memanggil Tuan Muda? Dia berada di kolam renang." "Dia sudah kembali?" "Ya. Bisakah Anda juga membawa air minum untuknya? Sangat mudah untuk mengalami dehidrasi setelah berenang." "Aku mengerti." Su Qianci mengambil sebotol air minum dan berjalan menuju kolam renang. Keluarga Tang dan keluarga Li telah berteman dan bertetangga selama bertahun-tahun. Meskipun kolam renang ini milik keluarga Li, kolam tersebut terletak di antara rumah keluarga Li dan keluarga Tang. Luasnya sekitar 100 meter persegi, sangat jarang ada rumah yang memiliki kolam seukuran ini di pusat kota Kotaraja. Setelah berenang sebentar, Li Sicheng keluar dari air dan menyeka wajahnya dengan handuk. Tiba-tiba, sebuah bayangan menutupi wajahnya. Li Sicheng mendongak dan melihat Tang Mengying sedang tersenyum padanya, lembut dan sensual. Mengenakan sebuah bikini berenda hitam yang seksi, Tang Mengying memamerkan belahan dadanya yang dalam. Jika pria lain yang melihatnya, dia pasti akan merasa tergoda. Namun, dia adalah Li Sicheng. Setelah insiden di Australia, Li Sicheng benar-benar telah mengubah pikirannya tentang Tang Mengying. Wajah tegasnya bahkan menjadi semakin dingin. "Apa yang kau lakukan di sini?" Senyum Tang Mengying tidak berubah saat dia berkata dengan lembut, "Kakak Sicheng, aku akan bergabung denganmu." Kemudian, dia melompat ke dalam air dan berenang. "Kakak Sicheng, aku masih belum menguasai gaya punggung yang kau ajarkan kepadaku terakhir kali. Bisakah kau menunjukkannya padaku lagi?" "Terakhir kali, kapan itu?" Senyum Tang Mengying membeku. Itu sudah empat tahun lalu, ketika mereka masih kuliah. Li Sicheng jelas tidak mengingatnya. Sambil berenang menuju tangga, dia berkata dengan dingin, "Kau bisa belajar sendiri. Aku tidak punya waktu." Tang Mengying dengan cepat memeluk Li Sicheng dari belakang, menempelkan payudaranya yang besar ke punggungnya. "Kakak Sicheng, bisakah kau memaafkanku? Aku bukan diriku pada waktu terakhir kali. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah melakukannya lagi." Li Sicheng mendorongnya pergi dan menatapnya dengan dingin. Chapter 161 - Naik Ke Tempat Tidurku Tang Mengying merasa sedikit bersalah di bawah tatapan mata Li Sicheng. Mata Tang Mengying penuh tipu daya, dia dengan hati-hati memanggil, "Kakak Sicheng ¡­." "Maksudmu apa yang terjadi di Australia atau apa yang terjadi pada Su Qianci beberapa hari yang lalu? Atau ¡­." Suara dingin Li Sicheng memiliki sebuah jeda waktu dan kemudian melanjutkan, "Atau beberapa hal lain yang tidak kuketahui?" "Aku tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi baru-baru ini. Sepupuku adalah orang yang melakukannya di belakangku ¡­." "Kau tidak perlu menjelaskan kepadaku." Li Sicheng berbalik. Mata Tang Mengying tiba-tiba berlinang air mata. "Kakak Sicheng, mengapa kita menjadi seperti ini? Kau telah mengatakan bahwa kau akan selalu memperlakukanku seperti seorang adik perempuan. Apakah ini caramu memperlakukan adikmu?" Li Sicheng tidak menanggapi dan terus berenang menuju tangga kolam renang. Tang Mengying menangis lebih keras dan berseru, "Karena itu yang terjadi, aku lebih baik mati." Tang Mengying berada di belakang punggung Li Sicheng, jadi yang Li Sicheng dengar hanyalah suara percikan air diikuti dengan suara gelembung air. Merasa kaget, Li Sicheng menoleh ke belakang dan melihat Tang Mengying tenggelam. Wajah Li Sicheng menjadi semakin tidak ramah. Sebuah ancaman dan sebuah sandiwara? Setelah memperhatikan sejenak, Li Sicheng kemudian mulai bergerak. Dia mendekatinya dan memegang lengan Tang Mengying, mengangkatnya. Tang Mengying terbatuk-batuk keras, dia menyeka air dari matanya dan terlihat terkejut bercampur senang. Saat menatap Li Sicheng, dia mendapati matanya bahkan lebih gelap. "Bertingkah seperti ini hanya akan membuatku semakin membencimu." Wajah Tang Mengying tiba-tiba menjadi pucat pasi. Ketika dia menarik napas, cairan hangat jatuh ke pipinya. "Aku hanya ingin kembali ke masa lalu ¡­. Apakah kau lupa? Kau dulu sangat baik padaku ¡­." "Aku juga bersikap baik pada Weiya dan Shanya, tetapi mereka tidak akan mencoba naik ke tempat tidurku." Meskipun kalimat itu terdengar kasar, itu adalah hal yang sebenarnya. Yang diinginkan Tang Mengying adalah menjadi kekasih Li Sicheng. Namun, untuk seorang wanita yang bangga akan dirinya sendiri seperti Tang Mengying, mendengar apa yang ada di dalam pikirannya itu diucapkan dengan suara lantang rasanya seperti sedang ditelanjangi di jalan. Tang Mengying melihat sekilas sosok wanita dengan pakaian putih berjalan ke arah mereka. Itu adalah dia! Itu adalah wanita yang menghancurkan semua mimpinya dan memberinya semua rasa sakit itu. Tang Mengying tiba-tiba mempunyai sebuah ide. Sambil naik, dia melemparkan dirinya ke Li Sicheng dan membuatnya lengah. Ketika Li Sicheng menyadari apa yang sedang terjadi, tangan Tang Mengying memeluknya. Tampak seperti seekor gurita, Tang Mengying menempelkan tubuhnya ke tubuh Li Sicheng, payudaranya yang besar menempel di dada Li Sicheng. Saat Tang Mengying memeluknya, dia mencium bibir Li Sicheng ¡­. Su Qianci sedang memegang sebotol air minum, memikirkan tentang rencana perjalanannya. Baru-baru ini, dia memiliki hubungan yang lebih baik dengan Li Sicheng. Ketika kakek mengusulkan agar Li Sicheng ikut dengan mereka, Li Sicheng tidak menolaknya. Meskipun trip itu diusulkan oleh kakek, itu adalah pertama kalinya dalam gabungan dua kehidupannya bagi mereka bepergian bersama. Mungkinkah ini bisa dihitung sebagai bulan madu mereka? Merasa senang, Su Qianci dengan cepat berjalan menuju kolam dan melihat dua orang dari kejauhan. Seorang pria dan wanita yang sedang berpelukan dan berciuman ¡­. Chapter 162 - Dia Seharusnya Terbangun Dari Mimpi Ini Sejak Lama Su Qianci merasakan sesuatu telah menghujam hatinya dengan keras. Botol air terjatuh dari tangannya. Dia dengan jelas melihat ekspresi memprovokasi di wajah Tang Mengying, yang membuat hatinya bergetar. Kasih sayang yang telah tumbuh kembali selama beberapa hari ini segera terbunuh oleh hawa kemenangan Tang Mengying. Su Qianci berhenti berjalan dan matanya menjadi basah. Bagaimana dia bisa lupa bahwa Li Sicheng dan Tang Mengying seharusnya bersama, sementara dirinya hanyalah orang ke tiga? Tanpa dia, mereka bisa bahagia bersama. Dia sangat naif untuk percaya bahwa Li Sicheng memperlakukannya dengan baik belakangan ini karena Li Sicheng mulai menyukainya. Atau mungkin, Li Sicheng memang menyukainya, tetapi tidak lebih dari itu. Guntur bergemuruh saat cuaca tiba-tiba berubah. Awan gelap dengan cepat berkumpul, dan itu menjadi menyesakkan. Su Qianci dengan cepat berbalik dan mulai berlari. Sekali lagi, dia merasa bahwa dia sangat tidak penting sehingga dia tidak bisa mempertahankan martabatnya di depan Li Sicheng dan Tang Mengying. Jangan menangis. Kau tidak boleh menangis. Akan tetapi, hatinya tidak bisa berhenti merasa sakit. Sudah berulang kali dia memperingatkan dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada Li Sicheng. Bagaimanapun juga, dia terus dibodohi oleh fantasi yang Li Sicheng ciptakan untuknya. Sudah waktunya untuk bangun sekarang, bukan? Dia seharusnya terbangun dari mimpi ini sejak lama ¡­. Li Sicheng sangat marah, dia mendorong Tang Mengying ke dalam air menjauh dari dirinya. Tang Mengying menjadi lengah dan jatuh ke belakang, tersedak air ketika mencoba untuk menyeimbangkan dirinya sendiri. Dia berkata dengan suara parau, "Kakak Sicheng ¡­." Li Sicheng membilas mulutnya dengan air, dia pergi ke tepi kolam kemudian mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya, dan segera pergi. Hujan turun dengan deras di kepala, wajah, tubuh, dan hati Tang Mengying. Hatinya terbakar. Dengan wajah dan tubuh sepertinya, dia belum pernah bertemu pria mana pun yang akan menolaknya berulang kali. "Kau akan menyesali ini. Kalian berdua." Setelah keluar dari kolam renang, Tang Mengying tidak terburu-buru pulang ke rumah. Sebaliknya, ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, "15 Oktober, Kapten Li akan mengadakan sebuah konferensi pers untuk Su Qianci. Sebelum itu, aku ingin kau membuat sebuah skandal besar. Bisakah kau melakukan hal itu?" "Seperti apa?" "Sebuah skandal yang akan membuat dia tidak mungkin lagi tinggal di keluarga Li. Semakin besar, semakin baik." Guntur terus bergemuruh dan anginnya menjadi dingin. Sambil memegang lengannya, Tang Mengying bahkan menggertakkan giginya lebih keras. "Aku berubah pikiran. Jangan bocorkan apapun sebelum konferensi pers. Aku ingin menghancurkannya pada hari itu." Petir ungu membelah langit menjadi dua. Awan-awan tampak sedang menangis seperti hantu. Setelah merapikan diri di kamar kecil, Su Qianci menghela napas lega sebelum dia berjalan keluar. Li Sicheng kebetulan sedang berjalan masuk. Hanya mengenakan celana pendek, tubuhnya yang kekar dipenuhi oleh tetesan air. Su Qianci meliriknya dan dengan cepat memalingkan wajahnya. Ketika dia akan berjalan di sekitar Li Sicheng dan pergi meninggalkannya, Li Sicheng menangkap lengannya. Mata mereka tiba-tiba terkunci. "Apa yang terjadi dengan matamu?" Mata Su Qianci merah, seakan dia baru saja menangis. Sambil melepaskan tangan Li Sicheng, dia menggelengkan kepalanya. "Itu bukan urusanmu." Su Qianci terdengar tidak sabar saat dia membuka pintu dan berjalan keluar. Li Sicheng memicingkan matanya dan dia merasa bingung. Ada apa dengan wanita ini? Chapter 163 - Memikirkan Bayi Yang Sudah Meninggal Su Qianci keluar dari kamar dan dipanggil ke ruang makan oleh kakek. Sepuluh menit kemudian Li Sicheng berada di sana untuk makan malam. Tanpa diduga, ayah Li Sicheng juga hadir. Jadi, keluarga ini sedang bersenang-senang. Kapten Li sedang berada dalam suasana hati yang bagus. Setelah mengobrol dengan ayah Li Sicheng, dia melihat Su Qianci dan berkata dengan ramah, "Qianqian, kapan kau berencana memberiku seorang cicit?" Su Qianci sedang menyeruput sup ketika dia mendengar pertanyaan itu, jadi dia hampir tersedak karenanya. Saat dia memikirkan apa yang harus dikatakan, Li Sicheng mengambil serbet dan menyeka sudut mulutnya sebelum dia berkata perlahan, "Segera." Kapten Li terkejut dengan senang dan bertanya dengan penuh semangat, "Apakah Qianqian hamil lagi?" Akan tetapi, menurut Nanny Rong, pasangan itu tidur di kamar terpisah ¡­. Mungkin di belakang Nanny Rong, mereka sebenarnya tidur bersama? Kapten Li mengetahui bahwa cucunya bisa melakukan hal itu. "Belum," Li Sicheng meletakkan serbetnya dan berbicara dengan nada suara yang tenang, "Tapi aku akan berusaha." "Ehem ¡­." Su Qianci tersedak lagi dan batuk dengan keras. Matanya tiba-tiba menjadi berair. "Ada apa?" Li Sicheng menatap Su Qianci dan bertanya. Qin Shuhua melirik putranya dan berkata sambil tersenyum, "Gadis itu malu. Tidak bisakah kau melihatnya?" "Kita adalah keluarga, tidak perlu malu." Ayah Li Sicheng juga dalam suasana hati yang luar biasa. "Namun, kau tidak pernah bisa terburu-buru untuk hal seperti ini. Kami pasti bisa menunggu sampai kau lulus kuliah." "Mengapa setelah lulus? Kau akan segera berada di tahun terakhir. Dan kau pasti bisa mempersiapkan kehamilanmu tahun depan," Qin Shuhua menyarankan. Mendengar kata-kata itu, Li Sicheng sedikit melengkungkan bibirnya. Menyeruput seteguk dari supnya, matanya tampak lebih gelap. Dia pasti akan bekerja keras untuk ini dan membuat Su Qianci hamil sebelum kontrak perceraian itu habis masa berlakunya. Pada saat itu, Su Qianci bahkan tidak bisa menjauh darinya bahkan jika Su Qianci menginginkannya. Dia punya waktu. Pada saat itu, bahkan jika Su Qianci masih menyukai Lu Yihan, Li Sicheng tidak akan membiarkan Su Qianci pergi. "Aku sudah kenyang." Su Qianci berdiri dengan pipinya yang sedikit memerah. Matanya berair, dia berdiri dengan cepat dan berkata, "Aku akan ke atas sekarang. Selamat menikmati!" "Kau makan terlalu sedikit. Bagaimana bisa kau memberiku seorang cicit tanpa makanan yang cukup?" Kakek merasa sedikit tidak senang, tapi Su Qianci sudah pergi tanpa menoleh ke belakang. Melihat Su Qianci telah meninggalkan ruangan, pelayan itu datang dan berbisik, "Kurasa dia terlihat depresi. Dia pasti memikirkan bayinya yang sudah meninggal. Tuan muda, Anda harus memeriksanya." Li Sicheng mengerutkan keningnya dan meletakkan sumpitnya, menatap kedua orang tua dan kakeknya. "Aku akan pergi." "Pergilah. Kami tidak memperhatikan itu ¡­." Qin Shuhua menyalahkan dirinya sendiri. Ayah Li Sicheng menepuk bahu Qin Shuhua dan berkata, "Tidak apa-apa. Dia tangguh." Li Sicheng berjalan kembali ke kamar tidur dan mendengar suara isak tangis di pintu. Dia membuka pintu dan isak tangis itu segera berhenti. Kemudian, sebuah sosok dengan cepat masuk ke dalam kamar kecil dan menutup pintunya. Apakah dia teringat akan bayinya? Li Sicheng perlahan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Lalu dia mengetuk pintu kamar kecil. "Apakah kamu di sana?" Chapter 164 - Aku Akan Memberimu Akhir Yang Bahagia Su Qianci mengusap matanya dan menenangkan dirinya. "Kamu butuh sesuatu? Aku akan ke kamar mandi." Menilai dari suaranya, terdengar seperti dia tidak menangis sebelumnya. Mata Li Sicheng menjadi gelap saat dia terkesan dengan betapa baiknya Su Qianci berakting. Dengan beberapa pertimbangan, dia kemudian berkata, "Aku ingin pergi ke toilet. Keluarlah sebentar." "Ada toilet lain." "Semua sedang digunakan." Setelah hening sejenak, pintu terbuka. Su Qianci dengan sengaja menundukkan kepalanya, ingin berjalan melewati Li Sicheng, tetapi tangannya ditangkap oleh Li Sicheng. "Apa yang kamu inginkan?" Suara Su Qianci terdengar pelan dan parau. "Duduklah denganku." Kemudian, Li Sicheng menariknya ke samping tempat tidur tanpa bertanya lagi. Su Qianci terlihat enggan, berusaha melepaskan diri dengan tangannya. Dan matanya menjadi basah lagi. "Kenapa kamu menangis?" Li Sicheng melembutkan suaranya ketika tangannya yang kasar berusaha menghapus air mata Su Qianci. Terlihat jelas rasa menyalahkan diri sendiri di matanya. "Jangan menangis." Su Qianci baik-baik saja tanpa Li Sicheng bersikap lembut, tetapi saat mendengar suaranya, dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Air mata bercucuran di wajahnya. Mendorong tangan Li Sicheng menjauh, Su Qianci ingin bangun dan pergi, tapi kemudian Li Sicheng menahannya. "Tidak apa-apa," kata Li Sicheng. Meskipun bayinya meninggal, selama Su Qianci bersedia, mereka bisa selalu memiliki bayi lagi ¡­. Namun, bukan itu persepsi yang ada di kepala Su Qianci. "Tentu saja tidak apa-apa untukmu." Su Qianci tersenyum pahit. Tidak peduli di kehidupan sebelumnya atau yang sekarang ini, Li Sicheng selalu mencintai Tang Mengying, sementara dia hanya disebut sebagai istrinya dan tidak lebih lagi. Dia membohongi dirinya sendiri, bukan? Setelah menghembuskan napas, Su Qianci menguatkan dirinya untuk tersenyum dan berkata dengan sebuah nada suara yang tenang, "Tuan Li, mari kita bercerai sebelum waktunya." Kata-kata Su Qianci seperti air dingin yang menenggelamkan rasa kasih sayang di dalam hati Li Sicheng. Dengan wajahnya yang mengeras, temperatur di sekitar Li Sicheng juga sepertinya menurun. Kelembutan yang langka di wajahnya segera menghilang. "Bukankah kamu mencoba berbicara padaku tentang hal ini? Sekarang aku akan memberimu akhir yang bahagia ¡­." Wajah Li Sicheng hampir membeku saat dia mengencangkan cengkeramannya di tangan Su Qianci, "Itu tidak mungkin." Merasa kesakitan, Su Qianci mengerutkan keningnya. Melihat betapa dinginnya Li Sicheng, dia akhirnya bisa menenangkan dirinya dan melepaskan tangannya dari tangan Li Sicheng. "Apa gunanya melanjutkan ini?" Li Sicheng memiliki kekasihnya dan kehidupannya yang lain. Dan dia hanyalah perisai yang pria itu pegang untuk menghadapi kakek. Karena Qin Shuhua menyukai Tang Mengying, mungkin kakek juga akan berubah pikiran. Bagaimanapun, perceraian akan jauh lebih baik daripada pernikahan palsu ini. Melihat wajah seriusnya, Li Sicheng tiba-tiba menjadi murung. Dia tersenyum sinis. "Aku akan memutuskan apakah ada benarnya atau tidak." Dia melepaskan tangan Su Qianci, berdiri, dan menatapnya. "Kamu yang menyusun kontrak itu, dan sekarang kamu tidak punya hak untuk mengubahnya." Chapter 165 - Berbagi Tempat Tidur Dengan Dia? Li Sicheng berjalan melewati Su Qianci dan membanting pintu hingga tertutup. Bang! Suara keras itu membuat hati Su Qianci bergetar dan dia hampir kehabisan napas. Seluruh rumah juga mendengar suara itu. Semua orang menyaksikan saat Li Sicheng meninggalkan rumah. Qin Shuhua dengan cepat datang menghampiri dan bertanya pada Su Qianci, "Apakah kalian berdua bertengkar?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dan mengerutkan bibirnya, dia meminta Qin Shuhua pergi dengan mengatakan bahwa dia lelah. Malam berikutnya, Li Sicheng tidak kembali. Keesokan paginya, pelayan datang mengetuk pintu, mengambil koper Su Qianci. Mata Su Qianci bengkak, tetapi matanya terlihat lebih baik setelah beberapa perawatan. Setelah menutupinya dengan riasan, wajah Su Qianci tampak baik-baik saja. Kakek tampak sepertinya tidak tahu apa-apa tentang pertengkaran antara Li Sicheng dan Su Qianci, dia mendiskusikan rencana perjalanan bersama Su Qianci dengan penuh semangat. Mobil Kakek adalah sebuah mobil Mustang militer tradisional, dan sopirnya adalah putra letnannya di masa lalu. Su Qianci mengenali mobil dan sopirnya dari kehidupan terakhirnya, karena dia telah menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Namun, di masa hidup ini, mereka mungkin tidak akan lama berada di sekitarnya lagi ¡­. "Qianqian, apa kau mendengarkanku?" Kakek terlihat sedikit kesal. Su Qianci mendongak dan merasa bersalah. "Maaf, Kakek. Aku sedang kurang bersemangat." Kurang bersemangat? Hanya sedang dalam suasana hati yang buruk, aku pikir. Kapten Li tidak mengutarakan pikirannya tetapi mencibir dan memeriksa arlojinya. "Ini sudah kelewatan. Sampai saat ini, dia bahkan tidak menelepon atau mengirim pesan." "Kapten, Tuan Li Sicheng sedang menunggu kita di bandara." Kapten Li mendengarnya dan mengomel, "Aku sudah tahu." Sopir berhenti berbicara dan memarkir mobil di bandara. Setelah membantu Kapten Li dan Su Qianci memindahkan barang-barangnya keluar, dia pergi meninggalkan mereka. Ketika Su Qianci dan Kapten Li memasuki ruang tunggu VIP, mereka benar-benar melihat Li Sicheng sedang duduk di sofa, matanya terpejam. Melihat bahwa cucunya sudah hadir, Kapten Li tampak sedikit lega. "Kapan kau sampai di sini, Nak?" Li Sicheng membuka matanya dan melirik Su Qianci sebelum dia berkata kepada kakek, "Aku baru saja tiba di sini." Setelah itu, Li Sicheng tidak berbicara lagi. Butuh waktu lebih dari enam jam untuk terbang dari China ke Maladewa. Perjalanan itu lancar, dan mereka tiba di Maladewa pada tengah hari lewat sedikit. Kapten Li bertanggung jawab atas perjalanan itu, jadi baik Li Sicheng maupun Su Qianci tidak memiliki andil di dalamnya. Ketika mereka tiba di hotel, Su Qianci menemukan sebuah masalah serius: kakek hanya memesan satu kamar untuk mereka berdua. Ide untuk menghabiskan enam hari di kamar yang sama dengan Li Sicheng membuat Su Qianci merasa takut. Setelah Kapten Li menuju ke kamarnya sendiri dengan gembira, Su Qianci berjalan ke meja depan dan berbisik dalam bahasa Inggris, "Bisakah Anda mencarikan kamar lain untuk saya?" "Maaf, Nona. Saat ini semua kamar sudah dipesan. Jika Anda ingin memesan kamar lain, kamar kosong akan tersedia paling cepat minggu depan." "Tidak mungkin. Hotel ini sangat populer?" Resepsionis melihat kekecewaannya dan tersenyum. "Nona, ini adalah tempat paling romantis di dunia, jadi hotel yang berada di sekitar sini semuanya sangat diminati. Tidak mungkin ada kamar kosong untuk saat ini." Su Qianci benar-benar kecewa. Apakah itu berarti dia harus menghabiskan malam di tempat tidur yang sama dengan Li Sicheng sampai akhir perjalanan? Chapter 166 - Kondom, Ekstra Besar Su Qianci tiba-tiba merasa tidak enak badan. Dengan kunci di tangannya, dia berjalan naik ke lantai tiga. Sebelum dia mencapai kamarnya, dia bertemu dengan seorang teman. "Nona Su?" Suara yang dikenalnya itu bertanya. Saat mendengar suara itu, Su Qianci berhenti dan memutar kepalanya. Memang, itu adalah suara Sheng Ximing. Su Qianci merasa terkejut. "Paman Sheng Ximing, kau juga tinggal di hotel ini?" Kebetulan sekali! Mendengar dia memanggilnya paman, Sheng Ximing merasa sedikit terkejut, tetapi tidak membencinya. Dia mengangguk dan berkata, "Ya, kebetulan sekali. Di mana kamarmu?" "Kamarku 388, di mana kamarmu?" "Kamar 268. Yifan juga ada di sini, di kamar 266." "Yifan? Song Yifan?" Sheng Ximing mengangguk dan berkata sambil tersenyum, "Baru sampai di sini?" Su Qianci mengangguk dan bertanya, "Benar, berapa nomor telepon Paman?" "Aku punya nomormu, jadi aku akan meneleponmu." "Oke, aku akan kembali ke kamarku dulu." "Ayo makan bersama nanti?" "Oke." Sheng Ximing tidak menyangka bahwa Su Qianci akan menyetujuinya dengan cepat. "Kalau begitu, sampai bertemu sebentar lagi." Su Qianci mengangguk dan naik ke atas. Saat memperhatikan dia pergi, Sheng Ximing melihat temannya yang sedang berjalan mendekat dan berkata, "Dia memang tinggal di sini. Apakah kau siap?" "Ya." Su Qianci menemukan kamarnya dan segera membuka pintu. Saat dia memasuki kamar itu, Su Qianci tercengang dengan apa yang dilihatnya. Suite itu tampak seperti di sebuah istana. Su Qianci menarik tirai kobalt tebal hingga terbuka dan melihat keluar melalui jendela yang sangat besar. Semuanya berwarna biru. Burung camar terbang melayan naik dan turun. Matahari bersinar dengan sangat terik. Di bawahnya, orang-orang sedang bersenang-senang di pantai berpasir putih. Su Qianci lalu melihat ke dalam kamar. Sebuah tempat tidur berukuran king ditempatkan di tengah ruangan. Sebuah lapisan tebal kelopak mawar merah diletakkan di atas seprai putih, di bagian paling atas terlihat kelopak mawar merah muda yang ditata berbentuk hati. Sungguh sia-sia! Su Qianci bertanya-tanya berapa banyak bunga mawar yang dibutuhkan untuk itu. Dia kemudian berjalan menuju telepon dan menelepon layanan kamar untuk mengirim kopernya. Baik pelayan di rumah tua dan Nanny Rong telah membantunya berkemas, jadi Su Qianci yakin semua sudah dipersiapkan dengan baik. Setelah membuka koper, Su Qianci mulai menaruh pakaian ke dalam lemari, tidak hanya miliknya, tetapi juga milik Li Sicheng. Ketika dia hampir selesai, Su Qianci menarik sebuah kaus dan tiba-tiba sesuatu terjatuh. Su Qianci memeriksanya dan melihat dua buah kotak dengan sebuah merek kondom terkenal yang tercetak di atasnya. Di bawahnya, ada tulisan: ekstra besar ¡­. Kemudian, Su Qianci menemukan ada lebih banyak merek kondom. Ukurannya bervariasi dari yang besar hingga yang ekstra besar ¡­. Su Qianci sekarang memiliki pengetahuan yang baru didapat tentang ukuran Li Sicheng. Merasa malu, dia dengan cepat melempar kotak-kotak itu. Biip! Saat mendengar suara itu, Su Qianci merasa malu, melihat ke arah pintu dengan tak percaya. Ketika Li Sicheng membuka pintu, dia melihat sesuatu terbang melayang ke arahnya. Su Qianci berlari ke pintu dan mengambil kotak itu, menyembunyikannya di belakangnya. Melihat betapa gelisahnya dia, Li Sicheng berkedip dan bertanya, "Apa yang kamu sembunyikan dariku?" Mendengar pertanyaan itu, wajah Su Qianci langsung merah padam. Bahkan telinganya menjadi merah muda. Chapter 167 - Barang Belanjaan Jantung Su Qianci berdebar. Melihat tatapan bingung Li Sicheng, dia menggelengkan kepalanya berulang kali. Mata Li Sicheng menjadi lebih gelap, tetapi dia tetap masuk ke dalam. Su Qianci melihatnya masuk ke dalam dan merasa lega. Namun, dia segera menyadari bahwa ada lebih banyak kotak kondom di dalam kamar. Li Sicheng memasuki kamar dan melihat setumpuk kotak kondom di bagian bawah koper. Matanya tiba-tiba berbinar. Kemudian, dia melirik Su Qianci dan mencibir, "Jadi, ini barang belanjaanmu." Wajah Su Qianci serasa terbakar, dia melemparkan kotak kecil di tangannya ke dalam koper dan berbicara dengan tergagap-gagap, "Aku tidak tahu kalau barang-barang itu diletakkan di sini oleh Nanny Rong ¡­. Bukan aku ¡­." Li Sicheng tidak berbicara, tetapi menatap ke tempat tidur besar yang penuh dengan kelopak mawar. Setelah melihat ke sisi lain, dia dengan cepat mengangkat selimut. Kelopak mawar merah dan merah muda segera beterbangan di udara dan kemudian jatuh secara berangsur-angsur. Dari sudut pandang Li Sicheng, gadis berbaju putih sedang berdiri dalam siraman kelopak bunga yang beterbangan merupakan pemandangan yang sempurna. Su Qianci tampak terkejut dengan sekilas keromantisan yang tiba-tiba ini. Dengan segera, kelopak-kelopak bunga tersebut berjatuhan di lantai dan seluruh ruangan dipenuhi semerbak harum bunga. Melihat tatapan di mata Su Qianci, Li Sicheng tampak puas. Namun, ketika Su Qianci menatapnya dengan rasa ingin tahu, Li Sicheng segera memalingkan wajah dan berkata, "Beristirahatlah jika kamu lelah, dan kita bisa keluar nanti." Kemudian, dia mengeluarkan sebuah pakaian dan berjalan ke kamar mandi. Su Qianci tertegun. Apakah Li Sicheng menyiapkan tempat tidur untuknya? Su Qianci dengan segera menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis. Li Sicheng mungkin hanya muak melihat bentuk hati yang terbentuk oleh kelopak mawar tersebut. Sambil mengambil napas dalam-dalam, Su Qianci mengeluarkan piamanya, berganti baju, dan berbaring di tempat tidur. Ketika Li Sicheng keluar dari kamar mandi, Su Qianci sudah terlelap. Saat mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya, Li Sicheng melihat sekilas ponsel Su Qianci di atas nakas, yang sedang berdering. Telepon itu dari nomor tak dikenal yang berasal dari Kotaraja. Li Sicheng merasa nomor itu sedikit familier dan menjawab panggilan itu. "Hai, Nona Su. Turunlah kemari untuk makan bersama kami. Aku duduk di samping jendela di lobi. Sebuah pemandangan laut yang indah terlihat dari sini." Li Sicheng berhenti sebentar dan bertanya, "Anda juga di Maladewa?" Sebagai tambahan, menilai dari nada suara Sheng Ximing, pria itu mengetahui bahwa Su Qianci sedang berada di hotel yang sama. Apakah mereka setuju untuk bertemu di sini? Tidak mungkin. Su Qianci bahkan tidak mencintai seseorang seperti dirinya, jadi dia seharusnya tidak tertarik pada pria ini. Apakah Sheng Ximing mengikutinya? Mata Li Sicheng menjadi dingin. Seorang pria seusianya sudah cukup tua untuk menjadi ayahnya. Apakah Sheng Ximing yakin dia bisa mendapatkan Su Qianci? Tanpa diduga, Sheng Ximing mendengar suara laki-laki dan mengira dia menelepon nomor yang salah. Setelah memeriksanya dan memastikan itu adalah nomor Su Qianci, dia bertanya, "Apakah Anda suami Nona Su? Di mana dia berada?" Li Sicheng melirik Su Qianci yang tertidur lelap dan menjawab dengan dingin, "Di tempat tidur saya. Anda butuh sesuatu?" Chapter 168 - Dia Berada Di Tempat Tidurku Sheng Ximing tiba-tiba tidak mengetahui harus berkata apa. Untuk beberapa alasan, dia merasa Li Sicheng tidak menyukainya. Su Qianci mungkin hanya tertidur, tetapi tidak bisakah dia mengatakan bahwa dia sedang tidur atau dia sedang di tempat tidur saja? Dia harus mengatakan "di tempat tidurku." "Tolong jangan salah paham ¡­." "Apa yang Anda butuhkan?" Suara Li Sicheng membuatnya mengigil bahkan meski hanya melalui telepon. Tidak peduli seberapa tebal kulitnya, Sheng Ximing mengetahui bahwa Li Sicheng tidak ingin dia menelepon Su Qianci. Merasa canggung, Sheng Ximing berseru, "Saya benar-benar tidak bermaksud ¡­." "Jika Anda tidak butuh apa-apa, jangan menelepon." Suara dinginnya terdengar datar, sangat Li Sicheng. Lalu dia menutup telepon. Sheng Ximing tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya dan tiba-tiba merasa sangat malu. Sambil melihat pria yang duduk di hadapannya, Sheng Ximing menghela napas dan berkata, "Sepertinya akan sulit bagi kita untuk bertemu dengan Su Qianci kali ini." Setelah menutup telepon, Li Sicheng melirik Su Qianci, yang masih tidur dan tidak mengetahui apapun yang sedang terjadi. Seperti seekor anak babi yang menggemaskan. Dengan sebuah senyum tipis, Li Sicheng melihat ponsel Su Qianci, dan memblokir nomor telepon Sheng Ximing. Su Qianci bangun dengan perasaan lapar. Waktu di Maladewa tiga jam lebih lambat dari waktu Beijing. Ketika dia bangun, waktu menunjukkan pukul 7 malam, yang berarti pukul 10 malam waktu Beijing. Tentu saja, dia kelaparan ¡­. Su Qianci melompat dari tempat tidur, dia dengan cepat merapikan diri dan turun untuk makan. Setelah mengambil ponselnya, dia melihat pesan dari kakek: Qianqian, aku di ruang makan di lantai bawah. Datanglah ke sini bersama dengan cucu lelaki tersayang. Su Qianci tertawa. Cucu lelaki tersayang? Memikirkan wajah dinginnya yang bisa membekukan dunia, Su Qianci tidak yakin bahwa Li Sicheng pantas mendapat panggilan menggemaskan seperti ini. Pesan itu dikirim dua menit yang lalu, jadi kakek seharusnya masih berada di sana. Saat melihat ke bawah tangga, dia menemukan ruang makan sedang ramai. Ponsel Su Qianci mendengung saat dia menerima sebuah pesan lain dari kakek: Aku duduk di dekat jendela, di ujung lorong. Su Qianci melihat ke arah itu dan melihat kakek melambai padanya. Su Qianci melambai kembali dan dengan cepat berjalan turun. Namun, dalam dua langkah terakhir, dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. "Awas!" Sebuah suara pria terdengar, saat sebuah tangan memegang Su Qianci. Ketika Su Qianci melihat wajah pria itu, dia tiba-tiba tertegun dan terkejut. Dan kemudian, dia bertanya tidak percaya, "Bo Xiao?" Bo Xiao terkejut bahwa orang asing ini mengetahui namanya. Sebagai seorang pria sejati, dia mengangguk dan berkata, "Itu benar." Tentu saja Su Qianci mengenalnya. Bo Xiao akan menjadi musisi paling terkenal di seluruh dunia. Keluarganya memiliki sebuah latar belakang bangsawan dan sangat misterius. Jika dia mengingatnya dengan benar, di kehidupan sebelumnya, Bo Xiao akan mendapatkan ketenarannya tiga tahun dari sekarang. Jadi nantinya, dia akan lebih terkenal daripada Song Yifan. Dia bertemu dengan Bo Xiao? "Anda mengenali saya?" Mendengar pertanyaan itu, Su Qianci tanpa sadar ingin mengangguk, tetapi kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas, "Tidak!" Tiba-tiba, Su Qianci merasa sedikit tertekan saat dia melirik sebuah sosok tinggi yang berjalan ke arahnya, membekukan semua orang di dekatnya. Namun, sosok ini tidak memandang dirinya, tapi pada pria itu, Bo Xiao. Chapter 169 - Peringatan Dari Tuan Li Li Sicheng berjalan menghampiri dan melirik Su Qianci. Tapi dengan cepat, tatapannya jatuh pada Bo Xiao. "Terima kasih, Tuan." Li Sicheng mengulurkan tangannya ke arahnya. "Kalau bukan karena Anda, istri saya mungkin sudah jatuh." Su Qianci tiba-tiba merasa tersanjung. Li Sicheng berterima kasih pada orang lain untuknya? Namun, Bo Xiao telah menangkap kata kunci itu. Istri. Pria ini memberinya sebuah peringatan. Bo Xiao mengulum bibirnya dan mengulurkan tangannya juga, gemetar dengan Li Sicheng. "Jangan khawatir, Tuan Li." "Anda mengenali saya?" "Tuan Li adalah seorang legenda, sungguh keterlaluan jika saya tidak mengenal Anda. Saya Bo Xiao." "Li Sicheng." "Senang bertemu dengan Anda." "Senang bertemu dengan Anda juga." Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, Su Qianci merasakan aura permusuhan dari basa-basi ini. Su Qianci melirik Li Sicheng dan kemudian Bo Xiao, dia merasakan perutnya berbunyi keroncongan. Kedua lelaki itu segera melihat ke arahnya. Su Qianci merasa malu, dia tersenyum dan mengeluh, "Kelaparan di sini ¡­." Li Sicheng mengulum bibirnya dan memeluk bahu Su Qianci. "Mari kita makan." Jantung Su Qianci berdebar saat matanya terbelalak. Namun, dia juga merasa jijik pada saat yang sama. Li Sicheng sepertinya cukup ahli dalam memeluk seorang wanita. Dia bertanya-tanya bagaimana rasanya ketika Li Sicheng memeluk Tang Mengying. Merasa pahit, Su Qianci tampak sedikit tertekan. Bo Xiao menangkap perubahan suasana hati Su Qianci dan melirik ke arah pria dingin yang terlihat jelas sebagai seseorang yang kasar. Li Sicheng tidak memperhatikan bagaimana ekspresi wajah Su Qianci berubah. Dia mengangguk pada Bo Xiao dan berkata, "Sampai nanti." Kemudian, dia berjalan menuju kakek dengan lengannya memeluk bahu Su Qianci. Saat menatap pasangan itu, Bo Xiao tampak cukup tertarik. Dia tidak menyangka bahwa istri Li Sicheng adalah seorang gadis yang begitu muda dan cantik. Namun, pasangan itu tidak terlihat seperti pasangan sungguhan. Meskipun mereka terlihat benar-benar serasi, mereka tidak terlihat harmonis bersama. Sebaliknya, mereka tampak seperti dipaksa untuk terikat bersama. Sangat menarik. "Tuan Muda, Nyonya memintamu untuk datang." "Aku datang." Sebelum mereka mencapai meja kakek, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk mengangkat lengan Li Sicheng dan melarikan diri. Li Sicheng jelas merasa dibenci olehnya, mengepalkan tinjunya, dan dengan cepat mengikuti Su Qianci. Su Qianci duduk di kursi di seberang kakek dan sangat menginginkan semua makanan yang terhidang di atas meja. Dia benar-benar kelaparan ¡­. "Kau pasti lapar. Aku sudah memesan semua yang kau sukai." "Terima kasih, Kakek!" Su Qianci tersenyum gembira dan mengambil sepotong kue dengan garpunya. Sebelum dia memasukkan kue itu ke mulutnya, kuenya diambil oleh sebuah tangan. "Minumlah susu dulu." Li Sicheng menaruh segelas susu hangat di depannya. Wajah Su Qianci tiba-tiba berubah dan dia bahkan lebih membenci pria itu. Sambil memelototi Li Sicheng, dia dengan cepat meminum susu dan mengambil kuenya kembali dari Li Sicheng. "Jangan terburu-buru," Li Sicheng berkata lagi, "Tidak ada yang akan mengambilnya darimu." Su Qianci memperlambat makannya dan terlihat agak tertekan. Jika Tang Mengying ada di sini untuk makan bersama Li Sicheng, Li Sicheng tidak akan terlalu memikirkan dirinya, Su Qianci bertaruh. Tapi dia benar-benar lapar ¡­. "Kamu tidak makan?" Su Qianci menekuk bibirnya dan menatap Li Sicheng, menggeram, "Aku tidak bisa makan apa pun saat melihatmu." Chapter 170 - Itu Bagus Bahwa Dia Masih Hidup Su Qianci mengatakan hal itu setengah serius. Sebelumnya, setiap kali dia melihat Li Sicheng, dia akan merasa terpesona. Namun, melihat wajah dan tubuh yang sama, dia tidak bisa tidak memikirkan adegan Li Sicheng mencium Tang Mengying dan panggilan telepon dari Australia. Ketika Li Sicheng mengkritiknya di meja makan, dia bahkan semakin membenci Li Sicheng. Li Sicheng tidak menyadari bahwa dirinya dibenci. Sedikit mengerutkan kening, dia menaruh sepotong daging panggang ke piringnya dan berkata, "Jangan kekanak-kanakan." Apakah dia kekanak-kanakan? Su Qianci merasa sesak napas. Saat melihat kakek yang sedang tersenyum gembira, dia memutuskan untuk mengubah kemarahannya menjadi nafsu makan. Setelah makan, kakek meregangkan tubuhnya dan berkata dia akan pergi tidur. Di sisi lain, Su Qianci baru saja tidur siang dan tidak merasa mengantuk sama sekali. Setelah Kapten Li pergi, dia segera berdiri dan berjalan keluar dari hotel. Hotel yang dipesan kakek berada di sebuah lokasi terbaik, mempunyai akses langsung ke pantai. Pencahayaan yang hangat ditempatkan sepanjang sisi dermaga kayu yang panjang. Banyak pasangan yang sedang berjalan-jalan, berbicara ucapan romantis dalam semua jenis bahasa. Su Qianci mengaguminya. Sebuah tempat yang sempurna untuk kasih sayang, memang. Su Qianci melepas sepatunya, dia melangkah masuk ke dalam air laut tanpa alas kaki. Air laut yang dingin terus menerus menyentuh kulitnya. Saat para pria dan wanita berlarian dan tertawa di pantai, Su Qianci merasa jiwanya telah dibersihkan. Pada saat itu, dia tidak memiliki pikiran buruk apapun. Sudah lama sekali sejak dia bisa merasa begitu santai ¡­. Itu bagus karena dia masih hidup. Chapter 171 - Kamu Tidak Adil "Senang?" Mendengar suara dingin itu, Su Qianci diam tidak bergerak dan menatapnya. Li Sicheng mengenakan sebuah pakaian santai yang longgar. Namun, dia masih terlihat sangat dingin dengan tangannya di saku. Saat dia menoleh ke samping, matanya tampak berkilauan di bawah siraman cahaya yang hangat. Detak jantung Su Qianci berhenti sesaat ketika dia terpesona oleh pria itu. Mata Li Sicheng seperti magnet, menariknya masuk. Dia tidak bisa melarikan diri. Mata mereka terkunci, Su Qianci dengan jelas menyadari bahwa mata Li Sicheng menjadi lebih gelap. Saat Su Qianci memalingkan wajah dan mencoba menenangkan dirinya, sebuah tangan yang kasar meraih lengannya. "Tuan Li, apakah kamu ¡­ butuh sesuatu?" Dia terdengar sangat gugup sekali. Li Sicheng mendengar kata "Tuan Li," dia sedikit mengerutkan kening, dan mengencangkan cengkeramannya di lengan Su Qianci, bertanya, "Bisakah kita bicara?" Meskipun itu adalah sebuah pertanyaan, Li Sicheng bahkan tidak menunggunya untuk menjawab. Su Qianci harus duduk bersamanya. Angin bertiup menerpa rambut Su Qianci, meniupkan helaian rambutnya ke samping hidung Li Sicheng. Li Sicheng bisa mencium aroma sampo Su Qianci dengan jelas. Sambil mengulurkan sebelah tangan, Li Sicheng mengambil helaian rambut itu ke tangannya, memainkannya dengan santai. Lembut seperti sutra. "Kenapa kamu takut padaku?" Li Sicheng bertanya. Su Qianci tidak menyangka bahwa ini adalah hal pertama yang akan dia tanyakan. Takut padanya? Mungkin. Ketika Su Qianci menikahinya untuk pertama kalinya, dia tidak takut. Semua orang mengatakan bahwa Li Sicheng adalah seorang pria yang dingin, mungkin tidak dapat jatuh cinta. Namun, dia sama sekali tidak peduli dan berulang kali menyinggung perasaan Li Sicheng. Meskipun Tang Mengying memainkan sebuah peran penting dalam hal itu, Su Qianci mengetahui bahwa itu sebagian besar karena kepolosan dan ketidakpeduliannya. Kemudian, Li Sicheng semakin membencinya. Setiap kali Li Sicheng melihat Su Qianci, dia tidak menghargainya dengan kebaikan apa pun, bahkan di depan umum. Kemudian, ketika Su Qianci telah menyelamatkan Li Sicheng dari api dan mendapati wajahnya sendiri hancur, Li Sicheng telah mengira dia sebagai dalang di balik penculikan dan pembakaran itu. Sejak saat itu, Li Sicheng membencinya dengan nyalinya. Selain dari kehidupan dan identitas Su Qianci sebagai istrinya, Li Sicheng telah mengambil segalanya dari Su Qianci. Dan saat itulah Su Qianci mulai merasa takut. Dia merasa ketakutan selama tiga tahun. Dalam waktu tiga tahun, dengan sebuah wajah yang penuh luka, Su Qianci melakukan yang terbaik untuk menghindarinya setiap kali Li Sicheng hadir. Dia merasa tidak aman, tetapi juga merindukan Li Sicheng pada saat yang bersamaan. Pada saat itu, betapa irinya dia pada Tang Mengying karena mampu berdiri di sisi Li Sicheng di depan umum dan diakui sebagai seorang wanita. Namun, dia ditakdirkan untuk menjadi sebuah bayangan di dalam dunia yang gelap, yang tidak seorang pun bisa melihat atau peduli padanya. Di kehidupan barunya, sudah menjadi kebiasaan Su Qianci untuk menjadi takut saat berdekatan dengan Li Sicheng. Pria itu adalah hasrat terdalamnya. Su Qianci menginginkannya, tetapi tidak berani memilikinya. Dia tidak mampu mendapatkannya ¡­. Su Qianci mengangguk tetapi kemudian menggelengkan kepalanya. Dengan ekspresi yang rumit, Su Qianci menatap wajah Li Sicheng yang sempurna. Mereka sebenarnya sedang membicarakan hubungan mereka ¡­. Semuanya terasa seperti sebuah mimpi. Melihat Su Qianci mengangguk dan kemudian menggelengkan kepalanya, Li Sicheng bertanya lagi, "Apakah aku menakutkan?" Su Qianci mengangguk. Li Sicheng menatap ke arah laut lepas dan berkata dengan sebuah suara lirih, "Kamu tidak adil." Ada nada menyalahkan dan frustrasi yang tersembunyi dalam suaranya, meskipun hampir tidak bisa dilihat. Chapter 172 - Aku Adalah Suamimu Su Qianci melihat garis tegas dari wajah Li Sicheng, tidak mengerti apa yang dia maksud. Li Sicheng menatapnya. Dalam cahaya remang-remang, Su Qianci melihat mata Li Sicheng berkilau. "Kamu tidak seperti ini jika berada di dekat Lu Yihan." Angin laut bertiup menerpa rambut Li Sicheng. Dia memicingkan matanya dan menatap Su Qianci dalam-dalam. Su Qianci mengetahui bahwa Li Sicheng sedang mengatakan yang sebenarnya dan tiba-tiba merasa jantungnya berdegup kencang. Dengan segera, dia berseru, "Lu Yihan berbeda. Dia teman baikku." "Bagaimana dengan aku?" Li Sicheng menatapnya. "Aku ini siapa?" Siapa dia? Su Qianci tiba-tiba tidak mengetahui bagaimana mendefinisikan pria di depannya ini. Suami? Tapi dia mengetahui dengan pasti bahwa itu tidak mungkin di antara mereka berdua. Su Qianci menyukai Li Sicheng, dan dia mencintainya. Namun, ada Tang Mengying di antara mereka berdua. Sayang? Su Qianci takut kalau dia hanya akan mempermalukan dirinya sendiri dengan mengatakan hal itu ¡­. Su Qianci menunduk dan terdiam. Mata Li Sicheng berubah dingin, saat dia merasa sesak napas, menatap keraguan Su Qianci yang jelas terlihat. Yang dia inginkan hanyalah sebuah hubungan dengan Su Qianci. Apakah itu sangat sulit? Ponsel Su Qianci tiba-tiba berdering. Itu adalah suara dentingan piano, lagunya, Elegy. Li Sicheng menunduk dan melihat sebuah nama muncul di layarnya-- Yihan. Tidak ada nama belakang, hanya Yihan. Namun, jika dia mengingatnya dengan benar, Su Qianci bahkan tidak menandai namanya di ponselnya. Namanya hanyalah Tuan Li. Perbedaan itu membuat hati Li Sicheng merasa kecewa. Tanpa memperhatikan sedikit perubahan pada ekspresi wajah Li Sicheng, Su Qianci menjawab telepon itu, "Halo ¡­." "Berita bagus. Seorang investor besar tertarik dengan perusahaan kita, Qianqian. Pernahkah kau mendengar tentang Wanhui Technology? Mereka siap berinvestasi di perusahaan kita." Mendengar hal itu, Su Qianci pertama kali tertegun, dan kemudian menjadi sangat gembira. "Benarkah? Kalau begitu ¡­ aduh!" Sebelum Su Qianci menyelesaikan kalimatnya, dia tiba-tiba ditindih ke atas pasir. Melihat Li Sicheng yang baru saja menindihnya, Su Qianci tiba-tiba merasa ketakutan. Tangannya terikat di belakang tubuhnya, sementara salah satu tangannya masih memegang ponselnya. "Ada apa, Qianqian? Halo?" Suara Lu Yihan terdengar melalui ponselnya. Su Qianci ingin menjawab, tetapi dia tiba-tiba melihat ekspresi wajah Li Sicheng yang sangat tidak senang. Dengan jantung berdebar, Su Qianci menjadi gagap, "Tuan ¡­ Li, ada apa?" Api kecemburuan menyala di mata dingin Li Sicheng, siap untuk menelannya. Apa yang diinginkan pria ini? Tangannya terasa sedikit sakit. Su Qianci mencoba menggoyangkannya, tetapi Li Sicheng mencengkeramnya lebih erat. "Aku adalah suamimu!" Setidaknya untuk sekarang. Ponsel Su Qianci diambil dari tangannya. Setelah menutup telepon, Li Sicheng melemparkan ponselnya ke samping. Su Qianci mengerutkan kening dan memekik. "Apa yang kamu ¡­" Sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Su Qianci memelototi pria di atas tubuhnya itu dengan tatapan tak percaya. Apa yang Li Sicheng coba lakukan ¡­. Kemudian, Su Qianci tiba-tiba mempunyai sebuah jawaban dan mulai berjuang melepaskan diri. Namun, Li Sicheng meletakkan berat badannya dan memerangkap tubuh Su Qianci di bawah tubuhnya. Chapter 173 - Hanya Terangsang Padamu Kakinya dijepit oleh kaki Li Sicheng. Meskipun melalui lapisan kain, Su Qianci masih bisa merasakan siluet tubuh maskulinnya. Merasakan napas Li Sicheng yang panas di wajahnya, Su Qianci tidak bisa bergerak sama sekali, dengan tangan ditekan dan bibir yang tertutupi. Lidah Li Sicheng perlahan-lahan menyelinap ke dalam giginya, menciumnya dengan kasar, dengan sebuah perasaan menghukum. Ciumannya sangat agresif sehingga napas Su Qianci menjadi terengah-engah dan perjuangannya untuk melepaskan diri menjadi lemah. Dia merasa dia tidak bisa melihat apa-apa lagi. Seolah-olah Li Sicheng adalah satu-satunya yang ada di dalam dunianya. Setelah apa yang tampaknya terjadi seabad, Su Qianci merasa sedikit pusing. Ketika bibirnya dilepaskan, udara segar tiba-tiba membuatnya tersadar. Terengah-engah, Su Qianci belum pernah merasa sesak napas seperti ini. Detak jantungnya sangat cepat sehingga dia merasa sepertinya akan menjadi gila. Li Sicheng juga sedikit terengah-engah, memegang tangan Su Qianci erat-erat dan menatapnya. Wajah cantik dan kulit mulus, diwarnai merah muda olehnya. Matanya berkaca-kaca dan tanpa fokus. Sangat menawan! Sambil mengunci Su Qianci, Li Sicheng berkata dengan suara lirih, "Jika pria lain melakukan hal yang sama padamu, akankah kamu membiarkannya?" Su Qianci merasa terhina dan ingin mengangkat tangannya. Namun, tangannya ditahan oleh Li Sicheng dan tidak bisa bergerak. Menatap mata Li Sicheng yang penuh nafsu berahi, dia menyeringai, "Bagaimana denganmu? Dengan gadis mana pun di hadapanmu, kamu bisa menjadi terangsang, kan?" Mata Li Sicheng menyipit saat dia mendekati Su Qianci dan berbisik, "Sayangnya, aku hanya terangsang karena kamu." "Bagaimana dengan Tang Mengying?" Su Qianci berkata tanpa berpikir. Namun, mendengar suaranya sendiri, Su Qianci ingin menggigit lidahnya. Kata-katanya terdengar terlalu mirip dengan seorang istri yang cemburu. Dia tidak bermaksud mengatakan itu ¡­. Meskipun dia menyadari bahwa Tang Mengying menjijikkan, dia tidak merasa cemburu, tidak sama sekali. Melihat penyesalannya yang jelas, Li Sicheng tersenyum sekilas. Su Qianci hampir mengira dia salah lihat. "Jika aku punya perasaan padanya, kamu tidak akan menjadi istriku." "Kakek ¡­." "Jika aku tidak ingin melakukannya, siapa yang bisa memaksaku?" Jantung Su Qianci berdetak kencang. Li Sicheng menjelaskan padanya? Namun, panggilan telepon itu ¡­. Sambil menggigit bibirnya, Su Qianci menatapnya dan bertanya, "Aku melihat kamu menciumnya, di kolam renang di rumah tua." Kolam renang? Matanya menjadi gelap. "Kamu melihatnya?" "Ya, jadi kamu tidak perlu berbohong padaku, aku ¡­." "Untuk apa aku berbohong padamu?" Li Sicheng menginterupsinya. "Dia memang menciumku waktu itu, tapi kemudian aku mendorongnya menjauh." "Aku tidak menyukai gadis itu. Tidak pernah, tidak akan pernah." Kata-kata Li Sicheng yang tegas membuat Su Qianci terdiam. Naluri pertamanya adalah Li Sicheng berbohong padanya. Akan tetapi, mengapa Li Sicheng melakukan hal itu? Li Sicheng adalah orang yang sangat bangga pada dirinya sendiri yang bahkan tidak akan sudi untuk berbohong padanya. Benar kan? Hatinya menjadi berantakan ¡­. "Tidak mungkin ¡­." "Kenapa kamu berpikir begitu?" Li Sicheng mendekatinya. Bibir mereka berjarak kurang dari 1 cm. "Kamu pikir aku punya perasaan untuk setiap wanita?" Su Qianci menatapnya. Li Sicheng terlihat sangat serius dan berbahaya. "Banyak wanita mencoba merayuku, tetapi kamu adalah satu-satunya wanita yang berhasil." Merayu Li Sicheng? Dirinya? Tapi dia tidak pernah merayu Li Sicheng! Su Qianci merasa dirugikan. Namun, sebelum dia bisa bereaksi, Li Sicheng telah meraih tangannya dan memaksanya untuk menggerakkan tangannya ke bawah. Saat dia merasa gugup dan bingung, dia tiba-tiba menyentuh sesuatu yang panas. Su Qianci terkejut dan segera menarik tangannya kembali. Namun, Li Sicheng tidak akan membiarkannya melakukan itu. Sebaliknya, Li Sicheng menarik tangannya lebih jauh ke bawah, memaksanya untuk menyentuh ereksinya. Ahhhhhh ¡­ Su Qianci merasa malu, menutup matanya dan berpura-pura bahwa dia tidak mengetahuinya. Li Sicheng membawa tangannya ke ¡­. Saat ingin menarik tangannya kembali, dia merasa cengkeraman Li Sicheng semakin erat. "Apakah kamu merasakan keberhasilanmu?" Keberhasilanmu--Banyak wanita mencoba merayuku, tetapi kamu adalah satu-satunya wanita yang berhasil. Bagaimana dia bisa tidak tahu bahwa dia telah merayu Li Sicheng? Su Qianci membuka matanya yang berkaca-kaca, yang membuat Li Sicheng hampir kehilangan kendali. Li Sicheng menunduk dan mengisap bibirnya yang membengkak, menggoda Su Qianci dengan ujung lidahnya. Su Qianci merasa seperti tersengat listrik. Seluruh tubuhnya lemas. Dia tidak bisa menolak apa pun dari Li Sicheng. Apakah Li Sicheng sedang mengatakan padanya bahwa dia mencintainya? Memikirkan kemungkinan itu, Su Qianci merasa dia akan menjadi gila. Namun, suara dalam benaknya dengan cepat berteriak: itu tidak nyata, tidak nyata ¡­. Dia telah memutuskan untuk tidak jatuh cinta pada Li Sicheng dan memberi Li Sicheng dan Tang Mengying sebuah akhir yang bahagia. Namun, setiap kali dia akan menyerah, Li Sicheng selalu bersikap baik padanya ¡­. Hari ini, Li Sicheng bahkan mengatakan hal itu padanya ¡­. Itu membuat semakin sulit baginya untuk menolak. Seolah-olah mimpi yang dia miliki selama bertahun-tahun tiba-tiba menjadi kenyataan. Wajah Li Sicheng sangat nyata, dan ciumannya pun begitu bergairah. Dia tidak ingin mengubah semua ini. Dia tidak ingin bangun. Anggap saja apa pun yang Li Sicheng katakan itu benar, bisakah dia? Su Qianci merasa getir dan air mata jatuh menetes di pipinya. Li Sicheng berhenti tetapi kemudian bergerak lebih cepat ketika melihat air mata Su Qianci. Tangannya meluncur turun dan memegang payudara Su Qianci yang besar. Sedikit meremasnya, Li Sicheng mendengar erangan erotis yang lembut dari Su Qianci. Nafsu berahi membuat tubuhnya terbakar. Namun, mereka masih di tempat umum. Orang-orang mulai melirik mereka. Meskipun itu Maladewa, tempat di mana semua orang menikmati hal-hal yang romantis, mereka berdua masih menjadi pasangan yang menarik perhatian. Li Sicheng tidak ingin saat bercinta romantis pertama mereka menjadi biasa saja, jadi dia menenangkan dirinya dan berjalan kembali ke hotel menggendong Su Qianci dalam pelukannya. Begitu berada di dalam kamar, Li Sicheng tidak bisa lagi menahan diri. Sambil membanting pintu hingga tertutup, dia tidak sabar untuk menyandarkan Su Qianci ke pintu dan menciumnya dengan keras. Setelah membuka ritsleting gaun Su Qianci dengan satu tangan, dia menarik gaun itu ke bawah, memperlihatkan bahunya yang menawan. Di bawah pencahayaan remang-remang, pemandangan itu cukup merangsang Li Sicheng yang sudah kehilangan akalnya. Dia memeluk pinggang Su Qianci, kemudian mengangkat Su Qianci dan menjatuhkan diri ke tempat tidur. Kasur empuk itu sedikit bergoyang. Li Sicheng menundukkan kepalanya dan perlahan-lahan mencium leher Su Qianci yang anggun, tidak melewatkan setiap jengkal pun. Saat merasakan napas Li Sicheng di lehernya, Su Qianci mengangkat kepalanya dan melingkarkan lengannya di tubuh Li Sicheng. Sebuah perasaan menggelitik dikirim dari lehernya ke seluruh tubuhnya. Su Qianci hampir merintih. Su Qianci berpikir bahwa Li Sicheng akan selalu tenang dan bijaksana. Tidak pernah terpikir olehnya bahwa mungkin ada saat-saat Li Sicheng benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Saat tulang selangkanya digigit, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk merapatkan kakinya. Namun, kakinya berada di antara kaki Li Sicheng, sehingga yang bisa dia lakukan hanyalah melingkarkan kakinya di pinggang Li Sicheng. Bahkan melalui apa yang Li Sicheng kenakan, Su Qianci bisa merasakan panas tubuh Li Sicheng yang membara. Menyadari posisi mereka berdua, Su Qianci terengah-engah di bawahnya dan berbisik, "Pe ¡­ pelan-pelan ¡­." Mendengar perkataan Su Qianci, Li Sicheng segera mencium bibirnya lagi, melarangnya untuk berbicara. Ketika Su Qianci hampir kehabisan napas, Li Sicheng melepaskannya dan menjawab dengan suara yang berat, "Aku tidak bisa. Aku harus memilikimu." Mendorong gaunnya ke bawah, Li Sicheng melihat sebuah bralette 1 putih di kulitnya yang cantik. Kelembutannya hampir membuat Li Sicheng gila. Bang bang bang! Sebuah ketukan keras di pintu membuat Li Sicheng tiba-tiba berhenti. Bang bang bang! Suara bising itu terus berlanjut, dan Su Qianci segera mendorong Li Sicheng menjauh, menutupi dirinya dengan selimut. Jeda tiba-tiba itu membuat tubuh Li Sicheng yang sedang terangsang terbakar bahkan semakin panas. Dia mengeluh, "Siapa itu?" Bang bang bang! Dengan pipinya yang berwarna merah muda, Su Qianci melihat tatapan mata Li Sicheng yang tidak ramah dan dengan hati-hati berkata, "Bukalah pintunya. Mungkin kakek mencari kita?" Pakaian Li Sicheng berantakan. Begitu juga rambutnya. Mendengar Su Qianci mengatakan itu, dia keluar dari tempat tidur dengan wajah yang nelangsa, dan membuka pintu. Petugas hotel tidak berharap melihat sebuah wajah yang mengintimidasi dan tergagap-gagap, "Tuan Li? Apakah Anda cucu dari tamu di kamar 389? Beliau ¡­ tiba-tiba tidak sadarkan diri ¡­." Sebelum petugas hotel itu menyelesaikan kalimatnya, Li Sicheng sudah membuka pintu dan bergegas menuju kamar 389. Ketika mereka tiba di rumah sakit, waktu menunjukkan sudah pukul 10 malam lewat. Su Qianci sudah mengetahui bahwa Kapten Li memiliki tekanan darah tinggi. Namun, ini adalah pertama kalinya dia pingsan dalam gabungan dua kehidupannya. Setelah menunggu lebih dari setengah jam, kakek akhirnya tersadar. Li Sicheng menghela napas lega, menuangkan segelas air untuknya, dan mengulurkan gelas itu kepadanya. Saat melihat cucunya, Kapten Li tampak sedikit merasa bersalah. Wajah Li Sicheng terlihat kesal saat dia memberi tahu Su Qianci, "Beri kami satu menit." Bra dengan atau tanpa busa pengganjal, tanpa dilapisi kawat apapun. Bralette lebih lembut, biasanya berenda Chapter 174 - Mengganggu Su Qianci memandang kakek dan kemudian Li Sicheng, menemukan bahwa keduanya bersikap aneh. Kakek mengangguk, kemudian Su Qianci berjalan keluar dan menutup pintu. Segera setelah Su Qianci pergi, Li Sicheng melemparkan sejumlah foto ke tempat tidur kakek. Foto itu diambil dengan pencahayaan yang minim. Seorang wanita dan seorang pria sedang berciuman di pantai, terlihat sangat bergairah. Saat melihat foto-foto tersebut, kakek terbatuk-batuk dan sedikit tersipu, merasa malu dan memutuskan untuk menutup matanya, pura-pura tidak mengetahui apa-apa tentang foto-foto itu. Li Sicheng menggodanya, "Kau sangat senang sehingga tekanan darahmu naik?" Setelah mendengar itu, Kapten Li menatap Li Sicheng dan membantah, "Mengapa menurutmu karena hal ini? Tidak bisakah aku memiliki hal lain untuk merasa senang?" Li Sicheng terdiam beberapa saat dan mengangguk, "Aku kira aku bisa berpura-pura bahwa aku tidak melihat Kakek mengirim seseorang untuk memotret kami secara diam-diam, dan bahwa aku tidak tahu Kakek telah mengambil paspor kami untuk membuat kami berbagi kamar yang sama." "Nak, kalau bukan karena kakekmu, akankah kau bersenang-senang? Dan apakah Qianqian akan memaafkanmu?" "Cucumu punya pesonanya. Dia benar-benar bisa mengurusnya sendiri." Sebagai tambahan, bantuan macam apa itu? Pada saat tengah malam, dia sangat gembira hingga pingsan. Malaikat penolong terburuk yang pernah ada! Setelah kehilangan sesuatu yang pasti, Li Sicheng merasa tubuhnya masih belum menjadi tenang. "Beristirahatlah dan kami akan memeriksamu besok pagi." Mendengar itu, Kapten Li jelas merasa tidak senang. Dia menggerutu, "Pergilah. Aku ingin Qianqian di sini." Kemudian, dia berseru, "Qianqian, suamimu menggangguku." Li Sicheng menatap kakeknya sekilas dan memasukkan kembali foto-foto itu ke dalam amplop. Mendengar teriakan Kapten Li, Su Qianci segera masuk. Melihat bagaimana wajah kakek tampak jengkel, Su Qianci kebingungan dan menatap Li Sicheng, bertanya, "Apa yang terjadi?" "Seorang lelaki tua bertingkah." Li Sicheng keluar dari kamar dengan wajah dingin dan berkata, "Aku akan memberimu sesuatu untuk dimakan." Setelah Li Sicheng pergi, Kapten Li bertanya dengan suara lirih, "Apakah bocah itu mengganggumu barusan?" Mengganggu ¡­. Wajah Su Qianci langsung terbakar. Melihat senyum di wajah kakek, Su Qianci tahu bahwa tidak ada rahasia di hadapannya. "Kalian sudah berbaikan lagi?" Kata Kapten Li penuh kemenangan. "Wajar jika pasangan bertengkar, tetapi kau seharusnya jangan terlalu sering memaafkannya. Tunjukkan pada Li Sicheng siapa bosnya." Su Qianci terkekeh-kekeh dan mengubah topik pembicaraan. "Kakek mau minum air?" Setengah jam kemudian Li Sicheng kembali. Dia membawa beberapa makanan ringan dan bubur, sangat cocok untuk kudapan malam. Kapten Li sedang makan dan bercanda dengan Su Qianci, sementara Li Sicheng jelas merasa tidak senang. Mengetahui apa yang sedang terjadi, Kapten Li hampir bisa melihat tiga kata yang tertulis di wajahnya: kebutuhanan tidak terpuaskan. Setelah menghabiskan makanan, Kapten Li berkata, "Tidak apa-apa. Aku tidak akan mati di sini. Kalian pulang sekarang dan aku akan bergabung denganmu besok di hotel." Meskipun kakek mengatakan hal itu, tidak mungkin Li Sicheng meninggalkannya sendirian di rumah sakit. Pada akhirnya, Li Sicheng menyuruh Su Qianci kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena itu adalah pertama kalinya kakek itu pingsan karena tekanan darah tinggi, dokter menyarankan agar kakek tinggal di rumah sakit selama dua hari lagi. Ketika mereka kembali ke hotel, itu adalah hari ke empat sejak mereka tiba di Maladewa. Setelah merawat kakek selama dua hari bergiliran dengan Li Sicheng, Su Qianci merasa sedikit lelah dan segera tertidur. Setelah beberapa saat, sebuah rasa nyeri di pinggangnya membangunkannya. Su Qianci segera menyadari bahwa sulit baginya untuk bergerak. Dia membuka matanya dan melihat wajah tampan Li Sicheng. Dalam tidurnya, Li Sicheng terlihat tidak sedingin dan sekeras biasanya. Lengan Li Sicheng melingkari pinggang rampingnya, dan salah satu kaki Li Sicheng berada di atas kakinya. Su Qianci memperhatikan posisi mereka dan tersipu malu. Li Sicheng memeluknya. Apakah Li Sicheng bermaksud melakukan itu? Dengan hati-hati, dia membalikkan badannya untuk memindahkan lengan Li Sicheng, takut bahwa hal itu akan memalukan jika dia membangunkan Li Sicheng. Namun, tidak perduli bagaimana Su Qianci bergerak, Li Sicheng tidak bergeming sama sekali. Lengan Li Sicheng hampir menempel di pinggangnya, tidak bergerak sedikitpun. Su Qianci sedikit mengangkat kaki Li Sicheng ke atas, tetapi ketika dia berpikir dia akan berhasil, Li Sicheng meletakkan kakinya di atas kakinya lagi, menumpukan kakinya di sana. Kemudian, Li Sicheng tiba-tiba berbalik dan tubuhnya berada di atas tubuh Su Qianci, menatap wanita itu dengan mata yang masih kebingungan. Terkejut, Su Qianci merasa jantungnya berdebar, menatap Li Sicheng. "Kamu sudah bangun?" Mungkin itu karena dia baru saja bangun, suara Li Sicheng terdengar agak parau. "Hm ¡­." Sebelum Su Qianci mengatakan sesuatu, serentetan ciuman mendarat di bibirnya, menarik kata-katanya menjauh. Su Qianci terbelalak, mencoba mendorongnya menjauh. "Hmmm ¡­." Setelah melepaskan Su Qianci, napas Li Sicheng terengah-engah saat dia berbisik, "Bisakah kita melanjutkan misi yang belum selesai?" Wajah Su Qianci mulai terbakar saat dia menggelengkan kepalanya. "Lepaskan aku ¡­. Aku harus ke kamar mandi ¡­." Dengan rasa nyeri di pinggangnya, Su Qianci juga merasakan ada sesuatu yang mengalir di kakinya. Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan harus pergi untuk mengurusnya. Akan sangat memalukan baginya jika Li Sicheng melihatnya. Li Sicheng mengerutkan bibirnya, terlihat tidak senang. Namun dia segera berbalik dan berbaring lagi. Merasa lega, Su Qianci dengan cepat masuk ke kamar mandi. Benar saja, dia sedang datang bulan. Untungnya, dia sudah mempersiapkannya. Dia mengeluarkan tampon yang disembunyikannya di kamar kecil dan kembali ke tempat tidur. Sebuah tangan besar segera menariknya ke atas tempat tidur dan sebuah tubuh yang penuh gairah menimpa tubuhnya. Dalam dua puluh enam tahun pertama hidupnya, karena Li Sicheng tidak pernah mengetahui seperti apa seks itu, tidak apa-apa untuk menahan hasratnya kembali. Namun, dia telah merasakan bercinta dengan Su Qianci pada malam pernikahan mereka, yang hampir tidak bisa dia lupakan. Salah satu tangannya memegang payudara Su Qianci yang lembut, dan yang lainnya meraih ke bawah roknya. Sambil memegang tangan usilnya, Su Qianci berkata lemah, "Aku baru saja ¡­ datang bulan ¡­." Li Sicheng berhenti dan terdiam beberapa saat sebelum dia mengutuk dengan dingin, "Si*l!" Chapter 175 - Kebetulan? Setelah Li Sicheng mandi air dingin, dia menemukan Su Qianci telah pergi. Laptopnya ada di atas nakas dengan sebuah chatting online yang sedang berlangsung. Lu Yihan sedang mentransfer sebuah dokumen padanya. Tapi di mana Su Qianci? Li Sicheng menemukan ponselnya dan menghubungi Su Qianci, tetapi kemudian terdengar dering ponsel yang berasal dari tempat tidur. Li Sicheng meraih ponsel Su Qianci dan menutup telepon, merasa sedikit gelisah. Setelah ragu-ragu sejenak, dia memutuskan untuk mengetuk pintu kamar kakek. Su Qianci yang membuka pintunya. Setelah melihat Su Qianci, Li Sicheng segera merasa lega, tetapi dia tidak menunjukkannya dan berkata dengan dingin, "Apa yang kamu lakukan di sini?" "Kakek bilang dia ingin berjemur. Ayo kita pergi ke pantai setelah makan sesuatu." Li Sicheng masuk ke dalam dan membantu kakek bangun. Melihat wajah Li Sicheng yang terlihat tidak puas, Kapten Li merasakan sebuah rasa simpati yang kuat dan berkata, "Kau tidak tidur nyenyak? Jika kau tidak ingin pergi, Qianqian bisa menemaniku." "Aku akan pergi." Mereka bertiga makan sesuatu di ruang makan dan kemudian pergi ke pantai. Mereka menemukan sebuah tempat untuk duduk dan mulai mengobrol. "Tuan Li?" Suara itu terdengar terkejut. Melihat Li Sicheng, Sheng Ximing mengetahui bahwa Su Qianci pasti berada di sekitarnya juga. Dia berjalan menghampiri dan memang melihat Su Qianci. "Paman Sheng." Su Qianci merasa senang melihat Sheng Ximing juga. Melihat Sheng Ximing, mata Li Sicheng menjadi dingin dan Sheng Ximing merasakan sedikit bahaya darinya. Li Sicheng tidak akan melupakan bagaimana cara Sheng Ximing menatap istrinya. Di usianya, Sheng Ximing bahkan bisa menjadi ayah Su Qianci. Dan sekarang dia ingin mengejar istrinya? Di bawah tatapan mengintimidasi Li Sicheng, Sheng Ximing memanggil, "Song Yifan, kemarilah. Aku melihat seseorang yang kau kenal." Song Yifan? "Tuan Song Yifan juga ada di sini?" Su Qianci bertanya. Sheng Ximing tersenyum dan mengangguk, berjalan ke arah Li Sicheng. "Lama tidak bertemu, Tuan Li. Saya tidak menduga akan melihatmu di sini." "Oh, saya juga tidak menduga akan melihatmu sampai saya menerima telepon darimu beberapa hari yang lalu," kata Li Sicheng dingin dan menjabat tangan Sheng Ximing. Senyum Sheng Ximing membeku karena tiba-tiba menjadi sangat canggung. Song Yifan berjalan menghampiri dan menepuk bahu Sheng Ximing. "Ada apa?" Melihat seorang lelaki tua duduk di kursi pantai, Song Yifan memanggilnya dengan hormat, "Kapten Li!" "Itu kau!" Jelas, Kapten Li mengenal Song Yifan. "Kebetulan sekali." Song Yifan tersenyum dan berkata, "Memang." Sebenarnya, itu bukan kebetulan. Sheng Ximing telah menyelidiki keberadaan Su Qianci dan kemudian mengikutinya ke sini. Tentu saja, dia mengetahui bahwa Kapten Li juga berada di sini. "Kalian berdua saling mengenal?" Su Qianci memandang kakek dan kemudian Song Yifan. "Dia putra seorang teman dalam pertempuran, juga seorang pianis global." "Kami sudah pernah bertemu." Song Yifan tersenyum pada Su Qianci. Ini adalah kedua kalinya bagi Su Qianci bertemu Song Yifan, jadi dia tidak lagi begitu heboh. Namun, melihat Song Yifan tersenyum pada dirinya sendiri, Su Qianci masih merasa cukup tersanjung. Dia dengan cepat mengangguk dan berkata, "Ya, cukup kebetulan ¡­." "Saya mendengar bahwa Tuan Song Yifan telah membatalkan sebuah konser." Li Sicheng perlahan berdiri dan berjalan ke sisi Su Qianci. Dia memicingkan matanya dan bertanya, "Apakah itu hanya untuk berlibur di Maladewa?" Chapter 176 - Canggung Song Yifan tidak merasa terkejut sama sekali bahwa Li Sicheng mengetahui tentang jadwalnya. Dengan pengaruh Li Sicheng, pria itu dapat dengan mudah mengetahui hal itu. Song Yifan berkata, "Saya merasa sedikit tertekan akhir-akhir ini, jadi sebuah liburan sangat dibutuhkan." "Benarkah ¡­." Li Sicheng menatapnya sambil tersenyum setengah hati, yang melalui senyumnya itu Song Yifan bisa dengan jelas melihat sindiran tajam. Canggung. Sheng Ximing dengan cepat berkata, "Kami akan berlayar ke sebuah pulau. Apakah Anda ingin bergabung dengan kami?" "Pulau?" "Ya, hanya ada dua teman lain yang bersama dengan kami. Jika kami bisa menemukan lebih banyak orang, itu seharusnya lebih menyenangkan," saran Song Yifan. "Ya, kita akan memancing dan membuat barbeku. Semuanya sudah siap. Bergabunglah dengan kami?" Sheng Ximing menatap Kapten Li dan bertanya, "Menurut Anda, Kapten Li?" Kapten Li mendongak dan berkata dengan santai, "Aku tidak akan memperlambat kalian anak muda. Selamat bersenang-senang!" Su Qianci cenderung bersikap baik pada Sheng Ximing, karena dia telah banyak membantunya di kehidupan sebelumnya. Namun, di kehidupan saat ini, semua kejadian telah berubah secara signifikan. Jika dia tidak mencari Sheng Ximing dengan sengaja, pertemuan pertama mereka seharusnya lebih dari satu tahun kemudian. Tidak peduli bagaimana hal-hal berubah, Sheng Ximing masih memperlakukannya dengan baik. Undangan hangat dari Sheng Ximing telah menghentikan Su Qianci untuk menolaknya. Dia menatap Li Sicheng dan bertanya, "Bolehkah?" Li Sicheng meliriknya dan kemudian Song Yifan. Song Yifan tersenyum ramah padanya dan bertanya lagi, "Ayo kita pergi?" "Selama kamu ingin pergi." Mendengar jawaban Li Sicheng, Su Qianci tersenyum. Sheng Ximing sangat gembira dan dengan cepat membuat semua orang naik ke kapal. Perahu itu berlayar cukup cepat, dan butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk mencapai pulau itu. Itu adalah sebuah pulau yang bersih dan kecil, tanpa ada penghuninya. Ada beberapa panggangan yang sudah disiapkan di pulau itu. Sheng Ximing dan Song Yifan bersama dua orang teman lain yang ikut. Mereka dengan cepat menurunkan semuanya dari perahu dan menata barang-barang tersebut. Merasa senang, Su Qianci pergi membantu. Salah satu dari dua orang teman itu dengan cepat mulai berbicara dengan Su Qianci, "Hei, siapa namamu? Aku Aduo, asisten Tuan Ximing. Ini Ali, kekasihku." "Namaku Su Qianci." "Apakah kau berteman dengan Tuan Sheng? Aku belum pernah melihat dia menghabiskan begitu banyak waktu untuk membantu seorang gadis mencari ibunya." Su Qianci berhenti dan menatap Aduo, "Kau mengatakan bahwa Paman Sheng sedang mencari ibuku?" Aduo tidak merasakan ada yang aneh. Sambil menusuk daging untuk membuat sate, dia berkata, "Ya, tapi itu sangat sulit. Yang dia temukan adalah pada masa lalu ibumu ¡­." "Aduo?" Sheng Ximing memanggil, "Bisakah kau mengambilkan aku minuman?" "Aku datang!" Aduo segera pergi ke kapal, membawa selusin bir dan jus. Namun, Sheng Ximing berjalan mendekat dan berbisik padanya, "Jangan katakan padanya bahwa aku menyelidiki latar belakangnya. Itu adalah sebuah rahasia. Juga, jangan biarkan dia tahu untuk apa kita di sini." Aduo mendengar Sheng Ximing dan menggaruk kepalanya, terlihat menyesal. "Itu akan menjadi canggung ¡­." Chapter 177 - Mengapa Kamu Tidak Mengatakan Kalau Aku Berat Ketika Aku Berada Di Atas Tubuhmu Sheng Ximing menatap Aduo dan bertanya, "Kau memberitahunya?" Ekspresi wajah Aduo terlihat menghindar, menyodorkan bir dan jus ke Sheng Ximing dan melarikan diri. Merasa geli, Sheng Ximing tidak bisa menahan perasaan gugupnya. Dia melirik ke arah Su Qianci dan menemukan Su Qianci juga sedang menatapnya. Dia tampak penasaran. Su Qianci sangat mirip dengan wanita yang diingatnya ¡­. Namun, dia tidak bisa mundur ¡­. Sambil tersenyum pada Su Qianci, Sheng Ximing berjalan menghampiri, berpura-pura bahwa dia tidak menyembunyikan apa pun. Setelah menaruh minuman, dia kemudian menambahkan beberapa makanan ke dalam panggangan. "Paman Sheng Ximing?" Sheng Ximing mendongak ke arah Su Qianci. "Nama ibuku adalah Su Han." Su Qianci merasa apa yang dia katakan pastilah sesuatu yang kejam bagi Sheng Ximing. Namun, dia mengetahui dengan jelas betapa kecewanya Sheng Ximing setelah mengetahui tentang orang tuanya. Dia lebih suka membiarkan Sheng Ximing merasa kecewa pada saat ini daripada membiarkannya mencari tahu. Di kehidupan sebelumnya, dia juga hampir berpikir bahwa dia adalah putri Sheng Ximing ¡­. Namun, semuanya berakhir dengan membuktikan bahwa dia tetap putri tidak sah dari keluarga Su, putri Su Han yang telah menghilang selama bertahun-tahun. Sebagai seorang pria yang pandai, Sheng Ximing segera mengerti apa yang Su Qianci maksud. Namun, Sheng Ximing masih berpura-pura bahwa dia tidak mendengar Su Qianci dan mengubah topik pembicaraan. "Kalian berdua terlihat baik di mataku. Mengapa kau ingin menceraikannya?" Su Qianci mengerutkan bibirnya, tidak ingin membagi rahasianya dengan siapa pun. Sambil menunduk, Su Qianci terus mengerjakan barbeku. "Dia baik padamu. Jika kau tidak membencinya, akan sangat bagus untuk melanjutkan pernikahan." Sheng Ximing menyalakan api dan berkata, "Sangat jarang orang yang sukses seperti dia sangat ''bersih''." ''Bersih''? Su Qianci bingung. Dia bilang Li Sicheng bersih? Dalam aspek apa? Sebelum Su Qianci bisa bertanya, dia merasakan tekanan di bahunya. Memutar kepalanya, dia melihat sebuah wajah tampan bersandar di bahunya. Li Sicheng menarik pinggang ramping Su Qianci ke dalam pelukannya dan bertanya dengan sebuah suara yang berat, "Apa yang kalian bicarakan?" Su Qianci tersipu malu dan menggoyangkan bahunya. "Hentikan. Kamu berat!" "Berat?" Li Sicheng menempelkan dagunya di bahu Su Qianci dan mengembuskan napas ke telinganya. Su Qianci merasa wajahnya terbakar dan tubuhnya terasa tergelitik. "Kamu tidak mengatakan itu ketika aku berada di atasmu." Li Sicheng berbisik, suaranya sangat pelan hingga hampir tidak bisa dibedakan. Dengan napas yang panas, Su Qianci tiba-tiba bergidik dan merasakan tubuhnya meleleh. Li Sicheng akan mengatakan sesuatu seperti ini? Sangat ¡­ vulgar. Ini sangat berbeda dari Li Sicheng yang ada dalam pikirannya. Mungkin inilah Li Sicheng yang sebenarnya. Ketika dia berada di atas tubuhnya ¡­. Su Qianci melihat ke samping dan melihat wajah serius Li Sicheng, dan memutuskan untuk tidak jadi mengatakan apa yang akan dia katakan pada Li Sicheng. Meskipun Li Sicheng mengatakan itu, dia terlihat sangat dingin dan tenang sehingga terasa seperti dia tidak mengatakan apa pun . Chapter 178 - Tidak Dapat Melarikan Diri Karena merasa malu, Su Qianci tanpa sadar merapatkan kakinya dan menatap Sheng Ximing. Sheng Ximing tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, tetapi menilai dari wajah Su Qianci yang merah padam, dia bisa mengatakan bahwa lebih baik dia tidak mendengar apa-apa. Setelah melihat ekspresi wajah gugup Su Qianci, Sheng Ximing menunduk, pura-pura tidak menyadari apa-apa. "Kenapa wajahmu merah?" Li Sicheng tampak seperti dia tidak tahu apa yang dikatakannya, mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Su Qianci. "Sangat panas, apa kamu merasa tidak sehat?" "Kamu ¡­ pergilah!" Su Qianci memberinya sebuah tatapan dengan mata membelalak dan wajahnya semakin memerah. Wajah Li Sicheng tersenyum samar, dia melepaskan Su Qianci, membersihkan tangannya, dan mulai membantu Su Qianci membuat barbeku. Su Qianci cukup terkejut. Dia tidak pernah menyadari bahwa tuan muda itu mengetahui cara membuat barbeku. Setelah mengamati sejenak, dia menemukan bahwa Li Sicheng membuat sate yang jauh lebih baik daripada yang dia buat. Song Yifan berjalan mendekat dan berkata, "Saya mendengar bahwa grup finansial Li sedang mencari sebuah kelompok musik untuk sebuah acara mendatang. Saya tidak yakin apakah Anda telah menemukan seseorang?" "Acara?" Su Qianci menatap Li Sicheng. "Apakah kita sedang mengadakan sebuah acara?" Kenapa dia tidak mengetahui tentang hal itu? Setiap acara yang diselenggarakan oleh grup finansial Li akan memiliki sebuah skala yang signifikan. Masing-masing acara akan menandai peluncuran sebuah proyek baru atau sebuah pengumuman besar. Biasanya, banyak dana dan tenaga kerja yang akan diinvestasikan ke dalamnya. Namun, di kehidupan sebelumnya, sepertinya tidak ada sesuatu seperti itu yang terjadi di sekitar saat ini. Mungkin dia melupakannya? "Bukan untuk perusahaan." Li Sicheng bahkan tidak mendongak. "Itu untukmu." "Untukku?" Su Qianci merasa tersanjung. "Kenapa?" "Sebuah pesta dan konferensi pers bagimu untuk bertemu publik." Li Sicheng menghentikan apa yang sedang dilakukannya dan memandangnya. "Wanitaku perlu bertemu publik cepat atau lambat." Wanitaku ¡­. Sebuah kata sederhana itu membuat hati Su Qianci berdebar. Menatap wajah Li Sicheng yang tampan, tidak peduli betapa dinginnya dia, Su Qianci merasakan sebuah gelenyar keinginan. Apakah dia sudah diakui oleh Li Sicheng? Bukan hanya karena kakek menyukainya, atau dia menyukai Li Sicheng, dia benar-benar diakui sebagai wanitanya? Selain itu, Li Sicheng menghabiskan semua upaya untuk mengadakan sebuah pesta dan konferensi pers ¡­. Su Qianci tidak pernah mendapatkan perlakuan semacam ini di kehidupan sebelumnya. Merasa gugup, Su Qianci tersipu malu dan bertanya, "Apakah kakek memintamu melakukan ini?" Li Sicheng mengangguk dan melihat kekecewaannya. "Kakek mengatakan kepadaku untuk mengadakan sebuah konferensi pers." Jadi, pesta itu adalah ide Li Sicheng. Bagaimanapun, Su Qianci tidak mengerti dan menjawab dengan sebuah suara lirih, "Mengerti." Li Sicheng menatapnya dalam-dalam, tidak menjelaskan, dan berkata pada Song Yifan, "Belum. Jika tim Anda tertarik, kita bisa membicarakannya." "Hebat. Kapan acaranya?" "Tanggal lima belas." Su Qianci menjadi gugup, "Secepat itu?" "Lebih cepat lebih baik." Li Sicheng tidak bisa menunggu. Dia tidak sabar untuk mengatakan pada dunia bahwa Su Qianci adalah istrinya. Saat itu, tidak peduli betapa keberatannya Su Qianci, dia harus diberi label sebagai "istri Li Sicheng." Su Qianci tidak akan bisa melarikan diri darinya. Chapter 179 - Bukankah Kalian Suami Dan Istri "Baiklah, aku akan mengurus barbekunya. Bukankah kau mengatakan bahwa kalian akan memancing? Semuanya sudah siap. Pergilah!" Aduo mengambil alih semua pekerjaan dan menyerahkan beberapa buah alat pancing kepada mereka. Namun, dia masih menghindari kontak mata dengan Sheng Ximing, takut Sheng Ximing akan menyalahkannya. Untungnya, Sheng Ximing tidak berbicara setelah mengambil alat pancing tersebut. Sambil membawa ember, dia memanggil Su Qianci untuk naik ke perahu. Merasa bersemangat, Su Qianci meletakkan semuanya dan mengikuti Sheng Ximing. Ketika dia akan naik, sebuah tangan menariknya kembali. Li Sicheng terlihat agak dingin. Melihat tatapan bingung Su Qianci, dia berkata, "Pelan-pelan." Kemudian, Li Sicheng naik ke perahu terlebih dulu dan kemudian mengulurkan tangannya kepada Su Qianci. Su Qianci menjulurkan lidahnya dan melambat, memegang tangan Li Sicheng. Song Yifan melihat kejadian itu dan terlihat senang. Dia dengan cepat naik ke perahu juga. Perahu layar kecil itu berhenti di tengah laut. Su Qianci sudah mengetahui bahwa Sheng Ximing adalah seorang pemancing ulung. Saat Sheng Ximing sudah mendapatkan dua ekor ikan dalam waktu sepuluh menit, Li Sicheng mendapatkan ¡­ tidak satupun! Sambil memegang pancing, Su Qianci duduk dengan tenang, melirik diam-diam ke arah Li Sicheng dan kemudian Song Yifan. Meski tak satu pun dari mereka mendapatkan seekor ikan, Li Sicheng jelas lebih tenang. Menyadari tatapannya, Li Sicheng menatap Su Qianci dengan tenang. Su Qianci mengulum bibirnya ke arahnya dan memalingkan muka, menatap lautan luas. Su Qianci tidak melihat bahwa sebuah senyum tipis muncul di mata Li Sicheng. Sepuluh menit kemudian, Su Qianci merasa sedikit tidak sabar. Ketika dia hendak pergi, alat pancingnya tiba-tiba bergerak. Sambil membelalakkan matanya, Su Qianci bersemangat. "Aku mendapatkan ikan! Tuan Li, lihat!" Melihatnya bersemangat seperti seorang anak kecil, Li Sicheng tersenyum tipis dan memegang tongkat pancing Su Qianci. "Jangan biarkan ikannya lolos." "Benar!" Su Qianci dengan cepat mulai memutar alat pancingnya. Ikan itu berjuang melepaskan diri dan memercikkan air pada mereka. "Tuan Li?" Song Yifan menatap mereka dan matanya yang biasa lembut berubah menjadi tajam. "Bukankah kalian suami dan istri?" Mendengar itu, jantung Su Qianci berhenti berdetak seraya senyumannya yang membeku. Suami dan istri ¡­. Apakah itu mereka? Meskipun mereka telah berada dalam kondisi yang lebih baik, definisi ini masih begitu asing di mata Su Qianci. Suami dan istri. Rasanya seperti dia telah mencuri momen bahagia ini. Dia tidak percaya diri untuk menjadi istri Li Sicheng. Namun, Li Sicheng baru saja mengakuinya, bukan? Li Sicheng sepertinya menyukainya. Bukankah itu benar? Su Qianci melirik Li Sicheng. Li Sicheng melihat tatapan canggung Su Qianci dan matanya menjadi gelap. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa, hanya memasukkan ikan ke dalam ember, dan berkata dengan tenang, "Tidak masalah Su Qianci memanggilku apa. Namun, di masa depan, kita harus mempertimbangkan untuk mengubahnya. Kalau tidak, orang luar mungkin akan salah persepsi. " "Benar, itu tidak masalah," kata Su Qianci dan mengangguk. "Benar ¡­." Song Yifan melihat wajah Su Qianci dan merasa bingung untuk sesaat. Setelah beberapa detik, dia berkata, "Saya harus mengatakan bahwa Nona Su, Anda benar-benar terlihat seperti teman saya." Li Sicheng mendengar perkataannya dan menatap Song Yifan dengan tajam. Chapter 180 - Song Yifan Adalah Ayahnya? "Jangan khawatir. Temanku dua tahun lebih tua dari aku. Dan juga, dia sudah meninggal." Song Yifan terlihat kecewa. "Rong Xuan?" Su Qianci menebak. Di kehidupannya sebelumnya, Sheng Ximing telah menyebutkan nama ini berulang kali di depannya. Namun, Sheng Ximing memanggilnya Xuan. Wanita ini, jika dia menebak dengan benar, tidak hanya menjadi cinta pertama Sheng Ximing, tetapi juga mantan kekasih Song Yifan. Hubungan antara mereka bertiga itu rumit ¡­. Namun, Su Qianci mengetahui bahwa kedua pria itu pernah bertengkar karena Rong Xuan yang telah meninggal. Song Yifan tertegun dan bertanya, "Bagaimana kau bisa tahu?" Kemudian, dia melihat ke arah Sheng Ximing. Mendengar nama itu dari Su Qianci, Sheng Ximing juga terkejut. Su Qianci melihat wajah mereka dan mengetahui bahwa dia benar. Dia berdeham dan berkata, "Paman Sheng pernah menyebutkan nama ini sekali, dan aku mengingatnya." "Benarkah?" Sheng Ximing kebingungan. Nama ini sangat mengerikan baginya dan Song Yifan. Seharusnya tidak ada alasan bahwa dia akan memberitahu Su Qianci. Namun, tidak mungkin Su Qianci mengetahui hal ini dari tempat lain. "Ya, benar." Merasa sedikit bersalah, Su Qianci dengan cepat mengubah topik pembicaraan. "Aku benar-benar ingin melihat seberapa miripnya aku dengan dia. Paman Sheng Ximing berkata aku terlihat seperti dia ketika kami pertama kali bertemu ¡­." Su Qianci terkekeh-kekeh dengan enggan. Li Sicheng tidak tahan lagi dan menarik Su Qianci ke samping, berbisik, "Apakah aku pernah mengatakan padamu bahwa kamu bukan pembohong yang baik?" Merasa malu, Su Qianci tersipu malu dan berkata, "Aku ¡­ aku tidak bohong!" Dia tidak berbohong. Dia benar-benar mendengar hal itu dari Sheng Ximing, hanya saja tidak di kehidupan saat ini. Untungnya, baik Sheng Ximing maupun Song Yifan tidak keberatan. Song Yifan tersenyum, mengeluarkan dompetnya dari sakunya, membukanya, dan memperlihatkan sebuah foto usang. Meskipun tampak usang, foto itu terlindungi dengan baik dan jelas. Seorang pria dan seorang wanita ada di dalam foto itu. Sang pria tampak lembut, tampan, dan tinggi. Sang wanita tersenyum gembira dengan gaun panjang kuning dan sebuah topi kuning, menggandeng lengan pria itu dan melihat ke kejauhan. Wajah di bawah topi itu sangat mirip dengan Su Qianci. Pada pandangan pertama, Su Qianci pikir dia telah melihat dirinya sendiri. Membelalakkan matanya lebar-lebar, dia kemudian menemukan beberapa perbedaan pada wajah mereka. Hidung Rong Xuan lebih mancung, sementara hidung Su Qianci lebih mungil. Bibir Rong Xuan lebih tebal dari bibirnya, dan lebih seksi. Bibir Su Qianci sedikit lebih tipis. Sambil menyentuh bibirnya, Su Qianci menatap Song Yifan. Song Yifan menatapnya juga, dengan kelembutan dan kasih sayang di matanya. "Ini adalah Rong Xuan. Foto itu diambil dua puluh dua tahun yang lalu. Pada saat itu, aku hendak menikahinya. Setelah foto ini diambil, dia sudah menghilang." Song Yifan memandang Su Qianci dan berkata dengan sedih, "Dua tahun kemudian, di Gunung Shiwan, jenazahnya ditemukan." Dua puluh dua tahun yang lalu ¡­. Hati Su Qianci berdebar kencang. Dia berumur sekitar dua puluh satu tahun. Dengan wajah yang sangat mirip dengannya ¡­. Mungkinkah Song Yifan adalah ayahnya? £¬ Chapter 181 - Yang Perlu Kamu Ketahui Adalah Bahwa Kamu Memiliki Seorang Suami Yang Baik! Namun, itu tidak mungkin ¡­. Ibunya adalah Su Han. Su Han dijual ke sebuah keluarga di Gunung Shiwan dan kemudian melahirkannya. Meskipun Su Qianci tidak mau mengakuinya, ayah kandungnya mungkin adalah seorang warga desa jahat yang tidak dapat menemukan seorang wanita yang mau menikahinya, dan kemudian harus membayar untuk memiliki seorang istri. Mungkinkah ayahnya sebenarnya adalah Song Yifan? Sembari jantung Su Qianci berdetak kencang, Song Yifan melanjutkan, "Kau dikirim ke panti asuhan tiga tahun kemudian. Pada saat itu, wanita yang meninggalkanmu di panti asuhan itu sebenarnya Rong Xuan." Jadi, Rong Xuan tidak meninggal? "Apakah Paman yakin?" "Ya, aku yakin." Song Yifan memandang Su Qianci dan berkata, "Selama beberapa hari terakhir, aku telah mengetahui bahwa kau adalah anak itu. Namun ¡­." Namun, dia tidak yakin apakah Su Qianci adalah anaknya. Kemungkinan itu sangat kecil ¡­. "Kau mencurigai bahwa dia adalah putrimu?" Li Sicheng bertanya atas namanya. Song Yifan terdiam, dan begitu pula Sheng Ximing. Alih-alih mencurigai, Song Yifan sebenarnya sedang berharap. Dia berharap bahwa Su Qianci adalah Rong Xuan dan anaknya. Atau lebih tepatnya, dia berharap ada sesuatu yang tersisa antara dia dan Rong Xuan ¡­. Rong Xuan telah menghilang selama dua puluh dua tahun. Song Yifan telah merindukannya untuk waktu yang lama. Tuhan tahu betapa terkejutnya dia ketika Sheng Ximing memberitahunya tentang Su Qianci. Dia tidak sabar untuk melakukan tes DNA dengan Su Qianci. Namun, sekarang dia tidak berani melakukan itu. Dia takut jawabannya adalah bukan anaknya ¡­. "Hei!" Aduo memanggil mereka dari tepi pantai, "Barbekunya sudah siap. Ayo kembali ke sini!" Sheng Ximing mengangguk dan berkata kepada semua orang, "Ayo pergi. Kita semua di sini sedang bersenang-senang. Mari kita hentikan pembicaraan ini sejenak. Ayo pergi." Perahu kembali ke pantai. Aduo dan Ali sedang bermesraan, sementara Su Qianci memiliki sebuah beban berat di hatinya setelah mendengar apa yang dikatakan Song Yifan. Dia tidak banyak makan dan kemudian pergi bersama Li Sicheng. Ketika mereka kembali ke hotel, waktu menunjukkan pukul 6 sore lewat. Su Qianci duduk di tempat tidur, dia terus berpikir tentang apa yang dikatakan Song Yifan. "Jangan terlalu memikirkannya. Dia bukan ayahmu." Li Sicheng memberinya secangkir air hangat dan berkata dengan tenang. "Hah?" Su Qianci mendongak. "Bagaimana kamu tahu?" "Hanya menebak saja." "Tapi aku merasa sepertinya ada sebuah kemungkinan yang sangat besar ¡­. Apa yang harus aku lakukan? Rong Xuan mirip sekali denganku. Tidakkah kamu berpikir begitu?" "Ya, tapi dia bukan Su Han." "Aku tahu ¡­." Su Qianci telah melihat foto-foto Su Han. Ketika dia melihat foto-foto tersebut, dia merasa sepertinya dia tidak benar-benar terlihat seperti Su Han. Dia berpikir bahwa dia tampak seperti ayahnya. Namun, saat memikirkan kembali, alasan dia tidak diterima di keluarga Su mungkin sebenarnya karena fakta bahwa dia bukan putri Su Han, dan dengan demikian tidak terkait secara biologis dengan mereka. Mungkin itu alasannya, bukan fakta bahwa dia tidak tumbuh besar di dalam keluarga. Su Qianci tiba-tiba merasa ada banyak misteri tentang kedua orang tuanya. Su Han, Rong Xuan, Song Yifan, Gunung Shiwan ¡­. "Jangan terlalu memikirkannya. Apakah ibumu Rong Xuan atau Su Han, dia meninggalkanmu di panti asuhan ketika kamu masih bayi, yang membuatnya menjadi seorang ibu yang buruk. Dan seseorang yang tidak melindungi istri dan putrinya tidak bisa disebut sebagai seorang ayah yang baik." Su Qianci mendengarnya dan mengangguk. "Jadi, kamu tidak membutuhkan orang tua. Yang perlu kamu ketahui adalah kamu memiliki seorang suami yang baik." Chapter 182 - Bernapaslah, Gadis Bodoh Yang perlu kamu ketahui adalah bahwa kamu memiliki seorang suami yang baik ¡­. Suami yang baik ¡­. Su Qianci merasa sedikit terpesona, mendongak ke arah Li Sicheng. Dia pernah merasakan bahwa kata suami tidak akan berarti apa-apa baginya, tetapi pada saat ini, suaminya berada tepat di depannya, berbagi kamar dengannya. Li Sicheng masih pria yang elegan dan dingin, tetapi tidak lagi asing. Li Sicheng mengatakan kepadanya bahwa dia memiliki suami yang baik. Matanya basah, Su Qianci tiba-tiba merasa mimpinya menjadi kenyataan. Itu sangat mendadak sehingga dia tidak bisa mencernanya. Melihat matanya yang basah, Li Sicheng merendahkan suaranya dan berkata, "Apakah kamu sedang merayuku?" Su Qianci terkejut di bawah tatapannya yang menyala-nyala, berbisik, "Aku ¡­ tidak." Kapan dia pernah melakukan itu? Dia tidak melakukan apa-apa ¡­. Melihat tatapan Su Qianci yang ketakutan, Li Sicheng menenangkan dirinya, menarik Su Qianci dan bertanya, "Kenapa kamu takut padaku?" Setiap kali, dia bisa melihat betapa takutnya Su Qianci terhadapnya. Pada awalnya, dia menganggapnya lucu. Namun, kemudian, dia menemukan bahwa Su Qianci tidak berpura-pura, tetapi benar-benar takut padanya. Apakah dia menakutkan? Atau, apakah dia melakukan sesuatu yang keterlaluan? "Aku tidak ¡­." Su Qianci membantah dengan lemah. Melihat tatapan menghindar Su Qianci, Li Sicheng memalingkan wajah dan berkata dengan dingin, "Aku tidak ingin istriku mengalami serangan jantung sebelum dia menjadi tua." Kebingungan, Su Qianci menatapnya. "Jadi, jangan takut padaku." Su Qianci tersipu malu dan tidak bisa menahan perasaan bahagia. Dia mengangguk. Ini adalah pertama kalinya Li Sicheng melihatnya begitu malu-malu. Sangat nikmat. Sambil memegang bagian belakang kepala Su Qianci, Li Sicheng membungkuk dan mengecup bibirnya dengan lembut. Jantung Su Qianci berdetak kencang serta tubuhnya lemas. Segera, dia terjatuh ke tempat tidur bersama Li Sicheng. Su Qianci dengan lembut meletakkan tangannya di pinggang Li Sicheng. Menutup matanya, Su Qianci sangat gugup sehingga dia gemetar. Menyadari reaksinya, Li Sicheng mengubah kecupannya menjadi sebuah ciuman mendalam. Dia mencium Su Qianci dengan menggebu-gebu. Mendorong lidahnya ke dalam mulut Su Qianci, dia menangkap lidahnya yang lembut dan ketakutan, mengisapnya, dan memeluk Su Qianci lebih erat. Namun, dia dengan cepat melepaskannya dan terengah-engah. "Bernapaslah, gadis bodoh." Su Qianci hampir kehabisan napas. Mendengar kata-kata Li Sicheng, dia merasa lega dan menarik napas. Pipinya merah muda, Su Qianci menatap Li Sicheng dengan matanya yang berkilau. Kulitnya yang putih bahkan tampak lebih menarik disandingkan dengan rambut hitamnya yang panjang dan halus. Sangat menggoda ¡­. Li Sicheng merasakan ada api menyala di dalam tubuhnya. Saat dia menatap Su Qianci, nyala api semakin membakarnya. Dia mencium bibirnya lagi, tapi kali ini, sebuah ciuman tidak lagi bisa memuaskannya. Li Sicheng mencium lehernya, tulang selangka, dan kemudian payudaranya ¡­. Menyadari Li Sicheng mengangkat roknya, Su Qianci segera menjadi waspada, menahan tangan Li Sicheng ke bawah. Li Sicheng terdiam, mendongak, dan menatapnya dengan napasnya yang semakin cepat. Bibirnya basah, tampak memikat. Dia sedikit menjilat bibirnya, yang mendorong Su Qianci untuk merapatkan kakinya. Namun, gerakan itu membawanya lebih dekat ke tubuh bagian bawah Li Sicheng. Dengan sebuah tonjolan yang semakin besar, Li Sicheng tampak seperti akan kehilangan kendali. Wajah Su Qianci terbakar ketika dia berkata dengan sebuah suara lirih, "Tuan Li, jangan melanggar lampu merah ¡­." Melanggar lampu merah? Li Sicheng tertegun, tetapi segera menyadari apa yang dimaksud Su Qianci. Dia mengerutkan bibirnya, yang membuat wajahnya tegang. Sambil menggertakkan giginya, dia menggerutu, "Mengapa wanita harus mengalami menstruasi?" "Tanpa menstruasi, wanita tidak akan bisa mempunyai anak ¡­." Mendengar itu, ekspresi wajah Li Sicheng melembut saat dia menatap Su Qianci. "Baiklah, untuk bayi kita ¡­." Bayi kita ¡­. Su Qianci melihat bahwa anak yang hilang sebelum dia sadari itu ada di sana dan merasa sedikit kesal. Li Sicheng menangkap sekilas ekspresi wajahnya dan melanjutkan, "Aku ingin dua orang anak, satu perempuan, satu laki-laki ¡­." "Ada kebijakan nasional untuk keluarga berencana ¡­." "Sekarang memiliki dua anak sudah diizinkan." "Tapi ¡­." Mereka tidak berhubungan seks dalam waktu yang lama. Li Sicheng merencanakannya sangat dini! Dan Su Qianci masih di bangku kuliah. Dia tidak ingin berhenti kuliah seperti di kehidupan sebelumnya. Itu tidak terasa menyenangkan. "Aku merasa tidak enak." Li Sicheng menarik tangan Su Qianci ke ereksinya. Merasakan panasnya, Su Qianci memalingkan kepalanya dengan cepat dan menutup matanya. "Pergilah mandi ¡­ saat aku siap, kita ¡­." Ya ampun, apakah dia mengiriminya sebuah undangan? Akankah Li Sicheng merasa dia murahan? Namun, Su Qianci ingin Li Sicheng menyerah, tetapi tangannya tertangkap lagi. Jari-jarinya diremas, menjepit sebuah benda logam kecil. Dengan sebuah klik, Su Qianci mendengar suara ikat pinggangnya terlepas. Terkejut, Su Qianci membuka matanya dan melihat Li Sicheng menggunakan tangannya untuk membuka ritsleting celananya. "Kamu ¡­." "Tolong aku, Sayangku ¡­." Panggilan sayang Li Sicheng tadi mengenai titik lembut dalam diri Su Qianci. Dengan celananya yang sudah terlepas, Su Qianci melihat tonjolan yang mengesankan di dalam celana dalamnya yang berwarna gelap ¡­. Su Qianci dengan cepat menutup matanya lagi, tidak berani untuk melihatnya. Menakutkan ¡­. Dia bertanya-tanya bagaimana mungkin benda itu bisa masuk ke tubuhnya. Li Sicheng menggenggam tangannya, berbisik dengan nada menggoda, "Buka matamu." Su Qianci menggelengkan kepalanya berulang kali. Panas di tangannya membuat jantungnya berdetak kencang. Dia ingin menarik tangannya kembali, tetapi itu tidak mungkin dengan genggaman Li Sicheng yang erat. Chapter 183 - Panggil Aku Sesuatu Yang Lain Su Qianci tidak berani membuka matanya. Namun, panas yang dia rasakan membuatnya tersipu malu. Diam-diam, dia membuka matanya dan segera melihat tubuh bagian atas Li Sicheng yang masih berpakaian. Wajah maskulinnya dibanjiri keringat, serta urat biru muncul keluar di pelipisnya karena nafsu berahi yang ditekannya. "Jadilah seorang gadis yang baik dan duduklah." Su Qianci dengan cepat menutup matanya lagi, tidak membiarkan pemandangan tubuh Li Sicheng mempengaruhi dirinya. Bukankah dia pria paling dingin dan elegan dan hidup bak biarawan? Mengapa dia terlihat begitu liar pada saat ini? Dia ingin Su Qianci membantunya untuk masturbasi? Su Qianci merasa malu, tetapi tangannya saat ini berada dalam genggaman erat Li Sicheng dan dia tidak bisa meronta. Merasa ada sesuatu yang merembes dari lapisan kain tipis ke tangannya, Su Qianci ingin menjauh dari panas yang tak tertahankan. Namun, Li Sicheng meraih tangannya dan membuatnya menggenggam kejantanannya. Ketika sesi bergairah ini berakhir, waktu menunjukkan hampir pukul 8 malam dan hampir gelap gulita. Su Qianci merasa lengannya sangat pegal sehingga akan patah. Merasa jengkel, dia menyalahkan Li Sicheng dengan tatapannya. Li Sicheng menciumnya dalam-dalam sebelum pergi ke kamar mandi. Saat melihat tempat tidur yang berantakan, Su Qianci memanggil layanan kamar. Setelah seprai diganti, Li Sicheng keluar dari kamar mandi dengan uap air di sekitar tubuhnya. Su Qianci melihatnya dan tersipu, berjalan menuju kamar mandi. Li Sicheng tersenyum dan meraih lengannya. Su Qianci merasa gugup, berbalik dan menatapnya. "Ada apa?" "Ayo kita makan malam bersama setelah mandi." "Oke ¡­." Su Qianci tersipu dan menyingkirkan tangannya, berjalan masuk ke kamar mandi. Setelah mandi, Su Qianci menyadari bahwa dia tidak membawa pakaian apa pun, lagi. Merasa malu, Su Qianci ragu-ragu dan kemudian membuka pintu sedikit, sambil memanggil, "Tuan Li ¡­ bisakah kamu mengambilkan pakaianku?" Tidak ada respon. Apakah dia tidak ada? Su Qianci memanggil lagi, "Tuan Li?" Lalu dia mendengar suara rendah Li Sicheng. "Panggil aku sesuatu yang lain." Su Qianci terdiam dan memikirkan tentang hal itu, sebelum dia berkata, "Li Sicheng?" Hening. "Sicheng?" Hening. Kemudian dia hanya bisa memanggil Li Sicheng ¡­. Su Qianci tersipu dan berbisik, "Sayang ¡­." "Aku tidak bisa mendengarmu," Li Sicheng berkata dengan santai, dengan sedikit nada geli dalam suaranya. Su Qianci semakin tersipu malu dan memberanikan diri untuk memanggil, "Sayang!" "Apa yang kamu butuhkan?" "Bisakah kamu membantuku ¡­." Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, sebuah pakaian bersih disodorkan kepadanya. Gaun putih, pakaian dalam, dan di atasnya, sebuah tampon. Su Qianci merasa malu, mengambil pakaian tersebut dan menutup pintu. Li Sicheng tidak bisa menahan senyumnya. Itu tidak terasa begitu buruk ¡­. Ketika pasangan itu turun, kakek sedang duduk di ruang makan, membaca koran dan makan. "Qianqian, kemarilah. Aku memesan steik 1 kesukaanmu." "Terima kasih, Kakek." Su Qianci mengambil peralatan makan, tetapi tiba-tiba merasakan kebas di tangan kanannya. Pisau itu langsung jatuh ke atas meja kaca, membuat sebuah suara nyaring. Kapten Li terkejut. "Ada apa?" Su Qianci sedikit tersipu. Sebelum dia berbicara, Li Sicheng berkata pelan, "Tidak ada. Tangannya pegal." Steak, daging panggang Chapter 184 - Makan Untuk Mendapatkan Lebih Banyak Energi Wajah Su Qianci bahkan lebih memerah , dia menundukkan kepalanya, menyingkirkan pisaunya, dan diam-diam mencubit paha Li Sicheng dengan tangannya yang lain di bawah meja. Li Sicheng tidak bergerak sedikitpun, seolah-olah dia tidak merasakannya sama sekali, dia dengan tenang meminta pelayan untuk mengambil sebuah pisau lain untuk Su Qianci. "Kenapa tangan Qianqian pegal?" Kakek bingung. "Saat sore hari ¡­." "Makan dulu!" Su Qianci mengambil sepotong roti dan menjejalkannya ke mulut Li Sicheng. Dia terlihat sangat bersalah. Karena pernah mengalaminya, Kapten Li segera mengetahui apa yang telah dilakukan cucunya. Melirik pasangan muda itu, lelaki tua itu terkekeh-kekeh. Untuk beberapa alasan, Su Qianci merasa kepalanya sakit. Apa yang kakek maksud? Apakah kakek bisa mengetahui apa yang sedang terjadi? Betapa memalukan ¡­. Li Sicheng menggigit roti di mulutnya dan kemudian menurunkannya, melanjutkan, "Pada sore hari, kami pergi ke barbeku. Itu sebabnya tangannya pegal." Kapten Li tampak seolah-olah dia tiba-tiba mengerti dan berkata kepada Su Qianci, "Itu hanya barbeku. Kenapa kamu merasa sangat malu? Apakah terjadi sesuatu pada saat barbeku?" Ya ¡­. Tidak pada saat barbeku, tapi setelahnya ¡­. Su Qianci menunduk dan memotong steiknya diam-diam. Akan tetapi, tangan kanannya masih lelah dan hanya bisa memotong dengan perlahan. Li Sicheng menukar steik yang sudah dipotong miliknya dengan milik Su Qianci dan berkata dengan sebuah suara pelan, "Makanlah untuk mendapatkan lebih banyak energi. Kita akan melanjutkannya nanti." Tangan Su Qianci bergetar dan hampir menjatuhkan garpunya juga. Saat menghadapi tatapan ingin tahu dari kakek, dia menendang Li Sicheng di bawah meja. Lanjutkan apanya! Kamu menikmatinya, tetapi itu adalah penyiksaan untukku ¡­. Li Sicheng masih terlihat tenang, melirik kakeknya, yang bersemangat untuk terus diberitahu tentang segala hal, dan berkata, "Jangan ikut campur dalam kehidupan anak muda. Apakah Kakek sudah kenyang?" "Belum!" Kapten Li mengomel, "Aku bisa mengetahuinya tanpa kau memberitahuku." Setelah makan malam, Su Qianci tidak berani berbicara lagi. Kakek ingin pergi memancing di malam hari, jadi pasangan itu pergi bersama dengan orang tua itu. Setelah lebih dari setengah jam, kakek sudah lelah. Setelah mengantarkan kakek kembali ke kamarnya, ketika Li Sicheng mengeluarkan kunci kamar dari sakunya, Su Qianci berusaha menyelinap pergi. "Kenapa kamu kabur?" Suara dinginnya membuat Su Qianci diam tak bergerak. "Kembalilah tidur. Ini sudah larut malam." Dan kemudian dia menambahkan, "Hanya tidur." Su Qianci sedikit tersipu dan berjalan kembali. "Aku tidak melarikan diri, hanya memeriksa denah hotel ini." "Aku percaya padamu." Li Sicheng berkata dengan sebuah senyum yang begitu tipis sehingga Su Qianci tidak menyadarinya sama sekali. Mendengar jawabannya, Su Qianci bahkan semakin malu. Ketika pintu terbuka, Su Qianci segera pergi untuk merapikan dirinya dan kemudian menutupi tubuh hingga kepalanya dengan selimut. Setelah beberapa saat, Su Qianci terlelap. Namun, dalam mimpinya, dia merasa tubuhnya terbakar, pinggangnya, wajahnya, payudaranya, dan kakinya ¡­. Chapter 185 - Rasanya Nikmat Dan Lezat Su Qianci membuka matanya yang masih kabur. Kamar itu gelap, tanpa cahaya. Sebuah lengan berada di atas tubuh bagian atasnya, membuat lengannya mati rasa. Su Qianci memindahkan lengan Li Sicheng menjauh, membalikkan tubuhnya dan menatap mata Li Sicheng yang dalam. Li Sicheng bernapas dengan teratur, terlihat seperti sedang tertidur lelap. Su Qianci mengulurkan tangannya dan menyentuh ujung hidung Li Sicheng. Lalu jari Su Qianci menelusuri tulang hidungnya, matanya, alisnya, dan kemudian bulu matanya. Bulu mata Li Sicheng panjang dan gelap. Meskipun tidak ada cahaya, Su Qianci masih bisa melihat bulu matanya yang lebat. Saat dia melihat ke bawah, jarinya tiba di bibirnya. Halus, tipis, dan lembut ¡­. "Bibir ini terasa nikmat ¡­." Su Qianci bergumam dan melihat bibir Li Sicheng tersenyum saat dia menjauhkan tangannya. Su Qianci terkejut dan dengan cepat menutup matanya, pura-pura tidur. Li Sicheng membuka matanya, tampak terjaga. Melihat Su Qianci berpura-pura tidur, dia membawa Su Qianci ke dalam pelukannya dan berbisik ke telinganya, "Bibir ini juga rasanya lezat. Apakah kamu ingin mencobanya?" Di bawah selimut, Su Qianci tiba-tiba mencengkeram seprai di bawah tubuhnya. Tertangkap basah ¡­. Tidak, aku sedang tidur dan tidak bisa mendengar ¡­. Tidak menerima tanggapan darinya, Li Sicheng berbisik lagi, "Apakah kamu tidur?" Kemudian, dia memindahkan tubuhnya menjauh. Su Qianci tiba-tiba merasa lega. Namun, sebuah tekanan segera terasa di atas tubuhnya lagi saat sebuah ciuman mendarat di bibirnya. Su Qianci tiba-tiba membuka matanya dan melihat Li Sicheng berbaring lagi dalam diam. Su Qianci begitu malu sampai dia bergerak sedikit darinya, ingin menjauh. Namun, Li Sicheng memeluknya lebih dekat ke tubuhnya. "Kamu harus bergerak lebih sedikit dalam tidurmu." Li Sicheng berkata dan menurunkan tangannya dari pundak Su Qianci ke pinggangnya. Su Qianci kemudian tiba-tiba menyadari mengapa dia memimpikan tubuhnya terbakar. Su Qianci mengulum bibirnya dan bergumam, "Aku bertanya-tanya siapa yang harus bergerak lebih sedikit ¡­." "Aku bahkan bisa bergerak lebih banyak lagi." Mendengar jawaban Li Sicheng, Su Qianci segera menghentikan usahanya untuk bergerak menjauh darinya, memejamkan mata, dan diam tak bergerak. Su Qianci adalah seorang tukang tidur, jadi dia dengan cepat tertidur kembali, tidak menyadari bahwa pria di sebelahnya tetap terjaga karena nafsu berahinya sampai pagi. Begitu dia bangun, dia mendapat sebuah telepon dari Kotaraja. Itu berasal dari Lu Yihan. Melihat Li Sicheng masih tertidur, Su Qianci masuk ke kamar mandi dengan perlahan dan menjawab telepon, "Halo." "Qianqian, kapan kau akan kembali?" "Tanggal berapa sekarang?" "Tanggal enam." "Oh, kalau begitu besok. Ada apa?" "Berita penting. Lin Wanting akan menikah besok lusa, apakah kau tahu itu?" "Tanggal delapan, kan? Ya, aku tahu." "Aku mendapat undangannya. Apakah kau mau datang?" "Kenapa aku harus datang?" "Yu Lili berkata dia akan datang dan memintaku untuk memberitahumu untuk bergabung dengan kami." "Ya, aku tidak akan datang." Jika dia tidak bereaksi cukup cepat, mangsa Ding Haibo tentunya adalah dirinya sendiri. Mengapa dia bahkan menghargai Lin Wanting dengan kehadirannya? Dia mengetahui betul berapa nilai di balik gelar Nyonya Li. "Mengerti. Dan ada hal lain. Ini tentang suamimu." Su Qianci merasa berita itu bukan berita baik dan segera bertanya, "Apakah itu?" Chapter 186 - Apakah Kamu Yakin Kamu Hanya Berteman Baik "Hmmm ¡­ itu ¡­." Lu Yihan tergagap-gagap, terdengar malu. Lu Yihan jarang bersikap seperti itu. Mungkin dia menemukan beberapa rahasia gelap tentang Li Sicheng? Merasa gelisah, Su Qianci mendesak, "Katakan." "Aku dengar suamimu akan mengadakan sebuah pesta dan banyak orang penting yang akan diundang, jadi aku ingin ¡­." Mendengar itu, Su Qianci merasa lega. "Hanya itu?" Masalah sepele seperti itu ¡­. "Yep ¡­." Itu sangat penting untuk Lu Yihan dan bisnisnya. Jika dia bisa diundang, bahkan hanya sebagai seorang tamu saja, itu akan bagus untuk publisitas perusahaannya. Selain itu, dia berencana untuk mencoba mendapatkan beberapa investasi dan memperluas pergaulan di acara tersebut. Meskipun Lu Yihan bergerak dalam bisnis IT, dia hebat dalam membuat jaringan kerjasama. Mungkin dia akan menemukan investor baru melalui acara tersebut. "Mengerti. Aku akan mengirim sebuah undangan kepadamu." Su Qianci tertawa kecil. "Tahukah kau bahwa pesta ini sebenarnya untuk mengenalkanku pada publik? Sangat mewah ¡­. Dia merencanakannya untukku ¡­." Lu Yihan menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Apa? Hanya untuk mengenalkanmu pada publik?" Su Qianci berkedip dan bertanya, "Apakah ini akan menjadi sebuah acara besar?" "Benar sekali. Setiap nama besar di dunia bisnis diundang, dan ada selebritas dari bidang lain juga, seperti Luo Zhan dari industri IT, Ou Ming dari Kota C, dan ¡­." Su Qianci tidak mengetahui sedikit pun tentang acara itu. Memikirkan apa yang terjadi kemarin, dia bertanya, "Jika Li Sicheng bisa membuat tim Song Yifan bermain musik di acara tersebut, apakah itu akan lebih baik?" "Song Yifan? Ya Tuhan!" Lu Yihan berseru. "Butuh lebih dari sekedar uang untuk mendatangkan mereka. Suamimu sangat mengesankan." "Dia baik-baik saja ¡­." Meskipun dia mengatakan itu, Su Qianci tidak bisa menahan senyumnya. Melihat ke cermin, dia melihat seorang gadis bergaun putih tampak penuh kemenangan dan ¡­ bahagia! Su Qianci tertegun dan dengan cepat mengerutkan bibirnya. Namun, dia masih merasa berada di puncak dunia. "Ya ¡­." Merasa frustrasi, Lu Yihan berkata, "Aku pasti akan ada di sana dan mengumumkan kepada dunia bahwa Nyonya Li adalah sahabat terbaikku!" "Oke, kau lakukan itu!" Su Qianci tersenyum dan berkata, "Aku harus pergi sekarang." "Ciao 1 !" Setelah Su Qianci selesai berpakaian, waktu menunjukkan hampir pukul 9 pagi. Li Sicheng duduk di tempat tidur, sebatang rokok terselip di antara jari-jarinya, abunya menggantung. Su Qianci dengan cepat meletakkan sebuah asbak di bawah tangannya dan melambaikan jari-jarinya di depan mata Li Sicheng. "Ada apa?" Li Sicheng mendongak, matanya tajam. "Dengan siapa kamu berbicara?" Mendapat pandangan ini secara tiba-tiba, Su Qianci segera mengetahui bahwa Li Sicheng cemburu dan menjelaskan, "Itu Lu Yihan." Jujur sekali? Li Sicheng merasa heran, memandang Su Qianci. "Kamu harus tahu bahwa dia dan aku mengembangkan sebuah perangkat lunak musik bersama. Dia ingin datang ke pesta tanggal lima belas. Bisakah dia datang?" "Kamu ingin dia datang?" "Dia teman baikku, jadi tentu saja aku ingin dia datang." "Apakah kamu yakin kalian hanya berteman baik?" Kata sapaan saat berjumpa atau akan berpisah dengan seseorang Chapter 187 - Tidak Pernah Lebih Dari Itu "Apakah kamu yakin kalian hanya berteman baik?" Kalimat itu terdengar aneh. Su Qianci menyandarkan tubuh dan mendekati Li Sicheng, memeluk bahunya, bertanya, "Menurutmu siapa dia bagiku?" Li Sicheng menatap Su Qianci. Dia masih ingat foto Su Qianci dan Lu Yihan itu. Ketika Su Qianci kehilangan bayinya, Li Sicheng sengaja membuat Lu Yihan menghabiskan waktu sendirian dengannya. Meskipun terasa sama sekali tidak menyenangkan, Li Sicheng berusaha membuat Su Qianci bahagia ¡­. Mendengar pertanyaan Su Qianci, Li Sicheng tidak berbicara, tetapi mengisap rokoknya dan kemudian mengembuskan asapnya. "Aku tidak pernah punya banyak teman saat tumbuh dewasa." Mendengar pernyataan Su Qianci, Li Sicheng mengangguk. Dia mengetahuinya. Menilai dari kecerdasan Su Qianci dan keterampilan orang-orang pada masa itu, akan tidak masuk akal jika dia punya banyak teman. "Aku dulu mengira Liu Anan adalah seorang sahabat, tapi kemudian dia mengkhianatiku sepenuhnya. Dan aku dulu mengira Lin Wanting adalah temanku, tetapi kemudian aku menyadari betapa konyolnya aku." Konyol memang, mereka berdua adalah orang yang menyebalkan sejak pandangan pertama, pikir Li Sicheng. "Lu Yihan adalah pengecualian. Dia adalah teman sekelasku di SMP dan SMA. Kami teman satu meja selama bertahun-tahun dan dia selalu baik padaku." Mata Li Sicheng menjadi dingin. Jantung Su Qianci berdegup kencang saat dia berkata dengan gugup, "Bagaimanapun juga, kami hanya berteman baik dan tidak pernah lebih dari itu ¡­." "Tidak pernah lebih dari itu?" Tapi dia dan Lu Yihan memiliki sebuah ikatan yang unik. "Kalau kamu keberatan, aku akan berusaha menjauh darinya." Su Qianci merasa bersalah dan menatap Li Sicheng dengan hati-hati. "Aku akan berusaha untuk tidak menghubunginya kecuali untuk urusan bisnis. Bagaimana dengan itu?" Li Sicheng mematikan rokoknya dan menatap Su Qianci. "Kamu dan dia tidak pernah lebih dari itu ¡­. Bagaimana dengan kamu dan aku?" "Hmmm ¡­." Su Qianci menatap wajah Li Sicheng, pura-pura merasa ragu, dan kemudian terkikik, "Kamu dan aku, adalah suami dan istri." Li Sicheng tersenyum, meletakkan tangannya di pinggang Su Qianci dan membuat Su Qianci duduk di pangkuannya. "Cium aku." Su Qianci ragu-ragu, dan kemudian mengecup bibirnya. "Itu saja?" "Ya ¡­." "Sekarang itu bukan sebuah ciuman sungguhan." Wajah Su Qianci memerah, berusaha mengingat bagaimana Li Sicheng menciumnya, perlahan mendekati Li Sicheng dan dengan lembut meletakkan bibir bawah Li Sicheng di antara bibirnya. Bibirnya tipis dan lembut ¡­. Bibir itu benar-benar terasa lezat. Su Qianci menirukan gerakan Li Sicheng dengan hati-hati. Akan tetapi, ciuman itu membuat Li Sicheng menjadi gila. Memegang wajah Su Qianci dengan kedua tangannya, Li Sicheng memperdalam ciuman itu tanpa belas kasihan sehingga Su Qianci tidak bisa bernapas. Untuk sekali ini, Su Qianci tidak memberontak sama sekali. Melingkarkan tangannya di leher Li Sicheng, dia membalas ciumannya dengan penuh gairah. Gerakannya yang tidak terampil menyulut gairah Li Sicheng. Ketika dia akan kehilangan kendali, Li Sicheng tiba-tiba berhenti. Sambil terengah-engah, Su Qianci menatapnya dengan pipi bersemu merah dan mata berkabut. Li Sicheng menciumnya di sudut mulutnya dan berkata, "Aku akan membawamu bersenang-senang nanti." "Bersenang-senang?" "Ya, meski tidak semenyenangkan ini." Su Qianci tersipu dan mendorongnya menjauh. "Bersihkan dirimu!" Chapter 188 - Jangan Takut Karena Aku Ada Di Sini Aktivitas yang Li Sicheng maksudkan memang sangat menyenangkan. Rambut buntut kudanya berayun-ayun tertiup angin, Su Qianci menunduk. Berdiri di sebelah pintu kabin, Su Qianci merasa seluruh tubuhnya gemetar. Namun, kegembiraan itu menyihirnya. "Apakah kita akan jatuh dan mati?" Li Sicheng tersenyum dan berkata dengan tenang, "Kamu tidak akan mati. Aku akan memastikan aku mendarat di bawah." Seorang kru pesawat bertanya, "Apakah kalian siap?" "Baik!" "Gadis pemberani. Lindungi wanita ini baik-baik, Tuan!" Li Sicheng melihat ekspresi bersemangat dan gugup Su Qianci, merasa hatinya meleleh, dan mengangguk. "Aku sangat takut ¡­. Ini sangat mendebarkan, Tuan Li!" "Kamu panggil aku apa?" "Sayang ¡­ ahhhh!" Menjerit sekencangnya, Su Qianci bahkan tidak berani membuka matanya. Saat meluncur jatuh begitu mengerikan sehingga dia gemetar. Dengan sebuah tarikan dari parasut, mereka meluncur pada kecepatan yang lebih rendah. Meraih lengan Su Qianci dengan satu tangan, Li Sicheng berbisik dengan suaranya yang menawan, "Jangan takut, karena aku ada di sini." Suaranya mengandung sihir yang menenangkan. Su Qianci berhenti gemetar dan membuka matanya, melihat pria di sebelahnya melawan cahaya pada pandangan pertama. Wajahnya tanpa ekspresi seperti biasa, seolah-olah dia tidak tergantung pada seutas tali. Su Qianci merasa sedikit malu, tidak tahu apa dampak dari ekspresi wajahnya terhadap pria itu. Sinar matahari keemasan mewarnai wajah Su Qianci yang cantik. Li Sicheng berharap momen ini bisa bertahan sepuluh ribu tahun. Di bawah tatapan matanya, Su Qianci dengan malu-malu memalingkan muka dan segera berseru, "Itu sangat cantik! Lihat!" Li Sicheng melihat pemandangan tersebut dengan sebuah senyum tipis. Gunung-gunung berhimpun naik dan turun, di ujungnya terbentang lautan biru yang luar biasa. Burung camar terbang melayang di bawah mereka. Sebongkah awan datang, menghalangi pandangan mereka, membuat apa yang mereka lihat menjadi semakin misterius. Tidak ada kata-kata yang bisa digunakan untuk menggambarkan apa yang mereka lihat. Li Sicheng menjawab, "Sangat cantik." Namun, bahkan semua ini tidak bisa dibandingkan dengan senyum Su Qianci. Su Qianci tidak mendengar Li Sicheng, terbius oleh pemandangan indah. Ini adalah pertama kalinya dia melihat pemandangan seperti ini dalam gabungan dua kehidupannya. Tapi yang paling tidak terduga, orang yang berada di sampingnya adalah Li Sicheng. Di masa lalu, Su Qianci tidak bisa membayangkan hal ini bahkan dalam mimpi terliarnya sekalipun, tapi sekarang itu menjadi kenyataan ¡­. "Sayangku," Li Sicheng memanggilnya dengan suaranya yang matang. Su Qianci berpikir itu terdengar akrab di telinganya, dan baru menyadari Li Sicheng sedang memanggilnya dua detik kemudian. Saat Su Qianci melihat ke arahnya, Li Sicheng menempelkan bibirnya ke bibir Su Qianci. Sensasinya membuat matanya terbelalak tak percaya ¡­. Chapter 189 - Berciuman Di Awan Saat melihat sebuah cahaya lampu kilat, Su Qianci berkedip dan melihat sebuah drone 1 . Seseorang baru saja mengambil foto mereka ¡­. Memalukan, tapi sangat mendebarkan ¡­. Jantung Su Qianci berdetak kencang saat dia merasakan dirinya mendarat. Parasut itu jatuh di atas kepalanya. Li Sicheng tidak bermaksud melepaskannya. Menggoda Su Qianci dengan sebuah ciuman lagi, Li Sicheng perlahan-lahan melepaskan peralatan yang dia kenakan, sementara Su Qianci berdiri diam, tidak tahu harus berbuat apa. "Sangat romantis!" Seorang kru perjalanan datang dengan sebuah iPad di tangannya. Di iPad itu, terlihat Li Sicheng sedang menciumnya, sementara dia tampak tidak percaya. Ketika kru perjalanan itu menggeser ke samping, Su Qianci melihat wajahnya di foto-foto yang seperti terbakar secara bertahap ¡­. Merasa malu, Su Qianci berkata, "Bagaimana Anda bisa mengambil ¡­." "Ini adalah fitur unik kami. Kami mengambil foto Anda selama petualangan dengan drone, merekam setiap momen tak terlupakan bagi Anda." Li Sicheng membantu Su Qianci keluar dari peralatannya dan bertanya kepada kru perjalanan tersebut, "Bisakah Anda mengirim foto-foto itu kepada saya?" "Tidak ¡­ aku tidak terlihat cantik. Hapus saja foto-foto itu," kata Su Qianci saat melihat wajahnya yang aneh di foto-foto tersebut. Dia tidak ingin menyimpannya. Namun, kru perjalanan itu tampaknya tidak mendengar protes Su Qianci dan bertanya pada Li Sicheng, "Tentu saja. Akan tetapi, mereka tidak gratis. Yang mana yang Anda inginkan?" "Semuanya!" Kru perjalanan itu merasa sangat gembira. Drone itu mengambil setidaknya beberapa ribu foto sejak saat mereka terbang. Akan sangat mahal untuk membeli semuanya. Dia telah melihat banyak orang kaya, tetapi orang ini bahkan tidak menanyakan harganya sebelum dia memutuskan untuk membeli semuanya. Ini jelas yang pertama kalinya. "Hebat. Saya butuh waktu sebentar untuk mencetak semua foto. Bisakah Anda memberiku alamatmu dan saya akan mengirimkannya kepadamu?" Li Sicheng mengangguk dan menuliskan nama hotel dan nomor kamar mereka. Su Qianci terlihat kesal. Foto-foto jeleknya sekarang akan hidup selamanya ¡­. Melihat ekspresinya, Li Sicheng tidak berbicara, tetapi meraih tangannya, "Ayo kita makan." "Tunggu!" Kru perjalanan itu bergegas menghampiri, dengan dua buah foto di tangannya. Sambil kehabisan napas, dia berkata, "Istri saya mengatakan kedua foto ini luar biasa, jadi saya barusan mencetaknya untuk Anda secara gratis. Ini!" Su Qianci melihat foto-foto itu dan segera menjadi lebih ceria. Di foto pertama, pasangan itu berada di bawah parasut. Rambut buntut kudanya melambai di udara, sedikit berantakan tertiup angin. Bulu matanya tampak panjang dan lentik, dan Li Sicheng menoleh ke arahnya, tampan seperti biasanya. Matanya tertutup, dia tampak sangat lembut. Apakah ini benar-benar Li Sicheng? Ini juga sebuah sisi lain Li Sicheng? Yang lebih penting, itu adalah dirinya yang sedang ditatap Li Sicheng. Su Qianci merasakan sesuatu baru saja mekar di dalam hatinya ¡­. Sebuah pesawat tanpa pilot manusia. Dikendalikan jarak jauh oleh operator manusia atau secara mandiri oleh komputer onboard. Chapter 190 - Dia Hanya Akan Tersenyum Saat Dia Ingin Tersenyum Foto lainnya juga diambil di tengah udara, dari sudut yang berbeda. Dalam foto itu, Su Qianci tampak terkejut, menatap Li Sicheng. Bibir mereka bersentuhan, wajah Su Qianci berada di belakang hidung Li Sicheng. Su Qianci merasa dia berada di puncak dunia. Menatap foto itu, senyumnya menjadi semakin lebar. Pipinya bersemu merah muda, Su Qianci tampak gamang. "Kamu menyukainya?" "Iya!" Kedua foto ini, dia benar-benar menyukainya. Ada lebih dari dua buah foto, tetapi mimpinya telah bertahan selama dua kehidupan. Dan sekarang, mimpi itu menjadi kenyataan ¡­. Karena melihat foto-foto itu, Su Qianci tidak memperhatikan senyum di wajah Li Sicheng. Dia berkata, "Jika kamu menyukai foto-foto itu, kita harus lebih sering berciuman." Mendengar hal itu, Su Qianci segera mendongak dan melarikan diri darinya. Li Sicheng menyeringai dan mengulurkan tangan padanya, "Ayo kita pergi." Namun, Su Qianci terpesona oleh ekspresi wajah Li Sicheng. Li Sicheng tersenyum. Sambil menggosok matanya, Su Qianci hampir mengira dia salah lihat. Namun, saat Su Qianci menatapnya lagi, Li Sicheng masih tersenyum. Menyadari apa yang sedang diperhatikan Su Qianci, Li Sicheng berpura-pura tidak senang, bertanya, "Apa?" "Kamu terlihat sangat tampan saat tersenyum. Tersenyumlah lagi sekarang." Senyumnya dengan segera menghilang tanpa jejak dari wajah Li Sicheng saat dia hampir memutar bola matanya. Li Sicheng berjalan lebih cepat. Su Qianci segera menyusulnya dan berlari ke sisinya yang lain. "Itu tidak cukup." Su Qianci mengitarinya, memohon, "Tuan Li, Li Sicheng, Sayang ¡­." Li Sicheng tidak tahan lagi, menarik Su Qianci ke dalam pelukannya dan berbisik, "Diamlah." Su Qianci ingin dia tersenyum? Dia hanya akan tersenyum ketika dia ingin tersenyum. Karena lengah, Su Qianci segera berusaha melepaskan diri, tetapi tidak bisa bergerak. Li Sicheng dan Su Qianci menggunakan sebuah kendaraan antar jemput untuk kembali ke hotel, mereka melihat pemandangan yang indah di sekitar mereka melalui jendela. Dikatakan bahwa surga tropis ini tidak pernah mengalami musim sepi. Ketika mereka akan tiba, Su Qianci akhirnya mengalihkan tatapannya. Saat dia berbalik, tiba-tiba dia menemukan bahwa pria itu sedang menatapnya. Jantung Su Qianci berdegup kencang. Apakah Li Sicheng sedang memperhatikannya? Su Qianci tiba-tiba memikirkan sebuah puisi yang pernah dibacanya: "Ketika kamu menikmati pemandangan di sebuah jembatan, di atas sebuah menara orang-orang memperhatikanmu." Dia bertanya-tanya - saat bulan purnama menghiasi jendelanya, akankah dia menghiasi mimpi Li Sicheng? Chapter 191 - Pikiran Kotor Saat turun dari kendaraan antar jemput tersebut, Su Qianci tidak bisa berhenti memikirkan hal itu. Sambil tetap diam, dia membiarkan Li Sicheng meraih tangannya. Melihat pipinya yang bersemu merah muda, Li Sicheng memiliki kelembutan di matanya yang selalu dingin. "Tuan Li," kata sebuah suara wanita yang dikenalnya. Su Qianci melihat ke arah suara itu dan melihat Cheng You. Melihat tatapan terkejut Su Qianci, Cheng You tersenyum. "Lama tak berjumpa, Nyonya Li." Su Qianci tersenyum ke arahnya dan kemudian melihat ke arah Li Sicheng. "Hai, Cheng You. Kau sudah selesai?" "Ya, saya sudah menemukan tentang hal itu. Ini tidak terlalu berbeda dari tebakan Anda. Namun ¡­." Cheng You terdiam dan menatap Su Qianci, terlihat ragu. Su Qianci menyadarinya dan berkata, "Aku akan kembali dan berganti baju." "Baiklah." Li Sicheng mengacak rambut Su Qianci dan berkata, "Hati-hati." Su Qianci mengangguk, merasa sedikit kecewa. Meskipun dia sendiri yang menawarkan diri, cara Li Sicheng yang menyetujuinya dengan cepat membuatnya sedikit kesal. Entah bagaimana, dia merasa sepertinya mereka akan membicarakan tentang beberapa rahasia besar di belakangnya. "Ayo pergi ke kafe itu, Tuan Li." "Oke." Setelah Su Qianci kembali ke kamar, dia tidak terburu-buru untuk mengganti bajunya, tetapi mengambil ponselnya dan mulai memeriksa berita media sosialnya. Setelah beberapa saat, dia merasa sedikit bosan. Tiba-tiba, Su Qianci mempunyai sebuah ide dan mengetik "Li Sicheng" di mesin pencari. Berita pertama adalah "Li Sicheng akan menyelenggarakan sebuah pesta pribadi, mengundang semua orang penting, dan itu semua untuk istrinya." Su Qianci memeriksa kapan berita itu ditulis, dan itu sudah tiga hari yang lalu. Dan dia baru mengetahuinya kemarin. Apakah Li Sicheng mencoba memberinya sebuah kejutan? Su Qianci merasa bahagia, berguling-guling di tempat tidur sambil memegang ponselnya. Saat memikirkan cara Li Sicheng menciumnya di tempat tidur ini, dia tersipu malu. Dan juga, kemarin sore, dia membantu Li Sicheng ¡­. Su Qianci tidak dapat mengusir pikiran kotor itu keluar dari kepalanya. Sambil menggosok tangannya, Su Qianci membenamkan wajahnya ke bantal, mencoba melupakan apa yang telah dilihatnya. Dia menyibukkan dirinya, dan kemudian Su Qianci menerima sebuah pesan dari Yu Lili. Itu adalah foto dirinya dan Lu Yihan yang sedang makan bersama. Yu Lili tersenyum gembira, sementara Lu Yihan tampak sedikit tidak berdaya. Apa yang sedang Yu Lili coba buktikan? Apakah Yu Lili mencoba mengintimidasi Su Qianci? Bagaimana dengan Ou Ming? Melihat foto itu, Su Qianci merasakan firasat buruk. Hal itu tidak akan berakhir dengan baik untuk Yu Lili. Seseorang mengetuk pintu dan Su Qianci pergi untuk membukanya. Namun, orang di depan pintu itu bukan Li Sicheng, tapi seorang wanita berambut pendek dengan sebuah kotak besar di tangannya. Berpakaian modis, dia terlihat sedikit mirip dengan Cheng You. Namun, bukannya merasa kecewa, Su Qianci malah terkejut. "Kau ¡­ Sunny?" "Betul." Sunny terkejut karena Nyonya Li mengenalnya, karena bosnya adalah Li Sicheng. Jika Su Qianci mengingatnya dengan benar, gadis ini akan menjadi seorang penata rias terbaik dalam tiga atau empat tahun mendatang. Sunny memasuki kamar sambil tersenyum dan berkata, "Tuan Li memintaku melakukan sebuah perubahan penampilan untukmu. Mari kita mulai, Nyonya Li." Chapter 192 - Anda Memiliki Payudara Yang Bagus Su Qianci membiarkan Sunny bermain dengannya seperti sebuah boneka. Dengan segera, bahkan blusnya dilepas. Sunny tertegun oleh pemandangan payudara Su Qianci yang bulat dan indah. "Wow, Anda memiliki payudara yang bagus." Merasa malu, Su Qianci menyilangkan lengannya di depan dadanya, menghalangi pandangan Sunny. Su Qianci percaya bahwa Sunny mungkin penyuka sesama jenis. Tidak menyadari apa pun, Sunny mengeluarkan sebuah bra baru dari ranselnya dan berseru, "Cobalah ini. Ini adalah sebuah model yang sangat seksi." Melihat bahwa Su Qianci tidak bergerak, Sunny berseru kembali, "Ayolah, saya akan membantumu." Su Qianci dengan cepat menahan tangannya dan tersenyum canggung. "Aku akan melakukannya sendiri." Melihat Su Qianci yang bersikap menjaga jarak, Sunny berkata pada dirinya sendiri: suami dan istri sama saja. "Tunggu sebentar. Cobalah juga baju-baju ini." Su Qianci menatap gaun-gaun di depannya, ada yang merah, ada yang abu-abu, ada yang hijau ¡­. Mereka semua tampak menawan, tapi apakah dia perlu mencoba semuanya? "Saya rasa ini yang terbaik. Kulitmu sangat bercahaya sehingga warna merah akan terlihat bagus untukmu." Sunny menyodorkan gaun merah itu padanya dan berkata, "Ayo, buat mama bangga." Ketika Su Qianci pergi untuk mencoba gaun tersebut, Sunny berpikir, Su Qianci pasti akan terlihat menawan. Tuan Li memesan gaun adibusana 1 ini beberapa bulan yang lalu dari Milan. Kainnya sendiri mungkin berharga satu juta yuan. Hanya grup finansial Li yang bisa melakukan ini. Saat memikirkan hal ini, Sunny merasa sedikit cemburu. Kenapa Nyonya Li sangat beruntung? Suaminya tampan dan kaya dan sangat baik padanya ¡­. "Setiap orang punya takdirnya sendiri," Sunny meminum beberapa teguk air dan berpikir. Ketika Su Qianci keluar dari kamar mandi, dia tampak sedikit malu-malu. Sunny menoleh ke belakang dan langsung tercengang. Setelah tiga detik, Sunny segera menaruh botol airnya dan bergegas menuju Su Qianci. "Wow! Arghhhhhhh ¡­ biarkan saya melihatmu." Sunny berjalan mengelilingi Su Qianci dan menemukan bahwa gaunnya benar-benar pas. Peralatan menjahit yang dibawanya tidak akan ada gunanya. "Apakah ini terlalu seksi?" "Tidak, tidak tidak tidak. Anda memiliki tulang selangka dan punggung yang indah, jadi Anda harus memamerkannya." Ya Tuhan. Su Qianci tidak hanya memiliki wajah cantik, dia juga luar biasa anggun. Bahkan seorang top model tidak bisa memakai gaun itu sebaik Su Qianci ¡­. Gaun ini seperti hampir didesain untuknya. "Ya Tuhan, saya merasa seperti anak itik buruk rupa di sekitarmu. Ini sangat memalukan ¡­." Su Qianci merasa malu dan berkata, "Kau melebih-lebihkan ¡­." Tidak, aku tidak melebih-lebihkan. Namun, Sunny tidak ingin berbicara lagi dan membawa Su Qianci ke depan sebuah cermin. Kemudian, Sunny bahkan merasa lebih kesal ketika mendapati bahwa rambut Su Qianci juga sempurna tanpa cela ¡­. Penata rias itu menjatuhkan dirinya di kursi. Busana eksklusif untuk wanita yang dirancang oleh perancang terkemuka Chapter 193 - Berantakan Ketika Sunny merasa sangat cemburu, dia tiba-tiba memikirkan sesuatu. Jika dia membuat Nyonya Li tampak lebih menakjubkan, apakah dia akan mendapat kenaikan gaji dari Li Sicheng? Benar, kenaikan gaji! Sunny melompat dan tampak penuh energi. Su Qianci tidak mengerti bagaimana emosi Sunny bisa berubah dalam waktu kurang dari satu menit. Melihat dia kesal dan kemudian bersemangat, Su Qianci merasa agak aneh. Di kehidupan terakhirnya, dia mendengar Sunny punya masalah mental. Mungkinkah itu benar? Sunny tidak mengetahui apa yang sedang dipikirkan Su Qianci, dia sibuk dengan rias wajah dan tata rambut Su Qianci. Sunny selesai sekitar satu jam kemudian. Su Qianci merasa sedikit lelah, tetapi kemudian segera terpana oleh bayangannya sendiri di dalam cermin ketika Sunny berpindah tempat. Melihat ekspresi wajah Su Qianci, Sunny berkata penuh kemenangan, "Bahkan saya terkesan oleh diri saya sendiri. Anda terlihat istimewa." Apakah itu benar-benar dirinya? Wajah yang sama terlihat lebih lembut dengan bantuan tata rias. Akan tetapi, berbeda dari penampilan biasanya, dia sekarang lebih modern dan elegan. Su Qianci hampir tidak bisa percaya bahwa dia melihat dirinya sendiri. Rambutnya digulung ke atas kecuali dua helai rambut ikal di bagian sampingnya. "Berdirilah." Sunny merapikan gaunnya dan bersiul. "Sempurna!" Kemudian, dia melirik leher dan pergelangan tangan serta telinga Su Qianci. "Kita membutuhkan beberapa perhiasan." "Aku punya beberapa ¡­." Dia hanya tidak sering memakainya. "Tidak apa-apa." Sunny melirik arlojinya dan berkata, "Sudah waktunya. Saya akan membawamu ke bawah." "Ke bawah?" "Untuk menemui suamimu." Sunny benar-benar menantikan untuk melihat sedikit ekspresi di wajah Li Sicheng. Melihat informasi yang telah dkumpulkan oleh Cheng You, Li Sicheng mengerutkan kening dan bertanya, "Itu saja?" Cheng You mengangguk. "Sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja memblokir atau menyembunyikan informasi tersebut. Saya mencari ke seluruh Kotaraja dan hanya ini yang bisa saya temukan. Direktur panti asuhan tempat Nyonya dulu mengira bahwa foto Nyonya itu adalah foto ibunya, yang artinya mereka pasti terlihat serupa. Jadi saya dapat yakin bahwa Rong Xuan adalah ibu Nyonya. Namun ¡­. "Cheng You mengambil sebuah dokumen lain dan meletakkannya di depan Li Sicheng. "Tuan Song Yifan tidak ada hubungan apapun dengan Nyonya." "Lalu, bagaimana dengan Sheng Ximing?" Cheng You tertegun. "Maksud Anda ¡­." "Cobalah." "O ¡­ oke." Jika itu benar, maka hubungan di antara mereka akan sangat berantakan. Song Yifan dan Sheng Ximing bersahabat dan mereka mencintai wanita yang sama. Jika putri perempuan itu bukan putri Song Yifan, melainkan putri Sheng Ximing, itu berarti ¡­. "Sudah waktunya, Tuan Li." "Ayo pergi." Saat mereka berdua keluar dari kafe, mereka melihat seseorang yang dikenal. Song Yifan terkejut melihat Li Sicheng, tetapi dia dengan cepat bertanya, "Bisakah kita bicara?" Li Sicheng menatapnya dengan tenang dan mengangkat alisnya, bertanya dalam hati. "Ini tentang Su Qianci." Chapter 194 - Shhhh ... Jangan Bergerak Ketika Su Qianci dibawa ke tempat tujuan, waktu menunjukkan pukul 6 sore. Saat keluar dari mobil, dia menerima banyak tatapan intens. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci menarik banyak perhatian seperti itu di jalan. Meskipun dia sedang berada dalam suasana hati yang baik, dia merasa sedikit malu. Namun, tidak peduli betapa gugupnya dia, dia harus tetap tenang. Dengan sebuah senyum, Su Qianci tampak trendi tetapi tidak terlihat dingin. Merasa cemburu, Sunny dengan cepat menuntun Su Qianci ke dalam sebuah restoran di dasar lautan. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci datang ke sebuah restoran seperti ini. Berjalan menuruni tangga, mereka memasuki sebuah terowongan bawah laut. Dikelilingi oleh air laut yang biru, Su Qianci merasa tersihir. Di sekelilingnya, ikan-ikan berenang dan membuat gelembung, mencium dinding kaca yang tebal. Musik romantis terdengar. Itu adalah salah satu lagu paling terkenal yang diciptakan oleh Song Yifan. Saat memasuki restoran, Su Qianci langsung melihat sebuah ruangan besar dengan hanya satu meja di bagian tengah ruangan. Gelombang laut memberikan pantulan cahaya pada kulit Su Qianci, membuat dirinya bahkan terlihat lebih menawan. Di atas meja makan, sebuah lilin merah muda menyala. Kecuali sinar matahari yang menembus air, tidak ada penerangan lainnya. Suara dentingan piano terdengar mengalun merdu, seolah Song Yifan sendiri yang memainkannya. Sunny mendorongnya perlahan dan berkata, "Nyonya Li, silakan duduk di sini. Dia akan tiba di sini sebentar lagi." Su Qianci mengangguk, tetapi kemudian menemukan bahwa Sunny telah menghilang. Melihat sekeliling, Su Qianci menyadari bahwa cahaya dalam ruangan itu telah menjadi redup. Dia berdiri dengan gelisah, tetapi kemudian dia tiba-tiba dipeluk dengan kuat. Terkejut, Su Qianci ingin melepaskan diri. Namun, lengan itu membuatnya diam di tempat bersamaan dengan sebuah suara dalam yang dikenalnya berkata, "Shhhh ¡­ jangan bergerak." Su Qianci dengan segera menjadi tenang dan menghela napas lega. "Kamu menakutiku." Li Sicheng sepertinya tertawa kecil di belakangnya. Kemudian, Li Sicheng meraih tangannya dan meletakkan sesuatu yang dingin di pergelangan tangannya. Su Qianci ingin melihat ke bawah, tetapi Li Sicheng memegang dagunya untuk menghentikannya. "Jangan bergerak." Kemudian, di daun telinganya. Li Sicheng tidak terampil, tetapi gerakannya lembut. Apakah Li Sicheng sedang memasang anting-anting di telinganya? Su Qianci merasa tidak percaya diri. Kemudian, lehernya merasakan sebuah sentuhan dingin. Itu adalah sesuatu yang berat. Suara dentingan piano itu berlanjut. Akan tetapi, sebelum bagian lagu yang paling terkenal dimainkan, lagunya berubah menjadi lagu "Selamat Ulang Tahun". Lampu secara bertahap dinyalakan, dan musiknya menjadi semakin ceria. Kemudian, suara terompet dan biola serta harmonika bergabung dengan suara dentingan piano. Ketika ruangan itu menjadi lebih terang, Su Qianci memandang kejauhan dan melihat di sudut ruangan, seorang pria setengah baya duduk di belakang piano. Setelah melepaskannya, Li Sicheng berjalan berhadapan dengan Su Qianci. Melihat tubuh bagian depannya, Li Sicheng tampak terkagum-kagum, tetapi kemudian dia dengan cepat mengerutkan bibirnya dan berbisik, "Selamat ulang tahun, Sayangku." Chapter 195 - Aku Akan Bersamamu Di Semua Hari Ulang Tahunmu Di Masa Yang Akan Datang Li Sicheng berpakaian sangat formal. Tuksedo hitam dan sebuah arloji saku kuno. Tinggi dan tampan seperti biasanya. Berdiri di hadapannya, Li Sicheng tampak seperti seorang pangeran yang berjalan keluar dari sebuah novel. "Ulang tahun?" Su Qianci terkejut. Dia tidak menyadari bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. "Iya kan? Tanggal di KTP-mu." Alis Li Sicheng bertaut. Hanya Tuhan yang tahu sudah berapa lama dia mempersiapkan kejutan ini. Su Qianci menggeleng perlahan, dan kemudian mengangguk, matanya basah. "Aku tidak tahu. Aku belum pernah merayakan ulang tahunku sebelumnya. Tanggal di KTP-ku adalah hari ketika direktur panti asuhan itu menemukanku." Li Sicheng berkata dengan suara lirih, "Ini hari ulang tahunmu. Dan aku akan bersamamu di semua hari ulang tahunmu di masa yang akan datang." Su Qianci mendongak menatap pria di hadapannya dan jantungnya berdegup kencang. Li Sicheng sama sekali tidak terlihat emosional. Bahkan, dia terlihat begitu tenang sehingga sulit untuk percaya bahwa dia baru saja mengatakan hal itu. Li Sicheng tetaplah Li Sicheng. Pria yang arogan dan dingin. Tapi ¡­ sangat menarik. Dan aku akan bersamamu di semua hari ulang tahunmu di masa yang akan datang. Li Sicheng terdengar seperti dia sedang menyatakan sebuah fakta, suaranya dingin. Namun, kata-kata itu hampir menghanguskan Su Qianci, meninggalkan sebuah bekas terbakar di sudut terdalam hatinya. Seketika, pandangan matanya menjadi buram. Melihat wajah serius Li Sicheng, Su Qianci mencoba untuk menegaskan apa yang baru saja Li Sicheng katakan, "Apakah kamu mengatakan bahwa setiap ¡­." "Ya, semuanya." Tidak ada keraguan dalam suara Li Sicheng. Hati Su Qianci berdebar kencang dan air matanya menetes. Sambil berdiri berjinjit dan merentangkan lengannya, dia melemparkan dirinya ke dada Li Sicheng. Li Sicheng tercengang, tetapi dengan cepat memeluk Su Qianci, wajahnya tiba-tiba terlihat lembut. "Kamu mengatakan setiap ulang tahun." "Aku mengatakan setiap ulang tahun." Dalam mimpi terliarnya sekalipun, Su Qianci bahkan tidak dapat membayangkan Li Sicheng menjanjikan sesuatu seperti ini. Li Sicheng jarang membuat sebuah janji. Namun, begitu dia berjanji, dia akan melakukan apa saja untuk menepatinya. Su Qianci mengetahui itu tentang Li Sicheng. Dia mengetahuinya dengan sangat baik. Air matanya membasahi tuksedo Li Sicheng, Su Qianci menarik napas panjang dan menatap jauh ke dalam matanya, bertanya dengan hati-hati, "Hari ini adalah hari ulang tahunku, kan?" "Ya." "Kalau begitu, kamu akan mengabulkan keinginanku, bukan?" "Aku akan mengabulkannya." Mendengar jawabannya, Su Qianci melepaskannya dan menatapnya dengan malu-malu, seolah-olah dirinya adalah seorang anak kecil yang sedang meminta permen, berbisik, "Kalau begitu, bisakah kamu berjanji padaku bahwa kamu hanya akan merayakan ulang tahunku?" Bukan ulang tahun wanita lain. Tinggi badan Li Sicheng adalah 188 cm, sementara Su Qianci 163 cm. Dia selalu mendongak menatap Li Sicheng. Li Sicheng menunduk menatapnya dan jantung Su Qianci berdetak kencang. Dia mengetahui bahwa dirinya mungkin meminta terlalu banyak. Meskipun dia hanya memiliki Li Sicheng, tapi Li Sicheng juga memiliki Tang Mengying, bukan? Su Qianci mengira Li Sicheng tidak akan setuju. Dia akan mengubah topik pembicaraannya, atau menolaknya langsung. Akan tetapi, Li Sicheng menatapnya dan hanya mengucapkan sepatah kata, "Ya." Chapter 196 - Karena Dia Adalah Li Sicheng Kata itu bernilai lebih dari semua uang di dunia untuk Su Qianci. Su Qianci hampir menangis dan mengangguk. Kapten Li berdiri di sudut restoran dan dia menyentuh dagunya, terlihat puas. Namun, Sheng Ximing yang berada di sebelahnya segera berkata, "Gadis itu terlalu polos. Tidakkah dia tahu bahwa janji seorang pria tidak pernah bisa dipercaya?" Mendengar itu, Kapten Li memelototinya dan menepuk bahunya, "Apakah kau tahu cucu siapa yang kau bicarakan?" Sheng Ximing segera berkata, "Cucu Anda." Kapten Li memutuskan untuk mengabaikan Sheng Ximing, dia menatap pasangan favoritnya. Melihat hubungan mereka menjadi semakin baik, Kapten Li merasa senang dengan semua yang telah diaturnya. "Dia tidak seperti pria lain, karena dia adalah cucu lelakiku tersayang." Sheng Ximing tampak penuh keraguan. Namun, bertahun-tahun kemudian, ketika Sheng Ximing berbicara dengan Su Qianci tentang keinginan ulang tahunnya pada masa lalu, Su Qianci mengatakan kepadanya sambil tersenyum, "Karena dia adalah Li Sicheng." Su Qianci memercayainya hanya karena dia adalah Li Sicheng. Kelompok musisi dari berbagai negara berjalan menuju pasangan itu. Mereka memegang alat musiknya masing-masing , berputar mengelilingi Su Qianci dan Li Sicheng, terlihat ceria. Musiknya meriah, tetapi suara dentingan piano lama-lama menghilang. Song Yifan berdiri, perlahan berjalan menuju Su Qianci dengan sebuah senyum di wajahnya. Akan tetapi, hanya dirinya sendiri yang mengetahui bahwa ketika dia mendekati Su Qianci, senyumnya menjadi semakin segan. Song Yifan merasa sangat gugup, bahkan lebih gugup daripada saat pertama dia mengikuti sebuah kontes piano global. Li Sicheng mengawasinya. Melihat wajah Su Qianci yang sangat mirip dengan kekasihnya, Song Yifan berkata, "Qianci, hari ini bukan hanya hari ulang tahunmu, tapi juga hari ulang tahunku." Su Qianci terkejut. Namun, berpikir kembali, Song Yifan sepertinya mengatakan hal yang sebenarnya. "Kebetulan sekali?" Song Yifan mengangguk, tangannya gemetar. Bahkan Su Qianci bisa merasakan kegelisahannya. "Di hari istimewa ini, bisakah aku meminta sebuah permintaan ulang tahun darimu?" "Dariku?" Su Qianci bertanya, bingung. Dia memandang ke samping ke arah Li Sicheng, dan mendapati dia tidak terkejut sama sekali. Li Sicheng bahkan memberinya sedikit dorongan, sepertinya mendesak Su Qianci untuk menyetujuinya. "Oke." Song Yifan adalah idolanya. Suatu kehormatan baginya Song Yifan meminta sebuah permintaan ulang tahun darinya. Tampak elegan, Song Yifan berkata, "Aku tidak memiliki istri atau anak. Dan kau tidak memiliki seorang ayah atau ibu. Dan aku semakin tua, aku merindukan kebersamaan dari seorang anak. Apakah kau ¡­ bersedia menjadi anakku?" Jantung Su Qianci hampir copot. Menjadi putrinya? Menjadi putri Song Yifan? Saat menatap Song Yifan, Su Qianci menemukan bahwa dia tidak bercanda sama sekali. Melihat Li Sicheng masih tenang, Su Qianci bertanya, "Kamu mengetahui hal ini?" Li Sicheng menganggukkan kepalanya. Song Yifan berpikir Su Qianci tidak bersedia dan terlihat sedikit kesal. Namun, dia berkata, "Tidak apa-apa jika kau tidak bersedia ¡­." Chapter 197 - Benda Apa Ini Begitu Keras .... "Tunggu sebentar ¡­." Su Qianci memotong Song Yifan. Song Yifan menatapnya, tetapi Su Qianci menjadi terdiam. "Keputusanmu," kata Li Sicheng. "Apakah Paman adalah ayah kandungku? Aku sebenarnya putri Rong Xuan, kan?" Su Qianci bertanya. Song Yifan ragu-ragu sejenak dan berkata, "Aku tidak tahu." Dia tidak berani mencari tahu. Dia mengetahui bahwa Li Sicheng sudah melakukan sebuah tes DNA, tetapi dia tidak ingin melihat hasilnya. Su Qianci bertanya pada Li Sicheng, "Apakah dia ayahku?" Li Sicheng tidak menjawab. Su Qianci ragu-ragu. "Ini terlalu mendadak. Bisakah Paman memberiku waktu untuk memikirkannya?" "Tentu saja." Song Yifan tersenyum. Su Qianci tidak berkata tidak. Itu memberinya harapan. Itu sudah cukup. Sheng Ximing datang dengan sebotol sampanye di tangannya dan berkata, "Mari kita lupakan pembicaraan berat ini. Hari ini adalah ulang tahunmu, dan ini untukmu!" Kemudian dia membuka gabus penutup botol dan cairan keemasan itu menyembur. Sheng Ximing menuangkan sampanye itu ke menara gelas, kemudian menawarkan segelas minuman untuk semua orang. "Ini, selamat ulang tahun!" Saat semua orang sedang merayakannya, Kapten Li sedang duduk di sudut ruangan. Dia diberitahu untuk tidak meminum alkohol atau terlalu bersemangat. Sambil menghela napas, Kapten Li berkata pada dirinya sendiri, "Beberapa lagu klasik diperlukan untuk sebuah hari seperti ini." Dia menunjuk ke layar dan memilih sebuah lagu yang populer di masa mudanya. Saat pengeras suara dinyalakan, semua orang berhenti dan saling memandang. Su Qianci melihat sekeliling dan menemukan Kapten Li sedang duduk di sudut ruangan. Dengan sebuah senyum, dia mengangkat gelasnya kepada kakek. Bersama makhluk laut tropis yang sedang berenang di sekitar mereka, ini adalah restoran paling romantis yang pernah ada. Namun, sebuah lagu tiba-tiba dimainkan melalui pengeras suara, "Hari ini adalah sebuah hari yang baik. Semoga semua harapanmu menjadi kenyataan ¡­." Su Qianci tidak bisa menahan tawanya, dia menumpahkan sebagian sampanye miliknya pada Li Sicheng. Merasa tidak nyaman, Li Sicheng mengibaskan tuksedonya. Namun, saat melihat Su Qianci tertawa begitu keras, Li Sicheng tidak bisa menahan diri untuk tersenyum padanya. Sambil memeluk Su Qianci erat-erat, Li Sicheng berbagi kegembiraan dengannya. Sheng Ximing dan Song Yifan juga tertawa. Lagu itu terus berlanjut dan Kapten Li bahkan bernyanyi bersama dengan sebuah mikrofon di tangannya. Itu adalah sebuah hari ulang tahun yang hebat. Su Qianci terlalu banyak minum. Wajahnya merah, dia bahkan tidak bisa berjalan lurus. Li Sicheng memegang tangannya. Begitu keluar dari restoran, angin sepoi-sepoi yang dingin membuat Su Qianci merasa sedikit sadar. "Apakah kamu baik-baik saja?" Su Qianci berdiri tegak dan berkata, "Ya!" Suaranya terdengar agak terlalu keras. Li Sicheng menyeringai dan membawa Su Qianci ke dalam pelukannya, berbisik, "Lalu aku bisa membawamu melihat bintang-bintang." "Bagus, hebat." Su Qianci melingkarkan lengannya di leher Li Sicheng dan melihat wajahnya yang tampan dengan pandangan kabur. "Seperti bintang yang berkelip di langit?" "Ya." "Mmmm ¡­." Lengan Su Qianci menjadi lemas saat dia perlahan-lahan meluncur turun. Li Sicheng ingin menangkapnya, tetapi itu tidak mungkin. Su Qianci meluncur turun seperti seekor belut berlendir. Pada akhirnya, lengannya berada di sekitar pinggang Li Sicheng, dan wajahnya di ¡­. Li Sicheng membeku saat sebuah gelombang panas yang luar biasa mengambil alih tubuhnya. "Aku tidak ingin berjalan lagi. Gendong aku," kata Su Qianci dengan napasnya yang panas. Merasa ada sesuatu di wajahnya, dia memberikan sebuah tepukan dan mengeluh, "Benda apa ini begitu keras?" Li Sicheng menelan air liur sambil berkata dengan nafsu berahi yang ditahan, "Bangunlah." "Baiklah ¡­." Su Qianci mengikuti perintahnya, tapi tidak mungkin untuk menjaga keseimbangan di tumitnya. Dia segera jatuh kembali ke tempat semula. Li Sicheng bisa dengan jelas merasakan bibirnya yang sangat lembut melalui lapisan kain celananya ¡­. Chapter 198 - Membawamu Untuk Melihat Bintang-bintang "Aduh ¡­." Su Qianci bersungut-sungut kesal. Saat dia berbicara, benda keras itu semakin membesar. Su Qianci melihat tonjolan yang muncul entah dari mana itu dengan matanya yang berair dan menusuk ujungnya dengan jarinya. Li Sicheng merasa tubuhnya seperti terbakar. Sambil menarik Su Qianci untuk berdiri, dia mendesah, "Hentikan." Su Qianci menatapnya dengan tatapan kosong. Melihat tatapan galak Li Sicheng, dia membuka bibirnya dan kemudian mengerutkannya kembali, mengeluh, "Jangan terlalu kejam ¡­." Saat melihat ekspresi wajahnya, Li Sicheng bahkan merasa lebih tersiksa. Setelah mengambil napas dalam-dalam, dia meletakkan Su Qianci di atas bahunya. Su Qianci menjerit, menggunakan lengannya yang lemas untuk memukul punggung Li Sicheng, berteriak, "Li Sicheng, apa yang kamu lakukan?" "Membawamu pulang untuk tidur." "Tidak, jangan pulang. Aku akan melihat bintang-bintang, bintang! Kamu bilang kamu akan membawaku ¡­." Li Sicheng berhenti berjalan dan menurunkan Su Qianci. Su Qianci segera terduduk di pantai, tidak berdiri lagi, matanya berlinang air mata. Li Sicheng berusaha bersabar dan beralasan dengannya, "Kamu terlalu mabuk untuk melihat bintang-bintang." "Aku tidak mabuk! Tidak." "Lalu, siapa aku?" "Li Sicheng!" "Salah." Su Qianci tertegun, menatapnya dan bertanya, "Lalu siapa kamu?" "Aku sayangmu." Su Qianci menjawab dengan kosong, "Ya." "Bangunlah." Su Qianci bangkit dari pantai, kakinya yang panjang terlihat melalui gaun merahnya saat dia bergerak. Li Sicheng merasa mulutnya kering dan selangkangannya menegang. Su Qianci tidak mengetahui apa dampak gerakannya yang tidak disengaja pada pria di depannya. Sambil berdiri, dia bertanya, "Apakah kita akan melihat bintang-bintang?" "Ya ¡­. Kamu akan melihat semua bintang." Li Sicheng mengangkat Su Qianci dan membawanya ke bungalo 1 air yang telah dipesannya. Setelah memasuki ruangan, Li Sicheng meletakkan Su Qianci di atas kasur air. Tubuh Su Qianci berayun sedikit di atasnya dan dia berguling, merasa senang. Li Sicheng mencuci tangannya dan menepuk-nepuk air ke wajahnya, mencoba menenangkan dirinya. Namun, saat menoleh ke belakang, dia melihat Su Qianci sedang berguling-guling di atas tempat tidur. Gaunnya itu sudah naik ke pinggangnya. Kakinya yang panjang menyilang, sepatu hak tinggi merah yang dia kenakan bahkan membuat kakinya terlihat lebih menarik. Sialan! Li Sicheng melonggarkan kerah kemejanya dan melompat ke tempat tidur. Memisahkan kedua kaki Su Qianci dan menguasai tubuhnya, Li Sicheng mencium Su Qianci dengan tanpa belas kasihan. Su Qianci terkejut, dengan matanya yang kabur. Dia meraih lidah Li Sicheng dan menelusuri bibir bawah Li Sicheng dengan lidahnya. Menggosokkan kakinya di tubuh Li Sicheng, dia melengkungkan punggungnya tanpa sadar. Li Sicheng terbakar. Melepas tuksedonya dengan tergesa-gesa, Li Sicheng merobek bra baru Su Qianci. "Mmmm ¡­." Su Qianci mengerang karena sensasinya. Rumah peristirahatan di luar kota (di daerah pegunungan atau di pantai), ada yang dibangun secara permanen, ada juga yang tidak Chapter 199 - Urus Apa Yang Telah Kamu Mulai Erangan Su Qianci membuat Li Sicheng kehilangan akal sehatnya. Dia mengencangkan pelukannya dan mengisap bibir Su Qianci dengan keras. Segera, Su Qianci terengah-engah dan berbisik, "Jangan ¡­." "Siapa aku?" Li Sicheng bertanya dengan suara lirih. Su Qianci tampak kebingungan. Melihat bahwa dia tidak menanggapi, Li Sicheng memaksanya untuk menatapnya, bertanya lagi, "Siapa aku?" Su Qianci menatapnya dengan tatapan kosong, berpikir sejenak, dan kemudian memanggil dengan suara yang manis, "Sayangku!" "Siapa sayangmu?" "Kamu" "Dan siapa aku?" "Li Sicheng, ah ¡­." Putingnya masuk ke dalam mulut Li Sicheng, Su Qianci memegangi lengan Li Sicheng dan merintih. "Tenanglah ¡­." "Jangan menciumku di sana ¡­ itu geli ¡­." "Bagaimana kalau di sini?" "Mmmm ¡­ tidak ¡­." "Di sini?" "¡­." Pada saat itu, Su Qianci sudah setengah telanjang, masih tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Namun, Li Sicheng tiba-tiba teringat sesuatu: dia masih menstruasi. Su Qianci menyadari pria itu telah berhenti dan mendengus. Li Sicheng bergerak menjauh, ingin bangun, tetapi menemukan pinggangnya diikat. "Kamu benar-benar menggoda ¡­." Li Sicheng kembali dan memisahkan kedua kaki Su Qianci lagi. "Apakah kamu melakukan itu dengan sengaja?" Su Qianci tertawa kecil, seolah dia menanggapi pertanyaan Li Sicheng. Mata Li Sicheng menjadi gelap. Namun, dia tidak bisa tinggal lebih lama lagi, kalau tidak, dia mungkin melakukan sesuatu yang tidak bijaksana ¡­. Sambil mengembuskan napas dalam-dalam, Li Sicheng berusaha untuk menjauh lagi. Namun, kali ini, Su Qianci meraih kerah bajunya. Menatap ereksi Li Sicheng yang muncul dari pakaian dalamnya, Su Qianci berkedip. Lalu dia mengulurkan tangan dan meremasnya. Kaku. Ketika dia akan jatuh dari tempat tidur, Li Sicheng menangkap tangannya dan menggertakkan giginya. "Kamu terlalu nakal ¡­." Su Qianci mebelalakkan matanya lebar-lebar, memperhatikan Li Sicheng yang sedang membuka bajunya sendiri dan bertanya, "Apa yang sedang kamu lakukan?" "Melepaskan bajuku?" "Kenapa kamu ¡­." "Kamu urus apa yang sudah kamu mulai. Buka mulutmu." "Tidak ¡­ aku ¡­." Li Sicheng menangkapnya, suaranya penuh godaan. Menatap bibir Su Qianci yang cemberut, dia membujuk, "Jadilah gadis yang baik. Buka mulutmu ¡­." "Mmmm ¡­." Chapter 200 - Tidak Dapat Mengikuti Anak Muda Ketika Su Qianci terbangun, hari sudah pagi. Secara misterius, dia merasa kesakitan di pipinya. Sambil mengusap wajahnya, Su Qianci kemudian merasakan sakit di lehernya juga. Setelah melihat sekeliling, dia tidak melihat Li Sicheng. Dia melihat ke bawah, gaun merahnya sudah diganti menjadi piama. Yang pasti, Li Sicheng telah membantunya berganti baju. Namun, mengapa wajahnya sakit? Su Qianci bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka. Li Sicheng masih meneteskan air, jelas baru keluar dari kamar mandi. Melihat pandangan Su Qianci yang sudah terlihat sadar, Li Sicheng memicingkan matanya. Su Qianci menatapnya dan berkedip. "Selamat pagi." "Sekarang jam 10." "Sudah sesiang itu?" "Ya, bersiap-siaplah untuk sarapan." "Oke." Kepatuhan Su Qianci mengingatkan Li Sicheng pada kerja paksanya tadi malam. Tenggorokannya menegang, karena gairah yang terbakar kembali. Su Qianci tidak menyadari apa-apa, mengusap wajahnya dan berjalan masuk ke kamar mandi. Butuh waktu setengah jam bagi Su Qianci untuk bersiap-siap. Pada saat itu, wajah Su Qianci masih terasa sakit. Saat sarapan, kakek menggelengkan kepalanya. "Apa yang terjadi dengan wajahmu? Kau terus mengusapnya." Su Qianci tampak kebingungan. "Aku tidak tahu. Ketika aku bangun dan wajahku terasa sakit ¡­." Li Sicheng tampak tenang seperti biasanya, memotong sosis di piringnya. Dia menaruh sebuah sosis ke piring Su Qianci dan berkata pelan, "Cobalah ini." Su Qianci mengangguk. Kakek melihat hal itu dan tiba-tiba memikirkan sesuatu, lalu terbatuk dengan keras. Li Sicheng mendongak dan menyerahkan sebuah serbet kepadanya. "Jangan berpikir terlalu jauh. Itu tidak baik untuk kesehatanmu." Su Qianci tampak bingung, melirik Kapten Li dan kemudian cucunya yang tenang, jelas tidak mengetahui apa yang telah terjadi. Kapten Li mengambil serbet dan menyeka mulutnya. Tersipu sedikit, dia menghela napas. "Tidak dapat mengikuti anak muda." Su Qianci kebingungan. "Apa yang terjadi?" Li Sicheng memiliki sebuah senyum sekejap di matanya saat dia berkata, "Tidak ada. Nikmati sosisnya." "Oke." Setelah sarapan, mereka bertiga berangkat ke bandara. Itu adalah hari terakhir dari hari libur nasional. Setelah turun dari pesawat, sudah lewat pukul 8 malam di Kotaraja. Setelah berpisah dengan kakek, Li Sicheng membawa Su Qianci kembali ke rumahnya. Nanny Rong sudah mengetahui bahwa mereka akan kembali dan memasak makan malam untuk mereka. Ketika mereka selesai makan, dia kemudian pulang ke rumah. Setelah liburan, baik Su Qianci maupun Li Sicheng sangat sibuk. Li Sicheng sibuk bekerja, sementara Su Qianci ¡­. "Ya, Qianci. Gaunmu sangat cantik. Pasti merek terkenal ya? Kau tidak pernah memakai ini sebelumnya. Aku bahkan tidak tahu merek apa itu." "Tentu saja. Qianci selalu sederhana dan bersikeras membeli pakaian tanpa logo. Jika Tuan Li tidak muncul di kampus untuk melindunginya, kami tidak akan menduga bahwa dia adalah Nyonya Li." "Kau seharusnya benar-benar mengurangi kesederhanaanmu, Qianci, sehingga kita bisa menghindari membuat kesalahan semacam itu." Su Qianci melirik teman-teman perempuan sekelasnya yang biasa mengabaikannya. Apakah mereka mencoba menjilatnya? Dia belum terbiasa dengan hal itu. Chapter 201 - Apalah Kau Tanpa Tuan Li Mendengar gadis-gadis itu, Su Qianci melihat gaun yang dikenakannya dan berkata, "Suamiku yang membelinya. Aku tidak tahu merek apa itu." Ketika dia pulang ke rumah dari liburan, dia mendapati lemari pakaiannya penuh dengan pakaian baru, semuanya sangat indah. Namun, tidak ada cara untuk mengetahui merek apa baju-baju itu. Dia diberitahu bahwa baju-baju itu adalah desain terbaru dari seorang desainer Italia untuk dua musim berikutnya. Li Sicheng membeli semuanya. Kecemburuan muncul di wajah gadis-gadis itu. "Suamimu sangat baik padamu." "Aku tidak tahu kalau Tuan Li bisa begitu romantis, mengingat betapa dinginnya dia. Sebelum dia menikah, banyak orang mengatakan bahwa dia mungkin gay. Sekarang jelas rumor itu omong kosong." "Itu benar. Dan dia mengadakan sebuah pesta besar untukmu. Aku yakin pesta itu menghabiskan banyak biaya." Su Qianci mengejek dalam hati, kagum pada betapa panjangnya basa-basi mereka untuk sampai ke intinya. Meskipun Li Sicheng mengadakan sebuah pesta hanya supaya dirinya bertemu publik, pestanya begitu penting sehingga semua orang ingin diundang. Melihat Su Qianci terdiam, beberapa gadis terburu-buru berkata lagi, "Su Qianci, aku mendengar bahwa banyak orang keren akan diundang ke pestamu. Aku juga ingin menjadi bagian dari pesta itu, bisakah aku datang?" "Dan aku. Aku mendengar banyak orang penting dalam dunia bisnis akan diundang. Kita adalah teman sekelas, jadi kau tidak akan menolakku, kan?" "Aku!" Di dalam kelas, Su Qianci dikelilingi oleh puluhan gadis. Su Qianci tetap diam sampai bel berbunyi. Dia kemudian berkata, "Profesor sudah datang." Semua gadis itu tampak malu. Sebuah penolakan yang jelas terlihat seperti itu membuat mereka merasa canggung. Karena profesor benar-benar ada di sana, mereka harus kembali ke tempat duduk mereka. Setelah mereka duduk, mereka semua menggerutu, "Apalah dia tanpa Tuan Li? Pamer seperti ini!" Su Qianci mendengar itu dan mencemooh dalam hati. Mereka adalah orang-orang yang sama yang berperan serta dalam menyebarkan rumor tentang dia menjadi seorang wanita simpanan. Sekarang Su Qianci adalah seseorang yang penting, mereka ingin memanfaatkan dirinya ¡­. Su Qianci berpura-pura tidak mendengar apapun dan fokus pada kuliahnya. Ketika kelas selesai, Su Qianci mempertahankan wajah dinginnya, yang dihindari oleh mereka yang ingin buru-buru menghampiri. Su Qianci tidak meminta sopir Yang untuk menjemputnya hari ini, jadi dia berjalan keluar dari kampus secara perlahan. Melihat sebuah taksi yang baru saja menyalakan lampu tanda sedang kosong, Su Qianci tersenyum dan berpikir, "Beruntung sekali." Sambil menunggu penumpangnya keluar, Su Qianci berdiri diam. Namun, seorang wanita setengah baya berpakaian mahal bergegas keluar dari mobil dan menjambak rambut Su Qianci. Serangan itu datang begitu tiba-tiba sehingga Su Qianci lengah. Dia mencoba menghindar, tetapi rambutnya sudah berada di tangan wanita itu. "Si*lan, kau pel*cur murahan, tidur dengan suamiku!" Wanita itu berbicara sangat keras, menarik banyak perhatian di gerbang kampus yang padat. Chapter 202 - Penderitaan Tak Terduga Banyak mahasiswa yang melihat ke arah suara itu dan tampaknya terkejut saat melihat bahwa yang menjadi korban adalah Su Qianci. "Bukankah itu Su Qianci?" "Suaminya adalah Li Sicheng. Bagaimana mungkin dia merayu orang lain?" Rambut Su Qianci dijambak, dia merasakan sakit yang luar biasa. Namun, dia tidak belajar jujitsu tanpa alasan. Su Qianci mengulurkan sebelah tangannya, meraih lengan wanita itu dan memilinnya. "Aduh!" Wanita itu berteriak dan akhirnya melepaskan tangannya. Su Qianci dengan cepat menarik rambutnya kembali dan menendang perut wanita itu. Para mahasiswa yang bertanya-tanya apakah mereka harus pergi membantunya, semuanya menjerit saat melihat kejadian itu. Tidak ada yang mengetahui bahwa Su Qianci bisa berkelahi. Wanita itu mendarat di tanah dan membelalakkan matanya lebar-lebar. Kemudian, dia menangis. "Pel*cur bodoh. Kau tidur dengan suamiku dan kemudian memukulku! Aku akan membunuhmu!" Su Qianci melihat wanita itu bergegas menghampiri dirinya, dia menyeringai, dan menghindar. Mengambil lengan wanita itu, Su Qianci membalikkan tubuhnya dan membuatnya jatuh lagi. "Hore!" Orang-orang yang sedang menonton bersorak, dan wanita itu bahkan merasa lebih malu. Pada saat itu, di belakang taksi tersebut, dua buah mobil menepi. Beberapa wanita keluar dari kedua mobil itu dan bergegas menghampiri Su Qianci. Merasakan ada yang aneh, Su Qianci melepaskan wanita itu dan ingin melarikan diri. Wanita itu berseru, "Tangkap pel*cur itu untukku!" Jantung Su Qianci serasa berhenti karena dia dikepung oleh para wanita itu. "Apa yang kalian lakukan? Aku tidak mengenal kalian!" Wanita-wanita itu jelas merupakan teman baik wanita pertama. Salah satu dari mereka berkata dengan galak, "Tidak penting apakah kau mengenal kami atau tidak. Seorang gadis muda seperti kau bersedia menjadi wanita simpanan seseorang yang seusia ayahmu. Sangat tidak tahu malu!" Su Qianci tampak lebih muram saat dia berteriak, "Apa sih yang kalian bicarakan? Apakah kau tahu siapa aku?" "Ya, seorang wanita perusak keluarga! Pukul dia!" Kemudian, semua wanita melemparkan diri ke Su Qianci. Su Qianci tidak punya cara lain untuk melarikan diri, jadi dia harus berseru kepada orang-orang yang sedang menonton mereka, "Tolong panggilkan petugas keamanan untukku. Aku Su Qianci!" Saat dia mengatakan itu, seorang wanita mendorongnya dan kemudian menangkapnya, menampar wajahnya dengan keras. Su Qianci berteriak tetapi kemudian ditendang oleh wanita yang lain. Tangannya ditarik dan kakinya dikunci. Wanita pertama tadi bangkit dan memukul wajah Su Qianci dengan keras, "Kau beraninya memukulku. Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang aku punya." Gadis-gadis yang menonton semuanya merasa sedikit takut. Mereka ingin membantu Su Qianci, tetapi mereka tidak berani melakukannya. Beberapa mahasiswa memanggil petugas keamanan. Wajah Su Qianci terasa terbakar setelah dipukul. Tiba-tiba, ponsel di sakunya mulai berdering. Wanita itu dengan cepat mengambil ponselnya dan melihat di layar "Sayang." "Sangat tidak tahu malu!" Kemudian, dia mengangkatnya. "Di mana kamu?" Sebuah suara yang dalam terdengar dewasa. Mendengar suara itu, wanita itu bahkan semakin kesal dan dia mengutuk, "Si*lan, berapa banyak Sayang yang kau miliki, pel*cur!" Kemudian, dia menampar Su Qianci lagi, keras dan jelas. Chapter 203 - Jangan Ikut Campur Li Sicheng sedang duduk di kursi belakang dengan santai. Tepat setelah dia mengatakan sesuatu melalui ponselnya, dia mendengar sebuah suara keras. Saat mendengar sebuah suara tamparan, Li Sicheng segera menjadi waspada dan memerintahkan, "Menyetirlah lebih cepat!" Perubahan tiba-tiba dalam nada suaranya mengkhawatirkan sopir Yang, dan mobil itu segera melesat. Mendapatkan sebuah tamparan lain, wajah Su Qianci berpaling ke samping. "Memang cantik. Pasti ada beberapa trik lain di kepalamu untuk menyembunyikan suamiku di sekitar jarimu." Wanita kaya itu menendang Su Qianci beberapa kali. Menggertakkan giginya, Su Qianci tetap diam. Dia mendongak ke wajah wanita kaya dengan riasan berat itu dengan dingin. Kemudian, matanya beralih ke wanita lain yang memegangi tangan dan kakinya. Dia akan mengingat mereka semua. "Apa yang sedang kau lihat? Pel*cur tak tahu malu!" "Aku tidak mengenalmu. Dan aku tidak mengenal suamimu." Suara Su Qianci sedikit serak, tapi luar biasa tenang. "Kau akan membayar untuk apa yang telah kau lakukan." Ketenangannya membuat takut wanita kaya itu, tetapi dia kemudian melemparkan sejumlah foto ke Su Qianci. Dalam foto-foto itu, seorang pria paruh baya sedang memegang tangan wanita cantik, meraba-raba payudaranya dengan senyum mesum. Dan wanita di foto itu adalah Su Qianci! "Itu bukan aku." "Bukan kau? Lihat lagi!" kata wanita kaya itu sambil menjambak rambut Su Qianci. "Apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan di sini?" Penjaga keamanan di kampus akhirnya datang, dia berteriak. Namun, wanita kaya itu tidak menghiraukannya, mengambil setumpuk uang dan melemparkannya ke penjaga keamanan tersebut. "Jangan ikut campur. Aku sedang melakukan sesuatu." Penjaga keamanan itu tertegun dan dengan cepat menjadi marah, "Apa yang kalian pikir sedang kalian lakukan?" "Tidak cukup?" Seorang wanita lain juga melemparkan sejumlah uang kepada penjaga keamanan itu. "Aku akan memberitahumu. Ini adalah istri Fu Zetian. Dia bisa menghancurkanmu dengan jari kelingkingnya." Penjaga itu mengubah ekspresi wajahnya. Fu Zetian? Orang penting dalam dunia real estat yang dapat memengaruhi kota ini dengan setiap gerakannya? Dahulu dia adalah orang terkaya di Kotaraja, dan baru saja digantikan oleh seorang pria muda baru-baru ini. Istri seorang pria seperti itu menyiksa seorang mahasiswa universitas? Haruskah dia bertindak? Penjaga keamanan itu merasa ragu-ragu, dan wanita kaya itu menyeringai, memukul Su Qianci lagi. "Gunakan suaramu. Bukankah kau tahu bagaimana cara menggunakan suaramu di tempat tidur suamiku? Tunjukkan padaku! Biarkan aku belajar satu atau dua hal darimu." Suara si wanita kaya menjadi semakin kesal, menghina Su Qianci dengan setiap kata-kata dan gerakannya. Su Qianci menggigit bibirnya yang sudah berdarah. Sambil memandang wanita kaya itu, dia menyeringai, "Lihatlah dirimu sendiri. Kau seperti seekor babi. Aku tidak terkejut jika suamimu tidak menginginkanmu." Wanita kaya itu meradang dan menggeram, "Si*lan kau, pel*cur!" Dia mengangkat lengannya tinggi-tinggi dan mencoba memukul wajah Su Qianci yang sudah bengkak. Namun, ketika tangannya hendak mendarat di wajah Su Qianci, sikunya diremas dengan keras. Rasa sakitnya terasa seperti tulangnya patah membuatnya menjerit. Tubuhnya dilempar, wanita kaya itu jatuh ke tanah. Chapter 204 - Sayang Ini Sakit "Aduh!" Wanita kaya itu jatuh ke tanah, terlihat menyedihkan. Dia melihat ke belakang dan melihat seorang pria tampan muncul entah dari mana. Dia tampak dingin dan tenang. Dilihat dari ekspresi wajahnya, pasti dia yang telah memukulnya. Wanita kaya itu segera mengutuk, "Seorang lelaki simpanan? Mencoba melindungi wanita j*lang tak tahu malu ini?" Mendengarnya, wajah Li Sicheng menjadi lebih kesal. Setelah melihat wajah Su Qianci, dia merasakan amarah yang tak terkendali. Menatap ke atas, Li Sicheng memegang wajah Su Qianci dan tampak sangat prihatin. "Kau ¡­ kau adalah?" Salah satu wanita lain mengira Li Sicheng tampak tidak asing, tetapi dia tidak ingat di mana dia melihatnya. Tatapan tajam Li Sicheng jatuh pada para wanita lainnya, dan mereka dengan cepat melepaskan Su Qianci. Tanpa ada yang menahannya, Su Qianci berdiri dengan sedikit goyah. Li Sicheng segera membawanya ke pelukannya. Mencium aroma yang dikenalnya, Su Qianci menangis, "Sayang, ini sakit." Li Sicheng merasa hatinya pilu. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci secara sukarela memanggilnya Sayang. Tentu saja itu sakit, memar seperti ini! Li Sicheng tiba-tiba merasakan sebuah perasaan campur aduk antara marah, rasa bersalah, dan penyesalan. Sambil memeluk Su Qianci, dia berbisik, "Aku di sini. Aku di sini." Beralih ke wanita kaya itu, dia berkata, "Kau membuat wanitaku menangis ¡­. Bagus sekali!" Li Sicheng menahan dorongan untuk memukul wanita-wanita ini dan memerintahkan, "Yang, telepon polisi." Sopir Yang dengan cepat menghubungi polisi dan memberi tahu alamatnya pada mereka. Para wanita itu tidak takut sama sekali. Wanita yang datang pertama kali mengejek, "Pel*cur ini tidur dengan suamiku terlebih dulu. Aku hanya menghukumnya. Jangan terlibat dalam hal ini. Polisi akan membantuku. Kau tahu, suamiku Fu Zetian." Li Sicheng tertawa dingin dan berkata, "Aku akan melihat apakah mereka akan membantu Fu Zetian, atau Li Sicheng." "Li Sicheng?" "Suaminya adalah Li Sicheng?" Teman-teman dari wanita kaya itu menjadi ragu-ragu. Hampir seluruh Kotaraja mengenal seperti apa Li Sicheng. Bahkan wanita-wanita ini yang tidak pernah memperhatikan berita. Tidak mungkin Li Sicheng bergonti-ganti pasangan. Namun, wanita kaya itu berdiri dan meradang pada teman-temannya, "Tidak mungkin mereka menikah. Dia wanita yang tidak tahu malu dan tidur dengan dua pria terkaya di Kotaraja." Mata Li Sicheng bahkan menjadi lebih dingin, seolah-olah ada sebuah badai salju yang sedang terjadi. Wanita kaya itu terdiam. Li Sicheng menunduk dan bertanya dengan lembut, "Sayangku, apakah kamu ingin balas dendam?" Su Qianci mendongak, rambutnya berantakan dan pipinya yang lembut itu membengkak dan biru. Hati Li Sicheng sangat kecewa. Tanpa menunggu jawaban dari Su Qianci, Li Sicheng menggendong Su Qianci, berjalan ke arah wanita kaya itu. Terkejut, wanita kaya itu gemetaran dan bertanya, "Apa ¡­ apa yang ingin kau lakukan?" Chapter 205 - Itu Memang Mereka Li Sicheng tidak menjawab dan memberi tahu Su Qianci, "Biarkan mereka tetap hidup, urusan lainnya biar kuselesaikan." Wanita kaya itu terkejut. Dia mengetahui bahwa Li Sicheng mampu melakukan itu. Generasi yang lebih muda memandang Li Sicheng, sementara generasi yang lebih tua memandang keluarga Li. Khususnya polisi, mereka sangat menghormati Kapten Li. Su Qianci mendengus dan melihat wajah takut wanita kaya itu. Sambil melompat, dia menendang kaki wanita kaya itu. Menjerit seperti seperti seekor babi, suara si wanita kaya itu mengagetkan teman-temannya. Ketika mereka hendak membantu, sopir Yang menghentikan para wanita itu. Penjaga keamanan universitas juga datang untuk membantu. "Tolong tolong!" Wanita kaya itu berteriak. "Tolong, pembunuhan!" Dia merangkak di tanah. Melihat wajahnya yang menyedihkan, Su Qianci merasa sedikit lebih baik. Wajahnya masih serasa terbakar, jadi sebuah balas dendam diperlukan. Namun, dia tidak sedang terburu-buru, tetapi berbalik untuk melihat Li Sicheng. Li Sicheng terkejut. "Hanya itu saja?" "Tidak ingin tanganku kotor." Dia punya cara yang lebih baik untuk membalas pada wanita ini. Pada saat itu, polisi datang. Setelah melihat Li Sicheng, mereka bahkan tidak menanyakan detail apapun sebelum mereka menangkap para wanita itu. Di kantor polisi, para wanita tersebut ditahan selama dua puluh hari. Pukul 7 malam. Dengan beberapa dokumen di tangannya, Cheng You masuk ke ruang tamu rumah Li Sicheng. "Tuan Li, ini dokumennya." Cheng You melihat sekilas wajah Su Qianci yang memar, merasa tidak enak. Su Qianci melihat dokumen-dokumen yang dibawa Cheng You, memeriksanya dan menyeringai, "Memang, itu mereka." "Anda mengetahuinya?" Cheng You terkejut. "Seperti yang sudah kuduga." Kecuali mereka, dia tidak bisa memikirkan siapa pun yang akan menggunakan Photoshop 1 untuk menjebaknya. Cheng You menggelengkan kepalanya dan berkata, "Saya tidak menyangka mereka sangat bodoh. Bukankah pelajaran dari kejadian terakhir sudah cukup?" "Kebiasaan lama sulit untuk hilang." Su Qianci meletakkan dokumen-dokumen tersebut dan bertanya, "Bagaimana dengan wanita-wanita itu?" "Seperti yang Anda katakan, kami tidak memberikan tekanan apa pun pada polisi dan seseorang telah membayar uang jaminan untuk membebaskan mereka," kata Cheng You. Namun, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Mengapa Anda melepaskan mereka setelah apa yang mereka lakukan kepada Anda?" Duduk di sofa, Li Sicheng memandangnya dengan penuh arti dan bertanya, "Bagaimana dengan apa yang kuminta untuk kau lakukan?" "Semua sudah selesai. Hanya saja ¡­." Cheng You agak ragu-ragu. "Apakah itu keterlaluan?" Su Qianci berkedip dan bertanya pada Li Sicheng, "Apa yang kamu lakukan?" "Akuisisi." Cheng You berpikir, kebangkrutan sebelum akuisisi. Dia yakin bahwa grup finansial Li akan menjadi berita utama besok. Tuan Li benar-benar melakukan apa saja untuk istrinya! "Apa?" Su Qianci terkejut. "Lalu bagaimana dengan perusahaan Fu Zetian? Apakah kamu bisa mendapatkannya juga?" Teman-teman wanita kaya itu hanyalah antek-anteknya saja, tetapi Fu Zetian telah menjadi seseorang yang penting di Kotaraja selama lebih dari satu dekade. "Tidak sekarang, tapi segera." Li Sicheng memandang Su Qianci dan berkata dengan lembut, "Kehormatan itu milikmu karena itu idemu." Su Qianci tampak bingung. Semua yang dia pikirkan adalah cara untuk membuat wanita kaya itu menderita. Bagaimana bisa itu menjadi idenya untuk mengakuisisi perusahaan Fu Zetian? Melihat kebingungannya, Li Sicheng berdiri dan berkata, "Ayo kita pergi. Sudah waktunya mereka membayar untuk apa yang mereka lakukan." Program komputer untuk mengedit gambar atau foto Chapter 206 - Kesialan Terburuk Untuk seorang pengusaha yang sukses, pesta makan malam adalah kegiatan yang paling umum. Setelah minum banyak, Fu Zetian melihat sebuah bayangan ketika dia buang air kecil di toilet pria. Dia tidak memperhatikannya, menaikkan celananya, dan berbalik. Namun, sebuah kantong diletakkan di atas kepalanya. Setelah mencium suatu bau yang aneh, dia kehilangan kesadaran. Ketika dia terbangun lagi, Fu Zetian melihat sebuah wajah cantik di sampingnya. Gadis itu tiba-tiba duduk di atas tubuhnya, terkekeh, "Tuan Fu, kau sudah bangun ¡­." Fu Zetian adalah seseorang yang sangat menikmati seks, tetapi istrinya yang mengerikan tidak pernah membiarkannya mendapatkan apa yang diinginkannya. Pada titik ini, tidak mungkin dia bisa mengendalikan dirinya sendiri. Fu Zetian mengabaikan situasi yang sedang dihadapinya dan memeluk gadis cantik itu, menidurinya tanpa pikir panjang. Akan tetapi, seseorang menggedor pintu. Fu Zetian berhenti sejenak dan kemudian mempercepat gerakannya. Gadis itu mengerang semakin keras, membuat orang-orang di luar pintu menyadari apa yang sedang terjadi. Tempat itu adalah sebuah motel biasa, jadi kamar itu tidak kedap suara. Mendengar suara itu, wanita kaya yang sedang menunggu di luar menjadi panik dan mengetuk pintu hingga terbuka. Keduanya tidak bermaksud untuk berhenti sama sekali. Suara tubuh yang beradu dan napas yang terengah-engah itu terdengar keras dan jelas. Melihat bahwa pria itu benar-benar Fu Zetian, wanita kaya itu menangis. "Kau b*jingan, mengkhianatiku dengan dua wanita pada saat yang bersamaan." Mendengar suara istrinya, Fu Zetian terkejut. Dengan tubuh yang bergetar, dia melepaskan ejakulasinya. Wanita kaya itu bahkan menjadi semakin marah, dia menjambak rambut wanita kedua yang sedang menunggu di samping, menggeram, "Si*lan kau, pel*cur. Aku akan membunuhmu!" Wanita itu telah berkecimpung dalam bisnis prostitusi selama bertahun-tahun. Itu bukan pertama kalinya dia harus menghadapi situasi seperti itu. Saat rambutnya dijambak, dia dengan cepat membenturkan wajah wanita kaya itu dengan kepalanya. Wanita kaya itu terlempar. Wanita itu mencibir. "Suamimu tidak tertarik padamu. Kau tidak bisa menyalahkan orang lain." Wanita yang berada di tempat tidur dengan Fu Zetian turun untuk memakai bajunya, mengeluh, "Aku pikir Anda seorang pria perkasa, tetapi Anda selesai dalam waktu kurang dari tiga menit. Betapa loyonya!" Fu Zetian merasa ego lelakinya tertantang dan ingin menangkap wanita itu, tetapi dia dengan cepat melarikan diri. Karena kesal, Fu Zetian menendang istrinya dengan keras. "Apa yang kau lakukan di sini?" Wanita kaya itu berteriak dengan beruraian air mata, "Si*lan kau! Aku menunggumu di rumah dan kau ada di sini mengkhianati aku." "Apa yang salah dengan itu? Aku sudah cukup menghadapi seekor babi sepertimu." Teringat apa yang baru saja terjadi, Fu Zetian menjadi marah, "Si*lan, kau tidak melakukan apa pun selain menyeretku ke bawah. Ini adalah kesialanku yang terburuk untuk menikahimu." Mendengar itu, wanita kaya itu berteriak, "B*jingan!" Su Qianci terus mendengar suara teriakan melalui komputernya, merasa kasihan pada istri Fu Zetian tersebut. Chapter 207 - Permainan Dimulai Su Qianci sekarang mengerti mengapa wanita ini menjadi begitu histeris - sulit untuk tidak histeris, mengingat pria macam itu yang dinikahinya. Rekaman yang dilihat Su Qianci diambil oleh kamera yang ditempelkan di bagian bawah tas tangan wanita kaya itu atas perintah Li Sicheng. Dari sudut ini, kaki Fu Zetian terlihat. Tiba-tiba, dengan sebuah teriakan, gambar di kameranya menjadi gelap. Dia mendengar teriakan wanita kaya itu dan suara seorang pria memukuli seorang wanita. Pada keesokan harinya, video ini muncul di Weibo dan menjadi viral dengan cepat. Fu Zetian tidak tahu bahwa istrinya akan mengunggah sesuatu seperti ini. Kemudian, perusahaan Fu Zetian mengalami sebuah krisis besar yang tidak dapat diselamatkan. Pada hari yang sama, dewan direksi Fu Zetian berbalik melawannya serta membatalkan kolaborasi mereka dengannya, menyebabkan Fu Zetian kehilangan puluhan miliar yuan. Pers mendatangi rumah Fu Zetian, membuat berita utama tentang perusahaannya. Semua orang menebak bahwa ini mungkin hari kiamat bagi Fu Zetian. Tang Mengqing dengan cepat mengetahui segalanya tentang hal ini. Semakin dia mengetahuinya, semakin dia merasa gelisah. Saat sekolah berakhir, Tang Mengqing dengan cepat mengambil barang-barangnya dan bergegas keluar dari kelas. Li Weiya kebetulan sedang berjalan keluar dari kelasnya dan memanggil Tang Mengqing, "Mengqing, tunggu. Ini untukmu." Tang Mengqing menoleh. Li Weiya memegang sebuah kotak hadiah di tangannya dan terdapat sebuah jam tangan yang indah di dalamnya. Tang Mengqing terkejut. "Untukku?" "Iya!" Li Weiya mengangkat pergelangan tangannya. "Aku juga punya satu. Qianci memberikannya padaku dan mereka merupakan satu set. Dia memintaku untuk memberikannya kepada sahabatku." Mendengar bahwa jam itu dari Su Qianci, Tang Mengqing terlihat canggung dan berkata, "Lupakan. Aku tidak butuh sesuatu darinya ¡­." "Tapi ini adalah tanda persahabatan kita. Aku tidak ingin memberikannya kepada orang lain. Ambil saja." Tang Mengqing melihat wajah memohon Li Weiya dan mau tidak mau mengangguk. Li Weiya tersenyum dan memasang jam itu di pergelangan tangannya, berkata, "Jangan dilepas ya. Kita akan pergi makan malam bersama." "Oke." Setelah menyingkirkan Li Weiya, Tang Mengqing dengan cepat kembali ke rumah. Setelah dia dibebastugaskan oleh grup finansial Li, Tang Mengying tinggal di rumah. Tang Mengqing menarik Tang Mengying ke dalam kamarnya segera setelah dia kembali. Dia bertanya dengan misterius, "Kakak, apakah kau sudah melihat berita itu?" "Ya. Aku tidak menyangka kalau Li Sicheng akan sangat kejam kali ini. Itu hanya sebuah tamparan di wajah Su Qianci, dan dia hampir membuat bisnis Fu Zetian bangkrut." Tang Mengqing telah mendengar betapa seriusnya hal-hal itu dan bertanya dengan tergesa-gesa, "Apa yang harus kita lakukan, Kak? Jika dia mengetahui bahwa kitalah yang mengirim foto yang telah diedit dengan Photoshop ke wanita tua itu, bukankah itu akan buruk bagi kita?" "Jangan khawatir. Tidak mungkin dia bisa mengetahuinya." Tang Mengying terdengar percaya diri dan menyeringai, "Aku bisa membuat Su Qianci kehilangan bayinya tanpa ada yang mencurigaiku. Jika kamu tidak memberi tahu siapa pun tentang ini, siapa yang bisa mengetahuinya?" "Tapi ¡­." "Tidak ada tapi. Jadilah pintar. Semua yang Su Qianci miliki hanyalah dukungan dari Kapten tua itu. Ya, aku mendapat dukungan dari Qin Shuhua. Ketika kapten itu mati, itu akan menjadi waktu kita." Akan tetapi, tak satu pun dari mereka menyadari bahwa sebuah cahaya merah redup menyala di jam tangan yang baru saja dipakai Tang Mengqing. Chapter 208 - Bertahanlah, Qianqian .... Sambil memakai headphone 1 , Su Qianci mendengarkan pembicaraan yang direkam oleh jam tangan tersebut. Ketika menyadari bahwa Li Weiya telah memberikan jam tangannya, Su Qianci tersenyum dan jari-jarinya menari di kibor laptopnya. Dia mengetik obrolan dengan Lu Yihan, "Beri tahu aku." "Beri aku sepuluh menit." Ketika Lu Yihan meneleponnya, Su Qianci kebetulan mendengar nada suara Tang Mengying yang percaya diri. Tangan Su Qianci bergetar. Ponselnya jatuh ke lantai. "Aku bisa membuat Su Qianci kehilangan bayinya tanpa ada yang mencurigaiku ¡­." Saat meletakkan tangannya di perut bagian bawahnya yang rata, hati Su Qianci bergetar. Tang Mengying berada di balik hal itu? Pelatih Jin dipekerjakan olehnya? Su Qianci bahkan memberi Tang Mengying keuntungan dengan meragukannya dan berencana untuk bersikap lunak padanya. Namun, itu tidak lagi diperlukan. Tidak ada yang menjawab telepon, jadi Lu Yihan mengirim tanda tanya di obrolan mereka. Su Qianci bertanya, "Ada petunjuk?" Lu Yihan menulis, "Aku akan berbicara denganmu melalui telepon." Ketika ponselnya berdering lagi, Su Qianci mengangkat dan mendengar Lu Yihan berkata, "Aku mengerti." Hati Su Qianci merasa sangat kecewa saat dia meminta Lu Yihan untuk melanjutkan. "Aku mengikuti informasi alamat IP 1 Tang Mengying dan menemukan bahwa dia memiliki tiga buah alamat IP. Satu untuk bekerja, satu untuk pribadi, dan satu yang terus menerus offline. Namun, alamat IP itu sedang diaktifkan sekarang." Su Qianci berpikir bahwa pasti Tang Mengying memiliki seseorang yang membantunya. "Di mana lokasinya?" . "Tidak yakin untuk saat ini. Namun, Tang Mengying pasti berada di belakang insiden dengan Pelatih Jin. Aku pikir dia pasti akan segera bertindak. Apakah kamu menggunakan alat penyadap yang kuberikan kepadamu? Apakah kau mendapatkan sesuatu darinya?" "Ya ¡­. Maukah kau menindaklanjutinya? Kurasa ini lebih rumit dari yang kita duga." Melalui headphone-nya, Tang Mengying masih berbicara melalui alat penyadap. Su Qianci memperhatikan kedua percakapan itu. Nada suara Tang Mengying tiba-tiba berubah, menyedot semua perhatian Su Qianci. Tang Mengying berkata, "Jadi kenapa? Jika kita tidak bisa mendapatkan dia kali ini, kita akan memiliki kesempatan lain. Bukankah kapten tua itu mengadakan konferensi pers untuknya? Kita akan memberinya sebuah hadiah besar pada saat itu. Aku masih memiliki beberapa kartu di tangan. Si idiot Su Qianci bahkan bukan tandinganku." "Hadiah apa?" Tang Mengqing bertanya dengan suara penasaran. "Kau akan tahu pada saatnya." Tang Mengying tidak menjawabnya. Mendengar sebuah nada dering, Tang Mengying berkata, "Aku ada telepon. Keluarlah sebentar." Tang Mengqing pergi keluar dan suara Tang Mengying menghilang. Su Qianci buru-buru berkata di telepon, "Yihan, bisakah kau mendengarkan telepon Tang Mengying?" Lu Yihan menjawab dengan malas, "Aku sudah melakukannya. Aku akan mengirimkan rekamannya nanti." Setelah beberapa menit, Lu Yihan mengatakan telepon itu sudah selesai. Su Qianci bertanya buru-buru, "Apa itu?" Lu Yihan menjadi gagap, "Aku sudah mendengar semuanya. Tapi kau harus menguatkan dirimu dulu. Ini ¡­ bukanlah kabar baik." "Apa yang mereka katakan?" "Mereka akan bertemu malam ini." "Lalu? Apa kabar buruknya?" Lu Yihan ragu-ragu sejenak dan bertanya, "Ya ¡­. Apakah Tuan Li ada di sekitarmu?" Su Qianci menyadari perubahan dalam cara Lu Yihan memanggil Li Sicheng. Biasanya, dia hanya akan mengatakan "suamimu". "Apa itu? Katakan padaku!" "Kuatkan dirimu ¡­." Alat untuk mendengarkan suara dari perangkat elektronik yang tersambung dengan batang pipih melengkung (setengah lingkaran) yang diletakkan melintang di atas kepala Label numerik yang ditetapkan untuk setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer yang menggunakan Protokol Internet untuk komunikasi. Alamat IP melayani dua fungsi utama: host atau identifikasi antarmuka jaringan dan lokasi pengalamatan. Chapter 209 - Dia Adalah Penggantinya Su Qianci merasa sedikit gelisah, mempersiapkan dirinya untuk semua berita buruk. Namun, dia tidak mengetahui jenis berita apa yang dapat dimiliki Tang Mengying sehingga membuat Lu Yihan berbicara dengan sangat hati-hati. Sambil menahan napas, Su Qianci menunggu kata-kata Lu Yihan. Pada akhirnya, Lu Yihan berkata dengan simpatik, "Wanita itu hamil." Su Qianci merasa telinganya berdenging seolah ada sesuatu yang menabrak otaknya. Lu Yihan terdiam, dan begitu pula Su Qianci. Setelah beberapa saat, Su Qianci berkata dengan tegas, "Itu tidak mungkin!" Lu Yihan tidak mengatakan apapun dan mengirim rekamannya pada Su Qianci. Dengan tangan yang bergetar, Su Qianci meletakkan jarinya di touchpad 1 . Dia ingin membuka file itu, tetapi hatinya bergetar. Tidak mungkin! Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying tidak pernah hamil. Dan jika Tang Mengying hamil, dia akan memberitahu pada dunia, mengingat karakternya yang seperti itu. Benar, itu tidak mungkin. Su Qianci tersenyum dengan susah payah dan bertanya, "Tidak mungkin bayinya adalah bayi Li Sicheng, kan?" Lu Yihan menghela napas. Hati Su Qianci serasa direnggut. Dia mengunduh rekamannya dan memutarnya. Itu adalah suara Tang Mengying, "Jam 7 malam, tempat yang sama." "Sebuah misi baru? Apakah kau akan menghancurkan gadis Li Sicheng lagi?" "Pikirkan urusanmu sendiri, dan lidahmu. Kalau tidak, aku bisa mengambil kembali uang yang sudah kuberikan padamu." "Hanya bertanya ¡­. Apa yang kau butuhkan saat ini? Dan berapa bayarannya?" "Mari kita bicara langsung. Selain itu, aku ingin kau menambahkan sesuatu di video yang kuminta untuk kau buat." "Menambahkan apa?" "Aku akan menambahkan informasi tentang kehamilanku." "Apa? Kau benar-benar hamil?" "Ya, bayi ini milik Li Sicheng." Suaranya manis dan lembut, memancarkan kebahagiaan. Su Qianci telah kehilangan semua kekuatannya saat mendengar hal itu. Dia tiba-tiba teringat akan suara-suara erotis dari Australia yang telah mengganggunya selama dua bulan. Jadi saat ini akan menjadi trimester pertama kehamilan Tang Mengying, ketika sebuah pasangan harus menahan diri untuk tidak berhubungan seks. Memikirkan hasrat Li Sicheng terhadapnya selama beberapa hari terakhir, Su Qianci bertanya-tanya apakah dia diperlakukan sebagai seorang pengganti hanya karena Tang Mengying sedang hamil. Su Qianci hampir menjadi hampa sambil hatinya terasa sakit. Dia seharusnya tidak terlalu memikirkan hal ini, dan dia sendiri tidak menginginkannya. Namun, pikirannya mulai liar, membawa air mata ke pipinya. Ketika Li Sicheng kembali dari kantor, dia segera pergi ke kamar tidur utama. Karena kemajuan yang telah mereka buat, Li Sicheng meminta Su Qianci untuk tinggal di kamar tidur utama. Saat memasuki kamar, Su Qianci sedang memunggungi pintu, duduk termenung di depan laptopnya. Li Sicheng memeluknya dari belakang dan membenamkan wajahnya di leher Su Qianci, berbisik, "Aku pulang." Namun, saat dia mendongak, dia melihat air mata di wajah Su Qianci yang hampir pulih dari kejadian sebelumnya. "Ada apa?" Li Sicheng melihat layar laptopnya dan melihat percakapan antara Su Qianci dan Lu Yihan sebelum Su Qianci mematikannya. Li Sicheng terlihat sedikit kesal. Berpura-pura tidak menyadari bahwa itu adalah Lu Yihan, dia berkata, "Mari kita pindahkan barang-barangmu ke kamar tidur utama hari ini." Semua barang-barangnya masih ada di kamar tidurnya. Karena mereka suami dan istri, mereka harus menempati kamar yang sama. Namun, kata-kata Li Sicheng mempunyai arti yang lain untuk Su Qianci. Perangkat penunjuk yang menampilkan sensor taktil, permukaan khusus yang dapat menerjemahkan gerakan dan posisi jari pengguna ke posisi relatif pada sistem operasi yang dibuat hasil ke layar. Chapter 210 - Pembohong Su Qianci menolak pelukan Li Sicheng dan menjauhkan tangannya, dia bangkit berdiri. Li Sicheng tampak sama seperti sebelumnya. Namun, memikirkan fakta bahwa pria itu bersikap penuh cinta terhadap wanita lain juga, Su Qianci merasa jijik. "Kita tunggu beberapa hari lagi. Aku masih ¡­." Li Sicheng sudah mengerti sebelum Su Qianci menyelesaikan kalimatnya. Merasa tidak puas, dia masih mengangguk dengan penuh pengertian, menghapus air mata Su Qianci. "Tuan Li." Su Qianci mendongak, tetapi menelan kembali pertanyaannya saat melihat mata dingin Li Sicheng. Haruskah dia bertanya padanya? Bisakah dia bertanya padanya ¡­. Melihat keraguan Su Qianci, Li Sicheng menjadi penasaran, menatapnya dengan bingung. Su Qianci menggigit bibir bawahnya saat dia bertanya dengan suara lirih, "Perasaan macam apa yang kamu miliki untuk Tang Mengying?" Li Sicheng mendengarnya dan menaikkan alisnya. "Seorang tetangga dan seperti seorang adik perempuan." "Hanya itu?" Ekspresi wajah Su Qianci rumit. "Ya." "Oh ¡­." Pembohong! Jika dia memperlakukan Tang Mengying seperti seorang adik perempuan, apakah dia akan tidur dengannya dan bahkan memiliki bayi dengannya? Malam ketika Tang Mengying dan Li Sicheng bersama seperti sebuah belati yang menusuk jantungnya dalam dua kehidupannya. Su Qianci merasa sangat sedih dan matanya menjadi basah. "Ada apa?" Li Sicheng tampak cemas, ingin memeluknya . Su Qianci menggelengkan kepalanya dan menghindari pelukannya. "Ayo ke bawah untuk makan." Li Sicheng berdiri diam ketika Su Qianci berjalan keluar dari kamar. Saat melirik laptop Su Qianci, dia terlihat murung. Di tempat tidur, ponsel Su Qianci berdering. Nama peneleponnya adalah Yihan. Melihat nama itu, Li Sicheng merasa sedikit tertekan. Menilai dari sikap Su Qianci, sudah jelas bahwa dia masih memiliki perasaan pada Lu Yihan. Ketika mereka berada di Maladewa, Su Qianci hanya berpura-pura. Sekarang mereka sudah kembali ke sini, dia tidak sabar untuk menyingkirkan Li Sicheng. Itulah mengapa Su Qianci bahkan tidak bisa melihatnya, bukan? Karena Li Sicheng sangat marah, dia segera memperingatkan dirinya untuk tenang dan memercayai Su Qianci. Namun, dia tidak bisa menahan godaan untuk menjawab panggilan itu. Li Sicheng tidak berbicara dan mendengar suara Lu Yihan, "Qianqian, aku menemukan bahwa wanita itu akan menemui orang yang membantunya di sebuah gudang kosong di sisi timur pada pukul tujuh. Sekarang sekitar jam 6. Kau harus meminta Tuan Li untuk mengirim seseorang. " "Apa maksudmu?" Suara Li Sicheng terdengar rendah dan sedingin es. Mendengar suara Li Sicheng, Lu Yihan merasa senang dan menceritakannya secara singkat tentang apa yang telah terjadi. Namun, dia tidak memberi tahu Li Sicheng bahwa Su Qianci sudah mengetahui tentang kehamilan Tang Mengying. "Jadi, jika Anda mengirim seseorang ke sana sekarang, Anda akan dapat mengetahui apa yang akan mereka lakukan. Akan lebih baik jika Anda bisa mengambil beberapa foto sebagai bukti ¡­." "Aku mengerti." Semangat Lu Yihan padam saat Li Sicheng menutup telepon. Setelah meminta Cheng You untuk mengurusnya, Li Sicheng segera turun ke lantai bawah. Melihat Su Qianci sedang makan, dia menyinggung, "Lu Yihan meneleponmu barusan, dan aku yang mengangkatnya." Su Qianci berhenti makan dan menatapnya. "Apa yang dia katakan?" Mata Li Sicheng sangat dalam sehingga Su Qianci tidak bisa melihat ke dalamnya. "Dia memintamu untuk menemuinya di tempat yang sama." Chapter 211 - Bukankah Bayimu Milikku Tempat yang sama? Dia hanya bertemu Lu Yihan secara langsung di sebuah kafe. Namun, ada hal apa yang begitu penting sehingga Lu Yihan harus berbicara dengannya secara langsung? Su Qianci mengerutkan kening, berdiri, dan siap untuk mengambil ponselnya dari kamar tidur. Li Sicheng berdiri di depannya. "Kamu mau ke mana?" "Aku akan bertanya padanya apa yang dia perlu bicarakan denganku." "Makan malam dulu." "Bagaimana kalau itu sesuatu yang mendesak?" Su Qianci ingin berjalan melewati Li Sicheng. Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan menangkap tangan Su Qianci. Sepertinya ada sebuah badai yang sedang mengamuk di matanya yang dalam. Dia berkata, "Dia memintaku mengirim seseorang ke gudang di sisi timur kota." Mendengar itu, mata Su Qianci tiba-tiba menjadi tajam. "Jadi dia menemukan di mana Tang Mengying akan menemui orang yang membantunya?" Li Sicheng memicingkan matanya dan mengangguk. Su Qianci tetap diam selama satu menit dan memanggil, "Li Sicheng." Dia memanggilnya apa? Li Sicheng? Li Sicheng menatapnya dan tersenyum sinis, "Apakah aku perlu mengingatkanmu siapa kamu, Nyonya Li?" Saat mata mereka terkunci satu sama lain, Su Qianci menjadi gugup. Dia masih takut pada Li Sicheng. Ketakutan yang mendalam tidak hilang hanya karena Li Sicheng bersikap baik padanya. Su Qianci menertawakan dirinya sendiri, dia menguatkan dirinya dan menatap Li Sicheng di mata. "Kurasa aku sudah tahu siapa yang membunuh bayiku." Bayiku, bukannya bayi kita. Li Sicheng mengencangkan cengkeramannya di tangan Su Qianci dan bertanya dengan galak, "Bukankah bayimu milikku?" Merasa kesakitan, Su Qianci mengerutkan keningnya dan ingin melepaskan tangan pria itu. Namun, dia gagal. "Katakan padaku!" Li Sicheng melihat alis Su Qianci yang bertaut dan tiba-tiba memiliki sebuah ide gila: mungkin bayi yang telah tiada itu bukan miliknya. Su Qianci merasa terhina oleh pertanyaan itu. Li Sicheng meragukannya? Su Qianci menjadi marah dan napasnya terengah-engah. Menatap wajah dingin Li Sicheng, dia menyeringai, "Aku tidak suka bergonta-ganti pasangan seperti kamu, meniduri semua yang kamu lihat. Lepaskan aku!" "Bergonta-ganti pasangan?" Li Sicheng menggertakkan giginya dan memegangi lengan Su Qianci. "Apakah kamu barusan menyebut aku seperti itu?" Itu hanyalah sesuatu yang keluar secara tiba-tiba dari mulutnya, tetapi tidak ada jalan kembali. Sambil sedikit gemetar, Su Qianci berseru, "Apakah aku salah? Kita sudah menikah, dan kamu tidur dengan wanita lain. Bukankah kamu seperti itu?" Suaranya histeris saat dia hampir menangis. Li Sicheng tertegun, tetapi dia tidak terlihat semurung seperti sebelumnya. Su Qianci mengira Li Sicheng sedang merasa bersalah dan membuatnya merasa tidak dapat bernapas, dia menggigit bibir bawahnya dan menatap Li Sicheng. Nanny Rong baru saja mengumpulkan cucian dan tenang di dalam ruangan. Melihat pasangan itu bertengkar, dia terkejut. "Apa yang terjadi?" Li Sicheng melambaikan tangannya ke Nanny Rong dan menjadi tenang, memandang gadis yang sedang marah di depannya. "Berdasarkan apa kamu berpikir aku tidur dengan wanita lain?" Su Qianci menatap Li Sicheng, matanya merah. Jika dia tidak tidur dengan Tang Mengying, dari mana bayi itu berasal? Mempertimbangkan betapa dalamnya perasaan Tang Mengying kepada Li Sicheng, mustahil bagi Tang Mengying untuk tidur dengan orang lain. Jika Li Sicheng tidak pernah tidur dengan Tang Mengying, mengapa dia hamil? Su Qianci tidak berbicara. Li Sicheng mendekatinya dan bertanya dengan serius, "Maukah kamu percaya padaku jika aku memberitahumu bahwa kamu adalah yang pertama dan satu-satunya?" Chapter 212 - Ingin Tidur Denganmu Pada Pandangan Pertama Su Qianci tertegun. Mata Li Sicheng begitu dalam dan gelap, begitu tulus sehingga Su Qianci ingin meneriakkan: aku percaya. Namun, dia tahu. Su Qianci mengetahui bahwa itu tidak mungkin. Li Sicheng berusia dua puluh enam tahun, saat paling prima bagi seorang pria. Apakah saat bersamanya itu adalah satu-satunya saat dia pernah berhubungan seks? Apakah dia tidak pernah menanggapi Tang Mengying yang selalu mengejarnya? Su Qianci berkedip, wajahnya terlihat rumit. Saat Li Sicheng melihat mata Su Qianci,hatinya merasa sangat kecewa. Tanpa jawaban apa pun dari Su Qianci, dia bisa mengatakan bahwa Su Qianci tidak mempercayainya. Melihat ketegangan itu, Nanny Rong dengan cepat memotong, "Sudah waktunya untuk makan malam. Kalian perlu energi untuk bertengkar." Bertengkar? Apakah mereka sedang bertengkar? Su Qianci memalingkan muka, menarik tangannya, berbalik, dan naik ke atas. Li Sicheng melihatnya pergi dengan api menyala di matanya. Dia dengan cepat menyusul Su Qianci. Mengetahui bahwa Li Sicheng mengikuti di belakangnya, Su Qianci berjalan lebih cepat. Saat dia masuk ke kamar tidur utama, dia mengunci pintu dan bersandar di pintu itu, membiarkan air matanya menetes. Mengapa dia tidak memiliki keberanian untuk bertanya pada Li Sicheng? Bukankah akan lebih mudah untuk bertanya tentang kehamilan Tang Mengying? Tapi dia tidak berani ¡­. Bagaimana jika Li Sicheng benar-benar mengakui bahwa dia mencintai Tang Mengying? Dia takut Li Sicheng akan meninggalkannya. Sangat takut sehingga dia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya pada Li Sicheng. Beberapa saat kemudian, Su Qianci mengambil ponsel dan laptopnya, membuka pintu, dan siap untuk keluar. Namun, begitu dia membuka pintu, dia melihat Li Sicheng berdiri di depan pintu dengan wajah dinginnya. Su Qianci terkejut dan ingin menutup pintu. Akan tetapi, Li Sicheng sudah mendesak masuk ke dalam. Su Qianci melangkah mundur, dan Li Sicheng mendekatinya. Su Qianci akhirnya terpojok, merasa gelisah. Li Sicheng melirik laptop yang sedang dipegangnya dan melemparkan laptop itu ke tempat tidur. Kemudian, dengan kedua tangannya di dinding, Li Sicheng menunduk menatapnya. Mata Su Qianci bengkak. Jelas, dia baru saja menangis. Li Sicheng merasa konyol. Su Qianci menuduh sesuatu yang tidak masuk akal pada dirinya, dan sekarang Su Qianci menangis sebelum dia melakukannya? Li Sicheng menurunkan suaranya, berusaha untuk tidak terlihat marah dan bertanya, "Kenapa kamu tidak percaya padaku?" Hati Su Qianci kembali sakit. "Kenapa aku harus percaya padamu?" "Aku adalah suamimu." "Tapi aku bukan satu-satunya perempuan untukmu." Su Qianci berusaha tersenyum dengan susah payah. Senyumnya menunjukkan kesedihan dan frustrasi. Li Sicheng menunduk dan mencoba mencium bibirnya. Su Qianci memalingkan kepalanya, menghindari bibirnya, membuat Li Sicheng mencium pipinya sebagai gantinya. Merasakan asinnya air mata Su Qianci, Li Sicheng menggunakan ujung lidahnya untuk merasakan lebih banyak. Li Sicheng menelusurkan ciumannya dari pipinya ke matanya, alisnya, hidungnya, dan pada akhirnya, dia memegang wajah Su Qianci dengan kedua tangan dan mencium bibirnya perlahan. Akan tetapi, Su Qianci mengatupkan bibirnya, tidak membiarkan Li Sicheng melakukan apa yang diinginkannya. Air mata bercucuran dari matanya. "Aku akan memberitahumu sebuah rahasia." Suaranya terdengar rendah. Su Qianci meliriknya. "Tidak pernah ada seorang wanita pun yang membuatku ingin tidur dengannya pada pandangan pertama sebelum kamu. Kamu adalah yang pertama dan satu-satunya." Chapter 213 - Su Qianci, Aku Ingin Memiliki Anak Bersamamu Hati Su Qianci bergetar. Dia membuka matanya dan menatap Li Sicheng dengan berlinangan air mata. Li Sicheng menggunakan tangannya yang kasar untuk menyeka air matanya dan bertanya, "Tetapi pertama-tama mengapa kamu meragukanku?" Mengapa kamu meragukanku ¡­. Li Sicheng tidak terdengar marah, tetapi terdengar seperti sedang diperlakukan secara tidak adil. Su Qianci terisak, "Tetapi mengapa Tang Mengying ¡­." Hati Li Sicheng merasa sangat kecewa saat dia bertanya, "Wanita itu, lagi?" Apakah itu karena Tang Mengying memberi tahu istrinya tentang sesuatu? Melihat tatapan gelapnya, Su Qianci mulai meragukan kesimpulan yang sudah dia peroleh. Sepertinya Li Sicheng tidak merasakan seperti itu tentang Tang Mengying. Kalau tidak, akan sulit untuk membenarkan ekspresinya. Li Sicheng memperhatikan keragu-raguan Su Qianci dan mendekatinya, bertanya, "Apa yang telah dia katakan?" "Dia ¡­." Jika Tang Mengying memberi tahu Su Qianci secara langsung di depan matanya, Su Qianci tidak akan memercayainya. Namun, informasi itu berasal dari sebuah alat penyadap. Selain itu, ada telepon dari Australia ¡­. "Dia hamil." Li Sicheng mendengar itu, melengkungkan alisnya, dan tiba-tiba mencibir. "Secepat itu?" Bukankah Tang Mengying mengaku sangat mencintainya? Setelah mereka kembali dari Australia, dia mengatakan bahwa dia tidak akan menikahi orang lain selain dirinya. Li Sicheng tidak tahan lagi dan meminta Tang Mengying untuk mengundurkan diri. Namun, hanya dalam waktu tiga bulan, Tang Mengying sudah hamil. Su Qianci menggertakkan giginya, hatinya berantakan. Dia mendongak dan bertanya pada Li Sicheng, "Kamu mengakuinya?" "Mengakui apa?" Saat dia bertanya, Li Sicheng tiba-tiba mengerti. "Kamu pikir bayinya milikku?" Melihat Li Sicheng menjadi tenang, Su Qianci tiba-tiba merasa tidak bisa bernapas. Dasar pembohong! Bayi itu jelas miliknya, dan dia bertindak seolah-olah tidak bersalah. "Dia sendiri yang mengatakan bahwa bayi itu milikmu." Wajah Li Sicheng tersenyum kecil saat dia berkata, "80% wanita di Kotaraja ingin mengandung anakku." Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar, merasa tidak percaya bahwa dia baru saja mengatakan sesuatu yang sangat tidak tahu malu. Li Sicheng bahkan bergerak lebih dekat padanya dan berkata, "Dia telah mencoba merayuku lebih dari sekali. Namun, sayangnya, sulit bagiku untuk mendapatkan ereksi dengan dia di sekitarku." Sulit baginya untuk mendapatkan ereksi dengan Tang Mengying? Tapi terhadap Su Qianci, dia dengan mudah kehilangan kontrol ¡­. "Bagaimana ¡­ kamu ¡­." Su Qianci bahkan tidak bisa mengucapkan sebuah kalimat yang lengkap. Tersipu, dia menunduk dan berbisik, "Bukankah kamu sedang ereksi sekarang ¡­." Tubuhnya menempel di tubuh Su Qianci, Li Sicheng berbisik, "Aku hanya merasa seperti ini denganmu. Su Qianci, aku ingin memiliki anak bersamamu." Su Qianci meringis, ingin mendorong pria itu pergi, tetapi Li Sicheng tidak bergerak sedikitpun. Dia mendongak dan bibirnya langsung dihadang oleh bibir Li Sicheng. Tertangkap sedang lengah, Su Qianci kehilangan semua metode pertahanannya, menyerah pada Li Sicheng. Dengan tangan kanannya yang memegang pinggang Su Qianci, Li Sicheng mengangkat dan menindih Su Qianci ke tempat tidur. Chapter 214 - Pertengkaran Dilanjutkan Di Tempat Tidur Dengan terengah-engah, Li Sicheng membenamkan wajahnya ke leher Su Qianci dan menciumi tubuhnya ¡­. Sensasi menyengatnya membuat Su Qianci menekuk jari-jari kakinya. "Apakah kamu ¡­ sudah selesai?" Li Sicheng tiba-tiba bertanya, menatapnya dengan mata penuh hawa nafsu. Su Qianci kebingungan, mengedipkan matanya. Li Sicheng tidak menjawab tetapi menggerakkan tangannya ke bawah. Su Qianci tiba-tiba mengerti, tersipu malu, dan mengangguk. "Sudah selesai ¡­ kemarin." Terlihat puas, Li Sicheng sudah siap untuk bergerak lagi, tetapi seseorang mengetuk pintu. Itu adalah suara Nanny Rong. "Tidak perlu bertengkar. Kalian selalu bisa membicarakannya." Su Qianci mendengar itu dan bahkan semakin tersipu, merasa malu. Mereka baru saja bertengkar ¡­ dan sekarang mereka sudah di tempat tidur. Melihat wajah Su Qianci yang malu, Li Sicheng tertawa kecil dan mendaratkan sebuah ciuman di lehernya yang terbuka sebelum dia berkata, "Aku akan pergi membukakan pintu." Su Qianci menutupi lehernya dengan tangannya dan segera menyembunyikan diri di bawah selimut saat Li Sicheng pergi. Nanny Rong merasa sangat khawatir. Pasangan itu sudah berbaikan selama beberapa hari, dan sekarang mereka bertengkar lagi. Meskipun dia tahu bahwa Li Sicheng tidak akan pernah memukul Su Qianci, Nanny Rong khawatir bahwa Su Qianci mungkin mengatakan sesuatu yang akan disesalinya nanti ¡­. Merasa gugup, Nanny Rong tidak bisa menahan diri untuk mengetuk pintu lagi. "Tuan ¡­." Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, pintunya terbuka. Wajah Li Sicheng yang biasanya dingin terlihat sangat sensual dengan rambutnya yang berantakan. "Ada apa?" Suara Li Sicheng terdengar parau, seperti sedang menahan sesuatu. Untuk wanita seusianya, Nanny Rong segera mengetahui apa yang sedang terjadi. Wajahnya merah padam, dia segera memalingkan muka dan berkata, "Kalian belum makan malam. Jangan terlalu terlambat." Su Qianci mendengar itu dan bahkan merasa lebih malu. Nanny Rong pasti mengira dia adalah gadis yang mudah, karena baru semenit yang lalu dia bertengkar dengan Li Sicheng. Keluar dari tempat tidur, Su Qianci menyegarkan dirinya dan ingin pergi keluar. Li Sicheng baru saja menutup pintu ketika dia melihat Su Qianci mencoba melarikan diri. Mendorongnya hingga menempel ke dinding, Li Sicheng berbisik dengan sebuah suara sensual, "Kamu mau ke mana?" "Aku lapar!" Li Sicheng menatapnya, seperti seekor elang yang sedang melihat mangsanya. Menjilat bibirnya, dia berkata, "Aku juga." Saat dia mengatakan itu, gairahnya begitu kuat sehingga Su Qianci bahkan tidak bisa melihat ke arahnya. Apakah maksud perkataan Li Sicheng sama dengan yang dia maksud? Su Qianci ketakutan. Pada saat itu, ponsel Li Sicheng berdering. Itu adalah Cheng You. "Tuan Li, sang pemburu sudah berada di posisi, menunggu instruksi." "Lakukan saja." "Ya, Tuan!" Li Sicheng menutup telepon dan melihat Su Qianci sedang mengusap perutnya, menatapnya sambil memohon. Li Sicheng tersenyum dan mengacak-acak rambutnya. "Ayo kita makan dulu." Ketika Nanny Rong melihat pasangan itu berjalan sambil bergandengan tangan, dia tiba-tiba membelalakkan matanya dan berseru, "Secepat itu?" Wajah Li Sicheng dengan segera menjadi gelap. Chapter 215 - Tidak Dapat Menyangkalnya Pukul 7 malam, gudang tua di sisi timur kota itu tampak suram pada senja hari. Gudang ini adalah tempat yang hampir ditelantarkan. Sebuah mobil van tua perlahan masuk, terlihat biasa saja. Dalam kegelapan, sang pemburu mengambil kamera yang sudah dia siapkan dan menghubungkannya dengan perangkat jarak jauh Cheng You. "Mangsa ada di sini." "Aku mendengarmu." Mobil van itu perlahan-lahan berhenti, kemudian seorang wanita dengan pakaian serba tertutup keluar dari dalamnya. Dengan sebuah masker, topi, kacamata, blus lengan panjang, dan sepatu kets, dia perlahan berjalan ke sebuah sudut. Setelah sekitar tiga menit, terdengar suara keras sebuah sepeda motor. Itu adalah sepeda motor merek terkenal, terdengar dari bunyi mesinnya yang khas. Seorang pria melepas helm dan turun dari motor itu. Dia meniup sebuah peluit, sama seperti Tang Mengying, dia tidak melihat sang pemburu dan kamera tersembunyinya. "Hei, apa yang kau takutkan? Berpakaian seperti ini setiap kali ¡­ seakan-akan seseorang akan mengenalimu." "Hentikan omong kosongnya. Di mana barang-barangnya?" "Di mana selera humormu? Ini!" Dia melempar sebuah amplop ke tangan Tang Mengying. "Ini tidak mudah untuk mengedit semua foto ini dengan Photoshop. Kau harus membayarku lebih banyak." "Serakah!" Tang Mengying membuka amplop itu dan melihat foto-foto tersebut. Dengan sebuah senyum puas, dia berkata, "Di mana kau menemukan orang ini? Jelek sekali." "Pria jalang paling populer, selalu mengunggah foto-foto skandal seperti ini. Aku hanya membayar beberapa yang belum diunggah dan mengganti wajah para wanitanya." "Bagus sekali. Aku tidak mengetahui kalau foto itu diedit." "Pasti. Di mana barang-barang yang ingin kau tambahkan?" "Ini. Ingatlah untuk menambahkan ini. Pada saat itu, Li Sicheng tidak akan bisa menyangkalnya." "Baiklah. Aku akan menambahkannya sesegera mungkin. Ingatlah untuk mengirim uangnya padaku." "Tentu saja." "Kau harus tahu bahwa aku mempertaruhkan nyawaku untuk membantumu. Ingat apa yang terjadi pada Pelatih Jin? Jika Li Sicheng mengetahui tentang hal ini, mungkin ada konsekuensi yang lebih buruk untukku." "Kau takut? Kalau begitu aku akan meminta orang lain untuk melakukannya." "Ya baiklah ¡­ kita telah bekerja sama untuk waktu yang lama. Bayar saja aku satu atau dua juta yuan lebih banyak, dan aku akan melakukannya untukmu." Pemerasan? Satu atau dua juta yuan? Pemburu itu berpikir, yakin bahwa Tang Mengying pasti akan menolaknya. Namun, Tang Mengying berkata, "Ketika sudah selesai, kau akan dibayar. Lakukan saja pekerjaanmu. Namun, apakah kau yakin bahwa kau dapat dipercaya dan aman?" "Yakinlah. Dalam hal peretasan, aku dapat mengatakan bahwa kecuali Z, tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada aku di seluruh negeri." "Hebat. Pastikan kau melakukan pekerjaan dengan baik." "Oke." Keduanya dengan cepat mengucapkan selamat tinggal, dan Tang Mengying kembali masuk ke dalam mobil van itu. Pria itu memasang helmnya lagi, siap untuk pergi. Sang pemburu merasa lega, menekan tombol pause 1 dan meletakkan kameranya. Namun, ketika dia melakukan itu, sikunya menyenggol sebuah kotak kardus, yang kemudian jatuh dan menyebabkan sejumlah besar barang ikut roboh. Tang Mengying terperanjat, dan begitu juga pria itu. Dia berseru, "Siapa di sana? Keluar!" Pemburu itu ketakutan. Melihat keduanya datang menghampirinya, dia dengan cepat berlari. Jantung Tang Mengying hampir copot bersamaan dengan itu dia menjadi pucat pasi dan berteriak, "Kejar dia!" Pria itu segera pergi dengan sepeda motornya dan mengejar pemburu tersebut. tombol untuk menghentikan suatu proses Chapter 216 - Bersikap Proaktif Pemburu itu tidak pernah merasa semalu ini sebelumnya. Dia berpikir bahwa dia telah menyelesaikan misinya dan siap untuk pergi. Namun, pada akhirnya, dia malah mengekspos dirinya sendiri. Berlari secepat yang dia mampu, pemburu ini tidak berani melihat ke belakang, tetapi suara motor itu semakin mendekat. Sisi timur kota ini adalah sebuah kawasan industri. Setelah dia berlari keluar, dia hampir tidak melihat sebuah mobil pun. Ketika motor itu semakin mendekat dan lebih dekat, pemburu itu panik. Saat dia berlari, dia melemparkan kameranya yang sangat berharga ke arah pria bersepeda motor itu. "Ambil ini!" Pria di atas sepeda motor itu terkejut, tidak dapat percaya bahwa pemburu itu baru saja melakukan hal itu. Dia berpaling ke samping, dan kamera itu mengenai helmnya dan terjatuh di bagian belakang. Pria itu dengan cepat turun dari sepeda motor, mengambil kameranya, tetapi menemukan bahwa slot SD card 1 itu kosong. Yang tersisa hanyalah kameranya itu saja. "Si*lan!" Pria itu membanting kameranya,kemudian naik lagi ke sepeda motornya dan mengejar pemburu itu. Mempercepat motornya, dia dengan cepat memperpendek jarak di antara mereka. Apa yang harus dia lakukan? Pemburu itu merasa dia kehabisan napas sementara kakinya hampir menyerah. Di ambang hidup dan mati, dia tahu bahwa dia tidak bisa berhenti. Tiba-tiba, sebuah mobil sport menepi di depannya. Terdengar suara seorang wanita. "Masuk!" Tanpa berpikir panjang, pemburu itu dengan cepat melompat ke dalam mobil dan membanting pintu, berteriak, "Ayo jalan!" Cheng You dengan cepat menambah kecepatan dan berkata, "Berpeganganlah." Sepeda motor itu merupakan sepeda motor dengan merek yang sangat terkenal, tetapi mobil Cheng You hanyalah mobil biasa. Pada saat seperti ini, yang paling penting adalah keterampilan mengemudi. Pemburu itu hendak mengatakan sesuatu, tetapi tiba-tiba membungkuk karena mobil melaju dengan sangat cepat. Secepat-cepatnya mobil Cheng You, sepeda motor itu masih jauh lebih cepat daripada mobilnya. Pemburu itu merasa sangat bersalah karena kecerobohannya. Melihat ke depan, dia kemudian melirik Cheng You dan bertanya, "Nona Cheng You, apakah kau punya tisu?" Cheng You berteriak dengan tidak sabar, "Cari saja sendiri." Pemburu itu tidak berani berkata-kata lagi, mengubrak-abrik isi laci mobil dan menemukan sekotak tisu. Dia lalu membuka jendela. Cheng You tercengang. "Apa kau sudah gila? Apa kau tahu apa yang kau lakukan?" Mengabaikan kata-kata Cheng You, pemburu itu merobek beberapa lembar tisu dan membuangnya keluar dari jendela. Pria bermotor itu tepat berada di samping mereka dengan kecepatan tinggi. Terkejut, dia terganggu oleh robekan-robekan tisu itu dan menggelengkan kepalanya. Cheng You tiba-tiba menyadari apa yang sedang dilakukan pemburu itu. Ketika sepeda motor melambat, Cheng You membuat mobil menggelincir dan menabrak sepeda motor tersebut. Dengan sebuah suara yang sangat keras, pria bersepeda motor itu jatuh ke samping. Namun, dengan keahliannya yang luar biasa, dia tidak terjatuh dan berhasil menyeimbangkan dirinya, dia dengan cepat menunduk untuk memeriksa apakah sepeda motornya yang berharga baik-baik saja. Ketika dia mendongak, mobil itu sudah berada jauh di depan dan mustahil baginya untuk menyusulnya. "Si*lan!" Pria bersepeda motor itu mengutuk dan menelepon Tang Mengying, "Mereka kabur." "Apa? Aku membayar sangat mahal untuk pelayananmu dan ini adalah cara kau membayarnya?" Mendengar suara melengkingnya melalui telepon, pria bermotor itu menggosok telinganya dengan tidak sabar. "Ya, tidak ada yang bisa kulakukan." Tang Mengying terdiam sejenak sebelum dia berkata, "Sepertinya kita hanya bisa bersikap proaktif." Kartu memory pada perangkat elektronik £¬ Chapter 217 - Sebuah Skandal Tentang Istrimu "Misinya sudah terbongkar." Ketika mendapat telepon dari Cheng You, waktu sudah menunjukkan lewat pukul 7 malam. Li Sicheng meletakkan sumpitnya serta-merta matanya menjadi lebih dingin. "Apa maksudmu?" Cheng You menjelaskan dengan singkat pada Li Sicheng tentang situasinya dan kemudian berkata, "Untungnya, pemburu itu mendapatkan SD card-nya kembali." "Ambilkan untukku." "Baik!" Ketika Cheng You dan pemburu itu tiba di rumah Li Sicheng, waktu menunjukkan sekitar pukul 9 malam. Su Qianci memusatkan perhatian pada laptopnya, duduk di sofa. Li Sicheng sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan. Mereka tampak harmonis bersama. Mendengar suara bel pintu, Su Qianci berdiri dan membukakan pintu, dan Li Sicheng juga menghentikan apa yang sedang dilakukannya. Saat memasuki ruangan, pemburu itu merasa sedikit malu untuk menghadapi Li Sicheng, dia berdiri agak jauh dengan kepala tertunduk. Cheng You menyerahkan SD card itu kepada Li Sicheng. Menggunakan laptop Su Qianci, Li Sicheng menonton video dalam SD card tersebut. Saat video itu diputar, wajahnya menjadi keras. Su Qianci menuangkan air untuk Cheng You dan pemburu itu dan juga datang untuk menonton video. Dia kebetulan mendengar apa yang dikatakan lelaki itu: "Ingat apa yang terjadi pada Pelatih Jin? Jika Li Sicheng mengetahui tentang hal ini ¡­." Li Sicheng menggertakkan giginya dan mengepalkan tinjunya, awan gelap terlihat di matanya. Satu-satunya Pelatih Jin yang bisa Li Sicheng pikirkan adalah yang satu itu. Jadi, insiden itu sangat mungkin direncanakan oleh Tang Mengying? Anaknya, anak pertamanya dan Su Qianci, dibunuh oleh Tang Mengying? Dia melirik Su Qianci. Su Qianci menjadi pucat. Menggigit bibir bawahnya, dia menatap layar laptopnya. Menyadari pandangan Li Sicheng, Su Qianci menatapnya dan jantungnya berdegup kencang. Li Sicheng menemukan bahwa ekspresi wajah Su Qianci adalah sebuah perpaduan dari pengharapan dan keraguan, tetapi tidak tampak keheranan sama sekali. "Itu adalah dia." Suara Su Qianci serak. "Dia yang menyebabkan bayiku meninggal." "Kamu mengetahui tentang hal ini?" Wajah Li Sicheng tampak murung. "Kenapa kamu tidak memberitahuku?" Jika Li Sicheng mengetahui tentang hal ini, Tang Mengying tidak akan hidup bahagia seperti itu. "Aku baru saja mengetahuinya. Selain itu ¡­." Su Qianci menunduk dan terkekeh dengan sebuah perasaan mencemooh dirinya sendiri. "Jika aku memberitahumu, apakah kamu akan percaya padaku?" Li Sicheng menatapnya dalam-dalam dan bertanya, "Kenapa aku tidak memercayaimu?" Su Qianci menatap Li Sicheng, perasaannya campur aduk. Kenapa Li Sicheng harus memercayainya? Haruskah dia berteriak kepada Li Sicheng mengatakan bahwa Tang Mengying adalah orang yang membunuh bayi mereka dan dia bukan orang yang baik? Apakah Li Sicheng akan percaya itu? Tidak mungkin. Seolah-olah dia belum pernah melakukan ini sebelumnya. Li Sicheng sudah lelah dengan tuduhannya di kehidupan sebelumnya, dan begitu juga orang lain. Di kehidupan saat ini, dia tidak akan membuat kesalahan yang sama. Jika dia tidak mengatakan apa-apa, tidak akan ada yang tersinggung, bukan? Melihat bahwa dia diam, Li Sicheng bertanya lagi, "Mengapa aku tidak percaya pada wanitaku sendiri?" Wanitanya ¡­. Li Sicheng memanggilnya dengan sebutan itu lagi. Pertama kali, Li Sicheng memanggilnya demikian ketika dia diganggu oleh wanita kaya itu di depan kampus. Ini yang kedua kalinya. Jadi, mungkinkah Li Sicheng serius? Bisakah dia menganggap Li Sicheng serius? Dia tidak ingin menjadi apa pun selain wanitanya, setelah semua ¡­. Pada saat itu, ponsel Li Sicheng berdering dan penelepon adalah Luo Zhan. Li Sicheng memasang panggilan itu pada pengeras suara dan suara Luo Zhan segera muncul: "Lihat Weibo. Ada sebuah skandal tentang istrimu." Chapter 218 - Kakak, Terlalu Banyak Informasi Hati Li Sicheng sangat kecewa dan buru-buru melihat ke situs web. Judul utamanya adalah: "Istri Li Sicheng yang tak terpuaskan bertemu dengan lelaki simpanannya pada larut malam." Tak terpuaskan? Lelaki simpanan? "Omong kosong!" Li Sicheng menggebrak meja. "Istri Li Sicheng tidak perlu dipuaskan sama sekali." Cheng You tiba-tiba menyadari sesuatu dan memandang Su Qianci. Wajah Su Qianci tiba-tiba memerah sambil dia menarik Li Sicheng dengan pandangan menyalahkan. Melalui telepon, Luo Zhan juga tersedak. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Kakak, terlalu banyak informasi." Li Sicheng terdiam. "Akan tetapi, aku telah meretas semua fotonya dan menggantinya dengan foto pernikahanmu. Tidak ada apa pun selain judul ini. Aku berpikir hal ini tidak akan menjadi sebuah masalah lagi." Memang, ketika Li Sicheng mengeklik artikel itu, semua yang bisa dia lihat hanyalah foto pernikahan mereka. Su Qianci tampak sangat menawan di foto-foto tersebut, sementara Li Sicheng selalu memasang wajah datar tanpa ekspresi ketika foto-foto itu diambil. Jika bukan karena kakek, Su Qianci tidak ragu lagi bahwa dia akan segera memalingkan wajahnya. Namun ¡­. "Kenapa kau memiliki foto-foto ini?" "Aku meretas laptop istrimu," kata Luo Zhan dengan gamblang. Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar. Orang ini meretas komputernya? Apakah dia tahu cara mengeja "privasi"? Selain itu, dia mengumumkan hal ini seolah-olah hal itu tidak penting. Li Sicheng menggeser ke bawah dan menemukan topik itu telah menjadi topik yang paling populer beberapa menit setelah diunggah, yang berarti ada seseorang yang sengaja mempromosikannya. "Siapa itu? Apa kau sudah mengetahuinya?" "Tentu saja. Aku Z!" Pemburu bertanya dengan nada tak percaya, "Kau Z?" Mendengar suara orang lain, Luo Zhan berkata, "Kau memasangku di pengeras suara?" "Ya" "Si*lan! Siapa saja di sana?" "Istriku, asistenku, dan seorang pemburu bodoh." Jari Li Sicheng menari di atas kibor, mengetik sebuah artikel. Luo Zhan ingin mengeluh, tetapi tiba-tiba melihat hasil karya Li Sicheng. "Kau yang mengirim artikel itu? ''Semua media dipersilakan datang pada konferensi pers istri saya pada tanggal 15 Oktober.'' Ya ampun, dan ada foto kalian berciuman. Apakah kau sedang mengumumkan perang?" Li Sicheng tersenyum dan berkata, "Ya." Itu adalah yang sedang dia lakukan. Dengan hati yang sangat gembira, Tang Mengying membuka Weibo, memeriksa artikel yang telah dia bayar. Su Qianci pasti telah menjadi seseorang yang sangat dibenci sekarang. Tang Mengying bertanya-tanya seperti apa ekspresi wajah yang dimiliki Li Sicheng. Namun, setelah mencari lagi dan lagi, semua yang bisa ditemukan oleh Tang Mengying adalah topik: konferensi pers Nyonya Li. Dia mengekliknya dan melihat artikel Li Sicheng dengan segera. Dan ada sebuah foto juga - sebuah foto menawan Li Sicheng dan Su Qianci sedang berciuman. Kualitas fotonya tidak terlalu bagus. Jelas terlihat bahwa foto itu diambil mengunakan sebuah ponsel. Latar belakangnya adalah samudra biru. Su Qianci mengenakan gaun merah yang terbuka di bagian bahu, memeluk Li Sicheng dengan wajah bersemu merah. Li Sicheng mencium bibirnya dalam-dalam ¡­. Napas Tang Mengying memburu saat dia menjerit dan membanting laptopnya. "Dasar baj*ngan!" Mendengar suara itu, Nyonya Tang berlari ke dalam, bertanya, "Apa yang terjadi?" Melihat ibunya, Tang Mengying segera terisak, "Ibu ¡­ apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa menunggu sampai hari itu. Aku harus memberitahu dunia bahwa bayi yang kukandung adalah milik Li Sicheng." "Jika Su Qianci pel*cur itu mengetahui tentang hal itu, apakah kau pikir kau bisa mempertahankan bayi ini?" Nyonya Tang membantah. "Jangan khawatir. Aku punya sebuah cara yang lebih baik." Chapter 219 - Sangat Tidak Adil Untuk Para Lajang Setelah Li Sicheng mengirim artikel tersebut, Cheng You mendapat sebuah telepon dan menjawabnya dalam bahasa Inggris. Su Qianci cukup terkesan dengan kemampuan berbahasa asisten Li Sicheng itu. Mempertimbangkan apa yang baru saja terjadi, Cheng You memang seorang bawahan yang cakap. Tidak heran dia bekerja bersama Li Sicheng selama delapan tahun di kehidupan Su Qianci sebelumnya. Bahkan setelah Cheng You menikah dan melahirkan, Li Sicheng tidak mau melepaskannya dan membayar lebih agar dia tetap bekerja. Setelah menerima telepon itu, ekspresi wajah Cheng You menjadi agak kelam saat dia memanggil, "Tuan Li." "Aku mendengarmu. Sesuatu terjadi di Amerika?" "Ya. Tuan Stewart sakit agak parah. Dia tidak punya banyak waktu dan dia ingin bertemu denganmu." Tuan Stewart? Su Qianci mengenal nama itu. Ketika Li Sicheng belajar di luar negeri, Tuan Stewart adalah profesornya. Karena Tuan Stewart kehilangan putranya, dia memperlakukan murid kesayangannya, Li Sicheng, seperti putranya. Terkadang, ketika Li Sicheng memiliki waktu luang, dia akan pergi ke Amerika dan mengunjungi lelaki tua itu. Su Qianci teringat bahwa di kehidupan sebelumnya, Tuan Stewart meninggal sekitar periode waktu ini. Li Sicheng terdiam sesaat dan menatap Su Qianci. "Kamu harus pergi," kata Su Qianci sebelum Li Sicheng berkata sesuatu. "Kita tidak tahu berapa lama dia bisa menunggu, jadi kamu harus pergi secepatnya." Li Sicheng mengangguk dan berdiri, mendaratkan sebuah ciuman di dahi Su Qianci. "Aku akan kembali secepatnya." "Tuan Li, apakah saya perlu ikut dengan Anda?" Cheng You bertanya. "Itu tidak perlu. Tinggallah di Kotaraja dan kelola urusan perusahaan untukku. Jika ada sesuatu yang tidak bisa kau putuskan, telepon aku." "Mengerti." "Juga, tindak lanjuti konferensi pers-nya." "Akan kulakukan." "Terima kasih banyak." Cheng You bergidik, mendengar ucapan terima kasih yang langka dari bosnya. Dia menjadi gagap, "Tidak masalah." Su Qianci menahan senyumnya dan berkata, "Aku akan berkemas untukmu." "Kita bisa berkemas bersama." Cheng You dan si pemburu merasa sedikit canggung. Pemburu itu berkata, "Aku akan pergi." Cheng You mengangguk dan berkata, "Aku akan mengantar Tuan Li ke bandara sebentar lagi." Ketika mereka naik ke lantai atas, Su Qianci mengeluarkan koper dan berkemas sambil berkata, "Ingatlah untuk makan tepat waktu. Mungkin sedikit dingin di sana. Aku akan menaruh beberapa jaket untukmu. Ingatlah untuk mengganti ¡­." Sebelum dia selesai, Su Qianci menyadari bahwa pria di sebelahnya telah memeluknya. Su Qianci berhenti sejenak dan wajahnya terasa terbakar. "Apa lagi?" Li Sicheng berbisik dengan sebuah suara yang dalam. Sambil mengatakan itu, dia membalikkan tubuh Su Qianci. Wajahnya begitu lembut sehingga Su Qianci tidak bisa menghentikan imajinasi liarnya. Tersipu malu, Su Qianci balas memeluknya, mengingat bahwa dia tidak akan bisa melihat Li Sicheng dalam beberapa hari. Mendongak, dia berkata, "Kembalilah sesegera mungkin." Mata Li Sicheng tersenyum saat dia mengecup bibirnya. "Keinginanmu adalah perintah untukku, Sayangku." Mendengar jawaban genitnya, Su Qianci semakin tersipu, mendorong Li Sicheng menjauh, dan mulai berkemas. Cheng You sangat efisien. Dia telah memesan tiket pesawat ke New York dalam waktu singkat. Penerbangannya akan berangkat dalam dua jam. Cheng You telah menunggu beberapa saat setelah dia mengambil mobil ketika dia melihat Su Qianci dan Li Sicheng turun. Namun, di pintu, Li Sicheng tiba-tiba berhenti, menurunkan kopernya, dan mencium Su Qianci sambil mendorongnya hingga bersandar ke pintu. Wajah Cheng You serasa terbakar saat dia merintih dalam hati: sangat tidak adil bagi para lajang. Chapter 220 - Berusaha Mendekatinya Setelah beberapa saat, Li Sicheng melepaskan Su Qianci dengan enggan. "Kunci pintu dan jendelanya. Berhati-hatilah di rumah." "Oke." "Besok, Nanny Rong akan datang. Minta dia untuk memindahkan barang-barangmu ke kamar kita." "Oke." "Tinggallah di rumah dan tunggu aku kembali." "Oke." "Aku pergi sekarang." "Oke." Li Sicheng membelai rambut Su Qianci dengan penuh kasih sayang sebelum dia mengangkat kopernya dan berjalan ke mobil Cheng You. Saat melihat dia pergi, Su Qianci merasa senang dan sedih pada saat bersamaan. Kembali ke dalam rumah, dia mengambil laptopnya dan kembali ke kamarnya, melihat dua panggilan tak terjawab dari Lu Yihan, dan satu dari Song Yifan. Su Qianci segera menelepon Lu Yihan kembali, dan dia tidak menjawab. Kemudian Su Qianci menelepon Song Yifan, dan dia dengan cepat mengangkatnya, "Halo, Qianci." "Paman Song." "Kau punya waktu sebentar? Aku perlu bicara tentang sesuatu." "Baiklah." "Apakah kau ada acara pada tanggal dua belas? Bagaimana kalau kau ikut denganku ke konserku di ibu kota?" "Ibu kota?" "Ya. Kita akan berangkat Jumat sore dan kembali Minggu sore, tanggal empat belas," kata Song Yifan, dan seolah-olah dia takut Su Qianci akan berkata tidak, dia dengan cepat menambahkan, "Jika kau tidak punya waktu, tidak apa-apa ¡­. " "Aku akan merasa senang untuk pergi," potong Su Qianci. "Lagipula Li Sicheng tidak ada di rumah, jadi cukup membosankan untuk tinggal di rumah sendirian." "Benarkah?" Song Yifan terdengar terkejut. "Aku tidak ada kelas Jumat sore. Jam berapa kita bertemu?" "Jam 3 sore. Aku akan memesankan tiket pesawat untukmu." "Fantastis." "Sampai bertemu nanti." Setelah dia menutup telepon, Su Qianci melengkungkan bibirnya. Itu bisa saja hanya ilusinya, tapi dia merasa Song Yifan sedang berusaha mendekatinya. Apakah Song Yifan juga mencurigai bahwa dia sebenarnya adalah putri kandungnya? Berbaring di tempat tidur, Su Qianci menatap langit-langit dengan hampa. Ayah, sebuah kata yang asing ¡­. Ketika Su Qianci pergi ke kampus pada hari berikutnya, banyak orang yang memandangnya dengan berbeda. Su Qianci mengabaikan tatapan yang dilemparkan padanya, memeriksa ponselnya, dan menemukan apa yang disebut skandal itu sudah dilupakan. Di sisi lain, topik #KonferensiPersNyonyaLi adalah topik paling panas. Seorang gadis dengan sengaja duduk di sebelah Su Qianci, melirik ponselnya, dan menyenggol sebuah bolpoin di atas meja Su Qianci. Bolpoin itu jatuh ke lantai, dan gadis itu dengan cepat membungkuk untuk mengambilnya, meminta maaf, "Aku sangat menyesal. Tidak bermaksud melakukan itu." Su Qianci menoleh, tersenyum pada gadis itu, dan berkata, "Tidak apa-apa." Gadis itu berpura-pura terkejut dan berseru, "Kau Su Qianci?" "Ya." "Ya Tuhan, aku mendapat kehormatan untuk melihat Nyonya Li yang legendaris. Aku mendengar bahwa kau akan mengadakan sebuah konferensi pers dalam beberapa hari. Semoga sukses!" "Itu sangat munafik," kata sebuah suara melengking, penuh penghinaan. "Jika kau ingin pergi, katakan saja. Tidak perlu basa-basi." Gadis itu merasa malu, menatap Su Qianci. Dia berpikir bahwa Su Qianci akan sedingin beberapa hari yang lalu, tetapi Su Qianci hanya tersenyum dan berkata, "Jika kau tidak ada acara pada saat itu, silakan bergabung dengan kami." Mendengar itu, banyak gadis di kelas yang berseri-seri dan mendekati Su Qianci. Su Qianci mengeluarkan setumpuk undangan dari tasnya dan berkata, "Aku belum menyiapkannya beberapa hari yang lalu, jadi aku tidak mengundang kalian. Ini undangannya, dan kalian bisa mengajak teman-temanmu." Undangan itu seperti magnet di antara para gadis dan lenyap hanya dalam waktu satu menit. Dengan sebuah senyuman, Su Qianci memiliki sebuah tatapan yang penuh arti di wajahnya. Gadis-gadis adalah makhluk penggosip. Dalam perang tak berdarah ini, hanya reputasi yang dipertaruhkan. Sejak Tang Mengying ingin menghancurkan reputasi Su Qianci, Su Qianci harus melawan mata ganti mata. Chapter 221 - Seperti Seorang Idiot Mungkin karena undangannya tersebut, Su Qianci diminta untuk makan bersama teman-teman sekelasnya setelah kelas berakhir. Ini adalah pertama kalinya dia mencoba bergaul dengan teman-teman kampusnya. Pada awalnya, Su Qianci merasa sedikit canggung, tetapi setelah beberapa hari, dia mulai merasa nyaman. Segera, tibalah hari Jumat. Setelah kelas berakhir, Su Qianci menolak undangan untuk makan siang bersama. Sopir Yang telah menunggunya. Su Qianci pulang ke rumah dan mengemasi barang-barangnya. Setelah makan sesuatu, dia melihat jam dan menemukan bahwa itu belum pukul 1. Namun, ketika Su Qianci hendak pergi ke bandara, dia tiba-tiba mendapat sebuah undangan yang mengejutkan. Melihat tubuh Tang Mengying yang jelas telah bertambah beberapa kilogram, Su Qianci mengaduk kopi di depannya tetapi tidak meminumnya. Tang Mengying meneguk jusnya yang baru diperas dan menghela napas. "Aku tidak tahu bahwa kita bisa duduk bersama seperti ini. Aku merindukan masa lalu dan bertanya-tanya sejak kapan kita telah berubah." Su Qianci tersenyum. Dia telah berakhir dalam situasi yang sangat menyedihkan di kehidupan sebelumnya. Jika dia tidak menjauh dari Tang Mengying, itu akan aneh. Su Qianci tidak berbicara, menatap Tang Mengying seolah-olah Tang Mengying adalah seorang idiot. Tang Mengying tidak tahan dengan pandangan dari Su Qianci itu dan kehilangan ketenangannya. Dia mendekati Su Qianci dan berkata, "Aku meminta kau keluar hari ini untuk memberi tahu sebuah kabar yang sangat bagus." Su Qianci meliriknya dengan simpatik dan menghela napas. "Apa itu?" Su Qianci terdengar seperti sedang berbicara dengan orang yang cacat mental. Tang Mengying tiba-tiba kesal dan menjadi marah. Meskipun Su Qianci tidak melakukan apa-apa dan hanya mengatakan satu kalimat, Tang Mengying tidak dapat menahan diri sehingga kehilangan kendali. Melihat wajah marah Tang Mengying, Su Qianci berkata sambil tersenyum samar, "Kau mengajakku keluar di tempat umum seperti ini, jadi aku yakin bahwa berita itu adalah sesuatu yang istimewa." Tempat itu adalah sebuah kafe yang ramai. Jika terjadi sesuatu, semua orang di kota akan mengetahuinya. Tang Mengying melihat bahwa Su Qianci terpengaruh dan tersenyum puas. "Bukan sebuah masalah besar ¡­ hanya saja aku mungkin telah mengalahkanmu dalam suatu hal. Dua bulan yang lalu, ketika aku sedang dalam perjalanan bisnis dengan Kakak Sicheng, kami melakukannya." Meskipun Su Qianci sudah mengetahui apa yang akan dia katakan, Su Qianci tidak bisa menahan rasa sakit hati dan mengencangkan cengkeramannya pada sendok kecil itu. Panggilan telepon itu adalah sesuatu yang tidak pernah bisa dilupakan oleh Su Qianci. Namun, bukankah Li Sicheng sudah memberitahunya bahwa dia adalah wanita pertama dan satu-satunya? Jadi, dia harus percaya pada Li Sicheng, bukan? Reaksi Su Qianci hampir tak terlihat, tetapi Tang Mengying mampu menangkapnya dan melanjutkan dengan sebuah senyum bahagia, "Kakak Sicheng sangat berbeda di tempat tidur dari biasanya - begitu bergairah. Apakah dia juga bersikap sama denganmu?" Tangan Su Qianci diam tak bergerak. Jangan marah ¡­. Sangat jelas apa yang sedang dilakukan Tang Mengying. Dia mencoba menyulut api kemarahan Su Qianci di tempat umum. Jika itu adalah Qianci yang lama, Su Qianci akan melompat dan menyiramkan kopi ke wajahnya serta menjambak rambutnya, berteriak pada wanita itu. Pada saat itu, hanya Tuhan yang tahu berapa banyak orang yang sedang menatap Nyonya Li. Jika berita semacam ini tersebar, Li Sicheng dan seluruh keluarga Li akan dipermalukan. Itu tepat seperti yang Tang Mengying inginkan. Chapter 222 - Jijik Hanya Dengan Memikirkannya Su Qianci selalu menyadari bahwa dia bukan orang yang paling pintar. Tapi itu tidak berarti dia bodoh. Menghadapi Tang Mengying, Su Qianci luar biasa tenang dan berkata sinis, "Benarkah itu?" Suaranya begitu datar sehingga sepertinya dia tidak peduli. Tang Mengying tidak melihat apa yang dia harapkan dan merasa sedikit bingung. Su Qianci menjadi semakin cerdas, dan lebih sulit bagi Tang Mengying untuk mengendalikan wanita itu. Jelas, itu bukan kabar baik bagi Tang Mengying. Tidak ada yang berbicara. Dua menit berlalu dan terasa sangat canggung. Tang Mengying tidak tahan lagi dan terlihat seperti dia sedang bergumul. "Qianci, aku pikir aku harus memberitahumu sesuatu yang lain." "Apa itu?" "Aku hamil. Bayinya ¡­ milik Kakak Sicheng." Su Qianci tampak sedikit terkejut, meletakkan sendoknya, dan memandang Tang Mengying. Melihat bahwa Su Qianci akhirnya bereaksi, Tang Mengying melanjutkan, "Usianya sekitar tiga bulan. Bayinya laki-laki dan sudah memiliki detak jantung. Keluarga Li sangat menghargai seorang putra yang dapat meneruskan nama keluarga. Aku yakin mereka tidak ingin anak itu menjadi seorang anak haram. Jadi, Qianci, bisakah aku memintamu untuk menyingkir? Aku tahu kau pasti sangat marah sekarang, tapi tolong jangan melakukan apa pun dengan sembrono. Kakak Sicheng sangat peduli dengan bayi ini, tapi dia tidak ingin kau marah, dan karena itu dia menyuruhku untuk berbicara denganmu. Dia berharap kau bisa melepaskannya. " Su Qianci tidak berbicara tetapi merasa geli. Wanita ini akan melakukan apa saja untuk membuatnya jijik. Tang Mengying melihat cibiran Su Qianci dan bertanya, "Apakah kau tahu dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menyentuhmu, dan bahwa dia tidak mencintai orang lain selain aku?" Setelah dia mengatakan itu, Tang Mengying menatap Su Qianci. Mendengar kata-kata itu, mata Su Qianci berubah. Merasa sangat gembira, Tang Mengying berpikir, jadi itu sungguhan? Jadi, satu-satunya waktu Li Sicheng pernah berhubungan seks adalah dengan dirinya saat di Australia? Benar-benar sebuah kejutan! Saat mengingat suara Li Sicheng dan tubuhnya pada malam itu, Tang Mengying tidak bisa menahan perasaan senangnya. Tang Mengying tidak bisa menahan diri dan berkata lagi, "Apakah kau tahu bahwa posisi favoritnya adalah meniduriku dari belakang? Terasa sakit pada awalnya, tetapi dia benar-benar sangat lembut denganku sejak dia tahu bahwa aku hamil. Kakak Sicheng adalah pria yang luar biasa. Terakhir kali, bibi juga memberitahuku bahwa dia tidak begitu menyukaimu dan tidak benar-benar menerimamu. Kurasa itu sebabnya dia kembali padaku lagi dan lagi ¡­." Setiap kata ibarat sebuah tamparan di wajah Su Qianci. Dia tidak tahu posisi bercinta apa yang disukai Li Sicheng ¡­ namun, dia tidak akan percaya apa pun yang dikatakan Tang Mengying. Dia telah dibohongi berjuta kali oleh Tang Mengying di kehidupan sebelumnya. Setidaknya dia mengetahui bahwa Li Sicheng tidak sudi berbohong kepada siapa pun. Jadi, tidak terkecuali pada dirinya juga, kan? Su Qianci meyakinkan dirinya sendiri dalam hati dan menatap Tang Mengying dengan sebuah tatapan dingin, bertanya, "Apakah kau tahu apa itu obsesi patologis 1 ?" Dia menyebut Tang Mengying delusional 2 . "Di seluruh Kotaraja, 80% wanita ingin melahirkan anak suamiku. Kau telah mencoba merayunya berkali-kali sehingga kalaupun dia menyukaimu meski hanya sedikit, mustahil baginya untuk menolaknya. Selain itu ¡­." Su Qianci berdiri, mendekati Tang Mengying, dan berbisik, "Doggy style 3 adalah posisi yang paling Li Sicheng tidak sukai." Melihat wajah Tang Mengying yang tiba-tiba menjadi kelam, Su Qianci merasa jauh lebih baik dan menambahkan, "Dengan posisi seperti itu, dia akan merasa bahwa dia sedang meniduri seorang pel*cur, yang mana sangat memuakkan. Tidakkah kau berpikir demikian?" Tang Mengying tersentak dan menggeram, "Apa maksudmu?" Su Qianci memanggilnya pel*cur! Su Qianci melangkah mundur, tersenyum dengan elegan, mengambil dompetnya dan berkata, "Aku punya urusan lain untuk dihadiri dan harus pergi sekarang." Dia tidak mengetahui apakah Li Sicheng menyukai doggy style atau tidak. Namun, Su Qianci dengan sengaja mengatakan hal itu. Gangguan psikologis di mana seseorang disibukkan dengan pikiran bahwa pasangan atau pasangan seksual mereka tidak setia tanpa memiliki bukti nyata, bersama dengan perilaku yang tidak dapat diterima atau tidak normal yang berhubungan dengan pikiran-pikiran ini. Berpikiran atau berpandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal Posisi bercinta di mana seseorang membungkuk merangkak (biasanya di tangan dan lutut) untuk berhubungan seksual Chapter 223 - Dia Yang Membayar Tang Mengying merasa sangat marah sehingga dia ingin pergi mengejar Su Qianci, tetapi Su Qianci menunjuk Tang Mengying dan berkata kepada pelayan, "Dia yang membayar." Pelayan itu segera menghentikan Tang Mengying dan membawa bonnya. Su Qianci melangkah keluar dari kafe dan sopir Yang mengantarnya langsung ke bandara. Song Yifan telah menunggunya di gerbang bandara. Melihat Su Qianci keluar dari mobil, dia merasa lega dan pergi menghampirinya. "Kau akhirnya di sini?" "Maaf, aku terlambat. Kenapa Paman menunggu di sini? Di luar sangat panas." Song Yifan tersenyum malu-malu dan mengambil koper Su Qianci. Sopir Yang merasa sedikit terkejut, tetapi pada saat yang sama, dia merasakan akan ada sebuah masalah. Apakah lelaki tua ini mencoba menggoda Nyonya Li? Dia harus memberi tahu Tuan Li tentang hal itu. Setelah Su Qianci dan Song Yifan masuk ke dalam bandara, sopir Yang dengan cepat menghubungi Li Sicheng. Kelompok musik Song Yifan tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Mereka jelas bangga dengan reputasi mereka sendiri. Meskipun rekan-rekan Song Yifan tidak mengatakan apa pun yang menentang usulnya mengundang seorang gadis untuk bergabung dengan konsernya, mereka mengeluhkannya dalam hati. Namun, saat mereka melihat Su Qianci, mereka semua mengerti mengapa Song Yifan mengundangnya ke sebuah konser yang begitu penting. Gadis ini terlihat sangat mirip dengan wanita di foto ¡­. Di bandara, Su Qianci bertemu dengan semua rekan Song Yifan dan menemukan bahwa mereka sangat mudah bergaul. Ketika mereka sampai di ibu kota, hari sudah senja. Kota itu tertutup kabut abu-abu, tidak seperti udara segar di Kotaraja. Setelah turun dari pesawat, seseorang segera datang menjemput mereka, dan membawa mereka ke sebuah pesta makan malam. Song Yifan mengetahui bahwa Li Sicheng selalu berusaha melindungi Su Qianci dan jarang membawanya ke acara-acara seperti ini, jadi dia mengusulkan untuk mengantar Su Qianci ke hotel terlebih dahulu, tetapi Su Qianci mengatakan bahwa hal itu tidak perlu. Setelah minum-minum untuk sementara waktu, tuan rumah melihat Su Qianci dan bertanya, "Ini adalah?" "Tamu Tuan Song. Nama keluarganya Su." "Su Qianci?" Tuan rumah jelas-jelas telah mengetahuinya. Baru-baru ini, keluarga Li sering sekali muncul menjadi berita, jadi dia mengenalinya. "Nyonya Li?" "Ya," Su Qianci mengangguk dan berkata. "Sungguh suatu kehormatan! Saya tidak tahu Anda akan berada di ibu kota." Bahkan yang lebih mengejutkannya adalah Song Yifan bisa berhubungan dengan Su Qianci. Karena Song Yifan sendiri belum menikah, dia bertanya-tanya ¡­. "Hanya sedang berjalan-jalan dengan Paman Song." "Oh ¡­." Tuan rumah itu tersenyum dan mengubah topik pembicaraan. Ketika pesta makan malam selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Song Yifan memesan sebuah suite mewah untuk Su Qianci, yang membuat rekan-rekannya, yang hanya bisa tinggal di kamar standar, merasa sangat iri. Su Qianci tidak mengetahui bahwa dia mendapat perlakuan khusus. Keesokan harinya, Song Yifan membawanya ke Gedung Opera Ibu kota untuk melihat kelompok musiknya yang sedang berlatih. Setelah menonton sebentar, Su Qianci meminjam sebuah biola cadangan dari pemain biola di kelompok musik itu dan bermain bersama mereka. Alat musik favoritnya adalah piano, kemudian biola. Ketika dia meletakkan biolanya, semua orang memandangnya. "Bagus sekali!" kata pemain biola yang adalah seorang wanita. Orang lain juga bertepuk tangan. Chapter 224 - Ayah Angkat Semua orang di kelompok musik itu adalah seorang ahli di alat musiknya masing-masing, jadi Su Qianci langsung tersipu mendengar pujian mereka. "Memang bagus sekali." Song Yifan berjalan menghampiri dan bertanya, "Sudah berapa lama kau bermain alat musik?" "Tiga ¡­ empat tahun ¡­." Tentu saja, itu di kehidupan sebelumnya. "Itu sebuah pencapaian yang luar biasa dalam waktu sesingkat itu ¡­. Bakat seperti ini ¡­." Pemain biola itu tertawa kecil dan melihat sekeliling. Meskipun dia tidak mengatakannya, semua orang mengerti apa yang dia maksudkan. Mendengar perkataan pemain biola itu, wajah Song Yifan memerah karena gembira dan berkata, "Kau ingin bermain lagi? Mari bermain bersama." "Oke." Song Yifan dan Su Qianci bermain dengan sebuah harmonisasi yang sangat bagus sehingga terdengar seperti mereka telah berlatih sebelumnya. "Luar biasa!" Pemain biola itu bertepuk tangan. "Jika bukan karena Song Yifan belum menikah, aku akan percaya kau adalah putrinya." Su Qianci melirik Song Yifan. "Jangan bercanda seperti itu." Meskipun Song Yifan mengatakan itu, dia tersenyum cerah. Jelas, dia benar-benar menikmati komentar itu. Semua rekannya mengenal Song Yifan dengan baik dan seseorang segera berkata, "Sekarang setelah kau mengatakan hal itu, aku memang melihat ada kemiripan, terutama di bagian mulut mereka." "Ya, memang. Dan dia juga terlihat seperti gadis di foto yang disimpan Yifan di dompetnya." "Itu benar. Mungkinkah itu ¡­." Semua orang memandang mereka berdua. Su Qianci tersenyum tetapi tidak berbicara. Song Yifan khawatir bahwa Su Qianci mungkin akan marah dan dengan cepat berkata, "Hentikan itu. Nama keluarga ibunya adalah Su." "Jadi, kau memakai nama keluarga ibumu? Bagaimana dengan ayahmu?" Seseorang tiba-tiba menyeletuk dan dia menerima tatapan sengit dari Song Yifan. Su Qianci tidak peduli dengan hal itu dan berkata jujur, "Aku tidak punya ayah. Ibuku meninggalkanku di depan panti asuhan ketika aku masih kecil." "Itu mengerikan. Tapi karena kau tidak mempunyai seorang ayah dan Yifan selalu menginginkan seorang anak perempuan, dia bisa menjadi ayah angkatmu." "Itu betul!" Ketika orang-orang bersorak, Song Yifan merasa sedikit tidak senang dan berkata, "Sudah cukup. Su Qianci adalah tamuku, dan konsernya akan segera dimulai. Berhentilah bermain-main." "Tamu? Apakah dia akan bergabung dengan kita dan ikut bermain?" Seseorang bertanya. "Kurasa seharusnya begitu. Dia sama bagusnya dengan Anna saat bermain biola." "Bagaimana menurutmu, Qianci?" Ketika semua orang sedang menatapnya, Su Qianci menjadi gugup. "Apakah akan terlalu merepotkan? Aku takut kalau aku tidak bermain dengan baik ¡­." Dan juga, bukankah acara ini sangat penting? Bagaimana jika dia melakukan kesalahan? "Jangan khawatir. Jangan gugup. Ikuti saja aba-abaku." Pemain biola itu terlihat percaya diri. "Kau hebat." Sejujurnya, Su Qianci juga ingin mencobanya. Itu adalah salah satu mimpinya. Di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah memiliki kesempatan seperti ini. Haruskah dia mengambilnya sekarang? "Tidak apa-apa." Song Yifan menatapnya. "Jika kamu merasa gugup, kau bisa mengamati hari ini, dan kami masih memiliki pertunjukan lain besok." "Aku akan melakukannya." Su Qianci sedikit tersipu dengan matanya yang berbinar. "Aku ingin mencobanya. Boleh kan?" Melihat dia menjadi gugup dan penuh harapan, Song Yifan tersenyum dan membelai rambutnya. "Tentu saja, gadis kecil." Chapter 225 - Melucuti Pakaian Di Depan Semua Orang Gerakan yang akrab itu membuat Su Qianci membeku sejenak. Dia mendongak dan melihat tatapan kebapakan di mata Song Yifan. Dia benar-benar memperlakukan Su Qianci seperti putrinya sendiri. Sesuatu menghantam hati Su Qianci. Ayah. Sebuah kata yang asing. Kata yang dia dambakan selama lebih dari dua dekade. Su Qianci tidak menolak sentuhan Song Yifan dan mengangguk. Melihat itu, semua anggota kelompok musik itu tersenyum, dan tidak ada yang mengatakan apa-apa lagi. Di ruang konser Gedung Opera Ibu kota, semua tamu yang hadir merupakan para pemimpin negara dan diplomat luar negeri. Setelah mendengarkan pertunjukan dengan tenang, tepuk tangan penonton menggelegar seperti guntur. Bahkan di belakang panggung, Su Qianci bisa mendengar pujian yang semua orang berikan kepada Song Yifan. Apakah pria seperti ini benar-benar ayahnya? Itu malam yang dingin di Kotaraja pada bulan Oktober. Setelah makan malam, Li Weiya dan Tang Mengqing mengobrol dan tertawa-tawa saat mereka pulang kembali ke asrama mereka. Tiba-tiba, Tang Mengqing mendapat sebuah telepon. "Aku di hutan di sisi kiri sekolah. Kemarilah sendirian." Tang Mengqing mendengar itu dan berkata pada Li Weiya, "Weiya, kau pulang duluan. Ada sesuatu yang harus kuurus." "Tapi jam malam ¡­." "Tidak apa-apa. Pulanglah lebih dulu." "Oke ¡­." Li Weiya berusaha menyingkirkan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Saat itu sudah larut malam. Apakah Tang Mengqing mempunyai seorang kekasih yang baru? Terakhir kali, aborsinya menyebabkan sejumlah drama di keluarga dan sekolahnya, yang merusak reputasinya dengan parah. Sekarang setelah semuanya selesai, Li Weiya berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi lagi. Setelah memikirkannya, Li Weiya diam-diam mengikuti Tang Mengqing. Jika Tang Mengqing akan melakukan sesuatu tanpa berpikir, Li Weiya bisa menghentikannya. Namun, tak disangka, Tang Mengqing berjalan menuju sebuah van. Van itu tampak biasa saja, tetapi dengan status sosial Li Weiya, van itu tampak sangat buruk baginya. Apakah Tang Mengqing menyukai seorang anak laki-laki yang mengemudikan van seperti itu? Sedikit kecewa, Li Weiya mengikutinya dan menemukan dia masuk ke dalam van. Jendela van itu terbuka. Ketika Li Weiya bersembunyi di balik pohon dan ingin melihat sekilas ke dalamnya, dia mendengar suara yang dikenalnya, "Minta Li Weiya untuk memberikan ini kepada Su Qianci." Tang Mengying? Apa artinya ini? Jika dia ingin bertemu Tang Mengqing, mengapa dia melakukannya secara diam-diam? Kemudian Li Weiya mendengar Tang Mengqing bertanya dengan nada suara kebingungan, "Lipstik? Mengapa kau memberi wanita yang menjijikkan itu sebuah lipstik?" "Lipstik ini mengandung afrodisiak di dalamnya. Saat dia memulas lipstik ini di bibirnya, dalam waktu satu jam, dia akan melucuti pakaiannya di depan semua orang. Tidakkah kau berpikir itu akan menjadi sebuah pertunjukan besar jika hal itu terjadi di tengah-tengah konferensi pers-nya?" Suara Tang Mengying sangat dingin. Kata-kata jahatnya membuat Li Weiya bergidik. Tang Mengying selalu terlihat rupawan dan lembut, memperlakukan semua orang dengan baik. Selain itu, bukankah dia adalah teman baik Li Sicheng? Kenapa dia menyakiti istrinya? Kata-kata itu mengandung terlalu banyak informasi untuk Li Weiya, dan terlalu jahat. Tang Mengqing sangat gembira. "Benarkah? Ya Tuhan, kakak kau sangat cerdik. Aku ingin tahu apa yang akan dilakukan Su Qianci. Jika dia benar-benar melakukan sesuatu yang begitu tidak tahu malu di depan tamu-tamu terhormat, bahkan Kapten Li sekalipun tidak akan bisa melindunginya." Tang Mengying menyeringai. "Pada saat itu, pertunjukannya akan lebih daripada ini. Aku akan membuatnya sangat terhina sampai dia ingin bunuh diri." Chapter 226 - Gadis Itu Terlihat Seperti Ibuku Acara terakhir di ibu kota berlangsung di pagi hari. Setelah menyetujui untuk bergabung naik ke panggung, Su Qianci bangun lebih awal dan merias dirinya. Setelah apa yang tampaknya seabad, dia akhirnya memilih gaun yang bisa dikenakannya ke acara tersebut. Su Qianci mengira bahwa acara terakhir akan sama dengan konser sebelumnya. Namun, ketika dia tiba di sana, dia mendapati bahwa acara itu adalah sebuah festival musik. Orang-orang yang tampil adalah musisi-musisi yang hanya bisa disaksikan di TV di kehidupan Su Qianci sebelumnya. Banyak musisi besar! Ketika Su Qianci tiba dengan kelompok musiknya, dia merasa seperti berada dalam mimpi. Saat Song Yifan menyapa semua orang, banyak teman-temannya dari luar negeri yang memeluknya dan menyapanya dengan ciuman di pipi. Banyak orang yang memperhatikan Su Qianci, sang gadis baru. Song Yifan memperkenalkannya sebagai seorang teman muda yang datang untuk belajar. Namun, Su Qianci tiba-tiba merasakan sebuah tatapan dan kemudian melihat sebuah wajah yang dikenalnya. Seorang pria jangkung mengenakan sebuah setelan biru dengan sebuah dasi merah. Berjalan ke arahnya dengan elegan, dia menyapa, "Lama tak jumpa, Nyonya Li." "Bo Xiao?" Su Qianci merasa terkejut, tetapi segera mengerti bahwa Bo Xiao sudah mendapatkan sebuah tempat di festival ini. Bahkan Su Qianci sendiri berada di sini, jadi tentu saja Bo Xiao pasti berada di sini juga. "Saya merasa terhormat bahwa Nyonya Li masih mengingatku." Bo Xiao mengangkat gelasnya dan kemudian melihat ke arah Song Yifan. "Tuan Song, jadi Anda mengenal satu sama lain?" Senyum Song Yifan yang hampir selalu menghiasi wajahnya tiba-tiba menghilang saat dia melihat Bo Xiao. "Saya tidak tahu kalau kalian berdua saling mengenal juga." "Hanya bertemu sekali." Song Yifan tersenyum dan berkata, "Itu sangat disayangkan." Su Qianci hampir tidak pernah melihat Song Yifan bersikap begitu kasar dan menatapnya. Bo Xiao merentangkan tangannya, terlihat polos. Masih dengan sopan, dia bertanya, "Sepertinya Tuan Song Yifan telah salah paham dengan saya dalam hal tertentu. Bolehkah saya mengetahui alasannya?" Song Yifan tidak berbicara, tetapi sang pemain biola berkata, "Saya mendengar bahwa Tuan Bo sudah memiliki seorang tunangan. Namun, pada saat yang sama, Anda juga memiliki seorang kekasih. Itu membuat gaya hidup Anda dipertanyakan. Su Qianci sudah menikah. Semoga Anda bisa menghargai dirimu sendiri. " Bo Xiao merasa diperlakukan tidak adil sambil tersenyum tanpa daya. "Itu sebuah rumor yang mengerikan. Aku tidak tahu kalau orang-orang mengatakan hal seperti itu tentang diriku ¡­ Nyonya Li ¡­." "Bo Xiao, ternyata kau ada di sini." Seorang gadis cantik menggandeng lengan pria itu. "Aku telah mencarimu ¡­." Ketika gadis itu melihat Su Qianci, dia tiba-tiba menatapnya. Su Qianci merasa merinding, tetapi masih mengangguk sambil tersenyum. "Kau bertemu dengan seorang teman di sini? Kurasa pembawa acara akan segera memulai acaranya, jadi kita harus kembali ke tempat duduk kita terlebih dahulu." Bo Xiao memandang gadis itu dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan terhadap orang lain dan menjawab dengan tenang, "Oke." Kemudian, dia mendongak dan memperkenalkan wanita itu, "Ini tunangan saya, Rong Anna." Rong Anna menyapa orang-orang dan tatapannya terpaku pada Su Qianci untuk sementara waktu. Setelah berbasa-basi, Rong Anna meraih tangan pria itu dan kembali ke tempat duduk mereka. Rong Anna menunggu sampai mereka menjauh dari yang lain dan berkata, "Bo Xiao, apakah itu hanya imajinasiku atau apakah gadis itu memang terlihat seperti ibuku ¡­." Chapter 227 - Tidak Sabar Untuk Melepas Sabuknya Bo Xiao meliriknya dan berkata dengan lembut, "Sayang, itu pasti sebuah ilusi." Rong Anna mengernyitkan kening dan berbalik ke belakang, melihat Su Qianci yang sedang dikelilingi oleh banyak orang. Dengan senyuman di wajahnya dan riasan wajah yang ringan, wajahnya tampak halus dan tidak berbahaya, seperti gadis di sebelah rumah. Merasakan tatapan Rong Anna, Su Qianci berbalik ke arahnya dan tersenyum. Rong Anna menaikkan alisnya dan terkekeh. "Itu memang sebuah ilusi." "Mereka sekilas agak mirip, tetapi banyak orang memiliki karakteristik wajah seperti itu. Wajar jika kau akan merasa seperti ini." "Betul." Di festival musik ini, banyak selebritas akan tampil di panggung. Selama penampilan mereka, Su Qianci tidak bisa menahan perasaan gugup karena dia akan tampil juga. Bo Xiao tampil sebelum kelompok musiknya. Dia tampil bersama dengan Rong Anna. Bo Xiao bermain piano, sementara Rong Anna bermain biola. Musiknya halus dan manis, salah satu lagu terbaik Bo Xiao. Namun, kolaborasinya dengan Rong Anna tidak terlalu bagus, karena Su Qianci telah mendengar yang lebih baik dari Bo Xiao di kehidupan sebelumnya. Segera giliran mereka tampil tiba. Dengan sebuah pikiran kosong, Su Qianci merasa khawatir bahwa dia mungkin membuat sebuah kesalahan karena dia sangat tegang. Beruntung, sepertinya tidak ada seorangpun yang memperhatikan orang asing seperti dia. Semua orang riuh bersorak sorai pada kelompok musiknya. Festival musikpun segera berakhir. Kelompok musik Song Yifan jelas menjadi perbincangan banyak orang. Su Qianci bersembunyi saja di belakang Song Yifan dengan tenang. Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada para musisi di bandara, Su Qianci kembali ke Kotaraja. Itu tanggal 14 Oktober. "Aku kembali. Akan tiba di Kotaraja jam 5 sore." "Oke. Kami akan mengikuti rencananya." Saat keluar dari bandara, Su Qianci menolak usulan Song Yifan untuk mengantarnya pulang dan menunggu sopir Yang. Namun, setelah sepuluh menit, sopir Yang masih belum datang. Su Qianci kemudian mendapat sebuah telepon darinya dan mengetahui bahwa mobilnya mengalami gangguan di jalan tol. Su Qianci harus mencari taksinya sendiri. Bandara itu tidak jauh dari tempat Li Sicheng dan dirinya tinggal, hanya sekitar setengah jam dengan mobil. Namun, sopir taksi itu membutuhkan lebih dari empat puluh menit untuk mencapainya. Melihat angka pada argometer yang semakin tinggi, Su Qianci tiba-tiba mengerti mengapa hal itu terjadi. "Pak, tolong cepat. Hari sudah semakin malam." "Oke." Pada akhirnya, sopir taksi tersebut tidak membawanya ke rumah, tetapi meninggalkannya beberapa blok jauhnya dari rumah. Alasannya adalah mobil itu kehabisan bensin. Merasa sangat marah, Su Qianci mengambil kopernya dan mulai berjalan pulang. Sudah lewat pukul 6 sore dan hari mulai gelap karena musim panas sudah berlalu. Saat Su Qianci berjalan, pencahayaan di jalan itu agak gelap. Saat itu sudah waktunya makan malam, jadi jalanannya cukup kosong. Saat dia berjalan, Su Qianci merasa ada seseorang yang mengikutinya. Dia berhenti dan melihat ke belakang tetapi tidak melihat ada yang aneh. Ketika dia melanjutkan jalannya, perasaan bahwa dirinya dikuntit semakin terasa. Su Qianci menjadi waspada, mengambil ponselnya, menekan nomor darurat dan meletakkan jarinya di tombol "memanggil" untuk berjaga-jaga. Dengan kopernya, Su Qianci berbelok di sebuah sudut. Tiba-tiba, dia mendengar suara napas berat, berbau alkohol, dan kemudian dirinya dipeluk oleh seseorang. Su Qianci berteriak, "Lepaskan aku!" Namun, orang itu menarik Su Qianci ke sebuah lorong yang gelap. Lorong itu gelap dan panjang. Pria mabuk itu mendorong Su Qianci ke tanah dan tidak sabar untuk melepaskan sabuknya ¡­. Chapter 228 - Dia Membunuh Seseorang Su Qianci didorong ke bawah dan kulitnya yang mulus segera menjadi lecet. Mendengar suara sabuk yang dilepas, hati Su Qianci bergetar. Apa yang sedang pria itu coba lakukan? Apakah nasibnya begitu buruk? Su Qianci menguatkan dirinya untuk bangkit dan bergegas menuju ujung lorong. Namun, pria mabuk itu bereaksi dengan cepat dan menarik Su Qianci kembali lagi. Lorong itu sangat kotor, dengan serpihan kaca di mana-mana. Su Qianci mendarat di atas serpihan kaca, yang membuat punggungnya terasa sakit. Su Qianci dengan cepat mengambil sebuah serpihan kaca berukuran besar dan mengayun-ayunkannya ke arah pria itu, "Pergi!" Pipi pria mabuk itu berwarna merah, dengan kumis panjang. Bajunya tampak lusuh. Melihat serpihan kaca di tangan Su Qianci, dia menyeringai. "Gadis yang menarik." Suaranya begitu serak sehingga terdengar seperti dia tidak pernah minum air dalam beberapa puluh tahun. Melihat pria itu mendekat, Su Qianci gemetaran dan berkata dengan suara parau, "Jangan mendekat, atau aku akan membunuhmu!" "Setiap wanita mengatakan hal itu, tetapi pada akhirnya, mereka semua menikmatinya. Jadilah gadis yang baik, dan aku bisa bersikap lembut denganmu." Ketakutan, Su Qianci mengayunkan serpihan kaca di tangannya, mencoba menakut-nakuti dia. Namun, pria mabuk itu jelas berpengalaman dalam hal itu. Dengan sebuah senyuman mesum, dia melemparkan dirinya ke arah Su Qianci, tidak merasa takut sama sekali. Serpihan kaca panjang itu ditusukkan ke lengannya dan darah segera mulai mengalir. Su Qianci menjerit dan segera melepaskannya. Namun, pria mabuk itu mengambil kesempatan itu dan meletakkan mulut baunya di samping Su Qianci. Su Qianci hendak muntah dan berteriak, "Tolong! Pergi!" "Qianqian?" Su Qianci mendengar sebuah suara yang bertanya, suara yang sangat dikenalnya. "Lu Yihan, Lu Yihan! Tolong!" Su Qianci terisak-isak dan menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorong pria mabuk itu menjauh. Koper dan ponsel Su Qianci berada di depan lorong. Lu Yihan segera bergegas masuk dan melihat sebuah sosok kotor. Merasa marah, Lu Yihan menarik pria itu dan meninju wajahnya. Namun, pria mabuk itu bukan orang lemah dan dengan cepat melawan kembali. Su Qianci bangkit dan tidak mengetahui harus berbuat apa. "Qianqian, kau cepat pergi!" Lu Yihan menerima sebuah pukulan keras dan jatuh ke tanah. Sebagai seorang progammer 1 , Lu Yihan pandai dalam bidang teknologi, tapi tidak dalam hal berkelahi. Dia sama sekali bukan tandingan pria mabuk itu. Su Qianci hampir menangis, dia dengan cepat menemukan sebuah serpihan kaca lain, dan menusuk pria mabuk itu. Namun, pria mabuk itu membelalakkan matanya dan membalikkan tubuh Lu Yihan sehingga mengenai serpihan kaca tersebut ¡­. Su Qianci jelas merasakan kacanya yang tajam menusuk daging Lu Yihan. Su Qianci diam tak bergerak, melihat pemandangan itu dengan hampa. Lu Yihan memegangi perutnya dengan tangannya, seiring darah merah yang terus mengalir keluar dari lukanya. Dan yang lebih penting, sebuah serpihan kaca menembus jauh ke dalam lukanya. Pria mabuk itu melihatnya dan segera mendorong Lu Yihan menjauh, berlari secepat yang dia bisa. Saat dia melarikan diri, Su Qianci roboh ke tanah. Ketakutan mengambil alih dirinya dan dia bahkan tidak bisa menggerakkan sebuah otot pun. Dia membunuh seseorang ¡­. Orang yang membuat program kompute Chapter 229 - Lu Yihan, Kumohon Jangan Mati .... Dia membunuh seseorang ¡­ dan itu adalah sahabatnya. Apa yang harus dia lakukan? Mata Su Qianci menjadi kabur saat dia mencoba untuk bernapas. Setelah mengumpulkan semua kekuatannya, dia mengangkat tubuh Lu Yihan, menyandarkan kepalanya ke bahunya. Karena ikut merasakan penderitaan Lu Yihan, Su Qianci tidak bisa menghentikan air matanya. "Bertahanlah. Aku akan membawamu ke rumah sakit." Dia tidak boleh mati! Namun, sebelum dia keluar dari lorong itu, Lu Yihan tidak bisa berdiri tegak dan roboh ke tanah. Tidak dapat menahan berat badannya, Su Qianci juga terjatuh ke tanah. Pada saat ini, Su Qianci akhirnya kehilangan kendali dan berseru, "Lu Yihan, kumohon jangan mati ¡­." Lu Yihan menutupi lukanya dan berkata dengan lemah, "Gadis bodoh, lukanya bukan di jantung. Aku tidak akan mati, tapi itu benar-benar menyakitkan ¡­. Si*l ¡­." Saat mendengar perkataan Lu Yihan, Su Qianci merasa sedikit lega, dia menghapus air matanya, dan berdiri. "Aku akan memanggil seseorang. Bertahanlah di sana. Kumohon jangan mati!" Su Qianci berlari secepat kilat, dan Lu Yihan kehilangan kesadarannya. Pria itu merasa telah melihat sebuah sosok berdiri di balik jendela yang menghadap ke arahnya dengan sebuah tatapan yang amat sangat dingin. Lu Yihan tiba di rumah sakit lebih dari sepuluh menit kemudian. Setelah perawatan di unit gawat darurat, nyawa Lu Yihan tidak lagi berada dalam bahaya. Sisi positifnya adalah bahwa meskipun serpihan kaca itu menembus lima cm di bawah kulitnya, kaca itu tidak mengenai isi perutnya, jadi lukanya masih bisa dikendalikan. Mendengar berita itu, Su Qianci dengan segera merasa sedikit lega. Lalu dia mendapat sebuah telepon dari Li Sicheng. "Kamu belum pulang?" itu kalimat pertama yang Li Sicheng katakan. Su Qianci melihat jam dan sudah lewat pukul 9 malam. Nanny Rong telah menelepon tiga kali dan Su Qianci memintanya untuk pulang terlebih dahulu. Tanpa diduga, Li Sicheng mengetahui berita itu. Su Qianci menjadi lega dan merasa tenang saat mendengarkan suara Li Sicheng. "Pulanglah secepatnya. Nanny Rong mengkhawatirkanmu." Dan begitu pula Li Sicheng. Su Qianci mengerutkan bibirnya dan merasa sedikit jengkel. Dia punya banyak hal yang ingin dibicarakan dengannya, tapi Li Sicheng sedang berada di Amerika ¡­. "Kapan kamu akan kembali?" Mendengar nada suara Su Qianci yang kesal, Li Sicheng tersenyum tipis dan tiba-tiba merasakan suasana hatinya yang buruk selama beberapa hari ini menjadi lebih baik. Li Sicheng menjawab dengan tenang, "Besok." "Apakah kamu masih di New York?" "Ya, sang profesor telah tiada. Aku membantu mengatur pemakamannya." Pemakaman Tuan Stewart diadakan hari ini, sementara konferensi pers Su Qianci besok. Butuh setidaknya dua belas jam penerbangan dari New York ke Kotaraja, jadi waktunya akan mepet ¡­. Memikirkan kemungkinan bahwa dia mungkin tidak berhasil datang tepat waktu, Li Sicheng merasa bersalah dan menambahkan, "Beristirahatlah dengan baik. Aku akan berusaha datang tepat waktu ke konferensi pers besok." "Oke." Su Qianci merasa sedikit kecewa. "Aku akan menunggumu." "Dimon ¡­." Seseorang memanggil nama Inggris Li Sicheng. "Pulanglah dan tunggu aku kembali," kata Li Sicheng. "Oke!" "Ketika aku kembali, mari mengulang pesta pernikahan kita. Bagaimana menurutmu?" "Mengulang pesta pernikahan?" Su Qianci tertegun. Ketika mereka menikah, kedua keluarga itu hanya makan malam bersama, jadi itu agak terlalu sederhana. Namun, dia tidak menyangka bahwa Li Sicheng akan mengungkit hal ini. Merasa gembira, Su Qianci berpura-pura tenang. "Apakah itu perlu?" "Ya, aku ingin semua orang tahu bahwa kamu adalah istri Li Sicheng." Su Qianci seketika menjadi ceria. "Baiklah!" Chapter 230 - Wallpaper Di Ponsel Lu Yihan Dengan sebuah ekspresi penuh cinta di wajahnya, Li Sicheng mengucapkan selamat tinggal dan menutup telepon, setelah itu dia melihat dua panggilan tak terjawab dan sebuah pesan teks. Semuanya berasal dari Tang Mengying. "Bisakah kita bicara?" Li Sicheng langsung mengabaikannya, melempar ponselnya ke samping, dan melanjutkan pekerjaannya. Cedera Lu Yihan tidak fatal, tapi itu tidak bisa dianggap enteng. Setelah dioperasi, Lu Yihan tidak sadarkan diri. Mustahil bagi Su Qianci untuk meninggalkannya sendirian karena dialah yang menyebabkan Lu Yihan terluka. Namun, tidak bijaksana juga baginya untuk menghabiskan malam hanya berdua dengan Lu Yihan karena dia telah menikah. Setelah mencari-cari, Su Qianci akhirnya menemukan ponsel Lu Yihan. Setelah menekan tombol untuk menyalakan, Su Qianci melihat seraut wajah yang sedang tersenyum. Itu adalah dirinya saat SMA, tidak memiliki selera sama sekali. Rambutnya ikal dan kukunya dicat warna-warni. Dia mengunyah permen karet hampir setiap saat. Hanya Lu Yihan yang berani mengkritiknya dari sudut pandang orang normal. Su Qianci bukan orang yang sabar pada saat itu tetapi masih bisa dipengaruhi secara positif oleh Lu Yihan. Ini adalah foto Su Qianci di tahun terakhir SMA. Dia tampak jauh lebih muda, dengan rambut diikat buntut kuda. Namun, dia tidak sedang melihat ke arah kamera. Kualitas gambarnya tidak sebagus itu. Tiga tahun yang lalu, kamera ponsel belum dibuat sebaik saat ini. Namun, kapan Lu Yihan mengambil foto ini? Su Qianci terkejut melihat foto dirinya sendiri dan menatap Lu Yihan yang berbaring di tempat tidur. Tanpa kacamatanya, karakteristik wajahnya tampak tegas. Meskipun wajahnya terlihat pucat, Lu Yihan bernapas secara teratur. Lu Yihan memakai fotonya sebagai wallpaper 1 -nya ¡­. Apa artinya itu? Su Qianci merasa dia pasti terlalu banyak menafsirkannya, menggelengkan kepalanya, dan menyentuh layar ponselnya. Namun, ada sebuah kata sandi. Jadi, dia harus menunggu sampai Lu Yihan terbangun. Namun, pada saat menunggu, Su Qianci tiba-tiba tertidur. Ketika dia terbangun, dia sedang berbaring di sebuah tempat tidur kosong dengan selimut di atas tubuhnya. Su Qianci duduk dan melihat sekeliling. Lampunya dimatikan, tapi hari sudah pagi. Su Qianci mencari-cari ponselnya dan menemukan sudah lewat pukul 5 pagi. "Ya Tuhan!" Seru Su Qianci, membangunkan Lu Yihan yang berada di ranjang sebelah. Lu Yihan mendongak. "Ada apa?" "Aku tertidur di sini!" Suara Su Qianci penuh penyesalan. "Bagaimana bisa aku ketiduran?" Lu Yihan mendesah lega. "Oh, aku pikir itu adalah sesuatu yang penting." Su Qianci sedikit marah, tiba-tiba memikirkan sesuatu, dan bertanya, "Mengapa aku bisa tidur di tempat tidur? Apakah kau yang menggendongku?" "Ya." Lu Yihan mencoba untuk duduk, menggodanya, "Aku tidak tahu bahwa berat badanmu bertambah. Kau hampir membunuhku." "Apa-apaan?" Su Qianci tidak tahan untuk mengatakan, "Beratku hanya 45 kg." "Oh, aku pikir itu dua kali lipatnya." "Diam!" Su Qianci cepat-cepat mengenakan sepatunya dan berkata, "Kau telepon saudara-saudaramu untuk merawatmu. Aku harus pergi. Konferensi pers-nya hari ini." "Oke," Lu Yihan mengangguk dan berkata. Namun, dia menyesalkan, "Sebuah kesempatan emas untuk membuat kerjasama baru ¡­. Aku ingin muncul di konferensi pers-mu, tetapi sekarang aku tidak bisa pergi." "Akan ada kesempatan lainnya," kata Su Qianci. "Suamiku akan mengadakan sebuah acara besar lagi dalam waktu dekat." "Acara apa?" Sebuah pesta pernikahan! Merasa manis, Su Qianci sengaja menggantung perkataannya. "Rahasia! Aku harus pergi sekarang." Melihat Su Qianci pergi, Lu Yihan menatap ponselnya. Dia mengetahui bahwa Su Qianci telah melihatnya ¡­. Gambar/foto latar layar ponsel Chapter 231 - Dramanya Dimulai Konferensi pers itu adalah sebuah acara yang sangat besar. Orang-orang dalam dunia bisnis, hiburan, dan mode semuanya diundang. Li Sicheng mungkin satu-satunya orang di seluruh Kotaraja yang bisa mengumpulkan semua selebritas bersama-sama dalam sebuah acara. Saat memeriksa rencana yang dibuat Li Sicheng dalam semalam, Cheng You membuat beberapa penyesuaian acara dan menyibukkan dirinya. Lokasi acara itu berada di kompleks perumahan mewah baru yang baru-baru ini diakuisisi oleh Li Sicheng. Kompleks itu adalah sebuah properti yang besar dan mewah. Dengan karpet merah dan mawar yang bertebaran di mana-mana, tempat itu diterangi oleh lampu-lampu gantung yang gemerlapan. Banyak reporter yang menunggu di sampingnya, siap untuk menyiarkan acara ini melalui televisi dan internet. Su Qianci dijemput oleh sopir Yang pada sore hari. Banyak anggota keluarga Li yang telah tiba, mengobrol bersama di ruang tamu. Sunny sang penata rias membawa Su Qianci ke ruang ganti, membantunya bersiap-siap. Saat Sunny sedang merias Su Qianci, seseorang mengintip ke dalam ruangan. Li Weiya tersenyum pada Su Qianci. "Kakak!" Melihat itu adalah Li Weiya, Su Qianci tersenyum. "Ya?" Li Weiya menghampiri dengan sebuah senyuman, tetapi Su Qianci melihat seseorang di belakangnya melalui cermin. Tang Mengqing. Saat melihat Tang Mengqing, Su Qianci tampak tidak senang. Tanpa menyadari perubahan ekspresi wajah Su Qianci, Li Weiya menyerahkan sebuah kotak pada Su Qianci. "Ketika aku pergi berbelanja kemarin, aku pikir warna lipstik ini sangat cocok untukmu, jadi aku membelinya dan membawanya kemari. Pakailah untuk hari ini." "Lipstik?" Sunny menoleh. "Warna apa? Biar kulihat." Li Weiya memberikan kotak itu pada Su Qianci. "Bukalah, Kak." Su Qianci tersenyum dan membuka kemasannya itu, menemukan bahwa lipstik itu merupakan produk baru dari sebuah merek terkenal. Mata Sunny berbinar-binar. "Betul sekali, warnanya sangat cocok denganmu. Sini, mari kita coba." Kemudian, Sunny mulai memulas lipstik di bibir Su Qianci. Tang Mengqing mengedipkan matanya, dia merasa sangat gembira melihat bahwa Su Qianci telah jatuh ke dalam perangkap. Su Qianci melirik ke cermin dan melihat ekspresi wajah Tang Mengqing dengan jelas. Su Qianci merasa kecewa dan tiba-tiba bergerak menjauh. "Tunggu sebentar." Sunny kebingungan. "Ada apa?" Aneh. Ekspresi wajah Tang Mengqing sangat aneh. Su Qianci mengerutkan bibirnya dan pura-pura berkata, "Di mana kau membeli lipstik ini? Kupikir aromanya sedikit aneh." "Masa?" Sunny tampak bingung. "Baunya harum menurutku." "Kau tidak menyukainya, Kak?" Li Weiya tampak agak kecewa. "Aku yang memilih warnanya." Melihat ekspresi wajah Li Weiya, Su Qianci merasa sedikit bimbang. Dia sangat menyukai gadis kecil ini. "Aku menyukainya. Warnanya sangat cantik." "Kalau begitu ayo kita coba." Sunny segera memulasnya ke bibir Su Qianci dan kemudian tampak puas. "Cantik sekali!" Li Weiya berseru dengan kekaguman. "Kakak, kau sangat cantik. Tidakkah kau berpikir demikian, Mengqing?" Gembira melihat Su Qianci telah memakai lipstiknya, Tang Mengqing menyeringai dan mengangguk. "Ya, bagus sekali!" Drama yang telah mereka persiapkan untuk waktu lama akhirnya bisa ditayangkan. Dengan kolaborasi dari sang korban, tentu dramanya akan sangat menarik. Chapter 232 - Istriku Sedang Menungguku Di Rumah Tidak peduli seberapa pintar atau beruntungnya Su Qianci, tidak mungkin baginya untuk tetap selamat dalam situasi seperti ini. Pada saat itu, bahkan Li Sicheng sekalipun tidak akan bisa melindunginya. Tang Mengqing merasa penasaran Su Qianci akan terlihat seperti apa setelah hari ini. Sunny tidak memperhatikan ekspresi wajah Tang Mengqing sama sekali, sibuk berbicara dengan Su Qianci. Tapi Su Qianci telah menangkap dengan jelas tatapan kebencian di dalam mata Tang Mengqing. Ekspresi wajah Tang Mengqing dengan jelas menunjukkan bahwa dia telah melakukan sesuatu yang mengerikan. Apakah lipstik itu benar-benar sebuah jebakan? Su Qianci menjilat sedikit lipstiknya dan mendapati bahwa lipstik itu lebih harum daripada produk-produk lainnya. Namun, apa yang akan menjadi triknya? Li Weiya yang memberikan lipstik itu padanya. Li Weiya adalah seorang gadis yang baik, dan tidak mungkin dia akan mencelakai Su Qianci, kan? Saat memandang Li Weiya, Su Qianci mendapati gadis itu sedang tersenyum tanpa ada hal yang terlihat janggal. Merasa lega, Su Qianci membiarkan Sunny melakukan sihirnya. Tang Mengqing menarik Li Weiya keluar. "Li Weiya, lipstik yang kau berikan pada Su Qianci adalah lipstik yang aku berikan padamu, kan?" "Benar. Bukankah kau mengatakan bahwa kau terlalu malu untuk memberikannya kepada Su Qianci sendiri, dan memintaku untuk memberikannya padanya? Sebenarnya, jika kau meminta maaf padanya, mungkin dia akan memaafkanmu." "Aku hanya khawatir dia mungkin tidak akan memaafkanku. Kalau itu terjadi, aku akan sangat malu." Mendengar kata-kata itu, Li Weiya melihat ekspresi wajah Tang Mengqing yang benar-benar biasa dan dia merasa kecewa. Dia benar-benar menganggap Tang Mengqing sebagai sahabatnya. Tuan Stewart adalah seorang profesor yang sangat dihormati semasa hidupnya, jadi banyak orang yang menghadiri pemakamannya. Setelah acara pemakaman selesai, Li Sicheng merasa sangat lelah hingga dia merasa tubuhnya akan remuk. Saat melihat jam, dia merasa tidak sabar. Melihat ekspresi wajah Li Sicheng, temannya bisa mengetahui bahwa dia memiliki beberapa masalah mendesak yang harus diselesaikan dan menyarankan agar dia menggantikan Li Sicheng. Namun, itu bukan gaya Li Sicheng. Setelah mengurus pemakaman, Li Sicheng tidak tidur selama dua puluh empat jam. Dia memeriksa jam tangannya dan menemukan sudah lewat pukul 8 pagi. "Aku harus pergi sekarang. Kau bisa mengurus sisanya." "Mengapa terburu-buru? Ada yang terjadi dengan perusahaanmu?" Li Sicheng menggelengkan kepalanya dan tersenyum yang mana jarang terlihat di wajahnya. "Istriku sedang menungguku di rumah." Terkejut oleh ekspresi wajah Li Sicheng, temannya kemudian melihat dokumen-dokumen yang telah dia persiapkan semalam. "Benar-benar Superman ¡­." Li Sicheng pergi ke bandara dengan tergesa-gesa. Tanpa istirahat yang cukup, dia tampak kelelahan. Namun, saat memikirkan bahwa Su Qianci sedang menunggunya membuat semua rasa letihnya hilang. Dia akan segera pulang. Hanya dua belas jam lagi. Dan ponselnya berdering, Li Sicheng menerima sebuah pesan teks dari sebuah nomor tak dikenal. Isi pesannya adalah, "Lihat istrimu menghabiskan malam bersama pria lain." Mata Li Sicheng tiba-tiba menjadi dingin. Dia mengeklik unduh dan menemukan sebuah foto. Foto itu diambil dalam pencahayaan yang tidak begitu terang. Lu Yihan mengenakan baju pasien rumah sakit, membungkuk untuk mencium seorang gadis di tempat tidur dengan penuh kelembutan. Gadis itu ¡­ adalah Su Qianci. Li Sicheng sendiri yang memilih gaun yang sedang dikenakan wanita itu. Su Qianci mengenakan gaun yang dia pilih untuk bersama dengan pria lain ¡­. Li Sicheng menunduk dan melihat tanda waktu yang tertera di foto itu: pukul 2 subuh. Sebelum ini, apa yang telah mereka lakukan? Chapter 233 - Seseorang Ingin Mencelakainya Acaranya dimulai pada pukul 7 malam. Alunan musik lembut terdengar sedang dimainkan di tempat tersebut. Kelompok musiknya terletak di tengah aula, menarik banyak perhatian. "Bukankah itu Song Yifan? Dan itu adalah pemain biolanya. Dan itu ¡­." "Sangat mengesankan bahwa Li Sicheng bahkan bisa membuat mereka bermain musik di sini!" "Aku yakin kekayaannya di luar imajinasi kita." Meskipun perbincangan itu menjadi semakin keras, mengingat status sosial mereka, para tamu itu juga tidak terlalu merasa terkejut. Karena Li Sicheng tidak ada, semuanya diatur oleh Cheng You dan acaranya akan dipandu oleh Kapten Li. Banyak selebritas yang jarang terlihat muncul di tempat yang sama. Para reporter merasa bersemangat, menuliskan semuanya secara profesional. Sambil menjerit, orang-orang melemparkan pandangan mereka pada seorang pria muda dan tampan yang sedang berjalan masuk ke dalam bersama teman kencannya. Salah satu teman sekelas Su Qianci berseru penuh semangat, "Ou Ming!" "Itu Ou Ming. Dia terlihat lebih tampan daripada yang di majalah." "Siapa itu gadis di sebelahnya?" Di bawah pandangan semua orang, Yu Lili menggandeng tangan Ou Ming, tersenyum tanpa rasa takut sedikitpun. Yu Lili melihat sekeliling ke arah kerumunan orang dan tidak melihat satu orang yang ingin dia temui. Dengan alisnya yang bertaut, dia menoleh dan menemukan bahwa Ou Ming sedang menatapnya dengan sebuah senyum setengah hati. Jantung Yu Lili berhenti dan dengan cepat memalingkan wajahnya. Ou Ming mendekatinya, bernapas di telinganya dan bertanya dengan suara pelan, "Siapa yang kau cari?" Yu Lili merasa sedikit gelisah. Apakah Ou Ming sudah mengetahui siapa yang sedang dicarinya? Yu Lili mengubah ekspresi wajahnya dan menjauh dari Ou Ming, berkata dengan tegas, "Aku mencari Su Qianci!" Mata Ou Ming meredup saat dia melengkungkan alisnya dan menyaksikan Yu Lili pergi menjauh. Guna membuktikan ucapannya, Yu Lili masuk ke dalam, menemukan Su Qianci, dan menyapa, "Hei, Qianqian!" Su Qianci sedang berdiri di samping Kapten Li, mereka sedang mengobrol dengan seorang kenalan lama. Mendengar suara Yu Lili, dia berbalik dan tersenyum. "Lili, kau di sini." "Lu Yihan tidak datang ke pestamu?" Yu Lili melihat ke sekelilingnya. Su Qianci menggelengkan kepalanya. "Dia sedang terluka dan berada di rumah sakit." Yu Lili kaget dan menjadi gugup. "Terluka? Kecelakaan mobil? Atau tersambar petir?" Su Qianci menjelaskan apa yang telah terjadi secara singkat, yang membuat Yu Lili ketakutan. Tiba-tiba, wajah Yu Lili menjadi kelam saat dia berkata, "Aku rasa hal-hal ini tidak sesederhana itu. Tempat di mana kau tinggal adalah sebuah lingkungan yang baik, jadi sangat tidak mungkin seorang pemerkosa akan muncul di dekat sana. Mungkinkah itu ¡­." Kata-kata Yu Lili memberi Su Qianci sebuah pencerahan. Sejak kemarin, dia mengira dia hanya bernasib buruk. Namun, Yu Lili mengingatkannya bahwa itu mungkin bukan sebuah kecelakaan. Lu Yihan tinggal jauh dari Li Sicheng dan dirinya dan Lu Yihan tidak akan mencarinya tanpa ada sesuatu hal yang penting. Jadi, bagaimana Lu Yihan bisa berakhir di tempat itu? Kata-kata Yu Lili seperti sebuah benang, menghubungkan hal-hal yang gagal dipahaminya secara bersamaan. Seseorang ingin mencelakainya! Chapter 234 - Konferensi Pers Akan tetapi, bahkan jika seseorang ingin mencelakainya, mengapa mereka memilih untuk melakukan apa yang telah mereka lakukan? Apakah mereka mencoba menjauhkannya dari konferensi pers ini? Atau apakah mereka mencoba untuk membuatnya diperkosa oleh pria mabuk itu? Atau, apakah mereka menginginkan bukan hanya dirinya saja, tetapi Lu Yihan juga? Fakta bahwa Lu Yihan muncul di sana sangatlah aneh. Setelah acara ini, dia harus bertanya kepada Lu Yihan tentang hal itu. "Qianqian, waktunya pergi." Kapten Li memanggilnya. "Baiklah." Su Qianci mohon diri pada Yu Lili dan berjalan menuju kakek. Yu Lili merasa sedikit khawatir, mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Lu Yihan. Namun, seseorang mendekatinya dari belakang. Yu Lili berbalik dan tiba-tiba melihat seraut wajah yang dikenalnya. Terkejut, Yu Lili melangkah mundur dan menjerit. Melihat bahwa itu adalah Ou Ming, dia mengutuk, "Si*lan! Apa yang salah denganmu?" Ou Ming mengabaikan reaksinya, melangkah maju, dan memicingkan matanya. "Siapa yang kau coba telepon?" Merasa sedikit bersalah, Yu Lili berdiri tegak dan berseru, "Apa hubungannya denganmu? Konferensi pers akan segera dimulai." Lalu dia cepat-cepat pergi menjauh. Ou Ming menatap punggung wanita itu, terlihat tidak senang. Perbincangan tamu-tamu yang hadir sangat keras. Kelompok musik Song Yifan hanya memainkan lagu pembuka saja sebelum mereka menyerahkannya ke kelompok musik lainnya. Terdengar kata-kata sapaan dan basa-basi di semua tempat. Secara tiba-tiba, lampu-lampu meredup, dan Cheng You tersenyum dan berkata, "Kami merasa terhormat memiliki Anda semua di sini. Sekarang mari kita sambut Nyonya Li - Su Qianci." Saat Cheng You mengatakan itu, semua orang melihat ke belakang Cheng You. Seorang wanita muda dan cantik masuk ke dalam menggandeng tangan seorang pria tua. Semua orang terpana oleh gadis muda itu. Su Qianci mengenakan sebuah gaun panjang berwarna emas, yang dihiasi dengan satu juta butir batu berlian buatan. Di bawah sinar lampu-lampu gantung, gaunnya tampak berkilauan. Rambutnya ditata dengan cara digulung ke atas, dengan beberapa helai rambut yang jatuh secara alami. Rias wajahnya yang ringan membuatnya terlihat muda dan sehat. Menakjubkan! Semua orang mengetahui bahwa Li Sicheng sudah menikah, dan banyak orang mengetahui bahwa istrinya cantik. Namun, mereka tidak menyangka bahwa dia akan terlihat sangat menawan. Bahkan jika dia berada di industri hiburan, dia akan menjadi salah satu yang tercantik. Merasa sangat puas saat melihat orang-orang yang terkejut oleh penampilan Su Qianci, Kapten Li mengangkat kepalanya dengan bangga. Meskipun dia telah menjadi bungkuk karena termakan usia, Kapten Li masih terlihat cukup tinggi saat berdiri di samping Su Qianci. Sambil menggandeng tangan Su Qianci, Kapten Li naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon dari tangan Cheng You. "Terima kasih sudah datang. Aku adalah kakek Li Sicheng, Li Xun." Tepuk tangan riuh terdengar menggelegar seperti guntur. Li Xun adalah seorang pahlawan perang yang membawa ketakutan bagi musuh-musuhnya dan kehormatan bagi negaranya. Semua orang mengenal Li Xun. Namun, mereka tidak menyangka bahwa Li Xun memiliki sebuah sisi yang sangat lembut. "Sayangnya, profesor Li Sicheng meninggal di Amerika Serikat. Awalnya, kami ingin menjadwal ulang, tetapi mengingat jadwal tamu terhormat kami ¡­." Meskipun sudah cukup berumur, Li Xun masih berbicara dengan keras dan jelas. Banyak selebritas dari generasi tua ini memandang Li Xun dengan penuh hormat. Dia adalah seorang pahlawan yang membela negaranya. Tidak hanya Kapten Li mewakili kehebatan keluarga Li, ia juga menjadi teladan bagi generasinya. Chapter 235 - Pemerkosaan Beramai-ramai Sang pahlawan perang ini juga memiliki selera humor, membuat para tamu tertawa beberapa kali. Su Qianci juga tertawa. Dengan matanya yang tersenyum, dia bahkan terlihat lebih cantik, menarik banyak perhatian. Su Qianci melihat sekilas pada seorang wanita berbaju merah. Bersembunyi di kerumunan, Tang Mengying memegang segelas jus. Terlihat telah menyadari tatapan Su Qianci, Tang Mengying mengangkat gelasnya ke arah Su Qianci. Pasti menyenangkan, diperlakukan seperti seorang dewi di depan semua orang. Semua orang bisa mengetahui bahwa sang kapten menganggap Su Qianci sebagai hartanya yang paling bernilai. Namun, memangnya kenapa? Tidak peduli seberapa sempurnanya sesuatu, pasti ada kekurangannya. Tang Mengying perlahan berjalan keluar dari kerumunan dan pergi ke suatu sudut. Di situlah unit kontrol cahaya dan suara berada. Tang Mengqing sudah menunggu di sana. Saat melihat Tang Mengying, dia memanggil, "Kakak, apakah kau siap?" "Ya." Mendengar perkataan Tang Mengying, Tang Mengqing merasa bergairah, mengepalkan tangannya. "Nanti, Su Qianci pel*cur itu akan mengatakan sesuatu yang menyenangkan dan resmi. Setelah dia selesai mengatakan itu, kita akan memutar video itu untuk menampar wajahnya. Pada saat itu, bahkan Li Sicheng sekalipun tidak bisa menyelamatkannya." Tang Mengying mendengar itu dan tampak penuh kebencian. "Bahkan jika Li Sicheng berada di sini, Su Qianci akan dihancurkan. Belum lagi dia bahkan tidak berada di sini." "Ha ha, fantastis!" Tang Mengqing merasa sangat gembira. "Wanita itu membuatku sengsara, bukan hanya ayah yang membenciku, aku bahkan tidak bisa menghindari mimpi buruk di sekolah. Aku ingin tahu bagaimana seorang wanita seperti dia bisa menikah dengan keluarga Li." "Jelas, kita bukan tandingan wanita j*lang seperti dia." Tang Mengying menggertakkan giginya. "Dengan wajah pel*curnya itu, dia berpura-pura menjadi lemah dan tidak bersalah, memberi semua orang gambaran yang salah. Aku pikir dia benar-benar bodoh tetapi tidak menyangka bahwa dia telah menipuku." "Jangan marah, Kak. Setelah hari ini, dia tidak akan pernah bisa menyebabkan masalah lagi. Aku melihatnya memulas lipstik itu dengan mataku sendiri, jadi akan ada sebuah pertunjukan hebat yang akan terjadi nanti." Tang Mengying berbinar-binar saat memikirkan nasib Su Qianci, bertanya, "Kapan dia memakainya?" "Sudah waktunya. Dia masih berada di atas panggung ¡­. Mari kita pergi dan melihatnya." Kakak beradik Tang itu keluar dari ruang kontrol tanpa menyadari bahwa ada sebuah sosok ramping yang masuk ke dalam dengan cepat. Yu Lili berusaha mencari sebuah sudut untuk membuat sebuah panggilan telepon, tetapi dia kebetulan mendengar percakapan mereka. Video? Video yang bisa menghancurkan Su Qianci? Yu Lili melengkungkan alisnya dan dengan cepat melihat ke komputer. Mereka memasang sebuah kata sandi, itulah mengapa mereka tidak khawatir seseorang mungkin memasuki ruangan ini. Namun, sungguh sial bagi mereka, jurusan kuliah Yu Lili adalah ilmu komputer. Dia dengan cepat memecahkan kata sandinya dan menemukan videonya. Menekan tombol untuk memutar video, dia melihat Su Qianci dikelilingi oleh beberapa orang pria. Kualitas videonya bagus, tetapi sudut pengambilan gambarnya menunjukkan bahwa itu adalah kamera tersembunyi. Pria jangkung itu mendorong Su Qianci ke sudut, dan pemimpin mereka melemparkan dirinya ke arah Su Qianci. Kemudian yang lain mengikuti. Pemerkosaan beramai-ramai? Yu Lili memelototi layar komputer. £¬ Chapter 236 - Musnahkan File Itu Dalam video tersebut, ruangan itu dikelilingi cermin. Sepertinya sebuah ruangan untuk menari atau yoga. Apa apaan ini? Begitu banyak pria pada saat bersamaan? Su Qianci sepertinya adalah seorang perayu lelaki. Namun, apakah Su Qianci seperti itu? Dia selalu menjadi seorang yang lemah, sekalipun tampangnya garang semasa SMA. Mempertimbangkan siapa dia saat ini, dia tidak akan pernah terlibat dalam hal seperti ini. Sebagai tambahan, meskipun ada rumor bahwa Li Sicheng tidak memiliki temperamen yang baik, dia masih tampak hebat dan memiliki banyak uang. Mengapa Su Qianci melakukan hal seperti ini? Yu Lili mendecakkan lidahnya dan menggelengkan kepalanya. Setelah menontonnya beberapa kali, dia menemukan dari detailnya bahwa video itu merupakan hasil pengeditan. Kemudian, video itu dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang lain. Foto pertama, Su Qianci sedang mengobrol dengan Lu Yihan. Foto kedua, Su Qianci tersenyum cantik, dan Lu Yihan menatapnya dengan lembut dan manis. Foto ketiga, mereka duduk berhadapan, terlihat seperti sedang berciuman ¡­. Puluhan foto Su Qianci sedang makan dan bermain-main dengan Lu Yihan. Senyum Yu Lili benar-benar lenyap seraya hatinya terasa pilu. Rasanya sangat menyakitkan ¡­. Dia selalu mengetahui bahwa Lu Yihan menyimpan perasaan untuk Su Qianci. Itulah mengapa dia selalu menjadikan Su Qianci sebagai sasarannya sewaktu di SMA. Meski begitu, Su Qianci dan Lu Yihan masih sangat dekat sampai sekarang. Su Qianci selalu berpikir bahwa hanya ada persahabatan di antara mereka berdua, tapi Yu Lili mengetahui bahwa perasaan itu berbeda untuk Lu Yihan ¡­. Lalu gambarnya berubah lagi. Saat itu malam hari. Di depan sebuah lorong, Su Qianci memapah Lu Yihan, dan tiba-tiba, Lu Yihan roboh menimpa tubuh Su Qianci. Dalam video itu, Lu Yihan terlihat baik-baik saja, tapi Su Qianci tiba-tiba berteriak dan membungkuk di atas tubuh Lu Yihan, rambut Su Qianci jatuh di wajahnya. Gambar itu tak begerak dan kemudian berubah menunjukkan sebuah ruangan yang gelap, di mana mata Su Qianci sedang tertutup dan Lu Yihan menciumnya dengan lembut ¡­. Yu Lili mendapati bahwa kecemburuan hampir membuatnya gila. Mengapa Su Qianci bisa menghabiskan begitu banyak waktu bersama Lu Yihan, sementara dirinya bahkan tidak bisa bertemu dengan Lu Yihan? Untuk apa? Dia berusaha memadamkan kecemburuannya, menahan keinginannya untuk menangis dengan keras dan akhirnya memusnahkan file video itu. Video semacam ini akan sangat menyakiti Su Qianci dan Lu Yihan. Meskipun dia iri pada Su Qianci, dia tidak dapat menyangkal fakta bahwa dia menyukai Su Qianci sebagai seorang teman. Anggap saja ini pembalasan atas apa yang dia lakukan di SMA. Setelah menghapus file video itu, Yu Lili memastikan bahwa tidak ada jejak yang tersisa, dan pergi dengan cepat. Setelah menatap untuk waktu yang lama, Tang Mengqing dan Tang Mengying masih tidak melihat afrodisiak itu bereaksi. Tang Mengqing mengentakkan kakinya. "Li Weiya pasti mengganti lipstiknya. Aku menyadari kemasannya itu terlihat sedikit berbeda." Tang Mengying menggertakkan giginya dan berbisik, "Ayo kita kembali dulu." Ketika mereka kembali ke ruang kontrol, Tang Mengqing segera menemukan bahwa komputernya tampak sedikit berbeda. Terkejut, dia menemukan bahwa file video itu telah lenyap. "Apa yang harus kita lakukan? Kakak, videonya tidak ada." Tang Mengying mendengarnya dan dengan cepat memeriksanya. Benar saja, file video tersebut tidak ada. "Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita akan membiarkannya lolos seperti ini? Aku tidak mau." Tang Mengqing merasa gugup. Tang Mengying meliriknya dan dengan perlahan mengeluarkan ponselnya. "Apa yang kau khawatirkan? Aku masih punya sebuah file cadangan." Chapter 237 - Romantis Li Xun mengucapkan sebuah komentar jenaka dan memperkenalkan Su Qianci kepada para tamu. Dengan keanggunan luar biasa, Su Qianci memandang ke arah hadirin dengan sebuah senyuman. Gaun emas yang dia kenakan memamerkan sosoknya dengan sempurna. Meskipun itu adalah gaun formal, itu masih merupakan sebuah desain yang fungsional. Karena pidato formal seperti ini akan membosankan, hadirin tidak berharap banyak pada Su Qianci untuk mengatakan sesuatu yang berbeda. Banyak orang yang mengira dia harus menyiapkan sebuah naskah untuk dibacakan. Namun, saat Su Qianci mulai berbicara, dia menarik perhatian semua orang. Laporan awak media mencerminkan sikap, senyum, dan penampilan Su Qianci, yang semuanya memenangkan pujian dari para netizen. Li Xun jelas merasakan perubahan dalam perilaku para tamunya -- dari yang tadinya menghina berubah menjadi menghormati, yang membuat dirinya bangga. Ini adalah gadis yang dipilihnya sendiri untuk cucunya. Setelah Su Qianci selesai berbicara kepada hadirin, cahaya dalam ruangan menjadi redup. Layar LED tiba-tiba menyala. Dia mendengar sebuah musik piano yang akrab, halus tapi sedih. Su Qianci tertegun. Itu adalah Elegi. Dia melihat ke belakang dan melihat sebuah foto. Dalam foto itu, sebuah grand piano berwarna putih ditempatkan di bawah hamparan daun wisteria. Sinar matahari keemasan menembus melalui tanaman rambat itu dan menghiasi pianonya. Seorang gadis berbaju putih sedang duduk di depan piano, bermain dengan penuh perhatian, berlinang air mata di pipinya. Di belakangnya, seorang pria jangkung berdiri diam, memandangnya dengan lembut. Banyak orang tertegun saat melihat foto itu. Terutama Ou Ming. Dia memegang segelas anggur dan berkomentar, "Ya ampun, Li Sicheng benar-benar menyimpan perasaan pada istrinya." Bagaimana dengan perceraiannya? Bagaimana dengan surat kontraknya? Ou Ming menyentuh hidungnya, melirik Yu Lili. Yu Lili melihat sosok ramping Su Qianci dengan kekaguman di matanya. Su Qianci adalah seorang gadis yang beruntung ¡­. Musik piano terus berlanjut, tetapi fotonya telah berubah. Di bawah langit biru, Li Sicheng menundukkan kepalanya untuk mencium Su Qianci, sementara wanita itu membelalakkan matanya. Jelas, Su Qianci sedang lengah saat itu. Di tepi pantai, wajah Su Qianci berada di antara kedua telapak tangan Li Sicheng, dan bibir Li Sicheng mencium bibirnya. Di restoran yang berada jauh di dalam samudra, Su Qianci melingkarkan lengannya di pundak Li Sicheng, menatap Li Sicheng dengan kebahagiaan di matanya. Ketika gambar berubah, semua reporter merasa cukup terkesan. Melihat foto-foto itu, Tang Mengying mencubit dirinya sendiri dengan kukunya. "Si*lan!" Tang Mengqing juga tidak tahan melihatnya. "Mengapa Kakak Sicheng sangat menyukainya?" "Itu tidak benar," Tang Mengying berteriak. "Tidak mungkin Kakak Sicheng menyukainya. Jika dia menyukai pel*cur itu, tidak mungkin dia akan menyentuhku. Bayi dalam kandunganku adalah bukti yang terbaik." Tang Mengqing merasa sedikit tidak yakin, melihat perasaan cinta yang terpancar di mata Li Sicheng di foto-foto itu. Apakah Li Sicheng memalsukan semua itu? "Dia hanya berpura-pura demi kapten tua itu. Itu karena Kapten Li memaksanya." Tang Mengqing merasa santai. "Jadi bagaimana sekarang?" "Semakin mereka memamerkan kebahagiaan mereka, semakin keras tamparan untuk Su Qianci ketika kita menunjukkan video yang kita punya." Tang Mengying terlihat ganas. "Mari kita tunggu dan lihat. Kali ini, dia tidak akan bisa lolos." Chapter 238 - Aku Mencintaimu .... "Si*l. Aku tidak bisa melihat ini lagi ¡­." "Tuan Li sangat tampan." "Su Qianci sangat beruntung, bersama seorang pria seperti ini." Teman-teman sekelas Su Qianci berseru, nada suara mereka penuh dengan rasa iri sekaligus kekaguman. Wajah Li Sicheng dingin seperti biasanya. Namun, bisa dikatakan bahwa dia sedang berada dalam suasana hati yang baik dilihat dari tatapan matanya yang lembut. "Salam. Terima kasih sudah datang ke konferensi pers istriku. Saya Li Sicheng." Suaranya dalam dan lembut, sangat menarik. Su Qianci melihat wajahnya dan jantungnya berdetak kencang. Dia sangat tampan ¡­. Su Qianci tersipu malu, melihat ke arah layar. Dia tahu bahwa Li Sicheng telah merekam ini. Dilihat dari latar di belakangnya, videonya direkam di Amerika. "¡­ Pada saat itu, kami akan mengadakan sebuah pesta pernikahan yang megah. Saya berharap Anda bisa hadir lagi. Terima kasih." Li Sicheng bukan pembicara yang baik. Dia terdengar seperti sedang menyiarkan acara berita. Akan tetapi, Su Qianci merasa terhibur dan dengan manis menatap wajahnya. Dia sangat bahagia. Dia berpikir bahwa pidato Li Sicheng akan segera berakhir. Namun, tatapan matanya menjadi lebih lembut seolah-olah dia sedang berada di hadapan Su Qianci secara langsung. Dia berkata, "Saya ingin berterima kasih kepada istriku karena telah menungguku pulang." Istri ¡­. Itu tidak terdengar buruk sama sekali. "Aku akan menunggumu," Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk menjawab dengan sebuah suara lirih, tanpa menyadari bahwa dia berada di depan mikrofon. Suaranya menjadi keras dan jelas. Di layar itu, Li Sicheng berhenti sejenak dan berkata, "Aku mencintaimu." Semua orang terperangah. Li Sicheng mengatakan sesuatu yang begitu sentimental? Semua orang lajang yang hadir di sana rasanya ingin bunuh diri. "Dunia sudah gila." Ou Ming hampir menelan gelas di tangannya. "Apakah dia kehilangan akal sehatnya?" "Aku memiliki reaksi yang sama ketika aku pertama kali menontonnya." Pemuda itu duduk di seberang Ou Ming. Karena acara itu, dia berpakaian formal untuk pertama kalinya. Menatap laptop di depannya, pemuda itu mengetuk kibornya dan menghela napas. "Dia meninggalkan sesuatu yang sangat berantakan dan menyuruhku untuk membereskannya. Mengerikan!" Ou Ming mengatakan yang sebenarnya, "Kudengar kau memeras Li Sicheng untuk jumlah uang yang sangat banyak. Dan sekarang kau hanya mengurus sesuatu untuknya. Jika aku jadi dia, aku pasti sudah membunuhmu." Luo Zhan terkekeh. "Hush! Jika kau tidak membicarakannya, kita bisa terus menjadi saudara yang baik." Setelah menekan tombol ''kembali'', dia mengangguk dengan penuh kepuasan. "Selesai! Misi selesai. Sekarang aku punya tambahan sepuluh juta yuan lagi." Yu Lili hampir tersedak anggurnya. "Sepuluh juta yuan?" Sial, dia tidak mengerti dunia orang-orang kaya ini. Jika Li Sicheng harus absen, dia bisa menyuruh seorang asisten untuk memutar video itu untuknya. Kenapa dia harus mempekerjakan seseorang yang sangat mahal hanya untuk memutar videonya? Yu Lili tidak pernah bisa mengerti. Ketika orang-orang masih membicarakan tentang keintiman pasangan tersebut, sebuah suara wanita yang manis berbicara. "Aku seharusnya tidak memberitahumu tentang sebuah kebenaran pada hari seperti ini." Mendengar itu, semua orang mencari siapa yang sedang berbicara dan kemudian menemukan sebuah sosok ramping di bagian belakang. Sambil memegang mikrofon, Tang Mengying berjalan ke panggung di bawah tatapan semua orang. Banyak orang yang telah mengenalinya, karena Tang Mengying pernah menjadi sekretaris Li Sicheng untuk sementara waktu. Untuk beberapa alasan, dia telah meninggalkan Grup Finansial Li . Melihat ke arah Su Qianci, Tang Mengying menunjukkan ekspresi pemberani di wajahnya saat dia berkata perlahan, "Namun, saya tidak bisa menahannya lagi. Tuan Li adalah orang yang paling saya hormati dan paling saya sukai di dunia ini. Saya tidak bisa membiarkan kenyataan bahwa seorang wanita mengkhianatinya. Hari ini, saya akan membuka kedoknya." Semua orang terperangah. Membuka kedoknya? Apakah Su Qianci memiliki sesuatu yang dia sembunyikan dari semua orang? Chapter 239 - Membuka Kedoknya Layar LED yang menampilkan wajah tampan Li Sicheng tiba-tiba meredup. Di tempat itu semua lampu telah dimatikan, suasana di dalam ruangan terasa misterius. Semua orang menatap layar itu, dan sebuah jeritan tiba-tiba terdengar melalui pengeras suara. Karena sedang terlena, semua orang terkejut. Namun, Tang Mengying tampak semakin puas. Melirik ekspresi wajah ketakutan Su Qianci, Tang Mengying menunjuk Su Qianci dengan jarinya dan kemudian mengarahkan jarinya ke bawah, mulutnya mengucapkan kata-kata tanpa suara: pergi ke neraka. Melihat ekspresi percaya diri Tang Mengying, Su Qianci merasa bersimpati. Alhasil, dia tersenyum saat melihat ekspresi wajah Tang Mengying yang penuh kemenangan. Terlihat ada penghinaan dan kebencian sejati dalam senyumnya. Ekspresi wajah Su Qianci tampak dingin. Tang Mengying tiba-tiba merinding. Gadis yang sombong, aku akan melihat apa yang akan kau lakukan setelah melihat videonya. Tang Mengying mengalihkan tatapannya dari Su Qianci ke layar besar di depan. Di layar besar itu, beberapa orang pria mendorong seorang wanita ke sudut dan pemimpin mereka melemparkan dirinya ke arahnya. Yang lain mengikuti. Adegan yang tak terduga ini membuat semua mata terbelalak. "Apakah itu Nyonya Li?" "Aku tidak menyangka kalau dia begitu ¡­ bebas." "Tidak, itu tidak terlihat seperti Nyonya Li." Ada sebuah gambar wajah wanita itu dari jarak dekat . Karakteristik wajah yang halus dan tatapan mata menggoda, berbeda dari wajah lembut dan lugu Su Qianci. Itu jelas ¡­. "Bukankah itu Nona Tang?" Seseorang berseru. Semua orang memandang ke arah Tang Mengying. Tang Mengying merasa seperti tersambar petir, tidak mengetahui harus berbuat apa. Video di layar itu diedit atas instruksinya. Dia telah memeriksa setiap detailnya. Jika tidak diputar ulang, tidak mungkin ada yang menyadari bahwa video itu dari hasil edit. Dia yakin bahwa dengan video itu, Su Qianci tidak bisa membersihkan namanya sendiri. Namun, video yang membuatnya percaya diri itu kini memiliki tokoh utama yang berbeda. Tang Mengying kehilangan akal sehatnya. "Bagaimana mungkin ¡­." Bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya itu wajah Su Qianci? Namun, setiap detail pada video itu begitu hidup dan sempurna, sehingga benar-benar terlihat seperti Tang Mengying yang sedang melakukannya. Su Qianci melemparkan sebuah pandangan tajam pada Tang Mengying dan berkata dengan dingin ke mikrofon, "Bukankah kau mengatakan bahwa kau akan membuka kedokku? Apakah ini yang kau coba tunjukkan kepada kami?" Tang Mengying menjadi pucat pasi bersamaan dengan suhu tubuhnya yang menurun. "Itu bukan saya!" Tang Mengying menggigil di bawah tatapan semua orang. "Su Qianci, Su Qianci ingin menjebakku. Kenapa kau melakukan itu ¡­." Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, gambar di layar berubah kembali. Layarnya menjadi gelap. Dilihat dari lingkungan, itu adalah sebuah gudang yang terbengkalai. Seorang wanita dengan pakaian serba tertutup berdiri di samping seorang pria yang duduk di atas sepeda motor. Sejak pertama kali mereka bertemu, setiap kata yang mereka ucapkan terdengar dengan suara yang keras dan jelas. Chapter 240 - Dia Membunuh Bayi Pertama Su Qianci "Pria jalang paling populer, selalu mengunggah foto-foto skandal seperti ini. Aku hanya membayar beberapa yang belum diunggah dan mengganti wajah para wanitanya." "Bagus sekali. Aku tidak mengetahui kalau foto itu diedit." "Pasti. Di mana barang-barang yang ingin kau tambahkan?" "Ini. Ingatlah untuk menambahkan ini. Pada saat itu, Li Sicheng tidak akan bisa menyangkalnya." ¡­. "Kau harus tahu bahwa aku mempertaruhkan nyawaku untuk membantumu. Ingat apa yang terjadi pada Pelatih Jin? Jika Li Sicheng mengetahui tentang hal ini, mungkin ada konsekuensi yang lebih buruk untukku." Itu adalah percakapan antara seorang pria dan seorang wanita. Suara lelaki itu tidak dikenal, tetapi yang jelas, suara wanita itu adalah suara Tang Mengying. Ekspresi wajah semua orang langsung berubah saat mereka menatap Tang Mengying. Dia baru saja berbicara tentang membuka kedok Su Qianci, tapi kemudian dia menunjukkan sendiri gaya hidupnya yang buruk. Dan juga, kalau dinilai dari percakapan itu, dia jelas-jelas sedang merencanakan sesuatu yang jahat ¡­. Bukankah Nona Tang terkenal sebagai seorang wanita yang sopan? Bukankah dia terkenal baik hati dan cantik? Dia seharusnya bukan seseorang yang akan melakukan ini, kan? Namun, tidak peduli siapa yang telah memutar video itu, bagian terakhirnya sangat otentik sehingga tidak bisa dipalsukan. "Bukan saya. Siapa yang ingin menjebak saya? Siapa yang telah melakukan itu?" Tang Mengying berseru. Tang Mengqing melihat bahwa semuanya telah digagalkan dan dengan cepat meminta bantuan. "Bu, kemari! Kakak sedang diganggu oleh Su Qianci." Tang Mengqing hampir terisak, "Walau bagaimanapun dia mengandung bayi Kakak Sicheng." Di layar besar itu, Tang Mengying dan Tang Mengqing tiba-tiba muncul. Dari pengeras suara, terdengar sebuah suara jernih yang bertanya, "Kakak, apakah kau sudah melihat berita itu?" Itu adalah suara Tang Mengqing. Li Weiya yang sedang menonton di kerumunan mengenali suara Tang Mengqing dan jantungnya bergetar, merasa khawatir untuk sahabatnya. Tolong jangan katakan sesuatu yang melanggar batas ¡­. Kemudian terdengar suara Tang Mengying setelahnya,"Ya. Aku tidak menyangka kalau Li Sicheng akan sangat kejam kali ini. Itu hanya sebuah tamparan di wajah Su Qianci, dan dia hampir membuat bisnis Fu Zetian bangkrut." Tang Mengqing bertanya dengan tergesa-gesa, "Apa yang harus kita lakukan, Kak? Jika dia mengetahui bahwa kitalah yang mengirim foto yang telah diedit dengan Photoshop ke wanita tua itu, bukankah itu akan buruk bagi kita?" Meskipun Li Sicheng telah mencoba untuk meminimalkan dampak yang disebabkan oleh kejadian Su Qianci yang dipukuli oleh istri Fu Zetian, banyak orang yang mengetahui tentang hal itu. Namun, mereka tidak mengetahui bahwa kejadian itu diatur oleh Tang Mengying. Wajah Song Yifan tiba-tiba menjadi gelap, tatapannya seperti belati, terbang meluncur ke arah Tang Mengying. "Jangan khawatir. Tidak mungkin dia bisa mengetahuinya." Tang Mengying terdengar percaya diri dan menyeringai, "Aku bisa membuat Su Qianci kehilangan bayinya tanpa ada yang mencurigaiku. Jika kau tidak memberi tahu siapa pun tentang ini, siapa yang bisa mengetahuinya?" Saat dia mengatakan itu, semua orang yang mengetahui tentang hal itu menjadi terperanjat. Dia membunuh bayi pertama Su Qianci. Sungguh ganas! Kebencian macam apa yang dipendamnya sehingga memperlakukan seorang wanita dengan cara seperti ini! Chapter 241 - Dia Selalu Mengetahuinya Suara dari pengeras suara itu berlanjut. Itu adalah suara Tang Mengqing yang terdengar ragu-ragu, "Tapi ¡­." "Tidak ada tapi. Jadilah pintar. Semua yang Su Qianci miliki hanyalah dukungan dari Kapten tua itu. Ya, aku mendapat dukungan dari Qin Shuhua. Ketika kapten itu mati, itu akan menjadi waktu kita." ¡­. Ketika kapten itu mati? Apakah yang dimaksud Tang Mengying adalah Li Xun? Berdiri di atas panggung, Kapten Li menunjukkan sebuah ekspresi sengit di wajahnya. Saat melihat ke arah Tang Mengying, matanya penuh penghinaan dan rasa muak. Li Xun selalu mengetahui bahwa gadis ini tidak baik. Namun, dia tidak mengira bahwa Tang Mengying akan begitu kejam sehingga berharap dia mati. Konyol sekali! Hanya karena Qin Shuhua menyukainya, dia ingin menikah dengan keluarga Li? Bahkan jika Li Xun telah meninggal, istri Li Sicheng tidak akan mungkin seseorang yang berasal dari keluarga Tang, apalagi Li Xun masih hidup. Tatapan mata yang menyalahkan, muak, penghinaan, kekecewaan, dan keterkejutan dilemparkan ke arah yang sama. Merasakan tatapan orang-orang padanya, Tang Mengying melangkah mundur beberapa kali. Wajah cantiknya menjadi pucat pasi saat dia tergagap-gagap, "Bukan saya ¡­. Kenapa kamu menjebakku ¡­." Tidak ada yang bersimpati padanya. Foto Tang Mengying dan Tang Mengqing masih berada di layar saat mereka melanjutkan berbicara, "Jadi kenapa? Jika kita tidak bisa mendapatkan dia kali ini, kita akan memiliki kesempatan lain. Bukankah kapten tua itu mengadakan konferensi pers untuknya? Kita akan memberinya sebuah hadiah besar pada saat itu. Aku masih memiliki beberapa kartu di tangan. Si idiot Su Qianci bahkan bukan tandinganku." "Hadiah apa?" Tang Mengqing bertanya dengan suara penasaran. "Kau akan tahu pada saatnya." Tang Mengying tidak menjawabnya. Terdengar sebuah nada dering, Tang Mengying berkata, "Aku ada telepon. Keluarlah sebentar." ¡­. "Dia bahkan menyembunyikan sesuatu dari adiknya sendiri!" Suara Yu Lili tiba-tiba terdengar dalam keheningan. Namun, kalimat itu seperti sebuah batu yang dilemparkan ke danau, mengusik ketenangannya. Orang-orang mulai berbisik. "Tang Mengying sangat menakutkan ¡­." "Bukankah mereka semua mengatakan bahwa Nona Tang itu lembut dan baik hati? Apa-apaan ini?" "Bagaimana bisa Nyonya Li melukai hati gadis Tang ini dulu? Tang Mengying membunuh bayi pertamanya dan mencoba mempermalukannya di tempat ini. Seandainya dia sukses, Nyonya Li akan kehilangan reputasinya." Suara bisik-bisik itu menjadi semakin keras dan bertambah keras. Tang Mengying menjadi semakin pucat dan kakinya mendadak lemas. Tidak mungkin. Seharusnya ini tidak terjadi. Dia telah mengatur segalanya. Dia telah merencanakan setiap detailnya. Hal itu seharusnya berlangsung sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Kenapa hal itu terjadi? Mengapa ¡­. Tang Mengying tidak mengerti dan menatap ke arah Su Qianci. Namun, Su Qianci sedang melihat ke arah sebuah meja. Di meja itu, Ou Ming dan Luo Zhan sedang duduk bersama. Luo Zhan? Benar, Luo Zhan! Tang Mengying tiba-tiba mengerti apa yang telah terjadi dan merasa benar-benar frustrasi. Luo Zhan adalah salah satu dari beberapa teman dekat Li Sicheng, seorang peretas top di dunia internet. Satu-satunya orang yang mempunyai pengaruh dan uang untuk mempekerjakannya adalah Li Sicheng. Jadi ¡­ pertunjukan ini diatur oleh Li Sicheng? Itu berarti ¡­ dia selalu mengetahuinya ¡­. Chapter 242 - Jika Kau Kabur, Kita Akan Bercinta Sepuluh Kali Malam Ini Penerbangan dari New York ke Kotaraja mendarat pada pukul 20:48. Yu Lili akhirnya mengerti mengapa Li Sicheng menawarkan Luo Zhan uang sepuluh juta yuan. Sepuluh juta! Namun, itu sepadan karena Tang Mengying telah diberi pelajaran. Terkejut oleh seberapa jauh Li Sicheng bersedia untuk bertindak, Yu Lili merasa iri pada Su Qianci. Dengan seorang pria yang sangat mencintainya dan seorang sahabat yang selalu melindunginya, Su Qianci jauh lebih beruntung daripada Yu Lili. Yu Lili menatap Ou Ming, merasa getir. Setiap orang memiliki nasib yang unik. Ou Ming sedang berbicara dengan Luo Zhan. Merasakan pandangan Yu Lili, dia balas memandang ke arahnya. Melihat bahwa Yu Lili sedang tidak senang, dia mendekatinya dan bertanya, "Ada apa?" "Tidak ada." Yu Lili mengerutkan bibirnya, memutuskan untuk tidak memberitahunya. Ou Ming mengerutkan alis, merasa bingung. Dia mendekatinya dan mendaratkan sebuah ciuman di pipinya. "Kau marah?" Yu Lili menyeka wajahnya dengan satu tangan. "Hentikan!" "Kau telah mengalami hal yang lebih buruk." Ou Ming melengkungkan bibirnya. "Aku bisa menunjukkannya nanti jika kau sudah lupa." "Enyahlah!" Yu Lili menatap pria itu dengan tatapan meremehkan. Ou Ming memicingkan matanya, memeluk pinggang Yu Lili, memaksanya untuk duduk di dekatnya. Saat meletakkan kursi mereka berdampingan, dia memastikan bahwa tidak ada jarak di antara kedua kursi itu. Yu Lili ingin kabur, tapi Ou Ming segera mendorongnya untuk duduk dan berbisik di samping telinganya, "Jika kau kabur dariku sekarang, kita akan bercinta sepuluh kali malam ini. Apakah kau ingin mencobanya?" Suaranya terdengar jahat, dengan sebuah nada peringatan yang jelas. Dia mengetahui betul bahwa Ou Ming sedang tidak bercanda, dan dengan segera menjadi patuh. Sambil memikirkan sesuatu, dia bertanya, "Bagaimana jika aku tidak kabur?" "Kalau begitu kita akan bercinta satu kali." Namun, Ou Ming tidak bisa menjamin berapa lama hal itu akan berlangsung. Tidak mengetahui apa yang pria itu pikirkan, Yu Lili duduk diam. Ou Ming merasa puas, memastikan bahwa Yu Lili memiliki anggur di dalam gelasnya layaknya seorang pria sejati. Tang Mengying tidak bisa lagi menahan penghinaan yang diterimanya dan ambruk di lantai. Lantainya berkarpet, jadi itu tidak menyakitinya. Akan tetapi, dia bahkan menjadi semakin malu. Tang Mengying ingin berdiri, tetapi dia dengan segera kehilangan keseimbangannya. "Putriku tersayang!" Teriak sebuah suara, seiring dengan seorang wanita setengah baya yang agak gemuk muncul. Setelah dia melihat Tang Mengying yang sedang duduk di lantai, dia berseru, "Putriku, kenapa kau duduk di lantai? Itu tidak baik untuk bayi dalam kandunganmu!" Kata-kata itu seperti bom, membuat hadirin merasa kaget. Bayi dalam kandunganmu? Tang Mengying sedang hamil? Nyonya Tang berlari ke arah Tang Mengying dan membantunya berdiri. Mengambil mikrofon yang terjatuh dari tangan Tang Mengying, dia berteriak, "Qin Shuhua, keluar ke sini. Kita perlu bicara!" Qin Shuhua adalah nama ibu Li Sicheng. "Putra keduamu membuat putriku hamil. Apa menurutmu putramu bisa mengabaikan putriku?" Suara Nyonya Tang sangatlah keras. Melalui pengeras suara itu, suaranya hampir memekakkan telinga. Qin Shuhua sedang mengobrol dengan kerabat dan teman-temannya. Mendengar suara itu, dia keluar dari kerumunan, melihat Tang Mengying yang kacau balau, dan merasa sangat kasihan padanya. Dia segera mendekati, bertanya, "Apa yang terjadi?" "Ayam betina yang tidak bisa bertelur di keluargamu sedang mengganggu ibu dari putra sulung Li Sicheng!" Chapter 243 - Bayi Laki-laki Berusia Tiga Bulan Suara Nyonya Tang memekakkan telinga, seolah-olah dia tidak mengetahui bagaimana cara mengeja kata "malu". Di depan semua orang, dia memanggil putrinya dengan sebutan ibu dari putra sulung Li Sicheng. Namun, pertama-tama, seorang anak sulung haruslah seorang anak yang sah secara hukum. Bahkan jika Tang Mengying mengandung anak Li Sicheng, anak itu akan menjadi seorang anak haram. Jadi dari mana ide "anak sulung" itu berasal? Semua orang terkejut melihat betapa kurang ajarnya Nyonya Tang. Saat mereka tertegun, mereka semua melihat ke arah Su Qianci. Dibandingkan dengan betapa terpukulnya Tang Mengying dan betapa tidak tahu malu ibunya, Su Qianci masih terlihat sangat elegan. Berdiri di atas panggung, dia tampak seperti sedang berada di luar sandiwara itu. "Tidak heran Kapten Li telah memilih Su Qianci bukannya Tang Mengying," kata seseorang di kerumunan, dan mereka yang ingin mengambil hati keluarga Li segera menyetujuinya, suara mereka semakin keras dan lebih nyaring. Tang Mengying mengangkat kepalanya, memegang Qin Shuhua dengan kedua tangannya dan menjerit, "Bibi ¡­." Air matanya langsung menetes. "Aku tahu kau selalu menyukaiku. Aku tahu aku telah mengecewakanmu. Akan tetapi, bayi ini tidak bersalah. Aku benar-benar mengandung bayi Kakak Sicheng. Kau telah mengenalku sejak aku masih bayi. Tolong percayalah padaku." Qin Shuhua selalu menyukai gadis ini, bukan hanya karena dia cerdas dan cakap, tetapi juga karena dia baik hati dan lembut di depan Qin Shuhua. Setelah melihatnya tumbuh dewasa, Qin Shuhua mengira dia sudah mengenal Tang Mengying dengan sangat baik. Seorang gadis seperti Tang Mengying tidak akan berbohong padanya. Mendengar kata-kata Tang Mengying, Qin Shuhua meletakkan tangannya di lengan Tang Mengying, tetapi seseorang segera berkata, "Shuhua, kemarilah." Suara itu telah berumur, tetapi terdengar otoriter 1 . Qin Shuhua melirik ke arah Kapten Li, dan kemudian Tang Mengying, merasa ragu-ragu. Tang Mengying memegang lengannya erat-erat, berlutut di lantai. "Bayi itu berumur tiga bulan. Dia seorang bayi laki-laki, Bibi ¡­." Su Qianci mendengarnya dan merasa tercekik. Berumur tiga bulan. Sejak dia menerima panggilan dari Australia itu, kira-kira sudah sekitar tiga bulan yang lalu, yang berarti dia dihamili pada saat itu ¡­. Dilihat dari ekspresi wajahnya, Tang Mengying sedang mengatakan hal yang sebenarnya. Dan panggilan telepon itu ¡­. Hati Su Qianci serasa direnggut. Menatap Qin Shuhua dan Tang Mengying, Su Qianci mengepalkan tangannya. Kapten Li dengan jelas menyadari bagaimana emosi Su Qianci berubah dan meletakkan tangannya di bahu Su Qianci. "Anak itu tidak akan pernah melakukan hal itu." Tidak ada yang mengenal Li Sicheng lebih baik daripada Kapten Li. Karakter bocah itu serupa dengan dirinya, jadi tidak mungkin dia melakukan hal seperti ini. Kapten Li sangat yakin. Su Qianci mengangguk dan merasa lebih baik. Betul. Li Sicheng tidak akan pernah melakukan hal seperti ini. "Mengying, berdirilah dahuulu. Kau bisa berbicara dengan Sicheng ketika dia kembali. Paham?" Qin Shuhua masih merasa menyesal terhadap Tang Mengying. Jika dia dulu bersikeras, mungkin Li Sicheng tidak akan menikahi Su Qianci ¡­. Tang Mengying berteriak dengan keras dan berkata, "Jika kau tidak percaya padaku, aku tidak akan berdiri. Bayiku benar-benar milik Kakak Sicheng ¡­." "Benarkah?" Sebuah suara dingin menembus kerumunan dari kejauhan. Orang-orang melihat ke arah suara itu dan melihat sebuah sosok jangkung di pintu. Tatapan dingin dari pria itu mendarat pada Tang Mengying dengan sinis. "Apakah kau tahu cara mengeja ''delusional''?" Berkuasa sendiri; sewenang-wenang. Chapter 244 - Saatnya Berbicara Pria itu tinggi dan tampan. Hanya dengan berdiri di sana, dia telah menarik semua perhatian. Sambil membelakangi cahaya, dia berjalan memasuki aula dengan sebuah wajah tanpa ekspresi. Berpakaian formal, dia tampak asing dan dingin. Namun, saat Su Qianci melihat Li Sicheng, dia merasa ada sesuatu yang mekar di dalam hatinya. Merasa senang dan sedih pada saat bersamaan, dia dengan segera berlari ke arah Li Sicheng. Ketika melihatnya, mata Li Sicheng sedikit meleleh bersamaan dengan itu dia merentangkan tangannya untuk Su Qianci. Sebuah pelukan penuh gairah telah mengusir ekspresi dingin Li Sicheng. Su Qianci memeluknya dan berkata dengan riang, "Kamu sudah kembali!" "Ya, aku kembali." Suaranya dalam dan lembut, seperti suara musik yang dimainkan oleh selo terbaik. Su Qianci mendongak menatap wajahnya. Li Sicheng terlihat sangat lelah. Bahkan ada bayangan hitam di bawah matanya. Setelah menghabiskan hanya beberapa hari di Amerika, guratan wajahnya tampak lebih tegas. Dia pasti telah kehilangan berat badannya. Su Qianci merasakannya, menyentuh wajahnya dengan jari-jarinya. "Kamu pasti lelah." Li Sicheng memegang tangannya dan menciumnya. "Tidak terlalu setelah melihatmu." "Ayaya ¡­." teriak Kapten Li, terlihat serius. "Kalian orang muda harus bisa menahan diri." Ketika orang-orang mendengar itu, mereka semua terkekeh-kekeh. "Tidak, aku tidak bisa menyaksikan ini." Luo Zhan tampak iri dan marah. "Bro, tidak manusiawi untuk menunjukkan cintamu di depan orang lajang seperti kami." "Itu berlebihan." Ou Ming juga merasa cemburu. Melirik Yu Lili, dia berkata, "Aku tidak keberatan bersaing dengan mereka." Yu Lili menjentikkan tangan Ou Ming. "Enyahlah!" Nyonya Tang merasa geram, berdiri dengan bertolak pinggang. Setelah meraih mikrofon, dia berteriak, "Li Sicheng, kau kembali tepat pada waktunya. Mari kita bicara tentang apa yang harus kau lakukan." Li Sicheng memicingkan matanya dan berjalan mendekat, menggandeng tangan Su Qianci. Qin Shuhua melihat Nyonya Tang menjadi garang, dia menarik putranya menjauh, dan berkata, "Kau perlu berbicara dengan kami. Apa yang telah terjadi? Mengapa Tang Mengying tiba-tiba hamil?" Sikap Qin Shuhua sangat jelas, kentara menunjukkan bahwa dia percaya pada Tang Mengying. Wajah Kapten Li menjadi kelam saat dia memerintahkan, "Shuhua, minggir. Sicheng bisa menanganinya sendiri." "Tapi ¡­." "Kembalilah ke sini sekarang." Qin Shuhua terdiam, berjalan menuju Kapten Li. "Kakak Sicheng ¡­." Tang Mengying melihat Su Qianci bersikap mesra dengan Li Sicheng, dan kecemburuan hampir membuatnya gila. Namun, dia masih berpura-pura menjadi lemah lembut dan penakut. Sambil melihat ke arah Li Sicheng, dia berkata dengan suara lirih, "Aku ¡­. Maaf. Aku seharusnya tidak memelihara bayi itu tanpa memberitahumu ¡­." "Ya," Li Sicheng menatapnya dengan dingin tanpa ada kehangatan sama sekali di matanya. "Itu adalah bayimu, jadi kau bisa memeliharanya atau menyingkirkannya sesukamu." Karena telah menebak sikapnya, Tang Mengying menggertakkan giginya, berdiri tegak, dan berkata, "Ini juga bayimu. Kau adalah ayahnya, bukan?" Li Sicheng mendengar itu dan tiba-tiba tersenyum. Senyumnya begitu cerah sehingga menarik perhatian semua orang. Keluarga Li, keluarga Tang, dan semua tamu yang diundang ke pesta dan konferensi pers semuanya kebingungan dengan reaksinya. Namun, senyumnya benar-benar terlihat menyedihkan. Perlahan, Li Sicheng berkata, "Sudah saatnya untuk berbicara." Chapter 245 - Saatnya Bangun, Tang Mengying Senyum Li Sicheng menghilang ketika dia berkata perlahan, "Ketika aku berumur delapan belas tahun, di pesta ulang tahunku, kau berpura-pura mabuk dan tidur di tempat tidurku, mencoba merayuku. Aku meminta pelayan untuk mengantarmu pulang ke rumah, tanpa menyebutkan satu kata pun pada dunia. " Sudah delapan tahun sejak kejadian itu. Tang Mengying menjadi pucat pasi, tidak mengerti mengapa Li Sicheng tiba-tiba mengungkitnya. "Ketika aku berumur dua puluh tahun, kau berpura-pura bahwa pergelangan kakimu sakit, memintaku untuk mengantarmu pulang. Dengan menggunakan hal itu, kau mengaku sebagai kekasihku kepada orang banyak, membuat ibuku percaya bahwa kita adalah sepasang kekasih. Aku tidak mengungkapkan kebohonganmu, tetapi hanya menjaga jarak denganmu. Tahun lalu, aku pergi untuk sebuah perjalanan bisnis ke Australia. Di suatu pesta, kau meminta teman priamu untuk memprovokasiku, mencoba membuatku berkelahi dengannya untukmu. Setelah kau gagal melakukan itu, kau mengirim seseorang untuk menghentikan mobilku, ingin mendapatkan jawaban dariku. Tahun ini, kau memberiku afrodisiak di malam pernikahanku, mencoba membuatku tidur denganmu. Setelah kau gagal, kau menjebak istriku, menginginkan supaya aku meragukan dia dan menjauhkan diri dari istriku. Pada hari berikutnya, kau secara khusus datang ke kamar kami untuk mengingatkanku. Aku tidak mengikutinya." Semakin dia mendengarkan, Tang Mengying menjadi semakin pucat. Ternyata Li Sicheng mengetahui segalanya. Bagaimana dia bisa mengetahuinya? Dia selalu menggunakan cara yang berbeda. "Si*lan. Itu sangat tidak tahu malu!" Yu Lili berteriak, dan banyak orang yang setuju dengannya. "Tuan Li tidak akan berdusta. Selain itu, wanita ini bahkan tidak menyangkalnya." "Bukankah dia seorang wanita terhormat? Bukankah dia lembut dan baik hati?" "Yah, kau tidak pernah bisa menilai sebuah buku dari sampulnya. Sepertinya semuanya itu benar ¡­." Tang Mengying diam tak bergerak, wajahnya sekelam abu. Dia melirik sekilas ke arahnya dengan dingin dan berkata, "Beberapa bulan yang lalu, kau menyewa seseorang untuk menyuruh Pelatih Jin menyakiti istriku, yang menyebabkan keguguran anak sulungku sebelum kami mengetahui keberadaannya." Tang Mengying hampir roboh, tetapi Nyonya Tang dengan cepat membantunya berdiri tegak. Seolah-olah tidak menyadari gangguan emosional yang sedang dialami Tang Mengying, Li Sicheng melanjutkan, "Tiga bulan yang lalu, aku pergi melakukan perjalanan bisnis lain di Australia bersamamu. Kau mabuk dan berusaha membuatku tinggal di kamarmu. Aku sedang tergesa-gesa untuk kembali kemari, jadi aku meninggalkan Cheng You untuk membantumu supaya sadar. Namun, kau mengusirnya dan mengundang orang asing ke kamarmu." Saat dia mengatakan itu, kerumunan orang-orang itu gempar. Tiga bulan yang lalu. Dan bayi Tang Mengying juga berusia tiga bulan, yang berarti ¡­. "Omong kosong!" Tang Mengying histeris. "Orang itu adalah kau. Itu adalah kau! Aku tidak akan salah mengira siapa pun menjadi dirimu. Berhenti berbohong padaku!" Li Sicheng melengkungkan bibirnya dengan dingin. "Aku sedang dalam penerbangan kembali kemari pada waktu itu. Jadi bagaimana aku bisa memiliki bayi denganmu?" "Tidak, tidak mungkin!" Tang Mengying tampak tersiksa, tetapi nada suaranya tegas. "Itu adalah kau. Kecuali kau, aku tidak akan pernah bersama dengan orang lain." Tang Mengying memohon dengan berlinang air mata, "Kakak Sicheng ¡­ bisakah kau meminta mereka pergi terlebih dahulu dan kita bisa berbicara secara pribadi ¡­." Ada begitu banyak hal yang dipertaruhkan, jadi Tang Mengying merasa ketakutan. Apa yang Tang Zhenghao, ayah Tang Mengying, sangat hargai adalah reputasi keluarga. Karena ada begitu banyak reporter, berita itu pasti sudah tersebar. Sebelum semuanya lepas kendali, dia harus mengendalikan semuanya terlebih dahulu. " Akan tetapi, Li Sicheng tidak mau bekerja sama dengannya. "Kau delusional," kata Li Sicheng dengan sebuah nada suara yang dingin sambil menatapnya. "Saatnya bangun, Tang Mengying." Chapter 246 - Tes Dna Tang Mengying seketika menjadi hancur, menangis dengan begitu keras. Tidak ada hal di dunia ini yang melukai lebih dalam daripada ditolak oleh orang yang dicintai. Dan tidak ada apa pun di dunia yang lebih mengerikan daripada menyaksikan martabatnya dihancurkan di depan umum oleh Li Sicheng. Dia mengandung seorang bayi, bayi Li Sicheng! Saat Tang Mengying menangis, beberapa wanita berhati lembut bahkan merasa kasihan padanya. Akan tetapi ¡­. "Siapa pun yang patut dikasihani pastilah seseorang yang penuh kebencian," kata seseorang di kerumunan. Tang Mengying berteriak lebih keras, "Kakak Sicheng, tidak apa-apa jika kau tidak mau mengakuinya. Tetapi bayi yang kukandung adalah salah satu keluarga Li, putramu! Tidak peduli betapa bencinya dirimu padaku, itu adalah faktanya. Itu adalah putra sulungmu! " Su Qianci mengencangkan cengkeramannya ke lengan Li Sicheng dan dia merasa gelisah, mendongak menatap Li Sicheng. Apakah kata-kata Tang Mengying benar? Li Sicheng menyadari tatapan Su Qianci, memeluknya erat, dan berbisik, "Apakah kamu percaya padaku?" Suaranya begitu pelan sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya. Melihat wajah Li Sicheng yang tenang, Su Qianci merasa tertegun. Dalam pikirannya, suara sensual dalam panggilan telepon itu masih terngiang ¡­. Berdasarkan obsesi yang dimiliki Tang Mengying terhadap Li Sicheng, mustahil dia akan tidur dengan orang lain. Su Qianci percaya itu dengan teguh. Namun, Li Sicheng mengatakan hal yang sebaliknya padanya ¡­. Siapa yang mengatakan hal yang sebenarnya? Apakah dia percaya pada Li Sicheng? Haruskah dia percaya? Mata Li Sicheng meredup. Setelah beberapa detik, Su Qianci mengangguk. "Aku percaya padamu." Dia harus. Su Qianci menggenggam tangan Li Sicheng erat-erat, menatap Tang Mengying, dan berkata dengan keras, "Kalau begitu mari lakukan tes DNA." Tes itu akan mengungkapkan kebenarannya. Tidak ada yang lebih meyakinkan daripada kebenaran itu sendiri. Luo Zhan mendengar itu dan bertepuk tangan. "Tes darah! Kita akan segera mengetahuinya setelah pengetesan. Jika saudaraku punya perasaan padamu, mengapa dia menikahi Su Qianci?" Kebenaran selalu melukai paling dalam. Tang Mengying menyaksikan Su Qianci dan Li Sicheng yang sedang bergandengan tangan dengan penuh kebencian dan iri hati. Itu seharusnya miliknya, semuanya ini. Orang yang dipermalukan di depan umum seharusnya adalah Su Qianci. "Putriku tersayang!" Nyonya Tang berseru. "Apa yang kau lihat pada pria seperti itu? Dia kelihatan baik tetapi memiliki karakter yang mengerikan, meninggalkanmu setelah tidur denganmu. Tak tahu malu!" "Kau tidak bisa memutarbalikkan kebenaran seperti ini," Ou Ming akhirnya berkata. Berjalan ke tengah kerumunan orang banyak, dia bertanya, "Saya mengenal Li Sicheng lebih baik daripada siapa pun. Apakah Anda berani membiarkan putri Anda menjalani tes DNA?" "Dia pasti takut." "Hamil dengan bayi sembarang pria dan berusaha menjebak Li Sicheng. Li Sicheng pasti merasa diperlakukan sangat tidak adil." "Aku tahu bahwa Nona Tang merasa seperti itu pada Tuan Li ¡­." Dengan kedua tangan di perutnya, Tang Mengying berteriak lebih keras. "Li Sicheng, meski kau tidak menginginkan bayimu, aku masih menginginkannya." "Apa yang dia maksud?" "Apakah dia takut?" "Dia pasti khawatir kebohongannya akan terungkap." Dengan berlinang air mata, Tang Mengying menatap Su Qianci dan berteriak, "Bagaimana kita bisa melakukan tesnya sebelum bayi ini dilahirkan?" Su Qianci memandangnya dengan dingin dan berkata, "Sebuah amniosentesis bisa dilakukan." Chapter 247 - Kenapa Kau Tidak Berani Suara Su Qianci luar biasa tenang. Ada kebencian yang berkobar-kobar di mata hitamnya. Tang Mengying memandang Su Qianci dan merasa dia tidak mengenal gadis ini. Siapakah Su Qianci yang ada di hadapannya ini? Perubahannya itu terlalu dramatis ¡­. Su Qianci yang lama itu keras kepala dan sulit diatur, tetapi sangat pemalu di depan umum. Di depan begitu banyak orang, dia tidak akan bisa berpidato atau bahkan berdiri dengan diam. Namun, Su Qianci berada tepat di depannya tanpa demam panggung. Penampilan dan ekspresinya benar-benar berbeda dari siapa dia sebelumnya. Seolah-olah ¡­ dia adalah Li Sicheng kedua! Merasa sedikit kaget, Tang Mengying memalingkan muka dan berseru, "Tidak!" Yu Lili menyeringai, "Kau tidak berani, kan?" Luo Zhan menggelengkan kepalanya, berkata dengan sinis, "Nona Tang, saya tidak tahu Anda seperti ini. Anda tidur dengan seseorang dan mencoba menjebak sahabatku. Itu keji." "Itu adalah pencemaran nama baik. Anda bisa masuk penjara untuk itu." Tang mengying menggertakkan giginya dan melihat ke sekeliling dengan mata merah. "Bayi itu baru berumur tiga bulan. Amniosentesis? Itu sama saja seperti kau memintaku untuk melakukan aborsi!" Dia hampir berteriak, yang kemudian menjadi tersedu-sedu. "Li Sicheng, aku tidak peduli jika kau tidak mengakuinya. Aku akan memiliki bayi ini. Dia termasuk bagian keluarga Li, dan kau tidak pernah bisa mengubah fakta itu." Saat dia mengatakan itu, semua orang menjadi terdiam. Amniosentesis adalah prosedur yang relatif berisiko. Lebih baik menunggu sampai trimester kedua untuk melakukannya. Kecuali diperlukan, hampir tidak ada orang tua yang memilih untuk melakukannya. Namun, apakah ada pilihan lain dalam keadaan itu? "Cheng You," Li Sicheng memanggil dengan dingin. Cheng You bergidik dan dengan cepat berjalan menghampiri. "Di sini." "Telepon seorang psikiater dan buat janji untuk Nona Tang." Tidak ada yang bersuara setelah mendengar itu. Cheng You mengangguk dan dengan cepat melihat daftar kontaknya. Seseorang tiba-tiba bertanya di kerumunan, "Apakah kau serius?" Li Sicheng melirik orang itu dan berkata dengan dingin, "Li Sicheng tidak pernah bercanda." "Li Sicheng, kau ber*ngsek!" Nyonya Tang menjerit. "Kau adalah psikopatnya di sini! Kau playboy yang tidak tahu malu! Apa kau benar-benar menganggap dirimu begitu penting?" Suara marah Nyonya Tang terdengar paling keras di seluruh ruangan. "Kau punya nyali untuk tidur dengan putriku dan sekarang kau tidak punya keberanian untuk mengakuinya? Sungguh pengecut! Dan Su Qianci, kau seorang pel*cur! Kalian berdua pantas mendapatkan satu sama lain!" "Tutup mulutmu!" Suara Li Sicheng membawa temperatur dalam ruangan itu menjadi turun. Karena dibentak tiba-tiba, perilaku Nyonya Tang tiba-tiba melunak dan tergagap-gagap, "Ap ¡­ apa? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Kau seorang b*jingan!" "Apakah dia benar-benar berasal dari keluarga Tang? Perilaku yang buruk!" "Fakta bahwa mereka tidak berani melakukan tes DNA mengatakan banyak hal." "Saya telah menjadi mitra Tuan Li selama bertahun-tahun. Kami tahu betul bagaimana sifatnya." "Tepat sekali!" Tang Mengying menyeringai. "Aku tidak akan membahayakan bayiku untuk percobaanmu. Dia adalah anak Li Sicheng, dan itulah kenyataannya." "Mungkin kita bisa mencoba sesuatu yang berbeda," saran Ou Ming. "Apa yang ada dalam pikiranmu?" "Tes Polygraph 1 ." Ou Ming menatap Tang Mengying. "Apakah kau berani melakukan itu?" Tang Mengying meliriknya dan berkata, "Kenapa tidak?" Populer disebut sebagai tes kebohongan, adalah perangkat atau prosedur yang mengukur dan mencatat beberapa indikator fisiologis seperti tekanan darah, denyut nadi, respirasi, dan konduktivitas kulit sementara seseorang diminta dan menjawab serangkaian pertanyaan. Chapter 248 - Li Sicheng Hanya Memiliki Satu Wanita "Tepat sekali, kenapa tidak!" Nyonya Tang dengan segera membantunya. "Mengying-ku hanya memiliki satu pria, tidak seperti wanita j*lang itu, memiliki banyak afair 1 dengan pria yang berbeda-beda. Dia beruntung telah kehilangan bayinya. Kalau tidak, kita perlu mencari tahu siapa ayahnya." Su Qianci mendengar itu dan menjadi sangat marah. Ketika dia hendak membantah, seseorang berseru, "Kau harus mencuci mulutmu dengan sabun." Semua orang menoleh dan melihat Song Yifan berjalan keluar dari kerumunan. Ekspresi wajahnya yang lembut menjadi gelap. "Kau memang cukup kasar untuk memiliki seorang anak yang tidak tahu malu seperti itu." Mendengar kata-kata Song Yifan, Nyonya Tang meradang, "Kau ini siapa? Aku punya anak perempuan yang berpendidikan, sementara Su Qianci bahkan tidak punya orang tua untuk mengajarinya mana yang benar dan salah." Song Yifan sangat kesal sampai-sampai dia hampir mengangkat tangannya. Tanpa berpikir, dia berseru, "Itu tidak benar. Aku ayahnya." Semua orang terperanjat. Su Qianci juga tertegun, menatap Song Yifan. Setelah mengatakan hal itu, Song Yifan merasa bahwa dia mungkin telah membuat sebuah kesalahan. Namun, saat melihat tatapan Su Qianci, dia diam-diam merasakan sebuah kebahagiaan dan berkata, "Aku, Song Yifan, ayah Su Qianci. Entah dia mengakuiku atau tidak, aku bangga memiliki Su Qianci sebagai putriku." "Wow! Itu berita besar," Luo Zhan berseru terlebih dahulu. Bahkan para tamu selebritas yang telah melihat banyak hal dalam kehidupan mereka merasa tak percaya. Dengan ketenaran dan reputasinya, itu jelas tidak bijaksana bagi Song Yifan secara tiba-tiba memiliki sebuah skandal yang melibatkan seorang anak haram. Itu bisa dengan mudah menyakitinya atau menghancurkannya. Semua yang telah dia kerjakan selama bertahun-tahun bisa rusak. Hal itu adalah sesuatu yang gila untuk dilakukan. Tidak heran Song Yifan datang ke acara ini bersama kelompok musiknya. Ternyata inilah alasannya. Seolah-olah dia tidak memperhatikan apa dampak dari kata-katanya, Song Yifan memperingatkan Nyonya Tang, "Siapapun yang ingin mencelakai putriku harus menghadapiku terlebih dahulu." Merasa takut oleh ancaman yang tiba-tiba itu, Nyonya Tang tidak bisa berkata-kata. Para reporter di sekitar mereka segera menjadi gempar, menyiarkan berita mengejutkan ini secepat mungkin. Dalam beberapa menit, sebuah judul baru dipajang di Weibo: "Berita Penting:"Pianis Ternama Song Yifan adalah Ayah Mertua Li Sicheng?" "Li Sicheng, aku hanya akan menanyakan satu hal. Apa hubungan antara kau dan Tang Mengying?" Song Yifan terdengar tegas. "Apakah kau ada hubungannya dengan bayinya?" Bersamaan dengan itu lebih dari seratus orang memandang mereka, Li Sicheng berkata dengan tegas, "Tidak ada." Jawaban yang diharapkannya. Su Qianci meremas tangan Li Sicheng, dan Li Sicheng menariknya ke dalam pelukannya. Bersandar di dadanya, Su Qianci bisa merasakan detak jantungnya saat dia berkata, "Saya, Li Sicheng, hanya memiliki satu wanita." "Omong kosong!" Nyonya Tang terdengar marah, mencoba menampar Li Sicheng. Mata Li Sicheng menjadi gelap ketika tubuhnya berbalik ke samping untuk melindungi Su Qianci. Namun, dia menerima tamparan itu dengan punggungnya. Suaranya yang keras membuat Su Qianci bergidik, seolah-olah suara itu benar-benar memukulnya. Tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, Nyonya Tang tidak bisa menahan amarahnya dan melancarkan serangan lain. Namun, tangannya ditangkap oleh Li Sicheng dan dia menatapnya dengan dingin. Plak! Bersamaan dengan sebuah suara keras, Nyonya Tang memegangi wajahnya, melihat ke arah wanita dalam pelukan Li Sicheng dengan tatapan tidak percaya ¡­. Hubungan asmara yang berlangsung singkat (tidak dilanjutkan dengan perkawinan) Chapter 249 - Penjahat Tua "Kau menamparku!" Nyonya Tang tampak kaget dan menjerit, ingin membalasnya. Namun, sebelum dia sempat bergerak, Li Sicheng telah menahan tangannya. Nyonya Tang nyaris terjerembap ke depan. Saat dia mendapatkan keseimbangannya kembali, dia melihat Li Sicheng dan Su Qianci dengan tatapan tidak percaya. "Kau seharusnya menghormati orang tua, dan lihat apa yang sudah kau lakukan!" Ditampar di wajah dan nyaris terjatuh membuat Nyonya Tang merasa benar-benar dipermalukan. Mengapa kedua anak muda itu memperlakukannya sedemikian rupa? "Orang tua?" Su Qianci tampak jijik. "Orang tua yang memperoleh rasa hormat dari generasi yang lebih muda yang pantas mendapatkannya, sementara orang tua seperti Anda hanyalah seorang penjahat tua." "Ucapan yang bagus!" seseorang berseru di kerumunan. Kapten Li juga tampak bangga dan berkomentar, "Tepat sekali." Dengan pujian Captain Li, semakin banyak orang mengangguk. Nyonya Tang tampak pucat pasi, menggertakkan giginya. "Jangan melewati batas!" Seorang gadis berseru. Saat orang-orang menoleh ke belakang, Tang Mengying sedang melangkah dengan marah. Namun, dia tiba-tiba mengernyitkan keningnya. Tiba-tiba, kulitnya menjadi pucat dan dahinya dibanjiri keringat dingin. Tang Mengying membungkuk. "Bu, perutku sakit ¡­." Ketika Tang Mengying diantar ke rumah sakit, tidak ada satu pun dari keluarga Li yang ikut mengantar. Tang Zhenghao melihat istrinya sedang memaki dengan suara keras di rumah sakit ketika dia tiba. Dia tiba-tiba menjadi marah dan menampar wajah istrinya dengan keras. "Kau wanita mengerikan, siapa yang menyuruhmu membuat keributan di acara itu? Kau seharusnya menggunakan otakmu." Tang Zhenghao merasa sangat marah. "Aku sangat menyesal karena sudah menikah denganmu. Reputasi keluarga Tang telah benar-benar hancur olehmu dan putrimu." Saat ditampar di wajah, Nyonya Tang pertama kali tertegun, dan kemudian menangis dengan histeris. "Putri dan istrimu dipermalukan oleh orang lain. Kau tidak membalas untuk kami, tetapi malah memukul istrimu. Kau tidak punya nyali, Tang Zhenghao!" "Tutup mulutmu!" Terlihat mengerikan, Tang Zhenghao berkata, "Idiot! Mengapa kau harus memulai pertengkaran di depan umum? Apakah kau tahu apa yang dikatakan pers sekarang? ''Kedua gadis dalam keluarga Tang hamil sebelum menikah-- apakah itu karena faktor genetik?'' Apa-apaan itu? Bacalah sendiri." Nyonya Tang kehilangan suaranya dan berhenti terisak. "Akibat berita itu, dalam waktu tiga jam, saham perusahaan mengalami penurunan lebih banyak sehingga menyebabkan kerugian lebih besar daripada investasi terakhirku yang jeblok. Kau yang menyebabkan semua ini!" "Apa yang harus kita lakukan sekarang ¡­." "Katakan padaku, apakah Tang Mengying benar-benar mengandung anak lelaki Li Sicheng?" "Tentu saja." Mendengar sebuah jawaban yang penuh kepastian, Tang Zhenghao terlihat lebih baik. "Itu mudah kalau begitu. Yang paling penting adalah menjaga bayinya. Bocah itu, Li Sicheng ingin membuat perusahaanku bangkrut, tapi dia terlalu muda." Nyonya Tang terkejut. "Maksudmu, Li Sicheng ada di belakang semua itu?" Tang Zhenghao merasa kecewa terhadap istrinya dan menggertakkan giginya. "Bocah itu selalu bersaing dengan kita. Dia tidak pernah punya sebuah alasan kuat untuk mengalahkan kita, tapi sekarang kita malahan menyerahkan kelemahan kita kepadanya." Nyonya Tang bahkan merasa lebih bersalah, tidak dapat berkata-kata. Tang Zhenghao berusaha menahan kemarahannya dan berkata dengan tenang, "Sekarang, kita akan membujuk Qin Shuhua dan memastikan Li Sicheng bertanggung jawab. Putri Tang Zhenghao tidak dapat dicampakkan hanya karena Li Sicheng menginginkannya." Chapter 250 - Kekasih Terlebih Dahulu Sebelum Sahabat Konferensi pers segera berakhir. Kapten Li, Qin Shuhua, dan kerabat semuanya pulang ke rumah. Para tamu juga mulai membubarkan diri. Ou Ming, Yu Lili, Luo Zhan, dan Cheng You tetap tinggal, duduk bersama Li Sicheng dan Su Qianci di dalam sebuah ruangan privat. "Cheng You, bantu Luo Zhan temukan hotel di Australia tempat kita menginap dan dapatkan rekaman kamera pengintai pada waktu itu." "Baik Tuan!" "Luo Zhan, bantu aku mendapatkan informasi penerbangan pada hari itu." "Baik." "Ou Ming." "Polygraph, kan? Aku mengerti." "Tidak, bukan itu." Mata Li Sicheng sangat dalam saat dia menoleh untuk menatap Su Qianci. "Aku ingin kau membantuku membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Istriku sepertinya tidak percaya padaku. Bukankah begitu?" Su Qianci mendengar perkataan Li Sicheng dan merasa sedikit bersalah. Benarkah dirinya tidak percaya pada Li Sicheng? Dia ingin memercayainya, tapi ¡­ Tang Mengying tidak tampak seperti dia sedang berbohong. "Ya ampun," ucap Ou Ming, "Sejak kapan Li Sicheng peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain? Kau tidak memintaku untuk membuktikan bahwa kau tidak bersalah ketika orang-orang mengira kau adalah gay atau impoten." Luo Zhan juga sama terkejutnya. "Itu benar, Su Qianci. Banyak sekali gadis yang mengejar Li Sicheng sebelumnya, tetapi dia selalu bersikap dingin pada mereka, menakutinya sehingga mereka menjauh. Juga, dia pernah memelukku dan digosipkan menjadi pacarku. Aku, seseorang yang lebih menyukai wanita, menjadi sangat menderita karena rumor itu!" Luo Zhan tampak sangat sedih dan marah. Nada suara dan gerakannya sangat mirip dengan Lu Yihan. Su Qianci terkekeh-kekeh, tetapi tiba-tiba teringat akan Lu Yihan yang terluka untuk menyelamatkannya. Dia bertanya-tanya bagaimana keadaannya di rumah sakit ¡­. Ou Ming mengangkat alis dan berkata, "Ketika Li Sicheng di sekolah, dia tidak pernah punya kekasih. Sejak dia memulai bisnisnya sendiri, dia hidup seperti seorang biarawan. Ketika dia menerima saran Kapten Li dan menikahimu, kupikir dia ¡­. Tetapi kemudian ternyata ada seorang bayi. Meskipun bayinya sudah tiada, aku akhirnya tahu bahwa Li Sicheng bukan gay atau impoten." Kemudian, Ou Ming melirik Li Sicheng, seperti berkata: apakah aku melakukannya dengan baik? Su Qianci tersenyum dan mengangguk. Li Sicheng akhirnya menghela napas lega, meraih tangan Su Qianci. "Ayo kita pulang sekarang." "Kau meninggalkan kami setelah mendapatkan yang kau inginkan? Setidaknya traktir kami makan malam!" Luo Zhan menggerutu. Namun, Li Sicheng mengabaikannya. "Kekasih terlebih dahulu sebelum sahabat?" Luo Zhan tampak kesal, melirik Ou Ming. Ou Ming meraih tangan Yu Lili dan terkekeh-kekeh. "Kami juga akan pulang dan tidur." Luo Zhan tidak mengatakan apapun. Sangat tidak adil untuk orang lajang. Dia ingin memprotes! Ketika mereka sudah di rumah, Su Qianci segera tersipu malu. Dia tidak sedang menstruasi, dan tidak ada yang mengganggu mereka. Apakah itu berarti ¡­. Sangat memalukan ¡­. Li Sicheng memperhatikan kegelisahannya, mendekatinya dan bertanya dengan suara pelan, "Apa yang kamu pikirkan?" "Tidak ¡­ tidak ada ¡­." Su Qianci tergagap-gagap. Melihat senyum menggoda di wajah Li Sicheng, mukanya memerah. Sambil mendorongnya ke dalam kamar mandi, dia berkata, "Mandi dulu sana." Li Sicheng tidak pergi ke kamar mandi. Sambil mendorong Su Qianci bersandar ke pintu, dia berkata dengan sedikit senyum, "Dan setelah mandi?" Setelahnya ¡­. Wajah Su Qianci semakin memerah, mendorong Li Sicheng lebih keras. "Mandi dulu!" Li Sicheng terkekeh-kekeh dan berkata dengan serius, "Baik, Nyonya." Chapter 251 - Lelah Di kamar mandi, saat mendengar suara air pancuran, Su Qianci tidak bisa menahan perasaan gugupnya. Bernapas dalam, tarik napas, hembuskan ¡­. Ketika Li Sicheng keluar, dia hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Itu adalah kebiasaannya. Dan dia tidak pernah mengeringkan dirinya dengan baik. Rambut hitamnya yang ikal masih menetes-netes, dan kulit kecokelatannya berkilau menggoda di bawah pencahayaan yang hangat. Seksi sekali! Tersipu malu, Su Qianci berjalan melewatinya dan pergi ke kamar mandi. Dia membersihkan dirinya sendiri luar dalam dengan usaha yang lebih dari biasanya. Setelah selesai, dia memakai losion 1 ke seluruh tubuhnya. Namun, memikirkan kemungkinan bahwa Li Sicheng akan menjilat kulitnya, dia menyeka losion itu. Teringat bagaimana mereka gagal melakukannya beberapa kali terakhir, Su Qianci tidak bisa menahan perasaan gugupnya. Setelah mengambil napas dalam-dalam di depan cermin, dia akhirnya keluar dari kamar mandi dengan perasaan gugup. Ketika dia keluar, pencahayaan di dalam kamar itu redup. Seseorang tidur di bawah selimut putih. Itu adalah Li Sicheng ¡­. Oke, tenanglah ¡­. Su Qianci dengan hati-hati mengangkat selimut itu dan berbaring. Namun, dia mendapati Li Sicheng sedang tertidur. Baiklah ¡­. Su Qianci tiba-tiba merasa sia-sia dengan semua usahanya. Li Sicheng tertidur setelah semua yang dia lakukan? Dia mengulurkan sebelah tangan dan meletakkannya di pinggang suaminya. Li Sicheng sudah mengenakan sebuah jubah sutra. Melalui lapisan kain tipis itu, dia bisa dengan jelas merasakan otot-ototnya yang menonjol. Mata Li Sicheng terpejam, bernapas dengan teratur, mengeluarkan suara dengkuran halus ¡­. Teringat akan bayangan hitam di bawah matanya ketika dia baru saja kembali dari Amerika, Su Qianci mengetahui bahwa dia pasti lelah. Menatap wajahnya, Su Qianci terpesona oleh betapa lebatnya alis dan bulu mata suaminya ¡­. Seksi sekali! Sambil memikirkan hal itu, Su Qianci secara perlahan jatuh tertidur. Mungkin itu karena tubuh Li Sicheng yang hangat, tetapi tanpa sadar Su Qianci berpindah mendekatinya. Saat tengah malam, Li Sicheng terbangun oleh gerakan Su Qianci. Melihat bahwa Su Qianci sedang tertidur seperti bayi, Li Sicheng tersenyum dan meraih Su Qianci ke dalam pelukannya dan memeluknya sampai pagi hari. Konferensi pers tersebut sangat efektif. Seluruh Kotaraja dan bahkan seluruh negeri akhirnya mengetahui siapa Su Qianci. Namun, semua jenis rumor yang berkaitan dengan nama Su Qianci langsung tersebar, seperti hubungan antara Tang Mengying dan Li Sicheng, hubungan antara keluarga Tang dan keluarga Li, dan hubungan antara Su Qianci dan Song Yifan. Rong Anna tidak pernah membaca koran saat sarapan, tetapi ketika dia melihat berita utama dan fotonya, dia tertarik untuk membacanya. Mengambil koran, Rong Anna membaca judul berita itu dengan lantang, "Berita penting! Pianis terkenal Song Yifan adalah ayah mertua Li Sicheng?" Foto tersebut memperlihatkan Song Yifan dan Su Qianci saat di pesta itu. Mereka berdiri terpisah satu sama lain, tetapi Song Yifan jelas memiliki tatapan kebapakan di matanya. Saat mendengar langkah kaki, Rong Anna sedang menggigit roti lapisnya dan memandang wanita yang sedang menuruni tangga. Rambutnya disanggul dengan anggun. Mengenakan qipao panjang dari bahan brokat ungu, dia tampak memukau. Saat melihatnya, Rong Anna tersenyum dan meletakkan korannya, berkata, "Bu, apakah Ibu pikir gadis ini mirip denganmu?" Zat cair yang dibuat dari campuran bahan kimia dan wewangian, digunakan untuk merawat kulit (merupakan kosmetik) Chapter 252 - Basah Dengan Segera Su Qianci tidak kuliah keesokan paginya, jadi dia tidak memasang alarm. Ketika dia terbangun, sudah pukul 9 pagi lewat. Saat membuka matanya, Su Qianci melihat wajah Li Sicheng yang menakjubkan dan kulitnya yang tanpa cela. Lengan Li Sicheng masih melintang di atas tubuhnya, jadi dia merasa agak kesakitan. Su Qianci dengan hati-hati bergerak ke samping dan mengangkat lengannya. Namun, ketika dia hendak meletakkan lengannya menjauh, tiba-tiba lengan itu terlepas dan meraih pinggangnya. Li Sicheng mempererat pelukannya di tubuh Su Qianci. Su Qianci bahkan tidak punya waktu untuk merasa terkejut sebelum bibirnya terkunci rapat oleh bibir Li Sicheng, yang membuatnya segera sadar. "Kamu sudah bangun?" Suara Li Sicheng agak serak, terdengar seperti masih setengah tidur. Melihat penampilan seksi Su Qianci, Li Sicheng menyibakkan rambut dari wajahnya dan berkata, "Aku terlalu lelah kemarin, tapi sekarang ¡­." Tangannya mengusap pipi Su Qianci dan dengan mudah menyibakkan jubah sutranya. Su Qianci sudah menyiapkan diri sepenuhnya tadi malam, jadi dia tidak mengenakan pakaian dalam. Dengan gemetar, tubuhnya yang sensitif segera meringkuk. "Jangan takut." Li Sicheng mendekatinya dan mendaratkan ciuman di sudut bibirnya. "Aku akan melakukannya dengan lembut." Su Qianci tersipu malu lagi. Saat memandang Li Sicheng, dia tiba-tiba teringat akan suatu penemuan: para lelaki merasa paling terangsang di pagi hari. Tangan kasarnya membelai turun dari wajahnya ke leher dan tulang selangkanya ¡­. Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil. Mendongak, dia melihat sekilas ada nafsu berahi di mata suaminya. Mata dinginnya yang selalu terbakar oleh gairah dan hasrat, seolah-olah dia telah melihat mangsanya ¡­. Di bawah tatapan mata Li Sicheng, Su Qianci berharap dia punya tempat untuk bersembunyi. Su Qianci tersipu malu dan memalingkan wajahnya, berbisik, "Jangan menatapku seperti itu ¡­." Suaranya terdengar luar biasa sensual. Dia dikejutkan oleh suaranya sendiri. Apakah itu benar-benar suaranya? Kenapa itu terdengar seperti dia sedang sengaja merayunya ¡­. Mata Li Sicheng menjadi gelap. Dia berhenti menggodanya, tertawa tertahan, dan mendaratkan banyak ciuman di wajah dan lehernya. Saat bibirnya bergerak turun, Su Qianci merasa tersiksa oleh sebuah kehampaan yang tiba-tiba. Mengangkat kakinya, dia melingkarkannya di pinggang Li Sicheng. Jubahnya terbuka. Su Qianci bisa merasakan tangan Li Sicheng yang kasar membelai punggungnya, membuatnya merinding. Rasanya luar biasa, tapi Su Qianci tidak bisa mengatakan apa yang sedang dia rasakan. Sambil menggeliat, dia menatapnya dengan mata memohon dan berbisik, "Tuan Li ¡­." Li Sicheng berhenti, bersandar padanya, dan bertanya dengan nada suara berbahaya, "Kamu memanggilku apa barusan?" Su Qianci menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan. Namun, sudah kebiasaannya untuk memanggilnya begitu selama bertahun-tahun. Di bawah tatapannya, dia akhirnya memanggil, "Sayang ¡­." "Ya?" Li Sicheng tersenyum puas. "Aku membutuhkanmu ¡­." Li Sicheng menggerakkan tangannya ke bawah, menemukan bahwa gairah Su Qianci telah mengkhianatinya dengan sesuatu yang terasa basah di antara kedua pahanya. Chapter 253 - Telepon Dari Lu Yihan Ponsel yang diletakkan Su Qianci di nakasnya berdering. Su Qianci meraih ponselnya, meskipun dia merasa malu. Namun, sebuah rasa sakit yang tiba-tiba yang hampir merobek kelaminnya membuatnya menjerit dan menurunkan tangannya. Dia segera meraih bahu Li Sicheng seiring dengan air mata yang mengalir di matanya. Sambil meringis, Su Qianci ingin bergerak menjauh dan mendorongnya, berbisik, "Sakit ¡­." Li Sicheng menahan Su Qianci di tempat dengan kedua kakinya dan mengunci bibir Su Qianci dengan bibirnya, menghentikan keluhannya. Dia memperdalam ciumannya, membenamkan lidahnya ke dalam mulutnya. Su Qianci bisa merasakan suhu tubuh Li Sicheng yang meningkat di kulitnya dan denyut kejantanannya jauh di dalam dirinya. Hatinya menjadi sangat lembut. Itu adalah dia, Li Sicheng. Dia akhirnya bersama dengan Li Sicheng. Di kehidupannya yang sebelumnya, dia sangat mendambakan lelaki ini selama bertahun-tahun, tetapi lelaki itu tidak pernah meliriknya sekalipun apalagi menyayanginya. Akan tetapi, sekarang ¡­. Dengan berlinang air mata, Su Qianci memeluk Li Sicheng dengan erat, seakan tidak rela melepaskannya. Saat merasakan air mata Su Qianci yang terasa asin dan pahit, Li Sicheng mendongak dan menciumnya dengan lembut, berbisik, "Apakah masih terasa sakit?" Ya! Su Qianci hampir menangis tersedu-sedu, karena dia belum pernah merasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya. Terakhir kali, dia berhubungan seks dengannya di bawah pengaruh afrodisiak yang diberikan oleh Tang Mengying. Namun, karena dirinya saat ini benar-benar sadar, dia merasakan semua rasa sakit itu. Su Qianci menatap Li Sicheng dan melihat dengan jelas bahwa pria itu sedang menahan diri. Sambil menggertakkan giginya, Li Sicheng bersimbah peluh di dahinya. Su Qianci mengkhawatirkannya dan merasa tersentuh pada saat bersamaan. Sambil memeluknya lebih erat, dia mencium Li Sicheng, memberikan pria itu jawaban tanpa suara. Li Sicheng menghela napas lega. Sambil menggenggam tangan Su Qianci, dia balas menciumnya dengan penuh gairah. Ponsel Su Qianci berdering lagi, untuk yang kedua kalinya. Sangat sedikit orang yang mengetahui nomor Su Qianci, jadi itu mungkin hanya di antara beberapa orang itu saja ¡­. Su Qianci memalingkan kepalanya dan berkata sambil terengah-engah, "Berikan ponselnya, tolong?" Li Sicheng sedikit enggan, tetapi masih mengambilkan ponselnya. Dengan sebuah lirikan, wajahnya langsung meredup. Lu Yihan! "Jangan diangkat." Li Sicheng menolak panggilan telepon itu, meletakkan ponselnya ke samping. Su Qianci menggigit bibir bawahnya, menatap ponsel yang tadi berdering. Ketika ponselnya berdering lagi untuk ketiga kalinya, Li Sicheng hampir membantingnya. "Bagaimana jika dia sedang dalam keadaan darurat?" Su Qianci berseru. Wajah Li Sicheng menjadi gelap ketika dia menerima telepon itu dan memasangnya di pengeras suara. "Hai, Qianqian. Aku mendengar sesuatu terjadi semalam. Apakah kau baik-baik saja?" "Ya ¡­ ahhhh!" Su Qianci menjerit, yang terdengar dengan jelas oleh Lu Yihan ¡­. Chapter 254 - Qianqian, Jangan Menakutiku Su Qianci menyadarinya dan dengan segera menutup mulutnya. Namun, sensasi kenikmatan di antara kedua pahanya itu hampir menghancurkan kontrol atas dirinya sendiri. Lu Yihan mendengarnya dan merasa ada sesuatu yang salah, bertanya, "Ada apa, Qianqian? Apakah ada hal lain yang sedang terjadi?" Su Qianci ingin menjawab, tetapi gerakan Li Sicheng menjadi semakin dahsyat. Sambil menggigit bibirnya, Su Qianci melengkungkan punggungnya dan memeluk Li Sicheng dengan erat, kukunya menancap di kulit di Li Sicheng. "Qianqian?" Lu Yihan menjadi panik dan duduk di ranjang rumah sakit itu. "Jangan menakutiku, oke? Halo?" Li Sicheng terus menghujamkan kejantanannya dan berbisik ke telinga Su Qianci, "Katakan padanya apa yang sedang kamu lakukan." Su Qianci menggertakkan giginya, tubuhnya tersentak. Tempat tidur berukuran king itu sedikit bergoyang karena gerakan mereka. Saat mendengar dengan jelas suara napas terengah-engah seorang pria yang sedang tidak mencoba menahan diri sama sekali, Lu Yihan merasa dia akan menjadi gila. Merasakan firasat buruk, dia berseru, "Qianqian, kau di mana? Aku akan mencarimu. Bicaralah padaku!" Saat mendengar suaranya, Su Qianci mengetahui bahwa Lu Yihan telah salah paham. Menggigit bibir bawahnya, Su Qianci ingin berbicara. Namun, pria di atasnya mempercepat hujamannya, bergerak sangat cepat sehingga dia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. "Qianqian?" Lu Yihan telah mencabut jarum infus di tangannya. Bahkan tanpa mengenakan sepatunya, dia bangkit dari tempat tidur dan segera berlari ke pintu. Seorang perawat muda melihatnya dan dengan cepat menghentikannya. "Tuan, Anda tidak bisa pergi ke mana pun. Anda belum pulih." Su Qianci mendengar itu dan menyadari apa yang sedang terjadi. Dia ingin berbicara, tetapi begitu dia membuka mulutnya, dia tidak dapat menahan diri untuk mengerang melalui pengeras suara itu. Lu Yihan terdiam. Su Qianci berkata sambil terengah-engah, "Aku baik-baik saja ¡­." Lu Yihan tidak mengatakan apapun. Li Sicheng tersenyum puas, menutup telepon, mematikan ponselnya, dan melemparkannya ke atas nakas, dia menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Tanpa adanya gangguan, Li Sicheng menempatkan Su Qianci di atas tubuhnya. Mendaratkan ciuman basah di lehernya, dia berkata dengan suara parau, "Jangan menahan diri. Aku ingin mendengar suaramu." Posisi ini memberinya akses yang dalam, dan Su Qianci hendak menangis. Dia dengan cepat menjelaskan, "Sakit! Tarik itu keluar." Li Sicheng mengangkat Su Qianci sedikit dan memperingatkan, "Kalau sakit, biarkan aku mendengar suaramu." Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan suara erangan yang membuat wajahnya memerah. Merasa diberi semangat, Li Sicheng lalu membalik posisinya dan menindihnya, meletakkan kaki Su Qianci di pundaknya, dan menidurinya tanpa belas kasihan. Melihat bagaimana Su Qianci menjadi tidak berdaya, Li Sicheng tidak dapat menahan diri untuk berpikir tentang Lu Yihan. Panggilan telepon yang penuh perhatian yang baru saja diterima istrinya, dan foto yang dikirimkan seseorang kepadanya saat sedang berada di New York. Meskipun Tang Mengying berusaha untuk menjebak Su Qianci dengan video itu, tidak mungkin baginya untuk mendapatkan begitu banyak "bukti," jika Su Qianci sendiri tidak dekat dengan Lu Yihan. Fakta-fakta tersebut melukai dengan dalam, tetapi fakta-fakta itu juga mendorong Li Sicheng untuk menghujam lebih keras. Su Qianci menjerit dan mengencangkan cengkeramannya di punggung pria itu, pikirannya benar-benar kosong. Kemudian Li Sicheng berbisik ke telinganya, "Jika Lu Yihan melakukan ini padamu, apakah kamu akan bereaksi dengan cara yang sama?" Suaranya dalam dan gelap, dengan nada kecemburuan yang tak terbantahkan. Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar. Namun, sebelum dia melihat sekilas ekspresi Li Sicheng, pria itu menyambar bibirnya dengan lidahnya dan nyala api terus berkobar ¡­. Chapter 255 - Buka Kakimu Lebar-lebar Setelah apa yang terasa seperti seabad, Li Sicheng akhirnya melepaskan ejakulasinya bersamaan dengan itu Su Qianci merasa semua anggota tubuhnya lemas. Rasanya sangat menyakitkan. Su Qianci pingsan dua kali saat Li Sicheng menyetubuhinya. Kali kedua dia terbangun, dia sudah berada di dalam bak berendam. Li Sicheng sedang membasuh tubuhnya. Su Qianci membuka matanya dan segera melihat tatapannya, misterius seperti biasanya. Menyadari bahwa istrinya telah bangun, dan Li Sicheng tiba-tiba terlihat seperti dirinya lagi, tenang dan terkendali. Melihat tubuh Su Qianci yang telah sudah disetubuhinya, dia mengerutkan bibirnya dan berkata pelan, "Maaf, aku tidak bisa mengendalikan diri." Setelah hidup selama dua puluh enam tahun, ini adalah pertama kalinya Li Sicheng begitu intim dengan seorang wanita ketika dia sedang sadarkan diri. Dia tidak bisa menahan diri untuk sedikit terlalu ¡­ bersemangat. Dia sudah memeriksa kemaluan istrinya, yang bengkak dan merah, menyalahkan dirinya sendiri karena kecerobohannya. Merasa bersalah, Li Sicheng dengan hati-hati mengangkat tubuh Su Qianci dari bak berendam. Air hangat menetes dari tubuhnya. Su Qianci melihat tatapan ganas Li Sicheng dan wajahnya langsung memerah. Dia mengulurkan tangan untuk menutupi mata Li Sicheng. "Jangan melihatku." Menyadari bahwa dia malu, Li Sicheng tersenyum dan memeluknya. "Bisakah aku menciummu kalau begitu?" "Tidak!" "Bisakah aku ¡­ menidurimu?" Dengan pipinya yang terasa terbakar, Su Qianci menggelengkan kepalanya. "Tidak!" Rasa sakit di antara kedua pahanya itu membuatnya semakin sulit untuk merapatkan kakinya. Sakit! Su Qianci melihat ke bawah dan melihat tanda-tanda yang ditinggalkan Li Sicheng di tubuhnya telah berubah dari kemerahan menjadi keunguan, seolah-olah dia telah dipukuli, tampak menyedihkan. Su Qianci melihat tubuhnya sendiri dan merasa jengkel. Sambil mengerutkan bibir, dia bertanya, "Apakah lambang zodiakmu adalah monster?" Li Sicheng tersenyum lebih lebar, menunduk, mengisap bibirnya dalam-dalam, dan melepaskannya setelah beberapa saat. Dengan sebuah suara lirih, dia berkata, "Untukmu, iya." Kemudian, dia berjalan keluar sambil menggendong Su Qianci di pelukannya. Meskipun kulitnya masih basah, dia membaringkan Su Qianci di atas tempat tidur. Meletakkan kakinya di antara kaki Su Qianci, Li Sicheng mengunci bibirnya lagi, bernapas dengan terengah-engah. Su Qianci merasa ketakutan, mencoba mendorongnya menjauh dan berbisik, "Tidak ¡­." Li Sicheng menggunakan jari-jarinya untuk menyisir rambut Su Qianci dan berbisik dengan nada suara bersalah, "Apakah itu sakit?" "Iya!" Su Qianci merasa sangat jengkel hingga dirinya hampir menangis. Li Sicheng berusaha untuk tidak tersenyum, menciumnya lagi, bangkit, dan mengambil sebuah stoples berisi salep, memerintahkan, "Buka kakimu lebar-lebar." Instruksi sederhana itu membuat wajah Su Qianci semakin memerah. Alih-alih merentangkan kakinya, dia malah merapatkannya. Melihat bahwa dia ingin kabur darinya, Li Sicheng meraih pergelangan kaki Su Qianci dan menariknya. "Tidak!" Su Qianci hampir menangis. "Itu benar-benar sakit ¡­ sangat sakit!" Li Sicheng tersenyum, menurunkan kedua kaki istrinya, dan berkata, "Apa yang sedang kamu pikirkan? Aku hanya mencoba mengobati lukamu." Li Sicheng telah membuat Su Qianci melalui terlalu banyak di pagi hari, jadi bahkan jika Su Qianci menginginkannya lagi, dia tidak akan berani memberikannya padanya. Bagaimanapun, dia adalah istrinya, dan mereka mempunyai banyak waktu untuk bersenang-senang ¡­. Su Qianci melihat apa yang Li Sicheng pegang di tangannya dan tiba-tiba merasa sangat malu sehingga dia tidak mampu berkata-kata. Sambil menjerit pelan, dia membenamkan wajahnya di bantal. Itu semua salah Li Sicheng yang tidak menjelaskan sendiri ¡­. Saat mendengar suara tawa Li Sicheng, Su Qianci berharap dia punya tempat untuk bersembunyi. Saat meletakkan kaki Su Qianci di pundaknya, Li Sicheng melihat bagian kewanitaannya yang teraniaya dan merasa sebuah perpaduan antara rasa bersalah dan nafsu berahi. Tenanglah, Li Sicheng! Setelah menarik napas dalam-dalam, Li Sicheng mencelupkan jarinya ke dalam stoples dan dengan lembut mengoleskannya pada kemaluan istrinya ¡­. Chapter 256 - Nanny Rong Yang Pandai Telah Melihat Segalanya Efek dingin dari salep itu meringankan rasa sakitnya. Su Qianci menutupi wajahnya dengan bantal dan tidak bermaksud membukanya lagi. Sambil menahan nafsu berahinya, Li Sicheng telah selesai mengoleskan salepnya, mengangkat bantal dari wajah Su Qianci, dan berkata, "Selesai. Pakai bajumu dan mari kita makan." Li Sicheng berdiri dan membuka lemari, dia mengambil sebuah gaun putih panjang tanpa lengan untuknya. Karena musim panas hampir berlalu, Li Sicheng memikirkannya kembali dan mengganti gaunnya menjadi sebuah gaun kuning berlengan. Kemudian dia mengambilkan beberapa pakaian dalam untuknya. Su Qianci merasa sangat malu saat melihat Li Sicheng memegang pakaiannya. "Aku bisa memakainya sendiri." "Aku akan membantumu." "Tidak, kamu keluar. Aku bisa melakukannya sendiri." Su Qianci menutupi tubuhnya dengan selimut dan wajahnya memerah, menyambar bra di tangan Li Sicheng. Mengabaikan protesnya, Li Sicheng mengangkat selimutnya dan membuat tubuh telanjang Su Qianci duduk di pangkuannya. Su Qianci membeku. Saat dengan jelas merasakan tonjolan panas itu, dia bahkan tidak berani bergerak. Li Sicheng mendekatinya dan berbisik mesra ke telinganya, "Biarkan aku membantumu berpakaian." Dengan napas panas Li Sicheng di wajahnya, wajah Su Qianci bahkan semakin memerah. Bahkan ujung telinganya menjadi merah padam. Pria ini berbahaya! Su Qianci menyadari bahwa dia tidak punya cara untuk menolaknya. Karena ¡­ dia benar-benar menikmatinya ¡­. Li Sicheng membantunya berpakaian dengan tangannya yang canggung. Su Qianci bahkan tidak berani melakukan kontak mata dengannya. Ketika Li Sicheng akhirnya berhasil menaikkan ritsletingnya, Su Qianci langsung melompat tanpa alas kaki. Li Sicheng merasa geli dan mengingatkannya, "Sepatu." "Oh!" Setelah memakai sepatunya, Su Qianci pergi ke kamar mandi dan mendapati bahwa pakaiannya sangat konservatif. Dengan sebuah kerah tinggi, gaun itu menyembunyikan semua tanda-tanda kegilaan mereka di bawahnya, tidak memperlihatkan apa pun. Panjang lengan bajunya juga sempurna untuk cuaca saat ini. Su Qianci mengeringkan tangannya dan merasa manis. Li Sicheng adalah suaminya! Dia membuka pintu dan berjalan keluar sambil menyeringai. Terpengaruh oleh kegembiraannya, Li Sicheng juga tampak jauh lebih lembut daripada biasanya. Ketika dia meraih tangan Su Qianci dan berjalan menuruni tangga bersamanya, Nanny Rong menatap mereka dengan penuh arti. Saat memeriksa jam, dia terkesiap, "Ya ampun, sudah pukul 1 siang lewat. Ayo makan siang. Makanannya masih hangat." Wajah Su Qianci serasa terbakar. Untuk beberapa alasan, dia merasa bahwa Nanny Rong yang pandai telah melihat segalanya. Di bawah tatapan menyelidik Nanny Rong, Su Qianci makan dengan tenang. Telepon rumah tiba-tiba berdering. Nanny Rong menjawab panggilan itu dan ekspresi wajahnya berubah. Menoleh, dia memanggil, "Tuan Li, ayah Anda." Li Sicheng meletakkan mangkuk dan sumpitnya, mengambil telepon itu dan memanggil, "Ayah." "Kau anak ber*ngsek, segera pulang ke sini." Ayahnya terdengar sangat marah. Setelah diam sesaat, dia menambahkan, "Kemarilah sendirian. Jangan bawa istrimu." Chapter 257 - Betapa Tidak Tahu Malu Setelah panggilan telepon yang singkat, Li Sicheng menutup telepon dan menatap Su Qianci. "Ada apa?" Su Qianci melihat ekspresi wajah muramnya dan merasa gelisah. Pada saat seperti ini, ayah Li Sicheng tiba-tiba menelepon ¡­. Apakah itu mengenai Tang Mengying? "Tidak ada. Kamu makanlah terlebih dahulu. Aku akan mengantarmu ke kampus." Su Qianci menunduk dan merasakan sebuah beban yang tak terkira di hatinya. Meskipun makanan lezat terhidang di depannya, dia telah kehilangan nafsu makannya. Sambil mendongak menatap Li Sicheng, dia bertanya, "Apa yang telah terjadi?" Li Sicheng menggelengkan kepalanya, karena dia juga tidak mengetahuinya. Namun, ayahnya jarang sekali kehilangan kesabarannya. Dari apa yang bisa diingatnya, hanya tiga kali ayahnya bersikap semarah ini. Tampaknya itu bukan hal sepele. Karena tidak ingin Su Qianci khawatir, Li Sicheng hanya menggelengkan kepalanya saja. Setelah selesai makan siang, Li Sicheng menurunkan Su Qianci di depan kampusnya dan mendaratkan sebuah ciuman di keningnya. Su Qianci keluar dari mobil. Saat melihat Li Sicheng pergi menjauh, kecemasan tumbuh liar di hatinya. Di kampus yang ramai ini, banyak teman sekelasnya melihatnya dan mendekatinya. "Su Qianci, apa kau baik-baik saja setelah kejadian semalam? "Orang-orang itu melewati batas, terutama ibu Tang Mengying. Dia tidak pantas disebut seorang wanita terhormat." "Kami semua percaya bahwa Tuan Li bukan orang seperti itu ¡­." Dengan hati yang terbeban, Su Qianci hanya bisa tersenyum enggan pada semua komentar itu dan memasuki ruang kelasnya. Bahkan sebelum dia masuk ke rumah tua itu, Li Sicheng sudah bisa merasakan suasana ketegangan di sekitarnya. Pelayannya, Liu Sao, berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Saat melihat Li Sicheng berjalan masuk, dia langsung memanggil, "Ayah Anda menunggu Anda di ruang kerja." "Apa yang terjadi?" Li Sicheng bertanya. "Anda harus pergi dulu ke sana ¡­ Nona Tang ¡­." Liu Sao berhenti, yang membuat hati Li Sicheng merasa berkecil hati. Dia, lagi! Li Sicheng bisa menebak tentang apa itu. Melihat keengganan di wajah Liu Sao, dia mengangguk. "Aku tahu. Jangan khawatir. Ini akan baik-baik saja." Liu Sao terlihat lebih santai. "Selama Anda mengetahui apa yang sedang terjadi ¡­. Anda harus berbicara dengan Qianci juga. Dulu aku pikir Nona Tang itu baik, tapi sekarang ¡­." Betapa tidak tahu malu! Dia pikir dia bisa menikah dengan keluarga Li karena dia hamil? Tidak mungkin Li Sicheng akan melakukan hal seperti itu. Sebelum Liu Sao selesai berbicara, ponsel Li Sicheng berdering. Itu dari Cheng You. "Tuan Li, aku mendapatkannya." "Bawalah ke rumah tua." "Akan kulakukan." Li Sicheng menutup teleponnya dan mengangguk pada Liu Sao sebelum dia berjalan langsung ke ruang kerja. Bahkan sebelum dia memasuki ruang kerja itu, dia mendengar suara isak tangis gadis itu. Dengan mata bengkaknya, Tang Mengying menghempaskan dirinya ke pelukan Nyonya Tang. Saat melihat Li Sicheng, dia tiba-tiba meringis dan memanggil dengan lemah, "Kakak Sicheng ¡­." Tanpa sadar, Li Sicheng memandang ke arah perut Tang Mengying. Dia mengenakan sebuah gaun hitam ketat hari ini. Dengan kehamilan berusia tiga bulan, wajahnya yang lembut tampak lebih bulat dan sosoknya juga sedikit montok. Saat menyadari pandangan Li Sicheng, Tang Mengying segera menyentuh perutnya dan menyembunyikan dirinya di belakang Nyonya Tang. Nyonya Tang mencibir dan berkata dengan masam, "Pria tak berperasaan itu akhirnya berada di sini." Saat melihat Li Sicheng, wajah Li Yao, ayahnya, menjadi kelam seraya dia membentak, "Berlutut!" Chapter 258 - Kesalahan Yang Biasa Terjadi Di Antara Para Pria Li Yao terlihat sangat marah, yang mudah diketahui dari suaranya. Di dalam ruang kerja itu, Qin Shuhua berdiri di dekat Nyonya Tang, dan Tang Mengying berada di belakang Nyonya Tang. Di sebelah mereka, ada Tang Zhenghao. Selain Tang Mengqing, seluruh keluarga Tang berada di sana. Menyadari apa yang sedang terjadi, Li Sicheng menatap ayahnya tanpa rasa takut sedikitpun di matanya yang dingin dan bertanya dengan perlahan, "Dan kenapa aku harus melakukan itu?" Li Yao benar-benar marah sehingga dia mencibir, "Kenapa? Kau berani untuk bertanya kenapa?" Kemudian dia mengambil dua lembar kertas dan melemparkannya ke wajah Li Sicheng. Kertas itu sangat ringan dan ditangkap oleh Li Sicheng. Dia segera melihat judul dokumen tersebut: Laporan Tes Polygraph. Li Sicheng membaca cepat dokumen itu dan memicingkan matanya. Dengan tangannya yang bergetar, Li Yao mengacungkan jarinya ke Li Sicheng dan menggeram, "Seharusnya aku membuatmu bergabung dengan Angkatan Darat. Lihatlah kakak dan adikmu. Mereka tidak pernah melakukan hal seperti ini." Ruang kerja Li Yao dihiasi dengan berbagai macam medali kehormatan. Seragamnya yang bagus juga menunjukkan peringkat luar biasa Li Yao. Bukan hanya pangkatnya sebagai Mayor Jenderal saja, tetapi juga kedua putranya adalah harga dirinya. Li Beixing menjadi seorang Mayor meskipun usianya masih muda, dan putra bungsu Li Yao, Li Jinnan juga seorang Kapten. Li Sicheng adalah pengecualian. Ketika anak-anak lain masih bermain dengan lumpur dan mengompoli tempat tidur mereka, dialah anak yang terpesona oleh peta dunia, ingin menjadi Columbus kedua. Ketika anak-anak lain belajar menyanyi dan menari, dia mengangkat sebuah tongkat bambu, ingin menjatuhkan para diktator. Ketika anak-anak lain mengejar cinta monyet mereka, dia mempelajari semua hal yang bisa dipelajari. Banyak tutor 1 yang dipanggil, tetapi mereka semua lari ketakutan oleh kecerdasan dan rasa ingin tahu Li Sicheng yang luar biasa. Ketika Li Sicheng lulus dari perguruan tinggi, Li Yao ingin dia menjadi seorang prajurit seperti keluarganya, melindungi negara. Namun, Li Sicheng malah mendaftarkan bisnisnya sendiri tanpa memberi tahu keluarganya terlebih dahulu, yang kemudian ternyata cukup menguntungkan. Li Yao pernah berpikir bahwa Li Sicheng tidak akan lagi menyita perhatiannya, tetapi hari ini, faktanya mengatakan kepadanya bahwa seorang pria akan selalu membuat "kesalahan yang biasa terjadi di antara para pria". Li Yao sangat kesal sehingga dia benar-benar kehilangan nafsu makannya. Setelah membaca kedua halaman tersebut, Li Sicheng memalingkan muka dan berkata, "Apakah Ayah menyaksikan sendiri tes polygraph ini?" Li Yao gemetar saking marahnya dan berteriak, "Apakah aku perlu menyaksikannya? Laporan ini menceritakan semuanya." "Jadi, Ayah tidak melihatnya pada saat tes ini dilakukan." Li Sicheng berkata dengan nada suara yang dingin secara perlahan. "Jadi bagaimana Ayah bisa yakin bahwa Tang Mengying mengatakan yang sebenarnya?" "Dasar ber*ngsek!" Nyonya Tang merasa terhina dan ingin memukul Li Sicheng. Namun, Tang Mengying segera menangkap tangannya dan menangis, "Bu, jangan ¡­." "Li Sicheng!" Qin Shuhua bergerak untuk melindungi putranya. "Apakah kau tak tahu apakah kau telah melakukannya atau tidak? Aku mendengarkan saran Ou Ming dan meminta ayahmu untuk mengajukan tes polygraph. Ternyata Mengying tidak berbohong." "Jadi, Ibu memilih untuk memercayai orang asing, daripada putramu sendiri?" Orang yang memberi pelajaran (membimbing) kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa (di rumah, bukan di sekolah) Chapter 259 - Aku Punya Bukti "Orang asing?" Nyonya Tang berteriak, "Kalau bukan karena Su Qianci itu, Mengying-ku akan menjadi istrimu! Dia tidak akan menderita seperti ini." Li Sicheng memicingkan matanya, menatap Nyonya Tang dan berkomentar, "Jadi, tebal muka juga merupakan sebuah karakter turun temurun. Aku telah belajar sesuatu hari ini." Baik Tang Mengying maupun Nyonya Tang telah mengubah ekspresi wajah mereka. Wajah Tang Zhenghao menjadi gelap ketika dia berseru, "Li Sicheng, kami datang ke sini hari ini untuk meminta penjelasan. Jangan mengubah topik pembicaraan." "Kebetulan sekali. Aku juga ingin penjelasan darimu." Li Sicheng menggulung laporan di tangannya dan mencibir, "Putrimu telah melakukan fitnah dan mencoba menjebak istriku. Dia juga menyebabkan keguguran anakku dan mengatur agar istriku dipukuli di depan umum. Sekarang, dia mengandung sembarang bayi dan mengatakan bahwa bayi itu milikku, mencoba menghancurkan hubungan antara aku dan istriku. Bukankah kau harus memberiku penjelasan untuk semua itu?" Dia sudah mencari keadilan sendiri, tidak hanya membuat Fu Zetian bangkrut, tetapi juga menutup banyak bisnis yang diinvestasikan oleh Tang Mengying dan keluarga Tang, membuat mereka menyesali apa yang telah mereka lakukan. Namun, karena mereka yang datang ke keluarganya, Li Sicheng dengan senang hati menagih lebih banyak hutang. Tang Zhenghao tidak menyangka akan disalahkan oleh Li Sicheng. Mendengar tuduhannya, Tang Zhenghao memandang Tang Mengying. Menyadari bahwa ayahnya sedang bimbang, Tang Mengying segera menggertakkan giginya dan menjerit, "Sicheng, kau tahu betul jika ini bayimu. Jika bukan kau, apakah kau pikir aku akan tidur dengan siapa saja? Jika ini bukan bayimu, apakah kau pikir aku akan memeliharanya? Kau tahu betul bahwa aku menyukaimu. Aku bahkan sangat menyukaimu sehingga aku bisa melakukan ini, Kakak Sicheng ¡­." "Kalau begitu mari kita lakukan tes darah." Wajah Li Sicheng menjadi gelap, tidak menanggapi kata-kata Tang Mengying, tetapi melihat ke arah ayahnya. "Tes DNA akan membuktikan bahwa putramu tidak bersalah." Tidak ada seorangpun yang mau dituduh melakukan sesuatu yang begitu serius. Li Yao sangat mengenal putranya. Li Sicheng bukanlah seseorang yang akan lari dari tanggung jawabnya. Jika Li Sicheng mengatakan tidak melakukannya, itulah yang sebenarnya. Akan tetapi ¡­. "Bagaimana kau menjelaskan hasil tes polygraph ini?" Tang Zhenghao meradang. "Seorang wanita bersedia mengandung anakmu, tetapi kau tidak mengakuinya dan mempermalukannya dengan tuduhan cabul seperti itu. Li Sicheng, kau adalah seekor binatang." "Lalu kau sebut apa seseorang yang memohon-mohon untuk bersama seekor binatang?" Tang Zhenghao dibuat terdiam oleh Li Sicheng. Seluruh tubuhnya bergetar, butuh beberapa saat baginya untuk berkata, "Kau benar-benar ber*ngsek. Faktanya tepat di depanmu, dan kau punya nyali untuk menyangkalnya. Apakah kau pikir putriku bodoh?" Li Sicheng mencibir sinis saat dia dengan perlahan berkata, "Tidak masalah, aku punya bukti." Melihat betapa percaya dirinya Li Sicheng, Tang Mengying merasa sedikit cemas. Merasakan sebuah getaran di sakunya, Tang Mengying mengeluarkan ponselnya dan melihat sebuah pesan teks: "Berita buruk, Z adalah orang Li Sicheng. Dia mendapatkan rekaman kamera pengintai ketika kau mabuk di Australia." Melihat pesan teks itu, Tang Mengying merasa berkecil hati dan menjadi panik. Namun, anaknya pastinya anak Li Sicheng. Itulah faktanya. Jadi, dia tidak punya alasan untuk panik. Pada saat seperti ini, Liu Sao mengetuk pintu dan berjalan masuk. "Nona Cheng berada di sini. Dia berkata dia telah membawa apa yang dibutuhkan Tuan Muda." "Biarkan dia masuk!" Chapter 260 - Rekaman Dari Luar Negeri Cheng You dengan cepat masuk ke dalam membawa sebuah tablet 1 di tangannya. "Tuan Li," Cheng You menyapa dan kemudian mengangguk kepada orang-orang yang baru dia temui untuk pertama kalinya, merasa sedikit gugup. Ketika melihat semua jenis deklarasi militer di ruang kerja itu, Cheng You tidak bisa menahan perasaan kagumnya. "Jangan gugup." Li Sicheng berkata pelan. "Biarkan aku melihatnya." Cheng You merasa sedikit malu dan menyerahkan tablet itu kepada Li Sicheng. Namun, satu-satunya orang yang dikenal selain Li Sicheng tertangkap oleh mata Cheng You. Tang Mengying benar-benar sedang hamil. Itu terlihat dengan jelas. Matanya bengkak, Tang Mengying memandang Cheng You, tampak agak gelisah. Cheng You menaikkan alisnya, menatap Tang Mengying dengan jijik. Dia mengetahui semua yang telah terjadi. Setelah Li Sicheng pergi malam itu di Australia, dia diminta untuk pergi oleh Tang Mengying. Namun, Cheng You akhirnya tidak tega meninggalkan seorang wanita mabuk sendirian dan kembali. Ketika Cheng You kembali ke kamar Tang Mengying, pintunya sudah tertutup. Dia mencoba mengetuk pintunya dan bahkan mendengarkan melalui pintu untuk sesaat, hanya untuk mendengar suara-suara erotis. Karena bahan kedap suara yang digunakan oleh hotel tersebut, yang bisa didengar oleh Cheng You hanyalah suara Tang Mengying yang memanggil Kakak Sicheng ¡­. Reaksi pertamanya adalah bahwa mungkin Li Sicheng telah kembali. Cheng You kemudian menghubungi Li Sicheng dan mendapati dia sudah berada di bandara. Pada hari berikutnya, Cheng You bangun lebih pagi karena ingin membangunkan Tang Mengying, kemudian melihat seorang pria kulit putih berambut pirang berjalan dengan cepat keluar dari kamar Tang Mengying, sambil menarik ritsleting celananya.Tentu saja pria itu bukanlah Li Sicheng. Dan sekarang Tang Mengying berusaha menyalahkan Li Sicheng atas kehamilannya? Seolah-olah Cheng You tidak berada di sana. Li Sicheng menemukan rekaman itu dan melipat pembungkus tabletnya sehingga layarnya menghadap ke arah semua orang. Di layar itu, rekaman kamera pengintai HD 1 dengan jelas menunjukkan tiga buah pintu kamar hotel dan wajah Li Sicheng. Li Sicheng berjalan ke arah sebuah pintu, mengetuknya, dan Tang Mengying membuka pintunya dari dalam. Tang Zhenghao melihat putrinya sendiri melemparkan dirinya ke Li Sicheng dan merasa sangat malu. Tang Mengying berpakaian seperti wanita murahan bahkan Tang Zhenghao sendiri merasa itu tidak pantas. Wajar jika Li Sicheng akan tidur dengannya. Namun, yang mengejutkan Tang Zhenghao, Li Sicheng mendorongnya dengan tegas dengan wajahnya yang keras. Yang bahkan lebih memalukan bagi Tang Zhenghao adalah bahwa Tang Mengying berteriak-teriak dan memohon-mohon, menempel pada Li Sicheng dan menggesek-gesekkan payudaranya ke tubuh Li Sicheng dengan cara yang vulgar. Sebagai lelaki, siapa yang bisa tetap tenang disodori rayuan seperti ini? Sungguh merupakan aib bagi keluarganya! Tang Zhenghao berbalik dan menatap Tang Mengying. Dengan tubuh gemetaran, Tang Mengying menyembunyikan diri di belakang Nyonya Tang. Setelah menatap layar tablet itu dengan dingin, Li Sicheng melirik ke arah Tang Mengying. Tang Mengying menjadi pucat pasi dan menggertakkan giginya. "Aku ¡­ aku mabuk hari itu. Namun, anak itu milikmu." Dia bisa yakin bahwa pria pada malam itu pastilah Li Sicheng! Tidak mungkin bayi itu milik orang lain. Mustahil. Cheng You terlihat penuh dengan rasa jijik. Buktinya harus diperlihatkan pada wanita itu, kalau tidak dia tidak akan menyerah. Namun, Cheng You tidak bisa menunjukkan rasa jijiknya dengan terlalu jelas di depan keluarga Tang. Rekaman itu menunjukkan bahwa Li Sicheng dilecehkan oleh Tang Mengying, sementara Cheng You tercengang. Namun, Li Sicheng dengan cepat ditarik ke dalam kamar. Dan kemudian, layar tablet itu tiba-tiba menjadi gelap ¡­. Komputer genggam yang dioperasikan melalui layar sentuh atau pena digital High Definition - video dengan resolusi dan kualitas yang lebih tinggi daripada video standar. Chapter 261 - Ya, Aku Merindukanmu Perubahan mendadak ini membuat Li Sicheng dan Cheng You tercengang. "Apa yang terjadi?" Cheng You agak tertegun, memeriksa tablet itu. Baterainya sudah terisi penuh. Akan tetapi, setelah memeriksa semua file yang ada, dia tidak berhasil menemukan rekaman dari Australia yang telah menghabiskan banyak usahanya. "Apa yang salah?" Cheng You tampak kebingungan. "Itu barusan sedang diputar, dan sekarang sudah lenyap." Video itu akan segera sampai ke titik krusial ketika Li Sicheng mendorong Tang Mengying pergi menjauh dan keluar dari kamar itu. Akan tetapi, video itu mati sebelum hal itu terlihat. Di mata mereka yang tidak mengetahui kebenarannya, semuanya terserah pada imajinasi masing-masing. Wajah Li Sicheng segera meredup saat dia memerintahkan, "Cari tahu." Cheng You meringis dan berkata, "Aku akan menelpon Luo Zhan dan bertanya padanya." "Kau lakukan itu." Li Sicheng memikirkannya kembali dan berkata, "Aku akan berbicara dengannya." Ketika Luo Zhan menerima panggilan telepon itu, dia sedang tidur. Saat melihat bahwa telepon itu dari Cheng You, dia langsung menjawab, "Halo, Cheng You sayangku. Apakah kau merindukanku?" Li Sicheng tiba-tiba merasa jijik dan berkata dengan dingin, "Ya, aku merindukanmu." Luo Zhan bergidik dan segera terduduk, berkata, "Ternyata kau. Kupikir itu Cheng You." Memeriksa ponselnya, Luo Zhan memastikan itu adalah nomor ponsel Cheng You dan kemudian merasa kebingungan kenapa Li Sicheng meneleponnya menggunakan ponsel Cheng You. "Bagaimana dengan hal yang aku minta untuk kau lakukan?" "Semua sudah selesai. Bukankah Cheng You sudah membawanya padamu?" "Ya." "Lalu ¡­." Lalu mengapa kau meneleponku? "Rekamannya lenyap." Luo Zhan terdiam dan tiba-tiba memiliki sebuah firasat buruk. "Apa maksudmu?" Li Sicheng memberi tahu apa yang terjadi dalam satu kalimat. Luo Zhan dengan cepat bangkit, menyalakan komputernya, dan segera melihat sebuah pesan yang memprovokasi, yang membuatnya marah. Isi pesannya: "Peretas terbaik Z? Anda dipersilakan untuk membalas." Diikuti oleh sebuah gambar emoji yang tersenyum lebar. "Si*lan!" Luo Zhan meradang. "Aku diretas!" Tanpa memperhatikan Li Sicheng, dia dengan cepat menekan kibor. Orang yang meretas komputernya itu tidak begitu ahli. Luo Zhan dapat mengatakan bahwa dia telah mencoba untuk menyembunyikan keberadaannya. Namun, di bawah pengawasan Luo Zhan, dia tidak akan punya tempat untuk bersembunyi. Setelah dengan mudah menemukan alamat IP orang itu, Luo Zhan melihat detailnya dan menemukan bahwa orang ini adalah salah satu yang disewa oleh Tang Mengying. "Si*l!" Luo Zhan menggeram, "Orang ini lagi!" Wajah Li Sicheng menjadi lebih kelam ketika dia bertanya, "Bagaimana dengan rekamannya?" "Rekamannya?" Luo Zhan membelalakkan matanya lebar-lebar dan segera mengeklik foldernya yang sudah diberi enkripsi 1 . Folder itu juga diretas. Karena merasa sangat percaya diri, Luo Zhan tidak mengatur tingkat keamanan komputernya sendiri terlalu tinggi, hanya menyisakan beberapa perangkap untuk meretas kembali peretas yang mungkin akan meretas komputernya. Namun, orang ini mengambil risiko untuk diretas kembali dan menghapus rekaman itu dari komputernya. Luo Zhan hampir menjadi gila. "Apa yang kita lakukan sekarang ¡­. Rekamannya lenyap." Li Sicheng tertawa kecil, yang terdengar gelap dan berbahaya. Luo Zhan bergidik. Dia mengenal betul bahwa temannya itu benar-benar marah kali ini. Bersikap cerdas, Luo Zhan dengan cepat berkata, "Aku akan mencuri rekaman yang lain! Beri aku sepuluh menit, tidak, delapan, tujuh menit!" Kemudian dia menutup telepon begitu saja dan menemukan server hotel tersebut. Namun, folder yang berisi rekaman pada hari itu kosong ¡­. "S*al!" Metode pengodean data agar komputer tidak dapat membaca atau menggunakan data. Chapter 262 - Hukuman Setelah mendengar Luo Zhan mengutuk, Li Sicheng mengetahui apa yang sedang terjadi. Mempererat genggamannya pada ponsel Cheng You, Li Sicheng tampak sangat galak sehingga Cheng You mundur sedikit. Sial ¡­ bosnya benar-benar marah kali ini. Bahkan Cheng You belum pernah melihatnya sekesal ini. Apakah Luo Zhan benar-benar membuat kesalahan pada saat genting seperti ini? Saat melihat wajah Cheng You, Nyonya Tang mencibir dalam hati: Ini buktimu? Aku melihat dengan jelas bahwa dia masuk ke dalam kamar hotel putriku. Rekaman videonya terhenti begitu saja pada titik itu, jadi apa yang terjadi sudah terbukti. Li Yao merasa benar-benar kecewa. Sambil menggebrak meja, dia meraung, "Li Sicheng, berlutut!" Li Sicheng melemparkan ponselnya kembali pada Cheng You. Meskipun wajahnya tampak muram, nada suaranya sangatlah tenang. "Kau pergilah terlebih dulu." Cheng You mendengar kata-katanya dan dengan cepat mengangguk, melarikan diri. Ayah dari bosnya bahkan lebih menakutkan dari bosnya sendiri. Apakah Li Sicheng benar-benar akan berlutut? Jika dia melakukannya, bukankah itu sama halnya dengan mengaku bersalah? Semakin Cheng You memikirkannya, dia merasa semakin tidak nyaman. Kemudian, dia mengambil ponselnya dan menelepon Su Qianci ¡­. Setelah Cheng You pergi, Li Sicheng menutup pintu ruang kerja itu dan berjalan ke arah Li Yao. "Itu bukan bayiku." Tatapan Li Sicheng tegas dengan sedikit mengolok-olok. "Engkau adalah ayahku, jadi aku tidak berani menentangmu. Namun ¡­." "Jadi berlututlah!" Nyonya Tang meradang. "B*jingan kecil!" "Tutup mulutmu!" Tang Zhenghao menghentikannya. Namun, saat melihat Li Sicheng seperti itu, dalam hatinya dia merasa sangat gembira. Bukankah anak ber*ngsek ini sangat kapabel? Ayahnya akan menghukumnya sekarang. Tanpa diduga, Li Sicheng tidak berlutut, tetapi perlahan membuka kancing jaketnya, seanggun seorang bangsawan yang pergi ke pesta. Dia tampak muram, tetapi gerakannya sangat anggun. Tang Mengying terpesona, memegang perutnya dengan penuh rasa sukacita. Dia sangat beruntung mengandung anaknya ¡­. Li Sicheng melepas jaketnya dan melemparkannya ke lantai, berkata dengan pelan, "Aku siap." Li Yao pertama-tama tertegun dan langsung memikirkan sesuatu. Sambil menggertakkan giginya, dia meradang pada Li Sicheng, "Li Sicheng!" "Aku tidak akan pernah mengakui sesuatu yang tidak pernah kulakukan." Wajah Li Sicheng terlihat sinis. "Ayah mengetahui soal ini, kan?" Di dalam keluarga Li, generasi junior tidak dapat melanggar perintah generasi senior. Jika ada yang menentang aturan ini, ia harus dihukum. Li Sicheng siap menerima hukumannya. Qin Shuhua sangat ketakutan, dia berdiri di depan Li Sicheng dan berkata, "Sicheng, kau bisa membicarakan ini. Jangan membuat ayahmu marah ¡­ berlututlah dan katakan kamu menyesal ¡­." "Aku sudah bilang itu bukan aku." Li Sicheng menyela Qin Shuhua. "Nama keluargaku adalah Li, dan nama keluarga mereka adalah Tang. Mengapa kalian memilih untuk percaya pada mereka daripada percaya padaku? Ibu, Ayah, aku sangat kecewa." Merasa sangat marah, Li Yao berbalik untuk mengambil sebuah cambuk di belakang mejanya. Cambuk itu telah ada di keluarga itu sejak generasi kakek buyut Li Sicheng. Benda itu sangat jarang digunakan. Dengan lebar sekitar dua jari, cambuk itu akan menyebabkan kerusakan yang serius ¡­. Chapter 263 - Su Qianci, Kau Kalah Mata Li Sicheng menjadi gelap ketika dia melihat cambuk itu. Namun, pasangan Tang merasa sangat gembira di dalam hati mereka. Tang Mengying mulai resah dan memanggil, "Paman Li, tolong jangan ¡­." Kembali ke waktu itu, ketika Li Sicheng tidak menyetujui keputusan Li Yao yang menyuruhnya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, dia harus berlutut di ruang bersembahyang leluhurnya sepanjang hari dan menerima lecutan cambuk itu, yang mana tetap tidak mengubah pikirannya. Li Sicheng sangat keras kepala. Begitu dia membuat sebuah keputusan, tidak ada yang bisa mengubah pikirannya, bahkan kematian sekalipun tidak akan mengubahnya. Keluarga Tang mengetahui hal itu, dan begitu pula halnya dengan keluarga Li. Pada awalnya, Li Yao ingin menakuti Li Sicheng dan tidak pernah berencana untuk benar-benar mencambuknya. Melihat kekecewaan yang jelas di mata putranya, Li Yao merasa getir. Dengan sengaja mengayunkan cambuk itu di depan Li Sicheng, Li Yao bertanya kepadanya dengan dingin, "Aku akan bertanya lagi. Apakah kau melakukannya?" Li Sicheng pernah menderita gara-gara lecutan cambuk itu. Itu sangat menakutkan. Satu lecutan bisa dengan mudah merobek dagingnya. Terakhir kali, dia dirawat di rumah sakit selama setengah bulan. Namun, hal itu tidak akan membunuhnya. Saat menatap ayahnya, Li Sicheng berkata terus terang, "Aku tidak melakukannya." Suaranya tegas. Li Yao menenangkan diri dan melemparkan cambuk itu, berkata, "Kalau begitu mari kita lakukan tes DNA." Dia percaya pada putranya. Sebuah tes DNA akan membungkam keluarga Tang. Nyonya Tang tercengang dan menyeletuk, "Kau tidak akan mencambuknya?" Dia mengharapkannya! Li Yao telah berubah pikiran, untuk apa? Li Yao mencibir, "Dia adalah putraku. Jadi, apa urusannya denganmu?" Nyonya Tang tak dapat berkata-kata, akhirnya dia berkata dengan lemah, "Tapi putramu ¡­." "Benar, tes DNA." Qin Shuhua sangat ketakutan. Dia hampir menangis barusan. Melihat bahwa Li Yao sudah menyerah, dia masih terisak, "Ibu percaya padamu. Jangan membuat ayahmu marah lagi ¡­." Li Sicheng menepuk punggung Qin Shuhua. "Tidak apa-apa. Jangan menangis, Bu." Nyonya Tang merasa kesal dan berkata, "Kau menyerah begitu saja? Apakah kalian berdua buta? Kalian melihat putramu memasuki kamar hotel putriku. Tidakkah menurutmu dia yang seharusnya bertanggung jawab?" "Aku hanya melihat putrimu merayu putraku," kata Li Yao dengan dingin. "Aku tidak akan pernah membiarkan wanita seperti ini menikah dengan keluargaku. Aku tidak yakin apakah bayinya adalah milik kami. Bahkan jika itu adalah milik kami, kami mampu membesarkannya." Qin Shuhua merasa ada yang tidak beres dan berkata, "Li Yao ¡­." "Tolong jangan menyelaku." Li Yao menatap Qin Shuhua. Dengan tubuh gemetar penuh amarah, Tang Zhenghao meradang, "Li Yao, Li Sicheng, buktinya ada di sana, dan kau punya keberanian untuk menyangkalnya. Kalian telah mengajariku betapa tak tahu malunya keluarga Li. Kau meminta sebuah tes DNA? Ayo kita lakukan!" "Amniosentesis harus dilakukan setelah bayinya berusia lebih dari empat bulan ¡­. Tidak sekarang ¡­." Wajah Tang Mengying pucat pasi. "Kalau begitu mari kita tunggu," Tang Zhenghao meraung. "Bukankah bayinya sudah berusia tiga bulan? Pada saat itu, aku akan menampar wajahmu dengan laporan tes DNA itu." Setelah mengucapkan itu, Tang Zhenghao berjalan keluar bersama istri dan putrinya, mereka bertemu dengan Su Qianci yang telah bergegas kembali ke rumah tua. Ketika melihat Su Qianci, keluarga Tang tampak muram. Saat berpapasan dengan Su Qianci, Tang Mengying sengaja berhenti dan berbisik dalam volume suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, "Buktinya sudah ditemukan dan kebenarannya jelas. Bayi ini milik Kakak Sicheng. Su Qianci, kau telah kalah." Chapter 264 - Kau Pikir Aku Percaya Padamu? Su Qianci mendengar itu dan merasa hatinya tertusuk. Namun, ketika melirik ekspresi di wajah pasangan Tang tersebut, Su Qianci tersenyum sinis dan memandang Tang Mengying seolah-olah dia sedang melihat orang bodoh. Dengan suara yang sama pelannya, Su Qianci bertanya, "Kau pikir aku percaya padamu?" Tang Mengying mendengar Su Qianci dan menggertakkan giginya. Ketika dia hendak mengatakan sesuatu yang lain, Su Qianci sudah berjalan menuju ruang belajar itu. "Skenario terburuknya adalah kau bahkan tidak tahu bahwa kau sudah dijebak." Di depan pintu itu, Su Qianci mendengar suara Li Yao dan berhenti berjalan. Li Sicheng masih tenang, berkata, "Itu tidak mungkin." "Sebaiknya demikian. Namun, kau perlu menyimpan hal ini dari istrimu. Tang Mengying jauh lebih jahat daripada Su Qianci. Jika Su Qianci tahu tentang hal itu, ini akan menjadi sebuah situasi yang sulit untuk ditangani." Li Yao tidak pernah menyukai Tang Mengying, dan setelah apa yang terjadi, pria itu bahkan lebih yakin bahwa Tang Mengying bukan wanita baik. "Oke." jawab Li Sicheng. Kemudian Su Qianci mendengar Qin Shuhua berkata, "Hasil tes polygraph itu benar-benar jelas, jadi kita hanya bisa menunggu untuk melakukan tes DNA." Su Qianci menarik kembali tangannya yang sedang memegang gagang pintu dan mengepalkannya. Hasil tes polygraph itu benar-benar jelas, yang berarti bayi Tang Mengying benar-benar milik Li Sicheng. "Jangan katakan pada Su Qianci tentang apa yang terjadi hari ini," kata Li Sicheng. "Aku khawatir dia akan salah paham." Berdiri di depan pintu, Su Qianci merasa hatinya tertusuk. Apa yang Li Sicheng maksud dengan mengatakan bahwa dia takut dirinya akan salah paham? Apakah Li Sicheng takut dia akan membuat keributan? Dia tidak akan melakukannya. Dia telah menghabiskan kehidupan terakhirnya mengalami hal-hal seperti ini, dan ini hanyalah sebuah babak yang lainnya ¡­. Ketika Li Sicheng berjalan keluar dari ruang belajar, dia mendengar Liu Sao menyapa Su Qianci. Namun, dia melihat ke sekeliling dan Su Qianci tidak terlihat di mana pun. Liu Sao berjalan keluar dengan sepiring buah-buahan, merasa kaget. "Di mana Su Qianci?" "Dia tadi disini?" Li Sicheng bertanya. "Dia barusan ada di sini. Aku melihatnya pergi ke ruang kerja. Tidakkah Anda melihatnya?" Li Sicheng merasakan sebuah firasat buruk, berjalan keluar, dan menyetir pulang. Su Qianci sudah pulang ke rumah, dia sedang membantu Nanny Rong menyiapkan makanan. Melihat Li Sicheng telah kembali, dia tersenyum dan memanggil, "Kamu sudah kembali. Cuci tanganmu dan kemarilah untuk makan malam." Dia tidak terlihat berbeda. Li Sicheng berjalan menghampiri dengan sebuah tatapan yang rumit di matanya, bertanya, "Kamu tadi pergi ke rumah tua?" Senyum Su Qianci membeku sesaat sebelum dia mengangguk. "Ya. Aku melihat kamu sibuk, jadi aku pulang sendiri. Apakah Liu Sao memberitahumu aku berada di sana?" Li Sicheng menganggukkan kepalanya. "Mari kita makan." Su Qianci meletakkan piringnya tetapi tiba-tiba merasa bahwa Li Sicheng telah memeluknya dari belakang, menyandarkan kepalanya di bahu istrinya. Su Qianci diam tak bergerak seraya hatinya bergetar karena putus asa. Melihat kegelisahannya, Li Sicheng berpikir istrinya hanya sedang merasa malu dan gugup. Sambil tersenyum santai, dia berbisik, "Apa yang harus kulakukan? Aku sangat merindukanmu setelah menghabiskan sebuah sore jauh darimu." Pembohong, pembohong! Su Qianci tidak bisa menghentikan air matanya yang jatuh menetes. Sambil melepaskan tangan Li Sicheng, dia dengan cepat menyeka wajahnya dan berkata dengan tergesa-gesa, "Aku akan pergi mengambil hidangan lain." Dia berjalan begitu cepat sehingga Li Sicheng tidak menyadari perubahan pada wajah istrinya. Chapter 265 - Basah Sekujur Tubuh Saat makan malam, meskipun Su Qianci dan Li Sicheng duduk berhadapan, tidak ada yang memulai percakapan. Nanny Rong pun menyadari bahwa ada yang tidak beres. Sebenarnya, semuanya terasa aneh. Namun, bukankah semuanya baik-baik saja ketika mereka meninggalkan rumah siang tadi? Setelah makan malam, Su Qianci bersikeras untuk mencuci piring. Karena melihat suasana hatinya yang sedang buruk, Nanny Rong membiarkannya. Setelah Su Qianci selesai mencuci semua piring, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam lewat. Nanny Rong telah membereskan semuanya, dan sudah waktunya baginya untuk pulang. Duduk di sofa, Li Sicheng sedang membalas dokumen-dokumen penting yang dikirim Cheng You. Begitu hening sehingga sepertinya tidak ada yang berbeda. Namun, Nanny Rong masih merasa sedikit cemas. "Nanny Rong, kau harus pulang sekarang." Su Qianci tersenyum dan mengeringkan tangannya. Nanny Rong telah memikirkan tentang hal itu dan berbisik kepada Su Qianci, "Ketika Anda sedang tidak bahagia, bicarakan saja dengan suamimu, dan kemudian semuanya akan menjadi lebih baik." Su Qianci tidak bisa menahan senyumnya dan mengangguk. Setelah Nanny Rong pergi, Su Qianci langsung naik ke atas tanpa mengganggu Li Sicheng. Dia mandi dan pergi tidur, dengan cepat jatuh tertidur. Dengan seks yang menggelora di pagi hari, Su Qianci tidak hanya merasa lelah di tubuhnya, tetapi juga di hatinya. Ada yang mengatakan bahwa ketika seseorang lelah, orang itu cenderung mengalami mimpi buruk. Su Qianci tidak mengetahui apakah dia sedang mengalami mimpi buruk atau tidak. Dia melihat Li Sicheng terbaring di gudang yang terbengkalai dengan mata terpejam dan tangannya terikat di belakang. Beberapa dinamit diikatkan ke dadanya. Nyala api menari-nari, membuat segalanya tampak merah. Suara berderak terdengar di seluruh penjuru gudang. Melihat itu, tangis Su Qianci meledak dan tanpa kenal takut dia menghampiri Li Sicheng, mencoba membangunkannya. Namun, dia masih tidak sadarkan diri. Setelah melepaskan dinamit dari dada Li Sicheng, Su Qianci menggunakan semua kekuatannya untuk membawa pria itu keluar. Li Sicheng tidak terbangun. Dan pandangan matanya kabur dikarenakan asap tebal. Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk mendorong Li Sicheng keluar dari api. Namun, matanya semakin berkunang-kunang. Samar-samar, Su Qianci melihat sosok seseorang berjalan ke arahnya. Sosok itu ingin meraih tangannya dan berteriak, tetapi dia hampir tidak bisa mengeluarkan suara. Apa yang orang itu coba katakan? Hati Su Qianci terasa sakit saat dia menjerit, "Tolong dia ¡­ kumohon ¡­." Terbangun oleh suara Su Qianci, Li Sicheng mendapati sekujur tubuh Su Qianci basah. Tangannya mengepal, seolah-olah dia sedang memegang sesuatu. Wajahnya berlinang air mata, dia menendang-nendangkan kakinya seperti seorang anak yang tak berdaya, putus asa dan sedih. Li Sicheng memeluknya erat-erat dan menepuk punggungnya, berbisik, "Tidak apa-apa. Aku di sini." Su Qianci menjerit lebih keras lagi di pelukannya, berkata tanpa sadar, "Bukan dia. Ini aku ¡­ Tuan Li ¡­." Tuan Li ¡­. Dia memanggilnya seperti itu lagi. Suaranya penuh ketakutan dan sangat asing. Kenapa dia memanggilnya Tuan Li? Li Sicheng tidak pernah mengerti. Su Qianci menjadi tenang. Namun, tubuhnya masih dibanjiri keringat dingin. Tubuh Su Qianci yang basah dan panas menempel pada tubuhnya, Li Sicheng merasa pinggangnya menjadi hangat. Namun, kata-kata Su Qianci selanjutnya tiba-tiba membuatnya merasa sesak napas. "Maafkan aku, Tuan Li ¡­ aku tidak bermaksud jatuh cinta padamu. Maafkan aku ¡­." Isak tangisnya terdengar penuh kesedihan. Malam sudah larut, tetapi Li Sicheng tidak merasa ingin tidur lagi. Sambil memeluknya dengan tenang, dia mengencangkan pelukannya. Chapter 266 - Dia Tidak Menginginkannya, Tapi Aku Menginginkannya Tang Mengying tinggal di rumah, menulis buku harian kehamilannya dengan teliti. Saat melihat tinta hitam itu berubah menjadi huruf-huruf, Tang Mengying memiliki sebuah senyum manis yang terukir di wajahnya. "Sayang, ini minggu keempat belas sejak Tuhan mengirimmu pada ibu. Walaupun ayahmu tidak mau mengakui keberadaanmu, ibu menyayangimu dan berharap kau datang pada ibu." "Sayang, hari ini, semua orang meragukan ibu lagi. Tidak ada yang percaya bahwa kau adalah anak ayahmu, tetapi ibu tahu bahwa kau adalah seorang anggota keluarga Li. Cepat atau lambat, ibu akan membawamu kembali ke tempat asalmu." "Sayang, hari ini ibu melakukan tes polygraph. Maaf. Para ahli mengatakan bahwa radiasinya mungkin memiliki efek negatif untukmu, tetapi ibu masih melakukannya. Ibu ingin ayahmu mengenalimu dan menyingkirkan wanita jahat itu." "Sayang, nenekmu akhirnya setuju untuk membantuku. Ibu sangat senang. Dengan bantuan kakek dan nenekmu, ibu pasti akan bisa membawamu kembali ke keluarga Li. Apakah kau bahagia? Ibu sangat bersemangat." "Sayang, hari ini, ayahmu hampir dicambuk oleh kakekmu. Ibu sangat ketakutan. Jika ayahmu dipukuli, maka ibu mungkin tidak akan pernah bisa membawamu ke keluarga Li. Namun, kakekmu tidak melakukannya dan memilih untuk percaya pada ayahmu, bukan ibumu. Ingatlah bahwa kakekmu adalah orang yang jahat dan kau harus membalaskan dendam ibumu ketika kau sudah tumbuh dewasa. Ada juga beberapa kabar baik. Meskipun nenekmu sepertinya membantu ayahmu, dia sebenarnya percaya bahwa kau adalah salah seorang anggota keluarga Li. Nenekmu menyayangimu dan ibumu. Jadi kau akan memperlakukannya dengan baik ketika kau tumbuh menjadi seorang anak lelaki besar. " "Aku menyayangimu, Ibu." Tang Mengying menutup kembali pulpennya, merentangkan tangannya, dan merasa mengantuk. Sejak dia hamil, dia tidak pernah cukup tidur. Namun, ketika dia baru saja naik ke ranjang, ponselnya berdering. Itu adalah nomor pribadinya. Tang Mengying menerima telepon itu dan mendengar sebuah suara yang dikenalnya berkata sambil terengah-engah, "Mengying, tolong aku. Semua akunku diretas, dan aku bahkan tidak punya uang satu sen pun sekarang. Beri aku sejumlah uang tunai, tolong?" Tang Mengying mendengar suara itu dan tampak muak, dengan marah dia berkata, "Beraninya kau meminta uang padaku? Jika bukan karena kesalahanmu pada saat genting itu, aku tidak akan berakhir seperti ini." "Hei, hei, hei, aku sudah menebusnya, bukan? Kemarin, jika aku tidak menolongmu, apa kau pikir kau masih bisa begitu tenang? Li Sicheng, b*jingan itu mencari ke mana-mana dan meretas semua akunku. Dia bahkan menawarkan sebuah hadiah untuk menemukanku. Sekarang aku bahkan tidak bisa pulang ke rumah. Jika aku tidak membantumu, aku tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini." Tang Mengying mengernyitkan keningnya dan mencibir, "Menolongku? Bagaimana kau menolongku?" "Kemarin, jika aku tidak meretas file rekaman video itu, kau akan dipukuli sampai mati oleh ayahmu yang konservatif, kan? Jika ayahmu tahu bahwa kau tidur dengan sembarang pria dan mengandung seorang anak haram ¡­." "Apa maksudmu?" Tang Mengying merasa sangat marah. "Kau b*jingan! Aku mengandung anak Kakak Sicheng ¡­." Setelah hening sesaat, lelaki itu berkata, "Kau benar-benar berpikir bahwa pria yang tidur denganmu adalah Li Sicheng?" "Apa yang kau bicarakan? Itu pastilah dia!" Tang Mengying berkata dengan emosional. "Kakak Sicheng tidak berperasaan. Dia tidak menginginkan bayinya, tetapi aku menginginkannya!" Chapter 267 - Gunakan Segala Cara Untuk Menemukannya Lelaki itu terdiam lagi. Setelah beberapa lama, dia berkata, "Tidak peduli apa yang kau yakini, aku menolongmu kemarin. Berikan sejumlah uang tunai kepadaku, bahkan beberapa ratus yuan akan sangat berguna. Aku perlu mencari tempat yang aman untuk bersembunyi sementara waktu. Li Sicheng sudah membuatku kehilangan tempat tinggal." Tang Mengying mengejeknya, tetapi dirinya mengetahui bahwa lelaki itu tidak akan berbohong padanya. "Di mana kau? Aku akan meminta seseorang mengantarkan uang untukmu." Dia cepat-cepat memberi tahu alamatnya, dan Tang Mengying meminta sopirnya untuk mengirim uangnya. Namun, wanita itu tidak mengetahui bahwa ada seorang pengintai di luar rumah keluarga Tang. Peretas ini tidak selihai Luo Zhan, jadi ketika dia meretas file video itu, tidak mungkin dia bisa menghindari untuk diretas balik. Karena dia disewa oleh Tang Mengying, peretas itu pasti akan datang padanya ketika merasa putus asa. Li Sicheng telah memperhitungkan setiap detailnya dan meminta Cheng You untuk mengawasi rumah keluarga Tang. Apa pun yang sedang terjadi akan diberitahukan dan dilaporkan kepada Cheng You dan Li Sicheng. "Kejar dia," kata Cheng You singkat. Kemudian dia dengan cepat menelepon Li Sicheng dan memberi tahu bosnya tentang apa yang telah terjadi. Suara Li Sicheng terdengar sangat dingin sekali. "Gunakan segala cara untuk menemukannya." "Akan saya lakukan." Setelah seharian kuliah, Su Qianci berjalan keluar dari kampus dan melihat Maybach hitam Li Sicheng. Teman-teman sekelasnya yang sedang berjalan di sampingnya, semuanya langsung mengenali mobil itu dan tampak iri. "Suamimu di sini untuk menjemputmu lagi." Su Qianci tersenyum dan berjalan menuju ke mobil, duduk di depan. "Mengapa kamu datang?" "Untuk membawamu kembali ke rumah tua," Li Sicheng mengambil tas Su Qianci dan memasang sabuk pengamannya, berkata dengan suara lembut. "Tuan Song Yifan pergi mengunjungi kakek, ibu, dan ayah. Kakek berharap kita bisa makan bersama." Ketika dia berada di Maladewa, Kapten Li tidak pernah berpikir untuk makan bersama dengan Song Yifan. Namun, setelah konferensi pers beberapa hari yang lalu, sikapnya terhadap Song Yifan benar-benar berubah. Lagi pula, dia bukan lagi orang asing. Apakah dia adalah ayah kandung Su Qianci atau bukan, sikap protektif Song Yifan telah memperoleh respek dari Kapten Li. Ketika Song Yifan melihat Su Qianci di rumah tua itu, dia tampak terkejut bercampur senang. Segera berdiri dari sofa, sang pianis yang anggun itu tampak tak berdaya untuk sekali ini. "Su Qianci, kau sudah datang?" Hatinya menjadi hangat, Su Qianci mengangguk. "Aku di sini." Melihat pemandangan yang menyenangkan itu, Kapten Li menyeringai dan berkata, "Yifan, kau pasti merindukan putrimu. Kalian berdua silakan menghabiskan waktu bersama dan aku akan berbaring sebentar. Seorang lelaki tua tidak bisa duduk terlalu lama." Kemudian Kapten Li bangkit berdiri dari duduknya. "Aku akan menemanimu," usul Song Yifan. "Aku baik-baik saja. Kau mengobrol saja dengan Qianci dan aku bisa menjaga diriku sendiri." Kapten Li segera pergi dengan tongkatnya. Saat duduk dengan Su Qianci, Song Yifan jelas terlihat gugup. Dia memandang Su Qianci dan bertanya dengan rasa bersalah, "Apakah kau menyalahkanku karena berbicara seperti itu di depan media? Itu keadaan darurat, jadi aku tidak terlalu banyak berpikir sebelum aku ¡­." "Tidak apa-apa." Nada suara Su Qianci terdengar sama seperti biasanya. Song Yifan menghela napas lega. Namun, dia masih merasa gugup saat memandang Su Qianci. Melihat buah di atas meja, dia tiba-tiba berkata, "Apakah kau haus? Bisakah aku mengupas apel untukmu?" Kemudian, Song Yifan mengambil sebuah pisau dan sebuah apel dari keranjang buah yang dibawanya sebagai hadiah, dan mulai mengupasnya. "Aku baik-baik saja ¡­ Ayah." Tangan Song Yifan bergetar dan pisaunya terjatuh ke lantai. Chapter 268 - Pria Ini Ditakdirkan Mati Melihat reaksi dramatis Song Yifan, Su Qianci menelan kembali kata-kata selanjutnya. Menyadari bahwa dia telah menjatuhkan pisaunya, Song Yifan merasa sedikit malu. Wajahnya memerah, dia dengan cepat membungkuk untuk mengambil pisau itu. Ketika dia bangun, tanpa sengaja dia membenturkan kepalanya ke kaca meja tamu, membuat sebuah bunyi yang keras. Su Qianci terkejut dan bertanya, "Apakah engkau baik-baik saja?" Song Yifan merasa sangat malu, pipinya semerah saat pertama kali dia naik ke atas panggung. Song Yifan menggelengkan kepalanya, tapi Su Qianci menjerit saat menatap tangannya. Song Yifan melihat ke bawah dan melihat darah mengalir di telapak tangannya. Secara tidak sengaja, dia mengambil pisaunya dengan arah yang salah, menghadapkan mata pisau ke telapak tangannya. Tidak terlalu sakit, tetapi Su Qianci mengulurkan tangan untuk mengambil pisau itu darinya dan berkata, "Engkau harus lebih berhati-hati ¡­." Su Qianci sedang duduk di seberang Song Yifan, dan karena meja tamu itu tidak terlalu lebar, Su Qianci dapat dengan mudah meraih tangan ayahnya. Setelah membuka jemari pria itu, Su Qianci melihat seluruh telapak tangan Song Yifan berlumuran darah, tampak agak mengerikan. Li Sicheng merasa sedikit cemburu, tetapi kemudian merasa kasihan pada Song Yifan yang sedang merasa sangat senang. Hanya sekali ini saja! "Liu Sao, bisakah kau ambilkan kotak pertolongan pertama?" Li Sicheng bertanya. Pelayan itu mendengarnya dan membawakan kotak tersebut. Saat melihat darah di tangan Song Yifan, dia terperanjat dan berkata, "Bagaimana Anda bisa terluka? Kita harus mengobati lukanya." "Aku bisa melakukannya sendiri. Terima kasih." Song Yifan tersenyum. Jelas terlihat dia merasa jauh lebih santai ketika berbicara dengan Liu Sao daripada dengan Su Qianci. Saat menoleh ke belakang, dia melihat Su Qianci sedang mencari-cari sesuatu di dalam kotak itu dan segera menyeringai seperti orang bodoh. Su Qianci menemukan sebuah plester dan dengan hati-hati menempelkannya di tangan Song Yifan. Setelah selesai, dia mendapati bahwa mata Song Yifan menjadi merah. Mengedipkan matanya, Song Yifan agak merasa bingung ketika melihat Su Qianci mendongak. Sambil tersenyum lebar, dia berkata, "Terima kasih, Qianci." Su Qianci tersenyum. "Tidak perlu berterima kasih padaku. Engkau adalah ayahku, bukan?" Song Yifan mendengar perkataan Su Qianci dan matanya langsung berkaca-kaca. Berusaha menekan perasaannya, Song Yifan berbisik, "Benar, aku ayahmu ¡­." Mengambil napas dalam-dalam, Song Yifan menyadari bahwa dirinya terlalu emosional. Dia berdiri dan berkata, "Aku harus ke kamar kecil." "Di sana." Li Sicheng menunjuk ke suatu arah, dan Song Yifan dengan cepat berbalik dan menghilang ke arah kamar kecil. Reaksi Song Yifan membuat Su Qianci merasa tersentuh. Matanya juga terlihat berkaca-kaca. Melihat ekspresi wajah Su Qianci yang aneh, Li Sicheng bertanya dengan suara pelan, "Apakah kamu perlu ke kamar kecil juga?" Su Qianci menatapnya dan mendorongnya menjauh. Li Sicheng tersenyum dan membelai rambut Su Qianci, berbisik, "Ayahmu sangat bahagia." "Aku juga." Su Qianci mendongak menatap Li Sicheng. "Sekarang aku punya seorang ayah." Li Sicheng tersenyum dan meremas wajahnya. "Dan kamu punya aku." Setelah menenangkan dirinya, Song Yifan tampak lebih siap ketika dia kembali. Setelah makan bersama keluarga Li dan mengonfirmasikan hubungannya sebagai besan keluarga Li, Song Yifan kemudian pergi dengan perasaan puas. Li Sicheng dan Su Qianci juga tidak berencana untuk tinggal terlalu lama. Pada saat itu, Cheng You menelepon. Chapter 269 - Suami Cheng You "Tuan Li, dia berhasil kabur." Li Sicheng mendengarnya, dan nada suaranya dengan segera menjadi dingin. "Apakah kau meminta mereka untuk membantu?" "Ya ¡­." Cheng You merasa enggan untuk mengatakannya, "Tetapi saya dibohongi." Li Sicheng terdiam sesaat. Merasa cemas, Cheng You segera menambahkan, "Saya sudah mengambil fotonya. Karena Luo Zhan telah meretas komputernya, dia seharusnya bisa mengetahui identitasnya." "Oke, kirimkan kepadaku." "Segera." Li Sicheng menutup teleponnya dan menerima sebuah foto dari Cheng You. Itu adalah foto seorang pemuda, terlihat seperti sedang terburu-buru. Semua bagian wajahnya cukup jelas terlihat. Su Qianci melihat sekilas foto itu dan jantungnya tiba-tiba berdebar. Tanpa berpikir panjang, dia menyeletuk, "Rong Rui!" Li Sicheng memandangnya dengan rasa ingin tahu. "Kamu mengenalnya?" "Dia ¡­ orang yang membantu Tang Mengying?" Li Sicheng mengangguk. Jantung Su Qianci berdetak kencang. Itu adalah dia, Rong Rui. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, dia adalah suami Cheng You! Tapi bagaimana bisa Rong Rui sekarang menjadi orang yang paling banyak membantu Tang Mengying? Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Rong Rui mengejar Cheng You dengan penuh semangat dan mereka akhirnya menikah dan memiliki seorang putri yang cantik. Tapi kenapa sekarang dia terhubung dengan Tang Mengying? Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci telah melihat Rong Rui dalam kebakaran itu. Dia selalu berpikir itu adalah ilusinya semata dan tidak pernah meragukan pria itu. Tapi sekarang setelah memikirkannya kembali ¡­. Begitu banyak perubahan di kehidupannya saat ini. Su Qianci merasa dirinya sudah mendekati kebenaran tetapi tidak bisa membayangkannya. Mengapa Rong Rui memihak Tang Mengying sekarang? Mengapa Rong Rui mengejar Cheng You? Di kehidupan sebelumnya, peran apa yang dimainkan Cheng You antara Li Sicheng dan dirinya? Su Qianci tiba-tiba merasakan kepalanya sakit. Semua fakta mengalir kembali padanya, membuatnya mustahil untuk mencernanya sekaligus. "Ada apa?" Li Sicheng bertanya. Su Qianci menenangkan dirinya dan dengan perlahan menggelengkan kepalanya, berkata, "Namanya Rong Rui. Dia berasal dari ibu kota." "Bagaimana kamu mengenalnya?" "Aku ¡­." Su Qianci tiba-tiba tidak mengetahui bagaimana cara menjelaskannya. Menatap Li Sicheng, dia berkata, "Aku bermimpi tentang dia ¡­." "Bermimpi tentang dia?" Li Sicheng merasa konyol. Namun, teringat isak tangis Su Qianci pada malam sebelumnya, dia menelan kembali pertanyaannya dan membawa Su Qianci ke pelukannya. "Ayo kita pulang dahulu." Su Qianci merasa khawatir bahwa Li Sicheng mungkin tidak percaya padanya dan menambahkan, "Rong Rui adalah orang yang berbahaya. Dia akan menyakiti kita. Kamu harus berhati-hati. Dia bekerja dengan Tang Mengying, dan Cheng You ¡­." "Cheng You?" Apa hubungannya dengan Cheng You? Su Qianci mengangguk dan meraih lengan baju suaminya, seolah-olah dia takut Li Sicheng tidak percaya padanya. Wajahnya memerah, dia menatap Li Sicheng. "Dia sangat dekat dengan Cheng You, jadi ¡­." Saat dia berbicara, dia bergerak semakin dekat dengan suaminya. Su Qianci mengenakan gaun panjang berkerah bulat warna merah muda. Jauh lebih tinggi daripada Su Qianci, Li Sicheng dapat dengan mudah melihat tulang selangkanya yang lembut dengan beberapa tanda samar-samar di atasnya. Bibirnya yang merah muda dan berisi terbuka saat dia berbicara, tampak lezat baginya. Chapter 270 - Pulanglah Dan Buat Bayi Mata Li Sicheng menjadi gelap ketika dia menundukkan kepalanya dan menyambar bibir Su Qianci. Terkejut, Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar. Dengan segera, Li Sicheng menyelipkan lidahnya ke dalam mulutnya. Sebuah lengan yang kuat menguncinya di tempat. Ciumannya begitu lembut sehingga Su Qianci merasa hatinya digelitiki oleh sehelai bulu burung. Dia meleleh. "Hei kalian ¡­." Suara Kapten Li terdengar. Su Qianci membuka matanya dan tiba-tiba mendorong Li Sicheng menjauh. Wajahnya merah padam, dia melihat senyum menggoda Kapten Li. "Kakek ¡­." "Aku benar-benar mengerti. Kalian masih muda ¡­ tetapi pertimbangkan di mana kau berada." Wajah Su Qianci terasa terbakar lebih panas dan segera melihat senyum di mata Li Sicheng. Dia menatap suaminya dan mencubitnya. "Jangan tersenyum." Tetapi Li Sicheng tersenyum lebih lebar dan memeluknya. Sambil memandang Kapten Li, dia berkata, "Kakek, kami akan pulang." "Malam sudah cukup larut dan kau seharusnya sudah pulang dari tadi." Sudah cukup larut ¡­. Hmm ¡­ apa artinya itu? Su Qianci tiba-tiba merasa dia terlalu memikirkannya. Dia mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Li Sicheng, tetapi pria itu tidak mau melepaskannya. "Benar, sudah malam, jadi kami akan pulang dahulu. Tidur nyenyak, Kakek." "Pulanglah dan buat bayi sehingga aku bisa bermain dengannya." Li Sicheng mengangguk dan berkata, "Kami akan melakukannya." Wajah Su Qianci semakin memerah. Karena tidak dapat bergerak leluasa, dia hanya berpura-pura tidak mendengar apa-apa. Li Sicheng menggendong Su Qianci dan berkata, "Ayo pulang dan buat bayi." "Jangan katakan itu! Sangat memalukan." Su Qianci berharap dia bisa menutup mulut suaminya. Kapten Li tertawa. Sambil berpegangan di leher Li Sicheng, Su Qianci dibawa ke mobil dan kemudian diturunkan di kursi belakang. Namun, saat Li Sicheng membuka pintu mobil, seorang wanita muncul tidak terlalu jauh dari mobil tersebut. Melihat Li Sicheng menurunkan Su Qianci di kursi belakang, Tang Mengying mencubit lengannya sendiri dan hampir merobek bibir bawahnya dengan giginya. Menyadari bahwa Li Sicheng telah melihatnya, Tang Mengying dengan segera tersenyum, menyingkirkan kecemburuan dan kebencian di wajahnya. "Kakak Sicheng, aku ingin berbicara dengan ¡­." Li Sicheng bahkan tidak sudi untuk melihatnya, cepat-cepat masuk ke mobil dan pergi. Bersamaan dengan knalpot mobil yang menyembur ke wajahnya, Tang Mengying menjadi marah. Ponselnya berdering, dan itu dari nomor yang tidak dikenalnya. Pasti itu Rong Rui yang tidak berguna. Tang Mengying tidak menerima telepon itu dan mematikan ponselnya. Berdiri di pinggir jalan sambil memegang ponsel, Rong Rui menjadi putus asa. "Sepupuku yang tidak berguna, wanita itu tidak lebih dari seorang pel*cur yang bahkan Li Sicheng saja tidak menginginkannya. Jika keluarga kita tahu bahwa alasan kau tidak ingin mewarisi bisnis keluarga adalah untuk bekerja padanya, mereka mungkin akan membunuhmu." Seorang wanita menawan menguap saat dia memakai cat kuku merah. "Kau harus pulang dan menjadi tuan muda di rumahmu." "Tutup mulutmu." Dia meremas ponsel di tangannya dan kemudian membantingnya ke jalan. "Rong Anna, kau urus saja urusanmu sendiri." Rong Anna menyentuh hidungnya dan berkata, "Baiklah, aku sudah memperkirakannya." "Di mana bibi Rong Xuan?" "Dia menunggumu di rumah. Ayahku dan orang tuamu juga ada di sana." "Ayo pergi kalau begitu." Chapter 271 - Dia Meninggalkan Rumah Sakit Rong Rui segera berhenti berjalan. Dia berbalik dan berkata kepada Rong Anna, "Bisakah aku menggunakan ponselmu?" "Kau ingin menghancurkan ponselku juga?" "Hanya untuk mengirim sebuah pesan teks." Rong Anna dengan enggan menyerahkan ponselnya. Rong Rui dengan cepat memasukkan sebuah nomor telepon dan kemudian menulis: "Mengying, aku harus pulang ke rumah sebentar. Akan kembali dengan segera. Rong Rui" Setelah pesan teks itu dikirim, Rong Rui menghapusnya, mengembalikan ponsel itu ke Rong Anna, lalu masuk ke mobil yang akan membawanya ke keluarga Rong. Tanpa melihat pun, Rong Anna sudah mengetahui kepada siapa pesannya itu dikirim. Dia mencibir dan berkata dengan jijik, "Seharusnya otakmu diperiksa." Ketika Su Qianci tiba di rumah, Nanny Rong sudah pulang. Su Qianci memasukkan kata sandi dan masuk ke dalam. Li Sicheng memarkir mobilnya dan mengikuti istrinya. Di pintu, dia menggendong Su Qianci. Saat merasakan tubuh suaminya di tubuhnya, wajah Su Qianci memerah dan berkata dengan sebuah suara gadis kecil yang manis, "Kita belum berada di dalam rumah." Li Sicheng memaksa Su Qianci mendekat ke dirinya sendiri dan mendorongnya ke dalam ruangan. Menutup pintu di belakangnya, pria itu berbisik mesra ke telinganya, "Tidak ada yang bisa melihat kita." Wajah Su Qianci semakin memerah dan dia ingin melarikan diri. Tapi dia tiba-tiba menjerit ketika tubuhnya diangkat ke udara. Karena diangkat tiba-tiba oleh Li Sicheng, Su Qianci merasa sedikit pusing. Tiba-tiba, tubuhnya diletakkan di sofa kulit yang lembut. Memikirkan sesi menggelora pagi hari sebelumnya, Su Qianci merasa ketakutan. Menolaknya, dia memalingkan kepalanya dan terengah-engah. "Mandi ¡­ dulu." Li Sicheng hampir tidak bisa membiarkan dirinya untuk melepaskan istrinya. Namun, dia menduga Su Qianci begitu ketakutan karena kecerobohannya pada hari sebelumnya. Setelah menariknya untuk berdiri, Li Sicheng membuka ritsleting gaunnya dan berdiri, terdengar seperti sedang menahan diri. "Kalau begitu aku akan mandi." Pipinya merah padam, Su Qianci mengangguk dan berbisik, "Gunakan air hangat ¡­." Musim panas telah berakhir, jadi jika Li Sicheng mandi air dingin, dia mungkin akan terkena flu. Melihat wajah istrinya yang malu-malu, Li Sicheng berharap dia bisa segera menyetubuhi wanita itu. Namun, dia harus memikirkan tentang masa depannya. Akan sangat mengerikan jika dia membuat Su Qianci ketakutan. Setelah Li Sicheng naik ke atas, ponsel Su Qianci berdering, dan telepon itu berasal dari Rumah Sakit Pertama Kotaraja. "Nona Su?" "Ya." "Beberapa hari yang lalu, teman Anda, Tuan Lu Yihan meminta untuk dipulangkan dan pergi meninggalkan rumah sakit terlepas dari apa yang dikatakan dokter kepadanya. Lukanya belum pulih, dan dia memerlukan beberapa suntikan lagi. Saya harap Anda bisa membujuknya untuk kembali ke rumah sakit sebelum dia mengalami peradangan. " "Dia pergi atas keinginannya sendiri? Kenapa?" "Kami tidak tahu. Namun, saya pikir dia sedang berada dalam kondisi yang tidak baik. Dia sedang demam ketika dia meninggalkan rumah sakit. Saya harap Anda bisa membawanya kembali, kalau tidak konsekuensinya akan parah." "Oke, saya akan melakukannya." "Terima kasih banyak." "Terima kasih." Su Qianci menutup telepon dan kemudian menelepon Lu Yihan. Namun, ponselnya dimatikan. Dia sedang demam ketika dia meninggalkan rumah sakit ¡­. Apakah Lu Yihan seorang idiot? Su Qianci merasa agak kesal. Apa yang Lu Yihan pikirkan? Ponselnya dimatikan dan dia meninggalkan rumah sakit ¡­. Su Qianci dengan segera merasa gugup. Reaksi pertamanya adalah mencari Lu Yihan. Akan tetapi, Li Sicheng selalu memiliki perasaan permusuhan yang tidak dapat dijelaskan terhadap Lu Yihan. Jika dia mengetahui bahwa istrinya akan mencari Lu Yihan, apakah Li Sicheng akan marah? Saat memikirkan itu, Su Qianci menjadi resah. Setelah beberapa saat, dia tetap naik ke atas dan menulis sebuah catatan, meletakkannya di tempat yang bisa dilihat Li Sicheng dengan segera: "Aku perlu melakukan beberapa pekerjaan. Akan segera kembali." Chapter 272 - E-mail Misterius Setelah mandi, Li Sicheng keluar dan segera melihat catatan itu. Dia mengeringkan rambutnya dan menelepon Su Qianci. Pada saat itu, Su Qianci sudah menyetop sebuah taksi. Saat menerima telepon dari Li Sicheng, dia merasa agak bersalah. "Apa ada sesuatu yang darurat? Ini sudah larut malam," keluh Li Sicheng. Namun, nada suaranya terdengar lebih seperti menyayangi bukannya menyalahkan. Su Qianci bahkan merasa semakin bersalah dan berkata, "Seorang teman dekatku baru saja putus dengan kekasihnya. Aku akan menghiburnya. Dia selalu baik padaku ¡­." "Oke, segeralah kembali." Li Sicheng tidak banyak bertanya dan menutup teleponnya. Dia mengenakan sebuah kimono dan pergi ke ruang kerja. Ada ratusan e-mail penting yang harus dibacanya. Menyalakan komputer, Li Sicheng fokus pada pekerjaannya. Ketika sudah lewat pukul 10 malam, Su Qianci masih belum kembali. Sudah lebih dari dua jam sejak dia meninggalkan rumah. Li Sicheng menekan nomornya lagi, tetapi Su Qianci tidak mengangkatnya. Dia menelepon untuk kedua kalinya dan Su Qianci mengangkatnya. Dia terdengar seperti sedang terengah-engah. "Halo." "Kamu di mana? Aku akan menjemputmu." Hari sudah sangat larut. Li Sicheng bangkit dan pergi ke kamar tidur untuk berganti pakaian. Su Qianci dengan cepat menjawab, "Tidak perlu menjemput. Aku akan segera kembali. Ah ¡­." Tiba-tiba dia menjerit, terdengar sangat ketakutan. Li Sicheng menyadari ada sesuatu yang salah dan bertanya, "Ada apa?" "Tidak ada apa-apa. Temanku mabuk. Aku akan pulang setelah aku mengantarnya pulang. Jangan tunggu aku. Kamu tidur dulu saja." "Aku akan menjemputmu. Di mana alamatnya?" "Tidak apa-apa. Aku akan cepat." "Baiklah." Li Sicheng tidak bersikeras tetapi masih mengganti bajunya untuk berjaga-jaga. Dengan pakaian yang baru dikenakannya, Li Sicheng kembali ke ruang kerja dan melanjutkan pekerjaannya. Tiba-tiba, dia menerima sebuah e-mail baru. Judul e-mail itu segera menarik perhatiannya: "Nyonya Li bertemu dengan kekasihnya pada malam hari. Merasa dikhianati, Tuan Li?" Wajah Li Sicheng segera meredup. Dia mengeklik e-mail itu dan segera melihat sebuah semak-semak, tepat di depan di mana Su Qianci keluar dari taksi dengan pakaian yang dikenakannya hari ini dan sebuah tas kecil di tangannya. Foto kedua adalah Su Qianci berjalan masuk ke suatu kawasan, dan kawasan itu ¡­ adalah tempat tinggal Lu Yihan. Api kecemburuan mulai membakar hati Li Sicheng. Dia meremas mouse-nya dan urat biru bermunculan di punggung tangannya. Saat menggeser ke bawah, dia melihat Su Qianci menaiki tangga. Kemudian, Lu Yihan membukakan pintu untuknya. Pria itu roboh di pelukan istrinya, dan Su Qianci membantunya masuk ke dalam ¡­. Teman? Putus? Mabuk? Li Sicheng berpikir istrinya sedang bersama dengan seorang gadis, tetapi dia bersama Lu Yihan sebagai gantinya. £¬ Chapter 273 - Sangat Mabuk Suara terengah-engah dan jeritan Su Qianci yang Li Sicheng barusan dengar melalui telepon ¡­ terdengar sama seperti reaksi ketika dia sedang menyetubuhi istrinya dengan kejantanannya. Benar-benar marah, Li Sicheng mendorong layar komputernya ke bawah meja, membuat sebuah suara yang sangat keras. "Su Qianci!" Su Qianci pergi ke rumah Lu Yihan dan menekan bel pintunya dengan keras sehingga dia hampir merusaknya. Namun, tidak ada yang datang untuk membuka pintunya. Kemudian, dia mencari Lu Yihan ke tempat-tempat yang mungkin dikunjungi pria itu tapi tidak berhasil menemukannya. Akhirnya, Su Qianci kembali ke rumah Lu Yihan, dan kali ini, pintu dibuka setelah dia menekan bel pintu dua kali lagi. Begitu pintu terbuka, Su Qianci mencium bau alkohol yang menyengat. Dia tidak mengira bahwa Lu Yihan akan minum-minum seperti ini dengan luka yang mengerikan itu. Saat melihat Su Qianci, Lu Yihan tertawa kecil. "Qianqian, ternyata kau! Kenapa kau ada di sini ¡­." Lu Yihan bersendawa. Su Qianci memutar tubuhnya ke samping, tapi detik berikutnya, Lu Yihan roboh menimpanya. Su Qianci dengan cepat menghentikannya agar tidak terjatuh dan menemukan tubuhnya sangat panas. Terkejut, Su Qianci terperanjat, "Apakah kau mencoba bunuh diri? Ayo, aku akan membawamu ke rumah sakit." Lu Yihan tidak mau melakukan itu. Sambil bersandar di pundak Su Qianci, dengan tamak dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Tidak, jangan rumah sakit. Terlalu menyedihkan di sana. Aku merasa aku akan mati di sana." Su Qianci mendengarnya dan memarahi pria itu, "Apakah kau benar-benar ingin bunuh diri? Kau terluka parah dan demam tinggi. Kau seharusnya beristirahat bukan minum-minum." Su Qianci berharap dia bisa mengusir pengaruh alkohol keluar dari pria itu. Namun, dia tidak cukup kuat untuk membawanya ke rumah sakit, karena Lu Yihan bersikeras dengan memegang gagang pintunya. Su Qianci harus membantunya masuk ke dalam. Setelah menutup pintu, Su Qianci mencari-cari di seluruh penjuru tetapi tidak menemukan obat. Hanya ada sebotol alkohol gosok. Mencelupkan handuk ke alkohol itu, Su Qianci menyeka wajah Lu Yihan. Wajahnya sangat panas seperti sedang terbakar! Su Qianci merasa sangat khawatir dan ingin memanggil ambulans. Namun, saat dia mengambil ponselnya, Lu Yihan menangkap tangannya. Su Qianci terkejut, dan ponselnya jatuh ke lantai. "Qianqian, kenapa kau tidak menungguku ¡­." Lu Yihan sangat mabuk. Menatap Su Qianci di hadapannya, pria itu mengejapkan matanya yang mabuk ketika lukanya terasa sangat menyakitkan. Namun, rasa sakit luka itu tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya. Sambil tersenyum, Lu Yihan berkata, "Mengapa kau tidak menungguku? Apakah pria itu begitu hebat? Apakah ¡­ Li Sicheng begitu hebat?" Su Qianci melepaskan tangannya, tapi pria itu dengan mudah melumpuhkan Su Qianci meskipun sedang berada dalam kondisi mabuk. Ponsel Su Qianci berdering di sebelah kakinya. Melihat ke bawah, Su Qianci melihat nama "Sayang" berkedip-kedip di layar ponselnya. Dia ingin membungkuk dan mengangkat teleponnya, tetapi Lu Yihan tidak mau melepaskannya. Dia harus menggunakan kakinya untuk mengambil ponselnya. Ketika dia akan berhasil mengambilnya, ponselnya sudah berhenti berdering. Lu Yihan menangkap kedua tangan Su Qianci, tidak melepaskannya dan mengoceh tanpa sadar. Matanya terpejam dan seluruh tubuhnya memerah. Ponselnya berdering lagi, dan Su Qianci dengan cepat mengangkatnya. Setelah berbicara dengan Li Sicheng, dia segera menelepon ambulans dan memberi tahu mereka alamatnya. Dengan kedua tangannya yang dipegangi Lu Yihan, Su Qianci duduk di lantai, menunggu ambulans datang. Namun, sebelum ambulans-nya datang, seorang pengunjung yang tidak diharapkan datang. Dengan wajahnya yang tegas, Li Sicheng tampak sangat murka seperti Asura dari neraka, membuat Su Qianci gemetar ketakutan. Chapter 274 - Aku Ingin Membunuhnya Su Qianci terkejut saat melihat Li Sicheng. Namun, sebelum dia sempat menjelaskan, Li Sicheng sudah mendorongnya menjauh. Menerobos masuk melalui pintu, Li Sicheng segera melihat Lu Yihan yang sedang berbaring di sofa dengan kulitnya yang memerah. Dengan geram, Li Sicheng melangkah menghampiri dan meraih kerah baju Lu Yihan, meninju wajahnya dengan keras. Terkejut, Lu Yihan memekik dan ambruk di atas lantai. Pandangannya menjadi buram, dan yang bisa dilihatnya hanyalah sebuah sosok yang sedang berjalan ke arahnya. Su Qianci berteriak, "Apa yang kamu lakukan?" Karena sedang mabuk, Lu Yihan mendengar suara Su Qianci dan tertawa kecil. "Qianqian ¡­." Namun, panggilan intim itu membuat Li Sicheng semakin marah. "Dasar b*jingan!" Li Sicheng mendekati Lu Yihan dan mengangkatnya, meninjunya lagi. Menerima sebuah pukulan keras, wajah Lu Yihan dengan segera mulai membengkak. Giginya hampir tanggal dan darah segar mengalir dari mulutnya. Terduduk di lantai, luka Lu Yihan segera terbuka kembali, dan darah membasahi pakaiannya. Ketakutan, jantung Su Qianci nyaris copot. Sambil memeluk pinggang Li Sicheng dengan seluruh kekuatannya, dia berteriak, "Hentikan! Sudah hentikan!" Li Sicheng mengepalkan tangannya tanpa menyadari bahwa ada darah yang keluar dari tubuh Lu Yihan. Melihat Su Qianci yang berusaha menghentikannya, Li Sicheng bahkan menjadi lebih berang saat menyadari bahwa istrinya mengkhawatirkan pria itu. "Lepaskan!" "Jangan pukul dia. Hentikan ¡­." Su Qianci terisak dan berseru, "Itu bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku hanya tidak ingin kamu terlalu berlebihan memikirkan hal ini, jadi aku ¡­." "Lepaskan!" Li Sicheng tidak ingin mendengar penjelasan Su Qianci, merenggut tangan istrinya dari pinggangnya dengan paksa dan mendorongnya menjauh. Su Qianci kehilangan keseimbangannya. Ketika Su Qianci berusaha bangkit lagi, Lu Yihan berteriak. Li Sicheng sangatlah kuat. Berasal dari keluarga dengan tiga generasi di militer, dia diharuskan memiliki standar yang tinggi jika berkaitan dengan latihan fisik. Dengan cedera yang mengerikan seperti ini, seorang pria IT seperti Lu Yihan sama sekali bukan tandingan Li Sicheng. Su Qianci menjadi panik dan dengan cepat bangkit berdiri. Tersandung sofa, dia terjatuh lagi dan tidak sempat untuk berdiri. Berguling dan merangkak, dia menerobos di antara kedua pria itu meskipun ada kepalan tinju Li Sicheng di depannya. Tinju Li Sicheng mendekati wajahnya. Tubuhnya bergetar, dia menatap tinju Li Sicheng, tidak berani bergerak. Li Sicheng tidak menyangka Su Qianci akan muncul tiba-tiba di hadapannya. Dia menghentikan kepalan tinjunya di udara. "Minggir." Mata Su Qianci berlinang air mata, dia menggelengkan kepalanya menatap wajah Li Sicheng yang sedang marah. Ketika air matanya menetes, dia berkata dengan suara lirih, "Kamu akan membunuhnya." Li Sicheng mendengarnya dan tiba-tiba merasa jijik, hatinya sangat kecewa. Udara dingin tiba-tiba memancar dari tubuhnya, membuat Su Qianci merasa ketakutan. Li Sicheng sangat menakutkan seperti ini ¡­. Mengulurkan sebelah tangannya, Li Sicheng meremas dagu Su Qianci dan berkata dengan muram, "Aku memang ingin membunuhnya. Dengan cara ini, kamu tidak akan memikirkan pria ini sepanjang waktu, bukan?" Chapter 275 - Sepertinya Kamu Masih Bingung Siapa Aku Bagimu Su Qianci merasa dagunya hampir remuk. Rasanya sakit sekali, tetapi dia benar-benar lupa bagaimana dia harus bereaksi. Sikap Li Sicheng persis sama seperti bagaimana dia memperlakukannya di kehidupan sebelumnya. Pria itu akan membunuh dirinya dengan tatapannya jika dia bisa. Hati Su Qianci menggigil ketakutan. Melihat badai di mata pria itu, dia mau tidak mau memikirkannya sebagai Li Sicheng di kehidupan sebelumnya. Sangat menakutkan ¡­. Merasakan tubuh Su Qianci yang gemetar, Li Sicheng merasa hatinya ditusuk oleh seribu anak panah, menyakitinya dengan teramat sangat. Su Qianci masih merasa takut padanya. Jadi, istrinya lebih suka membohonginya dan memilih bersama dengan Lu Yihan malam ini daripada tidur di rumah mereka? "Kenapa?" Suara Li Sicheng terdengar lemah tak berdaya. "Apa yang begitu menarik tentang dia? Kenapa dia?" Su Qianci mendengar kata-katanya dan gagal memahami apa yang dimaksud Li Sicheng. Melihat wajah Su Qianci yang kebingungan, Li Sicheng mengencangkan jari-jarinya dan menggertakkan giginya, menahan keinginan untuk menghancurkan mereka berdua. "Pulanglah denganku." Jika Su Qianci bersedia pulang, dia hanya akan berpura-pura tidak ada yang terjadi. Namun, ketika Su Qianci mendengarnya, dia tanpa sadar melirik ke belakang. Luka Lu Yihan belum pulih, dan dia sedang demam. Sedang mabuk dan dipukuli oleh Li Sicheng ¡­. Itu sangat memilukan bagi Li Sicheng untuk menyaksikannya. Tidak bisakah Su Qianci berpura-pura di depannya? Apakah kasih sayang dan gairah istrinya itu semuanya palsu? Atau apakah dia menyukai keduanya dan menginginkan kedua pria itu? Li Sicheng murka, dan semua akal sehatnya telah lenyap. Dia mengulurkan lengannya dan menarik Su Qianci berdiri, menggeram, "Ikut aku." Su Qianci berjuang melepaskan diri dan berteriak, "Tunggu sebentar ¡­ Lu Yihan terluka dan sedang demam ¡­." Li Sicheng mempererat cengkeramannya. Apa yang harus dia lakukan? Dia ingin mencekik Lu Yihan hingga mati sehingga Su Qianci bisa fokus pada dirinya sendiri. Namun, dia tidak bisa melakukannya. Lu Yihan pantas mendapatkannya, tapi ¡­ Su Qianci akan membencinya. Melawan keinginannya untuk membunuh Lu Yihan, Li Sicheng menggendong Su Qianci dan berjalan menuju pintu tanpa mengatakan sepatah katapun. "Tunggu sebentar, Tuan Li ¡­." Su Qianci memanggilnya dengan sebutan itu lagi karena kebiasaan lamanya. Li Sicheng berharap dia bisa menghancurkan wanita dalam pelukannya itu, berjalan bahkan lebih cepat, dan membawanya turun. Su Qianci panik dan berseru, "Jika kita pergi sekarang, dia akan mati! Untuk menyelamatkanku, dia ¡­." "Diam!" Li Sicheng menurunkan Su Qianci di kursi belakang, mengunci pintunya, dan duduk di kursi sopir. "Li Sicheng!" Su Qianci mengamuk. "Kamu panggil aku apa barusan?" Li Sicheng akhirnya tidak tahan lagi, mendekatinya dengan tiba-tiba, mendorong bahu istrinya ke kursi. Su Qianci selalu memanggil Lu Yihan dengan intim: Lu Yihan. Sementara bagi Su Qianci, Li Sicheng selalu menjadi Tuan Li yang asing. Perbedaannya dengan jelas menunjukkan bagaimana istrinya memandang kedua pria itu. Tapi Li Sicheng adalah suaminya. Sebelum Su Qianci berbicara, dia mendengar nada suara Li Sicheng yang kejam. "Sepertinya kamu masih bingung siapa aku bagimu." Sambil mengatakan itu, di bawah tatapan ketakutan Su Qianci, Li Sicheng meraih kerah bajunya dan merobek gaun wanita itu ¡­. Chapter 276 - Kamu Tidak Menginginkanku, Hah? Su Qianci menjerit, berusaha menutupi tubuhnya tanpa sadar. Namun, Li Sicheng jauh lebih kuat darinya. Sambil memegangi tangannya, pria itu mendorongnya ke kursi. Li Sicheng terasa seperti raksasa, dan tidak ada cara bagi Su Qianci untuk melawannya. Kemarahan pria itu hampir mengambil alih. Karena panik, Su Qianci ingin melawan, tetapi semakin dia memberontak, semakin Li Sicheng ingin melumpuhkannya. Memeganginya di tempat, gerakan Li Sicheng semakin liar dan di luar kendali ¡­. Li Sicheng memperdalam ciumannya, rakus dan kasar. Su Qianci tidak mengetahui apakah darah yang dia rasakan adalah miliknya atau Li Sicheng. Dia merasa sepertinya Li Sicheng ingin menghancurkannya dan merasa ketakutan oleh sisi Li Sicheng yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Pria ini memiliki temperamen yang buruk. Dia sudah pernah melihat Li Sicheng kesal sebelumnya. Dia bisa melarikan diri ketika pria itu berteriak padanya, mengabaikannya, atau bahkan memarahinya. Tetapi mengapa Li Sicheng harus melakukan ini padanya? Su Qianci tidak tahu harus berbuat apa. Semua tulangnya terasa lemas di bawah berat tubuh pria itu. Terasa sangat sakit, tapi itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya. Meledak dalam tangis, perlawanan Su Qianci menjadi semakin lemah. Dia mulai terisak-isak. Li Sicheng melepaskan Su Qianci dan bertanya dengan dingin, "Kamu tidak menginginkanku, hah?" Suaranya terdengar penuh penghinaan dan ejekan. Nada suara pria itu setajam belati, menghancurkan hatinya. Tuan Li yang ada dalam ingatannya sudah kembali ¡­. Kesedihan dengan cepat menumpuk di hatinya. Su Qianci berteriak keras, "Tidak ¡­." Dia tidak ingin melihat Li Sicheng seperti ini. Tuan Li yang ini menakutkan ¡­. Li Sicheng mendengarnya, matanya sedingin salju. Dia menariknya dan merentangkan kaki Su Qianci dengan pahanya. Mencubit pipi istrinya, dia menggeram, "Tidak? Apa yang tidak kamu inginkan?" Su Qianci berhenti menangis dan menggelengkan kepalanya, menggertakkan giginya. "Kamu tidak menginginkanku, kan?" Suara Li Sicheng terdengar frustrasi. "Kamu tidak menginginkanku, tetapi pria lain ¡­." Suaranya menjadi semakin lirih. Su Qianci menatapnya dengan mata terbelalak, hatinya kosong. Pria ini terdengar asing. "Tidakkah kamu pikir kamu terlalu kejam, Su Qianci?" Gerakannya tidak berhenti saat Li Sicheng menyambarnya dengan tatapan mata yang dalam. Matanya indah seperti biasa, tetapi tampak begitu tidak ramah pada saat ini ¡­. Su Qianci merasa takut dan ingin melarikan diri. Tapi Li Sicheng lebih cepat darinya, memegang kedua pergelangan tangannya dengan satu tangan. Dia dengan cepat melepas sabuknya dengan tangannya yang lain. Mendengar suara ikat pinggangnya dilepas, Su Qianci memberontak lebih keras dan memandangnya dengan pandangan malu. "Apakah kamu gila? Kita berada di jalan ¡­." Kejantanannya yang keras didorong masuk jauh ke dalam tubuhnya. Karena tidak dapat melawan, Su Qianci benar-benar tidak siap untuk menghadapi ini. Li Sicheng merasakan gesekannya dan menurunkan sandaran kursi. Saat melihat Su Qianci mengernyitkan dahi, dia merasa lega. Jadi mereka tidak ¡­. Su Qianci berjuang melepaskan diri dengan lebih keras dan berteriak, "Sakit. Keluarkan ¡­." Li Sicheng merasa jauh lebih baik setelah mengetahui bahwa istrinya dan Lu Yihan tidak berhubungan seks, berbisik, "Rileks." Su Qianci menjerit dan mengutuk, "Li Sicheng, kau cabul!" Li Sicheng mendengar itu, dan sikap lembutnya lenyap seketika. Dengan sebuah dorongan keras, dia mencibir, "Jadi bagaimana Lu Yihan melakukannya? Seperti ini ¡­ atau ini?" Chapter 277 - Beri Aku Seorang Bayi Su Qianci gemetar ketakutan dan memeluknya dengan erat, bergumam, "Seseorang ¡­ ada di sini ¡­ tetaplah ¡­ di bawah ¡­" Li Sicheng mengabaikan kata-katanya dan bergerak dengan irama yang cepat. "Kamu gila ¡­ seseorang ¡­ ahhh ¡­." Suara di luar mobil itu menjadi semakin jelas. Itu suara seorang gadis. "Pria di unit 203 itu sangat menyedihkan. Aku dengar dia terluka dan sedang demam karena lukanya terkena infeksi. Itu adalah situasi yang berbahaya dan sekarang dia dipukuli." "Benarkah?" "Yah, dia membuat dirinya sendiri mabuk, jadi tidak ada yang menolongnya. Untungnya, gadis itu merawatnya." "Mereka pasti sedang bertengkar. Pria itu sepertinya membencinya, dan gadis itu bersikeras untuk menjaganya." "Tapi gaun yang dia kenakan sangat bagus. Pasti harganya sangat mahal. Warna merah terlihat bagus di kulit yang putih ¡­." Kedua gadis itu berjalan melewati Maybach hitam itu, tanpa menyadari apa pun. Su Qianci menghela napas lega. Lu Yihan tinggal di unit 203, jadi mereka pasti sedang membicarakannya. Untungnya, Lu Yihan sudah diselamatkan. Namun, gadis berbaju merah yang tadi mereka bicarakan itu terdengar seperti Yu Lili. Kenapa dia datang ke tempat ini saat sudah larut malam seperti ini? Ketika Su Qianci sedang bertanya-tanya, dia merasa kejantanan Li Sicheng yang sudah jinak itu menjadi keras lagi. Li Sicheng berlutut dan menindihnya ke kursi belakang, berbisik, "Qianci, beri aku seorang bayi." Dia telah mendengar bahwa seorang wanita akan selalu lebih mencintai suaminya ketika mereka memiliki bayi bersama. Su Qianci membelalakkan matanya, tetapi bibirnya terkunci lagi sebelum dia bisa mengatakan apa-apa. Ketika operasi Lu Yihan selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi lewat. Yu Lili melihat lampu di ruang operasi sudah padam dan segera meraih lengan baju dokter bedah itu, bertanya, "Dokter, bagaimana hasilnya?" Dokter bedah itu melepaskan maskernya dan berkata, "Operasinya berjalan cukup baik. Tapi ini tidak bisa terjadi lagi. Bahkan Superman pun tidak bisa menangani begitu banyak bahaya." Yu Lili menghela napas lega dan memasuki unit perawatan intensif. Lu Yihan masih tak sadarkan diri. Warna ungu dan biru di wajahnya tampak mengerikan. Yu Lili mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Lu Yihan yang terluka dan matanya menjadi berkaca-kaca. "Bagaimana ini bisa terjadi? Jika aku tahu siapa yang melakukan ini, aku pasti akan membalasnya untukmu." Lu Yihan samar-samar mendengar suara Yu Lili, mengerutkan kening, dan membuka matanya. Dengan segera melihat Yu Lili, Lu Yihan memalingkan kepalanya dan berkata dengan dingin, "Kenapa kau masih berada di sini?" Hati Yu Lili sangat kecewa bersamaan dengan itu dia mencibir, "Kau pikir aku ingin berada di sini? Aku di sini untuk mengambil kembali uangku. Operasi itu menelan biaya delapan ribu. Ingat itu." "Baiklah. Kirimkan nomor rekeningmu dan aku akan mentransfer uangnya padamu. Jika kau tidak membutuhkan yang lain, kau harus pergi sekarang." Tidak ada kehangatan dalam suara Lu Yihan, yang mana membuat Yu Lili kecewa. Akan tetapi, gadis itu berpura-pura tidak peduli dan berkata, "Kau pikir aku ingin berada di sini? Seharusnya aku membiarkanmu mati." Kemudian, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu, Yu Lili bertanya, "Siapa yang melakukan ini padamu?" "Apa urusanmu?" "Hei, jangan terlalu kejam. Mungkin aku bahkan bisa membalaskan dendammu." Lu Yihan melengkungkan bibirnya dengan dingin dan berkata, "Itu adalah Li Sicheng. Tolong balaskan dendamku. Ingatlah untuk mengambil fotonya." Chapter 278 - Menghabiskan Malam Dengannya Yu Lili mendengar nama itu dan membelalakkan matanya, menatap Lu Yihan dengan tidak percaya, "Bagaimana itu mungkin? Li Sicheng? Suami Su Qianci? Untuk apa dia memukulmu?" Lu Yihan tersenyum sambil menertawakan dirinya sendiri dan bertanya, "Kau tidak percaya padaku?" "Ya, aku tidak percaya." Yu Lili melambaikan tangannya dengan tergesa-gesa. "Aku hanya penasaran kenapa dia memukulmu." Bahkan Lu Yihan sendiri tidak mengetahui kenapa, jadi tidak mungkin dia bisa menjelaskan pada Yu Lili. Lu Yihan sedang mengalami migrain yang mengerikan. Meskipun lukanya sudah membaik dan suhu tubuhnya sudah turun, dia masih merasa sangat tidak nyaman. Terlalu malas untuk menjelaskan, Lu Yihan berkata setengah sadar, "Kau harus pulang. Aku akan mentransfer uangnya. Malam sudah terlalu larut bagimu untuk bersama seorang pria sendirian." "Tidak ¡­." Tidak apa-apa. Sebelum Yu Lili menyelesaikan kalimatnya, ponselnya berdering. Telepon dari Ou Ming. Itu adalah telepon keempat yang diterimanya. Yu Lili mengerutkan bibirnya dan tidak mau mengangkatnya. Mematikan ponselnya, dia berbalik dan mendapati Lu Yihan telah memejamkan matanya, tampak kelelahan. Setelah menempelkan tangannya di dahi Lu Yihan, Yu Lili merasa pria itu masih demam. Dia berjalan keluar dan meminta perawat untuk membawakan alkohol dan handuk untuk menurunkan demamnya. Saat melihat wajah Lu Yihan, Yu Lili merasakan sebuah kehampaan di hatinya. Jika dirinya tidak terlibat dengan Ou Ming demi uang, akankah ada kemungkinan bagi mereka berdua untuk bersama? Sambil menunduk, Yu Lili menyesali keputusan yang diambilnya di masa lalu. Dia ibarat seekor burung yang dipelihara di kandang Ou Ming. Meskipun kandangnya mewah, dia tidak memiliki kebebasan sama sekali. Betapa irinya dia pada Su Qianci ¡­. Seorang gadis yang polos dan baik, berbeda dengan seorang wanita pemburu harta yang dibenci seperti dirinya ¡­. Dan Su Qianci sangat beruntung dalam hidupnya. Hal yang paling membuat Yu Lili paling cemburu adalah kenyataan bahwa bahkan Lu Yihan pun menyukai Su Qianci ¡­. Betapa menyenangkannya itu pastinya. Setelah menjaga Lu Yihan sepanjang malam, Yu Lili tidak menyadari kapan dirinya tertidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi lewat ketika dia dibangunkan oleh perawat. Lu Yihan masih tidur. Setelah meregangkan tangannya, Yu Lili berdiri dan menyalakan ponselnya. Saat ponselnya menyala, benda itu mulai berdering tanpa henti. Lebih dari lima puluh panggilan yang tidak dijawab, dan lebih dari seratus pesan teks ¡­. "Si*l, idiot itu ¡­." Yu Lili terdiam. Saat dia mengutuk, dia mendapat telepon dari pria itu lagi. "Halo," Suara Yu Lili terdengar tidak sabar. "Ada apa sih?" Ou Ming terdiam sejenak dan kemudian mencibir, "Yu Lili, kau pasti sudah gila. Kau mematikan ponselmu?" "Memangnya kenapa? Semua orang perlu tidur." Yu Lili berkata tanpa basa-basi. "Di mana kau tidur dan dengan siapa?" "Tuan Ou, aku bukan kekasihmu. Jadi, apa urusanmu?" "Jika kau bukan pacarku, kau pacar siapa?" "Ya, tubuhku untuk uangmu, itulah kita. Kenapa kau sangat emosional? Aku tidak ingin dikunjungi tadi malam. Itu saja." "Yu Lili!" Ou Ming tersinggung. "Pergi ke Vila Gunung Barat sekarang." "Baiklah. Dasar mesum." Yu Lili menutup telepon. Dia memastikan bahwa tubuh Lu Yihan tidak lagi demam dan meminta perawat untuk merawat pria itu sebelum dia pergi. Setelah Yu Lili meninggalkannya, Lu Yihan membuka matanya dan melihatnya pergi. Dia telah mendengar bahwa Yu Lili adalah wanita simpanan seorang pengusaha muda. Ternyata itu benar. Tuan Ou ¡­ Ou Ming? Chapter 279 - Tolong Jangan Mendekat Ketika Su Qianci terbangun, hari sudah siang. Li Sicheng telah pergi ke kantor. Su Qianci melihat jam dan sudah terlambat untuk kuliah, jadi dia memutuskan untuk melewatkan kelas pagi. Meskipun merasa kelelahan, Su Qianci mengenakan sebuah kimono dan bangkit. Setelah memasuki kamar mandi secara tak sengaja dia menemukan seluruh tubuhnya dipenuhi oleh tanda biru dan ungu, dan tampak menyedihkan. "Su Qianci, beri aku seorang bayi." Setelah Li Sicheng mengatakan itu, dia tidak bisa beristirahat sepanjang malam, dan akhirnya pingsan di dalam mobil. Ketika dia bangun sekitar tengah malam, dia sudah berada di tempat tidur di rumah mereka, tetapi Li Sicheng masih menyetubuhinya. Seluruh tubuhnya terasa sakit, Su Qianci hampir tidak bisa membuka matanya. Menyedihkan ¡­. Dia tersenyum mencemooh dirinya sendiri dan menyalakan keran air panas. Saat berbaring di bak berendam, tubuh Su Qianci menjadi rileks dan perlahan-lahan jatuh tertidur. Ketika terbangun, tubuhnya sudah bersih dan kering, terbaring di tempat tidur. Li Sicheng sedang duduk di tempat tidur, dengan sebuah meja lipat di depannya, dia bekerja dengan laptop dan dokumen-dokumennya. Menyadari bahwa Su Qianci sudah bangun, dia hanya meliriknya sekilas, lalu melanjutkan pekerjaannya. Su Qianci menatapnya dan mengerutkan bibirnya, tidak mengatakan apa pun. Li Sicheng berpikir bahwa dirinya telah tidur dengan Lu Yihan, jadi pria itu menggunakan Lu Yihan untuk menghina dirinya sepanjang malam dan ingin membunuhnya. Namun, dirinya benar-benar tidak bersalah. Sambil mencengkeram selimut, Su Qianci merasa diperlakukan sangat tidak adil, dan air mata mengalir di pipinya. Mendengar isak tangis istrinya, Li Sicheng menunduk dan menyimpan dokumen-dokumennya, bertanya, "Begitu keberatan?" Su Qianci merasa hatinya pilu. Dia menggelengkan kepalanya berulang kali. Sambil terisak-isak, dia ingin berbicara, tetapi isak tangisnya menghambat ucapannya. Li Sicheng berbalik dan bersandar padanya. Karena kaget, Su Qianci segera mundur sambil memegang selimut di tangannya, terbelalak dengan matanya yang bengkak. Li Sicheng ingin melakukannya lagi? Namun, Li Sicheng tidak melakukan apa pun selain menatapnya dengan matanya yang dingin dan dalam. Jantung Su Qianci berdebar. Saat balas menatapnya, dirinya berbicara terlebih dahulu, "Aku hanya berteman dengan ¡­ Lu Yihan. Tidak ada apa-apa di antara kami." Jadi tolong jangan marah ¡­. Mendengar kata-kata Su Qianci, mata Li Sicheng menjadi lebih gelap. Setelah hening sesaat, dia berkata, "Maafkan aku." Su Qianci tampak kebingungan dengan permintaan maafnya. Tanpa menjelaskan apapun, Li Sicheng semakin mendekatinya. Su Qianci bergerak mundur dengan ketakutan, hampir menjerit. Dia memohon, "Tolong jangan ¡­." Saat melihat itu hati Li Sicheng terasa hancur. Dia berhenti, merasa semakin tidak berdaya. Sambil menatap Su Qianci, dia berbisik, "Biarkan aku periksa ¡­ aku telah menyakitimu." "Tidak!" Air mata semakin deras menetes dari matanya. "Jangan mendekat. Tolong jangan sentuh aku ¡­." Tadi malam, kebencian Li Sicheng benar-benar membutakan akal sehatnya. Untungnya, dia meminta Luo Zhan melacak alamat e-mail yang digunakan untuk mengirim e-mail tersebut. Luo Zhan menemukan bahwa e-mail itu berasal dari seorang detektif swasta, dan kemudian mengetahui apa yang telah terjadi pada Su Qianci sebelum konferensi pers. Setelah mengetahui penderitaan yang dialami Su Qianci, Li Sicheng juga menyadari apa yang mungkin terjadi jika Lu Yihan tidak datang untuk menyelamatkannya. Merasa ketakutan dan bersalah, Li Sicheng mengirim seseorang untuk membuat bisnis agen detektif itu bangkrut dan mengumpulkan informasi mengenai pembayaran dari Tang Mengying kepada mereka. Akan tetapi, tidak ada yang bisa mengubah fakta bahwa dia telah menyakiti istrinya. Saat melihat ekspresi wajah Su Qianci, Li Sicheng tidak berani mendekatinya lagi. Dia perlahan bergerak mundur dan berkata, "Aku tidak akan mendekatimu. Jangan takut." Chapter 280 - Aku ... Memerkosanya Kemudian, Li Sicheng bangkit dari tempat tidur. Melihat dengan jelas bahwa Su Qianci menghela napas lega, membuat hatinya terasa pilu. Rasa bersalah dan penyesalan menghinggapinya, tetapi dia tidak menunjukkannya. Mengepalkan tinjunya, Li Sicheng membereskan dokumen-dokumen pekerjaannya dan meninggalkan kamar. Begitu dia menghilang, Su Qianci merasakan semua tenaganya terkuras habis, dan dia roboh di atas bantal. Selama dua hari berikutnya, Su Qianci tidur di kamar tamu dan melewatkan semua mata kuliahnya. Setelah Nanny Rong melaporkan kondisi Su Qianci ke rumah tua itu, Qin Shuhua datang untuk mengunjunginya, kakek menelepon untuk memarahi Li Sicheng, dan Li Yao mengirim banyak hadiah sebagai permintaan maaf. Li Sicheng tidak berada di rumah selama dua hari, bekerja sepanjang malam di kantornya. Karena bos mereka tidak pulang, seluruh kantor harus bekerja lembur dengannya. Meskipun dia sibuk dengan bisnisnya, hatinya berada di tempat lain. Dia berpikir bahwa tanpa melihat Su Qianci, mungkin bisa mengurangi rasa bersalahnya. Namun, semakin lama dia menjauh dari istrinya, semakin tidak tertahankan rasa bersalahnya. Kali ini, dia memang bersalah. Waktu sudah menunjukkan lewat jam 9 malam, dan Li Sicheng masih bekerja ketika dia mendapat telepon dari Ou Ming. Ou Ming terdengar kesal. "Sicheng, keluarlah untuk minum-minum." "Baiklah." Sangat jarang bagi Li Sicheng untuk menyetujuinya begitu cepat, membuat Ou Ming cukup terkejut. Sambil memegang satu seloki 1 wiski, Li Sicheng mengangkat alisnya ketika dia melihat Ou Ming. "Kau terlambat." Ou Ming menatapnya dengan terbelalak. "Kaulah yang selalu terlambat. Selalu butuh waktu lama untuk membujukmu supaya bergabung denganku. Ada yang berbeda hari ini? Apakah kau sedang berada dalam suasana hati yang buruk?" Li Sicheng mengerutkan bibirnya, tidak berbicara, dan menyesap minumannya. Ou Ming kemudian mengerti apa yang mungkin telah terjadi, dan dia menghela napas. "Kita bersaudara dalam penderitaan." Setelah mendapatkan minumannya dari pelayan itu, Ou Ming meneguknya dan bertanya, "Apa yang terjadi padamu? Istrimu menolakmu lagi di tempat tidur?" Li Sicheng menatapnya dan menenggak sisa minuman keras itu. Dengan senyum pahit, dia berkata, "Aku memerkosanya." Ou Ming tersedak anggurnya dan menatap Li Sicheng seolah-olah dia melihat hantu, berkata, "Gila, benarkah?" Li Sicheng tidak menjawab, dan menuang satu seloki wiski lagi untuk dirinya sendiri. "Wow, tidakkah kau menganggap dirimu seorang pria terhormat? Apa yang terjadi? Meskipun dia istrimu, itu jauh melanggar batas," Ou Ming berkata dengan marah. Dia tidak pernah memaksa seorang wanita - dia punya seribu cara untuk membuatnya memohon. Li Sicheng mengerutkan bibir dan menghabiskan satu seloki lagi, bibirnya terlihat luar biasa merah akibat pengaruh alkohol. Sedikit terkejut, Ou Ming mengambil seloki itu darinya dan menggeram, "Kau mau minum berapa banyak? Hentikan!" Agak mabuk, Li Sicheng bertanya pada Ou Ming, "Apa yang harus kulakukan? Su Qianci takut padaku." "Tidak heran ¡­." Ou Ming memutar bola matanya. "Kau memerkosanya!" "Bukan karena itu ¡­." Su Qianci selalu takut padanya. Rasa takut sudah merasuk hingga tulangnya. Gelas kecil untuk minum minuman keras Chapter 281 - Ganti Pakaianmu Sejak mereka menikah, tidak sedetik pun Su Qianci merasa tidak takut padanya. Apakah dirinya begitu menakutkan? Li Sicheng merasa sulit untuk memahaminya. Li Sicheng meraih gelas Ou Ming dan gagal merebutnya. Kemudian dia mengambil botol itu dan mulai menenggaknya. Ou Ming kemudian mendapati bahwa setengah dari isi botol itu sudah turun ke tenggorokan Li Sicheng hanya dalam waktu sedetik. Merasa terkejut, Ou Ming mengambil botol itu dan mendorong Li Sicheng ke sofa. "Pelayan, bawa pergi botolnya." Jika dia terus seperti ini, dia mungkin akan berakhir di rumah sakit mengingat perutnya yang bermasalah. Ou Ming merasa menyesal telah mengajaknya keluar sekarang. Ternyata dia tidak bisa mencurahkan kesedihannya yang mendalam tetapi malah harus menunggui tuan muda ini. "Apa yang salah denganmu? Kau biasanya tidak minum seperti ini!" Li Sicheng sudah agak mabuk. Sebelum Ou Ming tiba, dia sudah menenggak setengah botol. Namun, dia masih menyadari apa yang sedang terjadi. Karena alkoholnya telah tidak ada, dia bisa hidup tanpanya. Li Sicheng mendorong Ou Ming dan bertanya, "Dan apa yang terjadi padamu?" Setiap kali Ou Ming mengajaknya keluar, pasti ada sesuatu yang terjadi dalam hidupnya, entah itu baik atau buruk. "Aku akan mengantarmu pulang. Kau terlalu mabuk untuk mendengarkan aku." "Aku tidak mabuk." Li Sicheng memandangnya dengan serius. Ou Ming melihat bahwa sahabatnya ini mengatakan yang sebenarnya, dan kemudian berkata, "Apa lagi yang bisa terjadi? Wanita itu sedang berusaha untuk menjauh dariku lagi. Aku ingin bertanya kepadamu bagaimana kau memikat istrimu. Bukankah kau sudah menandatangani surat kontrak perceraian?" Li Sicheng dengan segera menjadi sadar. Benar, surat kontrak perceraian! Dia benar-benar lupa tentang surat itu! Tiba-tiba berdiri, Li Sicheng berkata, "Aku harus pergi. Kita akan bertemu lagi nanti." Ou Ming tercengang. Sambil menatap punggung Li Sicheng, dia mengutuk, "Dasar baji- ¡­." Lalu, teringat sesuatu, dia segera mengejar Li Sicheng. "Kau tidak bisa mengemudi. Aku akan mengantarmu." Su Qianci bahkan tidak berani menunjukkan wajahnya di depan Lu Yihan. Dia bahkan tidak berani menelepon. Meskipun dia sangat khawatir tentang Lu Yihan, dirinya menahan keinginan untuk mengunjungi pria itu. Beberapa barangnya masih berada di kamar tidur tamu, jadi dia menyalakan laptopnya dan mulai mengerjakan tugas kuliahnya di ranjang. Karena dia tidak masuk sekolah selama beberapa hari, teman-teman sekelasnya mengiriminya tugas dan catatan mata kuliah yang telah mereka ikuti. Meskipun dia sedang kesal, dia harus belajar sehingga dia tidak akan gagal di kelasnya. Setelah beberapa saat, Su Qianci merasa sedikit haus, jadi dia memakai sepatunya dan turun ke dapur. Saat dia mengambil cangkir, dia mendengar seseorang berbicara. Melirik ke belakang, dia melihat Ou Ming. Dan seseorang mengikuti Ou Ming ke dalam, tinggi dan tampan. Itu adalah Li Sicheng. Su Qianci menatap mereka dan dengan cepat meminum airnya. "Su Qianci," Ou Ming menyapanya. Melihat istrinya berdiri di dapur mengenakan sebuah gaun tidur putih, Li Sicheng segera menutupi mata Ou Ming dan menatap Su Qianci dengan tajam. "Ganti pakaianmu." Su Qianci berkedip dan menatap pakaiannya. Gaun tidur berlengan panjang, benar-benar biasa. Apa yang salah dengan bajunya? Melihatnya bingung, Li Sicheng melirik tanda ungu di lehernya dan mengingatkannya, "Lehermu." Su Qianci tertegun sejenak, dan kemudian dia dengan cepat tersipu malu, naik ke atas dengan tergesa-gesa. Merasa canggung, Ou Ming berkata, "Baiklah, kau sudah di rumah. Aku akan pulang sekarang." Kemudian dia cepat-cepat pergi dan menutup pintu di belakangnya. Li Sicheng mengejar Su Qianci ke atas dan masuk ke dalam kamar tidur utama. Namun, kamar itu kosong. Mata Li Sicheng menjadi gelap dan dia berbalik, bergerak untuk membuka pintu kamar tamu. Terkunci. Dengan bersandar di pintu, Su Qianci merasa cemas, takut suaminya akan menerobos masuk dan ¡­. Chapter 282 - Nanny Rong Berbohong Kepadanya "Apa kamu di sana? Mari kita bicara," kata Li Sicheng setenang mungkin. Namun, kebiasaan dinginnya itu masih terasa. Berdiri menyandarkan punggungnya ke pintu, Su Qianci menggigit bibir bawahnya dan tidak menanggapi. Setelah beberapa saat, Li Sicheng memutuskan bahwa Su Qianci memang tidak bermaksud membiarkannya masuk dan berkata, "Kamu harus tidur lebih awal. Aku akan mengantarmu ke kampus besok pagi." Menyadari bahwa Li Sicheng telah pergi, Su Qianci menghela napas lega. Pada saat itu, tubuhnya dibanjiri keringat dingin. Setelah mandi lagi, Su Qianci menyelesaikan tugas kuliahnya dan pergi tidur. Pada saat larut malam, pintu kamarnya terbuka. Sesosok jangkung dan tampan menyelinap masuk dengan perlahan. Dalam tidurnya, Su Qianci menendang selimutnya, mengerang, dan membalikkan badan. Mata Li Sicheng menjadi lembut ketika dia membungkuk dan menciumnya, memperhatikan istrinya sementara dia berdiri di samping tempat tidurnya. Tidak menyadari bahwa Li Sicheng berada di sana, Su Qianci tidur dengan nyenyak. Keesokan paginya, Su Qianci sedang mandi dan mendengar Nanny Rong memanggil, "Nyonya, sarapan." "Kurasa aku akan melewatkan sarapan. Aku sedang terburu-buru dan harus pergi ke kampus sekarang." "Itu tidak baik. Anda harus makan!" Nanny Rong berkata dengan suara keras yang disengaja. "Anda terlalu langsing dan tidak makan banyak akhir-akhir ini. Jika Anda terus seperti ini, Anda akan menjadi sangat kurus, dan itu tidak menarik." Su Qianci terpaksa mematuhi Nanny Rong, jadi dia turun ke bawah sambil menenteng tas ranselnya. Namun, setelah duduk, Su Qianci melihat ke sekeliling dan tidak melihat orang yang ingin ditemukannya. Mendongak, dia melihat tatapan menggoda di mata Nanny Rong. Untuk beberapa alasan, Su Qianci merasa seperti sedang tertangkap basah. Dengan wajah memerah, dia menundukkan kepalanya. "Tuan telah pergi bekerja. Saya dengar perusahaannya mempunyai sebuah proyek baru yang bekerja sama dengan sebuah firma Amerika, jadi dia akan melakukan perjalanan bisnis pada sore hari, ke Chicago." "Dia akan melakukan perjalanan bisnis?" Nanny Rong mengangguk, menuangkan susu lagi ke gelas Su Qianci dan berkata, "Ya. Tuan akan pergi selama beberapa hari." "Berapa hari?" Su Qianci tak dapat menahan dirinya untuk bertanya. Nanny Rong tersenyum sedikit lebih lebar dan bertanya dengan nada bercanda, "Anda tidak tahu? Tuan pulang tadi malam, bukan?" Melihat ekspresi ambigu 1 pada wajah Nanny Rong, Su Qianci merasa kebingungan. Sambil menggigit roti lapisnya, dia berkata, "Dia tidak memberitahuku ¡­." "Lima hari." Suara rendah yang sangat dikenalnya itu membuat Su Qianci diam tak bergerak. Dia menatap Nanny Rong. Nanny Rong baru saja memberitahunya bahwa suaminya telah pergi bekerja. Nanny Rong berbohong padanya? Saat melihat ekspresi wajah Su Qianci, Nanny Rong segera berbalik. "Aku harus pergi mencuci baju." Li Sicheng menghampiri Su Qianci, memeriksa arlojinya, dan berkata, "Sudah jam 7:30. Aku akan mengantarmu ke kampus." Merasa sedikit kesal dengan kebohongan Nanny Rong, Su Qianci memalingkan muka dan berbisik, "Aku bisa pergi ke kampus sendiri ¡­." "Kamu yakin bisa menemukan taksi di sini?" Rumah ini terletak di dalam sebuah kompleks vila, jadi sangat sedikit taksi yang datang kemari. Su Qianci pasti akan terlambat jika dia bersikeras. Jadi dia harus diantar oleh Li Sicheng? Akan tetapi, memikirkan apa yang terjadi beberapa malam yang lalu di dalam mobil ¡­ mata Su Qianci menjadi berkaca-kaca. Dia menundukkan kepalanya dan tidak berbicara. Li Sicheng tersenyum mengejek dirinya sendiri saat berkata dengan pelan, "Aku bercanda. Sopir Yang ada di luar." Kemudian dia berjalan keluar dari pintu, tetapi tangannya terkepal dan matanya penuh dengan kegetiran, saat Su Qianci tidak bisa melihatnya ¡­. Bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya); bermakna ganda Chapter 283 - Aku Tidak Ingin Sekamar Denganmu Li Sicheng sedang melakukan perjalanan bisnisnya, dan rumah itu terasa kosong lagi. Berbaring di tempat tidur, Su Qianci membolak-balikkan badannya, tidak bisa tertidur. Ada sesuatu yang sedang terjadi di kepalanya, tetapi Su Qianci tidak mengetahui apa itu. Dia tiba-tiba bangkit dan membuka laci paling bawah dari nakasnya. Di sanalah folder dengan sebuah surat kontrak di dalamnya berada. Apalah arti surat kontrak itu pada saat seperti ini? Su Qianci merasa dirinya terlalu mudah. Meskipun Li Sicheng memperlakukan dirinya seperti itu pada malam itu, Su Qianci tidak pernah berpikir tentang perceraian. Setiap kali ia memikirkan kata perceraian, itu sangat menyakitkan baginya. Dia tidak mau melakukannya. Namun, apakah Li Sicheng akan menahannya demi kontrak ini? Su Qianci tidak mengetahuinya. Melihat tanda tangan pria itu di surat kontrak, dia mengerutkan bibirnya dan meletakkan surat itu di bawah bantal. Lima hari lagi sampai Li Sicheng kembali. Pada saat itu, mereka perlu berbicara tentang perceraian ini. Lima hari berlalu dengan cepat. Su Qianci telah mengunjungi Lu Yihan sebanyak dua kali dalam lima hari. Setelah meminta maaf kepada Lu Yihan, Su Qianci tidak berani untuk tinggal berlama-lama, dan dia selalu berada di sana pada siang hari. Kuliah selesai agak terlambat pada hari Senin itu. Su Qianci berjalan keluar dari kampus dan melihat Maybach hitam Li Sicheng bukannya mobil yang biasanya dikendarai sopir Yang untuk menjemputnya. Melihat mobil itu, Su Qianci berhenti berjalan. Itu adalah Li Sicheng. Melihat wajah istrinya yang ketakutan, Li Sicheng bersandar pada kursinya, merasa frustrasi. Kemudian dia menyelipkan hadiah yang telah dipilihnya dengan sepenuh hati di bawah kursi mobil. "Su Qianci, suamimu ada di sini. Mobilnya bagus sekali!" Seorang teman sekelas Su Qianci berkata. Su Qianci tersenyum dan berpura-pura tidak melihat apa pun dan tidak mendengar apa pun, menyetop sebuah taksi. Dia masuk ke dalam taksi, yang membawanya pergi ke arah rumah mereka. Dia melihat ke kaca spion dan menemukan bahwa Maybach hitam itu sudah tidak ada. Merasa sedikit kebingungan, dia menghela napas lega dan memainkan tali ranselnya. Ketika Su Qianci tiba di rumah, dia mendapati bahwa Li Sicheng sudah berada di sana, dilihat dari mobilnya yang terparkir di halaman depan. Sambil memegang ranselnya dan berdiri di depan pintu, Su Qianci merasa ragu-ragu, menimbang-nimbang apakah dia harus masuk. Nanny Rong sedang membawa jemuran baju kembali ke rumah. Melihat Su Qianci yang masih berdiri di depan pintu, dia bertanya, "Nyonya, ada apa?" Su Qianci menggelengkan kepalanya. Melihat wajahnya yang canggung, Nanny Rong memutuskan untuk berkata, "Tuan sudah kembali. Anda pasti merindukannya. Masuklah untuk makan malam." Su Qianci tidak merindukannya ¡­. Dia mencibir dan berjalan masuk ke dalam rumah. Li Sicheng tidak ada di ruang tamu. Su Qianci naik ke atas dengan tas ranselnya dan mendapati pintu kedua kamar tidur itu terbuka. Li Sicheng memegang beberapa barang milik Su Qianci di tangannya. Ketika Li Sicheng melihat Su Qianci, pria itu tidak menjelaskan apapun. Su Qianci merasa kesal. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?" Dia masih marah pada Li Sicheng. Mengapa suaminya membawa barang-barangnya ke kamar tidur utama? Apakah dia mencoba ¡­ dia lagi? Keterlaluan! Li Sicheng meliriknya dan berkata pelan, "Kakek akan tinggal di sini untuk sementara waktu." Jadi dia mengosongkan kamar itu untuk tempat kakek tinggal. "Kita memiliki lebih dari sepuluh kamar tamu!" Ya, mereka memang memilikinya, jadi mengapa Li Sicheng mengosongkan kamarnya? "Kakek meminta untuk tinggal di kamar ini. Sebagai cucunya, aku tidak bisa mengatakan tidak," kata Li Sicheng serius. "Tetapi ¡­ " Wajah Su Qianci memerah. "Aku tidak ingin sekamar denganmu." £¬ Chapter 284 - Pernikahan Kita Resmi Dan Sempurna Li Sicheng meliriknya dan berkata tanpa basa-basi, "Apakah kamu ingin kakek tahu kalau kita sedang bertengkar?" "Aku ¡­." Tetapi mereka memang sedang bertengkar! Sebelum Su Qianci mengatakan sesuatu, Li Sicheng melanjutkan, "Apakah kamu tahu kenapa kakek ingin tinggal di sini?" "Kenapa?" "Kakek sangat menyukai permen, tetapi karena tekanan darah tingginya, ayahku tidak mengizinkan kakek untuk makan permen. Jadi kakek memutuskan untuk melarikan diri." Su Qianci terkejut. "Benarkah?" "Kamu bisa bertanya sendiri padanya." Ya, bahkan jika dia melakukannya, kakek mungkin tidak akan mengakuinya ¡­. Kakek terlalu tua untuk bersikap sangat kekanak-kanakan seperti itu, tetapi ¡­ melihat ekspresi wajah Li Sicheng yang serius, Su Qianci tidak percaya bahwa suaminya akan berbohong padanya. Melihat pandangan kurang percaya Su Qianci, Li Sicheng melanjutkan memindahkan barang-barang istrinya ke kamar tidur utama. "Tunggu sebentar!" Su Qianci merasa kesal. "Aku akan memindahkan barang-barangku sendiri. Aku akan tidur di kamar tamu." Mendengar kata-kata istrinya, Li Sicheng menghentikan apa yang sedang dilakukannya dan menatap Su Qianci. "Kenapa? Kamu akan menghancurkan hati kakek." "Aku yakin kakek akan mengerti." "Apa yang seharusnya kakek mengerti? Apakah kamu mencoba memberitahunya bahwa lovebirds sedang bertengkar?" Lovebirds ¡­. Wajah Su Qianci memerah saat dia mengentakkan kakinya dan berteriak, "Kita bukan lovebirds!" Li Sicheng tersenyum dan berkata tanpa basa-basi, "Tentu saja iya. Jangan lupa bahwa pernikahan kita resmi dan sempurna." "Kamu ¡­" Su Qianci menjadi terdiam, wajahnya semerah udang rebus. Tentu saja, pernikahan mereka telah resmi. Bagaimana dia bisa mengucapkan kata ''sempurna'' tanpa merasa malu? Dia terkejut saat mengetahui betapa tebal mukanya Li Sicheng itu. "Baiklah," Li Sicheng menepuk hidung Su Qianci dan berkata, "Kakek akan segera tiba. Kita harus membuatnya merasa betah di rumah." Merasa malu dan marah yang bersamaan, Su Qianci turun ke bawah dengan membawa tas ranselnya. Itu adalah kesalahan Li Sicheng ¡­ tetapi pria itu membuatnya tampak seperti dirinyalah yang tidak masuk akal. Betapa tidak tahu malu! "Ahhhh!" Su Qianci sangat berang sehingga dia melemparkan ranselnya ke arah pintu. Li Xun terkejut saat menemukan sebuah ransel bahkan sebelum dia memasuki rumah tersebut. Setelah mengambil ransel itu, dia berjalan masuk sambil tersenyum dan dengan segera melihat wajah kesal Su Qianci. "Apa yang terjadi? Kau terlihat kesal." Saat melihat kakek, Su Qianci menenangkan dirinya dan menyapa, "Kakek." Di belakang Kapten Li, seorang pria muda sedang memindahkan kopernya masuk ke dalam. Tetapi hal yang aneh adalah bahwa kakek sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang baik ¡­. Su Qianci merasa agak aneh dan bertanya, "Kakek, apakah kakek benar-benar melarikan diri?" Kapten Li kebingungan. "Aku? Melarikan diri?" Su Qianci berkedip dan ingin menyelidiki, ketika dia tiba-tiba mendengar sebuah suara rendah yang sangat dikenalnya di belakangnya. "Ayahku membuat kakek marah, jadi dia mendatangi cucunya untuk mencari kehangatan. Kakek, itu sebabnya engkau melarikan diri, kan?" Kakek tampak tercerahkan dan mengangguk. "Benar, apa yang cucuku katakan ¡­." Su Qianci terdiam tak bisa berkata-kata. Apa yang kakek maksudkan dengan perkataannya itu ¡­. Apakah itu tidak benar? Untuk beberapa alasan, Su Qianci berpikir keduanya mungkin bersekongkol ¡­. Chapter 285 - Kalian Lanjutkan Di bawah tatapan menyelidik dari Su Qianci, kakek mengangguk dan menegaskannya dengan serius, "Itulah yang terjadi." Kemudian, dia melihat ke arah langit-langit rumah, tampak kesal. "Aku tidak memiliki seorang putra yang baik, jadi aku harus tinggal bersama cucuku. Su Qianci, kau tidak akan keberatan, kan?" Su Qianci dengan cepat melambaikan tangannya. "Tidak mungkin. Tapi kakek, kau seharusnya tidak makan permen. Ayah benar, itu tidak baik untuk kesehatanmu." Permen? Ekspresi kesepian palsu di wajah Kapten Li mulai pecah saat dia memandang Li Sicheng. Li Sicheng cepat-cepat pergi dan berkata, "Waktunya makan malam." Nanny Rong berusaha untuk tidak tertawa saat meletakkan makan malam di atas meja. Setelah melakukan itu, dia naik ke atas untuk membereskan kamar kakek. Setelah kamarnya siap, Nanny Rong mulai mengganti seprai. Namun, saat mengangkat bantal, Nanny Rong melihat sebuah folder di bawahnya. Surat kontrak perceraian ¡­. Nanny Rong menghela napas. Itu bukan pertama kalinya dia melihatnya, tetapi mengapa mereka membutuhkan kontrak perceraian? Jika kakek melihatnya, dia tidak akan senang. Nanny Rong memikirkan hal itu, memasukkannya kembali ke laci paling bawah, dan menguncinya. Setelah makan malam, Li Sicheng mandi dan mulai bekerja di ruang kerjanya. Su Qianci sedang mengerjakan tugas kuliahnya di ruang tamu. Sambil menonton drama tentang hukum di ruang tamu, Kapten Li melirik ke arah Su Qianci dan kemudian ke arah lantai atas dari waktu ke waktu tanpa mengatakan apa-apa. Setelah menyelesaikan tugas kuliahnya, Su Qianci mengucapkan selamat malam kepada Kapten Li dan naik ke atas. Kakek mengangguk sambil tersenyum, tetapi begitu Su Qianci pergi, dia dengan cepat mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada ''cucu lelaki tersayang'', "Ke atas sekarang!" Li Sicheng melirik ponselnya. Dua menit kemudian, dia lalu berdiri dan berjalan ke arah kamar tidur utama. Su Qianci sedang berjinjit, berusaha mengambil pakaian dalamnya. Nanny Rong mempunyai kebiasaan untuk meletakkan pakaian dalamnya di bagian atas lemari, karena dia percaya semakin jauh dari lantai, tempat itu akan semakin bersih. Tetapi ¡­ ini adalah kamar Li Sicheng! Perabotannya dirancang sesuai dengan tinggi badan pria itu, jadi sangat sulit bagi Su Qianci untuk mencapainya. Berjinjit dengan kedua jari kakinya, Su Qianci menahan napas untuk mengambil pakaian dalamnya, tetapi yang terjadi pakaian itu malah terdorong lebih jauh ke dalam. Dan sekarang terletak di luar jangkauannya. Tiba-tiba, sebuah bayangan menutupi dirinya. Su Qianci merasakan sebuah tubuh yang hangat mendekatinya dari belakang. Sebuah pakaian dalam kemudian disodorkan padanya. Su Qianci tertegun, menatap tangan yang ada di depannya. Kemudian dia dengan cepat tersipu, menyambar pakaian dalam itu, berbalik, dan menabrak permukaan dadanya. Dada itu tebal dan bidang, memancarkan hormon pria. Jantung Su Qianci berdetak kencang saat dia mendongak dan melihat mata Li Sicheng yang dalam dan gelap. Li Sicheng bergerak maju, meletakkan tangannya di pinggang Su Qianci, dan berbisik, "Masih marah?" Mendengar suara Li Sicheng itu, Su Qianci segera merasa tersinggung lagi. Marah? Tentu saja! Bukan saja dia marah pada apa yang telah Li Sicheng lakukan padanya, tetapi dia juga membenci bagaimana pria itu telah mempermalukannya. Apa alasan suaminya percaya bahwa dia berselingkuh dengan Lu Yihan? Dan kenapa suaminya berpikir bahwa dia tidak mencintainya? Sambil mendorong Li Sicheng menjauh, Su Qianci memelototinya dan pergi tanpa mengatakan apapun. Sikapnya sudah jelas: dia marah. Li Sicheng menarik Su Qianci mendekat dan mendorongnya hingga menempel ke dinding. Su Qianci menatapnya, matanya terbelalak. Dia melihat seseorang di pintu sebelum dia bisa mengatakan apa pun. Karena merasa khawatir bahwa mereka akan bertengkar, Kapten Li datang untuk memeriksa dua sejoli itu. Namun, saat berjalan ke atas, dia melihat Li Sicheng sedang mendorong Su Qianci hingga menempel ke dinding, dan melihat bahwa wanita itu memegang sebuah bra di tangannya ¡­. Kapten Li menutupi matanya. "Salah kamar. Kalian lanjutkan." Chapter 286 - Menjejalkan Bra-nya Ke Mulut Li Sicheng Kapten Li dengan cepat berjalan keluar dan dengan hati-hati menutup pintu di belakangnya. Bahkan leher Su Qianci pun ikut memerah. Dia berharap punya tempat untuk bersembunyi. Su Qianci menutupi wajahnya dan berpaling ke samping. "Kenapa kakek datang ¡­." Sangat memalukan ¡­. Pada saat dia merasa canggung, pria di depannya mulai tertawa. Su Qianci menggeram, "Apanya yang lucu? Minggir!" Li Sicheng tidak bergerak. Mendorong paksa Su Qianci hingga bersandar ke dinding dengan pahanya, dia berbisik, "Kakek meminta kita untuk melanjutkan. Kita harus menuruti nasihatnya." Kemudian, dia membungkuk lebih dekat. Su Qianci menatap Li Sicheng, mengangkat tangannya, dan mencoba mendorong pria itu menjauh. Namun, dia lupa bahwa dirinya masih memegang bra dan akhirnya menjejalkan bra itu ke mulut Li Sicheng. Li Sicheng menunduk dan memicingkan matanya. Merasakan kain lembut di mulutnya, dia perlahan-lahan menggertakkan giginya dengan sebuah tatapan berbahaya di matanya. Melihat itu, Su Qianci dengan segera teringat akan ekspresi wajah Li Sicheng ketika menggigit dirinya dan tidak bisa menahan diri untuk merapatkan kakinya. Sangat erotis ¡­. Merasakan Li Sicheng yang semakin mendekat, kepala Su Qianci bergetar dan jantungnya berdegup kencang. Terengah-engah, dia dengan cepat memutar kepalanya ke samping dan mendorong Li Sicheng menjauh. Su Qianci lalu berlari ke kamar mandi dan menutup pintu di belakangnya. Setelah mengunci pintu secepat mungkin, Su Qianci menatap cermin dan melihat wajahnya yang merona merah. Dia tampak ¡­ sangat murahan ¡­. Apa-apaan ini? Bukankah mereka sedang bertengkar? Kenapa mereka hampir berciuman? Marah pada dirinya sendiri, Su Qianci mencubit dirinya dan bergumam, "Kamu sangat lemah ¡­. Tadi itu sangat memalukan!" Li Sicheng berdiri diam dan tersenyum semakin lebar. Mengencangkan cengkeramannya pada bra yang ditinggalkan Su Qianci, dia melirik piama yang tergeletak di tempat tidur dan menaikkan alisnya. Sepertinya Su Qianci membutuhkan pakaian. Begitu Li Sicheng meraih piama itu, dia mendengar pintu kamar mandi terbuka. Su Qianci berjalan menghampiri, tersipu malu, dan menyambar piama dari tangannya. Dengan cepat melarikan diri, seolah-olah Li Sicheng akan melahapnya jika dia lebih lambat. Sambil tersenyum, Li Sicheng mengingatkannya, "Bra-mu." Su Qianci bahkan semakin malu saat dia berteriak, "Tidak perlu!" "Tidak apa-apa jika kamu tidak memakainya ¡­ aku tidak keberatan." Kakinya semakin lemah, Su Qianci memutuskan untuk mengabaikannya, dan masuk ke kamar mandi. Mata Li Sicheng menyala. Setelah merasa depresi selama lebih dari seminggu, dia akhirnya merasa lebih baik. Tampaknya mengundang kakek untuk tinggal sementara waktu adalah keputusan yang tepat . Selanjutnya, dia akan menangani masalah lain. Dengan tatapan tajam di matanya, Li Sicheng pergi ke ruang kerjanya. Setelah mandi, Su Qianci melihat Li Sicheng sudah tidak ada dan tiba-tiba merasa rileks. Dia mengganti bajunya dan pergi untuk mengobrol dengan kakek sebentar sebelum dia kembali ke kamar tidur utama dan tidur. Akan tetapi, saat tengah malam, Su Qianci terbangun. Membuka matanya, dia menyadari bahwa dirinya sedang berada di dalam pelukan Li Sicheng. Su Qianci mencoba untuk bergerak, tetapi mendapati pria itu sedang bernapas dengan teratur dan tidur dengan nyenyak. Namun, tangan Li Sicheng diletakkan di atas dadanya, dan dia jelas bisa merasakan suhu tubuh suaminya. Sambil menggertakkan giginya, Su Qianci mengangkat tangannya, ingin memindahkannya. Namun, segera terjatuh di bokongnya. Dengan gemetar, pipi Su Qianci terasa panas. Sambil menggeliat, dia mendorong tubuh Li Sicheng dengan perlahan dan berbisik, "Lepaskan tanganmu dariku." Akan tetapi, karena Li Sicheng sedang "tertidur", bagaimana pria itu bisa mendengarnya? Li Sicheng bergerak dalam tidurnya, tidak sengaja atau sebaliknya ¡­. Chapter 287 - Mimpi Basah Su Qianci menyentakkan pinggangnya ke atas dan merapatkan kakinya, berusaha menjauh dari Li Sicheng. Namun, dia malah menabrak sebuah sumber panas yang mencurigakan di bagian depan. Pikirannya menjadi kosong, reaksi pertama Su Qianci adalah mendorongnya menjauh dan berguling, memandang Li Sicheng dengan ragu-ragu. Pria ini bahkan meraba-raba tubuhnya dalam tidurnya! Mungkinkah dia sedang mengalami mimpi basah? Su Qianci menatapnya dan mendapati pria itu masih tertidur. Menghela napas lega, dia bergumam, "Kamu masih bisa tidur seperti ini?" Beranjak menjauh darinya, dia berguling ke tepi tempat tidur berukuran king itu, menarik selimut, dan menutup matanya lagi. Su Qianci segera tertidur kembali, tanpa memperhatikan bahwa pria di belakangnya merangkak semakin dekat, meletakkan kaki di atas tubuhnya. Su Qianci bermimpi bahwa seekor harimau sedang mengejarnya, dan dia berlari dengan cepat. Namun, harimau itu melemparkan dirinya ke arahnya, meletakkan cakarnya di dadanya dan memasukkan lidahnya ke mulutnya. Dia ingin melawan tetapi tidak bisa membebaskan dirinya. Tidak dapat bergerak, dia merasa harimau itu mengambil keuntungan darinya, dan dirinya benar-benar tidak berdaya. Mulut harimau itu bergerak turun dari bibirnya ke lehernya. Merasa kegelian, Su Qianci mengangkat tangannya dan memukul kepalanya yang berbulu. Dipukul tiba-tiba, harimau itu menjadi marah dan menggigit lehernya. Rasanya tidak sakit, tetapi menyebarkan sebuah sensasi aneh ke seluruh tubuhnya, membuatnya gemetaran dan mengerang. Su Qianci terbangun lagi. Menyentuh lehernya, dia merasakannya basah, seolah-olah lehernya benar-benar digigit oleh seekor harimau. Melihat dari balik bahunya, dia melihat Li Sicheng masih tertidur dengan posisi yang sama. Tidak ada yang berubah. "Apa ¡­." Dia merasa sepertinya dia sangat lelah sehingga bermimpi aneh seperti itu. Membalikkan badannya, Su Qianci melanjutkan tidurnya. Dalam gelap, Li Sicheng tersenyum dengan Su Qianci di pelukannya, dan tidur dengan nyenyak. Ketika Su Qianci terbangun, Li Sicheng sudah pergi. Dia pergi ke kamar mandi dan melihat tanda merah tepat di mana dia merasa digigit harimau itu. Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar dan tercengang. Apakah mimpi buruknya itu nyata? Dia digigit? Berkedip beberapa kali, dia tiba-tiba menyadari apa yang telah terjadi, menggertakkan giginya, dan mengutuk, "B*jingan!" Mengambil keuntungan darinya saat dia tertidur! Setelah menyikat giginya dengan keras, Su Qianci kemudian menutupi bekas gigitan dengan concealer 1 dan turun ke lantai bawah. Kapten Li sedang duduk di meja makan, membaca koran sambil sarapan. Saat melihat Su Qianci, dia bertanya, "Kau sudah bangun?" "Iya!" Dia mencuci tangannya dan duduk, meminum susu yang sudah disiapkan Nanny Rong. "Dia pergi pagi-pagi sekali. Benar-benar deh, aku tidak tahu kenapa dia begitu peduli untuk mencari uang. Sepertinya cucuku itu tidak tidur nyenyak. Kasihan." Bibir Su Qianci bergerak-gerak. Li Sicheng pantas mendapatkannya! Alih-alih tidur, pria itu malah fokus mengerjainya. "Li Sicheng baru saja memberitahuku bahwa dia ingin aku membantumu untuk mengadakan sebuah pesta pernikahan lagi. Apakah kau sudah menentukan tanggalnya?" Su Qianci tertegun. "Sebuah pesta pernikahan lagi?" "Ya. Dia tampak senang melakukannya. Aku tidak mengerti mengapa seorang pria sangat tertarik pada sebuah perayaan. Dia biasanya membenci acara semacam ini. Setiap kali dia diundang ke pesta pernikahan, dia sangat enggan, seolah-olah dia bisa terbunuh di sana. Sekarang dia ingin merencanakan acara seperti itu sendiri ¡­." Jenis kosmetik yang digunakan untuk menutupi lingkaran hitam, bintik-bintik penuaan, pori-pori besar, dan noda kecil lainnya yang terlihat di kulit Chapter 288 - Sangat Memilukan Sewaktu dia berbicara, Kapten Li melirik Su Qianci. Melihat wajah Su Qianci yang terkejut, dia langsung menambahkan, "Aku ingin tahu apa yang salah dengannya. Kupikir itu idemu, tapi sepertinya bukan?" Su Qianci menggelengkan kepalanya, tidak mampu untuk tersenyum. Li Sicheng masih mengingatnya ¡­. Dia berpikir bahwa Li Sicheng tidak serius tentang hal itu. Tanpa diduga, sepertinya suaminya itu sudah memikirkannya untuk waktu yang lama. Saat senyumnya menjadi lebih lebar, Su Qianci secara tidak sengaja melihat tatapan menggoda dari kakek dan wajahnya memerah. Menundukkan kepalanya, dia cepat-cepat menghabiskan sarapannya dan pergi ke kampus. Setelah seharian kuliah, Su Qianci kemudian memeriksa ponselnya dan menemukan dua panggilan tidak terjawab. Itu dari ''Ayah Song''. Su Qianci meneleponnya kembali dan Song Yifan dengan cepat mengangkatnya. "Su Qianci, apakah kau bebas malam ini?" "Ya, Ayah. Apakah kau sudah kembali dari luar negeri?" Itu bukan pertama kalinya Song Yifan menelepon Su Qianci. Dan itu juga bukan pertama kalinya Su Qianci memanggilnya ayah. Namun, setiap kali Song Yifan mendengar panggilan itu, dia tidak bisa menahan dirinya untuk berbinar-binar. Sambil tersenyum, Song Yifan berkata, "Ya, aku kembali hari ini. Pamanmu Sheng mengadakan makan malam hotpot di rumah dan ingin mengundangmu dan suamimu. Jika kau tidak ada acara, datanglah bersamanya." Su Qianci berkata, "Aku khawatir kami tidak bisa datang. Kakek tinggal bersama kami baru-baru ini. Kami harus makan malam dengan kakek." "Wah, sayang sekali." Song Yifan merasa sedih. "Ximing sudah membeli banyak makanan. Sepertinya itu akan terbuang." "Bagaimana kalau ayah datang ke rumah kami? Cuaca semakin dingin dan sebuah hotpot akan sempurna. Aku akan berbicara dengan Nanny Rong dan memintanya untuk tidak menyiapkan makan malam." "Hebat, kalau begitu aku akan menghubungi Ximing." Dengan kesepakatan ini, acara makan malam sudah ditetapkan. Kapten Li memiliki kesan yang baik terhadap Song Yifan dan Sheng Ximing. Duduk di ruang tamu, mereka mengobrol dengan gembira. Li Sicheng diam seperti biasa, dia hanya berkomentar satu atau dua kalimat bila perlu, dan hanya mendengarkan sepanjang waktu. Su Qianci dan Nanny Rong sudah sibuk di dapur selama lebih dari setengah jam sebelum semua makanan siap dan kuahnya mulai tercium harum. "Makanan sudah siap!" Su Qianci berseru. Aromanya sangat menggugah selera. Nanny Rong telah menata semua peralatan makan dan meminta semua orang untuk duduk. Karena kakek bersikeras, Nanny Rong juga ikut duduk makan bersama di meja. Setelah memasukkan bahan makanan ke dalam panci panas, Su Qianci kemudian mengambil sesuatu untuk dimakannya sendiri. Ketika dia hampir selesai, seseorang mencelupkan sepotong daging ke dalam sausnya dan kemudian memasukkannya ke mangkuknya. Dia merasa tersanjung, mendongak, dan melihat wajah tenang Li Sicheng. Seolah-olah dia tidak mengambilkan makanan untuknya barusan. Su Qianci memasukkan daging itu ke mulutnya tanpa ragu-ragu. Melihat bahwa Su Qianci telah selesai makan, Li Sicheng dengan cepat mengambil sedikit makanan dari tiap jenis hidangan untuk istrinya. Su Qianci berusaha makan dengan cepat, tapi dia masih tidak bisa mengejar kecepatan makan Li Sicheng. Melihat makanan yang menumpuk di mangkuknya, Su Qianci merengek, "Sudah cukup. Aku bahkan tidak bisa menghabiskannya." "Tidak apa-apa." Li Sicheng meletakkan sepotong daging lagi ke mangkuk Su Qianci. "Aku akan menghabiskan makananmu." Melihat itu, Kapten Li menghela napas lega dan mengeluh, "Tidak ada yang bermurah hati kepada orang tua. Tidak ada yang memberiku makanan." Chapter 289 - Kakek Yang Sangat Marah Mendengar kata-kata kakek, semua orang tidak bisa menahan tawanya. Sambil tersenyum, Li Sicheng mengambil selembar daun ketumbar dan meletakkannya di mangkuk kakek, sambil berkata, "Ini." Kakek dibuat terdiam. Su Qianci tertawa kecil dan memberi kakek beberapa makanan yang sebenarnya. Kapten Li memalingkan muka dan mengeluh, "Sudah terlambat." Song Yifan dan Sheng Ximing tertawa. Kakek merasa sangat nyaman. Dan benar saja, Su Qianci tidak dapat menghabiskan makanannya. Sambil mengerutkan kening saat melihat makanan yang masih tersisa di mangkuknya, dia tiba-tiba melihat sebuah tangan besar mengambil mangkuknya dan perlahan mulai memakannya. Gerakannya elegan, tetapi wajah Su Qianci tiba-tiba memerah. Itu adalah makanannya, dan Li Sicheng barusan melakukan itu di depan semua orang ¡­. Para tamu itu cukup pandai sehingga mereka tidak mengatakan apa pun, berpura-pura bahwa mereka tidak melihat apa-apa, dan melanjutkan bersenang-senang. Setelah makan malam, Nanny Rong membereskan meja makan dan Su Qianci pergi untuk menyiapkan sepiring buah-buahan. Dengan piring di tangannya, dia duduk di meja tamu di sebelah Li Sicheng dengan natural. Song Yifan dengan senang hati mengambil sepotong buah, memandang Li Sicheng dan bertanya, "Apakah kau sudah memutuskan di mana tempat acaranya?" "Irlandia." Tatapan Li Sicheng sangat lembut saat dia melirik Su Qianci. Irlandia, sebuah tempat di mana perceraian itu dilarang. Itu adalah sebuah peraturan yang indah. Hal paling romantis yang bisa dibayangkan Li Sicheng adalah ''sampai maut memisahkan kita''. Mendengar itu, Su Qianci terkejut dan bertanya, "Kenapa? Tempat itu jauh sekali." Mata Li Sicheng menjadi gelap seraya tersenyum dan berkata, "Di sana indah." Su Qianci mengangguk dan berkata, "Tapi aku lebih suka Venesia. Tempat itu bahkan lebih indah." "Irlandia dulu, lalu kita bisa pergi ke Italia untuk berbulan madu." "Bulan madu? Kita sudah melakukannya di Maladewa ¡­." "Itu tidak dihitung." Li Sicheng menyesap tehnya dan berkata, "Hanya kita berdua saja lain kali." Kapten Li mendengar itu dan menatap Li Sicheng, mengeluh, "Kau pikir aku orang ketiga?" Siapa yang berusaha keras untuk membantumu dan istrimu untuk bersama? Kakek mengambil sebuah risiko besar dan membantu Li Sicheng lagi kali ini sehingga dengan demikian pasangan itu berbaikan kembali! Dengan hati yang pahit, Kapten Li berseru, "Dasar b*jingan kecil yang tidak tahu berterima kasih!" Li Sicheng melengkungkan bibirnya. "Kakek telah mengajariku dengan baik." Kapten Li memalingkan wajahnya dan memutuskan untuk tidak menanggapi. Kakek sangat marah! Su Qianci tersenyum ketika perasaan manis menguasai hatinya. Kebahagiaan menenggelamkannya. Dengan seorang kakek yang menyenangkan, ayah yang baru ditemukannya, dan suaminya ¡­. Melihat sekilas senyum wanita itu, Li Sicheng menjadi lembut dan mudah didekati juga. Melihat interaksi mereka berdua, Sheng Ximing telah menghalau kekhawatirannya. Melihat Sheng Ximing menatap Li Sicheng dan dirinya sendiri, Su Qianci tersipu malu dan membalas senyumnya, menyodorkan sepotong buah kepada Sheng Ximing. "Paman Sheng, buah." Sheng Ximing tersenyum, mengambil buah itu dari tangan Su Qianci dan memakannya. "Aku juga mau buah." Suara Li Sicheng dingin, tetapi dia terdengar seperti seorang anak kecil bagi Su Qianci. Chapter 290 - Dia Merasa Seperti Seorang Pencuri Berpura-pura tidak mendengar apa-apa, Su Qianci mengambil sepotong apel dan menggigitnya. Tiba-tiba, dia melihat Li Sicheng mendekatinya dan menggigit apelnya. Segera tersipu, dia menjadi marah saat melihat bagaimana Li Sicheng bersikap begitu tenang. "Tidak bisakah kamu mengambil apelmu sendiri?" Pria itu mencuri makanannya dan menggigit apel yang telah digigitnya? Dan hal ini dilakukan di depan semua orang! Li Sicheng tidak peduli tentang citranya, tetapi Su Qianci peduli! Memperhatikan ekspresi wajah para tamu mereka, Su Qianci semakin tersipu malu dan menundukkan kepalanya. Li Sicheng sepertinya tidak menyadari apa pun dan berkata tanpa basa-basi, "Apelmu lebih manis." "Song, kita harus pergi sekarang. Menyaksikan ini sangat berat bagi bujangan seperti kita." Sheng Ximing tidak tahan lagi, dan dia berdiri. Song Yifan juga sedang berada dalam suasana hati yang baik. Dia juga berdiri dan berkata, "Baiklah. Kebetulan aku ada urusan yang harus dikerjakan. Ayo pergi." Sambil memandang Li Sicheng, Su Qianci memasukkan sisa apel ke mulutnya dan bangkit berdiri untuk mengantarkan mereka keluar. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Song Yifan dan Sheng Ximing, Kapten Li mengatakan bahwa dia akan berjalan-jalan. Su Qianci mengikutinya dengan tergesa-gesa, dan Li Sicheng tentu saja mengikutinya juga. Mereka bertiga akhirnya berjalan-jalan bersama. Lingkungan kompleks vila itu berada dalam kondisi yang sangat baik. Meskipun musim gugur telah tiba di Kotaraja, keadaan di sekitarnya tidak terlihat jauh berbeda. Lansekapnya dirancang dengan sempurna, jadi semua tanamannya masih rimbun dan hijau. Kapten Li terengah-engah, "Nak, kau tahu bagaimana caranya menikmati hidup. Aku tidak tahu bahwa lingkungan ini begitu menyenangkan." Sambil menggandeng lengan Kapten Li, Li Sicheng berkata, "Jika kakek menyukainya, ada sebuah rumah lagi di belakang rumah kami, sedikit lebih besar dari yang kami tinggali sekarang." "Aku sudah tua, jadi tidak perlu bagiku untuk menempati rumah sebesar itu jika aku tidak punya cicit yang bisa diajak bermain." Saat mendengar topik ini, Su Qianci memutuskan untuk tidak menanggapinya. Akan tetapi, Li Sicheng dengan senang hati mendiskusikan hal ini dan menjawab, "Aku akan melakukannya kapan saja. Terserah istriku." Kapten Li menatap Su Qianci dan menghela napas. "Qianqian." Dia bergidik dan berdeham. "Kakek." "Ya, kakek sudah sangat tua sekarang dan tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup ¡­." "Omong kosong," potong Su Qianci. "Kakek sangat sehat sehingga kakek akan hidup setidaknya seratus tahun." Dalam kehidupan sebelumnya, bahkan ketika dia dan Li Sicheng akhirnya bercerai, kakek berada dalam keadaan sehat. Jika bukan karena Tang Mengying ¡­. Seolah-olah tidak mendengarnya, Kapten Li melanjutkan, "Jika kau bisa memberiku cicit untuk kugendong, aku akan lebih dari bahagia." Dengan malu, Su Qianci berkata dengan lemah, "Aku belum lulus kuliah." Yang lebih penting lagi, dia belum siap. Semua yang dimilikinya saat ini terasa seperti hasil curian. Dia tidak merasa aman. Dia takut suatu hari dia akan terbangun dan mendapati bahwa ini semua hanya mimpi. Ketika dia terbangun, Li Sicheng yang sekarang akan pergi, dan Tuan Li akan kembali. Ketika dia terbangun, dirinya masih akan menjadi pembunuhnya, dihadapkan pada hasil akhir yang paling ditakutinya ¡­. Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk mengencangkan cengkeramannya pada lengan kakek. Menyadari sudah berbicara terlalu cepat, Kapten Li tersenyum dan berkata, "Tidak perlu terburu-buru. Kapan pun kau siap. Yang paling penting adalah Qianqian bahagia. Bukankah itu benar, Nak?" Li Sicheng menganggukkan kepalanya. Chapter 291 - Sangat Canggung Li Sicheng memeriksa arlojinya dan berkata, "Sudah jam 9 malam. Ayo kita pulang." "Baiklah. Aku memang sudah tua, sudah lelah padahal hanya berjalan utuk jarak yang begitu pendek." Dalam perjalanan pulang, kakek berbicara tentang pesta pernikahan dengan Li Sicheng, dari pemilihan menu hingga koki hidangan penutup. Mendengar mereka berbicara, Su Qianci merasa dirinya seperti orang asing, benar-benar tercengang. Ada begitu banyak detail yang berkaitan dengan sebuah pesta pernikahan. Dan sang bintang dalam pesta pernikahan itu adalah dirinya ¡­. Ketika kembali ke rumah, Su Qianci menyadari bahwa dirinya sudah tidak terlalu melawan keinginannya untuk berdekatan dengan Li Sicheng. Melihat perubahan dirinya, Su Qianci hampir merasa tidak berdaya. Wanita adalah makhluk yang berubah-ubah. Setelah mandi, dia mendapati Li Sicheng masih bekerja di ruang kerjanya dan menghela napas, merasa kasihan pada suaminya. Kesulitan Li Sicheng dalam menjalankan bisnisnya sendiri berada jauh di luar imajinasi Su Qianci. Meskipun Li Sicheng mendapat keuntungan dari ketenaran Kapten Li, merupakan hal yang jarang terjadi di Kotaraja atau di seluruh negeri bagi seseorang untuk membangun kerajaan bisnis seperti Li Sicheng hanya dalam waktu beberapa tahun. Su Qianci teringat bahwa di kehidupannya yang sebelumnya, sebuah majalah terbit dengan sebuah daftar perusahaan baru yang paling cepat berkembang di negara ini, dan perusahaan Li Sicheng adalah yang nomor satu. Setelahnya, ada sebuah daftar orang terkaya di bawah usia tiga puluh tahun di negara itu, dan Li Sicheng yang nomor satu. Juga, dalam sebuah daftar bujangan nomor satu, Li Sicheng sekali lagi menjadi juaranya. Su Qianci tersenyum, merasakan sedikit kemenangan. Duduk di tempat tidur dan memegang bantalnya, Su Qianci memikirkan apa yang dikatakan Li Sicheng tentang pesta pernikahan dan bulan madu itu ¡­. "Oh, apa yang harus kulakukan ¡­." Dia merasa seperti berada di puncak dunia, sangat bahagia sehingga hal itu terasa seperti tidak nyata ¡­. Berbaring di atas tempat tidur dengan bantalnya, dia berguling-guling dan tidak bisa menahan diri untuk berpikir tentang Li Sicheng yang memakan makanan dan buahnya. "Hentikan, hentikan!" Sambil membenamkan wajahnya di bantal, Su Qianci menendang-nendangkan kakinya. "Jika kamu begitu mudah dipuaskan, kebahagiaan akan hilang." Melihat Su Qianci yang sedang berbicara sendiri, Li Sicheng tidak bisa menahan senyumnya. Dia berjalan menghampiri dan melingkarkan tangannya di pinggang Su Qianci, berbisik ke telinganya, "Tidak akan." Su Qianci membeku dan merasa malu. Apakah dia ¡­ mendengarnya? Sangat canggung ¡­. Membenamkan bantal ke wajahnya, pipi Su Qianci serasa terbakar. Li Sicheng mengambil bantalnya dan berkata dengan geli, "Apakah kamu ingin membuat dirimu mati lemas?" Merasa sangat malu, Su Qianci membalikkan punggungnya ke arah pria itu. Li Sicheng tertawa kecil dan berkata, "Aku akan mandi." Mandi! Jantung Su Qianci berdetak kencang dan dia segera memukul dirinya sendiri di bawah selimut. Kenapa Li Sicheng mengatakan itu kepadanya? Sekarang pikirannya menjadi liar. Dia menggeliat di tempat tidur, memaksa dirinya sendiri untuk tidur. Namun, kenapa dia begitu bersemangat? Dan haus. Sangat haus sehingga dia tidak bisa tidur sama sekali. Dia mengangkat selimut, mengenakan sepatu, dan turun ke dapur. Air, banyak air. Setelah menenggak dua gelas air, Su Qianci merasa mulutnya masih kering. Ketika dia menenggak gelas ketiga, telepon di ruang tamu berdering. Dia berjalan mendekat dan melihat bahwa telepon itu berasal dari rumah tua. Sudah larut malam. Jadi kenapa rumah tua itu menghubungi mereka? Chapter 292 - Suamiku Sedang Mandi Su Qianci mengangkat telepon itu dan mendengar suara Qin Shuhua. "Ibu," sapa Su Qianci. Mendengar suara Su Qianci, Qin Shuhua terdiam beberapa saat sebelum dia bertanya, "Apakah Sicheng ada di sana?" "Dia sedang mandi." "Oh, itu sebabnya dia tidak mengangkat ponselnya. Bisakah kau memintanya untuk menelepon kembali setelah mandi?" "Tentu. Apakah ada sesuatu yang terjadi? Sudah larut malam." "Tidak ada. Aku akan menutup telepon sekarang." Qin Shuhua sama sekali tidak ingin berbicara dengannya. Su Qianci merasa sedikit kecewa saat mendengar suara nada sibuk telepon itu. Dia berjalan ke atas dan nada dering ponsel Li Sicheng terdengar di ruang kerjanya. Su Qianci berjalan masuk dan melihat layar ponsel Li Sicheng berkedip. Itu adalah Tang Mengying. Su Qianci mengangkatnya dan tidak mengatakan apapun. Suara isak tangis Tang Mengying terdengar, "Kakak Sicheng, apakah kau sibuk?" Lalu dia tersedak dan berkata, "Sakit sekali. Dokter bilang aku mengalami reaksi kehamilan yang buruk. Bayimu sedang mengalami masa sulit. Maukah kau datang dan memeriksaku?" Mendengar suara Tang Mengying, Su Qianci mempererat genggamannya di ponsel itu. Reaksi kehamilan? Bayimu? Meskipun merasa agak jijik, Su Qianci sangat tenang. Sambil berjalan keluar dari ruang kerja itu, dia berkata, "Suamiku sedang mandi." Mendengar suara Su Qianci, Tang Mengying segera berhenti terisak-isak. Su Qianci melanjutkan, "Sudah larut malam. Kami akan tidur. Ada hal lain yang ingin kau katakan?" Tang Mengying menjadi benar-benar tak bersuara dan menutup teleponnya. Su Qianci mencibir, membuka pintu kamar tidur utama, dan melihat Li Sicheng keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan sebuah handuk putih. Rambut ikalnya masih menetes. Tetesan air jatuh di kulitnya yang kecokelatan. Su Qianci tersipu malu dan memalingkan wajahnya. Tidak peduli berapa kali pun Su Qianci melihat tubuh Li Sicheng, dia tidak bisa berhenti tersipu malu. Ketika Li Sicheng hendak mengatakan sesuatu, dia melihat ponsel di tangan Su Qianci. Melengkungkan alisnya, dia berjalan melewati Su Qianci, mengunci pintu, dan kemudian memeluknya dari belakang. Merasakan sesuatu yang basah dan hangat di punggungnya, Su Qianci semakin tersipu, menggoyang-goyangkan tubuhnya, dan berkata dengan nada suara seperti seorang gadis kecil, "Keringkan rambutmu dulu. Itu masih basah semua." Tanpa bergerak menyingkir, Li Sicheng membenamkan kepalanya di leher Su Qianci, melirik ponsel di tangannya, dan bertanya, "Kamu memeriksa aku?" "Tidak." Su Qianci mendorong kepala suaminya yang basah dan berkata, "Aku baru saja menerima telepon." "Lalu?" "Dia mengatakan bahwa ¡­" Sebelum dia selesai berkata-kata, ponsel itu berdering lagi. Itu berasal dari rumah tua kali ini. "Ibu mencarimu." Mengambil ponsel itu dari tangan Su Qianci, Li Sicheng langsung menyambungkannya dengan pengeras suara. Suara Qin Shuhua terdengar, "Hai, Li Sicheng?" "Ya." "Ibu perlu bicara denganmu tentang sesuatu. Apakah Qianci ada di dekatmu?" Li Sicheng melirik Su Qianci. "Ada apa sehingga dia tidak boleh mendengarnya?" "Tidak ada yang penting, tapi aku takut dia mungkin akan merasa kesal ¡­." "Apa itu?" "Hari ini, Tang Mengying pergi berbelanja denganku dan dikagetkan oleh seorang berandalan. Dia mengalami beberapa reaksi kehamilan yang buruk. Bisakah kau datang dan memeriksanya?" Su Qianci bahkan merasa semakin jijik dan memandang Li Sicheng. Mata Li Sicheng menjadi lebih dingin ketika dia bertanya dengan sinis, "Apa hubungannya denganku?" "Kau tidak bisa berkata seperti itu. Bagaimanapun juga ¡­" Bagaimanapun juga, anak itu sangat mungkin adalah anak Li Sicheng. Hasil tes polygraph menunjukkannya dengan jelas, bukan? Chapter 293 - Pada Saat Ini, Dia Hanya Ingin Menanggalkan Pakaian "Bu, kupikir aku sudah mengatakannya dengan jelas. Anak Tang Mengying tidak ada hubungannya denganku." Di ruang tamu rumah tua itu, telepon rumah itu disambungkan dengan pengeras suara. Sambil memegang telepon, Qin Shuhua memandang Tang Mengying yang sedang bersandar di sofa dengan satu tangan di perutnya, memohon dengan matanya. Qin Shuhua mengetahui bahwa Tang Mengying tidak bisa mengatakan apa-apa dan berkata lagi melalui telepon, "Tapi ¡­" Li Sicheng menyela Qin Shuhua, "Apakah ada hal lain? Jika tidak, istriku dan aku akan tidur." Mendengar itu, Tang Mengying terisak-isak, dan air matanya menetes. Mendengar suara isak tangis Tang Mengying, Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa, sementara Su Qianci membelalakkan matanya lebar-lebar dan berkata, "Tang Mengying juga ada di sana? Bukankah dia merasa tidak nyaman? Tidakkah seharusnya dia beristirahat di rumah?" Qin Shuhua merasa malu karena dia tidak menyangka Su Qianci berada di dekat ponsel itu dan dapat mendengar percakapan mereka. Sambil melirik Tang Mengying, Qin Shuhua tiba-tiba mempunyai sebuah ide dan berkata, "Aku mengunjungi Tang Mengying di rumah sakit." Li Sicheng melirik nomor telepon itu dan mengerutkan bibirnya, berbisik, "Bu, kau meneleponku dari telepon rumah." Qin Shuhua: "¡­." Li Sicheng tidak berbicara lagi dan langsung mengakhiri teleponnya. Su Qianci tidak bisa menahan tawanya. Li Sicheng bahkan mengungkapkan kebohongan ibunya untuk dirinya. Melihat Qin Shuhua yang tidak berkutik, Su Qianci merasa cukup senang. Itulah yang ibu mertuanya dapatkan karena menyukai Tang Mengying! Duduk di tempat tidur, Su Qianci memeluk sebuah bantal dan bertanya pada Li Sicheng, "Kamu bilang bahwa bayi Tang Mengying tidak ada hubungannya denganmu, tetapi mengapa dia mengeklaim itu bayimu? Apakah kamu ¡­ tidak menggunakan pengaman?" Mendengar kata-katanya, wajah Li Sicheng meredup. Dia memicingkan matanya dan membungkuk ke arah Su Qianci. Melihat ekspresi wajah Li Sicheng, Su Qianci merasa gugup dan mundur menjauh. Dia memberanikan diri untuk bertanya, "Apakah itu ¡­ tidak benar? Mengapa kamu menatapku seperti itu?" Li Sicheng menekuk sebelah lututnya di tempat tidur dan bergerak mendekatinya, berbisik, "Kamu pikir aku berhubungan seks dengannya?" Merasa cemas, Su Qianci ingin melarikan diri, tetapi Li Sicheng menahannya dan memeluk pinggangnya. Menjerit, Su Qianci tiba-tiba merasa pria itu menggelitikinya. Saat jari-jari Li Sicheng menggelitiki pinggangnya, Su Qianci tidak bisa menahan tawanya sembari dia menggerak-gerakan tubuhnya dan berjuang untuk melepaskan diri, "Hentikan! Ha ¡­ bukan di situ!" Li Sicheng tidak mendengarkan sama sekali dan memasukkan tangannya ke dalam pakaian Su Qianci. Tangan Li Sicheng yang kasar membelai kulitnya sehingga membuat jantungnya berdegup kencang. Su Qianci memohon, "Hentikan! Aku tidak tahan lagi ¡­." Li Sicheng berhenti, berbaring di atas tubuh wanita itu. Su Qianci kemudian menyadari betapa intimnya mereka saat ini. Tersipu malu, dia mendorong suaminya menjauh. "Pakai bajumu. Apakah kamu tidak kedinginan?" "Tidak, aku tidak kedinginan." Pada saat ini, dia hanya ingin menanggalkan pakaian. Mendorong tubuh istrinya ke bawah, Li Sicheng menatap Su Qianci dengan matanya yang dalam, suaranya lembut. "Apakah kamu tahu bahwa wanita adalah makhluk yang paling kompleks 1 di dunia?" Su Qianci berkedip dan napasnya bertambah cepat. "Aku hanya hidup sekali, dan waktunya hanya cukup untuk mempelajari kamu seorang saja. Yang lain sama sekali tidak ada sangkut pautnya." Mengandung beberapa unsur yang pelik, rumit, sulit, dan saling berhubungan Chapter 294 - Diajari Hal Buruk Olehnya Jantung Su Qianci berdegup kencang. Dia menatap mata Li Sicheng yang sedalam dua buah sumur, dan merasa sepertinya dia akan tersedot ke dalamnya. Sambil menatap Su Qianci, Li Sicheng menurunkan tubuhnya. Napas panas mereka tak terpisahkan. Pria itu berkata, "Jadi, percayalah padaku." "Aku percaya padamu." Su Qianci menatap suaminya, matanya yang gelap berkilau, menunjukkan kegembiraannya. Sambil tersenyum, Li Sicheng berbisik, "Aku ingin sebuah hadiah." "Hadiah apa?" "Sebuah ciuman." Su Qianci berkedip, menyentakkan kepalanya ke atas, dan mengecup bibir Li Sicheng. Tidak puas, Li Sicheng mengangkat alisnya. "Hanya seperti itu." Jantungnya berdegup kencang, Su Qianci melingkarkan lengannya di leher Li Sicheng dan menawarkan bibirnya. Bibirnya menyentuh bibir Li Sicheng, tetapi dia tidak bergerak. Setelah beberapa saat, Su Qianci melepaskan Li Sicheng, pipinya merah padam dan napasnya semakin memburu. Li Sicheng masih merasa tidak puas. Dia menghela napas. "Yang pertama kali, itu bukan ciuman sungguhan. Yang kedua, itu hanya ciuman palsu. Kamu pikir kamu bisa membodohiku seperti itu?" Merasa salah, Su Qianci mengerutkan keningnya dan berkata, "Jadi apa yang kamu inginkan? Tidak ada yang memuaskan untukmu ¡­ semuanya sama saja untukku." "Tentu saja tidak sama." Li Sicheng menurunkan tangan istrinya dan menjepitnya di atas kepalanya, berbisik, "Aku akan mengajarimu apa bedanya." Melihat tatapan suaminya yang berapi-api, Su Qianci merasa jantungnya seakan-akan berhenti sesaat. Dengan sengaja mengalihkan pandangan ke arah lain, dia tiba-tiba menyadari bibirnya disambar. Saat mencium bibir istrinya, Li Sicheng bergumam, "Nah ini baru sebuah ciuman ¡­." Su Qianci tersipu dan mengangguk. Li Sicheng tersenyum dan mengisap bibir Su Qianci, mengecapnya, matanya menerawang. Menjulurkan lidah melewati bibirnya yang lembut, Li Sicheng memperdalam ciumannya. Merinding, Su Qianci tidak bisa menahan serangan suaminya. Li Sicheng bergerak liar. Bibir mereka bersentuhan, dia melepaskan tangan Su Qianci dan melingkarkan lengannya sendiri di pinggang istrinya. Su Qianci terengah-engah, merasa malu akan gairahnya sendiri. Dia tersipu dan menyerah di bawah ciuman Li Sicheng yang mahir dan panas. Tangan suaminya perlahan-lahan bergerak turun masuk ke dalam roknya. Dia tidak bisa menahan diri untuk bereaksi, merapatkan kakinya melingkari pinggang Li Sicheng dengan erat. Dengan segera, dia menghentikan dirinya sendiri. Arghhh ¡­ apa yang dia lakukan? Itu sangat memalukan. Dia berusaha untuk ¡­. Li Sicheng tertawa kecil dan menarik tubuh istrinya dengan kasar. Suaranya dalam dan provokatif, dia menggoda, "Jangan malu-malu. kamu akan sering melakukannya nanti." Hmmm ¡­. Su Qianci bahkan menjadi semakin malu. Mengapa kamu harus mengatakan itu dengan keras? Menutupi wajahnya dan memalingkan wajahnya ke samping, Su Qianci menyadari bahwa Li Sicheng telah melepas celana dalamnya. Sambil menggeliat, dia berteriak, "Matikan lampunya." "Tidak. Aku ingin melihatmu." "Hmmm ¡­ aku tidak ingin kamu melihatku. Matikan lampunya!" Li Sicheng akhirnya bangkit berdiri dan mematikan lampunya. Begitu dia selesai melakukannya, dia langsung melemparkan dirinya ke arah Su Qianci. Setelah menarik handuk di pinggangnya, dia menghujamkan kejantanannya yang panjang dan keras ke dalam diri Su Qianci dengan sekali dorongan ¡­. "Mmmm ¡­." Su Qianci mencengkeram seprai di bawah tubuhnya. Perasaan sedang dihujami membuatnya merasa malu dan puas pada saat bersamaan. Ya ampun, dia diajari hal buruk olehnya ¡­. Chapter 295 - Kunjungan Qin Shuhua Kuliah pertama berlangsung pada pukul 10 pagi pada hari berikutnya, jadi Su Qianci bangun sekitar pukul 8:30. Ketika dia terjaga, Li Sicheng sudah pergi. Setelah mandi, dia turun ke lantai bawah dan menemukan beberapa tamu yang datang berkunjung. Melihat Su Qianci turun, Qin Shuhua merasa kesal. Saat memeriksa jam, dia berkata, "Kau bangun terlalu siang. Untungnya, kau tidak tinggal di rumah tua. Kalau tidak, semua tetangga kita akan mengkritikmu karena menjadi seorang putri dalam keluarga Li." Merasa tertekan, Su Qianci memaksakan sebuah senyum dan menyapa, "Ibu." Qin Shuhua mengerutkan bibirnya dan melirik Su Qianci, berkata, "Li Sicheng pergi bekerja pagi-pagi sekali. Jika kau tidak memiliki hal lain untuk dilakukan, kau seharusnya magang di perusahaannya. Kau sudah tidak terlalu muda dan jangan menyia-nyiakan hidupmu." Su Qianci berkata, "Aku baru saja akan pergi ke kampus." "Oh, aku hampir lupa bahwa kau masih kuliah. Bukankah ini tahun pertamamu? Waktu Tang Mengying masih di tahun pertamanya, dia sudah mulai belajar untuk berinvestasi dan membantu keluarganya. Meskipun aku tidak berkecimpung di dunia bisnis, aku tahu bahwa Sicheng bekerja sangat keras. Sebagai istrinya, kau harus mencoba membantunya. " Su Qianci merasa kecut. Hal ini lagi! Kata-kata Qin Shuhua sama persis dengan apa yang dia katakan di kehidupan Su Qianci yang sebelumnya. Ibu mertuanya ini tidak pernah menyukainya dan selalu menyukai Tang Mengying. Merasa sedih, Su Qianci membantah, "Dia berpenghasilan cukup, dan kami akan memiliki anak setelah aku lulus kuliah. Ibu, engkau tidak perlu khawatir mengenai aku yang tidak melakukan apa-apa." Mendengar itu, Qin Shuhua tampak marah dan berang, "Kau membantahku sekarang? Kau tidak berubah sedikit pun!" Mata Su Qianci menjadi dingin ketika dia berkata, "Ibu, engkau tahu betul apakah aku telah berubah atau tidak. Sekarang aku adalah istri putramu. Tidak peduli seberapa besar engkau menyukai Tang Mengying, Sicheng tidak akan menerimanya." Tentu saja Qin Shuhua mengetahui itu, tetapi memikirkan bayi di perut Tang Mengying yang sepertinya adalah anak Li Sicheng, dia tidak bisa menahan diri untuk merasa senang. Mendengar kata-kata Su Qianci, Qin Shuhua semakin membencinya dan mendengus, "Aku pikir Sicheng telah memanjakanmu. Kau bahkan berani berbicara kepadaku dengan sikap seperti itu." "Ibu, aku hanya mengingatkanmu tentang kenyataannya. Meskipun Tang Mengying sedang hamil, dia tahu pasti apakah bayinya adalah milik Li Sicheng atau bukan. Aku percaya pada Li Sicheng dan tahu bahwa dia tidak akan melakukan apa pun untuk mengkhianatiku." Ketika Qin Shuhua hendak mengatakan sesuatu, sebuah suara otoritatif memotongnya, "Shuhua, apa yang kau lakukan di sini?" Kapten Li berjalan perlahan menuruni tangga dengan tongkatnya. Meskipun langkah kakinya ringan, ada sebuah tekanan yang tidak dapat dipungkiri yang berasal darinya. Tekanan semacam itu hanya dimiliki oleh seseorang yang benar-benar berpengaruh. Su Qianci langsung berdiri tegap. Qin Shuhua menelan apa yang hendak dikatakannya dan berkata, "Ayah, aku datang untuk membawamu kembali. Kondisi kesehatanmu sudah tidak terlalu baik, dan Sicheng terlalu sibuk. Aku takut ¡­" "Jika kau tidak membuatku kesal, aku tidak akan mati dalam waktu dekat." Kapten Li tidak pernah menyukai Qin Shuhua. Wanita itu adalah seorang wanita yang belum banyak bepergian. Dia tidak memiliki pengetahuan yang luas dan terlalu sensitif. Meskipun dia telah menikah dengan Li Yao selama bertahun-tahun, dia tidak banyak berubah. Mengetahui bagaimana perasaan Qin Shuhua tentang Tang Mengying, Kapten Li berkata dengan tegas, "Sekarang kau telah melihatku, kau bisa kembali. Ketika aku mati, kau akan diminta untuk mengambil jenazahku." Chapter 296 - Tes Dna Qin Shuhua merasa canggung dan dengan segera menjelaskan, "Ayah, aku tidak ¡­." Mengabaikan menantunya, Kapten Li memandang Su Qianci dan matanya menjadi lembut. "Kau seharusnya sudah berangkat. Kau pasti terlambat." Su Qianci memeriksa ponselnya dan ternyata sudah pukul 9 pagi. Menjulurkan lidahnya, dia berkata, "Kakek, aku akan berangkat sekarang. Selamat tinggal, Ibu, Kakek, Nanny Rong." Nanny Rong sedang berdiri di samping. Setelah mendengar Su Qianci, dia berkata, "Pulanglah lebih awal." "Oke!" Su Qianci cepat-cepat pergi. Sambil memegang tongkatnya, Kapten Li duduk di sofa dan mulai menonton TV. Qin Shuhua bahkan merasa lebih canggung, berjalan ke sofa dan duduk. "Ayah, Li Yao berkata bahwa dia akan menyalahkan dirinya sendiri jika engkau tidak mau kembali bersamaku hari ini." "Apa hubungannya dengan Li Yao? Dia tidak melakukan apa-apa," kata Kapten Li tanpa menoleh. Mendengar itu, Nanny Rong merasa sedikit bingung. Bukankah Li Sicheng mengatakan bahwa ayahnya yang membuat Kapten Li marah, dan itulah sebabnya kakek melarikan diri? Menilai dari ekspresi wajah Qin Shuhua, sangat mungkin kakek benar-benar melarikan diri karena menantunya itu. Namun, bagaimana bisa Qin Shuhua berada di pihak yang salah dari Kapten Li? Luar biasa! Nanny Rong mendekat dan menguping pembicaraan mereka. Qin Shuhua tampak bersalah ketika dia meminta maaf, "Ayah, maafkan aku. Ini semua salahku ¡­." Tidak ada ketulusan sama sekali di perkataannya! Kapten Li bahkan tidak memandangnya saat tertawa menonton acara TV. Merasa cemas, Qin Shuhua mengutuk lelaki tua itu dalam hati. Karena mertuanya ini dia disalahkan oleh Li Yao selama dua hari. Sekarang dia dipaksa untuk meminta Kapten Li pulang bersamanya, tetapi lelaki tua itu malah menikmati menyiksa dirinya. Namun, dia tidak berani menunjukkan hal itu dan berkata, "Ayah, aku datang ke sini untuk berdiskusi denganmu ¡­." "Kau tidak pernah menyerah!" Kapten Li melemparkan remote control TV ke meja tamu dan menggeram. "Aku bilang itu tidak akan pernah terjadi. Qianqian adalah istri cucuku. Gadis Tang itu berpikir dia bisa menikah dengan keluargaku karena dia hamil? Mungkin dalam mimpinya!" Mendengar itu, Nanny Rong segera mengerti tujuan kunjungan Qin Shuhua. Dia tidak mengajak kakek untuk pulang ke rumah tua, tetapi berusaha menjadikan Tang Mengying sebagai istri Li Sicheng! Sambil mengerutkan kening, Nanny Rong merasa kehilangan kesabaran terhadap Qin Shuhua, seorang wanita yang tidak berotak. Karena dimarahi oleh Kapten Li, Qin Shuhua menjadi panik, "Tapi dia mengandung anak Li Sicheng ¡­. Jika orang lain tahu tentang hal itu ¡­" "Aku mengenal bocah yang kubicarakan itu lebih baik darimu!" "Aku tahu engkau tidak ingin memercayai hal ini. Kemarin sore, aku mengambil sehelai rambut Li Yao dan melakukan tes DNA dengan bayi Tang Mengying dan mendapatkan hasilnya hari ini." Qin Shuhua mengeluarkan sebuah amplop kuning dari tas tangannya, tampak merasa diperlakukan tidak adil. Sedikit skeptis, Kapten Li mengeluarkan hasil tes itu. Hasilnya adalah 72,31%! Kapten Li menatapnya, matanya terbelalak, berpikir bahwa dia mungkin salah lihat dengan mata tuanya yang kabur. Namun, dia melihatnya lagi setelah berkedip, dan angkanya tetap sama. Nama kliennya adalah Li Yao, dan laporan itu berasal dari Rumah Sakit Militer Pertama Kotaraja. "Aku tahu seperti apa putraku. Dia menyukai Su Qianci, jadi dia ingin membuatnya tinggal. Tapi Tang Mengying diperlakukan tidak adil ¡­." Merasa sesak napas, Kapten Li merasakan sakit di dadanya. Sambil menekan dadanya dengan satu tangan, pria tua terlihat sangat kesakitan ¡­. Chapter 297 - Serangan Jantung Terkejut, Nanny Rong dengan cepat menghampiri dan berseru, "Kapten Li!" Qin Shuhua merasa sangat ketakutan. Saat Nanny Rong melambaikan tangannya, Qin Shuhua mundur. Meskipun Nanny Rong tampak sangat khawatir, gerakannya tenang dan mantap. Membaringkan Kapten Li secara terlentang, Nanny Rong melihat Qin Shuhua masih tercengang dan menggeram, "Jangan hanya berdiri di sana. Panggil ambulans!" "Baik!" Qin Shuhua dengan segera bangkit dan menekan nomor teleponnya. Nanny Rong meraung dengan suara putus-putus, "Obatnya ada di atas. Ayo ambilkan!" Saat sedang berusaha menelepon, Qin Shuhua mendengar suara Nanny Rong dan segera bergegas ke atas, bertanya, "Kamar yang mana?" "Kamar pertama di sebelah kiri!" Mendengar teriakan Nanny Rong, Qin Shuhua masuk ke dalam kamar Kapten Li. Mencari ke mana-mana, dia tidak menemukannya. "Apakah Anda menemukannya? Obatnya ada di laci!" Saat melakukan CPR, Nanny Rong berseru. Panggilan teleponnya tersambung. Qin Shuhua memberi tahu alamatnya dan membuka-buka laci. Namun, obat yang Nanny Rong bicarakan tidak ada di laci pertama. Laci kedua terkunci. Mengambil hiasan kaca besar di nakas, Qin Shuhua memukul laci kedua dengan keras. Saat hiasan tersebut rusak, kuncinya juga rusak. Qin Shuhua membukanya dan tidak melihat obat apa pun, tetapi hanya sebuah folder semi transparan, yang melalui lapisannya dia melihat judulnya: Kontrak Perceraian! Di tengah-tengah kuliahnya, Su Qianci menerima pesan yang mengatakan bahwa kakek berada di rumah sakit. Di bawah tatapan semua orang, Su Qianci berjalan keluar dari ruang kelas dan pergi ke rumah sakit dengan tergesa-gesa. Kapten Li masih dalam keadaan koma. Qin Shuhua menangis dengan keras. Melihat Su Qianci datang, Li Sicheng segera menghampirinya. Terengah-engah kehabisan napas, Su Qianci meraih lengan Li Sicheng dan bertanya, "Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan kakek?" "Dia mengalami serangan jantung." Su Qianci mendengar itu dan hampir menangis, berseru, "Bagaimana itu bisa terjadi? Kakek selalu dalam kondisi kesehatan yang baik. Mengapa dia tiba-tiba mengalami serangan jantung?" Meraih tubuh Su Qianci, Li Sicheng menatapnya dan berkata, "Tenanglah. Kakek akan baik-baik saja. Jangan berpikir terlalu jauh." Air mata Su Qianci segera menetes. "Tidak ada yang akan terjadi, tidak ada ¡­." Tidak ada yang akan terjadi. Di kehidupan sebelumnya, kakek berumur panjang, jadi tidak ada yang terjadi padanya. Meskipun dia berusaha menghibur dirinya sendiri, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk menangis dan merasa ketakutan. Dia sangat takut. Di kehidupan saat ini, terlalu banyak hal yang sudah berubah. Di kehidupan sebelumnya, dia dilindungi oleh kakek, sementara Li Sicheng membencinya. Jadi, di kehidupan saat ini, hanya karena dia telah mendapatkan hati Li Sicheng, Tuhan mengambil kakek darinya, iya kan? Tidak ¡­. "Apa yang harus kita lakukan ¡­." Su Qianci tidak bisa berhenti merasa emosional. Li Sicheng memeluk Su Qianci dan memendam ketakutannya sendiri, berbisik, "Jangan khawatir. Kakek akan baik-baik saja. Dia akan hidup selamanya. Jangan menakuti dirimu sendiri." Qin Shuhua masih memegang folder yang dia temukan dari laci. Melihat pasangan itu saling berpelukan, dia tiba-tiba merasa itu hanya lelucon. Mereka sepakat untuk bercerai dalam waktu satu tahun. Bersikap begitu manis dan mesra ¡­ apakah mereka hanya bersandiwara untuknya? Chapter 298 - Jangan Sentuh Aku "Tuan Li ¡­." Nanny Rong menghampiri dengan ekspresi penuh pergumulan di wajahnya. Akhirnya, dia mengeluarkan apa yang dibawanya. "Kapten Li melihat ini dan mengalami serangan jantung. Lihatlah ¡­." Melihat ekspresi wajah Nanny Rong, Li Sicheng menyadari bahwa itu bukan sesuatu yang baik. Namun, setelah melihat apa yang tertulis di kertas itu, wajah Li Sicheng akhirnya menjadi muram. Su Qianci melihat kertas itu dan dengan segera melihat nama Li Yao. Tes kakek-cucu ¡­ 72,31%? Su Qianci mendekat dan membaca catatan di bawahnya, hatinya terasa sangat kecewa. Mencubit tangannya sendiri, Su Qianci mendongak menatap Li Sicheng. Saat menatapnya, Su Qianci merasa tidak percaya dan melangkah mundur. Menatap laporan hasil tes DNA, hatinya hancur. Wajah Li Sicheng masih terlihat garang. Melihat bagaimana ekspresi wajah Su Qianci telah berubah, dia merapatkan rahangnya. Memutar kepalanya, dia menatap Qin Shuhua dengan tajam. "Ibu yang membawa ini?" Terkejut dengan ekspresi wajah putranya, Qin Shuhua dengan cepat berseru, "Sikap apa itu? Apakah itu cara untuk berbicara dengan ibumu?" "Apakah ibu yang membawanya?" Sambil menatap ibunya, Li Sicheng mempererat cengkeramannya pada laporan hasil tes DNA itu. Dia berharap bisa merobek kertas itu dan menjejalkannya ke mulut Qin Shuhua. Merasa sedikit takut, Qin Shuhua berkata, "Ini adalah tes yang aku lakukan dengan rambut ayahmu dan cairan ketuban Tang Mengying. Pagi ini, Tang Mengying membawakan laporan hasil tes ini kepadaku. Hasil tes itu mengatakan dengan jelas bahwa bayi dalam kandungannya adalah cucu ayahmu ¡­." Saat memandang Li Sicheng dan Qin Shuhua, Su Qianci tiba-tiba merasa lututnya lemas. Kakek sedang berjuang antara hidup dan mati di ruang gawat darurat, dan ada bukti kuat perselingkuhan antara Tang Mengying dan Li Sicheng ¡­. Dia dihancurkan dengan berita buruk lain setelah berita buruk sebelumnya yang menimpanya seperti batu, keras dan berat. Su Qianci berjongkok dan mulai menggigil. Melihat reaksi Su Qianci, Nanny Rong datang dan ingin menolongnya berdiri. "Nyonya?" Melihat apa yang sedang terjadi, Li Sicheng dengan cepat datang menghampiri. Namun, sebelum pria itu menyentuhnya, Su Qianci dengan cepat bergerak menjauh. "Jangan sentuh aku!" Su Qianci berseru histeris, dengan mata yang berlinang air mata. Merasa tidak bisa bernapas, Li Sicheng ingin bangkit berdiri. Merasakan mual, Su Qianci menendang dada Li Sicheng dan berjuang keras dengan semua anggota tubuhnya, berseru, "Jangan sentuh aku. Jangan sentuh aku ¡­." Jangan sentuh aku. Kamu sangat menjijikkan ¡­. Suara Su Qianci berubah menjadi isak tangis dan kemudian meraung saat dia roboh di pelukan Nanny Rong. Melihat kondisi Su Qianci seperti ini, Nanny Rong merasa tidak enak. Matanya berkaca-kaca, Nanny Rong menatap Li Sicheng dan mengutuknya, "Anda yang melakukan ini padanya!" Li Sicheng mengerutkan bibir dan hanya berkata, "Percayalah padaku." Bagaimana Su Qianci bisa percaya pada Li Sicheng? Buktinya ada di depan matanya. Bagaimana orang lain bisa percaya pada Li Sicheng? Bahkan Nanny Rong pun, orang yang telah membesarkan Li Sicheng, tidak memercayai pria itu. "Bukan aku." Li Sicheng mencengkeram laporan itu, menggertakkan gigi, dan berjongkok. "Itu bukan aku!" Sambil memeluk Nanny Rong, Su Qianci berteriak dengan keras, tidak mau melihat ke arah suaminya sama sekali. Pintu ruang gawat darurat akhirnya terbuka. Su Qianci segera bangkit berdiri dan berlari ke arah dokter. "Bagaimana hasilnya?" Dokter itu menghindar dan berkata, "Untungnya, CPR-nya dilakukan tepat pada waktunya. Anda perlu memperhatikan dan memastikan bahwa pasien tidak dihadapkan pada emosi yang hebat lagi. Emosi pasien perlu tetap stabil." Mendengar itu, hati Su Qianci menjadi lega. Dengan perasaan campur aduk di dadanya, dia pingsan dan jatuh ke belakang ¡­. Chapter 299 - Insiden Pada Hari Itu Nanny Rong menjerit, dan Qin Shuhua juga terkejut. Li Sicheng bereaksi paling cepat, dengan segera menangkap tubuh istrinya dengan lengannya. Suara lututnya yang membentur lantai sangatlah keras. Seolah tidak mempedulikan rasa sakit di lututnya, Li Sicheng menangkap Su Qianci dan mendapati dahi istrinya dibanjiri keringat dingin. Hatinya terasa sakit, Li Sicheng menjadi panik dan berteriak, "Dokter, Dokter!" Bayi itu sebenarnya berusia kurang dari empat bulan. Melihatnya tumbuh hari ke hari, Tang Mengying merasa semakin panik. "Kau benar-benar berpikir itu adalah anak Li Sicheng?" Suara Rong Rui itu terdengar seperti mimpi buruk, mengganggunya siang dan malam. Pada awalnya, Tang Mengying bersikap tenang. Tapi sekarang, dia terbangun karena mimpi buruk setiap malam. Dia telah mengisi lebih dari setengah buku harian kehamilannya. Setiap hari, dia akan mencurahkan perasaannya ke dalam buku harian itu. Namun, jika bayi ini bukan anak Li Sicheng, apa gunanya melakukan hal itu? Setelah melalui beberapa pemikiran, Tang Mengying memutuskan untuk mengunjungi Qin Shuhua lagi. Tidak peduli betapa sulitnya Kapten Li, Qin Shuhua tidak akan meninggalkannya, kan? Bagaimanapun juga, dia berutang pada Tang Mengying ¡­. Ketika dia menemui Qin Shuhua, Li Yao tidak ada di rumah, dan Qin Shuhua sedang merangkai bunga dengan Liu Sao sang pelayan. Setelah menyuruh Liu Sao pergi, Tang Mengying langsung bertanya, "Bibi, apakah engkau sudah mengetahui hasilnya?" Senyum Qin Shuhua membeku ketika dia berkata dengan resah, "Mengying, kau tahu bahwa Su Qianci adalah kesayangan Kapten Li. Kau membuat kegaduhan seperti itu di konferensi pers. Bukannya aku tidak ingin membantumu. Kapten Li dan ayah Sicheng sama-sama menyalahkanku. Dan Kapten Li bahkan pergi dari rumah ini untuk tinggal bersama Sicheng karena aku. Jika ada sesuatu yang terjadi saat ini, bagaimana aku bisa hidup dalam keluarga ini? " Tang Mengying merasa keberatan. "Tapi aku mengandung cucumu!" "Mengying, dengarkan aku. Kau mungkin seharusnya menyingkirkan bayi ini. Jika kau bersikeras memilikinya, dia tidak akan memiliki seorang ayah. Kau tahu betapa keras kepalanya Sicheng. Begitu Sicheng membuat keputusan, itu tidak akan berubah." "Tidak mungkin!" Tang Mengying menggertakkan giginya. "Bibi, bahkan engkau menentang aku sekarang. Bibi tahu betul bagaimana aku telah memperlakukanmu. Pada hari itu, adik laki-lakiku ¡­" Sebelum Tang Mengying menyelesaikan kalimatnya, tangan Qin Shuhua yang sedang memotong tangkai bunga-bunga itu gemetaran dan wajahnya menjadi pucat pasi. Qin Shuhua menjadi marah, "Sudah cukup!" Tang Mengying menyadari bahwa dia telah mengenai kelemahan Qin Shuhua, menggertakkan giginya, dan melanjutkan, "Bibi, aku melihat dengan jelas apa yang terjadi ¡­" "Cukup!" Wajah Qin Shuhua berubah menjadi membiru. "Kau mengancamku!" "Tidak, aku hanya mengingatkanmu. Bibi, bagaimanapun juga, aku mengandung putra Kakak Sicheng. Yang ingin Bibi lakukan adalah membesarkan anak itu dalam keluarga Li. Hal itu adalah hal yang baik untuk dilakukan, bukan?" Qin Shuhua merasa bimbang. Dengan penuh kegembiraan, Tang Mengying melanjutkan, "Ibu Su Qianci pasti telah melakukan sesuatu pada Kapten Li, jika tidak, bagaimana gadis seperti itu bisa menikah dengan Kakak Sicheng?" Qin Shuhua memang tidak menyukai Su Qianci sebagai menantu perempuannya. Melirik Tang Mengying, dia bertanya, "Apakah bayi ini benar-benar anak Sicheng?" "Bibi, alat tes polygraph itu milik militer. Bagaimana mungkin bisa salah?" Ketika mengatakan itu, Tang Mengying merasa cemas. Dia mengetahui bahwa alasan tes polygraph itu dinyatakan benar adalah karena dia percaya bahwa bayinya adalah bayi Li Sicheng. Namun, jika Rong Rui tidak membohonginya ¡­. Chapter 300 - Siapa Pria Pada Malam Itu Semakin Tang Mengying memikirkannya, semakin dia merasa tidak yakin. Dia telah memastikan bahwa pria pada malam itu adalah Li Sicheng. Tetapi pada kenyataannya, dirinya dihempaskan ke tempat tidur bahkan sebelum dia sempat melihat wajah pria itu. Mungkin, itu bukan Li Sicheng? Rong Rui mengatakan dia telah meretas videonya, yang berarti dia telah melihat rekaman gambarnya. Jadi, apa yang terjadi sebenarnya? Tang Mengying merasa tidak yakin. Saat memandang Qin Shuhua, dia menggertakkan giginya dan berkata, "Jika Bibi benar-benar meragukannya, mari kita lakukan tes DNA." "Oke, aku akan meminta Li Sicheng untuk ¡­" "Tidak, aku tidak ingin Kakak Sicheng tahu." Li Sicheng terlalu pintar untuk ditipu. "Ayo kita pergi sendiri dan lakukan sebuah tes kakek-cucu." Bayi itu baru berusia sebelas minggu. Dokter menyarankan agar tidak melakukan amniosentesis dan memperingatkan Tang Mengying tentang risikonya, tetapi Tang Mengying tetap bersikeras. Dia tidak bisa menunggu lagi. Jika itu bayi Li Sicheng, dia akan lebih berhati-hati merawatnya. Tetapi jika bukan ¡­ Tang Mengying bahkan tidak berani memikirkan tentang hal itu dan memberanikan diri untuk berbaring di ranjang rumah sakit. Ketika jarum itu menembus perutnya, satu-satunya yang ada di pikirannya adalah: sayang, tolong baik-baik saja ¡­. Qin Shuhua telah meminta agar hasil tesnya dipercepat, dan Tang Mengying kembali ke rumah sakit sendirian setelah Qin Shuhua pergi, membayar ekstra untuk mendapatkan waktu tunggu yang lebih pendek menjadi enam jam. Setelah enam jam, Tang Mengying tiba sesuai jadwal, dan Nyonya Tang menemaninya. Sambil menggandeng tangan Nyonya Tang, Tang Mengying merasa sedikit tidak nyaman di perutnya, cemas dan berharap banyak tentang hasil tesnya. Akan tetapi, ketika Nyonya Tang mendapatkan hasilnya, dia tercengang. Melihat reaksi ibunya, Tang Mengying merasa sangat gugup. Dengan tangan yang gemetaran, Tang Mengying mengambil laporan hasil tes tersebut, dan serangkaian angka nol membuatnya tertegun. Ekspresi wajah Nyonya Tang berubah dari berharap menjadi putus asa. Membalikkan badannya, dia menampar wajah Tang Mengying dengan keras. "Bukankah kau mengatakan bahwa bayinya adalah milik Li Sicheng? Bagaimana ini bisa terjadi?" Wajah Tang Mengying dengan cepat menjadi membengkak. Menatap hasil tes itu, dia merasa tidak percaya dan bergumam, "Bagaimana mungkin ¡­." Jika bukan Li Sicheng pada malam itu, siapa yang bersamanya? Baru-baru ini, bosnya bekerja lembur di kantor, yang membuat pekerjaan Cheng You jauh lebih mudah. Sejak dia mulai bekerja untuk Li Sicheng tiga tahun lalu, Cheng You bisa menghitung hari-hari ketika dia pulang sesuai jadwal dengan satu tangannya. Ketika berpikir bahwa dia akan mempunyai sebuah hari yang santai, Cheng You tiba-tiba mendapat telepon dari bosnya. Mengeluh dalam hati, Cheng You dengan cepat mengangkatnya. "Tuan Li." "Pergi ke Kota Bintang dan sewa dua puluh pengawal dan dua puluh pengasuh. Pastikan mereka siap besok." Cheng You terkejut. Mendengar nada suara bosnya yang berbahaya dan gelap, dia bertanya dengan gugup, "Apa yang terjadi?" Li Sicheng tidak pernah menyukai menggunakan bala bantuan, dan Kota Bintang ¡­ tempat itu terlihat seperti sebuah kasino yang ramai, tetapi pada kenyataannya, merupakan rumah transaksi terbesar dan paling misterius di Kotaraja. Semua pengawal dan pengasuh dari tempat itu adalah orang-orang dungu. Dan masing-masing harganya jutaan yuan. Banyak keluarga bangsawan yang lebih menyukai orang-orang seperti itu. Tapi untuk apa Li Sicheng membutuhkan mereka? Alih-alih menjawabnya, Li Sicheng berkata, "Hubungi Luo Zhan. Minta dia untuk menyelidiki sistem registrasi DNA Rumah Sakit Militer Pertama Kotaraja." "Ya, Tuan!" Setelah mendengar jawaban Cheng You, Li Sicheng mengakhiri teleponnya dan menelepon Li Beixing. "Kakak, tolong aku." Menerima telepon dari Li Sicheng adalah sesuatu yang langka bagi Li Beixing. Terkejut, dia bertanya, "Apakah ada hal-hal yang bahkan adik lelaki tersayangku tidak bisa atasi?" "Ya. Tolong aku untuk menyelidiki seseorang--keponakan Rong Haiyue, Rong Rui." Chapter 301 - Tidak Menyangka Li Sicheng Bisa Seperti Ini "Rong Haiyue ¡­." Ketika mengulangi nama itu, Li Beixing terdengar penasaran. "Dia sama berpengaruhnya dengan ayah kita. Apakah kau yakin kau ingin menyelidiki keluarganya?" Peringkat militer Rong Haiyue sama dengan Li Yao. Keduanya selalu menjaga perdamaian di depan umum sementara mereka bersaing secara diam-diam. Jika Li Beixing tiba-tiba menyelidiki Rong Rui dan hal itu disadari oleh Rong Haiyue, itu akan menyebabkan banyak masalah. Karena menyadari hal itu, Li Sicheng tidak menyelidiki lebih jauh apa yang telah dilakukan Rong Rui setelah mengetahui siapa Rong Rui sebenarnya, karena takut pria itu akan membuat keluarga Li mengalami masalah. Tapi sekarang ¡­ Li Sicheng mencibir. Nada dingin dalam suaranya hampir membekukan Li Beixing melalui telepon. "Aku ingin Rong Haiyue tahu persis bahwa aku sedang menyelidiki keluarganya." Mengingat bagaimana hal-hal ini telah berkembang, Rong Rui jelas memainkan sebuah peran di dalamnya. Jika bukan karena Rong Rui, terakhir kali dalam ruang kerja Li Yao, kebenarannya pasti sudah terungkap. Kolaborasi antara Tang Mengying dan Rong Rui sangatlah tertutup. Musuhnya berada dalam kegelapan. Bahkan sampai hari ini, Li Sicheng tidak mengetahui di mana Rong Rui bersembunyi dan dengan identitas apa ketika dia membantu Tang Mengying dengan pakaian kotornya. Membuat keributan adalah cara terbaik untuk menemukannya dan membalas Rong Rui. Meskipun Rong Haiyue adalah musuh Li Yao, dia adalah seorang pria yang terhormat. Jika dia menyadari bahwa Li Beixing sedang menyelidiki Rong Rui, dia akan menyelidiki alasan di balik penyelidikan Li Beixing juga. Pada saat itu, Li Sicheng akan dapat menemukan pria itu. Bahkan melalui telepon, Li Beixing bisa mendengar nada suara Li Sicheng yang terdengar seperti sedang haus darah. Sambil menghela napas, dia berkomentar, "Sayang sekali kau tidak bergabung dengan militer." Li Sicheng memiliki keberanian, sumber daya, dan kekejaman untuk menjadi seorang prajurit yang hebat. Jika dia bergabung dengan militer, dia setidaknya akan sejajar dengan Li Beixing. Sayangnya, Li Sicheng berada di dunia bisnis. "Oke. Karena adik laki-lakiku memintanya kepadaku, aku akan menolongmu. Tunggu saja kabar baiknya." "Kakak, kakek ada di rumah sakit. Apakah kau tahu itu?" Suara Li Beixing tiba-tiba menjadi serius. "Kapan itu terjadi?" Li Sicheng dengan singkat menceritakan apa yang telah terjadi dan Li Beixing dengan marah berkata, "Apakah ibu bodoh? Hal semacam itu ¡­. Lupakan. Tunggu aku. Aku akan segera pulang." Li Yao dan Li Beixing tiba di rumah sakit pada saat bersamaan. Ketika keduanya bertemu, mereka berdua tampak kesal. Di ruangan Kapten Li, Qin Shuhua dan Nanny Rong sedang merawatnya. Tapi Li Sicheng sudah tidak ada. Melihat itu, Li Yao merendahkan suaranya dan menggeram dengan marah, "Di mana bocah itu? Minta dia untuk ke sini sekarang juga!" Nanny Rong dengan cepat menjelaskan, "Qianci baru saja pingsan, dan Tuan Li menjaganya di sebelah." "Pingsan?" Li Yao menjadi sedikit tenang. "Apa yang terjadi?" Nanny Rong memberi tahu Li Yao tentang apa yang telah terjadi dan kemudian terisak-isak, merasa kasihan pada Su Qianci. "Aku tidak tahu bahwa Tuan Li seperti ini. Sayang sekali seorang gadis yang baik seperti Su Qianci menikah dengannya ¡­." Namun, Nanny Rong segera menyadari bahwa semua orang di sekitarnya berasal dari keluarga Li dan dengan demikian berada di pihak Li Sicheng . Dia langsung terdiam. Menyeka air matanya, Nanny Rong berkata, "Aku akan memeriksanya." Li Yao menarik napas dalam-dalam, tidak menghentikan Nanny Rong, dan memandang Kapten Li yang terbaring di ranjang rumah sakit. Kelopak mata Kapten Li tampak bergerak. Qin Shuhua bangkit berdiri dan berseru karena terkejut, "Ayah, engkau sudah bangun?" Tidak mempunyai cukup kekuatan untuk membuka matanya, Kapten Li mengangkat telapak tangannya dengan lemah dan mendorong menantunya dengan perlahan. Meskipun tidak ada kekuatan yang digunakan, itu jelas menunjukkan sikap penolakan Kapten Li. Qin Shuhua tampak pucat pasi dan canggung. "Di mana Sicheng? Bawa dia ke sini ¡­." Chapter 302 - Wanita Itu Tidak Cukup Baik "Kakek ¡­." Li Beixing menyapa. Sambil menatap Li Beixing, Kapten Li berkata dengan suara lemah, "Beixing, bawa adikmu ke sini, sekarang juga." Li Beixing mengangguk dan kemudian keluar. Memeriksa dua ruangan di sebelahnya, dia menemukan Li Sicheng di dalam ruangan di sebelah kiri. Li Sicheng sedang duduk di tempat tidur Su Qianci, menggenggam tangan istrinya yang tidak dipasangi jarum infus. Menyadari Li Beixing telah datang, Li Sicheng hanya meliriknya. Sambil berurai air mata, Nanny Rong menatap Li Sicheng dengan tatapan menyalahkan. Merasakan ketegangan itu, Li Beixing berjalan mendekat dan berkata, "Kakek memintamu untuk menemuinya. Dia sepertinya marah." Li Sicheng telah memperkirakan hal ini, jadi dia meletakkan tangan Su Qianci dan bangkit berdiri. Saat dia berpapasan dengan Li Beixing, kakaknya bertanya, "Adikku, apakah kau benar-benar melakukannya dengan Tang Mengying?" Li Sicheng berhenti dan mengepalkan tangannya. Rasa ketidakberdayaan yang kuat menghantamnya. Tidak ada yang percaya padanya. Tak seorang pun! Menatap Li Beixing, Li Sicheng hanya berkata, "Wanita itu tidak cukup baik." "Lalu bagaimana kau menjelaskan hasil tes itu? Ada nama ayah di dalamnya. Dan jumlahnya terlalu tinggi untuk menjadi sebuah kebetulan ¡­. Hasil tes itu juga dicap oleh Rumah Sakit Militer Pertama Kotaraja ¡­." Sebelum Li Beixing menyelesaikan kalimatnya, ponsel Li Sicheng berdering. Itu adalah Luo Zhan! Setelah mengangkatnya, Li Sicheng mendengar suara Luo Zhan, "Halo?" "Bagaimana hasilnya?" "Aku sudah menemukan jawabannya. Ada dua hasil tes dalam sistemnya, keduanya dengan nama ayahmu. Namun, hasil tes yang pertama ditandai 0,00% dan yang kedua 72,31%. Ada jeda waktu di antara keduanya, tetapi ¡­." "Katakan saja!" "Tapi aku baru saja memeriksa kamera pengintai dan menemukan bahwa rekaman video itu hasil rekayasa. Aku tidak bisa mengetahui kapan mereka melakukan tesnya atau dengan siapa. Ini rumit ¡­." "Apakah itu Rong Rui lagi?" "Sepertinya begitu. Dia menjadi lebih baik dan semakin ahli. Bahkan aku pun tidak bisa mengetahui di mana dia berada atau siapa dia. Cukup menakutkan. Seolah-olah dia menghilang ditelan bumi." "Aku tahu siapa dia. Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu untuk saat ini. Tolong aku lagi." "Apa?" "Di Jiang Zhou, aku punya properti ¡­." Li Sicheng tiba-tiba berhenti. Li Beixing dengan jelas menyadari tatapan mata yang tajam dan penuh perhitungan di mata Li Sicheng. Dia sedikit terkejut, merasa sepertinya adiknya menjadi semakin misterius. Apa yang sedang dia coba lakukan pada saat ini? Li Sicheng hanya berkata, "Aku akan memberitahumu nanti." Kemudian dia menutup teleponnya dan berjalan keluar. Li Beixing merasa sepertinya tidak pantas baginya untuk tinggal di ruangan wanita, jadi dia mengikuti adiknya keluar. Mendengar mereka keluar, Su Qianci akhirnya membuka matanya dan melihat ke arah pintu, merasa kecewa. "Nyonya," Nanny Rong dengan senang hati bertanya, "Anda mau minum?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dan duduk di tempat tidur, merasa sangat getir. Nanny Rong merasa kasihan padanya. Dia telah menyaksikan pasangan ini semakin dekat satu sama lain sejak awal kerenggangan hubungan mereka. Dan kemudian hal ini terjadi. Bahkan dia tidak bisa percaya bahwa Li Sicheng akan melakukan sesuatu seperti ini! Dia kehilangan kata-kata, tidak mengetahui bagaimana cara menghibur Su Qianci. Tiba-tiba, Su Qianci menatap ke arah pintu. Seseorang dengan sosok jangkung berdiri di sana dengan perutnya yang sedang hamil, menatap Su Qianci sambil tersenyum. Itu adalah dia ¡­. Chapter 303 - Kau Tidak Peduli Dengan Wajahmu, Jadi Aku Akan Memukulnya Untukmu Tang Mengying memegang sebuah tas tangan dan sekeranjang buah-buahan. Saat dia berjalan masuk, Nanny Rong menatapnya dengan heran. "Apa yang Anda lakukan di sini?" Nanny Rong tidak pernah bersikap ramah pada Tang Mengying, bukan hanya karena hal ini saja. Bahkan sebelum ini, dia tidak pernah menyukai gadis itu. Mengabaikan nada suara Nanny Rong yang tidak ramah, Tang Mengying berjalan masuk dan berkata kepada Su Qianci, "Su Qianci, kudengar kau sedang tidak sehat dan aku datang untuk menjengukmu." Dengan senyum mengejek, Su Qianci berkata dengan dingin, "Jadi kau sudah melihatku sekarang. Kau bisa pergi." Tidak mungkin Tang Mengying akan pergi. Dia tentu saja tidak datang untuk menjenguk Su Qianci, tetapi melihat kulit Su Qianci yang pucat, Tang Mengying tidak bisa menahan kegembiraannya. Mengeluarkan sebuah buku dari tas tangannya, Tang Mengying berpura-pura merasa bersalah dan berkata, "Su Qianci, aku tahu ini tidak adil bagimu, tapi aku benar-benar bersama Kakak Sicheng. Kakak Sicheng berkata bahwa dia akan memberi nama yang paling indah untuk bayi kami. Setiap hari, aku bisa merasakan bayi itu menanti-nanti saat untuk bertemu ayahnya di perutku. Aku yakin bahwa bibi telah menunjukkan kepadamu hasil tes itu. Aku harap kau bisa ¡­" "Kau harap aku bisa apa?" Su Qianci menatapnya dingin dengan sebuah senyum enggan. "Pergi dan membiarkan kau dan Li Sicheng memilikinya?" Tang Mengying diam, tetapi ekspresi wajahnya menunjukkan segalanya. Su Qianci tiba-tiba merasa geli. Tang Mengying-lah yang wanita simpanan, tapi kenapa dia memaksa Su Qianci pergi? "Aku ingin memeriksa keadaan kakek." Su Qianci memandang Tang Mengying. "Bisakah kau membantuku pergi ke sana?" Tang Mengying tidak berharap bahwa Su Qianci akan mengatakan hal itu dan merasa sangat gembira. Fantastis, toh dia tidak ingin mempertahankan anak haram di perutnya ini ¡­. Jika dia bisa menimpakan kesalahan pada Su Qianci, wanita itu akan hancur! Sambil tersenyum, Tang Mengying ingin mengatakan sesuatu ketika dia mendengar Su Qianci melanjutkan, "Kita harus berbicara dengan kakek dan ayah tentang bayi ini." Melirik perut Tang Mengying, dia berkata, "Lagipula, kau mengandung bayi Li Sicheng, dia akan memperlakukanmu dengan baik." Mendengar itu, Tang Mengying merasa tergoda. Benar, sekarang semua orang percaya bahwa dia mengandung bayi Li Sicheng. Meskipun Kakak Sicheng tidak mengakuinya, tetapi bahkan Su Qianci pun memercayainya. Kenapa dia tidak menunggu sampai dia menjadi istri Li Sicheng dan kemudian menyingkirkan bayi ini? Tang Mengying mengangguk dan berjalan untuk menolongnya. Takut melihat hal itu, Nanny Rong berkata, "Nyonya, biarkan saya yang melakukannya ¡­." "Tidak apa-apa. Tang Mengying adalah teman baikku, dan dia tidak akan menyakitiku." Kemudian dia memandang Tang Mengying dan tersenyum lembut. "Betul kan?" Tang Mengying bahkan merasa semakin heran. Namun, melihat senyum polos Su Qianci, dia menghela napas lega di dalam hati dan mengangguk. "Tentu saja kita harus saling menolong. Ayo pergi." Tang Mengying menolong Su Qianci keluar dari pintu. Banyak pasien dan perawat berada di koridor. Baru saja mereka keluar dari pintu itu, Su Qianci langsung melepaskan tangan Tang Mengying dan berseru, "Tang Mengying!" Tang Mengying sedang berada dalam suasana hati yang baik dan menjawab, "Ya?" Namun, ketika dia baru saja mengatakan itu, sebuah tangan menjambak rambutnya dan wajahnya ditampar keras. Plak! Suara nyaring itu menarik perhatian semua orang. "Kau tidak peduli dengan wajahmu, jadi aku akan memukulnya untukmu!" Chapter 304 - Dia Tidak Pernah Menyangka Bahwa Li Sicheng Bisa Seperti Ini Tang Mengying ingin menghindar, tetapi rambutnya dijambak oleh Su Qianci. Melihat telapak tangan Su Qianci yang mendekatinya, Tang Mengying ingin menahannya, tetapi dia telah ditampar bahkan sebelum dia sempat mengangkat tangannya. Dan kemudian, tamparan kedua, ketiga, dan keempat mengikuti ¡­. Seolah-olah Su Qianci menjadi gila, dia menampar Tang Mengying di mulutnya dengan punggung tangannya, yang menarik perhatian semua orang. "Tak tahu malu, tak tahu malu, tak tahu malu!" Saat dia menampar Tang Mengying, Su Qianci meraung. Meskipun merasa kaget, Nanny Rong tidak berusaha menghentikannya. Bagus sekali! Itulah yang seharusnya dilakukan! Nanny Rong menyeka matanya dan memperhatikan dengan dingin. Li Sicheng sedang berbincang dengan kakek dan pintu ruangannya terbuka. Mendengar suara Su Qianci, Li Sicheng menjadi gugup dan berlari keluar. Dengan segera, dia melihat istrinya sedang memukul seseorang dengan keras. "Tak tahu malu, tak tahu malu!" Su Qianci terisak-isak. Li Sicheng merasa sesak napas dan menghampiri untuk menarik istrinya menjauh. Kedua tangan Su Qianci berwarna merah. Menyadari bahwa seseorang sedang menariknya, Su Qianci memberontak seperti orang gila. Namun, ketika mengetahui bahwa orang itu adalah Li Sicheng, dia menyerah. Setiap tetes energinya terkuras habis, Su Qianci jatuh ke pelukan Li Sicheng dan menangis tersedu-sedu. Sambil memeluk istrinya dengan erat, Li Sicheng berbisik, "Tidak apa-apa. Tidak apa-apa ¡­." Wajah Tang Mengying menjadi merah dan bengkak. Serangan tiba-tiba dari Su Qianci membuatnya lengah. Dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk melawan. Seseorang yang sejak tadi menyaksikan mereka datang untuk memeriksa Tang Mengying dan menjerit. "Ya Tuhan, lihat wajahmu itu. Cepat, pergilah ke dokter. Ini terlihat mengerikan. Aku akan membawamu ¡­." Tang Mengying tidak menanggapi penonton yang baik itu dan menatap Su Qianci dan Li Sicheng dengan dingin. Sambil bersandar di pelukan Li Sicheng, Su Qianci menangis seperti seorang bayi, seolah-olah dia yang baru saja terluka. "Tidak apa-apa ¡­. Berhentilah menangis. Kakek akan sedih jika dia mendengarmu." Li Sicheng memeluk Su Qianci dan menghiburnya dengan lembut seperti sedang berbicara dengan seorang bayi. Hati Tang Mengying hancur, yang mana bahkan lebih menyakitkan daripada wajahnya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Li Sicheng bisa seperti ini ¡­. Su Qianci terisak-isak, "Aku ingin pulang, Sayang. Pulang ke rumah." "Ya, pulang, aku akan membawamu pulang." "Sayang, kamu mencintaiku, kan?" "Aku mencintaimu dan hanya dirimu." "Sayang, kamu tidak akan pernah menerima wanita itu, kan?" "Tidak, aku hanya menginginkanmu." Setiap kata yang terucap layaknya sebuah tikaman di hati Tang Mengying. Berada dalam pelukan Li Sicheng dengan puas, Su Qianci tersenyum dan membenamkan wajahnya di dada suaminya, berkata, "Bawa aku pulang, Sayang." "Ayo pergi." Li Sicheng merasakan rasa sakit di hatinya yang seolah-olah akan mencabik-cabik dirinya. Melirik Tang Mengying dengan dingin, dia berkata kepada Nanny Rong, "Bawa Nona Tang ke dokter. Aku akan menanggung biaya pengobatannya. Perhatikan agar bayinya tetap aman." Bukankah Tang Mengying mengatakan sedang mengandung bayinya? Lalu dia akan menyaksikannya melakukan tes DNA lain. Akan tetapi, kata-kata Li Sicheng mengandung makna yang berbeda dalam benak Su Qianci. Dia mengambil kembali tangannya dari lengan Li Sicheng dan tetap terdiam. Li Sicheng membawa Su Qianci dalam pelukannya dan berjalan keluar dari rumah sakit. Setelah mendudukkannya di kursi penumpang, Li Sicheng memasang sabuk pengamannya, tetapi tiba-tiba ditampar di wajahnya. Dia menoleh untuk menatap Su Qianci dan melihat mata hitamnya yang berlinang air mata dan penuh kebencian ¡­. Chapter 305 - Ayo Kita Bercerai Li Sicheng merasa hatinya hancur berkeping-keping, berdarah dan berantakan. Menatap Su Qianci dalam-dalam, dia memasang sabuk pengaman istrinya, menutup pintu, dan duduk di kursi pengemudi. Kedua tangannya di setir mobil, dia mengerutkan bibir dan tetap diam. Dia bisa dengan jelas melihat bentuk tangan Su Qianci di wajahnya dari kaca spion. Merusak pemandangan saja. Su Qianci bersandar dan memejamkan matanya. Air mata mengalir di pipinya. Tangannya terkulai lemas di pahanya. Hening. Satu-satunya suara yang terdengar di dalam mobil adalah suara napas mereka. Ketika mereka tiba, Li Sicheng mengangkat Su Qianci dan menggendongnya ke atas, membaringkannya di tempat tidur. Mereka berdua masih tidak berbicara. Berbaring di tempat tidur, Su Qianci membuka matanya dan menatap Li Sicheng. Pada saat yang sama, Li Sicheng sedang menatapnya. Mata mereka terkunci, keduanya dipenuhi dengan emosi yang berbeda. "Aku ¡­." Mereka berbicara pada saat yang bersamaan dan berhenti pada saat yang bersamaan juga. Li Sicheng terdiam, menatap istrinya dengan mata dinginnya. Air mata Su Qianci sudah mengering. Menatap mata Li Sicheng, dia berkata dengan tak berdaya, "Ayo kita bercerai." Menatap mata Su Qianci dengan tajam, Li Sicheng mengepalkan tangannya dan berkata, "Tidak!" Ayo kita bercerai. Kalimat sederhana itu menghancurkan ketenangan yang telah dia coba pertahankan. Sambil membungkuk dan menatap istrinya, dia berkata dengan tegas, "Itu bukan anakku. Wanita itu pasti mengotak-atik hasil tesnya. Besok, aku akan melakukan tes DNA dengannya besok." Su Qianci terkekeh-kekeh dan mendorongnya menjauh. "Kau bercanda. Dia bisa mengotak-atiknya, dan kau juga bisa, Tuan Li." Dia merasa patah hati dan menggeram, "Su Qianci!" "Ya, aku mendengarkan." Su Qianci bergerak di tempat tidur dan menemukan tempat yang lebih baik. Matanya bengkak, dan dia memiliki senyum mengejek di bibirnya. Sikapnya sangat menyakiti Li Sicheng. Su Qianci tidak percaya padanya! "Tang Mengying hanya mencintaimu, dan kau tahu tentang itu, kan?" Su Qianci akan mengingat hal itu selamanya. Tidak menduga bahwa Su Qianci akan membahas hal ini, Li Sicheng membantah, "Itu tidak berarti apa-apa." "Tapi itu sangat berarti bagiku." Su Qianci menatap suaminya, matanya penuh kesedihan. "Sungguh melelahkan untuk bersamamu ¡­." Dia seharusnya tidak memiliki angan-angan apapun. Seorang pria seperti Li Sicheng seharusnya tidak pernah menjadi miliknya. Li Sicheng dan Tang Mengying adalah pasangan yang sempurna. Su Qianci adalah orang yang datang di antara mereka dan menjadikan Tang Mengying seorang wanita simpanan, mengandung putranya. Namun, bagaimana putra Li Sicheng menjadi seorang anak haram? Bahkan jika Tang Mengying bersedia membiarkan hal itu terjadi, Qin Shuhua tidak akan membiarkannya terjadi. Alih-alih menjadi pecundang, Su Qianci lebih suka beraksi terlebih dahulu. Setidaknya dia dapat menjaga harkat dan martabatnya. Tapi Li Sicheng mengepalkan tangannya semakin erat. Sambil meninju tempat tidur, dia berteriak, "Tidak mungkin. Jangan pernah berpikir tentang hal itu! Aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku tidak pernah mengkhianatimu. Aku tidak pernah menyentuh Tang Mengying, dan bayi itu tidak ada hubungannya denganku." Kemudian, dia melangkah pergi dan membanting pintu di belakangnya. Chapter 306 - 0.00% Jantung Su Qianci berdegup kencang saat mendengar suara keras yang berasal dari pintu itu. Melihat Li Sicheng pergi, dia tertegun. Setelah beberapa saat, dia mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor. Song Yifan baru saja naik ke dalam pesawat ketika dia mendapat telepon dari Su Qianci. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci menghubunginya, jadi Song Yifan merasa sangat gembira. Dia segera mengangkatnya dan menyapa, "Su Qianci!" Mendengar suara Song Yifan, Su Qianci terlihat seperti telah menemukan penopang hidup dalam ketidakberdayaannya. Air mata menetes dari matanya, dia menangis, "Ayah ¡­." Su Qianci terisak-isak, yang membuat Song Yifan merasa kaget, dan cepat-cepat bertanya, "Ada apa?" Suaranya terlalu parau untuk mengatakan apa pun. Dia menangis tersedu-sedu. Song Yifan panik. "Ada apa? Katakan padaku." Sambil menenangkan dirinya, dia berkata, "Dapatkah aku tinggal bersamamu selama beberapa hari? Aku ¡­" "Tentu saja. Di mana kau? Aku akan menjemputmu. Jangan menangis dan tetap di tempatmu sekarang." Song Yifan menurunkan koper yang sudah dia masukkan ke ruang untuk menyimpan barang di atas kepalanya. Sang pramugari menatapnya dan bertanya apa yang sedang terjadi, namun dia langsung turun dari pesawat dan berjalan keluar dari bandara. Su Qianci tidak menunggu Song Yifan di rumahnya, tetapi di sebuah persimpangan jalan di mana Li Sicheng tidak akan melewatinya. Hanya terdapat sebuah pakaian ganti di kopernya. Song Yifan datang dengan sebuah taksi. Saat melihatnya, dia langsung meminta sopir untuk berhenti. Melihat mata Su Qianci yang bengkak, Song Yifan tidak berani bertanya lebih banyak, tetapi malah meletakkan kopernya di bagasi, dan membawa putrinya itu ke rumahnya. Ketika mendapat telepon dari Li Sicheng, Tang Mengying sedang mendapatkan perawatan untuk wajahnya di rumah sakit. Tang Mengying tidak berharap Li Sicheng akan mengunjunginya, tidak dalam mimpi terliarnya. Ini adalah yang pertama kalinya sejak kuliah. Meskipun wajahnya bengkak setelah ditampar oleh Su Qianci, Tang Mengying berusaha keras untuk tersenyum karena kejutan yang tak terduga ini. Li Yao dan Li Beixing mengikuti Li Sicheng. Melihat mereka, Tang Mengying tidak bisa lagi mempertahankan senyumnya dan bertanya dengan enggan, "Kakak Sicheng, apakah kau membutuhkanku untuk sesuatu?" Melirik wanita itu dengan dingin, Li Sicheng berkata, "Ikut aku." Merasa ada sesuatu yang salah, Tang Mengying bertanya dengan gugup, "Apa yang terjadi? Dapatkah kita berbicara di sini?" "Jangan membuatku mengulangi perkataanku." Kelopak mata Tang Mengying bergerak-gerak dan dia dengan segera berdiri. Sikap Li Sicheng terhadapnya tidak berubah sedikit pun. Sudah lebih dari tiga bulan sejak dia begitu dekat dengan pria itu. Tang Mengying seperti sedang bernostalgia. Mengikuti Li Sicheng, Tang Mengying merasa lingkungan sekitarnya tampak semakin dikenalnya. Dia sudah berada di tempat ini kemarin dan kemarin lusa. Tempat ini adalah departemen genetika. Tang Mengying berhenti berjalan, karena dia merasakan sebuah firasat buruk. "Kakak Sicheng, kenapa kau membawaku ke sini?" "Untuk melakukan sebuah tes darah." Pada saat yang sama, Cheng You sudah berjalan dengan sebuah dokumen di tangannya. "Tuan Li, ini adalah hasil tes kemarin." Li Sicheng mengambilnya dan melihatnya. Hasil tes itu sama dengan apa yang dilihatnya kemarin. Melengkungkan bibirnya dengan dingin, mata Li Sicheng terlihat sangat dingin. "Bagaimana kau menjelaskan hasil tes ini?" Jantung Tang Mengying berdegup kencang saat dia memberanikan diri untuk bertanya, "Apa maksudmu? Buktinya ada tepat di depanmu, apakah kau masih ingin menyangkalnya?" "Lalu bagaimana dengan yang ini?" Tang Mengying mengambilnya dan segera melihat angka pada hasil tes itu - 0,00%. Chapter 307 - Sebuah Tes Dna Lain Seolah-olah dia telah menyentuh sesuatu yang terbakar, Tang Mengying dengan segera membuang hasil tes itu dan berseru, "Li Sicheng, apa maksudmu?" Suaranya begitu keras sehingga memekakkan telinga. Li Yao dan Li Beixing tidak menyangka Tang Mengying akan menjadi sangat emosional. Dia terengah-engah dan berkata, "Kau bisa menolakku. Tapi mengapa kau harus meragukan aku seperti ini? Apakah aku tidak berharga di matamu?" Li Sicheng berdiri diam tak peduli. Cheng You berdiri di belakang bosnya, tersenyum dengan jijik. Tentu saja! Cheng You telah melihat dengan jelas saat di Australia orang macam apa Tang Mengying itu. Jika wanita itu tidak memiliki harga diri, maka tidak ada yang bisa menghentikannya. "Kita akan tahu pasti dengan sebuah tes lain," kata Li Yao dengan serius. "Kedua hasil tes itu mencantumkan namaku, tetapi hasilnya sangat berbeda. Bisakah kau jelaskan kepadaku, Nona Tang, yang mana yang milikku?" Tang Mengying menjadi pucat pasi dan tiba-tiba kehilangan kata-katanya. Pada saat seperti ini, seorang perawat datang menghampiri. Melihat banyak orang berdiri berkerumun, dia tampak gugup dan berkata dengan suara pelan, "Nona Cheng You ¡­." Cheng You mendengarnya dan membalikkan badan. Perawat itu tampak cemas ketika berkata, "Sampel cairan ketuban yang diambil dari Nona Tang hilang. Saya tidak dapat menemukannya. Dan juga rambut Tuan Li Yao ¡­." Mendengar itu, semua orang terkejut. Hanya Tang Mengying yang tampak sangat lega. Li Sicheng membalikkan badannya dan menatap Tang Mengying, berharap dia bisa menghancurkan wanita itu di sana. Tang Mengying gemetar ketakutan dan melangkah mundur. Pada saat yang sama, seorang dokter mengenakan sebuah jubah putih dan sepasang kacamata berbingkai hitam muncul, melirik mereka, dan berpapasan dengan Tang Mengying tanpa berhenti. "Kalau begitu kita harus mengambil sampel lagi!" Suara Li Sicheng terdengar dingin. Dokter itu menoleh ke belakang menatap Li Sicheng dengan dingin. Menyadari tatapannya, Li Sicheng menoleh. Akan tetapi, sebelum Li Sicheng melihat wajahnya sekilas, dokter itu sudah menghilang di ujung koridor. Mendengar perkataan Li Sicheng, Tang Mengying menjadi semakin pucat dan berteriak, "Tidak!" "Kau tidak berani, kan?" Cheng You menantang. "Tidak tidak!" Tang Mengying berteriak histeris. "Kita tidak bisa melakukannya!" Jika dia melakukannya lagi, itu akan menjadi tamparan di wajahnya. Dia membutuhkan wajahnya, dan begitu pula keluarga Tang. Berita tentang kehamilannya telah menyebar ke seluruh Kotaraja. Jika hasilnya menunjukkan bahwa itu bukan bayi Li Sicheng, maka ¡­. Tidak! Perawat tadi dengan cepat datang menghampiri dan berkata, "Janinnya berusia kurang dari empat bulan. Satu amniosentesis sudah cukup berisiko. Jika kita melakukannya lagi, kemungkinan besar akan menyebabkan aborsi." Mendengar itu, Tang Mengying menghela napas lega. Pada saat yang sama, dia merasa kesakitan di perutnya. Memegangi perutnya dan membungkuk, Tang Mengying dengan segera menjadi pucat pasi. Perawat itu terkejut dan cepat-cepat meletakkan tangannya di lengan Tang Mengying. "Seseorang ambilkan tempat tidur ke sini untukku." Tidak ada yang melihat bahwa di ujung koridor, dokter yang baru saja lewat sedang bersandar ke dinding, wajahnya tanpa ekspresi. Chapter 308 - Tuan Rong Rui, Bagaimana Kabarmu Emosi yang tidak stabil membuat Tang Mengying sulit untuk merasa tetap tenang, yang mana memengaruhi bayinya. "Hutangmu padaku tidak akan pernah bisa dibayar." Memikirkan apa yang Li Sicheng katakan ketika mereka berdiri di depan departemen genetika, Tang Mengying tidak bisa menahan diri untuk tidak menggigil. Orang ini sangat berani! Pintunya tiba-tiba terbuka, yang mana mengejutkan Tang Mengying. Dia menaikkan kepalanya. Seorang pria berjubah putih berjalan masuk. Dia tidak terlalu tinggi, sedikit di atas 173 cm. Mengenakan kacamata berbingkai hitam, dia tampak serius dan terpelajar. Saat melihat pria itu, Tang Mengying terkejut dan berteriak. "Apa yang kau lakukan di sini?" Pria muda itu mendekat dan melepas kacamatanya, menatap wajah Tang Mengying dengan penuh kasih. "Wanita itu memukulmu dengan sangat keras. Si*lan dia." Mendorongnya pergi, Tang Mengying berkata, "Apa yang kau lakukan di sini? Li Sicheng mengetahui tentang dirimu. Jika kau dikenali olehnya, kita berdua tidak akan selamat." "Tenanglah. Aku telah meretas semua kamera pengintai. Bahkan jika Li Sicheng hebat, dia tidak bisa melakukan apapun padaku. Namun, jika itu bukan karena aku, kau akan dipaksa untuk melakukan sebuah tes DNA lain sekarang. Pada saat itu, bukan hanya dirimu yang akan hancur." Mengetahui bahwa hal itu adalah benar, Tang Mengying bertanya, "Bukankah kau bilang kau pulang ke rumah? Kenapa kau masih di sini? Kapan kau datang?" "Aku menyelinap keluar." Rong Rui menarik sebuah kursi untuk duduk. "Li Sicheng bahkan berusaha menyelidiki melalui pamanku. Pamanku baru saja menelepon untuk memintaku pulang dan bersembunyi. Tapi aku tidak takut." Meskipun pria itu tidak takut, Tang Mengying merasa sangat khawatir. "Kau pikir kau hebat? Jika bukan karena kau melakukan semua hal itu secara rahasia dan Li Sicheng tidak mengetahui siapa dirimu, apakah kau pikir kau masih bisa hidup seperti ini? Pada saat seperti ini, kau harus mendengarkan pamanmu dan bersembunyi sementara. Jika Li Sicheng menemukanmu ¡­ " "Memang kenapa? Apa yang bisa dia lakukan?" Rong Rui berkata dengan mencemooh. "Ayah Li Sicheng memiliki pangkat yang sama dengan pamanku. Kakeknya adalah seorang jenderal, dan demikian pula kakekku. Aku tidak akan kalah darinya. Tang Mengying, aku tidak mengerti apa yang begitu menarik dari Li Sicheng sehingga membuatmu begitu terobsesi dan mau melahirkan untuknya. " Meskipun Tang Mengying tidak mengandung anak Li Sicheng, Rong Rui masih merasa cemburu. "Apa rencanamu sekarang? Kau tidak bisa begini selamanya." Rong Rui melirik perut Tang Mengying. "Jika berita tersebar bahwa bayi ini bukan bayi Li Sicheng, bukan hanya dirimu, tetapi seluruh keluargamu akan dihancurkan." Tang Mengying menggertakkan giginya dan berbisik kepada pria itu, "Tentu saja tidak. Aku akan menggunakan tangan Su Qianci untuk menyingkirkannya. Pada saat itu, aku akan menyalahkan wanita itu atas hilangnya bayiku, dan dia pasti akan menderita." "Selama kau tahu apa yang kau lakukan." Opini publik adalah hal yang paling menakutkan. "Aku tahu. Kau harus pergi sekarang, dan jangan kembali." Desak Tang Mengying, penuh dengan rasa takut. Rong Rui merasa agak kecewa, mencibir, dan mengenakan kembali kacamatanya sebelum dia berjalan ke arah pintu. Namun, saat dia membuka pintu, dia melihat dua barisan pria tinggi dan kuat. Di antara mereka, Li Sicheng sedang menatap Rong Rui dengan dingin sambil berkata, "Tuan Rong Rui, bagaimana kabarmu?" Chapter 309 - Sebuah Label Yang Tidak Dapat Dia Hilangkan Rumah Song Yifan tidak terletak di pusat Kotaraja, tetapi di sebuah lingkungan kelas menengah di luar wilayah pusat kota. Lingkungan itu tenang, nyaman, dan bersih. Naik ke lantai enam belas, Su Qianci memasuki apartemen itu dan Song Yifan dengan cepat membersihkan sebuah kamar untuknya. Itu adalah apartemen dua kamar tidur dengan dekorasi sederhana dan modern--gaya Song Yifan. Ketika Song Yifan pergi untuk membersihkan kamar untuknya, Su Qianci pergi ke dapur dan melihat sekeliling, tetapi tidak menemukan apa pun. Kulkas itu kosong dan banyak peralatan listrik yang tidak terhubung ke listrik. Ketika memikirkan koper yang dibawa Song Yifan, Su Qianci tiba-tiba memikirkan kemungkinan: Apakah ayahnya ¡­ akan bepergian? Tetapi ayahnya kembali untuknya dan kemudian menghabiskan seluruh waktunya untuk membantunya. Merasa tersentuh dan bersalah pada saat yang bersamaan, Su Qianci menutup kulkas itu dan melihat Song Yifan berjalan keluar. "Semua sudah siap. Aku akan mengambil barang bawaanmu ke dalam." Dia menatap ayahnya dan mengangguk, mengikutinya ke kamar. Apartemen itu tidak besar, bahkan tidak ada sepertiga dari ukuran rumah Li Sicheng. Tapi tempat itu dirawat dengan sangat bersih dan nyaman. Dia bisa mencium aroma penyegar udara. Merasa agak malu, Song Yifan berkata, "Ini agak sempit. Kau bisa tinggal di sini sekarang. Kita bisa mencari tempat yang lebih besar nanti." Su Qianci tersenyum dan bertanya dengan suara lirih, "Ayah, mengapa Ayah begitu baik padaku?" Dia bukan anak kandungnya, dan Song Yifan bisa memilih untuk mengabaikannya. Namun, dia memperlakukan Su Qianci seperti putrinya sendiri, penuh perhatian dan hangat. Su Qianci melirik koper ayahnya, yang mana memiliki label keamanan dari bandara. Tanggalnya hari ini. Song Yifan kembali untuknya dari bandara. Lembut seperti biasa, Song Yifan tersenyum. "Gadis bodoh, karena kau adalah putriku." Su Qianci merasakan hatinya menghangat dan matanya menjadi basah. "Jangan menangis. Kau tidak akan cantik lagi kalau menangis." Song Yifan tidak ingin melihat air matanya. "Apakah kau lapar? Ayah akan membawamu keluar untuk makan. Apa yang kau inginkan?" Su Qianci menggelengkan kepalanya. "Aku tidak nafsu makan." "Kau tidak bisa menyiksa dirimu sendiri, betapapun kau tidak bahagia. Ayo pergi. Aku akan membawamu ke tempat favoritku." Ditarik ke lantai bawah oleh Song Yifan, Su Qianci melihat sebuah kedai mie setelah berjalan sebentar. Kedai mie ini tampak sederhana, dan dekorasinya agak usang. Namun, tempat itu sangat bersih. Seorang lelaki tua sedang duduk di kasir, menonton televisi dan memeluk seekor kucing putih besar. Ketika melihat Song Yifan dan Su Qianci, kucing itu menatap mereka dengan mata birunya dan mengeong. Pria tua itu mendongak sambil tersenyum. "Song Yifan, kau di sini. Bukankah kau mengatakan kau akan pergi ke London hari ini? Kau tidak jadi pergi?" "Sesuatu terjadi dan aku kembali." Song Yifan jelas mengenal lelaki tua itu dengan baik. "Ini anak perempuanku." Pria tua itu tampak terkejut. "Oh, kau punya anak perempuan? Bukankah kau belum menikah?" "Anak angkat." "Tunggu, dia terlihat tidak asing. Apakah dia istri dari cucu kapten itu? Sang kapten yang bepergian sepanjang waktu meskipun usianya sudah lanjut." "Kapten Li Xun," kata Su Qianci. "Benar, dia. Apakah kau itu Nyonya Li?" Su Qianci tampak malu. Dia sepertinya memiliki sebuah label yang tidak dapat dia hilangkan. Efek dari konferensi pers itu ternyata sangat bagus tetapi mengganggu. Chapter 310 - Dia Melarikan Diri Lelaki tua itu menatapnya dengan penuh arti, bertepuk tangan, dan berkata, "Kapten tua itu sangat beruntung. Semua cucunya sangat cakap dan salah satu dari mereka bahkan memiliki istri yang begitu cantik. Suamimu cucu nomor dua, bukan?" "Ya ¡­." "Aku pikir dia yang paling mengesankan di antara saudara-saudaranya. Semua keluarganya berkecimpung di bidang militer, dan dia terjun dalam dunia bisnis walaupun semua orang menentangnya, dan menjadi lumayan sukses. Itu hebat. Kau sangat beruntung menikah dengan seorang pria seperti itu. " Su Qianci tersenyum dengan enggan. Song Yifan mendorong putrinya dengan ringan dan berkata kepada lelaki tua itu, "Menu yang biasa, dua porsi." "Segera kusiapkan!" Perhatian pria tua itu teralihkan. "Dua pesanan Song." Su Qianci mendengar itu dan langsung tertawa kecil. Apa pula yang dimaksud dengan pesanan Song? Melihat senyum Su Qianci, Song Yifan mengetahui bahwa dia telah membawa putrinya ke tempat yang tepat dan menjelaskan, "Ayah seorang pelanggan tetap di restoran ini. Mereka semua mengenalku dan tahu apa menu kesukaanku." Restoran itu menjadi populer karena kehadiran Song Yifan. Reputasi pria itu benar-benar berhasil untuk dunia bisnis. Makanannya segera disajikan. Itu adalah mi dengan pasta kedelai. Pasta kedelai itu fantastis. Su Qianci mengambil sepasang sumpit dan perlahan mengaduk mi-nya. Song Yifan sedang lapar, jadi dia makan dengan cepat. Di sisi lain, Su Qianci hanya makan beberapa suap karena suasana hatinya yang sedang buruk. Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam lewat, dan di luar gelap. Ponsel Su Qianci berdering dan berdengung di atas meja. Di layar ponsel itu tertera: Sayang. Dia mematikan suaranya. Setelah panggilan itu masuk ke kotak suara, dia mematikan ponselnya dan menyimpannya. Melihat itu, Song Yifan terus memakan mi-nya dan bertanya, "Apakah kalian bertengkar?" Su Qianci tidak menjawab dan memakan sesuap mi lagi. Li Sicheng hampir menjadi gila. Segera setelah dia pulang, dia mencari ke seluruh rumah, di dalam dan luar rumah tetapi tidak menemukan istrinya. Su Qianci tidak menjawab teleponnya dan bahkan mematikan ponselnya. Karena pemalu, Su Qianci tidak mempunyai banyak teman atau teman sekelas yang akan ditujunya. Kotaraja begitu besar, jadi ke mana dia akan pergi? Lokasi pertama yang terpikirkan oleh Li Sicheng adalah kampusnya. Dia meminta Cheng You untuk mencarinya di sana. Dan lokasi kedua yang terpikirkan oleh Li Sicheng adalah tempat Lu Yihan berada saat ini. Memikirkan kemungkinan bahwa istrinya mungkin menghabiskan waktu bersama Lu Yihan, Li Sicheng merasakan hatinya terbakar. Berkendara ke Rumah Sakit Pertama Kotaraja, Li Sicheng menemukan kamar Lu Yihan dan menerobos masuk. Lu Yihan sedang memakai infus dengan sebuah laptop di depannya. Tangannya yang tanpa jarum infus sedang menekan kibor. Melihat Li Sicheng, dia tampak terkejut dan kemudian mengejek, "Tuan Li, apa kabar?" "Di mana dia?" "Dia?" Lu Yihan dengan segera memikirkan Su Qianci. "Kau mencari Qianqian?" Qianqian! Panggilan intim itu membuat Li Sicheng semakin marah. "Apakah dia datang mengunjungimu hari ini?" "Ha, dengan suami sepertimu, dia bahkan tidak punya hak untuk mengunjungi seorang teman, jadi bagaimana dia berani mengunjungiku?" Lu Yihan menghentikan apa yang sedang dilakukannya. "Dia menghilang?" Li Sicheng mengerutkan bibir dan mengepalkan tangannya. Meskipun dia tidak mau mengakuinya, Su Qianci mungkin melarikan diri tanpa memberi tahu siapa pun. Li Sicheng meninggalkan kamar Lu Yihan dan melihat seorang anak sedang bermain dengan sebuah mainan piano. Li Sicheng berhenti sejenak dan memikirkan tentang seseorang yang lain. Chapter 311 - Mencari Dia Seperti Orang Gila Li Sicheng menghubungi ponsel Song Yifan. Dia keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobilnya. Song Yifan tidak mengangkatnya. Ketika dia menelepon untuk kedua kalinya, Song Yifan akhirnya menjawab. Suaranya terdengar sama seperti biasanya, Song Yifan bertanya, "Halo?" "Ayah Song." Mendengar panggilan itu, Song Yifan langsung berbinar-binar. Melihat Su Qianci mendorong kereta belanja di depannya, dia berhenti berjalan. "Apakah istriku bersamamu?" Su Qianci menoleh ke belakang dan menemukan Song Yifan sedang memegang ponsel, tampak ragu-ragu. Dia mengetahui bahwa telepon itu berasal dari suaminya. Sambil menggelengkan kepalanya, Su Qianci memajukan bibirnya, berpura-pura menangis. Merasa ketakutan, Song Yifan segera berkata, "Tidak, mengapa dia bersamaku? Bukankah dia berada di rumah?" "Baiklah ¡­." Li Sicheng merasa sangat tak berdaya. Mereka telah menikah selama setengah tahun, tetapi dia menyadari bahwa dia tidak mengetahui apa-apa tentang istrinya. Su Qianci tidak pergi menemui Lu Yihan, atau Song Yifan. Dia tidak berada di kampus, atau di rumah, dan mengingat situasi saat ini, tidak mungkin istrinya pergi ke rumah tua. Lalu, ke mana dia akan pergi? "Apa yang terjadi? Apakah kalian berdua bertengkar?" Song Yifan berusaha membuat aktingnya lebih meyakinkan dan bertanya dengan nada suara prihatin. "Tidak, tidak ada apa-apa. Jika Ayah mendengar darinya, ingatlah untuk memberi tahu aku. Aku mencari dia dan perlu memberi tahu Su Qianci tentang sesuatu yang penting." "Oke, jika aku melihatnya, aku pasti akan memberi tahu Su Qianci bahwa kau mencari dia seperti orang gila." "Terima kasih!" Song Yifan menutup teleponnya. Melihat ekspresi wajah Su Qianci yang kompleks, dia menghela napas. "Dia mencarimu." "Aku mengerti." Su Qianci tidak banyak bereaksi, membalikkan badan, dan melemparkan seikat sayuran ke dalam kereta belanja. "Ayo kita simpan sejumlah makanan di rumah. Aku akan memasak untukmu beberapa hari ke depan." Beberapa hari ke depan? Hal itu akan luar biasa. Song Yifan belum pernah mencoba hidup dengan seorang anak perempuan. Song Yifan merasa tidak enak pada Li Sicheng sesaat sebelum dia cepat-cepat menyusul Su Qianci. Melihat Li Sicheng berjalan keluar, Lu Yihan juga mencoba menghubungi Su Qianci. Namun, ponselnya dimatikan. Seperti yang sudah diperkirakan. Dia dengan cepat membuka jendela obrolan dengan Su Qianci di laptopnya dan mengetik: "Hai, balas pesanku kembali ketika kau melihat ini." Setelah beberapa saat berpikir, Lu Yihan menghubungi Yu Lili. Su Qianci tidak mempunyai terlalu banyak teman, dan Yu Lili akan menjadi salah satu dari mereka. Mungkinkah Su Qianci pergi untuk menemui Yu Lili? "Aaaaahhh ¡­." Yu Lili berteriak di bawah sebuah dorongan keras pria itu, tubuhnya bergetar. Menikmati melihat sisi murahan dari wanita itu, Ou Ming meletakkan tangannya di pinggang Yu Lili, membalikkan tubuh wanita itu, dan melanjutkan aksinya. Ponselnya berdering di atas meja nakas. Yu Lili meliriknya dan melihat serangkaian nomor. Penelepon itu ada di dalam daftar kontaknya, tetapi melihat nomor itu, Yu Lili begitu bersemangat sehingga dia mencengkeram dengan keras. Menghela napas lega, Ou Ming membungkuk dan berbisik, "Kau penyihir kecil, apa yang kau lakukan?" Setelah setengah jam, mereka berhenti sejenak. Ou Ming pergi ke kamar mandi, dan Yu Lili dengan cepat bangkit dan menelepon Lu Yihan kembali. "Apa?" Yu Lili memelankan suaranya dan diam-diam merasa senang. "Untuk apa kau meneleponku?" Saat melihat jam, Lu Yihan berkata kesal, "Apa yang membuatmu begitu lama?" "Apa urusanmu? Untuk apa kau meneleponku sih?" "Qianqian menghilang, dan Li Sicheng sedang mencarinya. Apakah dia bersamamu?" Yu Lili merasakan hatinya sakit. Dia mengetahui itu. Satu-satunya alasan Lu Yihan meneleponnya adalah Su Qianci. Chapter 312 - Menikahlah Denganku, Dan Segala Yang Aku Miliki Akan Menjadi Milikmu Yu Lili mendengus dan melawan keinginannya untuk melempar ponselnya. "Jadi dia menghilang. Apa urusannya denganku?" "Dia tidak punya banyak teman dan hanya dekat denganmu dan aku di Kotaraja. Karena dia tidak bersamaku, dia sepertinya akan bersamamu." "Tidak. dia tidak bersamaku." Yu Lili merasa resah. "Kau butuh sesuatu yang lain? Jika tidak, tutup teleponnya." "Oke." Setelah menutup teleponnya, Yu Lili berdiri dan tiba-tiba menemukan seseorang duduk di belakangnya. Terkejut, Yu Lili hampir terjatuh ke lantai. Lalu dia mengutuk, "Si*lan, ada apa denganmu, Ou Ming. Kau mengagetkanku!" Ou Ming menaikkan alisnya dan mengerutkan bibirnya. Benar-benar telanjang, dia berjalan ke arah Yu Lili dan bertanya, "Siapa yang kau telepon barusan?" "Seorang teman." "Laki-laki?" Yu Lili memutar bola matanya ke arah Ou Ming. "Pikirkan urusanmu sendiri." Melirik ke bawah, dia menemukan bahwa pria itu tampaknya memiliki niat untuk melanjutkan setelah mandi. Memalingkan muka, Yu Lili menutupi tubuhnya dengan selimut dan berkata, "Aku akan mandi." "Jangan sekarang. Ayo kita lakukan sekali lagi." "Tidak, kau bilang cuma sekali." "Hanya sekali lagi. Aku janji." Ou Ming menarik punggung Yu Lili kembali dan mendorong tubuh wanita itu ke tempat tidur. Tidak dapat melawan Ou Ming, Yu Lili membiarkan Ou Ming melakukan apa yang diinginkannya. Setelah mereka selesai, Yu Lili merasa kelelahan, berbaring di atas tubuh Ou Ming, enggan untuk bergerak. "Yu Lili." "Apa?" Yu Lili bahkan tidak membuka kelopak matanya, bertanya dengan nada suara meninggi. Sambil memeluknya, Ou Ming berkata dengan serius, "Ayo kita menikah." Merasa takut, Yu Lili bergidik dan bangkit, menatap pria di depannya dengan tidak percaya. "Apa kau gila?" Memandangi tanda cinta yang ditinggalkannya di dada Yu Lili, Ou Ming mengerutkan bibirnya dan menyentuh wajah Yu Lili, menjelaskan dengan serius, "Tidak, aku tidak gila. Menikahlah denganku, dan aku akan menjadikan dirimu nyonya rumah keluarga Ou Ming." Bukankah Yu Lili menyukai uang? Keluarga Ou Ming memiliki banyak uang. Yu Lili terlihat seperti ketakutan. Bangun dari tempat tidur, dia berkata dengan tergesa-gesa, "Aku akan mandi." Ou Ming berguling, bangkit, dan mengikutinya ke kamar mandi. Melihatnya, Yu Lili tampak kesal. "Keluar." "Kau ingin keluar dan melanjutkan?" Ou Ming sengaja memutarbalikkan kata-kata Yu Lili. "Jika kau tidak lelah, kita bisa melakukannya di kamar mandi juga, untuk mencoba beberapa posisi baru." "Pergi!" Yu Lili melemparkan pancuran air pada Ou Ming. "Aku khawatir kau akan mati karena ejakulasi berlebihan." Pria itu terangsang setiap saat setiap hari! Tanpa meminum tonik apa pun, cepat atau lambat dia akan mati karena kepuasan yang berlebihan. Menangkap pancuran air itu Ou Ming mendorong Yu Lili ke dinding dan menyemprotkan air pada mereka berdua. "Aku serius." "Aku juga. Tinggalkan aku sendiri!" "Maksudku tentang pernikahan kita." "¡­." Yu Lili tiba-tiba tidak dapat berkata-kata. Memandang wajah serius Ou Ming yang jarang terlihat, Yu Lili tersenyum sinis. "Aku tidak pantas menjadi istri Tuan Muda Ou." "Kau tidak perlu memiliki sebuah status yang sesuai, selama aku menyukaimu." Yu Lili merasa geli, mendekati pria itu, dan bertanya, "Kau menyukai aku, atau tubuhku?" Ou Ming bahkan bergerak semakin dekat dengan wanita itu dan tertawa tanpa suara. Sambil mendorong pahanya di antara kedua kaki Yu Lili, dia berbisik, "Aku menyukai semua tentangmu. Menikahlah denganku, dan segala yang aku miliki akan menjadi milikmu." "Uhhh ¡­." Dihujam kejantanan Ou Ming secara tiba-tiba membuat Yu Lili mengeluarkan sebuah erangan. Melihat ke bawah, Ou Ming tersenyum cabul, tangannya menggerayangi tubuh Yu Lili. "Lihat? Kau juga menyukaiku, bukan?" Chapter 313 - Memikirkan Gadisku Saat Tengah Malam Mereka berdua keluar dari kamar mandi lebih dari satu jam kemudian. Yu Lili berbaring di tempat tidur tanpa bergerak, membiarkan Ou Ming mengenakan piama padanya, dan kemudian tertidur. Bertelanjang dada, Ou Ming menyalakan sebuah cerutu dan perlahan-lahan mengisapnya di sofa di samping tempat tidur. Melihat Yu Lili tertidur lelap, Ou Ming merasa resah. Apa yang salah dengan dirinya? Mengapa gadis ini tidak menyukainya? Dia telah mencoba membuatnya tetap bersamanya menggunakan sebuah umpan yang sangat besar. Bukankah itu cukup? Meskipun tidak terkenal, keluarga Ou Ming sangatlah kaya. Bukankah Yu Lili menyukai uang? Kenapa gadis itu tidak mau menikah dengannya? Ou Ming tidak mempunyai jawabannya. Asap tebal mengaburkan pandangannya dan membuat matanya pedih. Setelah mengembuskan asapnya, dia mematikan cerutu itu. Ponselnya berdering di atas meja nakas. Yu Lili dengan tidak sabar menarik selimut ke atas kepalanya. Telepon itu berasal dari Li Sicheng. Ou Ming melihat jam dan ternyata sudah pukul 11 malam lewat. Kenapa Li Sicheng meneleponnya pada waktu seperti ini? Ou Ming menerima telepon itu dan menyilangkan kakinya. "Halo, Li Sicheng. Apa yang kau butuhkan?" "Kau sedang bersama gadismu?" "Kau memikirkan gadisku saat tengah malam?" "Istriku menghilang. Sepertinya mungkin saja dia pergi menemui gadismu." Kotaraja adalah kota yang besar, tetapi Su Qianci tidak mungkin menghilang begitu saja. Li Sicheng telah memeriksa setiap hotel, memeriksa catatan semua stasiun kereta, dan bahkan pergi ke keluarga Su. Namun, dia gagal menemukan istrinya. "Ya, gadisku bersamaku sepanjang hari." "Mengerti." Mendengar nada kekecewaan dalam suara Li Sicheng, Ou Ming bersiul pelan. "Apakah dia meninggalkanmu karena kau keterlaluan?" Wajah Li Sicheng meredup. Dia menutup telepon tanpa menanggapi. Kurang dari satu detik kemudian setelah Li Sicheng menutup telepon, dia mendapat sebuah telepon masuk. Itu adalah Cheng You. "Saya mendapat akses ke rekaman kamera pengawas jalan dari polisi lalu lintas seperti yang Anda minta. Nyonya Li sepertinya pergi bersama Tuan Song." "Song Yifan?" "Ya ¡­." Li Sicheng tiba-tiba merasa seperti orang bodoh. Dia pikir setidaknya Song Yifan tidak akan membohonginya tentang masalah seperti itu. Dia berpikir bahwa Song Yifan akan memiliki kesadaran yang tersisa sebagai seorang pria dewasa. Namun ¡­. "Si*lan!" Umpat Li Sicheng. Mendengar itu, Cheng You tercengang. Ini adalah pertama kalinya dia mendengar Li Sicheng menggunakan kata S itu. Meskipun itu kasar ¡­ anehnya terdengar seksi pada saat yang sama. Kasar dan seksi. "Kau bisa pulang lebih dahulu. Aku akan memberitahukanmu jika ada sesuatu yang lain." "Baik!" Su Qianci menangis sepanjang hari. Karena kelelahan, dia pikir dirinya akan cepat tertidur, tetapi ada sesuatu yang mengganggu dalam benaknya, mencegahnya untuk tertidur. Semakin lama dia berbaring di tempat tidur, semakin dia terjaga. Akhirnya, dia memutuskan untuk bangkit berdiri dan berjalan keluar. Song Yifan sedang menelepon. Melihat Su Qianci berjalan keluar dari kamar, dia tampak terkejut. Su Qianci melambaikan tangannya, mengisyaratkan agar ayahnya melanjutkan menelepon, dan berjalan ke sofa di ruang tamu. Sebelum dia duduk, bel pintu berdering. Kakinya yang putih menyentuh lantai yang dingin dan tertekuk. Su Qianci berjalan sambil berjinjit ke arah pintu dan melihat melalui lubang intip. Tidak ada seorang pun di sana. Namun, bel pintunya berdering lagi. Su Qianci membuka pintu, tetapi masih tidak melihat siapa pun di sana. Sebelum dia sempat melihat ke kiri dan ke kanan, tangannya ditangkap oleh sebuah tangan yang kasar. Dia mendongak dan melihat sepasang mata yang dingin ¡­. Chapter 314 - Dia Datang Untuk Membawanya Pulang Saat melihatnya, reaksi pertama Su Qianci adalah menarik tangannya kembali. Bergerak dengan cepat untuk kembali ke dalam, dia ingin menutup pintu tersebut. Li Sicheng bertindak lebih cepat. Tangannya memegang pintunya, tidak membiarkan Su Qianci menutupnya. Su Qianci mendorong pintunya dua kali, dan pintu itu tidak bergerak. Merasa kesal, dia berteriak, "Ayah, ada penjahat di sini!" Terkejut, Song Yifan membalikkan badannya. Melihat bahwa itu adalah Li Sicheng, dia terkejut tetapi mengabaikannya. Terus berbicara dalam bahasa Inggris, dia sepertinya sedang menjelaskan sesuatu yang penting melalui telepon. "Pakai sepatumu!" Li Sicheng berkata dengan dingin, tidak senang ketika melihat jari-jari kaki Su Qianci yang tertekuk di lantai yang dingin. Su Qianci mendorongnya, tetapi tangannya ditangkap oleh Li Sicheng. Sambil memegang tangan Su Qianci, Li Sicheng ingin menerobos masuk. Su Qianci menjadi panik dan berseru, "Tolong, Ayah!" Song Yifan mendengar itu dan dengan cepat mengucapkan selamat tinggal melalui telepon dan menutup teleponnya. Li Sicheng dan Su Qianci masih tidak bergerak. Dengan marah, Su Qianci melihat Song Yifan yang datang menghampiri dan berkata, "Jangan biarkan dia masuk!" Namun, Li Sicheng malah melingkarkan lengannya di pinggang Su Qianci, mengangkat istrinya, dan menutup pintu itu, mengabaikan jeritan Su Qianci. Menerobos masuk dengan sukses. Su Qianci tidak memiliki niat untuk melawan. Merasa geli, Song Yifan tersenyum. Diangkat seperti itu, Su Qianci merasa malu karena menjadi sangat lemah. Melihat Song Yifan tersenyum, dia berkata dengan marah, "Ayah tidak menyelamatkanku." Li Sicheng melemparkan Su Qianci ke sofa dan memegang kaki istrinya dengan kedua tangannya. Saat melihat Song Yifan, dia berkata, "Ayah Song, aku datang untuk membawa pulang istriku." Su Qianci ingin menarik kakinya kembali, tetapi Li Sicheng mengencangkan cengkeraman pada kaki istrinya. "Lepaskan aku!" Su Qianci terdengar marah. "Jangan bergerak," perintah Li Sicheng. Kedua tangan Li Sicheng dengan cepat menghangatkan kaki Su Qianci. Memalingkan wajah, Su Qianci berseru pada Song Yifan, "Ayah menjualku!" Duduk di sofa tidak jauh dari pasangan itu, Song Yifan berkata dengan polos, "Itu bukan aku. Aku tidak mengatakan apa-apa." Li Sicheng mengerutkan bibirnya, tangannya menggosok kaki Su Qianci. "Aku mengetahuinya sendiri. Ayo pulang sekarang." Su Qianci menarik kakinya kembali dengan marah, berdiri, dan pergi ke kamarnya. Li Sicheng ingin mengikutinya, tetapi Song Yifan menghentikannya. "Nak, mari kita bicara." Su Qianci membanting pintu hingga tertutup dan menguncinya, berbaring di tempat tidur dan mendengarkan dengan saksama. Namun, ruangan itu sangat kedap suara sehingga dia tidak bisa mendengar apa pun. Tiba-tiba, dia memakai sepatunya, membuka pintu sedikit, dan mengambil sesuatu. "Aku akan memperbaikinya." ¡­. Su Qianci tidak mendengar banyak. Dia menjulurkan kepalanya, ingin mendengar lebih banyak, dan kemudian mendengar suara langkah kaki. Dengan cepat mundur ke belakang, dia mengunci pintu lagi dan pergi ke tempat tidurnya. Tok tok. Dia membenamkan kepalanya di selimut, tidak membuat suara apapun. "Su Qianci, dia sudah pergi." Ujar Song Yifan. Dia keluar dari selimut dan merasa getir. Apa apaan ini? Bukankah Li Sicheng datang untuk membawanya pulang? Sekarang pria itu sudah pergi? Su Qianci merasa sangat sedih sehingga dia ingin menangis. Apakah Li Sicheng sama sekali tidak peduli padanya? Chapter 315 - Ya, Nyonya Melawan keinginannya untuk menangis, Su Qianci menjawab, "Aku mengerti. Ayah, engkau harus tidur. Selamat malam." "Ayo minum secangkir susu sebelum tidur. Aku sudah menghangatkannya untukmu," kata Song Yifan. Merasa sedikit enggan untuk keluar, Su Qianci tidak ingin menyia-nyiakan usaha Song Yifan. Dia bangun dan berjalan ke pintu tanpa alas kaki, dia membuka pintu dan tidak melihat Song Yifan, tetapi ¡­. Reaksi pertamanya adalah membanting pintu itu sampai tertutup, tetapi Li Sicheng dengan cepat meletakkan tangannya di pintu. Su Qianci membanting pintu itu dengan keras tetapi merasakan perlawanan yang kuat. Bang! "Awwwwww!" Li Sicheng menjerit dengan berlebihan. Terkejut, Su Qianci dengan cepat membuka pintunya. Melihat suaminya sedang memegang jari-jarinya, Su Qianci merasa ketakutan dan meraih tangan Li Sicheng. Warnanya biru dan ungu. Dia bertanya dengan tergesa-gesa, "Apakah itu sakit?" Li Sicheng tidak menjawab tetapi menggunakan tangannya yang lain untuk menarik istrinya ke pelukannya. Karena terkejut, Su Qianci mendongak dan melihat mata Li Sicheng yang sedalam danau. Masih merasa marah, dia berjuang untuk mendorong suaminya tetapi Li Sicheng bukanlah tandingannya. Tidak peduli bagaimanapun dia menggeliat, pria itu tidak bergerak. Su Qianci meradang, "Lepaskan aku!" "Tanganku terluka." Li Sicheng menatap Su Qianci dengan tatapan memelas. "Kamu yang bertanggung jawab untuk itu dan kamu mengusirku. Itu mengerikan." Merasa bersalah, Su Qianci berhenti berbicara. Menunduk menatap jari-jari Li Sicheng, dia menemukan bahwa jari-jarinya itu memar, tampak menakutkan. Sepertinya itu pasti sangat menyakitkan ¡­. "Apakah itu sakit sekali?" "Tentu saja!" Li Sicheng mengeluh. Su Qianci merasa kasihan padanya, tetapi ketika dia melihat sekilas senyum di mata suaminya, dia dengan cepat memalingkan wajahnya dan berkata, "Kamu sangat rapuh sebagai seorang pria." Song Yifan mendengar itu dan tidak mengetahui harus berkata apa. Apakah seorang pria tidak akan terluka? Tentu saja itu sangat menyakitkan ketika jari seseorang terjepit pintu ¡­. Namun, Li Sicheng mengikuti logika Su Qianci. "Ya, benar. Itulah sebabnya aku butuh istriku untuk menghiburku." Nada suara memohon Li Sicheng membuat Su Qianci melunak. Su Qianci menatapnya lagi dan berbisik, "Jadi itu benar-benar sakit?" "Ya, aku sekarat di sini." Song Yifan tidak tahan untuk menyaksikannya lagi dan dengan cepat pergi meninggalkan mereka. Meraih tangan suaminya, Su Qianci berjalan ke kamar mandi dan menyiramkan air keran di jari-jarinya. Memar tidak dapat segera diobati dengan obat tetapi harus didinginkan terlebih dahulu. Li Sicheng memiliki tatapan lembut di matanya. Saat melihat ke bawah, dia menemukan Su Qianci masih bertelanjang kaki. Direngkuh ke dalam pelukannya, Su Qianci menjerit dan mendengar suaminya berkata, "Injaklah kakiku." Dia melihat ke bawah dan melihat kakinya memerah karena lantai yang dingin. Dia mengikuti saran Li Sicheng dan menginjak kaki suaminya. Mematikan air keran, dia berkata, "Lepaskan." "Apa yang ingin kau lakukan?" "Memakai sepatuku." "Untuk apa?" "Untuk mengambil es dari kulkas." "Baiklah," jawab Li Sicheng. Sambil memeluk Su Qianci, dia dengan gembira berjalan ke dapur dan membuka kulkas. "Berapa banyak yang kita inginkan?" "Hanya satu buah ¡­." kata Su Qianci. "Dan ambil sebuah handuk." "Di mana handuknya?" "Kamar mandi ¡­." Sambil memeluk Su Qianci, Li Sicheng berjalan ke dalam lagi dan mengambil sebuah handuk. "Sekarang apa lagi?" Li Sicheng menatap istrinya. Pipinya semerah apel, Su Qianci berkata dengan suara lirih, "Ke sofa sekarang ¡­." Li Sicheng berbinar-binar dan mematuhinya, "Ya, Nyonya." Chapter 316 - Pulang Ke Rumah Bersamanya Pipi Su Qianci serasa terbakar saat dia membiarkan Li Sicheng membawanya ke sofa. Mengambil es dan handuk itu dari Li Sicheng, dia membungkus es itu dengan handuk, meraih tangan suaminya yang terluka, dan menaruh es tersebut di atas memarnya. Tangannya dipegang oleh jari-jari Su Qianci yang lembut, meskipun jari-jarinya terasa dingin, hati Li Sicheng menjadi hangat. Menatap istrinya dengan lembut, Li Sicheng berbisik, "Aku sudah menemukan Rong Rui." Su Qianci berhenti dan menatapnya heran, "Rong Rui?" "Ya, dia dan Tang Mengying berencana untuk menyingkirkan bayi itu dan kemudian menyalahkan dirimu untuk hal itu. Jangan dekat-dekat dengan Tang Mengying untuk sementara waktu." Su Qianci sedikit terkejut. Ini memang yang akan dilakukan Tang Mengying. Namun, bagaimana Li Sicheng mengetahui hal itu? "Kamu menguping?" Li Sicheng tidak menyukai kata itu, mengerutkan kening dan mengarahkan Su Qianci, "Tepatnya, aku mendengarkan secara langsung." Sayangnya, percakapan itu tidak direkam. Kalau tidak, itu sudah cukup untuk membersihkan namanya. Su Qianci berkedip, tampak bingung. Li Sicheng menjelaskan, "Rong Rui berpura-pura menjadi seorang dokter dan memasuki rumah sakit. Ketika Tang Mengying berada di sana, dia berbicara dengannya." Jadi, Li Sicheng sudah menangkap Rong Rui. "Kamu menyandera dia?" Mengingat bagaimana Li Sicheng melakukan segala sesuatunya, dia bukanlah seseorang yang akan membiarkan musuhnya pergi. Dan benar saja, Li Sicheng mengangguk dengan persetujuan di matanya. "Ya, di suatu tempat rahasia." "Itu tidak akan berhasil, kan? Jika keluarganya mengetahui hal itu ¡­." Rong Rui berasal dari ibu kota. Meskipun Su Qianci tidak mengetahui apa yang Li Sicheng lakukan, ketika Cheng You melahirkan di kehidupan Su Qianci sebelumnya, keluarga Rong Rui mengirim belasan orang dengan seorang lelaki tua untuk memberi nama putri Cheng You. Mereka pasti keluarga yang terkemuka, mungkin sama dengan keluarga Li. "Itu tepat seperti yang aku inginkan." Rong Rui melewati batas dan melukai istrinya, jadi Li Sicheng tidak pernah berencana untuk melepaskannya. Keluarga Rong dan keluarga Li selalu sama-sama terkenal. Karena keluarga Rong menyinggung Li Sicheng terlebih dahulu, sangat masuk akal jika dia membalasnya. Su Qianci bukanlah kacang yang paling pintar di potnya, dan dia tidak mengetahui apa-apa tentang politik, jadi dia memilih untuk menerima kata-kata Li Sicheng untuk itu dan bertanya, "Lalu bagaimana dengan Tang Mengying?" Nama itu ibarat tumor di hati Su Qianci. Seiring waktu yang berlalu, tumor itu hanya bertambah buruk. "Di rumah sakit." Li Sicheng ingin mengatakan sesuatu lagi ketika ponselnya tiba-tiba berdering. Itu berasal dari Cheng You. "Tuan Li, Tuan Rong berpura-pura kejang. Saya sudah menghubungi dokter, tetapi dia melukai dokternya dan menyandera ibumu." Karena Li Sicheng tidak memasang telepon itu di pengeras suara, Su Qianci hanya bisa mendengar suara Cheng You, tetapi tidak bisa mendengar apa yang dikatakan asisten Li Sicheng itu. Dia melihat alis Li Sicheng bertaut. Akhirnya, matanya menjadi lebih gelap ketika dia bertanya, "Ibuku?" "Ya!" "Apa yang ibuku lakukan di sana?" Cheng You terdiam dan berkata dengan bingung, "Saya pikir Anda yang memintanya untuk datang ¡­." Li Sicheng berkata dengan suara berat, "Aku mengerti. Tenangkan pria itu, dan aku akan segera ke sana." "Baik." Li Sicheng menutup telepon dan beranjak dari sofa di bawah tatapan terkejut Su Qianci. "Tunggu ¡­." Li Sicheng menunduk dan membelai rambutnya, berkata dengan lembut, "Sesuatu terjadi. Beristirahat di sini sebentar dan aku akan menjemputmu setelah selesai." "Oke ¡­." Meskipun Su Qianci tidak mengetahui apa yang telah terjadi, itu tidak mungkin hal sepele mengingat betapa terburu-burunya Li Sicheng. Tetapi, bukankah Li Sicheng akan membawanya pulang? Dia siap untuk pulang bersamanya ¡­. Chapter 317 - Aku Percaya Padamu Su Qianci merasa agak kecewa, tetapi matanya tiba-tiba bersinar. "Bisakah aku ¡­" Bisakah aku pergi bersamamu? Dia menelan kata-katanya kembali. "Apa?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dan berkata, "Pergilah." Li Sicheng merasa agak kesal karena tidak bisa membawa Su Qianci pulang. Namun, saat memikirkan bahwa ibunya mungkin sedang disandera oleh Rong Rui, dia merasa cemas dan berkata kepada istrinya dengan lembut, "Tidurlah lebih awal. Sudah larut malam. Aku akan menjemputmu besok." "Tidak apa-apa. Lakukanlah pekerjaanmu." Su Qianci berdiri dan mendorong Li Sicheng ke arah pintu. Li Sicheng melihat ke bawah dan melihat kaki Su Qianci, mengeluh, "Kenapa kamu tidak pernah memakai sepatu? Di zaman kuno, ini akan dilihat sebagai sebuah simbol karakter yang buruk." Kemudian, Li Sicheng menggendong Su Qianci dan berkata, "Cuaca sudah semakin dingin. Ingatlah untuk memakai sepatu." "Baiklah." Su Qianci kemudian dibaringkan ke tempat tidur, menyaksikan suaminya pergi. Ketika pintu ditutup, hatinya terasa hampa. Dia tidak ingin Li Sicheng pergi ¡­. Meskipun dia telah meminta untuk bercerai, saat dia melihat Li Sicheng mencarinya, dia menyesali perbuatannya. Pada saat yang sama, dia merasa senang bahwa suaminya menolak permintaannya dengan tegas. "Biarkan saja mengalir apa adanya ¡­." Su Qianci mengatur posisi tidurnya dan memejamkan matanya, tapi tetap saja, dia tidak bisa tidur. Mengembuskan napas, dia akhirnya mengeluarkan ponselnya. Dia melihat-lihat Weibo, dan 80% dari artikelnya itu adalah iklan. Dia tertawa dan pergi ke halaman Weibo-nya sendiri, menemukan bahwa dia memiliki lebih banyak pengikut. Dia dulu hanya memiliki beberapa "Penggemar Zombie 1 " tetapi sekarang pengikutnya telah bertambah menjadi puluhan ribu. Melihat ada lebih dari delapan puluh ribu pengikut, dia memeriksa komentar-komentarnya, yang mana hampir semuanya mengenai album fotonya di Maladewa, tanaman wisteria dan piano, pesta pernikahan, konferensi pers, dan kehidupan sehari-harinya. Setiap foto setidaknya memiliki seribu komentar. [Seorang_gadis_jujur_pemalu] @Qianqian: Nyonya Li, lanjutkan! Kau harus memercayai suamimu. Gadis Tang itu adalah teman masa kecilnya. Jika suamimu menyukainya walau hanya sedikit, dia akan bercinta dengannya sejak dahulu. Tidak ada gunanya mengkhianatimu setelah kalian menikah. [TerbaikselamanyaQ18] @Qianqian: Kau seorang dewi. Aku langsung menjadi penggemarmu. Apakah engkau bahkan memiliki sebuah sudut foto yang buruk? Cantik! [Delapanpuluhkalipermalam] @TerbaikselamanyaQ18: Tentu saja [emoji anjing] dewiku adalah yang terbaik. Gadis Tang itu tidak bisa dibandingkan dengan Qianqian. [Karena_aku_menggemaskan] @Qianqian: Tang pel*cur itu seseorang yang tidak tahu malu dan delusional seperti yang dikatakan Tuan Li. ¡­. Su Qianci membaca komentarnya satu per satu, hatinya dipenuhi sukacita. Melihat-lihat album fotonya, Su Qianci menemukan sebuah foto dirinya dan Li Sicheng. Dia menulis di bawahnya: Aku percaya padamu [emoji hati] Selamat malam. Kurang dari sepuluh detik kemudian, ada sebuah balasan: [AkucintauangdanQianqian] @Qianqian: Menyiksa orang lajang di tengah malam ¡­. Foto yang sangat bagus! Su Qianci tertawa kecil dan menjawab: Kau akan terbiasa. [AkucintauangdanQianqian] @Qianqian: Kau membalas komentarku!!! Aku akan pergi membeli lotre sekarang [emoji gembira] [emoji gembira] [emoji gembira] Banyak komentar lain yang mengikuti, meminta untuk dibalas. Setelah membalas sebentar, Su Qianci merasa mengantuk dan menghubungkan ponselnya ke pengisi daya, meletakkannya di meja nakas. Sambil melihat langit-langit, dia tersenyum dan bergumam, "Aku percaya padamu." Istilah yang digunakan untuk pengikut palsu yang mengintai di media sosial China; serangan seperti itu menghantam layanan microblogging Weibo dan merusak kredibilitas platform. Chapter 318 - Rahasia Qin Shuhua Jiang Zhou terletak di pinggir pusat kota dari Kotaraja. Ketika Li Sicheng tiba di rumah di Jiang Zhou, sudah pukul 12 malam lewat. Duduk di ruang keluarga rumah itu, Cheng You menguap pada Rong Rui yang telah diikat dan masih berjuang melepaskan diri. Mendengar suara bel pintu, seorang pengasuh segera pergi untuk membuka pintunya. Ketika Li Sicheng berjalan masuk, Rong Rui yang sedang berbaring tengkurap mengejek, "B*jingan, akhirnya kau berada di sini." Li Sicheng mengabaikannya dan menatap Cheng You. "Di mana ibuku?" "Beliau ketakutan, dan saya mengantarnya ke kamar untuk beristirahat." "Kamar yang mana?" Cheng You membawanya ke kamar tempat Qin Shuhua berada. Qin Shuhua tampak terkejut, menjauhkan ponselnya, dan berkata, "Kenapa kau tidak mengetuk pintu? Kau membuatku takut." Li Sicheng memandang ponsel yang sedang dipegang ibunya dan bertanya, "Siapa yang Ibu telepon?" "Ayahmu." Qin Shuhua menghindari kontak mata dan berkata, "Aku ketakutan setengah mati. Kau menyandera seorang anggota keluarga Rong. Aku harus memberi tahu ayahmu." "Tidak perlu. Aku punya sebuah rencana. Orang ini membunuh cucumu dan hampir membuat menantumu diperkosa. Segala sesuatu yang sudah dilakukan Tang Mengying, pria ini punya andil di dalamnya." Qin Shuhua tampak kaget, menutup mulutnya dengan tangan dan menjerit. "Itu tidak mungkin benar. Benarkah itu dia?" "Ya," jawab Li Sicheng dengan pelan dan berjalan menghampiri. "Apakah Ibu baik-baik saja? Aku akan mengantar Ibu pulang sekarang. Jangan datang ke sini lagi nanti." Qin Shuhua menggelengkan kepalanya, matanya berubah, dan berkata, "Aku mendengar kau menugaskan banyak pegawai di sini, jadi aku datang untuk memeriksanya. Tapi pria itu berbohong kepadaku ¡­." "Apakah pria itu membohongimu, atau Ibu sendiri yang membiarkannya keluar, itu tidak lagi penting." Suara Li Sicheng terdengar dingin. "Bu, aku tahu Ibu menyukai Tang Mengying. Tapi aku yakin Ibu telah melihat video di konferensi pers itu. Aku tidak akan pernah menyukai wanita seperti dia, dan bahkan jika aku menyukai Tang Mengying, kakek tidak akan pernah menyetujuinya. Ibu tahu betul bagaimana kakek selama bertahun-tahun, dan aku harap Ibu tidak berselisih dengan kakek. " Tentu saja Qin Shuhua mengetahuinya, tetapi ¡­ dia mempunyai rahasia yang tak dapat dikatakan. Dia tidak ingin Tang Mengying memerasnya dan membahayakan menantu perempuannya, tetapi ¡­ Qin Shuhua menghela napas dan berkata, "Aku mengerti. Aku bisa pulang sendiri. Kau tinggal di sini dan urus orang ini." "Aku akan mengantarmu. Malam sudah larut." Li Sicheng mengikuti Qin Shuhua, melirik ponsel ibunya. Ketika mereka tiba di ruang keluarga, Rong Rui sudah berdiri. Tangannya diikat, tetapi kakinya bebas. Dia berdiri tidak jauh dari sofa, dan puluhan pengawal berdiri mengelilinginya. Berdiri di tengah, Rong Rui menatap Li Sicheng dan Qin Shuhua sambil setengah tersenyum. Berjalan melewati ruang keluarga itu, Li Sicheng menuju ke arah pintu. Qin Shuhua mengikutinya, tapi Rong Rui tiba-tiba berlari ke arah Qin Shuhua. Di bawah cahaya lampu, Cheng You dengan jelas melihat sebuah pantulan cahaya berwarna perak di mulutnya. Pupil mata asisten itu mengecil, dan Cheng You berseru, "Awas!" Melihat Rong Rui mendekati dirinya, Qin Shuhua sangat ketakutan sehingga dia lupa untuk bergerak. Tiba-tiba, sebuah beban terlempar di atas tubuhnya. Qin Shuhua merasa dipeluk oleh sebuah tubuh yang kuat. Lalu, dia mendengar Cheng You berteriak ketakutan. Menoleh ke samping, Qin Shuhua melihat percikan cairan merah dari tubuh Li Sicheng ¡­. Chapter 319 - Jangan Beri Tahu Istriku Apa Yang Terjadi Hari Ini Tidak ada yang menyangka bahwa Rong Rui memiliki sebuah senjata pada saat seperti ini. Ketika berpapasan dengan Rong Rui, Qin Shuhua tidak menjaga jarak darinya, tapi pria itu akhirnya malah membuat putranya terluka. Tangisnya meledak, Qin Shuhua meletakkan tangannya di atas tubuh Li Sicheng dan berteriak, "Sicheng!" Dengan wajah pucat pasi, Cheng You menyaksikan para pengawal itu langsung melumpuhkan Rong Rui. Salah satu dari mereka mengeluarkan benda kecil itu dari mulutnya. Cheng You berjongkok dan memeriksanya, menemukan bahwa benda itu adalah sebuah pisau lipat. Pisau lipat itu berukuran sangat kecil, sekitar 5 cm panjangnya, tetapi mata pisaunya tajam. Pisau itu berlumuran darah. Lengan jas Li Sicheng yang berwarna gelap itu berlumuran darah. Wajahnya tiba-tiba menjadi pucat. Menyadari betapa emosionalnya Qin Shuhua, Li Sicheng berkata dengan tenang, "Bu, aku baik-baik saja." Qin Shuhua menjadi panik dan memandangi luka putranya, terisak-isak, "Baik-baik saja? Kau mengeluarkan darah sangat banyak. Segera panggil ambulans!" Li Sicheng menjadi semakin pucat. Darah mengalir di lengan bajunya. Setelah menghirup udara dingin, dia berkata, "Tidak apa-apa. Jangan menangis. Cheng You, antar ibuku pulang." "Akan saya lakukan," kata Cheng You. "Pemburu, bawa aku ¡­ ke rumah sakit." Li Sicheng hampir tidak sadarkan diri. Tangannya yang menutupi luka itu berlumuran darah. Dengan tangan menutupi mulutnya, Qin Shuhua meratap. Melihat Rong Rui di bawah kendali para pengawal, dia melangkah menghampiri dan menampar wajah Rong Rui beberapa kali. "Dasar b*jingan yang tidak tahu berterima kasih!" Qin Shuhua hampir saja mendengarkan Tang Mengying dan membebaskan pria itu. Dia tidak mengetahui kalau pria ini akan melancarkan sebuah serangan yang mematikan. Jika senjata itu mengenai tempat lain, Li Sicheng bisa mati. Semakin dia memikirkannya, Qin Shuhua semakin merasa takut. Sambil menendang perut Rong Rui, dia mengutuk, "B*jingan!" Rong Rui mengeluarkan sebuah jeritan tetapi kemudian tertawa dengan senang. Cheng You menatapnya dan mengutuk, "Dasar mesum!" Ketika menatap Rong Rui dalam-dalam, Li Sicheng tampak setenang biasanya. Seseorang dengan kelakuan seperti iblis, melakukan segala sesuatu dengan cara yang keji, seorang peretas yang baik, adalah kesan yang dimiliki Li Sicheng tentang Rong Rui. Tidak peduli seberapa tangguh keluarga Li, mereka adalah keluarga militer dan tulang punggung negara. Li Sicheng selalu mengikuti ajaran Kapten Li: Jangan menyerang kecuali diserang. Ketika dia baru saja menangkap Rong Rui, Li Sicheng sedang terburu-buru untuk mencari Su Qianci dan tidak punya waktu untuk berurusan dengannya. Dia tidak mengetahui bahwa Rong Rui akan sangat keji. Membawa sebuah senjata adalah hal yang normal, tapi dia menyembunyikan sebuah pisau lipat di dalam mulutnya? Gaya ini sama sekali tidak mencerminkan seseorang yang merupakan keturunan seorang jenderal. Akan tetapi, Li Sicheng tidak mempunyai waktu untuk berpikir banyak. Semakin banyak darah yang keluar dari lukanya dan kondisinya hanya setengah sadar. Melihat Cheng You, dia berkata, "Jangan beri tahu istriku tentang apa yang terjadi. Dan Ibu, engkau juga tidak boleh memberi tahu keluarga kita ¡­." Suara Li Sicheng menjadi semakin lemah. Sang pemburu melihat hal itu dan menggendong Li Sicheng di bahunya, berlari keluar dari pintu. Setelah lukanya diobati, hari masih pagi-pagi sekali. Li Sicheng pingsan karena kehilangan banyak darah. Untungnya, tidak ada saraf yang terluka. Setelah lukanya dijahit dan mendapatkan transfusi darah, dia dipindahkan ke ruang ICU 1 . Dalam mimpi Su Qianci, Li Sicheng sedang berkelahi dengan Rong Rui. Su Qianci berteriak tetapi tidak berhasil membuat mereka berhenti. Tiba-tiba, sebuah ledakan besar membuat sebagian besar dari mereka menghilang, tanpa ada yang tersisa. Dibanjiri keringat dingin dan kengerian yang luar biasa, dia membuka matanya tiba-tiba, merasakan jantungnya yang berdegup kencang di dadanya. ICU (Intensive Care Unit) adalah ruang khusus untuk pasien krisis yang memerlukan perawatan intensif dan observasi berkelanjutan Chapter 320 - Ayo Hancurkan Musuhnya Benar-benar sebuah mimpi buruk yang mengerikan, tanpa ada firasat sama sekali. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci bermimpi seperti ini, yang membuat dirinya merasa semakin cemas. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi ponsel Li Sicheng, tetapi tidak ada yang mengangkat. Su Qianci merasa semakin khawatir. Kenapa tidak ada yang menjawab pada saat ini? Dia memeriksa jam, dan waktu menunjukkan pukul 2 pagi. Li Sicheng selalu mudah terbangun dalam tidurnya. Jika dia mendengar ponselnya berdering, dia pasti akan mengangkatnya. Apakah ponselnya dimatikan, atau tidak ada sinyal? Pikirannya kacau, kali kelima Su Qianci menelepon, panggilan itu terhubung. "Sayangku." Saat mendengar suara Li Sicheng, Su Qianci dengan segera merasa tenang. Matanya basah, dia bertanya, "Apa yang membuatmu begitu lama?" "Aku sedang rapat dengan seorang mitra dari Amerika. Besok aku mungkin akan melakukan perjalanan bisnis." Su Qianci mendengar itu dan merasa skeptis. Seingatnya, Li Sicheng tidak memiliki proyek penting yang sedang berlangsung. Kenapa suaminya tiba-tiba begitu sibuk? "Proyek apa yang membutuhkan rapat jam 2 pagi? Kamu tidak tidur nyenyak akhir-akhir ini. Tidurlah lebih awal." "Kenapa kamu masih bangun?" "Aku tidak bisa tidur, mengalami sebuah mimpi buruk." Su Qianci merasa kesal dan duduk meringkuk, menempatkan dagunya di lutut. "Aku memimpikan kamu berkelahi dengan Rong Rui dan kemudian sesuatu yang buruk terjadi." Li Sicheng membeku dan melirik sang pemburu yang berada di samping. Pemburu itu berkedip dan merasa bingung. "Gadis b*doh, mimpi adalah kebalikan dari kenyataan. Itu artinya aku sangat baik." Mendengar itu, Su Qianci merasa tenang dan berkata, "Benar, kamu tidur sekarang. Aku tidak akan mengganggu kamu. Jam berapa penerbanganmu?" "Jam 6 pagi." "Kalau begitu beristirahatlah di pesawat." "Akan kulakukan. Selamat malam." "Selamat malam." Setelah mengakhiri teleponnya, Li Sicheng menatap pemburu itu dengan tajam. "Kau memberi tahu istriku?" "Siapa?" Pemburu itu bertanya dan dengan segera menyadari siapa yang dimaksud. "Tidak, dia menelepon beberapa kali dan saya tidak berani mengangkatnya." Li Sicheng akhirnya terjaga dan menerima telepon dari istrinya. "Katakan pada Cheng You untuk membiarkan istriku tidak mengetahui kejadian ini. Aku tidak ingin dia mengkhawatirkanku." Kemudian, dia mengangkat selimutnya dan bangun dari tempat tidur. Pengawal itu terkejut dan berkata, "Tuan Li, dokter berkata Anda harus tetap berbaring. Lukanya dalam." "Aku akan ke kamar mandi." "Baik, saya akan menolong Anda untuk ke sana." "Aku sudah menikah." Pengawal itu merasa canggung. Anda bahkan tidak dapat membiarkan seorang pria menolong untuk ke kamar mandi setelah menikah? Itu terlalu ketat, kawan. Namun, pemburu itu tidak bersikeras untuk membantunya. Berjalan keluar dari kamar, dia menelepon Cheng You. Cheng You sedang duduk di ruang keluarga, menatap Rong Rui yang diikat seperti seekor babi dan bahkan tidak bisa menggerakkan jari-jarinya. "Aku mengerti. Nyonya tidak menelepon saya. Bahkan jika dia menelepon, saya tidak akan memberi tahu." Cheng You menguap, merasa mengantuk. "Baiklah, sampai jumpa." Cheng You tertidur di sofa. Sekitar pukul 3 dini hari, pintu ruangan itu terbuka, dan Cheng You terbangun dengan ketakutan. Tamu itu adalah Tuan Li! "Bukankah Anda ¡­." Berada di rumah sakit? Li Sicheng tidak melihat ke arah Cheng You, tetapi melihat ke arah Rong Rui yang sedang tertidur lelap di lantai. "Tutup pintunya. Ayo hancurkan musuhnya." Li Sicheng berjalan dengan mantap, wajahnya tegas, sama menakutkannya seperti biasa. Karena kulitnya yang pucat, dia terlihat lebih dingin. Pengawal itu menutup pintunya dengan tergesa-gesa dan mendengarkan perintah Li Sicheng, "Biarkan dia tetap hidup, dan kalian bisa melakukan apa pun yang kalian sukai dengannya." Semua pengawal tidak dapat berbicara. Mendengar perintah Li Sicheng, mata mereka semua berbinar-binar. Apapun yang mereka sukai? Chapter 321 - Hal-hal Yang Tidak Dapat Dijelaskan Rong Rui sudah terjaga sejak Li Sicheng mengatakan kalimatnya yang pertama. Mendengar perintah keji dari Li Sicheng, Rong Rui gemetar ketakutan dan berteriak, "Li Sicheng! Nama keluargaku adalah Rong, dan Rong Haiyue adalah pamanku. Kakekku adalah Rong Jingsheng. Jika kau melakukan sesuatu padaku, pamanku atau kakekku tidak akan memaafkanmu." Mendengar itu, Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan berkata dengan tenang, "Apakah itu benar? Aku hanya bermain dengan seorang pencuri yang menerobos masuk ke tempatku. Apa hubungannya dengan mereka?" Mendengar itu, Rong Rui menjadi panik. Memang, Kotaraja adalah wilayah kekuasaan keluarga Li. Bagaimanapun juga, Rong Rui adalah seorang pendatang. Meskipun keluarga Rong memiliki sebuah status yang luar biasa di ibu kota, mereka hampir sama terkenalnya dengan keluarga Li. Dan juga, dia yang membuat masalah dengan keluarga Li terlebih dahulu ¡­. Apakah dia harus menderita hari ini? Rong Rui menjadi pucat pasi dan berteriak dengan cemas, "Li Sicheng!" "Lakukan." Kata-katanya yang dingin tersebut membuat pengawal yang telah menahan gairah mereka selama bertahun-tahun menjadi bersemangat kembali. Melakukan pemanasan, mereka mendekati Rong Rui dengan senyum di wajah mereka. Merasa sangat ketakutan, seluruh tubuh Cheng You gemetar. "Kau harus pulang sekarang. Kau bisa datang untuk bekerja pada siang hari besok. Beristirahatlah dengan baik." Kata-kata penuh pengertian dari bosnya itu menyentuh hati Cheng You. Mengangguk dengan cepat, gadis itu segera pergi pulang. Pemburu itu merasa tertarik. Sambil menyilangkan tangan, dia bertanya, "Bos, apakah menurut Anda para pengawal ini menyukai laki-laki?" Rong Rui seperti seekor kelinci putih kecil di sarang serigala. Ekspresi wajahnya yang ketakutan membuat pria itu terlihat tak berdaya sama sekali. Pria yang malang! Sambil menyaksikan dengan dingin, Li Sicheng berkata, "Aku tahu mereka menyukai laki-laki." Pemburu itu merasa lututnya menjadi lemas, hampir membuat dirinya terjatuh. Bosnya mengetahuinya? Apa? Para pengawal ini selalu menyukai laki-laki? Benar-benar mengerikan! Pemburu itu merasa semakin kasihan pada Rong Rui dan ketakutan pada saat yang sama. Beruntung dirinya tidak sepenuhnya gagal pada tugasnya yang terakhir kali. Kalau tidak, apakah bosnya akan "menghadiahi" para pengawal terangsang ini dengan diri pemburu itu sendiri? "Ah!" Rong Rui menjerit saat dia dipukul keras di wajahnya. Selanjutnya, ikatannya dilepaskan. Berjuang melepaskan diri dengan seluruh tubuhnya, Rong Rui ingin melarikan diri. Namun, dengan tinggi badan dan perawakan yang berukuran sedang, dia sama sekali bukan tandingan para pengawal yang tinggi dan kuat. Seorang pengawal mendorongnya ke bawah dan menahannya ke lantai. Menekuk sebelah lutut dan menekankannya ke pinggang Rong Rui, para pengawal itu menamparnya dengan keras di bawah tatapan mata paniknya. Plak! Plak! Plak! Kemudian, pengawal lainnya mengangkat tubuh Rong Rui dan merobek pakaiannya. Sangat ketakutan, Rong Rui berteriak dengan tergesa-gesa, "Li Sicheng, ayo ¡­ ah ¡­ bicara!" Li Sicheng tidak menanggapi, menatap pria itu dengan dingin. Celana Rong Rui ditarik ke bawah. Sambil terisak-isak, dia berseru dengan putus asa, "Li Sicheng ¡­ aku tuan muda keluarga Rong. Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Aku ¡­ ah!" Jeritannya memekakkan telinga. Merasa tidak tega untuk melihat adegan di depannya, pemburu itu merapatkan kakinya dan berkata, "Bos, apakah ini tidak terlalu berlebihan? Pria itu adalah ¡­" "Apakah kau ingin mencobanya?" Pemburu itu segera menutup mulutnya dan melangkah mundur dalam diam. Di dekatnya, Rong Rui menjerit lagi. Pemburu itu melihat tubuh telanjang Rong Rui digantung terbalik oleh seorang pengawal yang meraih pergelangan kakinya. Adegan dewasa pastinya. Chapter 322 - Puluhan Orang Pada Saat Yang Sama Menutupi wajahnya, pemburu itu tidak tega untuk terus menyaksikan adegan di hadapannya. Puluhan pengawal berperawakan besar! Jika mereka melakukannya bersama-sama ¡­ akan sulit untuk mengatur posisi semua orang ini ¡­. Tetapi jika mereka melakukannya satu per satu, itu akan ¡­. Merasa kasihan pada Rong Rui, pemburu itu melihat wajah Li Sicheng yang sangat tenang, seolah-olah dia tidak merasakan apapun tentang apa yang akan terjadi. Setiap individu sangat berbeda, dan setiap pria sangat berbeda. Ada perbedaan yang sangat besar antara sang bos dan dirinya, pikir si pemburu. Saat diangkat ke atas, Rong Rui berteriak, "Li Sicheng, kau akan menyesali ini ¡­ ah ¡­ jangan sentuh aku di situ. Dasar cabul! Lepaskan!" Saat Rong Rui mengatakan itu, pengawal yang memegang pergelangan kakinya benar-benar melepaskannya. Dengan sebuah suara yang keras, wajah Rong Rui menyentuh lantai terlebih dahulu. Hidungnya membentur lantai, membuatnya merasa kesakitan. Mulutnya langsung merasakan darah. Kemudian, seorang pengawal duduk di atas tubuhnya. Rong Rui dengan jelas merasakan bahwa kejantanan pengawal itu semakin mengeras menempel di kulitnya sendiri. Meronta ke sana kemari seperti orang gila, Rong Rui berteriak, "Tidak, tidak! Li Sicheng! Kau tidak berperasaan dan akan dihukum!" "Kau mengutukku?" Li Sicheng menaikkan alisnya, terkekeh-kekeh, dan memandangnya dengan tidak peduli. Ketika duduk di sofa, Li Sicheng hampir terlihat seperti seorang dewa dengan karakter wajahnya yang halus dan pencahayaan yang hangat di belakangnya. Li Sicheng menyilangkan kakinya dan berkata dengan perlahan, "Kau ingin aku melepaskanmu?" Tentu saja! Tidak seorang pun ingin disodomi oleh laki-laki, belum lagi oleh puluhan laki-laki pada saat yang sama! Jika dia benar-benar diperkosa oleh mereka ¡­ Rong Rui mungkin tidak akan selamat. "Memohonlah padaku." Dua kata itu terucap dari bibir tipis Li Sicheng. Menatap Li Sicheng, Rong Rui menggertakkan giginya dan tidak berbicara. "Kita akan melihat apakah Tuan Muda Rong tulus." Rong Rui tampak bimbang. Tiba-tiba, pengawal yang duduk di atas tubuhnya bergerak, yang mana membuat Rong Rui sangat ketakutan, dia kemudian berseru, "Aku mohon padamu." Li Sicheng menaikkan sebelah alisnya, menatap pria itu dengan tenang. "Aku mohon padamu, Li Sicheng. Tolong lepaskan aku!" Wajah Rong Rui memerah saat dia memandang Li Sicheng dan berkata, "Tolong lepaskan aku! Aku tidak akan pernah lagi membuat masalah denganmu di masa depan. Aku bersumpah atas nama keluargaku. Jika aku melanggar janjiku, biarkan aku disambar petir. " Wajah Li Sicheng terlihat puas. Tetapi dia masih melengkungkan bibirnya dan berkata, "Sepertinya Tuan Muda Rong tidak mengerti apa artinya memohon." Ekspresi wajah Rong Rui berubah saat dia menggertakkan gigi. "Jangan serakah!" Li Sicheng melambaikan tangannya, dan pengawal di atas tubuh Rong Rui menggerakkan pinggulnya lagi. "Tunggu!" Rong Rui merasa ngeri menghadapi seorang laki-laki tanpa ada yang menutupi tubuh bagian bawahnya. "Biarkan dia pergi dahulu." Mendengar itu, Li Sicheng memberi isyarat kepada pengawal itu untuk pergi. Pengawal itu bangkit berdiri, dan Rong Rui berdiri sebelum akhirnya dirinya berlutut ke arah Li Sicheng, menggertakkan giginya, dan berkata, "Seorang pria tidak boleh menekuk lututnya, tetapi aku hanya memiliki satu nyawa. Li Sicheng, tolong biarkan aku pergi." "Aku tidak meminta ini." Dengan penuh rasa marah, Rong Rui buru-buru menghampiri Li Sicheng. Sebelum dia sampai, beberapa pengawal telah menjauhkannya dari Li Sicheng. Rong Rui mengutuk, "Kep*rat! Li Sicheng, kau bermain-main denganku?" Li Sicheng dengan perlahan mengeluarkan ponselnya, menunjukkannya pada Rong Rui, dan kemudian menekan nomor Tang Mengying. Sambil menatap Rong Rui, dia berkata perlahan, "Apakah membiarkanmu pergi atau tidak, keputusannya adalah milik Tang Mengying. Jika gadis itu mau menyelamatkanmu, kau akan baik-baik saja. Namun, jika ¡­." katanya, dan melirik para pengawal di belakang Rong Rui , melengkungkan bibirnya. Maksud perkataannya sudah jelas. Chapter 323 - Pria Ini Lebih Mengintimidasi Daripada Yang Dia Pikirkan Rong Rui meronta-ronta dengan keras, tetapi pengawal di belakangnya melumpuhkannya dengan mudah. Sambil menggertakkan giginya, Rong Rui mengutuk, "Kau tidak tahu malu, Li Sicheng!" Tang Mengying dengan cepat mengangkat teleponnya. Li Sicheng memasangnya pada pengeras suara, memberi isyarat pada para pengawal itu, yang kemudian membungkam mulut Rong Rui, tidak membiarkannya mengeluarkan suara sedikit pun. "Halo ¡­." Suara Tang Mengying terdengar terkejut dan cemas. Dia melihat jam, dan sudah pukul 3 pagi lewat. Kenapa Li Sicheng meneleponnya pada saat ini? "Kakak Sicheng, apakah itu kau?" "Ini aku." Bersandar ke sofa, Li Sicheng memperhatikan Rong Rui yang meronta semakin keras dan bertanya dengan perlahan, "Apakah ibuku sudah memberitahumu?" Jantung Tang Mengying berdegup kencang. Apakah Li Sicheng mengetahui tentang sesuatu? Merasa takut, dia bertanya dengan hati-hati, "Apa yang ¡­ bibi katakan padamu?" "Aku terluka, ditikam oleh Rong Rui ketika aku memukulnya." Itu adalah pertama kalinya Tang Mengying mendengar tentang hal itu. Karena terkejut, dia langsung bertanya, "Apakah kau baik-baik saja? Di mana lukanya? Apakah lukanya serius?" Rangkaian pertanyaan itu terdengar sangat perhatian. Namun, fokus Tang Mengying adalah pada "Li Sicheng ditikam" bukannya "Rong Rui dipukul". Jelas menyadari perbedaannya, Rong Rui merasa sangat kesal, ingin memperingatkan gadis itu untuk tidak jatuh pada perangkap Li Sicheng. Namun, para pengawal menahannya, tidak membiarkannya melakukan apa pun. Li Sicheng mengubah posisinya, menghargai ekspresi wajah Rong Rui, dan menjawab, "Lukanya cukup serius. Pembuluh darahku terluka." Itu yang sebenarnya terjadi, tapi itu bukan gaya Li Sicheng untuk mengatakannya dengan lantang. Sang pemburu mengetahui hal itu dengan sangat baik, merasa sedih untuk Tang Mengying dan Rong Rui. Meskipun dia tidak tahu apa yang akan dilakukan bosnya, itu tidak akan menjadi suatu hal yang baik. Tanpa ragu, Tang Mengying berkata dengan buru-buru, "Apa yang kita lakukan sekarang? Kau ada di mana?" "Jiang Zhou, rumah nomor 2097." "Oke, aku akan segera memanggil ambulans untukmu." "Tidak perlu. Aku sudah mengobati lukanya. Datang saja ke sini sendirian," kata Li Sicheng. Tang Mengying tertegun. "Aku?" "Ya, aku ingin bertemu denganmu." Hati Tang Mengying segera melambung saat dia berkata dengan tidak percaya, "Kakak Sicheng ¡­." "Jika tidak menyusahkan ¡­." "Tidak!" Tang Mengying dengan buru-buru berkata, tetapi kemudian menyadari bahwa dia terlalu bersemangat. Dengan sedikit malu, dia berbisik, "Aku akan ke sana. Tunggu aku, Kakak Sicheng!" Setelah menutup teleponnya, Li Sicheng memandang Rong Rui yang telah menjadi tenang. "Tang Mengying akan ke sini. Bagaimana menurutmu dia akan memilih?" Pengawal itu melepaskan tangannya di mulut Rong Rui, dan yang kemudian dengan segera berteriak, "Apa yang kau inginkan?" Mengapa Li Sicheng menipu Tang Mengying untuk datang ke sini? Untuk menyombongkan komitmen gadis itu dalam mencintainya? Atau, apakah Li Sicheng berusaha memamerkan pesonanya dan memberi tahu Rong Rui bahwa wanita yang dicintainya itu menyukai Li Sicheng? Memikirkan nada suara terkejut dan gembira Tang Mengying, hati Rong Rui terasa sakit. Gadis itu tidak pernah bersikap seperti itu saat bersamanya ¡­. Li Sicheng tersenyum, matanya gelap dan dalam. "Kau akan mengetahui itu sebentar lagi." Melihat ekspresi wajah Li Sicheng, Rong Rui tidak bisa menahan diri untuk merasa bahwa sepertinya dirinya berada dalam bahaya. Pria ini bahkan lebih mengintimidasi daripada yang dipikirkan Rong Rui. Dia mempunya sebuah firasat buruk, tetapi tidak peduli sekeras apa pun dia berusaha, dia tidak mengetahui apa yang sedang direncanakan Li Sicheng. Apa yang Li Sicheng inginkan? Chapter 324 - Mengada-ada Ketika Tang Mengying tiba, waktu menunjukkan pukul empat pagi. Dia dengan segera mendengar suara Rong Rui yang sedang berteriak saat dia memasuki rumah itu. Merasa kaget, Tang Mengying berjalan ke dalam dan melihat Rong Rui dikelilingi oleh puluhan pengawal, berlutut di lantai, tidak mengenakan apa pun dari pinggang ke bawah. Dengan cepat memalingkan wajahnya, Tang Mengying kemudian menatap Li Sicheng. Melihat darah di tangan Li Sicheng, dia bertanya dengan gugup, "Kakak Sicheng, kau baik-baik saja?" Li Sicheng tidak menjawab, tetapi berkata, "Ambilkan air minum untuk Nona Tang." Pemburu itu pergi untuk mencari sebuah air kemasan botol dan meletakkannya di depan Tang Mengying. "Kami hanya punya ini." Sedikit kesal tentang sikap acuh tak acuh ini, Tang Mengying mengeluh kepada Li Sicheng dengan matanya, berharap mendapatkan keadilan dari pria itu. Akan tetapi, Li Sicheng mengabaikan gadis itu dan berkata, "Rong Rui telah mengakui segalanya." Mendengar itu, Tang Mengying tertegun, dan begitu pula Rong Rui. Mengaku, apa yang telah Rong Rui akui? Merasa cemas, Tang Mengying menghindari kontak mata dengan Li Sicheng. "Apa, apa artinya itu?" "Tuan Muda Rong berkata bahwa bayimu bukan milikku. Dia mengubah sendiri hasil tes DNA dan meretas catatan internal departemen genetika. Itulah sebabnya hasil tes itu hanya menunjukkan angka 72,31%." Ekspresi wajah Tang Mengying berubah saat dia menatap Rong Rui. Ekspresi wajah Rong Rui juga berubah. Dia tidak menyangka bahwa Li Sicheng memanggil Tang Mengying untuk hal ini. Li Sicheng hanya mengada-ada! "Kau ¡­ hmmmm ¡­." Sebelum Rong Rui mengatakan sesuatu, para pengawal itu membungkam mulutnya lagi. Dia tidak bisa membebaskan dirinya tak peduli seberapa kerasnya dia meronta. "Rong Rui juga mengatakan bahwa sebenarnya ayah bayimu adalah seorang pria kulit putih, yang jelas ditunjukkan dalam video yang telah diretas Rong Rui. Dan rencanamu selanjutnya adalah mencari kesempatan untuk menabrak istriku dan menyalahkan dirinya atas meninggalnya bayimu." "Omong kosong!" Wajah Tang Mengying berubah pucat, gadis itu berdiri dengan tiba-tiba. "Mengapa aku akan melakukan sesuatu seperti itu? Kakak Sicheng, aku benar-benar mencintaimu. Bayi ini benar-benar milikmu. Dan juga, aku berteman baik dengan Su Qianci. Bahkan jika kami sedang tidak dalam berada dalam kondisi yang baik sekarang, aku tidak akan pernah melakukan sesuatu seperti itu ¡­." Tang Mengying terlihat tersinggung. "Kakak Sicheng, kita tumbuh besar bersama-sama. Tidakkah kau mengenal diriku? Bagaimana aku dapat melakukan hal seperti itu?" Dia tidak tahu seberapa banyak Li Sicheng telah mendengar percakapan antara Rong Rui dan dirinya di sore itu. Namun, dilihat dari sikap Li Sicheng sekarang, dia yakin bahwa Li Sicheng belum mendengar banyak. Dengan tegas, Tang Mengying menyangkal segalanya. "Bahkan jika kau tidak percaya padaku, kau harus percaya pada bibi. Ibumu ada di sana ketika aku melakukan tes DNA. Tidak peduli apapun, kau harus memercayai ibumu, kan?" "Rong Rui meretas kamera pengintai itu dan datanya, jadi tidak masalah apapun yang kau katakan." Tang Mengying menggertakkan giginya dan berkata kepada Rong Rui, "Kenapa kau menjebakku? Aku tahu bagaimana perasaanmu kepadaku, tetapi kau tidak bisa menyakitiku seperti ini. Apakah kau tidak tahu betapa berartinya hal ini bagi seorang wanita?" Rong Rui meronta semakin lemah, menatap Tang Mengying. "Rong Rui, aku benar-benar muak denganmu." "Jadi ¡­ hal-hal yang sudah dia lakukan tidak ada hubungannya denganmu?" Li Sicheng bertanya dengan lembut. "Tidak!" "Tapi Rong Rui mengatakan dia bekerja sama denganmu." "Omong kosong!" Tang Mengying menyangkalnya dan buru-buru berkata, "Kakak Sicheng, aku bukan tipe orang seperti itu!" "Bagus sekali." Sambil memandang Tang Mengying dengan dingin, Li Sicheng berkata dengan sebuah suara pelan, "Aku mengatakan bahwa jika semua yang Rong Rui katakan itu benar, aku akan melepaskannya. Jika dia berbohong kepadaku ¡­ aku akan memberi hadiah kepada orang-orangku dengan tubuhnya." Kemudian Li Sicheng menambahkan, "Semua pengawal ini menyukai laki-laki, dan mereka khususnya tertarik pada Rong Rui." Pupil mata Tang Mengying mengecil saat dia terkejut melihat para pengawal yang kuat di belakang Rong Rui itu. Dengan raut wajah yang kusut, Rong Rui memandang Tang Mengying dan memohon, "Tang Mengying, aku tidak ingin mati. Selamatkan aku ¡­." "Aku akan bertanya padamu untuk terakhir kalinya. Apakah Rong Rui mengatakan yang sebenarnya, atau tidak?" Dengan kata lain, apa yang akan terjadi pada Rong Rui itu bergantung pada keputusan Tang Mengying. Jika semua yang dikatakan Li Sicheng itu benar, maka Rong Rui akan tetap hidup. Jika tidak, maka ¡­. Chapter 325 - Dia Adalah Orang Yang Mendorongnya Ke Dasar Jurang Jika semua yang dikatakan Li Sicheng itu benar, maka Rong Rui akan tetap hidup. Jika tidak, maka hal itu akan lebih buruk daripada kematian. Mencubit lengannya sendiri, Tang Mengying merasa resah ketika dia menatap Rong Rui yang sedang memohon dengan matanya. Seolah-olah mengikuti kata-kata Li Sicheng, salah seorang pengawal telah pindah ke belakang Rong Rui dan meletakkan tangannya di penis Rong Rui ¡­. Gemetar ketakutan, Rong Rui memohon pada Tang Mengying, "Tang Mengying, aku sudah melakukan banyak hal untukmu. Aku tidak menginginkan balasan apa pun darimu, tetapi kau tidak dapat menyaksikan mereka melakukan hal ini padaku ¡­. Jika ¡­ " Jika dia benar-benar bergantung pada belas kasihan orang-orang ini, Rong Rui akan menjadi ¡­. Semua orang bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya. Tang Mengying bukanlah seorang idiot. Bahkan, dia sangatlah cerdas. Tetapi karena kecerdasannya, Tang Mengying mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri jika dia mengaku pada titik ini. Melihatnya bimbang, Rong Rui merasa sangat gembira. Dia mengetahuinya, Rong Rui mengetahuinya! Tang Mengying tidak akan membiarkan itu terjadi padanya, kan? Tang Mengying tidak akan mengabaikan penderitaannya, kan? "Rong Rui ¡­." Dengan tenggorokannya yang kering, Tang Mengying memanggil, tampak dingin. Seolah-olah seember es dituangkan ke hatinya, Rong Rui merasakan harapannya padam. Tidak, tidak ¡­. Kata-kata Tang Mengying selanjutnya membuatnya roboh. Gadis itu berkata, "Aku tidak bisa mengakui hal-hal yang tidak pernah kulakukan." Dia merasa setiap gram energinya habis terkuras. Terkulai lemas di lantai, dia tidak bisa bangkit berdiri. Melihat Rong Rui dengan penuh simpati, pemburu itu berkata, "Bos, apa yang harus kita lakukan dengannya?" Menatap Tang Mengying dalam-dalam, Li Sicheng berkata dengan perlahan, "Dia milik kalian." Para pengawal itu merasa sangat gembira, mulut mereka menganga memandangi Rong Rui dengan nafsu berahi dan gairah. Sambil menggosok tangan mereka bersama-sama, mereka mendekati Rong Rui. Dan Rong Rui tidak meronta-ronta seperti sebelumnya. Tatapan matanya terlihat kosong, Rong Rui menatap ke kejauhan dan kemudian melirik Tang Mengying dengan hati yang telah mati. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada harapan seseorang yang hancur, bahkan tidak dengan kematian. Rong Rui tidak meronta sama sekali, membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan dengan tubuhnya. Tidak berani membalas tatapan Rong Rui, Tang Mengying memalingkan wajahnya dan mengepalkan tangannya. Dia mengetahui bahwa Rong Rui sangat baik padanya. Tetapi dia tidak bisa menolongnya! Jika dia mengaku pada titik ini, itu akan menjadi tamparan di wajahnya. Pada saat itu, dia dan keluarganya semua akan hancur. Dia tidak bisa menghancurkan seluruh keluarganya ¡­. Sekarang dia hanya bisa menggunakan Su Qianci untuk ¡­. Mendengar suara berisik tidak jauh darinya, Tang Mengying merasa hatinya hancur berkeping-keping dan matanya menjadi basah. Akan tetapi, dia tidak mengatakan apa-apa. "Masuklah ke dalam," kata Li Sicheng, suaranya dalam dan lembut. "Jangan lakukan itu di depan seorang wanita." Para pengawal mematuhi perintah itu dan menarik Rong Rui ke sebuah kamar. Tang Mengying meremas tangannya sendiri dan melihat ke arah kamar itu. Dia segera melihat keputusasaan di mata Rong Rui. Pria itu tampak seperti akan marah. Matanya merah, dia berteriak, "Tang Mengying! Ah ¡­." Pintu kamar itu terbuka sedikit. Dengan segera, Tang Mengying mendengar suara geraman yang rendah dan tubuh beradu. Setiap suara membuat kulit kepala Tang Mengying seperti ditusuk-tusuk. Rong Rui, Rong Rui ¡­. Bang! Pintu itu ditutup, meredam semua suara di dalamnya. Tang Mengying roboh di sofa dengan wajahnya yang pucat. Dia adalah orang yang mendorongnya ke dasar jurang ¡­. Chapter 326 - Bunuh Diri Rong Rui "Ini adalah rumah yang aku siapkan untukmu. Apakah kau menyukainya?" Li Sicheng tiba-tiba bertanya, dengan sebuah sindiran yang tidak terlalu kentara. Dalam keadaan setengah sadar, Tang Mengying mendengar kata-katanya dan memandang Li Sicheng. Matanya sedalam samudera. Dia berkata, "Anggap saja rumah ini adalah sebuah hadiah untuk bayi itu. Kau bisa tinggal di sini mulai sekarang." Bayi ¡­ sebuah hadiah untuk bayi itu? Li Sicheng mengakuinya? Tang Mengying tercengang, menatap Li Sicheng. "Kau bisa memakai semua pengawal itu juga. Mereka akan bertanggung jawab atas keselamatan bayinya." Dengan satu tangan di sakunya, Li Sicheng menatap Tang Mengying. Di bawah pencahayaan di ruang keluarga itu, Li Sicheng tampak seperti sedang memancarkan sinar dari tubuhnya, seperti pria yang diam-diam digambar di lukisan Tang Mengying. Sangat menyilaukan ¡­. Jantungnya berdebar, mata Tang Mengying tidak bisa berpaling dari Li Sicheng. Pria itu menatapnya. Li Sicheng benar-benar menatapnya! Tang Mengying telah menunggu sekian lama ¡­. Dengan mata yang berkaca-kaca, Tang Mengying memandangnya dan memanggil, "Kakak Sicheng ¡­." Selama bertahun-tahun, gadis itu percaya bahwa apa yang selalu dia inginkan hanyalah sebuah ilusi belaka. Tang Mengying berpikir bahwa Li Sicheng hanya akan menjadi sebuah mimpi baginya. Tapi ¡­ rumah ini untuk bayinya. Pria itu percaya padanya. Li Sicheng benar-benar percaya bahwa ini adalah bayi mereka ¡­. Pemburu itu berdiri di samping dan merasa kaget. Apakah bosnya itu bersungguh-sungguh? Meskipun rumah ini tidak berada di pusat kota, rumah ini cukup besar dan setidaknya berharga puluhan juta yuan. Apakah bosnya memberikannya? Pemburu itu merasa tercengang, tetapi ketika melihat reaksi Tang Mengying, dia langsung memikirkan sebuah kata: rayuan. Namun, apa yang ingin dicapai oleh bosnya itu? "Pergilah beristirahat. Fajar sudah menyingsing," Li Sicheng berkata dengan penuh pengertian. "Sebentar lagi, para pengasuh akan datang untuk menjagamu." Itu adalah pertama kalinya Tang Mengying melihat Li Sicheng berbicara dengan lembut. Selain itu ¡­ Li Sicheng telah menyiapkan para pengawal dan pengasuh untuknya. Dan juga, pria itu melakukannya sendiri? Ini adalah sesuatu yang bahkan tidak bisa dimimpikan dalam mimpi terliarnya. Tiba-tiba, hatinya menjadi hangat, dia bertanya, "Kakak Sicheng, kenapa kau tiba-tiba begitu baik padaku?" Li Sicheng mendengar kata-kata Tang Mengying dan matanya menjadi lebih dalam ketika dia melirik perut hamil gadis itu. Tang Mengying akhirnya mengerti; Li Sicheng mungkin benar-benar menganggap bayi ini sebagai anaknya? Dia bahkan merasa lebih bahagia. Jadi, ketika Su Qianci "membuat Tang Mengying" kehilangan bayinya, reaksi Li Sicheng pasti akan tepat sasaran. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tang Mengying bisa membersihkan namanya dan nama keluarganya. Dan juga, Su Qianci tidak akan pernah bisa berdiri di sebelah Li Sicheng. Dengan bantuan Qin Shuhua, Tang Mengying dapat menggantikan Su Qianci dan menjadi Nyonya Li yang baru ¡­. Merasa gembira, dia merasa semakin dekat dengan tergetnya. Bang! Sebuah suara keras terdengar dari kamar tempat Rong Rui berada, mengejutkan Tang Mengying dan membawanya kembali ke dunia nyata. Pintu kamar itu terbuka. Seorang pengawal keluar, tampak panik. Dia tidak bisa berbicara, jadi dia memberi isyarat dengan kedua tangannya. Mata Li Sicheng menatap dengan tajam. "Maksudmu, Rong Rui bunuh diri?" Chapter 327 - Jatuh Ke Dalam Perangkap Li Sicheng Bunuh diri! Mendengar kata-kata itu, jantung Tang Mengying berdegup kencang. Melihat pengawal itu mengangguk, Li Sicheng memandang ke arah Tang Mengying dan melihat bahwa tangan gadis itu sedang menutupi mulutnya. Tang Mengying merasa terkejut dan takut, tetapi tidak terlihat ekspresi kesedihan atau penyesalan di wajahnya. Li Sicheng merasa bahwa dia telah mengerti bagaimana perasaan gadis itu terhadap Rong Rui dan merasa kasihan pada pria itu. Dengan sebuah isyarat, Li Sicheng berkata dengan tenang, "Bawa pria itu ke rumah sakit." Tiga hari. Rong Rui telah terperangkap di sana selama tiga hari. Diborgol ke tempat tidur, dia hanya dibawa ke kamar mandi oleh dua orang penjaga yang kuat bila perlu. Selebihnya ia terjebak di tempat tidur tanpa adanya kebebasan. Menatap langit-langit, tatapan Rong Rui kosong. Rong Rui tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan ke sebuah properti lain atas nama Li Sicheng. Dua orang penjaga selalu berada di pintu dan dua orang pengasuh selalu berada di samping tempat tidurnya. Dia harus mengakui bahwa Li Sicheng itu bijaksana dan licik. Rong Rui tidak pernah mengetahui bahwa seseorang bisa begitu jahat. Li Sicheng menjebak dirinya dan Tang Mengying serta memperlakukannya seperti orang bodoh. Setelah ditarik ke dalam kamar oleh para pengawal itu, Rong Rui berpikir bahwa dia benar-benar akan disodomi. Akan tetapi, mereka malah menempatkan dirinya di depan sebuah layar, yang menunjukkan ekspresi wajah Tang Mengying dengan jelas. Ketakutan, kegembiraan, perhitungan, keterkejutan, dan ekspresi wajah gadis itu setelah mendengar dia melakukan bunuh diri ¡­. Semuanya itu membuat Rong Rui merasa putus asa. Dia berpikir bahwa Tang Mengying akan memandang apa yang telah dia lakukan untuknya. Dia berpikir bahwa Tang Mengying akan mengetahuinya, tidak peduli seberapa kejamnya gadis itu. Namun, kenyataannya itu seperti tamparan demi tamparan yang menghantam wajahnya dengan keras. "Ha ¡­. Ha ha ha ¡­" Rong Rui menatap langit-langit, tertawa. Air mata menetes dari matanya. Dia seperti seorang badut yang terluka, menyedihkan dan menggelikan. "Hei, hei, ada apa ini?" Sebuah suara menggoda membuatnya memalingkan kepala ke arah pintu. Itu adalah asisten spesial Li Sicheng, wanita yang sudah dua kali berjumpa dengannya. Saat melihat Rong Rui, Cheng You menyarankan dengan sebuah senyum yang manis, "Haruskah kita berbicara?" Rong Rui dibawa ke rumah sakit, dan Li Sicheng segera pergi. Tang Mengying tidur dengan nyenyak di kamar yang sudah disiapkan Li Sicheng untuknya. Ketika dia terbangun, hari sudah siang. Merentangkan tangannya, dia disambut oleh seorang pelayan rumah tangga sebelum dia sempat mengatakan apa-apa. Pembantu itu sopan dan rendah hati. Dia merasa seperti seorang selir kerajaan di zaman kuno! Benar-benar merasa puas, dia menyipitkan matanya, menikmati pelayanan dari pelayan itu. Sepanjang waktu, dia tidak mengatakan apa pun kepada pelayan itu. Setelah mandi dan sarapan, Tang Mengying berjalan-jalan ke taman, menemukan bahwa halaman depan dan halaman belakang rumah itu dikelilingi oleh mural 1 indah setinggi 180 cm. Dua orang pelayan diam-diam mengikutinya saat dia berjalan mengelilingi rumah itu. Sore harinya, dia kembali ke kamarnya dengan perasaan puas. Mendorong jendela hingga terbuka, dia ingin melihat pemandangan di luar, tetapi mendapati bahwa dia hanya bisa melihat taman dan sebuah dinding tebal. Legenda Kekaisaran Romawi dilukis di dinding itu. Musim panas telah berlalu, tetapi taman itu masih rimbun dan penuh bunga. Angin menyapu rerumputan dan bunga-bunga. Tang Mengying merasa ada yang salah. Tetapi apakah itu? Lukisan pada dinding Chapter 328 - Sangat Besar, Sangat Bagus Membiarkan jendelanya terbuka, Tang Mengying duduk di tempat tidur. Dia memilih foto-foto yang baru saja diambilnya dan mengirimkannya ke Su Qianci melalui ponselnya. Kelas pertama di sore hari itu baru saja dimulai, dan ponsel Su Qianci berdering tanpa henti ketika sang profesor masuk ke dalam kelas. Dia merasa malu, dengan cepat meminta maaf dan mematikan suara ponselnya. Ketika ponselnya bergetar, dia melihat beberapa pemberitahuan bahwa dia telah menerima sejumlah foto. Foto-foto itu dikirim oleh Tang Mengying. Su Qianci bahkan tidak ingin melihat foto-foto itu. Ketika dia hendak meletakkan ponsel itu di tasnya dan memusatkan perhatian pada kuliahnya, sebaris teks muncul: Lihat, ini adalah sebuah hadiah dari Kakak Sicheng ¡­. Dia mengerutkan kening dan mengetuk layar ponselnya. Seluruh teks menunjukkan: Lihat, ini adalah sebuah hadiah dari Kakak Sicheng, sebuah rumah yang sangat besar, sangat bagus ¡­. Ada lebih dari dua puluh foto. Dia melihat-lihatnya. Foto-foto tersebut adalah foto rumah di Jiang Zhou, tempat kakek meninggal di kehidupan Su Qianci sebelumnya. Rumah itu memang milik Li Sicheng. Setelah perceraian mereka di kehidupan sebelumnya, rumah itu diberikan kepadanya sebagai bagian dari tunjangan perceraian. Namun, mengapa Li Sicheng memberikan properti itu kepada Tang Mengying? Ketika Su Qianci tertegun, ponselnya bergetar lagi. Tang Mengying: Harus pergi sekarang. Kakak Sicheng ada di sini untuk menemuiku [emoji senyum] [emoji nakal] Membaca itu, Su Qianci mengerutkan kening lagi. Li Sicheng ada di sana untuk menemuinya? Sekarang? Bukankah suaminya sedang dalam perjalanan bisnis? Su Qianci: [emoji senyum] Setelah satu atau dua menit, Tang Mengying membalas dengan sebuah foto selfie. Dalam foto itu, Tang Mengying terlihat agak pucat karena kehamilannya. Namun,wajahnya tersenyum semringah. Wajah bagian sampingnya terlihat cantik. Di belakangnya, sebuah sosok jangkung yang sangat dikenalnya berada di sana. Wajahnya dingin seperti biasanya, Li Sicheng sedang menatap beberapa dokumen di depannya, tampak seperti sedang bekerja. Dia membelakangi kamera, yang berarti Tang Mengying mengambil foto selfie itu secara diam-diam di belakangnya. Dilihat dari dekorasi dan latar belakangnya, rumah itu memang sesuai dengan gaya Li Sicheng, tampak persis sama dengan tempat tinggal Su Qianci di kehidupan sebelumnya. Dia mengencangkan cengkeraman di ponselnya, menatap pria di foto itu dengan tatapan tidak percaya. Ini adalah ¡­ Li Sicheng ¡­. Bukankah dia sedang dalam perjalanan bisnis? Bukankah seharusnya dia sedang terbang? Kenapa dia ada di rumah di Jiang Zhou? Dan mengapa dia bersama Tang Mengying? Duduk dengan pikiran gelisah selama kuliahnya, dia dengan cepat menelepon Li Sicheng ketika kelas itu berakhir. Ponselnya dimatikan. Kemudian dia menelepon Cheng You, yang dengan cepat mengangkat, "Halo, Nyonya Li." Setelah hening sejenak, Su Qianci berkata, "Cheng You, aku ingin bertanya sesuatu padamu dan kuharap kau bisa menjawab dengan jujur." Biasanya, tidak ada sesuatu yang baik yang mengikuti kalimat itu. Cheng You menjadi fokus dan berkata, "Tentu saja." "Di mana Tuan Li?" Cheng You tiba-tiba mendapat sejumlah firasat buruk. Mengapa dia merasa bahwa Su Qianci telah mengetahui segalanya? Namun, dengan beberapa pemikiran, Cheng You masih mengatakan apa yang seharusnya dikatakannya, "Tuan Li telah pergi ke Amerika Serikat untuk sebuah rapat. Mungkin akan memerlukan beberapa hari. Dia seharusnya sedang terbang sekarang." "Benarkah?" Cheng You merasa semakin gugup. Namun, sebagai seorang asisten eksekutif profesional, dia berkata dengan tenang, "Ya." "Oke, terima kasih." Menutup telepon, Su Qianci kehilangan ketenangannya, kepalanya dipenuhi dengan sebuah pikiran: Li Sicheng berbohong padanya ¡­. Chapter 329 - Dia Akan Menjadi Nyonya Li Cepat Atau Lambat Su Qianci berjalan keluar dari kampusnya dengan cepat. Merasa cemas, dia menggunakan taksi ke rumah di Jiang Zhou itu. "Bu, aku tahu. Kakak Sicheng ada di sini bersamaku, jadi aku pasti akan merawat diriku sendiri," kata Tang Mengying dengan sebuah suara yang manis. Matanya yang lebar terpaku pada Li Sicheng tanpa berkedip. Duduk di bagian samping, Li Sicheng bersandar di sofa dengan sebuah kontrak di depannya. Mendengar suara Tang Mengying yang kekanak-kanakan, matanya secara samar-samar terlihat jijik. Tang Mengying tidak menyadari hal itu sama sekali. Sepertinya Nyonya Tang telah menyebutkan sesuatu yang memalukan. Tang Mengying tampak malu-malu dan berkata, "Bu! Apa yang Ibu bicarakan? Baiklah, aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa." Pipinya merah menyala, dia tampak kegerahan. Sebagai seorang wanita hamil, Tang Mengying terlihat dewasa dan penuh daya pikat. Li Sicheng sama sekali tidak tertarik dan berkata, "Karena kau sudah berbicara dengan orang tuamu, kau bisa tinggal di sini mulai hari ini. Mereka akan bertanggung jawab atas keselamatanmu." Dia menunjuk ke tim pengawal yang berdiri di dekat mereka, tidak terlalu banyak, hanya dua puluh orang. Kemudian, dia melihat ke kelompok perempuan yang berusia kurang dari dua puluh tahun ke tiga puluh tahun lebih. Mereka semua terlihat sangat rendah hati. "Mereka akan mengurus akomodasi dan makananmu." Ada dua puluh orang pelayan dan pengasuh juga. Tang Mengying berkata dengan penuh semangat, "Kakak Sicheng ¡­ apakah kau bersungguh-sungguh? Anak kita bahkan belum lahir, dan kau sudah menghabiskan begitu banyak uang untuknya. Setelah dia lahir, tidakkah kau akan memanjakannya?" Anak kita! Li Sicheng tidak bisa menahan perasaan jijiknya. Menolak keinginannya untuk segera pergi, dia menatap Tang Mengying dalam-dalam dengan mata gelapnya, ekspresi wajahnya begitu rumit sehingga sulit untuk mengatakan perasaan apa yang sedang dia rasakan. Tang Mengying merasakan jantungnya berdegup kencang. Memalingkan muka, dia berkata dengan gugup, "Apa ¡­ apa itu?" Apakah dia sangat cantik hari ini? Memang benar bahwa sebuah hati yang riang membuat wajah ceria. Sambil menyentuh wajahnya, Tang Mengying tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. "Itu tidak akan sia-sia," kata Li Sicheng dengan dingin, mengisyaratkan sesuatu. "Dengan segera, biayanya akan terbayar kembali." Mendengar itu, Tang Mengying mengangguk dan berbisik, "Jika anak itu mengikuti jejakmu, dia pasti akan sangat sukses dan mendapatkan kembali setiap sen yang telah kau keluarkan." Ketika melirik gadis itu, Li Sicheng tidak menjelaskan apa pun, berdiri, dan berkata, "Aku harus pergi ke rumah sakit untuk mengganti perban lukaku. Kau beristirahat dengan baik dan jaga dirimu." "Oke," kata Tang Mengying dengan enggan dan meraih lengan baju Li Sicheng. "Akankah kau datang ¡­ malam ini?" Li Sicheng melirik tangan gadis itu, dan Tang Mengying dengan cepat melepasnya seolah-olah tangannya terbakar. "Aku akan berada di sini setelah aku selesai," kata Li Sicheng dengan dingin dan membalikkan badannya. Tang Mengying merasa kecewa. Namun, memikirkan apa yang telah Li Sicheng berikan padanya, dia tidak bisa menahan diri untuk merasa sangat bahagia. Menunggu untuk saat itu. Dia akan menjadi Nyonya Li cepat atau lambat. Sebuah taksi terparkir di dekat rumah itu. Ketika Su Qianci hendak keluar, gerbang hitam bergaya Eropa itu terbuka. Sebuah Maybach hitam perlahan keluar, dan dia jelas melihat pria itu duduk di kursi penumpang. Dia tampak dingin dan acuh tak acuh dan sangat akrab. Melihat ke dalam, Su Qianci melihat Tang Mengying berdiri di pintu, menatap mobil Li Sicheng dengan penuh kasih ¡­. Chapter 330 - Kejutan Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya Untuknya Su Qianci merasa seperti ada seekor landak dimasukkan ke dalam hatinya, yang membuat hatinya hancur dan berdarah. Rasanya sakit sekali hingga dia merasa tercabik-cabik. Cairan hangat muncul di matanya dan kemudian menetes jatuh. Li Sicheng berbohong padanya. Dia berbohong! Suaminya benar-benar di sini bersama Tang Mengying! Tapi kenapa? Bukankah dia seharusnya sedang dalam sebuah perjalanan bisnis? Bukankah seharusnya dia berada di Amerika? Bahkan Cheng You pun berbohong padanya ¡­. Su Qianci mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor yang telah diaturnya untuk tetap berada di posisi paling atas di urutan kontaknya sepanjang masa. Kali ini, ponsel Li Sicheng tidak lagi dimatikan. Su Qianci memeriksa jam dan sudah pukul 9 malam lewat. Dia tertawa sinis. Sungguh seorang penipu profesional! Pada saat ini, pesawat itu seharusnya sudah mendarat di New York. Fakta bahwa Li Sicheng sudah menghidupkan ponselnya benar-benar meyakinkan. Panggilan telepon itu dengan cepat tersambung. Sebelum Li Sicheng mengatakan sesuatu, Su Qianci memanggilnya "Sayang." Li Sicheng tidak menduga bahwa Su Qianci akan memanggilnya dengan sangat penuh kasih sayang. Mendengar kata itu membuat suasana hatinya yang sedang buruk segera menghilang. Li Sicheng mengendurkan alisnya dan memanggil istrinya "Sayangku." Suaranya tenang, tetapi penuh rasa cinta dan perhatian. Namun, di telinga Su Qianci, suara itu terdengar seperti hukuman yang paling buruk, menghancurkan semua martabatnya. "Kamu sedang dalam perjalanan bisnis hari ini?" "Ya ¡­." Li Sicheng terdiam, seolah-olah sedang berpikir. Sedetik kemudian, dia berkata, "Aku baru saja turun dari pesawat." Pembohong! Jantung Su Qianci berdenyut kencang, dan air matanya menetes seperti sebuah sungai. Segera menutup mulutnya, dia takut jika dirinya akan menangis tersedu-sedu. "Ada apa?" Li Sicheng bertanya dengan lembut dan intim. "Apakah kelasmu sudah selesai?" Ketika melihat air matanya, sopir taksi itu dengan penuh pengertian memberinya selembar tisu. Su Qianci menggunakan tisu itu untuk mengeringkan air matanya, menarik napas dalam-dalam, dan mencoba membuat dirinya terdengar tenang. "Benar. Kamu tahu, aku baru saja melihat seseorang yang sangat mirip denganmu. Kupikir itu kamu, tapi ternyata aku salah." Li Sicheng terdengar seperti sedang berada dalam suasana hati yang baik dan menggoda, "Jadi, kamu merindukanku?" Alis Su Qianci berkerut. Wajahnya memerah, dia terdiam selama sekitar empat atau lima detik sebelum dia menjawab perlahan, "Tidak, tidak sama sekali." "Kamu tidak perlu berbohong. Aku tidak akan menertawakan kamu." Li Sicheng duduk bersandar di kursi dan berkata dengan sebuah suara rendah, "Aku juga merindukanmu." "Pembohong ¡­." Su Qianci mengedipkan matanya, dan air matanya yang panas menetes lagi. Dia tidak bisa menahan diri untuk sedikit terisak-isak, "Tuan Li, aku sangat lelah." Sangat sangat lelah ¡­. Su Qianci yakin bahwa dirinya tidak bisa lagi menyimpan cinta ini untuk suaminya. Li Sicheng tidak menginginkannya. Suaminya tidak menyukainya. Su Qianci mengetahui hal itu. Dia selalu mengetahuinya. Namun, mengapa Li Sicheng membohonginya? Jika suaminya jatuh cinta pada Tang Mengying, mengapa pria itu harus menyiksanya dengan cara yang begitu kejam? "Apa ada yang salah?" Li Sicheng mengerutkan kening dan bertanya dengan penuh perhatian, "Apakah ini karena ada masalah di kampus?" "Aku merindukanmu." Li Sicheng menjadi rileks dan berbisik, "Aku akan segera kembali. Jadilah gadis yang baik." Su Qianci menekankan tangannya ke mulut, tetap diam, dan mengakhiri panggilan telepon. Akhirnya, dia tidak bisa menahan dirinya lagi untuk menangis tersedu-sedu. Menutup teleponnya, Li Sicheng merasa hatinya menjadi hangat. Wanita ini ¡­. Dia tidak bisa menahan senyumnya. Namun, pemburu itu berteriak, "Bos, lenganmu berdarah lagi." Li Sicheng melirik lukanya. Dia bahkan tidak menyadari kapan luka itu mulai berdarah. Pada saat yang sama, dia merasa lega. Untungnya, dia "sedang dalam perjalanan bisnis". Kalau tidak, Su Qianci akan sangat khawatir jika dia melihatnya terluka seperti ini. "Pergi ke rumah sakit." Pemburu itu segera melaksanakan perintahnya dan pergi ke Rumah Sakit Militer Pertama Kotaraja. "Sudah waktunya untuk mulai merencanakan pesta pernikahan itu." Merasa sedikit pusing, Li Sicheng melihat keluar jendela dan berbisik pada dirinya sendiri. "Aku ingin memberinya kejutan yang belum pernah terjadi sebelumnya." Chapter 331 - Menggunakan Tangan Su Qianci Untuk Menyingkirkan Bayinya Dua hari bukanlah waktu yang lama. Namun, untuk Tang Mengying, itu terasa hampir tak tertahankan. "Tolong ambilkan beberapa prem asam untukku!" "Laurel, aku ingin mi." "Apa-apaan ini? Kau bahkan tidak bisa melakukan hal itu dengan benar? Sia-sia Kakak Sicheng membayarmu." "Hei, kenapa mukamu begitu? Apakah kau tahu siapa aku?" Tang Mengying telah menyiksa dan memberi perintah kepada semua pengasuh, menikmati menjadi nyonya besar di rumah itu. Namun, dia merasa sangat kehilangan pada saat yang bersamaan. Setelah dia mencari perhatian dan memanggil para pengasuh itu, dia pergi tidur karena bosan. Ketika dia bangun, dia merasa sangat bosan sehingga dia ingin meledakkan beberapa gelembung. Tiba-tiba, dia teringat akan sesuatu yang harus dia lakukan saat ini. Dia harus pergi ke kantor Li Sicheng. Pada saat yang sama, dia perlu membawa Su Qianci ke sana dan menggunakan tangannya untuk ¡­. Meskipun Li Sicheng sudah menyuruhnya untuk tidak keluar rumah, bukankah lebih baik jika dia bisa menyingkirkan bayi itu tanpa Li Sicheng mencurigainya? Setelah membulatkan tekadnya, Tang Mengying memilih sebuah gaun longgar yang menunjukkan perutnya dengan paling bagus dan merias wajahnya dengan menawan. Wanita di cermin itu terlihat dewasa dan cantik. Dia mengambil dompetnya dengan perasaan puas dan berjalan keluar dari pintu. Melihat Tang Mengying yang begitu bersinar, kedua pelayan di pintu itu segera saling memandang dan mengikutinya. "Kalian tidak perlu mengikuti aku. Aku akan berjalan-jalan saja." Tang Mengying merasa sangat tidak sabar dengan para pelayan itu. Tak satu pun dari mereka yang bisa berbicara, kecuali Laurel. Betapa membosankan! Laurel, sang pengurus rumah tangga dengan cepat datang menghampiri dan bertanya, "Nona Tang, apa yang sedang Anda lakukan?" "Kenapa aku perlu melapor padamu?" Tang Mengying berkata, merasa kesal. "Tuan Li berkata Anda harus beristirahat dengan baik. Jika Anda tidak beristirahat dengan baik selama kehamilanmu, Anda akan mengalami kesulitan pada saat melahirkan bayinya." Laurel yang menambahkan sendiri kalimat terakhir itu. Akan tetapi, kalimat itu membuat Tang Mengying merasa sangat gembira. "Baiklah, aku mengerti. Tetapi aku harus pergi ke suatu tempat. Kau dapat tetap tinggal dan aku akan segera kembali." "Tidak, Nona Tang. Anda tidak bisa keluar." Mendengar kata-kata Laurel, ekspresi wajah kedua pengawal di gerbang itu terlihat dingin seraya mereka memblokir pintunya. "Apa maksudmu? Aku tidak bisa keluar?" "Nona Tang, tetaplah tinggal di rumah. Itu adalah perintah Tuan Li." Tang Mengying menjadi marah, "Kau pikir kau ini siapa? Kau berusaha menghentikanku keluar dari rumah ini? Apakah aku bukan nyonya rumah ini?" Kemudian, dia segera menekan nomor ponsel Li Sicheng. Akan tetapi, meskipun tanda sinyalnya penuh, dia tidak bisa melakukan panggilan keluar. Merasa terkejut, dia menyalakan internetnya, mencoba 3G dan 4G, tetapi gagal mengirim meskipun hanya sebuah pesan WeChat 1 . Dia tiba-tiba menjadi pucat pasi dan memikirkan mural-mural yang ada dan dinding tinggi di sekitar rumah ¡­. Para pengawal dengan cepat bermunculan, ketika mendengar suara berisik itu. Para pelayan terlihat penuh hormat tetapi tidak kenal takut. Laurel menatap Tang Mengying dengan sebuah tatapan peringatan di matanya. Jantung Tang Mengying hampir berhenti berdegup. Sebuah gagasan gila memenuhi kepalanya: dia sedang dipenjara. Tujuh hari segera berlalu. Su Qianci tidak mengetahui bagaimana dia menghabiskan hari-hari tersebut. Berdiri di sebelah jendela berukuran sangat besar di lantai enam belas, dia menatap mobil-mobil dan pejalan kaki yang datang dan pergi di jalanan. Seiring waktu yang berjalan, kakinya berangsur-angsur terasa sakit, tetapi dia bahkan tidak bisa berpikir untuk duduk. Ponselnya berdering, menariknya kembali pada kenyataan. Dia melirik layar ponsel, dan itu berasal dari ¡­ Qin Shuhua. "Qianci, kau di mana? Ayo kita berbicara." WeChat adalah aplikasi pengiriman pesan multi-tujuan, media sosial, dan seluler untuk China Chapter 332 - Bagaimana Kau Menjelaskan Ini? Qin Shuhua dan Su Qianci seharusnya bertemu di restoran Perancis favorit Qin Shuhua. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, untuk memenangkan hati ibu mertuanya, ia secara khusus mempelajari tata krama budaya Barat di meja makan agar tampil mengesankan ketika Qin Shuhua mengundangnya makan malam. Namun, Su Qianci baru mengetahui kemudian bahwa alasan Qin Shuhua tidak menyukainya bukan karena dia tidak cukup baik, tetapi karena Tang Mengying yang terlalu sempurna. Tidak mungkin Su Qianci dapat mengalahkan Tang Mengying di dalam hati mertuanya. Qin Shuhua telah memesan sebuah ruangan VIP. Dibawa ke sana oleh sang pelayan, Su Qianci dengan segera melihat ibu mertuanya yang elegan sedang duduk di dalam. Ketika melihat menantunya, Qin Shuhua memberi isyarat ke pelayan itu dan berkata, "Kami siap makan sekarang." "Ibu." Su Qianci duduk, membiarkan pelayan itu membuka bungkusan peralatan makan perak itu dan meletakkan serbet di pangkuannya. Qin Shuhua mengangguk, meminum dari gelasnya, berdeham, dan berkata, "Kau tidak tinggal di rumah akhir-akhir ini?" "Tidak." "Dan mengapa begitu?" Su Qianci mengerutkan bibirnya dan menatap ibu mertuanya. Qin Shuhua tampak lebih bahagia dari biasanya. Samar-samar, Su Qianci bisa melihat perhitungan di mata ibu mertuanya. Hati Su Qianci terasa sangat kecewa, dia melengkungkan bibir dan berkata, "Ibu, apa yang Ibu maksud?" Sang pelayan telah membawa makanan. Sajian di piring pertama adalah kerang ala Perancis. "Aku mengetahui semuanya." Qin Shuhua menatap Su Qianci dengan setengah tersenyum. "Kau masih ingin menyembunyikannya dariku?" "Apa?" Su Qianci tidak mengerti. "Surat kontrak itu." Pupil matanya mengecil saat mendengar kata-kata itu. Su Qianci tiba-tiba menjadi cemas. Surat kontrak? Kontrak apa? Berpura-pura bersikap tenang, Su Qianci menatap Qin Shuhua dengan bingung. "Surat kontrak?" Pelayan itu dengan segera menyajikan Coquilles St. Jacques 1 , yang tampak seperti sebuah karya seni. Kemudian, sajian berikutnya adalah ikan goreng dan sup bawang bombai ¡­. Su Qianci tiba-tiba tertawa sambil mengejek. Semuanya adalah menu favorit Tang Mengying. Qin Shuhua tampaknya menyadari hal itu juga, berdeham, dan berkata, "Aku tadi sedikit lapar, jadi aku memesan terlebih dahulu. Jika kau tidak menyukai makanan ini, kau bisa memesan yang lain." "Baik." Qin Shuhua meminta pelayan itu untuk pergi dan berkata, "Makan malam dulu. Kita bisa berbicara sesudahnya." Namun, dengan beban di hatinya, Su Qianci tidak memiliki nafsu makan yang baik. Dan juga, dia tidak menyukai apapun yang terhidang di hadapannya. Setelah makan beberapa suap, dia tidak bisa lagi makan dan berkata memotong langsung ke tujuan, "Ibu, mengapa engkau memintaku untuk datang ke sini hari ini?" "Kau sudah kenyang?" Qin Shuhua melirik hidangan yang nyaris tidak tersentuh dan berkata dengan jijik, "Sayang sekali. Jika itu ¡­" Su Qianci juga menjadi marah dan mencibir, "Ibu, kau memesan semua yang disukai Tang Mengying. Aku tidak suka makanan seperti ini. Jika kau tidak ingin menyia-nyiakannya, bukankah seharusnya kau mengundangnya ke sini?" Qin Shuhua tidak menduga Su Qianci akan membalas perkataannya dan menatap menantunya dengan heran. Melirik jam di ponselnya, Su Qianci berkata, "Bagaimana kalau Ibu memintanya datang ke sini sekarang? Mungkin dia bahkan bisa bergabung denganmu saat makanannya masih panas." "Apa maksudnya itu?" "Apa maksudnya itu?" Qin Shuhua dibuat tidak bisa berkata-kata, membuka tasnya, mengambil surat kontrak yang telah diambilnya, dan melemparkan surat kontrak itu ke arah Su Qianci. Jantung Su Qianci berdegup kencang. Kesombongannya segera lenyap. Melihat ke bawah, pikirannya menjadi kosong. Kontrak perceraian? Bagaimana surat kontrak itu bisa berada di tangan Qin Shuhua? "Bagaimana kau menjelaskan ini? Hidangan pembuka yang terbuat dari kerang cincang dalam saus anggur dan saus krim yang ditaburi keju parut: biasanya disajikan dalam cangkang kerang. Chapter 333 - Sebuah Rahasia Milik Mereka "Bagaimana kau menjelaskan ini?" Qin Shuhua bertanya dengan tajam. "Surat kontrak perceraian? Aku tidak menduga apa yang ada di dalam hatimu untuk menyusun sesuatu seperti ini. Aku tidak tahu apa yang dilihat Kapten Li dalam dirimu. Untuk menjadi Nyonya Li, kau dan ibumu memang telah bekerja keras." Jantung Su Qianci berdegup lebih kencang. Melihat Qin Shuhua yang marah, dia menenangkan diri, melirik mertuanya, dan bertanya, "Dari mana Ibu mendapatkan ini?" Surat Kontrak Perceraian. Masa berlakunya satu tahun. Sekitar tujuh bulan telah berlalu hingga saat ini. Jadi, mereka hanya punya waktu kurang dari setengah tahun. Ada tanda tangan dirinya dan Li Sicheng, serta sebuah cap merah dari pengacara ¡­. "Jangan pedulikan hal itu." Qin Shuhua tampak emosional saat dia berdiri. "Kau dan putraku memiliki perjanjian semacam ini sejak awal, jadi siapa ayah dari bayimu yang telah tiada?" Su Qianci merasa dirinya tiba-tiba kembali ke kehidupan sebelumnya ketika semua orang menunjukkan jari mereka kepadanya. Qin Shuhua tidak berubah sedikit pun. Namun ¡­ Su Qianci bukan lagi Su Qianci yang sebelumnya. Dengan wajah dingin, dia berdiri dan berkata dengan perlahan, "Ibu, alasan aku memanggilmu Ibu adalah karena aku memperlakukanmu sebagai ibuku sendiri." Qin Shuhua memandang Su Qianci dengan tidak percaya, tidak berharap untuk mendengar nada suara seperti itu dari Su Qianci. "Namun, apakah Ibu yakin apa yang engkau lakukan sekarang ini sesuai dengan deskripsi seorang ibu? Jika bayiku bukan milik Li Sicheng, apakah Ibu pikir anakmu akan memaafkan aku? Apakah Ibu pikir Tuan Li tidak keberatan dikhianati oleh aku?" Qin Shuhua berhenti. Memang, tidak ada yang mengenal Li Sicheng lebih baik darinya. Putranya adalah seseorang yang sangat keras dan tidak akan menoleransi hal seperti itu. "Aku tahu Ibu tidak pernah menyukaiku. Dan Ibu bahkan tidak pernah memperlakukanku seperti menantu perempuanmu. Aku sadar akan hal itu. Namun, mengapa Ibu harus bekerja keras untuk mempersatukan Li Sicheng dan Tang Mengying?" Su Qianci tidak pernah mengerti akan hal itu. "Terakhir kali di konferensi pers itu, Ibu melihat dengan jelas bahwa kematian bayiku ada hubungannya dengan Tang Mengying. Jika bukan karena dia, bayiku akan berusia tujuh bulan di dalam perutku. Dan sebelum Tahun Baru Imlek, bayi itu akan lahir. Dalam waktu dua tahun, anak itu akan bisa memanggilmu nenek dan memanggilku ibu." Qin Shuhua merasa sedikit tersentuh. Memandang Su Qianci yang memiliki kebencian di matanya, Qin Shuhua merasa bingung. Dia selalu berpikir bahwa Su Qianci tidak akan marah. Tetapi ternyata wanita yang selalu bersembunyi di belakang Li Sicheng atau Li Xun itu bisa bersikap sangat galak. "Tetapi Ibu," Su Qianci tampak terluka, "Bayiku sudah meninggal, dibunuh oleh Tang Mengying. Alih-alih menanyai dia dan menyalahkannya, mengapa Ibu memperlakukan aku seperti ini sekarang? Ibu, ini sangat tidak adil." Sambil memandang menantunya, Qin Shuhua mencibir, "Jadi aku akan memegang kata-katamu dan percaya bahwa bayinya adalah milik putraku. Tapi bagaimana dengan ini? Bagaimana kau menjelaskannya?" Ketika melihat surat kontrak perceraian itu, Su Qianci tiba-tiba mempunyai sebuah gambaran yang menjelaskan semua kebingungannya. Sambil terkekeh-kekeh, wajahnya tampak rumit ketika dia bertanya dengan perlahan, "Apakah dia memintamu untuk berbicara denganku?" Dia? Li Sicheng? Qin Shuhua menatap menantunya dengan terkejut. Mata Su Qianci menjadi berkaca-kaca. Li Sicheng ingin bercerai sebelum waktunya, sehingga Tang Mengying dan bayinya tentu saja bisa menjadi bagian dari keluarga Li, kan? Jadi, rahasia milik mereka akan muncul di tangan Qin Shuhua, sehingga ibu mertuanya itu bisa memaksakan perceraian di antara mereka, kan? Hati Su Qianci terasa pedih. Mata gelapnya berair. Detik berikutnya, dia tersenyum cerah. "Tolong katakan padanya bahwa aku tidak akan bercerai." Chapter 334 - Sebuah Sosok Yang Sangat Dikenalnya Selama Su Qianci tidak bercerai, Tang Mengying akan menjadi seorang wanita simpanan. Su Qianci menginginkan bayi Tang Mengying lahir sebagai seorang anak haram. Mereka ingin dirinya mundur dan menyambut para penyusup? Dalam mimpi mereka! Menghadapi tatapan bingung Qin Shuhua, Su Qianci mengambil dompetnya dan berjalan pergi. Setelah membayar makanannya, Su Qianci menaiki sebuah taksi dan pulang. Dia pikir dirinya akan menangis, tetapi ketika dia sudah berada di dalam taksi, dia tiba-tiba merasa hatinya kosong. Matanya kering. Sambil bersandar di kursi mobil, dia merasa dirinya sangat tertekan sehingga dia bisa jatuh ke dalam jurang tak berdasar kapan saja. Sambil menarik napas dalam-dalam, Su Qianci membuka jendela taksi itu dan melihat pemandangan kota kembali. Angin dingin Oktober memenuhi mobil, membuatnya gemetar. Memikirkan sebuah tempat, dia memalingkan muka dan berkata, "Pak, tolong pergi ke Menara Kotaraja." Menara Kotaraja terletak di pusat Kotaraja, dikelilingi oleh banyak gedung perkantoran dan landmark 1 terkenal. Setelah membeli sebuah tiket, Su Qianci langsung naik ke puncak menara. Melihat ke bawah dari tepi lantai kaca, dia merasakan jantungnya bergemuruh layaknya guntur. Dengan segera, mata Su Qianci menyala dan melihat ke arah kejauhan. Kota itu bermandikan cahaya. Jalanannya diterangi oleh banyak lampu jalan. Kendaraan lalu lalang. Di bawah kakinya, mengalir sungai terbesar di Kotaraja. Kapal-kapal mewah melaju lambat di sungai tersebut. Menakjubkan sekali. Setelah tinggal di kota ini selama bertahun-tahun, itu adalah pertama kalinya bagi Su Qianci menyaksikan pemandangan seperti ini. Su Qianci hanyut dalam pikirannya sendiri, ponselnya bergetar di dompetnya yang membuat dirinya terkejut. Memandang ke arah bawah, dia tiba-tiba dikejutkan oleh pemandangan di bawah kakinya. Reaksi pertamanya adalah melangkah mundur sebelum menyadari bahwa dirinya sedang berdiri di puncak Menara Kotaraja. Menyadari orang-orang sedang meliriknya, Su Qianci merasa malu, tersipu, dan berjalan ke sebuah sudut yang sepi. Setelah mengeluarkan ponselnya, Su Qianci mendapati bahwa yang menelepon itu adalah Lu Yihan. "Hei, Qianqian!" "Hei ¡­." "Lihatlah ke belakang." Tertegun, Su Qianci menoleh ke belakang. Lu Yihan sedang memegang ponselnya, menatap dirinya dengan sebuah senyum yang cerah. Di balik kacamata tanpa bingkainya, mata Lu Yihan terlihat lembut dan menarik. "Kenapa kau ada di sini?" Su Qianci berseru. "Apakah kau mengikutiku?" Mendengar itu, Lu Yihan melangkah mundur dan berteriak, "Tentu saja tidak. Itu adalah sebuah asumsi yang kurang ajar. Aku di sini bersama seorang klien." Su Qianci melihat ke belakang Lu Yihan. "Di mana kliennya?" "Sudah pergi. Aku bilang bahwa aku melihat seorang teman baik di sini, jadi mereka mengatakan mereka akan pergi terlebih dahulu. Apakah kau sendirian?" "Ya." "Bagus sekali, bergabunglah denganku untuk makan malam. Aku belum makan." "Bukankah kau seharusnya makan malam dengan klienmu? "Mereka berdua adalah sepasang kekasih, jadi mereka akan makan bersama. Aku tidak diundang. Orang lajang tidak punya hak asasi manusia." Lu Yihan tampak sangat kesal. Su Qianci tertawa dan berpura-pura enggan. "Baiklah. Lagipula aku belum makan." Sambil memandang Su Qianci, Lu Yihan bahkan semakin tersenyum dan mengangguk. "Ayo pergi." Setelah selesai makan malam, waktu menunjukkan pukul 9 malam. Dengan sebuah percakapan yang luar biasa, Lu Yihan berhasil membuat Su Qianci berseri-seri dalam waktu kurang dari tiga jam. Pikiran Su Qianci yang sedang kacau dengan cepat mereda. Lu Yihan membawa mobil ke Menara Kotaraja, jadi pria itu mengusulkan untuk mengantarnya pulang. Su Qianci tidak menolak dan menyuruhnya untuk mengantarkan ke tempat Song Yifan. Ketika mereka mengobrol dan bersenang-senang, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan. Lu Yihan memarkir mobilnya di depan kawasan apartemen dan mengantar Su Qianci ke atas. Namun, ketika mereka tiba di gedung apartemen tersebut, sebuah sosok yang sangat dikenal menyita perhatian Su Qianci. Tinggi, tampan, dan sangat dikenalnya ¡­. Penanda tempat, biasanya berupa monumen atau bangunan khas yang menonjol, digunakan sebagai simbol daerah, kota, atau negara tertentu. Chapter 335 - Sangat, Sangat Dalam Berdiri di bawah lampu jalan yang remang-remang, Li Sicheng mengenakan mantel kedap air berwarna abu-abu yang panjang. Cahaya lampu itu memantulkan sebuah bayangan panjang sosoknya di tubuh Su Qianci. Saat melihat istrinya berjalan bersama Lu Yihan, mata dingin Li Sicheng bahkan semakin dingin membekukan, tampak seperti dua buah kolam di musim dingin. Ketika melihat Li Sicheng, Lu Yihan segera memikirkan kembali peristiwa pemukulan yang tidak masuk akal pada saat mereka terakhir kali bertemu. Meskipun Lu Yihan merasa tidak enak, Li Sicheng masih menjadi suami Su Qianci, dan Lu Yihan harus menghadapi pria itu. Awalnya, Lu Yihan ingin naik ke atas, mengambil sesuatu untuk diminum dan melihat seperti apa ayah Qianqian. Melihat ekspresi wajah Li Sicheng yang tidak ramah, dia mengetahui bahwa ini bukanlah tempat yang tepat untuk tinggal dan berkata, "Qianqian, aku akan pergi sekarang." "Baiklah. Terima kasih untuk hari ini, Yihan." "Sama-sama. Selamat tinggal." Kemudian, dia berjalan menuruni tangga dan berjalan ke Renault merahnya dengan kunci yang tergantung di jarinya. Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa. Dia dengan perlahan mengeluarkan sebungkus rokok, mengeluarkan satu batang, perlahan menyalakannya, dan mengisap rokok itu. Seolah tidak melihat suaminya, Su Qianci mengeluarkan kartu kunci, menggeseknya, dan berjalan masuk ke dalam gedung. Li Sicheng mengikutinya, tetapi wanita itu berjalan dengan cepat seolah-olah sedang melarikan diri dari sesuatu, masuk ke dalam ke lift, dan menekan tombol untuk menutup pintu lift. Sebuah tangan menerobos ke dalam celah pintu dan pemilik tangan itu segera mengikutinya. Menjejalkan dirinya masuk ke dalam lift, Li Sicheng menatap Su Qianci dengan matanya yang dingin dan tajam. Tanpa memandang suaminya, Su Qianci menekan tombol angka 16, seolah-olah pria itu tidak berada di sana. Li Sicheng berjalan mendekat, dan Su Qianci mundur ketakutan, membentur dinding lift. Dengan sebuah tangan bertumpu di dinding, Li Sicheng membungkuk mendekati istrinya.Sebatang rokok berada di antara jari-jarinya yang panjang. Asap rokok perlahan mengepul. Dengan segera, baunya memenuhi lift itu. Saat suaminya memicingkan matanya, Su Qianci merasa ada bahaya yang mendekat. "Kamu bersembunyi dariku?" Li Sicheng menatapnya dan bertanya dengan sebuah suara berat. Napas Su Qianci tiba-tiba memburu, tetapi dia membalikkan badannya, tidak melihat atau berbicara dengan Li Sicheng. Ting! Lift itu tiba di lantai enam belas. Su Qianci ingin melewati suaminya, tetapi lengannya tertangkap. Li Sicheng memegangnya dengan kuat, dan lengannya terasa sakit. "Lepaskan aku!" Su Qianci hampir menangis. Suaranya bahkan mengejutkan dirinya sendiri. Menoleh ke belakang, dia melihat mata pria itu dan merasa dia akan tenggelam di dalamnya, karena mata itu sangat, sangat dalam ¡­. Meronta, Su Qianci menyingkirkan Li Sicheng dan berlari menuju pintu apartemen. Dia dengan cepat mencari dompetnya, tetapi karena sedang resah, dia tidak dapat menemukan kuncinya. Jantungnya berdegup kencang ketika dia merasakan Li Sicheng berada di belakangnya. Bagaimanapun juga, kunci itu masih tidak dapat ditemukan ¡­. Sebuah kepulan asap ditiupkan melewati telinganya dengan aroma tembakau, menggelitik wajahnya. Hatinya bergetar, dan untuk beberapa alasan, Su Qianci tidak dapat lagi melawan perasaannya dan menjadi dua kali lipat lebih berat. Matanya menjadi buram. Dia menggertakkan giginya dan mengosongkan dompetnya di lantai. Ponsel, kartu kunci, peralatan rias wajah, dompet, dan pada akhirnya, kuncinya terjatuh ke lantai dengan sebuah suara berdentang. "Ini dia." Su Qianci tersenyum, tetapi setitik air mata yang berusaha dia pertahankan di matanya itu tiba-tiba menetes ¡­. Chapter 336 - Aku Sangat Merindukanmu Setelah memungut barang-barangnya dan memasukkannya kembali ke dompetnya, Su Qianci berdiri. Mendongak, dia melirik pria yang hampir berada tepat di belakangnya. Aroma yang sangat akrab di hidungnya, hormon pria, dan wajah yang sangat dikenalnya ¡­. Li Sicheng mengulurkan sebelah tangannya dan mendorong Su Qianci ke dinding. Matanya begitu gelap dan dalam seolah-olah mata itu bisa menyedot Su Qianci. Ketika Su Qianci menatapnya, suaranya tercekat. "Merasa bersalah?" Suara Li Sicheng sangat rendah seperti selo. Menggigit bibir bawahnya, Su Qianci memalingkan wajahnya ke samping dan mencoba mendorong suaminya menjauh. Akan tetapi, pria itu tidak bergeming. Li Sicheng menatap istrinya dengan semakin penuh perhatian. Memaksa untuk merapatkan Su Qianci ke dinding, Li Sicheng melarang istrinya untuk pergi dan berkata dengan perlahan, "Apa yang kamu takutkan? Katakan padaku ¡­." Su Qianci tidak mengatakan apa-apa, tetapi air mata menetes di pipinya. Raut wajah Li Sicheng melembut saat dia meraih tangan istrinya dan mengambil kuncinya. "Ayo masuk ke dalam. Di sini dingin." "Aku tidak ingin masuk ke dalam," kata Su Qianci dengan tegas sambil menangis. "Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan di sini." "Aku akan membantumu memindahkan barang-barangmu kembali ke rumah." "Ini rumahku. Tuan Li, tolong pulanglah. Aku tidak akan pergi denganmu." Li Sicheng sedikit memicingkan matanya dengan sebuah tatapan berbahaya. Namun, dia mencoba untuk bersabar dan berkata, "Jangan bertingkah seperti anak kecil. Kamu tidak bisa mengganggu Ayah Song sepanjang waktu." "Ayah sedang pergi ke London." "Kalau begitu, aku akan tinggal di sini untuk menemanimu hari ini." Merasa enggan, Su Qianci mendorong suaminya dan menggelengkan kepalanya. "Tidak!" Li Sicheng melingkarkan lengannya di pinggang Su Qianci, menatapnya dan bertanya, "Apa ada yang salah? Apakah kamu takut aku akan menyalahkanmu? Atau, apakah kamu takut aku akan memukul Lu Yihan?" Su Qianci menggelengkan kepalanya berulang kali. Tapi suaranya tertahan di tenggorokannya. "Aku tidak masalah dengan kamu memiliki teman-teman selama kamu dapat menjaga jarak." Li Sicheng mendekati istrinya saat dia berbicara. "Lu Yihan adalah teman baikmu, dan aku bertindak impulsif kemarin. Kemudian aku mengetahui apa yang telah terjadi, dan aku sangat berterima kasih pada Lu Yihan. Ketika kita memiliki kesempatan, kamu bisa mengajakku untuk berterima kasih padanya dan meminta maaf kepadanya secara pribadi. Bagaimana dengan itu?" Meskipun Li Sicheng masih membenci gambaran saat melihat mereka bersama, Lu Yihan memang menyelamatkan hidup Su Qianci. Sebuah permintaan maaf dan terima kasih memang diperlukan. Mencondongkan tubuh, Li Sicheng memiliki pandangan lembut di matanya ketika dia berbisik pelan, "Kamu tahu, aku sangat merindukanmu." Mencium aroma tembakau yang samar-samar, hati Su Qianci terenyuh oleh kata-kata itu, membuat hatinya terasa sangat sakit. Li Sicheng mengatakan bahwa dia merindukannya. Dia memang merindukannya. Namun, suaminya melakukan "perjalanan bisnis" dengan Tang Mengying selama satu minggu penuh. Sekarang setelah dia kembali dari "perjalanan" itu, Li Sicheng merindukannya? Atau, apakah suaminya merindukannya karena tubuh Tang Mengying tidak lagi berada dalam kondisi baik baginya untuk "melakukan perjalanan bisnis?" Merasa tidak tahan lagi, Su Qianci meledak dalam tangis, mendorong pria itu menjauh, dan menampar wajahnya. Plak! Li Sicheng tercengang, menatap Su Qianci. Ketika istrinya mencoba menamparnya untuk kedua kalinya, matanya menjadi gelap dan Li Sicheng meraih tangannya, menggeram, "Ada apa denganmu?" Sejak masa kanak-kanak, Li Sicheng selalu sukses dalam hal apa pun. Pada usia dua puluh enam tahun, dia hanya pernah ditampar oleh seorang wanita, dua kali. Tubuh Su Qianci gemetaran dan bersandar di dinding. Saat memandang Li Sicheng, dia berteriak, "Kenapa, kenapa kau harus melakukan ini padaku ¡­." Merasa absurd 1 , Li Sicheng menatap istrinya dengan dingin dan mengerang, "Su Qianci!" Dirinya adalah orang yang ditampar, dan Su Qianci menangis sebelum Li Sicheng melakukannya? Namun, Su Qianci dengan perlahan membuka kancing jaketnya. Dia hanya mengenakan sebuah tank top di balik jaketnya. Saat dia melepasnya, kulitnya yang putih dan halus sangat memikat Li Sicheng. Kemudian, dia mengangkat tank top-nya. Merasa kaget, Li Sicheng cepat-cepat memegangi tangan istrinya, berteriak marah, "Apa kamu gila? Kita berada di luar." Su Qianci tersenyum dengan sedih dan berkata dengan sebuah suara lirih, "Bukankah ini yang kau inginkan? Aku akan memberikannya padamu." Tidak masuk akal; mustahil Chapter 337 - Ingin Mencekikmu Sampai Mati Li Sicheng mengencangkan genggamannya di tangan Su Qianci. Menatapnya dengan dingin, pria itu bertanya, "Apa maksudnya ini?" Tangan Su Qianci ditangkap oleh Li Sicheng, dan dagunya diremas. Mendongak, dia melihat mata suaminya yang luar biasa dingin. Sepertinya sedang ada badai yang berlangsung di dalamnya, hampir menelan dirinya. Hatinya bergetar. Dia menatap Li Sicheng dan terus mengangkat tank top-nya. Li Sicheng mengguncang tubuh istrinya dan menggertakkan giginya, berteriak dengan marah, "Apa maksudnya ini?" Su Qianci berpikir bahwa Li Sicheng datang ke sini hanya untuk tidur dengannya? Bersandar di dinding yang dingin, tubuh Su Qianci mengigil. Menghadapi badai yang akan datang untuk menghancurkannya, dia mencibir dengan enggan, dan berkata dengan jijik, "Kenapa kau masih berpura-pura? Wanita simpananmu tidak bisa memuaskanmu, dan itulah sebabnya kau ke sini untuk mencariku. Bukankah itu benar?" Wanita simpananmu? Li Sicheng merasa hatinya seperti digigit anjing gila, tiba-tiba kehilangan satu bagiannya. Hatinya berdarah dan hancur. Mengencangkan cengkeramannya di dagu Su Qianci, Li Sicheng meninju dinding di sebelah telinga istrinya, keras. Buk! Suara itu membuat tubuh Su Qianci bergetar. Lututnya lemas dan hampir menyerah. Namun, dia tidak membiarkan dirinya terjatuh. Menggigit bibir bawahnya, dia menatap Li Sicheng dengan keras kepala, dengan gemetaran yang hampir tak terlihat. Sambil memandang istrinya, Li Sicheng mencibir, membungkuk, dan mengambil jaket yang dijatuhkan Su Qianci. Bulu mata Su Qianci bergerak-gerak. Air mata menetes di rambut Li Sicheng. Pria itu berhenti untuk beberapa saat, tetapi dengan cepat mengambil jaket istrinya. Ketika dia melihat Su Qianci gemetar ketakutan seperti seekor landak di depan musuh, hatinya terasa sakit. Melemparkan jaket itu ke wajah istrinya, Li Sicheng berkata dengan marah dan dengan suara yang dalam, "Aku benar-benar ingin mencekikmu sampai mati." Suara Li Sicheng terdengar sangat muram sehingga Su Qianci meringis. Melihat itu, Li Sicheng tiba-tiba tertawa. "Aku pasti sudah gila membiarkan dirimu menginjak-injak hatiku seperti ini." Suaranya yang dalam bergema di koridor apartemen. Dengan jaket di wajahnya, Su Qianci hanya bisa mendengarnya berjalan menjauh. Dia menurunkan jaket itu ketika mendengar suara ting dari lift. Menatap koridor yang kosong, dia merasa bingung. Setelah beberapa saat, dia mengeluarkan kuncinya dan membuka pintu. Melemparkan dirinya ke ranjang setengah sadar, dia menatap langit-langit dengan pikiran kosong. Kepalanya terasa sangat sakit ¡­. Setelah berbaring di tempat tidur sejenak, dia mengeluarkan ponselnya dari dompetnya, menemukan nomor Li Sicheng, dan mengirim beberapa pesan teks: "Tuan Li, aku tahu semua tentang rahasia perjalanan bisnismu." "Tuan Li, ibumu datang menemuiku hari ini. Dia mencoba memaksaku untuk bercerai denganmu menggunakan kontrak kita. Aku menolaknya dan menceramahinya. Aku tidak pernah tahu bahwa aku adalah seorang pembicara yang hebat." "Tuan Li, aku tidak akan menceraikan dirimu. Lima bulan lagi sampai waktu yang disepakati dalam kontrak, dan aku akan membebaskan dirimu saat itu." "Li Sicheng, aku mencintaimu." Cheng You merasa dirinya tidak bisa memahami apa yang telah terjadi. Kenapa? Bosnya yang selalu tenang itu pergi ke sebuah bar dengan cedera seperti itu. Dia tidak hanya minum-minum, tetapi juga berkelahi di bar, membuat pria lain berakhir di rumah sakit. Dan lukanya sendiri yang baru saja meninggalkan bekas luka itu terbuka kembali. £¬ Chapter 338 - Mati? Cheng You hampir menangis. Dia ingin menelepon Su Qianci, tetapi bosnya menghentikannya. "Jika kau berani menghubunginya, kau tidak perlu bekerja untukku lagi." Jadi, Su Qianci masih tidak mengetahui kalau Li Sicheng terluka? Dia benar-benar berpikir bahwa suaminya telah kembali dari "perjalanan bisnisnya"? Ketika Cheng You merasa kesal dan memutuskan untuk mengumpulkan uang lembur, Li Sicheng menyuruhnya pulang. Sebelum gadis itu pergi, Li Sicheng bertanya, "Di mana ponselku?" "Ponsel Anda rusak. Layarnya hancur dan sedang diperbaiki," kata Cheng You. "Saya sudah mendapatkan yang baru untukmu. Ini." Li Sicheng melirik ke arah ponsel itu, menggosok dahinya dan berkata, "Oke. Kau bisa pulang sekarang." Ketika Cheng You hendak membalikkan badannya, bosnya itu menghentikannya lagi. "Tunggu." "Ada hal yang lain?" "Apakah dia ¡­ pernah menelepon?" Dia? Cheng You tertegun sejenak sebelum dia memahami ucapan bosnya. Sambil menggelengkan kepalanya, Cheng You berkata, "Saya rasa tidak. Ponsel Anda yang lama mati setelah dibanting. Belum ada telepon dari Nyonya Li di ponsel yang baru." Ada beberapa panggilan telepon dari para klien bagaimanapun juga. Mata Li Sicheng meredup. Dia mengangguk dengan sebuah wajah tanpa ekspresi, memberi isyarat agar Cheng You pergi, dan berbaring. Rumah itu telah kosong selama setengah bulan, dan Nanny Rong merasa sedikit khawatir. Dia membuat sebuah panggilan telepon ke rumah tua, yang berarti mengadukan pasangan itu. Ketika mendengar suara Kapten Li yang bernada tinggi, Nanny Rong mengetahui bahwa rumah tua itu juga tidak mengetahui tentang pertengkaran pasangan itu. Nanny Rong mencoba membuat situasinya terdengar lebih baik dengan mengatakan, "Mungkin pasangan itu hanya menjauh untuk sementara waktu. Lagi pula, Tuan Li memiliki banyak properti bukan hanya yang ini ¡­." "Omong kosong. Cucuku akan memberitahumu jika itu yang terjadi. Pasti telah terjadi sesuatu," Kapten Li berkata dengan marah, "Aku hanya ingin tahu kenapa nada suara Qianqian terdengar aneh ketika dia meneleponku. Bocah itu pasti telah mengganggunya!" Nanny Rong tidak bisa berkata-kata. Dia merasa Su Qianci adalah cucu kandungnya, sementara Li Sicheng berasal dari keluarga lain. "Sekarang aku sudah tahu. Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu. Aku akan mengurusnya." "Baik ¡­." Ketika Nanny Rong mengatakan itu, Kapten Li mengakhiri panggilan teleponnya. Telepon rumah di rumah tua itu adalah sebuah telepon model putar. Kapten Li memasukkan jarinya ke lubang angka dan memutar nomor ponsel Li Sicheng, siap memberi pelajaran pada bocah itu. Namun, tidak ada yang mengangkat. Dia menelepon dua kali lagi, tetapi hasilnya sama. Setelah lebih dari setengah jam, Li Sicheng menelepon kembali. Merasakan sebuah dorongan yang kuat untuk mengutuk, Kapten Li mengangkat dan meraung, "Apa yang kau pikirkan? Tidak mengangkat telepon dari kakekmu?" Li Sicheng terdiam sesaat sebelum berkata, "Kakek, aku sedang rapat." "Rapat! Kau rapat sepanjang hari! Setiap kali aku meneleponmu, kau sedang rapat. Apa gunanya menghasilkan begitu banyak uang? Jika kau punya waktu, kau harus bersama istrimu dan mencoba membuatnya bahagia. Kalau tidak, kau akan punya cukup waktu untuk menangis ketika dia meninggalkanmu! " Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa tetapi malah memeriksa kalender di mejanya. Sudah tujuh hari sejak mereka terakhir bertemu. "Katakan sesuatu!" Kapten Li meradang. "Aku masih di sini. Apakah engkau butuh sesuatu, Kakek?" Kapten Li tiba-tiba menjadi geram dan berteriak marah, "Kau bocah nakal! Aku sudah berkata begitu banyak, dan kau tidak mendengarkanku?" "Aku mendengarkanmu" "Jika kau mendengarkanku, segera ke rumah tua dan bawa istrimu bersamamu." Chapter 339 - Rusak Tetaplah Rusak Mendengar perkataan Kapten Li, Li Sicheng mengerutkan kening dan berkata dengan perlahan, "Dia tidak akan mau pergi denganku." "Ya, itu bukan urusanku. Tapi jika aku tidak melihat kalian kemari hari ini, aku pasti akan memiliki tekanan darah tinggi dan serangan jantung. Kau akan bertanggung jawab atas kematianku!" "Kakek ¡­." "Jika kau tahu bahwa aku adalah kakekmu, kau harus menjaga sikapmu. Ini pasti kesalahanmu lagi. Qianqian adalah seorang gadis yang baik. Bagaimana kau bisa bertengkar dengannya sepanjang waktu? Tidak bisakah kalian berbicara bukannya malah bertengkar? Apakah kau ingin membunuhku?" "Kakek ¡­." "Diamlah! Aku tidak akan mendengarkanmu. Kau punya waktu satu jam untuk membawa istrimu ke rumah tua untuk makan malam. Jika aku tidak melihatmu nanti, maka ¡­ maka aku akan melewatkan makan malam dan membuat diriku kelaparan!" Liu Sao tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa kecil secara diam-diam. Kapten Li bertingkah kekanak-kanakan di usianya ¡­. Sebuah trik seperti membuat dirinya kelaparan? Namun, itu adalah satu hal yang tidak bisa dilawan oleh Li Sicheng. Sambil menghela nafas, Li Sicheng menjawab, "Aku mengerti. Aku tidak akan membiarkan Kakek kelaparan." "Itu lebih baik." Kapten Li menutup telepon dengan puas, berjalan kembali ke sofa dengan tongkatnya. Namun, semakin dia memikirkan tentang hal itu, semakin buruk perasaannya. Tiba-tiba, dia bertanya, "Sial. Berapa lama tadi Nanny Rong bilang mereka telah pergi?" Liu Sao memikirkannya dan menjawab, "Setengah bulan ¡­." Li Sicheng menutup teleponnya dan menghela nafas. Setelah menyerahkan tugas yang tersisa kepada Cheng You, dia tidak mempunyai terlalu banyak hal yang harus dilakukan. Namun, Li Sicheng masih mengerjakan dokumennya di kursinya. Setelah melakukan beberapa tugas, Cheng You kembali ke kantor dan melihat Li Sicheng masih duduk di sana. Merasa terkejut, dia bertanya, "Tuan Li, tidakkah Anda akan kembali ke rumah tua?" "Ya ¡­." Li Sicheng menjawab, mendongak, dan berkata, "Minta sopir Yang untuk meneleponnya dan mencari tahu kapan kelasnya berakhir." "Baik." "Jangan katakan bahwa akulah yang ingin tahu." Cheng You tidak mengatakan apa-apa. Sebagai asisten Li Sicheng, gadis itu sangat sibuk. Kenapa dia harus melakukannya? Namun, dia tidak bisa menolak perintah bosnya itu. Dua menit kemudian, dia menjawab, "Satu mata kuliah pilihan tersisa. Kelasnya akan segera dimulai." Li Sicheng menganggukkan kepalanya dan bersandar tak bergerak ke sandaran kursinya. "Jadi, saya akan meminta sopir Yang untuk menjemputnya?" "Bagus." Ketika Cheng You baru saja mengirim pesan kepada sopir Yang, Li Sicheng berubah pikiran. "Lupakan. Aku yang akan pergi." Cheng You menatapnya. "Jangan katakan padanya." "Baik." Cheng You keluar dari kantor itu, dan Li Sicheng mengurus semua dokumennya selambat mungkin. Tapi itu tetap hanya membutuhkan waktu kurang dari dua puluh menit. Dia membuka laci mejanya, ingin menyimpan dokumen-dokumen tersebut. Di dalam laci itu, dia melihat sebuah ponsel hitam. Ponsel itu sudah diperbaiki untuk sementara waktu. Tapi rusak tetaplah rusak. Li Sicheng tidak berniat menggunakan sesuatu yang pernah rusak. Menyingkirkan dokumen-dokumen itu, dia mengunci lacinya dan meninggalkan kantor. Sambil memegang ranselnya, Su Qianci keluar dari kampusnya dan dengan segera melihat Maybach hitam yang mengesankan itu. Dia berhenti berjalan dan mengetahui siapa yang berada di dalam mobil. Ketika sopir Yang dan Li Sicheng sedang berada di dalam negeri, sopir Yang tidak akan mengendarai mobil ini. Jadi itu sudah pasti pria itu ¡­. Chapter 340 - Masuklah Ke Dalam Mobil Su Qianci berjalan mendekat, dan kaca jendelanya diturunkan. Dia melihat profil Li Sicheng, sudut pandang yang akrab, dingin seperti biasa ¡­. Dia tidak bisa menahan diri untuk menatap pria itu. Li Sicheng menoleh dan menatap Su Qianci dengan tatapan yang dalam dan dingin. Seolah-olah pria itu tidak memberi perhatian padanya. Memalingkan muka dengan sengaja, Su Qianci ingin berjalan melewati mobil itu dengan tas ranselnya. Li Sicheng menghalangi jalan istrinya dengan mobilnya. "Masuklah ke dalam mobil." Sebuah perintah yang tegas. Suara Li Sicheng terdengar dalam dan lembut, begitu akrab di telinganya sehingga membuat jantung Su Qianci berdetak kencang. Sambil menatap istrinya, dia perlahan berkata, "Kakek meminta kamu kembali ke rumah tua untuk makan malam." Kakek ¡­. Su Qianci mengerutkan bibirnya, membuka pintu penumpang di depan, masuk ke mobil, dan berkata, "Ayo pergi." Li Sicheng menatapnya lebih dalam. Jelas menyadari tatapan gelap suaminya, dia merasa sedikit gugup, tapi dia masih berpura-pura tenang dan melihat ke depan sambil mengencangkan cengkeraman di tas ranselnya. Tiba-tiba, Li Sicheng mencondongkan tubuh ke arahnya, memperpendek jarak di antara mereka berdua. Su Qianci terkejut dan mundur. Saat memalingkan wajahnya, dia melihat mata Li Sicheng yang sedingin kolam musim dingin. Su Qianci tanpa sadar menahan napas dan menatap suaminya. Li Sicheng menunduk dan melirik istrinya, melihat bahwa tubuh Su Qianci gemetar seolah-olah sedang berhadapan dengan seorang musuh. Tiba-tiba, pria itu menyadari bahwa hatinya, yang dia kira telah mati rasa karena pekerjaan, tiba-tiba terasa seperti dicambuk dan menyakitinya dengan amat sangat. Apakah dia begitu menakutkan di mata istrinya? Li Sicheng tidak bisa memahami seperti apa arti kehadiran dirinya di dalam pikiran Su Qianci. Menyadari bahwa mata suaminya telah meredup, Su Qianci merasa tersentuh dan terkejut. Namun, sebelum dia mengetahui sesuatu, Li Sicheng telah duduk kembali. Pada saat yang sama, pria itu memasang sabuk pengamannya dan menyalakan mobil tanpa berbicara. Mereka pergi ke rumah tua dan tidak mengatakan apa pun sepanjang perjalanan. Karena tidak ada yang berbicara lebih dulu, suasana di dalam mobil sangat sunyi sehingga terasa canggung. Ketika mereka tiba di rumah tua itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 6 malam, waktunya makan malam. Liu Sao sedang meletakkan hidangan di atas meja ketika dia melihat Li Sicheng berjalan masuk dan merasa terkejut. Dia berseru, "Kapten Li, Sicheng sudah datang." Berjalan keluar dengan tongkatnya, Kapten Li sudah bersiap untuk memarahi Li Sicheng saat melihatnya. Namun, ketika dia melihat Su Qianci di belakang cucunya, amarahnya segera menghilang. Kapten Li mendengus dan berjalan menghampiri pasangan itu. Meletakkan tangannya di lengan Kapten Li, Su Qianci bertanya, "Kakek, kau ingin bertemu denganku?" "Kalian berdua, sebenarnya," ujar Kapten Li dengan nada suara kesal. "Makan malam dahulu." Qin Shuhua berjalan keluar dan menatap pasangan itu dengan sengaja. Sangat jarang Li Yao berada di rumah juga. Saat melihat putra dan menantunya, dia merasa cukup ceria. Memberi sedikit dorongan pada istrinya, dia berkata, "Ayo kita mulai makan." Keluarga itu duduk di meja, dan Kapten Li tentu saja duduk di kursi utama. Mengambil semangkuk nasi dari Liu Sao, dia menatap Li Sicheng dan bertanya,"Kau mengatakan ingin mengadakan pesta pernikahan di mana?" Pesta pernikahan ¡­ kata yang sangat sangat asing. Mendengar pertanyaan itu, Su Qianci berhenti dan menatap Li Sicheng. Tanpa ekspresi, pria itu melirik istrinya sebelum dia berkata perlahan, "Aku lupa." Su Qianci merasa seperti hatinya ditikam belati. Chapter 341 - Kau Bermaksud Memberiku Serangan Jantung Su Qianci merasa seolah-olah hatinya telah ditikam oleh sebuah belati. Dia mengencangkan cengkeraman pada sumpitnya, menundukkan kepalanya, dan mulai makan. Mendengar jawaban Li Sicheng, kakek menjadi marah. Dia membanting sumpitnya ke atas meja dan berseru, "Apa maksudmu dengan lupa? Apakah kau begitu sibuk di kantor?" Tanpa berkata apa-apa, Li Sicheng melanjutkan makan dengan perlahan, postur tubuhnya elegan. Melihat itu membuat kakek menjadi gila. Dia menatap Su Qianci dan bertanya, "Qianqian, apakah cucuku sangat keterlaluan belakangan ini?" Keterlaluan ¡­ Li Sicheng berhenti sejenak. Su Qianci meletakkan mangkuknya dan berkata, "Tidak." "Bagaimana mungkin?" Kakek telah memahami semuanya dan menghela napas. "Dia sibuk di kantor, jadi wajar saja kalau dia lupa," Su Qianci menjelaskan dengan suara pelan dan tenang. Dia dengan perlahan mengambil makanan lagi dan melanjutkan makannya, seolah-olah dia tidak peduli. Li Sicheng juga sama, tenang seperti biasanya. Tidak ada yang bisa dilakukan Kapten Li. Sambil memelototi Li Sicheng, dia berdiri. "Kakek, makan malam," panggil Li Sicheng. Namun, suaranya begitu tenang sehingga dia tidak terdengar tulus. Su Qianci meletakkan mangkuknya dan dengan cepat berkata, "Kakek, engkau harus makan dahulu. Kita bisa membicarakannya nanti, oke?" Mendengar itu, Kapten Li melirik Li Sicheng. Menyadari bahwa Li Sicheng tidak keberatan, dia mendengus dan duduk lagi. Dia mengenal cucunya terlalu baik. Selama Li Sicheng tidak mengatakan tidak, itu berarti masih ada ruang untuk bernegosiasi. Tampaknya itu bukan sepenuhnya salah Li Sicheng. Setelah makan beberapa suap, Kapten Li mengatakan bahwa dia sudah kenyang. Su Qianci menemani Kapten Li ke taman untuk berjalan-jalan dan kembali ke rumah dalam waktu kurang dari dua puluh menit. Li Sicheng sedang menelepon di sofa. Terdengar seperti sedang membicarakan bisnis. Kapten Li duduk dengan tenang di samping, dan Su Qianci mengupas sebuah apel untuknya. Namun, ketika kakek sudah menghabiskan apelnya, Li Sicheng masih menelepon. Sambil menatap cucunya itu, Kapten Li melemparkan bagian tengah apel itu pada cucunya sebagai sebuah peringatan. Tanpa perlu menghindar, Li Sicheng menangkap bagian tengah apel itu dan melemparkannya ke tempat sampah. Membersihkan tangannya dengan sebuah tisu, nada suaranya tidak berubah ketika dia berbicara di telepon hingga akhirnya dia menutup telepon itu beberapa menit kemudian. "Menginaplah di rumah tua malam ini, Qianqian." Kapten Li menghela napas dan berkata. Meskipun dia berbicara dengan Su Qianci, tetapi dia melirik ke arah Li Sicheng. "Aku sudah tidak punya banyak hari yang tersisa. Jika aku bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan generasi yang lebih muda, aku akan mati sebagai orang tua yang bahagia." "Kakek ¡­." Su Qianci merasa sedikit sedih. "Kakek akan hidup selamanya." "Bahkan jika aku bisa, pertengkaran kalian sudah mengambil satu dekade dari hidupku." Su Qianci menjadi terdiam dan melirik Li Sicheng. Merasakan tatapannya, Li Sicheng cepat-cepat membuang muka dan berkata dengan asal, "Kalau begitu kamu harus menginap. Ada yang harus aku lakukan di kantor. Jika tidak ada yang lain, aku akan pergi dulu." Kapten Li sangat marah sehingga dia mengambil sebuah apel di hadapannya dan melemparkannya ke arah Li Sicheng, berteriak dengan marah, "Kau juga menginap." Li Sicheng mengelak dan berkata tanpa basa-basi, "Aku sibuk di kantor." "Singkirkan itu. Lepaskan perusahaannya. Bahkan tanpa perusahaanmu, aku bisa menghidupi diriku sendiri." Kapten Li mengambil sebuah apel lain dan melemparkannya ke cucunya. "Atau apakah kau dengan sengaja ingin membunuhku dengan memberiku sebuah serangan jantung? Sehingga tidak ada yang akan menghalangimu, kan? Kau anak yang tidak tahu berterima kasih!" Chapter 342 - Kakek Selalu Menjadi Tempat Berlindungmu Li Sicheng menangkap apel itu dan mengembalikannya tanpa berkata sepatah kata pun. Su Qianci yang duduk di samping, juga sama diamnya. Ketika Qin Shuhua dan Li Yao kembali dari rumah tetangga, hal itulah yang mereka lihat. Wajah Li Yao menjadi kelam seraya menyalahkan Li Sicheng, "Sicheng, jangan membuat kakekmu marah." Li Sicheng melengkungkan bibirnya, melirik ke arah Su Qianci, dan berkomentar, "Tidak ada yang ingin melihatku, jadi tidak ada gunanya bagiku untuk tetap berada di sini." Ketika dia mengatakan itu, semua orang menjadi mengerti apa yang sedang terjadi. Dengan segera, semua mata tertuju pada Su Qianci. Raut wajahnya diliputi oleh ekspresi bersalah, muak, cinta, dan ambiguitas 1 . Merasa gugup, Su Qianci berkata, "Aku tidak ¡­." Kapten Li memelototi Li Sicheng dan melemparkan sebuah apel lagi padanya, meraung, "Apa yang harus kau katakan untuk dirimu sendiri?" Apel itu mengenai perutnya, Li Sicheng menjadi terdiam. Mengambil apel itu dan meletakkannya kembali, Li Sicheng berdiri dan berkata, "Aku akan mandi." Melihat itu, Qin Shuhua menatap Su Qianci dengan senyum setengah hati. Su Qianci balas menatapnya tanpa rasa takut. "Aku terkesan karena kau bisa menyiksa putraku seperti ini," kata Qin Shuhua dengan ambigu dan meninggalkan ruangan. "Li Yao, ada yang ingin kukatakan padamu." Li Yao mengangguk dan melirik Su Qianci. "Cobalah untuk tidak mengganggu generasi senior dengan masalah pribadimu. Kalian sudah dewasa dan seharusnya bersikap selayaknya orang dewasa. Sicheng bersikap baik padamu." Li Yao tidak terlalu peduli dengan Su Qianci. Meskipun cantik, dia bukan berasal dari keluarga yang terkemuka dan tidak memiliki karakter yang menarik. Karena Su Qianci dipilih sendiri oleh Kapten Li, Li Yao tidak membantahnya. Dia tidak menduga, bagaimanapun juga, wanita itu akan memiliki dampak yang sedemikian rupa pada putranya. Meskipun Li Sicheng tidak mengatakannya, dia jelas sangat memperhatikan istrinya. Setidaknya Li Yao belum pernah melihat Li Sicheng memperlakukan seseorang seperti ini sebelumnya. Seluruh keluarga Li cukup keras kepala. Su Qianci menundukkan kepalanya, mengangguk, dan berkata dengan patuh. "Aku tahu, Ayah." Li Yao tidak mengatakan apa-apa lagi dan mengikuti Qin Shuhua ke ruang kerja. "Jangan dengarkan ayah mertuamu. Jika bocah ini berani mengganggumu, katakan saja padaku. Dan kakek akan mendukungmu." Kapten Li merasa tidak setuju dan menepuk dadanya. "Kakek selalu menjadi tempat berlindungmu." Hidung Su Qianci bergerak-gerak dan matanya menjadi berkaca-kaca. Menganggukkan kepalanya, Su Qianci menarik napas panjang dan bertanya, "Kakek ¡­ kenapa kakek begitu baik padaku?" "Tentu saja. Haruskah aku bersikap baik pada Li Sicheng? Bocah itu cukup nakal. Dan aku mengandalkanmu untuk memberiku seorang cicit." Selain itu, Li Sicheng harus bersyukur bahwa dia mempunyai seorang istri. Dengan temperamennya, nyaris tidak ada yang bisa tahan dengan dirinya. Li Sicheng kebetulan bertemu dengan seseorang yang disukai oleh dirinya dan kakek, jadi tentu saja kakek harus membuatnya tinggal. Kakek tidak mengatakan apa yang sedang dia pikirkan. Melihat Su Qianci merasa tersentuh, kakek merasa cukup puas. Dia beruntung bahwa istri cucunya adalah seorang gadis yang mudah dibuat senang. Jika istrinya gadis Tang itu ¡­. Saat memikirkan Tang Mengying, Kapten Li tidak bisa menahan diri untuk merasa kesal. Saat senyumnya perlahan menghilang, dia dengan cepat mengganti topik pembicaraan, menggenggam tangan Su Qianci. Setelah mengobrol sebentar, dia merasa lelah dan menyuruh Su Qianci pergi tidur. Berdiri di ambang pintu, Su Qianci merasa sangat canggung saat memikirkan bahwa dia akan menghabiskan waktu berduaan dengan Li Sicheng. Dia tidak tahu bagaimana harus menghadapi pria itu ¡­. Setelah beberapa saat, dia membuka pintu dan masuk. Sifat atau hal yang bermakna dua; kemungkinan yang mempunyai dua pengertian Chapter 343 - Apakah Kamu Membenci Aku Saat Su Qianci berjalan masuk ke dalam kamar, dia samar-samar mencium bau tembakau. Melihat ke dalam, dia merasa menggigil ketika angin dingin berembus mengenai kulitnya. Jendelanya terbuka, tirai putih itu berkibar-kibar, dan di luar gelap. Bulan bersinar cerah dan bintang-bintang tidak banyak terlihat. Pohon-pohon menari diterpa hembusan angin. Berdiri di depan jendela, Li Sicheng masih mengenakan jasnya. Siku pria itu di kusen jendela, sebatang rokok terselip di antara jari-jarinya. Asap mengepul ke dalam kamar. Abu rokoknya menggantung panjang, hampir jatuh. Menyadari ada seseorang yang masuk, Li Sicheng tidak berbalik. Dia perlahan-lahan menjentikkan abu rokoknya ke dalam asbak dan berkata dengan suara yang dalam dan tenang, "Apakah kamu membenci aku?" Pertanyaan tiba-tiba itu membuat hati Su Qianci berdebar. Seperti sebuah planet yang ditabrak oleh asteroid. Apakah kamu membenci aku ¡­. Pertanyaan singkat itu mengingatkannya pada semua kesedihan dan rasa frustrasinya. Menatap punggung Li Sicheng, mata Su Qianci meredup dan kemudian menjadi berkaca-kaca. Bagaimana aku bisa membencimu ¡­ kamu adalah Li Sicheng ¡­. Dengan cepat mengeringkan matanya, Su Qianci berpura-pura tidak mendengar apa-apa dan pergi ke lemari untuk mencari sesuatu. Meskipun mereka sudah cukup lama tidak kembali ke rumah tua, Liu Sao telah menaruh pakaian mereka ke dalam lemari sehingga mereka dapat menginap kapan saja. Dia mengeluarkan gaun tidurnya dan pergi ke kamar mandi karena dia tidak bisa menahan tangisnya. Dia bukanlah seseorang yang suka menangis. Bahkan ketika dia dipukuli dengan keras oleh wanita-wanita kaya itu, dia hanya menggertakkan giginya alih-alih menangis. Namun, apa pun yang berhubungan dengan Li Sicheng, dia tidak bisa menghentikan air matanya. Li Sicheng memiliki dampak yang sangat besar pada diri Su Qianci ¡­. Tidak peduli di kehidupan terakhirnya atau yang sekarang ini, Su Qianci tidak bisa bersikap acuh tak acuh di hadapan Li Sicheng. Setiap kali dia melihat pria itu, jantungnya masih berdetak kencang. Bagaimana dia bisa membenci seseorang seperti ini? Jelas menyadari bahwa istrinya telah pergi, Li Sicheng mematikan rokoknya, menutup jendela, dan duduk di sofa di sebelah tempat tidur. Setelah duduk diam beberapa saat, dia mendengar seseorang mengetuk pintu. Dia membuka pintunya dan melihat Liu Sao. "Tuan Li, ini adalah makanan penutup bergizi, Kapten Li meminta saya untuk membawanya kepada Nyonya. Dapatkah Anda memberikan padanya nanti?" Li Sicheng meliriknya dan mengerutkan kening. "Tidaklah sehat untuk meminum sesuatu yang manis selarut ini." "Lagipula itu bukan untuk Anda. Berikan saja pada Nyonya. Kakek secara khusus memintaku untuk menyiapkannya." "Oke." Li Sicheng mengambilnya. "Aku mengerti." "Anda juga bisa mencicipinya. Rasanya lumayan enak." Wajah Liu Sao tersenyum mencurigakan, melirik ke dalam pintu. "Dia sedang mandi. Kau bisa memberikannya padaku." "Ini." Liu Sao memberikan nampan itu pada Li Sicheng dan berjalan pergi setelah menutup pintu. Namun, setelah Liu Sao pergi, pelayan itu tampak khawatir. Saat berjalan ke ruang keluarga, dia berkata kepada Kapten Li, "Apakah itu akan memiliki efek yang diinginkan? Bagaimana jika Tuan salah sangka ¡­." "Jangan khawatir. Mereka adalah suami istri dan harus segera berbaikan." Melambaikan tangannya, Kapten Li menatap ke arah kamar Li Sicheng, menghela napas, dan berkata, "Aku harap bocah itu dapat memahami usahaku. Aku telah mengorbankan reputasiku untuknya ¡­." Chapter 344 - Sebuah Dorongan Untuk Meniduri Dirinya Setelah Su Qianci keluar dari kamar mandi, dia telah menenangkan dirinya. Melihat Li Sicheng sedang merokok di sofa, dia hanya melirik pria itu dan duduk di tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya. "Kakek meminta Liu Sao untuk membuatkanmu makanan penutup bergizi. Minumlah selagi panas." Li Sicheng kemudian berdiri dan berjalan ke dalam kamar mandi. Su Qianci melihat mangkuk di atas meja itu. Isinya adalah sarang burung dengan gula batu dan kurma. Menyentuh mangkuknya, dia merasakan suhunya pas. Dengan cepat dia meminumnya dan mengembalikan mangkuk itu, berpikir bahwa rasanya cukup enak. Dia menyalakan pengering rambut, yang membuatnya merasa agak kepanasan. Dia memakai sepatunya dan membawa mangkuk itu keluar. Mengambil segelas susu dingin, dia cepat-cepat meminumnya sampai habis dan kembali ke kamar. Namun, ketika dia kembali ke kamar, dia merasa semakin kepanasan dan sedikit tidak nyaman. Dia membuka jendela dan angin dingin itu terasa menyegarkan. Setelah berdiri di dekat jendela beberapa saat, dia merasa sedikit pusing dan bersandar ke dinding. Air pancuran telah berhenti mengalir di kamar mandi, dan pintunya segera dibuka. Bahkan tanpa membalikkan badan, Su Qianci bisa membayangkan tubuh Li Sicheng yang telanjang. Kulit kecokelatan yang seksi, tubuh yang kekar, dan organ di balik handuk putih yang begitu besar dan ¡­. Ya ampun ¡­ apa yang sedang dia pikirkan? Su Qianci menutupi wajahnya, mendapati pipinya yang panas terbakar. Sangat panas ¡­. Dia mengibas-ngibaskan gaun tidurnya dan berbisik pada dirinya sendiri, "Kainnya terlalu tebal ¡­." Li Sicheng tampaknya telah mendengar itu, melirik Su Qianci, dan melanjutkan mengeringkan rambutnya dengan handuk. Anginnya semakin kencang, membuat tirai itu berkibar-kibar. Merasa sedikit kedinginan, dia meletakkan handuk yang dipegangnya dan berkata dengan sebuah suara yang rendah, "Tutup jendelanya." Namun, Su Qianci berdiri tak bergerak seolah-olah dia tidak mendengar apa-apa. Li Sicheng mengerutkan kening, berjalan melewatinya bahkan tanpa memandangnya, dan menutup jendela itu. Melihat tubuh suaminya yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya, Su Qianci merasa mulutnya menjadi kering. Dia melangkah mundur dan menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, menutupi wajahnya dengan selimut. Kenapa, kenapa ¡­. Segera setelah dia melihat Li Sicheng, dia memiliki keinginan untuk meniduri pria itu. Apa-apaan ini! Dia tidak menduga bahwa dia bisa sangat terangsang. Terkubur dalam selimut, dia merasakan gelombang panas yang lebih kuat. Kulitnya serasa terbakar. Meskipun merasa sangat kepanasan, dia tidak memiliki setetes keringat pun. Sepertinya dia sedang demam. "Hmmm ¡­." Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan suara erangan. Menggeliat, dia mengangkat selimut itu dan merasa segar oleh udara dingin. Sangat, sangat panas! Dia diam-diam meletakkan sebelah kakinya dan mengangkat gaun tidurnya. Udara dingin di kakinya membuatnya merasa lebih baik. Namun, dia melihat sekilas raut wajah Li Sicheng yang aneh. Bersembunyi kembali ke dalam selimut, Su Qianci meletakkan selimut di wajahnya lagi, tidak membiarkan suaminya melihatnya. Melihat istrinya seperti itu, Li Sicheng mengabaikannya dan melepaskan handuknya. Dia dengan perlahan mengambil sebuah jubah sutra dan mengenakannya. Begitu Su Qianci melihat tubuh Li Sicheng, dia tidak bisa menahan diri untuk merapatkan kakinya dan membayangkan pria itu mendorong penisnya masuk ke dalam dirinya ¡­. "Awwww!" Su Qianci tersentak saat dirinya terjatuh ke lantai. Chapter 345 - Orang Tua Yang Nakal Terkejut, Li Sicheng segera berlari ke arahnya dan menariknya, saat itulah dia mendapati tubuh Su Qianci yang sedang terbakar. Menutupi wajahnya, Su Qianci merasa sangat malu sehingga dia bahkan tidak bisa memandang wajah suaminya. Dia terjatuh ke lantai dari tempat tidur ¡­ dia merasa sangat malu sampai dia tak terselamatkan lagi ¡­. Namun, begitu dia melihat dada pria itu dan merasakan kulitnya yang dingin, dia tidak bisa menahan diri untuk menyandarkan kepalanya ke lengan Li Sicheng. Su Qianci melakukannya tanpa sadar, dan ketika dia menyadari apa yang telah dia lakukan, dia begitu dekat dengan Li Sicheng. Saat ingin menjauhkan diri, tangannya ditangkap oleh tangan Li Sicheng. Pria itu menggunakan tangannya yang lain untuk merasakan dahinya. Panas sekali! Dengan alisnya yang berkerut, Li Sicheng menyalahkan istrinya, "Kamu sedang demam dan kamu berdiri di depan jendela!" Lalu pria itu mengangkatnya dan meletakkannya di tempat tidur. Su Qianci bahkan merasa semakin pusing. Menggenggam jubah Li Sicheng, dia berhasil menariknya ke bawah karena ikat pinggangnya tidak diikatkan. Tiba-tiba, dia melihat sekilas sebuah luka panjang yang membentang dari belakang lengannya hingga ke punggungnya. Cedera itu telah meninggalkan bekas luka tetapi belum pulih. Bekas luka merah muda itu sangat jelas terlihat pada kulitnya yang kecokelatan. "Kamu terluka?" Su Qianci terperanjat dan ingin menyentuh lukanya. Li Sicheng menangkap tangannya, dan tangannya yang lain mengikat jubahnya. Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah bawah. Jubah itu sudah ditarik kembali oleh Li Sicheng tetapi masih tidak rapi. Su Qianci bisa melihat garis-garis ototnya. Dia merasa mulutnya bahkan semakin kering. Dengan wajah memerah, dia memalingkan muka dan mengipasi dirinya sendiri dengan tangannya. "Panas sekali ¡­." "Panas?" Li Sicheng mengerutkan kening. "Kamu sedang demam, tapi kamu merasa panas?" Su Qianci tidak mengatakan apa-apa. Matanya berkaca-kaca. Merapatkan kakinya, dia menggosok pahanya yang halus di bawah gaun tidurnya. Saat dia bergerak, dia tidak bisa menahan untuk menatap Li Sicheng. Nafsu berahi! Li Sicheng dapat membacanya dengan jelas di mata Su Qianci. Apa-apaan ini? Li Sicheng menjauh dari pandangannya, tetapi Su Qianci dengan cepat menatapnya lagi, memohon dengan matanya. Pria itu menatap kejantanannya, matanya dingin dan dalam. Pipi Su Qianci merona merah, dan matanya berkaca-kaca, penuh daya tarik erotis. Li Sicheng tiba-tiba mengerti. Dia mengira istrinya sedang demam. Namun, faktanya adalah Su Qianci jelas sedang terangsang. Tapi, kenapa ¡­. Dengan pencerahan ini, dia berpikir tentang makanan penutup sarang burung itu yang pastilah menjadi masalahnya. Namun, Liu Sao berkata kakek telah memintanya untuk menyiapkannya ¡­. Terkejut, Li Sicheng mengutuk dalam hati: Orang tua yang nakal! Melihat bahwa Li Sicheng tetap diam tak bergerak, Su Qianci tidak tahan dengan panas tubuhnya dan bangkit, meraih kain jubah suaminya. Namun, dia dengan cepat menyadari bahwa dirinya mungkin tidak boleh melakukan itu dan melepaskannya kembali. Bersembunyi di bawah selimut, tubuhnya meringkuk. Mengetahui bahwa istrinya tidak sedang demam, Li Sicheng tidak lagi merasa khawatir. Dia perlahan mematikan lampu, melepaskan ikatan jubahnya, dan berbaring tak bergerak di sebelah Su Qianci. Chapter 346 - Sayangku, Ini Pelecehan Su Qianci bahkan merasa semakin buruk. Li Sicheng berada begitu dekat dengan dirinya di bawah selimut ¡­ kenapa pria itu tidak bisa bergerak bahkan lebih dekat dengannya ¡­. Merasa jengkel, dia membuka kembali selimutnya dan membiarkan udara dingin menerpa tubuhnya. Namun, dalam waktu kurang dari dua menit, dia merasa sangat tersiksa sehingga dia hampir menangis, merintih, "Aku tidak bisa ¡­ ini sangat panas ¡­." Li Sicheng meliriknya dan berkata dengan pelan, "Kalau kepanasan, kamu seharusnya melepas pakaianmu." Su Qianci ingin melakukan hal itu, tapi ¡­ bisakah dia melakukan itu di depan Li Sicheng? Dia hampir sekarat! "Aku akan tidur dan tidak akan melihat ke arahmu," kata Li Sicheng dan berbalik memunggungi istrinya. Su Qianci merasa ragu-ragu dan bangkit berdiri untuk melepaskan gaun tidurnya. Saat dia melepasnya, Li Sicheng tidak lagi bisa merasa begitu tenang. Menolak keinginannya untuk memandang istrinya, dia tidak bisa memikirkan apa pun selain tubuh Su Qianci. Wanita itu tidak mengenakan apa-apa di ¡­. Dia telah melepas gaun tidurnya tetapi masih terasa sangat, sangat kepanasan. Mulutnya kering, dia menggeliat dan tubuhnya gemetaran di balik selimut. Li Sicheng memasang tampang tidak peduli dan membiarkan tangannya jatuh ke tubuh istrinya. Su Qianci menggigil dan tidak bisa menahan diri untuk mengerang. Dengan cepat menjadi terangsang, pria itu menarik kembali tangannya. Sambil menggertakkan giginya, Li Sicheng menahan gairahnya selama beberapa menit sebelum Su Qianci menjerit pelan, "Tuan Li ¡­." "Apa?" "Aku merasa tidak enak ¡­." "Ya, itu wajar ketika kamu sedang ''demam''. Aku yakin kamu akan segera merasa lebih baik." Su Qianci tidak berbicara lagi. Dia meringkuk dan merintih dengan suara pelan. Li Sicheng seolah-olah akan menjadi gila. Dia hampir ingin berkata dengan geram: Apa yang kamu lakukan? Memohonlah padaku! Jika kamu memohon padaku, aku akan membiarkanmu memilikinya. Akan tetapi, Su Qianci tidak mengatakan sepatah kata pun. Meskipun kejantanan Li Sicheng sudah sekeras batu, pria itu tidak bersedia untuk memberikannya. Dalam waktu kurang dari satu menit, tangan hangat Su Qianci terulur padanya. Li Sicheng menangkap tangan itu dan bertanya dengan sebuah suara berat, "Apa yang kamu lakukan?" Merasa malu, dia mundur dan berbalik, memunggungi suaminya. Li Sicheng mengutuk dalam hati, tetapi tidak bisa menahan diri untuk meletakkan tangannya di punggung istrinya, bertanya dengan serius, "Di mana yang sakit?" Tubuh Su Qianci bergetar akibat sentuhan Li Sicheng. Dia tidak bisa menahan diri untuk bersandar mendekat pada pria itu. Benar saja, wanita itu tidak mengenakan apa pun ¡­. Darah mengalir ke kepala Li Sicheng, membuatnya merasa pusing. Li Sicheng menggerakkan tangannya turun ke pinggang Su Qianci. "Di sini?" Su Qianci mengerang tetapi dengan cepat menghentikan dirinya sendiri. Berpura-pura tidak mendengar apa-apa, Li Sicheng meraih perut bagian bawahnya. "Atau di sini?" Dia tidak tahan lagi dan berteriak, "Jangan sentuh aku ¡­." Untuk sekali ini, Li Sicheng mematuhinya dan menarik kembali tangannya. "Baiklah. Jadi, aku akan tidur kalau begitu." Lalu Su Qianci benar-benar mendengarnya membalikkan badannya. Su Qianci ingin menampar dirinya sendiri. Sentuhan suaminya sangat nyaman ¡­. Dia bahkan merinding. Merasa semakin pusing, wanita itu kehilangan sebagian kesadarannya dan meletakkan tangannya di dada dan punggung Li Sicheng. Meskipun sudah sangat ''bengkak'', Li Sicheng menahan keinginannya untuk bereaksi. Su Qianci bergerak bahkan lebih liar dan meraih ereksinya ¡­. Li Sicheng cepat-cepat menangkap tangan istrinya, membalikkan badan untuk memandang Su Qianci dengan serius, dan berkata, "Sayangku, ini pelecehan." Chapter 347 - Nyonya Li, Tolong Jaga Sikapmu Su Qianci tidak berhasil dan merasa luar biasa hampa di dalam dirinya. Dia merintih, "Aku tidak ¡­" "Dan apa yang ingin kamu lakukan barusan?" "Aku ¡­." Dia kehilangan kata-katanya dan menundukkan kepalanya, merasa bersalah. Namun, dia menjulurkan kakinya dan menaruhnya di atas kaki Li Sicheng. Dia menarik tangannya dari cengkeraman suaminya dan dengan keras kepala melingkarkan tangannya pada tubuh pria itu, berusaha menciumnya. Li Sicheng menarik kepalanya, dan Su Qianci akhirnya mencium jakunnya. Pria itu sudah sangat terangsang, tetapi matanya masih terlihat tenang dan dingin seolah-olah tidak ada yang terjadi. Menatap istrinya, dia bertanya, "Apakah kamu tidak membenciku? Mengapa kamu mencoba menciumku?" Hati Su Qianci terpukul. Dengan suara parau, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, aku tidak ¡­." "Tidak apa?" "Aku tidak membencimu ¡­." "Jadi, kenapa kamu menamparku?" Kenapa dia menamparnya ¡­. Dia mengerutkan bibirnya, dan air matanya langsung menetes. Merasa sesak napas, Li Sicheng mendekatinya dan bertanya dengan nada suara yang lembut seolah-olah dia sedang berbicara dengan seorang anak kecil, "Kenapa?" "Kamu mengkhianati aku. Kamu ber*ngsek ¡­." "Kapan aku pernah mengkhianati kamu?" Dia merasa diperlakukan tidak adil. "Aku selalu hanya memiliki kamu." Su Qianci terlalu terganggu untuk mendengarkan penjelasan Li Sicheng. Tubuhnya menggeliat dengan sangat tidak nyaman dan memohon, "Tolong, Tuan Li ¡­." Li Sicheng mengetahui bahwa istrinya sedang tersiksa dan membiarkan Su Qianci mencium dirinya. Dia mendengus, "Nyonya Li, tolong jaga sikapmu." Su Qianci tidak mau mendengarkannya. Sambil memeluk tubuh Li Sicheng, dia menekankan payudaranya ke dada suaminya dan menciumnya dengan tidak mahir. Li Sicheng tidak bergerak, membiarkan istrinya melakukan apa pun yang diinginkannya. Namun, wanita itu tidak melakukan hal lain selain menciumnya. Merasa panas dan bersemangat, Li Sicheng sedikit mendorongnya dan mengeluh, "Apakah kamu tahu bagaimana cara melakukannya atau tidak?" Su Qianci juga merasa bahwa dia tidak membantu dirinya sendiri, menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Li Sicheng menghela napas. "Kamu menang." Kemudian, dia mengambil kendali dan menindih Su Qianci di bawah tubuhnya. Merenggut bibir Su Qianci, dia mendorong lidahnya melewati gigi istrinya. Li Sicheng mengangkat punggung Su Qianci dengan tangannya. Sensasi kasar dari kulit pria itu di kulitnya sendiri membuat Su Qianci menjerit kenikmatan. "Pel*cur kecil!" Li Sicheng mendesah, mendorong pahanya di antara kedua kaki Su Qianci. Dia menurunkan tubuhnya dan mendorong kepala ereksinya ke pintu masuk istrinya dengan perlahan. Menggigil, Su Qianci tidak bisa menahan rintihannya. Ketidaknyamanan membuatnya merintih pelan. Meraih punggung Li Sicheng dengan penuh nafsu, dia menjerit, "Tolong berikan padaku, Tuan Li ¡­." "Kamu harus memohon." "Kumohon ¡­." "Kamu tahu, kurasa kamu tidak bersungguh-sungguh." Su Qianci ingin membunuhnya. Sambil memeluk Li Sicheng, dia bertanya tanpa berpikir, "Apa yang kamu inginkan?" "Kamu harus berjanji sesuatu padaku jika aku membantumu hari ini." Dia mengangkat pinggulnya dan membelitkan kakinya di pinggang Li Sicheng, bertanya dengan suara parau, "Apa?" "Aku akan memberitahumu ketika aku terpikirkan sesuatu." Li Sicheng mendorong kejantanannya, dan Su Qianci segera mengerang dengan penuh kepuasan. Namun, pria itu berhenti bergerak. Itu membuat Su Qianci lebih tersiksa, dan dia mendesak, "Tolong ¡­ bergeraklah." "Kamu belum mengatakan iya." "Iya ¡­ ooooh ¡­ hmmm ¡­." Chapter 348 - Aku Tidak Menyangka Kamu Seperti Ini Gerakan Li Sicheng yang tiba-tiba membuat Su Qianci menelan kembali kata-katanya. Pria itu mengisap bibirnya, merasakan tubuh Su Qianci yang penuh gairah bergoyang. Setelah mereka melakukannya sekali, Su Qianci merasa jauh lebih baik. Ketika tubuhnya sudah kembali normal, dia merasa sangat lelah sehingga dia bahkan tidak ingin mengangkat jarinya. Matanya kabur, dia meronta ketika Li Sicheng mencoba menggodanya kembali. Li Sicheng berkata dengan pelan, "Kamu ingin menyingkirkanku sekarang? Tidak semudah itu." Jadi ¡­. Su Qianci dihujam dengan begitu keras sehingga dia merasa tubuhnya akan ambruk. Semua keluhannya menjadi sia-sia. Ketika gerakannya menjadi tenang di tempat tidur berukuran besar itu, fajar sudah mulai menyingsing. Saat keduanya terbangun, di luar hari sangat cerah. Su Qianci membuka matanya dan melihat dari dekat dada Li Sicheng. Kulit kecokelatannya sangat halus. Dia meletakkan sebuah jarinya di atas dada suaminya. Tubuh Li Sicheng dengan segera menjadi tegang dan sebuah tangan besar menangkap tangannya. Dia berkedip dan menatap Li Sicheng. Dia segera melihat mata Li Sicheng yang dingin dan bergetar dengan sebuah tanda peringatan di dalamnya. Kulit kepalanya serasa ditusuk-tusuk, Su Qianci mundur tapi mendapati bahwa kakinya terjebak di bawah kaki suaminya itu, terasa menggelitik. Li Sicheng memindahkan kakinya, dan Su Qianci dengan cepat menarik kakinya kembali, berguling, dan ingin melarikan diri. Namun, sebelum dia sempat melakukannya, pria itu menariknya kembali. Jantungnya berdegup kencang. Dia meringis dan berkata, "Aku, aku akan pergi mandi ¡­." Li Sicheng mengerutkan bibirnya, menatapnya, dan menghela napas. Melihat itu, Su Qianci menyembunyikan dirinya di bawah selimut dan berkedip. Suaminya jarang menunjukkan sisi lemahnya. Di matanya, Li Sicheng hampir mampu melakukan apa saja. Apakah itu berarti ada hal-hal yang bahkan dia tidak bisa mengurusnya? Pria itu meliriknya dan berkata dengan kecewa, "Kamu menodai aku." Mendengar itu, Su Qianci tersipu malu dan membantah, "Kamulah yang ¡­." Pria itu sendiri yang mengganggu dirinya untuk melakukannya lagi dan lagi dan lagi. Bagaimana bisa Li Sicheng yang menjadi korbannya? Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Li Sicheng memotong tanpa basa-basi, "Apa yang aku lakukan? Tadi malam, kamu yang merayuku." Wajah Su Qianci memerah karena marah. Dia mengerutkan kening dan menendang suaminya. "Kamu sangat tak tahu malu!" Ditendang oleh istrinya, Li Sicheng tetap berkata dengan tenang, "Kamu lupa bahwa tadi malam kamu melecehkan aku secara seksual, Nyonya Li." Su Qianci menjadi terdiam dan memberinya tatapan dengan wajah memerah. "Aku membantumu hanya karena kamu memohon padaku." Merasa canggung, Su Qianci menendangnya lagi. "Tutup mulutmu!" Li Sicheng meraih pergelangan kaki istrinya di bawah selimut dan bertanya dengan perlahan, "Kamu juga setuju untuk mengabulkan permintaanku. Kamu masih ingat itu?" "Tidak!" Su Qianci berteriak marah. "Aku lupa." Li Sicheng mengeluh, "Kamu mencoba menyangkal semuanya setelah memakai celanamu kembali? Aku tidak menyangka kamu seperti ini." Chapter 349 - Ketika Kamu Berada Di Tempat Tidur Tang Mengying Su Qianci berhenti dan membantah, "Aku tidak memakai celana kok." Li Sicheng mengangguk dengan penuh pengertian. "Itu benar. Kamu mengenakan gaun tidur untuk memudahkan aku ¡­." Dia merasa sangat malu. Memalingkan wajahnya dengan malu-malu, Su Qianci melilitkan selimut di tubuhnya, mencoba mengambil gaun tidurnya dari lantai. Li Sicheng menarik dirinya kembali, membungkuk mendekatinya, dan berbisik ke telinga istrinya, "Apakah kamu benar-benar lupa apa yang terjadi semalam?" Tentu saja Su Qianci mengingatnya. Setiap detailnya. Namun, dia tidak akan pernah mengakui hal itu. Dia tersipu malu dan mencoba untuk melepaskan diri. "Lepaskan aku." Li Sicheng membungkuk lebih dekat padanya, mendekapnya dan berbisik, "Tidak, aku tidak akan melepaskanmu." Dia kemudian meletakkan tangannya di payudara Su Qianci dan meremasnya. Su Qianci meronta dan menjadi marah, "Apakah kamu sudah selesai?" "Jika aku bilang belum, bisakah aku melanjutkan?" Dia memiliki keberanian untuk membungkuk lebih dekat untuk menciumnya. Su Qianci memalingkan wajahnya dan ciuman Li Sicheng jatuh di belakang telinganya. Pria itu kemudian mengisap daun telinganya. Su Qianci bergidik, siap untuk menyerah. Li Sicheng menggerakkan bibirnya yang basah di sekitar lehernya dan menjebak Su Qianci di antara kedua kakinya. Dia berbisik ke telinganya, "Lihat, kamu sangat menginginkanku." "Pergilah ¡­." kata Su Qianci. "Tuan Li, aku tidak pernah tahu bahwa kulitmu sangat tebal." "Nyonya Li, penemuanmu belum terlambat." Tuan Li, Nyonya Li ¡­. Ketika mereka saling merayu, bagaimana mereka memanggil satu sama lain menjadi sensual alih-alih menjadi asing. Ketika Li Sicheng memanggilnya Nyonya Li, jantungnya berdetak lebih kencang daripada ketika dia mendengar panggilan sayangku. Namun, pria ini bukan miliknya. Merasa kecut, Su Qianci memalingkan wajahnya dan berkata dengan suara parau, "Apakah kamu juga begitu tidak tahu malu di tempat tidur Tang Mengying? "Tempat tidur ¡­ Tang Mengying?" Li Sicheng tertegun oleh kata-kata itu. Mengapa kalimat itu terdengar sangat aneh? Mata Su Qianci menjadi berkaca-kaca. Dia menyikutnya dan mencoba untuk bangun dari tempat tidur. Li Sicheng membuatnya diam di tempatnya dan bergerak mendekatinya, bertanya, "Kamu pikir aku sudah tidur dengan Tang Mengying?" Su Qianci merasa telah mendengar sebuah lelucon dan membalikkan badannya. Li Sicheng dengan jelas melihat ejekan tak berujung dan perasaan jijik di mata gelap istrinya. Memicingkan matanya dengan berbahaya, Li Sicheng terlihat tidak senang. Dia mengencangkan cengkeraman di tubuh Su Qianci, membaringkannya, memandangnya, dan bertanya, "Apa maksudnya itu?" "Kamu tahu betul apa yang kumaksud, bukan, Tuan Li?" Hati Su Qianci berdebar saat dia melihat dada Li Sicheng yang ditandai dengan goresan-goresan dan tanda merah bekas ciuman yang ditinggalkan olehnya. Tapi itu akan menjadi satu-satunya malam mereka. Memalingkan wajah, dia tidak ingin melihat wajah Li Sicheng. Suaranya tercekat di tenggorokannya, dia meronta lagi dan berkata dengan nada suara yang sengaja dibuat seolah-olah acuh tak acuh, "Bangun." "Jelaskan. Kamu masih berpikir bayi Tang Mengying adalah milikku?" "Aku tidak perlu memikirkannya." Su Qianci menatapnya dengan setengah tersenyum. "Sebenarnya memang bayimu, kan?" Chapter 350 - Kesepakatan Kotor Mata Li Sicheng yang dalam menjadi lebih dingin saat dia memicingkan matanya. Perlahan, dia bertanya, "Jadi, kamu menampar aku karena itu?" Su Qianci memalingkan wajahnya dan tidak berbicara. Namun, napasnya semakin memburu, dan matanya menjadi berkaca-kaca. "Nyonya Li, kamu meragukan karakterku." Suaranya dalam, terdengar sangat marah. Su Qianci mengerutkan bibirnya dengan dingin dan menghindari kontak mata dengan Li Sicheng. "Kupikir aku sudah menjelaskan semuanya saat terakhir kali. Aku tidak ada hubungannya dengan wanita itu, apalagi tidur dengannya. Bahkan menyentuhnya saja akan membuatku mual." "Sudah cukup," potong Su Qianci. "Aku tidak ingin mendengar tentang hal ini. Tuan Li, tolong lepaskan aku?" Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan tetap diam. Dengan frustrasi, dia berkata, "Kenapa kamu tidak percaya padaku?" Su Qianci menatapnya. Melihat betapa terlukanya Li Sicheng, dia menatap langit-langit dan berkata dengan perlahan, "Kamu tidak memiliki kehormatan di depanku saat aku menemukan dirimu berbohong padaku." Pupil mata Li Sicheng mengecil. Berbohong pada Su Qianci? Pria itu segera memikirkan cedera di lengan kanannya. Tanpa sadar, dia melirik lukanya. Melihat gerakan Li Sicheng, Su Qianci juga menatap lukanya. Luka itu panjang dan mungkin dalam. Sebagian besar sudah hampir sembuh dan meninggalkan bekas luka, merah muda dan jelek di kulitnya yang kecokelatan. "Ini dilakukan oleh Rong Rui lebih dari setengah bulan yang lalu." Setengah bulan, jadi, ketika Li Sicheng sedang "dalam perjalanan bisnis?" "Aku tidak memberitahumu karena aku tidak ingin kamu mengkhawatirkanku. Aku berbohong dan berkata aku akan melakukan perjalanan bisnis, karena aku ingin memberitahumu ketika cederanya sudah membaik." Apakah benar begitu? Su Qianci tiba-tiba merasa sedih. Apakah dirinya terlihat begitu mudah ditipu oleh pria itu? Li Sicheng pasti tidak mengetahui bahwa Su Qianci melihatnya keluar dari rumah yang dia berikan kepada Tang Mengying dengan mata kepalanya sendiri. Dia melakukan penyelidikan sendiri dan menemukan bahwa kepemilikan rumah itu memang dialihkan kepada Tang Mengying. Sebuah rumah yang bernilai puluhan juta yuan dengan mudahnya dihadiahkan kepada wanita lain. Adakah yang percaya bahwa tidak ada kesepakatan kotor yang terlibat? Sebagai tambahan, tes DNA itu sudah cukup untuk membuktikan semuanya. Dengan semua buktinya digabungkan, Li Sicheng masih berpikir Su Qianci akan memercayai kata-katanya mengenai hal itu? Bulu mata Su Qianci bergerak-gerak saat dia berkata dengan pelan, "Oke. Kamu bisa bangun sekarang. Kakiku mati rasa." Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan merasa bahwa raut wajah Su Qianci yang dingin ibarat sebuah peluru yang menembus dadanya, meninggalkan sebuah lubang yang berdarah. Ekspresi wajah istrinya mengatakan kepadanya bahwa wanita itu tidak percaya padanya. Lukanya ada di sana, dan Su Qianci seharusnya bisa mengetahui seberapa parahnya luka itu. Tapi kenapa istrinya masih menolak untuk percaya padanya? Apakah wanita itu bersungguh-sungguh dengan mengatakan Li Sicheng tidak mempunyai kehormatan di hadapan Su Qianci? "Aku tidak bermaksud demikian." "Tidak apa-apa. Kakiku tidak akan mati rasa untuk waktu yang lama." "Aku berbicara tentang perjalanan bisnis itu." Dia tidak bermaksud untuk bersikap tidak jujur. Jika dia mengetahui bahwa Su Qianci akan mengetahui kejadian yang sesungguhnya dan salah paham, Li Sicheng lebih suka membiarkan istrinya berada di sisinya dan mengkhawatirkan tentang dirinya. Su Qianci terdiam sesaat. Matanya menjadi redup ketika dia berkata, "Tidak apa-apa. Tentu saja, kamu dapat memiliki kehidupan pribadimu. Sejak dari awal, aku sudah menuliskan dengan jelas dalam kontrak itu bahwa kita masing-masing bebas untuk menjalani kehidupan kita secara terpisah. Kamu tidak perlu menjelaskan kepadaku. " Su Qianci-lah yang telah salah paham. Dia mengira bahwa Li Sicheng mencintainya ¡­. Chapter 351 - Menyebalkan "Su Qianci!" Li Sicheng berteriak marah dan menepuk rahang istrinya. "Jangan menyebut-nyebut kontrak itu! Aku akan segera merobeknya." "Memang, kamu seharusnya melakukan itu lebih awal," kata Su Qianci sinis. "Kontrak itu juga menyebutkan bahwa kita harus menjaga jarak. Lihat kita ¡­ kita telah melanggar kontrak itu untuk sementara waktu sekarang." "Kontrak itu seharusnya tidak pernah dibuat." Li Sicheng menyesal menandatangani kontrak itu sejak awal. Menatap Su Qianci dalam-dalam, dia berkata dengan tegas, "Lupakan kontraknya. Kita akan merobeknya dan memulai hubungan kita lagi dari awal." "Kamu bebas untuk melakukan itu. Toh surat kontrak milikmu hanyalah salinannya saja. Paman Sheng Ximing memiliki aslinya." Mengencangkan cengkeramannya pada rahang Su Qianci, seolah-olah Li Sicheng ingin menghancurkannya, dia berkata dengan suara yang dalam, "Maka kita akan meminta untuk mendapatkannya kembali." "Tidak, Li Sicheng." Su Qianci menatapnya, melingkarkan lengannya di leher Li Sicheng, menyandarkan tubuh mendekat padanya, dan berbisik, "Bukankah ini yang kamu inginkan? Ketika masa kontrak habis, bayi Tang Mengying seharusnya sudah lahir. Pada saat itu, akan sama bagimu dengan atau tanpa aku, kan?" Tang Mengying! Tang Mengying lagi! Su Qianci menarik kepalanya dan mengisap jakunnya. Li Sicheng membeku. Mengencangkan lengannya, pria itu terengah-engah. Tangan Su Qianci yang lembut bergerak turun secara perlahan. Wanita itu berkata dengan nada suara yang sensual, "Kita masih menikah secara resmi sekarang. Karena Tang Mengying sedang hamil, kita harus menggunakan waktu kita untuk bersenang-senang, kan?" Gairah Li Sicheng segera menghilang. Meraih tangan istrinya, dia menggertakkan giginya. "Jangan menyebut-nyebut nama yang menyebalkan itu." Nama itu juga sama menyebalkannya untuk Su Qianci. Amat sangat menyebalkan sekali. "Kenapa kamu berpura-pura? Kamu menyukai hal ini, bukan?" Su Qianci menggeliat dan melilitkan kakinya di pinggang Li Sicheng. Dia bertanya dengan nada suara yang sinis, "Atau, apakah itu karena kamu merasa bersalah karena berbaring di tempat tidur wanita lain ketika Tang Mengying mengandung bayimu?" Menyadari provokasi wanita itu, Li Sicheng mencibir. Su Qianci merasa sedikit ketakutan dan menghentikan rayuannya. Dia mencoba untuk menarik kembali tangannya, tetapi Li Sicheng malah menindih tubuhnya. Pria itu menundukkan kepalanya dan menggigit tulang selangkanya. Su Qianci menghirup udara dingin dan berteriak, "Sakit!" Namun, Li Sicheng tidak bermaksud untuk berhenti, tetapi malah menggigitnya lebih keras. "Apa yang sedang kamu lakukan?" Su Qianci hampir meledak dalam tangis. "Apakah anjing adalah lambang zodiakmu? Lepaskan aku." "Aku sedang mencoba menyadarkanmu!" Li Sicheng terengah-engah dan berkata. Lalu dia cepat-cepat bangun dari tempat tidur. Su Qianci melihat Li Sicheng dengan tubuh telanjangnya membuka lemari dan mengambil sesuatu dari laci paling bawah. Dengan segera, dia berdiri dan melemparkan dua buah buku kecil berwarna merah padanya. Akta pernikahan. Li Sicheng membuka sebuah buku kecil dan memutar wajah Su Qianci, memaksanya untuk melihat foto pada akta pernikahan itu. Pria itu begitu kasar sehingga dia menyakitinya. Su Qianci ingin menghindar. Namun, Li Sicheng tidak akan membiarkannya, dan meletakkan akta pernikahan itu di depan wajahnya, berkata dengan geram, "Lihat ini. Kamu, Su Qianci, ada di foto ini. Bukan gadis Tang itu." Wajah Su Qianci terasa sakit dan dia hampir menangis. Namun, dia hanya menggertakkan giginya dan tidak mengatakan apa-apa. "Jangan coba-coba mendorongku pada wanita lain. Aku bilang dia tidak ada hubungannya denganku. Dia akan melahirkan bulan Maret tahun depan. Beri aku waktu lagi, maukah kamu?" Ketika bayi itu lahir, semuanya akan menjadi jelas. Chapter 352 - Mari Memulai Kembali, Ya? Mendengar itu, Su Qianci memalingkan wajahnya dan tidak berbicara. Matanya basah, dia menahan keinginannya untuk menangis. Li Sicheng memandangnya dalam-dalam, melepaskan wajahnya, dan berkata, "Apakah kamu masih ingat bahwa kamu berhutang sesuatu kepadaku tadi malam? Sekarang aku memiliki sesuatu dalam pikiranku." Su Qianci akhirnya menatap Li Sicheng. "Aku ingin membatalkan kontrak perceraiannya." Membatalkan ¡­. Kata itu terngiang-ngiang di kepalanya. Jika mereka membatalkan kontrak pada saat ini, bukankah itu berarti mereka tidak perlu bercerai? Bukankah itu berarti dirinya bisa terus menjadi istri Li Sicheng? Li Sicheng melihat bahwa Su Qianci tersentuh. Memang, Su Qianci juga tidak ingin bercerai, kan? Li Sicheng tiba-tiba memikirkan ekspresi wajah Su Qianci ketika mereka baru saja menikah. Cintanya pada Li Sicheng, emosinya yang rumit dan ketakutannya sangat jelas. Apa yang sudah terjadi? Sekarang Su Qianci menatapnya dengan tatapan mengejek, jijik, dan kebencian yang suram. Ketika cinta Su Qianci menghilang, Li Sicheng merasa bingung. Dia masih tidak mengetahui apa yang salah dengan perbuatannya. Namun, dia tidak ingin membiarkan Su Qianci pergi atau bercerai ¡­. Memegang wajah Su Qianci dengan tangan kasarnya, dia membelai kulit istrinya dengan ibu jarinya dan berbisik, "Mari kita batalkan kontrak itu dan memulai lagi dari awal, ya?" Li Sicheng bersungguh-sungguh. Wajahnya begitu tulus sehingga hati Su Qianci berdebar-debar. Namun, bisakah dia melakukan ini? Tidak! Su Qianci menggosok matanya dan mencibir pada Li Sicheng, "Kamu benar-benar berpikir aku sebodoh itu?" Kontrak perceraian itu adalah satu-satunya hal yang berasal dari inisiatifnya. Jika dia kehilangan satu-satunya kartu as ini, dia akan dihadapkan dengan siksaan yang tak kunjung habisnya ¡­. Bagaimana jika Li Sicheng menginginkan sebuah perceraian lebih awal dengan menipu dirinya agar membatalkan kontrak itu? Dia mengetahui betul betapa jahatnya pria ini. Su Qianci tidak akan pernah memercayainya lagi. Tidak akan pernah. Mendengar itu, Li Sicheng memegang wajah Su Qianci dengan erat. Dia tidak pernah berusaha begitu keras untuk menyenangkan seorang wanita. Dia bertindak sangat rendah hati hanya untuk mendapatkan ejekan dari istrinya? Matanya meredup. Api penghinaan mulai membara. "Su Qianci!" Li Sicheng melumat kata-kata itu dari giginya. Hatinya bergetar, Su Qianci meringkuk. Dia memberanikan dirinya untuk menatap Li Sicheng dengan tatapan tidak peduli dan mendengus, "Kamu sudah gila?" Li Sicheng meremas wajahnya bukan membelainya lagi sekarang, membuat Su Qianci merasa ngeri. "Aku benar-benar ingin mencekikmu sampai mati," kata Li Sicheng, menggertakkan giginya. Mencekik Su Qianci sampai mati dan membuat wanita itu menghilang. Tetapi dia tidak akan pernah tega untuk melakukannya. Su Qianci menggertakkan giginya dan menatap pria itu dengan cemas. Li Sicheng menutup matanya dan mendorong wanita itu menjauh. Melemparkan kedua buku kecil merah itu ke lantai, pria itu bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Mendengar suara air mengalir, Su Qianci menjatuhkan diri ke tempat tidur, menghela napas lega. Satu hal yang paling membuatnya takut adalah amarah Li Sicheng. Dalam kedua kehidupannya. Untungnya, dia selamat dari yang satu ini ¡­. Chapter 353 - Neraka Hidup Sebuah tanda berbentuk lingkaran bekas gigi tercetak di tulang selangkanya. Su Qianci menyentuhnya dan merasakan sengatannya. Li Sicheng telah menggigitnya dengan keras ¡­. Setelah mandi, dia menemukan sebuah kaos berkerah tinggi yang menutupi leher dan sebuah celana panjang. Menata rambutnya menjadi kuncir kuda, dia keluar kamar pukul 11 pagi. Dengan segera, dia melihat Li Sicheng yang sedang berjalan keluar dari kamar kakek. Melihat penampilan Su Qianci yang menyegarkan, Li Sicheng menatap istrinya sejenak sebelum dia dengan cepat berjalan menuju gerbang. Su Qianci berhenti ketika dia melewatinya, merasa teramat sangat tenang. Ketika Li Sicheng meninggalkan ruang keluarga, ponsel pria itu berdering. Su Qianci memperhatikan bahwa suaminya itu tampaknya memiliki sebuah ponsel baru. Ini bukan model yang dulu dimiliki Li Sicheng. Dia menjawab panggilan itu dan perlahan berjalan keluar. Dia menarik tangannya kembali dan mengikuti suaminya dari kejauhan. Untuk apa pun yang dikatakan melalui telepon, Li Sicheng terlihat sedang berada dalam suasana hati yang aneh. Dia berkata, "Pastikan kau menjaganya agar aman." Dia segera pergi, tidak bermaksud mengajak Su Qianci sama sekali. Su Qianci juga tidak ingin mendapat tumpangan darinya, jadi dia menyetop taksi di jalan dan memberi tahu alamat Song Yifan pada sopirnya. Namun, dia masih merasa ada yang salah. Apa yang Li Sicheng coba jaga agar aman? Bayi Tang Mengying? Hati Su Qianci terpukul. Dengan beberapa pemikiran, dia akhirnya memberi tahu sopir itu, "Pak, tolong antar saya ke Jiang Zhou." Sopir itu terlihat sedikit tidak sabar. "Kenapa Anda tidak mengatakannya tadi? Sekarang kita berada di arah yang benar-benar berlawanan." Meskipun sopir itu mengeluh, dia masih memutar mobilnya dan melaju menuju kawasan Jiang Zhou. Ketika mereka mendekati rumah itu, Su Qianci dengan segera melihat Maybach hitam yang sederhana tapi mewah itu. Meskipun dia sudah memperkirakan hal itu, dia masih merasa kecewa. Harapan terakhirnya telah menghilang. Kenyataan itu memberinya sebuah pelajaran yang menampar wajahnya. Pasti menyenangkan untuk berbohong pada dirinya. Mata Su Qianci menjadi dingin. Dan begitu pula dengan hatinya. "Ayo pergi ke Paviliun Zephyr sekarang." Laurel menjadi panik. Tidak ada yang mengira Tang Mengying akan menggunakan perutnya untuk menabrak dinding. Insiden itu membuat dua puluh anggota staf menjadi sibuk. Namun, Laurel adalah seseorang yang telah melalui banyak hal. Di Kota Bintang, hal-hal yang paling buruk telah terjadi. Dia mengantar Tang Mengying kembali ke kamar dan memanggil dokter secara terorganisir sebelum dia menghubungi Li Sicheng. Tang Mengying mengira bahwa mereka setidaknya akan membawanya ke rumah sakit. Dengan demikian, dia tentu saja dapat menyingkirkan bayi itu dan memberi tahu orang-orang bahwa dirinya dipenjara. Namun, dia tidak mengetahui bahwa Li Sicheng begitu "pengertian" sehingga pria itu akan menyediakan beberapa orang dokter di "rumah" ini. Dan bahkan ada ruang gawat darurat di dalam rumah. Melihat puluhan pasang mata yang sedang menatapnya, dia merasa dirinya akan menjadi gila. Selama setengah bulan, dia tidak memiliki kebebasan sama sekali. Seseorang selalu memperhatikannya ketika dia berada di dalam kamar mandi atau saat sedang mandi atau makan. Dia bahkan tidak memiliki kebebasan yang dimiliki seorang tahanan. Kecuali Laurel, semua orang yang lainnya bodoh. Tidak ada yang berbicara dengannya, dan dia tidak bisa menelepon. Lokasi rumah ini sangat terpencil sehingga Tang Mengying tidak memiliki cara untuk menghubungi siapa pun. Semua orang merayakan kenyataan bahwa bayinya aman. Namun, bagi Tang Mengying, itu adalah berita paling buruk. Ini adalah sebuah neraka hidup ¡­. Chapter 354 - Tidak Nyaman Sejak Su Qianci meninggalkan rumah tua itu, dia menyibukkan dirinya dengan fokus pada kuliah dan pekerjaannya. Lu Yihan semakin ahli dalam melakukan bisnisnya. Hanya dalam waktu satu bulan, pria itu telah merilis perangkat lunak "Qian Joy," yang kemudian berhasil mendapatkan jumlah pengunduh yang cukup besar. Sebagai pemegang saham, Su Qianci mendapat keuntungan yang lumayan besar. Saat cuaca semakin dingin, dia mengenakan pakaian yang lebih tebal. Hari ini adalah pertengahan musim dingin, sebuah festival untuk berkumpul bersama keluarga. Song Yifan masih berada di London dan tidak bisa kembali ke China untuk menghabiskan hari itu bersamanya. Rumah tua telah menghubunginya terlebih dahulu, mengundangnya untuk datang merayakan festival itu. Hujan turun sangat deras, membuat pertengahan musim dingin ini menjadi sebuah festival yang basah. Mengemudikan sedan putihnya yang baru saja dibeli, Su Qianci terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang lewat. Dia tidak mengetahui apa yang telah terjadi di jalan itu. Mobilnya tidak bisa bergerak sama sekali. Bunyi klakson bersahutan, mengganggu pikirannya. Ponsel Su Qianci berdering. Telepon itu berasal dari rumah tua. Dia mengangkatnya. "Halo." "Apakah Anda hampir sampai?" "Belum. Hari ini adalah pertengahan musim dingin, jadi lalu lintasnya padat." Dia melirik pada awan gelap yang menggantung. Hujan masih mengguyur dengan deras. "Saya mengerti. Apakah Anda bersama dengan Tuan Li? Kapten Li berkata beliau ingin makan sejenis daging yang pernah dibeli oleh Tuan Li." "Daging apa?" "Saya tidak tahu. Kapten Li juga tidak tahu namanya. Rasanya cukup enak. Saya yakin Tuan Li tahu tentang daging itu. Bisakah Anda meneleponnya dan bertanya?" Dirinya menelepon Li Sicheng? Su Qianci mengerutkan bibirnya dan berkata, "Liu Sao, maukah kau meneleponnya? Ini tidak nyaman bagiku." "Saya sudah mencobanya, tapi saya tidak bisa menghubunginya. Saya juga sedang repot sekarang. Kapten Li sedang bermain dengan Tuan Li Yao, dan aku harus membereskan rumah." Seseorang sepertinya memanggil nama Liu Sao. Liu Sao berkata, "Saya datang!" Dan kemudian dia mengatakan kepada Su Qianci, "Apakah Anda akan bersedia melakukannya untukku? Jika tidak, saya akan menghubungi Tuan Li lagi nanti. Saya hanya khawatir Kapten Li mungkin merasa tidak sabar ¡­." "Baiklah," jawab Su Qianci. "Kau pergilah, dan aku akan menghubungi Tuan Li." "Terima kasih banyak. Ingatlah untuk datang lebih awal. Seluruh keluarga berada di sini." "Akan kulakukan." Ketika Su Qianci menutup teleponnya, dia masih terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Melihat-lihat daftar kontaknya, Su Qianci menemukan bahwa nomor Li Sicheng sudah tidak ada. Dia bahkan tidak perlu berpikir sebelum menekan nomornya. Ketika panggilan telepon itu sedang dilakukan, dia menyadari bahwa dia telah mengetik nomornya. Itu adalah nomor yang telah diingatnya selama dua kehidupan Su Qianci. Teleponnya sibuk. Lalu lintas akhirnya mulai bergerak. Su Qianci menyalakan mobil dan menghubungi Cheng You. Cheng You dengan cepat menjawab. Su Qianci kemudian mengetahui bahwa asisten Li Sicheng itu telah kembali ke kota asalnya untuk festival ini. "Ini jam tiga lewat sedikit, jadi beliau pasti ada di kantor. Saya rasa Anda bisa mencari Tuan Li di kantornya." "Oke ¡­ terima kasih." "Tuan Li pasti sangat senang jika melihat Anda di kantor." Su Qianci melengkungkan bibirnya dan berkata sambil mengejek diri sendiri, "Benarkah?" "Tentu saja. Anda tidak tahu saja. Tuan Li berada dalam suasana hati yang buruk akhir-akhir ini dan bekerja lembur setiap hari. Tidak ada satupun dari kami yang berani membuat keributan takut jika membuat beliau marah. Karena itulah saya mengambil cuti dan pulang ke rumah untuk festival ini. " Kedengarannya Li Sicheng sedang mengalami hari yang buruk. Apakah itu disebabkan oleh dirinya? Jika pria itu melihatnya, apakah Li Sicheng akan merasa lebih buruk? Chapter 355 - Bolaku Sakit "Ehem." Cheng You menyadari bahwa dirinya mungkin sudah terlalu banyak berbicara. Jika bosnya mengetahui bahwa asistennya itu telah mengkhianatinya, Li Sicheng pasti akan mengeksploitasi 1 dirinya. "Baiklah, Nyonya Li, tolong jangan katakan pada Tuan Li bahwa saya mengatakan hal itu. Anggap saja itu rahasia di antara kita." Su Qianci tersenyum. "Oke, sampai jumpa." "Sampai jumpa!" Su Qianci menutup teleponnya dan menghela napas lega. Di kehidupan terakhir Su Qianci, Cheng You telah memanggilnya Nyonya. Setelah perceraian mereka, asisten itu memanggilnya Nona Su. "Nyonya Li" kedengarannya tidak terlalu buruk. Mobil Su Qianci melaju keluar dari jalan tol. Kebetulan dirinya saat ini berada di dekat kantor Li Sicheng. Dia mengemudi ke sana sesuai dengan apa yang ada di dalam ingatannya dan melihat gedung berbentuk unik itu dalam waktu kurang dari dua menit. Gedung milik grup Li itu adalah sebuah landmark di Kotaraja. Dia memarkir mobilnya dan pergi ke meja penerima tamu. Resepsionis itu segera mengenalinya dan menyapa, "Nyonya." Meskipun ini adalah pertama kalinya Su Qianci datang ke kantor Li Sicheng, hampir seluruh Kotaraja mengetahui nama dan wajahnya. Dia tersenyum dan berkata, "Aku kemari untuk menemui Li Sicheng." "Presiden sedang berada di ruang konferensi di lantai paling atas. Anda bisa menggunakan lift VIP dari sini." "Terima kasih." Su Qianci pergi ke lantai paling atas dan pemandangan di sekitarnya ini sangat dikenalnya. Dia sudah sering ke tempat ini di kehidupan terakhirnya. Ketika dia berjalan masuk, para sekretaris agak terkejut saat melihatnya. Tetapi mereka semua mengenalinya, membawanya ke kantor Li Sicheng, dan menyajikan kopi terbaik untuknya. "Tuan Li sedang menghadiri rapat. Haruskah saya memberitahu beliau bahwa Anda berada di sini?" Seorang sekretaris bertanya. "Tidak apa-apa. Aku bisa menunggunya di sini. Kau tidak perlu menemaniku. Terima kasih." "Sama-sama. Saya akan meninggalkan Anda kalau begitu." "Terima kasih." Sekretaris itu memandang Su Qianci dan sangat bersemangat sehingga wajahnya memerah. Sebelum pintu ditutup, sekretaris itu berseru, "Dia benar-benar cantik ¡­." Su Qianci tersenyum dan menyeruput kopinya. Dia merasa teramat gugup. Apakah Li Sicheng akan terkejut ketika melihat dirinya? Apa yang akan Su Qianci katakan? Lama tidak bertemu? Halo? Semuanya terasa aneh ¡­. Jantung Su Qianci berdetak kencang. Dia menyesal telah mengikuti saran Cheng You dan datang menemui Li Sicheng. Apakah pria itu akan berpikir bahwa dirinya mencoba untuk memenangkan hatinya kembali dengan datang ke sini? Tapi dia benar-benar berada di sini hanya karena kakek. Dan itu hanya karena teleponnya tidak diangkat. Jika Li Sicheng salah paham, itu akan terasa sangat aneh, bukan? Apakah sudah terlambat untuk pergi dari tempat ini? Merasa ragu-ragu, Su Qianci masih berdiri dan berjalan menuju pintu kantor. Pada saat dia berjalan di dekat pintu, pintu itu tiba-tiba terbuka. Karena lengah, Su Qianci tertabrak handel pintu. "Awwww!" Dia menjerit dan berjongkok memegangi bagian tubuhnya yang terasa sakit. Li Sicheng tampak kebingungan. Melihat gadis itu menjerit kesakitan di lantai, dia berpikir bahwa dirinya pastilah sedang berhalusinasi. Ketika Su Qianci mendongak menatapnya, jantung Li Sicheng berdegup kencang. Itu benar-benar istrinya ¡­. Melihat Li Sicheng sedang menatapnya dengan dingin, Su Qianci tersipu malu dan meletakkan tangannya di perut bagian bawahnya, tidak berani berdiri. Rasanya sangat menyakitkan. Handel pintu itu membentur tepat di tulang kemaluannya. Dia merasa sangat malu. Melihat dia kesakitan, Li Sicheng menahan keinginannya untuk memeriksa cedera istrinya dan bertanya, "Ada apa?" Su Qianci menundukkan kepalanya dan bergumam, "Bolaku sakit ¡­." Pemanfaatan untuk keuntungan sendiri; pengisapan; pemerasan (tentang tenaga orang) £¬ Chapter 356 - Hati-hati Dengan Citra Dirimu Wajah dingin Li Sicheng berubah. "Memang kamu punya?" Wajah Su Qianci memerah. Tangannya masih berada di bagian tubuh pribadinya, dia berdiri kesakitan dan berkata, "Kenapa kamu tidak mengetuk pintu? Sakit tahu!" Li Sicheng tidak dapat menahan diri untuk melirik postur tubuh Su Qianci. Dia berkata dengan tenang, "Ini kantorku." Su Qianci dibuatnya tak bisa berkata-kata. Menyadari pandangan Li Sicheng, dia segera membalikkan badan dan menggosok bagian tubuh yang sakit di balik mantelnya. Merasa canggung, Li Sicheng berkata dengan suara yang dalam, "Hati-hati dengan citra dirimu." Kemudian dia menutup pintu dan duduk di mejanya. "Apa yang kamu lakukan di sini?" "Mencarimu," kata Su Qianci tanpa basa-basi. Tetapi dia dengan cepat menyadari apa yang telah dikatakannya dan berbisik, "Kakek bilang dia ingin makan daging seperti yang kamu bawa terakhir kali. Aku meneleponmu, tetapi tidak berhasil tersambung. Liu Sao memintaku untuk memberitahumu soal itu." Li Sicheng melirik ponselnya yang berada di atas meja. Lebih dari tiga puluh panggilan tidak terjawab. Kebanyakan adalah telepon bisnis, tetapi tiga di antaranya berasal dari rumah tua dan Su Qianci. Dia mengambil ponsel itu dan menjawab, "Aku mengerti." Sikap Li Sicheng yang acuh tidak acuh itu membuat Su Qianci merasa sedikit sedih. Dia berdiri tegak dan mendapati bahwa tubuhnya sudah tidak terlalu sakit. Mengambil tasnya di sofa, dia berkata, "Kalau begitu aku akan pergi sekarang." "Duduklah." Li Sicheng bahkan tidak melihat ke arah Su Qianci. "Kita bisa pergi bersama." "Tidak apa-apa. Aku menyetir ke sini." Namun, Li Sicheng sudah berjalan menghampiri dan mendorong tubuh istrinya. Su Qianci ingin mengatakan sesuatu, ketika dia melihat suaminya mengisyaratkan supaya dirinya diam. Kemudian, pria itu menjawab panggilan telepon dalam bahasa Inggris yang fasih. Sangat sibuk. Dia perlu menghubungi orang-orang kembali bahkan setelah rapat. Su Qianci ingin bangkit berdiri tetapi tubuhnya ditahan oleh Li Sicheng. Hatinya sedikit berdebar. Apakah Li Sicheng ingin membuatnya tetap berada di sini? Ketika memikirkan hal itu, Su Qianci merasa agak cemas. Duduk di sofa, dia berpura-pura tenang. Butuh lebih dari lima belas menit bagi Li Sicheng untuk menelepon. Dia bertanya kepada pria itu, "Kenapa kamu tidak membiarkan aku pergi?" Sambil menatap Su Qianci dalam-dalam, Li Sicheng berkata dengan nada suara yang dingin, "Ini adalah hari raya, dan kita harus mencoba menyenangkan hati kakek." Su Qianci merasa kecut dan kecewa, seolah-olah hatinya disiram oleh cuka. "Oh begitu." Itu alasannya ¡­. Memang, kakek tidak suka saat melihat mereka bertengkar. Su Qianci yakin bahwa kakek sudah mengetahui kalau mereka berdua telah bertengkar selama lebih dari satu bulan. Dia tiba-tiba memikirkan sebuah kemungkinan konyol: apakah kakek yang mengatur agar ini terjadi? Melirik Su Qianci dengan matanya yang dalam, Li Sicheng mengambil tas istrinya dan berkata, "Ayo pergi." Li Sicheng dengan cepat berjalan keluar dari pintu, dan Su Qianci mengikutinya. Menyadari ekspresi kagum di wajah para sekretaris, wanita itu memperlambat jalannya. Akankah Li Sicheng marah? Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Li Sicheng membencinya ketika Su Qianci berjalan di sampingnya. Di saat seperti ini ¡­. Dengan pemikiran seperti itu, Su Qianci memperlambat jalannya, menjaga jarak darinya. Li Sicheng menekan tombol lift, melihat ke samping, dan menemukan bahwa Su Qianci tidak berada di sampingnya. Ketika dia menoleh ke belakang, dia melihat Su Qianci sedang merasa ragu-ragu. Melengkungkan sebelah alisnya, Li Sicheng bertanya dengan nada suara tidak senang, "Haruskah aku menggendongmu ke sini?" Para sekretaris itu menjadi gempar. Su Qianci segera tersipu malu, dengan cepat berlari kecil dengan sepatu hak tingginya ke arah Li Sicheng, dan memasuki lift itu. Sebelum pintu lift tertutup, dirinya mendengar seseorang berkata, "Mereka terlihat begitu serasi ¡­." Chapter 357 - Semakin Besar Semakin Baik Sebelum pintu lift tertutup, Su Qianci mendengar seseorang berkata, "Mereka terlihat begitu serasi ¡­." Kemudian pintu lift tertutup, meredam semua suara-suara itu. Su Qianci merasa sedikit aneh. Jadi, di mata mereka, Li Sicheng dan dirinya terlihat bahagia bersama. Tapi kenapa dia tidak merasakan perasaan seperti itu? Sebaliknya, hatinya dipenuhi dengan kesedihan. "Kamu parkir di mana?" Pertanyaan yang tiba-tiba itu membuatnya agak tercengang sebelum dia menjawab, "Di gerbang." Li Sicheng mendengar itu dan menekan tombol untuk turun ke lobi. Hening. Suasana di dalam lift benar-benar hening. Yang terdengar hanyalah suara mesin lift saja. Ting! Mereka sampai di lantai dasar. Dia mengikuti Li Sicheng keluar, dan semua orang melihat ke arahnya. Di bawah tatapan orang-orang itu, Su Qianci merasa sedikit gugup, menundukkan kepalanya di belakang suaminya. Tiba-tiba, Li Sicheng berhenti berjalan. Su Qianci dengan segera menabraknya. Aduh! Memegangi hidungnya, Su Qianci merasa sangat kesakitan sehingga dengan segera menitikkan air mata. Saat mendongak, matanya dipenuhi keluhan. Li Sicheng melirik istrinya dengan tenang dan mengambil sebuah payung dari rak. Itu adalah sebuah payung yang besar. Ketika Su Qianci sampai di sini, hujan sudah tidak lagi deras. Karena dia memarkir mobilnya tepat di gerbang, dia berlari-lari masuk ke dalam gedung tanpa membawa payung. Namun, hujan itu kini turun lagi dengan derasnya, airnya membanjiri jalanan. Semua orang berjalan dengan cepat. Ketika dirinya akan mengambil sebuah payung lain, Li Sicheng meraih tangannya dan menariknya pergi. "Hei, tunggu sebentar." Su Qianci hampir terangkat olehnya. Karena mengenakan sepatu hak tinggi, wanita itu hampir kehilangan keseimbangan. Li Sicheng tidak mendengarkannya dan menarik Su Qianci ke depan. Pria itu membuka payungnya dan melingkarkan lengannya di leher Su Qianci, berjalan ke arah mobilnya. Su Qianci tercengang. Bagaimana Li Sicheng bisa mengetahui yang mana mobil miliknya? Pria itu belum pernah melihat mobilnya sebelumnya. Mereka sudah lama tidak bertemu satu sama lain ¡­. "Buka pintunya." Li Sicheng meliriknya. "Hujan sangat deras dan dingin di sini." Dia dengan cepat membuka kunci mobil itu. Li Sicheng membuka pintu di sisi pengemudi tetapi tidak masuk, melirik ke arahnya. Dia segera mengerti dan masuk ke dalam mobil. Pria itu menutup pintu dan duduk di kursi penumpang di sebelahnya. Saat Li Sicheng baru saja duduk, dia mengerutkan kening, dan mendengus, "Kenapa sempit sekali?" "Tentu saja, mobil ini tidak bisa dibandingkan dengan mobilmu," gumam Su Qianci dan menyalakan mobilnya. "Kita akan memberimu yang lebih besar nanti." "Aku suka yang kecil." Hujan mengguyur terlalu deras sehingga membuatnya sulit untuk melihat dengan jelas, jadi dia menyalakan lampu mobilnya. "Yang kecil tidak bagus," kata Li Sicheng dengan jijik. "Yang penting aku menyukainya. Ini bukan urusanmu." "Aku pikir kamu sudah terbiasa dengan milikku yang lebih besar." Ketika Su Qianci hendak membalas, dirinya tiba-tiba memikirkan sesuatu. Dengan wajah memerah, dia menatapnya dan berteriak, "Li Sicheng, kamu b*jingan!" Li Sicheng mengerutkan alisnya dan menatap Su Qianci dengan bingung. "Aku sedang berbicara tentang mobil. Apa yang kamu pikirkan?" Su Qianci berhenti dan bahkan menjadi semakin tersipu malu. Melihat tatapan menggoda di mata Li Sicheng, dia memukul setir mobil dan memalingkan kepalanya. Perlahan-lahan memasang sabuk pengamannya, pria itu bertanya, "Tidakkah kamu berpikir bahwa semakin besar, semakin baik?" Tangan Su Qianci bergerak-gerak saat dia berteriak dengan geram, "Bisakah kamu diam?" Chapter 358 - Kawin Lari Bersamaku Li Sicheng dengan samar-samar melengkungkan bibirnya dan merasa rileks untuk pertama kalinya selama lebih dari sebulan. Su Qianci tidak ingin memperhatikannya dan terus mengemudi. Tetapi akhirnya, dia bertanya, "Di mana toko itu?" "Shili Mingdu." Su Qianci tertegun dan menatapnya, "Bukankah tempat itu berada di belakang kita?" "Ya." "¡­ Kenapa kamu tidak mengatakannya sebelumnya?" "Kamu tidak bertanya." Su Qianci menggertakkan giginya, berharap dia bisa melemparkan Li Sicheng keluar dari mobil. Tapi dia masih mengemudikan mobilnya untuk berputar balik dan melaju ke tempat itu. "Belok ke kanan, kita akan keluar di sini," kata Li Sicheng dengan tenang. Su Qianci memarkir mobil, dan hujan masih turun dengan derasnya. Pria itu mengambil payungnya dan membuka pintu. "Duduk yang manis." Su Qianci berkedip. Li Sicheng menghampirinya untuk memayungi dirinya? Apakah pria itu berpikir bahwa dirinya tidak mempunyai payung di mobil? Su Qianci memberengut dan keluar dari mobil dengan payungnya setelah Li Sicheng keluar. Payungnya berwarna merah muda dengan gambar dua karakter kartun saling berciuman, sangat kekanak-kanakan. Su Qianci mengunci mobil dan berjalan ke depan. Mata Li Sicheng menjadi gelap. Pria itu berhenti dan berkata, "Tempatnya agak jauh. Ikuti aku." "Baik." Tempat itu memang agak jauh. Setelah mereka berjalan selama dua puluh menit, hujan sudah tidak terlalu deras, dan mereka berakhir di sebuah gang yang sempit. Gang itu bersih dan dihias dengan indah. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci mengunjungi tempat ini, jadi dia merasa sedikit terkejut. "Aku tidak menyangka tempat ini begitu cantik." Li Sicheng menurunkan payungnya dan berjalan ke sebuah toko dengan tanda "merek terkenal sejak zaman dahulu". Mereka memasuki toko itu dan Su Qianci langsung tertarik oleh aroma lezat dendeng dan makanan ringan. Saat membaca sejarah dan asal muasal toko itu, dirinya merasa cukup tertarik. Li Sicheng memesan beberapa rasa, melirik ke arah Su Qianci, dan kemudian menatap payung istrinya yang diletakkan di sebelah pintu. Setelah Su Qianci membaca sejarah toko, dia berjalan mengitari rak. Ketika Li Sicheng datang untuk menjemputnya, pria itu menenteng dua buah kantong yang penuh berisi makanan di tangannya. "Ayo pergi." "Baik." Hujan kembali turun dengan deras, tetapi airnya tidak lagi menggenangi jalanan. Mereka bisa dengan mudah berjalan. Su Qianci mengambil payung lipatnya di pintu dan tercengang. Karena mereka tidak akan menghabiskan waktu lama di toko, dia tidak melipat payung itu. Namun, ketika dia mengambilnya, yang ada di tangannya hanyalah tangkai payungnya saja. Memandangi tangkai payung di tangannya dan kanopi payungnya di lantai, dia merasa sangat kesal sehingga dia menjejakkan kakinya. "Apa-apaan ini? Siapa yang melakukan ini? Si*lan." Berdiri di belakangnya, Li Sicheng berkata dengan sebuah nada suara yang dingin, "Seseorang pasti telah menginjaknya secara tidak sengaja. Lihatlah jejak kakinya." Sebuah jejak kaki hitam ditinggalkan di kanopi payungnya, kotor dan basah. Dia memandangi jejak kaki itu dan merasa sangat kesal. Dia baru saja membeli payung ini karena dia menyukai gambarnya. Itu adalah pertama kalinya dia menggunakannya, dan payung itu sudah rusak. Su Qianci meringis. Melirik ke arah Su Qianci, Li Sicheng berkata dengan tenang, "Itu hanya sebuah payung." "Tapi hujannya sangat deras. Aku akan basah tanpa payung itu." "Aku punya satu di sini." Li Sicheng mengambil payung hitam besarnya yang dikeringkan di rak dan berkata, "Ayo pergi." Apa apaan ini? Li Sicheng akan berbagi payung dengannya? Su Qianci bergumam, "Hujannya sangat deras. Kita berdua akan basah jika kita berbagi payung ¡­." "Kalau begitu kamu bisa kawin lari denganku." [Catatan penerjemah: "basah" dan "kawin lari" terdengar serupa dalam bahasa Mandarin.] Chapter 359 - Kawin Lari Kawin lari ¡­. Su Qianci tersipu malu. "Maksudku basah." "Itulah yang aku katakan." Li Sicheng memandangnya dengan serius. Su Qianci bahkan semakin tersipu. Apakah Li Sicheng mengatakan kawin lari atau basah? Meskipun pengucapan kata-kata itu ambigu dalam dialek lokal, Li Sicheng berbicara bahasa Mandarin standar dan telah lulus ujian lanjutan. Di kehidupan sebelumnya, Su Qianci melakukan tes yang sama untuk menyenangkannya ¡­. Apakah dia salah dengar? "Ayo pergi." Dia menyerahkan dua buah kantong berisi makanan. "Lindungi kantong-kantong ini dengan baik." Su Qianci mengambilnya dan memeluk kedua kantong itu. Li Sicheng mengenakan sebuah jaket berkerah tinggi berwarna abu-abu tua dan sebuah jas di baliknya. Pria itu membuka payungnya dan membuka kancing jaketnya, memeluk pinggang Su Qianci dan menutupi tubuh istrinya dengan jaket itu. Su Qianci membeku dan sedikit meronta. "Apa yang sedang kamu lakukan ¡­." "Pulang." Su Qianci merasa pipinya terbakar oleh napas hangat Li Sicheng di telinganya. Pria itu berkata dengan suara yang dalam, "Jaga makanannya agar aman. Kita tidak akan membiarkan kakek menunggu." Jadi, dirinya harus menjaga makanan agar aman, dan suaminya harus menjaga keamanan dirinya? Karena pemikiran itu, jantungnya berdegup kencang ketika pria itu mengantarnya menuruni tangga. Melihat telinganya yang merah muda, Li Sicheng memiliki ekspresi lembut di wajahnya dan memeluknya lebih erat dengan jaketnya. Tak satu pun dari mereka berbicara. Su Qianci merasa hangat. Memegang makanan itu erat-erat, dia tidak terciprat oleh setetes air pun. Ketika mereka kembali ke mobil, dia mendapati punggung suaminya basah kuyup. Melihat Li Sicheng melepas jaketnya, dia menggerakkan bibirnya tetapi tidak mengatakan apa-apa. Hatinya terasa hangat ketika dia melihat makanan dan dirinya terlindungi dengan baik oleh Li Sicheng. Ketika mereka tiba di rumah tua itu, waktu menunjukkan sekitar pukul 6 sore. Li Sicheng pergi ke kamar tidur dan berganti pakaian. Su Qianci memberikan dendeng daging itu kepada kakek. Kapten Li merasa sangat senang, tersenyum puas pada dirinya. Wanita itu merasa agak malu dan pergi untuk membantu Liu Sao membuat dumpling 1 manis. Liu Sao memasukkan semua jenis isian ke dalam pasta, saus wijen, selai kacang, sebuah kuning telur ¡­. Tugas Su Qianci adalah memasukkan dumpling tersebut ke dalam air mendidih dan kemudian mengangkatnya dari air setelah matang. Liu Sao memberikan piring terakhir yang berisi dumpling itu kepada Su Qianci dan bertanya dengan suara pelan, "Kalian sudah berbaikan?" Su Qianci melihat senyumnya yang menggoda dan teringat kembali akan panggilan teleponnya. Mengangguk, dia berkata, "Sepertinya." Esnya sudah mencair, kan? "Akhirnya. Kapten Li mengkhawatirkan kalian belakangan ini. Senang sekali jika kalian berdua sudah berbaikan. Saya rasa Kapten Li akan meminta kalian untuk menginap di sini. Saya sudah menyiapkan pakaianmu." "Terima kasih, Liu Sao." "Tidak apa-apa. Lihat, dumpling-nya sudah matang. Angkat mereka sekarang jika tidak bisa bocor." Su Qianci memeriksa dumpling itu dan mengangkatnya dengan sebuah serok 1 . Dia menghitung dumpling-nya dan membaginya menjadi beberapa porsi. Sebelum dia keluar, dia mendengar beberapa suara berisik. Kedengarannya seperti orang bertengkar. Karena terkejut, dia berlari keluar dari dapur. Dia dengan segera melihat Nyonya Tang berteriak pada Li Sicheng. "Li Sicheng, kau b*jingan. Kembalikan putriku kepadaku. Ke mana kau membawanya?" Nyonya Tang terlihat sangat emosional. Matanya merah, dan dia menatap Li Sicheng seolah pria itu adalah musuhnya. Li Sicheng duduk di sofa sambil menyilangkan kaki. Terlihat anggun dan dingin, dia melirik Nyonya Tang dan bertanya, "Nyonya Tang, apa maksudmu?" Dumpling adalah hidangan yang terdiri dari potongan adonan (dibuat dari berbagai sumber pati) yang dililitkan di sekitar isian atau adonan tanpa isian. Adonan dapat dibuat dari roti, tepung, atau kentang, dan dapat diisi dengan daging, ikan, keju, sayuran, buah-buahan, atau permen. Dumpling dapat disiapkan menggunakan berbagai metode, termasuk memanggang, merebus, menggoreng, mendidih, atau mengukus. Alat untuk menyauk atau meraup benda-benda yang di dalam air dan sebagainya; pencedok. Chapter 360 - Penahanan Yang Melanggar Hukum Betapa liciknya! Nyonya Tang seharusnya sudah memperkirakan hal itu. Menilai dari karakternya yang buruk, bahkan jika Li Sicheng benar-benar menyukai Tang Mengying, pria itu tidak akan pernah berkompromi di bawah ancaman mereka. Nyonya Tang tidak terlalu memikirkannya, tetapi kemudian mendapati bahwa Tang Mengying tidak pulang ke rumah selama dua bulan. Panggilan teleponnya tidak pernah berhasil. Meskipun pesan teks-nya telah dibalas, Tang Mengying tidak pernah mengirim pesan suara. Setelah Tang Mengying memberi tahu orang tuanya mengenai Li Sicheng yang memberinya sebuah rumah, mereka tidak pernah mendengar suaranya lagi. Tiba-tiba Nyonya Tang mengerti: bocah ini membalikkan tipuan mereka untuk melawan diri mereka sendiri. Dia menjadi panik dan dengan terburu-buru mendatangi rumah keluarga Li. Melihat betapa acuhnya Li Sicheng, Nyonya Tang menggigil dalam amarah dan mengutuk, "Berhentilah berpura-pura! Ke mana kau membawanya?" Suaranya melengking ketika dia memekik, "Sebaiknya kembalikan putriku. Kalau tidak, aku akan menuntutmu." "Menuntutku?" Li Sicheng menyilangkan jari-jarinya dan tetap tenang, duduk di sofa. "Untuk apa? Dan mana buktinya?" Nyonya Tang berhenti sejenak sebelum dia berseru, "Bukti apa yang akan kubutuhkan? Anakku dibawa pergi olehmu. Sudah lama sejak dia terakhir kali menghubungi kami. Dia pasti dikurung olehmu. Aku beri tahu kau, ini adalah penahanan yang melanggar hukum! " "Nyonya Tang, Anda perlu bukti untuk membuktikan kata-kata Anda. Jika Anda tidak punya bukti, kami bisa menuntut Anda atas pencemaran nama baik." Li Beixing berjalan keluar, diikuti oleh pasangan Li Yao. Saat melihat Qin Shuhua, mata Nyonya Tang menjadi basah ketika dia berteriak, "Putriku yang malang. Dia dihamili oleh laki-laki ini dan sekarang dikurung olehnya. Di saat festival seperti ini, dia bahkan tidak bisa bertemu ibunya. Seluruh keluarga kalian akan membusuk di neraka." Adik Li Yao, Li Sheng dan keluarganya berada di halaman belakang. Ada jarak antara ruang keluarga dan halaman belakang, tetapi karena suara Nyonya Tang terlalu keras, Li Weiya mendengar suara berisik itu dan berlari menghampiri. Mendengar suara berisik itu, Kapten Li juga keluar. Sambil memukul lantai dengan tongkatnya, dia berkata dengan marah, "Kenapa kau ada di sini? Aku sudah bilang bahwa keluarga Tang tidak diterima di rumah keluarga Li." Nyonya Tang bahkan menjerit semakin histeris dan berteriak, "Seluruh keluargamu kep*rat. Putriku sedang mengandung bayi dari keluargamu, dan kau ular tidak tahu berterima kasih menyaksikan anak b*ngsat ini yang mengurung putriku. Di mana keadilan itu? " Suaranya sangat keras sehingga Li Beixing menggerak-gerakkan bibirnya. Sambil menarik wanita itu, dia berkata, "Nyonya Tang, jangan terlalu menyebalkan pada hari raya seperti ini. Apa hubungannya kami dengan putri Anda yang hilang?" "B*jingan. Putriku pastilah dikurung oleh adikmu. Kau bisa bertanya padanya jika kau tidak percaya padaku." Dia mencoba melepaskan diri dan menabrak Li Beixing. Li Beixing merentangkan tangannya tak berdaya, memandang ke arah adiknya. Li Sicheng tidak mengubah ekspresi wajahnya dan berkata dengan nada suara yang tenang, "Aku tidak mengurung putrimu. Tolong pulanglah, Nyonya Tang." Jika dirinya tidak mengenal Li Sicheng dengan baik, Nyonya Tang akan tertipu oleh raut wajah pria itu. Namun, dia selalu mengetahui bahwa pria ini licik dan jahat. "Aku tidak percaya padamu!" "Anda bisa pergi ke kantor polisi 24 jam setelah seseorang menghilang. Apa Anda butuh pertolongan?" Ujar sebuah suara seorang wanita muda. Dia tampak langsing dan tinggi. Su Qianci berjalan mendekati Li Sicheng dan memandang Nyonya Tang dengan penuh simpati. "Anda menyalahkan lelaki saya atas segalanya. Apakah Anda benar-benar berpikir keluarga Li adalah orang bodoh?" Chapter 361 - Aku Tidak Bisa Menunggu Lelaki saya ¡­. Dua kata itu membuat hati Li Sicheng yang telah lama tenang menjadi bergejolak. Raut wajahnya akhirnya berubah. Membalikkan badan, dia melihat profil cantik Su Qianci. Wanita itu tersenyum, dengan tatapan mengejek di matanya, sama seperti hari itu ketika mereka berada di tempat tidur ¡­. Matanya menjadi lebih dalam. Li Sicheng mengulurkan tangan dan menggenggam tangan lembut Su Qianci yang sedikit dingin. Su Qianci melirik Li Sicheng dan kemudian kembali ke Nyonya Tang. "Tang Mengying adalah seorang wanita dewasa. Dia memiliki kehidupan dan pikirannya sendiri. Meskipun di bawah pengawasanmu, dia berhasil melarikan diri. Bagaimana Anda bisa menuduh suamiku menjauhkan putrimu darimu?" Lelakinya, suaminya. Kata-kata itu terdengar hebat! Li Sicheng mengencangkan genggamannya di tangan Su Qianci. Matanya berbinar. "Dasar pel*cur kecil, kau juga jahat. Kalau bukan karena kau, Tang Mengying-ku tidak akan terlalu menderita," kata Nyonya Tang. "Anda sekarang masuk tanpa izin. Jika Anda tidak segera pergi, saya akan memanggil polisi." Su Qianci mengambil ponselnya dan menunjukkannya kepada Nyonya Tang. "Aku menantangmu!" Mata Li Sicheng menjadi dingin ketika Su Qianci menekan tiga digit nomor itu. "Halo, ini Distrik **, No. 88, rumah keluarga Li. Nama keluargaku adalah Su. Ada seseorang ¡­" "Cukup!" Seru Nyonya Tang. "Kau benar-benar menelepon polisi? Tunggu saja!" "Sekarang Anda mendengar dia. Dia bukan saja masuk tanpa izin, tetapi dia juga menyebarkan rumor tentang saya dan suami saya, mencoba memeras kami." Menggigil dalam amarah, Nyonya Tang ingin mengambil ponsel itu dari Su Qianci. Namun, Li Beixing berada tepat di sebelah mereka dan tidak akan membiarkan Nyonya Tang melakukan itu. Dia dengan cepat menjaga Nyonya Tang di bawah kendali dan menariknya ke pintu. "Maaf, Nyonya Tang. Keluarga saya akan merayakan festival ini. Anda bisa meminta polisi untuk mencari putrimu sendiri." Meronta-ronta dan berteriak, Nyonya Tang tidak bisa melepaskan diri. Setelah menyingkirkannya, Li Beixing menutup pintu dan menguncinya. "Terkadang aku terkejut melihat bagaimana orang-orang bersikap." Li Beixing berkata ketika dia kembali ke dalam, tetapi tiba-tiba menemukan suasananya terasa sedikit aneh. Li Sicheng sedang menggenggam tangan Su Qianci, tapi wanita itu terlihat tidak terlalu senang. Berjalan menghampiri, Li Beixing menggoda, "Aku tidak menyangka, adik ipar. Tadi itu sebuah langkah yang garang. Kau menelepon polisi seperti itu. Apakah akan ada polisi yang muncul nanti?" "Tidak," kata Su Qianci dengan sebuah senyum enggan. Dia ingin menyingkirkan tangan Li Sicheng, tetapi pria itu tidak bergerak sedikitpun. "Ayo makan sekarang." "Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu." "Tunggu sampai setelah makan malam." "Aku tidak bisa menunggu." Li Sicheng berdiri dan menarik Su Qianci berdiri, menyeretnya ke kamar mereka. Dia menjerit dan terhuyung saat mengikutinya. Merasakan tatapan ambigu dari anggota keluarga, Su Qianci merasa cemas dan meringis. Li Sicheng menariknya ke kamar dan mengunci pintunya. "Apa yang kamu ¡­ mmm ¡­." Sebelum Su Qianci menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah dilumat. Dia terkejut, matanya membelalak, dan meronta tanpa sadar. Li Sicheng menarik tangan istrinya ke bawah dan memperdalam ciumannya. Su Qianci bisa merasakan kegembiraan dan gairah suaminya. Wanita itu perlahan-lahan berhenti meronta ketika dia mendengar napas pria itu bertambah cepat. Bibir mereka terkunci, Li Sicheng mendorongnya ke dinding. Jari-jari mereka saling mengait, pria itu menjulurkan lidahnya ke dalam mulut istrinya ¡­. Chapter 362 - Merasa Sangat Bersalah Ketika Su Qianci berpikir dirinya tidak akan dapat bernapas, Li Sicheng melepaskannya. Berbaring di lengan suaminya, Su Qianci terengah-engah. "Kamu tahu, aku sangat bahagia ¡­." Suara berat dan napas hangat Li Sicheng menghilangkan perasaan marah Su Qianci. Dalam pelukannya, Su Qianci bertanya, "Apa yang membuatmu bahagia?" Li Sicheng tidak menjawab, tetapi menatap istrinya dengan mata hitamnya yang berkilauan karena gairah dan perasaan gembira. Tatapan mata pria itu membuat Su Qianci tersipu dan memalingkan wajahnya. Dia mengajukan pertanyaan yang ada di pikirannya. "Bukankah Tang Mengying berada di rumahmu di Jiang Zhou?" Li Sicheng memicingkan matanya dan bertanya, "Bagaimana kamu tahu?" "Aku melihat ¡­ kamu pergi mengunjunginya." Mengunjungi Tang Mengying? Itu lebih dari sebulan yang lalu! Li Sicheng mengerjapkan mata pada istrinya, dan tiba-tiba mendapatkan sebuah pencerahan ketika dirinya menghubungkan titik-titik itu. "Itu sebabnya kamu menjatuhkan hukuman mati padaku?" Tekanan tiba-tiba terpancar dari tubuh Li Sicheng, membuat Su Qianci membeku. Meringkuk kembali, dia merasa bersalah karena suatu alasan. "Aku ¡­." "Jadi, kamu bertengkar denganku dan menamparku karena kamu mengira aku pergi mengunjungi Tang Mengying. Karena hal itu, kamu pikir bayinya benar-benar milikku, kan?" Ya, Li Sicheng benar, semuanya. Tapi kenapa dia merasa sangat bersalah ketika mendengarkan penjelasan suaminya? Li Sicheng adalah orang yang telah berbuat salah, jadi kenapa dia merasa seperti ini? Seolah-olah dirinya yang bersalah! Dia menatap pria itu dan berkata, "Apakah itu tidak benar?" Li Sicheng menatap Su Qianci dalam-dalam dan tiba-tiba menggigit lehernya. Su Qianci meringis dan meronta dengan keras, berseru, "Li Sicheng, lepaskan!" Mendengar itu, Li Sicheng mulai mengisap kulitnya bukannya menggigit lagi. Ujung lidahnya menggelitik kulit Su Qianci yang halus. Dia bergidik, dan kelemahan mengambil alih dirinya. Li Sicheng menopang wanita itu dengan pahanya, membuat Su Qianci menatapnya. "Kenapa kamu memiliki semua pemikiran ini? Aku katakan bahwa bayi itu bukan milikku. Aku memang mengurung Tang Mengying. Aku juga telah memberikan rumah di Jiang Zhou untuk membuat Tang Zhenghao bingung. Jika tidak, kamu pikir kenapa mereka baru menyadari tentang kepergian putri mereka? " Ketika Li Sicheng mengatakan itu, pria itu telah menjauh dari leher Su Qianci dan berbisik ke telinganya. Napas Su Qianci bertambah cepat saat dia merasa tergelitik. "Alasan aku mengurungnya adalah karena aku harus membiarkan dia melahirkan anak itu untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Untuk melakukan amniosentesis, wanita hamil itu harus berada dalam kondisi sadar dan patuh. Tang Mengying melompat ketika mendengar kata itu dan tidak bersedia untuk melakukannya lagi. Tanpa tes DNA, aku tidak dapat membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Tes DNA terakhir dimanipulasi oleh Rong Rui. Dia telah mengakuinya sendiri. Namun, dia tidak mau mengembalikan datanya untukku. Jadi, ini adalah satu-satunya metode yang kumiliki. Aku hanya bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan membuat kamu dan keluargaku percaya ketika dia melahirkan anak itu. Dan pada saat itu, aku akan membawamu ke Irlandia. Bagaimana dengan itu? " Li Sicheng tidak bisa menunggu lagi. Kejutan yang dia siapkan untuk Su Qianci benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Chapter 363 - Mengapa Bibirmu Bengkak? Gemetaran, Su Qianci merasa dirinya lemah. Li Sicheng tertawa kecil dan mengisap daun telinganya. Su Qianci menatap suaminya, mata wanita itu sayu. Li Sicheng memiliki senyum halus di matanya. Wanita ini sangat sensitif. "Irlandia ¡­ pesta pernikahan?" "Ya, pesta pernikahan." "Bukankah kamu mengatakan bahwa ¡­ kamu sudah melupakannya ¡­." "Aku tidak bersungguh-sungguh." Mata Su Qianci menjadi basah, dan air mata mulai menetes. Li Sicheng memegang wajah istrinya dengan tangannya dan menyeka air mata istrinya. "Jangan menangis. Keluarga kita masih menunggu kita untuk bergabung dengan mereka untuk makan malam." Su Qianci mengerutkan bibirnya dan semakin banyak air mata menetes di pipinya. "Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan semua yang baru saja kamu katakan?" "Kenapa aku harus membohongimu?" "Kupikir kamu mencintai Tang Mengying." Li Sicheng menyeka wajah Su Qianci dan terlihat tidak senang. "Nah, itu adalah penghinaan terbesar yang bisa kamu berikan pada dirimu sendiri." Su Qianci tidak bisa menahan tawanya. Penghinaan terbesar bagi dirinya sendiri? Dia belum pernah menemukan sisi humoris dari suaminya ini. Melihat Su Qianci tertawa kecil, Li Sicheng memperingatkannya dengan lembut, "Jangan menangis lagi. Kakek akan memarahiku jika dia melihatnya." Lalu, pria itu menatapnya dengan mata yang memelas. Su Qianci tersenyum semakin lebar dan memberi suaminya sedikit dorongan. Li Sicheng memiliki sebuah senyum yang langka terlihat di wajahnya saat pria itu menusuk wajah istrinya dengan jarinya. "Kenapa kamu cengeng seperti ini?" "Tidak, aku tidak cengeng ¡­." Dia jarang menangis di depan orang lain. Untuk beberapa alasan, dia tidak bisa menahan tangisnya ketika menyangkut tentang Li Sicheng. "Baiklah, kamu tidak cengeng." Su Qianci cemberut dan bergumam, "Ya, itulah kebenarannya ¡­." Mendongak, dia melihat mata Li Sicheng yang tersenyum dan menarik lengan bajunya, berbisik, "Kamu belum pernah menyentuh Tang Mengying?" "Tidak." Li Sicheng berkata dengan serius. "Jika aku pernah merasakan sesuatu untuknya, kamu tidak akan ada dalam hidupku." Perkataan itu 100% jujur. Su Qianci mengetahui itu, tapi dia masih merasa sedikit kesal. Mendorong suaminya ke samping, dia membuka pintu dan ingin keluar. Li Sicheng melingkarkan lengannya di leher istrinya dan berbisik, "Jadi, jangan meragukan aku di masa depan. Lelakimu sangat terluka." Suaranya yang dalam dan menarik membuat jantung Su Qianci seolah-olah berhenti berdetak. Lelakimu ¡­. Ungkapan itu terdengar fantastis! Su Qianci tersipu dan bertanya, "Apakah kamu seorang anak kecil, Tuan Li?" "Jika kamu berkata begitu, Nyonya Li." Ujung hidung mereka berdua berjarak kurang dari satu cm. Su Qianci menatap Li Sicheng dan tiba-tiba menggigit bibirnya. Wanita itu berkata dengan serius, "Jangan bohongi aku lagi." "Tidak akan." "Jika aku mengetahuinya, itu tidak akan berhasil tidak peduli apa yang kamu katakan." "Kamu pernah berbohong padaku sekali, dan aku pernah berbohong padamu sekali. Jadi sekarang kita impas." Su Qianci tertegun sejenak, dan kemudian dia memikirkan insiden yang membuat Lu Yihan berakhir di rumah sakit. "Aku takut kamu akan marah." Mendengar itu, Li Sicheng menirukan nada suara istrinya dan berkata, "Aku takut kamu akan khawatir." Su Qianci tidak bisa berkata-kata, jadi dia mengerutkan bibirnya dan menjauhkan tangan suaminya. "Kita harus pergi sekarang. Mereka semua sedang menunggu kita." "Baiklah." Li Sicheng meraih tangan Su Qianci dan kemudian membuka pintu, berjalan keluar dengan berdampingan. Saat mereka muncul di ruang tamu, semua orang memandang mereka. "Hei, kenapa bibir sepupuku bengkak?" Kata suara seorang anak. Semuanya tertawa. Li Sicheng berkata dengan tenang, "Bibirku digigit oleh seekor rusa." Chapter 364 - Pria Itu Tidak Pernah Menggunakan Pengaman Senang, bahagia, terkejut, dan tatapan ambigu dilayangkan pada mereka berdua. "Rusa" itu tersipu malu dan menatap pria di sebelahnya. "Rusa yang nakal!" Li Beixing menggoda. "Bawa rusamu dan kemarilah untuk makan malam, Dik." Putra bungsu Li Sheng, adik laki-laki Li Weiya yang berumur lima tahun, mendengar hal itu dan melihat sekeliling. Anak itu bertanya, "Di mana rusanya? Aku ingin melihatnya." Semua orang merasa geli. Li Sicheng berjalan menghampiri anak itu dan mengusap kepalanya, berkata dengan serius, "Rusa ini milikku. Jangan pernah berpikir soal itu." Lelaki kecil itu mengerutkan bibirnya dan mengeluh, "Kau pelit, Sepupu! Aku hanya ingin melihatnya dan tidak mau memakannya. Terserah kau. Aku bahkan tidak ingin melihatnya!" Semua orang meledak dalam tawa. Su Qianci tersipu malu, memalingkan muka, dan memutuskan untuk pergi ke dapur dan membantu Liu Sao menyiapkan makanan. Makan malam pertengahan musim dingin itu penuh dengan kegembiraan. Su Qianci belum pernah merayakan sebuah festival seperti ini -- berkumpul dengan keluarga, seorang kekasih, dan penuh kehangatan. Setelah makan malam, kakek menyarankan agar pasangan itu menginap di rumah tua. Li Sicheng menyetujuinya, dan Su Qianci sudah mengetahui keinginan kakek itu setelah dia membantu Liu Sao dengan segalanya. Meskipun sudah memperkirakannya, Su Qianci masih merasa sedikit malu karena mereka berdua sudah tidak bersama-sama selama lebih dari sebulan. Pipinya merah padam. Dia pergi berjalan-jalan dengan kakek, dan ketika dia kembali, keluarga Li Sheng telah pergi. Ketika Su Qianci kembali ke kamar tidur, dia menemukan Li Sicheng berada di tengah-tengah sebuah videoconference 1 . Melihat istrinya berjalan masuk, pria itu hanya meliriknya sebelum dia melanjutkan pekerjaannya. Su Qianci mencari-cari di lemari dan menemukan piamanya. Lalu dia pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Ketika dia keluar, Li Sicheng masih sibuk, jadi dia mengambil tabletnya dari dalam tas, berbaring tengkurap, memasang headphone, dan mulai menonton film. Itu adalah sebuah film romantis populer yang diperankan oleh Deng Chao. Melihat pria itu mengharapkan yang terbaik untuk gadisnya meskipun hatinya hancur, Su Qianci merasa hatinya pilu. Gadis itu naik ke atas kereta, dan lelaki itu tidak bisa menahan dirinya untuk berlari mengejar sang gadis dan berteriak, "Bagaimana aku bisa hidup tanpamu ¡­." Su Qianci merasa tersentuh, terisak-isak dengan suara pelan. Tiba-tiba, Li Sicheng melemparkan dirinya ke arah Su Qianci dan mematikan tablet-nya. "Kamu bahkan menangis ketika menonton film?" Su Qianci mengulurkan tangan untuk mendapatkan kembali tabletnya. "Kembalikan. Aku belum selesai." Li Sicheng mencabut headphone-nya dan meletakkan tablet itu di atas nakas. "Apakah aktor itu lebih tampan daripada aku?" Su Qianci gagal merebut tablet-nya, dan dia menyerah begitu saja. Sambil menarik napas panjang, dia berkata, "Kamu berbeda." "Berbeda bagaimana?" "Kamu tidak berada di dalam drama." Li Sicheng tersenyum dan turun dari punggung Su Qianci. Dia berbaring tengkurap seperti istrinya. "Nyonya Li." "Ya?" Su Qianci menatapnya, matanya masih agak merah. "Apakah kamu minum pil setiap kali kamu melakukannya dengan Tuan Li?" Su Qianci tertegun. Dengan wajah memerah, dia menggelengkan kepalanya. "Tidak." Lalu, dia tiba-tiba mengerti apa yang Li Sicheng tanyakan. Pria itu tidak pernah menggunakan pengaman ¡­. Sebuah konferensi di mana pesertanya berada di lokasi yang berjauhan dengan menggunakan komunikasi suara dan video elektronik Chapter 365 - Nyonya Li, Kamu Memotong Apa Yang Pantas Aku Dapatkan Su Qianci tanpa sadar memegang perutnya dan duduk tegak. Mengedipkan matanya, dia berkata, "Apakah kita melakukannya selama masa aman setiap kali?" Li Sicheng merenung dan kemudian menghitung jari-jarinya. Su Qianci tersipu malu dan mendorongnya. "Apa yang kamu hitung? Bisakah kamu mengingat tanggalnya?" "Iya." Dia mengerutkan kening. "Bukannya seperti kita sering melakukannya." Lalu dia menghela napas. "Kita telah menikah begitu lama dan kita telah melakukan hubungan seks sekali, dua kali ¡­ total lima kali." Ketika dia menemukan jawabannya, dia merasa sangat jengkel. Dia menatap istrinya dengan mata yang kelam seperti serigala yang lapar. Su Qianci merasa sedikit takut dan mundur. Li Sicheng bergerak lebih cepat dan menindih istrinya ke tempat tidur. Tempat tidur empuk itu bergoyang saat mereka bergerak dengan penuh gairah. Bibir Su Qianci kemudian dikunci olehnya. Gerakan Li Sicheng lembut, begitu lembutnya sehingga Su Qianci merasa di atas dunia. Setiap kali Li Sicheng menciumnya, dia memiliki sebuah ilusi yang indah bahwa pria itu tidak bersamanya karena seks, tetapi karena cinta. Ciuman itu semakin dalam. Napas Su Qianci bertambah cepat. Ketika Li Sicheng hendak berbuat lebih jauh, dia menghentikannya, "Tuan Li ¡­." "Ya?" Li Sicheng semakin menyukai bagaimana Su Qianci memanggilnya dengan panggilan itu. Dia dulu berpikir bahwa panggilan itu menunjukkan jarak di antara mereka, tapi sekarang, panggilan itu terdengar manis baginya. Tuan Li, Nyonya Li. Ketika mereka saling memanggil seperti itu, itu terasa seperti sebuah pukulan di wajah untuk orang lajang di sekitar mereka. Li Sicheng mengerutkan bibirnya tetapi tidak berhenti. Terengah-engah, Su Qianci menurunkan tangannya dan berkata, "Tidak hari ini." Li Sicheng mendongak dan berkata dengan nada suara yang kesal, "Nyonya Li, kamu memotong apa yang pantas aku dapatkan." "Aku baru saja datang bulan ¡­." katanya dengan suara yang kecil. "Kapan?" "Aku baru menyadarinya ¡­." Li Sicheng merasa akan kehilangan akal sehatnya. Dia menggertakkan giginya dan menggigit jari-jari Su Qianci sebagai hukumannya. Su Qianci bergerak mundur. Terlihat ada tatapan permintaan maaf dan menggoda di matanya. "Dasar penjahat kecil!" Li Sicheng mengangkat Su Qianci dan menurunkannya di atas bantal. Sambil meletakkan lengan di pinggangnya, pria itu berkata, "Sekarang, jadilah gadis yang baik dan tidurlah." Melihat betapa frustrasinya Li Sicheng, Su Qianci menjadi berada dalam suasana hati yang hebat dan tertawa kecil. "Kamu tidak boleh tertawa." Su Qianci tertawa lebih keras dan membenamkan wajahnya di dada Li Sicheng. Melengkungkan bibirnya, dia menemukan sebuah tempat yang nyaman dan menutup matanya. Meskipun keluarga Tang gagal menemukan Tang Mengying di rumah keluarga Li, mereka tidak ingin menyerah. Li Sicheng telah mengantisipasi hal ini, jadi ketika dia melihat sekelompok reporter di kantornya, dia tetap bersikap tenang. Ketika melihat mobil Li Sicheng, para reporter itu bergegas menghampirinya. Para penjaga di gedung melakukan pekerjaan mereka dan menjauhkan para reporter dari mobil itu. Pintu Maybach hitam terbuka, dan sesosok tubuh tinggi keluar. Li Sicheng mengenakan mantel kasmir 1 hitam dan jas kotak-kotak berwarna gelap, tampak dingin dan elegan. Menghadapi pertanyaan yang tak ada habisnya, dia melirik para reporter dan kemudian meletakkan tangannya di bagian bawah atap mobil, sehingga orang yang akan keluar dari dalam mobil tidak akan terbentur kepalanya. Meskipun dia terlihat dingin, gerakannya sangat lembut, yang membuat para reporter berseru kencang. "Ada orang lain di dalam mobil. Siapakah itu?" Bahan wol halus yang terbuat dari bulu kambing Chapter 366 - Suamiku Tidak Buta "Ada orang lain di dalam mobil. Siapakah itu?" teriak seorang reporter. Kemudian semua orang memandangi kursi belakang mobil mewah itu dan melihat sebuah tangan berkulit putih dan lembut menggenggam tangan Li Sicheng, diikuti sepasang sepatu hijau daun dan bagian bawah rok berwarna hijau. Gadis itu mengenakan mantel kasmir berwarna krem. Rambutnya yang hitam dikuncir buntut kuda. Karena pemanas di dalam mobil, wajahnya terlihat sedikit memerah. Saat melihat lebih dekat, orang-orang mendapati bahwa kulitnya sempurna tanpa cela. Karakter wajahnya yang halus sangat akrab bagi para reporter. "Nyonya Li!" "Benar-benar Nyonya Li. Hai, Nyonya Li, saya mendengar bahwa Tuan Li memiliki seorang wanita simpanan. Apakah Anda mengetahui tentang itu?" "Pada saat konferensi pers, Nyonya Tang mengeklaim bahwa wanita itu mengandung bayi Tuan Li. Sekarang kita mengetahui bahwa Tuan Li memiliki seorang wanita simpanan. Apakah Anda mengetahui tentang hal itu?" "Nyonya Li ¡­." ¡­. Orang-orang mengambil foto dari setiap sudut. Su Qianci mengerutkan kening dan menggandeng lengan Li Sicheng. Dia merapikan mantelnya dan berkata dengan tenang, "Suamiku tidak buta." Kalimat itu membuat semua orang terdiam. Mata dingin Li Sicheng bahkan menjadi lebih lembut ketika dia berbisik, "Ayo pergi." Su Qianci mengangguk dan mengikutinya ke dalam gedung. Dikelilingi oleh banyak raut wajah iri, dirinya dibawa ke lantai atas. Kata-katanya memunculkan kegemparan di Internet. Akun Weibo-nya memiliki beberapa juta pengikut lebih banyak, jumlah pengikutnya mendekati jumlah pengikut blogger paling populer. Berita yang dibuat oleh Tang Zhenghao untuk memfitnah Li Sicheng dan perusahaannya dengan cepat lenyap tersapu. Di kantor CEO perusahaan Tang Zhenghao, pria itu berteriak marah ketika meletakkan setumpuk dokumen. "Dasar b*jingan!" Pada malam sebelumnya, Tang Zhenghao telah membayar seseorang untuk membocorkan informasi tentang wanita simpanan Li Sicheng yang disimpan di rumah terpisah kepada para influencer 1 . Namun, kata-kata Su Qianci menghancurkan semua usaha dan investasinya. Sekretaris muda Tang Zhenghao mendorong kacamatanya naik kembali ke hidungnya dan berkata, "Li Sicheng juga menggunakan influencer. Peretas Z itu disewa oleh Li Sicheng, sehingga seperti yang sudah diperkirakan bahwa kita akan kalah olehnya di dunia Internet." Menyadari akan hal itu, Tang Zhenghao masih merasa kebenaran sulit untuk dicerna. Sambil menggertakkan giginya, dia berkata, "Cari dua penyelidik swasta dan minta mereka untuk mengikuti Li Sicheng dua puluh empat jam tujuh hari. Juga, cari paparazi top itu untukku. Aku tidak percaya putriku tidak bisa ditemukan di mana pun." Sekretaris itu mengangguk. "Akan saya lakukan." "Cari beberapa orang peretas untuk meretas ponsel dan komputernya. Aku yakin pasti ada beberapa petunjuk." "Baik." "Dan juga, cari seseorang untukku. Pria ini cukup dekat dengan putriku dan sangat kapabel. Namanya Rong Rui." "Ya." "Aku tidak percaya bahwa Li Sicheng adalah seorang dewa." Tang Zhenghao mencibir. "Ingatlah untuk tidak meninggalkan jejak." "Baik. Saya akan mencari orang yang bisa dipercaya untuk pekerjaan itu." Sekretaris itu mencatat semua tugasnya dan kemudian melihat ke atas. "Bos, sudah saatnya kita bertemu Shengfeng. Mereka baru saja menelepon saya ¡­ tetapi kontraknya telah berubah." "Berubah bagaimana?" "Mereka menaikkan jumlah pesanan mereka sebanyak lima kali." Mata Tang Zhenghao menyala. "Benarkah? Mereka menaruh sangat banyak kepercayaan pada kita." Sekretaris itu mengangguk dan tampak ragu-ragu. "Namun, ganti rugi yang dilikuidasi juga meningkat lima kali lipat." Sosok-sosok yang kini dijadikan saluran pemasaran gaya baru. Chapter 367 - Putri Song Yifan "Hahaha ¡­. Karena pesanannya lebih besar, itu wajar jika ganti ruginya meningkat. Apakah kau mendapatkan material yang aku katakan padamu beberapa hari yang lalu?" "Ya, ada di gudang." "Hebat. Awasi material itu. Hubungi pihak Jerman dan beri tahu mereka bahwa kita mungkin perlu memesan lebih banyak material. Hubungi Shengfeng dan katakan aku akan ke sana sebentar lagi." "Baik." Sekretaris itu mengangguk. "Aku hanya merasa agak aneh. Shengfeng telah bekerja dengan kita berulang kali, tetapi mereka tidak pernah memberi kita pesanan sebesar itu. Aku ingin tahu apa yang telah terjadi." Tang Zhenghao mengerutkan kening. Sekretaris itu tersenyum dan berkata, "Itu berarti mereka telah mengakui kekuatan kita. Kita adalah merek lama di industri ini. Meskipun Grup Li telah bersaing dengan kita, manufaktur 1 kita berkembang secepat mereka. Mungkin ini adalah titik baliknya? " Tang Zhenghao merasa puas dengan jawaban sekretarisnya dan tersenyum, "Bagus sekali. Pergi lakukan pekerjaanmu." Setelah sekretaris itu berjalan keluar, Tang Zhenghao merasa lebih segar dan meninggalkan kantornya dengan perasaan puas. Sebuah pesanan yang lima kali lebih besar ¡­. Jika dia bisa menyelesaikannya, itu akan menjadi keuntungan terbesar untuk bisnisnya selama bertahun-tahun. Su Qianci menjadi menggila tidak seperti sebelumnya. Meskipun dirinya tidak berada dalam bisnis hiburan, popularitasnya telah melampaui bintang mana pun di Weibo hanya dalam waktu satu hari. Beberapa media bahkan menulis tentang latar belakangnya dengan judul "Apa yang Tidak Anda Ketahui tentang Wanita Kaya Itu." Namanya dan nama pianis global Song Yifan berada di peringkat atas. Di Komando Daerah Militer Ibu kota "Putri Song Yifan?" Rong Haiyue melihat berita yang muncul di ponselnya dan mengetuknya. Dia dengan segera melihat wajah kecil yang cantik itu. Dengan sebuah penampilan yang masih muda, wajahnya tersenyum, tampak penuh kegembiraan. Rong Haiyue tertegun. Setelah beberapa saat, dia kemudian menatap foto pernikahan di atas mejanya. Dalam foto itu, Rong Haiyue tersenyum bahagia, sementara wanita di sebelahnya tampak kaku dan dingin. Wanita itu sangat mirip dengan gadis ini. Namun, gadis ini adalah putri Song Yifan? Mengencangkan cengkeraman di ponselnya, dia berdiri dan berjalan keluar. Rong Anna akan beranjak pergi ketika gadis itu melihatnya. "Ayah, kau mau pergi?" Rong Haiyue mengangguk dan berkata, "Mencari ibumu. Di mana dia?" "Oh, ibu pergi pagi-pagi sekali. Telepon saja ibu. Aku akan pergi sekarang. Muah ~ dah, Ayah!" Semangat putrinya membuat pria itu merasa sedikit lebih baik. Tatapannya melembut. "Dadah." Rong Anna terkikik-kikik dan pergi. Rong Haiyue mengeluarkan ponselnya dan menelepon istrinya. Istrinya dengan cepat menjawab, "Halo?" "Di mana kau?" "Di pusat seni untuk sebuah lokakarya 1 ," jawabnya dengan singkat. "Kapan kau pulang?" "Apakah kau butuh sesuatu?" Dia terdengar dingin dan tidak ramah. Sambil memegang ponselnya, pria itu tersenyum dan berkata, "Aku merindukanmu." Setelah hening sejenak, dia berkata, "Rong Haiyue, aku sibuk." Lalu wanita itu mengakhiri pembicaraan. Rong Haiyue tersenyum sambil mengejek diri sendiri dan kemudian mengiriminya sebuah pesan teks: Aku akan pergi ke Kotaraja selama setengah bulan. Dia dengan cepat menjawab: Bon voyage 1 . Melihat nama kontak itu, yang merupakan "Xuan-ku Tersayang," matanya meredup. Proses mengubah bahan mentah menjadi barang untuk dapat digunakan atau dikonsumsi oleh manusia. Pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya; sanggar kerja. Istilah yang digunakan untuk mengungkapkan harapan baik kepada seseorang yang akan melakukan perjalanan. Chapter 368 - Hatinya Berdarah Ruangan Li Sicheng sangatlah besar. Selain area kerja, terdapat juga sebuah ruang tunggu dan sebuah ruang ganti. Berbaring di tempat tidur berukuran twin di ruang tunggu, Su Qianci sedang memeriksa artikel Weibo-nya. Melihat komentar-komentar itu, dia tiba-tiba merasa dirinya adalah wanita yang cukup populer. Dengan jumlah penggemar yang melonjak, dia merasa bersemangat dan bertanya, "Tuan Li, jika aku menjadi seorang blogger, apakah kamu pikir aku akan menjadi populer? Aku memiliki begitu banyak penggemar sekarang." Di dekatnya, Li Sicheng mendongak dari tumpukan dokumennya. Melihat bahwa Su Qianci meletakkan satu kaki di atas tempat tidur dan kaki yang lainnya di atas meja tidak seperti seorang wanita terhormat, pria itu berkata dengan bibir yang bergerak-gerak, "Nyonya Li, citra dirimu!" Su Qianci bahkan tidak mendongak. "Tidak ada orang di sini. Ini posisi yang nyaman." Ini posisi yang nyaman ¡­. Li Sicheng tiba-tiba memikirkan hal-hal lain yang bisa dilakukan dengan posisi istrinya itu ¡­. Mulutnya terasa kering, dia menatap Su Qianci. "Sepertinya kamu ingin mencobanya?" Su Qianci tertegun. Ketika dia menatap suaminya, dia tiba-tiba tersipu malu. "Dasar pikiran kotor!" Li Sicheng tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu ketika seseorang mengetuk pintu. Dia berkata kepada istrinya, "Aku akan berurusan denganmu sebentar lagi." Menaikkan suaranya, Li Sicheng berkata, "Masuk!" Su Qianci cepat-cepat menurunkan kakinya dan berbaring dengan benar. Melihat bosnya dan istri bosnya, Cheng You merasa seperti dia sedang mengganggu sesuatu. Berdeham, dia berkata, "Tuan Li, kita berhasil. Tang Zhenghao sedang bertemu dengan orang-orang dari Shengfeng." "Mengerti." "Luo Zhan berkata bahwa dia menemukan beberapa orang peretas yang mencoba masuk ke ponsel dan komputer Anda, yang mana telah dia urus." "Dia mengusir mereka?" "Ya." Li Sicheng menaikkan sebelah alisnya. "Itu tidak cukup baik. Kita harus membalas budi." Mendengar itu, Cheng You bergidik dan bertanya, "Maksud Anda ¡­." "Apakah kau mendapatkan apa yang aku minta beberapa hari yang lalu?" "Ya." "Berikan kepada Luo Zhan dan minta dia untuk membuatnya tersedia untuk mereka curi." Cheng You tampak terkesan. "Ya, Tuan!" Su Qianci merasa sedikit terkejut, tetapi kemudian merasa semakin kagum pada suaminya. Sangat jahat! Tapi sangat luar biasa! Melihat raut wajah istrinya, Li Sicheng memeriksa arlojinya. "Apakah kamu lapar? Ayo makan." "Iya!" Su Qianci bangkit dari tempat tidur dan menyisir rambutnya dengan jari-jarinya. "Apa yang akan kita makan?" "Apa yang kamu inginkan?" "Hotpot!" "Kamu tidak bisa makan sesuatu yang pedas pada saat menstruasi." "Aku tidak bisa menahan diri dari makan hotpot." "Bisakah kamu membantu dirimu sendiri?" Dia meliriknya. Dia cemberut. "Hanya yang sedikit pedas kalau begitu." "Jadilah gadis yang baik dan mari kita makan sesuatu yang lain." Cheng You ingin menangis. Sebagai seorang lajang, hatinya berdarah. "Bagaimana dengan McDonald''s?" "Tidak, itu junk food 1 ¡­." "Pizza Hut?" Li Sicheng terdiam. "Ada tempat bubur baru di dekat kita. Aku akan membawamu ke sana." "Baik." Su Qianci merasa baik-baik saja tentang keputusan itu. "Bergabunglah dengan kami, Cheng You?" "Tidak, kalian pergi saja. Saya akan makan sendiri." Sebelum makan siang, dia telah disiksa secara emosional oleh mereka. Jika dia makan bersama mereka, Cheng You berpikir dirinya mungkin akan menjadi cacat mental. Melihat mereka pergi, Cheng You, sang gadis lajang, merasa patah hati. Setelah memesan beberapa makanan melalui aplikasinya, gadis itu membenamkan dirinya ke dalam pekerjaan lagi. Tempat bubur itu tidak jauh. Li Sicheng dan Su Qianci berjalan berdampingan. Meski hujan sudah berhenti, jalanan masih basah. Setelah berjalan sebentar, Su Qianci memegang tangan suaminya dan berbisik, "Tuan Li, seseorang mengikuti kita." Makanan yang memiliki nilai gizi rendah, biasanya diproduksi dalam bentuk makanan ringan kemasan yang membutuhkan sedikit atau tanpa persiapan. £¬ Chapter 369 - Diikuti "Itu orang-orang Tang Zhenghao." Li Sicheng meraih lengan istrinya dan menjawab, "Tenang, mereka hanyalah para penyelidik. Kita aman." "Apakah mereka mencari Tang Mengying?" "Sepertinya begitu." "Kamu memindahkan dia?" Dia telah memberikan rumah di Jiang Zhou itu kepada Tang Mengying. Jika mereka mencari gadis itu, mereka seharusnya berada di rumah itu. Karena mereka mengikutinya sekarang, mereka pasti tidak menemukan siapa pun di rumah itu. "Ya, aku memindahkan dia ke suatu tempat di dekat rumah kita." "Tidak mungkin. Bukan rumah di belakang kita kan?" "Ya." Su Qianci menghirup napas dalam-dalam. "Kamu tidak takut mereka akan mencari dia di sana? Mereka tidak bodoh. Tentu saja, mereka tahu bahwa kamu memiliki rumah lain di belakang rumah kita." "Bahaya itu sendiri adalah obat terbaik untuk bahaya." Li Sicheng mengusap rambut istrinya. "Lelakimu juga tidak bodoh." Su Qianci mengerjapkan matanya, tidak mengerti apa yang suaminya maksudkan. Pria itu membungkuk lebih dekat dan berkata, "Mereka telah mencari ke tempat itu dan tidak akan kembali ke sana dalam waktu dekat. Selain itu, aku memiliki beberapa perangkap yang dipasang di rumah itu." "Perangkap?" Su Qianci menatapnya, matanya membelalak. Bagaimana dia mengatur untuk memasang perangkap tersebut? "Baru dipasang. Dan Rong Rui menolongku dengan perangkap-perangkap tersebut," jelas Li Sicheng. "Jadi Rong Rui itu berguna. Tapi bukankah dia orang yang membantu Tang Mengying? Kenapa dia membantumu?" "Dia berada di pihakku sekarang." Su Qianci bahkan lebih terkejut. "Apakah kamu menyuapnya?" Dia ingat bahwa pria ini memiliki sifat yang paling aneh. Dia tidak yakin bahwa pria itu bisa dibeli. "Cheng You yang mengurusnya." "Cheng You?" Apakah mereka berdua masih bersama di kehidupannya saat ini? Semakin dia memikirkan tentang hal itu, semakin besar kemungkinan itu terlihat. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Rong Rui memperlakukan Cheng You dengan sangat hormat, dan putri mereka sangat menggemaskan. Karena Cheng You sibuk bekerja, pria itu selalu mendandani putri mereka bak seorang putri. Mereka benar-benar sebuah keluarga yang bahagia. "Oke, kita sudah sampai." Li Sicheng mengajak Su Qianci masuk. Pelayan itu segera mengenali mereka dan membawa mereka ke sebuah ruangan privat yang menawan. Su Qianci memesan bubur makanan laut. Karena buburnya dibuat setelah dipesan, restoran itu membutuhkan waktu setengah jam untuk menyajikannya. Su Qianci juga memesan beberapa makanan ringan selama menunggu, jadi perutnya hampir kenyang ketika bubur itu disajikan. Namun, dirinya mendapati bahwa bubur itu lezat dan memesan semangkuk bubur lagi. Makan siang itu memakan waktu lebih dari satu jam. Karena terlalu banyak makan, dia merasa badannya agak berat dan bersandar pada Li Sicheng. Pria itu harus membantunya keluar dari restoran. Mereka tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang tidak mereka sangka-sangka. "Restoran ini baru, tetapi kokinya hebat. Karena Anda berada di Kotaraja, Anda harus mencoba makanan spesialisasi mereka di sini. Kalau tidak, perjalanan Anda tidak akan sepadan." Seorang pria paruh baya yang gemuk memimpin seorang pria jangkung dan kekar masuk ke dalam. Orang yang terakhir masuk mengenakan sesuatu yang kasual. Ketika pria itu melihat Li Sicheng, matanya menyipit. Dan kemudian, dia melirik Su Qianci, yang berada di sebelahnya. Menyadari tatapan pria itu, Su Qianci balas menatapnya. Pria itu berusia setengah baya. Dia tampak dingin dan serius dengan sepasang mata elang. Dia tidak melihat seperti itu dengan sengaja. Itu hanya kebiasaannya. Su Qianci segera menyadari bahwa pria itu berasal dari lingkungan militer. Chapter 370 - Li Sicheng Harus Dikurung Su Qianci mengangguk sambil tersenyum sopan. Pria paruh baya itu mengangguk padanya, dengan cepat memalingkan wajah, dan mengikuti pria gemuk itu. "Kamu kenal dia?" Li Sicheng melihat ke bawah dan bertanya. "Tidak, tapi dia terlihat tidak asing." "Benar. Dia seorang mayor jenderal di Angkatan Darat. Namanya Rong Haiyue." "Oh ¡­ aku belum pernah mendengar tentang dirinya. Li Yao adalah satu-satunya mayor jenderal yang aku kenal." Raut wajah Li Sicheng melunak. Dengan wajah datar tanpa ekspresi, pria itu menggoda, "Kamu kurang informasi." "Wajar saja kalau aku tidak kenal siapa dia -- aku tidak berada dalam lingkungan itu," kata Su Qianci tanpa basa-basi. Keduanya telah berjalan keluar dari restoran saat mereka berbicara. Mereka tidak mengetahui bahwa Rong Haiyue, yang telah berpapasan dengan mereka, masih menatap punggung Su Qianci. Ketika mereka sudah berjalan jauh, dia membalikkan badannya, merasa tidak bisa bernapas. Gadis itu sangat mirip ¡­ istrinya. Tapi dia adalah putri Song Yifan ¡­. "Tuan Rong Haiyue, ruangannya sudah siap. Silakan ikuti saya." "Baik." Setelah mencuri "dokumen rahasia" itu dari komputer Li Sicheng, Tang Zhenghao kemudian mempelajari kekuatan sebenarnya dari grup Li. Itu lebih kuat dari apa yang dia perkirakan, tetapi perbedaannya tidak besar. Setelah mengetahui seperti apa lawannya yang sebenarnya, Tang Zhenghao, yang merasa tegang karena "gertakan" Li Sicheng selama bertahun-tahun, menjadi tenang. Dia tiba-tiba mengerti mengapa Shengfeng memilih grup Tang daripada grup Li. Shengfeng pasti telah mengetahui tentang kekuatan grup Li beberapa waktu lalu. Karena kedua mitra ini tidak memiliki terlalu banyak perbedaan, tentu saja Shengfeng akan lebih memilih merek yang lebih lama, yang mana adalah grup Tang. Setelah menandatangani kontraknya, Tang Zhenghao merasa sangat senang sehingga dia memberikan bonus kepada semua stafnya. Grup Tang dipenuhi sukacita sekaligus. Mendengar tentang perkembangan pada grup Tang, Li Sicheng memerintahkan, "Jalankan rencananya." Meskipun suara bosnya tenang, Cheng You merasa pria itu adalah pria paling berbahaya yang pernah dilihatnya. "Baik!" ¡­. Setelah kegembiraan datanglah kesedihan. Kurang dari tiga hari setelah bonusnya diterima, grup Tang mendapat sebuah pesan yang mengejutkan; kiriman pertama material yang diimpor dari Jerman telah disita di pabean 1 karena kecurigaan bahwa bahan kimia beracun disembunyikan di antara material tersebut. Karena tenggat waktunya semakin dekat, pabriknya masih belum dapat mulai beroperasi karena kurangnya bahan baku. Tang Zhenghao menjadi panik dan menggunakan semua koneksinya. Pada saat itu, Nyonya Tang berlari ke kantornya dan berteriak, "Aku menemukan putri kita! Aku menemukannya!" Tang Zhenghao seharusnya merasa senang, tapi suara keras istrinya membuat sakit kepalanya semakin parah. Sambil memegang kepalanya, dia bertanya dengan tidak sabar, "Kau menemukannya? Di mana dia?" "Di kawasan Yuxiu, rumah di belakang rumah Li Sicheng. Dia juga yang memiliki tempat itu. Tang Mengying ada di sana." "Benarkah?" Tang Zhenghao duduk tegak dan menjadi emosional. "Bagaimana kau tahu?" "Penyelidik swasta yang kau sewa merekam sebuah video. Karena aku tidak bisa mendengar suara Li Sicheng yang berbicara, aku mencari seseorang yang tahu cara membaca bibir. Dia mengatakan bahaya adalah obat terbaik untuk bahaya. Li Sicheng mengatakan hal itu kepada Su Qianci sendiri!" Mata Tang Zhenghao menyala dan berdiri dengan penuh semangat. "Cepat! Kita akan mencari orang-orang untuk menemukannya." "Tidak. Aku ingin Li Sicheng masuk penjara. Sekarang kita memiliki semua buktinya, aku tidak percaya dia bisa menyangkalnya. Keluarga Li bukan apa-apa. Li Sicheng harus dikurung." Instansi (jawatan, kantor) yang mengawasi, memungut, dan mengurus bea masuk (impor) dan bea keluar (ekspor), baik melalui darat, laut, maupun melalui udara. Chapter 371 - Ini Buktinya. Jangan Coba-coba Menyangkalnya. Ketika Su Qianci terbangun di pagi hari, Li Sicheng telah meninggalkan tempat tidur. Dia menggeliat dan menguap. Setelah mandi, dia turun ke bawah, dan Nanny Rong sudah menyiapkan sarapan. Li Sicheng berjalan masuk ke dalam rumah mengenakan sesuatu yang kasual. Sepertinya pria itu sedang berada dalam suasana hati yang baik. Sambil memakan sarapannya, dia menatap suaminya dan bertanya, "Tadi kamu pergi ke mana?" "Ke belakang." Li Sicheng mencuci tangannya dan duduk di seberangnya. Sambil meneguk susu dari gelasnya, dia berkata, "Aku akan membawamu untuk menyaksikan sebuah pertunjukan hebat nanti." "Pertunjukan yang mana?" "Sarapan dulu." Jika Li Sicheng berpikir bahwa pertunjukan itu hebat, itu pasti benar-benar hebat. Su Qianci dengan cepat menghabiskan roti dan susunya dan bertanya dengan tidak sabar, "Aku sudah selesai. Di mana pertunjukannya?" Li Sicheng mengunyah makanannya perlahan-lahan dan menghapus sisa susu di sudut bibir istrinya. "Santai saja. Berikan dua menit lagi." Su Qianci menunggu dengan sabar. Setelah meminum sedikit susu terakhirnya, Li Sicheng memeriksa arlojinya dan berkata, "Baiklah. Ayo pergi." Dia membawa Su Qianci ke bagian belakang rumah mereka, tempat Tang Mengying seharusnya dikurung. Sebelum mereka mendekati rumah itu, mereka melihat dua buah mobil polisi dan dua buah mobil mewah terparkir di gerbang. Su Qianci menatapnya, matanya terbelalak. Dengan jantung hampir copot, dia meremas tangan Li Sicheng dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan? Apakah mereka akan mengetahuinya? Kenapa mereka datang ke tempat ini?" "Jangan khawatir. Ini bagian dari rencananya." Dia mengusap rambut istrinya. "Jangan terlihat mencurigakan dan tetaplah tenang." Su Qianci merasa sedikit takut, menatap suaminya dengan gugup. Melihat raut wajah istrinya, Li Sicheng tersenyum dan berjalan menghampiri dengan lengan di pundak Su Qianci. Seorang polisi melihatnya mendekat, memandangi dokumennya, dan berkata, "Anda adalah Li Sicheng?" "Ya." "Kami mencurigai bahwa Anda ada hubungannya dengan sebuah kasus penculikan. Ini surat perintahnya." Li Sicheng melirik surat itu dan menaikkan sebelah alisnya. "Jadi, apakah Anda menemukan sesuatu?" Para polisi itu tidak menduga bahwa Li Sicheng akan bersikap begitu tenang. Sambil menatapnya, polisi itu berkata, "Pencarian masih berlangsung. Jika ada bukti memberatkan yang ditemukan, Anda akan menghadapi tuntutan." Setelah polisi itu mengatakan hal tersebut, beberapa polisi keluar dari dalam rumah itu, diikuti oleh pasangan Tang. "Pak, tidak ada orang di sana." Tangis Nyonya Tang meledak ketika dirinya melihat Li Sicheng. "Li Sicheng, kau b*jingan. Di mana kau menyembunyikan putriku? Kembalikan dia padaku!" Kemudian, dia melemparkan dirinya ke arah pria itu. Li Sicheng melindungi Su Qianci dan berjalan mundur, menatap Nyonya Tang dengan dingin. Melihat adegan itu, para polisi dengan cepat menghentikan Nyonya Tang. "Di mana kau menyembunyikan putriku? Kembalikan dia padaku!" Nyonya Tang menjerit histeris seperti seorang wanita gila. Tang Zhenghao memandang Li Sicheng dan berkata dengan murung. "Li Sicheng!" "Paman Tang, kurasa aku tidak melakukan kesalahan padamu. Tanpa bukti, kenapa Paman mengatakan bahwa aku telah menculik putrimu?" "Tentu saja kita punya buktinya! Aku punya!" Nyonya Tang meronta mencoba membebaskan diri dan mengeluarkan ponselnya, menunjukkan kepada semua orang video yang diambil oleh para penyelidik swasta itu. Dalam video itu, wajah Li Sicheng terlihat jelas dan begitu juga bibirnya. Namun, wajah Su Qianci tidak terlihat dalam video itu. Dengan wajah datar tanpa ekspresi, Li Sicheng mencibir pada video itu dengan dingin. Merasa sedikit takut, Nyonya Tang mengutuk, "Kenapa kau tertawa? Ini buktinya. Jangan coba-coba menyangkalnya." Chapter 372 - Serangan Balasan Merasa sedikit takut, Nyonya Tang mengutuk, "Kenapa kau tertawa? Ini buktinya. Jangan coba-coba menyangkalnya." Li Sicheng menyambar ponsel itu dan menatap petugas yang jelas-jelas merupakan supervisor 1 polisi yang lain. "Pak Polisi, saya punya cukup bukti yang menunjukkan bahwa Nyonya ini telah menguntit saya dan melanggar privasi, potret, dan reputasi saya. Perilaku Nyonya Tang jelas merupakan sebuah pencemaran nama baik." Nyonya Tang tercengang. Wajahnya pucat pasi, dia berseru, "Ber*ngsek, itu omong kosong!" Li Sicheng mengabaikan Nyonya Tang dan memberikan ponsel wanita itu kepada supervisor polisi. Supervisor itu menatap pria itu dan kemudian memutar videonya. "Pak Polisi, jangan dengarkan omong kosongnya. Ini adalah bukti bahwa dia telah memenjarakan putriku. Lihat bibirnya. Dia mengakui sendiri bahwa dia mengurung putriku di sini." "Jadi, apakah Anda menemukannya?" Su Qianci bertanya dengan lembut. Dia melirik Nyonya Tang dengan sinis. "Anda harus berhenti mengada-ada pada titik tertentu." Nyonya Tang menjadi terdiam, menatap wanita itu dengan matanya yang merah. Jika polisi itu tidak berada di sana, Su Qianci tidak meragukan lagi bahwa Nyonya Tang akan menampar wajahnya. Melihat raut wajah Nyonya Tang, dia menertawakannya dalam hati dan berkata, "Anda tidak hanya membuang-buang waktumu, tetapi juga membuang-buang uang para pembayar pajak dengan menelepon polisi. Karena kita bertetangga, jika Anda meminta maaf kepada suamiku, kami tidak akan menuntut Anda." Li Sicheng mendengar itu dan tersenyum pada istrinya. Su Qianci merasa di puncak dunia. Namun, ketika dia melihat raut wajah Nyonya Tang yang menyedihkan, dirinya merasa menjadi orang yang jahat. Dia mulai bersekongkol dengan Li Sicheng ¡­. Mengerikan! Pada titik tertentu, dia terpengaruh oleh sisi jahat suaminya. Jika mereka berada dalam sebuah film, mereka pasti akan menjadi karakter jahatnya. Nyonya Tang merasa kesal. Dia berteriak, "B*jingan kecil, pel*cur kecil, kau ingin aku meminta maaf? Pergilah ke neraka! Kembalikan putriku!" "Saya hanya mencoba menyelesaikan masalah. Kenapa Anda mengutuk seperti itu? Itu mengerikan," bisik Su Qianci, mundur kembali ke belakang Li Sicheng, tampak seperti ketakutan. "Silakan ikut ke kantor polisi bersama kami," kata polisi itu kepada pasangan Tang, melirik Li Sicheng dan Su Qianci. "Mereka benar tentang ''bukti'' Anda sebagai pelanggaran terhadap privasi, potret, dan reputasi orang lain. Dan memang, kami gagal menemukan putrimu di sini. Bukti Anda tidak cukup kuat." "Bibir, baca bibirnya! Pak Polisi, lihatlah itu. Dia mengakuinya sendiri." "Jika Anda perlu mengatakan sesuatu, Anda bisa mengatakannya setelah Anda ikut ke kantor bersama kami." Polisi itu terlihat sedikit tidak sabar. Dia kemudian menatap Su Qianci dan Li Sicheng. "Kalian berdua juga harus ikut." Su Qianci merasa sedikit gugup. Dia belum pernah ke kantor polisi sebelumnya. Apakah dia harus pergi? Merasakan kegugupan Su Qianci, Li Sicheng memberinya sebuah tepukan di punggung tangan istrinya dan berkata, "Pak Polisi, kami akan senang untuk bekerja sama. Namun, istri saya takut. Saya akan meminta pengacara saya untuk berbicara dengan Anda." Polisi itu memandang Su Qianci dan mengangguk. "Secepatnya." Tang Zhenghao tetap diam sepanjang waktu. Ketika dia masuk ke mobil polisi, dia menatap Li Sicheng. Melihat Li Sicheng mengangguk pada dirinya sendiri dengan tenang, Tang Zhenghao memiliki sebuah firasat buruk: Li Sicheng tampaknya memiliki lebih banyak jebakan untuk dirinya ¡­. Pengawas utama; pengontrol utama; penyelia. Chapter 373 - Cinta Setia Melihat mobil polisi itu sudah menjauh, Su Qianci menggenggam tangan Li Sicheng dengan penuh semangat. "Apakah kamu merencanakan semuanya? Kamu sangat pandai!" Li Sicheng tertawa kecil dan meraih lengannya. "Ayo pergi." "Ke mana?" "Ulang tahun Kakek sudah dekat. Kita harus memberinya sebuah hadiah." Su Qianci mengedipkan matanya. Ulang tahun kakek yang ketujuh puluh adalah setengah bulan setelah pertengahan musim dingin. Itu kurang dari sepuluh hari lagi, dan dia benar-benar lupa tentang hal itu. "Apa yang harus kita berikan untuknya?" Di kehidupan terakhir Su Qianci, Li Sicheng telah membelikan kakek sebuah liontin batu giok langka berukirkan sebuah pohon pinus dan seekor burung kakaktua, melambangkan umur panjang dan kebajikan. Ketika kakek menerima hadiah itu, dia merasa sangat senang. Sementara Su Qianci ¡­ telah memberikan kakek sebuah lukisan cat minyak, yang membuat Tang Mengying dan orang-orang lain mempermalukan dirinya. Meskipun kakek tidak mengatakan apa-apa, Su Qianci dapat mengatakan bahwa kakek tidak menyukai hadiah itu. Beberapa saat kemudian, dia mengetahui kesukaan Kakek. Sebagai orang China, kakek sangat patriotik dan tidak pernah menyukai produk dari negara Barat. Li Sicheng meremas wajah istrinya. "Apa yang kamu pikirkan?" Su Qianci menggelengkan kepalanya. Memikirkan kehidupan sebelumnya, dia tidak bisa menahan diri untuk merasa sedikit kesal. Li Sicheng mengemudikan mobilnya dan membawa Su Qianci ke sebuah mal. Mal itu tidak terlalu ramai. Semua orang yang berbelanja di sana berpakaian bagus. Pria itu pergi ke lantai atas dengan lift dan berjalan ke toko yang menjual batu giok. Saat melihat Li Sicheng, pemilik toko itu berjalan menghampiri dan menyapanya, "Tuan Li." "Apakah pesanan saya sudah siap?" "Ya. Kami membuatnya sesuai dengan desain Anda. Ini dia." Pemilik toko berjongkok dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalam brankas. Kotak itu dikunci, dan pemilik toko itu menggunakan sebuah kunci untuk membukanya. Su Qianci segera melihat apa yang berada di dalamnya. Memang sebuah liontin giok. Pemilik toko mengambil liontin giok itu dengan hati-hati, takut jika liontin itu akan tergores. Giok itu berwarna hijau zamrud dan sangat transparan. Yang membuatnya lebih langka adalah liontin itu hampir tanpa cacat. Liontin itu sebesar setengah telapak tangan. Teksturnya begitu bagus sehingga rasanya kau bisa memeras air dari dalamnya. Sebuah pohon pinus diukir pada liontin itu, daunnya diwakili oleh bagian hijau alami dari batu giok. Di dahannya ada seekor burung kakaktua hijau yang indah, dengan sebuah titik merah alami sebagai mata burung itu. Liontin itu dikerjakan dengan sangat baik. Di bawah pohon pinus, terdapat sebuah danau dan sebuah pohon ginseng, simbol umur panjang. Itu adalah hadiah ulang tahun yang sempurna untuk seorang lelaki tua. Hadiah ini sangat langka dan sangat mahal. Li Sicheng merasa puas. "Bisakah Anda membungkusnya untukku?" "Tentu saja." Pemilik toko itu merasa sangat senang dan dengan hati-hati membungkus liontin itu sebelum memberikannya kepada Li Sicheng. Dia menggesek kartunya dan mendapati Su Qianci sedang menatap perhiasan berbentuk sepasang angsa. Angsa tersebut tidak terbuat dari batu giok, tetapi dari emas 18 karat. Garis-garis angsa itu sangat halus, dihiasi dengan berlian dan batu giok, terlihat sempurna di bawah pancaran cahaya. "Apakah kamu menyukainya?" Li Sicheng membungkuk lebih dekat dan melihat sepasang angsa itu. Cerdas dalam pekerjaannya, pemilik toko itu dengan cepat mengeluarkan sepasang angsa tersebut dan berkata, "Ini adalah sepasang angsa. Angsa adalah simbol kesetiaan. Sepanjang hidupnya, seekor angsa hanya akan memiliki satu pasangan sampai mati. Jika salah satu pasangannya meninggal, yang lain akan hidup sendirian. " Chapter 374 - Nyonya Li Selalu Terlihat Cantik "Sepanjang hidupnya, seekor angsa hanya akan memiliki satu pasangan sampai mati. Jika salah satu pasangannya meninggal, yang lain akan hidup sendirian." Ketika mengatakan itu, pemilik toko memeriksa raut wajah Li Sicheng sebelum dirinya melanjutkan. "Batu giok pada angsa ini juga sangat mirip. Jarang ada dua buah batu giok yang terlihat sangat mirip. Lihatlah pola mereka. Hampir sama persis. Karena Nyonya Li menyukainya, Anda harus mengambilnya." Su Qianci sangat menyukainya, terutama setelah mendengar apa yang dikatakan pemilik toko tentang angsa tersebut. "Tolong bungkuskan angsa itu untuk kami," kata Li Sicheng. Su Qianci menatapnya dan bertanya, "Apakah kamu akan memakainya?" "Ini lebih dari sekadar sebuah liontin dan bisa juga berfungsi ganda sebagai sebuah pin. Tuan Li, saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana Anda bisa memakainya sehingga tidak terlihat feminin." Pemilik toko dengan cepat mengeluarkan sebuah alat dan mengubah liontin itu menjadi sebuah pin. Li Sicheng sebenarnya tidak terlalu menyukainya. Benda itu jelas-jelas sesuatu yang terlihat terlalu feminin, jadi bagaimana dirinya bisa memakainya? Namun, jarang sekali Su Qianci menyukai sebuah perhiasan, jadi dia memutuskan untuk membelinya terlebih dahulu. Su Qianci mengambil pin itu dari pemilik toko dan menyematkannya di bagian dada kiri mantel Li Sicheng. "Terlihat bagus." Dia tersenyum, membalikkan badan, dan mengenakan kalung itu pada dirinya sendiri. "Bagaimana kelihatannya?" "Bagus sekali," jawab Li Sicheng tanpa berpikir. Su Qianci merengut. "Kamu bahkan tidak berpikir." Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan menambahkan, "Nyonya Li selalu terlihat cantik." Para asisten toko itu merasa sangat iri sehingga mereka ingin menembak diri mereka sendiri. Pemilik toko, di sisi lain, telah melihat banyak hal dalam hidupnya. Dia mengambil kartu kredit itu, menggeseknya, dan mengucapkan selamat tinggal kepada pasangan itu dengan penuh hormat. Su Qianci berjalan-jalan di mal itu tetapi tidak bisa memikirkan apa yang harus dia berikan kepada kakek. Dia mengerutkan keningnya. "Jangan terburu-buru. Santai saja. Masih ada beberapa hari lagi." Memikirkan fakta bahwa kakek tidak pernah menyukai hadiahnya di kehidupan sebelumnya, Su Qianci merasa agak frustrasi ¡­. Tiba-tiba, dia mempunyai sebuah ide dan memandang Li Sicheng dengan matanya yang berkilau. "Tuan Li, aku punya sebuah ide." "Apa?" "Aku ingin membuatkan kakek sebuah longevity peach 1 ." "Longevity peach?" "Ya!" Su Qianci memperagakan ukuran buah persik itu dengan tangannya. "Sebuah persik sebesar ini, tapi sebenarnya sebuah bakpao. Jika aku membuatnya sendiri, akankah kakek senang?" "Ya." "Jadi sudah beres ya." Su Qianci menghela napas lega. "Tapi apakah itu akan terlihat terlalu murahan? Haruskah aku memberinya sesuatu yang lain?" "Idemu tidak pernah murahan." Jika Su Qianci membuatkan sesuatu untuk kakek dengan tangannya sendiri, kakek akan menghargai pemberiannya itu seperti harta karun. Tatapan Li Sicheng melembut saat dia membelai kepala istrinya. "Karena kamu sudah punya ide, mari kita pergi ke tempat Ou Ming." "Tempat Ou Ming?" Dia hanya bertemu Ou Ming dua kali sejauh ini dan hanya pernah berkomunikasi satu kali saja dengannya. Terakhir kali, ketika dia kehilangan bayinya ¡­. "Ya, dia sedang mempersiapkan diri untuk melamar wanita itu, dan itulah sebabnya dia mengumumkan hubungan mereka di depan umum." "Wanita itu? Yu Lili?" Su Qianci berkedip. "Dia tidak akan mengatakan iya." Li Sicheng menunduk menatap istrinya. "Kamu mengenal dia dengan baik." "Kami telah menjadi teman sekelas selama tiga tahun." Lebih penting lagi, dirinya jelas mengetahui bahwa Yu Lili belum pernah menikah dengan Ou Ming. Pria itu bahkan ¡­ membunuhnya! Longevity peach atau shoutao, adalah sejenis bakpao biji teratai. Warnanya putih dengan ujung berwarna merah dengan lipatan di sepanjang sisinya, meniru bentuk buah persik. Longevity peach adalah representasi dari Persik Keabadian. Chapter 375 - Buat Beberapa Lubang Di Kondomnya "Itu bukan hal yang baik." Li Sicheng menepuk hidung Su Qianci. "Jangan terlalu dekat dengan wanita itu. Dia pengaruh yang buruk." Su Qianci mundur dan menggenggam tangan suaminya. "Tidak masalah. Kamu adalah pengaruh yang baik." Merasa tersanjung, Li Sicheng melingkarkan tangannya di pinggang Su Qianci dan berkata, "Mereka berada di Istana Satu. Ayo pergi". Istana Satu terletak di pusat Kotaraja, salah satu properti hiburan milik keluarga Ou Ming. Ketika mereka tiba di sebuah ruangan privat nomor 888, Ou Ming sedang memeluk seorang wanita yang sedang bernyanyi karaoke dengannya. Itu adalah lagu lama yang dinyanyikan oleh Cheung Hok Yau. Lagu itu adalah sebuah lagu klasik, dan mereka berdua bernyanyi dengan cukup baik. Namun, Luo Zhan duduk di samping seperti orang bodoh. Ketika melihat Li Sicheng, Luo Zhan pertama kali merasa sangat gembira, tetapi ketika melihat istrinya mengikuti pria itu, dia tiba-tiba jatuh terduduk di kursi. Menjadi gila, Luo Zhan berteriak, "Kenapa aku datang ke sini? Ahhhh ¡­." Namun, tidak ada seorang pun yang mendengarkannya. Li Sicheng dan Su Qianci duduk. Pria itu mengambil sebuah bantal kursi dan memukul Luo Zhan dengan bantal itu. Setelah lagu itu selesai, Ou Ming meletakkan mikrofonnya dan berjalan ke arah Li Sicheng. "Qianqian, kemari dan bernyanyilah!" Yu Lili berkata. "Aku ingat kau menjadi ratu karaoke semasa SMA. Apa kau tahu cara menyanyikan lagu ''Penampil''?" "Tentu saja!" Dia segera pergi dan mengambil mikrofon yang diletakkan Ou Ming. "Ayo bernyanyi!" Ketika melodi yang akrab di telinga itu dimainkan, dan wajah penyanyi itu muncul di layar, Su Qianci bahkan menjadi lebih bersemangat. Yu Lili memberi isyarat untuk menunjukkan bahwa dirinya akan bernyanyi terlebih dahulu. "Kesederhanaan. Mari kita bicara dengan istilah sederhana ¡­." Melihat kedua wanita itu bernyanyi, Ou Ming tidak bisa menahan senyumnya. Dia melemparkan sebatang rokok ke arah Li Sicheng dan bertanya, "Apakah kau sudah makan?" "Belum." Dia mengambil rokok itu dan membiarkan Ou Ming menyalakannya untuknya. "Baiklah." Ou Ming mengembuskan sebuah kepulan asap dengan perlahan-lahan. "Kita bisa makan bersama nanti." Li Sicheng melirik ke arah sahabatnya dan kemudian pada Yu Lili. Tiba-tiba dia langsung bertanya, "Apakah kau serius?" Ou Ming menggigit rokoknya dan tersenyum. "Iya." "Ayahmu tidak akan setuju." "Aku yang akan menikah, bukan dia." "Kau akan mengabaikan ayahmu? "Tidak bisakah aku melakukan itu?" Li Sicheng menjentikkan rokoknya dan berkata dengan ambigu, "Setelah menikah, hal itu akan berbeda." "Tidak mungkin. Dia sudah menjadi wanita simpananku selama tiga tahun dan kita sudah tidur bersama selama dua tahun. Perbedaannya hanyalah akta nikah. Apa yang bisa berubah?" Luo Zhan bersandar dan mendengarkan pembicaraan mereka. "Kau tidak berada dalam pikiran wanita itu, jadi dia akan meninggalkanmu cepat atau lambat." Mendengar itu, Ou Ming terdiam. Dia menarik napas dalam-dalam, menatap mata Yu Lili, seolah-olah ingin mengisap wanita itu masuk bersama asap rokoknya. Dia sudah memikirkan hal ini, tetapi dirinya bertaruh pada pemikiran bagaimana-jika. Bagaimana jika Yu Lili bersedia untuk tinggal bersamanya setelah menikah dan memiliki seorang bayi? "Kau harus menghamilinya dulu. Dengan seorang bayi, pernikahan itu jauh lebih natural, kan?" Luo Zhan membungkuk dan berkata. Ou Ming meliriknya dan berkata, "Ketika aku tidak memakai kondom, dia minum pil." "Jadi, jika kau memakai kondom, dia tidak akan minum pilnya." "Tentu saja, hal itu tidak perlu." Luo Zhan diam-diam berbisik, "Kalau begitu kau bisa memakai kondom yang berlubang." £¬ Chapter 376 - Aku Ini Lelaki Normal Ou Ming berkata dengan jijik, "Kurang ajar!" "Itu metode yang bagus," kata Li Sicheng. "Kau lebih baik mengganti pilnya juga." "Kau bahkan lebih buruk." Luo Zhan mencibir, "Berhentilah bersikap munafik. Kita semua sama!" "Aku tidak sama denganmu." Li Sicheng mendorong Luo Zhan menjauh. Ou Ming juga berkata, "Aku juga tidak." Luo Zhan tidak menjawab. Setelah Su Qianci dan Yu Lili selesai bernyanyi, mereka melihat ketiga lelaki itu sedang mengobrol dengan posisi kepala mereka yang berdekatan. Yu Lili menunduk dan bertanya, "Apa yang sedang mereka bicarakan?" "Tidak tahu." "Hei, apa kau pikir Luo Zhan itu gay? Dia tidak pernah punya kekasih dan terlalu dekat dengan Li Sicheng dan Ou Ming." Su Qianci tertawa melalui mikrofon. Ketiga lelaki itu meliriknya, dan dia dengan cepat meletakkan mikrofon itu. Dia berbisik pada Yu Lili, "Kurasa tidak." "Lihatlah dia. Dia cukup tampan dan sudah berusia 26 tahun. Kenapa dia tidak pernah terlibat dalam sebuah hubungan? Baik itu fisik atau psikologis." Su Qianci tertawa. Ketiga pria itu membubarkan diri dan meminta para wanita itu untuk makan bersama. Setelah mendengar apa yang dikatakan Yu Lili, Su Qianci mulai memandang Luo Zhan secara berbeda. Dia sengaja berjalan di belakang Luo Zhan untuk mengamati cara pria itu berjalan dan celana yang dikenakannya ¡­. Li Sicheng segera menyadari perilaku aneh Su Qianci. Melingkarkan lengan di pinggang istrinya, dia bertanya, "Ada apa?" Dia menggelengkan kepalanya berulang kali, berdeham. Apakah dirinya terlalu kentara? Setelah mereka tiba di ruangan privat yang dipesan Ou Ming, mereka mulai memesan makanan. Yu Lili bertanya tanpa sadar, "Apakah Luo Zhan menyukai sesuatu yang manis?" "Apa?" Mendengar namanya disebut, Luo Zhan merasa tersanjung. "Apakah puding karamel terdengar enak?" "Ya ¡­ tentu, terima kasih." Su Qianci diam-diam mengingatnya: Luo Zhan menyukai makanan manis. Memahami raut wajah Yu Lili, Su Qianci bertanya, "Apakah kau suka olahraga?" "Ya ¡­." "Seperti apa?" "Um ¡­ berenang, bola voli, tenis ¡­." "Bingo!" Seru Su Qianci, menatap Luo Zhan. Mendengar itu, Yu Lili hampir terkekeh-kekeh dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan menu. Li Sicheng dan Ou Ming segera mengerti dan tertawa juga. Melihat semua orang tertawa, Luo Zhan sangat malu dan berteriak dengan keras, "Aku ini lelaki normal tahu!" Pelayan yang baru saja tiba tidak bisa menahan tawanya juga. Hati Luo Zhan merasa kecewa. Seolah-olah itu tidak cukup buruk untuk menjadi satu-satunya orang lajang yang berada di sana, mereka bahkan mempertanyakan orientasi seksualnya. Ini adalah sebuah hari yang sangat buruk. Dia segera berdiri dan berjalan keluar. Ou Ming tertawa kecil dan bertanya, "Hei, kau mau pergi ke mana?" "Kamar mandi!" "Ada kamar mandi di sini." "Aku ingin keluar!" Luo Zhan pergi ke kamar mandi umum, membuka ritsleting celananya, dan buang air kecil di urinoar 1 . Pada saat itu, seorang pria muda yang anggun dan terlihat rapuh mengenakan sebuah jas biru muda dan sepasang kacamata tanpa bingkai masuk ke dalam. Dia cukup tampan dan tinggi. Luo Zhan melirik selangkangan pria itu dan kemudian pada kejantanannya sendiri. Merengut, dia merasa cukup puas dengan ukurannya sendiri dan memutuskan setidaknya dia akan menjadi "top" 2 jika dirinya gay. Tempat kencing pria. Pihak yang berperan sebagai pria dalam hubungan sesama jenis Chapter 377 - Hei, Selangkanganmu Basah Luo Zhan cukup senang dengan ukurannya sendiri dan memutuskan setidaknya dia akan menjadi "top" jika dirinya gay. Pria berjas itu merasakan tatapan dari urinoar di sebelahnya dan merasa agak seram. Dia menyelesaikan kencingnya sesegera mungkin dan menaikkan ritsletingnya tanpa menggoyangkannya sampai kering. Pria itu dengan cepat pergi untuk mencuci tangannya, dan Luo Zhan juga sudah selesai dan bergabung dengannya. Ketika mencuci tangannya, Luo Zhan melihat tanda basah di celana pria itu. Sambil mencuci tangannya, Luo Zhan mengingatkan pria itu dengan ramah, "Hei, selangkanganmu basah." Mendengar itu, pemuda itu bergidik, segera mematikan air, dan pergi meninggalkannya. Sungguh sial! Bertemu orang mesum di kamar mandi! Melihat reaksi pemuda itu, Luo Zhan berteriak marah, "Hei, apa-apaan ini?" Berpura-pura tidak mendengar apa-apa, pemuda itu berjalan secepat mungkin dan hampir tergelincir di lantai yang basah. Untungnya, dia meraih pintu tepat pada waktunya. Kalau tidak, dia akan jatuh dengan menyedihkan. Melihat itu, Luo Zhan merasa geli meskipun sedang marah dan meletakkan tangannya di bahu pemuda itu. Pemuda itu dengan cepat berbalik dan menjentikkan tangannya menjauh. "Aku ini lelaki normal tahu!" Luo Zhan tidak menanggapi. Dia tiba-tiba merasa seolah-olah seribu panah telah menusuk hatinya. Sambil menggertakkan giginya, dia berkata, "Siapa yang memberitahumu bahwa aku gay?" Terlihat jijik, pria berjas dengan cepat melarikan diri. "Si*lan," kutuk Luo Zhan ketika dia melihat pemuda itu berjalan ke arah ruangan privat mereka. Yu Lili sedang berada di ambang pintu membuat sebuah panggilan telepon. Gadis itu dengan segera melihat pemuda itu dan matanya berbinar-binar. "Lu Yihan!" Melihatnya, Lu Yihan tampak terkejut. Dia tersenyum. "Kebetulan sekali. Kau juga berada di sini." "Oh, jadi kalian saling mengenal?" Luo Zhan berjalan menghampiri. "Perkenalkan aku, kakak ipar." Kakak ipar ¡­. Senyum Yu Lili membeku. "Siapa kakak iparmu?" Luo Zhan terkejut. Dia telah memanggil wanita itu demikian karena Ou Ming adalah kakaknya. Yu Lili merasa senang saat mendengarnya sepanjang pagi, jadi mengapa dia bereaksi sangat berbeda sekarang? "Ini teman sekolahku, Lu Yihan. Ini Luo Zhan, peretas Z." "Aku sudah mendengar banyak tentangmu," kata Lu Yihan. Luo Zhan tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Lu Yihan, sementara Lu Yihan mengerutkan kening dan tidak menyalami pria itu. Dia memandang Yu Lili dan berkata, "Aku bersama seorang klien, jadi aku tidak bisa berada di sini." "Pergilah." Saat Yu Lili mengatakan hal itu, Lu Yihan segera membalikkan badannya tanpa mengatakan apapun pada Luo Zhan. Luo Zhan merasa malu dan tersinggung. Jadi Lu Yihan benar-benar mengira dirinya seorang gay? Benar-benar sebuah kesalahan besar. Luo Zhan merasa perlu baginya untuk mendapatkan seorang kekasih. Atau bahkan lebih baik, pergi ke sebuah klub dan kehilangan keperjakaannya! Orang-orang meragukan dirinya di mana-mana, dan dia hampir menangis. Setelah makan, Luo Zhan bahkan merasa lebih kesal. Dua "saudara perempuan"-nya terus menerus melirik dirinya, dan kedua saudara lelakinya menertawakan dirinya. Dia juga tidak bisa marah, kalau tidak kedua budak dari istri mereka itu pasti akan membunuhnya. Dia merasa seperti sebuah keset pintu. Ketika Ou Ming mengusulkan untuk melanjutkan pesta di klub yang dimilikinya, Luo Zhan segera menemukan sebuah alasan dan pergi meninggalkan mereka. Ketika dia mengemudi, dia melihat sosok yang dikenalnya di sisi jalan. Cheng You sedang memegang beberapa dokumen dan sepertinya sedang menunggu bus. Mata Luo Zhan berbinar-binar. Dia menepi dan bertanya, "Cheng You, kau mau ke mana? Bolehkah aku memberimu tumpangan?" Memang, gadis itu sangat gembira dan dengan cepat masuk ke dalam mobil. Sambil mengemudi, Luo Zhan bertanya, "Di mana mobil yang diberikan Li Sicheng untukmu?" "Jangan membahasnya. Mobil itu rusak dan sekarang sedang diperbaiki." "Benar ¡­." kata Luo Zhan. Setelah ragu-ragu sejenak, pria itu menoleh dan mencoba memikat gadis itu, "Cheng You, kau tidak memiliki kekasih, kan? Apa pendapatmu tentang aku?" Cheng You tidak mengatakan apa pun. Luo Zhan tersenyum dengan cemerlang dan bersandar di setir dengan sisi wajah yang paling tampan menghadap ke arah Cheng You. Dia merendahkan suaranya dan bertanya, "Bisakah aku mengundangmu untuk makan malam ini?" "Tidak. Akan. Pernah." Chapter 378 - Bangkrut Video yang diambil oleh penyelidik pribadi Tang Zhenghao hanya menunjukkan wajah Li Sicheng, dan pria itu tidak menyebutkan satu kata pun mengenai Tang Mengying. Rencananya untuk mengirim Li Sicheng ke penjara gagal, dan pada saat yang sama, serangan balasan Li Sicheng membuatnya menjadi pihak yang bersalah. Tang Zhenghao dengan segera memutuskan untuk menyalahkan istrinya atas segalanya. Tang Zhenghao kembali ke kantornya dan mengurus bisnisnya sambil mencari cara untuk mengeluarkan istrinya. Pada akhirnya, dia harus membayar mahal pada pengacara Li Sicheng untuk "kehilangan kasus ini". Nyonya Tang keluar dari tahanan lima hari kemudian. Kejadian ini berdampak besar pada perusahaan Tang. Dewan direksi mengadakan sebuah rapat dan meminta penjelasan dari Tang Zhenghao. Setelah berurusan dengan anggota dewan direksi, pria itu mengalami masalah lain: meskipun pabean telah menyetujui untuk menyerahkan bahan baku yang diimpor dari Jerman kepadanya, mereka perlu mengurangi sebagian dari bahan baku itu. Tang Zhenghao dengan cepat menunjukkan ketulusannya dengan "berterima kasih" kepada petugas pabean secara pantas dan mendapatkan material itu di tangannya. Namun, pada saat ini, Shengfeng menelepon untuk memintanya mengirimkan produk lot pertama. Kepalanya terasa sakit, Tang Zhenghao memohon untuk diberi lebih banyak waktu. Pihak Shengfeng mengubah nada suara bicaranya. "Saya memesan produk pada Anda beberapa waktu yang lalu. Anda mengatakan masih memiliki stok 1 material, yang merupakan satu-satunya alasan mengapa saya melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Sekarang Anda mengatakan belum ada yang siap, tolong beri tahu saya, apa yang harus saya katakan kepada atasan saya?" "Anda tidak bisa berkata seperti itu ¡­. Ini bukan pertama kalinya kita bekerja sama ¡­." "Itulah alasan mengapa saya memercayai Anda. Atasan saya pada awalnya ingin memberikan pesanan ini kepada grup Li. Saya memberikannya kepada Anda karena saya menghormati Anda. Sekarang Anda memberi tahu saya bahwa Anda tidak bisa mengirim barangnya? Apakah Anda masih mengingat apa yang tertulis di kontrak kita?" Sakit kepala yang dialami Tang Zhenghao bahkan terasa semakin buruk dan pria itu dengan cepat mengangguk. "Baiklah, saya akan memberi Anda dua hari lagi. Jika Anda masih belum bisa mengirimkannya, itu akan dianggap sebagai sebuah pelanggaran kontrak." Tang Zhenghao dengan segera menjadi pucat pasi dan berteriak, "Dua hari lagi, bagaimana ¡­." Bagaimana mungkin? Sebelum dia menyelesaikan perkataannya, pihak Shengfeng itu menutup teleponnya. "Apa-apaan ini!" Tang Zhenghao merasa sangat kesal. Berjalan mondar-mandir, dia mengeluarkan ponselnya dan ingin menelepon balik. Namun, pria dari pihak Shengfeng itu tidak pernah mengangkat telepon darinya lagi. Sambil menjejakkan kakinya, dia menghubungi pabrik, yang sudah bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. "Cepat. Pekerjakan lebih banyak orang dan buat mereka bekerja lembur! Kita harus menyiapkan lot pertama hanya dalam dua hari." Ganti ruginya akan bernilai lebih dari seluruh perusahaannya! Besok adalah hari ulang tahun kakek, dan Su Qianci akhirnya menyiapkan hadiahnya di saat terakhir. Li Sicheng belum kembali, jadi dia makan sendirian, mandi, dan belajar di ruang keluarga. Ketika Li Sicheng kembali, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat. Saat melihat suaminya, Su Qianci meletakkan bukunya dan bertanya, "Apakah kamu sudah makan?" "Belum." "Baiklah, aku akan menghangatkan beberapa makanan untukmu." "Oke." Li Sicheng menatap istrinya dengan lembut. "Kalau begitu aku mandi dulu." "Baiklah." Setelah makanannya siap, Su Qianci melihatnya berjalan turun hanya mengenakan sebuah jubah mandi. Merasakan kain piamanya sendiri yang tebal, Su Qianci bertanya, "Apakah kamu tidak kedinginan?" "Tidak. Duduklah bersamaku." Su Qianci duduk dan bertanya, "Apakah kamu masih sibuk dengan rencana itu?" "Hampir selesai. Aku sekarang menangani akuisisi grup Tang." "Akuisisi grup Tang?" Dia menatap suaminya, matanya terbelalak. "Artinya, perusahaan Tang Zhenghao?" "Ya, mereka bangkrut." Persediaan barang. Chapter 379 - Tuan Li Yang Jahat Su Qianci menghirup udara dingin dan bertanya dengan tidak percaya, "Begitu tiba-tiba?" "Tidak juga." Li Sicheng mendongak dengan kelembutan di matanya yang dingin. "Aku sudah merencanakan hal ini lebih dari dua bulan dan baru selesai beberapa hari yang lalu. Pesanan yang diberikan Shengfeng pada grup Tang diambil alih olehku." Dia dengan sabar menjelaskan hal ini kepada istrinya dengan suara berat yang normal. Namun, hati Su Qianci menjadi lunak. Li Sicheng benar-benar sibuk akhir-akhir ini, jadi dia pasti kelelahan. Butuh beberapa menit bagi pria itu untuk menjelaskan semuanya. Su Qianci terkejut saat mendengarnya. "Apa? Kamu berani mengambil alih kekacauan yang begitu besar? Shengfeng mengacaukan Tang Zhenghao. Bisakah kamu memastikan hal itu tidak terjadi pada dirimu?" "Tentu saja. Nama keluarga dari wakil presiden Shengfeng adalah Qin." Dia menatapnya, matanya membelalak. "Kerabat ibu?" "Benar, dia adalah pamanku." "Tidak mungkin ¡­." Tiba-tiba Su Qianci mengerti. "Kamu dan pamanmu bekerja sama untuk menghancurkan Tang Zhenghao?" Li Sicheng berhenti makan dan menepuk dahi istrinya. "Di matamu, aku sejahat itu?" Su Qianci mengangguk tanpa ragu. Memicingkan matanya, Li Sicheng berkata, "Itu hanyalah bertindak pintar. Tang Zhenghao yang melakukan itu pada dirinya sendiri." "Kamu jahat!" Li Sicheng sedang berada dalam suasana hati yang baik. Dia mengerutkan bibirnya dan menghabiskan supnya. Melambaikan tangannya, dia berkata, "Kemarilah." "Apa?" Su Qianci bertanya, berjalan menghampiri. Pria itu menariknya ke dalam pelukannya. Jantungnya berdegup kencang, Su Qianci melirik matanya yang berkilauan dan mengetahui apa yang diinginkan suaminya. Memang, Li Sicheng melingkarkan tangannya di pinggangnya dan berkata, "Nyonya Li, haruskah kita mencobanya di dapur?" Ketakutan, Su Qianci segera meronta-ronta. "Tidak! Ayo kembali ke kamar." "Aku dengar ini sangat merangsang. Haruskah kita mencobanya?" Dia mendengarnya ¡­. Itu pasti dari Ou Ming! Karena apa yang didengar oleh Li Sicheng, mereka sudah melakukannya di ruang keluarga, balkon, dan di tempat-tempat lainnya. Su Qianci benar-benar menentang ide itu. Namun, dia tidak bisa menolaknya karena dia sudah dilumpuhkan hingga bersandar pada kulkas. Akhirnya, dia menyerah dan terengah-engah, melingkarkan lengannya di leher suaminya. Sambil memeluknya, Li Sicheng berbisik ke telinganya, "Seharusnya hari ini adalah saat ovulasi-mu ¡­. Mari kita buat seorang bayi, Nyonya Li." "Aku ¡­ oh ¡­." Sebelum dia bisa mengatakan tidak, dia benar-benar telah dilucuti. Li Sicheng telah memesan satu-satunya hotel bintang enam di Kotaraja untuk pesta ulang tahun kakek. Kapten Li telah memilih sendiri semua tamu yang diundang, yang semuanya terdiri dari selebritas dari generasi yang lebih tua. Sekitar pukul 6 sore, sebagian besar tamu telah tiba, dan itu adalah pemandangan yang cukup ramai. Di dapur hotel, Su Qianci mengambil longevity peach yang telah menghabiskan banyak tenaganya, keluar dari oven, mengenakan sarung tangan oven tebal, dan menghias piringnya di bawah instruksi sang koki. Ponsel Li Sicheng berdering. Telepon itu berasal dari Laurel yang sedang menjaga Tang Mengying. Pria itu mengangkatnya dan mendengar suara mereka yang terburu-buru. "Tuan Li, air ketuban Nona Tang pecah. Saya khawatir dia akan melahirkan bayi itu." Chapter 380 - Menghargai Orang Yang Tepat (bagian 1) "Tuan Li, air ketuban Nona Tang pecah. Saya khawatir dia akan melahirkan bayi itu." Mata Li Sicheng tiba-tiba menjadi tajam, yang membuat Su Qianci memutar kepalanya. Meskipun raut wajah Li Sicheng datar tanpa ekspresi, senyumnya yang halus menunjukkan bahwa dia sedang berada dalam suasana hati yang baik. "Oke, kirim pemburu ke Rumah Sakit Pertama." "Baik." jawab Laurel. Setelah menutup telepon, Li Sicheng berbisik kepada Su Qianci, "Tang Mengying akan melahirkan." Su Qianci berkata dengan nada suara tidak percaya, "Kehamilannya baru tujuh bulan lebih." "Wanita itu membuat drama setiap hari. Wajar saja kalau bayi itu lahir prematur," katanya sambil menekan nomor telepon Cheng You. "Rumah Sakit Pertama Kotaraja, Tang Mengying melahirkan secara prematur. Laksanakan rencananya." Cheng You tampak berapi-api dan menjawab, "Ya, Tuan." Melihat suaminya menutup telepon, Su Qianci bertanya, "Apakah kamu akan melihat ke sana?" "Aku akan melihatnya sebentar saja." "Apa yang sudah kamu lakukan?" "Kamu akan mengetahuinya sebentar lagi." Sambil tersenyum, Li Sicheng hendak mengatakan sesuatu, ketika dia mendengar seseorang memanggilnya, "Li Sicheng, kemarilah dan sapa tamu-tamu kita. Banyak orang yang mencarimu. Jangan bersembunyi di sana -- kita semua tahu bahwa kalian adalah dua sejoli." ujar Li Beixing. Wajah Su Qianci sedikit merona merah sembari dirinya merasa sangat manis. "Aku pergi sebentar." Su Qianci tersenyum dan mengangguk. Dia berbalik untuk mengerjakan longevity peach-nya. "Aku akan sedikit terlambat." Li Sicheng tersenyum lebih lebar dan membelai rambut istrinya sebelum dia pergi. Setelah menyelesaikan dekorasinya, Su Qianci meminta sang koki untuk menjaga agar longevity peach itu tetap hangat untuknya. Longevity peach itu sudah mulai dingin, tetapi dia tidak ingin kakek memakan apa pun yang sudah dingin. Setelah menyelesaikan semuanya, wanita itu berjalan keluar dari dapur dan pergi ke kamar mandi. Dia telah menahan diri agar tidak buang air kecil demi membuat longevity peach itu. Ketika dia sedang mencuci tangannya, seorang pelayan masuk dan tampak terkejut saat melihat Su Qianci. "Apakah Anda Nyonya Li?" "Betul." Dia melirik pelayan itu sambil mencuci tangannya. "Tuan Li mencari Anda barusan. Beliau berpikir Anda pasti berada di kamar mandi wanita, jadi beliau meminta saya untuk membawa Anda ke Aula 888." Su Qianci tersenyum dan mengeringkan tangannya. Dia berbalik dan berkata, "Baiklah, terima kasih." "Saya akan membawa Anda ke sana. Tempatnya agak jauh dari sini." "Oke, terima kasih." Hotel itu besar. Selain aula perjamuan terbesar, terdapat banyak ruangan privat lainnya. Pelayan itu membawa Su Qianci melewati banyak lorong dan semakin sedikit orang di sekitar mereka. Su Qianci merasa sedikit lelah. Sambil memperhatikan nomor kamar, dia bergumam, "Kenapa tempatnya jauh sekali?" Pelayan itu tersenyum dan berkata, "Tuan Li berkata beliau ingin memberi Anda sebuah kejutan. Anda akan mengetahuinya saat Anda melihatnya." Su Qianci mendengar itu dan tersenyum semakin lebar. Dengan segera, dirinya tiba di Aula 888 bersama pelayan itu. "Sudah sampai. Saya akan meninggalkan Anda sendirian." "Terima kasih." Dia berterima kasih kepada pelayan itu dan berjalan memasuki aula. Namun, ruangan itu kosong. Mejanya juga belum disiapkan. Merasa sedikit aneh, dia memanggil, "Tuan Li?" Tidak ada yang menjawab. Dia berjalan lebih jauh ke dalam dan menemukan sebuah gerobak sampah diletakkan di sudut ruangan. Bagaimana benda seperti itu bisa masuk ke dalam sebuah aula hotel? Su Qianci mempunyai sebuah firasat buruk. Dia ingin berbalik dan melarikan diri, tetapi lehernya tiba-tiba dicekik. Dia meronta sekuat tenaga dan ingin menjerit sekeras-kerasnya. Namun, sebelum dia mengatakan apa-apa, sesuatu ditempelkan ke hidungnya. Dengan sebuah aroma yang menyengat, penglihatannya menjadi kabur, dan dia kehilangan kesadarannya dalam waktu kurang dari dua detik. Chapter 381 - Menghargai Orang Yang Tepat (bagian 2) Rumah Sakit Pertama Kotaraja. Selama beberapa dekade, rumah sakit itu telah menerima banyak wanita hamil yang melahirkan secara prematur. Namun, ini adalah pertama kalinya rumah sakit itu menjadi sebuah berita utama. Bahkan para dokter yang telah bekerja di rumah sakit itu selama puluhan tahun belum pernah melihat sesuatu yang seperti ini. Di luar ruang bersalin, puluhan orang telah berkumpul. Meskipun mereka ditahan di luar, dan tidak ada kamera besar yang diizinkan, masih mudah untuk mengatakan bahwa mereka mengambil foto dengan banyak kamera tersembunyi, dan beberapa bahkan menyiarkan secara langsung dan menulis banyak artikel. Cheng You berada di sana juga jika ada keadaan darurat. Hanya Tuhan yang tahu telah berapa lama Cheng You menunggu saat ini. Tang Mengying adalah wanita yang paling keji. Cheng You telah melihat bagaimana wanita ini telah menganiaya bosnya. Wanita itu juga yang hampir membuat Su Qianci menceraikan Li Sicheng. Semuanya karena bayi ini. Karena semuanya akan segera berakhir, Cheng You merasa sangat bersemangat. Begitu bayi itu lahir dan sebuah tes DNA dilakukan di hadapan semua orang, Tang Mengying akan kehilangan semua pengaruhnya. Pada saat itu, seluruh kota akan mengetahui wanita macam apa dia. Tamparan di wajahnya akan sangat keras. "Ini terlalu ramai. Jangan berada di sini." Seorang perawat berkata dengan tidak sabar. "Tunggu di luar. Kenapa kalian ingin melihat seorang wanita melahirkan?" Cheng You melangkah mundur, dan seorang reporter memberi isyarat agar semua yang ada di sana diam. Semua orang terdiam. Melihat itu, perawat mengetahui bahwa dia tidak bisa mengusir orang-orang ini dan masuk ke ruang bersalin. Cheng You mendengar suara langkah kaki yang dikenalnya. Dia berbalik dan melihat Rong Rui. Cheng You sedikit tertegun. "Hei, apa yang kau lakukan di sini?" Apakah dia ingin membuat keributan ketika cinta pertamanya melahirkan? Rong Rui memandang Cheng You dan raut wajah pria itu melembut. "Aku datang ke sini untuk mengakhiri semuanya." "Mengakhiri?" Cheng You bertanya. Rong Rui mengeluarkan sebuah kartu kunci, menggeseknya, dan mendorong pintu ruang bersalin hingga terbuka. Cheng You membelalakkan matanya lebar-lebar dan berkata, "Berani sekali!" Rong Rui mendorong pintu itu hingga terbuka, dan para dokter yang berada di dalam semuanya memandang pria itu. "Hei, Anda tidak bisa masuk begitu saja. Keluar sekarang!" Seorang perawat langsung berteriak, ingin mengusirnya. Namun, Rong Rui mengabaikannya dan berjalan menghampiri. "Tang Mengying, ini aku." Sedang merasa kesakitan, mata Tang Mengying menyala ketika dia mendengar suara Rong Rui. "Rong Rui, Rong Rui ¡­." Air matanya menetes tak terkendali. Mengulurkan tangan ke arah pria itu, Tang Mengying berkata, "Rong Rui, aku di sini. Biarkan dia masuk ¡­." "Tidak. Dia tidak bisa masuk. Ini ruang bersalin." "Tidak, biarkan dia masuk. Kalau tidak, aku tidak akan mengejan." Dengan wajahnya yang pucat, Tang Mengying berteriak. Rasa sakit itu hampir menghilangkan kesadarannya. Setelah bernegosiasi dengan dokter, Rong Rui mengenakan pakaian pelindung dan sebuah masker kurang dari dua puluh menit kemudian. Dia berjalan dan menatap wanita itu. Kedua kaki Tang Mengying terbuka lebar. Dari sudut pandang Rong Rui, pria itu bahkan bisa melihat darah menetes-netes ke bawah. "Rong Rui ¡­." Tang Mengying mengulurkan tangannya dan meraih pria itu. Merasa sangat gembira, dia berteriak, "Kau di sini. Akhirnya kau di sini ¡­." Chapter 382 - Menghargai Orang Yang Tepat (bagian 3) Setiap kali ketika Tang Mengying membutuhkan bantuan, Rong Rui akan muncul di hadapannya. Pria itu tampan, dan selalu mengurus segala sesuatu untuk dirinya. Namun, dia telah dibutakan oleh Li Sicheng, pria yang ditakdirkan menjadi milik orang lain. Dia telah memikirkan hal itu selama dikurung. Jika dia bisa mengulang dari awal lagi, dia tidak akan terlibat dengan Li Sicheng dan menghargai Rong Rui sebagai gantinya ¡­. Untungnya, dia masih memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya. Setelah melahirkan anak haram ini, dia akan tinggal bersama Rong Rui dan menetap. Sambil tersenyum, Tang Mengying memegang tangan Rong Rui. "Rong Rui ¡­." "Ya." Pria itu meraih tangannya, tetapi tidak ada cinta lagi di matanya. Dengan bukaan yang semakin membesar, Tang Mengying merasa sangat kesakitan dan tidak menyadari perubahan wajah Rong Rui. Saat tangan perawat itu menekan perutnya, Tang Mengying bergumam kesakitan, "Kau tahu, aku telah banyak memikirkan tentang kita ¡­ selama ini." Rong Rui terdiam, memegang tangannya. "Setelah aku melahirkan, aku akan kembali ¡­ dan menikahimu." Tang Mengying terengah-engah, dibanjiri keringat di seluruh tubuhnya. "Kau harus berhenti bicara," seru perawat itu. Sambil meremas tangan Rong Rui, dia tidak mendengarkan perawat itu dan bertanya, "Bisakah aku melakukannya? Terakhir kali ketika kau melamarku, aku menolaknya. Sekarang, aku mengatakan ya ¡­. Apakah kau masih ¡­." Sambil memegang tangan Tang Mengying, Rong Rui menggunakan sebuah masker yang menutupi wajahnya. Dengan matanya yang dingin, pria itu berkata perlahan, "Tidak." Mendengar itu, Tang Mengying menatapnya dengan mata yang terbelalak. Tatapan mata Rong Rui terlihat sangat dingin ketika dia menatap wanita itu. "Kau sendiri yang membunuh Rong Rui yang itu. Apakah kau sudah lupa?" Hati Tang Mengying serasa direnggut paksa. Rasanya sangat menyakitkan sehingga dia tidak bisa bernapas. Dia memandang Rong Rui seolah-olah pria itu adalah orang asing. Apakah ini Rong Rui? Apakah pria ini masih pria yang sama yang telah berjanji untuk melindungi dirinya seumur hidup? Rong Rui telah berjanji bahwa tidak peduli apakah dirinya mencintainya atau tidak, pria itu akan ada untuknya. Rong Rui sendiri yang mengatakan hal itu ¡­. Namun, pria itu tampak sangat dingin sekarang. Tidak ada lagi rasa cinta untuk dirinya. Kenapa, mengapa itu terjadi ¡­. Tubuh Tang Mengying mulai bergetar. Para dokter dan perawat terkejut dan berteriak, "Berhentilah membuatnya emosional!" Rong Rui tidak mendengarkan mereka dan melanjutkan, "Pada saat kau memilih Li Sicheng dan memutuskan untuk meninggalkanku di tangan para pengawal itu, aku terbunuh. Aku bunuh diri di rumah tempat kau tinggal. Apakah kau masih ingat?" Tersakiti secara fisik dan mental, Tang Mengying memekik, "Ahhhh ¡­." "Keluar. Keluar sekarang juga!" Seorang dokter mengangkat Rong Rui dan memisahkan tangan mereka dengan paksa. Sambil menendang dan mendorong, dokter itu mengusir pria itu keluar. Akan tetapi, Tang Mengying bahkan bernapas semakin cepat. Meraih pegangan tempat tidur, dia berteriak sangat keras saat melihat punggung Rong Rui, "Kenapa, kenapa ¡­." Kata-kata dan sikap Rong Rui telah menghancurkan keyakinannya. "Rong Rui, Rong Rui!" Tang Mengying menjerit. "Kenapa ¡­." Kau sendiri yang membunuh Rong Rui yang itu. Apakah kau sudah lupa? Apakah kau sudah lupa ¡­. "Sial. Dia mengalami sebuah gangguan emosional dan kehilangan terlalu banyak darah ¡­." Chapter 383 - Aku Akan Menjagamu Rong Rui diusir keluar dari ruang bersalin. Cheng You dengan segera berjalan mendekati pria itu. Melihat darah di pakaian pelindung pria itu, dia bertanya, "Bagaimana situasinya?" "Tidak ada apa-apa." Rong Rui berbalik dan berjalan pergi. "Apa-apaan ini?" Cheng You sedikit marah dan mengikutinya. "Kau baru saja berada di dalam sana. Apakah dia sudah melahirkan?" "Belum." "Kau belum memberiku klip 1 itu." "Aku sudah memberikannya pada Luo Zhan." Suara Rong Rui terdengar sedikit dingin. Dia melepas masker dan pakaian pelindungnya sambil berjalan. "Luo Zhan memilikinya?" "Iya." Rong Rui melepas pakaian itu dan membuangnya. Dia duduk di sebuah bangku di lorong. "Dia akan mengunggahnya di Internet. Ketika hasil DNA-nya keluar, Tuan Li-mu bisa bebas dari segala tuduhan." Cheng You merasa sedikit kesal dengan sikap acuh Rong Rui. Wajah gadis itu memerah, dia membalikkan badannya. Namun, pria itu tiba-tiba meraih tangannya. Cheng You berbalik dan melihat mata cokelat Rong Rui yang sedang menatap dirinya. Jantungnya berdegup kencang, dia menatap pria itu. Rong Rui berkata, "Aku bilang aku akan menjagamu. Kau tidak perlu khawatir." Kalimat itu membuat Cheng You mengamuk. Dia menarik tangannya kembali dan menendang pria itu menggunakan hak sepatunya dengan marah. "Menjagaku? Aku tidak akan pernah mengencani pria sepertimu." Li Sicheng dikelilingi oleh teman-teman kakeknya, teman-teman ayahnya, dan banyak teman masa kecil yang selalu mengolok-oloknya karena terlalu sedikit bicara. Setelah meminum beberapa gelas minuman keras, wajahnya sedikit memerah. Setelah minum-minum dengannya, semua orang meminta untuk melihat istrinya. Ketika berbicara tentang Su Qianci, wajah datar Li Sicheng menjadi lembut. Seseorang menyadari perubahan raut wajahnya dan mulai tertawa. Li Sicheng harus menghubungi nomor Su Qianci. Namun, tidak ada yang mengangkat. "Tunggu sebentar. Aku akan menjemputnya." Dia meletakkan gelas anggur itu dan tiba-tiba memikirkan sesuatu. "Jangan buat Su Qianci minum. Istriku mudah mabuk." Sebagai tambahan, wanita itu tidak akan menjaga sikapnya setelah mabuk ¡­. Li Sicheng ingat betul bagaimana istrinya bersikap pada saat mabuk di Maladewa. "Tenang. Kami tidak akan melakukan itu." "Hari ini, kau adalah target kami." Semua orang tertawa. Setelah mendapatkan janji mereka, dia merasa tenang dan berjalan menuju dapur. Namun, Su Qianci tidak berada di sana. Dia mengerutkan kening dan bertanya, "Di mana dia?" Para koki pun tidak mengetahuinya. Dia menghubungi istrinya lagi, tetapi panggilan telepon itu tidak berhasil terhubung. Dia mencari ke sana kemari tetapi masih gagal menemukan Su Qianci. Li Sicheng merasa panik karena alasan tertentu. Hanya ada beberapa tempat baru yang bisa wanita itu kunjungi. Dan juga, Su Qianci tidak mengangkat teleponnya. Apa yang sudah terjadi? Ou Ming dan Yu Lili sedang bersembunyi di sebuah sudut, sedang bermesraan. Melihat Li Sicheng berjalan ke sana kemari, Ou Ming tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Hei, apa yang kau lakukan?" "Istriku hilang. Bantu aku mencarinya." Ou Ming mencibir, "Apakah kau takut dia akan tersesat? Apakah mungkin dia berada di kamar mandi? Yu Lili, carilah dia." "Baiklah, aku akan segera kembali." Yu Lili pergi ke kamar mandi untuk mencari Su Qianci. Jantung Li Sicheng berdegup kencang karena alasan tertentu. Dia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Kali kelima dia menghubungi istrinya, panggilan telepon itu akhirnya dijawab. Potongan film, video, dan rekaman. Chapter 384 - Jangan Menyentuhnya Li Sicheng mendengar suara desau angin dan gemericik air. Dia bertanya, "Su Qianci?" Tak ada jawaban. Dia memeriksa ponselnya dan itu adalah nomor yang benar. Namun, mengapa istrinya tidak berbicara? "Kamu di mana?" Li Sicheng bertanya, tetapi masih tidak ada yang menjawab. Panggilan telepon itu terputus. Dalam keresahan, pria itu mulai menelepon kembali, tetapi kemudian dirinya mendapat sebuah pesan. Pesan itu berupa sebuah foto yang diambil di sisi Sungai Kotaraja. Ketika proses mengunduh selesai, Li Sicheng melihat foto seorang wanita yang sedang berbaring di jembatan. Menilai dari apa yang dikenakannya, itu tidak lain adalah Su Qianci sendiri. Pupil mata Li Sicheng mengecil, sementara Ou Ming menarik napas dalam-dalam. Sebelum Li Sicheng mengatakan apa-apa, ponselnya berdering lagi. Itu berasal dari nomor yang sama dengan nomor pengirim pesan teks itu, sebuah nomor lokal. Dia mengangkatnya dan mendengar sebuah suara histeris, "Li Sicheng!" Suara wanita itu terdengar gila. Suara nyaring yang akrab di telinga itu terdengar mengerikan seperti biasanya. "Itu kau!" Nyonya Tang tertawa. "Apakah kau terkejut melihat aku memiliki istrimu?" Rahang Li Sicheng mengencang. Raut wajahnya terlihat semakin dingin. "Apa yang kau inginkan?" Li Sicheng terdengar tenang, tapi nada suaranya masih sedikit naik turun. Menyadari hal itu, Nyonya Tang bahkan tertawa dengan semakin puas. "Kau tahu betul apa yang aku inginkan. Aku sudah lama meminta putriku. Aku sudah memberimu waktu. Kau tidak mengembalikan putriku padaku. Aku harus mengundang istrimu untuk mendidiknya." Li Sicheng menggertakkan gigi dan memberi isyarat pada Ou Ming. Persahabatan mereka selama bertahun-tahun membuat Ou Ming dengan segera mengerti untuk mengatur orang guna melakukan sebuah pencarian di sepanjang Sungai Kotaraja. "Aku sudah mengirim putrimu ke rumah sakit, Rumah Sakit Pusat Kotaraja. Di mana kau? Aku akan mengirim seseorang untuk membawamu ke sana menemui putrimu." "Ha! Kau pikir aku akan memercayaimu? Kau b*jingan licik! Aku tidak akan jatuh ke dalam perangkapmu lagi. Kau tahu, kau lumayan juga ya. Bahkan Tang Zhenghao terjebak oleh tipu dayamu. Kau pasti sedang menyeringai, kan? Bagaimana kalau sekarang? Kemari dan bawa pulang istrimu. Datanglah sendiri, dan aku akan memberimu sebuah hadiah yang sangat besar. " Ou Ming membelalakkan matanya lebar-lebar dan menggelengkan kepalanya pada Li Sicheng: jangan pergi! Seolah-olah tidak melihat apa-apa, Li Sicheng berkata, "Oke, di mana kau?" Nyonya Tang dengan cepat memberi tahu dia sebuah alamat dan berkata, "Datanglah sendirian. Jangan menghubungi polisi. Aku punya banyak anak buah di sini. Jika kau menelepon polisi, aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi pada istrimu." "Oke. Beri aku dua puluh menit." Tempat itu adalah sebuah daerah terpencil, dan akan memakan waktu setidaknya tiga puluh menit untuk sampai ke sana. "Ha ha, maumu. Lima belas menit. Jika kau lebih lambat, aku akan meminta orang-orangku untuk memuaskan istrimu dengan baik." Menjijikkan! Amarah Li Sicheng meledak seperti sebuah gunung berapi. Akan tetapi, dia harus mengambil napas dalam-dalam dan berkata, "Oke, aku akan ke sana." "Jangan kemari. Mereka punya senjata!" Pekik suara seorang wanita. Itu adalah suara Su Qianci. "Ah!" Jantung Li Sicheng hampir lepas. Wajahnya yang tenang tiba-tiba berubah saat mendengar teriakan istrinya. "Jangan menyentuhnya!" Dia kehilangan kendali dan meraung, mengejutkan Ou Ming. £¬ Chapter 385 - Tunggu Aku Mata Li Sicheng menjadi merah. Ketika panggilan telepon itu terputus, Li Sicheng tiba-tiba tidak tahu harus berbuat apa. Setelah mengenalnya selama bertahun-tahun, Ou Ming belum pernah melihat sahabatnya seperti itu dan merasa sedikit tercengang. Dengan cepat, Ou Ming meraih lengannya dan berteriak, "Li Sicheng, tenanglah!" Tangan Li Sicheng sedikit gemetar. Meskipun dia sendiri tidak menyadarinya, Ou Ming melihat hal itu. Sambil memegang tangan Li Sicheng, Ou Ming jauh lebih tenang daripada sahabatnya. "Lihat aku!" Sambil meremas tangan Ou Ming dengan keras, Li Sicheng mendongak dan berkata, "Ou Ming, aku harus pergi. Jangan memberi tahu kakekku atau siapa pun tentang hal ini. Aku akan segera kembali, dengan istriku!" Kemudian dia dengan cepat berlari menuju lift. Pikirannya benar-benar kosong. Yang bisa dia pikirkan hanyalah waktu yang dimilikinya: lima belas menit ¡­. Su Qianci tiba-tiba berteriak dengan keras, yang mana mengejutkan semua orang di sekitarnya. Orang-orang yang mengawasinya itu datang dan membungkam mulutnya. Nyonya Tang menutup teleponnya dan menendang Su Qianci, sambil mengutuk, "Pel*cur kecil, tutup mulutmu!" Su Qianci mundur dan berjuang melepaskan diri. Namun, kedua tangan dan kakinya terikat. Tidak peduli seberapa keras dia berusaha, dirinya tidak bisa bergerak. "Jadilah gadis baik dan aku tidak akan melakukan apa pun padamu. Selama lelakimu mengembalikan putriku, aku akan mencoba menghentikan orang-orang ini agar tidak memerkosamu. Bagaimana dengan itu?" Hati Su Qianci sangat kecewa. Dia dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berteriak, "Tidak, tidaaaak!" "Tidak ada yang tak mungkin." Nyonya Tang menggunakan sebuah pistol hitam untuk mengetuk wajahnya dan tersenyum. "Sekarang kau ketakutan? Memohonlah padaku. Bukankah kau bersikap sombong di rumah itu? Memohonlah padaku, dan aku mungkin melepaskanmu." Air mata Su Qianci menetes. Dia meringkukkan tubuhnya dan menggigit bibir bawahnya, menatap Nyonya Tang. Nyonya Tang mencibir, "Kau keras kepala, ya?" Lalu dia bertanya kepada pria di sebelahnya, "Apakah Monyet sudah datang?" "Dia sedang dalam perjalanan." Sambil menyeringai pada Su Qianci, Nyonya Tang mengangkat pistol itu dan mengelapnya hingga bersih, tampak santai. "Pernahkah kau mendengar tentang HIV?" Pupil mata Su Qianci mengecil. Dirinya merasa sangat ketakutan. AIDS? "Jadi, kau tahu apa yang ada dalam pikiranku." Nyonya Tang mengangkat pistolnya dan dengan perlahan mengisi pelurunya. Mengarahkan pistol itu ke arah Su Qianci, dia tiba-tiba mendorong pistol tersebut ke arah wanita itu dan berkata tanpa suara, "Dor!" "Ah!" Su Qianci membuang muka dan meledak dalam tangis, tubuhnya gemetar ketakutan. Nyonya Tang dan anak buahnya tertawa bersama. Su Qianci menggertakkan giginya dan berhenti membuat suara. Tubuhnya gemetaran, dia menatap mereka dengan mata gelapnya. Nyonya Tang benar-benar menikmati penampilan Su Qianci. Dia berdiri dan menendang wanita itu. "Apa yang kau lihat, pel*cur!" Su Qianci menjadi diam dan tubuhnya meringkuk seperti bola. "Di mana suaramu?" Nyonya Tang menendang kaki dan pinggang Su Qianci dengan hak sepatunya. Menerima puluhan pukulan, Su Qianci menggertakkan giginya dan tetap diam. Chapter 386 - Tolong Tidak mendapat respons dari Su Qianci, Nyonya Tang merasa agak bosan. Dia berhenti dan berkata, "Hei, mengapa Monyet masih belum berada di sini? Sudah tiga menit. Aku memberi Li Sicheng lima belas menit. Jika dia datang dan tidak melihat wanita ini ditiduri oleh seseorang, akankah dia berpikir bahwa aku terlalu baik?" Apa yang mereka inginkan ¡­. Su Qianci merapatkan kakinya dan meringkukkan tubuhnya seperti sebuah bola. Nyonya Tang melihat itu dan mencibir, "Itu tidak berguna." Seorang lelaki kurus pendek mengendarai sepeda motor dan mendekati mereka. Su Qianci merasa frustrasi dan putus asa. Pria ini pastilah si Monyet yang dibicarakan wanita tua itu. Mereka berada di sebelah jalan raya yang menuju keluar kota. Hanya mobil yang akan melewati jalan itu. Satu-satunya harapan Su Qianci adalah seseorang akan menyelamatkannya sebelum mereka bertindak. Namun, malam itu sangat dingin dan gelap. Akankah penyelamatnya benar-benar muncul? Hampir tidak mungkin. "Bos, kau telah pensiun selama bertahun-tahun. Apakah kau kembali ke bisnis ini? Geng kita telah berdoa untuk kepulanganmu. Tanpa kepemimpinanmu, kinerja kami menjadi buruk dan semakin buruk." Kinerja ¡­. Bahkan sekelompok pencuri membicarakan tentang kinerja? Nyonya Tang adalah seorang pencuri di masa lalu. Dia bahkan pernah dipenjara karena mencuri selama bertahun-tahun. Untuk beberapa alasan, dia menikah dengan Tang Zhenghao dan tiba-tiba menjadi seorang wanita terhormat. Namun, seekor anjing tidak pernah bisa berhenti makan kotoran. Su Qianci mengetahui itu dengan sangat baik dan raut wajahnya dipenuhi dengan rasa jijik. Mendengar kata-kata Monyet, Nyonya Tang mencibir, "Apakah kau tidak membaca berita? Lelakiku bangkrut, dan putriku hilang. Kalau tidak, kenapa aku kembali ke geng ini?" Mendengar itu, Monyet merasa terkejut dan bertanya, "Bukankah putrimu cukup terkenal? Lihat ini." Su Qianci mendengar halaman Weibo yang sedang dimuat ulang. Monyet berkata, "Putrimu gagal merayu Li Sicheng dan ditiduri oleh pria kulit putih ini. Semuanya menjadi viral secara online hanya dalam waktu satu jam. Lihat ini, lebih dari setengah juta yang menyukainya dan dua ratus ribu komentar ¡­." Wajah Nyonya Tang menjadi pucat pasi saat dia menonton video itu. Ini adalah ¡­ video yang diretas oleh Rong Rui di ruang kerja Li Yao! Kenapa video ini masih beredar? Kenapa videonya diunggah di Weibo? "Lihat, berita terbarunya. Putrimu sedang melahirkan. Dia mengalami pendarahan dan operasi sesar ¡­. Hei, apa yang kau lakukan? Itu ponselku!" Nyonya Tang mengambil ponsel itu dan membantingnya ke wajah Su Qianci. Wajah Su Qianci menjadi mati rasa dan cahaya dari layar ponsel itu membuat matanya berkunang-kunang. Dia menunduk dan melihat tulisan di layar itu: Tes DNA setelah operasi sesar: Tidak Ada Hubungan Biologis dengan Keluarga Li. Monyet berjalan mendekat dan mengangkat ponselnya. Ketika dia melihat wajah Su Qianci, matanya bersinar. "Hei bos, ini kejutan yang kau sebutkan? Sangat cantik!" Nyonya Tang tersenyum mencemooh dan menendang lutut Monyet. Pria itu segera jatuh terjerembap ke arah Su Qianci. "Cantik apanya. Bagaimana dia bisa dibandingkan dengan putriku? Ya, ini hari keberuntunganmu. Kudengar kau sakit dengan pelacur terakhir yang kau tiduri. Ambil wanita itu untuk dirimu sendiri." Chapter 387 - Hiv Pria itu sakit ¡­ AIDS? Wajah Su Qianci menjadi semakin pucat. Dia menjerit dan mundur, berteriak, "Lepaskan aku!" Monyet menjilat bibirnya dan terkekeh-kekeh. "Wanita jalang itu mengerikan. Dia bahkan tidak memberitahuku kalau dia sedang sakit. Aku seharusnya memakai kondom. Aku menjadi sakit seperti ini begitu saja, dan tidak ada yang berani mempekerjakanku lagi. Hei, tunggu, apakah kau mempekerjakanku karena aku sakit?" "Kalau tidak, itu bukanlah kau." "Ha ha, sekarang wanita ini layak untuk tertular." Monyet mengangkat Su Qianci. Nyonya Tang segera menahan pria itu dan bertanya, "Apa yang kau lakukan?" "Mencari sebuah kamar!" "Sebuah kamar? Lakukan di sini!" Seorang pria berkata dan melemparkan sebuah botol kecil ke arahnya. "Minum ini dan itu akan membuatmu tetap hangat." Monyet bahkan menjadi lebih bersemangat dan menggosok-gosok kedua tangannya. "Bermain liar, kan? Hebat." Dia mengambil botol itu, menelan pil yang ada di dalamnya, dan membuka kemejanya. Nyonya Tang mengeluarkan ponselnya dan mengarahkan kameranya ke arah mereka. Su Qianci tidak menyadari gerakan Nyonya Tang itu. Dia berteriak ketakutan dan mundur, memohon, "Tolong jangan. Aku bisa memberimu uang. Aku bisa membuatmu diobati. Berapa pun jumlah uang yang kau minta, aku bisa memberikannya padamu ¡­. Tolong jangan sentuh aku ¡­." Monyet meminum pil-pil itu yang mana dengan cepat bereaksi. Mata pria itu menjadi sayu. Dia melepaskan ikatan kaki Su Qianci. "Tolong! Seseorang tolong aku!" Su Qianci berteriak dengan suara yang melengking. Dirinya dipenuhi dengan keputusasaan. Su Qianci tidak pernah merasa setakut itu sebelumnya, bahkan ketika dirinya didorong ke dalam air oleh Tang Mengying. Dia merasa tersiksa, putus asa, terhina, marah, tetapi yang terutama, merasa tidak berdaya. Segera setelah ikatan di kakinya terlepas, reaksi pertama Su Qianci adalah menendang, dan kakinya mendarat di wajah Monyet. "Penuh semangat. Aku suka!" Monyet terkekeh-kekeh dan melemparkan dirinya ke arah Su Qianci. Nyonya Tang berhenti merekam dan mengirim klip-nya ke Li Sicheng. Mobil mewah hitam itu melaju di jalan raya seolah-olah pengemudinya sudah kehilangan akal sehatnya. Pengemudi lain takut untuk mendekati mobil itu. Diikuti oleh beberapa mobil polisi lalu lintas, Li Sicheng tidak bermaksud berhenti. Lima belas menit! Tiga puluh menit telah berlalu, dia masih berada agak jauh dari istrinya. Matanya merah, Li Sicheng mengebut untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Itu juga pertama kalinya dia terburu-buru seperti itu dan bahkan dibuntuti oleh polisi. Dirinya akan segera sampai di sana. "Tunggu aku. Tunggu!" Menginjak pedal gas dalam-dalam, Li Sicheng melaju hingga 290 km/jam. Namun, itu masih belum cukup cepat ¡­. Untuk sekali ini, Li Sicheng membenci kenyataan bahwa dia tidak mengendarai sebuah mobil sport. Bisakah dirinya melaju lebih cepat? Di sebuah persimpangan, dia melihat sebuah lampu mobil mendekatinya dan menjadi panik. Menginjak rem dengan keras dan membunyikan klakson seperti orang gila, dia membelokkan mobilnya. Ban mobil membuat suara berdecit yang sangat keras. Pengemudi mobil dari arah berlawanan segera menginjak rem dan menyaksikan Maybach hitam itu menghindari mobilnya dan melayang menabrak pagar pembatas jalan. £¬ Chapter 388 - Dia Mencoba Membunuh Orang Tuamu Musim dingin di daerah selatan lebih ringan dibandingkan dengan di daerah utara. Meskipun ibu kota tertutup salju, Kotaraja mengalami sebuah hari yang cerah. Ini adalah kedua kalinya bagi Rong Haiyue datang ke Sungai Kotaraja. Dia pertama kali datang ke tempat ini dua belas tahun yang lalu saat dia memohon pada wanita itu untuk kembali bersamanya. Wanita itu menangis, memanggilnya kakak dan berteriak memintanya untuk tidak melakukan hal itu, tetapi dirinya kehilangan akal sehatnya dan melakukan sesuatu yang tidak dapat dimaafkan. Selama dua puluh dua tahun, wanita itu tampak diam dan tenang, tetapi Rong Haiyue mengetahui bahwa wanita itu tidak pernah memaafkan dirinya. Menginjakkan kaki lagi ke tanah yang familier ini, perasaan Rong Haiyue cukup rumit. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu, lampu-lampu belum dipasang di sekitar sini dan rumput tinggi yang dapat dengan mudah menyembunyikan seseorang. "Ah!" Sebuah suara teriakan membawa Rong Haiyue kembali pada realita. Dia membuka pintu dan melangkah keluar dari mobil. Angin dingin berembus dari sungai itu. Rong Haiyue melihat ke arah asal suara teriakan itu. Dia tidak melihat dengan jelas, dan suaranya tidak terdengar lagi. Rong Haiyue melangkah dengan diam-diam. "Tolong! Ah! Seseorang tolong aku!" Mendengar suara teriakan minta tolong itu, pikiran Rong Haiyue tiba-tiba merasa terganggu. Mengikuti asal suara itu, Rong Haiyue berlari dan kemudian melihat beberapa orang sedang berdiri di sana. Dia berseru, "Apa yang kalian lakukan?" Suaranya terdengar bak suara surgawi bagi Su Qianci. Menendang dan meronta-ronta, seorang wanita berteriak, "Tolong, tolong!" Rong Haiyue mengenali suara itu. Itu adalah ¡­ suara putri Song Yifan? Dia adalah gadis yang berbicara dengan manis kepada bocah Li itu di restoran bubur kemarin. Darah mengalir deras ke kepalanya. Rong Haiyue berlari mendekat dan berteriak, "Lepaskan wanita itu!" "Si*l, seekor tikus tua ingin menjadi pahlawan kesiangan?" Kedua pria itu mengutuk dan mendatangi Rong Haiyue. Nyonya Tang berteriak dengan marah dan menendang Monyet. "Cepat!" Ketakutan, Monkey bergumam, "Tunggu ¡­ sebentar. Suasananya belum tepat untukku ¡­." Rong Haiyue datang menghampiri, menjatuhkan salah satu dari kedua pria itu, dan dengan mudah merobohkannya ke tanah. Lalu dia menyabet pria yang satunya lagi dengan kakinya. Gerakannya begitu halus dan cepat sehingga mudah untuk mengatakan bahwa dia adalah petarung yang berpengalaman. Monyet menjadi semakin ketakutan. Sambil melihat pada pria itu, Nyonya Tang berteriak, "Fokuslah pada pekerjaanmu. Aku akan mengurus orang ini!" Saat Nyonya Tang mengatakan itu, dia melangkah maju dan mengangkat pistolnya ke arah Rong Haiyue. "Jangan bergerak." Saat melihat pistol itu, Rong Haiyue mendorong pria itu ke bawah dan mengangkat kedua tangannya. Su Qianci mengenali bahwa pria itu adalah Rong Haiyue dan merasa terkejut. Namun, dia tidak punya waktu untuk yang lainnya. Melihat Monyet yang sudah terangsang, Su Qianci menggertakkan giginya dan berbisik, "Apakah kau mau uang? Aku bisa menawarimu sejuta yuan. Apakah itu cukup?" Merasa tergoda, Monyet bertanya, "Sungguh?" Su Qianci merasa sangat gembira dan melanjutkan, "Suamiku adalah Li Sicheng, pria yang sangat kaya. Apakah kau tahu bahwa dia adalah orang terkaya di Kotaraja? Biarkan aku pergi, dan aku akan menawarkanmu uang dalam jumlah banyak. Jika satu juta tidak cukup, aku bisa memberimu lima juta. Jumlah itu akan cukup untuk seumur hidup. Bagaimana dengan itu?" "Si*lan kau, pel*cur!" Nyonya Tang mengutuk dan menginjak kaki Su Qianci dengan keras. "Ah!" Su Qianci menjerit. Tetapi dia melanjutkan berbicara pada Monyet dengan suara keras, "Seseorang yang menghalangi sumber penghasilanmu sama terkutuknya dengan seseorang yang mencoba membunuh orang tuamu. Monyet, dia mencoba membunuh orang tuamu!" Chapter 389 - Tertembak Tekad Monyet menjadi goyah. Meskipun wanita ini cantik, dia bisa dengan mudah memiliki wanita manapun dengan uang di sakunya. Lima juta yuan, dia belum pernah melihat uang sebanyak itu dalam hidupnya. Meledak dalam amarah, Nyonya Tang berteriak, "Monyet, tunggu apa lagi? Aku masih Nyonya Tang. Itu hanya lima juta. Aku akan memberikan uang sebanyak itu padamu. Kerjakan tugasmu sekarang! Ketika Li Sicheng datang ke sini, kau tidak akan memiliki kesempatan untuk menikmati wanita cantik seperti itu." Kedua orang yang dirobohkan oleh Rong Haiyue bangkit berdiri dari tanah dan melemparkan diri mereka ke arah Rong Haiyue. "Jangan percaya padanya. Keluarga Tang sudah bangkrut. Bisnis mereka telah diakuisisi oleh grup Li. Dia hanya asal bicara. Jika dia punya uang, kenapa dia tidak mempekerjakan seseorang yang lebih mahal darimu?" Su Qianci berteriak dengan suara yang keras. Pada saat yang sama, dua orang di belakang Rong Haiyue telah meluncurkan serangan mereka. Yang satu mencekik leher Rong Haiyue dengan lengannya, dan yang lainnya memukul perut Rong Haiyue dengan sebuah tinju. Nyonya Tang merasa kesal. Dia berbalik dan berjalan menuju Su Qianci. Menjambak rambut Su Qianci dengan tangan gemuknya, dia membenturkan kepala Su Qianci ke pagar pembatas jembatan. "Pel*cur kecil!" Kepalanya menghantam material logam pagar pembatas tersebut. Rong Haiyue menerima sebuah pukulan keras. Saat Nyonya Tang berbalik, Rong Haiyue memukuli perut pria di depannya. Kemudian dia menarik lengan pria di belakangnya dan melemparkannya ke atas pria lain. Menyadari perubahan situasinya, Nyonya Tang segera berbalik. Namun, Rong Haiyue telah melemparkan dirinya ke arah wanita gemuk itu. Nyonya Tang mundur dengan panik dan menarik jarinya ¡­. Dor! Sebuah suara tembakan yang keras terdengar. "Ah!" Merasa pusing, Su Qianci mendengar suara letusan pistol itu, melihat darah, dan menjadi tidak sadarkan diri. Nyonya Tang gemetar ketakutan, dengan segera mendorong Rong Haiyue menjauh, dan memandang darah di tangannya. Setelah membuang pistolnya, tangan Nyonya Tang bergetar. "Aku membunuh seseorang ¡­.?" Dia membelalakkan matanya lebar-lebar pada Rong Haiyue. Rong Haiyue terhuyung. Wajah pria itu pucat pasi saat dia memegangi lengannya yang terluka. Saat mengambil pistol itu, dia tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja tertembak. "Lepaskan wanita itu." "Persetan denganmu!" Seseorang berteriak di belakangnya dan merobohkannya ke tanah dengan sebuah tendangan melayang. Rong Haiyue jatuh tengkurap di tanah, melepaskan pistolnya. Mobil-mobil berdatangan. Nyonya Tang merasa terkejut. "Ada orang lain di sini." Beberapa mobil mengepung mereka dari kejauhan. Wajah Nyonya Tang menjadi pucat pasi. "Li Sicheng pasti telah mengirim mereka. Si*lan, dasar b*jingan." Dia dengan cepat pergi untuk menarik Su Qianci yang tidak sadarkan diri. "Aku menyuruhnya untuk datang sendirian, tetapi dia mempekerjakan begitu banyak orang. Li Sicheng berusaha membuatku membunuh istrinya!" Karena berat badannya, Nyonya Tang adalah seorang wanita yang kuat. Dia dengan mudah meletakkan Su Qianci di atas bahunya dan kemudian menggeletakkannya di atas pagar pembatas. Dilumpuhkan oleh pria yang duduk di atas tubuhnya, Rong Haiyue harus menerima pukulan demi pukulan. Saat menyaksikan itu, jantung pria itu berdegup kencang ketika dia berteriak dengan sangat keras, "Apa yang kau lakukan?" "Pergilah ke neraka!" Nyonya Tang melempar tubuh Su Qianci ke dalam air. Dengan segera, mereka mendengar sebuah suara percikan air yang keras. Melihat Su Qianci jatuh ke sungai, Rong Haiyue merasakan rasa sakitnya hampir menghilang. Yang bisa dipikirkannya hanyalah menyelamatkan wanita itu. Menggunakan semua kekuatannya untuk membebaskan diri, pria itu melompat ke sungai tanpa berpikir panjang ¡­. Chapter 390 - Aku Sudah Memperingatkanmu Enam mobil mengepung mereka. Nyonya Tang tidak bisa melarikan diri, dan mereka berempat ditangkap. "Di mana dia?" Ketua kelompok orang-orang itu mendesaknya. Nyonya Tang mencibir, "Siapa? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan." "Bos, ada darah di sini," seru seseorang. "Kami tidak menemukan Nyonya Li." Ada genangan darah di tanah, sementara tidak ada yang terluka. Melihat sekeliling, anggota keluarga Li itu tiba-tiba berpikir dan berteriak, "Cari di sungai." Maybach hitam itu menabrak pagar pembatas. Li Sicheng kehilangan kesadarannya dan tersadar setelah hanya Tuhan yang tahu berapa lamanya. Saat melihat polisi lalu lintas dan orang-orang di sekitarnya, dan kemudian kaca depan yang pecah, Li Sicheng bergerak, ingin menyalakan mobil lagi, tetapi dia gagal. Dia meraih ponselnya dan membuka pintu mobil dengan rasa sakit kepala yang mengerikan. Darah mengalir di dahinya. Li Sicheng mengelapnya dan terhuyung ke arah Su Qianci. Hampir sampai, hampir ¡­. Li Sicheng melirik ponselnya dan dengan segera melihat video dari Nyonya Tang. Dia berlari secepat yang dia bisa dan mengetuk layar ponselnya untuk mengunduh video itu. Namun, dia merasa sangat pusing sehingga hampir terjatuh beberapa kali. Orang-orang dan mobil-mobil mengikutinya, tetapi Li Sicheng nyaris tidak cukup sadar untuk mendengar apa yang mereka katakan. Setelah berlari terhuyung sejauh 200 m, akhirnya dia melihat mobil milik keluarga Li, beberapa di antaranya. Ketika ia bergegas menghampiri, video itu selesai diunduh. Jeritan Su Qianci diputar di ponselnya, membuat jantungnya berhenti berdetak. Semua orang yang berdiri di sebelah sungai memandang ke arahnya. Melihat Li Sicheng seperti itu, para kerabatnya terkejut dan dengan cepat menopang tubuhnya. "Sicheng?" Setelah melihat video itu, Li Sicheng menjadi sadar dan merasa tertekan. "Di mana dia?" Tidak ada yang menjawab, tetapi pada saat yang sama, sebuah teriakan terdengar datang dari arah sungai, "Kami tidak menemukannya!" Lampu mobil-mobil itu masih menyala. Li Sicheng melirik ke arah tanah dan melihat genangan darah itu. "Apa yang kalian cari? Dia sudah mati." Nyonya Tang tertawa. "Li Sicheng, kau yang memaksaku untuk melakukannya! Kau menghancurkan kekayaan keluarga Tang dan masa muda putriku. Bukankah kau seseorang yang berkuasa? Sekarang lihat ini." Li Sicheng menatap genangan darah itu, hampir kehilangan akal sehatnya. Napasnya memburu dan telinganya berdenging. "Apa yang kau cari? Aku menembak istrimu tepat di jantung. Tidak akan ada dokter yang bisa menyelamatkannya. Jika kau ingin mencarinya, carilah di sungai. Dia berada di bawah sana. Apakah kau berani? Mari kita berharap ¡­." Nyonya Tang tertawa. Suaranya membuat pening, terngiang-ngiang di telinganya. Dua orang lagi melompat ke dalam sungai untuk membantu. Mendengar suara cipratan air, Li Sicheng bertindak seperti orang gila dan dengan segera melemparkan dirinya ke dalam sungai. Terkejut, orang-orang di sekitarnya dengan cepat menahannya dan berseru, "Seseorang sudah berada di bawah sana sedang mencari." Li Sicheng terlihat menjadi lebih tenang. Pria itu melembutkan suaranya dan berkata, "Empat orang sudah turun untuk mencari istrimu. Kau tidak akan mendapatkan apapun selain bunuh diri jika kau terjun seperti ini. Apakah kau ingin Su Qianci kembali dan melihat jasadmu?" Mendengar kata-kata pria itu, Li Sicheng menjadi tenang. Ketika pria itu menghela napas lega dan melepaskan dirinya, Li Sicheng segera berlari ke arah Nyonya Tang yang telah dirobohkan ke tanah. Dia melemparkan pukulan keras ke wajah wanita tua itu. Nyonya Tang menjerit dan jatuh kembali. Namun, orang-orang segera menahannya lagi. "Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menyentuhnya!" Chapter 391 - Menghibur Nyonya Tang Li Sicheng menendang perut Nyonya Tang. "Li Sicheng, kau bisa membunuhnya jika seperti itu!" Orang-orang di sekitarnya menjadi panik. Dua orang pria berusaha menghentikannya, tetapi tekad Li Sicheng begitu kuat sehingga mereka gagal. Li Sicheng benar-benar kehilangan akal sehatnya. Menendang dan meninju, dia dengan segera membuat Nyonya Tang membungkuk. Matanya merah, akhirnya dia dikuasai oleh empat orang pria yang kuat. Tiba-tiba, mereka mendengar suara seorang pria mengerang, yang terdengar tidak semestinya. Seorang prajurit berjalan dan bergumam dengan wajah memerah, "Bos, orang ini tampaknya diberi obat perangsang ¡­ lihat ¡­." Nyonya Tang mendengar itu dan tiba-tiba tertawa dengan dingin. Semua orang berbalik untuk melihat ke arah wanita tua itu. Nyonya Tang menyeringai memperlihatkan giginya yang diwarnai merah oleh darah. Suaranya terdengar kejam, dia mengutuk seperti setan, "Aku awalnya hanya ingin menghibur pel*cur kecil itu. Akan tetapi, kau membawa begitu banyak orang bersamamu, itulah sebabnya aku harus menyingkirkan istrimu. Kaulah orang yang membunuh istrimu. " Li Sicheng tersentak, yang anehnya membuat dirinya tenang. Matanya sedingin es, membuat Nyonya Tang bergidik. "Karena itu masalahnya, simpan saja untuk dirimu sendiri." Suara dingin Li Sicheng membuat Nyonya Tang pucat pasi. "Bawa keduanya ke dalam mobil dan buat Nyonya Tang terhibur." "Baik!" Dua orang pria membawa Nyonya Tang ke dalam salah satu mobil. Wanita itu tiba-tiba menyadari bahwa Li Sicheng tidak bercanda. "Tidak, tidak mungkin! Li Sicheng, kau akan mendapatkan karma buruk. Kau akan tersambar petir dan mati dengan menyedihkan ¡­." Sebelum bisa menyelesaikan perkataannya, dia dimasukkan ke dalam mobil, dan Monyet didorong masuk ke dalam pada saat yang bersamaan. Seseorang mengendarai mobil ke suatu tempat yang jauh. Anggota geng yang lain bergidik dan bergumam, "Monyet ¡­ menderita AIDS ¡­." Tangannya diikat, Su Qianci tidak mengetahui apakah dia sudah bangun pada suatu titik. Merasa tercekik, dia teringat akan sesuatu saat air memenuhi paru-parunya. Rong Haiyue butuh banyak upaya untuk menangkapnya di dalam air. Menggunakan semua kekuatannya, pria itu mulai berenang sambil menariknya. Untungnya, ada tangga di bawah air di dekat mereka. Kalau tidak, bahkan Rong Haiyue tidak mengetahui berapa lama dirinya bisa melakukan ini. Karena cuaca yang dingin, Su Qianci mengenakan pakaian berlapis-lapis.Sebuah jaket panjang yang menjadi berat saat basah kuyup, sebuah sweter tebal, dan sebuah gaun panjang di baliknya. Menyadari beban berat yang tidak perlu yang membuatnya tenggelam, pria itu tersenyum pahit. Sambil meletakkan satu tangan di atas tangan yang lain, Rong Haiyue menekan dada Su Qianci. Setelah dia melakukannya beberapa kali, wanita itu meludahkan air. Sedikit berhati-hati, Su Qianci berusaha keras untuk membuka matanya, tetapi dia akhirnya gagal karena rasa sakit di bagian belakang kepalanya. Melihat itu, Rong Haiyue menghela napas lega. Dia ingin menarik tubuh Su Qianci, tetapi lengannya yang terluka mencegahnya melakukan itu. Semua kekuatannya tampaknya telah sirna karena cedera itu. Seluruh lengannya berwarna merah. Rong Haiyue menyadari bahwa dirinya menjadi semakin lemah dan pusing. Chapter 392 - Tolong Jangan Rong Haiyue menyadari bahwa dirinya menjadi semakin lemah dan pusing. Namun, dirinya tidak bisa menyerah. Gadis ini, gadis yang sangat mirip Rong Xuan ini ¡­ karakter wajahnya sangat halus. Meskipun gadis ini terlihat pucat, dia terlihat hampir persis sama dengan Rong Xuan versi muda. "Putri Song Yifan ¡­." Dengan matanya yang merah, Rong Haiyue tersenyum mengejek dirinya sendiri. Setelah beristirahat sejenak, pria itu menolong Su Qianci dan berkata dengan rasa bersalah, "Maaf, saya harus melakukan ini." Dia memalingkan wajah dan melepas mantel basah gadis itu. Su Qianci merasa mantelnya dilepaskan, tetapi dia tidak bisa melawannya. Bahkan sebelum jarinya menyentuh si pengganggu itu, dia kehilangan kekuatannya. Jangan sentuh aku ¡­ kumohon ¡­. Air mata jatuh menetes dari matanya, tetapi dia bahkan tidak bisa meronta. Sweternya juga dilepas. Jantungnya bergetar seakan-akan tersambar petir. "Jangan ¡­." dia berhasil bergumam. Namun, suaranya sangat kecil sehingga Rong Haiyue tidak bisa mendengarnya sama sekali. Membuang sweater itu, pria itu melepas mantelnya sendiri juga, yang bisa memperlambat pergerakannya. "Jangan takut. Kau akan segera merasa lebih baik." Mendengar itu, Su Qianci bahkan merasa lebih putus asa. Tubuhnya kemudian diangkat ¡­ Tidak ¡­. "Tolong jangan ¡­." Su Qianci pun pingsan. Rong Haiyue meletakkan gadis itu di pundaknya dan mengira Su Qianci mengigau karena demam. Pria itu bangkit berdiri dan berjalan ke darat dengan cepat. Angin terasa dingin pada malam itu. Rong Haiyue mengigil kedinginan. Memanjat dengan susah payah, pria itu bisa merasakan kakinya yang gemetar. Tidak, dirinya tidak bisa lagi melakukannya ¡­. Dia menurunkan Su Qianci dan berjalan terhuyung ke tepi jalan. Sebuah van kebetulan berjalan mendekat. Rong Haiyue membawa dirinya dan Su Qianci ke tengah jalan. Meskipun dia hampir tidak bisa berdiri tegak, sesuatu membuatnya pergi ke sana dan melambaikan tangannya. Melihat van itu berhenti, Rong Haiyue merasa rileks. Seorang pria paruh baya berjalan keluar dari van itu. Melihat Rong Haiyue yang lemah, dia dengan cepat meletakkan tangannya di lengannya. "Tolong ¡­ ada seseorang di belakang sana ¡­ tolong dia ¡­. Aku adalah jenderal besar Angkatan Darat, Rong Haiyue ¡­." "Tuan, saya menemukan beberapa pakaian. Pakaian pria dan wanita." Ditahan oleh beberapa orang prajurit, Li Sicheng tidak bisa bergerak. Mendengar itu, dia mendongak dan melihat sebuah mantel panjang putih. "Lepaskan aku!" perintah Li Sicheng. Orang-orang di sekitarnya saling memandang dan melepaskan dirinya. Li Sicheng berjalan dan mengambil mantel yang basah kuyup itu. Mantel itu benar-benar milik Su Qianci. Dia sendiri yang mengenakannya pada istrinya pagi ini. Pada saat yang sama, ada sebuah mantel pria. Melihat mantel itu, Li Sicheng merasa familier. Dia pasti melihatnya di suatu tempat ¡­. "Identifikasi militer?" Li Sicheng berkedip dan mengambil kartu itu. Nama "Rong Haiyue" menarik perhatiannya. "Pria itu?" Chapter 393 - Sakit Di Sekujur Tubuh Su Qianci merasa sangat kedinginan. Rasanya sudah seabad. Dia terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuh. Bagian belakang kepalanya, anggota tubuhnya, pinggang, dan bahkan otot-ototnya. Dia juga merasa kedinginan dan kepanasan pada saat yang bersamaan. Dirinya merintih kesakitan. Samar-samar, dia merasakan ada sesuatu yang dingin ditempelkan di dahinya sebelum dia jatuh tertidur lagi. Ketika dia membuka matanya, suasana di sekelilingnya terang. Dia melihat jam elektronik di dinding yang menunjukkan waktu: 17:17. Seseorang sedang menonton TV di tempat tidur di sebelah kanan. Seorang perawat sedang memasang infus pada pasien di sebelah kirinya. Melihat Su Qianci sudah terbangun, perawat itu memegang dahinya. "Anda masih demam, tapi itu bagus karena Anda sudah bangun." Su Qianci sedikit tercengang. Dia menggerakkan tubuhnya dan merasakan sakit yang luar biasa. Kemudian dia menyadari bahwa dirinya sedang demam tinggi. "Apakah Anda ingin minum?" Perawat itu menuangkan segelas air panas untuknya, membantunya untuk duduk, dan memberinya minum. "Bagaimana perasaan Anda?" Su Qianci mengangkat tangannya, dan bahkan otot-ototnya pun terasa sakit. Dia bergumam, "Rasanya sakit ¡­." "Suhu tubuh Anda 40¡ãC. Tentu saja sakit." Perawat itu membaringkannya kembali dan berkata, "Untungnya, Anda sudah sadar sekarang. Pria yang datang bersama Anda tidak seberuntung itu. Dia masih berada di ICU." "Pria yang datang bersama saya? Siapa itu?" "Anda tidak tahu?" Perawat mengganti infusnya dan berkata, "Seorang pria yang baik membawa kalian berdua kemari. Saya pikir pria itu pasti ayah atau kerabat Anda. Dia berusia sekitar 40-an, tertembak oleh pistol. Dia kehilangan banyak darah tetapi masih menyeret Anda keluar dari air. Kalau tidak, Anda pasti sudah meninggal sekarang." Su Qianci segera memikirkan orang itu dan berbisik, "Rong Haiyue ¡­." "Benar, itu namanya. Kami sudah menghubungi istrinya." Perawat itu selesai dan berkata, "Saya akan mengambilkan obat untuk Anda." "Terima kasih," Su Qianci berhasil berbicara. Baik rasa sakit maupun demamnya sangat menyiksanya. Dia tanpa sadar menggerakkan kakinya. Rasa sakit di antara kedua pahanya mengingatkannya pada sesuatu. Merasa sangat ketakutan dan putus asa, Su Qianci membalikkan tubuhnya dan menggigit kepalan tangannya. Air matanya menetes seperti hujan. Dirinya telah diperkosa ¡­ oleh Monyet yang menderita AIDS ¡­. Sejak kecil, dirinya selalu sehat dan jarang terkena demam seperti ini ¡­. Apakah dirinya tertular AIDS juga? Apakah dirinya akan mati? Namun, dirinya baru berusia 21 tahun. Dia tidak ingin mati. Dia ingin melahirkan anak-anak Li Sicheng. Dia ingin merayakan ulang tahun kakek. Dan dia ingin hidup lebih lama ¡­. Semakin dia memikirkannya, semakin keras tangisan Su Qianci. Dia meringkuk dan gemetar ketakutan. Tidak ada obat untuk penyakit ini ¡­ dan dia akan mati dengan mengerikan. Su Qianci dibombardir oleh ancaman yang tiba-tiba dan tidak mengetahui harus berbuat apa. Apa yang harus dia lakukan? Dia terisak-isak, menggigit kepalan tangannya. Ketika perawat datang menghampiri dan melihat dirinya, perawat itu terkejut. "Apa yang terjadi? Apakah rasanya sangat menyakitkan? Minumlah pil-pil ini." Su Qianci menggelengkan kepalanya. Perawat membantunya berdiri dan mengambilkan segelas air untuknya. Memegang sejumlah pil, Su Qianci berhasil menelannya, tetapi mulai memuntahkannya kembali hanya dalam waktu dua menit. Chapter 394 - Aku Diperkosa Muntah dan muntah lagi, Su Qianci memuntahkan hanya cairan. Dia hanya meminum air dalam 24 jam. Merasa pusing, dia berbaring dan jatuh tertidur lagi. Ketika dia terbangun, waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam lewat. Dia merasakan tangannya sedang digenggam. Su Qianci menggeliat dan membangunkan pria yang sedang tertidur itu. Li Sicheng memegang dahi Su Qianci dan kemudian dahinya sendiri, mengerutkan kening. Melihat suaminya, Su Qianci merasa agak tertegun. Ada bayangan hitam di bawah matanya. Rambutnya berantakan. Dan wajahnya yang tegas belum bercukur. Meskipun dia telah berganti pakaian, suaminya itu masih tampak mengerikan. Sebuah perban menempel di dahinya, sedikit di atas alis kirinya. Menyadari itu adalah Li Sicheng, Su Qianci mengerutkan bibirnya dan menangis. Terkejut, Li Sicheng bertanya dengan lembut, "Apakah kamu merasa tidak nyaman? Di sebelah mana?" Su Qianci menangis, meraih tangan suaminya. "Rasanya sakit di sekujur tubuh ¡­." Alis Li Sicheng bertaut. Dia mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata istrinya. Tiba-tiba Su Qianci mundur dan berseru, "Jangan sentuh aku!" Dia mengetahui bahwa HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh. Setelah menghindari sentuhan suaminya, dirinya merasa lebih buruk. Dia menggigit bibir bawahnya dan menangis tersedu-sedu. Li Sicheng berhenti dan menatapnya. "Apa yang salah?" Matanya yang dalam dan gelap dipenuhi dengan kekhawatiran. Su Qianci tidak bisa menahan diri dan meledak dalam tangis. "Tuan Li, aku ¡­." Aku diperkosa. Aku tertular HIV. Dan aku mungkin akan mati. Mungkin aku tidak akan pernah bisa bersamamu lagi ¡­. Su Qianci tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Meremas tangan suaminya, dirinya menangis seperti seorang anak yang ditelantarkan, putus asa dan sedih. Li Sicheng membantu Su Qianci bangkit dan membawa istrinya ke dalam pelukannya, menepuk-nepuk punggung wanita itu. Sebelum menyandarkan dirinya, Su Qianci menyeka air matanya hingga kering dengan lengan bajunya sehingga air matanya tidak menetes ke tubuh suaminya. Meraih kerah baju Li Sicheng, dia menghirup aroma tubuh suaminya dengan rakus, merasa putus asa. "Semuanya baik-baik saja sekarang. Wanita tua itu sudah ditahan, didakwa dengan pembunuhan. Aku akan menyewa Sheng Ximing untuk mengurus kasus ini dan memastikan keadilan ditegakkan." Sheng Ximing adalah pengacara top di Kotaraja. Dengan pengacara seperti Sheng Ximing, Nyonya Tang setidaknya akan dihukum lebih dari satu dekade tidak peduli apa yang dia lakukan. "Bagaimana kamu menemukanku?" Su Qianci terisak-isak dan bertanya. "Aku mencarimu ke mana-mana." Li Sicheng membelai kepala istrinya dan berkata dengan lembut, "Makanlah sesuatu. Kakek membawakan bubur untukmu. Dia ingin tinggal di sini, tapi aku menyuruhnya pulang." Su Qianci tertawa kecil dan mendorong suaminya. "Kamu sangat jahat. Jika kakek mengetahui bahwa kamu mengatakan itu tentang dia, dia akan menendang bokongmu." Li Sicheng menggenggam tangan Su Qianci dan memeluk tubuhnya lebih erat. "Nyonya Li." "Ya?" "Aku hampir berpikir bahwa aku telah kehilangan dirimu untuk selamanya." Suara Li Sicheng bergetar. "Untungnya, kamu baik-baik saja ¡­." Su Qianci hampir menangis lagi. Mendorong suaminya menjauh dengan ringan, dia tersenyum dan berkata, "Aku lapar." Chapter 395 - Dia Tidak Bisa Lagi Menerima Cinta Ini Li Sicheng mengangguk dan meletakkan dua buah bantal di belakang pinggang Su Qianci untuk membuatnya lebih nyaman sebelum dirinya berbalik untuk mengambil bubur. Sambil memeluk selimut, Su Qianci tidak bisa menghentikan air matanya. Melihat sosok suaminya, dia merasakan pilu di dalam dadanya. Li Sicheng tidak pernah memperlakukan seseorang dengan sangat baik, bahkan kepada kakek pun tidak. Pria ini mencintainya. Namun, dia tidak lagi mampu menerima cinta ini. "Li Sicheng." Su Qianci menggigit selimut itu dan memanggilnya. Tanpa membalikkan badan, dia menjawab, "Ya?" Terdengar ada kelegaan dalam nada suaranya, karena istrinya telah diselamatkan. Mendengar suara suaminya, Su Qianci memeluk selimut lebih erat dan memanggil lagi, "Li Sicheng ¡­." "Ya." Li Sicheng membalikkan badan untuk menatap Su Qianci dan mendapati wajah istrinya berlinang air mata. Dia membawa bubur panas pada Su Qianci dan meletakkannya di atas meja. "Semuanya baik-baik saja sekarang. Jangan menangis." Pria itu bergerak untuk menghapus air mata istrinya seperti yang biasa dia lakukan, tapi Su Qianci menghindari tangan suaminya dan membenamkan wajahnya sendiri ke selimut. Li Sicheng berpikir bahwa Su Qianci masih ketakutan. Tapi itu tidak benar ¡­. Sebaliknya, Su Qianci takut akan ¡­. "Kemarilah. Makan buburnya." Li Sicheng mengangkat wajah Su Qianci dan menyuapkan sesendok bubur padanya. Su Qianci membuka mulutnya dan memakannya. Demamnya semakin membaik, tetapi nafsu makannya tidak. Butuh sekitar 20 menit untuk menghabiskan semangkuk bubur. Dengan penuh kesabaran, pria itu bersikeras menyuapi semangkuk bubur lagi padanya. Su Qianci memaksa dirinya untuk makan dua suap, tetapi pada akhirnya, dirinya tidak bisa makan lagi. Li Sicheng akhirnya menyerah dan menyimpan makanannya. "Aku ingin pergi ke kamar mandi." "Baik." Li Sicheng meraih jaket yang dibawanya untuk Su Qianci dan meletakkannya di pundak Su Qianci sebelum dia mengangkat selimut dan menggendong istrinya ke kamar mandi. Su Qianci telah dipindahkan ke ruang VIP dengan kamar mandi pribadi. Setelah buang air kecil, dia membuka pintu. Li Sicheng menggendongnya kembali. "Aku harus mencuci tanganku ¡­." "Jangan membuat dirimu basah. Gunakan tisu." Li Sicheng meletakkannya di tempat tidur dan memberinya selembar tisu pembersih. Dengan wajah memerah, Su Qianci perlahan-lahan menyeka tangannya. "Dasar jorok!" "Itu kamu." Li Sicheng mengangkat sebelah alisnya. Dia melemparkan tisu bekas itu ke tempat sampah di bawah tempat tidur dan menatap dahi Li Sicheng. "Apa yang terjadi dengan kepalamu?" "Aku menabrak sesuatu." Li Sicheng mengulurkan tangan untuk melepas jaket istrinya. "Beristirahatlah lagi." Su Qianci mengetahui bahwa suaminya mencoba mengubah topik pembicaraan, jadi dia memberinya sedikit dorongan, bersikeras, "Itu tidak terlihat seperti itu." "Nasib buruk -- lukanya berdarah, jadi aku harus membalutnya dengan perban." Dia terdengar tenang dan sedikit tidak berdaya. Dia akan menerima kata-kata Li Sicheng untuk saat ini. Namun, dia menolak melepas jaketnya dan berkata, "Rong Haiyue, Rong Haiyue menyelamatkanku." "Ya, aku tahu." "Di mana dia sekarang? Dia tertembak, dan kudengar dia kehilangan banyak darah dan berada di ICU." "Aku sudah pergi menemuinya. Keadaannya lebih baik daripada kamu." Sebagai seorang perwira, pria itu jauh lebih kuat daripada Su Qianci. Chapter 396 - Kamu Tidak Patuh Setelah lukanya diobati dan melakukan transfusi darah, Su Qianci merasa jauh lebih baik. "Aku ingin menemui Rong Haiyue. Bisakah kamu mengantarku?" "Itu tidak akan nyaman ¡­." "Apanya yang tidak nyaman?" Setelah Su Qianci bertanya, dirinya memikirkan sesuatu dan menjadi cemberut. "Apa yang kamu pikirkan? Dia bisa menjadi ayahku. Tidak akan terjadi apa-apa antara dia dan aku." Mendengar itu, Li Sicheng meremas hidungnya dan berkata, "Kamu pikir aku sepicik itu?" "Memangnya kamu tidak?" "Aku dengar istri Rong Haiyue baru saja tiba di sini dari ibu kota. Pria itu sudah berada di Kotaraja selama setengah bulan, jadi mereka pasti punya banyak hal untuk dibicarakan." "Oh ¡­." Dia mengangguk. "Baiklah, kalau begitu bawa aku untuk menemuinya besok." Li Sicheng mengangguk dan melepas jaket istrinya. "Ayo tidur lagi." "Aku tidak lelah." Su Qianci mendorong tangan suaminya menjauh. "Kapan kamu tidur terakhir kali? Lihatlah lingkaran hitam di bawah matamu." Dia menyentuh wajah Li Sicheng, merasa khawatir. "Berbaringlah sebentar. Aku tidak lelah." "Tempat tidurnya terlalu kecil." "Tidak, itu tidak terlalu kecil. Aku bisa duduk." "Tidak." Su Qianci ingin memberikan tempat tidurnya pada Li Sicheng? "Bagaimana kalau kamu pulang dan beristirahat?" "Tidak." "Kalau begitu aku bisa meninggalkan rumah sakit dan pulang bersamamu." "Tidak, demammu belum turun. Suhu tubuhmu sangat tinggi." Su Qianci menjadi kesal. "Apa yang kamu inginkan?" Li Sicheng melirik Su Qianci dan menyentuh dahi istrinya itu, dengan sebuah senyum dan cinta yang tersembunyi di matanya. Dia berbisik, "Kamu bisa tidur dan aku akan mengawasimu." "Tidak!" "Bagaimana kalau kamu memegang tanganku, dan aku bisa tidur siang di meja." "Tidak!" "Lalu, haruskah kita tidur bersama?" "Tidak!" Su Qianci segera menolak. "Aku masih pilek atau apalah, dan aku akan menularkannya padamu." "Aku kuat." "Tidak!" Yang lebih penting lagi, dirinya sangat mungkin menderita AIDS. Bagaimana jika ¡­. "Kalau begitu, tidur sianglah. Aku akan berada di sini." "Kamu ¡­." Su Qianci merasa kesal oleh Li Sicheng dan memukul lengannya. "Kamu pulang saja. Aku tidak ingin kamu berada di sini." Li Sicheng menangkap tangan istrinya dan bertanya dengan suara serak, "Kamu tidak menginginkanku, jadi siapa yang kamu inginkan?" "Kamu tidak patuh." "Dan kamu juga. Aku bahkan tidak bilang aku tidak menginginkanmu." Su Qianci tidak mengatakan apa-apa. "Jadilah gadis yang baik dan beristirahatlah." Dengan diam-diam, Su Qianci melepas jaketnya dan menyodorkannya ke arah Li Sicheng. Merasa puas karena mendapatkan apa yang diinginkannya, Li Sicheng tersenyum. Dia menggantung jaket istrinya dan berbalik. Su Qianci telah bergeser ke samping dan menyisakan setengah tempat tidur untuk dirinya. "Ayo berdiri dan tidurlah di sini." "Ya, Nyonya Li." Dia melepas jaket dan sepatunya, mematikan lampu, dan naik ke tempat tidur. Dia segera merengkuh Su Qianci ke dalam pelukannya dan menundukkan kepalanya untuk mengecup bibir istrinya. Jantung Su Qianci berdebar. Dia segera menjauh. Li Sicheng akhirnya mencium dagunya. "Aku sedang sakit. Kamu tidak bisa menciumku sekarang. Penyakitnya mungkin menular." "Aku pria yang kuat, dan aku tidak peduli." "Aku peduli!" Su Qianci menggeser posisinya dan mendorong wajah suaminya. "Tidur yang nyenyak!" "Ya, Nyonya." Li Sicheng melingkarkan tangan di pinggang istrinya dan menutup matanya. Mungkin dirinya benar-benar terlalu lelah. Dia langsung tertidur dan bernafas secara teratur. Su Qianci mengangkat tangan untuk menutupi wajah suaminya. Karena dirinya sedang demam tinggi, dia merasa kulit Li Sicheng agak dingin. Membuat sketsa garis wajah suaminya dengan telapak tangannya, dia menatap pria itu untuk waktu yang lama ¡­. Chapter 397 - Jangan Panggil Saya Seperti Itu. Itu Menjijikkan Setelah beberapa saat, Su Qianci dengan hati-hati mengangkat lengan suaminya dan bangkit dari tempat tidur. Li Sicheng tidak terbangun, dan masih tertidur lelap. Hatinya terasa pilu. Pria itu pasti tidak tidur tadi malam karena dirinya menghilang. Namun, ini tidak akan berhasil. Dirinya tidak bisa tinggal bersama Li Sicheng selamanya ¡­. Su Qianci mengenakan sepatu dan jaketnya, membuka pintu, dan berjalan keluar. Dia masih merasa khawatir. Rong Haiyue telah menyelamatkan hidupnya. Tanpa melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa pria itu baik-baik saja, dirinya tidak bisa tenang. Dia bertanya kepada seorang perawat dan menemukan di mana Rong Haiyue berada. Berjalan menelusuri nomor kamar, dia tiba-tiba melihat seorang wanita berjalan ke arahnya. Wanita itu terlihat dewasa dan memesona. Mengenakan sebuah qipao panjang berwarna hijau daun dan sebuah mantel berwarna hijau zamrud dengan hiasan bulu binatang, rambutnya disanggul dengan elegan. Riasan wajahnya sempurna, begitu pula postur tubuhnya. Seorang wanita yang memiliki sesuatu yang unik tentang dirinya. Namun, yang menarik perhatian Su Qianci bukanlah keanggunannya, melainkan wajah wanita itu. Dia telah melihat wajah itu lebih dari sekali. Rong Xuan. Cinta sejati Song Yifan dan Sheng Ximing. Yang bisa diingat Su Qianci tentang wanita itu hanyalah foto usang di dompet Song Yifan itu. Gadis yang belia dan penuh senyum. Su Qianci tidak menyangka bahwa suatu hari dirinya akan bertemu gadis ini secara langsung. Ketika melihat Su Qianci, wanita itu jelas terlihat tercengang juga. Dia segera mengenali siapa Su Qianci. Terlihat asing, Rong Xuan mengangguk dengan sopan dan berjalan melewati Su Qianci dengan sepatu hak tingginya. Ketika dia berpapasan dengan Su Qianci, Su Qianci memiliki banyak hal yang berkecamuk di kepalanya. "Rong Xuan!" Itu bukan pertanyaan. Rong Xuan berhenti dan menatapnya. Su Qianci berpikir bahwa wanita itu akan bertanya: bagaimana Anda mengetahui nama saya? Atau: apakah Anda mengenal saya? Atau lebih tepatnya: siapa Anda? Namun, tanpa disangka-sangka, Rong Xuan hanya meliriknya dengan dingin dan berkata dengan sebuah nada suara yang dingin, "Jangan panggil saya seperti itu. Itu menjijikkan." Lalu dia berjalan menjauh. Su Qianci tertegun, menatap punggung wanita itu dengan tidak percaya. Rong Xuan berbelok dan menghilang. Wanita itu dingin. Tidak seperti Li Sicheng, dia sangat dingin sehingga terasa berbahaya. Kedengkian seperti itu ibarat sebuah pisau tajam, memotong harapan tidak realistis yang Su Qianci miliki untuk ibunya. Wanita itu adalah ibunya. Itu jelas, dilihat dari wajah mereka berdua. Namun, mengapa wanita itu merasa seperti ini tentang Su Qianci? Setelah beberapa saat, Su Qianci tiba-tiba menyadari betapa bodohnya dirinya telah bertindak. Su Qianci seharusnya bertanya kepada Rong Xuan mengapa dia meninggalkan Song Yifan, mengapa dia pergi sendirian, mengapa dia menelantarkan Su Qianci putrinya, mengapa dia membuat Su Qianci menikahi Li Sicheng, dan mengapa Su Qianci dikirim ke keluarga Su ¡­. Dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, Su Qianci menyesali bagaimana dia telah melupakan segalanya setelah apa yang dikatakan Rong Xuan. Dia berjalan dan mencari wanita itu di kerumunan. Namun, Rong Xuan benar-benar sudah menghilang. Chapter 398 - Mengira Dia Sebagai Orang Lain Su Qianci kembali ke tempatnya setelah pencariannya yang gagal. Di pintu kamar Rong Haiyue, dia mengetuk dan mendengar, "Masuklah." Itu adalah suara Rong Haiyue. Su Qianci berjalan masuk, dan mata Rong Haiyue menyala. Namun, ketika pria itu melihat siapa itu sebenarnya, dia terlihat sedikit kecewa. Sambil tersenyum, dia berkata, "Ternyata kau." Itu adalah gadis itu ¡­. Dia hampir mengira dia sebagai orang lain. Su Qianci mengangguk dan berkata dengan tulus, "Terima kasih banyak untuk tadi malam." "Tak perlu berterima kasih. Jika itu orang lain, aku akan menyelamatkannya juga." Jadi, itu bukan karena gadis ini terlihat seperti istrinya. Rong Haiyue mengatakan itu pada dirinya sendiri. Namun, saat melihat wajah gadis itu, dia masih merasa patah hati. Su Qianci berjalan mendekat dan melihat lengan pria itu yang berbalut perban. Dia membungkuk dalam-dalam pada Rong Haiyue dan berkata, "Maaf. Anda terluka karena saya." Rong Haiyue meletakkan tangan di lengan gadis itu dan berkata, "Aku berkata bahwa aku akan menyelamatkan siapa pun. Dalam keadaan seperti itu, aku tidak berpikir ada seorangpun yang akan mengabaikannya. Apalagi, aku berada di Angkatan Darat." "Saya mengetahuinya." "Baiklah kalau begitu, seorang pria di militer harus selalu siap membantu. Jika aku tidak melakukan apa pun, itu akan menodai identitasku sebagai seorang perwira," kata Rong Haiyue penuh kemenangan. Namun, dia tiba-tiba menyadari bahwa dirinya menggunakan nada suara yang dia gunakan untuk berbicara dengan putrinya. Su Qianci ingin tersenyum, tetapi matanya menjadi berkaca-kaca. "Terima kasih, terima kasih banyak." "Gadis konyol ¡­." Rong Haiyue tertawa kecil, tetapi dirinya mengepalkan tinjunya di bawah selimut. Wajah Su Qianci persis sama dengan Rong Xuan ketika dia masih muda. Jujur, baik hati, dan lugas. Seorang anak yang luar biasa. Namun, mengapa dia adalah putri Song Yifan? Merasa kecewa, Rong Haiyue memandang Su Qianci dan berpura-pura santai. "Apakah ayahmu datang dan berkunjung?" "Dia berada di London. Kurasa suamiku belum memberitahunya." "Perjalanan bisnis?" "Untuk konser." "Oh ¡­ itu luar biasa. Tuan Song adalah seorang musisi yang hebat. Anak tetanggaku adalah seorang penggemar beratnya." Su Qianci tersenyum, matanya berseri-seri. "Aku juga seorang penggemar berat. Ayahku yang terbaik." "Benar." Rong Haiyue menunduk, berusaha menyembunyikan kekecewaannya. "Tuan Rong, boleh saya minta nomor ponsel Anda?" Pria itu merasa terkejut tapi segera menyetujuinya. Dia mencari-cari selembar kertas tetapi tidak dapat menemukannya. Merasa agak canggung, Rong Haiyue berkata, "Berikan nomor ponselmu, dan aku akan menghubungimu." Su Qianci memberitahunya nomor Li Sicheng dan dengan cepat menambahkan, "Ini nomor suami saya. Ponsel saya hilang, dan saya akan segera mendapatkan kartu SIM baru." "Tentu. Bisakah kau memberi tahu nomormu juga?" Gadis itu memberi tahu nomor ponselnya dan memeriksa jam. Waktu menunjukkan sekitar pukul 10 malam. "Sudah larut malam. Aku akan kembali ke kamarku sekarang. Selamat malam, Tuan Rong." "Malam. Tidur yang nyenyak." Dia mengangguk dengan penuh rasa terima kasih dan berjalan keluar, menutup pintu di belakangnya. Ketika dia kembali ke kamarnya, Li Sicheng sedang duduk di tempat tidur sambil memegang ponselnya. Matanya terlihat canggung. Melihat Su Qianci kembali, dia bertanya, "Kamu pergi menemui Rong Haiyue?" Chapter 399 - Aku Serius, Nyonya Li "Iya." Su Qianci berjalan masuk dan melepas jaketnya. Naik ke tempat tidur, dia melingkarkan lengannya di leher suaminya. "Kenapa kamu bangun?" Li Sicheng berbalik dan memeluk istrinya, bertanya, "Apa yang kamu katakan?" "Aku mengucapkan terima kasih padanya, meminta maaf, memberinya nomor ponsel kita, dan kemudian kembali kemari." "Baik." Sambil memegang dahi istrinya, Li Sicheng memeriksa jam. "Apakah kamu lapar? Haruskah kita makan sesuatu?" "Tidak juga. Aku tidak punya nafsu makan." "Baiklah kalau begitu, minum obatmu." Su Qianci cemberut. Li Sicheng mengecup bibirnya dan berbisik, "Jadilah gadis baik." Dia merasa seperti tersambar petir. Li Sicheng menciumnya? Bagaimana dia bisa membiarkan itu terjadi? Dia menutupi mulutnya dan menatap suaminya dengan mata terbelalak, jantungnya berdetak kencang. Li Sicheng memperhatikan tingkah lakunya dan meremas hidungnya. "Ada apa dengan reaksi seperti itu? Seperti kita belum pernah berciuman sebelumnya saja." Dia bangkit berdiri untuk mengambil air. Memastikan airnya hangat, dia mengambil beberapa pil dan berjalan menghampiri istrinya. "Minumlah." Tangan Su Qianci gemetar. Ketika dia melihat air yang dibawa suaminya, matanya menjadi merah. Dia tergagap-gagap, "Tuan Li, aku ¡­." Saya diperkosa oleh seseorang yang terjangkit HIV. Aku mungkin tertular juga. "Tidak ada alasan. Minumlah." Li Sicheng meletakkan pil-pil itu di telapak tangan istrinya. "Buka mulutmu." Su Qianci menelan kembali kata-katanya. Dia mengambil air itu dan menatap pil-pil tersebut. "Apakah kamu ingin aku menyuapimu?" Li Sicheng mengangkat sebelah alis dan mendekatinya. "Dengan mulutku?" Tidak, tidak! Su Qianci segera memasukkan pil-pil itu ke mulutnya dan menelannya dengan air. "Setelah itu pergilah tidur." Li Sicheng naik ke atas tempat tidur dan membantunya berbaring. Tempat tidur itu agak sempit untuk dua orang. Dengan begitu banyak hal yang berkecamuk dalam pikirannya, Su Qianci tidak bisa tertidur. Karena Li Sicheng sudah tidur siang, pria itu juga tidak tertidur. "Tuan Li?" "Ya?" "Jika suatu hari ¡­ aku terkena penyakit yang tidak ada obatnya, akankah kamu masih bersama denganku?" "Ya." "Bagaimana jika aku terkena penyakit itu dalam waktu dekat?" "Ya." "Bagaimana kalau aku akan mati?" Tanpa mengatakan apa pun, Li Sicheng mengangkat wajahnya. Dia sudah mematikan lampu di dalam kamar. Cahaya redup masuk melalui pintu kaca, membuat matanya yang dingin dan dalam terlihat seperti sebuah galaksi. "Kalau begitu aku akan mati bersamamu." Suaranya akan menggema selama seribu tahun di dalam benak Su Qianci. Tiba-tiba jantungnya berdegup kencang. Air matanya jatuh menetes tak terkendali. Su Qianci segera menyekanya, takut jika air matanya akan mengenai suaminya. Dirinya terisak-isak, "Kenapa?" "Kita adalah suami istri, gadis konyol." Li Sicheng menatapnya dalam-dalam. "Aku hanya punya satu istri. Tanpa kamu, apa gunanya hidup sendirian?" Su Qianci menundukkan kepalanya dan melingkarkan tangannya di pinggang suaminya, terisak-isak, "Tuan Li, aku bersungguh-sungguh." "Dan kamu pikir aku tidak?" Li Sicheng merengkuh Su Qianci ke pelukannya, membuat istrinya itu meletakkan kepalanya di dadanya. Berbaring seperti itu, dia bisa dengan jelas merasakan getaran pita suara suaminya. "Aku bersungguh-sungguh dengan semua yang aku katakan, Nyonya Li." Tadi malam, ketika dirinya mengira Su Qianci telah dibunuh, hatinya terasa hampa. Satu-satunya pikirannya adalah untuk bersama dengan istrinya ¡­. Jika orang-orang itu tidak menghentikannya, Li Sicheng akan menceburkan dirinya ke dalam sungai. Chapter 400 - Untungnya, Dirinya Baik-baik Saja Untungnya, Li Sicheng tidak melompat. Untungnya, dirinya baik-baik saja. Bersandar pada suaminya, Su Qianci bertanya, "Kamu bisa menikah lagi." "Jika aku mati, akankah kamu menikah lagi?" Su Qianci tertegun. Akankah dirinya menikah lagi? Tidak. Jika Li Sicheng benar-benar meninggal sebelum dirinya, dia mungkin akan mati bersama pria itu. Jantungnya bergetar. Dia mengencangkan pelukannya di tubuh suaminya. Dirinya telah mencintai Li Sicheng selama dua kehidupan. Namun, pria itu tidak pernah mengatakan bahwa dia mencintai dirinya. Tetapi pada akhirnya, apakah suaminya merasakan hal yang sama tentangnya? Apakah Li Sicheng akhirnya balas mencintai dirinya? Sambil memeluk suaminya, Su Qianci menangis dan menarik napas panjang. Wanita itu dengan sengaja berkata, "Tentu saja. Kenapa aku harus tetap di sini setelah kamu mati? Itu menjijikkan untuk berada di sekitar sebuah mayat." Ketika dirinya mengatakan hal itu, dia merasa hatinya seperti tersengat oleh sejuta lebah. Jadi, ketika dirinya meninggal, Li Sicheng bisa menikah lagi. Jangan berlama-lama ¡­. Itu tidak layak ¡­. Namun, Li Sicheng mencengkeram Su Qianci dengan lebih erat seolah-olah pria itu ingin menggabungkan dirinya sendiri dengan istrinya. "Aku tidak percaya kamu. Kamu tidak akan melakukan itu." "Aku akan melakukannya." "Kamu tidak akan melakukannya." Meskipun suara Li Sicheng pelan, pria itu menyatakannya sebagai sebuah fakta. Su Qianci menjadi diam. Menjepit kerah baju Li Sicheng, dia menatap dada suaminya meskipun dirinya tidak bisa melihat apa pun di dalam gelap. Setelah beberapa lama, dia berkata dengan sebuah suara lirih, "Tidak ada yang lebih penting daripada diri sendiri." "Kamu," kata Li Sicheng di atas kepala istrinya. "Kamu lebih penting daripada diriku sendiri." Suara pria itu terdengar bak suara surgawi di ruangan yang sunyi itu. Su Qianci menundukkan kepalanya dan menangis diam-diam. Selama sepanjang malam, dia tidak bisa menenangkan dirinya. Su Qianci menghabiskan tiga hari berikutnya di rumah sakit. Setelah memastikan dirinya tidak terkena flu, dokter memperbolehkannya pulang. Sebelum meninggalkan rumah sakit, dia pergi ke kamar Rong Haiyue untuk mengucapkan selamat tinggal. Pria itu juga akan keluar dari rumah sakit. Rong Haiyue mengenakan sesuatu yang kasual dan menjinjing kopernya. Su Qianci tidak melihat istrinya. Ketika Su Qianci bertanya tentang istrinya, mata Rong Haiyue meredup. "Dia sibuk, jadi dia sudah kembali ke ibu kota." Su Qianci mendengus dalam hati. Li Sicheng juga sangat sibuk sekali, tetapi dia masih menghabiskan dua hari terakhir dengan dirinya di rumah sakit. Dia tidak mengatakan apa-apa, dan keluar dari rumah sakit bersama dengan Rong Haiyue. Li Sicheng mengusulkan untuk mengantarnya ke bandara, dan pria itu menyetujuinya. Ketika berjalan keluar dari rumah sakit, Su Qianci mencari Maybach milik Li Sicheng. Namun, mobil itu tidak terlihat di mana pun. Di sisi lain, ada sebuah mobil super 1 yang terparkir di depan rumah sakit yang terlihat seperti sedang menunggu seseorang. "Sopir Yang belum datang?" Dia berbalik dan menatap Li Sicheng. Li Sicheng menunjuk ke arah Bugatti. "Ya, dia sudah datang." Su Qianci menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. "Kamu mempunyai mobil yang berbeda? Bukankah kamu membenci mobil sport? Kenapa mobil yang ini?" "Hanya ingin ganti suasana." Sopir Yang keluar dari mobil untuk membukakan pintu bagi mereka. Mendengar kata-kata Li Sicheng, dia mencibir dalam hati. Li Sicheng tidak mau mengatakannya! Faktanya adalah dia telah menghancurkan Maybach-nya, dan berpikir bahwa mobil itu terlalu lambat. Sekarang dia tidak hanya memiliki sebuah mobil sport, tetapi juga sebuah mobil super. Pria itu bahkan menambahkan dua buah kursi. Sopir Yang tidak bisa memahami pikiran orang kaya itu. Namun, dia tidak mengatakan apa-apa. Mobil super adalah klasifikasi mobil sport yang memiliki performa di atas rata-rata mobil sport. Chapter 401 - Rekaman Seks Australia Terungkap Karena mereka mengantar Rong Haiyue ke bandara, Su Qianci sedang duduk di kursi depan. Perjalanan dengan mobil baru itu cepat dan mulus. Hanya dengan duduk di sana, Su Qianci merasakan darahnya mendidih. Tak satu pun dari kedua pria di kursi belakang itu yang banyak bicara. Keduanya memandang ke luar jendela, jadi terasa sedikit canggung. Ketika mereka tiba di jalan tol menuju bandara, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Tuan Rong Haiyue, apakah Anda mempunyai anak dengan istri Anda?" "Ya, kami memiliki seorang putri yang seusia denganmu. Namanya Rong Anna." "Rong Anna?" Su Qianci merasa sedikit terkejut. "Rong Anna?" "Kau mengenal putriku?" "Apakah dia adalah tunangan Bo Xiao?" "Iya." Rong Haiyue merasa terkejut. "Apakah kau mengenal mereka?" "Ya, kami pernah bertemu sekali di sebuah acara musik. Dia sangat cantik." "Terima kasih. Jika putriku mendengar ini, dia akan merasa sangat senang." Su Qianci tersenyum dan memandang ke luar jendela. Li Sicheng melirik Rong Haiyue dan berkata dengan pelan, "Anda sangat menyayangi putrimu." "Ya, dia adalah anakku satu-satunya." Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa, dan hanya menatap Su Qianci. Tidak ada yang menyadari perilaku aneh Li Sicheng. Rong Haiyue sedang mengirim pesan pada putrinya melalui WeChat dengan sebuah senyum yang cerah. Dengan segera, mereka tiba di bandara. Su Qianci ingin mengantar Rong Haiyue ke dalam, tetapi pria itu menolaknya. Dia kemudian kembali ke dalam mobil. "Ayo ke belakang." Li Sicheng melambai pada istrinya. Su Qianci mematuhinya dan bersandar di pundaknya. Pria itu menyadari bahwa istrinya sedang tidak berada dalam suasana hati yang baik. Selama beberapa hari terakhir, wanita itu selalu merasa kesal. Memegang dahi istrinya, Li Sicheng bertanya dengan suara pelan, "Apakah kamu merasa tidak nyaman?" Istrinya tidak demam, jadi dia merasa tenang. Su Qianci menyingkirkan tangan suaminya dan menggelengkan kepalanya. "Tidak." Sambil meletakkan kepalanya di bahu pria itu, dia menjadi terdiam. Dadanya memang terasa agak sesak belakangan ini. "Pergi ke Rumah Sakit Pertama Kingstown," kata Li Sicheng pada Sopir Yang, dan kemudian menatap Su Qianci. "Aku akan membawamu untuk melihat bayi Tang Mengying. Kamu belum melihatnya, kan?" Su Qianci tercengang. Mendongak, dia bertanya, "Oh iya, bukankah dia melahirkan secara prematur? Bagaimana kabarnya sekarang?" Li Sicheng tertawa kecil dan mengetuk dahi istrinya. "Aku pikir kamu sedang dalam suasana hati yang buruk karena hal ini. Ternyata kamu sudah lupa." Dia mengeluarkan ponselnya, membuka aplikasi Weibo, dan memberikannya pada istrinya. "Lihatlah sendiri." Su Qianci melihat ke layar ponsel itu. "Kenapa kamu mempunyai ponsel baru lagi? Bukankah kamu baru saja membeli yang terakhir belum lama ini?" "Itu rusak." "Oh, oke." Dia tidak terlalu menghiraukannya saat dia memuat ulang halaman Weibo itu. Topik terpanas adalah kebangkrutan Grup Tang. Nyonya Tang masuk penjara karena percobaan pembunuhan, dan Tang Zhenghao menggelapkan uang perusahaan dan melarikan diri. Topik terpanas kedua adalah tentang Tang Mengying: "Berita penting! Rekaman seks Australia dari Nona Tang terungkap!" "Si*lan, bayi Nona Tang itu milik siapa?" "Tes DNA menunjukkan tidak ada hubungan biologis antara bayi Nona Tang dan keluarga Li!" "Kebetulan? Bayinya blasteran." ¡­. Su Qianci mengetuk salah satu dari berita-berita itu. Terdapat sebuah foto yang menunjukkan seorang bayi tengah berbaring di dalam sebuah kotak kaca. Kulitnya sangat putih. Sehelai rambut pirang menempel di kulit kepalanya. Bayi itu menatap ke kejauhan dengan sepasang matanya yang biru ¡­. Chapter 402 - Berkencan Su Qianci menjerit, "Orang kulit putih? Bayi ini blasteran?" "Iya." Li Sicheng mengetuk ponselnya dan menemukan video yang pernah diretas oleh Rong Rui. "Ini adalah video yang diberikan Rong Rui kepada Luo Zhan." "Ada videonya? Kenapa Rong Rui tidak menunjukkannya pada publik lebih awal?" "Dia tidak bersedia. Dan tidak ada yang bisa kulakukan." "Lalu kenapa dia berubah pikiran?" "Kamu harus bertanya pada Cheng You tentang hal itu." Mendengar ucapan suaminya yang mengungkapkan sesuatu, dia mengedipkan matanya. "Cheng You dan Rong Rui berkencan?" Li Sicheng meliriknya dan menepuk dahi istrinya. "Jangan katakan itu." Su Qianci menggosok kepalanya, mundur kembali. "Maksudku, apakah mereka bersama sekarang?" "Tidak." Raut wajah Li Sicheng menjadi rumit. "Cheng You tidak bisa menangani pria itu." "Ya, Cheng You bisa." Su Qianci memikirkan betapa patuhnya Rong Rui di kehidupannya yang sebelumnya. "Cheng You punya banyak cara untuk menangani pria itu." Li Sicheng melengkungkan bibirnya dan tidak berbicara. Kecuali kalau dia bersedia untuk melakukannya, Rong Rui bukanlah seseorang yang bisa dipaksa untuk melakukan apa pun. Li Sicheng mengetahui lebih baik dari siapa pun orang seperti apa Cheng You itu. Tidak mungkin dia bisa mengendalikan Rong Rui. Namun, karena tidak ingin berdebat dengan Su Qianci, dia menutup mulutnya. Ketika mereka tiba di Rumah Sakit Pertama Kotaraja, Li Sicheng membawa Su Qianci ke tempat bayi itu berada. Di ruang bayi yang baru lahir, bayi-bayi berbaring di kotak kaca mereka masing-masing. Perawat menunjuk pada seorang bayi, dan Su Qianci melirik ke arahnya. Seorang bayi seukuran seekor kucing. Kulitnya keriput, bayi itu balas menatapnya dengan pupil mata birunya, terlihat tidak berdosa. Wanita itu memandang menembus dinding kaca, merasa terpesona. "Blasteran ¡­." Su Qianci bertanya, "Siapa ayahnya?" "Tidak tahu." Li Sicheng melingkarkan tangan di bahu istrinya. "Hanya sebuah hubungan seks semalam. Ada begitu banyak orang Australia. Tidak mungkin juga kita bisa menemukannya." Terlebih lagi, dia tidak mau menghabiskan tenaga dan waktunya. "Bayi yang malang." Su Qianci menatap bayi itu. "Anak itu tidak bersalah. Keluarga Tang berantakan sekarang, jadi tidak mungkin Tang Mengying akan memilih untuk membesarkannya. Tanpa seorang ayah dan terlahir prematur ¡­." "Mereka sudah memeriksa bayi itu dan menemukan bahwa dia memiliki beberapa masalah dengan paru-paru dan sistem pernapasannya." Li Sicheng menatap istrinya. "Aku akan membayar untuk perawatan yang terbaik, dan ketika dia sudah sehat, aku akan mengirimnya ke sebuah pusat kesejahteraan." "Pusat kesejahteraan?" Su Qianci menatap suaminya dengan tidak percaya. "Untuk bayi sekecil itu." "Ini satu-satunya cara untuk meningkatkan peluang adopsi baginya." Li Sicheng menatap istrinya. "Apakah kamu ingin membesarkannya sendiri?" "Aku ¡­." Su Qianci tidak bisa berkata-kata. Di bawah tatapan suaminya, suaranya menjadi semakin pelan. "Tidak." Dirinya sendiri bahkan tidak memiliki masa depan, jadi tidak mungkin dia bisa meminta Li Sicheng untuk membesarkan bayi ini. "Dunia ini tidak adil. Bayi ini tidak beruntung memiliki seorang ibu seperti Tang Mengying, tetapi dia tidak punya pilihan." Li Sicheng mengacak-acak rambut istrinya dan berbisik, "Jangan terlalu memikirkan hal ini. Jika kita benar-benar mengadopsi bayi itu, dia bahkan mungkin membenci kita di masa depan. Itu tidak bijaksana." "Baiklah." jawab Su Qianci. "Aku ingin menemui Tang Mengying." "Aku akan mengantarmu." Chapter 403 - Terkejut Oleh Tang Mengying Li Sicheng membawa Su Qianci ke kamar Tang Mengying. Dengan sebuah infus yang menempel di tangannya, wanita itu menatap langit-langit dengan tatapan kosong di tempat tidur. Menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya, matanya menyala tetapi masih tidak fokus. Saat memalingkan kepalanya dan melihat pasangan itu, matanya terbakar oleh kebencian. Tang Mengying tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan mencabut jarum infus keluar dari tangannya. Sambil melemparkan diri ke arah Su Qianci, dia berteriak, "Dasar wanita j*lang!" Suara nyaringnya bahkan bisa terdengar hingga ke koridor rumah sakit. Merasa terkejut, Su Qianci melangkah mundur. Menarik istrinya ke belakang, Li Sicheng melirik ke arah Tang Mengying dengan dingin dan menahan serangannya. Lalu dia mendorong wanita itu menjauh tanpa ampun. Sambil memegangi perutnya, Tang Mengying berdiri dan menatap Li Sicheng. "Li Sicheng, Li Sicheng ¡­ ha ha ha ¡­ akhirnya kau di sini!" Lalu dia melemparkan dirinya ke arah pria itu, menggeram histeris, "Beraninya kau!" Li Sicheng dengan cepat melangkah keluar dari kamar dengan Su Qianci di pelukannya, menutup pintu di belakangnya dan memegangi handel pintu dengan erat. "Ah! B*jingan! Buka pintunya! Li Sicheng, kau binatang!" Menarik pintu dengan sekuat tenaganya, Tang Mengying tidak berhasil membukanya. Dia akhirnya menyerah. Bersandar di pintu kaca itu, dia memelototi mereka dan berteriak dengan keras, "Kemarilah dan bunuh aku! Li Sicheng, kau pengecut!" Sembari dia berteriak-teriak, dia terus memukul-mukul kaca buram itu dengan telapak tangannya. Jejak telapak tangan berdarah tertinggal di kaca itu. Ketakutan karena Tang Mengying, Su Qianci menyusup ke pelukan Li Sicheng, menatap pintu itu. Kacanya dipenuhi oleh jejak telapak tangan berwarna merah. Merasa terkejut, dia memegang baju suaminya dan berteriak, "Panggil dokter!" Tang Mengying telah melalui operasi sesar, dan dengan gerakannya yang brutal tadi, luka bedahnya menjadi terbuka kembali dan menyemburkan darah. Kondisi wanita itu jauh dari ideal. Su Qianci merasa tercengang ketika dia melihat Tang Mengying dibius dan kemudian didorong ke ruang operasi. "Mari kita pulang." Li Sicheng merangkul istrinya. "Apakah kamu takut?" Su Qianci menggelengkan kepalanya perlahan dan menatap suaminya. "Ayo kita pulang sekarang." Ketika mereka masuk ke dalam mobil, Li Sicheng menerima sebuah telepon dari rumah tua. "Ya, dia telah meninggalkan rumah sakit ¡­. Oke ¡­. Bagaimana dengan besok? Dia sedang merasa kurang sehat sekarang ¡­. Oke." Li Sicheng menutup telepon dan berkata, "Kakek memintamu untuk pergi ke rumah tua, dan aku menolaknya." "Baiklah." Su Qianci sedang tidak ingin pergi ke sana sekarang. Dia berbaring diam di pelukan suaminya. Ketika mereka tiba di rumah, Nanny Rong telah memasak makan malam untuk mereka. Dia dengan penuh pengertian membuatkan Su Qianci beberapa makanan ringan. Su Qianci makan beberapa hidangan dan merasa mengantuk. Dia pergi tidur, dan ketika dia terbangun, hari sudah tengah malam. Li Sicheng tidak berada di tempat tidur. Su Qianci memeriksa jam dan waktu menunjukkan pukul 11 malam. Dia berjalan keluar dari kamar tanpa alas kaki dan segera melihat suaminya sedang menelepon dengan piamanya di balkon. Melihat dirinya, Li Sicheng langsung melirik ke kakinya yang telanjang. Pria itu mengerutkan kening dan menunjuk ke arah kakinya, merasa tidak senang. Dia dengan segera keluar kembali, menutup pintu, dan kembali ke tempat tidur. Chapter 404 - Karena Dia Tidak Ingin Melakukannya Li Sicheng berjalan kembali ke kamar. Melihat bahwa istrinya berada di dalam kamar, dia duduk di tempat tidur, berbicara bahasa Italia. Su Qianci bisa memahaminya. Dia membuka selimutnya kembali, menatap suaminya. Ketika Li Sicheng mengakhiri telepon itu, dia bertanya, "Apakah kamu akan melakukan perjalanan bisnis?" "Ya, aku pikir aku perlu melakukan sebuah trip ke Italia." "Kapan?" "Lusa." Li Sicheng mengangkat selimut itu dan menarik istrinya mendekat. "Aku akan segera kembali. Aku hanya pergi 3 sampai 5 hari." "Oke." Su Qianci merasa sedikit kecewa. "Apakah kamu akan pergi ke Venesia?" "Tidak." Li Sicheng tidak bisa menahan tawanya, meremas wajah istrinya. "Aku akan membawamu ke sana nanti. Kali ini aku punya urusan yang harus dilakukan." "Baiklah." "Sekarang tidurlah." Li Sicheng mengecup dahinya. "Kita akan pergi menemui kakek besok." "Oke." Su Qianci meletakkan tangannya di pinggang suaminya, menunduk. Venesia, Italia, kota yang romantis. Dia selalu ingin pergi ke sana. Tapi itu adalah hal yang baik bahwa Li Sicheng akan pergi. Ada sesuatu yang ingin dia lakukan tetapi takut untuk melakukannya. Ketika suaminya di Italia, dirinya bisa pergi untuk melakukan sebuah tes HIV. Lampu kamar telah dipadamkan. Li Sicheng dengan cepat tertidur. Dia bernapas dengan teratur ke arah rambut istrinya. Su Qianci mengencangkan genggamannya di tangan suaminya. Pria itu tertidur. Selama beberapa hari terakhir, suaminya belum menyentuhnya. Li Sicheng bahkan tidak sering menciumnya. Meskipun dia tidak menginginkannya, itu karena dia mengetahui bahwa dirinya sangat mungkin menderita AIDS. Namun, di pihak Li Sicheng, apakah suaminya tidak lagi tertarik padanya? Apakah pria itu mengetahui tentang fakta bahwa dirinya telah diperkosa? Apakah Li Sicheng memilih untuk tidak memberi tahu dirinya? Sambil memikirkan hal itu, Su Qianci meringkuk seperti sebuah bola dan menjauh dari suaminya. Jadi ¡­ Li Sicheng tidak menyentuhnya karena dia tidak ingin melakukannya ¡­. Benar kan? Suaranya tercekat, tetapi dia menggertakkan giginya, tidak membuat suara apa pun. Dia mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya. Segera setelah layar ponselnya menyala, Li Sicheng terbangun dari tidurnya. Dia menarik Su Qianci ke pelukannya dan berbisik, "Tidak bisa tidur?" "Ya, aku mungkin sudah terlalu banyak tidur. Kamu tidur saja, dan aku akan melihat ponselku sebentar." Li Sicheng memang kelelahan. Dia begitu sibuk akhir-akhir ini sehingga hampir tidak bisa beristirahat. Mendengar kata-kata istrinya, dia mengangguk dan melepaskan Su Qianci. "Jangan tidur terlalu larut." Ketika lengan Li Sicheng ditarik menjauh, hati Su Qianci terasa kosong. Membalikkan punggungnya ke arah suaminya, dirinya membiarkan air matanya menetes. "Oke." Suaranya sedikit bergetar. Pria itu tidak menyadarinya dan membalikkan badannya, menutup matanya. Su Qianci menggigit kepalan tangannya, membiarkan air matanya mengalir. Berusaha tidak menimbulkan suara, dia diam tak bergerak. Ketika Li Sicheng sudah tertidur lagi, dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik di mesin pencari: cara penularan AIDS. Ratusan artikel bermunculan, dan dia memilih salah satunya. Seks, darah, ibu ke anak. Berjabat tangan, bersentuhan, dan tidur bersama akan baik-baik saja. Berciuman dan berpelukan juga baik-baik saja. Akan terdapat sejumlah virus dalam air liur, keringat, dan air mata, tetapi penularannya sangat jarang. Dia merasa tenang saat membaca hal-hal ini. Dia melanjutkan untuk mencari gejala awal AIDS: Gejala awal pada beberapa pasien terlihat seperti gejala pilek. Beberapa bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali dan tidak akan menyadari bahwa mereka menderita AIDS. Chapter 405 - Aku Adalah Suamimu Bagi mereka yang memiliki gejala menyerupai AIDS, mereka belum tentu menderita AIDS. AIDS harus didiagnosis dengan sebuah tes. Li Sicheng terbangun lagi, yang mana mengejutkan Su Qianci. Dia segera menutup browser 1 dan menghapus riwayatnya sebelum dia meletakkan ponselnya. Suaminya berbalik, menatap dirinya. Dalam kegelapan, Li Sicheng terlihat misterius. Su Qianci bertanya, "Apa yang salah?" Pria itu tidak menjawab, mendekat, melingkarkan kaki di di tubuh Su Qianci seperti biasanya, dan menutup matanya. Su Qianci berbaring diam di pelukannya dan menatap dada suaminya. Butuh beberapa jam baginya untuk tertidur. Ketika dia terbangun, Li Sicheng sudah tidak ada. Dia mandi dan berjalan keluar, melihat bahwa Li Sicheng sedang bekerja di ruang kerjanya. Suaminya sangat sibuk. Su Qianci berusaha untuk tidak mengganggunya dan turun untuk sarapan. Terdapat tempat parkir di kampus, tetapi mengingat kenyataan bahwa sebagian besar teman kuliahnya tidak memiliki mobil, terlalu berlebihan untuk menyetir mobil ke kampus. Dia menggunakan taksi ke kampus. Itu adalah akhir semester, dan tekanannya sedang tinggi. Karena Su Qianci telah mengambil cuti sakit selama beberapa hari, dia telah tertinggal dan sangat ingin mengejar ketertinggalannya. Setelah seharian kuliah, dirinya pergi ke perpustakaan untuk belajar. Ponselnya tiba-tiba berdering. Telepon itu berasal dari Li Sicheng. "Kamu masih ada kelas?" "Tidak. Aku sedang mempersiapkan untuk ujian." "Aku bilang pada kakek bahwa kita akan mengunjunginya hari ini." Su Qianci benar-benar lupa mengenai hal itu. Diingatkan oleh Li Sicheng, dia langsung menjawab iya, memasukkan buku-bukunya ke dalam ransel, dan berlari keluar. Di gerbang kampus, dia melihat Bugatti itu dikelilingi oleh orang-orang yang sedang memperhatikannya. Melihat dirinya berjalan menuju mobil, banyak orang yang mengerti siapa orang itu. "Ternyata itu Tuan Li!" "Orang kaya memang hidup di sebuah dunia yang berbeda. Dia mengganti sebuah Maybach dengan mobil ini?" "Wow. Kapan aku bisa membeli mobil ini? Harganya lebih dari 20 juta yuan!" Su Qianci tersipu malu dan duduk di kursi depan. Li Sicheng mengambil ranselnya dan merasakan bahwa tas itu cukup berat. "Apakah kamu sudah selesai dengan pekerjaanmu?" Su Qianci bertanya. "Sudah." Li Sicheng menyalakan mobilnya dan melaju menuju rumah tua. "Aku meminta Ou Ming untuk memberikan longevity peach itu pada kakek di hari ulang tahunnya dan memberitahu kakek bahwa kamu yang membuatnya." Su Qianci menatap suaminya. "Apa yang kakek katakan?" "Kakek sangat terkejut, dan dia memakan semuanya." Su Qianci tertawa kecil. "Sungguh? Itu adalah sebuah longevity peach yang besar. Bisakah kakek menghabiskannya sendirian?" Li Sicheng tidak bisa menahan senyumnya. "Ou Ming berkata bahwa dia belum pernah melihat seorang lelaki tua dengan selera makan yang begitu baik." Su Qianci tertawa. Memikirkan raut wajah kakek yang ramah, dia merasa hatinya menjadi hangat. Di seluruh dunia ini, sebelum dia memiliki Li Sicheng, kakek adalah satu-satunya orang yang bersikap baik pada dirinya. Li Sicheng melirik ke arah Su Qianci melalui cermin dan mendapati bahwa istrinya masih merasa kesal di balik suara tawanya. Wanita itu sudah bersikap seperti ini selama beberapa hari. Meskipun terlihat normal, Su Qianci jelas terbebani dengan banyak pikiran. "Nyonya Li." "Ya?" "Aku adalah suamimu. Kamu bisa memberitahuku jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Jangan memendamnya sendiri. Itu tidak baik untukmu." "Oke." "Tidakkah kamu punya sesuatu untuk diceritakan?" Su Qianci tertegun, menatap Li Sicheng. Suaminya kehilangan berat badannya baru-baru ini. Wajahnya bahkan menjadi lebih tirus. Menyadari tatapan istrinya, Li Sicheng menoleh padanya. Perangkat lunak komputer untuk mencari informasi dalam situs internet Chapter 406 - Berhasi Selamat Saat Jatuh Mata mereka terkunci. Mata Li Sicheng terlihat cerah, dalam, dan tajam. Su Qianci merasa seperti tidak punya tempat untuk bersembunyi di depan pria itu. Dengan cepat memalingkan muka, dia menggelengkan kepalanya. "Tidak." Li Sicheng mengerutkan bibir dan berhenti bertanya, mengendarai mobil dengan tenang. Dia bisa mengetahui bahwa istrinya sedang tidak berada dalam suasana hati yang baik. Jika dia bersikeras mendapatkan sebuah jawaban, itu mungkin tidak berakhir dengan baik. Ketika mereka tiba di rumah tua, acara makan malam dimulai. Melihat mereka dari kejauhan, Liu Sao berjalan dengan sebuah baskom berisi air. "Anda datang sangat terlambat. Hari ini adalah Tahun Baru Imlek Minor 1 , hari untuk menyapu debu. Biarkan saya melepaskan nasib buruk Anda. Dewa memberkati." Liu Sao mencelupkan sebatang ranting kayu apsintus 2 ke dalam air dan memercikkan air itu pada Li Sicheng dan Su Qianci. Ada biji-bijian dan beberapa jimat yang direndam di dalam air. Setelah diperciki oleh Liu Sao, mereka berdua masuk. Melihat Su Qianci, Kapten Li segera berteriak, "Qianqian sayangku, mengapa berat badanmu turun begitu banyak?" Su Qianci tertegun. Apakah dia kehilangan berat badan? Dirinya tidak bisa menahan diri untuk memikirkan sebuah gejala khas AIDS: penurunan berat badan yang tiba-tiba. Kakek bisa mengetahui hal itu dengan segera. Jadi dirinya pasti kehilangan banyak berat badan. Dia mengerutkan wajahnya dan melirik ke arah Li Sicheng yang berada di belakangnya. Perhatian Qin Shuhua sepenuhnya tertuju pada Li Sicheng. Wanita itu berkata kepada Kapten Li, "Sicheng-lah yang telah kehilangan berat badan. Dia telah menemani Qianci di rumah sakit dan bekerja pada saat yang bersamaan. Ayah, tidak boleh pilih kasih!" "Qianqian adalah seorang gadis. Bocah itu sangat tangguh. Dia bahkan berhasil selamat saat jatuh dari gunung ketika dia masih kecil." Su Qianci terkejut. Jatuh dari gunung? Ekspresi Qin Shuhua segera berubah saat mendengar itu. Li Sicheng berjalan dan menepuk pundak ibunya. "Tidak apa-apa. Semua sudah berlalu sekarang." Qin Shuhua menggertakkan giginya dan tidak berkata apa-apa sebelum dia berbalik dan berjalan ke dalam. Melihat Qin Shuhua kesal, Li Sicheng menyalahkan Kapten Li diam-diam. Mengetahui bahwa dirinya telah mengatakan hal yang salah, Kapten Li tidak mengatakan sepatah kata pun. Su Qianci merasa sangat penasaran sehingga rasanya seperti ada seekor kucing yang sedang menggaruk hatinya. Namun, merasakan ketegangan yang terjadi, dia memutuskan untuk bertanya kepada suaminya nanti. Setelah mengobrol dengan Kapten Li sebentar, mereka makan malam bersama. Dua saudara laki-laki Li Sicheng, Li Beixing dan Li Jinnan tidak berada di rumah. Meskipun Liu Sao telah menyiapkan banyak makanan, tidak ada cukup banyak orang yang menikmatinya. Qin Shuhua membantu mengisi ulang mangkuk Li Yao, dan kemudian mangkuk Kapten Li dan Li Sicheng. Su Qianci sedang makan dengan tenang. Namun, tanpa diduga, Qin Shuhua mengisi ulang mangkuknya juga. Su Qianci tampak tersanjung sekaligus terkejut, menatap ibu mertuanya. Qin Shuhua terlihat sedikit malu. Di bawah tatapan Li Yao, wanita itu harus berkata, "Qianci, aku sebelumnya dibodohi oleh Tang Mengying dan mengira bahwa dia adalah seorang gadis yang baik. Sekarang aku mengetahui orang macam apa dia. Aku jatuh ke dalam perangkapnya dan memperlakukanmu dengan tidak adil. Sebelumnya, aku pikir anaknya benar-benar milik Li Sicheng. Lagi pula, ada laporan tes DNA ¡­ namun, dia bahkan bisa memalsukan sesuatu seperti itu. Aku bersalah padamu, Qianci. Bisakah kau memaafkan aku?" Su Qianci merasa terkejut, memandang ke arah Li Sicheng untuk meminta bantuan. Pria itu menatapnya dalam-dalam. "Ibu sedang berbicara denganmu." Kecewa, Su Qianci berkata dengan sebuah suara kecil, "Ibu ¡­ aku tidak pernah menyalahkanmu." Qin Shuhua menghela napas lega dan tertawa. "Bagus sekali. Kita akan memiliki sebuah masa depan yang hebat bersama-sama, dan aku mengandalkanmu untuk memberi kami seorang cucu." Hari ke 23 dari bulan kedua belas pada penanggalan lunar setiap tahun, adalah hari untuk mempersembahkan korban kepada dewa dapur. Kebiasaan untuk membersihkan rumah juga biasa dilakukan. Ini juga merupakan hari paling awal untuk menandai perayaan Tahun Baru Imlek. Artemisia vulgaris adalah suatu spesies dalam genus Artemisia. Tumbuhan ini telah digunakan sebagai tumbuhan obat dan bahan masakan. Chapter 407 - Positif Hiv Su Qianci menundukkan kepalanya dan mengangguk. Setelah makan malam, Kapten Li memberikan kuplet 1 musim semi yang telah ditulisnya dan potongan-potongan kertas untuk jendela yang telah disiapkan oleh Liu Sao dan Qin Shuhua kepada Li Sicheng dan berkata, "Jangan berpikir kau bisa menghindari tugas-tugas ini dengan datang terlambat. Tempellah kertas-kertas ini di setiap ruangan!" Sambil tersenyum, Li Sicheng mengambil barang-barang itu, dan Su Qianci juga membantunya. Wanita itu pergi mengambil lem dan mulai memasang potongan-potongan kertas tersebut. Setelah menghias setiap kamar, Su Qianci merasa sedikit lelah. Dia merasa kesehatannya memburuk. Jika itu terjadi di masa lalu, dirinya tidak akan merasa begitu lelah. Mereka membutuhkan lebih dari dua jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kakek meminta mereka menginap di rumah tua itu. Su Qianci merasa baik-baik saja dengan permintaan itu, sementara Li Sicheng memiliki urusan yang mendesak untuk diurus dan pergi meninggalkan rumah tua. Su Qianci berbaring di tempat tidur sendirian, menatap langit-langit kamar. Tidak ada yang terjadi malam itu. Pada keesokan harinya, Li Sicheng telah memesan penerbangan ke Italia pada sore hari, yang telah diubah menjadi pagi hari. Setelah merayakan Tahun Baru Imlek Minor, Su Qianci bergabung dengan para pejuang ujian akhir. Setelah selesai mengikuti ujian, dia bahkan merasa semakin kelelahan. Beberapa hari kemudian, tanpa sepengetahuan semua orang, Su Qianci pergi ke sebuah klinik kecil dengan peringkat online yang bagus, lokasinya jauh dari tempat tinggalnya. Dia tidak berani mengemudi ke sana, jadi dirinya menggunakan sebuah taksi. Mengenakan kacamata hitam dan sebuah topi, dia masuk ke departemen penyakit menular. Setelah sampel darahnya diambil, dia duduk di luar dan menunggu. "Dokter Liu, apakah Anda benar-benar yakin? Apakah putra saya benar-benar menderita AIDS?" Terdengar suara seorang wanita yang parau. Menilai dari suaranya, Su Qianci merasa yakin bahwa Dokter Liu telah berkata iya, wanita di dalam ruangan itu segera meledak dalam tangis. Suara Dokter Liu kecil, dan Su Qianci tidak bisa mengetahui apa yang dokter itu katakan. Namun, wanita di dalam ruangan itu dengan segera berteriak, "Ya Tuhan. Putraku masih sangat muda. Apa yang harus saya lakukan ¡­." Tak lama kemudian, wanita itu berjalan keluar, terisak-isak dengan putus asa. Su Qianci bahkan merasa semakin ketakutan. Ketika gilirannya tiba, dia berjalan ke dalam dan duduk berhadapan dengan dokter itu. Papan namanya bertuliskan Liu Quan. Su Qianci merasa nama itu tidak asing karena suatu alasan. Dia mendongak dan melihat bahwa dokter itu adalah seorang pria yang sangat muda mengenakan sepasang kacamata berbingkai logam. Tatapan dokter itu agak ambigu ketika melihat dirinya. "Lepaskan kacamata hitam Anda," kata Liu Quan. Su Qianci melepas kacamata hitam dan memperlihatkan wajahnya yang lembut. Melihat wajah itu, Liu Quan mengangkat alisnya. Itu benar-benar Su Qianci? Ketika memeriksa catatan medisnya, dokter itu bertanya, "Anda berpikir Anda menderita AIDS?" Su Qianci meringis dan mengangguk. "Kenapa?" "Saya ¡­ kemungkinan besar telah diperkosa oleh seorang pasien AIDS." "Apakah dia menggunakan kondom?" "Saya tidak tahu." "Anda yakin telah diperkosa oleh pria itu?" Pertanyaan dokter itu tanpa basa-basi. Mata Su Qianci menjadi merah. Dia menggelengkan kepalanya. "Saya tidak tahu. Saya tidak sadarkan diri pada waktu itu. Ketika saya sadar, seluruh tubuh saya sakit, dan saya demam tinggi." "Oh begitu. Kalau begitu Anda pasti menderita AIDS sekarang." Liu Quan melempar catatan medis itu dan bersandar ke sandaran kursinya. Dokter itu menguap dan berkata, "Cara termudah untuk tertular AIDS adalah melalui hubungan seks. Setelah kejadian itu, apakah Anda berhubungan seks dengan suami Anda?" Hati Su Qianci serasa tertusuk. Air matanya langsung menetes. Dia menggelengkan kepalanya dan terisak-isak, "Tidak ¡­." Bagaimana dirinya berani melakukannya? Bait sajak (nyanyian) yang terdiri atas dua baris atau lebih Chapter 408 - Jelek Sekali, Aku Bahkan Tidak Bisa Memandangmu Namun, Su Qianci dengan cepat teringat dengan apa yang telah dibacanya secara online dan bertanya, "Saya dengar butuh enam minggu untuk mendapatkan hasil tesnya." Liu Quan tampak sedikit menyesal. Melihat air mata Su Qianci, dia bersukacita sambil berusaha terlihat simpatik. "Mungkin penyakitnya sedang dalam periode laten 1 untuk saat ini, itulah sebabnya laporan tesnya belum menunjukkan hasil apa pun. Namun, dengan keadaan Anda sekarang, Anda pasti mengidap AIDS. Pulanglah dan atur pemakaman untuk diri Anda sendiri." Su Qianci tidak bisa menahan tangisannya. "Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak ingin mati." "Tidak ada yang bisa Anda lakukan sekarang. Lagipula Anda berhubungan seks dengan pria pengidap AIDS itu." Liu Quan merentangkan tangannya untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa membantu. "Baiklah, berhentilah menangis. Sebaiknya Anda pulang sekarang dan beri tahu suami Anda tentang segalanya untuk menemukan sebuah solusi." Bagaimana mungkin dia berani ¡­ untuk memberitahu suaminya bahwa dirinya telah diperkosa dan kemungkinan besar tertular AIDS? Atau apakah Li Sicheng sudah mengetahuinya? Setelah Su Qianci pergi dengan pikiran yang kacau balau, Liu Quan tidak bisa menahan tawanya. Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi adik perempuannya, Liu Anan. Liu Anan dengan cepat mengangkat, "Halo?" "Hai, Anan. Aku baru saja membalaskan dendammu. Bagaimana kau akan berterima kasih padaku?" Ketika Su Qianci kembali ke rumahnya, dia bersembunyi di kamar sambil menangis dengan keras tanpa makan apa pun. Nanny Rong merasa ketakutan. Namun, Su Qianci tidak akan membukakan pintu tidak peduli seberapa kerasnya Nanny Rong mengetuk. Setelah hanya Tuhan yang tahu sudah berapa lama, Su Qianci jatuh tertidur. Dalam tidurnya, dia menyadari bahwa ada seseorang yang sedang melepas pakaiannya. Dia dengan segera membuka matanya dan menangkap tangan itu. Terkejut oleh gerakan Su Qianci yang tiba-tiba, Li Sicheng membantu istrinya berdiri dan melepas jaketnya. "Nanny Rong bilang kamu belum makan?" Suaranya dalam dan lembut, terdengar lelah setelah perjalanan yang panjang. Mudah untuk mengatakan bahwa dia telah bergegas pulang. Itu adalah hari keempat dari perjalanan bisnisnya. Su Qianci mengerutkan bibirnya dan air matanya langsung menetes. Li Sicheng menyeka air mata istrinya dan berkata tanpa daya, "Kenapa kamu menangis?" Su Qianci mengeringkan matanya dengan lengan bajunya dan melemparkan dirinya ke dalam pelukan suaminya, terisak-isak. Li Sicheng menyentuh rambutnya dan menarik istrinya. Sambil memegang wajah Su Qianci, pria itu membungkuk padanya dan menatap matanya. "Ada apa? Apa ada yang sudah terjadi?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dan menggertakkan giginya. Bahkan hidungnya pun beringus. Li Sicheng terkekeh-kekeh dan mengambil beberapa lembar tisu untuk menyeka ingus istrinya. "Jelek sekali, aku bahkan tidak bisa memandangmu." Dirinya tersipu malu, memalingkan muka, dan membersihkan wajahnya sebelum dia berkata, "Tuan Li, aku ¡­." "Ya?" Li Sicheng melepas jaketnya dan melemparkannya ke sofa. Sambil membungkuk, pria itu menatapnya. "Apa yang ingin kamu katakan?" "Aku ¡­." Suara Su Qianci tercekat dan matanya menjadi merah lagi. Li Sicheng menghela napas dalam diam dan merengkuh istrinya ke dalam pelukannya. "Di luar sangat dingin. Tidak ada yang lebih baik daripada memeluk istriku sendiri." Su Qianci berkedip, dan Li Sicheng sudah mengisap bibirnya. Ciuman itu semakin dalam, dan jantungnya berdetak kencang. Dia balas memeluk suaminya. Li Sicheng mendorongnya ke tempat tidur dan tangannya menyusup ke balik sweternya. Napas pria itu memburu. Su Qianci tiba-tiba memikirkan sesuatu dan menyentakkan kepalanya. Dia berteriak, "Tidak!" "Eh?" Li Sicheng memandang Su Qianci tetapi tetap melanjutkan untuk melepas sweter istrinya. Tersembunyi; terpendam; tidak kelihatan (tetapi mempunyai potensi untuk muncul) Chapter 409 - Bahkan Semakin Terangsang Su Qianci dilucuti pakaiannya dengan cepat. Dia tersipu malu dan terus menolak suaminya. "Tidak, tidak!" "Kenapa?" Li Sicheng berhenti, menatap dirinya. "Aku ¡­." Su Qianci tergagap-gagap, jantungnya tercekat. Ketika dia hendak mengatakan sesuatu, dirinya tidak bisa menahan tangisnya lagi. Li Sicheng tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Pria itu menyerah untuk bertanya pada istrinya dan bersandar padanya. Su Qianci hanya mengenakan sebuah kaus dan pakaian dalam sekarang. Li Sicheng mengulurkan tangannya ke dalam dan membuka kaitan bra wanita itu. Su Qianci mundur, mencoba menyingkirkan tangan suaminya. Namun, Li Sicheng sangatlah gigih. Memisahkan kaki istrinya dengan pahanya, dia mendorong lututnya di antara kedua kaki Su Qianci dan berbisik, "Kamu bahkan membuatku semakin terangsang." Wanita itu berhenti bergerak. Li Sicheng melengkungkan bibirnya dan mencium leher istrinya dengan segala ketulusan hatinya. Ciuman Li Sicheng terasa seperti sebuah bulu, sedikit menggelitiknya. Air mata Su Qianci menetes lagi. Dia terisak-isak, "Tuan Li, mmm ¡­." Suara lembut Su Qianci menggoda monster di dalam hati Li Sicheng. Dengan sebuah dorongan, pria itu menghujamkan kejantanannya ke arah kaki istrinya yang terbuka lebar melalui kain celananya. Menyadari apa yang sedang Li Sicheng coba lakukan, Su Qianci bergerak mundur dengan panik dan terengah-engah, "Mari ¡­ bercerai." Li Sicheng tiba-tiba memicingkan matanya, tampak berbahaya. Dia menundukkan kepalanya dan mendorong ujung hidungnya ke ujung hidung Su Qianci, menatap mata istrinya. "Ada apa lagi kali ini?" Li Sicheng benar-benar marah. Dia memandang Su Qianci seolah-olah istrinya adalah seorang anak yang nakal. "Jika kamu mengatakan itu terlalu sering, hal itu tidak akan lucu lagi, Nyonya Li." Su Qianci menangis tersedu-sedu. Dia meletakkan tangan di dada suaminya dan berkata, "Aku ¡­." Namun, Li Sicheng tidak mau mendengarkan perkataannya. Dia menyegel bibir Su Qianci dan membuka ritsleting celana istrinya, menariknya ke bawah. Su Qianci bahkan meronta lebih keras, tetapi suaminya begitu kasar sehingga dirinya tidak bisa melawan. Su Qianci meledak dalam tangis dan berteriak, "Tuan Li, aku diperkosa. Apakah kamu tahu itu?" Li Sicheng terdiam. Tiba-tiba matanya terlihat seperti mata sebuah monster yang ganas, penuh dengan bahaya. "Apa katamu?" Su Qianci menangis dalam keputusasaan. Berada di bawah tubuh suaminya, dia merasa sangat jengkel sehingga dirinya tidak bisa berbicara. Li Sicheng melepaskannya dan membantunya berdiri. Pria itu menyeka wajahnya dan bertanya dengan sebuah suara yang rendah dan berbahaya, "Siapa itu? Apakah itu terjadi selama perjalanan bisnisku?" Dia terisak-isak, tidak mampu berkata-kata. "Lu Yihan?" Li Sicheng menyuarakan tebakannya, seraya hatinya terasa semakin dingin. Mendengar nama itu, Su Qianci segera berhenti menangis. Sambil menarik lengan baju suaminya, dia menggelengkan kepalanya secepat mungkin. "Tidak, tidak ¡­." "Lalu siapa?" Kecuali Lu Yihan, Li Sicheng tidak bisa memikirkan seseorang yang lain dengan motif dan keberanian untuk melakukannya. Su Qianci mendengus. Li Sicheng mengekang rasa tidak sabarnya dan memberinya beberapa lembar tisu untuk menyeka air mata istrinya. "Pada hari ulang tahun kakek, aku ¡­ diculik oleh ibu Tang Mengying. Dan kemudian seorang lelaki pengidap AIDS meminum beberapa pil Viagra untuk ¡­ aku ¡­." Su Qianci tidak dapat mengatakannya lagi. Dia menangis dengan keras, "Lelaki itu menderita AIDS. Aku pergi ke dokter hari ini, dan dokter itu berkata bahwa aku sudah terinfeksi dan memintaku untuk pulang dan mempersiapkan pemakamanku. Aku ¡­." £¬ Chapter 410 - Marah Dan Geli Setengah marah dan setengah geli, Li Sicheng menatap Su Qianci dan bertanya dengan sebuah suara yang dalam, "Seorang dokter dari rumah sakit mana?" Su Qianci tercekat sebelum akhirnya dia menjadi terdiam. "Kamu pasti pergi ke rumah sakit jiwa." Li Sicheng menggertakkan gigi dan menepuk kepala istrinya. "Bagaimana kamu bisa sebodoh itu? Apa yang kamu pikirkan? Apakah seseorang menuangkan air ke dalam sini waktu kamu masih kecil?" Su Qianci merasa jengkel dan bahkan menangis lebih keras lagi. Dia memukul pundak suaminya dan berteriak, "Kamu yang bodoh! Kepalamu yang berisi air!" Benar-benar merasa geli, Li Sicheng menangkap tangan Su Qianci dan menindihnya lagi. Meskipun wajah istrinya tertutup ingus dan air mata, dia mencium wanita itu dengan hebat. Ciuman yang tiba-tiba itu membuat dirinya berjuang melepaskan diri semakin keras. Dia memukul punggung suaminya dengan marah, "Wwwww ¡­." Dia telah mengatakan bahwa dirinya menderita AIDS. Kenapa Li Sicheng masih menciumnya? Kenapa suaminya itu masih melakukan ini? Tidakkah pria itu mengetahui bahwa penyakit itu menular? Su Qianci merasa marah dan sedih pada saat bersamaan. Dengan perasaan yang tersiksa, dirinya tidak bisa menghentikan air matanya. Dia belum mau mati! Dan yang lebih tidak diinginkannya adalah suaminya terinfeksi olehnya dan mati bersamanya. Namun, perjuangannya sia-sia. Li Sicheng merampas udara dari mulutnya dan kemudian mulut suaminya bergerak untuk menggigit tulang selangkanya. Su Qianci berteriak, "Li Sicheng, kamu orang mesum. Jangan sentuh aku. Jangan gigit aku." "Kamu yang orang mesum kecil. Dan seorang yang bodoh." Li Sicheng bahkan menggigit tulang selangkanya dengan lebih keras, membuatnya berteriak, "Aaaah!" "Apakah itu terasa sakit sekarang?" Dia tidak tega menyakiti Su Qianci dan menciumnya di bibir. Sambil memegang wajah istrinya, dia membuat Su Qianci menatap dirinya. "Bagaimana mungkin seseorang secerdas aku jatuh cinta pada seorang yang bodoh sepertimu?" Merasa terhina, Su Qianci menatap suaminya. Apakah Li Sicheng menyebut dirinya bodoh? "Tidak berpikir demikian?" Merasa kesal sekaligus geli, pria itu menggertakkan giginya dan berkata, "Kalau begitu, gunakan otakmu di masa depan. Apakah kamu pikir kamu diperkosa oleh pria pengidap AIDS itu?" Su Qianci mengerutkan bibirnya, hampir kehabisan napas karena terisak-isak. "Pria itu memang diberi obat perangsang. Namun, ketika aku tiba di sana, obat itu belum bereaksi. Pria itu hanya menjadi-jadi setelah aku memukul wanita tua itu." Dia menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. Tiba-tiba berseru, "Kamu memukul seorang wanita!" Li Sicheng terdiam sejenak. Dia memberi istrinya sebuah lirikan yang dipenuhi rasa jengkel dan berkata tanpa basa-basi, "Dalam keadaan seperti itu, aku bersikap baik dengan tidak membunuhnya." "Dan lalu?" "Lalu obat itu bereaksi dan aku memberikan wanita tua itu kepada pria yang dipanggil Monyet." Su Qianci membelalakkan matanya lebih lebar. Dia ingin mengatakan sesuatu tetapi suaranya tercekat. Li Sicheng sebenarnya ingin memberi istrinya pelajaran, tetapi melihat Su Qianci berlinang air mata, dia akhirnya tidak tega melakukannya. Dengan resah, pria itu bangkit dan menyeka air mata istrinya dengan tisu. Merasa tertekan, Li Sicheng bertanya, "Apakah kamu tahu bagaimana seekor babi mati?" Wanita itu menjadi marah dan mendorong Li Sicheng dengan keras. Pria itu membungkuk lagi dan berbisik, "Apakah kamu marah?" Su Qianci memalingkan muka, menggali ingatannya. Li Sicheng tertawa. "Kamu tidak tahu apakah seseorang telah memerkosa dirimu?" Tersedak, Su Qianci merasa jengkel dan menghindari kontak mata dengan suaminya. Chapter 411 - Sudah Waktunya Untuk Makan "Ketika aku bangun, aku mengalami demam yang mengerikan dan merasakan sakit di sekujur tubuh," kata Su Qianci dengan murung. "Sebagai tambahan, kamu ¡­ kita melakukan hal itu telah begitu lama, jadi aku juga terluka di bawah sana. Bagaimana aku bisa tahu apakah itu karena kamu atau orang lain?" Li Sicheng bertanya, "Bagaimana ini menjadi salahku?" "Ini salahmu!" Su Qianci menggeram, menatap dirinya. Sepertinya istrinya ini akan menangis lagi jika dirinya tidak mengakuinya. Li Sicheng tertawa kecil dan dengan cepat berkata, "Baiklah, salahku, ini salahku." Sungguh sebuah jawaban yang sekenanya saja! Su Qianci memalingkan wajahnya dan tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Li Sicheng membungkuk dan menatapnya, berbisik, "Kamu tidak menangis lagi?" Wanita itu memalingkan wajahnya, menghindari dirinya. Li Sicheng mendekatinya lagi, mencoba untuk mendapatkan sebuah ciuman. Su Qianci memalingkan kepalanya lagi. Percobaan berikutnya masih gagal. Pria itu berhenti mencoba dan mencium leher istrinya sebagai gantinya, membuat wanita itu menjerit. "Aku terbakar di dalam sini." Li Sicheng meraih tangan Su Qianci dan mengulurkannya ke bawah. "Aku sudah kelaparan begitu lama, dan sudah waktunya untuk makan, Nyonya Li." "Tunggu sebentar." Su Qianci mendorong suaminya. "Ketika aku pingsan, aku merasakan seseorang sedang melepas pakaianku. Aku yakin itu bukan halusinasi." Li Sicheng berhenti dan berkata dengan tenang, "Aku pikir itu mungkin Rong Haiyue." "Dia? Melepas pakaianku?" "Ya, dia menyelamatkanmu pada saat tenggelam dan melepas sweter dan jaketmu. Dia terluka pada saat itu." Meskipun merasa sedikit kesal. Su Qianci mengetahui bahwa akan jauh lebih mudah untuk menyelamatkan dirinya tanpa beban dari pakaian yang basah kuyup. "Aku mengerti ¡­." Su Qianci mengerti. "Dia telah menyelamatkanku." "Aku tahu ¡­." Tubuhnya bergetar di bawah sentuhan suaminya. Li Sicheng menciumnya dengan ringan dan berkata dengan suara parau, "Saat Tahun Baru Imlek, kita akan pergi ke ibu kota dan berterima kasih padanya secara langsung." "Oke ¡­ ah ¡­ jangan sentuh itu ¡­." "Bagaimana kalau di sini?" "Mmmm ¡­." Li Sicheng menarik celana Su Qianci ke bawah dan melepas bajunya serta melepas bajunya sendiri. Su Qianci merasa sedikit kedinginan dan menarik selimut ke atas tubuh suaminya. Menyusup kembali ke bawah selimut, dia teringat akan sesuatu yang lain dan bertanya, "Di mana Tang Mengqing sekarang?" Tang Zhenghao telah menggelapkan uang perusahaannya dan melarikan diri; Nyonya Tang berada di dalam penjara; Tang Mengying sangat menderita; dan di mana Tang Mengqing? "Dia tinggal bersama keluarga pamanku." Kulit Li Sicheng menempel pada kulitnya, suaminya berkata, "Dia berteman baik dengan Weiya." "Oh begitu ¡­." "Kamu sedang memikirkan orang lain sekarang? Hah?" Li Sicheng melipat kaki istrinya ke atas dan menggodanya. Su Qianci masih merasa tidak percaya. Dia mendorong suaminya menjauh dan bertanya, "Apakah kamu yakin tentang apa yang baru saja kamu katakan? Aku tidak ¡­." Li Sicheng menyingkirkan tangan istrinya dan mendorong. Membungkuk ke depan, dia berbisik, "Kamu tidak diperkosa, tetapi akan." Wanita itu mengerang. Mendengar jawaban suaminya, dia mendorongnya pergi. "Kamu mengerikan!" "Tidakkah kamu menikmatinya?" Li Sicheng bertanya, mendorong kejantanannya hingga masuk seluruhnya ke dalam. "Tidak ¡­ ah ¡­." Sambil menghujamkan kejantanannya ke dalam tubuh Su Qianci semakin keras, pria itu mengisap daun telinga istrinya dan berbisik mesra ke telinganya, "Kamu tidak bersungguh-sungguh." Chapter 412 - Sayang, Sayang, Sayang! Li Sicheng menggertakkan giginya, berganti pakaian, dan mengangkat Su Qianci dengan lengannya tanpa bersuara. Wanita itu menatapnya, merasa bersalah. Meraih kerah baju suaminya, dia tampak seperti seorang anak nakal yang tertangkap, berbisik, "Aku bisa berjalan sendiri." "Diamlah." Li Sicheng merasa resah. Membawa istrinya turun ke lantai bawah, pria itu hanya mengambil kunci mobil dan dompetnya sebelum berjalan ke mobilnya. Su Qianci berhenti berbicara. Dia telah mendengar bahwa seorang pria yang merasa tidak puas adalah makhluk yang paling menakutkan di dunia. Seberapapun terangsangnya suaminya, Li Sicheng masihlah waras. Pria itu menurunkannya di kursi depan dengan hati-hati dan kemudian duduk di kursi pengemudi. Mengambil sebungkus rokok dari kompartemen mobil, Li Sicheng menyalakan satu batang rokok dan mengisapnya dalam-dalam sebelum dia menyalakan mobil. Su Qianci sudah merasa lebih baik. Melihat pemandangan kota kembali di luar jendela, dirinya merasa agak emosional. Dia telah menghidupkan kembali kehidupan ini untuk sementara waktu sekarang. Rasanya seperti sebuah mimpi. Setelah beberapa saat, dia melirik ke arah Li Sicheng. Suaminya masih memiliki rokok terselip di antara bibirnya. Menyadari lirikan Su Qianci, pria itu balas melirik ke arahnya dan menurunkan rokoknya untuk mengembuskan asapnya dengan perlahan. Pada malam musim dingin ini, wajahnya ditutupi oleh asap putih, membuat wajahnya yang tegas tampak lebih dingin. Itu adalah sebuah perjalanan yang hening. Ketika mereka sampai di rumah sakit yang terdekat dengan lingkungan Yuxiu, sekitar 20 menit kemudian. Angin dingin telah menenggelamkan sebagian besar gairah pria itu. Li Sicheng ingin menggendongnya keluar dari mobil, tetapi Su Qianci berpikir itu terlalu memalukan dan bersikeras untuk berjalan. Li Sicheng menyerah dan memeriksakan istrinya ke dokter kandungan. Setelah serangkaian tes, dokter itu memandangnya dengan aneh. "Kapan Anda mulai merasa tidak nyaman?" Su Qianci tersipu malu dan mengatakan hal yang sebenarnya. Dokter itu mendorong kacamatanya naik ke hidungnya. "Kapan terakhir kali Anda menstruasi?" "Nggg ¡­ lebih dari 20 hari yang lalu." "Apakah biasanya tepat waktu?" "Ya, entah itu satu hari lebih awal atau satu hari lebih lambat ¡­." "Baik." Dokter itu kemudian menyuruh seorang perawat melakukan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Su Qianci. Perawat itu cepat-cepat pergi. Ketika perawat itu kembali, dia menyerahkan sebuah kotak kepada Su Qianci. "Lakukanlah sebuah tes." Melihat namanya di kotak tersebut, Su Qianci tertegun. Tes kehamilan? Su Qianci pergi ke kamar mandi dan menggunakan alat tes itu seperti yang diperintahkan. Ketika melihat dua buah garis merah itu, dia tercengang dan kemudian melakukan dua buah tes lainnya. Dua dari tiga tes itu menunjukkan hasil berupa dua garis merah yang jelas, dan yang satunya lagi menunjukkan sebuah garis merah yang samar di samping sebuah garis merah yang jelas. Dirinya tidak mengetahui bagaimana dia berjalan keluar dari kamar mandi. Saat melihat Li Sicheng dari kejauhan, dia berkedip dan memanggil, "Sayang." "Ya?" Tercium aroma tembakau di pakaian Li Sicheng. Jelas dia merokok lagi. Mendengar jawaban suaminya, dia menjerit dan melemparkan dirinya ke arahnya, mengunci lengannya di leher Li Sicheng. "Sayang, sayang, sayang ¡­." Reaksi pertama Li Sicheng adalah merengkuh Su Qianci ke dalam pelukannya. Dia menunduk dan bertanya dengan sebuah suara pelan, "Ada apa?" Su Qianci memeluk suaminya dengan erat dan tiba-tiba melepaskannya. Meraih tangannya, wanita itu berkata dengan serius, "Aku punya sesuatu yang penting untuk dikatakan padamu." Li Sicheng mengangkat alisnya dan melirik ke arah tangan istrinya. Su Qianci menyembunyikan benda itu di belakang punggungnya, pura-pura terlihat kesal. "Apa itu?" Pria itu mengulurkan tangan untuk menangkap tangan istrinya. Su Qianci menghindar dan berkata, "Jangan bergerak. Berdiri diam." "Oke." Li Sicheng berdiri diam, menatap istrinya. Su Qianci menunjukkan sebuah alat tes kehamilan padanya dan bertanya, "Kamu tahu apa ini?" "Sebuah tes AIDS?" Chapter 413 - Menusuk Mendengar itu, kegembiraan Su Qianci segera menghilang. Dia melemparkan sebuah pukulan tinju pada suaminya. Mata dingin Li Sicheng menjadi lembut saat dia meraih tinju istrinya. Setelah serangannya gagal, Su Qianci menendang pria itu. Kali ini, suaminya tidak menghindar. Dengan sebuah senyum, wajah Li Sicheng tampak bersinar. Dia mengulurkan tangan untuk menarik Su Qianci ke dalam pelukannya dan mengambil alat tes di tangan istrinya itu. Kedua garis merah itu membuat dirinya teramat senang. Senyumnya semakin merekah. Merasa geram, Su Qianci memukul dada suaminya. "Dasar bodoh!" Li Sicheng memeluknya dari belakang dan menunduk menatap istrinya, berbisik, "Sungguh, aku tidak tahu bahwa ini adalah sebuah alat tes kehamilan." Mendengar itu, suasana hatinya yang buruk menghilang. Su Qianci meremas wajah suaminya dan berkata dengan marah, "Kamu membodohiku!" Pria itu tertawa. Sambil memegang tangan istrinya, dia berkata, "Kamulah yang mencoba mempermainkanku terlebih dulu, Nyonya Li." Melihat senyum yang langka terlihat di wajah suaminya, Su Qianci terkekeh-kekeh. "Apakah kamu mengetahui hal itu dari awal?" "Aku melihat perawat mengambil alat tes kehamilan itu." Itulah sebabnya! Su Qianci merasa agak kecewa dan memberi suaminya sebuah dorongan ringan. "Tidak bisakah kamu berpura-pura terkejut denganku?" "Kenapa aku harus berpura-pura?" Mata Li Sicheng berkilauan, seolah-olah kedua mata itu bisa mengisap wanita itu. Dia tidak bisa menahan diri untuk menyentuh perut istrinya. Su Qianci tertawa dengan gembira dan melepaskan tangan suaminya. "Sekarang aku harus menemui dokternya." "Benar." Li Sicheng mengawasinya masuk ke dalam ruangan dan ketenangan dirinya akhirnya pecah. Sambil memukul pahanya, dia merasa akan kehilangan akal sehatnya. Su Qianci hamil, istrinya hamil! Dia akan menjadi seorang ayah! Kejutan yang tiba-tiba ini membuat jantungnya berdetak kencang. Dia hampir ingin berteriak. Di bawah tatapan orang-orang, Li Sicheng mengeluarkan ponselnya dan pergi ke tangga. Dia segera menekan nomor ponsel sahabatnya. Sudah lewat pukul 10 malam. Ou Ming menyelinap ke kamar mandi dengan sekotak kondom yang baru dibeli dan beberapa buah jarum baru yang stafnya dapatkan dari rumah sakit atas perintah dirinya. Dia sudah siap untuk menusuk beberapa buah lubang. Sebuah suara yang tiba-tiba terdengar membuat dirinya melompat. Menyadari bahwa itu adalah suara ponselnya, Ou Ming menjadi rileks. Dia selalu merasa sangat gugup ketika dirinya mencoba untuk melakukan sesuatu yang buruk. Setelah menyeka pelumas yang bocor dari kemasan kondom, dia mengeluarkan ponselnya dari sakunya. Melihat bahwa telepon itu berasal dari Li Sicheng, dia merasa sedikit bosan. Segalanya berjalan sangat baik untuk sahabatnya baru-baru ini. Dia tidak mau mendengarkan suaranya. Matikan telepon! Ou Ming melihat ke bawah dan melanjutkan menusuk. Namun, Li Sicheng menelepon tanpa henti. Terlepas dari ketidaksabarannya, Ou Ming mengangkatnya. "Halo?" "Ha ha ha ha ha ¡­ Ou Ming!" Ou Ming bergidik. Memeriksa peneleponnya, dia ragu apakah itu benar-benar Li Sicheng? "Apa yang salah denganmu?" Dia berteriak marah dan mengembalikan kondom yang rusak itu ke dalam kotaknya. "Kau berteriak seolah-olah akan melahirkan." Mendengar itu, Li Sicheng tidak bisa menahan tawanya lagi. Ou Ming dengan segera menutup teleponnya. Kapan pun pria ini tertawa, itu bisa berarti sesuatu yang sangat bagus atau sesuatu yang mengerikan. Menilai dari suara tawanya yang tak berotak, itu pastilah sesuatu yang bagus. Dan Ou Ming tidak tertarik untuk mendengarkannya! Chapter 414 - Hehe Jika itu sesuatu yang mengerikan, Ou Ming akan sangat tertarik. Kali ketiga ponsel itu berdering, dia memilih untuk tidak mengangkatnya. Setelah menyingkirkan barang bukti, dia perlahan memasukkan kondom-kondom itu ke dalam sakunya. Melihat bahwa Yu Lili masih tertidur, dia menaruh kondom itu di tempat yang seharusnya. Mengendap-endap ¡­. Saat mendengar nada dering yang akrab, Yu Lili terbangun. Ou Ming hampir ingin membunuh Li Sicheng pada saat ini. Melihat wajah Yu Lili yang terkejut, dia membanting laci itu hingga tertutup dan berdiri, berkata dengan nada suara tanpa usaha, "Baru saja menyetok." Yu Lili memutar matanya. "Kau tidak mau melakukannya lagi, kan? Seks sebanyak ini bisa membunuhmu." Mendengar itu, Ou Ming melemparkan dirinya ke arah wanita itu dan tertawa. "Apakah kau tega membunuhku?" "Enyahlah!" Yu Lili menendang pria itu menjauh tanpa ampun. "Angkat teleponnya. Suara berisik itu membunuhku." Ou Ming berjalan menjauh dan menghela napas lega. Sepertinya Yu Lili tidak mencurigai apa pun. Sangat menakutkan! Dia mengangkat telepon dan berkata dengan tidak sabar, "Jangan kehilangan akal sehatmu saat tengah malam. Ini tidak baik untuk keharmonisan masyarakat." "Istriku hamil!" Ou Ming diam saja. Pukulan kritis. "Istriku hamil! Istriku hamil! Istriku hamil!" Ou Ming tetap diam. "Apakah kau mendengarku? Istriku hamil!" "Oh hehe ¡­ bodoh!" Ou Ming menutup teleponnya. Melihat Ou Ming mencibir, Yu Lili bertanya dengan penasaran, "Untuk apa Li Sicheng meneleponmu?" "Dia bilang istrinya hamil." Yu Lili bertanya, "Bukankah itu kabar baik? Kenapa kau memarahinya?" "Aku tidak punya seorang istri." Wanita itu tidak menanggapi. "Aku bahkan tidak punya seseorang untuk dihamili." Yu Lili masih diam saja. Ou Ming melemparkan dirinya ke arahnya itu dan menciumnya dengan mengebu-gebu. Wanita itu meronta-ronta dan berteriak, "Hei, Ou Ming. Kita bilang dua kali! Jika kau terus melakukan ini, aku akan berhenti." Ou Ming berhenti dan memeluk wanita itu sebagai gantinya. "Baiklah, aku akan membiarkanmu tidur." "Jangan sentuh aku! Hei, sekarang kau menciumku! Pergi, pergi! Ou Ming!" Su Qianci tidak memakan apa-apa pada saat makan malam dan perutnya keroncongan setelah perjalanan ke rumah sakit. Dia tiba-tiba mengidam bubur makanan laut, jadi Li Sicheng mengemudi berkeliling sebentar sebelum mereka menemukan sebuah restoran yang menjualnya.Tempat itu adalah bisnis untuk camilan malam, jadi dia memesan barbeku, bubur, dan camilan kecil. Dengan sebuah senyum rahasia, Li Sicheng melihat-lihat kontaknya dan menghubungi semua orang yang bisa dia pikirkan. Dirinya telah menyombongkan tentang hal itu kepada setiap temannya, baik domestik atau pun luar negeri. Ketika dia menghubungi rumah tua itu, Li Sicheng menyeringai seperti orang bodoh. Melihat senyum suaminya, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk tersenyum juga. Qin Shuhua merasa terkejut sekaligus senang. Dia meminta untuk berbicara dengan Su Qianci dan memberitahunya banyak hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Kakek, di sisi lain, memperingatkan Li Sicheng dengan serius, "Anak muda, menahan diri itu kejam tetapi sangat krusial!" Kakek berbicara melalui pengeras suara, jadi Su Qianci juga mendengar hal itu. Dirinya tersipu malu. Li Sicheng memeriksa kontaknya dan kemudian melihat jam. "Luo Zhan tinggal di sekitar sini. Aku akan memintanya untuk bergabung dengan kita." Kemudian, dia menghubungi Luo Zhan. Su Qianci kemudian teringat bahwa Lu Yihan juga tinggal di sekitar restoran ini. Sebagai seseorang yang eksentrik, Luo Zhan sedang melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan seseorang yang eksentrik pada jam seperti ini. Mendengar ponselnya berdering, tangannya bergetar ¡­. Sial! Chapter 415 - Kapan Kalian Berdua Berkencan Melihat tim lawannya sudah melakukan pembunuhan kelima, Luo Zhan berteriak marah dan hampir membanting ponselnya. "Liburan musim dingin si*lan! Semua rekan timku adalah murid-murid sekolah dasar. Kalian merusak statusku!" Membuang ponsel permainannya, Luo Zhan mengambil ponselnya yang lain yang sedang berdering dan berteriak, "Halo!" Li Sicheng memicingkan matanya dan bertanya dengan nada suara yang berbahaya, "Di mana kau?" Luo Zhan dengan segera terdiam dan berkata, "Di rumah." "Aku berada di restoran bubur dekat rumahmu. Kemarilah." Sebuah perintah bukannya sebuah pertanyaan. Sangat Li Sicheng. "Camilan malam?" "Ya." "Aku akan segera ke sana." Luo Zhan meletakkan ponselnya dan dengan cepat mengenakan jaket lalu pergi. Ketika Li Sicheng menutup telepon, dia menemukan Su Qianci juga sedang menelepon. Wanita itu berkata, "Halo, Yihan?" Lu Yihan? Li Sicheng merasa sedikit kesal. Sambil mengerutkan bibirnya, dia menatap istrinya. Su Qianci berkedip dan melanjutkan bertanya, "Di mana kau?" Lu Yihan sedang joging ketika dia menerima telepon itu. Sambil terengah-engah, dia bertanya, "Aku sedang joging. Semuanya baik-baik saja?" "Aku berada di restoran bubur dekat rumahmu. Datanglah ke sini kalau ada waktu sebentar. Ada yang ingin kukatakan padamu." "Oke." Lu Yihan memeriksa ke sekelilingnya. "Beri aku 10 menit." "Baiklah. Sampai jumpa di Ruangan 88." "Oke, sampai nanti." Lu Yihan menutup teleponnya dan mulai berlari lagi, jauh lebih cepat sekarang. Di restoran bubur yang diceritakan Su Qianci kepadanya, Lu Yihan berhenti, mengatur napasnya, dan kemudian berjalan masuk. Di pintu, dia ditabrak dari belakang. Lu Yihan hampir terjerembab. Dia berbalik dan melihat seorang pria berjaket abu-abu dengan tudung yang terpasang. Rambutnya agak berantakan di bawah tudung itu. Pria itu meminta maaf kepada Lu Yihan, "Maaf, maafkan aku." Lu Yihan melirik ke arahnya dan mendapati bahwa pria itu tidak asing. Tiba-tiba raut wajahnya terlihat aneh. "Itu kau?" Luo Zhan juga mengenali Lu Yihan. Pria itu mengenakan sebuah setelan olahraga berwarna biru tua, dan sepatunya adalah sepatu Jordan biru tua keluaran terbaru. Dia terlihat ¡­ lumayan keren! "Kebetulan sekali!" Luo Zhan dengan cepat melambaikan tangannya, "Kenapa kau berada di sini selarut ini?" Suatu kebetulan? Jika orang lain yang mengatakan itu, dia mungkin akan memercayainya. Pria ini ¡­ Lu Yihan memiliki sebuah perasaan buruk tentang Luo Zhan sejak pandangan pertama. Dia berbalik dan memutuskan untuk tidak memperhatikannya. Lu Yihan bertanya kepada pelayan, "Di mana Ruangan 88?" "Silakan lewat sini." Pelayan itu membawa Lu Yihan menyusuri lorong. Namun, Luo Zhan dengan segera mengikuti mereka. Lu Yihan merasa sedikit terganggu, berhenti berjalan, dan berkata dengan tidak sabar, "Kenapa kau mengikutiku?" "Ya, kebetulan aku juga akan pergi ke Ruangan 88. Kenapa kau tidak bilang kau yang mengikutiku? Omong kosong!" Luo Zhan mengejek dan melewatinya untuk mendorong pintu hingga terbuka. "Bro, kenapa kau memanggilku selarut ini? " Li Sicheng sedang mengupas sebuah udang untuk Su Qianci dengan gerakan yang lambat dan anggun. Melihat Luo Zhan dan Lu Yihan muncul bersamaan, Li Sicheng tertawa menggoda, "Kapan kalian berdua berkencan?" Su Qianci hampir menyemburkan udang yang baru saja dimakannya. Sambil menutup mulutnya dengan sebuah serbet, dia tampak terkejut. Chapter 416 - Tidak Keren Tidak mungkin! Luo Zhan sangat mungkin gay. Apakah Lu Yihan ¡­ juga berubah? "Pelan-pelan," Li Sicheng menuangkan secangkir teh untuk Su Qianci. Mendengar itu, Lu Yihan berjalan masuk dengan raut wajahnya yang menjadi kelam. "Kenapa kau tidak memakai kacamata?" Su Qianci mendorong sebuah kursi ke arah Lu Yihan agar pria itu duduk. Raut wajah Lu Yihan melembut ketika dia duduk di sebelah Su Qianci dan berkata, "Aku menggunakan lensa kontak." "Kau harus memakainya lebih sering. Kau terlihat cukup tampan tanpa kacamata." Lu Yihan tersenyum dan berkata, "Akan kulakukan." Sudah lama sekali sejak dirinya terakhir kali bertemu Su Qianci. Wanita itu tidak terlihat baik. Menggerak-gerakkan bibirnya, dia berkata dengan sebuah nada suara yang aneh, "Kau kehilangan berat badan." Mendengar nada suara Lu Yihan yang penuh perhatian, Li Sicheng merasa tidak enak hati. Dengan cepat mengupas udang dan mencelupkannya ke dalam saus, dia menyuapi Su Qianci, "Sayang, buka mulutmu." Su Qianci menggigit sepotong kecil, dan Li Sicheng memasukkan sisa udang itu ke dalam mulutnya sendiri. Dia kemudian melirik ke arah Lu Yihan dengan setengah hati, ketenaran Lu Yihan pun meredup. "Ya Tuhan, mengerikan!" Luo Zhan menutupi kedua matanya. "Tidak keren bagi kalian berdua untuk pamer seperti ini." Pelayan itu menuangkan teh untuk mereka sambil tersenyum. Luo Zhan dengan segera meminumnya dan berkata, "Kau hanya menghubungiku ketika kau membutuhkan sesuatu. Kalian mengundangku untuk camilan malam, kau pasti membutuhkan diriku untuk melakukan sesuatu." Lihat, dia mengenal Li Sicheng dengan sangat baik! Mungkin ini adalah sebuah kesempatan untuk mendapatkan sejumlah keberuntungan. Li Sicheng menyesap tehnya dan berkata dengan perlahan, "Tidak ada. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa Nyonya Li sedang hamil, dan aku akan menjadi seorang ayah." Luo Zhan menatap pria itu. Li Sicheng mengencangkan cengkeramannya di cangkir teh dan melirik istrinya, matanya menjadi gelap. Menyadari tatapan suaminya, Su Qianci tersenyum dan mengangguk, "Lu Yihan, aku hamil." Hati Lu Yihan bergetar. Dia memaksakan sebuah senyum dan berkata dengan nada suara yang ceria, "Bagus sekali. Apakah aku bisa menjadi ayah baptis atau semacamnya?" "Ya!" Su Qianci memegangi perutnya ketika wajahnya yang pucat bersinar dalam kebahagiaan. "Tentu saja." Mata Li Sicheng bahkan menjadi lebih kelam. Dia menyesap teh dari cangkirnya. Dia dengan jelas menyadari bahwa senyum Lu Yihan agak kaku. "Sini, aku akan memperkenalkan kalian berdua," Su Qianci memandang Lu Yihan. "Luo Zhan, ini teman baikku, Lu Yihan." "Kami sudah pernah bertemu," Luo Zhan merengut, "Dia juga mengenal wanitanya Ou Ming." "Tentu saja. Kita semua adalah teman sekelas dan sering bermain bersama." Su Qianci memandang Lu Yihan. "Benar kan? Yihan?" "Ya, kami sangat dekat." Ketika dirinya mengatakan hal itu, Lu Yihan melirik Li Sicheng dan tersenyum. Li Sicheng dengan jelas menyadari provokasi itu dan mengangkat sebelah alisnya. Menyadari kecanggungan itu, Luo Zhan dengan cepat berkata, "Kita tentu saja harus minum pada saat yang berbahagia seperti ini." Sebelum ada yang menanggapi, dia memanggil, "Pelayan, dua lusin bir." "Dua lusin?" Su Qianci terkejut. "Tuan Li mempunyai masalah perut dan tidak boleh minum bir. Itu terlalu dingin." "Berhentilah pamer!" Luo Zhan terlihat cemburu. "Sedikit bir tidak akan membunuhnya." Chapter 417 - Ayo Pergi Ke Tempatku "Tentu saja." Li Sicheng memandang Su Qianci dan menghiburnya dengan diam-diam, "Aku hanya akan minum sedikit." Su Qianci tak bisa berkata apa-apa. Li Sicheng kemudian melirik Lu Yihan. "Apakah kau ingin minum juga, Ayah baptis Lu? Ayah kandung akan bertanding denganmu." Tangan Lu Yihan bergetar, dia mendongak dan melihat raut wajah menggoda Li Sicheng. Pria ini mengatakan hal itu dengan sengaja! Ayah baptis? Ayah kandung? Ha ha ha ¡­. "Tentu!" Lu Yihan memukul meja. Melihat sang pelayan membawa dua lusin bir, dia melambaikan tangannya. "Buka semuanya." Su Qianci merasa terkejut dan menarik lengan baju Li Sicheng, "Jangan minum terlalu banyak." "Aku tahu apa yang aku lakukan," dia menghibur istrinya sambil diam-diam menghitung. "Ini, untuk ayah kandung bayinya!" Lu Yihan menuangkan segelas bir, menatap Li Sicheng. Luo Zhan berkata dengan jijik, "Satu gelas? Kau setidaknya harus menghabiskan satu botol untuk menunjukkan rasa hormat kepada ayahnya." Lu Yihan tidak menanggapi. "Ini, untuk ayah baptis bayinya." Li Sicheng mengambil sebotol bir dan menenggaknya. Pipinya merah padam, Lu Yihan mengambil sebuah botol dan berkata, "Ini dua botol." Setelah meminum habis satu botol, Lu Yihan meminum satu botol lagi. Su Qianci terkejut, "Sangat mudah mabuk jika seperti ini." Lu Yihan memandang wanita itu dan raut wajahnya melembut, "Tidak apa-apa. Aku peminum yang lebih baik daripada yang kau pikirkan." Li Sicheng menjadi marah dan mencibir dalam hati, "Beri kami dua lusin lagi." Dalam waktu kurang dari setengah jam, ketiga pria itu sudah menghabiskan enam lusin bir. Namun, sebagian besar bir diminum oleh Luo Zhan dan Lu Yihan. Setelah Li Sicheng minum tiga atau empat botol, Su Qianci melarangnya untuk minum lagi. Dan juga, Li Sicheng memiliki alasan yang sempurna karena harus menyetir. Menyingkir, dia melihat kedua pria itu bertanding, dengan istrinya dalam pelukannya. Baik Luo Zhan dan Lu Yihan adalah peminum biasa. Setelah minum sebanyak itu dalam waktu singkat, mereka mabuk dan mulai menyombongkan diri. Dengan satu kaki di kursi dan satu tangan terangkat, Luo Zhan berkata, "Aku memberitahumu, di sekolah aku adalah salah satu lelaki paling tampan. Lihat wajahku? Lumayan, kan? Hanya karena aku terlalu banyak persyaratan sehingga aku belum menemukan seorang kekasih ¡­. Kedua kakak iparku bahkan berpikir aku ¡­ gay. Dan kau ¡­. Kau juga curiga bahwa aku ¡­." Dengan wajah yang terkubur dalam pelukannya, wajah Lu Yihan memerah, "Berhenti menyombongkan diri. Berbicara tentang sekolah ¡­. Ketika aku masih mahasiswa, seseorang mengejarku hingga ke rumah. Qianqian tahu itu ¡­. Tanyakan padanya." Su Qianci terkekeh-kekeh, "Itu tidak seberapa dibandingkan dengan fakta bahwa Yihan dinilai sebagai peretas terbaik di kampus. Dia benar-benar hebat." Luo Zhan mencibir dan melihat ke arah langit-langit ruangan. Dia berkata dengan suara putus-putus, "Ketika aku masih mahasiswa, aku adalah seorang peretas ¡­ internasional. Peretas terbaik di kampus bukanlah apa-apa." "Apakah kau mengangkat dagumu ke arahku?" Lu Yihan duduk tegak, terlihat menghina. Dengan kedua tangan di atas meja, Luo Zhan meraung, "Ya, aku melakukannya ¡­. Aku adalah hacker Z." "Itu hanya karena aku tidak ingin menggunakan bakatku di bidang itu. Kalau tidak, apakah kau pikir ada orang yang tahu namamu? Naif." "Ahhhh," geram Luo Zhan ketika dia meletakkan botol bir itu di atas meja, "Sepertinya kau bersikeras menantangku hari ini." "Aku tahu bagaimana menyombongkan diri seperti yang kau lakukan ¡­." Lu Yihan mencibir. "Tidak ada gunanya berdebat," kata Li Sicheng sambil menuangkan segelas air untuk Su Qianci. "Sebuah pertarungan bisa menyelesaikan segalanya. Luo Zhan memiliki beberapa komputer di tempatnya." "Itu benar. Ayo pergi ke tempatku!" Luo Zhan berjalan keluar dan melengkungkan jarinya ke arah Lu Yihan. "Ayo pergi. Apakah kau berani melawan aku?" "Ha ¡­. Ayo pergi. Aku tidak takut padamu." Chapter 418 - Sebuah Pertarungan Antar Laki-laki Luo Zhan berjalan terhuyung ke arah Lu Yihan dan melingkarkan tangannya di pundak pria itu. Lu Yihan tertawa tanpa belas kasihan. "Kau bahkan tidak bisa berdiri tegak. Apa-apaan ¡­ apa gunanya sebuah pertarungan?" "Kaulah yang ¡­ bergoyang." "Ayo pergi sekarang. Aku perlu tidur setelah mengalahkanmu." "Aku akan mengalahkanmu dalam sekejap, aku katakan padamu." "Aku tepat di belakangmu!" Ketika kedua pria itu berjalan terhuyung bersama, mereka berbau alkohol. Su Qianci menatap mereka berdua, merasa khawatir. Dia mendorong Li Sicheng dan berkata, "Kau sengaja melakukannya. Mereka memang mabuk. Pergilah untuk melihatnya" "Tidak ada yang bisa dilihat. Ini hanya sebuah kompetisi." Li Sicheng tidak peduli sama sekali. "Kamu sudah kenyang? Haruskah kita pulang?" Su Qianci menatap suaminya dan menyusul Luo Zhan dan Lu Yihan. Kedua orang itu sudah keluar dari restoran, saling menopang satu sama lain. Di luar sedikit dingin, dan dia meninggalkan jaketnya di dalam ruangan. Merasa kedinginan, dia menjulurkan kepalanya dan menemukan kedua pria itu sudah menghilang. Dia berjalan berkeliling dan menemukan mereka berdua sedang berbaring di rumput. Luo Zhan berada di atas Lu Yihan. "Apakah kau baik-baik saja?" Su Qianci menjerit dan membantu Lu Yihan berdiri. Meskipun sedang mabuk, Lu Yihan mengenali suara wanita itu. Dia membuka matanya dan bangkit berdiri. Sambil menggelengkan kepalanya, dia tertawa pada Su Qianci. "Qianqian ¡­." "Kau mabuk. Aku akan mengantarmu pulang." "Tidak!" Luo Zhan berteriak dan menendang Lu Yihan. "Kita belum bertanding ¡­. Apakah kau ingin melarikan diri? Pe ¡­ pengecut ¡­." Lu Yihan menjadi marah dan menendang balik. "Bangun. Ayo lakukan. Ayo pergi sekarang juga." Su Qianci menarik Lu Yihan kembali dan berkata, "Yihan, berhenti. Kau harus pulang." "Tidak, Qianqian, kau tidak mengerti. Ini sebuah pertarungan antar laki-laki." Lu Yihan melambaikan tangannya. "Benar. Ini sebuah pertarungan antar laki-laki!" Luo Zhan bangkit berdiri dan meraih tangan Lu Yihan. "Jangan kabur. Ayo pergi." "Aku tidak kabur si*lan. Ayo pergi." Lu Yihan ditarik ke arah rumah Luo Zhan. Melihat kedua orang itu pergi, Su Qianci berteriak, "Li Sicheng!" Tidak ada jawaban. Su Qianci berlari menuju ke restoran bubur itu dan menemukan Li Sicheng sedang berjalan perlahan dengan jaket milik dirinya. Dia berjalan menghampiri dan berkata dengan cemas, "Cepat. Mereka pergi." Sambil melirik, Li Sicheng berkata tanpa berpikir, "Mereka menuju ke arah yang benar, jadi mereka pasti bisa pulang ke rumah." Su Qianci berkata dengan marah, "Sesuatu yang buruk akan terjadi saat mereka berdua bersama-sama!" "Mereka berdua adalah lelaki dewasa. Apa yang mungkin terjadi?" Li Sicheng meremas wajah istrinya. "Tenang, mereka berdua adalah laki-laki normal." Lu Yihan bahkan menyukai Su Qianci, jadi dia pastilah seorang lelaki normal. Dan Luo Zhan seharusnya ¡­ normal juga. Su Qianci melirik suaminya dan berkata, "Aku tidak khawatir tentang hal itu, tetapi takut kalau mereka berdua terlalu mabuk untuk pulang." "Kalau begitu mari kita cari tahu dengan mengikuti mereka." Li Sicheng meremas hidung istrinya. "Aku akan pergi mengambil mobil." "Baiklah." Li Sicheng dengan cepat mengemudi bersama Su Qianci untuk mengikuti kedua lelaki itu. Melihat mereka berdua memasuki lingkungan rumah Luo Zhan, Su Qianci merasa tenang. "Nyonya Li, mari kita pulang." Dia mengangguk. Chapter 419 - Kau Bisa Melakukannya Atau Tidak? Tarik Keluar Kedua pria itu berjalan naik ke atas dengan tangan yang bertengger di bahu satu sama lain. Luo Zhan mulai mencari-cari di dalam sakunya. Bersandar di dinding yang dingin, Lu Yihan sedang menunggunya untuk membukakan pintu dengan kepala yang terasa sakit. Setelah beberapa saat, Luo Zhan masih tidak berhasil menemukan kuncinya. Berdiri diam, dia terlihat agak panik. Lu Yihan menjadi tidak sabar dan melambaikan tangannya. "Kau bisa melakukannya atau tidak? Tarik keluar." Luo Zhan bersendawa dan menggeledah semua sakunya. "Aneh sekali. Di mana kunciku?" Lu Yihan menarik pria itu mendekat dan mencoba mencari di dalam sakunya. Ting! Dengan suara pintu lift yang terbuka, seorang gadis berjalan keluar sambil membawa sebuah ransel. Dia memutar kuncinya dan membuka pintu. Baik Lu Yihan maupun Luo Zhan tidak memperhatikannya. Setelah Lu Yihan mencari di saku jaket Luo Zhan, dia mencari ke bawah dan merasakan sesuatu yang keras. Namun, celana Luo Zhan terlalu ketat sehingga tangan Lu Yihan terjebak di dalamnya. "Hei, rileks. Aku tidak bisa mengeluarkannya." Saat mendengar itu, gadis itu melirik ke arah mereka. Dari sudut pandangnya, dia bisa melihat seorang pria berada di atas tubuh pria yang lainnya. Luo Zhan berseru, "Kau tarik keluar. Aku sudah rileks." "Ini akan patah. Turunkan kakimu." Mata gadis itu menyala. Dia cepat-cepat berjalan masuk ke dalam, mengintip melalui pintu. Akhirnya, Lu Yihan berhasil mengeluarkan tangannya dengan kunci-kunci yang tergantung di jarinya. Gadis itu tersipu malu. "Ha, jadi mereka sedang membicarakan tentang kunci-kunci itu. Kupikir itu sesuatu yang lain ¡­." Kemudian, Lu Yihan memutar kunci itu untuk membuka pintunya. Begitu pintu terbuka, dia disambut dengan aroma khas apartemen seorang pria lajang. Kaus, kaus kaki, dan syal menumpuk berserakan di sofa. Ketika berjalan lebih jauh ke dalam, dia melihat sebuah meja panjang dengan tiga buah komputer yang dimodifikasi. Tempat sampah terisi dengan kotak-kotak bekas makanan. Saat melihat ke bagian atas, dia melihat berbagai macam mi instan, Kang Shifu, Tong Yi, dan beberapa merek yang belum pernah dilihat Lu Yihan sebelumnya. Sebagai tambahan, ada makanan pasangan mi instan seperti sosis ham dan kimchi ¡­. Lu Yihan mengeluh, "Tempatmu seperti sebuah kandang anjing." Tidak, bahkan sebuah kandang anjing pun lebih bersih dari tempat ini. Luo Zhan bersendawa dan pergi ke kamar mandi. Lu Yihan melepas jaketnya dan meletakkannya di sofa. Dia meletakkan tangannya secara acak ke bawah dan memegang sebuah kaus kaki yang bau. Apa-apaan ¡­. Lu Yihan hampir menjadi marah. Melihat kekacauan ini membuat kepalanya bahkan terasa semakin sakit. Setelah dia memilah cucian kotor di sofa, dia mendengar Luo Zhan berjalan keluar, berteriak, "Pertarungan, pertarungan, pertarungan!" "Ayo kita lakukan." Lu Yihan menghina pria itu. "Kandang anjing!" Luo Zhan setuju dengan penghinaan itu dan menerimanya dengan cukup baik. Dia menyalakan komputernya dan ketiga layar itu menyala. Kemudian, Luo Zhan menemukan sebuah laptop dan melemparkannya ke arah Lu Yihan. "Kau bisa menggunakan yang ini." Saat jemari Lu Yihan menari di atas kibor, dirinya merasa semakin pusing bersamaan dengan sakit kepalanya yang memburuk. Setelah Luo Zhan menyalakan komputernya, dia tidak dapat menahan diri untuk muntah. "Jorok sekali ¡­." Lu Yihan mengeluh. Namun, saat mencium bau muntah, dirinya muntah juga. Tak satu pun dari mereka yang bisa berhenti. Lu Yihan memuntahi dirinya sendiri, jadi dia melepas kausnya. Merasa jijik, Luo Zhan terhuyung dan mengelap mulutnya dengan lengan bajunya. "Ayo pergi. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang bersih." Kemudian dia melepas kausnya dan menarik Lu Yihan ke dalam kamar tidur sebelum dia menjatuhkan dirinya sendiri ke tempat tidur. Kamar tidur itu memang jauh lebih bersih. Lu Yihan roboh di tempat tidur juga. Keduanya berbaring saling silang di tempat tidur dan langsung tertidur. Pada saat tengah malam, Lu Yihan gemetaran kedinginan. Setelah meletakkan tangannya di atas sesuatu yang panas seperti sebuah tungku, dia tertidur lagi. Chapter 420 - Nyaris Tidak Bisa Hidup Melihat itu, Luo Zhan menyeringai. "Ada pakaian di lemari. Pakailah sesuatu dan enyahlah!" Lu Yihan berjalan menghampiri, membuka lemari, dan segera mencium bau sesuatu yang busuk. Lu Yihan hampir ingin muntah. Reaksi pertamanya adalah menutup lemari itu. Sambil menahan keinginan untuk memukuli Luo Zhan, dia mengertakkan gigi, "Tidak bisakah kau hidup seperti seorang manusia?" Luo Zhan memutar matanya. "Terserah kau. Aku sangat menghargai pakaian-pakaianku." Tidak ada sistem pemanas di daerah Selatan. Ketika hujan, temperatur udara pun menurun. Dengan tubuh gemetaran, Lu Yihan melemparkan dirinya ke tempat tidur dan meraih selimut. "Hei, hei, apa yang kau lakukan? Aku bukan gay," seru Luo Zhan. Lu Yihan jauh lebih kuat darinya, jadi dia berhasil menutupi dirinya dengan selimut, yang mana langsung menghangatkan tubuhnya. Luo Zhan tidak mengenakan kaus. Saat merasakan kulit dingin Lu Yihan, dia memutuskan untuk membiarkan pria itu memakai selimut kalau-kalau orang itu mati beku, yang mana dalam hal ini dia akan digugat pasal kelalaian. Luo Zhan membuka laci di sebelah tempat tidurnya untuk mengambil sebuah selimut lain. Dia kemudian membungkus dirinya dalam selimut dan mencari-cari di dalam lemari sebelum dia melemparkan beberapa kaus pada Lu Yihan. Setelah merasa hangat, Lu Yihan lalu mengambil kaus-kaus itu. Melihat label pakaian itu masih menempel, dia tertawa dan berkata, "Kau merusak pakaian yang begitu mahal!" "Kau tidak menginginkannya? Kembalikan!" Kata Luo Zhan dan mengulurkan tangannya. Tidak mungkin Lu Yihan akan mengembalikan pakaian itu dan langsung mengenakannya. Namun, kaus itu agak pendek. Celananya juga agak pendek. Lu Yihan bangkit dan berdiri di sebelah Luo Zhan. Tinggi badan Lu Yihan adalah 185 cm, sedikit lebih pendek daripada Li Sicheng, tapi jelas merupakan seseorang yang tinggi. Namun, Luo Zhan ¡­. Lu Yihan menatapnya." Apakah kau bahkan 165 cm?" "Si*lan! Aku 172 cm! "Luo Zhan melemparkan tinju ke arahnya, dan Lu Yihan menunduk." Ada jaket? Dingin sekali." "Aku tidak punya jaket baru!" "Yang lama juga tidak apa-apa." Lu Yihan mengambil pakaian-pakaian itu dan berjalan keluar. Saat dia berjalan keluar, Lu Yihan hampir pingsan saat mencium bau tak sedap itu. Alisnya bertaut, Lu Yihan tidak bisa mengerti bagaimana orang itu bisa menjadi seorang peretas. Luo Zhan nyaris tidak bisa hidup! Berjalan berkeliling apartemen, Lu Yihan menyimpulkan: makan makanan yang dibawa pulang, siklus mencuci baju yang lebih dari seminggu, produk perawatan pribadi akan kedaluwarsa -- hampir tertutupi dengan debu. Dia bahkan tidak bisa melihatnya ¡­. Kepala Lu Yihan bahkan terasa semakin sakit. Melirik pakaian yang dia kenakan, dia dengan enggan mulai membereskan barang-barang. Pertama-tama dia memasukkan semua pakaian kotor ke dalam mesin cuci, dan kemudian mulai membersihkan ruang tamu. Setelah bekerja selama lebih dari dua jam, dirinya telah mencuci baju sebanyak tiga kali dan benar-benar mengubah ruang tamu itu. Merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya, Lu Yihan membuka pintu kamar dan mendapati Luo Zhan yang sedang tertidur. Dia mengambil semua barang yang ada di dalam lemari dan memotong semua labelnya sebelum memasukkan semuanya ke dalam mesin cuci, tidak mempedulikan bahannya. Setelah menjemur semua cucian di rak jemuran, Lu Yihan meninggalkan sebuah pesan: Aku melakukannya untuk membayar pakaian ini. Tidak perlu berterima kasih padaku. Luo Zhan terbangun di sore hari. Sudah lewat pukul 3 sore. Melihat ada catatan di nakasnya, Luo Zhan mengabaikannya dan pergi ke ruang tamu untuk mencari sebuah kaus. Namun, dia mendapati apartemennya sangat bersih. Luo Zhan bahkan tidak bisa membayangkan bahwa kandang anjingnya bisa terlihat seperti ini. Tumpukan baju kotor sudah menghilang. Meja, sofa, dan lantainya benar-benar berkilau. Ya Tuhan, apakah Lu Yihan benar-benar seorang lelaki? "Benar-benar ibu rumah tangga yang sempurna!" Pikirnya. Angin sepoi-sepoi yang dingin membuatnya bergidik. Tidak dapat menemukan apa pun di ruang tamu, dirinya pergi ke kamar tidur dan mendapati bahwa lemari pakaiannya juga kosong. Tiba-tiba terlintas dalam benaknya bahwa dia tidak mempunyai apa-apa untuk dipakai kecuali sebuah celana pendek. "Si*l, haruskah aku telanjang?" Chapter 421 - Membutuhkan Istriku Untuk Menghangatkan Tanganku Tahun ini lebih dingin dari biasanya. Mengenakan sebuah mantel, Su Qianci sedang belajar cara membuat dim sum dari Liu Sao. Besok adalah Malam Tahun Baru Imlek, dan dim sum digunakan untuk menghormati leluhur. Qin Shuhua juga datang untuk membantu. Saat dia mengajari Su Qianci, dia juga memberitahukan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan selama hari raya Tahun Baru. Su Qianci mendengarkan dengan cermat, dan terlihat hubungan yang harmonis di antara mereka berdua. Song Yifan baru saja kembali dari London. Dia segera datang ke rumah tua untuk berkunjung. Mendengar bahwa Song Yifan sudah kembali, Su Qianci memberi tahu Qin Shuhua dengan gembira dan berlari ke ruang tamu. Melihat Song Yifan dan Li Sicheng sedang duduk bersama, dia memanggil, "Ayah." Mendengar itu, hati Song Yifan meleleh. Dia melambai pada putrinya, "Qianqian, ayah membawakanmu sebuah hadiah." Su Qianci bahkan semakin terkejut. Dia cepat-cepat berjalan dan duduk di sebelah ayahnya, menatap Song Yifan yang sedang mengambil sebuah hadiah yang dibungkus dengan gembira. "Terima kasih Ayah." Sebagai seorang dewasa seperti dirinya, ini adalah pertama kali bagi Su Qianci untuk mendapatkan sesuatu dari ayahnya. Sambil memegang hadiah itu dengan penuh kegembiraan, Su Qianci tersenyum cerah. Merasa sedikit cemburu, Li Sicheng tidak bisa mengatakan apa-apa, saat melihat betapa bahagianya Su Qianci. Dia bertanya dengan pelan, "Tidakkah kamu akan membukanya untuk melihat apa yang Ayah Song dapatkan untukmu?" Su Qianci tidak akan melepaskan hadiah itu dan berkata, "Aku akan membukanya nanti malam." Song Yifan tertawa kecil dan mengacak-acak rambut putrinya. "Ikutlah ke kampung halaman dengan ayah selama beberapa hari?" "Kampung halaman ayah?" "Ya. Aku sudah memberi tahu ibuku, nenekmu tentang dirimu, dan dia sangat ingin bertemu denganmu." "Di mana itu?" "Kota Dan." "Wow, itu sangat jauh." Su Qianci berkedip, matanya berkilauan penuh kegembiraan. "Apakah kita akan berkendara ke sana?" "Ya, sekitar tiga jam perjalanan." "Oke," Dia berkata dengan gembira dan melihat ke arah Li Sicheng. "Tuan Li, mari kita pergi?" "Tentu." Jarang sekali istrinya merasa sangat senang, jadi pria itu tidak akan menolaknya. Mendapat persetujuan dari suaminya, Su Qianci bahkan semakin bahagia. Dia bertanya pada Song Yifan, "Mari kita rayakan Tahun Baru Imlek di sini kalau begitu. Besok adalah Malam Tahun Baru Imlek. Bagaimana kalau kita pergi ke Kota Dan setelah makan malam?" "Aku tidak bisa. Aku harus merayakannya dengan ibuku. Aku akan datang dan menjemputmu sehari setelah Tahun Baru Imlek." "Oh." Su Qianci merasa sedikit kecewa. "Ayah akan kembali ke sini? Itu tidak perlu. Suamiku bisa menyetir ke sana. Kita punya GPS. Berikan saja alamatnya padaku." "Ya, begini lebih nyaman." Li Sicheng melambai pada Su Qianci. "Kemarilah." "Untuk apa?" Meskipun dia menanyakan hal itu, dirinya sudah berjalan menghampiri. Li Sicheng merengkuh istrinya ke dalam pelukannya. "Ini sedikit dingin. Aku membutuhkan istriku untuk menghangatkan tanganku." Su Qianci tersipu malu dan menyenggol suaminya dengan ringan. "Berhentilah menggoda." "Sungguh. Rasakan tanganku jika kamu tidak percaya padaku." Dia merasakan tangan suaminya dan mendapati tangan itu agak dingin. Dia memasukkan tangan pria itu ke dalam sakunya. Li Sicheng tersenyum dan memeluknya lebih erat. Merasa agak malu, Song Yifan berkata dengan sebuah senyum enggan, "Bukan hal yang baik untuk dilakukan di depan seorang bujangan abadi." "Engkau akan terbiasa," kata Li Sicheng singkat, tidak merasa malu sama sekali. Su Qianci merasa agak malu, di sisi lain. "Baiklah, kalau begitu sudah sepakat ya. Aku akan mengirimkan alamatnya padamu nanti. Sekarang aku harus mencari Ximing untuk kembali ke Kota Dan bersama-sama." Chapter 422 - Nyonya Li, Apakah Kau Mencoba Membuatku Kelaparan Su Qianci bangkit berdiri dengan wajah memerah. "Aku akan mengantarmu keluar." "Tidak apa-apa. Tetaplah di dalam. Di luar dingin, dan bayinya tidak boleh menderita flu." Song Yifan melambaikan tangannya dan berjalan keluar dengan tas kerjanya. Ketika Song Yifan sudah pergi, Li Sicheng tidak bisa menahan diri untuk membelai-belai istrinya. Su Qianci menjentikkan tangan suaminya dan memperingatkan dengan suara pelan, "Kita masih berada di ruang keluarga." "Ayo ke kamar tidur kalau begitu." Dia berdiri dan meletakkan istrinya di bahunya, berjalan kembali ke kamar tidur meskipun wanita itu mengeluh. Dengan wajah memerah, Su Qianci memukul punggung suaminya dan memperingatkannya, "Perutku!" Li Sicheng berhenti dan tampak jengkel. Dia memasuki kamar, mengunci pintu, dan menurunkan istrinya di tempat tidur. Setelah mencium pipinya, dia menggertakkan giginya. "Seharusnya aku tidak membuatmu hamil secepat ini." Su Qianci terkekeh-kekeh dan balas mencium bibir suaminya. "Sekarang kita harus menunggu beberapa bulan." "Dua bulan!" "Sembilan! Bayi ini berusia kurang dari sebulan." "Dua. Aku mendapat lampu hijau di trimester kedua." Li Sicheng menggigitnya dan berkata, "Hanya dua bulan lagi, Nyonya Li." Su Qianci tersipu malu dan memalingkan wajahnya. Memeluknya dan mendaratkan ciuman di wajah dan lehernya, Li Sicheng dengan hati-hati menghindari membebani perut istrinya. Wanita itu berpura-pura tidak peduli tetapi gagal dalam waktu kurang dari dua menit. Dia mendorong suaminya. "Hentikan itu." "Tanpa apapun untuk dimakan, tidak bisakah aku hanya menciummu?" Dia mengeluh dengan jengkel. "Nyonya Li, apakah kamu mencoba membuatku kelaparan?" Dia mendorong wajah suaminya menjauh dan mencibir, "Setelah bertahun-tahun, bukankah kamu selalu berhasil selamat dari kelaparan?" "Ketika aku masih muda, aku tidak mengetahui apa-apa. Sekarang aku tahu cara berburu." Mendengar itu, Su Qianci tertawa kecil dan membalikkan badannya. "Aku lelah. Bermainlah dengan dirimu sendiri." Li Sicheng merasa tertekan. Dirinya terbakar, sementara pemadam apinya sedang mogok. Sungguh sebuah tragedi! Su Qianci melepas mantelnya dan berbaring. Dia mengikuti istrinya dan masuk ke dalam selimut, memeluknya erat-erat. Pria itu bersikap baik pada awalnya. Ketika Su Qianci setengah tidur, dia merasa tangan Li Sicheng sedang menggerayanginya. Tubuhnya bergetar ketika payudaranya diremas. Dia memukul tangan suaminya. "Jaga sikapmu." Li Sicheng berhenti bergerak. Namun, dalam beberapa saat, Su Qianci merasakan ada sesuatu yang menegang di belakang bokongnya. Dia menggeliat dan mendapati benda itu semakin membesar. "Hei, tinggalkan aku sendiri!" Dia berkata dengan marah dan membalikkan badan. "Aku benar-benar lelah." Menyadari bahwa istrinya sedang kesal, Li Sicheng berkata, "Kamu tidurlah yang nyenyak. Aku tidak akan mengganggumu." Su Qianci tidak mengatakan apa-apa. Ini bahkan lebih buruk daripada diganggu oleh suaminya. Li Sicheng memeluknya dan mencium pipinya. "Salahku. Jangan marah ya. Tutuplah matamu." Dia tidak ingin tidur lagi dan mengulurkan tangan ke bawah untuk meremas kejantanan suaminya dengan ringan. "Hsss ¡­." Li Sicheng menghirup udara dingin dan menatap istrinya. Su Qianci berbaring dengan mata tertutup, sementara tangannya bergerak dengan lembut. Dia memegang tangan istrinya. Wanita itu semakin tersipu dan berpura-pura menjadi marah, "Hanya sekali ini saja!" "Ya, Nyonya! Hsss ¡­ sentuhlah yang di balik celananya, mau kan?" Chapter 423 - Adik Ipar Yang Berbahaya Wajah Su Qianci semakin memerah, membuka kancing celana suaminya dan mengulurkan tangan ke dalamnya. Li Sicheng memasukkan tangan istrinya ke dalam dan memberi instruksi. Wanita itu tersipu malu dan menutup matanya. Pada saat kritis itu, seseorang mengetuk pintu. Dia ingin menarik tangannya kembali dengan cepat, tetapi suaminya menghentikannya. "Hampir." Li Sicheng mengerang dan memegang tangan istrinya ¡­. Dia menggeram dan mengeluarkan ejakulasinya. Dia membersihkan dirinya sebelum pergi untuk membukakan pintu. Seseorang yang sudah diduganya. Su Qianci juga bangun dan melihat keluar. Berdiri di depan pintu mereka adalah seorang pemuda berusia sekitar 25 tahun. Dengan rambut pendek dan kulit perunggu, dia terlihat sehat dan tampan. Wajahnya mirip dengan Li Sicheng, tetapi Li Sicheng tampak dingin dan pendiam, sementara pria ini terlihat berbahaya, tajam, dan arogan. Tubuhnya cukup tinggi, bahkan sedikit lebih tinggi daripada tubuh Li Sicheng, dan jauh lebih berotot. Pada hari yang dingin seperti ini, dia hanya mengenakan sebuah kaus tanpa lengan berwarna hitam yang ketat, memamerkan otot biseps-nya yang menonjol. Li Sicheng berkedip. Ketika melihat dirinya, pemuda itu bersiul dan berkata, "Lama tidak bertemu, Kakak." Su Qianci berjalan mendekat dan terkesan oleh penampilan pria itu. "Adik ipar." "Kakak ipar, kau terlihat sangat cantik." Li Jinnan melengkungkan bibirnya. Senyumnya cemerlang. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci menerima pujian dari seorang pria seusia ini. Dia tersipu malu dan berkata, "Terima kasih." Merasakan adanya bahaya, Li Sicheng mendorong adiknya keluar tanpa belas kasihan dan menutup pintu. Su Qianci berkedip dan menatap suaminya, bingung. Meraih lengan istrinya, dia memperingatkannya dengan sebuah suara yang pelan, "Jangan biarkan dia merayumu. Meskipun dia tampan, dia adalah seorang pria yang berbahaya." Su Qianci tersenyum. "Dia adalah adikmu!" Namun, dia mengetahui dengan pasti bahwa Li Jinnan adalah seseorang yang berbahaya. Kapten Li adalah seorang Jenderal, dan generasi Li Beixing, Li Sicheng, dan Li Jinnan adalah generasi ketiga di militer. Kecuali Li Sicheng, mereka semua bergabung dengan Angkatan Darat. Li Beixing adalah seorang Kolonel. Namun, ketika Li Jinnan mendapat beberapa penghargaan di Xinjiang dan menjadi seorang Mayor, dia pensiun dari Angkatan Darat. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, ini adalah waktunya bagi Li Jinnan untuk memberi tahu berita ini kepada keluarganya. Su Qianci tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Li Jinnan setelahnya. Adik iparnya itu baru saja kembali ke rumah, jadi hal itu seharusnya bukan sesuatu yang baik. Menghadapi pintu yang tertutup, Li Jinnan menyentuh hidungnya. Qin Shuhua berjalan keluar dan merasa sangat senang ketika melihatnya. "Li Jinnan, kapan kau kembali?" Sambil tersenyum, dia bertanya, "Bu, apakah kau merindukanku?" Qin Shuhua sangat senang. Menatap ke atas dan ke bawah, dia mengeluh, "Berat badanmu turun. Tapi sekarang kau tampak lebih tinggi. Apakah kehidupan di Xinjiang sulit?" "Tidak." Li Jinnan melirik pintu kamar kakaknya dengan tangannya yang berada di dalam saku. "Kakak dan iparku sepertinya sangat manis bersama." "Ya, hubungan mereka agak rumit. Kadang-kadang bagus. Kau memakai baju terlalu sedikit. Pakai jaketnya sekarang. Apa kau tidak kedinginan?" Chapter 424 - Segar Dan Menyenangkan "Tidak juga." Li Jinnan melingkarkan lengannya di bahu Qin Shuhua. "Di mana kakek?" "Di kamarnya. Ayo, aku akan membawamu untuk bertemu ayahmu." Ketika Li Jinnan hendak ditarik pergi, pintu kamar Li Sicheng terbuka lagi. Saat melihat Li Sicheng, Li Jinnan tidak terburu-buru untuk bertemu kakek. Dia berhenti dan berkata, "Kakak, tempat lama." Li Sicheng memicingkan matanya dan berjalan ke depan. "Ayo pergi." Ketika Su Qianci keluar, dia melihat kedua kakak beradik itu pergi. Memandang ke arah Qin Shuhua, dia bertanya, "Ibu, apa yang mereka lakukan?" "Siapa yang tahu? Keduanya selalu punya sebuah rahasia. Mereka berdua sudah dewasa sekarang." Qin Shuhua menghela napas. Dia sepertinya teringat sesuatu dan melambai pada Su Qianci. "Kemarilah dan lihat pakaian anak-anak yang dikirim bibimu dari luar negeri. Aku akan membawanya ke sini." "Begitu cepat?" "Tidak juga. Kita perlu meminta kakekmu untuk mencari sebuah nama untuk bayinya." Su Qianci merasa sedikit canggung. "Bayinya bahkan belum berusia sebulan ¡­." "Lebih baik bersiap-siap. Ayo." Li Jinnan memberi Li Sicheng sebatang rokok dan dirinya juga merokok sebatang. Raut wajah Li Sicheng sedikit rumit ketika dia memandang adiknya. "Apakah kau sudah memutuskan?" "Ya." "Tidak mudah untuk mencapai ini. Apakah kau benar-benar yakin?" "Aku sudah mengirimkan surat permohonannya." Li Jinnan mengembuskan asap putih. "Aku tidak bisa kembali sekarang." Li Sicheng menyeringai dan meninju bahu adiknya. "Ayah akan mematahkan kakimu." "Dia bisa melakukan itu. Dan dia bisa mengambil kakiku." Li Jinnan tersenyum seperti seorang bocah sebelah rumah dan seorang berandalan pada saat bersamaan. "Setidaknya kau ada di pihakku. Aku bisa belajar darimu dan menerima hukumannya. Beberapa hari di rumah sakit akan cukup." "Rasanya sangat sakit." Li Sicheng menghela napas. "Itu keputusanmu, tapi itu sangat disayangkan. Banyak orang yang tidak bisa mencapai apa yang telah kau capai sepanjang hidup mereka." Mendengar itu, Li Jinnan mengetahui bahwa Li Sicheng setuju dengan dirinya. Sambil memindahkan tangan kakaknya, dia menyerahkan rokok itu dan berkata, "Bukan hidup seperti ini yang aku inginkan." "Apakah kau ingin membuat sesuatu sendiri?" "Aku belum punya rencana. Tapi aku tidak akan kembali ke militer. Di sana sangat membosankan." Li Sicheng menepuk pundaknya dengan simpati dan kekaguman. "Kalau begitu pikirkan dulu sebelum kau berbicara dengan kakek dan ayah." "Aku akan melakukan itu setelah Tahun Baru Imlek dan menikmati beberapa hari terakhir." Li Jinnan melengkungkan bibirnya dan meninju bahu Li Sicheng. "Ikut aku ke sebuah pesta besok malam, pastinya segar dan menyenangkan." "Besok adalah Malam Tahun Baru Imlek. Kita harus tinggal di rumah untuk menemani kakek. Lagi pula, kau tidak akan tinggal terlalu lama." "Tidak, kita harus pergi besok. Dan kau juga." "Aku harus tinggal dengan kakak iparmu." "Ajaklah dia juga." Li Sicheng meliriknya dan bertanya dengan pelan, "Pesta apa?" "Sebuah pesta perjudian." Li Jinnan menurunkan suaranya. "Aku tidak punya uang." Li Sicheng tidak berbicara. Itulah yang dia pikirkan! Li Sicheng berbalik dan memutuskan untuk tidak menjawabnya. Ketika mereka kembali ke rumah, Liu Sao sudah menyiapkan makan malam. Qin Shuhua dan Su Qianci sedang duduk di sofa, bermain dengan sejumlah barang-barang kecil. Pakaian anak-anak dan beberapa mainan. Li Jinnan menggoda, "Bu, bukankah Qianci baru saja hamil? Kau terlalu jauh di depan." "Apa yang kau ketahui, bujangan? Carilah dulu seorang istri untuk dirimu." Chapter 425 - Terlalu Jelas Li Jinnan dengan segera menutup mulutnya. Li Beixing juga segera pulang ke rumah. Setelah mengobrol sebentar, ketiga kakak beradik itu duduk untuk makan malam. Kapten Li merasa sangat gembira. "Sudah lama sejak kita terakhir berkumpul. Ini sangat menyenangkan! Aku telah mengharapkan hal-hal besar dari kalian sejak kalian masih kecil. Sekarang lihat dirimu, kalian semua sukses. Li Sicheng melakukan yang terbaik dengan bayi yang akan lahir. Hahaha, Qianqian, kapan dokter mengatakan kamu akan melahirkan? " Su Qianci merasa malu. "Tidak dalam waktu dekat, Kakek." Kapten Li tertawa, dan begitu pula dengan yang lainnya. Setelah makan malam, Su Qianci mandi dan pergi tidur. Wanita hamil selalu merasa mengantuk. Tanpa tidur siang sebelumnya, dia dengan cepat tertidur. Pagi berikutnya, dia mendengar suara kembang api di mana-mana. Orang-orang mulai melakukan penghormatan pada leluhur mereka. Qin Shuhua membawa Su Qianci ke banyak tempat untuk melakukan ritual dan mengunjungi semua kerabat. Setelah seharian, senyumnya menjadi kaku. Ketika dia kembali ke rumah, dia melepas sepatunya dan jatuh tertidur di tempat tidur. Liu Sao telah pulang untuk merayakan liburan itu, jadi tugas-tugasnya menjadi pekerjaan mereka sekarang. Dia ingin tidur siang dan kemudian bangun untuk membantu, tetapi dirinya ketiduran. Ketika Su Qianci terbangun, Qin Shuhua telah menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan makanan. Su Qianci tersipu malu dan tergagap-gagap menjelaskan kepada Qin Shuhua. Dia mengira bahwa ibu mertuanya akan menuduh dirinya malas, tetapi Qin Shuhua hanya berkata, "Tidak apa-apa. Itu yang dilakukan kehamilan padamu. Kau pasti lelah hari ini." Perubahan Qin Shuhua begitu tiba-tiba sehingga Su Qianci merasa sedikit bingung. Dia dengan cepat membantu dengan peralatan makannya. Ketika keluarga itu sedang makan malam bersama, generasi yang lebih tua membagikan angpau 1 , dan kebaikan hati itu kemudian dibalas. Kakek merasa sangat gembira. Setelah makan malam, Li Jinnan bertanya kepada Su Qianci dengan riang, "Kakak ipar, apakah kau mau jalan-jalan denganku?" Su Qianci agak terkejut. Di kehidupan terakhirnya, Li Jinnan tidak pernah berbicara dengan dirinya, apalagi memintanya untuk berjalan-jalan dengan pria itu. Dirinya tanpa sadar menatap Li Sicheng. Melihat adik laki-lakinya, Li Sicheng merasa tidak senang dan berkata, "Pergi sana." "Kakak, aku tidak yakin Qianci pernah berada di sana, kan? Aku hanya akan mengajaknya berkeliling." "Ke mana?" Su Qianci merasa cukup bosan di rumah. Selain makan dan tidur, seluruh hidupnya dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan keluarga. Li Jinnan adalah orang yang menarik, jadi dia pasti bersungguh-sungguh ketika dia mengatakan bahwa hal itu menyenangkan. "Kasino." Ketika mendengar itu, mata Su Qianci berbinar-binar. Li Sicheng merasa tidak berdaya saat dirinya berbisik, "Kasino adalah tempat yang rumit. Dan tidak ada yang menyenangkan di tempat itu." "Kakak, itu tidak benar. Kau dulu sering berkunjung ke sana, kan? Mungkinkah kau memiliki mantan kekasih di sana sehingga kau tidak ingin kakak iparku bertemu dengan wanita itu?" Li Sicheng menjawab, "Terlalu jelas terlihat bahwa kau mencoba untuk berada di antara kami berdua." Su Qianci tertawa kecil dan memegang tangan suaminya. "Aku benar-benar ingin pergi. Aku belum pernah ke kasino sebelumnya." Ya, dia belum pernah di kehidupan saat ini. Di kehidupan sebelumnya, Tang Mengying telah menipu dirinya untuk pergi ke tempat itu sebanyak dua kali. Itu memang sangat menyenangkan. Mendengar saran Li Jinnan, Su Qianci merasa tergoda. Li Sicheng memberi Li Jinnan sebuah tatapan. Di bawah raut wajah memohon Su Qianci, dirinya harus menyetujuinya, "Baiklah." Namun, tidak ada yang bisa memperkirakan musibah yang akan terjadi itu. Uang yang diberikan kepada anak-anak kecil, orang yang belum menikah, atau orang tua (oleh anak-anak yang telah menikah) pada hari raya Imlek, biasanya dibungkus amplop merah, diberikan dengan harapan bahwa penerima angpau akan mendapatkan keberuntungan dan bernasib baik sepanjang tahun baru Chapter 426 - Bersikaplah Seperti Seorang Ibu Kota Bintang adalah kompleks hiburan paling misterius di Kotaraja. Kau bisa berjudi, melihat hiburan, berekreasi, berolahraga, berdagang, dan makan semuanya di Kota Bintang, dan harganya jauh dari rata-rata. Setiap klien di tempat ini merupakan orang yang berkuasa atau kaya raya. Banyak gadis cantik akan mencoba ''berburu harta'' di tempat ini juga. Sebuah Bugatti yang keren terparkir di gerbang. Banyak pemburu harta yang menunggu di gerbang melirik ke arah mobil itu. Seorang pemuda jangkung dan kuat berjalan keluar dari kursi pengemudi mengenakan kaus tanpa lengan yang ketat dan jaket kulit hitam, memamerkan otot-ototnya. Terlihat tampan dan urakan, penampilannya membuat gadis-gadis itu meneteskan air liur mereka. Seorang penjaga pintu muncul. Pria jangkung itu melemparkan kunci mobilnya dan membuka pintu belakang. Pria yang berjalan keluar dari pintu belakang mengenakan mantel abu-abu tua, dengan sweater kasmir abu-abu muda di dalamnya. Dia juga tinggi, terlihat keren dan tidak ramah, lebih dewasa daripada pria muda itu. Saat melihatnya, banyak orang menjerit, "Li Sicheng!" Li Sicheng melirik ke arah gerbang yang glamor itu. Mengabaikan tatapan para wanita cantik itu, dia mengulurkan tangan ke dalam mobil. Seorang wanita langsing keluar dari mobil. Mata Su Qianci berkilauan, penuh dengan kegembiraan ketika dirinya memandang ke arah Kota Bintang itu. Bugatti dibawa pergi oleh penjaga pintu. Li Jinnan masuk ke dalam terlebih dulu. Itu bukan pertama kalinya Su Qianci datang ke sini. Namun, setiap kali dia datang, dia tidak dapat menahan perasaan senangnya. Dia melompat ke depan. Namun, Li Sicheng dengan cepat menahannya. "Sekarang kamu adalah seorang ibu. Bersikaplah seperti seorang ibu." Su Qianci mencibir dan menatap suaminya. Hal itu tidak mengganggu suasana hatinya yang sedang sangat bagus. Melihat ke kiri dan ke kanan, Su Qianci melihat banyak payudara yang besar dan kaki yang panjang dan membandingkannya dengan miliknya. Dia tidak bisa menahan diri untuk menutupi dadanya dengan kedua tangannya. Merasa geli, Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa dan memandang ke depan. Ketika Li Jinnan berjalan semakin jauh, Li Sicheng menyusulnya dan berteriak, "Jinnan, tunggu." Kasino itu berada di lantai enam. Mereka naik lift dan mendengar suara yang keras begitu mereka tiba. Gadis-gadis kelinci seksi mengangkat nampan setinggi telinga mereka, menggoyangkan pinggang mereka saat mereka berjalan. Melihat seorang pria jangkung dan tampan seperti Li Jinnan, seorang gadis kelinci mengerjap padanya dan menawarinya segelas sampanye. Li Jinnan mengambilnya dan menyingkirkan kesembronoannya. Sambil tersenyum, dia mengubah dirinya menjadi seorang pria klasik. Su Qianci mengambil segelas sampanye juga, yang kemudian diambil oleh suaminya dan diganti dengan sebotol air. Ya, tidak apa-apa. Lagipula dirinya bukan seorang peminum berat. Dia mengikuti Li Jinnan untuk mendapatkan kepingan-kepingan untuk berjudi senilai 10 juta. Su Qianci hanya mendapat kepingan senilai 10.000. Merasa kesal, dia menarik Li Sicheng untuk bermain sic bo 1 . Li Sicheng sedang sedikit melamun. Su Qianci bertaruh pada "besar". Sebelum hasilnya terungkap, Li Sicheng berkata, "Kamu bermain sendiri sebentar ya. Aku akan memeriksa Jinnan." "Baik, pergilah." Su Qianci melambaikan tangannya dan berteriak bersama dengan penjudi lainnya. "Besar, besar, besar!" Li Sicheng tersenyum dan mengacak-acak rambut istrinya sebelum dia pergi ke ruangan Li Jinnan. Sic bo adalah permainan kasino yang melibatkan dadu. Sic bo hanyalah permainan kesempatan karena setiap lemparan dadu menghasilkan kemenangan atau kekalahan pada taruhan apa pun. Chapter 427 - Bahkan Tidak Berani Untuk Buang Gas Li Jinnan sedang bertaruh melawan orang itu di sebuah ruangan mewah. Dia berjalan masuk dan melihat beberapa orang pria sedang minum-minum dan merokok. Saat melihat Li Jinnan, mereka menoleh ke belakang. Pria gangster di antara mereka adalah pria yang paling angkuh. Dia mengenakan sebuah rantai emas sebesar jari dan sebuah mantel bulu yang tebal, mengisap cerutu sebesar ibu jari. "Wah, kau benar-benar punya nyali untuk datang ke sini sendirian." Tanpa sepatah kata pun, Li Jinnan menuangkan kepingan-kepingan itu ke atas meja dan membuang kotaknya. Wajahnya terlihat muram ketika dia bertanya, "Hentikan omong kosong ini. Di mana benda itu?" "Hei, ada apa terburu-buru? Aku bilang benda itu bernilai 50 juta, tapi aku tidak peduli dengan uang. Selama kau bisa mengalahkanku dalam berjudi, kau bisa mendapatkannya kembali. Tapi kenapa kau membawa kepingan-kepingan ini? " Dia memeriksa dan kemudian berkata, "Berapa juta ini? Pasti kurang dari 50 juta." Wajah Li Jinnan menjadi gelap saat dirinya menggebrak meja. "Benda itu bernilai maksimal 20 juta. Apakah kau bercanda?" "Aku yang memutuskan berapa nilainya." Pria gangster itu mengembuskan asap dari cerutunya dan merentangkan tangannya. "Kau bisa memilih untuk pergi. Ambil kepingan-kepingan milikmu ini dan enyahlah." "Ha!" Li Jinnan mencibir. "Apa yang ingin kau mainkan?" "Poker lima kartu." "Bagaimana jika aku menang dan kau tidak mengakuinya?" Li Jinnan berkata dengan murung. "Aku cukup terkenal dalam bisnis ini dan tidak akan menarik kata-kataku kembali. Kalau tidak, siapa yang akan percaya padaku lagi? Benar kan, Nak?" Seharusnya secara teori akan baik-baik saja, tapi Lao Jin ini terlalu jahat bagi Li Jinnan untuk memercayai pria itu sepenuhnya. Untungnya, dia mendapat bantuan. "Aku bertemu Nyonya Jin baru-baru ini." Mendengar suara yang mantap itu, semua orang memandang ke arah pintu. Seorang pria jangkung berjalan masuk perlahan dan berkata dengan tenang, "Wanita tua itu sangat baik dan terus mengatakan betapa baik dan manisnya putranya. Apakah kau pikir ibumu akan percaya padaku jika aku mengatakan kepadanya apa yang sudah kau katakan?" "Li Sicheng?" Jelas, Jin Tua mengenali pria itu. Meskipun orang ini tidak berada di dalam lingkarannya, Li Sicheng sering muncul di berita sehingga semua orang akan menunjukkan rasa hormat kepadanya. Ibu Lao Jin, Nyonya Jin adalah salah satu seniman wanita tua paling terkenal di negeri ini. Karena kesehatannya yang buruk, dia jarang bertemu dengan orang-orang. Beberapa waktu yang lalu, untuk beberapa alasan, dia membantu Li Sicheng membuat desain sebuah batu giok, yang menunjukkan betapa pentingnya Li Sicheng. Bahkan Lao Jin memandang Li Sicheng secara berbeda. Dia tidak menyangka akan bertemu Li Sicheng di sini hari ini. Li Sicheng mengangguk. "Ini aku. Aku ingin tahu masalah apa yang dimiliki oleh Tuan Jin dengan adikku. Bisakah kita menyelesaikannya bersama?" "Ini adikmu?" Lao Jin menyeringai, "Itu sebabnya dia begitu ceroboh dan kaya raya." Ekspresi wajah Li Jinnan berubah sembari memperingatkan, "Jaga lidahmu." "Apa? Tidak berani mengakuinya? Beberapa hari yang lalu, ketika kau membawa gadismu untuk mengganggu gadisku, kau jauh lebih berani daripada dirimu sekarang. Mencoba untuk membeliku dengan beberapa juta. Kaya sekali! Sekarang apa terjadi? Saat melihat kakakmu, kau bahkan tidak berani untuk buang gas." Wajah Li Sicheng menjadi gelap. Memandang Li Jinnan dengan tajam, dia bertanya, "Apa yang terjadi? Chapter 428 - Li Sicheng Ingin Mencekiknya Sampai Mati "Akan kujelaskan padamu nanti. Itu bukan salahku. Orang ini merampok liontin giok yang kakek berikan padaku dan tidak mau mengembalikannya." Wajah Li Sicheng menjadi gelap. "Liontin peninggalan nenek ketika dia meninggal?" Sambil memalingkan muka, Li Jinnan berkata, "Jika aku tahu dia akan bersikap sangat tak tahu malu, aku tidak akan memakai liontin itu." Li Sicheng ingin mencekiknya sampai mati. Dia telah mengincar liontin batu giok itu untuk waktu yang lama, dan kakek tidak akan memberikannya kepadanya. Setelah Li Jinnan mengambilnya, dia kehilangan benda itu ¡­. Melihat ekspresi wajah Li Sicheng yang tertekan, Li Jinnan bahkan merasa semakin bersalah. "Aku akan menghitung sampai tiga. Jika kau tidak mau berjudi, pergi saja. Aku tidak punya waktu untuk menyaksikan kalian bertengkar." Lao Jin melambaikan tangannya. "Satu, dua, tiga." "Aku akan bermain denganmu." Li Sicheng menarik sebuah kursi dan duduk. "Apa yang ingin kau mainkan?" "Hebat!" Lao Jin tertawa dan duduk di seberangnya. "Poker lima kartu." Pada awalnya, Su Qianci hanya akan bertaruh sebesar 500 sekali main. Namun, dia menang setiap kali, yang membuatnya meningkatkan jumlah taruhannya. Pada akhirnya, dia bertaruh seratus ribu sekali main. Banyak orang memandangi tumpukan kepingan yang berada di sampingnya. Dia telah memainkan permainan yang sama selama lebih dari dua jam dan tidak pernah kalah. Merasa bosan, Su Qianci menghela napas. "Tidak bisakah aku kalah sekali saja?" Seorang pria menatapnya dan berkata dengan ramah, "Wanita muda, bokongmu akan ditendang jika kau menyombongkan diri seperti ini." Su Qianci tersenyum, menyingkirkan semua kepingannya, dan kemudian pergi bermain bakarat 1 . Ketika pertama kali mulai bermain bakarat, dia memegang sebuah keranjang kecil. Tetapi sepuluh putaran kemudian, dia mengganti keranjang kecilnya dengan sebuah keranjang besar, yang menjadi begitu berat sehingga dia tidak mampu lagi membawanya. Dengan banyak orang-orang yang menatapnya, Su Qianci merasa sedikit ketakutan dan pergi untuk memainkan sesuatu yang lain. Seorang pria bertubuh pendek mendekatinya, menatap ke arah kepingan-kepingannya. "Gadis kecil, kau cukup beruntung. Apa yang ingin kau mainkan selanjutnya?" "Aku sudah selesai. Sedang mencari suamiku sekarang." Su Qianci sama sekali tidak ingin berbicara dengan pria itu. Dia memiliki perasaan yang kuat bahwa orang ini adalah seorang penipu. Namun, pria pendek itu tidak akan melepaskannya dan mencoba membujuk dirinya, "Kau ingin mencoba bermain poker lima kartu? Ini permainan yang hebat. Kemarilah." "Aku tidak tahu cara bermainnya." "Aku akan menunjukkan kepadamu. Kemarilah. Jangan takut." "Aku benar-benar tidak tahu cara bermainnya." Su Qianci berhenti dan terlihat tidak sabar. "Bisakah kau mencari orang lain? Aku tidak suka itu." "Pai gow 1 ?" "Tidak tahu cara bermainnya." "Ya, kau tentunya tahu cara melempar dadu." Su Qianci melirik pria itu, merasa bingung. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Li Sicheng. Melihat itu, pria itu berkata, "Katakan saja tidak. Kenapa kau harus menelepon? Wanita j*lang sombong!" Merasa marah, Su Qianci juga mengutuk, "Dasar idiot." Pria itu menggeram, "Sekarang kau mengutuk. Kelas bawah." Panggilan telepon itu terhubung. Su Qianci berseru, "Kaulah yang mengutuk lebih dulu. Di mana kelasmu?" Li Sicheng mendengarnya melalui telepon dan bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja?" "Sayang, ada seseorang yang mendesakku." Pria itu merengus dan pergi. "Kamu di mana? Aku akan mengirim Jinnan untuk menjemputmu." Suara Li Sicheng terdengar suram. Su Qianci memberi tahu suaminya lokasi dirinya dan Li Jinnan datang dengan cepat. Melihat Su Qianci memegang sebuah keranjang penuh kepingan, dia tidak tahu harus berkata apa. "Kau memenangkan semua ini?" Permainan judi dengan kartu besar. Pai gow adalah permainan judi Tiongkok, dimainkan dengan satu set 32 kartu domino Tiongkok. Permainan ini dimainkan di kasino-kasino besar di China Chapter 429 - Permainan Pikiran Su Qianci mengangguk dan langsung berseri-seri. "Ya, aku belum pernah kalah sekali pun malam ini." "Kau tahu kau seharusnya menukar kepingan murah ini dengan kepingan yang bernilai lebih mahal. Orang-orang tentu saja akan mendekatimu melihat kau memiliki begitu banyak kepingan ini." Kemudian, Li Jinnan mengambil keranjang itu dan mengantar Su Qianci ke ruangan privat. Lao Jin memang mahir dalam apa yang dia lakukan, karena dia telah mendapatkan kekayaannya dengan berjudi. Hanya dalam tiga jam, Li Sicheng sudah kehilangan lebih dari 20 juta. Karena sudah lewat pukul 10 malam, dia harus mengantar Su Qianci pulang untuk tidur. Meskipun dirinya duduk di meja permainan, Li Sicheng tidak bisa menahan diri untuk memikirkan Su Qianci. Melihat istrinya berjalan masuk, dia akhirnya merasa tenang dan melambai padanya. "Kemarilah." Su Qianci berjalan mendekat. Ketika melihat kepingan di atas meja dan kemudian kepingan dalam keranjangnya, yang mungkin bernilai kurang dari 5 juta, wanita itu bertanya, "Apa yang kamu mainkan? Tampaknya taruhannya sangat besar." "Poker lima kartu. Apakah kamu tahu cara bermainnya?" Li Sicheng memegang tangan istrinya dengan tenang. "Tentu saja!" Su Qianci menggosok kedua tangannya, tampak terkejut. "Mainkan untukku." Li Sicheng berdiri dan mendorong istrinya untuk duduk. Dia mengalami nasib buruk, sangat buruk. "Hei." Lao Jin merasa enggan. "Apakah pantas bagi wanitamu untuk bermain menggantikanmu?" "Lagipula itu adalah uangku. Apa pedulimu?" Li Sicheng melirik pria itu. Lao Jin mengangkat alisnya dan merentangkan tangannya. "Aku baik-baik saja dengan itu. Karena aku bermain dengan seorang wanita, aku harus menjadi pria yang sopan. Kau bisa berbicara lebih dulu tidak peduli kartu apa pun yang kita miliki." "Oh baiklah." Su Qianci meletakkan tangannya di atas meja, jemarinya mengetuk kegirangan. "Sepakat!" Lao Jin berpikir Su Qianci terlihat seperti seorang anak kecil. Untuk seseorang sedewasa Li Sicheng, mengapa istrinya terlihat sangat muda? Terlepas dari pemikirannya itu, Lao Jin tidak tertarik pada gosip. Dia melambaikan tangannya dan pembagi kartu telah membagikan kartunya. Kartu yang terbuka milik Su Qianci adalah 8 hati, sedangkan kartu Lao Jin adalah K sekop. Perbedaannya jelas. Su Qianci melirik kartunya yang lain dan berkata, "Kau bilang aku bisa bicara lebih dulu. Aku akan bertaruh setengah juta." Anak buah Lao Jin tertawa dan Lao Jin sendiri yang tertawa paling keras. "Kau tidak tahu aturannya. Minimal taruhannya adalah satu juta." "Baiklah kalau begitu, 5 juta." Senyum Lao Jin membeku. Dia melirik ekspresi wajah Su Qianci. Wanita itu masih memiliki senyum di wajahnya, sama seperti sebelumnya. Saat memeriksa kartunya, Lao Jin berkata, "Aku ikut." Pembagi kartu itu membagi kartunya lagi. Su Qianci menaikkan jumlah taruhannya setiap kali kartu dibagikan. Pada akhirnya, kepingannya menumpuk di atas meja, dan kedua belah pihak bertaruh 30 juta. Kartu Su Qianci yang terbuka adalah 8, 9, 10, J dengan jenis yang sama. Lao Jin memiliki tiga K dan Q sekop. Su Qianci tersenyum dan mendongak. "Sayang, berapa banyak kepingan yang kita miliki?" Li Sicheng bahkan tidak memeriksa kartu istrinya sebelum dia berkata dengan lembut, "Lebih dari 20 juta." "Baiklah. Bisakah aku mempertaruhkan semuanya?" "Tentu saja." Li Jinnan sangat senang. "Kakak ipar, apakah ini benar-benar straight flush 1 ? Mengesankan!" Su Qianci melambaikan tangannya. "Hanya sedang beruntung. Lalu aku akan bertaruh semuanya. Tuan Jin, bagaimana dengan Anda?" Ekspresi wajah Lao Jin berubah. Melihat senyum puas wanita itu, dirinya mulai menghitung. Kartu terakhirnya adalah K, jadi itu four-of-a-kind 1 . Tidak mungkin Su Qianci akan mengalahkan dirinya kecuali wanita itu memiliki straight flush. Lima kartu berurutan, semua dari jenis yang sama. Empat kartu dengan nilai yang sama dan satu kartu lainnya dengan nilai yang berbeda Chapter 430 - Dua Kali Tertipu Oleh Su Qianci Namun, kemungkinan untuk sebuah straight flush terlalu rendah. Apakah Su Qianci benar-benar beruntung? Merasa ragu-ragu, Lao Jin menatap wanita yang sedang tersenyum cemerlang itu. Setelah beberapa saat, dia menutup kartunya dan berkata, "Aku keluar!" Su Qianci tiba-tiba tertawa dan memegang tangan Li Sicheng. "Tuan Li, dia keluar!" Kemudian dia menunjukkan kartu terakhirnya, yaitu A sekop. Ketika melihat kartu itu, semua orang menatap, mata mereka terbelalak. Setelah beberapa saat, Li Sicheng mulai terkekeh-kekeh. Melihat itu, Lao Jin tiba-tiba berdiri dan menggebrak meja. "Si*l kau sudah menipuku?" Su Qianci berkedip dan tersenyum. "Lucu sekali! Ini hanyalah sebuah permainan. Kenapa Anda begitu marah? Apakah Anda tahu tempat ini adalah sebuah kasino? Apakah aku yang harus disalahkan atas kebodohan Anda?" Li Jinnan tidak bisa menahan tawanya dan memberi Su Qianci sebuah acungan jempol. "Luar biasa! Kau baru saja memenangkan kembali semua kepingan dari kekalahan kakakku malam ini." Mendengar itu, dia menatap Li Sicheng. "Berapa banyak kamu kalah?" "Lebih dari 20 juta." Suaminya mengusap kepalanya. "Lanjut?" "Tentu saja." Su Qianci selalu menjadi yang paling beruntung di kasino. "Bagaimana kalau kita lanjutkan, Tuan Jin?" Lao jin menyeringai, "Tentu!" Namun, dalam beberapa putaran berikutnya, Lao Jin terus menerus kalah. Yang lebih membuatnya kesal adalah bahwa dirinya sudah tertipu dengan trik yang sama oleh Su Qianci sebanyak dua kali. Dengan segera, wanita itu telah memenangkan lebih dari 50 juta. Dikurangi apa yang telah dihilangkan oleh Li Sicheng di awal, mereka telah memenangkan 20 juta. Namun, itu tidak cukup. Li Jinnan baru saja memberitahunya apa yang terjadi. Su Qianci menjadi marah dan memutuskan untuk melanjutkan. "36 juta. Tuan Jin, ikut atau keluar?" Su Qianci menatapnya dengan tenang sambil tersenyum, mengetukkan jemarinya di atas meja. Raut wajahnya hampir persis sama dengan Li Sicheng. Kedua kakak beradik itu bisa mengatakan demikian. Li Sicheng tersenyum dan menatap Lao Jin yang merasa bimbang. Kartu Lao Jin luar biasa, dengan empat As. Namun, Su Qianci sama sekali tidak terlihat takut. Yang lebih menakutkan bagi Lao Jin adalah kenyataan bahwa Su Qianci mendapatkan jenis kartu yang sama lagi. K, Q, J, 9, semuanya sekop. Jika wanita itu memiliki 10 sekop di tangannya, maka Su Qianci akan menang dengan sebuah straight flush. Namun, jika kartu itu bukan 10 sekop, wanita itu akan kalah. Melihat raut wajah Su Qianci yang percaya diri, Lao Jin berkeringat. Pria itu telah dibodohi oleh penampilan percaya diri Su Qianci beberapa kali. Awalnya, Lao Jin telah mengalahkan Li Sicheng karena nasib buruk Li Sicheng dan trik pikiran dirinya. Wanita ini tidak hanya memiliki keberuntungan besar tetapi juga hebat dalam permainan pikiran. Apa yang bisa dirinya lakukan? "Bos, jangan tertipu lagi. Wanita itu jahat." Lao Jin juga berpikir demikian. Namun, bagaimana jika? Melihat betapa bimbangnya pria itu, Su Qianci berkata dengan tidak sabar, "Aku mengantuk sekarang. Apakah Anda akan bermain atau apa? Aku bisa pulang." Lao Jin merasa sesak napas, karena ini adalah pertama kalinya Su Qianci mengatakan hal itu padanya. Jika anggota gengnya mengetahui tentang hal itu, mereka akan tertawa sampai mati. Setelah beberapa saat, pria itu mendorong kepingannya ke depan dan berkata, "Ikut! Aku tidak percaya kau memiliki sebuah straight flush!" Permainan terakhir. Su Qianci mengintip kartunya dan bertanya, "Apakah Anda benar-benar yakin? Jangan menyesali ini." Mendengar itu, Lao Jin merasa rileks. "Seharusnya tidak menggertak, kan? Tunjukkan padaku kartu apa yang kau miliki." Chapter 431 - Bagus Sekali Su Qianci menatap Lao Jin dengan simpatik dan memperlihatkan semua kartunya. Li Jinnan hampir melompat. Bahkan Li Sicheng tidak bisa menahan senyumnya. Mengusap rambut istrinya, dia berbisik, "Bagus sekali!" Ketika menatap semua kartu milik Su Qianci, Lao Jin melihat kartu 10 sekop dan napasnya bertambah cepat. "Si*l!" Terduduk, dia terengah-engah dan melambaikan tangannya, "Lagi!" "Aku sudah selesai." Su Qianci menguap dan bersandar di sandaran kursinya. "Aku sangat mengantuk sekarang. Kembalikan barang itu dan kami akan pulang." "Kau ingin pergi setelah menang?" Wajah Lao Jin menjadi gelap. Mendengar itu, Su Qianci membantah, "Tentu saja. Apakah aku harus pergi setelah kalah? Lihatlah jam berapa sekarang. Aku sedang hamil, dan Anda tentunya tidak ingin bertanggung jawab karena merampas waktu tidur bayiku. Apakah Anda mencoba untuk menarik kata-kata Anda sendiri? Anda bilang Anda akan mengembalikan barang itu jika kami menang. " Melihat raut wajah istrinya, Li Sicheng menjadi teringat akan Su Qianci yang sukar dikendalikan sebelum mereka menikah. Di masa lalu, wanita ini bersikap tidak masuk akal dengan orang yang dicintainya, sementara sekarang, istrinya bertengkar dengan orang lain dengan perangainya ¡­ yang terasa menyenangkan. Lao Jin tidak dapat berkata-kata. Li Jinnan menatap Lao Jin dengan dingin. Pemuda itu merogoh jaket kulitnya dan mengeluarkan sebuah pistol. Mengusap benda itu, dia memperingatkan, "Aku ingin bermain jujur denganmu. Jangan mendesak aku." Melihat itu, anak buah Lao Jin menjadi khawatir ketika mereka berbisik, "Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita benar-benar mengembalikan batu giok itu kepada mereka?" Melihat pistol itu, wajah Lao Jin menjadi agak pucat. "Apakah aku mengatakan bahwa aku tidak akan memberikan barang itu kepadamu? Apa yang kau lakukan?" "Kalau begitu serahkan barangnya dan hentikan omong kosongmu!" Li Jinnan terlihat tidak ramah. Lao Jin menarik napas dalam-dalam sebelum mengambil sebuah batu giok merah dari lehernya di balik mantel bulu dan melemparkannya ke Li Jinnan. Terkejut, Li Jinnan menangkapnya dan memeriksa apakah liontin itu masih utuh. Lalu dia menghela napas lega. "Ayo pergi," Li Sicheng berbisik. Li Jinnan mengangguk. "Kalian pergi lebih dulu." Pemuda itu takut mereka akan menyelinap melancarkan serangan? Lao Jin mencibir, "Aku tidak sehina itu." Li Jinnan tertawa kecil. "Jangan berlebihan memikirkannya. Aku hanya mengambil uang kami. Kau meminta 50 juta, dan sekarang kau bisa menghitung 50 juta dan mengambilnya. Sisanya milik kami." Lao Jin bahkan merasa semakin kesal. Atas perintahnya, anak buahnya datang untuk menghitung. Su Qianci menguap dan memeriksa jam. Itu sekitar pukul 11 malam. Tidak heran dirinya merasa lelah ¡­. Li Sicheng membawanya turun dan meminta penjaga pintu untuk mengambil mobilnya. Setelah menunggu selama 10 menit di dalam mobil, Li Jinnan masih belum terlihat. Su Qianci bertanya dengan cemas, "Kenapa dia belum muncul? Pergi dan lihatlah." "Baiklah. Tunggu aku di mobil." Li Sicheng mencium pipi istrinya dan berjalan keluar. Setelah beberapa menit, Su Qianci merasa tidak tahan lagi untuk menunggu. Lao Jin itu tidak terlihat seperti seseorang yang baik. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi? Dia menghubungi Li Sicheng dan mendapati ponselnya tidak aktif. Kemungkinan besar ponselnya mati. Dia tidak memiliki nomor ponsel Li Jinnan. Wanita itu berjalan keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah Kota Bintang. Chapter 432 - Aku Mampu Membunuhmu Saat Su Qianci berjalan menaiki tangga, dia mendengar orang-orang berteriak. Seseorang dengan topi dan masker dengan cepat berlari keluar. Dirinya hanya bisa melihat mata orang itu. Ketika pria itu melihat dirinya, dia menatap sejenak sebelum berlari ke depan. Namun, orang-orang mulai berkumpul mengelilinginya. Beberapa orang dengan pakaian kasual sedang memegang pistol, berteriak, "Jangan bergerak, polisi!" Pria itu melangkah mundur, tetapi dirinya dikelilingi oleh para petugas berpakaian biasa. Semua orang berlari, takut mereka akan menjadi korban dalam baku tembak. Dan Su Qianci pun tidak terkecuali. Akan tetapi, Su Qianci adalah orang yang berada paling dekat dengan pria itu di dalam kerumunan. Pria itu datang dan meraih tangan wanita itu, menariknya mendekat. Su Qianci menjerit ketakutan. "Jangan sentuh aku. Lepaskan!" Sebuah pisau tajam diletakkan di wajahnya. Reaksi pertamanya adalah memberontak. "Jangan bergerak!" Suaranya teredam di balik masker dan terputus-putus karena napasnya terengah-engah. Namun, Su Qianci merasa bahwa suara itu entah bagaimana terdengar tidak asing. "Aku tidak akan melukaimu jika kau menurut padaku." Suara pria itu sangat pelan sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya. Su Qianci menjadi diam, tetapi jantungnya masih berdetak kencang. Sambil menggigit bibir bawahnya, dia mendapati dirinya gemetar ketakutan. "Pergi! Atau aku akan mati bersama wanita ini!" Pria itu meraung. Ketika berjalan keluar dengan Li Jinnan, Li Sicheng segera mendengar suara berisik itu. Memiliki sebuah perasaan buruk, dia berjalan dan melihat istrinya sedang disandera. Jantungnya hampir berhenti berdetak. Dengan kulitnya yang pucat, dia berjalan menghampiri dan berkata dengan tenang, "Jangan bersikap impulsif 1 . Wanita ini adalah istriku, dan aku adalah Li Sicheng. Kau seharusnya mengenal aku." Melirik ke arah Li Sicheng dan kemudian ke arah Li Jinnan, pria itu mempererat cengkeramannya pada Su Qianci dan melangkah mundur. "Minta mereka untuk melepaskanku. Kalau tidak, aku tidak bisa menjamin apa yang akan kulakukan." Meskipun wajahnya pucat dan gelisah, mata Li Sicheng sangatlah tenang. "Oke. Dengarkan aku, istriku sedang hamil dan tidak bisa mengambil risiko apa pun. Jika dia atau bayinya terluka, kau harus tahu bahwa aku pastinya mampu membunuhmu." Pria itu mencibir. "Tentu saja. Li Sicheng, siapa yang tidak mengenalmu? Namun, aku bukanlah orang yang membahayakan istrimu, para polisi ini yang melakukannya! Mintalah mereka untuk pergi." "Apakah kalian tidak mendengarnya? Minggir!" Li Sicheng meraung. "Biarkan dia pergi!" "Mundur!" Seorang petugas berteriak. "Prioritas kita adalah keselamatan sang sandera." Para polisi dengan perlahan bergerak mundur. Seorang polisi wanita menggertakkan gigi dan berkata dengan enggan, "Ini bukan pertama kalinya orang ini menyelundupkan dan menjual narkoba. Kami butuh banyak usaha untuk menangkap basah pria ini ¡­." Namun, tatapan mata berbahaya Li Sicheng membuat polisi wanita itu menelan kembali kata-katanya. Penjahat itu melangkah mundur dengan Su Qianci di tangannya dengan perlahan dan mantap. Dia melihat ke belakang dari waktu ke waktu kalau-kalau ada orang yang mendekatinya. Saat memeriksa keadaan di sekitarnya, dia sangat waspada. Bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati. Chapter 433 - Aku Baik-baik Saja. Jangan Khawatir. "Jangan mendekat, atau aku akan membunuh wanita ini!" Penjahat itu mengubah suaranya dengan sengaja, tetapi Su Qianci masih merasa pria itu adalah seseorang yang familier. Dirinya pasti pernah mendengar suara pria itu di suatu tempat. Tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Fakta bahwa dirinya mungkin mengenal penjahat itu tidak mengurangi rasa takutnya. Dengan mata pisau di lehernya, Su Qianci dibawa keluar dari kerumunan ke sebuah jalan yang gelap. Polisi dan Li Sicheng berada sekitar 100 meter dari mereka. Tiba-tiba, Su Qianci melihat nyala lampu depan sebuah mobil dan mendengar suara mesin bergemuruh. Itu adalah sebuah mobil sport. Mata semua orang tertuju pada mobil itu. Dia dengan jelas merasakan otot-otot penjahat itu menjadi rileks. Mobil sport itu menepi. Su Qianci mendengar suara pintu yang dibuka dan kemudian suara seorang wanita yang berkata, "Masuk ke mobil." Suara itu akrab di telinganya! Su Qianci tidak bisa memikirkan siapa orang itu sebelum akhirnya penjahat itu melepaskan dirinya dan masuk ke dalam mobil. Mobil itu terlihat keren dengan coretan cat yang menyerupai seperti totem. Apakah mobil itu didesain untuk mengganggu penglihatan para polisi? Dia menatap ke arah pelat nomor mobil dan mendapati bahwa pelat nomor itu ditutup. Polisi berlari secepat yang mereka bisa, tetapi mereka bukan tandingan mobil sport itu. "Dia kabur lagi!" Teriak polisi wanita itu. Li Sicheng dengan segera menghampiri untuk memeriksa keadaan Su Qianci. Sambil memegangi wajah istrinya, pria itu berbisik, "Apakah kamu baik-baik saja?" Merasakan tangan Li Sicheng yang gemetaran, Su Qianci meraih tangan suaminya dan memeluk pria itu. "Aku baik-baik saja. Jangan khawatir." Li Sicheng menghela napas lega dan kemudian tertawa kecil. Sekarang Su Qianci yang menenangkan suaminya. Pria itu menggendongnya dan berjalan menuju mobil. Li Jinnan telah menyetir mobil itu, siap mengejar mobil penjahat yang membawa Su Qianci. Melihat Li Sicheng menggendong istrinya, pemuda itu menghela napas lega dan membuka kunci mobil. Li Sicheng menurunkan Su Qianci ke dalam mobil dengan hati-hati dan bertanya, "Apakah kamu terluka?" "Tidak, tapi ¡­" Su Qianci berhenti sejenak sebelum dia berkata, "Kurasa suara mereka tidak asing. Baik suara pria maupun wanita itu. Aku pasti sudah mendengar mereka berbicara di suatu tempat." Mata Li Sicheng memiliki pandangan yang tajam. "Seseorang yang kamu kenal?" "Belum tentu, tapi aku pastinya pernah mendengar suara mereka sebelumnya. Itu sebabnya aku merasa agak tenang ketika pria itu berkata tidak mencelakaiku." "Mengesankan." Li Jinnan memberi Su Qianci sebuah acungan jempol. "Kau tahu siapa mereka?" "Tidak tahu." Li Sicheng masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya. "Tidak peduli siapa pun mereka, cobalah untuk menghindarinya. Penyelundupan dan penjualan narkoba merupakan tindak pidana berat." "Aku mengerti." Su Qianci berbaring di lengan suaminya dan menutup matanya. "Aku sangat lelah. Biarkan aku tidur sebentar." Li Sicheng meluruskan punggungnya agar istrinya dapat berbaring di pangkuannya. Sambil membelai rambut Su Qianci, dirinya tiba-tiba menjadi rileks. Pada saat yang sama, dia memikirkan kemungkinan mengerikan yang dapat terjadi pada istrinya. Untungnya, Su Qianci baik-baik saja. Dia tidak akan pernah, tidak akan pernah membawa istrinya ke tempat-tempat seperti itu lagi. Chapter 434 - Cicitku Tersayang Ketika mereka tiba di rumah, acara Perayaan Malam Tahun Baru Imlek sedang ditayangkan di TV. Qin Shuhua, Li Yao, Li Beixing, dan kakek sedang bermain mahyong. Saat melihat Li Sicheng menggendong Su Qianci masuk ke dalam, mereka memandang ke arahnya. "Ssstttt ¡­." Li Sicheng melirik ke arah mereka dan membawa Su Qianci ke kamar. Kapten Li memeriksa jam dan ternyata sudah lewat pukul 11 malam. Kakek mendengus dan menatap Li Jinnan. "Apa yang kalian lakukan?" "Kami pergi bersenang-senang. Li Sicheng yang mengajakku." Li Jinnan merentangkan tangannya. "Kakek kan tahu kalau aku selalu mendengarkan kakakku." "Tidak benar. Jinnan yang mengajak kami." Su Qianci berjalan keluar, menguap. "Jinnan, kau payah!" Muslihatnya terungkap, Li Jinnan dengan segera menundukkan kepalanya di bawah tatapan Kapten Li. "Kakek, salahku." Kakek mencibir, mengambil sebuah batu mahyong dan mendorong batu-batunya yang lain ke depan. "Hahahaha ¡­." "Kakek sangat beruntung!" Li Beixing menaruh lebih banyak uang di atas meja. Kakek mengambil apa yang dia menangkan dengan sebuah senyum lebar. Acara hitung mundur sudah dimulai di TV. Kakek berhenti bermain dan berteriak, "Cepat, di mana Sicheng? Beixing, Jinnan, keluarkan petasannya. Sekarang sudah tengah malam!" Li Beixing berkata, "Kakek, petasan tidak lagi diizinkan di Kotaraja. Apakah Kakek sudah lupa?" Kakek tertegun dan kemudian menjadi kesal. "Aturan bodoh! Tidak ada petasan untuk Tahun Baru Imlek? Liburan macam apa itu?" "Mari kita menonton TV dan tidur, kakek." Li Sicheng berjalan keluar dan berdiri diam di samping Su Qianci. Dia memeriksa jam dan berkata, "Sekarang jam 00:02. Apakah Kakek tidak lelah? Kakek biasanya tidur jam 9 malam kan." "Aku sedang menunggu kalian!" Kakek menatap mereka. "Kita bisa merayakan tahun baru bersama sebagai sebuah keluarga, tetapi kalian pergi bermain dan membawa cicitku tersayang bersama kalian. Tanpa melihat kalian pulang, bagaimana aku bisa tidur?" Su Qianci merasa agak malu dan mengingatkan, "Belum lahir, Kakek." "Hanya delapan bulan lagi. Ya, aku harus memikirkan sebuah nama yang hebat untuk cicitku." Kakek berjalan perlahan pergi ke kamarnya dengan tongkatnya. "Selamat malam, Kakek." Li Sicheng berkata. Responsnya adalah pintu yang ditutup. Hari berikutnya adalah Tahun Baru Imlek. Menurut tradisi, pada hari ini, orang-orang tidak boleh mencuci pakaian atau memanggil nama orang lain dari jauh. Membangunkan seseorang dari tidurnya juga dilarang. Hasilnya adalah Su Qianci tidur sampai pukul 10 pagi. Li Sicheng sudah pergi. Su Qianci mengucek matanya dan mandi. Ketika dirinya sudah siap untuk keluar, suaminya kembali. Melihat istrinya keluar dari kamar mandi, reaksi pertama Li Sicheng adalah memeriksa kaki Su Qianci. Hebat, istrinya memakai sepatu. "Kenapa kamu tidak tidur lebih lama?" Li Sicheng membuka lemari dan mengambilkan sebuah gaun musim dingin untuk istrinya. Su Qianci mengambilnya dan berkata, "Kamu pikir aku ini seekor babi? Tidur sepanjang hari?" Dia melepas atasan piamanya yang empuk dan mengenakan bra. Kulit istrinya yang putih membuat Li Sicheng merasa sedikit pusing. Mencoba memalingkan muka, pria itu terlalu berlebihan menilai kontrol dirinya sendiri. Merasa tak berdaya, dia berkata, "Aku menemukan dirimu bersikap semakin nyaman." Su Qianci menoleh ke belakang, merasa bingung. Chapter 435 - Kita Adalah Pasangan Yang Sudah Lama Menikah. Tidak Perlu Merasa Malu Li Sicheng membantu istrinya mengenakan gaun musim dingin itu dan berbisik, "Kamu biasanya tersipu malu ketika aku memandangmu. Dan sekarang kamu mengganti pakaian di depanku. Angkat tanganmu." Su Qianci tersipu dan mengangkat tangannya. Dia tersenyum dan berkata, "Kita adalah pasangan yang sudah lama menikah. Tidak perlu merasa malu." Li Sicheng meluruskan pakaian istrinya dan menarik ritsletingnya. Mendengar ungkapan pasangan yang sudah lama menikah, pria itu tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Setelah mengenakan gaun itu, Su Qianci meraih sepasang stoking. Saat sedang memakainya, dia mendapati Li Sicheng sedang menatap dirinya. Su Qianci tidak bisa menahan rasa malunya lagi. Melempar piama ke arah suaminya, dia berkata, "Jangan lihat!" "Kamu baru saja mengatakan pasangan yang sudah lama menikah." Li Sicheng meremas hidung istrinya. "Plinplan sekali!" Su Qianci memalingkan mukanya, mengenakan stoking, dan kemudian jaketnya. Sambil menarik tangan istrinya, Li Sicheng berkata, "Ibu sedang menunggumu. Ayo pergi." Qin Shuhua sedang duduk di ruang keluarga mengobrol dengan Li Yao dan Li Beixing. Li Jinnan belum bangun. Ketika melihat Su Qianci, Qin Shuhua segera berdiri dan berkata, "Kemarilah, Qianci. Ibu akan memperkenalkan para kerabat kepadamu." Ada banyak sekali kerabatnya. Setelah melakukan sebuah tur keliling lingkungan rumah mereka, Su Qianci diperkenalkan kepada semua jenis kerabat-kerabatnya dan mendapat puluhan angpau. Li Sicheng juga mengantarkan mereka ke rumah beberapa kerabat yang tinggal lebih jauh. Setelah seharian, wanita itu merasa kewalahan oleh antusiasme mereka. Dirinya dijamu dengan beraneka macam dim sum dan teh, tidak makan berat sama sekali sepanjang hari. Ketika kembali ke rumah, dirinya hampir pingsan. Setelah tidur nyenyak sepanjang malam, Su Qianci dibangunkan oleh Li Sicheng pada keesokan harinya. Jika mengikuti tradisi, Su Qianci seharusnya pergi ke keluarganya pada hari ini. Yang tentunya adalah keluarga Su. Karena dirinya bahkan tidak berbicara dengan keluarga itu, dia merasa kesal bahwa dirinya harus menghabiskan satu hari bersama mereka. Dia berbicara pada Li Sicheng mengenai hal itu, dan suaminya hanya berkata, "Kalau begitu kita tidak akan pergi ke sana." "Ya ¡­ bisakah kita melakukan itu?" "Tentu saja kita bisa. Aku akan memberi tahu mereka. Lagipula kamu memiliki keluarga yang lain." Li Sicheng mencium istrinya dan berkata. "Hari ini kita akan pergi ke Kota Dan." Su Qianci hampir mati karena kegirangan. Dia mengangguk dengan sebuah senyum dan melingkarkan lengannya di leher suaminya. "Fantastis." Melihat istrinya sangat bahagia, Li Sicheng berbisik, "Cium aku." "Tidak." "Kalau begitu aku yang akan menciummu." Lalu Li Sicheng menyegel bibirnya dan menjulurkan lidah menelusuri gigi istrinya. Su Qianci menutup matanya dan membiarkan suaminya, sementara dia mengencangkan lengannya di leher pria itu. Li Sicheng menghubungi keluarga Su dan mengatakan bahwa mereka tidak akan berkunjung ke sana. Kemudian, dia mengantar Su Qianci ke Kota Dan. Pada awalnya, Su Qianci tidak merasa mual ataupun mabuk darat. Akan tetapi, kali ini, untuk beberapa alasan dia muntah beberapa kali selama tiga jam perjalanan. Ketika mereka akhirnya tiba di Kota Dan, jalan-jalan yang saling bersilangan terbukti sangat membingungkan. Setelah mencari cukup lama sesuai dengan alamat yang diberikan Song Yifan, Li Sicheng akhirnya menemukan tempat itu. Tapi masalahnya adalah jalannya sangat sempit sehingga mobil itu bahkan tidak bisa masuk. Setelah menemukan sebuah tempat parkir bawah tanah, pria itu kemudian membawa istrinya untuk mencari rumah ayah mertuanya. Akan tetapi, mereka tiba-tiba bertemu dengan seseorang yang tidak mereka sangka-sangka. Chapter 436 - Aku Datang Untuk Bertemu Orang Tuamu Ketika melihat mereka, Rong Rui tampak terkejut juga. "Apa yang kalian lakukan di sini?" Su Qianci melirik ke arah kotak hadiah yang dibawa oleh Rong Rui dan menggoda, "Apakah kau berada di sini untuk menemui Cheng You?" Su Qianci mengetahui bahwa Cheng You juga berasal dari Dan City. Begitu pula Li Sicheng. Melihat apa yang sedang dibawa Rong Rui, pria itu mengetahui bahwa istrinya mungkin benar. Dia mengangkat alisnya dan melihat ke kiri dan ke kanan. "Apakah Cheng You tinggal di dekat sini?" Rong Rui sedikit tersipu malu dan berdeham. "Siapa bilang aku mencari Cheng You? Aku hanya berada di sini untuk menemui beberapa orang kerabat. Aku pergi dulu ya." Rong Rui berjalan dengan cepat. Melihat punggung pria itu, Su Qianci teringat akan kehidupan dirinya yang sebelumnya. Dia ingat bahwa ketika Rong Rui mengejar Cheng You di kehidupannya yang sebelumnya, usaha pria itu gila-gilaan ¡­. Menanti di depan pintu kamar putri mereka, orang tua Cheng You tidak bisa membuat putrinya membukakan pintu. Ibu Cheng You berteriak kepada ayah Cheng You, "Lihatlah keluarga Yang di sebelah. Putri mereka punya seorang kekasih saat dia berusia 22 tahun. Dan sekarang mereka sudah menikah dan memiliki seorang anak. Dia baru berusia 24 tahun ini. Putrimu sudah berusia 26 tahun. Kenapa kau tidak khawatir sama sekali?" Ayah Cheng You tidak tertarik dengan topik ini. Namun, setelah ibu Cheng You mengancam suaminya dengan uang, pria itu harus bergabung dengan istrinya. Ketika mendengar perkataan istrinya, dia berkata dengan percaya diri, "Ya, dia menurun dariku dan terlihat cantik. Kami tidak peduli." Wanita itu menatap suaminya dan melanjutkan berseru, "Kau tidak punya seorang kekasih walaupun wajahmu cantik. Membuat orang tuamu merasa khawatir tentang pernikahanmu adalah sebuah kejahatan!" Ketika ayah Cheng You sedang berpikir tentang apa yang harus dikatakannya, terdengar suara bel pintu. Matanya berbinar-binar. Dia segera bangkit dan berkata, "Aku akan membukakan pintu." Istrinya mengetahui apa yang sedang suaminya lakukan dan melirik pria itu dengan pandangan meremehkan sebelum dirinya melanjutkan ceramahnya. Ayah Cheng You membuka pintu dan melihat seorang pria tampan. Ketika dia melihat apa yang dipegang pria itu di tangannya, dia merasa berkecil hati. "Apakah kau ¡­ seorang salesman?" Rong Rui tersenyum, terlihat seperti seorang pria terhormat. "Tidak, Paman, aku ke sini untuk bertemu Cheng You." Mendengar apa yang pria itu katakan, ayah Cheng You berpikir bahwa dirinya pasti sudah tuli. "Siapa yang kau katakan?" "Cheng You." Pria tua itu segera melompat dan berteriak, "Sayangku, seseorang di sini untuk bertemu Cheng You! Seorang pria muda yang tampan!" Mendengar kata-kata "pria muda yang tampan", ibunya dengan segera menghampiri. Merasa sangat gembira ketika melihat Rong Rui, dia bertanya, "Apakah kau berada di sini untuk bertemu putri kami? Ayo masuk!" Kemudian dia segera berlari kembali ke kamar Cheng You. Sambil menggedor pintunya, dia berseru, "Cheng You, seseorang ke sini untuk bertemu denganmu. Bangunlah!" Setelah bekerja keras selama setahun penuh, Cheng You akhirnya mendapat kesempatan untuk libur beberapa hari dan tidur lebih lama. Namun, suara duet ayah dan ibunya membangunkannya. Dengan rambutnya yang berantakan, Cheng You membuka pintu dengan piama kusut dan menggeram, "Hentikan! Ah! Tidak bisakah aku tidur?" Dengan tangannya yang penuh dengan hadiah, Rong Rui melihat Cheng You dan wajahnya yang tenang sedikit berubah. Cheng You tercengang saat melihat pria itu. Sambil mengangkat alisnya, Rong Rui berkata dengan tenang, "Aku ke sini untuk mengunjungi orang tuamu." Cheng You membelalakkan matanya lebar-lebar, menatap dirinya sendiri, dan dengan segera melangkah mundur, menutup pintu di belakangnya. Chapter 437 - Seorang Penjahat Yang Sedang Menyamar Cheng You membelalakkan matanya lebar-lebar, menatap dirinya sendiri, dan dengan segera melangkah mundur, menutup pintu di belakangnya. Setelah menutup pintu, dia langsung pergi ke kamar mandi. Setelah melihat seperti apa penampilan dirinya, dia ingin membunuh dirinya sendiri. Ahhhhhhhhhhhhh! Rong Rui melihat dirinya. Apa yang harus dia lakukan? Rambutnya yang acak-acakan, lingkaran hitam di bawah matanya, kulitnya yang pucat, dia ¡­ dia merasa sangat malu! Mengapa orang ini memilih saat ini untuk datang kemari? Bukankah pria itu harus merayakan Tahun Baru Imlek? Tunggu sebentar ¡­ mengunjungi orang tuanya? Apa? Apakah Rong Rui mengatakan bahwa dirinya berada di sini untuk mengunjungi orang tuanya? Apa-apaan ini! Jantungnya berdegup kencang, dan pipinya serasa terbakar. Setelah cepat-cepat mandi dan menyisir rambutnya yang pendek, Cheng You memilih sebuah baju atasan yang bagus dan mengenakan sebuah celana jeans. Lalu ¡­ dia berpikir celana jeans mungkin akan membuat dirinya terlihat seperti seorang wanita tomboi. Setelah menatap ke cermin selama beberapa detik, Cheng You melepaskan celana jeans itu dan mengenakan sebuah gaun yang menurut ibunya terlihat anggun. Ketika berjalan ke arah cermin, dia melihat sebotol parfum Chanel yang dibelikan ibunya untuk dirinya ¡­. Semakin dia mempersiapkan dirinya, semakin cepat detak jantungnya. Cheng You meletakkan tangannya di gagang pintu dan merasa aneh ketika dia akan membuka pintu. Lagipula kenapa dirinya begitu peduli? Kenapa dia memberi perhatian lebih pada pria ini? Sialan! Dengan perasaan resah, Cheng You membuka pintu dan berjalan keluar. Ibunya sedang menjamu Rong Rui untuk minum teh. Ketika mereka mengobrol, senyum ibunya terlihat dengan sangat jelas. Melihat Cheng You yang berjalan keluar, ibunya merasa terkesan, dan begitu pula dengan Rong Rui. Namun, Cheng You tidak bermaksud membiarkan mereka untuk memuji kecantikannya. Dia hanya berjalan menghampiri dan menarik Rong Rui. "Pergi sekarang!" Rong Rui didorong ke arah pintu. Cheng You mengambil kotak hadiah yang dibawa pria itu dan mendorongnya keluar. Ibunya terkejut. "Cheng You, apa yang kau lakukan? Rong Rui adalah tamu kita, dan kau bersikap kasar!" Ayahnya mengangguk, "Itu benar." Cheng You mengabaikan mereka dan mendorong Rong Rui keluar. Mata Rong Rui menjadi gelap dan berdiri diam. Tidak peduli bagaimanapun Cheng You mendorongnya, pria itu tidak bergerak sama sekali. Dengan wajah yang merona merah, Cheng You gagal membuat pria itu keluar dan berkata, "Tuan Rong Rui, saya minta maaf, tetapi Anda tidak diterima di sini." Rong Rui menatap ke arah wanita itu, merasa bingung. "Apa salahku?" "Anda tidak melakukan kesalahan. Hanya saja Anda sangat jelek sehingga saya tidak ingin melihat Anda di sini." "Jelek?" Ibunya dengan cepat menghampiri. "Pemuda ini sangat tampan dan sopan. Jangan pedulikan putriku. Ayo masuk." Cheng You merasa kesal. "Bu? Ibu tidak tahu siapa dia. Dia adalah orang jahat." "Dia jahat bagaimana? Katakan padaku." Ibunya membantah. "Rong Rui adalah seorang anak yang hebat. Kenapa kau harus mengatakan hal itu?" "Dia pada dasarnya adalah seorang penjahat yang sedang menyamar. Ini adalah sebuah pertunjukan. Dia adalah seorang aktor yang hebat. Aku memberitahumu bahwa dia akan membohongimu kapan saja." "Kurasa kita perlu berbicara." Rong Rui berkata dengan tenang. "Kita pasti memiliki kesalahpahaman, seperti terakhir kali di bandara ¡­" Sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya, Cheng You sudah menutup mulut Rong Rui dan berseru, "Bicara! Ya! Ayo kita bicara di tempat lain!" Chapter 438 - Dibawa Ke Tempat Tidur Sambil tersenyum, Rong Rui memegang tangan Cheng You dan meletakkan hadiah itu kembali ke lantai sebelum membawa wanita itu keluar. Melihat itu, ibu Cheng You segera menatap suaminya dan berbisik, "Kau pikir putri kita menyukai pria ini?" Suaminya menjawab tanpa basa-basi, "Tentu saja. Pernahkah kau melihat Cheng You bersikap seperti ini sebelumnya?" "Bagus sekali!" Wanita itu merasa sangat gembira. "Aku akan menyiapkan beberapa hidangan untuk menjamu calon menantuku." Melihat itu, ayah Cheng You mendengus dan bergumam, "Sekarang ini terlalu dini ¡­." Cheng You ditarik ke lantai bawah oleh Rong Rui. Dia ingin menarik kembali tangannya, tetapi kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan Rong Rui. "Lepaskan!" Dia berteriak marah. Seolah-olah tidak mendengar apa-apa, Rong Rui menyetop sebuah taksi dan menarik Cheng You ke dalam mobil. "Ke Teluk Yijing." Ketika mendengar tujuannya, Cheng You tertegun dan menatap pria itu, menggeram, "Lepaskan aku! Untuk apa kau membawaku ke sana?" "Kita akan bicara. Dan itu adalah satu-satunya tempat yang aku tahu di sini." Suara Rong Rui terdengar sangat tenang. Merasakan tatapan aneh sang sopir taksi, Rong Rui melanjutkan, "Sebagai tambahan, seperti kita belum pernah ke sana sebelumnya saja. Bukankah kau bersenang-senang saat terakhir kali?" Sopir taksi itu akhirnya melanjutkan mengemudi. Merasa malu, Cheng You meronta-ronta dan menggeram, "Menjauhlah dariku. Kau b*jingan!" "Anak muda, jika wanita itu tidak bersedia, jangan melewati batas di sini," kata sopir taksi itu. Rong Rui melirik ke arah sopir taksi dan berkata, "Aku hanya mencoba untuk mentraktir makan malam dan meminta maaf. Dia terlalu berlebihan memikirkannya." Cheng You akhirnya menjadi diam. Melihat tangannya yang terasa sakit di bawah cengkeraman Rong Rui, dirinya berhenti meronta. Sopir itu merengut tetapi tidak mengatakan apa-apa. Dengan segera, mereka tiba. Rong Rui membayar ongkos taksi dan menarik Cheng You keluar. Teluk Yijing adalah satu-satunya hotel bintang lima di Kota Dan. Saat terakhir kali berada di kota ini, Rong Rui telah menginap di hotel itu. Pada saat itu, Cheng You menjemput Rong Rui dari bandara dan mengantarkannya ke hotel ini. Rong Rui bertanya pada wanita itu, "Apakah kau pernah memiliki seorang kekasih?" Cheng You menggelengkan kepalanya. "Apa yang kau pikirkan tentangku?" Dia tersipu malu dan melangkah mundur. Tetapi kemudian, karena suatu alasan, dia digiring ke tempat tidur pria itu. Itu adalah pertama kalinya Cheng You berhubungan seks, dan dia menjerit kesakitan. Setelah mereka selesai, Rong Rui merokok dan berkata dengan serius, "Jangan khawatir. Aku akan bertanggung jawab." Faktanya, Cheng You tidak pernah memikirkan hal itu. Ketika Tang Mengying melahirkan di rumah sakit, dia hanya mencoba bertanya kepada Rong Rui tentang video itu, sementara kata-kata Rong Rui membuat dirinya membenci pria itu. Rong Rui berkata, "Aku akan menjagamu. Jangan khawatir." Betapa menggelikan! Cheng You dibawa masuk ke dalam lift, merasa rumit. Melihat bahwa Rong Rui telah menekan tombol lantai 13, dirinya menjadi panik. Dia dengan segera menekan sembarang tombol dan menjerit, "Rong Rui!" Rong Rui melirik ke arah Cheng You dan kemudian dengan kuat menekan tombol "8" yang dinyalakan oleh wanita itu sampai lampunya mati. Lift itu naik ke lantai 13, dan Cheng You dibawa ke kamar 1318. Itu kamar yang sama dengan yang terakhir kali. Sambil meronta, Cheng You dibawa ke dalam kamar oleh Rong Rui. Begitu mereka sendirian, Rong Rui menyandarkan wanita itu ke dinding. "Apakah kau lupa? Aku akan menyegarkan ingatanmu." Chapter 439 - Tolong Jangan Merasakan hangatnya napas Rong Rui, jantung Cheng You berdegup kencang. "Kau merias wajahmu dan memakai parfum untukku." Rong Rui menarik napas dalam-dalam. "Dan kau mengatakan bahwa kau tidak menyukaiku?" Suara pria itu sedikit rendah, seperti sehelai bulu yang menggelitiki hati wanita itu. Wajah Cheng You semakin merona merah. Sambil berjongkok, dia berkata, "Ibuku yang membelikannya untukku. Ini pertama kalinya aku mencoba parfum ini." "Oh ¡­ kau memakai parfum untuk pertama kalinya untukku. Cukup bermakna." Rong Rui membungkuk dan menghentikan Cheng You dari menekuk lututnya. "Aku yakin yang kedua, ketiga, dan berkali-kali setelah itu akan menjadi milikku semua." Yang pertama kali ¡­. Cheng You mendorongnya, tetapi pria itu tidak bergerak sedikit pun. "Rong Rui, kau menggelikan. Kau tidak bisa mendapatkan Tang Mengying, jadi sekarang kau mendesakku? Apakah ini sebuah permainan bagimu? Atau kau mencoba mendekatiku untuk menggunakan diriku untuk melawan bosku?" Raut wajah Rong Rui akhirnya berubah. Dia tiba-tiba menyeringai, memperlihatkan giginya yang berkilau. Dia berkata dengan ambigu, "Kau bisa berpikir seperti itu." Cheng You merasa sesak napas. Dugaannya adalah satu hal, dan pengakuan Rong Rui adalah hal yang lainnya. Cheng You tidak bisa berpura-pura bahwa dia tidak peduli tentang dirinya yang dipergunakan oleh Rong Rui. Dia menggertakkan giginya dan membenturkan kepalanya ke dagu pria itu. "Pergilah ke neraka!" Terkejut, Rong Rui memegang dagunya dan melangkah mundur. Cheng You mengambil kesempatan itu untuk mendorong pria itu menjauh, membuka pintunya. Rong Rui terlihat marah dan menariknya kembali, mendorong tubuhnya ke lantai. Dirinya terjatuh di atas karpet dan menjerit. Pria itu berjongkok dan memegang tangannya. "Cheng You, aku serius. Menikahlah denganku, kapan pun." Cheng You merasa sangat marah sehingga dirinya tertawa. Menendang-nendangkan kakinya, dia mencibir, "Maaf, tapi aku tidak berniat untuk menikahi orang mesum." "Orang mesum?" Rong Rui tertawa kecil dan melemparkan Cheng You ke tempat tidur. Sambil melepas jaketnya, dia berkata, "Nona Cheng, aku bisa menjadi orang mesum yang lebih buruk daripada yang kau kira. Pernahkah kau mendengar tentang SM[1.Sado Masochism. Tindakan seksual yang melibatkan dua orang atau lebih yang memiliki keinginan besar untuk menyiksa orang lain atau disiksa secara seksual oleh orang lain.]?" Cheng You berguling di tempat tidur. Mendengar kata-kata Rong Rui, jantungnya nyaris copot. Sambil berguling dan merangkak, dia berhasil membawa dirinya ke pintu. Dirinya telah menyaksikan betapa kejamnya Rong Rui. Ketika pria itu bekerja untuk Tang Mengying, Rong Rui tidak memiliki batas. Cheng You mengira Rong Rui sebagai anak buah Li Sicheng, jadi mereka akan berada di tim yang sama sekarang. Namun ¡­. Wanita itu merasa kesal, dan matanya menjadi basah. Melihat pintu yang semakin dekat, tubuhnya ditindih ke lantai oleh Rong Rui. Dagu pria itu membentur lantai, dan Cheng You menjerit ketakutan dan kesakitan. Meledak dalam tangis, wanita itu menjerit, "Tolong jangan ¡­ tolong lepaskan aku, Rong Rui ¡­." Melihat air mata Cheng You, ekspresi kejam di wajah Rong Rui menghilang sepenuhnya. Dengan perasaan resah, pria itu membantu Cheng You berdiri dan berpura-pura berkata, "Kau menyebutku orang mesum, jadi aku akan menunjukkan kepadamu apa yang orang mesum lakukan." Karena perkataan itu, Cheng You menjerit lebih keras. Sambil memegang dahinya, Rong Rui bangkit berdiri dan melemparkan sejumlah tisu ke wajah wanita itu. "Diam!" Cheng You menyeka wajahnya hingga kering. Dia mundur, merasa takut bahwa pria itu akan mendekatinya lagi. Chapter 440 - Pastilah Putrinya Xuan "Pergi!" Rong Rui melambaikan tangannya. Cheng You tertegun. Apa maksud pria ini? Melihat wanita itu tercengang, Rong Rui menggeram, "Pergi, sekarang!" Cheng You kemudian bangkit berdiri dan berlari keluar. Akan tetapi, dia mendapati bahwa dirinya tidak memiliki uang sepeser pun. Haruskan dia berjalan kaki pulang ke rumah? Meskipun hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit untuk sampai ke tempat ini dengan taksi, waktunya pasti akan menjadi dua kali lipat jika dia berjalan kaki. Setelah merasa ragu-ragu sejenak di lorong hotel, Cheng You tidak kembali untuk meminta uang kepada Rong Rui dan berjalan kaki pulang ke rumah. Ketika dirinya sampai di rumah, itu lebih dari setengah jam kemudian. Cheng You berkaca ke cermin di lorong. Dagunya agak sedikit biru. Tetapi jika dia tidak mendongak, warna biru itu seharusnya tidak akan terlihat. Cheng You membetulkan postur tubuhnya sebelum menekan bel pintu. Begitu pintu dibuka, Cheng You melihat melihat wajah yang dia baru saja bersumpah tidak akan pernah melihatnya lagi dalam hidupnya. Ketika melihat wanita itu, Rong Rui tersenyum dan memanggil, "Ibu, Ayah, Youyou sudah kembali." Mendengar bagaimana pria itu memanggil semua orang, Cheng You merasa ketakutan ¡­. Su Qianci dan Li Sicheng masih belum menemukan rumah Song Yifan. Mereka harus menghubungi pria itu. Ketika Song Yifan menemukan mereka, itu adalah 20 menit kemudian. Rumah Song Yifan adalah sebuah rumah berukuran sedang. Dekorasinya tampak sangat tradisional. Berbeda dari rumah tua keluarga Li, rumah keluarga Song terlihat lebih sederhana. Di ruang keluarga, leluhur, Dewa Keberuntungan, Budha, dan semua jenis dewa dihormati dengan dupa yang sedang terbakar. Terbuat dari kayu persik, furnitur di rumah itu terlihat usang. Seorang wanita tua berambut putih dan panjang duduk di sana, mengenakan sebuah cincin emas, sebuah gelang emas, dan sebuah rantai emas dengan sebentuk liontin batu giok. Dia tampaknya berusia 60-an atau 70-an. Matanya terlihat agak putih. Menyadari kedatangan mereka, wanita tua itu berbalik dan bertanya dengan gembira, "Kau sudah kembali?" Berdiri, dia mencoba berjalan menghampiri mereka. Song Yifan berjalan ke arahnya dan membantunya duduk lagi. "Bu, duduklah." Su Qianci dan Li Sicheng berjalan masuk dan menyapa, "Nenek." Wanita tua itu merasa sangat gembira. Ketika melihat Su Qianci, senyumnya menjadi kaku. "Ini adalah ¡­" Su Qianci mengerjapkan matanya, memandang ke arah Song Yifan. "Tunggu!" Wanita tua itu sepertinya teringat sesuatu dan segera berjalan ke kamarnya. Tak lama kemudian, dia berjalan kembali dengan sebuah bingkai foto di tangannya. Melihat ke arah foto itu dan kemudian ke arah Su Qianci, matanya menjadi merah. "Xuan! Kau pasti Xuan!" "Nenek, aku bukan ¡­" "Kau tidak berubah sedikit pun setelah bertahun-tahun! Tapi bagaimana kau tega meninggalkan putraku? Apakah kau tahu bagaimana dia menghabiskan tahun-tahunnya?" Dia terisak-isak dan menatap Li Sicheng. "Siapa ini?" Song Yifan dengan cepat menghampiri dan berkata, "Bu, kau keliru. Ini putri angkatku, Su Qianci. Aku sudah memberitahumu tentang dia. Ini suaminya, Li Sicheng." Ibu Song Yifan melihat foto itu dan membandingkannya dengan Su Qianci. "Kau sangat mirip. Kau pastilah putrinya Xuan, kan?" Chapter 441 - Rong Xuan Sudah Meninggal Song Yifan mengerutkan bibirnya, menatap Su Qianci. Ya, wanita itu pastilah putri Rong Xuan. Jika Su Qianci bukan putri Rong Xuan, lalu bagaimana mungkin mereka terlihat sangat mirip dan usia mereka sesuai dengan asumsinya? Tapi, memangnya kenapa? Su Qianci sama sekali tidak ada hubungannya dengan Song Yifan ¡­. Su Qianci adalah Su Qianci. Song Yifan adalah Song Yifan. Meskipun wanita itu memanggilnya ayah, mereka berdua tahu betul bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun. Su Qianci bukanlah putri kandungnya. Merasa sedikit sedih, Song Yifan menghibur ibunya, "Dia mungkin putrinya Rong Xuan. Bu, duduklah." Mendengar kata-kata putranya, wanita tua itu duduk di kursi dan memberikan foto tersebut pada Su Qianci. Su Qianci mengambil foto itu dan mendapati bahwa itu adalah sebuah foto sekelompok orang, terdiri dari empat orang. Nenek duduk di kursi, dan seorang gadis berdiri di belakangnya dengan senyum yang menawan, mengenakan sebuah topi berwarna. Song Yifan muda berdiri di sebelah kiri gadis itu, dan Sheng Ximing muda di sebelah kanan. Mereka semua berusia sekitar 20 tahun. Jadi, mereka dulu terlihat seperti ini. Su Qianci menatap Rong Xuan yang berada di tengah dan membandingkan gadis itu dengan wanita arogan yang dia temui di rumah sakit. Apakah mereka benar-benar orang yang sama? "Pada saat itu, Xuan pingsan di atas bukit, dan Yifan menyelamatkan gadis itu dan membawanya pulang." Ibu Song Yifan mengingat hal itu. Suaranya terdengar dingin dan lirih. "Dan waktu itu, Xuan baru berusia 18 tahun. Dia memiliki kulit yang bagus dan penampilan yang menarik." Sambil duduk di kursi, Su Qianci mendengarkan wanita tua itu dan tanpa sadar meraih tangan Li Sicheng. Suaminya meletakkan tangan di bahunya tanpa berbicara. "Kota Dan memiliki nama yang berbeda pada waktu itu. Dulu namanya Kota Danxin. Kami miskin pada saat itu. Ayah Song Yifan tidak setuju gadis itu tinggal bersama kami, karena berarti dia adalah mulut tambahan yang harus diberi makan. Namun, Yifan memohon pada ayahnya. Gadis itu memberi tahu kami bahwa namanya adalah Rong Xuan. Suaranya manis, dan wajahnya cantik. Dia bahkan memiliki dua buah lesung pipi. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak punya orang tua dan hanya mempunyai seorang kakak laki-laki yang sudah meninggal. Xuan melarikan diri dari kampung halamannya karena ada sebuah wabah penyakit di sana. Dia melakukan pekerjaan rumah setiap hari dan bekerja sangat keras. Aku sedang tidak sehat, dan dia merawatku. Aku menjadi lebih baik dan semakin baik, dan pelan-pelan, suamiku menerima gadis itu. Kemudian, dia berkencan dengan Yifan. Baik suamiku dan aku merasa senang ¡­. "Wanita tua itu berhenti dan memandang ke arah Su Qianci. "Xuan, kenapa kau tiba-tiba menghilang? Apakah kau tahu bahwa Yifan mencarimu dengan gila-gilaan?" Mata tuanya dipenuhi dengan air mata, tatapan menuduh, dan menyalahkan. Su Qianci mundur dengan tidak nyaman dan berkata, "Nenek, aku ¡­ aku adalah Su Qianci." "Ibu, dia adalah Su Qianci, bukan Xuan. Xuan telah meninggal." Song Yifan memandang Su Qianci dan menjelaskan, "Nenek sudah tua dan memiliki penglihatan yang buruk dan menderita Alzheimer." "Oh ¡­." Wanita tua itu mengangguk. "Kami mengadakan sebuah pesta pernikahan untuk kalian berdua di kota, dan suamiku mengundang semua orang. Pada saat itu, kau pergi dan menghancurkan reputasi kami di kota ini ¡­." Chapter 442 - Apa Hubungan Antara Rong Xuan Dan Rong Haiyue? "Ayah Song Yifan adalah satu-satunya guru musik di sekitar sini. Dia bermain piano dan biola. Aku juga seorang wanita lokal yang terhormat. Kami dihormati di kota ini ¡­. Alangkah menyenangkannya jika Xuan tidak pernah datang pada kami ¡­." Wanita tua itu menyesalinya. "Aku telah memperlakukan gadis itu seperti putriku sendiri selama tiga tahun. Tiga tahun -- bahkan jika aku mempunyai seekor anjing, anjing itu akan menunjukkan rasa terima kasihnya padaku. Namun, Xuan pergi begitu saja, pada hari itu, memberi kami sebuah tamparan di wajah!" Lalu dia memukul-mukul dadanya dengan susah payah. Song Yifan kaget dan cepat menghentikan ibunya. "Bu!" Wajah ibunya berlinang air mata. "Itu menyakitkan! Rasanya seperti sebuah tamparan di wajah, terasa menyakitkan meskipun setelah bertahun-tahun! Apa yang pernah kulakukan pada gadis itu? Dia meninggalkan sebuah sebuah pesan dan menghilang. Aku bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup. Aku benci dia!" Melihat ibu Song Yifan menangis, Su Qianci juga merasa kecut. Dirinya mencoba menghapus air mata wanita tua itu dengan selembar tisu. Wanita tua itu tiba-tiba mengulurkan tangan dan memegang tangan Su Qianci, memanggil dengan tegas, "Xuan!" Su Qianci terkejut, gemetar ketakutan. Li Sicheng segera membawa istrinya ke dalam pelukannya dan melepaskan tangan wanita tua itu. Namun, Song Yifan menghentikan pria itu dan dengan perlahan menggelengkan kepalanya. Merasa ketakutan, Su Qianci berkata, "Nenek, aku Su Qianci, bukan Xuan." "Benar ¡­." kata wanita tua itu. Raut wajahnya menjadi lembut. "Panggil aku nenek lagi. Itu sangat menyenangkan untuk didengar." "Nenek ¡­." Su Qianci memanggil dengan takut-takut. Sambil tersenyum, wanita tua itu membelai rambut Su Qianci. "Gadis yang baik, nenek akan memasak untukmu. Apakah dia kekasihmu?" "Dia suamiku. Kami sudah menikah." "Oh ¡­ sudah menikah. Putri Yifan sudah menikah. Tua, aku sudah tua sekarang ¡­." Dia bergumam dan berdiri. "Aku akan pergi memasak." Song Yifan menahan ibunya dan berkata dengan lembut, "Bu, kita akan pergi ke restoran. Nanny Yang pulang untuk hari raya ini. Ayo kita keluar dan makan, ya?" "Itu buang-buang uang saja. Ayahmu akan memarahimu." "Ini hari raya. Sekali ini saja, oke?" Ibu Song Yifan melirik putranya dan mengeluh dengan diam-diam. "Ayo kita pergi, Ibu, aku akan membawamu." Song Yifan menggandeng lengan wanita tua itu, berjalan dengan perlahan. Melihat punggung ibu dan anak itu dari belakang, Su Qianci merasa sedikit sedih. Keluarga Song Yifan menjadi seperti ini karena Rong Xuan. Tanpa kehadiran gadis itu di sini, Song Yifan pastilah sudah menikah, dan Sheng Ximing tidak akan menderita. Su Qianci belum pernah menyebutkan bahwa dirinya telah melihat wanita itu beberapa waktu yang lalu kepada siapa pun, tapi sekarang, dia ingin mengatakannya. Setelah makan siang, Song Yifan mengantar ibunya ke kamar untuk tidur siang dan kemudian berjalan keluar. Su Qianci segera berkata, "Aku bertemu Rong Xuan beberapa waktu lalu." Song Yifan sedang membersihkan cangkir teh. Menggunakan penjepit untuk memegang cangkirnya, dia mendengar kata-kata Su Qianci dan cangkir itu terjatuh ke atas meja. Anehnya cangkir itu baik-baik saja. Begitu pula halnya dengan perasaan Song Yifan. Sambil tersenyum, pria itu melanjutkan pekerjaannya dan berkata, "Bagaimana mungkin? Dia sudah meninggal." "Itu benar-benar Rong Xuan. Ketika aku berada di rumah sakit, aku pergi mengunjungi Tuan Rong Haiyue ¡­" Su Qianci tiba-tiba berhenti. "Tunggu, Rong Xuan, Rong Haiyue, apa hubungan antara mereka berdua?" Chapter 443 - Jenazah Rong Xuan "Rong Haiyue?" Song Yifan mengerutkan kening. "Kedengarannya seperti seorang selebritas." "Mayor Jenderal," kata Li Sicheng. "Benar, aku pernah mendengar namanya." "Nama keluarga mereka sama, dan mereka muncul di rumah sakit pada saat yang sama. Apakah mereka ¡­ kakak beradik? Bukankah Ayah mengatakan bahwa Rong Xuan mempunyai seorang kakak laki-laki?" Su Qianci bertanya. Song Yifan menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin. Dia telah tinggal di keluargaku selama tiga tahun. Sepanjang waktu itu, dia tidak pernah menyebut-nyebut kakaknya. Sebagai tambahan, ada banyak orang dengan nama keluarga itu. Mungkin itu hanya suatu kebetulan. Dan kau sepertinya keliru." "Tidak, tidak mungkin!" Su Qianci merasa yakin. "Aku bahkan berbicara dengannya. Dia memintaku untuk tidak memanggil dirinya dengan sebutan Rong Xuan dan mengatakan bahwa itu menjijikkan." Li Sicheng melirik istrinya dan bertanya, "Kamu yakin?" "Ya!" Li Sicheng mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Luo Zhan. Luo Zhan tentu saja sedang tidur pada jam seperti ini. Karena ditelepon oleh Li Sicheng, dia membuang ponselnya dengan tidak sabar. Namun, sang penelepon tidak menyerah. Luo Zhan menjadi marah dan siap untuk mengangkatnya dan mengutuk. Melihat nama Li Sicheng, dia bergidik dan segera mengangkatnya, "Halo?" "Bisakah kau memeriksa rumah sakit kedua Kotaraja ¡­ Su Qianci, kapan kamu melihat wanita itu?" "Hari ketika aku ¡­ tidak, hari kedua setelah aku masuk rumah sakit ¡­." "Lihatlah rekaman kamera pengawas pada tanggal 15 dan 16. Carilah seorang wanita yang mirip dengan Su Qianci." Luo Zhan menggaruk kepalanya, mengenakan sandal, dan berjalan ke kamar mandi. "Saudaraku, ini adalah hari raya. Tidak bisakah aku beristirahat?" "Aku akan membayarmu dengan jumlah yang sama." "Baiklah, segera." Li Sicheng diam. Su Qianci berkata, "Wanita itu mengenakan sesuatu yang istimewa. Sebuah mantel hijau zamrud dengan sebuah qipao hijau di baliknya, sangat anggun. Rambutnya digulung ke atas seperti gaya usia 30-an." "Kau dengar itu?" Li Sicheng bertanya. Luo Zhan berkata, "Aku mengerti. Berapa lama waktu yang kau miliki?" "Aku butuh jawabannya sesegera mungkin." "Oke!" Luo Zhan menutup teleponnya, mandi, dan mulai bekerja. Dia meretas sistem kamera pengawas rumah sakit dan melihat pada hari-hari yang disebutkan Li Sicheng. Memang, dirinya menemukan orang itu. Seolah-olah dia telah melihat diri Su Qianci sendiri. Terlepas dari perbedaan usianya, mereka hampir terlihat seperti saudara kembar. Luo Zhan segera mengedit rekaman itu menjadi sebuah video dan mengirimnya pada Li Sicheng. Dirinya merasa cukup takjub. Benar-benar ada dua orang yang sangat mirip di dunia ini? Ketika Li Sicheng menerima video itu, itu lebih dari satu jam kemudian. Song Yifan mengajak pasangan itu untuk melihat beberapa tempat wisata terkenal di Kota Dan. Karena semua tempat wisata itu penuh, mereka melihatnya dari luar. Su Qianci melihat video itu dan dengan segera mengenali wanita itu. "Itu benar. Itu Rong Xuan! Lihat, Ayah!" Song Yifan tercengang ketika melihat Rong Xuan. Dia memperbesar lagi dan lagi sampai piksel 1 videonya menjadi besar. Itu adalah dia! Itu benar-benar Rong Xuan! Song Yifan akan mengenali wajah Rong Xuan kapan pun. Namun, bagaimana ini mungkin? Bukankah wanita itu sudah meninggal? Di Pegunungan Shiwan, petugas forensik merasa benar-benar yakin bahwa jenazah itu milik Rong Xuan setelah melakukan tes DNA. Namun, mengapa wanita itu muncul di dalam rekaman kamera pengawas itu baru-baru ini? Elemen gambar berupa titik terkecil pada layar. Chapter 444 - Seorang Pria Penuh Muslihat Seperti Rong Rui Li Sicheng menelepon lagi. "Cari tahu tentang wanita ini secepatnya. Aku butuh semua informasi yang bisa kau temukan, alamat, dan identitas!" "Segera." Song Yifan tidak lagi tertarik untuk mengajak pasangan itu berkeliling, yang mana dapat diketahui oleh Li Sicheng. Su Qianci kebetulan merasa sedikit lelah, jadi mereka pulang bersama-sama. Namun, mereka bertemu orang-orang yang tidak mereka sangka-sangka. Dan dua orang sekaligus. Ketika Cheng You dipaksa untuk berkencan dengan Rong Rui oleh ibunya, dia merasa sangat enggan. Rong Rui pasti sudah menghipnotis orang tuanya saat dirinya pulang dengan berjalan kaki secara menyedihkan! Ibunya hampir mematuhi pria itu, dan bahkan ayahnya yang dia pikir tidak akan dapat disuap pun percaya sepenuhnya. Dengan ibunya yang memperhatikan mereka dari kejauhan, dia harus mengikuti permainannya meskipun dirinya merasa enggan. Menggenggam tangan wanita itu, Rong Rui sengaja berjalan dengan sangat lambat. Melihat Cheng You yang gugup, malu, dan enggan, anehnya pria itu malah merasa senang. Cheng You menampilkan sebuah senyum yang dipaksakan di wajahnya sembari dia menggertakkan giginya dan berbisik, "Berjalanlah lebih cepat. Tinggalkan ibuku!" Rong Rui melirik ke arahnya dan berkata dengan tenang, "Ibumu ingin melihatmu bersama dengan seorang kekasih, dan dia berpikir bahwa aku adalah orang yang tepat." "Orang yang tepat apanya! Ibuku tidak tahu siapa kau, tapi aku tahu. Kau sedang bersekongkol, dan dia menjebak putrinya." "Aku memang bersekongkol. Tapi aku bersekongkol untukmu." Mendengar itu, jantung Cheng You berdetak kencang. Dia ingin menarik tangannya kembali, tetapi Rong Rui meremas tangan Cheng You dengan kencang. Tangan pria itu besar dan sedikit kasar. Cheng You dengan jelas merasakan kulit Rong Rui yang hangat, tersipu malu, dan membuang muka. "Ha, aku tidak bodoh." Rong Rui menangkap sekilas perubahan di wajah Cheng You. Pria itu tersenyum. "Tidak apa-apa. Kau dapat memilih untuk menjadi bodoh di masa yang akan datang. Aku tidak akan meninggalkanmu karena hal itu." Cheng You menjadi marah dan menendang pria itu. "Cepatlah! Apakah lambang zodiakmu adalah kura-kura?" "Hush. Ibumu melihat itu." Rong Rui menunjuk ke arah ibunya. Wanita itu berbalik dan melihat ibunya sedang melemparkan tatapan menyalahkan pada putrinya. Cheng You memaksakan sebuah senyum ke arah ibunya, membalikkan badan, dan berkata dengan getir, "Tolong berjalanlah lebih cepat. Aku sedang terburu-buru ingin buang air kecil." "Ya, kau menggunakan alasan itu kurang dari 10 menit yang lalu." Cheng You memelototi pria itu. "Aku punya kandung kemih yang mengerikan. Apakah kau punya masalah dengan itu?" Rong Rui menyeringai, memperlihatkan barisan giginya yang bagus. Pria itu cukup tampan ¡­ tapi sayangnya, dia adalah orang mesum! Cheng You meratap dan melihat ke depan, melihat Su Qianci yang sedang melambai pada mereka. Di sebelah Su Qianci, ada seorang pria jangkung. Melihat Cheng You dan Rong Rui bersama, Li Sicheng tampak sedikit terkejut dan merasa agak tertarik. Cheng You merasa seperti tersambar petir. Reaksi pertamanya adalah menyingkirkan tangan Rong Rui. Namun, cengkeraman pria itu lebih kuat daripada yang dia pikirkan. Rong Rui tidak bergerak sama sekali! Melihat Li Sicheng dan Su Qianci, Rong Rui berjalan menghampiri, menarik Cheng You bersamanya. "Kebetulan sekali. Kalian berada di sini juga di Kota Dan." Chapter 445 - Cepat Sekali Cheng You merasa sangat malu. Dia ingin menutupi wajahnya, tetapi pasangan itu sudah melihat dirinya. Dengan sebuah senyum canggung, dia menyapa, "Hai, Tuan dan Nyonya Li ¡­." "Kalian ¡­." Li Sicheng menunjuk mereka berdua, melirik ke arah tangan mereka yang sedang bergandengan. "Ya, kami berkencan sekarang," kata Rong Rui sambil tersenyum dan mengangkat tangan mereka. "Siapa yang berkencan denganmu? Dasar tak tahu malu!" Cheng You berkata dengan marah. Wajahnya memerah ketika dia mencoba melepaskan diri dari pria itu. "Lepaskan!" Rong Rui masih tidak bergerak, tidak peduli bagaimanapun wanita itu menyerangnya. Melihat Li Sicheng, Rong Rui bertanya, "Kenapa kau di sini?" Tidak mungkin Li Sicheng akan menjelaskan kepada pria itu. Dia melirik Rong Rui tanpa berbicara dengannya. Melihat ke arah Cheng You, dia berkata, "Nona Cheng, aku tidak menyangka kau menyukai kekerasan." Mendengar itu, Su Qianci berusaha menahan tawanya dan menyenggol suaminya. Cheng You dengan segera tersipu malu. Sebagai tambahan, selain menggunakan tangannya, dia bahkan menendang Rong Rui dan menggigit tangan pria itu. Rong Rui meringis, tetapi mempertahankan senyumnya dan berkata kepada Li Sicheng dan Su Qianci, "Permisi. Aku harus pergi sekarang untuk mengurus perbedaan pribadi kami." Cheng You menggunakan semua kekuatan yang dimilikinya, dan bahkan bisa merasakan rasa darah. Rong Rui tidak mau melepaskan dirinya. Mendengar kata-kata pria itu, dia dengan segera merasakan sebuah bahaya dan melepaskan tangan Rong Rui. Su Qianci melihat darah di tangan Rong Rui dan merasa sedikit ketakutan. Di sisi lain, Li Sicheng sedang menatap mereka berdua, merasa tertarik. Cheng You berteriak dengan getir, "Selamatkan saya, bos?" Sambil memandang Cheng You, Su Qianci menarik lengan baju Li Sicheng dan bertanya, "Apakah dia akan baik-baik saja? Rong Rui tidak akan memukulinya, kan?" Setelah hening sejenak, Li Sicheng menyaksikan Cheng You ditarik pergi oleh Rong Rui. Dia menunduk dan berkata, "Rong Rui tidak akan memukulinya, tetapi dia mungkin akan balas menggigit Cheng You." "Benarkah?" Su Qianci terkejut dan menjadi khawatir. "Apakah Rong Rui seorang pria yang mengerikan seperti itu? Apakah dia akan membuat tangan Cheng You berdarah juga?" Tangan Cheng You sangat cantik -- anggun dan halus. Jika tangannya mempunyai bekas luka karena hal itu, itu akan sangat disayangkan. "Bukan tangannya." Li Sicheng melengkungkan bibirnya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. "Ayo pergi. Ayah Song Yifan telah berjalan jauh." "Lalu di mana? Kamu bilang Rong Rui akan balas menggigit Cheng You." Su Qianci tercengang. "Di mana biasanya aku menggigitmu?" "Leher ¡­." Su Qianci berkata dengan cepat, tetapi dengan cepat tersipu malu. "Tidak mungkin. Mereka bergerak secepat itu?" Senyum Li Sicheng semakin dalam. Dia menepuk hidung istrinya dan berbisik, "Apa yang kamu pikirkan? Kita harus kembali sekarang." Su Qianci tersipu malu, tetapi tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah Cheng You dan Rong Rui. Rong Rui berjalan sangat cepat. Dengan cepat, mereka meninggalkan area wisata dan pergi ke sebuah jalan berbatu yang lebar. Jalan itu dihiasi oleh barisan patung-patung perunggu yang terkenal di kota itu. Banyak turis yang sedang mengamati patung-patung itu ketika mereka melihat seorang wanita yang dipaksa untuk pergi oleh seorang pria. Banyak orang yang melirik ke arah mereka berdua. Jantung Cheng You berdegup kencang. Dia menutupi wajahnya sepanjang jalan. Ketika dia melihat ke bawah dan melihat tanda-tanda yang ditinggalkannya di tangan pria itu, dirinya merasa sedikit bersalah dan tergagap-gagap, "Kau ¡­ kau melakukan itu pada dirimu sendiri. Kaulah yang tidak ingin melepaskan aku." Rong Rui berhenti berjalan tanpa peringatan. Cheng You tidak berhenti tepat pada waktunya dan tubuhnya membungkuk ke depan. Dengan segera, wanita itu ditarik kembali oleh Rong Rui. Chapter 446 - Bagaimana Dengan Sesuatu Yang Menyenangkan Melihat raut wajah Rong Rui yang tidak ramah, Cheng You berkedip dan memalingkan wajahnya. "Ini terasa sakit." Rong Rui melirik ke arah tangannya yang digigit oleh wanita itu. Lukanya tidak mengeluarkan banyak darah. Saat mereka berjalan, darahnya sudah mengering, tetapi masih menyebabkan dirinya merasa sangat kesakitan. "Kau pantas mendapatkannya." "Ibumu melihat saat aku menarikmu pergi." Cheng You menatap pria itu dengan mata terbelalak. "Bagaimana kau tahu?" "Aku melihatnya." Rong Rui berkata dengan tenang. "Dan ibumu juga melihatmu memegang lenganku." "Aku menggigitmu!" Ketika Cheng You mengatakan itu, dirinya tiba-tiba teringat bahwa ketika dia menggigit Rong Rui, pria itu sedikit menggerakkan tubuhnya. Apakah itu berarti ¡­. "Tapi dari sudut pandang ibumu, kau sedang memelukku. Selain itu ¡­." Rong Rui melirik ke belakang dan melengkungkan bibirnya. "Mereka mengikuti kita." Jalan ini terletak agak jauh dari daerah wisata. Cheng You melihat ke sekeliling dan tidak menemukan siapa pun. Namun, ketika dia menoleh, sebuah tangan besar tiba-tiba terulur. Rong Rui memegang dagunya dan menyandarkan tubuhnya ke dinding. Pria itu menundukkan kepalanya dan mencium gadis itu. Cheng You menatap pria itu, matanya terbelalak, jantungnya berdetak tak terkendali. Sebuah sensasi berdenyut-denyut yang tak terlukiskan secara luar biasa masuk dengan diam-diam ke dalam jiwanya yang telah hampa selama 26 tahun. Rong Rui menatap Cheng You dengan mata kuning kecokelatan miliknya, matanya tertuju pada gadis itu, dan ujung lidahnya menyusup ke dalam mulut Cheng You, menangkap rasa manis lembut yang pernah dia rasakan dan mendapati bahwa rasa itu tak terlupakan. Ibu dan bibi Cheng You mengikuti mereka dan melihat kedua sosok itu tumpang tindih di kejauhan. Ibu Cheng You merasa sangat senang dan bertepuk tangan, berseru pada adik perempuannya, "Aku sudah bilang padamu bahwa Youyou-ku terlalu cantik untuk melajang. Dia bahkan tidak memberi tahu kami tentang kekasihnya. Aku baru mengetahuinya hari ini ketika pemuda ini datang ke keluarga kami!" Adiknya terlihat iri dan berkata, "Kamu tidak bilang. Pria itu cukup tampan." "Oh, tentu saja. Youyou kami sangat cantik," kata ibu Cheng You dengan penuh kemenangan. "Ayo pergi. Jangan ganggu mereka. Kita akan bersenang-senang juga!" Kemarahan Cheng You tak terbendung. Di wajahnya yang hampir merah padam, terlihat ada amarah. Dia menendang kaki pria itu. Tetapi tidak peduli seberapa kerasnya dia mencoba, Rong Rui tidak bergerak sedikit pun. Tangannya dipegang erat dan tidak bisa bergerak bebas. Sebagai gantinya, dia menyebabkan dirinya sendiri merasakan sakit dan air mata. Tiba-tiba, dia memikirkan sebuah trik. Dia pertama-tama merapatkan kakinya, dan dengan segera mengangkat lututnya ¡­. Sebuah tangan yang besar menangkap lututnya. Rong Rui mencondongkan tubuhnya, matanya yang kuning kecokelatan sedikit buram, dan suaranya terdengar dalam dan parau. "Ini milikmu di masa depan, apakah kau yakin ingin melakukan itu?" Cheng You merasa dirinya seperti sedang dipermainkan, jadi gadis itu berteriak, dan memberontak dengan ketiga anggota tubuhnya yang masih bebas. Tetapi kekuatan Rong Rui sangatlah besar sehingga dirinya tidak bisa bergerak. Pria itu tampak sangat menikmati perasaan ini, berbisik, "Wajahmu merah padam." Gadis itu bahkan semakin marah, dan menggigit wajah pria itu. Rong Rui mundur dan menghindari serangan gadis itu. Kemudian, dia melepaskan lutut Cheng You dan menindih tubuh gadis itu. Napas Rong Rui sedikit terengah-engah, pria itu merendahkan suaranya, yang entah kenapa terdengar seksi di telinga Cheng You, bertentangan dengan kehendaknya. Rong Rui berkata, "Kekuatan fisik yang bagus. Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan?" Chapter 447 - Lihatlah Selaput Daraku Apa yang ingin Rong Rui lakukan? Membawa Cheng You ke hotel lagi? "Menyenangkan apanya!" Cheng You hampir menjadi gila. Orang ini seorang pengacau, penipu, penjahat! Namun, dia adalah seorang aktor yang baik, dan orang tuanya tertipu. Cih! "Kau dipenuhi dengan pikiran yang memalukan sepanjang hari, kenapa kau tidak mati saja? Tang Mengying seperti ini sekarang. Bukankah seharusnya kau sudah bunuh diri? Lagi pula, kau memang merusak pemandangan!" Cheng You tidak memilih kata-katanya sebelum melampiaskan kekesalannya. Rong Rui mendengar kata-kata Cheng You, dan dengan berbahaya membungkuk ke arah gadis itu. Dia mencubit wajah Cheng You lagi. Gadis itu dengan jelas merasakan kemarahan Rong Rui. Jantungnya berdetak sangat kencang, dan dia merasa sedikit takut. Namun, harga diri dan kehormatannya tidak memperbolehkan dirinya untuk menundukkan kepala. Dia adalah Cheng You, asisten paling efektif dari Li Sicheng. Mengapa dia harus diancam oleh seseorang yang bukan siapa-siapa seperti Rong Rui? Balas menatap pria itu tanpa ragu, Cheng You mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Setelah memandang gadis itu dengan cukup lama, Rong Rui berkata, "Aku tahu bahwa ide itu milikmu. Pemburu itu memberitahuku." "Apa ¡­ ide apa?" Kata Cheng You, hanya untuk mengetahui bahwa dirinya sangat takut pada pria itu sehingga dia berbicara tergagap-gagap. Dia berharap bisa menggigit lidahnya karena merasa separuh menyesal. "Rencana sewaktu di rumah di Jiangzhou itu. Li Sicheng sudah membuat rencananya dan kau mengubahnya. Rencana semula, Li Sicheng benar-benar ingin menyerahkan aku pada para pengawal itu, dan kau menghentikan bosmu, kan?" Cheng You mendengar itu, dan menghindari tatapan Rong Rui. Dia berkata, "Aku hanya mendapati bahwa kau menyedihkan. Setelah dibutakan oleh Tang Mengying pel*cur itu, pada akhirnya kau tidak mendapatkan apa-apa dan bahkan tidak bisa terbunuh. Itu akan terlalu menyedihkan." "Jika sekelompok pengawal itu benar-benar melakukan hal itu padaku, maka aku akan benar-benar membunuh diriku sendiri." Rong Rui membelai dagu Cheng You yang halus dan berkata dengan tenang, "Tidak ada seorang lelaki pun yang akan membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu. Aku membayangkan hal ini seharusnya lebih memalukan daripada seorang wanita yang diperkosa beramai-ramai." Yah, itu akan sangat menyedihkan ¡­ ketika "bunga aster kecilnya" berubah menjadi sebuah "bunga matahari" ¡­. Cheng You merasa ngeri hanya dengan memikirkannya saja. "Jadi, aku bisa mengatakan bahwa kau sudah menyelamatkan hidupku," lanjut Rong Rui. Bibir Cheng You bergerak-gerak, menyatakan, "Jadi, apakah kau akan berterima kasih padaku dengan menawarkan dirimu sendiri?" "Ya, di masa yang datang, apakah kau mengakuinya atau tidak, aku adalah milikmu." Cheng You melihat bahwa dirinya memiliki sebuah keuntungan, dan dengan segera memperingatkan, "Karena kau mengetahui bahwa aku adalah penyelamatmu, kau harus segera melepaskan aku. Mungkin aku akan membiarkan kau menjadi pengawal pribadiku atau sesuatu jika aku sedang berada dalam suasana hati yang baik. Kau tidak memperlakukan penyelamatmu dengan benar!" Rong Rui langsung mengabaikan kata-kata gadis itu dan dengan tenang berkata, "Kau memberikan keperawananmu padaku." "Lalu kenapa? Cih! Itu hanyalah selaput dara. Aku tidak peduli!" Cheng You berkata dengan jijik. "Tapi keperjakaanku juga untukmu. Aku sangat menghargai selaput dara laki-lakiku." Cheng You berkata dengan marah, "Selaput dara laki-laki? Aku sudah hidup bertahun-tahun dan ini pertama kalinya aku mendengar bahwa pria memiliki selaput dara! Siapa yang coba kau bodohi?" Rong Rui tersenyum dan menatap gadis itu dengan mata kuning kecokelatannya. Lalu dia memasang raut wajah yang tertekan, "Jika aku tahu kau akan menyangkalnya, aku seharusnya membiarkanmu melihatnya sebelum memasukkannya. Sekarang selaput dara itu sudah rusak, dan aku bahkan tidak punya sebuah bukti. Sungguh mengerikan!" Chapter 448 - Mengangkat Dari Kakinya Cheng You berkata dengan jijik, "Cih! Apa lagi yang bisa ada di sana selain uretra 1 ?" "Aku tidak menyangka kau ternyata memahami biologi dengan baik." "Tentu. Lepaskan aku!" "Tapi bagaimana gurumu mengajarimu? Siapa bilang tidak ada selaput dara untuk laki-laki, atau haruskah kita kembali ke tempat sebelumnya untuk meninjau kembali proses rusaknya?" Cheng You merasa sangat kesal sehingga dia ingin membunuh Rong Rui. Pria ini, kulitnya lebih tebal dari dinding, dan mulutnya begitu jahat sehingga gadis itu dibekukan oleh dua atau tiga buah kalimat. Dan raut wajah Rong Rui begitu serius. Cih! Karena pria itu membungkuk ke arahnya, Cheng You berhenti meronta-ronta dan bertanya, "Kau benar-benar tidak ingin melepaskanku?" "Sebenarnya, aku bisa melepaskanmu. Tapi bagaimana kalau di tempat lain?" Gadis itu hampir menangis. Dia berbisik, "Tolong, jangan mempermalukan diriku? Ini kota kelahiranku, ada terlalu banyak orang yang mengenalku. Jika orang-orang melihat kita, bagaimana aku bisa tinggal di sini di masa yang akan datang?" Rong Rui mendengar kata-kata gadis itu, menunduk, dan mengangguk. "Itu benar juga." Cheng You memandang wajah pria itu dan dengan segera mengangguk. "Dengar, aku adalah seorang gadis yang sangat cantik seperti sekuntum bunga, dan tidak tepat bagiku untuk berkencan di depan umum dengan seorang lelaki tinggi dan perkasa seperti dirimu." Rong Rui benar-benar menyetujuinya, mengangguk, dan berkata dengan sungguh-sungguh, "Jika kau terlihat melakukan hal itu di depan umum, ketika kabar itu beredar, kau tidak akan bisa menikah dengan baik di masa yang akan datang." Gadis itu mengangguk lebih keras. "Dengar, kami tidak memiliki jumlah penduduk sebanyak kota asalmu ataupun Kotaraja. Di kota sekecil ini, jika kabar itu tersebar, apakah masih ada pria yang menginginkanku?" "Ternyata seperti ini ¡­." "Iya!" Cheng You berpikir bahwa dirinya akhirnya bisa meyakinkan pria itu, dan dia hampir meledak dalam tangis. "Jadi, Tuan, lepaskan aku, ya?" "Oke." Rong Rui akhirnya membebaskan gadis itu. Cheng You akhirnya mendapatkan kebebasannya. Dia menggosok lengannya dan melihat tangannya berwarna biru dan ungu. Dia tidak bisa menahan perasaan jengkelnya. Reaksi pertamanya adalah melarikan diri, tetapi Rong Rui tidak mudah tertipu. Gadis itu diangkat olehnya seperti seekor ayam. "Ahhhhh, kau bilang kau akan melepaskanku. Kenapa kau melakukan ini?!" "Aku berkata akan melepaskanmu, tetapi aku tidak mengatakan aku akan membiarkanmu pergi. Nona Cheng tidak memiliki sebuah ingatan yang sangat bagus, kan? Atau apakah kau memiliki masalah dengan pendengaran?" Rong Rui menarik Cheng You kembali dengan tenang dan meletakkan tangannya yang besar di pinggang gadis itu, "Ayo kita pergi." "Singkirkan tanganmu!" Cheng You memukul tangan pria itu. Rong Rui melirik gadis itu. "Kalau begitu mari kita ubah posisinya." Kemudian dia mengangkat tubuh gadis itu dari kakinya. Pria itu sedang ¡­ menggendong dirinya dalam pelukannya! Cheng You meronta dengan keras dan berteriak, "Kau seorang pengacau, kau tahu, Rong Rui! Si*lan keluargamu!" "Aku adalah keluargamu, silakan memakiku. Aku tidak akan pernah membantah." Rong Rui menggendong dirinya, meskipun dia berjuang melepaskan diri dan hampir berhasil melarikan diri beberapa kali. Pria itu tidak mau melepaskan, melangkah ke arah kerumunan orang-orang dengan Cheng You di pelukannya. Gadis ini arogan, liar, dan sulit dijinakkan. Lagipula, itu karena Rong Rui belum merebut hati Cheng You. Betapa penurutnya gadis ini di depan Li Sicheng! Rong Rui mengetahui hal itu dengan sangat baik, dan matanya menjadi gelap ketika tatapan matanya bertemu dengan mata Cheng You. Segera dia keluar dari jalan berbatu itu dan tiba di dekat tempat yang indah. Gadis itu menjadi diam dan menutupi wajahnya, karena takut orang lain akan melihatnya. Pria itu tersenyum dan berkata dengan suara keras, "Cheng You, apa yang kita makan untuk makan malam?" Saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh Chapter 449 - Jika Kau Tidak Senang, Kau Bisa Memakiku Cheng You melirik ke arah Rong Rui dan membungkam mulut pria itu. Wajahnya terbenam di dada pria itu, dia mengertakkan gigi dan menggeram, "Tutup mulutmu!" Mulut Rong Rui dibungkam. Pria itu menurunkan tatapan matanya dan melihat ujung telinga Cheng You yang berwarna merah muda, entah kenapa merasa sangat senang. Mulutnya dibungkam dengan erat, dan dia membuka mulutnya sedikit, dan menyentuh jemari wanita itu dengan ujung lidahnya. Tubuh Cheng You menjadi kaku dan dia menarik tangannya kembali. Tapi dengan segera, wanita itu merasa tertipu. Dia langsung membungkam mulut pria itu lagi. Lidah Rong Rui menjadi lebih fleksibel dan menari-nari di telapak tangan Cheng You. Setelah dijilat sesaat, akhirnya wanita itu tidak bisa menahan diri untuk menarik kembali tangannya. Dia diam-diam ingin membunuh pria itu. Rong Rui tertawa terbahak-bahak dan berkata dengan sebuah suara pelan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, "Aku suka melihatmu seperti ini. Jika kau tidak senang, kau bisa memakiku." Cheng You mengulurkan tangan untuk mencubit dada Rong Rui dengan keras. Pria itu merasa sangat kesakitan sehingga raut wajahnya berubah, tetapi dia masih berteriak, "Cheng You, jangan sentuh aku. Pikirkan tentang pengaruh buruknya!" "Tutup mulutmu!" Dia tidak bisa mendengarkan Rong Rui. Dia meronta-ronta dengan keras. "Binatang, turunkan aku!" "Teman sekolah kita, Cheng You?" "Apakah pria itu meneriakkan nama Cheng You?" "Hei, gadis itu agak mirip Cheng You. Lihatlah rambut pendek itu!" "Jadi dia cukup terbuka! Lihat bagaimana pria itu menggendongnya, sangat romantis!" Cheng You merasa malu. Dia melepaskan cubitannya di dada Rong Rui dan menggeram, "Jika kau tidak menurunkanku, aku akan berteriak meminta tolong! Karena kita sedang bersama-sama, kau akan dipermalukan juga!" "Oke, aku akan melakukannya." Rong Rui secara tiba-tiba bisa diyakinkan, dia menurunkan tubuh wanita itu. Cheng You merasa sedikit malu, tetapi melihat ekspresi wajah terkejut teman-teman sekolahnya, dirinya berharap bisa menemukan tempat untuk bersembunyi. Dia menendang pria itu sebelum melarikan diri. Rong Rui terpana karena rasa sakit di kakinya, mengerutkan kening dan menarik napas. Dia menoleh ke teman-teman sekolah Cheng You dan berkata, "Dia sedang bersikap kekanak-kanakan." Lalu dia berlari mengejar wanita itu. Gadis-gadis itu terpesona. "Ah! Kekasih Cheng You sangat tampan!" "Sangat lembut, sangat baik padanya!" "Hei, setiap orang memiliki kehidupan yang berbeda!" Cheng You tidak pernah merasa dipermalukan seperti itu. Sejak kecil, dia selalu diperlakukan seperti seorang putri. Orang tuanya, teman sekelasnya, dan rekan-rekannya semua menghormatinya, karena dia bijaksana dan rajin. Ini adalah pertama kalinya hal seperti ini terjadi padanya. Sangat memalukan, sangat memalukan! Semakin dia memikirkannya, semakin buruk perasaannya. Sambil berlari, dia terisak-isak. Kaki Rong Rui lebih panjang daripada kakinya. Berhasil mengejar, pria itu meraih tangannya. "Hei." Saat Cheng You menoleh ke belakang, Rong Rui dengan jelas melihat matanya yang merah. "Jangan sentuh aku!" Cheng You merasa sangat marah sehingga dia mengibaskan tangan pria itu. Rong Rui melihat bahwa Cheng You sedang menangis dan merasa bingung. Dia mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa dirinya menyerah. Dengan setengah tersenyum, dia berkata, "Hanya bercanda. Apakah kau benar-benar marah?" Cheng You tidak menjawab dan melarikan diri. Rong Rui mengikutinya dari kejauhan. Melihat wanita itu memasuki toilet wanita umum, dia langsung berhenti, menunggu di luar. Toilet di daerah ramai berbau sangat tidak sedap. Setelah menunggu lebih dari setengah jam, Rong Rui masih tidak melihat Cheng You keluar. Akhirnya, dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya kepada seorang wanita yang akan masuk ke dalam toilet untuk membantunya mencari Cheng You. Wanita itu memandangnya dengan pandangan aneh dan berkata, "Anak muda, toilet wanita memiliki sebuah pintu belakang, sehingga dia bisa keluar dari sana." Chapter 450 - Aku Menemukan Identitas Asli Rong Xuan Jadi itu berarti Cheng You sudah melarikan diri lagi. Rong Rui tercengang, lalu tersenyum tak berdaya. "Gadis ini ¡­." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Song Yifan menyarankan agar pasangan itu menginap di rumahnya, dan mengatakan bahwa dirinya akan membawa mereka berkeliling keesokan harinya. Li Sicheng pada awalnya tidak berniat untuk menyetujuinya, tetapi ketika dia melihat raut wajah lelah Su Qianci, dia masih berkata ya. Namun, mereka tidak memilih untuk menginap di rumah Song Yifan, tetapi mengendarai mobilnya ke hotel bintang lima yang mereka lihat di perjalanan. Mobil itu diserahkan kepada penjaga pintu, dan dia meminta sebuah kamar suite bersama istrinya. Begitu Su Qianci memasuki kamar suite itu, dia melepaskan sepatu dan kaus kakinya, dan tertidur dengan menengkurap. Li Sicheng tidak punya pilihan selain melepas pakaian tebal istrinya dan membalikkan badan Su Qianci agar tidur telentang di tempat tidur. Dia mendengar bahwa wanita hamil akan mengalami masa-masa sulit karena muntah-muntah pada trimester pertama. Dia tidak mengetahui seperti apa wanita hamil lainnya, tetapi istrinya hanya muntah beberapa kali dalam perjalanan menuju Kota Dan ini. Su Qianci terlihat tidak berbeda dari biasanya selain merasa mengantuk sepanjang waktu. Istrinya makan dan minum seperti biasa. Su Qianci memakan apa pun yang dimakan olehnya, dan tidak memilih-milih makanan sama sekali. Setelah menyelimuti istrinya, Li Sicheng pergi ke kamar mandi untuk mandi dan memberikan pakaian kotor mereka kepada staf layanan kamar untuk dry cleaning 1 . Lalu ia mengenakan gaun sutra yang disediakan oleh hotel. Setelah mengurus semuanya dan kembali ke kamar, dia menemukan bahwa ponselnya berdering, dan Su Qianci masih tertidur. Li Sicheng tidak bisa menahan senyumnya. Telepon itu berasal dari Luo Zhan. "Hei, Sicheng?" "Ya, apakah kau sudah mendapatkan hasil tentang hal itu?" "Ya, aku menemukan bahwa wanita ini bermarga Yang, dan nama lengkapnya adalah Yang Rongxuan. Dia tampaknya menjadi seorang mentor di Pusat Seni Ibu Kota, jadi sangat mudah untuk mendapatkan hasilnya. Yang lebih menarik adalah wanita itu dan pria yang membantu Tang Mengying tampaknya berhubungan. Bisakah kau menebak apa hubungan mereka?" "Maksudmu, Rong Rui?" "Ya, pria itu! Rong Rui memiliki seorang paman bernama Rong Haiyue. Seperti ayahmu, dia adalah seorang mayor jenderal. Yang Rongxuan ini adalah istri Rong Haiyue. Mereka telah melahirkan seorang putri bernama Rong Anna." "Istri Rong Haiyue?" Alis Li Sicheng sangat berkerut. "Ada masalah?" "Bisakah kau mencari tahu lebih banyak tentang kehidupan Yang Rongxuan sebelumnya? Akan lebih baik untuk mencari tahu tentang apa yang dia lakukan lebih dari 20 tahun yang lalu." "Kenapa kau menggali begitu dalam?" Luo Zhan bertanya, dan langsung memikirkan sesuatu. "Apakah kau mencurigai bahwa dia adalah ibu kandung Su Qianci?" "Ya." "Aku mengerti. Aku akan mencoba yang terbaik, tapi aku hanya bisa memeriksa catatan-catatan di Internet. Untuk hal-hal lainnya, kau masih harus mencari seorang profesional untuk memeriksanya setelah hari raya." "Aku tahu. Terima kasih banyak." Luo Zhan merasa ragu-ragu, berpikir. Sial, apakah itu sesuatu yang akan Li Sicheng katakan? "Kapan kau akan kembali ke Kotaraja? Ou Ming berkata bahwa dia ingin mengadakan sebuah pesta ulang tahun untuk wanitanya, dan kita semua harus hadir." "Apa hubungannya pesta ulang tahun wanita itu denganku?" "Hei, kau tidak bisa mengatakan itu. Istrimu dulu teman sekelasnya. Dan tidakkah kau pikir mereka berdua cukup dekat? Wanita Ou Ming jarang dekat dengan seseorang, dan bukankah itu juga berlaku untuk istrimu? Kita perlu muncul untuk menghormatinya, kan?" "Oke, aku tahu. Kapan?" "Pada hari kelima Tahun Baru Imlek, ahem, benar ¡­ bisakah kau mengundang Cheng You juga?" Dry cleaning adalah sebuah proses mencuci pakaian dan tekstil menggunakan larutan kimia selain air. Terlepas dari namanya, dry cleaning bukanlah sebuah proses yang "kering"; pakaian direndam dalam cairan larutan kimia. Chapter 451 - Cheng You Pastilah Buta? "Cheng You?" Li Sicheng sedikit mengangkat alisnya sembari dia menebak sesuatu. Luo Zhan sekali lagi berdeham. Pipinya kemerahan, dan matanya memandang kejauhan. "Ya, bagaimanapun juga, ini adalah sebuah pesta ulang tahun. Semakin banyak yang datang semakin meriah. Asistenmu pintar dan cantik. Dia pastinya akan menjadi tamu tambahan yang hebat untuk pesta itu. Tidakkah kau berpikir begitu?" "Menyerah saja. Kau tidak bisa mendapatkan gadis itu." Luo Zhan adalah tipe pria yang bisa menjadi seorang teman bagi seorang wanita, tetapi ketika menyangkut hubungan asmara ¡­ dia tidak bisa bersaing dengan Rong Rui. Benar-benar tidak mungkin. Tetapi Luo Zhan merasa tidak yakin dan bertanya, "Kenapa? Apakah begitu sulit untuk merayu Cheng You? Dan wajahku tidak terlihat buruk. Meskipun aku lebih sering tinggal di dalam rumah, hal itu cukup untuk mengatakan bahwa aku adalah seorang pria yang tinggi dan tampan. Kenapa aku tidak bisa mendapatkan gadis itu? " "Sepertinya seseorang telah mengalahkanmu dalam hal itu." "Siapa?" "Rong Rui." Rong Rui. Rong Rui, lagi! Luo Zhan menggebrak meja dan berteriak dengan keras, "Orang ini pasti sengaja menantangku. Dalam dua putaran pertama, dia tidak berhasil menang. Sekarang dia mencoba mencuri wanitaku. Si*lan!" Setelah hening sejenak, Li Sicheng bertanya dengan bercanda, "Kau sudah lama bekerja bersama Cheng You, jadi apakah ada getar-getar asmara?" Luo Zhan terdiam, dan amarahnya tak terbendung. Dia berargumen, "Itu karena aku tidak mencobanya. Jika aku mencoba lebih awal, gadis itu pasti akan takluk oleh pesonaku cepat atau lambat!" Setelah dia mengatakan itu, Luo Zhan dengan jelas mendengar suara tawa Li Sicheng. "Hei, halo, apakah kau saudara laki-lakiku atau bukan? Mengapa kau lebih bermurah hati pada orang luar? Aku tidak peduli, kau harus membawa Cheng You untukku, kalau tidak ¡­ aku tidak akan bekerja untukmu di masa yang akan datang. Aku akan melihat apa yang dapat kau lakukan." Li Sicheng mengangkat alisnya. Tanpa merasa marah, dia bertanya, "Apakah kau mengancamku?" Luo Zhan merasa sedikit malu. Sejujurnya, jika dirinya tidak bekerja untuk Li Sicheng, dialah yang akan menderita kerugian lebih banyak. Namun, dalam keadaan seperti itu, tidak mungkin bagi dirinya untuk memaksa Li Sicheng. Jadi, dia memberanikan diri untuk berkata, "Ya, aku mengancammu. Pokoknya, bawa saja Cheng You untukku!" "Ya, aku akan mencoba," jawab Li Sicheng, tampaknya sedang berada dalam suasana hati yang baik. Ketika Luo Zhan hendak menghela napas lega, Li Sicheng berkata, "Kau tidak akan dibayar untuk pekerjaan ini. Sebuah kebaikan untuk sebuah bantuan. Cari tahu tentang Rong Xuan sekarang." "Si*l!" Luo Zhan berteriak, "Kau lintah darat yang tak tahu malu! Kau ¡­." Sebelum kata-katanya selesai, Li Sicheng sudah menutup teleponnya. Sialan, kapitalis 1 jahat! Luo Zhan mengambil mouse dan mulai mencari informasi, tetapi semakin dia memikirkannya, dirinya menjadi semakin marah. "Kenapa Rong Rui selalu menentangku. Apakah Cheng You buta?" "Hatsyi!" Cheng You sedang mengenakan piama dan duduk di sofa, menonton sebuah reality show[1.Genre program televisi yang mendokumentasikan situasi kehidupan nyata yang seharusnya tidak memiliki naskah, dan sering kali menampilkan tokoh individu yang tidak dikenal yang biasanya bukan aktor profesional.]. Mengupas sebutir jeruk manis dengan hati yang gembira, dia tertawa dengan keras, tiba-tiba bersin, dan menggosok hidungnya. "Siapa yang mengutukku saat Tahun Baru ini?" Dia kemudian mendengar suara telepon berdering. Telepon itu berasal dari ibunya. "Hei, Youyou, Ibu berada di lantai bawah. Ibu baru saja terpeleset saat berjalan. Rasanya sakit sekali!" Cheng You terkejut. Dia langsung duduk di sofa, cepat-cepat mengenakan sandalnya dan berlari keluar. "Bu, bertahanlah di sana. Aku datang!" Rumahnya berada di lantai dua, tetapi ketika dia turun ke bawah dan berkeliling mencari, ibunya tidak terlihat di mana pun. Dia mengambil ponselnya dan menekan nomor ibunya, tetapi ponsel ibunya dimatikan. Kaum bermodal; orang yang bermodal besar; golongan atau orang yang sangat kaya. Chapter 452 - Ingin Pergi Setelah Mengambil Keuntungan? Jantung Cheng You hampir copot. Jantungnya berdetak kencang. Pada saat itu, seorang pria yang mengenakan jaket biru tua mendekati dirinya. Pria itu berjalan dengan mantap dan tenang. Itu tidak lain adalah Rong Rui. Cheng You melihat pria itu dan merasa sepertinya dirinya memiliki nasib buruk. Dia langsung membalikkan badannya dan naik ke atas. Namun, ketika dia turun tadi, dirinya tidak menutup pintunya. Sekarang saat dia kembali, pintu itu benar-benar terkunci. Ponselnya tiba-tiba berdering, dan itu berasal dari telepon rumahnya sendiri. Dia segera mengangkatnya, sambil terengah-engah. "Youyou, hari ini aku akan menikmati dunia milik berdua dengan ayahmu. Tidak nyaman bagimu untuk berada di sini. Carilah saja sebuah tempat untuk menginap. Itu saja. Ibu mencintaimu. Muah!" Setelah itu, sambungan telepon itu ditutup. Cheng You tercengang. Bagaimana dengan ibunya yang katanya jatuh dan terluka? Apa-apaan itu dunia milik berdua? Dan di mana ibunya belajar untuk mengatakan muah? Mendengar suara langkah kaki yang tenang dan lembut di belakangnya, Cheng You akhirnya mengerti bahwa dirinya dijual! "Si*l ¡­" Dia menendang pintu itu dengan keras. "Cheng Zhanxiong, Wang Chunhua, buka pintunya untukku! Kalian tidak bisa menjual putrimu seperti ini. Itu tidaklah baik maupun jujur!" Paman Wang yang tinggal di sebelah membuka pintu rumahnya, dan ketika pria tua itu melirik, dia bertanya sambil bercanda, "Youyou, sedang bertengkar dengan orang tuamu?" Cheng You merasa sangat marah, dia terkesiap. Mendengar kata-kata Paman Wang, dia menenangkan dirinya dan menggelengkan kepalanya. "Tidak. Selamat malam, Paman Wang." "Hei, apakah ini kekasihmu?" Paman Wang menunjuk Rong Rui yang berada di belakangnya. Sebelum Cheng You menjawab, Rong Rui mengangguk tanpa membantah dan berkata, "Ya." "Ya, dia terlihat hebat dan sempurna untukmu. Selamat beristirahat, selamat malam." Cheng You dengan cepat menjelaskan, "Paman salah paham ¡­." "Selamat malam, Paman Wang," Rong Rui memotong dan berkata kepada Paman Wang. Gadis itu merasa sangat marah sehingga menendang pria itu beberapa kali. Namun, karena sandal berbahan katun yang dikenakannya, dia tidak menyebabkan rasa sakit. Rong Rui mengabaikan perilaku Cheng You dan berkata dengan tenang, "Ibumu memintaku untuk menjagamu, jadi aku datang." "Menjaga apanya!" "Baiklah, kembalilah ke ibu kota bersamaku, aku akan memberimu kesempatan ini." "Enyahlah! Aku tidak ingin melihatmu. Rong Rui, kenapa kau sangat menjengkelkan?!" "Tapi aku benar-benar ingin menemuimu, aku sudah bilang bahwa aku adalah milikmu, sekarang dan selamanya." "Cih! Aku tidak menginginkanmu!" "Itu tidak benar. Apakah kau mencoba untuk pergi setelah mengambil keuntungan dariku? Seharusnya tidak semudah itu. Bagaimana dengan sedikit rasa tanggung jawab?" "Aku sudah bilang, aku tidak ingin kau bertanggung jawab atas apa pun!" "Tapi aku ingin kau bertanggung jawab padaku," Rong Rui menatapnya dengan sebuah ekspresi kesedihan yang terpancar di wajahnya, "Aku dulunya seorang perjaka, dan kau ingin pergi setelah melepas keperjakaanku? Jika ada yang mengetahui tentang hal ini, bagaimana aku bisa muncul di berbagai tempat?" "Enyahlah!" Cheng You tidak pernah begitu membenci seseorang. Jika dirinya mengetahui bahwa Rong Rui adalah seorang penguntit, dia tidak akan tidur dengan pria itu. Sekarang dia sangat menyesal sehingga ususnya berubah menjadi hijau! Rong Rui tidak berbicara. Melihat ke arah piama tipis yang dikenakan Cheng You, pria itu bertanya, "Kau tidak kedinginan?" "Apa urusanmu? Enyahlah!" Pria itu melepas jaketnya dan ingin memakaikannya pada Cheng You, tetapi melihat gadis itu mengambil setengah langkah mundur tanpa sadar, dia menghentikan gerakannya. Hanya melemparkan jaket itu pada Cheng You, Rong Rui berkata, "Baiklah aku akan pergi, tapi ibumu tidak akan membukakan pintu untukmu." £¬ Chapter 453 - Dijual Oleh Orang Tuanya "Dia ibuku, bukan ibumu! Enyahlah!" Cheng You tidak pernah menyadari bahwa emosi dirinya sangat buruk. Ketika dia mengatakan kepada pria itu untuk enyah berulang kali, Rong Rui bersikap cukup baik. Melihat bahwa pria itu benar-benar pergi, dia melemparkan jaket itu ke tempat sampah. Dia berbalik dan menekan bel pintu seperti orang gila. Dia melakukan itu selama beberapa menit, tetapi masih belum ada tanda-tanda ada orang yang membukakan pintu. Temperatur udara pun menurun. Cheng You mulai merasa kedinginan, tubuhnya menggigil. Tatapannya jatuh pada jaket di tempat sampah itu. Kantong sampah itu masih baru. Seharusnya baru saja diganti, dan tidak ada apa pun di dalamnya. Ketika dia bertanya-tanya apakah dirinya harus mengambil jaket itu, tetangganya membuka pintu. Membawa dua buah kantong sampah, tetangganya melemparkannya ke tempat sampah itu dan memberinya sebuah tatapan aneh sebelum masuk kembali ke rumahnya. Cheng You ingin menangis, ketika dirinya akhirnya menyadari bahwa dia memiliki apa yang disebut ingin mati! Membalikkan badannya dan terus membunyikan bel pintu, dia berteriak dengan suara terputus-putus, "Ibu, ibuku, ibuku yang baik, berbaik hatilah dan bukakan pintunya untuk putrimu!" Tidak ada respon. Dia melanjutkan berteriak, "Ayah, ayahku yang baik, aku adalah putrimu. Apakah Ayah mengabaikan aku juga?" Ayahnya merasa sangat getir sehingga hampir berdiri untuk membukakan pintu bagi putrinya. Namun, melihat tatapan peringatan dari mata istrinya, dia duduk kembali. "Apakah aku bukan putri kandung kalian?! Kenapa kalian melakukan ini padaku? Aku akan mati kedinginan!" Tidak ada respon. Hidung Cheng You sudah mulai berubah menjadi merah dan mulai berair. Sambil menyilangkan lengannya, dia berjalan ke tangga dan duduk, menatap ke arah pintu itu. Setelah dia menatapnya selama beberapa menit, tidak ada perubahan. "Apa-apaan ini!" Dia berdiri dan turun ke bawah, merasa kesal. Terdapat sebuah mini market 24 jam di pintu masuk kawasan rumah Cheng You. Gadis itu meminta secangkir kopi panas. Ketika dia mengeluarkan ponselnya untuk membayar kopinya, baterainya tinggal 1%. Menatap dengan mata terbelalak, dia berteriak, "Cepat, baterainya sekarat!" Sang pelayan cepat-cepat mengambil pemindai, tetapi sudah terlambat. "Si*lan!" Dirinya menjadi gila, dan membanting ponselnya ke atas meja, menakuti sang pelayan. "Berapa harga kopinya?" Sebuah suara pria yang tenang dan dalam terdengar di belakang Cheng You, dan dia segera menoleh ke belakang. Merasa cukup yakin, pria itu! "Oh, apa Anda membicarakan tentang kopi wanita ini?" "Ya." "16 yuan." Rong Rui memberikan uang tunai dan mendapati bahwa Cheng You sedang menatap dirinya. Dia melirik pakaian gadis itu dengan setengah tersenyum. "Di mana jaket yang kuberikan padamu?" "Aku membuangnya!" Mengambil kopi dan ponselnya, Cheng You menemukan sebuah tempat yang hangat untuk duduk dan berkata, "Aku akan mengembalikan uang kopinya, dan aku akan membayarmu untuk jaket itu. Berapa harganya?" Rong Rui tidak menjawab, tetapi melepas syal dari lehernya dan membuka lipatannya. Syalnya berubah menjadi sebuah selendang. Cheng You melihat selendang itu dan mengerjapkan matanya. Pria itu memakaikan syal besar itu padanya dengan hati-hati. Sepertinya Rong Rui bersikap waspada. Cheng You tidak menolak dan membiarkan pria itu memakaikannya, meringkuk dengan nyaman. Jauh lebih hangat! Syal itu membawa aroma tubuh Rong Rui. Sambil meminum kopinya, gadis itu menunduk dan berkata, "Aku akan membayarmu kembali. Berapa harganya?" "Sanggupkah kau membayarnya?" Rong Rui menatap gadis itu, merasa sedikit kesal. "Jika semuanya dapat diganti dengan uang, tidak akan ada begitu banyak kesedihan di dunia ini, Nona Cheng." Chapter 454 - Apa Yang Dipikirkan Cheng You Mengenai Dirinya? Cheng You mengetahui apa yang diinginkan Rong Rui dan merasa sedikit terhina oleh kata-kata pria itu. Rong Rui berpikir bahwa untuk secangkir kopi, sebuah jaket, dan sebuah syal, dirinya akan tidur dengan pria itu? Ha ha ¡­ Cheng You meletakkan cangkir kopi itu di atas meja, menarik syal dari tubuhnya dan melemparkannya kembali kepada Rong Rui. Kemudian, dia mengambil kopinya ke kasir. Dia berkata dengan sebuah senyum yang menawan hati, "Halo, saya adalah penghuni unit 203. Nama saya Cheng You. Saya biasa memanggil layanan pengiriman di sini sepanjang waktu. Saya tidak punya uang tunai sekarang, bisakah saya ¡­ " "Cukup!" Rong Rui berjalan mendekat dan menarik tangan gadis itu. "Sudah cukup. Ikuti aku." Cheng You sedang lengah, dan sebagian besar kopi tertumpah ke tangannya. Dia tersentak, karena merasa terbakar oleh cairan panas itu. Rong Rui juga mengetahui bahwa reaksi dirinya sedikit berlebihan, tetapi amarahnya semakin ganas. Apa yang dipikirkan Cheng You mengenai dirinya? Jelas bahwa dirinya berada tepat di depan Cheng You dan gadis itu bisa mengandalkan dirinya. Dan Cheng You masih berpikir untuk meminjam uang dari seorang gadis yang tidak dikenalnya? Mengulurkan tangannya dan mengambil sebungkus serbet kertas di meja kasir, Rong Rui mengambil kopi dari tangan Cheng You dan mengambil selembar serbet kertas untuk menyeka tangan gadis itu. Cheng You mengibaskan tangan pria itu dan menatap Rong Rui, melangkah keluar dari mini market. Itu adalah kesialan terburuk yang pernah ada! Jika bukan karena Rong Rui, dirinya seharusnya menonton TV dengan nyaman di rumah sekarang. Bagaimana dirinya bisa diusir oleh orang tuanya? Rong Rui mengeluarkan selembar uang dan meletakkannya di atas meja kasir bahkan tanpa melihat nilai uang itu sebelum dia dengan segera menyusul Cheng You. Angin bertiup dengan kencang, dan Cheng You hanya mengenakan sebuah piama ungu berlengan panjang. Diterpa hembusan angin yang dingin, dirinya menggigil, menyilangkan kedua lengannya. Rong Rui datang di belakangnya dan mengenakan syal itu pada gadis itu dengan terburu-buru. Kemudian, pria itu dengan segera melepas sweternya, memegang Cheng You, dan menarik sweter itu ke bawah. Cheng You merasa kesakitan oleh gerakan kasarnya dan berteriak, "Apa yang kau lakukan?!" Rong Rui tidak berbicara, langsung mengangkat tangan gadis itu, dan memasukkannya ke lengan sweaternya. Setelah Cheng You mengenakan sweternya, pria itu menarik syal dari tubuh gadis itu dan melilitkan syalnya di leher Cheng You. Mungkin karena betapa kasarnya Rong Rui atau kesedihan Cheng You sepanjang malam, tapi gadis itu merasa tersentuh. Rong Rui menarik Cheng You dan berjalan di depan, bergerak dengan cepat. Gadis itu tidak bisa mengejarnya. Sambil berlari, dia menjatuhkan sebelah sandalnya. "Sandalku!" Dia berseru. Rong Rui berhenti, hanya untuk mendapati bahwa Cheng You bahkan tidak mengenakan kaus kaki! Kemarahan muncul entah dari mana. Dia segera berteriak, "Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau tidak memakai kaus kaki? Apakah kau menyimpannya untuk dimakan nanti?!" Cheng You merasa bingung dan marah pada saat bersamaan. Terengah-engah, dia balas berteriak, "Untuk apa kau meneriaki aku? Apakah kau sangat bangga bahwa kau memakai kaus kaki? Tunjukkan padaku bagaimana kau bisa memakannya! Dasar idiot, lepaskan aku!" Tangan Rong Rui dikibaskan, dan pria itu melihat gadis itu kembali untuk mengambil sandalnya. Dalam udara dingin itu, tubuh kurus Cheng You dibalut oleh sebuah sweter yang besar. Pakaian yang pas untuk Rong Rui mencapai bagian tengah paha gadis itu, terlihat lucu dan menggemaskan. Kemarahan Rong Rui menghilang. Cheng You tidak ingin melihat pria itu. Setelah mengenakan sandalnya, gadis itu membalikkan badannya dan berjalan ke arah yang berlawanan. Rong Rui merasa tidak berdaya dan berteriak, "Hei!" Cheng You mengabaikan pria itu, dan Rong Rui melakukan aksi terakhirnya, "Kalau begitu setidaknya kau harus mengembalikan pakaian-pakaian itu padaku. Aku kedinginan!" Chapter 455 - Sekamar Dengan Rong Rui Cheng You berhenti berjalan. Dia berjalan cepat ke arah pria itu dengan wajah memerah, meraih syalnya. Rong Rui hanya mengenakan sebuah kemeja hitam, yang membentuk siluet tubuhnya dan terlihat sangat bagus. Tetapi dalam udara dingin seperti ini, kemeja itu memang terlalu tipis. Dia melemparkan syal pada pria itu dan meraih sweternya, tapi Rong Rui menarik Cheng You ke dalam pelukannya. "Kenapa terburu-buru? Kau bisa melepasnya nanti." Melepasnya nanti ¡­. Cheng You merasa kesal sembari dirinya meronta-ronta. "Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku!" Tidak peduli bagaimanapun dirinya meronta, Rong Rui tidak melepaskannya. Kemarahan Cheng You tak terbendung, dan dia menampar pria itu tepat di wajahnya. Rong Rui tercengang setelah ditampar keras di wajahnya. Lalu, wajahnya tiba-tiba berubah. Rasa sakit itu bukanlah apa-apa, tapi itu adalah pertama kalinya dirinya ditampar oleh seorang wanita! Gadis itu melihat bahwa Rong Rui telah mengubah raut wajahnya, dan dirinya merasa terkejut. Sebelum dia bisa bereaksi, dia digendong oleh pria itu ke tepi jalan. "Hei, apa yang kau inginkan?" Rong Rui tidak menjawab, dan menyetop sebuah taksi. Setelah dia membuka pintu belakang dan melemparkan gadis itu ke dalam mobil, dia masuk dan berkata, "Pergi ke Teluk Yijing." "Rong Rui!" Rong Rui menoleh dan menatap Cheng You dengan kemarahan yang terlihat di wajahnya. Namun, suaranya tenang dan dalam. "Apakah kau ingin tidur di jalan? Atau kau ingin tidur di tangga? Atau, apakah kau pikir ibumu akan membukakan pintu untukmu, atau apakah kau berpikir bahwa gadis kecil di mini market itu akan meminjamkanmu uang untuk menginap di hotel?" Kata-katanya begitu tajam sehingga Cheng You terdiam beberapa saat. "Sekarang, bersikaplah baik. Aku akan memesan sebuah kamar lain untuk kau tidur malam ini." Cheng You membuka mulutnya, tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Akan tetapi, udaranya dingin! Tidak ada pemanas di dalam taksi, dan dia kedinginan. Piamanya terlalu tipis, terutama celananya. Namun, ketika Cheng You melihat kemeja di tubuh Rong Rui, dia dengan bijak berpura-pura bersikap tenang. Rong Rui meliriknya dan mengulurkan tangan, menarik gadis itu. Cheng You terkejut dan mengangkat tangannya tanpa sadar, berseru, "Apa yang kau lakukan?" "Aku kedinginan!" Pria itu memeluknya dan berkata tanpa basa-basi, "Pakaianku kuberikan padamu, dan sekarang aku kedinginan." Cheng You tetap diam, memberontak, dan ingin bangun. "Jangan bergerak, ayo kita berpelukan supaya tetap hangat." Memang, terasa menjadi jauh lebih hangat. Cheng You menjadi diam dan berhenti bergerak. Dalam waktu kurang dari lima belas menit, taksi itu berhenti di depan Teluk Yijing. Rong Rui mengantar gadis itu ke lobi. Ketika mereka tiba di meja resepsionis, pria itu benar-benar mengeluarkan dompet dan KTP-nya untuk memesan sebuah kamar baru. Namun, setelah kasir itu memasukkan informasi identitasnya, dia tersenyum dengan sopan. "Tuan, KTP Anda sudah digunakan untuk memesan kamar. Anda dapat masuk ke kamar langsung." "Aku memesan kamar baru untuknya." "Bolehkah saya meminta wanita itu menunjukkan KTP-nya kepada saya?" "Aku tidak membawanya. Aku diusir dari rumah dengan menyedihkan." "Tidak ada cara untuk membantu Anda memesan kamar lagi kalau begitu kasusnya. Apakah kalian pasangan kekasih?" "Ya." "Tidak!" Mereka berkata pada saat bersamaan. Kasir itu tersenyum. "Jika Anda bisa, tolong beri tahu saya nomor KTP Anda. Kami akan memeriksa identitasmu secara online dan mengonfirmasikannya. Setelah itu, Anda dapat berbagi kamar dengan pria ini." "Nomor KTP, beri tahu dia." Karena merasa kesal, Cheng You berkata, "Aku akan pulang!" Rong Rui menarik gadis itu kembali dan berkata, "Ranjangnya cukup besar untuk kita berdua." Namun, bukan itu yang Cheng You khawatirkan ¡­. Chapter 456 - Secepat Sebuah Mesin "Tapi, tapi ¡­." "Apa ada masalah? Ini adalah tempat tidur berukuran king, kau bisa memiliki setengah ranjangnya. Apakah itu cukup?" Cheng You jelas melihat senyuman di wajah kasir itu. Dia tidak bisa menahan diri untuk tersipu malu, tidak peduli seberapapun tebalnya kulit wajahnya. Setelah mendapatkan nomor KTP Cheng You, kasir itu memeriksanya dan mempersilakan mereka untuk menginap. Begitu sampai di dalam kamar, Rong Rui langsung masuk ke kamar mandi, dan dengan segera, Cheng You mendengar suara air mengalir. Jantungnya berdegup kencang seraya dirinya menjadi gugup. He, he, he ¡­ pria itu sedang mandi! Namun, apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia mandi juga? Dia bergumul sejenak, melepas sweternya dan melipatnya, lalu meletakkannya di kursi. Penghangat ruangan di kamar itu menyala, dan dirinya akhirnya merasa nyaman dan hangat. Pertama-tama dia mengisi baterai ponselnya, dan kemudian melihat catatan pengingat yang memalukan di samping tempat tidur: Ada perlengkapan keamanan di dalam laci. Ups ¡­. Ketika melihat perlengkapan itu, wajah Cheng You terlihat sedikit memerah. Ada beberapa botol air mineral di atas meja di dalam kamar itu. Dia membuka salah satu botol dan meminum setengahnya. Setelah itu, dia menyadari bahwa suara air di kamar mandi telah berhenti. Dia merasa terkejut, dengan cepat menutup kembali botol airnya, mengambil ponselnya, dan pura-pura bermain dengan ponselnya. Namun, ponselnya tidak merespons. Setelah menekan tombol untuk menyalakan dengan keras, dia melihat masih belum ada respons. Dia memikirkan saat dirinya membanting ponsel itu di meja kasir di mini market ¡­. Tidak mungkin, apakah kualitas ponselnya seburuk itu? Ketika pintu kamar mandi dibuka, Cheng You membeku, detak jantungnya menjadi secepat sebuah mesin. Rong Rui keluar dengan piama kotak-kotak krem. Terlihat jelas, itu adalah piamanya sendiri. Dia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia melihat Cheng You telah membelakangi dirinya dan berkata, "Hei, mandilah." "Aku ¡­ aku tidak akan mandi. Tidak ada yang bisa kupakai." Wajah gadis itu terbakar saat dia berbicara tergagap-gagap. "Sangat kotor. Dan kau bau!" "Pembohong!" Cheng You berdiri dan berbalik untuk menatap pria itu. Gadis itu dengan percaya diri mengangkat kepalanya. "Aku baru saja mandi di rumah!" "Kalau begitu kau bisa tidur di lantai. Jika kau tidak mandi, aku tidak akan tidur denganmu." Rong Rui mengeringkan rambutnya dan duduk di tempat tidur. "Tidur di lantai juga tidak apa-apa!" Siapa yang mau tidur dengannya? Tak tahu malu! Cheng You cemberut dan benar-benar duduk di karpet, berusaha memperbaiki ponselnya. Setelah hening beberapa saat, Rong Rui berkata, "Hei, aku bercanda." Cheng You mengabaikan pria itu. "Ayo naik, tidur di lantai itu kotor." Gadis itu masih mengabaikannya. Rong Rui hanya menghela napas dan bangkit berdiri, menarik Cheng You dari belakang. Gadis itu menjerit. Ketika dia menyadari apa yang telah terjadi, dirinya sudah dilempar ke tempat tidur. Tempat tidur besar itu sedikit bergoyang. Rong Rui meletakkan selimut di atas tubuh Cheng You. "Tidurlah!" Cheng You tidak bisa melihat apa-apa karena tertutup selimut itu dan menjadi kesal. "Kau benar-benar memuakkan. Tidakkah kau tahu bahwa kau bisa menakuti orang sampai mati dengan cara seperti ini!" Rong Rui tidak berbicara, menarik kembali selimutnya, meletakkannya di ranjang, dan membaringkan dirinya sendiri. Cheng You berbaring di tepi ranjang, menyilangkan lengannya, hanya dengan sedikit selimut di atas tubuhnya, karena takut kalau pria itu akan tiba-tiba menyerang. "Jangan jauh-jauh. Aku tidak akan memakanmu. Kemarilah." Cheng You pura-pura tidak mendengarnya, tapi Rong Rui langsung mengulurkan tangan dan menarik tubuhnya langsung ke tengah-tengah tempat tidur ¡­. Chapter 457 - Sebuah Dugaan Yang Mengerikan Tentang Keluarganya Su Qianci tidur sangat nyenyak di lengan suaminya, dan tiba-tiba tertawa dalam tidurnya. Li Sicheng sedang mencari informasi dengan ponselnya, dan mendengar suara tawa istrinya yang tiba-tiba, dia tidak bisa menahan tawanya. Wanita itu terbangun dengan sendirinya, membuka matanya dan menyadari postur suaminya, lalu tersenyum semakin lebar. Melingkarkan lengan di pinggang Li Sicheng, Su Qianci menyusup ke dalam pelukan suaminya. "Kamu tadi mimpi apa?" Li Sicheng melemparkan ponselnya ke samping dan bertanya pada istrinya, "Sambil tertawa dengan sangat gembira?" Su Qianci tertawa lagi. Berada dalam pelukan suaminya dan membuat dirinya tetap hangat, dia berkata, "Aku bermimpi bahwa aku melahirkan anak kembar, seorang laki-laki dan seorang perempuan, tetapi kamu hanya suka menggendong anak perempuannya, jadi anak laki-laki itu naik ke atas kepalamu dan buang air besar, hahaha ¡­. " Li Sicheng menepuk hidung istrinya dan berbisik, "Kalau begitu aku akan menendang bokong kecilnya. Anak kecil ini terlalu nakal." Tetapi setelah mengatakan itu, untuk beberapa alasan, dia berpikir bahwa mimpi istrinya mungkin menjadi kenyataan. Saat melihat perut Su Qianci, dia meletakkan tangannya di atasnya dan bertanya tak daya, "Kenapa baru lebih dari sebulan?" "Ya, waktu tidak terbang." Su Qianci juga menyentuh perutnya. Sangat datar, jika kau tidak melihatnya dari dekat, kau bahkan tidak akan menyadari perubahannya. "Kapan trimester pertama berlalu? Ini benar-benar terasa sangat sulit ¡­." Merasa malu, Su Qianci melemparkan sebuah tinju ke arah suaminya. "Tidak bisakah kamu memikirkan hal lain?" Li Sicheng tersenyum, mengulurkan tangan, dan meraih tangan istrinya. Dia meletakkan kakinya di atas kaki Su Qianci dan berbicara dengan suaranya yang dalam, dengan sedikit senyuman di bibirnya, "Tentu saja, aku akan memiliki dua orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan, dan melatih anak-anak laki-laki kita untuk menjadi pelindung anak perempuan kita." "Apakah kamu benar-benar lebih suka anak perempuan?" "Aku suka apapun yang kamu lahirkan." "Bagaimana dengan seorang anak laki-laki dibandingkan dengan seorang anak perempuan?" "Seorang anak perempuan." Li Sicheng tidak ragu-ragu. "Dia pasti akan seperti dirimu." "Tapi aku ingin punya seorang anak laki-laki seperti dirimu." "Yah, kamu bisa punya dua orang anak laki-laki." "Kebijakan tentang keluarga berencana!" "Aku bisa membayar dendanya. Tidak takut sama sekali." Su Qianci tertawa kecil. Ini yang disebut sewenang-wenang dengan kekayaan. "Apakah kamu tidak lelah, kamu telah mengemudi dan berjalan begitu lama?" "Tidak lelah. Benar, kita sudah menemukan hasil tentang Rong Xuan." Li Sicheng mengulangi hal-hal yang baru saja dikatakan Luo Zhan padanya, yang membuat Su Qianci merasa kaget. "Yang Rongxuan?" "Ya, jadi Ayah Song tidak dapat menemukan Rong Xuan selama bertahun-tahun. Bukan karena wanita itu sudah meninggal, tetapi karena dia telah mengubah identitasnya, dan ¡­ dia adalah istri Rong Haiyue. Dengan apa yang bisa dilakukan Ayah Song dan Sheng Ximing , mereka tidak akan bisa menggali informasi tentang seseorang di sekitar pria itu. " Mata Su Qianci terbuka lebar. "Tidak mungkin? Istri Rong Haiyue adalah Rong Xuan?" "Yah, hubungan spesifiknya masih belum pasti. Pada hari keenam Tahun Baru Imlek, aku akan membawamu ke ibu kota untuk berterima kasih padanya secara langsung, dan bertanya padanya ¡­ beberapa pertanyaan?" Su Qianci selalu ingin mengunjungi dan berterima kasih pada pria itu. Bagaimanapun juga, hidupnya sudah diselamatkan oleh Rong Haiyue. Namun, berita semacam itu setara dengan sebuah bom. Song Yifan bukan ayah kandungnya, dan Rong Haiyue adalah suami dari Rong Xuan, jadi mungkinkah ¡­. "Jangan berpikir tentang hal itu." Li Sicheng meletakkan tangannya di wajah istrinya. "Kemungkinannya sangat kecil. Rong Haiyue tidak bisa membiarkan darah dagingnya berkeliaran. Sekarang, tidurlah." Su Qianci cemberut. "Bagaimana kamu tahu apa yang sedang aku pikirkan?" "Karena aku juga sudah memikirkan tentang hal ini, tetapi kemungkinannya sangat tipis sehingga kita tidak boleh memikirkannya saat ini. Sekarang jadilah anak baik dan tidurlah." Chapter 458 - Larut Malam, Seorang Pria Dan Seorang Wanita .... "Oke." Su Qianci memejamkan matanya, tetapi dirinya tidak bisa tidur. Mendongak, dia melihat sepasang mata gelap Li Sicheng. Dia mengerutkan bibirnya, mengangkat matanya, dan mencium suaminya. "Selamat malam." "Ciuman selamat malam tidak seperti ini." Li Sicheng memegang kepala Su Qianci, mengisap bibir istrinya, dan memperdalam ciuman itu. Su Qianci balas memeluk suaminya, merasa terpesona dan terengah-engah. Dengan wajah memerah, dirinya melihat ke bawah dan tidak berani bergerak. Li Sicheng sedang memeluknya, matanya terpejam dan bibirnya sedikit tersenyum. Sementara itu, di sebuah kamar lain di Teluk Yijing, Rong Rui menarik Cheng You ke tengah-tengah tempat tidur dan menyelimuti gadis itu. Pria itu mematikan lampu dan tidak bergerak lagi. Cheng You diam-diam bergerak ke samping, punggungnya menegang. Dia akhirnya merasa lega saat dia mendengar suara napas yang teratur dari sisi lain tempat tidur. Sial ¡­ terlalu mendebarkan! Dia diam-diam merangkak bangun dan mencari botol air mineral yang baru saja diminumnya dalam kegelapan. Penglihatannya bagus pada siang hari, tetapi pada malam hari ¡­ dia pada dasarnya menjadi buta. Gelap di mana-mana, dan Cheng You mencari meja itu dengan sebelah tangan yang meraba-raba di dinding. Secara tidak sengaja, jari-jari kakinya tersandung oleh tepi karpet, dan dia langsung jatuh terjerembap. Suara tubuhnya yang jatuh sangat jelas terdengar di malam yang sunyi itu. Dia hampir menjerit, tetapi langsung menutup mulutnya dan merangkak bangun. Dia melemparkan pandangan ke belakang dan tidak melihat apa pun. Rong Rui seharusnya tidak terbangun, kan? Dengan perlahan mencari mejanya, dia akhirnya menyentuh botol-botol air. Dia mengangkat botol itu satu per satu dan menemukan botol yang paling ringan sebelum dia meminumnya. Ketika dia berjalan kembali ke tempat tidur, dirinya menghindari karpet dan mengulurkan tangan untuk menyentuh tepi tempat tidur. Hati-hati, hati-hati ¡­. Akan tetapi, saat dia berjalan di sekitar tempat tidurnya dan siap untuk naik ke atasnya, tangannya merasakan sebuah tubuh yang panas. Dia terkejut dan segera menarik tangannya kembali, tetapi pada saat yang sama, sebuah tangan besar menarik tubuhnya ke bawah. Cheng You menjerit saat dirinya diangkat dan kemudian dipeluk dengan erat. "Rong Rui!" Dia menggeram, tapi pria itu tidak bereaksi. Kemudian dia tiba-tiba teringat bahwa ketika pria itu baru saja dikurung oleh Li Sicheng, Rong Rui telah memperingatkan dirinya, "Aku adalah seseorang yang tidur sambil berjalan, jadi kau lebih baik tidak berada di sini, atau bahkan jika aku membunuhmu, aku tidak akan menerima hukuman seumur hidup." Tidak mungkin! Orang ini sedang tidur sambil berjalan sekarang? Napasnya masih sangat teratur. Cheng You sedikit meronta dan mendapati bahwa dirinya tidak bisa bergerak sama sekali. "Hei, lepaskan!" Cheng You merasa sedikit ketakutan. Ini adalah pertama kalinya dia melihat seseorang yang tidur sambil berjalan, dan orang ini berbaring bersama dirinya sekarang, yang mana terlalu berbahaya! Bagaimana jika dirinya sedang setengah tertidur dan terbunuh? Merasa cemas, Cheng You mengangkat tangan pria itu dan memindahkannya. Rong Rui bergerak, merintih, dan membenamkan kepalanya tepat di dada Cheng You ¡­. Merasa terkejut, gadis itu menggeliat dan meronta-ronta dengan keras, berteriak, "Si*lan! Kau cabul Rong Rui! Pergi! Jangan pikir aku tidak akan mengebiri dirimu saat kau tidur sambil berjalan!" Tidur sambil berjalan? Bibir Rong Rui membentuk sebuah senyuman dengan diam-diam. Dia pada awalnya hanya ingin berpura-pura tertidur. Karena Cheng You memberi dirinya sebuah alasan yang begitu bagus, dia tidak mempunyai alasan untuk tidak mengambil kesempatan itu ¡­. Chapter 459 - Maukah Kau Membiarkanku Tidur Membiarkan Cheng You mendorong tubuhnya menjauh, Rong Rui berpura-pura merasa sedikit mengantuk. Dia membuka matanya dengan sedikit kesal, "Apa yang kau lakukan saat tengah malam seperti ini? Maukah kau membiarkanku tidur?" Cheng You tersedak, tetapi kemudian dia dengan marah menendang pria itu dan meraung, "Kau b*jingan!" Rong Rui terlihat lugu dan berteriak, "Apa yang aku lakukan? Aku dibangunkan oleh dirimu ketika aku sedang tidur nyenyak. Kenapa kau menendangku? Aku merasa diperlakukan dengan sangat tidak adil!" "Cih! Aku pikir kau sengaja melakukannya. Kau tahu apa yang kau lakukan!" "Apa yang kulakukan padamu?" "Kau memelukku!" "Ya, seperti aku belum pernah melakukan itu sebelumnya saja. Dan lalu?" "Lalu ¡­" Suara Cheng You berhenti sejenak dan gadis itu bertanya, "Bagaimana kau tahu ada sesuatu setelahnya? Kau sengaja melakukannya, kan?" "Seperti kau belum pernah dipeluk sebelumnya saja. Kau tidak akan begitu emosional jika itu yang terjadi." Cheng You berhenti, tidak mengetahui harus berkata apa untuk sementara waktu. Dirinya tidak akan begitu emosional ¡­. Apakah itu sebuah pujian? "Dan kemudian kau ¡­" Meletakkan kepalamu di payudaraku! Tetapi dalam kasus ini, Cheng You tidak mengetahui bagaimana cara mengatakannya. Sambil menarik selimut, gadis itu membalikkan badannya dan memutuskan untuk tidak memperhatikan pria itu. Rong Rui diam-diam tersenyum, tetapi dia berpura-pura kesal. "Dasar konyol!" Setelah sekitar sepuluh menit kemudian, Cheng You juga tertidur. Rong Rui membalikkan badannya dan menyelinap mendekat, menyentuh pinggang gadis itu. Cheng You merintih pelan, membalikkan badan dan melanjutkan tidurnya. Dia melihat gadis itu berbalik dan dengan lembut mendekat, mengulurkan tangannya dan memeluk Cheng You dengan lembut ¡­. Betapa inginnya dia tidur sambil berjalan! Tapi ¡­ Rong Rui menahan gairahnya. Pelan-pelan aja. Cheng You tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam pelukan Rong Rui dan tertidur sampai subuh. Ketika dirinya terbangun, dia membuka matanya dan melihat piama kotak-kotak itu. Dengan mata terbelalak, dia mendorong Rong Rui dengan kasar. Dia langsung duduk dan mengangkat selimut untuk memeriksa tubuhnya. Sejauh ini baik-baik saja ¡­. Rong Rui tertawa kecil, tapi dia cepat-cepat menghentikan dirinya sendiri, berbalik untuk bangun, dan melemparkan sebuah tas kertas yang ada di kursi pada gadis itu. Cheng You terkejut. Melihat ke dalamnya, dia menemukan bahwa itu adalah satu setel pakaian. Semua yang dia butuhkan ¡­. Dia melirik ke arah bra itu dan menemukan bahwa ukurannya sebenarnya ¡­ persis dengan ukurannya. "Dari mana pakaian ini berasal?" Dan ukurannya cukup sesuai! "Aku menghubungi seseorang untuk mendapatkannya. Ukurannya seharusnya oke. Coba saja." Rong Rui menguap. Saat melihat mata Cheng You yang sedikit terkejut, dia menjelaskan, "Mereka bertanya padaku berapa ukuran bra-mu, dan aku tidak berpengalaman. Jadi aku memberi isyarat tentang seberapa besarnya." Saat dia mengatakan itu, tangannya meraih udara dengan lima jarinya yang melengkung. Cheng You tiba-tiba tersipu malu, mengambil bantal dan melemparkannya ke arah Rong Rui, berteriak dengan keras, "Enyahlah!" ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci tidur sampai keesokan paginya. Ketika dia terbangun, dia merasa sedikit mual. Bergegas ke toilet, dia mencoba untuk muntah tetapi tidak ada yang keluar. Li Sicheng mengikutinya ke dalam dan menepuk punggung istrinya, bertanya, "Apakah sangat tidak nyaman?" Su Qianci melambaikan tangannya dan dengan cepat mendorong suaminya keluar. Setelah pasangan itu selesai mandi, mereka sudah siap turun ke bawah untuk sarapan. Ketika wanita itu keluar dari pintu, dia melihat Cheng You dan Rong Rui berjalan di lorong hotel. Cheng You melihat Su Qianci dan langsung membalikkan badannya, menutupi wajahnya. "Hei, Nona Cheng!" Su Qianci menyapa Rong Rui dan menatap mereka dengan tatapan menggoda. "Jadi, kalian bersama-sama tadi malam?" Chapter 460 - Kami Berdua Sangat Nyaman Tadi Malam Wajah Cheng You berkerut sembari memaksakan diri untuk tersenyum dan membalikkan badan. "Hei Nyonya Bos, pria ini berkunjung ke Kota Dan untuk pertama kalinya, jadi saya datang untuk mengajaknya berkeliling, he he he ¡­." "Oh ¡­ jadi begitu?" Su Qianci mengerutkan bibirnya dan mencibir. "Tentu saja, ha ha, bukankah itu benar?" Cheng You tersenyum dan menatap Rong Rui, raut wajah gadis itu terlihat penuh ancaman. Rong Rui tidak mengubah raut wajahnya dan mengangguk. "Ya, tadi malam, kami berdua sangat nyaman." Cheng You merasa malu dan memaksakan sebuah senyum. "Tuan Rong, berhati-hatilah saat Anda berbicara." Meskipun dirinya tersenyum, tangan gadis itu terulur ke bagian belakang tubuh Rong Rui dan mencubit pinggang pria itu. Pria itu mengernyit. Terlihat tidak bersalah, Rong Rui berkata sambil tersenyum, "Apa yang salah dengan perkataan saya?" "Aku tidak menyangka kalau Nona Cheng dan Tuan Rong berada dalam hubungan yang begitu baik." Li Sicheng berjalan keluar dari dalam kamar, sambil memegang tas istrinya. Su Qianci mengambil tasnya dan menggantungkan tas itu di atas bahunya. Sambil meraih tangan Cheng You, dia berkata, "Ayo kita pergi dan sarapan bersama." Cheng You tidak sabar untuk menjauh dari Rong Rui, jadi dia dengan cepat mengikuti Su Qianci. Namun, sepatu yang dikenakannya adalah sepatu yang dibelikan oleh staf hotel atas permintaan Rong Rui, jadi sepatu itu kekecilan. Jari kakinya terasa sakit saat dia berjalan. Li Sicheng dan Rong Rui mengikuti para wanita itu. Rong Rui menyilangkan tangannya dan berkata, "Kapan kau akan kembali ke Kotaraja?" "Malam ini." "Mobil supermu terlihat seperti sudah dimodifikasi menjadi 4 kursi." Li Sicheng sudah menebak apa yang ingin Rong Rui lakukan, mengerutkan bibirnya dan bertanya, "Satu orang?" "Cheng You juga." "Oke." Berada jauh di depan para pria itu, Su Qianci telah menemukan sebuah meja dan duduk bersama Cheng You, melihat-lihat menu dan mulai memesan. Dengan segera, teh disajikan, dan berbagai hidangan dipesan. Li Sicheng mulai berbicara dengan Cheng You tentang ulang tahun Yu Lili. Cheng You meminum beberapa teguk teh dan menyetujuinya tanpa ragu, "Tentu. Kapan?" "Lusa malam," kata Li Sicheng dengan suara pelan dan mengambil cangkir teh istrinya. "Jangan minum teh. Air lebih baik." Su Qianci merengut, tetapi dirinya hanya bisa meminum secangkir air hangat dan menyaksikan mereka minum teh Guanyin manis. "Begitu cepat." Cheng You merasa sedikit terkejut dan menghitung dengan jari-jarinya. "Hari kelima Tahun Baru Imlek?" "Ya." Berbagai jenis hidangan disajikan secara berurutan. Li Sicheng mencelupkan dumpling kecil ke dalam cuka sebelum meletakkannya ke dalam mangkuk istrinya, mengingatkan, "Berhati-hatilah dengan sup di dalam mangkuk. Kuahnya sangat panas." "Oh." Su Qianci meniupnya dan menggigitnya. Rong Rui mendengarkan mereka dan tidak berbicara. Matanya yang berwarna kuning kecokelatan menjadi lebih gelap, dipenuhi oleh berbagai jenis emosi yang dalam. Dia terlihat dengan sembarangan mengambil sebuah dumpling untuk dirinya sendiri. "Mereka akan kembali ke Kotaraja malam ini. Ayo kita pergi bersama, Cheng You." "Aku khawatir ibuku tidak akan membiarkan aku pergi begitu cepat. Aku akan kembali lagi nanti dan bertanya padanya." Jika Cheng You menanyakan tentang hal itu sendiri, ibunya tidak akan menyetujui. Namun, jika Rong Rui yang bertanya, hasilnya akan berbeda. Rong Rui tahu betul mengenai hal itu tetapi tidak mengatakan apa-apa. Dia bertanya pada Li Sicheng, "Bisakah kita bertemu di sini nanti malam?" "Tentu." Li Sicheng menggigit dumpling-nya. Su Qianci menghabiskan dumpling kecilnya dan menggunakan sumpitnya untuk mengambil ketan berisi ayam yang dibungkus daun teratai. "Kita akan kembali ke rumah ayahku nanti. Apakah Nona Cheng tinggal di dekat sana? Kami bisa mengantarmu." "Oke!" Cheng You sangat gembira. "Terima kasih, Nyonya." Rong Rui mengerutkan keningnya dengan rasa tidak puas. Tapi bagaimanapun juga dia tidak mengatakan apa-apa. Chapter 461 - Aku Akan Membayarmu, Dan Kita Akan Impas Setelah makan, Li Sicheng mengantar Cheng You dan Rong Rui ke tempat mereka bertemu Rong Rui kemarin, menghentikan mobilnya, menurunkan mereka berdua, dan segera membawa istrinya ke taman. Karena mengenakan sepatu yang kekecilan, postur tubuh Cheng You menjadi sedikit aneh. Dia berjalan terhuyung ke rumahnya. Merasakan bahwa Rong Rui sedang berjalan di belakangnya, gadis itu merasa cukup terganggu. Dia berbalik dan menatap pria itu, tiba-tiba berkata, "Tulislah sebuah daftar berisi pakaian dan sepatu yang kukenakan, serta pakaian tadi malam, kopi, harga kamar, dan ongkos taksi. Aku akan membayarmu, dan kita akan impas, oke? " Rong Rui mengangkat alisnya, dan melihat betapa Cheng You ingin menghapus Rong Rui dari hidupnya, pria itu mengepalkan tinjunya. "Lupakan saja, berapa nomor rekening bank-mu? Aku akan mentransfernya secara langsung, menghindari masalah." Cheng You terdengar tidak sabar dan jauh dengan tangan di sakunya. "Barang-barang ini, kau bisa membayarnya. Namun, tubuh perjakaku, kau tidak akan mampu membayarnya." "Cih ¡­ Itu juga saat pertama kalinya bagiku, dan menilai dari seberapa mahirnya dirimu, kau tidak boleh berpura-pura menjadi seorang perjaka. Kita hidup dalam masyarakat modern dan kau mabuk kepayang pada pel*cur Tang itu, siapa tahu kau ¡­" Sebelum Cheng You menyelesaikan kalimatnya, tubuh gadis itu ditekan ke dinding di belakangnya. Karena terkejut, Cheng You segera berhenti berbicara. Mata Rong Rui dipenuhi amarah. Dia menatap Cheng You seolah ingin menghancurkan gadis itu menjadi berkeping-keping. Cheng You melihat Rong Rui seperti ini dan merasa sedikit takut. Tetapi pada akhirnya, sebagai seorang wanita yang bijak, Cheng You mencibir, matanya yang berbentuk kacang almon itu dipenuhi ironi 1 . "Kenapa? Tidakkah kau mengizinkanku untuk berbicara tentang pel*cur Tang seperti ini? Sekarang kalian berdua lajang, jadi bukankah itu sempurna? Seorang b*jingan dan seorang pel*cur dengan seorang anak haram, bukankah itu sebuah ¡­ Mmm ¡­." Rong Rui melumat bibir gadis itu dengan paksa. Cheng You merasakan bibirnya sakit. Kali ini ciuman itu berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Kasar, bengis, pria itu menciumnya tanpa menggunakan kemahirannya dan tanpa belas kasihan! Rong Rui sedang marah, pria itu sedang melampiaskan kemarahannya, dan tidak lebih! Cheng You jelas menyadari berbagai emosi Rong Rui dan meronta-ronta dengan kedua tangan dan kakinya, tetapi pria itu menekan pundaknya. Tidak peduli bagaimanapun dia meronta, dirinya tidak bisa bergerak. Pria itu menggigit bibir Cheng You dengan keras. Gadis itu mengernyit kesakitan dan menarik kepalanya menjauh. Tepat ketika bibir mereka terlepas, setetes cairan menetes ke tangan gadis itu. Cheng You terperangah, rasa manis itu memenuhi mulutnya, dan dengan perlahan cairan itu meluncur turun ke bibirnya. Dia menyeka mulutnya dan melihat semburat merah. Rong Rui melihat darah di bibir gadis itu dan menenangkan dirinya sendiri. Mengulurkan tangan dan dengan lembut mengusap bibir Cheng You, dia merasakan tatapan dingin gadis itu. "Cheng You, dengarkan ¡­" "B*jingan!" Cheng You menyemburkan darah yang keluar dari bibirnya ke wajah pria itu "Dasar cabul!" Rong Rui memejamkan matanya dan menyeka wajahnya. Beberapa bekas darah segera terlihat di wajahnya. Cheng You menggunakan semua kekuatannya untuk mendorong pria itu menjauh, mencibir, dan kemudian melarikan diri. Rong Rui memandang gadis itu dari belakang, mengepalkan tinjunya beberapa kali, dan akhirnya menyerah dengan frustrasi. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Cheng You tidak mempunyai uang dan tidak membawa kunci. Berjalan ke pintu dan menekan bel pintu itu seperti orang gila, dirinya menunggu beberapa menit sebelum seseorang keluar untuk membukakan pintu. Pandangan mata Nyonya Cheng masih kabur. Saat melihat darah di bibir putrinya, dia menjadi sepenuhnya sadar dan terperanjat, "Apakah bocah itu begitu ganas?" Kejadian atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir. Chapter 462 - Berakhir Di Rumah Sakit Cheng You mendengar kata-kata ibunya, tersenyum dingin dan berjalan ke dalam kamarnya dengan raut wajah jengkel. Dia memperingatkan, "Jika kejadian seperti semalam terjadi lagi, Nyonya Cheng, aku tidak akan mengakuimu." Setelah mengatakan itu, Cheng You membanting pintunya, membuat sebuah suara yang keras! Merasakan gelagat buruk, ibu Cheng You segera menghubungi Rong Rui untuk menanyakan situasinya. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Di malam hari, setelah makan malam. Mobil Li Sicheng sedang menunggu di pintu masuk Teluk Yijing. Rong Rui sudah turun, tetapi Cheng You tidak datang. Bukan karena ibunya menolak, tetapi karena gadis itu tidak ingin bertemu Rong Rui. Pria itu takut jika Cheng You membencinya lebih dari sebelumnya. Dia mengetahui dengan pasti tentang hal itu, jadi ketika Nyonya Cheng menghubunginya, dirinya tidak mengatakan apa pun yang tidak seharusnya dikatakan. Ketika mereka tiba di Kotaraja, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam lewat. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada Rong Rui, Li Sicheng langsung mengemudi kembali ke rumah tua. Namun, hal yang tidak diduganya adalah ketika mereka sampai di rumah itu, mereka disambut oleh sebuah pertengkaran besar. "B*jingan! Jika supervisor-mu tidak menghubungiku, aku bahkan tidak akan mengetahui tentang hal itu!" Su Qianci baru saja memasuki pintu rumah ketika dirinya mendengar suara marah Li Yao. Dia bergegas masuk. Suara itu berasal dari ruang kerja. Su Qianci berlari ke dalam dan langsung melihat Li Jinnan yang sedang berlutut di lantai dengan kepala tertunduk. Memegang cambuk, Li Yao terlihat sangat marah. "Kau sudah dewasa, kan? Li Jinnan, kau baru berusia dua puluh lima tahun dan memiliki masa depan yang baik. Hanya ada segelintir orang saja yang bisa menjadi seorang mayor saat seusiamu. Kau ¡­." Saat Li Yao mengatakan itu, pria itu hendak mencambuk Li Jinnan. Merasa ketakutan, Su Qianci dengan cepat berteriak, "Ayah!" Cambuk itu selebar dua jari. Jika terkena ayunannya, daging Li Jinnan akan tercabik-cabik. Ketika Li Yao melihat Su Qianci hendak masuk ke dalam ruang kerja itu, amarah pria itu sedikit mereda sembari bertanya, "Di mana Sicheng?" Tepat pada saat itu, Li Sicheng berjalan masuk dan melihat pemandangan di dalamnya. Dia dengan lembut menarik istrinya dan berkata, "Tidurlah terlebih dulu." Su Qianci berbalik untuk melihat ke dalam ruang kerja itu dan merasa ragu-ragu. "Tidak apa-apa. Ayo kita pergi." Li Sicheng menarik istrinya ke kamar. Meskipun merasa cemas, Su Qianci mengetahui bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang memerlukan campur tangannya. Setelah mandi, dia berbaring di tempat tidur sambil membolak-balikkan tubuhnya ketika suaminya masuk. "Bagaimana?" Su Qianci bertanya. Li Sicheng berjalan menghampiri dan duduk di tepi tempat tidur, dengan lembut menggelengkan kepalanya. "Jinnan dicambuk beberapa kali dan sekarang berada di rumah sakit. Dia lebih bugar daripada aku, dan seharusnya tidak ada masalah." Su Qianci memiliki sebuah perasaan bahwa itu seharusnya lebih dari sekadar beberapa cambukan, tetapi dirinya tetap menghela napas lega dan berkata, "Cambuk semacam itu bisa membunuh seseorang." "Jinnan adalah putranya, dan betapapun marahnya ayah, dia tidak akan membunuh Jinnan. Namun, ayah dan kakek keduanya merasa sangat kecewa." "Ya, Jinnan punya cita-citanya sendiri. Namun, kamu harus memperingatkan dia untuk tidak melakukan sesuatu yang ilegal. Karena dia bukan lagi seorang prajurit, akan baik baginya untuk melakukan bisnis denganmu." Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, Li Jinnan mempunyai terlalu banyak musuh, dan dia telah diburu beberapa kali. Setiap kali berita itu terdengar sampai ke rumah tua itu, kakek dan Li Yao merasa sangat marah dan teramat kecewa. Jika di kehidupan ini, Li Jinnan tidak lagi ikut serta dalam kegiatan-kegiatan itu, mungkin tidak ada begitu banyak kecelakaan. Li Sicheng mengangguk dan mengusap kepala istrinya, merasa sedikit cemburu. "Bocah itu sangat licik. Dia tentunya tidak akan mendengarkan aku. Jangan terlalu memikirkannya. Tidurlah sekarang." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah beristirahat selama sehari di rumah dengan bermain catur bersama kakek, Su Qianci pergi tidur lebih awal. Pada hari berikutnya, dalam tidurnya, Su Qianci merasakan sebuah tangan besar bergerak di tubuhnya saat pagi hari. Dirinya mengerang dan melepaskan tangan suaminya. Namun, tangan itu menjadi lebih nakal dan mulai menggelitiki pinggangnya. Merasa geli, dirinya tidak bisa menahan tawa. Sambil memegang tangan suaminya, dia terkekeh-kekeh dan berkata dengan nada suara kekanak-kanakan, "Hentikan ¡­." Sambil tersenyum, Li Sicheng membantu Su Qianci berdiri dan mengenakan pakaian pada istrinya. "Bangunlah. Ada yang harus kita lakukan hari ini." "Apa itu?" Su Qianci membuka matanya yang masih kabur ketika tiba-tiba pakaiannya ditanggalkan. Dirinya tidak memakai bra. Dia bergidik dan menutupi dadanya. "Tidak!" Li Sicheng tertawa kecil dan menepuk hidung istrinya, menyerahkan pakaian yang sudah disiapkannya. "Apa yang kamu pikirkan? Kenakan pakaianmu." Merasa malu, Su Qianci mengambil bra dari suaminya dan menatap pria itu. Li Sicheng melihatnya, membungkuk dan berbisik, "Jika kamu mau, aku juga bisa ¡­." "Tidak!" Dia mendorongnya. "Kamu akan menyakiti bayinya." "Apa yang kamu bicarakan? Aku akan mengatakan bahwa aku juga bisa membantumu berpakaian." Dia mengambil bra di tangan Su Qianci, membungkuk untuk membantu istrinya mengenakan bra-nya. Wajah Su Qianci memerah lagi. Bahkan lehernya pun merona merah. Terpesona, Li Sicheng berhenti bernapas sejenak. Alih-alih kembali membantunya, dia malah merengkuh Su Qianci ke dalam pelukannya dan dengan lembut mengisap daun telinga istrinya. Su Qianci bergidik dan meletakkan tangannya di dada suaminya, membuat erangan ambigu. Tapi dia cepat-cepat menghentikan dirinya sendiri dan berbisik, "Bukankah kamu mengatakan kita memiliki sesuatu untuk dilakukan hari ini ¡­ ah, jangan menggigit!" Li Sicheng mengambil gaun yang baru saja disiapkan untuk Su Qianci dan memakaikan gaun itu pada tubuh istrinya. Dengan sebuah senyum yang lebih lebar lagi, Su Qianci bergumam, "Aku hanyalah hamil, tidak lumpuh. Kamu memakaikan pakaian padaku setiap hari. Bagaimana jika aku tidak tahu cara berpakaian sendiri di masa yang akan datang?" "Kalau begitu aku akan ¡­ membantumu berpakaian seumur hidupmu." Hidung Li Sicheng menyentuh hidung Su Qianci sebelum dia mencium bibir istrinya. "Sekarang, bisakah saya meminta Nyonya Li untuk mengangkat lengannya agar saya bisa memasukannya ke lengan baju?" "Baiklah, Tuan Li." Setelah Su Qianci berpakaian dan berjalan keluar, dia menemukan bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 11 pagi lewat. Tidak heran Li Sicheng datang untuk membangunkan dirinya. Setelah beberapa makanan pembuka, sudah waktunya untuk makan siang. Li Jinnan tinggal di rumah sakit pada hari sebelumnya, dan terlihat jauh lebih baik sekarang. Pria itu selalu mengenakan sebuah kemeja saja, jadi dia terlihat sangat buncit dan pucat hari ini. Ketika Li Jinnan melihat Su Qianci, Li Jinnan menyapa, "Kakak Ipar." "Adik ipar, ini makan siang." Li Jinnan tersenyum dan mengangkat tangannya. Sulit baginya untuk mengambil sumpit. Dia menghirup udara dingin sambil makan. "Kenapa kau tidak tinggal di rumah sakit lebih lama? Para perawat akan merawatmu. Sangat tidak nyaman bagimu untuk pulang secepat ini." Su Qianci mengambil sumpit Li Jinnan dan membantu adik iparnya mengambil makanan yang dicoba diambilnya. Ketika dia akan menyuapi Li Jinnan, Li Sicheng mengulurkan tangan, mengambil sumpit dari tangan istrinya, dan menjejalkan potongan makanan itu ke mulut adiknya. "Ayah ingin membiarkannya menderita, jadi dia tidak akan tinggal di rumah sakit. Lagipula dia tidak bisa mati." Chapter 463 - Anak Kembar Kita Li Sicheng menjejalkan makanan itu ke dalam mulut adiknya, matanya yang dingin berkedip tidak senang. Kemudian dia menusukkan sumpit itu di mulut adiknya. Li Jinnan mundur dan tampak tidak bersalah. "Itu terlalu kejam ¡­." Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk mengatakan hal itu, tetapi ketika dirinya selesai berkata-kata, dia menyadari bahwa itu tidak benar, dan dengan cepat melihat sekeliling. "Orang tuaku, kakek, dan kakak pergi bersama hari ini dan akan kembali di malam hari." Li Sicheng menyuapi Li Jinnan dengan paksa. Dia bertanya dengan nada suara getir, "Apa lagi yang ingin kau makan?" Li Jinnan dijejali makanan hingga mulutnya penuh, menggelengkan kepalanya dengan sebuah raut wajah sedih. Su Qianci tidak bisa menahan senyumnya, makan sambil menonton mereka. Setelah menyirami kebun, Liu Sao berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat bahwa Li Sicheng sedang menyuapi adiknya. Pelayan itu sangat terkejut dan takut kalau kaleng penyiram airnya terjatuh dari tangannya. Setelah meletakkan kembali barang-barang pada tempatnya, Liu Sao bertanya, "Biarkan saya yang melakukannya. Bukankah Anda bilang ingin pergi keluar?" Li Sicheng lebih dari senang untuk menyerahkan tanggung jawabnya dan dengan cepat menyerahkan peralatan makan itu. Li Jinnan juga menghela napas lega, melirik Liu Sao dengan tatapan mata berterima kasih. Astaga! Merupakan sebuah kehormatan besar untuk membiarkan kakak keduanya menyuapinya makan dan semuanya, tetapi Li Sicheng sangatlah kasar! Li Sicheng menuju ke kursinya untuk makan, tetapi setelah beberapa saat, dia tiba-tiba mendongak dan berkata, "Sayangku, aku ingin makan itu." Menunjuk hidangan yang terletak tidak jauh dari istrinya. Li Jinnan akhirnya menelan makanan tersebut dan memutar matanya. Su Qianci mengetahui bahwa suaminya keberatan dengan kenyataan bahwa dirinya baru saja menyuapi Li Jinnan, mencibir diam-diam, dan mengambil satu potong untuk menyuapi Li Sicheng. Pria itu memakannya dengan elegan, melirik ke arah adiknya dengan sombong. Li Jinnan menatapnya dengan sebuah tatapan menghina. "Pasangan yang suka pamer sering lebih mudah putus. Kau tahu itu?" Li Sicheng tidak keberatan. Sekali lagi dia menggigit makanan yang disuapkan oleh istrinya dan terlihat merasa sangat puas. Setelah makan siang, Liu Sao membantu Li Jinnan kembali ke kamarnya, dan Li Sicheng membawa Su Qianci ke mal terdekat. "Apa yang akan kita lakukan?" "Berbelanja." Li Sicheng terlihat seperti sedang berada dalam suasana hati yang baik. Setelah memarkir mobil, dia membawa istrinya ke lantai atas. Su Qianci tidak menyadari apa yang ingin suaminya lakukan sampai dirinya dibawa ke lantai yang berisi pakaian-pakaian ibu hamil dan barang-barang bayi. "Anak itu baru berusia lebih dari sebulan. Apakah kita berbelanja terlalu cepat?" "Tidak terlalu cepat, hanya delapan bulan lagi sekarang." Sebenarnya, Li Sicheng hanya ingin memilih beberapa pakaian kecil yang bagus untuk anak itu. Setelah akhir tahun, dirinya akan sibuk lagi. Senyum di wajah Su Qianci melebar saat dirinya berjalan ke sebuah toko sambil menggandeng tangan suaminya. Pakaian-pakaian bayi sangatlah kecil. Dia mengambil satu pakaian dan merasa bahwa pakaian itu benar-benar sangat kecil. "Apakah bayi yang baru lahir begitu mungil?" Pelayan toko menghampiri dengan sopan dan mulai memperkenalkan produk itu. Pada akhirnya, pelayan toko itu bertanya, "Apakah Anda ingin membeli pakaian untuk bayi laki-laki atau perempuan? Kami memiliki beragam pakaian dari bayi baru lahir hingga berusia tiga tahun." "Dua-duanya," kata Li Sicheng, sambil memegang beberapa pakaian mungil di tangannya. Su Qianci menemukan bahwa pakaian-pakaian itu semuanya berwarna merah muda. "Kami punya anak kembar, laki-laki dan perempuan." Su Qianci terkejut dan menjadi bersemangat. "Bagaimana kamu tahu?" "Kamu bilang begitu." Su Qianci mendengar itu dan menjadi kurang bersemangat. Wajahnya cemberut dan berkata, "Itu hanya sebuah mimpi." "Mimpi itu akan menjadi kenyataan." Li Sicheng menghampiri dan membelai rambut Su Qianci. Dia menatap istrinya dengan mata dinginnya yang penuh kasih sayang dan bibirnya melengkung, menunjukkan suasana hatinya yang luar biasa. "Mimpi wanita hamil adalah yang paling akurat. Kita pastinya memiliki anak kembar, laki-laki dan perempuan." Suaranya penuh harapan. Su Qianci bahkan bisa membayangkan suaminya menggendong dua orang bayi di dalam benaknya. Bayi laki-laki di sebelah kiri, bayi perempuan di sebelah kanan. Mereka bertiga akan terlihat begitu baik bersama. Tapi ¡­. "Bagaimana kalau kita hanya punya satu orang bayi saja?" Dia hampir tidak tega untuk mengingatkan suaminya. Li Sicheng memikirkan tentang hal itu dan berkata, "Jika hanya ada satu, maka bayi perempuan akan menyenangkan." "Bagaimana kalau bayinya laki-laki?" "Kalau begitu kita akan punya bayi kedua, seorang bayi perempuan," jawab Li Sicheng tanpa berpikir. Su Qianci sedikit tersipu saat pelayan toko itu tersenyum padanya. "Semua orang lebih suka anak laki-laki, sedangkan kalian sebaliknya." "Selama empat atau lima generasi, tidak ada anak perempuan di keluarga kami. Kakek sudah mendambakan seorang anak perempuan. Apakah kamu ingin punya anak laki-laki?" Baiklah, Su Qianci bisa menerima penjelasan ini untuk saat ini. Dia meletakkan pakaian-pakaian itu dan mengambil sepasang sepatu. Sepatu itu sangat, sangat mungil. Setelah berkeliling, Li Sicheng telah membeli banyak barang. Dia mengatakan dirinya menginginkan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, tetapi kenyataannya pria itu telah memilih semua yang dibutuhkan oleh seorang anak perempuan. Pada akhirnya, Su Qianci memilih sesuatu untuk anak laki-laki. Mereka meminta mal itu untuk mengirim semuanya ke rumah tua dan kemudian Su Qianci menyeret suaminya untuk membeli hadiah. Hari ini adalah hari ulang tahun Yu Lili, tetapi Su Qianci tidak dapat menemukan sesuatu yang tepat untuk wanita itu. Ketika mereka tiba di sebuah toko bermerek mewah, dia mencium sebuah aroma yang elegan dan ceria. Dia menoleh dan melihat bahwa asisten toko sedang membagikan sampel. Dia berjalan mendekat, dan asisten toko itu segera mengundang dirinya untuk mencoba. Parfumnya memang sangat wangi. Dia membeli dua botol parfum, satu untuk dirinya sendiri, dan satunya lagi dibungkus. Ketika pasangan itu turun ke lantai bawah, mereka melihat sebuah mobil sport yang tampak istimewa dikelilingi oleh beberapa mobil polisi. Banyak polisi telah melangkah keluar dari mobil, mengarahkan senjata mereka ke arah mobil itu. Mobil itu terlihat cukup keren dengan coretan warna-warni. Modelnya juga cukup canggih. Yang berbeda adalah bahwa mobilnya memiliki pelat nomor sekarang. Dua orang pria muda keluar dari mobil, jelas merasa ketakutan oleh mobil polisi di sekeliling mereka. Su Qianci juga merasa ketakutan, melirik ke arah mobil itu beberapa kali. Li Sicheng memeluk istrinya dengan tangannya dan berkata, "Ayo pergi. Pesta ulang tahunnya sudah dimulai." "Oke." Namun, sebelum mereka tiba di mobil mereka sendiri, seorang polisi wanita mendatangi mereka. Sambil memeluk istrinya, Li Sicheng memandang dengan dingin pada wanita yang mendatangi mereka. Polisi wanita itu memandang Su Qianci dan berkata, "Nyonya Li, kebetulan sekali saya bertemu dengan Anda di sekitar mobil itu setiap kali." Su Qianci merasa sedikit marah, sementara Li Sicheng menatap polisi wanita itu dengan tajam. "Apa maksud Anda?" Merasakan tatapan tidak ramah dari Li Sicheng, polisi wanita itu menutup mulutnya, merasa malu. "Saya hanya merasa itu suatu kebetulan. Jika tidak merepotkan, saya harap Nyonya Li bisa membantu kami mengidentifikasi apakah salah satu dari kedua orang ini adalah orang yang menculik Anda saat terakhir kali." "Itu merepotkan." Li Sicheng membuka pintu kursi penumpang dan meminta Su Qianci untuk duduk di dalam. Polisi wanita itu menjadi panik dan menghentikan mereka. "Adalah kewajiban setiap warga negara untuk bekerja sama dengan polisi." Chapter 464 - Sepasang Mata Sedang Menatap Mereka Li Sicheng tidak mau mendengarkan polisi wanita itu. Dia berjalan ke sisi pengemudi, memegang kunci mobilnya. Polisi wanita itu meraih lengan bajunya dan berteriak dengan marah. "Tuan Li." Tidak terlihat banyak perubahan di wajah Li Sicheng. Memandang tangan polisi wanita itu dengan dingin, pria itu berkata dengan pelan, "Yang sedang duduk di dalam mobil adalah Nyonya Li. Anda bermaksud melecehkan saya secara seksual di depan istri saya. Saya khawatir hal itu tidaklah pantas." Polisi wanita itu tidak berharap Li Sicheng akan mengatakan hal ini. Dengan segera melepaskan lengan pria itu, ekspresi wajah polisi wanita itu berubah. "Tunggu sebentar!" Kemudian dia melangkah maju dan berteriak, "Bawa mereka kemari!" Dia meletakkan sebelah tangannya di atas kap mobil, tidak membiarkan Li Sicheng pergi. Polisi lainnya dengan cepat membawa kedua tersangka tersebut. Polisi wanita itu berkata kepada Su Qianci, "Karena Anda yang disandera saat terakhir kali, Anda seharusnya mengenali suara dan tipe tubuh tersangka itu. Lihatlah mereka berdua. Apakah ada kecocokan?" Su Qianci tidak keluar dari dalam mobil. Setelah melihat ke arah kedua orang itu sejenak, dia menggelengkan kepalanya. "Bukan mereka." "Kenapa?" "Orang yang menyanderaku itu tingginya setidaknya 185 cm dan sangat kuat. Otot-ototnya menunjukkan bahwa dia pasti sering berolahraga. Kedua orang ini setidaknya 5 cm lebih pendek daripada pria itu. Dan juga, orang itu sangatlah tenang." Ketika Su Qianci mengatakan itu, polisi wanita itu tanpa sadar memandang kedua orang itu. Kedua orang ini jelas berpikiran tidak terlalu dewasa. Berhadapan dengan begitu banyak petugas polisi dan senjata, mereka menggigil. "Yang paling penting adalah seorang wanita yang menjemput tersangka pada saat itu." Dua orang pemuda yang ditahan itu melirik Su Qianci dengan tatapan mata penuh rasa terima kasih. Salah satu dari mereka menjelaskan dengan suara keras, "Kami sudah memberi tahu Anda bahwa kami sedang minum-minum saat kejadian itu, dan ketika kami keluar, mobilnya sudah tidak ada!" "Kalau begitu kenapa Anda tidak membawa kunci mobilnya?" Polisi wanita itu bertanya dengan tidak sabar. "Kami lupa. Siapa yang bisa mengingat semuanya sepanjang waktu?" "Lalu mengapa Anda menutupi pelat nomornya? Jika Anda tidak melakukannya, mengapa Anda menutupi nomornya?" "Siapa yang menutupinya? Pelat nomor mobilku sangat keren, dan saya tidak sabar untuk memamerkannya! Dan, jika saya ingin melakukan sebuah kejahatan, apakah masuk akal kalau saya hanya menutupi pelat nomornya? Mobil ini sangat istimewa, dan itulah sebabnya Anda melihatnya di jalan dan mengejar kami sepanjang sembilan blok! Apakah kami diperlakukan tidak adil atau apa? Kalian polisi tidak dapat menangkap para penjahat, dan sekarang Anda menuduh kami karena mengendarai sebuah mobil yang bagus?" "Tutup mulutmu!" Teriak polisi itu. "Bawa mereka kembali untuk penyelidikan lebih lanjut!" Li Sicheng sudah masuk ke dalam mobil, dan dia berkata dengan dingin, "Jika tidak ada yang lainnya, bisakah Anda minggir? Kami masih memiliki acara lain." "Tidak, kami telah membiarkan Anda pergi pada saat terakhir kali. Kali ini, Anda harus kembali ke kantor polisi bersama saya dan membuat sebuah laporan. Nyonya Li, saya harap Anda bisa bekerja sama dengan kami." Su Qianci memeriksa jam dan berkata, "Apakah bisa besok? Lagipula kejadian itu sudah berlalu beberapa hari, dan kami masih memiliki sesuatu untuk dilakukan." Polisi wanita itu tadinya akan menolak ketika seorang petugas polisi lainnya datang dan berbisik, "Jangan menentang Li Sicheng. Dia tidak mudah dihadapi. Terima saja!" Polisi wanita itu merasa enggan, tetapi melangkah ke samping setelah melirik pria di dalam mobil itu. "Besok pagi, tolong datang ke kantor polisi, Nyonya Li!" Tidak ada jawaban, tetapi polisi itu harus membiarkan mereka pergi. Su Qianci menatap kedua pemuda itu melalui kaca spion, tetapi masih merasa ada sesuatu yang salah. Chapter 465 - Seperti Seorang Peri Li Sicheng mengendarai mobil dengan tenang dan menggenggam tangan Su Qianci dengan tangannya yang lain. "Apakah kamu takut?" "Tidak, hanya saja rasanya aneh, seolah-olah seseorang sedang menatap kita." "Polisi di belakang kita?" "Tidak, ini adalah sepasang mata yang lain. Seseorang telah menatap kita sejak dari awal, tetapi aku tidak dapat menemukan di mana orang itu berada." Menjalani kembali kehidupan yang kedua kalinya, indera keenam Su Qianci menjadi semakin tajam. Meskipun dia tidak dapat menemukan sumbernya, setiap kali dirinya merasa sesuatu akan terjadi, sesuatu yang buruk akan terjadi. Merasa gelisah, dia melihat ke sekelilingnya, dan perasaan sedang ditatap seseorang itu menjadi semakin lemah. Su Qianci merasa yakin bahwa tersangka itu berada di belakang mobil polisi. Tetapi mengapa para polisi itu tidak menemukannya? ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Yu Lili tidak mendapatkan cukup tidur beberapa hari ini. Dia pergi tidur pukul 9 malam dan bangun pukul 11 pagi keesokan harinya, tetapi dia tertidur lagi di sore hari. Dia berbaring pada pukul 3 sore dan hanya membuka matanya ketika digoda oleh seseorang yang berbaring di sebelahnya. Ou Ming memeluk dirinya, mengecap bibirnya. Pria itu melihat bahwa dirinya sudah bangun dan bergerak lebih agresif. Pandangan matanya kabur, Yu Lili melingkarkan lengannya di leher Ou Ming. Nyala api di tubuh Yu Lili disulut oleh pria itu, hampir menghanguskan dirinya. Ou Ming membenamkan dirinya sendiri ke dalam tubuh Yu Lili dan bergerak dengan lembut. Wanita itu menjerit dalam kenikmatan dan menggerakkan pinggang kecilnya ke atas dan ke bawah. Gerakan tanpa sadar Yu Lili itu membuat pria itu sangat senang, menyebabkan sebuah badai yang lebih dahsyat. Pada akhirnya, Ou Ming mengambil inisiatif untuk menggunakan kondom, dan wanita itu dikirim ke surga dengan dorongan terakhirnya. Kelelahan, Yu Lili berbaring di bawah tubuh pria itu. Ou Ming melepas kondomnya, dan terlihat ada kilatan cahaya aneh di matanya. Sambil memeluk Yu Lili, dia berkata, "Hei, hari ini adalah hari ulang tahunmu." "Ya," erang Yu Lili, tetapi segera memikirkan sesuatu dan meninju pria itu. "Lalu kenapa kau melakukan itu? Bagaimana aku bisa pergi ke pesta nanti?" Dengan sebuah senyum jahat, Ou Ming menggendong wanita itu ke kamar mandi. Sambil membantu Yu Lili mandi, pria itu diam-diam menghitung waktu. Wanita itu memperhatikan bahwa Ou Ming sedang melamun, jadi dia mengulurkan tangan dan menuangkan segenggam air ke wajah pria itu dan bertanya, "Hei, apa yang kau pikirkan?" Ou Ming memutar kepalanya dengan ganas dan melemparkan Yu Lili ke dalam bak berendam, menggelitik ketiak dan pinggang wanita itu dengan kedua tangannya yang besar. "Nakal, kau mencari masalah." Karena digelitiki oleh pria itu, Yu Lili tertawa dan menangkap tangan Ou Ming, menjerit, "Hei, pergi, aku sekarat di sini!" Pria itu mendengus dan menarik tubuh Yu Lili untuk membantunya membersihkan diri. Sambil menggertakkan giginya, dia berkata, "Aku akan berurusan denganmu malam ini." Yu Lili tersenyum, membersihkan dirinya sendiri, dan berlari keluar. Dia memilih sebuah gaun panjang merah dengan kerah yang tinggi dan lengan yang panjang, menyembunyikan tulang selangkanya sambil memperlihatkan bahunya. Dia tampak dewasa, seksi, dan menawan di dalam balutan gaun tersebut. Ou Ming meraih pinggangnya dan mengangkat dagu wanita itu dengan jarinya yang panjang. Dia bersiul. "Hei, kenapa kau terlihat sangat menarik? Seperti seorang peri." Yu Lili tersenyum sedikit sombong. Sambil memegang kepala Ou Ming, dia mengedipkan sebelah mata padanya dan berkata, "Aku adalah seorang peri, yang akan menyedot esensi hidupmu dan membuatmu mengalami kematian yang mengerikan." "Mati di bawah bunga peony menjadikan seseorang seorang hantu yang romantis ¡­." Ou Ming membalikkan tubuh Yu Lili dan melemparkan dirinya sendiri ke atas tubuh wanita itu. "Mati untukmu tidak sia-sia." Chapter 466 - Sangat Kurang Ajar Bahwa Dia Mengundang Diri Sendiri "Cih, tak punya nyali." Yu Lili tampak menghina. "Tidakkah kau tahu apakah aku punya nyali atau tidak? Um?" Ou Ming berkata ketika bibirnya bergerak turun. Yu Lili mendorong pria itu dan memperingatkan, "Hentikan, kita punya tamu!" "Kalau begitu jangan merayuku." Ou Ming meraih tangan wanita itu dan menggigitnya. "Ayo kita sapa para tamu." Sambil menarik tubuh Yu Lili ke atas, pria itu mengenakan jaket jas merah anggurnya. Yu Lili duduk di depan cermin rias untuk merias wajahnya. Setelah berdandan, Yu Lili memastikan Ou Ming sedang tidak memperhatikan, dan menyelinap ke kamar mandi dengan ponselnya. Dia mengirim sebuah pesan WeChat pada Lu Yihan: Kau bisa datang sekarang. Aku menunggumu bersama Qianqian di sini. Kemudian ada sebuah jawaban cepat: Ya, segera ke sana. Lu Yihan akan berada di sana ¡­. Yu Lili tidak bisa menahan diri untuk melengkungkan bibirnya. Dia membuka pintu dengan ponsel di tangannya. Sambil bersenandung pelan, dia meraih lengan Ou Ming. "Ayo kita pergi." Tatapan mata Ou Ming jatuh pada ponsel Yu Lili, dan dirinya secara samar-samar merasa ada yang salah. Tetapi pria itu tidak mengatakan apa-apa, dan membawa wanita itu ke tempat parkir bawah tanah. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Cheng You mengemudi selama lebih dari tiga jam untuk kembali ke Kotaraja. Ketika dirinya tiba di rumah, gadis itu roboh di tempat tidur. Setelah tidur sebentar, dia mendengar bunyi bel pintu. Dia menutupi kepalanya dengan selimut, tetapi suara bel pintu itu sepertinya tidak berhenti. Dengan rambut yang acak-acakan, dia pergi untuk membukakan pintu. Pada pandangan pertama, dia merasa dirinya pasti akan menjadi buta. Reaksi pertamanya adalah menutup pintunya. Namun, pintu itu ditahan oleh Rong Rui dan tidak bergerak. Gadis itu berteriak marah. "Kenapa kau amat sangat menjengkelkan? Tidak bisakah kau menghilang saja?" Rong Rui tidak peduli, tetapi malah membawa kopernya ke dalam dan melihat-lihat apartemen Cheng You. Pria itu mengangguk. "Cukup bersih." Cheng You memperhatikan koper di tangan Rong Rui dan merasa terkejut. Sambil meletakkan satu kaki di atas kopernya, gadis itu bertanya, "Tunggu, apa yang kau inginkan?" "Untuk tinggal bersamamu," kata Rong Rui tanpa basa-basi, wajah pria itu bahkan tidak memerah. "Kau tidak diterima di sini. Tinggalkan tempat ini sekarang!" Cheng You belum pernah melihat seseorang yang kurang ajar seperti itu. Tidakkah Rong Rui merasakan kebencian dari dirinya? Sepertinya dia ingin pria itu mati saat ini juga? Apakah Rong Rui benar-benar berpikir bahwa dirinya sedang bercanda? Dia mencibir, "Ya, aku sudah mentransfer uangnya padamu. Apakah kau sudah melihatnya?" "Ya," kata Rong Rui. "Aku juga sudah mentransfer sejumlah uang padamu. Sudahkah kau melihatnya?" "Kapan?" "Sepuluh menit yang lalu." Cheng You mendengus tanpa suara dan berbalik untuk memeriksa ponselnya. [Bank Kotaraja mengingatkan Anda: Rong Rui telah mentransfer Anda 1.000.000,00 melalui mobile banking, saldo Anda sekarang adalah 5.289.241,27 ¡­.] Gadis itu merasa sangat terkejut hingga ponselnya hampir jatuh dari tangannya. Dia berbalik untuk menatap pria itu dan berseru, "Apa kau gila? Kenapa kau mentransfer begitu banyak uang padaku?" Rong Rui berjalan masuk dengan kopernya dan mengambil koper itu begitu saja untuk diberikan pada Cheng You. "Itu uang sewaku, tapi aku tidak tahu cara memasak. Jadi, kuserahkan urusan memasak padamu, Nona pemilik rumah." "Cih!" Cheng You melemparkan ponselnya ke samping dan mengusir pria itu keluar. "Aku tidak setuju. Keluar. Ini adalah masuk tanpa izin, dan aku bisa memanggil polisi!" "Tapi aku sudah membayar sewanya, kau tidak bisa mengusirku pergi." "Aku pastinya akan mengembalikan uangnya padamu! Siapa yang menginginkan uang sewamu!" Cheng You mengambil ponselnya dan ingin mengirim uang itu kembali pada Rong Rui. Namun, ponselnya masih baru, dan aplikasi mobile banking belum diinstal. Rong Rui sudah membuka pintunya dan berjalan masuk ke dalam dengan kopernya. "Hei!" Cheng You hampir pingsan. "Kau!" Chapter 467 - Jelas Kau Melakukan Itu Secara Sukarela Rong Rui memasuki kamar Cheng You dan melihat ke sekeliling. Di tengah langit-langit terdapat sebuah lampu gantung berbentuk anggur. Sebuah laptop, sebuah pot tanaman kaktus, dan sebuah rak buku kecil yang dipenuhi buku diletakkan di atas meja. Lemari pakaian berukuran sedang ditempatkan di sebelah tempat tidur twin bergaya Eropa, terlihat sangat elegan dan bersih. Dekorasi ruang tamunya juga cukup berselera, menunjukkan selera seorang wanita dewasa dan intelektual. Rong Rui melihat ke sekeliling dan mengangguk. "Lumayan, hanya saja tempat tidurnya sedikit kecil." Cheng You bergegas masuk dan mendorong pria itu keluar, berteriak dengan suara keras, "Rong Rui!" "Aku mendengarnya. Kau tidak perlu bicara sekeras itu." Rong Rui mengambil tangan gadis itu sambil tersenyum nakal. "Apakah ada kamar tamu?" Lalu dia berjalan keluar dan masuk ke ruangan yang lain. Itu adalah ruang penyimpanan di sebelahnya, untuk semua jenis barang yang tidak sering digunakan oleh Cheng You. Tapi ruangan ini berukuran sama dengan kamar tidur gadis itu, dan semua persediaan barang hanya ditumpuk di satu sudut. Rong Rui meletakkan kopernya dan berjalan ke arah jendela untuk membuka tirai. Debu segera beterbangan ke udara. Cheng You mengabaikan pria itu, menginstal aplikasi mobile banking, dan segera mentransfer uangnya kembali. Rong Rui kemudian pergi ke kamar mandinya. Tercium aroma lemon segar. Ketika dirinya masuk ke dalam, dia melihat sebuah cermin dan setumpuk kosmetik di depannya. Lebih jauh ke dalam, toilet dan shower 1 itu dipisahkan oleh sebuah dinding kaca. Sangat bagus, sangat bersih. Mendengar nada dering sebuah pesan teks baru, Rong Rui mengambil ponselnya: [Bank Ibu kota mengingatkan Anda: Cheng You telah mentransfer 1.000.000 yuan melalui mobile banking, saldo Anda ¡­.] Dia tertawa kecil dan jari-jarinya menari di atas tombol ponsel. Setelah Cheng You selesai, gadis itu ingin mengusir Rong Rui, tetapi kemudian nada dering pesan teksnya terdengar lagi. Kali ini, Rong Rui memberinya dua juta yuan. Cheng You mentransfernya kembali, merasa kesal. Setelah beberapa saat, Rong Rui benar-benar mentransfer lima juta yuan padanya. Apa yang ¡­? Cheng You merasa sangat marah sehingga dirinya pergi mencari pria itu. Rong Rui keluar dari kamar mandi dengan ponselnya, terlihat puas. "Apartemen yang bagus. Tolong jaga aku di masa yang akan datang, Nona pemilik rumah." "Karena kau sangat menyukai tempat ini, aku akan menjualnya kepadamu. Rumah ini memiliki total nilai lebih dari satu juta yuan. Karena kau memberiku lima juta, kau dapat memilikinya. Aku akan segera pindah." "Kau tidak akan pindah." Rong Rui menatap gadis itu. "Kau tidak akan pindah, karena rumah ini adalah apartemen tunggal yang Li Sicheng telah tetapkan untukmu. Apartemen ini masih merupakan milik perusahaan. Kau tidak berwenang untuk menjualnya." Cheng You menatap pria itu, tidak bisa berkata-kata. "Sekarang kau sudah menagihku sebesar lima juta yuan. Jika kau masih memilih untuk mengusirku, aku bisa memanggil polisi untuk menuduh dirimu melakukan penipuan." "Ah!" Cheng You berteriak seraya dirinya akan menjadi gila. "Bagaimana kau bisa begitu tak tahu malu dan kasar? Jelas kau melakukan itu secara sukarela. Penipuan pantatku!" "¡­ seorang wanita seharusnya tidak mengutuk." Rong Rui menatap gadis itu dengan tenang. "Keluar!" Bahkan tangan Cheng You gemetaran. Menghidupkan ponselnya, gadis itu akan mentransfer uang kembali pada pria itu. Rong Rui hanya melirik ke arah ponsel gadis itu dan berkata dengan pelan, "jika kau mentransfernya kembali padaku, aku akan memberimu 10 juta yuan. Kali berikutnya, aku akan mentransfer 20 juta. Itu menjadi dua kali lipat setiap kali. Apakah kau ingin mencobanya?" Cheng You merasa geli. "Apakah tidak ada limit transfer harian ke kartumu?" Dan, bahkan jika tidak ada limit, dapatkah Rong Rui memiliki begitu banyak uang? Dari mana asalnya? Tempat seseorang mandi di bawah pancuran ai Chapter 468 - Aku Serius Mengejarmu Rong Rui melirik gadis itu dengan tenang dan menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Tidak." "Aku tidak percaya padamu!" Cheng You mengembalikan uang itu lagi, dan ketika jari-jari Rong Rui menari di layar ponselnya, pria itu benar-benar sedang memasukkan sejumlah angka. Ting! Sepuluh juta yuan ke rekening bank gadis itu. Cheng You merasa sesak napas. Dia ingin mengembalikan uang itu, tetapi mendapati bahwa dirinya telah mencapai limit jumlah transfernya. Rong Rui memandang gadis itu dengan sombong. Sambil mengayun-ayunkan ponselnya, dia bertanya, "Kau tidak percaya padaku? Aku bisa melakukannya lagi." "Cukup ¡­." Cheng You merasa sangat tidak berdaya sehingga dia ingin membunuh dirinya sendiri. Dia tidak pernah bermimpi bahwa dirinya akan bertemu seorang pengacau seperti ini. Yang lebih buruk adalah bahwa pengacau ini tidak hanya kapabel, tetapi juga kaya. "Hei, kau menipu aku untuk menyerahkan semua uangku. Sekarang aku tidak punya uang dan tidak punya tempat tinggal. Jika kau mengusirku sekarang, aku akan pergi ke kantor polisi. Menurutmu, hukuman apa yang akan kau dapatkan dengan menipuku sebanyak 10 juta yuan?" Rong Rui tersenyum ketika dirinya mendekati gadis itu. "10 tahun? 20 tahun? Atau lebih lama?" Cheng You merasa ketakutan dengan gerakan pria itu yang begitu tiba-tiba dan hanya menghela napas lega ketika Rong Rui sudah berhenti. "Aku akan pergi ke bank besok untuk mengembalikan uangmu." "Itu tidak akan berhasil. Aku sudah katakan, jika kau memberiku 10 juta, aku akan memberimu 20 juta, dan seterusnya." Cheng You menatap Rong Rui. Berapa banyak uang yang dimiliki orang ini? Bukankah orang tua pria ini akan memukuli anaknya karena membuang-buang uang seperti ini? Dia mengambil napas dalam-dalam dan tiba-tiba berubah pikiran. Jarinya mengetuk beberapa kali di layar ponselnya. "Tapi ini uangmu, aku tidak bisa mengambilnya. Kau hanya memaksaku untuk mengambilnya dan mengancam akan menuntutku jika aku mengembalikannya kepadamu. Ini sangat sulit bagiku." Mata Rong Rui menjadi lebih gelap. Dia maju selangkah. Merasa takut olehnya, gadis itu mundur. "Cheng You, aku serius mengejarmu. Dan aku juga serius tentang keinginanku untuk menikahimu." Jantung Cheng You berdegup kencang dengan liar, tetapi dia memaksa dirinya untuk tenang dan dia mencoba memperdaya Rong Rui. "Jadi, kau masuk ke apartemenku dengan paksa dan memberiku 10 juta yuan untuk mengatakan bahwa itu adalah uang sewanya. Jika aku tidak menerimanya, kau mengancam akan memanggil polisi agar aku masuk penjara. Itu menjijikkan." "Menjijikkan?" Rong Rui mengangkat alisnya dan tiba-tiba mendorong gadis itu. "Ketika kau memaksaku untuk tidur denganmu, kau tidak menggunakan kata itu." Cheng You mendengar kata-kata pria itu dan menjadi geram. Dia berteriak marah. "Siapa yang memulainya?" "Kaulah yang membawaku ke hotel, kan?" "Itu karena kau harus beristirahat!" "Setelah memasuki kamar hotel itu, kau melepas pakaianku dulu. Benar kan?" "Aku tidak melakukannya!" "Kau melakukannya, dan kau juga menyiratkan bahwa kau tidak punya kekasih, kan?" "Aku ¡­." Cheng You tersipu malu. "Lalu, kau melepas pakaian dan celanaku. Iya kan?" "Kau ¡­." "Aku tidak ingin melakukannya denganmu, dan kau memanggilku munafik. Benar?" "Enyahlah!" "Untuk membuktikan bahwa aku bukan seseorang yang munafik, aku melakukan apa yang kau minta. Kalau tidak, apakah kau pikir aku akan melakukannya dengan seseorang seperti dirimu?" Rong Rui tampak menghina. "Singkatnya, hal itu terjadi di luar kehendakku pada hari itu." "Apakah kau berani bersikap lebih tak tahu malu!" "Kenapa tidak?" Rong Rui menyeringai dan mencondongkan tubuhnya mendekati Cheng You, berbisik, "Serahkan rekaman ini pada polisi, dan lihat siapa yang mempunyai masalah di sini?" Cheng You menatap pria itu, matanya terbelalak. Bahkan sebelum dirinya mempunyai waktu untuk berbicara, Rong Rui telah menarik tubuhnya ke dalam pelukan pria itu dan mengunci bibirnya. Pria itu mengambil ponsel di tangannya dan memperdalam ciumannya. Cheng You merasa agak tidak nyaman dan secara tidak sadar berdiri berjinjit, yang menyebabkan serangan Rong Rui lebih ganas. "Oh ¡­." Gadis itu merasa lebih buruk! Napas mereka yang membara berpadu, dan Cheng You merasa dirinya hampir kehabisan napas. Tangannya mencoba mendorong Rong Rui menjauh, tetapi kedua tangan itu menjadi semakin lemah. Chapter 469 - Tidak Satu Hari Pun Berlalu Tanpa Aku Menyesalinya, Rong Rui Rong Rui kemudian melepaskan Cheng You, menatap wajah gadis itu yang memerah dan merapikan bajunya sendiri. Dia membalikkan badannya dan mengambil sebuah kantong kertas dari dalam kopernya dan melemparkannya kepada Cheng You sebelum dirinya duduk di sofa. Cheng You mengambil kantong kertas itu dan sedikit tercengang. "Bukankah kau bilang kau akan pergi ke pesta ulang tahun? Pakailah." "Apa ini?" Cheng You bertanya, tetapi dengan segera menyadari bahwa orang ini ¡­ membelikan pakaian lagi untuk dirinya? Setelah mengeluarkan isinya, dia menemukan bahwa itu adalah sebuah gaun berwarna biru, agak tebal, dan modelnya sangat spesial. Secara tidak sengaja, dia melirik label harganya, 8.888 yuan ¡­. Setelah hening beberapa saat, dia memasukkan kembali gaun itu dan mengembalikannya pada pria itu. "Apa maksudmu dengan ini? Ingin menaklukkanku dengan uang?" "Tidak." Rong Rui meletakkan sebatang rokok di antara bibirnya. Tanpa menyalakan rokok itu, dia menatap wajah Cheng You dengan serius. "Aku ingin menaklukkanmu, bukan dengan uang, tetapi dengan diriku sendiri." Dia menemukan korek api dan menyulut rokoknya. "Cheng You, ini adalah pertama kalinya aku mengejar seorang gadis." Jantung Cheng You berdegup kencang, seperti sebuah lautan yang diterjang sebuah tornado dengan ombak yang bergolak. Namun, Cheng You dengan cepat mencibir, "Apakah kau pikir aku akan percaya padamu? Jika kau mengatakan itu, lalu apa artinya Tang Mengying bagimu?" "Aku tidak pernah mengejarnya." Rong Rui menatap Cheng You dengan sepasang mata kuning kecokelatan miliknya. "Aku sudah mengenal Tang Mengying selama sepuluh tahun, tetapi gadis itu bahkan tidak pernah menatapku. Yang bisa dia pikirkan hanyalah Li Sicheng, jadi aku belum pernah mencoba mengejarnya." "Karena kau tahu bahwa itu tidak mungkin berhasil. Dan apakah kau pikir gadis sepertiku lebih mudah?" Cheng You menatap pria itu, merasa kebingungan. "Rong Rui, aku benar-benar curiga kalau kau sakit jiwa. Psikiater yang kukenalkan pada Tang Mengying tidaklah buruk. Haruskah aku merujukmu?" "Tidak, aku tidak pernah berpikir bahwa kau akan mudah ditaklukkan. Kau tipe wanita yang terlalu bangga pada dirimu sendiri. Untuk memenangkan hatimu, aku harus lebih baik darimu." Rong Rui mengisap rokoknya dan meniupkan asap dengan perlahan. "Sayangnya, aku hanya sedikit lebih baik daripada dirimu. Karena kau tidak membenciku, kenapa kau tidak mencobanya?" "Siapa yang bilang aku tidak membencimu? Aku membenci nyalimu!" "Jika kau membenciku, kau tidak akan tidur denganku." Rong Rui berdiri dan menatap gadis itu. "Cheng You, kau memang punya perasaan untukku. Bukankah itu benar?" "Maaf, aku tidak tertarik pada pria yang memikirkan wanita lain." "Hanya dirimu yang ada di dalam pikiranku sekarang." "Bagaimana dengan Tang Mengying? Kau berani bilang kau tidak mencintainya?" "Tidak." Rong Rui menjawab tanpa ragu. "Rong Rui yang sebelumnya sudah dibunuh oleh Tang Mengying. Dan Rong Rui yang baru ini sudah diselamatkan oleh dirimu." Jantung Cheng You berdetak sangat cepat sehingga terasa tidak normal. Melihat mata Rong Rui yang penuh kasih sayang, Cheng You tidak bisa mengatakan penolakan sepatah kata pun. Dirinya sepertinya tidak begitu membenci pria itu. Tapi ¡­. "Kalau begitu, apakah kau mencintaiku?" Rong Rui sedikit terpana. Mata gadis itu meredup, dan ada sebuah perasaan kehilangan yang tak terlukiskan di hatinya. "Cheng You ¡­." "Jangan katakan itu. Ayo kita pergi. Aku akan mengembalikan uang itu padamu." Cheng You pergi ke pinggir sofa dan mengambil ponselnya yang baru saja diletakkan oleh Rong Rui. Dia berkata, "Aku pasti sedang bingung pada hari itu. Tolong lupakan saja. Lagipula, bukan kau yang menderita kerugian. Jika aku tahu aku akan dibuntuti olehmu hanya karena sebuah hubungan seks semalam, aku seharusnya tidak menggunakan dirimu untuk seks . Tidak satu hari pun berlalu tanpa aku menyesalinya, Rong Rui. " Chapter 470 - Tuan Rong, Bisakah Anda Memiliki Sedikit Rasa Malu? Tidak satu hari pun berlalu tanpa aku menyesalinya, Rong Rui. Setiap kata diucapkan dengan sangat tenang. Rong Rui merasa sesak napas. Ketika dia mengetahui bahwa Cheng You telah menyelamatkan dirinya, dia memutuskan untuk menikahi gadis itu. Mungkin itu karena sifat jahat lelaki yang sudah mendarah daging, dia tidak mencintai Cheng You, tetapi ingin menaklukkannya. Membuat Cheng You jatuh cinta padanya dan kemudian membawa gadis itu pulang sebagai istrinya. Namun, mendengar apa yang dikatakan Cheng You, dirinya merasa tertekan. Cheng You bisa berteriak padanya, menangis di bahunya, meninju dan menendangnya, tetapi jangan bersikap seperti ini. Bagaimana gadis itu bisa menyesali hal itu? Cheng You mengambil ponselnya dan pergi ke kamar mandi. Setelah mengunci pintu kamar mandi, dia merasa masam dan karena alasan tertentu, memiliki keinginan untuk menangis. Melihat dirinya di cermin, dia melihat seorang tipikal wanita kantoran dengan rambut pendek yang rapi, tidak feminin sama sekali. Namun, dirinya merasa bangga, dia kuat, dan dia pemilih. Dia tidak berpikir bahwa orang-orang seperti Rong Rui pantas mendapatkan dirinya. Bagaimana tentang itu? "Si*lan!" Dia menyisir rambutnya, mencuci mukanya, dan mulai merias wajah. Setelah sekitar empat puluh menit berlalu, dia keluar lagi, dan Rong Rui masih duduk di sofa. "Kenapa kau belum pergi juga?" Dia merasa kesal, "Tuan Rong, bisakah Anda memiliki sedikit rasa malu?" Rong Rui tidak menjawab, tapi malah melemparkan gaun yang dia bawa pada gadis itu. "Pakailah gaun ini dan ayo kita pergi bersama." Cheng You mengambil gaun itu dan melemparkannya ke dalam tempat sampah. Dia mencibir dan pergi ke kamarnya, mencari-cari sebuah pakaian. Akhirnya dia menemukan sebuah setelan rok berwarna biru tua, mengunci pintunya, dan mulai berganti pakaian. Setelah dia selesai, Rong Rui sudah menghilang. Dia memastikan bahwa pria itu sudah keluar sebelum mengambil tasnya dan meninggalkan apartemennya. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Ketika mereka tiba di Istana Satu, sudah pukul tujuh. Su Qianci dan Li Sicheng adalah yang terakhir tiba. Yu Lili tidak memiliki banyak teman, jadi hanya Su Qianci dan Lu Yihan yang diundang. Orang-orang yang lainnya benar-benar dipaksa datang oleh Ou Ming. Tentu saja, semua tamunya adalah orang-orang yang dikenal oleh Ou Ming dan Yu Lili. Saat ini, Yu Lili, Cheng You, Luo Zhan, Lu Yihan, dan Ou Ming sedang duduk di sofa. Cheng You dan Luo Zhan sedang bernyanyi karaoke. Itu adalah lagu milik Mei Yanfang dan Zhang Xueyou "Cinta itu Sulit", dan suara mereka terdengar cukup baik. Su Qianci ditarik menjauh oleh Li Sicheng dan duduk di sofa, menyaksikan Lu Yihan dan Yu Lili bermain dadu. Lu Yihan baru saja meminum tiga gelas anggur, kalah dari Yu Lili. Ou Ming sedang merokok sambil menonton mereka bermain, tetapi dengan segera, rokoknya diambil oleh Li Sicheng. Ou Ming merasa sangat kesal sehingga dia tertawa. Melontarkan tinjunya pada Li Sicheng, dia mengeluh, "Kau pikir kau lebih baik dari kami semua setelah menjadi seorang ayah?" Li Sicheng sedang berada dalam suasana hati yang baik. Bibirnya bergerak sedikit ketika dirinya berkata, "Begitulah." "Membual!" Ou Ming tampak menghina. Mata Li Sicheng menjadi lebih melengkung ketika dirinya berkata dengan tenang, "Kau hanyalah cemburu." Su Qianci memandang ke arah Yu Lili yang sedang bermain dengan Lu Yihan. Dia melewati Li Sicheng dan duduk di sebelah Lu Yihan. Matanya berkilauan ketika dirinya berkata, "Aku ingin bermain juga." "Oke, kalau kau kalah, suamimu yang akan minum!" Chapter 471 - Truth Or Dare "Apakah kau bersedia?" Yu Lili memandang ke arah Li Sicheng. Tentu saja, Li Sicheng mengangguk. Su Qianci tidak sabar untuk mengambil alih cangkir dadu dari Yu Lili dan berkata, "Jangan khawatir. Aku tidak akan menjadi orang yang akan kalah." Lu Yihan yang paling banyak minum, dan pipinya merona kemerahan. Mendengar itu, dia tertawa. "Kau beruntung setiap saat. Aku pasti akan menjadi orang yang paling banyak minum." Benar saja, setelah 16 putaran, Lu Yihan telah kalah sepuluh kali, dan Yu Lili kalah enam kali. Su Qianci tidak kalah sekali pun. Wajah Lu Yihan memerah. Setelah meminum minumannya yang terakhir, dia bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi. Luo Zhan dan Cheng You tidak lagi bernyanyi. Setelah meletakkan mikrofon, Luo Zhan berbalik dan menepukkan tangannya. "Di sini. Pada saat yang membahagiakan seperti ini, haruskah kita memainkan sesuatu yang lebih menarik?" "Apa yang kau usulkan?" Su Qianci bertanya. Luo Zhan terkekeh-kekeh dan berkata dengan sebuah pandangan seram, "Truth or dare 1 !" Mendengar itu, Cheng You melirik ke arah pria itu dengan pandangan meremehkan. "Itu terlalu kekanak-kanakan." "Kau tidak bisa mengatakan itu. Aku ini masih bayi," kata Luo Zhan tanpa malu dan mengeluarkan sebungkus kartu. "Ini adalah kartu khusus untuk truth or dare. Butuh banyak waktu untuk menemukan kartu-kartu ini. Ayo kita bermain bersama." Su Qianci berkedip dan menatap Li Sicheng. "Sayang, apakah kita ikut bermain?" "Apakah kamu mau bermain?" Li Sicheng belum pernah ikut serta dalam permainan bodoh Luo Zhan sebelumnya. Su Qianci mengangguk dan menarik tangan suaminya. "Aku mau. Bagaimana kalau kita bermain bersama-sama?" "Oke." Yu Lili juga merasa sangat tertarik. Dia melambai ke arah Luo Zhan. "Biarkan aku melihat kartu apa yang kau miliki." Luo Zhan menyeringai dan memberikan kartu-kartu itu padanya. Yu Lili dengan santai melirik beberapa dari kartu-kartu itu dan berseru, "Si*l! Luo Zhan, ini terlalu menarik! ''Pilih seseorang dari lawan jenis untuk dicium selama 10 menit. Tidak boleh menolak.'' ''Posisi apa yang kau gunakan saat kau melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya?'' ''Apakah orang yang kau kencani sekarang adalah cinta sejatimu?'' ''Tanyakan nomor ponsel seorang pelayan dan mintalah sebuah telepon seks.'' Ha ha ha ha ¡­. Ini sangat menyenangkan. Ou Ming, apakah kau ingin bermain?" Duduk di belakang Yu Lili, Ou Ming sudah melihat kata-kata di kartu itu dengan jelas. "Aku baik-baik saja dengan itu. Jadi, kami adalah sebuah tim, Li Sicheng dan Su Qianci adalah sebuah tim. Dan yang lainnya ¡­." Dia memandang Luo Zhan dengan cara yang licik. Mudah untuk mengatakan apa yang sedang dipikirkannya. Itulah sebabnya ¡­. Ou Ming tidak bisa menahan diri untuk melirik ke arah Cheng You dan menepukkan tangannya. "Ayo lakukan." Pada saat ini, pintu terbuka. Semua orang melirik ke arah pintu. Rong Rui memandang ke arah Cheng You dengan tenang sebelum dia berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Cheng You melihat pria itu, dan raut wajahnya berubah. "Kau ¡­." "Selamat ulang tahun." Rong Rui langsung memberikan sebuah hadiah kepada Yu Lili, berbicara tanpa rasa tulus. Cheng You dengan segera terdiam. Tidak heran Rong Rui mengusulkan agar mereka pergi bersama-sama. Jadi pria itu tidak bermaksud memaksa dirinya, tetapi ingin mengambil bagian dalam ulang tahun Yu Lili? Sebenarnya, Yu Lili pernah bertemu dengan Rong Rui sekali, tapi dirinya tidak terlalu mengingatnya. Melihat bahwa Rong Rui langsung duduk di sebelah Cheng You, yang tidak berbicara, Yu Lili mengambil hadiah itu dan berterima kasih pada Rong Rui. Cheng You mencondongkan tubuh ke arah Luo Zhan, terlihat seperti tidak menyukai Rong Rui yang sedang mendekatinya. Rong Rui tidak peduli tentang hal itu dan berkata, "Ajak aku juga. Semakin banyak semakin meriah." Sebuah permainan di mana setiap pemain pada saat gilirannya harus menjawab pertanyaan dengan jujur, atau melakukan sebuah tantangan. Chapter 472 - Seperti Apa Hubungan Seks Antara Kau Dan Pasanganmu Lu Yihan keluar dari kamar mandi dan mendapati bahwa mereka sedang berkumpul bersama. Dia berjalan menghampiri dan duduk di sebelah Li Sicheng. "Siap bermain?" "Ya, truth or dare. Sekarang berpencarlah, jangan berkumpul bersama." Sofa itu berbentuk lingkaran dan ada sebuah meja kaca besar di bagian tengahnya. Luo Zhan membagi kartu-kartu di tangannya menjadi dua bagian, yang satu adalah truth 1 , dan yang lainnya adalah dare 2 . Dia mengocok setiap bagian dan kemudian meletakkannya di tumpukan yang berbeda. Ada sebuah botol kaca di bagian tengah meja, dan semua orang mengelilingi meja tersebut. Lu Yihan tidak peduli dengan cara bermainnya dan berkata, "Dalam hal ini, wanita hamil yang bermain pertama. QianQian, giliranmu." Sebagai seseorang yang suka bermain, Su Qianci merasa tidak keberatan. Dia memutar botolnya tetapi tidak beruntung. Botol itu menunjuk ke dirinya sendiri. Su Qianci menghela napas. "Yihan, kau sengaja melakukannya, kan?" Mendengar sebutan intim yang istrinya gunakan, Li Sicheng merasa agak masam dan melirik Su Qianci dengan sedikit tatapan peringatan. Su Qianci menurunkan kepalanya, tidak mengetahui apa yang telah dia lakukan sehingga membuat suaminya merasa kesal. Luo Zhan bertanya, "Truth atau dare?" "Aku ¡­ truth. Dare terlalu menegangkan." Su Qianci kemudian mengambil sebuah kartu. Sewaktu melihat kartu itu, wajahnya merona merah. "Bisakah aku menggantinya menjadi dare ¡­." "Tidak!" Luo Zhan berkata tanpa belas kasihan, lalu mengambil kartu di tangan Su Qianci, tertawa dan membaca, "Seperti apa hubungan seks antara kau dan pasanganmu? Berapa lama durasi terbaik? Berapa kali dalam semalam?" Su Qianci hampir menangis. Dia menarik lengan baju Li Sicheng dan berkata, "Aku tidak ingin bermain." Bagaimana dirinya bisa mengatakan hal seperti itu dengan lantang? Li Sicheng melirik Luo Zhan, dengan elegan membuka kancing mansetnya dan bertanya, "Di mana kau menemukan benda seaneh ini? Apakah kartu-kartu ini berisi penuh dengan tema seperti ini?" Tentu saja, Luo Zhan telah melakukan penelitiannya untuk mengejar para gadis. Tapi tidak mungkin dia mengakuinya. Luo Zhan dengan tenang menjawab, "Apakah kau mau menyerah? Jangan khawatir, Su Qianci. Jawablah dengan cepat, jangan takut pada Li Sicheng. Bahkan tidak masalah jika suamimu mengalami ejakulasi dini. Katakan saja!" "Aku benar-benar tidak ingin mengatakannya ¡­." Wajah Su Qianci merah padam, mencengkeram tangan Li Sicheng dan memandang suaminya mencari bantuan. "Katakan saja pada mereka," Li Sicheng tersenyum, melirik ke arah Lu Yihan dengan pikiran kosong. "Itu tidak memalukan." Lu Yihan menghindari tatapan mata Li Sicheng dan meminum seteguk air, urat nadinya yang biru menonjol di punggung tangannya. Su Qianci tersipu malu ketika dirinya bergumam dengan suara pelan, "Aku tidak ingat durasinya. Seharusnya ¡­ setengah jam, atau satu jam?" "Berapa kali dalam semalam?" Yu Lili bertanya dengan penuh semangat. "Lima ¡­ enam tujuh." "Itu lima atau enam atau tujuh?" "Tujuh ¡­." "Itu delapan kali." Li Sicheng meminum seteguk air dan berdeham. Su Qianci meninju kaki suaminya. "Tidak mungkin." "Ya, setelah mandi, kamu datang lagi." Wajah Su Qianci bahkan semakin memerah. Menutupi wajahnya dan berbaring di sofa, dia menjerit, "Jangan katakan itu!" Semua orang tertawa, dan Lu Yihan juga menarik bibirnya dengan enggan. Yu Lili dengan jelas melihatnya. Lalu dirinya membiarkan Su Qianci memutar botolnya lagi. Kali ini, botolnya mengarah pada Lu Yihan. "Dare." Lu Yihan tidak ragu-ragu untuk menjawabnya. Dan kemudian dia bangkit berdiri dan mengambil sebuah kartu, tetapi saat melihat instruksi pada kartu itu, sudut mulutnya bergerak-gerak. Sambil melemparkan kartu itu ke arah Luo Zhan, dia berseru, "Kartu apa ini? Bahkan ada sesuatu yang seperti ini!" Menjawab pertanyaan dengan jujur. Melakukan tantangan yang diberikan. Chapter 473 - Ciuman Antara Lu Dan Luo Luo Zhan mengambil kartu itu dan membacanya sambil tersenyum. "Di tempat ini, temukan seseorang untuk melakukan French kiss 1 menempel di dinding selama tiga menit ¡­." Semakin banyak dia membaca, semakin dalam perasaan bahaya yang dirasakan dirinya. Di antara orang-orang yang hadir saat ini, Yu Lili tidak dapat diganggu gugat, dan begitu pula Su Qianci. Lalu hanya Cheng You yang tersisa? Astaga! Tidak, Cheng You adalah miliknya! Luo Zhan menenangkan dirinya dan berkata, "Apakah kau ingin menggantinya?" "Tidak! Tidak ada yang seperti itu!" Su Qianci keberatan. "Kenapa kau tidak menggantinya untukku, tapi untuk Yihan?" "Iya!" Yu Lili membeo. "Itu benar. Kau tidak bisa menggantinya!" Rong Rui duduk tegak, tangannya sedikit terangkat di samping tubuh Cheng You. Hati Cheng You mau tidak mau menjadi berdebar-debar. Lu Yihan mengerutkan bibirnya dan berkata setelah beberapa saat, "Kalau begitu aku memilih untuk minum." "Baiklah, habiskan ini." Yu Lili mengambil setengah botol wiski dan mengangkat dagunya. "Si*l!" Luo zhan tiba-tiba menyeletuk. Cheng You merasa sedikit terkejut. "Itu terlalu banyak!" "Lili, ini tidak ¡­" Ujar Su Qianci. Jika Lu Yihan menghabiskan wiski itu, pria itu mungkin akan dikirim ke rumah sakit. Yu Lili tidak merasa bahwa ada sesuatu yang salah. Dia berkata tanpa basa-basi, "Hei, jika kau tidak mengikuti aturannya, kau akan dihukum!" Bagaimana dengan dirinya sendiri? Berciuman menempel di dinding? Dirinya ada di sini! "Kau bisa meminta pada siapa saja, dan orang yang dipilih tidak bisa menolak, kalau tidak ¡­" Yu Lili meletakkan botolnya. "Minum ini." Lu Yihan memalingkan wajahnya dengan sengsara dan melirik ke arah kerumunan. Li Sicheng sedang memeluk istrinya. Tidak ada ekspresi di wajahnya yang dingin, tetapi tatapan peringatan darinya terlihat jelas. Yu Lili menatap Lu Yihan dengan sepasang matanya yang besar, tapi ¡­ Lu Yihan mengetahui pikiran gadis itu tentang dirinya, tapi Yu Lili sudah mempunyai seorang kekasih, bukan? Lu Yihan akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Cheng You. Rong Rui dan Luo Zhan keduanya memperingatkan dirinya dengan raut wajah mereka. "Si*lan ¡­." Lu Yihan merasa tersiksa. Dia akhirnya menggaruk kepalanya dan menyeret Luo Zhan mendekat ke arahnya. Luo Zhan terlihat seolah-olah telah melihat hantu ketika tubuhnya didorong menempel ke dinding. Semua orang terkejut. Luo Zhan hanya merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya, dan dirinya benar-benar tercengang. "French kiss," Rong Rui mengingatkan mereka dengan suara pelan. Lu Yihan terlihat menderita dan menjulurkan lidahnya ¡­. Luo Zhan terlihat jijik dan merapatkan giginya dengan erat. "Orang yang dipilih tidak bisa menolak," kata Rong Rui lagi. Sial! Apa masalah Rong Rui ini? Luo Zhan mengutuk dalam hati, tetapi giginya masih menutup rapat. Akhirnya, tiga menit kemudian, Lu Yihan mendorong Luo Zhan menjauh dengan segera dan memalingkan wajahnya ke samping, "Ewwww ¡­." Luo Zhan memiliki reaksi yang sama, dan kedua pria itu muntah pada saat yang sama. Su Qianci tertawa tanpa belas kasihan, menggandeng lengan Li Sicheng, hampir kehabisan napas. Ou Ming yang tertawa paling keras. Dia berkata, "Luo Zhan, jika ayahmu mengetahui tentang hal ini, dia akan mematahkan kakimu!" Yu Lili merasa agak enggan untuk tertawa. Melihat ke arah Lu Yihan, dia menyembunyikan ekspresi wajahnya di balik gelas airnya. Ou Ming dengan jelas menyadari perilaku aneh Yu Lili. Melirik ke arah gadis itu dan kemudian ke arah Lu Yihan, mata Ou Ming tiba-tiba menjadi gelap. Lu Yihan tidak memuntahkan apa pun dan kembali untuk memutar botolnya. Kali ini, botolnya mengarah pada Ou Ming. Ou Ming langsung membungkuk untuk mengambil sebuah kartu truth dan menyerahkan kartu itu pada Luo Zhan. Luo Zhan membacanya, "Apakah pasanganmu saat ini adalah cinta sejatimu? Jika kau belum menikah, apakah kau bersedia menikah dengannya?" Ciuman (atau tindakan berciuman) yang melibatkan sentuhan lidah kedua orang. Chapter 474 - Ternyata Kau Adalah Seorang Perjaka! "Ya dan ya." Ou Ming tanpa ragu menatap Yu Lili. Gadis itu minum beberapa teguk air, raut wajahnya terlihat rumit. Ou Ming dengan cepat mengalihkan tatapannya dan memutar botolnya. Kali ini, botolnya mengarah pada Rong Rui, yang masih relatif asing bagi semua orang. Rong Rui mengambil sebuah kartu truth dan melemparkannya ke arah Luo Zhan. Luo Zhan merasa bingung. Sejak kapan dia menjadi seorang juru bicara? "Apa hal yang paling memalukan dalam hidupmu?" Tidak mengharapkan pertanyaan itu, Rong Rui merasa agak kecewa. Setelah memikirkannya, dia menjawab, "Mungkin ketika aku mencoba untuk menyenangkan seorang wanita, wanita itu membuangku seperti sehelai kain lap." Lalu dia melirik ke arah Cheng You. Cheng You berpura-pura tidak mengerti dan mencibir, "Maksudku, kau layak mendapatkannya ketika kau jatuh cinta pada seseorang seperti Tang Mengying." Dia menyebut Tang Mengying lagi. Rong Rui merasa sedikit kesal dan berkata dengan tenang, "Cheng You, kau tahu siapa yang sedang kubicarakan." Sesuatu yang mencurigakan sedang terjadi! Luo Zhan mendengarkan dengan seksama, menatap Rong Rui dan merasa sangat tidak nyaman. Orang ini, apakah dia sudah memenangkan hati Cheng You? Seharusnya tidak. Cheng You sangatlah sulit dan sangat menuntut. Bahkan Luo Zhan belum juga berhasil. Dengan sebuah riwayat yang buruk, mengapa Rong Rui mengincar Cheng You? Cheng You mengabaikannya. Rong Rui melanjutkan memutar botolnya, dan yang berikutnya adalah giliran Li Sicheng. Luo Zhan melambai dan berkata, "Jangan memilih truth. Itu terlalu membosankan. Pilih dare!" Li Sicheng mendengar itu dan dengan segera meletakkan tangannya, meraih sebuah kartu truth, dan bukannya mengambil sebuah kartu dare. Luo Zhan menghela napas. "Si*lan ¡­. Apa hal paling mengharukan yang pernah dilakukan pasanganmu untuk dirimu?" Li Sicheng memandang Su Qianci dari samping. Su Qianci menundukkan kepalanya sedikit. Sepertinya wanita itu tidak pernah melakukan sesuatu yang sangat romantis ¡­. Li Sicheng mengulurkan tangan dan merengkuh istrinya ke dalam pelukannya. Dengan suaranya yang dalam dan lembut, dia berkata, "Istriku masih hidup." Mendengar ketiga kata itu, perasaan Su Qianci campur aduk. Sebuah denyutan yang tidak bisa dijelaskan muncul dari dalam lubuk jiwanya. Dia menatap mata suaminya. Kedua mata itu sedalam galaksi yang cemerlang di langit malam Antartika, hampir menemukan dirinya. "Hanya itu?" Luo Zhan merasa sedikit terkejut. "Ya." Li Sicheng menjawab dengan suara pelan. Mata Su Qianci berkaca-kaca saat dirinya balas memeluk suaminya. "Hei, jangan lakukan ini. Para lajang masih berada di sini!" Luo Zhan menutupi kedua matanya. Bibir Li Sicheng sedikit bergerak dan dia memutar botol itu. Kali ini, botolnya mengarah pada Luo Zhan. Luo Zhan sedikit bersemangat, sambil menggosok tangannya. Dia memilih dare. Jika dia memiliki keberuntungan, dia bahkan mungkin mendapat instruksi untuk bercinta dengan lawan jenis atau melakukan push-up di atas tubuh lawan jenis. Maka dia pasti akan memilih Cheng You ¡­. Hei! Dirinya merasa bersemangat hanya dengan memikirkannya. Namun, ketika dirinya mengambil kartu itu, Luo Zhan tercengang. Lu Yihan melihat Luo Zhan seperti itu, mengambil kartu itu dan tertawa. "Lakukan suara bercinta selama lima menit, ha ha ha ha ¡­." Mendengar ini, semua orang tertawa terbahak-bahak. Luo Zhan berdiri dengan marah. "Itu tidak adil. Kenapa aku tidak bisa memilih seseorang untuk melakukan dare bersama? Aku hanya bisa mengerang sendiri. Dan aku belum pernah berhubungan seks sebelumnya, jadi bagaimana aku bisa mengetahui bagaimana melakukannya!" "Oh--" Yu Lili mulai membuat sebuah kehebohan. "Jadi kau masih perjaka! Ha ha ha!" Wajah Luo Zhan memerah. Dia berkata tanpa basa-basi, "Apa yang salah ¡­ dengan hal itu? Ini artinya aku tidak main-main! Aku adalah seorang pria yang sangat baik!" Chapter 475 - Dare Milik Luo Zhan "Kami tidak peduli. Sekarang lakukanlah!" Ou Ming melambaikan tangannya dan berkata. "Apakah kamu ingin menyerah?" Hati Luo Zhan terasa dingin dan sakit. Dia duduk kembali. Menghadapi raut wajah semua orang yang bergembira di atas penderitaannya atau yang mengharapkannya, dia melengkungkan kakinya dan membuat matanya berair, meletakkan satu tangan di dadanya. Menggigit bibir bawahnya, dia membelai kakinya dengan cara yang menurutnya menarik. "Ah ¡­ oh ¡­." "Ha ha ha ha ¡­." Su Qianci tertawa terbahak-bahak di pelukan suaminya, dan Li Sicheng juga tersenyum dan melihat ke arah Luo Zhan. "Oh ¡­ ah ¡­" Luo Zhan juga menyentuh kepalanya dan membuat sebuah erangan panjang dan berangin. "Hmm ~" "Ini sangat buruk di mataku. Cukup!" Lu Yihan tidak tahan untuk menyaksikannya, menutupi matanya sendiri. Tapi Luo Zhan sengaja melanjutkan untuk mengganggu Lu Yihan, bersuara lebih keras, "Ow! Oh! Ah! Hee ¡­." "Apa-apaan ini, dari mana suara-suara aneh ini berasal?" Ou Ming melambaikan tangannya. "Cukup. Jangan menyakiti telinga kami." Yu Lili tertawa dan bersandar di sofa, perutnya terasa sakit. Cheng You menyeringai dan berjongkok, dan akhirnya dia tidak bisa menahan diri dan terjatuh ke samping. Rong Rui melihat bahwa gadis itu secara tidak sengaja bersandar pada dirinya, melengkungkan bibirnya, dan pura-pura tidak menyadari apa-apa, melihat ke arah Luo Zhan. Melihat itu, Luo Zhan segera duduk tegak dan menarik Cheng You. "Baiklah sekarang. Duduklah seperti seorang wanita terhormat!" Kemudian dia memutar botol itu lagi. Kali ini, botolnya mengarah pada Yu Lili. Gadis itu masih tertawa. Melihat semua orang memandang dirinya, dia menyadari apa yang telah terjadi dan berkata, "Dare!" "Gunakan semua yang kau miliki untuk merayu orang lain selain pasanganmu di tempat ini dan duduklah di pangkuannya selama satu putaran." "Merayu?" Yu Lili mengangkat alisnya. "Selain pasanganku?" "Betul!" Su Qianci bertanya, "Merayu bagaimana?" "Tidak." Ou Ming mendengus dan berkata, "Ambil kartu yang baru." "Itu tidak bisa dilakukan. Aturannya harus dipatuhi, atau itu akan membosankan." Luo Zhan membalas. "Hei, Yu Lili, siapa yang ingin kau rayu?" Yu Lili berdiri dan melihat sekeliling, matanya pertama kali tertuju pada Li Sicheng. Su Qianci segera menutupi wajah Li Sicheng seperti seekor induk ayam yang protektif dan berteriak, "Tidak!" Li Sicheng melengkungkan bibirnya dan menurunkan tangan istrinya, mengangguk. "Tidak." Yu Lili mengangkat bahunya dan kemudian berjalan ke arah Lu Yihan, yang berada di seberangnya. Ou Ming meraih tangan gadis itu, mata indah pria itu dipenuhi dengan racun. Yu Lili merasa sedikit ketakutan, tapi ¡­ ini mungkin satu-satunya kesempatan bagi dirinya. Yu Lili tetap menyingkirkan tangan Ou Ming dan berkata, "Ini hanya sebuah permainan. Jangan terlalu serius." Lu Yihan melihat gadis itu datang menghampiri dirinya dan merasa cemas. Melirik ke arah Ou Ming, dia berdeham. "Lili, maukah kau mengambil sebuah kartu baru?" Lu Yihan tidak mampu untuk berselisih dengan seseorang yang berkuasa seperti Ou Ming pada saat ini. Bagaimana jika Ou Ming salah paham bahwa dirinya ingin mencuri wanitanya? Yu Lili langsung mendatangi Lu Yihan, mendorong bahu pria itu ke belakang dan membungkukkan dirinya sendiri. Salah satu kakinya ditekuk di antara lutut Lu Yihan. Melihat sebuah adegan yang begitu panas, Su Qianci menatap, matanya membelalak. "Sungguhan?" Tinju Ou Ming mengepal erat, saat dia memelototi gaun merah Yu Lili dari belakang. Yu Lili juga mengetahui bahwa hal itu sudah melanggar batas. Menatap Lu Yihan selama beberapa detik, dia menyadari tatapan keterkejutan dan kengerian di mata Lu Yihan. Yu Lili melengkungkan bibir merahnya dan kemudian menjilatnya dengan lidahnya, menatap Lu Yihan dan kemudian mengerling. "Yu Lili!" Ou Ming tidak tahan lagi, berdiri dan menggeram. Yu Lili menegakkan tubuhnya dan berbalik untuk menatap Ou Ming. "Hanya bercanda. Apa yang kau khawatirkan?" Dia kemudian duduk di paha Lu Yihan, mengambil botol dan memutarnya. Kali ini, botolnya mengarah pada Li Sicheng. Li Sicheng memilih dare kali ini dan memberikan kartu itu kepada Luo Zhan. Luo Zhan membaca instruksinya, "Suapi sebuah pisang pada pasanganmu selama sepuluh menit." Untungnya, itu bukan sesuatu yang sulit. Su Qianci merasa sedikit lega, tapi ¡­ untuk suatu alasan, Yu Lili tertawa terbahak-bahak, dan begitu pula Luo Zhan. "Makan pisang selama sepuluh menit, Su Qianci!" Su Qianci sedikit tercengang dan berkata, "Apa yang kalian tertawakan?" Bukankah itu hanya sebuah pisang? "Sepuluh menit, sebuah pisang, sepuluh menit." Luo Zhan menggosok kedua tangannya dan mengambil beberapa buah pisang. "Ayolah." Li Sicheng memandang Luo Zhan dan berkata, "Dia malu. Bagaimana kalau aku membiarkan istriku menyuapiku?" "Tidak! Itu akan membosankan!" Yu Lili berkata. "Biarkan Su Qianci melakukannya, aku belum melihatnya ''makan pisang''." Setelah mendengar percakapan mereka, Su Qianci tiba-tiba menyadari bahwa apa yang mereka maksudkan dan wajahnya langsung memerah. "Kalian ¡­." Li Sicheng mengambil sebuah pisang dan dengan cepat mengupasnya. "Kemarilah." Su Qianci tersipu malu dan menatap pisang itu untuk waktu yang lama. "Waktunya dimulai. Su Qianci, kau harus makan pisang ini selama sepuluh menit." Su Qianci membuka mulutnya, meletakkan ujung pisang itu di mulutnya, dan menggigit sepotong kecil. Namun, meskipun itu adalah sebuah gigitan yang kecil, itu sudah sepersepuluh dari pisangnya. Bagaimana bisa dimakan selama sepuluh menit? "Jangan berhenti. Lanjutkan!" Luo Zhan berteriak. Su Qianci mengunyah, melirik ke atas dan ke bawah, dan menggigitnya lagi. Bibir Li Sicheng semakin melengkung, dan dia berbisik, "Kamu bisa menelan lebih banyak dan mengeluarkannya lagi." Su Qianci segera mengerti apa yang dimaksud oleh Li Sicheng dan meninju suaminya. Dia menggigit lagi, dan dalam waktu kurang dari dua menit, lebih dari setengah pisang sudah menghilang. Su Qianci berkata dengan cemas, "Tidak masuk akal untuk memintaku memakannya tanpa henti. Bagaimana bisa itu memakan waktu sepuluh menit!" "Tentu saja bisa. Gunakan metode lain." Luo Zhan tertawa. "Misalnya, telan sisanya seluruhnya." Wajah Su Qianci merah padam. Melihat betapa banyaknya orang-orang yang menunggu, dia mencoba menahan pisang di mulutnya setelah merasa ragu-ragu dalam waktu yang lama. Yu Lili menatap Su Qianci, penuh perhatian. Tiba-tiba dirinya merasakan Lu Yihan menggeliat di bawah tubuhnya. Dan kemudian sesuatu diam-diam membesar. Lu Yihan mengulurkan tangan dan mendorong Yu Lili, suaranya agak parau. "Kembalilah." Yu Lili menoleh dan menatap pria itu dalam-dalam. Baru saja, dirinya duduk di pangkuan Lu Yihan untuk waktu yang cukup lama, dan pria itu tidak bereaksi sama sekali; sekarang Su Qianci memasukkan sebuah pisang ke dalam mulutnya, dan Lu Yihan sebenarnya ¡­. Mencibir tanpa suara, suara Yu Lili terdengar sangat pelan. "Apakah itu sepadan? Huh?" Chapter 476 - Ayo, Tiduri Aku! Suara Yu Lili sangatlah pelan sehingga hanya mereka berdua yang bisa mendengarnya. Lu Yihan menjadi sedikit kaku, menaikkan matanya, dan melihat ekspresi wajah gadis itu. Dirinya mengetahui bahwa Yu Lili telah menemukan "reaksinya". Wajahnya serasa terbakar, Lu Yihan tidak lagi berusaha bersikap sopan dan mendorong tubuh gadis itu. "Tuan Ou, tolong ambil wanita ini kembali." Ou Ming mengangkat alisnya dan menatap Yu Lili. Yu Lili mendengus dan berjalan kembali ke arah Ou Ming. Hanya dalam waktu lima menit kemudian, pisang di hadapan Su Qianci sudah hampir habis. Su Qianci mencubit suaminya dengan cemas dan bertanya, "Apa yang harus kulakukan?" Li Sicheng tersenyum dan mengambil potongan pisang terakhir di mulut istrinya. Su Qianci terbelalak, tetapi sebelum dirinya mengatakan sesuatu, Li Sicheng menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya, meraih kepalanya dengan tangannya yang besar, dan menyuapkan pisang itu ke mulut Su Qianci dari mulutnya sendiri. Sambil menatap suaminya, Su Qianci menggigit pisang itu. Li Sicheng memakan sisanya, lalu mengisap bibir istrinya dan memperdalam ciumannya. Akan tetapi, setelah pisangnya menghilang, Li Sicheng masih tidak melepaskan istrinya. Sebagai gantinya, dia menindih tubuh Su Qianci ke belakang sofa, lengannya melingkari pinggang wanita itu. Ganas seperti biasa. Panas dan liar. Luo Zhan, sang pria lajang itu merasa sakit hati dan berteriak, "Hei, hei, itu sudah cukup!" Rong Rui tanpa sadar menatap ke arah Cheng You. Dia melihat bahwa gadis itu sedang menatap mereka dengan kedua tangan yang saling meremas. Wajah kecil Cheng You merona merah. Tampaknya gadis itu menyadari bahwa Rong Rui sedang menatap dirinya. Cheng You melirik pria itu dan segera memalingkan muka setelah melihat mata Rong Rui yang berwarna kuning kecokelatan. Su Qianci hampir kehabisan napas. Ketika Li Sicheng melepaskan istrinya, wanita itu berbaring di depannya, terengah-engah. Luo Zhan memeriksa jam dan merasa tak bisa berkata-kata. "Tepat 10 menit." Li Sicheng memeluk istrinya dan berbisik sambil menyeringai, "Bagaimana perasaanmu?" Su Qianci mendongak dan memukul suaminya. "Begitu banyak orang ¡­." Li Sicheng tersenyum. "Ayo kita ke belakang, tutup pintunya dan lanjutkan." Wajah Su Qianci bahkan semakin memerah, dan dirinya langsung menutupi mukanya. Li Sicheng tersenyum, mengulurkan tangan dan memutar botol itu lagi. Akhirnya, botol itu menunjuk pada satu-satunya orang yang belum terpilih - Cheng You. Gadis itu berdeham dan berpikir sejenak. "Baiklah ¡­." "Dare!" Luo Zhan menatap Cheng You dengan matanya yang berbinar-binar. "Nona Cheng, ada banyak topik menarik untuk truth. Pilih dare! Kau tidak sedang mengencani siapapun, jadi seharusnya akan baik-baik saja!" Semula Cheng You ingin mengambil kartu truth, tetapi setelah mendengar apa yang Luo Zhan katakan, pria itu terdengar masuk akal dan mengambil kartu dare. Luo Zhan merasa sangat gembira dan membacakan instruksinya, "Pilih siapa pun dari lawan jenis, duduklah di pangkuannya dan beri dia sebuah ciuman yang panas." Setelah membacanya, Luo Zhan merasa bahwa hidup ini indah. Ya Tuhan, ini adalah musim semi miliknya! Kebahagiaan datang begitu tiba-tiba sehingga dirinya merasa belum siap. Tunggu, jangan perlihatkan perasaanmu! Luo Zhan menatap Cheng You, mata pria itu bersinar. Cheng You tersenyum, memeriksa kata-kata di kartu itu, dan melemparkan tinjunya ke kepala Luo Zhan tanpa ampun. "B*jingan! Kau menipuku!" Luo Zhan melindungi kepalanya dan meratap, tetapi dia segera bergerak dengan penuh semangat ke sebelah gadis itu dan berkata, "Tidak, kau harus percaya bahwa ini adalah takdir kita. Dengan seorang pria tampan sepertiku di sebelahmu, bahkan Tuhan menginginkan kau memilihku. Cheng You, ayolah, lihat aku, aku siap! Aku bersedia!" Saat Luo Zhan mengatakan itu, pria itu merentangkan tangannya pada Cheng You dengan perasaan duka nestapa seorang pahlawan dalam sebuah tragedi, tetapi Luo Zhan tidak bisa menahan senyumnya. £¬ Chapter 477 - Permainan Ini Keterlaluan Cheng You melihat ekspresi wajah Luo Zhan, bibirnya bergerak-gerak. Lalu dia melemparkan tinjunya ke dada pria itu. "Keluar!" "Aku serius!" Luo Zhan meratap. "Sungguh, Cheng You!" Melihat itu, Rong Rui menarik gadis itu tanpa sepatah kata pun, matanya dingin. Luo Zhan tampak tercengang, jadi dia mengulurkan tangan dan meraih tangan Cheng You yang lain dan berkata, "Apa yang kau inginkan?" Begitu terus terang? Tindakan mencuri ini terlalu jelas, bukan? "Aku yang seharusnya menanyakan itu padamu." Rong Rui tidak bermaksud menyerah. Dia memandang Luo Zhan. "Cheng You sudah bersamaku untuk waktu yang lama." Luo Zhan terkejut dan berkata, "Bukankah kau masih mengejarnya?" Meskipun pertanyaan itu diajukan kepada Rong Rui, dirinya menatap Cheng You. Dengan raut wajah tegas, Cheng You ingin menyingkirkan tangan Rong Rui. Tapi bagaimana bisa Rong Rui melepaskan tangannya? Pria itu mengencangkan genggamannya. Dia ingin menarik kembali tangannya dari Luo Zhan juga, yang juga tidak bersedia melepaskannya. Cheng You mengerutkan kening dan berteriak dengan tidak sabar, "Sakit tahu! Lepaskan!" Luo Zhan segera melepaskan tangan gadis itu dan melihat tanda merah di tangannya. Dengan menyesal, dia berkata, "Maaf, Cheng You, aku tidak bermaksud untuk ¡­." Cheng You menatap Rong Rui dengan dingin. Rong Rui melihat bahwa Luo Zhan telah melepaskan tangan gadis itu, dan akhirnya dirinya juga melepaskannya. Dua orang pria bersaing untuk seorang wanita. Pemandangan itu sedikit menegangkan. Melihat ekspresi wajah mereka yang berbeda, Su Qianci merasa bersimpati terhadap Luo Zhan. Sebenarnya, Rong Rui telah berhasil untuk sementara waktu pada saat ini. Namun, apakah Cheng You dan Rong Rui sedang bertengkar? Cheng You mengambil kartu itu dan memandangnya. Dia tersenyum dan meraih botol wiski yang digunakan Yu Lili untuk menakut-nakuti orang-orang. Semua orang merasa terkejut. Yu Lili menatapnya dengan mata terbelalak dan berkata, "Saudaraku, apakah kau serius?" "Ya." Luo Zhan adalah seorang pria yang baik, seorang pria yang sangat baik. Cheng You mengetahui karakter pria itu. Jika dirinya adalah Cheng You lama, mungkin dia akan memikirkannya, tapi sekarang ¡­ dirinya juga tidak bisa memilih Rong Rui. Jika dia memilih Rong Rui, dirinya tidak akan pernah bisa menyingkirkan pria itu. Lebih baik dia menuangkan setengah botol wiski ini ke dalam tenggorokannya. Dia mengambil botol itu, membuka tutupnya, dan menuangkannya ke dalam mulutnya. Luo Zhan menjadi ketakutan dan dengan cepat mengambil botol itu dari tangannya. Tapi Cheng You sudah minum beberapa teguk, dan wajahnya menjadi merah. Su Qianci juga berdiri dan berkata, "Hei, ini hanya sebuah permainan. Jangan terlalu serius." Luo Zhan memegang botol di tangannya dan mengangguk dengan getir, "Kita akan berhenti sekarang. Sebenarnya, tidak ada yang menyenangkan dari permainan ini. Ini keterlaluan. Aku benar-benar tidak tahu siapa yang mempunyai ide seperti ini." Cheng You tertawa kecil dan memandang Luo Zhan. "Bukankah itu ide burukmu? Kurasa kau melakukannya dengan sengaja." Luo Zhan melihat senyum gadis itu dan menghela napas lega. Ketika dirinya hendak mengatakan sesuatu, Rong Rui berkata, "Baiklah, beberapa orang baru saja bermain, dan tidak ada yang menyerah. Sekarang giliranmu untuk bermain, dan sepertinya tidak benar jika kau harus menyerah." Cheng You berbalik untuk menatap pria itu. Rong Rui menatap dirinya, matanya dalam. Kemudian pria itu mengulurkan tangan dan mengambil botol di tangan Luo Zhan, menyentakkan kepalanya ke belakang, dan menuangkan minuman itu ke dalam tenggorokannya. Cheng You merasa ketakutan. Dia mengulurkan tangan dan ingin mengambil botolnya. Namun, Rong Rui menangkap tangan gadis itu dengan satu tangan, dan cairan di dalam botol itu semakin berkurang. Chapter 478 - Membawa Masuk Serigala Dan Dimangsa Botol kosong itu diletakkan di atas meja. Pipi Rong Rui kemerahan. Napasnya terengah-engah, dan bibirnya memerah. "Aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin lusa." Lalu dia berjalan menuju pintu. Cheng You memandang punggung pria itu dan bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada respon. "Aku akan pergi dan memeriksanya." Gadis itu mengambil tasnya dan pergi keluar. Luo Zhan merasa hatinya yang tulus telah hancur berkeping-keping oleh karena perilaku Rong Rui. Sambil memegang dadanya, pria itu duduk di sofa, menatap langit-langit dengan sebuah tatapan putus asa. Dia bertanya dengan sedih, "Apakah kau sudah mendengar itu?" "Apa?" Su Qianci bermain bersama. "Oh ¡­" Luo Zhan menghela napas dan meratap, "Hatiku baru saja hancur." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Rong Rui berjalan dengan sangat cepat. Ketika Cheng You pergi keluar, dia tidak melihat pria itu. Berlari sepanjang jalan untuk mengejarnya, ketika dia melihat punggung Rong Rui, pria itu telah masuk ke dalam lift. Cheng You buru-buru menekan tombol lift dan pintu lift-nya terbuka lagi. Dia sedikit terengah-engah, menatap Rong Rui, dan berjalan masuk. Rong Rui meminum wiski itu sekaligus, sehingga dirinya menjadi mabuk dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu singkat, wajahnya sudah merah padam. Keluar dari gerbang Istana Satu, pria itu berjalan dengan goyah menembus udara yang dingin. Cheng You dengan segera menghampiri untuk memapah pria itu dan berteriak, "Kenapa kau minum sebanyak itu jika kau tidak bisa minum alkohol? Apakah itu sepadan?" Rong Rui tidak menjawab, tetapi memegang tangan gadis itu, matanya yang berwarna kuning kecokelatan tetap menatap Cheng You. Namun segera, dia memejamkan matanya. "Kepalaku sakit ¡­." "Tidak, si*l!" Cheng You berteriak marah pada Rong Rui dan membantu pria itu menemukan mobilnya. Wiski itu terlalu kuat. Pada saat ini, bahkan dirinya sendiri merasa sedikit oleng, pikirannya pusing. Rong Rui memperhatikan kondisi Cheng You dan mengambil kunci mobilnya. "Jangan mengemudi. Itu akan berbahaya. Naik taksi saja." Kemudian dia menyetop sebuah taksi kosong. Rong Rui diantar ke kursi belakang oleh Cheng You. Ketika gadis itu hendak pergi, dirinya ditarik masuk ke dalam. Cheng You menjerit, dan ketika dirinya menyadari apa yang telah terjadi, pintu taksi itu sudah ditutup. Rong Rui memberi tahu sopir taksi itu alamatnya, yang merupakan alamat apartemen Cheng You. Setelah membayar ongkos taksinya, dia bahkan merasa semakin pusing, dan begitu pula gadis itu. Melihat gerbang komunitas tempat dirinya tinggal, Cheng You merasa sedikit malu. Bagaimana cara dia membawa Rong Rui pulang? Aneh ¡­. "Ayo." Rong Rui meraih tangan gadis itu. Meskipun dirinya tidak berjalan dengan mantap, dia masih bisa menemukan tempat itu. Begitu keluar dari lift, dia menemukan pintu unit apartemen Cheng You dan mengulurkan tangan ke dalam tas gadis itu untuk mencari kuncinya. Cheng You merasa sedikit pusing. Setelah mengawasi Rong Rui mengeluarkan kunci, dirinya tiba-tiba merasa ada sesuatu yang salah. "Kau ingin masuk ke apartemenku?" "Aku sudah membayar ¡­ sewanya." Rong Rui tersenyum dan mendorong Cheng You ke dalam. Otak Cheng You sangat pusing sehingga dia mengikuti petunjuk Rong Rui dan terjatuh ke atas ranjang ketika dia melihatnya. Namun, dalam waktu singkat, Cheng You merasakan sesuatu yang berat di atas tubuhnya. Membuka matanya, dia melihat Rong Rui. Wajah pria itu merah, tetapi tatapan matanya sudah sadar. Dia merasa sedikit malu. Sambil memandang Rong Rui, dirinya tidak mengetahui harus berbuat apa. Dia menatap pria itu dengan tatapan kosong. Rong Rui mencondongkan tubuhnya ke depan dan mencium Cheng You. Dia kemudian berbaring dan berguling di tempat tidur dengan gadis itu di pelukannya. Cheng You dicium dengan tiba-tiba, dan tiba-tiba menjadi sadar dan meronta-ronta. Tapi Rong Rui mengencangkan pelukannya dan menjepit paha gadis itu dengan kedua kakinya. Cheng You menolak, tetapi kekuatan Rong Rui tidak berkurang meskipun sedang mabuk, tetapi justru malah meningkat. Dia menindih tubuh gadis itu dan bergerak semakin liar. Mengulurkan tangan ke dalam jaket biru tua milik Cheng You, dia membelai pinggang gadis itu dengan tangannya yang besar, membuka mantel biru tuanya dan tangannya menyelinap masuk, dengan lembut mengusap pinggang Cheng You di atas bajunya. Cheng You merasa dirinya hancur berkeping-keping, dan napasnya bertambah cepat. Menggerakkan kakinya, dia tidak bisa bergerak untuk melepaskan diri. Isi kepalanya berantakan, dia merasa dirinya belum cukup sadar. Cheng You bukanlah seorang peminum yang baik. Karena gadis itu telah bekerja untuk Li Sicheng selama tiga tahun, dia tidak pernah minum pada acara-acara bisnis yang bertentangan dengan keinginannya. Adalah suatu keajaiban bahwa dia dapat menarik dirinya melewati wiski yang kuat itu. Wajah Rong Rui terlihat semakin kabur, tetapi perasaan di tubuhnya semakin jelas terasa. Pria itu menyentuh dirinya ¡­. Cheng You berusaha mendorong, tetapi Rong Rui menjadi semakin tidak bermoral. Cheng You hanya merasakan tubuhnya terbakar dengan nyala api. Pada akhirnya, dirinya tidak bisa menahan diri untuk menjerit kesakitan. Matanya menjadi basah ketika tubuhnya secara naluriah menolak masuknya benda asing itu. "Jangan ¡­." Rong Rui merasakan perlawanan Cheng You dan memperlambat gerakannya, memeluk gadis itu dengan lembut, dan menyandarkan tubuhnya sendiri di atas tubuh Cheng You. "Apakah itu menyakitkan?" dia berbisik. Cheng You terisak-isak dan mengangguk. "Iya ¡­." Rong Rui menarik kejantanannya keluar sedikit dan dengan gelisah berbisik, "Itu akan terasa lebih baik." Cheng You merasa benda asing itu keluar dan merasa sedikit lega, tetapi dengan segera, dirinya berteriak dengan keras. Rong Rui tidak berhenti, tetapi malah mendorong semakin kuat, setiap gerakan membawa sebuah keinginan yang kuat untuk menaklukkan gadis itu. Jeritan Cheng You dengan segera berubah menjadi erangan yang terputus-putus, dan dirinya menggeliat tanpa sadar. Pandangan matanya kabur, dirinya dengan samar-samar melihat wajah merah Rong Rui. "Rong Rui ¡­." "Ya," Rong Rui terkesiap. "Ini aku." Menurunkan tubuhnya dengan puas, dia menghujami gadis itu tanpa henti, berbisik, "Tubuhmu memberitahuku, kau sangat menyukaiku, Cheng You." Cheng You tidak bisa berbicara. Sebuah cahaya putih muncul dengan tiba-tiba, dan dunianya menjadi kosong. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah Su Qianci dan teman-temannya berhenti bermain, mereka pergi makan malam. Dalam suasana hati yang buruk, Luo Zhan dengan sengaja mengajak Lu Yihan bertengkar. Mereka dengan segera mulai bertengkar. Su Qianci menatap mereka tanpa suara sambil makan, menyuapi sebuah udang pada Li Sicheng. Ou Ming melihat gerakan Su Qianci itu dan melirik ke arah Yu Lili. Yu Lili baru saja mengambil sepotong daging dan hendak memakannya. Melihat raut wajah Ou Ming, dia langsung memutar sumpitnya. "Kemarilah, aaaa ~" Ou Ming merasa puas. Kemudian Ou Ming melihat bahwa Luo Zhan sedang menatap Lu Yihan dengan kesal dan berkata, "Ayo, aaaaa ~" Merasa malu, Lu Yihan menampar pria itu. "Enyahlah!" Luo Zhan roboh di atas meja dan berteriak, "Itu tidak masuk akal. Kenapa seorang pria setampan aku tidak bisa mendapatkan seorang kekasih? Butuh waktu lama untuk menemukan seseorang, tetapi dia melarikan diri dengan orang lain. Itu sangat tidak adil!" Lu Yihan mendengus dan meminum sebotol bir. "Aku juga tidak punya kekasih. Aku lebih tampan daripada kau, lebih tinggi darimu, dan lebih kuat darimu. Aku harus mencari seorang kekasih sebelum kau melakukannya." "Berapa umurmu, 22 tahun? Aku sudah 27 ¡­ oh!" Setelah selesai meratapi nasib, Luo Zhan tiba-tiba mendongak. "Bagaimana kalau kita berdua mencobanya? Kau merawat rumah agar tetap bersih dan tahu cara memasak. Aku tidak keberatan meskipun kau laki-laki." Chapter 479 - Ada Seorang Gadis, Yang Kucintai Selama Delapan Tahun "Baiklah," Lu Yihan mengambil sumpitnya dan mengambil beberapa potong daging. Dia mengunyahnya dan berkata, "Ketika kau berubah menjadi seorang transgender dan menyelesaikan semua operasi plastiknya, kita dapat melihat apakah aku buta pada saat itu. Bagaimana jika kau beruntung?" "Si*l! Lihat wajahku, apakah aku perlu menjalani operasi plastik? Apa perlu?" Luo Zhan menunjuk wajahnya dan bertanya dengan murung. Lu Yihan memegang botol birnya untuk waktu yang lama, sebelum dia mengangguk dengan serius. "Sepertinya begitu." Luo Zhan: "¡­. Aku tidak akan mencintai ¡­." "Kalau begitu matilah saja." "Tapi aku masih belum menikah dengan seorang gadis." "Lupakan. Tidak banyak gadis yang sebingung itu di dunia ini." "Tidak bisakah kau menghiburku?" "Ya ¡­." Lu Yihan juga menyadari bahwa dirinya mungkin terlalu kejam. Dia merasa ragu-ragu dan berkata, "Sebenarnya, masih ada beberapa gadis yang bingung." Luo Zhan hampir pergi. Su Qianci dan Yu Lili keduanya tertawa terbahak-bahak. Melihat kedua pria itu, para gadis saling bertukar pandang. Setelah makan, orang-orang dengan cepat berpisah. Luo Zhan dan Lu Yihan sama-sama minum dalam jumlah yang banyak. Setelah dua lelaki lainnya pulang ke rumah bersama istrinya masing-masing, kedua saudara sependeritaan itu juga saling berpelukan dan berjalan terhuyung pulang ke rumah. Lu Yihan menepuk bahu Luo Zhan, wajahnya yang mabuk terlihat penuh simpati. "Kita berdua menjadi orang asing di sini, kita berdua terlantar!" "Sebatang ranting aprikot merah keluar dari dinding!" Lu Yihan tidak bisa menahan senyumnya. "Apakah kau sudah membaca bukunya?" "Cih, kau pikir kau seorang jenius karena mengetahui beberapa puisi kuno? Aku juga mengetahui puisi-puisi ini ketika aku masih di sekolah dasar!" "Sejujurnya, kau sudah hidup selama dua puluh tujuh tahun dan tidak pernah punya seorang kekasih?" "Tidak ¡­." "Aku benar-benar curiga bahwa kau seorang gay. Menjauhlah dariku," kata Lu Yihan, mengulurkan tangan dan mendorong Luo Zhan menjauh. Luo Zhan mendekati Lu Yihan lagi, berdiri berjinjit dan melingkarkan tangannya di bahu pria itu. "Dan aku curiga kau adalah gay! Kau sangat tampan, jadi kenapa kau tidak punya seorang kekasih?" "Kau akhirnya mengakui bahwa aku lebih tampan daripada dirimu?" "Sedikit." "Cih ¡­." "Kau belum menjawab pertanyaanku." "Ya ¡­ ada seorang gadis. Aku sudah mencintainya selama delapan tahun." "Dia tidak menyukaimu?" "Tidak, aku tidak memberitahunya." Lu Yihan melihat ke arah kejauhan. "Dia begitu polos sehingga dia sedikit bodoh. Jika aku tidak mengatakannya, dia tidak akan mengerti." "Hei, kau pikir aku tidak bisa melihatnya? Kau menyukai istri Li Sicheng, kan? Gadis yang kau cintai selama delapan tahun adalah Su Qianci, benar kan?" "Bagaimana kau tahu?" "Ayolah. Aku tidak buta. Kau menatapnya kapan pun kau bisa. Apa pun yang kau lakukan, kau bertanya padanya terlebih dulu. Bahkan orang bodoh pun bisa melihatnya." "Betul ¡­ aku sudah terbiasa dengan hal itu, dan selalu seperti ini. Dia dulu mengatakan bahwa aku adalah sahabatnya." "Pria yang malang ¡­." Luo Zhan bersimpati pada Lu Yihan. "Kenapa kau tidak memberitahu gadis itu? Mungkin jika kau melakukannya, dia akan memilihmu?" Mendengar itu, Lu Yihan tertegun dan langsung tersenyum getir. "Keluargaku miskin. Aku berpikir aku akan mengejar gadis itu setelah memiliki karirku sendiri. Namun, aku tidak menyangka ¡­ dia menikah secepat itu." Luo Zhan semakin bersimpati pada Lu Yihan, menepuk-nepuk pundak pria itu. "Itu bukan karena kau yang terlalu lambat, tetapi karena Kapten Li yang terlalu cepat. Dia langsung meminta Li Sicheng untuk menikahi Su Qianci bahkan sebelum cucunya siap untuk menikah. Bukan salahmu." Chapter 480 - Bagaimana Dengan Tempatku? "Oke." "Baiklah, aku sudah sampai. Pergilah." Luo Zhan melambai pada Lu Yihan, merogoh saku celananya, dan tiba-tiba berhenti. Lu Yihan melihat reaksi pria itu. "Apa yang terjadi?" Luo Zhan merogoh semua sakunya dan kemudian dia berkata dengan nada suara yang kesal, "Sepertinya aku tidak memiliki kuncinya." Lu Yihan melihat jam. Sudah lewat pukul 12 pagi. "Sudah larut malam, bisakah kau mencari tukang kunci? Tidak ada hotel di dekat sini, jadi apakah kau mau menginap di tempatku?" "Pergi ke rumahmu?" "Ya, hanya sebagai ucapan terima kasih karena mengizinkanku menginap waktu terakhir kali." "Cih ¡­ ayo kita pergi!" Luo Zhan melangkah dengan cepat. Ketika tiba di apartemen Lu Yihan, Luo Zhan menyadari bahwa tempat tinggal mereka sangat berdekatan. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit dengan berjalan kaki. Begitu dirinya memasuki pintu, Luo Zhan merasa kagum. Lemari sepatu menempel di pintu. Sepatu kets bagus dan sepatu kulit diletakkan dengan rapi. Masuk lebih jauh ke dalam, terlihat sebuah sofa putih yang bersih seperti masih baru. Sebuah mangkuk berisi buah-buahan dan sebuah laptop diletakkan di atas meja kecil di depan sofa itu. Meja makan putih ditutup dengan sebuah taplak meja yang elegan. Bahkan terdapat sebuah vas di tengah taplak meja, dengan dua tangkai mawar hijau di dalamnya, terlihat segar dan berbau harum. Di dinding ruang tamu, tergantung beberapa bingkai foto. Foto Lu Yihan sendiri, foto Su Qianci, foto para mitra kerjanya, dan foto-foto lamanya ketika Lu Yihan masih mengenakan seragam sekolah. Yu Lili juga terlihat di dalam foto itu. Setelah berjalan berkeliling, Luo Zhan masuk ke dapur dan mendapati bahwa hampir seluruh dapur itu bersih dan tanpa noda. Semua peralatan di dapur tertata di dalam rak. Dia membuka kulkas, mengambil sebotol Coke untuk dirinya sendiri, dan meneguknya. Berjalan keluar, dia berkata, "Hei, apakah ini rumah seorang laki-laki? Apa kau tinggal sendirian?" "Ya." Lu Yihan melihat ekspresi wajah pria itu dan mengembalikan pakaian dari waktu terakhir kali. "Apakah kau pikir semua orang tinggal di kandang anjing?" Luo Zhan mengambil pakaian-pakaian itu, mencium aromanya, dan memiliki ekspresi rumit di wajahnya. "Dibandingkan dengan apartemenmu, apartemenku benar-benar sebuah kandang anjing!" Bahkan tidak bisa dibandingkan! Lu Yihan menaikkan alisnya seolah-olah berkata "tentu saja." Lalu dia berkata, "Aku akan membersihkan kamar untukmu. Pergilah mandi lebih dulu." "Luar biasa!" Luo Zhan akhirnya mengalami betapa senangnya menjadi seorang tamu. Tetapi ketika dia hendak masuk ke kamar mandi, sebuah peringatan darurat tiba-tiba muncul di ponselnya. "Peringatan: Mangsa masuk dalam perangkap. Tarik masuk." Luo Zhan menaikkan alisnya dan bergumam pada dirinya sendiri, "Akhirnya." Dia berteriak, "Lu Yihan, aku harus menggunakan komputermu!" "Oke, hanya saja jangan hapus file-fileku." Setelah mendapat persetujuan Lu Yihan, Luo Zhan segera menyalakan komputer dan masuk ke dalam perangkap yang telah dia buat untuk orang itu. Sekitar sepuluh menit kemudian, Luo Zhan mengunduh semua informasi dan mengirimkannya kepada Li Sicheng sebelum dia menghubungi pria itu. Sudah pukul satu pagi, dan Li Sicheng sepertinya sudah tertidur. Butuh beberapa saat bagi Li Sicheng untuk menjawab panggilan telepon itu. Luo Zhan dengan cepat berkata, "Kemarin kau memintaku untuk menemukan Tang Zhenghao, ingat?" Li Sicheng pada awalnya merasa mengantuk, tetapi tiba-tiba dia menjadi sadar sepenuhnya. "Kau menemukannya?" "Ya, Tang Zhenghao akhirnya menggunakan kartu itu, dan aku baru saja mendapatkan posisinya, di San Francisco, AS." "Jika ini masalahnya, maka bekukan semua dana miliknya yang tersedia dan biarkan beritanya tersebar." "Begitu cepat?" Luo Zhan merasa terkejut. "Ya, istriku sedang hamil, jadi aku tidak ingin ada kecelakaan lagi. Semakin cepat aku menyelesaikan urusan dengan keluarga Tang, semakin cepat aku bisa mendapatkan kedamaian." Meskipun keluarga Tang telah hancur, terlalu berisiko untuk membiarkan Tang Zhenghao bebas. Daripada bersikap pasif, lebih baik mengambil inisiatif. Kau bisa mengendalikan seluruh situasi dengan mulus, hanya jika kau mulai dengan sebuah tangan yang kuat. Karena mengenal Li Sicheng dengan baik, Luo Zhan mengangguk dan tidak membantah. "Mengerti, serahkan padaku." "Kerja bagus." Li Sicheng mengucapkan kalimat terakhir, menutup telepon, dan menyelinap kembali ke dalam kamar tanpa suara. Tertidur lelap, Su Qianci samar-samar mengetahui bahwa itu adalah Li Sicheng, dan melingkarkan lengannya ke tubuh suaminya tanpa sadar, napasnya masih tenang dan stabil. Li Sicheng tersenyum dan mengulurkan tangan untuk menarik rambut di dahinya. Su Qianci sudah benar-benar terbiasa dengan keberadaan suaminya. Itu menyenangkan. Chapter 481 - Nama Su Qianci tidur sangat nyenyak, tapi tetap saja dia tidak mendapatkan tidur yang cukup. Rasanya benar-benar mengerikan dibangunkan pagi-pagi. Merasakan tangan Li Sicheng yang mencubit hidungnya, dia mengerutkan kening dan memukul tangan suaminya. Tapi tangannya malah ditangkap dengan kuat dan digunakan untuk mengangkat tubuhnya bangun. Su Qianci membuka matanya, cemberut. Setelah melihat Li Sicheng, dia menundukkan kepalanya. "Aku sangat mengantuk." "Naiklah ke pesawat dan tidurlah kemudian." Li Sicheng menarik istrinya. "Hari ini, kita harus pergi ke ibu kota. Apakah kamu lupa?" "Tidak ¡­ jangan hari ini, ayo kita pergi besok." Dia mengubur dirinya ke dalam selimut lagi. Li Sicheng tidak bisa menahan senyumnya. "Kamu akan mengatakan hal ini besok. Bangunlah, aku akan membuatmu berpakaian." "Hei ¡­." Dia menggantung dirinya pada pria itu. "Aku akan muntah di pesawat." "Kamu sudah memberi tahu Rong Haiyue bahwa kita akan tiba siang ini, kemarin. Apakah kamu akan mengingkari janjimu?" Setelah mendengar ini, Su Qianci akhirnya meluruskan tubuhnya dan merentangkan tangannya untuk membiarkan suaminya melepaskan pakaiannya. Li Sicheng mengetuk hidung istrinya. "Menjadi semakin malas." Meskipun dia mengatakan itu, dia masih dengan sabar membantu Su Qianci berganti pakaian. Wanita itu bahkan tidak membuka matanya sepanjang waktu. "Baik." "Oh!" Su Qianci segera membuka matanya dan pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, Li Sicheng sudah menyiapkan barang bawaan istrinya, sebuah tas, dan sebuah koper kecil berisi pakaian. "Ayo kita pergi." "Tunggu. Aku akan merias wajahku." "Jangan, tidak ada riasan wajah. Wanita hamil harus menjauh dari hal-hal ini." "Tapi kulitku mengerikan. Lihat wajahku!" Su Qianci mengeluh. "Pucat,kusam, dan jelek." "Tidak jelek. Kamu terlihat lebih baik daripada banyak orang dengan riasan wajah." "Benarkah?" "Benar." "Kalau begitu setidaknya aku akan menggunakan lipstik." Li Sicheng naik ke kamarnya dan mengambil lipstik istrinya. Sambil menggendong Su Qianci dengan tangannya yang besar, dia berseru, "Ayo kita pergi! Sarapan dan kemudian berangkat." Su Qianci cemberut, tapi dirinya dikuasai oleh suaminya. Dia harus menyerah. Setelah sarapan, mereka naik taksi ke bandara. Di pesawat, dirinya tidak bisa tidur dan memanggil, "Sayang." "Ya?" "Aku punya perasaan yang semakin kuat bahwa bayi kita mungkin benar-benar kembar. Tadi malam, aku bermimpi seorang bocah laki-laki membawa seorang gadis kecil untuk mengajakku bermain. Mereka meminta agar kamu memberi anak-anak itu nama untuk mereka berdua." Li Sicheng mendengar kata-kata istrinya dan memutar kepalanya. Raut wajah yang selalu dingin itu pecah dengan sebuah senyuman. "Aku?" "Iya!" Su Qianci menatap suaminya dengan penuh harap. "Nama resminya tentu saja berasal dari kakek. Kamu bisa memberi mereka nama panggilan." Li Sicheng mendengar kata-kata istrinya dan merenung sejenak. Su Qianci berkata dengan bersemangat, "Bagaimana kalau Li Dabao, Li Erbao?" Dia melirik wanita itu setelah beberapa saat hening. "Kalau begitu, Li Baobao, Li Beibei?" Su Qianci memberi suaminya sebuah pilihan lain. "Bukankah rata-rata nama panggilan anak seperti ini?" "Berbaringlah sebentar. Biarkan aku memikirkannya." Jelas terlihat, Li Sicheng tidak menghargai nama-nama yang Su Qianci sebutkan. Merengut, Su Qianci meringkuk di balik selimut dan membalikkan badan pada suaminya. Li Sicheng tersenyum dan mulai memikirkan namanya, sambil bersandar ke sandaran kursi. Itu adalah sebuah penerbangan tiga jam antara Kotaraja dan ibu kota. Ketika mereka tiba di Bandara Internasional Ibu Kota, hari sudah siang. Suasana hatinya secara tidak disangka-sangka menjadi baik. Begitu pesawat mendarat, Su Qianci dengan bersemangat membuka sabuk pengamannya dan bertanya pada Li Sicheng, "Apakah kamu sudah memikirkan sesuatu?" Chapter 482 - Wanita Itu, Rong Xuan "Hati-hati." Li Sicheng menghentikan istrinya. "Kita akan membicarakannya nanti." "Oke!" Su Qianci mengikuti suaminya turun dari pesawat. Setelah keduanya mengambil barang bawaannya, mereka mendapatkan sebuah mobil dan pergi ke hotel yang telah mereka pesan. Cuaca di bagian utara dingin, dan semua pohon tidak berdaun. Memandang ke depan, suasananya berkabut dan berwarna abu-abu. Ini adalah kabut asap yang legendaris. Su Qianci menoleh ke belakang dan melihat bahwa Li Sicheng sebenarnya sedang mencari nama panggilan anak itu dengan ponselnya. Wanita itu ikut melihat dan berkata, "Aku memikirkan nama yang lain: Xiao Si, Xiao Cheng." Xiao Cheng? Li Sicheng tertawa kecil dan mematikan ponselnya. Dia berkata, "Xiao Cheng, Xiao Si?" "Ya!" "Bagaimana dengan Da Su, Er Su?" "Tidak, itu terdengar seperti nama seorang paman-paman, sangat tidak enak didengar di telinga." Sopir itu tertawa kecil. Su Qianci tersipu malu dan menyenggol Li Sicheng. "Nama yang lain." "Kita sudah sampai. Ayo keluar dulu dan bicarakan tentang nama-nama itu nanti." Li Sicheng membuka pintu mobil dan meraih tangan istrinya. Tempat itu adalah sebuah hotel. Dia membawa koper dan berjalan ke dalam bersama Su Qianci. Setelah pasangan itu check in ke dalam sebuah kamar suite, mereka makan siang dan pergi ke alamat rumah yang diberikan Rong Haiyue. Tempat tinggal Rong Haiyue berada di Wilayah Militer Ibu kota. Hotel tempat mereka menginap adalah hotel terbaik di dekat rumah Rong Haiyue. Pasangan itu membeli beberapa hadiah sebelum mereka pergi ke sana. Tiba-tiba, secara tidak sengaja Su Qianci menoleh ke belakang dan melihat sebuah mobil BMW putih dengan sebuah siluet yang halus. Profil pengemudi mobil itu tampak sangat tidak asing. Ada sedikit kemacetan di jalan, dan mobil-mobil bergerak sangat lambat. Merasa ditatap oleh Su Qianci, pengemudi mobil itu menyadarinya dan balas menatap. Saat melihat bahwa itu adalah Su Qianci, Rong Xuan tertegun sebelum dirinya memalingkan muka dan menaikkan kaca jendela mobil untuk menghalangi pandangan Su Qianci. "Ada apa?" Li Sicheng berbisik, menyadari bahwa istrinya berhenti berjalan. "Apakah kamu melihat wanita itu?" Su Qianci menunjuk ke arah BMW itu, "Dia adalah Rong Xuan." Li Sicheng melihat ke arah mobil tersebut, dan matanya menjadi redup. Dia menarik istrinya dengan lembut, "Kita hampir sampai. Ayo kita pergi." Rong Haiyue sedang menyaksikan putrinya berlatih menembak di halaman belakang. Ketika menerima panggilan telepon dari Li Sicheng, dia merasa luar biasa terkejut. "Anna, ayo pergi. Kita punya tamu." "Ke mana kita akan pergi?" Rong Anna meletakkan pistolnya dan mengikuti ayahnya. "Ke gerbang. Aku akan memimpin mereka ke sini." Rong Haiyue terlihat sangat gembira, berjalan dengan cepat. Rong Anna belum pernah melihat Rong Haiyue begitu gembira dalam waktu yang lama. Terakhir kali ayahnya berada dalam suasana hati yang baik, itu adalah beberapa tahun yang lalu ketika ibunya secara tiba-tiba membelikan dirinya sebuah syal ¡­. "Kalian sudah sampai?" Ketika Rong Haiyue membuka pintu, dia melihat Li Sicheng dan Su Qianci berdiri di kejauhan dan sedang berbicara. Ketika melihat Rong Haiyue, Li Sicheng meraih tangan Su Qianci dan berjalan menghampiri. "Tuan Rong," panggil Su Qianci. Melihat Rong Anna di belakang Rong Haiyue, dia menyapa, "Halo, Nona Rong." Ketika Rong Anna melihat wajah Su Qianci, dia segera mengenali wanita itu. Dengan sejumlah emosi misterius di matanya yang menawan, dia tampak sedikit terkejut. "Ya. Ini kau?" Su Qianci tidak mengetahui apakah itu hanya imajinasinya saja ketika dia merasa Anna menatap dirinya dengan tatapan sedikit aneh. Apakah itu karena dirinya terlihat seperti Rong Xuan? Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Chapter 483 - Rong Haiyue, Kau Sudah Gila "Masuklah dan duduk," kata Rong Haiyue. "Apakah kalian baru saja tiba?" "Ya." "Apakah kalian sudah makan?" Rong Haiyue mengambil hadiah itu dari Li Sicheng. "Ya, kami baru saja makan di hotel," jawab Su Qianci ketika dirinya diantar masuk. Sekilas, matanya tertarik oleh foto yang dipajang di lemari besar di pintu. Itu adalah sebuah potret keluarga berukuran besar. Rong Anna tersenyum bahagia. Rong Haiyue tersenyum kecil tapi tulus. Dan di sisi kanan, ekspresi wajah wanita itu sedikit tidak ramah, terlihat aneh di dalam foto itu. "Itu istriku," Rong Haiyue menjelaskan. "Apakah dia terlihat sedikit mirip denganmu?" "Rong Xuan," kata Su Qianci. "Ternyata dia berada di rumah sakit Kotaraja untuk melihatmu waktu terakhir kali." "Apakah kau bertemu dengan istriku?" "Ya. Ketika aku berada di rumah sakit, aku berpapasan dengannya di lorong rumah sakit saat sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi Anda. Dia terlihat sedikit dingin." "Ibuku selalu seperti ini." Rong Anna tersenyum dan memberi mereka teh. "Pelayannya telah pulang untuk Tahun Baru Imlek. Aku tidak tahu cara membuat teh. Tolong jangan pedulikan itu." "Ini putriku, Rong Anna. Dia berusia 21 tahun pada tahun ini, jadi dia seharusnya satu atau dua tahun lebih muda darimu, semacam adik perempuan. Mungkin kalian bisa menjadi teman baik." "Jika putrimu berumur dua puluh satu tahun, dia seharusnya seusia denganku." Su Qianci merasa bahwa dirinya menua karena Li Sicheng. "Usiaku 21 tahun, dan ulang tahunku bulan Oktober. Jadi, aku seharusnya tidak lebih tua dari putrimu?" Rong Haiyue tercengang. "Bukankah kau putri Song Yifan? Kau seharusnya berusia 22 atau 23 tahun?" Rong Xuan kembali kepadanya 22 tahun yang lalu. Menilai dari penampilan Su Qianci, Rong Haiyue bisa yakin bahwa wanita itu adalah putri Rong Xuan. Jika Su Qianci adalah anak Song Yifan dan Rong Xuan, maka dia seharusnya berusia setidaknya 22 tahun. Bagaimana mungkin dia berusia 21? "Apa hubungannya dengan dirimu berapa usianya?" Sebuah suara dingin berkata, diikuti oleh bunyi hak sepatu tinggi. "Apakah kau ingin menikmati rumput muda sebagai seekor sapi tua?" Wanita itu terdengar acuh tak acuh tanpa kesopanan sedikit pun. Samar-samar, bahkan terdengar sedikit nada meremehkan dalam suaranya. "Dia seusia dengan putrimu. Rong Haiyue, kau sudah gila." Hampir semua orang menoleh ke belakang pada saat yang bersamaan, dan mereka segera melihat wanita yang anggun itu. Rong Xuan mengenakan sebuah mantel kasmir berwarna biru tua, sebuah qipao panjang yang tebal di di balik mantelnya, dan sepasang sepatu hak tinggi sekitar 5cm. "Rong Xuan ¡­." panggil Rong Haiyue, saat sebuah kemungkinan gila terlintas di benaknya. "Apakah itu ¡­." "Kalian harus kembali." Rong Xuan memandang Li Sicheng dan Su Qianci. "Kami harus menyelesaikan urusan keluarga kami. Aku khawatir orang asing seharusnya tidak berada di sini. Kami tidak akan mengantar kalian keluar." Su Qianci menatap Rong Xuan dan tidak bisa menahan diri untuk memikirkan wajah wanita itu di foto Song Yifan. Memikirkan kehidupan Song Yifan yang menyedihkan selama bertahun-tahun, Su Qianci merasa sebal. Dia berdiri dan bertanya, "Rong Xuan, Anda Rong Xuan?" Rong Xuan jelas terlihat tidak ingin merespons, terlihat tidak peduli. "Nenekku memintaku untuk menanyakan sesuatu pada Anda ketika saya bertemu dengan Anda." Mendengar itu, Rong Xuan menatap Su Qianci dan sebuah sentuhan emosi melintas di wajahnya yang acuh tak acuh. "Nenekmu?" "Beliau adalah ibu dari ayahku, Song Yifan. Beliau bertanya kepada Anda: Setelah menjadi putri keluarga Song selama beberapa tahun dan kemudian menghancurkan segala sesuatu dalam keluarga itu, apakah Anda pernah menyesalinya?" Chapter 484 - Keakraban Yang Berbahaya Nenek Song bertanya pada Su Qianci sambil menangis. Wanita tua berambut abu-abu yang bungkuk dan mengidap penyakit demensia ringan itu belum melupakan Rong Xuan sedikit pun. Apakah Anda pernah menyesalinya? Ketika Rong Xuan mendengar ini, sepertinya dia tidak tersentuh sama sekali. Melirik ke arah Su Qianci, dia mencibir, "Kenapa aku harus menyesalinya? Song Yifan tidak bersedia menikah lagi. Tapi apa hubungannya denganku? Tanpa aku, semua orang yang lain masih bersenang-senang. Kenapa aku harus disalahkan atas kehancuran keluarga Song? Kembalilah dan beri tahu Song Yifan, Rong Xuan tidak berhutang apa-apa padanya!" Meskipun dirinya sudah menduga hal ini, Su Qianci masih merasa dingin saat mendengarnya. Tidak layak, itu sangat tidak layak! Wanita yang diingat Song Yifan, Sheng Ximing, dan Nenek Song selama lebih dari dua puluh tahun ternyata adalah seseorang seperti ini! Amarah membakar hati Su Qianci saat dirinya berkata dengan berang. "Anda sangat tidak tahu berterima kasih! Jika ayah dan nenek saya tidak menerima dirimu, apakah Anda pikir Anda bisa selamat?" Tangan Rong Xuan sedikit bergerak-gerak. Dia mengambil napas dalam-dalam, berpaling, dan berkata dengan suara lembut tapi dingin, "Kau tidak bisa mengatakan seperti itu. Aku memang memberi mereka seorang anak, bukan?" "Saya ¡­." "Kau bertalian darah dengan keluarga Song, bukan?" Rong Xuan memotong perkataan Su Qianci dan menatap wanita itu dengan dingin. "Pergilah. Aku ada urusan keluarga yang harus diselesaikan." Tidak, bukan. Su Qianci sama sekali bukan putri Song Yifan, dan tidak ada hubungan biologis di antara mereka. Su Qianci hendak membantah, tetapi Li Sicheng menarik istrinya. "Ayo kita pergi." Sepasang mata milik suaminya itu terlihat seterang bintang dan bulan. Li Sicheng memiliki sesuatu untuk dikatakan pada istrinya. Su Qianci melihatnya, tidak mengatakan apapun, berbalik, dan pergi.02 Sebelum mereka pergi jauh, mereka mendengar suara Rong Xuan yang dingin, "Rong Haiyue, apakah kau menikmati ini?" ¡­. "Rong Xuan berbohong. Dia mengelabui Rong Haiyue," Su Qianci meraih tangan Li Sicheng dan berkata dengan marah. "Dia jelas mengetahui bahwa aku tidak memiliki hubungan biologis dengan ayah, tetapi dia tidak membiarkan aku menyelesaikan perkataanku dan mengusirku. Apakah aku ¡­." Apakah dirinya sebenarnya adalah putri Rong Haiyue? Putri mereka saat ini, Rong Anna, sebenarnya tidak terlalu mirip dengan salah satu dari mereka berdua. Wajah Rong Haiyue dan Rong Xuan sangat indah dan padat, sedangkan karakteristik wajah Rong Anna agak lebih tegas, sedikit terlihat seperti seorang gadis dari etnis minoritas. "Rong Xuan berbohong," Li Shicheng keluar dan berbisik. "Sebuah tes DNA akan cukup untuk membuktikan apakah itu benar atau tidak. Aku pikir Rong Haiyue sudah menebak kebenarannya, dan dia akan melakukan sesuatu." "Tidak, aku hanya datang untuk mengucapkan terima kasih, bukan untuk mencari ayahku." Su Qianci menggosok sudut bajunya. "Jika aku bukan putri Rong Haiyue, itu akan baik-baik saja. Tetapi jika aku benar-benar putri Rong Haiyue, bagaimana dengan Ayah Song?" "Aku pikir ini bukan hal yang harus kamu khawatirkan," kata Li Sicheng dengan ambigu, sambil melihat ke arah gerbang rumah keluarga Rong. Rong Anna sudah berlari keluar. Saat itu, ada sebuah mobil sport melintas di belakang mereka. Su Qianci menoleh dan melihat sebuah sosok jangkung berjalan keluar dari mobil itu. Pupil matanya tiba-tiba menyusut, karena dia samar-samar merasakan keakraban yang berbahaya. Pria itu sepertinya merasakan tatapan Su Qianci dan berbalik untuk menatap wanita itu. Pada saat dia melihat Su Qianci, dia sedikit terkejut. Tapi dia cepat-cepat tersenyum. "Hei." Chapter 485 - Bahaya Yang Mendekati Itu adalah dia, Bo Xiao. Bo Xiao tidak lebih pendek daripada Li Sicheng, dan bahkan lebih kuat. Pada saat ini, pria itu mengenakan sebuah blazer militer kasual lengan panjang berwarna hijau, dengan sebuah bros yang cantik di dada sebelah kiri. Berdiri tegak, Bo Xiao telah mewarnai rambutnya yang ikal menjadi kuning kecoklatan yang modis. Setelah keluar dari mobil, dia menyapa mereka dengan sebuah senyum yang sopan dan elegan. "Lama tidak bertemu, Tuan Li, Nyonya Li. Saya tidak menyangka bertemu kalian di sini." Su Qianci menatap pria itu. Citra diri dan suara pria yang sopan. Tapi samar-samar, dia teringat pada pria lain yang kejam dan kasar. Dia sedikit tertegun sejenak. Rong Anna berlari keluar dari dalam rumah, terengah-engah dan menatap pria yang baru saja keluar dari mobil itu. Dia menghampiri dan berseru, "Xiao, orang tuaku bertengkar lagi. Ayo kita masuk dan berbicara dengan mereka." Bo Xiao terlihat sedikit tak berdaya. "Oh, apa yang bisa kita lakukan tentang hal itu. Sangat melelahkan." "Ayo kita pergi sekarang, kalau-kalau situasinya menjadi tak terkendali nanti." Bo Xiao menutup pintu mobil dan melemparkan kacamata hitamnya ke dalam mobil sebelum dia mengangguk pada pasangan itu, "Kami mohon diri." Setelah itu, dia berjalan masuk ke dalam rumah bersama Rong Anna. Meskipun dia sedang terburu-buru, langkah kakinya masih sempurna. Ini adalah salah satu jenis kebiasaan baik yang harus dibentuk setelah bertahun-tahun berlatih. Orang biasa tidak bisa berpura-pura untuk melakukan gerakan ini. Setelah Bo Xiao dan Rong Anna memasuki rumah itu, Li Sicheng dengan perlahan bertanya, "Apa yang terjadi?" Su Qianci melihat ke arah suaminya dan menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Tidak ada, hanya sebuah ilusi." "Apa yang kamu lihat?" "Ayo kita pulang dan aku akan memberitahumu nanti. Aku mengantuk." "Baiklah." Li Sicheng memeluk istrinya, dan segera keluar dari Jalur Selatan ke jalan utama. Ketika mereka kembali ke hotel, Su Qianci melepas pakaiannya dan berbaring di tempat tidur. Setelah memikirkan tentang hal itu cukup lama, dia berkata, "Sayang, kurasa ¡­." Kemudian dirinya tiba-tiba menyadari bahwa Li Sicheng telah menghilang. "Sayang?" Dia bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke ruang tamu dengan kaki telanjang. Itu adalah sebuah hari yang cerah. Matahari keemasan bersinar melalui jendela besar yang tingginya dari lantai ke langit-langit, menghangatkan kamar itu. Li Sicheng sedang duduk di sofa dan bermain dengan laptop yang dibawanya. Pada layar hitam besar itu, kode-kode yang sama sekali tidak dapat dia mengerti mulai muncul ketika jari-jarinya bergerak cepat di atas kibor. Su Qianci ingin menakuti suaminya dari belakang. Berdiri berjinjit, dia menyelinap dengan hati-hati ¡­. Tiba-tiba, dia bergerak dengan cepat ke depan. Ketika tangannya menyentuh bahu Li Sicheng, suara kaca pecah terdengar bersamaan. Booooom! TV di ruang tamu itu meledak, membuat sebuah suara yang kelam. Su Qianci terkejut, melihat ke arah TV tersebut. Li Sicheng menoleh dan melihat ke bagian tengah layar TV yang retak, ada sebuah lubang berasap. Itu adalah ¡­ sebuah tembakan pistol! Jantung Li Sicheng melompat. Dia mendorong Su Qianci ke bawah, memeluknya erat-erat, dan berguling ke samping. Booooom! Sebuah lubang kecil terlihat di bagian belakang meja. Jika itu mengenai tubuh ¡­. Su Qianci menjerit dan gemetar ketakutan. Li Sicheng mengambil sebuah bangku dan menggunakannya sebagai perisai, menarik istrinya dan menggeram, "Ikuti aku!" Untungnya, mereka berada sangat dekat dengan pintu. Li Sicheng melindungi Su Qianci ke pintu masuk dan dengan segera menekan tombol darurat. Alarm tiba-tiba berbunyi. Pria itu melihat ke arah yang berlawanan. Chapter 486 - Rong Xuan Ingin Membunuhku? Itu adalah sebuah jendela kaca hijau terang yang mengaburkan pandangan Li Sicheng. Tidak ada yang bisa dilihat olehnya. Su Qianci memegang pakaian suaminya dan dengan putus asa menarik Li Sicheng keluar. "Ayo, pergi!" Li Sicheng berbalik dan merengkuh Su Qianci ke dalam pelukannya, dengan cepat berjalan keluar. "Jangan takut. Semuanya baik-baik saja." Manajer hotel bergegas menghampiri. Melihat mereka seperti ini, dia langsung bertanya apa yang telah terjadi. "Hubungi polisi." "Apa?" Manajer hotel itu sedikit tercengang. "Tuan, apa yang terjadi ¡­." "Hubungi polisi. Kau dengar tidak!" Li Sicheng berteriak marah. Su Qianci semakin gemetar ketakutan di pelukan suaminya. Dia menoleh ke arah istrinya dan suaranya menjadi lembut. "Tidak apa-apa. Tidak apa-apa." Tangan Su Qianci sedikit gemetar. Dia tiba-tiba mendongak, menatap mata suaminya, dan terisak-isak, "Wanita itu ingin membunuhku, kan? Apakah itu Rong Xuan? Apakah dia ingin membunuhku?" "Jangan berpikir tentang hal itu. Jika wanita itu ingin membunuhmu, kenapa menunggu sampai saat ini?" Li Sicheng menepuk punggung istrinya, berbisik, "Tidak apa-apa. Tunggu polisi menyelidikinya." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Sebuah sosok jangkung berjalan dengan perlahan ke dalam sebuah kafe yang cukup bergaya dan duduk di seberang seorang wanita cantik. Wanita itu bertanya sambil melamun, "Bagaimana hasilnya?" "Gagal. Reaksi orang itu jauh lebih cepat daripada yang kukira." "Lalu bagaimana? Jika kita dikenali oleh wanita itu atau ditangkap oleh orang-orang itu, kita berdua akan mati!" Pria jangkung itu tertawa kecil. "Oh, tunanganku, kau meragukan IQ-ku." "Apakah kau sudah menukar pelurunya?" "Tentu saja." Pria jangkung itu tersenyum anggun, suaranya terdengar sangat pelan, dan bahkan bibirnya pun hampir tidak bergerak. "Ada seorang pria besar yang kembali dari San Francisco dengan kekayaan yang melimpah." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Ketika Rong Haiyue tiba, Li Sicheng dan Su Qianci sudah selesai membuat pernyataan mereka dan dilindungi oleh para polisi. Su Qianci terlihat jelas-jelas merasa ketakutan, tidak melepaskan Li Sicheng. Dia melihat Rong Haiyue datang dan terlihat sedikit melamun. "Apa kau baik-baik saja?" Rong Haiyue mendekati Su Qianci dan bertanya dengan suara pelan. Li Sicheng dengan lembut menggelengkan kepalanya dan menatap Rong Haiyue dengan ekspresi wajah yang rumit. "Di mana Rong Xuan?" Su Qianci bertanya. "Di mana wanita itu pada sore hari?" Rong Haiyue tertegun. "Istriku berada di rumah sejak kalian pergi ¡­." Ucap pria itu dan memikirkan sesuatu. "Kau pikir yang menembakmu adalah Rong Xuan? Mustahil," kata Rong Haiyue tegas dengan raut wajah yang kaku. "Pada waktu itu, wanita itu tega meninggalkan seorang bayi yang baru lahir di depan pintu masuk panti asuhan. Sekarang aku tiba-tiba muncul dan menghancurkan hidupnya setelah bertahun-tahun." Su Qianci menatap mata Rong Haiyue dengan raut wajah sedih. "Selain Rong Xuan, aku tidak bisa memikirkan siapa pun yang menginginkan aku mati." Setiap tembakan ditujukan pada Su Qianci! Peluru menembus jendela besar dan kursi itu. Jika peluru itu mengenai tubuhnya, Su Qianci mungkin sudah mati sekarang. Semua orang takut akan kematian, terutama Su Qianci, yang sudah pernah mengalami kematian satu kali. Setelah melihat dengan jelas rasa takut dan ketidakpercayaan Su Qianci, Rong Haiyue membuka mulutnya tetapi tidak mengatakan sepatah kata pun. Bunyi sepatu hak tinggi mendekat. Rong Haiyue membalikkan badannya untuk melihat. Sebuah sosok biru tua yang ramping berhenti di belakang mereka. Wajah itu 80% mirip dengan Su Qianci. Saat wanita itu melihat mereka, terlihat sebuah makna yang tidak jelas di matanya. Chapter 487 - Sudah Dibohongi Selama Lebih Dari 20 Tahun Olehnya "Sayang, ayo kembali ke Kotaraja." Su Qianci mendengus. "Aku menyesal. Jika aku tahu bahwa sesuatu seperti ini akan terjadi, aku tidak akan datang ke ibu kota sejak awal. Aku diusir dan hampir mati." "Ya, ayo kita pulang." Li Sicheng dengan lembut membelai rambut istrinya, dan berkata dengan lembut, "Jangan takut. Tidak ada yang akan terjadi lagi." Tiba-tiba, ponselnya berdering. Itu adalah Luo Zhan. "Halo?" "Bukan orang itu. Orang itu belum kembali ke China, dan tidak ada satu pun musuhmu yang berada di ibu kota. Hanya untuk memastikan, aku sudah menyaring semua catatan panggilan telepon mereka. Semuanya bersih. Sebagai tambahan, bukankah itu sebuah keputusan yang tiba-tiba bahwa kalian pergi ke ibu kota? Hanya keluarga yang tahu, kan? Bahkan jika orang-orang itu memiliki tiga kepala dan enam lengan, mereka tidak dapat mencapai sejauh itu. Dapatkah kau mengingat siapa yang memiliki motif itu selain nama-nama yang baru saja kau berikan padaku?" Ponsel itu diletakkan di antara telinga Li Sicheng dan Su Qianci. Su Qianci juga mendengar hal ini dengan jelas. Wanita itu mengerutkan kening dan merenung untuk waktu yang lama sebelum dirinya menyebutkan sebuah nama, "Tang Mengying." "Tang Mengying belum keluar dari Rumah Sakit Pertama Kotaraja. Dan dia belum memiliki alat komunikasi. Laurel sedang ''merawat'' gadis itu, dan tidak ada orang lain yang melakukan kontak dengannya. Dia tidak bisa meminta seorang Rong Rui kedua untuk membantu dirinya, kan?" Luo Zhan berkata. Mata Li Sicheng berkilat ketika dirinya memandang Rong Haiyue yang berada di depannya. Rong Haiyue tidak bisa mendengar isi percakapan telepon mereka, tetapi saat melihat mata Li Sicheng, pria itu merasakan sejumlah firasat buruk. "Periksa lokasi Rong Rui saat ini, riwayat panggilan teleponnya, di mana dia berada dalam dua hari terakhir, dan laporkan kepadaku." "Oke." ¡­. Saat mendengar nama Rong Rui, Rong Haiyue terlihat sedikit serius. Dia berkata, "Rong Rui adalah keponakanku." "Aku tahu." Li Sicheng merespons dengan tenang. "Sekarang, aku merasa skeptis terutama tentang motif keluargamu. Pertama, Rong Rui melakukan segala sesuatu yang memungkinkan untuk menentang kami. Sekarang kami datang ke ibu kota, hampir tidak ada orang yang mengetahui mengenai hal itu kecuali Anda, tetapi kejadian seperti itu masih terjadi. Bahkan Anda sendiri pun tidak akan percaya bahwa kejadian ini adalah sebuah kecelakaan, benar kan? Mayor Jenderal?" "Aku tidak punya motivasi untuk melakukan ini. Kau tahu, jika aku ingin membiarkan Su Qianci mati, aku tidak akan menyelamatkan istrimu sejak awal," kata Rong Haiyue dengan buru-buru, menatap Li Sicheng. "Su Qianci mungkin adalah anak kandungku. Bagaimana aku bisa berpikir tentang membunuhnya?" Su Qianci mendengar kata-kata itu, menatap Rong Haiyue, dan langsung melihat ke belakang pria itu. Rong Xuan berdiri di sana, menatap dirinya dengan raut wajah yang rumit. "Rong Haiyue, kau terlalu berlebihan memikirkan hal ini. Su Qianci adalah putri Song Yifan, dan putrimu bernama Rong Anna. Kau sendiri yang memberinya nama. Apakah kau sudah lupa?" Rong Xuan berkata. "Su Qianci seusia dengan Anna." Rong Haiyue kembali menatap istrinya. "Dan, apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak tahu? Anna tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak mengatakan hal itu hanya untuk menghormatimu, Rong Xuan!" "Hehe ¡­." Rong Xuan tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya dan menatap dingin ke arah Rong Haiyue. "Apakah kau melakukan tes DNA?" "Ya, aku melakukannya ketika Anna berusia empat atau lima tahun. Aku juga memeriksa DNA-mu. Anak itu juga tidak memiliki hubungan biologis dengan dirimu. Aku pikir kau tidak pernah hamil, bahwa kau hanya membohongiku dan berusaha menghindar supaya tidak melahirkan." Rong Haiyue menatap istrinya, dan matanya berangsur memerah. "Aku berada di angkatan darat pada saat itu. Aku diyakinkan oleh surat-surat yang kau tulis. Sekarang sepertinya aku telah dibohongi selama lebih dari dua puluh tahun." Chapter 488 - Ini Putrimu, Lebih Menyedihkan Daripada Seorang Pengemis Suara Rong Haiyue terdengar sedikit keras, menarik perhatian seorang polisi. Rong Xuan segera menutup pintu dan menguncinya. Hanya ada mereka berempat di dalam ruangan itu, dua pasang suami istri. Rong Haiyue memandang Rong Xuan, seperti sedang mengamati seorang wanita gila. Rong Haiyue mengulurkan tangan untuk meraih lengan istrinya dan menatap wanita itu dengan matanya yang merah, bertanya dengan perlahan, "Kembali pada saat itu, kau benar-benar hamil dan melahirkan putriku, tetapi kau meninggalkan bayi itu, kan?" Rong Xuan menatap suaminya dengan tatapan iba dan tidak berbicara. Sikap ini tidak diragukan lagi merupakan bukti atas dugaan Rong Haiyue. Rong Haiyue menjadi diam dan tiba-tiba tertawa. "Dan dari mana Anna berasal? Anna bukan putrimu, juga bukan putriku. Apa yang terjadi dengan orang tua kandungnya?" "Mati." Suara Rong Xuan terdengar sedikit serak, dengan suara isak tangis yang tidak kentara. "Aku menemukan anak itu di bawah jembatan. Ibunya sedang menggendong Anna ketika tubuhnya sendiri masih berdarah, memintaku untuk menyelamatkan putrinya. Aku menggendong bayi itu. Namun, ibunya tidak berhasil selamat." Wanita itu terkekeh-kekeh dan menatap Rong Haiyue dengan iba. "Ibunya memberitahuku bahwa dia hamil setelah diperkosa. Betapa menyedihkannya itu? Seorang anak haram, hehe ¡­." Hati Rong Haiyue hancur berkeping-keping. Sebuah rasa sakit yang tak terkatakan pun meledak. Mengangkat tangannya yang besar, dia menampar wajah istrinya. Rong Xuan lengah, kehilangan keseimbangan, dan jatuh ke lantai. Wajah yang ditampar itu menjadi bengkak dalam sekejap, terasa terbakar. Wanita itu sedikit tercengang ketika melihat wajah Rong Haiyue, pria yang telah memperlakukan dirinya seperti seorang ratu selama lebih dari 20 tahun. Su Qianci merasa terkejut dan menjerit. Melihat tatapan kebencian di mata Rong Haiyue, Rong Xuan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "Kau menamparku? Rong Haiyue, kau benar-benar menamparku? Ha ha ha ¡­. Tidak tahan lagi? Tahukah kau, ketika Su Qianci masih kecil dan kelaparan, aku pergi untuk membeli dua buah bakpao, melemparkan bakpao-bakpao itu ke tanah, dan menyuruh anak itu untuk pergi dan memungutnya. Dia benar-benar melakukannya. Oh ¡­ aku benar-benar tertawa pada saat itu. Aku seharusnya memotretnya untuk membuat dirimu melihat bahwa putri Rong Haiyue lebih menyedihkan daripada seorang pengemis, ketika kau sedang menyuapi seorang anak haram yang datang entah dari mana dan memperlakukannya seperti seorang putri. Kau ¡­" Sebelum Rong Xuan dapat menyelesaikan kalimatnya, dirinya sudah tidak bisa mengucapkan suku kata lain. Rong Haiyue mencekik leher istrinya dengan tangannya yang besar. Wajah Rong Xuan benar-benar merah padam, dan matanya basah, tetapi pria itu tidak mempunyai belas kasihan. Rong Haiyue ingin membunuh wanita itu! Li Sicheng terkejut dan segera pergi untuk menarik pria itu menjauh, tetapi Rong Haiyue sudah bertindak tidak rasional 1 saat ini dan kekuatannya luar biasa. Wajah Rong Xuan menjadi biru. Dia mencubit tangan suaminya dan menendang kaki pria itu. "Tidak, jangan!" Su Qianci berteriak dan langsung membuka pintu. "Tolong! Pak Petugas! Di mana kalian?" Ada dua polisi yang ditempatkan di luar ruangan. Mereka segera berlari ke dalam ruangan. Melihat apa yang terjadi, mereka menarik Rong Haiyue menjauh bersama-sama dibantu oleh Li Sicheng. Leher Rong Xuan sudah memar, terlihat cukup mengerikan. Rong Haiyue ditarik menjauh, matanya merah dan berteriak, mencoba melemparkan dirinya ke arah Rong Xuan lagi. Dia berteriak histeris, "Rong Xuan, aku berutang apa padamu? Kenapa kau melakukan ini padaku?" Sambil memegangi lehernya yang terasa sakit, Rong Xuan mencibir. Suaranya serak tapi sangat dingin. Dia berkata, "Kau layak mendapatkannya!" Menurut pikiran dan pertimbangan yang logis; menurut pikiran yang sehat; cocok dengan akal Chapter 489 - Apa Yang Kau Ketahui Sikap Rong Xuan tidak hanya membuat jengkel Rong Haiyue. Pada saat ini, bahkan Li Sicheng pun tidak sabar untuk melemparkan wanita ini ke laut sebagai makanan ikan! Su Qianci berdiri di kejauhan, mengawasi wanita yang tenang tapi dingin yang disebut sebagai ibunya itu. Semua ilusi yang ditahannya lenyap sudah. Kenapa Rong Xuan melakukan ini? Seorang pria yang sangat baik seperti Rong Haiyue -- bahkan dari percakapannya, Su Qianci dapat melihat bahwa Rong Haiyue sangat mencintai istri dan putrinya. Tetapi mengapa wanita seperti itu masih bisa mendapatkan cinta Rong Haiyue? Su Qianci tidak bisa memahaminya, tapi yang lebih membingungkan adalah kenapa Rong Xuan memperlakukan dirinya seperti ini. Saat itu, dirinya masih bayi. Dirinya diletakkan di pintu masuk panti asuhan selama liburan Hari Nasional. Bagaimana jika tidak ada yang menemukan dirinya? Maka dirinya pasti sudah mati saat ini. Merasakan tatapan Su Qianci, Rong Xuan bangkit berdiri dari lantai, terhuyung, dan keanggunan dan ketenangan dirinya yang biasanya kembali lagi dengan cepat. Setelah merapikan rambut dan pakaiannya, Rong Xuan mengambil tasnya dan berjalan keluar dari pintu. Kakinya lurus, dan langkahnya tenang. Keanggunan Rong Xuan ibarat milik seorang wanita yang keluar dari komik. Seolah-olah wanita yang baru saja membalaskan dendamnya pada Rong Haiyue dengan histeris itu bukanlah dirinya. Seorang petugas polisi menghalangi jalan Rong Xuan. "Nyonya, Anda harus kembali dan membuat sebuah pernyataan dengan kami, dan luka di leher Anda harus ditangani." Rong Haiyue telah dikendalikan oleh polisi. Setelah melihat ke arah punggung Rong Xuan dan mengambil napas dalam-dalam, dia mendongak menatap langit-langit ruangan, tidak membiarkan air matanya menetes. Rong Xuan mendorong polisi itu menjauh dengan acuh tak acuh dan berkata, "Tidak, urus saja orang itu. Lebih baik jika memasukkannya ke dalam penjara selama sepuluh tahun dan memecatnya, hehe ¡­." "Rong Xuan!" Su Qianci merasa tidak tahan lagi. Dia berjalan menghampiri wanita itu dengan cepat. Li Sicheng terkejut dan berteriak, "Hati-hati." Su Qianci mengabaikan suaminya dan berjalan untuk menghadapi Rong Xuan. Dia berseru dengan marah, "Kau adalah seorang psikopat, orang gila, orang bejat yang tidak tahu berterima kasih! Apakah Rong Haiyue tidak bersikap baik padamu? Dia sangat mencintaimu. Kenapa kau melakukan ini padanya!" Memandang Su Qianci dengan dingin, Rong Xuan tertawa kecil padanya dan berkata dengan suara seraknya, "Kau tidak tahu apa-apa." Setelah itu, dia mengulurkan tangannya dan mendorong Su Qianci, melangkah maju dengan elegan. Su Qianci merasa dirinya telah meninju kapas. Kemarahannya tidak terlampiaskan tetapi menjadi semakin buruk. Dia menjejakkan kakinya dan membalikkan badannya, tetapi dengan cepat berbalik kembali. Ketika dirinya akan berbicara, dia melihat air mata Rong Xuan. Di mata yang sangat mirip dengan matanya sendiri itu, terlihat emosi yang tersembunyi, seperti penyesalan, pencerahan, dan rasa sakit, semua terbuka di depan dirinya. Namun, Rong Xuan segera menghapus air matanya, melewati Su Qianci dan melangkah pergi. Su Qianci tercengang, saat menyaksikan dua orang petugas polisi bersiap untuk membawa Rong Haiyue pergi. Dirinya merasa tidak bisa bernapas. Mengapa? Rong Haiyue tidak melakukan kesalahan apa pun. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Rong Anna sedang bermain sebuah permainan di ponselnya di rumah. Pintu terbuka, diikuti oleh bunyi sepatu hak tinggi. Rong Anna mengetahui siapa yang masuk tanpa melihatnya. Dia tidak mengangkat kepalanya dan bertanya, "Bu, apakah kau sudah kembali? Di mana Ayah?" Tidak ada yang menjawab. Ketika dirinya terbunuh di dalam permainan, Rong Anna berdiri dengan marah dan menatap Rong Xuan. Chapter 490 - Mimpi Yang Lebih Dari 20 Tahun Lalu Rong Xuan sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang buruk, dan Rong Anna hanya bisa melihat punggung ibunya. Rong Xuan langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya. Tuhan tahu kenapa! Selama bertahun-tahun, Rong Anna selalu merasa bahwa Rong Xuan hidup dalam dunianya sendiri. Menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan menolak kehadiran siapa pun, termasuk suami dan putrinya. Rong Anna tidak peduli, duduk, dan melanjutkan bermain. - Rong Xuan melemparkan dirinya ke atas ranjang, lehernya masih terasa sakit. Sebuah rasa sakit tiba-tiba terasa saat tubuhnya berayun. Mengambil cermin yang terletak di atas nakas, dia melihat tanda ungu yang mengerikan. Ini dilakukan oleh Rong Haiyue. Pria yang selalu ingin menyenangkan hatinya dan membuatnya tetap tinggal yang melakukan hal ini. Rong Haiyue benar-benar ingin membunuhnya. Sambil berbaring di tempat tidur, hatinya terasa sangat hampa, seolah-olah ada sesuatu yang keluar dari hatinya yang tidak pernah berisi apa pun selama lebih dari 20 tahun, diam-diam, tanpa suara. Saat melihat langit-langit, Rong Xuan melihat wajah Rong Haiyue di depan matanya, dengan sebuah senyum yang hati-hati dan perhatian yang sederhana, yang dimiliki wanita itu selama lebih dari dua puluh tahun. Setelah beberapa saat, dia tertawa. "Rong Haiyue layak mendapatkannya." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª- Rong Xuan tidak mengetahui berapa tahun sudah berlalu sejak dirinya memiliki mimpi ini. Dalam mimpinya, dia mengenakan sebuah gaun pengantin merah dan duduk di tempat tidur dengan malu-malu. Makcomblang di kota terus berbicara dengan dirinya sejak pagi hari dan mengajarkan banyak hal padanya. Rong Xuan tersenyum malu-malu. Ketika berpikir akan menikahi orang itu, dirinya merasa manis. Akhirnya, mereka bisa bersama. Meskipun mereka belum bisa mendapatkan sebuah akta pernikahan, ini sama sekali bukan masalah, kan? Namun, sebuah sosok tiba-tiba muncul di luar jendela. Rong Xuan mengira dirinya melihat sesuatu, tetapi ketika sosok itu berbicara, dia menyadari bahwa itu adalah Rong Haiyue. Pria itu menemukannya! Apa reaksi Rong Xuan pada saat itu? Seperti terjatuh ke sebuah lubang es, dingin di dalam dan luar. Wanita itu tidak bisa bergerak. Sang makcomblang mengatakan kata-kata yang baik di luar ruangan, dan Rong Xuan berbohong pada makcomblang itu dan mengatakan dirinya akan mencari sesuatu dan segera kembali. Rong Haiyue membawa Rong Xuan ke tepi sungai. Pria itu berkata, "Kembalilah bersamaku, Rong Xuan. Ibu tidak punya banyak waktu untuk hidup. Ibuku hanya ingin melihatku menikah. Kembalilah bersamaku dan kabulkanlah harapan terakhirnya, bersediakah kau melakukannya?" Rong Xuan lupa apa yang telah dirinya katakan dan kalimat mana yang membuat Rong Haiyue marah. Ada sebuah jalan semen yang baru saja diperbaiki, sebidang besar padang rumput yang belum diratakan. Rong Haiyue menarik Rong Xuan ke rerumputan yang tinggi. Rong Xuan berteriak menolak. Namun, setiap kata "kakak" yang diteriakkan oleh dirinya sangat memicu kemarahan pria itu. Rong Haiyue menyetubuhi wanita itu tanpa belas kasihan. Dan ketika pria itu menyadari bahwa Rong Xuan sudah kehilangan keperawanannya, Rong Haiyue bahkan menjadi semakin marah. "Xuan!" Itu adalah suara Song Yifan, pria itu datang untuk mencari kekasihnya. Rong Haiyue mencekik leher Rong Xuan dan menggertakkan giginya. "Berteriaklah. Tunjukkan padanya apa yang sedang kau lakukan dan lihatlah apakah dia masih akan menginginkan dirimu." Bagaimanapun juga, Rong Xuan tidak berani bersuara. Rong Haiyue juga tidak bergerak. Keduanya menahan napas. Setelah Song Yifan pergi, Rong Haiyue menindih Rong Xuan tanpa ampun dan memerkosa wanita itu dengan gila-gilaan. Setelah pria itu selesai, Rong Xuan merasa tak berdaya. Sambil menangis tersedu-sedu dan melarikan diri, Rong Xuan tertangkap oleh Rong Haiyue dengan mobil pinjamannya. Pria itu mengikatnya dan memasukkan dirinya ke dalam mobil, mengemudi kembali ke ibu kota. Rong Haiyue mengunci wanita itu di dalam gudang. Jika Rong Xuan patuh, pria itu akan bersikap lembut. Ketika wanita itu tidak patuh, Rong Haiyue memaksa Rong Xuan untuk mematuhi perintah pria itu. Rong Haiyue berkata, "Beri aku seorang anak sehingga ibuku bisa meninggal dengan tenang, maukah kau melakukannya?" Chapter 491 - Tang Mengying Gila! Rong Xuan tidak menginginkan hal itu. Dia tidak mau. Dia menangis dan berkata, "Kau adalah kakakku, dan ini adalah inses 1 !" Rong Haiyue menahan gadis itu di bawah tubuhnya tanpa belas kasihan dan mengatakan tidak pada Rong Xuan dengan gerakan tubuhnya. Rong Xuan adalah pengantin anak 2 Rong Haiyue sejak masa kanak-kanak, jadi gadis itu ditakdirkan untuk menikah dengan dirinya, bukan? Nada dering ponsel yang keras membangunkan Rong Xuan dari mimpinya. Saat menyeka wajahnya, dia mendapati bahwa wajahnya dibanjiri air mata. Ponselnya masih berdering. Mengambil ponselnya, dia melihat sebuah nomor aneh dari Kotaraja. Dia menjawab, dan tidak ada yang berbicara dari kedua belah pihak. Setelah beberapa detik, sebuah suara wanita yang lembut terdengar. "Apakah kau ingin menuntut Rong Haiyue? Jelas terlihat bahwa kaulah yang pertama kali melakukan kesalahan, dan suamimu hanya memperlakukan kau seperti itu karena kau memprovokasi dirinya ¡­." "Kau ada di kantor polisi?" "Ya." "Berikan ponselnya pada polisi itu." Su Qianci terdiam sesaat dan tidak melakukan apa-apa, merasa bahwa Rong Xuan akan menyakiti Rong Haiyue. "Kau menelepon untuk memintaku melepaskan Rong Haiyue, kan?" Rong Xuan tersenyum, suaranya masih serak. "Kekerasan dalam rumah tangga di luar kemampuan polisi dan aku juga tidak akan menuntut suamiku. Minta mereka untuk melepaskannya." "Benarkah?" Su Qianci sedikit terkejut dan menyerahkan ponselnya kepada seorang polisi. Dan benar saja, setelah polisi itu menerima teleponnya, pria itu menatap Su Qianci dengan pandangan aneh. Ketika Rong Haiyue keluar, hari sudah tengah malam. Su Qianci sangat mengantuk sehingga dia berbaring di pelukan Li Sicheng, setengah tertidur. Tiba-tiba, dia melihat Rong Haiyue dan merasa terkejut. "Rong Haiyue keluar." Rong Haiyue melihat wajah kecil Su Qianci yang terkejut, dan matanya yang tajam dipenuhi dengan kesedihan. "Maafkan aku." Su Qianci merasa bingung dengan permintaan maaf Rong Haiyue yang tiba-tiba. "Aku yang menyebabkan ini. Jika bukan karena aku, itu tidak akan terlalu buruk untukmu. Kupikir ¡­." Dengan beberapa isakan, mata Rong Haiyue menjadi kemerahan. "Aku pikir Rong Xuan tidak akan melakukan apa pun pada seorang anak, betapapun dia membenciku. Aku pikir dia akan mencintai bayinya. Bahkan setelah aku mengetahui bahwa Anna bukan putriku, aku tidak mengatakannya. Aku takut istriku akan menjadi marah dan meninggalkanku." Cairan hangat memenuhi mata Su Qianci dan menetes. "Jika aku mengetahuinya dan bertanya pada Rong Xuan sebelumnya. Kau tidak akan terlalu menderita. Maaf." Li Sicheng memeluk istrinya dan mendengarkan penyesalan Rong Haiyue, merasa kasihan pada mereka berdua. Segera setelah fajar menyingsing, Rong Haiyue meminta Su Qianci pergi ke rumah sakit untuk melakukan sebuah tes DNA dan dia menyetujuinya. Su Qianci tidak tidur sepanjang malam. Rong Haiyue mengirim orang untuk melindungi mereka, dan setelah Su Qianci beristirahat, pasangan itu terbang kembali ke Kotaraja. Setelah turun dari pesawat, Li Sicheng menerima sebuah pesan WeChat dari Rong Haiyue, yang berupa sebuah gambar. Kemungkinan Rong Haiyue menjadi ayah Su Qianci adalah: 99,9999999 ¡­ % Tidak diragukan lagi bahwa Su Qianci dan Rong Haiyue adalah ayah dan anak secara biologis. Su Qianci menatap gambar itu untuk waktu yang lama, emosinya sangatlah rumit. "Haruskah aku memberi tahu Ayah Song?" Li Sicheng dengan lembut membelai rambut istrinya dan berbisik, "Apakah menurutmu Ayah Song perlu mengetahuinya?" "Ya ¡­ tapi itu terlalu kejam." "Biarkan mengalir saja. Ayah Song sudah lama mengetahui bahwa kamu bukanlah anak kandungnya, dan bahwa kamu adalah putrinya Rong Xuan. Ketika mereka berdua bertemu, mereka tentu saja akan mengetahuinya." "Oke." Pada hari ketujuh Tahun Baru Imlek, sopir Yang belum kembali bekerja, jadi Li Sicheng membawa istrinya untuk naik taksi. Tidak lama setelah masuk ke dalam taksi, Li Sicheng menerima telepon dari Laurel. Suara pengurus rumah tangga itu terdengar terburu-buru. "Tuan, Nona Tang gila!" Hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yang bersaudara kandung yang dianggap melanggar adat, hukum, atau agama Tradisi pernikahan yang diatur pada zaman China pra-modern, di mana sebuah keluarga akan mengadopsi seorang putri pra-remaja sebagai pengantin masa depan untuk salah satu dari anak-anak pra-remaja mereka (biasanya bayi), dan anak-anak akan dibesarkan bersama; disebut juga sebagai pernikahan Shim-Pua atau Tongyangxi. Chapter 492 - Membunuh Anak Itu "Tuan, Nona Tang gila!" ¡­. Ketika mereka tiba di Rumah Sakit Pertama Kotaraja, Tang Mengying sudah dikendalikan, dibius, dan diikat ke ranjang rumah sakit. Tanpa diduga, ketika Tang Mengying melihat mereka, gadis itu tidak bersikap histeris. Dia juga tidak meronta-ronta dengan gila-gilaan. Saat menatap mereka, dia tertawa seperti seorang psikopat. Dia tertawa semakin keras. Dengan kegilaan yang tidak wajar dan cemoohan yang tenang. Ketika melihat Li Sicheng, mata Tang Mengying menjadi merah dengan berurai air mata. Su Qianci merasa takut, dan Laurel sedang berbicara dengan Li Sicheng, "Tadi pagi, Nona Tang berkata bahwa dia ingin makan sup jamur putih biji teratai dan meminta saya membuatnya. Saya tidak bisa meninggalkan tempat ini sehingga saya mencari-cari tempat yang menjualnya dan memesan layanan antar. Tapi siapa sangka Nona Tang berlari ke inkubator bayi, mengambil bayi itu ¡­ dan membantingnya ke lantai! " Jantung Su Qianci melompat, dan dia bertanya, "Bagaimana keadaan bayi itu?" "Saya sudah mengirim bayi itu ke unit gawat darurat. Diagnosis awal mengatakan bahwa tulang-tulangnya patah. Terlihat memar di sekujur tubuhnya dan dia menangis dengan menyedihkan. Bayi itu adalah bayi prematur dan sangat lemah. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah bayi itu bisa diselamatkan atau tidak. Bagaimana bisa Nona Tang bertindak seperti ini sebagai seorang ibu? Gadis itu bersikap lebih seperti seekor binatang buas! " Laurel merasa sangat marah, berbicara sambil menyeka air matanya, "Dia yang membuat masalah dan hamil. Bayi malang itu bernasib buruk mempunyai seorang ibu seperti ini." Tang Mengying mendengarkan pembicaraan ini dan tidak bereaksi. Binatang buas, ibu yang tidak berkualitas. Selama dirinya terbaring di rumah sakit, dirinya terlalu banyak mendengar hal ini. Tapi kenapa, kenapa dia harus hidup seperti ini? Dia bahkan tidak diperlakukan sebaik binatang buas. Mata Tang Mengying tertuju pada Li Sicheng. Gadis itu tersenyum bahagia. Mata Su Qianci basah. Menyaksikan raut wajah Tang Mengying yang bingung, Su Qianci mengutuk, "Dasar bejat!" Apa yang pernah dilakukan seorang bayi yang baru lahir itu kepada Tang Mengying? Mengapa dia melibatkan bayi itu dalam kebencian generasi sebelumnya? Rong Xuan adalah tipe orang yang membuat Su Qianci menjadi seorang yatim piatu. Seperti yang Rong Xuan katakan, Su Qianci menjalani kehidupan yang lebih menyedihkan daripada seorang pengemis ketika dirinya masih kecil! Sekarang Tang Mengying juga adalah orang seperti itu. Apa yang salah dengan seorang bayi yang baru lahir? "Apa kau sudah menghubungi polisi?" Laurel tertegun. Sambil memandang Su Qianci, dia mengangguk. "Sudah." "Awasi dia. Tang Mengying bersalah atas percobaan pembunuhan." Su Qianci menyeka air matanya. "Aku akan pergi melihat bayi itu. Di mana dia?" "Masih di ruang gawat darurat ¡­." Sebelum Laurel menyelesaikan kalimatnya, Li Sicheng dan Su Qianci telah meninggalkan kamar itu. Tang Mengying memejamkan matanya dan berbaring di tempat tidur. Bahu bayi itu patah, dan kondisinya sudah aman untuk saat ini. Tetapi karena bayi itu terlalu lemah, itu masih menimbulkan pertanyaan, apakah bayi itu benar-benar bisa bertahan hidup. Su Qianci mendengar kata-kata dokter itu, dan air matanya menetes. Karakteristik wajah bayi itu sangat menarik. Tangan dan kakinya yang mungil meringkuk, dan wajah mungilnya masih berlinang air mata. Tampaknya bayi itu tidak ada hubungannya dengan Tang Mengying, tetapi wanita itu yang melahirkannya. Su Qianci melihat bayi di dalam boks bayi itu dan menarik tangan Li Sicheng. Pria itu juga menatap bayi itu, seolah-olah Li Sicheng telah melihat semuanya. Su Qianci membuka mulutnya dan akhirnya tidak jadi mengatakan sesuatu. Dia meraih pinggang suaminya dan menangis. "Apakah kamu ingin mengadopsi bayi ini?" Sebuah suara pelan terdengar dari atas kepalanya. Su Qianci mendengarnya dan memeluk suaminya erat tanpa berbicara. Chapter 493 - Jangan Meremehkan Gen Tak Tahu Berterima Kasih Dalam Keluarga Tang "Pikirkan baik-baik. Ini adalah anak Tang Mengying, anak keluarga Tang," suara Li Sicheng terdengar sangat pelan, saat dia mengulurkan tangan untuk membelai rambut istrinya. "Gen tak tahu berterima kasih keluarga ini lebih kuat dari yang kamu pikirkan." Su Qianci mengencangkan genggamannya dan memandang suaminya. "Pada saat manusia diciptakan, pada dasarnya dia bersifat baik. Aku pikir lingkungan tempat tinggal lebih penting daripada apa yang disebut pengaruh genetik. Kita akan mendidik bayi ini dengan baik dan menjadikannya anak keluarga Li, kan?" "Kamu ingin bayi ini memanggilmu ibu?" Ada sedikit keengganan di wajah Li Sicheng. Dia menatap istrinya dengan sepasang mata yang dalam, berbisik, "Ketika bayi ini sudah besar, dia mungkin membencimu dan membenci kita karena menyakiti ibu kandungnya dan keluarga Tang. Ketika dia lebih dewasa, dia mungkin ingin mencari ibu kandungnya. Apakah itu baik-baik saja? " "Tidak, dia tidak akan melakukannya." Suara Su Qianci tercekat, "Aku paling mengerti perasaan ini. Jangan lupakan Rong Xuan. Apa bedanya Rong Xuan dengan Tang Mengying sekarang? Apalagi, Tang Mengying lebih buruk daripada Rong Xuan. Aku membenci Rong Xuan, jadi ketika bayi ini dewasa, dia akan merasakan hal yang sama seperti aku. Jika kita menyelamatkannya sekarang, dia akan berterima kasih kepada kita nanti, benar kan?" "Jangan meremehkan gen tak tahu berterima kasih dalam keluarga Tang, Nyonya Li." Su Qianci menundukkan kepalanya dan berhenti berbicara. Tang Mengying segera dibawa pergi oleh polisi. Dalam waktu satu setengah bulan, hanya keluarga Liu yang membantunya. Wanita itu mengajukan banding dua kali dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena percobaan pembunuhan. Setelah insiden penembakan di ibu kota, Li Sicheng pergi ke Kota Bintang dan menyewa seorang pengawal wanita untuk mengikuti Su Qianci. Li Sicheng awalnya ingin menyewa dua orang pengawal, tetapi Su Qianci takut bahwa hal itu akan terlalu mencolok, dan akhirnya memilih seorang gadis yang tinggi dan kurus, terlihat biasa saja. Sebagai seorang wanita yang sedang hamil tiga bulan, tanda-tanda yang dialami Su Qianci berupa merasa sedikit mengantuk, memilih-milih makanan, dan kadang-kadang merasa mual. Di luar tanda-tanda itu, Su Qianci terlihat biasa saja. Sudah hampir sebulan sejak kuliah dimulai. Su Qianci hampir setengah terjaga sepanjang waktu. Setelah kelas selesai, Shuang Yu, sang pengawal mengambil tas kuliah Su Qianci dan mengawalnya pulang ke rumah. Hari itu, Su Qianci diantar langsung pulang ke rumah di Yu Xiu oleh sopir Yang. Ada dua orang pengawal yang sedang berdiri di pintu, yang membungkuk pada Su Qianci ketika melihatnya datang. Su Qianci sudah lama terbiasa dengan hal ini, jadi dia masuk ke dalam rumah tanpa merasa aneh. Saat masuk ke dalam rumah, dia mencium aroma ikan asam pedas yang dibuat Nanny Rong untuknya. Su Qianci meletakkan tasnya, mengendus, dan pergi ke dapur. Hampir meneteskan air liur, dia mencuci tangannya dan duduk di meja, bertanya, "Bagaimana dengan suamiku?" Nanny Rong memberinya semangkuk nasi dan berkata, "Tuan belum kembali. Saya mendengar bahwa perusahaannya sangat sibuk baru-baru ini. Oh iya, saya mendengar bahwa Tang Mengying gila dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Apakah Tuan memberi tahu Anda tentang hal itu?" Su Qianci mengambil mangkuk itu. Sedikit tertegun, dia menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tang Mengying benar-benar gila?" "Ketika saya mendengar Tuan menjawab telepon di pagi hari, sepertinya Nona Tang sudah menggigit telinga sipir penjara. Ketika wanita itu dikirim ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa, mereka menemukan bahwa dia sudah gila untuk sementara waktu. Karena diintimidasi di dalam penjara, dia sekarang menjadi sangat berbahaya. " "Oh ¡­." gumam Su Qianci, merasa agak kesal. "Li Sicheng baru saja menelepon dan memberitahuku bahwa ayah Tang Mengying sepertinya akan kembali dari Amerika Serikat dan memintaku untuk berhati-hati. Suamiku akan mengirim seorang pengawal tambahan besok." Chapter 494 - Ada Seseorang Di Dalam Kamar .... "Bersabarlah. Tuan sedang menjaga Anda. Anda seharusnya mendengarkan Kapten Li dan berhenti kuliah. Tuan tidak bisa mengubah pikiran Anda, jadi Tuan harus mengirim beberapa orang pengawal lagi untuk berjaga-jaga. Jika terjadi sesuatu, itu akan mengerikan." "Oke!" Nafsu makan Su Qianci tidaklah buruk. Setelah makan dua mangkuk nasi, dia mengambil tasnya dan naik ke atas. Setelah mandi, dirinya mendengar suara napas di kamar tidur. Sambil mengeringkan rambutnya, dia berjalan ke arah tempat tidur dan memanggil, "Sayang." Namun, tidak ada jawaban. Su Qianci tidak peduli. Sambil duduk di tempat tidur, dia mengeringkan rambutnya. Kemudian mengambil buku panduan kehamilan, dia membalik-balik halamannya. Tapi suara napas itu semakin keras, jadi dia mendongak, dan tidak melihat siapa pun. Setelah meletakkan buku itu, dia pergi ke ruang ganti. Dia memanggil, "Sayang?" Ruangan itu gelap. Dia menyalakan lampu, dan tidak ada seorang pun di sana. Dia mengeringkan rambutnya dan keluar. Dia menatap ke arah tempat tidur lagi. Tidak ada siapapun. Dia membuka pintu kamar dan melihat keluar. Li Sicheng baru saja membuka pintu rumah dan berjalan masuk ke dalam. Melihat istrinya keluar dari kamar, raut wajahnya yang dingin menjadi lembut. Su Qianci memandang Li Sicheng, merasa tertegun, dan mendengar suara napas lagi di belakangnya pada saat yang sama. Melihat istrinya yang bersikap semakin aneh, Li Sicheng merasa ganjil. Su Qianci membeku dan terisak-isak saat melihat suaminya, "Sayang ¡­." Merasa ada sesuatu yang salah, Li Sicheng cepat-cepat naik ke atas, melompati tiga anak tangga sekaligus. Setelah berhadapan dengan Su Qianci, pria itu mendapati bahwa istrinya dibanjiri keringat dingin, dan Li Sicheng menjadi kaku. Su Qianci gemetar dan berbisik, "Ada seseorang di dalam kamar ¡­." Li Sicheng menghela napas lega dan membawa istrinya ke dalam pelukannya. "Cheng! De!" Kedua pengawal di pintu mendengar suara itu dan segera berlari masuk. Melihat Li Sicheng berada di atas, kedua pria itu bergegas pada saat bersamaan. Sambil menunggu para pengawal itu naik ke atas, Li Sicheng memeluk istrinya dan menatap ke dalam kamar. Kedua pengawal itu segera mengerti, mereka masuk ke dalam, dan menggeledah seluruh sudut. Li Sicheng berjalan masuk bersama istrinya, dan melihat pengawal Cheng membuka tirai di depan jendela yang tingginya dari lantai ke langit-langit. Tiba-tiba pengawal itu melihat sebuah boneka badut jelek menempel di jendela. Su Qianci merasa sangat takut sehingga dia menjerit ngeri. Li Sicheng menepuk-nepuk pundak istrinya. "Tidak apa-apa. Jangan takut ¡­." Boneka badut itu adalah sebuah pengeras suara berukuran kecil. Ketika tirainya dibuka, Su Qianci mendengar suara napas yang sedang diputar. Seorang pengawal mengulurkan tangan untuk mengambil dan menurunkan boneka badut itu. Setelah mengesampingkan semua risiko, pengawal Cheng membawa boneka badut itu kepada Li Sicheng. Pada saat yang sama, pengawal De menyerahkan sebuah buku biru yang baru saja dia temukan dari ambang jendela. Di bagian bawah pengeras suara berbentuk badut itu, ada secarik kertas catatan dengan tulisan berantakan di atasnya: Aku dengar bahwa istrimu sedang hamil. Suara-suara aneh yang berasal dari pengeras suara dan catatan aneh ini membuat jantung Li Sicheng berhenti. Matanya yang dingin hampir membeku, mengandung racun yang mematikan. Pengawal Cheng dan pengawal De bukan hanya bekerja untuk Li Sicheng saja, dan itu adalah pertama kalinya bagi mereka untuk melihat seorang majikan seperti Li Sicheng. Keduanya saling memandang dan berdiri di samping dengan hormat. Su Qianci mengambil buku biru itu dan melihat judul yang tercetak di atasnya: Buku Harian Ibu. Membalik sampulnya, tulisan tangan yang indah terlihat di seluruh halamannya. Pemilik buku ini adalah ¡­ Tang Mengying. Chapter 495 - Mereka Benar-benar Tidak Bisa Mengambil Risiko "Tang Mengying sekarang sedang dipenjara, bagaimana mungkin ¡­." Su Qianci merasa takut, memegang lengan baju Li Sicheng, dan dia tidak bisa menghentikan rasa takutnya. "Apa yang wanita itu inginkan?" "Jangan takut, itu bukan Tang Mengying." Li Sicheng mengerjapkan matanya saat dirinya mempunyai sebuah gambaran. "Orang itu hanya ingin menakutimu. Sekarang orang itu tidak bisa melakukan apa pun padamu." "Siapa itu?" "Keluarga Tang, atau, keluarga Liu." "Keluarga Liu? Keluarga Nyonya Tang?" "Ya." Li Sicheng mengangguk. "Aku akan mengantarmu ke rumah tua dulu. Untuk saat ini, mari kita tinggal di rumah tua, oke?" Su Qianci mengangguk, dan Li Sicheng memberi kedua pengawal itu sebuah tatapan mata. Kedua pengawal itu segera mengerti, menutup semua pintu dan jendela, dan meninggalkan kamar itu. Su Qianci mengemasi beberapa helai pakaian sederhana, tetapi masih merasa ada sesuatu yang salah. "Keluarga Tang sudah berantakan. Keberadaan Tang Zhenghao tidak diketahui. Nyonya Tang masih berada di penjara mengidap AIDS. Tang Mengying sakit jiwa dan dirawat di rumah sakit jiwa. Bahkan Tang Mengqing tidak diizinkan untuk menghubungi Li Weiya oleh keluarga pamanmu. Sekarang keluarga Tang terisolasi dan tidak berdaya. Jika keluarga Liu cerdas, mereka seharusnya tahu dan menjauh dari keluarga Tang. Mengapa keluarga Liu masih ingin menolong Tang Zhenghao? " Setelah mengatakan itu, Su Qianci teringat akan kekuatan misterius yang telah membantu Tang Mengying di kehidupan dirinya yang sebelumnya. Sebelumnya, dia berpikir bahwa itu ada hubungannya dengan Rong Rui, tetapi sekarang Rong Rui bersama Cheng You, dan tidak ada alasan bagi Cheng You untuk mengkhianati Li Sicheng. Lalu, siapa yang ada di balik kekuatan misterius itu? Su Qianci mengerutkan kening, menatap Li Sicheng. Li Sicheng menatap mata istrinya, dan mata pria itu terlihat terang. Dia menjelaskan, "Ada kepentingan yang dilibatkan. Nyonya Tang menikahi Tang Zhenghao sendiri demi uang. Keluarga Liu telah menerima perintah dari keluarga Tang selama bertahun-tahun dengan alasan yang sama. Meskipun keluarga Tang sekarang sudah ditaklukkan, keluarga Liu tidak terlibat. Selama mereka masih bisa mendapatkan keuntungan dari hubungan itu, mereka tidak akan berada jauh-jauh dari keluarga Tang." Setelah berhenti sejenak, Li Sicheng melanjutkan, "Tang Zhenghao berada di San Francisco. Dia telah menghubungi sebuah geng. Ketika aku mengirim orang-orang untuk melacak Tang Zhenghao, mereka secara tidak sengaja menemukan transaksi geng itu. Orang-orangku hampir semuanya terbunuh di sana." "Transaksi?" Su Qianci mempunyai sebuah firasat buruk. "Narkoba?" Li Sicheng menatap Su Qianci, dan mata pria itu menjadi lebih gelap saat dirinya mengangguk dengan lembut. "Ya. Jadi, kali ini Tang Zhenghao kembali dari San Francisco, dia pasti akan membawa uang tunai atau narkoba. Aku telah mengatur orang-orang untuk menunggu Tang Zhenghao. Selama pria itu memasuki wilayah China, dia akan dikepung. Pada saat itu, Tang Zhenghao dan orang-orang keluarga Liu akan ditangani, sekali dan untuk selamanya." Su Qianci merasa sedikit terkejut. Li Sicheng selalu bersikap tenang ketika berhadapan dengan musuh-musuhnya. Selama mereka masih menjadi sebuah ancaman, suaminya tidak akan pernah menoleransinya. Su Qianci tidak mengetahui apakah sifat suaminya ini suatu kelebihan atau kekurangan, dan dirinya sendiri merasa terganggu dengan kekhawatiran yang tak dapat dikatakan. Sepertinya Li Sicheng bisa membaca pikiran Su Qianci. Dengan lembut memeluk istrinya, pria itu berbisik, "Aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Tidak akan ada yang kedua kalinya. Aku ingin anak-anak kita dilahirkan dan tumbuh besar dengan aman." "Berhati-hatilah. Aku selalu merasa bahwa hal ini tidak akan sesederhana itu." Su Qianci balas memeluk suaminya, menatap ke dalam matanya. Tang Zhenghao adalah seekor rubah tua. Sekarang dia tidak mempunyai apa-apa. Jika dia memutuskan untuk memulihkan keadaan, mereka benar-benar tidak bisa mengambil risiko. Chapter 496 - Memberinya Pesta Pernikahan Impian Yang Paling Indah "Tidak masalah. Bahkan jika kita tidak bisa mendapatkan bukti kejahatan Tang Zhenghao, utang pria itu akan cukup untuk membuatnya menderita. Untuk menggelapkan uang sebanyak itu, dia akan menghabiskan setidaknya sepuluh tahun atau lebih di penjara. Dan ketika dia keluar, dia sudah menjadi seorang pria tua." Li Sicheng menempelkan dahinya pada dahi istrinya dan berbisik dengan lembut, "Apakah menurutmu lelakimu tidak lebih kuat dari seorang pria tua?" Su Qianci tidak bisa tersenyum sama sekali. Dia dengan lembut mendorong suaminya dan berkata, "Berhati-hatilah dengan Tang Mengying dan Tang Zhenghao, terutama Tang Mengying. Aku pikir itu aneh karena dia tiba-tiba sakit jiwa." Li Sicheng juga sudah memikirkan kemungkinan ini. Tetapi pada saat ini, ketika dia mendengar Su Qianci mengatakan hal itu, dia merasa sangat takjub. Sambil menyentuh rambut istrinya, dia berkata, "Nyonya Li menjadi semakin pandai." "Hei, aku selalu pandai." "Apa itu benar? Bagian yang mana? Biarkan aku melihatnya." Li Sicheng kemudian mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Su Qianci. "Di sini? Di sini? Atau di sini?" Tangan besarnya bergerak ke bawah, menyentuh leher dan dada istrinya. Su Qianci tersipu dan memukul tangan suaminya. "Hentikan! Berkemaslah dan pergi ke rumah tua!" "Baiklah. Ayo kembali ke rumah tua untuk tidur." "Kamu mengerikan ¡­." "Aku hanya bilang tidur. Apa yang kamu pikirkan?" ¡­. Setelah mengirim Su Qianci kembali ke rumah tua itu untuk beristirahat, Li Sicheng tidak beristirahat bersama istrinya, tetapi menghubungi seseorang di San Francisco. "Bagaimana keadaannya?" "Tang Zhenghao sudah naik ke dalam pesawat. Akan tiba pukul 7:00 besok pagi. Nomor penerbangannya adalah Maskapai Penerbangan Kotaraja 3556 ¡­." Sebelum orang itu menyelesaikan kalimatnya, Li Sicheng mendengar sebuah suara sopan sang pramugari di sana. "Aku akan mematikan ponselnya sekarang dan menghubungimu kembali ketika aku mendarat." "Oke." Setelah menutup telepon, Li Shicheng menghubungi Cheng You, "Kirim bukti bahwa Tang Zhenghao menggelapkan dana publik dan melanggar kontraknya kepada Sheng Ximing. Hubungi pihak Sheng Feng dan beri tahu mereka tentang keberadaan Tang Zhenghao." "Bagus sekali." Li Sicheng menutup telepon, dan kemudian menghubungi Luo Zhan. "Awasi apakah Tang Zhenghao sudah muncul di Bandara Kingstown. Ketika kau mendapat kesempatan, atur perburuannya." "Oke." Li Sicheng juga memperkuat penjagaan terhadap Tang Mengying, hanya untuk berjaga-jaga. Keluarga Tang tidak memiliki siapa pun selain Tang Zhenghao. Tanpa Tang Zhenghao, keluarga Liu juga tidak akan menjadi apa-apa. Setelah Li Sicheng menyelesaikan masalah ini, pesta pernikahan itu harus dimasukkan dalam agendanya. Pria itu menyalakan komputer dan melihat rencana pesta yang dia rancang sendiri itu. Dia ingin membawa Su Qianci ke Irlandia dan memberi istrinya pesta pernikahan impian yang paling indah. Tentu saja, itu tak akan terlupakan. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci mengambil buku harian Tang Mengying dan duduk di tepi tempat tidur. Buku harian itu mencatat harapan-harapan Tang Mengying untuk bayinya selama tiga bulan pertama. Kata-katanya dipenuhi dengan rasa cinta dan harapan seorang ibu. Tetapi setelah lebih dari tiga bulan, catatan itu berhenti dan tidak ada apa pun di halaman selanjutnya. Apakah wanita itu dikurung oleh Li Sicheng setelahnya? Atau, apakah dia sudah mengetahui jika anak itu bukan anak Li Sicheng? Su Qianci merasa bahwa Tang Mengying menyedihkan. Dia membalik-balik halaman buku itu dan sebuah halaman terbuka secara acak. Mudah untuk mengatakan bahwa halaman ini sering digunakan, karena terdapat sebuah celah yang terlihat jelas, yang membuat bukunya terbuka seperti ini. Pada halaman ini, sebuah simbol tergambar, menunjukkan gambar sebuah nyala api berbentuk kepala seekor serigala, dengan sebuah bintang di bagian tengahnya. Garis-garis yang jelas digambar dengan sebuah pena berwarna. Simbol apa ¡­ apakah ini? Chapter 497 - Sekarang, Aku Adalah Kekasih Cheng You Li Sicheng tidak pulang sepanjang malam. Ketika Su Qianci sedang setengah tertidur di pagi harinya, dia menemukan bahwa suaminya tidak pulang. Ketika dia menghubungi Li Sicheng, nomornya sibuk. Melihat ke luar jendela, langit mulai terang. Angin bertiup sedikit kencang, membuat sebuah suara melengking melalui kaca jendela. Su Qianci jarang bangun sepagi ini. Setelah mandi, dia pergi keluar menuju ke ruang keluarga. Ini adalah pertama kalinya Li Jinnan bertemu kakak iparnya sepagi ini. "Hei, Su Qianci, kau bangun pagi sekali?" "Ya." Su Qianci menekan nomor ponsel Li Sicheng lagi. Li Jinnan mendekati wanita itu dan bertanya, "Menghubungi kakakku?" "Ya, kakakmu tidak pulang tadi malam, dan tidak ada yang menjawab teleponnya." "Dia mungkin sibuk dengan pekerjaannya. Jangan khawatir, kakakku tidak akan membuat masalah." Li Jinnan membuka sebotol Coke. "Para lelaki di keluarga kami sangat disiplin." "Aku tidak khawatir tentang itu. Ada hal lain." Tidak dapat menghubungi suaminya lagi, Su Qianci bahkan menjadi semakin panik. Dia menghubungi Cheng You. Setelah beberapa saat, teleponnya diangkat, tetapi yang terdengar suara seorang laki-laki. Dia memeriksa jam dan sudah pukul enam pagi. Nomor ponsel itu memang nomor ponsel Cheng You. "Halo? Aku mencari Cheng You ¡­." "Dia sedang tidur." Suara pria itu terdengar sedikit serak. Dia menambahkan, "Aku Rong Rui." "Oh, tidak apa-apa. Biarkan dia tidur." "Selamat tinggal." Tapi Su Qianci memikirkan tentang sesuatu lagi dan berteriak, "Tunggu!" "Apakah ada sesuatu yang lain?" Suara Rong Rui terdengar sedikit mengantuk. Dia menjaga agar suaranya tetap pelan. Jelas terlihat, dia masih berada di dalam kamar itu. "Seharusnya tidak ada hubungan antara kau dan Tang Mengying, kan? Kau tidak akan membantu Tang Mengying atau keluarga Tang kelak, kan?" Setelah sekitar tiga atau empat detik, Rong Rui berkata, "Secara teknis, kau adalah sepupuku. Aku telah menyakitimu sebelumnya, dan aku minta maaf untuk itu. Semuanya sudah berakhir antara aku dan wanita itu. Jika kau membutuhkan bantuan, kau bisa memintanya padaku. Sekarang, aku adalah kekasih Cheng You." "Dasar tak tahu malu, siapa yang kekasihmu!" Terdengar suara Cheng You yang terdengar sedikit teredam. Wanita itu jelas masih berada di bawah selimut. Rong Rui tertawa kecil dan berkata, "Jika tidak ada yang lain, aku akan menutup teleponnya sekarang. Selamat tinggal, sepupu." Mendengar jawaban tegas Rong Rui, Su Qianci merasa tenang. Namun, selama dirinya tidak dapat menemukan keberadaan Li Sicheng, dia tidak bisa merasa tenang. Karena tidak ada gunanya menghubungi Cheng You, bagaimana dengan Luo Zhan? Su Qianci mencoba dan menelepon Luo Zhan dan tidak berharap bahwa teleponnya akan diangkat dengan begitu cepat. Suara pria itu terdengar sangat jelas. "Hei, Su Qianci?" "Luo Zhan, apakah kau tahu di mana suamiku berada?" "Aku tidak tahu, tapi dia pasti masih sibuk saat ini. Dia akan segera pulang. Jangan tunggu dia, tidur dulu saja." Luo Zhan mengucapkan kata-kata itu seolah-olah dia telah menghafalnya. Pada akhirnya, dia menambahkan, "Li Sicheng mengatakan kepadaku untuk mengatakan hal itu dan memintamu agar jangan khawatir. Lindungi dirimu dan anak-anakmu." "Bagaimana situasinya?" Sebuah suara lain yang dikenalnya terdengar. Itu adalah suara Lu Yihan. Luo Zhan menatap Lu Yihan, kedua tangannya masih sibuk dengan kibor. "Oke." "Apakah kau ingin makan sesuatu?" "Ya, aku mau sebuah roti lapis, terima kasih, Bibi Lu." Su Qianci tercengang. Sejak kapan mereka tinggal bersama? Lu Yihan benar-benar membuatkan sarapan untuk Luo Zhan? Sepertinya Luo Zhan baru menyadari bahwa dirinya masih menelepon. Dia segera menutup teleponnya. Chapter 498 - Aku Merasa Akan Ada Sesuatu Yang Tidak Beres Sambil memegang ponselnya, Su Qianci menatap Li Jinnan dan bertanya, "Apa sih yang sedang dilakukan kakakmu?" Untuk beberapa alasan, dirinya merasa sangat cemas. Li Jinnan bisa mengatakan bahwa kakak iparnya merasa sangat khawatir. Ketika memeriksa ponselnya, dia berkata, "Hari ini adalah hari Sabtu, jika kau tidak kuliah, kenapa kau tidak kembali tidur? Ketika kakakku pulang, aku akan meminta dia untuk membangunkanmu." "Aku tidak bisa tidur. Aku punya firasat kalau akan ada sesuatu yang tidak beres. Bisakah kau mengantarku untuk mencari kakakmu?" Li Jinnan terkekeh-kekeh. Dia berkata, "Bukankah kau baru saja menghubungi Luo Zhan? Karena Li Sicheng telah mengatur segalanya, tidak ada yang akan terjadi. Aku percaya pada kemampuan kakakku." "Aku juga, tapi ¡­." "Jangan memikirkan hal itu. Jika kakakku tahu bahwa kau berpikir seperti ini, dia tidak akan senang." Sekarang awal musim semi, dan cuaca masih sangat dingin. Dengan mengenakan sebuah kemeja hitam pas badan, Li Jinnan meminum sebotol Coke dingin. Ekspresi wajah adik iparnya itu sepertinya mengatakan bahwa Su Qianci seharusnya tidak perlu merasa sekhawatir itu. Su Qianci mengerutkan bibirnya dan berjalan kembali ke kamar tidur dengan ponselnya. Melihat bahwa Su Qianci sudah tidak ada, ekspresi wajah Li Jinnan berangsur-angsur berubah. Sambil memegang alat komunikasi jarak jauh yang dia sembunyikan di telapak tangannya, dia berbisik, "Pulanglah lebih awal setelah menyelesaikan masalahnya. Istrimu mengkhawatirkan dirimu." Bandara Kotaraja -- Sebuah mobil sport Porsche kuning yang mewah telah terparkir selama beberapa menit di dekat gedung bandara. Seorang pria mengenakan pakaian hitam, kacamata hitam, dan sebuah topi menatap ke arah pintu masuk ke bandara. Di kursi belakang Porsche, Li Sicheng sedang mengirim dokumen-dokumen terakhir dengan ponselnya, menekan headset-nya, dan berkata, "Mengerti. Katakan pada istriku jangan mengkhawatirkan aku. Aku akan segera kembali." "Bukankah itu hanyalah Tang Zhenghao? Bisakah dia menumbuhkan sepasang sayap dan terbang? Kenapa kau harus mengawasinya sendiri?" "Aku tidak bisa tenang sampai aku menyingkirkan Tang Zhenghao. Tujuan pria itu kemarin sudah jelas. Dia ingin melakukan sesuatu pada Su Qianci. Aku tidak ingin memberi Tang Zhenghao kesempatan apa pun, dan aku tidak ingin istriku mengalami kecelakaan. Awasi Su Qianci. Yang terbaik adalah jangan biarkan istriku sendirian di kamar. Kau bisa memanggil kakak iparmu ke ruang keluarga untuk mengobrol. Aku akan menyerahkannya padamu, Li Jinnan." Ketika Li Sicheng selesai berbicara, dia tiba-tiba melihat seseorang berlari keluar dari bandara sambil membawa sebuah tas, diikuti oleh beberapa orang berpakaian hitam. Orang yang dikejar itu sedikit gemuk, mengenakan jas, topi, kacamata hitam, dan masker. Menilai dari sosoknya, itu persis seperti Tang Zhenghao. "Aku harus pergi. Jaga istriku," kata Li Sicheng dan mendesak sopir di depannya itu, "Kejar!" Porsche kuning itu mulai bergerak, suara mesinnya terdengar luar biasa. Tang Zhenghao segera menoleh, merasa kaget, melarikan diri, dan dengan cepat pergi ke jalan raya. Seorang petugas patroli di dekat pria itu melihatnya dan dengan segera berteriak, "Apa yang kau lakukan!" Salah satu orang yang mengejar Tang Zhenghao mengeluarkan lencananya dan berteriak, "Polisi. Dia adalah seorang buronan. Tangkap dia!" Pria itu berlari ke depan dan menoleh ke belakang. Karena itu adalah hari yang berangin, topinya terbang tertiup angin, memperlihatkan rambut abu-abunya. Li Sicheng merasa semakin yakin bahwa pria ini adalah Tang Zhenghao! Porsche kuning itu melintas dengan suara yang keras, berhenti di depan pria itu. Pria itu segera berhenti. Karena tidak ada tempat untuk melarikan diri, dia ingin memanjat pagar. Mereka yang berada di belakang pria itu dengan cepat bergegas mengejarnya. Salah satu petugas melumpuhkannya dan segera memborgolnya. Melihat hal ini, banyak orang yang merasa lega. Akan tetapi, setelah melepas topi, masker, dan kacamata hitamnya, mereka menemukan bahwa pria itu sama sekali tidak terlihat mirip dengan Tang Zhenghao. Kamuflase 1 ! Li Sicheng meledak dengan murka. Dia tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah pintu masuk ke bandara. Ada sebuah sosok yang agak gemuk, dengan seluruh tubuhnya yang dibungkus seperti dumpling nasi. Sambil menutupi wajahnya, orang itu berjalan dengan sangat cepat. Saat menatap orang itu, Li Sicheng berteriak dengan keras, "Itu dia. Tangkap dia!" Perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali; penyamaran; pengelabuan. Chapter 499 - Jika Dia Mengetahuinya, Dia Akan Merasa Sangat Khawatir Porsche kuning itu berbelok dengan tajam dan bergegas menghampiri orang itu dengan suara mesinnya yang indah. Tang Zhenghao, yang merupakan penjahat sesungguhnya, berjalan lebih cepat dan berlari dengan liar. Dia bergegas ke depan dan memanjat pagar. Porsche kuning itu berhenti, dan Li Sicheng segera keluar dan mengejar Tang Zhenghao. Meskipun Li Sicheng sudah tidak mengikuti pelatihan militer selama bertahun-tahun, Li Sicheng masih memiliki dasar-dasarnya dan berlari secepat polisi di belakang pria itu. Tang Zhenghao menyaksikan Li Shicheng semakin mendekat, dan menjadi panik. Akhirnya dia menggertakkan giginya. Dia siap untuk mati-matian melawan Li Sicheng. Angin kencang berembus, diikuti oleh suara ban yang bergesekan dengan permukaan jalan. "Masuk!" Terdengar sebuah suara wanita yang sengaja direndahkan memanggil, tetapi Li Sicheng merasa bahwa suara itu sedikit familier. Wanita itu mengenakan sebuah topi rajut hitam dengan rambut ikal panjang. Sepasang kacamata hitam besar menutupi sebagian wajahnya. Tang Zhenghao melihat aksi penyelamatan itu dan akhirnya menghela napas lega. Dia membuka pintu belakang mobil dan duduk. Tepat ketika pintu mobil akan ditutup, Li Sicheng memegang pintu itu dengan tangannya yang besar, terengah-engah dan mengulurkan tangan untuk menyeret Tang Zhenghao keluar. Tang Zhenghao ketakutan dan berteriak sambil memegang tangan Li Sicheng, "Jalan, mengemudilah dengan cepat!" Mobil itu dengan cepat mulai bergerak. Meskipun Li Sicheng terseret oleh mobil itu, tangannya yang sedang memegang pintu mobil masih sangat stabil. Mendorong dirinya ke atas, Li Sicheng sebenarnya ingin masuk ke dalam mobil! "Dasar b*doh!" Wanita di kursi depan itu berbisik. Li Sicheng mendongak dan melihat seorang pria dan seorang wanita duduk di depan. Pengemudi mobil itu adalah seorang pria yang sepertinya sangat tinggi, mengenakan sebuah topi hijau militer dan masker dan hanya menunjukkan sepasang matanya. Pria itu menatap Li Sicheng melalui kaca spion. Hanya sekilas, dan kemudian, Li Sicheng mendengar suara sebuah pistol yang diisi pelurunya. Terkejut, Li Sicheng mengambil kesempatan untuk melepaskan pegangannya. Mobil itu melaju sangat cepat sehingga dia kehilangan keseimbangan dan terlempar keluar. "Tuan!" Sopirnya menepi dan berlari ke arahnya. Li Sicheng terjatuh dan berguling-guling di tanah. Mendongak, dia melihat mobil hitam itu sudah pergi jauh. "Apakah Anda baik-baik saja?" Zhou Chen bertanya, membantu majikannya berdiri. Li Sicheng membersihkan dirinya dan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada yang serius." "Wajah Anda, dan tangan Anda ¡­. Jika Nyonya mengetahui kejadian ini, dia akan merasa sangat khawatir." Li Sicheng merasakan sakit yang serasa membakar di tubuhnya. Terutama di pipi kiri, itu benar-benar terasa terbakar. Kedua telapak tangannya juga tergores. Pakaiannya berlubang dan berlumuran lumpur. Tetapi pada saat itu, Li Sicheng tidak memedulikan dirinya sendiri. Melihat mobil hitam yang sudah jauh itu, dia menghafal pelat nomor mobil itu tanpa suara, mengulurkan tangan untuk mengambil ponsel di sakunya, dan mendapati bahwa ponselnya mati. "Berikan ponselmu padaku." Li Sicheng mengulurkan tangannya, telapak tangannya robek, tertutupi cairan berwarna kuning dan merah. Zhou Chen dengan cepat mengeluarkan ponselnya. Li Sicheng memasukkan pelat nomor mobil itu, "Minta Luo Zhan untuk memeriksa pelat nomornya dan semua rute mengemudi mobil hari ini. Awasi mereka. Mereka memiliki seorang buronan pengedar narkoba dan sebuah pistol." Zhou Chen menjadi serius. "Baik!" Li Sicheng kembali ke mobil, menarik napas. Melihat betapa buruknya penampilan dirinya, dia berkata, "Kembalilah ke kantor dan biarkan aku berganti baju sebelum pulang. Aku tampak mengerikan." "Ha ¡­." "Apa yang kau tertawakan?" Chapter 500 - Aku Harus Memperingatkanmu Sebagai Seorang Saudara: Jangan Melakukan Hal Bodoh .... "Bukankah ada lebih banyak orang di kantor? Semua orang seharusnya bekerja pada waktu seperti ini." "Hari ini hari Sabtu. Cepat, istriku sedang menungguku." "Oh, benar, kenapa terburu-buru? Saya berbalik arah sekarang. Tapi yang terbaik adalah pergi ke rumah sakit, lihat wajah Anda ¡­." Li Sicheng menatap kaca spion dan melihat sebuah goresan di pipi kirinya selebar setidaknya tiga jari. Darah mengalir keluar dan sepotong kulit masih menempel. Ya, itu benar-benar jelek. "Oke, ayo pergi ke rumah sakit." "Mengerti." Li Sicheng pergi ke rumah sakit dan mengobati lukanya sebelum pergi ke ruang ganti di kantor untuk mengganti pakaian. Tepat ketika dia sedang berganti pakaian, Li Sicheng menemukan bahwa terdapat banyak memar di tubuhnya. Tidak heran itu serasa terbakar di mana-mana. Sial, dia pikir dirinya bisa bermesraan dengan istrinya setelah trimester pertama. Sekarang dia bahkan tidak berani melepas pakaiannya. Jika Su Qianci melihat tubuhnya, istrinya akan merasa sangat khawatir. Li Sicheng tiba-tiba merasa bahwa dia seharusnya tidak datang kali ini. Tang Zhenghao sedang menjadi seorang buronan. Dan sekarang dirinya bahkan tidak bisa menyentuh istrinya ¡­. Akan tetapi, justru kali ini Li Sicheng semakin menegaskan dugaannya yang semula. Di belakang Tang Zhenghao, ada sebuah geng perdagangan narkoba. Pria yang merupakan salah satu dari dua orang yang duduk di depan seharusnya adalah penjahat yang menyandera Su Qianci di gerbang Kota Bintang saat terakhir kali, dan wanita itu tidak diragukan lagi adalah kaki tangan yang menyelamatkan pria itu. Alhasil, sepertinya bahkan lebih sulit untuk berurusan dengan Tang Zhenghao. Geng perdagangan narkoba ini seperti sebuah dinding besi dan baja. Polisi-polisi itu tidak mendapatkan hasil apa pun setelah melakukan berbagai upaya. Bagaimana bisa dirinya, seorang pengusaha, melawan mereka? Kecuali ¡­ dia juga menjadi bagian dari geng itu? Dia berganti pakaian dengan semakin lambat, ketika berbagai pikiran muncul dalam benaknya, sepertinya ide itu dapat dilaksanakan. Tapi ¡­ jika kakek mengetahuinya, kakek akan merasa sangat kesal sehingga Li Sicheng akan berakhir di rumah sakit. Haruskah dirinya menunggu hingga sebuah kecelakaan terjadi? Setelah menyalakan ponselnya, Li Sicheng menerima sebuah telepon dari Luo Zhan. "Tidak ada pelat nomor seperti itu sama sekali, jadi pelat nomor itu palsu." Luo Zhan menegaskannya. Li Sicheng sangat memercayai Luo Zhan. Jika pria itu mengatakan pelat nomor itu palsu, maka itu pastilah tidak asli. Geng narkoba itu sangat berhati-hati. Tidak heran polisi tidak bisa menangkap mereka. Li Sicheng memicingkan matanya, saat dia menyuarakan pikirannya, "Tanpa memasuki sarang harimau, kau tidak akan mendapatkan bayi harimau." Mendengar kata-kata Li Sicheng, Luo Zhan merasakan adanya sebuah bahaya. "Hei, apa yang ingin kau lakukan?" "Tidak ada, kau tidak tidur nyenyak semalam, kan? Pergilah tidur, aku akan menghubungimu ketika ada perkembangan." "Hei, aku harus memperingatkanmu sebagai seorang saudara: Jangan melakukan hal bodoh ¡­." Li Sicheng menutup telepon tanpa menunggu Luo Zhan menyelesaikan perkataannya. Mengancingkan kancing mansetnya, dia mengambil jaketnya, mengenakannya, dan dengan segera meninggalkan kantor. Ketika dirinya tiba di rumah tua itu, Li Sicheng melihat cara Su Qianci berdiri di pintu dan melihat ke sekeliling. Melihat mobil Li Sicheng datang, Su Qianci berlari keluar dari rumah dan menyambut suaminya, mengulurkan tangan dan menggedor kaca jendela mobil. Li Sicheng terbatuk sedikit, merasa bersalah. Melihat ke kaca spion, dia memastikan bahwa wajahnya tidak terlihat terlalu buruk sebelum membuka pintu mobil. Zhou Chen tertawa terbahak-bahak. "Nyonya, Tuan kalah berkelahi dan ditendang bokongnya. Anda harus menjinakkan Tuan di masa yang akan datang." "Enyahlah!" Li Sicheng menutup pintu mobil dengan marah. Zhou Chen pergi untuk memarkir mobilnya, tertawa. Su Qianci melihat wajah Li Sicheng, lalu menatap tangan suaminya. Sambil mengerutkan bibirnya, Su Qianci memeluk pinggang Li Sicheng dan berbisik, "Kamu membuatku takut. Kenapa kamu tidak menjawab telepon?" Chapter 501 - Kakak, Jaga Sikapmu. Istrimu Berada Di Kamar Sebelah Li Sicheng juga memar di pinggangnya, yang terasa terbakar saat Su Qianci memeluknya. Dia berpura-pura tenang, berbisik, "Ponselku mati." "Apa yang terjadi denganmu?" "Aku terpeleset." "Jatuh dengan wajahmu terlebih dulu?" Su Qianci menatap luka gores yang tiba-tiba muncul di wajah Li Sicheng yang tanpa cela itu, merasa sedih. Dia mengulurkan tangannya dan dengan lembut membelai wajah suaminya. "Apakah itu terasa sakit? Aku akan mengobati lukamu." "Aku sudah pergi ke rumah sakit untuk mengobatinya. Tidak masalah." Su Qianci melihat telapak tangan Li Sicheng yang semuanya terluka, berdarah dengan kulit yang terkelupas. Ada beberapa goresan yang diakibatkan oleh pasir juga. Itu pasti terasa sakit. Hatinya pun terasa sakit, menarik lengan baju suaminya dan berjalan masuk ke dalam rumah. Li Jinnan sedang duduk di sofa, bermain dengan sebuah miniatur mobil. Pria itu melihat siapa yang ditarik masuk oleh Su Qianci dan menyeringai. "Sampai semuanya berakhir, ambisi tidak pernah mati." Su Qianci berhenti sejenak dan menatap Li Sicheng. "Lagipula apa yang kamu lakukan sih?" Tuhan tahu bahwa dirinya merasa khawatir sepanjang pagi. Jantungnya hampir copot. Luo Zhan tidak mengatakan apa pun, dan Li Jinnan menolak untuk mengatakan sepatah kata pun. Su Qianci berpikir bahwa Li Jinnan pasti tidak mengetahuinya, tetapi sekarang, sudah jelas bahwa mereka sedang bersekongkol dengan suaminya! "Tidak ada. Jangan khawatir. Bukankah aku baik-baik saja?" Li Sicheng dengan lembut mencubit telapak tangan istrinya. Suaranya pelan. Su Qianci menatap suaminya dengan marah dan mencengkeram telapak tangan Li Sicheng dengan kuat. Perasaan sakit yang luar biasa segera membuat pria itu terkesiap. "Hei!" Su Qianci mendorong Li Sicheng dengan keras dan terlihat marah. Kemudian wanita itu berbalik dan masuk ke dalam kamar, membanting pintu dengan keras. Li Sicheng sedikit tidak berdaya, melihat darah yang mengalir keluar dari telapak tangannya. "Kau sangat pantas mendapatkannya." Li Jinnan bahkan tidak bersimpati sedikit pun. Sambil melempar miniatur mobil itu, dia berbisik, "Bagaimana situasinya?" "Ayo pergi ke kamarmu. Bawa kotak pertolongan pertama." Li Jinnan tidak bisa menahan senyumnya. Dia mengambil kotak pertolongan pertama itu dan membawanya ke kamarnya. Kamarnya terlihat seperti kamar seorang prajurit. Selimutnya tersusun dengan rapi bak setumpuk tahu. Dua buah senapan angin untuk berburu digantung di dinding, saling silang, di sebelah emblem 1 nasional, bendera nasional, dan sebuah koleksi foto-foto berukuran besar. Ketika Li Sicheng memasuki pintu itu, dia mulai membuka pakaiannya. Li Jinnan mundur selangkah dan menatap kakaknya dengan ngeri. "Kakak, jaga sikapmu. Istrimu berada di kamar sebelah." Li Sicheng menatap adiknya dengan dingin dan melemparkan jaket ke wajah Li Jinnan. "Tutup pintunya." Lalu dia menarik kemejanya ke atas, memperlihatkan kulitnya yang bernoda darah. "Hei." Li Jinnan mengerutkan kening dan mengeluarkan salep. "Bagaimana kau mendapatkannya? Tidak heran kau tidak berani kembali ke kamar bersama istrimu." Li Sicheng memberi tahu adiknya kejadian yang sebenarnya, dugaan dan keputusannya. Li Jinnan menekankan jarinya dengan kuat pada luka kakaknya. Li Sicheng menarik napas dalam-dalam, menoleh dan menggeram, "Apa yang sedang kau lakukan?" "Apa kau gila, berpikir untuk melakukan sesuatu seperti ini? Jika kakek dan ayah mengetahuinya, bukankah mereka akan mematahkan kakimu?" Li Sicheng juga sudah mengetahui betapa seriusnya masalah ini. Dia mendekat dan berbisik, "Itu adalah sebuah akting. Bagaimanapun juga, pengaruh Grup Li saat ini di Kotaraja dan negara adalah signifikan. Jika ¡­." "Jika kau dilaporkan, perusahaanmu akan hancur, bersama dengan keluarga kita. Pikirkanlah tentang istri dan anakmu." Rancangan atau lukisan yang mengandung makna tertentu; lambang; simbol. Chapter 502 - Dia Menunggumu Sepanjang Malam Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa. Memang, ini bukan sebuah strategi yang sempurna. Namun, apa yang harus dilakukan untuk melindungi keluarganya? Sekarang Li Sicheng pada dasarnya bisa menegaskan bahwa orang-orang yang mencoba membunuh Su Qianci terakhir kali di ibu kota adalah dua orang yang ditemuinya hari ini. Bahkan dia merasa bahwa suara wanita itu agak familier. Tetapi kenapa dia tidak bisa memikirkan siapa orang itu? Alasan mengapa mereka mencoba membunuh istrinya sepertinya karena Su Qianci telah melihat atau mengingat penampilan mereka. Mereka berpikir bahwa Su Qianci adalah sebuah risiko, jadi ¡­. Tapi siapakah itu? Ibu kota ¡­ Kotaraja ¡­. Li Sicheng dengan segera memikirkan seseorang, mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Rong Haiyue. Setelah ponselnya berdering sejenak, telepon itu diangkat. Di sisi lain, terdengar sebuah suara teriakan yang bersahut-sahutan, serta suara para prajurit yang sedang berparade. "Li Sicheng?" Orang itu terdengar terkejut. "Ya, Tuan Rong." Mendengar kata-kata itu, mata Rong Haiyue meredup, tetapi dia dengan cepat tertawa lagi. "Apakah ada sesuatu yang tidak beres?" "Anda sedang berada di ibu kota?" "Ya, sedang menyaksikan prajurit baru yang sedang dilatih." "Maaf, di mana putri Anda sekarang?" "Bukankah dia bersamamu?" Rong Haiyue berkata tanpa sadar, tetapi dia dengan cepat bereaksi. "Maksudmu Anna?" "Ya." "Dia pergi untuk mengadakan sebuah tur ke Inggris beberapa hari yang lalu dengan Bo Xiao, dan akan memakan waktu lebih dari seminggu bagi mereka untuk kembali." "Tur?" "Ya, dia dan Bo Xiao sama-sama belajar musik. Mereka telah membentuk sebuah kelompok musik, yang menjadi cukup terkenal. Lihat, sebuah tur lagi." "Kapan mereka berangkat?" "Pesawatnya lepas landas sehari sebelum kemarin, sekitar pukul lima atau enam. Kenapa kau menanyakan ini?" "Ingat apa yang terjadi di hotel terakhir kali kami pergi ke ibu kota?" Bagaimana aku bisa lupa? Sepasang mata elang Rong Haiyue menjadi tajam. Dia bertanya, "Apakah kau mencurigai Anna?" "Kejadian itu masih diselidiki, tetapi kemungkinan ini tidak bisa dikesampingkan." "Tidak mungkin, dia tidak punya ¡­." Rong Haiyue awalnya ingin mengatakan bahwa Rong Anna tidak punya motif. Tetapi pada akhirnya, gadis itu adalah putri yang dibesarkan oleh dirinya, jadi dia mengenal putrinya dengan baik. Jika Rong Anna mengetahui bahwa Su Qianci adalah putri Rong Haiyue, gadis itu mungkin akan menjadi tidak bersahabat. Tetapi permusuhan ini tentulah tidak menyebabkan sebuah pembunuhan. Rong Haiyue merenungkan hal ini dan berkata, "Anna tidak tahu bahwa Qianqian adalah putriku. Aku tidak memberitahunya." "Itu bukan hanyalah untuk masalah ini saja," sela Li Sicheng, tetapi dirinya tidak siap untuk menjelaskan. "Sekarang aku tidak punya bukti, tapi demi keselamatan Qianci, aku harap Anda bisa merahasiakannya. Jangan beri tahu tentang kecurigaanku ini pada putrimu yang satu lagi." "Tentu saja, aku akan pergi ke Kotaraja minggu depan, dan kita bisa membicarakannya secara langsung." "Baiklah. Sampai bertemu nanti." "Sampai jumpa." Menutup telepon, Li Sicheng memikirkan tentang Bo Xiao, yang telah ditemuinya di pintu masuk rumah keluarga Rong. Tinggi badan yang sama, walaupun gaya berpakaiannya tidak sama, tetapi bentuk tubuhnya ¡­ dan khususnya, terakhir kali Su Qianci hanya menatap pria itu sekilas sebelum diserang pada sore itu. Banyak hal yang jelas tidak berhubungan satu sama lain, tetapi ketika dihubungkan, semua itu menjadi sangat jelas. Li Sicheng semakin mencurigai Rong Anna dan Bo Xiao, tetapi bagaimana dengan buktinya? Tanpa bukti, semuanya hanyalah omong kosong. Tatapan mata Li Jinnan pada Li Sicheng menjadi semakin dalam. Pada akhirnya, pria itu bahkan terlihat kejam. Hatinya bergetar, Li Jinnan berteriak, "Kakak, apakah kau yakin tidak ingin membujuk istrimu? Dia menunggumu sepanjang malam dan sepanjang pagi." Chapter 503 - Itu Terasa Berat Bagiku Li Sicheng secara perlahan-lahan menjadi tenang, mengenakan kembali pakaiannya, dan membuka pintu untuk kembali ke kamarnya. Begitu dia memasuki kamar, dia melihat sesesuatu yang menyembul di tempat tidur. Menghampiri, dia dengan lembut mengangkat selimut, dan sekilas, dia melihat kepala kecil Su Qianci dengan rambutnya yang berantakan. Istrinya membuka matanya yang kemerahan dan sembap. Dia mengangkat istrinya untuk duduk dan berbisik, "Ada apa?" Su Qianci mengabaikan Li Sicheng, menjentikkan tangan suaminya, dan berbaring. Li Sicheng melepas sepatunya dan bergabung dengan Su Qianci di bawah selimut. Berpura-pura bodoh, dia berkata, "Apakah ada harta karun di dalam sana, ya?" Dia merangkak ke dalam, tiba-tiba memeluk istrinya, dan menatap wajahnya. Dia terdengar sangat terkejut bercampur senang. "Benar-benar sebuah harta karun. Sangat berharga." Su Qianci pun tergelak, tetapi dengan sengaja memasang sebuah raut wajah tegas dan mendorong suaminya. "Pergi sana." "Aku masih ingin melihat harta karunnya. Aku tidak akan pergi." Li Sicheng dengan sengaja bergerak ke arah istrinya dan memeluknya dengan erat. Su Qianci memutar tubuhnya, membalikkan badan, dan mengulurkan tangan untuk melepas pakaian suaminya. Li Sicheng menjadi sedikit kaku, memegang tangan istrinya, dan berkata, "Aku belum mandi." Su Qianci mengabaikannya. Menggeliat membebaskan diri, dia melepas jaket suaminya. Li Sicheng tidak bisa meyakinkan istrinya, hanya berbaring, dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Dia berbisik, "Bagaimana kalau kita tidur? Aku tidak tidur tadi malam." "Biarkan aku melihatnya," Su Qianci menangis. "Bagaimana cederanya? Kenapa kamu tidak berani menunjukkannya kepadaku?" Mengetahui bahwa dirinya tidak bisa merahasiakan lukanya, Li Sicheng berbisik, "Ini hanyalah sebuah goresan kecil. Tidak apa-apa." "Bangunlah, biarkan aku melihatnya." Li Sicheng merasa tidak tahan saat melihat istrinya menangis. Dia harus duduk dan melepas pakaiannya. Su Qianci melihat luka goresan merah di sekujur tubuhnya. Beberapa di antaranya bengkak dan berdarah, tetapi secara umum tidak serius. Akhirnya, dia menghela nafas lega. Dia mengulurkan tangan dan menekan kulit suaminya. Li Sicheng mengerutkan kening dan langsung menatap istrinya. "Kamu pantas mendapatkannya," Su Qianci tidak bersungguh-sungguh saat mengatakan hal itu. Lalu dia membaringkan suaminya. "Jangan mandi. Kamu baru saja diobati. Sekarang tidurlah." Karena Su Qianci telah melihat semuanya, Li Sicheng tidak lagi merasa takut. Menarik istrinya mendekat, dia membungkuk dan mencium wanita itu. Meskipun Su Qianci dicium secara tiba-tiba, dia sudah terbiasa dengan serangan suaminya. Sambil memeluk leher Li Sicheng, dia merespons dengan canggung. Li Sicheng agak terkejut bercampur senang dengan respons istrinya. Ciuman ringan itu menjadi lebih dalam dan semakin dalam, dan ujung lidahnya menyentuh bibir istrinya dan masuk semakin dalam. Perlahan-lahan, bibirnya bergerak ke dagu, leher, dan tulang selangka Su Qianci. Li Sicheng seperti seorang beriman yang taat, menyembah imannya. Hati Su Qianci melompat. Dan napasnya menjadi semakin cepat. Dia mengulurkan tangan dan mendorong suaminya. "Kamu masih ¡­." "Tidak ada cedera di bawah sana." Bibir Li Sicheng menempel di kulit istrinya, dan suaranya terdengar sedikit kabur. "Aku bisa melanjutkan." "Dasar mesum ¡­." Su Qianci tersipu malu. Dia mendorong istrinya ke atas. Suaranya pelan dan menawan. "Itulah aku, tapi hanya untukmu." Su Qianci memeluk leher suaminya lebih erat, menekuk jari-jari kaknya yang berwarna merah muda. "Akhirnya trimester pertama sudah berakhir. Itu terasa berat bagiku." "Ah ¡­ jangan menggigit di sana ¡­." "Ayo kita mulai." Chapter 504 - Bagaimana Jika Bayinya Dua Orang Anak Laki-laki? Li Sicheng tidak pernah menahan diri seperti yang dia lakukan hari ini, berhati-hati agar tidak menyakiti Su Qianci dan bayinya. Tapi bagaimanapun, tidak ada seks untuk dirinya selama beberapa hari. Ketika Li Sicheng semakin panas, dia mengabaikan rasa sakit di tangannya dan menjatuhkan diri ke tempat tidur dengan Su Qianci di dalam pelukannya. Li Sicheng memastikan bahwa dirinya tidak menyentuh perut istrinya. Bayi itu sekarang berusia lebih dari tiga bulan, membuat perut Su Qianci sudah terlihat buncit, yang mana terlihat lebih besar daripada ibu-ibu hamil lainnya. Li Sicheng menatap perut istrinya dan tidak bisa menahan diri untuk mengulurkan tangan dan menyentuh perut itu. Dia berkata, "Apakah mungkin benar-benar menjadi seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan?" "Aku tidak tahu." Su Qianci melihat ekspresi idiot suaminya, dan tersenyum. "Butuh waktu empat bulan sebelum kita bisa mengetahuinya, dan dokter tidak akan memberi tahu kita jenis kelaminnya, takut kalau kita memiliki keinginan untuk jenis kelamin tertentu." Li Sicheng memandangi perut Su Qianci dan tidak bisa menahan senyumnya. Akhirnya, berbaring di samping istrinya dan merengkuh Su Qianci ke dalam pelukannya, dia berbisik, "Aku berharap itu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, kalau tidak, dua orang anak perempuan juga hebat." "Apakah anak laki-laki membuatmu tidak senang?" "Anak laki-laki sulit diatur. Aku mendengar bahwa ibuku hampir menjadi gila, karena harus merawatku dan dua orang saudara laki-lakiku." Ketiga kakak beradik itu semuanya benar-benar nakal, dan Li Sicheng adalah anak yang paling pemberontak. Li Jinnan juga sama saja. Meskipun Li Beixing terlihat seperti seorang anak yang baik, pria itu sebenarnya dipenuhi oleh ide-ide buruk, bahkan lebih buruk daripada dua orang adik laki-lakinya. Berpikir tentang kemungkinan bahwa istrinya memiliki dua anak laki-laki, yang akan sama nakalnya dengan mereka, Li Sicheng merasa cukup ketakutan ¡­. "Jika kita benar-benar memiliki dua orang anak laki-laki, kamu harus tahan dengan mereka." Su Qianci meremas hidung suaminya. "Anak laki-laki dan perempuan sama saja." Ketika Li Sicheng hendak mengatakan sesuatu, Su Qianci mencubit mulut suaminya dan terlihat bangga. "Sekarang, tidurlah!" Li Sicheng benar-benar tertidur. Setelah terjaga sepanjang malam dalam suasana yang menegangkan, dia merasa sangat lelah. Li Sicheng tertidur dengan nyaman bersama istrinya. Ketika dirinya bangun, Su Qianci tidak mengetahui harus pergi ke mana. Dia melirik ke arah jam alarm kecil di sebelah tempat tidur dan menemukan bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam lewat. Li Sicheng menggosok-gosok kepalanya, mengambil ponsel di samping tempat tidur, dan melihat puluhan panggilan tidak terjawab. Begitu Li Sicheng memegang ponselnya, dan telepon dari Cheng You pun masuk. "Bos?" "Ya." Li Sicheng merespons dan menyakiti dirinya sendiri ketika dia meregangkan tubuhnya. Dia dengan cepat menurunkan tangannya kembali. "Tang Mengying melarikan diri. Pada pukul tiga sore, dia melukai perawatnya dan berpakaian seperti perawat itu." Li Sicheng mendengar berita itu, dan pandangan matanya yang kabur tiba-tiba menjadi tajam. "Bukankah aku memberitahumu untuk memperkuat penjagaan?" "Ya ¡­ saya sudah melakukannya, tapi ¡­." "Apakah dia tertangkap?" "Dia berhasil kabur ¡­. Seseorang di luar menjemputnya dan langsung membawanya masuk ke dalam mobil ¡­." "S*al!" Cheng You tidak berani berbicara. Li Sicheng sepertinya telah menenangkan dirinya sendiri lalu bertanya, "Bagaimana dengan Rong Rui?" "Rong Rui?" Bagaimana bisa kau tiba-tiba menyebut Rong Rui? "Sebaiknya tidak ada hubungannya dengan Rong Rui." Kalau tidak, Li Sicheng tidak akan memperhitungkan hubungan antara pria itu dan Cheng You! Cheng You mengetahui bahwa itu hal yang serius, menjadi waspada, dan dengan segera berkata, "Tidak, Rong Rui sudah memutuskan hubungannya dengan Tang Mengying. Tidak mungkin bagi Rong Rui untuk melakukan hal itu." Li Sicheng terdiam dan kemudian berkata, "Kalau begitu minta dia bekerja untuk Grup Li sebagai asistenmu. Kau akan menjadi atasan Rong Rui. Dia bisa mendapat gaji yang sama denganmu. Biarkan Rong Rui berpikir tentang hal itu." Chapter 505 - Senjata Menembak Burung Yang Paling Menonjol Cheng You merasa tidak nyaman. Dia telah bekerja keras selama tiga tahun sebelum dirinya mencapai posisi ini, Tuhan tahu berapa banyak "mayat" yang telah dilangkahinya. Jika Rong Rui bergabung, pria itu akan langsung menikmati gaji yang sama dengannya? Tidak! Itu sangat tidak adil! Cheng You terbatuk dengan pelan. "Bukankah ini sepertinya melanggar peraturan?" Li Sicheng tampaknya telah memahami apa yang dipikirkan asistennya dan berkata, "Bagaimana dengan dua kali lipat bonus akhir tahunmu?" "Baiklah, bos. Aku akan menyelesaikan tugasnya!" "Terima kasih." Untuk sekitar seminggu berikutnya, Li Sicheng sangat sibuk. Pertama, mengurus proyek antara Grup Li dan Australia. Kedua, mengurus akuisisi Grup Tang yang belum selesai. Fakta bahwa Tang Zhenghao belum ditemukan, tidak diragukan lagi telah menjadi sebuah kecemasan besar bagi Li Sicheng. Namun, perlu dicatat bahwa hanya dalam sembilan hari, geng-geng perdagangan narkoba itu telah dua kali ditindak. Nilai masing-masing lot zat yang disita mencapai beberapa juta yuan, berjumlah 10 juta yuan jika digabungkan. Melalui kejadian ini, hubungan kerja sama Grup Li dengan polisi menjadi semakin dekat. Weibo dan berita telah melaporkan ini juga, membuat lonjakan harga saham perusahaan Grup Li dalam periode waktu yang singkat ini. Namun, ketika perusahaan itu menjadi semakin terkenal, kekhawatiran di hati Su Qianci tidak berkurang, tetapi malah meningkat tajam. Hari ini adalah hari untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Li Sicheng bangun pagi-pagi dan pergi ke ruang kerjanya untuk bekerja. Kemudian sekitar pukul sembilan, dia kembali ke kamar. Dia berpikir bahwa akan sangat sulit untuk membangunkan Su Qianci. Tetapi ketika dia kembali ke kamar, istrinya sudah pergi ke kamar mandi untuk mandi. Perut Su Qianci mulai membesar secara signifikan, jauh lebih besar daripada perut wanita hamil empat bulan lainnya. Li Sicheng memandangi perut istrinya dan tidak bisa menahan diri untuk melengkungkan bibirnya. Dia berdiri untuk memeluk Su Qianci. Suaranya rendah, mengalun, dan lembut. "Pagi sekali hari ini?" Su Qianci berkata, "Bantu aku berganti baju. Sudah waktunya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan." "Ya, bagaimana dengan sebuah gaun? Yang ini longgar dan akan terlihat bagus." Li Sicheng mengambil sebuah gaun musim semi bermotif bunga. "Angkat lenganmu." Su Qianci mengikuti perintahnya, menatap suaminya dengan matanya yang berbentuk almond. Mengerjapkan matanya, wanita itu jelas mempunyai sesuatu untuk dikatakan. Li Sicheng pura-pura tidak menyadarinya, berkonsentrasi membantu istrinya mengenakan gaun itu. Dia akhirnya menarik ritsletingnya dan berkata, "Selesai." "Sayang." "Ya?" Pria itu mengambil mantel di sebelahnya dan mengenakannya pada istrinya, menjawab dengan asal-asalan. "Tidakkah kamu berpikir bahwa Grup Li terlalu terkenal sekarang? Adalah hal yang benar untuk membantu polisi dalam menindak geng kriminal. Tetapi sekarang semua orang tahu bahwa Grup Li telah bekerja sama dengan polisi. Apakah itu terlalu kentara? Geng itu pasti akan mengincar kita. " Seperti kata pepatah, senjata menembak burung yang paling menonjol. Baru-baru ini, Grup Li telah menerima terlalu banyak perhatian, dan Su Qianci merasa sangat khawatir. "Gadis bodoh, apakah kamu berpikir bahwa sebelum aku melakukan ini, geng kriminal itu tidak mengincar kita?" Li Sicheng tampak tak berdaya. "Ingat pengeras suara berbentuk badut itu? Benda itu adalah sebuah peringatan yang mereka kirim untuk kita. Tang Zhenghao memiliki hubungan dekat dengan mereka. Dapat dilihat selama ini bahwa Tang Zhenghao bukanlah kepala gengnya, atau setidaknya berada dalam kepemimpinan geng itu." Chapter 506 - Aku Berjanji Untuk Tidak Melawan Su Qianci berkedip dan tidak mengerti apa yang Li Sicheng maksud. "Aku menyakiti keluarga Tang seperti itu, jadi Tang Zhenghao tidak akan pernah menyerah untuk membalaskan dendamnya. Dan bahkan tanpa partisipasi Tang Zhenghao, geng narkoba itu sudah mengincar kita." Li Sicheng berhenti sejenak, dan tatapan matanya menjadi tajam. "Atau, mereka telah mengincarmu. Ingat tembakan di ibu kota terakhir kali?" Su Qianci menatap Li Sicheng, secara tak terduga merasa tenang, dan bertanya, "Apakah mereka bekerja bersama?" "Iya." Li Sicheng mengangguk. "Waspadalah terhadap Rong Anna dan Bo Xiao. Aku curiga bahwa orang yang menyanderamu sebelumnya adalah Bo Xiao." Su Qianci mendengar itu dan tidak tampak terkejut sama sekali. Jelas terlihat, wanita itu sudah memikirkan tentang kemungkinan ini. Li Sicheng menarik istrinya ke dalam pelukannya dan berbisik, "Kamu sudah menduganya?" "Ya, aku telah memikirkan kemungkinan ini. Mereka takut aku akan mengenali mereka, jadi ketika aku pergi ke ibu kota, mereka ingin membunuhku." Terlihat ada tanda persetujuan di mata Li Sicheng. Pria itu mengangguk dan berkata, "Aku sudah mengirim orang untuk menyelidiki mereka dan bahkan mengikuti mereka untuk sementara waktu, tetapi mereka sangat berhati-hati. Mereka selalu menghilang tepat di depan orang-orangku. Selama sembilan hari, aku belum menemukan bukti apapun. Musuh berada dalam kegelapan. Geng ini pastinya kapabel karena bisa melawan polisi untuk waktu yang begitu lama dan tetap aman dan terkendali." "Lebih baik mengambil inisiatif untuk menyerang daripada duduk diam." "Kita adalah sebuah perusahaan swasta. Semakin terkenal kita dan semakin baik reputasi kita, semakin penting kita bagi pihak berwenang. Digabungkan dengan pangkat kakek, ayah, serta kakak dan adikku, geng ini tidak akan berani menyentuh kita tidak peduli betapa beraninya mereka." Li Sicheng merasa sangat percaya diri, matanya bersinar. Wajah tampannya memancarkan kebanggaan seorang pemenang. "Ternyata menjadi seperti ini ¡­." Su Qianci sedikit tertegun, pada dasarnya mengerti apa yang suaminya maksud. Li Sicheng mengulurkan tangan dan membelai rambut istrinya. "Kamu tidak perlu tahu tentang ini, asalkan kamu tahu bahwa setiap keputusan yang kubuat, aku akan menjamin bahwa kamu dan keluarga kita aman." Li Sicheng sedang menunggu. Ketika Tang Zhenghao tidak bisa menahan diri untuk bergerak dan mengekspos dirinya kepada publik, Li Sicheng akan mengambil kesempatan itu untuk membunuh pria tua itu. Tang Zhenghao atau Rong Anna atau Bo Xiao. Hanya jika salah satu dari ketiga orang ini jatuh ke tangan Li Sicheng atau polisi, maka terobosannya akan tercapai. Pada saat itu, mereka dapat ditaklukkan sekali dan selamanya, memungkinkan Li Sicheng untuk merasa tenang. Su Qianci menatap wajah suaminya. Menyadari tatapan istrinya, Li Sicheng menunduk menatap mata Su Qianci. Dia melihat mata istrinya yang bulat dan besar itu terlihat hampa dan mendengar wanita itu bertanya, "Bagaimana denganmu?" Suara Su Qianci terdengar lembut. Li Sicheng memegang tangan istrinya dan melengkungkan bibirnya. "Aku akan baik-baik saja." "Terakhir kali ketika aku tiba-tiba tidak bisa menemukanmu, aku merasa takut setengah mati. Kupikir kamu mengalami sebuah kecelakaan." "Bagaimana bisa? Aku lebih kuat dari yang kamu pikirkan." Li Sicheng mencium puncak kepala Su Qianci. Melihat bahwa istrinya benar-benar merasa takut, dia tidak bisa menahan tawanya. "Tidak akan ada lain kali. Jika aku menghilang tanpa memberitahumu seperti hari itu, maka kamu bisa menungguku untuk kembali dan menghukumku. Aku berjanji untuk tidak melawan." Chapter 507 - Begitu Banyak Orang Yang Melihat Raut wajah Li Sicheng menjadi rumit saat dia tersenyum seperti seorang anak nakal. Dia mencium bibir istrinya dan berbisik, "Bagaimanapun kamu ingin menghukumku." Su Qianci tersipu malu dan memukul suaminya. "Maumu." Li Sicheng menangkap tangan istrinya, memicingkan matanya, dan menggoda Su Qianci, "Maksudmu tidak akan ada hukuman?" "Cih, jika ada sebuah lain kali, aku akan menghukummu dengan cara tidak mengizinkan naik ke tempat tidurku." "Terlalu kejam ¡­." Li Sicheng mengerutkan kening dengan tatapan mata yang getir. "Apakah hal itu sangat serius?" Su Qianci tersenyum puas, memeluk leher Li Sicheng dan mengecup bibirnya. "Jadi, kamu harus berhati-hati di masa yang akan datang. Jangan bertindak ceroboh dan ingatlah untuk memberitahuku sebelum kamu melakukan sesuatu. Biarkan aku mengetahui apa yang sedang terjadi, sehingga aku tidak akan mengkhawatirkanmu." "Baik Nyonya." Suara Li Sicheng rendah dan lembut. Dengan sebuah senyuman, raut wajahnya terlihat sangat penyayang. Hati Su Qianci meleleh. Memalingkan muka sambil tersipu malu, wanita itu berpura-pura bersikap tenang. "Sekarang, pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan kehamilan." Li Sicheng memegang tangan istrinya dan meraih pinggang Su Qianci dengan tangannya yang lain. "Iya, istriku tersayang." Setelah semua pemeriksaan selesai, seorang dokter tua mendorong kacamatanya kembali ke pangkal hidungnya dan memberi tahu mereka bahwa ada dua buah plasenta dan dua buah jantung janin di dalam rahim Su Qianci. Dengan kata lain, mereka akan memiliki anak kembar fraternal 1 . Meskipun hanya membayangkan bahwa mungkin ada dua orang bayi, setelah mendengar berita ini, Li Sicheng tetap tercengang. Terkejut bercampur senang, wajahnya yang dingin akhirnya dipenuhi kegembiraan. "Anak kembar fraternal, dua buah jantung janin, dua buah plasenta?" Li Sicheng mengulangi kalimat itu, jantungnya berdebar kencang. Sebuah emosi yang tak terlukiskan muncul dari bagian terdalam tubuhnya. "Dua orang anak? Kembar fraternal?" Mengulangi kata-kata itu lagi, matanya, yang terlihat seperti galaksi yang cemerlang, bahkan menjadi lebih terang. "Aku tidak salah dengar kan?" Su Qianci menatap mata suaminya, melengkungkan bibirnya, dan mengangguk untuk menegaskan. Saat mendapat konfirmasinya, Li Sicheng tiba-tiba tertawa dengan suara keras dan membawa istrinya ke dalam pelukannya. Sambil mengencangkan pelukan di tubuh Su Qianci, dia berkata dengan suara yang sengaja direndahkan, "Mengesankan, istriku sangat mengesankan!" Su Qianci mengulurkan tangannya dan menyentuh telapak tangan suaminya, yang gemetar karena merasa sangat gembira. Dia tersenyum, dan berbisik dengan wajah merona merah ketika melihat tatapan menggoda para dokter, "Begitu banyak orang yang melihat. Bersikaplah biasa saja." "Baik!" Li Sicheng menjawab dengan suara nyaring. Sangat sulit baginya untuk menahan kegembiraannya, jadi dia mencium pipi istrinya. Ketika mencoba untuk menahan senyumnya, pria itu gagal melakukannya dan membiarkan senyumnya menjadi semakin lebar. Suara tawanya yang pelan itu menular. Itu adalah pertama kalinya Su Qianci melihat suaminya seperti ini. Emosi yang tak terkendali dari Li Sicheng membuat pria itu terlihat seperti ¡­ orang bodoh. Mengerutkan bibirnya, Su Qianci menatap suaminya dengan wajah yang merona merah. Mata Li Sicheng cemerlang, saat dia menatap perut istrinya. Sambil menyentuhnya, dia berbisik ke perut istrinya, "Tunggu aku." Dan kemudian pria itu keluar dari klinik. "Apa yang kamu lakukan?" "Menelepon!" Anak kembar yang berkembang dari sel telur yang terpisah dan setiap sel telur dibuahi oleh sel sperma sendiri. Chapter 508 - Sesuatu Terjadi Pada Ou Ming Ponsel itu berdering puluhan kali, dan tidak ada yang menjawab. Tepat ketika hendak akan masuk ke kotak suara, seseorang menjawab. Terdengar beberapa suara berisik di sana, disertai dengan suara napas yang berat. Suara Ou Ming dengan cepat terdengar. "Sicheng?" Suaranya terdengar samar-samar dan mabuk. Li Sicheng mengerutkan kening, menelan kembali kabar baiknya, dan bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" "Sicheng ¡­." kata Ou Ming sambil terengah-engah. Samar-samar, bahkan terdengar suara isakan. "Sicheng, aku ¡­." Sebelum dirinya mengatakan apa-apa, dia mulai menangis. Li Sicheng terkejut. Raut wajahnya yang lembut tiba-tiba menjadi tegang dan tegas. Dia berkata dengan tenang, "Di mana kau?" Pertanyaan pertama Li Sicheng adalah bukan menanyakan apa yang terjadi, atau bagaimana keadaannya, tetapi di mana sahabatnya berada. Ou Ming tercekat, dan dirinya tidak bisa mengatakan apa-apa, tetapi suara sedih seorang pria sangatlah mengejutkan. Garis-garis wajah Li Sicheng menegang, dan dia berjalan masuk tanpa mengatakan apa-apa. Shuang Yu yang tinggi dan tegap berdiri di samping Su Qianci, melihat Li Sicheng mendekat dan mengangguk kepada pria itu. Dokter sedang menjelaskan beberapa tindakan pencegahan kepada Su Qianci. Wajah wanita itu dipenuhi dengan cahaya cinta seorang ibu saat dirinya mendengarkan dengan sabar. Suara Ou Ming semakin kecil saat dia berkata, "Aku di vila Xishan." Vila Xishan adalah tempat Ou Ming menyimpan Yu Lili. Mata Li Sicheng menjadi semakin meredup. Situasi yang dialami Ou Ming pasti ada hubungannya dengan Yu Lili. Tetapi jika wanita itu memaksa Ou Ming menjadi seperti ini, Yu Lili memiliki pengaruh yang jauh lebih besar daripada yang Li Sicheng bayangkan. Li Sicheng tidak banyak bertanya dan berkata, "Aku akan segera tiba di sana." Lalu dia menutup teleponnya. Su Qianci mendongak menatap suaminya dan menemukan bahwa suasana hati Li Sicheng menjadi jauh lebih buruk. Dia merasa sedikit khawatir, dan dokter kebetulan sudah selesai menjelaskan. Dia mengangguk pada saran dokter itu dan berdiri untuk memegang tangan Li Sicheng, berbisik, "Apa yang terjadi?" "Ou Ming sedang dalam masalah. Aku harus pergi menemuinya." Suara Li Sicheng sangat lembut, tetapi suasana hatinya tidak ringan. "Aku akan mengantarmu pulang lebih dulu." "Tidak, kamu pergi saja. Shuang Yu dan De ada di sana." Shuang Yu selalu mengikuti Su Qianci dan berada tidak lebih dari setengah langkah jauhnya. "Aku akan mengantarmu pulang lebih dulu," Li Sicheng bersikeras dan berjalan mengantar istrinya ke mobil, meminta pengawal De untuk mengemudi langsung kembali ke rumah tua. Sepanjang perjalanan, Li Sicheng terlihat agak melamun. Su Qianci mengulurkan tangan dan menyentuh tangan suaminya. Dia berbisik, "Apa yang terjadi pada Ou Ming?" Li Sicheng menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, tapi aku belum pernah melihatnya seperti itu." Seperti apa? Su Qianci merasa penasaran, tetapi ketika dia melihat eratnya garis bibir suaminya, dia tidak bertanya lagi. Ketika mereka tiba di rumah tua, Shuang Yu keluar dari mobil bersama Su Qianci, dan ketika Li Sicheng sudah siap untuk mengikuti istrinya, dirinya didorong menjauh oleh Su Qianci. "Kamu pergi saja menemui Ou Ming. Aku sudah sampai di rumah. Kamu tidak perlu mengantarku masuk." Bagi Li Sicheng, Ou Ming dan Luo Zhan adalah orang-orang yang paling dekat dengan dirinya selain keluarganya, terutama Ou Ming. Perasaannya itu ibarat persaudaraan. Bagi seseorang yang berkuasa seperti Ou Ming hingga membuat Li Sicheng merasa sangat khawatir, itu tentunya bukan perkara kecil. Li Sicheng didorong mundur. Dia mengangguk dan menatap Shuang Yu. "Jaga istriku." Shuang Yu tidak bisa berbicara, jadi dia hanya mengangguk. Dan kemudian, Li Sicheng meminta pengawal De untuk mengemudi ke area vila Xishan ¡­. Chapter 509 - Dia Kehilangan Bayinya Sendiri Di dalam kamar bergaya Eropa yang didekorasi dengan mewah, tirai bermotif klasik itu menghalangi semua cahaya yang masuk. Ruangan itu remang-remang, dan beberapa buah botol tergeletak di lantai, di sebelah pria itu. Di atas tempat tidur besar di bagian tengah kamar itu, sebentuk noda darah yang besar tampak mengejutkan untuk dilihat. Di seluruh kamar itu, tercium bau alkohol bercampur darah, tidak menyenangkan dan memuakkan. Ou Ming bersandar di tepi tempat tidur, memegang sebotol anggur di tangannya. Kemeja krem tipis di tubuhnya berlumuran darah. Matanya yang mabuk dengan jelas memantulkan sosok tinggi dan tegap itu. "Kau sudah datang ¡­." Ou Ming tersenyum, tetapi air matanya bergulir lagi. "Sicheng, huh ¡­." Li Sicheng tidak mengira akan melihat pemandangan seperti itu. Berlumuran darah, ganas, dekaden 1 . Pada saat ini, Ou Ming tidak terlihat seperti dirinya sendiri. Ini jelas sebuah kodok yang malang! Reaksi pertamanya adalah memeriksa tubuh Ou Ming. "Apakah kau terluka?" Tangan besar itu membuka pakaian Ou Ming dan mendapati bahwa kulit sahabatnya itu mulus. Tidak berdarah sama sekali. Ou Ming mendorong Li Sicheng menjauh dan berkata, "Bukan aku, ini milik wanita itu ¡­ darah Yu Lili." Li Sicheng merasa sedikit terkejut tetapi menjadi jauh lebih tenang. Menatap sahabatnya, Li Sicheng bertanya dengan suara dingin, "Yu Lili mati? Kau membunuhnya?" Dengan darah sebanyak itu, penyebabnya bisa kematian atau cedera serius. Tapi, bagaimana Ou Ming tega melakukan hal ini? Dia sangat menyukai Yu Lili! Mata Ou Ming setengah terbuka, dia menarik napas panjang, dan terkekeh-kekeh. "Darah itu milik anakku. Bayiku sudah tiada, dibunuh oleh diriku sendiri." "Apa maksudmu?" Li Sicheng memandang sahabatnya, mengambil botolnya, dan membuangnya ke samping. "Apakah wanita itu hamil? Dia keguguran?" Ou Ming memejamkan matanya, air mata mengalir di pipinya. Dia berkata dengan susah payah, "Dia ingin putus denganku. Dia benar-benar menulis berapa banyak uang yang telah kubayarkan untuknya selama bertahun-tahun dan melemparkan buku-buku itu kepadaku, mengatakan bahwa dia akan membayarnya kembali. Cih ¡­." "Lalu, apakah kau memukulnya?" "Hah, memukul Yu Lili? Bagaimana aku bisa melakukan itu ¡­." Ou Ming mengulurkan tangan untuk menyentuh botol itu dan tangannya gemetar. Li Sicheng dengan cepat melihatnya, memegang tangan Ou Ming dan menatapnya. "Bagaimana mungkin ada darah sebanyak ini? Apakah bayinya masih bisa selamat?" Tangan Ou Ming bahkan semakin gemetar. Dia melihat Li Sicheng yang sedang memegangi kepalanya dan menggelengkan kepalanya sendiri. "Aku tidak tahu jika dia sedang hamil. Jika aku mengetahuinya, aku pasti tidak akan memperlakukan Yu Lili seperti itu. Aku tidak bermaksud melakukannya, tapi ¡­." "Kau ¡­ bercinta dengannya?" Jadi, itu sebabnya ada begitu banyak darah di tempat tidur? Ou Ming tidak berbicara, hanya menatap sahabatnya lekat-lekat. Sikap ini sama saja dengan sebuah jawaban iya. "Kau ¡­." Li Sicheng tiba-tiba mendapati bahwa dirinya tidak mengetahui harus berkata apa. Dia ingin memarahi Ou Ming, tetapi tidak tega untuk melakukannya, saat melihat sahabatnya seperti ini. "Di mana wanita itu?" Di dalam kamar yang berbau minuman keras dan darah itu, Ou Ming menatap Li Sicheng dan berkata dengan suara pelan, "Yu Lili sudah diantar ke rumah sakit dan operasinya telah dilakukan ¡­. Bayi itu berusia dua bulan lebih. Wanita itu tidak memberitahuku. Dia berencana untuk melarikan diri, dan kemudian melakukan aborsi diam-diam. Dia bahkan tidak memberiku kesempatan untuk mengetahui tentang bayi itu. Dia tidak ingin tinggal bersamaku. Dia tidak ingin memiliki bayiku. Selama bertahun-tahun, dia tidak merasakan apa pun ¡­ tidak ada perasaan apa pun untukku ¡­." Jatuh; merosot (tentang akhlak dan sebagainya) Chapter 510 - Mendekatlah Atau Aku Akan Membunuhnya "Aku sudah bilang padamu kalau wanita ini adalah orang yang tidak tahu berterima kasih! Berapa kali aku bilang untuk tidak jatuh cinta padanya, dan kau ¡­." Li Sicheng memalingkan muka dengan resah. "Jadi, di mana dia sekarang?" "Di rumah sakit. Yu Lili tidak mau melihatku. Dia membenciku. Apa yang harus kulakukan? Dia ingin putus denganku sejak awal. Setelah kejadian ini, aku tidak bisa menahan wanita itu lagi, Sicheng." Setelah hening sejenak, Li Sicheng berkata, "Sekarang, ganti bajumu dan pergilah ke rumah sakit untuk menemani Yu Lili." "Dia tidak ingin bertemu denganku ¡­." "Dia harus menemuimu. Kau adalah ayah bayinya. Kau memiliki hak dan perlu merawat Yu Lili. Terserah pada wanita itu untuk membencimu, tetapi kau harus memikul tanggung jawabnya. Ou Ming, berdirilah!" Li Sicheng mengangkat temannya yang setinggi 180 cm itu dengan kasar. Melihat darah yang menggenang di atas tempat tidur, Ou Ming berhenti sejenak sebelum mengambil pakaiannya. Sicheng benar. Terserah pada Yu Lili untuk membenci dirinya, tetapi dia harus melakukan apa yang harus dia lakukan. Dia menyeka wajahnya dengan tisu basah dan menatap dirinya di cermin, tiba-tiba menyeringai. Setiap kali ketika dirinya merasa tidak berdaya, Li Sicheng selalu berhasil memberi dirinya semangat. Dia bahkan merasa tidak pantas memiliki seorang sahabat dan saudara yang begitu baik. Terlepas dari apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, persaudaraan ini pastilah untuk seumur hidup. Ou Ming berpikir dengan hati-hati sambil mengancingkan kemejanya. Namun, sebelum dia selesai berganti pakaian, dia mendengar nada dering ponsel Li Sicheng. Li Sicheng mengangkat teleponnya dan itu berasal dari Li Jinnan. Terdengar suara napas yang berat, dan suara Li Jinnan yang sedikit cemas. Pada saat yang sama, terdengar suara-suara dari sebuah mesin mobil sport. "Kakak, Su Qianci diculik. Segeralah pulang!" Li Sicheng terkejut. Dia dengan segera bergegas keluar. Ou Ming merasa terkejut dengan gerakan sahabatnya yang tiba-tiba. "Kau mau ke mana?" Tidak ada respons. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci menyaksikan Bugatti itu melaju pergi, dan kemudian masuk ke dalam rumah bersama Shuang Yu. Namun, Shuang Yu tiba-tiba mengerutkan keningnya, berbalik ke samping, dan langsung melayangkan tinjunya ke arah Su Qianci. Su Qianci terkejut dan menjerit, dan kemudian dirinya mendengar sebuah bunyi gedebuk. Seorang pria pendek dirobohkan oleh Shuang Yu, dan dirinya masih merasa kaget. Shuang Yu melumpuhkan pria pendek itu, tetapi ketika pengawal wanita itu mendongak, ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah, dan dia berteriak dengan sangat keras. Dua orang pengawal yang berdiri di pintu mendengar suara gaduh itu dan segera datang untuk menolong. Su Qianci merasa terkejut dan hendak berbalik, tapi kemudian tangannya tiba-tiba ditangkap.Sebuah lengan yang kuat melingkari lehernya, dan sesuatu yang dingin menyentuh lehernya. "Mendekatlah dan aku akan membunuhnya." Suara itu dingin dan terdengar kasar dan familier. Tang Zhenghao! Su Qianci tidak berani bergerak. Namun, tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar sedikit pun. Bernapas dengan cepat, dia merasa teramat sangat cemas. Shuang Yu dan dua orang pengawal lainnya segera menghentikan gerakan mereka. Lima orang pria di belakang Tang Zhenghao berjalan maju. Masing-masing dari mereka memegang pipa baja panjang di tangan mereka. Pada saat ini, Su Qianci menenangkan dirinya dan berkata, "Kau tidak ingin bersikap impulsif. Jika sesuatu terjadi, suamiku tidak akan memaafkanmu." Tang Zhenghao mencibir, mengabaikan Su Qianci, menatap ke arah beberapa pengawal itu, dan berkata, "Anjing yang sangat patuh. Minta Li Sicheng untuk pergi ke gudang terbengkalai di pinggiran kota sebelah timur sendirian. Jika tidak, konsekuensinya menjadi risikonya sendiri!" Kemudian, dia melangkah mundur sambil memegang Su Qianci, masuk ke dalam mobil, dan pergi menjauh. Chapter 511 - Menyerahkanmu Pada Tang Mengying Shuang Yu hampir meledak dalam tangis, dengan segera berlari menuju ke arah rumah, menggedor pintu dan menekan bel pintu. Li Jinnan baru saja bersiap untuk keluar, memegang kunci mobil di tangannya. Ketika dia membuka pintu, dia melihat kehadiran Shuang Yu dan mengangkat alisnya. "Apa yang terjadi?" Shuang Yu tidak bisa berbicara, memberi isyarat dengan kedua tangannya dan menunjuk ke arah mobil Tang Zhenghao pergi. Li Jinnan menatap Shuang Yu dan merasa geli. Sambil menyilangkan tangan, dia tersenyum meskipun dirinya tidak bisa mengerti apa pun. Shuang Yu merasa gelisah dan memberi isyarat tentang sebuah ponsel pada pria itu. Li Jinnan menyerahkan ponselnya, dan pengawal wanita itu dengan cepat mengetik: Nyonya diculik. Li Jinnan terkejut, dan ekspresi wajahnya berubah. Kemudian Shuang Yu mengetik lagi: minta Tuan untuk pergi ke gudang terbengkalai di pinggiran kota sebelah timur sendirian, kalau tidak konsekuensinya akan menjadi risiko kita sendiri. "B*jingan!" Li Jinnan dengan segera mengambil ponselnya kembali dan bergegas keluar menuju mobilnya. Shuang Yu mengikuti pria itu, menunjuk dirinya sendiri untuk memberi isyarat bahwa dirinya bisa membantu. Li Jinnan membiarkan pengawal wanita itu masuk ke dalam mobil dan mengemudikan Porsche kuning itu ke arah yang ditunjuk Shuang Yu. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci ditahan di dalam mobil. Merasakan pisau itu di lehernya, dia merasa sangat gugup. Meskipun ada ketakutan di hatinya, secara tak terduga dirinya merasa tenang. Tang Zhenghao akhirnya melepaskan dirinya. Su Qianci memandang Tang Zhenghao yang duduk di samping, mundur ke sudut mobil, tangannya terjalin. Dia memaksa dirinya untuk tenang dan bertanya, "Apa yang kau inginkan?" Tang Zhenghao melirik ke arahnya dan mencibir. "Tenang, aku tidak akan melakukan apa pun padamu. Nanti, aku akan menyerahkanmu pada Mengying-ku untuk kesenangannya ¡­. Puas?" Hati Su Qianci merasa kecewa. Bersandar di pintu mobil, dia merasa takut memikirkan betapa gila dan histerisnya Tang Mengying saat di rumah sakit. Wanita itu memang seorang psikopat. Dia bahkan bisa mencoba membunuh anaknya sendiri. Dan setelah dijatuhi hukuman penjara untuk jangka waktu tertentu, dia dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Sekarang ¡­ bagaimana dia akan berurusan dengan Su Qianci? Hati Su Qianci bergetar. Tang Zhenghao melihat betapa kerasnya Su Qianci berusaha berpura-pura bersikap tenang meskipun merasa takut dan pria tua itu merasa geli. Mobil itu dikemudikan ke pinggiran kota sebelah timur dengan mulus, tetapi tiba-tiba, Tang Zhenghao melihat sebuah Porsche kuning mendekat, dan yang duduk di kursi pengemudi adalah anak ketiga dari keluarga Li, Li Jinnan. "Hei, kakak beradik dari keluarga Li ini semuanya baik, tetapi mengapa mereka semua begitu impulsif?" Tang Zhenghao meratap. "Aku berkata, aku hanya mengizinkan Li Sicheng untuk datang sendirian. Bukankah mereka yang memaksaku untuk membunuh sanderanya?" Selama Tang Zhenghao berkata-kata, belati tajam di tangannya itu dihunuskan ke depan Su Qianci, membuat wanita itu bersandar lebih dekat ke pintu mobil. Jantungnya berdegup kencang sehingga dia tidak bisa lagi merasakannya. Menggigit bibir bawahnya dengan erat, Su Qianci menempel ke pintu mobil dengan mata merah. "Ha ha ha ha ¡­." Tang Zhenghao tertawa dengan senang dan mengambil kembali belati itu. Dia berkata, "Aku hanya mencoba menakut-nakutimu. Aku harus meminta Li Sicheng untuk membantuku melakukan sesuatu. Jika aku membunuhmu, maka bocah itu akan mencoba membunuhku." Tang Zhenghao bermain dengan belati itu dan tanpa berpikir memerintahkan, "Singkirkan bocah laki-laki itu, tapi berhati-hatilah. Ada wanita hamil di dalam mobil ini." Chapter 512 - Kakak Sicheng, Akhirnya Kau Datang "Ya," jawab sang pengemudi, lalu tiba-tiba berbelok. Para pejalan kaki di tepi jalan merasa ketakutan dan berhamburan. Polisi lalu lintas meniup peluitnya secara gila-gilaan. Li Jinnan hendak mengejar mobil itu. Tetapi polisi lalu lintas itu tiba-tiba bergegas menghampiri dan melambai pada dirinya. Polisi itu meniup peluitnya dengan tatapan peringatan yang jelas terlihat di wajahnya. Sambil memutar setir mobil, Li Jinnan menginjak rem. Mobil di depan mereka sudah berada jauh di depan. Tang Zhenghao berbalik dan melambai pada Li Jinnan, tertawa dengan raut wajah penuh kemenangan. "Si*l!" Li Jinnan memukul setir mobil, dengan geram. Mengabaikan polisi lalu lintas yang mengetuk kaca jendelanya, Li Jinnan mengambil ponselnya dan menghubungi Li Sicheng. "Kakak, Su Qianci diculik. Segeralah pulang!" Setelah memberi tahu kakaknya tentang lokasi dan tuntutan sang penculik, Li Jinnan diminta untuk keluar dari mobil oleh polisi lalu lintas itu. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Li Sicheng berlari keluar dari rumah itu, mengabaikan teriakan Ou Ming. Setelah mengusir pengawal De keluar dari mobil, pria itu mengendarai mobil dengan kecepatan maksimum dan langsung menuju ke gudang terbengkalai di pinggiran kota sebelah timur. Ketika dia tiba di sana, hari sudah hampir gelap. Di pintu gudang, ada seorang pria berdiri, sedang merokok. Melihat Li Sicheng mengemudi mendekat, dia bersiul. "Itu benar-benar Li Sicheng. Bahkan mobilnya pun terlihat berbeda." "Di mana istriku?!" "Kenapa terburu-buru? Istrimu ada di dalam. Jangan khawatir, istrimu dan bayimu masih baik-baik saja. Kemarilah, anak baik, dan ikutlah bersamaku." Pria itu melambai pada Li Sicheng, bersiul dan menggoda. Dia tampak seperti sedang bermain dengan seekor anak anjing! Tinju Li Sicheng mengepal. Wajah dinginnya bahkan terlihat semakin tegang. Melangkah masuk, pria itu tertawa. "Hei, anak baik! Ini tulang untukmu." Lalu dia melemparkan sebuah kotak makan siang pada Li Sicheng. Sebuah tulang yang tebal digulung dengan nasi menempel di kotak itu. Li Sicheng diam-diam melirik pria itu dengan matanya yang dingin. Merasa kedinginan, pria itu tetap bersikap sombong. "Apa yang kau lihat si*lan?" "Di mana istriku?!" Li Sicheng mengulangi, suaranya terdengar dingin seperti es. "Ayaya, sangat menakutkan. Aku akan berpikir kau berada di kantormu jika aku tidak mengenalmu lebih baik," suara Tang Zhenghao terdengar keluar. Tubuhnya agak gemuk. Sambil menyeringai pada Li Sicheng, pria tua itu mengembuskan asap dan berkata, "Kenapa, presiden kita yang hebat ini tidak terbiasa diperlakukan seperti seekor anak anjing?" Tepat di belakang Tang Zhenghao, Tang Mengying juga berjalan keluar. Gadis itu mengenakan sebuah pakaian berbahan kulit berwarna hitam yang ketat. Rambutnya ikal bergelombang, dan wajahnya dihiasi dengan riasan wajah yang sangat indah, yang membuat wajahnya yang cantik semakin halus. Bibir merahnya begitu memukau. "Kakak Sicheng, akhirnya kau datang. Aku sangat merindukanmu." Tang Mengying tersenyum. Meskipun dia mengatakan itu, dia tidak lagi terlihat terobsesi. Yang tersisa di wajahnya hanyalah ekspresi wajah yang dingin. "Kau datang untuk mencariku, kan?" Li Sicheng memandang gadis itu, tidak berbicara, dan memicingkan matanya. Di matanya yang dalam, ada bahaya dan ancaman yang terlihat dengan jelas. Jelas terlihat, Li Sicheng marah. Tang Mengying tersenyum dan menepukkan kedua tangannya. Li Sicheng mendengar suara langkah kaki. Rambut Su Qianci dijambak oleh seorang pria, dan tangannya diikat di belakang. Saat Su Qianci melihat Li Sicheng, air mata menggenangi mata wanita itu. Chapter 513 - Sayang Sekali, Kudengar Mereka Adalah Kembar "Apa yang kau inginkan?" Suara Li Sicheng tanpa diduga terdengar tenang. Memandang mereka dengan acuh tak acuh, dia mengepalkan tinjunya. Namun, dia dengan segera mendengar suara angin kencang di belakangnya. Li Sicheng menjadi waspada dan menghindar ke samping. Detik berikutnya, dia sudah menggenggam tangan penyerang yang menyelinap itu. Dengan sebuah gerakan memilin, penyerang yang menyelinap itu berteriak, dan kemudian pipa baja itu dijatuhkan. Plok! Plok! Tang Zhenghao bertepuk tangan dan tersenyum. "Luar biasa." Tang Mengying tiba-tiba berbalik dan pergi untuk mengambil sebuah pipa baja. Gadis itu mengujinya dengan telapak tangannya, terkekeh-kekeh, dan mengarahkannya ke perut Su Qianci. Li Sicheng merasa sangat takut sehingga wajahnya menjadi pucat. "Jangan berani-berani melakukannya!" Wuuuusss! Ada sebuah pukulan lain yang datang dari arah belakang, dan Li Sicheng tidak berhasil menghindarinya kali ini. Tangannya yang sedang memegang pipa baja dipukul, dan rasa sakit yang teramat sangat menyebabkan dirinya melepaskan pipa itu. "Ah! Jangan!" Hati Su Qianci bergetar. Menyaksikan tangan suaminya yang langsung menjadi merah dan bengkak, dirinya menangis dan meraung. Li Sicheng akan menerjang dan balas menyerang ketika dirinya mendengar suara lembut Tang Mengying. "Kakak Sicheng, jangan salahkan aku karena tidak memberimu kesempatan. Selama kau menghindari pipa ini, atau balas melawan, aku akan memperhitungkannya pada tubuh istrimu." Lalu gadis itu tertawa kecil dengan suaranya yang indah. Akan tetapi, pada saat itu, suara Tang Mengying itu terdengar sangat kejam. Dia berkata, "Menurutmu apa yang akan terjadi jika aku melakukan ini ¡­." Dia meletakkan pipa baja itu menempel ke perut Su Qianci dengan sebuah senyum di wajahnya. Su Qianci menatap pipa itu, kakinya merapat, gemetaran. "Jangan coba-coba!" Wajah Li Sicheng merah padam ketika dia berteriak. Tang Mengying mengangkat alisnya, "Aku bahkan berani membunuh anakku sendiri, apalagi anak orang lain. Sayang sekali, kudengar mereka adalah kembar. Dua bayi yang sehat, jika pipa ini mengenai ¡­." "Aaaah!" Kaki Li Sicheng dipukul dengan keras dengan sebuah pipa, dan rasa sakit yang tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh. Sambil menggeram, dia berlutut di tanah. "Pergi, ayo pergi!" Su Qianci meledak dalam tangis, "Li Sicheng!" Suaranya terdengar nyaring dan putus asa. Hati Li Sicheng bergetar dan terluka. "Jangan menangis ¡­ aku baik-baik saja ¡­ aaah ¡­." Sebelum Li Sicheng selesai berbicara, dia menerima sebuah pukulan lainnya di punggungnya. "Aaaaaaah!" Su Qianci meronta dengan keras, tetapi orang yang memegangnya dari belakang begitu kuat sehingga dia tidak bisa melepaskan diri. Melihat semakin banyak darah di tubuh suaminya, dia menjadi tertekan oleh keputusasaan dan ketakutan. "Jangan pukul dia, jangaaaaan!" Pria yang kejam itu tersenyum dengan dingin, mengayunkan pipa baja ke kaki Li Sicheng, dan kemudian ke kedua tangan, punggung, dan pinggangnya. Li Sicheng membuat dirinya tak bersuara, memandang ke arah Su Qianci. Yang bisa didengarnya hanyalah suara pipa yang berayun, suara teredam ketika pipa itu mengenai tubuhnya, dan ¡­ kadang-kadang suara tulang yang patah. Suara Su Qianci semakin lama semakin menjauh, dan sosok istrinya itu menjadi kabur dan semakin kabur ¡­. "Li Sicheng ¡­." Li Sicheng berpikir bahwa dirinya telah mendengar suara istrinya. Li Sicheng mengangkat tangannya dengan susah payah dan mencoba untuk tersenyum, tetapi sebuah aliran udara mengalir dari suatu tempat di dalam tubuhnya dan langsung menuju ke tenggorokannya. Li Sicheng tidak bisa menahan diri untuk terbatuk dengan keras. Seteguk darah menyembur keluar dari mulutnya ¡­. Chapter 514 - Mengapa Rong Anna Berada Di Kotaraja? Setelah menghadiri forum, hari sudah gelap. Rong Haiyue melihat jam, dan sudah pukul 7 malam lewat. Dia seharusnya makan malam dengan Li Sicheng pada pukul delapan, jadi dia masih punya waktu lima menit. Di belakang Rong Haiyue, Rong Xuan memanggil, "Rong Haiyue." "Ya?" Rong Haiyue menjawab dengan lemah dan sikap pria itu terhadap istrinya cukup berbeda dari sebelumnya. Selama lebih dari sebulan, Rong Xuan hanya melihatnya beberapa kali. Ketika mereka bertemu, mereka berdua bahkan tidak mau repot-repot untuk saling menyapa atau mengangguk, belum lagi pertengkaran. Sejujurnya, Rong Haiyue berpikir bahwa istrinya akan meminta cerai. Namun, tanpa diduga, Rong Xuan tidak melakukannya. Ketika Rong Haiyue meninggalkan rumah pagi ini, pria itu tidak mengetahui apa yang salah dengan istrinya. Rong Xuan sebenarnya meminta untuk pergi ke Kotaraja bersama dirinya. Rong Haiyue terkejut, tetapi dia tidak menolak. Dia memberi istrinya sebuah tiket tambahan, dan mereka naik pesawat ke Kotaraja bersama-sama. Ketika mereka tiba, hari sudah siang, jadi mereka langsung pergi ke forum itu. Sekarang, pria itu merasa takut bahwa istrinya akan mengeluh. Hati Rong Haiyue terasa dingin, tetapi dia tidak berbicara terlebih dahulu. Menatap Rong Xuan dengan mata elangnya, pria itu mengangkat alisnya, menunggu istrinya untuk mengatakan sesuatu terlebih dahulu. "Apakah kau akan makan dengan Li Sicheng?" "Ya." "Kali ini kau datang ke Kotaraja hanya untuk menemui mereka?" Mereka, tentu saja, berarti Li Sicheng dan Su Qianci. Rong Haiyue memasukkan tangannya ke saku jaketnya dan mengangguk tanpa ragu. "Iya." "Bawa aku bersamamu." Rong menatap suaminya. "Aku ingin bertemu wanita itu." "Aku perlu bertanya pada Qianci tentang hal ini terlebih dahulu. Aku akan menghubungi mereka." Ponsel Rong Haiyue sudah menyala, jadi dia mengetuk layarnya dan menelepon. Namun, Su Qianci tidak dapat dihubungi. Begitu pula halnya dengan Li Sicheng. Tiba-tiba, Rong Haiyue melihat sekilas sebuah sosok yang dikenalnya. Itu adalah seorang gadis ramping dengan rambut bergelombang panjang, mengenakan sebuah topi berwarna merah muda, mantel panjang yang longgar, dan sepasang sepatu hak tinggi berwarna hitam. Dengan mengenakan sebuah masker, gadis itu menundukkan kepalanya dan pergi ke dalam kegelapan. Itu tadi ¡­ Anna? Namun, bukankah seharusnya dia berada di London saat ini? Bagaimana dia bisa muncul di Kotaraja? Rong Haiyue mengikuti gadis itu dengan curiga, dan melihat Rong Anna berjalan dengan cepat. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi putrinya. Sosok ramping itu berada agak jauh dari dirinya. Rong Haiyue tidak mendengar suara dering ponsel. Namun, dia melihat gadis itu mengangkat ponselnya. "Hei, Ayah?" "Anna, kau di mana?" Rong Anna jelas terdengar sedikit terkejut dan berkata, "Aku di London, aku sedang tur dengan Xiao, dan aku akan kembali dalam beberapa hari." "Oh, oke." "Ya, ada apa, Yah?" Suaranya yang ceria dan indah itu terdengar tidak berbeda dari Rong Anna yang biasanya. Rong Haiyue memandang ke arah sosok di depannya dan berkata, "Tidak ada, kau harus segera kembali. Karena kau tidak berada di rumah, aku bahkan tidak punya seseorang untuk diajak bicara." Di belakang pria itu, saat mendengar kata-kata Rong Haiyue, Rong Xuan mengencangkan cengkeramannya di tasnya. Rong Haiyue tidak menyadari hal itu. Dia hanya mendengar Rong Anna tertawa dan berkata, "Ayolah, jangan terlalu merindukanku. Muah~!" "Oke, Dadah." "Dadah~" Rong Anna menutup telepon. Dan sosok ramping di depannya itu juga memasukkan ponsel ke sakunya. £¬ Chapter 515 - Rong Xuan, Kau Murahan Tidak diragukan lagi bahwa orang ini adalah Rong Anna. Rong Haiyue menatap sosok itu, dan terlihat sedikit kekecewaan di matanya yang tajam. Pada saat yang sama, Rong Haiyue tidak bisa tidak menahan diri untuk memikirkan apa yang Li Sicheng katakan beberapa waktu lalu: Rong Anna dan Bo Xiao mungkin adalah orang-orang yang menembak Su Qianci pada hari itu. Karena mereka takut Su Qianci akan mengenali mereka, mereka memilih untuk membunuh wanita itu di ibu kota? Sekarang ¡­ apakah mereka datang untuk menyingkirkan Su Qianci lagi? Rong Haiyue melihat Rong Anna menutup teleponnya dan berjalan ke arah sebuah mobil hitam. Dia membuka pintu mobil itu dan masuk ke dalamnya. Mobil itu dinyalakan dengan cepat dan dibawa ke jalan tol. Rong Haiyue melangkah dengan cepat dan menyetop sebuah taksi. "Kejar mobil hitam di depan." Rong Xuan dengan cepat mengikuti, dan Rong Haiyue tiba-tiba teringat bahwa istrinya masih berada di samping dirinya. Melihat tatapan terkejut yang terlihat jelas di mata Rong Haiyue, Rong Xuan terlihat tenang dan masuk ke dalam taksi juga. Taksi itu terus mengikuti mobil hitam tersebut, dan atas permintaan Rong Haiyue, mereka menjaga jarak dengan mobil hitam itu. Kemudian, mobil hitam itu pergi menjauh dari kota, dan Rong Haiyue menjadi waspada, meminta sopir taksi untuk melambat agar tidak ketahuan. Setelah sekitar lima atau enam menit kemudian, Rong Haiyue melihat mobil hitam itu lagi. Setelah membayar ongkos perjalanan, Rong Haiyue menemukan bahwa mereka berada di daerah pinggiran kota. Ada sebuah bangunan terbengkalai di dekat mereka. Semua jenis mesin limbah ditumpuk menjadi sebuah bukit. Aroma bensin dan mesin-mesin bercampur, berbau sangat tidak menyenangkan. Melihat-lihat ke dalam, Rong Haiyue melihat sebuah cahaya redup. Rong Xuan tidak pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya. Melihat raut wajah Rong Haiyue yang berhati-hati, wanita itu hanya bisa bertanya, "Apa yang kau lakukan?" Mata tajam Rong Haiyue berkilat. Pria itu memberikan ponselnya kepada Rong Xuan dan berkata, "Jika Li Sicheng menelepon, kau dapat memberitahunya bahwa aku sedang sibuk dan mungkin tidak bisa datang. Kemudian, jangan masuk ke dalam, karena sangat mungkin ini adalah sebuah geng kriminal. Anak angkat kita, Rong Anna, dan Bo Xiao mungkin adalah bagian dari geng itu." Rong Xuan terkejut, menutupi mulutnya dan menatap suaminya. "Telepon polisi dulu. Dan jangan masuk ke dalam. Aku akan masuk dan memeriksanya." Rong Xuan mengangguk dan berdiri di luar. "Oke." Ketika Rong Haiyue membalikkan badannya dan bersiap untuk masuk, istrinya memanggilnya, "Rong Haiyue." "Ya?" Rong Haiyue berbalik kembali dan bertanya, "Apa?" Rong Xuan menatap suaminya untuk waktu yang cukup lama sebelum dia berbisik, "Hati-hati." Rong Haiyue sedikit tertegun, dan hatinya yang telah tenang selama sebulan terakhir dengan segera terasa bergejolak kembali. Rong Xuan mundur selangkah. Ekspresi wajah wanita itu tidak terlihat jelas di dalam gelap. Dia berbisik, "Tidakkah kau akan pergi?" Rong Haiyue tersenyum, mengangguk, membalikkan badannya, dan berjalan masuk ke dalam. Jantung Rong Xuan berdebar kencang. Sepertinya dirinya tidak lagi terlalu membenci suaminya. Dimulai dari tamparan itu, dan ketika Rong Haiyue hampir membunuhnya ¡­. Dia tersenyum sambil menghina dirinya sendiri. Dalam kegelapan, dia berkata pada dirinya sendiri dengan suara lirih, "Rong Xuan, kau murahan." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci diikat, menangis mencurahkan isi hatinya, tapi tidak ada yang merasa tersentuh. Sebaliknya, karena dirinya menangis, orang-orang itu malah tertawa dengan semakin angkuh. Orang yang memukuli Li Sicheng itu membuang pipa baja tersebut dan tersenyum dengan senang. "Li Sicheng yang bisa melakukan apa pun di Kotaraja dipukuli olehku seperti seekor anjing mati. Ha ha ha. Bagus sekali!" Chapter 516 - Menguburmu Dan Istrimu Sudah berhenti, pria itu akhirnya sudah berhenti. Su Qianci menangis dengan sangat keras sehingga dirinya kehilangan semua kekuatannya. Melihat suaminya terbaring dalam genangan darah, dia merasa seperti tubuhnya sendiri yang tercabik-cabik. Kenapa ¡­ kenapa mereka melakukan itu pada suaminya? Itu semua adalah untuk dirinya, itu semua karena dirinya. Li Sicheng menjadi seperti ini untuk dirinya. Pria itu adalah Li Sicheng. Dalam kehidupan Su Qianci sebelumnya, Li Sicheng menggunakan kedua tangannya untuk menyingkirkan lawan-lawannya di komunitas bisnis nasional. Berapa banyak orang yang ingin mengalahkan suaminya? Namun, pada saat itu, Li Sicheng cukup kuat tanpa mempunyai kelemahan. Jika bukan karena dirinya ¡­. Su Qianci memikirkan hal itu, dan air matanya tidak bisa berhenti menetes. "Maafkan aku, maaf ¡­." Li Sicheng sekarang berada dalam kondisi setengah sadar. Dia samar-samar mendengar suara permintaan maaf Su Qianci, ingin berbicara, tetapi hanya memuntahkan darah semulut penuh. Tang Mengying berjalan menghampiri dengan perlahan, setiap langkahnya terlihat anggun. Wanita itu dengan perlahan berjongkok di depan Li Sicheng, menatap pria itu dengan penuh rasa kasihan, dan tertawa terbahak-bahak. "Apa sih kelebihan wanita ini? Apakah dia layak? Li Sicheng, dipukuli seperti ini, kau harus terluka? Pastinya sangat menyakitkan, ha ha ¡­. Asalkan kau memohon padaku, aku bisa menyelamatkanmu sekarang." Li Sicheng terkekeh-kekeh dan berkata dengan suara lemah, "Memohon padamu?" "Ya, aku bisa membiarkanmu pulih, dan kau bisa tetap menjalani sebuah kehidupan yang sehat. Ketika kau sudah pulih, kau akan menceraikan wanita j*lang ini dan memintanya untuk menyingkirkan bayi itu. Jika kau menyukai bayi, aku bisa melahirkan juga. Anakku pastinya akan seratus kali lebih kuat daripada anak-anak Su Qianci." Tang Mengying mengulurkan tangan, menjambak rambut Li Sicheng, mengangkat kepala pria itu, dan berkata sambil tersenyum, "Jujur, aku juga sangat menyukai anak-anak. Kita dapat memiliki banyak anak, oke?" Li Sicheng memejamkan matanya sesaat, suara tawanya bahkan lebih keras. Tang Mengying melepaskan kepala pria itu, menaikkan alisnya, dan bersiul. "Sepertinya aku telah gagal. Hei ¡­ Kakak Sicheng, apa yang salah denganku? Kau sebelumnya berkata, aku ini cantik dan bijaksana, siapa pun yang menikahiku akan merasa sangat bahagia. Tetapi kenapa kau tidak mau menjadi pria bahagia ini? Kau harus mendorongku keluar. Menyedihkan, sangat menyedihkan. Sekarang, kau tidak hanya menyakitiku, tetapi juga istrimu dan anak kembarmu. He he ¡­ he he he ¡­." Tang Mengying tersenyum dan berjalan ke arah Su Qianci. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh wajah Su Qianci. "Kulit yang luar biasa. Dua puluh satu tahun, kan? Muda dan cantik." "Jangan sentuh istriku ¡­." Li Sicheng berhasil berteriak. Dengan segera, pria itu terbatuk memuntahkan darah lagi, dan dia hampir pingsan. Tang Mengying segera menarik kembali tangannya, terlihat seolah-olah dia merasa takut. "Aku tidak akan menyentuh istrimu, aku tidak berani menyentuh wanita ini! Ha ha ha ¡­." Kemudian dia berjalan ke belakang dan berteriak, "Hei, ayo kerja!" Atas perintah Tang Mengying, dua orang pria keluar, memegang dua buah botol besar di tangan mereka. Mencibir pada Li Sicheng dan Su Qianci, mereka membuka tutup botol itu. "Li Sicheng, aku tidak akan menyentuh istrimu dan anak-anakmu, karena kau juga tidak menyakiti bayiku. Ini adalah rasa terima kasihku." Tang Mengying tersenyum dengan kekanak-kanakan. "Tapi kau mengurungku di vila, yang mana harus kubalas juga padamu. Sebagai tambahan, keluarga Tang sudah dihancurkan oleh dirimu, jadi sekarang aku harus melihat tempat ini sebagai sebuah vila untuk menguburmu dan istrimu." Chapter 517 - Bisakah Kita Hanya Menunggu Untuk Mati? Bau bensin menyebar ke seluruh gudang. Beberapa orang pria bertubuh besar menuangkan empat buah drum bensin di sekitar gudang terbengkalai itu. Ketika Rong Anna dan Bo Xiao masuk ke dalam, mereka melihat Li Sicheng terbaring dalam genangan darah. Ganas, berdarah-darah. Harga diri Li Sicheng tidak ditemukan di mana pun. Rong Anna melihat ini, mengerutkan kening, dan menatap Su Qianci. Su Qianci merasa hancur berantakan. Yang bisa dia pikirkan hanyalah Li Sicheng. Tang Mengying menemukan sebuah korek api, bermain-main dengan benda itu dan menanti untuk melihat ekspresi di wajah Li Sicheng. Benar saja, sebuah sentuhan emosi akhirnya melintasi wajah Li Sicheng. Pria itu menatap Tang Mengying dan mengulurkan tangan pada wanita itu. Tang Mengying menaikkan alisnya dengan puas dan tertawa kecil dengan suara pelan. Dia berkata, "Kau ingin berbicara denganku? Apa yang ingin kau katakan? Mari kita bicara." Melangkah dengan sepatu hak tingginya, dia menghampiri dan berlutut untuk mendengarkan. "Lepaskan istriku ¡­." Suara Li Sicheng terdengar lemah, tetapi sangat jelas, memohon. "Dia tidak bersalah dan demikian juga dengan bayinya. Lampiaskan amarahmu padaku. Jangan sakiti dia." Tang Zhenghao merasa puas melihat Li Sicheng seperti ini. Tertawa, dia berkata, "Li Sicheng, apakah kau pernah membayangkan hal ini? Sayangnya, aku tidak mengajak Li Yao kemari. Kalau tidak, itu bahkan akan menjadi lebih baik. Jika kau mati bersama anakmu, apakah kau pikir Li Yao, orang tua itu akan menangis? Ha ha ha ¡­. Tapi, membunuhmu akan cukup untuk membuat para b*jingan Li itu menderita! Lalu, akan tiba giliran untuk Li Yao, Li Jinnan, Li Beixing, Li Xun, dan wanita j*lang itu, Qin Shuhua!" Berbicara tentang Qin Shuhua, Tang Zhenghao tidak bisa menahan amarahnya. Sambil melangkah ke samping Li Sicheng, dia menendang pria itu dengan keras. Li Sicheng mengerang. Tang Zhenghao merasa tidak puas dan menendangnya beberapa kali, membuat tubuh Li Sicheng kejang-kejang. Pada saat yang sama, Rong Haiyue dengan hati-hati berjalan mendekati gudang itu. Meskipun dia berada agak jauh, dirinya masih bisa mendengar suara teriakan histeris dari dalam gudang itu. "Tidak, aku mohon padamu ¡­ jangan pukul dia. Suamiku akan mati, dia akan mati ¡­ aaaah ¡­." Rong Haiyue terkejut: itu adalah ¡­ suara Su Qianci! Tang Zhenghao mendengar suara jeritan Su Qianci dan merasa luar biasa senang. Dia mengulurkan tangan dan menjambak rambut Li Sicheng, memaksa pria itu untuk menatap Su Qianci. Pria tua itu tersenyum dengan muram. "Merasa senang? Ketika ibumu membunuh putraku, dia pastilah merasa sangat senang." Sambil mengatakan hal itu, Tang Zhenghao memegang kepala Li Sicheng dan membantingnya ke tanah. Sambil membanting, dia berteriak, "Kenapa, si*lan! Kenapa putraku mati dan kau hidup setelah kau terjatuh dari tebing bersama-sama? Kenapa, kenapa!" Kepala Li Sicheng membentur lantai dan membuat suara-suara berdebum. Su Qianci merasa hatinya berdarah. Lebih sulit baginya untuk melihat suaminya disiksa daripada dirinya sendiri yang disiksa. Su Qianci memejamkan matanya, dan air matanya menetes tanpa suara. Merasa putus asa, putus asa ¡­. Tidak ada yang datang untuk menyelamatkan mereka, tidak ada ¡­. Mereka hanya bisa menunggu untuk mati? Tiba-tiba, Su Qianci mendengar suara teriakan Tang Zhenghao. Suara itu terdengar dengan sangat tiba-tiba, yang mana terasa tidak pada tempatnya dalam situasi yang luar biasa ini. Kemudian, Tang Mengying berseru, "Ayah!" Pada saat yang sama, Rong Anna juga menjerit, "Ayah?" Su Qianci membuka matanya dan melihat Tang Zhenghao sedang dilumpuhkan di lantai, dan pria yang berada di atas tubuh pria tua itu tidak lain adalah Rong Haiyue. Chapter 518 - Pembunuhan .... Hanya ¡­ Rong Haiyue? Bagaimana pria itu bisa tiba-tiba muncul di sini? Su Qianci merasa seperti sedang bermimpi. Saat melihat Rong Haiyue, dia segera berteriak, "Tuan Rong, lari!" Berbahaya, terlalu berbahaya! Kali ini, apa yang mereka hadapi lebih dari sekedar beberapa orang penjahat kecil yang bekerja untuk Nyonya Tang. Kali ini, yang mereka hadapi adalah sebuah geng narkoba yang memiliki lebih dari sepucuk senjata! Rong Haiyue mendengar teriakan Su Qianci, menoleh, dan memandang ke arah wanita itu, tetapi Tang Zhenghao mengambil kesempatan dan dengan segera melawan. Tang Zhenghao sekarang bertubuh gemuk, tetapi ketika dia masih muda, dirinya juga seorang anggota angkatan darat. Kekuatannya sangatlah berarti. Pada saat ini, sambil menekan Rong Haiyue ke lantai, Tang Zhenghao mencekik leher Rong Haiyue dengan tangannya yang gemuk, mengambil pipa baja di sebelahnya, dan siap untuk mengayunkan pipa itu. "Jangan sentuh ayahku!" Rong Anna berteriak, tetapi Tang Zhenghao tidak berhenti, mengayunkan pipa ke arah kepala Rong Haiyue. Bagaimanapun juga Rong Haiyue adalah seorang mayor jenderal. Pada saat seperti ini, dia ingin mendorong Tang Zhenghao dengan lututnya, tetapi Tang Zhenghao sebenarnya lebih berat dari yang dia bayangkan. Lehernya dicekik oleh Tang Zhenghao, Rong Haiyue menyikut kepala pria tua gemuk itu dengan wajahnya yang sudah merah padam. Tang Zhenghao sedikit kehilangan keseimbangan, tetapi dengan segera menyeimbangkan dirinya kembali dan siap untuk memukul kepala Rong Haiyue lagi. Wuuuusss! Suara tembakan yang seharusnya keras itu menjadi sebuah desingan halus karena peredam suara yang digunakan. Rong Haiyue dengan jelas mendengar suara daging yang terkoyak. Dia terkejut dan menaikkan pandangannya. Dia melihat mata Tang Zhenghao yang terbelalak dan tubuhnya yang kaku. Segera setelah itu, Tang Zhenghao langsung terjerembap ke depan dan menimpa tubuh Rong Haiyue dengan mantap. Pipa baja yang semula dipegang di tangan Tang Zhenghao juga terjatuh ke lantai dan membuat sebuah suara bising. Darah mengalir di sepanjang leher Tang Zhenghao ke atas tubuh Rong Haiyue, hangat dan basah, membasahi pakaian Rong Haiyue. Rong Haiyue tampak terkejut. Setelah mendorong tubuh Tang Zhenghao, Rong Haiyue segera melihat ke arah Rong Anna. Rong Anna tidak bergerak, tetapi pria yang berdiri di sebelahnya sedang memegang sebuah pistol. Sepasang mata pria itu terlihat dingin dan tidak peduli. Tidak terlihat rasa panik padahal dia baru saja membunuh seseorang. Jelas terlihat, pria itu bukan orang baru untuk hal seperti ini. "Aaaah!" Tang Mengying berteriak nyaring, "Ayah!" Bersama dengan teriakan ini, Rong Haiyue pergi meninggalkan tempat sebelumnya. Tubuh Tang Zhenghao terbaring di lantai, matanya terbuka lebar dan tak bergerak. Tang Mengying bergegas menuju ke arah Tang Zhenghao dengan sepatu hak tingginya, tampak tidak percaya. Su Qianci diikat jauh dari mereka. Melihat kejadian itu, tubuhnya menjadi lemas. Pembunuhan ¡­.? Bo Xiao menembak pria itu. Dia membunuh Tang Zhenghao ¡­. Rong Anna juga menjerit dan merasa tidak percaya, berteriak, "Kau gila! Itu adalah Tang Zhenghao. Barang itu masih berada di tangannya!" "Dia terlalu menyebalkan. Tanpa kita di sini, dia bahkan memukuli Li Sicheng. Siapa yang bisa membantu kita sekarang? Dasar idiot!" Barang itu masih berada di tangannya? Rong Haiyue dengan segera menangkap kata kunci itu, bangkit berdiri, dan menjadi sangat marah. "Anna!" Rong Anna terkejut. "Ayah ¡­." "Apa yang kau lakukan? Apakah kau benar-benar menjual narkoba? Apakah kau benar-benar melakukan hal ini bersama Bo Xiao?" Untuk sesaat, Rong Anna tidak mengetahui bagaimana cara menjelaskannya. "Aku ¡­." Tiba-tiba terdengar suara berisik di luar. Itu adalah suara pistol yang sedang diisi pelurunya! Mendengar suara ini, ekspresi wajah Bo Xiao dan Rong Anna berubah. Siapa yang berada di luar? Chapter 519 - Mati Bersama Bo Xiao memberi isyarat pada Rong Anna, dan orang-orang di belakangnya juga memahaminya. Seseorang naik untuk memeriksa, lalu tiba-tiba turun, berbalik dan berteriak, "Polisi! Banyak polisi, lari!" Baik Bo Xiao maupun Rong Anna keduanya merasa terkejut. Dengan segera, beberapa dari mereka bergegas menuju ke pintu belakang. "Jangan coba-coba pergi!" Tang Mengying tiba-tiba berteriak, mengambil korek api, menyalakannya, dan melemparkan benda itu ke tempat yang telah dituangi bensin. Boom! Api tiba-tiba menyala tanpa peringatan! Udara panas yang membakar memenuhi ruangan beserta bau reruntuhan dan bensin yang terbakar. Seluruh tempat itu berada di bawah nyala api berwarna oranye-merah. Orang yang menjaga Su Qianci akhirnya melepaskan wanita itu. Terkejut, Su Qianci pun pingsan. Pria itu memandang Tang Mengying dengan marah. "Psikopat, kau gila! Tidak ada di antara kita yang bisa keluar sekarang!" "Ha ha ha ¡­." Tang Mengying tertawa dalam kegilaannya. Sambil memeluk tubuh Tang Zhenghao, dia berurai air mata dan berkata dengan kejam, "Untuk apa keluar? Jangan coba-coba! Tidakkah kau takut pada polisi? Mereka tidak berani datang ke sini dengan api yang sedang menyala. Mari kita mati bersama!" "Si*lan! Wanita ini gila!" Pria itu naik dan memukul Tang Mengying dengan keras menggunakan pipanya. Tang Mengying menjerit. Pria itu merasa tidak puas dan menendang punggung wanita itu dengan keras. "Pergi, berhentilah memukulnya! Bawa wanita itu bersamamu. Dia tahu di mana barang itu berada!" Bo Xiao berteriak dan menarik Rong Anna ke pintu belakang. Pria itu melihat ini, mengutuk, tetapi segera menyeret Tang Mengying ke arah belakang. "Rong Anna, berhenti!" Rong Haiyue menjerit. "Bo Xiao, ke mana kau akan membawa putriku?" Langkah Rong Anna terhenti. Gadis itu berbalik untuk melihat ekspresi wajah Rong Haiyue. Bo Xiao menariknya dan berteriak, "Apakah kau benar-benar berpikir bahwa dia adalah ayahmu? Putrinya ada di sana, yang mana bukan dirimu! Ikuti aku!" Rong Haiyue mendengar kata-kata Bo Xiao dan merasa tercengang. Bagaimana mereka mengetahuinya? Jelas sekali bahwa dirinya tidak memberi tahu mereka tentang hal ini, dan dia juga tidak menunjukkan apa pun ketika dirinya kembali ke rumah. Kapan Rong Anna mengetahuinya? Rong Anna mendengar kata-kata Bo Xiao, dan ekspresi wajah gadis itu berubah. Dia memandang Rong Haiyue dan berbisik dengan cepat, "Maafkan aku, Ayah." "Anna!" Suara Rong Haiyue dipenuhi ketakutan. "Anna!" Namun, Rong Anna tidak lagi tinggal diam dan menuju ke arah pintu belakang. "Tuan Rong, tolong!" Su Qianci berteriak. Matanya memohon, dan suaranya serak dan tercekat, "Aku mohon, tolong selamatkan kami ¡­." Dalam waktu singkat, api menjadi semakin ganas. Dan terdengar suara ledakan berderak di mana-mana. Tempat ini adalah sebuah pabrik alat listrik yang terbengkalai. Mesin dan puing-puing industri yang terbengkalai adalah benda-benda yang paling berbahaya. Dikelilingi oleh api, hanya ada mereka bertiga yang tersisa: Li Sicheng yang sedang sekarat, Su Qianci, dan Rong Haiyue. Rong Haiyue merasa kecewa dengan Rong Anna, tetapi dia dengan cepat bereaksi dan berjalan menuju ke arah Su Qianci untuk melepaskan tali di tubuh wanita itu. Pada saat itu, mereka mendengar suara langkah-langkah kaki, dan beberapa orang menyelinap masuk. Ketika melihat pemandangan ini, seseorang dengan segera memberi instruksi. Seorang polisi wanita tinggal di dalam. Polisi lainnya pergi untuk mengejar para gangster! Ketika Su Qianci sudah bebas, wanita itu berlari ke arah Li Sicheng. Chapter 520 - Aku Mencintaimu, Selamanya .... Akan tetapi, Su Qianci tidak berani menyentuh suaminya ¡­. Li Sicheng berlumuran darah. Suaminya diam tak bersuara, terbaring di lantai. Bahkan napasnya pun sangat lemah. "Apa yang harus kita lakukan ¡­." Su Qianci meledak dalam tangisnya. "Bawa suamiku ke rumah sakit. Cepat!" Rong Haiyue ingin melakukan hal itu tetapi tidak mengetahui harus memulai dari mana. "Jangan pindahkan dia!" Polisi wanita yang tertinggal itu memperingatkan. Kemudian dia berjongkok untuk memeriksa Li Sicheng dan mengumumkan dengan suara positif, "Terdapat banyak tulang yang patah. Jangan sembarangan memindahkan pria ini. Jika tulangnya menembus organ dalam, itu akan mengerikan." Api berkobar lebih besar dan semakin besar, dan terdengar suara ledakan dari waktu ke waktu. Bau benda terbakar yang menyengat hidung itu tercium terus menerus. "Berbahaya ¡­ bawa istriku lebih dulu," kata Li Sicheng dengan lemah. "Bawa istriku keluar lebih dulu, kumohon ¡­." "Tidak, jangan," teriak Su Qianci. "Kita harus pergi bersama-sama. Aku tidak ingin kamu mati, anak kita tidak dapat hidup tanpa seorang ayah. Aku mohon padamu. Bawa Li Sicheng bersamamu dan selamatkan suamiku, kumohon!" Su Qianci bahkan hampir berlutut di hadapan mereka. Rong Haiyue dengan cepat membantu wanita itu berdiri, menatap Su Qianci dengan mata elangnya, memaksa Su Qianci untuk menenangkan diri. "Dengar, situasinya berbahaya. Api itu terlalu besar. Jika kita akan melakukannya, harus sekarang. Aku akan membawamu keluar lebih dulu, dan kemudian aku akan kembali bersama petugas polisi ini untuk mengeluarkan suamimu. Aku berjanji akan memberimu Li Sicheng dalam keadaan hidup, oke?" "Benarkah?" Su Qianci menyeka air matanya dan memandang Li Sicheng. Li Sicheng mengangguk pada istrinya. "Hei, lindungi bayi-bayinya terlebih dulu. Aku ¡­ akan keluar sebentar lagi." "Tapi ¡­." "Tidak ada tapi!" Rong Haiyue hampir berteriak dengan keras. "Jika kau ingin suamimu hidup, kau harus menyingkir dan pergi ke luar! Hanya ketika kau keluar dengan aman, kita dapat merasa tenang!" Su Qianci berhenti menangis, dan mengangguk dengan cara yang konyol. Dia masih tidak bisa menahan diri untuk memandang ke arah Li Sicheng. Li Sicheng juga memandang istrinya. Mata suaminya yang biasanya dingin dan tajam itu memantulkan kobaran api. Seperti ada seribu bintang di dalam mata Li Sicheng. "Su Qianci ¡­." Suaranya terdengar lemah. Su Qianci mendengar suara suaminya dan meledak dalam tangis lagi, tetapi dirinya tidak berani, menggertakkan giginya dan menatap pria itu. Li Sicheng menatap Su Qianci, kelembutan membanjiri matanya. Dia berkata, "Aku mencintaimu, selamanya ¡­." Sesuatu dengan cepat meninggalkan hati Su Qianci. Terasa sangat hampa, sangat hampa ¡­. Api berkobar tak terkendali. Dan sebagian besar struktur bangunan itu telah meleleh. Hampir tidak ada tempat untuk keluar. Tang Zhenghao sangat pandai memilih tempat ini. Lokasi di mana mereka berada adalah area pusat dari pabrik yang terbengkalai. Mereka berada ratusan meter dari tempat aman mana pun. Asap hitam tebal mengepul, dan Su Qianci hampir pingsan. Menutup hidung dan mulutnya, dirinya masih diliputi oleh asap hitam yang merebak. Rong Haiyue menggertakkan gigi, berbisik, "Tahan napasmu!" ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Rong Xuan telah berdiri di depan pintu untuk waktu yang lama, dan kemudian ada sebuah mobil yang datang. Sebuah mobil polisi! Beberapa orang polisi datang ke samping Rong Xuan dan dengan suara pelan menanyakan sesuatu pada dirinya. Mereka meninggalkan seorang polisi untuk mengawasi Rong Xuan, dan yang lain diam-diam mendekati pabrik yang terbengkalai itu. Akan tetapi, sebelum polisi sampai di sana, terdengar sebuah suara ledakan besar. Api oranye-merah membuat pandangan mata Rong Xuan menjadi kabur. Chapter 521 - Selamatkan Dia, Selamatkan Suamiku! Pikiran Rong Xuan berantakan ketika dia melihat tempat itu dikepung oleh api. Rong Haiyue masih berada di dalam. Mereka masih berada di dalam! Putrinya, suaminya ¡­. Napas Rong Xuan semakin memburu, dan dirinya ingin berlari masuk ke dalam. Petugas polisi wanita yang tinggal untuk mengawasi menarik Rong Xuan dan berkata, "Jangan masuk, orang-orang kami sudah masuk ke dalam, dan orang-orang yang berada di dalam akan aman." Ya, ada polisi. Tidak akan terjadi apa-apa! Rong Xuan menunggu untuk waktu yang lama ¡­. Rasanya seperti beberapa abad telah berlalu sebelum dirinya melihat seseorang keluar. Sebuah sosok jangkung, menggendong seorang wanita hamil. Perut wanita hamil itu sangat mencolok. Sepertinya wanita hamil itu sedang berada dalam keadaan koma. Rong Xuan tidak memedulikan siapa wanita hamil itu. Ketika dia melihat sosok tinggi itu, dia mengenali: itu adalah Rong Haiyue, suaminya keluar. Rong Xuan menghela napas dan berlari menghampiri. Rong Haiyue merasa kelelahan. Melihat istrinya, dia menyerahkan Su Qianci ke tangan wanita itu dan berkata, "Telepon ambulans, dia pingsan karena tersedak asap. Pastikan bayinya aman." Lalu pria itu bangkit berdiri dan masuk ke dalam lagi. Terkejut, Rong Xuan bertanya, "Kau mau ke mana?" "Li Sicheng masih berada di dalam. Aku harus menyelamatkannya." Setelah Rong Haiyue menyelesaikan perkataannya, pria itu sudah pergi. "Apinya besar sekali!" Rong Xuan berteriak, suaranya terdengar dipenuhi oleh ketakutan. "Itu terlalu berbahaya!" Rong Haiyue menoleh ke belakang ke arah istrinya. Rong Xuan merasa takut. Apa yang kau takutkan? Apakah kau takut kalau aku mati? Rong Haiyue memikirkan hal ini dan tiba-tiba tertawa. Pria itu berbalik dan berlari ke dalam. Sambil berlari, dia berkata dengan gembira, "Aku akan keluar untuk menemuimu!" Ketika Rong Xuan mendengar ini, ada sebuah tempat yang tidak diketahui di dasar hatinya bergejolak dengan perlahan. Api yang tidak dikenal perlahan menyala ¡­ membakar ¡­. Petugas polisi wanita itu juga berlari ke dalam, dan kedua sosok itu menghilang ke dalam api satu demi satu. Rong Xuan segera menelepon ambulans, tetapi ketika ditanya tentang alamatnya, dia tidak mengetahui harus berkata apa. Bagaimana dia dapat mengetahui di mana dirinya berada? Dia sama sekali tidak mengenal Kotaraja! "Pinggiran kota sebelah timur, pabrik ke-8 yang terbengkalai ¡­." Sebuah suara lemah terdengar di lengannya. Su Qianci berkata dengan mata setengah tertutup. Rong Xuan segera mengulangi alamat itu, dan kemudian menghubungi nomor pemadam kebakaran. Pada akhirnya, dia membantu Su Qianci duduk dan menepuk wajah wanita itu. "Apa kau baik-baik saja? Minumlah air dulu." Dia memberi Su Qianci air mineral yang dibawanya. Su Qianci minum beberapa teguk, tapi air matanya dengan cepat menetes lagi. "Rong Haiyue pergi untuk menyelamatkan Li Sicheng. Yakinlah, tidak ada yang akan terjadi." kata Rong Xuan. Tetapi bahkan Rong Xuan sendiri pun tidak merasa yakin. Api itu terlalu besar. Bahkan langit pun menjadi merah. Debu kehitaman terus beterbangan ke langit dan kemudian menghilang tanpa suara. Saat sebuah mobil sport Porsche yang mewah menepi, Su Qianci dan Rong Xuan menoleh ke belakang pada saat yang bersamaan. Ketika Li Jinnan melihat Rong Xuan, dia tertegun. "Su Qianci?" Su Qianci melihat wajah Li Jinnan yang mirip dengan wajah suaminya, dia merasa dirinya seperti memiliki seorang penyelamat hidup, mengulurkan tangan pada adik iparnya dan berteriak, "Jinnan ¡­." Li Jinnan segera mendekat dan memeluk Su Qianci. "Apa yang terjadi? Di mana kakakku?" "Di dalam, dia dipukuli ¡­." Su Qianci tidak bisa menahan tangisnya. "Patah tulang, tulangnya banyak yang patah, mereka bilang kita tidak boleh memindahkannya. Mereka takut tulangnya yang patah akan menembus organ dalamnya, tapi ¡­ apinya begitu besar ¡­ apa yang harus kita lakukan? Masih bisakah dia keluar ¡­." Chapter 522 - Dia Tidak Sanggup Menerima Kenyataan Ini .... "Ya," kata Li Jinnan dengan tegas. "Dia adalah Li Sicheng. Jika dia tidak bisa keluar, dunia ini akan berantakan. Dia harus keluar." Ya, dia adalah Li Sicheng. Dia tidak akan mati. Dia tidak berani mati. Tanggung jawabnya besar. Dia memikul tanggung jawab terhadap seluruh keluarga Li di pundaknya, dan istrinya dan anak-anaknya, dan rumah mereka ¡­. Hati Su Qian merasa sedikit tenang setelah mendengar kata-kata Li Jinnan. Bagaimana bisa suaminya mati, bagaimana bisa Li Sicheng mati? Tidak, tidak ¡­. "Aku akan masuk ke dalam ¡­." kata Li Jinnan. Boom! Sebelum menyelesaikan perkataannya, Li Jinnan terhenti karena sebuah ledakan yang kuat. Api meluas dari berbagai jalan keluar pabrik beserta sebuah gelombang panas. Bangunan itu terlihat seperti sebuah balon yang meledak. Api mengamuk membubung tinggi langsung ke langit. Awannya berwarna kemerahan. Nyala api yang tinggi itu tampak seperti sebuah senyuman yang lebar, memperlihatkan gigi-giginya, menertawakan Su Qianci; "Lihat, aku sudah menelan cinta sejatimu." Reruntuhan dinding dan puing-puing industri berhamburan, mengenai tubuh dan wajah mereka. Itu tidak terlalu menyakitkan. Namun, hati mereka bertiga terasa berat. Mata Li Jinnan terbelalak. Dia memandang tempat itu dengan pandangan tidak percaya. "Aaaaaaaah!" Su Qianci menjerit nyaring dan bangkit berdiri dari lengan Rong Xuan, pergi menuju ke arah gudang itu. "Li Sicheng, Li Sicheng!" Li Jinnan langsung menyeret kakak iparnya kembali. Rong Xuan juga tercengang. Mendengar teriakan Su Qianci, Rong Xuan mendapati bahwa tenggorokannya terasa sakit saat dia menahan isak tangisnya. Itu terasa lebih menyakitkan daripada saat Rong Haiyue mencekik dirinya! "Lepaskan aku, lepaskan aku!" Mata Su Qianci sudah merah dan bengkak. Memandang ke arah gudang yang terbakar itu, keputusasaan yang tak terkatakan memenuhi hatinya, menelan dirinya seperti sebuah gelombang dingin. Dia tidak bisa membebaskan dirinya dari cengkeraman Li Jinnan ¡­. "Li Sicheng ¡­." Su Qianci meronta-ronta, memandang tempat itu, suaranya terputus-putus. Tenggorokannya sangat kering seolah-olah terbelah dua, terbakar. Itu menyakitkan! Tapi suaminya sedang merasakan kesakitan yang lebih besar, Li Sicheng, Tuan Li ¡­. "Su Qianci," suara Li Jinnan terdengar parau, tapi pria itu lebih tenang dari biasanya. Dia menyeret kakak iparnya menjauh dan berkata dengan tegas, "Tidak ada yang akan terjadi pada Li Sicheng, tidak ada!" Su Qianci merasa hatinya terasa sangat sakit. Apa yang harus dia lakukan. Dia tidak sanggup menerima kenyataan ini lagi ¡­. Li Jinnan merasakan sebuah beban terjatuh ke lengannya. Dia melihat ke bawah, dan Su Qianci telah pingsan. "Rong Haiyue ¡­." Rong Xuan memandangi lautan api itu dan berlari menghampiri seperti orang gila. Hak sepatu setinggi delapan cm membuatnya terjatuh sebelum dia pergi jauh. "Rong Haiyue, Rong Haiyue ¡­." Pandangan matanya kabur oleh air mata. Melepas sepatu hak tingginya, dia berlari ke bagian belakang gudang dengan kaki telanjang. Udaranya sangat panas, dan temperatur di lantai pun sangat tinggi sehingga dia hampir tidak bisa berdiri. Api yang mengamuk itu telah menyelimuti seluruh bangunan, dan tidak ada jalan untuk masuk, dan jalan untuk keluar. Tidak, tidak. Pastinya ada sebuah jalan, harus ada jalan keluar sehingga Rong Haiyue tidak akan mati. Suaminya itu berkata, dia akan keluar untuk menemui dirinya dalam keadaan hidup. Bagaimana bisa Rong Haiyue berbohong padanya? Chapter 523 - Dia Berada Di Sini. Dia Masih Hidup! Apakah itu karena Rong Xuan telah berbohong pada Rong Haiyue selama lebih dari 20 tahun yang lalu, jadi sekarang pria itu harus berbohong pada istrinya sekali? Tidak! Rong Xuan berlari ke bagian belakang gudang, dan pikirannya kosong. Qipao panjang yang dikenakannya telah digulung ke atas. Dia melepas mantelnya sekalian untuk membuat dirinya berlari lebih cepat. Namun, di mana Rong Haiyue? Di mana dia? Pabrik yang terbengkalai itu sangatlah besar. Pecahan kaca dan paku berkarat berserakan di mana-mana, dan kakinya sudah berlumuran darah. Akhirnya, di bagian belakang gudang itu ¡­ di sisi lain pabrik yang terbengkalai itu, terlihat dua orang yang sedang terbaring di arah yang berlawanan dengan tempat mereka berdiri sebelumnya. Salah satu dari mereka terbakar, mengenakan seragam polisi. Rambutnya sudah terbakar habis, dan tubuh wanita itu kejang-kejang. Namun, polisi wanita itu belum mati! Yang satunya lagi, berjarak puluhan meter dari polisi wanita tadi, tubuh pria itu mengeluarkan asap. Pria itu tidak bergerak. Air mata Rong Xuan langsung menetes. Dia bergegas menghampiri dan membalikkan tubuh pria itu. Sangat panas, sangat panas! Tubuh Rong Haiyue mengalami luka bakar yang parah, tetapi pria itu tidak mati! Ketemu ¡­ akhirnya dirinya menemukan Rong Haiyue. "Aaaah!" Rong Xuan memeluk suaminya dan kemudian menangis, "Rong Haiyue!" Rong Haiyue mendengar seseorang sedang memanggil dirinya, dan suara itu sangat dikenalnya. Bukankah itu adalah suara wanita yang berusaha dibahagiakan oleh dirinya selama lebih dari 20 tahun? Apakah istrinya menangis? Apakah Rong Xuan sedang memanggil namanya? Rong Haiyue membuka matanya perlahan, hanya untuk melihat sebuah bayangan di balik kobaran api. "Rong Xuan ¡­." Rong Xuan mengeringkan air matanya dan berkata, "Tunggu di sini, aku akan membawa lebih banyak orang!" Dia dengan hati-hati menurunkan tubuh suaminya, dan kemudian memikirkan sesuatu. Mengerahkan seluruh kekuatannya, dia menyeret Rong Haiyue menjauh dari api sebelum akhirnya dirinya berhenti. Ketika Rong Xuan menghampiri polisi wanita itu, tubuhnya masih terbakar. Namun, dia sudah berhenti bergerak. Ada darah yang mengalir dari kepalanya dan itu tampak menakutkan. Mati, polisi wanita ini terbakar hingga tewas ¡­. "Maafkan aku ¡­." kata Rong Xuan dan kemudian berlari kembali. Pada waktu yang hampir bersamaan, ambulans dan mobil pemadam kebakaran telah tiba. Rong Xuan merasa sangat gembira dan berteriak, "Kemarilah! Seseorang masih hidup. Ada seseorang yang masih hidup! Tolong!" ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª "Laporan Berita Pagi Kotaraja: Sebuah ledakan besar terjadi di sebuah pabrik yang terbengkalai di pinggiran kota sebelah timur Kotaraja tadi malam. Menurut penyelidikan, tempat itu awalnya merupakan sebuah pabrik listrik. Setelah ditelantarkan, pemilik pabrik sebelumnya tidak mendaur ulang limbah peralatan listrik dengan benar, menyebabkan terjadinya tragedi tersebut. Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api sepanjang malam, sampai api benar-benar padam pada pukul 5.37 pagi hari ini. Seorang petugas polisi wanita tewas dalam ledakan di belakang pabrik. Satu orang terluka parah. Tidak ada mayat yang ditemukan di dalam tempat terjadinya ledakan. Mungkin saja mayat-mayat tersebut rusak terbakar. DNA yang ditemukan sejauh ini milik mantan presiden Grup Tang, yang sekarang menjadi seorang penipu buronan. Kapten tim ketiga dari kepolisian Kotaraja, Petugas Xie , dan Tuan Li, presiden Grup Li dan selebritas paling populer dalam beberapa hari terakhir ¡­. " Saat menyaksikan berita ini, Kapten Li, yang merasa khawatir sepanjang malam, akhirnya mendapatkan konfirmasi atas kekhawatirannya. Napas pria tua itu tiba-tiba bertambah cepat. Liu Sao melihat hal ini dan buru-buru menghampiri. "Kapten, Anda ¡­." Melihat mata pelayannya yang merah dan bengkak, Kapten Li melempar remote control itu dan menggeram, "Kau sudah mengetahuinya?" Chapter 524 - Ada Gejala Aborsi Yang Mengancam Ketika Liu Sao melihat hal itu, dia mengetahui bahwa dirinya sudah tidak bisa merahasiakannya lagi. Air mata yang akhirnya sudah berhenti menetes mulai menggenang lagi. Kapten Li jatuh terduduk ke atas sofa. Sepasang mata tuanya berubah kemerahan saat dia bernapas dengan cepat. "Kapten, jangan bersikap seperti ini. Sicheng ¡­." "Bagaimana dengan Qianqian?" Matanya basah, pria tua itu bertanya. "Di mana dia?" "Di rumah sakit, Tuan Besar, Nyonya Besar, dan Jinnan sudah berangkat ¡­." "Hah, bagus sekali. Hanya aku yang berada di dalam kegelapan!" Liu Sao merasa bersalah. Ketika dirinya mencoba menjelaskan, pelayan itu mendengar suara Kapten Li yang tak berdaya. "Bawa aku ke sana, Qianqian tentu tidak bisa menerima kenyataan ini." Mendengar itu, Liu Sao meledak dalam tangis dan berkata, "Sangat menyedihkan! Hubungan mereka sedang sangat baik. Mereka selalu bergandengan tangan saat makan di luar. Sekarang Sicheng sudah tiada ¡­." Bagaimana Su Qianci bisa bertahan? Seperti yang dikatakan Liu Sao dan kakek, Su Qianci tidak bisa bertahan. Meletakkan tangan di perutnya, Su Qianci menatap ke arah langit-langit. Matanya kosong, tetapi air matanya mengalir seperti sebuah sungai. Di luar ruangan, dokter sedang berbicara kepada Qin Shuhua dan Li Yao. Su Qianci bisa mendengarnya dengan jelas. "Pasien harus beristirahat dengan baik. Dia memiliki gejala aborsi yang mengancam. Janinnya tidak mampu menghadapi segala jenis gangguan. Kemungkinan kelahiran prematur pada anak kembar sangatlah tinggi. Yang terbaik adalah mencegah hal itu terjadi. Kita harus mengendalikan suasana hati sang ibu." Mengendalikan suasana hati sang ibu ¡­. Su Qianci tiba-tiba merasa geli. Akan tetapi, dirinya tidak bisa tersenyum. "Pembohong ¡­." Li Sicheng adalah seorang pembohong, seorang pembohong besar. Mereka sudah sepakat bahwa Su Qianci akan melindungi bayinya dan dirinya sendiri, dan Li Sicheng akan segera keluar dari gudang itu. Namun, kenapa kamu tidak keluar, kenapa kamu tidak melakukannya? Berani-beraninya pria itu tidak keluar? Mereka sudah sepakat bahwa Li Sicheng akan merayakan setiap ulang tahun bersama dirinya. Tapi sekarang ¡­. Dirinya hanya baru merayakan ulang tahun satu kali saja. Dan juga tentang pesta pernikahan itu, pesta pernikahan yang dijanjikan Li Sicheng pada dirinya. Bulan madu, dan nama yang akan suaminya berikan untuk anak-anaknya ¡­. Semuanya telah lenyap. Semuanya tertelan dalam api itu. Tapi ¡­ bukankah dia adalah Li Sicheng? Setiap kali Su Qianci terluka, Li Sicheng akan muncul di sebelah istrinya seperti seorang dewa. Tapi bagaimana dengan masa yang akan datang? Apa yang harus dirinya lakukan tanpa suaminya? Li Sicheng yang luar biasa, dingin, dan angkuh. Li Sicheng ¡­. Bagaimana pria itu bisa berbohong? Bagaimana bisa Li Sicheng meninggal? Kalimat terakhir yang suaminya katakan pada dirinya. Dengan suara pelan dan lembut, lemah tapi tulus. Li Sicheng menatap dirinya, dengan sepasang mata yang membawa seribu bintang yang cemerlang. Sangat menakjubkan sehingga menarik seluruh perhatiannya. Namun, dirinya tidak bisa melihat sepasang mata itu lagi ¡­. Dia meraih selimut dan menggertakkan giginya. Su Qianci mencucurkan air mata tetapi tidak membiarkan dirinya mengeluarkan suara. Pintu bangsal didorong hingga terbuka dan dia mendengar sedikit suara. Su Qianci menarik selimut hingga ke atas kepalanya, menyeka air matanya. Ketika Qin Shuhua melihat hal itu, ibu mertuanya itu bahkan merasa lebih buruk. Menghampiri menantunya, dia duduk di sebelah tempat tidur, menggenggam tangan Su Qianci. "Jika kau ingin menangis, menangislah." Apa gunanya menangis? Apakah itu akan membawa Li Sicheng kembali? Namun, rasa sakit di hatinya itu terasa membunuhnya. Apa yang harus dia lakukan? Dia tidak ingin hidup sendiri. Dia ingin pergi bersama suaminya ¡­. Chapter 525 - Li Sicheng Yang Seharusnya Tertawa Sampai Akhir Tubuh Su Qianci gemetar di balik selimut. Suara napas yang berat dan cepat menunjukkan suasana hatinya. Qin Shuhua menutupi mulutnya sendiri, melepaskan tangan Su Qianci, bangkit berdiri, dan berjalan keluar dari bangsal. Ketika dia pergi keluar untuk menemui Li Yao, dia tidak bisa menahan diri dan menjerit, "Apa yang harus kita lakukan? Anak kita, anak kita ¡­." Li Yao tidak bisa menahan kesedihannya, mata memerah, mengambil selembar tisu untuk menyeka air matanya. Qin Shuhua berjongkok dan menangis tersedu-sedu. Ketika Li Beixing datang, pria itu masih mengenakan seragam militer-hijau, tetapi dirinya tidak berhasil melihat jenazah Li Sicheng. Napasnya terengah-engah dan ketika melihat kedua orang tua dan adiknya berdiri di pintu bangsal, dirinya tampak tidak percaya. Berjalan mendekati mereka, dia menyentuh bahu Li Jinnan. Li Jinnan menarik napas dalam-dalam dan matanya sudah merah. Ketika dia melihat Li Beixing mendekat, dia berbalik dan memeluk kakaknya erat-erat. Li Beixing belum pernah melihat adiknya melakukan hal ini. Hatinya terasa hampa. Melihat ke dalam kamar, dia bertanya, "Apakah Su Qianci ada di dalam?" "Ya." Li Jinnan melepaskan pelukan kakaknya, matanya sedikit berair. "Aku bahkan tidak pernah mendengar sebuah rintihan pun. Su Qianci menangis diam-diam." Li Beixing mundur selangkah dan menatap mereka. Sosok hijau militer yang tegap dan tinggi itu terlihat membanggakan. Dia bertanya, "Apakah kau melihat jenazahnya?" "Tidak." Li Jinnan menutupi wajahnya dengan rasa pilu, duduk di bangku. Suaranya sedikit tercekat, dia terisak-isak sambil menyalahkan diri sendiri. "Dalam ledakan semacam itu, bagaimana bisa jenazahnya ditemukan?" "Bagaimana mungkin tidak ada jenazah satu pun? Ada sebuah jenazah, kan?" Li Beixing tidak ingin memercayai bahwa Li Sicheng, yang sangat angkuh dan luar biasa, meninggal seperti ini. Benar-benar sebuah lelucon! Salah satu dari mereka bisa meninggal terlebih dulu, tapi Li Sicheng ¡­ dia pastinya yang seharusnya tertawa sampai akhir! Li Sicheng tak tahu malu, tangguh, dan gigih, bertekad untuk menjadi seseorang yang luar biasa. Bagaimana bisa dia meninggal? "Tanpa melihat jenazahnya, aku sama sekali tidak percaya bahwa Li Sicheng sudah meninggal!" Li Beixing terdengar kuat, menatap Li Jinnan. "Apakah kau sudah mencarinya? Apakah kau yakin?" Li Jinnan tidak berbicara atau menurunkan tangannya. Dia duduk di sana tanpa bersuara, menutupi wajahnya. Tiba-tiba, sekelompok orang yang mengenakan seragam polisi datang mendekat. Ketika melihat mereka, salah seorang polisi bertanya, "Anda adalah keluarga Li Sicheng? Saya adalah petugas polisi yang menangani kasus ini. Nama belakang saya adalah Li." Li Jinnan akhirnya mendongak dan menatap petugas polisi itu. "Kami menemukan sesuatu di TKP 1 yang kemungkinan besar milik Tuan Li. Dapatkah Anda mengonfirmasi ¡­." Brak Pintu bangsal tiba-tiba terbuka, menabrak dinding, dan menutup kembali. Sebuah sosok ramping berlari mendekat dengan kaki telanjang. Wajah Su Qianci pucat, matanya merah dan bengkak, serta rambutnya berantakan. Wanita itu melihat ke arah benda yang berada di tangan petugas polisi. Benda itu dimasukkan ke dalam sebuah kantong plastik, terlihat menghitam dan benar-benar rusak dimakan api itu. Tetapi bentuknya serta berlian kecil dan permata yang terbakar berwarna abu-abu itu menunjukkan bahwa benda itu berbentuk seperti burung. Su Qianci melihat benda ini, dan bibirnya bergetar. Dia mengulurkan tangan dan mengambil kantong plastik itu. Sambil menyentuh lehernya sendiri, dia memegang sebuah liontin angsa yang mulia dan anggun. Garis-garisnya halus, lembut dan cantik. Dilihat dari permata dan berliannya, kedua benda itu seharusnya merupakan satu pasang. Benda ini adalah sepasang angsa, melambangkan cinta paling setia. Mereka akan saling mencintai sampai maut memisahkan mereka. Tempat Kejadian Perkara Chapter 526 - Hingga Maut Memisahkan Mereka Para angsa memiliki cinta yang paling setia. Mereka akan setia pada pasangannya masing-masing hingga maut memisahkan mereka. Pandangan mata Su Qianci menjadi kabur. Dia tidak mau menangis. Tidak ada yang akan peduli pada dirinya. Tidak ada yang akan membantu dirinya mengeringkan air matanya. Saat menunduk melihat ke bawah, dia membiarkan air mata menetes ke atas kakinya. Dia menemukan bahwa dirinya lupa memakai sepatu. Lantai itu sangat dingin ¡­. Li Sicheng, tolong bawakan sepatuku kemari dan gosokkan kakiku, seperti tadi pagi, maukah kamu melakukannya? Tidak ada yang merespons. Su Qianci menarik sudut bibirnya dan hanya merasakan sakit kepala yang teramat sangat. Orang-orang yang berada di sekitarnya sepertinya sedang berbicara, tetapi dirinya tidak bisa mendengar sepatah kata pun. Perlahan-lahan membalikkan badannya dan berjalan menuju ke tempat tidur rumah sakit, dia tidak mengatakan apa pun. Dia merasa sangat lelah. Sayang, peluk aku, aku akan jatuh ¡­. Pandangannya semakin gelap, dan tubuhnya semakin lemah. Kaki Su Qianci menjadi lemas. Dia langsung terjatuh ke samping. Beberapa hari berikutnya, dia selalu setengah tertidur. Nafsu makannya sangat buruk. Dia pada dasarnya mengandalkan infus untuk mempertahankan fungsi fisiknya. Dan akhirnya pada hari keempat, dia meminta untuk keluar dari rumah sakit. Kembali ke rumah tua, dia tertidur lagi. Ketika dia terbangun, hari sudah malam. Tidak ada cahaya sedikit pun di dalam kamar dan itu sangat gelap. Ketika Su Qianci membuka matanya, dia melihat sebuah sosok tinggi sedang berdiri di samping tempat tidur. Mengenakan setelan jas, pria itu sepertinya menyadari kalau dirinya sudah bangun. Sosok itu berbalik dan menoleh. Garis wajahnya tegas dan tatapan matanya tenang. Pria itu melengkungkan bibirnya saat melihat dirinya. Su Qianci tidak bisa memercayai penglihatannya, membeku sesaat. Li Sicheng memiliki tatapan penuh cinta yang dalam di matanya. Saat melihat Su Qianci, wajah pria itu menjadi hangat dan lemah lembut. Berjalan dengan perlahan menghampiri, Li Sicheng membelai rambutnya dan tersenyum. "Menjadi semakin malas sekarang." Mata Su Qianci dibanjiri oleh air mata. Dia mengulurkan tangan dan ingin menyentuh tangan suaminya, tetapi ketika tangannya terulur, sosok tampan itu menghilang tanpa jejak. Di bawah cahaya yang redup, tidak ada apa pun di sana. Tak ada siapa-siapa. Tak ada Li Sicheng. Tak ada apa pun sama sekali. "Suami!" Su Qianci duduk dan mengulurkan tangan ke tempat di mana sosok tampan itu baru saja berdiri, tetapi hanya menangkap udara kosong. Tidak, tidak, tidak ada apa pun ¡­. Butiran besar air mata menetes dengan deras. Dia memegang selimut, meringkuk di sudut tempat tidur dan menangis tersedu-sedu. Pintu kamar diketuk, dan dia mengabaikannya, menutupi kepalanya dan diam tak bergerak. Pintu kamar dibuka dengan cepat. Kapten Li berjalan masuk dengan tongkatnya dan menyalakan lampu. Lampu kristal mewah itu menjulang tinggi, menerangi segalanya dengan cahayanya yang berwarna kuning. Pria tua itu perlahan berjalan mendekat, memindahkan bangku di meja rias, dan duduk di samping tempat tidur. Su Qianci akhirnya kembali menjadi dirinya sendiri, mengambil selembar tisu untuk mengeringkan air matanya dan memanggil, "Kakek." Kapten Li memandang cucu mantunya dengan sedih, matanya sedikit berkaca-kaca. Dia mengangguk dan bertanya dengan ramah, "Bagaimana kalau kita makan? Kakek belum makan, dan orang tua tidak bisa kelaparan." "Aku tidak lapar." Su Qianci terisak-isak dan berkata. "Bagaimana mungkin? Kau tidak makan tadi malam dan tidur sepanjang hari. Kau harus makan sesuatu. Bayi-bayi itu pastilah lapar." Su Qianci melihat ke arah perutnya di balik selimut. "Sicheng sudah tiada. Kedua anak ini adalah satu-satunya bukti bahwa dia telah hidup. Kau bahkan tidak bisa menjaga agar mereka tetap sehat untuk suamimu?" Chapter 527 - Sayangku, Pulanglah Bagaimana mungkin? Jika bukan karena kedua anak ini ¡­. Mata Su Qianci meredup, mengulurkan tangan untuk menyentuh perutnya tanpa berbicara. "Kakek sudah tua dan tidak bisa kehilangan siapa pun lagi. Tolong hiduplah dengan baik, atau restui aku untuk pergi dalam tidurku ¡­." "Kakek." Su Qianci menyela kata-kata pria tua itu, tercekat lagi. "Jangan berkata seperti ini." Dia telah kehilangan Li Sicheng, dia tidak bisa kehilangan kakeknya juga. Bahkan jika kakek sudah tiada, dirinya benar-benar akan sendirian di dunia ini. Kakek dan Li Sicheng tersayangnya ¡­. Pria tua itu terdiam, menatap Su Qianci, dan berkata dengan lembut, "Keluarlah untuk makan malam. Teman baikmu telah datang untuk menemuimu." "Teman baikku?" "Seorang pria muda bermarga Lu, sopan dan menyenangkan. Aku memintanya untuk tinggal untuk makan malam, dan ketika kau keluar, kita bisa mulai makan." Kakek memandang Su Qianci dengan penuh kasih, tersenyum dan berdiri. "Ayo mandi, jangan biarkan dia menertawakanmu." Su Qianci sedikit terpana, dan dia mengangguk. Ketika kakek keluar, pria tua itu menutup pintu di belakangnya. Su Qianci bangkit dan melihat bahwa dirinya sedang mengenakan piama musim semi berlengan panjang. Li Sicheng yang mengambilkan piama ini untuknya. Ketika dia mengangkat selimut dan duduk di tempat tidur, kakinya menyentuh lantai dan mendapati bahwa lantai itu dingin. Pada saat seperti ini, seharusnya ada sepasang tangan besar yang memberinya sepasang sandal bulu, sambil membantu dirinya berganti pakaian. Li Sicheng akan memperingatkan dirinya untuk tidak menendang sepatu ke bagian bawah tempat tidur lain kali. Mata Su Qianci menjadi merah. Dia mengulurkan tangan untuk mencari sepasang sepatu di bawah tempat tidur, mengenakannya, dan masuk ke dalam kamar mandi. Handuk, sikat gigi, cangkir, pisau cukur, aftershave 1 milik suaminya ¡­ semuanya tertata dengan baik, bersih dan rapi. Su Qianci melirik barang-barang itu, dan dengan segera mulai mandi. Karena tidak makan dengan baik selama beberapa hari terakhir, dirinya tidak memiliki banyak kekuatan. Setelah mandi, dia pergi ke ruang ganti dan membuka lemari, yang mana terlihat penuh. Tiga perempat pakaian itu miliknya, dan milik suaminya hanyalah sebagian kecil saja. Sejak kapan dia memiliki begitu banyak pakaian? Ketika dirinya baru saja datang kemari, dia sebenarnya hanya memiliki beberapa helai pakaian. Pakaian di dalam lemari ini adalah pakaian-pakaian dari musim terbaru. Ada beberapa pakaian yang sudah pernah dia kenakan, tetapi kebanyakan dari pakaian-pakaian itu masih baru. Setelah dicuci, pakaian tersebut tergantung tanpa suara di sana, dan dia tidak pernah melihatnya. Dia memilih sebuah setelan rok bermotif bunga yang dipilih oleh Li Sicheng untuk dirinya dan mengenakannya, tetapi dia tidak bisa menarik ritsleting di punggungnya. Dia menyadari bahwa tubuhnya sudah sedikit merepotkan, dan tidak peduli seberapa kerasnya dia berusaha, dia tidak bisa menarik ritsletingnya ke atas. Suara suaminya yang bernada rendah masih terngiang di telinga, halus dan lembut. Su Qianci memandangi seluruh lemari pakaian itu dan hanya berbisik, "Sayang, tarik ritsletingnya. Aku tidak bisa meraihnya." Namun, tidak ada jawaban. Hatinya bergetar, dan rasa sakit yang tiba-tiba membuatnya hampir kehabisan nafas. Di masa yang akan datang, tidak ada yang akan membantu dirinya berganti pakaian lagi. Dan tidak ada yang akan membantu dirinya menarik ritsletingnya. Tidak ada yang akan tiba-tiba muncul ketika dirinya sedang tidak berdaya, menatap dirinya dengan sangat lembut, berbisik: Sayangku, pulanglah. "Sayangku, pulanglah. Aku merindukanmu." Losion, gel, atau cairan yang digunakan setelah selesai bercuku Chapter 528 - Lu Yihan Berada Di Sini Kamar besar itu begitu kosong sehingga terasa mengerikan. Di masa yang akan datang, dia harus mengandalkan dirinya sendiri untuk melakukan segalanya. Makan dan tidur sendirian, mandi sendiri. Tidak ada yang akan mengingatkan dirinya bahwa dia harus memakai sepatu ketika bangun dari tempat tidur, dan tidak ada yang akan mengingatkan dirinya agar tidak mencuri makanan ringan setiap malam sebelum tidur. Setiap hari, tidak ada yang akan membangunkan dirinya, makan bersamanya, membeli pakaian untuknya ¡­. Bisakah dia bertahan untuk hidup seperti ini? Mungkin, bukankah ini yang terjadi dalam kehidupannya sebelumnya ¡­. Tidak ada yang membantu dirinya, tidak ada yang memandang dirinya, dan tidak ada yang memperhatikan perasaannya. Pada waktu itu, sudah bertahun-tahun seperti itu. Sekarang, Tuhan mengembalikan semua ini kepada dirinya. Mengapa dia menjadi begitu emosional dan lemah? "Aku menyalahkan dirimu." Matanya menjadi berkaca-kaca, tetapi dia menolak untuk membiarkan air matanya menetes. "Kamu memanjakan aku dan menghilang. Apa yang kamu inginkan untuk aku lakukan di masa mendatang? Apa yang harus aku lakukan ¡­." Hatinya terasa sakit dan menjadi hampa. Pria yang pernah hidup dalam hatinya itu dengan kejam menarik dirinya sendiri keluar, meninggalkannya sendirian, menghadapi segalanya. "Qianqian? Apakah kau sudah siap?" Suara kakek terdengar ramah, memeriksa keadaan cucu mantunya. Su Qianci dengan cepat menyeka air matanya dan mencoba menenangkan dirinya. Dia berkata, "Aku akan ke sana sebentar lagi!" Dengan susah payah akhirnya dia bisa menarik ritsletingnya ke atas. Dia hanya merias wajah seadanya, membuat dirinya terlihat tidak terlalu stres. Setelah itu, dia mengikat rambutnya agar terlihat lebih energik. Dia menepuk wajahnya dan akhirnya keluar dari kamar. Li Xun, Li Yao, Qin Shuhua, Li Jinnan, Li Beixing semuanya berada di sana, dan ada dua orang luar yang seharusnya tidak muncul di sini -- Lu Yihan dan Luo Zhan. Pada saat melihat Su Qianci, di balik kacamata tanpa bingkai Lu Yihan, mata pria itu sedikit tertekan dan berkaca-kaca. "Kau kehilangan berat badan." Suaranya terdengar rendah dan serak, dan Luo Zhan menyikutnya dengan sikunya. Lu Yihan mengumpulkan senyum di wajahnya dan memanggil, "Qianqian." Su Qianci juga tersenyum, yang mana tidak lebih dari sebuah lengkungan kecil. "Kenapa kau ada di sini?" "Lihatlah dirimu." Pandangan mata Lu Yihan jatuh di perut Su Qianci. "Kau pasti belum makan dengan baik baru-baru ini. Terlalu kurus dan bahkan lebih kurus dari sebelumnya. Ini tidak baik untuk anak-anaknya." Bukan saja tubuh Su Qianci yang kurus, tetapi kedua matanya juga bengkak seperti kacang kenari. Meskipun wajahnya dilapisi dengan riasan wajah, itu tidak bisa menyembunyikan kulit pucatnya. Hanya karena Li Sicheng ¡­. Liu Sao cepat-cepat mengeluarkan makanannya dan mengumumkan, "Ayo makan. Tuan Lu juga memasak sesuatu, dan kelihatannya lezat. Ayo, Qianci, aku dengar itu adalah makanan kesukaanmu. Makanannya masih panas." Su Qianci mendengar itu dan tertegun. Lu Yihan bangkit berdiri dari sofa dan berjalan menghampiri sahabatnya itu. Dia berkata, "Aku memasak rebung musim semi. Kau dulu menyukainya, ingat?" Rebung musim semi ¡­. Su Qianci sudah lama tidak memakan masakan rebung musim semi Lu Yihan selama bertahun-tahun. Di masa lalu, ketika dirinya miskin dan tidak punya uang untuk makan, pria itu selalu memberikan setengah dari makan siangnya sendiri untuk dirinya sendiri. Kemudian, Lu Yihan akhirnya membuat dua buah kotak makan siang dan membawa untuk Su Qianci satu buah setiap harinya. Lu Yihan tidak tumbuh besar dalam sebuah keluarga kaya. Sejak kecil, dia harus mandiri. Hidup itu sulit baginya. Tetapi pada saat itu, dia memberi Su Qianci makan siang selama dua tahun ¡­. Chapter 529 - Lembut Saat memikirkan masa lalu, Su Qianci tersenyum lebih lebar dan mengangguk. "Aku juga menyukainya sekarang." Raut wajah Lu Yihan menjadi lebih lembut. Tapi matanya tidak tertuju pada Su Qianci. Dia berkata dengan ambigu, "Sepertinya seleramu tidak akan berubah sekaligus." "Ehem ¡­." Luo Zhan terbatuk dan berkata, "Sini, sini. Kurasa aku bukanlah orang asing. Ayo mulai, Paman dan Bibi, Saudara-saudara sekalian." Li Jinnan tersenyum. "Luo Zhan, aku tidak melihatmu dalam dua atau tiga tahun. Kulitmu lebih tebal sekarang!" "Terima kasih atas pujiannya. Kita bukan orang asing, jadi kita tidak seharusnya bersikap terlalu sopan." Lelucon Luo Zhan membuat suasana menjadi sedikit lebih baik. Kapten Li juga tersenyum. Dia melambai pada Su Qianci dan menunjuk ke arah kursi di sebelahnya. "Qianqian, kemarilah dan duduk di sini." Su Qianci menunjukkan kepada Lu Yihan di mana letak kamar mandi untuk mencuci tangannya, dan kemudian duduk di sebelah Kapten Li. Lu Yihan tentu saja duduk di posisi sebelah Luo Zhan. Ada banyak hidangan untuk makan malam. Banyak dari hidangan-hidangan itu merupakan makanan yang Su Qianci sukai, tetapi yang dimasak Lu Yihan bukanlah hanya rebung saja. Ada juga terong rasa ikan, daging babi suwir dengan jamur shitake goreng, sup tahu kepala ikan ¡­. Banyak makanan yang dia sukai. Pada pandangan pertama, dia mengenali bahwa makanan tersebut dimasak oleh Lu Yihan, benar-benar berbeda dari cara memasak Liu Sao. Dia menyesap supnya dan rasanya sangat enak. Supnya sangat segar, lezat dan manis. Mata Su Qianci menjadi berkaca-kaca, tapi dia dengan cepat menahannya. Mengambil sumpit, dia mengambil satu potong terong. Rasa makanan ini sangat akrab di lidahnya. Tetapi jelas terasa bahwa masakan Lu Yihan bahkan lebih lezat dari sebelumnya. "Sangat lezat." Suara Su Qianci tercekat, tetapi dia dengan segera tersenyum. Lu Yihan menatap sahabatnya itu sambil tersenyum. Terlihat ada pancaran kepuasan di matanya. Semua orang melihat kelembutannya, tetapi tidak ada yang mengatakan apa pun. Nafsu makan Su Qianci sangat baik pada hari itu. Wanita itu minum dua mangkuk sup dan makan semangkuk kecil nasi putih. Meskipun sebagian besar makanannya masih belum tersentuh, itu jauh lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Setelah makan, Kapten Li mengundang Lu Yihan untuk tinggal untuk minum teh. Su Qianci duduk di sofa di ruang keluarga itu dan mendengarkan Lu Yihan yang berbicara tentang beberapa petualangan aneh. Wanita itu tidak bodoh, jadi dia bisa mengatakan bahwa cerita itu hanya separuh benar. Namun, dia tetap mendengarkan dengan penuh semangat. Selain itu, Luo Zhan selalu berusaha untuk mengacaukan ceritanya, yang mana sangat lucu sehingga Su Qianci tertawa dari waktu ke waktu. Suasana hatinya menjadi lebih baik. Li Jinnan dan Li Beixing bertukar pandang tetapi tidak mengatakan apa pun. Li Yao dan Qin Shuhua juga menyaksikan semua ini dan merasakan adanya sebuah bahaya, menatap ayah mereka yang menyebabkan hal ini terjadi. Kapten menghela napas, "Mari kita biarkan seperti ini. Aku tidak bisa membiarkan Su Qianci terus seperti itu. Anak ini memiliki hubungan yang baik dengan Su Qianci, dan mereka sudah saling mengenal untuk waktu yang lama. Lu Yihan seharusnya menjadi orang yang paling mengenal Su Qianci. " "Tapi ¡­ Sicheng baru saja meninggalkan kita." Qin Shuhua menangis tersedu-sedu. "Ayah, engkau sangat tidak adil pada Sicheng." Dia tidak berani menaikkan suaranya, meskipun mereka berdiri jauh dari ruang keluarga. Kapten Li melihat ke arah Su Qianci dan Lu Yihan dan menghela napas. Suaranya dipenuhi oleh kesedihan. "Shuhua, kejadian ini tidak menimpamu paling keras, tapi Qianqian. Kau masih punya seorang suami dan anak-anak, sementara tanpa Li Sicheng, Su Qianci tidak punya siapa-siapa." Ya, tidak ada yang tersisa. Apa yang paling dibutuhkan Su Qianci saat ini adalah untuk membangkitkan semangatnya, kalau tidak hal itu masih menimbulkan pertanyaan apakah dia bisa mempertahankan bayi-bayinya. Yang paling penting adalah menjaga bayi-bayinya, bukan? Chapter 530 - Ou Ming Sekitar pukul 9 malam, Luo Zhan menerima sebuah telepon. Itu berasal dari Ou Ming. "Kau di mana?" "Aku di rumah tua keluarga Li," Luo Zhan melihat jam. "Apa yang terjadi?" "Jangan pulang dulu. Tunggu aku." Ou Ming cepat-cepat menutup telepon. Sekitar sepuluh menit kemudian, sebuah mobil Bentley hitam muncul di pintu rumah kediaman keluarga Li. Ou Ming mengenakan setelan jas berwarna burgundi, membawa suplemen kesehatan yang dibeli dari Australia di tangannya dan merasa sangat cemas. Setelah berdiri di pintu untuk waktu yang lama, dia mengulurkan tangan dan menekan bel pintu. Pintu dibuka dengan cepat, dan orang yang membuka pintu adalah Li Jinnan. Li Jinnan melihat Ou Ming, dan terlihat ada kebingungan di mata pria itu. Ou Ming memiliki lingkaran hitam di bawah mata dan matanya merah, tampak lelah dan terpukul. Tapi dia masih memiliki keanggunan yang membuat dirinya tampak seperti seorang pangeran yang sedang menderita. Terlihat ada rasa bersalah di matanya. Li Jinnan sangat terkejut ketika melihat Ou Ming seperti itu. "Kakak Ou? Sudah larut malam ¡­." "Apakah Su Qianci ada di rumah?" "Ya." Li Jinnan membuka pintu untuk mempersilakan Ou Ming masuk. Hampir pada saat bersamaan, tiga pasang mata di ruang keluarga itu memandang ke arah pintu. Ketika Ou Ming melihat Su Qianci, rasa bersalah di matanya bahkan terlihat semakin buruk. Dia berjalan mendekat dan meletakkan hadiah itu di atas meja tamu. Dia memanggil, "Su Qianci." Su Qianci melihat ke arah hadiah yang jelas terlihat mahal harganya itu, dan kemudian matanya tertuju pada Ou Ming. Ou Ming tiba-tiba melangkah mundur dan membungkuk dalam-dalam pada wanita itu. Su Qianci terkejut, dengan segera berdiri dan berkata, "Apa yang kau lakukan?" "Maafkan aku." Suara Ou Ming terdengar tenang, tetapi pada saat yang sama, dipenuhi oleh rasa menyalahkan diri sendiri, "Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf." Luo Zhan dan Lu Yihan saling memandang dan tidak berbicara. Li Jinnan merasa agak bingung dan bertanya, "Kenapa minta maaf?" Li Beixing berjalan menghampiri dengan postur tubuh seperti seorang prajurit. Pria itu juga merasa bingung. Ou Ming masih membungkuk. Nada suara merasa bersalah dan menyalahkan dirinya dengan cepat terdengar, "Pada hari itu, aku meminta Sicheng untuk menemuiku." Su Qianci mendengarkan kata-kata Ou Ming dan mengerutkan bibirnya. Dia teringat akan Li Sicheng yang melamun pada hari itu. Suaminya berkata: Ou Ming sedang dalam masalah. Aku harus pergi menemuinya. Akan tetapi, setelah memeriksa keadaan sahabatnya itu, Li Sicheng tidak pernah kembali. Matanya berkaca-kaca, Su Qianci menatap Ou Ming dan tidak berbicara. "Pada hari itu, jika bukan karena aku, dia tidak akan diculik oleh Tang Zhenghao, dan dia tidak akan ¡­." Suara Ou Ming tercekat. "Maafkan aku." Mata Luo Zhan juga menjadi merah. Dia berdiri dan berjalan menghampiri, meraih bahu Ou Ming. Ou Ming tumbuh besar bersama Li Sicheng, Li Jinnan dan Li Beixing. Namun, karena Ou Ming seusia dengan Li Sicheng, mereka pergi ke sekolah bersama sejak TK. Ou Ming dan Li Sicheng merupakan teman masa kecil sejati. Luo Zhan hanya bermain bersama mereka pada saat SMA. Akhir-akhir ini, karena Li Sicheng, Luo Zhan merasa sangat buruk. Bahkan dirinya pun merasa seperti ini, apalagi Ou Ming. Tidak sulit membayangkan bahwa kepergian Li Sicheng juga merupakan sebuah pukulan berat bagi Ou Ming. Beberapa hari ini, Ou Ming telah pergi ke rumah sakit untuk membesuk Su Qianci beberapa kali, tetapi wanita itu belum bangun. Ternyata Ou Ming mencari wanita itu untuk meminta maaf. Air mata Su Qianci menetes dan dia menggelengkan kepalanya. "Itu bukan salahmu. Tang Zhenghao terlalu keji. Dia telah mengintai kami, hanya untuk menunggu kesempatan ketika aku sedang sendirian. Bahkan jika Li Sicheng tidak pergi menemuimu hari itu, Tang Zhenghao akan mencari waktu lainnya untuk menyerang." Chapter 531 - Istriku Adalah Su Qianci Bagaimana kau bisa menghindari seorang pembunuh dalam kegelapan? Sebuah pistol di siang hari mudah disembunyikan, dan sebuah panah dalam kegelapan sulit dicegah. Tang Zhenghao-lah yang tidak dapat diduga. Itu bukan kesalahan Ou Ming, atau pun kesalahan Li Sicheng. Itu adalah salahnya. Sejak awal, Su Qianci menjadi variabel dalam semua kejadian ini. Jika bukan karena dirinya, semuanya akan baik-baik saja. Li Sicheng akan memimpin Grup Li menjadi sebuah legenda, keluarga Tang akan baik-baik saja saat ini, Li Sicheng tidak akan mendapatkan pembalasan dendam. Segalanya akan mengalami perkembangan seperti kehidupan Su Qianci yang sebelumnya. Setelah mengantar Ou Ming dan dua orang lainnya keluar, Su Qianci kembali ke kamar tidur dan tertidur. Aku sangat ingin bermimpi. Tuan Li, maukah kamu datang ke mimpiku? Aku ingin bertemu denganmu. Berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam, Su Qianci merasa lelah. Dalam benaknya, wajah Li Sicheng yang tampan dan pucat itu muncul. Suaminya terbaring di lantai dengan lemah. Tetapi mata Li Sicheng tertuju pada dirinya, mata suaminya memiliki sejuta bintang di dalamnya, indah luar biasa. "Aku mencintaimu, selamanya ¡­." "Aku juga mencintaimu, selamanya ¡­." - Hidup hanya akan menjadi sempurna jika dirangkai dengan penyesalan yang tak terhitung jumlahnya. Jika seseorang tidak pernah merasa putus asa, dia tidak akan mengetahui betapa berharganya kebahagiaan itu. Ini adalah pertama kalinya Su Qianci bermimpi seperti itu. Dia bermimpi bahwa dia berdiri di awan, menyaksikan Tang Mengying yang angkuh seperti seekor burung merak. Berdiri di sebelah danau kecil yang jernih, puluhan meter jauhnya dari rumah tua itu, Tang Mengying menatap perempuan yang sedang berjuang dan tenggelam dengan tatapan mata yang dingin. Setelah hanya Tuhan yang tahu berapa lama, wanita di dalam air itu berhenti berjuang. Tang Mengying mencibir dan berbalik, tapi dia berjumpa dengan sebuah sosok yang tinggi dan tegap. Li Sicheng memandang wanita itu dengan dingin, wajahnya muram. Mengenakan mantel kasual berwarna abu-abu gelap, pria itu meletakkan tangannya di saku dan menatap Tang Mengying dengan tenang. Ekspresi wajah Tang Mengying berubah secara dramatis. Dia sibuk mencoba menjelaskan kejadian itu, tetapi Li Sicheng tidak menghiraukannya. Pria itu berjalan selangkah demi selangkah ke arah danau yang jernih itu. Angin di malam musim dingin itu terasa membekukan. Li Sicheng melangkah masuk ke dalam danau, melepas mantelnya, menceburkan diri, dan mengangkat wanita yang sudah meninggal itu. Su Qianci basah kuyup. Wajahnya dipenuhi kengerian. Li Sicheng dengan segera meletakkan tubuh Su Qianci di tepi danau dan mulai melakukan pertolongan pertama. Tang Mengying memperhatikan pria itu, wajahnya pucat dan tidak berwarna. Su Qianci tidak berhasil diselamatkan. Li Sicheng dengan lembut menutup kedua mata wanita itu dan menatap Tang Mengying. Mobil-mobil polisi berdatangan, menghalangi jalan dari kedua sisi. Rambut Li Sicheng masih meneteskan air. Melihat ke mata Tang Mengying, tatapannya lebih dingin dari pada air danau. Dia berkata, "Kau telah mengecewakanku." Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Tang Mengying dipenjara, Tang Zhenghao ditemukan terkait dengan kelompok perdagangan narkoba, dan Grup Tang bangkrut. Rong Haiyue dicurigai melakukan perdagangan narkoba dan dijatuhi hukuman mati. Namun, pengedar narkoba yang sesungguhnya, Rong Anna, melarikan diri bersama Bo Xiao dan melanjutkan untuk menyanyikan lagu kejahatan itu. Li Sicheng tidak pernah menikah lagi selama sisa hidupnya. Setelah bertahun-tahun berlalu, Li Sicheng menerima sebuah wawancara TV. Pembawa acara bertanya kepada Li Sicheng, yang berusia awal empat puluhan tetapi terlihat seperti berusia awal tiga puluhan, "Tuan Li, mengapa Anda tidak menikah? Kami semua berpikir Anda akan bersama dengan Nona Tang, tetapi dia dipenjara. Apakah saat ini Anda belum menikah karena Nona Tang?" Li Sicheng menggelengkan kepalanya, ekspresi wajahnya tenang dan kebijaksanaan tak terbatas bersinar di matanya yang telah melihat banyak hal selama lebih dari 40 tahun. Matanya menjadi lembut ketika dia berkata, "Ketika saya berumur dua puluh enam tahun. Saya pernah menikah sekali. Nama istri saya adalah Su Qianci." "Di manakah dia berada?" "Dia sudah meninggal." "Apakah Anda mencintainya?" Mata Li Sicheng menjadi lebih dalam, tetapi dia tidak berbicara. Cinta. Cinta yang mendalam. Di waktu dan ruang paralel yang lain, ada seorang Li Sicheng yang mencintai Su Qianci yang lain. Sangat, sangat mencintainya. Chapter 532 - Koma Selama Sekitar Empat Hari Su Qianci terbangun oleh nada dering yang akrab di telinganya. Ketika dia membuka matanya, hari sudah siang. Alarm menunjukkan sudah pukul 8 pagi lewat. Dia menjawab telepon yang berasal dari Cheng You. Kenapa asisten itu menelepon? Dia mengangkatnya. "Halo?" "Nyonya? Saya ¡­ saya tahu Anda pasti merasa buruk sekarang, tapi hal ini tidak bisa menunggu. Bisakah Anda datang ke perusahaan pada pukul 2 siang?" "Perusahaan ¡­." Perusahaan suaminya. Benar, sekarang Li Sicheng sudah tiada, perusahaannya tidak ada yang mengelola. Grup Li pastilah berantakan saat ini. Dia lupa tentang hal itu. Bangun untuk duduk, dia mendengarkan Cheng You. "Ya, setelah berita tentang Tuan Li beredar, harga saham Grup Li telah mencapai rekor terendah. Para pemegang saham terburu-buru untuk memilih seorang presiden baru. Karena Tuan Li memiliki 55,3% saham, dan Anda adalah pilihan yang pertama, saya harap Anda bisa datang di rapat pemegang saham di perusahaan. Bisakah Anda melakukannya?" Cheng You tidak menduga bahwa seseorang yang hebat seperti Li Sicheng akan meninggal secara tiba-tiba. Akhir-akhir ini, Cheng You telah menangis sangat keras sehingga dia akan menjadi buta. Setelah mengikuti bosnya selama bertahun-tahun, sejujurnya, Li Sicheng tidak hanya menghargai dirinya, tetapi juga memperlakukan dirinya dengan baik. Ketika bosnya masih lajang, Cheng You juga memiliki perasaan untuknya. Bagaimanapun juga, Li Sicheng adalah pria yang berdiri di atas awan yang dipandang oleh semua orang dan dicintai semua orang. Meskipun dirinya tidak cukup berani untuk merayu bosnya, tidak mungkin untuk mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki perasaan pada pria itu. Akan tetapi, dia masih memiliki kehidupan yang harus dijalani dan pekerjaan yang harus dilakukan. Pada hari-hari ketika bosnya tidak berada di sana, banyak hal yang dipikul sendiri oleh dirinya. Lagipula, wibawa wanita itu hanyalah yang nomor dua setelah Li Sicheng di perusahaan, tetapi ini bukan sebuah solusi jangka panjang. Hanya dalam beberapa hari, banyak pemegang saham yang sudah mati-matian berusaha untuk memilih seorang presiden baru, dan beberapa bahkan mengatakan bahwa mereka akan menjual saham mereka dan pergi. Persetan dengan Grup Li! Li Sicheng telah memulai perusahaan itu dari nol, yang membutuhkan banyak usahanya. Tidak peduli apa pun, Cheng You tidak bisa membiarkan perusahaan ini dihancurkan. Namun, tidak peduli betapa berkuasanya Cheng You, dia hanyalah seorang asisten. "Oke, aku akan pergi ke sana pada sore hari." "Kami akan menunggu Anda." ¡­. Menutup telepon, Su Qianci keluar setelah mandi, dan kemudian melihat beberapa panggilan telepon tidak terjawab. Semua nomornya berasal dari nomor di ibu kota. Apakah itu Rong Haiyue? Pria itu tampaknya terluka parah pada hari itu, dan dirinya tidak mengetahui bagaimana keadaan Rong Haiyue. Su Qianci menghubungi kembali nomor tersebut, dan segera diangkat. Tetapi selama beberapa detik, tidak ada yang berbicara terlebih dahulu. Setelah beberapa lama, dia mendengar, "Qianci?" Sebuah suara wanita berbicara; itu adalah suara Rong Xuan. "Apakah ada sesuatu yang kau butuhkan?" Rong Xuan berhenti sejenak dan berkata, "Rong Haiyue terluka serius, dan kulit di sekujur tubuhnya terbakar dengan parah, jadi dia tidak pergi menemuimu. Saat ini dia baru saja terbangun." Setelah jeda, dia menambahkan, "Dia koma selama empat atau lima hari." Luka bakar yang parah, koma selama empat atau lima hari. Meskipun Su Qianci tidak memiliki banyak kasih sayang untuk ayah kandungnya, mendengar kata-kata seperti itu masih membuatnya cukup kesal. "Dia ingin bertemu denganmu." Suara Rong Xuan pelan, menguji dirinya. Su Qianci mendengarnya dengan jelas. Apa yang sedang dilakukan Rong Xuan? Apakah wanita itu takut kalau dirinya akan menolak? Chapter 533 - Dibalut Menjadi Sebuah Mumi Bagaimana bisa? Rong Haiyue adalah orang terakhir yang melihat Li Sicheng. Mengapa Li Sicheng meninggal, dan Rong Haiyue masih hidup? Su Qianci tahu bahwa dia seharusnya tidak berpikir seperti ini, tetapi kemungkinan untuk selamat dari ledakan sebesar itu sangatlah kecil. Bagaimana cara Rong Haiyue meloloskan diri? Dia tiba-tiba merasa bahwa dirinya jahat dan kejam. Dia bertanya, "Kalian di mana?" Ketika Rong Xuan mendengar pertanyaan ini, dia merasa sangat gembira dan berkata, "Rumah Sakit Militer Pertama Kotaraja." ¡­. Setelah beristirahat satu malam, mata Su Qianci terlihat jauh lebih baik. Dia memakai sedikit riasan wajah, sehingga kulitnya terlihat lebih cerah. Ketika sampai di tujuan, dia membeli sekeranjang buah dan pergi ke rumah sakit. Mereka berada di bangsal untuk satu orang yang mewah. Ketika dia masuk, dia mencium bau obat. Sangat menyengat, lebih berat dari bau lain di rumah sakit. Su Qianci terkejut dan merasa sedikit mual, tetapi dengan segera menahannya. Ketika Rong Xuan melihat Su Qianci, kelopak matanya bergerak-gerak. Rong Xuan mengambil buahnya, matanya dipenuhi rasa belas kasihan ketika dia berkata dengan lembut, "Berat badanmu turun dan tampak pucat." Sama halnya dengan Rong Xuan. Beberapa hari ini, Rong Xuan juga kehilangan banyak berat badan. Dalam rangka merawat Rong Haiyue? Su Qianci sedikit tersenyum, tetapi tidak bermaksud menghiraukan wanita itu, dan matanya tertuju pada Rong Haiyue. Tubuh Rong Haiyue dipenuhi oleh perban putih, hampir dibalut menjadi sebuah mumi. Untungnya, tidak ada luka bakar yang berarti di bagian wajahnya, jadi itu masih baik-baik saja untuk dilihat. Namun, alis dan bulu matanya telah terbakar, dan itu terlihat sedikit aneh. Sepasang mata elangnya masih tajam. Mungkin karena dia baru saja terbangun, tetapi dia masih terlihat sedikit murung. "Kau sudah datang." Su Qianci mengangguk dan Rong Xuan mengarahkan wanita itu ke sebuah bangku. "Silakan duduk." Su Qianci duduk dan berterima kasih pada wanita itu. Rong Haiyue memandangi perut Su Qianci dan berkata, "Bayinya baik-baik saja." Su Qianci tanpa sadar mengulurkan tangan dan menyentuh perutnya, tersenyum, dan bertanya, "Bagaimana cara Anda meloloskan diri? Dalam api dan ledakan semacam itu ¡­. Bukankah Anda ¡­ masuk dan menyelamatkan Li Sicheng? Bagaimana dengan suamiku?" Ketika Rong Xuan mendengar perkataan Su Qianci, dia merasa sedikit kesal. Rong Haiyue tidak berbicara, menatap Su Qianci dengan matanya yang tajam. Su Qianci merasa bahwa dirinya mengerikan, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk mengerutkan bibirnya dan bertanya, "Anda mengatakan bahwa Anda akan membawa suamiku kembali untuk bertemu denganku. Mengapa Anda berbohong kepadaku, bersama dengan suamiku ¡­. Apakah itu menyenangkan?" "Aku benar-benar minta maaf." Suara Rong Haiyue sedikit muram dan lemah. "Ketika aku masuk, Li Sicheng telah dibawa pergi." Su Qianci berhenti menangis, dan menatap pria itu dengan tidak percaya. "Apa yang Anda katakan?" "Ketika aku masuk, polisi yang tinggal di sana terbunuh. Terkena sebuah tembakan di antara kedua alisnya. Li Sicheng tidak ada di sana." Api menyala di hati Su Qianci yang sudah putus asa selama beberapa hari. Dia menahan napasnya dan menatap Rong Haiyue dengan gugup. "Polisi wanita itu dan aku mengikuti mereka ke pintu belakang, dan polisi wanita itu berada di belakangku. Tapi tiba-tiba, terjadi sebuah ledakan. Kami melayang di udara, terlempar bersama-sama, dan kemudian aku menjadi tidak sadarkan diri." "Apa maksudmu, suamiku tidak mati, dia diselamatkan?" Su Qianci berdiri dengan bersemangat dan menatap Rong Haiyue. Rong Haiyue mengangguk. "Ya, Li Sicheng dibawa pergi. Bo Xiao mengatakan kalau dia menginginkan suamimu membantu dirinya dengan apa yang sudah dia lakukan. Kurasa Li Sicheng masih hidup." Chapter 534 - Jika Anda Hanya Bisa Memilih Salah Satu Di Antara Aku Dan Dia Su Qianci mendengar ini dan tidak bisa berpikir untuk waktu yang cukup lama. Wajahnya berlinang air mata, dan otaknya berdering. Kata-kata itu terngiang-ngiang: Li Sicheng masih hidup, Li Sicheng masih hidup ¡­. Apakah suaminya benar-benar, masih hidup? Setelah beberapa saat, dia tersenyum. Li Sicheng masih hidup, suaminya masih hidup! Selama Li Sicheng tidak meninggal di dalam gudang itu, maka masih ada harapan hidup. Bo Xiao masih menginginkan suaminya melakukan sesuatu, jadi Li Sicheng tidak akan meninggal, kan? Selanjutnya, selama dirinya bisa menemukan Bo Xiao atau Rong Anna, dia dapat menemukan suaminya, kan? "Namun, karena mereka melakukan ini, mereka pasti ingin kau berpikir bahwa Li Sicheng sudah meninggal. Orang-orang ini penuh dengan tipu muslihat. Lebih baik mengikuti permainan mereka, seperti hasil yang mereka inginkan." "Apa maksud Anda?" "Biarkan dunia luar tahu bahwa Li Sicheng sudah ''meninggal'', biarkan musuh merasa tenang, dan kita akan mencari Li Sicheng secara diam-diam. Dengan cara ini, tingkat keberhasilan kita mungkin lebih besar." Su Qianci mendengar kata-kata Rong Haiyue dan menggertakkan giginya. "Bisakah aku percaya pada Anda?" Rong Haiyue tercengang dan menatap dirinya. "Kenapa kau bertanya?" "Anda adalah ayah Rong Anna. Kelompok Rong Anna-lah yang membuat suamiku seperti itu. Kalian adalah orang tua Rong Anna. Apakah Anda benar-benar bermaksud untuk membantuku?" Mendengar kata-kata Su Qianci, hati Rong Haiyue terasa sakit. Sambil melihat ke arah Rong Xuan, perasaan pria itu sangat rumit. Meskipun Rong Haiyue mengetahui latar belakang Rong Anna, dia adalah anak perempuan yang dibesarkan oleh dirinya selama lebih dari 20 tahun. Rong Haiyue telah mencintai gadis ini selama bertahun-tahun. Namun, setelah mengetahui keberadaan Su Qianci, Rong Haiyue merasa bahwa dirinya berutang banyak pada anak itu. Dia mungkin tidak bisa membayar utangnya pada Su Qianci selama seumur hidupnya. Mereka berdua adalah putrinya, dan tidak heran jika Su Qianci memiliki keraguan. Dia tersenyum dengan getir dan berkata, "Kau juga putriku, Qianci." Terdengar bunyi suara ketukan sepatu hak tinggi di belakang pria itu saat Rong Xuan datang mendekat. Wanita itu berjalan ke arah Su Qianci, dan berkata dengan tulus, "Maafkan aku." Dengan mengenakan qipao lengan panjang berwarna hijau, Rong Xuan tampak elegan dan tinggi. "Aku minta maaf. Aku selalu mengetahui tentang keberadaanmu, dan telah melacak dirimu, tapi aku tidak pernah memberi tahu Rong Haiyue." Rong Xuan begitu tenang sehingga permintaan maafnya tidak terasa tulus kepada Su Qianci. "Rong Haiyue sama sekali tidak mengetahui tentang dirimu. Jika dia tahu, dia pasti akan membawamu kembali, dan memperlakukanmu dua kali lebih baik daripada yang dia lakukan pada Rong Anna. Semua ini salahku, maaf." Su Qianci mendengar ini, melengkungkan bibirnya, berdiri, mengambil tasnya dari bangku, dan berkata, "Tuan Rong, saya akan mempertimbangkan apa yang telah Anda katakan. Terima kasih telah memberi tahu saya tentang hal ini." Dia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan mereka. "Qianci ¡­" Rong Haiyue menatap Su Qianci, matanya terlihat sedih. "Aku adalah ayahmu." Langkah Su Qianci berhenti sejenak, matanya sedikit meredup. "Anda juga ayah dari Rong Anna, bukan?" Rong Haiyue tidak bisa berkata-kata. Ketika melihat punggung Su Qianci, pria itu merasa terpukul. "Dia adalah putri yang telah Anda besarkan selama lebih dari 20 tahun. Jika Anda hanya bisa memilih salah satu di antara aku dan dia, Anda pasti akan memilih dia, kan?" Geng Rong Anna telah membuat lelakinya menderita seperti itu. Apakah dirinya seharusnya menjadi saudara perempuannya? Mustahil! Chapter 535 - Wanita Ini Menakutkan "Tidak." Rong Xuan tiba-tiba berbicara. Su Qianci berhenti tetapi tidak menoleh ke belakang. "Jika aku hanya bisa memilih salah satu dari kalian berdua, aku akan memilih dirimu." Suara Rong Xuan tenang dan dipenuhi rasa bersalah. "Rong Anna adalah alat yang sengaja aku gunakan untuk membalas dendam pada Rong Haiyue, tapi untukmu ¡­ kau seharusnya mengenal Su Han?" Su Han, nama ibu Su Qianci. Tentu saja Su Qianci mengetahuinya. "Ketika Su Han dijual ke Pegunungan Shiwan, aku yang menyelamatkan wanita itu. Su Han menikah dengan seorang lelaki tua berusia 70-an dan melahirkan seorang anak perempuan. Tidak lama setelah dia melahirkan, dia menyetop bus kami di alam liar ketika kami akan pergi ke stasiun." Rong Xuan berjalan dengan perlahan dan menghampiri untuk menatap Su Qianci. "Pada waktu itu, aku adalah bagian dari Rombongan Seni Ibu kota yang mengajar di Pegunungan Shiwan. Aku sedang hamil sembilan bulan lebih. Aku akan pergi ke ibu kota pada keesokan harinya untuk melahirkan, tetapi aku bertemu Su Han pada hari itu." Pegunungan Shiwan, tempat jenazah Rong Xuan ditemukan dalam cerita legenda itu. "Su Han adalah seorang wanita yang sangat miskin. Ketika dia bertemu kami, dia meminta kami untuk membawa dirinya kembali ke Kotaraja dan memberi bayinya padaku. Dia juga memberitahuku tentang identitas dan latar belakang dirinya." "Bayi itu Rong Anna?" "Bukan, bayi itu diambil oleh ayahnya, tetapi Su Han terbunuh dan dilemparkan ke hutan belantara oleh suaminya. Pada waktu itu ¡­ awalnya aku berpikir untuk meninggalkanmu setelah kau lahir, tetapi aku tidak tega untuk melakukan hal itu. Itulah sebabnya aku mengubahmu menjadi putri Su Han. Aku juga yang menamaimu. " Rong Xuan tiba-tiba melengkungkan bibirnya dan menatap wajah Su Qianci. "Kau memang terlihat seperti aku, Qianci." Su Qianci menatap Rong Xuan, alisnya bertaut, dan dirinya tidak berbicara. "Aku secara keliru telah menyelamatkan kapten tua keluarga Li itu. Keluarga Rong dan keluarga Li selalu memiliki hubungan permusuhan yang sedang terjadi. Aku pikir balas dendam itu haruslah menyeluruh, jadi aku menyelamatkan Li Xun dengan hidupku sendiri untuk meminta lelaki tua itu menikahkan cucunya yang terbaik dengan putriku. Aku memberitahu Li Xun bahwa namaku Su Han, adik perempuan Su Zhengguo di Kotaraja, dan nama putriku adalah Su Qianci. " "Su Zhengguo sudah memeriksa DNA-nya dan mengetahui bahwa aku bukanlah anak perempuan adiknya." "Tidak ada yang akan mengabaikan sebuah dukungan yang kuat seperti keluarga Li. Su Zhengguo tidaklah bodoh. Bukankah dia membawamu kembali dan membiarkanmu hidup seperti seorang putri selama dua tahun? Apakah kau sudah lupa?" Su Qianci mengerutkan bibirnya dan menatap Rong Xuan. Hatinya terasa sedikit dingin. Wanita ini menakutkan. Tidak terlihat banyak ekspresi di wajah Rong Xuan. Saat menatap Su Qianci, matanya dipenuhi belas kasihan dan kasih sayang. "Aku membenci ayahmu pada saat itu, sangat, sangat membencinya. Aku tidak sabar untuk mencekiknya diam-diam hari ini ketika dia tidur. Tapi aku tidak melakukannya. Aku hanya membalas dendam terhadap putrinya. Kupikir, aku akan merasa baik dalam membalaskan dendam ini, tapi aku tetap tidak melakukannya." Rong Xuan mengulurkan tangan ke arah Su Qianci dan terlihat seperti ingin menyentuh putrinya, tetapi Su Qianci melangkah mundur sedikit dan menghindari tangan wanita itu. Rong Xuan tersenyum mengejek dirinya sendiri. "Aku pikir, aku masih terlalu baik. Melihatmu berada dalam keadaan yang tidak baik, aku diam-diam memberikan uang kepada panti asuhan itu untuk membeli pakaian, makanan, dan mainan untuk dirimu. Ketika kau berusia tujuh atau delapan tahun, kau mengenakan gaun baru yang kubelikan untukmu dan tersenyum bahagia di halaman panti asuhan dengan sebuah mainan kamera kecil dengan proyeksi tetap, menari berputar-putar ¡­." Suara Rong Xuan tercekat. "Aku benar-benar ingin membawamu kembali, tetapi aku tidak bisa melakukannya. Jika aku mengambilmu kembali, Rong Haiyue akan sangat senang saat menemukan hal itu. Mengapa aku harus membuat pria itu bahagia?" Chapter 536 - Ingatlah Untuk Kembali Mengapa aku harus membuat pria itu bahagia? Rong Haiyue adalah seorang penjahat, pria yang telah memerkosa dirinya. Rong Xuan sama sekali tidak bersedia untuk bersama pria itu. Rong Haiyue memaksa dirinya untuk berhubungan seks dengannya dan membuat dirinya hamil dan kemudian memaksa untuk mengandung anaknya. "Aku menyaksikan Rong Haiyue membesarkan anak orang lain, anak haram yang entah berasal dari mana, dan merasa luar biasa puas." Rong Xuan mengambil napas dalam-dalam dan menahan air matanya. "Pria itu kemudian mengetahui bahwa aku sering pergi ke Kotaraja. Aku menyadari bahwa dia sedang mengikutiku. Sejak saat itu, aku tidak berani untuk pergi ke panti asuhan, tetapi setiap tahun aku masih mengirim uang untukmu, membeli beberapa pakaian untukmu, dan beberapa mainan baru ¡­." Ya, Su Qianci mengingatnya. Anak-anak di panti asuhan merasa iri pada dirinya. Bahkan direktur panti asuhan pun mengatakan bahwa dia adalah seorang anak yang unik. Ha ha ¡­ benar-benar unik. Rong Haiyue mendengarkan cerita itu di tempat tidur dan menatap langit-langit, tidak mengatakan apa pun. Mata elangnya yang tajam tertutup kabut, hampa dan dipenuhi kebencian. "Tapi Rong Anna, aku tidak pernah menganggapnya sebagai putriku sendiri. Aku hanya punya satu anak perempuan. Qianci, aku ibumu." Pada akhirnya, kata "ibu" itu menjadi sebuah isak tangis. Air matanya menetes, tetapi dengan cepat dikeringkan dan digantikan dengan air mata baru. "Kau bisa menyalahkanku atau membenciku. Aku akan menerimanya, dan itu semua adalah salahku. Rong Haiyue tidak tahu apa-apa. Kau bisa marah padaku. Rong Haiyue menyelamatkan hidupmu dan tertembak di lengannya. Dia hampir kehilangan terlalu banyak darah dan hampir meninggal. Kali ini, demi menyelamatkanmu dan suamimu, dia terbakar seperti ini. Apakah itu tidak cukup?" Apakah itu tidak cukup? Cukup? Tidak cukup? Otak Su Qianci saat ini berantakan, melihat air mata Rong Xuan, matanya secara tak terduga kering. Tetapi ada sesuatu yang memukul hatinya dengan terang-terangan. Dia tidak ingin mendengarkan lagi. Melangkah maju dan berjalan melewati Rong Xuan, dia langsung pergi menuju ke pintu bangsal. "Qianci," Rong Xuan berteriak lagi, tapi kali ini, langkah Su Qianci tidak berhenti. "Tidak peduli apa pun yang telah terjadi sebelumnya, Ibu dan Ayah tidak akan mencelakakanmu." Pengawal Shuang Yu tinggal di luar pintu. Melihat majikannya keluar, dia segera mengikuti. Su Qianci bergerak lebih cepat dan dengan cepat berjalan keluar dari lorong rumah sakit. Dia mendengar seruan itu: "Ingatlah untuk kembali, kami akan menunggumu." Kami akan menunggumu. Su Qianci mendengar kata-kata ini, dan akhirnya tidak dapat menahan diri dan menangis lagi. Setelah menekan tombol lift, Su Qianci berjalan masuk ke dalam lift dengan kepala tertunduk, tidak membiarkan orang lain melihat air matanya. Sopir Yang melihat majikannya keluar dari rumah sakit dan menepikan mobil ke pinggir jalan, membiarkan Su Qianci masuk ke dalam mobil bersama Shuang Yu. Di dalam mobil, Su Qianci menghubungi Li Jinnan. Li Jinnan sepertinya sedang sibuk. Butuh beberapa saat bagi pria itu untuk menjawab panggilan teleponnya. Ketika dia mengangkatnya, dia terdengar terengah-engah. "Hei, Qianci?" "Apakah kau sedang sibuk?" "Sedang latihan tinju dengan kakak tertuaku. Aku sudah lama tidak berlatih." "Apakah kau bebas nanti sore? Datanglah ke perusahaan. Rapat pemegang saham pukul 2 siang ini, kita memiliki sebuah hal yang sangat penting untuk diberitahukan kepadamu." "Aku? Ke perusahaan Sicheng?" "Ya, aku ingin kau mengambil alih Grup Li." "Wow, ini tidak akan berhasil. Aku belum pernah mencoba melakukan bisnis!" "Kau bisa." Li Jinnan sangat cerdas dan sangat kapabel. Dalam kehidupan Su Qianci sebelumnya, adik iparnya itu memulai sebuah perusahaan hiburan bersama Li Sicheng untuk bersenang-senang. Dan bisnisnya itu sangat sukses. Li Jinnan mendengar kata-kata itu, dan suara napas terengah-engahnya bahkan lebih buruk. Dia berkata, "Oke, sampai jumpa nanti sore." "Dan ¡­ apakah kakak ada di sana?" Chapter 537 - Betapa Kejamnya! "Ya." Li Jinan berteriak, "Kakak, Qianci menanyakan dirimu." Li Beixing menghampiri dengan sangat cepat, dan napasnya jelas terdengar jauh lebih lambat daripada napas Li Jinnan. "Adik ipar, apa kau mencariku?" "Kakak, kau benar, tanpa melihat jenazahnya, kita tidak bisa mengatakan bahwa Li Sicheng sudah meninggal." Li Beixing melengkungkan alisnya, meneguk air mineral, dan menunggu Su Qianci untuk melanjutkan perkataannya. "Aku akan memberitahumu nanti malam, sampai nanti." Li Beixing tak berkata-kata. Ini bukan sebuah lelucon! Setelah membuat dirinya penasaran, Su Qianci berhenti begitu saja. Betapa kejamnya! Li Beixing merasa bingung. Tapi nada suara Su Qianci yang ringan membuat dirinya merasa rileks juga. ¡­. Ketika tiba di perusahaan, Su Qianci sudah merapikan rias wajahnya. Saat dia naik menggunakan lift VIP ke kantor presiden di lantai atas, hari sudah siang. Cheng You sibuk sekali. Ketika melihat lift VIP sedang digunakan, dia merasa terkejut. Lalu ada kemarahan terlihat di wajahnya. Lift khusus bos itu, siapa yang begitu berani menggunakannya? Pintu lift terbuka, dan Cheng You sudah bersiap untuk marah. Setelah melihat Su Qianci dan Shuangyu, amarahnya tiba-tiba menghilang. "Nyonya?" Semua sekretaris mendongak dan berteriak serempak, "Nyonya." "Panggil aku Qianci." Su Qianci tersenyum. "Apakah kalian sudah makan siang? Jika kalian belum makan, ayo kita makan bersama. Aku lapar." Semua orang merasa tersanjung, saling memandang satu sama lain. Cheng You melihat arlojinya dan mengangguk. "Ya, semua orang bisa makan. Kantin seharusnya sudah buka, dan biar dapur mengantar sesuatu ke atas. Aku ingin ¡­." "Nona Cheng, bergabunglah dengan kami. Ada yang ingin kukatakan padamu." Cheng You merasa sedikit terkejut. Dia melirik ke arah kertas-kertas pekerjaan di tangannya dan mengangguk. "Baik, mari kita pergi." Ini adalah pertama kalinya Su Qianci mengunjungi kantin karyawan Grup Li. Ketika dia masuk, dirinya dikelilingi oleh banyak orang. Dia mengikuti Cheng You ke ruang khusus presiden dan ditanyai tentang seleranya. Setelah menyuruh dapur membuat beberapa jenis hidangan, Cheng You kembali dan duduk. "Cheng You, jika Li Sicheng masih hidup ¡­." Cheng You mendengar kata-kata itu, dengan sedih mengerutkan bibirnya, dan memandang Su Qianci dengan simpati. Dia segera mengubah topik pembicaraan, "Kehamilan Anda sudah berapa minggu?" Su Qianci tertegun, "18 minggu, ada apa dengan kehamilanku?" "Mereka memang kembar. Perut sebesar ini. Aku benar-benar iri." Cheng You tersenyum. "Anda bisa mendapatkan dua bayi dalam satu tarikan napas. Itu luar biasa." "Ya, suamiku berharap mereka menjadi seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Aku telah menjalani pemeriksaan beberapa hari yang lalu. Dokter memberi tahu kami bahwa mereka adalah kembar fraternal. Ada dua buah plasenta. Plasentanya sedikit ke depan, tetapi bayi-bayi itu sangatlah sehat." Su Qianci tersenyum. "Ketika suamiku kembali, dia akan dapat bertemu dengan mereka berdua. Satu orang anak laki-laki, satu orang anak perempuan, laki-laki seperti dia, perempuan seperti aku, dan kemudian hidup akanlah sempurna." Su Qianci tersenyum, tetapi Cheng You meledak dalam tangis. Sambil terisak-isak, Cheng You berdiri dan memeluk Su Qianci erat-erat. "Tuan Li sudah tiada. Saya juga merasa sangat sedih. Rekan-rekan saya di kantor semuanya menangis. Saya bisa membayangkan bagaimana perasaan Anda, tetapi beliau sudah tiada, dan tidak akan kembali. Kedua anak ini adalah kelanjutan dari hidupnya. Untuk anak-anak ini, Anda harus bersemangat! " Su Qianci semula sedang berada dalam suasana hati yang baik. Ketika Cheng You mengatakan ini, matanya langsung menghangat. Dia dengan lembut mendorong asisten itu menjauh dan berbisik, "Cheng You, Li Sicheng belum meninggal, suamiku masih hidup, dia akan kembali." Tangis Cheng You meledak dan gadis itu menangis tersedu-sedu. Chapter 538 - Mengikuti Permainannya Mengapa Anda tidak mau menerima kenyataannya? Peluang selamat dari sebuah ledakan besar seperti itu hampir nol. Terlebih lagi, saya mendengar bahwa beliau telah dipukuli dengan banyak tulangnya yang patah sebelum ledakan besar itu sehingga tidak mungkin baginya untuk melarikan diri. Kalau begitu, bagaimana mungkin beliau masih hidup? Bagaimana mungkin! Merasa sedih, Cheng You merasa sangat kasihan pada Su Qianci. Wanita itu masih sangat muda, dengan dua orang anak di perutnya. Apa yang harus dia lakukan di hari-hari yang akan datang? Apakah dia akan menjadi seorang janda nantinya? Usianya baru dua puluh satu tahun! Usia saat bunga yang sedang mekar, tahun-tahun yang indah seperti sekuntum bunga ¡­. Ketika memikirkan hal ini, Cheng You bahkan menangis semakin keras dan berkata, "Nyonya, terimalah kenyataan. Tuan Li tidak akan kembali. Beliau sudah meninggal. Di bawah keadaan seperti itu, bahkan jika beliau tidak terbunuh, beliau pastilah telah terbakar hingga tewas ¡­." "Cheng You!" Suara Su Qianci terdengar kesal, matanya yang indah dihiasi kemarahan yang tak terkatakan. "Jangan mengutuk suamiku. Dia tidak meninggal! Mereka tidak menemukan jenazahnya. Tanpa jenazahnya, suamiku tidak meninggal!" Selain itu, Rong Haiyue melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Li Sicheng telah diselamatkan, kan? Li Sicheng tidak berada di dalam gudang itu, bahkan Rong Haiyue pun berhasil meloloskan diri. Jadi bagaimana mungkin Li Sicheng meninggal? Dia tiba-tiba memikirkan apa yang baru saja dikatakan Rong Haiyue di rumah sakit: orang-orang ini penuh dengan tipu muslihat. Lebih baik mengikuti permainan sesuai dengan hasil yang mereka inginkan. Su Qianci pada awalnya ingin memberi tahu Cheng You bahwa Rong Haiyue baru saja memberitahunya mengenai hal itu. Tetapi ketika kata-kata itu sampai di mulutnya, dirinya tidak bersedia untuk mengatakannya. Cheng You berpikir bahwa dirinya tidak mau menerima kenyataan. Jadi, bukankah lebih baik untuk mengikuti permainannya? Meskipun Cheng You telah bersama Li Sicheng selama bertahun-tahun, gadis itu sekarang sangat dekat dengan Rong Rui. Bagaimana jika? Bagaimana jika Rong Rui dan geng narkoba itu berhubungan? Saat memikirkan ini, raut wajah Su Qianci menjadi sangat tegas. Menatap ke arah Cheng You, dia berkata, "Suamiku tidak akan meninggal. Suatu hari nanti, dia akan kembali." Cheng You mengerutkan bibirnya dan mengambil selembar tisu untuk menyeka air matanya. Mata Su Qianci menjadi merah dan suaranya menjadi lembut. "Suamiku akan kembali untuk menemuiku dan bayi-bayinya. Dia belum menamai mereka. Bagaimana dia bisa meninggal? Li Sicheng tidak akan mati." Ketika hidangan datang, sang koki mendengar kata-kata Su Qianci dan tidak bisa menahan rasa sedihnya. Setelah dia meletakkan hidangan tersebut, dia membuka pintu dan keluar. Ketika dia kembali ke dapur, dia memberi tahu rekan-rekannya mengenai hal itu. Yang tercepat di dunia ini bukanlah sebuah sumber api, melainkan sebuah rumor. Dalam beberapa jam, hampir semua orang di perusahaan mengetahui bahwa Su Qianci tidak mau menerima bahwa suaminya sudah meninggal. Tiba-tiba, Su Qianci menjadi identik dengan kekeraskepalaan dan paranoia 1 . Selama makan, Cheng You tidak berbicara lagi. Begitu dirinya naik ke atas, Su Qianci meminta Cheng You untuk mengambil dokumen-dokumen yang perlu ditangani dengan segera. Su Qianci duduk di posisi di mana Li Sicheng sering duduk, memindai informasi tersebut dengan cepat. Namun, meskipun matanya tertuju pada dokumen-dokumen itu, dirinya tidak bisa menahan diri untuk memikirkan waktu ketika suaminya sedang duduk di sini. Dia melihat ke arah tempat tidur kecil yang pernah digunakan dirinya. ["Nyonya Li, hati-hati dengan citra dirimu."] ["Tidak ada orang di sini. Ini posisi yang nyaman!"] ["Sepertinya kamu ingin mencoba posisi ini?] ["Dasar tak tahu malu!"] Saat memikirkan masa lalu, dia tersenyum dan bangkit berdiri, berjalan ke depan, menutup pintu, dan memfokuskan diri pada dokumen-dokumen di hadapannya. Meskipun dia belum menyentuh sesuatu seperti ini dalam waktu lebih dari setahun, dia masih memiliki dasar-dasarnya. Su Qianci melihat dokumen-dokumen itu untuk waktu yang lama, dan matanya tertuju pada sebuah rencana penawaran tanah. Penyakit jiwa yang membuat penderita berpikir aneh-aneh yang bersifat khayalan, seperti merasa dirinya orang besar atau terkenal; penyakit khayal. Chapter 539 - Mengambil Alih Grup Li Rencana penawaran itu ditulis oleh Liu Changqing. Su Qianci mengingat nama orang ini. Di kehidupan dirinya sebelumnya, Li Sicheng tampaknya sangat menghargai orang ini. Dia telah mendengar bahwa Liu Changqing merupakan seorang pria jujur yang mencintai istri dan anaknya. Akan tetapi, karena terlalu jujur, pria itu tidak turut serta dalam segala kegiatan yang berhubungan dengan memuji-muji orang lain, yang membuat dirinya tidak populer di perusahaan. Dia adalah salah seorang karyawan yang cukup senior di perusahaan, tetapi belum dipromosikan secara signifikan selama empat atau lima tahun. Dalam kehidupan Su Qianci sebelumnya, dia dikritik oleh para pemegang saham karena sebuah kasus pengembangan lahan, tetapi rencana pria itu akhirnya diterima oleh Li Sicheng, dan dia telah diangkat menjadi seorang direktur proyek. Keseluruhan proyek itu, yang berada di bawah kendali Liu Changqing yang ketat, telah mencapai sukses yang sangat besar dan telah menjadi sebuah faktor penting dalam puncak kesuksesan Grup Li yang baru. Orang ini, sekarang ¡­. Su Qianci menekan sebuah tombol di telepon dan memanggil seorang sekretaris untuk masuk. Sekretaris itu melihat bahwa Su Qianci sedang membaca materinya dengan serius, dan merasa muak. Meskipun wajahnya tidak menunjukkannya, perasaan itu masih terasa di sana. Su Qianci mengerti pikiran sekretaris itu, dan tidak menghiraukannya. Dia langsung bertanya kepada sekretaris itu mengenai Liu Changqing. Benar saja, hal itu kurang lebih sama dengan yang diingatnya. Posisi pria itu adalah direktur departemen pengembangan. "Bantu aku untuk memanggilnya kemari." "Baik." Sekretaris itu menutup pintu dan keluar. Dengan segera, seorang pria yang tampak agak gemuk masuk ke dalam. Sepertinya dia berusia awal tiga puluhan. Dia terlihat jujur. Ketika dia melihat Su Qianci, dia jelas merasa kagum dengan kecantikan wanita itu dan tidak bisa menahan perasaan gelisahnya. "Untuk apa Anda memanggil saya, Nyonya?" Wajah Liu Changqing sedikit merah. Menjaga agar kepalanya tetap menunduk, dia tidak berani menatap Su Qianci. "Rencana penawaran ini ditulis olehmu?" Su Qianci meletakkan dokumen itu di atas meja. Liu Changqing maju mendekat, membalik-balik beberapa halaman, dan mengangguk, tersipu malu. "Kota Baru Xiang Xie memiliki tanah begitu luas, dan kau telah memilih area ini. Area ini tidak hanya memiliki banyak orang yang tidak bersedia pindah, tetapi harganya juga tidak masuk akal untuk bangunan bergaya Eropa. Mengapa kau akan menawar di area ini?" Liu Changqing mendengar pertanyaan ini dan bahkan merasa lebih cemas. Dia menggaruk kepalanya dan suaranya tergagap-gagap. "Saya ¡­." "Tidak masalah. Aku sangat tertarik dengan proyekmu. Katakan apa yang kau pikirkan." Liu Changqing tersipu malu dan bergumam, "Saya pikir ¡­ ini mungkin sebuah kesempatan, klub hiburan ¡­ bergaya Eropa ada di sini, tapi ¡­ karena pembatasan lahan, terdapat banyak hal yang tidak sempurna. Saya pikir ¡­ kita bisa ¡­. " Mungkin itu dikarenakan oleh tatapan Su Qianci, perkataan Liu Changqing jauh dari lancar. Su Qianci menundukkan kepalanya sedikit dan melihat ke arah materi lain di tangannya, sambil mendengarkan pria itu. Benar saja, setelah Liu Changqing menyadari bahwa Su Qianci tidak sedang menatap dirinya, perkataan pria itu menjadi lebih lancar dan berbicara lebih cepat. Pada akhirnya, Liu Changqing merasa sedikit bersemangat, dan suaranya menjadi lebih keras dan semakin keras. Dia berkata, "Saya pikir rencana saya sangat layak untuk dilaksanakan. Berdasarkan penyelidikan dan perhitungan ¡­." Suaranya terdengar kuat dan percaya diri. Dia adalah orang yang berbeda. Setelah sepuluh menit, akhirnya, Liu Changqing dengan bersemangat meletakkan tangannya di tepi meja dan bertanya, "Bagaimana menurut Anda?" Su Qianci mendengarkan kata-kata pria itu dan melihat jam, sudah pukul 13:50. Sepuluh menit menuju rapat pemegang saham. Perlahan, dia menutup spidolnya kembali. Su Qianci menatap Liu Changqing. "Itu belum sempurna." Chapter 540 - Memang Istri Li Sicheng Mendengar hal itu, Liu Changqing merasa tidak yakin. Dia menarik tangannya dari atas meja tetapi tidak berbicara. Su Qianci mengetahui bahwa tidak ada beban dalam perkataannya. Jika pada saat ini Li Sicheng yang mengatakan hal itu, maka Liu Changqing pasti tidak memiliki apa pun untuk dikatakan. Sambil mengetuk-ngetuk meja dengan sebuah pena, suara Su Qianci terdengar datar dan menatap pria itu dengan tenang. Sekretaris datang dan mengantar segelas jus untuk Su Qianci, mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu. Mengerucutkan bibirnya dengan meremehkan, dia diam-diam keluar setelah meletakkan jusnya. Pintunya ditutup. Sekretaris itu dengan cepat berjalan kembali ke kantor sekretaris. Ketika dia melihat bahwa Cheng You sedang tidak ada, dia mulai bergosip, "Wanita itu berpikir bahwa dirinya adalah presiden wanita di sini setelah bos meninggal. Aku melihatnya berbicara dengan Liu Changqing. ''Belum sempurna'', tolong berhentilah berpura-pura!" Sekretaris lain menatap komputer dan sedang melakukan sebuah pekerjaan untuk Cheng You. Ketika dia mendengar ini, dia mendongak dan mendorong kacamatanya ke atas. "Tidak mungkin, dia benar-benar ingin mengambil alih Grup Li?" "Sepertinya demikian. Banyak dokumen yang menumpuk di mejanya, dia terlihat meyakinkan, tetapi tidak yakin apa yang sebenarnya dia ketahui." "Sulit untuk mengatakannya ¡­. Bos berwawasan sangat luas, tidak ada alasan istrinya tidak mengetahui apa-apa." "Cih. Ketika Bos besar itu masih hidup, sudah berapa kali dia berada di kantor ini? Setiap kali dia terlihat lembut, berpegangan tangan atau memeluk suaminya. Sepertinya dia takut bahwa orang lain tidak mengetahui bahwa mereka sedang berada dalam hubungan yang baik. Selain itu, bos terlalu angkuh untuk mengizinkan istrinya ikut campur tangan dalam karirnya sendiri. " "Wow, ini terlalu menarik. Mungkinkah wanita ini sengaja membunuh bos hanya untuk mendapatkan perusahaan ini?" "Tidak, kurasa itu tidak mungkin. Bos adalah ayah bayinya. Perutnya begitu besar untuk kehamilan empat bulan. Terlihat seperti sedang hamil lima atau enam bulan karena mengandung anak kembar!" "Sulit dikatakan. Kurasa wanita itu tidak seperti seorang pemula. Apakah dia sudah merencanakannya sejak lama?" "Tidak mungkin. Jurusan kuliahnya adalah keuangan, jadi wajar saja!" "Biarkan aku memberitahumu ¡­." Sebuah ketukan yang sangat keras di pintu mengejutkan semua orang dan mereka dengan cepat melangkah kembali ke tempat duduk mereka. Dengan wajahnya yang suram, Cheng You berdiri di pintu dan berteriak marah. "Kalian punya banyak waktu, ya? Itu sebabnya kalian bergosip? Sepertinya pekerjaannya terlalu sedikit!" Semua orang menciut dan merasa takut untuk berbicara. Cheng You memberi tugas dengan marah dan dengan cepat pergi meninggalkan mereka dengan sepatu hak tingginya. Para sekretaris itu saling melirik dan menjulurkan lidah mereka. Seseorang berkata, "Aku akan melihat seberapa baiknya wanita itu berpura-pura." "Pergilah, ingatlah untuk kembali untuk bergosip!" "Oke!" Sekretaris itu membuka pintu dan pergi keluar. Dia berpapasan dengan Liu Changqing yang sedang berjalan keluar dengan rencana pengembangan miliknya. Ekspresi wajah pria itu sangat serius. Liu Changqing tidak menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan. Setelah dia kembali ke kursinya selama beberapa menit dan mencerna kata-kata yang baru saja dikatakan oleh Su Qianci, dia tiba-tiba tersenyum. "Memang istri Li Sicheng." - Rapat pemegang saham dimulai tepat waktu, dan ketika Su Qianci masuk, semua orang telah hadir. Ketika mereka melihat Su Qianci, banyak orang yang merasa bosan. Li Jinnan berjalan masuk di belakang Su Qianci. Melihat para pemegang saham di sekitarnya, Li Jinnan mengangkat alisnya. "Nyonya Li, semua orang sudah lama menunggu. Anda terlalu arogan!" £¬ Chapter 541 - Tikus Meninggalkan Kapal Yang Tenggelam (1) "Ya, ketika Presiden Li masih di sini, beliau tidak berani membiarkan kita menunggu begitu lama. Apakah Anda mencoba untuk memberikan sebuah teladan baru?" "Atau, apakah Anda tidak berniat untuk datang ke rapat ini sama sekali? Anda tidak perlu merasa keberatan!" Bagaimanapun juga, Li Sicheng sudah meninggal, dan Grup Li tak lain hanyalah sebuah struktur kerja! Dengan seorang wanita, prestasi seperti apa yang bisa diraih Grup Li? Lebih baik mentransfer saham kepemilikan secara bersama-sama pada saat perusahaannya masih memiliki nilai jual. Mereka masih bisa berinvestasi pada hal-hal lainnya sebelum kehilangan uang. Bukan hanya satu atau dua orang yang memiliki ide seperti ini. Grup Li tidak memiliki sebuah sejarah yang panjang dan terdapat delapan orang pemegang saham. Ada para mitra kerja yang telah bekerja bersama Li Sicheng di masa lalu, dan beberapa pemegang saham yang lebih senior yang kemudian bergabung dengan suntikan modal. Sebagian besar dari mereka yang berbicara sudah berusia lanjut, hampir seusia Li Yao. Sebaliknya, beberapa pemegang saham yang masih muda hanya menatap Su Qianci tanpa suara. Su Qianci melihat arloji dan berkata, "Jika saya mengingatnya dengan benar, rapat pemegang saham ini seharusnya dimulai pada pukul dua siang. Saya sudah mendengarkan tuduhan Anda selama dua menit. Sekarang pukul 14:01. Dengan kata lain, saya tiba pukul 13:59. Apakah saya terlambat?" "Tidak," kata seorang pemuda yang duduk di barisan depan, tampaknya berusia sekitar 30 tahun dan cukup kapabel. Fang Chen, salah satu pemegang saham terbesar Grup Li, telah mendukung Li Sicheng sejak dari awal. "Cih, Li Sicheng selalu tiba tiga menit sebelumnya!" "Oh ¡­ jadi, saya tidak terlambat, mengapa Anda menuduh saya?" Su Qianci duduk di posisi kursi presiden. "Kebiasaan suami saya bukanlah kebiasaan saya. Anda terbiasa dengan kebiasaan suami saya, dan sekarang Anda harus terbiasa dengan kebiasaan saya." Seorang pria yang lebih tua mendengus. "Apa maksud Anda, Anda ingin menjadi presiden Grup Li?" "Apa Anda bercanda! Seorang wanita, mengapa Anda harus menjadi pengambil keputusan Grup Li? Saya harap Anda tidak merusak perusahaan sebesar ini!" "Hei, kalau itu masalahnya, kami tidak bisa mengatakan apa-apa. Taruhan terbesar ada di tangan Anda. Suami Anda sudah meninggal, seluruh Grup Li berada di tangan Anda. Bukankah itu yang harus Anda katakan?" Su Qianci mendengarkan kata-kata ini dengan wajah dingin dan mencibir, "Ya, suami saya sudah tiada, dan saya yang membuat keputusan akhir. Tapi suami saya belum meninggal, tolong jangan mengutuknya! Dia hanya pergi untuk sementara waktu. Itu akan tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk kembali mengambil alih perusahaan ini. Tetapi sebelum itu, saya adalah pengambil keputusan terakhir di sini. " Saat mendengar ini, semua orang di sekitar Su Qianci terdiam. Memang, kematian Li Sicheng sulit diterima. Semua orang memandang Su Qianci dengan sedikit simpati. "Saya memiliki sebuah rencana penawaran untuk sebidang tanah. Berdasarkan estimasinya, saya pikir itu sangat layak untuk dilaksanakan. Rencana awal sudah dibuat, dan detailnya perlu dikembangkan." Su Qianci membiarkan Cheng You membagikan rencana penawaran yang baru saja diperbanyak. Para pemegang saham mengerutkan kening, semuanya. Jelas terlihat, mereka tidak optimis dengan proyek ini. Proyek ini sepenuhnya merupakan ekspektasi Su Qianci. Wanita itu memberi tahu mereka ide dan rencana yang dimilikinya dan mengamati reaksi mereka satu per satu. Akhirnya, salah satu dari mereka berkata, "Tidak peduli apa pun, saya tidak optimis mengenai Anda yang menjadi presidennya. Daripada melihat Grup Li mengalami kerugian di tangan seorang wanita, lebih baik menjual saham sesuai dengan harga pasar terlebih dahulu, atau Anda dapat membeli saham saya. Bagaimana dengan itu?" Chapter 542 - Tikus Meninggalkan Kapal Yang Tenggelam (2) Su Qianci menatap pria itu. Dia sepertinya sudah pernah melihat orang ini sebelumnya. Ketika investasi Group Li tidak sukses, orang ini melarikan diri dengan dana publik dan tertangkap kemudian. Pria itu telah dibalas dengan kejam oleh Li Sicheng dan menghabiskan seluruh hidupnya di penjara. Su Qianci dulu berpikir bahwa Li Sicheng bersikap terlalu keras. Sekarang saat memikirkan hal itu, pemikiran dirinya yang sebelumnya itu terasa konyol! "Cheng You" "Saya di sini." "Berapa banyak saham yang dimiliki tuan ini?" "8.9%." "Siapa lagi yang menginginkan saya membeli sahamnya?" Mata Cheng You terbelalak, dan dia menatap Su Qianci. Membeli semua saham? Sungguhan? Itu akan menjadi sebuah pengeluaran yang sangat besar! Baru-baru ini, harga saham Grup Li anjlok, dan mereka telah kehilangan banyak uang. Jika saham-saham ini dibeli kembali, dengan pengeluaran uang sebanyak ini, Grup Li ¡­. "Nyonya, ini ¡­." Sebelum Cheng You menyelesaikan perkataannya, seseorang langsung berkata, "Meskipun saya masih memiliki perasaan untuk Grup Li, saya tidak merasa terlalu optimis. Saya berhenti." "Cheng You, catat ini. Berapa yang dia miliki?" "3.8%" "Dan saya." Seorang pria lain berkata. "9.7%" ¡­. Su Qianci menatap mereka dan berkata, "Baik, saya akan membeli semua saham Anda dengan harga pasar, tapi saya harap Anda akan mempertimbangkannya dengan jelas. Setelah ini, kejayaan atau kerugian Grup Li tidak akan ada hubungannya dengan Anda." Cheng You melihat bahwa Su Qianci benar-benar ingin membeli kembali sahamnya dan berseru dengan cemas, "Nyonya, ini tidak baik. Perusahaan kita tidak mampu mengeluarkan begitu banyak uang ¡­." "Saya bisa menggunakan properti pribadi suami saya, tetapi orang-orang ini tidak akan diterima oleh Grup Li di masa yang akan datang. Ketika perusahaan itu sedang berjaya, mereka berada di sana. Sekarang Li Sicheng mengalami sebuah kecelakaan, mereka melarikan diri satu per satu. Saya tidak membutuhkan orang-orang yang tidak tahu berterima kasih!" Suara Su Qianci terdengar kelam, tetapi ketika keluar dari mulutnya, perkataan itu langsung menusuk ke dalam hati orang-orang tersebut. Ya, bukankah mereka bersikap tidak tahu berterima kasih? Namun, Li Sicheng adalah alasan di balik kesuksesan perusahaan itu. Karena mereka tidak bisa mengubah siapa presiden selanjutnya, mereka lebih baik berhenti sekarang. Meskipun Su Qianci mengatakan hal itu, mereka masih tetap tidak berubah pikiran. Su Qianci memandangi sikap tegas mereka dan berkata dengan kecewa, "Hubungi pengacara dan buatkan surat perjanjian transfer saham, Cheng You." Su Qianci mengetahui bahwa itu adalah keputusan yang tidak rasional pada saat ini. Namun, untuk proyek selanjutnya, dia mengetahui bahwa Grup Li dapat dihidupkan kembali. Mengapa dia membiarkan mereka mendapat manfaat dari itu? Su Qianci tidak menjelaskan hal itu kepada Cheng You, tetapi meminta mereka yang akan mundur untuk pergi meninggalkan ruangan dan mendiskusikan pengembangan proyek baru dengan lima pemegang saham yang tersisa. "Saya tidak optimis mengenai proyek ini, tetapi saya tidak akan berhenti. Nyonya Li, mengapa saya harus memilih sebidang tanah ini? Investasi pada tahap awalnya sangatlah besar. Jika kita adalah Grup Li yang sebelumnya, proyek ini tidak akan menjadi sebuah masalah, tetapi baru-baru ini Anda mengetahui apa yang telah terjadi. Jika proyek ini dilaksanakan, tidak diragukan lagi akan memperburuk situasi," kata Fang Chen. Su Qianci mengerutkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya dengan lembut. "Anda tahu kenapa saya memilih di sini? Ini adalah tanah yang akan saya tawar. Di tanah ini, terdapat sebuah klub hiburan bergaya Eropa. Karena batasan ruang lingkupnya, ada banyak hal di klub yang kurang. Kita bisa menggunakan celah ini. Dan tempat ini, berada di sebelah timur Sungai Kotaraja, di sebelah barat Kota Guang ¡­." Su Qianci memberi tahu mereka tentang rencana Liu Changqing, rencana tambahan dirinya sendiri, serta memorinya mengenai tempat itu di kehidupan dirinya yang sebelumnya. Chapter 543 - Persalinan Yang Lancar Ketika Su Qianci haus karena berbicara, Cheng You menyerahkan segelas air tepat pada waktunya, dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Li Jinnan, yang tidak pernah berurusan dengan perusahaan, merasa dirinya tidak mengerti apa-apa dan sangat mengagumi Su Qianci. Tiga hari kemudian, Su Qianci meminta Liu Changqing untuk membuat rencana penawaran yang sudah lengkap itu menjadi sebuah presentasi powerpoint. Selama rapat, pro dan kontra dari proyek dan perhitungan investasinya dijelaskan. Su Qianci menunjuk dirinya sendiri sebagai presiden dari perusahaan Grup Li, dan Liu Changqing ditunjuk sebagai direktur proyeknya. Pria itu bertanggung jawab penuh atas proyek ini, dan Li Jinnan juga turut belajar di perusahaan itu. Benar saja, kemampuan dan efektivitas Liu Changqing jauh melebihi apa yang dipikirkan semua orang. Hanya dalam waktu dua bulan, semua bangunan yang selama ini berada di atas tanah itu telah dibebaskan dan proyeknya dimulai. Su Qianci sangat sibuk selama masa ini dan perutnya menjadi semakin besar. Karena mengandung anak kembar, Su Qianci hampir tidak bisa berjalan di bulan ke delapan kehamilannya. Dia hanya menunggu waktu untuk melahirkan di rumah. Banyak hal dapat ditangani oleh Li Jinnan atau Cheng You di kantor. Jika mereka tidak bisa mengatasinya, keputusannya akan jatuh ke tangan Su Qianci. Su Qianci dulu bekerja bersama Li Sicheng untuk sementara waktu. Dan dia juga mengetahui banyak hal yang akan terjadi sebelum waktunya. Grup Li terus bangkit dengan mantap. Karena perutnya yang sangat besar, Su Qianci meminta Shuang Yu untuk terus melindungi dirinya, dan Kapten Li memanggil Nanny Rong untuk merawat cucu mantunya itu. Li Beixing jarang pulang ke rumah. Ketika pria itu pulang, dia segera mencari Su Qianci. Ketika Su Qianci membukakan pintu, wajah Li Beixing terlihat muram dan serius. Sepertinya dia sedang merasa bimbang. Dia memandang adik iparnya dan berkata, "Ada berita tentang Sicheng." Mendengar kata-kata ini, Su Qianci terpana, dan kemudian dia meraih tangan kakak iparnya. "Sungguh? Di mana dia? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia terluka? Kenapa dia tidak kembali?" Serangkaian pertanyaan ini membuat hati Li Beixing bergetar. Dia menyerahkan berkasnya kepada Su Qianci dan berkata, "Kau harus siap secara mental. Luka pria itu sangat serius dan dia pergi ke Rumah Sakit Ketiga Kotaraja untuk perawatan, tetapi orang ini hanya diduga sebagai Li Sicheng. Dan tidak ada barang bukti langsung yang dapat membuktikan bahwa orang ini adalah Li Sicheng." Su Qianci mengambil berkas itu dan seketika melihat sebuah foto berwarna. Orang di dalam foto itu sedang duduk di sebuah kursi roda, seluruh tubuhnya dibalut perban dan hanya menunjukkan sepasang mata, sosoknya dan wajahnya tidak terlihat dengan jelas. "Waktu ketika orang itu dirawat di rumah sakit bertepatan dengan waktu menghilangnya Sicheng. Usia mereka hampir sama, tetapi dia dirawat sebagai pasien tak dikenal. Ada seseorang yang tak diketahui identitasnya yang telah membantu orang ini membayar biaya pengobatan tetapi tidak pernah menunjukkan diri." Su Qianci melihat foto itu dan tetap diam. "Setelah lebih dari sebulan dirawat di rumah sakit, kondisi orang itu sedikit lebih baik dan boleh pulang dari rumah sakit. Karena dia sudah membayar biaya pengobatannya, pihak rumah sakit tidak mencoba untuk menahannya. Aku sudah memerintahkan orangku untuk memeriksa rekaman kamera pengintai, tetapi aku tidak menemukan rekaman video orang ini. Sepertinya dia telah menghilang ditelan bumi. " Wajah Su Qianci menjadi pucat dan semakin pucat. Sambil menyentuh perutnya, dia mengerutkan keningnya. Li Beixing menatap adik iparnya itu dan melanjutkan, "Aku tidak berpikir bahwa orang ini adalah Li Sicheng, jika dia adalah adikku, dia akan kembali. Saat ini, hanya orang ini yang sesuai dengan kondisi Li Sicheng. Aku masih menyelidiki latar belakang dan keberadaannya, tapi yang pasti adalah Sicheng jelas masih hidup." Su Qianci mengerutkan keningnya, dan memegang kusen pintu. "Kakak ipar, perutku sakit ¡­." Ekspresi wajah Li Beixing berubah dan dia berteriak, "Nanny Rong! Shuang Yu!" Chapter 544 - Luar Biasa, Istriku Benar-benar Luar Biasa Janinnya baru berusia delapan bulan lebih, dan Su Qianci sudah dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit, air ketubannya pecah. Wanita itu terus-menerus mengingat kata-kata Li Beixing: Sicheng masih hidup! Ya, dia jelas masih hidup! Tapi kenapa Li Sicheng pergi? Kenapa suaminya tidak pulang untuk menemui dirinya? Bahkan jika Li Sicheng tidak ingin melihat dirinya, dia seharusnya melihat anak-anaknya. Dirinya akan melahirkan, bisakah Li Sicheng mengetahui tentang hal itu? Air mata menetes dari mata Su Qianci, dan rasa sakit dari perut bagian bawahnya membuat dirinya merasa teramat sangat tidak nyaman. Ada banyak suara terdengar di sekitarnya, dan pikiran Su Qianci kosong. Dia tidak mengetahui kapan dirinya memasuki ruang bersalin dan tidak mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Ketika cahaya lampu pijar menyinari, dia melihat seraut wajah yang telah dia pikirkan sepanjang siang dan malam. Li Sicheng berada di depan matanya, dan suaminya itu tersenyum lembut padanya. Wajahnya terlihat penuh cinta dan merasa puas, dia berkata, "Luar biasa. Istriku benar-benar luar biasa." Tersenyum, air mata Su Qianci mengalir keluar dari sudut matanya. Ketika dia mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah suaminya, wajah itu menghilang tanpa jejak. Lengkungan bibirnya pun tiba-tiba turun. Matanya menjadi buram. "Li Sicheng, kamu di mana? Aku merindukanmu." - Sulit untuk melahirkan anak kembar secara normal, dan Su Qianci menjalani operasi sesar. Seorang bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan, seluruh keluarga merasa senang. Bayi laki-laki itu keluar sedikit lebih awal dari bayi perempuan itu, jadi dia mendapat kehormatan untuk menjadi kakaknya. Namun, karena lahir prematur, kedua bayi tersebut dimasukkan ke dalam inkubator bayi. Melihat deretan bayi kecil di dalam, Kapten Li menemukan sebuah tanda dengan nama Su Qianci seketika. Dia merasa sangat bahagia sehingga dia tidak bisa menutup mulutnya. Adapun untuk nama bayi-bayi tersebut, setelah memikirkannya berulang kali, sang kapten menulis: Li Jianqian, Li Jianyue. Dan nama panggilannya ¡­. Su Qianci tersenyum dan berkata bahwa nama yang dimiliki Li Sicheng, yang entah serius atau bercanda: Dasu, Ersu. Meskipun banyak orang mengeluh bahwa nama itu mengerikan, nama-nama itu diberikan oleh Li Sicheng, bukan? Setelah berbaring di rumah sakit selama beberapa hari, Su Qianci dengan cepat pindah kembali ke rumah tua untuk beristirahat. Status Lu Yihan telah meningkat dari yang semula sahabat pria menjadi seorang koki pria. Hampir setiap hari, dia akan datang ke rumah tua itu untuk memasakkan Su Qianci segala jenis makanan. Li Jinnan selalu memiliki banyak hal yang tidak bisa dia mengerti dan selalu berlari ke kamar Su Qianci untuk bertanya pada kakak iparnya itu. Su Qianci tersenyum dan menjawab pertanyaan adik iparnya itu, menatapnya dan berkata, "Jinnan." Li Jinnan menggigit penanya, mendongak dan sedikit terpana. "Apa?" "Ketika aku sudah selesai beristirahat, bisakah kau mengajariku untuk berkelahi?" "Kau ingin mempelajarinya?" "Ya, dan menembak." "Kenapa kau ingin mempelajari hal ini? Ini ilegal," kata Li Jinnan dengan serius. "Pertahanan diri, supaya aku bisa melindungi diriku sendiri. Di kemudian hari, mungkin aku bisa melindungi anak-anakku." Su Qianci tersenyum dan memandang Li Jinnan, menundukkan kepalanya dan berkata, "Mungkin ketika Li Sicheng kembali, aku bisa berkata kepadanya dengan bangga: Lihat, tanpa dirimu, aku bisa hidup dengan sangat baik." Li Jinnan menatap kakak iparnya itu untuk waktu yang cukup lama, dan kemudian mengangguk tanpa daya. "Oke, tunggu sampai kau selesai beristirahat." Setelah mengantar Li Jinnan keluar, Nanny Rong mengantar bayi-bayi itu pada Su Qianci untuk disusui. Tubuh Su Qianci terlalu kurus, jadi dia tidak mempunyai banyak air susu, yang mana harus dicampur dengan susu formula. Dia sedang menggendong Ersu, tersenyum ketika dirinya melihat tangan kecil Ersu memegang dirinya dan mulut bayi itu menghisap. Matanya tertuju pada foto pernikahan di samping tempat tidur. Raut wajah Su Qianci menjadi lebih lembut. "Lihat, tanpa dirimu, aku bisa hidup dengan sangat baik." Chapter 545 - Orang Asing Yang Belum Pernah Online, L Setelah menyusui bayi-bayinya dan menidurkan mereka, Su Qianci merasa sangat bersemangat. Mengambil ponselnya, dia tiba-tiba menemukan sebuah pesan dari perangkat lunak chatting yang sudah lama tidak digunakan: [L]: seorang bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan, selamat L, orang asing ini yang tidak pernah mengatakan apa pun setelah berteman dengan dirinya. Beberapa kata ini adalah kata-kata pertamanya dengan Su Qianci. Su Qianci menjawab dengan dua patah kata: Terima kasih. Tidak ada respons. - Proyek Kota Baru Xiang Xie selesai pada bulan ke-38 dan menjadi salah satu landmark Kotaraja karena desain dan fitur interiornya yang unik. Pada tahun ketiga, Kota Baru Xiang Xie secara resmi dibuka, dan menjadi sebuah tujuan kelas atas yang mahal. Dalam waktu kurang dari setahun, keuntungan yang diperoleh sudah sangat mengesankan. Dalam waktu empat tahun, Liu Changqing menjadi semakin mengagumi wanita itu. Atau, lebih tepat untuk mengatakan bahwa di seluruh perusahaan, tidak ada yang tidak mengagumi Su Qianci. Di dalam Grup Li, karyawan datang dan pergi, tetapi Cheng You selalu berada di sana. Tapi setengah bulan yang lalu, perutnya sudah terlalu besar untuk berjalan, jadi dia mengambil cuti hamil. Rumah Sakit Kedua Kotaraja - Rong Rui berbicara dengan dokter untuk waktu yang lama sebelum dokter itu mengizinkan dirinya masuk. Begitu dirinya berjalan masuk, dia mendengar jeritan penderitaan Cheng You. Dia begitu tertekan sehingga dia berlari dan mengambil tangan istrinya. Ketika Cheng You melihat suaminya, dia berteriak dan menjerit, "Sayang! Sakit!" Hal itu juga terasa berat bagi Rong Rui, hatinya terasa pilu. Sambil memegang tangan istrinya, dia menciumnya dan berkata, "Jangan berbicara, fokus. Ini akan baik-baik saja sebentar lagi." Cheng You menggertakkan gigi dan berteriak. "Aku tidak akan pernah melahirkan lagi. Rasanya sangat tidak nyaman ¡­ aaaah!" "Hei, jangan menangis. Ini yang terakhir kali." Rong Rui menyentuh wajah Cheng You. Wajahnya sendiri tampak tertekan. "Kita tidak akan mempunyai bayi lagi di masa yang akan datang. Ternyata sangat menyakitkan untuk melahirkan!" Ini bukan pertama kalinya Rong Rui menyaksikan seorang wanita melahirkan. Namun, saat pertama kalinya dia menyaksikan Tang Mengying melahirkan ketika dirinya sedang patah hati, dan dia tidak merasakan apa-apa sama sekali. Tapi kali ini ¡­ karena yang melahirkan itu Cheng You, Rong Rui merasakan sebuah rasa sakit hati yang kuat. Melihat wajah istrinya yang pucat, dia tidak sabar untuk menggantikan posisi Cheng You. Tuhan tahu sudah berapa lama, Cheng You tidak memiliki kekuatan untuk menjerit lagi. Untungnya, Tuhan sangat baik pada Rong Rui. Persalinan normal, ibu dan anak keduanya selamat. Ketika Rong Rui melihat bayi itu, dia tersenyum gembira. Namun, dia tidak terlalu menghiraukan bayi itu, tetapi memegang tangan Cheng You dan tinggal bersamanya. Cheng You tidak mengetahui sudah berapa lama dirinya tertidur. Ketika dia membuka matanya, dia melihat Rong Rui. Mata Rong Rui berlinang air mata. Dia menatap istrinya dan berbisik. "Mengagumkan. Itu adalah seorang putri kecil." Cheng You melihat suaminya seperti ini dan tertawa kecil, "Di mana bayinya?" "Aku tidak tahu. Bayinya diambil oleh perawat." "Ayah macam apa kau? Kau tidak tahu ke mana bayinya pergi!" "Aku ingin menjadi seorang suami, dan kemudian menjadi seorang ayah." Rong Rui menyentuh wajah istrinya. "Apa kau lelah?" "Omong kosong!" Cheng You mendengus dan tiba-tiba menangis. "Lelah sekali." Ketika Rong Rui melihat istrinya menangis, dia menjadi panik. "Kenapa kau menangis? Kau tidak bisa menangis segera setelah melahirkan. Itu tidak baik untuk matamu." "Aku hanya merasa sangat kesakitan. Apakah kau tahu bahwa ketika aku melihatmu datang, aku merasa bahwa aku sangat, sangat bahagia, Rong Rui ¡­." Cheng You terisak-isak. "Aku masih memiliki seorang suami untuk menemaniku. Aku merasakan kesakitan pada saat itu, tetapi tidak merasa takut. Tapi ¡­ tapi ¡­." Rong Rui tertawa dan mengeringkan air mata istrinya. "Dasar bodoh ¡­." "Tapi, bagaimana Su Qianci menjalaninya? Ketika dia melahirkan dua orang anak, dia menjalani operasi sesar. Dia pasti sangat ketakutan, tetapi tidak ada orang di sekitarnya yang bisa menemaninya. Dia bahkan tidak bisa mengeluh kepada siapa pun. Tak ada siapa pun di sana, memikirkan tentang hal itu ¡­." Cheng You menangis lagi. "Sungguh, itu sangat menyedihkan." Chapter 546 - Baiklah, Bisakah Kau Menutup Pintunya? Rong Rui terdiam. Saat memikirkan Su Qianci, dia merasa sedikit rumit. Terhadap sepupunya yang ini, Rong Rui selalu merasa bersalah. Pada awalnya, dia membantu Tang Mengying melakukan hal-hal buruk itu, yang menyebabkan hal-hal ini terjadi. Rong Rui mempunyai andil pada persiapan bencana itu. Selama bertahun-tahun, dia telah berusaha menebusnya. Dia berlari ke sana kemari bersama Cheng You untuk membantu Grup Li, sibuk setiap harinya. Tetapi setiap kali dia melihat sosok kesepian Su Qianci di kantor, dia merasa sangat menyesal. Su Qianci sebenarnya hanyalah seorang wanita. Tiba-tiba, Cheng You menarik suaminya, mengerjap, dan berkata, "Aku lapar." Rong Rui tersenyum. "Aku akan membeli sesuatu untukmu. Tunggu aku." "Oke." Ketika Rong Rui melangkah keluar dari pintu depan, perawat berjalan masuk dengan seorang bayi yang sedang menangis. Cheng You menjadi sedikit panik. Ketika dia melihat anak itu, dia duduk dengan berbagai kesulitan. Bayi kecil itu berwarna merah, kulitnya keriput, dan berukuran mungil. Dia mengambilnya dengan hati-hati, tetapi makhluk mungil itu bahkan menangis semakin keras. "Jangan menangis." Cheng You menggendong bayi itu dengan hati-hati, tetapi bayi kecil itu tetap menangis, wajahnya menjadi semakin merah dan semakin keriput. Kali ini, Cheng You hampir menangis, "Kenapa dia menangis terus menerus? Apakah dia lapar?" Perawat itu tertawa kecil. "Ya, beri saja dia susu." Cheng You meletakkan bayi perempuan kecil itu di pangkuannya, memeluknya dengan satu tangan dan menggunakan tangan lainnya untuk mengangkat bajunya. Melihat perawat yang sedang menatap dirinya, dia tersipu malu dan berkata, "Baiklah, bisakah kau menutup pintunya?" Perawat itu terkekeh-kekeh. Cheng You mengangkat bajunya dan memasukkan putingnya ke dalam mulut bayi itu. Begitu bayi itu mengisapnya, dia berhenti menangis. Setelah beberapa saat, dia mulai menjerit lagi. "Ah, kenapa aku tidak punya air susu? Bukankah itu seharusnya keluar setelah melahirkan?" Cheng You meremas payudaranya dan mendapati bayinya menangis lebih keras. "Itu normal, biarkan dia mengisapnya sedikit lebih lama." "Terima kasih." Cheng You merasa hal itu cukup sulit. Ketika perawat keluar dan menutup pintu, dia menekan payudaranya lebih kencang. Dan ada sedikit air susu. Dia mengangkat bayi itu, tetapi bayi itu meminum beberapa teguk sebelum dia menangis kembali. Cheng You menjadi panik dan ingin menangis sendiri. Melihat ponsel di sampingnya, dia ingin menelepon suaminya supaya kembali. Tepat pada saat itu, pintu bangsal itu diketuk, dan sebuah sosok langsing dan tinggi masuk ke dalam. Di luar sangat panas, jadi Su Qianci mengenakan sebuah gaun tanpa lengan tipis berwarna merah muda. Rambut ikalnya yang panjang diikat menjadi buntut kuda, dan tidak menggunakan bedak di wajahnya. Karakteristik wajahnya cukup menarik perhatian. Cheng You segera melihat penyelamat dan berteriak, "Susu, waktu yang tepat. Aku tidak punya air susu dan bayinya menangis terus. Apa yang harus aku lakukan!" Shuang Yu mengikuti Su Qianci ke dalam. Mendengar ini, dia meletakkan suplemen nutrisi, dan mengeluarkan sebuah pompa ASI 1 dengan tangannya yang lain. "Sudah disterilkan. Aku tahu kau akan mengalami masalah ini. Ayo, biarkan aku menggendong bayimu." Su Qianci mengambil bayi itu dan dengan lembut mengayunkannya. "Sangat menggemaskan, dia pasti cantik kalau sudah besar." Shuang Yu mengeluarkan pompa ASI itu dan memberikan bagian yang terbuka pada Cheng You. Cheng You merasa tersentuh, tetapi dia dengan cepat mendongak. "Bagaimana kau tahu kalau itu seorang bayi perempuan?" Su Qianci melirik kain yang membungkus tubuh bayi itu dan berkata, "Merah muda." Air Susu Ibu Chapter 547 - Aku Akan Mencari Seorang Wanita Seperti Ibuku Cheng You meletakkan pompa ASI itu di payudaranya, dan ternyata memang ada air susunya. Dia merasa lega. Dengan segera, dia mendapatkan setengah botol, dan Su Qianci dengan lembut memberikannya kepada bayi itu. Makhluk mungil itu akhirnya berhenti menangis. Dengan wajah kecilnya yang merah dan tangan kecilnya yang mengepal, dia menyedot susunya dengan susah payah. "Orang tuamu mengatakan mereka akan datang, kan? Di mana Rong Rui? Ke mana dia pergi, meninggalkanmu sendirian." "Mereka belum datang. Tadi malam air ketubanku pecah. Rong Rui sudah menghubungi mereka. Dia pergi untuk membelikanku makanan dan belum kembali." Cheng You merasa bahwa Su Qianci sangatlah menolong. Saat melihat bahwa setengah botol susu tersebut hampir habis oleh makhluk mungil itu, Cheng You berdecak-decak dan berkata, "Makhluk mungil ini bisa makan." Su Qianci tersenyum. "Itu berarti dia berada dalam keadaan sehat. Sekarang ayo kita minta susu lagi." Setelah botolnya ditarik keluar, bayi itu mendengus, tetapi tidak menangis. Sambil mengayun-ayunkan lengan kecilnya, matanya setengah terpejam. Dia sangat menggemaskan. Su Qianci menggoda makhluk mungil itu dan berkata, "Menikahlah dengan Dasu-ku di masa yang akan datang. Cantik sekali." "Dasu-mu sangat pemilih. Aku bertanya padanya tipe gadis apa yang dia sukai beberapa waktu yang lalu, dan bertanya apakah dia menaksir seorang adik perempuan di TK. Bisakah kau menebak apa yang dia katakan?" "Apa?" Saat membahas putranya, Su Qianci tidak bisa menahan senyumnya. Cheng You berkata, "Dia berkata: ''Adik perempuan? Ersu sudah cukup menyebalkan. Aku akan mencari wanita seperti ibuku.''" Mendengar itu, Shuang Yu juga tertawa. Su Qianci hendak mengatakan sesuatu, tetapi kemudian pintu bangsal terbuka. Rong Rui masuk membawa sebuah kotak karton yang cantik dan merasa terkejut saat melihat Su Qianci. "Kenapa kau ada di sini? Apakah tidak sibuk di perusahaan hari ini?" "Sibuk, tapi aku sudah menyerahkan segalanya kepada Li Jinnan. Sekarang aku akan menjemput anak-anak dari sekolah." Su Qianci melihat arlojinya. "Oke, waktunya hampir habis. Aku harus menjemput anak-anak. Ini bayinya." Rong Rui mengambil bayi itu dengan hati-hati. Bayi itu lembut. Saat menggendong bayinya, dia merasa takut kalau dirinya akan menjatuhkan bayi itu. Tapi senyum di wajah pria itu tidak bisa disembunyikannya. Hal itu terlihat agak konyol. Su Qianci melihat Rong Rui seperti ini, dan tanpa sadar memikirkan bagaimana raut wajah Li Sicheng ketika suaminya itu mengetahui bahwa dirinya mengandung anak kembar. Dia masih bisa melihat ekspresi wajah Li Sicheng. Seperti orang bodoh. Matanya menjadi meredup. Terdapat rasa iri di mata Su Qianci, dan dia melambaikan tangannya pada Cheng You, "Aku pergi." "Hati-hati." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª TK Matahari Kecil. Di dalam taman kecil yang berwarna-warni, anak-anak yang sedang berlarian ke sana kemari. Beberapa anak perempuan berusia tiga atau empat tahun berkumpul bersama untuk bermain di kolam pasir. Salah satu dari mereka mengenakan sebuah rok model putri yang mengembang berwarna merah muda dan duduk di kolam pasir dengan kaki kecilnya yang telanjang. Dengan pasir di wajahnya, anak itu memiliki sepasang mata berbentuk kacang almon yang besar, bulu matanya panjang dan tebal, dan bibir merah muda yang penuh dan indah. Rambutnya dikuncir buntut kuda. Beberapa helai rambut berwarna terang terlalu pendek untuk diikat dan berkibar ditiup angin. Saat ini, dia sedang memegang sebuah sendok kecil ke arah sebuah boneka, berkata dengan nada lembut penuh cinta keibuan, "Ayo, ibu akan menyuapimu, aaaa ~~" Guru muda itu datang menghampiri dan memanggil, "Li Jianqian, Li Jianyue, seseorang datang menjemputmu!" "Ah, ibuku sudah di sini!" Suaranya manis dan lembut. Chapter 548 - Mereka Pasti Melakukan Sebuah Kesalahan Di Rumah Sakit Li Jianyue berteriak kencang dengan penuh kegembiraan, berdiri, menepuk-nepuk pasir dari tubuhnya dan berlari ke arah bocah laki-laki kecil di sebelah pohon besar. Karakteristik wajah bocah laki-laki kecil itu sangat indah, dan rambut hitamnya sedikit ikal. Kulitnya sempurna, dan dia benar-benar terlihat tidak bercela. Mengenakan sebuah kemeja lengan pendek berwarna biru kobalt dan celana pendek, dia terlihat sangat tampan. Li Jianqian memegang sebuah buku Robinson Crusoe, memalingkan kepalanya dari waktu ke waktu untuk mengawasi adik perempuannya, karena takut kalau adiknya akan berlari terlalu jauh. Pada saat ini, ketika mendengar kata-kata guru itu, dia menutup bukunya dan bangkit berdiri dari bawah pohon. Li Jianyue berlari mendekat. Kedua tangannya hendak menyentuh Li Jianqian. Bocah laki-laki itu menghindari adiknya dengan sikap waspada dengan buku di tangannya, dan berkata dengan sedikit jijik, "Kotor, jangan sentuh aku." "Dasu jahat, mengatakan aku kotor!" Li Jianyue mendengus, menjejakkan kakinya, dan membalikkan badan untuk mencuci tangannya. "Aku akan memberi tahu ibu, kau tidak hanya mengatakan aku bodoh, tetapi juga mengatakan aku kotor. Aku akan membiarkan ibu memberimu pelajaran dan berhenti menunjukkan foto ayah padamu! Cih!" Li Jianqian tidak ingin memedulikan adiknya, mengambil buku di tangannya, menunggu gadis kecil itu untuk mencuci tangannya. Dan kemudian mereka pergi ke ruang kelas untuk mengambil tas sekolah kecil mereka dan pergi menuju gerbang TK. Akan tetapi, mereka tidak melihat sosok Su Qianci. "Bu?" Li Jianyue membawa tas sekolahnya dan melihat ke sekeliling pintu masuk TK itu tetapi tidak melihat Su Qianci. Tetapi ketika dia melihat ke sisi sebelah kiri, seekor kelinci putih berbulu lebat sedang berjongkok di sana, menatap gadis kecil itu dengan mata merahnya. Mata Li Jianyue berbinar-binar dan dia berjalan menuju kelinci putih kecil itu. Tapi kelinci putih kecil itu takut pada manusia. Ketika melihat gadis kecil itu, kelincinya berbalik dan berlari. Li Jianyue melompat untuk mengejar kelinci itu dan berteriak, "Kelinci, jangan lari!" Li Jianqian sedang menunggu mobil ibu mereka, melihat sekeliling. Ketika dia mendengar suara adiknya itu, Li Jianyue sudah berlari ke arah kelinci tersebut. "Ersu, jangan lari jauh-jauh! Ibu belum datang!" Li Jianqian berteriak, tetapi Li Jianyue bersikap seolah-olah dia tidak mendengar teriakan kakaknya, dan segera berbelok di sebuah tikungan. Itu adalah sebuah gang kecil, di antara bangunan TK dan asrama guru. Li Jianqian mempunyai sebuah firasat buruk. Dia mengejar adiknya dengan tas sekolahnya, tetapi ketika dia berlari menghampiri, dia melihat seorang pria aneh yang sedang berdiri di sana, mengenakan sebuah topi dan masker di wajahnya. Li Jianqian melihat itu, berhenti sejenak dan melihat ke arah belakang pria itu, tetapi dia tidak menemukan sosok adik perempuannya. "Apakah kau mencari adik perempuanmu?" Pria itu tiba-tiba berbicara dan tersenyum. Li Jianqian merasa bahwa ada sesuatu yang salah, dan dia seharusnya kembali ke sekolah, tetapi pria aneh itu tiba-tiba maju untuk mengangkat dirinya, menutup mulutnya dan merangkak ke dalam semak-semak. Li Jianqian membelalakkan matanya. Ternyata ada sebuah lubang di dalam semak-semak. Setelah pria itu melewati semak-semak sambil membawa dirinya dalam tangannya, mereka keluar dari dinding TK dan kemudian membawa Li Jianqian ke dalam sebuah van berwarna abu-abu keperakan. Begitu dirinya masuk ke dalam van itu, Li Jianqian melihat Li Jianyue sedang memegang seekor kelinci kecil di tangannya. Ketika adiknya itu melihat dirinya, Li Jianyue tersenyum manis. Ada dua lesung pipit di wajahnya. "Kakak, lihat, kelinci!" Li Jianqian menatap adiknya, dan tiba-tiba merasakan sakit kepala. Gadis kecil ini tidak mengetahui bahwa dirinya telah ditangkap oleh orang jahat? Masih bermain-main dengan kelinci? Ini bukan pertama kalinya Li Jianqian merasa bahwa pihak rumah sakit pasti telah melakukan sebuah kesalahan. Gadis kecil ini tidak mungkin adik perempuannya. Kalau tidak, bagaimana mungkin perbedaan IQ antara mereka berdua begitu besar? Saat melihat ke arah pria yang baru saja menangkap mereka, Li Jianqian menjadi panik, tetapi wajahnya tampak tenang, dan dia bertanya, "Apa yang kau inginkan?" Sikap Li Jianqian ini sangat di luar dugaan pria itu. Dia berpikir bahwa bocah laki-laki ini pasti mudah ditipu seperti gadis kecil itu. Sekarang sepertinya sikap mereka berdua sangatlah berbeda! Mendorongnya masuk ke dalam, pria itu berkata dengan lembut, "Jadilah anak baik, dan aku akan menghubungi ibumu untuk menjemput kalian sekarang." Selama percakapan itu, Li Jianqian dengan jelas melihat bahwa pria itu mengambil sebuah kartu nama dan sebuah ponsel, dan kartu nama dengan latar belakang hitam itu tampak sangat familier. Presiden LS Grup Co, Ltd.: Su Qianci Chapter 549 - Paman Akan Membelikanmu Permen Li Jianqian melihat pria itu melemparkan kartu nama dan ponselnya ke kursi depan mobil. Yang duduk di kursi depan mobil adalah seorang wanita cantik, dengan riasan tebal dan aroma parfum yang menyengat. Di kursi sebelahnya adalah seorang pria muda yang rambutnya dicat penuh warna. Mobil dinyalakan, dan dengan perlahan bergerak maju. Ketika wanita cantik itu mengambil ponsel tersebut, dia mulai menekan nomornya. Pria itu mengambil dua utas tali putih dari saku kecil di bagian depan celananya. Li Jianqian melihat ini dan terlihat kesal. Bocah laki-laki itu mengerutkan bibir dan berkata, "Ersu." "Ah?" Li Jianyue, yang sedang membelai kelincinya, mendongak menatap Li Jianqian, tidak mengetahui apa yang terjadi. "Apakah kau tahu apa yang telah kau lakukan?" Setelah Li Jianqian selesai berbicara, kedua tangan kecilnya diangkat oleh pria itu. "Kapan kau akan melepaskan kami?" Li Jianqian bertanya, wajahnya terlihat sedikit pucat. Dia mengetahui bahwa dirinya diculik, tetapi dia tidak boleh panik. Adik perempuannya tidak mengetahui apa-apa, dan dia harus melindungi adiknya. Ketika pria itu mendengar ucapan bocah laki-laki itu, senyum di wajahnya semakin dalam dan suaranya terdengar sangat lembut. Dia berkata, "Jadilah anak baik. Paman akan membelikanmu permen nanti. Sekarang Paman tidak akan memukulmu atau memarahimu. Ketika ibumu datang, aku akan membiarkan kalian pergi dengan ibumu, oke?" "Oke!" Suara manis Li Jianyue merespons. "Paman, aku suka permen kapas." "Baiklah, paman akan membelikanmu permen kapas. Apa yang disukai bocah laki-laki itu?" Li Jianqian tidak ingin memberi perhatian pada pria itu. Sepasang tangan kecilnya diikat di belakang tubuhnya, disembunyikan di bawah tas sekolahnya. Wanita di depan telah menekan nomor ponsel Su Qianci. Dia menggeliat dan berkata, "Presiden Su, ingat saya? Terakhir kali kita bertemu di upacara pembukaan Kota Baru Xiang Xie, Anda memberi saya sebuah tiket masuk, ingat?" Su Qianci sedang memegang ponselnya, berdiri di dalam TK. Beberapa guru berbaris di bawah ancaman Shuang Yu. Mereka sangat ketakutan sehingga mereka tidak berani bernapas. Dan tepat di samping Shuang Yu, seorang bocah laki-laki rupawan sedang terisak-isak. Rambut berwarna coklat gelap, karakteristik wajah yang dalam, sepasang mata biru berlinang air mata. Dia meraih baju Shuang Yu, menangis dan meminta maaf, "Aku minta maaf, benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja kehilangan tuan muda dan tuan putri." Su Qianci menatap pria kecil itu, mengulurkan tangan dan mengusap rambutnya, dan berkata kepada orang di telepon, "Saya tidak ingat. Apa yang Anda inginkan?" Pada saat upacara pembukaan itu, dia secara pribadi membagikan ratusan tiket. Bagaimana dia bisa mengingatnya satu persatu? Wanita itu tampaknya sudah menduga hal itu. "Wajar kalau Anda tidak ingat. Saya menghubungi Anda saat ini hanya untuk memberi tahu bahwa putra dan putri Anda berada di tangan saya. Baru-baru ini kondisi keuangan sedang sedikit ketat, dan saya ingin meminjam uang dari Anda. Mereka berdua baik-baik saja, dan saya tidak melakukan apa pun pada mereka. Tetapi jika Anda berani menghubungi polisi, maka itu akan menjadi sebuah masalah lain." "Berapa banyak yang Anda inginkan?" Suara Su Qianci terdengar sangat tenang, menunjukkan gaya seorang Presiden Su. "Tidak banyak, sepuluh juta yuan, tunai. Ke lantai tiga Plaza Guang Da, saya akan memberi Anda waktu satu jam. Sepuluh juta yuan dalam bentuk uang tunai dalam waktu satu jam seharusnya tidak menjadi masalah bagi Presiden Su, kan?" Chapter 550 - Putra Dan Putriku Diculik "Saya ingin berbicara dengan putra saya." Wanita itu berbalik dan menyerahkan ponselnya. "Presiden Su ingin berbicara dengan tuan muda." Ponsel itu diletakkan di sebelah telinga Li Jianqian. Su Qianci memanggil, "Dasu?" Li Jianqian menutup mulutnya, tetapi ketika dia melihat tatapan mengancam di wajah wanita itu, dia mau tidak mau membuka mulutnya dan berkata, "Bu, kami baik-baik saja, jangan khawatir, kakak perempuan, kakak laki-laki, dan paman di sini bersikap sangat baik pada kita." Kakak perempuan, kakak laki-laki, paman, jadi ada tiga orang? Su Qianci berkedip dan mendengarkan suara pergerakan di sana. "Anak pintar," Wanita itu mendengar bahwa dirinya dipanggil kakak, tersenyum dan mengambil ponselnya kembali, mengangguk dengan perasaan puas. "Anda dengar itu? Saya menunggu Anda di Guang Da, saya tahu Anda punya pengawal yang sangat handal di sekitar Anda, jangan bawa dia. Jangan menghubungi polisi juga. Datanglah sendirian, hubungi saya, kalau tidak saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Yang kami inginkan hanyalah uang. Jika kami mendapatkan uangnya, kami akan pergi. Saya tahu bahwa sepuluh juta yuan bukanlah apa-apa untuk Anda. Saya berharap untuk memiliki kerja sama yang menyenangkan, Presiden Su." Setelah itu, dia menutup teleponnya. Su Qianci menurunkan matanya dan mengirim nomor ponsel ini pada Luo Zhan melalui WeChat: cari tahu lokasi nomor ini. Putra dan putriku diculik, minta Jinnan datang untuk membantu. Luo Zhan dengan cepat menjawab: Si*l Dengan segera Su Qianci menerima sebuah balasan lain: Oke "Shuang Yu, kau antar Mosen lebih dulu. Aku punya sesuatu untuk dilakukan." Shuang Yu mengangguk, menggandeng Mosen kecil dan berjalan keluar. Su Qianci meminta sopir Yang untuk mengambil uang tunai, dan dia mengendarai mobilnya ke tempat yang mereka sebutkan. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Kedua anak kecil itu berperilaku baik, terutama gadis kecil itu, yang terlihat cantik dan menggemaskan. Sambil memegang seekor kelinci kecil, dia memandang ke sekelilingnya dengan mata besarnya, berkedip, dan bertanya, "Paman, apakah kau orang jahat?" Pria itu menoleh dan berkata, "Bagaimana mungkin paman menjadi orang jahat? Paman akan membelikanmu permen kapas untuk dimakan." "Oh, tapi aku baru saja mendengar bahwa paman meminta uang dari ibuku. Paman kecilku mengatakan bahwa hanya orang jahatlah yang akan menculik kami demi uang." "Penculik itu orang jahat, tetapi paman tidak mengikatmu." Penculik itu berbohong dengan terang-terangan dan tersenyum. Tangan Li Jianqian diikat, tetapi tangan Li Jianyue tidak. Li Jianyue berhasil diyakinkan. Gadis kecil itu mengangguk. "Ternyata begini, tapi kenapa paman mengikat tangan kakakku? Kenapa paman menculik kakakku dan bukan aku? Apakah aku berharga lebih sedikit?" "Ha ¡­." Pengemudi dengan rambut berwarna itu tertawa. Dia memakai masker di wajahnya dan memandang ke depan saat mengemudi. Dia bertanya, "Berapa usiamu, sayangku?" "Tiga setengah tahun!" Suara Li Jianyue yang renyah terdengar puas. "Kata ibu, ketika kami berulang tahun yang keempat, kami bisa pergi ke Maldea untuk bermain. Itu akan sangat menyenangkan!" Li Jianqian bersandar di bagian belakang kursi mobil, merasa putus asa dan berkata, "Idiot, itu adalah Maladewa." Li Jianyue merasa sedikit marah, dan dia berkata, "Kakak adalah orang jahat! Itu Maldea. Kakak salah mengingat nama itu dan memanggilku idiot! Kelinci kecil, gigit kakakku, gigit dia!" Dia meletakkan kelinci itu di sebelah tangan Li Jianqian. Kelinci itu mengendus-endus dan memalingkan kepalanya. "Kau lihat, kelinci kecil itu tidak mau menggigitmu. Kau dibenci oleh seekor kelinci!" Li Jianyue meletakkan kelinci itu di kaki Li Jianqian. "Kelinci kecil, BAB 1 padanya sekarang!" Buang Air Besa Chapter 551 - Pria Tampan Yang Misterius "Ha ha ha, adik perempuan ini sangat menyenangkan," Mobil tersebut memasuki tempat parkir. Pengemudi itu tertawa dan menemukan sebuah tempat untuk memarkir mobilnya. "Adik perempuan, siapa namamu?" "Namaku Li ¡­." Sebelum gadis kecil itu menyelesaikan perkataannya, ponselnya berdering. Wanita itu tersenyum dengan gembira, membuka pintu dan keluar dari mobil. "Hei, Anda sudah sampai?" "Di mana Anda?" "Tunggu saya di toko bubble tea 1 di lantai tiga. Saya akan ke sana sebentar lagi." Setelah menutup telepon, wanita itu menoleh. "Pastikan untuk menjaga mereka. Ketika uangnya sudah siap, kita bisa pergi dari sini." "Pergilah!" Sopir itu menyuruh wanita itu untuk bergegas. "Cepat ya." Wanita itu cepat-cepat pergi. Kedua pria itu berbicara dengan Li Jianyue, tetapi Li Jianyue ingin bermain dengan kelinci itu dan tidak mau repot-repot untuk menjawab mereka. Kedua pria itu hanya merokok di dalam mobil. Tiba-tiba, ada seorang pria jangkung datang mendekat, yang tinggi badannya setidaknya 180 cm. Dia mengenakan sebuah kaus lengan pendek ketat berwarna abu-abu. Bahkan tidak ada sebuah logo pun di kaus itu, tapi kaus itu menunjukkan otot-ototnya dengan jelas. Mengenakan sebuah topi, kacamata hitam besar, dan celana jins kasual dan sepatu kets putih, pria itu tampak sederhana namun mengagumkan. Benar-benar luar biasa dan tampan. "Si*l, bagaimana bisa dunia ini begitu tidak adil? Kau bisa mengatakan bahwa orang itu adalah pria yang tampan tanpa melihat wajahnya." Pria itu menjentikkan abu rokoknya dan tersenyum. "C''est la vie 1 . Dia mungkin seorang bintang, terlihat sangat berbeda." Pria tampan itu dengan cepat berjalan ke arah mereka dan mendatangi jendela di kursi pengemudi. Tok tok! Jendela mobil itu diketuk. Melihat pria tampan itu dari dekat, pengemudi itu bahkan semakin terpana. Setelah pengemudi itu menurunkan kaca jendela, pria tampan itu segera melihat ke arah kursi belakang mobil mereka dan melihat kedua anak itu sedang duduk tanpa suara. Mata di bawah kacamata hitam itu meredup ketika dia berkata, "Keluarlah sebentar." Itu adalah sebuah perintah! Mendengar nada suara seperti ini, si pengemudi mencibir. "Kau pikir kau siapa? Apa yang ingin kau lakukan?" Pria tampan itu melihat hal ini, dan bibirnya melengkung. Sangat tipis dan hampir tidak terlihat. Melihat ini, si pengemudi bahkan merasa semakin kesal. Tapi sebelum dia bereaksi, dia melihat sebuah tangan besar terulur meraih lehernya! Pria di kursi belakang mobil terkejut. Dia segera keluar dan berteriak dengan keras, "Apa yang kau lakukan?!" Dia mengangkat tangan untuk melayangkan tinjunya. Pria tampan itu berbalik ke samping, menendang dada pria itu. Pria itu mendengus dan menjadi marah. Dia masuk ke dalam mobil dan mengambil sebuah gunting taman besar dari bagian bawah kursi mobil, hendak menghantamkannya pada pria tampan itu. Pria tampan itu menaikkan alisnya sedikit, melepaskan sang pengemudi, dan berlari dengan cepat. Pengemudi itu terbatuk-batuk dengan kasar dan berkata, "Si*l, jangan biarkan dia kabur, b*rengsek!" Sambil mengatakan itu, dia keluar dari mobil dengan sebuah pisau di tangannya, mengejar pria tampan itu. Pria tampan itu hanya berlari sejauh puluhan meter sebelum dirinya berhenti dan menantang mereka dengan cara yang provokatif. Kedua orang itu bahkan menjadi semakin marah. Mereka mengejar pada saat yang bersamaan. Paman itu menghantamkan gunting besar itu ke arahnya. Dan pengemudi itu mengayunkan pisau. "Wow, wow wow, Kakak, lihatlah orang dewasa sedang berkelahi!" Li Jianyue merasa sangat takut sehingga dia menjatuhkan kelinci itu. "Dua lawan satu, paman tampan itu dalam bahaya. Haruskah kita keluar dan membantu?" Bubble tea adalah minuman berbasis teh Taiwan yang ditemukan di Tainan dan Taichung pada 1980-an. Resepnya mengandung teh dari beberapa jenis, rasa susu, serta gula. Sering ditambahkan topping, seperti bola tapioka kenyal, poba boba, jeli buah, cincau, agar-agar, dan puding. Sebuah ungkapan yang digunakan untuk mengungkapkan kekecewaan. Chapter 552 - Pria Ini Sangat Berbahaya! "Tetaplah di tempatmu. Dua orang di mobil itu adalah orang jahat. Mereka menculik kita dan meminta uang pada ibu." Li Jianqian membalikkan badannya dan berkata, "Bantu aku melepaskan tali ini. Kita harus lari sekarang." "Oke." Li Jianyue kemudian mengetahui apa yang seharusnya dia lakukan. Jari-jarinya dengan hati-hati meraba tali putih itu, dan wajahnya berkerut. "Bagaimana cara melepaskan ikatan tali ini? Kita perlu gunting!" "Mungkin ada gunting di bawah jok. Bukankah paman itu tadi mengeluarkan gunting?" "Benar, benar." Li Jianyue menunduk dan menyelinap ke bawah kursi. Dia melihat banyak sekali pisau dan mengeluarkan pisau yang paling kecil. Li Jianyue menjadi agak tertarik dan berkata dengan gembira, "Banyak sekali pisau, Kakak, lihat!" "Hati-hati, jangan melukai dirimu sendiri. Potong talinya. Ayo lari sekarang." "Hmm!" Li Jianyue dengan hati-hati memotong tali di pergelangan tangan Li Jianqian. Li Jianqian akhirnya mendapatkan kembali kebebasannya. Kedua anak kecil itu keluar dari mobil. Baru kemudian mereka menemukan bahwa dua orang jahat itu terbaring di tanah, tidak bergerak. Pria yang bertanggung jawab atas hal ini sekarang mendatangi mereka. Langkahnya lambat dan mantap. Tinggi dan berotot, dia jelas memiliki kekuatan yang besar, tidak lebih buruk dari paman kecil mereka, Mosen. Pria ini sangat berbahaya! Li Jianqian merasakan adanya sebuah bahaya dan menjadi pucat pasi. Dia berteriak, "Ersu lari!" Li Jianyue mendengar suara teriakan Li Jianqian yang tiba-tiba dan menjadi terkejut. Ekspresi wajah gadis kecil itu berubah, dan dia berteriak, "Lari lari lari, Kakak!" Li Jianqian menarik Li Jianyue dan berlari ke arah belakang, tetapi jelas bahwa pria di belakang bocah laki-laki itu tidak hanya tinggi, tetapi juga memiliki kaki yang sangat panjang. Pria itu datang mendekat dalam dua atau tiga langkah. Kedua anak kecil itu hanya merasa bahwa mereka hanya diselimuti di dalam sebuah bayangan. Mereka sangat ketakutan sehingga mereka tiba-tiba berteriak, "Tolong! Tolong!" ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah Su Qianci tiba di tempat tujuan, dia memarkir mobilnya langsung di depan pintu. Setelah menunggu sebentar, dia menerima uang tunai dari sopir Yang. Meminta sopir itu untuk tetap tinggal di tempatnya saat ini dan menunggu Li Jinnan, Su Qianci menghubungi nomor penculik itu. Ketika dia tiba di toko bubble tea di lantai tiga, dia membeli secangkir teh dan duduk, melihat ke sekeliling. Tiba-tiba ponselnya berdering. Teleponnya berasal dari penculik wanita itu. "Saya sudah melihat Anda. Sekarang, Anda letakkan uang itu. Anak-anak Anda berada di tempat parkir bawah tanah. Saya akan memberi tahu teman-teman saya untuk melepaskan anak-anak itu, dan Anda dapat menemui mereka dengan segera." "Bagaimana saya bisa percaya pada Anda? Bagaimana jika Anda mengambil uangnya dan tidak melepaskan anak-anak saya?" Su Qianci mengerjapkan matanya dengan waspada. Melirik ke sekeliling, dia tidak melihat ada orang yang mencurigakan di dekatnya. "Jangan lihat-lihat. Anda tidak bisa melihat saya. Apakah Anda sendirian?" "Apakah Anda melihat ada orang lain?" "Bagus sekali, Anda jujur, saya juga akan berterus terang dengan Anda. Sekarang, turunlah melalui pintu darurat kebakaran dan saya akan mengawasi Anda. Ketika Anda melihat anak-anak tersebut, Anda letakkan uangnya di lantai. Saya hanya membutuhkan uang." Su Qianci memikirkan mengenai hal itu dan menyetujuinya. Dengan membawa uang itu, dia turun melalui pintu darurat kebakaran. Tetapi saat dia mendorong pintunya hingga terbuka, dia mendengar suara anak-anak yang lembut. Dasu dan Ersu! "Tolong! Tolong!" Raut wajah Su Qianci berubah secara dramatis. Dia berlari menghampiri dengan sepatu hak tingginya dan melihat seorang pria jangkung mendekati kedua anak tersebut. Chapter 553 - Dilecehkan Oleh Orang Tak Dikenal "B*jingan!" Su Qianci menjerit, sambil membawa sekotak uang di tangannya, melangkah maju dan bergegas menuju ke arah pria jangkung itu. Pria jangkung itu berdiri tegak, membalikkan badan dan melihat Su Qianci seperti ini. Dia menjejalkan kedua anak tersebut ke dalam celah di antara dua buah mobil, dan kemudian dirinya melangkah mundur. "Kau tidak menepati janji. Bukankah kau mengatakan bahwa kau tidak akan menyakiti mereka?" Su Qianci melemparkan kotak uang itu pada pria jangkung itu, menendang-nendang ke arahnya. Pria jangkung itu menurunkan topinya dan kacamata hitam besar itu menutupi wajahnya. Terkejut melihat kotak yang melayang ke arahnya, dia tanpa sadar mengulurkan tangan dan menangkap kotak tersebut. Namun, secara tiba-tiba, tinju Su Qianci sudah sampai di telinganya. Merasa sedikit terpana, lelaki itu mengelak ke samping dan menghalangi tangan Su Qianci dengan kotak itu. Tinju Su Qianci mengenai kotak itu dan menyakiti tangannya sendiri. Namun dengan segera, dia menendangkan kakinya ke arah selangkangan pria itu. Pria itu mundur ke belakang dan mengerutkan bibirnya, yang sedikit melengkung. Kemudian, dia mengulurkan tangan dan meraih pergelangan kaki wanita itu. Su Qianci ingin menarik kembali kakinya, tetapi pegangan tangan pria itu sangatlah kuat. Meskipun pria itu mengenakan kacamata hitam yang besar, Su Qianci masih dengan jelas menyadari bahwa tatapan pria itu mengarah ke balik gaunnya. Pria itu bahkan bersiul. Su Qianci sedang mengenakan sebuah gaun musim panas. Meskipun dia mengenakan celana pelindung di balik gaunnya, celana itu menyusut naik seiring dengan gerakan dirinya. Saat pria itu bersiul, wajah Su Qianci tiba-tiba menjadi merah padam. Dia menjerit kencang, "Dasar cabul!" Pria itu tidak mengatakan apa-apa dan meraih pergelangan kaki Su Qianci dengan tangannya yang besar, menarik wanita itu mendekat. Su Qianci kehilangan keseimbangan dan berteriak. Tepat ketika Su Qianci berpikir bahwa dirinya akan jatuh, sebuah tangan besar melingkari bahunya dan mengangkat tubuhnya. Dia ditindih menempel pada tembok yang kasar. Merasa marah, Su Qianci mengangkat tangannya dan menyerang ke bawah lengan pria itu. Ini adalah sebuah gerakan mematikan yang diajarkan oleh Li Jinnan. Tidak peduli seberapa kuat lawannya, begitu ketiak mereka ditekan, tangan mereka akan menjadi sakit. Tetapi pria itu sepertinya sudah menduga gerakan Su Qianci. Dia menarik lengannya kembali dan tersenyum secara provokatif pada wanita itu. Tangannya yang berada di pundak Su Qianci berangsur-angsur bergerak turun, meraba pinggang dan pinggul wanita itu ¡­. "Aaaaah!" Su Qianci meradang. Dan ketika dia mengangkat tinjunya ke arah wajah pria itu, pria itu mundur kembali. "Jangan lari!" Melihat bahwa pria itu akan berbalik dan melarikan diri, Su Qianci merasa sangat marah sehingga dia melepaskan sepatu hak tingginya dan melemparkan sepatunya ke arah belakang kepala pria itu. Pria itu terkena sepatu Su Qianci, tetapi dia tidak sedang terburu-buru untuk membalikkan badannya. Setelah mendengar langkah kaki di belakangnya mendekat, pria itu berbalik dan memegang tangan Su Qianci, memelintirnya ke belakang. Su Qianci menjerit, dan kemudian tubuhnya ditindih ke sebuah mobil yang berada di dekatnya. Salah satu tangan pria itu meraih bokongnya, dan kepala pria itu tiba-tiba mendekati kepalanya. Su Qianci merasakan napas panas di telinganya dan menjadi lemas. Dia berteriak dengan marah, "B*jingan, lepaskan!" Pria itu terkekeh-kekeh dan berbisik ke telinganya. Dia dengan sengaja merendahkan suaranya sehingga terdengar serak. Tidak ada cara untuk mengetahui terdengar seperti apa suaranya yang sebenarnya. Dia berkata, "Seksi sekali, mudah untuk membangkitkan gairah seorang pria untuk penaklukan seperti itu, Presiden Su." Chapter 554 - Mencuri Dari Pencuri Setelah itu, Su Qianci merasa bahwa tangannya sedang ditahan, lalu cengkeramannya diperketat. Pria itu mundur, berbalik, dan melihat seorang wanita menyelinap ke arah kotak uang itu. Melihat pria itu memalingkan kepalanya, wanita itu terkejut dan berlari dengan kotak uang tersebut. Tapi bagaimana wanita itu bisa berlari lebih cepat daripada pria itu? Su Qianci merasa sangat marah. Dia bangkit berdiri dan menemukan bahwa tangannya sebenarnya diikat ke pelat nomor mobil. Pria itu menyusul wanita itu dalam dua atau tiga langkah, mengulurkan tangan untuk mengejutkan wanita itu, dan kemudian mengikat tangan wanita itu, dan melemparkan tubuh wanita itu ke sebuah sudut yang tak terlihat oleh Su Qianci. Pria itu mengambil kotak uang tersebut dan melompat ke dalam sebuah mobil putih yang terbuka bagian atasnya, melambai pada Su Qianci tanpa memalingkan kepalanya. Kemudian suara mesin yang indah terdengar, dan mobil itu dengan cepat melaju. Pada saat yang sama, kedua anak itu berlari ke arahnya. "Bu!" Wajah pucat Li Jianqian terlihat normal kembali. Bocah laki-laki itu terlihat merasa sangat bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri. "Bu, maafkan aku." Li Jianyue mengedipkan matanya dan melihat tangan Su Qianci yang diikat. Dia berseru, "Ibu juga diikat. Paman itu benar-benar orang jahat!" "Qianci, kau di mana?" Suara Luo Zhan bergema di tempat parkir. Su Qianci merasa dirinya sangat sial dan berkata, "Di sini!" Luo Zhan berlari mendekat, terengah-engah. Su Qianci melihat pria itu dan bertanya, "Di mana Jinnan?" "Dia sedang dalam perjalanan. Tempat ini agak jauh dari kantor." Luo Zhan melihat rambut dan pakaian Su Qianci yang berantakan dan bertanya, "Apa yang terjadi? Kau berkelahi dengan seseorang?" Su Qianci merasa sedikit kesal. Sambil berusaha keras untuk merapikan pakaiannya, dia berkata, "Lepaskan ikatanku dulu." "Bu, aku punya pisau!" Li Jianyue tiba-tiba teringat sesuatu, melompat dan berlari. Su Qianci melihatnya, dan berteriak, "Li Ersu! Jangan berlari!" Li Jianyue sudah terbiasa dengan peringatan ibunya. Dia tidak mau berhenti sama sekali. Luo Zhan harus membawa gadis kecil itu kembali bersama Li Jianqian. "Awasi adikmu." Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah korek api gas berbahan logam dari sakunya dan menekan bagian bawah korek api tersebut. Sebuah pisau tajam terbuka dan memotong tali di tangan Su Qianci tersebut. Setelah ikatan Su Qianci dilepaskan, wanita itu berjalan ke sudut di mana pria itu baru saja meninggalkan wanita penculik tersebut. Seketika, dia melihat tiga orang sedang terbaring secara malang melintang. Semuanya tidak sadarkan diri. Luo Zhan datang bersama kedua anak itu, merasa tercengang. "Siapa yang melakukan ini?" "Ini adalah orang yang menculik kami." kata Li Jianqian, menarik tangan Luo Zhan. "Telepon polisi." Su Qianci berkata, dan kemudian melihat ke arah kamera pengintai di semua sudut tempat parkir tersebut. Kamera-kamera itu semuanya ditutupi dengan selotip putih. "Tampaknya penculik ini sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk mencuri dari pencuri." Benar-benar terkutuk! Su Qianci memikirkan tentang perasaan dilecehkan, dan tidak bisa menahan perasaan marahnya. Sambil menggertakkan giginya, dia berkata dengan marah, "Pastikan untuk mencari tahu siapa pria itu!" Dalam tiga tahun terakhir, Luo Zhan jarang melihat Su Qianci semarah ini. Dia melangkah mundur sedikit dan melihat Su Qianci berjalan dengan sepatu hak tingginya. Sepertinya ada yang salah di sini. Chapter 555 - Tolong Jangan Usir Aku Sambil menggandeng tangan kedua anak itu, Luo Zhan berjalan ke belakang dan menghubungi polisi. Li Jianyue bersikeras untuk mencari kelinci kecil itu, dan Luo Zhan harus membawa kelinci itu kembali dan meletakkannya di pelukan gadis kecil itu. Pulang kembali ke rumah tua, mereka melihat Li Mosen yang sedang menunggu mereka di pintu. Li Mosen melihat mobil Su Qianci datang mendekat dan dengan segera berlari. Anak berusia lima tahun itu tidak memiliki kaki yang panjang, tetapi kebugaran fisik dan perkembangan tubuh Li Mosen bagus, jadi dia berlari cukup cepat. Melihat tuan muda dan tuan putri itu berpegangan tangan dan keluar dari mobil, Li Mosen merasa senang dan matanya menjadi merah. "Kalian akhirnya kembali." Li Jianyue melihat Li Mosen seperti ini dan berkata, "Anak laki-laki tidak boleh menangis. Ibu berkata, hanya anak perempuan yang boleh menangis, kecuali Kakak Mosen ingin menjadi adik perempuanku, kau tidak boleh menangis." Li Mosen dengan cepat menyembunyikan perasaan emosionalnya dan menatap ke arah lengan gadis kecil itu. Li Jianyue dengan sombong menyodorkan kelinci itu dan berkata, "Lihat, kelinci, bukankah kelinci ini lucu?" "Tidak semanis dirimu. Tuan putrilah yang paling menggemaskan," kata Li Mosen jujur. Li Jianyue tersenyum dengan senang dan berjalan mendekat untuk menggandeng tangan bocah laki-laki itu. Dia berkata, "Mosen-lah yang terbaik. Ayo kita cari kakek buyut untuk bermain." Luo Zhan mendengar kata-kata Li Mosen dan memberinya sebuah acungan jempol di dalam hati. Anak yang baik, seorang kekasih yang baik di usia semuda ini. Apa yang akan terjadi ketika dia beranjak dewasa? Li Mosen melihat tangannya yang digandeng oleh Li Jianyue dan merasa sangat tersentuh. Namun, dia dengan cepat menepuk-nepuk tangan gadis kecil itu dan berkata, "Kau pergi lebih dulu saja. Aku punya sesuatu untuk dibicarakan dengan Nyonya." Mendengar perkataan Li Mosen, Li Jianyue menjadi agak kesal. Gadis kecil itu berkata dengan suara lembut, "Sudah berapa kali kami katakan padamu? Jangan panggil ibuku Nyonya, panggil saja bibi!" Luo Zhan meraih tangan Li Jianqian dan berbisik, "Ayo kita ajak adikmu untuk mencari kakek buyut." "Ya." Li Jianqian mengangguk, menatap Li Mosen. "Mosen, ayo latihan Taekwondo nanti malam." "Oke." Kedua bocah itu dibawa pergi. Mata Su Qianci tertuju pada Li Mosen, dan kemudian dia berjalan di depan. Shuang Yu telah memperhatikan dari jauh, melihat mereka datang mendekat, dan dia mengikuti mereka ke dalam. Qin Shuhua sedang merasa panik. Ketika melihat cucu-cucunya kembali, dia merasa lega. Melihat Li Mosen masuk bersama Su Qianci, dia berkata, "Kenapa kau tidak mengawasi mereka? Sudah tahu tuan putri itu nakal, kau harus bersama mereka sepanjang waktu." Tentu saja, Qin Shuhua menyalahkan Li Mosen. Li Mosen menjilat bibirnya, mengangguk, dan menundukkan kepalanya. Dengan cepat air mata menggenang di matanya, dan dia berlutut di hadapan Su Qianci, berbisik, "Nyonya, aku tahu aku salah. Aku akan menjaga tuan muda dan tuan putri di masa yang akan datang. Apa yang terjadi hari ini tidak akan terjadi lagi di masa mendatang." Hidupnya diselamatkan oleh Nyonya. Li Mosen mengetahui sejak awal bahwa kewajibannya adalah melindungi kedua anak Nyonya. Jika hal kecil seperti ini bahkan tidak bisa dilakukan dengan baik, maka dia tidak bisa tinggal di keluarga Li. Bagaimanapun juga, dia adalah seorang anak haram. Bahkan ibu kandungnya sendiri ingin membunuhnya. Jika Nyonya dan Tuan yang telah hilang selama tiga atau empat tahun itu tidak menyelamatkan dirinya, dia tidak akan berada di dunia ini. Li Mosen mengetahui hal ini. "Tolong jangan usir aku." Chapter 556 - Beberapa Tahun Ini, Kau Telah Bekerja Keras Qin Shuhua melihat hal itu dan meremehkannya, menyalahkan Li Mosen dengan tatapan matanya. Li Jianyue melihat adegan ini dan merasa tidak enak. Dia bertanya, "Kenapa Kakak Mosen berlutut? Kakek buyut berkata, ada emas di bawah lutut seorang laki-laki, jadi kau akan kehilangan emas ketika kau berlutut." Su Qianci berjongkok untuk memandang Li Mosen. Membuat bocah laki-laki itu menatap dirinya, dia berkata dengan wajah serius, "Sudahkah aku mengatakan bahwa aku tidak ingin kau menyalahkan dirimu sendiri untuk segalanya?" Li Mosen menundukkan kepalanya dan tidak berbicara. "Terakhir kali Ersu jatuh ke dalam lubang, dia yang melakukan itu sendiri. Kali ini juga kesalahan Ersu sehingga mereka diculik. Jangan menyalahkan dirimu sendiri untuk segalanya. Kau tidak berutang pada kami. Kau juga anak dari keluarga kami. Jangan berlutut di masa mendatang, kau juga tidak boleh memanggilku Nyonya. Kalau tidak, aku akan mengusirmu dan mengirim dirimu kembali ke panti asuhan untuk membiarkan anak-anak lain mengganggumu. " Sebelum Li Mosen berusia tiga tahun, bocah itu tinggal di panti asuhan. Karena kelahirannya yang prematur, kesehatannya sangat buruk dan dia sering diganggu oleh anak-anak lain di panti asuhan itu. Anak-anak yang lebih besar juga akan menertawakan warna matanya yang berbeda, warna rambutnya yang berbeda, dan warna kulitnya yang berbeda. Sampai dua tahun yang lalu, ketika Su Qianci membawa dirinya ke dalam keluarga Li, dan dia menyadari bahwa ada surga di dunia ini. Cantik, hangat ¡­ rumah. Li Mosen mendengar perkataan Su Qianci, dan air matanya hampir menetes. Dia menatap Su Qianci dan mengangguk. "Aku mengerti." "Kau panggil aku apa?" "Bibi ¡­." Su Qianci menepuk hidung bocah itu. "Pergi cuci tanganmu dan ajari adik-adikmu untuk mencuci tangan mereka kemudian makan." "Baik." Li Mosen berdiri dan berjalan. Li Jianyue sedang meronta-ronta di pelukan Qin Shuhua dan berteriak, "Nenek, lepaskan aku. Aku harus mencuci tanganku!" "Baiklah!" Qin Shuhua menyayangi cucu perempuannya ini. Gadis kecil itu sangat baik dan menggemaskan. Dengan senyum di wajahnya yang keriput, Qin Shuhua berkata dengan penuh kasih, "Pastikan untuk mencuci tangan dengan benar sebelum kau makan." "Oke!" Li Jianyue tidak kembali dan mengulurkan tangan ke arah Li Mosen. Dia tersenyum dan berkata, "Mosen, ayo kita cuci tangan." Ketika Li Jianyue membawa Li Mosen ke kamar mandi, Li Jianqian mengikuti dan meletakkan tangannya di bahu Li Mosen. Ketiga anak itu pergi untuk mencuci tangan mereka. Su Qianci memberi tahu Qin Shuhua apa yang telah terjadi, yang mana membuat Qin Shuhua menjadi cukup ketakutan. Terutama ketika dia mendengar bahwa 10 juta dolar yuan masih tidak diketahui keberadaannya, terlihat penyesalan di matanya. Tapi dia tetap berkata, "Asalkan anak-anaknya baik-baik saja. Tapi aku pikir mereka tidak bisa pergi ke TK lagi. Hal ini bisa terjadi lagi dan lagi. Semua orang tahu bahwa uang kita siap untuk pemerasan, sehingga mereka semua akan mengincar anak-anak kita, aku rasa sebaiknya menyewa seorang tutor pribadi untuk mereka belajar di rumah. Ada banyak pengawal di rumah. Akan mempermudah untuk menjaga mereka. Ketika mereka beranjak dewasa, mereka bisa pergi ke sekolah dan berhubungan dengan orang lain. Bagaimana menurutmu?" Su Qianci mengangguk. "Aku juga berpikir demikian. Nanti aku akan meminta seseorang untuk mengaturnya." "Hebat." Qin Shuhua melihat Su Qianci akhirnya setuju dengan idenya dan merasa sangat senang, tetapi pada saat yang sama, dia meraih tangan menantunya. "Beberapa tahun ini, kau telah bekerja keras." Su Qianci tersenyum dan berdiri. "Tidak keras. Ayo makan, Ibu, Ayah?" "Ayahmu akan pergi ke rumah rekan-rekannya untuk makan malam dan tidak akan kembali. Ayo kita makan sendiri. Luo Zhan, cuci tanganmu dan ayo makan." Chapter 557 - Tuan L "Hebat!" Luo Zhan telah terbiasa mendapatkan makanan gratis di sini dalam beberapa tahun terakhir. Setelah makan, Luo Zhan berinisiatif untuk meninggalkan rumah tua itu. Li Jinnan sudah membeli sebuah rumah sendiri dua tahun yang lalu dan pindah. Tetapi hari ini dia kembali ke rumah tua itu dan membawa kembali beberapa dokumen kepada Su Qianci. Setelah wanita itu mandi dan mengeringkan rambutnya, dia mulai melihat-lihat berkas-berkas ini di dalam kamarnya. Saat melihat berkas-berkas ini, dia bahkan merasa lebih buruk. Perasaan disentuh pada bokongnya itu masih melekat, tetapi dia bahkan tidak melihat wajah gangster itu! B*jingan ¡­ si*lan! "Arrggghhh!" Su Qianci merasa sangat marah sehingga dia melempar penanya. Kemarahan membakar dalam tubuhnya. Dia memutuskan untuk menyalakan komputer, dan masuk ke akun sosialnya. Dengan segera, dia melihat sebuah gambar profil berwarna abu-abu putih berkedip-kedip. Dia mengeklik dan itu adalah L. [L]: Penawaran Kabupaten Gu Du Ming, lusa pukul 7:00 malam, Royal Hotel, harus menang Dalam sebuah kalimat sederhana, tujuan, waktu dan tempatnya dijelaskan. Su Qianci melihat kata-kata tersebut dan membuka catatan obrolan itu. [L]: Pinggiran kota sebelah timur Kotaraja, potensinya bagus, boleh beli [L]: Cuacanya berubah dingin, tetaplah hangat [L]: GC sedang dalam situasi yang sulit, tetapi fondasinya kuat dan bisa diakuisisi. [L]: Musim flu, perhatikan anak-anak [L]: Penawaran Fang Cun Tong Ling, pukul 3 tanggal 17, Xi Ling Fang, harus menang ¡­. Selama lebih dari tiga tahun, L ini telah mengirim pesan pada Su Qianci. Tetapi frekuensinya sangat rendah. Intervalnya setidaknya satu bulan. Entah itu berupa nasihat kehidupan atau pun panduan komersial dan informasi. Pada awalnya, Su Qianci tidak merasakan apa-apa tentang L ini, tetapi setelah beberapa lama, dia mempunyai ketergantungan pada orang asing yang belum pernah dia temui ini. Selama ini, setiap kali Su Qianci merespons, dia jarang mendapatkan balasan dari pria misterius itu. Ketika suasana hati L sedang baik, dia mungkin membalas dengan sebuah emoji: [senyum] Namun selain kata-kata ini, sangat sedikit kata yang jarang-jarang dikirimnya. Su Qianci menunduk dan mengetuk kibor: terima kasih, Tuan L Tidak ada reaksi sama sekali. Su Qianci menunggu lama dan mengirim serangkaian kata-kata: Apakah Anda akan pergi lusa? Dia mengerutkan bibirnya. Mengetahui bahwa L itu tidak akan membalas, kenapa aku harus bertanya? Tetapi ketika dia hendak menutup obrolan, sebuah pesan tiba-tiba muncul: [L]: Tidak Su Qianci tanpa diduga merasa sedikit terkejut, menatap kata itu. Tanpa diduga, sebuah pesan lain muncul: [L]: Ingin bertemu saya? [Qian Qian Su Ci]: Ya! [L]: Ketika saya kembali ke China Su Qianci terpana dan bertanya: Apakah Anda sedang tidak berada di dalam negeri? Ya Tuhan, bagaimana bisa L mengerti banyak tentang Kotaraja dari luar negeri? Tidak mungkin, kan? Akan tetapi, L tidak merespons lagi. Su Qianci menatap kotak obrolan itu, mengerutkan keningnya. Apakah itu yang sebenarnya? Jika itu benar, maka L pastilah sangat berkuasa. Tetapi jika itu palsu, kenapa L membohonginya? Apa tujuannya? Su Qianci memikirkan hal itu, dan membuka sebuah kotak obrolan dengan Luo Zhan: Apa kau di sana? [Z]: Ya [Qian Qian Su Ci]: Bantu aku melacak sebuah IP [Z]: Oke Su Qianci mengirim informasi tentang L, dan Luo Zhan dengan cepat menjawab: San Francisco, AS [Qian Qian Su Ci]: Sebelum itu, di mana? [Z]: Berapa lama sebelumnya? [Qian Qian Su Ci]: Tiga atau empat tahun yang lalu [Z]: [Gambar] Luo Zhan mengirimkan sebuah screenshot kepada Su Qianci. Chapter 558 - Keberadaan L Screenshot itu membutuhkan beberapa saat untuk diunduh. Namun, Su Qianci melihat ke bagian bawah dan mendapati bahwa screenshot itu sangat pendek. Lokasi log masuk 1 akun ini sangatlah berubah-ubah. Su Qianci melihat Italia, Australia, Maladewa, China, dan Inggris. Sejak lima tahun yang lalu, lokasi akun ini belum kembali ke China. Waktu log masuknya juga acak. Sejak lima tahun lalu hingga empat tahun lalu, ada jeda sepanjang satu tahun. Ketika L masuk ke akun itu kembali, itu adalah pertama kalinya pria itu mengobrol dengan Su Qianci. [Seorang bayi laki-laki dan seorang bayi perempuan, selamat] Waktu untuk log masuknya bertepatan dengan waktu L mengirim informasi kepada dirinya. Dengan kata lain, L masuk ke akun ini hanya untuk mengirim pesan kepada dirinya, dan pada saat-saat lainnya, L tidak akan masuk sama sekali. Khusus untuk dirinya? Siapakah L ini? Pada awalnya, Su Qianci mencurigai pria ini sebagai Li Sicheng. Namun, Li Sicheng belum pernah meninggalkan China sebelum dia menghilang. Dan setelahnya dengan cedera semacam itu, dia tidak bisa bergerak sama sekali. Bo Xiao pasti membawa suaminya pergi untuk sesuatu. Sangat tidak mungkin bahwa dia berpindah-pindah begitu sering. Su Qianci tidak bisa memahaminya. Screenshot itu memperlihatkan kehidupan dan sejarah dari akun ini. Apakah orang ini sedang berada dalam pengasingan? Lalu kenapa dia berpindah-pindah tempat? Misterius. Semakin misterius, Tuan L ini. Karena Su Qianci tidak bisa memahaminya, dia memutuskan untuk melupakan tentang hal itu. Tapi anak kucing di dalam hatinya tidak mau menyerah dan terus mencakar hatinya. Dia tidak bisa menenangkan dirinya untuk waktu yang lama. Mematikan komputer, dia mulai membaca kembali dokumen-dokumen tersebut. Setelah semua berkas itu diproses, sudah pukul 10 malam lewat. Su Qianci pergi ke kamar ketiga anaknya. Tiga orang anak kecil sedang berbaring di tiga buah tempat tidur kecil. Tempat tidur yang terletak paling luar adalah tempat tidur kecil Li Mosen. Bocah itu sepertinya telah mendengar gerakan Su Qianci, membalikkan badan dan menatap wanita itu dengan sepasang mata birunya. Mata yang berkilauan itu membuat Su Qianci merasa terkejut. Tetapi dia dengan segera menghampiri dan berbisik, "Tidurlah, selimuti tubuhmu." Li Mosen tidak menjawab, melainkan hanya mengangguk dan berbaring. Selalu mudah bagi bocah itu untuk terbangun. Yang diperlukan hanyalah sedikit suara. Itu adalah sebuah kebiasaan yang buruk. Akan tetapi, memikirkan fakta bahwa dia mendapatkan kebiasaan itu dari panti asuhan, Su Qianci merasa tidak enak. Anak yang malang. Masuk lebih ke dalam, terdapat tempat tidur kecil Li Jianqian. Dia bernapas teratur dengan postur tubuh yang bagus. Yang terburuk adalah Li Jianyue. Merentangkan dirinya di tempat tidur, mulut Li Jianyue terbuka dengan air liur yang mengalir keluar dari sudut mulutnya. Kepalanya bahkan tidak berada di atas bantal, dan ujung selimutnya terangkat, tetapi sisa selimutnya menutup dengan rapi di tubuhnya. Jelas, seseorang membantunya setelah gadis kecil itu tertidur. Tak perlu dikatakan, pasti Li Mosen-lah yang merasa tidak aman. Su Qianci tidak berdaya. Setelah menyeka air liur putrinya, dia mengangkat kepala Ersu dan menyelipkan bantal kecilnya ke bawah kepalanya. Dia menyesuaikan posisi tidur putrinya agar tidurnya nyenyak. Li Jianyue tidak menyadarinya, dan ketika dia membalikkan badan, dia menendang selimutnya lagi. Kebiasaan buruk! Su Qianci sekali lagi membantu putrinya dengan selimut itu, dan menyelipkannya di bawah lengan Ersu. Setelah memastikan bahwa putrinya itu tidak bisa menendang selimutnya, wanita itu berbalik dan berjalan keluar. Li Mosen masih menatap wanita itu dengan sepasang matanya, Su Qianci menyentuh kepala bocah itu dan mencium keningnya, berbisik, "Selamat malam." Memulai akses ke sistem komputer dengan memasukkan nama dan kata sandi atau perintah tertentu Chapter 559 - Identitas Pria Misterius Kemudian, Su Qianci keluar tanpa bersuara dan menutup pintu. Yang tidak disadari wanita itu adalah terlihat sebuah senyum puas di wajah Li Mosen, dan bocah itu berbisik dengan bahagia, "Selamat malam." - Keesokan harinya, Su Qianci meminta sekretarisnya untuk mulai mencari seorang tutor untuk anak-anak tersebut. Karena Cheng You sedang cuti hamil, Su Qianci mempromosikan seorang sekretaris yang kapabel bermarga Bai sebagai asistennya. Wanita itu cerdas, cakap, dan rajin. Meskipun tidak sehandal Cheng You, dia tidak akan membuat kesalahan. Setelah Su Qianci menjelaskan masalah ini, Bai mulai bekerja. Su Qianci bertanggung jawab atas rapat tersebut, tetapi di tengah-tengah rapat, ponselnya berdering. Itu berasal dari polisi Kotaraja. "Presiden Su? Tiga tahanan yang Anda kirim kemarin sudah mengaku. Bisakah Anda datang ke kantor polisi?" "Saya sedang rapat. Bisakah kita melakukannya pada pukul tiga sore?" "Ya, sampai jumpa pukul tiga sore." ¡­. Setelah menutup telepon, Su Qianci melanjutkan rapat itu. Setelah menyelesaikan berbagai urusan, dia teringat akan kata-kata Tuan L tadi malam: penawaran Kabupaten Gu Du Ming, lusa pukul 7:00 malam, Royal Hotel, harus menang. Meskipun dia belum pernah bertemu dengan pria misterius itu, setelah bertahun-tahun berkomunikasi, Su Qianci cukup memercayai L. Karena pria itu mengatakan bahwa mereka harus menang, tempat itu pastilah sebuah tempat yang sangat bagus. Su Qianci melakukan inspeksi 1 ke tempat itu dan menemukan bahwa tempat ini berada di sebuah kota kecil di sekitar Kotaraja, tetapi tidak terlalu jauh dari pusat Kotaraja. Di kehidupan Su Qianci sebelumnya, tempat ini juga merupakan properti milik Li Sicheng. Di sini, suaminya telah mengajukan agar kereta bawah tanah dibangun sehingga daerah sekitarnya bisa lebih berkembang. Karena properti ini, tempat-tempat di sekitarnya secara menakjubkan mulai mendapatkan kesempatan, dan harga tanahnya pun naik menjadi dua kali lipat dalam waktu kurang dari setengah tahun. Namun, berdasarkan ingatannya, karena keunggulan harganya, persaingan untuk mendapatkan Kabupaten Gu Du Ming sangatlah ketat. Pada akhirnya, Li Sicheng mendapatkan tanah itu dengan harga lima kali lipat dari harga yang diminta. Banyak orang yang mengagumi betapa beraninya Presiden Li. Su Qianci harus mengakui bahwa Tuan L memiliki mata yang hebat, sangat mirip dengan Li Sicheng. Su Qianci bertekad untuk mendapatkan blok tanah ini. Dengan pertimbangan itu, Su Qianci pergi ke kantor wakil presiden. Li Jinnan sedang menelepon. Dia melihat kakak iparnya masuk ke dalam, melambaikan tangannya, dan setelah sekitar tiga atau empat menit, dia menutup teleponnya. Su Qianci memberi tahu adik iparnya mengenai rencananya, dan Li Jinnan mengangguk. "Hebat, ayo kita pergi bersama besok malam." Li Jinnan menyetujui dengan sangat cepat, tetapi tidak ada yang bisa melihat hal tak terduga di acara lelang besok malam. Su Qianci mendengar jawaban adik iparnya, meletakkan dokumen-dokumen tersebut, meregangkan tubuh dan menguap. "Jinnan, apakah posisi ini terlalu mudah untukmu? Bisakah aku memberikan pekerjaan sebagai presiden kepadamu?" "Tidak." Li Jinnan menolak, mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. "Sebaiknya, jangan memintaku untuk melakukan apa pun. Biarkan aku menikmati hidup. Kau tahu, ini bukan mimpiku." Ya, Li Jinnan selalu ingin membuka sebuah perusahaan hiburan, mendapatkan banyak artis terkenal, dan dirinya bisa menjadi seorang bos yang santai. Su Qianci tertawa dan mengipasi asap di udara itu. Dia menunduk dan berbisik, "Bukan mimpiku juga. Aku benar-benar tidak tahu kapan Li Sicheng akan kembali. Beberapa tahun ini ¡­ aku merasa sangat lelah." Pemeriksaan dengan saksama; pemeriksaan secara langsung Chapter 560 - Konflik Internal Su Qianci tidak hanya lelah secara fisik tetapi juga lelah secara mental. Semua orang mengetahui bahwa sejak Presiden Li meninggal, istrinya mengambil alih dan menjadi Presiden Su. Dia menikmati masa kejayaan dan kekayaan yang menakjubkan. Tapi tidak ada seorang pun yang mengetahui betapa enggannya wanita itu menjadi sang presiden. Jika Li Sicheng berada di sana, Su Qianci tidak akan merasa lelah sama sekali. Lebih penting lagi, wanita itu merasa bahwa betapa pun kerasnya dirinya telah berusaha, prestasi pencapaian Grup Li tidak terlalu signifikan seperti ketika Li Sicheng berada di sana. Tidak cukup, tidak cukup. Li Sicheng jauh lebih kuat dari istrinya. Pria itu bisa memaksimalkan keuntungan dan pencapaiannya lebih dari apa yang telah Su Qianci lakukan. Sambil duduk di kursinya, Li Jinnan memegang rokok di antara jari-jarinya, perlahan mengembuskan asapnya. Matanya memicing, dan dia berkata setelah beberapa saat, "Su Qianci." Suaranya berbeda dari suara dingin dan lembut Li Sicheng. Suara Li Jinnan terdengar seperti sebuah bel besar, mengandung daya tarik yang tak terlukiskan, sangat khas. Pria itu berkata, "Sebenarnya, beberapa hari yang lalu, kakak tertuaku menghubungi aku." Su Qianci menatap adik iparnya, hatinya menjadi sedikit tegang seraya dirinya merasa agak gugup. "Baru-baru ini, sebuah geng perdagangan narkoba yang bertindak sangat berani, bahkan melakukan transaksi di siang hari. Kakakku mengikuti tim anti-narkoba dan hanya menangkap seorang pengedar tingkat menengah. Setelah serangkaian penyiksaan, mereka menemukan bahwa catatan keuangan mereka benar-benar bersih." Su Qianci tampak muram dan berkata dengan tiba-tiba, "Pencucian uang?" Li Jinnan mengangguk dan menjentikkan abu rokoknya, bersandar ke bagian belakang kursi, terlihat malas dan nyaman. "Dan tempat pencucian uang ini adalah di Kotaraja, tetapi ada terlalu banyak perusahaan di sini untuk kita temukan." "Apakah kau curiga bahwa geng ini adalah gengnya Bo Xiao?" "Ya, tapi tidak ada bukti, jadi itu hanyalah sebuah dugaan. Kurasa mereka pasti mempunyai sebuah konsultan bisnis yang luar biasa." Luar biasa. Su Qianci menatap Li Jinnan. Li Jinnan juga menatap kakak iparnya dan mematikan rokoknya. Dia berkata, "Aku sedang mencari barang buktinya, dan demikian pula kakak tertuaku. Dan tim anti-narkoba di Kotaraja akan memberi tahu kami ketika ada berita mengenai hal itu. Aku yakin kita bisa segera menemukan Sicheng." Su Qianci mengerutkan bibirnya dan berbisik, "Kuharap begitu ¡­." Dirinya sudah berharap begitu lama, tapi setelah empat tahun, Li Sicheng masih belum kembali. Di dalam hatinya, kekecewaan terasa lebih besar daripada harapan. Itu adalah sebuah penantian yang sangat, sangat lama, dan dirinya tidak bisa melihat di mana akhir penantiannya. Li Jinnan juga tidak bisa melihatnya. "Baiklah, aku masih harus pergi ke kantor polisi. Orang-orang yang menculik Dasu dan Ersu kemarin sudah mengaku." "Hati-hati, bawa Shuang Yu bersamamu." "Shuang Yu sudah bersamaku sepanjang waktu. Ayo pergi." Su Qianci kembali ke kantornya dan mengambil tasnya, membiarkan sopir Yang mengantarkan mereka ke kantor polisi. Ketiga tersangka itu sedang berjongkok, dan wajah kedua pria itu bengkak dan biru. Jelas terlihat bahwa mereka telah dihajar dengan baik. Dan riasan wajah wanita itu sudah hilang. Pada saat itu, wajah wanita itu terlihat pucat saat dirinya menatap Su Qianci. "Mereka semua sudah mengaku. Tidak ada komplotan. Hanya mereka bertiga yang menculik anak-anak Anda. Mereka tidak mengetahui tentang pria yang muncul kemudian." "Tidak tahu?" Su Qianci jelas terlihat merasa tidak yakin. "Bukankah mereka sedang mengalami konflik internal?" "Bagaimana itu mungkin? Kami tidak tahu siapa laki-laki itu. Petugas polisi, kau harus memeriksanya. Sekarang karena kami belum mendapatkan uang 10 juta yuan itu, kita seharusnya tidak dihukum untuk waktu yang lama, kan?" seru wanita itu. Chapter 561 - Perasaan Familier Yang Tak Bisa Dijelaskan "Ya, ya," salah satu dari pria itu membeo, "Sekarang tidak ada sangkut pautnya dengan uang. Paling-paling, hanya mencoba menipu anak-anak. Kami membeli seekor kelinci kecil untuk putri Anda dan tidak menyakiti mereka. Tolonglah, saya punya sebuah keluarga untuk dinafkahi dan tidak bisa masuk penjara! Presiden Su, saya tahu Anda memiliki hati yang paling baik. Saya punya seorang anak sebesar anak Anda. Apakah Anda tega untuk membiarkan anak itu tidak mempunyai ayah?" Su Qianci mendengar ini, mengerutkan bibirnya dengan dingin, dan berkata kepada petugas polisi, "Lakukan apa yang menurut Anda pantas. Saya masih punya pekerjaan dan saya harus pergi sekarang." Sebelum dia membalikkan badannya, dirinya mendengar raungan mereka. Su Qianci mengabaikannya, dan di tempat di mana mereka tidak bisa melihat, matanya terlihat suram dan dingin. Jika pria itu bukan komplotan mereka, lalu dari mana serigala penyendiri itu berasal? Yang pasti, ketika lain kali dirinya melihat pria itu, dia akan menangkap pria itu dan membunuhnya! Memikirkan bagaimana pria itu meremas payudaranya, Su Qianci menjadi marah kembali, berjalan pergi. Kecuali Li Sicheng, tidak ada yang pernah menyentuhnya di sana sepanjang hidupnya. Siapa sih pria itu? Teringat siulan yang menggoda kemarin, wanita itu bahkan merasa semakin geram. Ketika dirinya berada di sebelah mobil, Su Qianci menendang pintu mobil dan berteriak dengan keras, "B*jingan itu!" Sopir Yang sedang duduk di kursi pengemudi, dan tiba-tiba gemetar ketakutan, mengerjapkan matanya, dan menatap tajam ke arah Shuang Yu yang berada di belakang Su Qianci. Shuang Yu merentangkan tangannya di belakang Su Qianci. Sopir Yang harus menerimanya dan terbatuk dengan pelan. Dia bertanya dengan lemah, "Presiden Su, ke mana kita pergi sekarang?" "Kembali ke kantor!" ---------- Ini bukan pertama kalinya Royal Hotel menjadi tuan rumah untuk acara penawaran semacam ini. Acara ini cukup megah, dan banyak selebritas yang hadir. Ketika Su Qianci dan Li Jinnan masuk, banyak orang mengenali mereka dan menyapa. Mereka pergi ke barisan belakang dan duduk, Su Qianci secara tidak sengaja melirik sebuah sosok ramping di barisan depan, yang entah bagaimana terasa sedikit familier. Sambil menatap sosok itu, dia mengerjapkan matanya. Seseorang memperhatikan tatapan Su Qianci dan bertanya, "Presiden Su, apakah Anda sedang memandang gadis di depan itu?" Su Qianci menoleh ke belakang, tersenyum dengan sopan, dan mengangguk. "Itu adalah general manager sebuah perusahaan baru, marganya Tang, dan dia adalah seorang wanita yang sangat berkuasa." Tang? Su Qianci tiba-tiba merasa kepalanya seperti berdering. Dua buah garis paralel tiba-tiba terhubung bersama. Marga Tang? Tang Mengying? Sosok ini memang sangatlah familier. "Siapa namanya?" Su Qianci berbisik. Sang bos dari bisnis kecil itu tidak berharap bahwa Presiden Su akan benar-benar menjawab dirinya, dan dia menjadi sangat gembira. Secara khusus, dia memikirkan fakta bahwa Presiden Su baru berusia 25 tahun dan menjadi bersemangat. Dia berkata dengan lebih antusias, "Wanita itu adalah Tang Qing, 30 tahun. Saya mendengar bahwa dia masih belum menikah. Perusahaannya saat ini bernama TL, dan ada seseorang yang lebih berkuasa di atas wanita itu. Saya mendengar bahwa kali ini TL sangat tertarik pada Kabupaten Gu Du Ming, dan sudah mempersiapkan diri dengan baik." Tang Qing? Su Qianci menatap sosok itu dan matanya semakin memicing. Tang Qing itu sepertinya telah menyadari tatapan Su Qianci dan segera menoleh. Ketika Su Qianci melihat wajah Tang Qing, dia terkejut pada awalnya dan kemudian balas tersenyum, memalingkan muka. £¬ Chapter 562 - Ada Sebuah Luka Bakar Di Tangan Tang Qing Tang Qing, Tang Mengying? Tapi wanita itu jelas bukan Tang Mengying! Apa yang paling dibanggakan oleh Tang Mengying adalah wajahnya. Tang Mengying memiliki wajah yang halus dengan sepasang mata yang besar dan bulu mata lentik yang tebal. Hidungnya mancung dan bibirnya indah. Dia benar-benar seorang wanita yang cantik. Penampilannya itu memberi Tang Mengying kepercayaan diri yang cukup, jadi dia biasanya tidak menggunakan banyak riasan wajah. Paling-paling, dia hanya akan menggunakan alas bedak. Sama seperti Su Qianci, wajahnya tidak menggunakan riasan apa pun kecuali sebuah lapisan rias wajah yang tipis. Dan Tang Qing ini ¡­ riasan wajahnya sangat tebal! Bibirnya diwarnai merah tua menyala, dan dua pasang bulu mata palsu panjang menggantung di bawah matanya yang besar. Amat sangat dramatis. Alas bedak di wajahnya itu membuat penampilannya tampak amat sangat pucat. Lapisan bedak yang tebal menyebabkan wajahnya terlihat sedikit kaku, membuat Su Qianci merasa sedikit terkejut. Su Qianci pada awalnya mengira wanita ini adalah Tang Mengying, tetapi melihat wajah seperti itu, Su Qianci tertegun. Membalas tersenyum dengan samar-samar, Su Qianci segera membuang muka, merasa sangat canggung. Benar-benar jelek ¡­. Tang Qing sepertinya merasakan tatapan seseorang di belakangnya, dan segera membalikkan badan. Tepat ketika dia melihat Su Qianci, wanita itu tersenyum lebih dalam dan mengatakan sesuatu kepada orang-orang di sebelahnya. Dia berdiri dan berjalan ke barisan belakang. Su Qianci merasa bahwa Tang Qing ini terlihat agak familier. Dia pastinya telah melihat orang ini sebelumnya. Namun, dia tidak bisa memikirkan di mana tempatnya. Saat dirinya sedang bertanya-tanya, Li Jinnan menyikut kakak iparnya itu. Su Qianci mendongak dengan sejumlah keraguan. Sekilas, dia melihat Tang Qing, yang sedang berdiri di samping dengan tubuh seksinya. Tang Qing bergegas menuju ke arah Su Qianci dan berkata, "Anda pasti Presiden Su dari LS. Senang bertemu Anda di sini. Nama saya Tang Qing, general manager TL." Su Qianci berdiri dan merasa seperti sebuah taoge di depan Tang Qing. Tinggi badannya 163 cm dan 45 kg ¡­. Setelah melahirkan, ukuran bra-nya telah mencapai cup C. Pada saat ini, dirinya mengenakan sebuah gaun malam dengan bahu terbuka berwarna hijau, membuat dirinya tampak segar dan artistik, tetapi tetap cukup serius untuk acara formal. Meskipun tubuh Tang Qing tidak terlalu tinggi, mengingat sosoknya, dia terlihat jauh lebih berisi daripada Su Qianci. Gaun panjang berwarna biru dipenuhi dengan payet yang mengagumkan. Di bawah cahaya, lekuk tubuhnya terlihat sangat seksi. Dan belahan dada yang dalam bahkan menstimulasi mata Su Qianci, membuat dirinya ingin melirik ke bawah. Bahkan dirinya pun merasa seperti ini ¡­ Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk menengok ke arah Li Jinnan. Namun, dia melihat bahwa adik iparnya itu tidak tergerak sama sekali, duduk di samping dan menatap lurus ke depan, rapi dan tampan. Sepertinya Li Jinnan merasakan tatapan kakak iparnya. Mengangkat alisnya, dia sepertinya bertanya pada Su Qianci: Apa? Su Qianci menggelengkan kepalanya dan kembali menatap Tang Qing, mengulurkan tangan. "Halo, saya Su Qianci." Tang Qing menjabat tangannya, tersenyum dan berkata, "Saya telah mendengar hal-hal hebat tentang Anda, tetapi kami pasti akan mendapatkan Kabupaten Gu Du Ming." "Sayangnya, kami juga," kata Su Qianci sopan, dan secara tidak sengaja matanya tertuju pada punggung tangan dan lengan Tang Qing. Ada sebuah bekas luka yang samar-samar terlihat di lengannya. Tampaknya itu adalah sebuah bekas luka yang sudah lama, keriput dan sedikit kemerahan. Ditutupi dengan concealer, bekas luka itu tidak terlihat terlalu serius. Namun, Su Qianci pernah memiliki bekas luka seperti itu di wajahnya, dan dia mengenalinya seketika. Ini adalah sebuah luka bakar. Chapter 563 - Pasti Ada Hubungannya Dengan Kejadian Lebih Dari Tiga Tahun Yang Lalu Ketika menyadari tatapan Su Qianci, Tang Qing memutar tangannya dan dengan cepat menariknya kembali. "Saya berharap ada sebuah kesempatan bagi kita untuk bekerja sama. Saya harus pergi sekarang." Su Qianci mengangguk, menatap Tang Qing saat wanita itu meninggalkan dirinya, dan pergi untuk duduk. Dia berbisik kepada Li Jinnan, "Wanita ini memiliki luka bakar di lengannya dan tampaknya sudah berumur setidaknya tiga atau empat tahun." Li Jinnan sedikit mengangkat alisnya, mengangguk, dan raut wajahnya biasa saja. Tanpa memandang kakak iparnya, dia bertanya, "Apa yang kau curigai?" "Ingat apa yang kita bicarakan kemarin?" Li Jinnan tidak berbicara atau menunjukkan apa pun dan mulai berpikir mengenai hal itu. Su Qianci mengenal adik iparnya, jadi dirinya hanya mendengarkan orang-orang di panggung yang sedang membuat perkenalan. Lalu dia tiba-tiba berbalik dan menatap orang yang baru saja memperkenalkan Tang Qing dan bertanya, "Tahun berapa TL didirikan?" Pria itu tidak menyangka bahwa Su Qianci akan begitu tertarik pada perusahaan ini. Merasa sangat senang, pria itu dengan senang hati menceritakan segalanya. "TL mungkin didirikan tiga tahun yang lalu. Pendirinya adalah adik laki-laki Tang Qing, merupakan seseorang yang lebih berkuasa di atas wanita itu. Tapi pria itu tidak pernah muncul dan sangat sederhana. TL telah berkembang pesat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Saya tidak menyangka mereka dapat muncul di sini hari ini, tapi saya yakin bahwa mereka hanya berada di sini untuk mengamati. Sejauh yang saya tahu, perusahaan ini belum memiliki kemampuan untuk menawar kabupaten ini, tidak seperti LS. Saya pikir permainan ini bukan untuk mereka." Tiga tahun. Hanya dalam kurun waktu tiga tahun, perusahaan itu berkembang begitu cepat? Di seluruh Kotaraja dan bahkan seluruh negeri, selain Li Sicheng, Su Qianci belum pernah melihat seseorang yang bisa mengembangkan sebuah bisnis kecil menjadi sebesar itu dalam kurun waktu tiga tahun. Bagaimana mungkin ada begitu banyak genius? Bekas luka di lengan Tang Qing, dan orang di belakang wanita itu ¡­. Detak jantung Su Qianci tiba-tiba bertambah cepat. Apakah dugaannya benar? Tang Qing tampaknya telah mengatakan sesuatu kepada orang-orang di sebelahnya, dan kemudian dia berdiri dan berjalan menuju ke pintu aula. Su Qianci mendengarkan orang-orang di sebelahnya, tetapi ketika dia melihat Tang Qing meninggalkan ruangan, dia tidak bisa menahan dirinya. Dia tersenyum pada pria di sebelahnya dan berkata, "Saya akan ke kamar kecil sekarang." Pria itu sedikit tertegun. Dia tersipu malu dan mengangguk, "Baik." Su Qianci mengambil ponselnya, bangkit berdiri, dan berjalan keluar mengejar Tang Qing. Tang Qing tampaknya sedang menelepon, berbelok ke sebuah koridor terpencil di hotel. Dari belakang, lekuk tubuhnya sangatlah menarik perhatian. Su Qianci melangkah dengan perlahan-lahan dan mengendap-endap di belakang wanita itu, mendengarkan percakapan teleponnya. Langkah kaki Tang Qing sangat lambat. Dengan cemas, wanita itu berkata, "Apa yang terjadi? Bukankah aku sudah memberitahumu untuk tidak membiarkan laki-laki itu berkeliaran? Cepatlah dan bawa dia kembali, beri dia narkoba!" Itu bukan suara Tang Mengying. Nada suara Tang Qing jauh lebih kekanak-kanakan daripada suara Tang Mengying, membuat kulit kepala Su Qianci terasa seperti ditusuk-tusuk. Akan tetapi, Su Qianci memiliki sebuah intuisi 1 yang tidak bisa dijelaskan. Orang ini pasti ada hubungannya dengan kejadian lebih dari tiga tahun yang lalu! Pendirian TL juga bertepatan dengan kejadian itu. apakah itu hanya sebuah kebetulan? TL, T, L ¡­. Tang? Li? Adik laki-laki di belakang Tang Qing, mungkinkah Li Sicheng? Apakah mungkin pria itu adalah ¡­ suaminya yang telah hilang selama bertahun-tahun? Jantung Su Qianci berdebar kencang dan dia terus mendengarkan percakapan wanita itu. Namun, suara Tang Qing tampaknya menjadi lebih pelan dan langkah kakinya berhenti. Su Qianci terkejut dan tanpa sadar ingin bersembunyi, tetapi detik berikutnya, dia merasakan sebuah tangan besar yang kasar memegang mulutnya dan menarik dirinya ke belakang ¡­. Daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati. Chapter 564 - Jangan Sampai Aku Menangkapmu Lain Kali, Kalau Tidak .... Tang Qing membalikkan badannya, tetapi tidak ada seorang pun di sana. Alisnya yang panjang bertaut, Tang Qing memiliki sejumlah keraguan. "Apakah tadi itu sebuah ilusi?" Dia baru saja merasa bahwa seseorang sedang mengikuti dirinya! Suara mendesak di sisi lain telepon itu terdengar, "Apa? Nona Tang, apa yang harus dilakukan sekarang, laki-laki itu akan sakau 1 . Bagaimana jika dia kabur dan tertangkap!" Tang Qing terlihat serius dan berkata, "Jangan khawatir, pergilah ke tempat-tempat yang mungkin didatangi, terutama jalan keluarnya. Karena dia tidak bisa melarikan diri selama bertahun-tahun, dia seharusnya tidak bisa pergi jauh. Kau harus menangkapnya." "Ya ¡­." Setelah menutup teleponnya, Tang Qing menoleh ke belakang. Namun, wanita itu masih merasa ada sesuatu yang salah. Ketika dia melewati sebuah kamar, firasatnya menjadi semakin jelas. Tang Qing pergi mendekati pintu kamar itu, mengulurkan tangan dan mengetuk pintu. Tidak ada jawaban. Seorang pelayan datang membawa anggur dan melihat Tang Qing sedang berlama-lama berdiri di pintu itu. Pelayan itu bertanya, "Halo, ada yang bisa saya bantu?" Tang Qing tersenyum sedikit, menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi. Mendengar bahwa suara di luar sudah menghilang, Su Qianci menghela napas lega, merasakan tubuhnya lemas. Tapi kemudian, dia menyadari bahaya pada saat ini, mengulurkan tangan, dan memukul pria yang tiba-tiba menyerang dirinya. Sebelum dia memukul pria itu, tangannya ditangkap oleh sebuah tangan yang besar. Tidak ada cahaya apa pun di kamar itu, jadi keadaanya sangat gelap. Su Qianci berjuang keras, tetapi pria itu tidak melepaskannya. Sebagai gantinya, pria itu malah melingkarkan lengannya di pinggang wanita itu. Tiba-tiba, Su Qianci menjadi panik. Dia meronta lebih keras, membuka mulutnya, dan menggigit tangan pria itu. Pria itu dengan cepat melepaskannya, dan Su Qianci berteriak dengan suara lantang, "Tolong, tolong ¡­ aaah!" Sebelum dirinya bisa berteriak lagi, dia ditindih ke tempat tidur. Dalam kegelapan, yang tersisa hanyalah suara napasnya yang menjadi cepat dan suara terengah-engah pria itu. Su Qianci terkejut dan menjerit, "Tolong!" Tetapi orang di atas tubuhnya jelas terlihat tidak mau memberinya kesempatan untuk meminta tolong lagi. Pria itu memegang dagunya dan menutup bibir wanita itu dengan bibirnya sendiri. Air mata Su Qianci menetes saat dirinya merasa panik. Apakah dirinya lepas dari mulut harimau jatuh ke mulut buaya? Berjuang dengan seluruh kekuatannya, dia menggigit bibir pria itu dengan keras. Sementara itu, rasa manis darah itu dirasakan oleh mereka berdua. Pria yang berada di atas tubuh Su Qianci itu tampaknya sedang tertawa. Dia menopang tubuh wanita itu dengan lututnya dan berbisik dengan jahat, "Aku sudah mengatakan bahwa bersikap seperti ini akan menimbulkan gairah seorang pria untuk menaklukkan dirimu, Presiden Su." Itu adalah bajingan beberapa hari yang lalu! Su Qianci menjadi panik, karena dia memikirkan fakta bahwa keterampilan berkelahi pria ini tidak lebih buruk dari Li Jinnan. Dirinya sudah belajar dari Li Jinnan untuk waktu yang lama, tapi dia belum pernah mengalahkan adik iparnya. Itu sama halnya dengan pria ini. Dia mengetahui bahwa dirinya jelas bukan lawan pria ini saat di tempat parkir pada hari itu. Apakah itu berarti bahwa hari ini dirinya ¡­. Saat memikirkan hal ini, dirinya meronta-ronta dan mencucurkan air mata, menangis dan berteriak, "Kau tidak bisa melakukan ini padaku. Apakah kau tidak menginginkan uang? Berapa banyak yang kau inginkan? Hanya saja tolong jangan ¡­." "Tidak, aku tidak berani menggunakan uang 10 juta yuan itu." kata pria itu, sepenuhnya menutupi suara aslinya. "Aku masih ada sesuatu yang harus dilakukan hari ini. Jangan sampai aku menangkapmu lain kali, kalau tidak ¡­." Kondisi seorang pemakai narkoba yang ketagihan. Chapter 565 - Pikirkan Dua Kali Sebelum Kau Main-main Dengan Keluarga Li! Mendengar ini, Su Qianci bahkan merasa semakin tidak yakin tentang apa yang pria itu maksudkan. Sebelum pria itu mengatakan apa-apa, Su Qianci merasakan lehernya diisap. Pria itu mengisap dengan sangat keras, dan dirinya menjerit kesakitan. Tidak, tidak, tidaaak! Dalam beberapa tahun terakhir ini, dia telah hidup selibat 1 , hanya untuk menyambut kembalinya Li Sicheng dan mengatakan kepada suaminya bahwa hatinya tidak pernah berubah. Meskipun suaminya sudah tiada dan dirinya tidak mengetahui apakah suaminya masih hidup, dia selalu di sini untuk Li Sicheng. Sekarang, bagaimana mungkin dirinya ¡­. Air mata mengalir dengan deras, dan dirinya bahkan meronta lebih keras. Tetapi kemudian, pria itu bangun, membuka pintu, meninggalkan kamar, dan menutup pintu dengan cepat. Hal itu berlangsung dengan sangat cepat sehingga Su Qianci tidak mempunyai waktu untuk bereaksi. Tidak ada suara apa pun lagi di kamar itu. Berbaring telentang, dia mengerjapkan matanya dan menyadari apa yang telah terjadi setelah beberapa saat. Sambil duduk, dia menutupi leher dengan tangannya. Saat menyalakan lampu, dia mendapati bahwa tidak ada listrik sama sekali. Apa-apaan ini, orang ini bahkan mencabut kabel listriknya? Kemudian, dirinya menjadi gugup. Sambil menyeka air matanya, Su Qianci bangkit berdiri dan mengambil barang-barangnya, pergi ke kamar mandi untuk merapikan pakaiannya. Sebuah memar di lehernya menunjukkan bahwa dirinya hampir dinodai. Dengan marah dia memercikkan airnya, Su Qianci sedang mengenakan gaun dengan bagian bahu terbuka yang tidak bisa menutupi lehernya sama sekali. Memar itu jelas-jelas menceritakan kisah bahwa dia mempunyai sebuah afair. Dia merasa sangat marah sehingga dia menggigit bibirnya. Pada akhirnya, dia tidak menangis tetapi duduk di dudukan toilet dan mengeluarkan air cushion BB cream 1 untuk menutupi memar itu. Setelah mengoleskan beberapa lapisan, dia berhasil membuat memar itu tidak terlalu jelas terlihat. Sambil menata rambutnya, yang tadinya sedang disanggul, menjadi digerai, dirinya berhasil menutupi bagian itu dan kemudian menuju ke meja resepsionis secepat mungkin. Dia sudah mencatat nomor kamar itu. Ketika dirinya tiba di meja resepsionis, dia berkata, "Tolong saya untuk memeriksa kamar XX." "Nona, apakah Anda ingin memesan kamar ini? Ini kamar standar kami, dan harganya 1.288 yuan." Su Qianci mengerutkan kening, "Kamar ini kosong?" "Ya. Apakah Anda memerlukan saya untuk memesan kamar ini?" "Tidak, terima kasih." Su Qianci menggelengkan kepalanya, masuk kembali, dan menghubungi Luo Zhan. Teleponnya segera diangkat, dan sebuah suara malas terdengar, "Hei?" "Apakah kau sedang bebas? Bantu aku memeriksa kamera pengintai sebuah hotel." Saat memberi tahu lokasi kepada Luo Zhan, semakin Su Qianci memikirkannya, semakin dia merasa geram. Jika pria itu tertangkap oleh dirinya, dia akan memastikan bahwa Li Jinnan atau Li Beixing menangani pria itu dengan baik! Pria itu seharusnya mengetahui bahwa tidak ada anggota keluarga Li yang bisa dianggap enteng! "Kapan rentang waktunya?" "Dari pukul 7 hingga 8 malam." Luo Zhan menekan kibornya dan bertanya dengan ragu, "Aku tidak dapat menemukannya. Kamera pengintainya diretas." Hati Su Qianci merasa sangat kecewa. "Apa maksudmu?" "Sejak pukul 6, rekaman kamera pengintai itu sudah kosong. Jelas terlihat bahwa sudah diretas." Luo Zhan juga merasa bahwa hal itu tidak terduga. "Untuk apa kau membutuhkan ini?" Su Qianci berusaha menjawab Luo Zhan, tetapi kemudian menghentikan dirinya sendiri dan menggunakan sebuah alasan. Dia tidak bisa mengatakan kepada pria itu bahwa dia telah diseret ke dalam sebuah kamar dan hampir diperkosa. Jika berita itu beredar, itu bisa memiliki konsekuensi. Tapi sekarang kamera pengintainya diretas ¡­. Tidak menikah dan hidup membujang. BB krim - alas bedak dalam kemasan bantalan busa seperti bedak. Chapter 566 - Takdir Bersama Su Qianci menggertakkan giginya dan akhirnya merasa dirinya tidak bisa berbicara. Sekarang bagi dunia luar, dirinya adalah seorang janda. Sejak tiga atau empat tahun lalu, setelah Li Sicheng meninggal, dia telah membesarkan dua orang anak dan mengelola Grup Li. Di Weibo dan program berita utama, kecantikan dan kemuliaan Su Qianci sangat dipuji. Meskipun dia tidak terlalu peduli dengan ketenarannya, di balik gelarnya yang glamor dan karakternya yang baik, terdapat keluarga Li. Sekarang Su Qianci memiliki sebuah takdir bersama dengan keluarga Li. Bagaimana bisa dirinya membuat sesuatu yang seperti itu diketahui oleh publik? Dia tidak mampu menanganinya. Wajah Su Qianci menjadi suram dan hatinya merasa sangat kecewa. Orang itu, apakah pria itu sudah memperhitungkan semua ini sebelum dia melecehkan Su Qianci? Jika itu yang terjadi ¡­ maka pasti akan ada yang ketiga, keempat, kelima kalinya ¡­. Merasa kesal, dia menghela napas dan berjalan kembali ke aula. Tempat penawaran itu telah memasuki saat-saat yang menegangkan. Li Jinnan merasakan pikiran kosong kakak iparnya tanpa mengatakan apapun. Dia membuat penawaran yang terakhir, menimbulkan kegemparan. "Apakah Anda yakin? Tuan Li?" "Ya." Kabupaten Gu Du Ming, Grup Li sudah ditakdirkan untuk memenangkannya. Su Qianci merasa suara di sekitarnya lebih keras dan semakin keras, membuat kepalanya terasa sakit. Setelah beberapa saat, Li Jinnan berkata, "Hei?" Su Qianci mendongak menatapnya dengan tatapan bingung. "Kita mendapatkannya, tetapi harganya sedikit di atas anggaran." "Berapa banyak?" Li Jinnan langsung menunjukkan harganya. Su Qianci meliriknya, yang mana lima kali lipat dari harga aslinya. Sesuai dengan dugaannya. Su Qianci mengangguk, tetapi bahkan merasa lebih jengkel. Sakit kepalanya juga memburuk. "Tidak masalah. Kau bisa menangani sisanya. Aku merasa sedikit tidak nyaman." "Apa yang salah?" Li Jinnan mengerutkan kening, ingin menyentuh dahi kakak iparnya, tetapi merasa bahwa hal itu tidak pantas dilakukan di depan mata publik. Karena dirinya bersama Li Jinnan, Su Qianci tidak merasa khawatir tentang masalah keamanan. Karena itu, Shuang Yu tidak bersama dirinya. Itu terasa agak tidak nyaman sekarang. Su Qianci melihat ekspresi wajah adik iparnya dan tersenyum. "Aku hanya merasa sedikit kesal. Kau harus pergi mengurus hal itu terlebih dahulu. Telepon aku setelah kau selesai. Aku akan duduk di sini sebentar." Li Jinnan mengangguk. "Baiklah kalau begitu." Dia segera berjalan pergi, dan orang-orang di tempat acara tersebut perlahan mulai pergi meninggalkan ruangan. Su Qianci duduk di kursinya dengan mata setengah terpejam. Banyak orang yang memperhatikan dirinya, tetapi sangat sedikit orang yang berani untuk datang dan berbicara dengan dirinya. Presiden Su yang mulia dan glamor memiliki sebuah reputasi yang cukup baik. Selama bertahun-tahun, masa muda dan kecantikannya telah menarik perhatian banyak orang, tetapi dia tidak pernah menghabiskan waktu dengan pria biasa. Selain itu, seorang pengawal wanita selalu mengikutinya. Meskipun pengawal wanita itu tidak berada di sini sekarang, tuan muda dari keluarga Li tidak boleh dianggap enteng. Meskipun tidak nyaman bagi pria untuk mendekat dan berbicara, wanita tidak perlu memikirkan hal ini. Tang Qing mendatangi Su Qianci dengan anggun, membungkuk, dan menatap wanita itu dengan penuh perhatian. "Presiden Su." Mata Su Qianci hampir terpejam dan dia tidak memperhatikan kedatangan Tang Qing. Mendengar suara itu, dia membuka matanya. Akan tetapi, dirinya segera melihat seraut wajah yang sebanding dengan seorang zombie, dan tiba-tiba merasa ketakutan. Wajah itu kaku dan putih seperti bedak, tetapi bibirnya merah dan menakutkan. Chapter 567 - Ini Canggung .... Setelah melihat bahwa itu adalah Tang Qing, Su Qianci merasa lega. Reaksi Su Qianci itu tidak hanya mengejutkan dirinya sendiri saja, tetapi juga mengejutkan Tang Qing. Tang Qing terlihat malu. Dia tersenyum dan berkata, "Saya hanya ingin melihat apakah Anda baik-baik saja. Apakah Anda merasa tidak nyaman?" Dia tidak menyangka bahwa Su Qianci akan terkejut. Yang lebih memalukan lagi adalah Su Qianci merasa terkejut karena melihat wajahnya. Wajah Su Qianci sedikit memerah dan terbatuk. Dia berkata, "Saya baik-baik saja. Terima kasih, Nona Tang." Tang Qing dengan cepat kembali bersikap biasa dan mengangguk dengan sangat lembut. "Bagus kalau begitu." Rasa malu itu belum terselesaikan. Tepat di belakang Tang Qing, dua orang pria yang mengikuti wanita itu juga merasa agak aneh. Tang Qing bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. "Kali ini kami tidak memenangkan penawarannya. Saya tidak menduga bahwa Tuan Li setegas kakaknya. Lima kali lipat dari harga yang diminta, kami tidak memiliki kekuatan seperti itu sekarang. Lain kali, kami pasti akan lebih siap. Atau lebih tepatnya, kita akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama di masa depan." Tang Qing mengulurkan tangan pada Su Qianci. Su Qianci berdiri sambil tersenyum dan mengangguk. "Saya menantikannya." Mereka hanya berbasa-basi. Senyum di wajah Tang Qing melebar, dan dia berkata dengan nada suara kekanak-kanakan, "Maaf, saya harus pergi sekarang." "Saya merasa kurang sehat, jadi saya akan tinggal di sini saja. Sampai nanti." Tang Qing mengangguk dan berbalik untuk berjalan menuju lift. Tepat setelah dia membalikkan badannya, senyum di wajahnya segera menghilang. Sambil mengepalkan tangannya, dia menggertakkan gigi. Su Qianci! Tang Qing menekan tombol lift, masuk ke dalamnya, dan memandang salah satu pria di sekitar dirinya. "Apakah kau menemukan dia?" "Belum, aku dengar dia dibebaskan oleh pelayan, tanpa membawa narkoba atau peralatan suntik." Pria itu melihat jam di ponselnya dan berkata, "Dia seharusnya sudah kembali sekarang." Bibir Tang Qing akhirnya membentuk senyum. Lift-nya berhenti, dan ponselnya berbunyi pada saat bersamaan. "Nona Tang, aku sudah menemukannya. Sakau melanda, dan dia mengalami kram yang buruk. Dia ditemukan di jalan dan tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk kembali." "Mengerti, berikan narkobanya, tetapi hanya sedikit demi sedikit. Jangan biarkan dia merasa terlalu nyaman, beri dia pelajaran tentang akibat melarikan diri." Tang Qing tertawa dengan suara kekanak-kanakan. "Aku akan segera kembali. Tunggu aku." "Baik, Nona Tang." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah Li Jinnan menyelesaikan urusannya dan memberikan berkasnya kepada Su Qianci, dia pergi ke kamar mandi. Sambil berdiri di depan urinoar, Li Jinnan memegang sebatang rokok. Ketika dia sedang separuh jalan, terdengar suara langkah kaki di luar yang terdengar seperti suara sepatu hak tinggi. Li Jinnan mendongak, dan ternyata seorang wanita, yang datang mendekat dengan wajah merona merah. Wanita itu berjalan terhuyung dan bersendawa. Dia mengetahui seketika bahwa wanita itu sudah mabuk. Li Jinnan menoleh, menyelesaikan kencingnya, dan menarik ritsletingnya. Setelah memadamkan rokoknya, Li Jinnan tidak menghiraukan wanita itu dan berjalan menuju wastafel. Tetapi wanita itu tampaknya tidak bersedia membiarkan Li Jinnan pergi dan menjatuhkan diri ke arah pria itu. Li Jinnan tidak menghindar tepat pada waktunya dan tubuhnya terdorong oleh tubuh wanita itu. Terlihat tatapan jijik di bagian bawah mata pria itu. Li Jinnan mendorong wanita itu menjauh, tetapi wanita itu bahkan mengulurkan tangan dan memeluk dirinya dengan erat! "Kakak Luo''an ¡­." Chapter 568 - Pertemuan Romantis Li Jinnan "Hei ¡­." Wanita aneh itu mengenakan sebuah gaun Lolita 1 berwarna biru. Berusia muda, dia memiliki rambut panjang yang agak berantakan pada saat itu. Poninya yang tipis membuat wajah putih mungilnya terlihat lebih lembut. Kerah pakaiannya terbuka lebar, memperlihatkan belahan dadanya yang lembut. Tidak dalam, tapi memikat karena belia. Pemandangan seperti itu adalah sebuah godaan yang mematikan bagi para pria. Sayangnya, wanita itu bertemu Li Jinnan. Li Jinnan memiliki sebuah latar belakang militer dan belum pernah menyentuh seorang wanita pun hingga saat ini pada usia 29 tahun, tetapi gen keluarganya sangatlah kuat. Tidak ada anggota keluarganya yang cabul, begitu pula dirinya. Saat ini, Li Jinnan hanya bisa merasa jijik. Mendorong wanita itu menjauh, Li Jinnan terlihat kesal ketika dirinya memperingatkan dengan sebuah nada suara yang dingin, "Enyahlah!" Ketika wanita itu mendengar ini, dia bahkan menjerit lebih keras lagi, menempelkan tubuhnya pada tubuh Li Jinnan, tidak bersedia membiarkan pria itu pergi. "Jangan, jangan, Kakak Luo''an, jangan usir aku." Li Jinnan memejamkan matanya, menarik wanita itu ke atas dan mengusirnya. Lalu dirinya cepat-cepat berjalan keluar. Tapi wanita di belakang dirinya menangis dengan keras dan berteriak, "Kenapa kau tidak ¡­ aku tunanganmu ¡­ kenapa kau tidak, kenapa ¡­ kau lebih suka ¡­ mengambil wanita itu Ye Caili, dan tidak menginginkan diriku ¡­" Seorang pria melirik Li Jinnan dengan sebuah tatapan aneh ketika mendengar teriakan itu. Li Jinnan tidak menoleh ke belakang dan berjalan menuju aula perjamuan tempat Su Qianci berada. Akan tetapi, Li Jinnan bertemu dengan seorang pria banci dengan gaya rambut modis, rias wajah lengkap, jas motif macan tutul berwarna merah muda, dan syal di lehernya. Pria banci itu berteriak dengan cemas, "Ye Youyou, Ye Youyou, ayo cepat keluar! Berkeliaran sambil mabuk seperti itu. Sungguh mengerikan!" Li Jinnan mendengar ini dan menaikkan sebelah alisnya. Pria itu dengan cepat melihat Li Jinnan dan matanya menyala. Dia bertanya, "Halo, tampan, apakah Anda melihat seorang gadis kampus mengenakan gaun biru? Berambut kuning, berkulit sangat putih, sekitar ¡­." "Toilet pria." Sebelum pria banci itu menyelesaikan perkataannya, Li Jinnan hanya meninggalkan dua patah kata dan berjalan menjauh dengan kakinya yang panjang. Pria banci itu melihat ke arah punggung Li Jinnan dan menggigit bibir bawahnya, terlihat mabuk kepayang. "Ya ampun, sangat tampan ¡­. Hei ~!" Ketika Li Jinnan sudah jauh melangkah, pria banci itu menyadari apa yang hendak dilakukannya. "Oh, toilet pria! Ye Youyou, keluarlah!" ¡­. Li Jinnan telah membeli sebuah vila untuk dirinya sendiri. Setelah mengantar Su Qianci ke rumah tua, dia kembali ke rumahnya. Ketika Su Qianci kembali ke rumah tua itu, sudah pukul sepuluh malam lewat. Anak-anak semuanya sudah tertidur, tetapi Kapten Li masih menonton TV di ruang keluarga. Tiga tahun dan sepuluh bulan kemudian, uban pria tua itu telah bertambah lebih banyak. Di mata tuanya, terlihat kecemerlangan yang cerdas. Tetapi untuk anak-anak dan cucu-cucunya, Li Xun selalu bersikap baik. Ketika melihat Su Qianci pulang, dia melambai pada cucu mantunya, "Qianqian, kemarilah." "Kakek." Su Qianci menghampiri untuk duduk di sebelah pria tua itu. "Kenapa Kakek masih bangun? Sudah larut malam." Pakaian yang terdiri dari blus (lengan panjang atau pendek) dengan rok atau gaun, yang biasanya sampai ke lutut. Roknya bisa berbentuk lonceng atau berbentuk A. Chapter 569 - Seseorang Yang Masih Hidup Sedang Menunggu Dirimu. Apakah Kau Tahu Itu? "Aku tadi sudah tidur dan terbangun." Kakek mengambil tangan Su Qianci, menepuknya, menghela napas, dan berkata, "Apakah kau tahu kenapa aku terbangun?" Su Qianci menatap kakek dan dengan perlahan menggelengkan kepalanya. Wajah kakek juga lebih keriput daripada tiga tahun yang lalu. "Aku baru saja bermimpi. Aku bermimpi Sicheng kembali." Pria tua itu tersenyum. Suaranya sudah tua dan kering, dan tangannya yang kering diletakkan di atas tangan Su Qianci. Kakek sedikit sentimental 1 ketika dirinya menyatakan, "Li Sicheng berkata, ''Kakek, aku minta maaf, padamu dan Qianci. Aku mungkin tidak bisa kembali untuk melihat kepergianmu. Berpura-puralah saja kalau kakek tidak pernah memiliki cucu ini. Aku minta maaf." Suara pria tua itu menjadi terisak-isak, dan matanya berlinang air mata. "Sudah empat tahun. Dua bulan lagi adalah hari ulang tahun Dasu dan Ersu. Jika cucuku masih hidup, dia pasti sudah kembali. Tapi kenapa dia masih berada jauh dari rumah?" Hidung Su Qianci terasa pedih dan air mata menggenang di matanya. "Kakek, jangan terlalu banyak berpikir. Dia akan kembali. Ini hanya masalah waktu. Dia masih hidup, jadi Kakek harus sehat untuk menemuinya. Aku punya sebuah firasat bahwa Li Sicheng akan segera kembali." Kapten Li menggelengkan kepalanya. "Aku kenal cucuku. Jika dia masih hidup, dia tidak akan tinggal jauh dari rumah. Dia punya istri dan dua orang anak. Kau tahu berapa banyak dia berharap dari kedua anak ini. Jika dia masih hidup, tidak mungkin dia tidak pulang untuk menemui anak-anaknya. Meskipun kadang-kadang dia tampaknya tidak peduli dan terlihat dingin, hatinya lebih hangat daripada hati orang lain. Dia tidak pernah bisa berpaling dari orang-orang yang dia sayangi. Dia peduli dengan keluarga ini, tetapi empat tahun telah berlalu, sudahkah dia kembali?" Su Qianci tidak bisa berkata-kata, dan tenggorokannya terasa sakit. "Aku tidak punya banyak waktu lagi. Selama bertahun-tahun, kau telah bekerja keras mendukung perusahaan cucuku dan dua orang anak. Aku telah melihat segalanya, tapi ¡­ Kakek merasa kasihan padamu!" "Kakek, aku merasa gembira seperti biasanya." Pria tua itu memegang tangan Su Qianci dan menatap cucu mantunya dengan penuh arti. Dia berkata, "Kau bisa menerima hal ini, tetapi apakah kau tahu betapa kedua orang anak itu merindukan kehadiran seorang ayah?" Ketika pria tua itu menyebutkan hal ini, Su Qianci mengetahui apa yang ingin kakek katakan, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kakek, aku tidak ingin mencari orang lain. Aku harus menunggu Li Sicheng kembali." "Aku tahu bahwa kau setia kepadanya, tetapi bertahun-tahun telah berlalu, dan kau baru berusia dua puluh lima tahun. Terimalah kenyataannya, Qianqian, cucuku sudah meninggal. Dia tidak akan kembali." Su Qianci menatap pria tua itu. Rambutnya hampir memutih semuanya. Baik wajah dan semangatnya terlihat lebih tua kali ini dibandingkan dengan di kehidupan Su Qianci sebelumnya. Su Qianci mengetahui apa yang kakek khawatirkan, tidak lebih dari ketakutan bahwa dirinya akan sendirian ketika kakek meninggal. Li Sicheng adalah cucu yang paling dia cintai, anak yang dibesarkannya. Tapi saat ini kakek sedang mencoba membujuk istri cucu yang paling dicintainya untuk menikah lagi. Bukankah ini adalah sebuah siksaan bagi pria tua itu? Akan tetapi, Su Qianci tidak mau menerima kebaikan kakek. Dia memegang tangan kakek dan berkata dengan serius, "Kakek, suamiku akan kembali." "Qianqian," suara pria tua itu terdengar seperti lonceng yang rusak diterpa angin dan hujan, terdengar jauh dan bergoyang. "Orang yang sudah meninggal tidak bisa mengetahui pengorbanan apa yang sedang kau lakukan. Seseorang yang masih hidup sedang menunggu dirimu. Apakah kau tahu itu?" Mudah terpengaruh oleh perasaan; sangat perasa. Chapter 570 - Dia Sangat Sibuk Dengan Pekerjaannya Su Qianci mendengar kata-kata itu dan menjadi terdiam. Seseorang yang masih hidup. Apakah kakek sedang berbicara tentang Lu Yihan? Memang, selama bertahun-tahun, Su Qianci mengetahui dengan baik bagaimana Lu Yihan memperlakukan dirinya. Dia tidak mengerti sebelumnya, tetapi sejak Li Sicheng menghilang, hati Lu Yihan hampir terbuka pada dirinya. Pria itu selalu mencoba mengajaknya berkencan, dan Su Qianci selalu memiliki berbagai alasan. Lu Yihan juga terbiasa menjemput kedua orang anaknya dari TK, atau membantu Su Qianci memasak di rumah, atau mengajar anak-anaknya untuk bermain berbagai permainan, menggunakan komputer, dan membaca. Namun, semakin terlibat Lu Yihan, semakin sulit bagi Su Qianci untuk menghadapi pria itu. Setidaknya sudah dua bulan sejak terakhir kali dirinya melihat pria itu? Dia mengetahui bahwa dirinya berutang sangat banyak pada Lu Yihan, sangat banyak ¡­ Pria tua itu memandang cucu mantunya, menghela napas, dan berkata, "Lupakan saja, pikirkanlah mengenai hal itu sendiri. Aku tidak akan mencampuri urusanmu." "Kakek ¡­." Su Qianci berbisik, menundukkan kepalanya. Dia hendak mengatakan sesuatu, tetapi diselak oleh pria tua itu. "Namun, Qianqian, aku punya sesuatu yang akan merepotkan dirimu." Kakek mengambil tongkat di sebelahnya dan berdiri. Su Qianci bergegas maju dan membantu kakek. "Tidak ada yang merepotkan darimu. Aku akan mencoba yang terbaik untukmu." "Ayo, bantu aku kembali ke kamar." Pria tua itu berjalan perlahan dengan tongkatnya. Setelah membantu kakek kembali ke kamar, Su Qianci melihat kakek mengambil sebuah arloji saku tua dari nakas di samping tempat tidur dan menyerahkan benda itu kepada dirinya. Dia berkata dengan hati yang berat, "Tolong berikan arloji saku ini kepada cucu seorang kawan lama. Selama bertahun-tahun, aku tidak bisa melepaskan benda ini. Untuk menyelamatkan diriku, pria itu berdiri di depanku. Pada saat itu, kami baru berusia dua puluhan. Li Yao masih bayi, dan anak kawanku itu baru berusia dua atau tiga tahun. Dia meninggal, tetapi aku tidak mencari jasadnya karena pertempuran itu. Beberapa hari yang lalu, aku akhirnya menemukan keluarganya!" Su Qianci mengambil arloji saku dan membukanya. Seketika itu, dia melihat sebuah foto hitam putih yang sudah menguning. Seorang perwira muda berpakaian bagus dan rapi sedang duduk di sebelah seorang wanita. Karena foto itu telah berubah warna, tidak mungkin untuk melihat wajah pria dan wanita itu. "Arloji saku ini adalah peninggalan kawan lama itu. Kau berikan benda ini kepada cucunya atas namaku. Aku memintanya untuk bertemu di lantai tiga Pusat Pameran dan Perkumpulan Kotaraja." Su Qianci menutup arloji saku itu dan merasa ada sesuatu yang salah. Dia berkata, "Kakek, hal yang sepenting ini, aku pikir lebih baik bagimu untuk menyerahkan arloji saku ini kepadanya. Karena itu adalah cucunya, dia seharusnya masih sangat muda, sedikit lebih tua dari Sicheng - berusia tiga puluh atau empat puluh tahun? Haruskah kita mengundangnya ke rumah dan menjamunya makan malam?" "Tidak, dia berkata bahwa dirinya sangat sibuk dengan pekerjaannya dan tidak punya waktu untuk datang ke sini. Itu sebabnya kami telah menyetujui tempat itu. Karena aku sudah diselamatkan oleh keluarganya, aku tidak bisa menyusahkan pria itu ¡­." kata kakek, melirik wajah Su Qianci dan melihat bahwa cucu mantunya itu merasa sedikit enggan. Kemudian kakek mengulurkan tangan dan meraih arloji saku itu. "Tidak apa-apa jika kau tidak ingin pergi. Di usiaku ini, aku masih harus melakukan sesuatu seperti ini. Betapa menyedihkan ¡­." Su Qianci tidak bisa mendengarkan kakek mengatakan sesuatu seperti ini. Dia cepat-cepat mengambil arloji saku itu dan berkata, "Kakek, aku akan pergi. Jam berapa aku harus bertemu dengan pria itu?" Chapter 571 - Tertipu Oleh Kakek Lagi! Hanya di tempat di mana Su Qianci tidak bisa melihat, mata tuanya memancarkan sinar perhitungan. Pria tua itu menghela napas dan berkata, "Aku memintanya untuk bertemu besok siang, di tempat ini." Dia mengambil sebuah catatan dari bawah bantal. Su Qianci mengambil catatan itu dan mendapati bahwa alamatnya adalah sebuah restoran makanan barat. Nomor kursi dan waktunya tertulis di situ. 12:30 siang. Setelah dirinya berjanji pada kakek, dia kembali ke kamarnya dan menyetel jam alarm pada pukul 12 siang sebagai sebuah pengingat. Namun, ketika sedang mandi, dia merasa bahwa dirinya kebingungan. Adegan ini sepertinya mirip. Hanya saja, kapan dia mengalami ini? Tampaknya ada sebuah gambar yang sangat dikenalnya berkelebat di benak Su Qianci, tapi dia tidak bisa menangkapnya. Setelah mandi, dia mengeringkan rambutnya dan tertidur. Keesokan harinya, dia sibuk sepanjang pagi dan memikirkan masalah ini hanya ketika alarm-nya berbunyi. Meregangkan tubuh, Su Qianci meminta sekretarisnya untuk membungkus arloji saku itu, mengambil kesempatan untuk pergi ke kamar mandi, menggunakan BB krim untuk menutupi memar di lehernya, membiarkan rambutnya tergerai, dan berangkat ke tempat yang disepakati dengan arloji saku itu untuk bertemu cucu kawan lama kakek. Jarak tempat itu lebih dekat dari yang dibayangkan, dan Su Qianci tiba sepuluh menit lebih awal. Ketika dia sampai di kursinya, dia memesan segelas jus untuk dirinya sendiri dan duduk. Sekitar tujuh atau delapan menit kemudian, ketika dia merasa bosan dan meminum jusnya, dia melihat sebuah sosok biru datang mendekat. Sosok ini tampak tinggi dan agak kurus. Kulit putih, kacamata tanpa bingkai, jas kotak-kotak berwarna biru. Terlihat tampan, dia sedang berbicara dengan pelayan. Su Qianci melihat sosok ini dan merasa sedikit terkejut. Lu Yihan? Bagaimana dia bisa di sini? Lu Yihan sepertinya merasakan tatapan Su Qianci juga. Dia berbalik dan Su Qianci langsung menutupi wajahnya dengan menu, merasa getir. Sial ¡­ apakah peruntungannya begitu buruk? Bagaimana dia bisa bertemu Lu Yihan seperti ini? Yang bahkan lebih tak terduga adalah bahwa Lu Yihan dipimpin oleh pelayan ke arah Su Qianci. "Ini kursi A2, silakan duduk." "Terima kasih." Lu Yihan duduk dan tersenyum dengan sopan pada pelayan itu. Su Qianci meletakkan menunya dan merasa terganggu. Dia bertanya, "Bagaimana kau bisa di sini?" Lu Yihan sedikit terkejut dan berkata, "Kakek mengatakan bahwa kau memiliki sesuatu untuk diberikan kepadaku, sehingga aku harus datang. Bukankah kau mengajakku berkencan?" Su Qianci tidak mengatakan apa pun, menatap pria itu. Ya ampun, dia tertipu oleh kakek lagi! Dia bersandar ke sandaran kursi dengan tak berdaya, membuang menu itu dan menyentuh dahinya. Lu Yihan melihat reaksi Su Qianci dan menebaknya. Tanpa sadar menjilat bibirnya, Lu Yihan mengambil menu itu dan bertanya, "Haruskah aku memesan untukmu?" Su Qianci menarik napas dalam-dalam, "Yihan ¡­." "Kami akan memesan dua salad sayuran, dua steik sirloin, dan dua sup jamur truffle hitam 1 . Oh, dan satu es krim stroberi." "Luar biasa, Tuan." "Apakah ada makanan lain untuk ditambahkan?" Lu Yihan memandang Su Qianci dan bertanya. Su Qianci menyesap jus dan menggelengkan kepalanya. Salah satu jamur yang bisa dimakan paling mahal di dunia. Chapter 572 - Naif Lu Yihan melipat menu itu dan menyerahkannya kepada pelayan. Dia tersenyum. "Itu saja, terima kasih." Pelayan itu terpesona oleh senyuman Lu Yihan, tersipu malu, mengambil menu itu dan cepat-cepat pergi menjauh. Su Qianci menggigit sedotannya dan merasa canggung. Kakek benar-benar ¡­. Kakek dulu mempersatukan dirinya dan Li Sicheng, yang mana bukan sebuah masalah. Tapi kenapa kakek mencoba menjodohkan dirinya dengan Lu Yihan sekarang? Bukankah ini merupakan pengkhianatan terhadap cucunya? Jika Li Sicheng kembali ¡­ jika Li Sicheng kembali ¡­. Hatinya terasa sakit, dan matanya sedikit menyipit. Dia melepaskan sedotan itu dan berbisik, "Yihan ¡­." "Qianqian ¡­." Kedua orang itu berbicara pada saat yang bersamaan, dan keduanya menjadi tertegun. Pada saat itu, suasana menjadi semakin canggung. Su Qianci tidak mengetahui bagaimana cara menghadapi Lu Yihan. Karena merasa tertekan, dirinya menunduk dan berkata, "Yihan, hari ini ¡­." "Bukankah ada sesuatu untukku?" Lu Yihan memotong kata-kata Su Qianci, mata pria itu bersih dan lembut. Namun, yang tersembunyi di dalamnya adalah rasa frustrasi yang tak terkatakan. Su Qianci dipotong perkataannya dan semua kata-katanya ditelan kembali. Melengkungkan bibirnya, Lu Yihan menggoda, "Apakah ini juga sebuah kebohongan?" Juga? Kapan dia berbohong pada Lu Yihan? Su Qianci menatap pria itu, mengeluarkan arloji saku yang terbungkus kotak kado dari tasnya dan menyerahkan benda itu kepada Lu Yihan. Sepasang mata yang berada tidak jauh dari mereka telah melihat segalanya. Duduk di sebuah sudut terpencil, sebuah sosok jangkung diam tak bersuara. Mengenakan sebuah kacamata hitam besar dan topi berwarna gelap, dia menatap kotak kado yang diberikan Su Qianci kepada Lu Yihan. Tangannya yang berada di sandaran tangan kursi mencengkeram. Dia bangkit berdiri dan berjalan ke dalam restoran ¡­. Lu Yihan melihat kemasan kotak kado itu, dan matanya berbinar-binar. Dia tidak bisa menahan rasa terkejutnya. "Sebuah kado?" Lu Yihan segera mengambilnya dan membuka tutup kotak kado, melihat arloji saku di dalam kotak kado itu. Arloji saku itu tampak tua dan di dalamnya terdapat sebuah foto hitam dan putih yang sudah usang. "Ini ¡­." "Kakekku berkata bahwa ini adalah milik kakekmu. Ketika mereka masih muda, kakekmu adalah kawan lamanya. Ini adalah satu-satunya peninggalan yang ditinggalkan oleh kakekmu." Su Qianci mulai memiliki sejumlah keraguan. Apakah foto ini juga palsu? Bagaimana bisa dirinya tidak pernah mengetahui bahwa Lu Yihan memiliki seorang kakek yang meninggal di medan perang? Lu Yihan menatap foto usang di arloji saku itu untuk sejenak, tersenyum kecil, dan mengangguk. "Ini benar-benar nenekku, tetapi aku belum pernah bertemu kakekku. Nenekku memberitahuku bahwa kakek adalah seorang pahlawan dan berkorban di medan perang." Su Qianci merasa sedikit malu dan mengangguk. "Kejutan yang dikatakan oleh kakek ternyata benda ini," Lu Yihan menggoyang-goyangkan arloji saku itu, dan senyumnya menjadi semakin lebar. "Benar-benar sebuah kejutan, sampaikan terima kasih pada kakek untukku." Ternyata apa yang kakek katakan kepada dirinya adalah benar ¡­ Su Qianci mengira kakek sedang berbohong pada dirinya. Lu Yihan dengan hati-hati memasukkan kembali arloji saku itu ke dalam kotak kado dan meletakkannya ke samping. Ketika dia hendak mengatakan sesuatu, seorang pelayan yang sedang memegang nampan berisi segelas jus di atasnya datang menghampiri. Tiba-tiba, pelayan itu sepertinya tersandung dan seluruh nampan tiba-tiba terpental ke udara. Jus itu melayang dan tumpah mengenai tubuh Lu Yihan ¡­. Chapter 573 - Pria Yang Melecehkannya Splash! Segelas jus jeruk tumpah mengenai tubuh Lu Yihan. Jas birunya yang elegan dan menawan langsung basah kuyup. Pada saat yang sama, terdengar suara kelereng yang digunakan anak-anak untuk bermain, memantul di lantai. Lu Yihan berdiri dan menatap dirinya dengan tidak percaya. Pelayan itu berseru dan terkejut. Dia dengan cepat menghampiri Lu Yihan dan mengambil selembar handuk kertas, meminta maaf dengan ketakutan sambil membantu pria itu menyeka jusnya, "Maafkan saya, benar-benar minta maaf. Tuan, saya tidak bermaksud ¡­." "Tidak apa-apa. Aku mengerti." Lu Yihan dengan lembut mendorong pelayan itu ke samping dan mengeluarkan saputangannya. Su Qianci menatap ke bawah dan melihat sebuah kelereng transparan di lantai yang sedang bergulir di bawah meja. Dia mendongak melihat ke atas dan ke sekelilingnya, sekilas melihat seorang pria jangkung dan tegap. Mengenakan sebuah topi besar berwarna gelap dan kacamata hitam yang cukup besar untuk menutupi dua pertiga wajahnya, pria itu bermain-main dengan sebuah kelereng di tangannya, melempar-lemparkan kelereng itu. Merasakan tatapan Su Qianci, pria itu berbalik untuk menatap wanita itu. Saat itu siang hari, jadi sangat terang. Pada pandangan pertama, dia melihat sebuah anting-anting berlian biru berbentuk salib di daun telinganya. Karena terang, Su Qianci dengan jelas melihat bahwa rambut pria itu berwarna terang di balik topinya. Bibirnya sangat pucat sehingga bahkan garis bibirnya pun tidak bisa terlihat dengan jelas. Pada saat itu, pria itu menyadari tatapan Su Qianci dan meletakkan kelereng itu di tangannya ke hadapan Su Qianci dengan sebuah senyum provokatif. Su Qianci mengenali pria itu dengan seketika. Bukankah itu pria yang melecehkannya di tempat parkir yang gelap dan kemudian di kamar Hotel Royal? "Kau ¡­." Su Qianci menjadi sedikit marah. "Shuang Yu!" Pria itu tampak ketakutan, membalikkan badannya, dan berlari. "Shuang Yu, tangkap pria itu!" Shuang Yu telah berada di dekat Su Qianci. Melihat ke arah yang ditunjuk oleh Su Qianci, dia dengan segera menyusul. Su Qianci juga mengambil tasnya dan berlari menuju pintu. Lu Yihan merasa sedikit terkejut. Kenapa Su Qianci bersikap begitu impulsif? Selama bertahun-tahun, wanita itu telah menjadi sangat dewasa, dan saat ini Su Qianci tidak seperti dirinya sendiri yang tenang. Apakah ada sesuatu yang lebih penting daripada keadaan Lu Yihan saat ini? Lu Yihan menatap wanita itu dengan tajam dan bertanya, "Qianqian, kau mau ke mana?" "Aku akan segera kembali." Su Qianci meninggalkan kalimat ini dan dia sudah keluar dari pintu. Lu Yihan merasa sangat kesal sehingga dia menghubungi asistennya untuk membawakan pakaian dan kemudian pergi ke toilet. Pria misterius yang menyebabkan semua ini sedang berdiri di sebuah sudut di luar restoran, menatap Lu Yihan dengan sepasang mata yang lembut dan cerah di balik kacamata hitamnya. Shuang Yu dan Su Qianci melihat ke sekeliling, dan tiba-tiba Su Qianci melihat pria itu di dekat restoran dan meminta Shuang Yu untuk mendekatinya dengan diam-diam. Ketika pengawal itu mendekatinya tanpa suara, pria itu tiba-tiba menoleh dan mengangguk kepada mereka. Kemudian pria itu membalikkan badannya dan berlari lagi! Meskipun pria itu sedang berlari, dia terlihat seperti sedang berjalan-jalan santai, berbalik dan memandang mereka dari waktu ke waktu, seolah dengan sengaja menggoda mereka. Shuang Yu merasa kesal dan berlari lebih cepat. Tetapi pria itu juga mempercepat larinya. Tiba-tiba, pria itu berhenti dan melemparkan sesuatu ke arah Shuang Yu. Chapter 574 - Dia Telah Pergi, Jadi Segalanya Berbeda Shuang Yu menghindari benda itu, menyusul lagi, tetapi pria itu sudah masuk ke dalam lift dan memberi hormat pada pengawal itu dengan dua jarinya. Ketika Shuang Yu tiba, pintu lift sudah tertutup, dan pengawal wanita itu tidak bisa menyusul. Su Qianci mengambil benda yang telah dilemparkan pria itu, mengerutkan kening. Itu adalah sebuah liontin. Menggantung pada sebuah rantai, dan hasil pengerjaannya sangat baik. Bentuk liontin itu seperti nyala api dengan sebuah kepala serigala di atasnya, dan leher serigala itu dihiasi sebuah permata biru. Sangat berharga. Tapi yang menarik perhatian Su Qianci bukanlah nilainya, melainkan bentuknya. Bukankah bentuk ini adalah gambar di buku harian ibu milik Tang Mengying? Bagaimana mungkin ¡­. Apakah liontin ini milik Tang Mengying? Namun, orang ini telah dua kali melecehkannya. Apa yang dia coba katakan dengan menjatuhkan kalung ini pada saat ini? Apa yang ingin dia ungkapkan? Apakah itu untuk menjelaskan bahwa dia memiliki hubungan dengan Tang Mengying? Atau, apakah dia ingin menjelaskan sesuatu yang lain? Su Qianci menatap kalung itu untuk waktu yang lama, menaikkan matanya, dan melihat Shuang Yu berbalik dan menggunakan bahasa isyarat: Apakah Anda masih menginginkan saya untuk mengejar pria itu? Su Qianci dengan perlahan menggelengkan kepalanya. "Kembalilah, Yihan masih menunggu kita." Setelah menyimpan kalung itu, dia kembali ke restoran. Setelah dia duduk di kursinya yang semula, Lu Yihan kembali setelah sepuluh menit kemudian, dan pakaiannya telah diganti. Suasananya canggung. Tak satu pun dari mereka makan dengan banyak. Tepat ketika Su Qianci sedang makan es krim, Lu Yihan berkata, "Qianqian, beberapa hari lagi adalah ulang tahun kelima perusahaan kita, dan kau adalah seorang pemegang saham utama ¡­." "Aku khawatir aku tidak punya waktu," Su Qianci menggigit sendoknya dan menghentikan Lu Yihan sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya. "Kau tahu, aku sedang mengembangkan sebuah proyek baru belakangan ini dan menjadi sangat sibuk. Jinnan antara tidak familier atau tidak tertarik, jadi ¡­." Lu Yihan terdiam. Grup LS telah dikelola oleh Su Qianci dan Li Jinnan selama bertahun-tahun. Lu Yihan tidak yakin siapa yang menjadi presiden utamanya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, LS telah dihidupkan kembali dari ambang kebangkrutan pada awalnya. Sampai saat ini, Grup LS sama hebatnya dengan ketika Li Sicheng masih berada di sini. Ini pasti ada hubungannya dengan Su Qianci. "Aku tahu perusahaan kita tidak besar saat ini, tapi ¡­." "Perusahaan kita sangat hebat. Hanya perlu beberapa tahun bagi semua orang untuk mengetahuinya. Sekarang, siapa yang tidak mengenal dirimu, Presiden Lu? Tetapi aku benar-benar sibuk. Jika ada waktu, aku akan pergi, Yihan." "Baiklah," Lu Yihan sedikit tersenyum, matanya memicing. "Kalau begitu aku akan menunggumu." Setelah makan siang, kedua orang itu pergi ke tempat parkir bawah tanah tanpa berbicara. Ketika mereka akan berpisah, Lu Yihan tiba-tiba menghentikan wanita itu. Su Qianci menoleh dan menatap pria itu. Lu Yihan tersenyum lembut, matanya tertuju pada Su Qianci. Dia berkata, "Kau tidak perlu menghindari aku seperti ini. Tidak bisakah kita kembali seperti dulu? Kau masih tetap Qianqian, aku masih tetap Lu Yihan, sama seperti ketika Li Sicheng masih di sini. Bisakah kita?" Su Qianci mendengar kata-kata itu dan mengerjapkan matanya. Tiba-tiba menggelengkan kepalanya, suaranya terdengar agak lirih. "Yihan, dia telah pergi, jadi semuanya berbeda, kau tahu, semuanya." Lu Yihan tersenyum dan menundukkan kepalanya, memberi Su Qianci sedikit dorongan. "Kembalilah sekarang. Aku harus kembali bekerja juga." Chapter 575 - Wanita Itu Segera Kembali "Selamat tinggal." "Selamat tinggal." Perpisahan yang biasa. Akan tetapi, ketika Lu Yihan membalikkan badannya, mata pria itu berkaca-kaca. Selamat tinggal, itu tidaklah sama. Kau tahu, semuanya berbeda. Kembali ke dalam mobilnya, Lu Yihan duduk tak bersuara untuk waktu yang lama. Menyaksikan mobil Su Qianci yang bergerak menjauh, dia menatap ke arah kejauhan. Setelah beberapa saat, dia memandangi setir mobil. Mobil ini telah bersama dirinya selama lebih dari empat tahun. Meskipun perusahaannya telah sukses dan dia memiliki aset lebih banyak, Lu Yihan tidak pernah berpikir untuk mengganti mobil ini. Lu Yihan merasa segan. Dirinya hanya ingin melindungi Su Qianci dengan hati-hati dan tidak membiarkan wanita itu terluka. Apakah hal ini benar-benar salah? Telapak tangannya membelai setir di depannya, dan bibir Lu Yihan melengkung membentuk sebuah senyum getir. "Sudah waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal, kawan lama." Kemudian Lu Yihan menyalakan Renault merah miliknya dan perlahan bergerak maju. Lu Yihan dan Su Qianci tidak menyadari bahwa di sebuah sudut tersembunyi tempat parkir itu, sebuah mobil sport berwarna putih telah terparkir untuk waktu yang cukup lama. Duduk di dalamnya adalah pria yang dikejar Su Qianci. Dengan satu tangan di jendela, matanya menatap tajam ke arah mereka. Tiba-tiba, dari anting-anting biru di daun telinganya terdengar sebuah suara yang terburu-buru, "Kembalilah. Wanita itu segera kembali." Dia mengulurkan tangan dan menekan berlian biru itu. Mobil sport putih itu tiba-tiba dinyalakan, bergegas pergi. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah Su Qianci keluar dari restoran, dia tidak kembali ke kantor, tetapi pulang ke rumah. Ketika Kapten Li melihat cucu mantunya kembali, dia merasa sedikit bersalah. Pria tua itu meregangkan tubuhnya, menepuk-nepuk kakinya dan berkata, "Oh, aku mulai lelah. Orang tua ini harus beristirahat sekarang." Su Qianci dibuatnya tak bisa berkata-kata, merasa geli dan kesal pada saat yang bersamaan. Dia hanya memasang sebuah raut wajah muram dan langsung masuk ke dalam kamar. Mengeluarkan buku harian ibu itu, Su Qianci membuka halaman berisi gambar itu. Gambar itu adalah sebuah nyala api berbentuk kepala seekor serigala, dengan sebuah bintang di bagian tengahnya. Garis-garisnya tegas, digambar dengan sebuah pena berwarna. Dia mengambil kalung itu dan menemukan bahwa tidak ada perbedaan di antara keduanya. Kepala serigala itu berwarna biru, apinya berwarna oranye-merah, dan bintang itu adalah sebuah safir 1 . Su Qianci langsung merasa yakin bahwa orang yang telah melecehkannya dua kali itu pastilah bekerja untuk Tang Mengying. Namun, Tang Mengying, Li Sicheng, Bo Xiao dan Rong Anna semuanya telah menghilang untuk waktu yang begitu lama. Jika mereka tiba-tiba kembali, mengapa mereka tidak menunjukkan diri? Apa tujuan mereka? Merasa gugup, dia dengan segera berdiri dan keluar dari pintu. Ketika dia melihat Nanny Rong, dia langsung bertanya, "Di mana anak-anak?" Nanny Rong terkejut melihat raut wajah Su Qianci. "Sedang bermain di halaman belakang." Li Jianyue sedang memegang seekor kelinci kecil dan mencoba memasukkan sebatang wortel ke dalam mulut kelinci itu. Li Jianqian tidak tahan menyaksikan hal itu lagi, memalingkan muka dan bermain dengan sebuah iPad. Li Mosen menarik tangan gadis kecil itu dan berkata, "Kelinci itu akan membencimu jika kau terus melakukan ini." "Ah?" Li Jianyue tampak ketakutan. "Aku hanya ingin kelincinya kenyang. Kenapa kelinci itu akan membenciku?" "Pikirkan tentang hal ini, jika kau tidak mau makan apa-apa, tapi aku mengambil sebatang wortel dan memasukkannya ke mulutmu, akankah kau membenciku?" "Iya!" Li Jianyue tiba-tiba berkata, dan langsung membuang wortel itu, menatap Li Mosen dengan matanya yang bersinar. "Kakak Mosen, kau sangat pandai!" Batu permata berwarna biru tembus pandang. Chapter 576 - Menyenangkan Li Mosen sedikit tersipu dan memberi gadis kecil itu sebuah tarikan. "Bukan apa-apa. Kakakmu jauh lebih pandai daripada aku." Li Jianyue melirik Li Jianqian dan mendengus, "Kakakku tidak pandai sama sekali. Dasu adalah seorang idiot, bodoh dan kotor!" Li Jianqian bersikap seolah-olah dirinya tidak mendengar apa-apa, yang mana membuat Li Jianyue menjadi kesal. Sambil bertolak pinggang, gadis kecil itu berteriak di depan kakaknya, "Dasu idiot, Dasu bodoh, Dasu kotor!" Li Jianqian terbunuh dalam game 1 itu, menjerit, dan berguling-guling di tanah. Pemandangan ini membuat adik perempuannya merasa senang. Gadis kecil itu tertawa. "Idiot, idiot!" "Pergilah, aku sedang bermain game!" Li Jianqian duduk dan melanjutkan untuk berjuang. "Ini semua karena rekan satu timku sehingga aku kehilangan semua pangkatku!" Li Jianyue tidak benar-benar memahami perkataan kakaknya. Dia berlutut dan memperhatikan kakaknya bermain. Melihat keterampilan memanah kakaknya yang hebat, dia mengerjap, matanya sebesar mata sebuah boneka, dan bertanya, "Kakak, bisakah kau membiarkanku bermain?" "Tidak, minta Mosen untuk bermain denganmu." Li Jianyue menjadi marah, berdiri, dan menjejakkan kakinya. "Dasar pelit!" Su Qianci melangkah ke halaman belakang dengan sangat cepat dan menghela napas lega ketika dia melihat ketiga anak itu aman dan terkendali. Para pengawal berdiri di beberapa tempat di halaman belakang itu, dan tidak perlu merasa khawatir tentang masalah keselamatan. Li Jianyue melihat Su Qianci datang mendekat, dan segera mengerutkan bibirnya. Dengan wajahnya yang merona merah, air mata gadis kecil itu tiba-tiba menetes. Dia menangis dan bergegas menuju ibunya, berteriak: "Bu!" Su Qianci melihat putrinya seperti ini, berlutut, mengangkat gadis kecil itu, dan mengulurkan tangan untuk menyeka air matanya. Merasa patah hati, dia menghibur gadis kecil itu, "Apa yang terjadi pada Ersu?" "Kakak menggangguku!" Li Jianyue mengarahkan jarinya ke Li Jianqian yang sedang terobsesi dengan game itu dan menuduh. "Dia tidak membiarkanku memainkan game miliknya, dan aku tidak akan berbicara dengan Dasu lagi!" Su Qianci tersenyum dan menggendong putrinya untuk menyaksikan putranya memainkan game tersebut. Dan kemudian dirinya melihat kata "menang" muncul di layar. Li Jianqian bersorak dan tertawa dengan keras. "Bu, kau lihat, aku menang, aku menang!" Su Qianci mengenali game itu seketika. Ini adalah game online yang telah populer selama bertahun-tahun, yang membuat Luo Zhan sangat terobsesi dengan game ini sehingga pria itu belum memiliki kekasih sejauh ini. "Game semacam ini ¡­ siapa yang mengajarimu memainkannya, itu ¡­." Su Qianci pernah memainkannya untuk beberapa waktu sebelumnya, dan dirinya selalu terbunuh dengan segera. Setelah dua hari bermain, dia merasa kecut. "Paman Luo Zhan mengajariku cara bermainnya. Game ini sangat menyenangkan." "Adikmu juga ingin bermain. Bisakah kau berbagi dengan adikmu?" Su Qianci bertanya. "Tidak, adikku sangat bodoh. Aku tidak ingin dia bermain." Li Jianqian berkata tanpa penyesalan. Li Jianyue menjerit dan menangis dengan keras. "Bu, Dasu selalu mengatakan aku ini bodoh!" Para pengawal di samping melihat pemandangan ini dan merasa geli. Gadis kecil itu disebut bodoh sepanjang hari, dan dia tidak pernah menangis. Namun, di depan Su Qianci, gadis kecil itu terus-menerus menangis. Su Qianci tidak mengetahui hal ini, menyeka air mata putrinya. "Bisakah kau bermain dengan Kakak Mosen saja? Biarkan kakakmu bermain sendiri dan jangan bermain dengannya. Minta kakak Mosen-mu untuk mengabaikan kakakmu juga." "Cih, aku tidak akan bermain dengan kakakku lagi di masa yang akan datang!" Permainan digital yang dimainkan di ponsel, tablet dan kompute Chapter 577 - Pesan Dari Pria Itu Li Jianyue membuat seraut wajah mengejek pada Li Jianqian. Namun, Li Jianqian mengabaikan adiknya. Gadis kecil itu merasa semakin tersinggung, turun dari pelukan Su Qian, dan bermain dengan Li Mosen. Su Qianci menatap mereka dan tersenyum. Dasu seperti ayahnya, cerdas dan dewasa. Meskipun Ersu suka dimanja, dia juga sangat bijaksana. Tidak sebanding dengan Dasu, tetapi dibandingkan dengan anak berusia tiga tahun kebanyakan, Ersu jauh lebih pintar. Su Qianci memeriksa arlojinya dan sudah pukul dua siang lewat. Dia berjalan keluar dari halaman belakang, kembali ke kamar tidurnya, mengambil ponsel, dan memotret gambar itu untuk dikirimkan pada Luo Zhan. Pekerjaan mencari tentu saja harus diserahkan kepada Luo Zhan. Tepat ketika Su Qianci memotret sisi lain kalung itu, dia secara tidak sengaja menemukan bahwa di belakang kalung itu terdapat sebuah kaitan kecil yang amat sangat sulit ditemukan. Dia dengan perlahan-lahan menjepit kaitan itu dengan kukunya dan jepret! Sebuah tutup kecil terbuka, dan bubuk halus berwarna abu-abu beterbangan. Su Qianci mengerutkan keningnya dan menuangkan bubuk itu ke atas buku catatan itu. Namun, hal yang tidak terduga adalah bubuk abu-abu itu tertarik oleh sesuatu dan berkumpul di suatu tempat. Pupil mata Su Qianci menyusut dengan tajam, dan dia menuangkan bubuk yang tersisa ke bawah. Bubuk itu langsung menempel pada permukaan kertas, terlihat seperti hendak membentuk beberapa bentuk atau huruf. Apa ini? Su Qianci mengosongkan liontin tersebut, dan bubuk itu menunjukkan "TL" di bagian bawah buku. TL. Tang Qing? Jantung Su Qianci tiba-tiba berdetak lebih cepat. Dua huruf "TL" itu tampaknya sedang tersenyum pada dirinya. Simbol ini adalah milik Tang Mengying, TL adalah Tang Qing, dan dirinya pada awalnya berpikir bahwa Tang Qing dan Tang Mengying pasti memiliki sebuah hubungan. Tampaknya sangat perlu untuk bekerja sama dengan TL untuk sekali waktu. Dia menutup buku catatan tersebut dan mengambilnya. Su Qianci memasukkan kalung itu ke dalam sakunya. Bubuk abu-abu itu tampak seperti sebuah bahan kimia. Jika dia tidak salah menebak, itu seharusnya adalah bubuk magnet. Setelah dia mengirimnya ke laboratorium, dirinya diberi tahu bahwa itu adalah benar-benar bubuk magnet. Su Qianci membeli sejumlah bubuk magnet lagi dan menaburkannya di atas buku itu, yang mana dengan cepat membentuk beberapa buah karakter besar. Monopoli; Bakarat. Apa artinya itu? Monopoli dan bakarat adalah permainan judi yang umum di kasino. Apakah itu seharusnya menjadi sebuah petunjuk? Tunggu, kasino? Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk memikirkan saat ketika dirinya disandera oleh Bo Xiao empat tahun lalu. Bukankah tempat itu adalah sebuah kasino? Bo Xiao dan Rong Anna melakukan transaksi di Kota Bintang pada saat itu, dan petunjuk ini muncul pada barang-barang milik Tang Mengying. Sekarang TL jelas terlibat, sepertinya ¡­ semua petunjuk ini telah terhubung. Tapi apa yang hilang? Su Qianci mengerutkan keningnya, sembari dirinya mau tidak mau memikirkan tentang pria yang melemparkan kalung itu padanya. Pria itu sepertinya tidak ingin menyakiti dirinya. Dengan keahliannya, akan mudah bagi pria itu untuk melakukan apa saja. Meskipun pria itu mengambil uang miliknya dan bahkan melecehkan dirinya malam itu, pria itu tidak menyebabkan kerugian yang besar terhadap dirinya dan anak-anaknya, bukan? Su Qianci memikirkan bibir pucatnya dan bertanya-tanya siapa pria itu dan apa yang dia rencanakan. Chapter 578 - Menguji Tang Qing TL telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, bukan hanya karena ada dukungan yang kuat di belakangnya, tetapi juga karena desain arsitektur mereka yang terkenal. Berita bahwa LS memutuskan untuk bekerja sama dengan TL mengejutkan setengah Kotaraja. Bahkan Tang Qing pun merasa sangat terkejut. Tapi bisnis adalah bisnis, Tang Qing tidak mempunyai alasan untuk tidak menerima kerjasama itu. Namun, yang lebih mengejutkan Tang Qing adalah kenyataan bahwa Su Qianci benar-benar berbicara dengan dirinya secara langsung. Su Qianci membuat sebuah janji untuk menemui Tang Qing di Kota Bintang, membawa Shuang Yu dan juga pengawal terkuat yang paling dipercaya oleh Li Jinnan. Asistennya yang bermarga Bai mengikuti Su Qianci tanpa bersuara, memegang setumpuk dokumen. Su Qianci sekali lagi bertemu Tang Qing dan masih merasa takut dengan wajah wanita itu. Jelas terlihat bahwa wajahnya adalah sebuah wajah yang sudah menjalani operasi plastik. Meskipun riasan wajahnya tebal, kekakuan dari wajah Tang Qing tidak dapat disembunyikan. Akan tetapi, setelah bertahun-tahun berlatih, Su Qianci telah mempelajari bagaimana caranya untuk mengenakan "sebuah topeng". Diskusi dengan Tang Qing berlanjut dari pukul dua hingga pukul lima sore. Setelah berbicara untuk waktu yang lama, Su Qianci tiba-tiba bertanya, "Apakah Anda mengetahui cara bermain bakarat?" Tang Qing terlihat sedikit terkejut dan mengangguk. "Sedikit. Saya tidak menyangka bahwa Anda meminta saya bertemu di sini untuk bermain bakarat dengan saya." "Ya, sudah lama sejak terakhir kalinya saya bermain. Tangan saya terasa gatal." "Anda mengetahui cara bermainnya?" Tang Qing menatap Su Qianci dengan setengah tersenyum. Tatapan mata Su Qianci tiba-tiba menjadi tajam. Menatap kembali pada wanita itu, dirinya bertanya, "Bagaimana Anda dapat mengetahui bahwa saya tidak bisa bermain?" Tang Qing terlihat jujur dan berkata, "Saya belum pernah mendengar tentang Presiden Su yang pergi ke sebuah kasino. Hal itu benar-benar tidak terduga." "Oh ¡­." Su Qianci sedikit tersenyum dan berkata dengan ambigu, "Saya berpikir Anda telah mengenal saya sebelumnya. Sepertinya saya menanggapinya secara berlebihan." Tang Qing tertawa, "Dulu saya adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil. Karena istri bos merasa takut bahwa saya akan merayu suaminya, bos memecat saya." Dia berkata, menatap Su Qianci dan menyentuh wajahnya sendiri, "Jangan memandang wajah ini sekarang. Saya dulunya cantik." Hati Su Qianci bahkan semakin sulit dikendalikan, dan tangannya yang berada di bawah meja terkulai di pahanya. Apakah Tang Qing ini sedang mengingatkan dirinya tentang sesuatu? Su Qianci merasa semakin besar kemungkinan bahwa wanita ini adalah Tang Mengying. Tapi mana buktinya! Su Qianci hampir bertanya secara langsung pada wanita itu: Apakah kau Tang Mengying? Di mana kau sembunyikan suamiku? Di belakang Su Qianci, Shuang Yu mengulurkan tangan dan meletakkan kedua tangannya di bahu majikannya. Tubuh Su Qianci menjadi sedikit kaku dan kemudian menjadi lebih tenang. Sambil menatap Tang Qing, dia tersenyum. "Anda juga sangat cantik sekarang, tetapi sepertinya Nona Tang tidak cukup percaya diri dan memakai terlalu banyak riasan wajah. Jika Anda menyingkirkan sebagian dari riasan wajah Anda, Anda bahkan mungkin terlihat lebih cantik. Kebetulan saya adalah ahlinya di bidang ini. Bisakah saya memperbaiki riasan wajahnya untuk Anda? " Tang Qing menyentuh wajahnya sendiri dan tersenyum dengan senang, "Anda sangat baik, tapi tidak perlu melakukannya. Apa Anda tidak ingin bermain bakarat? Mari kita pergi." Su Qianci tidak memaksa, berdiri, dan membiarkan Tang Qing memimpin jalan. Dia diam-diam memberi sebuah isyarat pada Shuang Yu: Awasi wanita ini! Shuang Yu tidak merespons tetapi mengingat perintah itu. Tang Qing membawa seorang asisten dan seorang pengawal. Sepertinya Su Qianci memiliki lebih banyak orang yang mengikuti dirinya. Akan tetapi, Su Qianci merasakan adanya sebuah bahaya karena suatu alasan. Tang Qing membiarkan asistennya mengambil kepingan-kepingan untuk berjudi dan menaikkan alis lurusnya yang panjang. "Bankir atau pemain?" Chapter 580 - Identitas Tang Qing Yang Sebenarnya Su Qianci tampak tercerahkan dan mengangguk. "Oh itu sebabnya. Saya minta maaf, saya suka sedikit menyentuh-nyentuh ketika saya sedang bersemangat." Tang Qing menunjukkan sebuah senyum sinis di wajahnya, mencubit tangannya sendiri dengan jari-jarinya. Titik-titik itu terhubung dalam benak Su Qianci. Tang Qing, Tang Mengying. Ha ha ¡­. Akan tetapi, jika Tang Qing adalah Tang Mengying, kenapa Tang Mengying melakukan operasi plastik? Tang Mengying merasa paling puas dengan wajahnya sendiri. Wajahnya halus dan cantik. Penampilan gadis itu telah memenangkan cinta dan kekaguman paling banyak sejak dirinya masih kecil. Dia selalu bersikap arogan bak seekor burung merak. Sekarang, dia merusak wajahnya itu sendiri? Meskipun dia menjadi putri seorang pembunuh, psikopat, dan kriminal empat tahun yang lalu, dan masih menjadi buronan di seluruh negeri, harga yang harus dibayarkan masih terlalu mahal untuk menyembunyikan identitas dirinya sebagai Tang Mengying. Berdasarkan karakter Tang Mengying, gadis itu tidak akan pernah mau melakukan hal ini. Kemudian hanya ada satu penjelasan yang tersisa. Yang mana adalah ¡­ wajah Tang Qing telah hancur. Oleh karena itu, dia harus menjalani operasi plastik. Oleh karena itu, dia perlu mengubah wajah dan identitasnya. Namun, ini hanyalah sebuah dugaan Su Qianci. Pada akhirnya, sebuah makan malam berupa hidangan makanan laut akan cukup untuk memastikan apakah wanita itu adalah Tang Mengying atau bukan. Meskipun wajah dan identitas seseorang dapat diubah, kepribadian, kebiasaan, dan bentuk tubuhnya tidak dapat diubah, bukan? Keluar dari Kota Bintang, Tang Qing tanpa sadar menuju ke mobilnya sendiri. Sebelum Su Qianci masuk ke dalam kendaraan miliknya, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata, "Tunggu sebentar, Nona Tang, kita sepertinya belum membicarakan masalah ganti rugi yang dilikuidasi. Saya pikir perlu untuk membahasnya. Ini adalah mobil saya. Apakah Anda bersedia kemari?" Undangan yang tiba-tiba itu bukan hanya merupakan sebuah kejutan kecil bagi Tang Qing, tetapi juga membuat siaga pengawal wanita itu, yang menatap Su Qianci dengan sejumlah kewaspadaan. Su Qianci mengangkat bahunya secara tak berdaya dan tertawa. "Ayolah, mobil ini sangat besar. Saya membelinya untuk anak-anak saya. Dapatkah kita pergi bersama?" Tang Qing bertukar pandang dengan pengawal itu, dan Su Qianci berkata, "Ayo, apakah Anda takut saya akan memakan Anda?" Tang Qing merasa bimbang sejenak, lalu dengan perlahan berjalan mendekat dengan pengawalnya. Asisten wanita itu masuk ke dalam mobil Tang Qing dan mengikuti RV 1 itu. RV tersebut besar dan luas, dengan kursi pengemudi dan penumpang di bagian depan, sebuah kursi lipat di bagian belakang dan sebuah sofa kulit berwarna merah yang cukup besar bagi seorang dewasa untuk berbaring. Setelah Tang Qing duduk, Su Qianci memberi tahu wanita itu tentang ganti rugi yang dilikuidasi dan ruang lingkupnya. Shuang Yu duduk bersama pengawal Tang Qing. Mereka saling memandang tanpa berbicara sepatah kata pun. Setelah Su Qianci selesai berbicara, dia tiba-tiba berseru, "Bagaimana rambut Anda bisa berantakan? Ini tidak bagus." Dia mengeluarkan sebuah jepit rambut berwarna hitam dari tasnya dan berkata, "Seorang gadis itu selalu cantik, ayo, saya akan membantu Anda memasangkannya." Tang Qing ingin menolaknya, tetapi satu tangan Su Qianci berada di sofa dan tangan yang lainnya menyentuh bagian atas kepala wanita itu. Pengawal Tang Qing menatap tangan Su Qianci yang berada di kepala Tang Qing, karena merasa takut terhadap tipuan kecil Su Qianci. Dengan segera, Su Qianci duduk kembali, tersenyum. "Sangat bagus, sangat indah." Melihat bahwa pengawal itu memasang wajah muram, dirinya tampak bingung dan terkekeh-kekeh. "Apa?" Recreational Vehicle, sebuah kendaraan bermotor atau trailer yang mencakup tempat tinggal yang dirancang untuk akomodasi. Chapter 581 - Bahkan Li Sicheng Pun Bukan Tandinganmu "Tidak ada apa-apa, pengawalku terlalu gugup." Tang Qing juga tertawa, dan mobil itu kebetulan sudah berhenti. "Ayo, mari kita turun." "Baiklah, tamu yang turun terlebih dahulu." Su Qianci mengulurkan sebelah tangannya. Tang Qing dan pengawalnya turun dari RV bersama-sama. Shuang Yu menoleh untuk melihat ke arah Su Qianci, Su Qianci tersenyum pada pengawalnya itu, dan terlihat sebuah senyuman di wajah Shuang Yu. Selesai! Su Qianci bangkit berdiri dan turun dari RV. Dia kemudian menggandeng lengan Tang Qing dan berjalan masuk ke dalam. Pengawal Tang Qing mengerutkan keningnya. Tang Qing terlihat sedikit malu, ingin mendorong Su Qianci menjauh, tetapi Su Qianci tampaknya tidak menyadari penolakan Tang Qing. Sambil menarik wanita itu, Su Qianci meminta pelayan untuk mencarikan sebuah ruangan untuk mereka. Karena hanya untuk beberapa orang saja, ruangan itu tidaklah cukup besar untuk memiliki kamar mandi di dalamnya. Setelah Tang Qing melihat ke sekeliling, dia merasa rileks dan berkata, "Aku akan ke kamar mandi." Su Qianci mengangguk, "Pergilah." Pengawal pria itu tentu saja mengikuti majikannya, jadi Su Qianci mendengus, "Apakah kau mengikuti Nona Tang ke kamar mandi?" Tang Qing tertawa, tetapi pengawal itu tidak berhenti. Setelah Tang Qing pergi, Shuang Yu juga keluar dan berdiri di depan pintu, menyaksikan mereka pergi menjauh. Senyum di wajah Su Qian memudar, dan dia mengeluarkan ponsel dari tasnya dan membuka aplikasi pencari lokasi. Lokasi Tang Qing terlihat di sana. Setelah mengeluarkan sebuah penyumbat telinga berwarna hitam seukuran kuku, Su Qianci memasukkan benda itu ke dalam telinganya dan kemudian menutupinya dengan rambutnya. "Wanita itu menjadi semakin cerdik. Hanya dalam beberapa tahun, dia telah mempelajari banyak trik milik Li Sicheng!" Itu adalah suara Tang Qing. "Hush," Terdengar suara pengawal itu, lalu menjadi sunyi. "Oke, itu hanyalah sebuah jepit rambut biasa." "Kau berpikir terlalu jauh mengenai wanita itu. P*lacur itu cukup bodoh. Dia tidak akan punya otak untuk melakukan apa pun pada jepit rambut itu. Namun, kurasa dia sudah mulai meragukanku. Dia tahu bahwa aku tidak bisa makan makanan laut. Bagaimana aku bisa menghindari hal itu sekarang?" "Katakan saja yang sebenarnya. Banyak orang yang alergi terhadap makanan laut. Bagaimana dia bisa berpikir bahwa Anda adalah Tang Mengying?" "Tidak, dia tidak sebodoh itu. Dia telah memandangi tanganku. Aku pikir dia seharusnya menyadari sesuatu. Dan juga, tidakkah kau mendengar apa yang baru saja dia katakan? ''Sekalipun aku kehilangan segalanya, aku akan tetap menjadi pemenang yang terbesar.'' Wanita itu jelas-jelas sedang mencoba untuk mengujiku dan memprovokasi diriku! " "Jangan terlalu banyak berpikir. Sekarang Anda adalah pemenang yang terbesar. Bahkan Li Sicheng pun bukan tandinganmu. Dalam beberapa tahun terakhir, Anda telah menyiksa pria itu seperti seekor anjing. Siapa sih wanita itu?" Mendengar ini, Su Qianci merasakan sebuah perasan yang kuat langsung dari hatinya. [Sekarang Anda adalah pemenang yang terbesar.] [Bahkan Li Sicheng pun bukan tandinganmu.] [Dalam beberapa tahun terakhir, Anda telah menyiksa pria itu seperti seekor anjing.] Kata-kata itu terngiang-ngiang di dalam kepala Su Qianci. Tercekat, dia merasa matanya menjadi buram. Serius! Li Sicheng masih hidup. Suaminya masih hidup! Meskipun dia selalu percaya bahwa Li Sicheng belum meninggal, ketika mendengar berita yang akurat itu, Su Qianci masih merasa terkejut. Li Sicheng belum meninggal, tetapi apa yang terjadi pada suaminya? Di mana Li Sicheng berada sekarang? Apa yang dilakukan Tang Mengying pada Li Sicheng, dan bagaimana keadaan suaminya saat ini? Su Qianci tidak mengetahui apa pun! Tang Mengying tidak menyadari bahwa rahasianya telah terungkap ke telinga Su Qianci. Wanita itu mendengar kata-kata pengawalnya dan tertawa dengan angkuh. "Ha ha ha ¡­ kau benar. Bahkan Li Sicheng bukan tandinganku. Siapa sih Su Qianci?" Chapter 582 - Ayo Kita Pulang Dan Goda Anak Anjing Itu Kalimat ini jelas-jelas merupakan stimulan 1 terbesar bagi Tang Mengying, dan suara tawanya terdengar gila dan memuakkan. Hati Su Qianci menjadi kelam. Dia mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya. Tang Mengying! Tang Mengying tidak akan berpikir bahwa ketika dirinya berada di dalam mobil, jepit rambut itu hanyalah sebuah pengalih perhatian. Trik sebenarnya berada di bagian bawah tas hitamnya, di mana sebuah alat penyadap pencari lokasi itu diam-diam ditempelkan. "Kembalilah. Jika terlalu lama, wanita itu mungkin curiga." "Cih. Aku hanya perlu menggunakan Su Qianci untuk mengecoh para idiot itu. Kau pikir aku ingin bekerja sama dengan wanita itu? Aku sangat kesal ketika melihat Su Qianci!" Suara Tang Mengying terdengar penuh dengan penghinaan, dan dengan segera, Su Qianci mendengar suara sepatu hak tingginya. Mereka datang kembali. Menyeka air matanya, Su Qianci berpura-pura mengambil ponsel dan meletakkannya di telinganya. Tang Mengying telah mengembalikan penampilan dirinya yang sebelumnya dengan melepaskan jepit rambut itu. Saat memandang Su Qianci, wanita itu tersenyum. Melihat bahwa Su Qianci sedang menelepon, Tang Qing tidak mengatakan apa-apa. Su Qianci mengerutkan keningnya, seolah-olah dia telah mendengar kabar buruk. "Baik. Oke, aku tahu. Aku akan segera ke sana. Sampai jumpa nanti." Tang Mengying mendengar kata-kata Su Qianci dan menjadi sangat gembira, tetapi berpura-pura merasa menyesal dan berkata, "Apakah ada sesuatu yang tidak beres, Presiden Su?" Su Qianci mengangguk, ''menutup teleponnya''. "Ada sesuatu yang mendesak. Saya khawatir saya tidak bisa menemani Anda. Tapi saya sering datang ke restoran ini dan Anda bisa meminta mereka untuk mengirimkan tagihannya kepada saya. Maafkan saya." "Jangan khawatir. Anda terlalu sopan." Tang Mengying dengan waspada menyadari bahwa mata Su Qianci agak merah dan bertanya, "Ada apa? Apakah hal ini sangat mendesak? Tampaknya Anda sedang tidak berada dalam suasana hati yang baik." Su Qianci menggelengkan kepalanya, mengambil tasnya, dan berkata, "Tidak ada, hanya masalah pribadi saja. Jika demikian, saya akan pergi terlebih dulu." "Bagus." Su Qianci membetulkan arlojinya dan berjalan menuju pintu. Shuang Yu mengikuti, pengawal pria di belakangnya, dan dengan cepat meninggalkan ruangan itu. Tang Mengying dan pengawalnya merasa lega. "Tampaknya untuk sekali ini, dia mengundangku untuk makan malam tanpa mencurigai diriku. Maksudku, bagaimana dia bisa berpikir begitu banyak dengan otaknya? Jika itu adalah adik laki-laki Li Sicheng, itu akan lebih mungkin." "Bagaimanapun juga, ada baiknya untuk tetap aman. Kita perlu identitas ini sebagai penyamaran kita. Ayo kita pergi." "Ayo kita pulang dan goda anak anjing itu." Suara Tang Mengying terdengar penuh dengan kebanggaan, terutama ketika dia berkata ''anak anjing''. Dia bahkan tertawa kecil dengan mengerikan. Su Qianci menahan keinginannya untuk membalikkan badan dan menampar wajah Tang Qing, dan berjalan menuju ke mobilnya. Sopir Yang sedang mengemudi, dan Su Qianci sedang tidak terburu-buru untuk pulang. Sebaliknya dia malah menghubungi Luo Zhan. "Retas ponselku." Permintaan Su Qianci sederhana dan jelas. Sebelum Luo Zhan menjawab, wanita itu menutup teleponnya. Luo Zhan tercengang, tetapi dengan cepat mengikuti perintah Su Qianci. Dengan seketika, Luo Zhan melihat sebuah titik cahaya yang sedang bergerak cepat, dan garis-garis di sekitarnya menggambarkan bangunan-bangunan di sekitar titik itu dengan jelas. Layar ponsel itu dengan cepat berganti menjadi WeChat. Kemudian, Luo Zhan menerima pesan dari Su Qianci: Ini Tang Mengying. Li Sicheng masih hidup. Gadis itu mengurungnya! Melihat pesan Su Qianci tersebut, Luo Zhan tidak berani bertindak ceroboh sama sekali. Su Qianci mendengarkan pembicaraan Tang Mengying dengan pengawalnya itu, dan hatinya tidak bisa berhenti bergetar. Anak anjing, Tang Mengying mengatakan anak anjing itu. Apakah maksudnya ¡­ Li Sicheng? Sesuatu yang menjadi cambuk bagi peningkatan prestasi atau semangat bekerja (belajar dan sebagainya); pendorong; penggiat; perangsang. Chapter 583 - Aku Akan Melayani Pria Ini Bagaimana mungkin ¡­ bagaimana mungkin seseorang yang arogan seperti Li Sicheng diperlakukan seperti makhluk semacam itu? Ini lebih buruk daripada membunuh suaminya! Su Qianci duduk di sofa dengan tangannya yang berada di mulut, tidak bisa menahan air matanya. Tidak, tidak! Jika ini masalahnya, bagaimana mungkin Li Sicheng menerimanya, bagaimana mungkin suaminya bisa menerimanya! Su Qianci mengenal Li Sicheng, dia mengenal suaminya dengan sangat baik. Namun demikian pula dengan kekasih masa kecilnya, Tang Mengying juga mengenal Li Sicheng seperti telapak tangannya sendiri. Dia mengetahui apa yang harus dilakukan untuk membuat pria itu menjadi yang paling menderita, untuk membuat pria itu merasakan kesakitan yang paling parah ¡­. Hanya dengan menggunakan imajinasinya saja, Su Qianci merasa tidak mungkin dirinya bisa melaluinya. Dia ingin bertemu suaminya! Air mata menetes tak terkendali. Su Qianci merasa sepertinya ada sebuah tangan besar yang sedang mencengkeram hatinya dengan erat, dan sulit baginya untuk bernapas. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Ruang bawah tanah yang gelap itu terasa agak lembab. Kegelapan mengalir di udara dan hati. Ruang bawah tanah itu sangatlah gelap. Di dalam ruang bawah tanah, tidak ada cara untuk mengatakan apakah itu siang atau malam. Seseorang bahkan tidak bisa melihat jari-jarinya sendiri. Di dalam kegelapan, terdengar suara terengah-engah seekor binatang buas, sangat cepat, gila, dan kesakitan. Suara sepatu hak tinggi yang tajam mengetuk di lantai, membentuk sebuah irama yang cepat. Tang Mengying menyenandungkan sebuah nada kecil. Jelas terlihat, suasana hatinya sedang baik. Penjaga Jing Sao melihat wanita itu datang mendekat, secara sukarela mengeluarkan kunci, dan membuka sebuah pintu besi dan kemudian sebuah pintu kayu. Pada akhirnya, dia membuka pagar besi itu untuk membiarkan wanita itu masuk. Sambil membawa tasnya dan melenggak-lenggokkan tubuh seksinya, Tang Mengying masuk ke dalam dan menyalakan lampu untuk pertama kalinya. Ruang bawah tanah itu dipisahkan oleh sebuah kerangkeng besi yang tebal, di dalamnya adalah sebuah ruang berukuran kurang dari 5 meter persegi, dengan sebuah toilet dan peralatan mandi. Terdapat sebuah pemanas air listrik sederhana, selain toilet, sebuah cermin, sehelai handuk, sebuah cangkir, sebuah sikat gigi, dan sebuah pisau cukur. Tepat di bagian luar toilet, terdapat sebuah tempat tidur kecil yang sangat bersih dan sederhana. Hanya ada satu buah bantal, satu buah selimut, dan satu orang. Tidak ada lagi yang lainnya. Seorang pria berbaring di atas tempat tidur itu, melengkungkan tubuhnya menjadi bola dan memeluk lututnya. Sekujur tubuh dan kepalanya berkeringat. Pembuluh darah biru bermunculan di pelipis dan lehernya. Wajahnya merona merah, dan sudah jelas terlihat bahwa dia merasa sangat kesakitan. Karena kekurangan sinar matahari sepanjang tahun, kulitnya yang berwarna kecokelatan sehat menjadi pucat. Kulitnya terlihat hampir transparan, sangat pucat hingga kebiru-biruan. Bahkan pembuluh darahnya pun terlihat jelas, tampak lembut dan brutal. Li Sicheng memegangi tubuhnya dan terengah-engah dengan cepat. Dia melihat bahwa Tang Mengying masuk ke dalam dan mengulurkan tangan dari penjara besi itu. Dia berteriak dengan suara tidak jelas, "Beri aku, aku, Tang ¡­" "Oh ¡­." Tang Mengying mengambil tangan pria itu dan menariknya untuk menyentuh dadanya. "Aku akan memberikannya kepadamu. Kau menginginkan aku? Katakan padaku ¡­ Kau menginginkan aku atau tidak? Aku akan memberimu segalanya." Tangan Li Sicheng bergerak-gerak, tetapi saat menyentuh telapak tangan wanita itu yang lembut, dia tetap menarik tangannya kembali. "Beri aku ¡­ narkoba ¡­." "Apa yang kau katakan? Aku tidak mendengarnya. Lebih keras!" Tang Mengying sengaja tersenyum dan menoleh untuk melihat ke arah Jing Sao. "Buka pintunya dan aku akan melayani pria ini." Mendengar itu, tanpa ekspresi apa pun, Jing Sao mengeluarkan serenceng kunci dan membuka pintu besi itu. Chapter 584 - Seorang Pecandu Di Bawah Tanah Tang Mengying masuk ke dalam dari pintu yang terbuka itu dan melemparkan tasnya ke lantai. Begitu memasuki pintu, wanita itu tidak sabar lagi untuk melemparkan dirinya ke atas tubuh Li Sicheng. Dia bertanya, "Apakah kau menginginkan narkoba? Apa yang kau inginkan? Katakan padaku, memohonlah padaku." "Pergi!" Li Sicheng meraung, mendorong wanita itu dengan kuat dan menendang dadanya, melemparkan Tang Menying ke sudut ruangan. Tang Mengying menjerit dan dengan segera terjatuh ke lantai. Pengawal yang menemani wanita itu masuk merasa terkejut dan segera menghampiri dan membantu Tang Mengying berdiri. Namun, pada saat yang sama, pengawal itu menjadi sangat marah. Pengawal itu menghampiri dan langsung mengangkat tubuh Li Sicheng, melemparkan Li Sicheng keluar dan menginjak perutnya. Tubuh Li Sicheng terus menerus mengentak-ngentak, memegang kaki pengawal itu, tidak mampu melawan. Pengawal itu membungkuk dan memukuli wajah Li Sicheng yang pucat dengan keras, sambil berteriak, "Kep*rat, kau hanyalah seorang pecandu. Berhentilah bersikap seolah-olah kau lebih baik daripada kami semua!" Li Sicheng menjerit. Darah mengalir keluar dari sudut bibirnya. Dia hanya bisa memegang tangan pengawal itu tanpa melakukan hal lainnya. "Hentikan!" Tang Mengying berseru, "Jika kau membunuhnya, siapa yang akan menjalankan bisnis ini?" Pengawal itu segera berhenti dan mengangkat tubuh Li Sicheng, melemparkannya ke sudut ruangan. Li Sicheng terjatuh dengan keras dan merintih. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci mendengar suara berisik yang berasal dari tempat itu, dan air matanya mengalir dengan deras. Suara-suara itu ibarat sebuah anak panah yang tajam, menusuk-nusuk jantungnya lagi dan lagi. "Cukup! Jangan pukul suamiku ¡­." Su Qianci mundur di sudut tempat tidur, memegangi selimut. "Bagaimana ini bisa terjadi? Jangan lakukan ini ¡­." Telepon polisi, benar, polisi! Sekarang Su Qianci memiliki lokasi Tang Mengying pada saat ini, sehingga dia bisa menghubungi polisi untuk menangkap wanita itu! Su Qianci sibuk mencari ponselnya. Saat memegang ponsel itu, Su Qianci menyadari bahwa tangannya bergetar dengan hebat sehingga dia bahkan tidak bisa mengendalikan tangannya. Ketakutan, putus asa, dan marah. Semua perasaan itu saling berkaitan. Su Qianci tiba-tiba merasa bingung pada saat ini. Jika dia menghubungi polisi, Li Sicheng saat ini adalah seorang pecandu narkoba. Apakah suaminya akan masuk penjara juga? Bagaimana mungkin seseorang seperti Li Sicheng menerima keputusan seperti ini? Bagaimana mungkin Li Sicheng menerima hukuman penjara? Itu akan lebih buruk daripada membunuh suaminya! Namun, jika dirinya tidak memanggil polisi, apakah dia akan membiarkan mereka terus menyiksa suaminya? Apa yang harus dia lakukan ¡­. Otaknya kosong. Menatap tiga digit nomor yang baru saja dia tekan, dia akhirnya tidak jadi melakukan panggilan telepon dengan jarinya yang bergetar. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Wajah dan tubuh Li Sicheng telah berlumuran darah, tampak menyedihkan. Tang Mengying menatap pria itu, mencibir, dan mengulurkan tangan ke arah Jing Sao. "Narkoba." Penjaga wanita itu mengeluarkan sebuah kantong transparan kecil dari sakunya, dan ada bubuk putih di dalamnya. Setelah Tang Mengying melirik kantong itu, dia berkata kepada pengawal itu, "Turunkan dia. Aku akan menyuapi Li Sicheng dengan semestinya." Pengawal itu menunjukkan sebuah senyum bengis. Maju ke depan, dia menahan tubuh Li Sicheng dan membuka paksa mulutnya dengan satu tangan. Tang Mengying membuka kantong yang tertutup itu dan menuangkan isinya langsung ke mulut Li Sicheng. Li Sicheng meronta-ronta, menendang-nendangkan kakinya, tetapi dia dengan cepat memegang tangan Tang Mengying dan menuangkan isi kantong itu ke mulutnya. Dia mendambakan lebih banyak lagi dan menjadi sangat agresif, seperti seseorang yang berbeda dibandingkan pada saat dirinya menerima pukulan. Chapter 585 - Gula Dan Tepung Tang Mengying tertawa dengan angkuhnya. Suaranya terdengar kejam dan memuakkan. Wanita itu berkata, "Li Sicheng, apakah kau tahu seperti apa dirimu saat ini?" Li Sicheng tidak peduli dengan apa yang Tang Mengying katakan, memegang kantong transparan itu dan menuangkan isinya ke dalam mulutnya, menelan dengan penuh semangat, bernafsu untuk mendapatkan lagi, lebih banyak! Setelah menuangkan semua isinya ke dalam mulut, dia bersandar ke dinding dengan mata setengah terpejam, tubuhnya bergetar dalam kenikmatan. Tang Mengying melihat Li Sicheng seperti ini dan bahkan tertawa semakin keras. Dia berdiri dan menatap pria itu dari atas. "Kau seperti seekor anjing, seekor anjing mati yang dapat diinjak-injak oleh semua orang! Apakah kau tahu siapa yang aku temui hari ini? Presiden Su-mu. Seorang wanita yang luar biasa. Membesarkan dua orang anak dan mengelola perusahaan sebesar itu dengan baik, dan selama bertahun-tahun, dia belum pernah tertarik pada pria lain." Li Sicheng mendengarkan kata-kata itu tanpa membuka matanya dan tersenyum dengan dingin. Tang Mengying tersenyum dan mengeluarkan ponselnya untuk menunjukkan sebuah foto kepada pria itu. Dalam foto itu, Su Qianci mengenakan sebuah gaun berwarna hijau muda, yang terlihat bersih dan segar. Berdiri bersama Shuang Yu, Su Qianci terlihat lebih feminin dan anggun. Li Sicheng melihat foto ini dan tidak bereaksi sama sekali. "Hei, apa yang salah denganmu sekarang? Kau bahkan tidak ingin melihat istrimu? Tidak apa-apa, lalu apa pendapatmu tentang ini?" Sebuah foto lainnya, dua orang anak kecil yang menggemaskan, terlihat cerdas, terutama gadis kecil yang mengenakan gaun putri berwarna merah muda itu. Karakteristik wajahnya terlihat mirip dengan Su Qianci. Gadis kecil itu sedang marah pada anak laki-laki di sebelahnya, terlihat sangat menawan. Itu adalah putrinya. Anak perempuannya. Putri Li Sicheng dan Su Qianci benar-benar cantik. Tatapan mata Li Sicheng melembut, tetapi dia dengan cepat membuang muka. "Apa gunanya? Kau sekarang mengurungku di sini. Apa bedanya antara kondisiku saat ini dengan kematian?" "Tidak, masih ada sebuah perbedaan. Perusahaan kita masih tergantung padamu, Li Sicheng." Tang Mengying tersenyum dan mengeluarkan dokumen-dokumen, "TL, Tang dan Li, nama belakang kita, apakah kau sudah lupa? Kemarilah dan urus dokumen-dokumen ini sehingga kau bisa mendapatkan narkobamu besok." Kemudian, Tang Mengying melemparkan semua dokumen tersebut pada Li Sicheng. Ketika wanita itu hendak pergi, dia tiba-tiba teringat sesuatu dan berkata, "Oh, iya, hari ini aku menandatangani sebuah kontrak dengan Su Qianci. Grup TL-mu secara resmi berkolaborasi dengan Grup LS-mu. Apakah kau merasa senang karena kolaborasi ini? Hahaha ¡­ Jing Sao, bawa laptopnya kemari! " Jing Sao tidak berkata apa-apa, membawa laptopnya dan meletakkannya di atas lantai. "Aku akan membiarkan lampunya menyala. Ketika dia sudah selesai, bawalah dokumen-dokumen itu kepadaku. Oh iya, ingatlah untuk mengambil kembali laptopnya." "Baik, Nona Tang." Tang Mengying melirik Li Sicheng dengan dingin, mengambil tasnya yang berada di lantai, dan pergi dengan pengawalnya. Jing Sao tetap berada di dalam, menyaksikan mereka pergi menjauh dan mengunci pintunya dari dalam. "Tuan Li, jadilah anak yang baik. Jangan menyulitkanku." Jing Sao menaikkan suaranya sehingga Tang Mengying bisa mendengarnya dengan jelas di luar. Tang Mengying mencibir dan berkata kepada pengawal di belakangnya, "Katakan pada tim keuangan untuk menaikkan gaji Jing Sao sebesar sepertiga kali." "Ya." ¡­. Mendengar suara langkah kaki Tang Mengying yang menjauh, Li Sicheng mengulurkan jarinya ke dalam tenggorokannya dan terlihat seperti akan muntah. "Benda apa kali ini? Rasanya membunuhku!" Meskipun terdengar jijik, dia menjaga agar suaranya tetap pelan. Jing Sao melihat ke luar sebelum dirinya berbalik dan berbisik, "Gula dan tepung!" Chapter 586 - Dua Bulan Li Sicheng mengerang seraya berbisik, "Perbaiki rasanya lain kali." Jing Sao tidak menanggapi. Li Sicheng membalik-balik tumpukan dokumen yang telah diberikan Tang Mengying kepadanya dan memindai mereka baris demi baris. Dengan segera, matanya tertuju pada sebuah dokumen. "Persyaratan Desain Arsitektural LS" Li Sicheng melihat judul itu, dan sebuah cahaya melintasi matanya yang dalam. Jing Sao telah bersama-sama dengan pria itu selama lebih dari tiga tahun, jadi penjaga itu langsung menyadari perubahan kecil ini. "Ada apa?" Dia bergegas menghampiri dan melirik dokumen tersebut. Bibir Li Sicheng sedikit melengkung, tetapi jelas mengungkapkan suasana hatinya yang baik. Merasakan sebuah rasa sakit yang samar-samar di sudut bibirnya, Li Sicheng menyeka darah itu dan matanya menjadi dingin. Melirik Jing Sao yang telah mendekat, dia bertanya, "Apakah kau ingin kembali bekerja di kantor polisi?" "Tentu saja!" Penjaga itu memutar matanya. "Tidakkah kau ingin pulang untuk menemui istri dan anak-anakmu?" "Beberapa hari ini, aku mungkin harus keluar sedikit lebih lama, kau harus melindungiku." "Apa yang akan kau lakukan kali ini?" Jing Sao menjadi cemas, suaranya terdengar sangat pelan. "Kau tahu bahwa kau sudah keluar terus beberapa hari ini, dan aku ketakutan setengah mati!" "Aku sudah katakan sebelumnya bahwa kita bisa keluar dari sini paling lama setengah tahun lagi." Suara Li Sicheng terdengar sangat pelan. Matanya belum meninggalkan dokumen itu, dan perlahan-lahan dia membalik sebuah halaman. "Kapan aku mengatakan hal itu?" "Dua minggu yang lalu." "Jadi, kita punya lima setengah bulan lagi. Tapi sekarang dengan bantuan istriku, kita bisa keluar dalam dua bulan lagi paling cepat." Dua bulan, mungkin dirinya bisa datang untuk merayakan ulang tahun kedua orang anak itu. Saat memikirkan hal ini, raut wajah Li Sicheng menjadi lembut. Mata Jing Sao berbinar-binar. Dia merasa sangat gembira, menggosok-gosokkan tangannya dengan penuh semangat. "Benarkah?" Tetapi dengan sangat cepat, dia menjadi serius dan bertanya, "Kau meminta istrimu untuk membantu?" "Ya." "Bagaimana kau bisa melakukan ini? Bukankah kita setuju ¡­." "Aku tidak terekspos," Li Sicheng memotong perkataan Jing Sao, menatap penjaga itu dengan mata dinginnya dengan penuh arti. "Karena aku sudah berjanji padamu, aku akan menepati janjiku. Tapi tolonglah aku selama sisa waktu itu." Sambil menatap pria itu, Jing Sao merasa sedikit bingung. "Benarkah?" Li Sicheng mengabaikan penjaga itu dan menatap ke arah dokumen-dokumen itu kembali. Pria itu berkata dengan dingin, "Pergilah ke pintu." "Cih ¡­." Jing Sao melirik pria itu, tetapi dengan cepat pergi ke pintu sebagai penjaganya. Tidak main-main, jika orang lain mengetahui tentang rahasia kecil mereka, hal itu akan mengerikan. Li Sicheng menyalakan laptopnya dan jari-jarinya menari di atas kibor. Sebuah layar hitam dengan cepat muncul, dan kode biru, putih, dan merah ditampilkan di monitor itu. Mengubah lokasinya ke Kanada, Li Sicheng membuka sebuah desktop kecil temporer 1 . ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci menjadi semakin panik saat dirinya merasa semakin tidak pasti. Saat mendengarkan kata-kata yang datang dari tempat itu, Su Qianci bersandar di tempat tidur dan merasa benar-benar tidak berdaya. Memegang ponselnya, Su Qianci menatap ketiga angka itu, dan jari-jarinya gemetaran. Dia akhirnya menghapus angka-angka itu, membuka daftar kontak, dan menekan nomor ponsel Li Jinnan. Li Jinnan dengan cepat mengangkat telepon itu dan suaranya terdengar cukup waspada. "Kakak ipar?" Saat mendengar suara adik iparnya, Su Qianci dengan segera merasa bahwa dirinya telah menemukan dukungan dan tidak bisa menahan tangisnya. "Adik ipar ¡­." Li Jinnan menegakkan tubuhnya, alisnya bertaut. "Qianci, apa yang telah terjadi?" Sementara waktu; sementara; darurat. Chapter 587 - Siapakah L? "Aku menemukan Li Sicheng. Aku menemukannya. Suamiku masih hidup, masih hidup!" Suara Su Qianci terdengar terburu-buru dan tercekat. "Dia berada di tempat Tang Mengying dan dikurung ¡­." Su Qianci menjerit, "Ayo selamatkan kakakmu. Dia pasti sangat kesakitan ¡­." Seorang pria yang searogan itu dikurung di sebuah tempat selama lebih dari tiga tahun, itu pasti sangat sulit bagi Li Sicheng. Dan ¡­ suaminya menggunakan narkoba. Tang Mengying sebenarnya memaksa Li Sicheng untuk menggunakan narkoba! Su Qianci merasa dirinya akan pingsan. Apa yang dia lakukan ¡­. Dia tidak ingin melihat suaminya seperti ini! Akan terlihat seperti apa Li Sicheng saat ini? Bungkuk? Kuyu? Pucat? Kurus? Bagaimana Li Sicheng bisa, bagaimana Li Sicheng bisa menerima hal itu ¡­. Su Qianci ingin menyelamatkan suaminya, dia harus! Li Jinnan menjadi waspada dan tampak tidak percaya. Reaksi pertamanya adalah bertanya, "Di mana kau?" "Aku ¡­ aku di rumah." "Di mana kakakku?" "Dia ¡­." Su Qianci tidak bisa berbicara dengan jelas, dan Li Jinnan menenangkan dirinya sendiri dan berkata, "Jangan khawatir, aku akan pergi ke rumah tua. Tunggu aku." "Oke!" Li Jinnan menutup telepon dan mengambil kunci mobilnya, meninggalkan rumahnya dengan segera. Setelah panggilan telepon itu, Su Qianci merasa hatinya semakin kosong ¡­. Dia mendengarkan kembali ke tempat itu dan mendengar beberapa suara-suara kecil. Tidak, Tang Mengying sudah tidak bersama suaminya lagi. Dirinya merasa kecewa tetapi merasa bahagia untuk Li Sicheng pada saat yang bersamaan. Tiba-tiba, ponselnya bergetar dan itu adalah sebuah pesan. Su Qianci membuka kunci ponselnya dan membuka pesan itu. [L]: Ada celah tersembunyi dalam kontrak TL. Jangan sampai bocor saat menandatangani kontraknya. Di masa yang akan datang, Anda dapat menggunakannya untuk melawan mereka. Su Qianci melihat pesan itu dan merasa sedikit tertegun. Bagaimana pria ini mengetahui bahwa dirinya berkolaborasi dengan TL? L tampaknya memiliki sebuah pemahaman yang sangat baik tentang Su Qianci dan perusahaannya, dan pria itu juga memiliki sudut pandang mengenai kondisi pasar dan tanah. Bahkan yang lebih mengejutkan adalah bahwa visi pria itu hampir sama dengan visi Li Sicheng. Orang ini, siapakah L? Dia menatap layar ponselnya untuk waktu yang cukup lama dan menjawab: Siapakah Anda? Seperti yang sudah diduga, tidak ada jawaban. Persis seperti sebuah batu yang dilemparkan ke laut, bahkan tidak menimbulkan jejak gelombang satu pun. Su Qianci menggenggam ponselnya untuk waktu yang lama. Dia ingin meletakkan ponselnya, tetapi kemudian dirinya menerima sebuah pesan lain: Saya tidak akan mencelakai Anda. Ya, L tidak akan menyakiti dirinya. Tapi siapakah pria itu? Fotonya selalu foto profil abu-abu ini. Semua informasi mengenai L kosong. Umurnya, waktu pendaftaran, identitas, semuanya palsu. Siapakah ini ¡­. Sejumlah kemungkinan dalam jumlah tak terbatas bermunculan di benak Su Qianci. L, itu pastinya sebuah inisial. Di antara semua orang yang dia kenal, Luo Zhan, Lu Yihan, Li Jinnan, Li Beixing, Yu Lili, Liu Anan, dan Lin Wanting mungkin berinisial L. Luo Zhan, Lin Wanting, dan Liu Anan bisa dikesampingkan. Jika itu Li Jinnan atau Li Beixing, mereka bisa memberitahunya ide-ide ini secara langsung. Lu Yihan? Su Qianci duduk dan membuka sebuah jendela obrolan dengan Lu Yihan di ponselnya. Sebuah kepala monyet hiphop 1 sedang tersenyum pada dirinya dengan gigi putih besar di foto profil Lu Yihan. Lu Yihan adalah seorang sarjana IT. Ketika pria itu masih di SMA, pria itu sudah menjadi seorang pangeran peretas. Seharusnya mudah bagi Lu Yihan untuk mengubah lokasi dirinya. Terlebih lagi, selama bertahun-tahun, Lu Yihan selalu merasa seperti itu untuk Su Qianci. Apakah itu berarti ¡­. Jantung Su Qianci berpacu, karena dia memiliki sebuah dugaan yang mengerikan dan sangat memungkinkan dalam benaknya. Jenis musik yang biasanya didasarkan pada musik rap dengan jenis musik lain seperti blues. Chapter 588 - Wanita Itu Tidak Akan Mengetahuinya, Tidak Akan Pernah Selama bertahun-tahun, Lu Yihan hanya berurusan dalam bidang IT. Meskipun pria itu telah berkembang dengan pesat, bersama dengan temannya, bukan tidak mungkin baginya untuk terjun ke dunia real estat. Apakah dia sebenarnya diam-diam terlibat dalam industri ini, hanya karena Su Qianci dan perusahaannya? Apakah itu sebabnya ¡­ Lu Yihan memilih untuk membantu Su Qianci secara diam-diam, daripada langsung menjelaskan kepada wanita itu? Semakin Su Qianci memikirkan tentang hal itu, semakin besar kemungkinan itu terasa. Namun, semakin besar kemungkinannya, Su Qianci menjadi semakin kesal. Selama bertahun-tahun, dia mengetahui lebih baik dari siapa pun bagaimana Lu Yihan memperlakukan dirinya. Bahkan orang-orang di sekitarnya sudah mulai membujuk dirinya untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama Lu Yihan. Tidak perlu menunggu seseorang yang sudah meninggal untuk kembali. Meskipun Lu Yihan tidak mengungkapkan pendapatnya, Su Qianci mengetahui bahwa pria itu bersedia -- dia lebih dari bersedia. Tapi bagaimana mungkin Su Qianci ¡­. Semakin baik perlakuan Lu Yihan, semakin kesal yang dirasakannya. Su Qianci ingin bersembunyi dari pria itu. Kalau tidak, ketika Li Sicheng kembali, apa yang akan suaminya pikirkan? Tapi L ini, L ini ¡­. Kalau itu adalah benar-benar Lu Yihan, maka Su Qianci tidak akan pernah bisa membalas jasanya. Tepat ketika dia merasa kesal, terdengar sebuah ketukan di pintu. Su Qianci bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu. Li Jinnan terlihat sedikit lelah, mengenakan pakaian kasual sederhana. Ketika melihat kakak iparnya, dia tampak sedikit lega dan bertanya, "Bagaimana situasinya?" "Ayo pergi ke ruang keluarga dan bicara." Su Qianci mendorong adik iparnya dengan lembut dan menutup pintu di belakangnya. Meskipun Li Jinnan adalah adik Li Sicheng, dan paman dari anak-anaknya, dia harus menghindari bersama dengan adik iparnya sendirian. Li Jinnan juga mengerti, mengangguk, menunduk menatap ke bawah, dan mendapati bahwa Su Qianci bertelanjang kaki. "Kakak ipar." "Ah?" Su Qianci memalingkan kepalanya. "Sepatu." "Tidak perlu ¡­." "Jika kakakku melihatnya, dia akan merasa patah hati." Su Qianci mendengar kata-kata itu, menunduk, dan langsung menuju ke ruang tamu, terisak-isak, "Dia tidak akan melihatnya." Li Jinnan menatap kakak iparnya dan tidak berbicara. Di lubuk matanya yang paling dalam, terdapat kasih sayang yang tersembunyi. Tidak hanya kakaknya yang akan merasa patah hati, saudara laki-lakinya yang lain juga akan merasa patah hati. Hanya saja wanita itu tidak akan mengetahuinya, tidak akan pernah. Su Qianci menuju ke sofa dan duduk, memegang ponsel di tangannya, sedikit gemetaran. Membuka aplikasi pencari lokasi, dia memutar rekaman rahasia itu dan menyerahkan headphone kepada Li Jinnan. Sepasang mata yang besar dipenuhi dengan rasa ketidakberdayaan dan ketakutan. Li Jinnan mengambil headphone itu dan dengan tenang menekannya, sambil berbisik, "Jangan panik, tenangkan dirimu." Su Qianci mengangguk dan duduk di samping. Li Jinnan duduk di sofa di seberang kakak iparnya dan meletakkan headphone itu di telinganya. Terdengar suara napas yang terengah-engah dan jeritan kesakitan seorang pria dan suara tawa mengerikan dan gila seorang wanita itu membuat mata Li Jinnan menjadi dingin. Su Qianci menutupi mulutnya dan menekuk kakinya. Pikirannya dipenuhi dengan kemungkinan penderitaan yang sedang dialami oleh Li Sicheng pada saat ini. Sosok yang tinggi dan tegap dalam ingatannya itu bertentangan dengan pengetahuannya tentang seperti apa penampilan seorang pecandu ¡­. Su Qianci tidak bisa membayangkan hal itu ¡­. Setelah Li Jinnan mendengarkan semua itu, itu sudah setengah jam kemudian. Ketika melihat adik iparnya menurunkan headphone-nya, Su Qianci tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dia meletakkan tangannya di atas meja kopi dan menatap Li Jinnan. "Li Sicheng sedang menderita, Tang Mengying sedang menyiksa dia. Ayo kita cari dia dan selamatkan dia, ya?" Li Jinnan menatap Su Qianci dan dengan tenang bertanya, "Bukti apa yang ada selain yang ini?" Chapter 590 - Saat Tengah Malam Seperti Ini, Kalian Malah Bertengkar Kemudian, Su Qianci menatap Li Jinnan, matanya masih berkaca-kaca. "Kau pikir aku membohongimu, adik ipar?!" "Kakak ipar, tenanglah." Li Jinnan menghadapi pertanyaan Su Qianci tanpa merasa panik sedikitpun. Tepat ketika Su Qianci selesai menceritakan kisah itu padanya, sudah terdapat sebuah dugaan di benak Li Jinnan. Namun, dugaan ini hanyalah sebuah tebakan, dan pria itu perlu melakukan verifikasi 1 terhadap dugaannya itu. Pada saat itu, ketika menghadapi sikap Su Qianci, Li Jinnan tampak tenang seperti biasanya dan berbisik pada kakak iparnya, "Aku percaya pada kakakku. Sekarang cara yang paling tepat adalah mengekspos wajah Tang Qing yang sebenarnya." Su Qianci duduk dan memegangi kepalanya, merasa sepertinya sulit untuk menerima hal itu. Mengetahui di mana Li Sicheng berada, mengetahui bahwa suaminya menderita, dirinya tidak bisa langsung menjemput suaminya kembali. Mengapa tidak ada yang bisa mereka lakukan? "Tang Mengying telah menyamar sebagai Tang Qing untuk waktu yang begitu lama. Seberapa sulitkah untuk mengungkapkan identitas asli wanita itu kepada dunia?" Li Jinnan menatap Su Qianci, matanya dalam dan tak berdasar. Samar-samar, terdapat sebuah kemiripan dengan Li Sicheng. Li Jinnan bersikap sangat tenang dan berkata, "Untuk alasan yang sama, kakakku telah terperangkap begitu lama, aku pikir tidak akan mudah untuk menerobos masuk dan mengeluarkan kakakku. Jika kita menghubungi polisi, tidak usah kita bicarakan apakah kakakku itu dapat menerima jika dirinya dipenjara, mungkin mereka akan memindahkan kakakku sebelum polisi tiba." "Apa yang harus aku lakukan? Lalu apa yang harus kita lakukan?" Su Qianci kehilangan semua logikanya pada saat itu. Saat mendengar kata-kata Li Jinnan, dirinya berteriak dengan keras pada pria itu, "Apakah kau memintaku untuk duduk diam dan mengabaikan hal ini? Aku sudah mencari suamiku selama bertahun-tahun. Apakah kau memintaku untuk menyerah begitu saja?!" Terdengar suara pintu terbuka dan lampunya dinyalakan. Su Qianci menyeka air matanya dan bersandar di sofa. Qin Shuhua dan Li Yao keluar dari kamar, mengenakan piama. Melihat mereka berdua seperti ini, pasangan itu bertukar pandang. Qin Shuhua terlihat khawatir, sementara suaminya terlihat diam dan tenang. Li Jinnan tampaknya tidak menyadari bahwa kedua orang tuanya telah kembali. Sambil menatap Su Qianci, dia berkata dengan suara pelan, "Biarkan aku yang menangani hal ini. Aku akan memberimu sebuah jawaban sesegera mungkin." "Ada apa?" Sebuah suara orang tua terdengar, dan Kapten Li datang mendekat dengan tongkatnya. "Saat tengah malam seperti ini, kalian berdua malah bertengkar?" "Tidak," Su Qianci mendengus, suaranya tercekat. Dia berjalan menuju kakek dan memegang lengan pria tua itu. "Kami tidak bertengkar, Kakek. Aku akan membantumu kembali ke kamar." Orang tua itu tidak kembali ke kamarnya. Sambil menatap Li Jinnan, dia mengetukkan tongkatnya di lantai dan berkata, "Jinnan, apakah kau membuat kakak iparmu kesal?" Li Jinnan berdiri dengan pakaian kasualnya. Dia memandang Su Qianci dan berkata, "Tidak, hanya mendiskusikan sesuatu dengan kakak iparku. Sekarang semuanya telah terpecahkan, dan aku akan pulang." "Hei!" Qin Shuhua terlihat khawatir, menarik putranya dan berkata, "Malam sudah sangat larut. Tidur saja di rumah ini. Kamarmu selalu siap." "Tidak, aku masih harus mengurus sesuatu. Bu, tidurlah lebih awal." Li Jinnan menepuk-nepuk tangan Qin Shuhua, dan kemudian melirik Su Qianci sebelum dia berbalik dan berjalan keluar dari pintu. Qin Shuhua merasa sedikit kecewa, melemparkan sebuah pandangan menyalahkan kepada Su Qianci. "Apa yang kalian bicarakan saat tengah malam seperti ini? Kalian berdua sangat emosional." Pemeriksaan tentang kebenaran laporan, pernyataan, perhitungan uang, dan sebagainya. Chapter 591 - Kenapa Kau Tidak Kembali? Su Qianci masih berada di ambang deraian air mata, menggelengkan kepalanya. Dia lebih baik tidak memberi tahu mereka tentang sesuatu yang dirinya sendiri pun belum merasa yakin. Jika mereka gagal menyelamatkan Li Sicheng, para tetua akan merasa khawatir mengenai sesuatu yang percuma saja. Qin Shuhua tidak terlalu banyak berbicara ketika melihat mata Su Qianci yang bengkak, dan sebaliknya meminta menantunya itu untuk tidur lebih awal, dan kemudian kembali ke kamar bersama suaminya. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Li Jinnan kembali ke rumahnya, mengeluarkan laptop, masuk ke akun sosialnya, dan mencari akun L. L. Li? Li Sicheng? Jari-jari Li Jinnan bergerak dengan cepat saat dia mengirim sebuah pesan singkat. Li Sicheng sedang memproses dokumen itu ketika dia melihat sekilas perubahan kode di layar. Dia mengeklik, dan ada sebuah pesan yang muncul: [Li3]: Karena kau bisa mengirim pesan. Kenapa kau tidak kembali? Li Sicheng memandangi nama panggilan ini, Li3. Sangat mirip dengan gaya adiknya. Dia menatap pertanyaan Li Jinnan dengan mata dinginnya, mengerutkan bibir, dan kemudian meletakkan jari-jarinya di kibor. Dia pada awalnya mengetik: Waktunya belum tiba. Akan tetapi, setelah memikirkan tentang hal itu, Li Sicheng menghapusnya dan menjawab: Aman dan terkendali. Tidak perlu khawatir. Ketika mendengar suara sepatu hak tinggi di luar, mata Li Sicheng meredup, dan menekan "del 1 ", langsung menutup desktop temporer itu. Di monitornya, hanya terlihat dokumen yang belum selesai. Tang Mengying melangkah masuk dan melihat Li Sicheng yang sedang mengerjakan dokumennya dengan sebuah senyum puas. "Bagus, Jing Sao, besok berikan narkobanya tepat waktu." "Baik, Nona Tang." Li Sicheng menatap punggung wanita itu dan matanya menjadi semakin dingin. Tidak lama lagi ¡­. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Li Jinnan melihat pesan itu dan langsung menjawab: Di mana kau? Tidak ada respons. Li Jinnan menatap layar laptopnya, terdiam untuk waktu yang lama, mengambil sebatang rokok, dan perlahan-lahan menyalakannya. Berbaring di sofa, matanya setengah terpejam, dirinya mulai merenung. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Penandatanganan kontrak dengan TL dijadwalkan pada hari Jumat sore. Li Jinnan yang pergi ke sana, sementara Su Qianci tidak bisa menenangkan dirinya sendiri di kantor. Wanita itu tidak sabar untuk mengetahui tingkat konfrontasi 1 yang Li Jinnan dan Tang Mengying lalui. Saat dirinya sedang panik, wanita itu menerima sebuah telepon dari rumah. Melihat bahwa telepon itu berasal dari rumah tua, Su Qianci mengatur suasana hatinya dan mengangkatnya. "Halo?" "Bu!" Terdengar sebuah suara manis yang menenangkan suasana hatinya. Dia tidak bisa menahan senyumnya dan menjawab. "Bu, kata kakek buyut, besok adalah hari Sabtu." Suara Li Jianyue sangatlah manis dan lembut, hampir melelehkan hati Su Qianci. Su Qianci duduk di kursi dan meregangkan tubuhnya, bertanya dengan lembut, "Kenapa hari Sabtu itu penting?" Li Jianyue memandang pria tua yang sedang menatap dirinya penuh harap dengan sepasang mata hitamnya dan mengatakan kalimat yang sudah disiapkan kakek buyutnya itu untuk dirinya, "Ersu ingin pergi ke taman hiburan, dan Dasu serta Kakak Mosen juga ingin pergi. Bisakah Ibu membawa kami ke sana besok, Bu?" "Besok ¡­." Su Qianci tampaknya sedang mempertimbangkan hal itu. "Apakah Ersu benar-benar ingin pergi?" "Errrrr ¡­." Li Jianyue merasa bimbang, menatap pria tua yang memberi instruksi pada dirinya di samping. Pria tua itu menjadi cemas dan berkata tanpa suara: Ya, katakan iya! Li Jianyue terlihat bingung. Dia mengangguk dan berkata, "Aku ingin pergi, tapi, ¡­." Kata "tapi" dari gadis kecil itu membuat Kapten Li panik. Dia menutupi wajahnya yang keriput dengan tangannya dan tidak sanggup untuk menyaksikan hal itu. Tombol delete, untuk menghapus. Cara menentang musuh atau kesulitan dengan berhadapan langsung dan terang-terangan. Chapter 592 - Sungguh Melelahkan Untuk Berbicara Seperti Ini .... Ersu melihat kakek buyutnya seperti ini, tersenyum, dan berkata, "Dasu lebih ingin pergi daripada aku, tetapi dia terlalu malu untuk menelepon Ibu, jadi Dasu memintaku untuk melakukannya. Apakah Ersu seorang gadis yang baik atau apa?" Su Qianci mendengar bahwa suara Ersu agak berbeda, tetapi dia tidak terlalu memikirkannya dan tertawa kecil. "Kau hanya menggunakan kakakmu sebagai alasan. Ibu tahu kalau kau yang ingin pergi." Li Jianyue tersenyum dan berkata, "Tidak juga. Jadi, apakah kita akan pergi besok?" "Baiklah, oke. Ibu sudah lama tidak mengajak kalian pergi keluar." "Asyik!" Li Jianyue bersorak. "Kalau begitu kita akan pergi ke taman hiburan besok! Aku akan memberi tahu kakakku. Dah, Ibu!" "Dadah." Bibir Su Qianci menjadi semakin melengkung, seraya dia berada dalam suasana hati yang lebih baik. Setelah menutup telepon, dia melihat ke layar ponselnya dan menemukan satu lagi panggilan tak terjawab. Sebuah nama yang sudah lama tidak dilihatnya, Rong Haiyue. Su Qianci menatap nama itu, mengangkat ponselnya, dan menghubungi pria itu kembali. Rong Haiyue dengan cepat mengangkatnya, dan suaranya terdengar terkejut. "Qianci?" "Ya," jawab Su Qianci, "Apakah terjadi sesuatu?" "Aku ¡­ berada di sini di Kotaraja bersama ibumu. Bisakah aku pergi ke rumahmu dan bertemu dengan kedua anakmu?" Suara Rong Haiyue terdengar berhati-hati, karena takut menyinggung perasaan Su Qianci. Dalam beberapa tahun terakhir, pria itu selalu berbicara dengan Su Qianci seperti ini. Tanpa kebaikan sebagai penyelamatnya atau otoritasnya sebagai seorang ayah, Rong Haiyue selalu dengan hati-hati ingin menyenangkan Su Qianci dan mendekatinya. Su Qianci mengetahui bahwa pria itu ingin mendapatkan pengampunan dari dirinya. Saat mendengar ini, Su Qianci mengerutkan bibirnya dan merasa sedikit bersalah. "Kau ¡­." Tidak harus melakukan ini. Namun, sebelum Su Qianci mengatakan apa-apa, Rong Haiyue dengan cepat berkata, "Aku membeli mainan untuk anak-anak. Ersu seharusnya menyukai boneka di usianya sekarang? Dan Dasu, aku tidak tahu apa yang dia sukai, jadi aku membeli beberapa buah buku cerita. Jika tidak nyaman bagiku untuk pergi ke rumah itu, aku bisa pergi ke kantormu dan memberikan barang-barang itu padamu. Apakah itu boleh?" "Silakan datang ke rumah." Su Qianci merasa agak tidak nyaman di hatinya. Entah kenapa, dia merasa sedih. "Anak-anak berada di rumah, kau bisa pergi ke sana dengan ¡­ wanita itu. Aku masih sibuk dan akan pulang nanti." Rong Haiyue mendengar ini dan merasa sangat gembira. "Itu bagus, aku ¡­" Kemudian pria itu tampaknya menyadari bahwa reaksi ini agak terlalu berlebihan, jadi dia menenangkan dirinya sendiri, dan berkata, "Kalau begitu kau teruslah bekerja. Aku akan ke sana ¡­ segeralah pulang." "Oke." "Kalau begitu ¡­ sampai jumpa nanti?" "Sampai jumpa nanti." Rong Haiyue mendengar ini, dan tiba-tiba merasa bahwa dunia ini cerah. Dia langsung terdengar bersemangat. "Baiklah, sampai ketemu!" Su Qianci menutup telepon dan bersandar ke sandaran kursi. Sungguh melelahkan untuk berbicara seperti itu ¡­. Dia akhirnya tidak bisa menenangkan dirinya untuk berurusan dengan bisnisnya, jadi dia hanya menumpuk dokumen-dokumen itu dan membawanya pulang. Ketika dia sampai di rumah, Rong Haiyue dan Rong Xuan sudah tiba, dan mereka sedang bermain dengan anak-anak di ruang keluarga dengan mainan-mainan barunya. Saat melihat Su Qianci, Li Jianyue yang merasa paling bersemangat. Sambil membawa boneka Barbie besar yang dibelikan oleh Rong Haiyue untuknya, gadis kecil itu berlari ke arah ibunya dan berteriak, "Bu, lihat, boneka yang dibeli Paman Rong untukku! Sangat cantik!" Su Qianci membungkuk, tersenyum, dan mengangkat gadis kecil itu. Dia mengetuk hidung Ersu dan berkata, "Paman? Kau harus memanggilnya kakek." Chapter 593 - Tidak Mengenakan Celana Dalam Memanggilnya kakek. Dua kata itu sangat mengejutkan sehingga perlengkapan mainan One Piece 1 yang dibawa Rong Haiyue untuk Li Jianqian terjatuh ke lantai. Rong Xuan juga menatap Su Qianci dengan tatapan tidak percaya. Li Jianqian melihat hal itu dan langsung turun dari sofa untuk mengambil Roronoa Zoro 1 miliknya, membersihkannya dengan hati-hati. Bocah lelaki itu hendak mengatakan sesuatu, tetapi setelah melihat ekspresi terselubung di wajah para orang dewasa, dirinya berhenti. Menyadari tatapan Rong Haiyue dan Rong Xuan, Su Qianci balas menatap mereka. Di wajah dan tubuh Rong Haiyue, masih terlihat bekas luka bakar. Karena saat itu adalah musim panas, Rong Haiyue mengenakan sebuah kaos kerah berlengan pendek yang sederhana, memperlihatkan bekas luka di leher, tangan, dan wajahnya. Bekas luka itu tidak banyak, dan sudah banyak memudar karena perawatan yang dijalaninya. Akan tetapi, Su Qianci mengetahui bahwa bekas luka itu adalah bukti yang paling akurat yang menunjukkan bahwa Rong Haiyue hampir mengorbankan nyawanya untuk dirinya dan Li Sicheng. Di bawah tatapan mereka, Su Qianci tersenyum pada mereka dan sedikit tersipu malu. Li Jianyue, yang sudah berusia tiga tahun lebih, tidak menyadari suasana terselubung di antara para orang dewasa itu. Ersu memiringkan kepala kecilnya dan berkata, "Kakek? Tapi Kakek Song juga kakekku. Ibu hanya bisa memiliki satu ayah. Siapa yang akan menjadi kakekku yang sebenarnya di masa mendatang?" "Baik Kakek Song maupun Kakek Rong adalah kakekmu." Su Qianci menempelkan dahinya pada dahi Li Jianyue, dengan lembut berbisik, "Di masa mendatang, Paman Rong adalah kakekmu, Bibi Rong adalah nenekmu. Sekarang beri salam pada mereka." Li Jianyue memegang boneka itu di tangannya dan menoleh untuk memandang Rong Xuan dan Rong Haiyue, menyapa mereka dengan suara manisnya, "Kakek, Nenek." Ketika Rong Haiyue mendengar itu, dia tiba-tiba tersenyum, dan matanya menjadi berkaca-kaca. Tapi dia cepat-cepat menghentikan dirinya sendiri, menenangkan diri, dan mengangguk. "Gadis kecil yang baik." Li Jianqian kecil itu berdiri berhadapan dengan Rong Haiyue dan melihat mata kakeknya yang berkaca-kaca, dia mengerling dan menatap pria tua itu. Perasaan ini sedikit aneh. Bocah kecil itu berpikir bahwa Rong Haiyue adalah seorang pria yang tangguh. Dia diberi tahu bahwa Rong Haiyue adalah seorang jenderal, sama seperti kakeknya yang lain. Namun, dia hanya melihat kakeknya yang lain itu bersikap agung dan mendominasi, dan tidak pernah melihat kakek lainnya itu menangis. Bukankah seharusnya Rong Haiyue sama seperti Kakek Li? Karena bekas luka yang dimiliki Rong Haiyue, pria tua itu memberi sebuah perasaan pada Li Jianqian bahwa Kakek Rong bahkan lebih tangguh. Tapi sekarang ¡­. "Kakek," Li Jianqian mengerjapkan matanya dan menatap Rong Haiyue. "Apakah Kakek memiliki karakter yang lain?" Rong Haiyue mengangguk, mengulurkan tangannya, dan memeluk bocah lelaki itu. Pria tua itu terdengar lega. "Ya!" Li Jianqian tidak pernah suka dipeluk, tetapi dia bisa mendengar bahwa kakeknya merasa sangat bahagia ¡­. Lupakan saja, demi perlengkapan karakter mainannya, dirinya akan membiarkan pelukan ini! "Qianci ¡­." Rong Xuan tidak setangguh Rong Haiyue, dan air matanya langsung menetes di balik senyumnya yang lebar. Li Jianyue terkejut. "Nenek, kenapa engkau menangis?" Rong Xuan menyeka air matanya dan menggelengkan kepalanya. "Nenek hanya merasa bahagia, tidak menangis. Kemarilah, peluk nenek." Dia berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Li Jianyue. Li Jianyue meraih boneka itu dan menyandarkan tubuhnya pada Rong Xuan. Dia berkata, "Nenek, boneka itu tidak mengenakan celana dalam, dan kita harus memakaikannya pada boneka ini. Maukah Nenek mencarikan sebuah celana dalam?" "Baiklah, lihat ke dalam kotaknya. Yang mana yang terlihat seperti celana dalam?" Li Mosen berdiri di pinggir lorong dan memandang mereka dengan iri. Itu terlihat sangat menyenangkan ¡­. Serial anime dan manga Jepang karya Eiichiro. Seorang karakter fiksi dalam serial anime dan manga One Piece karya Eiichiro. Chapter 594 - Li Mosen Mosen juga ingin memiliki seorang ibu, kakek, nenek, dan para paman yang mencintainya ¡­. Namun, dirinya tidak pernah diharapkan oleh dunia ini sejak kelahirannya. Ibu kandungnya, bahkan sebelum Li Mosen berusia satu bulan, ingin membunuh bocah lelaki itu. Hal itu digunakan sebagai sebuah bahan candaan yang disebarkan di sekitar panti asuhan. Dia ditertawakan oleh semua anak. Dia adalah seorang monster. Karena Mosen terlihat seperti orang asing, ibu kandungnya ingin membunuhnya. Saat memikirkan hal ini, Mosen kecil merasa rendah diri. Kesedihan luar biasa melanda dirinya. Sambil menggigit bibirnya, Li Mosen memandang ke arah mereka, melepaskan tangannya yang berada di dinding dan membalikkan badan. "Mosen." Terdengar suara Su Qianci yang memanggilnya. Li Mosen berhenti, menoleh ke belakang dengan terkejut. Sebuah senyum muncul di wajah Su Qianci yang indah saat wanita itu melambai pada dirinya. Li Mosen berlari mendekat dengan kegirangan dan berteriak, "Bibi!" "Kau keluar sangat terlambat," kata Rong Xuan, mengambil sebuah kotak hadiah yang berbeda dari sampingnya. "Ini untukmu. Bukalah dan lihat apakah kau menyukainya." Li Mosen merasa semakin kagum dan memandang Rong Xuan dengan tatapan tidak percaya. Jantung kecilnya berdetak kencang. "Benarkah? Apakah ini untukku?" Rong Xuan mengangguk sambil tersenyum dan mengulurkan tangan untuk membelai kepala kecilnya. "Kau telah menjadi seorang anak laki-laki. Berapa umurmu?" Li Mosen memandang Rong Xuan, sedikit tersipu malu dan berkata, "Empat setengah tahun!" Dia merasa sedikit gugup, tetapi yang lebih menguasai dirinya adalah sebuah perasaan yang masih tidak dia mengerti. Dia merasakan sebuah desakan untuk menangis, tetapi hatinya dipenuhi dengan sukacita. Dia merasa sangat, sangat bahagia. "Hanya sedikit lebih tua dari mereka," Su Qianci menarik Li Mosen dan berbisik, "Ucapkan terima kasih kepada nenekmu." Li Mosen memegang kotak itu dan mendongak menatap Su Qianci. Wanita itu benar-benar sedang tersenyum padanya. Sangat lembut. Persis seperti senyum seorang ibu dalam khayalannya. Dia merasa ingin menangis, tetapi pada saat ini, menangis akan terlalu memalukan. Sambil menahan air matanya, Li Mosen bertanya dengan suara tercekat, "Aku juga memanggilnya nenek? Tapi ¡­." "Hei, Kakak Mosen menangis." Li Jianyue, memegang bonekanya, menatap Li Mosen seolah-olah gadis kecil itu telah menemukan sebuah dunia baru. "Apakah kau menangis?" Li Mosen segera memperbaiki raut wajahnya dan berkata, "Aku tidak menangis!" "Tapi aku mendengarmu menangis. Apakah kau menangis karena kau tidak mau memanggil nenekku dengan sebutan nenek? Oh, sayang sekali!" "Aku tidak ¡­." Li Mosen dengan sengaja memasang wajah garang, tetapi dengan segera dia memandang Rong Xuan dengan sepasang mata birunya dan berkata, "Terima kasih, nenek." "Anak yang baik." Rong Xuan menyentuh rambut ikalnya yang berwarna cokelat tua dan mencubit wajah Li Mosen. "Kau terlihat sangat cantik, seperti boneka." "Nenek, aku yang cantik!" Li Jianyue merasa tidak senang. Di pelukan Rong Xuan, gadis kecil itu mendengus dan berkata, "Aku lebih cantik daripada Kakak Mosen. Para guru di TK mengatakan bahwa aku adalah putri kecil yang paling cantik. Benar kan, Kak?" Li Jianqian sedang bermain dengan tangan Luffy 1 dan bahkan tidak mendengar apa yang dikatakan adiknya. Li Jianyue menendang tangan kakaknya dan bertanya, "Apakah aku cantik?" "Cantik!" Li Jianqian bahkan tidak mengangkat kepalanya dan berkata, "Ersu yang paling cantik." Sebuah karakter fiksi dan protagonis utama dari serial anime dan manga One Piece. £¬ Chapter 595 - Menggenggam Telapak Tangannya Seenaknya, itu jelas terdengar seperti jawaban yang asal-asalan! Orang-orang dewasa tertawa ketika mereka mendengar hal itu, tetapi Li Jianyue masih tidak mengerti apa yang salah. Dia melihat orang-orang dewasa itu sedang tertawa dan merasa bangga. "Mosen, apakah aku yang paling cantik?" "Ya, Ersu adalah gadis paling cantik." Li Mosen terlihat serius, menatap wajah merah muda Li Jianyue dengan sepasang mata birunya yang bersinar. Li Jianyue bahkan merasa semakin senang. Dia dengan sombong mengangkat dagunya dan dengan segera melihat ke arah kotak yang dipegang oleh Li Mosen. "Apakah kau tidak akan melihat hadiah apa yang diberikan oleh nenek untukmu? Ayo kita lihat!" Li Mosen tidak bisa menahan senyumnya saat melihat wajah Li Jianyue yang penuh harap. Bocah lelaki itu meletakkan hadiahnya di atas meja dan membuka ikatan pitanya. Li Jianyue menjulurkan lehernya dan menatap ke arah hadiah itu. Dia melihat kilauan logam berwarna gelap dengan seketika, mengerjapkan matanya dan bertanya, "Apa ini?" Li Mosen mengeluarkan barang-barang di dalamnya dan menemukan bahwa itu adalah suku cadang berukuran kecil, dan terdapat gambar sebuah mobil di bagian tengahnya. "Sebuah miniatur mobil?" Mata Li Mosen berbinar-binar dan dia tidak sabar untuk membuka kemasannya. Serangkaian suku cadang logam berwarna gelap yang berukuran kecil itu berjatuhan, dan Li Mosen memegangnya dengan penuh semangat di tangannya. "Ini benar-benar sebuah miniatur mobil. Bagus sekali!" Sambil memegang bonekanya, Li Jianyue berkata dengan meremehkan, "Apanya yang bagus tentang miniatur mobil itu? Warnanya sangat gelap." Namun, Li Jianqian mendengar kata-kata "miniatur mobil," dan langsung mendongak. Bocah lelaki itu turun dari pangkuan Rong Haiyue dan berlari menghampiri. "Wow, ini benar-benar sebuah miniatur mobil!" Li Jianqian menggosok-gosokkan kedua tangannya. "Mosen, mari kita rakit bersama. Aku tahu bagaimana cara merakitnya juga." "Baik." Li Mosen mengembalikan suku cadang itu dengan hati-hati, terlihat sangat bahagia. Li Jianyue merasa sedikit kesal. Dia mendengus dan turun dari pelukan Rong Xuan dan berkata, "Aku ingin bermain dengan mobil itu juga." "Pergi sana. Kau hanya tahu cara mengacaukannya." Li Jianqian melemparkan sebuah tatapan meremehkan pada adiknya. Li Jianyue menggembungkan pipinya kesal dan menarik tangan Li Mosen. "Mosen, aku ingin bermain." Li Mosen tersenyum, menggenggam telapak tangan gadis kecil itu dan berkata, "Oke, mari kita rakit bersama." "Kakak Mosen memang yang terbaik!" Li Jianyue tersenyum, mendengus pada kakaknya, dan memaksakan dirinya masuk di antara mereka berdua. Su Qianci melihat ini dan tidak bisa menahan rasa gelinya. Dia membantu mereka memunguti suku cadang itu dan berkata, "Masuklah ke dalam dan bermain di sana. Dasu, ajaklah Mosen dan adikmu." "Oke." Li Jianqian merasa sedikit bersemangat, tapi dia tidak lupa untuk membawa perlengkapan karakternya di belakang dirinya. Li Mosen memegang kotak hadiah di satu tangan dan tangan Li Jianyue dengan tangan lainnya. Putri kecil itu memegang boneka di tangannya. Dan Li Jianqian memegang beberapa figur karakter 1 , mengikuti mereka dengan kegembiraan yang terlihat jelas. Sambil memandangi anak-anaknya yang masuk ke dalam dengan ceria, Su Qianci duduk di meja kopi, menekan sebuah tombol untuk merebus air, dan mengganti tehnya dengan Pu''er 1 yang baru didapatkan olehnya. Gerakannya lambat dan halus, terlihat anggun dan terampil. "Apakah kalian memiliki sesuatu yang perlu diurus di Kotaraja?" Su Qianci bertanya sembari dirinya menyeduh teh itu. "Tidak ada yang penting secara khusus, hanya untuk menemui dirimu." Rong Xuan duduk di sebelah Rong Haiyue. "Sudah lebih dari sebulan sejak terakhir kali aku bertemu anak-anak. Mereka tumbuh begitu cepat, dan aku khawatir aku tidak akan bisa mengenali mereka jika sudah terlalu lama." Figur (pahlawan super, karakter film, dan sebagainya) berukuran kecil, digunakan sebagai mainan atau barang koleksi. Sebuah varietas teh fermentasi yang diproduksi di provinsi Yunnan, China. Chapter 596 - Jangan Pernah Menyentuh Benda Semacam Ini. Ini Terlalu Berbahaya "Kalian bisa sering kemari di masa mendatang." Su Qianci membersihkan permukaan teh dengan tutup cangkirnya. Tangannya sedikit gemetar saat dia berbicara. "Anak-anak baru saja mengeluh beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa kalian tidak cukup sering mengunjungi mereka. Dan kebetulan aku ingin belajar menembak." Kemudian, dia menatap Rong Haiyue. "Apakah kau bisa mengajariku?" "Tentu saja!" Rong Haiyue langsung menyetujui, sedikit bersemangat. Rong Xuan menatap Su Qianci, sedikit tertegun. Empat tahun kemudian, putrinya telah bertumbuh dewasa sangat banyak. Di masa lalu, Su Qianci memiliki pipi yang lembut dan bulat, dan sekarang garis wajahnya lebih tegas, dengan sebuah raut wajah yang dewasa dan kapabel. Cara Su Qianci berbicara dan menangani segala sesuatu benar-benar sama sempurnanya. Apakah Su Qianci telah menerima mereka? Rong Xuan menangis bahagia, tetapi tidak ada yang mengatakan apa-apa. Setelah meminum teh dan memakan beberapa makanan ringan, Su Qianci mengambil sebuah senapan angin dan menyerahkannya kepada Rong Haiyue. Di halaman belakang yang besar, terdapat sebuah skip 1 yang ditinggalkan oleh Li Jinnan, yang mana tidak pernah dibuang. Senapan angin ini juga milik Li Jinnan. Setelah Su Qianci menyuruh anak-anak pergi, dia dan Rong Haiyue mulai berlatih. Senapan angin itu jauh lebih ringan daripada senapan angin kebanyakan, dan pelurunya dimuat secara otomatis. Su Qianci dan Rong Haiyue sedang berlatih bagaimana cara membidik. Keahlian menembak Rong Haiyue juga terkenal di kalangan pasukannya. Hampir semua tembakannya berada di sekitar pusat skip, tanpa banyak penyimpangan. Keakuratan Su Qianci hampir membuat Rong Haiyue tertawa. "Caramu menembak, untungnya tidak ada orang di belakang skip itu, kalau tidak akan terjadi sebuah kecelakaan." "Ini hanyalah sebuah senapan angin, bukan senapan yang sesungguhnya." Su Qianci tidak peduli, memegang senapan itu untuk membidik sasarannya. Li Jianqian dan Li Mosen sudah selesai merakit miniatur mobil itu, dan Li Jianyue sedang bermain boneka dengan tangan kirinya dan miniatur mobil dengan tangan kanannya di dalam ruangan itu, bersenang-senang. Kedua bocah lelaki itu sedang berlutut di pintu, memandang ke arah halaman belakang. Mata mereka bersinar. Kecintaan pria terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan mesin, mobil, dan semua jenis senjata dingin itu dimiliki oleh segala kelompok usia. Kedua bocah lelaki itu menginginkan senapan di tangan Su Qianci itu, mata mereka dipenuhi oleh gairah. Rong Haiyue sudah menyadari keberadaan mereka. Dia mengambil senapan itu dari Su Qianci dan berkata, "Meskipun senapan angin ini bukan senapan sungguhan, senapan angin ini juga dapat menyebabkan banyak kerusakan. Di masa lalu, banyak pemburu yang senang menggunakan senapan jenis ini untuk memburu beberapa hewan besar, seperti babi hutan liar dan bison. Jika seseorang tertembak di bagian vital, dia bisa terbunuh." Kemudian, Rong Haiyue memandang ke arah dua bocah lelaki itu dengan sebuah peringatan serius. "Terutama anak-anak hendaknya tidak pernah menyentuh senapan. Itu terlalu berbahaya." Su Qianci menyadari bahwa kedua bocah lelaki itu menyelinap ke sana dan tersenyum, memberi mereka sebuah tatapan peringatan. "Mengerti, Kakek!" Li Jianqian berdiri dan bertanya, "Tapi apa itu bagian vital?" "Bagian vital adalah bagian yang paling rentan dalam tubuh manusia, seperti leher, otak, dan jantung. Jika tempat-tempat ini tertembak oleh senapan angin, orang itu akan mati." Rong Haiyue menyingkirkan senapan angin tersebut dan maju untuk mengusir anak-anak itu. "Jangan berada di sini, ibumu sangat buruk dalam hal ini. Jika tembakannya meleset dari skip itu dan melukai kalian, hal itu tidak baik." Li Jianqian tertawa terbahak-bahak, dan Su Qianci tersipu malu dan menjejakkan kakinya. "Tidak seserius itu. Bagaimana bisa aku menembak mereka dengan sudut 90¡ã!" Li Mosen mendengar hal itu dan merasa agak puas. Ibumu ¡­ apakah wanita itu adalah ibunya juga? Sasaran tembak. Chapter 597 - Melatih Anjing Di Dalam Ruangan Kerjasama antara TL dan LS telah menjadi terkenal di bawah promosi TL. Fakta bahwa Li Jinnan secara pribadi menandatangani kontraknya adalah sebuah sensasi di dalam industri itu. Tang Qing diikuti oleh pengawalnya ketika dia menyerahkan kontrak yang sudah ditandatangani. Li Jinnan mengambil kontrak itu dan membacanya dengan saksama. Dalam benak pria itu, pesan dari L adalah sebuah pengingat. [Ada celah tersembunyi dalam kontrak TL. Jangan sampai bocor saat menandatangani kontraknya. Anda dapat menggunakannya di masa yang akan datang.] Celah tersembunyi? Mata Li Jinnan dengan sengaja tertuju pada pasal tindakan pencegahan untuk waktu yang lama. Tang Qing menatap mata pria itu dengan cermat, karena takut melewatkan apa pun ekspresi pada wajah Li Jinnan. Pada akhirnya, Li Jinnan hanya memindai pasal pelanggaran kontrak itu selama beberapa detik. Beberapa baris teks itu tiba-tiba membuat dirinya mengerti apa yang dimaksud oleh L. Ternyata ¡­ itu memanglah gaya Li Sicheng, licik dan berbahaya. Li Jinnan sekarang sebenarnya bisa menegaskan bahwa L adalah Li Sicheng, dan orang yang menyusun dokumen ini pastilah juga kakaknya. Meskipun dia merasakan segudang emosi, wajahnya tetap terlihat tenang. Saat dia membaca seluruh dokumen tersebut, waktu yang dihabiskan untuk pasal pelanggaran kontrak adalah yang terpendek. Li Jinnan mengeluarkan pulpen miliknya sendiri, dengan cepat menandatangani dan membubuhkan stempel Grup Li pada dokumen itu, dan bertukar salinan kontrak tersebut dengan Tang Qing. Kedua perusahaan tersebut secara resmi mengumumkan kerjasama mereka. Li Jinnan dan Tang Qing akhirnya berjabat tangan, dan keduanya mengangguk pada satu sama lain. Tepat ketika keduanya hendak berpisah, ponsel Li Jinnan berdering. Tatapan mata Tang Qing selalu tertuju pada pria itu, jadi wanita itu melihat perubahan ekspresi wajah Li Jinnan yang tiba-tiba. Dalam sekejap, ada sukacita luar biasa di wajahnya yang tenang. Dia tiba-tiba berkata dengan nada suara yang tidak percaya, "Kau menemukan Tang Mengying?" Tang Qing mendengar kata-kata itu, dan hatinya secara tiba-tiba merasa ciut. Pengawal di belakangnya juga merasa jantungnya hampir copot. Dengan waspada, dia berpindah ke depan Tang Qing. Namun, mata Li Jinnan tidak tertuju pada Tang Qing sama sekali. Pria itu dengan tenang memerintahkan, "Pastikan untuk menemukan wanita itu, entah dia berada di Yunnan atau Myanmar!" Yunnan? Myanmar? Tang Qing bertukar pandang dengan pengawal itu, dan keduanya tiba-tiba merasa rileks. Tampaknya Li Jinnan telah mencurigai orang yang salah. Li Jinnan mengucapkan beberapa patah kata lagi dan kemudian menutup teleponnya. Membalikkan badannya, dia meminta maaf kepada Tang Qing, "Maaf, saya masih memiliki urusan lain dan harus pergi terlebih dahulu." "Tentu saja." Li Jinnan segera melangkah keluar. Tang Mengying mencibir di belakang pria itu dan berjalan keluar dengan perlahan. Pulang ke rumahnya, Tang Mengying langsung menuju ke ruang bawah tanah. Ketika Jing Sao melihat wanita itu datang, penjaga itu membukakan pintu untuknya. Pintu demi pintu, tempat itu dijaga dengan sangat ketat. Dan di depan satu-satunya pintu keluar di bagian depan, terpasang empat buah kamera pengintai. Tidak ada blind spot 1 . Empat orang pengawal selalu berkeliling pada saat yang bersamaan, dan bahkan jika orang yang berada di dalam penjara itu memiliki tiga buah kepala dan enam buah lengan, mustahil bagi orang itu untuk melarikan diri. Kecuali Tang Mengying, semuanya hanya bisa diatur oleh Jing Sao, sang pelayan yang telah bersama keluarga Tang selama lima atau enam tahun. Tang Mengying merasa sangat puas dengan pergerakan Jing Sao, mengangguk, dan berkata dengan penuh simpati, "Jing Sao, kau belum pernah berlibur dalam waktu yang lama. Apakah kau memiliki suatu tempat ke mana kau akan pergi dalam benakmu?" Ketika mendengar itu, Jing Sao tampak tersentuh, tetapi dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak. Tempat mana yang mungkin kutuju? Suamiku sudah meninggal, putraku sudah meninggal, dan sekarang hiburanku satu-satunya adalah melatih anjing di dalam ruangan. Tidak ada hal lain yang bisa membuatku bahagia." Tempat yang tidak terjangkau oleh kamera pengintai. Chapter 598 - Tiga Hari Kebebasan Tang Mengying tersenyum senang dan mengangguk, merasa puas dengan jawaban Jing Sao. "Tentu saja, kau memiliki hobi yang sama denganku. Aku juga suka melatih seekor anjing. Sayangnya, aku tidak bisa melakukannya dalam beberapa hari ke depan." Jing Sao sedikit terkejut dan bertanya, "Nona, apakah Anda akan melakukan perjalanan bisnis lagi?" "Ya, dipanggil oleh pihak manajemen, jadi aku harus pergi. Aku akan pergi ke Guangxi besok pagi. Karena aku akan pergi selama tiga hari, kau harus mengawasi pria itu beberapa hari ini. Jangan biarkan dia melarikan diri darimu seperti terakhir kali. " Dengan sebuah senyum dingin, Jing Sao berkata dengan kejam, "Kalau begitu dia harus dapat menikmati sakaunya. Jika dia tidak kembali kemari, dia hanya bisa menderita di pusat rehabilitasi narkoba." Tang Mengying benar-benar menyukai ekspresi Jing Sao. Menyeringai, wanita itu melangkah masuk. Jing Sao berjalan di belakangnya dan berkata, "Aku baru saja memberinya narkoba, dan sekarang dia sedang tidur. Beberapa saat yang lalu, dia melompat-lompat ke sana kemari, membuatku muak." Menyalakan lampu, dia melihat sesosok tubuh terbaring di dalam. Menyadari suara berisik itu, sosok itu dengan tidak sabar membalikkan badan dan kemudian melanjutkan tidur dengan bantal di atas wajahnya. "Bukankah aku memintamu untuk memberinya narkoba tepat waktu?" Tang Mengying sepertinya merasa agak tidak senang, suaranya agak rendah. Jing Sao terlihat sedikit malu dan berkata, "Nona, bukankah Anda menyarankan untuk memberi saya sebuah liburan. Sebenarnya, bagaimana kalau membiarkan saya tinggal di sini selama tiga hari saja? Jangan pedulikan bagaimana saya menyiksanya, oke?" Tang Mengying tersenyum dan bertanya, "Bagaimana kau ingin bermain dengannya?" Saat melihat bahwa wanita itu benar-benar tertarik, Jing Sao tampak kegirangan dan berkata, "Ada sejuta cara!" Tapi dengan segera, dia menenangkan dirinya sedikit demi sedikit, berdeham dan menundukkan kepalanya. Senyum di wajah Tang Mengying bahkan semakin gemilang. Dia menepuk pundak Jing Sao dan berkata, "Biarkan dia tetap hidup. Tidak mudah untuk membuat pria itu hidup kembali. Lihat saja wajahku." "Ya, aku tahu apa yang harus kulakukan." "Itu bagus. Aku akan menyerahkan dia kepadamu kalau begitu," kata Tang Mengying dan dengan segera berbalik menjauh. Jing Sao melirik pria yang berada di tempat tidur, dan dengan cepat mematikan lampunya. Kemudian dia mengunci kembali pintunya lapis demi lapis dan berjaga di pintu. Li Sicheng bangkit dari tempat tidur, sepasang matanya yang dingin berkilauan penuh kegembiraan. Pergi selama tiga hari? Dengan kata lain, tiga hari ini ¡­. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Sebelum jam delapan pagi hari Sabtu, Li Jianyue bergegas menuju ke kamar Su Qianci. Ibunya masih tertidur. Li Jianyue melepaskan sandal kecil yang baru saja dia kenakan, dan pergi ke tempat tidur ibunya, berteriak, "Ibu Ibu Ibu bangun. Ayo kita pergi ke taman hiburan hari ini, taman hiburan! Ibu Ibu Ibu!" Su Qianci sedang tidur nyenyak, tetapi dirinya dibangunkan oleh gadis kecil itu. Tapi dirinya tidak bergerak. Ketika Li Jianyue naik ke atas tubuhnya, dia tiba-tiba mengulurkan tangan dan meraih bahu kecilnya, berteriak, "Aku menangkapmu!" "Ah!" Li Jianyue menjerit, tetapi pada saat yang sama tawanya yang meriah itu menular. "Ibu monster, jangan tangkap aku. Tolong, kakak!" Su Qianci memeluk gadis kecil itu dan terlihat galak. "Aku akan memakanmu. Kakakmu tidak akan datang untuk menyelamatkanmu!" "Oh, aku akan dimakan!" Li Jianyue memiringkan kepalanya, berpura-pura terjatuh. Tapi dia dengan cepat bangkit lagi, berkata dengan nada suara serius, "Bu, engkau terlalu kekanak-kanakan. Sekarang aku telah bermain denganmu, Ibu harus membawa kami ke taman hiburan!" Ini adalah tugas khusus yang diberikan Kakek padanya, dan dia harus menyelesaikannya! Chapter 599 - Adikku Yang Memaksaku Melakukan Ini Su Qianci berbaring kembali ke tempat tidur dengan malas, tidak ingin bergerak. "Biarkan ibu tidur sebentar. Ibumu masih mengantuk." Li Jianyue mengerjap dan berbaring di atas tubuh ibunya, menyandarkan kepala kecilnya di dada ibunya. "Ayo kita tidur sebentar lagi kalau begitu." Su Qianci melengkungkan bibirnya dan menyentuh kepala kecil Li Jianyue, memejamkan matanya lagi. Tetapi dalam waktu kurang dari dua menit, gadis kecil itu bangun. "Bu, waktunya sudah habis. Ibu bisa bangun." "Belum. Sebentar lagi." "Tidak, Bu, engkau harus menepati janjimu!" Li Jianyue mengulurkan tangan dan menarik pakaian ibunya, mencoba mengangkatnya, tetapi Su Qianci masih berbaring. Wajah gadis kecil itu memerah, duduk di atas perut Su Qianci dan merengut. Dia kemudian memasukkan dua jari telunjuknya ke lubang hidung ibunya dan berkata, "Bangun!" Su Qianci tertawa. Setelah dia meraih tangan gadis kecil itu, dia membalikkan tubuh putrinya dan menepuk bokong kecilnya. "Minta dipukul, ya?" "Ah, ibu memukuliku. Tolong, Kakak!" Li Jianqian melihat dari luar, mengerjap, dan bertanya, "Bu, apakah Ibu sudah siap?" "Aku datang." Su Qianci menguap dan mendorong Li Jianyue ke samping, menyeka tangannya dengan selembar tisu basah. "Ibu akan menyikat gigi dan membasuh wajah. Apakah kalian sudah sarapan?" "Sudah!" Li Jianyue menyombongkan diri, "Kami tinggal menunggu ibu. Ibuku adalah seekor serangga besar yang malas!" Su Qianci mencubit hidung putrinya itu sebelum bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, di atas wastafel, barang-barang yang telah digunakan Li Sicheng masih diletakkan di tempat semula. Karena barang-barang itu sudah lama tidak digunakan, mereka terlihat agak usang. Su Qianci melirik ke arah barang-barang itu dan mengambil cangkirnya sendiri, berkata ke peralatan mandi itu, "Selamat pagi, Tuan Li." Setelah mandi, dia membuka pintu dan menemukan bahwa kamarnya telah menjadi berantakan. Li Jianqian menutupi kepala dan tubuhnya dengan selimut, berdiri di atas tempat tidur dan menunduk menatap Li Jianyue, yang sedang berlutut. "Apakah engkau tahu bahwa apa yang telah engkau lakukan itu salah!" Li Jianyue sedang berpura-pura menangis dan dia mengerang, "Selirmu yang rendah hati mengetahui bahwa dirinya telah melakukan sebuah kesalahan. Maafkan hamba, Yang Mulia! Hamba tidak akan berani ¡­." Li Mosen berdiri di satu sisi, dengan kedua tangannya yang terangkat, dan kepalanya sedikit menunduk. Su Qianci melihatnya sekilas dan mengetahui bahwa bocah lelaki itu memainkan peran sebagai seorang kasim. Saat melihat Su Qianci berjalan keluar, Li Jianqian langsung menurunkan selimutnya. Bocah lelaki itu duduk di tempat tidur dan berkata, "Adikku yang memaksaku untuk melakukan ini!" "Tidak, kakakku yang ingin menjadi kaisar!" Li Mosen berdiri di satu sisi dan mundur ke arah Li Jianqian. Su Qianci merasa malu dan berkata, "Keluarlah!" Ketiga anak kecil itu langsung menghilang, dan sepatu Li Jianqian masih berada di bawah tempat tidur. Su Qianci merasa tak berdaya dan berteriak, "Dasu, sepatu!" Li Jianqian segera membuka pintu dan berlari masuk, mengangkat sepatu dan berlari lagi. Di pintu, dia memikirkan sesuatu dan berkata, "Ibu harus mengenakan pakaian yang sama dengan kami!" Su Qianci tersenyum, mengunci pintu, dan menemukan sebuah celana panjang biru dan kaus longgar bergaris hitam dan putih. Sebuah padu padan yang paling klasik. Dia menata rambutnya menjadi sebuah cepol sederhana, mengenakan sepasang sepatu datar berwarna putih, dan pergi keluar. "Terlihat seperti siswi SMA," kata Liu Sao saat dirinya mengeluarkan sarapan, menatap ke arah Su Qianci. "Anda terlihat seperti kakaknya anak-anak, bukannya ibu mereka." Chapter 600 - Panjang Umur Para wanita senang disebut muda, dan Su Qianci tidak terkecuali. Sambil tertawa dan menyantap bubur, dia berkata, "Terima kasih, Liu Sao." Kapten Li sedang membaca koran dengan kacamata bacanya dan merasa sangat puas dengan penampilan Su Qianci. Dia berkata sambil tersenyum, "Kau harus mengawasi anak-anak di taman hiburan hari ini. Kau sendiri terlihat sangat muda. Jangan tertipu." "Tidak mungkin," Su Qianci makan sarapannya. "Jika aku begitu mudah ditipu, bagaimana aku bisa mengelola perusahaan?" Ini adalah yang sebenarnya, tetapi sekarang kenyataan itu tidak berhasil untuk kakek. Pria tua itu berkata, "Sulit untuk mengatakannya. Kau membawa tiga orang anak bersamamu tanpa seorang pria. Untungnya, kakek sudah menemukan seorang penyelamat untukmu." Ketika suara kakek merebak, Su Qianci mendengar bel pintu berdering. Pria tua itu dengan gembira meletakkan korannya dan berkata, "Panjang umur." Su Qianci memiliki sebuah firasat buruk, menelan seteguk bubur terakhirnya dan menatap ke arah pintu. Liu Sao pergi untuk membukakan pintu, dan yang berdiri di luar adalah sebuah sosok jangkung dan kurus. Lu Yihan tidak memakai kacamata hari ini, dan sepasang matanya yang cerah terlihat hebat di wajahnya yang tirus. Dia mengenakan sebuah kaus bergaris-garis hitam dan putih yang longgar di bagian atas dan sepasang celana jeans biru muda di bagian bawah, memang sangat tampan. Ketiga anak itu melihat Lu Yihan masuk ke dalam, semuanya mendongak dan berkata serempak, "Halo, Paman Lu." Lu Yihan mendengar suara mereka, berjalan mendekat dan mengusap kepala kecil mereka. "Halo, apakah kalian siap?" "Iya!" Li Jianyue adalah yang paling bersemangat. "Paman lihat, aku tidak memakai rok hari ini, pakaian yang sama sepertimu!" Li Jianyue mengenakan sebuah suspender 1 kecil dengan atasan bergaris hitam putih. Tidak hanya Li Jianyue, tetapi juga Li Jianqian dan Li Mosen mengenakan pakaian yang sama. Su Qianci melihat pakaiannya sendiri dan merasa sangat aneh. Dirinya mengenakan sesuatu yang mirip dengan pakaian Lu Yihan juga ¡­. Awalnya, dia membeli setelan pakaian orang tua-anak untuk dirinya dan ketiga anak kecil itu, yang kebetulan sesuai dengan pakaian Lu Yihan. Itu seperti ¡­ sebuah keluarga dengan lima orang anggota? Dia langsung merasa sangat malu dan menatap ke arah kapten itu. Lelaki tua itu dengan cerdik menutupi wajahnya dengan koran, terdengar kaget. "Hei, apa yang kau tahu? Sekarang bahkan ada orang yang merampok dan membunuh orang lain di jalan. Mengerikan. Lu, hari ini aku memercayakan padamu Qianqian dan anak-anak. Jagalah mereka." "Ya." Lu Yihan menurunkan tubuhnya dan memeluk Li Jianyue. "Itu akan menjadi kehormatan bagiku untuk menyelesaikan tugas ini!" Su Qianci merasa tidak nyaman. Dia seharusnya sudah memikirkan hal ini. Taman hiburan itu pastilah ide dari kakek! Sambil menyentuh dahinya, Su Qianci tidak mengetahui bagaimana menghadapi Lu Yihan. "Aku tiba-tiba teringat bahwa masih ada sesuatu yang harus aku tangani hari ini. Bisakah kita pergi pada kesempatan lain?" "Ah, apa Ibu masih sibuk?" Li Jianyue membelalakkan matanya dan merengut. "Tapi ¡­ tapi aku benar-benar ingin pergi ke taman hiburan. Bu, bisakah Ibu membawaku ke sana?" "Qianqian, mereka telah menunggumu begitu lama. Kapan terakhir kali kau membawa anak-anak keluar? Kau bekerja sepanjang hari dan perlu menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka." Kapten Li menyembunyikan diri di balik korannya, takut melihat ekspresi wajah Su Qianci. "Kakek!" Su Qianci merasa sedikit marah. Meskipun dia mengetahui bahwa kakek melakukan hal ini untuk kebaikannya, dia masih tidak bisa menahan perasaan kesalnya. Su Qianci mengetahui dengan sangat baik bagaimana Lu Yihan memperlakukan dirinya. Tapi justru karena itu, Su Qianci tidak ingin berutang terlalu banyak pada pria itu. Bretel; tali sandang. Chapter 601 - Dia Datang, Tanpa Memberi Tahu Siapa Pun Kakek benar-benar menjebak Su Qianci kali ini. Tidakkah kakek mengetahui bahwa cucu mantunya itu akan merasa malu dan bersalah? Pria tua itu berpura-pura tidak mendengar apa-apa dan berkata kepada Li Jianqian, "Kau tidak boleh melarikan diri. Dengarkan ibumu dan jaga adikmu. Mengerti?" Li Jianqian mengangguk. "Aku tahu kakek buyut, aku akan menjaga adikku dengan baik!" "Aku juga!" Li Mosen tidak mau ketinggalan. Dan Li Jianyue yang berada di pelukan Lu Yihan, meraih leher Lu Yihan dan menatap Su Qianci. "Bu, apakah engkau sudah kenyang?" Lu Yihan menatap Su Qianci dan sedikit tersenyum. "Ayo kita pergi." Su Qianci tidak ingin pergi sama sekali! Tapi melihat ekspresi Li Jianyue yang penuh harap, dia merasa segan untuk mengecewakan putrinya. Li Jianqian berlari ke ruang makan dan menarik tangan Su Qianci. "Bu, ayo kita pergi!" Su Qianci ditarik oleh Li Jianqian dan berjalan keluar. Shuang Yu mengikuti mereka tanpa bersuara, menggandeng tangan Li Mosen, dan dengan segera masuk ke dalam RV itu bersama-sama. Hari ini adalah akhir pekan, jadi sopir Yang tidak bekerja. Lu Yihan dengan sadar diri duduk di kursi pengemudi, Su Qianci dan Shuang Yu berada di belakang bersama ketiga anak kecil itu. Kedua bocah lelaki itu berada di sofa, satu di kiri dan satu di kanan, dengan iPad di antara mereka berdua, dan Li Jianyue duduk di lantai di bagian tengah, menatap game yang sedang mereka mainkan. Su Qianci bersandar ke belakang sofa dan merasa sedikit tertekan. Kalung angsa di lehernya bersinar dengan cemerlang. Dia menyentuhnya dan tidak bisa menahan diri untuk mengingat penampilan Li Sicheng yang dia bayangkan pada hari itu. Merasa patah hati. Namun, tidak ada yang bisa dia lakukan sama sekali. Mendongak dengan tatapan kosong, Su Qianci mengambil ponselnya dan menghubungi Li Jinnan. Li Jinnan sedang bekerja lembur di kantor pada saat ini. Melihat bahwa telepon itu berasal dari Su Qianci, pria itu segera mengangkatnya. "Adik ipar?" "Ya." "Bagaimana keadaannya?" Li Jinnan terdiam selama satu menit sebelum dia berkata, "Aku sedang merencanakannya. Bersikaplah biasa dan biarkan aku mengurusnya, kakak ipar." "Apakah kau punya berita baru?" "Ya." Mata Su Qianci menyala dan duduk dengan tegak. "Apa itu?" "Biarkan aku yang menanganinya, kakak ipar. Bukankah kau sedang membawa anak-anak ke taman hiburan hari ini? Bersenang-senanglah." "Jinnan ¡­." Su Qianci masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi adik iparnya itu sudah menutup telepon. Dirinya merasa sedikit berkecil hati. Memikirkan fakta bahwa dia akan membawa ketiga anak itu bersama Lu Yihan, dia merasa semakin gelisah. Li Jianqian sedang memainkan sebuah game dan jelas terlihat pandai dalam hal itu, karena dari waktu ke waktu, Li Mosen mengeluarkan sebuah jeritan. Li Jianyue sebenarnya tidak mengetahui apa yang membuat Li Mosen merasa kagum, tetapi gadis kecil itu melihat tatapan bocah lelaki itu dan ikut merasa kagum. Meskipun Li Jianqian memandang rendah Li Jianyue, perasaan dipuja seperti ini tetap terasa sangat menyenangkan. Segera setelah tiba di pintu masuk taman hiburan, Lu Yihan menghentikan mobilnya dan membawa anak-anak. Itu adalah hari Sabtu, jadi taman hiburan itu penuh dengan orang-orang. Li Jianyue menggandeng tangan Su Qianci dan melihat orang-orang yang datang dan pergi bersama anak-anaknya. "Wow! Banyak sekali orangnya!" "Ayo kita pergi, paman akan membawa kalian bermain!" Lu Yihan memeluk Li Jianyue dan berjalan masuk. Li Jianqian dan Li Mosen juga terlihat sedikit bersemangat, saling mengejar dan berlari ke gerbang masuk tersebut. Shuang Yu mengikuti mereka dengan cermat, karena takut kehilangan salah satu dari mereka. Su Qianci tertinggal di belakang, merasa agak tertekan. Apa yang tidak disadari oleh keenam orang itu adalah ada sebuah mobil sport berwarna putih yang selalu mengikuti kendaraan mereka. Tepat setelah mereka parkir, seorang pria jangkung memarkir mobil itu dan diam-diam mengikuti mereka. Dia tetap mengenakan sebuah kaos lengan pendek berwarna abu-abu tua, yang memamerkan tubuh yang kekar, celana jeans belel dan sepatu kanvas. Mengenakan sebuah topi besar di kepalanya dan sebuah kacamata hitam berukuran besar, pria itu menutupi telinganya dengan rambut berwarna terang, hanya memperlihatkan anting-anting safir berbentuk salib saja. Dia datang, tanpa memberi tahu siapa pun. Namun, setelah dirinya melihat pakaian yang mereka kenakan, matanya yang berada di balik kacamata itu menjadi semakin dingin dan gelap. Chapter 602 - Bahaya! Setelan pakaian orangtua anak? Li Sicheng memasukkan tangannya ke saku celananya dan dengan perlahan mengikuti mereka. Li Jianyue digandeng oleh Lu Yihan dengan senyum lebar di wajahnya yang merah muda. Melihat sekelilingnya dengan matanya yang bundar dan gelap, gadis kecil itu melihat seorang badut yang sedang menjual permen kapas, dikelilingi oleh banyak anak-anak dan orang tua. Li Jianyue melihat permen kapas yang berwarna-warni itu dan balon-balon yang melayang diterpa angin, dan matanya bersinar. Dia memohon dengan suara yang manis, "Aku mau itu, Paman Lu. Aku mau permen kapas, dan juga balon!" Li Jianqian bersama Li Mosen. Shuang Yu membeli tanghulu 1 untuk mereka, dan mereka berjalan masuk ke dalam sambil makan. Lu Yihan mengantri untuk membelikan gadis kecil itu permen kapas dan balon. Li Jianyue memegang balon di satu tangan dan permen kapas di tangan lainnya, cekikikan dengan wajahnya yang lengket. Dari waktu ke waktu, Su Qianci mengeluarkan selembar tisu basah untuk menyeka wajah putrinya itu. Lu Yihan tersenyum dan menatap gerakan lembut Su Qianci, terlihat puas. Su Qianci tidak menyadari ekspresi wajah Lu Yihan dan mengeluh, "Lihat dirimu, lengket semua!" Li Jianyue menyerahkan batang permen kapas yang sudah habis itu kepada Su Qianci dan menggelengkan kepalanya. "Tidak lengket. Aku masih ingin makan lagi." "Kau tidak diizinkan untuk makan lagi. Terlalu banyak permen akan merusak gigimu," kata Su Qianci dengan tegas, mengambil batang permen kapas itu dan melemparkan benda itu ke tempat sampah. Li Jianqian dan Li Mosen memasuki taman hiburan itu, dan mereka lebih bersemangat daripada Li Jianyue. Saling menarik satu sama lain, mereka akhirnya pergi ke lapangan untuk bermain permainan menembak. Su Qianci dan Li Jianyue menyaksikan mereka menembak dari belakang. Gadis kecil itu menarik tangan ibunya dan berbisik, "Bu, aku mau pipis." Su Qianci menggendong Li Jianyue dan memberi tahu Lu Yihan, lalu dia membawa gadis kecil itu ke toilet. Li Jianyue tidak mengetahui bagaimana mengenakan baju terusannya sendiri. Setelah menggunakan toilet, semua kancingnya salah. Ketika gadis kecil itu membuka pintu toilet itu dan keluar, Su Qianci hampir tertawa. Ikat pinggang terpelintir, dan celananya hampir melorot. Setelah menyuruh gadis kecil itu untuk mencuci tangannya, Su Qianci membantu putrinya mengancingkan bajunya. Li Jianyue tersenyum dan meminta sebuah pelukan, lalu mereka pergi keluar dari toilet bersama-sama. Tidak jauh dari toilet itu, ada sebuah wahana permainan udara untuk anak-anak yang ditemani oleh orang dewasa. Wahana permainan itu tidak terlihat berbahaya, tingginya hanya sekitar 30 meter. Terdengar suara tawa anak-anak yang berasal dari wahana permainan tersebut dari waktu ke waktu. Mata Li Jianyue berbinar-binar. "Bu, Ersu mau main itu!" Li Jianyue terdengar manis dan menunjuk ke arah pesawat kecil di atas. "Sangat menyenangkan. Ayo kita bermain bersama!" "Oke, ayo kita pergi." Li Jianyue diturunkan oleh Su Qianci dan mereka pergi ke belakang antrian. Antrian itu tidak panjang, dan dengan segera tiba giliran mereka. Su Qianci mengikat sabuk pengaman Li Jianyue, dan kemudian sabuk pengaman miliknya. Dia berbisik, "Jangan takut. Nanti akan cukup tinggi." "Aku tidak takut akan hal itu!" Wajah kecil Li Jianyue dipenuhi kegembiraan, merasa gugup di dalam hatinya ketika dirinya melihat ke bawah. Pesawat kecil itu bergerak, Li Jianyue merasa bahwa dia sedang terbang dan berteriak, "Bu, aku terbang! Ah!" Suaranya kekanak-kanakan dan lembut, bercampur dengan tawa. Su Qianci melihat putrinya yang begitu senang dan mengulurkan tangan untuk memeluk gadis kecil itu. Namun, tiba-tiba ada suara berderak di bawahnya. Merasa bahwa dirinya hampir terlempar keluar, Su Qianci tiba-tiba merasa panik. Dengan banyaknya teriakan, seseorang berteriak, "Ya ampun! Pesawat kecil itu akan jatuh!" Camilan tradisional China yang terbuat dari manisan Crataegus Pinnatifida, yang ditusuk dengan tusuk sate dan dicelupkan ke dalam sirup gula sehingga membentuk lapisan gula keras di bagian luar. Tetapi belakangan ini para pedagang juga menggunakan berbagai buah-buahan lain, seperti tomat ceri, jeruk mandarin, stroberi, blueberry, nanas, kiwi, pisang, atau anggur. £¬ Chapter 603 - Ayah Akan Memberimu Apa Saja Yang Kau Inginkan Li Sicheng membeli sebuah permen kapas. Saat memandang gumpalan kapas berwarna merah muda itu, dirinya teringat akan sebuah suara manis yang mengatakan, "Aku masih ingin makan lagi!" Dia berada cukup jauh, tetapi pendengarannya cukup tajam untuk mendengar suara gadis kecil itu. Putrinya ingin makan permen kapas. Ayah akan membelikannya. Ayah akan memberikan apa saja yang kau inginkan. Mata Li Sicheng meredup di balik kacamata hitamnya. Hampir, berikan dirinya waktu dua bulan lagi. Dalam dua bulan, dia akan pulang ke rumah untuk bersatu kembali dengan istrinya, putra dan putrinya ¡­. Permen kapas itu tidak bertahan lama sama sekali di udara terbuka, bentuk mengembang dan indah itu dengan segera berubah bentuk menjadi sebuah bola. Li Sicheng memandangi permen kapas di tangannya dan menertawakan dirinya sendiri. Dia benar-benar membeli barang seperti itu, siapa yang akan memakannya? Pergi ke tempat sampah, dia melemparkan permen kapas tersebut ke dalamnya. Tiba-tiba, terdengar sebuah teriakan. Mendengarkan suara berisik itu, Li Sicheng menoleh untuk melihat ke tempat di mana semua orang sedang menatap. Pupil matanya tiba-tiba mengecil. Jantung Li Sicheng hampir jatuh. Bukankah itu ¡­ wahana permainan udara yang baru saja istri dan putrinya naiki? ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci sangat ketakutan sehingga wajahnya pucat pasi. Memeluk Li Jianyue dengan kedua tangannya, dia meletakkan kepalanya di atas putrinya. Li Jianyue membuka matanya yang besar, sama sekali tidak menyadari apa yang telah terjadi, menatap Su Qianci dan bertanya, "Bu, apa yang terjadi padamu?" Staf taman hiburan itu semuanya menyadari apa yang terjadi dan segera menekan tombol berhenti darurat. Klik! Wahana permainan tersebut berhenti dengan segera. Sayangnya, pesawat kecil yang hampir terlepas itu berada di titik tertinggi wahana tersebut, 30 m dari tanah. Seharusnya ada dua buah titik pengunci di bagian bawah setiap pesawat kecil, tetapi salah satu titik pengunci itu jelas terlepas pada bagian atas pesawat kecil itu. Pesawat itu miring dan berayun-ayun di udara. Tergantung tinggi, dan tiga perempat kursi terlihat dengan jelas di udara. Hanya ada sebuah sambungan yang sangat tipis yang menahan mereka agar tidak jatuh. Namun, suara bising yang berasal dari bagian bawah itu, entah bagaimana terdengar seperti suara musik. Setiap kali suara itu terdengar, suara itu membuat semua orang merasa takut. Hampir semua orang yang berada di sekitarnya memandang ke atas dan banyak orang mengambil foto dengan ponsel mereka. Teriakan itu terus bergema, dan semakin banyak orang berkumpul. Wajah Su Qianci pucat seperti kertas, memeluk putrinya dan melihat ke bawah, jantungnya hampir melompat keluar dari dadanya. Napasnya terengah-engah, dirinya tidak berani bergerak dan berteriak, "Tolong!" Saat itu musim panas. Suhu udara di luar ruangan sangatlah panas. Sinar matahari yang membara menyinari, dan Su Qianci berkeringat di sekujur tubuhnya. Dalam waktu singkat, tubuh Su Qianci basah kuyup, memeluk anak itu dan diam tak bergerak. "Polisi, telepon polisi!" "Ya Tuhan, ini sangat menyeramkan. Selamatkan mereka!" "Begitu tinggi, jika pesawat itu jatuh ¡­." ¡­. Tubuh Su Qianci bergetar hebat. Memeluk anak itu, dia merasa ketakutan dan terisak-isak dan berteriak tak berdaya, "Tolong! Tolong kami!" Namun, suara di bawahnya terdengar semakin keras. Semakin banyak orang berkumpul. Seseorang telah menghubungi polisi, dan beberapa orang pergi mencari bantuan, tetapi tidak ada seorang pun yang datang untuk menyelamatkan mereka. Li Jianyue tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi ketika gadis kecil itu melihat ibunya menangis dia merasa sangat gugup, membuatnya sedikit takut. Dia menangis dan berteriak, "Ibu!" Chapter 604 - Apakah Mereka Akan Mati Di Sini Hari Ini? Suara teriakan anak-anak itu menyebabkan kegemparan yang lebih heboh dalam kerumunan orang-orang yang menyaksikannya. Anak-anak yang berada di pesawat kecil lainnya mendengar Li Jianyue menangis dan menjadi panik, mulai menangis juga. "Ersu, jangan takut. Jangan bergerak. Jangan menangis." Su Qianci memeluk gadis kecil itu di tangannya, berbisik untuk menenangkan putrinya, "Kita akan turun dengan sangat cepat, jangan takut." Li Jianyue bahkan menangis semakin keras, memeluk erat lengan ibunya. Dengan sebuah gerakan seperti itu, dan pesawat kecil yang hampir terlepas itu sedikit bergetar. Su Qianci bahkan merasa semakin takut, menggigil. Dia menggigit bibir bawahnya dan menghibur putrinya, "Jangan bergerak, Ersu. Ayo kita main sebuah permainan." Li Jianyue berhenti menangis, menatap Su Qianci dengan mata basah. Senyum Su Qianci sedikit kaku, dan suaranya sedikit gemetar. Dia berbisik, "Lampu hijau, lampu merah. Tidak diizinkan berbicara atau bergerak di saat lampu merah." Li Jianyue memang menjadi diam. Menutup matanya, dirinya tidak berani bergerak. Itulah yang diajarkan oleh Li Mosen padanya. Kedipan mata dianggap sebagai bergerak. Saat memainkan permainan ini, jika kau menutup mata, kau tidak akan kalah. Su Qianci juga tidak berani bergerak. Dengan mata tertutup, dia membiarkan air mata ketakutan itu menetes. Apa yang harus dia lakukan ¡­. Apakah mereka akan mati di sini hari ini? Tiba-tiba, ada sebuah teriakan lain dari kerumunan, diikuti oleh suara obrolan orang-orang. Semua orang melihat bahwa sebuah sosok abu-abu tua telah menjejalkan dirinya menembus kerumunan itu, dan sosok itu tidak ragu untuk memanjat pagarnya. Dia sangat lincah dan menginjak sebuah pesawat kecil, memanjat sepanjang cabang yang menghubungkan pesawat-pesawat kecil itu. Suara tubuh manusia yang sedang memanjat logam berongga itu mendekat. Su Qianci membuka matanya dan melihat ke bawah, tetapi tanpa memalingkan kepalanya, dia bisa melihat ke bagian depan, dan suara gerakan itu berasal dari belakang dirinya. Dia tidak berani memalingkan kepalanya dan tidak berani bergerak. Su Qianci memeluk gadis kecil itu dan tiba-tiba mendengar sebuah teriakan dari bawah. "Ini terlalu berbahaya. Kau tidak bisa naik ke atas!" "Apakah pria itu gila, benar-benar ingin memanjat ke atas?" "Siapa orang ini? Seorang anggota staf taman hiburan? Berani sekali!" ¡­. Suara-suara itu semakin keras. Lu Yihan masih bermain dengan dua bocah lelaki itu. Shuang Yu memperhatikan mereka dari belakang dan berbalik untuk melihat ke tempat bising tersebut. Ada terlalu banyak orang dan peralatan konstruksi yang besar itu menghalangi pandangannya. Dia tidak melihat apa pun. "Apa yang terjadi?" Li Jianqian melihat ke sana dan menoleh untuk melihat Li Mosen. "Bagaimana kalau kita memeriksanya?" Li Mosen mengangguk dan menatap Lu Yihan. Lu Yihan juga merasa penasaran, jadi pria itu memberi mereka sedikit dorongan dari belakang. "Ayo kita lihat." Mereka berjalan ke sana, dan Lu Yihan melihat pesawat kecil yang hampir terlepas tersebut dari kejauhan. Melihat pemandangan ini, Lu Yihan langsung merasa takut dan berteriak, "Ini terlalu berbahaya!" Ketika dia melihat orang yang berada di pesawat kecil itu, ekspresi wajahnya langsung berubah. "Qianqian?" Shuang Yu juga mendongak dan melihat bahwa itu memang Su Qianci dan Li Jianyue. Raut wajahnya berubah secara dramatis, dan dia langsung bergegas menghampiri, menjejalkan dirinya melalui kerumunan dan memanjat pagar tersebut. Shuang Yu berdiri di bawah wahana permainan itu dan mendapati bahwa sudah ada seseorang di atas. Sosok itu, punggung itu ¡­. Bukankah itu orang yang Su Qianci kejar di Pusat Pameran dan Perkumpulan waktu terakhir kali? Sekarang, mengapa dia muncul di sini? Tidak hanya Shuang Yu yang memiliki keraguan, bahkan Su Qianci pun merasa tidak percaya saat melihat pria itu. Chapter 605 - Jangan Bergerak, Ersu. Turunlah Dengan Ayah Li Sicheng terengah-engah, dengan hati-hati menggenggam batang besi itu, dan berbisik, "Lepaskan sabuk pengaman anak itu, angkat dia dan serahkan dia padaku." Su Qianci mendengar suara ini dan merasa sedikit terkejut. Memandang ke arah pria itu dengan tidak percaya, dia ingin melihat menembus kacamata hitamnya dan menatap mata pria itu. Itu suaminya? Itu suaminya! Suara ini, yang dikenalnya sampai ke tulang-tulangnya, telah mengikuti Su Qianci dalam dua kehidupan. Selama bertahun-tahun, suara itu telah bergema dalam mimpi-mimpinya dan ingatannya, begitu jelas dan begitu akrab di telinganya. Sungguh, itu benar-benar Li Sicheng! Su Qianci lupa bernapas untuk sejenak. Dirinya tidak berani bergerak atau menyentuh pria itu. Kalau-kalau dirinya mengulurkan tangan, pria itu akan menghilang. "Sekarang! Kita tidak punya waktu!" Li Sicheng berbisik, ada ketakutan yang diam dalam suaranya. "Bergerak sedikit demi sedikit, dan tenanglah." Saat mendengar suara ini lagi, pikiran Su Qianci kosong. Dirinya hanya bisa memiliki sebuah pemikiran: itu dia, itu dia! Dia datang, dia datang untuk menyelamatkan mereka! Namun, Su Qianci dengan cepat bereaksi dan dengan hati-hati membuka sabuk pengaman putrinya. "Bu, kau kalah!" Li Jianyue membuka matanya, suaranya manis dan lembut. Dengan air mata yang mengering di wajahnya, dia tersenyum. Gadis kecil ini bahkan tidak mengetahui bahaya apa yang sedang dia alami ¡­. Hati Li Sicheng terasa agak sakit, dan rasa sakit itu menjalar naik ke matanya. Ini adalah pertama kali baginya untuk berada begitu dekat dengan putrinya, begitu dekat ¡­. Setelah empat tahun, Li Sicheng akhirnya bisa bertatap muka dengan putrinya. Gadis kecil itu sangat cantik, seperti ibunya. Li Shicheng menenangkan dirinya dan mengulurkan tangan pada gadis kecil itu. Tetapi ketika Su Qianci membuat gerakan itu, pesawat kecil itu berderit kembali. Banyak orang-orang yang sedang menyaksikan tidak bisa menahan diri untuk berteriak. Untuk pertama kalinya, Su Qianci merasa bahwa dirinya sangat dekat dengan kematian. Itu benar-benar menegangkan, bahkan lebih menakutkan daripada kematiannya yang sebelumnya. Jantungnya hampir terlepas, tetapi untuk beberapa alasan, gerakan Su Qianci sangat mantap meskipun tubuhnya mati rasa dan menggigil. Ini juga adalah pertama kalinya, Su Qianci merasa bahwa dirinya sebenarnya bisa begitu tenang. "Jangan bergerak, Ersu. Turunlah bersama Ayah." Ayah ¡­. Kata itu bak sebatang tongkat yang mengetuk hati Li Sicheng. Begitu ganas dan berat, membawa dampak dan sentuhan tanpa batas. Hatinya bergetar, Li Sicheng merasa bahwa tidak bisa menahannya lagi. Bahkan tangannya pun gemetar dalam kegembiraan. Dia berbisik, "Jangan memengaruhiku, cepatlah!" Li Jianyue diangkat di bagian kerah bajunya. Mendengar kata aneh Ayah itu, dia mengerjap. "Di mana ayah?" Di sini, Ayah di sini! Li Sicheng mengerutkan bibirnya dan mengulurkan tangan. Dia mengambil Li Jianyue dan berteriak, "Seseorang datanglah dan tolong!" Shuang Yu melompat-lompat dan melambai ke arah Li Sicheng di permukaan tanah. Li Sicheng turun dengan hati-hati ke bagian bawah, memeluk gadis kecil yang lembut itu dan perlahan-lahan bergerak ke bawah. Shuang Yu langsung berlari mendekat, mengangkat tangannya dan melambai pada Li Sicheng. Li Sicheng menurunkan gadis kecil itu dan berkata, "Ikuti Bibi Shuang Yu. Aku akan melepaskanmu sekarang. Satu, dua ¡­ lompat!" Li Jianyue cukup kooperatif, melompat ke pelukan Shuang Yu, dan bahkan tertawa terbahak-bahak. Setelah memastikan putrinya aman dan terkendali, Su Qianci akhirnya menghela napas lega, dan Li Sicheng dengan hati-hati bergerak naik ke arah istrinya. Chapter 606 - Sekali Lagi, Kekecewaan Hari Demi Hari Li Sicheng merasa bahwa dirinya gemetaran karena takut. Untuk pertama kali dalam hidupnya, dirinya merasa sangat takut. Dalam beberapa tahun terakhir, sudah tak terhitung jumlahnya saat nyawanya dipertaruhkan, tetapi Li Sicheng tidak pernah benar-benar merasa takut pada apa pun. Namun, saat ini, Li Sicheng merasa benar-benar ketakutan, sangat ketakutan sehingga hatinya bergetar. Sambil menenangkan dirinya sendiri, pria itu bergerak ke atas dan berkata, "Buka sabuk pengamannya. Berikan tanganmu padaku." Su Qianci mendengar suara yang sangat dikenalnya ini dan menangis bahagia. Terlepas dari air matanya, senyumnya mengembang tanpa batas. Suaminya datang. Itu adalah Li Sicheng, benar-benar Li Sicheng! Selama empat tahun, dirinya telah berkhayal bertemu lagi dengan suaminya selama berulang kali. Selama empat tahun, dirinya bertanya-tanya bagaimana penampilan suaminya ketika dirinya bertemu pria itu kembali. Tetapi bahkan jika dia memiliki sepuluh buah jantung dan sepuluh buah otak, dirinya tidak bisa membayangkan melihat suaminya dengan cara seperti ini. Tuan Li-nya, Li Sicheng-nya, sudah kembali. Su Qianci membuka sabuk pengamannya, mengulurkan tangan dan menyentuh telapak tangan suaminya. Hatinya yang telah menggantung selama empat tahun tiba-tiba kembali ke tempatnya. Tubuhnya yang menggigil karena merasa ketakutan akan kematian dan terjatuh tiba-tiba menjadi tenang saat dirinya menyentuh telapak tangan suaminya. Dirinya sedang berada dalam situasi putus asa, tapi lalu kenapa? Selama suaminya datang, dirinya bisa bertahan hidup. Selama suaminya datang, dirinya tidak akan mati. Itu selalu terjadi setiap saat, bukan? Su Qianci memegang tangan Li Sicheng dengan erat dan mencoba untuk berdiri. Dia tidak berani bergerak terlalu banyak, hati-hati ¡­. Tetapi pada saat kritis ini, dirinya bergerak selangkah dan perasaan tanpa bobot langsung terasa. Pupil mata Su Qianci mengecil ketika dirinya mendengar suara teriakan-teriakan keras ¡­. Lu Yihan berdiri di tengah kerumunan, memperhatikan kedua bocah laki-laki itu. Pada saat ini, ketika pria itu melihat pemandangan ini, wajahnya langsung memucat. Dia berteriak, "Qianqian!" "Aaaah!" Kerumunan itu menjadi sangat kacau. Suara jeritan-jeritan itu bercampur dan berubah menjadi suara yang hampir tidak bisa diabaikan. Booooom! Sebuah kursi yang berat terjatuh dari pesawat kecil itu, membuat sebuah lubang di permukaan semen. Debu beterbangan, dan orang-orang berseru. Di bawah terik matahari, pria di batang besi itu memegang tangan seorang wanita dengan erat, menggertakkan giginya, pembuluh darah biru bermunculan dari pelipisnya. Sambil membelitkan kakinya di batang besi itu, pria itu membuat dirinya stabil bak sebuah gunung. Shuang Yu menurunkan Li Jianyue, menangkap Su Qianci dan terlihat pucat pasi. Tubuh Su Qianci sudah basah kuyup, menatap pria di atasnya melawan sinar matahari yang menyilaukan, mengerling, terengah-engah, dan menunjukkan sebuah senyum pada pria itu. Li Sicheng juga menghela napas lega, dan keringat di dahinya sudah membasahi pakaian dan menetes ke bawah. Melihat istrinya aman dan terkendali, Li Sicheng membalikkan tubuhnya dan turun ke bawah. Su Qianci merasa bahwa kakinya lemas, tetapi dirinya masih memanjat dengan cepat dan menuju ke arah suaminya. Wahana permainan itu dinyalakan kembali, dan orang tua serta anak-anak yang ketakutan tersebut akhirnya turun kembali. Semuanya pucat pasi. Ketika Li Sicheng sudah sampai di bawah, dia menurunkan topinya dan membetulkan kacamata hitamnya, berlari dengan cepat ke arah kerumunan itu, dan menghilang tanpa jejak. Su Qianci terkejut dan langsung menyusul. Begitu masuk ke kerumunan itu, tidak mungkin untuk menemukan pria itu lagi. Apakah suaminya benar-benar lari? Bagaimana mungkin dia melakukannya? Su Qianci terhalang oleh kerumunan itu dan harus berteriak, "Li Sicheng!" Li Sicheng mendengar suara teriakan Su Qianci, dan langkah kakinya menjadi semakin cepat. Dia menurunkan topinya dan kemudian berlari keluar dari kerumunan tersebut. Su Qianci menjejalkan dirinya sendiri ke dalam kerumunan itu, tapi Li Sicheng sudah menghilang. Dirinya langsung merasa panik. Kekecewaan hari demi hari sekali lagi menaklukkan diri wanita itu sepenuhnya. Chapter 607 - Suami, Aku Sangat Merindukanmu Orang-orang datang dan pergi. Suara tawa anak-anak, suara bisikan para pejalan kaki, suara peringatan yang disiarkan, dan suara diskusi tentang kejadian berbahaya tadi ¡­ semuanya bercampur baur, tapi Su Qianci merasa dunia ini sunyi dan pikirannya kosong. Hanya sosok itu yang tertinggal di benaknya. Jangkung tetapi jauh lebih kurus dari sebelumnya ¡­ dengan topi dan kacamata hitam, pria itu sedikit menundukkan kepalanya, berlari ke depan tanpa ragu-ragu. Suaminya tidak menoleh ke belakang sekali pun, tidak melihat ke arah dirinya sekali pun, dan kemudian menghilang ke dalam kerumunan. Seperti saat ledakan besar dulu, pria itu menghilang tanpa jejak. Su Qianci berdiri di persimpangan, dan sosok wanita itu terlihat kurus dan rapuh, seperti seorang anak kecil yang tersesat. Tidak ada lagi wahana permainan di sekitar sini. Di depan Su Qianci sudah merupakan bagian pinggir dari taman hiburan tersebut. Itu adalah sebuah jalan buntu. "Li Sicheng, Li Sicheng!" Su Qianci berteriak, suaranya bergetar. Teriakan itu membuat suaranya terdengar parau. Sambil melihat ke sekelilingnya, dirinya telah mencari ke mana-mana, tetapi tidak ada seorang pun! Banyak orang yang telah dilihatnya, tetapi tidak satu pun dari mereka adalah suaminya, mirip pun tidak. Li Sicheng bahkan tidak ingin melihat dirinya? Hatinya terasa sangat sakit sehingga dirinya merasa hampir kehabisan napas. Setiap kali, rasa sakit itu berasal dari suaminya, begitu pedih ¡­. "Aku tahu itu adalah kamu. Kamu di mana?" Tidak ada yang menjawab. Banyak orang yang memandangi Su Qianci dan kemudian bergegas pergi. Saat itu, sebuah lagu yang gembira diputar, dan itu adalah suara unik Jamyang Dolma 1 . "Bisakah kau tetap mengingat janjimu kepadaku Kau tidak akan pernah membiarkanku merindukanmu Tapi kau mengikuti angsa liar selatan yang terbang begitu jauh Cinta terasa seperti layang-layang putus Aku tidak bisa berpegang pada janjimu ¡­." [Terakhir kali ketika aku tiba-tiba tidak bisa menemukanmu, aku merasa takut setengah mati. Kupikir kamu mengalami sebuah kecelakaan.] [Tidak akan ada lain kali. Jika aku menghilang tanpa memberitahumu seperti hari itu, maka kamu bisa menghukumku saat aku kembali. Aku berjanji untuk tidak melawan ¡­.] Apa yang Li Sicheng katakan sebelumnya masih terngiang di telinganya. Pada saat itu, suaminya memegang dirinya, memeluknya, menciumnya dengan perlahan, dan berkata dengan lembut: [Bagaimanapun kamu ingin menghukumku.] Matahari bersinar cerah. Di bawah sinar matahari yang terik, Su Qianci tiba-tiba berlutut, dan menangis tak berdaya, "Kenapa kamu harus pergi? Suami, aku sangat merindukanmu. Bisakah kamu kembali?" Punggung Li Sicheng membelakangi lanskap 1 bebatuan itu. Temperatur udara di sana hangat, tetapi Li Sicheng tetap tidak bergerak. Ketika pria itu mendengar suara teriakan istrinya, hatinya terasa teramat sangat sakit. Bendungan air mata yang telah ditahannya selama lebih dari 20 tahun terancam roboh. Aku di sini! Aku ada di sini! Saat menyandarkan bagian belakang kepalanya ke bebatuan, tenggorokannya mulai terasa sakit. Mendengarkan suara tangisan Su Qianci menambah rasa bersalah yang dirasakan Li Sicheng seakan dosa-dosanya tak termaafkan. Dirinya ingin memeluk istrinya, memeluk wanita itu erat-erat seperti sebelumnya. Dirinya ingin menghapus air mata Su Qianci dan menghapus semua kesedihan wanita itu. Dirinya ingin memakaikan baju pada istrinya di pagi hari, dan mandi bersamanya. Dirinya ingin mengingatkan istrinya untuk memakai sepatu dan memperingatkan wanita itu agar tetap hangat, seperti yang dirinya lakukan sebelumnya. Seperti yang dirinya lakukan empat tahun sebelumnya. Tapi itu semuanya masih mustahil pada saat ini ¡­. Li Sicheng belum bisa kembali. Dia belum bisa mengungkapkan siapa dirinya. Pria itu membutuhkan dua bulan lagi -- dua bulan lagi paling lama. Dia akan kembali ke sisi Su Qianci secara terbuka dan terhormat. Dan dia akan tetap bersama istrinya dan anak-anak mereka, bersama selamanya ¡­. Penyanyi wanita dari China yang berasal dari etnis Tibet. Tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam) Chapter 608 - Dia Meninggalkan Aku "Qianqian!" Suara Lu Yihan tiba-tiba memecah ke dalam telinga Li Sicheng. Matanya yang sedang setengah terpejam tiba-tiba terbelalak saat menoleh untuk melihat ke arah suara itu. Lu Yihan membawa dua orang bocah laki-laki, dan Shuang Yu membawa putrinya, sedang berjalan menuju ke arah istrinya. Pakaian setelan orangtua-anak yang mencolok itu benar-benar membuat muak. Li Sicheng ingin membunuh Lu Yihan! Itu miliknya. Semuanya itu seharusnya menjadi miliknya! Siapa sih Lu Yihan sehingga menggantikan dirinya dalam pakaian itu, menemani wanitanya? Li Sicheng hampir tidak berhasil menahan tinjunya ke arah wajah pria itu. Tiba-tiba, suara Jing Sao terdengar dari anting-anting safir di telinganya. "Apa yang sedang kau lakukan? Kau difoto. Apa kau tahu itu ?!" Setelah mendengar ini, Li Sicheng segera menenangkan diri, menekan anting-anting safir di telinganya, dan berbisik, "Bagaimana kau tahu bahwa itu adalah aku?" "Anting-anting itu!" Suara Jing Sao terdengar panik. "Dan wig-mu, kacamata hitammu. Aku yang membeli semuanya. Apa kau pikir aku buta?" "Wanita itu tidak bisa mengenalinya." "Kuharap begitu! Kembalilah segera setelah kau menyelesaikan urusanmu!" "Ya." Li Shicheng menjawab, melihat kembali ke arah mereka. Tidak ada yang menyadari keberadaan Li Sicheng. Lu Yihan menghampiri Su Qianci dan berbisik, "Apa?" "Dia meninggalkan aku, Yihan. Dia meninggalkan aku dan anak-anak." Suara Su Qianci terdengar hampir tidak jelas. "Baru saja ¡­ itu adalah dia. Dia yang menyelamatkan kami." Lu Yihan tertegun, dan dirinya mengetahui dengan pasti siapa yang sedang dibicarakan oleh Su Qianci. Tetapi bagaimana itu mungkin? Li Sicheng sudah lama meninggal! Sudah empat tahun. Li Sicheng berada di pabrik yang ditelantarkan di pinggiran kota sebelah timur itu untuk selamanya dan tidak akan pernah kembali. Bagaimana mungkin itu adalah Li Sicheng? Lu Yihan menatap Su Qianci, tetapi ekspresi wajah pria itu sangatlah tenang. Dia memegang pundak wanita itu dan berkata, "Anak-anak lapar. Ayo kita pulang dulu, oke?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dan menatap Lu Yihan, memohon dengan matanya, "Yihan, bantu aku menemukan dia. Dia ada di sini. Aku yakin dia ada di sini! Bisakah kau membantuku mencarinya?" Air mata berlinangan di matanya, wanita itu berseru, "Aku tidak bisa menemukannya. Dia bersembunyi dariku ¡­" Lu Yihan mengerutkan bibirnya dan membantu Su Qianci berdiri tegak. "Ayo kita pulang terlebih dulu." "Yihan ¡­." "Cukup, Qianqian!" Suara Lu Yihan terdengar sedikit garang. Dia menatap Su Qianci dengan sedikit kepedihan di matanya, "Dia meninggal, sudah meninggal. Kau sudah berhalusinasi. Itu bukan dia, hanya seorang asing yang baik hati." "Tidak, itu benar-benar dia! Suaranya, aku bisa mengenalinya di mana pun. Itu dia. Dia tidak meninggal!" Su Qianci menjadi sedikit histeris, mengulurkan tangan dan mendorong Lu Yihan menjauh. "Itu bukan sebuah ilusi. Aku benar-benar dalam keadaan sadar sekarang, Lu Yihan!" Emosi Su Qianci membuat Li Jianyue ketakutan. Gadis kecil itu menangis dengan keras, memeluk leher Shuang Yu. Tangisan anak itu membuat air mata Su Qianci menetes semakin deras. Su Qianci mengambil Li Jianyue ke dalam pelukannya dan berteriak, "Li Sicheng, apa kamu tidak akan keluar untuk menemui putrimu? Gadis kecil ini adalah Li Jianyue. Bukankah kamu yang paling menginginkan seorang anak perempuan? Putrimu ada di sini, di sini. Ada juga anak laki-lakimu. Datang temui dia, dia terlihat seperti kamu. Semua orang bilang ¡­" Suara Su Qianci terdengar semakin pelan. Pada akhirnya, rintihannya mengambil alih. "Semua orang bilang, putramu ini mirip sekali dengan dirimu ¡­ tapi kenapa kamu tidak mau datang dan menemuinya ¡­. Kenapa kamu begitu kejam ¡­." Chapter 609 - Ibu Paranoia Setiap pertanyaan langsung mengena di hati Li Sicheng. Jangan menangis. Jangan menangis. Li Sicheng memandangi tempat itu dengan matanya yang memicing. Sambil menjulurkan tangan, dia berpura-pura bahwa tangannya menyentuh wajah Su Qianci dan menghapus air mata wanita itu. Sentuhan lembut dalam ingatan pria itu terasa sangat jelas. Setiap jengkal kulit istrinya serasa menarik dirinya. Maaf ¡­. Li Sicheng melihat untuk terakhir kalinya, dan kemudian memanjat tembok tinggi pada taman hiburan tersebut, dan melompat. Dirinya masih mempunyai urusan untuk diselesaikan. - "Bu ¡­." Li Jianyue mengulurkan tangan dan menyeka air mata di wajah ibunya. Merengut, gadis kecil itu berkata dengan air mata di wajahnya, "Bu, engkau bicara dengan siapa?" "Dengan ayahmu, orang yang baru saja membawamu turun adalah ayahmu." "Itu bukan ayah," kata Li Jianqian tiba-tiba. "Bu, engkau berkhayal. Dia bukan ayahku." Su Qianci menoleh, menatap Dasu dengan tidak percaya, dan menegaskan, "Dia adalah ayahmu. Itu ayahmu!" "Tidak, Ayah sudah meninggal. Semua orang tahu bahwa ibuku paranoia. Apa yang baru saja Ibu lihat adalah sebuah ilusi!" Li Jiangian menatap Su Qianci, tak tergoyahkan. "Ayo kita pulang, Bu." "Bahkan kau tidak percaya padaku?" Saat menatap mata Lu Yihan dan Shuang Yu, Su Qianci merasa bahwa dirinya pastilah terlihat konyol, tetapi dirinya tidak bisa tertawa sama sekali. Sambil menggendong Li Jianyue, Su Qianci menangis lagi. Dia berjalan menuju ke tempat yang lebih sejuk, berdiri diam. "Dia berada di dekat sini. Tidak ada jalan keluar. Aku tidak percaya dia bisa melarikan diri. Aku akan berada di sini menunggunya." Lu Yihan memandang Su Qianci. Hatinya terasa seperti dikuasai setan. Itu sangat menjengkelkan dan tidak nyaman, membuatnya gila. Dia ingin membangunkan wanita itu dan mengatakan kepadanya bahwa Li Sicheng sudah mati! Dalam ledakan semacam itu, tidak ada peluang untuk selamat! Siapa yang bisa selamat dari kebakaran besar seperti itu? Hanya Su Qianci yang mencari Li Sicheng ke mana-mana dalam empat tahun terakhir. Meskipun tidak ada kabar berita, wanita itu tetap tidak menyerah. Dalam beberapa tahun terakhir, Lu Yihan telah membawa Su Qianci ke hanya Tuhan yang tahu berapa banyak psikiater. Dan Lu Yihan telah berada di sisi wanita itu melalui banyak hal. Tapi Su Qianci selalu percaya bahwa Li Sicheng masih hidup, bahwa suaminya tidak meninggal ¡­. Bagaimana itu mungkin? Semua orang mengetahui bagaimana sikap Li Sicheng pada Su Qianci. Jika Li Sicheng masih hidup, mengapa pria itu tidak kembali? Lu Yihan merasa dirinya menjadi gila, tetapi dia menarik napas dalam-dalam dan berdiri bersama kedua bocah laki-laki itu. Pria itu berkata, "Kalau begitu mari kita tunggu sebentar. Jika dia tidak muncul dalam lima belas menit, kita akan pulang, oke?" Su Qianci menggigit bibirnya dan tidak berbicara. Matahari bersinar semakin garang, bergerak berpindah tempat dan menyentuh kaki mereka. Sudah lebih dari 20 menit berlalu, dan Li Sicheng yang legendaris masih belum muncul. "Bu, aku lapar," kata Li Jianqian, menatap ibunya dengan sepasang mata yang gelap dan jernih seperti mata Li Sicheng. Li Jianyue merengut dan berkata, "Bu, aku juga lapar." Perut Li Mosen keroncongan tetapi dia tidak berbicara. Lu Yihan berdiri di samping Su Qianci dan mengulurkan tangan ke arah Li Jianyue. "Aku akan membawamu." Li Jianyue menghampiri Lu Yihan dan bertanya, "Bisakah kita makan pizza? Aku sudah lama tidak makan pizza." "Tanyakan pada ibumu," kata Lu Yihan. Bekas air mata di wajah Su Qianci sudah mengering. Dalam kekecewaan, dia berkata dengan suaranya yang parau, "Ayo kita pergi." Chapter 610 - Aku Tidak Bisa Melakukannya Lagi. Bisakah Kamu Kembali? Su Qianci berjalan ke depan dan mengikuti mereka, memalingkan kepalanya ke belakang dari waktu ke waktu. Namun, sosok itu masih belum muncul. Setelah mengajak anak-anak makan, dia pulang untuk mandi dan berganti pakaian sebelum menjatuhkan diri ke tempat tidur. Notifikasi dari Weibo terus berdatangan dari ponselnya. Su Qianci membukanya dan melihat banyak pesan pribadi yang menghibur dikirimkan oleh para netizen. Satu per satu, semuanya tanpa terkecuali, semuanya tentang kecelakaan di taman hiburan pada hari ini. Sudut pengambilan foto-foto tersebut sangatlah hebat, masing-masing foto menunjukkan ekspresi wajah Su Qianci dan putrinya serta sosok Li Sicheng. Tetapi tanpa terkecuali, dalam foto sebanyak itu, Li Sicheng tidak terlihat seperti dirinya yang dulu. Pria itu melakukan pekerjaan yang begitu baik dengan penyamarannya. Bahkan Su Qianci pun tidak mengenali suaminya pada saat dua kali sebelumnya. Ada juga seorang blogger yang telah menulis sebaris kalimat yang sangat menarik perhatian: "Istri mantan Presiden LS dan Presiden LS saat ini, Su Qianci, memanggil nama mendiang suaminya di taman hiburan sambil menangis." Dalam waktu kurang dari tiga jam, balasannya sudah melebihi angka 30.000, dan jumlah "suka"-nya hampir berjumlah 100.000. Su Qianci melihat foto itu, di dalam foto itu terlihat dirinya yang sedang berlutut di tanah, menangis dengan menyedihkan. Dia tidak bisa menahan senyumnya, tetapi kemudian matanya menjadi basah tak terkendali. Ternyata dirinya masih merasa sangat sedih pada saat itu. Bahkan meskipun demikian, Li Sicheng tidak keluar. Apakah pria itu benar-benar meninggalkan mereka? Mengapa, dalam empat tahun terakhir, sama sekali tidak ada kabar berita dari suaminya. Dan mengapa Li Sicheng menghilang begitu cepat setelah muncul? Apakah karena ¡­ Li Sicheng menggunakan narkoba? Apakah itu sebabnya dia tidak berani menghadapi mereka? Ya, pria itu menggunakan narkoba. Dalam beberapa tahun terakhir, Tang Mengying telah menyiksa suaminya. Bagaimana Li Sicheng bisa melarikan diri? Su Qianci tiba-tiba merasa tercerahkan. Ya, bagaimana bisa seorang pria yang arogan seperti Li Sicheng kembali pada istrinya dengan citra seperti itu? Apa yang ingin pria itu lakukan? Suaminya bersembunyi, jadi pastinya ada sebuah alasan, kan? Su Qianci tiba-tiba bangkit berdiri dan menatap ke luar jendela. Matahari sore keemasan menembus tirai jendela yang putih dan bersih, menebarkan titik-titik cahaya keemasan di lantai. Dengan embusan angin sepoi-sepoi, bayangannya bergoyang tanpa suara. Jantungnya berdebar kencang, dan pada saat yang sama, itu terasa menyakitkan. Li Sicheng sedang bersembunyi. Pria itu ingin membersihkan dirinya dari pengaruh narkoba dengan kemauannya sendiri? Itu mungkin. Itu sangat mungkin! Tidak ¡­ tidak ¡­. Bisakah seorang pecandu narkoba memiliki kekuatan sehebat itu? Bisakah seorang pecandu bergerak begitu gesit? Su Qianci telah mempelajari keterampilan bertarung dari Li Jinnan selama lebih dari tiga tahun, tetapi dirinya hanya mendapat 10 atau 20 % keterampilan, yang mana cukup baginya untuk berurusan dengan orang biasa. Tetapi saat melawan suaminya, dia tidak berhasil memukul pria itu, tetapi malah terpukul beberapa kali. Saat melawan suaminya dua kali, Su Qianci bisa memastikan bahwa keterampilan Li Sicheng jelas tidak lebih buruk dari adiknya. Dengan kekuatan, keterampilan, dan karakter semacam itu, mungkinkah suaminya menggunakan narkoba? Namun, Su Qianci mendengar dengan jelas di alat penyadap yang dia pasang pada Tang Mengying. Suara teriakan Li Sicheng, rasa sakit Li Sicheng, dan keputusasaan Li Sicheng. Dan suara pukulan ke tubuh suaminya ¡­ serta suara tawa kejam dan memuakkan Tang Mengying. Terdengar sangat nyata. Apa yang sedang terjadi ¡­. Otak wanita itu berantakan, dan telinganya berdenging. Dengan berlinang air mata, dia mengeluarkan ponselnya, menemukan sebuah foto dirinya dan kedua anaknya. Setelah menyembunyikan wajah kedua anaknya di balik ikon binatang yang lucu, dia mengunggahnya ke Weibo. Su Qianci menulis: Aku tidak bisa melakukannya lagi. Bisakah kamu kembali? Chapter 611 - Saya Mengetahui Bahwa Anda Berada Di Kotaraja, Tuan L Di sebuah jalan pusat perdagangan tersibuk di Kotaraja, Li Sicheng memasuki sebuah restoran yang didekorasi dengan baik untuk memesan semangkuk mi. Ketika dia sudah memakan setengahnya, di meja belakangnya, seorang gadis tiba-tiba berseru, "Su Qianci memajang sesuatu di Weibo!" Li Sicheng menghentikan makannya sejenak, terdiam memegang sumpitnya. "Oh, sayang sekali." Suara salah seorang dari gadis-gadis itu terdengar penuh simpati. "Suaminya telah meninggal selama bertahun-tahun, dan wanita itu tetap berpikir bahwa suaminya masih hidup." "Aku dengar wanita itu sakit jiwa, karena dia sangat merindukan suaminya - sindrom delusional ringan. Aku dengar dia sering berhalusinasi, mengira suaminya berada di sisinya ¡­." "Tapi dia masih mengelola perusahaan sebesar itu dengan sangat baik. Maksudku, bahkan seseorang yang sakit jiwa bisa melakukan hal ini - kenapa kita masih begini-begini saja?" Gadis itu mencibir sambil menyantap makanannya. "Pertama-tama kau harus memiliki perusahaan sebesar itu untuk diambil alih. Aku dengar bahwa tidak hanya Su Qianci yang memimpin perusahaan itu, adik suaminya juga merupakan wakil presidennya." "Lalu kenapa? Dia masihlah seorang janda. Seorang wanita muda dan cantik dengan dua orang anak harus mengelola perusahaan tersebut ¡­. Jika aku jadi wanita itu, aku pasti akan menikah lagi. Usia yang begitu luar biasa, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan. Kenapa dia masih menunggu seseorang yang sudah meninggal?" "Kau bukanlah dia, bagaimana kau tahu apa yang sedang dia pikirkan? Mungkin dia memiliki cinta sejati untuk Li sesuatu itu?" "Li Sicheng! Pria itu dulu merupakan pangeran impianmu. Sekarang sudah berapa lama Li Sicheng meninggal? Kau sudah melupakan namanya. Dunia ini kejam!" ¡­. Li Sicheng mendengarkan kata-kata mereka, diam-diam menghabiskan mi miliknya, berdiri, dan meninggalkan restoran itu. Pria itu kemudian menemukan sebuah warnet 1 di sebuah gang terpencil. Sang pemilik warnet bertanya dengan rokok yang terselip di bibirnya, "Berapa lama yang Anda inginkan?" "Bisakah saya menggunakan komputer tanpa sebuah KTP?" Pemilik warnet itu memandang Li Sicheng dari atas ke bawah, menurunkan rokoknya, dan berkata, "Ya, lima yuan per jam untuk orang lain, dan 20 yuan per jam untuk Anda. Komputernya berada di ujung lorong, di belakang ruangan yang terpisah. Itu adalah sebuah ruangan pribadi VIP. Tidak ada yang akan masuk. " Li Sicheng langsung mengeluarkan selembar uang seratus yuan, membalikkan badan dan berjalan masuk. Pemilik warnet mengambil lembaran uang itu dan memeriksanya. Setelah memastikan bahwa uang itu asli, dia menyalakan komputernya untuk Li Sicheng. Ruang VIP yang legendaris itu berupa sebuah ruangan terpisah yang gelap dan kecil dengan sebuah komputer dan sistem Windows XP yang paling klasik. Seorang anak kecil sedang duduk di lantai dengan bokong telanjang. Melihat Li Sicheng masuk, anak kecil itu mendongak. Sang pemilik warnet berjalan masuk, membawa bocah laki-laki itu keluar dan berkata, "Itu anak saya. Silakan, tetapi saya tidak akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan." Li Sicheng tidak mau repot-repot menjawab pemilik warnet itu, langsung duduk, membuka sebuah halaman web, dan menemukan akun Weibo Su Qianci. Melihat kalimat itu, hidung Li Sicheng terasa sedikit sakit. Wajah istrinya di foto itu lebih dewasa dari sebelumnya dan jauh lebih kurus dari sebelumnya. Istrinya, Nyonya Li, sepertinya terlihat berbeda. Dengan menggunakan akun yang berbeda, Li Sicheng meninggalkan sebuah balasan di bawah kalimat tersebut: dia akan melihat, dia akan kembali. Namun, balasan Li Sicheng itu dengan cepat tertimbun oleh banyak balasan lainnya, tidak meninggalkan jejak. Setelah masuk ke akun L, Li Sicheng langsung melihat foto profil seorang gadis cantik muncul. Itu adalah swafoto 1 Su Qianci yang diambil secara acak, tetapi masih terlihat cantik. Wanita itu berkata: Mari bertemu. Saya mengetahui bahwa Anda berada di Kotaraja, Tuan L. Waktu pengiriman pesan itu adalah sepuluh menit yang lalu. Li Sicheng mau tidak mau merasa sedikit gugup: apakah Su Qianci sudah mengetahui bahwa Li Sicheng adalah L? Warung internet Potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera ponsel atau kamera digital, biasanya untuk diunggah ke media sosial. Chapter 612 - Dia Ingin Menyambut Kepulangannya Dengan Sebaik Mungkin L, Li. Jika menyangkut tentang Li Sicheng, Su Qianci telah menyaksikan terlalu banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Jadi, dalam beberapa tahun terakhir, mungkinkah Li Sicheng benar-benar berubah menjadi L dan diam-diam memberikan perhatian pada dirinya? Su Qianci sendiri pun mengetahui bahwa pemikiran ini agak tidak masuk akal. Li Sicheng dikurung untuk waktu yang begitu lama. Bagaimana suaminya bisa mendapatkan sebuah komputer dan menghubungi dirinya? Namun, pemikiran absurd inilah yang terasa makin dominan di hatinya. Pada akhirnya, itu terjadi di luar kendali. Siapakah L? Li Sicheng, Li Sicheng, Li Sicheng ¡­. Sebuah suara terus bergema di benaknya. Jantung Su Qianci melompat. Setelah masuk ke akun obrolannya, wanita itu mengirim sebuah pesan: Mari bertemu. Saya mengetahui bahwa Anda berada di Kotaraja, Tuan L. Li Sicheng melihat barisan kata-kata itu di komputernya, dan untuk kedua kalinya dalam hidupnya, pria itu terjebak dalam sebuah dilema besar. Dilema pertama terjadi tiga tahun lalu ketika Jing Sao mengajaknya untuk membantu mengumpulkan informasi untuk melawan geng perdagangan narkoba. Li Sicheng bisa memilih pergi dan pulang untuk bersatu kembali dengan istri dan anak-anaknya, menanggung rasa takut bahwa keluarganya akan mendapatkan pembalasan dendam di masa yang akan datang; atau memilih untuk membantu Jing Sao, mengumpulkan bukti perdagangan narkoba mereka, dan memusnahkan geng tersebut sekali dan untuk selamanya. Pada saat itu, dirinya telah bergumul selama tiga hari tiga malam. Pada saat itu, dirinya belum pulih dari cederanya yang serius. Jika dirinya memilih untuk pulang, Jing Sao akan menolongnya juga. Namun, Li Sicheng akhirnya memilih pilihan yang kedua. Sekarang ¡­ dia bisa memberi tahu Su Qianci, membiarkan istrinya merasa tenang, dan melanjutkan penyamarannya. Namun, jika dirinya memberi tahu orang lain, akan ada lebih banyak bahaya. Jing Sao meminta seribu kali agar dirinya tidak pulang atau bertemu istrinya. Pilihannya yang lain adalah tidak memberi tahu Su Qianci dan membiarkan dunia luar berpikir istrinya paranoia, membuat wanita itu hidup dan menghadapi dunia dengan cara yang sama. Jika dirinya melakukan itu, Tang Mengying akan berhenti mencurigai Su Qianci dan dengan sepenuh hati berurusan dengan dirinya, bukannya mengincar keluarganya. Orang-orang yang lebih senior daripada Tang Mengying juga akan menjadi tidak terlalu waspada. Dalam waktu dekat, dirinya akan bisa memusnahkan mereka. Apa yang harus dirinya lakukan ¡­. Li Sicheng terperangkap dalam sebuah dilema, sambil memegangi kepalanya dengan perasaan tertekan dan memejamkan matanya. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah mengirim pesan ini, Su Qianci entah kenapa merasa gugup dan khawatir. Apakah itu Li Sicheng? Itu Li Sicheng! Itu pastilah Li Sicheng, kan? Tidak mungkin ada dua orang yang sangat mirip di dunia ini. Tidak mungkin bagi dua orang memiliki mata yang sama, bukan? Karena itu, L pastilah Li Sicheng. Itu tidak mungkin salah! Su Qianci menatap huruf-huruf di komputer itu. Waktu berlalu, dan butuh sekitar sepuluh menit bagi pihak yang lainnya untuk menjawab. Jawabannya diharapkan dan tidak terduga. Perasaan terkejut menguasai. Su Qianci menatap layar komputer tersebut. [L]: Besok malam, Jembatan Xijiang Kotaraja, pukul delapan. Su Qianci melihat kata-kata ini, dan detak jantungnya semakin cepat. Menatap layar itu untuk waktu yang lama, dia dengan cepat mengetik: Sampai jumpa di sana. [L]: Pastikan untuk menunggu. Apakah itu Li Sicheng? Apakah suaminya akhirnya memutuskan untuk mengaku padanya? Besok, dirinya akan memastikan untuk menunggu kedatangan pria itu. Menatap kata-kata ini, Su Qianci tertawa. Air mata mengaburkan pandangannya. Pria jahat, aku telah menunggumu selama empat tahun, kamu tahu? Tuan Li, aku telah menunggumu selama empat tahun, kamu tahu? Su Qianci bangkit dari tempat tidur, membuka lemari, dan mulai memilih pakaiannya untuk sekali ini. Dia ingin menyambut kepulangan Li Sicheng dengan sebaik mungkin. Chapter 613 - Itu Pastilah Dia! Pada hari Minggu, Li Jinnan masih bekerja lembur. Setelah Su Qianci tiba di kantor dan menghabiskan waktu bekerja bersama adik iparnya, wanita itu menceritakan tentang L dan pertemuannya dengan Li Sicheng kemarin, dengan sangat gembira. Li Jinnan tersenyum dan bertanya, "Apakah kau yakin itu adalah kakakku?" Merasakan bahwa hal tersebut tidak akan sesederhana itu, Li Jinnan menatap dokumen-dokumen di tangannya, tetapi pikirannya sudah terbang melayang jauh. Su Qianci diam-diam mengangguk dan berkata, "Aku yakin." Li Jinnan melirik kakak iparnya dan dengan cepat matanya kembali tertuju pada kontrak yang ditandatangani oleh TL dan LS. Pasal pelanggaran kontrak itu memang memiliki sebuah celah. Celah ini cukup bagi TL untuk mengalami kerugian besar, bahkan sampai pada titik kebangkrutan. Cara semacam ini sangatlah kejam dan berbahaya, tidak peduli siapa pun yang memberitahunya bahwa ini bukan perbuatan kakaknya, Li Jinnan tidak akan memercayainya. Sudah waktunya untuk meluncurkan serangan terhadap TL. Li Jinnan mengetahui bahwa pria itu juga sedang menunggu. Su Qianci sedang tidak ingin bekerja, dan segera keluar dari kantor. Ketika dia kembali ke rumah, sudah waktunya untuk makan siang. Setelah menemani anak-anak untuk makan, Su Qianci memasuki kamar tidurnya. Setelah mencoba beberapa pakaian, dia akhirnya memilih sebuah baju berlengan lebar bermotif bunga. Li Sicheng gemar melihat istrinya mengenakan pakaian bermotif bunga. Gaun rancangan desainer ini dipilih oleh Su Qianci sendiri beberapa hari yang lalu. Gaun itu juga merupakan gaun edisi terbatas. Saat mengenakannya, bahkan Su Qianci sendiri pun merasa bahwa dirinya sudah menjadi cantik. Setelah membereskan semuanya, dia memakai riasan wajah, mencoba membuat dirinya terlihat sempurna. Semuanya sudah selesai dilakukan, dan itu sudah pukul 19:13. Setelah mengenakan sepatunya dengan terburu-buru, Su Qianci dengan cepat mengeluarkan mobil super yang telah dimodifikasi oleh Li Sicheng. Semakin dekat wanita itu ke tujuannya, semakin gugup yang dia rasakan. Dirinya akan melihat suaminya sebentar lagi. Itu pastilah Li Sicheng. Bibir Su Qianci mau tidak mau melengkung, karena dirinya merasa bahwa dia akhirnya menemukan suatu kemajuan setelah bertahun-tahun. Jembatan Xijiang Kotaraja terletak di pusat Sungai Kotaraja. Jembatan itu berbentuk sebuah busur melengkung yang tinggi di bagian tengahnya. Lampu berwarna-warni dinyalakan, mengubah jembatan tersebut menjadi sebuah warna keemasan yang mewah dari waktu ke waktu. Jembatan ini dikenal sebagai landmark paling indah di kota itu. Bugatti itu berhenti di dekat jembatan tersebut. Su Qianci mendongak menatap ke arah jembatan, sepasang matanya yang gelap dan cerah memantulkan pemandangan yang indah. Menakjubkan. Jembatan hari ini terlihat indah, sungainya indah, anginnya indah, dan bahkan langit tanpa bintang dan bulannya pun menggembirakan Su Qianci. Saat melihat arloji, dirinya melihat saat itu baru pukul 7:38. Dia sepertinya datang terlalu awal. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Seorang pria berpakaian kemeja abu-abu tua, mengenakan sebuah kacamata hitam besar dan sebuah topi besar, menghindari kamera pengintai di berbagai tempat dan menyelinap keluar dari Grup TL. Tidak ada yang menyadari kerugian apa yang ditimbulkan oleh pria tersebut pada perusahaan, dan tidak ada yang menyadari masuk dan keluarnya orang itu. Semuanya tenang dan lancar, membuat pria itu merasa sangat bahagia. Bibir Li Sicheng sedikit melengkung. Dia menurunkan topinya dan dengan cepat kembali ke pinggir mobil sport putih itu. Dari Grup TL, dia bergegas melewati kerumunan. Karena itu adalah hari Minggu, terdapat banyak kemacetan lalu lintas. Mobil Li Sicheng terjebak di jalan yang tak dapat dihindari pada rutenya untuk waktu yang lama. Butuh lebih dari 20 menit baginya untuk dapat bergerak lagi. Sudah pukul 7:49. Mendadak, suara guntur terdengar dari langit, tiba-tiba dan memekakkan telinga. Pada saat yang sama, anting-anting safir di telinganya sepertinya bersuara. Li Sicheng menekan anting-anting itu, dan suara Jing Sao langsung terdengar. "Kembalilah, wanita itu memutuskan untuk pulang pada saat-saat terakhir. Dia akan segera berada di sini!" Li Sicheng tiba-tiba mengerutkan kening dan bertanya, "Kenapa?" "Sepertinya pihak manajemen mengenali dirimu dari foto di taman hiburan kemarin!" Chapter 614 - Terbongkar Li Sicheng terkejut, dan raut wajahnya sedikit berubah. "Bagaimana itu mungkin?" Dirinya berpakaian seperti itu, dan bahkan Su Qianci pun tidak mengenalinya. Bagaimana manajemen geng itu bisa mengenali dirinya? Jing Sao pun merasa tidak yakin. "Aku hanya berpikir seperti itu. Pokoknya, cepatlah kembali. Jika wanita itu datang dan melihat bahwa kau menghilang, tamatlah riwayat kita!" Li Sicheng mengetahui betapa seriusnya hal itu dan melihat jam di mobil. Sudah pukul 19:51. Hanya 9 menit dari waktu yang disepakati dengan istrinya. Dari tempat ini ke Jembatan Xijiang, membutuhkan waktu tujuh atau delapan menit. Namun, butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk kembali ke kediaman Tang dari sini, dan lebih dari setengah jam kalau dari Jembatan Xijiang. "Kapan wanita itu akan tiba?" Karena Jing Sao baru saja menghubungi dirinya, seharusnya wanita itu tidak akan tiba secepat itu. Kecuali jika Tang Mengying kembali tanpa memberi tahu Jing Sao. "Dua puluh menit paling lama." Jing Sao melemparkan sebuah bom lagi. Ekspresi wajah Li Sicheng menjadi semakin kelam. Empat tahun bersabar menahan keangkuhan dan kepedihan dirinya menyeruak ke permukaan. Raut wajahnya tidak menunjukkan apa pun. Meskipun begitu, pada saat ini, Li Sicheng mau tidak mau merasa sedikit terkejut. Apakah Tang Mengying sudah mulai mencurigai Jing Sao? Keadaan masih baik-baik saja sebelum wanita itu pergi. Apakah Jing Sao membeberkan identitas dirinya sendiri dalam dua hari ini? Li Sicheng memicingkan matanya dan mulai memikirkan mengenai hal itu. Tang Mengying adalah sebuah senjata sewaan milik manajemen tersebut. Wanita ini sendiri bukanlah apa-apa. Hal yang mengerikan adalah senjata itu setia kepada pemiliknya. Jika senjata itu memberi peringatan, pihak manajemen tidak akan membiarkan mereka pergi. Pihak manajemen itu bukan sekedar Bo Xiao saja, tetapi juga termasuk seluruh keluarganya. Keluarga Bo melakukan bisnis alat musik di permukaan, dengan banyak musisi hebat di keluarga tersebut. Tetapi pada kenyataannya, generasi ayah Bo Xiao mulai jatuh miskin. Sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu, dan kepala keluarga Bo saat ini, yang mana adalah ayah Bo Xiao, mulai terjun ke dalam industri ini. TL hanyalah sebuah penyamaran. Pencucian uang yang sebenarnya dikendalikan oleh keluarga Bo tersebut. Selama bertahun-tahun, Jing Sao telah menyamar di dalam keluarga Tang karena hubungan antara Tang Zhenghao dan keluarga Bo. Dalam beberapa tahun terakhir, akhirnya ada kemajuan, dan untuk sementara waktu, Li Sicheng bisa membereskan geng narkoba itu sekali dan untuk selamanya. Tidak peduli apa pun, geng itu tidak dapat ditumpas pada saat ini di tangannya. Namun, Su Qianci masih menunggunya. Dirinya memiliki sebuah kencan dengan istrinya, pada pukul delapan, pastikan untuk menunggu. Dengan temperamen wanita itu, apakah Su Qianci benar-benar akan menunggu dirinya terus-menerus? "Ayolah!" Jing Sao berbisik kepada Li Sicheng dengan suara panik yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Jika penyamaran kita terbongkar, maka tidak hanya apa yang telah kita lakukan dalam beberapa tahun terakhir menjadi sia-sia, tetapi juga sepertinya kita akan kehilangan nyawa! Bahkan jika kau ingin mati, aku tidak mau!" "Mengerti. Aku kembali sekarang juga." Li Sicheng tampak muram. "Cobalah untuk memperlambat wanita itu." Dirinya harus tiba di sana dalam 20 menit. Kalau tidak, bukan hanya pekerjaan mereka selama empat tahun terakhir saja yang musnah, tetapi Jing Sao juga akan terancam bahaya karena dirinya. Li Sicheng hampir bisa melihat senyum lembut Su Qianci, wajahnya yang merona merah, dan sepasang mata yang semurni mata seekor rusa. Pastikan untuk menunggu. Hati Li Sicheng terasa sakit, dan dadanya dipenuhi oleh perasaan tidak berdaya. Dia takut dirinya harus melanggar janjinya lagi ¡­. "Maafkan aku ¡­." - Di langit yang gelap, terlihat segumpal awan tebal, dan dari waktu ke waktu terlihat kilatan petir. Guntur bergemuruh. Suara gemuruh guntur yang kedua terdengar menggelegar, dan tetesan air hujan yang besar menghantam kepala wanita itu. Sentuhan dingin itu membawa Su Qianci kembali ke dunia nyata. Chapter 615 - Su Qianci, Kenapa Kau Begitu Menyedihkan! Mendongak ke atas, tetesan-tetesan besar air hujan tercurah dari langit. Ada sebuah tetesan air di bulu mata wanita itu dan kemudian dengan cepat meluncur turun ke matanya. Saat itu hujan. Hujan deras. Su Qianci memeriksa arlojinya di sebelah lampu. Pukul 8:38 malam. Pria itu terlambat, 38 menit terlambat. Dan wanita itu telah menunggu selama satu jam penuh. "Kenapa L belum datang?" Apakah pria itu melupakan janjinya? Apakah L lupa bahwa seseorang sedang menunggunya? Su Qianci mengambil ponselnya dan ingin melakukan sebuah panggilan telepon, tetapi dia tidak mempunyai nomor untuk dihubungi. Layar ponselnya diterpa oleh tetesan-tetesan air hujan, dan dengan segera sebuah lapisan air mengaburkan layar ponsel itu. Su Qianci mengerjapkan matanya. Cahaya kegembiraan di matanya meredup sedikit demi sedikit dan kemudian menghilang. Namun tak lama kemudian, wanita itu melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyuman yang menghina dirinya sendiri. "Saat berangan-angan, ini adalah konsekuensimu." Selain sebuah nama di dunia maya, Su Qianci tidak mengetahui apa-apa tentang L. Wanita itu bahkan membayangkan bahwa orang ini mungkin adalah Li Sicheng ¡­. Tapi sekarang, kemungkinan ini bisa sepenuhnya dikesampingkan. Jika L adalah Li Sicheng, pria itu tidak akan membiarkan Su Qianci menunggu begitu lama, bukan? Jika L adalah Li Sicheng, pria itu pastinya akan datang, benar? Hujan semakin deras. Mungkin karena hujannya terlalu dingin, Su Qianci merasa matanya sangatlah hangat. Cairan hangat itu mengalir turun di pipinya. Su Qianci menatap ke arah Jembatan Kotaraja yang sangat indah itu, melengkungkan bibirnya dan berbisik pada dirinya sendiri, "Kau pantas mendapatkannya." Bukan Li Sicheng, itu pasti bukan suaminya. Jika itu Li Sicheng, pria itu pastinya akan datang. Li Sicheng sangat mencintainya, jadi pria itu tidak akan tega melihat istrinya menunggu di tengah hujan. Jika itu benar-benar Li Sicheng, pria itu mungkin akan bergegas memeluk dirinya, dan memperingatkannya dengan wajah tegas: jangan datang ke sini lagi di masa yang akan datang! Atau mungkin: tidak diperbolehkan berdiri di tengah hujan di masa yang akan datang. Lalu Li Sicheng akan menggendong dirinya pulang ke rumah, membantu melepas pakaiannya, dan memandikannya. Ini adalah Li Sicheng. Li Sicheng tidak akan mengingkari janjinya, selamanya. Sambil bersandar di pagar jembatan, rambut Su Qianci sudah basah kuyup. Namun, dia tidak merasa kedinginan. Hatinya sangat kesakitan sehingga rasanya seperti sedang dicabik-cabik. Di bawah guyuran hujan, dia meraih ponselnya dan meledak dalam tangis. Namun, dirinya tidak boleh menangis pada saat seperti ini, kan? Benar-benar pemandangan yang menggelikan. Jika ada yang melihat dirinya, mereka akan menertawakannya. Karena dia terlalu berlebihan menilai dirinya sendiri. Karena dia sedang berangan-angan. Karena dia sedang berhalusinasi dan kehilangan akal sehatnya! Su Qianci juga merasa bahwa dirinya menggelikan. Dia memaksa dirinya untuk tertawa. Tetapi ketika dia tertawa, tawa itu bercampur dengan isak tangis. Dia sedang menangis dan tertawa, seperti seseorang yang gila. Ya, bukankah dirinya orang gila? Dirinya sudah gila sejak beberapa waktu lalu. Semua orang mengatakan bahwa dirinya delusional dan tidak ada yang percaya padanya. Semua orang menatap dirinya dengan simpati, karena kebodohannya. Sekarang, bahkan dia pun sudah mulai bersimpati pada dirinya sendiri. Embusan angin membuat gelombang dahsyat di sungai. Su Qianci menatap ke arah sungai gelap yang tak berujung, tertawa, dan berkata dengan lantang, "Su Qianci, kenapa kau begitu menyedihkan!" Menyedihkan memang! Sangat, sangat menyedihkan ¡­. Untuk apa? Dia bahkan tidak pantas disebut menyedihkan saat ini. "Apakah kau pikir kau masih Su Qianci yang dulu?" Su Qianci berbalik dan berjalan menuju Bugatti itu selangkah demi selangkah, bergumam pada dirinya sendiri, separuh menghina dirinya sendiri, separuh arogan, atau mungkin, dengan sederhana menyatakan, "Tanpa Li Sicheng, kau bukan apa-apa." Chapter 616 - Karena Dirinya Adalah Li Jinnan, Dirinya Tidak Bisa .... Mobil itu menggunakan AC, dan terasa dingin di dalamnya. Mengulurkan tangan dan mematikan AC, Su Qianci perlahan-lahan menyalakan mobil dan melaju dalam perjalanan pulang. Tepat di belakang wanita itu, di sebuah sudut di mana Su Qianci tidak bisa melihat, sebuah Bentley hitam panjang diam-diam terparkir di tepi jembatan. Li Jinnan memandang ke arah Bugatti yang melaju pergi tersebut, dan amarah terlintas di matanya. Namun yang lebih mendominasi di mata pria itu adalah rasa iba. Akan tetapi, khususnya pada saat-saat seperti ini, Li Jinnan tidak bisa melangkah maju. Li Shicheng masih hidup. Dia masih hidup. Dia adalah kakaknya, kakak yang paling dihormati dan dikaguminya, dan Li Sicheng akan kembali cepat atau lambat. Karena dirinya adalah Li Jinnan, jadi dirinya tidak bisa ¡­. Bugatti itu perlahan-lahan menjauh, dan Bentley hitam itu dengan perlahan mengikutinya, di tempat yang tidak bisa dilihat Su Qianci. Sampai Li Jinnan melihat bahwa mobil itu kembali ke rumah tua dan memasuki halaman depan rumah tersebut, matanya menjadi redup. Pria itu memutar mobilnya dan pulang ke rumah. - Kapten Li sedang duduk di sofa, menceritakan sebuah cerita kepada anak-anak. Li Mosen dan Li Jianyue sedang duduk di sofa, dan Li Jianqian duduk di lantai dengan sebuah bantal, semuanya terpesona oleh cerita itu. Tiba-tiba, suara pintu dibuka terdengar dari luar. Qin Shuhua dan Li Yao sedang menonton TV. Mereka menyadari bahwa pintu itu dibuka, dan juga melihat ke arah pintu tersebut. Su Qianci basah kuyup. Matanya merah, dan dia tampak mengerikan. Qin Shuhua terkejut, menghampiri menantunya dengan terburu-buru dan bertanya, "Bagaimana bisa, Qianci? Kenapa kau terlihat seperti ini?" "Bu!" Li Jianyue berteriak, dan Li Jianqian mendongak melihat ke arah ibunya juga. Su Qianci memandangi anak-anak itu dan menggelengkan kepalanya kepada ibu mertuanya. Sambil memaksakan sebuah senyum, dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada. Di luar hujan, dan aku tidak menemukan tempat berlindung." "Lalu kau ¡­." Kau menangis seperti ini karena kehujanan? Ketika Qin Shuhua hendak mengatakan sesuatu, suaminya memberi wanita itu sedikit tarikan. Su Qianci melihat hal itu, tersenyum, dan berkata, "Ayah, Ibu, aku akan mandi dulu." Kapten Li melihat ada yang tidak beres sejak pandangan pertama, mendesak, "Pergilah mandi. Jangan sampai terkena flu." "Ya." Su Qianci dengan cepat menuju ke kamarnya. Pria tua itu diam-diam menghela napas, dengan kesedihan di sepasang mata tuanya. Setelah mendesak anak-anak untuk tidur, Kapten Li berjalan dengan tongkatnya dan duduk di hadapan Qin Shuhua dan Li Yao. Dia berkata, "Selain saat Sicheng baru saja meninggalkan kita, kapan kau pernah melihat Qianqian menangis seperti ini?" Qin Shuhua mendengar kata-kata ayah mertuanya dan matanya menjadi merah. "Su Qianci telah meyakini bahwa Sicheng datang kepadanya beberapa hari terakhir ini. Ketika dia pergi keluar tadi, dia berdandan dengan cantik. Mungkinkah itu ¡­." Li Sicheng telah meninggal selama lebih dari empat tahun. Su Qianci masih bersikap seperti ini. Anak yang malang ¡­. Karena Li Sicheng adalah putranya, Qin Shuhua diam-diam menentang pernikahan kembali menantunya. Tapi ¡­ jika hal ini berlanjut, bagaimana Su Qianci masih bisa bertahan? Kapten Li menghela napas dan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa membiarkan Qianqian seperti ini lagi. Minta Yihan untuk membawanya ke dokter besok. Yihan juga seorang anak yang baik." Qin Shuhua dan Li Yao mendengar itu, saling memandang satu sama lain tanpa berbicara. - Jing Sao ketakutan setengah mati. Sudah 15 menit sejak dia menghubungi Li Sicheng. Namun, tidak ada tanda-tanda pria itu muncul. Hal ini membuat Jing Sao merasa gugup. Pikirannya yang tenang selama tujuh atau delapan tahun dalam penyamaran dengan tiba-tiba menjadi berantakan. Segeralah kembali, segeralah kembali, segeralah kembali! Chapter 617 - Ayolah, Wanita Itu Datang .... Segeralah kembali, segeralah kembali, segeralah kembali! Jika kau tidak kembali, kita semua akan mati! Jantung Jing Sao berdebar kencang. Tiba-tiba terdengar sebuah suara ribut di luar, bersamaan dengan suara sepatu hak tinggi yang mengetuk lantai. Ya Tuhan, begitu cepat? Jing Sao menahan napasnya tanpa sadar dan menekan alat komunikasi yang tersembunyi di balik kerah bajunya. "Ayolah, cepat, wanita itu datang ¡­." Suaranya sangatlah pelan. Dan suara itu tidak berarti di bawah suara nyaring sepatu hak tinggi. Jing Sao mencoba menenangkan dirinya dengan menarik napas panjang. Dan dengan segera, ekspresi wajahnya kembali normal. Bagaimanapun juga, tahan wanita itu. Sosok tinggi Tang Mengying sudah mendekat. Sambil memegang ponselnya, wanita itu menjelaskan sesuatu dengan sebuah senyum menyanjung. Melihat Tang Mengying bersikap sangat rendah hati, Jing Sao sudah mempunyai sebuah gambaran. Orang yang bisa membuat Tang Mengying bersikap seperti ini pastilah seseorang di manajemen. Jing Sao sedikit membungkuk. Berdiri di depan gerbang besi besar itu, dia menyapa, "Nona." Tang Mengying mengangguk dan berkata pada ponselnya, "Oke, saya buktikan dan kemudian mengambil sebuah video untuk Anda. Tapi Anda lihat semua pagar yang saya miliki di sini. Bagaimana pria itu bisa melarikan diri? Bahkan jika dia melakukannya, dia terlalu kecanduan untuk berada jauh dari sini." Seseorang mengatakan sesuatu di sana, dan Jing Sao tidak mendengarnya. Tang Mengying tertawa kecil dan berkata, "Itu hanya sebuah spekulasi 1 . Bagaimana orang itu terlihat seperti Li Sicheng? Li Sicheng adalah orang terakhir yang akan mewarnai rambutnya dan memakai anting-anting. Selain itu, bagaimana Li Sicheng bisa sekuat itu? Anda mengetahui seperti apa otot-otot dari seorang pecandu narkoba itu terlihat. Jika pria itu memiliki kekuatan, dia akan melarikan diri sejak dulu. Kenapa dia tetap tinggal di sini melakukan pekerjaan kita? Dan dia gagal melarikan diri setiap kalinya." Orang yang berbicara di telepon sepertinya sedikit emosional, dan suaranya samar-samar terdengar. "Bagaimanapun juga, mari kita buktikan bahwa pria itu masih di sana!" Tidak, tidak! Napas Jing Sao menjadi cepat. Li Sicheng seharusnya tidak bisa kembali secepat itu. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Tang Mengying dengan cepat menutup teleponnya dan memandang Jing Sao. "Buka pintunya. Tunggu apa lagi?" Jing Sao merasa jantungnya hampir melompat keluar. Sambil menundukkan kepalanya, dia berkata, "Dia baru saja mengonsumsi narkobanya dan sedang tidur sekarang. Dia tidak bisa melarikan diri." Ketika Tang Mengying mendengar ini, dia menaikkan alisnya dengan curiga dan bertanya, "Apa yang telah kau lakukan padanya? Kau tidak berani membukakan pintu. Apakah itu ¡­." Jing Sao menjadi panik, dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, hanya saja ¡­." "Apa itu?" Dalam benak Jing Sao, pikiran yang tak terhitung jumlahnya bermunculan. Tidak ada siapa pun di dalam, tidak ada! Apa yang harus dia lakukan sekarang? Haruskah dia membiarkan Tang Menying masuk saja? Jantung Jing Sao berdebar. Penjaga itu bahkan semakin gugup daripada saat dirinya menyamar untuk pertama kalinya. Tang Mengying menatap wajah penjaga itu dan merasa semakin curiga. "Jing Sao, aku sangat percaya padamu. Buka pintunya." Jing Sao menunduk dan mengangguk, mengeluarkan serenceng kunci dari sakunya. Biasanya, ketika dirinya membuka pintu, meskipun dia tidak cepat, dirinya tidak pernah berani memperlambat di depan Tang Mengying. Tapi hari ini, gerakan Jing Sao melambat secara signifikan. Itu aneh! Tang Mengying merasa curiga. Dia langsung merebut kunci itu dari tangan Jing Sao dan mendorong penjaga itu menjauh, bertanya, "Apa yang telah kau lakukan sehingga kau tidak berani memberitahuku?" Pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan; tindakan yang bersifat untung-untungan. Chapter 618 - Di Mana Dia! Jantung Jing Sao hampir terlepas. Dia berkata dengan suara keras, "Tidak, saya tidak melakukan apa pun!" Ya Tuhan, apakah pria itu sudah kembali?! Dia merasa sepertinya akan menjadi gila. Sambil mendorong tangan Tang Mengying, penjaga itu tampak sangat panik. Tang Mengying bahkan merasa semakin curiga. Dia mendorong penjaga itu menjauh dan membuka pintu demi pintu. Gerbang besi besar, pintu kayu besar, diikuti oleh sebuah pintu pagar besi yang besar. Setelah beberapa lapisan pengamanan, Tang Mengying kemudian menjulurkan tangan untuk membuka pintu yang terakhir. Begitu berada di dalam, dia langsung menyalakan lampu neon besar itu. Wajah Jing Sao langsung menjadi pucat pasi. Ketika penjaga itu melihat ke dalam, hal pertama yang terlihat adalah gerbang pagar besi besar yang tebal, dikunci oleh sebuah gembok besar. Namun ¡­ ruangan itu kosong! Selimut yang seharusnya memiliki seseorang di bawahnya terlipat rapi, dan bantalnya diletakkan di atas selimut itu. Tang Mengying mengubah ekspresi wajahnya dan berjalan masuk dengan cepat, berteriak dengan keras, "Di mana dia?" Tubuh Jing Sao hampir menjadi lemas, tetapi dia dengan cepat menenangkan dirinya dan berteriak, "Tuan Li?" "Apa?" Sebuah suara yang tidak sabar terdengar keluar dari toilet. Suara ini adalah benar-benar suara Li Sicheng. Jing Sao hampir mati di sana. Meskipun dia mengutuk dalam hati, dia harus bersikap tenang. "Apa yang sedang kau lakukan?" "¡­." Tang Mengying menghela napas lega dan menoleh ke arah Jing Sao, bertanya, "Karena dia berada di sini, kenapa kau begitu gugup?" Jing Sao terdiam beberapa saat, dan tiba-tiba, dia mendengar suara air mengalir di toilet. Sebuah sosok jangkung keluar dengan punggung sedikit bungkuk, yang membuat sosok itu tampak kurang mengesankan dari sebelumnya. Rambut hitam pendeknya sedikit tidak rata karena telah dipangkas sendiri dalam waktu yang lama. Li Sicheng mengenakan sebuah kemeja kusut, tetapi bahkan dalam keadaan seperti itu, wajahnya masih dipenuhi dengan kemalasan yang arogan. Sambil menurunkan lengan bajunya dengan perlahan, Li Sicheng kembali ke tempat tidur dan duduk, menyeringai pada Tang Mengying, "Kenapa? Karena penjaga itu mengambil separuh dari narkobaku. Apa yang kau inginkan sekarang?" Tang Mengying akhirnya mengerti mengapa Jing Sao bersikap sangat gugup. Memalingkan kepalanya, Tang Mengying menatap Jing Sao dan bertanya, "Kau mengambil separuh dari narkobanya?" Wajah Jing Sao menjadi semakin tegang. Dia mundur selangkah, "Saya ¡­." Saat melihat ekspresi wajah penjaga itu, raut wajah Tang Mengying menjadi tenang. Wanita itu berbalik untuk menyeringai pada Li Sicheng, "Sepertinya dengan separuh dari narkoba yang hilang, kau masih hidup dan bernafas. Tidak mati dalam waktu dekat, kan?" Li Sicheng merasa jengkel, memelototi Tang Menying dengan murung, menunduk menatap darah di lengan baju putihnya. "Ha ha ha ¡­." Tang Mengying merasa sangat senang. Dia membalikkan badan dan menatap Jing Sao. "Apa yang kau takutkan? Tidak apa-apa jika kau mengambil narkobanya, selama dia masih hidup. Tapi kau harus berhati-hati juga." Jing Sao menghela napas lega, mengangguk. "Ya, Nona!" Tang Mengying mengambil ponselnya dan mengambil video Li Sicheng. Kemudian dia mengirimkannya ke pihak manajemen dan langsung berkata, "Lihat, Li Sicheng ada di sini. Tenanglah." Tang Menying memutar pinggangnya dan berjalan keluar. Jing Sao menatap Li Sicheng dalam-dalam sebelum dia mematikan lampu dan mengunci pintunya. Cahaya di luar ruangan sepenuhnya terhalangi, dan Li Sicheng langsung merasa rileks, terengah-engah di tempat tidur, jantungnya berdetak seperti guntur. Chapter 619 - Pihak Manajemen Datang Ke Sini Untuk Menemuimu Dalam waktu kurang dari setengah bulan sejak TL dan LS mengumumkan kolaborasi mereka, di saat-saat terakhir, sebuah berita besar muncul dari dalam pihak LS: kontrak yang disediakan oleh TL bermasalah. Ini adalah sebuah trik penipuan yang tersembunyi dengan baik. Jika pihak LS memenuhi kewajibannya sesuai dengan kontrak, maka pihak LS akan kehilangan lebih dari satu miliar yuan. Untungnya, wakil presiden LS, Li Jinnan, menemukan trik itu tepat pada waktunya dan menggunakan trik itu sebagai barang bukti untuk menyeret pihak TL ke pengadilan. Kejadian ini langsung menghebohkan di seluruh perindustrian. Untuk sementara waktu, seluruh Grup TL berada dalam kekacauan. Namun, pada saat kritis ini, mitra TL lainnya sebenarnya mengajukan permintaan untuk meninggalkan grup tersebut, bahkan dengan risiko membayar sejumlah besar kompensasi. Dalam waktu kurang dari satu bulan, Grup TL yang terkenal itu menderita utang dalam jumlah besar. Dan seluruh perusahaan menjadi panik. Citra perusahaan TL juga anjlok di negara ini. Wakil presidennya, yang kedudukannya hanya nomor dua setelah Tang Qing, melarikan diri dengan dana publik ketika harga saham Grup TL anjlok. Namun, pada hari ke 28, kedua belah pihak tiba-tiba bernegosiasi secara pribadi. Penanggungjawab yang paling penting, Nona Tang Qing, membayar sejumlah kompensasi yang sangat memuaskan kepada Grup LS atas nama Grup TL. Setelah insiden ini berakhir, performa Tang Mengying menjadi jauh lebih rendah di mata pihak manajemen. Manfaat yang diterima wanita itu tidak diragukan lagi menjadi jauh lebih sedikit. Li Sicheng sedang berbaring di ruangan kecil itu, mendengarkan suara Jing Sao yang sedang berbicara dengannya tentang hal-hal yang telah dia alami sendiri sambil tersenyum. Sesuai dengan yang diharapkan. Hal-hal ini berada sesuai dengan perhitungannya. TL telah dihancurkan. Dalam waktu kurang dari dua hari, Tang Mengying pasti akan datang kepadanya dan membawa pihak manajemen. Jika dia tidak salah, dalam waktu paling lama tiga hari, Bo Xiao akan meminta untuk memindahkan dirinya. Pada saat itu, dia bisa memasuki bisnis keluarga Bo ¡­. - Harga saham LS terus meningkat baru-baru ini. Dalam waktu kurang dari satu bulan, harga sahamnya telah mencapai puncaknya dalam beberapa tahun terakhir dan masih meningkat. Hasil yang sangat bagus, berkat kerja sama antara L dan Li Jinnan. Sudah 25 hari berlalu sejak Su Qianci ditinggal oleh L. Su Qianci duduk di kantornya dan menguap. Hal ini seperti setangkai bunga dandelion di hatinya, tertiup oleh angin, tetapi benih berbentuk payung akan muncul dari waktu ke waktu untuk mengganggu pikirannya. Seperti hari ini. Di benak Su Qianci, terdapat pertanyaan itu lagi: siapa L? Pada saat yang sama, dia mendapat sebuah pesan di laptopnya. [L]: Maaf, sesuatu yang penting muncul di saat terakhir pada hari itu. Su Qianci menatap barisan kata-kata itu untuk waktu yang lama, mengulurkan tangan, dan mengetik pada kibor: Tidak masalah [emoji tersenyum] Li Sicheng melihat kata-kata Su Qianci dan merasa sangat tidak nyaman. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana raut wajah Su Qianci ketika wanita itu mengetik kata-kata tersebut. Pastinya akan ¡­ memilukan. Li Sicheng bahkan merasa semakin bersalah, tetapi dia tidak membalas lagi. Pintu dibuka dari luar. Jing Sao diam-diam masuk ke dalam, menatap Li Sicheng dalam-dalam, dan berkata, "Pihak manajemen datang ke sini untuk menemuimu." Li Sicheng berpura-pura terkejut, tetapi sebenarnya merasa lega. Akhirnya datang. Kalian tahu, aku sudah lama menunggu kalian. - L benar-benar tidak membalas. Meskipun hal itu sudah diduga, Su Qianci masih tidak dapat menahan perasaan kecewanya. Apakah pria itu bersungguh-sungguh ketika dirinya meminta maaf? Tidak tulus ¡­. Tidak ada ketulusan. Su Qianci melihat ke bawah dan ponsel di mejanya bergetar dengan lembut. Itu adalah sebuah pesan WeChat. [Lu Yihan]: Malam ini, Menara Kotaraja, lantai atas, 7:30, aku akan menunggumu Chapter 620 - Kencan [Lu Yihan]: Malam ini, Menara Kotaraja, lantai atas, 7:30, aku akan menunggumu Su Qianci belum melakukan kontak dengan Lu Yihan selama sebulan. Bulan ini, Lu Yihan sama sekali tidak muncul dalam penglihatan wanita itu. Sebaliknya, Kakek memuji-muji Lu Yihan di hadapan Su Qianci dari waktu ke waktu. Setiap kali dirinya mendengar hal itu, Su Qianci hanya tertawa dan tidak berkata apa-apa. Setelah melihat pesan dari pria itu, Su Qianci mengambil ponselnya dan menjawab: Apa yang terjadi? [Lu Yihan]: Darurat [emoji menangis] [Su Qianci]: Oke. Apakah akan ada sesuatu untuk dimakan? Kalau begitu, aku akan melewatkan makan malam. [Lu Yihan]: Pasti ada [Su Qianci]: Baiklah, maka aku akan bekerja sampai saat itu. [Lu Yihan]: [emoji oke] Su Qianci menelepon dan memberi tahu keluarganya. Setelah bekerja di kantor hingga pukul tujuh malam, dia turun ke bawah dan mengemudi menuju ke Menara Kotaraja. Lantai tertinggi Menara Kotaraja adalah lantai 108. Lift wisata itu benar-benar transparan. Su Qianci melihat pemandangan malam di sekitarnya dan merasakan ketenangan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Lantai atas Menara Kotaraja adalah sebuah sky garden 1 . Untuk dapat berada di tempat itu, sebuah tiket masuk yang mahal diperlukan, jadi tidak akan banyak orang yang datang. Tetapi ini adalah pertama kalinya bagi Su Qianci melihat tempat ini begitu sepi juga. Dikelilingi oleh kegelapan, Su Qianci merasa sedikit buta. Mendongak melihat ke atas, bulannya bersinar cerah, dan bintang-bintang sangat sedikit. Angin berembus sedikit kencang, mengibarkan rambutnya. Dengan berhati-hati melangkah keluar, Su Qianci memanggil: "Yihan?" Tidak ada respons. Tiba-tiba, wanita itu dikelilingi oleh cahaya lampu yang menyilaukan. Su Qianci sedikit terpana oleh cahaya yang tiba-tiba itu, jadi dirinya tanpa sadar berpaling dan memejamkan matanya. Ketika dia membuka matanya kembali, dia melihat ke depan, dan lampu-lampu di depannya itu ditata dengan rapi, membentuk sebuah jalur yang indah dan lebar. Di jalur itu, terhampar kelopak mawar berwarna indah. Sentuhan aroma mawar melayang di udara. Jalur itu dikelilingi lampu-lampu yang indah dan mewah. Sekumpulan foto dikelilingi oleh lampu-lampu. Dalam sebuah foto, terlihat Su Qianci di masa SMA-nya. Pada saat itu, rambut hitam panjangnya diikat menjadi dua buah kuncir ekor kuda yang tergantung di pundaknya. Dia memegang sebuah kotak makan siang, memandang ke depan. Kualitas fotonya tidak terlalu bagus, karena diambil secara diam-diam oleh Lu Yihan. Su Qianci melangkah di atas kelopak-kelopak mawar itu dan berjalan di sepanjang jalur cahaya tersebut. Melihat kembali ke kedua sisinya, terdapat foto-foto di mana Su Qianci sedang tersenyum, marah, bahagia, menangis, dan bahkan mengutuk seseorang sambil bertolak pinggang ¡­. Dari masa mudanya yang belia, gadis itu perlahan-lahan tumbuh menjadi seorang wanita yang dewasa dan lembut. Lembut, menyenangkan. Di bagian tengah, terlihat foto Su Qianci yang mulai menggendong anak-anaknya di tangannya. Secara berangsur-angsur, anak-anak itu semakin besar, dari usia 0 tahun hingga 3 tahun. Jumlah anak-anak tersebut juga berubah dari dua anak menjadi tiga anak. Dan kemudian, isi foto-foto itu berubah menjadi Su Qianci dan Lu Yihan. Pada masa SMA, mereka saling melingkarkan tangan di bahu mereka masing-masing dan tersenyum pada kamera, berpose dengan dua jari yang membentuk huruf V. Su Qianci memandang semua foto tersebut sambil tersenyum. Ketika wanita itu melihat foto yang terakhir ini, kenangan-kenangan itu kembali padanya ibarat gelombang pasang. Mata Su Qianci menjadi lembut dan kemudian tertuju pada sosok yang muncul di ujung jalur itu. Lu Yihan memegang sebuah buket besar bunga di tangannya, mawar merah, dalam jumlah yang sangat banyak. Hari ini, pria itu berdandan khusus. Dia tidak memakai kacamata dan sangat modis. Sangat tampan. Namun, senyum di wajah Su Qianci perlahan membeku. Saat melihat Lu Yihan, raut wajah wanita itu terlihat rumit. Apa yang Lu Yihan inginkan? Area komersial di lantai teratas sebuah bangunan, berupa taman yang sudah diolah lansekapnya. Bisa digunakan sebagai restoran atau kafe. Chapter 621 - Tapi Aku Tidak Menginginkan Seorang Teman. Aku Menginginkan Dirimu Lu Yihan melihat ekspresi wajah Su Qianci yang berubah dan tersenyum. Sambil memegang seikat besar bunga mawar, pria itu berjalan ke arah wanita itu dengan perlahan. Su Qianci menatap pria itu dan tidak dapat menahan rasa takutnya. Tanpa sadar, dia ingin mundur dan melarikan diri. Namun, ketika dirinya melihat mata Lu Yihan yang dipenuhi kasih sayang mendalam, Su Qianci kehilangan keberanian untuk melakukan itu. Lu Yihan melangkah semakin mendekat, dan terlihat sebuah senyuman tampan di wajahnya. Dia memandang Su Qianci dan berkata, "Qianqian, kau datang lebih awal." Ya, Su Qianci berada di sini lebih awal. Jam besar di lantai atas itu menunjukkan bahwa itu baru pukul 7:13. Akan tetapi, Lu Yihan mengenal wanita itu dengan baik dan sudah menduga bahwa Su Qianci akan datang lebih awal. Dia meletakkan bunga di tangannya ke depan, bertanya, "Haruskah kita makan terlebih dahulu?" Su Qianci mengulurkan tangannya tetapi tidak mengambil buket bunga tersebut. Tangannya membeku di udara. Dirinya tiba-tiba memikirkan satu hal pada saat ini: Li Sicheng sepertinya belum pernah memberikan bunga padanya. Menikah dengannya selama setahun, dia telah mengalami semua perhatian dan kehangatan suaminya, tetapi Li Sicheng tidak pernah memberikan bunga padanya. Su Qianci sedikit tertegun, menatap 99 kuntum mawar merah di hadapannya, tapi dengan segera, dirinya mendongak menatap Lu Yihan. Lu Yihan sedang menatap dirinya dengan mata cerahnya yang berisi kelembutan tak terbatas. Meletakkan bunga ke telapak tangan Su Qianci, Lu Yihan berjalan tepat di belakang wanita itu dan mendorongnya dengan lembut. Dia berkata, "Aku membuatkan steik dan sup favoritmu. Apakah kau ingin mencobanya?" Su Qianci didorong dengan lembut oleh pria itu, sambil memegang sebuah buket mawar yang besar, dan dengan segera melihat sebuah meja. Di atas meja makan, terdapat dua buah piring yang tertutup, dan di bagian tengah meja adalah sederetan lilin membentuk bunga yang indah ditutupi dengan kaca putih. Anginnya sedikit kencang, tapi nyala apinya tetap tenang. Su Qianci didorong ke arah meja tersebut, dan Lu Yihan menarikkan kursinya seperti seorang pria terhormat. "Nona Su, silakan duduk." Su Qianci menatap wajah tampan pria itu, mengerutkan bibirnya dan berkata, "Yihan ¡­" "Ssst, duduk dulu." Lu Yihan mendorong wanita itu ke bawah dan berkata, "Apa pun yang ingin kau katakan, katakan setelah makan malam, oke?" Su Qianci merasa sesak dalam hatinya. Tidak nyaman, entah kenapa terasa tidak nyaman. Seharusnya tidak seperti ini antara dirinya dan Lu Yihan. Pria itu mengangkat tutup di piringnya, dan steik itu masih panas mengepul. Terlihat jelas bahwa steik itu baru saja dipanggang. Sup yang lezat, hidangan yang sangat lezat, dan makanan ringan yang lezat di depan Su Qianci. Semua hidangan itu adalah favoritnya, tetapi mereka tampak berbeda dari yang biasa dipesannya. Lu Yihan mengenal wanita itu dengan baik. Mungkin bahkan Li Sicheng pun tidak mengenal Su Qianci sebaik itu. Su Qianci menyeka tangannya dengan selembar tisu basah, mengambil sendok, dan dengan lembut menyesap sup tersebut. Sangat lezat, sangat enak. Jelas terlihat bahwa Lu Yihan telah berusaha keras untuk memasak semuanya. Tetapi ¡­. "Yihan ¡­." "Qianqian." Lu Yihan menyela perkataan Su Qianci. "Ayo kita makan dulu, oke?" Lu Yihan merasa takut kalau Su Qianci akan kehilangan nafsu makannya dalam beberapa saat. Dia takut kalau wanita itu tidak akan mau menemui dirinya setelahnya. Hari ini dia memutuskan untuk melakukan hal seperti ini karena dirinya sudah siap. Tindakannya itu akan menjadi salah satu langkah menuju surga. Atau neraka. Su Qianci menatap pria itu dan berkata, "Aku menganggapmu sebagai seorang sahabat, selalu ¡­." "Aku tahu." Lu Yihan berdiri dan pergi ke sisi wanita itu. Dia menatap Su Qianci. "Tapi aku tidak menginginkan seorang teman. Aku menginginkan dirimu." Chapter 622 - Bagaimana Kalau Bertaruh Meskipun sudah menduganya, ketika mendengar hal itu, Su Qianci masih merasa panik dan bangkit berdiri. Namun, Lu Yihan mengulurkan tangan dan dengan cepat menahan wanita itu. Sepasang matanya, di bawah cahaya menakjubkan di sekitarnya, terlihat cerah dan indah. Dia menatap Su Qianci, merasa risau. Lu Yihan dengan perlahan berkata, "Bagaimana kalau bertaruh?" Su Qianci terpesona oleh mata Lu Yihan dan bertanya tanpa sadar, "Apa?" "Bukankah kau bersikeras bahwa Li Sicheng masih hidup?" "Ya, suamiku masih hidup!" Su Qianci tidak ragu untuk mengucapkannya dan menatap Lu Yihan dengan tegas. "Terakhir kali, putriku dan aku diselamatkan oleh Li Sicheng. Jika bukan karena dia, aku khawatir kami akan jatuh hingga tewas." Lu Yihan mendengar ini, dan hatinya menjadi getir. Li Sicheng sudah meninggal, pria itu sudah meninggal. Semua orang mengetahui bahwa Li Sicheng sudah meninggal, tetapi mengapa Su Qianci tidak mau menerima kenyataan? Melihat wanita itu dengan iba, Lu Yihan berkata dengan perlahan, "Kalau begitu ayo kita bertaruh." Su Qianci mengerutkan bibirnya dan menatap Lu Yihan tanpa berbicara. "Jika suamimu masih hidup, jika orang yang waktu itu benar-benar suamimu, maka pria itu pasti akan kembali. Dia sangat membenciku. Kau tahu itu." Lu Yihan melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyuman yang menghina dirinya sendiri. "Suamimu akan memukuliku setiap kali dia melihatku. Jadi, dia tidak akan pernah tahan dengan kenyataan bahwa kau dan aku akan menikah, benar?" Ya, sepenuhnya benar. Di masa lalu, Su Qianci tidak memahami apa yang dirasakan Lu Yihan terhadap dirinya, tetapi Li Sicheng sudah melihatnya dengan sepenuhnya. Karena itu, suaminya mencoba memblokir Lu Yihan dari sisinya. Setiap kali suaminya melihat Lu Yihan, Li Sicheng melihat pria itu sebagai seorang musuh dan menyembunyikan istrinya dengan baik. Su Qianci mengetahui semua itu. Setelah mendengar kata-kata Lu Yihan, wanita itu mengangguk. "Jadi, Li Sicheng tidak akan pernah tahan dengan kenyataan bahwa kau akan menikahiku. Jika dia tidak meninggal, jika dia masih hidup, dia pasti akan kembali dan mencoba merusaknya." Lu Yihan memandang Su Qianci, dan ada sebuah tatapan memohon tersembunyi di kedalaman matanya. "Kau yang mengetahui kemampuan dan karakter suamimu dengan paling baik, bukan?" Itu benar. Li Sicheng tidak bisa menerimanya. Su Qianci gemetar dan menatap Lu Yihan, bertanya, "Maksudmu, kita bisa menggunakan metode ini untuk memaksa suamiku keluar?" Jika Li Sicheng tidak mau keluar, dirinya tidak akan pernah bisa menemukan suaminya. "Iya." Lu Yihan mengangguk dalam ketidakpercayaan. "Cobalah menikah denganku. Jika Li Sicheng muncul, aku akan melepaskan dan tidak pernah mengganggumu lagi. Tapi jika ¡­ suamimu tidak muncul, beri aku sebuah kesempatan, maukah dirimu?" "Yihan ¡­." "Anak-anak butuh seorang ayah." Lu Yihan memandang Su Qianci. "Kau tidak sendirian. Qianqian, kau memiliki mereka. Ketiga anak itu telah menerimaku. Jika kau membiarkan aku menjadi ayah mereka, itu akan menjadi yang paling tepat, bukan? Apakah kau ingin membesarkan ketiga anak itu dalam sebuah keluarga orang tua tunggal seumur hidup? Ini tidak adil untuk anak-anak, Qianqian." Namun, jika Su Qianci menerima Lu Yihan, itu akan menjadi hal yang paling tidak adil bagi suaminya. Li Sicheng telah hidup di dalam hatinya selama dua kehidupan. Dia tidak bisa mencintai pria lain selain Li Sicheng. Su Qianci menatap Lu Yihan, dan matanya menjadi hangat. Suaranya tercekat, dia berkata, "Kau tahu aku telah menunggu suamiku. Aku tidak bisa menganggapmu yang lain selain sebagai seorang teman. Yihan, aku ¡­." "Cobalah. Jika Li Sicheng masih hidup, dia pasti akan kembali untuk menghentikanmu menikahiku. Qianqian, tidakkah kau ingin bertemu suamimu?" Kata-kata Lu Yihan tanpa diragukan lagi menghantam kelemahan Su Qianci. Chapter 623 - Dia Menulis Janda Untuk Status Pernikahan Tentu saja Su Qianci ingin bertemu Li Sicheng. Selama empat tahun terakhir, wanita itu telah memimpikan bertemu dengan suaminya. Tanpa melihat pria itu ketika terbangun setiap harinya, Su Qianci selalu merasa bahwa hatinya kosong. Tetapi dengan pendekatan ini, akankah Li Sicheng benar-benar muncul? Akankah suaminya muncul? Su Qianci tidak tahu. Li Sicheng jauh lebih cerdik daripada yang bisa dirinya bayangkan. Dia tidak mengetahui mengapa suaminya bersembunyi. Demikian pula, dia tidak mengetahui mengapa Li Sicheng tidak memilih untuk kembali. Namun, dirinya ingin bertemu dengan suaminya. Sangat, sangat ingin. Li Sicheng masih hidup dan harus hidup. Di taman hiburan, orang itu pastilah suaminya. Itu pasti! Lu Yihan menebak pikiran Su Qianci dan berkata lagi, "Jika Li Sicheng mencintaimu, dia akan kembali." Jika pria itu masih hidup. Su Qianci akhirnya tidak bisa menahan air matanya lagi. Lu Yihan mengambil kotak beledu 1 dari sakunya dan berlutut. Dia membuka kotak itu dan memandang Su Qianci. Pria itu berkata, "Menikahlah denganku, maukah dirimu?" Air matanya menetes lebih cepat. Sambil memandang Lu Yihan, Su Qianci mendorong kotak itu menjauh dan berkata, "Yihan, aku tidak akan mencintaimu. Apakah kau tahu itu?!" Kata-kata terus terang Su Qianci bak sebilah pisau daging, menusuk ke dalam hati Lu Yihan. Darah menyembur secara diam-diam. Akan tetapi, Lu Yihan tersenyum segan dan berkata, "Aku tahu. Aku tidak peduli." Hari-hari mereka masih panjang. Tidak akan ada alasan bagi dirinya untuk kalah dari seseorang yang sudah meninggal, kan? Li Sicheng sudah meninggal. Cepat atau lambat, Su Qianci akan melupakan Li Sicheng dan menerima dirinya. Wanita itu akan menerima dirinya cepat atau lambat, jadi dia bisa menunggu. Su Qianci menatap Lu Yihan dan menyembunyikan tangannya di belakang dirinya sendiri. Dia berkata, "Aku peduli ¡­ aku harus menunggu Li Sicheng kembali sebagai istrinya." Dia telah menjaga hatinya untuk Li Sicheng. Dia harus menjaga tubuhnya tetap suci juga. Karena kegigihannya, Li Sicheng tidak memiliki sebuah acara pemakaman sejak awal hingga akhir. Meskipun semua orang di luar telah menyebarkan berita kematian pria itu ke setiap sudut jaringan, Su Qianci masih memercayai bahwa suaminya tidak meninggal. Dirinya tidak akan membiarkan Li Sicheng kembali untuk melihat kata "janda" di kolom status pernikahan istrinya. Apalagi nama pria lain sebagai suaminya. Inilah yang Su Qianci pertahankan untuk Li Sicheng. Dia mencintai suaminya, jadi dia ingin mempertahankan yang terbaik untuk pria itu. Bahkan jika Li Sicheng tidak ingin kembali, Su Qianci masih akan menunggunya, sehingga ketika dirinya meninggal di masa yang akan datang, dirinya tidak akan menyesali hal itu. Mata cerah Lu Yihan meredup sedikit demi sedikit. Pria itu mengerutkan bibir tanpa berkata-kata. Su Qianci menarik napas dalam-dalam dan menghela napas. "Yihan, terima kasih." Lu Yihan merasa matanya sedikit panas, dan rasa kecut membanjiri hatinya. Dia hampir tidak bisa bernapas. Dia tidak menginginkan rasa terima kasih wanita itu, dirinya hanya menginginkan Su Qianci. Hanya itu saja. Mengapa? Ketika Li Sicheng masih hidup, pria itu lebih baik daripada dirinya. Sekarang pria itu sudah meninggal, mengapa Li Sicheng masih lebih baik daripada dirinya? Hatinya kehilangan satu bagian. "Terima kasih" tidak bisa menebusnya. Lu Yihan tidak berbicara, masih mempertahankan posisi itu di hadapan Su Qianci. Setelah beberapa saat, Su Qianci berbisik, "Aku ingin mencoba." Ketiga kata itu sekali lagi menyulut nyala api di hati Lu Yihan yang sudah padam. Dia mendongak terkejut, merasa tidak percaya. "Kau benar. Jika Li Sicheng masih mencintaiku, dia akan kembali. Rumahnya, anak-anaknya, orang tuanya dan kakek semuanya berada di sini. Jika dia masih hidup, alasan apa yang dimilikinya sehingga dia tidak kembali?" Sekali ini saja, biarkan dirinya mencoba. Tuan Li, pulanglah ¡­. Beludru - kain dengan permukaan yang tebal, berbulu halus pada bagian depan dan rata pada bagian belakang, lembut, berkilat. Chapter 624 - L Mengakuinya Sebuah unggahan di Weibo mengejutkan banyak pembaca dan orang-orang di dalam lingkaran bisnis. Dalam waktu kurang dari satu jam, unggahan itu telah menempati urutan teratas. Semua jenis komentar yang mengutuk, merestui, merasa cemburu, mengolok-olok, dan mempertanyakan sudah mencapai lebih dari 80.000. Itu adalah unggahan yang sangat sederhana, hanya berupa dua patah kata, sebuah emoji, dan sebuah foto. Foto itu memperlihatkan sebuah jalur bercahaya yang panjang, dengan dua baris kumpulan foto yang dipajang di sisi kiri dan kanannya. Jalur itu ditaburi dengan kelopak mawar. Di bagian tengah foto, ada sebuah buket mawar besar dan sebuah cincin. Di samping barang-barang itu, terlihat wajah Su Qianci yang halus dan lembut, dengan sebuah senyum tipis. Dan di sebelahnya, ada seorang pria. Wajah pria itu hanya terlihat separuh, tetapi bahkan hanya dengan itu, pria itu terlihat cukup tampan untuk membuat banyak gadis menjerit. Mereka yang mengenal Lu Yihan sebenarnya mengenali siapa pria dalam foto itu. [Qian Qian Su Ci]: Restui Aku [emoji tersenyum] Terjadi sebuah kehebohan di bagian komentar. Terdapat juga banyak pesan pribadi dan berbagai macam orang mengomentari unggahan Su Qianci itu. [Ibumu_menggoreng_bibibi]: Tidak mungkin? Beberapa waktu lalu, dia bertingkah seperti itu di taman hiburan. Dan kemudian dia mempunyai seorang pria baru begitu cepat? @QianQianSuCi [JalangMalangTampan]: Restuilah dewiku. Sudah empat tahun. Anak-anak membutuhkan seorang ayah [emoji cinta] [emoji cinta] [YaoImutManis]: Kau seharusnya melakukan ini lebih awal! Senang melihat kau bisa mengatasinya. Tuan Li juga akan merestuimu di surga [emoji lilin]. [Senang888888]: Dewiku sangat cantik. Siapa laki-laki itu? Aku dapat memandangi sosok ini selama setahun! [emoji nafsu] [Seorang_wanita_menawan_dan_seksi]: Tidak dapat mempertahankannya kan? Mengelola perusahaan sebesar itu pastilah sangat menyenangkan. Dan sekarang kau memiliki seorang lelaki simpanan di sampingmu. Salut! [emoji jempol] ¡­. Terdapat berbagai macam komentar. Su Qianci melirik dengan sekilas komentar-komentar tersebut dan berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit. Tiba-tiba ponselnya berdering. Itu adalah Li Jinnan. "Lu Yihan?" "Ya." Li Jinnan bertanya dengan tenang, "Apakah kau menyukai pria itu?" Su Qianci berbaring di tempat tidur dengan ponselnya dan tidak menjawab. "Kakak ipar, kau tidak bisa menikah dengan Lu Yihan." Nada suara Li Jinnan terdengar tegas. "Kenapa?" "Karena, kakakku masih hidup. Dia belum meninggal." Hati Su Qianci bergetar. Dia merasakan kecut secara tak terduga. "Aku tahu." "Tapi kau masih bilang iya?" "Aku ingin mencoba." Su Qianci berbaring telentang. "Jika kakakmu mengetahui berita itu, akankah dia kembali untuk menghentikanku? Jika dia peduli, dia pasti akan kembali, kan?" Li Jinnan terdiam beberapa saat, dan kemudian bertanya, "Apakah kau sudah melihat pesan WeChat yang kukirimkan padamu?" "Belum ¡­ aku akan melihatnya sekarang." Su Qianci memasang telepon itu di pengeras suara dan menatap WeChat-nya. Dia mengeklik ikon WeChat dan menemukan bahwa Li Jinnan telah mengirim beberapa buah pesan kepadanya. Masih banyak pesan yang belum dibaca dari berbagai kenalannya. Dia mengetuk jendela obrolan Li Jinnan dan melihat beberapa buah gambar. Gambar pertama adalah sebuah screenshot dari sebuah riwayat obrolan. [Li3]: Karena kau bisa mengirim pesan. Kenapa kau tidak kembali? [L]: Aman dan terkendali. Tidak perlu khawatir. Pupil mata Su Qianci mengecil, merasa tidak percaya. Apa artinya itu? L mengakui? Apakah L benar-benar Li Sicheng? Detak jantungnya bertambah cepat. Melihat waktu pesannya, itu sudah lebih dari sebulan yang lalu. Gambar kedua adalah sebuah foto. Foto itu memperlihatkan gerbang sebuah villa. Sebuah mobil BMW merah yang cantik terparkir di pintu. Tang Qing tersenyum dan membuka pintu mobilnya, sambil memegang sebuah ponsel di tangannya. Tidak diragukan lagi, vila ini milik Tang Mengying. Pada gambar ketiga, dua barisan pengawal berbaju hitam tampak menjaga sebuah gerbang besi. Duduk di sebelah gerbang besi itu adalah seorang wanita yang berusia 30-an atau 40-an tahun, sedang menatap ponselnya. Chapter 625 - Itu Adalah Dia, Itu Adalah Dia, Itu Adalah Dia Jantung Su Qianci berdebar kencang. Dia sepertinya telah mengetahui sebuah rahasia besar. Namun perasaan itu kemudian menghilang tanpa jejak. "Kau sudah melihatnya?" Suara Li Jinnan terdengar dengan nada suara yang meninggi. "Datanglah ke ruang keluarga." Su Qianci langsung membalikkan badan dan berlari tanpa alas kaki. Li Jinnan mengenakan sebuah kaos ketat yang memperlihatkan semua otot di tubuhnya. Dia sedang duduk di sofa pada saat ini, setengah membungkuk di meja kopi dan bekerja dengan sebuah laptop. Sambil memegang ponsel di tangannya dan mendongak menatap Su Qianci, pria itu menutup telepon dan melambai pada kakak iparnya. Su Qianci duduk di sebelah adik iparnya dan matanya tertuju pada laptop itu. Ada sebuah video yang sedang diputar, dan dilihat dari pencahayaan dan sudut pengambilan gambarnya, itu haruslah hasil rekaman diam-diam dengan sebuah kamera kecil yang tersembunyi. Mungkin sesuatu yang disamarkan sebagai sebuah bros atau dasi. "Jing Sao, aku di sini untuk mengirim obat." Wanita itu, yang dipanggil Jing Sao, berdiri dan mengambil apa yang disebut "obat" tersebut. Wanita itu menciumnya dan mengangguk. "Oke, pergilah, keluar." "Ada juga makanan. Orang-orang di dalam belum makan?" "Oke." Jing Sao mengambilnya. "Biarkan saja." "Lebih baik berikan kepada mereka selagi panas. Nona Tang baru saja mengatakan, biarkan pria itu menyelesaikan makan dan bersiap untuk bekerja. Ada hal-hal penting yang harus pria itu lakukan." Mendengar ocehan orang itu, Jing Sao menjadi tidak sabar dan melambaikan tangannya. "Mengapa kurir hari ini sangat menyebalkan. Apa yang kau lakukan? Aku tidak akan membunuh pria itu. Tenanglah!" "Baiklah, kalau begitu aku pergi." "Enyahlah!" Temperamen wanita itu sangat buruk. Sambil melemparkan makanan yang disiapkan untuk tahanan itu ke samping, dia melanjutkan bermain game di ponselnya. Orang itu tidak bisa mendekat, dan arah kamera itu dengan cepat berubah. Li Jinnan mematikan video itu dan menatap Su Qianci. Dia berkata, "Kakakku berada di dalam." Su Qianci menatap layar laptop yang menyala dengan remang-remang, dan napasnya menjadi cepat. "Orang yang kau lihat terakhir kali, yang menyelamatkanmu dan Ersu di taman hiburan itu, seharusnya juga kakakku," kata Li Jinnan dengan pelan, menggunakan mouse-nya untuk membuka akun obrolannya sendiri. Di jendela obrolan adik iparnya dengan L, ada kalimat-kalimat yang baru saja dilihat Su Qianci. "L ini juga kakakku." "Kakakmu menggunakan narkoba." Su Qianci menoleh dan menatap Li Jinnan. "Tang Mengying memberinya narkoba. Kau telah mendengarnya di rekaman itu!" "Kau telah berkelahi dengannya. Kau seharusnya tahu bahwa dia masih kuat. Bagian mana dari dirinya yang terlihat seperti seorang pecandu narkoba?" Hanya dari video buram di taman hiburan itu, Li Jinnan mengetahui bahwa orang itu tidak mungkin menggunakan narkoba. Orang itu mampu dengan kuat memegang tubuh Su Qianci dengan satu tangan. Bahkan tanpa menggunakan narkoba, orang normal sulit mendapatkan kekuatan seperti itu. "Tidak ada!" Su Qianci tidak ragu untuk berseru. "Itu benar, kakakku pasti punya alasannya sendiri untuk tidak kembali. Kakak ipar, tidakkah kau tahu bagaimana perasaan kakakku padamu? Kami tiga bersaudara mungkin memiliki beberapa perbedaan karakter, tetapi kami cukup mirip." Li Jinnan menatap Su Qianci, dan mata gelap Li Jinnan menyembunyikan beberapa emosi yang tidak dimengerti oleh Su Qianci. Suara adik iparnya datar. "Kami tidak akan berubah pikiran tentang apa yang telah kami pilih. Kakakku sudah memilihmu, maka hanya kau yang akan berarti baginya. Dia hanya memiliki satu rumah. Selama dia masih hidup, dia pasti akan kembali." Oleh karena itu, kau tidak dapat menikahi Lu Yihan. Pria seperti itu tidak pantas untuk Su Qianci. Chapter 626 - Tak Ada Usaha, Tak Ada Hasil Hanya Li Sicheng yang layak untuk Su Qianci. Li Jinnan menatap kakak iparnya dan dengan jelas melihat berbagai emosi di mata wanita itu. Pria itu berkata dengan perlahan, "Ketika menyangkut tentang kakakku, kau tidak pernah bisa tenang." Tapi untungnya, dengan kecerdasan Su Qianci, wanita itu pun mengerti. Su Qianci merasa kebingungan, mendongak menatap adik iparnya. Li Jinnan sebenarnya sangat mirip dengan Li Sicheng. Terutama matanya, bentuk mata indah yang sama, mata gelap yang sama. Namun, dibandingkan dengan Li Sicheng, Li Jinnan sedikit lebih cuek dan tidak terlalu arogan. Dalam empat tahun terakhir, kemampuan adik iparnya ketika baru saja keluar dari angkatan darat telah berubah menjadi kedewasaan. Li Jinnan yang berusia 29 tahun itu sekarang memiliki pesona seorang pria dewasa. Tidak seperti Li Sicheng yang acuh tak acuh dan arogan, Li Jinnan selalu memiliki perilaku yang tidak jelas, jauh tinggi seperti bintang-bintang dan bulan, hampir tidak terlihat. Meskipun adik iparnya itu berada di sebelahnya, Su Qianci tidak pernah bisa memandang Li Jinnan. Berulang kali, Li Jinnan hanya menatap kakak iparnya secara diam-diam saja, dengan tatapan mata dalamnya yang tidak bisa terbaca oleh Su Qianci. Hati Su Qianci berantakan dan menatap mata pria itu membuat dirinya semakin resah. "Adik ipar, apa yang harus kulakukan sekarang?" Panik, dia tidak bisa menahan perasaan paniknya. Dia benar-benar kehilangan ketenangannya pada saat itu. Tanpa alasan, dia memohon bantuan dengan matanya yang tertuju pada Li Jinnan. "Aku tidak tahu rencana apa yang kakakku miliki, tapi kupikir itu bukanlah masalah sepele," Li Jinnan melihat ke arah laptopnya dan dengan cepat memperlihatkan surat kontrak dengan TL sebelumnya. "Ini adalah kontrak yang dibuat oleh kakakku. Perangkap semacam ini digunakan ketika dia menjebak Tang Zhenghao. Tekniknya persis sama. Yang pasti adalah dia sekarang adalah bagian dari TL, dan TL telah menyatakan kebangkrutan. Aku pikir setidaknya separuh dari rencana kakakku telah terlaksana." Jari-jarinya menari di atas kibor, dan pria itu dengan cepat memperlihatkan sesuatu yang lain. Alat Musik Bo. Bo, musik, Bo Xiao! Mata Su Qianci terbelalak. Kedua benang merah itu dengan cepat terhubung dalam benaknya. Li Jinnan memandang ekspresi wajah kakak iparnya dan mengetahui bahwa wanita itu sudah memahaminya. Dia berkata, "Perusahaan di belakang TL adalah Grup Bo. TL telah berkembang pesat selama bertahun-tahun dan memiliki sebuah hubungan yang tidak terpisahkan dengan Grup Bo. Perlu disebutkan bahwa aku secara diam-diam memeriksa bahwa TL telah berkembang pesat selama bertahun-tahun, tetapi belum memiliki banyak aspirasi. Banyak kolaborasi dengan beberapa perusahaan kecil, tetapi jumlah pesanannya bisa mencapai jutaan, puluhan juta, dan beberapa bahkan miliaran." Pencucian uang! Su Qianci sepenuhnya mengerti sekarang. Dia menatap Li Jinnan dan bertanya, "Maksudmu, suamiku kemungkinan besar sedang hidup dalam penyamaran, dia ingin ¡­." "Ya." "Bagaimana kau tahu?" Su Qianci merasa tidak percaya. "Ini terlalu konyol. Apakah dia memberitahumu semua itu?" "Ini hanya dugaanku, tapi itu pasti sangat dekat dengan kebenarannya." Pada saat itu, Li Sicheng gagal menangkap Tang Zhenghao di bandara. Ketika kakaknya kembali ke rumah, Li Sicheng mengatakan sesuatu seperti ''tak ada usaha, tak ada hasil'' kepada adiknya. Ketika keluarga Li mengalami sejumlah kecelakaan, Li Jinnan melihat betapa khawatirnya Li Sicheng. Oleh karena itu, kemungkinan besar bahwa ini adalah alasannya. Kalau tidak, mengapa kakaknya tidak kembali? Selain itu, Li Jinnan benar-benar tidak bisa memikirkan alasan lainnya. Detak jantung Su Qianci bertambah cepat. Secara tidak sadar, wanita itu memikirkan kehidupannya yang sebelumnya. Pada kehidupan Su Qianci yang sebelumnya, sepertinya Li Jinnan yang melakukan hal ini ¡­. Apakah itu berarti bahwa Li Sicheng telah menggantikan Li Jinnan pada kehidupan Su Qianci saat ini ¡­. Chapter 627 - Mimpi Luo Zhan Su Qianci memandang Li Jinnan dan detak jantungnya semakin cepat. Dugaan di hatinya itu sepertinya telah terverifikasi. Semakin dia memikirkannya, semakin besar kemungkinan itu terlihat. Pada saat kehidupan terakhir Li Jinan ini, pria itu melakukan sesuatu yang membuat kakek dan orang tuanya kesal. Sekarang Li Sicheng tidak dapat ditemukan. Meskipun suaminya masih hidup, pria itu tidak mau kembali ke rumah. Sekarang saat memikirkan kembali, Su Qianci merasa bahwa hal seperti itulah yang telah terjadi pada Li Jinnan, adik iparnya hanya mencoba untuk menangkap pengedar narkoba di kehidupannya yang sebelumnya. Ya, pasti seperti itu. Dengan begitu, semuanya dapat dijelaskan. Kebenaran dari masalah ini secara berangsur-angsur menjadi jelas, dan sebuah cermin telah muncul di hatinya. Apakah itu yang terjadi, Tuan Li? Su Qianci telah hidup selama dua kehidupan, tapi ini adalah pertama kalinya dirinya membuat sebuah dugaan yang begitu berani. Jika ini yang terjadi, maka Su Qianci akan menunggu. Dia telah menunggu selama empat tahun, dan bahkan jika dirinya harus menunggu empat tahun lagi, Su Qianci akan menunggu Li Sicheng kembali. Tapi ¡­ bagaimana dengan Lu Yihan? ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Waktu empat tahun sangatlah panjang bagi siapa pun. Bagi Luo Zhan, rasanya lebih seperti empat abad. Dalam empat tahun terakhir, pria itu menyewa sebuah apartemen bersama Lu Yihan, makan dan minum gratis setiap harinya, dan kadang-kadang membantu membereskan apartemen, menonton film, dan bermain video game. Entah kenapa, setelah tinggal bersama Lu Yihan, jumlah mimpinya tentang seorang wanita menjadi berkurang. Pada hari ini, Luo Zhan sudah mandi dan berbaring di tempat tidur. Namun, selalu sulit bagi Luo Zhan untuk tertidur. Setelah beberapa lama, dia akhirnya mengantuk. Lambat laun, dia mulai bermimpi. Luo Zhan bermimpi bahwa dirinya sedang berbaring di tempat tidur tanpa busana. Dia diam-diam merasa senang: Aku akhirnya bermimpi melakukan perbuatan memalukan ini dengan seorang gadis? Itu sudah lama sekali, dan Luo Zhan sangat menantikannya. Setelah sesi yang penuh gairah, Luo Zhan sudah siap dengan orang dalam pelukannya itu. Namun tiba-tiba, dia melihat wajah seorang pria. Dia tiba-tiba terbangun, bersimbah keringat dingin. Luo Zhan mengangkat selimutnya dan menemukan bahwa selangkangannya basah ¡­. Tapi mengapa orang itu adalah ¡­ pria itu ¡­. "Si*lan! Apa-apaan ini!" Luo Zhan bangkit dari tempat tidur, pergi ke kamar mandi dan mandi. Ketika dia keluar, Lu Yihan sudah kembali. Lu Yihan terlihat sangat tampan hari ini. Sambil duduk di sofa, laptop berada di pangkuannya, pria itu tersenyum. Dia benar-benar sedang berada dalam suasana hati yang baik, dan dia mengenakan sebuah setelan mahal dan dengan gaya rambut yang modis. Luo Zhan mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mendekat, mengendus-endus Lu Yihan. Masih tercium sebuah aroma samar-samar seperti sekuntum bunga. "Hei, apa yang salah denganmu hari ini?" Luo Zhan melemparkan handuknya pada Lu Yihan dan bertanya. "Apakah musim semi sudah tiba?" Lu Yihan melemparkan kembali handuk itu ke arah Luo Zhan dan tertawa. "Enyahlah!" Luo Zhan tiba-tiba merasa sedikit aneh, tiba-tiba teringat akan perasaan tidak jelas dalam mimpinya. Otot-ototnya menegang dan kakinya merapat, dia memandang Lu Yihan dan merasakan mulutnya kering. Sial ¡­. Luo Zhan berdeham dan mengitari sofa untuk melihat layar laptop itu. Sebenarnya itu adalah sebuah unggahan Weibo, ditulis oleh ¡­ Su Qianci? Setelah melihat gambar dan teks di Weibo itu, mata Luo Zhan terbelalak, dan reaksi pertamanya adalah berseru, "TIDAK!" Ketika dirinya mengatakan itu, Luo Zhan menyadari bahwa reaksinya tampaknya sedikit terlalu berlebihan. Chapter 628 - Apakah Kau Merasa Dibenarkan Menjadi Seorang Perusak Rumah Tangga? Lu Yihan memalingkan kepalanya dan mengerutkan alisnya yang tebal, bertanya, "Kenapa?" Luo Zhan tidak bisa berkata-kata untuk sesaat, tetapi dengan segera menatap Lu Yihan dengan sebuah raut wajah gusar dan dengan lantang berkata, "Kau menghancurkan sebuah keluarga. Apakah kau tahu itu?! Itu adalah istri saudara laki-lakiku!" "Laki-laki itu sudah lama meninggal. Apakah kau ingin mempertahankan agar Su Qianci tetap menjadi seorang janda?" Lu Yihan merasa tidak senang, dan menatap Luo Zhan. Lu Yihan dengan cepat memalingkan kepalanya kembali untuk melihat ke arah layar laptop. Dalam beberapa tahun terakhir, itu adalah salah satu dari beberapa foto dirinya dan Su Qianci. Luo Zhan merasa tidak nyaman. Dengan marah, dia mendorong bagian belakang kepala Lu Yihan dan berkata, "Jika Su Qianci menyukaimu, dia akan menerimamu sejak lama. Dia sangat menyukai Sicheng dan setia kepada suaminya! Tidakkah kau pikir kau juga terlalu murahan karena mengejar wanita itu?" "Pers*tan!" Lu Yihan melepaskan tangan Luo Zhan. "Aku senang menjadi murahan!" Luo Zhan memandangi wajah Lu Yihan yang gembira dan mengolok-olok, "Apakah kau merasa dibenarkan menjadi seorang perusak rumah tangga?" "Perusak rumah tangga apa? Li Sicheng sudah meninggal, bukan?" Lu Yihan mematikan laptop, menyimpannya, dan kembali menatap Luo Zhan dengan sedikit ketidaksenangan dan amarah. "Jika pria itu masih hidup, aku tidak akan pernah mencoba melakukan sesuatu seperti ini. Ketika pria itu masih ada, apakah kau melihat aku mendekati Su Qianci?" Luo Zhan tidak dapat berkata apa pun, merasa sesak napas. Lu Yihan berdiri dan membuka kancing jasnya, nada suaranya penuh dengan makna yang mendalam. "Siapa pun memiliki hak untuk mengejar kebahagiaan untuk kedua kalinya. Su Qianci adalah seorang gadis yang baik. Luo Zhan, kau tidak bisa membiarkannya tinggal bersama orang mati. Ini tidak adil." Itu tidak adil bagi wanita itu atau bagi dirinya. Luo Zhan masih merasa tidak enak. Matanya tertuju ke layar laptop, dan dia berkata, "Su Qianci menerimamu?" "Dia akan menerimaku cepat atau lambat!" Lu Yihan melepas jasnya dan memperlihatkan sebuah kemeja biru muda tipis di dalamnya. Bentuk tubuh Lu Yihan sangatlah bagus. Pada saat ini, kemeja tipis itu ibarat kulit kedua di tubuhnya, memperlihatkan otot-otot di balik kemeja itu. Luo Zhan melirik Lu Yihan dan tidak bisa memindahkan matanya. Saat melihat tatapan bingung Lu Yihan, Luo Zhan memutar matanya dan kembali ke kamarnya. Setelah menutup pintunya, dirinya mendapati bahwa detak jantungnya sangatlah cepat dan pipinya terasa sedikit panas. "Mama ¡­." Luo Zhan seolah akan menjadi gila. "Apa yang terjadi? Si*l ¡­. Tidak, aku harus pergi ke sebuah pesta sosialisasi dalam beberapa hari lagi. Aku ketakutan setengah mati saat ini!" Namun, Luo Zhan tidak bisa membiarkan Su Qianci menikahi pria ini! Bagaimana Li Sicheng bisa beristirahat dengan tenang saat mengetahui hal ini? Wanita itu bisa menikah dengan siapa pun. Kenapa itu harus Lu Yihan?! Luo Zhan merasa penuh penyesalan dan mengambil ponselnya, mengirimkan sebuah pesan WeChat kepada Su Qianci: Kakak ipar, kau benar-benar sudah memutuskan? [Z]: Tidak, kenapa harus dia? Sicheng akan keluar dan menghajarnya. [Z]: Saudaraku sangat membencinya, dan kau tahu itu. [Z]: Hei! ¡­. Lu Yihan menyaksikan Luo Zhan kembali ke kamarnya dengan cara yang aneh, merasa geli, dan dengan cepat masuk ke kamar mandi sambil membuka kancing kemejanya. Ketika dia keluar dari kamar mandi, dia menerima beberapa pesan baru. [Qianqian]: Yihan, bisakah kita makan siang bersama pukul 12 besok? Lu Yihan mengerutkan bibirnya dan menjawab: [emoji oke] Dia melihat sebuah pesan lain dari seseorang yang sudah lama tidak dilihatnya. [Yu Lili]: Selamat, kau akhirnya mendapatkan apa yang kau inginkan. [Lu Yihan]: Terima kasih. Yu Lili melihat balasan ini. Wanita itu berpikir bahwa dirinya akan merasa sakit hati dan menangis, tetapi secara tak terduga, hatinya terasa tenang. Tidak ada ombak, tidak ada pasang surut. Satu-satunya yang tersisa hanyalah sebuah helaan napas panjang. Chapter 629 - Lama Tidak Bertemu, Ou Dua belas tahun. Lu Yihan telah menunggu Su Qianci selama dua belas tahun. Berapa banyak dua belas tahun yang bisa dimiliki oleh seseorang? Sambil berbaring di tempat tidur, Yu Lili sedang memegang sebuah ponsel dan memandangi desktop-nya. Ini adalah sebuah swafoto. Gadis di dalam foto itu menunjukkan ekspresi arogan di wajahnya, sedang memegang ponselnya. Tepat di belakang gadis itu, seorang pria berjas burgundi dengan senyum yang sedikit sinis sedang memeluk gadis itu. Sepasang mata indahnya tertuju pada wajah gadis itu. Lama tidak bertemu, Ou ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Li Sicheng ditutup matanya dan dilempar ke kursi belakang mobil. Tercium sebuah aroma parfum yang menyengat di sekitar pria itu. Itu adalah Tang Mengying. Dengan tangan terikat di belakang dan matanya yang ditutup, pendengaran Li Sicheng sangatlah tajam. Selain suara bising, terdengar pula suara jangkrik di malam hari. Mobil itu sudah melaju untuk waktu yang cukup lama, dan Li Sicheng menghitung waktunya secara diam-diam. Sekitar 70 atau 80 menit kemudian, mobil itu berhenti. Kecepatannya cukup stabil, sekitar 40-50km/jam, yang berarti dirinya berada tidak jauh dari vila tempat dia baru saja keluar. Dari penyelidikan terakhirnya, Li Sicheng menemukan bahwa TL hanyalah sebuah penyamaran, dan kantor pusat yang sebenarnya di Kotaraja berada di tempat lain. Sepanjang perjalanan, mereka berhenti mungkin di lima buah lampu lalu lintas, melewati dua buah jalan yang curam, dan sebuah jalan tol. Dan sebagian besar waktu, ada suara bising di sekitarnya. Dengan kata lain, tempat ini berada di daerah yang sibuk, tapi sekarang sangatlah sunyi. Kemungkinan besar itu adalah sebuah area perumahan atau gedung perkantoran yang relatif mewah di pusat kota atau sekitarnya. Li Sicheng sedang memikirkan hal ini ketika dirinya tiba-tiba dibawa keluar oleh dua orang pengawal. Setelah masuk ke dalam bangunan, pria itu mendengar suara sebuah kartu yang sedang digesek. Tetapi suasana di sekitarnya masih sangat sunyi. Mereka naik ke atas menggunakan lift. Dua orang pengawal dengan seorang pria yang ditutup matanya. Tidak ada yang mempertanyakan. Orang-orang di tempat ini pastilah sudah terbiasa dengan situasi seperti ini. Li Sicheng memperkirakan bahwa seluruh bangunan ini dimiliki oleh Grup Bo. Tetapi mustahil bagi mereka untuk menggunakan nama Bo, dan pastinya ada nama lain yang digunakan di depan umum. Di manakah tempat ini? Ting! Setelah sekitar satu menit atau lebih, lift itu tiba di tujuan. Li Sicheng mempunyai sebuah pemikiran. Berdasarkan frekuensi dan waktu yang dibutuhkan lift ini untuk naik ke atas, seharusnya mereka berada di lantai 48-50. Tidak banyak bangunan dengan ketinggian seperti itu di pusat Kotaraja. Tang Mengying tidak berbicara sejak awal hingga akhir. Ketika mereka sampai di atas, wanita itu mengambil ponselnya dan berkata, "Hei, kami berada di lantai atas. Haruskah kami langsung masuk ke dalam ruang VIP?" Lantai atas? Li Sicheng mencari-cari bangunan yang mirip dengan bangunan ini dalam benaknya, tetapi sebelum dirinya bisa mengetahui di mana bangunan itu, dia didorong dengan keras ke dalam sebuah ruangan. Li Sicheng merasakan bahwa suasana di sekitarnya telah menjadi gelap dan sunyi. Mereka mengurung dirinya kembali. Butuh sekitar sepuluh menit sebelum pintu ruangan itu terbuka. Suara sepatu hak tinggi yang nyaring menginjak lantai terdengar masuk. Pada saat yang sama, terdengar juga suara halaman Weibo yang sedang dimuat ulang. "Hei, Li Sicheng. Aku punya kabar baik untukmu!" Suara Tang Mengying terdengar tajam dengan disengaja, dengan nada mengejek di dalam suara tawanya. "Tentang istrimu, apakah kau ingin mendengarnya?" Li Sicheng mendengarkan dengan saksama dan merasa pastilah ada yang salah. Mengerutkan bibirnya, Li Sicheng tidak mengatakan apa-apa. Tang Mengying mencibir dengan keras. "Membosankan. Apa kau berpura-pura? Aku katakan padamu, istrimu akan menikah." Istrinya akan menikah? Apa maksud Tang Mengying? Li Sicheng membalikkan badan ke arah Tang Mengying, tetapi matanya masih ditutupi dan tidak ada yang bisa dilihat olehnya. Tang Mengying jelas menyadari bahwa raut wajah Li Sicheng tiba-tiba menjadi dingin. Garis-garis rahangnya menegang, membuat pria itu terlihat sangat menawan. Tang Mengying melihat hal ini, melihat ke bawah, dan suara tawanya menjadi semakin tajam. Wanita itu berkata, "Oh, benar-benar pasangan yang ideal. Pria Lu sesuatu ini cukup tampan." Dia memajang foto itu di ponselnya, berjalan ke belakang Li Sicheng dan melepas penutup mata pria itu. "Apakah kau ingin melihatnya? Pria ini sama tampannya dengan dirimu, kan?" Ponsel itu diserahkan kepada Li Sicheng. Di dalam foto itu, Su Qianci sedang tersenyum, dan di sebelah wanita itu, sosok Lu Yihan ada di sana. Suasananya benar-benar ¡­ romantis. Tangan Li Sicheng yang diikat di belakang mengepal membentuk sebuah tinju. Saat melihat foto itu, napas pria itu mau tidak mau menjadi semakin cepat. Tang Mengying melihat reaksi Li Sicheng. Meskipun reaksi pria itu sangatlah sedikit, wanita itu mengenal Li Sicheng dengan sangat baik. Reaksi Li Sicheng cukup untuk menjelaskan bahwa dirinya peduli mengenai masalah ini. "Sangat kejam. Kau baru saja ''meninggal'' selama empat tahun. Dan sebelum tubuhmu menjadi dingin, wanita ini sudah memikirkan tentang pernikahan kembali. Kupikir dia sangat mencintai dirimu." Tang Mengying melepas sepatunya dan duduk di sebelah Li Sicheng di tempat tidur. Wanita itu dengan perlahan membuka ritsleting roknya. "Dia dulu berpura-pura dengan sangat baik. Ketika kau dipukuli setengah mati oleh orang-orangku, dia menangis dengan sangat keras." Wajah Tang Mengying dipenuhi dengan rasa simpati. Sembari berbicara, wanita itu melepaskan bagian atas pakaiannya. Li Sicheng tanpa sadar menatap cermin yang berada tidak jauh dari dirinya, yang memantulkan cerminan tubuh Tang Mengying. Tapi itu hanya sekilas, dan dia langsung mengalihkan pandangannya. Tang Mengying mencibir, "Dengan keterampilan akting seperti itu, tidak heran kau tidak bekerja di industri hiburan. Apa kau juga berpikir demikian?" Setelah melepas pakaian terakhirnya, Tang Mengying perlahan membungkuk dan dengan lembut membelai punggung pria itu. Wajah Li Sicheng menjadi suram. Pria itu memejamkan matanya dan menggeram, "Enyahlah!" Reaksi ini sepenuhnya sesuai dengan dugaan Tang Mengying, dan wanita itu merasa tidak keberatan. Bangkit berdiri, Tang Mengying dengan perlahan berjalan kembali ke lemari di sebelah tempat tidur, membuka pintu lemari, tertawa kecil dan berkata, "Su Qianci telah meninggalkanmu, tetapi kau masih tetap hidup selibat untuk wanita itu? Apakah itu layak?" Li Sicheng mengerutkan bibirnya erat-erat. Dia tidak bersuara sedikitpun. Tang Mengying menemukan satu setel gaun tidur, membuka sebotol anggur merah, dan perlahan-lahan menuangkannya ke botol kaca di atas kereta saji. Mengambil dua buah gelas, Tang Mengying mengisinya dengan cairan berwarna merah tua itu, menggoyang-goyangkan gelas-gelas tersebut, dan berjalan ke arah Li Sicheng. Dengan tanpa mengenakan alas kaki, dia membuat setiap langkahnya terlihat lambat dan anggun. Rambut ikalnya yang seksi diikat ke atas, dengan beberapa rambut halus terjuntai di depan dahinya. Agak berantakan, tapi cantik dan memesona. Tentu saja, harus mengabaikan wajahnya yang kaku dan pucat terlebih dahulu. Li Sicheng memejamkan matanya dan dengan jelas menyadari bahwa wanita itu telah mendekat ke arahnya. Tang Mengying dengan perlahan duduk di depan pria itu, menyerahkan sebuah gelas padanya dan tertawa kecil. "Minumlah bersamaku?" Li Sicheng tidak membuka matanya atau pun menjawab wanita itu. Di mata besar Tang Mengying yang indah, terpancar rasa kesepian. Wanita itu meletakkan kedua gelas itu, membungkuk ke depan setengah berlutut. Li Sicheng dengan jelas menyadari bahwa Tang Mengying sedang mendekatinya, memutar tubuhnya sedikit ke samping, dan menghindari wanita itu. Namun, Tang Mengying mencondongkan tubuhnya ke depan dengan cepat, melemparkan dirinya ke atas tubuh Li Sicheng, dan menunggangi pria itu di bawah tubuhnya. Chapter 630 - Tanpa Seks Selama Bertahun-tahun, Tidakkah Kau Ingin Bercinta? Li Sicheng terkejut. Dia benar-benar tertangkap basah oleh Tang Mengying. Untuk sesaat, pria itu terjatuh di karpet. Tangannya tertekan dan terasa sedikit sakit, tapi bahkan yang lebih menjijikkan adalah bahwa Tang Mengying sedang menempel pada tubuhnya, lapisan tipis gaun tidur wanita itu menyentuh kulitnya. Kemudian Tang Mengying memegang wajah Li Sicheng dengan kedua tangannya dan hendak mencium pria itu. Li Sicheng merasa mual dan berusaha bangkit dengan keras. Pada saat yang sama, dia memutar tubuhnya dan menendang wanita itu menjauh. Tubuh pria itu dengan segera berbalik ke sisi lainnya. Tang Mengying terjatuh ke lantai dan tersenyum dengan menawan, membiarkan gaun tidurnya tetap terbuka. Saat menyilangkan kedua kaki putihnya yang panjang, wanita itu terlihat menawan dan menggairahkan. "Kenapa? Kenapa kau masih berpura-pura? Tanpa seks selama bertahun-tahun, tidakkah kau ingin bercinta?" Jika itu adalah Su Qianci, Li Sicheng pasti ingin melakukannya. Tetapi menghadapi Tang Mengying ¡­ Li Sicheng bangkit dari karpet dan bersandar ke sofa, mengabaikan wanita itu. Ini adalah sebuah suite. Ruang tamu dan kamar tidurnya terpisah. Interiornya yang mewah dan indah menunjukkan gaya unik sang pemiliknya. Tang Mengying mengambil dua buah gelas anggur dan berjalan ke arah pria itu. Wanita itu meniup wajah Li Sicheng dengan lembut dan berkata, "Minumlah ini, dan aku akan membawamu untuk menemui wanita itu. Bagaimana?" Mata Li Shicheng tertuju pada wanita itu dengan tatapan curiga. "Tidak percaya padaku?" Tang Mengying mengulurkan tangan ke belakang pria itu. Wajah Li Sicheng terlihat gelap dan penuh peringatan. "Pergi kau." Tang Mengying tidak mendengarkan, dan berkata dengan acuh tak acuh, "Aku sedang membantumu untuk melonggarkan talinya. Pergi? Aku akan pergi ke tempat tidur bersamamu kapan saja. Apakah kau ingin mencobanya?" Kemudian wanita itu menjulurkan tangannya ke punggung Li Sicheng. Dengan sebuah tarikan yang kuat, ikatan tali di tangan pria itu langsung menjadi sedikit longgar. Li Sicheng merasa sedikit aneh. Tang Mengying ini, apa yang ingin wanita itu lakukan pada hari itu? Tang Mengying membungkuk dan berbisik, "Dalam beberapa tahun terakhir, kau telah mengumpulkan banyak barang bukti kriminal dari Grup Bo, kan?" Li Sicheng dikejutkan oleh ucapan yang tiba-tiba dari wanita itu, dan jantungnya berdegup kencang. Pupil matanya yang gelap dan dalam tiba-tiba mengecil, dan Li Sicheng melirik ke arah Tang Menying, berpura-pura bersikap tenang, mengerling dan bertanya dengan suara pelan, "Apa?" "Dalam beberapa tahun terakhir, kau pikir aku tidak tahu?" Tang Mengying memegang gelas itu dan tersenyum dengan lembut. Wanita itu duduk di seberang Li Sicheng dan menatapnya. "Kau adalah mata-mata polisi, kan? Dalam beberapa tahun terakhir, informasi keuangan Grup Bo sudah bocor. Pihak polisi sudah mendapatkan banyak barang bukti. Kau memang menyembunyikan semua itu dariku!" "Apa maksudmu?" "Menyelinap ke dalam Grup Bo melalui TL, mengumpulkan catatan-catatan transaksi dan tagihan-tagihan mereka, dan kemudian diam-diam mengirimkannya kepada polisi, tapi aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya. Kau telah dikurung untuk waktu yang begitu lama, memiliki keterbatasan fisik selama lebih dari setahun dan sudah menggunakan narkoba sejak dua tahun yang lalu. Bagaimana kau melakukan hal ini?" Tang Mengying meletakkan gelasnya di depan pria itu dan tertawa kecil. "Aku tidak mengerti sebelumnya. Sekarang aku sudah mengetahuinya. Kau memiliki kaki tangan, bukan?" Li Sicheng menatap wanita itu dengan dingin dengan sebuah wajah tanpa ekspresi. "Siapa kaki tangannya?" Tang Mengying bertanya dengan lembut. Mata Li Sicheng mengandung ironi. "Kenapa harus aku?" "Kecuali dirimu, tidak ada yang mempunyai motif atau otak untuk melakukan hal ini." Tang Mengying tersenyum dan dengan lembut menggoyangkan cairan merah di dalam gelas tersebut. "Meskipun aku membencimu, aku pernah mencintai dirimu. Li Sicheng, aku mengenalmu dengan sangat baik. Kau sangat hebat, tetapi jika kau tidak memiliki kaki tangan, kau tidak bisa melakukan hal ini. Jika kau berbicara denganku tentang kaki tanganmu, aku akan membiarkan dirimu pulang. Bagaimana?" Chapter 631 - Merayunya Ke Tempat Tidur Li Sicheng akhirnya membuka ikatan tali yang tersisa, memandang kedua pergelangan tangannya yang berbekas tanda merah, dan meregangkan tubuhnya. Tang Mengying memandangi raut wajah pria itu yang terlihat nyaman, menyesap anggur merahnya, dan tersenyum. Li Sicheng melihat sebuah tanda bibir merah tercetak di gelas anggur tersebut. Reaksi Tang Mengying jauh lebih ringan daripada yang pria itu bayangkan. "Kau tidak takut kalau aku akan melarikan diri sekarang?" "Kau tidak bisa kabur." Tang Mengying dengan tenang berkata, "Ada begitu banyak orang di luar, kecuali jika kau memiliki kemampuan untuk melompat keluar dari jendela, kau tidak dapat melarikan diri." Kemudian, wanita itu meliriknya dan terkekeh-kekeh. "Tapi jika kau ingin turun ke lantai bawah, aku bisa membawamu ke bawah dengan mudah. Yaitu, asalkan kau memberitahuku tentang kaki tanganmu, atau ¡­ kau dapat memilih untuk melakukan hubungan seks denganku sekali saja, aku juga akan membiarkan kau pergi. Empat tahun, kau akhirnya bisa pulang kembali. Tidakkah kau menginginkannya? " "Sebegitu inginnya kau tidur denganku?" Dengan setengah senyuman di matanya, Li Sicheng menunduk menatap wanita itu dengan sikap dingin yang menghina. "Tentu saja," Tang Mengying tertawa kecil. "Aku bahkan memimpikan hal itu." "Sayangnya, aku tidak merasakan apa pun untukmu." Sangat terus terang, kalimat ini merupakan sebuah penghinaan besar bagi wanita mana pun. Khususnya, untuk seseorang yang cantik seperti Tang Mengying yang mana semua orang ingin merayunya. Senyum di wajah Tang Mengying menghilang, dan kemudian wanita itu mencibir. "Jika kau tidak bisa melakukannya, tinggal katakan saja. Apakah kau terluka di bawah sana ketika kau dipukuli empat tahun yang lalu?" Li Sicheng mengabaikannya dan melihat ke sekeliling suite tersebut. Dekorasinya sangat indah, dengan gaya layaknya sebuah hotel. Namun, Tang Mengying telah tinggal di sini untuk sementara waktu, jadi suite itu terlihat seperti sebuah rumah. Melihat bahwa Li Sicheng tidak berbicara, Tang Mengying menggertakkan giginya dan berkata, "Ada sebuah cara lain. Apakah kau lupa?" "Kau ingin aku memberitahukan siapa kaki tanganku?" "Jadi, kau mengakui bahwa kau punya kaki tangan?" Li Sicheng mendengarkan pertanyaan itu dan bertanya, "Apakah aku pernah menyangkalnya?" Tang Mengying tersenyum kecil, berdiri, dan menyerahkan anggur merah itu kepada Li Sicheng. "Mau minum anggur?" Pria itu mengambil gelasnya dan dengan lembut menggoyangkan gelas tersebut di tangannya. "Aku sarankan agar kau melakukan hal yang cerdas. Manajemen Grup Bo ini sudah gila. Mereka pada awalnya ingin membunuhmu secara langsung. Aku telah meminta mereka untuk tidak melakukannya. Jika bukan karena aku, ketika kau berada di jalan pada hari ini, kau pastinya sudah terbunuh." Tang Mengying menatap pria itu dengan mata besarnya. Senyum di wajahnya yang kaku terlihat sangat jelek. Li Sicheng tidak berbicara, melihat ke arah jendela besar di depannya. Matanya terlihat sangat dalam. "Kau tidak percaya padaku?" Tang Mengying menaikkan alisnya. "Apakah kau benar-benar ingin mencoba untuk terbunuh?" "Aku percaya padamu." Mata Li Sicheng tertuju pada wanita itu. "Tapi kenapa kau begitu enggan membiarkan aku mati? Apakah kau masih menyukaiku?" "He he ¡­ kenapa aku tidak berpikir kau begitu jenaka sebelumnya?" Tang Mengying mencondongkan tubuh ke arah pria itu dengan hati-hati. Li Sicheng tidak menolak dan membiarkan wanita itu mendekati dirinya. Tang Mengying merasa sedikit terkejut, tetapi dengan cepat membungkuk semakin dekat dan dengan lembut meletakkan tangannya di bahu pria itu. Li Sicheng menunduk menatap wanita itu dan tersenyum. Tang Mengying merasakan sesuatu yang mekar di hatinya. Pria itu benar-benar ¡­ tersenyum padanya? Tang Mengying merasa sedikit bingung, tetapi kemudian dengan cepat merespons. Tidak! Tang Mengying ingin mundur, tetapi sudah terlambat. Serangan Li Sicheng begitu cepat, mendarat di leher wanita itu. Tang Mengying dipukul tanpa peringatan. Merasa mati rasa di sekujur tubuhnya, wanita itu pingsan dan kehilangan kesadarannya. Chapter 633 - Aku Akan Pergi Menemui Mereka Jing Sao membawa pengawal itu turun ke lantai bawah menggunakan lift. Di bawah tatapan sang resepsionis, wanita itu berjalan keluar dari gedung dengan tenang. Ketika kembali ke dalam mobil, dia akhirnya merasa lega. Ada seorang pengemudi di dalam mobil itu, yang merupakan kolega 1 Jing Sao. Tidak terlihat perubahan besar di raut wajah Li Sicheng. Setelah masuk ke dalam mobil, Li Sicheng melepas kacamata hitamnya dan memberikan perintah dengan suara yang berkuasa dan bermartabat, "Ayo jalan." Pria itu tidak terlalu peduli dengan Li Sicheng, tetapi sangatlah tidak nyaman mendengar sebuah perintah seperti itu pada saat ini. Namun, ketika melihat bahwa atasannya, Liang Jing, tidak keberatan, pria itu dengan cepat menyalakan mobil dan perlahan-lahan meninggalkan Gedung Internasional Oriental. Sekarang pukul 23:05 waktu Beijing. "Jing Sao, penyamaran kita sudah terbongkar. Mereka mengira aku adalah pemimpinnya, tetapi kau sudah mengekspos dirimu sendiri malam ini. Kita tidak bisa kembali ke Tang Mengying. Sekarang kita harus berpisah. Kau kembali sekarang untuk mengatur penggerebekan 1 ." Saat mendengar itu, Jing Sao terlihat serius dan berkata, "Apakah kita akan segera mulai? Sudahkah kau menyelesaikan hal yang kau bilang akan kau lakukan?" "Belum, tapi hampir selesai. Aku bisa menyelesaikannya mungkin dalam dua hari." Dua hari, selama dirinya diberikan dua hari lagi, Li Sicheng bisa mendapatkan barang bukti kejahatan Grup Bo. Pria itu telah mempersiapkan selama tiga tahun, menghitung selama tiga tahun, dan menanggung penghinaan selama tiga tahun. Semuanya hanya untuk apa yang akan terjadi dua hari kemudian. Namun, identitas mereka terbongkar pada saat kritis ini. Li Sicheng telah memikirkan kemungkinan ini. Apa yang terjadi di TL terlalu signifikan, dan menurut perhitungannya, hal itu seharusnya membuat mereka sibuk selama setidaknya empat puluh hari. Terlalu cepat, terlalu cepat ¡­. Grup Bo bahkan lebih sulit dihadapi daripada yang telah dia bayangkan. "Apa yang harus aku lakukan? Kita telah mempersiapkannya untuk waktu yang begitu lama, mengintai untuk waktu yang begitu lama ¡­." Wajah Li Sicheng terlihat tegas. "Hal itu tidak bisa menunggu. Mereka sudah tahu. Jika kita terus menunggu, segala yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun akan terbongkar. Saat ini mereka baru saja mulai memiliki keraguan, tetapi kita harus meringkus mereka sesegera mungkin. Pergilah dan hubungi kolegamu dan minta mereka untuk mencari gudang milik Grup Bo. Akan ada banyak narkoba yang disembunyikan di dalam biola atau gitar." "Bagaimana dengan dirimu?" Mendengar pertanyaan Jing Sao, Li Sicheng memiliki sesuatu yang dingin di matanya yang dalam. Dengan perlahan, dia berkata, "Aku akan pergi menemui mereka." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Cheng You sedang menyusui bayinya. Bayi itu baru berumur sebulan lebih. Kulitnya yang keriput telah menjadi mulus. Dengan kulit yang putih dan lembut dan karakteristik wajah yang cantik, bayi itu terlihat seperti Cheng You, terutama matanya. "Panpan Kecil." Cheng You sedang menyusui sambil menggoda anak itu, tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Secara tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Rong Rui sedang mengenakan baju rumah pada saat itu. Pria itu memandang keluar, sebatang rokok terselip di antara bibirnya. Rokok itu tidak dinyalakan. Alisnya sedikit bertaut, membuat Rong Rui terlihat sedikit gusar. Dan dia memegang sebuah kunci mobil di tangannya. Ketika Cheng You melihat suaminya, dia bertanya, "Apakah kau akan pergi?" "Ya." Rong Rui datang mendekat dan menyentuh wajah kecil putrinya. Raut wajahnya yang gusar menjadi lebih lembut. Rong Panpan kecil sudah kenyang dan melepaskan puting susu ibunya. Sambil memalingkan wajah, lidah kecilnya menjulur dan tinjunya terangkat di udara. Rong Rui melihat putrinya yang manis dan memperlihatkan sebuah senyum bahagia. Pria itu menggendong putrinya dan mencium pipinya. "Dia mirip denganmu." Cheng You menurunkan bajunya dan memandang suaminya dengan pandangan mencemooh. "Kita beruntung Panpan terlihat seperti aku. Jika dia terlihat sepertimu, Panpan tidak akan terlihat cantik sama sekali." Rong Rui memeluk putri mereka mendekat ke arah Cheng You, menggosok dahinya ke dahi istrinya, dan berbisik, "Beraninya kau bilang aku tidak terlihat tampan?" Teman sejawat; kawan sepekerjaan. Penangkapan terhadap pelaku kejahatan dengan mendatangi kediamannya secara mendadak; penggeledahan; penyergapan. Chapter 634 - Tetaplah Hidup, Jangan Lakukan Hal Bodoh "Tidak tampan." Rong Rui mendengar itu, menggendong anaknya di satu tangan dan memeluk kepala Cheng You di tempat dengan tangannya yang lain. Pria itu menggigit bibir istrinya dan bertanya, "Apakah aku terlihat tampan?" "Tidak tampan." Rong Rui kembali menggigit. "Bagaimana kalau sekarang?" "Mengerikan!" Rong Rui menahan Cheng You dan mencium istrinya dengan ganas seperti serigala, tetapi pria itu tidak tega untuk bertindak terlalu agresif. Ciuman ringan itu menjadi dalam. Cheng You merasa tergoda, dan segera merespons dengan perlahan. "Oeeeee ¡­." Gadis kecil itu merasa ditinggalkan, menangis keras dan mengayun-ayunkan tinju kecilnya dan menendang-nendang. Cheng You mendorong Rong Rui menjauh dan mengangkat gadis kecil itu. "Panpan, jangan menangis." Rong Rui tertawa dan menyentuh wajah kecil gadis itu. Pria itu berkata, "Anak sekecil ini tahu bagaimana menghancurkan momen baik milik Ayah. Apa yang akan terjadi ketika Panpan tumbuh dewasa?" "Pergilah!" Cheng You mendorong suaminya. "Bukankah kau bilang kau akan pergi? Kenapa kau masih di sini?" "Aku pergi sekarang!" Rong Rui berdiri, tetapi kemudian dia setengah membungkuk ke depan dan mencium bibir Cheng You lagi. "Ketika aku kembali, ayo kita lanjutkan. Jangan tidur terlalu cepat." "Pergilah!" Rong Rui tersenyum, mengambil kunci mobil dan pergi keluar. Namun, ketika pria itu keluar dari rumah, senyum di wajahnya menghilang dalam sekejap, dan raut wajahnya yang gusar kembali. Rokok itu tertinggal di atas meja, dan dia harus mengambil sebatang rokok lagi. Setelah rokok itu dinyalakan, dia berjalan menuju mobilnya. Mengemudi ke Sungai Timur Kotaraja, dia memasuki jalan yang menuju ke provinsi Hunan. Berdasarkan pengetahuannya tentang orang-orang itu, mereka pasti akan meninggalkan kota, berhenti di Hunan selama satu atau dua hari, dan kemudian berangkat untuk mencari tempat baru. Setelah menunggu untuk waktu yang lama, terlihat sebuah mobil sport berwarna biru tua yang datang dari kejauhan. Dilihat dari mobilnya, Rong Rui mengetahui bahwa itu adalah Bo Xiao. Rong Rui menatap arlojinya, dan sudah pukul 3:49 pagi. Setelah hanya Tuhan yang tahu berapa banyak rokok yang diisap pria itu, Rong Rui meletakkan tangannya di setir dan tiba-tiba berhenti di depan mobil sport tersebut. Mobil sport biru tua itu langsung berhenti. Rong Rui melihat ke arah samping dan memandangi wajah ketakutan Rong Anna. "Sepupu?" Rong Anna melihat Rong Rui, membuka sabuk pengamannya dan hendak turun, tetapi Bo Xiao menahan wanita itu. Bo Xiao menatap Rong Anna dengan tatapan dingin dan berkata, "Apa kau gila? Turun sekarang dan menyerahkan diri?" "Rong Rui adalah sepupuku. Xiao, dia tidak akan menyakitiku." kata Rong Anna dengan yakin. "Kami telah melakukan kontak selama bertahun-tahun. Sepupuku berusaha membantuku mengendalikan Li Sicheng, mendekati asistennya, dan sekarang menikah dengan wanita itu. Dan karena bantuannya kita mampu menyandera Li Sicheng selama bertahun-tahun. Rong Rui adalah salah satu dari kita." Dengan wajah curiga, Bo Xiao masih mengangguk karena Rong Anna bersikeras. Dan juga, Rong Rui menghalangi jalannya. Setelah berpikir sejenak, pria itu membuka sabuk pengamannya, dan keluar dari mobil bersama tunangannya tersebut. Rong Rui juga keluar dari mobil, melemparkan puntung rokok ke bawah, menginjaknya, berjalan menghampiri, dan menyerahkan kartu-kartu bank yang sudah disiapkan. Rong Anna melihat kartu-kartu tersebut dan tertegun. Bo Xiao juga sedikit terpana, dan menatap pria itu. "Ambillah. Kalian akan memerlukan uang. Aku membeli kartu-kartu ini di pasar gelap. Kartu-kartu ini adalah kartu yang belum dihapus setelah dicuri. Jangan gunakan kartumu sendiri di masa yang akan datang. Itu terlalu berbahaya. Ada dua juta yuan dalam kartu tabungan ini. Tidak ada yang akan menemukan kalian dengan kartu-kartu ini." "Sepupu ¡­." Rong Anna merasa tersentuh dan menatap Rong Rui. Rong Rui maju ke depan dan memberi Rong Anna sebuah pelukan. Matanya yang berwarna kuning kecokelatan memantulkan cahaya kuning jembatan itu, dengan emosi mendalam yang tersembunyi. Suara Rong Rui lembut ketika dirinya berkata, "Anna, tidak peduli apa pun, kau adalah sepupuku. Tetaplah hidup. Jangan lakukan hal bodoh. Berjanjilah padaku, oke?" Chapter 635 - Dia Terlalu Licik Rong Anna memeluk Rong Rui dengan erat dan mencucurkan air mata. "Bantu aku merawat ibu dan ayahku. Ingatlah untuk pulang lebih awal. Orang tuamu sangat merindukanmu." "Ya," jawab Rong Rui, dan menepuk-nepuk punggung sepupunya. Dia dengan cepat melepaskan gadis itu, mengeluarkan dompet dari sakunya, dan mengeluarkan selembar uang tunai. "Uang tunainya tidak banyak, tetapi peganglah dan jaga dirimu baik-baik." Rong Anna mengambil uang tersebut, tetapi dia tidak bisa menahan tangisnya. "Jaga dirimu baik-baik!" "Aku berharap bertemu denganmu nanti, Anna." Mata Rong Rui sedikit memerah. "Kau akan selalu menjadi adik perempuanku." Setelah itu, dia menoleh untuk menatap Bo Xiao. "Jaga dia baik-baik." "Akan kulakukan." Bo Xiao mengangguk, mengulurkan tangan dan menarik tangan Rong Anna. "Ayo pergi, kita akan tertangkap jika kita menunda-nunda. Aku tidak tahu Li Sicheng b*jingan itu bersembunyi dengan begitu jauh ke dalam." "Sepupu, kalau kau bisa, bantu aku membalaskan dendam!" Rong Anna berseru, "Aku sangat percaya pada Li Sicheng, dan aku tidak menyangka kalau orang ini akan mempermainkan kita. Dia terlalu licik!" "Oke, aku akan mencoba semampuku." Rong Rui menatap sepupunya dan merasa enggan untuk membiarkan Rong Anna pergi, tetapi dirinya masih mendesak, "Pergilah, jangan menunda-nunda lagi." Rong Anna dan Bo Xiao mengangguk. Rong Rui juga dengan cepat memindahkan mobilnya dan membiarkan mereka melaju pergi. Saat melihat mobil sport itu menjauh, Rong Rui akhirnya merasa rileks. Setelah mengeluarkan kotak rokok dan perlahan menyalakan sebatang rokok, pria itu menyalakan mobil, memutar balik, dan menuju ke arah rumah. Ketika dia kembali ke rumah, Cheng You sudah tertidur, dan anak itu terbaring dalam buaian 1 , tertidur juga. Rong Rui membungkukkan tubuhnya untuk mencium wajah istrinya, dengan perlahan-lahan bergerak ke bibir wanita itu. Cheng You membalikkan badan dengan acuh tak acuh, mengeluarkan sebuah rengekan. "Kau merokok sangat banyak. Sikat gigimu!" Kemudian wanita itu melihat jam alarm kecil di atas nakas. Sudah pukul lima. Cheng You terkejut. "Kau baru pulang? Kau pergi ke mana?" Rong Rui menegakkan tubuhnya, tidak memedulikan kekecewaan istrinya, dan duduk di tempat tidur untuk memeluk wanita itu, berkata, "Sesuatu yang penting." "Apa? Kenapa kau merokok begitu banyak?" Cheng You mendorong suaminya, tetapi pria itu tidak bergerak. "Apa kau kesal?" Rong Rui memeluk istrinya lebih erat, menindih wanita itu, dan berbisik, "Aku berada dalam suasana hati yang lebih baik ketika melihat dirimu." Pria itu sudah mencium bibir Cheng You. Cheng You memukul suaminya. "Baunya terlalu menyengat, dan anak itu masih kecil. Jangan biarkan bau itu memengaruhi Panpan. Pergilah mandi!" "Baiklah, ibu dari anakku!" Rong Rui bangkit untuk duduk, tetapi masih maju. "Cium lagi dong." Cheng You menjadi marah dan menendang suaminya. "Enyahlah!" Akan tetapi, Rong Rui berlari menjauh dengan cepat, dan Cheng You bahkan tidak sempat menyentuh suaminya. Mendengar suara tawa suaminya yang sombong itu menjauh, wanita itu mendengar pintunya tertutup kembali, dan dirinya mengubah kemarahan pura-puranya menjadi sebuah senyuman. Telah bersama selama lebih dari empat tahun, dan menikah selama satu tahun, pria ini telah berusia lebih dari 30 tahun. Sekarang suaminya bersikap semakin kekanak-kanakan dan Cheng You tidak tahan menghadapinya ¡­. "Menyedihkan sekali. Kenapa aku harus merawat dua orang anak sendirian ¡­." - [Berita Pagi Kotaraja: Pukul 21.51 tadi malam, 6 geng besar penyelundup narkoba diringkus dan sejumlah besar narkoba dan senjata api disita. Orang di belakangnya adalah Nona Tang, general manager TL, sebuah perusahaan domestik terkenal yang mengalami kebangkrutan baru-baru ini. Seseorang yang merupakan orang dalam mengungkapkan bahwa Nona Tang tersebut memiliki sebuah hubungan yang sangat dekat dengan Tang Zhenghao, seorang penjahat buronan dalam sebuah kasus penipuan ekonomi empat tahun silam. Berdasarkan penyelidikan, Nona Tang adalah Tang Mengying yang telah melarikan diri dari Rumah Sakit Jiwa Kotaraja beberapa tahun yang lalu.] Ayunan (untuk menidurkan anak kecil). Chapter 636 - Makna Bunga Kala Lili Adalah Keabadian (1) [Pada pukul 2 pagi, sejumlah besar heroin ditemukan di gudang Kantor Alat Musik Bo Cabang Kotaraja. Presiden kantor cabang tersebut telah diselidiki oleh polisi. Menurut penyelidikan, ada seorang pemimpin di belakang presiden kantor cabang yang telah melarikan diri dari kota tadi malam.] Gambar di TV adalah sebuah pemandangan berupa sekelompok besar reporter yang sedang mengelilingi seorang lelaki tua yang sepertinya berusia 50-an atau 60-an. [Berdasarkan investigasi, Grup Bo telah menghadapi sebuah krisis kebangkrutan tujuh tahun silam, dan kerugiannya hampir mencapai 2 miliar yuan. Itu adalah krisis terbesar dalam sejarah perusahaan tersebut. Selanjutnya, perusahaan itu bekerja sama dengan sebuah perusahaan internasional dan kemudian bangkit kembali. Pihak polisi sudah melakukan sebuah penyelidikan. Menurut salah satu orang dalam, buronan itu adalah putra satu-satunya kepala Perusahaan Alat Musik Bo, yang tidak mengomentari perubahan mendadak ini dan telah berada di bawah kendali polisi.] ¡­. Orang tua itu sedang menonton dengan remote control di tangannya. Dia menggelengkan kepalanya dan menghela napas. "Ini mengerikan. Keluarga ini seharusnya memiliki hubungan yang baik dengan keluarga Rong di ibukota. Bagaimana mereka tiba-tiba terlibat dalam narkoba ¡­." Li Jianyue, Li Jianqian, dan Li Mosen sedang sarapan. Mendengar kakek buyut berkata demikian, Li Jianyue mengambil mangkuk kecilnya dan datang menghampiri, bertanya dengan suaranya yang manis, "Kakek buyut, narkoba itu apa?" "Narkoba adalah benda yang sangat mengerikan. Jangan menyentuhnya. Narkoba akan menghancurkan hidupmu!" Kapten Li berkata dengan hati yang berat dan menggelengkan kepalanya. "Ersu harus ingat bahwa narkoba tidak boleh disentuh." "Oh!" Li Jianyue memegang sebuah mangkuk kecil dan mengambil bubur untuk dirinya sendiri, tetapi ketika memakannya, Ersu meneteskan bubur itu ke pakaiannya yang indah. Li Jianyue menunduk menatap ke bawah, merengut, dan menatap pria tua itu. "Bajunya kotor sekarang. Apa yang harus aku lakukan?" Pria tua itu tertawa dengan penuh kasih, mengambil beberapa helai handuk kertas, menyeka bubur itu dan berkata, "Ayo, kakek buyut akan menyuapimu." "Tidak, ibuku bilang aku harus makan sendiri, dan aku harus membersihkan bokongku sendiri. Kalau tidak, aku tidak akan tumbuh dewasa!" Sambil memegang semangkuk kecil bubur, gadis kecil itu membuat kekacauan. Ketika melihat bahwa bubur itu tumpah di pakaiannya dan di lantai, Li Jianyue mundur, dan kemudian mangkuk kecil itu tertelungkup di lantai. Li Jianyue melihatnya, cemberut, dan sepasang matanya yang besar tiba-tiba menjadi basah. Gadis kecil itu menangis dan memandangi Kapten Li. "Mangkuknya jatuh ¡­." Pria tua itu tertawa, mengambil mangkuk kecil tersebut, meletakkan Ersu ke atas sofa, mengambil beberapa helai handuk kertas dan menyeka bubur itu dari pakaian cicitnya. "Liu Sao, bersihkan yang di dalam dulu!" Liu Sao sedang berada di luar, mendengar pria tua itu berteriak, dan merespons. Su Qianci baru saja bangun dan selesai mandi. Ketika masuk ke dalam, dia melihat arlojinya. Saat itu bahkan belum pukul 7:30. Begitu wanita itu keluar dari kamarnya, dia melihat sebuah mangkuk kecil di lantai, dan putrinya terlihat menyedihkan. Su Qianci merasa sakit kepala. Dia merasa tidak senang dan bertanya, "Li Ersu, kekacauan apa ini?" Ersu menjilat mulutnya, dan air mata menetes dari matanya yang besar. Gadis kecil itu menarik napas panjang dan berbisik, "Aku tidak bermaksud melakukannya. Mangkuk kecil itu ingin berlari. Aku tidak bisa menangkapnya, jadi mangkuknya jatuh." "Kau!" Su Qianci tidak bisa menahan tawanya. Dia membereskan semuanya dan kemudian pergi ke dapur untuk mengambil sebuah mangkuk untuk putrinya. "Ayo, ibu akan menyuapimu." "Ya!" Li Jianyue melihat ibunya tidak berteriak padanya dan merasa sangat gembira. Sepasang kakinya yang pendek berayun, dia pindah dari sofa dan berlari ke ruang makan. Chapter 637 - Makna Bunga Kala Lili Adalah Keabadian (2) Li Jianqian dan Li Mosen saling menatap satu sama lain sambil makan dengan sendok mereka masing-masing. Su Qianci melihat mereka melakukan itu dan tidak bisa menahan diri untuk bertanya setelah beberapa menit, "Apa yang kalian lakukan?" "Kompetisi fokus!" Li Jianqian tidak memalingkan kepalanya sambil menggunakan sendok untuk memakan buburnya, mengunyah sambil mengamati Li Mosen. Gerakan Li Mosen pun serupa. Bocah kecil itu mengangguk dan melanjutkan makan. Su Qianci menatap kedua bocah kecil itu, tertawa tanpa berkata apa-apa. Akhirnya, mereka berdua menghabiskan bubur mereka, tetapi anak-anak itu masih saling mengamati. "Apakah kalian sudah selesai?" Su Qianci dengan penasaran datang menghampiri. Li Mosen menggelengkan kepalanya, "Kecuali salah satu dari kami memalingkan kepalanya terlebih dahulu." Li Jianqian mengangguk dan menatap Li Mosen. Su Qianci mengulurkan tangan dan menutupi mata Li Jianqian, dan kemudian memalingkan kepala putranya ke samping. Li Jianqian tercengang, tetapi langsung berseru, "Bu, engkau menyabot 1 permainanku! Aku kalah!" Li Mosen tertawa, mata birunya melengkung dengan indah. Kemudian dia turun dari bangku dan berlari ke halaman belakang. Pupil mata Li Jianqian yang berwarna gelap penuh dengan keengganan. Wajah kecilnya yang lembut menjadi merah, dan dia turun, berteriak, "Jangan lari. Ini tidak masuk hitungan!" Li Jianyue memandang kedua kakaknya yang sedang berlari dan menatap Su Qianci. Sambil mengerjapkan matanya, dia berkata, "Bu, aku kenyang." Su Qianci mengetahui apa yang ingin gadis kecil itu lakukan pada pandangan pertama, mengambil sehelai handuk kertas, dan menyeka mulut putrinya. "Pergilah." Li Jianyue segera turun dari kursi dan berlari ke tempat di mana kedua anak laki-laki itu menghilang dengan sandal kecilnya. Ketika Su Qianci sudah selesai makan, waktu menunjukkan sudah pukul delapan. Tutor yang disewa untuk anak-anak baru saja datang. Tutornya adalah seorang ibu tunggal, dengan hanya sebuah ijazah SMA. Wanita itu berusia 30 tahun lebih dan memiliki seorang anak di SMP. Karena kesabaran dan cinta tutor itu menyentuh Su Qianci, wanita itu dipilih sebagai tutor anak-anak. Setelah beberapa hari, anak-anak menyukai tutor ini, dan Su Qianci memutuskan untuk membiarkan tutor itu tinggal. Setelah menyapa tutor itu di pintu, Su Qianci pergi ke kantor. Sibuk sepanjang pagi, dia hanya menegakkan tubuhnya dan berdiri ketika istirahat makan siang dimulai. Hari ini, dia seharusnya bertemu Lu Yihan di sebuah pusat perbelanjaan kelas atas. Ini adalah pusat perbelanjaan dengan kinerja terbaik milik grup Li di kota. Su Qianci sudah siap untuk melakukan inspeksi daerah di sekitarnya setelah makan. Janji bertemu itu dilakukan di sebuah restoran Kanton di lantai pertama mal tersebut. Di luar pintu restoran adalah alun-alun selatan mal, sangat luas dan ramai. Ketika Su Qianci memasuki ruangan privat tersebut, Lu Yihan belum tiba. Sekitar sepuluh menit sebelum waktu yang telah disepakati, Su Qianci duduk di dalam ruangan itu dan memuat ulang halaman Weibo di ponselnya. Secara tiba-tiba, sang pelayan masuk dan mengetuk pintu. "Presiden Su, ada seseorang yang mencari Anda di luar." "Siapa? Biarkan dia masuk." "Ya, beliau berharap Anda bisa pergi ke alun-alun. Silakan kemari." Su Qianci merasa sedikit terkejut dan menaikkan alisnya. Trik macam apa yang harus dimainkan oleh Lu Yihan? Dia mengambil tasnya dan berjalan keluar. Pelayan itu membawanya ke Alun-alun Selatan. Alun-alun itu kosong. Su Qianci sama sekali tidak melihat Lu Yihan. Memalingkan kepalanya, dia melihat pelayan itu sudah kembali ke restoran. Tiba-tiba, seorang bocah lelaki berlari mendekat yang terlihat seperti berumur tujuh atau delapan tahun, memegang setangkai bunga di tangannya. Itu adalah bunga Kala Lili. "Makna bunga Kala Lili adalah keabadian." Su Qianci mengambilnya, sedikit tersenyum dan bertanya, "Siapa yang memintamu memberikan bunganya padaku?" Bocah kecil itu menjawab, "Tuan!" Menggagalkan usaha atau tindakan orang lain dengan sengaja. Chapter 638 - 99.999 Tangkai Bunga Mawar "Tuan yang mana?" Namun, bocah laki-laki itu tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan berlari menjauh. Su Qianci menunduk menatap setangkai bunga Kala Lili di tangannya dan sedikit tersenyum. Dia berteriak, "Tuan Lu, jangan main-main. Aku tahu itu kau!" Akan tetapi, terdengar sebuah suara langkah cepat yang mendekat. Kali ini adalah seorang gadis. "Makna bunga Forget-Me-Not adalah cinta abadi." Su Qianci mengambilnya, dan gadis itu dengan cepat lari. Dengan segera seorang gadis lain berlari dan menyerahkan setangkai bunga tulip ungu padanya. "Bunga tulip ungu melambangkan cinta Tuan yang tiada akhirnya kepada Anda." Setelah yang satu pergi, selalu ada seseorang yang lain datang menghampiri dan menyerahkan setangkai bunga yang indah dan segar. "Teratai putih ini melambangkan sebuah hati yang tulus dan keyakinan yang paling murni." "Makna bunga Kamperfuli adalah ''Aku ingin memberikan yang terbaik untukmu''." "Bunga Lisianthus melambangkan cinta paling jujur yang dimiliki Tuan itu untuk Anda." "Bunga Lavender mewakili rasa terima kasih." "99 tangkai bunga Lili berarti kalian akan bersama selama seratus tahun." ¡­. Ini adalah hari di mana Su Qianci telah mendengar makna bunga paling banyak. Semakin banyak bunga yang dirinya terima, semakin dia merasa bersalah. Dia memandangi berbagai macam bunga di tangannya, merasa menyesal kepada Lu Yihan. Hari ini, Su Qianci hanya datang ke sini untuk memberi tahu pria itu tentang keputusannya untuk mengubah rencana. Tetapi ¡­. Kenapa Lu Yihan melakukan hal ini? Bagaimana Su Qianci bisa mengatakan sesuatu nanti? Terlihat semakin banyak orang di sekitarnya, dan semua orang berpikir bahwa Su Qianci akan memiliki sebuah wajah yang bahagia, tetapi setelah melihat ekspresi wajah wanita itu, mereka semua merasa tercengang. Seseorang mengambil ponselnya dan merekam sebuah video. Tiba-tiba, sebuah suara seruan terdengar. Di sisi berlawanan tempat Su Qianci berdiri, terlihat sepeda-sepeda indah yang melaju masuk. Rangka sepeda-sepeda itu transparan, dan para pengendara sepeda tersebut membawa keranjang-keranjang penuh dengan mawar merah menyala ke dalam alun-alun. Setiap keranjang dipenuhi dengan bunga mawar yang segar dan indah, dan tercium aroma ringan yang dengan cepat melayang pergi. Sepeda-sepeda itu berhenti di depan Su Qianci, dan salah satu sepeda dengan cepat berhenti di sekitar tepi alun-alun. Lima, sepuluh, lima belas ¡­. Jumlah sepeda-sepeda itu bertambah banyak, dan keranjang-keranjang mawar merah menyala tersebut dibawa ke bagian tengah alun-alun. Setiap tangkai mawar berwarna merah cerah dan segar. Semua orang berseru kaget, "Hebat saudaraku, begitu banyak bunga mawar. Seharusnya berjumlah 9.999?" "Kau bodoh, bagaimana itu mungkin, pastinya lebih dari itu! Setidaknya ada 999 tangkai bunga di setiap keranjangnya. Dan itu belum selesai juga? Berapa banyak bunga yang ada di bumi ini?" "Ayo rekam dan unggah videonya di Weibo. Tindakan seperti ini!" Su Qianci merasa terkejut melihat jumlah pengendara sepeda yang bergegas masuk dan keluar. Keranjang-keranjang yang penuh dengan bunga diletakkan di bagian tengah alun-alun tersebut. Sebuah sepeda masuk dan keluar satu demi satu. Dalam waktu sesaat, telah ada puluhan keranjang bunga yang diletakkan. Seseorang sedang menghitung di bagian belakang, berteriak, "88, 89, 90 ¡­ 97, 98, 99, 100!" Setelah menghitung keranjang yang terakhir, semua orang menghela napas lega. "Akhirnya selesai! Ya Tuhan, ini pertama kalinya aku melihat begitu banyak !" "Qianqian." Suara Lu Yihan terdengar datang dari belakang Su Qianci. Su Qianci mendengar suara ini dan punggungnya menjadi kaku. Sambil memandang buket bunga besar di tangan Lu Yihan, dan lautan mawar merah di hadapannya, wanita itu merasa hatinya tertangkap oleh iblis. Su Qianci merasa sangat tidak nyaman sehingga dirinya tidak bisa berkata apa-apa. Chapter 639 - Nyonya Li Tersayang, Mohon Terimalah Permintaan Maafku "Yihan ¡­." Su Qianci merasa tidak nyaman, tetapi dia berbalik dan menatap pria itu. Tepat ketika Su Qianci membalikkan badannya, Lu Yihan memandangi buket besar bunga lili dengan beraneka ragam bunga di lengan wanita itu. Kemudian, pria itu menatap lautan mawar yang rimbun. Mawar-mawar tersebut dibagi menjadi dua bagian dengan sebuah jalan kecil panjang di bagian tengahnya. Tiba-tiba, gadis-gadis di sekitar mereka berteriak, "Apa itu?" "Ah, model robot terbaru. Siapa ini? Sangat kaya!" "Luar biasa!" Sebuah robot bergerak menghampiri, bergerak secara mekanis dengan seutas tali yang terikat di pinggangnya. Ada sebuah gulungan yang menempel pada tali tersebut. Saat robot itu maju, gulungannya tertarik, membentangkan sebuah lapisan merah di permukaan tanah. Su Qianci melihat robot itu dan menatap Lu Yihan. Lu Yihan tidak berbicara, tetapi juga melihat ke arah robot kecil tersebut. Robot kecil itu tidak berjalan cepat. Setelah sepuluh menit, robot itu berjalan ke arah Su Qianci. Karpet merah sudah terbentang di lantai, membuat sebuah jalan kecil berkarpet merah yang panjang. Robot kecil itu bergerak mendekat dan menatap Su Qianci. Suara mekanisnya berbunyi, "Nyonya Li tersayang, semuanya sudah siap. Mohon terimalah permintaan maafku." Ketika suara robot terdengar, sebuah laci kecil muncul dari perutnya. Sebuah cakar kecil meraih sebuah kotak beledu berwarna merah dan menyerahkannya. Sambil memegang bunga dengan satu tangan, Su Qianci menjulurkan tangannya yang lain dan mengambil kotak beledu merah itu. Di dalamnya terdapat sebuah liontin, platinum indah bertatahkan batu rubi yang berkilau. Ini adalah seekor ¡­ angsa. Su Qianci melihat liontin tersebut, dan pupil matanya tiba-tiba mengecil. Dirinya secara tidak sadar memegang kalung angsa di lehernya, dan jantungnya berdetak kencang. Robot kecil tersebut juga mengeluarkan selembar kertas besar dari laci itu, menyerahkannya kepada Su Qianci dan berkata, "Nyonya Li, mohon terimalah permintaan maafku." Pada kertas itu, jenis tulisan yang tegas itu terlihat sangat mengesankan. Tidak ada apa pun selain dua patah kata: aku kembali. Air mata Su Qianci telah menggenang pada titik tertentu, dan tetesan-tetesan besar cairan itu menetes ke atas kertas dan menodai catatan yang ditulis tangan tersebut. Orang-orang yang berada di sana berseru tanpa peringatan, "Ya Tuhan, siapakah itu!" "Sangat familier! Aku pasti telah melihatnya di suatu tempat!" "Bukankah dia ¡­?" Mendengar suara di sekelilingnya, Su Qianci mengangkat kepalanya dan melihat ke bagian ujung karpet merah itu. Saat itu tengah hari, ketika matahari sedang berada di puncaknya. Cahaya menyilaukan menyelubungi sebuah sosok jangkung yang berjalan selangkah demi selangkah menentang sinar matahari. Pandangan mata Su Qianci semakin kabur karena cahaya yang menyilaukan. Pria itu mengenakan sebuah setelan jas, tinggi dan ramping. Di setiap langkahnya, pria itu terlihat bersinar. Tanpa banyak ekspresi, karakteristik wajahnya sangat indah dan tegas. Sepasang matanya yang dalam dan dingin membawa kelembutan yang tak dapat diucapkan, seraya dia berjalan perlahan maju ke depan. Pria itu memegang sebuah buket besar mawar merah laksana api di tangannya, yang mana membuat kulitnya yang pucat terlihat lebih segar. Su Qianci menatap pria itu, dan air matanya menetes tak terkendali. Hampir tanpa sadar, Su Qianci berjalan ke arah pria tersebut. "Bukankah dia adalah ¡­ Li Sicheng!" Di tengah kerumunan, sebuah suara yang nyaring menimbulkan suara-suara seruan. Chapter 640 - Ini Benar-benar, Benar-benar Kamu .... Di tengah kebisingan itu, banyak orang yang mengenali siapa pria tersebut. Semua orang di kota tersebut mengenal orang ini. Namun, selama empat tahun, semua orang mengira pria itu sudah mati. Sekarang, dia tiba-tiba muncul di sini dengan cara seperti ini? "Ya Tuhan, hantu!" Su Qianci menatap pria itu seraya dirinya sendiri berjalan mendekati selangkah demi selangkah. Li Sicheng menjadi semakin nyata, mendekat dan semakin dekat, dan semakin familier. Sambil memegang sebuah buket bunga besar, sepasang mata dingin dan tajamnya segelap langit malam, begitu menyilaukan sehingga Su Qianci merasa seperti sebuah mimpi. Su Qianci tiba-tiba berani untuk melangkah lebih jauh, sambil memegang bunga-bunga dari orang-orang itu dengan tangannya, wajahnya berlinang air mata dan dia membuka mulutnya. Tubuh wanita itu gemetar dan bertanya, "Apakah itu kamu?" Suaranya terdengar pelan, gemetar ketakutan, dengan sedikit merengek. Su Qianci sangat berhati-hati, takut jika dirinya berbicara terlalu keras, suaminya akan menghilang seperti sebelum-sebelumnya. Berulang kali, Li Sicheng muncul di hadapan dirinya, tetapi asalkan dirinya sedikit bergerak, atau jika dirinya bernapas sedikit berat, suaminya akan menghilang. Tidak peduli bagaimanapun dirinya mencari Li Sicheng, pria itu tidak pernah muncul lagi. Su Qianci merasa takut, sangat takut ¡­. Bagaimana jika hal ini tidak nyata. Bagaimana jika ini hanya sebuah ilusi, hanya khayalannya saja, apa yang harus dirinya lakukan ¡­. Mendengar ini, Li Sicheng tersenyum tipis. Dengan memegang bunga di satu tangan, dia merentangkan tangannya yang lain, suaranya dingin dan lembut. Dengan perlahan-lahan, dia berkata, "Aku kembali." Itu adalah Li Sicheng, itu Li Sicheng! Benar-benar Li Sicheng! Tangan Su Qianci bergetar, dan buket bunga besar di tangannya semuanya terjatuh ke bawah. Su Qianci berlari ke depan. Rambut panjangnya berkibar-kibar saat dirinya berlari. Tubuh mungilnya menubruk sosok jangkung itu dengan keras dan semua orang menyaksikan dan menjerit. Terpana, Su Qianci mengulurkan tangan dan memeluk pria itu. Li Sicheng sama stabilnya seperti sebuah gunung dan memeluk istrinya dengan erat. Su Qianci hanya merasakan bahwa lengan suaminya yang berada di pinggangnya terasa sangat erat, dan bahwa sebuah perasaan yang menakjubkan hampir membuat dirinya menangis. Sentuhan yang nyata, suhu tubuh yang nyata, nyata ¡­. "Ini benar-benar kamu, ini benar-benar kamu ¡­." Su Qianci membenamkan kepalanya di dada Li Sicheng, dan kemudian dia tidak bisa menahan tangisnya. "Li Sicheng, kamu b*jingan!" Sambil memeluk suaminya kembali, dia memukul-mukul punggung pria itu dan berteriak, "B*jingan, idiot, serigala yang tidak tahu berterima kasih!" Li Sicheng sedang memeluk pinggang Su Qianci, merasakan bahwa istrinya benar-benar di pelukannya, merasa luar biasa puas. Pada saat yang sama, kebahagiaan yang telah lama hilang sedang menyelimuti dirinya. Sambil mencium rambut Su Qianci, Li Sicheng berbisik, "Ini aku, ini aku." Air mata Su Qianci semuanya berlumuran pada pakaian baru pria itu saat dirinya menangis tanpa henti, seperti ketika seorang anak yang sedang bersedih tiba-tiba melihat seorang dewasa yang bisa dia andalkan. Tak perlu diragukan lagi betapa bahagianya Su Qianci. Memeluk suaminya semakin erat, dirinya menolak untuk melepaskan dan tidak berani melepaskannya. Seseorang mulai bernyanyi, dan yang lainnya mengikuti. Suara-suara pria dan wanita saling berpadu ketika mereka bernyanyi dengan lantang, "Aku akhirnya menemukanmu. Untungnya, aku tidak menyerah. Kebahagiaan itu tidak mudah, jadi aku akan lebih menghargainya ¡­." "Tuan Li ¡­." "Ya." "Li Sicheng." "Ya." "Sayang." "Ya." Chapter 641 - Lihatlah Betapa Basahnya Dirimu "Aku sudah menunggumu selama empat tahun." Su Qianci memeluk suaminya, dan tangisan wanita itu berangsur-angsur berhenti. Dia berkata, "Aku selalu percaya bahwa kamu belum meninggal." Li Sicheng mendekap Su Qianci. Tanpa bicara, pria itu hanya mendekap istrinya semakin erat ¡­. "Empat tahun terakhir, aku melahirkan anak-anak kita. Apakah kamu tahu itu? Seorang anak laki-laki, seorang anak perempuan, kembar. Dan perusahaanmu, aku menjadi presiden perusahaanmu. Apakah kamu tahu itu?" Sambil mengerutkan bibirnya, Li Sicheng merasakan matanya menjadi panas. Sambil memeluk Su Qianci tanpa bersuara, pria itu dengan perlahan berkata setelah beberapa saat, "Aku tahu." Li Sicheng mengetahui segalanya. Tetapi semakin banyak yang dirinya ketahui, pria itu semakin merasa bersalah. Su Qianci hanyalah seorang wanita, dan wanita itu harus menanggung begitu banyak ¡­. Dan Li Sicheng adalah penyebab masalahnya yang terbesar. Su Qianci tiba-tiba tersenyum dan menjadi tenang. Suaranya lirih, dia berkata, "Lihat, aku bisa hidup dengan baik tanpa dirimu." Li Sicheng memeluk istrinya dengan satu tangan dan berbisik di telinga wanita itu, "Sekarang aku kembali, kamu akan hidup lebih baik." Su Qianci melingkarkan lengannya di leher suaminya, dan orang-orang di sekitar mereka berteriak, "Cium, cium, cium ¡­." Wajah wanita itu memerah. Hasratnya untuk sebuah ciuman menciut ketika kerumunan orang-orang itu berseru. Su Qianci menepuk pria itu dan berkata, "Lepaskan aku!" Li Sicheng tertawa kecil, melepaskan istrinya, dan berbisik, "Ayo kita kembali dulu. Lihatlah betapa basahnya dirimu." "Aku tidak basah." "Maksudku bukan basah yang itu. Apa yang kamu pikirkan?" Su Qianci tidak menyukainya, tetapi mendengar hal itu dari suaminya, dirinya langsung tersipu malu. Mendorong pria itu menjauh, dia mengeluh, "Dasar tak tahu malu!" Li Sicheng menarik istrinya kembali dan berbisik ke telinganya, suaranya lembut dengan sedikit menggoda, "Aku juga basah. Rasakan jika kamu tidak percaya padaku. Ayo, sentuh yang di dalam." Sembari Li Sicheng berbicara, pria itu meraih tangan Su Qianci dan menarik tangan wanita itu masuk ke dalam pakaiannya. Su Qianci dengan cepat menarik tangannya dan mendorong suaminya dengan keras, lalu dirinya berbalik dan meninggalkan pria itu. Li Sicheng menyusul dengan mawar di tangannya dan meraih tangan istrinya. Su Qianci tertangkap, dan Li Sicheng memanfaatkan kesempatan itu dan menyelipkan mawar-mawar tersebut ke dalam pelukan istrinya. Ketika melihat buket mawar besar itu dan lebih banyak mawar lagi di alun-alun tersebut, Su Qianci berkata, "Ini terlalu mubazir. Kamu tidak bisa menghabiskan uang seperti ini bahkan jika dirimu kaya!" Total ada seratus keranjang bunga di alun-alun, masing-masing keranjang berisi 999 tangkai mawar, ditambah 99 tangkai yang dipegang oleh Su Qianci, totalnya menjadi 99.999, yang mana terlalu ¡­ terlalu pemborosan! Li Sicheng tersenyum, mencubit hidung wanita itu, dan mengejek, "Menjadi sang presiden selama beberapa tahun, sekarang kamu tahu bahwa uang suamimu sulit diperoleh?" Su Qianci hendak mengatakan sesuatu untuk membantah, tetapi melihat wajah Li Sicheng yang terlihat jelas menjadi lebih tirus, wanita itu menyentuh wajah suaminya dengan penuh penyesalan. Wajah itu jauh lebih tirus dan pucat. Li Sicheng benar-benar dikurung, kan? Suaminya begitu pucat sehingga di balik punggung tangannya, Su Qianci bisa dengan jelas melihat warna pembuluh darah pria itu. Agak menakutkan untuk dilihat. Su Qianci hampir tidak dapat menahan air matanya. Menahan keinginan untuk menangis, dia berbisik, "Pulang ke rumah terlebih dulu?" Raut wajah Li Sicheng menjadi lembut. Sambil menggenggam tangan kecil istrinya di telapak tangannya, pria itu berkata dengan lembut, "Oke." Pada saat ini, Su Qianci tiba-tiba teringat bahwa ada seseorang yang lain di sini. Menoleh ke belakang, di mana Lu Yihan berada di tengah kerumunan orang banyak? Chapter 642 - Kau Menang "Di mana Yihan?" Su Qianci melihat ke sekeliling dengan agak cemas, memandang Li Sicheng. "Apakah semua bunga ini dari kamu?" "Apakah kamu pikir itu dari Lu Yihan?" Li Sicheng menaikkan alisnya, memicingkan matanya dengan berbahaya, menatap istrinya dengan tidak senang dan mengencangkan cengkeramannya di tangan wanita itu. Su Qianci mengerutkan bibirnya dan berkata dengan sedikit cemas, "Hari ini, aku meminta Yihan ke sini untuk makan siang. Dan sekarang ¡­" "Ayo kita pergi dan makan siang kalau begitu." Li Sicheng tidak menunggu istrinya untuk menyelesaikan perkataannya, memeluk pinggang wanita itu dan berjalan menuju mal. Dengan Li Sicheng di sebelahnya dan dirinya memegang sebuah buket bunga besar, Su Qianci menerima banyak tatapan iri dari orang-orang yang menyaksikan mereka. Dirinya sudah lama tidak merasakan perasaan ini. Sedikit tersipu malu, wanita itu memutar tubuhnya ke arah Li Sicheng, sambil menutupi wajahnya. Li Sicheng melihat hal ini, dan terlihat sedikit senyum di matanya. "Apa yang ingin kamu makan?" "Aku baru saja memesan sebuah ruangan privat dan memesan makanan. Di sini." Su Qianci menunjuk ke restoran Kanton tempat dirinya keluar sebelumnya. Li Sicheng masuk ke dalam dengan tangannya yang berada di pinggang istrinya. Ketika kembali ke ruangan privat itu, Su Qianci tidak melihat Lu Yihan dan merasa sedikit kecewa. Tetapi saat berjalan masuk, wanita itu menemukan sebuah catatan di atas meja. Catatan itu dilipat menjadi sebuah bentuk bujur sangkar kecil. Dia membuka lipatannya dan melihat tulisan tangan Lu Yihan yang sangat dikenalnya: Kau menang. Qianqian, semoga kalian berbahagia. Melihat kata-kata ini, Su Qianci bahkan merasa semakin getir dalam hatinya, matanya basah. Li Sicheng mengambil catatan itu. Dia melihat jenis tulisan yang tebal di atasnya dan menaikkan alisnya. Lalu pria itu meremas catatan tersebut menjadi sebuah bola dan memasukkannya ke dalam saku. "Bagaimana kalau kita makan?" Su Qianci menatap suaminya dan meminta pelayan untuk mulai menyajikan makanan sebelum dirinya berjalan ke kamar mandi. Tepat ketika dirinya sedang mencuci tangannya, wanita itu melihat Li Sicheng juga masuk. Su Qianci melihat suaminya dan menyeka tangannya dengan sehelai handuk kertas. Ketika hendak keluar, pria itu menariknya masuk. Li Sicheng menutup pintu dan menyandarkan istrinya ke pintu. Detak jantung Su Qianci bertambah cepat, ketika dirinya menatap suaminya, merasa sedikit takut. Tidak terbiasa dan familier pada saat yang bersamaan, sensasi itu kembali padanya setelah beberapa saat, membuat dirinya sedikit tertegun. Sebelum dirinya kembali pada kenyataan, bibir Li Sicheng mendarat di bibirnya, mengunci semua kata-katanya. Sebuah tangan besar memegang pinggangnya, dan tangan yang lain sedang memegangi wajahnya. Li Sicheng mencium istrinya dengan keras. Pria itu bersikap sedikit kasar dalam melampiaskan semua hasratnya. Memisahkan bibir dan gigi Su Qianci, Li Sicheng menyerbu istrinya seperti orang gila. Terlalu lama, terlalu lama ¡­. Empat tahun, itu merupakan sebuah siksaan bagi siapa pun. Gerakan Li Sicheng itu kasar dan gila-gilaan. Hampir secara naluriah, tangan besar di pinggang istrinya merayap turun, mengangkat rok wanita itu, dan perlahan-lahan masuk ¡­. Su Qianci terkejut, dan dia mengulurkan tangan dan mendorong suaminya dengan lembut, tetapi Li Sicheng telah hidup selibat selama empat tahun. Pada saat ini ketika dirinya melihat istrinya, pria itu telah kehilangan akal sehatnya. Li Sicheng mendorong maju, dan Su Qianci dengan jelas bisa merasakan gairah suaminya yang berapi-api, begitu ganas, begitu ¡­ menakutkan! Bibir Li Sicheng meninggalkan bibirnya dan bergerak ke dagunya, lehernya, tulang selangkanya. Tidak ada yang pernah menyentuh dirinya seperti ini selama ini. Tubuh Su Qianci terasa sangat sensitif. Balas memeluk suaminya tanpa sadar, Su Qianci mendongak, napasnya terengah-engah. Chapter 643 - Merasa Tidak Nyaman Li Sicheng mengangkat Su Qianci dan mendudukkan wanita itu di wastafel. Sambil membuka ritsleting dan melepaskan sabuk istrinya, pria itu bergerak sedikit demi sedikit. Su Qianci tersentak dan meraih tangan besar suaminya yang hampir sampai di bawah sana, berbisik, "Tidak ¡­ tidak ¡­." Li Sicheng melepaskan diri dari tangan istrinya dan menggenggamnya. Jari-jari mereka terjalin, pria itu menghela napas dengan terengah-engah, seperti seekor binatang buas di malam hari, yang membuat Su Qianci merapatkan kakinya tanpa sadar. Li Sicheng berkata, "Aku tidak bisa menunggu. Aku sangat merindukanmu, sangat sangat merindukanmu ¡­." Aku juga, aku benar-benar, sangat merindukanmu ¡­. Namun, sebelum dirinya mengatakan hal itu, Su Qianci dengan jelas merasakan tangan besar Li Sicheng sedang bergerak ke atas, dan tangan yang sedikit kasar itu membawa sensasi yang membuat tubuhnya bergetar. Wanita itu tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan suara erangan yang memalukan. Namun, akal sehat masih mengalahkan hasrat tersebut. Su Qianci mengangkat kakinya dan menendang pria itu menjauh, sambil berkata, "Tidak ¡­ ada hal-hal yang lebih penting untuk dilakukan." Li Sicheng dengan getir meraih tangan istrinya dan menariknya ke arah tonjolan yang sangat besar dan menatap wanita itu dengan tatapan kesedihan. "Sayang, ini menyakitkan." Su Qianci melihat suaminya seperti ini, dan tiba-tiba terkekeh-kekeh. "Kamu terlihat sangat mirip seperti putramu saat ini." Li Sicheng menatap istrinya dengan sengit, menggertakkan giginya. "Anak itu memang seharusnya terlihat seperti aku!" "Oke, oke." Su Qianci mendorong suaminya menjauh, dan memperingatkan, "Pulang ke rumah setelah makan siang. Anak-anak belum bertemu dengan dirimu." "Apakah kamu benar-benar tega?" Li Sicheng menatap Su Qianci dengan rasa kesal yang tak terucapkan di matanya yang menawan. Pria itu merengkuh istrinya ke dalam pelukannya dan menekan tubuh wanita itu dengan tubuhnya. Sambil sedikit mendesak, Li Sicheng dengan lembut bertanya lagi, "Apakah kamu benar-benar tega?" Dirinya sudah terlalu lama tidak bersama dengan suaminya, tindakan itu terasa sedikit aneh bagi Su Qianci, membuatnya sedikit takut dan bahagia yang tak terkatakan. Tapi dirinya merasa semakin malu. Dirinya tidak pernah berkulit tebal. Membalikkan badan dan tersipu malu, Su Qianci memukul tangan suaminya dan berkata, "Kamu sendiri yang mengatakan bahwa jika aku tidak dapat menemukanmu, ketika kamu kembali, aku bisa menghukum kamu bagaimanapun yang aku mau!" Li Sicheng teringat akan apa yang pernah dirinya katakan. Merasa tertekan, pria itu memeluk Su Qianci dan tidak ingin melepaskannya, berbisik, "Maukah kamu menunda hukumannya ke lain waktu?" "Bagaimana menurutmu!" Su Qianci melirik suaminya dan mendorongnya menjauh. "Aku kelaparan!" Itu adalah cara yang tepat untuk berurusan dengan Li Sicheng. Li Sicheng memang melepaskan dan merapikan pakaian istrinya. Dia menghela napas tak berdaya. "Oke, ayo kita makan!" Setelah meluruskan roknya, Su Qianci keluar terlebih dulu, dan pelayan itu pada dasarnya sudah selesai menyajikan makanan. Melihat bibir Su Qianci yang merah dan bengkak, pelayan tersebut bersikap seolah-olah dirinya tidak melihat apa-apa dan pergi dengan diam-diam. Setelah beberapa menit, Li Sicheng keluar dari kamar mandi, terlihat tenang, dan tentu saja duduk di samping Su Qianci. Hidangan yang dipesan Su Qianci sangatlah sederhana. Iga barbeku, terong rasa ikan, angsa tiga cangkir, kol goreng, dan dua mangkuk sup. Li Sicheng melihat hidangan-hidangan tersebut dan merasa enggan menerimanya. Untungnya, itu adalah makanan yang disukai Su Qianci. Ketika pria itu berpikir bahwa istrinya akan makan bersama Lu Yihan pada awalnya, dirinya merasa tidak enak. Su Qianci tidak menyadari bahwa suaminya memiliki pemikiran seperti itu. Sambil meletakkan mangkuk berisi nasi di depan Li Sicheng, wanita itu memberinya sepotong iga. "Kamu harus makan lebih banyak. Kamu terlalu kurus sekarang, dan tubuhmu tidak sebagus sebelumnya." Li Sicheng merasakan sebuah tikaman di hatinya ¡­. Chapter 644 - Tidak Menjaga Sikap Sama Sekali Tanpa sadar menyentuh tubuhnya sendiri, Li Sicheng dengan cepat menyadari senyum nakal Su Qianci. Berpura-pura kesal, pria itu menghela napas dan segera meraih tangan istrinya. "Cobalah di dalam, sebenarnya sangat bagus. Mau coba?" Su Qianci menjulurkan tangan ke dalam jas suaminya dan merasakan otot-otot pria itu melalui kemejanya. Masih cukup kuat. Tapi mengapa Li Sicheng terlihat sangat kurus? Wanita itu tidak bisa menahan diri untuk mencubitnya, tetapi dirinya melihat bahwa mata Li Sicheng semakin dalam dan semakin dalam, dengan gairah seekor binatang buas yang terjaga dari tidurnya. Saat melihat sebuah tatapan mata seperti itu, Su Qianci langsung mengetahui apa yang ingin suaminya lakukan. Wanita itu ingin menarik tangannya kembali, tetapi Li Sicheng meraih tangannya, membungkuk dan berbisik, "Apakah terasa bagus?" Tok tok! Saat mendengar suara itu, Su Qianci segera menarik tangannya kembali dan mendorong suaminya, wajahnya merah padam. Garis bibir Li Sicheng sedikit tertarik ke atas, menunjukkan suasana hatinya yang luar biasa. Sang pelayan dengan cepat datang membawa hidangan dan melihat raut wajah wanita itu. Pelayan itu mengabaikannya dan langsung segera pergi setelah hidangan tersebut diletakkan di atas meja. "Makan sekarang!" Su Qianci menendang suaminya di bawah meja, wajahnya merona merah. "Tidak menjaga sikap sama sekali!" Li Sicheng tidak merasa keberatan dengan hal itu. Tanpa ekspresi apa pun, dia membujuk istrinya dengan suaranya yang dalam. "Aku sudah lama tidak melihatmu. Tidaklah normal jika aku menjaga sikapku." Su Qianci melihat raut wajah suaminya yang nakal dan memutuskan untuk berhenti memperhatikan pria itu dan fokus untuk makan. Akan tetapi, Li Sicheng tidak pernah berpaling dan menatap istrinya dengan sebuah tatapan yang berapi-api. Su Qianci merasa pipinya semakin panas dan kepalanya semakin menunduk. "Kamu makan mangkuknya atau nasinya?" Li Sicheng tertawa kecil dan mengangkat kepala istrinya. "Makanlah dengan semestinya." "Jangan pandangi aku!" Su Qianci melirik suaminya dan mendorong kepala pria itu. "Jika kamu terus memandangi aku, aku akan kehilangan nafsu makanku!" Digoda dengan tatapan Li Sicheng dan merasa kepanasan, Su Qianci merasa tidak tahan lagi! Dengan sedikit penyesalan, Li Sicheng menghela napas, "Tidak boleh menyentuh, tidak boleh mencium, dan tidak boleh menatap. Hukuman ini terlalu berat!" Su Qianci mau tidak mau melengkungkan bibirnya dan menendang suaminya. "Cepatlah, makan!" "Ya." Li Sicheng akhirnya menjaga sikapnya, mengambil sumpit, dan makan dengan anggun. Dirinya seanggun biasanya. Namun, kecepatan makannya menjadi jauh lebih cepat, dan pria itu makan lebih banyak. Pelayan itu menyajikan setengah lusin bakpao pada saat terakhir, dan lima buah bakpao telah masuk ke dalam mulut Li Sicheng, dan makanan tersebut dengan cepat menghilang. Untungnya, Su Qianci tidak makan banyak seperti biasanya, dan menjadi kenyang setelah makan beberapa suap. Tetapi setelah makan berkali-kali di restoran, itu adalah pertama kalinya wanita itu melihat piring-piringnya begitu bersih. Dirinya merasa sedikit terkejut dan merasa semakin patah hati. Melihat wajah suaminya yang sangat dikenalnya dan rambut hitam pendeknya, tanpa sadar, dia menatap telinga Li Sicheng. Telinga suaminya tidak ditindik. Dia ingat bahwa pria itu mengenakan sebuah anting-anting safir berbentuk salib. Apakah itu ilusinya? Setelah menyesap teh, Su Qianci menatap suaminya dan tidak berkata apa pun. Li Sicheng melihat raut wajah istrinya dan tersenyum. "Apa yang ingin kamu katakan?" "Waktu terakhir kali di taman hiburan itu adalah kamu, kan?" Orang yang menyelamatkan dirinya dan putrinya pastilah Li Sicheng! Namun, melihat perubahan besar suaminya, Su Qianci merasa tidak yakin. Chapter 645 - Kali Ini Hal Itu Benar Tatapan mata Li Sicheng melembut dan pria itu mengangguk. "Itu aku." "Rambutmu ¡­" "Wig." "Bagaimana dengan anting-antingnya?" Li Sicheng mengeluarkan sebuah anting-anting safir dari sakunya dan dengan perlahan-lahan mengubah anting-anting itu menjadi sebuah penjepit untuk telinga. Su Qianci merasa yakin sekarang. Tetapi saat mengetahui bahwa pria di taman hiburan itu adalah Li Sicheng, kesedihan menyerbu wanita itu tanpa alasan, membuat dirinya tercekat. "Apa kamu tahu berapa lama aku mencarimu pada saat itu? Mereka semua mengira aku adalah orang gila. Mereka semua mengira kamu sudah meninggal. Aku sudah memanggil namamu untuk waktu yang lama. Kenapa kamu tidak keluar?" Li Sicheng berdiri dari kursinya dan dengan lembut memeluk istrinya dari belakang, berbisik, "Aku tidak akan melakukannya lagi di masa yang akan datang, aku bersumpah." "Kamu mengatakan hal itu saat terakhir kali!" "Saat terakhir kali aku tidak bersumpah," kata Li Sicheng sambil tersenyum. Pria itu mengangkat istrinya dan berdiri. "Aku berjanji, aku tidak akan melakukan hal ini lagi di masa yang akan datang." "Sungguh?" "Tentu saja." Ketika Li Sicheng mengatakan ini, matanya menjadi lebih dalam dan semakin dalam. Saat memandang wajah istrinya, kelembutan memenuhi hati pria itu. Su Qianci dengan jelas menyadari bahwa jantungnya berdegup kencang. Sambil memberi suaminya sebuah lirikan, wanita itu berdiri dan berjalan keluar dengan tasnya. Li Sicheng memandang punggung istrinya, tersenyum, mengambil bunga-bunganya, kemudian dengan cepat mengikuti, membayar makanan tersebut, dan meninggalkan restoran tersebut. Begitu tiba di mobil, Su Qianci menerima sebuah telepon dari Luo Zhan. "Halo?" Luo Zhan bertanya ketika Su Qianci mengangkat telepon. "Hai." "Itu ¡­ apakah kau melihat sesuatu yang istimewa sekitar pukul dua belas siang? Aku mendengar bahwa 99.999 mawar berada di mal di bawah namamu. Sangat indah, tetapi orang itu ¡­." Dengan suara tertahan, Luo Zhan merasa takut bahwa kata apa pun akan mengecewakan Su Qianci. "Itu Li Sicheng." Luo Zhan tercengang di tempatnya. "Dia sudah kembali." Su Qianci melengkungkan bibirnya dan tersenyum. "Kali ini hal itu benar. Li Sicheng benar-benar kembali." Luo Zhan merasa sulit memercayainya, dan berkata setelah beberapa saat, "Jadi, video di Weibo dan foto-fotonya itu semuanya sungguhan?" "Ya." "Ya ampun!" Luo Zhan menjadi gila dan terjatuh dari kursi dengan sebuah teriakan, tetapi kemudian dia dengan gembira berseru, "Di mana dia? Berikan ponselnya pada Li Sicheng!" Su Qianci mengetahui perasaan Luo Zhan dengan jelas, tersenyum ringan, dan matanya menjadi sedikit basah. Dia memberikan ponselnya kepada Li Sicheng, yang duduk di kursi penumpang. "Luo Zhan." Li Sicheng mengambil ponsel itu, tidak berbicara. Dengan sebuah senyum kecil, Li Sicheng menunggu. Setelah terdiam untuk waktu yang lama, Luo Zhan bertanya, "Li Sicheng?" "Ya." "Ya Tuhan!" Suara Luo Zhan dipenuhi rasa terkejut dan kegembiraan. "Itu kau. Apakah itu kau? Katakan padaku!" "Ini aku." Dua patah kata sederhana itu membuat suasana hati Luo Zhan yang telah tertekan selama bertahun-tahun menjadi gembira luar biasa. Luo Zhan hanya merasakan sebuah perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dan ketika dirinya berbicara, suaranya terdengar sengau. "Ini kau, Tuhanku, kau di mana?" "Siap untuk pulang." "Ha ¡­." Luo Zhan tidak mengetahui bagaimana suasana hatinya saat ini, senang? Jauh lebih dari senang! Pikiran Luo Zhan sudah keruh, penuh dengan kegilaan, tetapi dengan sebuah pesan: Li Sicheng masih hidup, Li Sicheng masih belum meninggal! Luo Zhan telah hidup selama 31 tahun, dan untuk pertama kalinya, dia merasa bahwa dirinya juga bisa mengalami neuropati 1 . "Hei kau, tunggu aku, aku akan segera ke sana!" Kondisi-kondisi yang terkait dengan gangguan fungsi saraf. Chapter 646 - Pulanglah, Aku Khawatir Akan Dipukuli Li Sicheng tersenyum dan berseru, "Pelan-pelan." "Oke, pelan-pelan." Luo Zhan menutup telepon, dan setelah menyapa stafnya, dirinya pergi keluar. Pada saat yang sama, pria itu menghubungi Ou Ming. Ou Ming telah merasa sengsara selama beberapa tahun. Dia menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Li Sicheng. Ditambah pula dengan masalah Yu Lili, Ou Ming melampiaskan semua kesedihannya pada pekerjaan. Kecepatan perkembangan Grup Ou dalam beberapa tahun terakhir jauh melebihi tahun-tahun sebelumnya, berkat malam-malam tanpa tidur Ou Ming. Ketika Ou Ming menerima telepon Luo Zhan, rapatnya baru saja dimulai. Melihat bahwa yang menelepon adalah Luo Zhan, Ou Ming tidak mengangkat teleponnya, mematikan ponselnya dan melanjutkan rapat tersebut. Luo Zhan mencoba beberapa kali, dan akhirnya panggilan telepon itu tidak mungkin untuk tersambung. Pria itu menyetir sendiri ke arah rumah tua keluarga Li. Ketika mobil baru saja tiba di pintu rumah tua, pasangan itu menerima sebuah panggilan telepon dari Li Jinnan. Su Qianci sedang mengemudi, dan Li Sicheng langsung menjawab teleponnya. "Kakak ipar, aku baru saja membuka Weibo ¡­" "Adik," kata Li Sicheng dengan senyum tipis. "Pulanglah, aku khawatir aku akan dipukuli." Li Jinnan mendengar suara ini, dan setelah hening beberapa saat, dia berkata, "Kau masih hidup?" Li Sicheng tersenyum dan menjawab, "Ya." Li Jinnan tertawa dengan hati yang ringan. Dengan segera, dia menutup telepon. Mobil tersebut telah berhenti, dan Su Qianci tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dia membuka pintu dan menarik suaminya keluar. Jelas terlihat bahwa wanita itu sedang berada dalam suasana hati yang sangat, sangat baik. Dengan sebuah tatapan lembut, Li Sicheng membiarkan dirinya ditarik oleh Su Qianci ke pintu. Tetapi Su Qianci sedang tidak terburu-buru untuk menarik Li Sicheng masuk ke dalam. Meninggalkan suaminya berdiri di pintu, Su Qianci masuk ke dalam sendirian dan berseru, "Dasu, Ersu, Mosen, Kakek, Ibu dan Ayah, apakah kalian di rumah? Keluarlah, kabar baik!" Dasu, Ersu dan Mosen sedang menggambar di kamar ketika mereka mendengar suara ibu mereka. Mereka semua memandang ke arah tutor mereka. Kapten Li sedang bersiap untuk tidur siang di kamarnya. Pada saat itu, dia mendengar suara Su Qianci dan berjalan keluar dengan tongkatnya. Kakek berkata sambil tersenyum, "Kenapa sangat bahagia?" "Kakek!" Su Qianci menyapa pria tua itu dan bertanya, "Di mana ibu dan ayah?" Qin Shuhua juga dengan cepat keluar dari dalam, melihat Su Qianci, dan bertanya, "Apa yang terjadi?" "Ibu!" Dasu dan Ersu berlari keluar, dan Li Mosen mengikuti mereka. Tutornya juga keluar. Su Qianci melihat tutor itu dan tersenyum, "Kau bisa pulang selama sisa hari ini." Tutor itu merasa sedikit terkejut, tetapi dengan segera mengangguk dan kembali ke dalam untuk mengambil tasnya dan selesai bekerja. Su Qianci mempersiapkan diri kakeknya sedikit dan berkata, "Kakek, jika Sicheng kembali, apakah Kakek akan sangat bahagia?" Pria tua itu terkejut, dan terlihat kesedihan di mata tuanya. Dia berkata, "Qianqian, cucuku telah pergi selama bertahun-tahun, dan kau harus menghadapi kenyataan. Lu Yihan adalah seorang pria yang sangat baik, kenapa kau tidak mempertimbangkannya?" "Husss!" Senyum di wajah Su Qianci menjadi semakin cemerlang. Dia memandang pria tua itu dan berkata, "Jangan biarkan Li Sicheng mendengar itu. Dia akan kesal. Dia sedang berdiri di luar sekarang." Li Jianyue mendengar itu dan membelalakkan sepasang matanya yang besar dan bundar dan berkata, "Apakah itu ayah?" kemudian gadis kecil itu berlari ke luar dengan kaki pendeknya dan tiba-tiba berteriak, "Ah!" Chapter 647 - Aku Mengenalmu, Engkau Adalah Ayah Di depan gadis kecil itu ada sebuah sosok yang jangkung. Li Jianyue mendongak, seberkas cahaya matahari yang menyilaukan bersinar di atasnya. Pria itu membelakangi cahaya, menatap gadis kecil tersebut. Karakteristik wajah yang sangat indah, persis sama dengan ayah dalam foto yang telah dilihat oleh Li Jianyue. Mata gadis kecil itu melebar ketika dia berseru, "Ini benar-benar Ayah!" Suara manis itu meluluhkan hati Li Sicheng. Tidak ada yang mengajari gadis kecil itu, kata "ayah" dari mulutnya membuat pria itu merasakan sebuah perasaan yang asing. Kebahagiaan yang tidak akrab menimpa dirinya. Li Sicheng berjongkok, memeluk Li Jianyue dan tersenyum pada wajah kecilnya yang sangat mirip dengan Su Qianci. Akan tetapi, tenggorokannya terhalang oleh sesuatu, membuat matanya terasa sedikit pedih. Li Sicheng ingin berbicara, tetapi dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Li Jianyue menatap pria asing dan familier di depan matanya tersebut, mengerjap, dan menyentuh telinga Li Sicheng dengan telapak tangannya yang lembut. Tetapi ketika gadis kecil itu menyentuh telinga itu, dirinya segera melepaskannya, terkikik-kikik. Li Sicheng menyentuh dua buah kepang rambut kecil putrinya. Tangannya sedikit bergetar. Li Sicheng merasa bahwa dirinya gugup dan merasa sedikit konyol. Sambil tertawa kecil, Li Sicheng menggendong gadis kecil itu, dan berbisik, "Kau kenal aku?" "Iya!" Li Jianyue mengulurkan tangan dan meraih lengan pria itu. Suaranya manis dan gadis kecil itu menatap Li Sicheng sambil tersenyum. "Engkau adalah Ayah!" Orang-orang di dalam dengan jelas mendengar suara Li Jianyue, yang mana mengejutkan semua orang kecuali Su Qianci. "Sicheng?" Qin Shuhua merasa terkejut, dan dengan cepat berjalan ke pintu dengan tidak percaya. Tapi sebelum wanita itu sampai di pintu, dirinya melihat sebuah sosok jangkung berjalan masuk bersama gadis kecil itu. Alis yang sangat dikenalnya, wajah yang sangat dikenalnya ¡­ apakah itu Li Sicheng? "Ya ampun!" Qin Shuhua berseru, tanpa sadar melangkah mundur. Dalam waktu kurang dari dua detik, air matanya sudah meluap. Dengan gemetar, wanita itu bertanya, "Sicheng?" Li Sicheng menggendong anak itu, mengangguk dan memanggil, "Bu." Qin Shuhua merasa sangat bersemangat sehingga dirinya tidak bisa berbicara. "Apakah itu benar-benar kau? Putraku?" Kapten Li melihat Li Sicheng dari belakang, dan matanya sama terbelalaknya ketika dia melihat sosok itu dengan tatapan tidak percaya. Li Jianqian berdiri di belakang Su Qianci dan menyaksikan pria di foto itu tiba-tiba menjadi hidup, dan merasa terkejut. Mata Li Mosen terbelalak dan menatap dengan iri pada Li Jianyue, yang sedang digendong oleh ayahnya. Su Qianci melihat Li Sicheng sedang menggendong putrinya masuk ke dalam dan tertawa. Dia menunduk menatap Li Jianqian dan berkata, "Panggil Ayah." Li Jianqian mengerutkan bibirnya, dan mendelik pada Li Sicheng dengan sepasang mata yang serupa berisi kemarahan yang tidak bisa dipahami. Namun, Li Sicheng tidak mempunyai waktu untuk itu. Qin Shuhua berjalan ke arahnya, menyentuhnya dengan sepasang tangan tuanya. Dengan sentuhan nyata ini, Qin Shuhua tercekat. "Kau akhirnya kembali. Kau masih hidup!" Semua orang mengira Li Sicheng sudah meninggal, dan berpikir Su Qianci sudah gila karena meyakini bahwa suaminya masih hidup. Tapi sekarang, ketika melihat Li Sicheng berdiri di depannya, Qin Shuhua merasa sangat rumit sehingga dirinya bahkan tidak bisa berbicara. Chapter 648 - Kenapa Engkau Memukuli Ayah? Putranya sudah kembali, putranya belum meninggal! Sungguhan! Qin Shuhua meledak dalam tangis dan memeluk Li Sicheng. Li Jianyue masih belum mengerti apa artinya ini. Itu adalah pertama kalinya dia melihat neneknya menangis. Bibir gadis kecil itu berkerut, dia juga menangis. "Huaaaa ¡­." Li Sicheng menggendong gadis kecil itu di satu tangan dan memeluk ibunya dengan tangan lainnya. Pria itu tersenyum dan matanya memerah. Dengan lembut menepuk-nepuk punggung ibunya, Li Sicheng tersenyum dan berkata, "Jangan menangis. Ibu menakuti anak-anak." "Nenek! Jangan menangis." Li Jianyue cemberut, dan wajahnya kemerahan. Alis dan matanya sedikit berwarna merah muda dan wajahnya yang bulat berkerut. Qin Shuhua juga tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Li Jianyue. "Ayo ke Nenek." Li Jianyue menghampiri neneknya, dan dari kejauhan, gadis kecil itu mendengar suara tongkat yang menghantam lantai. Kapten Li datang mendekat dengan sopan santun yang mengesankan. Li Sicheng melihat pria tua itu dan memanggil, "Kakek." Mendengar ini, mata lelaki tua itu menjadi merah. Mengambil tongkatnya, dia menghantamkan tongkat itu ke kaki Li Sicheng. Su Qianci berseru, dan demikian pula Qin Shuhua, menghampiri mereka. Li Sicheng menerima sebuah pukulan dan tidak bergerak. Sebaliknya, dirinya berdiri lebih tegak dengan sebuah postur standar militer. Pria tua itu memukul cucunya berulang kali dengan tongkatnya. Su Qianci dengan segera teringat bahwa Li Sicheng berada dalam kondisi setengah mati di dalam gudang empat tahun yang lalu. Hatinya terasa sakit, dan air matanya mengalir deras. Dia berlari ke depan untuk melindungi suaminya dan berteriak, "Kakek, jangan pukul dia!" Ketika melangkah maju, Su Qianci mendapati bahwa Kakek telah menangis. Pada saat ini, kakek dihentikan oleh Su Qianci, terengah-engah dan meletakkan tongkatnya. "Bagus sekali!" Li Sicheng dengan lembut mendorong Su Qianci menjauh dan menatap pria tua itu. "Kakek, lanjutkan." Pria tua itu bahkan menjadi semakin marah dan berteriak dengan keras, "Apakah kau benar-benar berpikir aku tidak berani!" Dia berkata, mengambil tongkat itu dan memukul cucunya kembali. Tubuh Li Sicheng masih tak bergerak dan tegak. "Dewasalah! Kau sudah dewasa dan meninggalkan keluargamu, istrimu, dan anak-anak! B*jingan kecil!" Setiap kali kakek mengucapkan sepatah kata, tongkat itu dihantamkan pada tubuh cucunya. "Karena kau masih hidup dan telah berkeliaran selama empat tahun. Kenapa kau tidak mati saja di luar? Kenapa kau kembali!" Setelah puluhan pukulan keras, baik Qin Shuhua dan anak-anak itu merasa ketakutan. Li Jianqian dan Li Mosen terkejut dan Li Jianyue hanya menangis. "Kenapa engkau memukuli ayah, Kakek Buyut!" Li Jianyue menangis dan bertanya. "Itu sakit!" Su Qianci merasa hancur hatinya, tetapi Li Sicheng tidak membiarkan istrinya mendekat, jadi wanita itu harus menyaksikan kejadian itu. Mendengar suara putrinya, Su Qianci juga menangis. Akhirnya, pria tua itu merasa lelah dan berhenti. Su Qianci melihat itu dan langsung menghampiri. Melihat tubuh suaminya, air matanya menetes. "Apakah itu sakit?" Li Sicheng menggenggam tangan istrinya dan menggelengkan kepalanya dengan perlahan-lahan. Suaranya lembut, pria itu berkata, "Tidak." Pria tua itu menyeka matanya dan mendengus. "Ledakan besar itu tidak membunuhnya. Sekarang dia pastilah bisa menerima pukulan itu!" Chapter 649 - Orang Ini Tidak Menginginkanmu Lagi Su Qianci merengut, tidak berbicara, dan menggenggam tangan Li Sicheng tanpa bersuara, terisak-isak. "Ketika ayahmu kembali, aku akan memintanya untuk mencambukmu. Aku sangat marah!" Pria tua itu menurunkan tongkatnya, terlihat murka. Liu Sao sudah lama tidak bertemu Li Sicheng, matanya terlihat merah, dia berkata, "Baiklah, yang paling penting Anda sudah kembali. Kakek, istirahatlah." Pria tua itu mendengus dan berjalan ke sofa dengan tongkatnya. Akhirnya selesai. Su Qianci menghela napas lega dan memandangi kedua bocah lelaki yang telah berdiri diam, dan melambai pada Li Jianqian, "Dasu, ayo kemari." Li Jianqian mendengar suara ibunya tetapi tidak bergerak, menatap pria jangkung di sebelah Su Qianci itu. Li Sicheng juga menatap bocah itu dengan sepasang matanya yang dalam. Setelah saling memandang dalam waktu yang lama, Li Jianqian yang pertama kali bertanya dengan nada suara tidak ramah, "Kau adalah ayahku?" Li Sicheng mendengar nada suara bocah kecil itu, sedikit menaikkan alisnya, melengkungkan bibirnya, dan bertanya, "Bagaimana menurutmu?" Ya, tidak diragukan lagi. Sejak mereka lahir, Su Qianci telah menunjukkan kepada mereka foto-foto Li Sicheng, menunjuk ke arah orang di dalam foto-foto tersebut dan memberi tahu mereka: Ini Ayah, ini ayahmu. Terlebih lagi wajah ini sangat mirip dengan wajahnya sendiri. Li Jianqian mengetahui bahwa dirinya terlihat sangat mirip dengan pria ini. Ketika para tetua melihat dirinya, mereka akan berkata: Ini adalah putra Sicheng, terlihat sangat mirip dengan ayahnya. Setiap kalinya Li Jianqian merespons dengan sopan, tetapi hanya bocah itu yang mengetahui bahwa dirinya tidak ingin terlihat seperti orang itu. Su Qianci mengingatkan mereka setiap saat bahwa ayah belum meninggal, dan ayah akan kembali cepat atau lambat. Semua orang mengira bahwa wanita itu menjadi gila, tetapi Li Jianqian mengetahui bahwa hal itu tidak benar. Bocah itu telah mendengar percakapan antara paman dan ibunya. Mereka telah mencari pria itu. Meskipun mereka tidak menemukan apa pun, mereka yakin bahwa ayahnya masih hidup. Tidak hanya itu, dirinya juga mendengar percakapan antara ibunya dan kakek neneknya. Dia mengetahui bahwa orang itu belum meninggal. Tetapi mengapa ayah tidak kembali selama bertahun-tahun? Li Jianqian tidak bisa mengerti. Jika pria ini benar-benar memiliki perasaan yang mendalam pada istrinya seperti yang dikatakan oleh semua orang, mengapa pria itu tidak bisa pulang ke rumah? Pada saat ini, ketika mendengar pertanyaan Li Sicheng, Li Jianqian merasa semakin tidak nyaman. Sambil menatap Li Sicheng, bocah itu tidak mengatakan apa pun. Su Qianci menyadari bahwa Li Jianqian bertingkah aneh, berjalan mendekat, dan berkata, "Panggil dia ayah." Wajah kecil Li Jianqian berkerut. Bocah kecil itu menatap Li Sicheng dan berseru dengan suara lembutnya, "Aku tidak mau!" Lalu dia membalikkan badan, melihat ke arah Li Mosen, dan meraih lengannya. "Mosen, ayo kita masuk ke dalam dan mengerjakan PR kita." "Li Dasu!" Su Qianci merasa agak tidak senang. Dia meraih lengan bocah kecil itu dan berkata, "Kau tidak bisa melakukan ini. Dia adalah ayahmu!" "Bukan!" Li Jianqian menoleh dan wajahnya memperlihatkan kebencian. "Bu, aku selalu berpikir bahwa Paman Lu akan menjadi ayah kami. Orang ini tidak menginginkanmu. Kenapa Ibu ingin aku memanggilnya Ayah?" Kata-kata Li Jianqian mengejutkan semua orang, termasuk Su Qianci. Bocah kecil itu sudah menyingkirkan tangan ibunya dan berlari ke dalam. Su Qianci mau tidak mau memikirkan kejadian di taman hiburan ketika dirinya berlutut di tanah dan berseru kepada Lu Yihan: dia tidak menginginkanku. Chapter 650 - Dia Sepertinya Telah Melakukan Sesuatu Yang Tidak Terlalu Baik Bocah kecil ini benar-benar mengingat hal itu sampai sekarang? Su Qianci merasa tidak bisa bernapas dan mendongak menatap Li Sicheng. Li Sicheng datang dan menarik istrinya berdiri. Mata cerah pria itu juga meredup. Su Qianci tidak menyangka bahwa Li Jianqian akan bereaksi seperti itu dan menghibur suaminya. "Kamu baru saja kembali, Dasu hanya belum terbiasa. Dia akan bersikap lebih baik." Li Sicheng meraih tangan istrinya, mata dan suaranya lembut. "Mungkin." Ketika pria tua itu duduk di sofa dan mendengar kata-kata Li Jianqian, dirinya merasa tidak nyaman, tetapi bahkan merasa semakin bersalah. Kata-kata ini adalah apa yang dirinya katakan kepada anak-anak. Dalam rangka membuat anak-anak tersebut membantu Su Qianci menerima Lu Yihan, dia sering berkata di depan anak-anak: Paman Lu kemungkinan akan menjadi ayah kalian di masa yang akan datang, jadi kalian harus mendengarkan Paman Lu. Jadi ¡­ ehem, dia sepertinya telah melakukan sesuatu yang tidak terlalu baik. Pria tua itu berpura-pura memalingkan wajahnya tanpa mengetahui apa-apa. Dia mengambil remote control dan menyalakan TV. Bel pintu berbunyi. Liu Sao membukakan pintu, dan itu adalah Luo Zhan. Ketika Luo Zhan memasuki pintu, pria itu dengan segera melihat Li Sicheng. Membelalakkan matanya, Luo Zhan hampir berlari menghampiri dan memberi Li Sicheng sebuah pelukan. Li Sicheng tertawa tanpa bersuara dan menepuk-nepuk punggung Luo Zhan. Mata Luo Zhan sedikit memerah, dan dia memukul temannya dengan keras. "Apa yang kau lakukan selama beberapa tahun terakhir?" Li Sicheng baru saja menerima beberapa pukulan di punggungnya. Terengah-engah, dia mendorong Luo Zhan dan berkata, "Sesuatu yang besar!" "Apa? Si*l, apa yang bisa membuatmu pergi selama bertahun-tahun?" Li Sicheng tidak menjelaskan, menahan tinju Luo Zhan dan bertanya, "Di mana Ou Ming?" "Orang itu ¡­." Luo Zhan menghela napas. Saat memandang Li Sicheng, ekspresi wajah pria itu terlihat rumit. "Bagaimana kau bertahan hidup, aku pikir ¡­." Bukan hanya dirinya saja, tetapi banyak orang mengira Li Sicheng sudah meninggal. Luo Zhan selalu berpikir bahwa Su Qianci gila, tidak mau menerima kenyataan. Tetapi sekarang setelah dirinya sendiri melihat Li Sicheng berdiri di hadapannya, Luo Zhan tiba-tiba menyadari bahwa Su Qianci tidak gila sama sekali. Bahkan, wanita itu lebih waras daripada orang lainnya. Su Qianci akhirnya membawa orang yang seharusnya meninggal ini kembali hidup. Ketika mendengar pertanyaan ini, Li Sicheng tertawa kecil. "Ketika Ou Ming datang, aku akan memberi tahu kalian berdua. Aku berutang padanya." Meskipun Li Sicheng tidak mengetahui banyak mengenai situasi Ou Ming yang sebenarnya dalam beberapa tahun terakhir, dirinya masih mempunyai sebuah gambaran. Setelah aborsi Yu Lili, sebagai sahabat terbaik Ou Ming, Li Sicheng seharusnya berdiri di samping sahabatnya dan membuatnya bangkit kembali. Siapa yang mengetahui apa yang telah terjadi ¡­. Dengan sifat orang itu, meskipun Ou Ming tidak akan mengatakannya, tetapi Li Sicheng mengetahuinya, Ou Ming pastilah merasa sangat bersalah. Luo Zhan mengangguk dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Ou Ming. Kali ini, Ou Ming menjawab. "Hei?" Suara Ou Ming terdengar. Li Sicheng mengambil ponsel di tangan Luo Zhan dan memanggil, "Ou Ming." Hening sesaat, dan terdengar sebuah suara yang keras. Kedengarannya seperti ponsel yang jatuh. Luo Zhan menjadi diam, begitu pula Li Sicheng. Terdengar semakin banyak suara benda-benda yang berjatuhan. Setelah beberapa saat, suara Ou Ming terdengar. Berpura-pura tenang, pria itu bertanya, "Luo Zhan?" "Ini aku." Li Sicheng berkata pelan, dengan sebuah senyum tipis yang sulit dideteksi. Ketika Ou Ming mendengar suara ini lagi, napasnya bertambah cepat, dan dia tergoda untuk bertanya, "Sicheng?" Chapter 651 - Ou Ming, Kau Akan Menyesalinya "Ini aku." Li Sicheng mengulangi. Ou Ming telah kehilangan suaranya, dan dia berkata setelah beberapa saat, "Tidak mungkin, Li Sicheng?" Mata Li Sicheng terlihat sedikit tersenyum dan bercanda, "Aku tidak melihatmu selama lebih dari empat tahun. Apa kau bodoh sekarang?" Ou Ming merasa bahwa dirinya pastilah sedang bermimpi, mencubit dirinya sendiri, lalu menutup telepon dan memulai sebuah video call 1 . Video call itu segera diangkat, dan wajah Li Sicheng muncul di depannya. "Kau masih hidup? Masih hidup?" Ou Ming bertanya, wajahnya dipenuhi dengan ketidakpercayaan. "Kau benar-benar masih hidup? Belum meninggal?" "Bagaimana menurutmu?" Ketika Li Sicheng mengatakan itu, Ou Ming hanya merasa bahwa dirinya seolah-olah terbakar, tetapi pada saat yang sama, matanya langsung tertutup kabut. Matanya terasa panas dan merah, Ou Ming dengan bersemangat bertanya, "Di mana kau?" "Di rumah, rumah tua." "Tunggu aku. Aku sedang dalam perjalanan bisnis di ibu kota!" Ou Ming langsung memanggil asistennya. "Tolong pesankan tiket penerbangan yang paling cepat untuk kembali ke Kotaraja!" Asisten itu berkata, "Tapi, mereka masih menunggu kita untuk menandatangani kontrak. Ada sebuah acara dengan Shengfeng besok, dan lusa ¡­" "Batalkan semuanya!" Ou Ming melambaikan tangannya, dan asistennya terlihat sedikit khawatir. "Tidak perlu," Li Sicheng menghentikan Ou Ming dan merasa sedikit geli. "Urusan bisnis terlebih dulu. Aku tidak akan pergi lagi setelah kembali kali ini." Ou Ming mendengar ini dan melihat raut wajah khawatir asistennya. Pria itu menghela napas dan mengangguk. "Oke, tunggu aku." "Tentu saja." Li Sicheng tersenyum sedikit dan mengulurkan tangannya yang sudah terkepal untuk disentuhkan ke layar ponsel. Ou Ming juga mengulurkan kepalan tangannya. Sang asisten melihat ini dan pergi keluar lagi, menutup pintu di belakangnya. Untuk sementara waktu, di dalam ruang konferensi itu, hanya Ou Ming yang tertinggal. Hati Ou Ming serasa tercabik-cabik, dan ketika dirinya duduk kembali di kursinya, dia bahkan merasa kesulitan untuk bernapas. Akhirnya, sahabatnya kembali. Li Sicheng masih hidup, dia masih hidup ¡­ dia akhirnya kembali. Betapa menakjubkan. Li Sicheng sudah kembali, bagaimana dengan wanita itu? Dalam benak Ou Ming, sebuah wajah yang telah pergi selama empat tahun itu muncul kembali. Kesombongan, keganasan, dan perilaku wanita itu terukir jelas dalam benaknya. Empat tahun yang lalu, wanita itu menggugurkan anaknya dan berkata tanpa belas kasihan, [Ou Ming, apakah kau pikir dirimu menawan? Aku tidak bercanda, aku sudah sangat jelas sejak awal, aku menginginkan uangmu! Sekarang aku punya cukup uang, wajar saja kalau aku ingin putus denganmu! Kenapa aku ingin memiliki anakmu? Aku tidak serendah itu! Aku melakukannya dengan sengaja. Aku tidak menginginkan anakmu, jadi aku minum obat untuk menyingkirkan janin itu. Sekarang kau telah meniduriku, hanya kau seorang. Kau membunuh anakmu sendiri!] Pada saat itu, Ou Ming sangat marah sehingga dirinya menampar wanita itu, dan hampir mencekiknya sampai mati di tempat tidur. Pada akhirnya, sang perawat datang tepat pada waktunya dan meminta seseorang untuk menarik pria itu. Mata Yu Lili merah, dan dia mendelik pada pria itu dan berteriak dengan keras: [Ou Ming, kau akan menyesalinya!] [Menyesal? Satu-satunya hal yang aku sesali adalah tidur dengan wanita seperti kau! Karena kau, aku membunuh sahabatku, kecuali jika Li Sicheng menjadi hidup kembali, aku tidak akan pernah berurusan denganmu selama sisa hidupku! Enyahlah! Jangan muncul di kota ini nanti, kalau tidak, aku akan mencari seseorang untuk membunuhmu! Dasar pel*cur!] Terlalu melelahkan. Itu terlalu melelahkan untuk mempertahankan seorang wanita yang tidak menyukai dirinya. Ou Ming meletakkan sikunya di atas meja dan memegangi kepalanya yang terasa sakit. Telepon dengan tampilan video, yang mampu menampilkan video dan audio secara simultan untuk komunikasi antar orang secara langsung. Chapter 652 - Bagaimana Kau Bisa Membandingkan Paman Lu Dengan Ayah? Setelah tinggal di kantor sendirian untuk waktu yang lama, Ou Ming mendengar sekretarisnya mengetuk pintu dan masuk ke dalam. "Tuan Ou, partner 1 kita sudah di sini." "Oke, biarkan beliau duduk sebentar." "Ya." Ou Ming dengan cepat berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya sebelum dirinya pergi keluar. - Setelah mengembalikan ponselnya pada Luo Zhan, kedua pria itu duduk di sofa ruang keluarga dan mengobrol. Su Qianci pergi ke kamar anak-anak dan mendapati bahwa Li Jianqian sedang bermain sebuah game dengan Li Mosen di ruangan itu. Li Jianyue pergi bermain boneka bersama Qin Shuhua. Lantai kamar anak-anak dialasi dengan alas busa berwarna, dan Li Jianqian sedang duduk di lantai pada saat itu dengan ponsel yang diletakkan di tempat tidur. Su Qianci mengawasi putranya memainkan game ponsel itu, dan ketika bocah itu membunuh monsternya, wanita itu memanggil, "Dasu." Li Jianqian tidak menoleh dan melanjutkan bermain. "Ayah sudah kembali, apakah kau tidak bahagia? Ayah sudah lama berada di luar, dan dia benar-benar ingin bertemu dengan dirimu dan adik perempuanmu. Ayah selalu sangat menyukaimu. Kenapa kau tidak memanggilnya ayah?" Li Jianqian terbunuh dalam game tersebut. Merasa sedikit tidak senang, bocah laki-laki itu meletakkan ponselnya, berdiri dan menjejakkan kakinya. Su Qianci menarik Li Jianqian dan memeluk putranya dengan kedua tangannya, sehingga bocah laki-laki itu tidak bisa pergi. "Ayo keluar bersamaku dan bertemu ayahmu?" Li Mosen sedang bermain game sambil mendengarkan percakapan tersebut, jadi dia terbunuh beberapa kali dalam game itu. "Tidak." Li Jianqian meronta-ronta dengan tidak nyaman dan ingin turun ke lantai. Setelah mengetahui bahwa dirinya tidak bisa melakukannya, bocah laki-laki itu menjadi diam dan berkata, "Aku tidak suka dia." "Kenapa? Dia adalah ayahmu." "Aku hanya tidak menyukainya saja, aku benci dia!" Li Jianqian melirik ke arah Su Qianci dan berkata, "Dia tidak menginginkanmu, dia tidak menyayangimu sama sekali. Dia tidak memperlakukan Ibu sebaik Paman Lu!" Selama bertahun-tahun, semua orang telah menyaksikan bagaimana Lu Yihan memperlakukan Su Qianci. Namun, Su Qianci hanya menganggapnya sebagai seorang teman. Wanita itu tidak pernah berpikir bahwa bahkan Li Jianqian, seorang anak berusia empat tahun dapat melihatnya dengan sangat jelas. Dia sedikit tertegun, tetapi kemudian dia mencubit wajah putranya dan berbisik, "Paman Lu adalah pamanmu. Bagaimana kau bisa membandingkan Paman Lu dengan Ayah?" "Kenapa tidak? Paman Lu juga bisa menjadi ayah kami. Dia sangat baik pada kita, benar kan? Mosen?" Li Jianqian memandang ke arah Li Mosen. Li Mosen mendengar kata-kata itu, mengerjapkan mata, dan ingin mengangguk. Tetapi melihat ekspresi wajah Su Qianci, dia segera menundukkan kepalanya dan tidak mengungkapkan pendapatnya. Li Jianqian melihat ini dan mendengus, "Apa yang kau takutkan? Ibuku tidak akan memukulmu!" Li Mosen meletakkan ponsel itu ke samping. Sambil meletakkan tangannya di tempat tidur, dia berkata dengan suara lembut dan mata birunya berkedip, "Ayahmu lebih baik. Semua orang berkata bahwa ayahmu adalah seseorang yang sangat berkuasa dan menghasilkan banyak uang ketika dia muda. Ayahmu membeli banyak rumah yang besar dan memiliki banyak mobil. Semua mobil di halaman kita dibeli oleh ayahmu. Ini yang dikatakan Nenek dan Paman Luo kepadaku." "Paman Lu juga punya sebuah rumah yang besar dan sebuah mobil!" Su Qianci mendengar kata-kata itu, menjadi terdiam untuk sesaat, dan bertanya, "Kenapa kau sangat menyukai Paman Lu?" Bocah laki-laki kecil itu memandang Su Qianci dan tidak ragu untuk berseru, "Karena Paman Lu menyukai Ibu!" "Ayah juga menyukai Ibu. Ayah juga sangat menyukai Dasu dan Ersu. Ibu yakin ayah juga akan sangat menyukai Mosen." Orang (badan usaha dan sebagainya) dari dua pihak yang berbeda yang bekerja sama karena saling membutuhkan atau melengkapi (dalam suatu kegiatan, usaha dagang, dan sebagainya); mitra. Chapter 653 - Orang Itu Sudah Meninggal Sejak Lama "Orang itu tidak menyukaimu. Jika dia menyukai Ibu, dia tidak akan pergi untuk waktu yang begitu lama." Mata Li Jianqian persis sama dengan mata Li Sicheng, gelap dan jernih, cerah dan indah. "Jika orang itu benar-benar mencintai seseorang, dia tidak akan tega untuk meninggalkannya." Su Qianci mendengar ini dan hatinya bergetar. Sulit dipercaya bahwa perkataan ini sebenarnya berasal dari mulut seorang anak yang berusia kurang dari empat tahun. Saat memandang putranya, wanita itu merasa sedikit bingung. "Ini yang dikatakan Paman Lu padaku." Li Jianqian berkata. Su Qianci merasa sedikit tersentuh dan senyumnya menghilang. Dia meremas wajah bocah laki-laki itu. Saat memikirkan Lu Yihan, mata wanita itu meredup. "Ayahmu mengalami masa yang sulit. Dia digunakan oleh orang-orang jahat karena ayah ingin melindungi Ibu. Sekarang, orang-orang jahat itu sudah dikalahkan oleh ayah, jadi ayah kembali." Li Jianqian menatap mata Su Qianci dan memandang ibunya dengan tidak senang. Bocah itu bertanya, "Bu, apakah engkau pikir aku adalah Ersu?" Su Qianci tersenyum dan berbisik, "Ingat saat terakhir kali kau diculik bersama adikmu?" "Ya, kelinci kecil itu dibunuh oleh Ersu." "Iya." Su Qianci bahkan tersenyum semakin lebar. "Pada waktu itu, ada seorang pria dengan kacamata hitam dan topi, ingat?" "Ya, orang jahat itu ingin menangkap kami. Untungnya, Ibu ada di sana, atau kita akan dibawa pergi." "Tidak," Su Qianci menggelengkan kepalanya. "Pria itu adalah ayah. Hanya pada saat itu ayah tidak bisa datang kepada kita, jadi dia harus memakai topi dan kacamata, dan terakhir kali ayah berada di taman hiburan, Ibu dan Ersu hampir meninggal. Apakah kau ingat?" "Iya." Tetapi karena dirinya terlalu pendek, Li Jianqian tidak bisa melihat apa telah yang terjadi, dan Lu Yihan memberi tahu mereka setelahnya. "Waktu itu ayahmu menyelamatkan Ibu dan adikmu. Matahari sangat terik pada hari itu. Ayahmu berkeringat. Setelah menurunkan adikmu, ayah datang menjemputku. Jika bukan karena ayahmu, maka kau tidak akan memiliki seorang ibu." Li Jianqian mendengarkan kata-kata ibunya dan merasa sedikit tidak percaya. "Benarkah?" "Tentu saja itu benar." Su Qianci mengetuk hidung putranya. "Kapan Ibu pernah menipumu?" "Tapi Paman Lu mengatakan bahwa itu karena Ibu sedang memiliki sebuah ilusi. Orang itu hanyalah orang asing yang baik, bukan orang itu. Orang itu sudah meninggal sejak lama." "Ternyata dia tidak meninggal, kan? Itu adalah ayah pada hari itu." Li Jianqian tidak bisa berkata-kata, tetapi masih belum merasa yakin. "Kenapa orang itu lari lagi setelahnya, membuat Ibu menangis sangat keras? Kenapa dia membiarkan Ibu menangis? Jika kau mencintai seseorang, kau tidak bisa membiarkannya menangis, kan?" "Ini juga yang diajarkan Paman Lu kepadamu?" Ketika mendengar kalimat seperti ini dari seorang anak berusia tiga tahun dari waktu ke waktu, Su Qianci merasa sedikit tercengang. Li Jianqian mendongak dan berkata dengan yakin, "Ya! Paman Lu mengajariku banyak hal, tidak seperti orang itu. Orang itu tidak pernah mau repot-repot berbicara dengan kami." "Hei ¡­ Dasu ¡­." Su Qianci merasa sedikit lelah. Mengapa bocah kecil ini sangat mirip dengan ayahnya, begitu keras kepala saat dia sudah membuat keputusan? Ersu jauh lebih baik, naif dan menggemaskan, meskipun tidak secerdas Dasu, gadis kecil itu lebih mudah untuk didisiplinkan. Su Qianci merasa tidak berdaya, menggendong bocah laki-laki kecil itu dan mencoba untuk mengatakan sesuatu, ketika dirinya mendengar suara langkah kaki datang dari luar. Derap langkah kaki yang sangat dikenalnya - itu adalah Li Sicheng. Pria jangkung itu berjalan masuk, dan ketika bocah laki-laki itu melihat ayahnya, dia langsung memalingkan wajahnya, turun dari lengan Su Qianci, dan bergabung dengan Li Mosen. Chapter 654 - Apanya Yang Hebat! Putranya menolaknya. Li Sicheng bisa melihat itu. Terutama ketika dirinya mendengar Paman Lu berkali-kali dari bocah laki-laki itu, Li Sicheng merasa hatinya sedang dicakar oleh seekor kucing. Dia ingin mengajari bocah kecil itu sebuah pelajaran dan menunjukkan kepada Li Jianqian siapa ayahnya. Tetapi itu tidak akan berhasil. Li Sicheng merasa sakit kepala. Dia melepas sepatunya dan menginjak alas busa berwarna itu. Li Jianqian sedang menyaksikan Li Mosen yang sedang bermain game. Li Sicheng berjalan ke antara dua buah tempat tidur kecil itu dan kebetulan berada di seberang mereka. Pria itu bertanya, "Apa yang kalian mainkan?" "Game baru! Aku tidak tahu apa namanya," jawab Li Mosen, sambil melawan monster itu. Bocah itu segera mati dalam game tersebut. Dia berkata dengan suara kecewa, "Terlalu sulit untuk membunuh bos besar ini. Aku sudah mati berkali-kali!" "Biarkan aku mencoba!" Li Jianqian mengambil ponselnya dan mulai melawan monster itu, tetapi setelah beberapa saat, dia terbunuh dua kali dan melemparkan ponsel tersebut. "Ini terlalu sulit. Aku menyerah!" Ponsel itu kebetulan mendarat di depan Li Sicheng, pria itu mengambilnya dan mengetuk untuk memulai game itu lagi. "Wahhh!" "Wahhh!" Suara monster yang terbunuh itu berlanjut, dan Li Mosen dengan cepat berputar menghampiri untuk melihat Li Sicheng bermain. "Shiu Shiu Shiu" Ini adalah suara gerakan yang mematikan dalam game tersebut. Biasanya, Li Jianqian hanya bisa membuat dua atau tiga suara saja, tetapi gerakan mematikan Li Sicheng tak henti-hentinya terdengar. "Wow! Itu menakjubkan!" Li Mosen terkagum-kagum. "Dasu, kemarilah. Ayahmu luar biasa!" Mendengar kata ''Ayahmu'', Dasu langsung merasa lebih baik dari Li Mosen. Jari-jari ayahnya menari-nari di atas ponsel, ketika bocah laki-laki itu mendengar seruan Li Mosen, "Wow, wow, bosnya sekarat! 50% sekarang!" Li Jianqian mendengarnya dan telinganya bergerak-gerak. Meskipun dirinya tergoda, bocah laki-laki itu tidak menghampiri ke sana dan berkata dengan wajah tegas tanpa basa-basi, "Dia adalah orang dewasa, jadi tentu saja dia lebih baik!" Su Qianci mencibir dan berkata, "Tapi Ayah bermain untuk pertama kalinya. Ibu juga orang dewasa, tapi aku tidak tahu bagaimana cara memainkan game ini." Li Jianqian merengut dan masih duduk tegak. "Boom!" Suara bos besar yang terbunuh itu terdengar, dan Li Mosen sudah sepenuhnya memuja. "Paman, engkau sangat hebat, jauh lebih hebat daripada Paman Luo!" "Level kedua sekarang." Mata Li Sicheng melembut ketika dirinya menyerahkan ponsel itu kepada Li Mosen, "Ayo mainkan, panggil aku jika kau butuh bantuan." "Terima kasih Paman!" Li Mosen mengambil ponsel itu dengan gembira dan berlari ke samping Li Jianqian, duduk di lantai dan bermain. Sambil memperhatikan Li Mosen bermain, Li Jianqian tidak bisa menahan dirinya untuk menatap pria yang duduk di seberangnya. Li Sicheng juga menatap bocah itu, sepasang mata gelap dan indah yang mengandung emosi yang dalam. Li Jianqian menyadari tatapan pria itu, sedikit tersipu malu dan mendengus. Kemudian bocah itu memalingkan wajahnya dan mengabaikan Li Sicheng. Su Qianci merasa sedikit khawatir. Ketika wanita itu hendak mengatakan sesuatu, Li Sicheng memberi istrinya sedikit dorongan. Pria itu berkata, "Ayo kita keluar." Li Jianqian sedikit terkejut. Dia mengira pria ini akan berbicara dengannya! Bukankah pria itu ingin dirinya dimaafkan? Kenapa tidak berbicara dengannya? Li Jianqian merasa sedikit marah. Meskipun merasa jengkel, bocah laki-laki itu tidak menunjukkannya. Su Qianci menatap Li Jianqian dan mengangguk. Wanita itu berdiri dan berjalan keluar dengan Li Sicheng. Melihat bahwa mereka benar-benar mengabaikannya, Li Jianqian merasa sangat marah sehingga wajah kecilnya berkerut. "Apanya yang hebat!" Chapter 655 - Keluar Dari Tubuhku Baik Su Qianci dan Li Sicheng keduanya mendengar kata-kata Li Jianqian. Su Qianci merasa terkejut, tetapi Li Sicheng melengkungkan bibirnya seolah-olah dirinya sudah menduganya. "Kamu tidak mau masuk dan membujuk Dasu?" Ini adalah pertama kalinya Su Qianci melihat bocah laki-laki ini merasa sangat kesal. Jelas terlihat, itu adalah karena Li Sicheng. Jika suaminya tidak masuk ke dalam pada saat ini, akankah bocah kecil itu semakin membenci ayahnya? Saat memikirkan hal ini, Su Qianci merasa agak tertekan. Li Jianqian menyukai Lu Yihan, yang sudah diketahui oleh Su Qianci, tapi dirinya tidak menyangka putranya begitu menyukai paman ini. Bisa dikatakan bahwa Li Jianqian menganggap Lu Yihan sebagai seorang ayah. Li Sicheng datang empat tahun kemudian setelah Lu Yihan, dan Li Jianqian begitu keras kepala. Bagaimana jika bocah itu terprovokasi lagi? Li Sicheng tidak peduli. Melihat ekspresi wajah Su Qianci, pria itu tersenyum dan melingkarkan lengannya di pinggang istrinya, berbisik, "Aku punya trikku sendiri. Anak ini adalah putraku, dan aku mengenal bocah itu lebih baik daripada kamu." "Ha, kamu bahkan tidak kenal bocah itu." Su Qianci mendorong Li Sicheng, berpikir bahwa suaminya sedang menghibur dirinya sendiri. Li Sicheng membelai rambut istrinya dan tertawa kecil. "Bagaimana mungkin aku tidak mengenal dia? Bocah itu juga keluar dari tubuhku." Wajah Su Qianci memerah, mengulurkan tangan dan memukul suaminya. "Dasar tak tahu malu!" Li Sicheng menangkap tangan istrinya dan mendorong wanita itu menempel ke dinding di depannya, menyentuh pahanya dan berbisik ke telinganya, "Aku bahkan bisa lebih tak tahu malu, kamu tahu ¡­." Wajah Su Qianci semakin terasa panas, dan detak jantungnya bertambah cepat. "Jangan main-main. Kita masih berada di lorong. Anak-anak tidak bisa melihat kita seperti ini." Li Sicheng tertawa dan menarik istrinya, meraih pinggang wanita itu, dan berjalan bersama ke ruang keluarga. Sebelum keluar, mereka mendengar suara Li Jinnan. Li Sicheng sudah lama tidak melihat adiknya ini. Ketika mendengar suara adiknya, pria itu segera mempercepat langkahnya. Ketika dirinya keluar, Li Sicheng langsung merasa terkejut dan takut. Li Yao dan Li Beixing juga berada di ruang tamu. Tampaknya mereka baru saja tiba. Menyadari suara di belakangnya, Li Yao dan Li Beixing menoleh dan melihat ke arah Li Sicheng. Li Beixing tercengang seolah-olah dirinya telah melihat hantu. Dan Li Yao juga tertegun. Melihat senyum Su Qianci, pria itu merasa tidak percaya. Li Beixing langsung berjalan mendekati Li Sicheng, menjulurkan tangan untuk menyentuh adiknya dan berteriak, "Ya Tuhan, kau masih hidup!" Su Qianci dan bahkan Li Sicheng tidak bisa menahan senyum mereka. Li Sicheng berkata, "Kakak, ayah, adik, aku kembali." Suara yang sangat dikenal, raut wajah yang sangat dikenal, hanya jauh lebih kurus. Li Beixing tertawa terbahak-bahak dan merentangkan tangannya untuk memeluk adiknya. Merasa gembira luar biasa, Li Beixing berkata sambil bersorak, "Adikku! Ini benar-benar kau!" Li Yao melihat segalanya dan berjalan ke arah Li Sicheng dengan topi militernya di tangannya. Matanya sedikit memerah. Setelah jauh dari putranya selama empat tahun, rambut Li Yao sedikit beruban dan terlihat jauh lebih tua. Li Sicheng merasa bersedih hati. Saat melihat Li Yao, Li Sicheng dengan lembut mendorong Li Beixing menjauh dan memanggil, "Ayah ¡­." Li Yao menghampiri, menjulurkan tangan, menyentuh lengan putranya dan mengangguk. "Kau sudah kembali?" Terdengar suara rintihan yang sangat samar di suaranya, hampir tidak terlihat. Li Sicheng mengangguk dan hendak berbicara, ketika dirinya mendengar ayahnya berteriak dengan keras, "Berlutut!" £¬ Chapter 656 - Pengakuan Teriakan tak terduga ini membuat semua orang terkejut. Saat terakhir kali, di ruang kerja, ketika ayahnya meminta Li Sicheng untuk berlutut, dia tidak melakukannya. Pada saat itu, Li Sicheng berdiri tegak dan berkata dengan nada suara tegas bahwa dirinya tidak bersalah. Kali ini ¡­. Raut wajah Li Sicheng secara tak terduga terlihat tenang. Mendorong Su Qianci menjauh dengan lembut, Li Sicheng menekuk kakinya dan berlutut. "Maaf, Ayah, aku salah." Li Yao menatap Li Sicheng yang sedang mengakui kesalahannya, dan napasnya bahkan semakin memburu. Pria tua itu mendelik pada putranya dengan mata yang merah. "Beixing! Ambilkan cambukku!" "Tidak perlu!" Suara tua itu terdengar perlahan. Kapten Li berjalan menghampiri dengan tongkatnya. Sambil menatap cucunya, kakek memukul Li Sicheng dua kali lagi. "Aku baru saja memukuli bocah b*jingan ini puluhan kali. Bahkan tanganku terasa sakit sekarang. Kau ingin membunuh putramu?" Li Yao mendekat untuk memegang lengan ayahnya tanpa berbicara. Li Beixing melirik mereka dan berpura-pura tidak mendengar hal itu. Li Yao mendengus dan bertanya, "Di mana kau selama bertahun-tahun ini?" Li Sicheng terdiam sesaat, mendongak menatap ayahnya dan bertanya, "Ayah, dapatkah aku berdiri dan memberitahumu? Putraku masih berada di dalam. Akan sangat mengerikan jika putraku melihatku seperti ini." Li Yao hampir merasa geli, berusaha untuk tidak menendang putranya. Li Sicheng dengan cepat memalingkan muka dan berdiri dari lantai. Su Qianci merasa takut Li Sicheng akan terjatuh, dan dengan cepat memeluk suaminya dan memanggil, "Ayah ¡­." Ketika melihat ini, Li Yao mendengus dan terlihat kesal, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Berjalan menuju sofa dan duduk, Li Yao bertanya, "Aku dengar bahwa apinya sangat besar pada hari itu. Bagaimana caramu melarikan diri?" Yang lebih penting lagi, Li Sicheng terlihat dalam kondisi setengah mati pada saat itu, kondisinya sangat serius sehingga dirinya tidak bisa bergerak. Bagaimana Li Sicheng bisa kabur setelahnya? Bukan hanya Li Yao, semua orang merasa penasaran tentang hal ini, menunggu penjelasan Li Sicheng. Li Sicheng berjalan menghampiri dan duduk di hadapan ayahnya. Li Beixing dan Li Jinnan duduk bersama dengan Li Yao. Su Qianci dan Li Sicheng duduk di sofa bersama kakek mereka. Jadi mereka semua saling berhadapan. Luo Zhan duduk di sebuah kursi dan mengambil teh untuk dirinya sendiri. Pria itu melihat bahwa Li Sicheng tidak dicambuk dan merasa sedikit kecewa. "Aku diselamatkan oleh Tang Mengying." Kalimat pertama itu mengejutkan semua orang. Khususnya Su Qianci yang merasa sangat terkejut, sambil menggenggam tangan suaminya. Li Sicheng mengambil tangan istrinya dan berkata dengan perlahan, "Tang Mengying sudah pergi dan kembali lagi bersama Bo Xiao. Bo Xiao menembak polisi yang mengawasiku, kemudian dia dan Tang Mengying membawaku keluar. Rong Anna mengalihkan perhatian petugas polisi yang mengejar mereka dan kemudian pergi untuk menjemput Bo Xiao dan Tang Mengying. Aku dilempar ke dalam bagasi. Kemudian mereka mengirimku ke sebuah rumah sakit kecil. Aku koma selama seminggu di rumah sakit dan kemudian terbaring di tempat tidur selama lebih dari setengah tahun." Penjelasan singkat itu terdengar menyeramkan, membuat semua orang menjadi terdiam. Liu Sao dan Qin Shuhua sedang sibuk di dapur. Qin Shuhua keluar membawa buah-buahan dan kebetulan mendengar kata-kata Li Sicheng, dan air matanya langsung menetes. Setelah meletakkan buah itu di atas meja, wanita itu duduk di samping suaminya, dan matanya memerah. Keadaan Su Qianci tidak jauh lebih baik daripada ibu mertuanya. Dia menggenggam tangan Li Sicheng lebih erat dan semakin erat. "Setelah aku bisa bergerak, mereka mengirim orang untuk mengurungku. Aku ditahan selama satu setengah tahun. Ada seorang pelayan yang telah lama menyamar di keluarga Tang. Namanya Jing Sao." Chapter 657 - Dia Adalah Seorang Pecandu Narkoba "Identitas Jing Sao adalah seorang petugas polisi. Jing Sao bertanya apakah aku ingin menyamar bersamanya. Aku diberi narkoba oleh Tang Mengying dan menjadi kecanduan ¡­." "Apakah kau seorang pecandu?" Li Beixing terkejut dan memelototi Li Sicheng. Li Sicheng memandang Li Beixing dan mengangguk. Su Qianci memikirkan suara yang dirinya dengar pada malam itu, rasa sakit dan ketidakberdayaan Li Sicheng semuanya sungguhan! Saat mengepalkan tangannya, hati Su Qianci serasa dicabik-cabik. "Jing Sao berjanji untuk membantuku membersihkan pengaruh narkoba dari tubuhku, tetapi syaratnya adalah bahwa aku harus membantunya memusnahkan geng perdagangan narkoba tersebut. Aku berjanji. Kemudian, kami menghabiskan waktu setengah tahun untuk membersihkan pengaruh narkoba dari tubuhku. Dengan bantuannya, aku berlatih dengan polisi, berpura-pura dikurung saat mengumpulkan barang bukti kejahatan mereka dengan polisi. " Meskipun kata-kata yang Li Sicheng gunakan sangatlah sederhana, Luo Zhan bisa membayangkan betapa mengerikannya hal itu. Merasa sedikit terkejut, dia hanya bisa berpikir secara diam-diam: hanya Li Sicheng yang dapat melakukan hal itu, jika itu dirinya sendiri, dia pastilah sudah mati di sana. "Baru bulan lalu, aku mencoba untuk mengungkapkan informasi kepada Jing Sao dan membiarkan polisi itu membantuku bekerja sama dengan TL. Dengan cara ini, waktu yang dibutuhkan untuk mengalahkan TL telah diperpendek. Hanya setelah TL diselesaikan, kami dapat pergi jauh ke dalam Keluarga Bo. Benar saja, ketika TL dihancurkan, Grup Bo mulai mentransfer narkobanya. Tetapi karena hal ini, penyamaranku terbongkar." Saat mendengarkan Li Sicheng, semua orang bahkan merasa semakin terkejut. "Tapi untunglah semuanya berakhir dengan baik. Sekarang aku kembali." Li Sicheng mengepalkan tangan Su Qianci, menenangkan istrinya. Suaranya rendah dan lembut. "Sekarang semuanya baik-baik saja. Jangan takut." Kapten Li segera memikirkan berita yang dilihatnya pagi ini dan bertanya, "Grup Bo yang kau katakan tadi, apakah itu perusahaan Alat Musik Bo? Aku dengar mereka sudah melarikan diri. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Mata Li Sicheng menjadi dalam dan dia berkata, "Ini adalah kelemahan dari terbongkarnya penyamaranku. Jika kita memiliki waktu setengah bulan atau sebulan lagi, kita dapat dengan sempurna menyingkirkan mereka semuanya. Tindakan ini masih terlalu tergesa-gesa dan belum matang. Tokoh utamanya melarikan diri, tetapi mereka mengalami kesulitan untuk melindungi diri mereka sendiri dan tidak akan kembali dalam waktu singkat." Yang lebih penting lagi, Li Sicheng sudah menjebak mereka, selama mereka tidak bisa menunggu dan mengaktifkan perangkap miliknya, orang-orang yang telah dia atur bisa menangkap mereka kapan saja. Pria itu percaya bahwa hal itu akan berhasil. Mata Li Sicheng menjadi dalam saat dirinya memikirkan hal tersebut. Qin Shuhua menangis dan memukul suaminya. Dia berkata, "Sicheng sudah sangat menderita di luar, dan kau masih ingin memukulnya. Apakah kau adalah ayahnya?" Li Yao menghela napas dan tidak berbicara. Liu Sao hampir menyelesaikan pekerjaannya di dapur, dan dia tidak mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan. Ketika melihat suasana yang begitu serius itu, dia berkata, "Ayo makan. Maukah Anda memanggil anak-anak?" "Kalau begitu kau tidak akan kembali lagi nanti?" Li Yao bertanya pada Li Sicheng. Li Sicheng menggelengkan kepalanya. "Tidak, hal-hal lain dapat diserahkan kepada polisi. Itu tidak ada hubungannya denganku sekarang." "Itu bagus. Ayo kita makan!" Li Yao berdiri dan keluarga itu dengan cepat pergi menuju meja makan. Su Qianci membawa anak-anak ke ruang makan, dan wajah kecil Li Jianqian terlihat kesal. Terutama setelah melihat Li Sicheng sedang duduk di sebelah Su Qianci, bocah itu menjadi semakin kesal. Chapter 658 - Bersikap Tidak Peduli, Siapa Yang Takut? "Ersu mau makan kepiting!" Suara manis Li Jianyue terdengar, saat dirinya menunjuk ke arah kepiting merah besar di atas meja itu, menjilat mulutnya dan menatap Su Qianci. "Bu, aku mau makan itu." Su Qianci tersenyum dan mengambil sebuah kepiting. "Biarkan Ayah yang mengupaskannya untukmu?" Li Jianyue menatap kepiting merah itu dengan mulutnya yang berliur dan dengan segera mengangguk. Su Qianci memberi putrinya sesuatu yang lain dan berkata, "Makanlah sesuatu yang lain dulu, biar Ayah yang mengupas kepitingnya untukmu." Bibir Li Sicheng melengkung, menggunakan jari-jarinya untuk memisahkan telur kepiting tersebut. Dengan hati-hati melepaskan bagian yang tidak bisa dimakan, dia bertanya, "Ersu mau pakai cuka?" "Iya!" Ersu menjilati mulutnya dan memandangi kepiting merah itu dengan penuh semangat. Li Sicheng mengambil daging kepiting itu di tangannya dan mencelupkannya ke dalam sedikit cuka. Dia sengaja menggoda putrinya, "Kau panggil aku apa?" "Ayah!" Li Jianyue tidak mempunyai prinsip atau sikap apa pun. Dia menatap kepiting di tangan ayahnya dan berseru, "Ayah, aku mau makan itu!" Li Sicheng merasa sangat gembira dan menyuapkan kepiting itu pada putrinya. Li Jianyue langsung membuka mulutnya dan tersenyum dengan senang. Su Qianci menyuapkan sesendok nasi dan Li Jianyue juga memakannya, mengunyah dengan sibuk. Li Jianqian sedang memakan nasinya sambil menatap ke arah mereka dengan tatapan iri. Dia memandang ke arah Luo Zhan dan berkata, "Paman Luo, aku juga mau kepiting!" Luo Zhan sedang sibuk memakan makanannya dan bahkan tidak melirik bocah itu. "Minta ayahmu untuk mengupaskannya untukmu. Dia benar-benar pandai dalam hal itu." Li Jianqian melihat bahwa Luo Zhan tidak mau membantu dan menjadi kesal. Bocah itu mendengus dan meraih kepiting itu sendiri. Tapi ¡­ saat menatap kepiting merah itu, Li Jianqian tidak mengetahui harus berbuat apa. Li Mosen memandang Li Jianqian dengan takjub dan bertanya, "Apa kau bisa mengupasnya, Dasu?" Li Jianqian merasa bahwa dirinya sedang diprovokasi, dan berkata dengan wajah datarnya, "Tentu saja, apa susahnya! Paman Lu pernah mengajariku. Ini sangat sederhana!" Sambil mengatakan itu, Dasu menyentuh kepiting tersebut dan menarik tangannya kembali, serasa terbakar. Li Sicheng dengan perlahan mengupas kepitingnya, menyerahkan telur kepiting kepada Su Qianci dan berkata, "Makanlah lebih banyak. Kepiting di musim ini adalah yang terbaik." Su Qianci mengetahui bahwa suaminya mengatakan itu dengan sengaja. Wanita itu melirik Li Jianqian dan melihat bahwa wajah kecilnya merengut, mata kecilnya berwarna merah, dan bocah itu menoleh untuk menatap ayahnya. Li Jianqian hanya meletakkan kepitingnya di atas meja dan menolak untuk memakannya! Bocah itu bisa memilih untuk tidak memakannya. Apa masalahnya! Huh! Li Jianqian mengambil sendoknya dan pergi untuk mengambil bakso yang berada tidak jauh darinya, tidak bersedia memanggil Li Sicheng dengan sebutan ayah. Orang-orang dewasa itu saling memandang satu sama lain dan memandang ke arah Li Sicheng. Li Sicheng makan dengan elegan, tanpa ada keinginan untuk membantu anak itu dengan kepitingnya. Su Qianci menyenggol suaminya dan berkata, "Dasu juga suka kepiting." "Oh, benarkah itu?" Li Sicheng memandang Li Jianqian dan bertanya, "Apa kau mau kepiting? Haruskah aku mengupaskannya untukmu?" Li Jianqian memalingkan wajahnya dengan matanya yang merah dan suara lembutnya berkata dengan dingin, "Tidak!" "Oh, lupakan saja kalau begitu." Li Sicheng tidak menghiraukan bocah itu, mengupas sebuah kaki kepiting, mencelupkannya ke dalam cuka, dan menyerahkannya kepada Ersu. Ersu dengan senang hati memakannya dan berseru dengan bahagia, "Rasanya enak. Terima kasih, Ayah!" Senyum Li Sicheng menjadi semakin dalam, dan dia menatap ke arah Li Jianqian. Su Qianci menendang Li Sicheng dan memberi isyarat pada suaminya untuk memanjakan bocah kecil itu. Chapter 659 - Bu, Aku Merindukan Paman Lu Li Sicheng tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya pada istrinya. Pada akhirnya, Su Qianci tidak bisa menahannya. Wanita itu mengambil telur kepiting yang diletakkan suaminya di mangkuknya dan memindahkannya ke mangkuk Li Jianqian. Dia berkata, "Cobalah, Dasu. Rasanya enak." Li Jianqian menunduk dan menjadi lebih senang. Tapi dia tidak langsung memakannya, tetapi memakan kepiting itu bersama nasinya setelah makan sesuatu yang lain. "Enak?" "Biasa saja. Aku tidak begitu menyukainya sekarang. Aku hanya memakannya karena Ibu memberikannya kepadaku," kata Li Jianqian dengan sengaja, menunduk. Su Qianci tidak bisa menahan senyumnya, dan Li Sicheng sedang menyeringai di sampingnya, dan pria itu berkata, "Aku tidak memiliki harga diri yang palsu seperti itu ketika aku masih muda." Wajah Li Jianqian memerah dan melirik ke arah Li Sicheng, merasa kesal. Setelah dengan cepat memakan nasi di mangkuknya, bocah itu turun dari kursinya dan berkata, "Aku kenyang!" Setelah itu, dia berlari menjauh. Ketika Li Jianqian melarikan diri, Su Qianci merasa tidak senang, mengulurkan tangan, dan mencubit pinggang Li Sicheng. "Itu putramu. Kenapa kamu serius dengannya! Dasar kekanak-kanakan!" Li Sicheng menyentuh pinggangnya sambil mengeluh dan berkata, "Jelas terlihat bahwa anak itu marah padaku. Kenapa kamu tidak mencubit dia saja?" Su Qianci menatap suaminya, mendorong pria itu menjauh dan kembali makan. Li Jinnan melihat mereka seperti itu, tersenyum, dan menunduk untuk makan. Akhirnya kembali. Su Qianci yang lama. ¡­. Setelah makan, Su Qianci mengantar Li Mosen untuk bermain dengan putrinya, dan wanita itu pergi ke kamar putranya sendiri. Li Jianqian tidak menyalakan lampu, jadi suasananya sangat remang-remang. Dan bocah kecil itu duduk sendirian di bangku, sedang melukis. Ketika menyadari bahwa Su Qianci masuk ke dalam kamar, dia segera menutup album lukisannya. Su Qianci menyalakan lampu dan melihat album di bawah tangan putranya, dengan perlahan menutup pintu, dan berjalan mendekat. "Apa yang sedang kau lukis?" Suara Su Qianci lembut. Dia berjalan mendekati bocah kecil itu dan membungkuk untuk melihat album yang Li Jianqian sembunyikan di bawah tangannya. "Bisakah kau menunjukkannya kepada Ibu?" Li Jianqian mendengar itu dan menggelengkan kepalanya. "Ini rahasiaku, Ibu seharusnya tidak melihatnya." Su Qianci tertawa dan mengusap rambut putranya. "Sekarang kau punya sebuah rahasia, bocah kecil." "Bu, meskipun aku masih anak-anak, tapi aku juga punya rahasiaku!" Li Jianqian mengerutkan bibirnya dan melepaskan tangan ibunya. "Dasu sekarang sudah besar dan memiliki sedikit rahasia yang tidak bisa dibagikan dengan ibunya." Su Qianci terlihat sedih dan duduk di ranjang kecil di belakang putranya. "Apakah kau tidak menyukai Ayah?" "Aku benci dia!" Li Jianqian merasa sangat, sangat tidak senang. "Kenapa?" Kenapa? Li Jianqian tidak mengetahuinya. Dirinya hanya tidak menyukai pria itu! Mengapa pria itu berbicara dengan Ersu dan tidak berbicara dengannya? Mengapa pria itu mengupas kepiting untuk adiknya dan bukan untuknya? Li Jianqian merasa cemburu, tapi dia tidak bisa merumuskannya ke dalam kata-kata. Sambil memeluk album itu dengan tangan kecilnya yang lembut, Li Jianqian diam-diam merengut. "Besok, biarkan Ayah membawa kita pergi keluar, oke? Ke mana Dasu ingin pergi?" Li Jianqian menggelengkan kepalanya dan tidak bisa menyuarakan kepedihan dalam hatinya. Bocah itu berkata, "Tidak, aku tidak ingin pergi bersama pria itu. Aku merindukan Paman Lu. Bisakah Ibu menelepon Paman Lu untukku, Bu?" Paman Lu tidak akan melakukan hal ini padanya. Paman Lu sangat baik padanya, tidak seperti orang itu yang tidak baik sama sekali! Chapter 660 - Memegang Dan Mengangkat Tinggi-tinggi "Paman Lu sangat sibuk. Dan Li Sicheng sangat baik sebagai seorang ayah." "Aku pikir Paman Lu jauh lebih baik daripada orang itu," kata Li Jianqian dan tampak jengkel. "Apa hebatnya orang itu? Paman Lu jauh lebih baik daripada dia." Li Jianqian adalah seorang anak laki-laki yang dewasa dan dia tidak menangis dalam waktu yang lama. Sekarang ekspresi wajahnya bahkan lebih memilukan bagi Su Qianci untuk disaksikan daripada air matanya. Su Qianci mengulurkan tangan dan menarik putranya, menghibur bocah itu seperti yang biasa dilakukannya. "Jangan menangis, jangan menangis. Dasu seorang anak laki-laki." Li Jianqian bahkan merasa semakin jengkel. Sambil memeluk bahu ibunya dengan satu tangan, bocah itu tercekat tanpa menangis. "Ayah sangat menyukaimu, tetapi Dasu tampaknya tidak menyukai ayah. Jika Dasu melihat seseorang yang tidak begitu menyukaimu, apakah kau masih akan pergi bermain dengannya? Tidak, kan?" Su Qianci berkata. "Itu sama. Tidak ada yang mau bermain dengan orang-orang yang tidak menyukai mereka." "Aku tidak ingin bermain dengan dia. Aku hanya benci dia." Li Jianqian membenamkan kepalanya di pelukan ibunya dan menyangkal hal itu. "Aku juga tidak ingin pergi bersama dia." "Dia adalah ayahmu. Bukankah kau selalu iri pada anak-anak lain karena memiliki seorang ayah yang bisa mengangkat mereka tinggi-tinggi? Haruskah kita meminta ayah untuk melakukan itu?" "Itu Ersu. Aku tidak iri! Sangat kekanak-kanakan!" Li Jianqian menyeka air matanya dan mendengus. Ketika suara Li Jianqian merebak, dirinya mendengar suara tawa renyah yang berasal dari luar. Suara tawa Li Jianyue yang girang terdengar sangat menjengkelkan. Dengan segera, pintu kamar terbuka dan suara tawa itu terdengar semakin keras. Li Sicheng berjalan masuk. Yang duduk di bahu pria itu adalah seorang gadis kecil yang sedang tertawa-tawa. Li Jianyue memegangi kepala Li Sicheng dan meletakkan tangan kecilnya di dahi ayahnya. Li Sicheng memegangi pinggang gadis kecil itu ketika dirinya masuk ke dalam kamar. Li Jianyue terlihat sangat gembira dan berseru, "Kakak, aku sangat tinggi! Ini sangat menyenangkan!" Suara tawa yang terdengar seperti suara lonceng itu meluluhkan hati Su Qianci. Ketika Li Jianqian melihat pemandangan seperti ini, dirinya merasa semakin tidak senang. Air mata kepedihan langsung menggenangi matanya lagi. Namun, dirinya adalah seorang pria dan tidak boleh menangis! Tapi ¡­ saat melihat adiknya itu menaiki bahu pria itu, Dasu merasa teramat sangat tidak nyaman. Itu menyenangkan ¡­. Hentikan! Dia tidak peduli tentang hal itu! Apa hebatnya itu! Sambil memalingkan muka, Li Jianqian berlari ke tempat tidur kecilnya dan berkata, "Kalian sangat berisik. Aku mengantuk, dan aku ingin tidur. Kalian harus keluar dan bermainlah!" "Ah!" Li Jianyue menjerit, diikuti oleh suara tawa yang riang. Dua kepang kecilnya bergerak naik dan turun, gadis kecil itu memanggil, "Kakak, ayo main bersama. Ayah sangat tinggi!" Li Jianqian bernapas dengan cepat dan merasa dirinya hampir menangis. Dia menutupi kepalanya dengan selimut dan berteriak, "Sangat menyebalkan. Kenapa kalian bermain di sini? Keluarlah, jangan ganggu aku!" Li Mosen berlari masuk dari luar kamar, sambil memegang sebuah puzzle besar di tangannya dan berteriak dengan gembira, "Paman, Paman, lihat, aku menyelesaikannya!" "Wow!" Li Jianyue menatapnya dengan takjub. "Kakak Mosen, kau hebat sekali! Kakakku tidak bisa menyelesaikannya dalam beberapa hari!" Li Mosen bahkan semakin gembira dan berkata, "Ayahmu mengajari aku. Cara ayahmu mengajariku sangat hebat sehingga aku bisa menyelesaikannya dengan segera!" Chapter 661 - Biarpun Menyebalkan, Aku Adalah Ayahmu "Ha, Ayah yang terbaik!" Li Jianyue memegang kepala Li Sicheng dengan penuh kemenangan. Tetapi ketika melihat kakaknya yang sedang berbaring di tempat tidur, gadis kecil itu berkata, "Ayah, aku mau turun." Li Sicheng mendongak menatap putrinya dan berkata, "Oke, aku akan melemparmu." Pria itu berkata sambil mengangkat gadis kecil itu tinggi-tinggi, membuat Li Jianyue menjerit dan ketakutan. Tangan besar itu dengan cepat menangkap tubuh gadis kecil tersebut. Li Jianyue tertawa terbahak-bahak, dan terlihat sebuah lapisan keringat bersimbah di tubuhnya, mengeluarkan uap panas. Li Sicheng merasakan hal itu dan berkata, "Biar Ibu membawamu untuk mandi." "Aku ingin mandi dengan Ayah! Bersama-sama dengan Ibu. Ayo kita mandi bersama!" Li Jianyue merasa sedikit bersemangat, sambil memegangi lengan Li Sicheng, "Bisa kan, Ayah?" Li Sicheng tersenyum kecil, mengangkat Li Jianyue, dan mencubit wajahnya. Pria itu memandang putrinya dengan penuh kasih sayang dan berkata, "Tidak, pria dan wanita itu berbeda, jadi mereka tidak bisa mandi bersama. Ayah akan mandi dengan kakak-kakakmu, dan Ersu dengan ibumu, oke?" Li Jianyue merengut dan berkata, "Oke." Li Sicheng mengusap wajah kecilnya, memalingkan wajahnya sendiri, dan berkata, "Beri ayah sebuah ciuman." "Muah!" Li Jianyue mencium wajah Li Sicheng, sambil memeluk leher ayahnya. Li Sicheng merasa sangat gembira dan menunjuk ke arah sisi lain wajahnya, "Pipi yang ini." "Muah!" Li Jianyue mencium kedua pipi ayahnya dan berkata sambil tersenyum, "Bu, cium!" Su Qianci menggendong gadis kecil itu di pelukannya, dan Li Jianyue mencium kedua pipi Su Qianci juga. Ketika menyaksikan putri dan istrinya, Li Sicheng merasa hatinya meleleh. Sambil mengulurkan tangan untuk membantu mereka, Li Sicheng memandang Li Jianqian, yang telah membungkus dirinya di sudut tempat tidur kecilnya. Su Qianci berbisik kepada Li Jianyue, "Pergilah, minta kakakmu untuk mandi." Li Jianyue dengan segera turun dari pelukan Su Qianci. Gadis kecil itu menarik selimut Li Jianqian dan berteriak, "Kakak, ayo mandi!" "Aku mengantuk! Aku ingin tidur!" Li Jianqian menutupi dirinya dengan selimut. Suaranya terdengar teredam. Li Jianyue merengut dan tanpa belas kasihan membongkar kebohongan kakaknya. "Kau bohong. Kau tidak bisa tidur pada saat ini, kau selalu bermain game dengan kakak Mosen supaya bisa tidur!" Li Jianqian menutupi kepalanya dan tidak mau bangun. Li Sicheng melangkah maju dan mengambil selimut itu dari Li Jianqian. Begitu pria itu mengangkat selimutnya, udara panas terasa naik ke atas. Li Sicheng mendapati bahwa bocah kecil itu sudah bersimbah keringat. Itu sangat panas, dan Li Sicheng menyingkirkan selimut itu dan langsung meraih kerah baju putranya dengan satu tangan. Li Jianqian terangkat seperti seekor ayam, tergantung di udara. Dengan segera bocah itu merasa harga dirinya tertantang, berjuang melepaskan diri dengan keempat anggota tubuhnya. "Lepaskan aku! Lepaskan aku. Kau orang jahat!" Li Sicheng memicingkan matanya dengan berbahaya dan menatap bocah kecil ini, bertanya, "Kau panggil aku apa?" Meskipun Li Jianqian masih muda, bocah itu sangat sensitif terhadap perubahan emosional orang-orang di sekitar dirinya. Pada saat ini, dirinya melihat ekspresi wajah Li Sicheng dan mengetahui bahwa pria itu kemungkinan merasa kesal. Jantungnya berdebar, Li Jianqian merasa sedikit takut, tetapi segera, dia berteriak dengan keras, "Orang jahat! Lepaskan aku, kenapa kau menangkapku? Aku benci kau!" Li Sicheng tersenyum dengan dingin dan menarik putranya, menggendong Li Jianqian dengan kuat, tidak memedulikan perjuangan bocah itu. Li Sicheng berkata, "Biarpun menyebalkan, aku adalah ayahmu!" Li Mosen mengerjap di samping dan menyaksikan dengan diam-diam. Li Sicheng melihat Li Mosen dan menarik kepala bocah itu. "Ayo kita mandi!" Li Mosen mendengar itu dan mengikuti Li Sicheng dengan perasaan terkejut. Hatinya berdebar, Li Mosen merasa sangat gembira. Seolah-olah Li Sicheng juga adalah ayahnya. Li Jianqian meronta-ronta sepanjang jalan dan berteriak, "Lepaskan aku! Dasar orang jahat, aku tidak mau mandi denganmu!" Li Sicheng merasa tidak senang, mengangkat putranya dan menepuk bokongnya. "Bocah nakal, bukankah kau harus mandi karena tubuhmu berkeringat?" "Itu bukan urusanmu! Aku ingin paman Lu. Kau tidak bersikap baik padaku, hanya paman Lu yang baik padaku. Aku tidak ingin kau menjadi ayahku!" Li Jianqian berteriak dengan keras. Kata-kata bocah itu membuat kebaikan hati Li Sicheng menjadi dingin dengan segera. Li Sicheng terdiam sejenak. Su Qianci melihat hal ini dan merasa terkejut. "Sayang, kamu ¡­" Sebelum wanita itu menyelesaikan perkataannya, Li Sicheng sudah membuka pintu kamar mandi. Setelah mendorong Li Mosen ke dalam, pria itu langsung mengunci pintunya. Su Qianci terkejut. Orang ini ¡­. Suaminya tidak berusaha memukul anak-anak itu di balik pintu itu, kan? Li Sicheng tidak menyukai Lu Yihan, yang mana sudah Su Qianci ketahui. Anak ini tidak diragukan lagi menyentuh garis batas kesabaran Li Sicheng. Apa yang harus wanita itu lakukan? Su Qianci mengetuk pintu itu, dan segera terdengar suara Li Sicheng. Pria itu berkata, "Aku akan memandikan mereka, dan kamu bawa Ersu untuk mandi." Bagaimana Su Qianci bisa merasa tenang? Dasu belum pernah dipukul oleh siapa pun. Meskipun putranya belum cukup umur, bocah itu cukup dewasa untuk anak seusianya. Dan juga, Dasu memiliki harga diri yang kuat. Jika dia dipukul oleh ayahnya, dapatkah dia memaafkan ayahnya? Dapatkah dia melakukannya? Su Qianci tidak berpikir demikian. Setelah berdiri di pintu dan memastikan tidak terdengar suara-suara aneh, Su Qianci kemudian membawa putrinya ke kamarnya dan memandikan gadis kecil itu. Li Jianqian diturunkan. Wajahnya merah padam dan begitu pula matanya. Sambil menahan air matanya, bocah itu menatap Li Sicheng, seolah-olah sedang menatap seorang penjahat yang berdosa. Li Sicheng menyalakan airnya, membalikkan badan dan melihat Li Mosen yang sudah menanggalkan pakaiannya. Mosen mendesak, "Dasu, cepat buka bajumu. Ayo kita mandi bersama-sama!" Li Jianqian mendengus dan membalikkan badannya. Sambil menyiapkan air untuk mandi, Li Sicheng berkata kepada Li Mosen dengan nada suara menghina, "Abaikan saja dia. Bocah ini ingin keluar dan mandi bersama para gadis itu. Dia bukan laki-laki." "Aku tidak ingin mandi dengan para gadis. Kau yang bukan laki-laki!" Li Jianqian merasa sangat marah dan berteriak. Li Sicheng mulai membuka kancing kemejanya, dan wajahnya terlihat masih penuh dengan penghinaan. Pria itu berkata, "Bukankah itu benar? Kau pasti ingin mandi dengan ibu dan adik perempuanmu. Kau bukan seorang anak laki-laki, jadi kau tidak mau mandi bersama kami. Kita akan menghina dia bersama-sama, Mosen." Li Mosen mendengar kata-kata tersebut dan menjulurkan lidahnya ke arah Li Jianqian, "Menghinamu." Wajah Li Jianqian semakin merah dan bocah itu berkata dengan keras, "Siapa yang bilang aku tidak mau mandi dengan kalian!" "Jadi maksudmu kau mau?" Li Sicheng menatap putranya dengan senyum terselubung. "Bagaimana kau bisa mandi dengan memakai pakaian. Apakah kau malu?" Li Sicheng sudah melepas celana panjangnya. "Kau yang malu!" Bocah itu menjadi marah dan menanggalkan pakaiannya sendiri. "Cih!" £¬ Chapter 662 - Orang Ini Sangat Mengagumkan! Li Sicheng mencoba suhu airnya dan memasukkan Li Mosen ke dalamnya. Li Mosen berteriak, "Ini sangat nyaman. Dasu, ayo masuk!" Li Jianqian melepas celana dalamnya, dan ketika dia ingin berjalan masuk, tiba-tiba dirinya diangkat dengan sebuah tangan besar. Bocah kecil itu merasa malu, wajahnya merah padam, dan kemudian tubuhnya terendam dalam air. Li Sicheng juga menanggalkan semua pakaiannya dan melangkah masuk ke dalam air. Li Mosen tersenyum dengan gembira. Mata birunya terlihat seperti safir di dalam kabut uap air. Li Jianqian berjongkok di bak berendam besar itu, dengan sebuah perasaan menakjubkan yang asing di dalam hatinya. Dirinya mandi dengan orang dewasa ¡­. Dirinya benar-benar mandi dengan ayahnya! Li Jianqian mengerjapkan matanya dan mendengarkan Li Mosen yang berkata, "Ada banyak rambut di kaki paman! Hei, ada juga rambut di sini, di sini, dan di sini!" Li Mosen bersikap seperti dia telah menemukan Dunia Baru. Li Jianqian mau tidak mau melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Li Mosen. Pada akhirnya, dirinya melihat kejantanan yang perkasa dari seorang pria dewasa itu. Bocah laki-laki itu otomatis merapatkan kakinya. Menjijikkan! Wajah Li Jianqian merona merah, memeluk lututnya dan membiarkan air melewati dagunya. "Kau sebesar ini dan kau tidak tahu caranya mandi sendiri?" Li Sicheng memandang kedua bocah laki-laki itu dan mengambil botol yang berada di sebelahnya. Mandi busa ¡­. Apa-apaan ini! Li Sicheng langsung melemparkan benda itu kembali, mengambil sebuah sabun batang, dan melambai ke Li Jianqian. "Kemarilah." Li Jianqian mendengus, memalingkan kepalanya, dan mengabaikan ayahnya. Li Sicheng tertawa kecil, anak ini menurun dari siapa sih? Sangat canggung. Saat melihat bahwa dirinya diabaikan, Li Sicheng melambai pada Li Mosen. Li Mosen setengah berenang kepada pria itu dan duduk di hadapan Li Sicheng. Itu adalah pertama kalinya Li Sicheng memandikan seorang anak. Pria itu menyabuni tubuh Li Mosen, dan kemudian menyadari bahwa dirinya harus mencuci rambut bocah itu. Pria itu mengambil kepala pancuran untuk mencuci rambut Li Mosen dan kemudian menggosok tubuh bocah itu. Itu adalah pertama kalinya Li Mosen dimandikan oleh seorang pria, terutama oleh seseorang yang seperti seorang ayah. Dia merasa senang sekaligus bersemangat. Ketika memandang Li Jianqian, yang sedang merajuk di samping, Li Mosen tidak mengerti apa yang Li Jianqian inginkan. Jika itu adalah ayahnya, dia akan meminta ayahnya untuk mengajaknya bermain. Li Sicheng memandikan Li Mosen dengan sabar, meletakkan bocah itu ke samping, dan melambai pada Li Jianqian. "Kemarilah." Li Jianqian tidak mau beranjak, masih duduk di tempat yang sama, berendam di dalam air. Li Sicheng menyerah untuk bersikap sopan, mengulurkan tangan dan menarik Li Jianqian, memandikan putranya dengan cara yang sama. Kali ini Li Sicheng jelas terlihat lebih mahir dan lebih lembut. Tuhan tahu bahwa ini adalah pertama kalinya Li Sicheng melayani seorang anak. Pria itu kagum dengan kesabarannya sendiri. Setelah mengganti airnya beberapa kali dan mengeringkan kedua anak itu, Li Sicheng akhirnya menyadari ¡­ bahwa dirinya tidak membawa pakaian. Dia menemukan sebuah handuk mandi dan melilitkannya di pinggangnya, lalu dia menggendong kedua anak itu, masing-masing di satu lengannya. Mata Li Mosen bersinar, dan Li Jianqian merasa sedikit tertegun. Begitu kuat, orang ini bisa menggendong dirinya dan Mosen pada saat yang bersamaan! Li Jianqian mengerjapkan matanya dan mendongak menatap wajah Li Sicheng yang mirip dengan wajahnya sendiri. Sepertinya ¡­ orang ini sangat mengagumkan! Chapter 663 - Kenapa Buru-buru Sih! Ketika mencari-cari pakaian mereka, Li Sicheng akhirnya menemukan dua set piama bermotif kartun yang terlihat seperti pakaian anak laki-laki. Piama yang satu bermotif Ultraman, berwarna biru, dan yang lainnya bermotif kotak-kotak, berwarna abu-abu. Li Sicheng melemparkan piama Ultraman pada Li Mosen dan melemparkan piama kotak-kotak tersebut pada Li Jianqian. Pria itu berkata, "Pakai piamamu sendiri. Seorang pria harus belajar untuk mandiri." Li Mosen begitu bersemangat sehingga dirinya mengangguk, wajahnya memerah dan menatap Li Sicheng dengan tatapan memuja. Bocah itu berkata, "Paman, engkau sangat pintar. Bagaimana Paman tahu bahwa yang ini milikku, dan yang itu milik Dasu?" Li Sicheng tidak menjawab tetapi membantu Li Mosen membuka kancing piamanya. "Kau ingin tahu?" Li Mosen mengangguk dengan sepenuh hati, menatap Li Sicheng dengan bersemangat. Li Jianqian juga menatap ayahnya, matanya yang mirip seperti mata Li Sicheng itu terlihat gelap dan cerah. Li Sicheng memandang Li Jianqian, tersenyum dan bertanya, "Apakah kau ingin tahu juga?" Li Jianqian menyadari tatapan ayahnya, wajahnya sedikit memerah, dan memalingkan kepalanya. "Tidak terlalu." Dengan sebuah senyum tipis, Li Sicheng berkata pada dirinya sendiri, "Karena Dasu adalah putraku." Li Mosen mendengar itu, dan merasa takjub, mengangguk tanpa sepenuhnya mengerti. Li Jianqian tercengang, dan perasaan menakjubkan di hatinya datang kembali. Karena dirinya adalah putranya, jadi orang itu mengetahui bahwa piama ini miliknya? Li Jianqian tidak begitu mengerti apa maksud kalimat ini. Sebelum dirinya memikirkan lebih lanjut, Li Sicheng sudah berdiri dan berkata, "Aku akan kembali. Kalian berdua berpakaianlah dan bermain. Tidurlah lebih awal." "Oke paman! Dadah!" Li Jianqian tidak berbicara. Li Sicheng memandang ke arah Li Jianqian dan menyentuh kepala Li Mosen. "Sampai jumpa besok." "Sampai jumpa." Namun, ketika Li Sicheng berjalan menuju ke pintu, Li Jianqian tiba-tiba berkata, "Kau belum mengenakan pakaian!" "Apakah aku punya pakaianku di sini?" Li Sicheng bertanya kemudian membuka pintu dan berjalan keluar. "Cih!" Wajah Li Jianqian memerah, merasa sedikit bersemangat. Kegembiraan ini muncul entah dari mana, tapi suasana hati Li Jianqian yang sedang buruk dengan segera sedikit membaik. Li Sicheng berjalan kembali ke kamarnya dengan hanya dengan sebuah handuk mandi, dan Su Qianci merasa terkejut ketika dirinya membuka pintu. Wanita itu dengan cepat menarik suaminya masuk dan melihat ke luar. Untungnya, tidak ada tamu. Pria ini terlalu berani! Su Qianci berbalik dan menutup pintu, tetapi sebelum dirinya membalikkan badannya, sebuah tubuh panas memeluk dirinya dari belakang, membuat dirinya mengeluarkan sebuah jeritan. Li Sicheng membalikkan punggung istrinya, menempelkan tubuh wanita itu ke dinding dan mencium Su Qianci dalam-dalam, tangan besarnya bergerak di tubuh istrinya. Su Qianci berjuang melepaskan diri, tetapi bahkan tidak dapat melepaskan bibir suaminya. Sambil menahan Li Sicheng, Su Qianci melihat ke dalam kamar. Li Sicheng tidak menyadari gerakan wanita itu, menggerakkan tangan besarnya di atas paha, pinggul, dan kemudian naik ke bagian atas tubuh istrinya. Su Qianci mendorong suaminya dengan keras, bahkan menggunakan lututnya, tetapi kekuatan Li Sicheng lebih besar dan semakin besar, dan tidak ada ruang bagi dirinya untuk berjuang melepaskan diri. "Bu, aku tidak bisa menariknya ke atas!" Suara lembut terdengar dari dalam kamar, dengan sebuah jeritan kekesalan. Li Sicheng langsung membuka matanya dan melepaskan istrinya. Su Qianci terengah-engah dan mendorong suaminya dengan wajah merah padam. "Kenapa buru-buru sih!" Di dalam kamar, gadis kecil itu berlari dengan mengenakan sebuah gaun tidur dengan wajahnya yang merona merah muda. Chapter 664 - Piknik Keluarga Besok Li Sicheng segera masuk ke kamar mandi yang berada tidak jauh dari dirinya dan menutup pintu. Melihat pakaian yang dikenakan oleh Li Jianyue, Su Qianci tidak bisa berkata-kata. Kepala dan satu tangan gadis kecil itu menjulur keluar dari bagian leher gaun tidurnya, dan lengannya berada di bagian tangan gaunnya yang lain. Sambil meraih gaunnya di bawah ketiak, gadis kecil itu menatap ibunya dengan matanya yang basah. Li Jianyue tidak menyadari bahwa ada seorang pria lain barusan. Merengut, gadis kecil itu mengeluh, "Sulit untuk mengenakan pakaian." Su Qianci berlutut dan menarik tangan putrinya ke atas, dengan lembut menahan bagian leher gaun itu dengan tangannya, kalau-kalau pakaian itu menggesek kulit anak itu, sambil berbisik, "Ayo, ulurkan tanganmu, betul, ke dalam sini ¡­." Setelah membimbing anak itu untuk melepaskan pakaiannya, Su Qianci memakaikan kembali gaun tidur itu pada putrinya. Setelah dirinya selesai, wanita itu mengetuk hidung kecilnya dan menggendong putrinya. "Ibu akan membawamu kembali ke kamarmu untuk tidur." "Oh." Li Jianyue akhirnya sudah mengenakan pakaiannya, masih agak kecewa. Gadis kecil itu bertanya, "Di mana ayah?" "Ayah ada di kamar mandi. Ersu, jadilah gadis baik dan kembali tidur. Ayah akan membawa kita untuk piknik keluarga besok, oke?" "Hebat!" Li Jianyue akhirnya bersemangat kembali dan membiarkan Su Qianci menggendong dirinya ke kamarnya sendiri. Li Jianqian dan Li Mosen sedang duduk di lantai memainkan puzzle yang diletakkan di atas tempat tidur. Su Qianci meletakkan Li Jianyue di tempat tidur yang mereka gunakan sebagai tempat bermain. Gadis kecil itu mulai menonton dengan gembira. Su Qianci melihat jam, dan sekarang sudah pukul 20:39. Sambil duduk di tempat tidur di sebelah mereka untuk sejenak, wanita itu berada di sana hingga pukul sembilan. Su Qianci kemudian mengambil puzzle mereka dan meletakkannya di rak atas, memperingatkan, "Tidurlah sekarang kalian semua. Bangunlah pagi-pagi besok dan kita akan pergi bersama." "Hebat!" Li Jianyue bersorak, "Ke mana kita akan pergi?" "Kita akan membiarkan Ayah membawa kita, oke? Jadi, kalian pergi tidur sekarang, dan bangun pukul enam pagi, oke?" "Ya!" Li Mosen juga merespons. Li Jianqian tidak berbicara, tetapi sepasang matanya yang gelap dan jernih terlihat penuh harapan. Hati Su Qianci melembut. Dia mematikan lampu. "Selamat malam." "Selamat malam Bu." "Selamat malam, Bibi." "Selamat malam." - Su Qianci menutup pintu. Tiba-tiba, detak jantungnya menjadi sedikit lebih cepat. Dirinya sekarang akan kembali ke kamar ¡­. Memikirkan tentang gairah Li Sicheng, wajah Su Qianci mau tidak mau menjadi merah padam. Berjalan menuju ke pintu kamar mereka, wanita itu mengambil napas dalam-dalam dan kemudian memutar gagang pintu dengan perlahan untuk membuka pintu. Di dalam kamar, suasananya gelap dan ber-AC. Dia menutup pintu dan masuk setelah menguncinya. Di dalam kamar itu gelap, dan bahkan gordennya pun ditutup. Dirinya tidak bisa melihat apa pun. Su Qianci melepas sepatunya dan naik ke tempat tidur, berbisik, "Sayang?" Suaranya begitu pelan seolah-olah dirinya adalah seorang pencuri. Tidak ada respon. Ketika Su Qianci baru saja duduk di tempat tidur, dirinya tiba-tiba terlempar ke bawah. Sepasang tangan besar menggelitiki pinggangnya, Su Qianci tertawa dan berkata, "Jangan menggelitik, hmm ¡­" Mulutnya dikunci, dan Su Qianci merasa bahwa bahkan napasnya pun diambil. Ciuman Li Sicheng berapi-api dan liar, dengan gairah yang terlihat jelas. Sudah empat tahun. Selama empat tahun, pria itu telah hidup seperti seorang biksu dengan kontrol diri dan disiplin diri yang sangat keras. Li Sicheng bahkan merasa kagum dengan gairahnya sendiri. Sudah empat tahun. Selama empat tahun tersebut, dirinya telah hidup seperti seorang biksu dengan kontrol diri dan disiplin diri yang sangat keras. Setiap kali memikirkan istrinya, dia merasa tidak sanggup mengendalikan dirinya. Merindukannya, merindukannya, merindukannya! Dirinya merindukan wajah istrinya, senyum istrinya, sikap manja istrinya, dan ¡­ tubuh istrinya. Bibirnya bergerak turun dengan berapi-api, mendarat di leher dan tulang selangka Su Qianci. Mengisap dan bergerak berputar-putar dengan lembut, gerakannya terasa liar dan lembut pada saat yang bersamaan, dengan gairah yang tiada banding. Lengannya yang kekar dan kuat memeluk pinggang Su Qianci. Saat memegang punggung dan mengangkat tubuh wanita itu, Li Sicheng merasa sangat bersemangat sehingga seolah-olah dirinya akan menjadi gila. Setelah menanggalkan gaun tidur istrinya, dirinya membungkuk untuk mengisap kulit yang putih dan lembut itu. Tubuh Su Qianci bergetar saat memeluk suaminya dan bernapas dengan berat. Perasaan kebas melanda, membuatnya memeluk leher pria itu tanpa sadar. "Pelan-pelan ¡­" "Aku merindukanmu." Li Sicheng menarik istrinya ke bawah, dan menciumi cuping telinganya, membelai dan menikmatinya dengan perlahan. Tangan besar itu terus bergerak, membuka kaki Su Qianci yang sedang dirapatkan, memaksa untuk masuk, menggosok-gosok dengan perlahan dan merobek lapisan kain terakhir. Dengan sebuah dorongan ¡­ Perasaan yang telah lama menghilang itu membuat Su Qianci mengerang. Sambil mempererat pelukannya pada tubuh suaminya, dia merintih, "Sakit ¡­" Li Sicheng tersentak dan berhenti. Sekali lagi, ciuman panas menaklukkannya. Su Qianci tak dapat menahan diri untuk mengangkat kakinya dan melilitkannya di pinggang suaminya sambil menjawab, "Aku juga merindukanmu ¡­" Li Sicheng tidak dapat menahannya lagi, sambil memeluk istrinya, dia melampiaskannya dengan gila-gilaan. Su Qianci berpikir suaminya pasti sudah gila. Hampir sepanjang malam, pria itu tidak pernah berhenti! "Sayang, sakit ¡­" "Jadilah gadis baik. Tunggu aku." - "Aku mengantuk, Tuan Li." "Tidurlah dulu, Sayangku." - "Stop, Li Sicheng!" "Jadilah gadis baik. Jangan bergerak." - Pada akhirnya, Su Qianci benar-benar kehilangan akal sehatnya. Dirinya sudah berjanji untuk mengajak anak-anak untuk pergi piknik, dia sudah menyetel jam alarm agar berbunyi pada pukul lima. Setelah tidur sebentar, dia mendengar alarm itu berbunyi. Ketika dirinya mencoba bergerak, seluruh tubuhnya terasa hampir rontok. Sebuah tangan besar tergeletak di tubuhnya. Menyadari gerakannya, Li Sicheng mematikan alarm itu dan menekan tubuhnya ke tempat tidur kembali sambil berkata dengan tegas, "Tidurlah sebentar lagi." Dirinya juga ingin tidur lagi! Tetapi dia telah berjanji pada anak-anak kalau dirinya akan membawa mereka piknik hari ini. Sambil melepaskan tangan pria itu, dia mencoba bangun dari tempat tidur. Li Sicheng menarik Su Qianci dan berbisik ke telinga istrinya, "Jika kamu merasakannya, haruskah kita melanjutkannya?" "Tidak!" dia mendorong suaminya dan pipinya memerah. "Kamu gila!" Li Sicheng terkekeh-kekeh dan menekan tubuh istrinya kembali ke tempat tidur. Dia berbisik, "Kembalilah tidur, setidaknya setengah jam lagi." Anak-anak biasanya bangun jam enam. Su Qianci memikirkannya dan berbaring kembali. "Bangunkan aku nanti." "Oke, tidurlah sekarang." Li Sicheng menyelimutinya. Dengan segera, Su Qianci tertidur lagi. Dia benar-benar kelelahan. Li Sicheng tiba-tiba merasa bahwa dirinya adalah seekor binatang buas. Bagaimana bisa dirinya kehilangan kendali! Sambil memeluk istrinya dengan mata terpejam, dirinya berpikir, ''Pesona Su Qianci yang harus disalahkan!'' Li Sicheng tertidur untuk sesaat, dan ketika terbangun kembali, waktu menunjukkan hampir pukul setengah enam. Su Qianci benar-benar kelelahan dan masih tertidur dengan lelapnya. Saat mendengar suara napas yang teratur, Li Sicheng dengan lembut mencium bibir istrinya, bangun dari tempat tidur tanpa bersuara dan pergi ke kamar mandi. Saat melihat peralatan mandi di dalamnya yang tampak agak usang, dirinya mengenali benda-benda itu sebagai barang-barang miliknya yang dia gunakan sebelumnya. Sedikit tertegun, Li Sicheng merasa hatinya nyeri dengan rasa sakit yang hangat. Dia membuang benda-benda itu dan menggantinya dengan yang baru. Setelah mandi dan berpakaian, pria itu melangkah keluar. Anak-anak sedang berlarian di ruang keluarga. Saat melihat pria itu keluar, Li Jianyue membelalakkan matanya yang besar dan bertanya, "Ayah! Di mana Ibu?" "Ibumu lelah. Biarkan dia tidur sebentar lagi." Kapten Li sedang meminum air, dan ketika mendengar ini, dia menyemburkan air dalam mulutnya dan wajah tuanya memerah. Chapter 665 - Pastilah Ayah Dan Anak Li Sicheng membungkuk untuk mengangkat putrinya ke atas, melirik laki-laki tua itu dan berkata, "Orang-orang tua tidak boleh berpikir berlebihan. Ini tidak baik untuk kesehatanmu." Wajah tua Kapten Li menjadi semakin memerah. Dia menatap cucunya dan mendengus, "Hei, aku adalah kakekmu!" "Jika engkau bukan kakekku, aku tidak akan peduli padamu, kan? Ersu?" Li Sicheng memandangi putrinya dengan tatapan yang lebih lembut. Ketika melihat pakaian olahraga yang dikenakan oleh anak-anak itu, Li Sicheng berkata, "Ayo, Ayah akan mengajakmu joging." Li Jianqian dan Li Mosen sedang bermain dengan sebuah mobil-mobilan. Saat melihat adik perempuannya diangkat oleh ayahnya, Li Jianqian jelas terlihat iri. Ketika mendengar kata-kata Li Sicheng, detak jantung bocah itu menjadi semakin cepat. Li Jianqian merasa sedikit gugup dan berharap. Wajah kecilnya merona kemerahan, dan Li Jianqian dengan cepat menundukkan kepalanya dan terus bermain dengan mobil-mobilan di tangannya. "Hebat!" Li Jianyue merasa sedikit bersemangat, wajah kecilnya berwarna merah muda. Gadis kecil itu meraih kerah baju Li Sicheng dengan kegembiraan dan menatap Li Jianqian di bawahnya. "Kakak, Ayah akan mengajak kita joging!" Li Mosen juga mendongak melihat ke atas dan matanya berbinar-binar. Li Sicheng melihat bahwa Li Mosen terlihat seperti ini dan raut wajah pria itu melembut. Melangkah ke depan untuk menyentuh kepala Li Mosen, Li Sicheng berkata, "Ayo kita pergi." "Ya!" Li Mosen berdiri dengan gembira dan mengulurkan tangan untuk menyeret Li Jianqian. "Dasu, ayo kita joging!" Li Jianqian mengerutkan kening dan berkata dengan sebuah raut wajah sedih. "Dia tidak mengajakku." Li Sicheng mendengar kata-kata itu dan tercengang. Sambil menarik lengan kecil bocah itu dan mengusap wajah kecilnya, dia bertanya, "Kenapa kau begitu sulit? Kau menurun dari siapa sih?" Kapten Li minum teh tanpa bersuara di samping. Saat mendengar ini, kakek berkata, "Kau persis sama ketika dirimu masih kecil, seolah-olah seluruh dunia berutang sesuatu padamu. Kau memahami anakmu sekarang?" "Ketika aku masih kecil, aku tidak begitu sulit sama sekali. Anak ini pastilah sudah berubah secara genetik." Pria tua itu melirik cucunya dan berkata, "Kalian berdua sama persis. Tanpa melihat wajah kalian, kalian memiliki temperamen yang sama. Kalian pastilah ayah dan anak." Li Jianqian mendengar kata-kata ini dari pria tua itu, wajahnya bahkan semakin memerah, dan dirinya menatap pria jangkung di hadapannya. Sepasang matanya yang bersih dan jernih berkilauan. Li Sicheng melihat ekspresi wajah putranya dan terkekeh-kekeh. "Tentu saja dia milikku sendiri. Ini adalah putraku." Pria itu menurunkan Li Jianyue dan memberikan tangan kecil putrinya pada Li Mosen. "Ikuti aku dengan adikmu." Li Mosen mengangguk dan menatap Li Sicheng dengan tatapan penuh pemujaan. Dengan segera, tatapan Li Sicheng tertuju pada tubuh Li Jianqian. Li Jianqian mundur selangkah tanpa sadar di bawah tatapan mata pria itu, tetapi kemudian bocah kecil itu melihat Li Sicheng mengulurkan tangan ke arahnya dan mengangkat dirinya secara langsung, sambil berseru, "Kita berangkat sekarang!" Li Jianqian terkejut dan berteriak, "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" "Menggendongmu." Li Sicheng membawa putranya keluar dari pintu dan membuat tubuh Li Jianqian sedikit berayun. Bocah kecil itu merasa ketakutan, tetapi ketika dirinya melihat ke bawah, ada sebuah perasaan yang menakjubkan. Ayah sedang menggendongnya ¡­. "Mosen, kemarilah dengan adikmu!" "Baik!" Li Mosen mengambil tangan Li Jianyue dan dengan cepat berlari untuk mengikuti. "Ah!" Li Jianqian terlempar ke atas, otomatis berteriak, dan kemudian mendapati bahwa dirinya sudah duduk di bahu pria itu. Chapter 666 - Ayah, Aku Ingin Diangkat Ini sangat menakutkan, tinggi sekali! Li Jianqian melihat ke permukaan lantai dan merasa sedikit takut. Ketika merasakan tangan besar itu sedang memegang dirinya dengan mantap, bocah kecil itu menjadi bersemangat. Sangat tinggi, sangat tinggi! Kemarin adiknya yang diangkat tinggi-tinggi dan sekarang giliran dirinya! Benar-benar menyenangkan! Wajah kecil Li Jianqian merona merah karena kegirangan. Melihat ke arah bawah, dirinya merasa gembira, menoleh ke belakang dan memegangi kepala ayahnya. Li Mosen menatap mereka dengan iri, menggandeng tangan Li Jianyue dan keduanya berlari dengan kaki pendek mereka. Pria ini hanya berjalan saja, dan mereka tidak bisa menyusulnya ketika berlari! Dengan kesadaran ini, Li Jianqian tiba-tiba merasa bahwa pria ini sangatlah kuat! Orang ini adalah seorang pria dewasa! Pria ini adalah ayahnya, yang mana merupakan sebuah perasaan yang hebat! Li Jianqian tertawa dan berteriak ke belakang, "Mosen, ayo susul aku!" Ketika merasakan bahwa bocah kecil itu merasa bahagia, bibir Li Sicheng melengkung seraya dirinya berkata, "Pegangan erat-erat. Aku akan lari!" Sambil mengatakan itu, Li Sicheng memegangi Li Jianqian dengan kedua tangannya dan tiba-tiba mulai berlari. Pria itu berlari dengan sangat cepat, dan Li Jianqian merasa bahwa dirinya sedang terbang. Bocah itu hanya bisa berteriak, "Ah, ah!" Ketika angin masuk ke dalam mulutnya, Li Jianqian mendengar gema suaranya sendiri. Bocah itu tidak bisa menahan tawanya. Li Sicheng sedang berada dalam suasana hati yang lebih baik. Setelah berbelok di sebuah tikungan, pria itu berlari kembali ke arah kedua anak kecil tersebut. Tiba-tiba, Li Jianqian merasa tubuhnya terasa ringan dan dirinya berteriak, tapi kemudian dirinya dipegang erat-erat oleh sepasang tangan yang kuat dan perkasa. Li Jianqian merasa sangat takut sehingga matanya terbelalak, tetapi perasaan senang dan bahagia ini bahkan semakin berkesan. Sangat menyenangkan! Sangat mengasyikkan! "Apakah itu menyenangkan?" Li Sicheng menatap Li Jianqian, dengan sebuah senyum di matanya yang gelap. Seperti ada sebuah galaksi di dalam pupil matanya. Mata yang sangat indah! Li Jianqian menatap mata pria itu, pipinya terasa panas, dan dia tidak bisa menahan senyumnya dan mengangguk. "Itu menyenangkan!" "Kalau begitu Ayah akan sering bermain denganmu di masa yang akan datang." Ayah! Li Jianqian mengangguk dan dengan penuh semangat mengangkat lengannya, "Aku masih ingin bermain!" "Ayo!" Li Sicheng mengangkat bocah itu kembali, dan Li Jianqian tertawa dengan senang. Li Jianyue mengikuti Li Mosen di belakang pada saat itu, dan gadis kecil itu merengut dan terlihat tidak senang. "Ayah itu jahat. Kenapa dia tidak mengangkatku!" Li Mosen merasa iri di belakangnya, menggandeng tangan Li Jianyue dan menghibur gadis kecil itu. "Sebentar lagi giliranmu." "Benarkah?" "Sungguh, paman paling menyukai Ersu." Li Jianyue merasa senang. Dia menyingkirkan tangan Li Mosen dan berlari ke depan dengan kaki pendeknya. "Ayah, aku ingin diangkat!" Li Mosen dengan cepat mengikuti dan berteriak, "Ersu, hati-hati!" Pria tua itu berjalan ke halaman depan dengan tongkatnya. Ketika dirinya melihat pemandangan seperti itu, kakek tertawa bahagia dan memalingkan kepalanya ke arah Liu Sao, yang sedang sibuk. "Ini lebih terasa seperti sebuah keluarga. Selama bertahun-tahun, Qianqian sudah terlalu menderita." Liu Sao juga tersenyum. "Benar! Sekarang setelah Sicheng kembali, anak-anak bahagia, dan Qianci juga bahagia." Kemudian pelayan itu melihat ke arah jam yang tergantung di ruang keluarga, tersenyum dan berkata dengan suara pelan kepada pria tua itu, "Apakah Qianci masih belum bangun? Pastilah lelah!" Ketika pria tua itu mendengar kata-kata Liu Sao, dia terbatuk dan berjalan masuk ke dalam dengan tongkatnya, berkata, "Orang-orang tua tidak boleh berpikir berlebihan. Ini tidak baik untuk kesehatanmu." Chapter 667 - Aku Akan Menendang Bokongmu Ketika Su Qianci terbangun, sisi lain dari ranjang itu sudah terasa dingin. Wanita itu melihat ke arah jam, dan sudah pukul 8 pagi lewat. Ketika dirinya melihat jam alarm itu, Su Qianci dengan tiba-tiba bangkit berdiri, tetapi ketika dirinya bergerak, dia merasa sangat sakit di sekujur tubuhnya. "B*jingan ¡­." Su Qianci bangkit dari tempat tidur dengan sebelah tangan di pinggangnya. Dia menunduk melihat tubuhnya sendiri dan menemukan tanda-tanda berwarna ungu di leher dan tulang selangkanya. Warnanya tidak terlalu nyata tetapi masih terlihat menakutkan. Kepalanya terasa sakit. Setelah mendapatkan sesuatu untuk dipakai, wanita itu pergi ke kamar mandi. Saat melihat bagian tubuhnya secara keseluruhan, dia menjerit, "B*jingan ¡­. Bagaimana aku bisa keluar jika seperti ini!" Saat ini adalah musim panas, jadi dirinya tidak bisa mengenakan sesuatu dengan sebuah kaos berkerah tinggi yang menutupi leher. Haruskah dirinya memakai sebuah syal sutra? Tidak ¡­. Itu akan terlihat terlalu aneh dan terlalu mencolok ¡­. Setelah mandi dan menyiramkan air hangat ke kulitnya, tanda ungu itu sepertinya sudah memudar. Su Qianci mengoleskan beberapa lapis concealer dan memastikan bahwa tubuhnya terlihat lebih baik sebelum keluar dalam jubah mandinya. Rambutnya basah, dan dia berjalan keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ketika dirinya sedang mengeringkan rambutnya, pintu kamarnya terdengar dibanting, dan sebuah suara yang girang dan lembut berteriak, "Bu, Ibu! Bangun!" Dengan segera pintunya terbuka, dan Li Jianyue datang mengenakan pakaian olahraga merah muda dan sepatu kets merah muda, bergegas menghampiri ke arah Su Qianci, menarik jubah mandinya dan berseru, "Bu, ayo kita pergi bermain. Ayah bilang dia akan mengajak kita keluar untuk bermain. Cepat!" Su Qianci sedang mengeringkan rambutnya, tidak mengenakan apa pun di balik jubah mandi tipis itu. Wanita itu dengan cepat membetulkan jubah mandinya dan berkata, "Gadis yang baik, Ibu akan segera selesai. Pergilah ke luar dan tunggu Ibu." "Oh!" Li Jianyue merengut, menatap ibunya dengan sepasang mata yang cerah. Gadis kecil itu berkata dengan sejumlah kesedihan, "Ayah tidak mengangkatku ¡­." Su Qianci tertawa dan mendorong putrinya dengan lembut, "Dia akan mengangkatmu sebentar lagi. Pergilah keluar terlebih dulu dan tutup pintunya untuk Ibu." "Ya!" Li Jianyue berlari dengan kaki pendeknya, meraih gagang pintu sambil berjinjit. Lalu dengan perlahan berjalan keluar, sambil menarik pintunya. Sebelum pintu tertutup, ada sebuah bayangan tinggi yang menutupi gadis kecil itu dari belakang. Dia berbalik dan berseru, "Ayah!" Li Sicheng menurunkan tangan kecilnya dan berkata, "Pergilah dan bantu Liu Sao dan kakak-kakakmu berkemas. Ayah akan mengajakmu piknik nanti." Piknik! Mata Li Jianyue berbinar-binar, gadis kecil itu mengangguk dan melompat-lompat pergi, bersemangat. Li Sicheng menegakkan tubuh dan menatap punggung putrinya dengan senyum yang lebih dalam. Ketika pintunya dibuka lagi, Su Qianci baru saja selesai mengeringkan rambutnya. Ketika wanita itu meletakkan pengering rambut dan membuka sabuk jubah mandinya, dirinya mendengar suara pintu terbuka dan terkejut. Setelah melihat bahwa itu adalah suaminya, Su Qianci menghela napas lega. "Kunci pintunya. Aku akan berganti pakaian." Mata Li Sicheng menjadi lebih dalam. Mengunci pintu di belakangnya, dia dengan perlahan berjalan masuk. Su Qianci membuka lemari. Sebelum wanita itu menemukan sesuatu untuk dikenakan, pria itu memeluk pinggangnya, mengubur wajahnya di leher Su Qianci. Li Sicheng berbisik, "Aku akan membawa anak-anak ke pantai untuk piknik. Kenakan sebuah gaun yang panjang." Pipi Su Qianci sedikit merona merah. Wanita itu memutar bahunya dan berkata, "Lepaskan aku dulu supaya aku bisa berganti pakaian." Li Sicheng tidak melepaskan istrinya dan bahkan bertindak semakin keterlaluan. Menggerakkan tangannya naik dari pinggang Su Qianci, dia mendekat untuk mencium bibir wanita itu. "Hei!" Su Qianci menyikut suaminya dan berkata dengan wajah memerah, "Jangan keterlaluan. Aku akan menendang bokongmu." Chapter 668 - Melihat, Mencium, Dan Menyentuh Li Sicheng sama sekali tidak merasakan adanya bahaya. Pria itu tertawa kecil dan berbisik, "Ayo, tendang bokongku." Su Qianci melemparkan sebuah tinju ke arah suaminya, tetapi dalam sekejap mata tangan wanita itu tertangkap oleh Li Sicheng. Pria itu memutar lengan Su Qianci dan menempelkan tubuh istrinya ke lemari. Li Sicheng mengendus leher wanita itu, mengulurkan tangan, menemukan lapisan concealer, dan tidak bisa menahan tawanya. Wajah Su Qianci semakin merah, mendorong suaminya dengan keras dan mencoba menendangnya, mengeluh, "Berhenti tertawa! Itu semua karena kamu!" Mata gelap pria itu menjadi semakin dalam. Li Sicheng memegangi wajah Su Qianci dan menciumnya dengan dalam. Dengan lututnya yang menekan di antara kedua kaki istrinya, Li Sicheng memeluk Su Qianci erat-erat dengan tangannya yang lain, tidak bersedia untuk melepaskan istrinya. Su Qianci terlihat sedikit takut, mengulurkan tangan dan mendorong suaminya, menggelengkan kepalanya sebagai tanda perlawanan. Li Sicheng tersenyum dan akhirnya menggigit bibir istrinya. "Gantilah pakaianmu sekarang." Wajah Su Qianci memerah dan mendorong pria itu menjauh, mengeluarkan sebuah gaun panjang bermotif bunga hijau muda. Wanita itu berjinjit dan mencari pakaian dalam di bagian atas lemari, tetapi sebelum dirinya menemukannya, sebuah tangan besar mengambilkan pakaian dalam itu untuk dirinya. Li Sicheng bertanya, "Mencari ini?" Su Qianci meraih pakaian dalam tersebut dan mendorong suaminya. "Pergi sana, aku akan ganti pakaian sekarang!" "Tidak akan pergi. Apakah ada sesuatu di tubuhmu yang belum pernah aku lihat?" Li Sicheng menggoda dan menaikkan alisnya. "Aku tidak hanya melihatnya, tapi aku juga menciumnya dan menyentuhnya. Kenapa kamu malu?" Su Qianci mendengar ini, dan dirinya bahkan merasa semakin malu. Sambil mendorong suaminya dengan marah, wanita itu membawa gaunnya ke kamar mandi dan berganti baju. Li Sicheng memandangi istrinya yang berjalan ke dalam kamar mandi, tertawa. Pria itu menemukan sepasang sandal datar yang serasi dengan pakaian Su Qianci di lemari sepatu dan meletakkannya di lantai. Saat menunduk melihat ke bawah, dia menemukan bahwa pakaian dan sepatu lamanya masih berada di sana. Ketika dirinya menghilang, saat itu adalah musim semi, dan sebagian besar pakaiannya berlengan panjang. Jelas terlihat, mereka dirawat dengan baik. Pakaiannya masih terlihat baru. Kebanyakan dari mereka adalah jas kerja dan kemeja, dan dasi-dasinya juga diatur dengan rapi. Hatinya terasa hangat, raut wajah Li Sicheng menjadi lebih lembut. Ketika melihat ke belakang, Su Qianci sudah berpakaian dan berjalan keluar. Gaun panjang tanpa lengan itu membuat Su Qianci terlihat lebih lembut. Rambut panjangnya tergerai melewati pinggangnya, terbelah di tengah dengan begitu saja, membuat wanita itu terlihat semakin cantik. Saat melihat sepatunya di lantai, Su Qianci dengan cepat mengenakannya dan berkata, "Ayo kita pergi." "Oke." Pasangan itu pergi keluar bersama-sama. Setelah berada di sana, Liu Sao sangat pengertian, tidak melihat ke arah mereka atau bertanya apa pun. Li Jianqian, Li Jianyue dan Li Mosen semuanya sedang duduk di sofa di ruang keluarga, masing-masing dengan sebuah tas kecil dan sebuah permen loli. Permen Li Jianyue adalah yang paling besar. Melihat orangtuanya keluar, gadis kecil itu menjilat permennya dan turun dari sofa dengan gembira, berlari menghampiri dengan kaki pendeknya. "Ibu, Ayah! Bisakah kita pergi sekarang?" Li Sicheng mengangkat gadis itu ke atas dan membersihkan ujung mulut putrinya yang lengket. Pria itu berbisik, "Setelah ibu sarapan, kita bisa pergi. Ibu akan lapar jika dia tidak makan sarapan." Gadis kecil itu mengerjap dan mendesak, "Ibu, ayo sarapan!" "Tidak apa-apa. Aku bisa makan setelah kita sampai di sana." Su Qianci berjalan mendekat dan meraih tangan Li Mosen dan Li Jianqian. "Ayo kita pergi." Liu Sao dengan penuh perhatian memberi yoghurt pada Su Qianci. "Makanlah sesuatu untuk saat ini dan kemudian makanlah nanti." Su Qianci mengambil yoghurt itu dan mengucapkan terima kasih pada Liu Sao. Wanita itu menatap ke arah anak-anak. "Ayo kita pergi piknik!" "Piknik!" Li Jianyue berteriak, sambil melambai-lambaikan permen lolinya. Chapter 669 - Piknik Keluarga Li Sicheng dan Su Qianci membawa anak-anak ke mobil. Ketiga anak itu tentu saja duduk di kursi belakang, Su Qianci duduk di kursi penumpang depan, dan Li Sicheng yang mengemudi. Su Qianci membuka yoghurt-nya. Li Jianyue melihat hal itu di belakang dan berteriak, "Bu, aku mau!" Su Qianci meminum seteguk. Saat mendengar putrinya mengatakan itu, wanita itu menyerahkan yoghurt tersebut ke belakang. Tetapi sebelum Su Qianci menyerahkannya, Li Sicheng menghentikan istrinya dan berkata dengan serius, "Ersu, ibumu tidak sarapan, jadi kau tidak bisa mengambil yoghurt itu dari ibu. Ibu akan merasa sakit jika ibu lapar." "Oh." Li Jianyue menjawab, sambil melihat ke kaca spion, gadis kecil itu menjilat permen loli di tangannya, dan menyerahkan permen itu. "Bu, apa Ibu mau permen loli?" Su Qianci tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, Ersu bisa memakannya sendiri." Li Jianqian dan Li Mosen memegang sebuah figur karakter di tangan mereka. Berhadapan satu sama lain, kedua bocah laki-laki itu melepaskan bagiannya satu persatu, begitu sibuk sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk memakan permen loli di tangan mereka. Laut di Kotaraja berada di tepi daerah pinggiran kota. Membutuhkan waktu lebih dari satu jam bagi mereka untuk tiba di sana. Ini adalah satu-satunya laut di Kotaraja dan selalu penuh sesak. Akan tetapi, karena itu adalah sebuah objek wisata yang dikelola oleh perusahaan milik negara, area itu dibagi menjadi area VIP dan area biasa. Di area VIP jelas terlihat jauh lebih sedikit pengunjung, dan pantainya lebih bersih. Matahari hari ini tidak terlalu terik, dan langitnya sedikit mendung, tetapi masih terasa panas. Angin laut yang sepoi-sepoi terasa asin, dan uap air yang sejuk itu sangat menyenangkan sehingga anak-anak kecil itu semakin bersemangat. Begitu mereka masuk ke dalam area pantai, kedua bocah laki-laki itu meletakkan figur karakter mereka di dalam tas ransel. Setelah memberikan ransel mereka kepada Su Qianci, mereka berlari menuju air dengan gembira. Li Jianyue tidak bisa menyusul kedua kakaknya, jadi gadis kecil itu duduk di tepi pantai, merengut dan berteriak di belakang, "Bu, kakak tidak mau bermain denganku!" "Berdirilah. Ibu akan bermain denganmu." Su Qianci mengambil tangan Li Jianyue dan melihat bagaimana kedua bocah laki-laki itu ingin berada dekat dengan air dengan bersemangat, tetapi tidak berani mendekati. Wanita itu tersenyum dan berteriak, "Mosen, Dasu, lepas sepatu kalian terlebih dulu. Jangan sampai sepatu kalian basah." "Ya!" Li Mosen melepas sepatunya dan meletakkannya dengan rapi di tepi pantai. Li Jianqian melakukan hal yang sama, meletakkan sepatu birunya di sebelah sepatu kuning Li Mosen, dan mereka berlari ke arah air dengan kaki telanjang. Saat air laut datang dan mundur kembali, Li Jianqian dan Li Mosen tertawa-tawa dan mengejar ombaknya. Ketika permukaan airnya naik, mereka langsung berteriak dan berlari ke tepi pantai. Li Jianyue melihat itu dan bersemangat untuk mencoba. Gadis kecil itu melepaskan diri dari tangan Su Qianci, berlari menuju ke sana dan melepas sepatu merah muda di kakinya. Sambil mengikuti kakak-kakaknya, Ersu memanggil, "Kakak!" Li Jianqian sedang asyik bermain dan mengabaikan adiknya. Li Jianyue mendengus dan berlari mengejar mereka. Dikejar oleh ombak, gadis kecil itu jauh lebih lambat dari kakak-kakaknya, dan kaki kecilnya basah dengan segera. Li Jianqian mengejek, "Ersu idiot, berlari terlalu lambat!" Li Jianyue merasa kesal dan berlari ke arah Li Mosen, berteriak, "Kakak Mosen, aku ingin bermain denganmu. Kita akan mengabaikan kakakku!" Li Mosen tersenyum dan berlari ke arah Li Jianyue, menggandeng tangan gadis kecil itu dan berteriak, "Kami tidak bermain dengan Dasu!" Kedua anak kecil itu bergandengan tangan dan berlari mengitari pantai, mengejar ombak, menjerit dan berlari menjauh. Li Jianqian merasa tidak senang. Bocah laki-laki itu berlari menghampiri dan mengambil tangan Li Jianyue yang sebelahnya dan berkata, "Tiga orang akan berlari lebih cepat bersama-sama!" Su Qianci melihat dari kejauhan, dan senyum di wajahnya sudah melebar. Dengan satu tangan yang diletakkan di pinggangnya, wanita itu mendengar sebuah suara pelan berbisik mesra di telinganya, "Kapan kamu mengadopsi anak itu?" Chapter 670 - Bawa Pulang Dan Memakannya Su Qianci memandangi anak-anak itu tanpa menoleh, meletakkan tangannya di atas tangan Li Sicheng, dan berkata, "Setahun yang lalu," wanita itu terdiam sejenak dan menatap wajah suaminya. "Kamu tidak menyukai bocah itu? Mosen sebenarnya seorang anak yang baik. Sama sekali tidak seperti Tang Mengying." Baik wajah atau temperamennya, Mosen tidak menurun dari Tang Mengying. Anak-anak perlu diajari. Karakter seseorang itu sering tidak diwariskan. Su Qianci selalu percaya bahwa semua orang itu baik pada awalnya. Fakta membuktikan bahwa Su Qianci melakukan pekerjaan yang baik terhadap Li Mosen. Ketika bocah itu baru saja dijemput dari panti asuhan, Li Mosen sangat takut pada orang asing dan bersikap introver 1 . Dia tidak berani keluar untuk bermain. Dia selalu sendirian. Pada saat itu, Dasu dan Ersu sedang belajar berbicara, memanggilnya kakak. Diikuti oleh kedua orang anak kecil itu, Li Mosen menjadi semakin ceria dan penuh semangat. Bocah itu juga sangat cerdas. Li Sicheng tertawa kecil, sambil memeluk istrinya. "Dia anak yang hebat. Kamu telah mengajarinya dengan baik." "Tang Mengying sangat terkutuk, tetapi anak itu tidak bersalah." Su Qianci menatap suaminya. "Ketika direktur panti asuhan menghubungiku, aku sedang bekerja lembur di kantor. Pada saat itu, Mosen sedang demam selama beberapa hari. Direktur panti asuhan membawa bocah itu ke dokter. Dokter mengatakan itu adalah flu. Pada waktu itu, panti asuhan tersebut sedang kekurangan bantuan. Banyak anak yang terinfeksi, tetapi kondisi Mosen yang paling serius. Direktur itu berharap aku bisa menolong anak-anak tersebut. Setelah itu, Mosen sedikit bergantung pada diriku, jadi aku mengadopsinya dan memasukkan bocah itu ke dalam daftar keluarga kita. " Wanita itu mengulurkan tangan ke atas dan mengambil tangan Li Sicheng. Su Qianci mendongak menatap suaminya dan berkata, "Aku tahu bahwa kamu akan kembali. Ketika dulu aku mengusulkan untuk mengadopsi bocah itu, kamu tidak setuju. Aku takut kamu tidak dapat menerima Mosen, jadi aku meminta dia untuk memanggilku bibi, bukannya ibu." Li Sicheng mendengar itu dan dengan sengaja memasang sebuah wajah tegas. "Gadis b*doh, kamu melakukannya tanpa seizinku." "Kamu tidak ditemukan di mana pun pada saat itu, jadi aku tidak bisa meminta izin padamu. Anak ini mengalami masa yang mengerikan. Pada saat itu, selain aku, dia tidak mau mendengarkan siapa pun, dia juga menolak untuk makan dan bermain dengan anak-anak , jadi aku ¡­" "Tidak masalah, selama kita mengajari Mosen dengan baik dan jangan biarkan dia tumbuh menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih." Li Sicheng melepaskan istrinya dan berbisik. "Aku akan menyiapkan sesuatu. Ada sebuah panggangan di sana. Bawalah anak-anak untuk membuat barbeku nanti." "Oke. Pergilah!" Li Sicheng merasa sedikit enggan untuk pergi, mencium istrinya, dan berjalan menuju ke arah panggangan itu. Su Qianci memeriksa ke sekeliling, wajahnya memerah. Kemudian dia melepas sepatunya dan berjalan ke arah anak-anak. Li Mosen membawa Li Jianyue untuk menumpuk pasir. Setelah menghabiskan permennya, Li Jianyue menggunakan tongkat permen loli itu untuk menyodok pasirnya. Setelah pasir itu digali, Li Mosen menumpuk pasirnya, dan Li Jianqian sedang mencari kerang dan menambahkan kerang-kerang tersebut ke istana pasir itu. "Ah! Kepiting!" Li Jianqian berteriak, memegang sebuah benda seukuran jari di tangannya dan berteriak kegirangan. "Mosen, Ersu, lihat, ada seekor kepiting! Masih hidup!" Bocah laki-laki itu berlari tanpa alas kaki dan melemparkan kepiting kecil tersebut di tengah-tengah tumpukan kerang. Li Mosen menatap Li Jianqian dan mengulurkan tangan untuk memungut benda kecil itu, menyerahkannya kepada Li Jianyue. Gadis kecil itu melihatnya dengan gembira. Tetapi ketika kepiting itu berada di depannya, Li Jianyue langsung melarikan diri dan tertawa dengan keras. "Kepitingnya benar-benar hidup. Sangat kecil, ayo kita bawa pulang dan memakannya!" Bersifat suka memendam rasa dan pikiran sendiri dan tidak mengutarakannya kepada orang lain; bersifat tertutup. Chapter 671 - Keluarga Yang Beranggotakan Lima Orang "Dasar idiot! Pasti tidak ada daging di dalam kepiting sekecil ini." Li Jianqian menatap kepiting kecil itu dan mengejek Li Jianyue dengan kejamnya. Gadis kecil itu berteriak, "Kau yang idiot!" "Aku tidak idiot, kau yang idiot." "Aku tidak idiot, Dasu yang idiot!" "Ersu yang idiot!" "Dasu yang idiot!" Kedua anak itu bertengkar. Li Mosen sedang memegang kepiting kecil itu dan bermain dengan kepiting tersebut. Tiba-tiba, Mosen meletakkan kepiting itu di depan wajah Li Jianyue, membuat gadis kecil itu menjerit dan lupa untuk bertengkar dengan Li Jianqian. Merasa bersemangat, Li Jianyue bermain dengan kepiting kecil tersebut bersama-sama Li Mosen. "Sayangku, kemarilah!" Li Sicheng berteriak di kejauhan. Su Qianci mendengar suara suaminya dan melambai pada pria itu. Wanita itu membalikkan badan dan meminta anak-anak untuk mengembalikan kepiting itu ke pantai. Mereka mengenakan sepatu dan berjalan ke arah panggangan di mana Li Sicheng berada. Karena hari itu adalah Selasa, tidak terdapat banyak orang di area VIP ini. Terlihat pengunjung lain dengan anak-anak di panggangan yang lain, tetapi lebih banyak pasangan muda. Ketika orang-orang itu melihat Su Qianci, kebanyakan dari mereka sudah mengenali wanita itu. Mereka tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah Li Sicheng. Setelah melihat Li Sicheng, mereka semua tiba-tiba menyadari apa yang telah terjadi. Li Sicheng mengambil sebuah panggangan di sudut. Itu adalah panggangan yang paling jauh dari keramaian, paling bersih, paling besar, dan dengan peralatan yang terbaik. Penghalang kaca transparan memisahkan tempat unik ini dari yang lainnya. Su Qianci menemukan bahwa bahkan ada AC di dalamnya. Anak-anak duduk di sana, dan Su Qianci mengeluarkan camilan dan makan siang yang mereka bawa dan meletakkannya di atas meja. Anak-anak memakan camilan itu dan menyaksikan Li Sicheng yang sedang membuat barbeku dengan elegan. Di bagian atas, sebuah tudung kecil menyedot asapnya dan batu bara di atas panggangan itu menyala merah membara. "Ayah sangat mengagumkan!" Li Jianyue berteriak dengan mulut yang berisi penuh camilan. "Ayah, aku mau makan daging." "Oke." Li Sicheng menambahkan bumbu-bumbunya. Su Qianci tidak bisa mengalihkan pandangan dari mata suaminya yang dalam di seberang panggangan itu. Su Qianci tampak sedikit kebingungan. Bibir Li Sicheng melengkung dan pria itu berbisik dengan pelan, "Jangan menatapku seperti itu. Aku akan kehilangan kendali, Nyonya Li." Kalimat itu, pipi Su Qianci merah padam. Sambil melotot pada suaminya, wanita itu berbisik, "Anak-anak masih di sini. Jangan menjadi contoh yang buruk!" Li Sicheng mendengar itu, menatap istrinya dengan polos dan bertanya, "Apa aku mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak kukatakan?" Su Qianci terdiam sejenak, dan ketika dirinya memikirkan tentang hal itu, wanita itu tidak bisa berkata-kata. Wajahnya semakin memerah, Su Qianci berhenti berbicara dan membuka sebungkus keripik kentang. Dengan senyum yang semakin lebar, Li Sicheng menyerahkan sosis yang sudah matang terlebih dahulu kepada Su Qianci. Pria itu berkata, "Hati-hati. Ini panas." Su Qianci mengambil sosis itu dan meletakkannya di atas sebuah piring kertas yang bersih. Dia mengambil sebuah pisau dan garpu kemudian memotong sosis tersebut menjadi potongan-potongan kecil untuk anak-anak. "Hati-hati." Tidak ada yang menyadari bahwa pemandangan yang harmonis tersebut telah difoto. Setelah menikmati kerja keras Li Sicheng, anak-anak merasa kenyang, dan bahkan Su Qianci pun makan sedikit terlalu banyak. Keluarga yang beranggotakan lima orang itu berjalan-jalan ke pantai setelah makan. Ketiga anak itu berlari dengan gembira. Li Jianyue berlari-lari untuk mencari kepiting kecil dan menemukan bahwa kepiting itu sudah melarikan diri. Gadis kecil itu mencarinya di dalam air dengan kaki telanjangnya dan sesekali mengeluarkan sebuah kerang kecil. Saat matahari terbenam, cahaya senja itu memantulkan bayangan panjang semua orang. Mereka semua bermandikan cahaya keemasan di sekitarnya. Chapter 672 - Jangan Bertindak Impulsif Li Sicheng dan Su Qianci duduk di pantai, menyaksikan anak-anak yang sedang saling menginjak-injak bayangan mereka, saling mengejar dan tertawa-tawa. Tawa yang riang dan bahagia terdengar ke telinga semua orang, membuat hati seseorang terasa damai. Saat matahari terbenam, awan putih berubah berwarna oranye kemerahan, sangat luar biasa indah. Su Qianci mendongak dan melihat beberapa gumpalan awan yang sedang bergerak dengan perlahan, membentuk sebuah pola seperti lima buah orang. Dua besar dan tiga kecil, salah satunya memiliki kepang kecil. Su Qianci menepuk orang yang berada di sebelahnya dengan sejumlah kegembiraan dan menunjuk ke arah langit. "Lihat, apakah itu terlihat seperti kita?" Li Sicheng meraih pinggang istrinya dan melihat ke tempat yang ditunjuk oleh Su Qianci. Mata pria itu terlihat lembut, Li Sicheng terkekeh, "Ya, bahkan Tuhan telah menciptakan sebuah potret keluarga untuk kita." "Ya, potret keluarga. Ayo kita ambil foto awannya. Di mana ponselmu!" Su Qianci tidak membawa tas dan mengulurkan tangan untuk menyentuh saku Li Sicheng. Tenggorokan Li Sicheng terasa sesak. Su Qianci tidak menyadari sikap aneh suaminya, tetapi mengangkat ponsel Li Sicheng dan memotret awan merah tersebut. Ponsel Li Sicheng baru saja dibeli kemarin. Ponsel itu adalah model terbaru dan memiliki sebuah kamera yang hebat. Awan kecil yang menyala itu terlihat sangat indah di foto tersebut. Su Qianci memandangi foto itu dan tersenyum hangat. "Lihat, awannya cantik kan?" "Ya." Li Sicheng tersenyum dan menunduk menatap istrinya, bahkan tanpa melihat ke arah ponsel itu. Su Qianci memasang foto sebagai desktop ponsel, mendongak dan tersedot ke dalam mata suaminya yang sedalam sebuah kolam. Saat melihat tatapan Li Sicheng, wajah Su Qianci memerah, dan kemudian sedikit mundur. Pria itu menghentikan Su Qianci dan memegangi kepala wanita itu, mencium bibir istrinya yang segar dan merah dengan dalam. Ciuman Li Sicheng sangat ringan, sangat lembut. Tidak ada nafsu berahi dan hanyalah dipenuhi oleh cinta. Setelah ciuman, pria itu berkata dengan suara lembutnya, "Ayo kita pulang. Sudah mulai malam." Su Qianci melihat ke arah jam, dan sekarang sudah pukul enam sore lewat, sudah lewat dari waktu makan malam di rumah tua. Bangkit berdiri dengan wajah memerah, Su Qianci mengumpulkan anak-anak dari pantai, membersihkan kaki mereka, membantu mereka mengenakan sepatu, dan kemudian keluarga beranggotakan lima orang itu pergi untuk makan malam. Setelah makan dan kembali ke rumah tua, pasangan itu membantu memandikan anak-anak. Kemudian Su Qianci membawa satu orang anak, dan Li Sicheng membawa dua orang anak ke tempat tidur mereka. Setelah bermain sepanjang hari, anak-anak langsung jatuh tertidur. Ketika Su Qianci dan Li Sicheng kembali ke kamar mereka, sudah pukul delapan malam lewat. Ketika Li Sicheng sedang mandi di kamar mandi, Su Qianci menerima sebuah telepon. Itu berasal dari Luo Zhan. "Hei Qianci, apakah kalian pergi ke pantai hari ini?" Su Qianci merasa sedikit terkejut, bertanya, "Bagaimana kau tahu?" "Bukan hanya aku, seluruh orang Weibo mengetahuinya, dan sekarang banyak netizen yang sedang menyerangmu. Kau bisa memeriksanya secara online. Itu bahkan merupakan salah satu topik hangat." "Menyerangku?" Su Qianci merasa aneh. "Apa kau yakin itu adalah kata yang tepat? Apa yang telah kulakukan?" Luo Zhan menghela napas. "Kau akan tahu ketika kau melihatnya. Aku harus mencari seseorang, tetapi jangan langsung membuat sebuah pernyataan. Aku akan melihat bagaimana aku bisa menyelesaikannya. Aku punya lebih banyak pengalaman dengan internet daripada dirimu. Jangan bertindak impulsif! " Chapter 673 - Menyebut Hitam Dikatakan Putih, Putih Dikatakan Hitam "Tentu. Biarkan aku melihatnya dahulu." Su Qianci dengan cepat menutup telepon, membuka Weibo di ponselnya, dan pergi ke topik hangat. Beberapa topik yang pertama adalah tentang sejumlah bintang film. Menggeser ke bawah, Su Qianci melihat foto dirinya. Judulnya mencolok: "Kebahagiaan atau Keegoisan? CEO Wanita Mengatakan Ya kepada Seorang Kekasih yang Tergila-gila dan Kembali ke Mantan Suaminya" Ketika melihat judul ini, Su Qianci ingin muntah darah. Judul macam apa itu? Kekasih yang tergila-gila? Lu Yihan? Ok, pria itu cukup tergila-gila. Akan tetapi, pada saat itu, dirinya tidak menyetujui pinangan Lu Yihan, tetapi menyetujui taruhan yang dikatakan oleh pria itu. Ketika dirinya seharusnya bertemu Lu Yihan pada saat terakhir kali, pria itu bahkan meninggalkan sebuah pesan: Kau menang. Kemudian, Su Qianci tidak pernah melihat Lu Yihan lagi. Mantan suami? Hanya seorang suami yang sudah bercerai yang bisa disebut mantan suami, kan? Merasa sesak napas, Su Qianci memandangi unggahan orang tersebut: [Presiden wanita LS @Suqianci mengatakan ya kepada pinangan presiden Qianle @Luyihan, tetapi setelah mantan suaminya kembali, sumpah sebelumnya itu semuanya menjadi tidak valid. Hari ini, dia membawa tiga orang anak ke Pantai Kotaraja bersama mantan suaminya. Dengan sebuah ban cadangan dan seorang mantan suami, dia pasti sangat berbahagia!] "Si*lan ¡­." Su Qianci tidak bisa menahan sumpah serapahnya, hampir membanting ponsel itu. Bagaimana mereka bisa menyebut hitam dikatakan putih, putih dikatakan hitam 1 ? Dan rumor tak berdasar seperti itu menerima ratusan ribu "suka", dan ratusan ribu tanggapan? Ya Tuhan! Apa apaan ini! Gambar pertama adalah sebuah screenshot dari unggahan Su Qianci beberapa hari yang lalu. Teksnya adalah: Restui aku [emoji tersenyum]. Di bawahnya adalah sebuah foto, sebuah buket mawar dengan sebuah cincin berlian, dan Su Qianci dengan Lu Yihan. Gambar kedua adalah sebuah screenshot Weibo Lu Yihan. Itu diunggah hampir dalam waktu yang bersamaan dengan milik Su Qianci, tetapi itu adalah pertama kalinya bagi Su Qianci melihat unggahan tersebut. [Lu Yihan]: Hari ini tinggiku 3 meter [emoji tertawa] [emoji tertawa] Gambar itu memperlihatkan sebuah meja kristal panjang yang indah dengan sebuah sajian makan malam dengan cahaya lilin yang lembut, sebuah cincin dan sebuah buket mawar di atasnya, tidak ada orang. Seharusnya foto itu diambil sebelum Su Qianci hadir. Tidak terdapat banyak "suka" atau komentar, bahkan kurang dari sepersepuluh dari unggahan Su Qianci. Ada tujuh buah foto lain di bawahnya, yang semuanya diambil di pantai pada hari ini. Wajah anak-anak dan pasangan itu tidak disamarkan sebelum diunggah di depan umum. Su Qianci merasa sangat murka sehingga tubuhnya bergetar, dan dia mengeklik untuk melihat komentar-komentarnya. Memang terdapat banyak komentar yang menuduh dirinya: [Anjinglajang+111]: Benar saja, aku mengatakan bahwa presiden perempuan itu tidak mungkin bersih. Kemudian dia ternyata adalah wanita j*lang yang mendua [emoji mengangkat bahu] [Yang Mulia jatuh cinta kepada aku 8]: Menakjubkan gadisku, kau menjalankan perusahaan juga para pria. [Istri Lu Yihan]: Aku merasa sedih dengan Lu-ku. Dia hanya buta untuk jatuh cinta pada wanita itu [emoji menangis] Pada saat yang sama, terdapat juga banyak orang yang membela Su Qianci: [Sederhana Su-ku]: Seseorang dengan cacat intelektual mencari perhatian sudah teridentifikasi [emoji tidak berdaya] [Tidak ada uang]: Apakah otak blogger ini rusak? Apanya yang mantan suami! Apakah Li Sicheng pernah menceraikan Susu? [emoji mengangkat bahu] Kau hanya membuat-buat sesuatu. Lu adalah orang ketiga, oke? [emoji mengangkat bahu] Lu yang telah mengejar Susu. Apakah kau menyalahkan Susu karena terlihat menawan? Cinta sejatinya telah hilang selama empat tahun, dan Susu benar-benar setia kepada suaminya, dan sekarang Li Sicheng sudah kembali, siapa yang akan Susu pilih? Kau pastilah mengalami keterbelakangan mental! [Qianqian 520]: [Gambar Komentar] Kemarilah, ini adalah sebuah gambar tentang kebenarannya [emoji mengangkat bahu] Gambar itu adalah berita baru-baru ini: "Tertekan! Presiden Su dari LS meneriakkan nama suaminya yang sudah meninggal di taman hiburan" Peribahasa yang artinya tidak mengatakan yang sebenarnya (yang baik dikatakan buruk dan sebaliknya) Chapter 674 - Penjelasan Lu Yihan Su Qianci merasa marah dan mulai menulis sebuah unggahan baru, melampirkan sebuah gambar awan yang dirinya ambil hari ini dengan ponsel Li Sicheng: 1. Ini adalah kehidupan pribadi saya. Saya tidak perlu menjelaskannya kepada siapa pun selain keluarga saya; 2. Tindakan-tindakan ini tidak hanya melanggar hak kami untuk reputasi dan citra diri, tetapi juga merupakan fitnah; 3. Saya tidak pernah membiarkan foto anak-anak saya muncul di depan umum. Saya tidak menyangkal bahwa saya adalah seorang tokoh masyarakat, tetapi anak-anak saya bukan tokoh masyarakat. Tolong pastikan untuk menghapus foto tersebut, jika tidak Anda akan menerima surat dari pengacara saya dan kami akan bertemu Anda di pengadilan; 4. Li Sicheng adalah suami saya, dan saya sangat mencintainya. Saya tidak pernah menceraikan Li Sicheng, jadi saya tidak memiliki mantan suami. Dan saya tidak akan pernah menceraikan Li Sicheng. 5. Kebakaran empat tahun lalu tidak menewaskan suami saya. Saya selalu percaya itu dan orang-orang yang mengikuti saya dalam beberapa tahun terakhir mengetahui hal itu. Sekarang Li Sicheng sudah kembali, dapatkah Anda berhenti berspekulasi mengenai kesehatan mental saya? Akhirnya, terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda. LS bersama kalian. Begitu unggahannya dikirim, ponsel Su Qianci berdering tanpa henti. Komentar-komentarnya menumpuk sekaligus: [Mengagumkan Qianqian-ku]: Bagus sekali! Pada akhirnya, pengumuman ini sangat mengejutkan saya [Qianqian Qianqian]: Keren, seharusnya seperti ini. Orang-orang idiot itu yang sepenuhnya tidak rasional [emoji mengangkat bahu] [Seorang imut yang normal]: Setiap kali Susu mengunggah sebuah foto bersama anak-anaknya, Susu selalu menyamarkan wajah mereka. Si idiot itu bahkan tidak melakukannya. Tapi anak-anak tersebut sangat menggemaskan, terutama gadis kecil itu. Aku benar-benar ingin menciumnya, sangat menggemaskan! [Kakak hanyalah sebuah legenda]: Itu dia. Mengapa kau harus menjelaskan kepada orang idiot? Aku penggemarmu sekarang! [Raungan]: Bagaimana dengan pinangan pernikahan? Menghindari hal yang paling penting? ¡­. Su Qianci memuat ulang halaman Weibo itu dan menemukan sebuah unggahan baru di antara teman-temannya. Setelah melihat konten 1 di dalamnya, Su Qianci terdiam. [Lu Yihan]: Terima kasih atas perhatian kalian. Saya berteman baik dengan Qianqian. Saya sudah mengenalnya selama 13 tahun. Saya selalu menghargai teman ini. Tolong jangan membuat spekulasi [emoji lucu] Mereka yang mengenal Qianqian mengetahui seperti apa dirinya. Dia adalah seorang gadis yang menawan, tanpa sebuah keraguan pun. Saya hanya mengiriminya bunga untuk perayaan ke 13 tahun persahabatan kami. Cincin berlian mewakili keabadian persahabatan kami [emoji tertawa] Kalian semua berpikir terlalu berlebihan! @SuQianci Datanglah dan jelaskan, kau tidak bisa begitu kejam BFF 1 tersayang [emoji marah] Saya terlalu sibuk untuk menjelaskan kepada semua orang! Selesaikan kekacauan ini, atau hadiah ulang tahunmu akan disita! Hatinya terasa pilu, mata Su Qianci menjadi basah. Li Sicheng keluar hanya dengan sebuah handuk di pinggangnya, menggosok rambutnya. Melihat raut wajah istrinya, pria itu mengerutkan kening. "Apa yang terjadi?" Su Qianci menggelengkan kepalanya dengan mata yang merah dan mengeklik komentar Lu Yihan: [Istri Lu Yihan]: Benarkah? Waktu terakhir kali kau tidak mengatakan itu! [emoji sakit hati] [emoji menangis] [Dewi makan melon]: Ternyata seperti ini [emoji berpikir] Aku percaya padamu. [Orang ini sudah mati, cari dia di neraka]: Ya ampun, benarkah itu masalahnya? Aku tahu bahwa Susu tidak akan mengatakan ya kepadamu. Ternyata kalian adalah BFF. [emoji tepuk tangan] [Susufan]: Hei, jika kau berani menyita hadiah ulang tahun Susu kami, aku tidak akan mengunduh aplikasimu. Gigit aku! Informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik. Best Friend Forever, sahabat untuk selamanya. Chapter 675 - Sayang, Aku Mencintaimu Banyak komentar di bawah unggahan Lu Yihan adalah penggemar-penggemar Su Qianci. Su Qianci meneruskan unggahan Weibo Lu Yihan, dan menjawab: [emoji menangis] Jangan lakukan ini padaku! Hal ini akan memberimu musuh!! Nama-nama itu terkait dengan Su Qianci atau LS, sangat mudah dikenali. Su Qianci mendongak menatap Li Sicheng dan memanggil, "Sayang ¡­." "Ya?" Li Sicheng mengerutkan kening dan menghapus air mata istrinya, sambil menatap ke arah ponsel Su Qianci. Mengambil ponsel tersebut dan melihat-lihat komentar-komentar di bagian bawah, wajah pria itu menjadi lebih dingin. Su Qianci menyadari perubahan Li Sicheng, meraih ponselnya kembali, mengunci layarnya, dan memperingatkan suaminya, "Jangan bertindak impulsif. Yihan sudah menyelesaikannya untukku." "Tidak akan." Li Shicheng merentangkan tangannya dan mendorong istrinya dengan lembut. Pria itu berkata, "Sekarang mandilah dulu." Su Qianci belum merasa yakin sepenuhnya, balas menatap suaminya dengan sebuah tatapan peringatan. Setelah Li Sicheng melihat-lihat unggahan itu di ponsel istrinya, wajah pria itu menjadi semakin suram. Para internet troll 1 ini menyakiti orang-orang tanpa biaya, itulah sebabnya mereka begitu sombong. Wajahnya menjadi gelap dan Li Sicheng meraih ponselnya, mengunduh aplikasi Weibo dan masuk ke akunnya sekitar sepuluh menit kemudian, dia mengunggah sesuatu. [Li Sicheng]: Saya beruntung setelah saya pergi selama empat tahun, orang-orang jahat itu tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dan orang-orang baik tetap aman. Pesta pernikahan yang saya janjikan kepada istri saya tidak terealisasi empat tahun yang lalu, jadi saya ingin mengundang kalian ke pernikahan kami nanti. Saya akan mengumumkan waktu dan tempatnya. Ini Li Sicheng. LS bersama kalian. Tidak ada gambar dan tidak ada emoji apa pun. Tidak bisa lebih sederhana lagi. Siapa pun yang mengenal Li Sicheng mengetahui bahwa ini adalah gaya Li Sicheng. Begitu Li Sicheng mengunggah itu, balasan-balasan dan "suka" datang lebih cepat dari yang dirinya bayangkan. Pria itu mengambil ponsel Su Qianci dan menemukan bahwa unggahan Weibo yang baru saja diteruskan oleh Su Qianci telah menerima puluhan ribu "suka" dan komentar. Li Sicheng mencari namanya sendiri, dan menggunakan akun Su Qianci untuk meneruskan unggahan miliknya sendiri, dan mengetik beberapa kata: [emoji pelukan] [emoji meniup ciuman] Sayang aku mencintaimu. Melihat kata-kata ini, bibir Li Sicheng melengkung. Ketika mendengar bahwa pintu kamar mandi terbuka, Li Sicheng mengunci layar kedua ponsel itu pada saat bersamaan dan meletakkannya ke samping. Su Qianci membiarkan rambutnya tergerai dan mengering di pundaknya. Melihat kehadiran Li Sicheng, wanita itu merasa sedikit aneh. Sambil menarik jubah di tubuhnya, Su Qianci menghampiri untuk mengambil ponselnya, tetapi Li Sicheng menarik istrinya maju ke tempat tidur. Li Sicheng membalikkan badannya dan menindih istrinya ke ranjang. "Tidak sehat menggunakan ponselmu sebelum tidur. Kenapa kita tidak melakukan sesuatu untuk membantu tidur dan merasa rileks?" Wajah Su Qianci berubah sedikit memerah, sebenarnya ¡­ dirinya tidak mengenakan apa pun di balik jubah mandinya! Tapi sekarang dirinya masih belum mau melakukan hal itu. Wanita itu mendorong Li Sicheng dan mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya di tempat tidur. "Aku hanya akan melihatnya saja." "Jangan lihat itu, lihatlah aku." Li Sicheng membuka ikatan handuk di pinggangnya dan mencium istrinya dalam-dalam. "Hmm ¡­ aku akan ¡­ ah, kenapa buru-buru sih ¡­." Li Sicheng memeluk istrinya erat-erat dan berbisik dengan puas, "Kamu telah tumbuh dewasa. Ini sekarang lebih lembut." Su Qianci tersipu malu dan berkata, "Ini wajar setelah melahirkan ¡­." Li Sicheng membuka ikatan jubah mandi istrinya, meletakkan tangannya di pinggul Su Qianci, dan berkata dengan suara yang dalam dan menawan, "Bagaimana kalau kita punya satu lagi?" Seseorang yang memulai pertengkaran atau membuat kesal orang-orang di Internet untuk mengalihkan perhatian dan menabur perselisihan dengan menggunggah pesan-pesan yang tidak menyenangkan dan berlebihan, di luar topik dalam komunitas online (seperti newsgroup, forum, chat room, atau blog) dengan maksud memprovokasi pembaca agar menampilkan respons emosional, apakah untuk hiburan troll atau keuntungan tertentu. Chapter 676 - Ini Li Sicheng "Tidak." Su Qianci menatap Li Sicheng dan berbisik, "Kita sudah punya seorang putra dan seorang putri, dan seorang putra adopsi. Kenapa kamu menginginkan begitu banyak anak?" Li Sicheng mendengar itu, tersenyum, dan mengetuk hidung istrinya. "Aku tidak punya kesempatan untuk membesarkan mereka ketika mereka masih bayi. Beri aku satu lagi sehingga aku bisa mencoba merawat seorang bayi?" "Keluarga berencana, Tuan Li." "Sekarang ada sebuah pembaruan sehingga kita bisa memiliki lebih banyak anak." Li Sicheng mengisap bibir istrinya, dengan berhati-hati mencicipinya dan berbisik, "Bagaimana menurutmu?" Su Qianci mendongak menatap suaminya dengan mata hitam dan cerahnya, tiba-tiba tersenyum dan berkata, "10 bulan, bisakah kamu menahan diri?" Setelah mendengar ini, Li Sicheng mengerutkan kening. Saat memikirkan hari-hari sulit yang telah dirinya alami, pria itu mengerutkan kening dan bertanya, "Apa yang harus kita lakukan? Aku tidak membeli kondom." "Aku juga tidak minum pil, tadi malam ¡­" Mereka tidak menggunakan alat pelindung apa pun tadi malam ¡­. Li Sicheng dengan lembut mengerutkan bibirnya. Suaranya terdengar rendah dan sensual. "Mari kita lihat saja apa yang terjadi. Jika bayinya datang, kita akan memilikinya." Setelah itu, ciuman-ciuman menghujani dagu dan leher Su Qianci. Li Sicheng dengan lembut mengisap tulang selangka istrinya dan kemudian dadanya. Gerakan pria itu lembut dan alim, seperti orang beriman yang paling setia, menyembah satu-satunya keyakinan miliknya, begitu berhati-hati, mencintai, dan penuh kasih sayang. Hari ini, dia jauh lebih lembut daripada tadi malam. Jelas terlihat, Li Sicheng dengan sengaja menahan dirinya sendiri. Di penghujung hari, Su Qianci merasa sangat rileks secara fisik dan mental dan jatuh tertidur lelap. Li Sicheng membersihkan semuanya dan mengambil ponsel di sebelahnya. Di bawah unggahan Weibo-nya, terdapat puluhan ribu komentar. Pria itu melihat-lihat dan menemukan bahwa banyak orang yang memberi selamat kepada mereka. [Aku buta terpana dengan penampilanmu]: Empat tahun, Susu mengalami masa-masa sulit, tetapi untungnya kau kembali. Semoga kalian berbahagia. [emoji cinta] [Aku mencoba untuk tidak memukulmu]: Hantu!! Aku pikir kau sudah meninggal, kau tahu? Semua jenis berita melaporkan bahwa kau sudah meninggal, kau tahu?! Kenapa kau tidak pulang jika kau masih hidup? Apakah kau kehilangan ingatanmu seperti tokoh-tokoh dalam kisah cinta itu? Kecelakaan mobil? Apakah kau pergi menyelamatkan dunia seperti Ultraman?! Bagaimanapun juga, perlakukan istrimu dengan lebih baik di masa depan. [emoji menghina] [888 sangat tampan]: Apa? Pesta pernikahan? Di mana itu? Bisakah aku pergi? Aku ingin sebuah undangan, kumohon. Tekan "suka" jika kalian ingin pergi juga. [Riasan Korea menambahkan WeChat **********]: Sebuah pengumuman yang bagus di tempat pertama. Pengumuman yang sama dari pasangan ini. Riasan Korea Xiaomei juga bersama kalian, tekan "suka" untuk uang gratis, tambahkan akun WeChat ******** ¡­. Terdapat berbagai macam komentar yang acak. Setelah melihat tidak ada yang menuduh istrinya lagi, Li Sicheng diam-diam menghela napas lega. Mengambil ponselnya, dia melihat pesan WeChat yang dikirim oleh Lu Yihan: abaikan kata-kata di Internet itu. Kami tahu apa yang terjadi pada diri kami sendiri. Aku berharap kalian berbahagia. Dan pesan kedua: Kami selalu bersahabat. Li Sicheng melihat pesan itu dan tersenyum dengan dingin. Sahabat? Lu Yihan berpikir Li Sicheng tidak mengetahui apa yang Lu Yihan inginkan dengan istrinya? Itu sangat jelas terlihat. Dasu masih enggan memanggilnya ayah, sebagian besar karena Lu Yihan. Matanya semakin gelap, Li Sicheng dengan cepat mengetuk ponselnya dan menjawab: Istriku terlalu lelah dan sudah tertidur. Ini Li Sicheng. £¬ Chapter 677 - Dia Adalah Seorang Perusak Rumah Tangga [Istriku terlalu lelah dan sudah tertidur. Ini Li Sicheng.] Sebuah balasan yang cukup sederhana dan terus terang. Akan tetapi, Lu Yihan memandangi kata-kata itu untuk waktu yang lama dan merenung, hanya untuk memahami apa yang ingin diungkapkan oleh pihak lain tersebut. Raut wajahnya yang ceria menjadi suram. Lu Yihan mencibir dan mengencangkan cengkeraman di ponselnya. Dia merasa sangat sedih sehingga hatinya terasa sakit. Semua perasaan itu berubah menjadi sebuah tenaga yang kuat, membuat pria itu membantingkan ponselnya ke pintu. Pintu kayu solid itu langsung membentuk sebuah lubang, dan ponsel itu hancur berkeping-keping di lantai. Lu Yihan tiba-tiba bangkit berdiri dan menuju ke ruang kerja untuk mengambil minuman keras yang telah dia kumpulkan sejak lama. Baijiu 1 , wiski, dan anggur merah semuanya dikeluarkan. Setelah meminum segelas Baijiu, pria itu merasakan sebuah sensasi terbakar yang datang langsung ke tenggorokannya. Namun, dirinya tidak merasa lebih baik, tetapi semakin buruk. Entah itu karena stimulasi alkohol atau unsur-unsur lainnya, Lu Yihan merasa matanya terbakar, dengan sebuah lapisan kabut di depan matanya. Li Sicheng! Setelah meminum beberapa gelas lagi, dirinya menjadi sedikit mabuk dan merasakan sebuah rasa sakit yang semakin kuat di matanya. Su Qianci telah menyetujui pinangannya. Jika dirinya mempunyai lebih banyak waktu, Lu Yihan dapat benar-benar membawa wanita itu pulang dan mengumumkan bahwa Su Qianci adalah miliknya. Tetapi mengapa, mengapa Li Sicheng harus kembali pada saat ini? Mengapa? Li Sicheng telah pergi selama bertahun-tahun dan meninggal selama bertahun-tahun. Bukankah lebih baik bagi pria itu untuk meninggal di tempat lain? Mengapa Li Sicheng harus kembali, untuk merampas satu-satunya kebahagiaan milik dirinya? Jika saja dirinya diberi beberapa hari lagi ¡­. Semakin Lu Yihan memikirkan mengenai hal itu, semakin terasa tidak masuk akal saat dia memikirkan tentang dirinya sendiri. Dengan wajahnya yang berada di atas meja, Lu Yihan memegang gelas itu dan terkekeh-kekeh. Tetapi cairan panas itu sudah menetes dari matanya, meninggalkan sebuah luka bakar di hatinya, begitu ganas, begitu kuat. Cairan itu terasa seperti setetes asam sulfat berkonsentrasi tinggi. Ketika jatuh menetes, asap tebal muncul dan menutupi matanya, mengaburkan pandangannya. Li Sicheng sudah kembali, dan Su Qianci merasa sangat bahagia. Foto di Weibo, foto keluarga beranggotakan lima orang itu. Mereka terlihat sangat harmonis. Senyum Su Qianci begitu gemilang, memancarkan cahaya kebahagiaan, begitu cantiknya hingga membuat terpesona. Empat tahun lalu, ketika Li Sicheng masih berada di sana, Su Qianci juga tersenyum seperti itu. Hanya Li Sicheng yang dapat memberi istrinya senyuman seperti itu, jadi apa artinya Lu Yihan? Sambil menatap ke arah dinding putih di hadapannya, Lu Yihan mencibir pada dirinya sendiri. "Dasar b*doh!" Setelah melemparkan gelas anggur, pria itu membuka tutup minuman keras dan menuangkannya langsung ke dalam mulutnya. Cairan yang kental dan menstimulasi itu tertuang ke dalam hidungnya, dan dirinya terbatuk-batuk dengan keras hingga berlinang air mata. Rasa sakit di kepala dan matanya masih belum mengalahkan rasa sakit di hatinya. Pada akhirnya, Lu Yihan tidak dapat menahan diri untuk membenamkan wajahnya ke atas meja, menangis dengan sedihnya. Seperti yang telah Luo Zhan katakan, seorang perusak rumah tangga tidak akan pernah memiliki sebuah akhir yang bahagia. Dan seorang pria perusak rumah tangga bahkan lebih terkutuk daripada seorang wanita perusak rumah tangga. Dirinya ingin mencuri istri Li Sicheng, tetapi Qianqian-nya adalah seorang gadis setia yang akhirnya mendapatkan pangerannya kembali. Dari awal hingga akhir, dirinya tidak pernah berada di antara mereka berdua. Sejumlah besar fakta membuktikan bahwa dirinya hanyalah sebuah lelucon. Lu Yihan berpikir dirinya telah menunggu Su Qianci selama lebih dari satu dekade, yang mana tidak lebih dari sekadar lelucon dalam kehidupan orang lain. - Sejenis minuman keras yang berasal dari China, terbuat dari biji-bijian. Chapter 678 - Kembali Ke Kamar Tidur Tidak masuk akal ¡­. Botol minuman keras itu dilempar, membuat sebuah suara bising di lantai saat botol tersebut pecah berkeping-keping. Tepat ketika Luo Zhan mengeluarkan kuncinya di luar apartemen, dia mendengar suara bising di dalam itu dan tiba-tiba bergidik. "Oh sahabatku ¡­." Luo Zhan menelan ludah tanpa bersuara. Setelah membuka pintu, pria itu melihat kepingan botol, gelas dan ponsel yang tergeletak di lantai. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dia kemudian melangkah masuk dengan hati-hati, merasa takut kalau-kalau ada sesuatu yang akan mendarat di kepalanya. Li Sicheng datang kembali. Beberapa orang merasa senang, dan beberapa orang merasa tidak senang. Lu Yihan tanpa diragukan lagi termasuk salah satu dari sedikit orang yang merasa sedih. Sambil mendesah dalam hati, Luo Zhan sudah menduga akan reaksi Lu Yihan. Akan tetapi, Luo Zhan tidak menduga bahwa Lu Yihan akan menjadi sangat marah sehingga membanting barang-barang ¡­. Apakah Li Sicheng melakukan sesuatu pada Lu Yihan? Dengan pemahamannya tentang Li Sicheng selama bertahun-tahun, Luo Zhan merasa hal ini sangatlah mungkin. Luo Zhan bahkan semakin bersimpati kepada Lu Yihan. Sambil menghindari puing-puing di atas lantai, dia berjalan masuk dan melihat Lu Yihan yang mengenakan pakaian yang sama dengan yang dikenakan di kantor pada hari ini, dengan wajah yang berada di atas meja. Berbagai jenis botol anggur diletakkan di sebelahnya, dan semuanya berasal dari koleksinya di ruang kerja. "Si*l, setelah mengumpulkannya untuk waktu yang begitu lama, kau baru saja meminum semuanya?" Luo Zhan betul-betul menyadari sejauh mana rasa sakit yang diderita oleh Lu Yihan. Ketika melihat bahwa minuman anggur yang tidak dapat dibeli dengan uang itu terbuang seperti itu, Luo Zhan merasa tidak enak, mengambil beberapa botol dalam keheningan, dan meletakkannya kembali ke rak anggur di ruang kerja. Setelah memindahkan botol-botol tersebut sebanyak tiga kali bolak balik, akhirnya tidak ada botol yang tersisa. Ketika Luo Zhan mengulurkan tangan dan menyentuh Lu Yihan, Lu Yihan tidak bergerak. Luo Zhan mengulurkan tangan dan menyibakkan rambut Lu Yihan dari wajahnya dan menemukan bahwa wajah Lu Yihan merah padam. Saat menyadari bahwa seseorang sedang menyentuh dirinya, Lu Yihan membuka matanya sedikit. Matanya merah, terlihat sedikit menakutkan. Luo Zhan terkejut, dan tiba-tiba merasa iba mengenai Lu Yihan. "Hei! Cinta yang dalam benar-benar memiliki akhir yang bahagia!" Luo Zhan mengangkat Lu Yihan dan berteriak, "Hei, bangun, pergilah kembali tidur di kamar." Mata Lu Yihan berlinang air mata, dan pria itu mencengkeram tangan Luo Zhan, erat dan kuat. Luo Zhan terkejut. Dia hendak mengatakan sesuatu ketika dirinya mendengar Lu Yihan memanggil, "Qianqian ¡­." Luo Zhan tertegun, tetapi kemudian langsung menjadi jengkel, meraung, "Qianqian kepalamu! Aku adalah Paman Luo-mu!" "Qianqian, kenapa ¡­" Lu Yihan tidak hanya tidak melepaskan, tetapi juga mengulurkan tangan dan memeluk Luo Zhan, membenamkan wajahnya di pinggang Luo Zhan, menangis. Luo Zhan ingin mendorong Lu Yihan menjauh, tetapi setelah mendengar kata-kata Lu Yihan itu, dirinya tidak tega melakukannya. "Kenapa ¡­ apa yang salah denganku ¡­ kenapa kau tidak bisa melihatku ¡­ dia sudah mati ¡­ kenapa kau masih tidak bersedia menerima diriku ¡­ jika ¡­ kita menikah lebih cepat, dia tidak akan memiliki kesempatan, Qianqian ¡­." Sangat menyedihkan ¡­. Malangnya! Lu Yihan, seorang pria yang cukup tangguh untuk bekerja di dalam industri IT. Pria ini mandiri, dengan IQ dan EQ yang tinggi serta kesabaran dan ketekunan yang luar biasa. Pada usia muda, dia memulai bisnisnya sendiri dari nol, dan sudah menikmati sebuah reputasi tertentu di China. Tapi mengapa dia harus jatuh cinta dengan ¡­ seorang wanita yang sudah menikah! Meskipun ketika dia jatuh cinta pada Su Qianci, wanita itu belum menikah, itu sudah berlangsung bertahun-tahun sehingga Lu Yihan seharusnya sudah menyerah. Luo Zhan benar-benar tidak bisa memahaminya. Dia menundukkan kepalanya dan menepuk wajah pria itu. "Bukan karena kau tidak cukup baik. Itu karena waktumu yang buruk. Su Qianci tidak akan menjadi milikmu bahkan jika kau memilih untuk menunggu wanita itu." Chapter 679 - Bodoh Ya. Sesuatu seperti cinta selalu sulit untuk dikatakan. Meskipun Lu Yihan sudah mengenal Su Qianci untuk waktu yang lama, harga diri pria itu terlalu kuat. Karena kondisi ekonomi keluarganya tidak baik, Lu Yihan ingin memulai sebuah karir sebelum mempertimbangkan untuk membina sebuah keluarga. Karena itu, dia tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Su Qianci, tapi ¡­ ketika dia telah mendapatkan kesuksesan dalam karirnya, wanita itu sudah menjadi milik orang lain. Dan Lu Yihan ditakdirkan untuk menjadi seorang sahabat bagi Su Qianci. "Hei! Aku merasa kasihan padamu." Luo Zhan menepuk pundak Lu Yihan. "Pergilah, kembali tidur. Jangan gila." Lu Yihan tidak melepaskannya, memeluk pinggang Luo Zhan, bernapas dengan cepat. Luo Zhan merasa sangat sial. Dia mengangkat Lu Yihan dengan satu tangan di bawah lengannya dan yang lain di pinggangnya, menyeret Lu Yihan ke kamarnya. Namun, sangat sulit bagi Luo Zhan untuk memindahkan seorang pria tinggi seperti Lu Yihan sendirian, yang kuat dan mabuk! Setelah menyeret kurang dari setengah perjalanan, Luo Zhan roboh ke lantai. Karena tidak bisa menyeret Lu Yihan, Luo Zhan hanya melemparkan pria itu ke lantai. Terengah-engah, Luo Zhan juga duduk di sebelah Lu Yihan. "Si*l, kenapa kau begitu berat? Kau terlihat sangat kurus!" Luo Zhan beristirahat sejenak dengan kedua tangan di pinggangnya sebelum dirinya mulai menyeret pria itu lagi. Setelah beberapa menit, dia membawa Lu Yihan kembali ke kamar. Luo Zhan melemparkan Lu Yihan ke tempat tidur, duduk di tempat tidur dan terengah-engah seperti seekor anjing. Setelah beristirahat, dia berjalan mengitari untuk membantu pria itu melepas sepatu dan kaus kakinya. Setelah itu, dia mendapati bahwa tubuh Lu Yihan bersimbah keringat. Luo Zhan merasa tidak dapat berkata-kata. Dia menemukan remote control dan menyalakan AC, menyesuaikan suhu hingga 24 derajat Celcius, meletakkan remote control itu, menutup pintu, dan pergi. Setelah sibuk sepanjang hari, Luo Zhan merasa sangat kelelahan, karena mengurus kekacauan setelah seharian bekerja. Dia mengambil serpihan-serpihan gelas dan mengumpulkan kepingan ponsel yang rusak. Ketika mencoba menyalakannya, dia mendapati bahwa ponsel itu sama sekali tidak bisa digunakan. Setelah mengambil kartu SIM-nya, dia meletakkan ponsel itu ke samping. Setelah proses bersih-bersih selesai, Luo Zhan mandi dan pergi tidur. Saat tengah malam, Luo Zhan terbangun oleh banyak suara bising. Bangun dari tempat tidur dengan gemetar, Luo Zhan membuka pintu dengan segera dan berlari keluar. Tempat itu semula adalah sebuah apartemen dua kamar, dengan sebuah kamar mandi bersama. Suara itu keluar dari kamar mandi. Luo Zhan berjalan masuk dan menemukan bahwa Lu Yihan sedang terbaring di dalam kamar mandi transparan itu. Pancuran airnya menyala, dan Lu Yihan basah kuyup. Jas kusutnya basah, dan tidak terlihat terlalu bagus. Dengan tangannya di dahinya, Luo Zhan merasa sangat tidak berdaya. "Maksudku, sahabatku, apakah kau ingin mandi air dingin untuk menenangkan dirimu saat tengah malam? Bisakah kau biarkan aku santai sedikit?" Lalu Luo Zhan mematikan airnya. Ketika Luo Zhan mengulurkan tangan dan menarik Lu Yihan, Lu Yihan menyingkirkan tangan Luo Zhan. Wajah Lu Yihan merah, dan matanya kabur, ketika dirinya bertanya dengan jelas, "Aku akan menggunakan toilet ¡­ arah yang salah ¡­." "Si*lan! Kenapa kau menyalakan pancuran airnya?" "Menyiram ¡­." Luo Zhan, "¡­." Baiklah, jadi Lu Yihan telah memecahkan masalah pribadinya di kamar mandi. Saat mengangkatnya dengan satu tangan, Luo Zhan merasa tidak berdaya. "Kau benar-benar berat! Ya Tuhan, berapa sih berat badanmu?" Lu Yihan merasa sedikit lebih baik. Dia bangkit dan meletakkan setengah berat badannya pada Luo Zhan, berkata, "Aku lebih berat daripada kau ¡­ lebih tinggi daripada kau, lebih kuat daripada kau, kau ¡­ ayam lemah ¡­." Luo Zhan mengerutkan kening, dan langsung menurunkan Lu Yihan. "Kembalilah! Kau merendahkanku ketika aku membantumu. Kenapa kau tidak hidup di bulan saja?" Chapter 680 - Aku Masih Perjaka, Kenapa Kau Melakukan Ini Padaku? Lu Yihan tertawa, mengulurkan tangan, dan meraih celana Luo Zhan. Luo Zhan sedang mengenakan celana piama, yang mana menggunakan karet di bagian pinggangnya. Ketika celananya ditarik, celana itu langsung melorot. "Apa yang kau lakukan, berandalan?!" Luo Zhan menjadi marah, memukul tangan Lu Yihan, dan dengan cepat menarik celananya kembali. "Apakah kau tahu siapa aku?" "Luo Zhan," kata Lu Yihan dengan jujur. Pipinya merah merona, dan pandangan matanya kabur. "Bukan! Aku adalah Paman Luo-mu!" Luo Zhan berkata dengan marah dan menarik Lu Yihan berdiri. "Pergilah, kembali ke kamarmu!" Lu Yihan bangkit dan mengikuti Luo Zhan, sambil membuka kancing jasnya. Namun, pria itu tidak berhasil membuka kancingnya satu pun setelah beberapa saat. Sambil terhuyung, dia berjalan dengan zig-zag. Luo Zhan membuka pintu kamarnya. Karena Lu Yihan sedang menundukkan kepalanya, Lu Yihan benar-benar menabrak pintu dengan suara yang nyaring! Luo Zhan merasa pening. Saat memalingkan kepalanya, Luo Zhan melihat Lu Yihan sedang memegangi wajahnya dan tersenyum seperti seorang idiot. Luo Zhan berbalik dan menarik tangan Lu Yihan ke bawah. Kemudian dia melihat tangan, mulut dan hidung Lu Yihan yang semuanya berlumuran darah. "Apa-apaan ini ¡­. Kau menabrakkan dirimu sendiri dengan sangat parah? Hahahahaha! Hahahaha ¡­." Luo Zhan tertawa tanpa belas kasihan, tidak mampu menghentikan dirinya sendiri. Lu Yihan mimisan dan merasa tidak enak ketika melihat Luo Zhan tertawa seperti ini. Mengulurkan tangan dan mendorong Luo Zhan, Lu Yihan merasa agak tidak senang. "Apa yang kau tertawakan!" "Ha ha ha ha ha ha ha!" Lu Yihan diam-diam menyentuh hidungnya, lalu mengulurkan tangan untuk mengoleskannya pada Luo. Luo Zhan sangatlah bijaksana untuk mundur satu langkah dan berkata dengan provokatif, "Kau tidak dapat menjangkauku!" Tapi kemudian, Lu Yihan menutup pintu. Luo Zhan hanya melihat cahayanya yang meredup, dan kemudian ¡­ sebuah rasa sakit yang teramat sangat terasa di antara kedua kakinya. Luo Zhan menjerit, sambil berlinang air mata. Dia pikir dirinya mendengar suara telur yang pecah. Dengan tangannya di organ intimnya, pria itu membungkuk dan terjatuh ke lantai tanpa sepatah kata pun. Lu Yihan tidak menduga bahwa pembalasan dendamnya yang sembarangan itu menyebabkan konsekuensi seperti demikian. Merasa terkejut, Lu Yihan terhuyung dan terjerembap ke depan. Ketika melihat Luo Zhan seperti itu, Lu Yihan mengetahui bahwa situasinya tidak baik. Dia bertanya, "Apakah itu ¡­ sangat menyakitkan?" "Bagaimana ¡­ menurutmu ¡­." Dengan tangannya yang masih berada di sana, mata Luo Zhan berlinang air mata. "Aku masih perjaka. Kenapa kau melakukan ini padaku?" "Biarkan aku melihatnya." Lu Yihan merasa bersalah. Ketika dirinya berbicara, Lu Yihan mengulurkan tangan untuk melepaskan celana Luo Zhan. Luo Zhan tampak ketakutan dan tidak mau melepaskannya, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan putus asa. Meskipun Lu Yihan sedang mabuk, masih ada sejumlah kesadaran yang tersisa, dan kekuatannya juga tidak berkurang. Setelah melepaskan tangan Luo Zhan, Lu Yihan langsung menarik celana pria itu ke bawah. Luo Zhan merasa dirinya tersambar petir. Bangkit berdiri dengan segera, dirinya mencoba melarikan diri. Lu Yihan terlihat bingung. Tetapi tanpa melihat apa-apa, bagaimana Lu Yihan bisa membiarkan orang itu melarikan diri? Sambil mengulurkan lengan panjangnya, Lu Yihan menarik pergelangan kaki pria itu. Luo Zhan meratap. "TIDAK! Lu Yihan, jika kau tidak bisa mendapatkan Su Qianci, jangan datang kepadaku. Aku bukan gay!" Lu Yihan merasa sangat malu, menarik pria itu dengan keras. Luo Zhan langsung menghantam lantai ¡­. Kemudian, Lu Yihan membuka pintunya lebar-lebar. Dengan cahaya dari luar, dia membelalakkan matanya dan melihat ke tempat Luo Zhan baru saja terpukul. Merasa pusing, Lu Yihan tidak dapat melihat apa-apa. Setelah memukul-mukul kepalanya sendiri, Lu Yihan menghela nafas. "Si*l, aku pingsan karena sebuah p*nis ¡­." Chapter 681 - Jangan Pergi .... Luo Zhan menarik celananya dan mendorong Lu Yihan dengan keras. Dengan wajah sedikit memerah, Luo Zhan berkata dengan marah, "Enyahlah, orang mabuk harus menjaga sikap!" Setelah itu, dia dengan cepat bangkit dan menarik celananya untuk memeriksanya sendiri. Dengan sengaja mencari tempat yang privat untuk melihatnya, dia berpikir tidak ada yang salah dengan kejantanannya. Dan tidak terasa begitu menyakitkan lagi. Saat menoleh ke belakang, dia menemukan Lu Yihan telah terbaring di lantai dengan mimisan yang berlanjut. Sangat ¡­ sangat menyedihkan. Luo Zhan tiba-tiba merasa seolah-olah dirinya begitu mulia, hampir seperti seorang malaikat! Berhati emas, sungguh! "Oh, aku pastilah berutang sesuatu padamu di kehidupan sebelumnya!" Luo Zhan melangkah maju dan mengangkat pria itu, membuatnya bersandar ke pintu, dan pergi mencari tisu. Setelah mengambil sebungkus tisu untuk Lu Yihan guna membersihkan wajahnya, Luo Zhan kemudian pergi untuk mencari sebungkus tisu basah milik Lu Yihan, membersihkan wajah pria itu, dan memasukkan tisu ke lubang hidungnya yang mengeluarkan darah. Mimisannya dengan segera berhenti. Luo Zhan membantu Lu Yihan untuk mencabut tisunya dan menepuk wajahnya tanpa bersuara. Luo Zhan berbisik, "Bangunlah, kembali ke tempat tidur dan tidurlah!" Kondisi Lu Yihan sedang setengah mabuk dan setengah sadar. Mendengar ini, pria itu ingin bangun, tetapi tubuhnya tidak bekerja sama. Sebelum dirinya bisa duduk, dia terjatuh lagi. Luo Zhan buru-buru memegang pria itu dan menyeretnya ke kamarnya. Akan tetapi, Lu Yihan telah terguyur oleh air, dan tubuhnya basah kuyup. Menghela napas dengan berat, Luo Zhan mengulurkan tangan dan membuka kancing jas dan bajunya. Lalu dia menyentuh celana pria itu. Ya Tuhan, celananya juga basah kuyup. Luo Zhan membuka ikat pinggang dan kancing celana Lu Yihan. Setelah melepas celana pria itu, Luo Zhan tiba-tiba merasa lega. "Huh! Kau harus memasakkan aku makanan enak besok. Si*l, itu sangat melelahkan!" Sambil mengangkat tangannya, Luo Zhan mengangkat Lu Yihan dan melemparkan pria itu ke tempat tidur ketika mereka hanya berjarak dua atau tiga langkah dari tempat tidur itu. Luo Zhan dengan sengaja membungkuk ke arah Lu Yihan dan berkata dengan dingin, "Bagus, masak untukku besok! Kau dengar aku?!" Setelah itu, dia melemparkan tangan Lu Yihan. Tapi kali ini, Lu Yihan tidak membiarkan Luo Zhan pergi, tetapi menarik pria itu ke depan. Luo Zhan langsung terjatuh, dengan tubuhnya langsung berada di atas tubuh Lu Yihan. "Kumohon ¡­ jangan pergi ¡­." Lu Yihan sedang berada dalam kondisi setengah sadar dan bergumam. Lalu dia memeluk Luo Zhan dan berguling di tempat tidur. Luo Zhan membelalakkan matanya. Pipinya terasa agak panas karena suatu alasan. Tetapi pada detik berikutnya, dia mulai berjuang melepaskan diri dengan keras dan berteriak, "Hei, halo, jangan main-main, anak muda. Berapa kali telah aku katakan, aku bukan gay!" Setelah mendorong Lu Yihan menjauh, Luo Zhan bangkit berdiri dan merasa wajahnya sangat panas sehingga terasa menakutkan. "Apa-apaan ini! Si*lan, dasar gila!" Luo Zhan merasa sangat marah sehingga dia menendang bokong Lu Yihan yang hanya mengenakan sebuah celana pendek. "Kau pemabuk cabul! Si*lan!" Setelah total empat atau lima tendangan, Luo Zhan menarik kakinya kembali. Lu Yihan terbangun oleh tendangan itu, membalikkan badan dan memandang Luo Zhan dengan pipi dan matanya yang merah. Saat memandangi Luo Zhan, Lu Yihan sama sekali tidak menyadari apa yang telah terjadi. Luo Zhan tiba-tiba merasa bersalah di bawah tatapan mata Lu Yihan. Luo Zhan berbalik, menjejakkan kakinya dan pergi, membanting pintu dan menimbulkan sebuah suara bising. Lu Yihan sedikit terkejut, tetapi dengan segera dirinya kehilangan kekuatannya dan jatuh tertidur lagi. Chapter 682 - Wanita Yang Berkeliaran Luo Zhan kembali ke kamarnya sendiri dan menjatuhkan diri ke tempat tidur, menatap ke arah langit-langit. Langitnya sudah terang, tetapi Luo Zhan tidak dapat tidur. Ketika sedang memikirkan perasaan yang tidak bisa dijelaskan itu, Luo Zhan menemukan sebuah masalah yang sangat serius. Apakah itu berarti dirinya sudah ¡­? ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Malam itu terlihat pekat seperti tinta, dan saat itu sedang hujan rintik-rintik. Ini adalah sebuah kota kecil yang jauh dari pusat kota, dengan rumah-rumah tua kecil di mana-mana. Ada sebuah restoran kecil di sebelah timur desa. Hanya beberapa meter dari restoran, terdapat sebuah lorong kecil yang bau dengan beberapa tong sampah yang tinggi. Kucing liar, anjing liar, dan tikus seukuran kucing berlarian ke sana kemari. Sebuah sosok yang ramping dan tinggi terbungkus dalam sebuah kemeja hitam compang-camping yang hampir tidak dapat menutupi tubuhnya. Dengan belahan dada yang dalam dan dua buah kaki panjang seksi yang terlihat, gaya rambutnya berantakan, yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih dan halus. Pada saat itu, wanita itu sedang berjongkok tepat di sebelah sebuah kantong sampah, mengais-ngais sisa makanan yang baru saja dibuang oleh restoran tersebut. Hari sudah larut malam, dan daerah sekitarnya gelap. Tidak banyak kamera lalu lintas di jalan di dalam desa itu, dan tidak banyak orang yang akan memilih untuk pergi keluar pada saat seperti ini. Setelah pemilik restoran menutup pintu, pria itu melihat ke sekeliling dan melihat bahwa tidak ada seorang pun di sekitarnya sebelum dia menggosok-gosokkan tangannya dan berjalan menuju lorong itu. Pemilik restoran itu sudah memperhatikan wanita ini untuk waktu yang lama. Tubuhnya terlihat sangat bagus dan kulitnya juga mulus. Wanita itu hanya terlihat sedikit gila. Dia mungkin adalah seorang anak perempuan dari keluarga kaya yang sakit jiwa yang sedang berkeliaran. Temuan yang sangat bagus, dan pemilik restoran itu adalah orang yang beruntung untuk menemukan wanita itu. Ketika pria itu berjalan masuk, sang pemilik restoran dengan cepat menemukan wanita yang telah dia awasi selama berhari-hari. Dia menghampiri dan berbisik, "Nona?" Wanita yang dipanggil itu berbalik dan matanya terlihat sangat menarik di bawah lampu jalan. Merasa tertarik, pemilik restoran tersebut memiliki nafsu berahi yang jelas terlihat di matanya dan bertanya, "Apakah kau perlu bantuan? Aku melihatmu telah berada di sini selama beberapa hari. Bagaimana kalau aku mengajakmu mencari tempat untuk mandi?" Wanita itu tidak berbicara, dan pemilik restoran itu dengan ragu-ragu mengulurkan tangan dan dengan lembut meletakkan tangannya di tangan wanita itu, menariknya. Wanita itu tidak menolak, jadi pemilik restoran itu bahkan merasa semakin senang, berbisik, "Di mana kau tinggal? Haruskah aku menghubungi keluargamu?" Wanita itu menggelengkan kepalanya terlihat seperti dirinya sangat ketakutan. Pemilik restoran merasa semakin yakin bahwa wanita ini pastilah seorang idiot! Menarik wanita itu dengan gembira, pria itu dengan ragu-ragu menyibakkan rambut panjangnya yang berantakan dari wajah wanita itu. Diterangi lampu-lampu jalan, sang pemilik restoran dengan jelas melihat pahanya, payudaranya yang besar, dan berbagai karakter wanita cantik, dan mulai meneteskan air liur. Akhirnya, mata sang pemilik restoran tertuju pada wajah wanita itu. Pria itu mengangkat rambut wanita itu dengan jari-jarinya, dan tiba-tiba menjerit dan melangkah mundur. Detik berikutnya, dia tersandung kantong sampah di tanah dan terjatuh. Terduduk di tanah, dia dipenuhi ketakutan, menatap wanita di depannya dan merasa kaget. Di balik rambut wanita yang acak-acakan itu, terdapat sebuah bekas luka yang besar di wajahnya, yang mana tampak mengerikan dan jelek, sedemikian rupa sehingga siapa pun yang melihatnya mau tidak mau akan melarikan diri. Yang lebih mengejutkan pemilik restoran itu adalah bahwa di sisi lain wajah wanita itu yang tertutupi oleh rambutnya, terlihat dua buah luka yang saling silang dengan daging yang berdarah dan bernanah, tampak sangat mengerikan. Chapter 683 - Li Sicheng, Aku Kembali "Heh ¡­." Wanita itu terkekeh-kekeh dan berjalan menuju ke arah sang pemilik restoran. Kakinya mulus dan panjang, dan suaranya indah seperti suara bel. Namun, wajah itu adalah sebuah mimpi buruk. Pemilik restoran itu berteriak dan bergerak mundur. Dia ingin bangun, tetapi wanita itu sudah melemparkan dirinya sendiri ke arah pria itu. Booooom! Suara guntur yang kelam menyambar, seolah-olah suara itu berdering di telinga pria itu. "Bukankah kau ingin bercinta denganku? Kenapa kau lari sekarang? Aku bisa melakukan itu dan aku sangat bersih." Sambil berbicara dengan suara lembut, wanita itu menyentuh wajah pria itu. Suara wanita itu terdengar lembut dan menawan. Tidak sulit membayangkan bahwa wanita itu pastilah seorang wanita yang cantik sebelum wajahnya hancur. Dengan diterangi oleh kilat dan lampu-lampu jalan, sang pemilik restoran dengan jelas melihat seluruh wajah wanita itu. Terkejut, dia berseru, "Bukankah kau adalah ¡­ Tang yang itu?" Tang Mengying tertawa. "Ingatanmu tidak buruk." Bau busuk seorang gelandangan hampir membuat sang pemilik restoran muntah. Menyadari niat pria itu, Tang Mengying menatap sang pemilik restoran dan menekan kepala pria itu ke bawah dengan keras. Belati yang tersembunyi di telapak tangannya sudah ditikamkan menembus tenggorokan sang pemilik restoran. Darah merah berceceran. Karena rasa sakitnya, pupil mata pria itu hampir melompat keluar. Sang pemilik restoran menggeliat dan berjuang dengan kedua tangan dan kakinya menggapai-gapai untuk menangkap wanita itu, tetapi Tang Mengying bergerak menjauh. Tang Mengying menginjak belati tersebut dan menekannya lebih dalam. Sang pemilik restoran bergerak-gerak beberapa kali sebelum tubuhnya benar-benar diam tak bergerak. Dengan mata terbelalak, pandangan mata pria itu tertuju pada langit yang dipenuhi awan gelap. Matanya yang semula cemerlang menjadi hampa. Tang Mengying menyukai proses ini. Sambil memeluk kepala pria itu dan dengan lembut mencium keningnya, wanita itu berbisik, "Beristirahatlah dengan tenang." Kemudian wanita itu merogoh saku sang pemilik restoran. Dia menemukan sebuah dompet, serenceng kunci, dan banyak surat tagihan serta nota. Sambil meremas jarinya ke leher pria itu yang patah, Tang Menying mengambil belati itu kembali. Darah merah menciprat langsung ke tubuhnya. Belati itu berlumuran darah. Setelah Tang Mengying membersihkan belati itu pada tubuh sang pemilik restoran, wanita itu mengambil belatinya kembali. Berdiri dengan acuh tak acuh, Tang Mengying menyeret kaki pria itu dan menyembunyikan tubuhnya di belakang tempat sampah. Setelah semua pekerjaan tersebut, wanita itu berjalan keluar dengan santai dan membuka pintu restoran dengan kunci milik sang pemilik restoran. Setelah mengunci pintu dari dalam, dia berjalan ke arah ruang tunggu. Terdapat beberapa pakaian pria paruh baya, ukurannya sangat besar. Wanita itu mandi air panas dan kemudian dengan berhati-hati mencuci rambutnya yang kusut. Setelah mandi dan mengeringkan dirinya sendiri, Tang Mengying memakai salah satu pakaian tersebut. Kemeja putih dan celana panjang hitam, sangat besar, tapi ada sebuah ikat pinggang. Setelah mengikat ikat pinggangnya, Tang Mengying pergi ke kasir dan memasukkan semua uang tersebut ke dalam sakunya, totalnya lebih dari dua ribu yuan, cukup baginya untuk kembali ke Kotaraja. Kemudian, itu akan menjadi waktunya untuk menyelesaikan semuanya. Dia menemukan sebuah masker untuk menutupi wajahnya, pergi menuju dapur untuk mencari sebuah topi koki, dan mengambil sebuah payung ke belakang lorong. Dia menemukan sepatu hak tinggi miliknya sendiri, dan kemudian pergi tanpa terburu-buru. Hujan semakin deras. Darah di tanah itu tersapu bersih dan tidak meninggalkan jejak. Sosok wanita itu pergi menjauh. Saat tengah malam di desa kecil ini, tidak ada yang menyadari kalau ada sesuatu yang salah. Dalam kegelapan yang tak berujung, di bawah hujan lebat, sebuah suara pelan terdengar. "Li Sicheng, aku kembali." Apa kau siap? Chapter 684 - Kembalilah Sebagai Asistenku Pagi-pagi sekali, sekitar pukul lima subuh, anak itu mulai menangis. Cheng You sedang berusaha untuk tidur, jadi dia memanggil, "Rong Rui!" "Ya," jawab Rong Rui, yang sedang berbaring di sebelah istrinya. Cheng You menyadari bahwa suaminya dengan cepat bangun dan pergi ke boks 1 kecil di sebelah dirinya untuk menggendong anak itu. Cheng You mendengar bahwa anak itu sedang menangis dengan suara yang lebih pelan, mengabaikannya, dan jatuh tertidur lagi, sambil memeluk selimutnya. Ketika wanita itu terbangun lagi, hari sudah siang. Cheng You menggaruk-garuk rambut pendeknya yang berantakan dan melihat ke sekeliling. Tidak terlihat seorang anak dan seorang laki-laki pun. Setelah bangun dari tempat tidur dan mandi, Cheng You membuka pintu dan mendengar suara seorang wanita dari arah luar. Cheng You langsung menjadi waspada dan berjalan dengan cepat ke ruang tamu. Seketika itu , dirinya melihat Su Qianci sedang menggendong putrinya. Tapi di sofa, ada seorang pria lain yang sedang duduk di sana. Sebelum Cheng You melihat pria tersebut dengan jelas, dirinya didorong kembali oleh Rong Rui. Wanita itu mendapati bahwa suaminya sedang menatap dirinya dengan sebuah tatapan menyalahkan. Rong Rui berkata, "Ganti pakaianmu. Kita punya tamu." "Oh!" Cheng You sedang mengenakan sebuah gaun tidur tipis bertali. Mendengar suaminya mengatakan itu, wanita itu menyentuh hidungnya dan berjalan ke dalam lagi. Setelah berganti pakaian, dia keluar dan melihat Su Qianci yang sedang menggendong bayinya. Sambil menatap Su Qianci dengan mata berwarna kuning kecokelatan, bayi perempuan kecil yang baru berusia satu bulan itu merasa benar-benar penasaran. Ketika melihat ke samping ke arah sisi lain sofa, Cheng You melihat seorang pria sedang duduk di sebelah Rong Rui. Mengenakan sebuah setelan jas yang licin dan rapi, pria tersebut memiliki garis wajah yang tegas. Dibandingkan dengan empat tahun yang lalu, raut wajahnya lebih lembut. Cheng You melihat pria itu, matanya terbelalak, dan berseru kegirangan, "Bos?!" Mendengar suara Cheng You tersebut, Li Sicheng memutar kepalanya dan menatap wanita itu. Masih terlihat tidak terlalu banyak ekspresi di wajah pria itu. Tapi ini adalah Li Sicheng! Itu benar-benar Li Sicheng! Cheng You merasa terkejut dan dengan segera berlari mendekat. "Siapa saya?" Li Sicheng melihat Cheng You bersikap seperti ini. Tatapan mata pria itu semakin dalam, dia menaikkan sebelah alisnya dan bertanya, "Apakah kau bertanya padaku?" "Ya Tuhan, ini Anda!" Cheng You merasa sangat gembira sehingga matanya memerah. Dia berdiri di samping sofa dan menatap Li Sicheng. "Berita itu sudah tersebar luas, tapi saya masih merasa itu adalah sebuah mimpi saat melihat Anda secara langsung. Bos, Anda akhirnya kembali!" Rong Rui tidak mengizinkan istrinya untuk pergi mengunjungi mereka. Tidak ada alasan lain selain kenyataan bahwa rumah tua keluarga Li itu berada terlalu jauh dari rumah mereka. Cheng You merasa sangat marah sehingga dirinya menjejakkan kakinya. Untungnya, meskipun wanita itu tidak bisa pergi kemarin, Li Sicheng dan Su Qianci mengunjungi mereka sekarang, yang mana tidak disangka-sangka oleh Cheng You. Wanita itu melihat bahwa Li Sicheng memiliki sebuah senyum tersamar di dalam matanya ketika bosnya itu bertanya, "Aku sudah kembali, jadi apakah kau ingin kembali juga?" Cheng You tertegun. "Apa?" Bukankah dirinya selalu ada di sini? Li Sicheng tiba-tiba menyadari bahwa kesabaran dirinya menjadi jauh lebih baik. Pria itu menjelaskan, "Kembalilah sebagai asistenku. Aku tidak terbiasa dengan staf baru." "Baik!" Mata Cheng You berbinar-binar saat dirinya menyetujuinya tanpa keraguan. "Aku sekarat di rumah!" "Tidak," Rong Rui melarang, "Anak itu belum disapih. Dan dia baru berusia satu bulan." "Aku tidak mengatakan bahwa aku akan pergi sekarang. Ketika anak itu lebih besar, aku akan pergi bekerja, kalau tidak, akan terlalu sulit bagiku untuk tinggal di rumah." Terlebih penting lagi, sekarang Rong Rui telah melakukan semua tugas rumah tangga termasuk membersihkan rumah, mencuci baju, mengganti popok, memberi makan bayi ¡­ dan jika dirinya bergegas melakukan beberapa pekerjaan, suaminya bahkan akan menjadi marah. Pada akhirnya, Cheng You kebanyakan hanya bermain video game, berbicara dengan bayinya, dan memasak di rumah. Kalau tidak, tidak ada yang bisa dilakukan. Jika dirinya terus seperti ini, Cheng You akan kehilangan akal sehatnya! Tempat tidur bayi atau tempat menaruh anak-anak (sebelum dapat berjalan), berbentuk segi empat, berpagar pada sisi-sisinya. Chapter 685 - Li Sicheng, Licik Dan Berbahaya Jelas terlihat bahwa itu adalah kehidupan yang ideal untuk semua wanita, tetapi Cheng You merasa sangat bosan! Pada saat itu, dirinya mengerti apa yang dimaksud ''semua orang memiliki ambisinya sendiri''. "Tidak." Rong Rui langsung menghentikan Cheng You, menatap istrinya melalui Li Sicheng. "Aku bisa membayar pengeluaranmu. Jangan pergi." "Oh, ini bukan masalah uang. Aku harus mencari sesuatu untuk dilakukan. Terlalu membosankan bagiku untuk tinggal di rumah!" Cheng You menatap suaminya, sedikit merengut dengan cara yang kekanak-kanakan. Rong Rui tidak bisa menerima ini. Memalingkan muka, pria itu masih berkata dengan tegas, "Aku bilang tidak." Cheng You mengetahui bahwa Rong Rui tidak akan membiarkan istrinya pergi dalam waktu yang singkat. Wanita itu memutuskan untuk menyerah sementara dan membahasnya kembali di malam hari! Melirik suaminya sekilas, Cheng You dengan cepat menoleh ke arah Su Qianci dan mengambil putrinya kembali. Rong Rui telah menyeduh kopi untuk Li Sicheng. Aroma kopi yang baru digiling itu tercium di udara. Cangkir kopi yang sederhana dan indah di tangan pria itu adalah sebuah perwujudan dari selera pemiliknya. Melihat cangkir yang indah dan cantik di tangannya, Li Sicheng sepertinya berbisik tanpa maksud tertentu, "Apakah kau tahu di mana mereka?" Rong Rui sedang menambahkan gula ke kopinya. Dia mendengar kata-kata Li Sicheng dan berhenti sejenak. Dengan lembut mengaduk kopi, dia menaikkan sebelah alisnya. "Siapa?" "Kau tahu siapa yang sedang kubicarakan." Suara kedua pria itu sangat pelan. Su Qianci dan Cheng You sedang bermain-main dengan gadis kecil itu. Meskipun mereka mengetahui bahwa para pria itu sedang berbicara, tidak satu pun dari mereka menyadari apa yang sedang suami mereka bicarakan. Rong Rui menyesap kopinya dan terkekeh-kekeh. "Kopi baru ini kudapat dari Italia. Rasanya semakin kuat. Cobalah." Li Sicheng tiba-tiba tersenyum dan menyesap kopinya. Dia mengangguk. "Ini sangat enak." "Tidak perlu menambahkan gula?" "Aku suka kopi murni." Dengan perlahan, Li Sicheng meletakkan cangkir kopi itu dan memandang Rong Rui dengan setengah tersenyum. Dia berkata perlahan, "Tang Mengying juga kabur." "Aku tahu," Rong Rui merasa bahwa gulanya tidak cukup dan menambahkan sedikit susu. "Tapi aku tidak ada hubungannya dengan wanita itu. Aku tidak tahu apa-apa jika kau ingin menanyakan hal itu padaku." "Aku hanya bertanya tentang mereka." Tentu saja, Rong Rui mengetahui dengan pasti siapa yang sedang Li Sicheng bicarakan. Namun, Rong Rui masih terlihat tenang dan polos, mengangkat bahu. "Aku benar-benar tidak tahu." Bibir Li Sicheng semakin melengkung. "Cheng You masih tidak tahu bahwa kedua orang itu adalah kerabatmu, kan?" Mata Rong Rui menjadi lebih gelap. Dia tertawa kecil. "Apakah kau mengancamku?" "Hanya bertanya. Kenapa kau merasa gugup?" Saat wajah Rong Rui terlihat suram, Li Sicheng terlihat tenang dan santai. Pria itu menyesap kopinya dengan elegan, yang mana juga sangat menjengkelkan. Wajah Rong Rui bahkan semakin kelam. "Aku tidak akan membiarkan istriku kembali bekerja denganmu." "Cheng You akan kembali." "Tidak!" Li Sicheng melirik Rong Rui dan berkata, "Aku mengenal istrimu lebih baik daripada dirimu." "Li Sicheng, kau lebih menyebalkan dari sebelumnya." Dan lebih licik! Ketika memikirkan tentang kejatuhan TL dan keluarga Bo, Rong Rui mau tidak mau merasa hormat dan merasa terancam oleh orang ini. Namun, hal ini bukan merupakan persahabatan dirinya dengan Li Sicheng. Li Sicheng mengangkat alisnya. "Kau sendiri tidak buruk." "Hei ¡­." Rong Rui masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Li Sicheng sudah memalingkan kepalanya dan menatap ke arah Cheng You. Dia menyarankan, "Bagaimana kalau kita makan bersama? Jadi kita bisa ¡­" Li Sicheng menatap Rong Rui dengan tatapan provokatif. "Berbicara." Rong Rui diam-diam menggertakkan giginya. Dasar berbahaya! £¬ Chapter 686 - Ancaman Cheng You tidak menyadari raut wajah Rong Rui yang aneh. Saat mendengar ajakan dari Li Sicheng, wanita itu merasa sedikit terkejut. Namun, Cheng You tidak banyak berpikir saat menggendong anaknya. Dia hanya menatap Li Sicheng dan berkata dengan senang, "Tentu, di mana kita harus makan?" "Di restoran yang biasanya sering kukunjungi saja," kata Li Shicheng, yang mengerutkan kening dengan sengaja dan melirik Rong Rui. "Apa nama restorannya ya?" "Shen Hai Hui?" Cheng You dengan cepat menjawab. Rong Rui mendengar kata-kata istrinya, dan wajahnya menjadi semakin kelam. Li Sicheng diam-diam melengkungkan bibirnya dan mengangguk. "Ya, ayo kita pergi ke sana. Apakah kau ingin menelepon dan membuat sebuah reservasi?" "Tentu. Kemarilah, Susu, bantu aku menggendong gadis kecil ini. Aku akan mengambil ponselku." Su Qianci mengambil anak itu, dan Cheng You pergi dengan cepat, tanpa menyadari bahwa wajah suaminya sudah terlihat gelap seperti bagian bawah sebuah pot. Cheng You masuk ke dalam kamarnya, dan Li Sicheng tiba-tiba tertawa kecil. Sambil bersandar ke sofa, pria itu berkata dengan perlahan, "Istrimu telah bekerja untukku selama tiga tahun. Pastinya kau harus berusaha keras untuk mengejar Cheng You, kurasa?" Rong Rui tidak berbicara, tampak murung. Su Qianci menatap kedua pria itu, mengetahui dengan samar-samar bahwa ada sesuatu yang salah di antara mereka. Wanita itu mengetahui hal itu dari suasana di antara mereka berdua tetapi tidak mengetahui apa yang telah terjadi. Menyadari tatapan Su Qianci, suaminya masih terlihat tenang. Sambil berdiri dan merapikan pakaiannya, Li Sicheng berkata, "Ayo pergi. Cheng You sudah selesai menelepon." "Oke." Su Qianci juga mengetahui dengan pasti betapa efisiennya Cheng You. Tetapi mendengar hal itu membuat Rong Rui merasa sangat tidak nyaman. Cheng You pernah memiliki perasaan pada bosnya, yang mana sudah diketahui dengan jelas oleh Rong Rui. Dan istrinya tidak pernah menyembunyikan rasa kekaguman dan pemujaannya pada Li Sicheng. Rong Rui tidak meragukan lagi bahwa jika Li Sicheng bersikeras atau menjadi sedikit lebih agresif, Cheng You pasti akan kembali ke sisi Li Sicheng. Itu hanyalah masalah waktu. Dasar keji! Benar saja, hanya beberapa menit setelah Li Sicheng mengatakan hal itu, Cheng You sudah berjalan keluar dengan dompetnya dan sebuah tas perlengkapan bayi. Melemparkan tas itu langsung kepada Rong Rui, Cheng You pergi ke ruang penyimpanan dan menemukan sebuah kereta dorong. Setelah meletakkan bayi itu ke dalam kereta dorong, wanita itu berkata, "Ayo kita pergi, saya sudah membuat reservasi." Cheng You membalikkan badan tetapi menemukan bahwa Rong Rui bahkan terlihat semakin kesal. Karena merasa aneh, Cheng You bertanya, "Ada apa?" "Tidak ada." Raut wajah Rong Rui secara berangsur-angsur menjadi normal, meskipun masih terlihat kelam. Sambil menggelengkan kepalanya, pria itu dengan perlahan berkata, "Ayo kita pergi." Hari ini, Li Sicheng mengendarai supercar yang dimodifikasi, yang mana tidak dapat memuat kereta dorong itu. Setelah Cheng You mengeluarkan mobil dari garasi, keempat orang dewasa dan seorang anak itu pergi ke restoran di mana Cheng You sudah membuat reservasi sebelumnya. Kedua wanita itu tidak bisa makan terlalu banyak. Cheng You dan Su Qianci dengan cepat berbicara tentang topik di antara para ibu. Li Sicheng memakan makanannya dengan perlahan dan tenang, dibandingkan dengan Rong Rui yang raut wajahnya terlihat agak emosional. "Cheng You," Li Sicheng tiba-tiba berkata. Cheng You mendongak dengan bayi itu di pelukannya. "Ya?" "Kau tahu keluarga Rong Rui ¡­" "Li Sicheng," Rong Rui memotong kata-kata Li Sicheng dan wajahnya terlihat muram. "Bagaimana kalau kita pergi ke perusahaanmu dan melihat-lihat?" Li Sicheng menaikkan alisnya dan bibirnya sedikit melengkung. "Tentu saja." "Kenapa kau pergi ke perusahaan kami?" Cheng You memandang suaminya, merasa agak tidak senang. "Apakah kau ingin menyelidiki lingkungannya? Kau seperti belum pernah ke sana saja sebelumnya!" Chapter 687 - Laporan Tes Kehamilan Perusahaan kami! Cheng You belum melepaskan dirinya dari jabatan asisten senior di Grup Li. Bagaimanapun juga, wanita itu telah bekerja di sana selama tujuh tahun. Cheng You sangat mencintai perusahaan itu, yang mana sangat normal. Akan tetapi, hal itu hanya membuat Rong Rui merasa lebih buruk. Rasanya seperti ada seorang pria lain di hati istrinya, yang mana benar-benar mengerikan. "Suamimu hanya peduli padamu dan ingin memastikan bahwa tempat itu aman, kan?" Li Sicheng terdengar datar dan menyesap teh. Rong Rui tersenyum dan menjawab, "Ya." Baik Cheng You dan Su Qianci merasa bahwa kedua pria itu sedang berbicara dengan kode-kode. Mereka memandang para suami mereka dengan aneh dan kemudian saling memandang satu sama lain, berbagi kebingungan mereka. Setelah makan, Rong Rui menurunkan kedua wanita itu di pintu masuk sebuah pusat perbelanjaan besar milik Grup Li dan mengirim mereka untuk berbelanja sebelum dirinya pergi. Cheng You dan Su Qianci mendorong kereta dorong itu ke dalam mal dan membeli banyak sekali barang-barang. Tepat ketika keduanya duduk di dalam sebuah kafe, Su Qianci melihat sebuah wajah yang familier. Seorang pria muda, agak kurus dan pucat, dengan jerawat di pipinya dan sepasang kacamata berbingkai emas, sedang duduk di dalam dan berbicara dengan seorang wanita. Semakin Su Qianci memandangi orang itu, pria itu semakin terasa tidak asing. Cheng You menyadari tatapan Su Qianci dan bertanya, "Apakah kau kenal pria itu? Orang ini sepertinya adalah seorang kerabat Tang Mengying. Marganya adalah Liu, dan dia seharusnya adalah seorang dokter. Bukankah kau punya teman sekelas bernama Liu Anan? Dia adalah adik perempuan dari dokter itu." Dokter? Marga Liu? Su Qianci segera memikirkannya dan bertanya, "Liu Quan?" "Ya, itu adalah dia. Apa yang terjadi?" "Orang ini pernah berbohong kepadaku dan mengatakan bahwa aku mengidap AIDS. Aku sangat ketakutan sehingga aku hampir menceraikan Li Sicheng!" Su Qianci berpikir untuk membalas pria itu, tetapi pada akhirnya menjadi lupa mengingat berapa banyak hal yang telah terjadi. Pada saat ini, ketika melihat orang ini lagi, perasaan-perasaan murka yang telah ditahan Su Qianci muncul keluar. "Si*lan, benarkah? Di mana etika miliknya?" Cheng You tidak bisa memercayainya. "Orang ini masuk ke dalam rumah sakit secara nepotisme. Kudengar dia juga terpengaruh setelah keluarga Tang bangkrut. Tapi sekarang sepertinya itu tidak banyak berpengaruh pada pria itu." Liu Quan sedang berbicara dengan gadis yang duduk di seberangnya. Meskipun Su Qianci dan Cheng You tidak bisa mendengar apa yang dikatakan pasangan itu, tetapi dari kejauhan, mereka masih bisa mengatakan bahwa gadis itu merasa sangat gembira. Su Qianci tidak bisa menyaksikannya lagi. "Tunggu aku di sini." Kemudian dia segera bangkit dan pergi. "Apa yang akan kau lakukan?" Tidak ada respons. 20 menit kemudian, Su Qianci kembali dan duduk di hadapan Cheng You. "Apa yang sudah kau lakukan?" "Hush, nikmati pertunjukannya." Su Qianci menyesap minumannya dan melengkungkan bibirnya. Dalam waktu singkat, seorang gadis berjalan masuk ke dalam dengan rias wajah yang menawan dan sebuah kacamata hitam. Gadis itu menghampiri Liu Quan, terengah-engah. Liu Quan dan gadis yang duduk di seberangnya terkejut. Gadis yang memakai kacamata hitam itu mengeluarkan selembar kertas dan meletakkannya di atas meja. "Liu Quan! Kau ba*jingan!" Liu Quan mendengar kata-kata itu dan tercengang. Gadis yang memakai kacamata hitam itu mengambil minuman di depan gadis itu dan menuangkannya ke wajah Liu Quan. "Apa yang salah denganmu!" Liu Quan melompat dan mengulurkan tangan untuk menangkap gadis berkacamata hitam itu. Tetapi gadis itu sudah melangkah mundur dan berteriak, "Liu Quan, kau menyebut dirimu seorang dokter. Cih!" Setelah mengatakan itu, gadis berkacamata hitam itu menangis, membalikkan badan, dan mulai berlari. Gadis di hadapan Liu Quan mengambil selembar kertas itu dan melihat huruf-huruf besar di atasnya: Laporan Tes Kehamilan Rumah Sakit Pertama Kotaraja. Chapter 688 - Selama Dia Tidak Mati, Dia Pasti Akan Kembali Dengan drama seperti itu, banyak orang kafe itu memandang ke arah Liu Quan dan kekasihnya. Pada laporan tes kehamilan tersebut, kata-kata ''kehamilan dikonfirmasi'' terlihat sangat besar. Kekasih Liu Quan menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya. Liu Quan menatap kekasihnya dan mengetahui ada sesuatu yang salah. Pria itu cepat-cepat berteriak, "Bukan aku, aku tidak kenal dia! Wanita itu sakit jiwa, Sayang, kau ¡­" Gadis itu tidak menunggu sampai pria itu menyelesaikan kalimatnya. Kekasihnya melemparkan laporan itu ke wajah Liu Quan dan berteriak, "Apa ini kalau bukan kau?" Liu Quan merasa kesal dengan tindakan gadis itu dan berkata, "Kau k*parat. Aku bilang itu bukan aku!" Suara pria itu bahkan menarik perhatian orang-orang di luar toko. Kekasihnya tercengang, dan matanya memerah. Gadis itu segera menyadari segala macam tatapan aneh di sekitar dirinya. Sangat memalukan! Kekasih Liu Quan berdiri dengan tasnya dan mengambil kopi di depan pria itu. "Kurang ajar kau!" Kopi panas itu dituangkan kepada Liu Quan, dan gadis itu pergi. Liu Quan menjadi sangat marah dan mengulurkan tangan pada gadis itu. Tapi kekasihnya itu cukup gesit. Jelas terlihat, gadis itu pernah berlatih kung fu sebelumnya. Sambil berbalik, gadis itu menendang Liu Quan dengan tumit sepatunya yang runcing dan kemudian menendang perut bagian bawah pria itu dengan lututnya, meraung, "Enyahlah, b*jingan!" Liu Quan berjongkok, menutupi bagian intimnya. Matanya merah dan mencucurkan air mata. Cheng You menyaksikan hal itu terjadi dan berbisik, "Apakah itu kau?" Su Qianci memberi isyarat untuk diam, sambil melihat ke arah Liu Quan dengan penuh minat. Dengan satu tangan yang berada di selangkangannya, Liu Quan dengan cepat membayar pesanannya dan berjalan tertatih-tatih. Beberapa orang baik telah mengambil foto-fotonya dan mengunggahnya di Weibo. Bersamaan dengan kata-kata ''Liu Quan'' dan ''Dokter'' yang digabungkan, itu pastinya akan menimbulkan sebuah sensasi di Weibo, dan Liu Quan akan ditemukan dalam kehidupan nyata. Namun, hal itu tidaklah cukup. Mengambil ponselnya, Su Qianci mengetuk WeChat Luo Zhan dan mengirim pesan: Liu Quan, Dokter, Departemen Penyakit Menular, salah satu keluarga Liu yang terkait dengan keluarga Tang. Adiknya adalah Liu Anan. Bantu aku menggali semua aib pria itu dan keluarganya. Aku ingin dia hancur! Luo Zhan mengirim sebuah emoji ketakutan dan kemudian sebuah emoji menyeringai. [Z]: Kau sedang berada dalam suasana hati yang baik baru-baru ini! [Qian Qian Su Ci]: Pastinya. [Z]: Bagaimana orang ini menyinggung dirimu? [Qian Qian Su Ci]: Dia adalah seorang dokter yang tidak beretika. Dia berbohong kepadaku dan mengatakan bahwa aku mengidap AIDS. Meskipun itu adalah kejadian empat tahun lalu, aku masih marah! [Z]: S*al, itu harus diselesaikan. Biarkan aku yang menanganinya! [Qian Qian Su Ci]: Aku akan meminta suamiku untuk memberimu kenaikan gaji. [Z]: Aku mencintaimu. Cium cium! Su Qianci melihat pesan Luo Zhan, tersenyum dan mengetik: Aku sudah mengambil screenshot-nya. [Z]: S*al! Kau tidak bisa menipu seorang sahabat seperti ini! Su Qianci tidak bisa menahan tawanya. Dia mengambil screenshot percakapan itu dan mengirimkannya pada Li Sicheng. Ketika Li Sicheng menerima pesan itu, dirinya sedang berada di sebuah kedai kopi di sekitar sana. Di dalam ruangan privat yang nyaman dan elegan, hanya dirinya dan Rong Rui yang berada di sana. Saat melihat pesan dari Su Qianci, Li Sicheng meliriknya, dan matanya melembut. Tanpa menjawab, dia meletakkan ponselnya ke samping. Sambil mendongak menatap Rong Rui, Li Sicheng bertanya dengan perlahan, "Benarkah?" "Tentu saja." Rong Rui merasa sedikit tidak sabar, melambai-lambaikan tangannya. "Tidak ada gunanya berbohong kepadamu. Tapi kau harus berhati-hati. Tang Mengying sudah sakit jiwa dan telah menemui psikolog selama bertahun-tahun, ditambah lagi wajahnya hancur. Selama dia tidak mati, dia pasti akan kembali. Jaga istri dan anak-anakmu. Bawalah pengawal bersamamu." Chapter 689 - Seseorang Mengikuti Mereka "Kau tidak perlu khawatir tentang hal ini." Li Sicheng berdiri dan memandang Rong Rui dari atas dengan setengah tersenyum. "Ayo kita pergi, istriku sedang menungguku untuk menjemput dirinya." Rong Rui juga berdiri dan melirik Li Sicheng. "Bukan hanya istriku yang sedang menungguku, putriku juga sedang menunggu." "Oh ¡­." Li Sicheng mengangguk dan berkata, "Anak-anakku sedang menunggu di rumah." Setelah sebuah jeda, dia menambahkan, "Kembar." Rong Rui merengut dengan jijik dan melangkah keluar terlebih dahulu. Li Sicheng berkata di belakang Rong Rui, "Dan seorang putra yang lebih tua." "Dasar kekanak-kanakan!" Rong Rui berkata dengan nada mencemooh, "Apa gunanya berkompetisi?" Meskipun Rong Rui mengatakan hal itu, dirinya masih merasa cemburu. Li Sicheng memiliki tiga orang anak, sedangkan dirinya hanya memiliki satu orang anak. Kenapa? Dia harus membuat beberapa orang anak lagi. Tidak mungkin dirinya akan kalah dari orang ini dalam aspek itu! Rong Rui berpikir dengan tegas saat dirinya berjalan keluar. Li Sicheng menaikkan alisnya, suasana hatinya tanpa disangka-sangka sedang baik. Kekanak-kanakan? Itu benar-benar luar biasa! Rong Rui pergi menuju mobilnya yang berada di pintu masuk kedai kopi itu, kemudian menjemput istri dan putrinya serta Su Qianci, dan akhirnya pergi menuju ke kursi pengemudi. Namun, pria itu menyadari dengan pasti ada sebuah tatapan aneh di sekitar mereka. Rong Rui tidak memiliki kelebihan apapun tetapi pria itu sensitif. Seseorang sedang mengikuti mereka! Melihat ke sekeliling, dia berbisik kepada Li Sicheng yang berdiri di dekatnya, "Seseorang sedang memperhatikan kita. Apakah kau merasakannya?" Mendengar itu, pria itu hanya memandang Rong Rui dengan santai dan kemudian membuka pintu penumpang dan masuk ke dalam dengan tenang. Seolah-olah Li Sicheng sudah mengetahui hal ini. Rong Rui merasa tidak percaya. Bagaimana Li Sicheng bisa begitu tenang? Rong Rui mengerutkan kening dan tiba-tiba memikirkan apa yang baru saja dikatakan pria itu: kau tidak perlu khawatir tentang hal ini. Ternyata ¡­. Rong Rui tiba-tiba merasa bahwa dirinya terlalu naif dan mengetahui terlalu sedikit tentang orang ini. Itu benar. Dengan karakter pria ini, bagaimana Li Sicheng bisa pergi keluar tanpa langkah-langkah pengamanan dalam situasi ini? Sambil tersenyum, Rong Rui duduk di kursi pengemudi, memandangi Li Sicheng dengan matanya yang menyala, yang mana tidak dipahami oleh kedua wanita itu. - Setelah diguyur hujan, kota itu dipenuhi oleh aroma lumpur dan rerumputan. Ada sebuah danau kecil di seberang rumah tua keluarga Li. Di sebelah danau kecil itu, terdapat pohon-pohon tinggi yang selalu berwarna hijau dan bunga-bunga, terlihat segar dan indah. Di atas permukaan tanah, ada tiga buah papan gambar dan tiga buah bangku kecil. Tiga orang anak kecil sedang duduk di bangku-bangku itu dengan tenang, menggunakan krayon untuk menggambar di atas papan gambar tersebut. Tiga orang pengawal berdiri di sekitar mereka, tegak dan tak bersuara. Sang tutor sedang memeriksa gambar mereka. Ketika tutor itu melihat gambar berwarna yang digambar oleh Li Jianyue, wanita itu mendekat dan bertanya, "Ersu, katakan padaku, apa yang sedang kau gambar?" Li Jianyue terlihat serius dengan kepala kecilnya yang dimiringkan. Gadis kecil itu menunjuk ke arah garis hijau di bagian bawah kertas putih tersebut. "Ini adalah sebuah rumput kecil," Sambil menunjuk ke bagian tengah sebuah gambar berantakan berwarna biru, "Ini adalah danau kecil itu," dan kemudian gambar berantakan berwarna hijau gelap dan garis cokelat. "Ini adalah sebuah pohon kecil. Aku belum menggambar sisanya. Aku akan menunjukkannya kepadamu ketika aku selesai." Sang tutor merasa geli dan menyentuh kepala kecil gadis kecil itu. "Ini luar biasa." Li Jianyue merasa sombong. Kemudian gadis kecil itu memandang Li Jianqian dan berseru, "Kakak, lihat apa yang aku gambar!" Li Jianqian sedang menggambar sebuah pohon besar, dan sang tutor mendekat untuk melihatnya. Gambar itu berupa sebuah bentuk setengah lingkaran dan dua buah garis coklat yang paling klasik. Chapter 690 - Satu-satunya Penyesalan Gambar itu sangat sederhana, tetapi jauh lebih baik daripada pekerjaan Li Jianyue. Li Jianqian melirik lukisan adiknya dan berkata dengan jijik, "Jelek sekali." "Hei, gambarmu yang jelek!" Li Jianyue merasa kesal, jadi dirinya berbalik ke sisi lain. "Kakak Mosen, apakah menurutmu gambarku terlihat bagus?" Li Mosen sedang menggambar danau. Bocah itu mendengar Li Jianyue berbicara, jadi dirinya menoleh dan melihat gambar Li Jianyue dengan serius. Li Mosen mengangguk. "Sangat bagus." Li Jianyue langsung menjadi senang. Gadis kecil itu tersenyum dan bangkit dari kursinya, sambil memegang rok kecilnya. Sambil memeluk kepala kecil Li Mosen dengan tangan kecilnya yang gemuk, Li Jianyue memberi bocah itu sebuah kecupan dan berkata dengan manis, "Kakak Mosen adalah yang terbaik!" Pada kulit Mosen yang putih dan lembut itu muncul sebuah semburat berwarna merah muda. Li Jianyue tidak menyadari pengaruh apa yang dirinya miliki pada bocah laki-laki itu, dan gadis kecil itu kembali ke bangkunya, duduk dengan sebatang krayon di tangannya, dan mulai menggambar lagi. Sang tutor dan para pengawal itu mencibir, sambil melirik ke arah Li Mosen. Meskipun Li Mosen belum terlalu besar, bocah itu sangat bijak. Menyadari raut wajah mereka, wajah mungilnya terlihat semakin memerah. Tapi Li Mosen masih berpura-pura tidak melihat apa pun. Sambil memegang sebuah krayon merah muda, bocah itu dengan hati-hati menggambar sesuatu di tepi danau kecil tersebut. Tutor itu mendapati bahwa Li Mosen terlihat lebih serius ketika dirinya menggambar benda kecil berwarna merah muda ini daripada ketika menggambar benda-benda lainnya. Setelah memperhatikan sejenak, tutor itu menemukan bahwa Li Mosen sedang mencoba menggambar seseorang. Orang berwarna merah muda? Bocah kecil ini sedang menggambar Li Ersu? Setelah memahami gambar itu, sang tutor tidak mengatakan apa pun. Dia menatap bocah itu diam-diam dengan sebuah senyum di wajahnya. Di sisi danau kecil itu, pemandangannya terlihat harmonis dan tenteram. Tidak ada yang menyadari bahwa di ujung danau kecil tersebut, seorang wanita sedang memandangi mereka dengan sebuah teleskop. Setelah melihat ke sekeliling, wanita itu menatap bocah laki-laki yang paling kiri. Rambut coklat tua, kulit putihnya berbeda dengan anak-anak Asia pada umumnya, sepasang mata berwarna biru. Bocah itu menatap ke kejauhan, tampak menggemaskan dengan ekspresi wajah seriusnya. Su Qianci benar-benar mengadopsi anak ini. Maka itu akan mudah ¡­. "Ha ha ¡­." - Sekembalinya ke perusahaannya, Li Sicheng mulai mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan semua kerentanan dan kekurangan yang terakumulasi di masa lalu, yang membuat dirinya sibuk selama satu minggu penuh. Meskipun Ou Ming sudah menyetujui untuk kembali ke Kotaraja dalam beberapa hari, pria itu tidak muncul setelah seminggu penuh. Li Sicheng menghubungi dua kali, dan Ou Ming selalu mengatakan bahwa dirinya sibuk! Namun, apanya yang tidak bisa menunggu? Bahkan Ou Ming pun tidak mengetahui bagaimana cara mengkategorikan insiden ini. Pekerjaannya sudah selesai, tetapi pria itu tidak ingin kembali ke Kotaraja. Karena Ou Ming menemukan satu-satunya penyesalan milik dirinya. Tiga hari yang lalu - Ou Ming menandatangani kontrak yang terakhir. Setelah makan siang dengan mitra-mitranya, pria itu siap untuk kembali ke Kotaraja pada sore hari. Empat tahun! Selama empat tahun, Ou Ming belum pernah melihat sahabat baiknya. Setelah Li Sicheng "meninggal" selama empat tahun, pria itu mendengar suara sahabatnya lagi. Ou Ming merasa lebih dari bersemangat, itulah mengapa dirinya sangat terburu-buru saat pergi ke bandara. Akan tetapi, setelah kegembiraan datanglah kesedihan. Sopirnya, yang didesak untuk menyetir dengan cepat, secara tidak sengaja menabrak seseorang ketika sedang berbelok di sebuah tikungan. Sopir itu terkejut, dengan cepat membuka pintu dan keluar dari dalam mobil. Itu adalah seorang wanita yang tertabrak. Wanita itu mengenakan sebuah setelan jas berwarna krem, dan rambut panjangnya yang awalnya disanggul tiba-tiba lepas tergerai. £¬ Chapter 691 - Sekarang Dia Tidak Mampu Membelinya .... Sopir itu segera maju mendekati dan bertanya dengan cemas, "Nona, Nona, apakah Anda baik-baik saja?" Barang yang sedang dipegang wanita itu sudah terjatuh ke permukaan jalan. Itu adalah sebuah laptop. Model terbaru dari merek terkenal internasional, yang bernilai lebih dari 100.000 yuan. Pakaian wanita itu kotor pada saat ini, tetapi dia tidak mempunyai waktu untuk memeriksa dirinya sendiri, dan dengan cepat bangkit untuk melihat laptop itu. Laptop tersebut memiliki sebuah bingkai logam. Pada saat itu, laptopnya telah berubah bentuk. Wanita itu membuka laptop itu dan layar di dalamnya rusak, terlihat mengerikan. Ketika wanita dalam setelan jas krem itu melihat laptop tersebut, matanya memerah dan dia terisak-isak, "Laptop, laptop ini, bernilai 120.000 yuan! Apa yang harus aku lakukan sekarang? Laptop itu bahkan bukan milikku!" Suara wanita itu menembus jendela dan terdengar langsung ke telinga Ou Ming. Wajah pria itu yang tadinya gelap karena perjalanannya yang tertunda tiba-tiba berubah. Dia belum mendengar suara ini dalam empat tahun. Apakah itu sebuah ilusi? Tubuh Ou Ming menjadi tegang, tetapi saat ini, dirinya lupa bereaksi! Sang sopir melirik wanita itu dan tidak melihat banyak kerusakan yang terjadi. Sopir itu menghela napas lega. Namun, ketika mendengar laptop itu bernilai 120.000 yuan, sopir itu merasa takut dan menjadi pucat pasi. Merasakan marah dan bersalah pada saat yang sama, dia berteriak, "120.000 yuan? Nak, kau bohong! Laptop yang rusak ini, bagaimana mungkin berharga semahal itu?" Wanita itu berdiri, tertatih-tatih. Kedua lutut dan sikunya tergores oleh pasir dan debu yang tertancap ke dalam dagingnya. Jelas sekali terlihat betapa sakitnya itu secara sekilas. Wanita tersebut sangat marah sehingga dia mengangkat laptop itu dan melemparkannya ke arah sopir itu. "Apa maksudmu? Kau menabrakku dan menolak untuk bertanggung jawab? Kau menghancurkan laptopku, kau harus membayarnya! Aku harus menggunakannya sekarang. Berikan aku laptop yang sama persis!" Sekali lagi, dirinya mendengar suara ini, yang mana membawa Ou Ming kembali ke dunia nyata. Itu adalah dia, serius! Jantung Ou Ming berdetak kencang. Dia membuka pintu dan berjalan keluar. Sopir itu semula merasa sedikit bersalah. Tetapi mendengar nada suara wanita tersebut, sopir itu langsung menjadi lebih marah dan berkata, "Kau pembohong, sengaja menunggu di sini untuk ditabrak mobil dan kemudian mencoba memeras orang-orang senilai ratusan ribu dengan laptop ini. Orang-orang tua itu lebih tidak kejam!" Yu Lili ingin mengatakan sesuatu ketika dirinya melihat pria jangkung yang turun dari mobil itu. Ekspresi wajah wanita itu langsung berubah. Bahkan ketika Yu Lili ditabrak oleh mobil, dirinya terlihat lebih baik. Itu adalah pria itu ¡­ itu adalah dia! Wanita itu tanpa sadar melangkah mundur, jantungnya berdegup kencang, terasa hampir seperti akan meledak keluar dari dadanya. Dalam empat tahun terakhir, semua ingatan yang dengan sengaja Yu Lili tolak untuk dikenang datang kepada dirinya. Setiap gambaran, setiap adegan, menguraikan dua kata yang telah terukir dalam ke dalam jiwanya. Ou Ming, Ou Ming! Sambil melihat pria itu dengan kaget, Yu Lili ingin melarikan diri. Tapi laptopnya ¡­. Laptop itu adalah sebuah laptop baru yang baru saja dibeli oleh bosnya. Dia hanya mengambilnya kembali. Di kejauhan dari satu sisi jalan ke sisi lainnya, dirinya tidak bisa membayangkan bahwa laptop yang bernilai lebih dari seratus ribu itu akan rusak. Lebih buruk lagi, dia tidak mampu membelinya sekarang ¡­. Ekspresi wajah wanita itu berubah. Yu Lili memberanikan diri untuk berdiri tegak dan berkata, "Kau akan tahu harganya jika kau mencarinya di Internet. Ini adalah sebuah laptop baru yang baru saja diambil dari Amerika Serikat. Harganya 119.998 yuan. Dan kau harus membayarku kembali untuk laptop itu!" Chapter 692 - Melarikan Diri Ketika mengatakan ini, Yu Lili tidak berani memandang ke arah Ou Ming sama sekali. Wanita itu merasa panik sembari dirinya mencoba untuk menenangkan diri. Dan kemudian dia berteriak, "Bayar juga biaya pengobatanku! Kerugian emosional dan gaji yang hilang karena cederaku. Kau harus membayar kepadaku semuanya itu. Lampunya hijau untukku, jika kau tidak buta!" Yu Lili pada dasarnya meminta ganti rugi untuk segalanya. Tentu saja, sopir itu mengenali merek laptop dan modelnya. Pria itu sadar betul bahwa bahkan model yang paling murah sekalipun harganya hampir seratus ribu yuan. Untuk kelas pekerja biasa, jumlah ini sangatlah tidak mungkin! Bagaimana dirinya bisa membelinya? Merasa tak berdaya, sang sopir balas menatap ke arah mobil. Kemudian dirinya menemukan bahwa orang terhormat di dalam mobil itu telah keluar pada saat itu, menyaksikan apa yang sedang terjadi dengan tenang. Ou Ming berdiri di belakang sang sopir, matanya yang menawan namun tajam menyapu lengan dan kaki Yu Lili yang berdarah. Kulit yang semula putih, segar dan montok, terluka sangat dalam oleh pasir dan debu. Seolah-olah luka wanita itu berada di hati Ou Ming. Dirinya sudah memutuskan untuk melupakan Yu Lili. Empat tahun lalu, wanita itu berencana untuk membunuh anaknya. Sejak saat itu, Ou Ming seharusnya tidak ada hubungannya dengan wanita ini. Selama empat tahun, pria itu telah dengan sengaja menghentikan dirinya sendiri untuk mencari Yu Lili, seolah-olah wanita itu telah menghilang dari dunia. Ou Ming tidak berharap bahwa Yu Lili sebenarnya akan berada di ibu kota. Terlebih lagi, wanita itu sudah berada sangat dekat dengan dirinya. Ternyata Yu Lili berada di sekitar sini akhir-akhir ini? Jadi, mereka berada begitu dekat satu sama lain, sangat dekat belakangan ini? Saat memikirkan hal ini, Ou Ming langsung memiliki sebuah perasaan yang tidak bisa dijelaskan. "Tuan Ou, ini ¡­" Sopir itu merasa kesulitan saat mencoba untuk menjelaskan, terlihat malu. "Aku akan mengantar wanita itu ke rumah sakit. Kau bawa laptop itu untuk diperiksa. Setelah verifikasi, tagihkan pada akun perusahaan. Aku akan membayarnya." Setelah empat tahun, suara Ou Ming terdengar sedikit lebih dewasa daripada sebelumnya. Pada saat ini suara itu terdengar agak acuh tidak acuh. Dibandingkan dengan sebelumnya, pria itu sekarang tidak terlalu genit dan lebih serius. Empat tahun bekerja telah membuat Ou Ming menjadi seseorang yang berbeda. Yu Lili mendengar suara pria itu dan matanya menjadi basah, tetapi dirinya dengan cepat bereaksi dan meraung, "Pemeriksaan apa? Bayar saja padaku dan aku akan pergi ke rumah sakit sendiri." "Tuan, penerbangannya ¡­" Sambil memandang Yu Lili dengan acuh tak acuh, Ou Ming bertanya dengan perlahan kepada sopirnya, "Apakah kau tidak mendengarku?" Sopir itu tercengang dan mengangguk. Dia buru-buru mengambil laptop yang rusak tersebut. Ekspresi wajah Yu Lili berubah. "Tunggu!" Tapi Ou Ming adalah majikan sopir tersebut. Setelah mendengar kata-kata Ou Ming, sopir itu mengabaikan Yu Lili dan berlari dengan laptopnya. Lengan dan kaki Yu Lili terasa sangat sakit sehingga dirinya berhenti setelah berlari beberapa langkah. Beberapa mobil membunyikan klakson di belakang mereka. Ou Ming bersikap seolah-olah dirinya tidak mendengar suara klakson itu. Pria itu maju, dan meraih lengan Yu Lili yang tidak terluka dan menarik wanita itu ke dalam mobil. Wajah Yu Lili menjadi pucat pasi, dan berteriak marah, "Ou Ming, jangan sentuh aku!" Ou Ming tidak peduli, menariknya ke dalam mobil dan melemparkan wanita itu ke kursi penumpang. Pria itu kemudian dengan cepat berjalan ke kursi pengemudi. Yu Lili sudah membuka pintu mobil, dan sebagian besar tubuhnya sudah berada di luar mobil. Chapter 693 - Saya Tidak Percaya Pada Anda, Nona Yu Raut wajah Ou Ming semakin kecewa, dan dia mengulurkan tangan untuk memaksa Yu Lili duduk. Setelah menutup pintu, pria itu menyalakan mobil sebelum wanita itu memasang sabuk pengamannya. Yu Lili tidak dapat menjaga keseimbangannya, membungkuk ke depan, dan menjerit dengan tangannya yang memegang airbag 1 di depannya. Sambil memalingkan kepalanya dengan marah, Yu Lili meraung dengan matanya yang merah, "Ou Ming!" Mata indah berbentuk almon milik pria itu berbinar-binar dengan cara yang luar biasa. Hati Ou Ming yang telah kosong selama empat tahun itu terisi penuh sekaligus, dan perasaan penuh itu terasa begitu menyenangkan setelah sekian lama. Dan keinginan untuk membalas dendam datang pada saat yang bersamaan. Apa yang Yu Lili sedang kenakan sangatlah berbeda dari gaya wanita itu yang sebelumnya. Wajahnya tidak menggunakan bedak, rambut panjang tergerai berantakan, dan kulitnya juga agak kusam. Bahkan terlihat lingkaran hitam samar-samar di bawah matanya. Kulitnya jelas terlihat jauh lebih buruk dari sebelumnya. Bahan kain pakaiannya mengerikan, terlihat kuno dan dijahit dengan seadanya. Seluruh pakaian ditambah sepatunya mungkin bernilai kurang dari 500 yuan? Atau bahkan lebih murah? Sebuah laptop seharga 120.000 yuan bahkan tidak semahal sebuah tas tangan yang biasa Ou Ming belikan untuk wanita itu. Ketika melihat raut wajah Yu Lili yang ketakutan dan cemas, sebuah perasaan menyenangkan berkelebat di dalam hati Ou Ming. Saat melihat keadaan menyedihkan wanita itu, Ou merasa lega! Lihat, tanpa Yu Lili, dia masih memiliki kehidupan yang sama, berkeliaran di antara gadis-gadis cantik. Yu Lili sama sekali tidak diperlukan. Yu Lili-lah yang menjadi dirinya yang sebenarnya ketika dia bukan lagi merupakan seorang ratu di mata pria itu. Yu Lili layak mendapatkannya. Ou Ming tertawa secara tiba-tiba dan bahkan mengemudi semakin cepat. Yu Lili merasa sedikit ngeri dan bahkan merasa semakin takut. Wanita itu mengencangkan sabuk pengamannya dan terperangah. Yu Lili mengenal Ou Ming dengan sangat baik. Dirinya tidak boleh, sama sekali tidak boleh jatuh ke tangan pria itu. Jantung Yu Lili berdegup kencang. Wanita itu menggertakkan gigi dan matanya terlihat tegas. Mobil itu berhenti di pintu masuk rumah sakit, dan wanita itu langsung membuka pintu mobil dan melompat keluar, berlari ke arah belakang. Persis pada saat itu, sebuah taksi kosong melaju mendekat, dan Yu Lili melambaikan tangannya seolah-olah dirinya telah menemukan seorang penyelamat jiwa. Tepat ketika taksi itu menepi, Yu Lili ditarik oleh sebuah tangan yang besar. Ou Ming tidak berbicara, dan pria itu bersikap sangat kasar, tanpa rasa cinta atau pun simpati. "Tidak, Ou Ming ¡­." Yu Lili ketakutan. Betapa baiknya dirinya mengenal pria itu! Ou Ming sedang marah, sangat marah. Tapi pria itu lebih kasar dan acuh tak acuh dari sebelumnya, yang mana mengejutkan wanita itu. Yu Lili berjongkok dan mencoba memperlambat langkah kaki pria itu dengan berat badannya sendiri dan berjuang melepaskan diri. Ou Ming menyadari maksud wanita itu, tersenyum dengan dingin, lalu membungkuk dan langsung menggendong Yu Lili dengan tangannya. "Sopir saya menabrak Anda, jadi saya harus membayar biaya pengobatan Anda. Nona Yu, tolong diam." Nona Yu ¡­. Kata-kata acuh tak acuh itu membuat Yu Lili merasakan sebuah kepedihan dalam hatinya. Sejak mereka pertama kali bertemu tujuh tahun yang lalu, Ou Ming telah memanggilnya dengan sebutan Yu Lili atau Lili. Kata-kata asing itu membuat Yu Lili bahkan merasa semakin buruk daripada sebuah kata kutukan. Wanita itu keliru. Dia telah keliru selama empat tahun. Tapi sudah terlambat. Yu Lili mengetahui bahwa Ou Ming membenci dirinya karena membunuh anaknya, karena menginjak-injak hati Ou Ming. Darah Yu Lili mengenai kulit Ou Ming, membuat wanita itu merasa kesakitan. "Kalau begitu kau bisa memberi uangnya padaku, dan aku akan pergi menemui dokternya sendiri." "Itu tidak akan berhasil," Ou Ming tertawa kecil. "Bagaimana jika Anda membohongi saya, lalu apa yang harus saya lakukan? Jangan lupa bahwa Anda pernah memiliki sebuah catatan buruk dalam melakukan hal itu, Nona Yu." Sistem penahan penumpang kendaraan, menggunakan kantong udara yang dirancang untuk mengembang dengan sangat cepat kemudian dengan cepat mengempis selama tabrakan. Chapter 694 - Dia Sudah Pergi Yu Lili bahkan merasa semakin terhina, memelototi Ou Ming dan berseru dengan suara keras, "Beri aku beberapa ribu yuan. Kau punya perusahaan sebesar itu. Apakah kau takut kehilangan jumlah yang begitu kecil?" "Maaf." Ou Ming menggendong wanita itu ke dalam rumah sakit, matanya yang berbentuk almon sedang memandang ke kejauhan. Pria itu berkata dengan dingin, "Tidak mudah untuk menghasilkan uang. Saya tidak percaya pada Anda." Yu Lili tidak mengatakan apa pun, merasa tidak bisa bernapas. Seseorang di rumah sakit mengenali Ou Ming dan dengan segera mengundang pria itu masuk ke dalam. Ou Ming diundang ke ruang gawat darurat, dan dia meletakkan Yu Lili di tempat tidur rumah sakit. Gerakan pria itu sama sekali tidak penuh kasih atau pun lembut. Yu Lili terjatuh ke tempat tidur dan mengenai lukanya. Wanita itu tersentak sambil berlinang air mata. Ou Ming melihat kejadian itu tanpa ekspresi dan berkata kepada dokter di sampingnya dengan dingin, "Dia tertabrak mobil, periksa dia." "Ya, Tuan Ou." Mengabaikan tatapan kaget Yu Lili, Ou Ming langsung menuju ke arah pintu dan menyilangkan tangannya. Masih ada darah Yu Lili di tangannya. Ou Ming menatap tangannya untuk waktu yang lama, dan tiba-tiba merasa bahwa dirinya konyol. Kenapa dia harus datang ke sini? Dia sebenarnya juga membawa wanita ini ke rumah sakit. Dia memeriksa arlojinya dan sudah lebih dari empat puluh menit. Dirinya tidak bisa lagi mengejar penerbangannya. Dia, untuk membalas dendam dengan wanita ini, bahkan tidak peduli untuk mengunjungi sahabatnya. Ou Ming, sejak kapan kau menjadi sangat pendendam? Bersandar ke bagian belakang kursi di lorong, Ou Ming sedikit memejamkan matanya dengan pikiran kosong. Bahkan dirinya sendiri tidak mengetahui apa yang sedang dia lakukan. Bodoh ¡­. Apa bedanya antara Ou Ming yang baru ini dengan Ou Ming yang lama empat tahun lalu? Sesudah luka-lukanya diobati dan pemeriksaannya selesai, Yu Lili diperbolehkan pulang setelah dokter memastikan tidak ada yang serius. Ketika wanita itu keluar, Ou Ming sudah menghilang. Yu Lili bertanya kepada perawat yang sedang bertugas dan mengetahui bahwa Ou Ming sudah pergi. Sebelum pergi, pria itu telah meninggalkan uang dalam jumlah besar. Setelah biaya pemeriksaan, sisa uangnya masih berjumlah lebih dari 20.000 yuan, yang mana diberikan kepada Yu Lili. Wanita itu melihat ke arah dua gepok uang tunai tersebut, merasa sedikit tertegun. Pada saat yang sama, dirinya juga merasa teramat sangat kecewa. Sudah pergi ¡­ dia sudah pergi? Bagaimana itu mungkin ¡­. Pria ini benar-benar pergi seperti ini? Yu Lili melihat ke bawah dan menundukkan kepalanya. Mata besarnya meredup. Sambil tertatih-tatih keluar dari rumah sakit dan menyetop sebuah taksi, Yu Lili pergi meninggalkan rumah sakit. Apa yang tidak wanita itu lihat adalah sebuah mobil hitam terparkir tidak jauh dari pintu masuk rumah sakit. Terselip sebatang rokok di antara jari-jari Ou Ming yang panjang. Dengan asap yang melekat, bau rokok itu memenuhi seluruh mobil. Pria itu bersandar ke sandaran kursi dan terlihat malas dan santai. Ketika melihat Yu Lili sudah pergi, dia menyalakan mobil dan pergi. Karena Ou Ming tidak datang, asistennya terdampar di ibu kota. Setelah menunggu lebih dari dua jam di bandara, asisten itu menerima sebuah telepon dari Ou Ming, "Ada hal-hal lain yang belum diselesaikan, dan aku tidak akan kembali ke Kotaraja." Sang asisten mendengar itu dan menjadi bingung. Hal-hal lain? Bahkan jika ada hal-hal lain, mungkinkan itu lebih penting daripada bertemu dengan Li Sicheng? Tidak, bukan? "Tuan ¡­" Asisten itu ingin mengatakan sesuatu, tetapi sebelum dirinya dapat mengatakannya, Ou Ming berkata, "Tolong aku untuk memeriksa seseorang. Wanita itu seharusnya bekerja di sekitar Taman Kekaisaran Ibu kota." "Baik, siapa namanya?" Namanya ¡­ Ou Ming merenung sebelum dirinya berkata, "Yu Lili." Chapter 695 - Situasi Yu Lili Saat Ini Sang asisten mendengar nama itu dan merasa bahwa nama itu tidaklah asing, tetapi dirinya tidak dapat mengingat di mana dia pernah mendengar nama itu. "Terutama situasi ekonomi, status perkawinan, kehidupan pribadi, dan pekerjaan wanita itu." Singkatnya, semua hal harus diperiksa. Asisten itu dengan cepat merespons, "Apakah ada hal lain yang penting secara khususnya? Apakah Anda memerlukan saya untuk mengatur sesuatu?" Akan tetapi, Ou Ming tidak menjawab dan menutup teleponnya. Asisten itu merasa tertekan, membuka bukunya untuk memeriksa jadwal Ou Ming. Sepertinya tidak ada yang penting, aneh ¡­. Namun, pikiran Ou Ming terkenal sulit ditebak. Jika asisten itu salah menebak, mungkin itu bahkan akan membuat bosnya merasa tidak senang. Setelah memikirkan mengenai hal tersebut, sang asisten memutuskan untuk bersikap pura-pura bodoh. Karena bosnya tidak menjawab pertanyaan, bosnya pasti punya alasannya sendiri. Ketika Ou Ming menginginkan asistennya melakukan sesuatu, Ou Ming akan mengatakannya. Untuk apa asisten itu menanyakan begitu banyak pertanyaan? Sang asisten tiba-tiba merasa dirinya cukup pandai, dan kemudian pergi untuk memeriksa Yu Lili itu. Ou Ming memiliki sebuah suite di lantai atas Kantor Cabang Ibu Kota. Ketika dirinya melakukan check-in kembali, dia membuat banyak orang merasa sangat terkejut. Namun, tidak ada yang berani untuk bertanya. Ou Ming sedang berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam, merasa sangat lelah. Dalam empat tahun, dia telah kehilangan terlalu banyak. Ponselnya berdering, dan itu berasal dari asistennya. "Tuan, saya sudah menemukan bahwa Yu Lili datang ke ibu kota empat tahun lalu dan sekarang bekerja di Departemen Sains dan Teknologi Elektronik Grup Shengfeng. Dia hanyalah seorang gadis IT biasa. Setelah menyewa sebuah flat 1 dengan seorang gadis dua atau tiga tahun lalu, dia ditipu dan kehilangan semua uangnya, dan kerugiannya berjumlah lebih dari satu juta yuan. Selain itu, kondisi kesehatannya tidak baik, yang mana menghabiskan banyak biaya. Saat ini dia tinggal sendirian, dia dulu bekerja di Kotaraja. Menurut koleganya, wanita ini kemungkinan telah mengalami keguguran dan kondisi kesehatannya sangat buruk. " Ditipu dan kehilangan semua uangnya? Ketika Yu Lili menjadi seorang wanita simpanan, Ou Ming hampir tidak pernah memberikan uang pada wanita itu. Pada dasarnya, Yu Lili dapat memiliki apa pun yang dia inginkan dan tidak pernah meminta uang. Berdasarkan ingatan Ou Ming, uang yang diterima wanita itu jumlahnya mungkin kurang dari satu juta yuan. Karena kerugiannya telah mencapai lebih dari satu juta yuan, semua uangnya pastilah sudah raib. Lalu bagaimana Yu Lili bisa bertahan hidup? "Bagaimana dengan kehidupan sosialnya?" "Dia sangat populer, dan kecerdasan emosionalnya sangat tinggi. Dia selalu tersenyum, tetapi juga memiliki temperamen yang cukup buruk dan agak lugas. Karena hal ini, bosnya tidak terlalu menghargai wanita itu. Sekarang gaji tahunannya di Shengfeng berkisar antara 100.000 dan 150.000 yuan. Dia hanya bertanggung jawab untuk beberapa proyek kecil juga." "Oke," jawab Ou Ming, dan kemudian tidak ada suara. Sang asisten menunggu sejenak dan mendapati bahwa Ou Ming tidak berencana untuk mengatakan apa-apa lagi. Asisten itu bertanya, "Jika tidak apa-apa, saya akan menutup teleponnya?" "Cari tahu alamatnya dan kirimkan padaku." Asisten mendengar itu dan memahami sesuatu. Jadi, apa yang lebih penting daripada menemui Li Sicheng adalah untuk menjemput seorang gadis? Oh ¡­ tipikal kekasih terlebih dahulu sebelum sahabat! Tetapi meskipun dirinya berpikir demikian, asisten tersebut tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya. Dia hanya menjawab, "Baik." Setelah Ou Ming menutup teleponnya, panggilan telepon dari sopirnya masuk. "Tuan, laptopnya sudah diperiksa. Ini merupakan sebuah laptop yang sudah diperbaharui dan tidak bernilai seharga 120.000 yuan. Banyak bagian-bagiannya yang sudah usang. Orang yang memeriksanya mengatakan bahwa nilai maksimumnya adalah 50.000 yuan. Kita sudah ditipu oleh wanita itu." tempat tinggal yang terdiri atas ruang duduk, kamar tidur, kamar mandi, dan dapur, dibangun secara berderet-deret (bergandeng-gandeng) pada setiap lantai bangunan bertingkat; apartemen; rumah susun. £¬ Chapter 696 - Mampukah Kau Membelinya? Yu Lili merasa bahwa hari ini adalah sebuah hari yang mengerikan. Dia tidak hanya dimusuhi oleh Xu Jing dan diminta untuk mengambil laptop wanita itu, tetapi dirinya juga ditabrak oleh sebuah mobil. Seolah-olah itu tidak cukup, dirinya benar-benar bertemu Ou Ming ¡­. Hidup selalulah seperti ini. Ketika kau tidak beruntung, semuanya akan berubah menjadi masam. Dengan kasa yang membalut dirinya, Yu Lili terlihat menyedihkan. Ketika wanita itu kembali ke perusahaan, banyak penjaga keamanan mengenali dirinya. Salah satu dari mereka memiliki hubungan yang baik dengan dirinya. Melihat penampilan Yu Lili, pria itu dengan cepat menghampiri dan bertanya dengan heran, "Apa yang terjadi padamu? S*al, lihatlah dirimu!" Meskipun dia berjalan di samping Yu Lili, pria itu takut untuk menyentuh wanita itu. Dengan tangannya yang berada di udara, pria itu terlihat terkejut. Yu Lili tersenyum dan melambaikan tangannya. "Ada apa dengan raut wajahmu? Apakah kau belum pernah melihat seorang korban kecelakaan mobil seperti aku?" "Tidak mungkin, kau pergi untuk membantu Xu Jing mengambil laptopnya dan mengalami sebuah kecelakaan mobil?" "Jangan membahasnya!" Yu Lili terlihat dipenuhi penyesalan "Laptopnya rusak, dan orang itu belum membayar untuk laptopnya. Ketika aku keluar, aku akan memberitahumu tentang hal itu." Petugas keamanan itu terlihat tertekan. "Lili, lihatlah dirimu. Jangan ke atas. Temperamen Xu sangat mengerikan. Tidak mungkin dia akan mengerti karena kau sedang terluka. Ya ¡­ bagaimana kalau aku yang pergi dan menjelaskannya atas namamu?" "Itu tidak perlu. Lakukan saja pekerjaanmu. Pergilah." Yu Lili melambaikan tangannya dan dengan cepat masuk ke dalam. Aroma salep itu menarik banyak perhatian. Banyak orang yang melihat Yu Lili seperti ini dan berseru, "Apa yang terjadi padamu?" Saat berjalan ke dalam, senyum Yu Lili hampir membeku. Wanita itu akhirnya tiba di kantor Xu Jing, membunyikan bel pintu, dan masuk ke dalam. Xu Jing sedang memarahi seorang staf baru. Yu Lili sudah bekerja di Shengfeng kurang dari setahun. Xu Jing ini adalah sang kepala departemen, seorang harimau betina yang terkenal. Xu Jing selalu bersikap sangat kasar. Suatu kali, seseorang yang baru bekerja mengundurkan diri setelah mendengar apa yang Xu Jing katakan. Meskipun Yu Lili cukup populer di antara rekan-rekannya di departemen ini, Yu Lili tidak pernah disambut oleh wanita ini. Alasannya adalah karena kecantikan Yu Lili. Sebagai seorang wanita kaya di usianya yang tiga puluhan, Xu Jing sudah menikah untuk waktu yang lama. Di rumah, wanita itu juga merupakan pasangan yang lebih kuat. Ketika suaminya datang menjemput dirinya dari kantor setengah bulan yang lalu, pria itu menatap Yu Lili beberapa kali dan ditampar oleh istrinya di depan umum. Sejak itu, Xu Jing telah menggunakan segala macam metode untuk mencari-cari kesalahan Yu Lili. Yu Lili merasa sangat takut sehingga dia bahkan tidak memakai riasan wajah pada saat ini. Namun, sikap mengalah Yu Lili tidak membuat Xu Jing mengubah sikapnya. Sebagai gantinya, wanita itu lebih banyak menjadikan Yu Lili sebagai sasaran dirinya. Sambil mendesah dalam hati, Yu Lili tertatih-tatih masuk ke dalam kantor dan memanggil, "Kakak Xu." Xu Jing membalikkan badan dan melihat kondisi Yu Lili seperti itu, berkata dengan getir, "Hei, bukankah itu primadona departemen kita, Yu Lili. Apa yang terjadi? Kenapa kau terlihat seperti ini?" Cemburu, nada suara Xu Jing penuh dengan kecemburuan. Yu Lili diam-diam membungkuk dan berkata, "Dalam perjalanan kembali dari toko laptop, saya ditabrak sebuah mobil." Xu Jing tampak terkejut dan reaksi pertamanya adalah berkata, "Bagaimana dengan laptopnya?" Yu Lili merasa cukup tidak nyaman. Wanita ini tidak bertanya apakah dirinya merasa baik dan benar-benar hanya bertanya tentang laptopnya? "Laptopnya ¡­ tertabrak mobil." Xu Jing mendengar itu, dan ekspresi wajahnya berubah. "Tidak mungkin! Apakah kau tahu betapa mahalnya laptop itu! 120.000 yuan! Mampukah kau membelinya?" Chapter 698 - Apakah Kau Tahu Berapa Lama Kau Akan Dihukum Karena Menipu 120.000 Yuan? Yu Lili terluka di sekujur tubuhnya. Ketika dirinya menghindari tamparan itu, Xu Jing menyentuh lukanya, yang mana mulai terasa sakit. Yu Lili memandang Xu Jing dan mencibir, "Zombie-nya marah. Apa yang ingin kau lakukan, membunuh aku?" Xu Jing terlihat semakin kesal. Dia membalikkan badan dan mengambil stapler, membantingkannya ke wajah Yu Lili. Yu Lili mengulurkan tangan untuk menahannya. Stapler itu mengenai tangannya, yang mana terasa sangat menyakitkan. Kemudian, Xu Jing bergegas mendekati Yu Lili dan menjambak rambut wanita itu. "Ah!" Yu Lili bahkan merasa semakin kesakitan dengan wanita yang berada di atas dirinya itu. Sambil menatap wajah Xu Jing, Yu Lili menjadi semakin kesal dan berteriak, "Apa yang salah denganmu! Tolong!" Pintu kantor Xu Jing tidak ditutup. Mendengar suara Yu Lili, seseorang dengan segera berlari masuk. Semua orang melihat mereka berputar-putar bersama-sama dan bergegas maju untuk menarik mereka menjauh. Xu Jing menjadi semakin ganas, tetapi Yu Lili hampir tidak bisa balas memukul wanita itu. Rasa sakit yang membakar di tubuhnya membuat Yu Lili menunduk dan melihat beberapa kain kasa yang sekali lagi dibasahi oleh darah. "Kep*rat!" Yu Lili menggertakkan giginya, merasa jengkel. Dia mengambil stapler dari lantai dan melemparkannya ke arah wajah Xu Jing. Bletak! Stapler itu dengan mantap mendarat di dagu Xu Jing dan membuat sebuah suara yang kelam. Xu Jing berteriak, memegangi dagunya. Lalu dia meledak dalam tangis dan berseru, "Yu Lili, kau wanita j*lang. Kau merusak laptop baruku dan memukuliku. Kau pikir kau cantik, sehingga kau bisa meminta rekan-rekan kerja pria berdiri di pihakmu?" Orang-orang di sekitar kedua wanita itu mendengar ini dan mereka semua saling memandang satu sama lain. "Semua orang bantu aku untuk mendapatkan keadilan! Yu Lili ingin menelan laptopku yang bernilai 120.000 yuan, tetapi membutuhkan waktu lama bagiku untuk menabung uangnya. Dan kemudian butuh setengah bulan untuk tiba dari Amerika Serikat. Aku sendiri belum menggunakannya, dan sekarang laptop itu dicuri olehnya. Dia menceritakan kepadaku cerita tentang sebuah kecelakaan mobil, si*lan! Jelas sekali bahwa dia berbohong kepada kita untuk mencuri laptopku!" Rekan-rekan yang memiliki hubungan baik dengan Yu Lili semua menatap wanita itu. Salah satu dari mereka bertanya, "Apakah itu benar, Lili?" Yu Lili merasa sangat murka sampai-sampai dirinya merasa geli, dan terlihat sebuah ekspresi mencemooh pada wajahnya yang cantik dan indah. Yu Lili menatap Xu Jing dan bertanya, "Berapa kilogram asam hialuronat yang telah kau suntikkan ke wajahmu? Bukan hanya wajahmu yang besar, kulitmu juga tebal. Jika bedaknya sudah hilang, aku kira kita akan melihat sebuah sarang lebah?" Xu Jing merasa tidak tahan jika orang lain membicarakan tentang wajahnya. Dan juga, gadis itu mengatakan hal yang paling kejam tanpa kata makian satu pun, yang membuat tubuhnya bergetar karena amarah. Xu Jing hampir bergegas menghampiri untuk memukul Yu Lili, tetapi dengan segera wanita itu memikirkan sesuatu dan mencibir, "Baiklah, apakah kau tahu berapa lama kau akan dihukum karena menipu 120.000 yuan? Setidaknya beberapa tahun kupikir. Aku ingin memberimu sebuah kesempatan untuk bertobat, tetapi aku tidak menyangka kau begitu bodoh. Maka jangan salahkan aku!" "Apa yang kau inginkan?" "Entah memberikan 120.000 yuan tanpa kurang sepeser pun. Atau aku bisa bertemu denganmu di pengadilan. Kejahatan itu cukup untuk membuatmu menderita!" Xu Jing menatap Yu Lili dengan arogan, matanya penuh dengan kebencian. Yu Lili merasa bahwa hal itu menggelikan. Ketika dirinya hendak mengatakan sesuatu, seorang penjaga keamanan masuk ke dalam dan berkata, "Yu Lili, seseorang berada di sini untukmu." Penjaga keamanan tersebut diikuti oleh seorang pria paruh baya yang membawa sebuah koper. Pria itu membuka kopernya, memperlihatkan sebuah laptop yang sudah rusak. Laptop itu tidak lain adalah laptop super mahal yang baru saja rusak. Chapter 699 - Perubahan Yang Mengejutkan "Maaf, siapa di antara Anda berdua adalah Nona Yu Lili?" "Saya," jawab Yu Lili. "Saya adalah direktur agen penjualan. Marga saya Wu. Baru saja seorang pria mengirim laptop ini ke departemen pemeriksaan kami untuk diperiksa. Saya telah memeriksa nomor seri dan modelnya dan menemukan bahwa laptop ini adalah sebuah laptop seken 1 yang kami jual setengah bulan yang lalu. Harganya 48.888 yuan. Saya mendengar bahwa Anda meminta ganti rugi seharga sebuah laptop baru, 120.000 yuan dari pria tersebut. Pria itu merasa bahwa harganya sangat tidak masuk akal, jadi beliau memercayakan saya untuk memeriksanya dan berbicara kepada Anda mengenai situasinya." "Seken? Harganya hanya 40.000 yuan lebih?" Yu Lili memandang Xu Jing dan menyeletuk. "Bukankah laptop itu bernilai 120.000 yuan? Jadi kau berbohong padaku?" Raut wajah Xu Jing tiba-tiba berubah, dan dia berteriak, "Omong kosong! Aku membelinya seharga 120.000 yuan! Sekarang laptopnya sudah rusak oleh wanita ini." Ekspresi wajah pria itu menjadi sedikit aneh. "Anda adalah pemilik sebenarnya laptop ini?" Ekspresi wajah Xu Jing sedikit berubah, tetapi wanita itu dengan segera menjadi tenang, mengangguk, dan berkata, "Ya." Pria itu mengeluarkan selembar kertas dari sakunya dan bertanya, "Nona Xu Jing, benar?" Xu Jing tidak berbicara. Sambil melihat pria itu membuka lipatan kertas tersebut, ekspresi wajah wanita itu berubah sekaligus. "Ini adalah catatan bahwa Anda membeli laptop di perusahaan kami setengah bulan yang lalu. Catatan ini memiliki nomor KTP dan tanda tangan Anda. Harganya 48, 888 yuan. Karena pada saat itu di cabang domestik kami belum ada model ini. Jadi, laptop itu diimpor dari Amerika Serikat melalui pengiriman langsung." Yu Lili membelalakkan matanya dan mengambil lembar tagihan itu. Nama Xu Jing berada tepat di sebelah tulisan pembeli. Dan Yu Lili sangat akrab dengan tanda tangannya, yang mana benar-benar merupakan tulisan tangan Xu Jing. Dengan kata lain, laptop ini benar-benar dibeli oleh Xu Jing, dan wanita itu berbohong pada Yu Lili. Xu Jing ingin menipu dirinya! Yu Lili melihatnya dengan jelas, menjadi marah, dan menunjuk ke arah tanda tangan di lembaran kertas itu. "Xu Jing, bagaimana kau menjelaskan ini!" Raut wajah Xu Jing berubah drastis, dan untuk beberapa saat dia menjadi tidak bisa berkata-kata. Semua orang terdiam dan memandang Xu Jing dengan pandangan yang berbeda. Baru saja, itu adalah sebuah fakta bahwa Yu Lili merusak laptop Xu Jing, dan kecelakaan mobil itu juga merupakan sebuah fakta. Ketika melihat bahwa Xu Jing sangat marah, semua orang tanpa sadar berpikir bahwa laptop itu adalah barang asli. Perubahan tiba-tiba ini tidak disangka-sangka oleh semua orang. Apa yang sedang terjadi? Baru saja, Xu Jing sedang mengancam Yu Lili mengenai melemparkan wanita itu ke penjara. Sekarang tiba-tiba semuanya berbalik, dan Yu Lili sebenarnya adalah sang korban. "Apa? Ternyata dia ingin menipu Yu Lili. Bukankah Kakak Xu sangat kaya? Kenapa kau ingin mendapatkan uang dengan cara ini?" "Oh, aku khawatir ini bukan hanya mengenai penipuan uang. Dia hanya mengatakan bahwa Lili sudah mencuri laptopnya dan akan masuk penjara." "Ha, apa yang sedang terjadi sekarang? Bukankah Xu Jing sendiri adalah seorang penipu, dengan bukti yang konklusif 1 !" Rekan-rekan kerja itu mempunyai hubungan yang baik dengan Yu Lili dan telah ditindas oleh Xu Jing, dan mereka semua menjadi marah, membuat wajah Xu Jing menjadi semakin pucat pasi. Bekas Berkaitan dengan konklusi (kesimpulan) Chapter 700 - Aku Menghubungi Polisi! Orang yang datang untuk mengantarkan laptop tersebut, setelah melihat kejadian di hadapannya, mengeluarkan sebuah amplop kertas berwarna kuning yang tebal dari tasnya dan berkata, "Ini adalah kompensasi yang diberikan pria itu kepada Anda, totalnya 50.000 yuan. Silakan dihitung." Kemudian, dia menyerahkan amplopnya kepada Yu Lili. Yu Lili menyambar amplop tersebut dan melihat lima gepok uang kertas di dalamnya. Sesudah mengambil uang sebanyak 1.100 yuan, Yu Lili melemparkan sisanya ke arah Xu Jing dan berkata, "Nih, ini punyamu. Akan tetapi, urusan kita belum selesai. Sekarang kita sudah memiliki baik barang buktinya maupun saksi-saksinya. Semua orang mengetahui bahwa kau ingin menipu aku untuk uang sejumlah lebih dari seratus ribu. Kakak Xu, apakah kau tahu apa hukumannya?" Wajah Xu Jing tiba-tiba menjadi pucat pasi seperti selembar kertas. Yu Lili melihat ini dan tersenyum dengan cemerlang. "Bukankah kau baru saja bersikap arogan beberapa saat yang lalu? Apa yang sedang terjadi sekarang? Bukankah kau ingin menuntutku? Silakan dan tuntutlah, Xu Jing. Kau bisa menjadi orang jahat, tapi jangan terlalu terang-terangan di sini." Jelas terlihat, Yu Lili bahkan bersikap lebih angkuh dari sebelumnya. Perubahan yang tiba-tiba itu datang satu demi satu, membuat Xu Jing tertangkap basah. Pada awalnya, Xu Jing berpikir untuk menggunakan laptop seken ini untuk menjebak Yu Lili, mengatakan bahwa Yu Lili telah mencuri komponen-komponen laptopnya dan menuduh wanita itu sebagai seorang pencuri. Tepat ketika dirinya mendengar bahwa Yu Lili telah merusak laptopnya, Xu Jing merasa sangat terkejut bercampur senang. Bukankah pelacur ini bersikap arogan? Xu Jing akan mengirim Yu Lili ke penjara untuk melihat betapa arogannya wanita itu! Tapi Xu Jing tidak memikirkan kemungkinan bahwa Yu Lili ini mempunyai seorang penolong! Penolong wanita itu benar-benar dapat mengundang agen penjualan itu untuk datang kemari dan secara terbuka membeberkan rencananya, memberi Xu Jing sebuah tamparan keras di wajahnya! Kemenangan dalam benaknya itu berbalik dalam sekejap. Ini membuat Xu Jing, yang selalu memiliki rasa superioritas sebagai bos semua orang, merasa sulit untuk menerimanya. Ekspresi wajah Xu Jing tiba-tiba berubah, dan dia berkata, "Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa laptop ini milikku!" Pria dari agen penjualan itu belum pergi. Ketika mendengar kata-kata Xu Jing, pria itu langsung berkata, "Kami memiliki sebuah catatan mengenai hard disk 1 dan CPU 2 di dalamnya, dengan nomor seri yang sesuai. Jika Anda pikir ini bukan laptop Anda, kami dapat memeriksa sistemnya, Anda akan mengetahuinya dengan seketika. Ini sangat sulit untuk dipalsukan." Xu Jing tidak tidak memiliki apa pun untuk dikatakan, wajahnya semakin kelam. Pada saat ini, wanita itu mendengar suara Yu Lili. Semua orang menoleh dan mendapati bahwa Yu Lili sedang menelepon. Setelah memberi tahu pihak yang ditelepon itu mengenai alamat perusahaannya, Yu Lili berkata, "Departemen komputer memiliki seorang supervisor bernama Xu Jing, dia ¡­" Kemudian semua orang mengerti bahwa Yu Lili sedang menghubungi polisi! Tidak ada yang berpikir bahwa Yu Lili akan bertindak sangat blak-blakan, termasuk Xu Jing. Reaksi pertama Xu Jing adalah bergegas menghampiri dan berteriak, "Wanita j*lang, apa yang sedang kau lakukan!" Yu Lili sedang terluka dan menjadi lengah. Dia tidak berhasil menghindari serangan mendadak itu. Saat Xu Jing melemparkan dirinya ke atas tubuh Yu Lili, Yu Lili terhuyung dan mundur selangkah ke belakang. Akan tetapi, ponselnya terjatuh ke lantai karena hal ini. Pada layar ponsel tersebut, terpampang nomor tiga digit yang mengejutkan untuk dilihat. Xu Jing mengambil ponsel itu dan berkata, "Sekarang sudah aman, maaf." "Akulah yang menghubungi polisi, dan kaulah yang sedang aku gugat. Kakak Xu, itu bukan sebuah hal yang bijaksana untuk dilakukan!" Sebuah komponen perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis. Central Processing Unit (CPU) merujuk kepada perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. Istilah lain, pemroses/prosesor (processor), sering digunakan untuk menyebut CPU. Chapter 701 - Saya Berhenti! Xu Jing berteriak, "Apa yang kau inginkan!" "Aku ingin menelepon polisi. Tidakkah kau melihatnya?" Yu Lili merentangkan tangannya dan terlihat polos. "Tapi teleponnya sudah kau tutup. Sekarang aku harus menghubungi mereka lagi. Sangat tidak pantas bagimu untuk melakukan hal ini." Xu Jing menggertakkan giginya. "Yu Lili!" "Hei, apa yang salah?" Yu Lili tersenyum, tetapi Xu Jing merasa sangat marah sehingga tubuh wanita itu bergetar. Xu Jing menenangkan dirinya dan menarik napas dalam-dalam. "Ayo kita selesaikan hal ini secara pribadi. Apa yang kau inginkan?" Yu Lili mencibir. "Aku tidak menginginkan apa-apa, aku hanya ingin menghubungi polisi dan menuntutmu atas penipuan yang berbahaya!" "Jangan berlebihan! Berapa banyak yang kau inginkan, sebutkan saja!" Sambil memikirkan kata-katanya, Yu Lili berkata, "Adapun untuk hal-hal lainnya, misalnya, kau menggunakan jam kerja untuk berdagang saham, memaksa rekan kerjamu untuk mengerjakan urusan pribadi milikmu di tempat kerja, dan kemudian memaksa kami untuk bekerja lembur. Semua orang mengetahui tentang hal ini. Hanya saja kau telah menyembunyikannya dari pihak manajemen, sehingga mereka tidak mengetahui mengenai hal ini. Sekarang bos juga mengetahui tentang hal ini. Aku pikir beliau tidak akan menyetujui dengan apa yang kau lakukan di sini, benar kan? Tuan Li?" Yu Lili sedang melihat ke arah pintu di belakang Xu Jing. Xu Jing mendengar itu dan terkejut. Membalikkan badannya, bos besarnya, Tuan Li, sedang berdiri tepat di belakang dirinya. Wajah gemuk pria itu terlihat kesal. Tuan Li berjalan berjalan masuk dan memandangi wajah Xu Jing yang berkeringat, meraung, "Apa yang sedang terjadi? Semua orang berada di sini. Tidakkah kalian punya sesuatu untuk dilakukan? Sudahkah kalian menyelesaikan pekerjaan kalian?" Tubuh Yu Lili memancarkan aroma salep yang menyengat, dan luka-lukanya yang mengalirkan darah itu cukup mencolok. Melihat kondisi Yu Lili yang seperti ini, sang bos bertanya, "Yu, apa yang terjadi?" Yu Lili menjelaskan semuanya secara singkat tetapi melebih-lebihkan ketika sampai pada penjelasan mengenai apa yang telah dilakukan Xu Jing. Pada beberapa kesempatan, Xu Jing ingin memotong, tetapi wanita itu tidak diberi kesempatan. Tuan Li juga menggunakan matanya untuk mencegah wanita itu, jadi Xu Jing tidak bisa mengatakan sepatah kata pun. Di akhir cerita, mulut Yu Lili menjadi kering. Yu Lili mengangkat bahu dan merentangkan tangannya, "Jika Anda tidak percaya pada saya, tanyakan pada mereka. Semua orang di tempat kejadian ini merupakan saksi saya. Kemampuan Xu Jing untuk bekerja tidak perlu dipertanyakan lagi, tetapi karakternya tidak dapat ditoleransi. Tuan Li, saya menyarankan agar Anda mempertimbangkan untuk memecatnya. Tidakkah Anda menemukan bahwa tingkat pergantian staf di departemen ini sangat tinggi? Itu ada hubungannya dengan wanita ini. Karena wanita ini adalah sepupu istri Anda, tidak ada yang berani mengatakan mengenai hal ini." Tuan Li mendengar itu dan menjadi semakin marah. "Pekerjaan adalah pekerjaan, hubungan keluarga adalah hubungan keluarga. Apakah kau pikir aku mempromosikan Xu Jing karena nepotisme?" "Bukankah memang begitu?" Yu Lili sekali lagi merentangkan tangannya, terlihat tak berdaya. Seseorang mendorong Yu Lili ke samping, menatap wanita itu agar mengurangi bicaranya. Namun, Yu Lili tertawa dan berkata, "Toh saya tidak ingin bekerja di sini lagi. Saya tahu Anda tidak akan memecat Xu Jing. Dengan orang seperti itu menjadi supervisor saya, saya pasti akan celaka. Tuan Li, saya berhenti." Yu Lili mengatakan ini secara terang-terangan, dan orang-orang di seluruh ruangan itu diam-diam bersorak. Namun, karena kehadiran Xu Jing dan sang bos besar, tidak ada yang berani menunjukkan perasaannya dengan jelas. Wajah Tuan Li semakin kelam. Ketika dia hendak mengatakan sesuatu, Yu Lili berkata, "Namun, Xu Jing ingin menipu saya. Itu adalah faktanya. Jika Anda ingin menyelesaikan hal ini secara pribadi, saya tidak menginginkan uang dan hanya menginginkan Xu Jing meminta maaf kepada saya. Jika tidak, saya tidak punya pilihan lain!" Chapter 702 - Apa Yang Kau Katakan? Aku Tidak Bisa Mendengarmu Minta maaf? Minta maaf pada wanita jalang ini? Xu Jing terlihat bingung dan berkata dengan sarkastis, "Apakah kau pikir aku tidak tahu? Kau punya banyak utang. Ingin mempertahankan gaya hidup mahalmu tanpa uang? Aku bertanya-tanya siapa yang bisa tahan denganmu? Berapa yang kau inginkan, katakan saja padaku." Yu Lili mencibir dan berkata, "Aku menginginkan suamimu, berikan pria itu padaku! Kenapa kau berpura-pura kaya? Tolong minta maaf padaku!" Xu Jing mendengar hal itu dan menjadi semakin murka, bergegas menghampiri ke arah Yu Lili. Orang-orang di sekitar mereka berdua terkejut dan dengan cepat menghentikan Xu Jing. Yu Lili berdiri diam di tempat yang sama. Dia melirik ponselnya yang tergeletak tak bersuara di lantai yang berada tidak jauh di belakang Xu Jing, membalikkan badan dan berjalan ke meja Xu Jing. Dia mengangkat telepon dan menyalakan pengeras suaranya. Setelah Yu Lili menekan dua buah nomor, wajah Xu Jing berubah, dan dia berteriak, "Beraninya kau!" "Apakah kau ingin mencobanya?" Yu Lili menekan nomor terakhir dan menaikkan alisnya dengan provokatif. "Minta maaf!" "Jangan!" Tuan Li merasa takut. Pria itu menghampiri dan mengambil telepon di tangan Yu Lili dan menutupnya. Tuan Li menatap Xu Jing dan berteriak dengan keras, "Minta maaf!" Xu Jing terkejut dan tidak bisa memercayai apa yang pria itu katakan. "Kakak ipar ¡­." "Kau berada di posisi yang salah dan harus minta maaf. Tidakkah kau lihat bahwa Yu terluka karena laptopmu? Bagaimana jika dia mendapat bekas luka karena hal ini? Selain itu, kau sudah mendapatkan kembali uangmu untuk laptopnya. Kau harus minta maaf pada Yu Lili." Xu Jing jelas terlihat merasa tidak yakin. Sambil menatap ke arah Tuan Li, wanita itu berkata dengan enggan, "Aku tidak mau!" Tuan Li mendengar itu dan memperingatkan dengan muram, "Apakah kau benar-benar ingin masuk penjara?" Masuk penjara? Siapa yang mau masuk penjara? Tapi Xu Jing tidak bisa menerima hal ini! Mengapa dirinya harus meminta maaf kepada wanita jalang yang menggoda pria di mana-mana ini? Sejak Yu Lili muncul, hampir semua orang di perusahaan mengikuti wanita itu! Tidak peduli pria atau pun wanita! Dengan trik dan tindakan kecil Yu Lili! Xu Jing tidak tahan melihat wanita jalang ini menikmati dirinya sendiri! Entah kau minta maaf, atau aku akan menelepon polisi." Yu Lili mengangkat telepon itu lagi dan menggoda, "Itu hanyalah penjara. Kakak Xu tidak takut, kan?" Tuan Li juga menjadi jengkel. "Xu Jing, apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak mengetahui apa yang sudah kau lakukan secara rahasia? Apakah kau ingin aku memberitahukannya padamu di depan wajahmu?" Xu Jing merasa dirinya sudah tidak memiliki martabat yang tersisa. Tidak apa-apa kalau rekan-rekannya tidak berada di pihaknya, tetapi bahkan kakak iparnya sendiri tidak mendukung dirinya. Mengapa? Apanya yang begitu hebat tentang Yu Lili ini? Xu Jing merasa sangat marah sehingga matanya memerah dan basah sekaligus. Akan tetapi, di bawah peringatan dari sang bos, Xu Jing masih menundukkan kepalanya dan berbisik, "Aku minta maaf." "Apa? Aku tidak mendengarnya." Yu Lili masih memegang telepon itu di tangannya, meletakkan sebelah tangan di telinganya dan membentuk sebuah terompet. "Katakan lagi?" Xu Jing bahkan semakin kesal, dan dadanya terasa sesak karena amarah. Wanita itu menenangkan dirinya sendiri dan dengan enggan berkata, "Aku minta maaf!" Yu Lili menurunkan tangannya dengan kebingungan dan mengorek telinganya dengan jari kelingkingnya. Dia bertanya, "Apakah lambang zodiakmu adalah nyamuk? Bukankah biasanya suaramu cukup keras? Setiap kali kau memarahi seseorang, kau bersikap cukup kasar. Banyak staf yang lebih muda diusir oleh dirimu. Suaramu cukup mengejutkan dan mengesankan! Bagaimana dengan saat ini? Di mana suaramu? Apakah kau sedang mempermainkanku?" Chapter 703 - Dipecat Yu Lili mengatakannya dengan begitu jelas dan provokatif sehingga banyak orang di tempat kejadian itu mau tidak mau tersenyum dalam hati. Tetapi mengingat bos besar dan Xu Jing sedang berada di sini, tidak ada yang berani menunjukkan perasaan apa pun kecuali Yu Lili. Sikap Yu Lili itu membuat Xu Jing bahkan semakin kesal, dan wanita itu meraung, "Jangan melewati batas di sini!" Yu Lili bersikap seolah-olah ketakutan, memalingkan wajahnya, dan terlihat jijik. Tetapi dengan cepat, wanita itu membalikkan badan dan berkata, "Lihat, bukankah suaramu sangat keras saat ini? Aku benar-benar tidak mendengar apa yang baru saja kau katakan. Pendengaranku tidak terlalu baik. Kau tahu, berbicaralah seperti dirimu sendiri saja. Kenapa kau ingin berpura-pura menjadi lembut?" "Aku minta maaf!" Xu Jing menjerit, hampir membelalakkan matanya keluar, ganas dan menakutkan. Yu Lili terlihat ketakutan, menepuk-nepuk dadanya dan berkata dengan ketakutan, "Jika kau tidak mau melakukannya, tidak apa-apa. Kenapa kau harus membuatku takut? Apakah kau tidak tahu bahwa itu sangat buruk untuk jantungku? Yesus! Kau bukan hanya seorang penipu, tetapi juga ingin membunuh!" Di dalam ruangan itu, Yu Lili sudah mengangkat teleponnya lagi. Dia menyalakan pengeras suaranya secara langsung dan menekan dua buah digit. Hampir semua orang bisa mendengarnya dengan jelas. Xu Jing menarik napas dalam-dalam dan dengan cepat berkata, "Aku minta maaf, Yu Lili, aku seharusnya tidak menjebakmu, dan aku seharusnya tidak menjadikan dirimu sebagai sasaranku. Kumohon maafkan aku." Digit ketiga itu baru saja ditekan. Sebelum panggilan telepon itu tersambung, Yu Lili menutup teleponnya. Dia menaikkan sebelah alis dan memandang ke arah Xu Jing, melengkungkan bibirnya, dan bertanya, "Apakah kau bersungguh-sungguh?" Xu Jing ingin membunuh Yu Lili pada saat ini, tetapi dirinya masih mengangguk dan berkata dengan enggan, "Ya." "S*al! Benar-benar munafik!" Yu Lili mencemooh dengan angkuh. "Tapi aku punya hati yang besar, jadi aku memutuskan untuk memaafkanmu." Setelah itu, dia menatap Tuan Li. "Tuan Li, saya tidak ingin bekerja di sini lagi. Tolong terima pengunduran diri saya. Saya tidak bisa melakukan hal ini lagi." Tuan Li segera berkata, "Yu, aku tahu kau memiliki kebencian terhadap perusahaan ini. Sekarang, aku mengumumkan bahwa Xu Jing akan dipecat!" Ketika sang bos mengatakan hal itu, semua orang terkejut. "Apa? Xu Jing, dipecat?" Orang-orang di sekitar mereka berdua saling memandang satu sama lain dengan tidak percaya. Bahkan Xu Jing sendiri tidak menduga akan sebuah hasil seperti itu. "Tidak, kakak ipar ¡­" Sebelum kalimat Xu Jing selesai, sang bos memotong perkataan wanita itu dan menaikkan suaranya, sambil menatap Yu Lili. "Yu, kau bisa tinggal di rumah dan fokus untuk kesembuhanmu. Tidak perlu datang ke kantor. Aku akan memberimu setengah bulan untuk menyesuaikan diri. Ketika kau kembali dari liburan, kau bisa menjadi kepala departemen ini. Bagaimana dengan hal itu?" Hasil seperti ini tidak diragukan lagi ibarat sebuah bom lain yang mendarat pada Xu Jing. Sambil berdiri di tempat yang sama, Xu Jing merasa terkejut. Wanita itu bertanya dengan suara keras, "Kakak ipar, bagaimana bisa seperti ini?!" Tuan Li langsung mengabaikan Xu Jing dan memandang ke arah Zhang dari departemen Sumber Daya Manusia. "Bawa Xu Jing untuk mengurus prosedurnya. Orang seperti itu hanya bisa menyebabkan kemarahan publik di dalam perusahaan. Lebih baik membiarkan dia pergi lebih cepat." Pria itu berhenti dan menatap Xu Jing. "Benar, bukankah kau selalu menginginkan seorang anak? Kau selalu mengeluh mengenai betapa sibuknya dirimu. Sekarang aku akan memberimu waktu untuk memiliki seorang anak dan membesarkan mereka. Sesuaikan dirimu dan bersiap-siaplah untuk anak-anakmu." "Kakak ipar, kau tidak bisa melakukan hal ini. Aku sudah berada di perusahaan selama lebih dari tiga tahun. Kau tidak bisa memecatku seperti ini. Aku telah bekerja sangat keras. Kau tidak bisa melakukan ini!" Chapter 704 - Sebuah Tamparan Di Wajah "Kenapa aku tidak bisa melakukannya? Perusahaan ini milikku, dan aku bisa memecat siapa pun yang aku mau!" Tuan Li merasa jengkel. "Dan bukankah aku sudah bilang padamu untuk tidak memanggilku kakak ipar di kantor? Itu tidak pantas!" Kata-kata pedas dari kakak iparnya itu membuat Xu Jing merasa putus asa. Bahkan Yu Lili sendiri pun tercengang. Apa yang sedang terjadi? Tuan Li ingin mempertahankan dirinya dan memecat Xu Jing, seorang supervisor yang telah bekerja di sini selama bertahun-tahun? Setelah dirinya memprovokasi bosnya seperti itu dan melakukan semuanya itu, dirinya berakhir dengan promosi? Apa-apaan ini? Yu Lili merasa bahwa dirinya berada dalam sebuah mimpi, sementara yang lainnya bersorak. "Yu Lili adalah supervisor yang baru?" "S*al! Dengan kemampuannya, wajar saja kalau Yu Lili menjadi supervisornya. Jangan lupa siapa yang membantumu mengelola kasus Desa Empat Musim!" "Ya, ada juga kasus teknologi Wanli milikku. Jika bukan karena Yu Lili, aku pasti telah dibunuh oleh Xu Jing!" "Ah, jadi kalian semua telah ditolong oleh Yu Lili. Kupikir aku adalah satu-satunya orang yang telah dia tolong. Aku bahkan bertanya-tanya apakah dia diam-diam jatuh cinta padaku ¡­." "Hei! Kau berpikir berlebihan. Lili adalah seorang dewi. Tahukah kau apa itu? Itu adalah sesuatu untuk penghargaan bukannya percintaan!" Dengan diskusi yang sedang berlangsung, Yu Lili masih merasa tercengang. Xu Jing tidak bisa menerima pemecatan dirinya dan berteriak, "Bagaimana kau bisa melakukan ini? Apa itu Yu Lili? Bisakah dia memimpin departemen ini dengan baik? Kakak ipar, jangan melihat wajahnya yang cantik, jika ¡­" "Apakah kau mengatakan bahwa aku lebih menghargai penampilan di atas kemampuan?" Wajah Li terlihat suram. "Jika ini masalahnya, kau pasti sudah dipecat beberapa waktu yang lalu. Kau benar-benar berpikir aku tidak mengetahui apa yang sedang kau lakukan di belakangku? Xu Jing, jangan memaksaku untuk membeberkan semuanya ke dalam kata-kata." Xu Jing terkejut ketika mendengar hal itu. Bosnya tidak memandang ke arah dirinya, tetapi ke arah Yu Lili dan berkata, "Yu, kau harus pulang terlebih dulu dan datang kembali ketika kau sudah pulih. Dengan cederamu, itu akan mengerikan jika kau mendapatkan bekas luka." Yu Lili tiba-tiba menyadari apa yang telah terjadi dan tergagap-gagap, "Tuan Li, Anda serius?" "Tentu saja." Wajah Tuan Li menjadi lebih rileks. "Aku mengetahui kemampuanmu dengan jelas, dan laporan yang kau tulis beberapa hari yang lalu sangatlah bagus. Aku percaya bahwa kau cocok untuk pekerjaan itu. Dan kau juga tampaknya cukup populer. Teruslah seperti itu." Yu Lili sekarang sepenuhnya menerima kenyataan, terlihat penuh kegembiraan dan merasa tersentuh. Dengan Xu Jing sebagai atasannya, Yu Lili tidak pernah mendapatkan proyek-proyek besar, dan dirinya tidak pernah memiliki kesempatan untuk memimpin. Yu Lili berpikir bahwa dirinya hanya bisa menunjukkan kemampuannya kepada rekan-rekan kerjanya saja ¡­. Sangat, sangat tidak terduga. Yu Lili mengangguk dengan gembira dan berkata dengan suara keras, "Akan saya lakukan!" Tuan Li mengangguk dengan puas, "Pulanglah terlebih dulu, aku akan menyuruh supir mengantarmu." "Tidak, tidak apa-apa. Saya bisa pulang sendiri! " "Itu tidak perlu. Turunlah ke bawah dan aku akan menyuruh sopir menunggumu di pintu." Ketika sang bos bersikeras, Yu Lili memutuskan untuk tidak jadi naik taksi dan mengangguk. "Terima kasih, Tuan Li." Mata Tuan Li melengkung, dengan sekelebat kilatan aneh yang tidak disadari oleh siapa pun. Kemudian pria itu dengan segera menekan tombol lift dan kembali naik ke atas. Semua orang menyaksikan kepergian Tuan Li dan bersorak, "Hebat, musim semi kita segera datang!" Chapter 705 - Kenapa Tidak Menabung Untuk Operasi Plastik? Di antara mereka, orang yang merasa paling tidak nyaman adalah Xu Jing. Wanita itu mendengar sorak-sorai semua orang dan merasa tidak percaya. Terutama ketika dirinya melihat rekan-rekan kerjanya begitu senang dan bersikap arogan, Xu Jing menjadi semakin geram. Sambil menjerit, Xu Jing bergegas menghampiri ke arah Yu Lili dan berseru, "Wanita j*lang, kau pasti telah menggunakan salah satu trikmu dan tidur dengan bos. Jika tidak, bagaimana kau bisa dipromosikan? Ada begitu banyak orang yang lebih berpengalaman. Itu bisa jadi siapa saja kecuali kau." Suaranya nyaring, dan ekspresi wajahnya menakutkan. Rekan-rekan kerja yang memiliki hubungan baik dengan Yu Lili segera menghentikan Xu Jing dan melindungi Yu Lili. Dua orang rekan kerja pria menangkap Xu Jing, dan Xu Jing bahkan merasa semakin murka, berseru, "Aku dengar bahwa kau dulunya adalah wanita simpanan seorang pria kaya dan kemudian ditinggalkan karena kau tidak bisa melahirkan. Pastilah menyenangkan menjadi wanita simpanan selama bertahun-tahun. Cih, dan kau menggunakan trik-trik ini pada kakak iparku sekarang. Kau benar-benar menjijikkan, Yu Lili!" Kata-kata Xu Jing terdengar seperti tidak berdasar. Yu Lili mendengar itu, dan wajahnya dengan perlahan menjadi kecewa. Bagaimana Xu Jing bisa mengetahui sesuatu seperti ini? Dirinya jelas-jelas tidak memberi tahu siapa pun! Namun, dengan catatan sebelumnya, kredibilitas 1 kata-kata Xu Jing telah menjadi sangat berkurang. Tak satu pun dari rekan-rekan kerjanya yang memercayai wanita itu. Ketika mendengar kata-kata Xu Jing, beberapa orang mencibir, "Kenapa, seorang wanita cantik harus didukung oleh seorang pria kaya?" "Ya, seseorang yang terlihat seperti dirimu hanya bisa memilih untuk mempertahankan seorang pria tua yang tidak berguna." "Ha ha ha ¡­. Ya, kau jelek dan menyalahkan orang lain karena terlihat cantik. Apa-apaan itu!" Xu Jing baru saja dipecat, yang merupakan sebuah dorongan moral yang sangat besar di antara kelompok orang-orang ini. Pada titik ini, dengan sebuah kesempatan seperti itu untuk melemparkan batu ke arah Xu Jing, tentu saja mereka akan mempergunakannya. "Itu benar!" Xu Jing berteriak dengan marah. "Yu Lili, seberapa bersih wanita ini menurut kalian? Dia hanyalah seorang pel*cur yang bisa bertemu dengan siapa pun demi uang! Aku tidak tahu kenapa kalian menyukai dia. Wanita j*lang ini!" "Ha ¡­." Yu Lili tertawa kecil dan dengan sengaja membuat sebuah raut wajah genit. Namun, dikombinasikan dengan luka-lukanya di sekujur tubuhnya, itu tampak agak canggung. Yu Lili mengedipkan mata pada Xu Jing dan berkata, "Jika kau terlihat cantik, tentu saja itu berharga sesuatu. Untuk seseorang seperti kau, aku tidak berpikir ada orang yang mau membeli. Hei, itu tidak ada hubungannya denganmu apa yang aku pilih untuk kulakukan dengan tubuhku. Jika kau memiliki waktu luang ini, kenapa tidak menabung untuk operasi plastik?" Sembari mengatakan itu, Yu Lili terlihat sangat simpatik dan berkata, "Bagaimana kalau aku membiayaimu sedikit? Ada 1.100 yuan di sini. Ini 100 yuan untukmu." Yu Lili meremas selembar uang kertas dan melemparkannya ke arah tubuh Xu Jing. Penghinaan terang-terangan itu membuat Xu Jing menggigil dalam amarah. "Kau ¡­ kau ¡­" "Tidak cukup? Hanya itu yang kumiliki untukmu. Aku harus menyimpan sisanya untuk tagihan pengobatanku. Oh, bagaimana kalau kau meminta pada orang lain?" Mengemis ¡­. Orang macam apa yang akan meminta uang kepada seseorang? Kata-kata Yu Lili tidak diragukan lagi ibarat sebilah belati untuk Xu Jing, seorang wanita yang selalu menyatakan dirinya sebagai seorang wanita kaya! Xu Jing ditarik ke belakang oleh dua orang rekan kerja pria itu, merasa sangat marah sehingga wanita itu akan muntah darah. Yu Lili tidak bersedia berbicara dengan Xu Jing lagi, membalikkan badan, dan berjalan keluar dari kantor. Perihal dapat dipercaya. Chapter 706 - Tamu Tak Diundang Di lantai dasar, Yu Lili mendapati bahwa supir Tuan Li sudah menunggu dirinya. Setelah diantar pulang, Yu Lili mengeluarkan kunci dan membuka pintu. Tempat itu adalah sebuah lingkungan yang sudah tua, sehingga harga sewanya agak murah. Fasilitas dan keamanannya oke, jadi Yu Lili telah tinggal di sana selama dua tahun. Pintunya adalah sebuah pintu pengaman yang relatif tebal. Begitu masuk ke dalam, terdapat sebuah ruang tamu kecil. Ini adalah sebuah apartemen satu kamar berukuran kecil dengan hanya sebuah sofa kecil di dalamnya. Bahkan tidak terdapat sebuah TV. Tidak jauh dari sofa, terlihat sebuah meja komputer kecil dengan laptop di atasnya dan sebuah meja kecil untuk makan. Dengan perabotan yang sudah mengisi ruangan, hanya tersisa sebuah jalur untuk berjalan. Dapurnya terhubung ke toilet dan luasnya kurang dari 3 meter persegi, tetapi dekorasinya sangat indah dan bersih, sangat santai dan cantik. Yu Lili meregangkan tubuh, mengeluarkan obat dari tasnya, dan meletakkannya di atas meja kecil itu sebelum dia berjalan masuk ke dalam kamarnya. Begitu pintu kamar dibuka, Yu Lili dengan segera tercengang. Di dalam kamar, terdapat sebuah tempat tidur berukuran satu orang, sebuah lemari, sebuah rak buku, dan sebidang dinding yang penuh foto. Namun, semuanya ini sangat dikenalnya dan tidak cukup untuk menunjukkan rasa keterkejutan Yu Lili. Yang membuatnya terkejut adalah tamu tak diundang di hadapan dirinya itu. Di atas tempat tidur berukuran satu orang yang seharusnya tertata dengan rapi itu, ada seorang pria yang sedang berbaring di sana. Pria itu tinggi. Dia sedang berbaring di atas tempat tidur pada saat ini, sepertinya telah jatuh tertidur. Pria itu membuka matanya setelah menyadari kedatangan dirinya. Mata cokelat tuanya tampak grogi. Pada saat itu, pria tersebut memperhatikan Yu Lili dengan perasaan yang kompleks. Ekspresi wajah Yu Lili langsung berubah saat dirinya tanpa sadar melihat ke arah dinding yang dipenuhi foto itu. Dinding foto itu ¡­ penuh dengan foto dirinya bersama Ou Ming. Selain dari foto-foto itu, terdapat juga foto-foto Ou Ming. Semua fotonya dibingkai, mengambil semua ruang di dinding seberang tempat tidur itu. Jantung Yu Lili tiba-tiba berdetak kencang, sembari dia merasa seperti seorang anak kecil yang telah meninggalkan rumah dan tertangkap oleh orang dewasa. Merasa malu, bersalah, tapi sekaligus gembira. Pria di atas tempat tidur itu mengangkat selimutnya dan bangkit dari tempat tidur. Sambil duduk di tempat tidur dengan perlahan, pria itu menatap Yu Lili. Terasa sedikit memalukan untuk sejenak. Yu Lili berdiri di pintu, matanya tertuju pada Ou Ming untuk waktu yang lama, sebelum dirinya membuka mulut dan berkata, "Kenapa kau ada di sini?" Ou Ming melengkungkan bibirnya, tidak berbicara, dengan perlahan mengeluarkan sebatang rokok dari sakunya, menyalakannya, dan kemudian mendongak menatap wanita itu. Namun, dalam senyuman ini, terkandung sebuah sarkasme 1 yang kuat, sebuah penghinaan diri sendiri yang kuat, dan sebuah perasaan yang tak terkatakan. Yu Lili menatap senyuman Ou Ming dan merasakan hatinya hancur. Apa yang sedang kau tertawakan? Apanya yang lucu? Yu Lili ingin bertanya kepada Ou Ming, tetapi kemudian dirinya melihat pria itu mengambil sebuah buku catatan dari balik selimut. Ketika dirinya melihat sampul buku catatan itu, Yu Lili terkejut dan menatap ke arah dinding foto itu tanpa sadar. Ada sebuah meja di kamarnya. Namun, di atas meja itu seharusnya buku catatan tersebut berada. Itu adalah buku catatan yang Yu Lili gunakan untuk menggambarkan coretan-coretannya ¡­. Sekarang ¡­ bukunya tidak ada! Ou Ming baru saja menunjukkan pada dirinya buku catatan itu, dan wajah Yu Lili langsung berubah menjadi pucat pasi. Melihat Yu Lili bereaksi seperti ini, Ou Ming mencibir, berdiri, mengembuskan kepulan asap rokok, dan melemparkan buku catatan itu ke dinding foto tersebut. (Penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar. Chapter 707 - Kalau Begitu Jangan Mempertahankannya .... Ou Ming menggunakan kekuatan yang luar biasa, dan bingkai-bingkai foto itu langsung terjatuh. Suara kaca pecah itu sepertinya memekakkan telinga di ruangan kecil tersebut. Ou Ming berjalan menghampiri Yu Lili dengan kaki panjangnya. Dengan sebuah senyum sinis, pria itu mengerling sedikit dan mengembuskan asap ke wajah wanita itu. Lalu, Ou Ming mendorong Yu Lili dengan keras tanpa belas kasihan, berjalan melewati wanita itu, dan melangkah pergi menjauh. Sejak awal hingga akhir, pria itu tidak mengatakan sepatah kata pun. Mata Yu Lili memerah dan terasa sedikit sakit. Bekas luka yang telah menyakiti selama empat tahun itu terbuka lebar, membuat dirinya merasa semakin menderita dibandingkan empat tahun terakhir. Wanita itu menginjak kaca di atas lantai untuk mengambil buku catatan tersebut. Di buku catatan itu, terdapat serpihan kaca yang melukai jemarinya, menyakiti dirinya. Yu Lili membuka buku catatannya, dan salah satu halaman di dalamnya diberi label. Terlihat gambar seorang wanita di halaman tersebut, sedang memegang belati di tangannya dan menghujamkannya ke dalam perutnya. Di bagian bawahnya, terdapat sebuah genangan darah. Tertulis: [Aku mengandung anak Ou Ming, tetapi aku tidak ingin mempertahankannya. Apa yang harus aku lakukan? Kalau begitu jangan mempertahankannya ¡­. Aku pergi keluar untuk membeli obat, dan dokter mengatakan bahwa aku harus meminumnya selama tiga hari. Tepat pada hari kedua, aku mengatakan kepadanya bahwa aku ingin putus. Aku tidak ingin bersamanya. Pria seperti itu bukanlah sesuatu yang mampu kupertahankan. Dia terlalu cabul, terlalu diktator, terlalu berlebihan. Aku ingin kebebasan. Ayo kita pergi, Yu Lili.] Pada hari berikutnya, Ou Ming tidak menyetujui permintaan Yu Lili untuk putus. Dia bertengkar dengan pria itu dalam amarah, dan Ou Ming hanya memperingatkan wanita itu dengan sebuah wajah dingin pada awalnya, tetapi pada akhirnya ¡­ pria itu menindih Yu Lili ke tempat tidur, dan perut wanita itu membentur tepi tempat tidur. Pada saat itu, Ou Ming menekan tubuh Yu Lili dengan sebelah lututnya di perut wanita itu, memperingatkan Yu Lili dan menyadari perilaku anehnya. Kemudian Ou Ming menemukan bahwa Yu Lili mengalami pendarahan. Banyak, banyak sekali darah ¡­. Pada saat itu, Ou Ming tercengang dan diam tak bergerak. Seperti apa Yu Lili terlihat pada saat itu ¡­. Wanita itu sedang memegangi perutnya, wajahnya pucat kebiruan, tetapi ketika Yu Lili melihat Ou Ming, wanita itu merasakan sebuah perasaan balas dendam yang anehnya terasa menyenangkan. Tiga tahun, dirinya telah dipelihara oleh Ou Ming selama tiga tahun. Dalam tiga tahun terakhir, banyak orang di luar mengenal dirinya sebagai kekasih Ou Ming. Pada saat yang sama, banyak orang yang mengetahui bahwa dirinya adalah seorang wanita simpanan. Simpanan. Sebuah kata yang menjijikkan. Karena kata itu, dirinya menderita karena banyak orang yang mencemoohnya. Dia akhirnya bisa bebas ¡­. Yu Lili mengalami pendarahan pada saat itu, dan tubuhnya sudah bersimbah keringat dingin. Dengan wajah pucat pasi, dia mengeluarkan suara tawa yang terdengar sangat kejam. Tawa semacam ini tidak hanya terdengar kejam untuk Ou Ming, bahkan Yu Lili pun tidak membayangkan bahwa dirinya bisa tertawa seperti itu. [Ou Ming, kau tahu, aku sedang hamil ¡­.] Ou Ming tetap terpana dan memandangi genangan darah besar di bawah tubuh wanita itu, tidak mengetahui harus berbuat apa. [Anakmu, terbunuh oleh dirimu. Apa kau senang?] Senang, senang? Yu Lili tidak mengetahui apakah Ou Ming akan merasa senang, tapi dirinya sendiri tidak mengalami kegembiraan seperti yang dirinya bayangkan. Sebaliknya, terasa sebuah kesedihan yang tak bisa dijelaskan. Anaknya, anak pertamanya. Sungguh menakjubkan ¡­ bahwa terdapat sebuah kehidupan kecil di dalam tubuhnya. Tetapi sekarang dirinya baru saja memusnahkan kehidupan kecil ini untuk apa yang disebut kebebasan. Yu Lili menangis, tertawa, dan pingsan karena kesakitan saat menyaksikan Ou Ming. Ketika dirinya tersadar, dia sedang dioperasi. Dokter mengatakan bahwa ada dua buah kantung bayi. Itu adalah anak kembar yang selalu diinginkan oleh Ou Ming. Chapter 708 - Ou Ming Yang Lama Sudah Benar-benar Mati Asap mengepul, dengan aroma tembakau yang ringan, memenuhi seluruh mobil dengan perasaan depresi. Ou Ming duduk di dalam mobil dengan sebuah asbak di depannya. Terlihat ada empat atau lima puntung rokok di antara abu rokok itu. Melihat langit redup di hadapannya, pikiran Ou Ming anehnya terasa kosong. Tepat di sore hari itu ketika dirinya melihat dinding foto tersebut, dia telah berpikir ¡­. Namun, itu hanyalah keyakinannya sendiri saja. Terkejut, marah, dan sedih. Ternyata ¡­ anak-anaknya tidak dibunuh oleh dirinya sendiri. Namun, fakta itu bahkan lebih menyakitkan daripada kata-kata Yu Lili di masa lampau. Berapa banyak kebencian yang ada sehingga wanita itu membunuh anak pertamanya sendiri, dan kembar? Seberapa besar Yu Lili membenci dirinya sehingga wanita itu bahkan tidak menginginkan anak-anaknya sendiri? Yu Lili telah bersamanya selama tiga tahun. Bahkan jika dirinya memiliki seekor anjing selama tiga tahun, anjing itu akan memiliki perasaan, apalagi seorang manusia? Ou Ming menatap langit di kejauhan, dan hanya ada ketidakpedulian di mata cokelat tuanya. Dia mematikan rokoknya, menyalakan mobil, dan perlahan-lahan melaju di jalan. Mulai saat ini, Ou Ming yang lama sudah benar-benar mati. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Setelah Li Sicheng mengambil alih urusan perusahaan, kinerja perusahaan itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Sangat banyak sehingga Su Qianci merasa frustrasi dan bangga pada saat yang bersamaan. Wanita itu berpikir bahwa dirinya telah melakukan sebuah pekerjaan dengan baik. Ketika melihat laporan kuartal 1 , Su Qianci merasa telah dikalahkan. Anak-anak berlarian di ruang keluarga, saling mengejar satu sama lain. Su Qianci meletakkan dokumen itu kembali dan melihat jam. Sudah hampir pukul enam. Wanita itu berkata, "Kalian semua, ayo istirahat, kemarilah dan duduk selama sepuluh menit!" Li Jianyue tertawa, mengejar-ngejar Li Mosen, dan berhenti. Gadis kecil itu berseru, "1, 2, 3, lampu merah, jangan bicara, jangan bergerak!" Li Mosen dan Li Jianqian berhenti saat itu juga. Keduanya sedang terengah-engah, tetapi mereka benar-benar tidak bergerak. Li Jianqian bahkan mempertahankan postur tubuh yang sedang berlari, sementara Li Mosen terlihat seperti hendak berbicara. Melihat adegan aneh seperti itu, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk berteriak, "Perintahnya tidak valid!" Li Mosen dan Li Jianqian tiba-tiba menghela napas lega, berlari ke sofa di mana Su Qianci sedang duduk, dan duduk di sana. Li Jianyue juga menjulurkan lidahnya dan berlari ke arah Su Qianci. Gadis kecil itu bertanya, "Bu, kenapa Ayah belum pulang?" Su Qianci mengetuk hidung kecil putrinya dan berkata, "Seorang gadis tidak boleh menjulurkan lidah. Bicaralah secara normal." "Bisakah anak laki-laki melakukannya?" Li Jianqian bertanya. "Tidak. Kalian semua harus berbicara normal seperti ibu dan ayah. Mengerti?" Su Qianci menjawab. "Tapi, ketika Paman Luo Zhan berbicara dengan Ayah, paman seperti ini!" sahut Li Jianqian. Li Mosen tampak kebingungan. "Mengapa orang dewasa boleh melakukan hal itu, tetapi anak-anak tidak boleh?" Mendengar itu, Su Qianci terdiam sejenak, tetapi dengan cepat berkata, "Paman Luo bukanlah seorang anak laki-laki atau anak perempuan. Dia seorang pria dewasa, jadi dia bisa membuat lelucon seperti itu. Kalian anak-anak tidak boleh belajar dari contoh yang buruk. Mengerti?" "Oh!" Anak-anak itu sepertinya tidak sepenuhnya mengerti. Bagaimanapun juga, hasilnya adalah Paman Luo Zhan merupakan contoh yang buruk. Li Jianyue membelalakkan mata hitam besarnya lebar-lebar, dan sekali lagi bertanya, "Bu, kapan Ayah akan pulang?" "Sebentar lagi. Ketika ayah pulang, peluklah ayah. Hari ini adalah hari ulang tahun ayah, kalian harus mengucapkan selamat ulang tahun. Mengerti?" Suku tahun (waktu seperempat tahun, yaitu tiga bulan); triwulan. Chapter 709 - Hadiah Ulang Tahun Terbaik "Ya!" Gadis kecil itu sedang memegangi kaki Su Qianci dan mendongak menatap ibunya sambil tersenyum. Sepasang mata hitam besarnya bersinar ketika dirinya bertanya, "Apakah akan ada kue untuk ulang tahun ayah?" Su Qianci tersenyum dan mengangkat putrinya. "Aku sudah meminta ayahmu untuk membawakan sebuah kue untuk kalian." Kata-kata Su Qianci membuat anak-anak itu menjadi ceria. Li Jianyue berseru dengan sorak-sorai, "Aku ingin rasa stroberi!" "Apa yang harus kulakukan? Ayah membeli yang rasa cokelat." Sebuah suara datang dari kejauhan. Li Sicheng berjalan masuk dengan perlahan dari luar. Dibandingkan dengan setengah bulan yang lalu, pria itu terlihat jauh lebih baik. Ketika dirinya baru saja kembali, Li Sicheng terlalu kurus. Li Jianyue mendengar kata-kata Li Sicheng, dan matanya berbinar-binar. Gadis kecil itu berlari ke arah Li Sicheng dan berseru, "Ayah!" Berlari cepat dengan kaki pendeknya, gadis kecil itu berlari ke arah Li Sicheng dan memeluk paha ayahnya. "Ayah peluk!" Li Sicheng sedang membawa sebuah kue besar dengan satu tangan dan memeluk putrinya dengan tangan lainnya. "Apa kau mematuhi perintah tutormu hari ini?" "Iya!" "Cium Ayah." Li Jianyue mengulurkan tangan dan memeluk wajah Li Sicheng. Ciuman besar itu membawa sebuah senyum di bibir pria itu. "Selamat ulang tahun Ayah!" Li Jianyue berkata sambil tersenyum, lengannya melingkari bahu ayahnya. Dia tidak bisa menahan diri untuk melirik ke arah kue di tangan Li Sicheng itu. "Ayah, bisakah kau menunjukkan kuenya padaku?" Li Sicheng tertawa kecil, dengan lembut mengetuk dahi putrinya dan berkata, "Kau hanya boleh makan kue setelah makan malam." "Hebat!" Li Jianyue bersorak dengan gembira, "Ayo kita segera makan malam!" Li Mosen juga berjalan mendekat dengan takut-takut dan berkata, "Paman, selamat ulang tahun." Liu Sao juga berjalan keluar. "Kita bisa makan malam sekarang. Pergi panggil kakek dan nenekmu." "Selamat ulang tahun!" Li Jianqian berkata dengan wajah yang sedikit merona merah dan pergi ke dapur untuk mencuci tangannya. Su Qianci menghampiri Li Mosen, tangannya yang lembut diletakkan di atas kepala bocah itu. Wanita itu berkata dengan lembut, "Paman apa? Panggil dia Ayah." Li Mosen mendengar itu dan tercengang. Mendongak menatap Su Qianci, bocah itu berpikir dirinya telah salah dengar. Su Qianci menatap bocah itu, mengusap rambutnya yang cokelat tua, dan berkata, "Panggil aku ibu di masa yang akan datang. Jangan panggil aku bibi." Ketika mendengar itu, wajah Li Mosen langsung merona merah dan mengangguk dengan keras. Li Mosen memanggil dengan penuh kegembiraan, "Ibu! Ayah!" "Ucapkan selamat ulang tahun pada ayahmu." Su Qianci membimbing Li Mosen untuk melihat ke arah Li Sicheng. Li Mosen memutar kepalanya dan menatap Li Sicheng dengan gembira. Suaranya terdengar nyaring dan jelas. "Ayah, selamat ulang tahun!" Mata Li Sicheng melembut. Dia menyerahkan kue itu pada Su Qianci, membungkuk, dan memeluk Li Mosen. "Terima kasih, Nak. Ini adalah hadiah ulang tahun terbaik yang pernah Ayah terima." Nak, nak! Li Mosen merasa seperti dirinya sedang berada dalam sebuah mimpi, mengulurkan tangan dan memeluk Li Sicheng, tertawa dengan bahagia. "Ayah, selamat ulang tahun!" Senyum Li Sicheng melebar. Dia membawa bocah kecil itu menuju ke ruang makan. "Kemari, ayo kita makan!" Li Jianqian menatap mereka dari kejauhan, entah kenapa merasa sedikit tidak nyaman. Ini adalah ayahnya, bukan ayah Li Mosen, yang bahkan bukan merupakan seorang anak dari keluarga Li. Mengapa Li Mosen memanggilnya Ayah sebelum dia melakukannya? Bahkan dirinya sendiri belum memanggil ayahnya ¡­. [Terima kasih, Nak. Ini adalah hadiah ulang tahun terbaik yang pernah Ayah terima.] Wajah Li Jianqian memerah dan menundukkan kepalanya untuk makan dengan diam-diam. Chapter 710 - Jika Anak-anaknya Masih Hidup Selesai makan malam, keluarga itu berkumpul bersama. Su Qianci memimpin anak-anak menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun, dan senyum di wajah Li Sicheng semakin melebar. Sebelum lagu selamat ulang tahun itu selesai dinyanyikan, mereka mendengar suara bel pintu. Su Qianci pergi untuk membukakan pintu. Dengan seketika, wanita itu melihat Ou Ming, yang sepertinya terlihat sedikit lelah. Sambil menatap dengan terkejut, Su Qianci mengundang pria itu masuk dan memanggil, "Sayang, Ou Ming ada di sini!" Ou Ming? Li Sicheng juga merasa terkejut. Kebetulan lagu selamat ulang tahun anak-anak itu sudah selesai dinyanyikan. Dan Ou Ming muncul dalam pandangan mata Li Sicheng pada saat yang bersamaan. Ou Ming sedang memegang beberapa suvenir dari ibu kota, sebotol anggur, dan sebuah hadiah tak diketahui yang sepertinya terlihat mahal. Pada saat ini, pria itu melihat ke arah Li Sicheng dan menyerahkan semuanya pada sahabatnya itu. Ou Ming tertawa kecil, tapi matanya terlihat merah. Kedua pria besar itu saling memandang sambil tersenyum. Mereka langsung maju dan berpelukan. Kuat dan erat. Tapi itu bukanlah seperti gairah untuk para wanita, pelukan mereka cukup jantan. "Kau akhirnya kembali." Ou Ming mengulurkan tangan dan menepuk-nepuk punggung sahabatnya. Wajahnya penuh emosi dan matanya memerah. Mendengar kata-kata sahabatnya, Li Sicheng tertawa. Dia langsung meninju perut bagian bawah Ou Ming dan berkata sedikit kesal, "Kau berani bilang seperti ini. Aku sudah menunggumu selama setengah bulan, dan kau berbohong padaku setiap hari!" Ou Ming tertawa pada saat yang bersamaan, mendorong sahabatnya menjauh, dan meletakkan tinjunya ke bahu Li Sicheng. "Aku sudah kembali sekarang, kan? Aku juga membawakanmu sebuah hadiah ulang tahun, jam tangan edisi terbatas yang selalu kau inginkan." Mendengar itu, Li Sicheng terkekeh-kekeh, menoleh untuk melihat ke arah ketiga anak kecil di belakang dirinya dan berkata, "Beri salam pada Paman Ou." "Halo Paman Ou!" Ketiga anak kecil itu berbicara pada saat bersamaan. Suara manis Li Jianyue yang paling menonjol. Pada saat ini, gadis kecil itu bahkan tidak mendongak untuk melihat ke atas. Dia memandangi kue di hadapannya, merengut, dan berseru, "Ayah, ayo tiup lilinnya. Mereka hampir terjatuh ke dalam kuenya. Kita tidak akan bisa memakannya jika Ayah tidak meniup lilinnya." Li Jianyue belum menjadi seorang gadis dewasa, tapi dia secerdas kakaknya, berbicara seperti orang dewasa. Selain itu, gadis kecil itu menonton serial TV bersama Kapten Li dan Qin Shuhua sepanjang hari, jadi dia telah mempelajari segalanya, hal-hal yang pantas atau pun tidak. Pada saat ini, kata-kata gadis kecil itu membuat Li Sicheng tersenyum, "Kau bantu ayah meniupnya, oke." "Tidak, Ayah harus membuat sebuah permintaan sebelum Ayah dapat meniup lilinnya, dan Ayah harus melakukannya sendiri, kalau tidak permintaan itu tidak akan menjadi kenyataan." Li Sicheng berpura-pura terlihat terkejut dan bertanya, "Benarkah?" Gadis kecil itu melihat ekspresi wajah Li Sicheng, merasa yakin dan mengangguk dengan wajah serius. "Tentu saja itu benar. Ayah, ayolah! Kau akan kehilangan permintaanmu jika lilin-lilin itu terjatuh juga!" "Dia jelas terlihat hanya ingin makan kuenya." Li Jianqian tanpa basa basi membeberkan maksud adiknya dengan pandangan menghina. Li Jianyue sedikit tersipu malu dan berkata dengan marah, "Tidak benar! Kakak Mosen, apakah aku tipe orang seperti itu?" Li Mosen menggelengkan kepalanya. "Tidak!" "Hei! Mata para penonton itu jeli!" Li Jianyue membuat seraut wajah mengejek pada Li Jianqian, lalu membalikkan badan dan mendesak, "Cepatlah, Ayah!" Gadis kecil yang berusia kurang dari empat tahun itu berseru kepada ayahnya dengan sebuah suara yang manis. Ou Ming merasa iri ketika menyaksikan Li Sicheng. Kesedihan tanpa sadar membanjiri hatinya. Jika anak-anaknya masih hidup, berapa usia mereka sekarang? Chapter 711 - Selamat Ulang Tahun, Ayah Jika anak-anaknya masih hidup, berapa usia mereka sekarang? Akankah mereka dua orang anak laki-laki atau dua orang anak perempuan? Atau, seperti anak-anak Li Sicheng, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan? Suasana hati Ou Ming tidak pernah terlihat dengan jelas, tapi kali ini, Li Sicheng dengan jelas merasakan kecemburuan sahabatnya. Mata Li Sicheng menjadi dalam saat dirinya menepuk-nepuk pundak Ou Ming dengan lembut. "Tunggu aku." Kemudian, Li Sicheng memberi tahu anak-anaknya, "Aku datang." Setelah menghampiri mereka, pria itu berpura-pura membuat sebuah permintaan dan kemudian meniup semua lilinnya yang berjumlah 31 buah. Butuh beberapa saat bagi Li Sicheng untuk mencabut semua lilin tersebut sebelum dirinya memotong kue sesuai dengan harapan anak-anaknya. Anak-anak itu bersorak dan berteriak serempak, "Selamat ulang tahun!" Li Sicheng memotong kuenya. Su Qianci membantu di samping dan membagikan kue tersebut kepada anak-anak. Wanita itu mendongak menatap Ou Ming. "Kemarilah, ambil satu potong kuenya." Ou Ming tersenyum, berjalan mendekat dan duduk di tepi sofa. Semua tetua berada di belakang. Kapten Li memandang Ou Ming, menghela napas, dan berkata, "Ming, kau masih belum menikah? Apakah kau punya kekasih?" Ou Ming tersenyum dan dengan perlahan menggelengkan kepalanya, "Tidak." "Apakah kau sedang mencarinya?" "Aku tidak sedang mencari untuk saat ini." Ou Ming tertawa, mengambil kue dari tangan Li Sicheng, dan menyerahkannya kepada Kapten Li. "Kakek, makan kuenya." Orang tua itu mengambil kue tersebut dan tersenyum. "Tidakkah ayahmu khawatir?" "Ya, aku memberitahunya bahwa aku fokus pada karier terlebih dulu." "Kariermu sudah cukup sukses. Kau tahu bahwa keluarga Ou telah melesat seperti roket dalam beberapa tahun terakhir. Bukankah itu cukup? Seorang pria masih perlu memiliki sebuah rumah, yang akan membantu kariermu juga." "Kakek, kenapa kau begitu tertarik dengan hubungan orang lain?" Li Sicheng melirik ke arah pria tua itu dan menyerahkan sepotong kue lagi pada Ou Ming. "Jika tidak ada yang harus dilakukan, awasi anak-anak untukku. Ada sesuatu yang harus kukatakan pada Ou Ming." Kapten Li menatap cucunya dengan tajam. "Kau bocah nakal, sekarang kau merasa malu dengan kakekmu? Oh! Lupakan saja, aku tidak bisa ikut campur lagi. Pergilah!" Ou Ming meletakkan kuenya, dan setelah mohon diri pada sang kapten, dia mengikuti Li Sicheng keluar dari pintu. Namun, sebelum Li Sicheng meninggalkan ruangan itu, Li Jianqian tiba-tiba meletakkan sisa kuenya dan berlari menghampiri, sambil memanggil, "Ayah, tunggu!" Li Sicheng tercengang dan tetap berada di tempatnya, menatap bocah laki-laki itu. Sosok pendek itu berlari menghampiri. Meskipun masih kecil, Li Jianqian memiliki bentuk tubuh yang bagus. Rambut pendek hitam pekatnya berkibar ditiup angin, bocah laki-laki itu menatap Li Sicheng dengan wajah yang merona merah. Li Sicheng menunduk menatap putranya, tatapan matanya semakin dalam dengan sebuah perasaan yang tidak bisa dimengerti oleh Li Jianqian. "Kau panggil aku apa?" Wajah bocah kecil itu semakin memerah, saat dirinya memanggil dengan lemah, "Ayah ¡­." Raut wajah Li Sicheng bahkan semakin lembut. Dengan sebuah senyum di matanya, pria itu menatap Li Jianqian. "Ya." "Aku ingin memberi Ayah sebuah hadiah ulang tahun." "Hadiah apa?" Li Sicheng tersenyum dan membungkuk, bergerak mendekat dan terlihat terkejut. Meskipun bocah itu tidak terlalu mengerti, dirinya mengetahui bahwa ayahnya pasti sedang merasa bahagia pada saat ini. "Ayah terlalu tinggi, berlututlah." Li Sicheng mengikuti permintaannya. Li Jianqian maju mendekat dan melakukan apa yang selalu dilakukan oleh Li Jianyue. Bocah itu memegang kepala Li Sicheng dengan kedua tangannya dan mencium pipi ayahnya. Kemudian Li Jianqian langsung membalikkan badannya dan berseru, "Selamat ulang tahun, Ayah!" Chapter 712 - Dia Membunuh Anak Kembarnya Bocah laki-laki itu berlari ke dalam, dan tersandung ketika dirinya mendekati sofa itu. Li Sicheng merasa sedikit takut dan geli pada saat yang bersamaan. Pria itu hanya bisa mengingatkan putranya, "Hati-hati." Dengan punggung menghadap ayahnya, wajah bocah itu bahkan semakin memerah. Sambil menundukkan kepalanya, Li Jianqian berlari ke dalam. Ou Ming juga tertawa, dan kemudian mengejek, "Dia persis sama seperti dirimu ketika kau masih kecil. Apakah ini pertama kalinya dia memanggilmu ayah?" "Iya." Li Sicheng melengkungkan bibirnya dan matanya yang dingin menjadi lebih lembut. "Pertama kalinya, rasanya menyenangkan." Bocah laki-laki ini, adalah sebuah ¡­ karakter yang sangat menarik. Apakah Li Jianqian sengaja tidak memanggilnya ayah, hanya untuk memberi sebuah kejutan pada hari ulang tahunnya? Mata hitam Li Sicheng bahkan semakin lembut. Ketika dirinya berbalik, pria itu menemukan bahwa mata Ou Ming dipenuhi oleh rasa iri. Meskipun Ou Ming tersenyum, matanya terlihat sedih. Mungkin orang lain tidak bisa melihat emosi Ou Ming, tetapi Li Sicheng telah mengenal sahabatnya selama lebih dari 20 tahun dan dia mengenal Ou Ming dengan sangat baik. Melihat sebuah emosi seperti itu, Li Sicheng hanya bisa mengerutkan kening. Dia melangkah maju dan berkata, "Ayo kita pergi." Danau kecil yang terletak tidak jauh dari rumah tua itu telah berada di sana selama bertahun-tahun. Ketika mereka masih muda, Ou Ming dan Li Sicheng suka duduk-duduk dan mengobrol di atas rerumputan di tepi danau. Saat siang hari, mereka akan duduk dan memancing di bawah terik sinar matahari. Pada malam hari, mereka akan berbaring dan memandangi bintang-bintang. Kebiasaan seperti itu telah dipertahankan hingga mereka lulus dari perguruan tinggi. Setelah lulus, Ou Ming berangkat ke Eropa untuk kuliah lebih lanjut, dan Li Sicheng sendiri memulai sebuah bisnis. Hari-hari untuk berkumpul di tempat ini menjadi semakin sedikit. Sekali lagi berbaring di tempat ini, mereka berdua merasa sangat emosional. "Sicheng." "Ya." Li Sicheng meletakkan tangannya di bawah kepalanya dan memandang ke arah langit. Saat ini, Kotaraja telah menjadi sebuah kota metropolitan. Kebanyakan bintang-bintang itu tidak lagi terlihat di langit, tidak seperti di masa lalu. Bintang-bintang terlihat sangat jarang di langit malam yang gelap sehingga terlihat suram. Untuk waktu yang lama, tidak ada satupun dari mereka berdua yang berbicara. Terdengar suara jangkrik mengerik. Dengan hembusan angin sepoi-sepoi, rasanya sejuk dan nyaman. Li Sicheng memandang ke arah langit malam dan dengan perlahan bertanya, "Siapa yang kau temui di ibu kota kali ini?" Ou Ming tertegun, menoleh untuk melihat ke arah Li Sicheng, dan terkekeh-kekeh setelah beberapa saat. "Kau tinggal di perutku atau apa?" Li Sicheng melengkungkan bibirnya dan bertanya, "Yu Lili?" "Iya." Saat mendengar nama ini, mata Ou Ming menjadi semakin dalam. Pria itu memalingkan kepalanya dan melihat kembali ke arah langit. Dalam kegelapan, sepertinya ada sebuah wajah yang sedang tersenyum dengan sebuah senyum yang menawan, sambil menunduk menatap Li Sicheng. "Itu adalah dia." "Dia pasti menjalani sebuah kehidupan yang menyedihkan." Ou Ming bahkan tersenyum semakin lebar. "Bagaimana kau tahu?" "Tanpa dirimu, wanita itu tidak bisa hidup dengan baik." "Oh, kau lebih buruk dari aku. Aku tidak pernah berpikir untuk membuat hidupnya sengsara." Ou Ming menggeleng-gelengkan kepalanya dan menarik kembali tangannya. Suaranya terdengar kesepian. "Ingat alasan kenapa kita bertemu pada saat terakhir kali?" "Wanita itu keguguran." "Ya, selama empat tahun, aku selalu berpikir bahwa itu adalah salahku. Aku membunuh anak-anakku sendiri." Suara Ou Ming terdengar merintih. Di hadapan satu-satunya sahabat baiknya, Ou Ming tidak berpura-pura untuk bersikap tegar. Dia menoleh ke samping dan berkata, "Tapi, sebenarnya ¡­ Yu Lili meminum obat penggugur kandungan. Dia bermaksud menyingkirkan bayi-bayi itu. Mereka anak kembar ¡­." Li Sicheng merasa hatinya tiba-tiba terpukul, dan dari lubuk hatinya, kemarahan berkembang liar. Kembar! Dua orang bayi! Li Sicheng tiba-tiba menyadari apa yang membuat Ou Ming merasa iri. Chapter 713 - Kau Layak Mendapatkan Yang Lebih Baik Dua orang anak! Betapa mujurnya seseorang untuk memiliki keberuntungan seperti itu. Namun, Yu Lili membunuh mereka dengan tangannya sendiri. Betapa kejamnya! "Yu Lili membenciku. Dia menyalahkanku karena tidak memberikan dirinya kebebasan. Jika aku tidak terlalu sewenang-wenang, akankah hal itu berbeda?" Suara Ou Ming tidak terdengar terlalu emosional. Dia menatap ke arah langit di kejauhan dengan sepasang mata coklat tuanya, suaranya terdengar kecewa. "Sicheng, aku sangat iri padamu." Meskipun Li Sicheng telah berada jauh dari rumah selama empat tahun, semuanya berkembang dengan baik. Pria itu memiliki sepasang anak kembar yang mencintainya, seorang istri yang mencintainya, orangtua yang mencintainya, dan seorang kakek yang penyayang. Betapa beruntungnya ¡­. Bibir Ou Ming melengkung saat dirinya memandang ke arah langit di kejauhan. Sepertinya ada seraut wajah yang mencemooh di atas sana. "Tidak, wanita itu adalah seekor serigala yang tidak tahu berterima kasih. Semakin baik kau padanya, semakin besar keinginannya untuk melarikan diri," kata Li Sicheng dengan suara pelan. "Dia tidak layak untuk kau pikirkan. Kau tidak terlalu muda lagi sekarang. Bukankah ayahmu sudah mendesakmu?" Ou Ming tertawa kecil dan memberi sahabatnya sebuah tinju. "Kakekmu baru saja menanyakan hal itu padaku. Kenapa kau melakukan ini padaku juga?" "Jika kau bertemu dengan orang yang tepat, menikahlah saja. Mungkin cinta bisa tumbuh seiring waktu." "Seperti dalam kasusmu?" Li Sicheng tersenyum dan tidak menjawab. Bagaimana mungkin itu bisa sama? Ketika dirinya menikahi Su Qianci, tidak ada seorang pun di hatinya. Baginya, siapa pun sama saja. Tapi Ou Ming berbeda. Dia telah menunggu wanita itu selama tujuh tahun. Bagaimana mungkin itu bisa sama? Tapi ini tidak diragukan lagi merupakan hasil yang terbaik. Apakah masuk akal untuk membiarkan Ou Ming tetap melajang? Jika wanita itu layak, Li Sicheng tidak akan mengatakan apa pun. Tapi Yu Lili ¡­. Syuuung -- Terdengar suara kembang api. Li Sicheng dan Ou Ming mendongak pada saat yang bersamaan. Kembang api yang indah berpijar di langit malam yang gelap. Penuh warna dan membentuk sebuah kata yang besar. "Li?" Ou Ming menaikkan alisnya dan membacanya dengan suara keras. Kemudian, kembang api lain berpijar. Syung - duarrr- "Si" Kemudian, yang ketiga, keempat, kelima ¡­ satu demi satu, mereka berpijar. "Cheng" "Selamat" "Ulang tahun" "Mencintai" "Kamu" "Selamanya" Li Sicheng, selamat ulang tahun. Mencintai kamu selamanya. Selamanya dan selalu ¡­. Ou Ming merenungkan kata-kata ini dan merasa sedikit bingung. Li Sicheng melihat kembang api semacam itu dan sudah mengetahui siapa dalangnya. Bibirnya tanpa sadar melengkung. Dan kemudian kembang api berpijar lagi, masing-masing penuh warna dan indah. Ponselnya bergetar, dan Li Sicheng mengangkatnya. Itu adalah nomor ponsel Su Qianci. Namun, suara yang didengarnya bukan milik istrinya, melainkan suara putri tersayangnya. Suara Li Jianyue terdengar manis. "Ayah, engkau di mana? Sudah lihat kembang apinya? Indah sekali!" "Ayah sudah melihatnya. Di mana ibumu?" Li Jianyue berkata sambil tersenyum misterius, "Ibu berkata, aku tidak bisa memberi tahu Ayah. Jika Ayah sudah selesai, Ayah bisa pergi ke kolam renang di sebelah rumah kita, sendirian!" Setelah mengatakan itu, gadis kecil tersebut menutup teleponnya. Li Sicheng bangkit untuk duduk dan dengan enggan mengalihkan kembali tatapannya dari kembang api di kejauhan, menoleh ke samping ke arah Ou Ming. Ou Ming berdiri dan membersihkan dirinya sendiri. "Istrimu sedang menunggumu? Pergilah, aku akan kembali ke kantor dan menemuimu besok." "Ou Ming." "Ya?" "Kau layak mendapatkan yang lebih baik." Chapter 714 - Bagaimana Menurutmu? Layak mendapatkan yang lebih baik ¡­. Ou Ming tertawa kecil, mengulurkan tangan dan meninju bahu sahabatnya. Tanpa bersuara, pria itu tersenyum dan melambaikan tangannya, lalu masuk ke dalam rumah tua, mengambil barang bawaannya, dan meninggalkan tempat itu. Lamborghini hitam itu melaju pergi. Li Sicheng berbalik dan berjalan menuju ke kolam renang miliknya. Pria itu belum berenang dalam waktu yang lama. Dia ingat bahwa Su Qianci tidak bisa berenang. Apa yang sedang kamu lakukan di sana? Li Sicheng memiliki berbagai macam gambaran di dalam benaknya. Hadiah itu pastilah sesuatu seperti kaus basah? Sambil tersenyum, pria itu berjalan lebih cepat dan semakin cepat. Namun, ketika dia berjalan ke tepi kolam, keadaannya gelap. Sepertinya ¡­ tidak ada apa-apa. Berdiri diam di tempat yang sama untuk sejenak, Li Sicheng tidak meninggalkan tempat itu, tetapi senyumnya lebih dalam dan semakin dalam. Secara tiba-tiba, lampu di sekitarnya menyala. Li Sicheng dibutakan sekejap oleh cahaya yang tiba-tiba itu dan matanya melengkung. Dia sudah memperkirakannya tetapi efek kejutan itu tidak berkurang. Cahaya kuning itu bersinar di dalam kolam dan kolam itu semuanya berwarna keemasan. Di bagian dasarnya, terlihat lampu LED kecil berwarna emas yang diatur membentuk tulisan yang bersinar. Li Sicheng menunduk melihat ke dasar kolam dan dengan jelas melihat tulisan namanya. [Li Sicheng, aku mencintaimu] Tepat di tengah-tengah kolam, ada sebuah busa yang mengambang, di bagian tengahnya terdapat sebuah kotak. Itu adalah sebuah kotak merah besar dengan pita-pita di bagian atasnya, yang mana tampak misterius dan indah. Sebuah benang tipis panjang diikatkan pada pitanya. Li Sicheng melihat melalui benang tipis itu dan menemukan bahwa ujung benangnya berada di kakinya. Mengambil benang panjang itu, Li Sicheng dengan perlahan menariknya, dan busa itu tertarik olehnya dan melayang ke sisinya. Setelah mengambil kotak tersebut, Li Sicheng menarik pitanya. Dan terdapat sepotong besar tanah liat tergeletak di dalamnya. Di atas tanah liat tersebut, terdapat tiga buah cetakan tangan berukuran kecil dan sebuah cetakan tangan yang berukuran sedikit lebih besar. "Sen", "Yue", "Qian" masing-masing ditulis berurutan pada cetakan tangan yang berukuran kecil, sementara "Ci" ditulis pada cetakan tangan yang berukuran lebih besar. Di bawah tanah liat tersebut, ada sebuah papan tulis putih berukuran kecil. Coretan-coretan yang berkelok-kelok ditulis dengan tinta warna-warni: Ayah, selamat ulang tahun. Cinta, Ersu. Li Sicheng melihat benda ini dan raut wajahnya menjadi semakin lembut. Di bagian paling lembut dari hatinya, rasanya seolah-olah ada sebuah api unggun, menghangatkan dirinya. Anak-anaknya, istrinya. Sangat menyenangkan ¡­. Terdengar suara sepatu hak tinggi di belakangnya, Li Sicheng menaikkan pandangan matanya, berdiri, dan membalikkan badan. Su Qianci mengenakan sebuah gaun merah cerah yang bukan merupakan gayanya. Gaun tanpa lengan yang terbuka di bagian punggung itu membentuk siluet sosok anggunnya dengan sempurna. Dan wanita itu sedang tersenyum padanya. Dia menatap istrinya dan tertawa dengan gembira. Su Qianci melangkah maju dan melingkarkan tangannya di leher Li Sicheng, tersenyum dengan genit dan menatap suaminya dengan mata besarnya. "Tuan Li." "Nyonya Li," Li Sicheng menundukkan kepalanya dan menempelkan dahinya ke dahi istrinya. Suara pria itu terdengar lembut. "Apakah kamu yang melakukan semua itu?" Su Qianci mendengar kata-kata Li Sicheng, tersenyum dan bertanya seperti yang suaminya lakukan, "Bagaimana menurutmu?" Li Sicheng meraih pinggang istrinya dengan sebelah tangannya yang besar. Senyumnya semakin dalam saat dia menunduk menatap istrinya. Dengan sebuah suara rendah dan bak sebuah magnet, pria itu berkata, "Aku juga mencintaimu." Lalu Li Sicheng membungkukkan tubuhnya ke depan dan mencium bibir istrinya dengan lembut. Mengencangkan cengkeramannya pada wanita itu, dirinya memeluk Su Qianci semakin erat. Itu hanyalah sebuah ciuman yang ringan. "Apa yang aku terima hari ini adalah hadiah terbaik yang pernah kuterima dalam hidupku, tetapi bahkan apa yang lebih baik ada di depanku, Nyonya Li." Chapter 715 - Kamu Juga Menyukainya, Bukan? Su Qianci mendengar kata-kata seperti itu dari Li Sicheng, dan wajah wanita itu sedikit merona merah. Di depan istrinya, mata Li Sicheng terlihat gelap seperti sebuah galaksi, sangat memukau, dan cukup untuk memikat seseorang dengan seketika. Sambil menatap pria itu, Su Qianci berjinjit dan mencium bibir Li Sicheng, seperti bagaimana suaminya biasa mencium dirinya, dengan lembut ¡­. Li Sicheng tidak bergerak. Su Qianci merasa sedikit berkecil hati. Tapi kemudian, dia menyadari tatapan menggoda pria itu. Merasa sedikit kesal, wanita itu menurunkan kakinya, tetapi pinggangnya tiba-tiba diraih. Mata Li Sicheng sedang tersenyum dan bersinar. Pria itu berkata dengan suara yang pelan dan lembut, "Lanjutkan." Su Qianci, tidak bersedia melakukannya, merengut dan berbalik menjauh. "Hari ini adalah hari ulang tahunku, Nyonya Li," kata Li Sicheng sambil tersenyum. Dia mencium pipi istrinya dan berkata, "Lanjutkan." Su Qianci tersipu malu dan berbisik, "Kembali ke kamar." Senyum Li Sicheng melebar, sembari menggendong istrinya dan berjalan menuju ke arah rumah. "Turunkan aku dulu. Anak-anak tidak bisa melihat kita seperti ini." "Tidak ada yang buruk di sini. Bukankah itu sepenuhnya normal bagi Ayah untuk menggendong Ibu?" Li Sicheng berbisik ke telinga istrinya, "Anak-anak mengetahui bahwa Ayah seharusnya memeluk Ibu. Pikiran mereka masih polos." Jadi maksudnya itu adalah pikiran Su Qianci yang tidak polos? Wajah wanita itu semakin memerah, saat dirinya menatap suaminya dan meronta-ronta untuk turun. Namun, Li Sicheng memeluk istrinya semakin erat dan berbisik, "Jangan bergerak, atau aku mungkin tidak akan bisa menahan diri." Su Qianci tidak bisa berkata-kata. Dia tersipu malu dan menundukkan kepalanya. "Dasar penjahat!" Suara Li Sicheng terdengar pelan dan lembut, dengan sebuah daya tarik yang sulit digambarkan. Sambil memeluk istrinya, pria itu mulai melangkah dan berbisik, "Aku selalu seperti ini. Kamu juga menyukainya, bukan?" Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Anak-anak dan kakek semuanya telah dikirim ke tempat tidur. Hanya mertuanya yang masih berada di ruang keluarga. Pasangan tua itu sedang menonton TV. Mereka melihat Li Sicheng sedang menggendong Su Qianci, bertukar pandang, dan tersenyum. Wajah Su Qianci merah padam sehingga seolah-olah hampir terbakar, dan dia membenamkan kepalanya ke dada Li Sicheng, memukul suaminya dengan lembut dan mendesak, "Cepatlah!" Li Sicheng tersenyum dan berjalan menuju ke kamar dengan kecepatan langkah yang sama. Su Qianci mengulurkan tangan dan membuka pintu kamar. Setelah Li Sicheng berjalan masuk, pria itu menutup pintunya. Tapi sebelum Su Qianci bisa mengunci pintunya, dirinya dibawa masuk ke dalam oleh suaminya. Saat memasuki pintu, Li Sicheng melihat mawar merah terhampar di tempat tidur. Li Sicheng tertawa kecil, dengan lembut menurunkan istrinya, dan berbisik, "Aku tidak mengira kamu begitu romantis." Su Qianci menatap Li Sicheng dengan wajah merona merah, lengannya masih melingkar di leher suaminya. Wanita itu berbisik, "Di Maladewa, ketika kita pertama kali tiba, apakah kamu yang meletakkan semua kelopak mawar di atas tempat tidur?" Itu adalah lima tahun yang lalu, ketika kakek memaksa dirinya pergi ke Maladewa bersama Li Sicheng. Ketika mereka pertama kali tiba di hotel, Su Qianci melihat hamparan kelopak mawar yang memenuhi seluruh tempat tidur. Sangat tebal dan sangat indah. Mawar sejenis itu sangatlah mahal sehingga tidak mungkin bagi pihak hotel untuk menghabiskan banyak biaya untuk itu. Su Qianci baru menyadari fakta ini dalam beberapa hari terakhir. Ketika mendengar kata-kata wanita itu, Li Sicheng tertawa kecil, tidak menjawab, mengangkat Su Qianci, dan menundukkan kepalanya untuk merasakan bibir merah istrinya, mendorong lebih dalam dan semakin dalam ¡­. Chapter 716 - Membuat Dirinya Menjadi Lemas Telapak tangan besar yang berapi-api itu bergerak dengan lembut, berangsur-angsur bergerak dari pinggang ke punggung Su Qianci, dengan perlahan membelai punggungnya yang halus dan lembut. Terasa lunak dan mulus seperti sebutir telur yang sudah dikupas. Li Sicheng tidak bisa menahan diri untuk membelainya, merasa semakin sulit untuk menahan diri. Setelah waktu yang cukup lama, Li Sicheng melepaskan istrinya dan sedikit terengah-engah, berkata, "Itu aku." Pada waktu itu, Cheng You sedang membaca sebuah buku komik di kantor, di mana sang tokoh pria sedang bertengkar dengan sang tokoh wanita. Setelah tokoh wanita itu selesai bekerja, dia pulang ke rumah dan menemukan bahwa tempat tidurnya penuh dengan kelopak mawar yang indah, yang mana merupakan sebuah kejutan besar. Kepala sang tokoh pria itu muncul dari bawah tempat tidur, dan mengangkat selimutnya, dan kelopak mawar itu berjatuhan dengan indahnya. Li Sicheng terinspirasi oleh hal itu dan menyiapkan adegan romantis tersebut untuk istrinya. Ketika Li Sicheng melihat betapa kagumnya Su Qianci, dirinya merasakan kebahagiaan yang serupa. Saat mendengar konfirmasi dari Li Sicheng itu, raut wajah Su Qianci tampak semakin lembut dan mencium suaminya. Senyum Li Sicheng menjadi semakin lebar dan pria itu mendorong istrinya ke tengah-tengah tempat tidur. Ciuman demi ciuman menyerbu dagu, leher, dan tulang selangka dengan warna lipstiknya ¡­. Su Qianci memeluk suaminya lebih erat, dan tubuhnya mau tidak mau bergetar dengan lembut di bawah sentuhan Li Sicheng. Tidak peduli berapa kali Su Qianci telah bersama suaminya, tubuhnya selalu sensitif seperti saat dirinya baru saja bertemu dengan Li Sicheng. Perasaan lunglai menyebar dari tulang belakang hingga ke seluruh tubuh, membuat dirinya menjadi lemas. Li Sicheng dengan lembut menarik tali gaun di pundak Su Qianci, dan mencium istrinya dengan rasa cinta dan pesona, seolah-olah dia sedang melindungi sebuah karya seni yang berharga dengan berhati-hati. "Ayah, Ayah!" Tiba-tiba suara seorang anak terdengar datang dari luar kamar, dan tubuh tegang Li Sicheng itu langsung membeku. Sebelum dia bisa bereaksi, pintu kamarnya terbuka. Su Qianci juga merasa terkejut. Dia dengan cepat mendorong suaminya menjauh. Wajahnya yang semula berwarna merah muda bahkan semakin memerah. Sambil menutupi dadanya, wanita itu menarik gaunnya ke atas. Li Jianyue berlari masuk ke dalam, sambil menangis, "Ayah, kakak tidak akan membiarkanku bermain dengan mainan balok itu ¡­." Li Sicheng terduduk dengan perasaan malu. Su Qianci menarik gaunnya ke atas dan membalikkan badan, dengan cepat bangkit berdiri dengan wajah memerah. Dan Li Sicheng tidak mempunyai waktu untuk menghapus lipstik di mulutnya. Li Jianyue melihat bibir Li Sicheng dan noda lipstik di pipi ayahnya, membelalakkan matanya dan menatap Li Sicheng. "Ayah, apakah Ayah memakai lipstik?" Li Sicheng hanya merasa bahwa pembuluh darahnya seolah-olah akan meledak. Sambil melihat ke cermin di atas meja rias, pria itu menyeka lipstik di wajahnya dengan dua lembar tisu sebelum menoleh untuk memandang putrinya itu. Mata besar Li Jianyue masih terlihat basah. Gadis kecil itu sepertinya merasa sedih. Wajah kecilnya berwarna merah muda karena dirinya merasa sangat jengkel. Mengenakan baju tidur ala putri kecil yang lucu, Li Jianyue sedang memegang boneka Barbie di tangannya dan menatap Li Sicheng. "Ayah ¡­." Li Sicheng merasa sedikit tidak berdaya. Pria itu menghampiri dan menggendong putrinya, bertanya dengan lembut, "Apa yang terjadi pada Ersu?" "Kakakku tidak mau memberiku mainan baloknya ¡­. Kakakku terlalu egois. Aku tidak suka kakakku!" Li Jianyue memeluk leher Li Sicheng, dan merintih, terlihat sangat menyedihkan sehingga membuat hati pria itu terasa hancur. Li Sicheng menyeka air mata putrinya, dan tanpa sadar mengerutkan kening. "Ersu, Ayah akan memberi kakakmu sebuah pelajaran. Di mana kakakmu? Bawa Ayah padanya." "Yeeey!" Li Jianyue menyeka air matanya. "Kakak ada di dalam kamar, dan kakak Mosen juga sedang membantu Dasu dan bukannya aku. Aku juga tidak suka pada kakak Mosen sekarang." Chapter 717 - Malam Yang Menyenangkan Selalu Singkat .... Li Sicheng tersenyum, menggendong gadis kecil itu, dan berjalan menuju ke kamar anak-anak. Su Qianci menaikkan ritsleting di punggungnya dan kemudian merasa geli karena raut wajah putrinya. Saat menyaksikan ayah dan putrinya itu pergi meninggalkan kamar, pipinya bahkan semakin terasa terbakar. Kejutan yang dirinya siapkan untuk suaminya belum diberikan. Hampir, Su Qianci berpikir bahwa dirinya tidak bisa mengeluarkan kejutan tersebut. Tapi ternyata mereka diinterupsi oleh gadis kecil itu. Mungkinkah ini adalah berkah yang tersembunyi? Dengan sebuah senyum sensual, wajahnya semakin memerah. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Ketika Li Sicheng membawa Li Jianyue ke kamar anak-anak tersebut, dirinya melihat sebuah menara mainan balok yang besar dan tinggi dengan segera setelah dia masuk ke dalam. Semua mainan balok ini adalah balok kayu solid yang telah dibelinya untuk Li Jianqian, dan banyak orang dewasa juga gemar memainkan permainan ini. Ketika Li Sicheng berjalan masuk, dirinya merasa terkejut. Mainan balok itu ditumpuk tinggi-tinggi, tingginya setinggi Li Jianqian! Bagian dalam menara itu berlubang, dan ada celah di antaranya. Menara itu berbentuk lingkaran. Namun, tiga atau empat lantai bagian bawahnya sangat rapat. Ketika menara itu semakin tinggi, jarak antar balok perlahan-lahan bertambah. Lebar setiap balok tersebut hanya berukuran sekitar 2,5 cm, dan diletakkan secara horizontal lapis demi lapis, setidaknya ada beberapa ratus buah. Li Jianqian dan Li Mosen keduanya terlihat sedikit bersemangat. Ketika mereka meletakkan balok terakhir di atasnya, dan seluruh menara itu sedikit bergetar. Tapi itu hanyalah sedikit goyangan. Setelah beberapa saat, menara itu menjadi stabil. Terlihat sangat tinggi, tetapi sangat stabil pada saat yang bersamaan. Menara tersebut diletakkan di tepi tempat tidur kecil itu, tepat di sebelah tempat tidur gadis kecil itu. "Wow!" Li Jianyue sepertinya telah melupakan alasan mengapa dia memanggil ayahnya kemari. Sambil menatap menara yang tinggi tersebut, wajah kecilnya penuh dengan pemujaan. "Sangat mengesankan! Ini tinggi sekali." Kemudian dia ingin turun. Li Sicheng menurunkan gadis kecil itu, tetapi Li Jianqian dan Li Mosen langsung merasakan adanya sebuah bahaya, dan berseru pada saat yang bersamaan, "Jangan mendekat!" Li Jianyue merasa ketakutan oleh mereka dan menatap kedua bocah laki-laki itu, tercengang. Li Jianqian dan Li Mosen keduanya dengan hati-hati menjaga menara tinggi yang terbuat dari mainan balok itu, merasa khawatir bahwa Li Jianyue akan muncul dan menyebabkan kerusakan. "Ayah ¡­." Li Jianyue merengut, memandang Li Sicheng yang berada di belakangnya, dan menangis lagi. Li Sicheng menggendong Li Jianyue dalam pelukannya, duduk di sisi tempat tidur dan bertanya, "Apakah menara ini diselesaikan oleh kalian berdua?" "Iya!" Li Mosen memandang ke arah Li Sicheng, matanya berbinar-binar. Bocah itu berkata, "Dasu dan aku yang membuatnya. Sangat bagus, bukan?" Li Jianqian juga agak berharap, memperhatikan Li Sicheng dengan wajah memerah, menunggu komentar ayahnya. "Tidak buruk, tapi ketika kalian bermain lain kali, ingatlah untuk mengajari adikmu cara bermainnya. Sekarang, waktunya tidur. Naiklah ke tempat tidurmu sekarang juga!" Li Mosen dan Li Jianqian mendengar kata-kata itu dan langsung naik ke tempat tidur mereka, menutupi kepala mereka dengan selimut. Li Jianyue melihat hal ini dan menatap menara itu dengan sepasang mata besarnya, ingin maju dan menyentuhnya. Li Jianqian melihat tatapan adiknya dan memperingatkan, "Jangan sentuh menaranya. Itu akan roboh!" "Dasar pelit!" Li Jianyue turun dari lengan Li Sicheng, naik ke tempat tidur kecilnya, dan memandangi mainan balok itu dengan penuh minat. Li Sicheng tertawa kecil berkata dengan sebuah wajah datar, "Ingatlah untuk bermain dengan adikmu lain kali. Kau mendengarku?" "Oke!" Li Jianqian menjawab dan menutupi kepalanya dengan selimut. Li Sicheng berdiri dan menutup pintu, tetapi sebelum pintu itu tertutup, dia mendengar suara teriakan di dalam. Mendengar suara ini, Li Sicheng langsung merasa semakin tidak berdaya. Anak-anak, malam yang menyenangkan selalu singkat ¡­. Chapter 718 - Aku Tidak Sengaja .... Benar saja, terdengar suara teriakan di dalam. Li Sicheng membuka kembali pintunya dan berjalan masuk, menyalakan lampu. Dengan seketika, pria itu melihat ekspresi wajah Li Mosen dan Li Jianqian. Mereka terlihat seperti hendak menangis, memandangi menara yang sebagian besar telah roboh di depannya. Menara yang hampir setinggi tubuh mereka itu telah roboh pada saat ini, dengan hanya bagian dasarnya saja yang masih berdiri. "Ah! Li Ersu, kembalikan menara ini padaku!" Li Jianqian menjerit, hampir menangis. Bahkan matanya memerah. "Kembalikan menaranya kepadaku. Aku menghabiskan sepanjang malam membuat menara ini dengan Mosen!" Li Mosen juga agak tidak senang, tetapi jelas terlihat jauh lebih tenang. Bagaimanapun juga, dirinya hanyalah membantu, desain utamanya milik Li Jianqian. Pelaku utamanya, Li Jianyue, meraih selimut kecilnya dengan polos. Terpana oleh Li Jianqian, gadis kecil itu menyadari bahwa ayahnya telah masuk ke dalam kamar, dan mencondongkan tubuh untuk melihat ke arah Li Sicheng. Merengut ketakutan, dia terlihat bersalah dan memanggil dengan lemah, "Ayah ¡­." "Apakah kau yang melakukannya?" Alis Li Sicheng bertaut, merasa sedikit menyesal saat melihat kekacauan di lantai. Bocah-bocah ini pasti sudah berusaha keras untuk membuat menara ini. Karena menaranya dihancurkan seperti ini, wajar saja jika bocah itu marah. Li Jianyue menundukkan kepalanya dengan lemah dan berbisik, "Aku hanya ingin menyentuhnya. Kakakku tidak akan membiarkanku bermain," Ketika dia mengatakan hal itu, wajahnya terlihat semakin berkerut-kerut dan memerah. Menangis dengan perasaan bersalah dan sedih, gadis kecil itu membiarkan air matanya menetes. "Aku tidak sengaja ¡­." Saat melihat ke arah Li Jianqian, Li Sicheng mendapati bahwa bocah itu terlihat sudah tidak terlalu marah tetapi masih terlihat sangat kesal. Li Sicheng mulai merasa sakit kepala. Dia menggendong Ersu dalam pelukannya dan dengan lembut menyeka air mata putrinya. "Ingin bermain dengan kakak-kakakmu?" Ersu sedikit menarik napas dan mengangguk, "Ya." "Minta maaflah pada mereka." Li Jianyue mendengar kata-kata itu, turun dari pelukan Li Sicheng, menghampiri Li Jianqian, dan berkata dengan suara merengek, "Kakak, aku minta maaf." Kemarahan Li Jianqian telah berkurang banyak. Mendengar adiknya mengatakan itu, bocah itu masih memasang raut wajah yang datar. Menatap pada adiknya, Li Jianqian berkata agak acuh, "Berhentilah menangis. Mukamu jelek!" Li Jianyue cemberut, dan sepertinya dirinya hendak menangis lagi. Wajah kecil Li Jianqian bahkan lebih murung saat dirinya berkata, "Aku tidak akan bermain denganmu jika kau menangis lagi!" Kata-kata ini membuat air mata Li Jianyue menghilang. Gadis kecil itu tidak berani menangis lagi. Li Jianqian lebih pintar daripada banyak anak-anak seusianya. Di usia yang begitu muda, dia sudah sangat pandai menangani berbagai hal. Sepertinya bagus bagi bocah itu untuk dibesarkan oleh kakeknya. Li Mosen dan Li Jianqian keduanya menghabiskan banyak waktu bersama kakek mereka, dan Li Jianyue sering bermain dengan Qin Shuhua. Gadis kecil itu seperti seorang putri kecil. Meskipun Li Jianyue cerdas dan bijak, dirinya tampaknya lebih lembut daripada kedua bocah laki-laki itu. Gadis kecil itu ingin bermain dengan kakak-kakaknya, dan mungkin itu akan lebih baik bagi Li Jianyue ¡­. Li Sicheng memikirkan mengenai hal itu, menepukkan kedua tangannya, dan berkata, "Besok Ayah akan membuatkanmu sebuah menara yang bagus. Sekarang, ambil mainan balok yang berada di lantai dan kita akan lanjutkan menyusun menaranya besok." Li Mosen dengan segera bangun dari tempat tidur, mengambil kotak besar mainan balok-balok tersebut, dan melambai ke arah Dasu dan Ersu. "Ayo, bantu aku." Chapter 719 - Diserang Balik Li Jianqian tidak berbicara dan turun dari tempat tidur untuk membantu. Li Jianyue mengikuti mereka, berlutut untuk membantu, dan berkata kepada Li Mosen, "Kakak Mosen, aku minta maaf, itu salah Ersu sehingga menara itu hancur ¡­." Raut wajah Li Mosen terlihat jauh lebih baik. Bocah itu tersenyum pada Li Jianyue dan mengusap wajah Ersu. "Tidak apa-apa, ayo kita main bersama besok." Lalu dia memandang Li Jianqian. "Bagaimana dengan itu, Dasu?" Li Jianqian sedang memunguti mainan balok tersebut dan tidak mengangkat kepalanya. Dia berkata dengan nada suara yang dingin, "Kalau begitu Ersu harus berjanji untuk tidak merusak atau pun menangis sebelum dia diizinkan untuk bermain dengan kita." Li Jianyue mendengar kata-kata itu dan merasa sangat gembira. Gadis kecil itu mengangguk lagi dan lagi, "Aku tidak akan menangis. Aku akan mengikuti perintah. Kakakku yang terbaik!" Li Jianqian mendengus pelan, tetapi bibirnya terlihat sedikit melengkung, yang mana tidak luput dari mata tajam Li Sicheng. Pria itu tidak bisa menahan senyumnya, merasa sedikit tidak berdaya terhadap anak laki-lakinya ini. Ketika dirinya masih kecil, apakah dia searogan itu? Hmm ¡­ dia pasti telah menurun dari ibunya! Ketika melihat anak-anak yang sudah merapikan balok-balok itu, Li Sicheng meletakkan kotak tersebut di sudut kamar, lalu mematikan lampu dan berjalan keluar. Akhirnya ¡­ dirinya bisa kembali ke kamar ¡­. Hei, sungguh tidak mudah membesarkan anak-anak! Hampir tidak mungkin membesarkan anak-anak dan memiliki waktu untuk berduaan sekaligus! Gairah Li Sicheng benar-benar sudah padam pada saat ini. Sekarang dirinya hanya merasa sangat tak berdaya. Li Sicheng membuka pintu dan mendapati ruangan itu gelap. Setelah mengunci pintu dan memastikan bahwa anak-anak tidak dapat membuka pintunya sendiri, pria itu mengulurkan tangan untuk menyalakan lampu. Pada saat yang bersamaan, ada sebuah bayangan di depannya. Bayangan itu sepertinya sedang merayap mendekat ke arahnya, mengenakan ¡­ sesuatu yang sangat minim? Li Sicheng menarik kembali tangannya dan menatap istrinya sambil tersenyum. Su Qianci mendekat dengan perlahan-lahan, dan ketika dirinya akan menyentuh suaminya, pria itu tiba-tiba bergegas menuju ke arahnya. Sang penyerang itu sekarang diserang balik. Su Qianci menjerit, dan kemudian dirinya mendengar suara lirih suaminya. "Permainan apa yang sedang kamu mainkan? Um?" Kemudian, tangan besar itu menyentuh tubuhnya yang hanya ditutupi sehelai kain yang tipis. Di mana pun Li Sicheng menyentuhnya, tubuh Su Qianci mau tidak mau gemetar, berbisik, "Bisakah kamu melihat dengan jelas dalam kegelapan seperti ini?" "Aku tidak bisa melihat dengan jelas, tapi aku bisa melihatmu dan merasakanmu." Li Sicheng menyandarkan istrinya ke dinding, menjejalkan pahanya di antara kedua kaki istrinya. Tangan pria itu bergerak ke arah bawah dan menemukan bahwa hanya ada sebuah lapisan kain tipis di sana. Di dalam kegelapan, matanya terlihat cerah seperti biasanya, seolah-olah menyala, yang mana begitu mencolok pada saat tengah malam. Li Sicheng tertawa kecil, suaranya terdengar lembut dan pelan. Dan berkata dengan perlahan, "Aku sangat menyukainya." Wajah Su Qianci terasa panas, tetapi sangat gelap di sekelilingnya sehingga wanita itu merasa yakin bahwa suaminya tidak bisa melihat betapa malunya dirinya. Mengulurkan tangan, Su Qianci meletakkan tangan besar suaminya di dadanya dan berbisik, "Aku dengar bahwa para pria menikmati rangsangan ¡­." Li Sicheng terkekeh-kekeh dan bersandar di leher istrinya, dengan lembut membelai kulit Su Qianci. Ketika merasakan bahwa tubuh istrinya bergerak di bawah sentuhannya, pria itu merasa teramat puas dan menggoda dengan lembut, "Kamu menyebut ini rangsangan? Bagaimana dengan sesuatu yang segar?" Wajah Su Qianci merah padam. Menatap dengan mata besarnya yang bulat dalam kegelapan, wanita itu bertanya dengan lemah, "Apanya yang segar?" "Misalnya ¡­ kolam renang? Atau, atap? Hutan? Danau kecil? Atau ¡­ ruang keluarga? Dapur? Balkon? Teras?" "Sudah cukup ¡­" Semakin Su Qianci mendengarkan, dirinya semakin merinding, jadi dia berkata. "Tidak!" Seperti yang sudah diperkirakan, Li Sicheng tersenyum, dia dengan sengaja memasang raut wajah kecewa dan bertanya, "Aku harus bagaimana, aku ingin melakukan sesuatu yang mengasyikkan, Sayang, kita coba ya?" "Tidak!" Su Qianci tersipu malu dan menjerit. "Ada ayah, ibu, kakek, dan anak-anak di rumah, jadi apakah kamu sudah gila?" "Kalau begitu ¡­ ayo kita pergi ke kamar, hmm ¡­ apa kamu ingat ketika kita pergi untuk ''melihat bintang'' di Maladewa?" "Melihat bintang?" Su Qianci sedikit bingung dan bertanya. "Apakah kita sudah pernah melihat bintang?" "Ya, waktu itu kamu mabuk, dan aku mengajakmu melihat bintang, lalu ¡­ tepat di samping teleskop astronomi, kamu merasa tidak nyaman, jadi ¡­" Jadi ¡­ Wajah Su Qianci semakin merah, dan dia mengulurkan tangan untuk menyentuh bagian tubuh yang sudah keras itu dan bertanya, "Tangan?" "Tidak ¡­" Li Sicheng mundur dengan perlahan, meraih tangan Su Qianci dan menariknya mendekat. Sambil memeluk istrinya, dia menurunkan kepalanya untuk mencium wajah wanita itu lalu berkata. "Bantu aku melepaskan pakaianku." Wajah Su Qianci serasa terbakar. Setelah mendengarkan kata-kata Li Sicheng, dia mengulurkan tangan untuk membuka kancing pakaian suaminya, satu demi satu ¡­ Li Sicheng tidak dapat menunggu jadi dia melakukannya sendiri sambil memeluk Su Qianci dan berbisik, "Mandi bersama?" "Aku sudah mandi ¡­" "Tolong aku." Li Sicheng menyeret Su Qianci ke kamar mandi tanpa mendengar apa yang dikatakan istrinya. Lampu di kamar mandi dinyalakan, Li Sicheng melihat pakaian yang dikenakan Su Qianci dengan jelas. Sehelai kain hitam transparan menyelubungi tubuh istrinya dan di baliknya, Su Qianci hanya mengenakan ¡­ Pemandangan semacam itu lebih menarik daripada tidak mengenakan apa pun. Li Sicheng merasa tidak tahan lagi, dia mengangkat lehernya lalu mengangkat Su Qianci, membiarkan kaki istrinya melingkari pinggangnya dan mencium wanita itu. Ciuman serigala yang tidak sabar menunggu itu terasa liar dan bersemangat. Setelah selubung hitam transparan itu dibuka, Li Sicheng merobek satu-satunya kain yang menutupi tubuh Su Qianci dan menurunkan istrinya. Su Qianci terkejut, tanpa sadar merapatkan kedua kakinya dan berteriak, "Apa yang kamu inginkan?" Li Sicheng mengabaikan istrinya, dia membuka kaki wanita itu dan menundukkan kepalanya ¡­ "Ah ¡­" Su Qianci menjerit dan seluruh tubuhnya terasa tergelitik. Reaksi tubuhnya lebih kuat daripada saat-saat sebelumnya atau posisi apa pun. Tangannya mencengkeram dinding, Dia mendorong kepala suaminya menjauh, tetapi sensasi kuat dari tubuhnya itu berdampak gila pada saraf-sarafnya. Ini benar-benar ¡­ memalukan! Li Sicheng sebenarnya ¡­ di tempat itu ¡­ Ah, ah! Su Qianci bahkan merasa ingin mati, dia melawan dan berkata, "Tidak, itu menjijikkan ¡­" "Tubuhmu jauh lebih jujur ??daripada mulutmu, Nyonya Li." Suara Li Sicheng terdengar olehnya, dan pria itu menyeringai, lalu meneruskan kembali melakukan hal tersebut. Su Qianci merasa panas sehingga nyaris terasa seperti sedang terbang. Sebuah cahaya putih berkilat di depannya, Su Qianci hanya ingin mencari sebuah tempat untuk membenamkan diri! "Secepat ini?" Kata Li Sicheng dengan suara yang mengandung senyum konyol. Su Qianci merasa sangat malu sehingga dirinya benar-benar ingin menampar suaminya dan meraung, "Cukup ¡­" Dia merasa sedikit marah, tetapi ketika kata-katanya sampai ke mulut, kata-kata itu berubah menjadi sebuah erangan yang panjang dan memalukan. Dirinya tidak memiliki tempat untuk bersembunyi dan berkata, "Lepaskan aku, aku tidak menginginkannya." Li Sicheng tidak melepaskan Su Qianci, sambil memeluk istrinya dia berkata dengan suara pelan, "Enak?" Su Qianci menutupi wajahnya dan berteriak, "Lepaskan aku!" Li Sicheng tersenyum dan menurunkan istrinya, lalu menyeret wanita itu ke kamar mandi, menyalakan kepala pancuran, dan berbisik, "Ayo kita mandi bersama." Chapter 720 - Menyaksikan Bintang-bintang Su Qianci tersipu malu, dan mandi bersama suaminya yang sedang memeluknya. Namun dengan segera pria itu tidak menjaga sikapnya. Li Sicheng menggenggam tangan wanita itu, membimbing istrinya untuk menyentuhnya di semua tempat ¡­. Su Qianci memejamkan matanya dan berusaha untuk tidak memandang suaminya. Tapi tangannya dibawa ke ¡­. Dia menoleh untuk menatap Li Sicheng dengan tatapan tidak percaya tetapi dirinya dicium oleh pria itu. Ciuman lembut suaminya bergerak turun sembari pria itu berbisik, bibirnya menempel di kulitnya, "Nyonya Li, ini giliranku. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Jadilah gadis baik." "Aku ¡­" Wajah Su Qianci memerah. "Tidak ¡­." "Ketika kita pergi untuk menyaksikan bintang-bintang saat terakhir kali, kamu juga mengatakan tidak." Pada akhirnya, bukankah Li Sicheng mendapatkan yang diinginkannya? Su Qianci tersipu malu dan mencoba mendorong pria itu menjauh tetapi tidak bisa melakukannya sama sekali. Sambil dipandu, wanita itu dengan perlahan berlutut ¡­. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Kota-kota tua selalu menjadi sebuah tipe tempat wisata, apakah itu Fenghuang di provinsi Hunan, Shangqiu di provinsi Henan, atau Pingyao di provinsi Shanxi. Yang paling terkenal di China adalah Lijiang di provinsi Yunnan. Pada saat yang sama, terdapat banyak hotel dan penginapan di Lijiang. Ada berbagai macam jalan-jalan kecil dengan karakteristik etnik yang tersebar di seluruh Lijiang. Pada tanggal 30 September, penginapan yang terletak tidak jauh dari Jalan Lijiang Bar telah penuh, tetapi ada sebuah penginapan bernama Youya dengan hanya beberapa tamu yang menginap. Sepasang pria dan wanita muda yang mengenakan kacamata dan topi berjalan masuk, sang pria menggendong sebuah tas ransel besar di punggungnya, dan sang wanita membawa sebuah koper besar. Suara roda kopernya sangatlah keras ketika berputar. Dengan segera mereka membangunkan pemilik penginapan yang sedang tertidur di meja penerima tamu. Pria muda itu terlihat sangat tinggi dan kuat. Dia mengenakan sebuah rantai platinum di lehernya. Meskipun pemilik penginapan itu tidak mengetahui pola apa yang terdapat pada rantai tersebut, pria itu jelas terlihat seperti orang kaya yang mudah ditipu. Sang pemilik penginapan melirik mereka dan bertanya dengan malas, "Apakah kalian ingin menginap?" "Ya, tapi dompet kami berdua berada di tas tangan istriku, yang dicuri ketika kami datang ke sini. Dapatkah kami menginap tanpa kartu identitas?" Suara pria itu sedikit serak, terdengar seperti ada masalah dengan tenggorokannya. Sang pemilik penginapan memandang mereka dengan malas dan berkata, "Kenapa kalian memakai kacamata hitam dan topi? Apakah kalian semacam bintang TV?" Lalu, dia terkekeh-kekeh dan berkata, "Kalian bisa menginap di sini, tetapi kalian harus membayar ekstra. Biasanya orang-orang membayar 380 yuan per malam, dan aku bisa membuatnya 500 yuan untukmu. Kalian harus membayar deposit untuk satu malam. Ketika kalian check out, deposit itu akan dikembalikan kepada kalian. Semua makanan sudah termasuk. Kalian bisa pergi ke kafetaria atau kami dapat mengirimkannya kepada kalian. Berapa malam?" "Lima ratus yuan untuk tempat seperti ini? Apakah ini sebuah penipuan?" Temperamen wanita itu jelas terlihat tidak baik. "Kau tidak harus tinggal di sini jika kau pikir itu mahal. Tetapi hotel-hotel lain tidak akan membiarkanmu menginap tanpa kartu identitas. Bagaimana jika kalian terlibat penyelundupan atau penjahat buronan? Apa yang harus kami lakukan? Kami yang harus menanggung risikonya." Saat membicarakan mengenai hal ini, ekspresi wajah wanita itu sedikit berubah. Ketika wanita itu hendak mengatakan sesuatu, pria muda itu mendorongnya dan berkata, "Kami akan menginap di sini selama seminggu sampai setelah liburan Hari Nasional. Berapa yang harus kami berikan kepada Anda? Kami tidak punya banyak uang yang tersisa, jadi tolong beri kami diskon." "Oke, delapan hari, totalnya 4.000 yuan, berikan saja aku 3.500 yuan. Sekarang beri aku 4.000 yuan, dan aku akan mengembalikan 500 yuan ketika kalian check out." Setelah membayar dan mengambil kunci, pasangan muda itu membawa barang bawaan mereka ke kamar mereka di lantai tiga. Setelah naik ke atas, wanita itu memeriksa kamar di sebelah kiri dan kanannya, memastikan bahwa tidak ada peralatan pemantauan, dan kemudian melepas kacamata hitam dan topinya, sambil mengutuk, "Si*lan, penipuan seperti itu. Tidak heran bisnis mereka begitu buruk! Xiao, berapa banyak uang kita yang tersisa?" Chapter 721 - Selanjutnya, Adalah Li Sicheng .... Bo Xiao memeriksa dompetnya dengan seraut wajah yang kesal dan berkata, "Tiga ribu yuan, itu seharusnya cukup untuk kita selama beberapa saat." "Si*l! Kita ditipu banyak sekali. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Apakah kita benar-benar harus tinggal di sini selama seminggu?" Rong Anna terlihat marah dan berkata, "Aku sangat kesal. Tempat ini seharusnya tidak berharga lebih dari 100 yuan per malam. Orang ini jelas-jelas menipu kita. Si*l!" "Mandilah dulu. Nanti, kita bisa pergi ke bar. Jika transaksi ini berhasil, kita akan mempunyai uang untuk pergi ke Myanmar." "Bagaimana kita bisa sampai di sana? Menyelundup?" "Hush, mandilah dulu." Bo Xiao mendorong tunangannya dengan lembut. "Periksalah apakah ada kamera pengawas. Hati-hati." Namun, Rong Anna tidak beranjak. Semakin gadis itu memikirkannya, semakin dirinya merasa kesal. Dia menatap Bo Xiao dengan tatapan sedih. "Xiao, ayo kita menyerahkan diri, bolehkah? Aku tidak ingin hidup seperti ini lagi. Jika kita menyerahkan diri sekarang, kita mungkin mendapat hukuman yang lebih ringan ¡­." "Anna, apakah kau ingin kita menyerah?" Bo Xiao jelas terlihat terkejut. Sambil menatap Rong Anna, pria itu merasa sedikit emosional. "Dalam hal ini, jika kita menyerahkan diri, apakah kau pikir kita bisa kembali? Berapa banyak orang yang sudah kita bunuh? Mereka sudah mengetahui tentang transaksi kita. Jika kita kembali pada saat ini, kita hanya dapat menghadapi hukuman mati!" Suara Bo Xiao terdengar sedikit keras, dan Rong Anna merasa ketakutan, menutupi mulutnya dan mendengarkan dengan cermat ke arah luar kamar. Benar-benar terdengar ada suara-suara! Rong Anna langsung berseru, "Oh, adegan ini terlalu sulit. Jika kita tidak bisa menyampaikan kalimat ini, akankah sang sutradara marah pada kita?" Orang yang melewati kamar mereka menurunkan tangannya yang hendak menekan nomor telepon polisi. Dia menghela napas lega dan bergumam pada dirinya sendiri, "Ternyata itu aktor. Aku tadi ketakutan!" Di dalam, wajah Bo Xiao terlihat kelam ketika dirinya melihat ke arah pintu. Insulasi 1 suara di penginapan kecil ini tidak terlalu bagus. Meskipun terlihat nyaman dan bersih, dengan gaya keseluruhan yang elegan, sebenarnya tidak ada fasilitas yang sepadan dengan harganya sama sekali. Alasan mengapa mereka memilih tempat ini adalah karena penginapan ini tidak memiliki peraturan. Jika sesuatu benar-benar terjadi, sang pemilik penginapan mungkin tidak akan berani menghubungi polisi. Saat mendengar suara langkah kaki itu pergi menjauh, pasangan itu menjadi rileks. Rong Anna menatap Bo Xiao, memohon dengan matanya. "Bagaimanapun juga, jangan marah. Jangan membuat kekacauan. Kita harus mencari seorang mitra, menyerahkan barang itu, mengambil uangnya, dan keluar dari sini!" Bo Xiao terlihat agak enggan. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dia terlihat marah dan berkata, "Ya, setelah menyelesaikan pesanan ini, ayo kita pergi ke luar untuk menghindari pusat perhatian, tetapi cepat atau lambat kita harus kembali! Si b*jingan Li Sicheng itu bersekongkol dengan si wanita j*lang Tang Mengying itu untuk menjebak kita. Grup Bo sudah bangkrut, dan ayahku dipenjara. Sekarang kita bahkan tidak bisa kembali ke rumah. Ini semua kesalahan mereka!" Melihat tatapan kasar tunangannya, terlihat tatapan iba di mata Rong Anna dan gadis itu berbisik, "Xiao, aku tidak menyalahkan mereka. Itu karena kita terlalu keras pada Li Sicheng. Jika kita tidak melakukan usaha-usaha untuk membunuh Su Qianci, mungkin Li Sicheng tidak akan begitu gigih. Jika kita berteman dengannya sejak awal, kemudian dia bergabung dengan kita, mungkin ¡­" "Apa gunanya membicarakan hal ini sekarang?" kata Bo Xiao dengan raut wajah dingin. "Aku sudah berurusan dengan Tang Mengying. Aku telah mengirim seseorang untuk membuat luka berbentuk silang di wajahnya. Wajahnya sudah rusak empat tahun lalu dan dia harus menutupinya dengan riasan wajah setiap hari. Sekarang dia bahkan tidak bisa melakukan hal itu! Selanjutnya, adalah Li Sicheng ¡­." Penyekatan atau penghambatan untuk mencegah perpindahan arus listrik, panas, bunyi, dan sebagainya; isolasi. Chapter 722 - Ayo Kita Pindah Suara dan ekspresi wajah Bo Xiao penuh dengan amarah. Rong Anna menatap tunangannya dan tanpa sadar menyentuh perutnya, merasa semakin sedih. Bagaimana mereka bisa terpuruk sedemikian rendah? Sangat melelahkan ¡­. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Dengan alasan ulang tahun seseorang, Su Qianci diliputi perasaan gembira hingga tengah malam. Ketika wanita itu sedang tertidur lelap, dia merasa bahwa tangan besar suaminya yang gelisah itu sedang menggerayangi tubuhnya kembali. Su Qianci mengerutkan kening dan memukul tangan pria itu, mengeluh, "Hentikan!" Tapi Li Sicheng tidak berhenti sama sekali. Pria itu mengangkat kaki istrinya dan memasukkan ¡­. Su Qianci mengerang dan merengut, dan ketika dirinya membuka matanya, serangan suaminya datang lagi. Terperangkap lengah, dia mengerang. Tempat tidur berukuran besar itu bergoyang sedikit karena gerakan Li Sicheng, seperti ombak di laut. Dengan gerakan berulang-ulang suaminya, Su Qianci sekali lagi melayang di bulan. Ketika dirinya terbangun lagi, hari sudah siang. Dia merasa gugup ketika melihat bahwa sudah pukul 1 siang lewat. Terkejut, dirinya langsung menjadi benar-benar terjaga. Li Sicheng sedang tidur di sebelahnya. Menyadari reaksi heboh Su Qianci, pria itu mengulurkan tangan, menahan tubuh istrinya dan berkata, "Tidakkah kamu lelah? Tidurlah sebentar lagi." "Ini sudah siang, dan kamu masih tidur! Jika orang-orang melihat kita, kita akan ditertawakan!" Su Qianci mengusap wajahnya dan mengangkat selimut. Ketika melihat tanda-tanda di tubuhnya, dia ingin membunuh Li Sicheng. Pria itu melihat ekspresi wajah istrinya dan berkata dengan suara pelan, "Apanya yang harus ditertawakan? Sebuah perpisahan selalu menjadi kunci untuk menyalakan api gairah. Aku sudah pergi selama lebih dari empat tahun dan baru kembali selama lebih dari dua minggu. Tentunya kita diizinkan untuk bermesraan." Bermesraan ¡­. Su Qianci tersipu malu dan menendang suaminya. "Ini semua salahmu!" "Kamu masih cukup bersemangat. Bagaimana kalau kita tinggal di kamar sepanjang hari ¡­." "Enyahlah!" "Baiklah," Mata Li Sicheng menjadi gelap bersama dengan sebuah senyuman. Dia menindih istrinya dan berbisik, "Enyah ke mana?" Wajah Su Qianci semakin memerah, dan dia memelototi suaminya, sambil mengeluh, "Bagaimana kamu bisa begitu energik? Apa kamu sudah tidur?" "Ya, aku terbangun ketika kamu bangun." Li Sicheng memeluk Su Qianci, tidak bersedia melepaskannya. Sambil menatap istrinya dalam-dalam, dia berbisik, "Ayo kita kembali ke vila tempat kita tinggal dulu. Tidak nyaman tinggal di rumah tua ini." Ketidaknyamanan utama adalah Li Sicheng tidak bisa menggunakan balkon, dapur, ruang keluarga, dan sofa ¡­. Sambil berpikir tanpa bersuara, mata pria itu menjadi lebih dalam dengan emosi yang kompleks. Li Sicheng mencium bibir Su Qianci. "Nanti, ayo kita bicara dengan Kakek, berkemas dan pindah kembali?" "Tapi, bagaimana dengan anak-anak? Ada tiga orang anak, dan kita harus bekerja. Apa yang kita lakukan dengan mereka? Haruskah kita meninggalkan mereka di vila?" "Ayo kita tinggalkan mereka di rumah tua dan biarkan kakek mengajari mereka." "Kalau begitu kita tidak akan kembali ke rumah tua?" "Sekali-sekali. Lagi pula hanya butuh waktu setengah jam lebih sedikit untuk mengemudi ke sini." Li Sicheng hanya berbaring di atas tubuh istrinya, suaranya terdengar lembut. "Kita perlu menghabiskan waktu bersama-sama. Tidak masuk akal bagi kita untuk hidup dengan para tetua seperti ini." Itu benar, tapi ¡­ Su Qianci selalu merasa dirinya tidak bisa merasa tenang. Ada terlalu banyak anak-anak. Jika mereka hanya memiliki satu orang anak, dirinya sendiri bisa membesarkan anak itu di vila. Tetapi mereka memiliki tiga orang anak, dan itu terlalu merepotkan! Chapter 723 - Li Sicheng Benar-benar Menyebalkan! "Tapi kupikir itu tidak terlihat bagus. Aku sudah lama tinggal di sini. Begitu kamu kembali, kita akan pindah. Bukankah itu terlalu jelas terlihat bahwa ¡­" Bukankah itu terlalu jelas terlihat bahwa mereka ingin berhubungan seks! Meskipun itu adalah faktanya, Su Qianci masih merasa sedikit malu. Terlalu jelas terlihat ¡­. Li Sicheng tertawa kecil. "Seperti hari ini, kita masih berada di kamar tidur pada siang hari. Apakah menurutmu ini bagus?" Wajah Su Qianci memerah, dan dia membalikkan badan dari suaminya. "Sudah diputuskan," Li Sicheng bangkit dan menarik wanita itu. "Bangunlah, aku akan memandikanmu." "Tidak, aku akan mandi sendiri!" Wajah Su Qianci bahkan semakin memerah, mendorong suaminya pergi. Li Sicheng mengabaikan protesnya dan langsung membawa wanita itu ke kamar mandi. Ketika mereka keluar, sudah pukul 2 siang lewat. Sesaat setelah mereka keluar, mereka mendengar suara ponsel berdering. Itu berasal dari Li Jinnan. Li Sicheng melirik ke arah ponsel itu dan mengabaikannya. Setelah dengan perlahan menemukan pakaian untuk Su Qianci, pria itu mengangkat teleponnya. Li Jinnan sedang melompat-lompat, dan nada suaranya tidak terlalu bagus. Dia mengeluh, "Kakak kedua, ini terlalu berlebihan. Kau membuatku melakukan semua pekerjaan. Aku harus memiliki kehidupan pribadi!" Li Sicheng memasang telepon itu di pengeras suara dan mulai mencari-cari pakaiannya sendiri. Ketika mendengar kata-kata ini, dia berkata dengan nada suara malas, "Kau tidak punya apa pun untuk dilakukan juga. Kenapa kau tidak bisa mengelola perusahaan untukku? Seperti aku tidak membayarmu saja. Bagaimana dengan saham 10 persen lagi?" "Tidak!" Li Jinnan terdengar marah. "Aku tidak mau uang. Aku ingin punya bisnis milikku sendiri!" Li Sicheng merasa sedikit tidak berdaya. "Baiklah, bekerjalah untukku untuk saat ini, dan aku akan membantumu ketika aku sedang berada dalam suasana hati yang baik." "Maksudku, aku ingin punya bisnis milikku sendiri." Nada bicara Li Jinnan menjadi serius. "Kakak, aku ingin membuka sebuah perusahaan hiburan film dan televisi di Kotaraja. Aku sudah memulai persiapannya, menyewa beberapa agen dan bintang. Aku harus melakukan transisi 1 kembali kepadamu, dan kemudian aku akan pergi." "Begitu mendadak?" Li Sicheng merasa sedikit terkejut. Li Jinnan menjadi gila. Sambil menenangkan dirinya, Li Jinnan berkata, "Tidak mendadak. Ketika kau belum kembali, aku sudah memberi tahu Su Qianci tentang hal itu. Setelah kau kembali, aku langsung memberitahumu. Dan aku memberitahumu lagi beberapa hari yang lalu." Namun, Li Sicheng tidak memperhatikan adiknya. Li Sicheng tiba-tiba mengingatnya. "Oh, oke, aku akan mengajak kakak iparmu makan dulu. Bicara lagi nanti." Sebelum Li Jinnan mengatakan sesuatu, kakaknya menutup telepon. Sambil memegang ponselnya tanpa bersuara untuk waktu yang lama, Li Jinnan hampir membanting ponselnya. Li Sicheng benar-benar menyebalkan! Ketika bel pintu kantor berdering, Li Jinnan menenangkan emosinya dan berkata, "Silakan masuk." Asisten Bai berjalan masuk dari luar dengan seseorang yang mengikutinya, dan berkata kepada Li Jinnan, "Wakil Presiden, Mila ada di sini." Mila adalah salah satu agen yang dibayar Li Jinnan dengan harga tinggi. Rumor mengatakan bahwa semua aktor di tempat agen itu bekerja akhirnya bisa menjadi populer, dan dia dikenal sebagai salah satu agen emas di industri ini. Akan tetapi, Mila ini adalah seseorang yang berkarakter aneh, dan banyak orang yang tidak bersedia bekerja dengannya, jadi itulah bagaimana Li Jinnan bisa "mencuri" Mila. "Masuk." Li Jinnan berdiri, merapikan pakaiannya, dan menatap ke arah pintu. Asisten Bai diikuti oleh seorang pria berpakaian flamboyan. Gaya rambut trendi, rias wajah yang indah, sebuah rompi panjang berwarna krem dengan kemeja merah muda, celana panjang berwarna hitam yang menyilaukan, sepasang sepatu bot kulit hitam yang dramatis, dan parfum menyengat yang mengganggu hidung Li Jinnan. Peralihan dari keadaan (tempat, tindakan, dan sebagainya) pada yang lain. Chapter 724 - Janda Kecil Mila berjalan masuk dengan jari kelingkingnya yang melambai di udara. Ketika pria itu melihat Li Jinnan, matanya bersinar sembari bertanya dengan terkejut, "Anda, bukankah Anda orang yang saya temui di Oriental Hotel saat terakhir kali? Ya Tuhan! Anda sebenarnya adalah CEO dari NC Entertainment? Sangat muda!" Suaranya melengking, dan sepertinya dia merasa sangat terkejut bercampur senang. Li Jinnan awalnya berpikir bahwa orang ini tampak sedikit familier, dan ketika dirinya mendengar kalimat pembukaan seperti itu, dia langsung mengingat siapa pria ini. Ini ¡­. Ketika Li Jinnan berada di hotel saat terakhir kali itu, dirinya dipeluk oleh seorang wanita sementara wanita itu memanggil nama seorang pria lain, dan pria di hadapannya ini sepertinya adalah teman wanita itu. Seorang gay ¡­ genit? Li Jinnan merasa agak canggung, memandang ke arah Mila, dan mengangguk, "Halo, saya Li Jinnan." Saya Li Jinnan, bukannya nama saya Li Jinnan. Ini adalah perkenalan diri yang paling percaya diri. Saat mendengar suara kaya dan bernada rendah ini, Mila menjadi lebih bersemangat. Dengan sangat gembira, dia berkata, "Sangat menyenangkan. Saya Mila, salah satu agen top di Xinghui. Hei, Anda terlihat sangat muda. Anda berusia 29 tahun, kan? Ya Tuhan, saya merasa sepertinya saya sedang melihat seorang pria berusia 25 tahun!" Dengan senyum yang sopan, Li Jinnan terlihat cukup tampan untuk memikat Mila. "Jika Anda masuk ke industri hiburan, Anda akan memiliki begitu banyak penggemar. Dalam ungkapan paling populer saat ini, Anda jelas terlihat dapat mengandalkan wajah Anda, tetapi Anda memilih untuk mengandalkan bakatmu!" Mila memuji Li Jinnan dan menyodorkan kartu namanya. "Ini kartu nama saya. Sangat menyenangkan bertemu dengan Anda dan senang bekerja dengan Anda di masa yang akan datang." Li Jinnan merasa bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan pembicaraan ini. Setelah beberapa perkataan sopan, Li Jinnan mohon diri dan membiarkan Mila pergi. Hari ini tanggal 30 September. Dengan segera akan menjadi liburan Hari Nasional. Li Jinnan merasa lelah baik secara fisik maupun mental. Setelah menghela napas panjang, dia mengadakan rapat dengan para pemimpin level tinggi dan bekerja sampai malam sebelum kembali ke vilanya. Di dalam vila yang kosong itu, hanya Nanny Rong yang berada di rumah. Dia sudah meletakkan makanan yang telah disiapkan di atas meja. Ketika melihat Li Jinnan datang, Nany Rong bertanya, "Anda sudah kembali, Tuan. Makanannya masih panas, silakan makan dulu." Li Jinnan melirik pelayan itu, dan raut wajahnya menjadi lembut. Dia berkata, "Bukankah aku memintamu untuk segera pulang? Kenapa kau masih membantuku memasak? Pulanglah sekarang. Malam sudah cukup larut." "Itu tidak akan berhasil. Ibu Anda meminta saya untuk mengurus Anda. Ini hanyalah makanan. Ayo, makanlah selagi panas." "Terima kasih, Nanny Rong." Li Jinnan memakan makan malamnya, dan wanita itu mencuci piringnya sebelum pulang. Setelah Li Jinnan mandi dan berganti pakaian, saat menghadapi vila yang kosong itu, pria itu mau tidak mau memikirkan ketika dirinya masih berada di rumah tua. Dia cukup sering memikirkan kedua bayi itu. Su Qianci dan ibunya yang sedang menggendong seorang bayi, dengan cemas menenangkan bayi-bayi tersebut. Li Jinnan melihat Su Qianci menjadi layu bak sekuntum bunga yang lembut di telapak tangan Li Sicheng dan tidak mempunyai cara untuk mengubahnya. Barangkali dirinya sedang melarikan diri, atau mungkin dirinya tidak tahan melihatnya. Li Jinnan pindah dari rumah tua itu. Dia takut bahwa dirinya tidak bisa menahan diri untuk "melindungi" "janda kecil" yang malang untuk "almarhum" kakaknya. Untungnya, kakaknya sudah kembali. Ini hasil yang terbaik, bukan? Ting! Ada sebuah permintaan pertemanan WeChat yang baru: Mila. Setelah mengeklik melalui verifikasi, Mila mengirim sebuah gambar, dengan sebuah teks: Saya akan mengorbitkan orang baru ini. Dia adalah teman saya. Namanya Ye Youyou. Chapter 725 - Aku Akan Melakukan Perjalanan Bisnis, Kamu Bermainlah Sendiri! Ye Youyou? Gadis kuliahan yang mabuk di kamar mandi hotel dan memanggil Li Jinnan Kakak Luo''an? Dalam foto itu, Ye Youyou terlihat sebagai seorang gadis berambut panjang yang terlihat polos dan bahagia, dengan sepasang mata yang lebar. Ternyata gadis itu adalah seorang aktris? [Mila]: Aktris dan penyanyi hebat, baru lulus dari sekolah seni pertunjukan, bisa bersikap lugu atau urakan, usia 22 tahun, tinggi 168 cm. Li Jinnan menjawab: Kau yang memutuskan. [Mila]: Oke. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª 1 Oktober. Pada hari pertama liburan nasional, Su Qianci harus bangun pagi-pagi karena dia telah berjanji pada anak-anak bahwa dirinya akan membawa mereka ke Maladewa. Koper-koper sudah dikemas, dan tiket serta hotel sudah dipesan. Penerbangannya pukul 10 pagi. Namun, dirinya gagal untuk bangun pagi. Tadi malam, karena sesi penuh gairah kemarin lusa, Su Qianci menghentikan suaminya untuk melakukan hal-hal yang nakal. Li Sicheng menyetujuinya, tetapi sebagai akibatnya adalah saat pagi harinya, Li Sicheng tidak membiarkan istrinya meninggalkan tempat tidur. Su Qianci bangun untuk mandi, tetapi suaminya merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya, mencium dan bercumbu dengan istrinya, berusaha membuat Su Qianci bergairah. Namun, Su Qianci adalah seorang wanita yang berprinsip. Sambil mendorong suaminya menjauh, wanita itu dengan tegas memperingatkan, "Pergilah, aku akan bersiap-siap. Kita akan pergi ke Maladewa nanti!" "Ayo kita pergi nanti saja," Li Sicheng memeluk Su Qianci, memohon dengan matanya. Terlihat ada emosi gelap di matanya yang dalam yang tidak bisa dimengerti oleh wanita itu. "Sayangku, aku mau ¡­." Su Qianci hendak berbicara, tetapi bibirnya ditahan. "Mmm ¡­." Sambil berjuang melepaskan diri dan memutar kepalanya, Su Qianci meraung, "Hentikan!" Pada saat yang sama, dia menendang suaminya, tanpa sengaja menyerang bagian yang paling rapuh dan vital dari seorang pria dengan lututnya. Li Sicheng hanya merasakan sebuah rasa sakit yang teramat sangat. Dengan tangannya di selangkangannya, Li Sicheng meringis. Su Qianci terkejut dan berseru, "Sayang, kamu baik-baik saja?" "Sakit ¡­." Li Sicheng meraih tangan istrinya dan terdengar seperti sedang kesakitan. Su Qianci merasa cemas dan berseru, "Apa yang harus aku lakukan? Itu tidak akan ¡­" "Tidak apa-apa, kamu bisa mengusapnya. Kemarilah dan usap-usap." Saat mendengar ini, ketegangan dan ketakutan yang semula ada menjadi menghilang. Sambil menatap Li Sicheng, wanita itu memukul perut suaminya dengan ringan, mendengus dan pergi menjauh. Setelah berhasil menyingkirkan pria itu, Su Qianci membawa anak-anak ke ruang keluarga, siap untuk pergi langsung ke bandara. Namun, Li Sicheng merasa tidak senang. Dengan sebuah wajah murung di pagi hari, seolah-olah pria itu takut bahwa orang lain tidak akan mengetahui bahwa dirinya belum terpuaskan. Su Qianci melihat Li Sicheng memasang raut wajah seperti itu dan merasa sedikit bersalah. Dia mendorong suaminya dan mendesak, "Pergilah." Li Sicheng masih terlihat kesal, tidak bergerak. Tiba-tiba ponselnya berdering. Li Sicheng meliriknya, mengabaikan Su Qianci, dan pergi untuk mengangkat telepon itu. Su Qianci ingin mengikuti, tetapi ketika Li Sicheng melihat istrinya mendekat, pria itu langsung pergi menjauh, seolah-olah dia takut kalau wanita itu akan mendengarnya berbicara di telepon. Ketika berbicara di telepon, Li Sicheng terus-menerus melirik ke arah Su Qianci, karena takut istrinya akan mendekat dan mendengar pembicaraannya. Su Qianci merasa sedikit curiga. Setelah menyaksikan suaminya menutup telepon, ketika Li Sicheng datang mendekat, wanita itu bertanya, "Apa yang terjadi?" Raut wajah Li Sicheng masih terlihat kesal. Saat mendengar perkataan istrinya, pria itu berkata dengan jengkel, "Ada beberapa hal mendesak di luar negeri. Aku harus melakukan perjalanan bisnis. Bawalah anak-anak bersamamu. Aku tidak akan pergi." Su Qianci berseru, "Bagaimana kamu bisa melakukan itu? Pekerjaan apa sih yang sebegitu pentingnya?" Chapter 726 - Ketidakpedulian Yang Tiba-tiba Li Sicheng mendengar itu dan terlihat kesal. Dia memicingkan mata pada istrinya dan berkata, "Ini mengenai sebuah urusan bisnis bernilai beberapa ratus juta yuan, jadi tentu saja itu penting. Lagi pula, kamu hanya menginginkan anak-anak dan tidak menginginkanku. Aku akan melakukan perjalanan bisnis saja." "Tidak. Kamu ¡­" "Bu, ayo kita pergi! Aku ingin pergi ke Maladewa untuk bermain!" Li Jianyue memanggil ibunya. Setelah Su Qianci merespons, dirinya menarik Li Sicheng. "Ayo kita pergi, anak-anak sedang menunggu kita. Ini adalah pertama kalinya kamu berlibur dengan anak-anak. Jangan biarkan anak-anak menunggumu." Li Sicheng mendorong tangan istrinya. "Kamu bisa pergi. Aku tidak akan pergi. Aku harus melakukan perjalanan bisnis." "Kamu kesal?" Su Qianci menatap suaminya. Wanita itu telah mendengar bahwa ketika seorang pria tidak merasa puas secara seksual, pria itu tidak akan memiliki temperamen yang baik. Apakah hal ini juga berlaku untuk pria ini? Wanita itu mengerutkan kening, wajahnya memerah dan berkata, "Bisakah kamu menunggu untuk melakukannya ¡­ setelah kita tiba di Maladewa?" "Bukan itu. Benar-benar ada urusan yang harus dikerjakan. Bicaralah pada anak-anak untukku." Li Sicheng dengan lembut mendorong istrinya, lalu ponselnya berdering lagi. Su Qianci melirik ke arah ponsel itu dan itu adalah sebuah nomor yang aneh. Ketika melihat bahwa nomor itu memiliki kode wilayah yang aneh, dia ingin melihatnya dengan jelas, tetapi ditutupi oleh Li Sicheng. Li Sicheng mengulurkan tangannya untuk mendorong istrinya dan berkata, "Itu hanya karena aku sibuk di kantor. Jangan berpikir berlebihan, pergilah bermain dengan anak-anak dan hati-hati. Minta Shuang Yu, Cheng dan De untuk lebih waspada." Su Qianci merasa sedikit tidak nyaman, dan pada saat yang sama merasa sangat cemas. Li Sicheng tidak pernah bersikap seperti ini. Pada umumnya, jika pria itu sibuk di kantor, dia akan selalu meluangkan waktu. Ini adalah pertama kalinya Li Sicheng bersikeras untuk melakukan sebuah perjalanan bisnis sejak mereka bersama. "Apakah kamu benar-benar marah?" Wanita itu mengambil tangan suaminya dan memohon dengan cara yang menggemaskan. "Tunggu sampai hotel ya ¡­. Kita tidak punya waktu sekarang. Ayolah berhenti bermain-main, oke?" "Tidak." Wajah Li Sicheng tidak banyak menunjukkan ekspresi tetapi dia melepaskan tangan istrinya. "Pergilah, aku harus pergi ke kantor untuk mengambil dokumen-doumennya. Aku akan pergi untuk perjalanan bisnisnya nanti. Kamu bisa meninggalkan barang bawaanku. Aku harus pergi sekarang." Kemudian pria itu benar-benar membalikkan badan dan berjalan menjauh. Su Qianci merasa sesak napas dan tidak nyaman. Li Sicheng marah. Suaminya dulu berbeda. Mengapa? Hanya karena dirinya baru saja menolak Li Sicheng? Jadi, pria itu sengaja bersikap dingin padanya? Melihat bahwa Li Sicheng benar-benar tidak berbalik, Su Qianci merasa sedikit kesal. Lupakan saja, biarkan saja Li Sicheng marah. Dan Su Qianci marah pada suaminya! Dirinya benar-benar tidak bisa beristirahat! Pria itu merajuk sesuka hatinya. Ketika Li Sicheng sudah tidak marah lagi, Su Qianci tidak akan tidur bersama suaminya. Ketika melihat punggung Li Sicheng yang berangsur-angsur menghilang di ujung koridor tanpa berbalik, Su Qianci menghentakkan kakinya dan mengeluh, "Dasar kekanak-kanakan!" Setelah membalikkan badannya, wanita itu meminta para pengawalnya untuk membawa barang bawaan mereka dan berjalan menuju RV. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Lu Yihan tertidur pada pukul empat pagi dan tidur hingga siang hari berikutnya. Tetapi sebelum dirinya mendapatkan tidur yang cukup, dia dibangunkan oleh suara benda-benda yang berjatuhan di luar. Setelah bangkit dari tempat tidurnya dengan tidak sabar, Lu Yihan berjalan menuju ke tempat di mana suara itu berasal dan terkejut ketika menemukan bahwa suara itu sebenarnya berasal dari dapur. Luo Zhan mengenakan celemek, sedang memegang sebuah pisau dapur di tangannya dan berdiri di samping, memperhatikan seekor kepiting besar di bak cuci piring yang sedang berjuang untuk melarikan diri. Lu Yihan menatap pria itu sambil tersenyum dan bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" Mendengar suara Lu Yihan, teman sekamarnya itu terlihat agak malu, dan suaranya terdengar lemah. "Aku sedang memasak ¡­." "Apa kau tahu bagaimana caranya?" Chapter 727 - Jika Kau Tidak Memiliki Aku, Kau Tidak Akan Bisa Bertahan Hidup! Luo Zhan, menghela napas. "¡­ tidak, tapi aku sedang belajar, kan?" Lu Yihan tidak tahan melihatnya, menghampiri, dan melihat ke arah bahan-bahannya. "Kepiting goreng, gaya Kanton?" Luo Zhan terkejut. "Bagaimana kau tahu?" Lu Yihan melirik ke arah Luo Zhan dan mendengus. "Aku adalah dewa masakan! Tapi kau belum memilih bahan yang tepat. Kau Lihat, daun bawangnya sama sekali tidak segar." Luo Zhan mengerutkan kening. "¡­ Aku membeli bahan mentah untuk pertama kalinya. Apa yang kau inginkan?" "Hei, orang yang bahkan tidak bisa berbelanja bahan makanan benar-benar ingin memasak?" Lu Yihan membalik-balik bahan-bahan itu. "Terong rasa ikan? Sup tahu kepala ikan? Rebung dengan daging babi? Sayap ayam, apa yang ingin kau masak?" "Coca-cola ¡­." "Oke." Lu Yihan mencuci tangannya. "Biarkan aku yang melakukannya." Luo Zhan menyaksikan Lu Yihan yang pergi menjauh, memandangi punggungnya, dan bertanya, "Hei, kau mau ke mana?" "Menyikat gigi dan mencuci muka!" "Oh!" ¡­. Lu Yihan berganti pakaian dan mandi sebelum kembali ke dapur. Kepiting besar yang baru saja hidup dan menendang-nendang itu sudah dibunuh oleh Luo Zhan. Capitnya dipotong hidup-hidup, tetapi mereka masih menyemburkan gelembung-gelembung dan belum mati. Lu Yihan terdiam sesaat, tidak tahan melihatnya, dan mengambil pisau dapur miliknya. "Bantu aku, pertama cuci kepala ikannya. Singkirkan bagian yang merahnya, ingat untuk mencucinya dengan saksama dan kemudian celupkan ikannya ke dalam air." "Baik!" Luo Zhan bersikap patuh. Lu Yihan mengurus kepiting-kepiting itu dengan penuh perhatian. Setelah selesai, dia membalikkan badan dan mendapati bahwa Luo Zhan sudah memasak ikannya. Aromanya memenuhi dapur. Lu Yihan menoleh dan melihat bahwa Luo Zhan sedang menatap dirinya dengan alis bertaut. Dia meletakkan kepiting itu, berjalan mendekat, dan kemudian menelan kembali pujian yang akan diberikan kepada Luo Zhan. Panci terbesar di dapur itu bisa menampung dua liter air. Pada saat ini, panci itu penuh dengan sup ikan dengan dua potong tahu yang mengambang. "Bagaimana? Mengesankan, bukan?" Luo Zhan menaikkan alisnya ke arah Lu Yihan. Lu Yihan merasa sangat malu, menepuk pundak Luo Zhan, dan dengan garang berkata, "Pergi sana! Jangan masuk ke dapurku!" Luo Zhan terlihat terperangah dan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Ketika dia melihat Lu Yihan mengangkat panci dan membuang hampir empat perlima airnya, dirinya menyadari hal itu. "Apakah aku menambahkan air terlalu banyak?" Lu Yihan memberi Luo Zhan sebuah ekspresi kekecewaan. "Idiot, pergi sana dan jangan bilang kau kenal aku!" Luo Zhan diam-diam mundur ke samping. Sekarang dia harus melakukan hal lainnya untuk menghabiskan waktu. Sekitar empat puluh menit kemudian, Lu Yihan telah memasak semua hidangan tersebut. Setelah semua hidangan itu matang, Lu Yihan tiba-tiba berkata, "S*al, aku belum masak nasi!" Luo Zhan mendengar itu, dan matanya bersinar, berkata dengan bangga, "Aku sudah masak nasi!" Kemudian dia pergi untuk membuka rice cooker 1 , namun ¡­ "Baiklah, apakah kau ingin membeli nasi dari lantai bawah?" Ketika Lu Yihan melihat Luo Zhan seperti ini, dirinya mengetahui bahwa terjadi sesuatu pada nasinya. Dia mendekat untuk melihatnya dan menemukan benda yang tidak bisa disebut nasi sama sekali tersebut. Itu hanyalah bubur tanpa kuah ¡­. Terlalu lembek! Lu Yihan benar-benar tak berdaya. Dia berkata dengan raut wajah gelap, "Jika kau tidak memiliki aku, kau tidak akan bisa bertahan hidup!" Kalimat itu entah mengapa membuat detak jantung Luo Zhan bertambah cepat. Apa yang Lu Yihan ¡­ maksud ¡­ dengan berkata seperti itu? Lu Yihan tidak menyadari keanehan di belakangnya. Dia melemparkan nasi lembek itu ke arah Luo Zhan dan berkata tanpa daya, "Aku bisa mengakalinya. Rebus air!" Luo Zhan mendengar ini, tetapi wajahnya semakin merah padam. Sambil mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia menjawab, "Oke!" Lu Yihan melihat wajah merah Luo Zhan dan mendengus. "Sekarang kau tahu bahwa dirimu tidak berguna? Wajahmu bahkan memerah. Kupikir kau berkulit tebal." Alat penanak nasi. Chapter 728 - Luo Zhan, Kau Gila! Luo Zhan mendengar perkataan Lu Yihan dan mencibir. "Kau yang tidak berguna. Aku hanyalah tidak pandai memasak. Haruskah kita bersaing dalam hal lain?" "Misalnya, membersihkan rumah? Atau gaya berpakaian? Mengejar gadis-gadis?" Lu Yihan mengeluarkan nasi dari panci dan menaikkan alisnya. "Sepertinya tidak ada yang cocok untukmu." Luo Zhan terdiam sejenak dan berkata, "Aku jago basket, bulu tangkis, tenis, bola voli, dan lari lintas alam." "Bagaimana dengan sit-up, berenang, dan angkat beban?" Luo Zhan tak berkata-kata. K.O! Luo Zhan memutuskan untuk mengabaikan Lu Yihan. Setelah mencuci tangannya, Luo Zhan pergi untuk menata peralatan makan. Setelah Lu Yihan selesai memasak buburnya, sebagian besar kepiting goreng di atas meja sudah berada di perut Luo Zhan. Lu Yihan berjalan menghampiri, tampak tak berdaya dan mengambil capit kepiting itu dari Luo Zhan. Setelah mereka selesai makan, Luo Zhan pergi untuk mencuci piring. Setelah semuanya selesai, dia keluar lagi dan mendapati bahwa Lu Yihan sudah tidur. Saat ini, Lu Yihan sedang bersandar ke sofa, dengan satu tangan berada di sandaran tangan dan yang lainnya di belakang sofa, kepalanya bersandar di sudut sofa, bernapas teratur dengan mata terpejam. Luo Zhan menatap wajah Lu Yihan dan tanpa sadar memperlambat langkahnya. Sambil melangkah maju dengan perlahan-lahan, Luo Zhan menatap wajah Lu Yihan dan menahan napasnya tanpa sadar. Lu Yihan terlihat sangat menarik. Dia memiliki garis wajah yang tegas dan terlihat sangat tampan. Baik kemampuan maupun penampilan Lu Yihan sangat luar biasa. Namun, pria itu jatuh cinta pada seseorang yang tidak seharusnya. Luo Zhan menaruh simpati di dalam hatinya. Dia mengambil selimut di sebelah sofa dan menyelimuti orang itu. Tubuh Lu Zhan sedikit membungkuk ke bawah. Secara tidak sengaja, napas Lu Yihan menyapu wajahnya. Menggelitik, dan agak menggoda. Jantung Luo Zhan tiba-tiba berhenti berdetak, dan bahkan dirinya sendiri merasa tidak siap. Namun, tubuhnya ¡­ sepertinya membeku. Luo Zhan menatap pria di hadapannya, membungkuk sedikit, dengan lembut dan perlahan mendekati Lu Yihan. Bulu mata Lu Yihan tebal dan panjang. Pada saat ini, matanya terpejam, dan bulu mata yang panjang itu terlihat cantik di kulitnya yang putih. Mendekati dengan perlahan, Luo Zhan hanya merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya. Sebuah perasaan aneh yang tak terkatakan membuat dirinya merasa terkejut. Sambil berdiri dengan tiba-tiba, Luo Zhan bergegas kembali dan menatap Lu Yihan dengan tatapan tidak percaya. Dia membalikkan badan dan langsung berbelok ke pinggir koridor untuk bersembunyi. Apa yang sedang dirinya lakukan? Apa yang sedang kau lakukan!! Luo Zhan, kau gila! Detak jantung Luo Zhan bertambah cepat. Dia kembali ke kamarnya dengan cepat, menutup pintu dan bersandar di balik pintu, terengah-engah. Gila, gila, benar-benar gila ¡­. Di sofa itu, bulu mata hitam tebal Lu Yihan bergerak-gerak, dan kemudian pria itu membuka matanya. Ketika melihat ke arah ke mana Luo Zhan melarikan diri, Lu Yihan tanpa sadar mengulurkan tangan dan menyentuh bibirnya. Itu ¡­ adalah Luo Zhan? Lu Yihan mengerjapkan matanya dan merasa sulit untuk percaya. Luo Zhan ini, yang telah mengeklaim bahwa dia menyukai wanita, sebenarnya ¡­ telah mencuri sebuah ciuman dari dirinya? Luo Zhan sebenarnya menyukai pria? Lu Yihan tiba-tiba merasa waspada, bangkit berdiri dan mengangkat selimutnya, berjalan ke kamarnya. Setelah hidup bersama selama lebih dari tiga tahun, Luo Zhan tidak menunjukkan apa-apa, tapi ¡­. Dirinya benar-benar telah hidup dengan seorang gay untuk waktu yang begitu lama? Apa yang harus dia lakukan sekarang? Lu Yihan merasa jantungnya bergejolak. Sepandai-pandainya dia, dirinya tidak mengetahui harus berbuat apa. Apakah dia seharusnya mengusir Luo Zhan? Chapter 729 - Apakah Cinta Li Sicheng Sudah Berubah? Apakah Lu Yihan seharusnya mengusir Luo Zhan? Hati Lu Yihan berantakan. Tidak heran, tidak heran Luo Zhan sudah berusia tiga puluh tahun tetapi belum pernah memiliki seorang kekasih. Tidak heran Luo Zhan sering menatap dirinya dengan aneh. Tidak heran ¡­. Lu Yihan merasa bahwa dirinya telah mengetahui segalanya, tetapi pada saat yang bersamaan, dia merasakan sakit kepala. Apa ini? Seorang sahabat yang telah hidup bersama dengannya selama lebih dari tiga tahun, sebenarnya diam-diam mencium dirinya sendiri? Dalam hal ini, itu tidak dapat dianggap sebagai sebuah kecelakaan, bukan? Lu Yihan menepuk-nepuk kepalanya dengan jengkel. Pada akhirnya, dia menghela napas, mengemas barang bawaannya dan pergi keluar. Luo Zhan mendengar suara pintu ditutup, bersandar ke pintu, dan merasa bingung. Sepertinya dirinya telah menjadi seorang gay ¡­. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Su Qianci membawa tiga orang pengawal, Shuang Yu, Cheng, dan De. Ketika wanita itu tiba di Maladewa bersama anak-anak, anak-anak itu merasa sedikit mengantuk dan terlihat kurang berminat. Setelah berada di hotel, dia mengatur agar ketiga anak kecil itu tinggal di sebuah kamar untuk dua orang bersama Shuang Yu. Cheng dan De berbagi sebuah kamar yang lain. Anak-anak tersebut mengantuk, jadi Su Qianci membiarkan mereka tidur siang sementara dirinya pergi ke kamarnya sendiri untuk menghubungi Li Sicheng. Tidak ada jawaban. Dan suara wanita penjawab otomatis itu mengingatkan dirinya bahwa ponsel suaminya sedang dimatikan. Su Qianci mengerutkan kening, merasa kesal. Li Sicheng benar-benar mematikan ponselnya! Apakah pria itu sudah berada di dalam pesawat? Apakah suaminya benar-benar marah? Su Qianci tiba-tiba merasa sedikit menyesal. Dia seharusnya mengikuti Li Sicheng dan meminta suaminya untuk menunda pekerjaannya atau tinggal bersamanya. Atau ¡­ dia seharusnya tidak menolak Li Sicheng pada pagi hari tadi, sehingga dirinya tidak akan merasa terlalu khawatir saat ini. Setelah melakukan beberapa panggilan telepon dan memastikan bahwa ponsel Li Sicheng telah dimatikan, Su Qianci tidak mencoba lagi dan suasana hatinya menjadi teramat sangat buruk. Anak-anak tidur sampai pukul tiga atau empat sore. Setelah membangunkan mereka dan membantu mereka berganti pakaian, para pengawal membawa anak-anak untuk bermain. Su Qianci sedang kurang berminat, memegangi ponselnya dan menunggu telepon dari Li Sicheng. Namun, Li Sicheng tidak menelepon, sementara seseorang yang sangat tak terduga mengirimi dirinya sebuah pesan teks. [Lu Yihan]: Kau pergi ke mana? [Su Qianci]: Maladewa [Lu Yihan]: Aku melihat Li Sicheng di bandara tetapi tidak melihat dirimu. Kau tidak bersama-sama? Su Qianci melihat pesan itu dan bahkan merasa semakin tertekan. Merasa jengkel, dia menjawab: Dia pergi melakukan perjalanan bisnis, bukan denganku. [Lu Yihan]: [Gambar] Su Qianci membuka gambar itu, dan sosok Li Sicheng terlihat di dalamnya, tetapi dia sedang memeluk seorang wanita berambut pirang yang cantik. Ketika melihat gambar ini, jantung Su Qianci hampir copot. Tiba-tiba bangkit berdiri, kekhawatiran dan depresi dirinya langsung berubah menjadi sebuah kemarahan. [Su Qianci]: Apa maksudnya ini? Apa yang dia lakukan? [Lu Yihan]: Dia sedang menyambut seorang tamu dari jauh. Sekarang mereka telah meninggalkan bandara. Su Qianci merasa dirinya sangat kacau. Keluar dari aplikasi, dia menghubungi Li Sicheng lagi. Ponselnya dimatikan! Apa yang terjadi? Bagaimana mungkin? Li Sicheng sebenarnya berbohong padanya? Mengapa? Hati Su Qianci terasa seperti ditindih oleh sebuah batu besar, menghalangi dirinya untuk bernapas. [Su Qianci]: Apa yang kau lakukan di bandara? [Lu Yihan]: Pergi ke Irlandia untuk bisnis Irlandia ¡­. Li Sicheng mengatakan bahwa dia akan menyiapkan sebuah pesta pernikahan megah untuk dirinya di Irlandia. Tapi ¡­ sejak pria itu kembali, dia bahkan belum membahasnya. Chapter 730 - Untungnya, Itu Bukan Tang Mengying Mengapa ini terjadi? Mungkinkah Li Sicheng sudah berubah pikiran dan tidak ingin memberi dirinya sebuah pesta pernikahan lagi? Selain itu ¡­ bagaimanapun juga, pria itu telah pergi selama bertahun-tahun. Betapapun besarnya hasrat yang dimiliki oleh suaminya, itu pastinya sudah hampir tidak ada yang tersisa. Su Qianci seharusnya memikirkan mengenai hal itu. Namun, bukankah mereka baik-baik saja beberapa hari yang lalu? Apakah hanya karena dirinya menolak suaminya pagi hari tadi, sehingga Li Sicheng tiba-tiba menjadi dingin pada dirinya? Itu tidak masuk akal ¡­. Namun, Su Qianci tidak dapat menemukan penjelasan yang cocok untuk kebohongan dan kelainan suaminya yang tiba-tiba. Wanita itu memegang ponselnya, merasa rumit. Apa yang terjadi? Dia menghubungi Li Sicheng lagi, tetapi hasilnya masih sama. Anak-anak berlarian di pantai dan bersenang-senang, tetapi pikiran Su Qianci sedang kusut. Apa ini? Li Sicheng berubah secara tiba-tiba. Apa maksud suaminya itu? Embusan angin membuat hatinya semakin berantakan dan masam. Jika Li Sicheng benar-benar sudah berubah pikiran, apa yang harus Su Qianci lakukan? Su Qianci dengan sedih menemukan bahwa dirinya sebenarnya tidak memiliki perasaan aman. Selama empat tahun, dirinya menantikan kepulangan suaminya setiap hari. Sekarang pria itu sudah kembali, Su Qianci merasa seperti sedang bermimpi setiap hari. Sekarang, dirinya akhirnya terbangun dari mimpinya. "Bu, ayo main!" Li Jianqian berlari ke arah Su Qianci, memegang tangan ibunya dan berseru, "Ersu dan Mosen telah pergi ke sana. Ayo kita main bersama!" Su Qianci menatap wajah kecil Li Jianqian yang terlihat sangat mirip dengan Li Sicheng, tersenyum, dan mengikuti putranya ke tepi laut di mana Li Jianyue dan Li Mosen berada. Tidak ada yang mengetahui bahwa sepasang mata telah tertuju pada mereka dalam kegelapan, dengan kebencian yang getir. Li Sicheng benar-benar tidak berada di sini. Jadi, sudah waktunya untuk melakukannya. Kali ini, begitu istri dan anak-anak Li Sicheng ditaklukkan, pria itu tidak akan pernah dapat merasa bahagia lagi. Su Qianci menyadari bahwa seseorang sedang menatap dirinya, tetapi ketika melihat ke belakang, hanya ada kerumunan orang-orang yang datang dan pergi. Sepertinya tidak ada yang menatap ke arah sini. Ilusi? Wanita itu tidak terlalu memedulikannya, jadi dia cepat-cepat berbalik dan bermain dengan anak-anak. Ketika anak-anak merasa lelah, Su Qianci membawa mereka untuk duduk di kursi di pantai dan memesan minuman untuk mereka masing-masing. Saat menunggu, sang pelayan tiba-tiba berkata dalam bahasa Inggris, "Miss Tang, your freshly squeezed orange juice 1 ." Saat mendengar ''Nona Tang'', punggung Su Qianci menjadi kaku. Dia menoleh dan melihat ke arah suara tersebut. Itu adalah seorang wanita muda ramping yang mengenakan kacamata hitam besar yang menutupi wajahnya. Gadis itu memiliki sebuah bentuk tubuh yang sangat bagus, sedang berjemur dalam bikini. Setelah meminum jusnya, Nona Tang berkata dengan sebuah senyum yang menawan, "Thank you 1 ." Su Qianci melihat beberapa kali dan menemukan bahwa karakteristik wajahnya terlihat sangat alami. Untungnya, itu bukan Tang Mengying. Dia menghela napas lega, diam-diam menertawakan dirinya sendiri. Dirinya sudah bersikap terlalu sensitif. Ada banyak orang dengan nama belakang itu di China. Tang Mengying sekarang adalah seorang penjahat buronan, jadi bagaimana mungkin dia dapat datang ke Maladewa? Tetapi Su Qianci masih menoleh dan berkata, "Awasi anak-anak. Jangan biarkan mereka sendirian." Ketiga pengawal itu mengangguk pada saat bersamaan. Su Qianci sekali lagi menunduk dan berkata kepada anak-anak, "Ingatlah untuk mengawasi adikmu. Ersu, ingatlah untuk tidak berlarian. Ikuti Bibi Shuang Yu dan Paman Cheng dan Paman De. Ingat?" "Oke!" Setelah Su Qianci selesai, dia tidak bisa menahan diri untuk menoleh kembali ke arah Nona Tang yang berada di belakangnya. Wanita itu tersenyum dan mengangkat jusnya kepada Su Qianci, tersenyum dan bersikap ramah. Sepertinya tidak ada yang salah. Nona Tang, ini jus jeruk yang baru saja diperas milik Anda. Terima kasih Chapter 731 - Blasteran, Orang Asing! Su Qianci juga tersenyum pada wanita itu dengan sopan. Dengan segera, wanita bermarga Tang itu berdiri dan pada saat itulah Su Qianci menyadari bahwa tubuh wanita ini sangat seksi. Kakinya panjang, tubuhnya berbentuk S, wanita itu sekarang berjalan masuk dengan jus di tangannya. Su Qianci merasa semakin yakin bahwa wanita itu bukanlah Tang Mengying. Tang Mengying tidak secantik itu secara alami. Itu mungkin hanya nama keluarganya saja yang sama. Ketika anak-anak telah menghabiskan jusnya, mereka berlari ke pantai kembali. Su Qianci juga duduk di pantai, bermain pasir dengan mereka dan membantu mereka membangun istana pasir. Sekitar pukul lima, mereka kembali ke hotel untuk makan. Mereka makan hidangan prasmanan. Bocah-bocah kecil itu duduk di kursi, mengayun-ayunkan kaki kecil mereka, sedang menunggu ibu dan Shuang Yu membawakan mereka makanan. Pengawal Cheng dan De duduk di samping mengawasi anak-anak. Samar-samar, mereka merasa ada yang menatap ke sisi ini, terutama ke arah anak-anak. Kedua pengawal itu duduk di meja sebelah dan diam-diam bersikap waspada. Ada seorang wanita cantik yang melenggak-lenggokkan pinggangnya dan menghampiri ke meja tempat ketiga anak itu sedang duduk. Wanita itu tersenyum dengan ramah dan cantiknya. Pengawal Cheng dan De saling memandang satu sama lain, berdiri pada saat yang bersamaan dan berjalan mendekat ke sana. Wanita itu rupanya tidak menyadari kehadiran pengawal di belakangnya. Dia duduk bersama Li Jianyue dan bertanya dalam bahasa Mandarin tentunya, "Adik perempuan, siapa namamu?" Namun, Li Jianyue telah menjadi lebih cerdas di bawah didikan Li Sicheng. Gadis kecil itu bertanya, "Bibi, apakah kau butuh sesuatu?" "Bibi, kursi ini sudah ada orangnya." Li Jianqian juga berkata, "Ada meja kosong di belakang. Silakan pergi ke sana." "Ya! Tidak akan ada tempat bagi ibu kami untuk duduk jika kau duduk di sini." Li Mosen juga mengangguk. Karena didesak oleh anak-anak tersebut, wanita itu terlihat sedikit malu. Akhirnya, dia mendengar bahasa Mandarin standar fasih yang diucapkan oleh Li Mosen dan terlihat terkejut. "Kalian semua memiliki ibu yang sama? Adik laki-laki ini sepertinya blasteran. Apakah ibu atau ayahmu orang asing?" Blasteran! Orang asing! Sejak dirinya sangat muda, Li Mosen telah mendengar kedua kata ini. Dua kata ini merupakan penyengat yang mengerikan bagi Li Mosen. Pada saat ini, ketika mendengar kata-kata seperti itu, Li Mosen tidak akan bersikap ramah lagi. Dia berkata dengan nada suara yang kesal, "Bibi, ibuku akan kembali. Silakan pergi." Wanita itu mencibir dan ingin mengatakan sesuatu, dan sebuah tangan diletakkan di bahunya. Seorang lelaki jangkung dan kasar berada di belakangnya, menatap wanita itu dengan tatapan merendahkan. Sepertinya pria itu tidak mengetahui bagaimana caranya berbicara. Dia langsung mengangkat wanita itu dan menariknya ke samping. Pengawal Cheng membuat beberapa gerakan. Wanita itu tidak mengerti bahasa isyarat, dan akhirnya Li Jianqian menerjemahkannya, "Paman Cheng berkata, kami tidak mengizinkan orang asing berbicara dengan anak-anak. Tolong perhatikan." Tidak ada seorang pun yang tahan jika diusir seperti ini. Ada semakin banyak orang di sekitar mereka, dan wajah wanita itu menjadi pucat pasi. Akhirnya, dia menjejakkan kakinya dan membalikkan badan. Ketika Su Qianci kembali, dia hanya melihat punggung wanita itu. Bukankah barusan itu Nona Tang? Su Qianci bertanya ke sekitarnya dan merasa sangat waspada. "Jangan berbicara dengan orang asing. Jika ada orang asing mendekati kalian, ingatlah untuk berteriak dengan keras dan panggil Paman Cheng, Paman De dan Bibi Shuang Yu. Kalian dengar aku?" Anak-anak mengangguk. Kejadian ini seperti embusan angin sepoi-sepoi. Tak satu pun dari si kembar yang peduli mengenai hal itu. Mereka masing-masing mengambil paha ayam dan mulai makan. Chapter 732 - Ketidakpedulian Yang Tiba-tiba Tapi suasana hati Li Mosen sedang tidak begitu baik, dan bocah itu terus menerus menoleh untuk menatap cermin di sekitarnya. Mata biru, rambut cokelat, dan kulit yang lebih putih dari kebanyakan orang, membuat dirinya menonjol di antara orang-orang di sekitarnya. [Adik laki-laki ini sepertinya blasteran. Apakah ibu atau ayahmu orang asing?] Kalimat ini tidak bisa meninggalkan benaknya. Bahkan saat sedang makan, Li Mosen telah kehilangan minat pada makanannya. Bahkan jika dia memanggil mereka ibu dan ayah, itu tidak mengubah fakta bahwa dirinya bukan anak kandung mereka ¡­. Su Qianci melihat keanehan Li Mosen dan tidak mengatakan apa-apa mengenai hal itu. Dia mencelupkan daging kerang yang sulit untuk dicabut ke dalam saus sebelum dia meletakkannya ke dalam mangkuk kecil Li Mosen. Dia berkata, "Mosen, makanlah daging kerangnya." Ketiga anak itu sangat menyukai makanan laut. Meskipun mereka tidak boleh makan terlalu banyak, Su Qianci membiarkan mereka memakannya sesekali. "Bu, aku juga mau!" Li Jianqian memandangi mangkuk kecil Li Mosen, mengerjapkan mata dan hampir meneteskan air liur. Su Qianci meliriknya. "Makan dulu paha ayam di tanganmu dan Ibu akan mengambilkan beberapa untukmu." Selama pembicaraan itu, Su Qianci telah membuka beberapa kerang dan memasukkan semua dagingnya ke dalam mangkuk Li Mosen. Si kembar tidak mendapatkan satu pun. Li Jianyue merasa kesal, merengut dan berkata, "Ibu tidak adil!" Lalu gadis kecil itu memandang Li Mosen. "Kakak Mosen, aku juga mau." Li Mosen memandang ke arah kerang-kerang di mangkuknya dan mendengar apa yang dikatakan Li Jianyue. Perasaan kesepian yang baru saja dirasakannya menghilang. Li Mosen tersenyum. Dia mengambilkan satu buah daging kerang menggunakan sebuah sendok untuk Li Jianyue dan menyerahkannya. "Sini, ini untuk Ersu." Li Jianyue melompat dan berseru dengan suara manisnya, "Kakak Mosen adalah yang terbaik!" Raut wajah iri terlihat di wajah Li Jianqian saat dia diam-diam mengunyah paha ayamnya. Li Mosen memberikan satu kepada Li Jianqian. "Dasu, ini untukmu." Li Jianqian merasa senang, dan dia melingkarkan lengannya di bahu Mosen. "Terima kasih, Mosen." Bibir Su Qianci melengkung. Setelah makan bersama anak-anak, wanita itu membawa mereka kembali ke kamar untuk bermain. Sementara anak-anak bermain, dia keluar dari kamar dan menekan nomor ponsel Li Sicheng. Butuh waktu lama bagi pria itu untuk menjawab telepon. Dengan segera, Su Qianci mendengar banyak suara berisik. Kedengarannya seperti suara sebuah pesta makan malam yang sedang berlangsung. Ketika mendengar bahasa Inggris yang fasih, Su Qianci tertegun dan berkata, "Bukankah kamu mengatakan kamu akan melakukan perjalanan bisnis? Apakah kamu sudah sampai?" Tapi setelah menanyakan hal itu, wanita itu langsung menyesalinya. Bagaimana jika Li Sicheng mengatakan bahwa dirinya sudah sampai? Su Qianci dengan jelas mengetahui bahwa suaminya tidak naik ke pesawat ¡­. Li Sicheng terdiam sesaat sebelum dia berkata, "Tidak, aku bertemu seorang teman sekolah dan mengatur ulang jadwalnya. Aku akan melakukan perjalanan bisnisnya besok. Apakah anak-anak tidur?" "Belum ¡­. Ini baru jam delapan." "Oh ¡­ aku lupa tentang perbedaan waktunya. Kamu sudah makan?" "Ya. Kapan kamu datang?" "Aku tidak akan pergi. Aku akan langsung pulang ke rumah setelah perjalanan bisnisnya. Masih ada beberapa hal yang harus dilakukan. Aku harus pergi sekarang. Tidurlah lebih awal." Setelah itu, Li Sicheng menutup teleponnya. Su Qianci hanya merasakan hatinya kosong. Apa yang terjadi pada suaminya? Li Sicheng baik-baik saja pagi ini. Apakah dia marah hanya karena dirinya ditolak? Su Qianci merasa sepertinya hanya dalam beberapa jam saja, mereka menjadi begitu asing. Rasa ketidakpedulian yang tiba-tiba membuat dirinya lengah. Otaknya berantakan. Sambil bersandar di dinding, Su Qianci merasa kebingungan. Setelah Li Sicheng menutup telepon, dia mengangkat telepon rumah, yang merupakan panggilan telepon dari Cheng You. "Tuan Li, sudah siap sekarang." Chapter 733 - Aku Juga Merindukanmu "Oke, apakah sang pemburu sudah siap?" "Semuanya sudah siap. Anda dapat mulai kapan saja," kata Cheng You, terdiam sesaat, dan bertanya, "Bos, keluarga Bo yang bekerja dengan Tang Mengying empat tahun lalu itu, apakah mereka berkaitan dengan Rong Rui?" Li Sicheng berdiri di pintu ruangan privat, memegang ponselnya tanpa berbicara. Setelah beberapa saat, pria itu berkata dengan suara pelan, "Aku tidak tahu. Kau tanyakan saja pada Rong Rui." "Saya tahu kalau Anda mengetahuinya. Apakah Rong Anna itu sepupu Rong Rui? Saya selalu mengetahui bahwa Susu adalah sepupu Rong Rui. Rong Anna ini adalah gadis yang dulu tinggal di keluarga Rong, kan? Orang tua dari Susu mengenali Susu dan membawanya kembali. Itulah sebabnya Anna membenci Susu dan menculiknya empat tahun yang lalu. Mereka adalah yang disebut-sebut sebagai geng perdagangan narkoba, kan?" Suara Cheng You terdengar dipenuhi dengan kecurigaan dan ketakutan. Meskipun asisten itu mengajukan banyak pertanyaan, dirinya tidak bisa mendapatkan sebuah jawaban dari Li Sicheng. Hati Cheng You sangat kecewa. Pada akhirnya, dia hampir terisak-isak. Setelah menghela napas panjang, dia bertanya mengenai salah satu hal yang paling ingin dia ketahui, "Rong Rui, apakah dia ikut ambil bagian dalam perdagangan narkoba?" "Tidak." Li Sicheng hanya menjawab pertanyaan terakhir itu. Suaranya yang dalam dan lembut membuat hati Cheng You menjadi tenang. Cheng You menghela napas dan terkekeh-kekeh pelan. Li Sicheng menyadari perubahan emosi asistennya dan akhirnya berkata, "Sudah ya." Setelah menutup teleponnya, Li Sicheng melihat jam, dan mohon diri kepada mereka yang berada di ruangan privat itu, dia meninggalkan ruangan tersebut. Keesokan harinya, pria itu mengambil penerbangan pada pukul lima pagi dan berangkat ke Irlandia. Cheng You sibuk dalam dua hari terakhir. Pada saat ini, wanita itu bahkan tidak punya waktu untuk melepas sepatu hak tingginya sebelum dia memulai video call pada Rong Rui, yang berada jauh di China. Namun, tidak ada jawaban. Dia menelepon dan menemukan bahwa ponsel suaminya dimatikan. Apa yang terjadi? Ketika dia sedang memikirkan mengenai hal itu, tiba-tiba bel pintu hotel berbunyi. Cheng You bertanya dalam bahasa Inggris, "Siapa itu?" Itu adalah suara seorang pria muda dengan sebuah senyuman. "Layanan kamar." Suara ini ¡­. Cheng You terkejut, dan dia langsung berdiri dari sofa dan membuka pintu. Rong Rui sedang menggendong putri mereka, berdiri di luar pintu, tersenyum. "Nyonya Rong, apakah Anda membutuhkan layanan kamar?" Cheng You menatap pria itu untuk waktu yang lama, terkekeh-kekeh, berdiri berjinjit dan memeluk suaminya dengan putri mereka di tengah-tengah. Raut wajah Rong Rui menjadi lembut. Dia menepuk-nepuk punggung istrinya dengan lembut dan berbisik, "Ada apa?" Cheng You mendengar suara ini dan meledak dalam tangis. Dia menenangkan dirinya dan bertanya, "Bagaimana kau bisa ada di sini?" "Putri kita merindukanmu." Rong Rui menggendong gadis kecil itu, membuat Panpan menghadap ke arah Cheng You. Putrinya sedang menjulurkan lidahnya yang merah muda, mengacungkan sebuah kepalan kecil ke arah Cheng You. Rong Rui tersenyum dengan lembut dan menatap istrinya dengan matanya yang berwarna kuning kecokelatan. Suaranya rendah. "Aku juga merindukanmu." ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Pukul sebelas malam, Lu Yihan masih belum kembali. Luo Zhan membolak-balikkan badan di tempat tidur, dan masih belum bisa tidur pada pukul dua pagi. Masih belum ada tanda-tanda Lu Yihan akan kembali. Dia mengambil ponsel, menekan nomor Lu Yihan, dan mendapati ponsel pria itu dimatikan. Apa-apaan ini? Ke mana orang ini pergi? Lu Yihan tidak pernah pulang selarut ini. Apakah dirinya salah paham? Lu Yihan sebenarnya tidak pergi keluar? Luo Zhan bangkit, menyalakan lampu dan masuk ke dalam kamar Lu Yihan. Dia melihat ke sekeliling dan menemukan bahwa barang-barangnya tertata dengan rapi, tetapi ¡­ koper di atas lemari sepertinya tidak ada. Dia membuka lemari dan menemukan banyak pakaian Lu Yihan yang menghilang. Chapter 734 - Menunggu Teleponnya Apa artinya itu? Kapan Lu Yihan pergi? Dia juga membawa koper dan pakaiannya, tanpa memberi tahu siapa pun. Apakah dia kembali ke kota asalnya? Apakah dia melakukan perjalanan bisnis? Atau apakah dia pergi berlibur pada hari libur nasional ini? Luo Zhan hanya merasa sedikit tidak nyaman. Apakah Lu Yihan ¡­ menyadari apa yang telah terjadi pada sore hari itu? Oleh karena itu ¡­. Tidak, ini adalah pertama kalinya bagi dirinya melakukan kejahatan seperti itu! Apakah dia benar-benar bernasib buruk? Selain itu, dia tidak bersungguh-sungguh ¡­. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, dan melakukan hal itu tanpa sadar ¡­. Luo Zhan merasa buruk, sekali lagi mengangkat ponselnya, dan mendapati bahwa panggilan teleponnya tidak dapat tersambung. Pria itu kemudian membuka WeChat dan mengirimi Lu Yihan sebuah pesan: Di mana kau? Perbedaan waktu antara China dan Irlandia adalah delapan jam, dan membutuhkan waktu 12 jam untuk terbang ke sana. Ketika Lu Yihan menerima pesan itu, dia sedang berada di bandara Dublin. Pukul 11:30 di malam hari. Ketika melihat pesan ini, Lu Yihan memandanginya untuk sesaat, dan menyadari bahwa sekarang seharusnya pukul 6 pagi di China. Dia mengirimkan lokasi dirinya pada Luo Zhan, meletakkan ponselnya, dan pergi ke hotel. Luo Zhan terbangun oleh suara nada dering ponselnya. Dia segera membalikkan badan untuk memeriksa pesan itu. Setelah melihat bahwa itu adalah Irlandia, hatinya terasa dingin. Apakah perlu untuk bersembunyi sejauh ini ¡­. Sungguh seorang pengecut ¡­. Matanya sedikit terasa berat. Luo Zhan mengirimi Lu Yihan sebuah pesan lain: Apa yang kau lakukan di sana? Berlibur? Tak ada balasan. Luo Zhan merasa hatinya dingin, dan hampir terlepas. Apa yang harus dia lakukan? Lu Yihan pastilah sudah mengetahuinya ¡­. Apa yang harus dia lakukan selanjutnya? Tepat ketika Luo Zhan sedang bingung, ponselnya tiba-tiba berdering. Itu adalah Su Qianci. Ketika mengangkat teleponnya, pria itu sedikit melamun dan menjawab, "Kakak ipar." "Luo Zhan, apa kau tahu ke mana Li Sicheng pergi untuk perjalanan bisnisnya?" "Ah, dia sedang dalam perjalanan bisnis?" Luo Zhan benar-benar tidak mengetahuinya. "Dia tidak memberitahumu?" Ketika mendengar kata-kata Luo Zhan, wanita itu merasa sedikit kecewa. "Tidak, dia sepertinya marah padaku. Sudah agak aneh sejak kemarin pagi." "Tidak mungkin, dia bisa marah dengan siapa pun kecuali kau. Kemungkinan besar dia benar-benar harus pergi. Jangan menanggapinya secara berlebihan." Luo Zhan duduk tegak. "Kau membawa anak-anak ke Maladewa?" "Ya." "Dia tidak pergi?" "Ya ¡­." Luo Zhan juga merasa sedikit aneh. Dengan temperamen Li Sicheng, bagaimana mungkin dia pergi ke suatu tempat sendirian pada saat liburan keluarga? Dia mengerutkan kening, mengambil ponselnya yang lain, dan menekan nomor Li Sicheng. Ponsel pria itu dimatikan. Hei, ada apa dengan Li Sicheng dan Lu Yihan? Apakah mereka bersembunyi pada saat yang bersamaan? "Jika dia sedang dalam perjalanan bisnis, dia pastilah sedang berada di pesawat. Aku akan bertanya padanya nanti. Jangan berpikir berlebihan dan menakuti dirimu sendiri. Li Sicheng sangat kapabel dan tidak akan terjadi apa-apa padanya." Setelah kata-kata itu keluar, Luo Zhan menyadari bahwa dirinya mungkin keliru. Dia menambahkan, "Li Sicheng hanya memiliki dirimu di dalam hatinya, jadi jangan khawatir." "Terima kasih, Luo Zhan." "Oh, jangan khawatir! Hati-hati dengan anak-anakmu. Aku akan tidur sebentar sekarang, dah." "Oke." Setelah menutup telepon, Su Qianci akhirnya menjadi sedikit tenang. Bahkan Luo Zhan pun berkata demikian. Jadi, Li Sicheng akan baik-baik saja, bukan? Jadi, wanita itu menunggu selama tiga hari dengan suasana hati yang tegang dan menahan keinginannya untuk menghubungi Li Sicheng. Dia menunggu suaminya berhenti marah dan menghubungi dirinya. Namun, Li Sicheng tidak menghubunginya, tidak sekali pun. Chapter 735 - Para Pria Menginginkan Wajah Yang Segar Hal ini membuat Su Qianci merasa sangat kecewa. Akhirnya, wanita itu tidak bisa menahan diri lagi. Dia mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Li Sicheng. Saat itu pukul sembilan pagi di Maladewa. Membutuhkan waktu lama bagi suaminya untuk menjawab panggilan telepon itu. Suara Li Sicheng terdengar mengantuk, seolah-olah pria itu baru saja bangun tidur. Suaranya dalam dan rendah seperti biasanya. "Apa yang terjadi?" Kalimat pertama suaminya bukan ''halo'', bukan ''sayangku'', bukan ''Nyonya Li'', tetapi ''apa yang terjadi'' yang terasa asing. Su Qianci mendengar pertanyaan itu, dan matanya tiba-tiba terasa panas dan basah. Tenggorokannya tersumbat oleh sesuatu, terasa menyakitkan. "Li Sicheng," panggilnya, sedikit terisak-isak. Dia tidak memanggil pria itu dengan sebutan sayang, atau Tuan Li, tetapi Li Sicheng. Dirinya jarang memanggil nama lengkap suaminya seperti ini, yang merupakan sebuah simbol kemarahan atau suasana hatinya yang buruk. Namun, Li Sicheng hanya menjawab dengan samar-samar, "Ya." Hati Su Qianci terasa sakit. Li Sicheng sepertinya tidak mengetahuinya ¡­. Atau, suaminya berpura-pura tidak mengetahuinya. Sambil berusaha menahan air matanya, wanita itu dengan tenangnya bertanya, "Apa yang sedang kamu lakukan?" "Tidur." "Ke mana kamu pergi untuk perjalanan bisnisnya?" "Dublin." Dublin, ibukota Irlandia. Li Sicheng mengatakan bahwa dirinya akan membawa istrinya ke Irlandia untuk sebuah pesta pernikahan mewah. Tapi ¡­ tapi ¡­ pria itu pergi sendirian, dan meninggalkan istri dan anak-anaknya di Maladewa. Mengapa? Su Qianci merasa sakit hati dan ingin menangis. Tuhan mengetahui bahwa asalkan Li Sicheng memberi penjelasan padanya, Su Qianci bisa berbohong pada dirinya sendiri dan percaya pada suaminya. Tapi sekarang ¡­ wanita itu merasa sangat tidak aman. Apa perbedaan antara perilaku dirinya dan seorang wanita biasa yang terus-menerus menyelidiki suaminya? Keheningan yang canggung tercipta di kedua belah pihak. Terdengar suara bantingan yang lembut di sana, dan suara Li Sicheng masih terdengar rendah, dengan sebuah emosi yang tak bisa dipahami. Pria itu berkata, "Jam empat pagi di sini. Aku mengantuk." Su Qianci merasakan sebuah rasa sakit yang kelam di hatinya. Tanpa mengatakan apa-apa, wanita itu langsung menutup teleponnya. Setelah menutup telepon, dia mendapati bahwa matanya berlinang air mata. Dengan sedikit kedipan pun, air mata itu menetes. Suasana hatinya ¡­ sangat buruk. Liburan yang telah lama dinantikannya benar-benar menjadi tidak berarti karena ketidakhadiran Li Sicheng. Terutama saat ini, pria itu bahkan tidak memberikan penjelasan atau sebuah panggilan telepon pun. Su Qianci merasa sangat putus asa. Ketiga anak kecil itu bermain bola dengan sekelompok anak-anak, berlarian dengan gembira, terutama Li Jianyue. Suara tawa gadis kecil itu bisa terdengar dari kejauhan. Ketika memandangi ketiga anak kecil itu, Su Qianci menenangkan dirinya sendiri dan membuka sebuah forum ibu yang telah sering diperiksanya tetapi jarang menulis apa pun. Ini adalah sebuah situs web yang dikembangkan oleh Lu Yihan. Jumlah penggunanya sangat banyak, dan Su Qianci menjadi moderator di bagian gosip. Su Qianci mengeklik "tulisan baru" dan mengetik, "Dalam situasi seperti apa seorang pria akan merasa bosan dengan istrinya?" Tulisan itu segera mendapat banyak balasan: [Ibu_Beruang]: Moderator benar-benar menulis sesuatu! Ada banyak situasi seperti itu. Misalnya, seorang wanita telah menjadi jelek, bentuk tubuhnya tidak bagus lagi, kulitnya tidak mulus lagi, atau memang sudah terlalu lama. Sebenarnya tidak ada alasan khusus untuk hal itu terjadi pada seorang pria. [Wanita_hamil_besar]: Jika cintanya sudah hilang, itu benar-benar hilang. Para pria menginginkan wajah yang segar dan merasa bosan dengan mudah! [Takberwajah]: Moderator sayang, dalam situasimu, itu mungkin hanya karena kau menolak suamimu, yang mana membuatnya merasa bosan. Jadi pergi carilah pria lain, dan berhati-hatilah. Chapter 736 - Pria Yang Dia Cintai, Li Sicheng, Berselingkuh [Tututututu]: Para pria memang seperti ini. Kemungkinan besar perasaan suamimu adalah seperti ini: Jika kau tidak memberikan ''itu'' kepadanya, maka dia bisa pergi ke wanita yang lain, yang mungkin lebih cantik dan lebih seksi daripada dirimu. Dan kemudian dia dapat mengambil kesempatan ini untuk memberitahumu bahwa pesona dirinya hebat, dan kau bukanlah yang satu-satunya. Semua balasan tersebut memperburuk perasaan Su Qianci. Setiap kalimat menusuk hatinya, karena hal itulah yang sedang dia pikirkan ¡­. Namun, empat tahun lalu, Li Sicheng pergi ke gudang yang terbengkalai itu untuk Su Qianci, dan hampir meninggal. Jika pria itu benar-benar tidak lagi mencintainya, maka perasaan mendalam pada saat itu, bukankah semuanya itu adalah sebuah lelucon? Oleh karena itu, mustahil. Li Sicheng pasti sedang sibuk! Namun, penipuan diri seperti itu dihancurkan oleh sebuah pesan di sore hari. Pada pukul tiga sore, anak-anak merasa lelah dan sedang tidur siang. Su Qianci tidak berminat untuk bepergian. Sambil duduk di kamar, dia memuat ulang tulisan yang dia unggah sebelumnya ketika sebuah pesan WeChat masuk. [Lu Yihan]: [Foto] Di dalam foto itu terlihat Li Sicheng sedang duduk di kursi penumpang sebuah mobil, sementara seorang wanita duduk di kursi pengemudi. Sepertinya wanita itu berusia dua puluh atau tiga puluh tahun. Seorang wanita berambut pirang yang mengenakan sebuah mantel kedap air berwarna coklat yang indah, dengan riasan halus di wajahnya. Mereka berdua sepertinya sedang berbincang-bincang. Raut wajah Li Sicheng sangat lembut, seperti ¡­ ketika pria itu biasanya menatap Su Qianci. Su Qianci tercengang, memegangi ponselnya di dalam kamar. Dia memperbesar foto itu berulang kali untuk memeriksa setiap detail karakteristik wajah mereka. Mengenalnya selama bertahun-tahun memberi tahu Su Qianci bahwa orang ini adalah Li Sicheng, pria yang sangat dia cintai! Ketika memandangi foto ini untuk waktu yang lama, Su Qianci dengan segera merasa bahwa langit di atasnya runtuh, dan akhirnya dia tidak bisa menahannya, memegangi ponselnya dan menangis tersedu-sedu. Wanita itu adalah wanita di bandara pada hari itu! Teman sekolah? Akankah Li Sicheng memiliki ekspresi wajah seperti itu ketika berbicara dengan seorang teman sekolah biasa? Raut wajah Li Sicheng bahkan tidak terlihat seperti itu ketika sedang berbicara dengan orang tuanya! Su Qianci dulu berpikir bahwa raut wajah Li Sicheng yang seperti ini adalah miliknya secara eksklusif. Dia dulu berpikir bahwa suaminya hanya akan bersikap lembut pada dirinya. Seperti yang Li Sicheng katakan, pria itu akan mencintainya selamanya ¡­. Tapi kenyataan itu baru saja memberinya dua buah tikaman berdarah! Mengapa? Hanya karena dia menolak suaminya beberapa hari yang lalu? Su Qianci tiba-tiba merasa sangat konyol. Apakah itu hanya sebuah alasan bagi Li Sicheng? Sebenarnya, pria itu sudah lama ingin membuangnya, kan? Mungkin karena hal itulah Li Sicheng sengaja membuatnya kelelahan hanya untuk memberinya sebuah pukulan keras. Bagus sekali ¡­. Langkah besar Li Sicheng ini telah mengalahkannya, dan Su Qianci tidak dapat menyimpan harapan apa pun dalam hatinya. Su Qianci mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Li Sicheng. Ponselnya berdering belasan kali sebelum diangkat. Begitu teleponnya terhubung, Su Qianci mendengar suara tawa dari sana. Itu adalah suara seorang wanita. Su Qianci menahan keinginannya untuk menangis dan bersuara dengan sebuah isakan, "Apa yang sedang kamu lakukan?" "Aku sibuk." Suara Li Sicheng terdengar lembut, terdengar sama seperti biasanya. "Ada apa?" Su Qianci terdiam beberapa saat sebelum dirinya bertanya, "Li Sicheng." "Ya?" "Jika ¡­ kamu tidak ingin bersamaku lagi, ingatlah untuk memberitahuku, aku tidak akan memaksamu." Jika kamu memiliki wanita lain di luar, ingatlah untuk memberitahuku. Aku tidak akan berbagi seorang pria dengan wanita lain. Tapi dia tidak bisa mengatakan kalimat yang terakhir. Kesedihan dan kelelahan menelan dirinya. Chapter 737 - Anak-anak Masih Kecil, Aku Tidak Ingin Berpisah Dengan Dia Su Qianci menangis tersedu-sedu dan terisak-isak. Li Sicheng menjadi terdiam beberapa saat, dan kemudian pria itu berkata, "Jangan berpikir berlebihan. Aku sedikit sibuk di kantor belakangan ini dan tidak bisa meninggalkan Dublin. Aku akan kembali dalam beberapa hari. Jangan memikirkan tentang hal itu dan jadilah gadis baik." "Benarkah?" "Iya, benar." "Apa yang sedang kamu lakukan di Irlandia?" Su Qianci bahkan semakin terisak-isak. Dia tidak dapat menahan diri untuk berseru, "Jika sesuatu telah terjadi, katakan saja padaku langsung. Aku sedang menebak-nebak semuanya sendirian dan membuat diriku sendiri menjadi gila. Aku tidak tahan, Li Sicheng ¡­." Li Sicheng mengerutkan kening. Jantungnya berdegup kencang dan pria itu bertanya dengan cemas, "Apa yang terjadi padamu? Apa yang terjadi?" "Aku ¡­" Tiba-tiba Su Qianci tidak mengetahui harus berkata apa. Jika dia memberitahu suaminya apa yang dikatakan Lu Yihan padanya, hal itu pastinya akan menyakiti Lu Yihan. Namun, dia masih merasa sangat tidak nyaman. Dia tidak pernah mengetahui bahwa Li Sicheng adalah orang seperti ini. Seorang aktor yang baik seperti itu, untuk orang lain, dan untuknya. Wanita cantik itu duduk di sebelah suaminya, dan ekspresi wajah Li Sicheng begitu lembut, tetapi sekarang pria itu mengatakan kepadanya bahwa dia sedang sibuk di kantor ¡­. Dasar pembohong! "Su Qianci," suara Li Sicheng terdengar sedikit berat. "Jangan berpikir berlebihan. Aku benar-benar sibuk." "Lalu kenapa kamu tidak meneleponku?" "Aku lupa." Su Qianci tiba-tiba merasa ingin tertawa, tetapi dirinya tidak bisa tertawa. Di masa lalu, tidak peduli seberapa sibuknya Li Sicheng, dia tidak akan pernah lupa. Di masa lalu, tidak peduli seberapa sibuknya Li Sicheng, dia tidak akan mengakhiri pembicaraan terlebih dahulu, atau menutup telepon terlebih dahulu. Li Sicheng telah berubah. Su Qianci tidak ingin mengatakan apa-apa lagi dan langsung menutup teleponnya. Li Sicheng menelepon balik. Su Qianci langsung menolak untuk menerima telepon itu. Wanita itu berpikir bahwa Li Sicheng akan menelepon kembali. Namun, pria itu tidak melakukannya. Hati Su Qianci terasa dingin dan mati. Situasi ini bahkan lebih buruk daripada ketika mereka bertengkar. Ponsel Su Qianci bergetar. Itu adalah sebuah pesan WeChat. [Lu Yihan]: Datanglah ke Dublin. Aku tidak bisa melangkah maju untukmu. Jika kau memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada Li Sicheng, Kau dapat mengatakannya langsung kepadanya. [Lu Yihan]: [emoji senyum] Aku akan menjemputmu. Aku sedang menyelidiki di hotel mana dia menginap dan akan memesan kamar untukmu di sebelah kamarnya. Su Qianci melihat kata-kata ini dan merasa sangat konyol. Lu Yihan mengatakan bahwa Su Qianci harus pergi menangkap suami yang sedang berselingkuh? Mungkin jika dia menginap di sebelah kamar suaminya, dia bisa menangkap basah Li Sicheng? [Qian Qian Su Ci]: Yihan, aku tidak ingin pergi. [Lu Yihan]: ? [Qian Qian Su Ci]: Anak-anak masih kecil, aku tidak ingin berpisah dengan dia. [Lu Yihan]: ¡­. Setelah merapikan pakaiannya, Su Qianci berjalan keluar dan menekan bel pintu kamar anak-anak. Shuang Yu membukakan pintu dan membiarkan Su Qianci masuk. Anak-anak semuanya tertidur, dan Li Jianqian terlihat persis seperti Li Sicheng dalam tidurnya. Mereka masih sangat kecil. Ulang tahun keempat mereka tiga hari lagi, dan ulang tahunnya sendiri besok ¡­. [Aku akan merayakan setiap ulang tahunmu bersamamu.] [Hari ini adalah hari ulang tahunku, kan?] [Ya.] [Jika aku menginginkan sebuah permintaan ulang tahun, kamu akan mengabulkan keinginanku, bukan?] [Ya.] [Kalau begitu, bisakah kamu berjanji untuk merayakan hanya ulang tahunku saja?] Pada saat itu, Li Sicheng menatap istrinya dengan hanya satu kata: [Ya.] Setelah empat tahun berlalu, Su Qianci berpikir bahwa Li Sicheng akan menemaninya pada hari ulang tahunnya kali ini. Namun ¡­ kenyataannya seringkali lebih kejam daripada yang ideal. Kali ini, Li Sicheng tidak berada di sisinya. Setelah memandangi anak-anak yang sedang tidur untuk waktu yang lama, Su Qianci menarik napas dalam-dalam, menyalakan ponselnya, dan memesan tujuh buah tiket ke Dublin. Chapter 738 - Meminjam Uang Keputusan yang tiba-tiba ini membuat anak-anak dan para pengawalnya menjadi tidak siap. Su Qianci meminta mereka untuk berkemas sebelum check out. Sekelompok orang ini pergi ke bandara dengan tergesa-gesa. Secara kebetulan, Nona Tang yang tidak berhasil berbicara dengan anak-anak beberapa hari yang lalu melihat mereka dengan jelas di belakang. Sambil melenggak-lenggokkan pinggangnya yang seksi, dia meletakkan tangannya di kacamata hitamnya dan bertanya kepada staf meja penerima tamu, "Mereka sudah check out? Begitu cepat?" "Ya." "Berapa lama dia memesan kamarnya? Apakah benar-benar seminggu?" Staf servis hotel itu tersenyum dan tidak berbicara. Nona Tang terkekeh-kekeh dan dengan cepat pergi ke lantai atas. Su Qianci dengan segera tiba di bandara. Ketika wanita itu hendak mematikan ponselnya, dia melihat sebuah pesan WeChat. [Yu Lili]: Qianqian, apa kau di sana? Yu Lili jarang menghubungi Su Qianci terlebih dahulu. Su Qianci sedikit terkejut dan membalas: Ya. Yu Lili juga menjawab dengan sangat cepat: Ya ¡­ aku sedikit kesulitan uang sekarang. Bisakah aku meminjam uang darimu? [Qian Qian Su Ci]: Berapa? [Yu Lili]: 5.000 yuan ¡­. Su Qianci tidak merasa ragu sebelum dia mengeklik transfer langsung dan mentransfer uang lima ribu yuan miliknya. [Qian Qian Su Ci]: Aku harus mematikan ponselku. Sedang dalam pesawat. [Yu Lili]: Terima kasih! [Teman telah mengonfirmasi penerimaan uang.] Setelah mendapatkan uang, Yu Lili akhirnya menghela napas lega. Dia dengan cepat membayar sewa apartemen dan akhirnya duduk setelah melihat emoji OK dari pemilik apartemennya. Setelah beristirahat setengah bulan, memar-memar di tubuhnya hampir semuanya pulih. Akan tetapi, karena dia telah beristirahat selama setengah bulan, dia tidak memiliki penghasilan dari gajinya. Menghabiskan tabungannya setiap hari, kebiasaan belanja lamanya merupakan sebuah beban besar. Dirinya tidak bisa terus seperti ini lagi ¡­. Dia harus mencari pekerjaan paruh waktu sekarang. Setelah menghitung uang yang tersisa, wanita itu mendapati bahwa dirinya hanya mempunyai sisa uang 300 yuan lebih. Setelah membayar sewa kuartal melalui WeChat, dia hanya memiliki kurang dari 100 yuan di akun bank-nya. Benar-benar menyedihkan ¡­. Dia membeli semangkuk mie di lantai bawah dan membayarnya 10 yuan melalui WeChat. Yu Lili mulai khawatir tentang kebutuhan hidup selanjutnya. Dia harus mencari pekerjaan paruh waktu sesegera mungkin. Setelah menjelajahi Internet, Yu Lili akhirnya menemukan sebuah pekerjaan paruh waktu di toko bunga. Ketika dirinya tinggal bersama Ou Ming, dia biasanya pergi ke kelas merangkai bunga dan cukup pandai dalam hal itu. Makan tiga kali sehari, gaji 150 yuan per hari, hanya untuk membantu selama hari libur nasional. Yu Lili memikirkan mengenai pekerjaan itu dan menghubungi pemilik toko bunga. Dengan segera sang bos memberitahunya agar datang untuk wawancara, setelah itu dia disuruh datang bekerja keesokan harinya. Pemilik toko bunga itu adalah seorang wanita paruh baya dengan temperamen yang lembut. Selama seharian, pekerjaannya adalah mengemas bunga-bunga dan membantu memindahkan dan memangkas bunga-bunga tersebut ¡­. Dari pukul 8:00 pagi hingga pukul 7:00 malam, Yu Lili hanya dapat berganti pakaian dan pulang ke rumah setelah toko tutup. Sekembalinya ke rumah, Yu Lili roboh di tempat tidur, terlalu lelah untuk mandi. Secara tidak sengaja, wanita itu melihat foto Ou Ming di dinding, dan tanpa sadar memikirkan senyum dingin dan ironis di wajah pria itu ketika mereka bertemu saat terakhir kali. Menghela napas, Yu Lili mandi meskipun dirinya lelah dan langsung tertidur di tempat tidur. Keesokan harinya, dia dengan jelas terbiasa dengan intensitas pekerjaan setelah hari sebelumnya. Tetapi dia bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak terduga - bosnya, Tuan Li. Tuan Li datang dan membeli 99 tangkai mawar. Pria itu melihat Yu Lili yang mengenakan pakaian kerja dan terkejut. "Yu, kenapa kau di sini? Apakah ini tokomu?" Chapter 739 - Kau Pantas Mendapatkan Jumlah Ini "Bukan ¡­." Yu Lili merasa sedikit malu dan tersenyum. "Saya bekerja paruh waktu di sini." "Luar biasa!" Tuan Li memandang tangan wanita itu dan menghela napas. "Pasti sangat sulit. Kulihat tanganmu menjadi kasar. Tanganmu dulu putih dan halus." Lalu pria itu mengulurkan tangan ke arah tangan Yu Lili. Sebelum Tuan Li bisa menyentuhnya, wanita itu menarik tangannya kembali. Yu Lili tersenyum dengan sedikit canggung. "Bos, apakah Anda membeli bunga untuk istri Anda?" "Ya, ulang tahun pernikahan, selalu harus melakukan sesuatu." Tuan Li tersenyum, dan matanya menyipit. "Kau sudah pulih? Bisakah kau kembali bekerja setelah liburan?" "Ya ¡­ ya, pekerjaan paruh waktu di sini hanya untuk selama liburan, dan ketika saya sudah selesai, saya akan kembali bekerja." "Hebat, itu bagus kalau kau rajin. Setelah kau kembali, aku akan memberimu penjelasan tentang posisi barumu." Yu Lili mengangguk, membungkus bunganya, tersenyum, dan memberikan buket itu padanya. "Sudah selesai, Tuan Li." "Terima kasih, terima kasih!" Tuan Li mengulurkan tangan dan mengusap punggung tangan wanita itu, entah sengaja atau tidak. Senyum di wajah pria itu menjadi lebih dalam dan semakin dalam. "Berapa?" Yu Lili tidak terlalu memikirkannya. "Enam ratus yuan." Tuan Li mengangguk, memegang buket bunga itu dan mengeluarkan dompetnya. Setelah menghitung enam lembar uang kertas, pria itu memberi Yu Lili tiga ratus yuan lagi. "Dibungkus dengan sangat baik. Ini tip untukmu." "Tuan Li, ini ¡­." Senyum Tuan Li semakin dalam, tetapi dengan segera dia berkata, "Itu hanyalah tip. Normal bagi para tamu untuk memberikan tip. Apakah kau memandang rendah padaku?" "Tidak, aku hanya berpikir ini terlalu banyak ¡­." Kemudian Yu Lili ingin mengembalikan uang itu. Namun, Tuan Li mengambil tangan wanita itu dan mendorongnya kembali. Dia berkata, "Kau pantas mendapatkan jumlah ini." Yu Lili tidak mempunyai waktu untuk memikirkannya sebelum Tuan Li mengambil bunga itu pergi. Kau pantas mendapatkan jumlah ini. Dia merasa kalimat itu sedikit aneh, sambil menoleh ke belakang ke arah pemilik toko. Sang pemilik toko juga menatap Tuan Li dengan sebuah tatapan aneh dan bertanya, "Siapa itu?" "Bos saya di perusahaan. Kakak Qin, ini adalah uang yang dia bayar untuk bunganya. Haruskah kita membagi-bagi tipnya?" "Beri aku 600 yuan, dan tip itu untukmu, jadi simpan untuk dirimu sendiri. Tidak mudah untuk hidup sebagai seorang gadis lajang. Tapi aku harus mengingatkanmu sebagai seseorang yang lebih tua, kau harus berhati-hati. Sepertinya dia cukup menyukaimu. Karena dia sudah memiliki keluarga, kau harus menjaga jarak darinya." "Tentu saja." Yu Lili tersenyum dan mengambil uang itu. Dia berbisik, "Orang ini sangat tua. Jika aku sedang mencari, aku akan mencari seseorang yang tinggi, kaya, dan tampan!" Kakak Qin terkekeh. "Hei, kau tidak perlu mencari seseorang yang tinggi, kaya, dan tampan, asalkan pria itu memperlakukanmu dengan baik. Lihatlah dirimu, gadis secantik dirimu, mudah untuk mencari pria mana pun." Hati Yu Lili menghangat dan mengangguk. "Betul!" "Datanglah dan bantu aku di akhir pekan di masa mendatang. Pekerjaan ini terlalu berat untukku. Terutama sangat melelahkan selama masa liburan ini. Dengan seorang gadis cantik di sini, bisnisku jauh lebih baik. Jika kau kembali lain kali, aku akan memberimu kenaikan gaji. Bagaimana dengan itu?" "Ya ¡­ tapi saya telah dipromosikan baru-baru ini, dan saya akan sibuk di kantor. Kakak Qin, saya akan membantumu ketika saya punya waktu di akhir pekan. Mengenai gajinya, mari kita bicarakan nanti, bolehkah?" Chapter 740 - Menangkap Basah "Oke, kalau begitu sudah diputuskan." Kakak Qin dengan senang mengambil tangan Yu Lili. "Lili, apakah kau punya seorang kekasih? Kau sangat cantik dan menyenangkan, pastinya banyak orang yang mengejar dirimu?" Yu Lili tersenyum, merasa sedikit canggung. "Tidak ¡­ lingkaran pergaulan saya kecil, tidak punya kekasih." "Apakah kau memiliki seseorang yang kau sukai?" Yu Lili memikirkan wajah Ou Ming. Mata wanita itu meredup, dan dengan perlahan menggelengkan kepalanya. "Belum." "Itu bagus. Putraku adalah seorang mahasiswa pascasarjana. Dia seusia denganmu dan akan lulus. Ketika dia kembali, aku akan memperkenalkan kalian berdua." Antusiasme Kakak Qin sedikit menakutkan, dan Yu Lili berkata, "Saya khawatir putra Anda tidak akan melihat saya sebagai seorang pasangan yang sepadan. Mari kita bicarakan tentang hal itu nanti ¡­." Ketika melihat raut wajah malu Yu Lili, Kakak Qin semakin menyukai gadis itu. Dia tertawa dan tidak menggoda Yu Lili lagi. Yu Lili akhirnya menghela napas lega dan pikirannya melayang jauh. Dia bertanya-tanya bagaimana keadaan Ou Ming sekarang, dan apa yang telah terjadi ¡­. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Di Bandara Dublin, Ou Ming keluar dari bandara dan melihat beberapa sosok yang dikenalnya di sana. Sebenarnya, mereka adalah Su Qianci dan anak-anaknya! Temperatur udara di Dublin sedikit rendah. Suhu hari ini adalah 10¡ãC dan mereka semua berpakaian agak terlalu tipis. Ou Ming berhenti di sana dan tidak berani melangkah maju. Dia mengambil ponselnya dan memotret mereka. Setelah mengirim foto itu kepada Li Sicheng, dia mengetik: Istri dan anak-anakmu ada di sini. Apakah kau meminta mereka untuk datang? Ketika melihat bahwa mereka pergi bersama-sama ke sebuah toko pakaian anak-anak, Ou Ming mengambil barang bawaannya dan berjalan maju, dengan berhati-hati sambil menghindari penglihatan Su Qianci. - Ketika Su Qianci sedang membeli pakaian untuk anak-anak, wanita itu mengambil ponselnya dan siap untuk menghubungi Li Sicheng. Namun, dia dengan cepat berubah pikiran dan menghubungi Lu Yihan sebagai gantinya. Suara Lu Yihan terdengar mengantuk, "Qianqian?" "Aku datang ke Dublin, baru saja keluar dari bandara. Kami sekarang berada di toko pakaian anak-anak di dalam bandara." Lu Yihan merasa sedikit terkejut dan melompat dari tempat tidurnya. "Bukankah kau bilang kau tidak akan datang?" "Aku berubah pikiran. Ada apa? Kau tidak mau menjemput kami?" Su Qianci bercanda, "Bantu aku memesan hotel, katamu di sebelah kamar Li Sicheng." "Ya ¡­ hotel tempat dia tinggal sekarang tidak punya kamar kosong. Bagaimana kalau kau datang ke hotelku?" "Bagaimana kau tahu kalau hotel Li Sicheng sudah penuh? Kau tidak tahu kalau aku datang, kan?" Su Qianci merasa sedikit aneh, mengerling dan bertanya. "Ya ¡­ aku baru saja mengantarkan klien ke sana dan mereka mendapatkan kamar yang terakhir. Selain itu, suamimu menginap di kamar VIP, yang mana merupakan satu-satunya kamar di lantai paling atas." Lu Yihan mempertimbangkan kata-katanya dan menguji, "Di mana kau sekarang?" "Bandara." "Oke, aku akan segera ke sana." ¡­. Sambil menunggu Lu Yihan datang, Su Qianci mengajak anak-anaknya makan di restoran bandara. Setelah mereka selesai makan, Lu Yihan tiba di gerbang bandara. Mereka keluar dan menemukan bahwa Lu Yihan telah menyewa sebuah mobil besar dengan penuh pengertian. Mereka semua duduk di kursi belakang, dan pria itu dengan cepat mengatur agar mereka tinggal di hotelnya. Setelah Su Qianci menyiapkan semuanya untuk anak-anak, dia bertanya kepada Lu Yihan tentang nama hotel tempat Li Sicheng menginap. Raut wajah Lu Yihan terlihat sedikit aneh dan pria itu berkata, "Ini terlalu pagi sekarang. Bukankah lebih baik untuk pergi nanti saja? Mungkin kau bahkan dapat menangkap basah mereka. Bukankah itu lebih menarik?" Chapter 741 - Dia Bosan Terhadap Tubuhnya Dan Tidak Lagi Menyukainya Menangkap basah mereka ¡­. Kata-kata ini benar-benar digunakan pada Li Sicheng. Su Qianci merasa tidak dapat bernapas, dan kedua matanya basah dan panas. Dia mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Li Sicheng. Sekarang sudah pukul 8 pagi lewat di Dublin. Biasanya, jika Li Sicheng tidak sedang bersamanya, pria itu seharusnya sudah bangun dan bekerja. Tapi ¡­ ponsel suaminya berdering belasan kali sebelum diangkat. Terdengar suara mengantuk. "Ada apa?" Su Qianci mendengar kedua kata ini dan bahkan merasa semakin buruk dari sebelum-sebelumnya. Pertanyaan itu ibarat sebuah palu berat, menghantam jantungnya. Matanya sakit, dan dia meledak dalam tangis. Tanpa mengatakan apa pun, dia langsung menutup telepon. Li Sicheng merasa sedikit kebingungan, duduk dan menemukan beberapa pesan WeChat yang belum dibaca. Dia tidak memiliki banyak teman WeChat. Totalnya kurang dari tiga puluh orang, dan mereka semua adalah keluarga dan teman-temannya. Dia mendapati pesan-pesan itu berasal dari Ou Ming. Melihat foto-foto yang sahabatnya kirimkan dan kata-katanya, Li Sicheng menatap layar ponselnya untuk waktu yang lama, dan kemudian tiba-tiba tersenyum. - Su Qianci menggigit bibir bawahnya dan menatap Lu Yihan. Mata merahnya berlinang air mata. "Apakah kau tahu apa yang terjadi pada suamiku?" Lu Yihan tidak tahan melihat Su Qianci seperti itu dan mengulurkan tangan untuk menghapus air mata wanita itu. Tapi tangannya yang besar membeku di udara. Pria itu dengan cepat membalikkan badan, mengambil dua lembar tisu dan menyerahkannya pada Su Qianci. "Tidak." "Lalu mengapa kau mengatakan bahwa aku bisa menangkap basah mereka? Apakah kau melihat suamiku dengan wanita lain?" Suara Su Qianci terdengar penuh dengan kesedihan. "Yihan, Li Sicheng bersikap dingin padaku beberapa hari ini, berbeda dari saat-saat sebelumnya. Dia dulu ingin menghabiskan seluruh waktunya bersamaku. Sekarang aku bahkan tidak mendapat sebuah telepon pun darinya. Aku membawa anak-anak ke Maladewa beberapa hari ini dan hampir menjadi gila. Kau tahu, aku tidak tahu apakah aku telah melakukan kesalahan. Benarkah seorang pria bisa merasa bosan dengan tubuh seorang wanita dan tidak lagi menyukai wanita itu?" Namun, Li Sicheng seharusnya bukan orang seperti itu. Li Sicheng, Li Sicheng-nya, seharusnya tidak seperti ini ¡­. Lu Yihan terdiam sesaat. Matanya terlihat penuh dengan makna yang tidak jelas, dan raut wajahnya agak rumit. Dia berkata, "Tidak semua pria seperti ini ¡­." Jadi maksudnya adalah sebagian besar pria bersikap demikian. Su Qianci merasa kecewa dan duduk di sofa, merasa frustrasi. Lu Yihan menatap wanita itu, merasa tidak enak juga. Pria itu mengenal sahabatnya dengan sangat baik. Su Qianci adalah seorang yatim piatu dan selalu merasa tidak aman. Mengingat betapa baiknya Li Sicheng dan perpisahan selama empat tahun, wajar bagi wanita itu untuk merasa tidak aman tentang pria seperti itu. Tapi ¡­ ya, toh tidak ada kesempatan untuk dirinya sendiri. Lu Yihan mengetahui hal itu dengan sangat baik. Menunduk menatap ke bawah, rasa frustrasinya bahkan lebih buruk daripada rasa frustrasi Su Qianci. "Masuklah ke dalam dan tidur. Aku akan memperhatikan Li Sicheng. Aku akan menghubungimu lagi jika terjadi sesuatu." Anak-anak merasa sangat lelah setelah penerbangan panjang itu dan semuanya telah tertidur. Su Qianci mendengar ini dari Lu Yihan, mengangguk, dan masuk ke dalam kamarnya. Namun, alih-alih tidur, wanita itu malah tertegun menatap langit-langit kamar. Apa yang sedang dirinya lakukan? Datang ke luar negeri untuk menangkap suaminya yang sedang berselingkuh? Hatinya dicambuk oleh sesuatu. Sebuah pemikiran yang tak dapat dijelaskan datang menghampirinya: dirinya adalah istri yang ditinggalkan oleh Li Sicheng ¡­. Chapter 742 - Mimpi Buruk Semakin dia memikirkannya, semakin buruk perasaannya. Su Qianci membolak-balikkan badannya untuk waktu yang lama sebelum dirinya jatuh tertidur. Saat malam hari, bintang-bintang bersinar dengan cemerlang. Su Qianci membuka matanya dan tempat di sampingnya kosong, tidak ada orang di sekitar dirinya. Bangkit berdiri dari tempat tidur dan pergi keluar menuju kamar anak-anak, tidak ada seorang pun juga di sana. Seluruh kamar suite itu begitu kosong sehingga terasa menakutkan. Dia menjadi sedikit panik dan berteriak, "Sayang?" Tiba-tiba, terdengar suara tawa kemenangan yang menawan di luar kamar. Su Qianci melihat ke arah tempat dari mana suara itu berasal. Seorang wanita seksi bertubuh tinggi masuk ke dalam. Pria yang bersamanya juga tinggi. Garis wajah pria itu terlihat tegas dan tanpa cela. Sambil berdiri tegak pada saat ini, pria itu menatap Su Qianci dengan tatapan dingin dan acuh tak acuh. Matanya gelap dan dalam. Su Qianci seolah-olah ditikam oleh tatapan mata pria itu, dan apa yang membuat dirinya bahkan merasa lebih tidak nyaman adalah bahwa wanita yang datang menggandeng lengan pria itu ternyata adalah Tang Mengying! Wajah Tang Mengying masih utuh, rupawan seperti sebelumnya. Pada saat ini, wanita itu menggandeng lengan Li Sicheng dengan sebuah senyum genit. "Su Qianci, kau pikir jika kau menikah dengan Kakak Sicheng, kau dapat terbang tinggi seperti seekor burung phoenix? Setelah menikah dan melahirkan, kau tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan." Kemudian, tepat di sisi lain Li Sicheng, seorang wanita berambut pirang yang cantik keluar dan menggandeng lengan Li Sicheng yang lainnya. Wanita pirang itu memprovokasi Su Qianci dengan bahasa Mandarin yang payah, "Ibu ¡­ rumah tangga ¡­ yang membosankan!" Su Qianci merasa tidak tahan lagi dan bergegas maju ke depan, tapi dia tidak menangkap apa pun. Dengan tubuh gemetar, dia membuka matanya. Ruangan itu gelap tanpa satu pun lampu yang dinyalakan. Su Qianci terengah-engah dan menyeka dahinya yang bersimbah keringat. Berdiri dan membuka pintu, dia membiarkan udara dingin masuk ke dalam. Su Qianci berjalan keluar tanpa alas kaki dan tidak ada seorang pun di ruang tamu. Ketika pergi ke kamar anak-anak, dia menemukan bahwa anak-anaknya benar-benar menghilang. Dengan jantung yang berdegup kencang, Su Qianci merasa syok. Ting! Ketika pintu dibuka, Su Qianci membalikkan badan dengan tiba-tiba dan melihat Lu Yihan masuk ke dalam. Tepat di belakang pria itu, ada seorang pelayan yang sedang mendorong sebuah kereta makan berisi makanan yang ditutupi. Lu Yihan melihat Su Qianci dan melambai pada wanita itu. "Kau sudah bangun? Kemarilah dan makan." Su Qianci menatap Lu Yihan dan bertanya, "Di mana anak-anak?" "Aku baru saja membiarkan Shuang Yu membawa mereka bermain di taman sekitar sini." Lu Yihan membuka penutup makanannya. "Ayo, hari sudah larut. Kita bisa berangkat setelah makan." Su Qianci memandangi makanan yang mengepul itu, merasa sedikit tertegun, mengangguk, dan masuk ke dalam kamar. Dia baru saja berkeringat dan merasa sedikit tidak nyaman. Setelah mohon diri untuk mandi, dia pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, makanan itu sudah menjadi agak dingin. Dia makan sebagian dan sudah pukul 8 malam. Lu Yihan berjalan di depannya, dan Su Qianci mengikutinya dari dekat, tetapi untuk beberapa alasan, wanita itu tidak lagi berani untuk melangkah maju. Berdiri diam di tempatnya, Su Qianci bertanya, "Haruskah aku menghubungi Li Sicheng dan bertanya apa yang sedang dia lakukan?" Malam masih belum larut, mungkin ¡­. "Lalu mengatakan padanya bahwa kau berada di Dublin? Bahwa kau akan mencarinya?" Lu Yihan menatap Su Qianci, merasa geli. "Investigasi macam apa ini? Ayo kita pergi. Hari ini aku akan membawamu untuk mengungkap siapa sesungguhnya Li Sicheng!" Chapter 743 - Mengungkap Siapa Sesungguhnya Li Sicheng! Mengungkap siapa sesungguhnya Li Sicheng! Untuk beberapa alasan, Su Qianci merasa bahwa kalimat ini sangat berlebihan. Terdengar sebuah suara di dalam hatinya yang meraung: kaulah yang bermuka dua! Namun, dia tidak bisa mengatakan apa-apa, betapapun jengkelnya yang dia rasakan. Setelah menyingkirkan tangan Lu Yihan dan langsung melangkah menuju lift, Su Qianci menekan tombolnya. Lu Yihan melihat bahwa wanita itu sedang tidak berada dalam suasana hati yang baik dan secara sadar diri tidak berbicara. Begitu berada di dalam lift, Su Qianci bertanya, "Di mana anak-anak?" "Bermain di lantai bawah, Shuang Yu, Cheng, dan De sedang mengawasi mereka. Tidak akan ada masalah." "Ya." Su Qianci merasa tenang karena anak-anak bersama para pengawal tersebut. Saat turun ke lantai bawah dan keluar dari hotel, dia menemukan bahwa Lu Yihan menggunakan sebuah mobil yang lain. Itu adalah sebuah Bentley hitam. Model ini terlihat bagus, tetapi kecepatannya tidak begitu cepat. Setelah masuk ke dalam mobil bersama Lu Yihan, Su Qianci memasang sabuk pengaman dan bertanya, "Di mana hotelnya?" "Tidak jauh dari sini. Aku akan membawamu ke sana." Lu Yihan menatap kaca spion dan raut wajahnya terlihat sedikit aneh. Tapi Su Qianci tidak mengetahui mengapa pria itu terlihat aneh. Mobil Lu Yihan berhenti di pintu sebuah hotel yang megah. Tetapi sebelum sabuk pengaman Su Qianci dibuka, Lu Yihan tiba-tiba berseru, "Lihat, bukankah orang itu terlihat seperti Li Sicheng?" Su Qianci melihat ke arah yang ditunjuk oleh Lu Yihan dan melihat sebuah sosok jangkung. Rambutnya pendek, postur tubuhnya tegap, Su Qianci tidak bisa melihat wajah pria itu, hanya punggungnya saja. Pria itu membawa sebuah tas merah di bahunya. Su Qianci hanya melirik pria tersebut. Sebelum dia melihat pria itu dengan jelas, pria tersebut sudah masuk ke dalam sebuah mobil. Belum sempat mengetahui apakah itu Li Sicheng atau bukan, Lu Yihan menyalakan kembali mobilnya dan mengejar pria tersebut. Pria itu melaju dengan sangat cepat seolah-olah dirinya sedang terburu-buru. Su Qianci menjerit, sementara Lu Yihan berkata, "Berpeganganlah. Aku harus mengejar mobil itu." "Tunggu, Yihan, itu mungkin bukan Li Sicheng." "Apa kau melihat wajahnya? Apa kau yakin pria itu bukan Li Sicheng?" Lu Yihan berkata dengan sedikit tergesa-gesa. "Ini keterlaluan. Dia bahkan membawa sebuah tas wanita. Itu tidak bisa ditoleransi!" Karena kata-kata Lu Yihan terdengar sangat tegas dan marah, perasaan Su Qianci menjadi terpengaruh. Benar ¡­ pria itu sedang membawa sebuah tas wanita! Keterlaluan! Lu Yihan menginjak pedal gas dan mengejarnya. Di sebelah mereka terlihat sebuah mobil Porsche berwarna merah, yang mana terlihat keren. Tidak seperti gayanya Li Sicheng ¡­. Bahkan jika suaminya menyewa sebuah mobil, dia mungkin akan memilih mobil yang berwarna hitam atau putih? Mobil merah ini lebih mirip gayanya Lu Yihan. Su Qianci merasa ada sesuatu yang salah, tetapi mobil itu dengan cepat melaju di jalan tol, mengikuti Porsche merah yang mencolok. Biasanya masuk akal jika kendaraan di depan berhenti atau melambat ketika sang pengemudi menemukan seseorang sedang mengikuti dirinya. Akan tetapi, mobil di depan malah melaju lebih cepat dan semakin cepat, karena takut terkejar. Lu Yihan berusaha lebih keras, mengemudi sejajar dengan Porsche itu, dan dengan segera mereka meninggalkan pusat kota. Tiba-tiba, kendaraan di depan menaburkan sebuah gelombang besar kelopak mawar merah muda. Beberapa kelopak bunga itu bahkan menempel di jendela, terbang melayang dari arah depan. Terlihat sebuah keindahan yang tak terlukiskan. Semakin jauh mereka mengemudi, mereka semakin masuk dalam ke pinggiran kota. Setelah hanya Tuhan yang mengetahui berapa lama mobil itu melaju, ketika Su Qianci hendak muntah akibat kecepatan tinggi, mobil di depannya tiba-tiba berhenti. Tempat di mana mereka berhenti itu berada di tengah-tengah tempat terpencil. Hutan belantara yang tertutupi oleh cahaya perak bulan yang kelam. Pria itu keluar dari mobil depan. Itu hanyalah seorang pria jangkung dengan sebuah tas merah. Pada saat ini, dia memalingkan kepalanya dan memiliki seraut wajah khas pria Irlandia. Setelah keluar dari mobil, pria itu tersenyum cerah dan mengacungkan jempol kepada Lu Yihan. Lu Yihan melengkungkan bibirnya dan menatap ke arah Su Qianci. Su Qianci tertegun. Sebelum wanita itu mengatakan apa-apa, semburan cahaya perak berkilau yang tiba-tiba itu menyilaukan pandangannya. Secara tiba-tiba, semua yang berada di bumi dilapisi oleh lapisan cahaya perak yang memesona. Chapter 744 - Putriku, Semoga Kau Bahagia Cahaya menyilaukan itu membuat Su Qianci menyipitkan matanya dan menghindari cahaya tersebut. Lu Yihan membuka atap mobil, dan cahaya menyilaukan itu menyinari bagian atas mobil, bersinar seperti sebuah aura suci dalam mimpi, menyinari tubuhnya. Su Qianci tiba-tiba merasa sedikit bingung. Tiba-tiba, pada saat tengah malam, seekor burung perak yang indah terbang melayang di atas mereka. Kilauannya menyebar ke mana-mana, membuat semuanya terasa seperti sebuah mimpi. Lu Yihan melihat ini, keluar dari mobil, pergi ke arah kursi penumpang, kemudian membantu Su Qianci membuka pintu, dan mengulurkan tangannya, "Qianqian, seseorang sedang menunggumu." Atau, sedang menunggu mereka. Seseorang sedang menunggu Lu Yihan untuk membawa Su Qianci kepadanya. Sebagai seorang ksatria. Terlihat perasaan yang rumit di mata Lu Yihan yang dalam. Kesedihan yang tersembunyi jauh di dalam mata Lu Yihan telah tersimpan selama ribuan tahun, tidak lagi diperlihatkan. Su Qianci menatap ke arah uluran tangan Lu Yihan dan merasa sedikit tertegun. Namun, wanita itu masih mengulurkan tangannya dan dengan lembut meletakkannya di atas tangan Lu Yihan. Tepat pada saat Su Qianci keluar dari mobil, terdengar suara sorak-sorai di sekitar mereka. Su Qianci terkejut dan melihat ke samping. Pada saat yang sama, angin bertiup dengan kencang. Tidak jauh darinya, ada sebuah tornado berisi berbagai kelopak bunga yang indah dan harum. Angin beraroma harum itu menerpa tubuh Su Qianci. Bunga-bunga beterbangan di sekujur tubuhnya, amat sangat menawan. Lu Yihan menarik Su Qianci dan berjalan menuju ke arah ruang kosong di bagian depan. Di sekitar mereka, lampu-lampu di tanah dinyalakan. Cahaya perak terus bertambah lapis demi lapis. Pada akhirnya, Su Qianci bahkan tidak bisa melihat pemandangan di sekitarnya. Di seluruh dunia ini, hanyalah cahaya perak yang terlihat. Sangat memesona, sangat menyilaukan. Tidak ada yang lainnya. Su Qianci entah kenapa merasa sedikit gugup. Namun, Lu Yihan menggenggam tangan wanita itu dan dengan lembut mengangkat tangan Su Qianci, dan menciumnya dengan ringan, seringan sehelai bulu. Jiwa Su Qianci bergetar. Wanita itu memandang Lu Yihan dengan tatapan tidak percaya. Lu Yihan menatap Su Qianci dengan lembut, dengan keengganan yang tak terkatakan. Suaranya lembut ketika pria itu berkata, "Tuan puteri, semoga kau bahagia." Qianqian-ku, semoga kau bahagia. Cinta pertamaku, semoga kau bahagia. Aku tidak lagi ¡­ memenuhi syarat untuk berdiri di sisimu. Seorang kesatria tetaplah seorang kesatria. Satu-satunya yang menjaga sang putri seharusnya adalah sang pangerannya. Lu Yihan tersenyum lembut dan melepaskan tangan Su Qianci. Wanita itu berdiri dalam kehampaan, tetapi satu-satunya pilar yang dia andalkan baru saja melepaskan tangannya pada saat ini ¡­. Su Qianci merasa terkejut dan menahan tangan pria itu. "Yihan, apa yang kau lakukan?" Lu Yihan tersenyum lebih dalam, tetapi perasaan terkoyak di dalam hatinya sekali lagi tak tertahankan. "Berdirilah di sini. Jangan bergerak." Lu Yihan mengendurkan tangan wanita itu dan mundur dengan perlahan, memalingkan wajah dengan enggan. Akhirnya, sosok pria itu tersembunyi di dalam cahaya perak tersebut. Su Qianci tidak bisa melihat Lu Yihan lagi. Sepertinya pria itu telah memutuskan untuk menghilang ke dalam dunia Su Qianci. Perasaan yang tak bisa dijelaskan ini membuat Su Qianci merasa sedikit sesak napas. Tepat ketika dirinya sedang kebingungan, sebuah lengan melingkari pinggangnya. Perasaan yang dikenalnya, aroma yang dikenalnya, datang dari arah belakang. Tubuh Su Qianci menjadi kaku dan membeku di tempat dirinya berada. Pria di belakangnya mendekat. Suaranya terdengar rendah dan lembut, dan dia berkata, "Jangan takut. Aku di sini." Chapter 745 - Kebenaran Dari Perselingkuhan Li Sicheng Suara rendah yang terdengar di telinganya itu tumpang tindih dengan suara yang Su Qianci dengar empat tahun lalu. Pada tahun itu, Li Sicheng dipukuli di depan matanya. Ketika dirinya hampir pingsan, suaminya juga mengatakan kalimat ini pada dirinya. Suara itu membawa kembali ingatannya. Mata Su Qianci menjadi masam, tapi dirinya tidak bergerak sedikit pun. Rasanya seperti pria yang sedang tersenyum padanya sambil muntah darah tersebut muncul lagi di depan matanya. Li Sicheng memeluk Su Qianci dari belakang. Pelukannya dipererat dan pria itu semakin mendekat. Mengubur wajahnya di leher istrinya, dia mencium Su Qianci dengan lembut dan berbisik, "Nyonya Li, selamat ulang tahun." Tubuh Su Qianci kaku dan tidak bereaksi. Atau, dirinya lupa apa yang harus dilakukannya. Tiba-tiba, terdengar suara ledakan sorak-sorai di sekitar mereka. Cahaya perak yang menutupi bumi dan langit itu mundur dari titik tertentu di bagian atas. Kegelapan kembali menguasai. Musik yang ringan dan menakjubkan berkumandang, dan kupu-kupu berwarna-warni mengepakkan sayap mereka, terbang melayang di seluruh langit. Kupu-kupu berwarna-warni terbang melayang tinggi di langit. Su Qianci mau tidak mau melihat ke atas. Dia melihat bintang-bintang, sedang bersinar bersama dengan cahaya bulan yang terang. Galaksi itu menghiasi langit malam yang gelap. Kupu-kupu beterbangan di sekitarnya, dan cahaya peraknya masih meliputi tempat itu¡­. Menakjubkan! Su Qianci telah hidup selama dua generasi dan belum pernah melihat pemandangan seperti itu. Sangat menawan! Hal-hal indah yang telah dia lihat bila digabungkan mungkin kurang mengesankan dibandingkan dengan apa yang sedang dirinya lihat saat ini. Menyentuh ¡­. Apakah ini kebenaran dari "perselingkuhan" Li Shicheng? Tanpa sadar, Su Qianci sudah meneteskan air mata. Di hadapan dirinya, pemandangan cantik ini sudah cukup untuk memuaskan fantasi wanita mana pun. Impian, sempurna, dan menakjubkan. Itu bukan efek khusus dalam sebuah film, atau adegan dalam mimpinya, tetapi siapa sesungguhnya Li Sicheng yang berada di depan matanya. "Bu! Selamat ulang tahun!" Suara-suara lembut terdengar dari kejauhan. Suara-suara dari tiga anak kecil yang berkumpul bersama untuk membuat ucapan selamat ulang tahun yang sederhana ini. Li Jianyue mengenakan sebuah gaun putri impian berwarna putih, sambil memegang sebuah kotak hadiah yang besar di tangannya, dia berlari ke arah Su Qianci dengan kaki pendeknya. Ketika gadis kecil itu berlari, rambutnya berkibar tertiup angin. Dengan wajah kecilnya yang merona merah, dia memegang sebuah kotak hadiah yang besar, berseru, "Bu, Bu, ini hadiah ulang tahun yang Ayah berikan padamu!" Mata Su Qianci menjadi masam saat air matanya menetes. Tetapi pada saat yang bersamaan, dirinya tidak bisa menahan tawanya. "Bagaimana kau bisa berada di sini?" Li Jianyue memiringkan kepalanya dan menatap ke arah Li Sicheng yang berada di belakang Su Qianci. Gadis kecil itu tersenyum dan berkata, "Ayah membawa kami ke sini, mengatakan bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Ibu dan kami harus memberi sebuah kejutan besar kepada Ibu!" Li Sicheng juga tertawa kecil dan mengendurkan pelukannya. Su Qianci menurunkan tubuhnya dan mengambil kotak hadiah yang dipegang oleh gadis kecil itu. Dia membukanya, dan itu adalah sepasang sepatu kristal yang transparan. Dia melihat sepasang sepatu ini dan sedikit tertegun. Li Jianyue melihat benda itu, mengerjapkan matanya, mendongak menatap Ayah, dan dengan segera tersenyum, berbalik dan berlari kembali dengan kaki pendeknya. Su Qianci melihat putrinya berlari kembali. Pada saat yang bersamaan, Li Mosen juga berlari keluar, memegang sebuah kotak hadiah yang lebih besar dari kotak Li Jianyue, dan berlari ke arah Su Qianci. Chapter 746 - Apakah Kamu Menyukainya? Li Mosen mengenakan jas putih yang menawan dan sedang memegang sebuah kotak hadiah yang lebih besar dari tubuhnya. Itu terlihat lucu. Su Qianci melihat bocah laki-laki itu seperti ini, terkekeh-kekeh dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Wajah Li Mosen memerah seketika dan berseru, "Bu, selamat ulang tahun." Su Qianci menyentuh kepala kecilnya. "Terima kasih, Mosen." "Ini adalah hadiah yang diberikan Ayah kepada Ibu." Su Qianci tertawa kecil dan membuka kotak hadiah itu, dan sebuah gaun putih berada di dalamnya. Hal pertama yang dilihatnya adalah berlian-berlian yang berkilauan, serta detail-detail buatan tangan yang indah dan rapi. Gaun putih yang indah ini membuat dirinya menahan napas. Saat mengangkat gaun itu, Su Qianci menemukan bahwa itu adalah sebuah gaun putih halus dan indah yang sangat luar biasa mengagumkan. Menakjubkan! Ini adalah ¡­ sebuah gaun pengantin! Wajah kecil Li Mosen tampak terpana, tetapi dengan segera, dia melarikan diri dengan wajah memerah. Dalam kegelapan di sekitarnya, kupu-kupu berwarna-warni masih beterbangan, dan cahaya perak samar-samar tersisa. Sementara itu, bulan yang terang memancarkan sinarnya, menutupi langit dan bintang-bintang, tetapi kegelapan di sekitarnya terus berlanjut. Su Qianci mengetahui bahwa terdapat banyak orang di sekitarnya. Menilai dari suara sorak-sorainya, setidaknya ada puluhan orang. Namun, di bawah cahaya seperti itu, dia tidak melihat siapa pun kecuali Li Sicheng dan anak-anak kecil yang berlari keluar untuk memberikan barang-barang miliknya. Li Jianqian adalah yang terakhir muncul. Berbeda dengan dua anak kecil lainnya yang telah berlari-lari, bocah itu mempertahankan postur tubuhnya yang tegap, memegang setangkai mawar merah di tangannya, dan dengan perlahan-lahan berjalan menghampiri. Tidak ada ekspresi di wajah kecil itu. Rambut hitamnya disisir menjadi sebuah bentuk yang tampan. Setelan putih kecilnya membuat Li Jianqian tampak formal dan menggemaskan. Bocah kecil itu berjalan menghampiri Su Qianci dan membungkuk padanya seperti seorang pria terhormat. Dia menyerahkan mawar itu dan berkata, "Ibuku tersayang, kumohon terimalah ucapan paling tulus dariku. Aku ucapkan selamat ulang tahun." Su Qianci tidak bisa menahan tawanya, mengambil mawar itu dan mengulurkan tangan ke arah kepala kecilnya. Wajah kecil Li Jianqian merona merah. Sambil melepaskan tangan ibunya, dia berkata, "Jangan sentuh rambutku, rambutku akan berantakan." Lalu dia mengeluarkan sebuah kotak beledu putih dari sakunya dan berkata, "Aku juga mendoakan agar ibuku dan ayahku menjadi tua bersama-sama." Su Qianci melihat kotak cincin ini dan tercengang. Li Jianqian melihat bahwa ibunya belum mengambil kotak itu dan menatap ayahnya. Li Sicheng melengkungkan bibirnya, mengambil kotak cincin tersebut, dan mendorong putranya dengan lembut, "Pergilah bermain dengan adikmu." Li Jianqian tidak terlalu menyukai perintah itu tetapi tidak mengatakan apa-apa. Dia membalikkan badan dan kembali ke tempatnya. Saat memandangi punggung putranya, Su Qianci menyadari apa yang telah terjadi setelah waktu yang lama, dan dia memandang Li Sicheng. Li Sicheng tersenyum dan membuka kotak di tangannya. Sebentuk cincin untuk pria terlihat sederhana dan kuat, menggambarkan sebuah pola berbentuk seekor rusa. Cincin yang lainnya adalah sebuah cincin berlian dengan sebuah batu seukuran telur merpati, yang didesain sebagai kepala rusanya, yang mana terlihat ceria namun lembut. "Sudahkah aku memberitahumu bahwa kamu terkadang seperti seekor rusa?" Di mata Li Sicheng, sepertinya terdapat sebuah danau di malam hari, di mana airnya memantulkan galaksi dan cahaya bintang, begitu indah sehingga Su Qianci tidak bisa mengalihkan pandangannya. Dengan mata yang tertuju pada istrinya, terdengar suara Li Sicheng yang seperti selo, "Apakah kamu menyukainya?" Chapter 747 - Aku Hanya Bahagia Karena Kau Adalah Milikku Dan Di Sini Untuk Bersamaku Apakah kamu menyukainya? Su Qianci mendengar pertanyaan ini dan tertawa, matanya memerah. Apakah kamu menyukainya? Siapa yang tidak mungkin menyukainya? Siapa yang tidak menyukai ulang tahun seperti ini? Tanpa sebuah jawaban, Su Qianci melompat dan bergegas menuju ke pelukan suaminya. Li Sicheng menjadi lengah, tetapi posturnya masih stabil seperti sebuah gunung, tanpa getaran. Dengan satu tangan, pria itu merengkuh Su Qianci ke dalam pelukannya. Li Sicheng menunduk menatap istrinya sambil tersenyum. Su Qianci menaikkan matanya, menepuk-nepuk, dan meninju dada suaminya. Dia memejamkan matanya, membiarkan air matanya menetes dan berteriak keras, "Kamu b*jingan!" Li Sicheng tidak melawan, dan dia membiarkan istrinya memukuli dirinya tanpa mengatakan apa pun. Su Qianci melayangkan beberapa pukulan, dan air matanya menetes semakin deras. Akhirnya, dia melemparkan dirinya langsung ke dalam pelukan suaminya dan meledak dalam tangis. "Kupikir kamu sedang berselingkuh. Aku ketakutan setengah mati!" Li Sicheng tersenyum dan memeluk istrinya. Dia berkata dengan suara pelan, "Kamu tidak percaya diri. Bagaimana bisa ada yang lebih baik daripada dirimu?" Su Qianci bahkan menangis semakin keras, memeluk pinggang suaminya dengan kedua belah tangannya, menangis seperti seorang anak kecil. Dia memukul-mukul punggung Li Sicheng dan berseru, "Kenapa kamu berbohong padaku? Itu sangat menakutkan. Kamu bersekongkol dengan Yihan. Kamu tahu kalau aku percaya pada Yihan. Kamu ¡­ ber*ngsek!" Li Sicheng memeluk Su Qianci, dengan iba menghapus air mata istrinya, tetapi tidak bisa menahan senyumnya. Dia berbisik, "Jangan menangis." "Kamu pembohong!" "Ya, aku pembohong," bisik Li Sicheng, mengusap air mata dari wajah istrinya. "Jangan menangis, oke? Kamu harus menjadi pengantin wanita nanti. Bagaimana jika kamu menjadi jelek karena kamu menangis?" Su Qianci merasa sangat takut sehingga dirinya segera berhenti menangis dan mengerjapkan matanya pada suaminya. Li Sicheng menatap istrinya dengan tatapan yang dalam dan tersenyum dengan lembut. Keningnya menempel ke kening Su Qianci. Pria itu menundukkan kepalanya dan mencium istrinya. "Jangan menangis." Su Qianci mendengus, dan hatinya penuh dengan kejengkelan. Hanya Tuhan yang mengetahui bagaimana suasana hatinya beberapa hari ini ¡­ bahkan lebih buruk daripada ketika Li Sicheng belum kembali. Su Qianci benar-benar berpikir suaminya tidak menginginkan dirinya. Dia benar-benar berpikir Li Sicheng berselingkuh! Ketika memikirkan hal ini, tenggorokan Su Qianci sekali lagi tercekat, seraya dia memeluk suaminya dan terisak-isak. Li Sicheng mengerutkan keningnya ketika melihat istrinya menangis, langsung memeluk Su Qianci, dan mengisap bibirnya yang terbuka. Su Qianci tiba-tiba dicium, dan isak tangisnya tiba-tiba berhenti. Li Sicheng memeluk istrinya. Ciuman ringan itu perlahan-lahan menjadi semakin dalam. Tangan Li Sicheng dengan perlahan naik ke pundak Su Qianci dan mengambil gaun pengantin itu dari tangan istrinya, dengan perlahan dan lembut. Su Qianci merespons dengan patuhnya, dan keduanya berciuman dengan penuh gairah. Di bawah siraman cahaya perak yang melimpah dan kupu-kupu berwarna-warni, mereka terlihat seperti dalam negeri dongeng dan berada nun jauh di sana. Terdengar suara sorak-sorai dan siulan bergema di sekitar mereka. Su Qianci terkejut dan dengan cepat mendorong suaminya. Senyum di wajah Li Sicheng semakin dalam. Pria itu dengan perlahan-lahan mengulurkan dan melambaikan tangannya. Tiba-tiba, pemandangan di sekitarnya berubah secara signifikan dengan mereka berdua sebagai pusatnya. Beberapa wanita berlari ke samping Su Qianci, dan dia mengenali mereka dengan seketika. Salah satunya adalah Cheng You. Dan tepat di belakang Cheng You, bukankah itu Sunny yang mendandani dirinya ketika di Maladewa dulu? Lampu di sekitar mereka telah berubah secara dramatis, dan musiknya terdengar semakin keras. Musik yang diputar di tempat itu adalah lagu "Aku Mencintaimu" yang paling klasik. Aku di sini untukmu. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Aku hanya bahagia karena kau adalah milikku dan di sini untuk bersamaku. Aku mencintaimu. ¡­. Aku di sini untukmu. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Aku hanya bahagia bahwa kau adalah milikku dan di sini untuk bersamaku. Aku mencintaimu. Chapter 748 - Kekalahanku, Keuntunganmu Tempat itu berada di tengah-tengah tempat terpencil. Bunga-bunga alami, rerumputan alami, pepohonan alami. Lu Yihan memandang Su Qianci yang meninggalkan dirinya di tengah kerumunan orang banyak, dan terlihat rasa iri di matanya. Jauh di sana, Li Sicheng mengenakan setelan jas putih dan sebuah dasi putih. Sosoknya yang tinggi terlihat mengagumkan di bawah pencahayaan seperti itu. Pria ini benar-benar sangat luar biasa. Tidak hanya penampilannya, tetapi juga cintanya yang mendalam. Lu Yihan merasa bahwa dirinya tidak sebanding dengan Li Sicheng. Ketika Li Sicheng menemuinya minggu lalu dan memintanya untuk membantu merencanakan pesta pernikahan ini, Lu Yihan menolaknya. Li Sicheng adalah seorang saingan, jadi mengapa Lu Yihan ingin membantu musuhnya? Tapi kemudian, dirinya melihat semakin banyak senyuman di wajah Qianqian, dan semakin banyak kebahagiaan pada anak-anak itu. Keluarga mereka yang terdiri dari lima orang ini sangat bahagia sehingga dirinya merasa cemburu. Beberapa kali dalam tidurnya, Lu Yihan memimpikan Su Qianci yang menyalahkannya. Wanita itu bertanya: Kenapa kau tidak bersedia membuat kejutan untukku, kenapa tidak memberiku kebahagiaan? Bukankah kau menyukaiku, bukankah kau mencintaiku? Kenapa kau mencintaiku dengan sangat egois? Lu Yihan juga bertanya pada dirinya sendiri. Kenapa kau begitu egois? Jika kau mencintai seseorang, kau seharusnya merasa bahagia dari dalam lubuk hatimu dan berharap orang lain itu bahagia, bukan? Setelah mengetahui bahwa Luo Zhan mungkin menyukainya, Lu Yihan berpikir untuk melarikan diri. Barangkali itu hanyalah sebuah kebetulan, barangkali itu hanyalah sebuah alasan. Lu Yihan secara tidak sengaja melihat kata Irlandia di bandara. Dirinya tidak mempunyai tempat untuk dituju. Akan lebih baik jika dirinya memberi Su Qianci sebuah kejutan. Memberi Su Qianci kejutan terakhir dengan keterlibatan dirinya. Dalam beberapa hari terakhir, Lu Yihan menyaksikan Li Sicheng bekerja keras dari pagi hingga malam, tidur kurang dari lima jam sehari. Mulai dari desain gaun pengantin hingga desain tempat acaranya, banyak hal yang harus Li Sicheng lakukan sendiri, tidak membiarkan kesalahan sekecil apa pun. Ketika melihat tempat ini, satu-satunya yang tersisa di hati Lu Yihan adalah keterkejutannya. Baru setelah dia bertanya, dirinya mengetahui bahwa Li Sicheng telah mulai merencanakan pesta pernikahan ini sejak lima tahun yang lalu. Setelah jeda selama empat tahun itu, Li Sicheng menjadikan tempat itu lebih sempurna dan lebih indah. Sungguh mengejutkan! Lu Yihan merasa dirinya telah kalah dalam hal cintanya untuk Su Qianci. Li Sicheng sepertinya telah menyadari tatapan Lu Yihan. Sosok tinggi, panjang, putih itu berbalik menuju ke arahnya. Li Sicheng menoleh dan memandang ke arah Lu Yihan. Suasana hati Li Sicheng sedang baik. Bahkan setelah begadang selama beberapa hari, wajah Li Sicheng tidak menunjukkannya. Dia terlihat acuh tak acuh seperti biasanya, kecuali raut wajahnya kali ini terlihat lebih lembut dari biasanya. Li Sicheng menghampiri Lu Yihan, dan pada saat yang bersamaan, Ou Ming juga berjalan ke arah Li Sicheng. Ketiga pria itu berkumpul bersama, dan Lu Yihan tiba-tiba merasa sedikit malu. Jika Lu Yihan mengingat dengan benar, hubungan di antara mereka sepertinya rumit. Dia menyukai Su Qianci, dan Su Qianci menyukai Li Sicheng. Namun, Yu Lili menyukainya, tetapi Ou Ming memiliki Yu Lili sebagai wanita simpanannya ¡­. Ou Ming dan Li Sicheng bertemu, dan kedua pria itu berjalan menuju ke arah Lu Yihan pada saat yang bersamaan. Li Sicheng melemparkan sesuatu, dan Lu Yihan menangkapnya. Itu adalah sebuah korsase 1 . Lu Yihan menyematkan korsase itu di dadanya dan mengambil rokok yang disodorkan oleh Ou Ming. Li Sicheng menatap Lu Yihan dengan penuh makna. "Terima kasih." "Aku tidak membantumu, hanya ingin memberi Qianqian sebuah kejutan saja." Lu Yihan mengambil korek api, dan setelah menyalakan rokok itu, dia mengisapnya. "Kekalahanku, keuntunganmu." Bunga untuk hiasan yang disematkan di dada (jas, kebaya dan sebagainya). Chapter 749 - Tenanglah, Kau Tidak Akan Memiliki Kesempatan. Li Sicheng mendengar kata-kata itu dan terkekeh-kekeh. Ou Ming juga menyalakan rokoknya, menatap Lu Yihan, dan bertanya, "Sudah berapa lama kau mengenal Yu Lili?" Lu Yihan tidak menyangka bahwa Ou Ming akan mengatakan sesuatu secara tiba-tiba. Setelah beberapa saat, Lu Yihan terlihat tenang, memikirkan mengenai pertanyaan itu, dan berkata, "Sekitar sembilan tahun, atau sepuluh. Waktunya tidak singkat, tetapi komunikasi kami terbatas. Ketika masih SMA, dia bekerja paruh waktu untuk mendapatkan biaya sekolah, seperti yang Qianqian lakukan. Tapi pada saat itu aku duduk di meja yang sama dengan Qianqian, jadi hubungan kami tentunya lebih baik. Hubunganku dengan Yu Lili hanya biasa saja." Hubungannya hanya sedikit lebih baik daripada teman sekelasnya rata-rata. Su Qianci telah bekerja di mini market atau pusat perbelanjaan, sementara Yu Lili langsung pergi ke bar atau tempat karaoke untuk menjual rokok dan alkohol. Cara menghasilkan uang seperti ini tentu saja lebih cepat. Lu Yihan juga percaya bahwa Yu Lili akan melindungi dirinya dengan baik, tapi ¡­ kemudian, dirinya mengetahui bahwa Yu Lili menjadi kekasih seorang pria kaya, yang mana menghancurkan perasaan baiknya yang terakhir terhadap Yu Lili. Para pria menyukai gadis yang baik, dan Lu Yihan tidak terkecuali. Dengan perbedaan yang kontras seperti itu, sepertinya Su Qianci lembut dan baik hati. Oleh karena itu, Lu Yihan melakukan yang terbaik untuk menghindari Yu Lili dalam beberapa tahun terakhir. Bagaimanapun juga, itu bukanlah sebuah rahasia jika Yu Lili menyukai Lu Yihan. Setelah mendengar penjelasan Lu Yihan, Ou Ming menyalakan sebatang rokok lagi, menaikkan sebelah alisnya, dan bertanya, "Berapa tahun kau mengenal Su Qianci?" "Tiga belas tahun lima bulan." Lu Yihan langsung menjawab hampir tanpa ada keraguan. Namun, begitu suaranya terdengar, dirinya menerima sebuah tatapan berbahaya dari Li Sicheng. Lu Yihan bahkan tidak membayangkan bahwa dirinya akan mengingatnya dengan jelas. Jelas itu tidak sengaja tersimpan dalam benaknya, tapi kali ini sedang terpatri dalam hatinya, dan dia tentu saja mengingatnya. Tercengang, Lu Yihan tersenyum menghina dirinya sendiri. "Lebih dari satu dekade, tapi masih selangkah lebih lambat daripada dirimu." Mengulurkan tangan untuk menyentuh bahu Li Sicheng, Lu Yihan menghela napas. "Bersikap baiklah padanya. Jika kau tidak bersikap baik padanya, aku akan mencarimu." Li Sicheng melepaskan tangan Lu Yihan dengan acuh tak acuh dan berkata perlahan dengan mata dinginnya, "Tenanglah, kau tidak akan memiliki kesempatan." "Aku harap begitu." Ou Ming juga melengkungkan bibirnya menjadi sebuah senyum jahat. Terlihat cemooh dan bahkan semakin banyak rasa ketidakberdayaan dalam senyumnya. Yu Lili, Yu Lili, apa yang seharusnya dia katakan pada wanita itu? Ou Ming berpikir bahwa orang yang Yu Lili inginkan setidaknya akan peduli pada wanita itu. Namun, ketika melihat sikap Lu Yihan terhadap Su Qianci dan Yu Lili, Ou Ming tidak dapat menahan rasa sedihnya untuk Yu Lili. Saat mengingat wanita itu, mata coklat tua Ou Ming dipenuhi dengan perasaan simpati dan ketidakberdayaan. --- Su Qianci dibimbing oleh Cheng You dan Sunny ke suatu tempat dan menemukan bahwa tempat ini ternyata sama sekali bukan hutan belantara! Setelah turun, ternyata tempat ini adalah sebuah hotel yang megah! Tempat di mana dirinya berada ternyata adalah lantai paling atas dari hotel ini. Tempat seperti ini mengejutkan Su Qianci. Pemandangan yang muncul di depan matanya itu hanyalah ilusi yang sengaja diciptakan oleh Li Sicheng. Tempat ini sebenarnya sebuah resor, dan daerah itu agak terpencil. Setelah dibawa ke dalam hotel, Su Qianci masuk ke dalam sebuah suite. Terdapat banyak orang di suite itu. Tiga orang anak kecil, dan orang-orang yang paling tak terduga - Rong Xuan, Rong Haiyue, Sheng Ximing, dan ¡­ Song Yifan. Chapter 750 - Pertama Kalinya, Sekali Lagi Song Yifan ¡­ dan Rong Xuan, bertemu? Su Qianci merasa dirinya telah melihat sesuatu yang mengerikan dan berseru, "Ayah, kau ¡­." Ketika Su Qianci mengatakan itu, Song Yifan dan Rong Haiyue keduanya melihat ke arah Su Qianci pada saat yang bersamaan. Untuk sesaat, ada sebuah kata yang tak terlihat melayang di udara - kecanggungan ¡­. Rong Xuan berdiri di tengah-tengah mereka dan terlihat sedikit malu. Wanita itu terbatuk dan berkata, "Qianci, ayo masuk." Kemudian Rong Xuan menghampiri Su Qianci dan mendorongnya ke dalam kamar. Setelah para wanita tersebut masuk ke dalam kamar bersama-sama, Su Qianci merasa agak khawatir. "Meninggalkan mereka di luar begitu saja? Seharusnya tidak akan terjadi apa-apa, kan?" Rong Xuan juga merasa sedikit cemas. Dia mengerutkan bibirnya dan berkata, "Ayahmu tahu apa yang harus dilakukan." Su Qianci mengerutkan kening dan bertanya, "Ayah yang mana?" Setelah hening sejenak, Rong Xuan berkata, "Dua-duanya." - Beberapa waktu yang lalu, Rong Haiyue mengenal Song Yifan, tetapi Song Yifan tidak mengenal Rong Haiyue. Ini adalah pertama kalinya bagi Rong Haiyue untuk bertatap muka dengan Song Yifan secara langsung. Hal itu terjadi secara tiba-tiba, tetapi sudah diperkirakan. Pada hari yang sepenting ini, tidak mungkin untuk tidak mengundang orangtua Su Qianci. Karena orangtua Su Qianci akan berada di sini, tentu saja akan ada Rong Xuan, Rong Haiyue, serta Song Yifan. Sheng Ximing memandang ke arah mereka, terbatuk, dan berkata, "Apakah ini Jenderal Rong? Saya sudah mendengar banyak hal-hal hebat tentang Anda." "Senang bertemu dengan Anda." Rong Haiyue hanya mengangguk sedikit, menatap Song Yifan dan berkata, "Apakah ini Tuan Song Yifan? Saya adalah salah satu penggemar Anda. Anda bermain piano dengan sangat baik." "Terima kasih." Song Yifan tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu. Seorang anak kecil tiba-tiba berseru, "Kakek, peluk!" Song Yifan dan Rong Haiyue keduanya menoleh pada saat yang bersamaan. Li Jianyue sedang berdiri tidak jauh dari mereka dan mengulurkan tangan ke arah Rong Haiyue. Senyum Rong Haiyue melebar, dan dia berjongkok untuk mengangkat gadis kecil itu. "Di mana kakakmu?" "Kakak ada di dalam!" Sheng Ximing bahkan merasa semakin malu. Dia berpikir bahwa "kakek" itu adalah Song Yifan ¡­. Song Yifan juga merasa sedikit kesal. "Saya akan keluar untuk melihat apakah ada yang bisa saya lakukan untuk membantu." Rong Haiyue hanya mengangguk dan menyaksikan mereka pergi, dan raut wajahnya terlihat rumit. Pilihan anak itu adalah dirinya, tetapi bagaimana dengan pilihan Rong Xuan? Siapakah yang akan dipilihnya? - Pesta pernikahan di luar ruangan pada malam hari itu dilaksanakan di bawah bintang-bintang. Pemimpin upacaranya adalah seorang pendeta lokal yang terkenal di Irlandia. Pada saat ini, sang pendeta berdiri dengan khidmat dan sakral di tempat yang paling menarik perhatian. Suara jernihnya terdengar dan menimbulkan sorak-sorai, "Kita sambut sang pengantin wanita!" Gugup, cemas, bersemangat. Setelah Su Qianci menarik napas dalam-dalam beberapa kali, dia menggandeng tangan Rong Haiyue dan berjalan keluar. Pernikahan. Berapa banyak pernikahan yang bisa terjadi dalam hidup ini! Di kehidupan pertamanya, Su Qianci menggandeng tangan seseorang yang disebut paman dan melangkah ke dalam aula pernikahan tersebut. Pada saat itu, Li Sicheng bersikap tidak peduli dan merendahkan. Ketika pria itu meraih tangan Su Qianci, ekspresi wajahnya dingin dan acuh tak acuh. Tidak terlihat sedikit emosi pun. Sekarang, dia menggandeng tangan ayah kandungnya sendiri, berjalan ke arah suaminya tercinta, diikuti oleh anak-anaknya. Para tamu di sekitar mereka bersiul dan bersorak. Sambil melirik sekilas, Su Qianci menemukan banyak orang yang dikenalnya. Lu Yihan, Ou Ming, Luo Zhan, Cheng You, Rong Rui, dan mereka yang sudah lama tidak dia temui seperti Fu Lengbing, Song Yifan, Sheng Ximing ¡­ serta Li Jinnan, Li Beixing ¡­. Chapter 751 - Dia Tidak Bisa Melarikan Diri, Baik Di Kehidupan Ini Atau Yang Sebelumnya. Wajah-wajah yang sangat dikenalnya itu sedang menghadap ke sisi ini. Su Qianci mengetahui bahwa wajahnya terselubung, dan bahwa dengan pencahayaan yang redup, mereka mungkin tidak dapat melihat raut wajahnya, tetapi Su Qianci tidak bisa menahan rasa gugupnya. Wajahnya merona merah. Su Qianci sedikit menundukkan kepalanya dan dibimbing ke depan oleh Rong Haiyue. Ini adalah pertama dan terakhir kalinya Rong Haiyue akan memberikan putrinya kepada suaminya. Semula Rong Haiyue berpikir bahwa dirinya seharusnya mengantar Rong Anna ke pelaminan, gadis yang dibesarkannya selama lebih dari 20 tahun itu. Tapi sekarang ¡­ yang memegang tangannya adalah putri kandungnya yang telah berpisah selama lebih dari 20 tahun. Kerumitan kehidupan ini sudah cukup untuk membuat Rong Haiyue merasakan banyak penyesalan. Ketika melihat sang menantu yang sangat luar biasa di hadapannya, Rong Haiyue tidak dapat menemukan kesalahan apa pun, baik itu penampilan atau pun kemampuan pria itu. Jika ada sesuatu untuk disesali, itu adalah karena Li Sicheng telah pergi selama empat tahun, saat-saat di mana ketika putrinya paling membutuhkan suaminya. Untungnya, semua upaya itu sepadan. Kebahagiaan itu akhirnya tiba. Saat memberikan tangan putrinya kepada Li Sicheng, hati Rong Haiyue dipenuhi dengan ribuan kata, tetapi kata-kata itu pada akhirnya berubah menjadi sebuah pelukan yang paling emosional. Dia menepuk-nepuk punggung Li Sicheng dan merasa ingin menangis. "Jaga putriku baik-baik." Li Sicheng dengan lembut menepuk-nepuk punggung mertuanya dan berkata, "Selama aku masih hidup, aku tidak akan membiarkan istriku menderita. Bahkan setelah aku meninggal, aku tidak akan mengecewakannya." Kata-kata sederhana itu sangat bermakna. Su Qianci mendengar ini dan merasa sangat terharu. Dia mendongak menatap suaminya. Li Sicheng sepertinya telah menyadari tatapan Su Qianci dan balas menatap istrinya. Tiba-tiba, mata mereka terkunci. Saling memandang satu sama lain, yang tersisa hanyalah sejenis kasih sayang yang hanya dapat dipahami oleh mereka berdua. Lagu pernikahan dimainkan semakin keras oleh Song Yifan dan timnya. Musik yang indah mengalun ke telinga semua orang dan merasuk ke dalam hati setiap orang. Waktu berjalan dengan lambat, dan yang tersisa hanyalah keindahan. Suara pendeta itu terdengar khidmat dan sakral. Su Qianci mendengarkannya dengan pikiran kosong. Suasana hatinya sedang gugup dan tegang, dan pada saat yang sama Su Qianci merasa senang. Dia tidak mengetahui berapa lama pendeta itu telah berbicara, tetapi Su Qianci tiba-tiba mendengar sang pendeta memanggil namanya. "Nona Su Qianci, apakah engkau mengambil pria ini menjadi suamimu yang sah, untuk saling memiliki dan menjaga, mulai hari ini hingga seterusnya, pada waktu senang maupun susah, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kalian?" Mendengar pertanyaan seperti itu, Su Qianci diam-diam tertawa kecil. Li Sicheng sudah menjadi suaminya sejak lama. Apakah di kehidupan ini atau yang sebelumnya, pria itu tidak bisa melarikan diri. Su Qianci telah mencintai Li Sicheng dalam dua kehidupan. "Saya bersedia." Para tamu yang menyaksikan berseru, dan mau tidak mau wajah Su Qianci merona merah. "Tuan Li Sicheng, apakah engkau mengambil wanita ini menjadi istri yang sah, untuk saling memiliki dan menjaga, mulai hari ini hingga seterusnya, pada waktu senang maupun susah, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kalian?" Li Sicheng berdiri tegak dan memalingkan kepalanya ke arah Su Qianci, menatap dalam-dalam ke mata istrinya. Dia berkata dengan sungguh-sungguh, "Saya bersedia." Pendeta itu memandang ke arah hadirin di daerah sekitarnya dan mengulurkan tangannya dengan sebuah pertanyaan yang serius, "Apakah kalian bersedia menjadi saksi atas sumpah pernikahan mereka?" Terdengar suara sorak-sorai di bawahnya, dan suara pria dan wanita itu berbaur menjadi satu, berkata, "Saya bersedia!" "Pengantin wanita dan pengantin pria, silakan bertukar cincin." Chapter 752 - Ternyata Semua Penantian Itu Sepadan Su Qianci mengeluarkan kotak cincin yang telah berada di telapak tangannya, membuka kotak itu, mengeluarkan cincinnya, dan memasukkan cincin tersebut ke jari manis Li Sicheng. Li Sicheng melakukan hal yang sama. "Sekarang, saya mengumumkan secara resmi bahwa kalian adalah suami dan istri di bawah kesaksian cinta dan teman-teman. Pengantin pria silakan mencium pengantin wanita." Pipi Su Qianci merona kemerahan, sembari dia menundukkan kepalanya. Li Sicheng mengangkat kerudung istrinya dan memegang wajah Su Qianci dengan penuh kasih sayang dan menciumnya. Semua orang merasa gembira. Suara sorak-sorai, ucapan selamat, dan kata-kata godaan berbaur menjadi satu. Meskipun hanya dipancarkan melalui pengeras suara ponsel, suara-suara itu membuatnya merasa iri. Benar-benar sebuah kejutan. Li Sicheng sedemikian dalamnya mencintai Su Qianci. Apa yang harus dia lakukan, dirinya merasa cemburu ¡­. Yu Lili terjaga hingga larut malam untuk menonton siaran langsung pernikahan mereka. Setiap gambar, setiap detail, sama halusnya dengan sebuah film yang mewah. Akankah Su Qianci berpikir bahwa dia telah memasuki sebuah adegan Hollywood blockbuster 1 ? Pada pukul 5:30 pagi, Yu Lili memandangi raut wajah bahagia Su Qianci dan Li Sicheng dan merasa cemburu. Selain cemburu, Yu Lili tidak memiliki perasaan lainnya. Di akhir siaran langsung itu, Yu Lili memuat ulang Weibo-nya. Semua topik hangat membicarakan tentang mereka. "Mengejutkan! Pasangan Grup LS datang kembali. Siap untuk menyaksikan kemesraan mereka?" "Kemesraan tengah malam, pernikahan Irlandia pasangan LS, adegannya seperti sebuah Disney blockbuster" "Dia memiliki segalanya yang dapat membuat semua wanita merasa iri." "Semua orang menyebutnya bodoh karena menunggu selama empat tahun tanpa mengetahui bahwa dia adalah pemenang terbesar dalam hidup." ¡­. Berbagai jenis berita utama, singkat dan padat. Cukup bagi Yu Lili untuk mengetahui apa yang telah terjadi pada mereka. Sangat membuat iri ¡­. Yu Lili tertawa kecil, mematikan ponselnya dan meletakkannya di samping, tetapi dirinya tidak bisa tidur. Pukul tujuh, dia bangun tepat waktu dan mandi. Setelah menghabiskan lima yuan untuk membeli sarapan bagi dirinya sendiri, dia tiba di toko bunga pukul 7:50 untuk membuka tokonya. Semua hal yang terasa seperti impian dan indah hanya terjadi pada Su Qianci. Su Qianci beruntung. Sementara Yu Lili menderita karena dosanya sendiri. - Setelah upacara tersebut, sisa acara itu sepertinya tidak terlalu penting. Kali ini, mereka yang diundang ke Irlandia semuanya adalah teman dan sahabat yang memiliki hubungan baik dengan Li Sicheng. Sisanya adalah keluarga dan teman-teman Su Qianci. Kecuali kakek dan Liu Sao, semua anggota keluarga tersebut hadir. Anak-anak membuntuti Li Jinnan dan Lu Yihan, berusaha mendapatkan angpau. Su Qianci mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun malam model China dan merasa benar-benar lelah setelah satu putaran acara minum-minum. Karena semua orang yang hadir itu cukup dekat dengan pasangan tersebut, Su Qianci pergi ke hotel begitu saja dan merasa tidak peduli. Setelah menghapus riasan wajahnya dan mandi, dia berbaring di tempat tidur dan bermain dengan ponselnya. Melihat pesan yang tak kunjung henti di ponselnya, Su Qianci menyadari bahwa seluruh adegan pernikahan tersebut telah disiarkan secara langsung! Saat ini seharusnya dini hari di China. Panasnya topik ini melebihi yang sebelum-sebelumnya. Su Qianci menjelajah ke situs web utama mana pun dan menemukan bahwa semua beritanya adalah tentang pernikahannya. Rasa kepuasan yang tak dapat dijelaskan menghinggapi dirinya, dan dia tiba-tiba melihat judul "Semua orang menyebutnya bodoh karena menunggu selama empat tahun tanpa mengetahui bahwa dia adalah pemenang terbesar dalam hidup." Itu adalah sebuah artikel panjang yang menceritakan kisah pengalaman Su Qianci selama beberapa tahun terakhir. Su Qianci membacanya hingga selesai dan merasa hal itu adalah keajaiban. Dirinya begitu hebat di mata orang luar! Dengan senang hati meneruskan pesan itu, dia menulis: Ternyata semua penantian itu sepadan. [emoji cinta] Pintu kamar terbuka. Li Sicheng dipenuhi oleh bau alkohol, dan ketika dia melihat bahwa istrinya begitu asyik bermain dengan ponselnya, pria itu terkekeh-kekeh tak berdaya. Sebuah karya hiburan - terutama film, tetapi juga media lainnya - yang sangat populer dan sukses secara finansial. Chapter 753 - Tidak Mandi, Tidak Ada Ciuman "Aku sangat sibuk di sana, dan kamu melarikan diri setelah bersenang-senang, pemalas kecil." Ketika mengatakan itu, Li Sicheng sudah melepas jasnya dan melepaskan dasi di lehernya. Su Qianci meletakkan ponselnya di samping, duduk bersilang kaki di tempat tidur mengenakan sebuah jubah mandi, memperhatikan suaminya sambil tersenyum. "Sayang." "Ya?" Li Sicheng menoleh dan menanggalkan pakaiannya. "Sayang." "Ya." "Sayang." Li Sicheng berhenti menjawab kali ini. Sambil membuka kancing manset-nya sendiri, dia berjalan menghampiri ke samping tempat tidur, dan menatap istrinya dengan sebuah tatapan yang dalam. Pipi Su Qianci merona merah. Dia tiba-tiba menutupi wajahnya dan jatuh ke tempat tidur. Li Sicheng merasa bingung dan geli pada saat yang bersamaan. Dengan cepat menghampiri, Li Sicheng menduduki tubuh istrinya, berbisik, "Apa yang sedang kamu tertawakan?" Su Qianci melepaskan tangan suaminya dan berkata dengan wajah memerah, berkata, "Apakah aku cantik?" Li Sicheng mendengar ini dan merasa sedikit geli. Dia dengan sengaja berkata, "Tidak." Su Qianci merasa kesal, merengut, dan menendang pria itu. "Pergi sana." Li Sicheng tersenyum di bagian bawah matanya dan mencondongkan tubuh ke arah Su Qianci. Dia berkata dengan suara rendah, "Bahkan jika kamu tidak cantik, aku terpesona oleh dirimu. Jika kamu lebih cantik, apa jadinya aku?" Lalu Li Sicheng mendekat dan ingin mencium istrinya. Hati Su Qianci terasa sangat manis seolah-olah hatinya penuh dengan madu, tetapi ketika Li Sicheng hendak mencium dirinya, dia menoleh dan mendorong suaminya. "Kamu bau alkohol. Mandi sana." "Setelah sebuah ciuman." Lalu Li Sicheng menangkap wajah istrinya. Su Qianci menghindarinya lagi dan mengulurkan tangan untuk menahan wajah suaminya. "Tidak mandi, tidak ada ciuman." Li Sicheng menghela napas. Dia merasa enggan, tetapi akhirnya bangkit berdiri dan berkata, "Oke." Ketika melihat pria itu bangkit dengan perlahan, Su Qianci menurunkan tangannya. Tapi Li Sicheng tiba-tiba menindih istrinya dan mencuri sebuah ciuman sebelum dirinya bangkit berdiri, merasa puas. Su Qianci menyeka wajahnya dan mendengus, berbaring tengkurap. Tapi hatinya diam-diam terombang-ambing. Tiba-tiba ponselnya berdering, Su Qianci menjawabnya. Itu adalah Luo Zhan. [Z]: Di mana Lu Yihan? [Qian Qian Su Ci]: Aku tidak tahu, mungkin di kamarnya, 709, periksalah. [Z]: Oke ¡­. Sambil mencari nomor kamar yang diberikan Su Qianci padanya, Luo Zhan entah kenapa merasa gugup. Detak jantungnya seperti guntur, bergemuruh tanpa henti. Apa yang harus dia lakukan? Dia tidak berani pergi. Tapi ¡­ selalu harus ada seseorang yang menjelaskan terlebih dahulu. Karena insiden itu disebabkan olehnya. Itu harus ¡­ diselesaikan, kan? Di kamar 709, Luo Zhan menekan bel pintu dan dengan sengaja menutupi lubang intipnya. Benar saja, orang yang berada di dalam tidak bisa melihat ke luar, dan dia bertanya, "Siapa itu?" Itu benar-benar suara Lu Yihan. Berada jauh dari Lu Yihan selama beberapa hari, Luo Zhan benar-benar merasa bahwa dirinya merindukan suara itu. "Ini aku." Di dalam kamar, suasananya hening, dan kemudian Lu Yihan membuka pintu. Sepertinya dia baru saja mandi. Setengah mabuk, rambutnya setengah basah dan sedikit berantakan. Lu Yihan mengenakan jubah mandi dan tidak menyapa Luo Zhan setelah membukakan pintu. Dia berbalik dan kembali ke tempat tidur. Luo Zhan tentu saja berjalan masuk dan menutup pintunya. "Lu Yihan." "Ya." "Lu Yihan." "Apa?" Suara Lu Yihan terdengar sedikit tidak sabar, sembari mengambil sebuah bantal dan menutupi wajahnya. Luo Zhan merasa sedikit bingung. Dia berjalan mendekat, duduk di tempat tidurnya dan berkata, "Kapan kau akan kembali ke China?" "Besok." Lu Yihan mengangkat bantal itu. "Lusa adalah hari ulang tahun anak-anak. Li Sicheng mengatakan bahwa dia akan merayakannya bersama dengan kakeknya. Bukankah sang kapten berada di rumah tua? Aku bisa kembali dan mendapatkan penerbangan gratis." Chapter 754 - Merokok Dari Mulutnya "Oh ¡­ baiklah." Luo Zhan merasa bahwa dirinya tidak dapat menemukan sebuah topik pembicaraan. Merasa canggung, bersalah, cemas. Apakah Lu Yihan mengetahui tentang ciuman itu? Lu Yihan melihatnya seperti ini, duduk sambil memeluk sebuah bantal, dan bertanya, "Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?" "Tidak ¡­." "Hentikan. Setiap kali kau punya sesuatu untuk ditanyakan, kau terlihat seperti ini. Kenapa kau berbohong?" Lu Yihan memberi pria itu sebuah tendangan. "Katakan!" Luo Zhan tak berkata-kata. Lu Yihan menunggu sejenak dan mendapati bahwa Luo Zhan masih tidak berbicara. Lu Yihan mendorongkan bantal itu ke wajah Luo Zhan, dan kemudian terjatuh ke tempat tidur. "Jika kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan, keluarlah! Aku lelah!" Luo Zhan menurunkan alisnya dan berkata, "Ibuku menginginkan aku mempunyai seorang kekasih dan memperkenalkanku kepada seseorang yang sangat cantik." Lu Yihan melepaskan bantalnya dan merasa sedikit aneh. Luo Zhan akan punya seorang kekasih? Jika ini terjadi beberapa hari yang lalu, Lu Yihan pasti akan menertawakan Luo Zhan tanpa basa-basi: bahkan dirimu saja dapat memiliki seorang kekasih? Atau mungkin: Gadis mana yang sebegitu butanya sehingga dia melihat sesuatu dalam dirimu? Tapi sekarang ¡­. Setelah beberapa saat, Lu Yihan bertanya, "Itu bagus. Tidakkah kau menyukainya?" "Aku menyukainya," Luo Zhan tidak ragu untuk mengatakan. "Jadi aku harus pindah. Ketika aku kembali ke China, aku akan pindah ke tempat gadis itu tinggal." "Tidak," Lu Yihan tersentak dan terlihat ketakutan. "Sudah berapa lama kau mengenalnya? Kau akan tinggal bersama secepat itu?" "Tidak, hanya tinggal untuk sementara. Dia tahu kalau aku berbagi apartemen dengan seorang pria dan merasa bahwa hal itu tidak nyaman, jadi ¡­" "Oh ¡­" Lu Yihan tidak bisa berkata-kata, dan suasana hatinya entah kenapa terasa rumit. Seorang kekasih? Tidak nyaman berbagi apartemen dengan pria? Apa kau bercanda? Luo Zhan bukanlah seseorang yang akan segera tinggal bersama dengan gadis itu. Akan tetapi, Lu Yihan tidak mengungkapkannya. Dia berkata setelah beberapa saat, "Selamat." Luo Zhan merasa sedikit tidak nyaman dan menoleh untuk menatap Lu Yihan. Lu Yihan terlihat sedikit lelah, sedang meletakkan tangannya di tempat tidur di belakang kepalanya dengan santai. "Lu Yihan, aku sepertinya ¡­" Aku sepertinya menyukaimu. Aku sepertinya ¡­ menyukai pria. Lu Yihan menatap Luo Zhan dengan sejumlah keraguan. Luo Zhan tertawa kecil, berbaring di tempat tidurnya dan memandangi langit-langit, berbisik, "Aku sepertinya agak enggan untuk meninggalkan apartemen itu. Lagi pula, kita sudah tinggal bersama begitu lama." Terasa semacam perasaan sedih yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Lu Yihan merasa sedikit terganggu. Dia berdiri, mengambil kotak rokok di sebelah tempat tidur, dan menyalakan sebatang rokok. Ini adalah rokok khas daerah Irlandia. Lu Yihan sangat menyukai rasa rokok ini, tetapi hari ini dia tidak bisa menikmatinya karena sedang merasa sangat jengkel. Luo Zhan melihat sikap aneh Lu Yihan, berdiri, merapikan bajunya, dan berkata, "Aku pergi sekarang." Saat Luo Zhan berjalan perlahan ke pintu, Lu Yihan mengikutinya dan diam-diam mengantar Luo Zhan keluar. Tepat ketika Luo Zhan berada di sebelah pintu, dia tiba-tiba membalikkan badan dan menatap Lu Yihan. Lu Yihan baru saja mengisap rokoknya, dan tangannya baru saja meninggalkan bibirnya. Sebelum dia mempunyai waktu untuk menurunkan tangannya, dia melihat Luo Zhan mendekati dirinya dengan tiba-tiba. Sesuatu yang lembut terasa di bibirnya, Lu Yihan menatap wajah yang tiba-tiba terlihat membesar ini dengan tatapan tidak percaya. Hatinya sepertinya terguncang untuk sesaat. Kepanikan yang tak bisa dijelaskan melanda dirinya. Luo Zhan mengisap mulut Lu Yihan dan dengan cepat melepaskannya kembali. Di bawah tatapan mata Lu Yihan yang sedang terpana, Luo Zhan dengan perlahan mengembuskan asapnya. Sambil menenangkan dirinya sendiri, Luo Zhan mengeluh, "Rokoknya enak, tapi mulutnya tidak terlalu enak. Aku akan pergi sekarang." Kemudian, dia membuka pintu, melangkah keluar, dan menutup pintunya. Tidak tinggal lebih lama lagi. Luo Zhan ¡­ pergi menjauh. Chapter 755 - Mari Kita Bicarakan Secara Mendalam Malam Ini Lu Yihan berdiri diam di tempatnya untuk waktu yang lama, seolah-olah dia merasa takut. Bahkan dia sendiri tidak mengetahui sudah berapa lama dirinya berdiri di sana. Dia menundukkan kepalanya, dan abu rokok telah terjatuh ke atas karpet. Jarinya hampir terbakar. Setelah waktu yang lama, dia tiba-tiba tertawa seolah-olah sedang marah. Melangkah masuk ke dalam kamar mandi, merasa jengkel, dia melemparkan puntung rokok ke kloset dan menyiramnya. Terdengar suara air mengalir dan dia melihat bahwa puntung rokoknya hanyut. Lu Yihan entah kenapa merasa sedikit lega, seolah hal-hal buruk itu ikut hanyut. Namun, ketika memikirkan perilaku Luo Zhan barusan, dia mau tidak mau menggaruk-garuk kepalanya dan mengutuk, "Kep*rat! Apa-apaan itu!" - Siaran langsung dari pernikahan yang teramat sangat populer, teramat sangat sensasional, dan teramat sangat diimpi-impikan merupakan berita besar di seluruh negeri. Siaran berita, internet, layar besar dari berbagai pusat perbelanjaan, layar kecil di bus dan kereta bawah tanah semuanya menyiarkan tentang adegan pernikahan Su Qianci dan Li Sicheng. Popularitas semacam ini sebanding dengan pemilihan presiden AS. Sebuah sosok ramping dan tinggi sedang duduk di bar, meracik sebuah koktail. Dengan mengenakan rok model duyung merah berpayet, wanita itu terlihat menarik dan seksi, dengan sebuah topeng yang indah dan cantik di wajahnya, hanya menunjukkan sebuah mulut kecil seperti buah ceri dan sepasang mata besar yang indah. Para tamu yang datang dan pergi berkumpul di bar dan menatap wanita itu dengan penuh nafsu. Wanita cantik itu sedang berkonsentrasi meracik minuman sambil tersenyum. Warna bibirnya yang seksi dan glamor sangat memesona. Dia sangat menikmati tatapan-tatapan mata yang terobsesi di sekitarnya. Tang Mengying mengedipkan matanya dan dengan lembut mengangkat sudut matanya. "Siapa yang memesan minuman gurun penuh gairah?" "Itu milikku." Seorang pria muda dan tampan mengulurkan tangannya. Namun, tangan itu sengaja dimajukan, memegangi pergelangan tangan Tang Mengying yang telanjang, dengan lembut membelainya. Pria itu berbisik, "Malam ini, apakah kau punya janji?" Tempat ini adalah bar topeng yang terkenal di kota. Daya tarik bar ini adalah sensasinya. Para bartender 1 di tempat ini sering berganti-ganti, tetapi setiap bartender dengan hati-hati disesuaikan dan diajari. Dengan keterampilan meracik minuman yang hebat dan penampilan yang cantik, mereka membawa keuntungan bagi bar tersebut. Di permukaan, mereka adalah bartender. Tapi sebenarnya sebuah kesepakatan alternatif sering dibuat. Gadis cantik itu menarik tangannya kembali dan mundur ke belakang, berbisik, "Hentikan, saya masih bekerja." Pria muda itu menyeringai dan duduk di depan bartender tersebut. "Gairahku seperti sebuah gurun. Segelas gurun penuh gairah ini untukmu." Si cantik itu tertawa. "Benarkah?" "Tentu saja." Pria itu tersenyum genit. "Mari kita bicarakan secara mendalam malam ini, sehingga kau bisa mengetahui lebih banyak tentang gairahku?" "Ini tergantung pada apakah bos akan membiarkan aku pergi atau tidak." Si cantik itu terlihat sepertinya sedang kesulitan. Pria muda itu tertawa kecil dan berseru, "Gao Tua!" Gao adalah sang pemilik bar ini dan dia mengenal banyak orang. Pada saat ini, ketika dia melihat pria muda itu, ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah. Dia tersenyum dan berjalan mendekat, "Tuan Muda Zhao, apa yang terjadi?" "Si cantik ini, aku ingin membawanya pergi malam ini. Tidak masalah kan?" Gao mendengar itu dan tersenyum dengan bijaksana. "Tentu saja, Guo, kenapa kau tidak berterima kasih pada Tuan Muda Zhao?" Wanita cantik itu mengangguk. "Terima kasih, Tuan Muda Zhao." "Siapa namamu?" "Guo Xiaomei (Catatan penerjemah: Xiaomei berarti sedikit cantik)." "Itu terlalu merendah. Wanita cantik sepertimu, seharusnya super cantik, atau paling cantik. Ayo kita pergi, Nona Guo." Orang yang meracik dan menyajikan minuman beralkohol atau minuman ringan di belakang bar, biasanya di tempat yang berlisensi. £¬ Chapter 756 - Aku Ingin Lebih Ketika Tuan Zhao mengatakan hal itu, dia melepaskan arlojinya dan meletakkannya di atas meja bar. "Terima kasih, Gao." Gao tersenyum dan mengambil arloji tersebut. "Kita semua adalah teman di sini. Tidak perlu bersikap sesopan itu." Si cantik memandang ke arah Gao dan langsung mengikuti Zhao. Setengah jam setelah pria itu membawa si cantik tersebut pergi, seorang pelayan bergegas menghampiri ke samping Gao, berseru dengan terburu-buru, "Bos, Guo Xiaomei ada di ruang ganti ¡­ Dia sudah mati ¡­." - Di hotel bintang lima yang megah, Tuan Zhao membawa si cantik ke dalam sebuah kamar. Begitu mereka memasuki pintu, pria itu tidak sabar untuk mendorong si cantik hingga menempel ke dinding, mencium wanita itu dengan penuh gairah. Antusiasme Tuan Zhao seperti api, dan dia dengan cepat menarik rok model duyung merah berpayet itu hingga robek. Si cantik itu juga cukup bersemangat, melucuti pakaian Zhao dan merasa semakin pusing. "Pel*cur kecil!" Zhao tertawa, menanggalkan pakaian wanita itu, mengulurkan tangan untuk mengambil kondom di atas nakas. "Sangat bersemangat. Kau sebegitunya membutuhkan seorang pria?" "Bukan sembarang pria, seorang pria sepertimu." Tang Mengying meraih kejantanannya dan tidak sabar untuk membuka kakinya. "Masuklah." Zhao memakai kondom itu dan sedang tidak terburu-buru untuk memasukkannya. Sebagai gantinya, dia mengangkat dagu wanita itu dan berkata, "Biarkan aku melihat wajahmu." "Jangan. Ayo kita lakukan dulu, lalu kau bisa melihatnya." Kemudian si cantik mencium wajah Zhao dan dengan bijaknya memberi sebuah usapan lembut. Sambil mengambil tangan wanita itu, Zhao Gongzi juga merasa senang memainkan permainan misterius ini. Ketika mereka sudah sama-sama bergairah, Zhao memeluk si cantik dengan satu tangan dan mengangkat topengnya menggunakan tangan lainnya. Di balik topeng tersebut, wajah sebelah kanan wanita itu dipenuhi oleh luka bakar seukuran setengah telapak tangan, sementara wajah sebelah kirinya memiliki dua buah luka berbentuk X. Daging merahnya terbuka, sebagian telah berparut 1 , tetapi terlihat juga cairan berwarna kuning yang mengalir ke bawah. Ketika Zhao melihat wajah ini, dia langsung gemetar ketakutan dan menarik keluar dengan kasar. Pria itu membalikkan badannya dan jatuh ke tempat tidur. Tang Mengying masih merasa belum terpuaskan dan hanya merasakan sebuah gairah yang kuat. "Aku ingin lebih. Kenapa kau lari? Kemarilah." Zhao tidak memiliki gairah yang tersisa lagi. Dia mengambil celananya dan dengan cepat mengenakannya, dan langsung berbalik dan pergi. Tang Mengying tidak membiarkan hal itu, maju menghampiri, dan menarik Zhao. Namun, kekuatan pria dan wanita ditakdirkan untuk menjadi sangat berbeda. Tang Mengying tidak bisa menggerakkan Zhao dan menjejakkan kakinya tanpa daya. "Kenapa kau harus mendorongku!" "Ah!" Zhao menjerit dan melihat sebuah belati kecil disisipkan ke lengannya. Dia merasa terkejut. "Kau ¡­ kau ¡­." "Hei, jangan takut." Tang Mengying mengambil topeng itu dan mengenakannya lagi. "Tidak apa-apa sekarang. Ayolah." Dia mendorong Zhao ke tempat tidur. Pria itu dengan cepat bangkit kembali dan berteriak, "Kau ¡­." Tang Mengying mengarahkan belati bernoda darah itu kepada Zhao dan berbisik, "Patuhlah. Jika kau tidak patuh, maka benda ini akan berada di tenggorokanmu." Kemudian wanita itu duduk di atas tubuh Zhao dengan pisau di tangannya, memasukkan kejantanan pria itu ke dalam dirinya dan mengerang, "Ayolah." Zhao merasa sangat ketakutan sehingga kejantanannya tidak bisa mengeras. Dia mencoba bertanya, "Tunggu, bagaimana kalau aku mencarikan seorang gigolo?" "Gigolo?" Tang Mengying sedang mengenakan topeng di wajahnya, jadi ekspresi wajahnya tidak terlihat dengan jelas. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman mengejek. "Maksudmu, kau tidak mau melakukannya denganku?" Memperlihatkan bekas luka pada kulit (karena tergores dan sebagainya). Chapter 757 - Sekarang Kau Telah Menikmati Tubuhku, Pergilah Ke Neraka. "Gigolo?" Tang Mengying sedang mengenakan topeng di wajahnya, jadi ekspresi wajahnya tidak terlihat dengan jelas. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman mengejek. "Maksudmu, kau tidak mau melakukannya denganku?" Sebelum Zhao mengatakan sesuatu, tangan Tang Mengying sudah menghampirinya. Pria itu menutup matanya dan menjerit. Tang Mengying tersenyum lembut. Suaranya terdengar renyah dan jernih. "Hei, kau ketakutan. Kenapa kau menolak sesuatu yang terasa sangat nikmat? Kita semua sudah dewasa. Bukankah kau cukup bergairah barusan?" Barusan iya, tapi ¡­ setelah melihat wajah wanita itu, Zhao tidak dapat merasakan gairahnya sama sekali. Tang Mengying menyadari penolakan pria itu dan terkekeh-kekeh, tetapi mata wanita itu menjadi lebih dingin. "Karena kau tidak mau melakukannya, aku harus ¡­." Zhao terlihat seperti mengerti apa yang harus dirinya lakukan. Dia membalikkan tubuh Tang Menying ke tempat tidur dan membuka pakaian wanita itu, sambil memejamkan matanya sendiri. Tang Mengying mengerling dan menikmatinya. Zhao merasa ingin menangis. Sangat memalukan. Dia diperkosa oleh seorang wanita. Ini ¡­. Tapi tanpa melihat wajahnya, tubuh wanita ini masih sangat bagus. Setelah selesai, Zhao menyalakan sebatang rokok. Untuk pertama kalinya, dia merasa bahwa tubuh seorang wanita itu sangat mengesankan. Air di dalam bak berendam terus menyala, dan tumpah ke lantai. Tang Mengying menaiki tubuh Zhao di bawah tubuhnya dan tiba-tiba tertawa, menekan bahu pria itu dan mendorongnya ke dalam air. Zhao berpikir bahwa wanita itu sedang bercanda dengan dirinya dan merasa tidak peduli. Tapi secara mendadak, Tang Mengying tiba-tiba mendorong wajah pria itu ke dasar bak berendam, dan Zhao tiba-tiba merasakan adanya sebuah bahaya. Sambil berjuang untuk bangun, dia tiba-tiba merasakan sebuah rasa menyengat di leher. Dalam sekejap mata, rasa menyengat itu menembus tenggorokannya dan menembus setiap saraf di seluruh tubuhnya. Zhao berjuang keras, dan rasa sakit di tenggorokannya terasa semakin hebat ketika udara meninggalkan tubuhnya. Tang Mengying dengan gembira menyaksikan gelembung-gelembung udara yang bermunculan, tidak bisa menahan tawanya. Darah menodai seluruh bak berendam dan kamar mandi itu. Bahkan tubuh Tang Mengying pun dipenuhi bercak-bercak merah. Perjuangan Zhao semakin melemah. Akhirnya, saat terbaring di dalam air, wajah pria itu terlihat penuh keputusasaan dan ketakutan terhadap wanita di atas tubuhnya. "Sempurna," Tang Mengying menundukkan kepalanya dan mencium Zhao dengan lembut. "Kau memiliki hari ulang tahun yang sama dengan Li Sicheng. Kalau tidak, apakah kau pikir kau bisa tidur denganku? Sekarang kau sudah menikmati tubuhku, pergilah ke neraka." Wanita itu bangkit berdiri, dengan perlahan-lahan membersihkan dirinya, mengeringkan rambutnya, berpakaian, dan berjalan keluar kamar dengan tenang. Turun ke lantai bawah dan masuk ke dalam sebuah taksi, si cantik yang menarik dan seksi ini dengan cepat menghilang ke dalam gelapnya malam. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Ulang tahun si kembar adalah hari ini, dan rumah tua itu sudah mempersiapkannya sejak pagi hari. Kapten Li mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki banyak waktu yang tersisa lagi, dan dia akan melakukan segala yang dia bisa lakukan untuk anak-anak dan cucu-cucunya. Ketika sedang memilih makanan untuk Dasu dan Ersu, karena Dasu menyukai keju, dan Ersu menyukai stroberi, lelaki tua itu menggabungkannya menjadi satu dan memesan sebuah cheesecake 1 stroberi. Ketika pesawat mendarat, waktu sudah menunjukkan pukul dua sore. Anak-anak sudah tidur di pesawat, dan mereka menjadi cukup energik. Mereka melompat keluar dari pesawat, bersorak dan kembali ke rumah. Para pengawal pulang dengan barang bawaan mereka, dan Qin Shuhua serta Li Yao pulang dengan cucu-cucu mereka. Makanan penutup manis yang terdiri dari satu atau lebih lapisan. Lapisan utama, dan paling tebal, terdiri dari campuran keju lunak segar, telur, dan gula. Chapter 758 - Aku Adalah Ibumu Ketika pesawat mendarat, waktu sudah menunjukkan pukul dua sore. Anak-anak sudah tidur di pesawat, dan mereka menjadi cukup energik. Mereka melompat keluar dari pesawat, bersorak dan kembali ke rumah. Para pengawal pulang dengan barang bawaan mereka, dan Qin Shuhua serta Li Yao pulang dengan cucu-cucu mereka. Mereka memasuki pintu, dan melihat ayah mereka sedang menunggu. Mereka dengan cepat melangkah menghampiri. "Ayah, di luar sangat panas, kenapa tidak menunggu di dalam?" Pria tua itu bersikap seolah-olah dirinya tidak mendengar kata-kata Li Yao. Ketika pria tua itu melihat anak-anak sudah kembali, dia merasa sangat senang sehingga wajahnya berkerut-kerut, sambil berjalan mendekati mereka. "Kakek buyut!" Li Jianqian berseru. "Kakek buyut!" Li Mosen menyapa dengan sopan. "Kakek buyut peluk!" Li Jianyue yang bersikap paling blak-blakan, mengulurkan tangan ke arah sang kapten. Orang tua itu mengangkat Li Jianyue dengan penuh kasih dan tersenyum. "Apakah perjalananmu menyenangkan?" "Sangat menyenangkan!" Li Jianyue dengan gembira memeluk leher pria tua itu dan berkata, "Ibu telah menjadi seorang pengantin yang cantik, sangat sangat cantik!" "Hei, pengantin wanita, tapi sayang sekali kakek buyut itu tidak melihatnya ¡­." "Ada videonya!" Li Jianqian datang mendekat dan memegang sebuah tablet di tangannya. Sambil memperlihatkannya, bocah itu berkata, "Kakek, aku akan menunjukkan videonya kepadamu." "Oke!" Kapten Li membawa Li Jianyue untuk duduk di sofa dan membiarkan Li Jianqian memutar video itu untuknya. Pemandangan megah yang menakjubkan tersebut telah jauh melampaui imajinasi pria tua itu. Kakek mau tidak mau mengaguminya. "Sangat indah! Apakah pemandangannya terlihat seperti ini?" "Ya! Pemandangannya bahkan lebih indah dari ini!" Li Jianyue tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya, sambil memandangi tablet tersebut. "Ada banyak kembang api, dan sangat banyak bintang di langit. Jenis-jenis bintang yang tidak bisa kita lihat di Kotaraja. Sangat, sangat indah!" Orang tua itu tidak bisa menahan tawanya. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh kepala kecilnya. "Benarkah, apakah Ersu senang?" "Iya!" Li Jianyue tersenyum dengan cerahnya. "Kakek buyut, lihat, ini Ersu. Ini Dasu. Kakak Mosen ada di sini. Orang-orang dewasa mengatakan bahwa kami menggemaskan dan cantik!" Pria tua itu menyentuh kepala gadis kecil itu dan tersenyum. "Kita punya putri kecil yang paling menggemaskan." Li Jianyue mendengar para tetua berkata demikian dan merasa cukup sombong. Dia mendengus dan menatap ke arah kakaknya. Li Jianqian mengabaikan adiknya dan memegangi tablet tersebut untuk ditonton oleh kakek buyutnya. Ketika videonya sudah diputar setengah jalan, Li Jianyue menemukan ada sesuatu yang tidak beres. Dia melihat ke sekeliling dan bertanya, "Kakak, di mana Kakak Mosen?" Li Jianqian tidak mengangkat kepalanya dan berkata, "Mungkin di dalam kamar. Pergilah periksa." "Ya!" Li Jianyue mengangguk, berlari ke kamar dengan kaki pendek kecilnya. Begitu gadis kecil itu masuk, dia mendapati bahwa kamar itu kosong. "Kakak Mosen?" Li Jianyue berjalan masuk ke dalam, membalikkan badan dan berteriak. "Kakak Mosen?" Tidak ada respons. Setelah gadis kecil itu membalikkan badannya, dia keluar lagi. Dia tidak menyangka bahwa bocah yang sedang dia cari telah keluar lagi. Pada saat ini, bocah itu sedang berada di danau kecil di dekat rumah keluarga Li. Seorang dewasa dan seorang anak saling berhadapan. Tang Mengying menatap bocah laki-laki bermata biru berkulit putih di hadapannya dan bertanya sambil tertawa kecil, "Apa kau kenal aku?" Li Mosen mengerutkan keningnya dan memandang ke arah wanita yang mengenakan kacamata hitam dan topi itu. Tang Mengying berlutut dan menatap Li Mosen. Dia berkata, "Aku adalah ibumu." Chapter 759 - Ibuku Adalah Su Qianci Li Mosen mendengar ucapan ini dan merengut. Apakah para penipu zaman sekarang begitu bodohnya? Seseorang yang tidak jelas menyebut dirinya sendiri sebagai ibunya. Jika dia percaya pada wanita itu, betapa bodohnya itu? Namun, Li Mosen tidak mengungkapkan kebohongan wanita itu, dan mengulurkan tangan padanya. "Bukankah kau mengatakan bahwa kau mempunyai mobil kecil milikku? Berikan kembali kepadaku, mobil itu pemberian kakekku. Mobil itu sangat penting." Tang Mengying menatap tangan kecil berwarna merah muda dan lembut yang telah diulurkan Li Mosen. Wanita itu tersenyum dan mengeluarkan mobil rakitan logam kecil berwarna biru dari sakunya. "Maksudmu ini?" Ketika Li Mosen melihat mobil itu, matanya menyala dan mengangguk. "Ya! Aku merakit ini bersama adikku. Kupikir aku sudah kehilangan mobil itu. Terima kasih karena telah mengembalikannya kepadaku!" kata Li Mosen dan mengulurkan tangannya. Namun, Tang Mengying mengambil kembali mobil itu dan berkata, "Bagaimana caramu membuktikan bahwa ini adalah mobilmu? Benda ini aku temukan di dekat kolam, dan tidak ada namamu di mobil ini." Li Mosen merasa cemas, sambil menunjuk ke arah rumah tua yang berada tidak jauh dari sana dan berkata, "Keluargaku tinggal di sana. Aku sering datang ke sini untuk bermain dengan adik-adikku. Mobil ini yang kutinggalkan di sini beberapa hari yang lalu. Aku lupa untuk mengambilnya kembali. Sekarang aku sudah ingat, jadi aku datang ke sini untuk mencarinya. Aku pikir tidak akan ada orang di sekitar sini. Karena kau telah menemukannya, tolong kembalikan kepadaku. Mobil ini sangat penting bagiku." "Benarkah? Aku hanya kenal Li Sicheng di keluarga ini. Minta dia untuk berbicara denganku, dan aku akan memberikan mobil ini padamu." "Li Sicheng adalah ayahku! Dia belum kembali!" Li Mosen merengut dan merasa sedikit marah. "Kenapa kau harus bersikap seperti ini? Aku adalah anak kecil. Aku tidak akan berbohong padamu." Perhatian Tang Mengying sepenuhnya tertuju pada kalimat pertama bocah itu. Wanita itu tertawa dan berkata, "Li Sicheng adalah ayahmu? Dia memintamu memanggilnya begitu?" Bocah itu tidak memahaminya, tapi entah bagaimana dia merasa bahwa suara tawa Tang Mengying terdengar agak aneh. Sambil mundur selangkah, Li Mosen menatap wanita itu dan mengerjap. Tang Mengying berjongkok dan berkata, "Aku adalah ibumu." "Bibi, jika kau mengatakan ini lagi, aku akan marah. Ibuku belum kembali!" Li Mosen memandang wanita itu dengan serius. Tang Mengying memakai topeng di wajahnya. "Su Qianci bukan ibumu. Aku adalah ibu yang melahirkanmu." Li Mosen tertegun dan melirik ke arah wanita itu. Bocah itu tanpa sadar memikirkan kata-kata yang digunakan oleh anak-anak untuk menertawakan dirinya ketika mereka berada di panti asuhan. [Monster, monster!] [Mata orang mana yang warnanya biru? Kau monster, tidak heran ibumu yang melahirkanmu ingin membunuhmu.] [Wow, monster itu menatap kita. Kita harus menghancurkan monster itu!] Sambil menatap wanita di depannya, Li Mosen melangkah mundur dan berkata dengan syok, "Kau bohong!" "Kenapa aku harus membohongimu?" Tang Mengying tiba-tiba merasakan keinginan untuk balas dendam. "Apakah kau takut padaku? Kenapa kau takut padaku? Apakah kau sudah mengetahuinya?" "Aku ¡­." Hati kecil Li Mosen melompat dengan cepat. Bocah itu berbalik dan ingin melarikan diri. Tapi gerakan Tang Mengying lebih cepat. Dia menangkap bocah itu dan berkata, "Kau mau ke mana? Ibumu ada di sini, apa yang ingin kau lakukan?" Li Mosen meronta-ronta dengan ketakutan. Tubuh kecil itu menggeliat dan berteriak, "Kau bukan ibuku. Ibuku belum kembali ke rumah. Namanya adalah Su Qianci!" "Hush, jangan menipu dirimu sendiri lagi," Tang Mengying memeluknya dengan erat dan membujuk, "Kau tahu bahwa dia bukan ibu kandungmu. Kau tidak cocok dengan keluarga ini. Kau tahu itu, kan?" Chapter 760 - Hanya Ingin Menjadikan Dirimu Seorang Budak Tidak tidak! Nama keluarganya adalah Li, namanya adalah Li Mosen! Li Mosen meronta-ronta dengan sekuat tenaga, dipenuhi perasaan panik, berteriak dengan keras, "Lepaskan aku! Kakek, selamatkan aku!" Tang Mengying tertawa. Ketika melihat bocah laki-laki itu meronta-ronta, wanita itu merasakan sebuah perasaan puas yang tak terlukiskan. Putranya masih hidup! Anak haram ini, hanya Tuhan yang mengetahui dari mana asalnya, masih hidup dan sehat di dunia ini. Ajaib ¡­. - Setelah Su Qianci dan Li Sicheng turun dari pesawat, mereka tidak kembali ke rumah tua, tetapi pergi untuk membeli hadiah ulang tahun untuk anak-anaknya. Setelah berkeliling di mal untuk waktu yang lama, mereka membeli sebuah mobil sport remote control untuk Dasu dan membeli sebuah kereta kecil untuk Ersu. Kemudian, Li Sicheng menerima sebuah telepon dari Li Jinnan. Dia harus pergi ke kantor sebentar dan pergi ke toko kue yang paling disukai kakek untuk mengambil kuenya. Su Qianci membawa hadiah tersebut dan pulang menggunakan sebuah taksi. - "Hush, tidak ada yang akan menyelamatkanmu. Apakah menurutmu mereka benar-benar memperlakukanmu sebagai anak mereka? Mereka hanya bersimpati padamu dan ingin menjadikan dirimu seorang budak. Apakah kau tahu apa itu budak? Seperti para kasim kecil yang membersihkan bokong tuannya." "Tidak!" Li Mosen berseru sambil menangis. "Mereka berbeda darimu!" "Seperti apa aku? Aku adalah ibu kandungmu. Hanya aku yang akan bersikap baik padamu di dunia ini." "Tidak! Kau ingin membunuhku, kau ingin menghancurkanku hingga tewas. Kau seorang pembunuh, seorang psikopat. Kau akan dibawa pergi sekarang karena kau sudah kembali!" Li Mosen tumbuh besar sambil mendengarkan tentang perbuatan-perbuatan Tang Mengying. Qin Shuhua memiliki banyak teman saat bermain mahyong bersama. Ketika mereka tidak bermain mahyong, mereka akan berbincang-bincang. Tidak hanya Li Mosen yang mengetahuinya, bahkan Dasu dan Ersu pun mengetahui. Li Jianqian pernah mengatakan kepadanya: Tidak peduli apa pun yang telah ibumu lakukan kepadamu, ibu kami adalah ibumu, ayah kami adalah ayahmu, dan Mosen selalu menjadi kakak kami. Pada saat itu, Mosen sangat tersentuh sehingga dirinya menangis, dan kebencian serta dendamnya pada Tang Mengying menjadi semakin buruk. Tang Mengying mendengar itu dan bahkan senyumnya semakin lebar. Dia berkata, "Sepertinya Su Qianci telah mengajarimu dengan baik. Kau cukup cerdas, tapi bodoh nak, jangan memercayai kata-kata mereka, aku ¡­" "Kakak Mosen!" Suara lembut itu terdengar dari jauh. Li Jianyue mengenakan gaun putri impian berwarna putih dengan dua kepang kecil di kepalanya, sedang berlari ke sisi ini dengan kaki pendeknya. Tapi ketika gadis kecil itu melihat Tang Mengying, dia memperlambat larinya dan membelalakkan sepasang matanya yang besar. Merasakan sedikit aneh, dia berseru, "Kakak Mosen, Kakek memanggilmu!" Karena ditangkap oleh Tang Mengying, bocah itu berlinang air mata di wajahnya. Dia berteriak pada Li Jianyue, "Ersu, pergilah minta kakek dan kakek buyut untuk menyelamatkanku!" Li Jianyue mendengar ini dan sepertinya mengerti bahwa ada sesuatu yang salah. Dia membalikkan badannya dan berlari. Tang Mengying terkejut. Sambil memegangi Li Mosen dengan satu tangan, wanita itu berlari ke arah Li Jianyue. Rumah tua itu berada di seberang jalan dari kolam tersebut. Jaraknya juga beberapa ratus meter jauhnya. Kaki gadis kecil itu pendek dan dirinya berada dekat dengan wanita tersebut. Dengan cepat, Tang Mengying menyusulnya. Li Jianyue meronta-ronta dengan keempat anggota badannya dan berteriak, "Tolong, tolong, kakak, kakek, kakek buyut, hmmmm ¡­." Tang Mengying membungkam mulut Li Jianyue dan menggeram, "Diam!" Chapter 761 - Ersu Dilempar Ke Air Gadis kecil ini mewarisi suara Su Qianci, begitu nyaring dan menjijikkan! Dari kejauhan, sebuah taksi datang mendekat. Su Qianci merasa bosan, sedang memandang ke luar jendela. Dia melihat putrinya berlari ke arah rumah dengan kakinya yang pendek. Sambil melengkungkan bibirnya, Su Qianci berkata, "Kau bisa menurunkan aku di sini. Putriku ada di sini." Namun, ekspresi wajah Su Qianci langsung berubah. Seorang wanita dengan pakaian serba tertutup, sedang memegangi seorang anak dengan satu tangan, berjalan bergegas menuju Li Jianyue. "Tolong, tolong ¡­." Terkejut, Su Qianci langsung bergegas keluar dari mobil. Tang Mengying melihat mobil di belakangnya itu dan melemparkan gadis kecil di lengannya ke dalam air, seolah-olah dia sedang melampiaskan kemarahannya. Li Mosen terkejut dan berteriak, "Ersu!" Byurrr! Suara benda jatuh ke air itu mengangkat sesuatu di dalam hatinya dan membuat dirinya panik. Su Qianci berseru, "Ersu!" Li Jianyue terjatuh ke tengah-tengah kolam dan langsung tersedak. Berjuang agar tidak tenggelam dengan kedua tangan dan kaki nya, gadis kecil itu berteriak, "Aaaaaah ¡­." Namun, sebelum Li Jianyue mengatakan apa-apa, tubuh kecilnya sudah tenggelam. Air di danau ini sangat dalam. Begitu dalamnya sehingga bahkan seorang wanita dewasa seperti Su Qianci pun tidak bisa menyentuh bagian dasarnya dan telah tenggelam. Hampir secara naluriah, Su Qianci tanpa ragu membuang semua barang di tangannya dan melompat ke dalam air. Tang Mengying melihat ini dan tertawa. "Pergilah ke neraka, pergilah ke neraka!" Sopir taksi melihat apa yang terjadi dengan tatapan tidak percaya. Tepat pada saat Tang Mengying melihat ke arah dirinya, sopir itu menginjak gas dan pergi dari tempat tersebut. Sambil bersembunyi di kejauhan, dia mengambil ponselnya dan menghubungi polisi. Su Qianci terjun ke dalam air, sambil menatap ke arah putrinya, mengulurkan tangan dan menarik gadis kecil itu dengan keras, berusaha mengangkat putrinya ke tepi danau. Li Jianyue sampai ke tepi danau, terbatuk beberapa kali, dan kemudian meledak dalam tangis karena terkejut. Tangannya yang pendek memeluk leher Su Qianci. "Ibu ¡­." Gadis kecil itu sangat ketakutan, dan seluruh tubuhnya basah kuyup. Gaun yang awalnya indah itu melekat pada tubuhnya. Su Qianci menepuk-nepuk punggung dan telinga putrinya, dan setelah melihat gadis kecil itu selamat, dia menghela napas lega. Hari ini, matahari bersinar dengan terik dan tidak ada angin. Untungnya, tepian danau tempat Su Qianci duduk berada agak jauh dari tempat Tang Mengying. Setelah menenangkan Li Jianyue, Su Qianci memandang ke arah Tang Mengying dengan cemas. Tang Mengying memegangi Li Mosen dengan satu tangan, menatap ke arah Su Qianci dan mencibir, "Kau benar-benar bisa berenang?" Su Qianci merasa terkejut, sambil memeluk putrinya wanita itu berbisik, "Pulanglah terlebih dulu, panggil kakek keluar, larilah sejauh yang kau bisa. Kau mendengarku?" Gadis kecil itu mendengar kata-kata ibunya, tetapi dia tidak begitu mengerti maksud ucapan ibunya. "Bu ¡­." "Jadilah gadis baik, pulanglah ke rumah, panggil seseorang, terutama kakek dan paman." Tang Mengying telah mendekat ke arahnya. Jantung Su Qianci hampir copot. Dia mendorong putrinya dan berteriak, "Lari!" Li Jianyue meledak dalam tangis dan berlari ke arah rumah. Rambut dan pakaiannya masih menetes. Gadis kecil itu menyeret tubuhnya yang berat dan berteriak, "Kakek, paman, tolong!" Tang Mengying melihat bahwa Li Jianyue telah pergi, dan matanya menjadi dingin. Ketika wanita itu akan mengejar Li Jianyue, Su Qianci bergegas berlari ke depan. Chapter 762 - Delapan Orang Sudah Terbunuh Tang Mengying lengah dan matanya terbelalak. Dia melayangkan sebuah tinju ke punggung Su Qianci. Su Qianci menggertakkan giginya dan meletakkan semua berat badannya ke atas tubuh Tang Mengying. Ekspresi wajah Tang Mengying berubah secara dramatis. Wanita itu mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. Ketika dia menekan pisau lipat itu, mata pisaunya muncul dan menggores lengan Su Qianci. Su Qianci menjerit dan secara tidak sadar menarik tangannya. Tang Mengying mengambil kesempatan itu dan menikamkan senjata tersebut ke bahu Su Qianci. Su Qianci memelototi Tang Menying dan tanpa sadar mengulurkan tangan dan mencengkeram pisau lipat itu. Telapak tangannya tergores oleh mata pisau tersebut. Su Qianci menggertakkan giginya dan memutar pergelangan tangannya. Namun, mata pisau itu tiba-tiba berbalik ke arah Li Mosen. Wajah Su Qianci menjadi pucat pasi, berusaha menghentikan Tang Mengying dengan kedua tangannya. Li Mosen bukanlah seorang idiot. Bocah itu meronta-ronta sekuat tenaga dan menggigit lengan Tang Mengying yang terbuka. Tang Mengying menyeringai kesakitan. Dia mundur dan mengangkat kakinya. Menendang Su Qianci dengan satu kaki, kemudian berguling untuk menekan tubuh Su Qianci dengan kaki yang satunya. Hanya saja, Li Mosen yang berada di lengan Tang Menying hampir tercekik. Wajah kecilnya memerah ketika dia berusaha keras untuk bernapas. "Bu, lari!" Tang Mengying mendengar kata-kata putranya dan merasa terkejut. Secara tiba-tiba, air mata mengalir ke matanya, hampir menetes! Ibu ¡­ Anak yang dia lahirkan, benar-benar memanggil wanita yang paling dia benci dengan sebutan ibu! Mengapa? Wanita ini, bahkan mencuri putranya dari dirinya! "Dasar pel*cur!" Air mata Tang Mengying menetes dan dia menendang Su Qianci dengan keras. Tepat di belakang Su Qianci adalah sebuah lereng. Su Qianci ditendang ke bawah dan berguling ke tepi danau. "Kenapa, kenapaaaaa!" Tang Mengying menempelkan pisau lipat itu itu ke leher Li Mosen. "Kau telah mencuri segalanya dariku. Su Qianci, kau wanita j*lang, kenapa? Kenapa kau mendapatkan semuanya? Apa-apaan ini?" Tang Mengying berteriak histeris, "Kenapa kau bisa menghancurkan segalanya milikku! Lelakiku, rumahku, sekarang putraku. Kenapa!" Sambil berteriak, Tang Mengying melepas topeng dan topinya, memperlihatkan sebuah wajah yang mengerikan. Su Qianci sangat ketakutan sehingga dirinya tidak bisa memercayainya. Di wajah Tang Mengying, luka bakar besar di wajah sebelah kanan itu persis seperti luka bakar yang dia miliki di kehidupan sebelumnya! Itu luka bakar yang sama persis! Namun, dirinya tidak memiliki luka berbentuk X yang mengerikan di wajahnya. Luka X itu masih terinfeksi, membuat orang-orang yang melihatnya memiliki keinginan untuk muntah. Su Qianci menatap wajah Tang Mengying dengan tatapan tidak percaya. "Su Qianci, bagaimana kamu bisa melakukan ini? Apakah kamu tahu berapa banyak yang telah kau curi dariku?" Tang Mengying tersenyum dengan cara yang memuakkan. Digabung dengan wajah seperti ini, Su Qianci sebenarnya merasa sangat merinding! Tiba-tiba terdengar suara sirene mobil polisi. Su Qianci melihat ke arah suara tersebut, sementara Tang Mengying juga menoleh dan terkekeh-kekeh. "Sudah di sini. Sangat kapabel." Tang Mengying menempelkan pisau lipat itu ke leher Li Mosen. "Baiklah, aku sudah membunuh delapan orang. Jika aku membunuh seorang anak lagi, akankah aku dihukum mati dengan cara yang lebih mengerikan?" Mobil polisi berdatangan dari kedua sisi jalan. Dan dalam waktu singkat, mereka membuat dua buah barisan panjang. Li Mosen dipegangi oleh Tang Mengying, menangis sangat keras sehingga bocah itu hampir tersedak. Sambil memperhatikan Su Qianci, dia berteriak, "Bu! Tolong!" Chapter 763 - Nasib Kehidupannya Yang Sebelumnya Terjadi Pada Tang Mengying "Siapa yang kau panggil ibu? Aku ibumu!" Tang Mengying tiba-tiba mengguncang-guncangkan Li Mosen secara gila-gilaan. "Panggil aku ibu, panggil aku ibu!" Tiba-tiba terdengar suara pistol yang sedang diisi pelurunya. Tang Mengying mengangkat kepalanya dan berkata, "Jangan mendekat! Kemarilah dan aku akan membunuhnya!" Kemudian, dia mendorong pisau lipat itu dengan paksa, yang mana menembus ke dalam leher Mosen. Darah merah segar itu dengan cepat mengalir keluar. Li Mosen menangis, tetapi bocah itu terlalu takut untuk bergerak. "Tang Mengying, Tang Qing!" teriak seorang polisi. "Jangan terobsesi. Kau sudah membunuh begitu banyak orang. Tidak bisakah kau melepaskan seorang anak?" Tang Mengying mendengar itu dan mencibir. "Anak? Ini adalah putraku. Aku bisa membunuhnya jika aku mau. Apa urusanmu?" Su Qianci dengan hati-hati mendekati Tang Mengying, dan suaranya terdengar bergetar. Dia berkata, "Tang Mengying, dia adalah putramu. Apakah kau lupa? Kau juga menulis sebuah buku harian ibu untuknya. Kau mencintainya, bukan?" "Su Qianci, kenapa kau begitu naif? Jika dia adalah anak Li Sicheng, tentu saja aku akan mencintainya. Tapi hanya Tuhan yang tahu siapa ayahnya." Tang Mengying tertawa dan mendorong pisau lipat itu lebih dalam. "Tentu saja aku tidak menginginkan anak haram ini. Aku ingin membunuhnya ketika dia lahir. Kaulah yang telah melanggar batas dan menyelamatkannya. Apakah kau pikir dirimu adalah Perawan Maria atau semacamnya? Tidakkah kau memiliki martabat? Tidakkah kau melakukannya hanya untuk menunjukkan bahwa kau berbeda dariku? Bagaimana bejatnya aku, betapa kejamnya aku? Sekarang, semuanya menjadi kenyataan, bukan? Semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kau inginkan. Apakah kau senang sekarang?" Su Qianci menatap Tang Mengying dan tiba-tiba merasa aneh, tetapi pada saat yang bersamaan, dia merasa sangat rumit. Suatu ketika, dia pernah menanyai Tang Mengying seperti ini. Tang Mengying pada hari-hari itu sangat gemilang. Semua orang melihatnya sebagai Nyonya Li. Wanita itu telah menikmati semua yang seharusnya menjadi milik Su Qianci, sementara Nyonya Li yang sebenarnya bak seperti seekor anjing yang tidak memiliki rumah, berusaha untuk bertahan hidup dalam keluarga tersebut. Suatu hari, Su Qianci akhirnya tidak bisa menahannya lagi. Dirinya meminta Tang Mengying keluar dan bertengkar hebat, menanyainya dengan suara keras. Setiap kalimatnya mengandung kebencian yang telah lama melekat di dalam hatinya. Namun, Tang Mengying tak bersuara untuk setiap pertanyaannya, dan kemudian, wanita itu melihat ke belakang dirinya. Ketika Su Qianci menoleh, dia mendapati bahwa Li Sicheng telah berdiri di sana. Setiap kata, pria itu bisa mendengarnya dengan jelas. Pada saat itu, Su Qianci merasa seperti berada di dalam ruangan es. Tang Mengying masih menikmati kejayaannya, tetapi Su Qianci tidak pernah berani menunjukkan wajahnya di depan Li Sicheng lagi. Tanpa disangka-sangka, posisi mereka ditukar kali ini. Setelah dilahirkan kembali, Su Qianci menyaksikan tragedi-tragedi yang seharusnya terjadi pada dirinya sendiri itu sedang terjadi pada Tang Mengying. Haruskah Su Qianci merasa senang, atau sedih? Tang Mengying menatap Su Qianci dan mencibir. Tiba-tiba, terdengar sebuah suara tembakan. Tubuh Tang Mengying menjadi kaku dan pegangan tangannya mengendur. Li Mosen terjatuh ke tanah dan berteriak, tetapi kemudian bocah itu dengan cepat bangkit dari tanah dan berjalan ke arah Su Qianci, berteriak, "Bu!" Li Mosen memeluk kaki Su Qianci, tetapi mendapati mata ibunya masih tertuju pada Tang Mengying. Tang Mengying melirik ke arah dadanya yang sedang menyemburkan darah. Rasa sakit yang teramat sangat itu melumpuhkan dirinya. Kakinya tidak mampu menopang tubuhnya, dan wanita itu pun membungkuk. Chapter 764 - Li Sicheng, Aku Membencimu Hampir semua mata tertuju ke tempat asal suara tembakan itu terdengar. Di tempat itu, seorang pria tua yang jelas berusia lebih dari 70 berdiri tegak, berdiri di kejauhan dalam posisi standar militer, memegang sebuah pistol di tangannya. Dia terlihat seperti sebuah pohon pinus, tegap dan kuat. Dengan rambut pendek berwarna putih dan pinggang yang tegak, dia ibarat pohon yang telah berdiri selama berabad-abad. Pada saat ini, sambil memegang pistol dengan kedua tangannya, pria tua itu memandang ke depan dengan tajam. Matanya menatap ke arah Tang Mengying dengan rasa ketidakpedulian dan ketegasan. Ketika melihat Kapten Li, semua orang menjerit. Tidak ada yang menyangka bahwa Kapten Li-lah yang telah menembak! Tang Mengying menyemburkan darah keluar dari dadanya. Pada saat ini, wanita itu tidak mempunyai waktu untuk melihat ke arah pria tua itu, tetapi berbalik ke samping dan memandang ke arah Su Qianci. Tepat di hadapan Su Qianci, berdiri seorang pria kecil rupawan dengan sepasang mata biru yang menawan. Pada saat ini, mata yang terlihat seperti lautan itu dipenuhi dengan rasa kebencian yang kuat. Kebencian seperti itu ibarat sebuah cambuk panjang dan berduri, yang tanpa belas kasihan mencambuk tempat terlembut dalam hati Tang Mengying. Menghancurkan baju besi yang telah dibangunnya dengan kerja keras selama bertahun-tahun dan meleburkan kebohongan yang dia buat untuk menipu dirinya sendiri dan orang lain selama bertahun-tahun. Ketika melihat kebencian pada wajah kecil yang lembut itu, Tang Mengying merasa penglihatannya menjadi kabur dan pikirannya menjadi keruh. Namun, beberapa adegan dari empat tahun lalu telah kembali padanya dan menjadi semakin jelas. [Sayang, ini minggu keempat belas sejak Tuhan mengirimmu pada ibu. Walaupun ayahmu tidak mau mengakui keberadaanmu, tetapi Ibu menyayangimu. Ibu menanti kehadiranmu - yang mencintaimu, Ibu.] [Sayang, hari ini, semua orang meragukan ibu lagi. Tidak ada yang percaya bahwa kau adalah anak ayahmu, tetapi ibu tahu bahwa kau adalah seorang anggota keluarga Li. Cepat atau lambat, ibu akan membawamu kembali ke tempat asalmu. Yang mencintaimu, Ibu.] [Sayang, hari ini ibu melakukan tes polygraph. Maaf. Para ahli mengatakan bahwa radiasinya mungkin memiliki efek negatif untukmu, tetapi ibu masih melakukannya. Ibu ingin ayahmu mengenalimu dan menyingkirkan wanita jahat itu. Yang mencintaimu, Ibu.] Pada suatu ketika, anak ini diharapkan dan didambakan oleh dirinya. Anak ini dulu satu-satunya harapan yang dimilikinya dalam masa-masa tersulitnya. Pada suatu ketika, dia merasa bahagia dan bersikap arogan. Burung merak arogan yang pernah membuat iri semua orang, sekarang telah dicabuti semua bulunya, memamerkan dirinya sendiri di depan mata semua orang. Jadi dia merasakan kebencian dan bersikap histeris! Pada saat bayi itu baru berumur satu bulan, dia mengangkat bayi itu ke atas kepalanya dan membantingnya ke lantai. Saat melihat bayi itu menangis dengan putus asa dan tubuhnya berwarna kebiruan dan keunguan, dia tertawa seperti orang gila. [Anak haram! Dari mana asalmu, hahahaha, bagaimana makhluk seperti ini bisa hidup di dunia ini?] Ya, bagaimana makhluk seperti ini bisa hidup di dunia ini? Pandangan matanya semakin lama semakin kabur, dan sebuah senyum cemerlang muncul di wajah Tang Mengying. Tiba-tiba, sebuah sosok jangkung dan tegap dengan cepat menerobos masuk ke dalam penglihatan Tang Mengying yang sudah kabur. Wanita itu mencoba untuk melihat dan menangkap sekilas tatapan terakhir dari sepasang mata yang dirinya pikir paling indah di dunia. Dengan tatapan dingin, dengan ketidakpedulian, dengan tanpa belas kasihan. Dilontarkan dari kejauhan dan bersinar melalui kehidupan Tang Menying yang sederhana. Tubuh kurus wanita itu pun tersungkur dengan keras ke tanah. Darah mengubah rerumputan menjadi merah. Angin sepoi-sepoi berembus, membawa bau darah, dan dengan cepat menghilang. Li Sicheng, aku membencimu. £¬ Chapter 765 - Bo Xiao, Rong Anna Kematian Tang Mengying menjadi topik terpanas. Untuk sementara waktu, seluruh negeri sedang mendiskusikan akhir hidup Tang Mengying. Hanya dalam dua bulan, delapan orang terbunuh oleh wanita itu. Tiga orang dari mereka tinggal di desa-desa terpencil tanpa pengawasan, dua orang di kota-kota kecil dengan lalu lintas yang tidak aman, dan tiga orang di Kotaraja. Karena kejahatan yang mengerikan dan situasi kritis di tempat tersebut, polisi tidak mengajukan tuntutan terhadap sang kapten karena menembak penjahat itu. Kematian Tang Mengying yang tragis itu juga membuat Nyonya Tang, yang berada jauh di pusat isolasi AIDS di Kotaraja, merasa tidak dapat menerima kenyataan. Ditambah dengan sebuah periode depresi yang panjang, dia melompat ke dalam bak berendam dan bunuh diri pada saat mandi. Tang Mengqing menjadi seorang yatim piatu dengan sejumlah hutang yang besar. Ketika polisi menyelidikinya, mereka menemukan bahwa gadis itu telah menghilang lebih dari setahun yang lalu, tanpa jejak di negara ini, seperti menghilang ditelan bumi. Tragedi keluarga Tang telah dimuat di berbagai berita hukum, dan bahkan Weibo pun dipenuhi dengan cerita serupa selama beberapa hari. Sebelum liburan nasional berakhir, Rong Anna dan Bo Xiao tidak melihat orang yang disebut mitra tersebut, tetapi hampir semua uangnya telah dihabiskan dengan sia-sia. Ketika Bo Xiao pergi ke sebuah bar, Rong Anna mengeluarkan kartu bank yang diberikan oleh Rong Rui dan berjalan dengan diam-diam ke mesin ATM terdekat. - Cheng You sedang memegangi putrinya untuk menyuapinya makan. Rong Rui sedang makan dengan perlahan. Dan TV sedang menyiarkan tragedi mengerikan keluarga Tang. Cheng You menonton TV sambil melirik ke arah Rong Rui. Dia bertanya, "Apa pendapatmu tentang ini?" "Ya?" Rong Rui menyesap supnya dan merasakan pandangan skeptis istrinya. Pria itu mengerutkan keningnya dan meletakkan mangkuk itu. "Butuh lebih banyak garam, tapi seharusnya masih enak. Aku masih bisa meminumnya. Perhatikan lagi lain kali." Cheng You menatap suaminya. "Siapa yang bertanya tentang sup? Maksudku, apa pendapatmu tentang keluarga Tang. Apa yang ada dalam pikiranmu?" Rong Rui mengambil sebuah kacang kastanye dengan sumpitnya. Dia tidak mengangkat kelopak matanya dan berkata, "Pikiran apa yang bisa kumiliki? Mereka pantas mendapatkan yang lebih buruk." "Bagaimana dengan Tang Mengying?" "Dia sudah membunuh delapan orang dan hampir membunuh anaknya sendiri. Apa gunanya hidup untuk seseorang seperti itu?" Rong Rui meletakkan sumpit dan mengunyah sambil memperhatikan istrinya. "Tidak peduli apa pun penderitaannya, bahkan seekor binatang pun tidak akan melukai anaknya. Wanita ini menancapkan pisau ke leher Li Mosen. Jika Kapten tua itu tidak bertindak cukup cepat, apakah menurutmu bocah laki-laki ini akan tetap hidup?" Jawabannya adalah iya. Cheng You menatap suaminya dengan curiga dan menaikkan alisnya. "Apa kau benar-benar berpikir begitu?" "Apa?" Rong Rui merasa tidak berdaya. "Hentikan, wanita semacam itu, aku telah buta karena menyukainya pada waktu itu. Ketika aku memutuskan untuk tinggal bersamamu, aku benar-benar putus dengannya." Apakah itu pada saat di rumah sakit? Cheng You menurunkan matanya, menyuapi bayinya. Saat memikirkan adegan di rumah sakit pada malam itu, hatinya masih terasa sedikit tidak nyaman. [Aku bilang, aku akan menjagamu. Jangan khawatir.] "Aku tidak merasakan apa-apa untukmu pada saat itu. Aku lupa." Rong Rui sekali lagi mengisi semangkuk sup untuk dirinya sendiri. Saat mendengar ini, pria itu menaikkan alisnya dan mengangguk. "Ternyata berubah menjadi seperti ini. Seingatku kau cukup marah ketika kau berada di rumah sakit, dan menendangku? Rasanya sakit." Cheng You menatap suaminya dan melemparkan sebuah mainan ikan pada pria itu. Rong Rui menangkapnya, tersenyum dan hendak mengatakan sesuatu ketika ponselnya bergetar. Itu adalah sebuah pesan teks. [Bank Kotaraja: Anda melakukan penarikan 20.000 yuan dari mesin ATM. Saldo Anda ¡­.] Dia menurunkan matanya. Akhirnya, mereka kehabisan uang ¡­. Chapter 766 - Rong Rui Tidak Akan Mengkhianati Kita Rong Rui menghabiskan sup dalam mangkuknya dan kemudian bangkit berdiri. "Aku akan keluar." "Ke mana?" "Ada beberapa hal yang harus kukerjakan. Aku akan kembali lagi nanti." Rong Rui berjalan melewati istrinya, mengangkat dagunya, dan mencium wajah wanita itu. Cheng You terlihat jijik dan mengeluh, "Apakah kau sudah menyeka mulutmu? Menjijikkan!" Rong Rui tertawa kecil, melambaikan tangannya, dan mengambil kunci mobil. Dia menyetir ke kantor polisi setempat, memarkir mobilnya, merasa bimbang setelah beberapa saat, dan melangkah maju. - Ketika Rong Anna kembali ke hotel, Bo Xiao belum kembali. Merasa sedikit lega, tanpa sadar dia mengulurkan tangan dan menyentuh perutnya yang datar. Setelah Anna mandi, dia keluar kembali, dan tunangannya sudah duduk di bangku samping tempat tidur. Sambil memegang uang di tangannya, pria itu menatap Rong Anna. Rong Anna mengeringkan rambutnya dan merasa sedikit gugup. Gadis itu dengan cepat memalingkan pandangan matanya dan bertanya, "Apakah kau sudah bertemu si Macan?" Bo Xiao tidak menjawab pertanyaan ini secara langsung. Sebaliknya, dia memegang uang di tangannya dan menatap gadis itu dengan tajam. Dia bertanya, "Anna, dari mana uang ini berasal?" Mata Rong Anna mengelak, dan berkata, "Aku mengambilnya dari kartu bank yang diberikan sepupuku kepadaku ¡­." Bo Xiao merasa geli oleh gadis itu dan berkata, "Oh Anna-ku, apakah kau tahu apa yang sedang kau lakukan? Apakah kau pikir sepupumu bisa dipercaya? Bukankah kita sudah setuju untuk mengambil uang ketika kita akan meninggalkan tempat ini? Lalu aku akan memberikan uang tersebut pada si Macan. Pada saat itu, kita bisa pensiun dan pergi jauh dari sini. Kenapa kau begitu tidak penurut?" Rong Anna tidak dapat menahan air mata yang membasahi matanya. Sambil mengeringkan rambutnya, dia berbisik, "Sepupuku bukan orang lain. Meskipun dia tidak berguna, dia adalah orang yang baik, dan dia tidak akan mengkhianatiku." "Anna-ku yang konyol, kau bukan sepupu kandungnya. Tidakkah kau tahu itu?" Kemudian suara Bo Xiao juga terdengar melunak. Dia berbisik, "Kita sudah membunuh orang dan sedang membawa barang-barang curian. Tangan kita kotor. Apa yang membuatmu berpikir bahwa Rong Rui tidak akan mengkhianati kita?" "Aku ¡­." "Tidak peduli apa pun, tidak boleh ada insiden saat tengah malam. Ayo kita tinggalkan tempat ini, tunggu sampai si Macan tiba besok, ambil uangnya dan pergi." Rong Anna mengangguk dan mengawasi pria itu mengemas barang-barang, dan hatinya terasa berantakan. Tepat ketika Bo Xiao sudah selesai membereskan semua koper tersebut, Rong Anna menghampiri dan memeluk tunangannya dari belakang. Pria itu terdiam sejenak, berbalik dan memandang ke arah gadis itu. Rong Anna memeluk Bo Xiao dan pelukannya semakin erat. Bo Xiao menatap tunangannya, mengulurkan tangan dan meletakkan tangannya di atas tangan Rong Anna, dan berbisik, "Ada apa?" "Xiao," Mata Rong Anna terlihat sedikit memerah. "Kenapa kita jadi seperti ini? Kita seharusnya bahagia dan bersama-sama dengan orang tua dan teman-teman kita selama seumur hidup. Kenapa kita jadi seperti ini? Pelarian tanpa akhir, masa depan yang kelam, aku benar-benar tidak ingin jadi seperti ini." Dengan tangannya yang bertumpu di atas punggung tangan Rong Anna, Bo Xiao menghela napas dengan perlahan. "Aku juga tidak ingin seperti ini. Jika aku bisa menjalani kehidupan yang baik, kenapa aku melakukan hal ini? Tapi pernahkah kau memikirkannya? Jika kita tidak berada di industri ini, grup Bo akan bangkrut sejak lama, dan orangtuamu tidak akan membiarkan kita bertunangan, dan orangtuaku tidak mungkin memiliki sebuah posisi di ibu kota. Aku tidak ingin melakukan ini, tapi kita harus hidup, bukan?" Rong Anna memeluk Bo Xiao tanpa berbicara, dan diam-diam meneteskan air mata di belakang pria itu. Bo Xiao menjadi terdiam juga, berdiri di tempat yang sama dengan suasana hatinya yang rumit. "Xiao, aku hamil." Chapter 767 - Kita Harus Hidup Dengan Bangga "Xiao, aku hamil." Terdengar sebuah suara yang lembut, diiringi isak tangis. Tubuh Bo Xiao menjadi kaku, dan kemudian merasa tersentuh oleh kejutan tersebut. Membalikkan badannya, Bo Xiao meletakkan tangannya di pundak Rong Anna, dan terlihat perasaan sukacita yang tidak bisa dihentikan. "Benarkah? Anna, apakah aku akan menjadi seorang ayah?" Rong Anna melihat tunangannya seperti ini, tertawa kecil, dan mengangguk. Pria itu tertawa dengan gembira, memeluk Rong Anna dengan kedua tangannya. "Hebat! Anna-ku, anakku, ya Tuhan, Anna, aku sangat bahagia!" Meraih wajah gadis itu dan menciumnya dengan keras, dia berkata, "Anna, aku merasa aku sangat bahagia. Aku akan menjadi seorang ayah, kita akan menjadi orangtua!" Rong Anna melihat penampilan tunangannya, dan senyum di wajahnya mengembang, tetapi hanya sesaat, air matanya bergulir lagi. "Xiao, ayo kita menyerahkan diri, oke? Kita akan melahirkan anak itu, lalu ¡­" "Apa kau gila? Anna?" Bo Xiao menatap gadis itu dengan tatapan tidak percaya. "Menyerahkan diri? Kita harus masuk penjara, dan mungkin akan menghadapi hukuman mati!" Rong Anna menatap tunangannya, dan untuk sesaat dirinya tidak mengetahui harus berkata apa. Sambil mencengkeram pundak tunangannya dengan wajah serius, Bo Xiao berkata, "Anna, kita akan dijatuhi hukuman mati. Kau hamil. Hukuman paling ringan adalah penjara seumur hidup. Kenapa kita tidak menghindarinya? Kenapa kita harus hidup dengan menyedihkan?" "Xiao ¡­." "Hush, Anna, dengarkan aku." Bo Xiao menatap gadis itu, dan emosinya yang kompleks adalah sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh Rong Anna. Pria itu meraih pundaknya dan berbisik, "Kita harus hidup dengan bangga. Kita tidak bisa hidup di China, jadi kita akan pergi ke luar negeri, Myanmar, Brunei, dan bahkan Vietnam. Kita bisa pergi ke negara-negara ini. Jadilah gadis baik, oke?" Rong Anna mengerutkan bibirnya dan berteriak, "Kita seperti ini sekarang. Mana ada kebanggaan?" "Ada!" Bo Xiao menatap tunangannya dan berkata dengan perlahan, "Bersamamu, aku punya kebanggaan. Bersamamu, aku bisa hidup. Ayo kita hidup bersama, mari kita hidup dengan bangga bersama-sama, bolehkah? Bawa anak kita, darah daging kita, dan hidup bersama dengan bangga, oke?" Rong Anna menatap tunangannya, dan kesedihan meluap dalam hatinya. Namun, saat melihat wajah Bo Xiao yang penuh semangat dan sedang memohon, gadis itu akhirnya mengangguk dan menunduk melihat ke bawah. "Oke." - Satu hari terakhir tersisa untuk hari libur nasional, dan besok adalah harinya untuk pergi bekerja. Yu Lili sedang membantu Kakak Qin di toko bunga dan pulang pada pukul 9 malam. Namun, tepat ketika wanita itu hendak pulang dengan bus, dirinya dihentikan oleh seseorang. "Yu!" Suara yang familier. Yu Lili berbalik untuk melihatnya. Tuan Li sedang duduk di mobilnya, tersenyum dan melambai pada dirinya. "Kemarilah!" Mobilnya berada tidak jauh. Itu adalah sebuah BMW baru. Terlihat berkilau dan cantik. Yu Lili sedang merasa pegal-pegal dan lelah. Ketika melihat pria itu, dia berjalan menghampiri dengan tasnya. Begitu dirinya mendekat, Tuan Li tersenyum. Yu Lili tersenyum dan bertanya, "Tuan Li, kebetulan sekali?" "Ya, baru saja minum-minum dengan beberapa klien. Aku melewati daerah ini dan ingin melihat-lihat. Ternyata kau benar-benar masih berada di sini. Ayo kita pergi. Aku akan memberimu tumpangan," kata Tuan Li, menunjuk ke arah kursi penumpang dengan antusias. Yu Lili merasa sedikit aneh dan berkata dengan enggan, "Anda baru saja mengonsumsi alkohol. Tidak aman untuk mengemudi, kan?" "Kupikir juga begitu, kalau tidak, bisakah kau mengemudi?" Chapter 768 - Kenapa Kau Berpura-pura? "Ya, saya rasa hal itu tidak pantas. Haruskah saya memanggil sopir pengganti untuk Anda? Ada sebuah hotel bintang lima di dekat sini, dan seharusnya ada banyak sopir pengganti." Kemudian Yu Lili menoleh untuk melihat ke arah hotel tersebut. "Yu, tidak perlu. Hal yang normal untuk menghindari mengemudi setelah minum-minum, tetapi aku bisa mengemudi, dan hanya membiarkan kau mengemudi karena aku dapat memercayaimu. Dengan memintaku untuk mencari sopir pengganti, apakah kau memandang rendah pada diriku?" Wajah Tuan Li terlihat kecewa. Yu Lili merasa sedikit malu dan berkata, "Ini terlalu serius. Saya hanya memikirkan Anda. Jika Anda merasa hal itu tidak pantas, maka saya tidak akan memanggil sopir apa pun." Tuan Li mendengar itu dan ekspresi wajahnya menjadi sedikit tenang. Setelah membuka sabuk pengaman, pria itu membuka pintu mobil dan berjalan keluar. "Ayo, cobalah. Jika aku tertangkap, hal itu akan sangat merepotkan. Biasanya mereka tidak akan menghentikanmu untuk SIM-mu. Lebih aman bagi seorang gadis untuk mengemudi daripada seorang pemabuk. Ayo." Kemudian pria itu sudah pindah ke kursi penumpang. Yu Lili merasa sedikit tertekan dan menggaruk-garuk kepalanya. Pada malam hari, dirinya merasa hal itu masih tidak pantas. Meskipun jika dirinya memiliki SIM, haruskah dia mengantar dirinya sendiri pulang, atau mengantar bosnya pulang? "Ayolah, Yu, kau adalah seorang pekerja yang jauh lebih efisien daripada ini. Bagaimana kau begitu lamban sekarang?" Yu Lili merasa bimbang sesaat, lalu membuka pintu, dan duduk di dalamnya. Setelah hari yang sibuk, Yu Lili akhirnya bisa duduk. Rasa sakit di kakinya langsung mereda. Dia perlahan-lahan mengendarai mobil dan bertanya, "Di mana rumah Anda? Saya akan mengantar Anda pulang terlebih dahulu." "Kenapa tempatku? Aku bilang aku akan memberimu tumpangan. Kau tidak suka karena aku sudah minum-minum dan berpikir hal itu akan berbahaya. Itulah sebabnya aku memintamu untuk menyetir." Tuan Li menguap dan bersandar ke kursinya. "Setelah kau pulang, aku akan menyetir sendiri." "Saya pikir itu bukan ide yang bagus. SIM Anda bisa dicabut jika Anda mengemudi dalam keadaan mabuk." "Jangan terlalu banyak berpikir. Pulanglah terlebih dulu." Tuan Li terlihat tidak sabar. Yu Lili mengetahui kapan harus menutup mulutnya dan dengan cepat mengemudi ke lingkungan tempat dirinya tinggal. Namun, ketika dia hampir sampai, dia mendengar orang di sebelahnya mengerang. Kemudian, Tuan Li mengulurkan tangan dan menyentuh bokong wanita itu. Yu Lili terkejut dan menginjak rem, berseru, "Apa yang sedang Anda lakukan!" Tuan Li terlihat takut, berkata, "Aku ingin mengambil sesuatu. Tasku ada di bawah sana." Yu Lili menatap pria itu dan bertanya, "Di mana?" "Di bawah, di sebelah kakimu." Wanita itu menghela napas lega dan membungkuk untuk mencari tasnya. Akan tetapi, sebelum Yu Lili menyentuh tas itu, dia merasakan sebuah tangan besar dan gemuk meraih pundaknya. Yu Lili bergidik dan merinding. Menoleh dengan marah, dia berkata, "Tuan Li, saya sedang mengambil tasnya!" Tuan Li terlihat agak berbeda pada saat ini. Pria itu menatap Yu Lili dengan ekspresi wajah yang aneh, sambil berkata, "Tidak usah terburu-buru, santai saja, tapi aku pikir sudah terlalu larut hari ini, ayo kita pergi untuk minum teh di tempatmu?" "Saya tidak punya teh di rumah. Saya tinggal di dekat sini dan harus keluar sekarang. Anda harus kembali lebih awal juga. Selamat malam." Dia mendorong tangan pria itu menjauh dan menggunakan tangan yang lainnya untuk membuka pintu. Namun, dia dihentikan oleh tangan gemuk Tuan Li, "Kenapa kau berpura-pura? Bukankah kau masuk ke dalam mobilku karena kau ingin menjadi wanita simpananku?" Chapter 769 - Kecelakaan Mobil Yu Lili mendorong Tuan Li dengan keras dan berteriak, "Tolong tunjukkan sedikit rasa hormat!" Pada saat yang bersamaan, wanita itu sudah membuka pintu dan keluar dari mobil dengan perasaan ngeri. Akan tetapi, tangan Tuan Li menarik Yu Lili ke dalam kembali, menyentuh wanita itu dengan satu tangan dan menutup pintu dengan tangan yang lainnya. Kemudian tubuh pria itu terjatuh ke arah Yu Lili. Yu Lili menjerit, mendorong dengan kedua tangannya. "Kau b*jingan, keluar!" "Apakah kau berbicara dengan bosmu seperti ini?" Meskipun Tuan Li mengatakan ini, tapi suaranya penuh dengan kegembiraan. "Kenapa kau berpura-pura murni dan suci? Kau tidak lebih dari seorang wanita simpanan. Aku bahkan mempromosikan dirimu. Bukankah itu cukup? Bagaimana dengan kenaikan gaji?" Selama pembicaraan ini, mulut pria itu menebarkan bau alkohol. Perut Yu Lili bergejolak, sembari dirinya merasa mual yang kuat. Hampir di saat yang bersamaan, wanita itu teringat akan wajah tampan dan mata yang indah itu, sedang menatap dirinya sambil setengah tersenyum. "Enyahlah! Pergi!" Mata Yu Lili langsung memerah. Dia menggunakan semua kekuatannya untuk mendorong pria itu menjauh dan menendangnya pada saat yang bersamaan. Tiba-tiba, mobilnya dinyalakan, menabrak sesuatu dan membuat suara yang sangat keras. Booooom! Yu Lili dan Tuan Li terdorong ke depan pada saat yang bersamaan. Karena pria itu tidak memakai sabuk pengaman, tubuh Tuan Li terlempar ke belakang. Pada saat bersamaan, terdengar suara pecahan kaca berbaur dengan suara alarm mobil. Pecahan kaca yang tajam berhamburan dari arah depan. Yu Lili mebelalakkan matanya ketika pecahan kaca tersebut melesat ke arah tubuh Tuan Li. Darah merah mengalir dari dahi pria itu ke matanya yang terpejam. Tuan Li tidak bergerak. Tuan Li sudah mati? Pikiran Yu Lili kosong, dan terdengar bunyi peluit, sirene, dan pertanyaan-pertanyaan di sekitarnya, dan semuanya terasa seperti sebuah mimpi. Ketika dia membuka matanya lagi, Yu Lili sedang terbaring di rumah sakit. Terlihat ada seorang polisi, seorang dokter, dan perawat-perawat di sebelah dirinya. Ketika dokter melihat Yu Lili sadar, dokter itu memeriksanya dan memastikan tidak ada yang salah. Kemudian polisi langsung menghampiri untuk bertanya padanya. "Nona Yu Lili, betul?" Yu Lili merasa sedikit takut, dan jantungnya berdegup sangat kencang saat dirinya mengangguk. Polisi itu memandang dirinya dan kemudian melihat catatannya, bertanya, "Apakah Anda memiliki anggota keluarga?" "Tidak, saya yatim piatu." "Mengapa Anda membenci Li De? Dalam kecelakaan mobil ini, istri Li De ingin menuduh Anda melakukan pembunuhan. Bagaimana situasi saat itu? Tolong jelaskan." "Pembunuhan?" Yu Lili menatap polisi itu dengan mata terbelalak dan memastikan bahwa polisi tersebut tidak bermaksud untuk membuat lelucon. Tiba-tiba dirinya merasa sangat konyol. "Dia adalah orang yang melecehkan saya! Berpura-pura memberi saya tumpangan, dan mengatakan dia tidak bisa mengemudi setelah minum-minum. Setelah itu, dia mencoba memerkosa saya di dalam mobil. Saya menginjak pedal gas dalam keadaan darurat dan mobil itu tiba-tiba melaju dengan cepat!" "Tapi Anda tidak memiliki SIM. Anda tahu bahwa itu melanggar hukum?" "Dia bersikeras bahwa saya yang menyetir. Jika saya menolaknya, dia akan mengatakan saya tidak menghormati dia!" Yu Lili memandang polisi itu dan berkata, "Saya baru saja mendapat promosi dan saya belum memiliki pekerjaannya secara resmi. Kenapa saya harus membunuhnya?" Sang polisi melirik ke arahnya dan menuliskan beberapa catatan. "Saya dengar hubungan Anda dengan sepupu istri Li De tidak baik." "Ya!" Mata Yu Lili menyala. "Xu Jing, Li De memecatnya dan menempatkan saya di posisinya. Pasti karena ini istrinya menuduh saya secara tidak adil. Lagi pula, mereka adalah sepupu." "Tapi mengapa Li De menginginkan Anda untuk pekerjaan itu? Ada banyak orang di perusahaan tersebut dengan kualifikasi yang lebih baik daripada Anda. Mengapa dia tidak mempromosikan orang lain selain Anda? Apa hubungan Anda dengan Li De?" Chapter 770 - Masuk Penjara .... Suara Yu Lili tertahan, tapi dia dengan cepat mengatur pikirannya dan mengatakan hal yang sebenarnya. Polisi itu mengangguk dan berkata, "Oke, saya mengerti. Kami akan menyelidiki masalah ini dengan saksama, tetapi karena kecelakaan itu disebabkan oleh Anda, istri Li De meminta Anda untuk membayar semuanya, termasuk biaya perbaikan untuk kedua mobil tersebut, dan biaya pengobatan dan kerugian jiwa Li De. Setelah Li De sadar, kami juga akan mengajukan pertanyaan padanya." "Apa?" Yu Lili tercengang. "Dia ingin saya yang membayar?" "Tentu saja, kecelakaan itu disebabkan oleh Anda. Mobil yang lain itu terparkir dalam kondisi baik-baik saja, dan Anda menabraknya. Biaya perbaikan kedua mobil dan biaya pengobatan akan berjumlah setidaknya tiga atau empat ratus ribu yuan. Anda harus mempersiapkan diri." "Tapi itu adalah pembelaan diri!" Wajah Yu Lili pucat. Tiga atau empat ratus ribu yuan? Di mana dia dapat menemukan uang sebanyak itu! Sekarang dirinya terlalu miskin bahkan untuk makan. Bagaimana dia bisa mencari uang sebanyak itu? "Kita masih perlu mencari tahu tentang faktanya. Ketika Li De sadar, kita akan berbicara lebih lanjut. Anda baik-baik saja, hanya pingsan. Tangan kiri Li De patah dan dia mengalami gegar otak. Jika dia sadar, berterimakasihlah pada Tuhan, jika mereka tidak menuntut, Anda bisa bebas dengan membayar uang tersebut. Jika dia tidak bangun lagi, saya khawatir Anda akan masuk penjara." Polisi itu menutup bukunya. "Pikirkan tentang hal itu. Kompensasi tersebut sudah pasti. Saya akan pergi menemui Li De." Setiap ons kekuatannya terkuras. Saat duduk di tempat tidur, wajah Yu Lili terlihat pucat. Ada seorang wanita tua di bangsal itu yang memandang ke arahnya dengan simpatik dan berkata, "Nak, apakah kau baik-baik saja?" Yu Lili mendongak, matanya terasa panas, dan dia merasa gugup. Tiga atau empat ratus ribu yuan, jika dia tidak bisa membayarnya, apakah dirinya akan masuk penjara? Mengangkat selimutnya, Yu Lili bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar dengan cepat. Setelah bertanya, dia menemukan bangsal Tuan Li dan pergi ke sana. Tuan Li tinggal di bangsal satu orang yang menyenangkan. Harga bangsal ini bukanlah jumlah yang mampu Yu Lili bayar. Wajahnya menjadi semakin pucat. Yu Lili mengetuk pintu dan berjalan masuk. Li De sudah sadar. Saat melihat Yu Lili masuk ke dalam, pria itu menunjukkan raut wajah marah. Istri Li De memalingkan kepalanya dan menatap Yu Lili. Wanita itu melangkah maju dan menampar tepat di wajah Yu Lili. Pupil mata Yu Lili menyusut, dan dia melangkah mundur, menghalangi serangan tersebut. Nyonya Li menampar punggung tangan Yu Lili, yang mana membuat suara nyaring. Polisi itu membuat sebuah transkrip. Ketika melihat adegan ini, dia dengan cepat menghampiri untuk menghentikan mereka. "Hentikan. Polisi masih berada di sini!" Nyonya Li mendengus dan mencibir, "Ini bukan urusan polisi kalau aku memukul pel*cur yang merayu suamiku. Pel*cur kecil ini memiliki wajah murahan, dan aku dengar bahwa dia dulunya adalah seorang wanita simpanan. Tuan Polisi, sudahkah Anda memeriksa latar belakangnya untuk melihat apakah dia terlibat dalam sejumlah transaksi ilegal?" Yu Lili menjadi marah, tetapi dia menenangkan dirinya sendiri dan mencibir, "Aku hanya ingin tahu kenapa Tuan Li merayu gadis-gadis di kantor sepanjang waktu. Ternyata Nyonya Li adalah seseorang yang seperti ini. Benar, tidak ada pria yang bersedia menghadapi seorang wanita yang terlihat lebih tua daripada dirinya sendiri. Jika kau tidak memanggil Li De sebagai suamimu, aku benar-benar mengira kau adalah pengasuhnya atau kakak perempuannya." Wajah Nyonya Li terlihat semakin gelap dan dia berteriak, "Hei!" Yu Lili bersikap seolah-olah dirinya bahkan tidak mendengar teriakan wanita itu, dan terkekeh-kekeh. "Cukup menyedihkan. Aku hanya ingin tahu kenapa dia selalu bertindak seperti seekor babi di depan para wanita. Ternyata ada alasannya." Chapter 771 - Memberimu Keadilan Wajah Nyonya Li memerah, dan dia langsung bergegas menghampiri. Dia menggunakan seluruh kekuatan untuk menyerang Yu Lili dan meraung, "Dasar pel*cur kecil!" Tetapi sebelum dia mendekati gadis itu, dirinya dihentikan oleh sang polisi. Wajah polisi itu terlihat begitu tertekan sehingga dia berkata dengan marah, "Bisakah Anda diam!" Yu Lili bahkan tersenyum semakin cantik, menaikkan alisnya dan berkata, "Apa? Tidak bisa menerima fakta? Kau pastilah mempunyai keluarga yang kaya. Kalau tidak, tidak ada pria yang akan menderita karena penampilan yang seperti ini, dan itu akan menjadi mengerikan jika saat mereka melihatmu dan mengompol di tengah malam." "Tutup mulutmu, pel*cur!" Nyonya Li menjadi marah dan bergegas mendekati Yu Lili. Polisi itu merasa tidak sabar, dan dia berkata, "Cukup! Jika kalian terus seperti ini, kalian berdua bisa ikut ke kantor polisi bersama saya!" Li De sedang terbaring di tempat tidur dan ekspresi wajahnya tidak terlalu menyenangkan. Sambil berbaring di tempat tidur, pria itu melihat bahwa Yu Lili begitu kuat dan sensual, dan tidak bisa menahan diri untuk merasa tergoda kembali. Wanita seperti itu, jika dia bisa membawanya ke tempat tidur, bukankah itu akan sangat menyenangkan? Dengan pemikiran ini, mata Li De menjadi semakin panas. Pria itu berkata, "Yu, jaga mulutmu sedikit. Polisi masih berada di sini." Ketika mendengar itu, Yu Lili memandang Li De yang berada di tempat tidur dan berkata dengan mata dingin, "Tuan Li, aku selalu menghormatimu. Kupikir promosi ini karena kau menghargai kemampuanku di tempat kerja. Aku tidak menyangka kau punya pikiran kotor seperti itu. Jika kau menginginkan sesuatu di masa mendatang, lebih baik mengatakannya dengan terus terang. Maaf. Aku berhenti." Tuduhan semacam itu membuat wajah Li De terasa terbakar. Dihadapkan dengan raut wajah istrinya yang bertanya-tanya dan mengancamnya, wajah Li De terlihat kelam dan dia berkata, "Yu, kau harus berhati-hati dengan apa yang kau ucapkan. Semua orang di kantor telah menyaksikan bagaimana aku memperlakukanmu. Aku pikir kau akan melakukan pekerjaan itu dan mempromosikan dirimu untuk jabatan tersebut. Bagaimana bisa ada alasan lain? Kau, di sisi lain, apa yang telah aku lakukan sehingga menyinggung dirimu sampai kau menyakiti aku seperti ini? Karena kita semua saling kenal, aku tidak akan menuntutmu dan kita dapat menyelesaikan hal ini secara pribadi. Polisi seharusnya sudah memberitahumu. Bayar saja kompensasinya, dan kami bisa melepaskannya." Kemudian dia sepertinya memikirkan sesuatu dan berkata, "Aku sudah memberi tahu departemen Sumber Daya Manusia, kau telah dipecat. Di masa mendatang, kau bukanlah karyawanku. Posisi supervisor ini tidak ada hubungannya denganmu. Aku ingin tahu ke mana kau dapat pergi setelah kau meninggalkan perusahaan ini!" "Ha!" Yu Lili merasa sedikit lucu. "Tuan Li, kau masih berpura-pura. Kami mempunyai sebuah kamera di gerbang komunitas. Polisi itu bisa melihat rekamannya dan mencari tahu tentang fakta tersebut. Itu adalah pembelaan diri untukku, dan kau memaksaku untuk menyetir. Kau yang melakukan ini pada dirimu sendiri, dan aku tidak punya alasan untuk membayar apa pun. Selain itu, ini adalah sebuah kota yang besar. Aku rasa perusahaanmu tidak bagus. Sebenarnya, aku ingin berhenti sejak beberapa waktu yang lalu. Aku yang meminta untuk berhenti sejak awal, apakah kau lupa?" Wajah Li De semakin kelam. Dia berkata, "Tidak peduli apa pun, kau sekarang bukanlah karyawanku, tetapi kau telah menyebabkan serangkaian kerugian ini, yang mana merupakan faktanya. Jika kau tidak mau memberikan kompensasi, kau harus berhadapan dengan hukum. Yu, aku yakin kau tidak mau masuk penjara?" Mata Yu Lili berkelebat dan dia melihat ke arah polisi itu. "Tuan, dia yang terlebih dahulu melecehkan saya. Saya mohon lihatlah rekaman kamera pengawas untuk melihatnya." "Saya sudah memberi tahu rekan-rekan saya. Ayo kita kembali ke kantor polisi dan melihat rekamannya. Jika itu benar, kami pasti akan memberi Anda keadilan. Ayo kita pergi." Chapter 772 - Pekerjaan Apa Yang Dapat Menghasilkan Uang Dengan Cepat? Yu Lili akhirnya melirik Li De, membalikkan badan dan mengikuti sang polisi keluar dari bangsal tersebut. Ketika tiba di kantor polisi dan melihat rekaman itu, Yu Lili mendapati bahwa sebuah truk besar terparkir di depan kamera pengintai. Dan hanya atap mobil Li De yang terlihat. Blind spot. Tidak ada bukti kuat untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Yu Lili merasa seperti dirinya membeku. Ketika melihat rekaman itu, matanya menjadi semakin memerah. Sambil menatap polisi di seberangnya, wanita itu tiba-tiba berdiri dan bertanya, "Bagaimana dengan kamera yang lainnya? Gerbang sebesar itu, tidak mungkin hanya memiliki satu kamera saja, kan?" "Itu tepat di sudut kanan bawah. Apakah Anda tidak melihatnya?" Sudut lainnya adalah bagian belakang mobil. Wajah Yu Lili menjadi pucat pasi. Saat duduk di kursi, dia merasa kedinginan. - "Tuan Ou, sepertinya ada berita dari ibu kota tentang Nona Yu." Ou Ming sedang membenamkan kepalanya di dalam dokumen-dokumen. Ketika mendengar ini, dia berhenti sejenak tanpa mengangkat kepalanya. "Katakan." Asisten itu sedikit merenung sebelum dia memberi tahu bosnya. Setelah dia selesai, asisten itu mengasihani Yu Lili dan bertanya, "Apakah Anda ingin membantunya?" "Apakah kau dekat dengannya?" Ou Ming tidak mengangkat kepalanya. Dia melemparkan dokumen yang sudah ditandatangani ke samping dan melirik asistennya. "Jika kau dekat dengannya, maka kau bisa membantunya. Itu bukan urusanku." Asisten itu langsung menutup mulutnya dan menundukkan kepala. Bukan urusan bosnya? Itu adalah seorang wanita yang dulu tidur bersamanya. Sangat kejam, Tuan Ou! Namun, karena sang bos sudah mengatakan hal tersebut, asisten itu tidak memiliki alasan untuk merasa khawatir. Mengambil dokumen yang sudah ditandatangani, asisten tersebut menatap Ou Ming dan berkata, "Kalau begitu, saya akan keluar terlebih dulu." Mata Ou Ming masih tertuju pada dokumen-dokumen itu, ketika dia melambaikan tangannya. Setelah asistennya keluar, Ou Ming mendongak dari tumpukan dokumen tersebut. Di dalam matanya yang indah, terbuka sebuah lembaran usang berdebu yang telah lama ditunggu-tunggu. Yu Lili, apakah wanita itu sedang putus asa saat ini? Matanya tertuju pada ponsel di atas mejanya, dan mata Ou Ming menjadi lebih gelap. Dia tidak pernah mengubah nomor ponselnya. Yu Lili seharusnya ¡­ ingat, kan? - Yu Lili tidak mengetahui bagaimana dirinya kembali ke rumah, dan pikirannya kosong ketika dia berbaring di tempat tidur. Memandang ke depan, dia melihat dinding yang penuh dengan foto itu. Ou Ming yang sedang duduk, berdiri, tertawa, memeluknya, menciumnya. Wajah tampan itu membuat dirinya merindukan pria tersebut selama empat tahun. Tetapi dirinya tidak berani mengenang kembali atau pun mencari Ou Ming lagi. Yu Lili mengetahui lebih baik dari siapa pun seperti apa Ou Ming itu. Pria itu tidak akan memaafkannya. [Enyahlah! Jangan sampai aku melihatmu di Kotaraja lagi, kalau tidak, aku akan mencari seseorang untuk membunuhmu! Dasar pel*cur!] Tercekat, Yu Lili menghela napas, tetapi air matanya kemudian menetes. Dikatakan bahwa ketika orang sedang merasa teramat putus asa, hal pertama yang mereka pikirkan adalah orang yang paling mereka andalkan. Kalimat itu benar sekali. Akan tetapi, ketergantungan seperti itu tidak dapat dipertahankan. Bahkan Yu Lili pun tidak mengetahui kapan dirinya tertidur. Ketika dia terbangun, sudah pukul sepuluh di pagi berikutnya. Melihat jam yang terpampang di ponsel, Yu Lili tiba-tiba bangkit, dan reaksi pertamanya adalah dirinya terlambat untuk bekerja. Namun, hanya perlu sedikit waktu baginya untuk mengingat bahwa dia sepertinya sudah menganggur sekarang. Dengan perasaan mendalam tentang ketidakberdayaan di dalam hatinya, Yu Lili bangkit dan mandi, mengganti pakaiannya dan pergi mencari pekerjaan. Dia sekarang memiliki hutang yang besar dan sangat membutuhkan uang. Pekerjaan apa yang dapat menghasilkan uang dengan cepat? Chapter 773 - Seseorang Yang Dia Kenal Berbekal resumenya, Yu Lili hampir mengunjungi semua pusat ketenagakerjaan di ibu kota. Namun, entah pekerjaan itu tidak cocok untuknya, atau upahnya terlalu rendah. Upah tertinggi bahkan tidak mencapai 5.000 yuan untuk gaji sebulannya. Di sebuah kota seperti ibu kota ini, hanya ada sedikit uang yang tersisa setelah dirinya membayar makanan dan akomodasi. Jadi, setelah seharian penuh, tidak ada hasil yang diperoleh. Yu Lili merasa bahwa dirinya telah jatuh ke dasar jurang. Bahkan ketika dia pertama kali datang ke kota ini dan ditipu lebih dari satu juta yuan oleh teman sekamarnya, dia tidak merasa sesedih pada saat ini. Melarat. Ketika dirinya pertama kali pindah keluar dari panti asuhan, sang direktur berkata, Yu Lili tidak terlihat seperti seseorang dengan keberuntungan yang baik. Saat itu, dirinya tersenyum. Siapa yang mengetahui bahwa dia akan jatuh ke dalam situasi seperti itu. Pada pukul lima sore, wanita itu membeli sebungkus mi instan di sebuah mini market di dekat pusat ketenagakerjaan dan duduk di bawah payung teras di sebelah mini market tersebut. Ini adalah mi instan yang ketiga untuk hari ini. Yu Lili menunduk menatap ponselnya, memindai nomor-nomor telepon yang baru saja disimpannya di pusat ketenagakerjaan, dan tiba-tiba menerima sebuah pesan teks. Terdengar suara sepatu hak tinggi yang semakin mendekat. Yu Lili mendongak dan dengan seketika melihat seorang wanita berwajah cantik. Wanita itu memiliki rias wajah yang lembut di wajahnya dan sedang menatap dirinya dengan tangan bersilang di dada. Mengenakan sebuah rok berwarna magenta yang indah dan jaket putih, menenteng sebuah tas Chanel baru, wanita itu juga memiliki arloji dan aksesoris yang memamerkan selera dan kekayaan pemiliknya. Ketika melihat wanita ini, Yu Lili merasa bahwa wanita tersebut tidak asing dan mengerutkan keningnya. "Kau adalah ¡­." "Hao Yu." Setelah mendengar nama itu, Yu Lili akhirnya mengingat wanita tersebut. Dia sedikit terkejut. "Ternyata itu kau, Kakak Hao!" Hao Yu, yang membawa Yu Lili ke klub hiburan pada masa itu dan memulai "berjualan". Pada saat itu, Yu Lili masih muda dan tidak mengerti apa-apa, karena dirinya kekurangan uang, dia mengikuti Hao Yu "berpetualang." Setelah tiba di tempat itu, Yu Lili menemukan tempat seperti apa tempat tersebut. Dan peran yang dia mainkan pada saat itu adalah ¡­ seorang pelacur. Pada saat itu, Yu Lili mati-matian menyembunyikan keberadaan dirinya dan sangat ingin melarikan diri. Untuk alasan ini, Hao Yu membantu Yu Lili dan mendapatkan sebuah tamparan di wajahnya untuk itu. Kemudian, Yu Lili melihat Hao Yu dipukuli karena dirinya. Yu Lili sangat menyalahkan dirinya sendiri dan kembali bekerja. Pada saat itu juga dia bertemu Ou Ming. Pada usia 17 tahun, dirinya dipelihara oleh Ou Ming seperti seekor burung kenari. Sejak saat itu, Yu Lili tidak pernah melihat Hao Yu lagi. Siapa sangka dia akan bertemu wanita itu di ibu kota. Ketika melihat Hao Yu, Yu Lili tiba-tiba merasakan sebuah perasaan akrab karena bertemu seorang kenalan dari kota kelahirannya. Selama lebih dari empat tahun, dia belum pernah bertemu seseorang yang dikenal sebelumnya. Kecuali untuk Ou Ming, tidak ada. "Mi instan?" Hao Yu duduk di samping Yu Lili dan melirik ke arah mi itu, hanya untuk mendapati bahwa kuah mi itu pun sudah habis setengahnya. Meletakkan tasnya, Hao Yu mengambil sebotol yoghurt dan bertanya, "Apakah itu cukup? Bagaimana kalau aku membawamu untuk makan makanan yang enak?" "Ah?" Wajah Yu Lili terasa sedikit terbakar dan dia merasa malu. "Aku ¡­" "Aku belum makan. Ayo kita pergi bersama. Ada sebuah restoran Kanton di dekat sini, dan rasanya lumayan." "Oke, terima kasih, Kakak Hao." ¡­. Setelah berkeliling seharian, sebungkus mi instan tidak memuaskan rasa laparnya. Setelah memakan makanan yang sesungguhnya, dia menemukan bahwa dirinya sedang kelaparan. Yu Lili telah makan dengan lahapnya, tapi Hao Yu nyaris tidak bergerak. Setelah makan, Yu Lili duduk di kursi dengan perasaan puas, menyentuh perutnya yang bundar, memandang Hao Yu, dan berkata, "Terima kasih, Kakak Hao." Chapter 774 - Pelacur "Sama-sama, tapi aku ingat kau bersama dengan Ou Ming? Bahkan jika dia mencampakkan dirimu, kau seharusnya tidak hidup seperti ini?" Yu Lili mendengar kata-katanya dan merasa sedikit malu. Dia bertanya, "Apakah aku terlihat sangat menyedihkan ¡­." "Ya, sangat menyedihkan." Hao Yu memandang Yu Lili, menjumput pakaian yang dibeli Yu Lili di sebuah toko kecil, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Lihatlah pakaian apa yang sedang kau kenakan. Di mana pakaian desainer yang kau punya?" Yu Lili menyesap tehnya dan tertawa dengan senang, menjelaskan semuanya secara tersirat. Dari empat tahun lalu ketika dia kehilangan semua uangnya sampai empat tahun kemudian. Hao Yu melihat senyum Yu Lili yang dipaksakan, tidak mengungkapkannya, dan mengangguk. "Jadi, kau sekarang sedang ditipu oleh binatang itu. Jika kau tidak memberinya uang, dia akan menuntutmu?" "Ya," Yu Lili menuang secangkir teh untuk dirinya sendiri dan menyesapnya. "Dia memberiku waktu lima hari. Jika aku tidak bisa mendapatkan uang dalam lima hari, dia akan memanggil polisi dan menangkapku." Lalu matanya memerah. "Dia merasa yakin kalau aku tidak punya uang untuk mencari seorang pengacara, dan sekarang tidak ada bukti yang menguntungkan diriku ¡­." "Berapa banyak?" "Aku tidak tahu ¡­." Mata Yu Lili terlihat kemerahan, tetapi ketika dirinya melihat ekspresi simpatik Hao Yu, dia langsung tertawa. "Mungkin 380.000 yuan, mungkin lebih dari 400.000 yuan, biaya perbaikan untuk kedua mobil berjumlah lebih dari 300.000 yuan. Ditambah dengan biaya pengobatan ¡­ aku pikir akan lebih dari 400.000 yuan." "Berapa banyak uang yang kau punya sekarang?" Hao Yu bertanya. Yu Lili menundukkan kepalanya dan merasa tak berdaya. "Tujuh ratus yuan lebih, ini gajiku dari pekerjaan paruh waktu selama liburan." "Lalu, apa kau punya tempat untuk tinggal sekarang?" "Ya, aku baru membayar sewa kuartal apartemen beberapa hari yang lalu." "Atau, apa kau ingin bekerja bersamaku? Sekarang kau tidak bisa mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat. Ada lowongan di mana aku bekerja, dan gajinya cukup tinggi. Apakah kau ingin mencoba?" Hao Yu memandangnya dan bertanya. Yu Lili tertegun, dan kemudian menggelengkan kepalanya tanpa ragu-ragu. "Aku tidak melakukan itu." Hao Yu menatapnya dan tiba-tiba tersenyum. "Kau telah bersama dengan Ou Ming untuk waktu yang lama. Bukankah dia menidurimu?" Yu Lili mengerutkan bibirnya dan tidak berbicara. "Jika kau ingin mendapatkan uang dengan cepat, ini adalah cara satu-satunya. Tempat di mana aku bekerja adalah sebuah tempat yang mewah. Jika kau pergi ke tempat lain, bayarannya tidak sebagus itu." Hao Yu menatap Yu Lili, mengedipkan bulu mata palsunya yang panjang dan membedaki wajahnya. "Dengan wajah dan tubuhmu yang cantik, kau akan lebih berharga daripada diriku. Kau mungkin bisa menghasilkan uang sebanyak itu dalam beberapa hari. Dan setelah itu, akan lebih mudah bagimu." Dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu hanya dalam beberapa hari? Pasti akan cukup cepat tentunya ¡­. Dalam lima hari, jika dia bisa mengumpulkan uangnya, dirinya tidak perlu khawatir tentang hal itu, dan dia tidak akan masuk penjara. Dia masih muda. Umur dua puluh lima tahun, itu adalah usia paling indah bagi wanita. Utang lebih dari 400.000 yuan, jika dia masuk penjara, hukumannya tidak akan kurang dari sepuluh tahun, dan ketika dirinya keluar ¡­. Dia tidak mau! Tetapi jika dia menjual tubuhnya ¡­. Bukankah hal itu akan membuat dirinya benar-benar menjadi seorang pelacur? Apakah ini adalah cara satu-satunya? Yu Lili menggigit bibir bawahnya, merasa bimbang sesaat. Pada akhirnya, dia tetap menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata dengan serius, "Kakak Hao, aku tidak melakukan hal itu." Hao Yu melihat ini, tersenyum, meletakkan bedaknya, lalu mengambil dompetnya. Dia meletakkan beberapa lembar uang kertas di atas meja dan berkata, "Ini seribu yuan. Ambillah sekarang dan bayar kembali padaku ketika kau punya uang." Chapter 775 - Keputusan Sudah Dibuat — Jual Yu Lili terkejut, dia dengan cepat mendorong uang itu kembali dan berkata, "Kakak Hao, kau tidak perlu melakukan ini. Aku punya cukup uang untuk saat ini." "Apa kau pikir jumlah itu terlalu sedikit?" "Bukan itu maksudku ¡­." "Kalau begitu kau harus mengambilnya. Karena ini tidak gratis, kau dapat membayar padaku kembali ketika kau punya uang." Hao Yu tersenyum seperti sekuntum bunga peony mekar yang indah dan lembut. Wanita itu mengeluarkan sebuah kartu nama dari tasnya yang cantik dan menyerahkannya pada Yu Lili. "Ini kartu namaku. Tetaplah berkomunikasi ya." Yu Lili mengambil kartu nama itu, yang mana tertulis: Manajer Lantai Hutan Malam, Hao Yu. Yu Lili tidak menyadari keberadaan Porsche merah menawan yang dikendarai Hao Yu sampai dirinya mengikuti wanita itu keluar dari restoran. Mobil tersebut cukup mutakhir. Bahkan plat nomornya pun membangkitkan perasaan iri. Benar-benar wanita yang sangat kaya. Yu Lili menatap dengan kagum pada mobil yang melaju dengan kencang itu, lalu berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah terdekat. "Dibeli ponsel bekas, komputer, mesin cuci ¡­." Bunyi terompet yang tak asing di jalanan itu menghentikan dirinya. Ketika mendengar suara itu menjauh, Yu Lili tiba-tiba mempunyai sebuah ide. Dia menunduk melihat ke arah tasnya. Itu adalah sebuah tas edisi terbatas Internasional Milan yang dibelikan Ou Ming untuk ulang tahunnya yang ke-20. Yu Lili membawa lima atau enam buah tas ketika dia pindah keluar dari Vila Xishan. Setiap tas tersebut bernilai lebih dari seratus ribu atau bahkan beberapa ratus ribu yuan. Meskipun telah digunakan selama beberapa tahun, tas-tas itu masih bisa ditukarkan dengan sejumlah uang. Tanpa menunda lagi, Yu Lili membawa tas-tas miliknya ke pasar barang-barang mewah lokal pada keesokan harinya. Setelah membanding-bandingkan dan tawar-menawar, Yu Lili menjual lima buah tasnya seharga 318.000 yuan. Ketika dia berjalan keluar dari pasar tersebut, satu-satunya tas merah yang ditentengnya adalah tas dengan harga termurah. Karena sudah lama menggunakan tas-tas itu, Yu Lili merasakan hampa di dalam dirinya setelah menjual tas-tas tersebut. Dia menghubungi Li De, tetapi tidak ada yang menjawab. Tanpa berpikir lebih jauh tentang hal itu, dia menggunakan kereta bawah tanah untuk pulang ke rumah, tetapi kemudian menemukan orang-orang yang berkerumun di sekitar gerbang. Dan tempat di mana mereka berkerumun adalah di sekitar apartemen kecil miliknya. Jantung Yu Lili seolah-olah berhenti berdetak. Dia melangkah maju dan bertanya, "Apa yang terjadi?" Begitu dia memasuki pintu apartemen, dia mendapati bahwa semua barang yang berada di rumahnya sudah berserakan. Sofanya terkoyak, semua pegas, rangka dan spons-nya kelihatan. Meja teh yang terbuat dari kaca itu hancur berkeping-keping. Meja komputer dan laptopnya terbelah menjadi dua bagian, dan papan induk 1 di bagian dalamnya terlihat. Serpihan-serpihan kaca bertebaran di seluruh lantai, yang mana merupakan sebuah pemandangan yang mengerikan. Yu Lili tidak dapat memercayai pemandangan mengerikan di dalam rumahnya. Dindingnya disemprot cat dengan coretan: PEL*CUR TAK TAHU MALU! MERAYU SUAMI ORANG LAIN! SUNGGUH MEMALUKAN! Yu Lili melangkah masuk ke dalam ruangan. Benar saja, pintu kamarnya sudah terbuka. Dia masuk ke dalam kamarnya, tetapi hanya melihat tempat tidur, seprai dan bantal yang basah semuanya. Foto-foto yang telah tergantung di dinding semuanya hancur dan berserakan di lantai. Yu Lili berdiri di ambang pintu, dan dia masih tidak bisa memercayai pemandangan di hadapannya. Dia berjalan masuk lebih jauh ke dalam kamar selangkah demi selangkah, menatap foto-foto yang berada di lantai. Tanpa sadar, matanya menjadi kabur. Bingkai foto yang rusak berceceran. Sementara foto-foto itu ¡­ semuanya terendam dalam air di lantai dengan coretan-coretan di setiap fotonya. Tidak ada yang bisa dilihat dalam foto yang semula jelas pada saat ini. Tidak ada jejak sama sekali yang dapat ditemukan ¡­. Mainboard - papan sirkuit yang terdiri atas cip prosesor, pengatur layar, cip suara, dan sebagainya dalam komputer. Chapter 776 - Seharusnya Tidak Seperti Ini Yu Lili berjongkok dan membolak-balik foto-foto itu. Air mata yang menggenangi matanya mau tidak mau menetes. Apa yang harus aku lakukan ¡­. Bingkai-bingkai foto itu masih merupakan bingkai foto yang dikenalnya, sementara gambar dari saat-saat bahagia miliknya telah hilang semuanya. Apa yang harus aku lakukan ¡­. Tiba-tiba, dia memikirkan meja yang berada di dalam kamarnya. Di atas meja itu terdapat sebuah buku harian yang tebal. Berisi berbagai perasaannya yang terekam di dalamnya. Yu Lili menoleh ke belakang, tetapi hanya menemukan puing-puing meja yang tergeletak di lantai dengan tenang. Buku harian itu sudah hilang. Dia mencari-cari di bawah tempat tidur dan di dalam lemari pakaian, tetapi tidak ada di mana pun. Yu Lili membuka lemari pakaian dan menemukan bahwa pakaian-pakaian di dalamnya semuanya sudah disemprot dengan cat semprot. Lemari pakaian itu dipenuhi dengan beberapa pakaian merek ternama yang tersisa serta beberapa pakaian yang layak pakai yang telah dibelinya selama tinggal sendirian beberapa tahun ini. Pakaian-pakaian yang telah dengan hati-hati dilindungi oleh dirinya selama bertahun-tahun itu dirusak di rumahnya sendiri dan di dalam lemari pakaian miliknya sendiri. Pakaian tersebut rusak tanpa ada yang tersisa. Ketika melihat seluruh lemari pakaian sudah disemprot dengan cat berwarna-warni, Yu Lili merasa hampir pingsan. Orang-orang yang menyaksikan di luar tersebut telah masuk ke dalam apartemen. Ketika melihat pemandangan seperti itu, tetangga Yu Lili, Bibi Zhao, menghibur Yu Lili, wajahnya penuh simpati. "Nak, sebaiknya kau menghubungi polisi. Penjahat-penjahat itu pasti akan dihukum pada akhirnya karena lingkungan kita memiliki kamera monitor di mana-mana." "Ya, ini sudah keterlaluan." "Bagaimana mereka bisa mengganggu dirimu seperti ini? Aku ingin tahu bagaimana mereka bisa masuk ke dalam lingkungan kita. Untuk apa ada penjaga keamanan?" ¡­. Gelombang demi gelombang kebisingan melintas di atas apartemen kecil yang berantakan ini, membuatnya terdengar sangat riuh. Yu Lili mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Hal pertama yang dia lakukan adalah bukan menghubungi polisi tetapi menekan tombol angka 1 dengan lama. Dengan segera tampilan panggilan muncul di layar ponsel dan nama Ou Ming terlihat. Kesedihan dan rasa sakit di hati Yu Lili semakin terasa bergelora ketika dia melihat nama Ou Ming. Mengapa semuanya berubah menjadi seperti ini? Situasi saat ini bukanlah apa yang dirinya harapkan. Dia seharusnya tidak seperti ini ¡­. Dia seharusnya hidup seperti seekor burung merak yang arogan untuk memberi tahu Ou Ming bahwa burung kenari miliknya tidak akan mati tanpa dirinya. Suatu hari, dia akan menjadi sukses dan mendampingi pria itu. Ketika orang-orang membicarakan dirinya, mereka tidak akan mengatakan: Yu Lili hanyalah wanita simpanan Ou Ming. Sebaliknya, mereka akan berkata: Yu Lili luar biasa dan pantas untuk Ou Ming. Seharusnya seperti itu, tapi mengapa semuanya menjadi seperti ini ¡­. Ketika melihat nama Ou Ming, air mata Yu Lili mengalir deras ibarat banjir tanpa adanya sebuah bendungan. Tiba-tiba, ponselnya bergetar sedikit dan waktu meneleponnya dimulai pada layar ponsel ¡­. - Ou Ming sedang menyelenggarakan sebuah kegiatan sosial pada pukul tujuh malam ketika ponselnya berdering. Itu adalah sebuah nomor yang benar-benar asing milik kota Beijing. Ou Ming berniat mengabaikannya. Tapi entah bagaimana, dia mau tidak mau teringat tentang hal yang telah dikatakan asistennya mengenai Yu Lili pada hari ini. Yu Lili, Beijing. Suara mitranya terdengar menjauh dari telinga pria itu. Tanpa diduga, Ou Ming mengangkat telepon tersebut. Tapi apa yang bisa didengarnya hanyalah suara bising yang berbaur dengan berbagai jenis suara orang yang sedang berbicara. Dia hampir tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh pihak penelepon. Ou Ming tetap diam, memegang ponselnya dan mendengarkan suara tersebut melalui ponselnya. Namun demikian, sebuah suara dengusan dan isak tangis yang pelan terdengar bukannya suara orang yang sedang berbicara di telepon. Hati Ou Ming sepertinya telah dirampas secara tiba-tiba, dan dia mengencangkan pegangan tangannya di ponsel itu dengan tenang ¡­. Chapter 777 - Siapa Ini? Keheningan melanda saat tidak ada yang mengatakan apa pun. Sang mitra itu hanya duduk diam, menjaga agar tetap tak bersuara karena Ou Ming sedang menerima telepon. Yu Lili menyadari keheningan di telepon itu dan dia akhirnya tidak bisa menahan air matanya dan mulai terisak-isak dengan perlahan. Sangat mudah bagi Ou Ming untuk menebak siapa penelepon itu, tapi telepon itu masih membuat dirinya merasa tidak enak ketika mendengar suara seperti itu. Itu adalah Yu Lili. Wanita itu akhirnya datang kepadanya. Yu Lili sudah menemui jalan buntu dan terlilit utang dalam jumlah besar. Dan wanita itu mencari Ou Ming kembali, karena uang, uang yang menjijikkan. Beberapa ratus ribu yuan hanyalah uang receh baginya, tetapi itu jumlah yang cukup untuk menggiring Yu Lili, kekasihnya dari masa lalu, hingga ke titik ini. Betapa konyolnya itu. Ou Ming mengepalkan tangannya. Terlihat lapis demi lapis kerumitan yang tak bisa dijelaskan yang tersembunyi di mata cokelat tuanya, pikirannya kacau. Dia membuka mulutnya setelah beberapa saat dan bertanya, "Siapa ini?" Kata-kata yang terdengar dingin dan tidak ramah itu bak sebuah panah dingin yang menusuk ke dalam hati Yu Lili. Wanita itu menggigil dan menutup teleponnya. Lama panggilan telepon itu adalah 1 menit dan 33 detik. Terasa seperti sudah beberapa abad bagi Yu Lili meskipun itu hanyalah sebuah momen yang singkat. Momen yang terasa tidak ramah dan asing. Setelah menarik napas panjang, Yu Lili menghubungi polisi. - Ketika mendengarkan nada sibuk dari ponselnya, mata cokelat tua Ou Ming terlihat meredup, seperti tertutupi oleh bebatuan dan pasir. Nyaris tak terlihat ada perasaan apa pun dari pria itu. Yu Lili tidak mengatakan sepatah kata pun. Setelah menatap nomor asing itu untuk beberapa saat, Ou Ming membuat sebuah kontak baru, ditulis dengan nama ''pel*cur''. "Jika tidak ada masalah dengan kerja sama kita, mari kita tandatangani kontraknya, Ou Ming. Kami menantikan sebuah hubungan kerja yang menyenangkan dengan Anda." Ou Ming meletakkan ponselnya, terlihat berseri-seri dengan sebuah senyum sopan di wajahnya, tetapi tidak di matanya. Pria itu mulai melihat-lihat surat kontraknya, halaman demi halaman dengan pikiran yang kusut. Dia akhirnya menyerah untuk membacanya dengan sabar dan menandatangani dengan namanya di atas surat kontrak tersebut. "Saya harus mengurus beberapa hal yang mendesak, jadi saya harus pergi sekarang. Zhou, perlihatkan pelayanan terbaik kita kepada Tuan Wang." Ou Ming berdiri, tubuhnya berotot dan jangkung dan terasa sebuah perasaan tertekan yang berasal dari pria itu. "Ya." Ou Ming melangkah keluar ruangan dan mengeluarkan ponselnya, menekan nomor telepon manajer kantor cabang ibu kota, dan berkata, "Cari tahu status Yu Lili." Xu Cheng terdengar kebingungan dan bertanya, "Sekarang?" "Ya." "Baik." ¡­. Para polisi tiba di apartemen Yu Lili, menyisir ke seluruh ruangan tersebut dan menyatakan kejadian itu sebagai tindakan perusakan properti pribadi yang berbahaya. Mereka menemukan sejumlah orang dengan pakaian serba tertutup dari rekaman kamera pengintai. Tidak ada cara untuk mengenali wajah mereka. Orang-orang tersebut mengenakan topi dan bukan berasal dari lingkungan ini, mereka juga menyelinap masuk ketika staf keamanan teralihkan perhatiannya. Yu Lili merasa sangat yakin bahwa kejadian itu ada hubungannya dengan Li De atau istrinya. Para polisi tersebut berusaha menemukan petunjuk pada malam itu juga dan membawa Yu Lili ke rumah sakit untuk menemui kedua orang yang bersangkutan. Li De sedang makan malam bersama istrinya. Setelah sepenuhnya memahami situasi Yu Lili, istri Li De mencibir pada wanita itu, "Sepertinya seseorang membelaku dan membalaskan dendam demi keadilan, atau, kau tidak hanya merayu suamiku, sehingga seseorang yang lain juga marah padamu?" Yu Lili menjadi berang dan mengejek, "Kau yakin bahwa kau melakukannya dengan sempurna? Aku tidak bisa memikirkan orang lain yang ingin balas dendam padaku. Salahmu sendiri karena kau tidak cantik, dan orang-orang jelek hanya menyebabkan masalah saja." Nyonya Li merasa sangat kesal dan berteriak, "Kau pel*cur, jangan keterlaluan!" "Pel*cur mengatakan apa?" Yu Lili melirik istri Li De. "Kau menghancurkan apartemenku, foto-fotoku, laptopku, kau bahkan mencuri buku harianku ¡­." Semakin dia menuduh Nyonya Li suaranya terdengar semakin bergetar, dan Yu Lili memelototi istri Li De sambil berteriak, "Kembalikan semuanya padaku!" Chapter 778 - Barang Bukti Penyelidikan "Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan. Kau harus memiliki bukti jika kau mengatakan kata-kata ini." Sambil melipat tangannya dan melihat ke arah Yu Lili, Nyonya Li terlihat dipenuhi dengan rasa sukacita, dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Sepertinya benda-benda itu sangat penting bagimu. Meskipun aku tidak tahu siapa yang melakukannya, tetapi dia sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Itulah yang harus kau lakukan pada seorang pelacur." Tapi Yu Lili tidak memercayai wanita itu dan mengulangi, "Kembalikan semuanya padaku!" "Barang-barangmu tidak ada di sini." Nyonya Li tertawa, "Orang jahat harus dihukum oleh dewa, bagus sekali!" "Nyonya Li, apakah Anda tidak keberatan bila kami memeriksa ponsel Anda?" Seorang petugas polisi mengulurkan tangannya. Bahkan jika itu adalah sebuah pertanyaan, nada suaranya terdengar seperti petugas polisi itu tidak mengizinkan Nyonya Li untuk menolak permintaannya. Nyonya Li menghentikan senyumannya, mendengus dan berkata, "Tentu, silakan." Dia mengeluarkan ponselnya dan melemparkan benda itu dengan santai, dan petugas polisi itu dengan sigap menangkapnya. "Kata sandi." Setelah Nyonya Li memberi tahu kata sandinya, petugas polisi itu memeriksa pesan teks, catatan panggilan, dan berbagai aplikasi sosial milik wanita itu, tetapi mereka tidak menemukan jejak yang serupa. "Apakah Anda memiliki ponsel yang lain?" "Tidak, ponsel saya adalah dual sim card. Siapa yang membutuhkan begitu banyak ponsel zaman sekarang?" Nyonya Li terlihat tidak sabar dan mengambil ponselnya kembali. "Ponselmu!" Yu Lili memandang ke arah Li De yang sedang terbaring di tempat tidur dan tidak mengucapkan sepatah kata pun, dan berkata, "Beri ponselmu pada mereka." Di tempat kejadian itu, semua mata tertuju pada Li De. Yu Lili dengan jelas menyadari bahwa ekspresi wajah Nyonya Li mengalami beberapa perubahan halus. Yu Lili merasa semakin yakin, memandangi Li De, dan berkata, "Tuan Li, tolong keluarkan ponselmu dan biarkan kami memeriksanya." Nyonya Li menghalangi jalan ke arah tempat tidur Li De dan berkata, "Ponselnya rusak ketika dia mengalami kecelakaan mobil. Dia belum membeli ponsel yang baru." "Itu tidak mungkin." Tatapan mata Yu Lili terlihat tajam dan memelototi wanita itu, "Sudah berapa lama? Bahkan jika ponselnya rusak, bukannya tidak mungkin untuk membeli yang baru. Apalagi ponsel itu tidak rusak sama sekali. Aku melihat ponsel itu di meja samping tempat tidur kemarin, dan benda itu masih utuh. Kau tidak berani mengeluarkannya sekarang, bukankah itu akan menunjukkan sebuah suara hati yang merasa bersalah?" Nyonya Li menjadi geram dan marah. "Apakah kau harus seagresif itu?" "Nyonya Li, kaulah yang agresif. Aku sudah menghitung secara kira-kira berapa kerugianku, dan itu sudah mencapai 200.000 yuan, termasuk pakaianku, laptop, serta perabotan di dalam apartemen dan beberapa benda lain yang tidak dapat diukur dengan uang dan kau tidak bisa menggantinya dengan uang!" Mata Yu Lili memerah dan suaranya terdengar nyaring, "Tolong keluarkan ponselnya!" Para petugas polisi tersebut juga menyadari luapan emosi Yu Lili, mencoba menenangkan wanita itu, dan kemudian mengulurkan tangan ke arah Li De. "Tuan Li, keluarkan ponselnya." Nyonya Li terlihat sedikit gugup dan dengan bimbang menatap suaminya. Namun, wajah Li De menunjukkan sebuah ekspresi yang mengerikan dan pria itu berkata, "Kami sudah memberi tahu Anda bahwa saya tidak memiliki ponsel. Kemarilah dan cari saja!" Yu Lili marah, dan dengan lantang berkata, "Kau bangun, pasti disembunyikan di tempat tidur!" "Kau tidak berhak untuk melakukan itu. Aku bilang aku tidak punya ponsel. Dan juga, aku adalah teman baik Komisaris Zhao. Apakah kalian berani mencarinya?" Suara Li De terdengar sangat keras dan penuh energi. Kedua petugas polisi itu saling memandang dan akhirnya tidak bergerak. Setelah dipikir-pikir lagi, bahkan jika Li De yang melakukan hal itu, pria itu tidak akan mengakuinya. Li De mungkin menggunakan segala macam cara untuk membuat Yu Lili masuk penjara. Akan merepotkan jika para polisi ini terlibat dalam masalah ini dan pimpinan mereka mungkin menyalahkan mereka. Ketika melihat perilaku para polisi itu, Yu Lili merasa marah, melangkah maju dan berteriak, "Aku akan mencarinya sendiri! Itu pasti kau, dan aku yakin!" Chapter 779 - Jika Anda Tidak Memiliki Cukup Uang, Anda Akan Dipenjara Tetapi sebelum Yu Lili mendekat, Nyonya Li menahan wanita itu dan berteriak dengan keras, "Kau masih ingin merayu suamiku? Keluar! Dasar pel*cur!" Yu Lili diseret keluar, dan ketika Nyonya Li melihat wajah Yu Lili yang cantik dan lembut, dia terbakar oleh api cemburu dan berusaha mengulurkan tangannya untuk memukul wanita itu. Yu Lili tidak bisa mengelak dan tertampar tepat di wajahnya. Sebelum Yu Lili kembali pada kesadarannya, Nyonya Li mendorong wanita itu dengan keras dan Yu Lili tersungkur ke lantai. Para petugas polisi itu langsung menghampiri, lalu memberi Nyonya Li sebuah peringatan. Akan tetapi, mereka tidak bermaksud untuk membiarkan Li De menyembunyikan ponselnya. Yu Lili memegangi wajah dengan tangannya dan mencoba bangkit berdiri dan balas memukul Nyonya Li, tetapi dirinya diseret oleh para petugas polisi itu. Nyonya Li dengan sombongnya memperhatikan Yu Lili saat wanita itu ditarik keluar. Ketika keluar dari bangsal, Yu Lili berteriak dengan keras, "Wanita itu menampar saya, Pak Petugas, Anda telah melihat wanita itu menampar saya!" "Cukup, bukankah Anda juga mengata-ngatai Nyonya Li dengan terang-terangan?" Polisi itu merasa jengkel. "Nyonya Li ibarat gayung bersambut, kata berjawab 1 . Tapi saya menyarankan Anda agar tidak melawan mereka. Anda tidak memiliki latar belakang dan masalah ini rumit, jika Anda memiliki uang, Anda harus segera membayar mereka, tetapi jika tidak, saya khawatir Anda akan masuk penjara." Setelah mengalami penderitaan karena perlakuan tidak adil sepanjang malam dan menekan perasaan enggan selama beberapa hari, semua emosi tersebut tiba-tiba meledak. Yu Lili meledak dalam tangis. "Kenapa mereka bisa menindas orang dengan cara seperti itu? Kenapa saya harus ditindas? Apakah ini karena saya seorang yatim piatu? Karena saya tidak memiliki latar belakang? Jelas-jelas mereka yang melakukan itu, kenapa kalian tidak memeriksanya? Para birokrat saling melindungi satu sama lain! Saya pikir itu adalah sesuatu yang hanya terjadi di zaman kuno. Betapa mutlaknya keadilan itu, cih!" Suara Yu Lili nyaring, sehingga terdengar dengan sangat jelas di rumah sakit yang sunyi tersebut. Kedua petugas polisi itu dengan cepat menarik Yu Lili pergi menjauh. Setelah meninggalkan rumah sakit, keduanya saling memandang, lalu menatap Yu Lili dengan penuh simpati dan perasaan bersalah serta berkata, "Nona Yu, semoga beruntung." Semoga beruntung ¡­. Mungkinkah dirinya dapat lebih tidak beruntung pada saat ini? Entah mengapa mengalami kejadian tidak senonoh yang menyebabkan dirinya kehilangan pekerjaan, dijebak untuk menjadi seorang wanita simpanan, dan tidak memiliki tempat tinggal dengan hutang dalam jumlah besar. Mungkinkah dirinya dapat lebih sial? "Biarkan aku ditabrak mobil ketika aku keluar!" Yu Lili berdiri di pintu masuk rumah sakit dan berteriak dengan suara sengau yang tinggi. Wanita itu tidak pernah membayangkan bahwa semua gerak-geriknya itu diawasi oleh seseorang. Setelah melihat apa yang terjadi, Xu Cheng dengan cepat menghubungi Ou Ming. Melaporkan situasi yang dialami Yu Lili pada saat ini, pria itu hanya mendengar kesunyian untuk waktu yang lama. Xu Cheng sedang menunggu jawaban Ou Ming dan tidak mengatakan apa-apa. Setelah beberapa saat, Ou Ming memerintahkan, "Terus ikuti wanita itu dan laporkan jika terjadi sesuatu." "Ya." Saat itu sudah pukul sepuluh malam lebih, tapi untungnya masih ada kereta bawah tanah. Yu Lili menggunakan kereta bawah tanah untuk pulang, tetapi ketika dia mencoba meninggalkan stasiun, dia menemukan bahwa saldo kartu busnya tidak cukup. Karena itu, dia harus membeli tiket lagi dan mengisi saldo kartunya di meja layanan manual, sehingga dirinya bisa keluar. Setibanya di apartemen, Yu Lili menyortir kamarnya dan mendapati bahwa pakaian-pakaian tersebut pada dasarnya sudah terkoyak-koyak. Tapi untungnya, pakaian yang digantung di luar masih utuh, dan meskipun hanya ada satu setel, setidaknya bisa dicuci dan digunakan untuk berganti pakaian. Dia membereskan apartemennya, membuang selimut dan bantal yang tersiram air, serta foto-foto dan perabotan yang hampir hancur. Seluruh apartemen itu terlihat kosong setelah selesai dibersihkan. Menangkis serangan orang; menjawab (melayani) perkataan orang. Chapter 780 - Kau Tidak Perlu Membayar Setelah membuang kantong sampah yang terakhir, Yu Lili menatap ke arah kamar yang kosong itu dan merasa pilu. Suara bel pintu tiba-tiba terdengar dari luar. Dia melihat melalui lubang intip di pintu. Itu adalah pemilik apartemennya. Yu Lili merasa sedikit terkejut. Tempat di mana sang pemilik apartemennya tinggal sedikit jauh dari sini. Apakah dia juga ingin menyaksikan pemandangan kacau balau saat tengah malam? Sang pemilik apartemen adalah seorang pria paruh baya berusia empat puluh atau lima puluh tahun. Dia menjerit kaget ketika memasuki pintu. Dia melihat kunci pintu dan panel pintu dengan sengaja, lalu mendapati bahwa semuanya hancur berantakan. Perabotan, lemari pakaian, dinding, dan dapur semuanya hancur. Raut wajah pemilik apartemen tersebut terlihat semakin serius. Dia menatap Yu Lili dan berkata, "Yu, kau sudah tinggal di sini selama beberapa tahun, aku bersikap baik padamu, kan?" Yu Lili sudah menundukkan kepalanya karena merasa cemas. Setelah mendengar itu, wanita itu langsung merasa bahwa ucapan itu tidak baik. Menjadi sedikit gugup, dia menatap sang pemilik apartemen dengan kebingungan di matanya. "Aku pada awalnya membiarkanmu tinggal di sini karena kehidupan ini tidak mudah bagimu sebagai seorang gadis. Dan juga, kau suka kebersihan. Jadi aku pikir kau akan menyukai apartemen dan perabotanku. Sekarang kau telah membuat masalah dengan seseorang, dan apartemenku menjadi hancur seperti ini. Semua perabotannya rusak. Aku rugi besar, Yu." "Saya ¡­." "Aduh! Lihatlah apartemenku. Kau tidak bisa tidur di tempat seperti ini malam ini. Kemasi barang-barangmu dan pesan sebuah kamar di hotel. 8.000 yuan yang kau berikan padaku tidak cukup untuk membeli perabotan baru. Aku juga harus memperbaiki lantai dan dindingnya. Pokoknya, kau pergi saja. Kau tidak perlu membayar sisanya." Sang pemilik apartemen melambaikan tangannya dan menghela napas. Yu Lili terperanjat dan berseru, "Bagaimana mungkin Anda? Saya ¡­." "Yu, kurasa aku sudah memperlakukanmu dengan sangat baik beberapa tahun ini. Tapi tentu saja kau harus membayar untuk kebencian yang telah kau sebabkan. Aku tidak akan memintamu untuk biaya renovasi. Kau pergi saja." Dengan tenggorokan perih dan mata merah, Yu Lili nyaris menangis. Melihat itu, sang pemilik apartemen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, menghela napas dan berkata, "Yu, aku bukannya kejam, tapi aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya kepada istriku. Kau sebaiknya menyiapkan dirimu sendiri. Aku akan meminta seseorang untuk membersihkan apartemen ini besok." Sambil mengucapkan kata-kata itu, dia membalikkan badan dan pergi. Menatap sosok sang pemilik apartemen yang menjauh, Yu Lili merasa hampa. Dia kemudian mengemasi barang-barangnya sambil melamun dan mendapati bahwa barang-barang yang masih bisa digunakan hanya mengisi setengah ruang dalam kopernya. Sambil menyeret koper, Yu Lili melangkah di jalanan sambil termenung. Ada sebuah hotel bintang lima yang berhadapan dengan perumahan tersebut di seberang jalan. Biayanya lebih dari tujuh ratus yuan per malam hanya untuk menginap di sana. Yu Lili hanya memandangnya dan langsung berjalan melewati hotel itu dengan kopernya. Setelah berjalan jauh, dia akhirnya menemukan sebuah hotel yang cukup murah dengan harga seratus yuan untuk satu malam. Setelah check-in, dia mengetahui bahwa kondisi hotel ini sangat buruk. Efek peredam suaranya sangat payah sehingga suara tempat tidur yang berdecit di kamar sebelah dapat terdengar. Suara napas dan erangan wanita dan suara pria bernada rendah menembus dinding dan terdengar hingga ke telinga Yu Lili. Semua suara-suara ini mengganggu dirinya. Yu Lili tidak berani berbaring langsung di tempat tidur itu, jadi dia meletakkan pakaiannya di atas tempat tidur tersebut lalu berbaring di atasnya. Dia melemparkan selimut ke lantai dan menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang lebih tebal. Setelah itu, dia akhirnya berbaring di tempat tidur. Tepat setelah suara-suara di kamar sebelahnya berhenti, semuanya akhirnya menjadi hening. Larut malam, sunyi tanpa ada suara sedikitpun. Tiba-tiba ponselnya berdering, dan dia menerima sebuah pesan teks. [Halo Nona Yu, saya petugas polisi yang menangani kasus Anda hari ini. Daftar rincian milik Tuan Li telah dikirimkan kepada Anda melalui WeChat. Anda harus membayar total 495.629 yuan. Silakan bernegosiasi dengan pihak lain sesegera mungkin.] Sambil memandangi pesan teks tersebut, Yu Lili membungkus tubuhnya dengan mantelnya. Lalu dia mencibir, tetapi air matanya menetes. Saat tengah malam itu, hanya sebuah suara isak tangis pelan dan tertahan yang dapat terdengar di kamar kecil itu. Chapter 781 - Itu Adalah Keberuntunganmu Karena Tuan Ou Menyukai Dirimu Yu Lili tidak mengetahui kapan dirinya tertidur, dan ingatannya kembali ke Kotaraja bertahun-tahun yang lalu. Di malam tanpa berujung, Basemen 1 dan Basemen 2 dari Kota Bintang adalah tempat hiburan terbesar di Kotaraja. Tempat yang mewah untuk berfoya-foya. Orang-orang memanjakan diri mereka dengan anggur dan sensualitas dan digiring untuk menjalani kehidupan yang menggairahkan. Yu Lili dibawa ke sebuah ruangan privat yang indah dan mewah, dekorasi di dalamnya terlihat indah dengan gaya Eropa kuno. Wanita-wanita seksi yang cantik berdiri berdampingan dengan dirinya. Ruangan-ruangan privat tersebut penuh dengan para pria. Ekspresi wajah mereka terlihat erotis dan pemilih saat para pria tersebut berhadapan dengan ''barang-barang'' mereka. Yu Lili yang berusia tujuh belas tahun memiliki wajah yang masih muda dan lembut, tetapi tubuhnya sudah sedikit matang. Gaun berwarna merah yang bagian atasnya terbuka itu membuat kulit Yu Lili yang putih dan halus terlihat semakin indah dengan sebuah rasa manis dan kekanak-kanakan. Jadi tatapan para pria tersebut menjadi tajam setelah melihat Yu Lili. Mereka menatap gadis itu dengan tatapan mata yang menelanjangi. Yu Lili merasa sedikit takut, mati-matian mundur ke belakang dan berusaha menyembunyikan keberadaan dirinya. Dengan kepala tertunduk, Yu Lili ingin melarikan diri. Tetapi dengan segera seorang wanita mendorong Yu Lili ke dalam ruangan dan berbisik, "Kau harus membiasakan diri dengan hal itu. Jangan takut. Gadis-gadis muda seperti dirimu adalah yang paling berharga. Aku ingin melihat apakah kau bisa merangkul seorang pria yang berkuasa hari ini. Di masa mendatang, jika kau mahir dalam bisnis ini, kariermu akan melambung ke langit tanpa ada hambatan." Itu adalah ¡­ Hao Yu. Yu Lili merasa lebih berani, menelan air liurnya dan bersembunyi di belakang tanpa bersuara. Sang muncikari 1 tidak memiliki waktu untuk memperhatikan Yu Lili. Dengan sebuah senyum menawan, wanita itu berkata kepada seorang pria yang terlihat paling bahagia di antara kerumunan, "Tuan Zhou, ini semua adalah gadis-gadis yang tersedia malam ini dan beberapa dari mereka adalah gadis-gadis baru. Yang mana yang Anda sukai?" Pria yang dipanggil Tuan Zhou itu langsung mengubah ekspresi wajahnya dan berkata, "Apa kau tidak mengerti? Karena Tuan Ou berada di sini, kenapa aku yang harus memilih terlebih dulu?" Sembari berbicara, Tuan Zhou melihat ke bagian terdalam dari kerumunan tersebut. Seorang pria yang sangat muda, sedang bersandar di sofa dengan segelas anggur di tangannya, terlihat tidak selaras dengan suasana di sekitarnya. Tak ada seorang wanita pun yang duduk di samping pria itu, dan tak seorang pun berada dalam jarak lima meter darinya. Ketika semua pandangan mata tertuju padanya, pria yang dipanggil Tuan Ou itu sedang bersandar dengan malas, tidak berniat untuk bangun sama sekali. Mata indahnya yang berbentuk seperti buah persik itu sangat memukau di bawah siraman cahaya kuning. Kemudian, tatapan pria itu tertuju pada Yu Lili, yang telah mundur ke bagian belakang. Yu Lili melihat tatapan Tuan Ou dan tubuhnya gemetaran, jadi gadis itu mundur lebih ke belakang. Ou Ming yang memegang segelas anggur itu menunjuk ke arah gadis yang dengan putus asa berusaha mundur ke belakang dan menyembunyikan keberadaan dirinya. Pria itu menjadi semakin tertarik, lalu bertanya, "Apakah dia seorang wanita dewasa?" Semua orang melihat bahwa Ou Ming sedang menatap Yu Lili. Dengan sebuah senyum menghiasi wajahnya, sang muncikari menghampiri kerumunan itu dan mendorong Yu Lili keluar, kemudian terlihat berseri-seri, "Ya, dia baru 18 tahun!" Segera setelah Yu Lili melangkah maju, semua tatapan mata tak bermoral itu tertuju ke arahnya. Wajah gadis itu terlihat pucat pasi karena ketakutan, "Tidak ¡­ tidak! Aku baru 17 tahun," Sambil mengatakan itu, dia menatap Hao Yu untuk meminta bantuan, "Kakak Hao, aku tidak akan melakukan itu ¡­. Aku masih ingin menjadi seorang pelayan, Kakak Hao ¡­." Untuk sesaat, semua mata tertuju pada Hao Yu yang muda dan cantik. Hao Yu terlihat sedikit malu dan berkata, "Ini adalah keberuntunganmu karena Tuan Ou menyukai dirimu." Yu Lili sangat ketakutan sehingga dirinya tidak mengetahui di mana harus meletakkan tangannya. Menghadapi orang-orang yang sudah berpengalaman ini, gadis itu terlihat agak terdesak dan gelisah. Namun, gadis kecil semacam inilah yang membangkitkan gairah segar banyak pria yang hadir di sana. Para pria itu bersemangat untuk mengembangkan hal-hal baru, terutama membiarkan para wanita kehilangan keperawanan mereka. Itu adalah salah satu hal yang paling memuaskan bagi para pria sejak lahir. Induk semang bagi perempuan lacur; germo. Chapter 782 - Pelayan Adalah Untuk Melayani Tamu Tidak diragukan lagi itu adalah sebuah proses yang sangat menakjubkan untuk mengubah seorang gadis menjadi seorang wanita. Siapa pun yang melihat gadis seperti itu mengetahui bahwa dia adalah seorang perawan. Siapa yang tidak menyukai gadis seperti itu? Namun, tuan muda ini menyukai Yu Lili. Semua orang menatap ke arah Yu Lili dan Ou Ming. Kemudian, Ou Ming meletakkan anggurnya dan melambai pada Yu Lili. "Kemarilah." Yu Lili terlihat seperti menolak, jadi sang muncikari mengedipkan sebelah mata pada Hao Yu. Hao Yu juga terlihat malu, lalu sedikit mendorong Yu Lili menuju ke arah kerumunan itu dan berkata, "Pergilah. Bukankah kau ingin sekolah? Jika kau tidak mampu membayar uang sekolahmu, bagaimana kau bisa mengikuti jejak pria yang telah kau sebutkan sebelumnya? Pergi dan jangan lupa bahwa kau masih berhutang uang padaku." Dengan enggan, Yu Lili menaikkan tatapan matanya dan menemukan bahwa pria itu sedang menatap dirinya. Betapa indahnya mata itu! Mata seperti itu disebut sebagai mata bunga persik, yang mana merupakan jenis mata yang Yu Lili sukai untuk digambarkan. Mata itu sangat indah. Ou Ming memiringkan kepalanya dan menatap Yu Lili dengan sebuah senyum yang terlihat jahat tapi tampan. Meskipun pria itu hanya duduk di sini dan menatap dirinya dengan tenang, Yu Lili merasakan sebuah perasaan yang tidak bisa dikatakan. Pria itu tidak bisa ditebak! Yu Lili tidak bergerak tidak peduli seberapa keras Hao Yu mendorongnya. Gadis itu tidak bersedia untuk berada di sana. "Halo, gadis kecil, sikap pelayananmu tidak baik. Bukankah kau mengatakan ingin menjadi seorang pelayan? Bagaimana kau bisa menjadi pelayan tanpa pelayanan yang baik?" Tuan Zhou terlihat sedikit marah dan berteriak, "Pergi ke sana." Yu Lili masih tidak bergerak. Tuan Zhou mencibir, lalu mengeluarkan dompetnya dan menaruh setumpuk uang di atas meja. Uang itu setidaknya berjumlah beberapa ribu yuan jika dilihat sekilas. "Pergi ke sana dan ini semua menjadi milikmu." Ketika melihat uang itu, Yu Lili merasa sedikit tersentuh. Akan tetapi, apakah itu menjual tubuhku jika aku pergi ke sana? Bagaimana mungkin ¡­? Aku datang ke sini hanya untuk mencari biaya sekolah. Kakak Hao memberitahuku bahwa upah di tempat ini bagus. Tetapi aku tidak tahu apa pun ketika aku baru saja datang dan mengira seorang pelayan adalah seperti pelayan di zaman kuno, membawakan teh dan anggur, mengelap meja dan melayani para tamu. Bagaimanapun juga aku tidak tahu bahwa seorang pelayan perlu melakukan layanan-layanan seperti ini. Jika aku mengerti sebelumnya, aku tidak akan pernah datang. Dengan kecemasan yang mendalam, Yu Lili melihat sekilas ke arah kerumunan itu tetapi masih melangkah mundur dan berkata, "Aku tidak ingin melakukan itu, aku ¡­." "Kalian semua keluar," Ou Ming berkata dengan tiba-tiba dan berdiri. Menyaksikan Ou Ming yang semakin mendekat, Yu Lili merasa kalut dan melangkah mundur dengan panik. Para wanita di belakang Yu Lili itu dengan cepat mengerti dan mengetahui bahwa kedudukan Tuan Ou adalah yang tertinggi di antara para pria ini. Setelah mendorong Yu Lili ke depan, orang-orang di ruangan tersebut akhirnya keluar. Pada akhirnya, mereka semua keluar. Yu Lili juga ingin keluar, tetapi didorong kembali oleh orang-orang yang baru saja meninggalkan ruangan itu. "Kakak Hao!" Yu Lili berteriak minta tolong sambil terisak-isak, "Aku tidak ingin melakukan ini. Apakah itu tidak diperbolehkan?" Hao Yu dengan perasaan bersalah melihat ke arah Yu Lili dan berkata, "Yu, kau telah menandatangani surat ketika kau baru saja datang ke sini." Kemudian, pintu ruangan privat itu ditutup. Yu Lili mencoba yang terbaik untuk menarik pintu ruang privat tersebut dan menggedor-gedornya dengan keras, dan air mata ketakutan mulai menetes. Suara sepatu kulit terdengar dari arah belakang. Yu Lili membalikkan badan dan menemukan bahwa pria muda dan tampan itu telah berada di hadapannya. Wajah Ou Ming terlihat penuh dengan ekspresi jahat yang tidak bisa mengerti oleh siapa pun. Sepertinya pria itu tersenyum pada Yu Lili, tapi senyum itu sangatlah tidak nyata sehingga Yu Lili tidak bisa mengerti arti senyuman tersebut. Chapter 783 - Dia Dipelihara Seperti Seorang Wanita Simpanan Sambil memegang gelas di tangannya, mata bunga persik yang indah milik Ou Ming itu terlihat penuh dengan rasa ketertarikan. Dia tersenyum sedikit dan bertanya, "Siapa namamu?" Ketika melihat pria yang semakin mendekat itu, Yu Lili menelan ludah, dengan cepat menundukkan kepalanya dan berkata, "Yu." "Nama lengkapmu." "Aku ¡­ Li Yu." "Li Yu?" Setelah mendengar itu, Ou Ming sedikit tersenyum. "Nama yang aneh." Setelah itu, dia mendekati gadis itu tanpa bertanya dan berkata, "Kemarilah." Tangan Yu Lili ditangkap oleh telapak tangan yang kuat milik pria itu. Gadis itu terlihat memiliki sebuah perasaan terkejut yang tak bisa dijelaskan dan sedikit gugup. Tangan itu benar-benar berbeda dari tangan Lu Yihan. Tangan Lu Yihan sangat kasar dan besar dan juga membuat Yu Lili merasa aman. Pria ini juga memiliki tangan yang besar, tetapi berbeda dengan tangan Lu Yihan. Tangan tersebut menikmati kekayaan dan kehormatan dan sama sekali berbeda dari kedudukan Lu Yihan, Su Qianci atau dirinya di dalam masyarakat. Saat diseret ke sofa, Yu Lili merasa ketakutan, jadi gadis itu melangkah mundur dan membiarkan dirinya menjauh dari pria tersebut. Ou Ming tidak peduli, dan menyilangkan kakinya, dan gerakannya tentu saja memperlihatkan gaya kebangsawanannya. Yu Lili tiba-tiba merasakan perasaan rendah diri. Pria ini sangat tampan. Itu tidak ada hubungannya dengan penampilannya, tetapi pria tersebut terlahir seperti itu. Gerak-geriknya yang anggun dan cara dia bersikap menyiratkan bahwa Ou Ming adalah seorang bangsawan sejak lahir. Semua ini membuat pria itu merasa sedikit percaya diri. "Berapa umurmu?" "17 ¡­." "Katakan yang sebenarnya." "17." "Benarkah?" "Umm ¡­" Dengan kepala tertunduk dan tangannya yang berada di pahanya, gadis itu terlihat risau dan memandangi roknya. Ou Ming menuangkan segelas jus untuk gadis itu dan bertanya, "Apakah kau berada di sini untuk mencari uang sekolahmu?" Yu Lili terkejut dan mengangkat matanya. "Bagaimana Anda mengetahuinya?" Tapi setelah mengajukan pertanyaan itu, dia menyadari bahwa Hao Yu baru saja mengatakan hal itu. Ou Ming tersenyum dan berkata, "Kau terlalu muda untuk melakukan hal-hal seperti ini. Apa kau kuliah?" "Umm, aku diterima di Universitas Bahasa Asing Kotaraja." "Apakah kau belajar bahasa?" "Komputer ¡­." "Uang kuliahmu tidak cukup?" "Bukan ¡­" Yu Lili menunduk, "Aku seorang yatim piatu, jadi aku harus mencari uang jika aku ingin kuliah." Ou Ming hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Setelah itu, mereka hanya duduk di sofa secara terpisah. Yu Lili menatap dengan tatapan mata kosong, dan Ou Ming bermain game di mesin permainan. Yu Lili tidak mengetahui sudah berapa lama mereka duduk-duduk. Setelah Ou Ming mengakhiri permainannya, pria itu berdiri dan berkata, "Ayo kita makan sesuatu. Aku lapar." "Ah?" Yu Lili terkejut dan terpana, dan sama sekali tidak mengetahui apa maksud perkataan pria itu. Sambil mengikuti Ou Ming dengan tertegun, Yu Lili tidak pernah menyantap makanan selezat itu. Dan juga, dia belum pernah ke tempat kelas atas seperti itu. Sambil makan, Ou Ming menyeringai padanya dan bertanya, "Bagaimana?" Yu Lili menyeringai kembali sambil makan dan menganggukkan kepalanya. "Enak." "Kalau begitu aku akan membawamu ke sini lebih sering." Ou Ming tersenyum. Semua hal ini membuat Yu Lili tidak mengetahui harus berbuat apa. Kemudian, Ou Ming membereskan kontrak Yu Lili di tempat hiburan itu, membiarkan gadis itu tinggal di rumahnya, membayar uang kuliahnya, membelikannya banyak pakaian indah dan banyak tas cantik, dan membawanya makan makanan lezat. Pada awalnya, Yu Lili berpikir dirinya bertemu dengan seorang pria yang baik, jadi dia merasa berhutang budi kepada Ou Ming. Ou Ming memberinya sebuah senyuman jahat dan sebuah kalimat, "Senang mengetahui bahwa kau sedang membayar hutang budi." "Percayalah padaku. Aku akan mengembalikan uangmu ketika aku sudah dewasa dan menghasilkan uang." Namun, kemudian Yu Lili mengetahui --- bahwa dirinya dipelihara seperti seorang wanita simpanan. Chapter 784 - Dia Seperti Seorang Kaisar Dalam rangka menghemat uang, ketika kuliah dimulai Yu Lili tidak tinggal di kampus. Jika gadis itu tidak tinggal di kampus, dia bisa menghemat lebih dari seribu yuan dalam satu semester. Jadi dia terus tinggal di vila milik Ou Ming. Seperti yang pria itu katakan: Lagi pula vila itu kosong. Yu Lili tidak mengetahui bahwa vila di mana Ou Ming membiarkan dirinya tinggal itu bernilai semakin mahal hingga beberapa waktu kemudian. Itu dikarenakan gadis tersebut tidak mengetahui tentang harga perumahan saat itu. Di vila besar ini, dia tinggal sendirian selama setengah semester, dan tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya tinggal di tempat seperti itu. Namun, suatu hari setelah kelas selesai, Yu Lili langsung menuju ke restoran tempat dirinya bekerja. Sudah pukul sembilan malam lewat setelah gadis itu selesai bekerja. Menenteng beberapa mi instan pulang ke vila, ketika Yu Lili membuka pintu, dia menemukan sepasang sepatu pria di ambang pintu. Pada saat yang bersamaan, dia mencium aroma yang melayang dari dalam rumah. Aromanya sangat lezat! Aromanya seperti makanan gaya Barat yang biasa dia makan bersama Ou Ming. Harumnya sangat enak ¡­. Sambil menenteng mi instan itu, Yu Lili berseru, "Tuan Ou? Apakah itu Anda?" Terdengar suara-suara pelan dari dalam rumah, dan kemudian sebuah suara laki-laki terdengar, "Ya, ini aku." Yu Lili merasa lega dan masuk ke dalam setelah mengganti sepatunya di lorong. Ou Ming sedang duduk di ruang makan, dan tangannya yang besar sedang membuka kotak kemasan makanan. Yu Lili menghampiri, mengendusnya, dan terkagum-kagum, "Harumnya sangat enak. Anda yang membeli ini?" "Ya, cuci tanganmu dan makanlah." Ou Ming membuka tutupnya. Melihat seringai Yu Lili, pria itu tersenyum, lalu melihat sekilas ke arah tas belanja di tangan gadis itu. "Apa yang kau beli?" "Mi instan." Yu Lili mengeluarkan mi itu dan mengguncang-guncangkannya, dan wajahnya terlihat bangga. "Sangat mudah lapar saat tengah malam. Jika itu terjadi, saya bisa makan mi instan. Dengan cara ini, bisa menghemat tenaga dan uang." Ou Ming mengambil tas belanja itu dengan rasa tidak senang dan melemparkannya ke pinggir. Pria itu berkata, "Kau akan makan makanan ini jika kau lapar? Bukankah kau bekerja? Kenapa kau harus menghemat uang?" Yu Lili tersipu malu dan berbisik, "Saya harus mengumpulkan uang karena saya harus mengembalikan uang Anda ketika sudah cukup." Menjadi sedikit rileks, Ou Ming menatap gadis itu dan tiba-tiba tersenyum. Senyumnya yang miring dengan pesona jahat itu membuat wajah Yu Lili memerah. Pria itu memerintah, "Pergi cuci tanganmu." Yu Lili mengangguk, dan setelah mencuci tangannya, dia mengambil garpu yang disodorkan Ou Ming. Dia melahap spageti, merasa kelaparan. Dan juga, gadis itu tidak makan sesuatu seperti itu untuk waktu yang lama, jadi dia memakannya dengan sangat cepat. "Pelan-pelan." Dengan garis bibir tipisnya yang sedikit terangkat, Ou Ming juga mengambil spageti tersebut dan makan dengan anggun. Meskipun Ou Ming adalah seorang pria, dia dididik dengan sangat bagus sejak kecil. Meskipun sebuah makanan yang sederhana, pria itu bisa memakannya seolah-olah makanan itu adalah hidangan pesta. Ou Ming adalah kaisar yang menikmati pesta dengan kebangsawanan yang alami. Yu Lili tersipu malu, menundukkan kepalanya, dan akhirnya menggulung spagetinya dengan cara yang lebih lambat. Sambil memandang pria itu, dia mempelajari sedikit demi sedikit. Ou Ming menyadari hal itu dan tidak mengekspos gadis itu. Setelah makan, pria itu mengeluarkan sebuah serbet dengan perlahan untuk menyeka mulutnya dan berkata, "Para gadis seharusnya lebih memperhatikan diri mereka sendiri. Jika tubuhmu sedikit lebih berisi, kau pasti sangat cantik." Wajah kecil Yu Lili hanya seukuran telapak tangan. Matanya besar tapi tatapannya kosong, dan terlihat agak cekung karena kurang tidur. Mendengar kata-kata Ou Ming, wajah kecil Yu Lili memerah lagi, dia menundukkan kepalanya dan berbisik, "Terima kasih." Ou Ming terkekeh-kekeh, dan senyum itu sepertinya tertutupi oleh cahaya yang menyala-nyala, langsung memancarkan sinarnya. Chapter 785 - Ayo Kita Tidur Bersama Ou Ming sangat tampan ¡­. Wajah Yu Lili masih merona merah dan merasa tidak bisa bernapas karena gugup. Ketika gadis itu membersihkan meja, dia tidak berani mengangkat kepalanya. Setelah membuang sampah, dia menemukan bahwa Ou Ming tidak berada di ruang makan. Pria itu tidak berada di ruang keluarga, dan Yu Lili merasa cukup kecewa. Namun, ketika gadis itu berjalan ke kamarnya, dia mendengar suara langkah kaki di dalam. Yu Lili terkejut dan berteriak, "Siapa itu?" Ou Ming menjulurkan kepalanya dan berdiri di pintu ruang ganti dengan sebuah jubah mandi di tangannya. "Siapa lagi?" Yu Lili mengerjapkan matanya, ketika melihat jubah mandi yang Ou Ming pegang di tangannya, dan merasa sedikit terkejut, "Anda ¡­." "Ya, aku akan tinggal di sini mulai hari ini." "Tapi ¡­ ini adalah kamarku." Setelah Yu Lili mengatakan hal itu, dia sedikit tersipu malu. Sepertinya tempat ini adalah milik Ou Ming, dan Yu Lili hanya tinggal di sini untuk sementara. Ou Ming terlihat tidak peduli dan membawa jubah mandi itu ke dalam kamar mandi. Yu Lili dengan cepat melangkah maju dan menuju ke ruang ganti itu untuk membuka lemari, lalu mendapati bahwa setengah dari lemari itu telah diisi dengan pakaian-pakaian pria. Dia membalikkan badan dan menemukan bahwa seprainya diganti menjadi warna gelap khas pria. Bantal-bantal telah diletakkan dan disusun menjadi dua bagian. Apakah ¡­ Ou Ming bermaksud tinggal bersama dirinya? Yu Lili termenung dan tiba-tiba merasa sedikit jijik. Ternyata Ou Ming bersikap baik padanya karena pria itu memiliki niat tertentu. Ou Ming masih menginginkan ¡­ kegadisannya. Yu Lili merasa agak kesal. Mengambil kesempatan saat Ou Ming sedang mandi, gadis itu mengeluarkan selimut dan bantal cadangan dari dalam lemari dan membawanya ke ruang keluarga. Vila itu memiliki banyak kamar, tetapi sebagian besar dari kamar-kamar tersebut kosong kecuali kamar tidur utama yang mana memiliki sebuah tempat tidur. Jika Ou Ming tinggal di sini, gadis itu harus tidur di sofa. Ketika Yu Lili sedang menghamparkan selimut, Ou Ming menggosok-gosok rambutnya dan berjalan keluar. Melihat apa yang sedang gadis itu lakukan, mata cokelat tuanya terlihat semakin dalam dan kemudian pria itu tersenyum. "Yu Lili." "Ah?" Yu Lili menjawab dengan respons tubuh yang hampir melompat, kemudian menoleh untuk melihat ke arah Ou Ming dengan jubah mandi hitamnya yang dengan mudah menggambarkan sosoknya yang tampan dan bugar, kemudian gadis itu langsung tersipu malu kembali. Membalikkan badan dengan seketika, gadis itu merasa gugup, tubuhnya menjadi kaku dan berkata, "Bagaimana ¡­ bagaimana Anda mengetahui nama saya?" Dia mengatakan kepada Ou Ming bahwa namanya adalah Li Yu pada saat itu ¡­. Ketika mendengarkan ucapan itu, Ou Ming tertawa. Dia merasa pertanyaan itu sangat lucu tanpa alasan. Dengan sebuah senyuman di wajahnya, pria itu menghampiri, melirik selimut yang dihamparkan di atas sofa dan berkata, "Aku akan terkena flu kalau tidur di sini. Aku tidak terbiasa tidur di sofa." Yu Lili merasa semakin malu dan melambai-lambaikan tangannya seketika, "Tidak, saya tidak ingin Anda tidur di sini. Saya yang tidur di sini. Anda tidur di kamar dan saya akan tidur di sofa." "Seorang gadis tidak seharusnya tidur di sofa. Ayo kita tidur bersama." Sambil mengatakan itu, Ou Ming menyeret tangan gadis itu tanpa mendengarkan protesnya, lalu menaikkan hidungnya dan mengerutkan kening, "Di mana kau bekerja?" "Saya ¡­" Yu Lili menarik tangannya dengan sedikit perlawanan, mendengar pertanyaan itu dan menjawab, "Sebuah restoran Kanton." "Baunya menjijikkan. Mandi sana, dan jangan pergi ke tempat itu lagi mulai sekarang." "Tidak, saya harus bekerja untuk menghasilkan uang!" Yu Lili bereaksi dengan garang dan menarik kembali tangannya. Wajah mudanya terlihat memerah. "Saya harus menghasilkan uang karena saya berhutang banyak pada Anda. Tunggu sebentar." Sambil mengatakan itu, Yu Lili menyingkirkan tangan Ou Ming dan berlari ke dalam kamar. Dia membuka laci nakas dan mengeluarkan sebuah buku catatan. Namun, sebelum dirinya bangkit berdiri, Yu Lili mendengar suara pintu ditutup dan dikunci. Yu Lili mengambil buku catatan itu dan berdiri dengan punggung kaku. Menundukkan kepalanya, gadis itu tidak berani mengangkatnya, lalu berkata, "Ini adalah catatan utang saya pada Anda. Saya sudah menuliskan semuanya ¡­." Chapter 786 - Saat Pertama Kali Miliknya Seharusnya Diberikan Kepada Pria Yang Paling Dia Sukai "Benarkah?" Ou Ming merasa sedikit terkejut dan mengambil buku catatan di tangan Yu Lili itu. "Biarkan aku melihatnya." Saat membuka buku catatan itu, Ou Ming melihat tulisan tangan yang indah di atas kertasnya. Gadis itu menuliskan semua harga makanan, pakaian, hadiah, dan benda-benda lainnya. Ou Ming meliriknya dengan sekilas dan berjongkok untuk memeriksa laci di samping tempat tidur. Pria itu menarik lacinya hingga terbuka, dan menemukan sebuah kotak kertas yang terlihat seperti kotak ponsel baru yang dia belikan untuk Yu Lili di dalam laci tersebut. Ou Ming membukanya, dan kotak itu berisi penuh dengan kertas label. Label dari semua pakaian yang dibelinya untuk Yu Lili itu semuanya tersimpan di dalamnya. Sambil terkekeh-kekeh, Ou Ming membalikkan badan untuk menatap gadis itu. Yu Lili melangkah mundur ketika dirinya melihat tatapan pria itu. "Usia muda tetapi punya banyak ide." Ou Ming menutup kotak itu dan berkata, "Bagaimana kau akan membayarnya? Kau telah melewatkan banyak hal karena seharusnya terdapat lebih dari itu." "Hah?" Yu Lili kebingungan, lalu bertanya, "Apa yang telah saya lewatkan? Saya akan menuliskannya." "Diriku." Ou Ming menatap gadis itu sambil tersenyum. Yu Lili langsung merasa gugup setelah mendengar kata-kata pria itu, lalu melangkah mundur dan tersipu malu. "Aku merupakan satu-satunya pewaris Grup Ou. Kau tahu berapa hargaku?" Ou Ming melangkah mendekat dan menakuti Yu Lili kembali. Menggelengkan kepalanya, otot leher Yu Lili terasa kaku dan dia dengan cemas menatap pria itu. Ou Ming mencibir dan mendekati gadis itu selangkah demi selangkah dengan sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya, "Aku menemanimu makan, ke kampus, dan juga berbelanja. Kau bisa menghitung berapa banyak waktu yang telah dihabiskan." Yu Lili merenung dan dengan gugup menahan napasnya. "Jangan takut. Aku tidak akan menggigitmu." Ou Ming tertawa lebih keras, mengulurkan tangannya untuk menarik gadis itu. "Mandilah, lalu tidur." Mendengar itu, Yu Lili menelan ludah dan menatap lurus ke arah Ou Ming dengan mata besarnya yang indah, wajahnya menjadi serius. Tetapi ketika mencoba untuk mengatakan sesuatu, dirinya merasa ragu-ragu saat berbicara. "Saya ¡­ saya belum menjadi seorang wanita dewasa, jadi Anda ¡­ tidak boleh ¡­ melakukan ini. Saya ¡­" Semakin banyak dia berkata-kata, semakin wajahnya serasa terbakar. Dia sedikit menundukkan kepalanya dan matanya memerah. "Saya tidak bisa melakukan ini ¡­." "Apa yang kau pikirkan," Ou Ming mengulurkan tangannya, menepuk kepala Yu Lili dan tertawa. "Aku hanya ingin kau mandi, pergilah!" "Saya ¡­." "Kenapa kau belum pergi juga? Kau ingin aku membantumu mandi?" Setelah mendengar itu, wajah Yu Lili merah padam dan dia mengambil piama yang baru saja dia temukan dan berjalan ke kamar mandi dengan kepala tertunduk. Ou Ming menatap sosok gadis itu dan bergumam sambil tersenyum, "Dia sangat menggemaskan." Ketika Yu Lili keluar dari kamar mandi, Ou Ming sedang duduk di tepi tempat tidur dengan sebuah laptop di pangkuannya. Merasakan bahwa gadis itu sudah keluar, Ou Ming memerintah tanpa mengangkat kepalanya, "Kemarilah." Wajah Yu Lili sedikit merona, mengeringkan rambutnya dan berkata, "Rambut saya masih basah." "Keringkan dulu." Ou Ming tidak memandang ke arah gadis itu dan suaranya terdengar sederhana dan jelas. Setelah mengeringkan rambutnya di kamar mandi, Yu Lili tidak berani untuk keluar. Ketika suara pengering rambut itu berhenti selama beberapa menit, Ou Ming berkata, "Kau belum keluar juga. Apa kau akan menghabiskan malam di sana?" Serasa kehabisan napas, Yu Lili memegangi pengering rambut itu dan merasa sedikit tidak nyaman. Seharusnya tidak seperti ini. Saat pertama kali miliknya seharusnya diberikan kepada pria yang paling dia sukai. Meskipun Lu Yihan belum berjanji untuk menjadi kekasihnya, bagaimana dirinya bisa memberikannya kepada pria lain ¡­.? "Jika kau tidak keluar, aku akan masuk." Chapter 787 - Tidur Bersama-sama Di Tempat Tidur Suara Ou Ming terdengar sangat mengancam sehingga Yu Lili dengan cepat mencabut kabel pengering rambut itu, dan kemudian keluar dengan pengering rambut tersebut di tangannya. Pria itu masih bersandar di tempat tidur dan menatap Yu Lili dengan sebuah senyum tipis. Yu Lili harus mengatakan bahwa Ou Ming memang tampan. Tapi ¡­ pria itu sepertinya jauh lebih tua dari dirinya. Yu Lili diam-diam tidak menyukai Ou Ming dan meletakkan kembali pengering rambutnya. Ou Ming melambai padanya. "Kemarilah dan lihat bagaimana pendapatmu." Yu Lili mengambil napas dalam-dalam dan bergerak menuju ke samping pria tersebut dengan perlahan. Tempat tidur itu besar dan Ou Ming sedang berada di tengah-tengahnya. Tidak peduli dari sisi mana dia hendak mendekat, Yu Lili harus naik ke atas tempat tidur sehingga dirinya bisa melihat ke arah laptopnya. Benar-benar perhitungan yang bagus! Yu Lili berpikir dan naik ke atas tempat tidur dengan ringan dan perlahan-lahan ¡­. Ou Ming mengulurkan tangannya dan menyeret gadis itu dengan kekuatan penuh. Yu Lili menjerit karena terkejut dan terjatuh ke dalam pelukan Ou Ming. Sebuah aroma yang kuat milik seorang pria itu membuat gadis itu merasa kewalahan. Perasaan aneh dan perasaan tegang itu mengelilingi Yu Lili. Melihat ke depan dengan raut wajah ketakutan, jantung Yu Lili berdetak lebih cepat ibarat guntur. Tetapi pada saat yang bersamaan, gadis itu entah mengapa merasa bersalah karena merasa sedang berselingkuh. Sepertinya Yu Lili sedang dihadapkan pada sebuah dilema. Meskipun Lu Yihan belum berjanji untuk menjadi kekasihnya, bagaimana Yu Lili bisa mengkhianati pria itu? Namun, Yu Lili tidak memiliki waktu untuk berpikir, karena Ou Ming sudah mengangkat tubuh gadis itu untuk memaksanya melihat ke arah layar laptopnya dan bertanya, "Apa pendapatmu tentang orang ini?" "Pelayan rumah?" Yu Lili sedikit mengalihkan perhatiannya. "Apakah Anda sedang mencari seorang pelayan rumah?" "Ya ¡­." Mata Yu Lili berbinar-binar dan dia menatap Ou Ming. "Bagaimana dengan saya? Haruskah saya menjadi pelayan rumahmu?" Gaji menjadi pelayan rumahnya mungkin cukup tinggi! Dengan cara ini, mungkin dirinya bisa mengembalikan uang pria itu lebih cepat? Jika dia mengetahui bahwa Ou Ming akan pindah kemari, dia seharusnya tidak tinggal di sini dengan bodohnya. Dia seharusnya mengetahuinya sebelumnya, dirinya sangat naif ¡­. Aduh, sekarang dirinya merasa seperti sedang tinggal di sebuah sarang serigala. Ou Ming melihat pandangan Yu Lili yang bersemangat dan menutup laptopnya. "Apa kau yakin?" "Uh-huh!" Yu Lili mengangguk, memegang pria itu dengan kedua tangannya, dan berkata, "Aku bisa memasak karena temanku pandai memasak dan dia mengajariku. Dan juga, aku bisa membersihkan rumah dan mencuci pakaian!" "Benarkah?" "Iya!" Yu Lili mengangguk dengan mata yang bersinar. Sambil memandang gadis itu, Ou Ming mencibir dan menyetujuinya, "Baiklah, kau bisa mencobanya besok. Jika kau memenuhi syarat untuk itu, aku akan mempekerjakan dirimu." "Benarkah?" "Ya." "Hebat!" Yu Lili terlihat bersemangat dan bersorak. Karena hal itu, gadis itu menyadari bahwa dirinya masih dalam pelukan Ou Ming. Wajahnya merah padam dan berjuang melepaskan diri untuk bangun, tetapi tubuhnya ditekan oleh Ou Ming. Pria itu memerintah tanpa penjelasan, "Jadilah gadis baik dan tidurlah. Karena besok adalah hari Sabtu, kau bisa memulai masa percobaanmu." "Tentu ¡­. Tapi saya masih ingin tidur di sofa. Meskipun Anda jauh lebih tua dari saya, bagaimanapun juga Anda belum menikah, dan saya seorang gadis ¡­ Itu sangat ¡­ berbahaya ¡­." Ou Ming tertawa terbahak-bahak, membuat wajah Yu Lili menjadi semakin memerah, dan gadis itu menjadi marah karena perasaan malunya, menaikkan pandangan matanya dan bertanya, "Apa yang Anda tertawakan!" "Apa yang kau pikirkan di kepala kecilmu itu? Tidur dan berbaringlah!" Yu Lili menatap pria itu dengan bimbang. Namun, Ou Ming meletakkan laptopnya ke samping, mematikan lampu dan berbaring. Yu Lili berbaring di samping pria itu dengan tubuh kaku dan siap untuk melarikan diri jika Ou Ming bergerak sedikit saja. Namun, itu adalah sebuah malam yang tenang. Ou Ming tidak menyentuh Yu Lili sama sekali pada malam itu. £¬ Chapter 788 - Dia Putus Asa Tok tok tok! Ketika mendengar suara ketukan di pintu, Yu Lili terbangun dengan kaget. Dia menjadi sadar dan menyadari bahwa dirinya masih berada di hotel. Setelah tidur untuk waktu yang lama, dia merasakan sejumlah rasa sakit di tubuhnya, lalu bertanya, "Siapa itu?" "Waktunya untuk check-out. Sekarang sudah pukul dua belas, kenapa Anda tidak bangun!" Kalimat itu diucapkan dengan nada suara yang kasar, pria itu mengetuk pintu seolah-olah sedang mendesak gadis itu untuk mati. Yu Lili merasa terganggu, dan dia bangkit dari tempat tidur dan berteriak, "Saya tahu, saya tahu, saya segera keluar." Kemudian pria di luar itu pergi meninggalkannya dan mengetuk pintu kamar yang lainnya. Setelah berkemas, Yu Lili cepat-cepat keluar membawa barang bawaannya. Setelah menemukan sebuah toko untuk duduk, dia memesan semangkuk mi gerobak dan sebotol air mineral. Dirinya sekarang memiliki uang 300.000 yuan, tapi itu masih kurang 200.000 yuan. Tiga hari tersisa dari waktu untuk membayar kompensasi, bagaimana mungkin dirinya bisa mendapatkan 500.000 yuan dalam waktu tiga hari? Dalam keadaan seperti itu, satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah meminjam uang. Dia mengeluarkan ponselnya untuk membuka WeChat, setelah melihat-lihat daftar kontaknya, Yu Lili merasa bimbang dan mengirim sebuah pesan WeChat pada Su Qianci. [YuuuuuLi]: Qianqian, apakah kau sedang online? Setelah mengirimkan pesan itu, Yu Lili mulai menyesalinya. Ketika ingin menarik pesannya kembali, wanita itu melihat tanda bahwa pihak yang lainnya sedang mengetik. [Qian Qian Su Ci]: Ya. Sambil menghela napas pelan, Yu Lili harus mengetik: Aku ingin meminjam sejumlah uang darimu. Tapi dia berhenti sebelum menyelesaikan pesannya. Su Qianci adalah istri Li Sicheng, dan Li Sicheng adalah sahabat Ou Ming. Jika Yu Lili meminjam dalam jumlah yang lebih sedikit, itu tidak apa-apa. Tetapi dengan permintaan sebanyak 200.000 yuan, dia merasa khawatir Su Qianci akan mencurigai dirinya. Bagaimana jika Su Qianci memberi tahu Li Sicheng, dan kemudian Li Sicheng memberi tahu Ou Ming, menjadi orang seperti apakah dirinya? Yu Lili merasa takut jika Ou Ming akan mencibir dan bertanya kepadanya: Bukankah kau mengatakan bahwa kau ingin bebas dan akan hidup dengan baik tanpa diriku? Apa yang sedang kau lakukan? Yu Lili dapat membayangkan ekspresi wajah Ou Ming dan nada suara mencibir pria itu bahkan hanya dengan memikirkannya saja. Dalam sekejap, wanita itu menghapus kata-kata itu satu per satu. [Qian Qian Su Ci]: Apa ada hal yang mendesak? Melihat itu, Yu Lili merasa sedikit sedih. Mengapa bahkan Su Qianci pun bertanya seperti itu pada dirinya? Apakah dia adalah tipe orang yang tidak pernah menyapa orang lain kecuali dirinya sedang memiliki masalah? Ya ¡­ meskipun dia sepertinya ¡­. Yu Lili merasa sedikit kesal, berpikir sejenak dan membalas: Aku ingin mengembalikan uangmu. Dia mentransfer lima ribu yuan kepada Su Qianci. Su Qianci dengan cepat mengonfirmasi transfer uang tersebut dan menjawab: Oke, sudah masuk. [YuuuuuLi]: [emoji senyum licik] [Qian Qian Su Ci]: Jika sesuatu terjadi pada dirimu, ingatlah untuk meminta bantuan padaku. Aku akan membantumu semampuku. [YuuuuuLi]: [emoji senyum licik] Kata-kata yang sama untukmu. Ingatlah untuk tetap kontak denganku! [Qian Qian Su Ci]: Tentu. Setelah menjawab dengan kata yang terakhir, Su Qianci memandangi emoji yang dikirim Yu Lili dan tidak bisa menahan senyumnya. Li Sicheng sedang makan, dan setelah melihat ekspresi wajah istrinya, pria itu menghampiri dan bertanya, "Siapa itu?" "Ini Lili." Su Qianci memberikan ponsel itu pada suaminya. "Waktu terakhir kali aku pergi ke Irlandia untuk mencari dirimu, dia meminjam uang dariku. Dia mengembalikannya padaku sekarang." Li Sicheng melirik dan merasa sedikit terkejut. "Dia pinjam uang?" "Ya, itu pastilah sesuatu yang mendesak, atau uangnya tidak bisa diambil, jadi dia datang kepadaku." Su Qianci mendorong suaminya kembali. "Makanlah makananmu, dan kemudian kita harus membawa anak-anak ke Taman Samudra." "Aku tidak ingin bergerak, kamu suapi aku." "Tidak." "Aku hanya makan sedikit dan belum kenyang." "Makanlah sendiri." "Suapi aku." Li Sicheng bergerak mendekat dan memeluk pinggang Su Qianci dengan tangannya. "Aku lapar." Chapter 789 - Jangan Mengajarkan Hal-hal Buruk Padanya Su Qianci melihat ke sekeliling, dan untungnya, anak-anak semuanya berada di luar dan sedang bermain, dan para tetua tidak berada di sana. Dia memukul Li Sicheng dengan sikunya dan berkata dengan nada suara yang tidak menyenangkan, "Kamu seharusnya kelaparan sampai mati. Makanlah sendiri." "Benar-benar wanita yang kejam," Li Sicheng menghela napas, "Aku ingin makan iga." Su Qianci berpura-pura tidak mendengar suaminya, tapi Li Sicheng benar-benar tidak bergerak, jadi dia mendorong pria itu. "Keluar." "Aku sangat lapar sehingga aku tidak punya tenaga." "Tinggalkan aku." Su Qianci mendorong suaminya menjauh, lalu mengambil sumpit dan memberi pria itu sepotong iga. Li Sicheng tersenyum dengan sebuah senyum licik, membuka mulutnya dan menggigit iga itu. "Enak." Su Qianci terlihat jijik, tetapi bibirnya tidak bisa menahan senyumnya. "Ibu dan Ayah, sudahkah kalian selesai? Kita harus pergi ke Taman Samudra!" Li Jianyue berlari dengan langkah-langkah kecil dan melihat bahwa ibunya sedang menyuapi ayahnya, dan matanya terbelalak. "Apakah ayah seorang anak kecil? Kenapa Ibu menyuapi Ayah?" Wajah Su Qianci memerah, tetapi sebelum dirinya hendak berbicara, Li Sicheng berkata, "Ibu mencintai Ayah, jadi Ibu harus menyuapi Ayah." Wajah Su Qianci semakin memerah, dan dia menatap suaminya dan berkata, "Jangan mengajarkan hal-hal buruk padanya." "Tapi itu benar." Li Sicheng terlihat tenang dan berkata, "Aku mau ikan." "Makanlah sendiri." "Aku tidak bisa mengambilnya karena ikannya terlalu jauh." Su Qianci hanya berdiri dan meletakkan piring itu di depan suaminya. "Makanlah sendiri!" Li Jianyue tidak sepenuhnya mengerti dan bertanya, "Kenapa Ibu harus menyuapi Ayah karena Ibu mencintai Ayah? Aku juga mencintai Ayah. Biarkan aku yang menyuapi ayah!" Pasangan itu tertawa, dan Li Sicheng berkata, "Ersu, pergilah bermain dengan kakak-kakakmu. Ibu dan ayah akan membawamu keluar ketika kami sudah kenyang." "Oh!" Li Jianyue menggoyang-goyangkan gaun putrinya yang cantik dan berjalan keluar dengan langkah-langkah kecil, sebuah senyum lebar menghiasi wajahnya. Li Jianqian dan Li Mosen sedang bermain ludo di halaman depan, melemparkan dadu sambil menghitung kotaknya. Li Jianyue berlari keluar dan berteriak, "Kakak, Kakak, apakah ini giliranku?" Li Jianqian tidak mengangkat kepalanya dan berkata, "Mosen membantumu memindahkannya." "Oh." Li Jianyue duduk di bangku, dan wajahnya terlihat bersemu merah dan cantik. "Kalau begitu sekarang giliranku?" "Sekarang giliranmu." Li Mosen melemparkan dadu pada gadis kecil itu. "Lempar dadunya." Li Jianyue melempar dadunya, lalu melihat angka 6, bersorak, dan memindahkan bidaknya. Jarak sesungguhnya adalah 5 langkah, tapi gadis kecil itu mundur satu langkah. Kemudian dia melemparkan dadunya lagi dan ternyata itu angka 1. "Wow, aku menang, aku menang!" Li Jianyue melompat dari kursi dengan gembira. Kemudian dia berlari masuk dan berteriak, "Bu, bu, aku menang, aku menang!" Namun, ibu dan ayah tidak berada di ruang makan. Ketika Li Jianyue sedang bertanya-tanya, tiba-tiba terdengar suara Li Sicheng yang berkata, "Ersu, suruh seseorang untuk kemari dengan mobil!" Gadis kecil itu mendengarkan dan langsung berlari keluar, "Paman, cepatlah menyetir kemari!" Kemudian dia membalikkan badannya dan melihat Li Sicheng keluar sambil menggendong kakek buyut. Gadis kecil itu mengerjapkan matanya dan berteriak, "Kakek buyut!" Akan tetapi, pria tua itu memejamkan matanya, dengan tangan tuanya yang kering menggantung ke bawah, dan tidak membuka matanya karena teriakan gadis kecil itu. Su Qianci hampir menangis karena merasa cemas, dan Li Jianyue berlari ke arah ibunya dan berseru, "Bu, apa yang terjadi pada kakek buyut?" "Kakek buyut akan baik-baik saja," kata Su Qianci, sambil menggendong putrinya. Kemudian dia mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Li Yao. Setelah telepon terhubung dengan cepat, dia berkata sambil terisak-isak, "Ayah, segeralah pulang. Kakek baru saja pingsan." Chapter 790 - Akankah Dia Memandang Rendah Diriku? "Pasien mungkin terlalu banyak mengalami tekanan mental. Apakah pasien sedang banyak pikiran akhir-akhir ini? Berdasarkan situasi saat ini, pasien mungkin memiliki tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh tekanan mental yang berlebihan. Anda sebagai anggota keluarganya harus membuat pasien merasa jauh lebih rileks. Mengapa Anda membiarkan orang tua ini menanggung begitu banyak tekanan mental? Mulai saat ini, pasien tidak dapat menerima stimulasi apa pun, dan juga tidak boleh menanggung beban pikiran berlebihan. Anda sebagai anggota keluarganya harus memperhatikan poin-poin ini," kata sang dokter. ¡­. Kata-kata dokter tersebut membuat semua orang merasa sedikit bingung. Kakek telah mengukir prestasi-prestasi besar dan memiliki sebuah reputasi yang hebat, dia juga hidup berkecukupan dalam hidupnya. Adalah masuk akal jika kakek seharusnya menikmati hidupnya sekarang. Kenapa kakek masih berada di bawah tekanan seperti itu? Su Qianci tidak bisa memahami kecemasan yang dialami kakek, jadi dirinya bertanya pada Li Sicheng apakah suaminya mengetahui alasannya. Sebenarnya, Li Sicheng secara kira-kira memahami apa yang telah kakek pikirkan. Jadi pria itu menjawab, "Aku kira itu karena keluarga Tang." "Apa? Keluarga Tang?" Su Qianci merasa sedikit terkejut, tetapi dengan segera dia menemukan jawabannya. Keluarga Tang dan keluarga Li telah bertetangga selama beberapa generasi, dan mereka sudah menjadi teman lawas keluarga untuk waktu yang lama. Sebenarnya, Kapten Li dan Tuan Besar Tang telah mempertahankan sebuah hubungan yang cukup baik. Tetapi ketika sampai kepada generasi Tang Zhenghao dan Li Yao, hubungan antara keluarga Tang dan keluarga Li tidak harmonis lagi. Sebelum kematian Tuan Besar Tang, mereka telah berjanji satu sama lain bahwa mereka akan memperlakukan keturunan satu sama lain dengan baik. Tapi sekarang situasi keluarga Tang adalah ¡­. Tuan Besar Tang hanya memiliki seorang putra bernama Tang Zhenghao, yang putranya telah meninggal sejak lebih dari satu dekade yang lalu. Tidak hanya tidak ada pria lagi di keluarga Tang, tetapi bahkan para wanita yang bermarga Tang pun sudah meninggal. Situasi seperti itu tidak diragukan lagi bertentangan dengan janji antara Kapten Li dan Tuan Besar Tang. Mungkin itu sebabnya ¡­ Kakek menjadi stres. Su Qianci merasa seolah-olah dia telah menemukan jawabannya, tetapi ketika dirinya bertanya pada Li Sicheng, pria itu hanya terdiam. Hari sudah sore ketika kakek tersadar. Su Qianci berusaha mendapatkan informasi dari kakek dan menemukan bahwa apa yang telah dipikirkan kakek hampir sama dengan dugaannya. Wajah kakek terlihat sangat pucat dan tirus, sepertinya terlihat sedikit lebih tua daripada kemarin. Dia menghela napas berat dan berkata, "Aku tahu ada beberapa orang keluarga Tang yang masih hidup pada saat ini, tapi aku sendirilah yang membunuh Tang Mengying. Aku tidak tahu bagaimana cara menghadapi teman lamaku ketika aku bertemu dengannya setelah aku mati, dia akan sangat membenciku." Nada suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah, yang mana membuat Su Qianci tersentuh, dan dia dengan cepat memotongnya, "Kakek, tenanglah, oke ¡­." "Qianqian," Kakek menaikkan tatapan matanya untuk menatap cucu mantunya dan berkata, "Bisakah kau membantuku untuk memanggil Yihan ke sini?" "Yihan?" Su Qianci tertegun. Wanita itu tidak pernah membayangkan bahwa kakek akan tiba-tiba berbicara tentang Lu Yihan. Orang tua itu mengangguk, lalu menurunkan tatapan matanya yang bersalah dan berkata, "Aku merasa menyesal pada anak itu. Qianqian, kau minta dia untuk datang ke sini, aku harus minta maaf kepadanya secara langsung ¡­." Kakeklah yang telah memberi harapan kepada pria itu. Jika Lu Yihan tidak pernah bersekongkol dengan dirinya, pria itu bahkan tidak akan berani berpikir tentang hal itu. Kakek berpikir bahwa Li Sicheng sudah meninggal, jadi dia melakukan hal seperti itu ¡­. Dirinya telah melakukan terlalu banyak kejahatan. "Kakek, tunggu sebentar. Aku akan menghubungi Yihan sekarang." Su Qianci menepuk-nepuk tangan kakek dengan ringan untuk menunjukkan penghiburannya. Kemudian wanita itu mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Lu Yihan. Ada tipe orang yang tidak akan menghubungi seseorang kecuali untuk urusan bisnis atau untuk minta tolong. Sudah lebih dari pukul dua belas siang itu, dan Lu Yihan sedang menikmati makan siangnya. Tiba-tiba dia menerima sebuah pesan WeChat dari Yu Lili, sebuah nama yang sudah lama tidak dilihatnya. [YuuuuuLi]: Halo, Lu Yihan? [Lu Yihan]: Ada apa? [YuuuuuLi]: [pesan suara] (Bisakah kau meminjamkanku sejumlah uang?) [Yu Lihan]: Aku tahu siapa kau. Berapa banyak yang ingin kau pinjam? [YuuuuuLi]: 200.000 yuan 200.000 yuan, yang mana jumlahnya tidak terlalu banyak atau pun terlalu sedikit. Tepat setelah Yu Lili mengetik jumlah ini, dirinya berada dalam suasana hati yang campur aduk. Yu Lili merasa takut akan penolakan dan pertanyaan Lu Yihan. Lagi pula, dalam benaknya, citra dirinya sudah tidak baik lagi. Apakah Lu Yihan akan berpikir bahwa aku sedang mencoba menipu uangnya? Akankah dia memandang rendah diriku? Chapter 791 - Yu Lili: Aku Bepergian Di Dali 200.000 yuan, yang mana jumlahnya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Tetapi untuk seseorang yang menghargai dirinya sendiri seperti Yu Lili, wanita itu tidak akan meminta Lu Yihan untuk meminjamkan uang padanya sampai dirinya putus asa. Lu Yihan memikirkan hal ini dan bertanya, "Kau menggunakan uang itu untuk apa?" [YuuuuuLi]: Ya ampun! Sangat sulit untuk dikatakan. Aku pembawa sial. [Yu Lihan]: Menyedihkan sekali! [emoji wajah sedih] Yu Lili berpikir sejenak. Tepat ketika dia siap untuk menjawab, dirinya menerima pesan Lu Yihan: "Berikan nomor rekeningmu padaku." Setelah melihat pesan itu, Yu Lili merasa sangat tersentuh. Pada saat itu, dirinya hampir meledak dalam tangis. Yu Lili jelas mengetahui bahwa 200.000 yuan mungkin bukanlah jumlah yang signifikan untuk orang kaya seperti Ou Ming dan Li Sicheng, tetapi untuk Lu Yihan, yang baru saja memulai karirnya, itu benar-benar jumlah uang yang sangat besar. Tetapi pria itu langsung menanyakan nomor rekeningnya, yang mana membuat dirinya tersentuh sehingga dia hampir menangis. Yu Lili mengeluarkan kartu bank dari dompetnya dan mengirimkan nomor rekeningnya pada Lu Yihan. Lu Yihan menggunakan aplikasi m-banking untuk mentransfer uang kepada Yu Lili sambil makan. Setelah prosesnya selesai, Lu Yihan mengirimkan sebuah screenshot halaman transfer yang sudah selesai dan sebuah pesan pada wanita itu: "Selesai." [YuuuuuLi]: Terima kasih banyak. Aku akan mengembalikan uangmu secepat mungkin. [Lu Yihan]: Tidak masalah. [Lu Yihan]: Di mana kau sekarang? Aku belum mendengar kabar darimu akhir-akhir ini. Yu Lili merasa bahwa pertanyaan Lu Yihan terasa agak ironis. Pria itu benar-benar tidak peduli sama sekali tentang dirinya. Yu Lili sudah berada jauh dari Kotaraja selama empat tahun. Lu Yihan bahkan mengatakan bahwa pria itu belum mendengar kabar dari dirinya "akhir-akhir ini". Yu Lili berpikir sesaat dan menjawab, "Aku bepergian di Dali yang menawan - Awan Selatan." [Lu Yihan]: [emoji wajah iri] Senangnya. [YuuuuuLi]: Lumayan. Tapi akhir-akhir ini aku sedikit bernasib buruk. Sesuatu terjadi padaku. Baiklah, aku akan menceritakan padamu lebih banyak ketika aku kembali. [Lu Yihan]: Oke. Yu Lili menghela napas lega. Aku akhirnya berhasil mengumpulkan uang setengah juta yuan. Tetapi aku juga harus membayar kembali uang yang kupinjam dari Lu Yihan secepat mungkin. Coba kulihat apa yang bisa kulakukan untuk menghasilkan uang dengan cepat. Selain mencari om senang, bagaimana aku bisa menghasilkan uang dengan cepat? Yu Lili meneguk air mineral, kemudian dia mengeluarkan kartu nama berwarna putih dari tasnya. Manajer Lantai Hutan Malam: Hao Yu. ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Lu Yihan menyelesaikan makannya setelah mentransfer uang pada Yu Lili. Seorang rekan kerja yang berhubungan baik dengan Lu Yihan berjalan mendekat dan menepuk pundak pria itu, berkata, "Ayo kita pergi makan barbeku dan minum-minum malam ini!" "Tentu." Lu Yihan menyimpan ponselnya dan menutup kotak bekalnya. "Ke mana kita akan pergi?" "Tempat yang biasa. Bawalah teman serumahmu juga. Laki-laki itu benar-benar menyenangkan untuk diajak bermain bersama! Dia juga tidak terlihat muda. Sudah waktunya memperkenalkan beberapa gadis padanya." Sembari berbicara, pria itu memberi Lu Yihan sebuah kedipan mata penuh arti dan tertawa terbahak-bahak. Lu Yihan memberinya sebuah dorongan dengan wajah masam dan berkata, "Si*lan kau. Dia sudah punya kekasih. Dia bahkan pindah untuk tinggal bersama dengan kekasihnya." "Benarkah?" rekan kerjanya itu jelas tidak memercayainya. "Dia menyingkirkan status lajangnya dengan begitu cepat?" "Jangan buang waktuku. Kenapa aku harus bohong padamu?" "Tetap saja! Suruh dia keluar. Suruh dia mengajariku beberapa trik untuk menyingkirkan status lajangku juga! Aku serahkan padamu kalau begitu. Aku akan pergi mencari orang lain." "Dia tidak akan pergi," kata Lu Yihan dengan tegas tanpa niat untuk menghubungi Luo Zhan sama sekali. Rekan kerjanya itu mulai memasang wajah murung, "Setidaknya hubungi dia! Berikan aku ponselmu. Aku akan bertanya padanya." Ketika melihat tangan yang terulur tersebut, Lu Yihan menghela napas dan berkata, "Lupakan. Pergilah cari yang lain. Aku akan menghubunginya." "Kalian bertengkar?" "Apa yang harus aku pertengkarkan dengannya? Pergi sana. Aku sedang menelepon." Lu Yihan menemukan kontak Luo Zhan setelah menggeser ke bawah daftar kontaknya untuk sementara waktu, dan dia membuat panggilan. [Halo, nomor yang Anda tuju saat ini sedang tidak aktif ¡­.] Chapter 792 - Dua Orang Luo Zhan? Apa-apaan ini! Tidak bisa tersambung! Lu Yihan menekan nomor ponsel Luo Zhan kembali, dan hasilnya sama. Rekannya menghampiri lagi. Untuk membuktikan bahwa nomor ponsel Luo Zhan benar-benar tidak tersambung, Lu Yihan menyalakan pengeras suara dan berkata, "Aku tunjukkan padamu, nomor yang kutelepon tidak bisa tersambung." "Mungkin sinyalnya tidak bagus, biarkan aku yang meneleponnya." Rekan Lu Yihan menyalin nomor ponsel Luo Zhan dan menelepon dengan ponselnya. Tanpa diduga, dia berhasil. Lu Yihan merasa agak bingung ketika dirinya mendengar nada dering klasik milik ponsel Luo Zhan. Panggilan telepon itu tersambung dengan cepat, dan suaranya terdengar sedikit gila, "Halo?" "Lihat, kau bernasib buruk. Tersambung dengan segera setelah aku menekan nomornya." Rekan Lu Yihan menjejalkan ponsel miliknya ke dalam tangan Lu Yihan dan berkata, "Cepat jawab teleponnya!" Luo Zhan juga mendengar suara yang pelan itu, dan dia bertanya dengan suara yang terdengar sedang marah, "Siapa ini?" Meskipun Lu Yihan baru saja bertemu Luo Zhan di Irlandia beberapa hari yang lalu, dia merasa bahwa dirinya belum bertemu Luo Zhan untuk waktu yang lama ketika dia mendengar suara ini. Lu Yihan merasa malu ketika dia memegang ponsel itu. Ketika dia melihat tatapan mata rekannya yang mendesak, Lu Yihan berkata, "Ini aku." Lu Yihan berpikir bahwa Luo Zhan yang berada di seberang sana itu akan memiliki reaksi yang berbeda, seperti terdiam, langsung menutup telepon, atau mulai mengingat-ingat masa lalu. Tetapi, yang mengejutkan dirinya, Luo Zhan berteriak dengan suara yang jelek, "Siapa kau?" Lu Yihan berhenti sejenak dan berkata, "Aku tidak melihatmu selama berhari-hari. Tak bisakah kau mengenali suaraku?" Di seberang sana, itu adalah suara Luo Zhan, benar sekali. Suaranya tidak terdengar seperti Luo Zhan yang belum bangun, mengapa pria itu tidak bisa mengenali suara Lu Yihan? "Ada apa denganmu ¡­ ah, ini ponsel Luo Zhan. Si*l, kupikir ini ponselku. Tunggu sebentar." Pria di telepon itu sepertinya berteriak, "Luo Zhan, apakah kau bodoh? Apa yang kau lakukan dengan ponselmu di kamarku? Cari mati ya." Lu Yihan terdiam sesaat, merasa dialog itu terdengar agak aneh. Setelah beberapa saat, suara orang di telepon itu segera bertambah keras dan bertanya, "Siapa ini?" Ini memang suara Luo Zhan. Terlepas dari nada suaranya, suara itu tidak berbeda dari suara Luo Zhan yang biasanya. Lu Yihan merasa sedikit bingung dan dia tertawa kemudian mengejek pria itu, "Luo Zhan, apa kau sedang bermain cosplay 1 ?" "Luo Zhan sedang tidur sekarang. Dia menyuruhku bertanya siapa kau dan kemudian memutuskan apakah akan menjawab teleponnya." Lu Yihan, "¡­." Lu Yihan tidak bisa bicara lagi. Lu Yihan langsung menutup telepon itu. Setelah beberapa menit kemudian, "Luo Zhan" menelepon lagi. Lu Yihan telah mengembalikan ponsel itu pada rekannya. Pria itu melirik nomor peneleponnya dan menyodorkan ponsel itu pada Lu Yihan kembali. Lu Yihan menatap nomor telepon yang tertera dan mengenalinya sebagai nomor ponsel Luo Zhan. Dia tertegun dan kemudian menjawab teleponnya. Segera terdengar sebuah suara mengantuk, "Ini Luo Zhan? Siapa yang menelepon?" Lu Yihan menghela napas. Usia Luo Zhan sudah cukup tua untuk menjadi dewasa, tapi dia masih sangat naif, Lu Yihan benar-benar tidak tahan ¡­. Istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata "costume" (kostum) dan "play" (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Chapter 793 - Kakek Ingin Bertemu Denganmu Lu Yihan melanjutkan pekerjaannya dan tiba-tiba menerima sebuah telepon dari Su Qianci sekitar pukul 4 sore. Melihat kata "Qianqian" di layar ponsel itu, Lu Yihan merasa seperti sedang bermimpi. Dia tertegun selama beberapa saat sebelum menjawab teleponnya. "Qianqian." "Yihan, apa kau senggang saat ini?" Lu Yihan melirik ke arah kode-kode di komputer. Dia baru mengetik beberapa buah paragraf saja, jadi dia mengangguk dan berkata, "Ya. Ada apa?" "Bisakah kau datang ke rumah sakit? Kakekku ingin bertemu denganmu." "Apa? Kakekmu ingin bertemu denganku?" Lu Yihan bahkan merasa semakin terkejut. Sejak Li Sicheng kembali, Kapten Li belum pernah bertemu Lu Yihan lagi. Tetapi dia tidak pernah berharap bahwa lebih dari sebulan kemudian, orang tua itu ingin bertemu dengannya lagi. "Ya, kakekku ingin bertemu denganmu." "Oke, rumah sakit mana, aku akan segera ke sana." Setelah itu, Lu Yihan mengambil kunci mobil di atas meja dan berdiri. Rekan Lu Yihan langsung merasa tidak enak dan bertanya, "Kau mau pergi ke mana? Kita harus menyelesaikan pekerjaan kita dengan cepat!" "Aku sedang terburu-buru dan aku akan segera kembali." Lu Yihan menjawab dan pergi keluar. "Apa-apaan ini! Apa yang sedang kau lakukan ¡­." Lu Yihan mengabaikan suara teriakan di belakangnya dan pergi ke Rumah Sakit Militer Kotaraja. Setelah Lu Yihan tiba di bangsal yang disebutkan oleh Su Qianci, dia mendapati bahwa Li Sicheng dan Su Qianci keduanya sedang berada dalam ruangan tersebut, dan beberapa orang anak yang berperilaku baik juga berada di bangsal tersebut. Kakek Li sedang dalam posisi setengah duduk di dalam bangsal itu. Ketika orang tua itu melihat Lu Yihan, dia menghela napas dan berkata, "Yihan, aku sudah menunggumu." "Kakek," kata Lu Yihan. Saat melihat pria tua itu, Lu Yihan merasa sedikit sedih. Pria tua itu sepertinya terlihat sedikit lebih tua daripada ketika dia terakhir kali melihatnya. Lu Yihan cukup sering bertemu dengan Kapten Li sebelumnya, tetapi dia tidak pernah memedulikan orang tua itu. Kali ini, dia bertemu dengan orang tua itu lebih dari sebulan kemudian, baru kemudian dirinya menyadari bahwa Kapten Li sudah cukup sepuh. "Sicheng, Qianqian, kalian bawa anak-anak keluar dulu. Aku ingin berbicara dengan Yihan sendirian untuk sejenak," kata Kakek Li. Li Sicheng menatap Lu Yihan dengan dalam dan mengangguk pada pria itu. Kemudian dia menggendong putrinya dan pergi keluar tanpa berbicara. Lu Yihan tinggal bersama Kakek Li di bangsal tersebut selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya pria itu keluar. Ketika Lu Yihan keluar, semua orang di luar bangsal menatapnya. Su Qianci memandang Lu Yihan dan bertanya, "Apa yang Kakek katakan padamu?". Lu Yihan tersenyum, menggelengkan kepalanya dengan perlahan dan berkata, "Itu rahasia di antara kami." Lu Yihan melangkah maju, menepuk bahu Li Sicheng dan berkata, "Jaga Kakek dengan baik. Ada yang harus aku lakukan, sampai jumpa lain kali." Li Sicheng menatap pria itu dengan sebuah senyum yang terlihat aneh sehingga membuat Lu Yihan merasa tidak nyaman. Mengabaikan Li Sicheng, Lu Yihan langsung pergi meninggalkan mereka dengan tangannya yang berada di dalam saku. Ketika Lu Yihan kembali ke kantor, dia menyadari bahwa semua rekan kerjanya telah pergi. Di komputernya ada sebuah catatan tempel bertuliskan, "Kami telah pergi ke tempat acara. Datanglah hanya setelah kau selesai bekerja, Anak Nakal!" Tentu. Lagi pula itu hanyalah pekerjaan saja. Tanpa memiliki pilihan lain, Lu Yihan melempar kuncinya, dan melanjutkan kerja kerasnya menyelesaikan kode-kode programnya. Sekitar pukul tujuh malam lewat, ponselnya berdering. Itu adalah Luo Zhan. "Halo?" "Bukankah kita sepakat untuk pergi ke barbeku? Di mana tempatnya?" Nada suara Luo Zhan terdengar jauh lebih baik daripada waktu sore hari tadi. Lu Yihan mendengus diam-diam dan berkata, "Hubungi nomor yang menghubungimu sore hari tadi. Aku juga tidak tahu. Aku masih di kantor." "Kau sedang berada di lantai atas kantor? Aku baru saja menyetir ke arah ke gedung kantormu. Ayo turun." Saat Luo Zhan mengucapkan kata-kata ini, wajahnya mulai memanas. Dia berdeham dan berkata, "Jangan salah paham. Aku kebetulan lewat saja." Lu Yihan menjawab, "¡­ salah paham, kepalamu! Aku belum selesai dengan pekerjaanku. Coba tanya Lao Li ke mana kau seharusnya pergi." Chapter 794 - Trik! Penuh Dengan Trik! Si*l ¡­ terus kenapa? Luo Zhan menutup teleponnya dalam suasana hati yang buruk dan kemudian menghubungi Lao Li. Setelah mendapatkan alamatnya, dia menunggu Lu Yihan untuk setengah jam lagi, tetapi tidak melihat Lu Yihan turun. Kemudian dia pergi ke tempat yang disebutkan oleh Lao Li. Ketika Luo Zhan tiba, dia mendapati bahwa pemandangan di hadapannya itu adalah sebuah acara persahabatan. Terlihat beberapa buah oven barbeku, dan semua orang yang hadir adalah rekan-rekan kerja Lu Yihan. Segala jenis minuman dan bir terlihat di sekelilingnya, dan jumlah gadis yang hadir tidak terduga. Luo Zhan mendapati ada ibu-ibu muda yang seksi, wanita yang menyenangkan, dan para gadis cantik yang terlihat seksi dan menawan pada pandangan pertama. Pada saat Luo Zhan datang, semua mata tertuju pada pria itu. Ketika Lao Li melihat Luo Zhan, pria itu segera menghampiri dan berseru, "Hei Luo! Lama tidak bertemu!" Luo Zhan tertegun dan menunjuk ke arah para gadis cantik di sekeliling dirinya dan berkata, "Ini adalah ¡­." "Oh, gadis-gadis cantik ini karyawan perusahaan Xingfeng yang bekerja sama dengan kita, apa pendapatmu tentang itu? Apakah mereka sangat cantik?" Kata Kakak Li. Kemudian dia menyapa beberapa gadis cantik sambil tersenyum sopan dan memperkenalkan Luo Zhan. "Ini adalah peretas terkenal dalam negeri yang aku sebutkan kepada kalian semua, Z, nama aslinya adalah Luo Zhan." Setelah memperkenalkan Luo Zhan, Lao Li jelas merasakan berbagai tatapan mata yang panas dari para gadis cantik yang ditujukan kepada pemuda ini. Lao Li tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berbalik untuk bertanya kepada Luo Zhan, "Ngomong-ngomong, Yihan bilang kau punya seorang kekasih? Apakah itu benar?" Berhadapan dengan tatapan mata yang menyala-nyala yang dilayangkan dari sekitarnya, Luo Zhan tertawa, mengangguk dan berkata, "Itu benar, tetapi kekasihku biasanya sibuk bekerja, jadi dia tidak sering berkunjung." "Baiklah, aku percaya padamu." Suara Lu Yihan terdengar dari belakang Luo Zhan. Dia menggoyang-goyangkan kunci mobil di tangannya, yang mana menarik perhatian banyak orang. Pada saat itu, tubuh Luo Zhan berdiri dalam posisi kaku dan dia memalingkan kepalanya dengan tegang. Lampu jalan di belakang Lu Yihan bersinar di punggungnya dan dia mendekati Luo Zhan sambil menantang cahaya. Senyum cerah yang tergantung di wajah Lu Yihan membuat Luo Zhan merasa sedikit terpesona untuk sesaat. Sepertinya ¡­ dia sudah lama tidak bertemu dengan Lu Yihan. Bagaimana Lu Yihan bisa jauh lebih tinggi daripada dirinya? Apakah Lu Yihan setinggi itu sebelumnya? Kemudian, Luo Zhan menundukkan kepalanya dan menemukan bahwa Lu Yihan telah mengganti mobilnya menjadi sebuah mobil Mercedes-Benz. Setelah melihat sosok, wajah, pakaian, dan mobil Lu Yihan, gadis-gadis itu mengarahkan pandangan mereka yang menyala-nyala pada Lu Yihan. "Ini adalah bos perusahaan kami, Tuan Lu, nama lengkapnya adalah Lu Yihan. Kalian semua seharusnya tahu itu, kan?" Lao Li memperkenalkan Lu Yihan kepada semua orang, tetapi karena para gadis cantik itu menunjukkan rasa ketertarikan mereka kepada Lu Yihan, dia berkata dengan cemburu, "Pria ini berumur 26 tahun dan dia masih lajang sekarang, jika kau menyukainya, kau harus bertindak cepat." Tepat setelah kata-kata Lao Li selesai, gadis-gadis itu mengobrol satu sama lain dengan gembiranya, dan banyak dari mereka yang datang menghampiri Lu Yihan. Ketika Luo Zhan melihat kejadian ini, dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kata-kata "ya, ya, ya", dan dia mengambil sebotol bir dan duduk di pinggir. Lu Yihan dikerumuni oleh gadis-gadis itu dan tersenyum dengan enggan di wajahnya. Dengan segera pria itu mohon diri untuk pergi ke kamar mandi dan melarikan diri dari kerumunan gadis-gadis tersebut. Sementara itu, Luo Zhan sudah meminum sebagian besar birnya dan ingin pergi ke kamar mandi, jadi pria itu pergi ke kamar mandi setelah Lu Yihan. Tetapi sebelum Luo Zhan masuk ke dalam, dia mendengar suara jeritan seorang gadis yang berasal dari kamar mandi. Ternyata itu adalah seorang gadis cantik dan seksi yang kebetulan menabrak Lu Yihan di pintu masuk kamar mandi. Tas di tangan gadis itu tiba-tiba terjatuh ke lantai, dan isi tas itu tumpah berserakan di lantai. Maskara, alas bedak, celak penegas mata, dompet ¡­. Gadis cerdik ini pertama kali bertemu Lu Yihan di pintu kamar mandi, dan kemudian "tanpa sengaja" menabrak pria itu. Lalu dia membiarkan tasnya jatuh. Ketika dia mengambil tas itu, gadis itu menyentuh tangan Lu Yihan dengan sembrono, wajahnya memerah dan menarik tangannya ¡­. Chapter 795 - Memfitnah Lu Yihan Kemudian Lu Yihan meminta maaf lagi dengan perasaan yang dalam dan berkata, "Saya tidak sengaja." Gadis itu tersipu malu dan membalikkan badan pada saat itu, kemudian ¡­. "Si*l!" Luo Zhan bergumam. Lu Yihan benar-benar berjongkok dan memunguti barang-barang tersebut, tetapi maksud gadis itu jauh lebih tinggi daripada yang Luo Zhan bisa dibayangkan! Tidak masalah tentang berjongkok, tapi gadis tersebut bahkan memamerkan payudaranya! Ya Tuhan! Tidak ada seorang pria pun yang bisa tahan melihatnya! Tidak ada yang menyadari bahwa Luo Zhan sedang menatap ke arah samping, dan Lu Yihan memandang ke depan dengan terus menerus, sambil membantu gadis tersebut memunguti barang-barangnya, dan berkata, "Maaf, saya benar-benar tidak melihat Anda." Wanita itu memandang Lu Yihan dengan tatapan memuja dan berkata, "Tidak masalah. Saya melihat Anda. Anda sepertinya sedang melamun, dan saya telah menghindar tetapi Anda masih berjalan ke arah saya. Katakan pada saya, bagaimana Anda akan meminta maaf pada saya?" Sial! Luo Zhan secara mendalam merasa bahwa dirinya telah meremehkan semua trik yang ada di dunia ini. Lu Yihan merasa sedikit malu dan berkata, "Apakah Anda bekerja di Xingfeng?" "Iya." Wanita itu dengan cepat mengambil barang-barangnya dan tertawa kecil. "Terima kasih." Dia hendak berdiri, tetapi sepatunya yang bertumit tinggi itu sepertinya terpelintir, dan kemudian dia terjatuh ke pelukan Lu Yihan. Luo Zhan terperanjat dan mendengar gadis itu menjerit, lalu melihat dia memegang tangan Lu Yihan, dan menggunakan payudaranya untuk menyentuh lengan Lu Yihan! Yaiks, dasar wanita j*lang! Luo Zhan merasa tidak tahan dan melangkah maju, tetapi mendengar suara Lu Yihan, "Apakah Anda baik-baik saja?" "Tidak apa-apa. Saya hanya sedikit pusing karena terlalu lama berjongkok. Saya akan baik-baik saja setelah beberapa saat." Gadis itu berpura-pura! Dasar tukang tipu! Luo Zhan melangkah maju dan berseru, "Lu Yihan." Lu Yihan menoleh ke belakang dan melihat wajah tidak senang Luo Zhan, lalu bertanya, "Apa kau mencariku?" "Tidak!" Luo Zhan melirik gadis itu dan berkata, "Apa kau pergi ke toilet? Biarkan aku membantumu. Aku tahu kau adalah penderita Shenkui 1 , jadi jangan sampai sakit." Wajah wanita itu menunjukkan sebuah ekspresi yang mengerikan dan dia menatap Lu Yihan dengan aneh. Shenkui? Lu Yihan kelihatannya tinggi dan kuat, dan gadis itu tidak bisa melihat bahwa pria seperti ini sebenarnya penderita shenkui ¡­. Melihat tatapan seperti itu, ekspresi wajah Lu Yihan yang semula tenang menjadi sedikit malu. Luo Zhan hendak mengulurkan tangan untuk membantu gadis itu sebelum Lu Yihan mengatakan sesuatu. Gadis cantik tersebut buru-buru menghindarinya, melangkah mundur dan berkata, "Tidak apa-apa, tidak apa-apa, Tuan Lu, silakan duluan." "Hei, bukankah Anda merasa pusing?" Nada suara Luo Zhan terdengar sedikit tajam, tetapi setelah berbicara, pria itu menyadari bahwa dirinya mengatakan hal itu dengan suara yang mengandung sarkasme, dan kemudian terbatuk dan berpura-pura senang. "Itu bagus, ayo kita kembali dulu, karena Yihan selalu membutuhkan waktu yang lama di toilet." "Luo Zhan!" Lu Yihan memasang wajah garang dan meraung. Luo Zhan menarik wanita itu kembali dan berkata, "Terima kasih kembali. Ini suatu kehormatan bagiku!" Langkah kaki Luo Zhan begitu cepat sehingga gadis itu terhuyung dan hampir terjatuh. "Apakah Anda Luo Zhan?" Wanita itu rupanya mengenal pria tersebut dan bertanya, "Apa hubungan Anda dengan Tuan Lu?" "Oh, kami dulu menyewa apartemen bersama-sama untuk waktu yang cukup lama." "Kalian tidak tinggal bersama-sama lagi sekarang?" "Ya, orang itu mempunyai terlalu banyak kebiasaan buruk, seperti tidak suka bersih-bersih, jarang mandi, atau pun mencuci kakinya. Dan yang lebih penting lagi adalah dia tidak suka menyiram toilet setelah menggunakannya. Saya benar-benar tidak tahan. Dia juga suka bernyanyi setiap pagi dan dia bernyanyi dengan sangat buruk. Saya juga menasihatinya pada awalnya, tetapi kemudian mendapati bahwa saya tidak bisa mendesaknya, jadi saya pindah. Wah, tidak peduli siapapun yang bersamanya akan sial. " Wanita itu terlihat mengerti dan memaksakan sebuah senyuman, "Itu tidak terlalu baik." "Iya kan? Beberapa mantan pacarnya tidak tahan dengannya, oh, ngomong-ngomong, apakah Anda menyukainya?" Shenkui adalah sindrom terkait budaya yang berasal dari China. Ketakutan akan kehilangan energi Yang/positif yang dikarenakan oleh kehilangan sperma, menyebabkan orang tersebut menghindari hubungan seksual. Chapter 796 - Begitu Bebasnya? Gadis itu mencemooh, menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, kami hanya bertabrakan satu sama lain." "Aku pikir kau menyukai Yihan. Lebih baik kau memilihku daripada dia." Luo Zhan tertawa dengan puasnya. Sebelum gadis itu mengatakan sesuatu, Luo Zhan berjalan menuju kerumunan. Wanita itu memandangi punggung Luo Zhan dengan penuh rasa terima kasih dan bergumam pada dirinya sendiri, "Lu Yihan terlihat sangat tinggi dan tampan, tapi aku tidak menyangka dia adalah seseorang seperti itu, aduh, sayang sekali!" Ketika Lu Yihan keluar dari toilet, banyak gadis yang melihatnya dengan pandangan mata berbeda. Luo Zhan sedang minum bir dengan Lao Li bersama seorang gadis yang duduk di sebelahnya. Mereka sepertinya memiliki perbincangan yang menarik. Lao Li sedang berpikir bahwa Lu Yihan pastilah orang yang paling populer malam ini, tetapi tidak ada yang menyangka bahwa Luo Zhan bisa mencuri perhatian. Lu Yihan juga merasa bebas, berbicara dengan rekan-rekan kerjanya untuk sejenak, dan kemudian menyadari bahwa Luo Zhan dikelilingi oleh semakin banyak orang dan berjalan menghampiri ke arah pria itu dengan sebotol bir di tangannya. Luo Zhan sedang berbicara dengan seorang gadis tentang menonton film. Gadis itu pemalu dan berkata, "Kelinci itu sangat menggemaskan, kenapa aku harus makan seekor kelinci? Itu terlalu kejam!" Luo Zhan tertawa terbahak-bahak dan berkata, "P*nis juga sangat menggemaskan, lalu kenapa kau mengisap p*nis?" Kerumunan orang itu tertawa terbahak-bahak, dan seseorang bahkan menyemburkan bir di mulutnya. Wajah gadis itu langsung memerah, menghentakkan kakinya dan berkata, "Luo Zhan, kau pria nakal!" "Aku sedang berbicara tentang p*nis, jika kau bisa berbicara tentang kelinci itu, kenapa aku tidak bisa berkata tentang p*nis?" Luo Zhan terlihat lugu dan mengangkat bahunya. Lu Yihan entah kenapa merasa tidak senang. Luo Zhan ¡­ sangat pandai memikat lawan jenisnya! Jadi dia lajang karena dia menyukai laki-laki? Kalau tidak, bagaimana dia bisa tetap melajang dengan mulut yang begitu fasih? Lu Yihan mengerucutkan bibirnya, bangkit berdiri dan menemukan kuncinya, lalu menyapa rekan-rekan kerjanya dan pergi meninggalkan tempat itu. Melihat ke arah jam, saat itu baru pukul sembilan malam. Bosan setengah mati! Lu Yihan mengendarai mobil, melewati bar jalanan yang terkenal di Kotaraja, dan tiba-tiba melihat sebuah sosok yang dikenalnya. Pria itu sedang menarik seorang gadis keluar, mengenakan mantel kulit hitam yang keren, dan tampak sedikit menawan. Tiba-tiba berhenti, Lu Yihan menoleh, melihat sosok dan wajahnya, dan mengetahui bahwa pria itu adalah Luo Zhan! Tapi, bukankah dia masih berada di acara barbeku itu? Bagaimana dia bisa berada di sini dalam waktu sesingkat itu? Selain itu, dia mengganti pakaiannya dengan begitu cepat. Lu Yihan ingat jika Luo Zhan tadi mengenakan pakaian olahraga. Dia melihat Luo Zhan menarik gadis itu, menyeretnya, dan kemudian menyandarkan gadis tersebut ke dinding, menundukkan kepalanya dan menciumnya. Gadis itu tidak melawan, dan bahkan memeluk Luo Zhan dengan kedua tangannya. Mereka mungkin berciuman lebih dari satu menit, mereka menjadi sangat bebas sehingga Luo Zhan bertindak lebih jauh sembari menjulurkan tangannya ke balik rok gadis itu. Lu Yihan merasa terkejut dan berbisik, "Begitu bebasnya?" Tapi untungnya, gadis itu menahan tangan Luo Zhan dan sepertinya mengatakan sesuatu. Luo Zhan tertawa, lalu menarik gadis itu dan berjalan menuruni tangga, dan keduanya dengan cepat menuju ke sebuah tempat parkir terdekat. "Hei, bocah ini ¡­." Lu Yihan tiba-tiba merasa bahwa dirinya sedikit konyol, karena dia telah menentang Luo Zhan beberapa hari ini. Ternyata Luo Zhan masih menyukai wanita! Namun ¡­ ekspresi wajah Luo Zhan tidak terlihat palsu pada hari itu di Irlandia. Apakah Luo Zhan ¡­ biseksual? Lu Yihan merasa sedikit mual, dan dia menyalakan mobil dan pulang ke rumah. Chapter 797 - Pergi Ke Hotel Dan Bercinta Tepat ketika Lu Yihan sampai di rumah, ponselnya berdering. Itu adalah Luo Zhan. Lu Yihan mendengus dan menjawab teleponnya. "Halo?" Itu adalah suara Luo Zhan tetapi terdengar tidak jelas. "Apakah kau mabuk?" "Sedikit ¡­ aku tidak bisa menyetir, kau di mana?" Mendengarkan suara itu memang sedikit membingungkan, tetapi Lu Yihan tidak mau memperhatikan Luo Zhan, jadi dirinya mengendarai mobil ke tempat parkir bawah tanah dan berkata dengan malas, "Aku dalam perjalanan pulang ke rumah." "Bagaimana kau bisa melakukan ini?" Luo Zhan menjerit. "Kenapa kau tidak memberitahuku? Aku bisa terbunuh di antara gadis-gadis ini!" Lu Yihan mendengus, melepas sabuk pengaman, lalu membuka pintu dan tidak peduli. "Aku pikir kau sedang bersenang-senang. Biarkan gadis itu yang mengantarmu pulang, atau kau bisa pergi ke hotel dan bercinta. Itu saja, dah." Telepon Luo Zhan ditutup, dan dia memegangi kepalanya dengan jengkel, dan memaki dengan marah, "Sungguh pria yang tidak berperasaan! Si*lan! Kenapa dia begitu menjaga dirinya?" "Luo Zhan, apa yang sedang kau lakukan di sana? Gadis-gadis ini sedang menunggumu!" Lao Li berseru. Luo Zhan meletakkan ponselnya dan berseru, "Aku mengerti!" ¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª¡ª Di bar yang mewah itu, segala jenis wanita cantik datang dan pergi. Mereka mungkin terlihat menggoda atau menguasai. Banyak pria yang menyapu pandangannya ke sekeliling wanita-wanita cantik tersebut untuk menemukan target afair berikutnya. Salah satu dari wanita-wanita itu mengenakan sebuah gaun merah panjang, yang mana paling menarik perhatian. Banyak pria di sana yang berusaha menarik perhatian wanita itu, yang mana menyebabkan pasangan wanitanya merasa tidak senang. Duduk di kursi bar tinggi, wanita tersebut menyilangkan kakinya yang putih dan mulus yang mana tampak menyilaukan dan menarik di balik gaun merah tersebut. Seorang pria muda dan tampan menghampiri dengan sebuah gelas kristal yang indah, duduk di samping wanita itu, memesan Bloody Mary 1 , dan kemudian memandang wanita tersebut dengan tatapan mata yang bersinar dan tampan. "Cantik, kau sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang buruk. Apakah kau sendirian?" Yu Lili membalikkan badannya, melirik pria itu dan mengabaikannya. Pria itu tidak berkecil hati dan tertawa kecil. "Apakah nyaman bagiku untuk duduk di sini?" "Bukankah kau sudah duduk?" Pria tersebut tertawa. "Namaku Shen Zhilie, bagaimana denganmu?" "Kenapa aku harus memberitahumu?" Yu Lili melirik pria itu dengan mata indahnya, yang mana membuat orang-orang terpesona. "Ketika Tuan Shen melihat seorang wanita cantik, apakah dia akan langsung mendekatinya?" "Tidak, tidak, aku berteman dengan siapa saja, tidak peduli apakah dia itu cantik atau buruk rupa." Shen Zhilie tiba-tiba mengulurkan tangan ke samping telinga Yu Lili. Yu Lili terkejut dan hendak menghindari tangannya, tetapi tiba-tiba mendengar sebuah suara lembut di samping telinganya dan melihat setangkai mawar merah menyala. Shen Zhilie menarik tangannya kembali. "Apakah kau percaya pada afinitas 1 mata? Beberapa orang dapat menegaskannya hanya dengan satu tatapan mata, itu adalah kau." Sambil mengatakan ini, pria itu memberikan mawar tersebut pada Yu Lili dengan sebuah senyuman lebar. "Siapa namamu?" Yu Lili tersenyum, mengambil mawarnya dan berbisik, "Li Xiaoyu." "Lee? Atau Li?" "Nama itu berarti ikan kecil pada saat fajar." "Nama yang bagus sekali." Ketika mereka berbincang-bincang, sang bartender menyodorkan Bloody Mary tersebut. "Cicipi minuman spesial di sini, itu sejenis anggur yang sangat istimewa." Yu Lili diam-diam tertawa kecil ketika melihat anggur itu. Anggur itu pada awalnya tidak beraroma alkohol, tetapi memiliki efek penundaan yang kuat. Banyak orang memesan anggur itu untuk menipu gadis-gadis yang tidak terlalu bijak, dan kemudian mereka dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Tapi Yu Lili masih berpura-pura tidak mengerti apa-apa dan bertanya, "Apa itu?" Minuman koktail yang mengandung vodka, jus tomat, dan kombinasi bumbu dan perasa lainnya termasuk saus Worcestershire, saus pedas, bawang putih, bumbu, lobak, seledri, zaitun, garam, lada hitam, jus lemon, jus jeruk nipis dan / atau seledri garam. Ketertarikan atau simpati yang ditandai oleh persamaan kepentingan. Chapter 798 - Jiutuo "Bloody Mary, minuman keras para bangsawan." Shen Zhilie memberi Yu Lili sebuah kedipan mata. Yu Lili tertawa, mendorong minuman keras itu kembali dan berkata, "Maaf, aku lebih suka anggur merah." "Apakah kau mau satu botol?" Yu Lili dengan lembut meletakkan tangannya di atas tangan Shen Zhilie, menatap pria itu dengan tatapan matanya yang menggoda dan memikat pria tersebut, "Bagaimana kalau sebotol Chateau Lafite Rothschild tahun 1982 untuk dibawa pergi?" Siapa yang bisa menolak Yu Lili, seorang wanita cantik dengan begitu banyak pesona? Shen Zhilie merasa sedikit gugup, tetapi dia menyentuh tangan Yu Lili dan bertanya, "Ke mana kita akan pergi?" Yu Lili menatap Zhilie dengan tenang, lalu mendorong kembali pria tersebut, "Bukankah kau baru saja ingin membawaku pergi?" Shen Zhilie mengangguk dengan sebuah senyum lebar, memandang ke arah bartender dan berkata, "Apa kau punya Chateau Lafite Rothschild tahun 1982?" "Ya." Bartender itu segera mengeluarkan sebuah botol dan menyerahkannya kepada mereka. Ketika pria tersebut membayar tagihannya, Yu Lili berdiri dari kursi bar yang tinggi itu dan berkata dengan lembut, "Aku akan memperbaiki riasan wajahku, jadi tunggu aku sebentar." Shen Zhilie berhasil diyakinkan, menatap Yu Lili dengan penuh kasih sayang dan mengangguk, "Tentu." Yu Lili meraih tas tangannya dan berjalan dengan perlahan, tetapi di sebuah sudut ruangan, wanita itu diam-diam menghela napas lega. Dia mengeluarkan ponselnya dan berjalan dengan cepat ke arah koridor khusus karyawan di sisi lainnya. Membuka WeChat, dia menemukan sebuah kontak, dan sebelum dirinya mengirimkan sebuah pesan, pihak lain mentransfer uang kepadanya. Melihat transfer sejumlah 3.800 yuan, Yu Lili tersenyum dan berjalan keluar dari bar tersebut dengan suasana hati yang baik. Sebuah Ferrari yang keren berhenti di pintu bar, tetapi orang-orang tidak dapat melihat bagian dalamnya dengan jelas melalui kaca depan maupun pintu di kedua sisinya. Yu Lili hanya melirik ke arah mobil itu dan pergi tanpa memperhatikannya. Di dalam Ferrari tersebut, sepasang mata selalu menatap Yu Lili, mengawasi wanita itu pergi. Xu Cheng memperhatikan kepergian Yu Lili, lalu menatap Ou Ming yang berada di kursi penumpang dan berkata, "Tuan Ou, Nona Yu sudah melunasi utangnya. Saya memeriksa catatan transfernya. Dia sepertinya meminjam uang 5.000 yuan dari istri Li Sicheng. Kemudian, dia menjual beberapa buah tas, yang berjumlah lebih dari 300.000 yuan. Setelah melunasi uang Nyonya Li, dia meminjam 200.000 yuan dari seorang pria bernama Lu Yihan seminggu yang lalu." Ou Ming menjadi lebih marah dan melihat ke arah depan dengan wajah dingin. Sosok tinggi dan ramping Yu Lili dengan rok merah itu terlihat cantik dan anggun. "Apakah dia tidak bekerja sekarang?" "Tidak ¡­ dia pergi ke bar setiap malam ¡­ uhhh, untuk menjadi seorang jiutuo 1 ." Ou Ming terlihat semakin marah dan memicingkan matanya. "Jiutuo?" "Itu ¡­ adalah merayu orang-orang kaya dengan kecantikannya, membujuk mereka untuk membeli anggur yang mahal, dan kemudian melarikan diri. Mungkin dia sudah berhasil dan pergi ke bar lainnya untuk mulai bekerja sekarang." Kulit kepala Xu Cheng terasa seperti tersengat karena ketakutan. Dia bukan seorang asisten umum. Ketika Ou Ming terjerat dengan Yu Lili, dia kurang lebih sudah mendengar cerita tentang mereka. Kemudian sejak mereka putus, Ou Ming bersikap di luar perilaku normalnya dan bekerja semakin giat, dan Xu Cheng melihat semua perilaku Ou Ming. Tapi, pria itu tidak menduga bahwa Ou Ming sebenarnya tidak pernah melupakan wanita itu setelah empat tahun berlalu. Itu bukan hal yang baik ¡­. "Ikuti dia." "Baik." Xu Cheng menyalakan mobil dan melaju ke depan. Ibu kota itu besar, dan jalanan yang berisi bar itu sangatlah panjang. Ferrari itu dihentikan oleh penjaga keamanan, oleh karena itu Ou Ming keluar dari mobil dan mengikuti Yu Lili. Tanpa menyadari bahwa dirinya telah dibuntuti, Yu Lili menyenandungkan sebuah lagu dan pergi ke bar yang sedikit terpencil tetapi sangat ekstrem. Orang yang dipekerjakan untuk memikat pelanggan ke bar yang mahal. Chapter 799 - Menjerat, Menipu Dan Berbohong Ou Ming berjalan dengan perlahan, memperhatikan tawa Yu Lili dengan pria lain. Ou Ming mencibir tetapi tidak melangkah maju. Menjerat, menipu dan berbohong, serta menjual senyum, wajah, dan tubuhnya, wanita ini benar-benar melakukan sebuah pekerjaan yang bagus. Benar-benar wanita j*lang! Ou Ming memandangi Yu Lili, dan kemudian melihat arlojinya. Pria itu menghitung waktu sejak kedatangan di bar hingga wanita itu mengatakan bahwa dia harus pergi ke toilet. Itu membutuhkan waktu kurang dari setengah jam. Ketika melihat Yu Lili sedang berjalan menuju toilet, Ou Ming dengan cepat mengikuti wanita itu, tetapi, sesuai dugaannya, Yu Lili tidak pergi ke toilet, tetapi berbelok di sebuah sudut dan berjalan ke arah koridor khusus karyawan. Bagian dalam koridor itu sangatlah sunyi, dan suara sepatu hak tingginya bisa terdengar dengan jelas. Ou Ming berdiri di pintu masuk koridor itu dan tidak mengikuti. Sambil berdiri di pintu, Ou Ming menyalakan sebatang rokok, mengembuskan asapnya, dan menertawakan dirinya sendiri. Apa yang sedang dirinya lakukan? Membuntuti mantan pacar? Atau mantan wanita simpanan? Di depannya adalah sebuah pintu logam yang memantulkan bayangan, Ou Ming memandangi bayangan dirinya sendiri di pintu itu, dan setelah beberapa saat, dia berbisik, "Kau juga seorang pria j*lang." - Yu Lili berjalan keluar dari bar, menguap dan melihat uang yang didapatnya malam ini. Dia telah mendapatkan hampir 100.000 yuan selama lebih dari seminggu. Jika dia bisa mendapatkan 2.000 yuan lagi, pertama-tama dia bisa membayar utang pada Lu Yihan dengan 100.000 yuan, dan kemudian batu besar yang membebani hatinya tidak akan terasa seberat itu lagi. Ketika melihat jam, sudah lewat pukul dua belas malam, jadi Yu Lili berjalan keluar dari jalanan bar tersebut. Tetapi sebelum dia berhasil keluar, wanita itu mendengar suara pipa besi yang dipukul-pukulkan ke tangan dari luar. Yu Lili berhenti, lalu memandang ke arah luar yang terang dan menjadi tidak berani keluar. Tanpa sadar, dia mundur selangkah. Namun, tiba-tiba, seseorang berteriak dari luar sana, "Berhenti!" Yu Llii bahkan merasa semakin takut, melangkah mundur dan membalikkan badan, dan mencoba melarikan diri. Tiba-tiba sebuah tangan terulur untuk menyeret wanita itu kembali. Yu Lili berteriak ketakutan, "Apa yang sedang kau lakukan!" Akan tetapi orang yang mengulurkan tangan untuk menyeret Yu Lili tidak memiliki belas kasihan dan membanting wanita itu ke bawah. Yu Lili tidak sempat menahannya, jadi dia terjatuh ke tanah, lalu merasakan sakit pada sikunya. Ketika melihat ke bawah, dia mendapati bahwa sikunya tergores. Namun, cahaya yang semula menerangi Yu Lili tiba-tiba terhalang oleh para sosok jangkung itu. Ketika dia melihat ke atas, empat atau lima pria dengan tato besar di lengan mereka, masing-masing memegang sebuah pipa besi di tangan dan menatap wanita itu dari atas dengan wajah-wajah yang keji. "Apa ¡­ apa yang ingin kalian lakukan?" Yu Lili melangkah mundur dan merasa syok. "Toloooong! Apa yang sedang kalian lakukan!" "Tutup mulutmu!" Pria-pria dengan tato besar di lengan mereka itu menatap Yu Lili. Salah satu dari mereka sedang mengunyah permen karet dan tiba-tiba membuang permen karetnya yang mana hampir jatuh di kepala wanita itu. Yu Lili menjerit dan cepat-cepat menjauh dari permen karet tersebut. "Berikan ponselmu pada kami." Seorang pria mengulurkan tangan dan memegang pipa besi di tangannya. "Apakah uang begitu mudah diperoleh? Begitu banyak orang terpikat olehmu, jadi kau pastilah merasa sangat senang. Berikan ponselmu!" Yu Lili gemetar ketakutan dan mengeluarkan ponselnya dengan tangan bergetar. Pria itu mengambil ponselnya dan mencibir, "Hei, iPhone terbaru, buka kuncinya!" Setelah Yu Lili membuka kunci ponselnya, pria itu mengeklik WeChat, langsung melihat dompet WeChat-nya, dan merasa terkejut seperti sedang melihat hantu dan berseru, "Wow, jumlahnya lebih dari 90.000 yuan. Karena kau punya banyak uang, biarkan kami meminjam sebagian. Ngomong-ngomong, kau menghasilkan uang dengan mudah, ayolah, beri tahu padaku apa kata sandinya." Chapter 800 - Dirampok Yu Lili menatap mereka dan menggertakkan giginya. "Aku menggunakan uang ini untuk membayar utang karena aku berutang ratusan ribu dolar. Jika aku tidak melunasinya, aku akan dibunuh." Yu Lili menatap mereka dengan mata memerah dan hampir menangis. "Tolong, bisakah aku memberimu setengah dari jumlah itu? Tinggalkan sejumlah uang untukku bertahan hidup." "Hei, gadis kecil itu bertanya kepada kita, tetapi kau bisa tenang karena kami hanya butuh uang, gadis yang baik, jangan memaksa kakakmu ini untuk melakukan kekerasan. Apa kata sandinya? Transfer saja uang itu pada kami." Tetapi ketika melihat ponsel itu, dia terkejut, "Ternyata ponselnya tidak memerlukan kata sandi, ayo, gunakan sidik jarimu untuk membuka kuncinya." Sambil berkata-kata, dia menarik tangan Yu Lili dengan paksa. "Gadis yang baik, aku akan membantumu menarik uangnya. Kau bisa memberiku kartunya dan beri tahu aku kata sandinya, dan aku akan pergi ke bank sendiri." Yu Lili menahan tangannya sendiri dengan air mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku benar-benar berutang banyak uang, tanggal pembayaran utang itu akan segera tiba, kau akan mendorongku pada kematian!" "Jangan katakan itu, kita semua berkeliaran di sepanjang jalanan bar ini. Semua orang mengenal satu sama lain. Siapa yang percaya kau berutang uang setelah melihatmu dengan berbagai macam barang bermerek?" Pria besar itu mendengus, "Aku sudah memperhatikanmu sejak lama. Banyak pria yang bertanya padaku tentang dirimu. Jika kau tidak memberiku uang, aku akan menyerahkanmu ke polisi. Kau pikir kau sedang melakukan pekerjaan jiutao, pada kenyataannya, kau adalah seorang penipu. Apa bedanya dengan kami? " Sembari pria itu berbicara, jari Yu Lili telah ditekan ke tombol tengah ponsel. Penarikan uang itu berhasil. Pria yang lainnya berjongkok dan merampok tas Yu Lili, dan setelah menemukan kartu yang baru saja ditarik uangnya, dia bertanya, "Apa kata sandinya?" Yu Lili menatap mereka dalam keputusasaan. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki di belakangnya. Ini adalah koridor khusus bagi karyawan yang sedang dan tidak bertugas. Pada saat ini, seharusnya ada beberapa orang di sini. Semua orang membalikkan badan untuk melihat ke koridor itu, yang mana terlihat sangat remang-remang tepat di bawah cahaya keemasan di pinggir jalan. Sebuah jejak asap yang sangat tipis keluar dari sana. Baunya seperti tembakau terbaik. Suara sepatu itu terdengar mendekat, dan semua orang melihat sebuah sosok yang tegap dan panjang. Mengenakan setelan kotak-kotak merah, sosok itu melangkah keluar, sambil memegang rokok di jemarinya yang panjang dan ramping. Ou Ming melihat ke sekeliling dengan perlahan, mengembuskan asap dan bertanya, "Apa yang sedang kalian lakukan?" Yu Lili tidak menoleh, tetapi ketika mendengar suara itu, dirinya merasa sangat cemas sehingga detak jantungnya tiba-tiba sedikit melambat, dan punggungnya terasa kaku. Wanita itu tidak berani untuk membalikkan badan, tetapi dia jelas bisa merasakan bahwa pria itu berada di belakangnya. Perasaan aneh itu ibarat gelombang yang meluap di atas kepalanya, memenuhi pikirannya dan melemahkan dirinya sedikit demi sedikit. Orang-orang dengan tato besar di lengan mereka itu melihat pria tersebut, berdiri tegak dan berseru, "Siapa kau?" Ou Ming berdiri diam, dan tiba-tiba ponselnya berdering, dan kemudian dia bergerak dengan kecepatan yang tenang, memperlihatkan temperamen alami seorang bangsawan. Sambil menjawab teleponnya, Ou Ming mengembuskan asap dan berkata, "Umm. Aku berada di belakang bar bergaya Eropa bernama Hari Pertama, koridor khusus karyawan ¡­" Suara Ou Ming terdengar tenang seolah-olah dia sedang membicarakan tentang kehidupan sehari-hari dengan seseorang yang diteleponnya. Tetapi pria yang berada di depannya tersebut mendengar Ou Ming, menjadi marah dan meraung, "Hei, Nak!" Sambil berkata-kata, dia mengayunkan pipa besi itu dengan raut wajah mengancam. Ou Ming menaikkan matanya, dan mata persiknya tampak berkilat dengan sebuah cahaya yang tajam. Sikap itu membuat pria itu tertawa dan mengutuk. "B*jingan!" Kemudian, dia mengangkat pipa besi tersebut dan mengayunkannya ke arah wajah Ou Ming. Chapter 801 - Ou, Aku Sudah Menyuruhmu Berhenti! Ou Ming sepertinya tidak menyadarinya, tapi Yu Lili berseru kaget, "Awaaas!" Hampir pada saat yang bersamaan, Yu Lili bangkit dari lantai, tetapi seketika dia mendengar suara "clang". Wanita itu melihat ke bagian atas kepalanya dengan mata terbelalak kaget. Ou Ming mengulurkan tangan dan dengan erat memegang pipa besi itu di tangannya. Bahkan jika Ou Ming bertangan kosong, dirinya berada dalam posisi yang menguntungkan. Sambil memegang ponsel di satu tangan dan sebatang pipa besi di tangan lainnya, Ou Ming menatap pria dengan tato besar di lengannya itu, memicingkan matanya dengan senyum tipis, lalu merenggut pipa besi tersebut dengan tangannya. Ketika pria itu terkejut, Ou Ming meninju siku pria tersebut, dan ketika perhatian pria besar itu berada pada sikunya, mata Ou Ming melewati cahaya yang bersinar dan menendang bagian terlemah pria itu ketika pria besar itu tidak siap. Pria besar itu menjerit, meletakkan tangannya di tengah kakinya dan membungkuk dengan ekspresi wajah yang buruk. Melihat hal itu, wajah semua orang menjadi gusar dan mereka melangkah maju dengan pipa besinya. Tetapi Ou Ming sama sekali tidak merasa takut, dan suaranya terdengar tenang, "Ya, oke, baiklah, bawa polisi ke sini. Seseorang dirampok, dan kau beri tahu saja mereka bahwa Ou Ming yang memanggil mereka." Ou Ming! Mendengar dua kata ini, wajah mereka menjadi semakin gusar, dan kesombongan mereka tiba-tiba semakin menipis. Ou Ming sepertinya tidak menyadari perubahan di depan dirinya, dan setelah menghabiskan rokoknya, dia memicingkan matanya, melemparkan puntungnya ke tanah, dan mematikan puntung rokok itu dengan sepatu kulitnya. "Tunggu sebentar! Apakah kau ¡­ Ou Ming?" Salah satu pria itu bertanya. Ou Ming meliriknya dengan mata terpicing dan tidak menjawab. Sebaliknya, dia mengulurkan tangannya dan berkata, "Berikan padaku." "Apa ¡­ apa?" "Apa yang mereka ambil darimu?" Ou Ming menatap Yu Lili dan bertanya. Mendengar suara itu, Yu Lili hampir tidak bisa menahan tangisnya. Air mata hampir menggenang di matanya, tetapi dengan segera, dia menenangkan dirinya sendiri dan berkata, "Ponselku dan kartu bank-ku!" "Berikan padaku." Ou Ming mengulurkan tangan dan menatap mereka dengan tatapan mata yang dingin. Para pria itu saling memandang satu sama lain, dan akhirnya menyerahkan ponsel dan kartu bank tersebut kepada Ou Ming. "Jangan panggil polisi, kami akan segera pergi!" Sambil mengatakan itu, mereka menatap ponsel yang masih menunjukkan halaman panggilan dan dipegang oleh Ou Ming, dan memohon pengampunan padanya. Ou Ming menatap mereka dengan dingin dan berteriak, "Enyahlah!" Mereka merasa lega pada saat yang bersamaan, dan mereka mengambil pipa besinya dan berlari. Ou Ming melemparkan ponsel dan kartu itu ke arah Yu Lili dan berjalan menjauh. Ou Ming ¡­ tidak melihat ke arah Yu Lili! Yu Lili merasa sedikit frustrasi, menggertakkan giginya dan berteriak, "Tunggu sebentar." Ou Ming sepertinya tidak mendengarnya, dan langkah kakinya perlahan, tetapi kecepatannya tidak lambat. Dia berjalan menjauh dalam beberapa langkah. Yu Lili memunguti barang-barangnya, mengejar pria itu dengan sepatu hak tingginya, dan berteriak, "Ou Ming!" Ou Ming tidak memperlambat langkah kakinya dan berjalan maju. Yu Lili menjadi marah dan berteriak dengan keras, "Ou, aku sudah menyuruhmu berhenti!" Ou Ming merasa bimbang dan berhenti sejenak. Ou, aku sudah menyuruhmu berhenti! Cara bicara dan nada suara Yu Lili tidak berbeda dari masa lalu. Seolah-olah Yu Lili yang sebelumnya sedang berdiri di belakangnya. Namun sayang sekali. Ou Ming bukan lagi Ou Ming yang sebelumnya. Pria itu hanya berhenti sejenak, tapi Ou Ming tidak berbalik, dan sebaliknya malah terus berjalan ke depan. Chapter 802 - Ou Ming, Kita Harus Bicara Yu Lili menatap punggung Ou Ming yang kekar dan merasa sedih. Kedua tangan dan kakinya yang tadi terlempar ke tanah oleh orang-orang itu dan masih terasa sakit. Ketika melihat ke bawah, lukanya tidak dalam, dan kulitnya hanya terkelupas, tetapi dia tidak bisa mengejar pria itu. Jadi Yu Lili melepaskan sepatu hak tingginya, dan berlari menenteng sepatu di tangannya dan berteriak, "Ou Ming, tunggu aku." Namun, Ou Ming sepertinya tidak mendengar dan melangkah maju. Tepat di sudut jalan, dia berjalan masuk ke dalam sebuah bar. Yu Lili dengan cepat mengikuti, dan Ou Ming langsung masuk ke dalam. Seseorang mengenali pria itu, dan kemudian langsung menyapanya dan berkata, "Tuan Ou, Anda akhirnya di sini. Kemarilah, duduk di sini." Ou Ming diundang ke sebuah sofa yang relatif tenang, di mana terdapat tiga atau empat pria yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Semuanya terlihat menantang, cantik dan seksi. Yu Lili mengikuti Ou Ming sepanjang perjalanan, dan dengan segera seseorang menyadari keberadaan wanita itu dan bertanya, "Tuan Ou, ini ¡­." "Aku tidak kenal dia." Ou Ming duduk di sofa dan mengambil anggur yang disodorkan oleh salah satu pria itu. Setelah mendengar itu, pria tersebut mengerti, lalu melihat sepatu hak tinggi Yu LIli dan pakaiannya yang terlihat seperti barang bermerek, tetapi itu hanya barang imitasi dengan kualitas yang luar biasa jika seseorang melihatnya dengan jelas. Bahkan sepatu itu memiliki logo kulit ular klasik milik Bulgari. Sepatu semacam itu relatif tidak populer, tetapi sepatu tersebut juga pasti palsu karena dia memakainya. Dia pastilah semacam gadis dengan latar belakang buruk yang mencoba menarik perhatian pria kaya di tempat-tempat seperti ini. Namun, wanita ini terlihat sangat cantik! Tubuhnya bagus, mungil dan molek, dan kulitnya tampak sangat halus. Akan sangat berharga jika pria itu dapat memiliki hubungan seks semalam dengannya. Pria itu mengira dirinya benar-benar memahami hubungan mereka, menyapa Yu Lili, menaikkan alisnya dan berkata, "Halo, aku tuan kedua dari Grup Enling." Tapi Yu Lili benar-benar mengabaikan pria itu, menatap lurus ke arah Ou Ming dan berkata, "Ada sesuatu yang harus kukatakan, bisakah kau keluar?" Dia memiliki banyak hal untuk dikatakan pada Ou Ming. Dia telah mengumpulkan hal-hal itu selama empat tahun. Dia tidak pernah melupakan pria itu selama empat tahun terakhir, bahkan tidak sehari pun. Terutama ketika dirinya tidak memiliki tempat untuk pergi dalam beberapa hari terakhir, dia memikirkan Ou Ming ketika dirinya menjadi gila. Tapi, Ou Ming melirik ke arah Yu Lili, tersenyum dan meneguk anggurnya tanpa berbicara. Seorang wanita muda yang pandai mengamati keadaan menghampiri ke sisi Ou Ming dengan payudara besarnya, membawa segelas anggur, dan merapatkan dirinya pada Ou Ming seperti seekor ular dan berkata, "Jika setiap wanita sama menyebalkannya dengan dirimu, Tuan Ou kita akan sangat sibuk. Dia tidak ingin memberi perhatian padamu, jadi kusarankan kau untuk segera keluar dan menarik perhatian pria lain, tetapi untuk Tuan Ou ¡­ ya ¡­." "Itu benar," seorang wanita muda juga menghampiri dan menuju ke sisi lain Ou Ming. "Tuan Ou adalah bujangan nomor satu di Ibu kota. Urutan pertama dalam daftar kekasih impian untuk para wanita lajang di seluruh negeri. Kau seharusnya sudah cukup bahagia karena kau sudah melihatnya saja, pergilah." Yu Lili meletakkan sepatunya dan mengenakannya dengan cepat. Saat melihat Ou Ming, mata besarnya yang indah menatap pria itu dengan cerah seolah-olah kedua mata tersebut berbicara. Wanita itu tidak mengatakan apa-apa, tetapi memancarkan aura yang menarik perhatian orang-orang. "Ou Ming, kita harus bicara." Chapter 803 - Jilat Sampai Bersih! "Sejak kapan sembarang orang bisa masuk ke bar kita?" Ou Ming menyesap anggurnya dan menatap Tuan Kedua Qu. "Tidakkah kau merasa agak murahan ketika orang-orang seperti ini bisa masuk ke dalam?" Kata-kata itu bak sebuah panah tajam, menembus ke dalam hatinya, dan dengan seketika berdarah. Siapa yang sedang dibicarakan oleh Ou Ming? Yu Lili menatap Ou Ming, mengatupkan bibirnya dan tidak bergerak. "Tidakkah kau dengar itu, kau membuat bar kami murahan, pergilah saja." ujar seorang wanita yang sedang memegang segelas anggur itu dengan tatapan mata menghina di balik bulu mata palsu panjang di matanya. ikut berbicara "Tidakkah kau akan keluar bahkan jika kau diusir seperti ini? Benar-benar wanita j*lang?" Seorang wanita lainnya terdengar. "Siapa kau? Tutup mulutmu!" Yu Lili menatap mereka dengan wajah marah. "Aku sedang berbicara dengan Ou Ming. Bisakah kau mewakili Ou Ming?" Setelah mendengar itu, kedua wanita tersebut tiba-tiba kehilangan kata-kata mereka dan menatap ke arah Ou Ming. Ou Ming dengan malasnya bersandar di sofa sambil bersilang kaki dan sepertinya tidak mendengar perkataan mereka, dengan satu tangan memegang ponselnya. Tidak ada yang mengetahui apa yang sedang dilihat pria itu. Tuan Kedua Qu menginginkan Yu Lili tetap berada di sana, jadi pria itu dengan cepat mencoba menenangkan situasi dan berkata, "Baiklah, berhentilah berdebat, karena hari ini adalah hari ulang tahunku, semua orang harus menunjukkan rasa hormat terhadap perasaanku dan berbicara lebih sedikit. Pelayan, bawa kuenya!" Sang pelayan mendengar itu dan membawa kuenya. Kelompok tersebut menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun, tetapi tidak ada seorang pun yang mengundang Yu Lili untuk duduk. Tuan Kedua Qu memotong kue, dan wanita yang sedang duduk di sebelah Ou Ming segera mendekat untuk mengambil sepotong kue, menyodorkannya kepada Ou Ming dan berkata, "Tuan Ou, ayolah, makan kuenya." Ou Ming merasa jijik dan menghindarinya. Dia memandang Yu Lili yang sedang berdiri di sebelahnya dan berkata, "Kenapa kau belum pergi juga? Apakah kau mencoba untuk merencanakan melawan aku karena kau benar-benar ingin sendirian denganku?" Apa yang Ou Ming katakan membuat semua orang tertawa. Yu Lili menatap pria itu sepanjang waktu dengan raut wajah keras kepala. "Aku punya banyak hal untuk dikatakan kepadamu." "Kau bisa mengatakannya sekarang." Ou Ming menegakkan tubuhnya, menurunkan kakinya yang saling silang dan menatap Yu Lili. "Setelah kau selesai, kau harus keluar dengan cepat." Yu Lili menjadi cemas dan matanya berlinang air mata. Sambil memandang wajah Ou Ming, wanita itu berkata dengan serius, "Aku benar-benar ingin mengatakan sesuatu kepadamu, sendirian." "Kau benar-benar berniat untuk melawanku. Kau harus pergi karena aku tidak tertarik pada pel*cur seperti kau." Ou Ming memeluk kedua wanita itu ke dadanya, dan kedua wanita itu melihat kejutan di mata mereka masing-masing dan mereka dengan cepat bersandar mendekat pada pria itu. "Jangan sampai aku melihatmu di masa yang akan datang karena kau menjijikkan." "Ou Ming!" Yu Lili maju selangkah, dan tiba-tiba, tangannya tanpa sengaja menyentuh satu tangan wanita yang sedang memegang kue. Wanita yang sedang bersandar di sisi kanan Ou Ming itu menjerit, dan kue di tangannya terjatuh dan langsung menimpa sepatu Ou Ming. Suasana menjadi hening seketika di tempat kejadian itu. Mata Yu Lili terbelalak, dan dia melihat ke arah kue di sepatu itu dan tiba-tiba merasa gugup. Ou Ming itu terlihat arogan, tetapi untuk beberapa hal, pria itu memiliki kecintaan akan kebersihan yang sangat aneh. Seperti kemeja yang menempel pada kulitnya, mobil, dan sepatu kulit. Benar saja, Ou Ming dengan segera menjadi marah. Wanita itu sangat ketakutan sehingga wajahnya seputih kertas, dia langsung mengambil kue itu dan berseru, "Maafkan saya, Tuan Ou, saya benar-benar minta maaf!" "Minggir!" Suara Ou Ming terdengar sangat dingin. "Itu bukan salahmu." Wanita itu tercengang dan memandang ke arah Ou Ming. Namun, Ou Ming menoleh untuk melihat ke arah Yu Lili yang berada di sebelahnya dan berkata dengan nada suara yang dingin, "Jilat sampai bersih!" Chapter 804 - Tidak Berdaya Ou Ming memberi Yu Lili sebuah tatapan permusuhan dan dingin yang mana begitu tajamnya sehingga wanita itu hampir tidak bisa bergerak. Yu Lili menatap Ou Ming dengan mata memerah. Dia tidak bisa memercayai apa yang dikatakan oleh pria itu. "Kau bilang apa?" "Apa kau tuli?" Ou Ming menatap wanita itu dengan ekspresi dingin, tetapi senyumnya tampak mencemooh dan menghina. "Beri tahu dia." Seorang wanita lain yang duduk di sebelah Ou Ming memandang Yu Lili dan berkata, "Apa kau tuli? Tuan Ou memintamu untuk menjilat sepatunya sampai bersih!" Yu Lili hampir menangis, menatap pria itu dengan tatapan tak percaya dan berteriak dengan suara tinggi, "Ou Ming!" Tuan Kedua Qu menyadari bahwa Ou Ming benar-benar sedang marah. Setelah berdiri saling memandang satu sama lain, dia berbicara dengan raut wajah tegas, "Kau berani memanggil nama lengkap Tuan Ou? Tidakkah kau mendengar perintah Tuan Ou? Kau lebih baik mematuhinya, kalau tidak ¡­." Ou Ming sedikit memicingkan mata persiknya yang indah, meletakkan kaki ke atas meja di depannya, menaikkan jari-jari kakinya dan berkata tanpa ekspresi di wajahnya, "Jilat sampai bersih, kalau tidak ¡­ itu menjadi risikomu sendiri." Wanita yang meminta maaf dengan putus asa tadi, ketika melihat situasi seperti ini, berdiri, berkeliaran di sekitar Yu Lili, mendorong Yu Lili dengan keras dan berkata, "Tidakkah kau mendengar bahwa Tuan Ou memintamu untuk menjilat sepatunya sampai bersih!" Napas Yu Lili menjadi semakin cepat, dan matanya semakin memerah. Ketika sedang memandangi sepatu Ou Ming yang terkena kue di depannya, Yu Lili didorong dan hampir terjatuh. Namun, wanita itu masih berdiri tegak, menatap Ou Ming, dan berkata, "Tuan Ou ¡­" Dia berbicara dengan suara sengau. "Apa kau harus mempermalukan diriku seperti itu?" Mendengar apa yang Yu Lili katakan, Ou Ming tiba-tiba tertawa. Pria itu menundukkan kepalanya, dan wajahnya yang halus dan rupawan itu mengandung pesona yang tak terlukiskan. Wajah tampan Ou Ming sangatlah menawan, yang mana membuat semua gadis menatap pria itu dan menjadi tersipu malu. "Mempermalukan?" Ou Ming mengulangi kata itu, tertawa terbahak-bahak, dan tiba-tiba menaikkan matanya, menatap Yu Lili, dan mata persiknya penuh dengan tatapan mengejek. "Kau bilang aku mempermalukan dirimu?" Senyum dan nada suara seperti itu belum pernah terlihat sebelumnya. Yu Lili dulu memiliki sedikit fantasi, tapi fantasi ini tiba-tiba menghilang di bawah ekspresi wajah pria itu. Ou Ming yang sebelumnya tidak pernah berbicara pada dirinya dengan nada suara seperti itu sebelumnya. Ketika pria itu menatap dirinya, mata Ou Ming terlihat penuh kelembutan dan rasa manis pada saat itu. Ou Ming menggenggam Yu Lili di telapak tangannya pada saat itu. Melindungi wanita itu dengan hati-hati seperti sedang memelihara seekor burung kenari. Pria itu takut jika Yu Lili terbang menjauh atau tersesat. Pada awalnya wanita itu menikmati perlindungan dan cinta Ou Ming, tetapi lambat laun Yu Lili merasa bosan dengan perasaan seperti itu. Dia menginginkan kebebasan, dia ingin melarikan diri! Tetapi sekarang, dirinya berhasil melarikan diri, dengan cara membunuh dua orang anak dengan tangannya sendiri. Oleh karena itu, Ou Ming tidak akan menerima dirinya lagi, kan? Meskipun dia masih memimpikan, merindukan dan menyukai pria itu, Ou Ming tidak akan menyukai dirinya seperti saat sebelumnya lagi, kan? Yu Lili menahan keinginannya untuk menangis, tersenyum, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak, maaf, aku menjadi sentimental. Aku ingin memberitahumu banyak hal, tapi sekarang, itu tidak perlu." Semuanya tidak perlu. Biarkan hubungan mereka sepenuhnya menjadi seperti empat tahun yang lalu. Tidak perlu mempermalukan dirimu sendiri, Yu Lili! "Kita seharusnya tidak pernah bertemu satu sama lain, Ou Ming." Yu Lili membalikkan badannya, menegakkan punggungnya dan melangkah keluar. Biarkan dirinya mengucapkan selamat tinggal kali ini seolah-olah dia meninggalkan penghormatan terakhir untuk dirinya sendiri. Chapter 805 - Selama Kau Menjilatnya, Kau Tidak Harus Membayar Untuk Itu Ketika Ou Ming melihat hal ini, dia masih bermain dengan gelas kristalnya dan menoleh ke samping ke arah punggung Yu Lili dan berkata dengan perlahan, "Apa aku mengizinkanmu pergi?" Ketika Tuan Kedua Qu melihat ini, pria itu segera pergi untuk menghentikan Yu Lili dan berkata, "Hei, Yu Lili! Tidak segampang itu untuk pergi ketika kau telah membuat masalah, dan itu tidak segampang yang kau pikirkan." Yu Lili melihat ini, membalikkan badannya dengan amarah yang terpancar di matanya. Dia memandang Ou Ming dan berteriak, "Apa yang ingin kau lakukan kalau begitu?" Ou Ming berkata dengan tenangnya, "Sepasang sepatu ini sebenarnya tidak mahal, tetapi mereka dibuat oleh master kerajinan tangan murni Italia - Master Fendilla sendiri, dan ini adalah sepasang sepatu terakhir sebelum masa pensiunnya. Aku sangat menyukainya. Ketika aku membelinya, aku menghabiskan 378.000 yuan, sekarang aku memberimu diskon - 300.000 yuan. " Setelah mendengar ini, wajah Yu Lili berubah menjadi pucat pasi lagi. "Kenapa kau membuat ekspresi wajah seperti ini lagi?" Ketika Ou Ming melihat wajah wanita itu, hatinya sepertinya tertusuk-tusuk. Hanya 300.000 yuan saja. Di masa lampau, Yu Lili membeli sebuah tas atau sepasang sepatu yang bisa dengan mudahnya menghabiskan ratusan ribu dolar dalam sehari. Tidak terlalu berlebihan untuk mengatakan bahwa wanita itu berada dalam kehidupan mewah. Sekarang, hanya 300.000 yuan saja dapat membuat Yu Lili menunjukkan ekspresi wajah seperti itu? Tetapi pada saat yang bersamaan, Ou Ming dikelilingi oleh perasaan senang yang tak terkatakan. "Bukankah sudah kubilang, kau bisa memilih untuk menjilatnya?" Ou Ming berkata dengan sebuah senyum kejam di wajahnya. "Selama kau menjilatnya, kau tidak perlu membayar untuk itu." Wajah Yu Lili terlihat sangat pucat hingga matanya yang tertuju pada Ou Ming seolah-olah melihat sesuatu di wajah pria itu. Tapi tidak ada yang dapat dilihat olehnya. Wanita yang baru saja mendorong Yu Lili itu mendorongnya sekali lagi dengan ekspresi yang angkuh di wajahnya. Bahkan, banyak dari mereka, seperti wanita yang mendorong Yu Lili itu, juga sedang berada dalam suasana hati yang baik untuk menikmati permainan itu. "Jilat, jilat sampai bersih!" Suara Tuan Kedua Qu dan teman-temannya segera bersahut-sahutan, dan beberapa orang bersiul dengan gembira. Karena merasa malu, wajah Yu Lili yang pucat menjadi memerah. Dia menatap Ou Ming dan hatinya dipenuhi dengan rasa sakit. Yu Lili menarik napas dalam-dalam dan merasa kering di tenggorokannya. Pada saat ini, tenggorokan dan hatinya terasa hampa. Dia bertanya dengan suara pelan, "Apa kau serius?" Ou Ming tertawa dan meletakkan kakinya di atas meja saling silang, memperlihatkan bagian atas sepatu yang terkena kue itu. Dia bersandar dengan malas di sofa dan berkata, "Jika kau membayar 300.000 yuan sekarang, kau bisa pergi." Orang-orang di sekitarnya mulai bersuara, terutama tuan muda kedua dari keluarga Qu dan teman-temannya, bersiul semakin keras. Yu Lili menggantung tangannya di samping tubuhnya, mengepalkannya menjadi tinju tanpa berkata-kata. "Ngomong-ngomong, kau telah menjual dirimu selama empat tahun, dan kau tentu telah banyak bergonta-ganti priamu, bukan? Bukankah seharusnya tidak masalah bagi begitu banyak pelanggan yang loyal untuk meminjam 300.000 yuan?" kata Ou Ming. Ketika Ou Ming selesai meminum anggur dalam gelasnya, mata bunga persiknya yang indah setengah menyipit dan berkata, "Oh, lihat ingatanku yang buruk, sejauh menyangkut rasa lapar dan hausmu, bagaimana orang biasa bisa memuaskan dirimu? Mungkin delapan puluh persen pria kau hadapi hanyalah bisnis satu malam saja. Tentunya. Tidak heran kau begitu sengsara sekarang. Bukankah kau yang mengajariku untuk lebih toleran terhadap beberapa hal?" "Ou Ming!" Setelah mendengar Yu Lili memanggil namanya, Ou Ming tersenyum dengan cerah dan kejam, tatapan mata pria itu sangat menusuk mata Yu Lili. Ou Ming menunjuk ke bagian atas sepatunya dan menaikkan alisnya. Yu Lili tidak bisa membaca suasana hati pria itu dengan jelas dari matanya. Dan kemudian Ou Ming berkata, "Lihatlah penampilan menyedihkanmu. Kau mungkin tidak bisa meminjam uang. Ayo, jilat sampai bersih." Ekspresi wajah Ou Ming tidak berbeda dari penampilannya yang biasa. Yu Lili mengepalkan jemarinya dengan erat, memandangi sepatu di depan dirinya. Matanya berkedip, dan terlihat ada pergumulan di wajahnya. Chapter 806 - Sudahkah Kau Selesai Membaca Buku Harian Itu? Wanita di sebelah Ou Ming itu tertawa dan menyemangati Yu Lili, "Sebaiknya kau menjilatnya sampai bersih. Betapa melelahkan menjadi pelacur itu. Berapa kali kau harus menjual dirimu sendiri untuk mendapatkan 300.000 yuan? Jauh lebih mudah menjilati sepatunya sampai bersih." "Itu benar, sepatu Tuan Ou sangat bersih, dan kuenya sangat segar. Ini seperti menggunakan peralatan makan yang berbeda untuk memakan kue. Kau seharusnya tahu bahwa tidak mudah menghasilkan 300.000 yuan." Seorang wanita lain tertawa dengan wajah senang. Yu Lili mendengar kata-kata itu, matanya berbinar-binar. Dia melihat ke arah bagian atas sepatu itu dengan sebuah pergumulan yang jelas di wajahnya. Ya, itu 300.000 yuan. Dirinya sudah kelelahan dan menanggung risiko dibawa ke penjara, bolak-balik setiap malam di bar-bar sebagai seorang jiutao. Apa yang dia lakukan hanyalah demi uang! Ini 300.000 yuan. Beberapa wanita kantoran yang senior pun tidak dapat menghasilkan uang sebanyak itu setelah bekerja rutin selama setahun. Sebagai seorang jiutao, setiap hari dia mencoba yang terbaik untuk menipu para pria kaya. Tidak akan menghasilkan uang sebanyak itu dalam waktu lebih dari seminggu. Sekarang jika dirinya membungkuk dan menjilat sepatunya, dia tidak perlu membayar 300.000 yuan. Masih jauh lebih baik daripada menjual dirinya sendiri untuk menghasilkan uang, bukan? Dengan cara ini, setidaknya, dirinya tidak perlu disebut seorang pelacur. Paling tidak, uang itu hanya didapat oleh dirinya sendiri. Ini bukan tentang diadopsi sebagai seorang wanita simpanan atau menghasilkan uang dengan menjual dirinya sendiri. Dia hanya menjual martabatnya, itu saja. Tidak ¡­ dia sudah kehilangan martabatnya, bukan? Martabat macam apa, karena dia tidak memiliki uang dan terpaksa mencari Hao Yu untuk mencari nafkah sebagai seorang jiutao, dirinya tidak memiliki martabat lagi. Jika dia memiliki martabat, dia tidak akan kembali untuk memohon pada Hao Yu. Jika dia memiliki martabat, dirinya tidak akan mengikuti Ou Ming ke sini dengan secercah harapan dan telah dipermalukan seperti ini. Sungguh konyol bagi dirinya untuk berbicara tentang martabat pada saat ini. Mata Yu Lili berbinar-binar dan tiba-tiba dirinya menatap Ou Ming dengan sebuah senyum di wajahnya. Ketika Ou Ming melihat wajah Yu Lili yang sedang tersenyum, senyum yang semula menghiasi wajah pria itu menjadi semakin aneh, senyum di bibir wanita itu semakin melebar, dan roh jahatnya yang menawan menjadi semakin tidak bermoral dan meluap ke wajah Ou Ming, yang mana membuat orang-orang tidak dapat membaca emosinya. "Baiklah, aku akan menjilatnya, tetapi kau harus memegang kata-katamu." Mata Yu Lili berkilauan dengan air mata, tetapi wanita itu dengan keras kepala mengangkat kepalanya, sehingga air mata itu tidak akan mengalir lagi. Dia menatap Ou Ming dengan senyum di wajahnya, senyumnya terlihat cerah tapi terasa sedih. Tuan Kedua Qu dengan jelas memahami ekspresi wajah Yu Lili dan menghela napas dengan diam-diam. Pria itu merasa sedikit menyesal. Bagaimanapun juga, Yu Lili adalah seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh dan kulit terbaik, yang sangat sulit didapatkan. Sayang sekali ¡­. Wanita itu menyinggung Ou Ming, pada dasarnya hal itu hampir berakhir. Siapa pun yang terpengaruh oleh Yu Lili untuk memiliki sebuah akhir yang buruk. Sayang sekali! Sambil maju selangkah, Tuan Kedua Qu berkata, "Itu tidak perlu disebutkan lagi? Apa kau tidak mengenali orang ini? Orang ini adalah Ou Ming, pewaris tunggal Grup Ou. Kau dapat memercayai kata-katanya." Yu Lili mengetahui hal itu. Tentu saja wanita itu mengetahui hal tersebut. Mustahil bagi Yu Lili untuk tidak mengetahuinya. Ou Ming tidak akan pernah menarik kembali kata-katanya. [Satu-satunya hal yang aku, Ou Ming, pernah sesali adalah terlibat dengan wanita seperti kau! Karena kau, aku membunuh sahabatku, kecuali jika Li Sicheng menjadi hidup kembali, aku tidak akan pernah berurusan denganmu, Yu Lili, tidak akan pernah lagi! Enyahlah! Jangan muncul di kota ini nanti, kalau tidak, aku akan mencari seseorang untuk membunuhmu! Dasar pel*cur!] Ou Ming mengambil gelas anggur yang telah berputar-putar di tangannya dan tanpa berkata-kata menunjuk ke arah sepatunya. "Ou Ming," kata Yu Lili, dengan suara tercekat, sambil menggigit bibir bawahnya, "Sudahkah kau selesai membaca buku harian itu?" £¬ Chapter 807 - Aku Belum Orgasme, Tapi Kau Tidak Bisa Melakukannya Lagi Buku harian itu. Ketika Ou Ming memikirkan buku harian itu, mata bunga persik yang terlihat malas menjadi dingin dengan seketika. Dia menatap lurus ke arah Yu Lili dengan ganas, sebuah tatapan mata yang sepertinya mengiris-iris wanita itu dengan seribu buah pisau. Dalam buku harian itu, sifat paling ganas dari Yu Lili terekam. Ou Ming tidak pernah berpikir bahwa gadis yang telah dijaga dan dibesarkannya selama tiga tahun akan memiliki pikiran yang begitu berat dan niat-niat yang beracun. Untuk memutuskan hubungan dengannya, wanita itu membunuh sepasang anak kembarnya dengan tangannya sendiri. Apakah Yu Lili benar-benar membenci Ou Ming? Ou Ming menarik kembali tangannya, dan kemarahannya sangat jelas terlihat. Dia membanting gelasnya ke arah Yu Lili, yang mana membuat cairan halus dan jernih menghilang dengan segera. Gelas tersebut dilemparkan ke arah perut Yu Lili, dan kemudian terjatuh ke lantai. Suara nyaring disertai dengan percikan pecahan kaca berhamburan pada saat yang bersamaan. Tidak ada yang menduga bahwa Ou Ming, yang selalu tenang, membuat sebuah gerakan tiba-tiba. Semua orang terkejut dan mulai berspekulasi tentang hubungan antara pria itu dan Yu Lili. Sepertinya mereka saling mengenal. Apakah mereka benar-benar memiliki sebuah hubungan sebelumnya? Yu Lili berdiri di tempatnya, menggertakkan giginya dan menatap Ou Ming. Wanita itu berkata, "Kau belum selesai membacanya. Apakah aku benar? Ou Ming." Ya, Ou Ming belum selesai membacanya. Dia telah membaca setengah dari buku harian itu dari awal dengan sabar tetapi telah menemukan bahwa setiap kata, setiap halaman, penuh dengan kebencian Yu Lili terhadap dirinya. Itu adalah buku harian kebencian, yang mana seperti sebuah mata pisau yang tajam, melukai dirinya seperti ribuan pisau dengan mata pisau yang berupa kata-kata. Ketika akhirnya dia melihat bahwa anak kembarnya dibunuh oleh Yu Lili, Ou Ming hanya memiliki satu pikiran di benaknya: Bunuh Yu Lili segera! Bagaimana wanita seperti itu bisa hidup di dunia ini? Ou Ming berkata sambil tersenyum setengah hati, "Apa kau sedang mengubah topik pembicaraan? Nona Yu, mungkin trik ini berguna untuk lelakimu, tapi itu tidak memengaruhi aku. Cepatlah, jangan membuang-buang waktu semua orang. Itu benar-benar hanya hiburan semata. Kalau tidak, apakah kau pikir kau memiliki nilai yang sangat besar dalam menjilatnya sampai bersih? Menarik." Yu Lili menatap Ou Ming dengan mata memerah. Pria ini serius. Ou Ming benar-benar membenciku. Hati Yu Lili terasa sakit dan dia melangkah maju selangkah demi selangkah seperti yang diharapkan semua orang. Ketika orang-orang melihat aksinya, suasananya langsung memanas. Teman-teman Tuan Kedua Qu bersiul, sementara para wanita di sebelah mereka, memegangi lengan mereka, memandang ke arah Yu Lili dengan penuh minat. Yu Lili mendekat dan menatap Ou Ming. "Buku harian itu sudah hilang sekarang. Kemungkinan besar ada di tangan Li De." "Lalu kenapa?" Ou Ming mengulurkan kakinya. "Itu tidak lebih dari buku harian seorang pelacur. Selain mengetahui posisi yang kau pakai untuk mendapatkan bayaranmu, apa gunanya lagi buku harian itu?" Pernyataan itu menyebabkan semua orang yang berada di sekitar mereka tertawa terbahak-bahak. Yu Lili mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya bersamaan. Dirinya tidak mengatakan sepatah kata pun. Penghinaan ini ¡­. Ou Ming mengenal Yu Lili dengan sangat baik. Dia mengetahui paling baik kata-kata seperti apa yang akan menyakiti wanita itu paling dalam. Karena Yu Lili mengerti hal tersebut, dirinya berpura-pura tidak peduli dan tertawa dengan dingin. "Semua posisi yang digunakan pelacur ini diajari olehmu. Saat kau melatihku, bukankah itu juga memuaskan bagimu?" Senyum Ou Ming menghilang dari wajahnya, dan ekspresi wajahnya menjadi gelap saat dia memandang wanita itu. Yu Lili berkata sambil mencibir, "Lagi pula kau sudah lama menjadi playboy, itu membuat ginjal dan pinggangmu tidak bagus lagi. Bahkan, kau menderita disfungsi ereksi. Ketika kita bercinta di masa lalu, aku harus bergerak sendiri. Apa yang paling menyebalkan adalah kau masih mengalami ejakulasi dini itu. Aku belum orgasme, tapi kau tidak bisa melakukannya lagi. Aku tidak tahan denganmu lagi!" Chapter 808 - Kenapa Tidak Menyetubuhi Dirimu Di Depan Semua Orang? Yu Lili menatap wajah Ou Ming yang kian suram, dan tertawa dengan gembira. "Meskipun Ou Ming terlihat tinggi dan kuat, tetapi kenyataannya, dia hanya bisa bertahan selama lima menit setiap kalinya, atau kadang-kadang kurang dari tiga menit. Tapi Ou Ming itu arogan dan malu untuk menemui seorang dokter karena disfungsi ereksinya. Ou Ming, hari ini aku dengan hormat menyarankan dirimu untuk pergi ke dokter lebih cepat," kata Yu Lili. Setelah mendengarkan perkataan Yu Lili, semua orang memandang Ou Ming pada saat bersamaan. Melalui dialog mereka berdua, orang-orang telah merasa curiga dengan hubungan mereka. Setelah mendengarkan cerita mereka ¡­ mungkin Ou Ming benar-benar ¡­. "Apa kau sedang memprovokasi aku?" Ou Ming bersandar dengan malas di sofa itu dan tersenyum lembut. "Apa kau yakin kau tidak orgasme setiap kalinya?" Yu Lili merasa takut ketika dia melihat senyum Ou Ming yang seperti ini, tetapi wanita itu masih mendengus dan berkata, "Apa kau benar-benar berpikir bahwa kau perkasa? Aku hanya berpura-pura orgasme untuk menyenangkan dirimu setiap kalinya, atau kau akan menyiksaku." Ou Ming tertawa tanpa memandang wanita itu. Pria itu menurunkan kakinya dan berdiri, berjalan menuju ke arah Yu Lili selangkah demi selangkah. Wanita itu merasa ada sesuatu yang salah dan melangkah mundur tanpa sadar. Tapi Tuan Kedua Qu, yang berada di belakang Yu Lili, langsung mendorong tubuh wanita itu. Ou Ming memeluk wanita itu dengan seketika. Yu Lili mendongak menatap pria itu dalam keadaan panik dengan sebuah letupan napas yang tiba-tiba. Ou Ming berada sangat dekat dengan dirinya ¡­. Namun, Yu Lili tiba-tiba melihat bayangan di mata Ou Ming itu, yang membuat alarm di hatinya berdering. Sebelum kesadarannya kembali, tubuh Yu Lili didorong dan dibenamkan ke atas sofa. Seorang wanita cantik yang duduk di sebelahnya langsung menghindar. Yu Lili berjuang untuk berdiri, tetapi sebelum dia berhasil bangun, sebuah tubuh yang panas menindih tubuhnya dan bibirnya dicium tanpa sempat dicegah. Mulut Ou Ming masih memiliki rasa tembakau dan minuman keras. Sentuhan dan bau yang jelas ini memberi tahu dirinya bahwa itu bukan mimpi! Tapi ¡­ ini masih di tempat umum! Orang-orang menjerit dan duduk mengelilingi dengan bersemangat. Hati Yu Lili terasa sangat sakit dan dirinya berjuang melepaskan diri dengan kedua tangan dan kakinya. Tapi Ou Ming dengan mudah mencengkeram tangan Yu Lili dan mengangkatnya ke atas kepala wanita itu. Pergelangan tangan Yu Lili begitu ramping sehingga Ou Ming bisa mencengkeram kedua tangan wanita itu dengan satu tangannya. "Kau selalu menantangku dengan cara yang sama, tidak bisakah kau membuatku jengkel dengan cara yang lain?" Ou Ming berkata tanpa kehangatan di matanya. Tapi matanya itu memancarkan kenikmatan balas dendam. "Kau bilang aku tidak membuat dirimu bahagia. Kenapa tidak menyetubuhi dirimu di depan semua orang?" Yu Lili gemetar ketakutan dan berteriak, "Apa yang ingin kau lakukan? Kau b*jingan!" Ou Ming memblokir semua kata-kata Yu Lili kembali ke dalam perut wanita itu, dan tangan besarnya yang lain menyentuh pinggang Yu Lili dengan leluasa dan dengan mudah merobek gaun merah wanita itu. Yu Lili hanya bisa merasakan kedinginan, dan kemudian dadanya terbuka memperlihatkan sebuah bra silikon berwarna merah muda. Orang-orang semakin bersemangat dan mengambil ponsel mereka untuk merekam video satu per satu. Ciuman Ou Ming datang dengan sebuah perasaan hukuman yang agresif. Aroma dominasi pria yang luar biasa itu membuat Yu Lili merasa takut. Anehnya, jalinan tubuh mereka memberi wanita itu sebuah perasaan kabur yang memabukkan. Yu Lili tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan suara erangan yang lirih. Ou Ming memicingkan matanya dan menyeret wanita itu ke atas. Di mana pun tangan pria itu lewat, suara pakaian sobek terdengar. Gaun Yu Lili sudah robek. Sebagian besar tubuh wanita itu terekspos pada Ou Ming. Kulit putih di punggung Yu Lili, terlihat sensual dan indah, membuat pria itu sulit untuk mengalihkan pandangannya. Pinggangnya yang kencang, payudaranya yang penuh dan montok, dan kulitnya yang halus sudah cukup untuk membuat darah seorang pria panas. Benar-benar sangat elok! Seorang wanita cantik seperti itu jarang terlihat! Chapter 809 - Sebuah Tamparan Keras Benar-benar sebuah kecantikan yang menawan! Seorang wanita cantik seperti itu jarang terlihat! Ou Ming membelenggu Yu Lili dalam pelukannya, menggerakkan tangannya sedikit demi sedikit dan menurunkan ciumannya dari bibir wanita itu. Yu Lili memeluk Ou Ming dan menjerit, tidak menyadari di mana dirinya sedang berada, dan dia tidak bisa menahan diri untuk memeluk pria itu semakin erat dengan mata setengah terpejam. Dia merasakan Ou Ming yang sedang menciumi dagu dan tulang selangkanya ¡­. Tapi teriakan-teriakan orang-orang di sekitarnya itu menyadarkan Yu Lili seketika. Matanya menyapu ke sekitarnya, dan Yu Lili menyadari bagaimana Ou Ming sedang memperlakukan dirinya di depan semua orang-orang ini, yang mana membuat kakinya semakin kencang. Dia tidak bisa menahan sensasi yang mendebarkan seperti arus pasang surut, dan mengangkat kepalanya, membuat suasana di tempat itu menjadi sebuah klimaks. Tetapi Ou Ming tidak memiliki perubahan penampilan kecuali untuk rambutnya yang berantakan, napasnya masih sangat tenang. Dia menekan Yu Lili kembali ke sofa dan mengumumkan dengan suara rendah dan senyum di bibirnya, "Kau orgasme sangat cepat." Kata-kata penghinaan tanpa basa basi itu membuat Yu Lili merasa semakin dipermalukan. Orang-orang di sekitarnya sedang menikmati kecanggungan dirinya, dan mereka mengambil video dengan ponsel mereka. Namun, pakaian Ou Ming masih rapi, hanya terlihat sedikit jejak kekacauan untuk membuktikan bahwa sesuatu baru saja terjadi. Dan Yu Lili pada saat ini ¡­. Wanita itu terlihat tidak senonoh, tidak berpakaian, dan merasa malu. Yu Lili, setelah menghadapi begitu banyak kejadian, menyembunyikan wajahnya karena malu. Dia mendorong Ou Ming dengan susah payah, dan matanya memerah dengan berlinang air mata. Tapi Ou Ming tidak melepaskan wanita itu. Sebaliknya, pria itu mengangkat pakaian sobek Yu Lili dan berkata, "Apa kau bahagia? Apa kau ingin melakukannya lagi? Begitu banyak orang menyaksikan penampilanmu, jangan mengecewakan orang lain." Air mata Yu Lili menetes dan dia menampar wajah Ou Ming dengan marah. Plak! Suara nyaring itu membuat orang-orang di sekitar mereka menjadi terdiam. Tamparan ini membuat tubuh Ou Ming sedikit terhuyung dengan mata gelap. Yu Lili hampir menangis dan dia menjerit dengan keras. Dia mendorong pria itu ke samping, menarik pakaian miliknya, mengambil tasnya, berdiri, dan berlari keluar. Mata Ou Ming terlihat semakin gelap ketika wanita itu mendorong dirinya dengan sangat keras. Ketika memandang punggung Yu Lili yang sedang melarikan diri, Ou Ming tidak merasakan sebuah kesenangan semu dalam pikirannya, sebaliknya, pria itu merasakan sebuah rasa sakit yang familier dan asing. Sambil mengulurkan tangan dan menyentuh pipinya yang sakit, Ou Ming tertawa dengan perlahan-lahan dan mengancam dengan sebuah senyum keji kepada orang-orang di sebelahnya, "Jika kejadian hari ini sampai bocor keluar ¡­ kalian tahu apa yang akan terjadi?" Setelah mendengar ini, orang-orang yang tadi bersemangat merasa seolah-olah mereka disiram oleh semangkuk air dingin, dan mereka menghapus foto-foto dan videonya dengan canggung. ----- Yu Lili tidak pernah merasa semalu ini. Pakaiannya yang compang-camping tidak bisa menyembunyikan kulitnya sama sekali. Dihina, dipermalukan ¡­. Apa itu harga diri, martabat dan kehormatan? Dia tidak memilikinya, dirinya tidak memilikinya sama sekali! Yu Lili menyetop sebuah taksi dan memberi tahu alamatnya. Dan kemudian dia tidak bisa menahan tangisnya di dalam mobil tersebut. Ketika sang pengemudi melihat Yu Lili seperti itu, dia merasa khawatir dan bertanya, "Nona, apa yang telah terjadi padamu? Haruskah aku menelepon 110 untukmu?" Yu Lili menahan tangisnya dan menggelengkan kepalanya. Mereka berdua tidak ada yang berkata-kata. 20 menit kemudian, wanita itu tiba di kamar yang baru disewanya. Setelah menjatuhkan diri di tempat tidurnya, dia akhirnya tidak bisa menahan diri, dan mulai menangis dengan sedihnya. Mengapa ini terjadi? Mengapa dirinya terjatuh ke dalam situasi ini? Jelas saja semuanya itu seharusnya tidak seperti ini. Penghinaan Ou Ming pada dirinya seratus kali, seribu kali lebih serius daripada yang diberikan oleh orang lain. Yu Lili belum pernah merasa depresi seperti ini. Kakinya gemetar ketika dia berjalan ke kamar mandi dan dia menatap dirinya sendiri di cermin. Dia merasa teramat sedih. Untuk waktu yang lama, Yu Lili menatap bak berendam di samping dirinya dengan kesedihan dalam matanya. Chapter 810 - Mulai Hari Ini, Dia Sudah Dewasa Untuk anak-anak yatim piatu yang ditinggalkan di panti asuhan, tidak ada yang mengetahui tanggal lahir mereka yang sebenarnya. Semua orang memakai tanggal ketika panti asuhan menemukan mereka sebagai hari ulang tahunnya. Yu Lili ditemukan pada hari kelima bulan lunar pertama. Karena tanggal dirinya ditemukan itu spesial, dia akan dibayar tiga kali lipat selama dirinya bekerja pada periode itu. Jadi dalam 17 tahun terakhir ini, Yu Lili tidak merayakan ulang tahunnya dengan semestinya. Dia mungkin melakukan pekerjaan paruh waktu di sebuah restoran atau menjadi administrator di taman hiburan. Dia berpikir bahwa ulang tahunnya yang kedelapan belas akan sama seperti yang sebelumnya, tetapi tahun ini membuat dirinya merasa sangat berbeda. Ting tong! Ketika bel pintu berdering, Yu Lili melompat dengan gembira dari sofa, berlari menuju pintu dengan sepatunya yang berlapis kapas, dan langsung membuka pintunya. Ketika Ou Ming melihatnya seperti ini, pria itu mengerutkan keningnya dan berkata, "Kau selalu membukakan pintu tanpa bertanya siapa itu. Apa yang akan kau lakukan jika ada orang jahat di luar?" "Itu tidak akan terjadi!" Yu Lili berkata dengan penuh semangat. Dan matanya menatap ke arah tangan Ou Ming - ada sebuah kue yang besar di dalamnya. "Wow, benar-benar ada sebuah kue. Haha, berikan padaku!" kata Yu Lili dengan gembira. Yu Lili mengambil kue dari tangan Ou Ming. Dia mengendusnya dan berjalan ke dalam ruangan dengan kue itu. Saat melihat ini, Ou Ming menutup pintu dengan wajah gembira. Pria itu masuk ke dalam, melepas mantelnya dan meletakkannya di sofa. "Selamat ulang tahun." Ou Ming duduk di samping gadis itu dan berkata, "Kau sudah delapan belas tahun dan dewasa sekarang." Yu Lili mengangguk dengan mata yang cerah, merasa sedikit bersemangat. Terutama ketika dia melihat kue cokelat yang besar tersebut, mulutnya bahkan berair. Dia menoleh ke arah Ou Ming dan matanya bersinar terang. "Wow, bisakah kita menghabiskan kue sebesar itu?" kata Yu Lili. Ou Ming tertawa dengan gembira. Pria itu mengambil beberapa piring kertas dan membantu gadis itu memasang 18 buah lilin. Setelah menyalakan lilin itu satu per satu, dia berkata, "Buat sebuah permintaan sekarang." "Apa, langsung buat permintaan ¡­" Yu Lili menatap Ou Ming dengan kecewa dan berkata, "Tolong nyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku? Kumohon." "Ini kekanak-kanakan untuk menyanyikan sebuah lagu," Ou Ming menepuk kepala gadis itu dan berbisik, "Tiuplah lilinnya dan cepat buat sebuah permintaan." Yu Lili bergumam, dan wajah mungilnya terlihat memerah karena cahaya api lilin tersebut, seolah-olah wajahnya diselimuti dengan cahaya oranye. Dia tertawa dengan semakin gembira dan berkata, "Aku harap aku bisa makan kue di hari ulang tahunku di masa mendatang." Benar-benar sebuah permintaan ulang tahun yang sederhana, itu membuat hati Ou Ming hancur. Tangan besarnya menyentuh kepala kecil Yu Lili, mata pria itu terlihat lembut, dan dia berkata, "Akan ada, akan ada kue untuk setiap ulang tahunmu di masa mendatang." "Benarkah?" Yu Lili menatap Ou Ming dengan sebuah senyum dan sepasang mata yang bersinar bak bintang-bintang. Memalingkan kepalanya, gadis itu meniup lilinnya dan berkata, "Aku belum pernah makan kue sebesar ini. Aku ingin makan gula-gula berbentuk bunga ini!" "Ini semuanya milikmu. Makanlah perlahan-lahan." Ou Ming duduk di samping dan menatap gadis itu sambil tersenyum. Senyum ini mengandung sejenis cinta yang memanjakan seorang anak, dan sebuah makna yang mendalam yang tidak dapat Yu Lili mengerti. Ou Ming telah tinggal bersama Yu Lili selama lebih dari sembilan bulan. Selama sembilan bulan terakhir, mereka sudah menjadi semakin akrab satu sama lain. Mereka berbagi tempat tidur yang sama dan tentu saja tidur bersama-sama, tetapi Ou Ming tidak melakukan apa pun. Bahkan saat mencium Yu Lili pun hanya berupa sebuah sentuhan lembut di dahinya, tanpa perilaku berlebihan. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Ou Ming pun tiba. Mulai hari ini, Yu Lili sudah dewasa. Mata Ou Ming menjadi semakin gelap. Dia melihat Yu Lili mencabut lilin dan memotong kue dengan hati-hati dengan sebuah tatapan manja di mata gadis itu. Chapter 811 - Ciuman Orang Dewasa "Ini!" Yu Lili memberi Ou Ming sepotong kue dan berkata, "Ini adalah potongan terbaik yang pernah kupotong!" "Terima kasih, Nona Yu." "Sama-sama, Tuan Ou." Yu Lili tidak peduli dengan ekspresi wajah Ou Ming. Gadis itu memotong sepotong kue untuk dirinya sendiri dan memakannya dengan sebuah garpu. Aroma dan manisnya kue itu meleleh ke dalam mulutnya, dan dia merasa sangat senang sampai-sampai dirinya ingin melompat! Dia mengangkat kepalanya dengan bersemangat dan berseru, "Kue yang luar biasa! Ini jauh lebih enak daripada kue ulang tahun Fu Lengbing!" "Siapa Fu Lengbing?" tanya Ou Ming. "Orang terkaya di kelasku waktu SMA. Dia selalu mengenakan merek-merek terkenal. Seperti Adidas, Nike dan Jordan, pakaian-pakaian yang mahal. Dan ketika kita berada di SMA, dia sudah memiliki ponsel Apple. Itu terlalu berlebihan," jawab Yu Lili. "Aku berharap aku punya seorang ayah yang kaya seperti itu," katanya dengan iri sembari memakan kuenya. Ou Ming tersenyum dan berkata, "Aku bisa membelikan apa pun yang kau inginkan, bagaimana dengan sebuah ponsel?" "Terima kasih, tapi ini terlalu mahal." ujar Yu Lili, sambil memakan kue, memandang pria itu dan berkata, "Aku dengar bahwa harga ponsel lebih dari 4.000 yuan. Itu mahal. Aku hanya bekerja paruh waktu untuk 60 yuan sehari. Berapa banyak pekerjaan paruh waktu yang harus kulakukan untuk membeli sebuah ponsel seperti itu? " "Orang kikir kecil," Ou Ming mengetuk dahi Yu Lili dan berkata, "Kita sangat dekat. Aku mencintaimu, dan aku ingin memberimu uang. Kau tinggal mengambil uangnya atau katakan padaku apa yang kau inginkan. Aku akan membelikannya untukmu atau gunakan kartu yang kuberikan padamu untuk membelinya sendiri." Yu Lili menjulurkan lidahnya dan menghabiskan kuenya. Ketika Ou Ming melihat hal ini, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya secara ajaib, menyodorkannya ke depan dan berkata, "Hei, hadiah ulang tahun." Yu Lili menerimanya dan membuka kotak itu dengan terkejut. Dengan seketika dirinya melihat sebuah arloji di dalamnya. "Longines 1 ! Betapa indahnya!" Yu Lili mengambil arloji itu dan membaliknya. "Berapa harganya? Pastinya mahal, bukan?" Ou Ming merasa tidak senang ketika mendengar gadis itu menyebutkan topik tentang uang kembali. Dia mengambil arloji tersebut dan berkata, "Ini hadiahku untukmu. Kau terima saja. Tidak peduli berapa pun harganya, aku akan memakaikannya untukmu." "Baik!" Yu Lili meletakkan nampan kue yang kosong dan menatap arloji itu dengan mata yang cerah. Ou Ming dengan sabar memasang arloji tersebut di pergelangan tangan Yu Lili. Pria itu bertanya, "Apakah kau menyukainya?" Yu Lili memandangi arloji itu dengan sebuah senyum yang semakin cerah. Dia tanpa ragu menjawab, "Aku sangat menyukainya!" Ketika mendongak, gadis itu mendapati bahwa wajah pria itu sangat dekat dengan wajahnya. Jantungnya berdetak begitu kencang sehingga dirinya tanpa sadar menghindarinya, tetapi Ou Ming mengambil kesempatan dari situasi ini dan meletakkan tangannya pada kedua sisi tubuh Yu Lili, menundukkan kepalanya dan mencium bibir gadis itu. Yu Lili membelalakkan matanya karena terkejut. Sentuhan lembut dari bibir Ou Ming terasa seperti permen kapas, lembut dan manis. Dia mengerjap, tubuhnya kaku, dan tidak mengetahui bagaimana harus bereaksi untuk sesaat. Ou Ming menurunkan matanya, memeluk gadis itu dan perlahan-lahan menekannya. Ketika ujung lidahnya dengan lembut dan hati-hati menelusuri, seluruh tubuh Yu Lili terasa seperti menerima sebuah sengatan listrik. Yu Lili mendorong tangan pria itu tanpa sadar dengan wajah merah padam, dan suhu pada wajah gadis itu sepertinya cukup panas untuk merebus telur. Tapi Ou Ming menarik tangan Yu Lili semakin erat, menutup matanya dan mencium gadis itu dengan perlahan dan lembut. Yu Lili merasa sangat gugup sehingga tubuhnya sedikit gemetar. Dalam benaknya, dia mau tidak mau memikirkan wajah tampan dan senyum cerah Lu Yihan. Compagnie des Montres Longines Francillon S.A., atau Longines, adalah pembuat jam tangan mewah dari Swiss yang berbasis di Saint-Imier, Swiss. Didirikan oleh Auguste Agassiz pada tahun 1832, perusahaan ini telah menjadi anak perusahaan dari Grup Swatch Swiss sejak tahun 1983. Chapter 812 - Jangan Takut, Itu Tidak Akan Sakit Pada tubuh Ou Ming tercium bau tembakau yang samar-samar, yang mana sudah Yu Lili kenal baunya. Tapi ketika rasa tembakau tersebut keluar dari mulut pria itu, Yu Lili masih merasa sangat aneh. Tuan Ou sedang menciumnya ¡­. Meskipun sudah diperkirakan, Yu Lili merasa tidak siap. Hatinya agak menolak, dan pada saat itu dirinya merasa sedikit ingin menangis. Jadi dia memalingkan kepalanya, mendorong Ou Ming menjauh dengan tangannya. Kemudian dia tersipu malu, membungkukkan lehernya dan berkata, "Aku belum mandi. Aku akan mandi ¡­." Ou Ming merasakan kegugupan gadis itu dan sedikit melonggarkan pelukannya. Yu Lili berlari dengan tergesa-gesa menuju kamar. Setelah berlari kembali ke kamarnya, gadis itu merasakan jantungnya berdetak secepat sebuah mesin kecil. Ketika sampai di kamar mandi, dia melihat ke cermin dan mendapati wajahnya merah padam. Ya Tuhan, wajahku merah padam ¡­. Sambil mengisi air ke bak berendam, dia mencari pakaian untuk dirinya sendiri. Yu Lili menarik napas panjang dan meletakkan pakaiannya di dekat bak berendam itu dengan wajah merah padam, sehingga pakaiannya tidak akan basah. Kemudian dia mandi di bak berendam tersebut. Apa yang harus dia lakukan? Apakah dia benar-benar harus berhubungan seks dengan Ou Ming? Yu Lili tersipu malu, lalu menenggelamkan dirinya ke dalam air dan bergumam di dalam air. Yu Lili memegangi dada dengan kedua tangannya, rambutnya yang panjang telah basah dan terendam dalam air. Terlihat fantastis. Sambil memandang ke depan pada cermin yang buram dilapisi oleh uap air, Yu Li menyemburkan air dari mulutnya, memikirkan Lu Yihan, yang telah kembali ke rumahnya untuk Tahun Baru China. Lu Yihan sepertinya menyukai gadis-gadis yang suci. Jika suatu hari dia akan memiliki sebuah hubungan dengan Lu Yihan, tetapi pria itu mengetahui bahwa dirinya bukan seorang perawan, apa yang harus dia lakukan? Jadi dia tidak bisa berhubungan seks dengan Ou Ming ¡­. Sama sekali tidak boleh. Tapi ¡­ apa yang harus dirinya lakukan ¡­. Yu Lili sedang bergumul di bak berendam itu. Tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, yang mana mengejutkan dirinya. Dia menoleh, menemukan Ou Ming yang sedang berdiri di pintu dan menatapnya. Yu Lili dengan cepat menutupi dirinya dan bahkan wajahnya semakin memerah. Dia menatap pria itu dan bicara tergagap-gagap, "Kau ¡­ kau ¡­ mengintip aku mandi. Keluar!" Tapi Ou Ming sama sekali tidak bermaksud keluar. Sebagai gantinya, pria itu mendekat dengan senang hati dan mengulurkan tangannya untuk menanggalkan pakaiannya sendiri. Yu Lili melihat pria itu melepas pakaiannya. Dia tidak sadar sampai pria itu hanya mengenakan kemeja dan pakaian dalamnya. Yu Lili merasa sangat malu sehingga wajahnya memerah. Gadis itu menarik pakaiannya untuk menutupi tubuhnya. Dia dengan cepat bergerak arah ke pintu dan mencoba melewati pria itu. Tapi Ou Ming meraih tangan Yu Lili dengan mudahnya. Terasa nyaman untuk memegang tubuh hangat dan lembut gadis itu di pelukannya. Yu Lili menjerit, tapi Ou Ming menundukkan kepalanya dan mencium gadis itu lagi. Tindakannya sangat liar dan sama sekali berbeda dari cara lembut dan toleran yang biasa pria itu lakukan. Yu Lili meronta dengan kedua tangannya, dan sikapnya agak melawan. Tapi Ou Ming mengangkat gadis itu dan memasukkannya ke dalam bak berendam. Air di bak berendam meluap karena dua orang masuk pada saat bersamaan. Tubuh Yu Lili ditekan di bawah tubuhnya, secara tidak sengaja tersedak seteguk air dan terbatuk-batuk dengan keras. Ou Ming menarik gadis itu ke atas dan menepuk-nepuk punggungnya. Yu Lili terbatuk-batuk dengan keras hingga berlinang air mata. Ketika Ou Ming melihat ini, matanya menjadi lebih gelap. Dia menundukkan kepala dan dengan lembut mencium air mata gadis itu dan dengan perlahan-lahan ciumannya bergerak ke bawah. Mata Yu Lili menjadi semakin merah. Dia mengangkat tangannya dan mendorong wajah pria itu menjauh, menatapnya dengan pandangan mengiba dan memohon dengan lembut, "Berhenti, kumohon ¡­." Ou Ming menatap Yu Lili dengan tatapan yang semakin dalam, mengabaikan permintaannya dan memindahkan tangan gadis itu. Pria itu melingkarkan lengannya di pinggang Yu Lili agar bisa saling berdekatan, dan dia berbisik, "Jangan takut, itu tidak akan sakit." Chapter 813 - Karena Ou Ming Menyukainya Itu tidak akan sakit. Meskipun nista dan menjijikkan, hanya ada seorang Yu Lili saja di dunia ini, dan hanya ada seorang. Yu Lili memejamkan matanya dan membuka mulutnya sehingga air mengalir ke dalam mulutnya dan udara mengalir keluar dari dadanya. Perasaan tercekik mengelilinginya dengan erat. Ou Ming, selamat tinggal selamanya. Bang Bang Bang! Yu Lili mendengar suara ketukan keras di pintu, jadi dia membuka matanya dan duduk. Bang Bang Bang! Yu Lili bangkit dari bak berendam, menyeka tubuhnya dengan santai dan mengenakan jubah mandi, lalu dia membuka pintu. Pintunya diketuk dengan keras, dan pada saat yang bersamaan terdengar suara seorang wanita, "Yu, apa kau ada di sana?" Yu Lili membukakan pintunya, dan seorang wanita paruh baya berdiri di luar, terkejut saat melihat penampilan Yu Lili yang basah. Wanita itu berkata, "Ya ampun, kau baru saja selesai mandi selarut ini?" Yu Lili tersenyum dan mengangguk. "Ya, ada apa, Nyonya pemilik rumah? Sudah larut malam." Seharusnya sudah pukul dua pagi. Apa yang sang pemilik rumah itu lakukan saat ini? Nyonya pemilik rumah tertawa dengan malu-malu dan berkata, "Aku pergi keluar untuk membuang sampah dan lupa membawa kunci. Pintunya sangat berat sehingga terkunci. Suamiku tidur nyenyak tanpa mendengar suara ketukanku. Aku ¡­ aku maaf karena pergi ke tempatmu dan minta tolong." Nyonya pemilik rumah itu tinggal di lantai empat yang mana bersebelahan dengan Lili, dan hanya ada sebuah pagar di antara mereka. Yu Lili berpikir bahwa hal itu lucu. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak apa-apa. Ayo masuk, tapi ingatlah untuk membawa kuncinya lain kali." "Oke, terima kasih banyak, Yu. Wow, rambutmu panjang sekali!" Nyonya pemilik rumah itu memandang dengan kagum rambut Yu Lili yang sebatas pinggang panjangnya. "Jika putriku melihatnya, dia akan merasa iri padamu," katanya. "Sebenarnya, rambut panjang merepotkan. Aku akan memotongnya," kata Yu Lili. Alasan mengapa rambutnya begitu panjang adalah karena Ou Ming menyukainya. Karena pria itu menyukainya, Yu Lili tidak terlalu sering memotong rambutnya dalam empat tahun terakhir, jadi rambutnya telah tumbuh hingga sepanjang ini. Tapi sekarang, tidak perlu lagi mempertahankan rambut panjangnya. Mata Nyonya pemilik rumah terlihat cerah, dan dia berkata, "Benarkah? Kenapa tidak menjualnya kepadaku? Pekerjaan putriku adalah membuat rambut palsu. Dia sangat sedih karena tidak bisa mendapatkan rambut yang bagus belakangan ini." "Oke." Yu Lili tersenyum. "Benarkah? Lalu aku akan membiarkan putriku datang ke sini besok!" Kata Nyonya pemilik rumah. "Ya, baiklah." kata Yu Lili. Nyonya pemilik rumah mendapatkan jawaban yang pasti. Kemudian dia dengan gembira berjalan ke arah jendela ruang tamu. Yu Lili membuka kunci pintunya dan membiarkan wanita itu melewati pagarnya, dan dia mengunci pintu lagi. Dengan rambut yang basah, airnya menetes-netes dari luar ke dalam rumah. Yu Lili menarik napas panjang, mengunci pintu, dan masuk kembali ke kamar mandi. Hanya saja dia tidak merasakan apa yang baru saja dirinya rasakan. Sepertinya bahkan untuk mencari kematian merupakan masalah perasaan. Jika mengalami interupsi, tidak akan ada ketegasan perasaan untuk bunuh diri begitu saja. Yu Lili menertawakan dirinya sendiri, mandi dengan cepat dan mengeringkan rambutnya, lalu mengenakan piamanya, dan jatuh tertidur dengan nyaman. Keesokan harinya, putri Nyonya pemilik rumah datang ke pintu. Ketika melihat rambut panjang Yu Lili, dia tidak bisa menahan diri untuk menyukainya. Tapi dia melihat sikap acuh tak acuh Yu Lili, tanpa berbasa-basi memotong rambut gadis itu dengan sebuah pisau dan memberinya 700 yuan. Kemudian putri pemilik rumah itu memotong kembali rambut Yu Lili dengan sebuah model pendek yang menarik dan pergi dengan rambut panjang tersebut. Rambut panjangnya tiba-tiba sudah menghilang. Yu Lili hanya merasakan bahwa dirinya secara keseluruhan menjadi jauh lebih rileks. Saat melihat di cermin, dia mendapati bahwa rambutnya itu cantik. Itu dia. Ini sangat bagus. Chapter 814 - Hari Terakhir Setelah membongkar isi lemarinya, Yu Lili mengemas semua pakaian dan sepatunya yang berharga, membawanya ke pasar barang bekas, dan kembali dengan uang sejumlah 30.000 yuan lebih. Jika ditambah dengan 10.000 yuan lebih dalam kartunya dan 90.000 yuan lebih yang baru-baru ini diperoleh dengan bekerja sebagai seorang jiutao, total uangnya berjumlah 150.000 yuan. Setelah mentransfer uang 150.000 yuan pada Lu Yihan, wanita itu mengirim sebuah emoji wajah tersenyum ke WeChat pria itu: Lu Yihan, aku mentransfer 150.000 yuan padamu, dan aku khawatir aku tidak dapat membayar sisa 50.000 yuan itu. [emoji wajah licik] Lu Yihan tidak segera membalasnya, dan Yu Lili menghitung uang di dompetnya. Ditambah dengan jumlah semula yang sebesar tiga atau empat ratus yuan dan tujuh ratus yuan untuk penjualan rambut sehingga totalnya berjumlah lebih dari seribu yuan. Ketika melihat uang tersebut, Yu Lili merasa rileks. Berjalan keluar dari pasar barang bekas, Yu Lili bermandikan cahaya, menyipitkan matanya dan mendongak menatap ke arah matahari. Benda itu sangat besar, bulat dan menyilaukan. Mengambil ponselnya, Yu Lili mengambil sebuah foto matahari yang besar, mengunggahnya dan mengedit: [Cuacanya bagus hari ini, sepertinya aku belum melihat cuaca yang sebagus ini untuk waktu yang lama, hargai setiap saat [emoji cinta] Aku sudah lama tidak makan makanan mewah. Akan pergi untuk makan besar!] Yu Lili mengeklik Momen-nya sendiri dan melihat-lihatnya. Unggahan terbaru adalah tur yang diselenggarakan pada saat ulang tahun perusahaan setengah tahun yang lalu. Dia melihat seseorang mengunggahnya, jadi dirinya juga ikut mengunggah sesuatu pada saat itu. Yu Lili tersenyum, meletakkan ponselnya, kemudian menyetop sebuah taksi, dan pergi ke restoran makanan barat yang merupakan peringkat tertinggi di Ibu kota yang dia ketahui. Setelah keluar dari mobil, Yu Lili berjalan dengan tas tangannya. Sosoknya anggun, dan senyumnya jelas.Tentu saja, dia menjadi sebuah pemandangan yang indah, dan semua orang memperhatikannya. Di lantai atas sebuah restoran berputar, Yu Lili duduk dan memesan steik, salad dada ayam favoritnya, secangkir kopi, dan sup. Saat melihat hidangan yang sudah lama tidak dilihatnya, Yu Lili tersenyum dengan puas. Dia mengambil ponselnya untuk mengambil beberapa foto dan menyimpannya ke dalam album foto. Setelah menyeka tangan dengan tisu basah, Yu Lili dengan anggun dan perlahan-lahan memotong steiknya. Setelah mencicipinya, dia merasa puas. Matanya berkaca-kaca, tetapi senyum lebar menghiasi wajahnya. Sangat lezat. Dia belum merasakan lagi cita rasa seperti itu untuk waktu yang sangat lama. Dalam beberapa tahun terakhir, dia sedang bertahan hidup bukannya menjalani hidup. Hanya saja kondisi kehidupannya sangat keras sehingga jauh lebih sulit daripada yang biasa dirinya jalani. Mungkin jika dia tidak pernah bahagia, saat ini dirinya tidak akan terlihat begitu memalukan. Sambil makan, matanya menjadi berkaca-kaca, jadi dia menarik napas dalam-dalam dan mengangkat ponselnya untuk mengambil sebuah swafoto. Gadis berambut pendek di ponsel itu sedikit kurang dewasa dibandingkan hari kemarin, sedikit kurang menawan, lebih ceria dan lebih riang. Yu Lili merasa sangat puas dengan penampilan rambut pendeknya. Dia mengambil beberapa foto, mengunggahnya dengan hidangan tersebut dan mengedit: [Rambut baru, sangat jarang makan besar, sangat senang [emoji bersorak]] Setelah selesai makan, Lu Yihan akhirnya hanya menjawab dua kata: Kau bercanda. Yu Lili agak merasa sangat lucu dan membalas pria itu dengan sebuah emoji: [wajah licik] [Lu Yihan]: Kau menjalani kehidupan yang lebih baik daripada aku. [YuuuuuLi]: Biasa saja. [Lu Yihan]: Aku akan kembali bekerja. [YuuuuuLi]: Oke. Setelah membayar tagihannya, hanya ada seratus yuan yang tersisa. Menggunakan taksi untuk pulang, hanya sepuluh yuan yang tersisa. Turun dari taksi, seorang pengemis tua dan kotor menghampiri sambil memegang sebuah mangkuk yang rusak di tangannya. Yu Lili memberi pengemis itu uang sepuluh yuan terakhirnya, dan kemudian naik ke lantai empat dengan sepatu hak tingginya. Dia menutup pintu dan jendela, memastikan tidak ada yang terlewat, dan menarik kepala tangki gas. Bau gas yang menyengat dengan cepat menyembur keluar. Chapter 815 - Selamat Tinggal Sambil bersenandung, Yu Lili melangkah ke ruang tamu. Dia mengeluarkan sebuah buku catatan dan sebatang pena, duduk di sebelah meja kecil. Bau gas itu semakin lama semakin pekat, dan Yu Lili menggigit ujung penanya dan mengerutkan kening. Tetapi setelah berpikir sejenak, dirinya tidak mengetahui harus menulis apa. Jadi dia membuat sketsa garis-garis wajah menggunakan pena itu, dan dengan segera wajah seorang pria terbentuk. Sebuah senyum licik terlihat di wajah pria itu dan matanya yang berbentuk buah persik digambarkan dengan sangat nyata. Yu Lili menatap wajah itu dan tersenyum dengan lembut. Lalu, dia menggambar dua orang bayi di bawah gambar wajah pria itu. Dua orang anak kecil yang masih bayi itu terlihat sama persis hingga empengnya juga. Wanita itu tertawa terbahak-bahak dan matanya berkaca-kaca. Dia menjatuhkan penanya, mengambil ponsel, dan kemudian melihat-lihat daftar kontak dan mengundang Lu Yihan untuk melakukan sebuah video call. Lu Yihan sepertinya sedang sedikit sibuk. Butuh waktu lama baginya untuk menerima panggilan itu. Begitu Lu Yihan menerimanya, Yu Lili melihat wajah yang belum dia lihat selama lebih dari empat tahun. Rambut Lu Yihan setengah basah dan dengan sebuah handuk tergantung di leher sepertinya dia baru saja mandi. "Lu Yihan." "Kenapa?" Lu Yihan menggosok-gosok rambutnya dan memegang ponsel tanpa memperhatikan. Yu Lili tiba-tiba tersenyum bahagia, menatap wajah di ponsel itu dan berkata, "Kau benar-benar menerimanya. Aku hanya ingin mencobanya." Setelah mendengar itu, Lu Yihan menjadi sedikit tidak senang. "Jadi, kau sedang mencoba keberuntunganmu?" "Ya, ternyata keberuntunganku masih sangat bagus." Yu Lili menatap pria itu dengan senyum lebar dan berkata, "Lu Yihan, apakah kau masih sendiri?" "Itu bukan urusanmu!" Lu Yihan bahkan merasa semakin tidak senang, menatap wajah wanita yang sedang tersenyum itu dan berkata, "Apa kau sedang menganggur?" Yu Lili merasa sedih, bau gas semakin pekat, sehingga napas Yu Lili semakin cepat. Sambil menggelengkan kepalanya dengan lembut, Yu Lili berpura-pura tersenyum dengan mudahnya, "Aku sangat sibuk, tapi aku ingin meluangkan waktu dan berbicara denganmu." "Kau terlihat sedang berada dalam suasana hati yang baik." Lu Yihan menguap. "Aku mengantuk, apa yang ingin kau katakan?" Mendengar itu, Yu Lili tertawa terbahak-bahak, "Mungkin kau tidak menganggapku sebagai teman, tapi aku selalu menganggap Qianqian dan dirimu sebagai temanku. Qianqian hidup dalam kehidupan yang bahagia, jadi aku berharap kau juga bisa menemukan cinta sejatimu dan juga menjalani kehidupan yang bahagia." Lu Yihan mengerutkan bibirnya. "Kau tidak seharusnya berbicara seperti itu. Apa-apaan ini?" Yu Lili tersenyum lebar, menggelengkan kepalanya dan berbisik, "Aku hanya ingin mengenali seorang teman. Jika aku tiba-tiba mati suatu hari, aku akan merasa sedih karena aku bahkan tidak punya seorang teman pun untuk diajak bicara." Meskipun, kedua temannya itu mungkin tidak menganggap dirinya sebagai teman. "Kau mungkin menginginkannya, tapi ada pepatah yang berbunyi seperti ini: Sebuah hal yang buruk tidak akan pernah mati. Jadi kau akan hidup sampai setidaknya seratus tahun," kata Lu Yihan sambil menatap Yu Lili. "Kenapa kau berkata seperti itu secara tiba-tiba?" Yu Lili tersenyum, mengangkat bahu dan berkata, "Aduh, aku terlalu bosan, jadi aku ingin bicara denganmu, tapi aku serius dengan kata-kata tersebut. Selamat tinggal, Lu Yihan." Setelah itu, dia menutup panggilan video itu. Lu Yihan tidak peduli, melempar ponselnya ke sofa dan mengambil pengering rambut untuk mengeringkan rambutnya. Yu Lili menutup telepon dengan perasaan lega, dan kemudian menjatuhkan diri ke sofa. Chapter 816 - Kau Bersama Ou Ming Lagi? Perasaan mual dan ingin muntah mulai terasa, dan juga pusing, sehingga di mana-mana di dalam ruangan itu serasa bergoyang dalam kegelapan. Dia merasakan sakit kepala dan terjatuh ke atas sofa. Dia akhirnya bisa bebas. Dirinya sangat lelah dan mengantuk. Sudah lama Yu Lili tidak memiliki istirahat yang baik untuk bertahan hidup. Sekarang, akhirnya dia bisa tidur nyenyak. Sambil berbaring di atas sofa, Yu Lili sedikit memicingkan matanya, dan kesedihan menghampiri dirinya. Dia tidak memiliki teman atau pun keluarga. Diperkirakan bahwa orang yang pertama kali menemukan bahwa dirinya sudah mati seharusnya adalah istri pemilik rumah yang tinggal di sebelah. Suatu hari di masa yang akan datang, seseorang mungkin memikirkan tentang dirinya dan bertanya: Yaiks! Di mana Yu Lili? Ketika mereka mengetahui bahwa Yu Lili sudah meninggal, akan terlihat seperti apa mereka? Merasa iba? Simpatik? Atau wajah tanpa ekspresi dalam kondisi pikiran yang tenang. Tetapi apa yang pasti adalah bahwa kepergiannya tidak akan membawa sedikit pun kesedihan atau perasaan bergejolak pada siapa pun. Keberadaan dirinya adalah sia-sia belaka sejak semula. Dia berada sendirian di sudut yang tidak dikenal ini dan bertahan dengan napas terakhir hidupnya. Oleh karena itu, sang direktur panti asuhan memberinya nama Yu Lili (Pengucapan kata "Yu" dalam bahasa China sama dengan kata "sisa") Mencoba membalikkan badannya, Yu Lili merasa dirinya memiliki sedikit energi, jadi dia berbaring di sofa, mengambil ponselnya dan membuka Momen di Wechat. Banyak orang yang menyukai unggahannya dan meninggalkan beberapa komentar. Banyak dari mereka adalah mantan rekan kerjanya dan mantan teman sekelasnya. Akan tetapi, mereka hanya sekedar menekan tombol "suka". Melihat komentar-komentar itu, beberapa orang mengatakan bahwa dirinya semakin cantik, dan beberapa orang merasa menyesal untuk rambut panjangnya. Yu Lili sedikit tersenyum, dan membalas mereka dengan sebuah emoji: [ha ha] Tiba-tiba, sebuah komentar baru masuk, dan itu adalah Lu Yihan. Pria itu berkata: [Kau bersama Ou Ming lagi?] Lagi? Yu Lili membalas: Tidak. [Lu Yihan]: Lihatlah ke bagian belakang fotonya. Semuanya kelihatan~ Yu Lili tertegun dan membuka foto itu, tepat di belakang swafoto Yu Lili terlihat sebuah sosok. Fokus lensa kamera berada pada wajah Yu Lili, dan sosok kecil di belakang itu hanya terlihat seperti titik kecil. Pria itu terlihat seperti sedang duduk di atas meja di belakangnya. Ou Ming menatap ke depan, dan matanya menatap kamera. Jantung Yu Lili berdegup kencang, memperbesar foto itu hingga penuh piksel. Yu Lili merasa yakin bahwa orang itu adalah Ou Ming! Tapi, sejak kapan pria itu duduk di belakangnya? Dia bahkan tidak ¡­ menyadarinya. Ternyata dirinya begitu dekat dengan Ou Ming hari ini. Betapa menyenangkannya. Dia merasakan sakit kepala yang sangat parah, dan pandangan matanya menjadi sangat gelap sehingga dia tidak bisa melihat layar ponsel itu dengan jelas. Terbaring di sofa, dia menarik napas dalam-dalam. Tapi itu semuanya bau gas. Dia menatap sosok kecil di foto itu, menggunakan seluruh kekuatannya untuk tersenyum dan berkata, "Selamat tinggal, Ou." - Ou Ming sangat sibuk hari ini, dia mengundang seorang warga asing untuk pergi ke restoran berputar untuk makan siang. Namun, siapa yang akan berpikir bahwa dia benar-benar melihat seseorang yang tidak bisa dia bayangkan akan ditemuinya. Yu Lili. Wanita itu memotong rambutnya. Rambut panjang dan hitam itu benar-benar dipotong hingga panjangnya hanya sebatas telinga. Sambil duduk di belakang Yu Lili, Ou Ming menyaksikan wanita itu mengangkat ponselnya untuk mengambil swafoto dan terkadang menunjukkan raut wajah bebek atau sebuah jari berbentuk v. Norak. Yu Lili masih tidak pandai ber-swafoto karena mereka belum pernah bertemu selama bertahun-tahun. Sepertinya wanita itu sedang berada dalam suasana hati yang baik. Apa yang terjadi tadi malam hanya membuat Yu Lili memotong rambutnya. Ou Ming mengalihkan pandangannya dan mencibir, "Dia tidak membiarkan dirinya khawatir dan cemas." Itu benar, bagaimana mungkin seorang wanita yang bisa membunuh anak kembarnya sendiri akan merasa malu? Chapter 817 - Dia Merasa Rendah Diri Ou Ming merasa konyol karena perasaannya yang naif, dan kemudian dia mencoba mengalihkan pandangannya dari Yu Lili. Tepat ketika dia sedang berbicara dengan orang asing itu, dia tidak bisa menahan diri untuk melihat wanita itu kembali. Yu Lili sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang baik dan telah mengunggah beberapa foto. Itu adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan gadis tersebut sebelumnya. Ou Ming dulu pernah bertanya pada Yu Lili: [Kenapa kau tidak suka berswafoto atau mengunggah foto-foto? Gadis-gadis lain senang melakukan hal semacam itu.] Gadis itu memasang sebuah raut wajah mencemooh: [Apa gunanya berfoto, aku takut pesonaku mengejutkan seluruh lingkaran teman-temanku, apa yang bisa kulakukan jika semua pria jatuh cinta padaku?] Jawaban tak tahu malu tersebut membuat Ou Ming tidak bisa menahan diri untuk mengejek Yu Lili. Tapi kemudian, Ou Ming mengetahui bahwa gadis itu merasa rendah diri. Karena dipelihara sebagai seorang wanita simpanan, Yu Lili tidak ingin membiarkan orang lain mengetahui apa yang telah Ou Ming berikan kepadanya. Begitu seseorang menemukan kehidupannya yang mewah, orang-orang yang menjadikan dirinya sasaran dan membencinya akan mengambil alih barang-barangnya dan menyebarkan berita dengan lebih semena-mena. Sebagai contoh: [Yu Lili dipelihara sebagai seorang wanita simpanan oleh seorang pria yang lahir dari keluarga kaya.] [Yu Lili menjual tubuhnya untuk biaya kuliah.] [Yu Lili tak punya rasa malu demi sebuah kehidupan yang mewah.] ¡­. Rumor-rumor seperti itu telah membuat Yu Lili merasa sangat tidak nyaman. Seiring berjalannya waktu, dia tidak memiliki kebiasaan itu. Dia mengenal dirinya dengan baik, tidak peduli hidup dalam kehidupan yang baik atau kehidupan yang buruk. Tidak perlu membiarkan orang lain mengetahui seperti apa hidupnya, dan tidak masuk akal jika menerima tatapan cemburu atau iri hati. Semuanya ini adalah hal-hal yang dibaca Ou Ming dalam buku harian Yu Lili. Setelah Ou Ming melihat bahwa Yu Lili sudah selesai makan, pria itu akhirnya memusatkan pikirannya untuk bekerja dan melanjutkan membahas kontrak dengan orang asing tersebut. Setelah selesai makan dan mengantar tamunya tersebut pergi, dia tiba-tiba menerima sebuah panggilan telepon dari Xu Cheng. Ou Ming bersandar di kursi pengemudi Ferrari-nya dan merasa sedikit lelah karena terlalu banyak minum-minum dan insomnia 1 tadi malam. Dia mengangkat telepon itu dan meletakkannya di samping dengan menyalakan pengeras suaranya. "Tuan Ou, ada sesuatu yang salah dengan Nona Yu." "Hmm?" Ou Ming memijat-mijat pelipisnya dengan perlahan dan bersandar ke sandaran kursi dengan mata yang memicing. "Dia menghabiskan semua uangnya, menjual semua pakaian dan sepatunya yang berharga, dan kemudian mengembalikan uang kepada Lu Yihan. Setelah itu, dia pergi ke restoran berputar yang baru saja Anda datangi dan menghabiskan uang lebih dari seribu yuan. Anda tahu, sebelum-sebelumnya, dia hanya memakan mie instan atau makanan cepat saji setiap hari, dan rata-rata konsumsi uang harian kurang dari 50 yuan ¡­." Setelah mendengar itu, Ou Ming akhirnya menegakkan tubuhnya dan tatapan matanya menjadi tajam. Kehidupan apa yang wanita itu jalani? Yu Lili telah menipu demi uang sebanyak itu hanya untuk melunasi utang? Hati Ou Ming terasa sakit, dan wajahnya terlihat kecewa, lalu menyalakan mobil dan bertanya, "Di mana dia sekarang?" "Pulang ke rumahnya," kata Xu Cheng dengan sejumlah keraguan, "Saya sudah memeriksa bahwa dia tidak memiliki uang simpanan, dan saya rasa dia tidak memiliki uang sepeser pun sekarang, dalam situasi seperti itu ¡­." Hati Ou Ming langsung menciut dan berteriak, "Berikan alamat wanita itu padaku!" "Baik." "Kau awasi wanita itu, jika ada sesuatu yang salah, kau harus segera menerobos masuk!" "Saya ¡­" Xu Cheng menggerutu, bergumam sendiri lalu berkata dengan hati-hati, "Saya sedang di perusahaan ¡­ dia sudah pulang, jadi saya tidak mengikutinya, tetapi semakin saya memikirkannya, semakin saya merasa ada yang salah ¡­." "Si*l!" Ou Ming tidak bisa menahan sumpah serapahnya, dan matanya memerah, "Tidakkah kau punya otak!" Xu Cheng tidak berani berbicara, melaporkan alamat Yu Lili kepada Ou Ming, dan kemudian menutup teleponnya. Keadaan tidak dapat tidur karena gangguan jiwa. Chapter 818 - Aku Adalah Lelakinya! Sambil melakukan panggilan telepon ke Yu Lili, Ou Ming mengendarai Ferrari hitam itu dalam keadaan mengamuk. Yu Lili melihat nomor Ou Ming dan merasa seperti sedang bermimpi. Menggeser untuk membuka kunci ponselnya, wanita itu mengangkat teleponnya. "Di mana kau?" Suara Ou Ming terdengar dingin dan rendah, dan dia seperti sedang terburu-buru. Namun, Yu Lili tidak memiliki waktu untuk menganalisis emosi itu, tersenyum dengan tangan terkulai ke bawah dan berkata, "Bukan urusanmu." Suaranya terdengar lemah, lalu dia menutup teleponnya. Setelah melakukan itu, dia entah mengapa merasa bahagia karena dirinya tidak menghargai perasaan Ou Ming. Rasanya sangat nyaman sama seperti sebelumnya! Yu Lili tersenyum dan membenamkan kepalanya, dan air matanya menetes ke atas sofa. Setelah mendengar suara wanita itu, Ou Ming merasa berkecil hati, dan ketika dirinya menghubungi Yu Lili lagi, tidak ada yang menjawab teleponnya. Pria itu dengan cepat mengemudi ke alamat yang diberikan oleh Xu Cheng, dan berlari ke atas dengan cepat. 403, 403 ¡­. Ketika melihat nomor kamar itu, Ou Ming melihat ke sekelilingnya dan mendapati bahwa tidak ada bel pintu. Ou Ming menggedor pintu stainless steel 1 yang tebal itu dan berteriak, "Yu Lili, buka pintunya!" Terdengar suara pintu yang digedor, dan Yu Lili sepertinya mendengar suara Ou Ming. Kepala wanita itu semakin berat dan pikirannya semakin tidak jelas. Yu Lili mendengar suara ini dan tersenyum sedih. Itu mungkin hanyalah sebuah ilusi. Bunuh diri dengan gas itu sangat membahagiakan, bahkan dalam halusinasi pendengarannya Yu Lili dapat mendengar suara yang paling ingin dirinya dengar. Itu menyenangkan. Berbaring di sofa, Yu Lili dengan perlahan memejamkan matanya. Ou Ming menggedor pintu itu dengan keras, tetapi tidak mendapatkan jawaban. Pria itu merasa semakin takut, jadi dirinya menjadi gila sehingga berusaha mendobrak pintu. Tapi pintu itu tidak bisa dibuka sama sekali oleh benturan tubuhnya. Ou Ming semakin panik. Dia merasa sangat takut bahwa dirinya akan kehilangan sesuatu dengan cepat. Bahkan ketika dia melihat Yu Lili berlumuran darah dan terjatuh di bawah tubuhnya, dirinya tidak merasa setakut ini. Pintu kamar 402 yang berada di sebelah kamar Yu Lili tiba-tiba terbuka, dan seorang wanita paruh baya melihat ke arahnya dan berkata, "Kenapa?" Nada suara wanita itu terdengar buruk, tetapi setelah Ou Ming melihat wanita tua itu, matanya bersinar dan dia melangkah maju untuk berkata, "Apakah Anda mengenal pemilik rumah di sini? Apakah Yu Lili tinggal di sini?" Wanita paruh baya itu menghela napas dan berkata, "Saya adalah pemilik rumahnya. Anda siapa? Kenapa Anda mencari Yu?" "Aku adalah lelakinya!" Ou Ming hampir berteriak, menunjuk ke arah pintu dan berkata, "Cepat bukakan pintunya, dia kemungkinan sedang mengalami kecelakaan!" Wanita paruh baya itu menatapnya dengan tatapan aneh dan mengambil ponselnya untuk menekan nomor Yu Lili. Ponsel Yu Lili berdering di atas kepalanya dan dia bisa mendengarnya, tetapi dirinya tidak memiliki kekuatan untuk menerimanya. Dia melirik ke arah ponsel tersebut, dan itu adalah telepon dari istri pemilik rumah. Yu Lili membuang ponselnya dan ponsel itu jatuh ke lantai. Efek peredam suara di tempat ini sangat bagus, suara ponsel tersebut tidak bisa melewati pintu itu. Ou Ming hampir menjadi gila, matanya memerah dan meraung, "Buka pintunya! Jika dia mengalami kecelakaan, kau tidak akan hidup bahagia!" Sang nyonya pemilik rumah terkejut, menatap pria itu dengan curiga dan mendorongnya dalam suasana hati yang buruk, lalu mengunci pintu dan berkata kepada seseorang di dalam, "Xue, kau pergi ke pintu sebelah untuk melihat apakah Yu ada di sini." "Oh!" Ou Ming mendengar suara seorang wanita yang masuk ke dalam dan menunggu Xue untuk keluar. Tapi setelah waktu yang cukup lama, tidak ada seorang pun yang keluar. Ou Ming tidak dapat menunggu lagi, mendobrak pintu kamar 403 dan berteriak, "Yu Lili, buka pintunya untukku!" Akan tetapi, Yu Lili tidak dapat mendengar lagi pada saat itu. Baja atau besi tahan karat Chapter 819 - Yu Lili, Kau Tidak Boleh Mati! Ponsel di lantai itu masih berdering seperti musik yang menghipnotis, dan Yu Lili kehilangan kesadarannya secara berangsur-angsur, dan kesulitan untuk membuka matanya. "Yu Lili, Yu!" Ou Ming meraung dengan mata memerah, tetapi tidak ada gunanya untuk menggedor pintu, jadi dia berbalik untuk menggedor pintu kamar 402. "Buka pintunya! Jika dia sendirian di dalam, akan ada kecelakaan!" Wanitaku berada di dalam, cepat buka pintunya! Namun, sang nyonya pemilik rumah mengabaikan Ou Ming. Memandang pria itu dari balik pintu seperti sedang menyaksikan orang gila. Ou Ming merasa frustrasi dengan tangannya terkulai ke bawah dan merasa kebingungan untuk sejenak. Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dilakukan? Yu Lili memiliki sebuah kebiasaan bahwa dirinya harus memiliki uang tunai atau sedikit uang simpanan di kartunya. Dia harus memiliki sejumlah simpanan uang tidak peduli berapa banyaknya uang yang dirinya miliki. Tapi wanita itu mengeluarkan semua simpanan uangnya hari ini, semuanya ¡­. Dan juga, dia biasanya tidak berswafoto sama sekali atau mengunggah foto di Momen WeChat-nya, tapi hari ini Yu Lili mengunggah sebuah foto yang menunjukkan wajah bahagianya, itu terlalu abnormal. Yu Lili sedang berada sendirian di dalam dan sangat tidak normal, jadi wanita itu pasti sedang mempersiapkan sesuatu yang buruk. Ou Ming tidak berani membayangkan hal itu, dan tidak ingin memikirkan apa yang sedang Yu Lili lakukan di dalam. Xue memanjat pagar pembatas, dan ponsel di dalam ruangan itu berdering, dan suara nada dering yang jernih dan merdu yang merupakan nada dering iPhone paling klasik dapat terdengar. Di tepi sofa di depan jendela yang tingginya dari lantai hingga langit-langit itu, terlihat sebuah kaki telanjang, putih dan lembut, sehingga membuat Xue merasa iri. Xue mengetuk-ngetuk jendela yang tingginya dari lantai hingga langit-langit tersebut dan berteriak, "Yu!" Namun, tidak ada respons. Jendela yang tingginya dari lantai hingga langit-langit itu terkunci, dan orang di dalam ruangan tersebut tidak merespons sama sekali. Xue mengetuk-ngetuk jendela itu dan meneriakkan nama Yu Lili beberapa kali, dan akhirnya kembali. "Bu, Yu sepertinya pingsan di sofa, dan ponsel di dalam ruangan itu selalu berdering, tetapi dia tidak bangun." Suara Xue terdengar keluar, dan Ou Ming mendengarnya dengan jelas. Ketika melihat ke dalam, mata Ou Ming memerah dan berteriak, "Pasti ada kecelakaan! Buka pintunya!" Sang nyonya pemilik rumah juga mengetahui bahwa mungkin sedang terjadi hal yang tidak biasa, dan dengan cepat mengambil kunci dan keluar dari rumah. Serenceng kunci, sang nyonya rumah harus mengenalinya satu per satu untuk memeriksa nomor labelnya dan memicingkan matanya sedikit ke arah samping. Ou Ming merasa tidak tahan lagi, mengambil serenceng kunci tersebut, lalu memeriksanya dan dengan cepat menemukan kunci kamar 403. Namun, setelah membuka pintunya, pria itu mendapati bahwa masih ada sebuah pintu kayu di dalamnya. Ou Ming hampir menjadi gila dan mengobrak-abrik kunci itu untuk membuka pintunya, tetapi begitu pintu tersebut sedikit terbuka, tercium bau gas yang menyengat. Ketika sang nyonya pemilik rumah menciumnya, wanita itu merasa sangat terkejut sehingga dia mundur selangkah, dan melihat ke dalam dengan tatapan tidak percaya. Tapi, Ou Ming melangkah maju, berlari ke dalam dengan gila-gilaan, dan dengan seketika, dirinya melihat Yu Lili di atas sofa. Wajah Yu Lili menjadi merah, dan bibir, wajah, dan kulitnya semuanya menunjukkan warna merah yang tidak biasa. Dengan sebuah langkah besar tubuh Ou Ming bergetar, dan matanya serasa tersengat sehingga air mata menggenangi matanya dengan cepat. Hati Ou Ming seperti sedang tertangkap oleh sesuatu, dan hampir pecah berkeping-keping dan terasa menyakitkan dengan histerisnya. Penyesalan yang tak terkatakan membanjiri dirinya dengan begitu kuat sehingga dia hampir tidak bisa bernapas. Ou Ming sedang terburu-buru dan tidak mengetahui di mana harus meletakkan tangannya. Akhirnya setelah menggendong Yu Lili, Ou Ming bergegas keluar dari pintu, bernapas dengan semakin cepat dan menggendong wanita itu menuruni empat lantai. Setelah meletakkan Yu Lili di mobil, Ou Ming mengendarai Ferrari-nya dengan kecepatan tinggi. "Yu Lili, kau tidak boleh mati!" Chapter 820 - Ayah Dari Bayinya Yu Lili sedang bermimpi. Dalam mimpi itu, dia kembali pada hari ketika dokter mengumumkan bahwa dirinya hamil. "Tubuh Anda mungkin memiliki antibodi terhadap pil-pil tersebut karena Anda telah meminumnya dalam jangka waktu yang lama, atau jika Anda tidak melakukan langkah-langkah pengamanan yang lainnya, jadi hal ini dapat menyebabkan kehamilan, tetapi berdasarkan situasi yang Anda sudah jelaskan, saya tidak menyarankan Anda untuk mengandung bayi ini. Pil-pil tersebut memiliki sebuah pengaruh besar pada sang janin. Sekarang Anda tidak dapat melihat masalah apa pun, tetapi akan sulit untuk memastikan bahwa janin ini tidak akan cacat atau memiliki masalah lain setelah lahir." Yu Lili menyentuh perutnya dengan mata tertunduk, memandang ke arah dokter di hadapannya dan bertanya, "Seperti keterbelakangan mental atau lumpuh otak 1 ?" Sang dokter mengangguk dengan simpati. "Kehamilan itu masih perlu dipersiapkan. Tapi situasi Anda terlalu mendadak, jadi ini bukan saat yang tepat untuk Anda dan bayinya. Saat ini, janinnya masih kecil, jadi Anda bisa melakukan aborsi, dan kemudian tidak ada pil lagi karena itu sangat buruk bagi tubuh Anda." ¡­. Pikiran Yu Lili sedang kosong ketika dirinya keluar dari rumah sakit. Dirinya hamil. Dirinya hamil ¡­. Akan tetapi, bayi itu mungkin cacat. Apa yang harus dirinya lakukan ¡­. Apakah dia perlu memberi tahu Ou Ming? Tidak tidak. Jika dia memberitahunya, Ou Ming pasti akan menyalahkan Yu Lili. Menyalahkan dirinya karena meminum pil dan tidak melindungi dirinya sendiri. Namun, pria itu menggunakan peralatan pengamanan setiap kalinya, mengapa dirinya tiba-tiba hamil? Yu Lili mengemudi kembali ke vila, tetapi sebelum dia masuk, dirinya mendengar suara Ou Ming yang sedang menelepon. Ou Ming membalikkan punggungnya membelakangi pintu, dan Yu Lili tanpa sadar berjalan mengendap-endap, dan pria di dalam itu tidak menyadari kehadiran dirinya. Ketika mendengarkan nada suara Ou Ming, pria itu sepertinya tidak sabar dan berkata melalui telepon, "Bu, perusahaanku masih belum stabil, dan aku akan bertunangan dengan Nona Shen pada saat yang tepat ¡­." Ou Ming akan bertunangan ¡­. Yu Lili berdiri di pintu, seolah-olah dirinya disambar petir. Apakah Ou Ming akan bertunangan? Ou Ming akan bertunangan! Bukankah pria itu mengatakan bahwa dia ingin menikahinya? Ou Ming juga diam-diam memesan cincin dan menyiapkan gaun pengantin. Apakah itu semua palsu? Apakah pria itu ¡­ menyiapkan semua barang-barang tersebut untuk apa yang disebut tunangan, bukan untuk dirinya? Lalu apa posisi dirinya? Nyonya? Atau teman tidur? Yu Lili berdiri di tempat yang sama, sambil memandangi sosok jangkung Ou Ming, dan benaknya terasa kosong. Ou Ming menutup teleponnya dan hendak membalikkan badan. Yu Lili dengan cepat melangkah mundur dan berjalan mengendap-endap untuk menghindar dari penglihatan pria itu. Pikirannya sangat kacau. Menyelinap ke ruang kerja Ou Ming, wanita itu duduk di depan meja. Konsep desain dan gambar sampel semuanya berada di sini. Mereka sangat indah karena setiap detail digambarkan dengan halus dan sangat berhati-hati. Pada awalnya, Yu Lili berpikir bahwa benda-benda itu itu disiapkan oleh Ou Ming untuk wanita itu. Tapi sekarang sepertinya ¡­ Yu Lili terlalu banyak berpikir. Dia merasa kecewa, lalu mengulurkan tangan dan menyentuh dadanya, dan sebuah kesedihan yang tak terkatakan melandanya. Yu Lili merasa sangat sedih. Ternyata dia hanya merasa sentimental tentang dirinya sendiri. Sudahlah, dirinya hanya dipelihara sebagai wanita simpanan, kan? Kualifikasi apa yang dirinya miliki untuk merasa marah atau tidak bahagia? Ketika Yu Lili memutuskan untuk memberikan dirinya kepada Ou Ming, wanita itu ditakdirkan untuk kehilangan banyak hal. Tidak ada cinta, kebebasan, harga diri atau pun identitas. Semuanya dilakukan oleh dirinya sendiri. Ou Ming tidak memaksa dirinya, dan dia yang mengajukan dirinya untuk itu semua, bukan? Tapi mengapa hatinya terasa begitu sakit dan tidak nyaman? Apakah hanya karena pria itu adalah ayah dari bayinya? Ayah dari bayinya ¡­ yang ditakdirkan untuk tidak dilahirkan di dunia ini. Lumpuh otak atau cerebral palsy dalam bahasa Inggris adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir. Chapter 821 - Yu Lili, Kau Tidak Akan Rela Untuk Meninggalkan Aku Tidak butuh waktu lama bagi Ou Ming untuk pergi keluar, dan pria itu tidak kembali selama beberapa hari. Tanpa mengatakan sepatah kata pun atau apa pun pada Yu Lili, Ou Ming menghilang begitu saja. Yu Lili berada di vila, dan pikirannya kacau setiap harinya. Dirinya bertanya-tanya ke mana pria itu pergi setiap harinya. Apakah Ou Ming sedang tidur dalam pelukan seorang wanita? Atau apakah Ou Ming sedang bersenang-senang di tempat yang tidak diketahuinya ¡­? Namun, apa bedanya bagi dirinya? Dia tidak seharusnya peduli dengan semua hal itu, bukan? Ou Ming pastilah memiliki banyak kekasih di luar sana, dan dirinya menjadi merasa khawatir jika pria itu ingin berkeluarga kali ini, karena itu Ou Ming akan bertunangan? Namun ¡­ wanita itu bukanlah dirinya. Pria itu bisa menikahi wanita lain sambil memelihara seorang wanita simpanan. Dan dia adalah burung kenari yang telah diberi makan oleh Ou Ming, dan sayapnya patah sehingga dirinya bisa dikurung di dalam kandang, menahan caci maki dari sekitarnya. Tapi dirinya sedang hamil dengan bayi yang ditakdirkan untuk tidak dilahirkan saat ini. Semakin Yu Lili memikirkan hal itu, semakin wanita itu merasa tidak nyaman. Pada hari keempat, Yu Lili pergi ke sebuah klinik swasta untuk mendapatkan pil aborsi. Setelah meminum satu dosis obat, wanita itu merasakan sebuah rasa sakit yang teramat sangat di perutnya. Sambil berbaring meringkuk di tempat tidur, wajah Yu Lili pucat pasi, dan dia melihat dirinya sendiri di cermin yang berada tidak jauh, keringat bersimbah di sekujur tubuhnya. Namun, Yu Lili merasa bahwa dirinya jahat dan tidak kompeten pada saat itu. Bukan hanya tidak hanya dapat menjaga pria yang dia sukai, dan ayah dari bayinya, tetapi dirinya bahkan tidak bisa mempertahankan bayinya sendiri. Keputusasaan melanda Yu Lili, jadi wanita itu dengan perlahan memejamkan matanya, dan diam-diam setetes air mata mengalir di wajahnya. Pada hari kedua dia meminum obat tersebut, Ou Ming tiba-tiba kembali. Pada saat itu, Yu Lili baru saja selesai mandi. Ou Ming kembali dari luar dengan letih, melihat Yu Lili yang mengenakan jubah mandi dengan rambutnya setengah basah, pria itu bergerak mendekat dan memeluk Yu Lili dari belakang. Ou Ming mencium aroma sabun cair di tubuh wanita itu, menjulurkan kepalanya dan membungkuk untuk mencium pipi dan bibir Yu Lili dengan lembut. Yu Lili menghindari Ou Ming dengan sejumlah kebencian, dan akhirnya, wanita itu tidak bisa menahan diri untuk mengatakan kata-kata yang sudah lama ditunggu-tunggu olehnya. "Ou, kita harus putus." Ou Ming melingkarkan tangannya di tubuh Yu Lili dan tidak berhenti menciumnya, lalu membalikkan tubuh wanita itu, meletakkan tangannya di pinggang Yu Lili dan dengan perlahan-lahan menggerakkan tangannya di tubuh wanita itu. Menyadari bahwa tindakan Ou Ming itu mencoba untuk membakar gairahnya, Yu Lili bahkan merasa semakin tidak nyaman. Ou Ming hanya menginginkan tubuhnya. Yu Lili menghindari gerakan pria itu, dan terlihat rasa jijik di matanya, jadi wanita itu mendorong Ou Ming menjauh. "Aku serius, Ou Ming." Ou Ming berhenti sejenak dan menatap Yu Lili. Mata indah dan besar Yu Lili menatapnya dengan penuh keseriusan. Mata cokelat tua Ou Ming menatap wanita itu untuk waktu yang lama, dan kemudian dia berkata, "Aku tidak mengizinkannya." Dia memeluk Yu Lili dengan erat dan berbisik di telinganya, "Tidak akan pernah." Yu Lili mendorong pria itu dengan kedua tangannya dan berkata dengan serius, "Aku tidak ingin bersamamu, Ou Ming, dan aku serius. Biarkan aku pergi karena aku tidak tahan lagi." "Membiarkan kau pergi?" Ou Ming mencibir dan memegang dagu wanita itu dengan tangannya yang besar. "Yu, apakah kau tidak salah? Bukannya aku tidak membiarkanmu pergi, tetapi kau yang tidak bisa meninggalkan aku. Apakah kau pikir kau bisa hidup dalam sebuah kehidupan yang nyaman dan mewah tanpa diriku?" Hati Yu Lili terasa sakit. Dia menatap Ou Ming dengan mata terbelalak dan membalas, "Kau pikir kau itu siapa? Tidak ada seorang pun yang bisa meninggalkanmu. Ou Ming, kau terlalu percaya diri!" "Aku hanya mengungkapkan fakta. Yu Lili, kau tidak akan rela meninggalkan aku." Chapter 822 - Tahukah Kau Kalau Aku Sedang Hamil? Sambil mengatakan itu, Ou Ming sudah menindih tubuh Yu Lili ke atas tempat tidur dan berbisik, "Jika kau meninggalkan aku, apa kau pikir kau akan mampu membeli barang-barang bermerek terkenal itu? Apa kau pikir mudah untuk mencari uang di dunia ini? Jangan terlalu naif, Yu, aku mengenalmu dengan baik." Yu Lili tidak bisa mengendalikan amarahnya. Wanita itu tidak dapat menahan diri dan hampir menangis, dan dia menampar wajah Ou Ming. Ou Ming terpaksa memejamkan matanya, dan memasang ekspresi wajah muram. Tamparan itu tidak terasa sakit, tetapi bagi orang-orang seperti Ou Ming, hal itu sama saja dengan penghinaan besar. Ou Ming memegang tangan Yu Lili dengan marahnya dan berkata dengan suara pelan, "Apa aku salah? Kau adalah orang yang angkuh dan memperhatikan tentang penampilanmu agar terlihat baik. Kau berpikir bahwa itu adalah harga dirimu, tetapi sebenarnya kau merasa rendah diri, sehingga kau ingin menggunakan barang-barang bermerek untuk menutupi rasa tidak percaya dirimu." Setiap kalimat yang diucapkan pria itu benar-benar menyakiti Yu Lili. Wajah wanita itu berubah menjadi pucat sedikit demi sedikit. Ou Ming melihat perubahan wajah Yu Lili, matanya menatap tajam dan melanjutkan berbicara, "Orang-orang seperti dirimu bisa melakukan apa saja demi uang. Apa kau yakin bahwa kau bersamaku karena aku bersikap baik padamu, bukan karena aku memberimu uang supaya kau tidak merasa khawatir mengenai makanan dan pakaian?" Yu Lili menjadi merasa semakin cemas, menatap pria itu dan berteriak dengan keras, "Tidak!" "Yu Lili, siapa yang sedang kau bohongi? Kau jelas-jelas tidak menyukai kenyataan bahwa aku tujuh tahun lebih tua darimu. Kau tidak tahu bahwa kau memiliki kebiasaan berbicara dalam mimpimu, kan? Kenapa? Apakah kau berniat mencari si Lu itu setelah meninggalkanku?" Ou Ming memegang dagu wanita itu, dan matanya terlihat penuh dengan sarkasme. "Kau bisa menjual dirimu dengan harga setinggi itu di sini, apakah kau yakin bahwa si Lu itu bisa memberimu sebanyak ini? Hanya aku, aku bisa memuaskanmu, baik secara ekonomi maupun fisik." Sambil mengucapkan kata-kata itu, dia merobek jubah mandi Yu Lili, meletakkan lututnya di atas perut wanita itu dan berbisik, "Bawa kembali pikiranmu, Yu Lili, apa aku tidak bersikap baik padamu? Apakah itu buruk untuk tetap bersamaku? Kenapa kau harus membuatku marah? Kau tidak pernah bersikap setidak taat ini sebelumnya." Ou Ming memicingkan matanya pada Yu Lili yang berada di hadapannya dan melihat wajah wanita itu yang semakin pucat, dan tetesan keringat bermunculan di dahinya. Ou Ming terkejut dan mengulurkan tangan untuk menyentuh dahi Yu Lili dan bertanya, "Ada apa?" Dingin. Dahi wanita itu terasa teramat sangat dingin. Ou Ming terkejut, tetapi mendapati bahwa senyum Yu Lili semakin lebar, dan wajahnya yang pucat dan kebiruan membuat wanita itu terlihat aneh dan kejam. Yu Lili tertawa terbahak-bahak dengan sebuah suara tawa yang mengerikan dan kemudian suara tawanya menjadi lemah dan wajahnya pucat pasi. Kemudian wanita itu menundukkan kepalanya dan melihat ke bawah. Ou Ming mengikuti pandangan Yu Lili dan menurunkan pandangannya, lalu melihat genangan darah yang mengejutkan itu. Pria itu merasa sangat ngeri sehingga hampir terjatuh dari tempat tidur. Darah. Banyak sekali darah! Ou Ming melihat genangan darah itu dan tidak bisa memercayainya dengan mata terbelalak. "Ou Ming, tahukah kau kalau aku sedang hamil ¡­." Ou Ming terdiam di tempatnya, memandangi genangan darah di bawah tubuh Yu Lili dan merasa bingung. "Bayimu dihancurkan sampai mati olehmu sekarang. Apakah kau senang?" Saat melihat ekspresi wajah Ou Ming, Yu Lili tiba-tiba merasakan semacam kenikmatan balas dendam. Tetapi pada saat yang bersamaan, wanita itu merasakan kesedihan yang tak terkatakan. Itu adalah bayinya juga, bayi pertamanya. Beberapa orang mengatakan bahwa kedatangan setiap bayi adalah sebuah hadiah dari Tuhan untuk para orangtua. Tapi, sekarang dirinya sendiri yang membunuh hadiah itu hanya demi apa yang disebut kebebasan. Apakah Ou Ming merasa senang? Apakah Yu Lili merasa senang ¡­. Wanita itu tidak mengetahui apakah Ou Ming akan merasa senang, tapi dirinya tidak begitu merasa senang. Sebaliknya, dia merasakan kesedihan yang tak dapat dikatakan. Ketika dia melihat ekspresi wajah Ou Ming, dia mengetahui bahwa dirinya berhasil. Chapter 823 - Pria Itu Membencinya .... Yu Lili telah berhasil membalas dendam pada pria itu dan berhasil menyakitinya! Yu Lili ingin tertawa, tetapi dirinya tidak dapat tersenyum lagi. Dia merasakan sakit, seolah-olah ada sesuatu yang menggantung di perutnya, dan rasanya ada sesuatu yang terjadi dengan cepat. Dia kehilangan kesadaran karena rasa sakit seperti itu. Ketika dirinya tersadar, dia sedang berada di atas meja operasi. Dokter mengatakan bahwa ada dua buah sel telur yang dibuahi. Ou Ming selalu menginginkan anak kembar. Setelah mendengar apa yang dikatakan dokter, Yu Lili langsung merasa sedih, dan perasaan semacam itu mengalir deras, sehingga dirinya tidak bisa menahan tangisnya di atas meja operasi tersebut. Kembar, mereka adalah anak kembar ¡­ dua orang bayi! Betapa hebatnya berkat itu sehingga mendapatkan kehadiran dua orang bayi, tapi ¡­ dirinya tidak dapat mempertahankan mereka ¡­ "Maafkan aku, maafkan aku ¡­." ¡­. Setelah dibius dengan obat penenang, Yu Lili berada dalam keadaan koma. Ketika dia tersadar, Ou Ming tidak berada di sekitarnya. Pada hari berikutnya, pria itu datang ke rumah sakit. Saat melihat Yu Lili, mata Ou Ming terlihat penuh dengan kebencian. Yu Lili jelas menyadari perubahan emosi pria itu dan duduk tak bersuara di tepi tempat tidur. "Yu, kau tahu apa yang sudah kau lakukan?" Ou Ming menatap Yu Lili dengan mata merahnya dan sepertinya sedang marah dan membenci wanita itu. "Apakah kau tahu apa yang sudah dirimu lakukan!" Yu Lili merasa canggung, dan napasnya menjadi memburu, kemudian dia memalingkan wajahnya dari pria itu. "Tidakkah aku cukup baik untukmu, Yu Lili? Bisakah perasaan kita selama bertahun-tahun ini dibandingkan dengan cinta pertamamu yang tidak pernah kau miliki? Kenapa kau menyakiti bayiku? Kenapa?" Mata Ou Ming terlihat merah membara, menatap Yu Lili dengan kebencian yang tak dapat dimaafkan dan kerumitan yang tak dapat dipahami, dan dia menatap wanita itu dengan air mata yang menggenang di matanya. "Kenapa kau tidak memberitahuku? Bayi itu tidak bersalah, dan jika kau memberitahuku, hal ini tidak akan terjadi!" Yu Lili menoleh untuk menatap Ou Ming dengan air mata yang menggenang di matanya, tapi dirinya tidak bisa menahan diri untuk memberikan sebuah senyum yang cerah dan menawan yang mana mengandung sarkasme yang kuat, seolah-olah wanita itu sedang memandangi orang bodoh, "Hei, Ou Ming, apakah kau benar-benar berpikir bahwa dirimu memiliki banyak pesona?" Kata-kata yang didengar oleh Ou Ming itu sama menstimulasinya seperti percikan api yang jatuh pada bubuk mesiu, dan membuat kelopak mata pria itu bergerak-gerak. "Jangan coba-coba menggodaku. Tujuanku sudah sangat jelas sejak awal bahwa aku menginginkan uangmu! Sekarang uangnya sudah cukup, jadi jika aku ingin putus, itu akan wajar saja! Kenapa aku harus mengandung bayimu? Aku bukanlah seorang pel*cur! Aku sengaja melakukan itu. Aku sengaja!" Yu Lili tertawa, tetapi matanya basah, dan suara tawanya semakin keras dengan perasaan balas dendam yang tidak wajar, "Aku tidak menginginkan bayimu, jadi aku ingin menggugurkannya. Siapa yang membuat dirimu menyentuhku, jadi itu bukan salahku sekarang. Kaulah yang membunuh bayimu sendiri! Apakah jawaban itu memuaskan dirimu? Apakah kau senang? Oh ¡­." Ou Ming memelototi Yu Lili, mengambil satu langkah ke depan, dan mengulurkan tangan untuk mencekiknya di tenggorokan tanpa dapat dicegah. Yu Lili membelalakkan matanya dan menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya. Mata Ou Ming merah membara, dan mata persiknya itu penuh kebencian bukannya seperti kolam jernih pada saat itu. Benci, itu adalah kebencian yang sesungguhnya. Pria itu membencinya ¡­. Yu Lili berjuang membebaskan diri dengan kedua tangan dan kakinya, dan rasa sakit di tenggorokannya itu membuat dirinya terengah-engah. Kukunya mencengkeram tangan pria itu dan menancap ke dalam dagingnya, tapi Ou Ming bahkan mencekiknya dengan semakin erat. Pria itu ingin membunuhnya! Ou Ming serius! Yu Lili memejamkan matanya dengan putus asa, dan air mata mengalir di wajahnya. Tiba-tiba, seseorang berteriak di ambang pintu. Kemudian terdengar suara jeritan gelisah dan berisik. Chapter 824 - Pantas Untuk Mencintaimu Setelah cekikan di lehernya mengendur, Yu Lili terbatuk-batuk dengan keras. Rasa sakit di tenggorokannya seakan menjangkau hingga ke hatinya. Rasa sakit yang membakar itu membuat air matanya mengalir dengan deras. Setelah menghirup udara segar untuk sesaat, Yu Lili memegangi lehernya dan menatap Ou Ming dengan mata yang memerah. Pada saat ini, Ou Ming sedang ditahan oleh beberapa orang dokter dan menatap Yu Lili dengan mata merah membara. Terlihat sebuah senyum balas dendam di wajah Yu Lili, dan wanita itu berbisik dengan kejamnya, "Ou Ming, kau akan menyesalinya!" Kau akan menyesalinya. Aku tidak akan pernah memaafkanmu lagi! Tidak peduli bagaimanapun kau memohon kepadaku, aku tidak akan memaafkanmu lagi! Aku bersumpah! Tapi Ou Ming seperti sedang mendengar sebuah lelucon, mencibir. "Menyesal? Tidak akan pernah! Satu-satunya hal yang aku sesali adalah memiliki hubungan dengan wanita sepertimu!" Kata-kata kejam pria itu bak sebuah pedang yang tajam. Kata-kata tersebut menembus hatinya tanpa ampun. Wajah Yu Lili menjadi semakin pucat. Ou Ming menatap wanita itu dengan mata penuh kebencian dan kesedihan. Ou Ming berkata, "Karena kau, aku telah membunuh sahabatku. Kecuali jika sahabatku hidup kembali, aku tidak akan pernah ada hubungannya denganmu dalam hidupku. Enyahlah! Kau sebaiknya menjauh dari Kotaraja, atau aku akan membunuhmu! Pel*cur! Kau menjauhlah dariku." Pel*cur, Ou Ming menyebutnya pel*cur? Yu Lili memegangi lehernya dengan air mata yang mengalir. Tapi tak lama kemudian wanita itu menangkap sebuah titik kunci lain dalam kata-kata Ou Ming. Kecuali jika sahabatku hidup kembali ¡­. Yu Lili merasa kaget dan bertanya, "Apakah Li Sicheng sudah meninggal?" Ou Ming merasa dirinya seperti orang bodoh. Dia marah dan berusaha mendorong para dokter yang memegangi tangannya, tetapi itu sia-sia saja. Ou Ming tidak bisa melepaskan diri dari kendali para dokter dan sama sekali tidak meronta. Dia memandang Yu Lili dengan keji dan berkata, "Dia mati, karena kau, dan aku! Qianqian sedang mengandung dua orang anak, dan mereka adalah seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Karena kau, kedua anak itu tidak memiliki ayah sebelum mereka dilahirkan! Bagaimana kau bisa begitu kejam, bagaimana kau bisa!" ¡­. Karena dirinya, kedua anak itu tidak memiliki ayah sebelum mereka dilahirkan. Yu Lili terdiam dan mencela dirinya sendiri selama rentang waktu itu. Setelah tinggal di rumah sakit selama beberapa hari, Yu Lili membeli sebuah tiket penerbangan ke Dali. Sebelum pergi, wanita itu pergi ke rumah tua Li untuk menemui Su Qianci. Su Qianci terlihat jauh lebih kuat dari yang Yu Lili bayangkan. Meskipun matanya bengkak seperti buah persik ¡­ dia masih terlihat tegar. Yu Lili memeluk sahabatnya itu dan meminta maaf padanya, tetapi pada akhirnya, mereka berdua menangis tersedu-sedu. Dia tidak memberi tahu Su Qianci tentang aborsinya. Setelah mengucapkan selamat tinggal pada sahabatnya, Yu Lili mengambil barang bawaannya dan tiba di bandara sendirian. Seorang gadis kecil sedang duduk di ruang tunggu dengan sebuah pemutar MP3 kecil yang sedang memainkan musik dengan suara pelan. Liriknya mengatakan ini: Aku berjalan di jalan yang biasa kita kunjungi. Aku memikirkan kata-kata yang biasa kau perlihatkan. Aku mencoba untuk berpura-pura masih jatuh cinta. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk menghentikanmu. Hari ketika kau pergi menjauh, angin terasa begitu dingin. Saat tengah malam saat aku menapaki jalanan. Aku berharap di suatu tempat aku bisa menemukanmu. Semua ingatanku tidak akan lepas. Pantulan di tanah dalam bayangan cahaya bulan. Pikiranku kewalahan karena aku masih mencintaimu. Apa yang kau inginkan dariku? Inginkan dariku? Kau membuatku ingin menangis setiap siang dan malam. Tidak dapat membuatmu keluar dari pikiran, aku tidak membutuhkan pengingatmu, tidakkah kau akan meninggalkanku di tempat aku berada. Apa yang kau inginkan dariku? Inginkan dariku? Kau tahu bahwa aku tidak bisa hidup tanpa dirimu. Aku sudah memberikan semuanya padamu, Aku seperti orang konyol. ¡­. Ketika duduk di ruang tunggu, Yu Lili merasakan sakit di tenggorokannya. Dia mengangkat kepalanya dan memejamkan matanya. Dia membuka mulutnya sedikit untuk membiarkan udara masuk. Hati, mulut dan kelopak matanya terasa sangat masam. "Enyahlah! Kau sebaiknya menjauh dari Kotaraja, atau aku akan membunuhmu! Pel*cur! Kau menjauhlah dariku." ujar Ou Ming. Selamat tinggal, Ou Ming. Mulai sekarang, aku benar-benar bebas selama sisa hidupku ¡­. Chapter 825 - Aku Tidak Punya Anggota Keluarga! Bip! Bip! Bip! Suara detak jantungnya terdengar sangat berirama. Yu Lili membuka matanya dan melihat seorang pria berjubah putih, mengenakan masker. Setelah melihat wanita itu tersadar, pria itu memberinya serangkaian tes medis, tetapi Yu Lili masih merasa sangat pusing. Dia berada di rumah sakit. Dirinya belum mati. Pada kenyataannya, semakin murahan hidupnya, semakin sulit untuk mati. Yu Lili memejamkan matanya dan jatuh tertidur lagi. Ketika dia terbangun lagi, hari sudah gelap. Dia berjuang untuk duduk tanpa memiliki kekuatan. Setelah berhasil duduk, Yu Lili mendapati bahwa tidak ada cahaya di dalam ruangan itu. Hari seharusnya sudah malam. Semuanya berwarna abu-abu. Tempat tidur tunggal, peralatan yang bagus, dan tempat tidur yang tidak biasa ini, ya Tuhan - ini setidaknya adalah ruangan ICU. Bangsal semacam ini membutuhkan biaya setidaknya beberapa ribu yuan seharinya! Ketika memikirkan hal ini, Yu Lili merasa cukup syok sehingga bangun dari tempat tidur, melepas jarum infus dan menekan pita medis di tangannya. Setelah menemukan sepasang sepatu, dia diam-diam membuka pintu dan berjalan keluar. Setelah melihat ke sekelilingnya, Yu Lili menemukan bahwa itu memang ruangan ICU. Karena itu Zona Khusus VIP, tidak terlihat banyak orang di sini. Jantung Yu Lili berdegup kencang ¡­. Dia melangkah keluar dengan diam-diam, sambil melihat dengan hati-hati dari satu sisi ke sisi lainnya. Setelah menemukan pintu keluar yang aman, dia berjingkat-jingkat keluar. "Nona!" Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar, yang mana membuat Yu Lili sangat ketakutan dan membanting pintu keluar tersebut, dengan cepat dia berlari menuruni tangga. Tapi mungkin karena dirinya sudah menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat tidur, dia tidak mempunyai kekuatan sama sekali. Begitu kakinya terasa lunglai, dia berlutut di tanah, kemudian membungkuk dan berguling menuruni tangga. "Ah! Sakit sekali," teriak Yu Lili, terbaring di lantai dengan berlinangan air mata. Seorang perawat masuk dan melihat Yu Lili yang terbaring di lantai. Perawat itu sangat terkejut sehingga dia berlari ke bawah dengan cepat. Tapi ketika Yu Lili melihat sang perawat, dia juga merasa terkejut dan berusaha melarikan diri. Ketika perawat melihat ini, dia bahkan semakin terkejut dan berteriak, "Oh, kenapa Anda melarikan diri? Berhenti!" Hanya orang bodoh yang akan berhenti! Yu Lili berdiri dan berlari dengan berpegangan di tangga. Tetapi dia sangat lemah sehingga dirinya ditangkap oleh perawat tersebut sebelum berhasil berjalan beberapa langkah. Sang perawat tersentak dan berhenti di depan Yu Lili. Dia tampak sedikit tidak senang dan menegur, "Kenapa Anda melarikan diri? Tidak ada yang ingin membunuh Anda. Kembalilah ke bangsal!" Nada bicara sang perawat terdengar sedikit galak. Yu Lili mencengkeram pegangan tangga erat-erat dengan kedua tangannya dan mengeluh, tidak bersedia melepaskan pegangan tangga itu. Dia berkata, "Tolong biarkan aku pergi, Suster. Kau benar. Aku benar-benar akan terbunuh jika aku tinggal di sini lagi!" Karena ¡­ dia tidak mempunyai uang sama sekali untuk membayar tagihan pengobatan rumah sakit. Kalau begitu, akan lebih baik jika dibunuh secara langsung. Yu Lili mencengkeram pegangan tangga tersebut dengan erat dan menatap sang perawat. Dia berkata dengan pilu, "Biarkan aku pergi, tolong, seakan-akan kau tidak menemukanku. Kau naik ke atas sekarang, dan aku turun ke bawah seolah-olah kita tidak pernah bertemu satu sama lain. Apakah itu oke? Tolong jangan bawa aku kembali." Perawat itu tiba-tiba merasa sedikit geli. Dia menatap Yu Lili dan menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa bersuara. Mengabaikan Yu Lili, perawat tersebut mengambil ponselnya dan menelepon seseorang. Yu Lili mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri ke bawah, tetapi sang perawat dengan cepat menangkap dirinya kembali. "Halo? Datanglah ke koridor keselamatan lantai tiga VIP untuk membantuku. Seorang pasien baru saja bangun dan ingin melarikan diri. Aku baru saja menangkapnya ¡­. Baiklah, ya, dia adalah pasien kamar VIP8. Oh, kau bisa membawa anggota keluarganya ke sini. Aku khawatir ini akan menjadi sedikit merepotkan," kata perawat. Anggota keluarganya? Yu Lili mendongak dan berteriak, "Aku tidak punya anggota keluarga! Itu pastilah sebuah kesalahan." Tapi begitu suaranya keluar, wanita itu mendengar suara sepatu kulit yang berasal dari lantai atas. Yu Lili merasa sangat khawatir. Dan dia mendongak dengan sebuah firasat buruk di hatinya. - Siapa yang akan menjadi anggota keluarganya? Chapter 826 - Aku Tidak Punya Uang Seperti yang sudah diperkirakan, Yu Lili dengan segera melihat seorang dokter dengan jas putih, diikuti oleh seorang pria yang memiliki tubuh tegap, berjalan turun ke bawah. Pria yang berada di belakang dokter tersebut, mengenakan setelan bergaris-garis berwarna gelap, berdiri tegak dengan satu tangan di sakunya, memandang ke bawah dari tangga. Mata persik yang familier itu terlihat sedikit dingin, dan Yu Lili tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana suasana hati pria itu. Hati Yu Lili, seperti sedang tertangkap, sangat terluka saat melihat sosok itu. Itu adalah Ou Ming. Apakah pria itu yang menyelamatkannya? Mengapa? Yu Lili sedikit menundukkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya. Matanya serasa terbakar, dan tenggorokannya sepertinya tersumbat oleh sesuatu. Sang perawat melambai pada Ou Ming dan berkata, "Anda turunlah kemari dan bawalah Nona ini kembali dengan cepat, dia benar-benar ingin melarikan diri. Pasien ini baru saja bangun dan harus melakukan beberapa pemeriksaan medis." Ou Ming dengan perlahan-lahan melangkah turun, menatap Yu Lili dan bertanya perlahan, "Kenapa kau melarikan diri?" Benar-benar sebuah suara yang sangat dikenalnya, tetapi nada suaranya benar-benar asing. Nada bicara dari kata-kata pria itu tidak provokatif atau pun memanjakan seperti sebelumnya. Kata-kata Ou Ming sepertinya tertutup salju, terasing dan acuh tak acuh. Tenggorokan Yu Lili bahkan semakin kencang. Dia menelan ludahnya dan melambat sebelum berkata, "Aku tidak punya uang ¡­ untuk membayar tagihan pengobatan rumah sakit." Kalimat sederhana Yu Lili itu bak sebuah palu yang berat, menghantam hati Ou Ming dengan keras. Dengan seketika, hatinya jelas terserang dengan rasa sakit dan pilu yang tiba-tiba. Mata Ou Ming sedikit menyipit. Dia tidak dapat menahan diri untuk melangkah maju dan menarik pergelangan tangan Yu Lili dengan wajah dinginnya. Ou Ming menarik dengan keras, dan wanita itu tidak bergerak. Yu Lili menundukkan kepalanya dengan mata memerah, dan tangannya yang lain memegang erat di sekitar pegangan tangga. "Kembali!" Nada suara Ou Ming terdengar penuh perintah, dan dia menarik Yu Lili lagi dengan keras. Tapi tubuh Yu Lili hanya sedikit membungkuk ke depan. Kemudian wanita itu memegangi pegangan tangga itu kembali dengan eratnya, menggertakkan giginya dan menundukkan kepalanya. "Aku tidak tahu sejak kapan kau sebegitu menganggurnya dan sangat bersedia mengkhawatirkan urusan orang lain," kata Yu Lili. Ou Ming terdiam sejenak, dan dia membalikkan badan untuk menatap wanita itu. "Ou Ming, kenapa kau tidak bisa memperlakukanku seolah-olah kau tidak mengenalku? Kenapa kau begitu terganggu tentang menyelamatkanku? Siapa pun yang memintamu untuk menyelamatkanku di belakang sana, aku tidak ingin hidup lagi ¡­." Suara pelan Yu Lili bergema dengan tenang di tangga tersebut. Setelah itu, suaranya mulai tercekat dengan mata memerah, dan dia menatap Ou Ming dengan berlinangan air mata. "Kenapa kau tidak membiarkan aku langsung mati saja? Kenapa kau begitu kurang kerjaan?" Pada akhirnya, Yu Lili sudah menangis. Setelah mendengarkan kata-kata Yu Lili, hati Ou Ming, yang telah dipegang dengan eratnya, seperti sedang dimakan hidup-hidup, berdarah dan menyakitkan. Sambil menatap wanita itu dalam-dalam, Ou Ming berbalik sedikit ke samping, lalu tiba-tiba melengkungkan bibirnya dan tersenyum pada Yu Lili. Senyum jahatnya, melebar, dan semakin melebar menjadi sebuah senyum menawan. Ou Ming memandang Yu Lili dengan mata persiknya, begitu dalamnya seperti danau yang membeku, tanpa kehangatan sama sekali. "Tidakkah kau tahu? Aku selalu bersikap sangat baik hati," Pria itu menyelesaikan kata-katanya, dan dengan lembut mengambil tangan Yu Lili dengan tangannya yang sedikit kasar dan membelainya. Lalu Ou Ming sedikit tersenyum dan berkata, "Aku sedang melakukan hal yang sama seperti ketika aku membelimu dari sekelompok pelacur itu. Aku sudah menyelamatkanmu. Bukankah seharusnya kau mengucapkan "terima kasih" kepadaku?" ''Pelacur'', ''Dibeli''! Kata-kata seperti itu sangat menyakiti Yu Lili. Dia mendorong tangan Ou Ming kembali dengan mata yang memerah. Yu Lili mencoba menyingkirkan tangan pria itu, tetapi tangannya digenggam dengan erat. Ou Ming menggenggam tangan Yu Lili dengan sedikit kemarahan di matanya. Senyum jahatnya mengembang, dan suaranya sangat pelan. "Sekarang setelah kau tumbuh dewasa, kau pandai memainkan trik. Apakah ini trik meninggalkan seseorang pada umumnya untuk menangkapnya kembali setelah itu?" Kata Ou Ming. Chapter 827 - Itu Tidak Sama Antara "nona" Dan Nona "Marga Ou!" Yu Lili meraung, air mata mengalir di wajahnya. "Kau tidak perlu mengingatkanku akan nama keluargaku!" Ou Ming jatuh dalam suasana hati yang suram, dan dia melangkah maju untuk mendekati wanita itu, dengan senyum sarkastik yang terlihat jelas. "Apakah kau benar-benar menginginkan aku untuk tidur denganmu lagi?" "Ou Ming, kau ¡­ ah!" Yu Lili berteriak. Tidak membiarkan wanita itu menyelesaikan kata-katanya, Ou Ming menarik Yu Lili dengan paksa. Tangannya yang sedang memegang erat pegangan tangga itu ditarik. Kemudian, Ou Ming menyeret wanita itu naik ke atas. Dokter dan perawat tersebut saling memandang dan mengikuti tanpa bersuara. Yu Lili berjuang melepaskan diri dengan mata yang merah dan berteriak, "Lepaskan aku! Ou Ming, kau abnormal! Sakit jiwa! Lepaskan aku. Aku bilang, aku tidak punya uang untuk membayar biaya pengobatannya!" Ou Ming menyeret Yu Lili menaiki tangga. Mendengar kata-kata wanita itu, dia memalingkan matanya yang berkilauan dan tersenyum dengan sarkastik, berkata, "Tidak masalah." Yu Lili menatap pria itu. Sembari berjuang melepaskan diri, dia berteriak, "Aku tidak membutuhkanmu ¡­" Aku tidak membutuhkanmu untuk membantuku! Namun, sebelum Yu Lili menyelesaikan kata-katanya, Ou Ming berkata lagi, "Aku akan meminjamkan uang padamu dan kau bisa membayarku kembali." Meskipun pria itu hanya mengatakan beberapa patah kata, itu terasa seperti sebuah tamparan di wajahnya, membuat wajah Yu Lili menjadi merona merah muda. Ou Ming menyadari sedikit jeda kalimat wanita itu. Membalikkan badannya, pria itu melirik Yu Lili dengan sebuah senyum tipis. Kemudian melebarkan senyumannya menjadi sebuah senyuman jahat dan bertanya, "Apa kau berpikir bahwa aku akan membantumu membayar uang itu?" Satu-satunya bagian yang tersisa dari keberuntungan Yu Lili sepenuhnya dikalahkan oleh kalimat terakhir Ou Ming. Malu ¡­. Pria ini selalu mengetahui bagaimana memberi dirinya penghinaan yang terbesar! Setelah mendengar itu, Yu Lili mencibir ke arah wajah Ou Ming dan berkata, "Maaf, barusan aku ingin mengatakan bahwa aku tidak membutuhkan hati baikmu yang palsu. Jangan berpura-pura! Apa kau pikir aku tidak tahu apa tujuanmu? Ou Ming, sama seperti kau memahamiku dengan sangat baik, aku juga mengenalmu dengan sangat baik!" Hanya karena dia mengenal Ou Ming, dirinya merasa takut. Hanya karena dia mengenal Ou Ming, dirinya mengetahui bahwa pria ini telah membiarkannya hidup di dunia ini hanya untuk semakin mempermalukan dirinya dan membalas dendam padanya, tidak lebih. Namun, pria itu tidak pernah membalas dendam kepadanya sebelumnya. Yu Lili tidak mengetahui apa pun tentang tindakan apa yang akan Ou Ming ambil. Apakah ¡­ sama seperti pada malam itu, dipermalukan di depan umum ¡­. Detak jantung Yu Lili bertambah cepat dan wanita itu tidak dapat menghentikan rasa paniknya. Ou Ming meletakkan lengannya di tubuh wanita itu dan jelas merasakan ketakutan dan rasa panik Yu Lili. Terkejut, raut wajah pria itu menjadi semakin dingin. Dia mencibir, memalingkan muka, dan berkata, "Itu bagus. Aku pikir kau akan bersemangat sampai pada titik itu. Sepertinya aku meremehkan dirimu." Ketika Ou Ming berbicara, mereka sudah memasuki bangsal. Tanpa belas kasihan, dia melemparkan wanita itu ke tempat tidur. Yu Lili baru saja berguling-guling menuruni tangga, tubuhnya sudah terluka parah. Setelah dilempar, dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. "Periksa dia." Ou Ming mengambil sebuah saputangan dan mengibaskannya ke bagian tubuhnya yang sudah disentuh oleh Yu Lili, seolah-olah sedang menyingkirkan sesuatu yang kotor. Saat melihat tindakan ini, Yu Lili merasa sangat terhina. Sambil menggertakkan giginya, Yu Lili turun dari tempat tidur dan berkata, "Jangan lakukan itu. Aku tidak punya uang. Jangan paksa aku. Aku ingin meninggalkan rumah sakit. Aku harus pergi!" "Pegang wanita itu. Periksa dia. Ingatlah untuk melakukan pemeriksaan yang paling mahal, yang mana dapat menyamai status bangsawan Nona Yu, bukankah demikian?" Ou Ming dengan santai duduk di satu sisi, dengan kedua kakinya yang bersilang. Dia memandang Yu Lili dengan tenang dan tersenyum padanya dengan mata setengah terpejam, lalu berkata, "Ini juga baik untuk rekan-rekan kerjamu untuk mengetahui bahwa itu tidak sama antara "Nona" dan Nona." [Catatan penerjemah: "Nona" dalam bahasa China juga merupakan kata slang untuk pelacur.] Chapter 828 - Melarikan Diri Itu tidak sama antara "Nona" dan Nona ¡­. Yu Lili merasa semakin tersiksa. Dia memalingkan kepalanya, matanya memerah dan terasa panas. Lalu wanita itu mengambil bantal di sampingnya dan melemparkannya pada Ou Ming, sambil berteriak, "Si*lan kau, pel*cur. Semua keluargamu adalah pel*cur!" Para dokter dan perawat yang berdiri di samping menundukkan kepala dan tidak berani memandang pasangan itu secara langsung. Mereka sepertinya sudah mengetahui hubungan antara Ou Ming dan Yu Lili, dan mereka mau tidak mau diam-diam merasa menyesal. Ou Ming mengulurkan tangan dan meraih bantal tersebut. Saat mendengar teriakan Yu Lili yang tidak menyenangkan, pria itu sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang baik dan tersenyum, berkata, "Kau terlihat bersemangat. Setelah terbaring di sini selama tiga hari, kau masih memiliki kekuatan seperti itu, yang mana menunjukkan bahwa kau benar-benar sehat. Aku benar-benar menantikan pertunjukanmu yang selanjutnya." Terbaring di tempat tidur selama tiga hari! Mata Yu Lili membelalak dan dia merasa agak sulit memercayainya. Tidak heran tubuhnya terasa sangat pegal dan dirinya tidak memiliki kekuatan. Ternyata dia tidak sadarkan diri selama tiga hari? Tapi setelah mendengar kata-kata Ou Ming, Yu Lili menatap pria itu dengan sebuah senyum samar di matanya, yang mana sepertinya terlihat konyol dan menjijikkan. Tatapan mata Ou Ming bertemu dengan tatapan mata Yu Lili untuk sesaat, lalu pria itu mengalihkan tatapannya ke arah dokter dan perawat di sebelahnya. "Periksa wanita ini. Perutnya benar-benar kosong, bisakah dia melakukannya?" Sang dokter mengangguk dan menjawab, "Ya, saya akan mempersiapkannya. Setelah beberapa saat, Anda dapat membawa wanita ini." "Oke," jawab sang perawat dan memandang ke arah Yu Lili. Kemudian perawat itu pergi untuk menuangkan segelas air dan menyerahkannya kepada Yu Lili. "Minumlah sedikit air." Yu Lili mengambil gelasnya, tapi dirinya hanya merasakan rasa pahit di mulutnya. Dia meminum seteguk dan meletakkan gelas itu ke samping, mengerutkan keningnya. Tetapi ketika gelas tersebut baru saja diletakkan, gelas itu ditimpuk oleh sebuah bantal yang tiba-tiba melayang menghampiri. Yu Lili menjerit, dan merasa pusing. Kemudian dia terjatuh ke tempat tidur, tidak memiliki kekuatan untuk duduk kembali. Ou Ming hanya meliriknya, lalu pria itu bangkit berdiri dan berjalan keluar dari bangsal. Yu Lili dibawa untuk melakukan serangkaian pemeriksaan, dan pada pemeriksaan yang terakhir, wanita itu diminta buang air kecil untuk tes urin. Dia membawa sebuah cangkir kecil ke toilet, tetapi ketika keluar, dirinya melihat ke sekeliling dan menemukan bahwa tidak ada dokter dan perawat di sekitarnya. Jadi dia diam-diam membuang cangkir kecil itu dan menundukkan kepalanya untuk pergi keluar. Karena tidak memiliki banyak tenaga di tubuhnya, Yu Lili tidak berjalan dengan cepat. Dia saat ini berada di lantai dua. Yu Lili melihat sebuah lift yang terbuka dan berjalan masuk dengan kepala tertunduk. Mengikuti orang-orang yang penuh sesak di dalam lift, wanita itu tiba di lantai dasar. Terdapat banyak sekali orang, dan dia menundukkan kepalanya di dalam kerumunan itu kemudian berjalan keluar dari gerbang di belakang seorang wanita yang lebih tua. Ketika melihat lampu-lampu jalan yang terang di luar itu, detak jantung Yu Lili tiba-tiba bertambah cepat. Setelah melihat ke sekeliling dan memastikan bahwa tidak ada yang memperhatikannya, dia menyeret tubuhnya yang lemah dan mencoba berlari keluar. Akan tetapi, karena Yu Lili berlari, hal itu membuat tubuhnya menjadi semakin kurang bertenaga. Dia berlari tapi larinya itu bahkan tidak secepat lari anak-anak. Angin musim gugur yang dingin berembus menerpa tubuhnya, yang mana membuat dirinya gemetar. Tapi ¡­ akhirnya dia keluar! Sambil melangkah, tubuh Yu Lili gemetar karena kedinginan. Ketika berjalan di luar, dia ingat bahwa seharusnya ada sebuah sungai di dekat rumah sakit itu. Matanya terlihat tenang. Sambil mengikuti ingatannya, dia berjalan menuju sungai. Tapi, dirinya sudah berjalan untuk waktu yang lama. Sepuluh menit, dua puluh menit, mungkin lebih lama lagi. Saat itu sekitar pukul enam atau tujuh petang, dan saat itu adalah jam sibuk. Terlihat banyak orang-orang yang datang dan pergi. Yu Lili merasa bahwa dirinya telah pergi jauh. Ketika wanita itu akhirnya melihat sungai tersebut, dia melihat ke arah kerumunan orang di sekitarnya untuk menemukan sebuah tempat yang tidak terlalu diperhatikan. Chapter 829 - Seorang Wanita Tanpa Hati Dengan langkah-langkah kaki yang berat, Yu Lili menemukan sebuah pagar yang rendah, dan duduk, menyandarkan kepalanya ke pagar, merasa sedikit lelah. Dirinya tidak memiliki tenaga. Dia memicingkan matanya pada orang-orang yang datang dan pergi, seraya semakin sedikit orang yang lalu lalang. Wanita itu merasa sangat lelah sehingga dirinya hampir tertidur. Sambil duduk di bawah jembatan untuk waktu yang lama, dia mendapati bahwa orang-orang di sekitarnya menjadi sedikit berkurang. Kemudian Yu Lili berdiri, dan mencoba mengangkat kakinya untuk memanjat pagar ketika tidak ada yang memperhatikan dirinya. Tetapi tenaganya bahkan semakin kecil dan lemah dari yang seharusnya. Dia mengangkat kakinya beberapa kali tetapi gagal. Akhirnya, dia berhasil memanjat pagar tersebut. Dia memandangi sungai di bawahnya. Sebelum dirinya melompat, tiba-tiba dia merasakan sebuah cengkeraman yang erat di kerah bajunya. Yu Lili merasakan jantungnya menegang. Lalu dia menoleh dan menatap sepasang mata yang terlihat berbahaya. Mata persik beraura jahat itu terlihat seperti dua buah pistol yang siap menembak pada saat ini, tertuju pada wanita itu dengan tatapan yang dingin dan berbahaya. Yu Lili terkejut dan ingin berjuang melepaskan diri, tetapi sebelum dirinya bisa mengerahkan segala upaya, Ou Ming menarik wanita itu ke bawah dengan memegangi kerah bajunya. "Apa yang kau lakukan? Apa kau sakit jiwa?" Suara Yu Lili tidak sekuat seperti waktu di rumah sakit. Suaranya sangat lemah. Dia terkesiap dan mencoba menampar tangan pria itu. Ou Ming melonggarkan pegangannya pada kerah baju wanita itu. Tanpa dukungan pria itu, Yu Lili terduduk di tanah. Aku tidak ¡­ memiliki ¡­ tenaga sedikit pun ¡­. Yu Lili bahkan tidak dapat membuka matanya. Ou Ming berjongkok, dan meremas dagu wanita itu dengan tangannya yang besar. Mata pria itu terlihat jengkel, dan wajahnya suram. Sambil memicingkan mata dan menggertakkan giginya, Ou Ming bertanya, "Kau mau mati?" Dagu Yu Lili terluka saat pria itu mencengkeramnya. Wanita itu menatap Ou Ming dengan penuh kebencian tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tatapan mata seperti itu layaknya sedang melihat seorang musuh yang membuat kesal. Hati Ou Ming terasa bergetar, dan tangannya tanpa sadar mengepal. Dia melengkungkan bibirnya dengan ekspresi berlebihan dan arogan. Dengan perasaan kesenangan penuh dendam, dia berkata, "Apa kau pikir mati itu sangat mudah? Aku belum cukup bermain-main. Kenapa kau berpikir bahwa kau memiliki kualifikasi untuk mati?" Suara itu terdengar lembut seperti sehelai bulu, tetapi setiap kata yang diucapkannya seperti racun, menyusup hingga ke tulang sumsum. Saat menatap pria itu, mata Yu Lili dengan cepat berubah menjadi merah. Kemudian wanita itu mengangkat tangannya, mengayunkan tangannya ke wajah Ou Ming yang bersih dan halus, mencoba untuk menamparnya, tetapi dirinya tidak memiliki tenaga sedikit pun di tangannya, jadi telapak tangannya hanya menyapu wajah pria itu saja. Lebih baik mengatakan bahwa itu adalah sebuah sentuhan daripada sebuah tamparan. Ou Ming memahami niat wanita itu. Pria itu mencibir, meraih lengan Yu Lili, dan berdiri. Yu Lili terguncang-guncang untuk sejenak, dan wanita itu merasa mual. "Aku pikir kau akan melarikan diri untuk menemui kekasih lamamu. Aku tidak menduga bahwa tidak ada seorang pun yang menginginkan dirimu sekarang." Ou Ming menatapnya dengan sarkasme di matanya, dan melanjutkan perkataannya, "Tidak banyak orang yang sepertinya buta." Yu Lili bahkan merasa semakin marah. "Kau mengikutiku?" "Ternyata kau membuatku sangat kecewa," Ou Ming mengakuinya secara tidak langsung. Yu Lili tidak memiliki tenaga sama sekali. Dia memejamkan matanya dan tidak ingin bergerak lagi. Saat melihat itu, ekspresi wajah Ou Ming menjadi lebih dingin. Lalu dia mengangkat tubuh Yu Lili. Sangat ringan. Wanita ini sangat kurus sehingga hampir dapat terbang. Sambil memegangi pinggang Yu Lili dengan tangan besarnya, Ou Ming merasa iba pada wanita itu. Tidak ada lemak sama sekali, dan kedua tangannya kurus. Apa yang sudah kau alami selama bertahun-tahun ini? Yu Lili bersandar pada lengan Ou Ming tanpa sadar. Dengan mata terpejam, dirinya tidak bergerak sama sekali. Melihat kondisi Yu Lili yang setengah mati ini, Ou Ming ingin melempar wanita itu. Dia berbisik, "Seorang wanita tanpa hati!" Chapter 830 - Sebuah Penghargaan Untukmu Setelah mengucapkan kata-kata itu, Ou Ming menggertakkan giginya dan berjalan kembali ke rumah sakit. Yu Lili tidak mendengar apa yang pria itu katakan, dan jatuh tertidur. Ketika wanita itu terbangun, saat itu sudah tengah malam. Seperti biasa, perangkat monitor detak jantung dan infus ada di sana. Setelah Yu Lili membuka matanya, dia menemukan bahwa dirinya dikelilingi oleh kegelapan. Ketika melihat secercah cahaya dari sudut matanya, dia menoleh untuk melihat ke arah cahaya itu. Itu adalah sebuah laptop. Model terbaru dari sebuah merek mewah terkenal, sebuah model yang sangat mahal. Tidak diragukan lagi bahwa laptop itu milik Ou Ming. Tapi, saat tengah malam seperti ini, apakah pria itu masih berada di sini? Sebelum dirinya kembali ke dunia nyata, tiba-tiba lampu di dalam bangsal dinyalakan. Cahaya yang tiba-tiba itu membuat Yu Lili tanpa sadar memalingkan kepalanya dan memejamkan matanya. Setelah beberapa saat, dia sudah beradaptasi dengan cahaya tersebut, dan suara sebuah kantong kertas yang sedang dibuka terdengar. Dia membalikkan badannya dan melihat seorang pria muda yang terlihat biasa-biasa saja, tetapi sangat bersih dan elegan. Tingginya sekitar 175-178 cm, mengenakan sebuah setelan jas yang profesional dan sedang mengeluarkan isi kantong kertas tersebut. Aroma makanan melayang keluar, dan Yu Lili bahkan merasa semakin tidak nyaman untuk mencium aroma tersebut. Xu Cheng merasakan tatapan wanita itu. Ketika dia membuka kotak makanan itu, dia berkata, "Karena Anda sudah terjaga, bangunlah dan makan sesuatu. Tuan Ou tadi memiliki sesuatu yang harus ditangani, jadi beliau pergi keluar. Beliau sudah menjaga Anda selama beberapa hari, dan belum beristirahat dengan baik. Selanjutnya, Anda harus meminta beliau pulang untuk tidur, Nona Yu." Mendengar kata-kata Xu Cheng, Yu Lili merasa sedikit terkejut. Tetapi sebelum dirinya bereaksi, dia mendengar suara dingin yang berasal dari luar, "Sepertinya asisten khusus Xu terlalu santai." Suara sepatu terdengar masuk ke dalam. Ou Ming sedang berdiri di ambang pintu dan melihat ke dalam dengan sepasang matanya yang indah. "Kebetulan departemen perencanaan kekurangan orang. Asisten khusus Xu bisa pergi ke sana untuk berlatih." Xu Cheng merasa sedikit malu. Setelah meletakkan makanan tersebut, dia berkata, "Saya minta maaf Tuan Ou. Itu terlalu berat untuk saya." Mata dingin Ou Ming tertuju pada Xu Cheng. Dengan suara yang tajam dan dingin, dia berkata, "Usil itu tidak apa-apa, tetapi jika seseorang menjadi salah paham, maka itu memalukan, kan?" Mendengar itu, Xu Cheng merasakan sesuatu yang sedikit tidak bisa dijelaskan, tetapi ketika pria itu melihat tatapan mata Ou Ming, Xu Cheng langsung berkata, "Ya ¡­ ya." "Kembalilah lebih dulu. Letakkan makanan itu." Ou Ming berjalan masuk dengan perlahan dan melirik ke arah makanan tersebut, lalu bertanya, "Makanan yang kau beli ini sangat hambar, bagaimana aku bisa makan?" Xu Cheng tidak mengatakan apa pun. Bos, Anda yang mengatakan kepada saya untuk membeli makanan yang hambar! Apakah Anda bermaksud untuk menyalahkan saya? Xu Cheng hampir mengacaukan segalanya, tetapi ketika dirinya melihat ekspresi wajah Ou Ming, dia tidak berani berbicara macam-macam. Dia berkata, "Saya terkena flu baru-baru ini, jadi saya sudah terbiasa memakan makanan seperti ini, jadi ¡­" "Yah, lupakan saja, kembalilah." ujar Ou Ming sambil melirik asistennya. Xu Cheng cepat-cepat mengangguk dan melarikan diri. Ou Ming melirik kotak makan yang telah dibuka itu dan melihat bubur dengan porsi kecil itu. Lalu dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kau beruntung. Aku tidak bisa makan makanan hambar seperti itu dan itu adalah hadiah untukmu." Melihat perilaku pria itu, Yu Lili menyeringai, menarik selimut ke atas kepalanya, dan memutuskan untuk mengabaikan Ou Ming. Lapar. Dirinya kelaparan. Tidak ada tenaga di seluruh tubuhnya. Namun, dia tidak menginginkan makanan yang pria itu berikan kepadanya! Yu Lili memejamkan matanya dan menutupi kepalanya dengan selimut, dan seluruh tubuhnya meringkuk. Dengan kaki yang menempel ke perutnya, dirinya mencoba untuk tidur. Matanya terpejam, tetapi perutnya dengan cepat mulai terasa sakit karena lapar. "Jika kau tidak memakannya, kau tidak bisa lagi memakannya selagi hangat." Ou Ming membuka selimutnya dan mencibir, "Apa kau sudah terbiasa memakan makanan sisa orang lain? Hm?" Chapter 831 - Makanlah! "Keluar!" Yu Lili sekali lagi mengambil selimut itu dan menutupi kepalanya. "Ou Ming, apa kau serendah itu? Kau sangat membenciku. Kenapa kau berpura-pura baik? Kau sangat menjijikkan!" Ou Ming menghentikan tindakannya menarik selimut wanita itu, dan seluruh organ dalam pria itu sepertinya teraduk-aduk oleh kata-kata Yu Lili, dan Ou Ming merasakan sakit yang samar di sekujur tubuhnya. Tetapi dengan sangat cepat, pria itu tersenyum lembut dan berkata, "Sepertinya kau masih sedikit sadar diri. Karena kau memiliki kesadaran ini, aku merasa lega." Yu Lili meringkuk di dalam selimut, merasa tersiksa di dalam hatinya. Tapi dia menyeringai. "Jadi, bisakah kau keluar sekarang, jangan ganggu aku di sini!" "Oh." Ou Ming membuka selimutnya dan meraih lengan wanita itu, memaksanya untuk duduk, dan berkata, "Aku tidak takut kalau kau akan lari. Tidak mudah menghasilkan uang selama beberapa tahun ini. Tagihan biaya pengobatanmu itu bukanlah uang dalam jumlah kecil. Jumlahnya mencapai tujuh puluh atau delapan puluh ribu yuan." Yu Lili berjuang melepaskan diri beberapa kali, dan mendapati bahwa dia tidak bisa menyingkirkan pria itu. Lalu dia duduk di sana dan mencibir, dengan sepasang mata besar yang tampak lemah. Melihat itu, hati Ou Ming bahkan semakin terasa sesak. Nada bicara Yu Lili terdengar agak masam, berkata, "Apakah kau masih kekurangan uang ini Tuan Ou?" "Tidak." Ou Ming meraih wanita itu, melipat bantal di sebelahnya, membiarkan Yu Lili bersandar di bantal tersebut, dan kemudian menekankan tangannya di pundak wanita itu. Dia memicingkan mata persiknya, dan berkata perlahan dengan senyum jahatnya, "Hanya saja aku senang melihat seekor ular sepertimu bersusah payah untuk melunasi utang. Itu membuatku merasa sangat keren." Napas Yu Lili memburu dan dia mengangkat kakinya untuk mencoba menendang pria itu. Tetapi tenaganya sangat kecil sehingga gerakan itu tidak menimbulkan ancaman. Ou Ming sedikit menaikkan alisnya dan menunjuk ke arah bubur tersebut dan hidangan di sebelah dirinya, berkata, "Jika kau tidak makan apa-apa, bagaimana kau bisa memiliki tenaga untuk mengalahkanku?" Yu Lili menatap pria itu dan tiba-tiba mengerti apa yang ingin Ou Ming lakukan. Memejamkan matanya, Yu Lili tidak ingin melihat pria itu. "Jika kau makan sesuatu, pastinya lebih nyaman untuk bekerja, bukan?" Suara Ou Ming terdengar lembut. Dia sepertinya sedang berbicara dengan Yu Lili, dan juga sepertinya mengatakan hal itu pada dirinya sendiri. Bekerja ¡­. Menjijikkan! Yu Lili bahkan merasa semakin jijik di dalam hatinya. Dengan mata terpejam, dia membenamkan kepalanya dan berusaha menjauh dari pria itu. Melihat gerakan kecil wanita itu, mata Ou Ming berubah menjadi sedikit gelap. Dia mengulurkan tangan, memegangi kepala wanita itu dan membuatnya duduk, memerintah, "Buka mulutmu." Yu Lili merapatkan bibirnya, dan memalingkan kepalanya dengan mata yang masih terpejam. "Hari ini jika kau tidak memakan semua makanan ini, aku akan menghitung semua kerugian ekonomi ini padamu." Ou Ming duduk di tempat tidur dan menatap Yu Lili. Setelah menghitung-hitung, dia berkata, "Tidak banyak, lagi pula, bisnis di ibu kota tidak terlalu besar. Hanya puluhan juta yuan." Yu Lili menjadi marah dan tiba-tiba membuka matanya, berteriak, "Apakah kau tidak merasa malu!" Ou Ming mengambil kesempatan itu dan memasukkan sendok ke dalam mulut wanita itu. Yu Lili terkejut dan tertegun untuk sesaat. Pada saat yang sama, dirinya bahkan menjadi semakin marah. Dia memaksakan diri untuk memiringkan kepalanya dan memuntahkan semua bubur yang telah Ou Ming tuangkan ke dalam mulutnya. Bubur itu berhamburan ke seluruh permukaan selimut. Yu Lili mengeluarkan sisa bubur terakhirnya dan akhirnya meraih selimut itu dan mengusapkannya ke tubuh Ou Ming. Ou Ming terduduk diam di tempat yang sama, dan jasnya berlumuran bubur. Ketika melihat itu, Yu Lili entah kenapa merasa sedikit segar. Dengan sebuah cibiran, dia bergerak dan membiarkan dirinya berbaring. Namun, wajah Ou Ming menjadi semakin suram. Lalu dia menarik Yu Lili dengan susah payah, menekan tubuh wanita itu ke samping tempat tidur dan berbisik, "Makanlah!" Mulut Yu Lili tertutup rapat dan dirinya tetap tak bergerak. Ou Ming mengambil satu sendok bubur dan menjejalkannya ke dalam mulut Yu Lili. Tapi mulut Yu Lili begitu rapat sehingga Ou Ming tidak bisa memasukkan buburnya. Chapter 832 - Paksaannya Melihat hal itu, Ou Ming menjadi terbakar oleh amarah. Tetapi pada saat itu juga, pria tersebut malah tertawa. Meletakkan mangkuk di tangannya, Ou Ming memegang sendok di satu tangan dan mengulurkan tangan lainnya. Dalam tatapan ketakutan Yu Lili, Ou Ming meraih dagu wanita itu. Sambil menambah kekuatan di telapak tangannya, Ou Ming memaksa mulut Yu Lili untuk terbuka, dan menuangkan semua bubur di sendok ke dalam mulut wanita itu. Dia meremas wajah Yu Lili dengan tangan besarnya dan memaksanya untuk mengunyah. Tapi Yu Lili menggertakkan giginya dan memejamkan matanya. Rasa sakit yang membakar dari pipinya membuat air mata menetes dari matanya. Terasa sakit di sekujur tubuhnya. Akan tetapi, selain rasa sakit pada saat yang sama, hanya terdapat semacam perasaan mati rasa seperti zombie, berlama-lama tanpa minat. Terasa membosankan untuk hidup ¡­ tapi mengapa tidak membiarkan dirinya mati! Yu Lili merasakan rasa sakit yang mencabik-cabik di dadanya dan dirinya meledak dalam tangis. Melihat air matanya, keteguhan yang telah berkumpul di wajah Ou Ming tiba-tiba bergetar. Tanpa sadar, pria itu sedikit melonggarkan telapak tangannya. Yu Lili membuka matanya dan mengulurkan tangan dan mencoba menyingkirkan tangan pria itu. Ou Ming tidak bersikeras dan dengan perlahan-lahan melepaskan wanita itu. Mata Yu Lili terlihat merah, dan dia menatap pria tersebut dengan penuh kebencian. Ou Ming hanya merasakan sebuah gelombang panas di dadanya, dan dia merasa kewalahan karena perasaan tersebut dan tidak dapat bernapas dengan lancar. Ketika hendak berbicara, pria itu melihat Yu Lili membuka mulutnya dan meludah. Bubur yang berada di dalam mulut Yu Lili semuanya disemprotkan keluar olehnya. Ou Ming memejamkan matanya pada saat yang bersamaan. Wajah dan tubuhnya berlumuran bubur yang sudah setengah dikunyah itu. Ketika mengulurkan tangannya untuk membersihkan dirinya sendiri, tangan Ou Ming dipenuhi dengan kotoran. Dia menatap tangannya. Itu sungguh mengerikan. Dia tidak pernah mencoba menjadi kotor sejauh ini! Melihat itu, wajah pria itu sudah terlihat segelap seperti sebuah dasar panci. Tangannya mengepal dan dia menggertakkan gigi, berkata dengan suara rendah, "Marga Yu!" Yu Lili tersenyum. Dengan suasana hati yang menyenangkan, dia menatap pria itu dan memberikan jari tengahnya. Melihat itu, Ou Ming juga tersenyum. Dia membuang sendoknya dan mengulurkan tangan. Setelah melihat aksinya, Yu Lili memejamkan mata, mengangkat kepalanya, dan memperlihatkan lehernya pada pria itu. Melihat hal itu, Ou Ming merasa hancur hatinya sehingga sulit untuk menahan perasaan tidak nyamannya, dan pria itu merasa kewalahan karenanya. ''Yu Lili berpikir ¡­ aku akan membunuhnya?'' Tertegun beberapa saat, tangannya dengan perlahan terkulai. Satu tangan jatuh di bahu Yu Lili, dan yang lainnya jatuh di samping wajah wanita itu. Ou Ming berbisik, "Kenapa kau bersikap seperti ini?" Suaranya pelan, teramat sangat lembut. Yu Lili merasa aneh. Dia langsung membuka matanya dan menatap pria itu dengan matanya yang lemah dan acuh tak acuh. "Kenapa kau membuatku marah? Kau tahu, ketika aku sedang tidak marah, aku bersikap sangat lembut padamu, bukankah begitu?" Ou Ming berkata dengan suara lembut, benar-benar seperti kembali ke masa lalu. Mata Yu Lili terasa masam dan dirinya hampir menangis. Sambil menggigit bibir bawahnya, wanita itu menatap Ou Ming dengan matanya yang terasa panas. Dari sudut pandang Yu Lili, kebencian di mata Ou Ming itu dapat terlihat dengan jelas. Ou Ming menarik kembali sebelah tangannya, mengambil sebuah saputangan dari sakunya, dan dengan perlahan menyeka tubuhnya. Gerakannya terlihat elegan dan mewah. Dia berbisik, "Keuntungan apa yang akan kau dapatkan setelah menyinggung perasaanku. Itu hanya akan membuatmu semakin malu, Yu Lili, bukankah kau sangat pintar sebelumnya? Setelah keracunan gas itu, apakah otakmu rusak?" Jelas terlihat, pria itu tidak marah. Jelas terlihat, pria itu sangat lembut. Tetapi pada saat ini, Yu Lili merasa bahwa dirinya teramat sangat malu, dan sangat rendah diri hingga batas paling ekstrem dari dirinya. Seperti yang Ou Ming katakan, dirinya merasa malu. Yu Lili tertawa pelan, dan menyeringai dengan sepasang mata yang berkaca-kaca, "Mungkin karena anak itu." Kalimat itu membuat raut wajah Ou Ming yang semula terlihat lembut tiba-tiba menjadi dingin dan tajam. Chapter 833 - Akhirnya, Aku Bisa Mati Anak itu selalu menjadi duri terpanjang dan terdalam di antara mereka berdua. Sejak saat darah itu menggenang di tempat tidur, mereka berdua sudah tertusuk oleh duri itu dengan sangat dalamnya. Dan begitu mereka menyentuhnya, mereka akan merasakan sebuah rasa sakit yang memilukan. ''Dua orang anak, anak kembarku. Mereka digugurkan oleh wanita yang kucintai, atas keinginannya sendiri.'' Raut wajah Ou Ming menjadi dingin, dan rasa dingin itu seperti es dan salju di musim dingin, yang dapat merasuk jauh ke dalam tulang. Saat melihat ekspresi pria itu, Yu Lili tersenyum. Wanita itu mengangkat wajahnya dan bersandar ke tempat tidur, dan air matanya mengalir turun secara diam-diam. Tapi suara tawa keluar dari mulutnya. Itu adalah sebuah suara tawa yang aneh dan patologis. Sama seperti empat tahun yang lalu, ketika anak itu digugurkan, wajah Yu Lili dipenuhi dengan kenikmatan balas dendam. Begitu kejamnya ¡­. Ou Ming berdiri dari tempat tidur dan melangkah keluar. Yu Lili tiba-tiba merasa rileks, dan tidak bertenaga di tubuhnya. Dia bersandar ke tempat tidur dan merintih. ''Pria itu sudah pergi. Dia marah padaku. Ha ¡­.'' Yu Lili berpikir bahwa Ou Ming ingin membunuhnya, dengan demikian pria itu bisa membantunya membebaskan dirinya. Itu bagus. Mati di tangan Ou Ming akan menjadi hal paling membahagiakan dalam empat tahun ini. Tapi pria itu tidak melakukannya. Yu Lili membuka matanya dan melirik ke arah selimut yang berantakan. Dengan perlahan membuka selimut itu, dia bangkit dari tempat tidur dengan kaki telanjang. Malam musim gugur sangatlah dingin. Tubuh Yu Lili menggigil kedinginan. Dia keluar dari pintu. Hanya terlihat beberapa lampu yang menyala di koridor, dan tidak ada seorang pun di sana. Dengan langkah yang lambat, wanita itu keluar. Yu Lili menekan tombol lift dan melihat bahwa lantai tertinggi di gedung ini hanyalah lantai 13. Setelah menekan tombol lantai paling tinggi itu, Yu Lili bersandar pada lift dan merasa tidak bertenaga sedikit pun. Ting! Lift telah tiba di lantai 13. Setelah pintu lift terbuka, Yu Lili melihat sebuah koridor. Setelah berjalan cukup lama, dirinya melihat tangga jalan pintas yang aman. Berjalan menaiki anak tangga itu, apakah ini benar-benar lantai yang paling atas? Rasa dingin itu terasa di mana-mana. Yu Lili menggigil. Naik ke atas, wanita itu melihat sebuah gerbang besi yang sudah hancur. Setelah menarik baut besinya keluar, angin sepoi-sepoi yang sejuk berembus kencang. Tanpa persiapan apa pun, Yu Lili diterpa oleh angin kencang dan terjatuh dari tangga tersebut. Brak! Gerbang besi itu tertiup angin dan menabrak dinding di belakangnya. Yu Lili terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur. Tubuh yang tidak bertenaga sama sekali itu bahkan menjadi semakin terasa sakit pada saat ini, dan dirinya tidak bisa memanjat lagi. Rasanya menyakitkan, teramat sakit ¡­. Mata Yu Lili berlinangan air mata. Tubuhnya terasa sakit dan lemah, dan dia sedang sangat kesakitan sehingga dirinya tidak bisa bergerak. Mengapa begitu sulit untuk mati? Bunuh diri dengan gas tidak berhasil. Bunuh diri dengan melompat ke sungai dihentikan. Sekarang dirinya hanya ingin melompat dari atas gedung, dan bahkan cuaca pun menentang dirinya. Apakah karena dia telah melakukan begitu banyak dosa sehingga bahkan Tuhan pun tidak mau membiarkan dirinya mati secara langsung? Yu Lili berbaring di lantai dan beristirahat sebentar sampai dia memiliki sedikit tenaga. Berjuang untuk bangun, wanita itu bahkan tidak dapat berdiri. Dia memanjat tangga itu dengan kedua tangannya, sambil menyeret tubuhnya. Angin dingin di luar membuat tubuhnya gemetar. Secara mendadak, sirenenya tiba-tiba berdering tanpa dapat dicegah. Yu Lili merasa takut, dan dirinya mulai menggigil. Dia merasa kakinya sudah menyerah, dan seluruh tubuhnya tergelincir menuruni tangga. Sambil menggertakkan giginya, dia memanjat kembali dan akhirnya sampai ke atap. Wanita itu menemukan gaun rumah sakit dan mantel putih para dokter tergantung di lantai atas itu. Ketika berjalan naik dan tersandung-sandung untuk menemukan bagian tepi lantai atas tersebut, Yu Lili merasa sedikit rileks. Bebas. Yu Lili, kau akan membebaskan dirimu sendiri. Akhirnya aku bisa mati. Chapter 834 - Aku Akan Memberimu Semua Yang Kau Inginkan Pukul 1 pagi, tiba-tiba terdengar bunyi alarm di rumah sakit itu. Semua dokter dan perawat yang bekerja pada shift 1 malam tersebut terkejut dan bergegas keluar. "Pasien di kamar V8 telah menghilang. Semua orang pergi cari dia!" "Pasien di kamar V8 telah menghilang. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk bunuh diri, jadi semua orang mohon tolong perhatikan!" ¡­. Ou Ming berlari dari satu ruangan ke ruangan lain dan melihat ke sekeliling, lalu akhirnya, meraih seorang perawat dan bertanya dengan suara keras, "Di mana ruang pemantauan? Di mana ruang pemantauanmu!" Perawat itu terkejut oleh pria itu, dengan gugup mengatakan kepadanya lokasi ruang pemantauan, dan Ou Ming dengan segera melepaskan perawat tersebut, dan kemudian menghilang. Namun, sebelum sampai ke apa yang disebut ruang pemantauan itu, tiba-tiba dia memikirkan sebuah tempat. Ou Ming menekan tombol lift dan langsung menuju ke lantai 13. - Saat itu sangat berangin. Setiap bagian dari tubuh Yu Lili bergetar. Pagar di lantai paling atas ini tanpa diduga ternyata tinggi. Setelah Yu Lili mencoba menyeret beberapa benda dan meletakkannya di bagian bawah pagar, tingginya sudah cukup. Setelah menginjaknya, Yu Lili berusaha meraih pegangan tangan tertinggi, dan kemudian mengangkat kakinya. Tetapi sebelum wanita itu berhasil meraih pegangan tangan pada pagar tersebut, dia mendengar suara bernada marah di belakangnya. "Marga Yu!" Yu Lili terkejut dan merasa takut, gemetar ketakutan. Tubuhnya seperti jeli, jadi dia terjatuh ke lantai. Lantai itu adalah sebuah lantai beton yang kasar, jadi tubuh Yu Lili terluka, dan dia menangis dan kehilangan kekuatan. Ou Ming merasa sangat kalut sehingga dirinya berlari untuk mengangkat wanita itu. Pria itu menyadari bahwa tubuh Yu Lili bergetar sangat hebat, jadi dirinya bahkan semakin merasa frustrasi dan memberi wanita itu sebuah teguran tepat di wajahnya, "Kau benar-benar gila, Yu Lili, tidakkah kau tahu bagaimana mengenakan pakaian hangat di hari yang sedingin ini!" Sambil mengatakan itu, Ou Ming sudah melepas mantelnya dan memakaikannya di tubuh wanita itu. Yu Lili menjadi hangat dan membuka matanya dengan lemah. Suasananya sangat gelap dan lampu-lampu di luar terhalang oleh pagar. Pandangan matanya kabur sehingga dirinya tidak bisa melihat dengan jelas ekspresi wajah pria itu. Tetapi kata-kata tersebut jelas terdengar olehnya. Yu Lili tersenyum tipis, dan air matanya mengalir, jadi wanita itu tidak bisa memanjakan dirinya sendiri dan menangis, "Ou Ming, biarkan aku mati, tolong. Aku mohon padamu biarkan aku mati. Kenapa kau menyelamatkan aku? Kenapa kau tidak membiarkan aku mati ¡­." Suaranya yang lemah dipenuhi dengan permintaan yang rendah hati. Ou Ming merasa sangat terluka saat mendengar kata-kata seperti itu. Hatinya memengaruhi kelopak matanya dan pria itu menangis. Yu Lili tidak menyadari sikap aneh Ou Ming, dan dirinya menangis dengan kepala tertunduk dan memohon, "Pikirkan urusanmu sendiri, Ou Ming, aku mohon padamu ¡­. Aku tidak punya apa-apa, bahkan sekarang pun aku tidak punya hak untuk mati?" "Siapa bilang kau tidak punya apa-apa," Ou Ming menggendong Yu Lili dalam pelukannya, tercekat dengan isakannya lalu berbisik, "Aku akan memberimu semua yang kau inginkan." Ketika mendengar itu, Yu Lili berhenti menangis pada saat itu juga. Ou Ming memeluk wanita itu dan menekankan kepala Yu Lili ke dadanya. "Tidak peduli apa pun yang terjadi, kau tidak boleh mati." Ou Ming mengusap rambut pendeknya. "Kau harus hidup dengan baik sehingga semuanya akan memiliki harapan, kan? Apakah kau lupa, itu yang dulu kau katakan padaku?" Yu Lili dengan jelas dapat merasakan kehadiran pria itu. Pada saat yang sama ketika pita suara itu bergetar, dadanya juga bergetar dengan lembut. Suara Ou Ming seperti sebuah gema yang menyebar ke dalam telinganya. "Kenapa kau tidak hidup mulai saat ini karena kau pernah menjalani kehidupan yang buruk sebelumnya? Apakah kau sedang berpura-pura?" Jam kerja. Chapter 835 - Jika Kau Tidak Makan, Maka Aku Harus Menyuapimu Dengan Mulutku Ketika dulu Yu Lili mengatakan hal itu, dia mengenakan sebuah mantel merah dengan rambut panjang dan bersikap sombong seperti seekor burung merak dengan wajah mendongak. Wanita itu bersikap angkuh dan sangat bangga pada dirinya sendiri. Dia hidup seperti seorang ratu ketika dirinya bersama Ou Ming pada saat itu. Yu Lili bersikap tidak masuk akal, angkuh dan liar. Siapa yang tidak akan mengagumi atau pun membencinya? Betapa baiknya dirinya di masa lalu. Namun, mengapa dia pergi, dan mengapa dia meninggalkan semuanya? Apa yang disebut cinta pertama tersebut hanyalah salah satu alasannya. Apakah yang disebut kebebasan itu benar-benar penting? Apakah dia benar-benar mendapatkan apa yang disebut kebebasan itu? Yang Ou Ming ketahui adalah bahwa setelah meninggalkan dirinya, Yu Lili mengalami saat-saat yang buruk. Sangat ¡­ buruk. Cukup buruk bagi Yu Lili yang optimis untuk mencoba bunuh diri beberapa kali. Ketika mendengar ucapan pria itu, Yu Lili seperti mendengar sebuah lelucon dan tiba-tiba tertawa. Sambil bersandar di dada Ou Ming, wanita itu berbisik dengan suara pelan, "Ya, aku berpura-pura. Siapa yang bisa selalu positif?" Setelah semangat kebenaran itu dikalahkan oleh kenyataan selama beberapa kali, bahkan Yu Lili tidak dapat bersemangat kembali. Di masa yang lalu, wanita itu yakin sepenuhnya bahwa tidak ada hal apa pun yang tidak bisa diatasi. Mereka yang mencoba bunuh diri dengan mudah adalah orang yang sentimental. Tetapi ketika terjadi pada dirinya, Yu Lili akhirnya mengerti mengapa mereka tidak ingin hidup. Terkadang, itu bukan karena faktor eksternal. Itu adalah sebuah alasan sederhana yang tidak bisa kau pertahankan. Itu saja. Lelah. Dirinya terlalu lelah. Dunia ini begitu besar sehingga tidak ada yang akan menyadari bahwa dirinya menghilang. Mungkin Ou Ming akan peduli untuk sementara waktu dan menyesal. ''Ah, Yu Lili sudah meninggal, dan sangat disayangkan bahwa aku kehilangan sebuah mainan yang lucu.'' Tapi ¡­ akankah pria itu merasa sedih atau menderita? Mungkin tidak. Yu Lili berpikir bahwa Ou Ming sangat mencintainya, tetapi semuanya itu hanya karena wanita itu menipu dirinya sendiri. Seorang pria yang biasanya beruntung, Yu Lili tidak bisa berteman dengan pria itu. Ou Ming merasa sedikit terkejut, dan butuh beberapa saat baginya untuk berbisik, "Yu Lili, jangan biarkan aku memandang rendah dirimu." "Kapan kau pernah menganggap tinggi diriku?" Tangisan Yu Lili benar-benar berhenti dan dia tersenyum dengan lembut. "Apa identitasmu? Dan apa identitasku? Jangan berpikir bahwa orang-orang itu bodoh. Kenyataannya, tidak ada yang bodoh." Ou Ming tidak berbicara lagi, berdiri, menariknya dan mengangkat Yu Lili ke dadanya. Lalu, dia turun ke lantai bawah. Beberapa orang dokter dan perawat sedang bersiap untuk naik ke atas ketika mereka melihat Ou Ming turun bersama Yu Lili di pelukannya, mereka semua terkejut. Memberi kedua orang itu jalan, mereka menekan tombol lift, dan menyaksikan mereka berdua turun. Yu Lili telah terjatuh dengan buruknya dan tubuhnya berwarna kehitaman dan kebiruan. Perawat menanggalkan pakaian wanita itu dan mengoleskan obat pada luka-lukanya, jadi Yu Lili terbaring dengan kaku setengah telanjang. Setelah sekitar sepuluh menit, perawat itu merawat lukanya dengan cepat, lalu wanita itu dibawa pergi oleh Ou Ming. Pada saat ini, Xu Cheng datang membawa bubur panas sekali lagi. Setelah menyerahkannya kepada Ou Ming, pria itu dengan sadar diri meninggalkan mereka. Ou Ming membuka kotak makanan tersebut dan tidak membiarkan wanita itu ikut campur. "Makanlah sesuatu." Yu Lili berbaring di tempat tidur seperti sebuah mayat dan tidak menjawab. "Jika kau tidak makan, maka aku harus menyuapimu dengan mulutku." Yu Lili membuka matanya, tidak terlihat emosi apa pun di wajahnya yang pucat dan kekuningan, dan mencibir, "Aku belum menyikat gigiku selama beberapa hari." Pria itu memiliki kecintaan akan kebersihan yang sangat aneh, jadi dia tidak akan pernah bersikeras. Memang, setelah mendengar itu, wajah tenang Ou Ming berubah menjadi sedikit kalut. Melihat ekspresi wajah pria itu, Yu Lili memejamkan matanya dengan damai. Namun, Ou Ming tiba-tiba mengulurkan tangan dan mengangkat wanita itu, lalu Yu Lili merasakan sesuatu yang lembut menutupi mulutnya, jadi dia tiba-tiba membuka matanya seolah-olah sedang tersambar petir. Chapter 836 - Memberimu Sebuah Kesempatan Untuk Bunuh Diri? Ou Ming memegang kepala Yu Lili dengan kedua tangannya dan menatap wanita itu. Dengan mata terbelalak lebar, Yu Lili mengangkat kepalanya dengan tidak percaya. Tapi tiba-tiba, sesuatu yang hangat, basah dan lengket dikeluarkan dari mulut pria itu dan masuk ke dalam mulutnya ¡­. Sangat menjijikkan ¡­. Yu Lili hampir muntah. Dia mengerutkan keningnya tanpa sadar dan berusaha mendorong pria itu menjauh. Namun, tindakan itu tidak berguna. Ou Ming memegang wajah wanita itu dengan satu tangan dan menahan punggung Yu Lili dengan tangannya yang lain. Ou Ming menyadari perlawanan wanita itu, jadi dia langsung menggunakan sikunya untuk menghentikan tangan Yu Lili dan menekan tubuhnya pada tubuh wanita itu. Yu Lili kembali mengerutkan keningnya, merasa tidak tahan dan memejamkan matanya, mencoba memalingkan kepalanya. Ou Ming mengangkat kepala wanita itu kembali sehingga bubur itu dengan cepat mengalir ke dalam tenggorokannya. Yu Lili tanpa sadar menelan bubur itu dalam jumlah yang banyak dan merasa mual. Ou Ming akhirnya melepaskan wanita itu, lalu mengambil bubur satu sendok sekali lagi, memandang Yu Lili, dan menaikkan alisnya sedikit. "Lanjut?" Yu Lili muntah, matanya berkaca-kaca. Melihat itu, Ou Ming memakan sesuap dan berkata sambil makan, "Orang yang belum menyikat giginya selama beberapa hari itu kau, aku belum muntah. Apa yang sedang kau lakukan?" "Ou Ming! Kau menjadi semakin menjijikkan!" "Kau juga lumayan." Ou Ming memakan sesuap dan menemukan bahwa buburnya cukup enak. "Aku benar-benar menyukai cara makan yang aneh itu, apakah kau ingin melanjutkannya?" Yu Lili menatap pria itu, dan tenggorokannya terasa sangat kering, jadi dia tidak memuntahkan apa pun. Ou Ming mengambil satu sendok bubur, memasukkannya ke dalam mulutnya dan mencoba mendekat. Yu Lili memalingkan kepalanya dengan ekspresi jijik dan berkata, "Aku akan memakannya sendiri!" Mendengar itu, Ou Ming meletakkan sendoknya, lalu meraih bagian bawah lengan wanita itu untuk mengangkatnya. Pria itu menumpukkan dua buah bantal tinggi dan membiarkan Yu Lili bersandar ke tempat tidur. Kemudian, dia mendorong sebuah meja kecil di tempat tidur tersebut, meletakkan mangkuk di hadapan wanita itu, dan memberi Yu Lili sebuah isyarat dengan matanya. Yu Lili menatap bubur asin dan polos itu dan mengangkat tangannya dengan susah payah. Tangannya sangat pegal hingga gemetaran saat memegang sendok. Saat melihat ekspresi wajah Ou Ming, Yu Lili mengambil sendok itu, tapi dirinya tidak bisa menggenggam sendok itu dengan mantap sama sekali, sehingga buburnya terjatuh ke selimut yang baru saja diganti. Ou Ming melihat itu dan tersenyum. Dia mengambil dua lembar handuk kertas untuk menyeka buburnya, lalu meletakkan mangkuk itu dan menyendokkan buburnya kemudian memberikannya pada wanita itu. Yu Lili meliriknya dan mundur. Ou Ming dengan samar menaikkan alisnya dengan peringatan yang jelas terlihat. Yu Lili menjilat bibirnya, membuka mulutnya dan memakan bubur tersebut. Rasanya enak dan sangat lezat. Yu Lili tidak merasa lapar pada awalnya, tetapi setelah makan beberapa suap, dia merasa perutnya tidak nyaman. Sangat lapar ¡­. Setelah makan setengah buburnya tanpa henti, Yu Lili tidak ingin makan lagi. Ou Ming benar-benar memakan sisa bubur itu, sambil menghadapi tatapan aneh Yu Lili, dan dengan samar berkata, "Ini kudapan malamku." Dengan kata lain, Yu Lili-lah yang mengambil camilan malam dari pria itu. Yu Lili menundukkan kepalanya dan agak merasa ironis. Bagaimana Ou Ming bisa bersikap begitu natural? Sama seperti sebelumnya. Tidakkah pria itu mengetahui bahwa hal itu akan membuat orang lain menjadi salah paham dengan mudahnya? Itu akan ¡­ membuat dirinya berpikir berlebihan. Dengan mata yang menatap ke bawah, Yu Lili dengan perlahan mendorong meja kecil itu dan berkata, "Jika kau sudah selesai makan, maka keluarlah." "Dan memberimu sebuah kesempatan untuk bunuh diri?" Chapter 837 - Ayolah, Kau Dapat Menemukan Sebuah Kesempatan Untuk Membunuhku Ou Ming mengemasi barang-barang itu dan menyingkirkan meja kecil tersebut. Sepasang mata berwarna cokelat tua yang licik itu memandang Yu Lili dan berkata, "Aku tidur di sini hari ini supaya kau tidak melarikan diri lagi." "Oh ¡­" Yu Lili merasa sedikit geli. "Kau pikir kau ini siapa? Kenapa kau peduli apakah aku hidup atau mati?" "Ya ¡­. Aku dulu adalah om senangmu." Ou Ming membungkuk lebih dekat dan membuat Yu Lili ketakutan dan menyusut kembali. Melihat reaksi wanita itu, Ou Ming tersenyum dengan puas. Dia meletakkan tangannya di samping Yu Lili, dan suaranya terdengar mengandung kejahatan yang tak bisa dikatakan saat berkata sambil tersenyum tipis, "Aku menantikan kerja sama kita yang berikutnya untuk melakukan cosplay om senang dan wanita simpanan lagi." Dia mengulurkan satu tangannya untuk mengangkat dagu Yu Lili dan berbisik dengan mata yang memicing, "Ini akan sangat menarik dan sangat menyenangkan seperti sebelumnya, bukankah begitu?" Yu Lili menatap Ou Ming, menggertakkan giginya, dan mencoba untuk mengangkat tangannya untuk memukul wajah pria itu. Tapi sebelum tangannya terangkat, tangannya dihadang oleh pria itu. Ou Ming menatap Yu Lili dengan alis yang terangkat dan melengkungkan sudut mulutnya, "Kau ingin memukulku?" Yu Lili mencibir. "Aku tidak hanya ingin memukulmu tetapi membunuhmu!" "Sang pembunuh harus membayar untuk kejahatan mereka, Nona Yu." "Apakah kau pikir aku akan takut?" Yu Lili menatap pria itu dengan wajah terangkat dan tanpa rasa takut. "Sekarang aku berada dalam situasi ini, aku tidak sabar untuk mati karena aku hidup dalam sebuah kehidupan yang begitu buruk. Jadi, memang layak untuk membunuhmu, Tuan Ou ¡­" Yu Lili hampir mengatakan nama itu, tetapi setelah mengatakannya, dirinya merasakan ada sesuatu yang salah. Saat melihat ekspresi wajah Ou Ming yang semakin penuh arti, wajah Yu Lili memerah tanpa disadarinya. Mata Ou Ming dipenuhi oleh tawa jahat, dan suaranya terdengar lembut. "Kalau begitu kau bisa mencobanya. Hari ini aku tidur di sini bersamamu, sehingga kau dapat menemukan sebuah kesempatan untuk membunuhku." Sambil mengatakan itu, pria itu sudah berdiri tegak, dan jemarinya yang panjang dengan perlahan membuka ikatan mantelnya. Yu Lili mendengus, melirik ke arah Ou Ming, berguling untuk berbaring, menaikkan selimut hingga ke atas kepalanya dan memejamkan matanya. Ou Ming bersandar di sofa, bergerak mendekat ke laptopnya dan mulai bekerja. Setelah menyadari bahwa Yu Lili sudah tidur nyenyak, pria itu melihat jam, dan sudah lewat pukul tiga pagi. Hari sudah sangat larut. Dia mengambil ponselnya untuk membuka WeChat, dan kemudian mengirimkan beberapa pesan pada Li Sicheng. Setelah itu, dia menutup laptopnya dan tidur di sofa. Sebuah malam tanpa kata-kata. Sang perawat datang pagi-pagi sekali untuk memeriksa kondisi Yu Lili. Ou Ming terbangun oleh suara pintu yang terbuka dan melihat arlojinya, yang menunjukkan bahwa sudah pukul tujuh pagi. Saat musim dingin, fajar datang sangat terlambat. Dia mengeluarkan ponselnya, dan melihat bahwa dirinya memiliki beberapa panggilan tidak terjawab yang berasal dari Li Sicheng. Setelah melihat ke arah Yu Lili dan menyuruh perawat untuk menjaganya, Ou Ming berjalan keluar. Dia menghubungi Li Sicheng, dan Li Sicheng dengan cepat menjawabnya. "Sahabatku, Li Sicheng." "Ya?" Suara Li Sicheng terdengar sembrono, dan kadang-kadang terdengar suara sorak-sorai dan tawa anak-anak, yang membuat Ou Ming merasa iri. Li Sicheng sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang baik dan bertanya, "Apakah ini mendesak?" "Ya." "Oke, tunggu." Setelah mengatakan itu, Ou Ming menutup teleponnya. Perawat itu membantu Yu Lili masuk ke dalam kamar mandi. Setelah menyikat gigi dan mencuci wajahnya, wanita itu keluar dengan infus yang tergantung. Semangatnya tampak jauh lebih baik daripada dua hari sebelumnya. Hati Ou Ming terasa sakit ketika dirinya melihat rambut pendek Yu Lili juga wajah kurus dan pucatnya yang tersembunyi di balik rambut pendek itu. Wanita itu masih bersikap keras kepala meskipun dirinya belum hidup seperti seorang manusia. B*jingan mana yang sudah memanjakannya! Chapter 838 - Bagaimana Kau Bisa Begitu Plinplan? Ou Ming juga mandi di kamar mandi bangsal itu. Ketika pria itu keluar, Xu Cheng sudah membawakan sarapan. Untuk dua orang. Ketika sang asisten itu melihat Ou Ming berjalan keluar, Xu Cheng berpura-pura tidak melihat bosnya, membuka kotak makanan untuk Yu Lili dan berkata, "Makanlah sedikit bubur untuk melindungi perut Anda." Sambil mengatakan itu, Xu Cheng telah membantu Yu Lili untuk memegang hidangan kecil dan bubur itu dan juga meletakkan sendok dan meja di tempat di mana wanita itu dapat dengan mudah mengambilnya. Yu Lili melihat lingkaran hitam sang asisten itu yang jelas terlihat karena begadang, merasa sedikit bersimpati dan dengan tulus berkata, "Terima kasih." Xu Cheng tersenyum dan hendak berbicara tetapi dirinya merasakan sebuah tatapan tajam di belakangnya. Punggungnya langsung menjadi kaku, dan dia dengan cepat melambaikan tangannya dan berkata, "Terima kasih kembali, sekarang Anda harus makan dengan perlahan, dan saya akan pergi dulu." Saat membalikkan badan, dia menghadapi ekspresi wajah Ou Ming yang jelas terlihat tidak senang dan dengan cepat berkata, "Tuan Ou, saya akan pergi ke perusahaan terlebih dahulu." "Oke." Xu Cheng menghela napas lega, tetapi ketika dia hampir berjalan keluar dari pintu, dirinya tiba-tiba mendengar suara Ou Ming, "Ingat makan siangnya." "Baik!" Xu Cheng menjawab, dan kemudian langsung pergi. Yu Lili melihat keinginan sang asisten itu untuk pergi dengan cepat, tanpa sadar tersenyum, menunduk menatap ke arah sarapannya dan mengangkat tangannya untuk mengambil sendok. Setelah makan sesuatu dan beristirahat semalam, tenaga Yu Lili telah pulih banyak. Ou Ming hanya melirik ke arah wanita itu, lalu duduk di sofa di sebelahnya dan memakan sarapannya. Namun, pria itu tidak lupa untuk mengamati gerakan Yu Lili pada saat makan. Dia merasa lega setelah melihat bahwa wanita itu benar-benar sedang sarapan. Setelah Yu Lili kenyang, dia menumpuk barang-barang tersebut dan mendorong meja kecil itu ke samping. Kemudian matanya tertuju pada remote control TV di pinggir sofa. Sofa itu terletak agak jauh dari tempat tidur, yang mungkin berjarak empat atau lima langkah jauhnya. Yu Lili merasa terlalu bosan, memandangi remote control dan jarum infus di tangannya. Dia menghitung panjang infusnya dan mendapati bahwa infusnya tersebut tidak cukup panjang untuk pergi ke sisi itu, jadi dia menyangga tubuhnya untuk membuka selimut. Ou Ming sedang menatap laptopnya, merasakan gerakan wanita itu, lalu mendongak dan bertanya, "Apa yang kau inginkan?" Yu Lili mengabaikan pria itu dan mengulurkan tangan untuk mengambil kantong infusnya. Sebelum dia meletakkan tangannya, kantong infus itu diambil oleh Ou Ming. Tinggi badan pria itu lebih dari 180 cm, yang mana hampir satu kepala lebih tinggi darinya. Yu Lili hanya merasakan sebuah perasaan penindasan yang kuat, jadi dirinya mundur selangkah tanpa sadar, tetapi merasa bahwa itu sia-sia, jadi dia menatap pria itu dengan lehernya yang terasa kaku. "Apa yang kau inginkan?" Ou Ming bertanya lagi, "Pergi ke kamar mandi?" Kelemahlembutan pria itu membuat Yu Lili terkejut. Sambil memalingkan muka, dia mengulurkan tangan untuk mencoba mengambil kantong infus dari tangan Ou Ming, tetapi pria itu malah menariknya. Ou Ming menatap wanita itu, sedikit menaikkan alisnya dan tidak berbicara. Yu Lili menatap pria itu dan berkata setelah beberapa saat, "Aku ingin menonton TV." Setelah mendengar apa yang dikatakan wanita itu, Ou Ming tidak bisa menahan senyumnya, menoleh untuk melihat ke arah remote control TV di pinggir sofa dan berkata sambil berjalan ke arah itu, "Kau ingin mati kemarin, tetapi sekarang kau ingin menonton TV. Bagaimana kau bisa begitu plinplan?" Yu Lili tersipu malu oleh apa yang pria itu katakan dan membalas, "Kau tidak membiarkan aku mati. Sekarang kau tidak membiarkan aku untuk menonton TV, kan? Dasar orang aneh!" Ou Ming meletakkan kembali kantong infus tersebut, dan setelah mengambil remote control TV yang dimaksud, dia melemparkannya ke arah Yu Lili. £¬ Chapter 839 - Menghukum Dirinya Dengan Berat Yu Lili tidak menangkapnya dan remote control itu terjatuh di tempat tidur. Hal itu membuat wanita tersebut menjadi semakin marah, jadi dia kembali ke tempat tidur. Ou Ming menggantung kembali kantong infusnya dan duduk di tepi sofa. Yu Lili menyalakan TV dan menemukan sebuah variety show 1 untuk ditonton. Acara itu adalah sebuah program yang sudah lama, lebih dari sepuluh tahun, dan mereka mengundang beberapa selebritas khusus untuk datang dan bermain permainan bersama-sama, sehingga peringkat penontonnya sangat tinggi. Yu Lili menontonnya sebentar, tetapi dia tidak bisa menemukan bagian yang lucunya, yang membuat dirinya merasa semakin kesal. Wanita itu diam-diam melirik Ou Ming, suara ketukan kibornya dapat terdengar, dan dia bisa mengetahui bahwa pria itu sangat sibuk dengan pekerjaannya. Lalu, mengapa Ou Ming masih berada di sini? Apakah ini benar-benar hanya untuk mempermalukannya dan mencegahnya melakukan bunuh diri sehingga pria itu tinggal di sini untuk waktu selama itu? Ou Ming seharusnya ¡­ tidak membuang-buang banyak waktu untuk hal-hal yang tidak layak. Apakah pria itu masih menyukai dirinya? Ketika memikirkan kemungkinan itu, detak jantung Yu Lili langsung berdetak semakin cepat. Namun, hal itu dengan segera menjadi terasa menyiksa. Ou Ming tidak menyukainya ¡­. Jika pria itu benar-benar menyukainya, bagaimana bisa Ou Ming menghinanya? Di masa lalu, pria itu berharap untuk menggenggam dirinya di tangannya dan memberi yang terbaik untuknya. Meskipun dia tidak peduli pada saat itu, tetapi dirinya mengingat semuanya karena Ou Ming baik kepadanya. Mungkin ¡­ itu adalah harganya. Ketika akhirnya dia mengetahui bahwa dirinya sudah menyukai Ou Ming, Tuhan mengambil semua kebaikan dan keberuntungannya hanya untuk menghukum dirinya dengan berat. Suara tawa dalam variety show di TV itu terus terdengar, tetapi Yu Lili merasa tidak tertarik, menatap TV dengan hampa tanpa fokus. Ou Ming melihat ke arah wanita itu dan berdiri, berjalan ke sampingnya. Yu Lili tidak menyadari bahwa pria itu sudah mendekat, dan bayangan hitam yang tiba-tiba mendekat itu membuatnya terkejut. Ketika mendongak, Ou Ming telah mengulurkan tangannya. Yu Lili menyusut dan tanpa sadar berseru, "Apa yang sedang kau lakukan?" Mata Ou Ming terlihat gelap, dan pria itu mengulurkan tangannya untuk menekan bel di samping tempat tidur Yu Lili. Setelah melakukan itu, Ou Ming berbalik dan kembali ke sofa untuk duduk. Yu Lili merasakan sebuah gelombang kelegaan dan melihat ke arah kantong infus di atas kepalanya. Dia mendapati bahwa hanya ada sedikit cairan infus yang tersisa di dalamnya, dan dirinya bahkan tidak menyadari hal itu. Sang perawat datang untuk membantunya melepas jarum infusnya dan kemudian berjalan keluar. Keheningan melanda di dalam seluruh bangsal tersebut. Hanya suara dari variety show di TV yang terdengar, dan suara tawa di TV yang terus berlanjut, tetapi suasana yang sebenarnya agak membosankan. Ou Ming menutup laptopnya, melirik ke arah wanita itu, dan berjalan ke arah dispenser air untuk menuangkan segelas air, lalu pergi ke sebuah rak beroda di bawah TV dan dengan segera berjalan ke depan Yu Lili. Pria itu memberikan air itu dan sebungkus obat pada Yu Lili. Yu Lili melihat obat itu, mengusap bibirnya, lalu mengambil air tersebut dan menatap ke arah obat yang terlihat sangat pahit bahkan hanya dengan melihatnya saja. Ou Ming membuka bungkus obat tersebut dan menuangkan semua pil ke tangan wanita itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Yu Lili memandangi obatnya dan selesai meminum segelas air, lalu dia menjilat mulutnya dan terlihat kesakitan. Ou Ming menuangkan segelas air untuk wanita itu sekali lagi, tetapi tidak terburu-buru untuk memberikannya pada Yu Lili, tetapi menaruhnya di atas rak beroda tersebut dan berjalan keluar. Ketika pria itu kembali, Ou Ming sedang menggenggam sesuatu di tangannya, lalu membuka genggamannya setelah membawa air itu kepada Yu Lili. Itu adalah permen susu favorit Yu Lili. Acara varietas (bahasa Inggris: variety show) juga dikenal sebagai ragam seni atau ragam hiburan adalah hiburan yang terdiri dari berbagai pertunjukkan, utamanya pertunjukan musik dan komedi sketsa. Chapter 840 - Dia Tertangkap Basah Yu Lili hendak mengambil permen itu, tetapi permennya diambil kembali oleh Ou Ming. Yu Lili merasa kesal dan menatap pria itu. Ou Ming menyodorkan gelas kepada wanita itu tanpa sepatah kata pun dan melirik obat di tangannya. Apa yang pria itu maksudkan sudah jelas. Yu Lili mengerti, dengan enggan mengambil gelas tersebut dan menelan obat bersama dengan airnya, tetapi kemudian dirinya melihat bahwa Ou Ming sudah membuka pembungkus permen susu itu. Yu Lili terkejut, lalu mengambil permen tersebut, membuka pembungkus yang tersisa dan memasukkannya ke dalam mulut. Ou Ming tanpa sadar memperlembut ekspresi wajahnya, dan setelah meletakkan gelas, dia mengambil jasnya dan melangkah keluar. Tiba-tiba, seorang perawat datang dan mengawasi Yu Lili. Ou Ming seharusnya pergi meninggalkan dirinya. Jadi, pria itu mengirim seseorang untuk mengawasi dirinya? Sambil mengerutkan bibirnya, Yu Lili merasa bosan dan kembali menonton TV, tetapi tidak ada satu pun program acara yang disukainya. Dia melihat ke sekeliling, lalu akhirnya menatap laptop Ou Ming. Dia meminta perawat untuk membawakan laptop itu kepadanya, lalu meletakkannya di meja makan kecilnya dan membuka laptop tersebut. Namun, itu memerlukan kata sandi. Kata sandi untuk laptop Ou Ming ¡­ seharusnya tidak sama dengan yang sebelumnya. Yu Lili mengerutkan keningnya dan memasukkan nomor ponselnya. Salah. Lalu dia memasukkan tanggal ulang tahun Ou Ming. Salah. Ouming. Salah. Ou Ming tidak suka mengubah-ubah kata sandi. Itu sangat penting baginya. Namun, beberapa kata sandi yang tadi dimasukkan itu tidak benar. Apakah ¡­ Ou Ming mengubahnya menjadi sebuah kata sandi yang baru? Dalam beberapa tahun terakhir, apakah ada sosok lain yang membuat pria itu mengingatnya dengan sangat jelas? Yu Lili berpikir sejenak, lalu memasukkan kata sandi yang sebelumnya. Laptop itu berdering pelan dan kuncinya terbuka. Yu Lili menjadi gugup, memandangi layarnya dan duduk di sana dengan pikiran kosong. Kata sandi yang biasa Ou Ming gunakan adalah hari ulang tahun dirinya. Pria itu sebenarnya ¡­ masih menggunakan kata sandi tersebut. Mengapa? Debaran yang seharusnya tidak dimilikinya dengan cepat menyala di dalam hatinya. Pikiran Yu Lili menjadi semakin kacau dan wanita itu melihat ke arah dokumen-dokumen dan data di layar laptop itu serta halaman kotak surat yang belum ditutup. Namun, dia secara tidak sengaja melirik sebuah judul surel: "Rencana Akuisisi Teknologi Kapital Rende Co., Ltd." Kapital Rende ¡­. Bukankah itu perusahaan milik Li De? Bagaimana bisa? Mengapa Ou Ming ingin mengakuisisi perusahaan kecil itu? Tidak hanya Ou Ming tetapi Yu Lili pun tidak akan menyukai perusahaan semacam itu. Jika bukan karena gajinya yang tinggi, Yu Lili belum tentu akan bekerja di sana. Apakah Ou Ming benar-benar ingin mengakuisisi perusahaan seperti itu? Mengapa? Apakah pria itu memiliki banyak sekali uang sehingga dia membeli sebuah perusahaan hanya untuk bermain-main dengannya? Yu Lili mengekliknya dan menemukan bahwa satu dokumen telah diunduh oleh Ou Ming, jadi dia membukanya dan mengetahui evaluasi serta biaya operasionalnya jauh lebih rendah daripada yang diketahui Yu Lili. Jauh lebih rendah! Meskipun perusahaan Li De tidak besar, itu tidak terlalu murah untuk menjadi seperti itu? Selain itu, kepedulian Li De pada perusahaan ini juga tidak boleh diremehkan, jadi Li De seharusnya tidak semudah itu menyetujui untuk menjual perusahaannya. Apakah Li De ¡­ bangkrut? Detak jantung Yu Lili sangatlah cepat, dan semakin dia membaca dokumen itu, semakin dia merasa takut. Tiba-tiba, dia terkejut ketika melihat sosok Ou Ming, jadi dirinya dengan cepat menutup dokumen tersebut dan menekan tombol tidur. Kemudian membuka kembali laptopnya ketika pria itu datang mendekat padanya, berpura-pura memasukkan kata sandi. Ou Ming melihat bahwa Yu Lili menggunakan laptop miliknya, memicingkan matanya dan bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" Chapter 841 - Bos, Kami Sudah Menemukan Bo Xiao Yu Lili berpura-pura tenang, menekan tombol enter beberapa kali dan berkata, "Apa kata sandimu sebenarnya? Aku tidak bisa membukanya." Ou Ming memandang wanita itu sejenak, lalu tiba-tiba menghampiri, menutup laptopnya, dan duduk di sofa tanpa menjawab pertanyaan Yu Lili. Sang perawat melihat Ou Ming berada di sana, jadi perawat itu menyapa pria itu dan pergi keluar. Pada saat itu, Ou Ming telah berganti pakaian, jadi dia pastinya sudah menemukan sebuah tempat untuk mandi dan berganti pakaian, dan dia terlihat lebih bersih dan lebih segar. Yu Lili pura-pura mencemooh Ou Ming, lalu berbaring dan menutupi setengah wajahnya dengan selimut. Namun, dia tidak membalikkan punggungnya pada pria itu seperti yang sebelumnya, sebaliknya, dia diam-diam membuka sedikit selimutnya sehingga memperlihatkan matanya dan diam-diam menatap Ou Ming. Ou Ming sepertinya menyadari tatapan wanita itu dan melihat ke arahnya. Yu Lili merasakan tatapan pria itu, jadi dirinya cepat-cepat memejamkan matanya dan berpura-pura tidur. Ou Ming semakin merasa ada yang salah dan memasukkan kata sandi untuk membuka laptopnya. Tampilan di layar laptopnya sepertinya berbeda dari yang baru saja ditinggalkan sebelumnya. Laptopnya sudah dibuka. Kata sandi ¡­. Dia memicingkan matanya pada Yu Lili yang sedang berpura-pura tidur di tempat tidur itu. "Apa yang sudah kau lihat?" Ou Ming bertanya perlahan dan menggeser touchpad-nya. Yu Lili merasa sedikit bersalah, tetapi dia masih berpura-pura tenang, membuka matanya, menatap pria itu dengan ekspresi wajah bingung dan berkata, "Apa?" Ou Ming sedikit menaikkan alisnya dan tersenyum tetapi ekspresi wajahnya menjadi dingin. "Jangan pernah menyentuh barang-barangku di masa mendatang." Suaranya terdengar suram dan tidak menyenangkan. Raut wajah pria itu membuat Yu Lili bahkan merasa semakin bersalah, tetapi dirinya berkata, "Siapa yang peduli!" Meskipun dia mengatakan itu, dirinya merasa sedikit sedih. Dia membalikkan badannya dengan selimut dan memejamkan matanya. Yu Lili, kau benar-benar sentimental! - Ketika Li Sicheng terbangun, dia melihat beberapa pesan WeChat yang terpampang di ponselnya. Itu adalah pesan dari Ou Ming. Setelah menghubungi sahabatnya beberapa kali tetapi tidak mendapat jawaban, Li Sicheng meletakkan ponselnya ke samping dan berbalik untuk memeluk istrinya. Su Qianci sedang tidur, tetapi setelah dipeluk seperti itu, dia meringkuk ke dalam pelukan suaminya dan kemudian jatuh tertidur lagi. Li Sicheng memeluk istrinya dan tanpa sadar memeluk wanita itu dengan tangan besarnya yang menyentuh pinggang kecil Su Qianci. Ya, berat badan istrinya bertambah. Tembam. Su Qianci mengerang dan mendorong tangan suaminya. Li Sicheng menundukkan kepalanya dan berkata, "Bangunlah, Nyonya Li." "Jangan bersuara." Su Qianci mengulurkan tangan untuk membungkam mulut suaminya, dan dirinya tidak bisa membuka matanya. Li Sicheng membalikkan badan dan menindih tubuh istrinya, lalu dia mencubit hidung Su Qianci dan berkata, "Kamu semakin malas." "Ya ¡­ pergi sana. Aku ingin tidur." Su Qianci mengerutkan keningnya dan mengulurkan tangan untuk mendorong tangan suaminya. Li Sicheng tertawa kecil dan tidak menggoda istrinya. Setelah mencuci muka dan berkumur, pria itu melangkah keluar. Dia pergi keluar untuk berlari bersama anak-anak, tetapi dirinya hanya berlari selama beberapa menit sebelum dia mendapat sebuah telepon. Itu berasal dari Ou Ming. Li Jianyue melihat ayahnya sedang menjawab telepon, jadi gadis kecil itu langsung menjadi malas-malasan, meminta Kakak Mosen untuk menangkap serangga. Setelah menutup telepon, Li Sicheng memandangi anak-anak yang saling mengejar satu sama lain, dan ketika hendak meletakkan ponselnya, ponsel itu berdering kembali. Kali ini, berasal dari Cheng You. Cheng You telah bekerja kembali di perusahaan selama beberapa saat, dan mungkin karena mengikuti Rong Rui kemampuannya untuk bekerja tidak hanya lebih tinggi dari masa lalu, tetapi juga lebih efisien daripada sebelumnya. Begitu mengangkat teleponnya, Li Sicheng mendengar sebuah berita menggemparkan. "Bos, kami sudah menemukan Bo Xiao." Bo Xiao ¡­. Mendengar dua buah kata itu, Li Sicheng merasa terkejut dan bertanya, "Di mana?" Chapter 842 - Tunggu Sampai Kami Bangkit Kembali Di Yunnan yang penuh warna, cuaca sangat cerah. Terlihat anak-anak berkulit kecokelatan sedang berlarian di gang-gang yang kumuh, sambil tertawa-tawa dan bercanda, dan suara anak-anak yang menangis juga mulai terdengar. Cuacanya sangat bagus hari ini dan matahari sangat terik. Beberapa orang tua dengan pakaian nasional yang indah dan rapi duduk di pintu dengan bangku kecilnya, menyaksikan anak-anak yang sedang bermain, dan mengucapkan beberapa kata yang tidak dapat dipahami dari waktu ke waktu. Rong Anna sedang mengeringkan pakaian di atas gedung dan menyenandungkan sebuah lagu. Setelah selesai, dia berdiri di pinggir pagar di tepi atap dan memandangi matahari keemasan yang berada nun jauh di sana. Dengan satu tangan membelai-belai perutnya yang sedikit menonjol, Rong Anna berjemur di bawah sinar matahari, dan wajahnya dipenuhi dengan kemuliaan cinta seorang ibu pada saat yang bersamaan. Terdengar suara anjing menggonggong di kejauhan, dan suara mobil listrik yang berdesir mendekat. Mendengar semua suara-suara itu, suasana hatinya terasa tenang dan damai. Ini menyenangkan. Jika dia bisa hidup selamanya seperti ini, itu juga sebuah pilihan yang bagus. Mereka dapat melakukan bisnis di kota kecil yang cantik ini. Suami dan anak-anaknya berada di sekitarnya, dan bekerja di saat matahari terbit dan beristirahat di saat matahari terbenam ¡­. Namun, kenyataan hidup yang kejam itu telah membuat ide sederhana itu menjadi sesuatu yang mewah. Rong Anna melihat ke sisi bawah, tetapi secara tidak sengaja melihat beberapa orang pria mengenakan pakaian kasual yang sederhana sedang mengamati dan dengan berhati-hati bersembunyi di gang itu. Beberapa orang sedang merokok, tetapi mereka terlihat sangat jangkung, sehat dan kuat. Beberapa dari mereka sedang menelepon, sementara satu baris orang-orang lainnya berada di sisi lain dari gang tersebut. Rong Anna langsung memiliki sebuah firasat buruk. Setelah melihat-lihat ke sekelilingnya, dia akhirnya melihat sebuah mobil polisi yang mencurigakan di sebuah tempat yang berjarak sekitar dua gang jauhnya. Tapi, wanita itu hanya bisa melihat sebagian saja, jadi sulit untuk melihat keseluruhan gambarannya. Tiba-tiba, Rong Anna mengangkat keranjangnya dan berlari turun dari lantai paling atas. Kembali ke kamar sewaannya yang kecil, Rong Anna mendorong pintu dan masuk ke dalam. Bo Xiao sedang menelepon seseorang di dalam kamar itu, dan ekspresi wajahnya terlihat buruk. Rong Anna menghampiri untuk melihat ekspresi wajah tunangannya dan tidak langsung berbicara. Bo Xiao sedang berada dalam suasana hati yang buruk dan berteriak di telepon, "Lao Xu, itu tidak menarik, dalam hal apa pun ¡­ hei!" Teleponnya ditutup, dan amarah Bo Xiao tak terbendung, dan pria itu meraung, "Si*lan!" "Xiao, ada apa?" "Lao Xu, b*jingan itu, mengatakan akan mengambil barang-barang kita waktu terakhir kali bertemu, tetapi dia belum bergerak untuk waktu yang lama. Aku baru saja menelepon dan bertanya, dan dia berkata bahwa dia tidak menginginkan barang-barang itu, si*l!" Ketika Rong Anna mendengar itu, dia mengubah ekspresi wajahnya. "Barang-barang miliknya yang dari terakhir kali tidak bisa dipindahkan, dan kita yang mengambil alih. Sekarang bagaimana dia ¡­" "Saat ini, dia tahu bahwa kita sedang berada dalam situasi yang buruk, jadi dia tidak ingin melakukan bisnis dengan kita. Ketika kita bangkit kembali, kita harus membalas dendam!" Bo Xiao meletakkan sebelah tangannya di atas meja dan meraih kepalanya dengan kesal. "Tidak, kita tidak bisa duduk diam, Anna, ayo kita pergi." Rong Anna mengerutkan keningnya, melangkah maju dan berkata, "Xiao, mungkin ada polisi di luar." Pria itu kaget dan menaikkan pandangan matanya. "Apa?" Rong Anna meraih tangan tunangannya, menatapnya dan berkata, "Di kedua sisi gang itu, tetapi tidak ada seorang pun di pintu belakang. Sekarang ayo kita pergi dari pintu belakang." Bo Xiao memahami betapa seriusnya masalah ini. Setelah berdiri dan hanya mengemas barang-barang penting, pria itu mengenakan topi dan maskernya dan membuka pintu. Chapter 843 - Rong Anna Akan Melahirkan Di Penjara Begitu Bo Xiao dan Rong Anna membuka pintu, mereka melihat tiga orang pria yang sedang berdiri di pintu. Mereka mengenakan pakaian kasual, tetapi mereka semua berwajah serius ketika memandang pasangan itu. Raut wajah Bo Xiao dan Rong Anna tiba-tiba berubah, dan mereka berpegangan tangan dengan erat. Salah satu dari ketiga orang itu mengeluarkan kartu Petugas Kepolisian dan berkata dengan sistematis. "Saya adalah Zhou Minxia dari pasukan XX Unit Kriminal, dan saat ini kami sudah memiliki cukup bukti untuk menunjukkan bahwa Anda dicurigai melakukan transaksi ilegal termasuk penyelundupan dan perdagangan narkoba, jadi silakan ikut dengan kami." Melihat itu, Bo Xiao tersenyum dengan lembut dan berkata dengan kecepatan yang pantas, "Pak Petugas, saya adalah orang baik, jadi, apakah Anda sedang berbicara dengan orang yang salah?" "Bo Xiao dan Rong Anna, kalianlah yang kami tangkap, ayo bergerak!" Beberapa orang di belakang petugas polisi itu mendekat dan mengelilingi mereka. Sisanya menggeledah kamar itu. Rong Anna dan Bo Xiao ditangkap dan dengan cepat dikawal turun. Banyak orang yang menyaksikan, dan dengan seketika mereka mengenali kedua penghuni sementara yang tidak cocok dengan mereka itu. Rong Anna dan Bo Xiao dibawa ke dalam mobil polisi. Keduanya didudukkan satu per satu. Kemudian tanpa dapat dicegah, mereka dikawal ke Kantor Polisi. - Cheng You merasa terganggu sepanjang hari. Ketika sedang makan malam di rumah, Rong Rui melihat bahwa istrinya sedang terganggu. Sambil memberi istrinya sepotong daging, dia terlihat santai dan bertanya, "Sedang memikirkan aku?" Wanita itu menatap suaminya dan berteriak, "Rong Rui." "Ya." "Kenapa kau menyukaiku pada awalnya?" "Karena kau terlihat menggemaskan." Sambil menjaga bayi dan makan, Rong Rui menjawab tanpa berpikir. "Benarkah?" "Ya." "Tidak ada tujuan lain?" Cheng You memandang suaminya dengan emosional. Rong Rui berhenti sejenak, dan matanya yang kuning kecokelatan terlihat lebih dalam. Sambil memandang istrinya, dia bertanya, "Apa yang Li Sicheng katakan padamu?" Mendengar apa yang suaminya katakan, Cheng You menggelengkan kepalanya dengan sejumlah rasa frustrasi, "Tidak, aku mengetahuinya sendiri. Kau dan Rong Anna adalah sepupu, tetapi kau memberi informasi mengenai Bo Xiao dan sepupumu kepada polisi. Kau memberi mereka uang untuk membiarkan mereka melarikan diri, tetapi kemudian kau sendiri yang melaporkan pergerakan mereka, jadi kenapa kau melakukan itu? Bukankah dia sepupumu?" "Ya." Rong Rui meletakkan sumpitnya, memandang istrinya dan berkata, "Rong Anna dan Su Qianci adalah sepupuku, tetapi Anna dan Bo Xiao sudah melakukan perbuatan yang benar-benar salah, jadi aku memberi mereka uang hanya untuk menguji mereka. Uang tunai yang kuberikan cukup bagi mereka untuk melarikan diri, dan jika lokasi penarikan uang mereka di luar negeri, maka aku berpura-pura bahwa tidak ada yang terjadi. Tapi mereka tetap tinggal di negara ini. Perbatasan antara China dan Myanmar." "Jadi, kau mengkhianati mereka?" "Mereka atau dirimu, aku hanya bisa memilih satu pihak saja." Rong Rui menatap istrinya dan berkata, "Bo Xiao sangatlah kejam dan sangat pendendam. Jika dia masih di negara ini, dia pasti ingin menyakiti Li Sicheng dan Su Qianci. Dan mereka berdua penting bagimu, bukan? Jika Bo Xiao dan Rong Anna pergi ke luar negeri, aku tidak akan pernah membiarkan mereka kembali, tetapi mereka tidak melakukan itu, jadi jelas terlihat bahwa mereka punya rencana-rencana lain." Mata Rong Rui terlihat gelap. "Tidak peduli apa pun niat mereka, mereka ditakdirkan untuk tidak berhasil. Daripada membiarkan mereka melakukan kesalahan, lebih baik membiarkan mereka menghabiskan sisa hidup mereka di penjara." "Apakah kau tahu bahwa Rong Anna sedang hamil?" Cheng You merasa tidak tahan. "Rong Anna akan melahirkan di penjara. Kenapa saat itu ¡­" "Cheng You, tidak ada sebab, tidak ada akibat. Kebaikan akan diganjar dengan kebaikan, dan kejahatan dengan kejahatan, jika ganjarannya belum didapatkan, itu karena waktunya belum tiba." Chapter 844 - Salah Satu Dari Beberapa Teman Cheng You tidak berbicara lagi. Wajah Rong Panpan terlihat memerah, dan bayi itu menangis dengan tangan kecilnya yang melambai-lambai dan kakinya yang menendang-nendang dengan tidak senang. Rong Rui menenangkan Panpan dan berdiri untuk memberikan anak tersebut ke Cheng You, berbisik, "Datanglah ke pelukan ibu." Cheng You mengambil alih anak itu, dan bayi kecil itu tiba-tiba menjadi tenang. Panpan menatap Cheng You dan mengerjapkan matanya yang kuning kecokelatan sama seperti mata Rong Rui. Hati Cheng You melunak. Kemudian dia tersenyum lembut dan mengetuk hidung kecilnya. "Apakah Li Sicheng tidak ada di kantor?" Rong Rui bertanya. "Ya, dia pergi ke ibu kota." Cheng You menggendong anak itu dan mengayun-ayunkan Panpan dan kembali berbicara, "Dia sepertinya sedang membantu Ou Ming. Aku tidak tahu informasi spesifiknya. Lagi pula, tidak ada tugas di kantor beberapa hari ini. Aku hanya bisa bermalas-malasan saja dengan pekerjaanku." "Oke." - Yu Lili tidur sampai tengah hari. Perutnya menjerit, tetapi wanita itu masih tidak mau bangun. Tapi, dalam ketidakjelasan, dia mendengar sebuah suara yang akrab di telinganya. Itu adalah suara seorang wanita yang lembut. Yu Lili membuka matanya dan melihat ke arah sumber suara itu. Setelah hanya melihatnya sekilas, dirinya bangun dengan kaget. Yu Lili bangun dan berseru, "Qianqian?" Mendengar suara teriakannya, Su Qianci memutar kepalanya dan menatap Yu Lili dengan sebuah senyum di wajahnya. Dan matanya tertuju pada rambut sahabatnya pada pandangan pertama, dan dia berkata, "Kau memotong rambutmu? Rambut pendek itu sangat indah." Yu Lili menyentuh rambut pendeknya yang berantakan, menyisirnya dan melihat ke belakang Su Qianci. Li Sicheng dan Ou Ming duduk di sofa dan sedang membicarakan sesuatu. Su Qianci menghampiri Yu Lili dan berkata, "Bagaimana perasaanmu, apakah kau merasa sakit?" Setelah melihat Su Qianci, Yu Lili merasa agak tersentuh. Setelah diejek oleh Ou Ming untuk waktu yang lama, Yu Lili mendengar sapaan ini untuk pertama kalinya. Mustahil untuk mengatakan bahwa dirinya tidak tersentuh. Yu Lili tidak pernah merasa bahwa Su Qianci begitu baik. Sambil menarik napas panjang, matanya terlihat memerah dan Yu Lili menggelengkan kepalanya. "Tidak ¡­." Melihat mata merah Yu Lili, Su Qianci tersenyum. Dia terlihat tidak berdaya, sambil mengatakan, "Jika kau tidak merasa sakit, berkemaslah saja dan keluar dari rumah sakit. Kau pastilah merasa tidak enak di rumah sakit. Jika kau tidak punya masalah yang besar, jangan dirawat di rumah sakit." "Bisakah aku keluar dari rumah sakit?" Mata Yu Lili berbinar-binar. "Tentu saja," kata Su Qianci, yang telah mengambil sebuah kantong kertas di belakang tubuhnya, "Aku membelikanmu sebuah gaun. Pakailah, dan ayo kita pergi keluar untuk makan bersama-sama." "Ya!" Yu Lili merasa sedikit bersemangat, dan pergi ke kamar mandi dengan kantong kertas tersebut. Dia belum mandi selama beberapa hari, dan dia tidak mengetahui apakah itu sebuah ilusi bahwa dirinya merasa tubuhnya sedikit bau. Ada sebuah handuk di kamar mandi, dan Yu Lili membasahinya dan memerasnya, lalu menyeka seluruh tubuhnya. Setelah memastikan bahwa tidak ada bau tidak sedap lagi, dia mengenakan pakaian yang dibawa oleh Su Qianci. Pakaian-pakaian itu terdiri dari pakaian dalam hingga mantel, tapi ¡­ semuanya sedikit besar. Dia melihat nomornya dan mendapati bahwa semua pakaian itu merupakan ukuran yang paling kecil. Yu Lili menarik pakaiannya dan akhirnya mengenakan mantel itu sebelum dia melangkah keluar lagi. Begitu dirinya keluar, mata beberapa orang itu tertuju padanya. Melihat penampilan Yu Lili, Ou Ming merasakan rasa sakit di hatinya. Dalam beberapa hari, Yu Lili bahkan menjadi lebih kurus. Di bawah rambut pendeknya yang dipotong sebatas telinga, wajahnya hanya seukuran sebuah tangan, dan lingkaran hitam di bawah matanya terlihat menakutkan. Pipinya tirus. Wajahnya kekuning-kuningan dan pucat, dan terlihat seperti tidak ada darah yang mengalir. Chapter 845 - Ou Ming Yang Memintaku Untuk Datang Su Qianci mengenakan sebuah mantel kasmir tipis berwarna biru kehijau-hijauan. Di dalamnya terdapat sebuah gaun berenda yang indah. Dengan rambutnya yang panjang, Su Qianci terlihat lembut dan halus. Kulitnya yang bercahaya dan karakteristik wajah yang sangat indah membuatnya menjadi seorang wanita cantik yang sesungguhnya. Yu Lili tidak berpikir ketika dirinya mengenakan sebuah gaun rumah sakit longgar, tapi sekarang jika dibandingkan dengan Su Qianci, mereka benar-benar membentuk dua buah dunia yang berbeda. Di masa lalu, Yu Lili terlihat lebih cantik dan lebih energik daripada Su Qianci, tapi sekarang ¡­ justru sebaliknya. Ou Ming dengan jelas menyadari perubahan Yu Lili, dan menundukkan kepalanya sedikit, mengalihkan pandangannya. Yu Lili tidak menyadari perubahan emosional Ou Ming, dan dengan penuh semangat mengantarkan Su Qianci dan dengan otomatis meraih lengan sahabatnya itu. Su Qianci dan Yu Lili melangkah keluar terlebih dulu dan Su Qianci berseru pada kedua pria itu, "Ingatlah untuk menyelesaikan formalitas keluar dari rumah sakit ini. Aku akan pergi dengan Lili dulu." "Oke." Li Sicheng menjawab dengan nada bicara yang lembut, "Hati-hati." "Oke." Su Qianci melambaikan tangannya pada suaminya dan membawa Yu Lili keluar. Di pintu bangsal, Su Qianci tidak bisa menahan diri untuk meraih tangan Yu Lili dan bertanya, "Kau sangat kurus. Kau dulu sangat cantik. Kenapa kau menyiksa dirimu seperti ini? Seperti hantu, jelek sekali." Mendengar kata-kata sahabatnya, Yu Lili mau tidak mau menyentuh wajahnya, dan bertanya dengan khawatir, "Apakah aku benar-benar jelek?" Su Qianci memandang ke sekelilingnya, dan mengangguk dengan serius, berkata, "Ya, jelek sekali." Yu Lili merasa sedikit tidak senang, berkata, "Pinjamkan aku kosmetikmu." Su Qianci tersenyum dan berkata, "Ayo kita pergi ke restoran dan menunggu mereka. Kedua pria itu sepertinya punya sesuatu untuk didiskusikan. Mereka seharusnya tidak datang dengan sangat cepat, sehingga kita dapat merias wajah kita sementara menunggu mereka." "Oke!" ¡­. Kedua wanita itu menggunakan sebuah taksi dan pergi ke sebuah restoran Kanton lokal yang terkenal. Tubuh Yu Lili belum sepenuhnya pulih, dan dia hanya bisa makan makanan yang seringan mungkin. Setelah kedua wanita ini memesan hidangan, mereka benar-benar mengeluarkan kosmetik di dalam kotak. Yu Lili pergi ke kamar mandi dan mencuci wajahnya dan mengeringkannya. Sembari merias wajahnya, dia bertanya, "Kenapa kau tiba-tiba datang ke ibu kota? Apakah kau sedang melakukan perjalanan bisnis bersama suamimu?" "Tidak," Su Qianci menatap sahabatnya dengan sebuah senyum di wajahnya dan berkata, "Ou Ming yang memintaku untuk datang." Yu Lili berhenti sejenak dan menatap wajah sahabatnya. Tidak ada tanda-tanda bercanda di wajah Su Qianci. Dia melanjutkan perkataannya, "Ou Ming mengatakan bahwa situasimu tidak terlalu baik, jadi dia berharap aku bisa datang untuk menemanimu sebentar. Tentu saja, Tuan Li tidak akan membiarkan aku datang sendiri, jadi dia ikut denganku." "Situasinya tidak terlalu baik?" Yu Lili memalingkan muka dan tersenyum. Saat melihat cermin kecil itu dengan kedua matanya, dia mendapati wajah yang terpantul di sana terlihat sangat kesakitan sehingga tampak sedikit mengerikan. Bukannya situasinya tidak begitu baik, tapi justru terlalu buruk. Jika bukan karena Ou Ming, dia sudah akan mati beberapa kali. Tetapi karena tindakan pencegahan pria itu, dirinya sekarang tidak ingin mati. Adapun alasannya ¡­ bahkan dirinya sendiri pun tidak mengetahui dengan pasti. Melihat senyum Yu Lili yang penuh makna, Su Qianci tidak menjawab. Dia mengambil lipstik dari tas dan menyerahkannya, hanya mengatakan, "Kau juga tahu bahwa Ou Ming memiliki hubungan yang baik dengan suamiku. Mereka tumbuh bersama. Terakhir kali ¡­ ketika semua orang berpikir bahwa suamiku meninggal, Ou Ming tanpa diragukan lagi adalah orang yang paling menyalahkan dirinya sendiri. Dia berkali-kali meminta maaf kepadaku dan hampir berlutut di hadapanku. Setelah Li Sicheng kembali, dia tidak pernah meminta maaf lagi kepadaku. Setelah itu, dia tidak pernah mencariku lagi." Chapter 846 - Kedua Anak Itu Tidak Bisa Dilahirkan, Karena ... Yu Lili mengambil lipstik dan memulaskannya ke jarinya, lalu mengoleskan jari itu ke kelopak matanya dan bertanya, "Apa yang ingin kau katakan?" "Aku juga sudah mendengar sedikit tentang kisahmu. Ou Ming punya perasaan yang mendalam padamu. Jika bukan karena sebuah hal yang sangat penting, dia tidak akan pernah mencariku. Kau seharusnya tidak menyusahkan Ou Ming. Bicaralah dengannya dan semuanya bisa diselesaikan." Setelah Yu Lili memulaskan riasan di kelopak matanya, dia menurunkan tangannya dan menatap Su Qianci dengan senyum yang penuh arti, dan bertanya, "Apakah kau pikir aku sengaja mengganggunya?" Su Qianci tertegun, dan bertanya, "Bukankah begitu?" Meskipun Ou Ming terlihat sedikit berantakan, pria itu bukanlah orang yang suka merepotkan tanpa sebab. Melihat ekspresi wajah Su Qianci, Yu Lili menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Qianqian, Ou Ming dan aku sudah mengakhiri hubungan kami empat tahun yang lalu. Sekarang dia membenciku, dia ingin membalas dendam padaku. Apa kau tahu apa yang kulakukan empat tahun yang lalu?" "Apa?" Su Qianci bertanya tanpa sadar. Yu Lili memandang sahabatnya, dan tanpa sadar meraih tangannya sendiri dan berkata, "Aku menggugurkan anak-anaknya." Su Qianci sudah mendengar sedikit tentang hal ini sebelumnya. Sambil menatap Yu Lili, dia bertanya dengan tatapan mata tegas, "Kenapa? Pasti ada alasannya. Yu Lili, aku mengenalmu bukan hanya sehari saja. Jika kau menggugurkan anak-anakmu, pastilah ada alasannya. Apakah aku benar? Katakan padaku." Tangan Yu Lili bergetar tanpa disadari dan dia berbalik untuk menatap Su Qianci. Napasnya tiba-tiba menjadi cepat dan matanya memerah. Pastilah ada alasannya untuk menggugurkan anak-anakmu, apakah aku benar? Itu adalah sebuah pertanyaan sederhana, tetapi membangkitkan kepedihan yang tersembunyi di dalam lubuk hati Yu Lili. Orang pertama yang mengajukan pertanyaan ini ternyata adalah Su Qianci. Ternyata adalah sahabatnya ¡­. Namun, Ou Ming hanyalah memiliki kebencian yang luar biasa dan tak berkesudahan untuk dirinya. Dan juga penghinaan dan cibiran tanpa akhir untuk dirinya. Pria itu tidak pernah mengajukan pertanyaan seperti itu kepada dirinya. Ou Ming telah berhasil diyakinkan oleh alasan yang diberikan dirinya di masa lalu. Su Qianci dengan jelas menyadari perubahan emosi Yu Lili, dan dia semakin merasa pasti dengan apa yang sudah dia pikirkan, lalu berbisik, "Katakan padaku, Lili, apa alasannya? Apakah ada sesuatu yang salah dengan anak-anak tersebut?" Mata Yu Lili terasa masam, dan air mata menetes secara tiba-tiba. Dia menangis tersedu-sedu, dan membungkukkan tubuhnya ke depan untuk memeluk Su Qianci. Su Qianci merasa kaget oleh air mata yang tiba-tiba itu, dan ketika dirinya kembali ke dunia nyata, Yu Lili dipenuhi oleh isak tangis. Su Qianci dengan lembut menepuk-nepuk punggung sahabatnya dan merasa agak tertekan, lalu dia berbisik, "Jangan menangis. Riasan wajahmu akan berantakan." Yu Lili juga ingin berhenti, tetapi dalam pelukan Su Qianci dirinya tidak bisa menghentikan air matanya. Dan rasa keputusasaan dan kepedihan yang terkubur di lubuk hatinya yang paling dalam itu tiba-tiba meledak dan menjadi di luar kendali. Yu Lili berhenti menahan perasaannya, dan menangis tersedu-sedu. Setelah menangis selama beberapa menit, Yu Lili menenangkan dirinya. Dia sedikit melonggarkan pelukannya pada Su Qianci dan berkata, "Qianqian, mereka adalah anak-anak pertamaku. Kau tahu ¡­ mereka sepasang anak kembar, tapi ¡­ aku menggugurkan mereka dengan obat-obatan." Anak kembar! Mendengar kata-kata itu, Su Qianci juga merasa hatinya tiba-tiba tertusuk-tusuk, dan sulit untuk menahan perasaannya. "Ketika dokter memberitahuku bahwa itu adalah anak kembar, aku membunuh diriku sendiri," Yu Lili hampir menangis dan terengah-engah. Dia tidak bisa bernapas. Setelah menarik napas, dia melanjutkan untuk berkata, "Ou Ming ¡­ paling menginginkan anak kembar. Tapi kedua anak itu tidak bisa dilahirkan, karena ¡­" Pada saat yang bersamaan, terdengar suara sepatu kulit yang berasal dari luar. Chapter 847 - Bermain Dengan Serius Suara langkah kaki yang sangat dikenalnya itu terdengar, dan Su Qianci dengan jelas menyadari bahwa punggung Yu Lili menegang. Ketika mendongak untuk melihat ke arah asal suara tersebut, dirinya melihat Li Sicheng dan Ou Ming masuk ke dalam dan memandang mereka. "Karena apa?" Ou Ming bertanya, suaranya terdengar seperti sedang menekan amarahnya. Pria itu sepertinya telah mendengar sebuah lelucon lucu, tetapi juga menolak untuk membiarkan dirinya tertawa. Ou Ming memandang Yu Lili dengan sepasang mata persiknya yang indah dan sedikit menaikkan alisnya, bertanya, "Kali ini, alasan apa yang telah kau persiapkan? Biarkan aku mendengarnya?" Mendengar kata-kata pria itu, Yu Lili berhenti menangis, meskipun dia tidak bisa menghentikan tangisannya beberapa saat yang lalu. Saat melihat raut wajah Ou Ming yang terang-terangan mencemooh, Yu Lili tidak berbicara. Akan tetapi, Su Qianci merasa kesal dan marah. Dia menoleh dan menatap Ou Ming. Dengan mata yang memerah, Su Qianci berseru, "Kau sudah keterlaluan!" Seruan marah yang tiba-tiba itu membuat ketiga orang yang berada di tempat itu tercengang. Terutama Ou Ming, setelah mendengar kata-kata Su Qianci, pria itu terdiam sejenak dan menyadari bahwa Su Qianci sedang berbicara dengan dirinya. Jika Yu Lili yang mengatakan ini, Ou Ming pastilah akan mencibir kembali tanpa ragu, tapi ini Su Qianci ¡­. "Kakak ipar ¡­." Ou Ming merasa sedikit sakit kepala. Dia menatap Su Qianci dan tidak mengetahui harus berkata apa untuk sesaat. Su Qianci merasa tertekan dan matanya memerah. Sambil menatap Ou Ming, Su Qianci berkata, "Jika seorang wanita menyakiti anak-anaknya, pastilah ada alasannya. Seorang ibu tidak akan tega untuk melukai anaknya, apalagi anak kembar!" Su Qianci adalah ibu dari sepasang anak kembar, jadi dirinya bisa memahami perasaan ini. Dia berkali-kali bersyukur bahwa Tuhan memberinya sepasang bayi kecil yang rupawan. Jika ada yang berani menyakiti anaknya, dia kemungkinan akan bertarung melawan orang itu dengan hidupnya. Seorang wanita itu lemah, tetapi seorang ibu itu kuat! "Aku tidak berharap kalian mengerti, tapi kau tidak bisa mengatakan hal itu, kau sudah keterlaluan!" Kehilangan anak-anak saja sudah sangat menyakitkan, dan dia harus tahan mendengarkan kata-kata Ou Ming tersebut. Tidak heran Yu Lili telah mencoba bunuh diri beberapa kali! Ou Ming tak dapat berkata-kata. Namun, Li Sicheng, yang berada di belakang Ou Ming, mendorongnya perlahan. Dengan ekspresi serius di wajahnya, Li Sicheng berkata, "Kau benar-benar keterlaluan!" Ou Ming merasa sedikit malu. Dia menatap Li Sicheng kembali dan membuka matanya. Sejak kapan sahabat yang dikenalnya itu menjadi pengikut istrinya seperti itu? Di mana prinsip moralnya? Di mana persahabatan mereka? Si*lan! Saat melihat ekspresi wajah Ou Ming, Li Sicheng tidak mengubah sikapnya, tetapi memerintahkan, "Ayo minta maaf!" Ketika melihat itu, ekspresi wajah Su Qianci yang semula hampir siap untuk menangis itu tiba-tiba berubah, dan dirinya tertawa terbahak-bahak. "Aku ¡­" Ou Ming ingin berbicara, tetapi dalam sekejap mata, dia didorong ke kursi oleh Li Sicheng dan terduduk. Li Sicheng tidak menunjukkan belas kasihan, menekan kepala Ou Ming dan berkata lagi, "Cepat minta maaf pada istriku. Aku enggan menggertak istriku. Kau benar-benar keterlaluan. Kau sangat kapabel sehingga kau membuat istriku menangis!" "Minta maaf pada Lili, jangan minta maaf padaku!" Su Qianci mengambil selembar handuk kertas dan menyeka air mata Yu Lili, tetapi bibirnya secara tidak sadar terangkat membentuk sebuah lengkungan. Yu Lili mengambil handuk kertas itu dan menundukkan kepalanya. Betapa menyenangkan ¡­. Li Sicheng sangat mencintai Su Qianci. Apakah ini cinta sejati? Toleransi tanpa syarat, bantuan tanpa syarat. Namun, Ou Ming hanya membawa Yu Lili untuk bersenang-senang. Pria itu mengatakan bahwa dirinya hanya bermain dengan serius ¡­. Kesenjangannya besar. Hati Yu Lili dipenuhi dengan rasa iri. Ketika melihat Su Qianci, dia mengambil cangkir teh dan meneguknya. Chapter 848 - Tidakkah Ou Ming Memberimu Uang? Ou Ming memiringkan kepalanya saat menatap Yu Lili, tetapi tidak meminta maaf. Yu Lili juga tidak berbicara. Setelah hidangan itu dihidangkan pada mereka, Li Sicheng dan Ou Ming-lah yang mengobrol dengan ceria. Setelah sekelompok orang itu selesai makan, hari hampir senja. Li Sicheng dan Ou Ming menemukan sebuah tempat lain untuk melanjutkan obrolan mereka, sementara Su Qianci menarik Yu Lili ke dalam mal. Ketika melihat merek yang disukainya dulu, Yu Lili berdiri di dalam toko dan melihat berbagai jenis pakaian. Wanita itu merasa seolah-olah telah kembali ke masa lalu. Su Qianci mengambil pakaian itu satu per satu dan meletakkannya di depan tubuh Yu Lili, lalu berkata, "Ini terlihat bagus, sangat cocok untukmu." "Hei, ini tidak buruk, bagus, bagus, cantik!" ¡­. Yu Lili sedang berdiri di depan cermin dengan pakaian di depannya. Matanya bersinar. Tapi di depan Su Qianci, wajahnya terasa sedikit panas. Pada akhirnya, Su Qianci memberinya setumpuk pakaian. Yu Lili memegang tumpukan pakaian tersebut, dan pipinya bahkan semakin kemerahan. Su Qianci dengan lembut mendorong sahabatnya dan berkata, "Pergi dan ganti bajunya, cobalah dan lihat apakah itu cocok." Yu Lili melihat ke sekeliling dan mendapati bahwa pelayan toko itu masih berada agak jauh dari dirinya, kemudian dia dengan hati-hati mendekati Su Qianci dan berbisik, "Qianqian, aku tidak punya uang. Toko ini sangat mahal, aku ¡­" Su Qianci merasa terkejut dengan kata-kata Yu Lili. Lalu dia memandang sahabatnya dengan takjub, dan bertanya, "Tidakkah Ou Ming memberimu uang?" Yu Lili merasa sedikit malu, menggelengkan kepalanya dan menunduk. "Tidak masalah. Kau harus mencobanya dulu. Aku akan membelikan yang cocok untukmu." Su Qianci memandangi pakaian-pakaian di lengan Yu Lili dan berkata, "Semuanya begitu indah dan cocok dengan temperamenmu." "Aku tidak perlu membelinya ¡­." "Tidak masalah. Coba saja dulu." Su Qianci dengan lembut mendorong sahabatnya ke kamar pas. "Cobalah dan lihat apakah mereka cantik." Yu Lili merasa bimbang dan berjalan masuk. Dia akhirnya melepas pakaiannya dan mengenakan sebuah rok hitam. Dia melihat ukurannya. Itu ukuran yang paling kecil, tetapi saat mengenakannya di tubuhnya, rok itu sangat besar sehingga longgar. Terlalu besar ¡­. Setelah Yu Lili mengenakannya, dia mendapati bahwa dirinya telah menjadi sangat kurus. Dia terlihat seperti para wanita yang keluar dari tenda-tenda pengungsian. Tidak mengherankan bahwa Su Qianci menatap dirinya dengan ekspresi wajah aneh. "Lili, tunjukkan padaku setelah kau mengenakannya!" Su Qianci berseru di luar. Yu Lili merespons, dan dengan segera membuka pintu dan berjalan keluar. Su Qianci melihatnya dan berkata, "Kelihatan bagus!" dengan sebuah ekspresi berlebihan di wajahnya. Dasar pembohong! Tapi Yu Lili tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat ekspresi wajah Su Qianci. Sambil memandangi rok longgar itu di cermin, dan memikirkan ekspresi wajah aneh Su Qianci, Yu Lili menarik rok itu dan bertanya, "Benarkah?" Pelayan toko itu dengan cepat mendekat dan berkata, "Ya, Anda terlihat cantik, tetapi tubuh Anda sedikit ramping. Apakah Anda ingin mencoba yang ukuran XS?" "Baiklah, ambil dan berikan pada kami." Sang pelayan toko dengan cepat mengambil rok dengan ukuran yang lebih kecil, dan di bawah pengawasan Su Qianci, Yu Lili masuk ke dalam kamar pas dan menggantinya, lalu keluar. Benar-benar bagus. Tak disangka-sangka sangat pas. Kali ini, ekspresi wajah Su Qianci tidak lagi dilebih-lebihkan, tetapi sebuah ekspresi kagum yang tulus. Su Qianci memujinya berulang kali. "Cantik!" Saat melihat ekspresi wajah sahabatnya, Yu Lili juga tertawa. Kemudian dia berganti beberapa set pakaian terus menerus, dan memilih yang terlihat bagus. Akhirnya, dia membeli tiga set pakaian di toko yang sama. Merek itu tidak murah, dan Yu Lili masih merasa bimbang ketika Su Qianci membayar tagihannya. Chapter 849 - Beli, Beli Semuanya Namun, Su Qianci membayar tagihannya dengan kartu kredit tanpa ragu-ragu. Setelah Yu Lili berjalan keluar, dirinya berbisik, "Qianqian, aku akan mengembalikan uang itu padamu nanti." "Tidak usah dipikirkan! Ketika kita di sekolah, kau banyak membantuku. Aku hanya membelikan beberapa pakaian untukmu. Tidak usah sungkan." Saat Su Qianci berbicara, dirinya sudah berjalan ke sebuah toko bersama Yu Lili. Merek yang dulu dipakai Yu Lili. Itu sangat terkenal dan juga mahal. Ketika Yu Lili memasuki toko itu, dia tertarik pada mantel berwarna merah di bagian tengah. Itu sangat indah! Namun, sebagai produk utama untuk toko ini, harganya pasti sangat tinggi. Su Qianci segera menyadari bahwa Yu Lili sedang memandangi mantel itu, dan dia berkata kepada pelayan toko itu, "Ambilkan mantel itu dengan ukuran paling kecil agar dia dapat mencobanya." "Baik, tolong tunggu sebentar." Pelayan toko itu tidak buta. Pakaian yang dikenakan Su Qianci terlihat sederhana, tetapi harganya sangat mahal. Dan mantel itu adalah sebuah mantel edisi terbatas dari merek mewah itu, sangat mahal. Ketika mendengar kata-kata Su Qianci, sang pelayan toko segera pergi untuk mengambil mantel dengan ukuran yang paling kecil. Karena tidak membawa uang, Yu Lili merasa tidak percaya diri. Saat melihat Su Qianci melambaikan tangannya ke pelayan toko itu, Yu Lili merasa khawatir mengenai uangnya. Ketika sang pelayan toko itu mengambil mantel itu, Su Qianci membalikkan badan dan menarik Yu Lili ke cermin, melepas mantel sahabatnya dan berkata, "Cobalah." Ketika Su Qianci menyelesaikan kata-katanya, pelayan toko tersebut langsung membantu Yu Lili mengenakannya dengan sangat antusias. Ketika mengenakan mantel itu, aura Yu Lili dengan segera menjadi berbeda. Warnanya yang menyala, dikombinasikan dengan kulit porselen yang berbeda dari orang biasa, membuat Yu Lili terlihat sangat cantik. Meskipun dia tampak sangat kurus sekarang dan wajahnya tampak sedikit tirus dan seperti orang sakit, Yu Lili terlihat seperti seorang ratu ketika mengenakan mantel itu. "Cantik sekali," kata pelayan toko itu. "Anda adalah tamu pertama yang memakai mantel ini dengan sangat baik, sepertinya mantel ini dibuat khusus untuk Anda, cantik sekali!" Sembari berbicara, sang pelayan toko telah membalikkan badannya untuk membawa sepasang sepatu merah dari etalase. Itu adalah sepasang sepatu hak tinggi, sangat tinggi, sekitar sepuluh sentimeter. Tapi Yu Lili sering memakai sepatu setinggi itu sebelumnya. "Anda bisa mencoba sepatu ini, kombinasinya pasti akan cantik. Anda terlalu cocok untuk warna merah." Ketika berbicara, pelayan toko itu sudah berlutut untuk membantu Yu Lili melepas sepatunya dan membantunya mengenakan sepatu merah tersebut. Su Qianci memandang dengan iri dan berkata, "Ini sangat indah." Su Qianci sendiri juga menyukai pakaian berwarna merah, tapi dia tidak bisa menahan raut wajah itu. Sekarang ini pakaian-pakaiannya pada dasarnya dibelikan oleh Li Sicheng. Suaminya membelikan warna kuning muda atau hijau muda, atau putih, merah muda, biru, semua jenis warna merah muda dan warna-warna lembut. Meskipun terlihat indah, tidak ada aura yang sekuat seperti pada Yu Lili. Su Qianci diam-diam menyesalinya. Pada saat yang bersamaan, dia melambaikan tangannya kepada sang pelayan toko dan berkata, "Bungkus sepatu dan mantelnya untuk kami." "Qianqian ¡­." "Baik." Pelayan toko itu merasa gembira. Sepasang sepatu dan sebuah mantel jika dijumlahkan mencapai ratusan ribu yuan, dan hati Yu Lili berdarah. Dia diam-diam menggigit kukunya dan menghitung setelah berapa tahun bekerja, dia bisa membayar uang itu kembali. Pada saat yang sama, dia merasa teramat sangat puas dengan mantel dan sepatu itu dan hatinya dipenuhi oleh sukacita. Dirinya sudah lama tidak mengenakan pakaian bagus. Dirinya bisa merasakan perbedaan antara tekstur pakaiannya. Ketika melihat dirinya di cermin, Yu Lili merasa teramat sangat puas. Chapter 850 - Apakah Ou Ming Sudah Bertunangan? Setelah berbelanja, Su Qianci tidak membeli pakaian apa pun, tetapi membeli banyak kosmetik, dua set. Mereka secara acak menemukan sebuah tempat untuk duduk di mal itu, dan memesan beberapa hidangan. Yu Lili duduk di kursi, dan dia jelas terlihat lelah. Su Qianci menuangkan segelas limun untuk sahabatnya dan berkata, "Lili, kenapa kau menggugurkan anak-anak itu? Apa kau sudah memberi tahu Ou Ming?" Topik pembicaraannya kembali ke topik semula, tetapi emosi Yu Lili jauh lebih stabil saat ini. Ketika mendengar kata-kata itu, bibirnya sedikit melengkung, dan dia menggelengkan kepalanya dengan perlahan, berkata, "Pada saat itu, dalam rangka meninggalkannya, aku berbohong padanya bahwa anak itu meninggal karena dia." Mendengar kata-kata sahabatnya itu, Su Qianci merasa terkejut dan membelalakkan matanya. Melihat reaksi Su Qianci, Yu Lili bahkan menertawakan dirinya sendiri dan berkata, "Luar biasa, kan? Itu terlalu kejam ¡­. Aku ingin bertanya satu hal padamu sebelum aku mengatakan ini padamu." "Apa?" "Apakah Ou Ming sudah bertunangan? Setelah mendengar pertanyaan Yu Lili, Su Qianci mengerutkan keningnya dan berkata, "Aku tidak tahu. Aku sudah mendengar hal itu sebelumnya, tetapi aku belum pernah melihat tunangannya sebelumnya. Mungkin itu salah. Jika dia bertunangan, dia seharusnya memperkenalkan tunangannya kepada suamiku. Dan jika suamiku tahu, aku pastinya akan tahu, jadi ¡­ dia mungkin tidak bertunangan." "Benarkah itu?" "Dari sudut pandang lain, bahkan jika dia sudah memiliki seorang tunangan, yang mana sahabatnya sendiri tidak mengetahui siapa sang tunangan ini, jadi siapapun dia pastilah dianggap tidak ada?" Su Qianci mengangkat bahunya sambil tersenyum. Yu Lili merasakan kata-kata Su Qianci itu masuk akal. Dia terdiam sejenak dan berkata, "Dokter memberitahuku bahwa anak-anak itu kemungkinan besar akan cacat, dan menyarankan agar aku menggugurkan mereka." "Itu tidak mungkin, kenapa?" "Kau tahu hubunganku dengan Ou Ming. Aku selalu merasa takut, jadi aku meminum pil kontrasepsi. Tapi ¡­ aku masih hamil. Anak-anak seperti itu, tidak bisa dilahirkan jadi ¡­" "Lalu kenapa kau tidak memberi tahu Ou Ming?" Su Qianci menatapnya dengan ekspresi wajah tidak percaya. "Apakah Ou Ming juga tidak menginginkan anak-anak?" "Aku tidak memberitahunya," Yu Lili menarik bibirnya dan tersenyum. "Jika aku memberitahunya, aku tidak bisa pergi, iya kan?" "Kenapa kau ¡­." "Sangat kejam, bukan?" Yu Lili bertanya dengan sebuah senyuman ironis. "Aku juga merasa bahwa aku yang memintanya, tetapi aku benar-benar ingin hidup sendiri. Qianqian, aku sangat mengagumimu, tahukah kau?" "Mengagumi aku?" Su Qianci terpana. "Ya, aku mengagumi keberuntunganmu, mengagumi kau memiliki seorang suami yang mencintaimu, mengagumi bakatmu, kemampuanmu, kualitasmu, karmamu, karaktermu, mentalmu ¡­ sangat mengagumi, aku sangat mengagumimu." Yu Lili menatap Su Qianci. Dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, dia berbisik, "Jika aku jadi kau, itu akan baik-baik saja." Mendengar Yu Lili mengucapkan kata-kata ini, Su Qianci menatapnya dengan aneh dan berkata, "Lili, apa kau serius?" "Ya ¡­." "Ya Tuhan." Su Qianci merasa bahwa dunia ini gila. "Lili, kau tahu, bagaimana aku mengagumimu? Aku penakut, kau tahu, dan aku tidak terampil. Aku pengecut. Ketika aku ditindas sebelumnya, kau dan Yihan yang membantuku. Aku ingat semua hal ini." Yu Lili berpikir bahwa Su Qianci hanya sedang menghibur dirinya, jadi dia meminum segelas air dan tidak berbicara lagi. "Aku sejak awal sudah berpikir, ah, jika aku memiliki jenis karakter seperti Yu Lili, itu akan lebih baik. Kau berani untuk mencintai dan membenci. Kau angkuh dan mendominasi, berkarakter, ceria dan cantik. Ada begitu banyak anak lelaki di kelas yang menyukaimu." Chapter 851 - Daya Tarik Yang Fatal Su Qianci menatap Yu Lili dengan serius dan berkata, "Kau tahu seperti apa penampilanku waktu SMA. Dulu, kau suka mengecat rambutmu dengan warna yang berbeda-beda. Jika kau mengecat rambutmu menjadi merah, aku akan mengecat rambutku menjadi merah. Jika kau mengecat kuning, aku akan mengecatnya kuning juga. Pernah sekali waktu kau mengecat rambutmu menjadi hijau, dan aku melakukan hal yang sama. Apakah kau ingat itu?" Ketika memikirkan tentang masa lalu, Yu Lili tersenyum lembut, lalu mengangguk dan menjawab, "Saat itu aku hanya mengecat rambutku dengan pen pewarna rambut, agar warnanya bisa hilang waktu dicuci. Sebelum sekolah memeriksa rambut kita, aku mencuci warnanya. Tapi kau masih mempertahankan rambut warna-warninya. Akhirnya, kepala sekolah membawamu ke kantornya dan menyuruhmu untuk mengecat rambutmu menjadi hitam kembali ¡­." Mereka membicarakan tentang masa lalu, yang mana membuat Yu Lili tertawa. Lalu dia bertanya, "Bagaimana kau bisa sebodoh itu? Bagaimana mungkin orang normal mengubah warna rambut mereka setiap hari? Hahaha ¡­." Su Qianci merengut dan berkata dengan marah, "Beraninya kau membahas hal itu? Kau membuatku sangat menderita pada waktu itu. Setelah aku mengecat rambutku menjadi hitam, rambutku cukup rusak. Aku mulai kehilangan banyak rambut, yang membuatku terlihat sangat jelek." "Ha ha ha ¡­." "Namun, aku benar-benar menyukai dan mengagumimu. Karena banyak orang yang menyukaimu, aku juga belajar dari dirimu. Kau sombong dan mendominasi, tetapi kau masih sangat populer di antara para murid. Aku menirumu, tetapi aku dibenci oleh mereka ¡­. Terasa menyakitkan bagiku untuk melihat kembali ke masa lalu ¡­. " Pada saat itu, beberapa orang diam-diam menertawakan Su Qianci, mengatakan bahwa dia adalah seorang tukang tiru. "Kau dulu sangat bodoh!" Yu Lili tersenyum gembira, senyumnya seterang bintang-bintang. Su Qianci juga tertawa. "Kau sangat cantik dan sangat dicintai. Kenapa kau mengagumiku? Aku sangat mengagumimu, Lili. Bukan hanya aku, tetapi banyak orang sangat mengagumimu, seperti Liu Anan dan Lin Wanting. Mereka dulu menentangmu, tetapi setiap kali kau membalas mereka, banyak orang di kelas kita yang mendukungmu, mengatakan bahwa kau melakukan hal yang benar. Aku tak pernah bisa melakukan apa yang sudah kau lakukan. Kau sempurna sebagai dirimu, kenapa kau mengagumi aku?" Ketika melihat ekspresi wajah Su Qianci, Yu Lili agak tidak fokus. Apakah itu benar? Ternyata saat aku mengagumi Qianqian, dia juga mengagumiku. Yu Lili, yang telah merasa depresi, tiba-tiba menjadi terhibur. Saat melihat wanita yang ceria dan cantik di depannya, Yu Lili tersenyum dengan tulus dan berterima kasih padanya. "Terima kasih, Qianqian." Setelah mendengar kata-katanya, Su Qianci menatap Yu Lili juga, tersenyum lembut, dan berkata, "Ayo kita nikmati makanannya." ¡­. Setelah makan, Su Qianci membawa Yu Lili kembali ke hotel. Su Qianci dan Li Sicheng tinggal di suite yang terletak di lantai paling atas hotel itu. Hanya terdapat dua buah suite di lantai paling atas hotel bintang lima tersebut, satu suite di bagian selatan dan yang lainnya di bagian utara. Su Qianci dan Yu Lili membawa banyak barang. Karena Yu Lili benar-benar merasa lelah, dia hanya membawa sepertiga dari barang-barang itu. Su Qianci yang membawa sisanya. Setelah Su Qianci sampai ke lantai atas dengan menggesek sebuah kartu, dia membawa Yu Lili ke suite selatan. Yu Lili berpikir bahwa Su Qianci akan mengeluarkan kartu untuk digesek dan langsung masuk ke dalam suite, tetapi Su Qianci malah menekan bel pintu. Bel pintu berdering beberapa kali, dan serangkaian langkah kaki samar-samar terdengar dari dalam ruangan. Yu Lili memiliki sebuah firasat buruk, jadi dirinya mundur selangkah. Pintu terbuka, dan Ou Ming muncul, terlihat sedikit lelah. Dengan kerah kemejanya yang tidak dikancingkan, sosoknya yang ramping dan tinggi bersandar ke pintu, terlihat luar biasa malas dan santai. Namun, pria seperti itu sangat menarik bagi para wanita. Pria itu menggerakkan matanya yang berwarna cokelat tua untuk menatap Yu Lili. Ketika wanita itu menyadari tatapan Ou Ming, detak jantungnya semakin cepat. Lalu dia memutar kepalanya ke arah Su Qianci dan bertanya, "Qianqian, bisakah aku tidur denganmu malam ini?" Chapter 852 - Berbaikan Kembali Segera Setelah Bertengkar Setelah mendengar permintaan Yu Lili, Su Qianci terdiam, sementara Ou Ming berkata, "Jika kau tidur dengan Su Qianci, di mana Tuan Li harus tidur?" Ketika mendengar pertanyaannya, Yu Lili melirik Ou Ming. Kemudian dia menarik lengan baju Su Qianci untuk meminta pertolongan, berkata, "Qianqian." Jika dia tinggal dengan Ou Ming di dalam sebuah kamar ¡­ dirinya tidak bisa membayangkan bagaimana pria itu akan mempermalukan dirinya. Dia tidak tahan. Dia benar-benar tidak tahan dengan penghinaan Ou Ming ¡­. Jika dia mengalami penderitaan itu beberapa kali lagi, dia takut dirinya akan mencoba untuk bunuh diri lagi! Lebih baik mati daripada hidup dengan cara yang memalukan di depan pria itu ¡­. Dalam situasi seperti itu, Su Qianci tidak mengetahui siapa yang harus dirinya bantu, jadi dia menatap Ou Ming. Wanita itu melihat pria itu memicingkan matanya, terlihat sangat mengerikan. Saat melihat ekspresi wajah Ou Ming, Su Qianci merasa semakin malu, jadi dia memegang tangan Yu Lili dan berkata, "Lili, sebaiknya kau tetap tinggal bersama Ou Ming. Aku khawatir Li Sicheng tidak akan mengizinkanku tidur denganmu malam ini." Untuk lebih tepatnya lagi, Su Qianci khawatir Ou Ming tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Selain itu, jika dia ingin mereka berbaikan, satu-satunya cara adalah dengan membuat mereka tinggal di ruangan yang sama. Tidak diragukan lagi itu adalah cara yang paling efektif. Mereka seperti Li Sicheng dan dirinya di masa lalu ¡­. Mereka selalu berbaikan kembali setelah bertengkar. Su Qianci dengan lembut menarik tangannya, lalu mendorong Yu Lili dengan lembut ke dalam kamar Ou Ming dan berkata, "Masuklah." Pada saat yang bersamaan, Ou Ming sudah mengambil tangan Yu Lili dan bertanya, "Mereka adalah pasangan, jadi mereka tinggal bersama. Kenapa kau ingin tidur di kamar mereka?" Yu Lili merasa sesak napas. Dia bernapas dengan cepat, mengerutkan keningnya, dan berseru dengan marah, "Kau tahu apa maksudku!" Ou Ming melirik Yu Lili dengan sebuah ekspresi wajah yang dingin. Bibirnya yang tipis dan merah terlihat jahat tak terkira. Lalu dia bertanya, "Jadi, apa maksudmu?" Yu Lili menjadi semakin marah. Dia mencibir dan bertanya, "Apakah kau tidak tahu apa yang kumaksud?" Melihat mereka bertengkar lagi, Su Qianci terbatuk dengan lembut dan berkata, "Ou Ming, kau sudah berjanji padaku ¡­" "Aku ingat janji itu." Ou Ming memotong perkataan Su Qianci dan menarik Yu Lili ke dalam kamarnya. Lalu dia dengan cepat mengusir Su Qianci dengan berkata, "Tuan Li sedang menunggumu. Cepatlah kembali ke kamarmu." "Baiklah, aku pergi sekarang. Kalian berdua ¡­ berbicaralah." Su Qianci meletakkan barang-barang di tangannya dan menyerahkan barang-barang belanjaan Yu Lili pada Ou Ming, "Ini, barang-barang ini milik Lili." Ou Ming hanya melirik ke arah barang-barang tersebut, lalu menatap Yu Lili dengan sebuah senyum yang meragukan. Merasa terekspos, wajah Yu Lili langsung memerah. Sepertinya pria itu bisa melihat menembus dirinya. Apakah Ou Ming sedang menertawakannya? Yu Lili merasa terhina dan dirinya tidak tahan dengan tatapan mata Ou Ming, jadi dia membalikkan badan untuk melihat ke arah Su Qianci dan berkata, "Qianqian, bisakah kau meminjamkan uang seratus yuan untuk naik taksi pulang ke rumahku? Aku sudah menyewa sebuah rumah di ibu kota. Aku bisa pulang sekarang, karena kebetulan aku ingat bahwa aku masih punya banyak hal yang harus diurus di rumah!" Ou Ming sedikit mengeratkan cengkeramannya di pergelangan tangan Yu Lili dan mencibir dengan tidak senang, bertanya, "Rumah di mana kau mencoba untuk bunuh diri?" Yu Lili tercengang, dan dia menoleh untuk melihat ke arah Ou Ming. Dengan sebuah senyum ambigu di mata Ou Ming yang berwarna cokelat tua, pria itu menatap dirinya dan berkata, "Pemilik rumah sudah mengusirmu. Dan dia telah mengembalikan uang jaminan yang telah kau bayar dan uang sewanya kepadaku." Mendengar kata-kata Ou Ming, Yu Lili menjadi kesal dan berkata, "Bagaimana kau bisa melakukan itu?" Tanpa menjawab pertanyaan Yu Lili, pria itu berkata kepada Su Qianci, "Kakak ipar, kau bisa kembali sekarang. Aku akan membicarakannya dengan Lili." Sembari Ou Ming berbicara, dia mendorong Yu Lili ke dalam kamar dan menutup pintunya dengan keras. Chapter 853 - Jangan Naik Ke Tempat Tidurku Malam Ini! Su Qianci ditinggalkan di luar, dan wanita itu tiba-tiba merasa sedikit khawatir tentang Yu Lili. Apakah dirinya telah melakukan sesuatu yang salah? Sepertinya masalah di antara Ou Ming dan Yu Lili tidak sesederhana yang dirinya bayangkan. Akankah Ou Ming ¡­ memukuli Lili? Merasa sedikit gelisah, Su Qianci membungkuk dan menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan suara di dalam ruangan itu, tetapi dirinya tidak mendengar apa-apa. Setelah beberapa saat, dia berdiri, lalu mengambil barang-barang yang telah dibelinya ke suite utara. Dengan sebuah suara bunyi "bip", dia membuka pintu dengan menggesek kartunya. Setelah melemparkan semua barang belanjaannya ke atas sofa di dalam suite itu, Su Qianci duduk di pinggir sofa, kakinya terasa pegal. Li Sicheng baru saja selesai mandi dan dia membuka pintu kamar mandi, berjalan keluar hanya dengan sebuah handuk terlilit di tubuhnya yang masih basah. Melihat istrinya sudah kembali, pria itu mengeringkan rambutnya dan bertanya, "Kamu pergi ke mana?" "Aku pergi berbelanja, membeli beberapa buah pakaian, dan makan bersama Lili." Sambil duduk di sofa dengan ekspresi wajah cemberut, Su Qianci melanjutkan perkataannya, "Sayang, aku sedang berpikir apakah aku telah melakukan sesuatu yang salah. Aku membiarkan Lili dan Ou Ming tinggal di dalam sebuah kamar bersama-sama. Tapi dilihat dari ekspresi wajah Lili, sepertinya dia benar-benar tidak ingin tinggal bersama Ou Ming. Apakah Ou Ming akan memukuli Lili? Apa yang harus kulakukan?" Mendengar kata-kata Su Qianci, Li Sicheng tidak bisa menahan tawanya. Dia berjalan mendekati istrinya, dengan lembut mencubit pipinya dan berkata, "Tidak mungkin. Ou Ming sudah menerima pendidikan tentang sopan santun orang barat sejak dia masih kecil. Dia tidak pernah memukuli seorang wanita." "Apakah dia akan melecehkan seorang wanita?" Su Qianci menatap suaminya, masih merasa terganggu. Pertanyaan Su Qianci membuat Li Sicheng terdiam sesaat. Itu mungkin saja, karena Ou Ming selalu mengatakan kata-kata yang kasar ¡­. Tapi ketika melihat ekspresi khawatir di wajah istrinya, dia tetap menjawab, "Tidak." Setelah Su Qianci mendengar jawaban suaminya, dirinya merasa sedikit lega, dan mengangguk. "Itu bagus. Aku harap Ou Ming akan berbicara dengan sabar pada Lili dan menyelesaikan masalah di antara mereka. Tapi sepertinya dia benar-benar tidak menyukai Lili. Apakah kamu yakin cara itu berguna?" "Aku tidak tahu. Yu Lili adalah seorang wanita yang ambisius dan menginginkan banyak hal." Li Sicheng melemparkan handuknya ke samping dan melanjutkan, "Ou Ming sebenarnya sangat menyukai Lili. Jangan khawatir." "Ambisius? Lili sebenarnya sangat mudah untuk dipuaskan!" Su Qianci merasa agak tidak senang. Mendengar kata-kata istrinya, Li Sicheng tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa. Setelah melihat reaksi suaminya, Su Qianci merasa sedikit tertekan. "Kenapa kamu memberiku ekspresi wajah seperti itu?" "Jika dia sama seperti yang kamu katakan, maka dia tidak akan meninggalkan Ou Ming sebelumnya. Wanita ini jauh lebih rumit daripada yang kamu pikirkan." "Tidak! Aku sangat mengenal Lili!" "Tidak, Nyonya Li. Dia tidak sepolos seperti yang kau pikirkan." Li Sicheng menarik istrinya dan berkata, "Kurasa dia tidak cukup baik untuk Ou Ming." Saat mendengar itu, Su Qianci bahkan merasa semakin kesal. Dia melepaskan tangan suaminya dan berkata, "Jelas terlihat bahwa Ou Ming yang tidak cukup baik untuk Lili. Lili adalah gadis yang baik, tetapi Ou Ming tidak menyayanginya! Apakah kamu tahu berapa banyak orang yang menyukai Lili di masa lalu? Kamu sama sekali tidak kenal Lili. Bagaimana kamu bisa mengatakan kata-kata itu?" Li Sicheng tidak ingin berdebat dengan istrinya lagi, jadi dia berkata, "Jangan terlibat dengan masalah ini. Pergilah mandi." "Huh!" Su Qianci memelototi suaminya, menghentakkan kakinya, lalu melambaikan tangannya dan berkata, "Jangan naik ke tempat tidurku malam ini!" Li Sicheng terlihat tidak bersalah dan menganggap istrinya lucu sekaligus menyebalkan. "Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?" Tanpa menjawab pertanyaan suaminya, Su Qianci membalikkan badan dan langsung berjalan ke dalam kamar mandi. - Yu Lili berjuang melepaskan diri dan mencoba untuk menarik tangannya kembali, tetapi tangan itu dipegang erat-erat oleh Ou Ming. Pria itu menyeret Yu Lili dengan kasar ke dalam kamar. Chapter 854 - Apakah Kau Benar-benar Berpikir Bahwa Semua Orang Selalu Bisa Menyukaimu? Ou Ming dengan kasar menyeret Yu Lili ke dalam kamar, lalu mendorong wanita itu masuk dan mengunci pintunya. "Ou Ming, apa yang ingin kau lakukan!" Yu Lili merasa teramat sangat kesal. "Ada masalah apa dengan rumah itu?" "Tidakkah kau mengerti bahwa pemilik rumah tempat di mana kau hampir bunuh diri itu merasa sangat marah dan mengusirmu?" Ou Ming dengan perlahan membuka kancing pakaiannya, dan gerakannya terlihat lambat dan elegan. Yu Lili bahkan menjadi semakin kesal dan berkata dengan marah, "Kau yang melakukan itu, kan? Sang pemilik rumah sangat menyukaiku. Bagaimana dia bisa mengusir aku?" "Ya ¡­." Ou Ming memandang wanita itu sambil memiringkan kepala dan mencibir dengan pandangan meremehkan. "Kau terlalu naif, Nona Yu, kau hampir mati di sana. Jika beritanya menyebar, siapa yang akan menyewa rumah itu? Apakah kau benar-benar berpikir bahwa semua orang selalu bisa menyukaimu?" Apakah kau benar-benar berpikir bahwa semua orang selalu bisa menyukaimu? Kalimat terakhir itu membuat Yu Lili merasa sedih. Sambil memandang Ou Ming, wanita itu berbalik dan bergerak untuk membuka pintu. Pria itu memandang Yu Lili dan berkata dengan suara yang lesu, "Apa yang ingin kau lakukan?" Yu Lili mengabaikan Ou Ming dan melarikan diri ke arah pintu. Nada suara Ou Ming terdengar dingin dan dia berkata, "Teman baikmu memintaku untuk berbicara denganmu. Apakah kau ingin mengecewakannya?" Yu Lili berhenti dan berbalik untuk menatap pria itu. Dirinya merasa bimbang, lalu bertanya, "Apa yang ingin kau bicarakan?" "Aku tidak tahu." Ou Ming mengangkat bahunya dan berjalan menuju Yu Lili selangkah demi selangkah, dan sepatu itu jatuh di atas karpet tebal dan tidak menimbulkan suara. "Tapi, kau seharusnya punya banyak hal untuk dikatakan padaku, bukan?" Sambil mengatakan itu, pria itu sudah mendekat, dan jarak di antara mereka semakin dekat. "Misalnya, hal yang ingin kau katakan pada Su Qianci sebelumnya, tetapi ketika kau melihat aku mendekat, kau menghentikannya." Ou Ming sudah berjalan ke dalam lorong, dan hanya berjarak dua langkah dari Yu Lili. Ou Ming menghentikan langkahnya, memasukkan tangannya ke dalam saku jasnya yang halus dan rapi dan memberi wanita itu sebuah senyuman jahat yang mana tidak lebar, tetapi terlihat menarik. Yu Lili terkejut dan menatap pria itu dengan tatapan tidak percaya. Benarkah? Apakah Ou Ming benar-benar percaya bahwa ada alasan lainnya? Apakah pria itu benar-benar percaya ¡­ bahwa dirinya tidak melakukan hal itu dengan sengaja? Hasil seperti itu sangat di luar dugaan Yu Lili. Mata Yu Lili berkaca-kaca dan dirinya hampir menangis. Kegembiraan dan sukacita dengan seketika mengembun di dadanya dengan meluap-luap. Sambil memandangi pria itu, Yu Lili hendak berbicara, tetapi detik berikutnya, Ou Ming mulai berbicara lagi. "Aku sangat tertarik untuk mengetahui kebohongan apa yang hampir kau buat hari ini." Kalimat yang hendak dirinya katakan itu tertelan kembali ke perutnya. Sama seperti dua orang anak yang telah meninggal di perutnya. Kegembiraan dan sukacita tersebut berubah menjadi sebuah lelucon pada saat itu. "Ha ¡­." Yu Lili memalingkan muka karena dirinya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi, kemudian membalikkan badan dan membuka pintu yang terkunci itu. Mata Ou Ming terlihat dalam, dan dia mengulurkan tangan untuk meraih lengan Yu Lili, lalu membalikkan punggung wanita itu dan menempelkannya ke panel pintu. Pintu kayu tersebut langsung membuat suara yang kelam, dan Yu Lili menatap Ou Ming. Tangan Ou Ming berada di dada Yu Lili, dia mengunci wanita itu dengan kakinya, dan matanya yang indah menatap mata Yu Lili. Suaranya terdengar berbahaya dan kasar, dan pria itu bertanya, "Kenapa kau tidak mengatakannya? Apakah kau takut bahwa aku akan mengungkapkan kebohongan itu?" Chapter 855 - Aku Masih Mencintaimu Yu Lili bahkan merasa semakin marah dan membalas, "Berbicara tentang pembohong, siapa yang bisa lebih baik darimu? Tuan Ou Ming, kemampuanku untuk membuat kebohongan tidak sebaik dirimu!" "Benarkah ¡­." Ou Ming mendorong wanita itu lebih keras, dan senyum di wajahnya melebar. "Jadi, bisakah kau mengatakan apakah yang aku katakan itu sebuah kejujuran atau kebohongan?" Pria itu terlihat tersenyum, tetapi matanya dingin. Seolah-olah detik berikutnya Ou Ming bisa menghancurkan Yu Lili menjadi berkeping-keping. Yu Lili tidak merasa takut sedikit pun, jadi dia menatap pria itu dan berbisik sambil mencibir, "Tentu saja, jangan meremehkan pemahamanku tentang dirimu!" Bahkan Ou Ming pun mulai tersenyum pada saat itu. Sambil memandang wanita itu dengan tulus, sepertinya mata pria itu begitu dalam sehingga dipenuhi oleh air dan cahaya rembulan. "Kalau begitu, ayo kita lakukan sebuah tes, oke?" Ou Ming menyandarkan diri pada Yu Lili, tertawa kecil dan menyentuh hidung wanita itu dengan hidungnya. Napas mereka terjalin menjadi satu, tidak bisa dibedakan kembali. Yu Lili menatap mata Ou Ming, dan ketika pandangannya tertuju ke dalam mata pria itu, seolah-olah jiwanya tertarik oleh Ou Ming. Dirinya tidak bisa melawannya. "Ap ¡­ apa?"??Yuri Li bahkan tergagap-gagap. Ou Ming menatap wanita itu dan terkekeh-kekeh, tapi senyumnya sangatlah jahat. "Yu Lili," Ou Ming mengangkat tangannya yang lain untuk meraih dagu wanita itu. Dia memicingkan matanya, dan suaranya terdengar lirih. "Aku masih mencintaimu." Aku masih mencintaimu ¡­. Ketiga kata itu membuat pupil mata Yu Lili menyusut dan jantungnya berdetak lebih cepat, dan sulit untuk menahannya. Detak jantungnya itu begitu cepat seperti dipasangi sebuah mesin kecil di dalamnya, dan bahkan tubuhnya bergetar. Tangan Ou Ming berada di dadanya, dan pria itu jelas menyadari perubahan kecil pada dirinya. Ou Ming memicingkan matanya, memiringkan wajahnya sedikit ke samping, membungkukkan tubuh ke depan dengan perlahan, dan mencium bibir wanita itu. Detak jantung Yu Lili bahkan bertambah cepat. Sangat sulit baginya untuk percaya sehingga matanya terbelalak, menatap wajah yang membesar di depannya untuk sejenak, dan dirinya tidak mengetahui harus berbuat apa. Ou Ming memejamkan matanya, dengan terampil membuka mulut Yu Lili dan dengan cepat memasukkan lidahnya ke dalam mulut wanita itu. Gerakannya begitu lembut sehingga jantung Yu Lili hampir melompat keluar dari dadanya. Rasanya seperti terbang ke masa lalu, terbang ke hari-hari sebelumnya, terbang ke ¡­ saat Ou Ming masih mencintainya. [Aku masih mencintaimu.] Apakah itu benar ¡­.? Tanpa sadar, sebuah lapisan uap air sudah menggenang di matanya. Ketika Yu Lili berkedip, tetesan air yang tersembunyi di dalam matanya tiba-tiba menetes. Napasnya menjadi pendek dan semakin pendek. Merasa kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan, dirinya menatap pria itu. Ou Ming merasakan air mata yang asin tersebut, jadi dia membuka matanya dan menatap langsung ke mata Yu Lili yang terlihat dipenuhi keraguan dan kesedihan. "Ou Ming ¡­." Yu Lili menatap pria itu. Akan tetapi, senyum Ou Ming menjadi semakin lebar, dan dia berbisik di telinga wanita itu, "Bukankah kau mengenalku dengan sangat baik? Kalau begitu, apakah kata-kataku barusan adalah suatu kejujuran atau hanya kebohongan?" Ada suara di kepalanya yang berkata dengan penuh semangat: Jujur, jujur, jujur! Namun, alasan telah membawa dirinya kembali pada kenyataan. ''Bagaimana itu mungkin ¡­? Ou Ming sangat membenciku, bukan? Namun, mata Ou Ming yang berada di hadapanku itu terlihat penuh kebaikan dan kelembutan, terlihat begitu tulus ¡­.'' Suara di dalam hatinya itu seperti sebuah tulang ikan yang tersangkut di tenggorokannya. ''Jika aku mengatakan hal itu bohong, akankah Ou Ming mengatakan bahwa aku bersikap sentimental, dan dengan demikian ¡­ memberi diriku semakin banyak penghinaan ¡­.'' Yu Lili menatap pria itu dan berkata dengan suara lirih, "Kau seorang pembohong ¡­." Ou Ming menundukkan kepalanya dan tertawa terbahak-bahak. Chapter 856 - Aku Akan Memberikan Harga Tertinggi Kepadamu Ou Ming menundukkan pandangannya, tertawa dengan penuh kekaguman dan berkata, "Gadis pintar." Bulu mata Yu Lili mengerjap pelan. Dia menatap pria itu dengan sebuah senyuman dan berbisik, "Apakah ini menarik, Ou Ming? Kau memelukku seperti ini, tidakkah kau ingin membalas dendam padaku? Bukankah akan lebih mudah jika kau membiarkan aku langsung mati?" Mendengar apa yang wanita itu katakan, Ou Ming menurunkan dahinya untuk menyentuh lembut dahi Yu Lili, dan berkata, "Kenapa aku harus membiarkanmu pergi dengan mudah?" Suaranya terdengar lembut dan menyenangkan. Tapi itu mengandung sebuah dosa yang besar, dan Yu Lili jelas dapat merasakan kebencian di dalamnya. Kejam ¡­. "Kau tahu," tangan besar Ou Ming bergerak turun dengan perlahan-lahan, dan pria itu berbisik, "Tubuhmu ¡­ sangat menarik." Lalu tangan besarnya itu melingkari pinggang Yu Lili, dan kemudian dia memeluk wanita tersebut. Yu Lili merasa terkejut dan menggeliat pada awalnya, tetapi segera berhenti bergerak dan memejamkan matanya dengan putus asa. Dengan sebuah jeritan pelan, dirinya sudah terbaring di tempat tidur. Lutut Ou Ming seperti biasanya diletakkan di perut bagian bawah Yu Lili, tetapi kemudian, dirinya dengan segera memikirkan kejadian pada tahun itu. Karena kebiasaan dirinya itu bayi kembarnya telah berubah menjadi genangan darah ¡­. Hati Ou Ming terasa sedikit sakit, jadi dia memindahkan lututnya dan meletakkannya di antara kaki Yu Lili. Mata persiknya yang indah sedang menatap wanita itu dan dia berkata sambil tersenyum tipis, "Barang-barang yang kau beli tadi tidaklah murah, bahkan jika Su Qianci memberikannya padamu, kau tidak akan menerimanya, kan?" Sambil mendengar apa yang pria itu katakan, Yu Lili menatap mata Ou Ming dan tersenyum mengejek. ''Lihat, dia mengenalku dengan baik!'' "Terus kenapa?" "Aku akan menyelamatkanmu." Jemari Ou Ming dengan lembut mengangkat dagu Yu Lili dan berkata. "Mulai saat ini jual barang-barang itu padaku daripada kau menjualnya kepada orang lain." Sambil mengatakan itu, dia menunduk untuk mencium wanita tersebut. "Aku akan memberikan harga tertinggi kepadamu." Pria itu membayar ¡­ dengan sesuka hatinya. ''Mungkin, aku tidak bisa mendapatkan uang itu sepanjang hidupku. Siapa yang akan membayar harga yang lebih tinggi untukku?'' "Menarik ¡­." Yu Lili menjawab dengan nada suara yang dingin dan menatapnya. Mata Ou Ming terlihat semakin gelap. Dia tersenyum dengan jahat, lalu membenamkan wajahnya di leher Yu Lili dan mulai mencium wanita itu dengan penuh gairah. Dengan berlinangan air mata, Yu Lili merasakan gairah pria di depannya dan merasa sedih. Dia dengan perlahan memejamkan matanya dan menerima begitu saja perlakuan kasar Ou Ming. Ciuman yang panas dan penuh gairah itu menggetarkan panca indra satu sama lainnya. Untuk waktu yang lama, pria itu tidak menyentuh Yu Lili seperti itu, jadi itu tidak diragukan lagi terasa seperti semacam rangsangan yang akrab. Tubuh itu sudah bereaksi, dan Ou Ming bernapas dan menanggalkan pakaiannya satu per satu. Akan tetapi, tepat ketika pria itu membuka ikatan pakaian dalam Yu Lili, dirinya terkejut saat merasakan embusan napas yang teratur di kepalanya. Ou Ming berhenti dan mendongak melihat ke atas. Pria itu melihat bahwa mata Yu Lili terpejam, dan dari sudut pandangnya, dirinya bisa dengan jelas melihat bulu mata wanita itu yang lentik. Yu Lili bernapas dengan teratur, dan dadanya terlihat naik turun, yang mana merupakan sebuah pemandangan yang menarik. Namun, hal itu menyebabkan Ou Ming tertawa bukannya marah. Wanita ini ¡­ sebenarnya jatuh tertidur? Seberapa luas pikirannya? Ou Ming menghukum wanita itu dengan mencubit dadanya sebanyak dua kali , tapi Yu Lili hanya melambaikan tangannya dan mengerutkan kening, dan kemudian melanjutkan tidurnya. Ou Ming tidak marah, tapi dia bangkit berdiri dengan kesal dan berkata dengan suara rendah, "Aku benar-benar kehabisan kata-kata!" Chapter 857 - Apa Yang Ou Ming Katakan Itu Benar Setelah mengutuk pelan, Yu Lili masih tidak bereaksi sama sekali. Ou Ming terdiam, dan akhirnya, dia berbalik untuk pergi ke kamar mandi. Ou Ming mematikan lampu di dalam kamar dan dengan perlahan menutup pintu kamar mandi. Di tempat di mana pria itu tidak bisa melihat, Yu Lili membuka matanya dan memandang kegelapan di atas kepalanya, dan air mata mengalir di pipinya. Namun, jantungnya ¡­ berdetak sangat kencang ¡­. ''Apa yang Ou Ming katakan itu benar. Aku mengenal pria itu sama seperti dia mengenal diriku.'' Ketika Ou Ming berjalan keluar setelah mandi dan mengeringkan rambutnya, malam sudah larut. Kembali ke kamar tidur dengan perlahan-lahan, Ou Ming tanpa sadar naik ke tempat tidur. Semuanya terjadi begitu saja tanpa ada kesadaran diri. Tetapi setelah naik ke tempat tidur tersebut, dia tiba-tiba menyadari apa yang dirinya lakukan. ''Sial, kenapa aku melakukannya dengan sangat berhati-hati?'' Entah mengapa dirinya menjadi merasa terganggu, setelah berbaring, dia dengan brutal menarik selimut yang berada di bawah tubuh Yu Lili. Wanita itu mendengus dan membalikkan badan, dan bahkan suara napasnya yang teratur kembali terdengar. Ou Ming tidak memiliki pilihan selain membantu untuk menyelimuti Yu Lili, lalu dirinya berbaring dan menutup matanya. Namun, pikiran pria itu berkeliaran, jadi dia tidak bisa menenangkan diri sama sekali. Membalikkan badannya, dia mengulurkan tangan ke arah wanita muda yang sudah tertidur itu, dan akhirnya merasa sedikit tenang. Tapi, yang mengejutkan dirinya adalah Yu Lili tiba-tiba bersandar ke arahnya. Tubuh Ou Ming menjadi kaku, dan pada saat yang sama pikirannya teralihkan, Yu Lili dengan perlahan sudah bersandar pada dirinya dan menyesuaikan diri untuk mendapatkan posisi yang nyaman, kemudian napas Yu Lili terdengar dengan perlahan-lahan. Itu adalah ¡­ gerakan bawah sadar yang dulu wanita itu miliki. Yu Lili seperti seekor anak kucing dengan taring dan cakar sedang tertidur di rumahnya yang hangat dan nyaman. Jantung Ou Ming berdetak kencang, dan tubuhnya menjadi kaku dan tidak berani bergerak. ''Wanita ini benar-benar bisa mengejutkanku sepanjang waktu. Tetapi, apakah aku istimewa? Apakah gerakan tanpa sadar dalam tidurnya ini hanya terjadi untukku? Atau ¡­ apakah dia melakukan gerakan itu pada setiap pria?'' Ketika memikirkan hal itu, hati Ou Ming berdenyut kesakitan. Pria itu tidak dapat tidur sama sekali, jadi dia memeluk wanita tersebut, dan pikirannya sudah melayang jauh. Tidak ada yang terjadi malam hari itu. Ketika Yu Lili terbangun, tidak ada seorang pun di sekitarnya. Tempat di sebelahnya kosong dan terasa dingin. Yu Lili duduk, hanya mengenakan sebuah kaos dalam tipis. Dia melihat ke tempat di sebelahnya dan menatap dengan hampa. Dia jelas-jelas mengingat bahwa Ou Ming telah tertidur di sana. ''Apakah aku salah? Tadi malam, dia sepertinya memelukku. Sama seperti sebelumnya, dia memelukku dalam tidurku. Aku juga bersandar ke sisinya seperti sebelum-sebelumnya, yang merupakan sebuah kebiasaan yang sangat nyaman. Tapi, di mana dia sekarang?'' Ou Ming memiliki kebiasaan tinggal di tempat tidur, jadi dia pasti tidak akan bangun pagi-pagi jika tidak ada yang dilakukan. Dia melihat ke arah jam, dan saat itu pukul 8 pagi ¡­. - Xue, sang putri pemilik rumah, memandangi sosok jangkung dan tegap yang sedang berdiri di kamar 403 dan tidak bisa mengalihkan pandangannya. Sambil menyaksikan sosok itu berjalan berkeliling dan mengambil barang-barang, mata wanita itu berbinar-binar dan menghampiri sosok tersebut dan bertanya, "Tuan Ou, Yu Lili benar-benar tidak akan tinggal di sini? Apakah dia mengatakan bahwa dia ingin pindah?" ''Sayang sekali, jika wanita itu tinggal di sini, pria ini mungkin sering datang ke sini. Meskipun dia memiliki seorang kekasih, menyenangkan juga untuk bertemu pria seperti itu setiap hari!'' Ou Ming mengangguk dengan perlahan dan berkata, "Kami akan kembali ke Kotaraja, dan kami sudah merepotkanmu akhir-akhir ini." Chapter 858 - Kau Seharusnya Tidak Sekejam Itu "Ya ¡­." Xue merasa kecewa, tetapi dengan segera wanita itu tersenyum dan berkata, "Kalau begitu biarkan ibuku yang mengurus masalah uangnya." "Tidak usah." Ou Ming mengambil buku catatan yang telah tergeletak di atas meja untuk waktu yang lama, dan terlihat sebuah gambar sketsa wajah di atasnya. Dia memandangi gambar itu dan berkata, "Yu Lili sudah menandatangani kontraknya dengan Anda, jadi sisanya adalah uang jaminan, kan? Karena dia melanggar kontraknya, Anda harus mengurangi semuanya." Sambil mengatakan hal itu, pria itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari buku catatan itu. Garis tegas pada buku itu hanyalah beberapa goresan tetapi digambarkan dengan sangat jelas. Itu adalah gambar wajah Ou Ming. Di bawahnya ada gambar dua orang bayi kecil yang lucu dengan mata bundar yang besar. Ou Ming membalik halaman itu dan menemukan banyak gambar yang digambar dengan tangan di dalamnya. Beberapa dilukis dengan penuh perhatian, sementara yang lainnya berupa tulisan tangan yang buruk. Pada saat yang sama, terdapat beberapa patah kata. [Hidup tidak lebih baik daripada mati. Aku tidak bisa melanjutkan ini.] Tinta hitam itu telah mengering, dan Ou Ming memandangi tulisan itu dan merasakan sebuah perasaan yang rumit. Jadi, setelah menulis itu, Yu Lili bunuh diri? Pria itu menyadari tatapan Xue, jadi dia menutup buku catatan itu, memasukkannya ke dalam sebuah kotak kecil dan berkata, "Saya bisa membereskannya sendiri, terima kasih." Xue dengan malu-malu mengangguk dan berkata, "Oke, jika Anda butuh bantuan, Anda dapat mencari saya di sebelah." "Tentu, terima kasih." Ou Ming tersenyum sopan, dan dengan segera Xue melangkah keluar. Setelah wanita itu pergi, Ou Ming menghubungi Su Qianci. Su Qianci baru saja selesai mandi ketika dia melihat ponselnya berdering, dan mengangkatnya. "Halo?" "Kakak ipar, ini Ou Ming." "Aku tahu, ada apa?" "Aku di luar sekarang, jadi kau harus pergi menjaga Yu Lili dan mengajaknya untuk sarapan." "Ya, oke," jawab Su Qianci, dan mengenakan sepatunya. Tapi kemudian dia berhenti, tiba-tiba teringat pembicaraannya dengan Yu Lili kemarin dan berseru, "Ou Ming." "Ya." "Apa kau tahu kenapa dia melakukan aborsi?" Ou Ming mendengar itu dan terdiam untuk sesaat, lalu berkata, "Karena mereka adalah bayi-bayiku." ''Dia tidak menginginkannya karena mereka adalah bayi-bayiku.'' Itu adalah sebuah alasan yang sederhana dan kasar yang sangat menyakiti Ou Ming. Ketika mendengar itu, Su Qianci mendengus. Li Sicheng keluar dari kamar mandi dan mendengar suara tawa istrinya, jadi dia dengan penasaran menoleh dan bertanya, "Siapa yang kamu telepon?" "Ou Ming," kata Su Qianci kepada Li Sicheng. Wanita itu langsung tersenyum dan bertanya pada Ou Ming, "Apakah Lili yang memberitahumu hal itu?" Ou Ming merasa bahwa senyum Su Qianci agak tidak jelas. Setelah menjawabnya, pria itu langsung bertanya, "Apa yang dia katakan padamu?" "Hei, kapan kau akan kembali? Aku pikir kau harus berbicara dengan Lili secara langsung, tetapi kau tidak bisa menyangkal Lili sesuai dengan pengetahuanmu sendiri. Lili terlihat kuat, tetapi dia sangat sensitif. Jadi, itu pasti karena kau tidak bersikap cukup baik padanya, dia menyembunyikannya darimu, dan kau tidak pernah bertanya. Jika kau mengajukan lebih dari satu pertanyaan, maka dia pasti akan memberitahumu." Su Qianci merasa bahwa dirinya hampir seperti seorang makcomblang. Dia menyadari tatapan aneh Li Sicheng, jadi merasa sedikit tersipu dan berkata, "Bagaimanapun juga, kau jangan salah paham tentang Lili karena dia adalah gadis yang sangat baik, tetapi harga dirinya sangat keras. Sebagai seorang pria, kau harus menoleransinya, dan kau seharusnya tidak sekejam itu. " Chapter 859 - Seorang Pria Tampan Jarang Membungkuk Begitu Rendah Untuk Kesalahan Masa Lalu! Su Qianci tidak menyadari betapa kejamnya Ou Ming. Tapi hanya dengan kata-kata yang Ou Ming ucapkan kemarin sudah cukup untuk membuat dirinya marah. Ditambah apa yang Li Sicheng katakan padanya, Su Qianci diam-diam memberi label sebuah mulut yang kejam pada Ou Ming. Li Sicheng mendengar peringatan Su Qianci dan entah kenapa merasa sedikit geli. Ou Ming bukan kejam tapi aneh! Su Qianci cepat-cepat menutup teleponnya dan melihat Li Sicheng yang masih mengenakan baju tidur, jadi dia berkata, "Aku akan pergi menemui Lili dulu. Kamu pergi ke restoran untuk mencari kita nanti." "Oke." Li Sicheng mengusap rambut istrinya, menundukkan kepalanya dan berkata, "Beri aku sebuah ciuman." Su Qianci membalikkan badan dengan tatapan menghina, mengabaikan suaminya, mengambil tas, dan pergi. Setibanya di suite, Su Qianci menekan bel pintu, dan setelah beberapa detik, Yu Lili membukakan pintu. Dia mengenakan sebuah jubah mandi dengan rambut pendeknya yang setengah basah. Ketika Su Qianci melihat sahabatnya, dia memberi Yu Lili sebuah senyum lebar dan berkata, "Ou Ming memintaku untuk mengajakmu sarapan, jadi ayo pergi." Yu Lili mengerjapkan matanya, merasa sedikit terkejut dan bertanya, "Ou Ming memintamu untuk datang?" "Iya." Su Qianci sudah masuk ke dalam sembari berbicara, dan dia melihat ke sekeliling dan bertanya, "Bagaimana tidurmu tadi malam? Bukankah kamarnya bagus?" "Ya ¡­." Yu Lili menutup pintu dan menjawab dengan asal-asalan, "Baiklah." "Aku yang memesan kamar ini," kata Su Qianci dengan bangga. "Bagaimana tadi malam? Apa kau mengatakan sesuatu padanya?" "Apa yang bisa kukatakan?" Yu Lili menjawab dan matanya menunduk. "Apa yang kau bicarakan?" ''Aku tidak mengatakan apa pun kepadanya, tetapi dia mengatakan sesuatu padaku. Sesuatu yang sangat menyakitiku.'' Su Qianci tersenyum licik, menaikkan alisnya dan bertanya, "Apakah kau tidak ¡­" Yu Lili melihat ekspresi wajah sahabatnya, mengulurkan tangan untuk mendorong wajahnya, dan berkata, "Pergi sana, aku baru saja keluar dari rumah sakit,. Apa yang kau pikirkan?!" "Oh ¡­." Su Qianci terlihat seperti dirinya mengerti dan berkata. "Oh begitu." Saat melihat rasa iba di wajah Su Qianci, Yu Lili tak dapat mengucapkan apa pun, memberi sahabatnya tatapan kosong dan berkata, "Di mana kau mempelajari raut wajah seperti itu? Itu sangat menyebalkan." Mendengar apa yang sahabatnya katakan, Su Qianci tertawa terbahak-bahak, lalu menaikkan alisnya lagi dengan cara yang menyebalkan itu, "Aku belajar dari paman Luo-nya anak-anak. Ini sangat menyebalkan, bukan?" Pada saat yang bersamaan, Luo Zhan bersin-bersin di Kotaraja. Semulut penuh susu kedelai dan adonan gorengan semuanya disemburkan keluar. Luo Ran, yang sedang duduk di seberangnya, memejamkan mata, menggertakkan giginya, dan pembuluh darah biru di dahinya tiba-tiba bermunculan, dan berteriak, "Kau b*jingan!" Luo Zhan menggigil, langsung melompat mundur dan berteriak, "Aku tidak bermaksud melakukannya! Seseorang sedang bergosip tentang aku. Mustahil untuk mencegahnya!" Luo Ran mengambil cangkir di depannya dan siap untuk melemparkannya. Luo Zhan segera melindungi wajahnya dengan tangannya dan berteriak dengan mata terpejam, "Kakak, seorang pria tampan jarang membungkuk begitu rendah untuk kesalahan masa lalu!" "Hmm!" Luo Ran meletakkan cangkirnya, memandangi sarapan yang sudah berantakan di depannya, dan berkata dengan nada bicara yang buruk, "Bersihkan. Aku akan pergi." "Ke mana?" "Berkencan!" Setelah mengatakan itu, Luo Ran mengambil mantelnya, membuka pintu dan melangkah keluar. Luo Zhan mendengus ketika melihat kekacauan itu, dan dia tidak tahan melihatnya lagi. ''Jika Lu Yihan berada di sini, itu akan menyenangkan. Aku bisa meninggalkan semua ini untuk dia bersihkan.'' Chapter 860 - Dunia Ini Sangat Kecil .... Luo Zhan menghela napas dengan pelan, tapi kemudian dia dengan cepat menerima kenyataan dan membersihkan meja itu dengan perlahan. Sebelum pria itu selesai, ponselnya berdering. Itu adalah Ruo La. Luo Zhan bertemu dengan Ruo La ini di pesta yang diadakan oleh rekan-rekan Lu Yihan, dan wanita itu sangat mengagumi para pria IT. Terutama pada Z Luo Zhan yang terkenal, Ruo La tergila-gila pada pria itu layaknya seorang penggemar. Sejak hari mereka bertemu, dia mulai mengejar Luo Zhan dengan cara yang gila-gilaan. Mereka semua mengatakan itu sangatlah mudah bagi seorang gadis untuk mengejar seorang pemuda. Luo Zhan tidak memiliki perasaan pada gadis ini, tetapi setelah menjadi pria lajang selama bertahun-tahun, dia tidak terburu-buru untuk menikah, tetapi keluarganya yang sudah terburu-buru. Mereka semua mendesak pria itu untuk mencari seorang kekasih atau seorang istri, dan kebetulan ada seorang gadis yang masuk ke dalam hidupnya, maka Luo Zhan dengan enggan berkencan dengan gadis itu. Dalam sebuah ungkapan populer, mereka lebih dari sekadar teman tetapi bukan pasangan. Luo Zhan mengangkat telepon, menjawab sambil membersihkan meja, "Halo?" Ruo La adalah seorang gadis khas selatan yang berbicara dengan perlahan, dan saat mendengar suara Luo Zhan, dia bertanya dengan lembut, "Apa yang sedang kau lakukan?" "Aku sedang membereskan meja karena kami baru saja selesai sarapan." Mendengar apa yang pria itu katakan, Ruo La merasa terkejut dengan sebuah "wow" dan berkata, "Kau benar-benar memasak. Sungguh menakjubkan!" "Tidak, kakakku membelinya." Suara Ruo La berhenti, tetapi tak lama kemudian dia tertawa dan berkata, "Itu luar biasa bagimu untuk melakukan bersih-bersih. Ngomong-ngomong, jadwal apa yang kau miliki pada hari Sabtu?" "Tidak ada.". Bagi Luo Zhan, dirinya hanya bisa makan, tidur, dan bermain game, dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan. "Jika begitu ¡­ bagaimana kalau pergi menonton film?" Ruo La bertanya dengan hati-hati, dan suaranya terdengar malu-malu dan bersemangat seolah-olah dirinya takut ditolak. Luo Zhan dengan jelas menyadari kegugupan wanita itu, melihat ke arah jam, dan berkata, "Masih terlalu dini untuk menonton film, kenapa tidak pergi ke taman hiburan saja?" "Hebat!" Ruo La berteriak kegirangan, tetapi dengan segera suaranya terdengar lebih pelan dan bertanya, "Apakah kau suka pergi ke tempat seperti itu?" "Aku tidak terlalu menyukainya," kata Luo Zhan dengan jujur. "Tapi bukankah para gadis benar-benar menyukainya? Ini akhir pekan, jadi ayo kita pergi bersama." Ruo La merasa manis, jadi dia menjawab, "Kalau begitu, sampai jumpa nanti." "Tentu." Setelah menutup teleponnya, ketika Luo Zhan mengangkat mangkuk-mangkuk dan sumpit untuk dibawa pergi, dirinya terpeleset dan terjatuh. Prang! Suara nyaring dan keras itu terdengar menyedihkan. Luo Zhan terjungkal ke belakang dengan tangan dan kaki di udara dan rasanya sangat menyakitkan. Dia bangun dan melihat ke sekelilingnya. Dia baru saja terpeleset karena susu yang tumpah! "Si*l, Luo Ran keterlaluan! Oh ¡­ ah, itu sakit!" Sambil melihat ke arah siku dan tubuhnya, dia berdiri untuk memeriksanya, mengambil napas dalam-dalam, lalu menepuk-nepuk debu di tubuhnya dan merasa mengerikan ketika melihat kekacauan di lantai. ''Waktu aku tinggal bersama Lu Yihan, hal seperti ini tidak pernah terjadi ¡­ aduh ¡­.'' Setelah membersihkan dengan enggan, Luo Zhan dengan malas menyeret tubuhnya yang lelah dan pergi ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya. - Lu Yihan membuat janji hari ini dengan para pelanggannya untuk bermain golf. Dia tiba di klub liburan yang disepakati di pagi hari, namun, setelah turun dari mobil, dia melihat sebuah mobil Maserati yang terkenal terparkir di pintu masuk klub tersebut. Mobil ini ¡­ terlihat sedikit familier! Setelah melihat pelat nomornya, Lu Yihan merasa bahwa dirinya mengetahui dengan pasti mobil ini milik siapa. Seorang pria yang mengenakan sebuah mantel kulit berjalan ke arah Maserati itu, terlihat menyenangkan. Kemudian pria itu pergi ke kursi penumpang, diikuti oleh seorang wanita seksi. Hei, dunia ini sangat kecil ¡­. £¬ Chapter 861 - Bagaimana Dengan Menjadi Lajang Seperti Yang Dikatakannya? Luo Zhan sepertinya merasakan tatapan Lu Yihan dan dengan cepat berbalik untuk menatap pria itu. Lu Yihan menaikkan alisnya sedikit dan melirik ke arah gadis di sebelah pria itu. Luo Zhan tersenyum padanya dan terlihat cukup sopan, tetapi bersikap seolah-olah dirinya tidak mengenal Lu Yihan, dengan cepat membalikkan badan untuk melihat ke arah gadis di sebelahnya, meraih tangan gadis itu dan masuk ke dalam klub bersama-sama. Lu Yihan mengerti bahwa Luo Zhan sengaja bermain pura-pura bodoh, tetapi entah kenapa dirinya merasa agak terganggu, dengan enggan tersenyum, lalu melemparkan kunci ke penjaga pintu dan berbalik untuk berjalan masuk. Pelanggan itu datang tak lama kemudian, lalu Lu Yihan makan bersamanya sebelum pergi ke lapangan golf. Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa ketika sedang bermain golf, Lu Yihan melihat Luo Zhan kembali. Luo Zhan sedang berdiri di belakang wanita cantik itu dan memeluknya dari belakang, dan tangannya sedang memegangi tangan gadis tersebut, tetapi pria itu sepertinya tidak sabar dengan apa yang telah dilakukan gadis tersebut sebelumnya. Matanya terlihat lembut dan Luo Zhan dengan sabar mengajari gadis itu cara bermain golf. Sepertinya dia sangat terampil ¡­ tapi, sejak kapan Luo Zhan mengetahui bagaimana cara bermain golf? "Lu, Lu?" Setelah pelanggan itu berseru beberapa kali, Lu Yihan tiba-tiba kembali ke dunia nyata, tersenyum dan bermain dengan pelanggan tersebut kembali, tetapi Lu Yihan tidak sefokus sebelumnya. Dia melihat ke arah Luo Zhan dari waktu ke waktu dan melamun. Sekitar lebih dari setengah jam kemudian, pelanggan itu pergi setelah menerima sebuah panggilan telepon. Setelah Lu Yihan mengantar pelanggan tersebut pergi, dia pada awalnya bersiap untuk mengambil mobil dan pergi, tetapi ketika penjaga pintu bertanya kapan harus mengambil mobilnya, pria itu berhenti dan berjalan masuk kembali. Luo Zhan dan wanita itu masih berada di lapangan golf, dan gerakan si cantik tersebut sepertinya jauh lebih terampil. Tidak diragukan lagi, Luo Zhan adalah seorang guru yang baik. Tapi sejak kapan Luo Zhan mengetahui bagaimana cara bermain golf? Berdasarkan tekniknya, dia tidak seperti seorang pemula sama sekali. Ketika Lu Yihan siap untuk menghampiri guna menyapa, Luo Zhan tiba-tiba memeluk wanita itu, dan mereka terlihat mencurigakan dan sangat dekat. Sepertinya ¡­ mereka memiliki perasaan untuk satu sama lain. Jadi ¡­ bagaimana dengan menjadi lajang seperti yang dikatakannya? Bagaimana dengan tidak mengetahui apa pun tentang bagaimana mengejar seorang gadis seperti yang dikatakannya? Luo Zhan tidak terlihat seperti seorang pemula sama sekali! Lu Yihan tiba-tiba merasa tertipu, entah kenapa merasa tidak senang, dan dia langsung menjadi marah. Setelah memandangi mereka sejenak, Lu Yihan tidak jadi menghampiri, dan kemudian berbalik dan kembali berjalan keluar dari klub. - Luo Zhan dan Ruo La pergi menonton sebuah film cinta sastra yang dipilih oleh Ruo La dan sedang populer akhir-akhir ini. Tetapi setelah menontonnya sebentar, pria itu mulai merasa bosan. Ruo La dengan cepat menyadari bahwa Luo Zhan mengantuk, jadi dia mendorong pria itu dengan lembut, dan Luo Zhan segera terbangun. Namun, tidak terduga bagi Ruo La bahwa kalimat pertama yang diucapkan pria itu adalah, "Aku ingin makan ikan rebus dengan acar kubis China hari ini." Tetapi setelah mengatakan hal itu, Luo Zhan merasa terkejut saat melihat bahwa suasana di sekitarnya itu tidaklah benar. Ruo La tersipu malu, mengangguk, dan berkata, "Oke." Pasangan di layar lebar bioskop itu sedang menangis, dan orang-orang di sekitarnya menitikkan air mata. Ruo La juga terharu hingga menangis dan terlihat menyedihkan. Tetapi sebaliknya, Luo Zhan tiba-tiba merasa tidak senang. Entah kenapa dirinya dipenuhi dengan rasa malu dan amarah. Setelah keluar dari bioskop, Ruo La membawa Luo Zhan berjalan masuk ke pusat perbelanjaan terdekat dan berkata, "Aku baru saja memeriksa aplikasi dan menemukan restoran yang memasak ikan lezat tepat di mal itu. Ayo kita pergi." Chapter 862 - Apakah Kau Akan Menawarkan Hadiah Yang Disediakan Olehku? Luo Zhan berhenti dan berdiri di tempat yang sama, dan Ruo La menariknya tetapi pria itu tidak bergerak, jadi gadis itu berbalik untuk menatapnya dan bertanya, "Apa yang terjadi?" Luo Zhan dengan perlahan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada, aku tiba-tiba teringat kalau ada sesuatu yang belum diselesaikan. Jadi, bagaimana kalau kau pergi makan bersama temanmu? Atau, mungkin kau bisa pulang terlebih dulu karena aku harus kembali ke kantor untuk mengurus sesuatu." Ketika mendengar apa yang pria itu katakan, Ruo La merasa sedikit kecewa. Tetapi saat melihat ekspresi wajah Luo Zhan, gadis itu akhirnya mengangguk dan berkata, "Baiklah, kalau begitu kau tidak boleh bekerja terlalu larut, dan ingatlah untuk tidur lebih awal di malam hari." "Ya, tentu." Ruo La menatap Luo Zhan dengan enggan dan maju selangkah dengan perlahan-lahan, kemudian dirinya berada di hadapan pria itu. Luo Zhan sedikit terkejut dan menatap gadis itu dengan takjub. Tangan Ruo La menyentuh bahunya dengan pelan, dan sentuhan lembut itu membuat Luo Zhan merasa aneh dan ajaib. Kemudian, wajah Ruo La sedikit memerah dan berjinjit untuk menciumnya dengan lembut. Luo Zhan terkejut, dan kemudian Ruo La melarikan diri tanpa melihat ke belakang lagi. Saat melihat sosok gadis itu, Luo Zhan merasa malu dan bersalah. ''Ruo La adalah seorang gadis yang baik, tapi ¡­ aku tidak pantas untuknya.'' Luo Zhan melamun di jalan itu, dan setelah beberapa saat, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lu Yihan. Lu Yihan sedang mengemudi. Dia melirik ke arah ponselnya dan melihat nama peneleponnya, lalu mengangkat telepon itu. "Halo?" "Lu Yihan, kau punya waktu sebentar?" "Kenapa?" "Katakan padaku apakah kau sedang bebas." "Katakan padaku dulu apa yang akan kau lakukan?" "Ayo kita makan malam bersama." Luo Zhan terdengar agak tidak berdaya. Saat mendengar apa yang Luo Zhan katakan, Lu Yihan berpikir bahwa dirinya sudah mengetahui apa yang hendak Luo Zhan lakukan. ''Luo Zhan mungkin ingin memperkenalkan seorang gadis padaku.'' Namun, Lu Yihan masih berpura-pura tidak mengetahui apa-apa dan berkata, "Oh, oke, ayo kita makan malam. Ke mana kita akan pergi?" Luo Zhan berpikir sejenak dan berkata, "Ayo pergi ke rumahmu karena aku ingin makan ikan rebus dengan kubis China yang kau masak." "Si*l, Luo Zhan, apa kau akan menindasku lagi?" Lu Yihan berkata, tersenyum dengan kesal. "Apakah kau akan menawarkan hadiah yang disediakan olehku?" Luo Zhan tidak mengatakan apa pun. ''Menawarkan hadiah yang disediakan olehnya? Menawarkan hadiah apa untuk siapa? Aku bingung!'' Namun, kemampuan Luo Zhan untuk memahami perumpamaan tidak pernah baik, dan ¡­ Lu Yihan jauh lebih baik darinya. Bukankah itu salah? Luo Zhan memikirkan tentang hal itu, berpura-pura mengetahui segalanya dan berkata, "Mungkin. Iya atau tidak?" "Baiklah, selamat, kalau begitu aku akan pergi membeli sayuran, jadi tunggu ya." Setelah mengatakan itu, Lu Yihan langsung menutup teleponnya. Luo Zhan merasa sedikit termenung. Menyelamati dirinya untuk apa? ¡­. Mobil Luo Zhan sedang digunakan oleh Luo Ran, jadi hari ini dia pada dasarnya mengandalkan taksi. Tempat itu agak jauh dari jalan besar ke tempat Lu Yihan, jadi membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk sampai ke rumah Lu Yihan. Lu Yihan sudah membawa sayurannya pulang, dan Luo Zhan dengan terampil memasukkan kata sandinya dan masuk ke dalam, dan mendapati Lu Yihan sedang sibuk di dapur. Bersih dan rapi. Rumah Lu Yihan sama sekali tidak terlihat seperti rumah seorang wanita. Luo Zhan langsung berbaring di sofa, dan sedikit memicingkan matanya. Tanpa sadar dia jatuh tertidur. Dalam mimpi itu, Ruo La menuduh dirinya tidak memiliki hati nurani dan menjadi seorang hidung belang sembari gadis itu menangis. Pada saat yang sama, kebencian dan kekecewaan orang tuanya dan Luo Ran menyelimuti dirinya. Lu Yihan tiba-tiba muncul, menatapnya dengan tidak peduli dan berkata dengan dingin, "Kau harus bangun, Luo Zhan." Chapter 863 - Seorang Saudara Kembar Kemudian, Lu Yihan mengulurkan tangan dan mendorongnya, dan Luo Zhan terjatuh ke belakang. Dia merasa kaget dan langsung membuka matanya. Lu Yihan merasa terkejut dengan gerakan Luo Zhan yang tiba-tiba, dan kemudian merasa lega ketika dirinya melihat bahwa pria itu baik-baik saja. Lu Yihan menepuk-nepuk Luo Zhan dengan jengkel dan berkata, "Kau bisa tertidur seperti itu. Seberapa lelahnya dirimu?" Luo Zhan mendapatkan ruang untuk bernapas dan terduduk di sofa. Lu Yihan melihat bahwa pria itu tidak terlihat sehat dan berkata, "Jadi, di mana kekasihmu?" "Oh ¡­ aku membiarkannya pulang terlebih dulu." Lu Yihan tercengang, dan dengan tidak percaya berkata, "Tidak mungkin, aku sudah memasak begitu banyak hidangan karena aku ingin bertemu kekasihmu! Dan kau membiarkannya pulang?" "Kenapa kau ingin bertemu dengannya?" Luo Zhan duduk tegak. "Mungkin dia bukan kekasihku lagi besok. Kurasa kita tidak cocok." "Si*lan, kalian berdua terlihat baik-baik saja di pagi hari. Kalian berpelukan dan bermain golf bersama. Kupikir kau akan pergi ke hotel atau melakukan sesuatu yang lain ¡­" Sambil mengatakan itu, Lu Yihan sepertinya memikirkan sesuatu dan berkata, "Seharusnya tidak boleh begitu karena dia menolak untuk pergi ke hotel, lalu kau ingin putus dengannya? Dasar ber*ngsek!" Luo Zhan berkata, "Kapan aku pergi bermain golf? Apa kau tidak salah lihat?" "Ayolah, apa aku tidak mengenalimu? Bagaimana mungkin aku salah!" "Kau pasti salah. Aku tidak bermain golf hari ini." Luo Zhan berdiri dan langsung pergi ke toilet. Ketika keluar, dia berteriak, "Aku lapar, ayo kita makan." Lu Yihan berpikir bahwa Luo Zhan berpura-pura tidak mengenalnya pagi ini dan merengut. Mereka mencuci tangan dan pergi ke meja makan bersama, kemudian Luo Zhan mulai mengisi perutnya sendiri. Lu Yihan makan dengan perlahan dan berkata, "Serius, kau tidak seharusnya bermain-main seperti itu. Para gadis harus dikejar dengan perlahan. Tidak ada yang tahan jika kau meminta mereka pergi ke hotel dengan segera. Ngomong-ngomong, gadis itu bukan gadis yang di klub malam, kan?" Luo Zhan sedang makan, tetapi ketika mendengar apa yang dikatakan Lu Yihan, dirinya menjadi bingung. "Jangan pura-pura, aku telah melihatmu dengan dua orang gadis yang berbeda. Mungkin ada lebih banyak lagi yang belum kulihat." "Lu Yihan, kau pasti ¡­" Salah. Namun, ketika dia hendak mengatakannya, Luo Zhan tiba-tiba mengerti. Luo Ran ¡­. [Kau mau pergi ke mana?] [Berkencan!] Saat memikirkan Luo Ran, Luo Zhan mendengus, memandang Lu Yihan dan berkata, "Oh begitu, orang yang kau lihat bukanlah aku." "Bagaimana mungkin? Aku mengenalimu ketika kau berubah menjadi abu, apa kau pikir aku buta? Atau kau punya seorang saudara kembar?" Luo Zhan tidak mengatakan apa pun, berpikir sejenak dan berkata dengan malu-malu, "Bagaimana mengatakannya ya, aku tidak ingin memberitahumu, tetapi karena kau telah bertanya padaku, maka aku akan mengakuinya ¡­." "Apa?" "Aku benar-benar memiliki seorang saudara kembar yang baru saja kembali dari London beberapa waktu yang lalu." Lu Yihan tertawa, tidak memercayainya dan berkata, "Kenapa kau tidak pernah membahas hal itu sebelumnya?" "Kenapa aku harus melakukannya? Lagi pula ini bukan masalah besar." Luo Zhan berkata dengan asal-asalan, menyeruput kuah asinan kubis China dan berkata, "Dia punya orangtuanya, dan aku punya orangtuaku. Kami tidak punya banyak kesempatan untuk bertemu satu sama lain dalam setahun. Bahkan Ou Ming dan Sicheng pun jarang melihatnya, apalagi kau." Apa yang Luo Zhan katakan sepertinya benar. Lu Yihan menatap pria itu untuk waktu yang lama, menganggapnya setengah serius dan setengah skeptis, dan tidak bertanya lagi. Chapter 864 - Ou Ming, Apakah Kau Cemburu? Lu Yihan merasa khawatir bahwa hidangan itu tidak akan habis, tetapi ternyata Luo Zhan memakan sebagian besar dari hidangan tersebut. Luo Zhan berkata bahwa dirinya ingin makan, dia benar-benar datang hanya untuk makan. Setelah Luo Zhan merasa kenyang, dia membantu Lu Yihan membersihkan piring kotor, dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Begitu mereka selesai mencuci mangkuk-mangkuknya, Luo Zhan baru saja bersiap untuk pulang ketika ponselnya berdering. Itu adalah Li Sicheng. "Li Sicheng." "Datanglah ke Istana Satu." "Oke, tapi aku sudah makan, jadi kau tidak perlu menungguku jika kau mau makan." Luo Zhan merasa sedikit lelah setelah makan, dan dia menguap. Tiba-tiba, suara di telepon itu berubah menjadi suara Ou Ming, dan Ou Ming berkata, "Kau kenal dengan Lu itu, kan? Ajak dia kemari." "Kenapa kau ingin dia datang ke sana?" Luo Zhan merasa agak bingung. Tapi dengan segera, ada cahaya putih yang berkelebat di dalam pikiran Luo Zhan, dan dia segera mengerti. "Apakah itu ¡­ karena wanita Yu itu kembali?" "Ya." Semua sebab dan akibatnya telah terhubung, dan Luo Zhan sudah mengetahui apa artinya itu. Dia memandang Lu Yihan, yang sedang bermain dengan ponselnya sambil duduk-duduk, dan berkata, "Oh, kau dapat merasa tenang karena Lu Yihan tidak menyukai gadis itu." Lu Yihan mendengar namanya disebut, lalu membalikkan badan dan terlihat bingung. Namun, Ou Ming tidak menjelaskan banyak hal dan berkata, "Bawa saja dia." Setelah itu, dia menutup teleponnya. Luo Zhan tidak bisa berkata apa-apa, tetapi dia memandang ke arah Lu Yihan dan mengatakan kepadanya apa yang tadi dikatakan Ou Ming. "Tentu, toh aku juga tidak melakukan apa-apa." Lu Yihan berdiri dan berkata, "Aku akan ganti baju dulu." ¡­. Pukul satu siang, di ibu kota. Ou Ming membawa banyak barang-barang Yu Lili yang sepertinya berarti kembali. Setelah pria itu kembali, Yu Lili baru saja menyelesaikan makannya dengan Su Qianci dan sudah kembali ke hotel. Melihat barang-barang miliknya, Yu Lili merasa terkejut dan sangat gembira. Dia mengambil ponselnya, dan setelah menyalakannya, dia mulai mengepak barang-barang lainnya. Ou Ming menyaksikan wanita itu menyembunyikan buku catatan dengan diam-diam dan kemudian melihat barang-barang Yu Lili yang lainnya. Jadi pria itu menajamkan tatapan matanya dan berkata, "Ayo kita kembali ke Kotaraja hari ini." Ketika mendengar apa yang Ou Ming katakan, Yu Lili sedikit terpana. Wanita itu berpikir bahwa dirinya telah salah paham, jadi dia mendongak dan bertanya, "Apa katamu?" "Ayo kembali ke Kotaraja dan tinggal di vila Xishan." Ou Ming duduk di sofa, dengan perlahan membuka kancing jaketnya dan berkata, "Kau tampaknya pandai melukis. Apakah kau ingin mengambil pekerjaan membuat komik?" Ada sebuah situs web komik yang utamanya bekerja pada saluran pengisian daya untuk klien nirkabel di Grup Ou. Orang-orang dapat menghasilkan banyak uang di situs web itu, dan Yu Lili sudah pernah mendengarnya. ''Tapi, Ou Ming langsung bekerja dengan perusahaan itu ¡­. Apakah aku akan dianggap sebagai karyawan yang memiliki sebuah hubungan yang dekat? Tunggu ¡­ bagaimana dia tahu kalau lukisanku bagus?'' Yu Lili tanpa sadar melihat ke buku catatan yang diam-diam dia sembunyikan di dalam barang-barangnya. Setelah buku hariannya hilang, dia menemukan sebuah buku yang baru untuk menggantikannya, dan buku harian yang baru itu selalu bersamanya. Ou Ming ¡­. ''Aku takut kalau dia membacanya.'' Ada beberapa ilustrasi di dalamnya selain kata-kata. Banyak dari ilustrasi itu adalah gambar wajah, dan tingkat kemunculan yang tertinggi tidak diragukan lagi adalah Ou Ming. Lu Yihan adalah yang kedua ¡­. Ou Ming melirik ke arahnya dan berkata, "Apakah kau masih menyukai Lu Yihan itu?" Yu Lili tidak mengetahui apa yang Ou Ming maksud dan menatap pria itu, merasa sedikit tidak yakin. "Jangan takut, aku tidak akan memakannya." "Tidak seharusnya dikatakan bahwa aku "menyukainya", karena aku dulu menyukai tipe pemuda seperti itu, tetapi aku tidak menyukainya sekarang." "Benarkah ¡­." Suara Ou Ming terdengar rendah dan tidak jelas. Yu Lili merasa agak gelisah, berdiri di tempatnya dengan tidak nyaman, dan dia dengan beraninya bertanya, "Apakah kau cemburu?" Chapter 865 - Buku Harian Yu Lili Ou Ming mendengar ketiga kata itu, dan rasanya seperti mendengar sesuatu yang lucu. Dia menatap Yu Lili dengan mata cokelat tuanya dan senyumnya semakin dalam. Pria itu dengan perlahan melepas jaketnya dan berkata dengan suara yang asal-asalan, "Jika aku tidak salah, hal yang disebut cemburu itu membuat seseorang merasa tidak bahagia, marah, gelisah, dan bahkan jengkel dan tidak rasional ketika orang yang dicintainya menghadapi lawan jenisnya." Cemburu seharusnya tetap cemburu, tetapi ketika Ou Ming mengatakannya seperti itu, Yu Lili tiba-tiba merasa bahwa kata itu telah menjadi serius dan hebat. Ketika mendengar apa yang pria itu katakan, Yu Lili tercengang. Ou Ming lanjut berkata, "Dan kau berpikir bahwa kau adalah orang yang kucintai?" ''Tampaknya, aku bukan orang yang dicintainya.'' Yu Lili pada awalnya ingin membiarkan Ou Ming menutup mulutnya, tetapi dia tidak berharap pria itu merespons dengan cara seperti ini, dan dirinya tiba-tiba menjadi malu. ''Aku pikir dia akan menjadi seseorang yang pasif. Tetapi metodenya jelas terlihat jauh lebih kejam daripada yang kubayangkan.'' Ou Ming menatap Yu Lili sambil tersenyum tipis, sedikit menaikkan alis dan bibirnya. "Kau hanyalah teman wanitaku." Pria itu berhenti sejenak, dan kemudian berkata, "Aku bisa memiliki banyak teman wanita, tetapi hanya ada seorang wanita saja yang menjadi istriku." Hati Yu Lili terasa sakit. Teman wanita, orang yang dicintai. Sepertinya hanya ada sebuah perbedaan kata saja, tetapi perbedaannya sangat besar. Seseorang yang dibayar dengan uang adalah wanita simpanan. Seseorang yang dibayar dengan sebuah hati yang tulus adalah orang yang dicintai. Dia tidak pernah menduga hal itu, tetapi kata-kata Ou Ming begitu terang-terangan sehingga dirinya mau tidak mau merasa sakit hati, seolah-olah pria itu menikamnya tepat di dalam hatinya. "Oh, ya, ya ¡­." Yu Lili memandang Ou Ming dengan tidak peduli, mengangkat bahunya, dan berkata, "Aku sudah tahu itu, aku hanya membuat sebuah lelucon ¡­ tapi kau bereaksi dengan begitu seriusnya, aku mungkin berpikir bahwa kau sedang menyembunyikannya, Tuan Ou." Ou Ming sepertinya tersenyum dan berkata, "Paling baik mengatakannya dengan terus terang untuk menghentikan imajinasimu, atau kau akan selalu mencari sesuatu yang bukan milikmu." Ekspresi wajah Yu Lili semakin memburuk. Ou Ming berpura-pura tidak melihatnya, melihat ke sekelilingnya dan berkata, "Ayo bereskan dan kita akan kembali ke Kotaraja pada sore hari." Sambil mengatakan itu, dia berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi. Yu Lili memandangi sosok Ou Ming. Bibirnya berkerut, dan wajah kecilnya terlihat agak pucat. Sambil memandangi buku catatan di tangannya, wanita itu duduk di tempat tidur dan membalik-balik halamannya secara acak. Buku catatan ini dibeli ketika dirinya berada di Kotaraja. Karena penampilan buku itu sangat indah, dia membelinya. Dia sesekali menggambar di dalam buku itu karena itu adalah sebuah buku catatan yang sangat tebal. Pelat besinya yang indah itu tebal dan keras, jadi sulit untuk mengetahui berapa banyak kertas yang terdapat di dalamnya. Sebuah kartu nama digambar di halaman terakhirnya. Dr. Jin Baihe, Dokter Kepala Obstetri 1 dan Ginekologi 2 di Rumah Sakit Pertama Kotaraja. Tepat di bawah kartu nama itu, Yu Lili dengan jelas menulis beberapa kata: Maaf, aku tidak bisa mempertahankanmu. Saat melihat kata-kata ini, Yu Lili menarik napas panjang, tetapi kemudian dia menutup buku itu dan memasukkannya ke dalam kotak. - Ou Ming sedang berada di kamar mandi, memegangi ponsel dan bersandar ke dinding kaca kamar mandi. Sambil memandangi kartu nama yang dipotret di ponselnya tersebut, pria itu berpikir untuk waktu yang lama, lalu membuka WeChat dan mengirimkan foto itu ke Xu Cheng dengan keterangan gambar "Yu Lili". Xu Cheng dengan segera mengerti dan membalas, "Baik, saya akan langsung memeriksanya." Setelah melihat jawaban Xu Cheng, Ou Ming membasuh wajahnya dan keluar lagi. Cabang ilmu kedokteran yang khusus tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kelahiran bayi (kehamilan, persalinan, dan sebagainya); ilmu kebidanan. Cabang ilmu kedokteran yang berkenaan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit khusus pada wanita. Chapter 866 - Apa Yang Sudah Kau Baca Di Buku Harian Itu? Yu Lili merasa agak terkejut dengan apa yang dilakukan Ou Ming, dan bahwa pria itu benar-benar membawa kembali barang-barang miliknya. Wanita itu memiliki sebuah perasaan yang luar biasa di dalam hatinya yang berkembang dengan pesat. Sambil memandangi barang-barang yang sudah dikenalnya, Yu Lili mulai mengemasi tasnya. Ou Ming duduk di tepi tempat tidur, mengambil laptopnya, dan dengan cepat mulai mengetik. Yu Lili mendongak menatap Ou Ming, dan gerakannya semakin melambat. Setelah berpikir untuk waktu yang lama, dia berkata, "Bukankah kau ¡­ membeli perusahaan Li De? Kalau begitu, bisakah kau membantuku mendapatkan barang-barangku kembali?" Ou Ming memicingkan matanya pada wanita itu, dan matanya kembali ke layar laptop. Dia sepertinya tidak tertarik, dan berkata, "Bukankah kau mengatakan bahwa kau tidak membuka laptopku? Bagaimana kau tahu aku membeli perusahaan itu?" Itu benar-benar sebuah tamparan di wajah Yu Lili dan wajah wanita itu memerah. Ou Ming jarang-jarang tidak mengambil kesempatan dari hal ini, jadi dia memandangi wajah Yu Lili yang memerah dan bertanya, "Barang-barang apa?" "Buku harian ¡­" kata Yu Lili dengan ragu-ragu, sambil menatap pria itu, "Buku catatan berwarna biru itu, yang kau baca sebelumnya ¡­." Buku harian itu diambil oleh Li De, meskipun Yu Lili tidak mengetahui apa yang sudah mereka lakukan pada buku harian tersebut. Tapi buku itu ¡­ sangat penting baginya. Dia ingat memiliki sebuah perasaan yang tidak nyaman pada hari ketika Ou Ming melemparkan buku harian itu ke dinding foto dan menghancurkan segalanya. Ou Ming mungkin belum selesai membacanya. Jika sudah selesai, pria itu tidak akan bersikap seperti ini. Ou Ming memandang Yu Lili dan berkata, "Aku sudah menemukannya." Mata Yu Lili berbinar-binar, "Di mana bukunya?" "Sudah tidak ada." Yu Lili terkejut dan bertanya, "Apa maksudnya ''sudah tidak ada''?" "Aku tidak menemukannya karena buku itu sudah dihancurkan oleh istri Li De." Orang-orang Ou Ming sudah mencoba beberapa kali, dan kemudian Ou Ming membiarkan Li De melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa celah teknis perusahaannya digunakan dan dihancurkan oleh Li De sendiri. Reputasi perusahaan itu anjlok dalam tiga hari. Tetapi tidak peduli berapa banyak Li De memohon belas kasihan, dirinya tidak bisa mengembalikan buku harian tersebut. Jadi, kehidupan perusahaan kecil itu telah berakhir. Mendengar kata-kata itu, Yu Lili merasa kecewa, tetapi pada saat yang bersamaan hal itu telah diperkirakannya. Wanita itu menjawab dengan tidak senang, lalu menunduk dan terus membereskan barang-barangnya. Ada sebuah kotak baru yang baru saja dikirim ke kamar oleh pelayan. Yu Lili membeli banyak barang kemarin, dan setelah mengemasnya, barang-barang itu memenuhi satu buah kotak. Sambil membereskan barang-barangnya, wanita itu dengan enggan berbalik untuk bertanya kepada Ou Ming, "Apa yang sudah kau baca di buku harian itu?" "Apakah itu penting?" Ou Ming balik bertanya. Bibir Yu Lili berkerut, menunduk, menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak masalah." Lagi pula, hal itu sudah berlalu sekarang. Dia merasa sedikit kesal, memalingkan kepalanya, dan lanjut membereskan barang-barangnya. Ou Ming menaikkan alisnya. Sepertinya buku harian itu memiliki banyak rahasia. Sayang sekali. Namun, ketika dia menatap Yu Lili, yang sedang berkemas tanpa bersuara, terutama ketika dia melihat bahwa wanita itu sedang melipat pakaiannya, dirinya entah mengapa merasa senang, dan ketika dia sedang berada di tempat di mana Yu Lili tidak bisa melihatnya, dirinya sedikit tersenyum, menurunkan pandangan matanya, dan melanjutkan bekerja. Ketika mereka tiba di Kotaraja, sudah pukul lima atau enam sore. Li Sicheng dan Su Qianci semula sedang bersiap-siap untuk pulang, tetapi mereka dihentikan oleh Ou Ming. Sambil memandang Yu Lili, Ou Ming berkata, "Kau tidak kembali dari ibu kota selama bertahun-tahun. Kenapa kita tidak meminta beberapa teman lama untuk berkumpul bersama-sama?" Chapter 867 - Menunjukkan Kekuasaan Dan Memperingatinya "Teman-teman lama?" Yu Lili tiba-tiba teringat akan Lu Yihan. Ketika melihat ekspresi wajah Ou Ming yang tidak jelas, Yu Lili merasa agak muak. ''Apakah pria ini ingin menggunakan Lu Yihan untuk menghadapiku? Apa yang ingin dia lakukan? Saat menindasku, dia bahkan tidak akan melepaskan Lu Yihan?'' Yu Lili merasa bahwa Ou Ming menjadi orang yang semakin tak tahu malu. Namun, ketika bertemu dengan tatapan mata pria itu, Yu Lili menjilat bibirnya dan dengan enggan berkata, "Aku tidak punya teman-teman lama, kau tahu, aku tidak begitu populer di Kotaraja." "Apakah kau populer di ibu kota?" Ou Ming bertanya. Yu Lili tak dapat berkata-kata. Dia menatap pria itu dan tidak menjawab, tetapi memberinya sebuah senyuman yang terpaksa. Ou Ming meminta Li Sicheng untuk menghubungi Luo Zhan, dan kemudian mereka tiba di Istana Satu. Mereka memesan sebuah ruangan privat sehingga mereka makan dan bernyanyi. Setelah memesan makanan, Su Qianci bernyanyi bersama Yu Lili. Setelah makan, Lu Yihan dan Luo Zhan juga tiba. Li Sicheng dan yang lainnya sedang makan, dan sembari Lu Yihan dan Luo Zhan menunggu mereka selesai makan, mereka berdua menyanyi bersama. Ou Ming adalah orang pertama yang selesai makan. Pria itu dengan elegan dan perlahan menyeka mulutnya, dan kemudian berjalan menuju Lu Yihan dengan tenang. Yu Lili melihat apa yang dilakukan Ou Ming dan entah kenapa merasa gugup. Dia memandangi Ou Ming karena merasa takut bahwa pria itu akan tiba-tiba meninju Lu Yihan. Ou Ming juga memperhatikan Yu Lili, jadi dirinya sudah menyadari reaksi wanita itu. Ou Ming mencibir dan duduk di dekat Lu Yihan. Kemudian berkata, "Aku dengar kau memiliki sebuah proyek, jadi apakah kau sedang mengumpulkan investasinya?" Saat mendengar apa yang Ou Ming katakan, Lu Yihan membalikkan badan untuk menatap pria itu dengan terkejut. "Ya, proyek game ponsel." "Aku tahu, dan aku sudah mendengar sedikit tentang itu. Proyekmu tidak buruk. Bisakah kau ceritakan tentang detailnya?" Lu Yihan tidak menduga bahwa Ou Ming akan tertarik pada proyek perusahaan kecilnya tersebut. ''Jadi, dia secara khusus memintaku untuk datang, hanya agar aku memberitahunya tentang proyek itu? Menjadi seorang bos di perusahaan besar seperti Grup Ou, Ou Ming pastilah sangat sibuk, tapi dia punya energi untuk memberi perhatian padaku. orang sepenting itu sedang memberi perhatian padaku?'' Lu Yihan mengetahui bahwa pasti ada sesuatu yang salah, tetapi sebagai sebuah perusahaan kecil-menengah yang baru saja mulai, dirinya tentu saja tidak akan melewatkan sebuah kesempatan pun. ''Terlebih lagi, jika aku bisa bekerja sama dengan Grup Ou, aku akan menikmati sebuah reputasi yang baik. Perusahaanku pasti akan memasuki visi dari setiap perusahaan.'' Dengan cara ini, masa depannya tentu akan jauh lebih nyaman. Tidak diragukan lagi, jika dia benar-benar bisa mengandalkan Grup Ou, itu tidak akan berbahaya bagi dirinya. Dengan segera, dia memberi Ou Ming sebuah penjelasan terperinci. Luo Zhan belum mulai bernyanyi, jadi pembicaraan mereka jelas terdengar oleh semua orang. Yu Lili merasa gugup dan tiba-tiba mengerti mengapa Ou Ming tiba-tiba mengajak Lu Yihan untuk bergabung dengan mereka. Pria itu sedang menunjukkan kekuasaannya pada Lu Yihan, dan pada saat yang bersamaan, memperingatkan dirinya. Jika Ou Ming tidak menginginkan perusahaan Lu Yihan tetap ada, itu sangatlah mudah. Ou Ming dengan sengaja memberikan bantuan kepada Lu Yihan di depan dirinya, tentu saja ¡­ dan Ou Ming bisa menghancurkan perusahaan Lu Yihan sesuka hatinya. Yu Lili bukanlah orang bodoh. Dia meletakkan sumpitnya dan terlihat sedikit gelisah sepanjang sisa waktu. Ketika mereka kembali ke vila Xishan, itu sudah dua jam kemudian. Vila Xishan adalah tempat yang sudah lama tidak dikunjunginya. Yu Lili merasa dirinya benar-benar merindukan tempat itu. Chapter 868 - Aku Adalah Teman Wanitamu Namun, dekorasi dan perabotan di vila itu semuanya telah diganti. Sofa berbentuk berlian bergaya Eropa kuno, wallpaper 1 bermotif retro 2 berwarna cokelat kekuningan yang sederhana, karpet tebal berpola besar bergaya Eropa kuno, dan bahkan lampu besar dalam ruangan juga lampu gantung itu berbeda warna dan gaya dari yang sebelumnya. Aneh. Akan tetapi, semua yang berada di vila tersebut menunjukkan bahwa pemiliknya jauh lebih kaya daripada yang lainnya. Jika Yu Lili tidak mengetahui bahwa vila itu adalah tempat tinggalnya yang sebelumnya, dirinya akan benar-benar mengira bahwa tempat tersebut adalah lobi sebuah hotel mewah. Ini tidak seperti selera Ou Ming ¡­. Sambil menyeret kopernya dan berjalan masuk, Yu Lili berjalan kembali ke kamar tidur utama. Namun, tempat tidur dan selimut di kamar tidur utama itu juga telah diganti. Warna-warna retro yang kompleks berbaur dengan warna hijau tua dan kuning tua yang memamerkan gaya Eropa kuno. Yu Lili membenci warna itu, terutama warna tempat tidurnya, dan bahkan keinginan untuk tidur pun hilang ketika dia melihatnya. Terdengar suara langkah kaki di belakangnya, jadi wanita itu membalikkan badannya. Ou Ming berjalan menghampiri dengan perlahan dan berkata, "Kau tidur di kamar sebelah." Suara perintah yang dingin dari pria itu membuat Yu Lili merasa bahwa dirinya telah diinjak-injak. Ruangan di sebelahnya adalah sebuah kamar tidur tamu. Ruangan di seberangnya adalah kamar tidur kedua. ''Ou Ming benar-benar membiarkanku tinggal di kamar tidur tamu ¡­.'' Yu Lili menatap kamar tidur utama itu dan berkata, "Kau tidur di sini?" Ou Ming seharusnya tidak menyukai pola semacam itu ¡­ dalam kata-kata pria itu, polanya sudah kuno dan vulgar. Saat mendengar apa yang dikatakan wanita itu, dia memandang Yu Lili dan berkata, "Lagi pula itu bukan tempat di mana kau seharusnya tidur." Yu Lili langsung mengerti. Ou Ming mengatakan hal itu karena tidak mungkin bahwa ini adalah kamarnya, jadi itu berarti ¡­ orang lain mungkin tinggal di sini. Bahkan dekorasi ruang keluarga dan sebagainya dibuat oleh orang lain. Tetapi, siapakah orang itu? Terdapat beberapa rumah atas nama Ou Ming, tetapi vila Xishan adalah rumah yang digunakan pria itu untuk menyimpan para wanita. Yu Lili telah berada di kandang kenari ini selama tiga tahun. Itu berarti orang itu pastilah seorang wanita. Apakah ¡­ Nona Shen itu, tunangan Ou Ming? Dengan sebuah senyum licik, Yu Lili berkata, "Kau benar-benar memiliki sebuah kehidupan pribadi yang kaya." Ou Ming melirik wanita itu sambil tersenyum dan berkata, "Apa? Apakah kau cemburu?" Yu Lili mencibir, menatap Ou Ming dengan matanya yang besar dan bertanya, "Ou Ming, apa hubungan kita?" Ou Ming meletakkan tangannya di saku celana, berjalan mendekat sambil tersenyum dan menaikkan alisnya. "Bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya? Kau adalah teman wanitaku." "Oh, kalau aku tidak salah, apa yang kau katakan hari ini adalah bahwa hal yang disebut cemburu membuat seseorang merasa tidak senang, marah, gelisah, dan bahkan kesal dan tidak rasional ketika orang yang dicintainya menghadapi lawan jenis. Karena aku adalah teman wanitamu, kenapa aku harus cemburu?" Yu Lili terdengar asal-asalan, tapi dirinya merasa jengkel dan tidak bisa melupakan hal itu. ''Teman wanita ¡­ aku masih menjadi teman wanitanya. Bukankah aku mengatakan bahwa aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama? Kenapa semuanya berubah lagi secara begitu tiba-tiba?'' Yu Lili berbalik dan membawa kopernya ke kamar sebelah. Kamar itu kosong tanpa dekorasi apa pun. Hati Yu Lili bahkan terasa semakin sakit. Detail seperti ini dapat memberi tahu bagaimana seorang pria memperlakukan seorang wanita. ''Jelas terlihat, Ou Ming tidak membuat sebuah rencana yang baik untukku sebelum membawaku kembali. Atau mungkin ¡­ dia melakukan ini dengan sengaja.'' Kertas pelapis dinding. Penggunaan gaya busana, musik, dan sebagainya yang mengambil contoh dari masa lalu. Chapter 869 - Janinnya Kemungkinan Akan Cacat Tidak peduli apa pun, Yu Lili tidak bisa membantah paksaan pria itu. Dia pergi mencari selimut dan meletakkannya di tempat tidur. Tempat tidur cadangan itu sangatlah bersih, dan jelas terlihat bahwa seseorang telah merawatnya. Vila ini tidak pernah kosong selama empat tahun. Yu Lili merasa tidak terlalu nyaman, tetapi dia memikirkannya dengan sebuah cara lain ¡­. Dirinya sepertinya tidak memiliki kualifikasi untuk ikut campur apakah Ou Ming telah memelihara beberapa orang teman wanita atau apakah pria itu sudah memiliki seorang tunangan. Dirinya hanyalah salah satu dari teman wanita Ou Ming, tidak lebih dari itu. - Tepat setelah Yu Lili menyeret kopernya dan pergi menjauh, Ou Ming memalingkan kepalanya dan menatap tajam ke arah kamar tidur utama itu, sebuah ekspresi tidak menyenangkan terlihat di wajahnya. Dia mengangkat ponselnya untuk menghubungi pengurus rumah Zhou, yang mana sudah pulang setelah bekerja. Wanita itu dengan cepat menjawab, "Tuan Ou." "Bukankah aku sudah memberitahumu untuk mengganti segala sesuatunya di ruangan itu? Kenapa kau tidak menggantinya?" "Ya ¡­." Zhou Sao merasa sedikit gugup dan berkata, "Nona Shen tidak membiarkan saya menggantinya. Orang-orang yang akan memindahkan barang datang beberapa hari yang lalu, tetapi Nona Shen mengusir mereka. Tidak ada yang bisa saya lakukan, Tuan Ou ¡­. " Ou Ming menjadi semakin kesal dan berkata, "Siapa sih dia? Dia hanya tinggal di sini selama tidak lebih dari dua bulan dan membuat tempatku jadi seperti itu!" Menghadapi kemarahan Ou Ming yang jelas terdengar, Zhou Sao tidak berani mengatakan apa pun. Nada suara Ou Ming kasar dan dia berkata, "Kemari sekarang dan ganti semuanya!" "Baik ¡­." Setelah menutup telepon, dia menyimpan ponselnya dan berjalan ke dalam ruangan. Saat berjalan ke ruang ganti, pria itu menemukan bahwa ruangan itu penuh dengan pakaian wanita yang cantik, dan beberapa helai pakaian Ou Ming. Sambil merengut, Ou Ming menggertakkan giginya dan menjadi marah. Menjijikkan! Dia membalikkan badan dan membanting pintu ruang ganti. Tepat ketika dirinya tiba di depan pintu kamar Yu Lili, ponsel Ou Ming berdering. Dia berhenti membuka pintunya, dan setelah menarik kembali tangannya, dia mengangkat telepon. Itu adalah Xu Cheng. "Tuan Ou, saya sudah menemukan informasi tentang Dr. Jin Baihe." Ou Ming dengan cepat membalikkan badan dan berjalan menjauh sebelum bertanya dengan dingin, "Bagaimana?" "Dr. Jin pensiun tahun lalu dan sekarang menjadi seorang profesor kehormatan di sebuah sekolah kedokteran, jadi butuh waktu lama untuk menemukannya. Sekitar empat tahun lalu, Nona Yu mengunjungi Dr. Jin di Pusat Obstetri dan Ginekologi. Saya menemukan file registrasi Nona Yu dan telah mengirimkannya kepada Anda melalui WeChat." "Oke." Ou Ming menutup teleponnya. Dia membuka WeChat, lalu mengunduh file itu dan membaca sepuluh baris sekaligus. Yu Lili mengunjungi Dr. Jin dua kali, sekali untuk mengonfirmasi kehamilan, dan kedua kalinya untuk berkonsultasi dan memeriksa janinnya. [Janinnya kemungkinan akan cacat atau keterbelakangan mental karena wanita hamil ini telah meminum banyak pil KB, jadi saya tidak menganjurkan pasien untuk mempertahankan janinnya ¡­] Ketika Ou Ming melihat kata-kata itu, dirinya merasa syok, bagai tersambar petir. Cacat? Keterbelakangan mental? Apa yang mereka maksudkan? Ou Ming memperbesar file tersebut dan takut bahwa dirinya akan salah. Namun, dia telah melihatnya beberapa kali, dan sambil memegangi ponselnya, dirinya merasakan perasaan yang campur aduk. Janinnya mungkin cacat karena wanita hamil ini telah meminum banyak pil KB! Jadi, apa artinya itu? Apakah karena hal ini Yu Lili melakukan aborsi? [Lili adalah seorang gadis yang baik, jadi pastilah ada sebuah alasan kenapa dia melakukan aborsi! Tidak ada ibu yang akan membunuh anaknya sendiri!] Kata-kata Su Qianci itu sepertinya masih melekat di dalam benak Ou Ming, dan detak jantung pria itu menjadi bertambah cepat dan semakin cepat ¡­. Chapter 870 - Dia Membuat Raut Wajah Itu Lagi Benarkah? [Kali ini, alasan apa yang sudah kau siapkan?] Beberapa hari yang lalu, ketika Yu Lili hampir mengatakan padanya alasan yang sebenarnya, Ou Ming mengatakan kalimat itu. Karena pria itu sama sekali tidak percaya bahwa ada alasan lain. Ketika memikirkan apa yang dirinya katakan pada saat itu, Ou Ming benar-benar ingin meninju dirinya sendiri! Jadi benar-benar ada sebuah alasan ¡­. Mata Ou Ming berlinangan air mata, dan dia menatap kata-kata di ponselnya itu, lalu berbalik dan berjalan menuju kamar Yu Lili. Setelah membuka pintu, dia berjalan masuk ke kamar yang baru saja diatur untuk wanita itu dan mendapati bahwa Yu Lili sudah menata tempat tidurnya. Ketika wanita itu melihat Ou Ming masuk, dia hanya menatap pria itu sebentar dan kembali menata tempat tidur untuk dirinya sendiri. Hal itu menarik hati Ou Ming. ''Dia masih bersikap seperti itu ¡­. Bagaimana dia bisa bersikap demikian! Tanpa disadari, dia membuatku cemas, tetapi dia tidak mengetahuinya sama sekali. Bagaimana dia bisa seperti ini ¡­.'' Ou Ming mendekat untuk meraih tangan wanita itu, dan Yu Lili merasa terkejut dengan gerakannya yang tiba-tiba. Sambil memandang pria itu dengan terkejut, dia berkata sambil tersenyum, "Ada apa?" Tapi Ou Ming tidak menjawab. Sebagai gantinya, dia menarik wanita itu mendekat dan memeluknya. Yu Lili merasa syok dan terkejut. "Yu Lili," Ou Ming tiba-tiba berkata, sambil memeluk wanita itu dengan kedua lengannya, dengan ponsel yang masih berada di genggamannya. Suaranya terdengar sedikit hampa dan pria itu berkata, "Aku bertanya padamu, untuk terakhir kalinya ¡­. Kenapa kau melakukan aborsi?" Yu Lili tidak berpikir bahwa Ou Ming akan tiba-tiba menanyakan hal itu kepadanya. Untuk waktu yang lama wanita itu tidak bisa berkata apa-apa, dan kemudian dirinya tanpa sadar memikirkan kedua bayi tersebut. Hatinya terasa seperti tertangkap oleh sebuah tangan yang besar, dan dirinya merasa tidak nyaman. Sedikit meronta, Yu Lili hampir menangis, tetapi dia malah mencibir dan berkata, "Kau tidak akan percaya apa yang aku katakan, lepaskan saja aku." Saat mendengar itu, Ou Ming merasa bahwa dirinya sudah benar-benar berbuat salah. Betapa berdosanya dirinya untuk dapat membuat wanita tersebut merasa seperti itu tentang dirinya. Yu Lili meronta-ronta, tapi Ou Ming memeluknya lebih erat. Sambil mendorong kepalanya ke leher wanita itu, pria itu memeluk Yu Lili dengan erat dan berkata, "Yu Lili, jangan bergerak." Yu Lili merasa sedikit gelisah dan bertanya dengan canggung, "Apa yang akan kau lakukan?" Ou Ming tidak akan bersikap seperti ini tanpa alasan. Pria itu terdiam beberapa saat, lalu bertanya, "Katakan padaku, kenapa kau ingin membunuh bayi-bayi itu? Kenapa?" Yu Lili berhenti meronta-ronta dan air matanya hampir menetes, dan matanya memerah sembari suaranya tercekat oleh isak tangis. Kekuatan Ou Ming luar biasa, dan pria itu memeluk Yu Lili sedekat yang dia bisa. Wanita itu mendongak, mencibir dan bertanya, "Apa kau menyesal melakukan ini? Apa kau menyesal membawa seorang wanita seperti aku kembali ke Kotaraja? Tidak masalah, aku akan mengembalikan uangmu, bahkan jika kau melepaskanku, aku akan mengembalikan uangnya padamu nanti." Hati Ou Ming bahkan semakin terasa sakit. ''Dia membuat raut wajah itu lagi. Tidak bisakah dia mencoba mengatakan yang sebenarnya padaku? Jika aku tidak mengetahui yang sebenarnya, aku akan merasa kesal dengan kata-katanya. Tapi sekarang ¡­.'' Sisa hati Ou Ming hanya dipenuhi dengan rasa tertekan dan rasa bersalah. Namun, pada saat yang sama, dirinya marah karena sikap wanita itu, jadi dia menyeringai dan bertanya, "Melepaskanmu untuk mati?" "Aku tidak akan mati." Yu Lili diam-diam menghela napas lega. Itu benar, Ou Ming bersikap tidak normal barusan! Wanita itu melanjutkan perkataannya, "Aku masih memiliki utang, jadi sebelum bunuh diri aku harus melunasi utangku. Jadi, jangan khawatir bahwa uangmu tidak akan dikembalikan, itu hanya masalah waktu." Chapter 871 - Aku Lebih Buruk Daripada Babi Atau Anjing! "Aku pasti akan bekerja keras untuk menghasilkan uang dan membayar kembali semua utangnya, tetapi biaya pengobatan itu ¡­" "Bagaimana jika aku tidak melepaskanmu?" Ou Ming tiba-tiba berkata, menegakkan tubuhnya dan menatap wajah Yu Lili. Ekspresi wajahnya serius, dan dia menatap wanita itu dengan mata indahnya yang berwarna cokelat tua. "Yu Lili, katakan yang sebenarnya, bayi-bayi itu ¡­ kenapa kau melakukan itu?" Ou Ming menatap Yu Lili dalam-dalam, membuat wanita itu merasa sedih. Yu Lili menundukkan kepalanya dan berkata, "Berhentilah bertanya karena kau tidak akan memercayainya ¡­. Atau kau akan berpikir bahwa aku mencoba untuk membohongimu dan membuat sebuah alasan." Selalu seperti itu. ''Dalam empat tahun sejak kita bertemu, dia sudah memiliki keraguan yang mendalam tentang setiap kalimat yang kukatakan. Dia sudah benar-benar sudah kehilangan kepercayaan kepadaku. Apa gunanya menanyakan hal itu sekarang? Dia tidak akan memercayainya sama sekali ¡­.'' Namun, ketika Ou Ming mendengar apa yang dikatakan wanita itu, pria itu merasa hatinya hancur berkeping-keping. "Karena dokter mengatakan bahwa bayi-bayi itu kemungkinan akan cacat, jadi kau lebih baik melakukan aborsi itu, kan?" Ou Ming memegangi pundak Yu Lili, menatapnya seolah dirinya ingin melihat menembus wanita itu, dan berkata, "Katakan padaku dengan jujur." Ketika mendengar apa yang Ou Ming katakan, Yu Lili menatap pria itu dengan terkejut. Ou Ming melihat ekspresi wajah wanita itu dan dengan seketika mengetahui jawabannya. Itu benar ¡­. ''Ya, untuk alasan seperti itu, bagaimana aku bisa memercayainya! Apakah ¡­ dia menuliskan tentang hal tersebut di buku harian itu? Dia selalu peduli tentang buku harian itu karena dia menulis tentang hal tersebut di dalamnya, kan? Jika dia sendiri yang memberitahuku atau aku yang melihat isi buku harian itu, aku mungkin tidak sepenuhnya merasa yakin. Namun, Xu Cheng adalah staf-ku, jadi hasil yang ditemukannya pastinya tidak akan dipalsukan. Ternyata ¡­ dia telah menyembunyikan rahasia sebesar itu ¡­.'' Air mata tiba-tiba mengalir di wajah Yu Lili yang tenang. Saat melihat wajah Ou Ming, payung kecil yang telah menopang di dalam hatinya selama empat tahun itu langsung runtuh setelah menyadari ekspresi wajah menyedihkan dan bersungguh-sungguh pria itu. Napas Yu Lili menjadi memburu, dan kemudian dirinya menangis. Hati Ou Ming terasa seperti ditusuk-tusuk oleh sebuah jarum besi dan tertancap dengan tajamnya, meneteskan darah. Sambil merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya, Ou Ming tercekat oleh isak tangis, matanya berlinangan air mata. Dia memeluk Yu Lili dan berbisik, "Kenapa kau tidak memberitahuku? Kenapa kau selalu menyembunyikannya dariku? Yu Lili, kau terlalu egois." Pria itu mulai menangis dan mengusap rambut pendek Yu Lili, dan berkata, "Kenapa kau tidak memberitahuku tentang kehamilanmu, tentang kemungkinan cacat bayi-bayi itu dan alasan aborsinya? Kenapa kau tidak memberitahuku apa pun? Kau hanya menungguku untuk mencari tahu dan bertanya kepadamu ¡­." Benar-benar sebuah rahasia yang besar. ''Setelah semua hal yang terjadi satu demi satu, bagaimana dia bisa melewatinya sendirian? Di samping itu ¡­ aku sudah keterlaluan. Aku lebih buruk daripada babi atau anjing!'' "Maaf, maaf, maafkan aku ¡­" Yu Lili bersandar di pundak Ou Ming, menangis dengan ketidakberdayaan yang rapuh, yang sulit dijumpai pada saat-saat biasa, dan tangannya berlabuh di dada pria itu. "Aku tidak tahu ada dua orang anak, aku tidak tahu kalau mereka kembar ¡­." Chapter 872 - Kita Akan Hidup Bersama [Istri Li Sicheng sedang hamil, dan bayinya kembar. Li Sicheng selalu pamer, dan kita harus memiliki anak kembar di masa mendatang karena kita tidak bisa kalah di garis start!] Kata-kata Ou Ming itu sepertinya terdengar kembali. Masih terdapat banyak harapan dan kerinduan, dan Yu Lili masih mengingat kata-kata tersebut dengan jelas bahkan saat ini. Setiap kali dia memikirkannya, dirinya merasa benar-benar bersalah. Sekarang ¡­ Ou Ming sendiri mengetahui apa yang sedang terjadi, yang membuat wanita itu merasa semakin malu. Yu Lili memindahkan tangannya dari dada pria itu untuk memeluk lehernya. Dia tercekat menahan isak tangisnya dan berkata, "Maafkan aku, aku tidak bermaksud melakukannya ¡­." Ketika mendengar apa yang dikatakan wanita itu, hati Ou Ming terasa sakit dan dia memeluk Yu Lili dengan erat dan berbisik, "Berjanjilah padaku, apa pun yang akan terjadi, kau harus memberitahuku, oke? Katakan saja padaku, dan kita akan menyelesaikannya bersama-sama. Jangan pernah menyembunyikan apa pun dariku, oke?" Hanya dengan cara ini, dirinya tidak akan dapat membuat kesalahan. Hanya dengan cara ini, dirinya bisa tinggal bersama wanita itu selamanya. Ou Ming ingin bersama Yu Lili. Pria itu menginginkannya, sangat menginginkannya. Yu Lili berhenti menangis, dan setelah menangis tersedu-sedu, wanita itu menyeka air matanya dengan lengan bajunya. Dengan perlahan mendorong Ou Ming menjauh, matanya sudah bengkak karena menangis dan menjadi merah saat dirinya menatap pria itu. Mata Ou Ming juga terlihat memerah, dan sedang menatap Yu Lili, dia membelai pipi wanita itu dengan lembut, menyeka air matanya dan berbisik, "Berjanjilah padaku, oke?" Yu Lili hampir menangis kembali, dan sambil menyeka air matanya, dia mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ou Ming tersenyum dengan sebuah raut wajah lembut dan berkata dengan suara rendah, "Ayo kita pergi, jangan tinggal di sini, aku akan membawamu ke apartemen di Taman Yanjing." "Kenapa?" Yu Lili mendongak menatapnya dan bertanya. Ou Ming meliriknya dan berkata, "Akan lebih nyaman di sana." Yu Lili menatap Ou Ming dan mengangguk tanpa bertanya lagi. Setelah tiba di tempat itu, Yu Lili mendapati bahwa apartemen itu adalah salah sebuah bangunan yang baru dibuka oleh Grup Li dalam beberapa tahun terakhir ini, lokasinya bagus dan harganya mahal. Lantai 28 adalah sebuah unit apartemen mewah 1 lantai. Dia melihat pria itu memasukkan kata sandinya dan berjalan masuk ke dalam. Ketika Ou Ming membuka pintunya, wanita itu dengan jelas menemukan bahwa apartemen itu adalah sebuah tempat yang tidak biasa. Bisa dikatakan bahwa ada seseorang yang tinggal di tempat ini karena ruang keluarganya dibersihkan, dan tercium sebuah aroma yang samar-samar di udara. Ou Ming menyeret koper wanita itu ke kamar, dan ketika Yu Lili berjalan masuk, dia menemukan bahwa jas dan kemeja yang sudah disetrika semuanya dilipat dengan rapi, dan semuanya sangat rapi dan teratur. Di semua tempat itu terlihat sebuah selera dan kenyamanan yang tak tertandingi. Tidak diragukan lagi, Ou Ming tinggal di sini. "Aku ¡­ aku tinggal di sini?" Yu Lili berdiri di pintu kamar tidur. Dia menatap Ou Ming dengan bimbang dan bertanya, "Bukankah ini kamarmu?" "Ya, kita akan hidup bersama." Dia membantu wanita itu membuka kotaknya dan mengeluarkan barang-barangnya satu per satu. "Kita akan hidup bersama nanti." Hal itu membawa air mata ke mata Yu Lili dan dia menatap Ou Ming. Di masa lalu, mereka selalu tinggal di vila Xishan. Sekarang vila Xishan telah berubah, pria itu membawanya ke sini ¡­. ''Hidup bersama ¡­. Jadi, apa hubungan di antara kita berdua di masa mendatang? Apakah aku kekasihnya atau wanita simpanannya?'' Yu Lili menundukkan kepalanya dan mencoba bertanya pada pria itu, tetapi dirinya takut merasa sentimental sendiri. Berjalan maju, dia menggantung sisa pakaian tersebut bersama Ou Ming, dan gerakannya jauh lebih cepat daripada gerakan pria itu. Jelas terlihat, Ou Ming tidak melakukan hal yang serupa untuk waktu yang lama. Yu Lili menyelesaikan membongkar barang-barangnya dengan cepat dan meletakkan kopernya di sudut kamar. Pada saat selesai, dirinya merasa pegal dan lelah. Ou Ming memeluk pinggang wanita itu. Pria itu tidak bisa menahan iba yang mana terdengar dari suaranya ketika dia berkata, "Kau terlalu kurus." Di masa lalu, tubuh Yu Lili ramping dan beratnya hanya 45 kg. Sekarang beratnya tidak lebih dari 40 kg, jadi ya, dia mengetahui bahwa dirinya terlalu kurus. Yu Lili menoleh untuk menatap Ou Ming dan melihat rasa iba di wajahnya. Dia terkejut dan tidak merasa senang karena pria itu mengasihani dirinya. Dia bergerak mendekat pada Ou Ming, berjinjit, dan mencium bibir pria itu dengan lembut. Ou Ming menatap wanita itu, matanya terlihat gelap dipenuhi gairah. Yu Lili meletakkan tangan di leher pria itu, dan masih berjinjit, mencium pipinya. Dia menutup matanya dan mencium bibir Ou Ming. Dengan perlahan, dia menyelipkan lidah kecilnya ke dalam mulut pria itu dan menciumnya dalam-dalam. Ou Ming menundukkan kepalanya dan menarik tubuh wanita itu erat-erat. Dia memeluk pinggang Yu Lili yang ramping saat dia mengangkat tubuh wanita itu dan membawanya ke seberang ruangan. Dia meletakkan Yu Lili dengan perlahan di tempat tidur dan naik ke atas tubuhnya. Gerakan Ou Ming perlahan-lahan dan disengaja, seolah-olah dia sedang menghadapi sebuah harta karun yang berharga. Dia mencium bibir Yu Lili, lehernya, lalu bergerak turun, membuat gerakannya turun ke bagian bawah tubuh wanita itu. Meskipun merasa sedikit aneh, Yu Lili memeluk leher Ou Ming dan mencoba merespons pria itu dengan cara yang biasanya, dengan lembut dan perlahan ¡­. Ou Ming dapat merasakan gairahnya yang berkembang semakin kuat dari menit ke menit. Dirinya berusaha bersikap lembut, tetapi gerakannya menjadi semakin kasar dan semakin terburu-buru. Dia melepas mantel wanita itu dan membiarkan tangannya berkeliaran di bawah baju atasan Yu Lili yang tebal. Pada awalnya, tangan Ou Ming yang besar dan kuat bergerak dengan lembut, tetapi tak lama kemudian gerakan tangan tersebut menjadi kasar saat membelai kulit wanita itu. Yu Lili memicingkan matanya karena kesakitan, tapi dirinya tidak menjerit. Ketika berhadapan dengan gairah Ou Ming, dirinya mengetahui bahwa hal yang terbaik adalah dengan tidak bergerak dan diam tak bersuara. Gerakan Ou Ming bahkan menjadi semakin kasar dari sebelumnya. Dia melepaskan pakaian Yu Lili satu per satu dan menikmati tubuh wanita itu. Yu Lili mengetahui dari tindakan kasarnya bahwa pria itu merasa sangat bersemangat saat ini. Ketika Ou Ming melepas pakaian terakhir miliknya, wanita itu menggigil. Dia mengulurkan tangan untuk menarik selimut, tapi Ou Ming menarik dirinya kembali dengan cepat dan memeluknya erat-erat Sebuah suasana menegangkan terasa di kamar itu, tapi Yu Lili tidak merasakan perasaan atau gairah apa pun. ''Aku tidak merasakan apa-apa.'' Ou Ming menyadari sikap tenang Yu Lili dan bertekad untuk menyulut gairah wanita itu. Dia mendorong tubuh Yu Lili ke bawah dan menciumi setiap jengkal tubuhnya. Setelah bersama selama bertahun-tahun, Ou Ming mengenali tubuh Yu Lili seperti telapak tangannya sendiri. Dia mencium seluruh tubuh wanita itu, menikmati Yu Lili di bawah tubuhnya. Dia membuka ikat pinggangnya dan hendak memasukkan kejantanannya ketika wanita itu menghentikan gerakannya. Yu Lili merasa jijik dan tidak menyukai apa yang sedang dilakukan Ou Ming. Dirinya tidak memiliki perasaan gairah sama sekali, tidak ada nyala api membara, tidak ada sama sekali. Dia menyilangkan kakinya, mendorong pria itu menjauh dengan susah payah, dan menarik selimut untuk menyelimuti dirinya sendiri. Ou Ming menjadi marah karena Yu Lili menghentikan gerakannya pada saat yang sangat penting ini, tetapi ketika dirinya melihat ketidaknyamanan di mata wanita itu, pria itu melunak. "Apa yang salah?" tanyanya. Yu Lili menarik selimutnya lebih tinggi dan menggelengkan kepalanya. Dia menatap Ou Ming dengan tatapan memohon dan berkata, "Ou Ming, aku tidak menginginkannya." Ou Ming tidak bisa menahan amarah dari wajahnya. Dia mengulurkan tangan untuk menarik Yu Lili mendekat dan berkata, "Kenapa kau tidak menginginkannya? Apa kau masih memikirkan pria lain itu?" "Tidak ¡­" Dia menatap pria itu dengan sedihnya dan berkata, "Aku hanya tidak menginginkannya." "Kita sedang bercinta, dan kau baru saja menyuruhku berhenti tanpa alasan?" Ou Ming meraih pergelangan tangan Yu Lili dan memegang penisnya dengan tangannya yang lain. Dia memicingkan mata ke arah wanita itu dan berbisik, "Cobalah." Suaranya terdengar manis. Saat berbicara, Ou Ming mengulurkan tangan ke antara kaki Yu Lili dan membelai-belai area sensitif wanita itu. Tetap saja, Yu Lili tidak merasakan apa-apa. Dia tidak merasakan gairah, juga tidak bereaksi terhadap pria itu. Ou Ming merasa frustrasi terhadap respons Yu Lili yang sangat kurang. Dia mencium wanita itu kembali, mulai dari bibirnya, lalu leher, turun ke payudara dan perutnya. Ketika Yu Lili masih tidak menanggapi, pria itu menjadi marah dan merasa tidak nyaman. Sejak kembali, wanita tersebut bersikap seperti seekor ikan mati di tempat tidur. Yu Lili tidak seperti itu sebelumnya ¡­. Ou Ming hanya bisa memikirkan satu kata untuk menggambarkan wanita itu sekarang: frigid 1 . Yu Lili merasa sedikit mengantuk, yang mana serupa dengan malam sebelumnya. Ketika Ou Ming sedang berusaha membakar gairah wanita itu, dia mendapati bahwa Yu Lili sudah tertidur. Tidak diragukan lagi hal itu adalah hal yang paling membuat stres bagi seorang pria. Gerakan Ou Ming lembut, dan kemudian dirinya memandangi Yu Lili, mencoba mencari tahu sedikit gerakan atau perasaan dari wajah wanita itu. ''Itu bukan karena wanita ini ingin menghukumku, jadi, dia berbohong padaku?'' Yu Lili mundur, membalas tatapan mata Ou Ming, dan memeluk leher pria itu. Ou Ming ingin melakukan hal itu tetapi takut menyakitinya, jadi gerakannya lembut dan tidak berani menjadi terlalu kuat. Yu Lili mendorong pria itu menjauh dan berkata, "Aku benar-benar tidak menginginkannya, itu sakit ¡­." Akan tetapi, kejantanan Ou Ming dengan segera masuk, dan Yu Lili menjerit dan memeluk leher pria itu. Air mata Yu Lili menetes, dan dia menjerit, "Sakit sekali!" Ou Ming pada dasarnya bisa memastikan bahwa wanita itu tidak berhubungan dengan pria sama sekali dalam empat tahun terakhir. Yu Lili memeluk leher pria itu dan mencoba untuk rileks, tetapi langsung menguik seperti seekor babi, dan meraung, "Jangan bergerak, itu sakit!" Yu Lili mengangkat kakinya untuk menendang Ou Ming, lalu dia membalikkan tubuh untuk menyentuh perutnya. "Ou Ming kecil" masih dalam keadaan bersemangat, tetapi saat melihat reaksi wanita itu, bahkan jika dia ingin melakukan hal itu, dirinya merasa tidak tega. Saat menghampiri, dia menepuk-nepuk Yu Lili dengan lembut, dan berbisik dengan suara sedih, "Apakah itu benar-benar terasa sakit?" Yu Lili menekuk tubuhnya, mengangguk, menaikkan tatapan matanya dan menjawab, "Sakit." Ou Ming merasa sedikit kesal, meraih tangan wanita itu dan berkata, "Di mana yang sakit, biarkan aku memeriksanya." "Itu kau, dan aku sudah bilang kalau aku tidak menginginkannya, tapi kau masih sangat perkasa ¡­" kata Yu Lili dan terlihat seperti hampir menangis. Ou Ming merasa iba, mengangkat tubuh wanita itu dan berkata, "Biarkan aku melihatnya." "Tidak, kau harus menyelesaikan masalahmu sendiri terlebih dulu." Yu Lili memutar tubuhnya, mendorong pria itu menjauh dan berkata. "Seharusnya tidak sakit setelah beberapa saat." Hanya karena dirinya ditindih oleh Ou Ming, jadi ¡­ Ou Ming merasa sedikit jengkel, menepuk-nepuk kepalanya dan membalikkan badan masuk ke dalam kamar mandi. Ketika pria itu keluar, Yu Lili sudah mengenakan sebuah gaun untuk dirinya sendiri dan jatuh tertidur. Menyebalkan ¡­. Wanita ini benar-benar berpikiran luas! Seorang wanita tak berperasaan! Ou Ming merasa teramat sangat kesal, membuka laptopnya, membuka sebuah halaman Baidu 1 dan mengetik: Kenapa seorang wanita bersikap frigid? Pengalaman seksual yang tidak menyenangkan, perilaku seksual, cedera seksual ¡­. Ou Ming tanpa sadar memikirkan apa yang sudah terjadi di bar Ibu kota di mana dirinya melakukan sesuatu yang membuat Yu Lili merasa malu. Tidak bergairah dalam hal seks, dingin (tidak mudah terangsang) Mesin pencari di internet terbesar kedua di dunia. Chapter 873 - Ayo Pergi Ke Rumah Sakit Hari Ini! Pengalaman seksual yang tidak menyenangkan, perilaku seksual, cedera seksual ¡­. Ou Ming tanpa sadar memikirkan bagaimana dirinya mempermalukan Yu Lili di depan umum di bar Ibu kota itu. "Ah ¡­" Dia merasa sakit kepala dan menggaruk-garuk kepalanya, merasa kesal. Apakah karena hal itu? Setelah kejadian tersebut, Yu Lili sudah mencoba bunuh diri beberapa kali. Sekarang ¡­ wanita itu mengalami apati 1 seksual. Ou Ming merasa dirinya benar-benar menjijikkan! Sekarang apa yang harus dirinya lakukan? Apati seksual, masalah ini bisa besar atau kecil. Jika setiap hari perilaku Yu Lili sama seperti hari ini ¡­. Ou Ming mengetahui bahwa dirinya tidak akan tahan hanya dengan membayangkannya saja. Setelah menutup laptopnya, dia pergi ke samping tempat tidur dan menatap Yu Lili, yang telah tertidur. Dia berbaring dengan gelisah di tempat tidur dan tidur sambil memeluk wanita itu di lengannya. Keesokan harinya, ketika Yu Lili membuka matanya, dia melihat Ou Ming sedang berpakaian. "Ayo pergi ke rumah sakit hari ini," katanya sambil menyetel kancing mansetnya. Yu Lili menatapnya dengan ragu-ragu dan bertanya, "Apa yang akan kau lakukan?" "Aku khawatir tentang dirimu ¡­. Kau terkena apati seksual dan kau terlalu kurus sekarang. Ayo kita minta dokter untuk memulihkan tubuhmu." Ou Ming sudah mengenakan jasnya. Jas merah anggur, garis yang tegas, gaya jas Ou Ming itu indah. Yu Lili melihat warna yang familier ini. Dia duduk dan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan pergi ke rumah sakit. Aku hanya sedang berada dalam suasana hati yang buruk belakangan ini. Aku akan baik-baik saja dalam beberapa hari." Ou Ming menatapnya dan merasa curiga. Dia melihat arloji dan berkata, "Oke, aku ada rapat pemegang saham pukul sepuluh. Aku akan pergi dulu. Kau harus ingat untuk sarapan." Cara mereka bergaul dengan satu sama lain sepertinya tetap sama seperti sebelum-sebelumnya. Yu Lili merasa tersentuh, dan mengangguk. "Oke." Ou Ming menghampiri dan memberi wanita itu sebuah ciuman lembut. Lalu pria itu melangkah keluar. Saat Yu Lili mandi, dia tiba-tiba menyadari apa yang telah dikatakan Ou Ming. Apati seksual. Apa? Yu Lili tiba-tiba memikirkan kondisi dirinya semalam. Sepertinya sedikit benar ¡­ tapi bukankah apati seksual itu seharusnya menjadi sebuah masalah bagi orang yang lebih tua? Setelah Yu Lili selesai mandi, dia keluar untuk mengambil ponselnya dan mencari di Baidu untuk konten terkait. Setelah membaca sebuah artikel pengantar, Yu Lili merasa agak bingung. ''Jika tidak normal karena sedang berada dalam suasana hati yang buruk, Ou Ming akan mencurigai bahwa aku apatis secara seksual. Ini seperti ¡­. Sialan! Tapi itu tidak akan berhasil. Sekarang aku sangat tidak kompeten, bisakah aku hanya mengandalkan Ou Ming sepanjang waktu?'' Laptop Yu Lili telah lama hancur. Dan tidak ada laptop di sampingnya, jadi dirinya harus menggunakan ponselnya untuk mencari pekerjaan. Tiba-tiba, dirinya melihat sebuah iklan komik, jadi dia mengekliknya, dan sebuah pos berita rekrutmen kartunis yang besar tiba-tiba muncul di layar ponselnya. Yu Lili membuka halaman web itu dengan penasaran dan melihat berbagai gambar kartun terpajang di dalamnya. Gaya menggambarnya ¡­ semuanya jelek. [Rekrutmen kartunis, masa depan tidak terbatas!] Yu Lili melihat-lihat web tersebut dan menemukan bahwa banyak gambar-gambar kartun yang tidak sebagus miliknya. Dan situs web ini juga merupakan sebuah situs web baru. Yu Lili tanpa diduga-duga menemukan bahwa ini adalah sebuah situs web baru di bawah Grup Ou. Apakah web itu yang dikatakan Ou Ming untuk mengatur pekerjaan baginya tentang menggambar kartun? Yu Lili menambahkan QQ 1 dari editor situs web tersebut. Editor melewati proses verifikasi dengan sangat cepat. [YuuuuuLi]: Halo. [Xixixi]: Halo! Ini Xixixi. Apakah Anda seorang kartunis yang akan berkontribusi? Ketiadaan perasaan; emosi, minat; sikap tidak acuh; sikap masa bodoh layanan perangkat lunak pengiriman pesan instan yang dikembangkan oleh raksasa teknologi China Tencent. QQ juga menawarkan layanan yang menyediakan permainan sosial online, musik, belanja, microblogging, film, dan perangkat lunak grup dan obrolan suara. £¬ Chapter 874 - Beraninya Anda Menggambarnya! ''Kartunis ¡­. Kata benda ini tidak ada hubungannya dengan diriku sekarang.'' Yu Lili merasa sedikit malu dan menjawab, "Saya hanya tertarik menggambar, bukan seorang kartunis." [Xixixi]: Baiklah, kami memiliki penulis naskah di sini, dan kekurangan kartunis pada saat ini. Bisakah Anda menunjukkan kepada saya gaya menggambar Anda? [YuuuuuLi]: Baik! Dia menemukan buku yang digambarnya dengan tangan, dan Yu Lili mengambil fotonya dan mengirimkan foto itu kepada sang editor. [Xixixi]: Luar Biasa! Apa jurusan kuliah Anda? [YuuuuuLi]: IT. [Xixixi]: Tidakkah Anda belajar menggambar? [YuuuuuLi]: Tidak pernah, hanya tertarik saja. [Xixixi]: Hebat, saya akan memberi Anda sebuah naskah, Anda gambar terlebih dahulu, dan saya periksa nanti. Setuju? [YuuuuuLi]: Apakah ini sebuah wawancara? [Xixixi]: Haha, bukan, saya hanya ingin melihat lebih banyak gaya menggambar Anda. Sekarang kami memiliki sebuah rencana untuk melatih para kartunis. Saya pikir gaya menggambar Anda sangat indah dan bebas dari hal-hal vulgar. Anda dapat mencobanya. Kartunis penuh waktu kami memiliki gaji pokok. Ini adalah informasi kesejahteraannya dan Anda dapat mengeklik tautannya. [YuuuuuLi]: Baik. Tautan itu adalah rencana kesejahteraan untuk situs web baru ini. Kartunis penuh waktu dijamin gaji pokok 3.000 yuan sebulan dengan komisi penjualan. Selain itu, perbandingan pendapatan penjualan kartunis dan pendapatan situs web tersebut adalah 5:5. Jika sebuah karya bisa menjadi sebuah karya bintang dari situs web tersebut atau sebuah karya blockbuster, maka sang kartunis dapat menghasilkan uang sebanyak ratusan ribu yuan per bulan. Yu Lili merasa kaget, bahkan sedikit syok. Setelah selesai membaca, dia menelan air liur tanpa bersuara dan menjawab, "Berapa gajinya jika saya tidak bisa mencapai level karya bintang?" [Xixixi]: Maka Anda hanya bisa mendapatkan gaji bulanan sebesar 3.000 yuan. 3.000 yuan, jika dia pergi mencari sebuah pekerjaan, mungkin gajinya akan lebih tinggi daripada 3.000 yuan, tetapi Ou Ming tidak akan membiarkan dirinya mencari pekerjaan di tempat lain. Itu berarti dirinya hanya bisa bekerja di Grup Ou dengan gaji jauh lebih tinggi daripada orang biasa. Dahulu, penampilan dirinya terlihat layak, tetapi mereka yang terang-terangan menyanjung dirinya sebenarnya memandang rendah diri mereka sendiri. Yu Lili sudah mengetahui hal ini dengan jelas, jadi dirinya berpikir sejenak dan memutuskan untuk mencobanya. [YuuuuuLi]: Saya mengerti. Bisakah saya melihat naskah Anda? [Xixixi]: [Dokumen] Setelah menerima dokumen itu, Yu Lili membuka dan membacanya. Dengan segera, dia merasa terkejut dengan plot cerita dalam dokumen tersebut. Dalam plot ceritanya, seorang gadis China-Amerika kembali ke China sebagai seorang siswi pertukaran pelajar, tetapi pada hari pertama sekolah, gadis itu terkena bola basket milik seorang bocah laki-laki. Bocah laki-laki itu meminta maaf pada sang tokoh utama wanita. Gadis itu lembut dan murah hati, jadi dia memaafkan bocah laki-laki tersebut. Setelah menerima permintaan maaf bocah laki-laki itu, sang tokoh utama wanita menjadi seorang gadis yang berpengaruh di sekolah. Ternyata, bocah laki-laki ini adalah siswa paling tampan di sekolah! Karena itu, banyak gadis remaja yang mulai mencari gara-gara dengan sang tokoh utama wanita. Tetapi bocah laki-laki itu mencoba yang terbaik untuk melindungi gadis tersebut, dan akhirnya jatuh cinta dengan gadis itu dan menyatakan cinta padanya. Setelah itu, primadona sekolah keji yang menyukai bocah laki-laki itu melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk menyakiti sang tokoh utama wanita. Mereka berkelahi dengan sengit di sekolah. ¡­. Apa apaan ini? Apakah komik zaman sekarang seperti ini? Yu Lili menggerak-gerakkan bibirnya dan mengetik, "Apakah plot cerita komik seperti itu akan laku?" [Xixixi]: Itu adalah sebuah stereotip 1 , tapi semua orang menyukainya. Anda bisa mencobanya terlebih dahulu. [YuuuuuLi]: Baik! Yu Lili mengetahui bahwa sanggahannya tidak efektif. Bagaimanapun juga, itu hanyalah sebuah percobaan. Dia mengambil penanya dan menggambarnya dengan teliti. Setelah sekitar satu jam, Yu Lili menggambar sebuah karakter. Karena tidak ada prototipe 1 , dia mengambil Su Qianci sebagai prototipe karakternya. Setelah mengambil fotonya dan mengirimkan foto itu kepada Xixixi, Xixixi menjawab seketika. Tetapi jawabannya adalah sederetan titik dan Xixixi bertanya, "Bukankah itu Su Qianci? Beraninya Anda menggambarnya!" Berbentuk tetap; berbentuk klise. Model yang mula-mula (model asli) yang menjadi contoh; contoh baku; contoh khas, Chapter 875 - Tunangan Ou Ming "Ha ha ¡­." Yu Lili tertawa terbahak-bahak. Tidak disangka-sangka, Su Qianci cukup terkenal! [YuuuuuLi]: Karena tidak ada prototipe, saya menggambarnya. [Xixixi]: Hati-hatilah ketika orang meminta biaya hak cipta kepada Anda. [YuuuuuLi]: Tidak, ini teman saya. [Xixixi]: Menarik! Namun, Xixixi tidak memercayainya. Yu Lili membual begitu banyak. Su Qianci tidak hanya istri presiden Grup Li, tetapi juga elite wanita di dunia bisnis. Dapatkah Yu Lili berteman dengannya? Ketika Yu Lili melihat balasan ini, dirinya mengetahui bahwa orang ini mungkin tidak percaya. Tapi itulah yang sebenarnya. Yu Lili merasa malu dan menyentuh hidungnya, lalu dia menjawab, "Ha ha ¡­." [Xixixi]: Anda sebaiknya tidak menggunakan orang sungguhan sebagai prototipe karakter kartun. Anda perlu mendesain karakter Anda sendiri. Jika Anda tidak mengetahui bagaimana melakukannya, jangan khawatir, kami bisa mengajari Anda caranya. Anda juga dapat membuat kartun orisinal sendiri. [YuuuuuLi]: Kartun orisinal? [Xixixi]: Benar, itu adalah ide Anda sendiri, gaya menggambar Anda sendiri, alur cerita milik Anda sendiri. Itu berarti biaya hak ciptanya sangat tinggi. [YuuuuuLi]: Baik. [Xixixi]: Anda dapat menggunakan tablet grafis 1 untuk menggambar. Perusahaan kami sedang membuat komik online. Komik-komik itu diunggah langsung ke internet. Setelah digambar, mereka dapat diunggah secara langsung. [YuuuuuLi]: Baik. [Xixixi]: Gaya menggambar Anda sangat bagus. Anda tidak dapat menggunakan orang sungguhan sebagai prototipe. Anda harus ingat bahwa meskipun Anda menggunakan orang sungguhan sebagai prototipe, jangan menggambar wajahnya. Itu terlalu berbahaya. [YuuuuuLi]: Baik. [Xixixi]: Anda bisa mencobanya. Jika tidak ada masalah, kita bisa membahas proses kontrak untuk kartunis penuh waktu. Yu Lili terkejut dan menjawab: "Ini sangat cepat!" [Xixixi]: Anda memiliki potensi besar. Coba saja. Saya bisa mengajari Anda setelah menandatangani kontrak. [YuuuuuLi]: Baiklah, saya pertimbangkan terlebih dulu. Ngomong-ngomong, saya belum memiliki tablet grafis dan saya harus membelinya. Berapa harganya? [Xixixi]: Anda dapat membeli tablet grafis seharga sekitar 1.000 yuan untuk berlatih. Anda dapat membeli yang lebih bagus ketika Anda mendapatkan bayaran untuk naskahnya. Jika dirinya bekerja keras mengerahkan semua usahanya menggambar kartun, bayaran naskahnya akan lebih murah daripada sebuah tablet grafis, sungguh sebuah tragedi! Setelah Ye Qianqian, atau "Xixixi", mengirimkan pesan itu, dia merasa bahwa apa yang dikatakannya tersebut sepertinya tidak pantas, jadi Xixixi menambahkan, "Anda dapat menggunakan tablet grafis seharga sekitar 1.000 yuan untuk saat ini." [YuuuuuLi]: Baik, terima kasih. Yu Lili memikirkan tentang hal itu dan mencari tablet grafis di Taobao 1 . Tapi ¡­ sekarang dirinya bahkan tidak memiliki satu yuan pun. Dia sangat miskin ¡­ dirinya benar-benar miskin. Yu Lili sedang berbaring di tempat tidur dengan ponselnya, merasa khawatir. Apa yang harus dirinya lakukan! Tepat ketika sedang berada dalam keadaan tertekan, ponselnya tiba-tiba berdering. Itu adalah sebuah nomor tak dikenal dari ibu kota. Siapakah itu? Yu Lili menjawab teleponnya dan berkata, "Halo?" Terdengar sebuah suara wanita dengan nada bicara mencibir, "Apakah kau Yu Lili?" Ketika Yu Lili mendengar nada bicara orang asing ini, dirinya langsung menjadi waspada dan bertanya, "Siapa Anda?" "Ini Shen Manting, tunangan Ou Ming. Aku mendengar bahwa kau datang ke vilaku tadi malam. Aku ingin bertemu denganmu. Aku di Starbucks lantai dasar Hengyuan Square. Aku akan menunggumu setidaknya setengah jam. Harap pastikan untuk datang," kata Shen Manting. Yu Lili mendengar nada bicara yang arogan ini dan mencibir dengan dingin. Dia merasa agak jijik, dan berkata, "Apakah kau pikir kau orang yang penting bagiku? Bagaimana jika aku tidak datang?" "Aku punya banyak rahasia tentang dirimu dan Ou Ming, dan aku yakin kau akan sangat tertarik setelah mendengarkan rahasia-rahasia itu. Jika kau tidak datang, kau akan menyesalinya," kata Shen Manting. Perangkat keras peranti masukan komputer yang membolehkan pemakainya untuk menggambar dengan tangan dan memasukkan gambar atau sketsa langsung ke komputer, layaknya menggambar di atas kertas menggunakan pensil. Taobao adalah sebuah situs web belanja online China, yang berkantor pusat di Hangzhou, dan dimiliki oleh Alibaba. Ini adalah situs web e-commerce terbesar di dunia dan situs web ketujuh yang paling sering dikunjungi menurut Alexa. Chapter 876 - Berani-beraninya Wanita Ini Mempermainkanku! "Oh, begitu?" Suara Yu Lili meninggi, menunjukkan sebuah rasa ketertarikan, lalu berkata, "Rahasia tentang apa?" "Tentu saja ¡­ kau akan mengetahuinya ketika kau tiba. Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu." Shen Manting tertawa ringan, dengan nada suara kemenangan. ''Nada suara itu, sikap itu, jelas terlihat merasa yakin bahwa aku akan pergi menemuinya.'' "Oh ¡­ jadi seperti itu." Yu Lili mengangguk dan terlihat serius. "Oke, tunggu sebentar. Aku akan ke sana secepat mungkin." "Bagus." Shen Manting merasa sangat puas dengan kepasrahan Yu Lili dan berkata, "Ou Ming menyukai wanita yang penurut. Tidak heran dia sangat menyukaimu." Setelah itu, Yu Lili menutup teleponnya. Yu Lili memandang ponsel itu dan mencibir, "Dasar naif." Dan kemudian, wanita itu memblokir nomor ponsel Shen Manting. "Sejak kapan Ou Ming menyukai wanita penurut?" Yu Lili berkata pada dirinya sendiri dengan kepala yang dimiringkan, dan tiba-tiba, merasa Shen Manting itu sedikit menyedihkan. Dia menggelengkan kepalanya, dan kemudian lanjut menggunakan ponselnya untuk berbelanja di Taobao. Shen Manting duduk di depan Starbucks selama setengah jam tetapi tidak melihat seorang pun yang seperti Yu Lili yang sedang mencarinya. Alis tipis Shen Manting berkerut, merasa sedikit tidak senang. Jadi, dia mengambil ponselnya lagi dan menekan nomor ponsel Yu Lili, tetapi menunjukkan bahwa nomor tersebut tidak berada dalam area layanan. ''Apa yang sedang terjadi? Tidak ada sinyal?'' Shen Manting mencoba menelepon Yu Lili kembali, tetapi hasilnya sama. Sekarang, bahkan jika dirinya bodoh, dia memahaminya - Yu Lili sialan ini telah memblokir nomor ponselnya! Dia menggertakkan giginya dan memukul meja dengan marah. Suara berisik itu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, dan banyak orang yang memandangi wanita tersebut. Karena mengingat sopan santun, kemarahan Shen Manting menjadi sedikit mereda. Lalu dia berdiri dan meninggalkan kedai kopi itu dengan cepat. Yu Lili melihat arlojinya, sedang berada dalam suasana hati yang baik. Dia melihat-lihat komik di ponselnya dan dengan cepat menjelajahi peringkat komik yang sedang populer saat ini. Tapi dia belum memilih tablet grafis-nya, dan tak lama kemudian ada sebuah panggilan telepon yang masuk. Itu juga nomor telepon yang tidak dikenal, tetapi nomor telepon rumah itu adalah nomor Kotaraja. Dia langsung mengetahui siapa penelepon itu tanpa berpikir panjang. Yu Lili sedang berada dalam suasana hati yang baik, tetapi dia tidak mempunyai niat untuk menjawab telepon itu sama sekali. Oleh karena itu, dia langsung menolak panggilan telepon itu dan memblokir nomor tersebut juga. Shen Manting, di sisi lain, menggertakkan giginya dalam amarah. ''Berani-beraninya wanita ini mempermainkanku! Dasar wanita jalang!'' Kemudian dia menyetir menuju kantor Ou Ming. Pada saat yang sama, Ou Ming sedang sibuk di kantornya setelah rapat. Tiba-tiba, seseorang dari kantor sekretaris datang untuk memberitahunya, "Maaf, Tuan Ou. Nona Shen, tunangan Anda, sedang menunggu Anda." Saat mendengar nama itu, Ou Ming mengerutkan keningnya dan berkata, "Aku sedang sibuk, aku tidak bisa menemuinya." Sekretaris itu merasa agak malu dan berkata, "Nona Shen mengatakan bahwa beliau memiliki sesuatu yang sangat penting untuk diberitahukan kepada Anda. Beliau terlihat sedikit marah. Saya pikir Anda sebaiknya menemuinya." Ketika Ou Ming mendengar hal ini, dia tersenyum dingin, menatap sekretaris tersebut dan bertanya, "Tidakkah kau mengetahui siapa dirimu dan siapa bosmu?" Setelah mendengar ini, sang sekretaris berhenti berbicara. Dia dengan hormat mengangguk dan meninggalkan ruangan tersebut, menutup pintunya. Sekretaris itu keluar dan melihat Shen Manting sedang duduk di luar di ruang tamu, meminum kopi terbaik sambil menyilangkan kakinya. Dia mengenakan mantel bulu berwarna krem ??dengan rambut ikalnya yang diikat. Riasannya yang indah terlihat menawan dan seksi. Wanita itu secantik Juara Kontes Kecantikan Nona Asia. Tetapi sebaliknya, seorang wanita cantik seperti itu tidak memiliki temperamen yang baik. Mendengar jawaban sang sekretaris, Shen Manting dengan segera berdiri, mendengus dengan dingin dan berkata, "Seberapa sibuknya dia sehingga dia bahkan tidak mempunyai waktu untuk bertemu dengan tunangannya sendiri?" Chapter 877 - Tuan Ou, Maaf ... Wanita Mana Yang Anda Maksud? Mendengar pertanyaan Shen Manting, sang sekretaris tidak dapat menjawabnya, dan merasa agak malu. Tiba-tiba dia merasa dirinya terselamatkan ketika dia memalingkan wajahnya dan melihat sebuah sosok, dan berteriak, "Asisten Khusus Xu!" Xu Cheng mendekati mereka, tampaknya sudah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Shen Manting. Asisten itu melihat raut wajah tak senang wanita tersebut dan berkata tanpa mengubah ekspresi wajahnya sendiri, "Tuan Ou sedang sedang mengimplementasikan sebuah proyek investasi luar negeri yang bernilai hingga 50 miliar yuan baru-baru ini. Jika Nona Shen tidak memiliki hal yang penting untuk menemui beliau, Anda sebaiknya tidak mengganggu Tuan Ou." Shen Manting mendengarkan dengan pandangan curiga, memandang Xu Cheng dan bertanya, "Apakah kau mengatakan yang sebenarnya? Apakah dia benar-benar sibuk dengan proyek investasi luar negeri?" Xu Cheng tentu saja berkata, "Tentu saja, mengapa saya harus membohongi Anda?" Ketika mendengar ini, Shen Manting mendengus, menurunkan kakinya yang menyilang. lalu mengambil tasnya dan melangkah keluar. Saat melihat gerakan wanita itu, Xu Cheng memandang ke arah sang sekretaris dengan tenang dan memerintahkan dengan nada suara dingin, "Antar Nona Shen keluar." Sekretaris itu segera mengikuti wanita tersebut dan berkata, "Nona Shen, silakan lewat sini." Ketika Shen Manting melihat sikap Xu Cheng, dirinya merasa sangat tidak nyaman dan dengan segera menjadi marah. Membalikkan badannya, wanita itu menatap Xu Cheng dan berkata dengan marah, "Asisten Khusus Xu, kau sebaiknya berdoa agar aku tidak pernah menemukan kebohonganmu, jika tidak, aku memiliki banyak cara untuk membuatmu merasakan akibatnya! Jangan lupa, aku adalah tunangan Ou Ming, calon istri dari presiden grup ini!" Xu Cheng mendengarkan sambil tersenyum sopan dan berkata, "Mengapa saya berani membohongi Anda?" Tetapi meskipun asisten itu mengatakan demikian, tidak terlihat rasa hormat dan ketakutan di wajahnya. "Saya hanyalah seorang karyawan di perusahaan ini. Bagaimana mungkin saya membohongi calon istri bos? Tuan Ou benar-benar sedang sibuk saat ini. Jika Anda tidak percaya kepada saya, Anda dapat bertanya sendiri kepada beliau. Jika Anda mengatakan bahwa saya tidak menghormati calon istri bos, Anda salah." Shen Manting merasa sangat marah sehingga dirinya tidak bisa mengatakan apa-apa. ''Masuk ke dalam dan menemui Ou Ming? Bertatapan muka dengan Ou Ming? Bagaimana mungkin? Aku bukan orang bodoh. Aku tahu temperamen buruk Ou Ming, dia tidak memiliki kesabaran untuk siapa pun. Tapi Xu Cheng bahkan menawariku untuk bertemu tatap muka dengan seorang pria pemarah seperti itu, asisten ini menyindir dan mengejekku, sialan.'' Wanita itu menatap Xu Cheng untuk waktu yang lama sebelum dirinya menjejakkan kakinya dengan penuh kebencian dan berbalik menuju lift. Xu Cheng melihat wanita itu berjalan menjauh. Wajahnya menjadi semakin serius dan kemudian dia menatap sekretaris tersebut dengan dingin dan bertanya, "Apakah kau baru di sini?" Sekretaris cantik itu mundur ketakutan dan menganggukkan kepalanya. "Masuklah dan kita rapat," kata Xu Cheng. Begitu Xu Cheng masuk ke dalam, semua orang di ruangan sekretariat itu berdiri dan berkata serempak, "Halo, Tuan Xu." Xu Cheng mengangguk dan berkata, "Tidakkah kalian tahu siapa wanita yang baru saja datang? Dia adalah Shen Manting. Mulai saat ini, kalian semua harus ingat bahwa untuk orang ini, jangan pernah membiarkan pekerja baru untuk berhadapan dengannya. Singkatnya, selama itu bukan sebuah hal yang sangat penting, kalian semua katakan saja bahwa Tuan Ou sedang sibuk. Jika situasinya terlalu serius untuk dihadapi, datang dan minta bantuan padaku. Apakah kalian mengerti?" Orang-orang di ruang sekretariat itu saling memandang satu sama lain, mengangguk dan berseru, "Ya, Pak." Xu Cheng keluar dari ruang sekretariat tersebut dan kemudian melangkah masuk ke dalam kantor presiden. Setelah mengetuk pintu dua kali, Tuan Ou memberi isyarat agar asisten itu masuk. Ou Ming menghentikan pekerjaannya dan memandang Xu Cheng dengan tangan yang disilangkan di depan dadanya. "Baru saja Nona Shen berada di sini, dan dia terlihat sangat tidak senang. Saya rasa ini tentang Nona Yu. Saya sudah katakan bahwa Anda sedang sibuk, membuat sebuah alasan untuk membuatnya pergi. Saya rasa dia akan bertanya tentang Nona Yu." Ou Ming mendengarkan sambil tersenyum, menggelengkan kepalanya dengan perlahan, dan dia berkata, "Mungkin dia sudah mulai mengambil tindakan. Perhatikan gerakan wanita itu. Jika ada sesuatu yang tidak beres, segera laporkan padaku." Xu Cheng mendengarkan dan merasa malu. Dia sedikit terbatuk dan bertanya, "Baik ¡­. Tuan Ou, maaf ¡­ wanita mana yang Anda maksud?" Chapter 878 - Peraturan Tersembunyi Ou Ming, yang berencana untuk melanjutkan pekerjaannya, berhenti dan mendongak menatap Xu Cheng. Xu Cheng merasa gugup. Untuk sesaat, asisten itu masih berada di tempat yang sama. Pada saat itu, suasana terasa canggung. Ou Ming menatap asistennya selama beberapa detik sebelum berkata dengan perlahan, "Shen Manting." Xu Cheng mendapatkan jawabannya, segera mengerti, jadi dia mengangguk dan berkata, "Baik, Tuan Ou." "Gadis milikku, aku sendiri yang melindunginya, kau tidak perlu memata-matai dia." Ou Ming menundukkan kepalanya untuk melanjutkan bekerja, seolah-olah dia mengatakan hal itu dengan asal-asalan. Xu Cheng bahkan merasa semakin gugup, tetapi dia berdiri tegak dan mengangguk. "Baik, Tuan Ou, kalau begitu saya akan pergi." "Oke." Ou Ming tidak mengangkat kepalanya. Ketegangan Xu Cheng mengendur, lalu dirinya langsung membalikkan badan dan melangkah keluar. Tapi sebelum dia meninggalkan ruangan itu, dirinya mendengar suara Ou Ming yang berasal dari belakang. "Tunggu sebentar!" Tubuh Xu Cheng segera membeku, seperti sebatang tongkat kayu sedang tegak di tempatnya, tidak berani bergerak. Ou Ming melanjutkan, "Temukan sebuah posisi di komik Eurasia untuk Yu Lili. Ya, posisi asisten editorial itu cocok." Xu Cheng mengangguk pada Ou Ming dan berkata, "Baik, Tuan Ou." "Pergilah." Xu Cheng benar-benar tidak berani untuk tinggal meski hanya sedetik lagi, jadi dirinya segera keluar setelah membuka pintu. Setelah menutup pintu kantor itu, dia diam-diam menghela napas lega. Xu Cheng, ketika menghadap berbagai tatapan mata dari ruang sekretariat, berpura-pura tenang dan melangkah keluar. Tetapi sebelum dirinya sampai ke lift, ponselnya berdering, dan telepon itu berasal dari Ou Ming. Xu Cheng merasa panik untuk sesaat, mengangkat telepon dan segera menjawab, "Tuan Ou." "Emm ¡­" Terdengar suara Ou Ming berkata, "Jangan lakukan hal itu dengan terlalu terang-terangan. Kau biarkan Yu Lili merasa bahwa dia sendiri yang mendapatkan posisi ini. Jangan buang-buang waktu untuk pekerjaan semudah ini." Setelah itu, Ou Ming langsung menutup teleponnya. Tanpa belas kasihan sedikit pun, Xu Sheng berdiri di tempatnya, dan hanya ketika lift itu tiba dirinya baru tersadar dan menghela napas. Setelah masuk ke dalam lift, dia menghubungi komik Eurasia. - Pada saat yang sama, Yu Lili sedang berselancar di internet, ketika tiba-tiba sebuah pesan muncul di ponselnya. [Komik Eurasia sekarang sedang merekrut karyawan!] Merekrut karyawan? Setelah Yu Lili mengekliknya, dia dengan cepat membaca isinya. Komik Eurasia sekarang sedang merekrut karyawan! Posisi pekerjaannya adalah sebagai editor dan deskripsi pekerjaan utamanya adalah mencari kartunis di mana saja, yang mana setara dengan keberadaan agen seorang artis. Gajinya sangat mengesankan, dan Yu Lili memandangi bagian pengantar gajinya dan merasa sangat tergoda. Tapi tidak ada komputer ¡­. Di apartemen sebesar itu, seharusnya ada sebuah ruangan seperti ruang kerja, kan? Yu Lili mengambil napas dalam-dalam, berjalan keluar dari kamar. Setelah berkeliling, dia menemukan bahwa apartemen ini cukup besar. Terdapat empat atau lima buah kamar tamu kosong. Terdapat pula sebuah pusat kebugaran, sebuah ruangan untuk anggur berukuran kecil, dan membutuhkan waktu lebih dari sepuluh menit bagi Yu Lili untuk menemukan ruang kerja itu. Terlihat berbagai sertifikat kehormatan dan koleksi-koleksi di ruang kerja tersebut. Model mobil sport edisi terbatas, barang antik, kaligrafi, dan lukisan-lukisan yang sepertinya dilukis beberapa dekade sebelumnya. Terdapat rak di setiap sisi dinding ruang kerja itu, dan di dinding yang menghadap ke pintu terdapat sebuah lemari pajangan yang besar dengan rak buku di sisi kiri dan kanannya. Rak buku itu penuh dengan buku-buku klasik China kuno dan modern serta negara-negara asing, juga ada daftar dokumen-dokumennya. Itu adalah pertama kalinya Yu Lili melihat sebuah pemandangan yang spektakuler seperti ini. ''Apakah Ou Ming masih hobi membaca buku? Aku benar-benar tidak bisa membayangkannya ¡­.'' Yu Lili mengambil sebuah buku yang penuh dengan bahasa Jerman dan menemukan bahwa terdapat beberapa catatan di dalamnya. Ini adalah tulisan tangan Ou Ming. Chapter 879 - Kalau Begitu Lakukan Saja Tulisan tangan Ou Ming itu indah dan tegas. Dalam dua halaman bahasa Jerman ini, tulisan tangan bahasa Mandarin milik Ou Ming terlihat teramat sangat luar biasa. Yu Lili memiliki kekaguman di matanya. Meskipun tidak dapat memahami apa yang tertulis di atas kertas itu, dia membalik beberapa halaman lagi dan melihat komentar-komentar Ou Ming. Setelah membacanya, dia mengembalikan buku itu dan mengambil sebuah buku lain. Kali ini, dia akhirnya memahami beberapa isinya karena itu adalah bahasa Jepang. Yu Lili menggelengkan kepalanya dan memikirkan saat mereka tinggal bersama di vila Xishan. Tapi Ou Ming jarang tinggal di vila Xishan. Sepertinya dia pergi ke rumah wanita lain, atau tinggal di apartemen ini. Tidak buruk untuk pulang kemari. Lingkungan di sini sangat bagus. Meskipun ini hanyalah sebuah apartemen, lingkungan dan dekorasi di tempat ini jauh lebih baik daripada di vila Xishan. Apalagi jika dibandingkan dengan vila Xishan saat ini ¡­. Tidak heran Ou Ming berkata di sini lebih nyaman. Terasa lebih dari nyaman, Yu Lili merasa suasana hatinya jauh lebih baik. Tepat di tengah ruang kerja itu, ada sebuah meja putih besar di depan rak pajangan yang tinggi. Tepat di tengah-tengah meja, ada sebuah komputer dengan sebuah monitor berukuran besar. Di sebelah komputer itu terdapat buku-buku catatan yang tebal dan berbagai rak-rak dokumen. Yu Lili melirik komputer tersebut dan tidak terburu-buru untuk menyalakannya. Sebaliknya, dia menghubungi Ou Ming. Ou Ming sedang sibuk, tetapi ketika dia mengeluarkan ponselnya untuk beristirahat sejenak, dia melihat panggilan masuk dari Yu Lili itu, dan suasana hatinya membaik. Dia mengangkat telepon dan menyalakan pengeras suara. Kemudian dia mendengar suara Yu Lili, "Halo?" "Ya." "Ou Ming, bisakah aku memakai komputermu? Aku berada di ruang kerjamu." Ou Ming tertawa kecil setelah mendengar itu. "Kau baru saja meminta izin dariku. Pakai saja, tidak ada kata sandi." Sepertinya pria itu sedang berada dalam suasana hati yang baik. Ketika mendengar suara yang sedang tersenyum ini, suasana hati Yu Lili juga menjadi lebih baik. Wanita itu mengangguk. "Oke! Kalau begitu aku akan menutup teleponnya." "Ya, kalau kau bosan di rumah, kau bisa keluar, ada sebuah kartu di laci meja, pin-nya sama seperti sebelumnya." Ada sebuah kartu di laci ¡­. Apakah kartu itu disiapkan untuk dirinya? Yu Lili merasa lebih baik, mengangguk, dan berkata, "Baiklah kalau begitu, dadah!" Ou Ming meletakkan ponselnya dan mendengar Yu Lili menutup telepon. Ketika dirinya melihat meja yang penuh dengan dokumen-dokumen, suasana hatinya menjadi jauh lebih baik. Bibirnya tanpa sadar melengkung, tetapi tepat setelah pria itu menundukkan kepala, ponselnya berdering lagi. Itu berasal dari Xu Cheng. Mengangkat telepon, Ou Ming langsung menjawab. "Xu Cheng." Xu Cheng bergidik karena ini adalah pertama kalinya Ou Ming berbicara terlebih dahulu dengan dirinya! Ya Tuhan ¡­ itu mengerikan! "Tuan Ou, saya sudah menyiapkan segalanya. Semuanya sudah siap untuk saat ini, yang perlu kita lakukan adalah menunggu Nona Yu untuk mengirimkan resumenya." "Mengirimkan resumenya?" Suara Ou Ming terdengar sedikit pilih-pilih, dan nada suaranya agak aneh. "Kenapa dia harus mengirimkan resumenya?" Xu Cheng sedikit terbatuk , dan mengerang, "Saya ingat kalau Anda berkata untuk membuat Nona Yu merasa bahwa dirinya sendiri yang mendapatkan posisi ini, jadi saya hanya ¡­" Setelah memberitahu Ou Ming mengetahui mengenai pengaturan rekrutmennya, Ou Ming menaikkan alisnya dan mengangguk, lalu berkata, "Kedengarannya bagus, tapi apakah rumit untuk melakukannya?" Xu Cheng terdiam. "Lupakan saja, lakukan saja karena itu sudah dilakukan." Xu Cheng menjawab, "¡­ Baik, Tuan." - Setelah Yu Lili menutup telepon, sebuah senyuman tanpa sadar merekah di wajahnya. Yu Lili menyalakan komputer itu, dan selama waktu menunggu komputernya menyala, dia membuka laci. Benar saja, dia melihat sebuah kartu hitam di dalam laci. Chapter 880 - Calon Istri Bos Kartu itu adalah kartu yang dia gunakan sebelumnya, nomor kartunya sama persis. Yu Lili mengambil kartu tersebut dan melihatnya. Di kolom tulisan tangan kartu tersebut, tulisan tangan yang indah itu dengan jelas bertuliskan kata-kata "Ou Yu". Ou Ming, Yu Lili. Jadi, itu Ou Yu, kata-kata tersebut yang dirinya tulis dulu, tapi tulisannya masih berada di sini ¡­. Ou Ming menyimpannya selama ini? Komputer mengeluarkan sebuah suara lembut dan menyala lebih cepat dari yang dibayangkan. Setelah membuka media sosial, Yu Lili mengirimkan tautan dari ponselnya ke komputer itu dan membuka program Word untuk mulai mengedit resume-nya. Dia pernah belajar ilmu komputer selama studi S1, tetapi dirinya putus kuliah dan kemudian pergi ke Yunnan. Karena tidak berhasil mendapatkan kehidupan yang layak di Yunnan, dia pergi ke Beijing. Tetapi setelah banyak bepergian, dia akhirnya kembali ke Kotaraja. Yu Lili memikirkan tentang hal itu, menulis sebuah perkenalan diri, dan menambahkan sebuah monolog emosional pada resumenya. Dia memeriksanya berulang kali sebelum mengirim resume tersebut. - ''Akankah Yu Lili tidak tertarik pada posisi bergaji rendah ini, dan bahkan tidak ingin mengirimkan sebuah resume? Jika aku tidak bisa menyelesaikan misi Tuan Ou, maka aku pasti akan mendapatkan sebuah sanksi.'' Ketika Xu Cheng merasa khawatir tentang hal ini, ponselnya tiba-tiba berdering. Seseorang mengirimkan resume! Pengumuman rekrutmen ini hanya berlangsung selama satu jam. Setelah Yu Lili membuka notifikasinya, itu hanya berlangsung selama sepuluh menit sebelum menutup iklannya. Karena itu adalah sebuah pekerjaan internal, Xu Cheng membiarkan kotak suratnya terbuka. Dia sudah menerima empat atau lima e-mail berturut-turut, tetapi tidak satu pun dari mereka yang berasal dari Yu Lili. Asisten itu hampir menyerah dan memutuskan untuk mencari cara lain, ketika dia menerima sebuah e-mail dari Yu Lili. Alamat e-mail ini benar-benar istimewa untuk Xu Cheng. [Yu Lili]: Resume Yu Lili Setelah meliriknya sekilas, Xu Cheng membaca resume tersebut, dan kesan dirinya tentang Yu Lili tidak buruk. Kata-katanya digunakan dengan benar dan memiliki arti yang sebenarnya. Resumenya terlalu jujur ??karena wanita itu telah menuliskan semua kualifikasi dan pengalaman akademiknya. Tapi Yu Lili sudah jauh melampaui ekspektasi Xu Cheng. Pada awalnya, asisten itu berpikir bahwa seorang wanita seperti Yu Lili hanya terlihat menarik dari luar saja, tetapi bakat menulis dari resume ini cukup berbeda dari apa yang dia pikirkan. Setelah memikirkannya, Xu Cheng dengan cepat menanggapi dokumen tersebut. E-mail itu kira-kira mengatakan bahwa Yu Lili sangat cocok untuk posisi tersebut dan Xu Cheng berharap bahwa wanita itu dapat datang untuk wawancara pada pukul sepuluh besok pagi, dan juga membahas secara singkat mengenai gaji dan pengenalan pekerjaannya. Setelah mengonfirmasi bahwa tidak ada masalah, Xu Cheng mengirimkan e-mail tersebut. Tak lama setelah mengirimkannya, dirinya merasa lega. Tidak main-main, orang ini sangat mungkin menjadi calon istri bos dan telah terjerat dengan bos besar selama bertahun-tahun, apa yang mengejutkan adalah bahwa Ou Ming tidak melupakan Yu Lili. Dibandingkan dengan wanita itu, Nona Shen, siapalah dia? - Balasan dari komik Eurasia jauh lebih cepat dari yang dibayangkan Yu Lili. Dia menantikan untuk membaca e-mail itu, dan merasa sangat gembira sehingga dirinya hampir melompat-lompat. ''Apa? ¡­ mereka memintaku untuk pergi wawancara! Itu luar biasa!'' Yu Lili berdiri dari kursi, penuh kegembiraan, dan melompat-lompat kembali ke dalam kamar. ''Apa yang harus kukenakan untuk wawancara besok ¡­.'' Wawancara Yu Lili hanyalah sebuah posisi asisten editorial. Gaji pada masa percobaan hanyalah 3.000 yuan. Gaji setelah masa percobaan belum diinformasikan, tetapi tidak akan pernah lebih tinggi. Yu Lili mengetahui bahwa untuk pekerjaan seperti ini, kecuali jika dirinya menjadi seorang editor resmi, dia dapat mengandalkan komisi untuk mendapatkan gaji yang tinggi, kalau tidak dirinya hanya akan memiliki gaji yang seadanya. Akan tetapi, Yu Lili membuka lemari dan menemukan bahwa semua pakaian itu adalah merek-merek terkenal ¡­. ''Apa yang harus aku lakukan?'' Chapter 881 - Memasak Untuk Ou Ming ''Apakah akan terlihat terlalu berlebihan jika aku mengenakan pakaian merek terkenal untuk wawancara? Namun, aku tidak membawa pakaian apa pun yang biasa kukenakan di Beijing ¡­.'' Yu Lili merasa sedikit bingung, tapi dia mengeluarkan sebuah gaun yang terlihat tidak terlalu berlebihan, dan mencobanya, tapi sepertinya masih terlalu berlebihan. Orang-orang mengandalkan pakaian, ini adalah sebuah fakta. Ketika kau mengenakan sebuah merek yang lebih baik, pakaian tersebut terasa sangat berbeda. Tapi saat ini Yu Lili tidak ingin membiarkan orang-orang mengetahui hubungan antara dirinya dan Ou Ming, karena komik Eurasia ini juga berada di bawah Grup Ou. Jika mereka mengetahui bahwa dirinya tinggal bersama Ou Ming, maka gosip tentang hal itu akan menyebar. Yu Lili berpikir sejenak, lalu pergi ke ruang kerja Ou Ming dan mengambil kartu hitam itu. Dia pergi ke luar setelah berganti pakaian dan menarik uang seribu yuan dari ATM terdekat. Dengan mengenakan pakaian bermerek terkenal, serta menenteng sebuah tas yang sederhana dan indah, wanita itu pergi ke jalur khusus pejalan kaki yang terkenal murah di kota. Dia membeli dua setel rok dan celana seharga dua ratus yuan. Kemudian pergi ke toko yang terlihat bagus dan membeli sebuah mantel seharga lebih dari tiga ratus yuan. Baiklah, sangat cantik. Yu Lili mengambil pakaian-pakaian itu dan mengirimnya untuk dry cleaning. Dia kembali ke jalur khusus pejalan kaki dan membeli sebuah tas seharga lebih dari seratus yuan. Sebagai hasilnya, hanya ada uang dua ratus yuan yang tersisa. Dua ratus yuan tidaklah cukup untuk membeli sebuah tablet grafis. Yu Lili pergi ke pasar barang bekas dan membeli sebuah tablet grafis seken, yang berharga seratus tiga puluh yuan. Setelah berbelanja, sudah pukul empat sore. Yu Lili belum makan pada siang harinya, dan merasa sangat lapar sampai-sampai perutnya keroncongan. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ou Ming. Ou Ming sedang bersandar di kursinya. Ketika mendengar ponselnya berdering, dia meliriknya dan melihat bahwa telepon itu berasal dari Yu Lili, lalu mengangkatnya. Suasana hati Yu Lili terdengar sangat baik, dan wanita itu bertanya, "Apa yang ingin kau makan? Aku akan membeli makanan." Ou Ming tidak memiliki seorang pengurus rumah. Pria itu jarang keluar untuk makan, jadi dia hanya memakan apa pun yang mudah dimasak. Itu tidak baik. Yu Lili juga menjadi pengurus rumah Ou Ming untuk sesaat, dan memasak tidak mengganggu wanita itu. Ketika Ou Ming mendengar kata-kata Yu Lili, pria itu menaikkan bibirnya sedikit. Dia tampak sangat bahagia, memikirkan tentang hal itu, dan berkata, "Apa pun yang kau masak, aku akan memakannya." "Baiklah, kalau begitu kau tidak boleh pilih-pilih makanan." Suara Yu Lili terdengar mengandung sebuah peringatan, tapi senyumnya lebar. Wanita itu merasa sangat senang. Ou Ming dapat mengetahuinya. Dia melanjutkan bekerja setelah meregangkan pinggangnya. Yu Lili tidak mengetahui pasar makanan mana yang terdekat, tapi ada sebuah supermarket makanan segar di lantai bawah. Ou Ming biasanya menikmati makanan yang dimasak Yu Lili, terutama terong dan iga babi rebus. Yu Lili melakukan sebuah pekerjaan yang sangat baik pada hidangan-hidangan ini. Setelah membeli beberapa bahan makanan, Yu Lili kembali ke apartemen. Ketika melihat kunci kombinasi di pintu, Yu Lili mengerjapkan mata dan menekan serangkaian angka. ''Tanggal ulang tahunku.'' Kata sandi yang salah. Yu Lili merasa kecewa, dan segera menekan angka tanggal ulang tahun Ou Ming. Ketika pintunya terbuka, Yu Lili menghela napas lega. Setelah masuk ke dalam apartemen, dia memasak nasi dan membuat sup tahu kepala ikan, terong dengan saus bawang putih, dan iga babi rebus. Semua hidangan itu adalah masakan rumah yang sangat sederhana, tapi Yu Lili merasa sangat senang dapat memasak. Ketika Ou Ming pulang, Yu Lili baru saja mengeluarkan nasinya. Saat mendengar suara gerakan di luar, wanita itu berlari keluar dengan celemeknya dan berseru, "Kau sudah pulang, kemarilah dan nikmati makananmu." Ou Ming menatap senyuman Yu Lili dan penampilan wanita itu dengan celemeknya. Hatinya terasa menghangat, dan pria itu tersenyum dan mengangguk. "Tentu." Chapter 882 - Dia Menjual Tubuhnya Untuk Bertahan Hidup Selama Empat Tahun Terakhir Mata Ou Ming terlihat luar biasa lembut hari ini. Tubuhnya yang tinggi dan tegap berjalan menuju ruang makan, dan pria itu duduk setelah mencuci tangannya. Yu Lili mengisi semangkuk nasi untuk Ou Ming, menyajikan semua hidangan dan berkata, "Hanya ada kita berdua, jadi aku tidak perlu memasak begitu banyak makanan, tapi aku sudah lama tidak memasak. Aku tidak tahu bagaimana rasanya, dan kau bisa mencobanya." Ou Ming mengambil sumpit yang diserahkan wanita itu, mengambil nasi, dan mengambil sepotong iga. Rasa yang familier ini ¡­. Hati Ou Ming tiba-tiba terasa penuh kehangatan, dan dia menatap Yu Lili dalam-dalam. Yu Lili merasa bingung oleh tatapannya, jadi dengan tidak nyaman memutar tubuhnya dan bertanya, "Kenapa kau menatapku saat kau sedang ¡­ makan?" "Rasanya lebih baik dari sebelumnya." Ou Ming menatap wanita itu dan tertawa. "Sangat lezat." Yu Lili bahkan merasa semakin bahagia. Dia memberi Ou Ming semangkuk sup, meletakkan di depannya dan berkata, "Kau harus memelihara kesehatan matamu dengan makanan karena kau sering menggunakan mata selama bekerja." "Kau benar-benar sedang berada dalam suasana hati yang baik?" Ou Ming mengambilnya dan mengambil sesendok sup. "Ya!" Yu Lili meletakkan sumpitnya dan berkata dengan penuh semangat, "Kau tahu, aku sudah menemukan sebuah pekerjaan. Aku mengirim resume-ku secara online hari ini, dan mereka memintaku pergi wawancara besok. Benar-benar sebuah momen yang tepat waktu, kau baru saja ingin mengatur pekerjaan untukku beberapa hari yang lalu, dan aku menemukannya hari ini ¡­." Sambil mengatakan itu, dirinya merasa ada sesuatu yang salah. Dia menatap Ou Ming dan bertanya, "Kau tidak mengaturnya untukku, bukan?" Ou Ming tersenyum polos dan menjawab, "Aku baru saja kembali dari ibu kota dan aku sangat sibuk, bagaimana aku bisa melakukan hal kecil itu? Kau berpikir terlalu berlebihan." "Benarkah?" Yu Lili meragukannya, menatap pria itu dan mengangguk dengan enggan. "Ngomong-ngomong, perusahaan itu tampaknya memiliki semacam hubungan dengan perusahaanmu ¡­." "Oh, benarkah?" Ou Ming berpura-pura terkejut dan bertanya. "Perusahaan apa?" "Aku tidak akan memberitahumu. Aku akan memberitahumu ketika aku sudah berhasil." Yu Lili menyeruput supnya, dan berkata dengan bangga, "Apakah masakanku lebih baik? Enak sekali." Ou Ming tertawa, mengangguk, dan berkata, "Ini benar-benar enak. Pekerjaan seperti apa yang akan kau wawancarai besok?" "Aku tidak akan memberitahumu, aku bilang aku akan memberitahumu nanti." Yu Lili juga mengisi mangkuknya dengan nasi, makan sesuap, dan kemudian tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berkata, "Kau tidak boleh pergi memeriksanya!" "Baik, walaupun kau ingin melakukan sebuah hal yang buruk, aku bisa membiarkanmu melakukannya." Sambil memandang Ou Ming, Yu Lili bertanya dengan sebuah senyum licik, "Hal buruk apa?" "Hal-hal seperti bekerja di klub, menjadi jiutuo, praktik penipuan, atau menjual tubuhmu tidak diperbolehkan." ''Menjual tubuhku ¡­. Dia masih berpikir bahwa aku dapat bertahan hidup karena aku menjual tubuhku selama empat tahun? Tapi aku tidak melakukannya!'' Ketika mendengar apa yang Ou Ming katakan, raut wajah Yu Lili sedikit berubah dan dia menatap pria itu. Ou Ming tiba-tiba menyadari ada sesuatu yang salah dengan wanita itu dan merasa tidak enak. Setelah meletakkan mangkuk sup, pria itu berkata dengan serius, "Aku tidak meragukanmu, aku hanya membuat sebuah analogi." Yu Lili sedikit menurunkan tatapan matanya, dan nada suaranya sedikit turun bukannya terdengar bahagia seperti sebelumnya, dan berkata, "Ou Ming, apakah kau benar-benar berpikir bahwa dalam beberapa tahun terakhir, aku sudah menjual tubuhku untuk bertahan hidup?" Ou Ming tiba-tiba menjadi terdiam. ''Aku pernah berpikir seperti itu, tapi setelah tadi malam, sensitivitas Yu Lili jelas terlalu tegang, membuatku benar-benar kehilangan pikiran itu.'' Chapter 883 - Di Dalam Dunianya, Yu Lili Sudah Absen Selama Empat Tahun ''Tapi aku berpikir lebih baik tentang itu, dan jika Yu Lili benar-benar mencari nafkah dengan melakukan hal itu, dia tidak akan memiliki kehidupan yang menyedihkan seperti itu, kan? Berdasarkan penampilannya, dia bisa dengan mudah melakukannya dengan baik di tempat itu. Jika dia bersedia melakukan hal itu ¡­.'' Ou Ming mengetahui lebih baik daripada siapa pun tentang nilai dan kualitas Yu Lili, jadi pria itu harus memiliki sejumlah kecurigaan. Sekarang, setelah melepaskan wanita itu, ketika melihat penampilan dan ekspresi wajah Yu Lili, Ou Ming merasa sangat bersalah. Setiap penghinaan yang dia katakan beberapa hari lalu sudah cukup untuk membuat wanita itu ingin mati. Benar-benar sebuah kesedihan luar biasa yang Yu Lili miliki ¡­. Sebelum Ou Ming dapat berbicara, Yu Lili sudah berlinangan air mata, menatap pria itu dan menggigit bibirnya. Air mata yang bersinar di matanya itu membuat dirinya terlihat lebih cantik. "Jika aku bilang aku tidak pernah melakukannya, akankah kau percaya padaku?" Yu Lili memandang Ou Ming, menarik napas panjang dan suaranya tercekat, lalu berkata dengan terisak-isak, "Selama empat tahun terakhir, aku hampir tidak bisa hidup lagi untuk beberapa kali. Aku sangat miskin dan semua uangku ditipu ketika aku tiba di ibu kota. Semua uang yang kau berikan kepadaku ditipu oleh orang lain. Di saat-saat termiskinku, aku tidur di terowongan pejalan kaki, mencuri uang, menipu orang-orang, dan bahkan pergi ke pinggir jalan untuk menemukan seseorang guna mengemis dengan pakaian yang indah." Wanita itu membuat hati Ou Ming terasa sakit, dan kemudian pria itu menatap Yu Lili dengan mata indah berwarna cokelat tua yang terlihat penuh rasa iba dan tertekan. Ou Ming tidak mengetahui mengenai hal-hal tersebut. Di dalam dunianya, Yu Lili sudah absen selama empat tahun. Pada saat yang sama, Ou Ming juga tidak pernah muncul di dunia wanita itu selama empat tahun tersebut. Dirinya tidak pernah mengetahui bahwa Yu Lili sangat menderita. Jauh lebih menderita daripada yang dia bayangkan. Tidak heran wanita itu tidak ingin hidup lagi. "Yu Lili ¡­." "Ada seorang pria di belakangku yang melihat diriku di pinggir jalan dan dia merasa bahwa aku sangat cantik dan mengenalkanku untuk melakukan pekerjaan seperti itu, menjadi seorang pelacur di klub malam." Sambil mengatakan itu, Yu Lili berhenti menangis dan mencibir. Ou Ming merasa tidak enak dengan cibiran itu. Yu Lili menatap pria itu dan berkata dengan serius, "Dalam empat tahun terakhir, jika aku pernah memiliki pemikiran seperti itu, aku tidak akan semenderita itu. Apa kau tahu kenapa?" Matanya seperti obsidian 1 hitam terbaik yang terlihat cerah, halus dan indah tanpa ada sebuah jejak kotoran pun. Sepertinya ada sebuah cermin di dalam mata wanita itu yang dapat dengan jelas memantulkan bayangan Ou Ming di dalamnya. Tanpa sadar, pria itu bertanya, "Kenapa?" Yu Lili tersenyum dan menatap Ou Ming, dan mata wanita itu tidak mengandung kotoran apa pun dan senyumnya terlihat cerah dan indah. "Alasannya adalah karena ada seorang pria di dalam hatiku, dan aku tidak menginginkan siapa pun selain pria itu." Seorang pria di dalam hati Yu Lili ¡­. Ou Ming menatap wanita itu, dan napas pria itu kehilangan ritmenya, kemudian reaksi pertamanya ternyata berpikir bahwa dirinya adalah pria tersebut. ''Apakah aku adalah pria itu? Bagaimanapun juga, dia hanya tidur denganku ¡­. Namun, pria yang selalu berada di hatinya adalah Lu Yihan, kan? Apakah ¡­ Lu Yihan itu tidur dengannya?'' Ou Ming merasa sangat berantakan, memandangi wanita itu. Dia bertanya, "Siapa pria itu?" Yu Lili merasa sedikit kecewa karena dirinya mengumpulkan keberaniannya untuk mengekspresikan cintanya, dan Ou Ming tidak mengetahui siapa pria itu ¡­. Namun, ketika melihat tatapan Ou Ming yang agak tersentuh, Yu Lili entah kenapa merasa bahwa pria itu sedikit menggemaskan dan berkata, "Pria itu sangat jahat. Ketika aku masih remaja, dia mulai memeliharaku, dan setelah aku terjatuh ke dalam depresi karena serangannya yang lembut, dia berubah menjadi seekor serigala untuk memakanku. Aku pikir bahwa aku membenci pria itu karena dia angkuh dan mendominasi benar-benar seperti seorang tuan tanah di zaman kuno, tapi ¡­" Batu kaca berwarna hitam atau hitam keabu-abuan yang berasal dari lahar cair yang terlalu cepat membeku. £¬ Chapter 884 - Pengakuan Yu Lili Tapi ¡­. Yu Lili mengatakannya setengah jalan dan tiba-tiba berhenti. Mendengar apa yang wanita itu katakan, Ou Ming tiba-tiba merasa tidak nyaman dan tidak dapat menahan diri untuk bertanya, "Tapi apa?" "Tapi aku menemukan bahwa aku mempunyai perasaan padamu setelah hidup bersama untuk waktu yang lama. Kupikir aku sangat membencimu, tetapi pada kenyataannya, ketika aku berada dalam kondisi yang paling sulit dan putus asa, orang pertama yang kupikirkan tetaplah dirimu. Setelah meninggalkan Kotaraja, aku tinggal di Yunnan selama tiga bulan, dan di Lijiang, sebuah kota di Yunnan, ada sebuah kegiatan yang memejamkan mata dan menuliskan nama orang terpenting bagimu, dan apa yang kutulis adalah namamu." Yu Lili berpikir bahwa yang dirinya sukai dan inginkan adalah Lu Yihan. Tetapi setelah meninggalkan Ou Ming, ketika berjalan sendirian di jalanan desa di Yunnan, dirinya akhirnya menyadari perasaannya yang sebenarnya. ''Bulan pertama ketika meninggalkan Ou Ming, aku sudah memikirkannya, merindukannya, dan mendambakannya. Aku sangat merindukannya dan benar-benar ingin kembali.'' Tetapi pada saat itu, Yu Lili tidak berani kembali karena dia mengetahui bahwa dirinya tidak bisa melakukan hal itu. Tidak hanya karena kematian kedua orang bayi itu, tetapi juga kematian Li Sicheng sudah cukup untuk membuat pria itu membencinya. Yu Lili tidak takut mati, tetapi apa yang dia takutkan adalah setelah kembali, dirinya harus menghadapi sikap kebencian dan histeris Ou Ming. Dia tidak mampu merasakan perasaan itu, yang mana lebih tidak nyaman daripada kematian. Kemudian, wanita itu menyadari bahwa dirinya menyukai Lu Yihan karena dia tidak bisa memiliki pria itu ketika dirinya masih muda. Dan juga karena dirinya mengagumi Su Qianci dan mendambakan untuk mendapatkan perhatian Lu Yihan. Atau, itu hanyalah semacam obsesi saja. Sebuah obsesi karena dirinya tidak bisa mendapatkan pria itu, tetapi tidak mau melepaskannya. Saat mengetahui jawaban yang terdalam di lubuk hatinya, rasa keterikatan Yu Lili kepada Lu Yihan perlahan-lahan menghilang dan tidak ada lagi. Yu Lili tersenyum dan menatap Ou Ming, dengan jelas melihat bahwa mata cokelat tuanya yang gelap terlihat penuh dengan rasa keterkejutan. Memandangi wajah yang sedang tersenyum di depannya, dengan seketika pria itu jatuh cinta pada Yu Lili. Detak jantung Ou Ming tiba-tiba menjadi cepat. Jantungnya berdetak sangat kencang, dan dirinya merasa bahagia. Dia dikelilingi oleh semacam perasaan bahagia yang belum pernah dialami sebelumnya. ''Apa yang tadi dibicarakan Yu Lili? Apakah dia baru saja ¡­ menyatakan cinta padaku?'' Ou Ming belum pernah mendengar pengakuan seperti itu. Sejak awal hingga akhir, tidak ada sepatah kata pun tentang cinta atau pemujaan, tetapi apa yang dikatakan wanita itu membuat dirinya merasa bahwa Yu Lili menyukainya dan merasakan adanya keberadaan cinta itu. Alih-alih bereaksi, Ou Ming hanya memiliki satu pikiran: Yu Lili peduli padaku, dan Yu Lili benar-benar menyukaiku! Yu Lili tidak bisa mengetahui apakah sikap Ou Ming ini merasa bahagia atau tidak karena pria itu terlihat melamun. Jika itu adalah empat tahun yang lalu, Ou Ming akan sangat merasa gembira sehingga memeluk dirinya dan berputar-putar, bukankah begitu? Tapi sekarang ¡­. Pada akhirnya, empat tahun telah berlalu dan segalanya sudah berubah. Sambil sedikit menundukkan kepalanya, Yu Lili merasa sedikit frustrasi. Wajahnya menjadi memerah dan berkata, "Aku tidak bermaksud untuk berdebat, dan aku hanya ingin tinggal bersamamu. Ou Ming, aku ingin mandiri secara ekonomi, meskipun aku miskin sekarang, tapi aku pasti akan membayar hutangku padamu. Aku bisa menjadi pengurus rumahmu dan aku akan memiliki pekerjaan dan karierku sendiri di masa yang akan datang. Aku tidak menginginkan ¡­ ketika orang lain membahas diriku, aku tidak ingin reaksi pertama mereka adalah: ''Ah, wanita itu adalah wanita simpanan Ou Ming''. Mereka dapat berkata bahwa aku adalah pengurus rumahmu, yang mana lebih baik daripada wanita simpanan ¡­." Chapter 885 - Melakukan Tugasmu Sebagai Seorang Kekasih Sebenarnya, apa yang paling ingin didengar oleh Yu Lili adalah ''kekasih Ou Ming''. ''Aku tidak lagi merasa kotor atau menjijikkan. Tapi aku hanya bisa merasakan kasih sayang di antara kami saja. Sama seperti pasangan pada umumnya, adalah hal yang wajar untuk bersikap mesra dan saling berdekatan.'' Ketika Yu Lili sedang berbicara, kepala wanita itu semakin menunduk. "Yu Lili." Tiba-tiba terdengar suara Ou Ming di belakangnya, Yu Lili terkejut. Wanita itu tiba-tiba berdiri tegak, mengangkat matanya dan memalingkan kepalanya. Ou Ming sedang menatap dirinya. Mata pria itu seperti sebuah hutan yang diterangi sinar rembulan, dengan angin yang menggoyangkan pepohonan. Yu Lili memandang pria itu, dan kemudian Ou Ming tiba-tiba menundukkan kepalanya dan menciumnya. Dia menatap Ou Ming, dan mata wanita itu seketika mengerjap. Dari perspektif Yu Lili, dirinya dapat dengan jelas melihat senyum yang mendalam di mata pria itu. Terlihat seperti kunang-kunang yang terbang melayang melintasi hutan, begitu menakjubkan dan indah. Ou Ming dengan lembut mengangkat kepala wanita itu dengan senyum di wajahnya dan memperdalam ciuman tersebut. Yu Lili memejamkan matanya dan dengan patuh melayani pria itu. Hati Ou Ming bergejolak penuh dengan perasaan. Pria itu merasa seperti sebuah perahu kecil di lautan, didorong ke sana kemari, dan akhirnya kembali ke pantai miliknya sendiri. Dia merasa bersemangat dan tersentuh. Lengannya memegang bagian belakang kepala Yu Lili alih-alih menempatkannya di depan wanita itu, dan gerakannya lembut, seolah-olah pria itu sedang melindungi harta karun terbaik dengan hati-hati. Ciuman itu tidak ada hubungannya dengan seks, tetapi itu adalah ciuman yang paling nyaman bagi Ou Ming dalam empat tahun. Setelah waktu yang lama, Ou Ming dengan lembut melepaskan Yu Lili. Mereka menarik napas dalam-dalam dan saling memandang satu sama lain. Leher Yu Lili terasa sedikit pegal, jadi dia menundukkan kepalanya dan dengan lembut memutar lehernya. Dengan perasaan yang dalam di hatinya, Ou Ming sedikit tersenyum dan berbisik, "Apakah kau serius dengan apa yang telah kau katakan?" Ketika mendengar apa yang pria itu katakan, Yu Lili menatap Ou Ming dengan sebuah senyuman di wajahnya dan berdiri, lalu memeluk pria tersebut. Wanita itu menatapnya dan bertanya, "Bisakah aku melakukannya?" "Tidak, kau tidak bisa." Ou Ming memeluk Yu Lili sambil tersenyum. Mendengar ketiga patah kata itu, Yu Lili merasa sedikit tidak senang, tetapi ketika dirinya akan mengatakan sesuatu, Ou Ming menundukkan kepalanya dan mencium dirinya. Tindakannya agak liar, tidak memberinya kesempatan untuk melarikan diri. Ketika dipaksa masuk ke dalam ciuman, kepalanya bergerak ke atas dalam posisi pasif dan wanita itu bernapas dengan cepat. Tapi Ou Ming segera mengendurkan cengkeramannya, terlihat sedikit bersemangat dan berkata, "Aku tidak butuh seorang pengurus rumah. Aku membutuhkan dirimu." Yu Lili masih bernapas dengan cepat, dan menatap pria itu dengan heran. "Mulai saat ini, kau akan tinggal di sini dan melakukan tugasmu sebagai seorang kekasih." Ou Ming menatap Yu Lili sambil tersenyum nakal, dan matanya sepertinya melelehkan wanita itu. Detak jantung Yu Lili menjadi semakin cepat. Dia menatap pria itu dan bertanya dengan sedikit tergagap-gagap, "Apakah ¡­ tugas kekasih itu?" "Ayo kita makan bersama, tidur bersama, bangun bersama, bermain bersama, dan tertawa bersama." Perasaan Ou Ming menjadi lebih dalam dan semakin dalam, sambil menatap Yu Lili, seolah-olah matanya adalah sebuah lubang hitam misterius dan tidak sabar untuk mengisap wanita itu. Dia lanjut berkata, "Ketika waktunya tepat, kita akan memiliki seorang bayi, dan hidup bersama-sama dan selamanya." Apa yang pria itu katakan lebih baik daripada beribu-ribu pernyataan cinta. Jantung Yu Lili berdegup kencang di dadanya. Saat menghadapi tatapan menarik milik Ou Ming, wanita itu berlinangan air mata, dan dirinya tersenyum. Chapter 886 - Kami Bukan Suami Istri Selama Kami Belum Menikah Ou Ming melihat air mata Yu Lili, dan dengan sebuah senyuman di wajah pria itu dan rasa iba di matanya, Ou Ming menundukkan kepalanya untuk menyeka air mata wanita tersebut. "Aku serius, Yu Lili. Aku mempunyai rencana seperti itu empat tahun yang lalu dan aku bahkan sudah menyiapkan gaun pengantin, pesta pernikahan, cincin dan tempatnya, hanya untuk suatu hari, ketika kau akan memberitahuku bahwa kau hamil, lalu aku akan melamarmu, membiarkanmu menikah denganku, menjadi istriku dan menjadi wanita menikah dari Grup Ou." Akan tetapi, ketika Yu Lili hamil, jawaban yang diberikan kepada pria itu adalah jawaban yang lain. Yu Lili tidak mengetahui bahwa bagaimana Ou Ming membencinya itu setara dengan bagaimana pria itu mencintainya selama empat tahun terakhir. Ketika Ou Ming berbicara, matanya tidak terlihat bercampur dengan emosi lainnya. Matanya seperti lautan yang kelembutannya tak terbatas. Yu Lili tanpa sadar memikirkan gambar-gambar desain dan gambar-gambar desain lokasi yang dilihatnya secara tidak sengaja di ruang kerja Ou Ming pada waktu terdahulu. ''Apakah hal-hal itu ¡­ disiapkan untukku? Sejak empat tahun yang lalu, dia sudah menyiapkan segalanya untukku? Benarkah itu?'' Sulit dipercaya, jadi dia menatap pria itu dan bertanya, "Bagaimana dengan tunanganmu?" Ou Ming mengerutkan keningnya, dan menatap Yu Lili dengan tidak senang dan berbisik, "Apakah dia mencarimu?" Pria itu tidak menyangkalnya, jadi itu benar. Shen Manting itu benar-benar tunangannya. Ketika Yu Lili pergi meninggalkan Ou Ming, dirinya mengetahui tentang keberadaan Nona Shen. Selama empat tahun, Shen Manting itu telah bersama dengan Ou Ming, kan? Yu Lili merasa sedikit tidak nyaman. ''Tetapi aku juga tahu bahwa aku tidak mempunyai hak untuk menjelaskan pada Ou Ming bahwa aku tidak bahagia. Sekarang, aku masihlah seorang wanita simpanan.'' Yu Lili menundukkan kepalanya, mengangguk dan menjawab, "Ya, dia meneleponku hari ini, dan aku memblokir nomor ponselnya." Mendengar itu, Ou Ming tersenyum dengan senang dan berkata, "Bagus sekali." Yu Lili merasa sedikit bingung. Dia menatap pria itu dan bertanya, "Tidakkah kau ingin bertanya apa yang telah terjadi? Bagaimana jika aku menindas tunanganmu?" Ou Ming tertawa kecil, mengulurkan tangan untuk menyentuh rambut pendek wanita itu dan berkata, "Tidak perlu khawatir, karena jika dia bertemu denganmu, dia pasti ditindas olehmu." "Kau tidak menyukainya?" "Katakan padaku?" Suku kata terakhir Ou Ming terdengar sedikit naik membuat pria itu terlihat jahat. Yu Lili merasa sangat gembira, tetapi dia mendorong Ou Ming menjauh seolah-olah hal itu agak tidak dapat diterima, dan berkata, "Karena kau tidak menyukainya, kenapa kau bertunangan dengannya?" "Ibuku yang mengatur pertunangan itu." Ou Ming menarik wanita itu mendekat. "Aku berumur tiga puluh satu tahun. Jika aku tidak menikah, bukan hanya ibuku tetapi ayahku juga akan terus mendesakku untuk melakukan itu karena aku adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarga kami." Mendengar jawaban yang sudah diduganya, Yu Lili masih merasa agak kecewa. Karena itu diatur oleh orangtuanya, dapat dikatakan bahwa Shen Manting adalah sebuah pilihan yang baik untuk keluarga Ou. Sangatlah penting bahwa kedua keluarga tersebut sangat serasi, bukan? ''Tunangan itu dipilih oleh ibunya secara pribadi, tapi aku bahkan tidak tahu bagaimana penampilan ibunya ¡­.'' Ou Ming memahami kekecewaan Yu Lili, jadi matanya terlihat penuh kebaikan dan tangannya yang besar mengusap rambut pendek wanita itu. "Aku tidak akan menikahinya." "Lalu kenapa kau bertunangan dengan dia ¡­." Bukankah pertunangan dimaksudkan untuk menikah? "Kami bukan suami istri selama kami belum menikah. Ibuku sudah mulai mengaturnya lima tahun yang lalu. Jika aku ingin menikahinya, aku akan menjadi seorang pria yang sudah menikah sekarang." Chapter 887 - Membeli Film Porno Yu Lili merasa bahwa perilaku Ou Ming terlalu jahat, jadi dia mengerutkan keningnya dan berkata, "Kenapa kau tidak mundur saja? Tidak terlalu baik untuk selalu menunda pernikahan ¡­" Mendengar itu, Ou Ming tertawa kecil dan berkata, "Dialah yang ingin menikah denganku, alasan kenapa dia memilihku yaitu karena aku adalah Ou Ming." Dengan kata lain, jika dia bukanlah Ou Ming atau dia adalah pria lain, maka Shen Manting tidak akan memandang dirinya. Pria itu melirik Yu Lili dan berkata, "Jika bukan karena Shen Luo''an yang berada di belakangnya sebagai pendukung Shen Manting, wanita seperti itu bahkan tidak bisa mendapatkan perhatian ibuku." Shen Luo''an? Yu Lili merasa terkejut dan bertanya, "Shen Luo''an? Salah seorang dari tiga tuan muda di Ibu kota?" Nama itu sangat familier, seperti sambaran petir yang menusuk telinga. Di Ibu kota, siapa yang tidak mengenal Shen Luo''an? Sama seperti tidak ada yang tidak mengenal Ou Ming dan Li Sicheng di Kotaraja. Yu Lili tinggal di Ibu kota selama lebih dari tiga tahun, jadi Shen Luo''an ¡­ nama itu terlalu familier! "Itu dia, Shen Manting adalah adik perempuan Shen Luo''an." Mata Yu Lili terbelalak lebar dengan tak percaya. Dia tidak peduli mengenai Shen Manting itu sebelumnya, tetapi sekarang, dirinya mulai benar-benar mengenali kekuatan Shen Manting. Ternyata seperti itu ¡­. Tidak heran jika ibu Ou Ming memilih Shen Manting, karena itu adalah pasangan yang tepat, bukan? ''Tapi aku ¡­ hanyalah seorang anak yatim piatu yang tidak memiliki identitas, tidak memiliki latar belakang dan tidak memiliki kekuasaan.'' Di lubuk hati Yu Lili, sebuah emosi yang disebut rendah diri mulai memberontak keluar. Sambil menganggukkan kepalanya, dia dengan jelas memahami perbedaan antara Shen Manting dan dirinya sendiri. Wanita itu merasa sedikit tidak enak, jadi dia menundukkan kepalanya, tersenyum dan berkata, "Ayo kita makan, makanannya jadi dingin." Yu Lili tidak dapat menyembunyikan pikirannya di depan Ou Ming. Pria itu hanya melirik sekilas, dan kemudian dirinya bisa mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Tapi Ou Ming tidak mengungkapkannya. Saat mendengar apa yang dikatakan Yu Lili, pria itu mengangguk dan kembali ke posisi semula untuk duduk. Setelah makan, Ou Ming segera pergi ke ruang kerja karena dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Yu Lili mencuci mangkuk-mangkuknya dan membersihkan dapur. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal, dia kembali ke kamar. Setelah menyapa Ou Ming, wanita itu pergi untuk mengambil pakaian yang dikirim ke dry cleaning. Dalam perjalanan untuk mengambil pakaian itu kembali, Yu Lili melihat para penjual yang menjual DVD di pinggir jalan. Kata-kata besar itu tertulis: Tiga keping DVD untuk sepuluh yuan, dan kau dapat memilih yang mana saja. Jelas terlihat, barang-barang itu semuanya adalah DVD bajakan. Penjual semacam ini mungkin memiliki banyak sumber. Yu Lili menutupi wajahnya dengan syal, cepat-cepat melangkah maju dan berbisik dengan aksen Kanton secara sengaja, "Bos, apakah kau punya film jenis itu?" Sang Bos mengetahui pekerjaannya, dan ketika dirinya mendengar itu, dia menaikkan alisnya dan berbisik, "Jenis itu lebih mahal, 15 yuan untuk dua keping DVD, dan apakah kau menginginkan yang Jepang, Korea atau Barat, kau hanya tinggal mengatakannya saja, dan aku akan mengambilkan semuanya!" Wajah Yu Lili memerah, tetapi dia tetap tidak lupa untuk menjaga aksen pura-puranya dan berkata, "Itu terlalu mahal, buatlah lebih murah." "Nona, ini harga terendah, ya, jika kau membeli dua buah film yang paling populer, aku akan memberimu sebuah film Afrika secara gratis." Yu Lili hampir menyerah, penjual itu benar-benar memiliki film Afrika? Dia memberikan uangnya kepada sang penjual, membiarkan pria itu memasukkannya ke dalam sebuah tas hitam, dan dengan cepat pulang ke rumah. £¬ Chapter 888 - Pertarungan Sengit Ketika Yu Lili pulang, Ou Ming masih sibuk. Wajah Yu Lili memerah dan meletakkan DVD itu ke dalam celah sofa. Setelah menggantung pakaian yang baru diambilnya, dia pergi ke kamar untuk mandi. Ketika sedang mandi, wanita itu juga diam-diam berpikir bahwa ketika dirinya menonton film itu dengan Ou Ming, akankah pria itu memiliki perasaan ¡­ ''Tunggu sebentar ¡­ bagaimana jika Ou Ming memiliki perasaan itu, tetapi aku tidak dapat merasakannya, apa yang harus kulakukan?'' [Aku mencurigai bahwa kau ¡­ frigid ¡­.] Apa yang Ou Ming katakan di pagi hari itu masih bisa terdengar, membuat Yu Lili merasa sedikit malu. Ketika dulu dirinya diam-diam menonton film semacam itu, dia bisa merasakan perasaan itu, tapi sekarang ¡­ dirinya mungkin tidak bisa? ''Namun, Ou Ming masih bekerja, jadi sekarang jika aku diam-diam menonton film-nya, dia seharusnya tidak akan menyadarinya, kan?'' Setelah Yu Lili mandi, dia berjalan keluar dari ruang keluarga dengan piama. Dia mengeluarkan DVD itu dari celah di sofa dan membuka DVD tersebut, tetapi tiba-tiba dirinya berpikir bahwa jika Ou Ming tiba-tiba keluar, bukankah hal itu akan memalukan? Ya Tuhan, itu akan sangat memalukan ¡­. Yu Lili tidak dapat membayangkan akan seperti apa raut wajah Ou Ming jika pria itu mendapati dirinya menonton film itu secara diam-diam. Tapi wanita itu memiliki kebutuhan mendesak untuk memverifikasi apakah dirinya ¡­ frigid atau tidak. Untuk berjaga-jaga saja, Yu Lili memutuskan untuk pergi ke ruang kerja dan melecehkan Ou Ming. Ketika memasuki ruang kerja itu, dia menemukan bahwa pria itu tidak berada di dalam. Menyelinap ke dalam kamar, dia mendengar suara air di kamar mandi. Menghela napas lega, Yu Lili menyelinap kembali ke ruang kerja tersebut, dan setelah mengunci pintunya, dia membuka kembali komputer. Setelah membuka kemasan DVD itu, dia memasukkan DVD tersebut ke dalam komputer. Tak lama kemudian, gambarnya muncul. Yu Lili merasa sedikit gugup, dan saat menyaksikan alur ceritanya yang konvensional, bibirnya mengembang. Setelah menekan tombol maju cepat, Yu Lili memandangi monitornya. Akhirnya, setelah melewatkan semua jenis alur ceritanya, Yu Lili langsung melihat bagian dari adegan klimaks. Wanita itu bersikap sabar, melihat pria dan wanita itu berciuman, berpelukan dan membuat suara-suara erotis. Setelah menonton semua variasi adegan pemanasan, akhirnya sampailah pada pertunjukan yang sesungguhnya, dan dia menyaksikan sang pria masuk ke dalam tubuh sang wanita, dan wanita itu berteriak kesakitan dan kesenangan ¡­. Tok tok! Pintu ruang kerja itu tiba-tiba diketuk, dan Yu Lili menjadi terkejut. Dia buru-buru berteriak, "Aku di dalam!" Ou Ming terdiam beberapa saat, lalu bertanya, "Kenapa kau mengunci pintu?" "Aku ¡­" Yu Lili ragu-ragu, bergumul sejenak, dan berkata, "Aku sedang berlatih!" Ou Ming tidak merespons. Tidak terdengar suara apa pun di luar, dan Yu Lili merasa lega. Pandangan matanya kembali ke monitor itu lagi, dan terlihat sebuah pertarungan sengit di dalamnya. Prosesnya sangatlah panjang, begitu pula pria itu, dia bukanlah orang yang cepat, dan identifikasinya sudah selesai. Namun, Yu Lili benar-benar ¡­ tidak merasakan apa-apa ¡­. Tiba-tiba, pintu ruang kerja itu terbuka. Ketika Ou Ming masuk, dia mendengar suara "ah ah" di pengeras suara komputer. Yu Lili merasa seperti tertangkap basah sedang melakukan sesuatu yang buruk, dan langsung terkejut. Wanita itu dengan cepat mematikan monitor komputer. Tapi ¡­ pertarungan di dalam pengeras suara itu masih berlangsung. Wajah Yu Lili memerah, dan ketika wanita itu mendongak, dia melihat tatapan penuh arti milik Ou Ming. Dengan mengenakan sebuah jubah mandi longgar dan sepatu katun dan mendengar suara yang jelas-jelas menggairahkan itu, Ou Ming dengan samar menaikkan alisnya dan berkata, "Jadi, kau menyukai yang seperti itu." Sambil menggelengkan kepalanya dengan kencang, Yu Lili tidak dapat menunggu untuk menggali sebuah lubang di tanah dan bersembunyi di dalamnya, dan wajah kecilnya terasa begitu panas sehingga dapat digunakan untuk merebus sebutir telur, jadi dia buru-buru berkata, "Tidak, tidak, aku tidak menontonnya, aku hanya ¡­" "Atau kau hanya mendengarkannya saja?" Ou Ming berjalan menghampiri wanita itu, mengulurkan tangan untuk menyalakan monitor komputer. Adegannya sangat menggairahkan dan gambarnya tetap HD. Yu Lili merasa bahwa itu adalah sebuah kebohongan yang sangat menyedihkan, yang mana mengungkapkan kebenarannya, dengan wajah memerah dan kepala tertunduk, tangannya disatukan, dan dia ingin menjelaskan, tetapi dirinya tidak mengetahui harus mulai dari mana. Ou Ming tertawa kecil dan memeluk wanita itu. Yu Lili terkejut dan mencoba melarikan diri tanpa sadar, tetapi dipeluk dengan erat oleh tangan pria itu. Ou Ming merengkuh Yu Lili dalam pelukannya, lalu menundukkan kepalanya ke leher wanita itu dan berkata, "Haruskah kita menontonnya bersama-sama dan menemukan posisi baru?" Yu Lili merasa sangat malu, memandangi adegan di monitor itu, pipinya merona merah. Namun, ketika wanita itu dengan jelas merasa bahwa Ou Ming sudah ''keras'', wajahnya bahkan semakin memerah. Ou Ming memeluk Yu Lili dan berbisik, "Wajahmu merah dan sangat panas." Yu Lili bahkan merasa semakin bersalah, menundukkan kepalanya dan menggenggam tangan Ou Ming. Lalu Ou Ming mulai menciumnya dengan lembut. Ciuman pria itu seperti sehelai bulu yang gatal, dan bergerak turun dari leher Yu Lili. Meskipun Yu Lili sedang menyaksikan pertempuran sengit di monitor komputer itu dan tubuhnya dirangsang, dia tidak memiliki perasaan apa pun sama sekali. Mengantuk. Yu Lili mengulurkan tangannya dan mematikan video tersebut. Setelah melihat jam, sudah pukul sepuluh malam lebih. Ou Ming mengambil tangan Yu Lili kembali, dan sebuah paha menekan wanita itu, lalu dia menundukkan kepalanya untuk mencium Yu Lili dengan gerakan yang menggoda dan antusias. Yu Lili merasa sedikit tidak nyaman, mengulurkan tangan dan mendorong wajah pria itu. Ou Ming menatapnya dengan aneh, dengan keraguan di matanya. Saat melihat Ou Ming seperti itu, Yu Lili bahkan merasa semakin tidak nyaman dan berkata, "Ou Ming, sepertinya aku benar-benar ¡­ frigid ¡­." Ketika mendengar apa yang dikatakan wanita itu, tatapan Ou Ming menjadi penuh arti. Sambil memeluk Yu Lili, Ou Ming dengan lembut melangkah maju. Yu Lili dengan jelas menyadari gairah pria itu. ''Tapi ¡­ aku tidak menginginkannya. Kalau tidak, itu akan sama dengan tadi malam dan menyakiti seluruh tubuhku ¡­.'' Yu Lili merasa bersalah, dan menatap pria itu, matanya hampir terpejam, dan dirinya berkata, "Aku mengantuk." Ou Ming menarik napas dalam-dalam dan merasa tidak berdaya. Dia menggendong wanita itu ke dadanya dan melangkah kembali ke kamar. Yu Lili merasa sedikit malu dan gelisah, jadi setelah Ou Ming berbaring, dirinya langsung masuk ke dalam pelukan pria itu. Ou Ming mencium dahinya dan berbisik, "Pergilah ke rumah sakit besok." Yu Lili berada dalam pelukannya, mengangguk dan berkata, "Mungkin besok sore, karena aku akan melakukan wawancara besok pagi." "Oke." Ou Ming menjawab, meletakkan kakinya di atas paha wanita itu, memeluknya, dan memejamkan matanya. Yu Lili yang sedang berada dalam pelukannya dengan jelas menyadari perasaan tidak nyaman Ou Ming. Dirinya merasa tidak tega, membenamkan kepalanya di dada pria itu dan mengulurkan tangan untuk menyentuh Ou Ming dengan lembut, dia berkata, "Biarkan aku membantumu ¡­." Saat disentuh, Ou Ming menarik napas, lalu dia mengambil tangan wanita itu dan membimbingnya dengan hati-hati. ¡­. Ou Ming pergi ke kantor pagi-pagi sekali, dan Yu Lili keluar dari kamar setelah bangun dan mandi. Apartemen Ou Ming terletak agak jauh dari stasiun kereta bawah tanah. Setelah sepuluh menit berjalan, Yu Lili tiba di stasiun kereta bawah tanah. Chapter 889 - Dia Secara Khusus Datang Kemari Untuk Menjemputku Kantor pusat Komik Eurasia terletak agak jauh dari tempat Yu Lili tinggal. Butuh waktu 40 menit untuk naik bus, dan hampir satu jam jika dia menghitung waktu berjalannya. Ketika dirinya tiba di Komik Eurasia, waktu menunjukkan pukul 9:50. Ada beberapa orang yang datang untuk wawancara. Setelah mewawancarai beberapa orang, Yu Lili dipanggil. Apa yang dia kenakan adalah pakaian yang dibelinya kemarin, dan pakaian itu sangat biasa tapi gayanya tidak buruk. Eksekutif perusahaan di dalam ruangan tersebut memiliki kesan yang baik pada wanita itu. Yu Lili memperkenalkan dirinya, dan kemudian para eksekutif melihat resume-nya dan hanya mengajukan beberapa pertanyaan, seperti apa yang dia lakukan sebelumnya, mengapa dia mengundurkan diri, kesan-kesan tentang perusahaan dan mengapa dia memilih perusahaan tersebut. Yu Lili menjawab mereka satu per satu dengan mudah. Selanjutnya, mereka membiarkan Yu Lili menunggu pemberitahuan sesuai prosedur. Seperti yang diperkirakan, Yu Lili merasa dirinya sudah melakukan wawancara dengan baik, jadi suasana hatinya cukup bagus. Begitu selesai dengan wawancaranya, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas lewat. Dia membuat panggilan telepon ke Ou Ming, dan pria itu dengan cepat mengangkatnya. Yu Lili bahkan tidak menyadari bahwa teleponnya telah terhubung, dan dia mendengar suara mobil. Yu Lili bertanya, "Hei, Ou Ming, kau di mana?" "Aku siap menjemputmu, kau di mana?" "Aku di perempatan XX sekarang." "Baiklah, berdirilah di sana, aku akan tiba dalam waktu lima menit." Setelah mengatakan itu, Ou Ming menutup teleponnya. Yu Lili merasa takjub. ''Dia bisa berada di sini dalam waktu lima menit? Apakah Ou Ming mengetahui di mana aku berada, dan kemudian secara khusus datang kemari untuk menjemputku?'' Yu Lili merasa berbunga-bunga dan bahagia, dan bibirnya tanpa sadar terangkat. Dia menemukan sebuah pinggiran jalan untuk berdiri, dan mengeluarkan lipstiknya untuk merapikan riasan wajahnya. Setelah meletakkan lipstiknya, dia mendengar suara mobil menghampiri. Itu adalah sebuah mobil Lincoln yang diperpanjang. Kaca jendela mobil diturunkan, dan Yu Lili dengan jelas melihat Ou Ming yang mengenakan kacamata hitam dan duduk di dalam mobil. Sangat menggemaskan! Senyum Yu Lili menjadi semakin merekah, dan dia membuka pintu mobil dan dengan cepat masuk ke dalamnya. "Apakah kau lapar? Apa yang ingin kau makan?" Ou Ming bertanya, sambil melepaskan kacamata hitamnya. "Aku ingin makan mi, ayo kita makan mi," jawab Yu Lili dan tersenyum seperti sekuntum bunga. Ketika melihat senyum wanita itu, Ou Ming berada dalam suasana hati yang sama cerianya, kemudian pria itu memakai kacamata hitamnya kembali, menyalakan mobil, dan melaju ke arah restoran mi yang disukai Yu Lili sebelumnya. Yu Lili dulunya sering berkunjung ke sana, dan Ou Ming sering datang ke sana bersamanya. Manajer itu mengenali Yu Lili, melihat wanita itu datang, dan dia segera menyambutnya dan berkata, "Nona Yu dan Tuan Ou, sudah lama tidak bertemu, silakan masuk." Yu Lili dan Ou Ming mengenal tempat itu dengan baik dan bisa mengaturnya dengan mudah, berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan privat. Setelah memesan, Yu Lili pergi ke toilet. Tidak ada toilet di ruangan privat tersebut, tetapi ada beberapa toilet di restoran mie itu. Karena wanita itu sering berkunjung ke sana, dia sudah terbiasa dengan arah menuju toilet. ''Saat ini adalah jam sibuk untuk makan siang, jadi banyak orang yang menggunakan toilet, dan jika aku pergi ke toilet terdekat, aku harus mengantri.'' Yu Lili pergi ke ujung koridor di mana lebih sedikit orang yang menggunakan toiletnya. Dia menggunakan bilik toilet tersebut, dan ketika hendak keluar, dirinya mendengar suara sepatu hak tinggi yang berasal dari luar, dan pada saat yang bersamaan, dia mendengar suara seseorang. £¬ Chapter 890 - Dikelilingi Oleh Tunangan Dan Wanita Simpanan, Dia Sangatlah Bahagia "Marga Yu itu benar-benar datang kembali. Kupikir dia sudah tidak berada di Kotaraja lagi." ''Apakah itu manajer yang baru saja menyambut kami?'' Yu Lili berhenti, dan tidak terburu-buru untuk membuka pintunya. "Hah, ya. Sepertinya wanita yang terakhir datang dengan Ou Ming bukanlah wanita itu. Seorang pria yang kaya berbeda dari yang lainnya, dan dikelilingi oleh tunangan dan wanita simpanan, dia sangatlah bahagia." Manajer itu terdengar seperti sedang merias wajahnya. "Bukankah begitu, tapi Ou Ming sepertinya sudah lama bersama dengan marga Yu itu. Kenapa tunangannya masih mau bersamanya? Aku dengar tunangannya juga dihormati di Ibu kota." "Kau benar-benar perlu bertanya? Meskipun seorang pria seperti Ou Ming, yang memiliki uang dan terlihat tampan, adalah seorang pria yang mendua, dia memiliki kualifikasi itu." "Itu benar, jika aku bisa bersama pria seperti itu, aku lebih suka menikah dengannya. Apakah kau ingin menggunakan toilet?" "Tidak, kau saja, aku pergi dulu." ¡­. Yu Lili mendengar bahwa salah seorang dari mereka masuk ke dalam bilik toilet di sebelahnya dan yang seorang lagi pergi keluar. Dirinya benar-benar ingin maju dan memberi sebuah tamparan di wajah mereka. Namun, dirinya tidak bisa bergerak. ''Bukankah dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai tunangan itu? Bukankah dia bermaksud tidak akan menikah dengan Shen Manting itu? Lalu kenapa dia datang ke tempat favoritku untuk makan mi bersama wanita itu? Aku tidak pernah mengetahui bahwa staf pelayan di sini memandangku dengan cara seperti ini. Marga Yu ¡­. Menarik.'' Ou Ming memanggil dirinya dengan sebutan marga Yu, tapi itu hanyalah sebuah nama. Tetapi ketika orang lain memanggil dirinya seperti itu, Yu Lili dengan jelas merasakan nada meremehkan dan penghinaan yang terkandung dalam kata-kata mereka. Hatinya terasa seperti tertindih oleh sebongkah batu, membuatnya merasa tertekan. Tenggorokannya tercekat dan matanya berlinangan air mata. Dia membuka mulutnya, dan udara masuk ke dalamnya, lalu Yu Lili mendongak menatap langit-langit. ''Aku benar-benar tak berguna ¡­.'' Setelah beberapa saat, suara air menyiram terdengar dari sebelah. Ketika mendengar suara sepatu hak tinggi itu pergi menjauh, Yu Lili berdiri di dalam toilet untuk sejenak, lalu melangkah keluar. Setelah dia mencuci tangannya dan kembali ke dalam ruang privat itu, mi sudah terhidang di sana. Ou Ming membalikkan badan dan melihat ke arahnya, dan mudah untuk melihat bahwa Yu Lili sedang berada dalam suasana hati yang tidak baik. Wanita itu terlihat sedikit tidak senang dibandingkan dengan beberapa menit yang lalu. "Apa yang salah?" Ou Ming bertanya dengan lembut, mengulurkan tangan untuk menariknya mendekat. Yu Lili menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, mengambil sumpit dan berkata, "Ayo kita makan, aku kelaparan." Ou Ming menatapnya dan mencoba mencari tahu apa yang salah. Tapi Yu Lili duduk di sisi lain, menunduk dan terlihat seperti tidak berbeda dari biasanya. Setelah makan, Ou Ming pergi ke Rumah Sakit Pertama Kotaraja. Setelah dia memberi tahu dokter tentang gejala Yu Lili, sang dokter tua menyarankan agar wanita itu melakukan akupunktur 1 . Setelah menyelesaikan akupunktur dan meminum beberapa obat, Ou Ming keluar bersama Yu Lili. Dia sangat menyadari penyebab wanita itu menjadi frigid, tetapi dirinya tidak memberitahukan sang dokter. Yu Lili sendiri tidak menyadari apa yang sudah terjadi, dan ketika dirinya diantar pulang oleh Ou Ming, dia masih melamun. Pikirannya penuh dengan kata-kata dari dua orang staf pelayan itu. [Dikelilingi oleh tunangan dan wanita simpanan, dia sangatlah bahagia.] "Kita sudah sampai." Dia mendengar suara Ou Ming, membawanya kembali pada kenyataan. Yu Lili mendongak, tersenyum, lalu membuka pintu. Tetapi sebelum pintu didorong terbuka, Ou Ming menangkap tangan wanita itu, menatapnya dan berkata, "Apa yang telah terjadi padamu? Kau sepertinya berada dalam suasana hati yang buruk sore ini." Pengobatan atau pemeriksaan orang sakit dengan tusuk jarum (cara pengobatan China); tusuk jarum. Chapter 891 - Dikritik Di Belakangnya Suasana hati Yu Lili jauh lebih buruk daripada saat Ou Ming menjemputnya. Wanita itu merasa terkejut. Dia membalikkan badan dan menatap Ou Ming dengan sebuah senyuman lembut. Sesuatu yang tak terlukiskan terlintas di mata Ou Ming. Dia mengulurkan tangannya untuk mencubit wajah wanita itu dan berkata, "Jangan menatapku seperti itu. Rasanya lebih buruk daripada menangis." Yu Lili merengut dan menyentuh pipinya yang telah dicubit Ou Ming. Wanita itu menundukkan kepalanya dan bertanya, "Benarkah?" "Ya," jawab Ou Ming. Dia memandang Yu Lili dengan serius. "Ceritakan apa yang sudah terjadi." "Aku ¡­" "Jika aku mendapati kau berbohong padaku, aku akan menghukummu dengan berat," Ou Ming mencubit hidung wanita itu dengan lembut. Terpukau oleh perilaku pria itu, Yu Lili menggerakkan bibirnya menjadi sebuah senyum tipis dan berkata, "Aku baru saja mendengar kabar buruk." Ou Ming menaikkan alisnya dan memberi isyarat pada Yu Lili untuk melanjutkan, "Dan?" "Aku dengar kau pernah membawa Shen Manting ke restoran mi itu." Mendengar kata-kata wanita itu, Ou Ming tiba-tiba memasang wajah murung dan bertanya, "Siapa yang mengatakan itu?" "Beberapa orang pelayan. Mereka sepertinya mengenal kita dan Shen Manting. Aku mendengar mereka bergosip di toilet. Mereka memandang rendah aku dan berkata bahwa aku adalah wanita simpananmu dan bahwa kau pastilah sangat senang memiliki seorang tunangan dan seorang wanita simpanan." Saat Yu Lili berbicara, dia memperhatikan ekspresi wajah Ou Ming dan melihat pria tersebut menjadi semakin kesal. Dia tidak dapat menahan diri untuk bertanya, "Apakah itu benar?" Ou Ming merasa marah dan mulai menjelaskan, "Shen Manting suka makan di restoran mi itu. Ibuku sudah memintanya untuk melakukan sebuah perjalanan khusus sehingga kami bisa makan bersama. Ketika Shen Manting membawaku ke restoran itu, dia mengatakan kepada semua orang bahwa aku adalah tunangannya." Setelah Yu Lili mendengar penjelasan pria itu, dirinya langsung merasa lega. Dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal? Jika aku tahu dia pernah ke sana, aku tidak akan mau datang ke tempat itu. Aku benci perasaan dikritik di belakangku." "Aku lupa tentang semua hal itu." Ou Ming menatap Yu Lili, merasa sedikit tidak berdaya. "Aku hanya ingat bahwa kau suka makan di restoran mi itu. Aku tidak bisa mengingat apa yang pernah wanita itu lakukan padaku, karena aku tidak peduli padanya. Sudah hampir setahun sejak Shen Manting berada di sana. Selain itu, aku tidak berpikir bahwa hal itu penting, jadi aku tidak memberitahumu." "Oh ¡­" Yu Lili merasa sedikit tidak senang. Dia mengerutkan bibirnya dan menatap Ou Ming kemudian bertanya, "Apa yang penting bagimu? Apakah kau tahu bahwa aku hampir menangis di toilet ketika aku mendengar para pelayan itu berbicara? Kupikir ¡­" "Apa yang kau pikirkan?" Ou Ming mencubit pipi wanita itu. "Kau gadis yang nakal. Bagaimana jika aku tidak menyadari bahwa kau sedang kesal? Bagaimana jika aku tidak bertanya apa yang telah terjadi? Apakah kau akan terus tinggal bersamaku tanpa memberitahuku apa yang telah kau dengar?" Yu Lili menundukkan kepalanya dan merasa sedikit bersalah. Ketika Ou Ming melihat Yu Lili seperti itu, dirinya mengetahui bahwa tebakannya benar. Merasa kecewa oleh wanita itu, Ou Ming mencubit wajah Yu Lili. Dia menghela napas dalam-dalam dan berkata, "Shen Manting dipilih oleh ibuku untuk menjadi istriku. Wanita itu tidak secantik dan sepengertian dirimu. Dia memiliki keluarga yang kaya, dia manja, dan dia tidak suka ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Aku pikir dia akan datang untuk mencarimu." "Kau benar. Dia sudah menghubungiku sekali. Kurasa dia sangat arogan dan bodoh," jawab Yu Lili. Ou Ming tersenyum dan mengusap rambut pendek wanita itu. "Jika dia datang kepadamu lagi, ingatlah untuk memberitahuku. Aku akan mengurusnya. Kau harus percaya padaku sebanyak mungkin." Chapter 892 - Nama Saya Shen Manting Percaya ¡­. Itu adalah sebuah kata yang sangat sederhana, tapi sulit bagi Yu Lili untuk percaya pada Ou Ming. Terlalu banyak kesalahpahaman yang sudah terjadi di antara mereka. Apakah Yu Lili sepenuhnya percaya pada Ou Ming? Tidak. Tapi sekarang dirinya tidak mempunyai pilihan, kan? Mendengar kata-kata Ou Ming, Yu Lili mengangguk. Kemudian dia menatap pria itu dengan sepasang matanya yang cerah, tetapi dirinya tetap tak bersuara. Ou Ming menatap rambut wanita itu dengan penuh kasih sayang, lalu dia mengulurkan tangan, menyentuhnya, dan berkata, "Mulailah memanjangkan rambutmu. Kau terlihat lebih cantik dengan rambut panjang." "Oke." Yu Lili merasa jauh lebih baik. Dia mendekat untuk mencium wajah Ou Ming dan berkata, "Kembalilah ke kantor. Aku akan pulang untuk menggambar." Ada sejumlah emosi yang terlihat redup, tetapi kuat, mengambang di mata Ou Ming. Tepat ketika Yu Lili akan pergi, Ou Ming menarik wanita itu dengan tangan besarnya. Dia menundukkan kepalanya untuk mencium bibir Yu Lili, mengisapnya dengan lembut, dan memasukkan lidahnya ke mulut wanita itu, dengan perlahan-lahan menyentuhnya dengan bibir Yu Lili. Dengan sebuah senyum lebar di wajahnya, Yu Lili memeluk Ou Ming. Dirinya menjadi senang kembali. Menyadari perubahan suasana hati Yu Lili yang jelas, Ou Ming tersenyum. Dia memegangi wajah wanita itu, mengecup bibirnya, dan berbisik, "Di masa yang akan datang, apa pun rumor yang kau dengar, katakan padaku dengan sejujurnya. Sering kali, kebenarannya tidak seperti yang kau pikirkan. Aku serius ketika aku mengatakan bahwa aku ingin bersamamu. Juga benar bahwa aku tidak ingin menikahi Shen Manting. Tak lama lagi, aku akan memutuskan pertunangan dengan Shen Manting dan menikahimu." Ou Ming adalah seorang pria yang selalu menepati janji, jadi pria itu akan selalu membuat semua janjinya dengan bijak. Tapi begitu dirinya berjanji, dia akan menepatinya. Yu Lili mengangguk dan merasa hangat di hatinya. Yu Lili memeluk Ou Ming. Dia mengangkat kepalanya, mencium pria itu di dagunya, dan berkata, "Aku akan menunggumu. Aku juga akan bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak uang untuk menjadi kaya, sehingga aku bisa menjadi pasangan yang sesuai untukmu." Dirinya tidak ingin disebut sebagai wanita simpanan Ou Ming lagi. Senyum Ou Ming menghilang. Dia mengangguk, mengusap rambut pendek Yu Lili, dan berbisik, "Jadilah istriku dan kau tidak perlu menghasilkan banyak uang. Sudah cukup bahwa aku mencintaimu. Sesungguhnya aku mencintai setiap aspek dari dirimu yang saat ini." Tidak ada tipe ideal di dunia ini. Tiba-tiba, seseorang berlari ke dalam duniamu, dan kau jatuh cinta padanya. Karena itu, dia menjadi pria idamanmu. Kesadaran itu tidak sesederhana yang terlihat. Yu Lili tertawa. "Aku tidak menyangka kau akan berpikir seperti itu." Kemudian Yu Lili membuka pintu mobil dan berkata, "Aku pergi sekarang. Aku akan menyiapkan makan malam dan menunggumu malam ini." "Oke." Ou Ming tersenyum dan mengangguk. Yu Lili melangkah keluar dari mobil. Ketika berjalan menjauh, dia melihat ke belakang beberapa kali. Tak lama kemudian, dirinya sampai di gerbang kawasan gedung. Ketika Ou Ming melihat Yu Lili memasuki kawasan itu, dia menyalakan mobilnya dan kembali ke kantor. Yang tidak pria itu ketahui adalah bahwa di luar kawasan tersebut, ada sebuah mobil merah muda yang indah yang telah terparkir di sana untuk waktu yang lama. Seorang wanita cantik duduk di dalam mobil dan menyaksikan interaksi mesra antara Ou Ming dan Yu Lili. Wanita cantik itu dengan lembut menggosok-gosok cangkir kopi yang sedang dipegang di telapak tangannya yang berkulit putih. Tanpa sadar, dia mencengkeramnya dengan semakin erat, yang membuat cangkir kopi tersebut sedikit berubah bentuk. Shen Manting keluar dari mobil merah mudanya hanya setelah dia melihat mobil Lincoln itu telah pergi menjauh. Dia berjalan ke gerbang kawasan itu. Karena ada pengawasan terhadap orang-orang yang tidak tinggal di sana, Shen Manting dihentikan oleh seorang penjaga keamanan di pintu gerbang. "Nona, Anda tidak tinggal di sini, kan?" tanya penjaga keamanan itu. Dengan riasan cantik di wajahnya, Shen Manting tersenyum lembut dan menjawab, "Saya adalah tunangan penghuni lantai 28. Nama saya Shen Manting." Chapter 893 - Mengusir Shen Manting Setelah mendengar kata-kata wanita itu, sang penjaga keamanan mengerutkan keningnya dan bertanya, "Siapa nama orang yang Anda maksud?" "Ou Ming." Nama Ou Ming adalah nama paling terkenal di kawasan itu. Tentu saja, penjaga keamanan telah mendengar nama tersebut, tetapi dirinya belum pernah melihat Shen Manting. Petugas keamanan merasa ragu-ragu untuk sesaat. Dia mengeluarkan walkie talkie 1 untuk memanggil rekannya dan berkata, "Lao Li, periksa apakah pemilik lantai 28 sudah kembali. Nona Shen berada di sini untuk menemuinya." Ketika Yu Lili keluar dari lift, dia membuka pintu dengan kata sandi. Bel pintu di dalam apartemen berdering tanpa henti. Itu adalah sebuah panggilan dari gerbang. Yu Lili menekan tombolnya dan wajah penjaga keamanan muncul di layar. "Permisi, ini lobi. Seorang wanita bernama Shen berada di sini untuk menemui Anda." Shen? Yu Lili mencibir karena dirinya dan Ou Ming baru saja membicarakan tentang Shen Manting. Wanita itu datang kepadanya dengan begitu cepat. ''Apakah Shen Manting masih mengawasiku?'' Namun, Yu Lili berpura-pura tidak mengenal wanita itu dan bertanya dengan nada bicara yang meninggi, "Shen? Aku tidak kenal seorang teman bernama Shen. Apakah dia salah orang?" Mendengar kata-kata Yu Lili, sang penjaga keamanan memandang Shen Manting dengan aneh dan berkata, "Nona Shen mengatakan bahwa dia adalah tunangan Tuan Ou." "Dia pasti bercanda! Jika setiap wanita yang mengatakan dirinya adalah tunangan Ou Ming itu mengatakan yang sebenarnya, Ou Ming pastilah seorang pria yang sangat sibuk." Dengan sikap sedikit tidak sabar dan sembrono, Yu Lili menguap dan berkata, "Jangan hubungi aku jika kau menemui situasi yang sama lagi. Biarkan saja. Aku menutup teleponnya sekarang." Setelah percakapan itu, Yu Lili menutup teleponnya. Dia merasa sangat puas dengan dirinya sendiri. Yu Lili sangat senang sehingga dia melompat-lompat dan berjalan ke dalam ruang kerja dengan riangnya. Dia menghubungkan tablet grafis seken yang dia beli kemarin ke komputer Ou Ming. Yu Lili membuka program Photoshop dan mulai menggambar. Di masa lalu, dia selalu menggambar karakter dari drama TV atau game. Sekarang dia memiliki alasan untuk membuat karakternya sendiri, dia merasa sangat bersemangat. Yu Lili berkhayal tentang gambarnya yang dijual, pihak produser yang membeli hak cipta darinya, dan mendapatkan ketenaran dan kekayaan untuk karyanya. Dia sedang berada dalam suasana hati yang baik! ¡­. Sementara itu, Shen Manting sedang berada dalam suasana hati yang mengerikan. Setelah diusir oleh penjaga keamanan, dirinya langsung menjadi marah. Kembali ke mobil, Shen Manting langsung menghubungi Ou Ming. Namun, bukan Ou Ming yang menjawab teleponnya. Itu adalah asistennya, Xu Cheng. Xu Cheng memegang ponsel Ou Ming dan berkata dengan sikap hormat, "Nona Shen, selamat siang." Shen Manting kesal dan berteriak, "Di mana Ou Ming?" "Tuan Ou sedang sibuk sekarang. Beliau saat ini sedang menegosiasikan kontrak dengan mitra asing. Kasus investasi luar negeri sedang berada pada titik kritis. Jika Nona Shen tidak memiliki hal yang penting, tolong jangan ganggu Tuan Ou." Xu Cheng mengatakan ini dengan nada bicara yang netral, tetapi isi yang diungkapkan asisten itu sangat jelas. Mendengar kata-kata Xu Cheng, Shen Manting berteriak dengan marah, "Apakah ini caramu berbicara dengan calon istri presidenmu?" Xu Cheng terkikik-kikik diam-diam, tetapi dia berkata dengan nada bicara yang sama, "Nona Shen, Tuan Ou benar-benar sibuk saat ini. Jika Anda tidak percaya pada saya, saya bisa mengirimkan padamu sebuah video pendek." Shen Manting bahkan merasa semakin kesal. Dia mencibir, "Oke, kirimkan padaku!" Xu Cheng menutup telepon, lalu menggunakan ponsel Ou Ming untuk mengirimkan sebuah video pada wanita itu. Kameranya diarahkan ke kantor Ou Ming. Shen Manting melihat Ou Ming sedang berbicara dengan orang asing, dan mereka sepertinya berada di tengah-tengah negosiasi yang alot. Sebuah alat komunikasi genggam yang dapat mengkomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio, dapat melakukan pembicaraan dua arah, berbicara dan mendengar lawan bicara secara bergantian. Chapter 894 - Tuan Ou Sedang Rapat Ou Ming benar-benar sibuk dengan pekerjaannya saat ini. Shen Manting tidak dapat terus melampiaskan kemarahannya seperti ini. Dia mendengus, masih berada dalam suasana hati yang buruk. ''Ou Ming sangat sibuk, namun dia masih punya waktu untuk makan dengan wanita itu.'' ''Seberapa pentingkah Yu Lili baginya?'' ''Ou Ming, seberapa besarkah kau menyukainya? Kau sangat menyukainya sehingga kau berani mengabaikan tunanganmu.'' Jelas terlihat, Ou Ming memperlakukan mereka secara berbeda. Shen Manting, yang telah lahir dalam sebuah keluarga yang kaya raya, dibesarkan dengan cinta, dan diperlakukan sebagai seorang putri, tidak bisa menerima perbedaan perlakuan sebesar itu. Setelah mempertimbangkan dengan cermat, Shen Manting memutuskan untuk menghubungi ibu Ou Ming. Saat itu sore hari. Ponsel berdering lama sebelum Nyonya Ou menjawabnya. Dari suaranya, Shen Manting berpikir bahwa wanita itu sedang tidur siang. Ketika telepon terhubung, Shen Manting menyapa dengan manisnya, "Selamat sore, Bibi." "Apakah itu kau Manting? Ada apa?" Nyonya Ou baru saja terserang flu, jadi dia berbicara dengan nada suara yang sengau. Shen Manting dengan jelas mengenali nada suara wanita itu dan berseru, "Bibi, apakah kau terserang flu?" Mendengar kata-katanya, Nyonya Ou tersenyum dan berkata, "Kau benar-benar anak yang penuh perhatian. Hanya dari beberapa kata saja, kau sudah bisa mengetahui bahwa aku terserang flu." "Aduh, siapa saja bisa mengetahuinya. Apakah Bibi sudah minum obat? Apakah Bibi sudah pergi ke dokter?" Shen Manting mengajukan beberapa pertanyaan dengan penuh perhatian, yang membuat Nyonya Ou merasa hatinya hangat. Nyonya Ou menjawab dengan penuh perasaan, "Tidak apa-apa." "Tentu saja itu apa-apa. Aku akan datang mengunjungimu. Keluargaku baru-baru ini menerima sejumlah ginseng baru, yang bagus untuk kesehatan. Aku akan membawakannya untukmu." "Manting, kau sangat perhatian, tapi lupakan saja. Sulit untuk mendapatkan ginseng yang bagus, jadi kau sebaiknya menyimpannya untuk dirimu sendiri." Setelah mendengar kata-kata Nyonya Ou, Shen Manting melihat jam. Saat itu sekitar pukul tiga sore. Wanita itu tersenyum dan berkata dengan sopan, "Selama itu untuk bibiku, itu bermanfaat. Tunggu aku. Aku akan berada di rumah nanti malam." Dia mengatakan rumah, bukannya rumahmu. Dari nada bicara Shen Manting, jelas terlihat bahwa dia sudah memperlakukan rumah keluarga Ou sebagai rumahnya sendiri. Ibu Ou Ming dengan jelas menyadari hal itu, lalu dia bertanya, "Kau di mana sekarang?" Pada saat yang bersamaan, Ibu Ou Ming melihat jam. Saat itu sore hari. "Kau bisa datang dan minum teh sore denganku saja. Apakah kau sibuk?" "Aku tidak sibuk, tapi aku berada di Kota Zhou. Butuh waktu sekitar tiga jam untuk menyetir ke Kotaraja. Tunggu aku." Mendengar kata-kata Shen Manting, Nyonya Ou merasa sedikit terharu dan berkata, "Kau tidak perlu melakukan perjalanan khusus kemari. Kerjakan saja pekerjaanmu sekarang! Ketika kau selesai, kita dapat mengaturnya. Membutuhkan waktu yang begitu lama bagimu untuk sampai di sini." "Tidak, Bibi. Ou Ming sangat sibuk saat ini, jadi dia tidak punya waktu untuk merawatmu. Sebagai menantu perempuanmu, aku harus menjagamu untuknya. Tolong tunggu aku. Aku akan berangkat begitu aku sudah menyelesaikan pekerjaanku." Shen Manting dengan cepat menutup telepon sebelum Ibu Ou MIng dapat berdebat lebih lanjut. Setelah mendengar nada sibuk dari telepon itu, Ibu Ou Ming merasa sangat tersentuh dan sangat puas dengan calon menantunya. Kemudian, dia membuat sebuah panggilan telepon pada Ou Ming. Namun, bukan Ou Ming yang menjawabnya, tetapi asistennya, Xu Cheng. "Nyonya Ou," kata Xu Cheng. "Tuan Ou sedang rapat saat ini." "Baiklah, ketika dia selesai rapat, minta dia untuk meneleponku kembali. Ada hal penting untuk kukatakan padanya." Xu Cheng merasakan firasat buruk mengenai hal ini. Namun demikian, dia menunjukkan rasa hormatnya pada Nyonya Ou dan berjanji untuk menyampaikan pesan tersebut. Rapat Ou Ming sudah berlangsung selama lebih dari dua jam. Hari menjelang senja ketika rapat itu berakhir. Ou Ming sudah menyelesaikan pekerjaannya tepat pada waktunya untuk pulang pada hari itu. £¬ Chapter 895 - Menggambar Sebuah Karakter Berdasarkan Penampilan Ou Ming Setelah mengantar tamu asing itu ke pintu, Xu Cheng memberi tahu Ou Ming bahwa ibunya tadi menelepon. Xu Cheng merasa ragu-ragu sejenak, lalu berkata, "Nona Shen juga menelepon Anda sore ini. Anda sedang rapat, jadi saya katakan padanya untuk tidak mengganggu Anda. Saya pikir Nona Shen telah mengatakan sesuatu kepada Nyonya Ou." Xu Cheng tidak mengetahui banyak tentang Nona Shen. Berdasarkan interaksi antara dirinya dengan wanita itu sebelumnya, Xu Cheng sudah menduga bahwa Shen Manting kemungkinan besar akan melakukan hal semacam itu. Misalnya, wanita itu mengetahui tentang Yu Lili dan langsung pergi ke Nyonya Ou untuk mengadu. "Baiklah, aku akan mengurusnya. Kerjakan saja pekerjaanmu sekarang." Ou Ming mengeluarkan ponselnya dan dengan segera menekan nomor ponsel ibunya. Nyonya Ou sepertinya sedang sibuk. Ponsel berdering untuk waktu yang lama sebelum ibunya mengangkatnya dan berkata, "Hei, Xiao Ou." "Bu, ini aku." "Manting akan datang ke Kotaraja hari ini. Kau harus menjemputnya!" Mendengar kata-kata ibunya, Ou Ming terdiam beberapa saat, lalu berkata, "Bu, aku sangat sibuk. Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu. Bukankah dia berada di Kotaraja saat ini? Dia ke kantorku kemarin. Kenapa dia tiba-tiba keluar kota?" "Dia memberitahuku bahwa dia sedang berada di Kota Zhou, yang mana agak jauh dari Kotaraja," kata Nyonya Ou dengan penuh arti. "Aku tahu kau sibuk dengan pekerjaanmu, tapi kau tidak bisa mengabaikan perasaan Manting. Dia adalah tunanganmu! Begitu dia mendengar bahwa aku sakit, dia berencana untuk melakukan perjalanan khusus dari Kota Zhou. Ketika kau bertemu dengannya, ingatlah untuk mengendalikan emosimu, dan cobalah bersikap baik padanya. Selain itu, kudengar kau telah membelikan Manting sebuah vila. Itu bagus sekali! Manting benar-benar gadis yang baik, jadi kau harus memperlakukannya dengan baik." "Baiklah," kata Ou Ming dengan sedikit tidak sabar, "Aku akan meminta seseorang untuk menjemputnya. Kau tidak perlu terlalu khawatir tentang Manting. Aku sibuk sekarang, jadi aku harus pergi. Dah." Nyonya Ou merasa sedikit marah dengan putranya. Setelah telepon itu ditutup, dirinya menghela napas tanpa daya. Dia membuka WeChat dan mengirim sebuah pesan pada Shen Manting. Nyonya Ou: Aku sudah meminta putraku untuk menjemputmu. Setelah membaca pesan itu, Shen Manting merasa senang dan membalas. Shen Manting: Benarkah? Itu bagus sekali! Nyonya Ou: Ya. Shen Manting: Terima kasih, Bibi! Saat membaca pesan di ponselnya itu, Shen Manting merasa agak puas dengan dirinya sendiri. ''Aku punya Nyonya Ou di pihakku. Katanya wanita simpanan itu, Yu Lili, adalah seorang yatim piatu. Tunggu dan lihat saja bagaimana aku mengurusnya!'' ¡­. Butuh waktu dua jam bagi Yu Lili untuk menggambar karakter pertamanya. Karakter pria itu memiliki hidung yang mancung, mata cokelat tua yang indah, dan sebuah tahi lalat di bawah mata kirinya. Rambutnya ditata dengan model yang paling modis, desain itu yang paling menonjolkan karakteristik wajahnya yang tampan. Dia tinggi, ramping, dan mengenakan sebuah setelan jas berwarna merah anggur. Yu Lili menggambar karakter tersebut sedang memicingkan matanya ke depan, sambil memegang dasi setengah longgar dengan satu tangannya. Tangan yang lainnya berada di saku celananya. Karakter pria itu terlihat teramat sangat menarik. Sangat tampan! Yu Lili sangat bangga dengan kreasinya. Dibandingkan dengan gaya menggambar komik biasa, gaya menggambar Yu Lili lebih disempurnakan dalam penampilan dan pakaian karakternya. Wanita itu tanpa sengaja menggambarkan karakteristik wajah karakter pria itu, tetapi karakter tersebut terlihat seperti Ou Ming dalam banyak hal. Yu Lili tersenyum puas, lalu menyimpan gambar karakter itu. Dia telah menyelesaikan desain sang tokoh utama pria. Sekarang, yang dia butuhkan adalah sang tokoh utama wanitanya. Yu Lili mengeluarkan ponselnya dan menggunakannya sebagai cermin. Dia tersenyum lembut dan menatap dirinya sendiri di layar ponsel kemudian mulai menggambar di tablet grafis. Sebagian besar tokoh utama wanita dalam komik adalah para wanita cantik yang berambut panjang. Jadi, Yu Lili menggambarkan dirinya sendiri dengan cara yang paling rupawan. Karakter wanita itu memiliki rambut coklat tua yang panjang dan sebuah raut wajah yang polos, mengenakan sebuah gaun pesta merah yang indah. Chapter 896 - Ayo Kita Coba Setelah menggambar dua buah karakter tokoh utama, Yu Lili berpikir sejenak, lalu mengirimkan screenshot karakter-karakter tersebut kepada editor Xixixi. Xixixi membalasnya dengan cepat. [Xixixi]: !!! [Xixixi]: Anda menggambarnya sendiri? [YuuuuuLi]: Ya, saya baru saja menyelesaikannya. [Xixixi]: Anda luar biasa! Setelah melihat gambar-gambar Anda, saya tidak percaya tentang penyataan Anda bahwa Anda belum pernah belajar menggambar sebelumnya. [YuuuuuLi]: Saya membaca banyak komik kemarin. [Xixixi]: Anda benar-benar berbakat, yang mana harus saya kagumi. Tokoh utama pria ini sangat tampan dan terlihat sedikit familier. [YuuuuuLi]: Saya bersumpah bahwa saya tidak menjiplaknya, dan mereka benar-benar desain orisinal milik saya. [Xixixi]: Apakah Anda menggambarnya mengikuti prototipe? [YuuuuuLi]: Ya, prototipe-nya adalah teman-teman saya, dan saya sudah mendapatkan izin mereka. Tidak sepenuhnya! ''Lagi pula, Ou Ming tidak akan membuat masalah untukku, jadi aku tidak merasa khawatir tentang hal itu.'' [Xixixi]: Oke. Apakah Anda ingin mendesainnya sendiri, atau Anda memerlukan naskah dari kami? Jika Anda memilih untuk mendesain dan menggambar komik Anda sendiri, kami tidak dapat menjamin gaji pokok untuk Anda, karena hal itu bergantung sepenuhnya pada jumlah pembaca yang dapat Anda tarik perhatiannya. [YuuuuuLi]: Lalu bagaimana gajinya ditentukan? [Xixixi]: Tergantung pada jumlah orang yang melihat halamannya. Jika komik Anda memiliki jumlah orang yang melihat halamannya tinggi, gaji Anda pastinya akan tinggi. Apakah Anda memilih untuk menggambar komik orisinal? Apakah Anda sudah memiliki garis besarnya? [Yu Lili]: Belum. [Xixixi]: Anda sebaiknya menuliskan garis besar naskahnya untuk saya. Bisakah Anda mengirimkan satu episode setiap minggunya? [YuuuuuLi]: Saya harus bisa. [Xixixi]: Sekarang, pikirkanlah sebuah pseudonim 1 . [YuuuuuLi]: Li Xiaoyu. Setelah menegosiasikan isi kontrak dengan Xixixi, Yu Lili menandatangani kontrak tersebut dengannya. Pada saat wanita itu mendapatkan kontraknya, suasananya benar-benar gelap di luar. Yu Lili terkejut, lalu melihat jam. Sekarang sudah pukul setengah enam petang. "Ya Tuhan!" Sembari menggosok dahinya, Yu Lili berdiri. Ketika dia membuka pintu ruang kerja, dirinya melihat Ou Ming pulang. Saat melihat Ou Ming, Yu Lili tersenyum dengan canggung, lalu berkata, "Aku terlena saat menggambar dan tidak memperhatikan jam, jadi aku lupa memasak makan malam." Ou Ming mendengar kata-katanya, lalu mengulurkan tangan pada wanita itu dan berkata, "Tidak masalah. Ayo kita pergi makan malam. Apa yang ingin kau makan?" Kemudian, dia sepertinya memikirkan sesuatu dan bertanya, "Apakah kau sudah merebus obatnya?" Yu Lili benar-benar lupa tentang obat itu, jadi dirinya merasa bersalah saat dia menggelengkan kepalanya. "Belum ¡­." "Kau benar-benar ceroboh. Kau bisa melupakan yang lainnya, tapi bagaimana kau bisa lupa untuk merebus obatnya?" Sembari Ou Ming berbicara, pria itu pergi ke ruang keluarga, lalu melirik obat yang baru saja diletakkan kembali di meja kopi. Setelah mencuci panci obat itu, Ou Ming dengan cepat menuangkan obat tersebut ke dalamnya. Yu Lili terkejut. "Aku tidak percaya bahwa kau bisa merebus obat." Ou Ming melirik Yu Lili dan sepertinya agak berpuas diri, lalu berkata, "Kecuali untuk mengandung anak, sepertinya tidak ada hal apa pun yang tidak bisa kupelajari." "Bisakah kau memasak?" "Aku bisa belajar." ''¡­ Itu artinya kau tidak bisa.'' "Lalu bisakah kau bersih-bersih?" "Aku bisa belajar." "Itu berarti kau tidak bisa melakukan apa-apa." Yu Lili menatap Ou Ming dengan mencemooh, lalu berkata, "Hmm, kau hanya bisa menyombongkan diri." Ou Ming tersenyum lembut, mengulurkan tangan, dan menyentuh pipi Yu Lili, berkata, "Aku juga bisa membuatmu ''keluar''. Apakah kau ingin mencoba?" Yu Lili hendak membantahnya, tapi kemudian dirinya melihat senyum nakal di mata Ou Ming itu. Yu Lili tiba-tiba menyadari apa yang pria itu maksud, dan kemudian wajah kecilnya langsung menjadi merah. Dia memelototi Ou Ming, membalikkan badan, dan berseru, "Dasar mesum!" "Sekarang karena kau mengingatkanku, ya, aku ingat kalau aku suka hal-hal mesum. Kenapa kita tidak mencobanya?" Nama yang digunakan seseorang (seperti penulis, pengarang) untuk menyembunyikan identitas sebenarnya; nama samaran. Chapter 897 - Sebuah Label Wanita Simpanan Ou Ming berjalan ke arahnya, tapi Yu Lili melarikan diri dari pria itu dengan wajah merah padam. "Aku lapar!" seru wanita itu. "Aku juga lapar," kata Ou Ming dengan serius, tetapi emosi di matanya membuat Yu Lili kewalahan karena malu dan murka. Wajah Yu Lili berubah semakin merah saat tatapan mata pria itu menyapu seluruh tubuhnya. Rasa lapar Ou Ming adalah seksual, sedangkan rasa lapar Yu Lili bukan itu. Ketika Yu Lili membalikkan badannya, Ou Ming menyadari bahwa pakaian wanita itu berbeda dari biasanya. "Kapan kau membeli pakaian-pakaian itu?" Ou Ming mengerutkan keningnya dan menatap Yu Lili dengan sedikit rasa ketidakpuasan. Wanita itu belum membeli pakaian di Ibu kota. Yu Lili menjulurkan lidahnya dan berkata, "Aku tidak ingin dikritik oleh orang lain. Kau tahu aku adalah seorang gadis biasa. Jika aku keluar dengan mengenakan pakaian bermerek mewah, orang-orang yang melihat diriku pasti akan berpikir bahwa aku memiliki koneksi kepada seorang pria yang berkuasa. Mereka akan menyelidikiku. Jika ¡­" Jika orang lain mengetahui bahwa dirinya tinggal bersama Ou Ming, dia akan mendapat masalah besar. Situasinya akan sulit dihadapi. Dirinya sudah cukup menderita melalui komentar-komentar negatif orang lain. Dirinya akan selalu menyandang label wanita simpanan di mata orang-orang. Yu Lili tidak menyukai dan bahkan membenci perasaan itu. Sebelum Yu Lili menyelesaikan kata-katanya, Ou Ming mengerti bahwa wanita itu merasa tidak senang. Saat melihat kejengkelan Yu Lili, pria itu sedikit melunakkan ekspresi wajahnya. Ou Ming menyentuh kepala Yu Lili dan berkata, "Oke. Ikuti saja kata hatimu, tetapi ketika kau berada di rumah, jangan pakai baju-baju itu. Aku tidak menyukainya." Ketika melihat Yu Lili mengenakan pakaian seperti itu, Ou Ming seperti melihat Yu Lili yang di Ibu kota. Dia melihatnya sebagai wanita depresi yang pernah dirinya kasihani. Ou Ming juga sangat tidak menyukai perasaan itu. Yu Lili tersenyum, wajahnya seperti sekuntum bunga. Senyum wanita itu menular. Ou Ming tertawa kecil dan mereka berjalan keluar dari pintu sambil bergandengan tangan. Setelah makan, mereka kembali ke rumah bersama-sama. Ou Ming tidak mencoba melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seks lagi. Setelah mandi, dia melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya untuk bekerja. Yu Lili pergi keluar sendirian untuk mencetak surat kontraknya dan mengirimkannya kepada Xixixi. Ketika dirinya sampai di rumah, dia mandi. Setelah itu, Yu Lili berbaring di tempat tidur dan memikirkan alur cerita untuk komik barunya. Begitu dirinya memiliki sebuah ide bagus tentang apa yang dia inginkan untuk terjadi, dia mengambil sebuah buku catatan dan mulai menuliskannya. ¡­. Hari berikutnya adalah hari Rabu. Itu adalah hari pertama Yu Lili bekerja, jadi dirinya berpakaian formal. Ketika dia tiba di tempat kerjanya yang baru, Yu Lili menemukan bahwa hanya dua orang yang dipekerjakan dari wawancara kemarin dan bahwa dirinya adalah salah satu dari mereka. Karyawan baru lainnya adalah seorang gadis bertubuh pendek yang mengenakan kacamata berbingkai hitam, berpakaian agak biasa, dan bahkan terlihat agak tidak modis. Namanya Shan Yu. Setelah bertemu dengan semua rekan kerja di departemen itu, Yu Lili bekerja dengan seorang editor bernama Zi Yu dan mulai mempelajari peran barunya sebagai asisten editor. Shan Yu bekerja dengan Xixixi. Nama asli Xixixi adalah Ye Qianqian. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut bergelombang yang panjang, dan mengenakan mantel panjang dan rok panjang. Semua orang bisa melihat bahwa Xixixi adalah seorang gadis cantik pada pandangan pertama. Yu Lili telah mengirim surat kontrak itu kepada Xixixi tadi malam alih-alih membawanya pada Xixixi sendiri karena dia tidak ingin Xixixi mengetahui bahwa dirinya adalah Li Xiaoyu. Sambil duduk di kursinya, Yu Lili mendapati bahwa posisi ini tidak terlalu sibuk. Tanggung jawab utamanya adalah meninjau surat kontrak kartunis baru dan isi komiknya. Yu Lili sibuk untuk sementara waktu tetapi dengan cepat menganggur selama sisa pagi itu. Di sore hari, tempat kerja itu bahkan menjadi semakin tenang. Yu Lili telah mendengar bahwa seorang pemimpin penting akan datang untuk melakukan sebuah inspeksi. Semua orang duduk dengan benar dan merasa takut bahwa ketidakprofesionalan akan membuat sang pemimpin tidak senang. Penasaran, Yu Lili melihat ke luar dan dengan segera melihat seorang wanita berpakaian serba merah muda. £¬ Chapter 898 - Kukira Dia Tidak Menyukai Tunangannya Wanita itu terlihat cantik dengan rambut sebahu yang modis dan riasan wajah yang halus. Dia mengenakan sebuah mantel panjang berwarna merah muda dan rok berwarna putih, terlihat cantik dan polos. Wanita tersebut berbicara dengan nada bicara yang angkuh tanpa ekspresi sama sekali di wajahnya. Ini adalah pertama kalinya Yu Lili melihat wanita ini, tetapi pada pandangan pertama, Yu Lili berpikir dia terlihat dingin dan sombong. Wanita itu melihat ke arah Yu Lili. Ketika mata mereka bertemu menyeberangi ruangan itu, Yu Lili melihat kilasan keheranan di mata wanita tersebut. Yu Lili tidak mengenal wanita itu, juga tidak mengetahui apakah wanita itu terhubung dengan seorang pria yang berkuasa. Dirinya dengan tenang tersenyum pada wanita tersebut dengan percaya diri, lalu menyapa dengan cara mengangguk padanya. Wanita itu sedang berbicara dengan editor yang berdiri di sampingnya, tetapi matanya tidak pernah meninggalkan Yu Lili. Sang editor dengan cepat melirik ke arah Yu Lili. Yu Lili merasa malu dengan tatapan mereka dan menyentuh wajahnya. Yu Lili mencoba mengabaikan mereka dan kembali pada pekerjaannya. Yu Lili sama sekali tidak menyangka bahwa pertemuan ini akan dengan cepat mengubah seluruh kariernya. ¡­. Ketika datang untuk bekerja pada hari berikutnya, sang Pemred 1 memberi tahu Yu Lili bahwa dirinya akan mengambil posisi sebagai seorang resepsionis untuk perusahaan. Yu Lili merasa bingung dengan perubahan posisi yang tiba-tiba ini. Dia tidak mengetahui mengapa dirinya, yang bekerja sebagai seorang asisten editor, tiba-tiba menjadi seorang resepsionis. Meskipun merasa sakit hati, Yu Lili mengetahui bahwa, sebagai seorang karyawan baru, bersikap patuh adalah hal yang benar untuk dilakukan. Pada hari Selasa dan Jumat, Yu Lili bekerja sebagai resepsionis di meja depan dan meninjau kontrak sebagai editor di waktu luangnya. Wanita itu belum pernah bekerja secara konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Jadi pada hari ketiganya di tempat kerja, Yu Lili merasa kelelahan. Pada hari Sabtu, wanita itu terbangun pada pukul sepuluh pagi. Dia mengulurkan tangan dan meraba sisi lain tempat tidur itu. Sisi tempat tidur Ou Ming kosong karena pria itu sudah meninggalkan kamar. Yu Lili bangkit berdiri, mencuci wajahnya, dan berpakaian. Ketika dia memberanikan diri untuk keluar dan melihat bahwa Ou Ming sedang menyiapkan sarapan. Roti lapis yang baru saja dibuat diletakkan di atas meja bersama dengan secangkir susu panas yang masih mengepul. Ou Ming melihat Yu Lili yang sedang berjalan keluar, dan pria itu meletakkan kopinya. Dia melambai pada wanita itu dan berkata, "Ayo sarapan denganku." Yu Lili merasa penuh dengan kebahagiaan. Dia duduk dan menggigit roti lapisnya. "Enak sekali! Bagaimana kau melakukan ini?" "Aku sudah memberitahumu sebelumnya, kecuali untuk mengandung anak, tidak ada hal apa pun yang tidak bisa kupelajari," Ou Ming menjawab dengan riang. Pria itu tidak dapat menyembunyikan senyuman di mata cokelat tuanya yang menawan. Dia mengambil sepotong roti lapis dan mulai memakannya. "Minumlah susunya, obatnya akan segera selesai direbus. Kau bisa meminumnya setengah jam setelah sarapan." Yu Lili memakan roti lapisnya dan mengangguk. Obat itu adalah sebuah ramuan tradisional Tiongkok yang membantu meningkatkan kondisi fisiknya. Obat tersebut terutama untuk membantu meringankan rasa dingin yang luar biasa di tubuhnya. Saat sarapan baru berlangsung setengah jalan, ponsel Ou Ming berdering. Yu Lili melirik dan melihat nama "Shen Manting" di layar ponsel itu. Tubuh Yu Lili membeku, jantungnya hampir copot. Dia memalingkan wajah dan berpura-pura tidak melihatnya. Ou Ming tidak menyadari reaksi Yu Lili dan dengan tenang menjawab telepon itu sambil melanjutkan sarapan. Yang mengejutkan Ou Ming, orang yang menelepon itu bukanlah Shen Manting. Itu adalah Nyonya Ou. "Xiao Ou, di mana kau? Hari ini adalah hari Sabtu. Kenapa kau tidak pulang? Aku sudah lama tidak bertemu denganmu, dan aku sangat merindukanmu." Saat Ou Ming mendengar kata-kata ibunya, dirinya berhenti makan. Dia melirik ke arah jam dan berkata, "Oke, tunggu aku. Aku akan pulang ke rumah nanti." Pulang ke rumah! Yu Lili menatap Ou Ming dengan tatapan terkejut. ''Dia mengatakan "pulang ke rumah". Kukira dia tidak menyukai tunangannya, Shen Manting, jadi kenapa dia punya sebuah rumah dengan wanita itu?'' Pemimpin Redaksi. Chapter 899 - Dia Pikir Aku Tidak Melihatnya? ''Ou Ming mengatakan bahwa dirinya akan pulang ke rumah.'' ''Ou Ming tidak menyukai Shen Manting, kan? Jadi kenapa dia punya sebuah rumah dengan wanita itu?'' ''Selain itu, Ou Ming dapat dengan mudahnya mengucapkan kata-kata "pulang ke rumah".'' ''Jadi tentu saja, kata-kata itu tidaklah terdengar seperti reaksi terhadap seseorang yang dia tidak sukai.'' Yu Lili merasa tidak nyaman dan mengawasi Ou Ming ketika pria itu berbicara di telepon. Matanya bertemu mata Ou Ming. Dirinya berpikir bahwa pria itu terlihat terlalu tenang. Setelah menutup teleponnya, Ou Ming menghabiskan roti lapisnya dengan cepat dan berkata, "Ini hari Sabtu, jadi aku harus pulang ke rumah sebentar." Pria itu berdiri dan berjalan menuju ke kamar tidur. Saat Ou Ming berdiri, Yu Lili mencengkeram roti lapisnya dan berseru, "Ou Ming!" "Hmm?" Penasaran dengan seruan yang tiba-tiba itu, Ou Ming berbalik dan menatap Yu Lili. Wanita itu menatapnya dengan ekspresi wajah yang aneh, dan bahkan merasa semakin tidak nyaman ketika Yu Lili bertanya, "Siapa itu?" "Ibuku. Dia ingin aku pulang sebentar." Mendengar apa yang Ou Ming katakan, hati Yu Lili seperti dicengkeram. ''Dia pikir aku tidak melihatnya? Telepon barusan jelas-jelas dari Shen Manting!'' Ou Ming dengan jelas melihat raut wajah Yu Lili yang sedang tidak senang. Pria itu tersenyum, berjalan mendekat, mencium wajah wanita itu, dan berbisik, "Jangan khawatir. Aku akan kembali lagi nanti, dan itu tidak akan lama." Sambil memandangi pria itu untuk waktu yang cukup lama, Yu Lili mengangguk. Ou Ming dengan cepat masuk ke dalam kamar, berganti pakaian, kemudian mengambil kunci mobil dan berjalan keluar. Yu Lili menyaksikan pria itu pergi, dan hatinya terasa seperti sebongkah batu. Setelah menghabiskan sisa sarapannya, wanita itu membersihkan piring-piring kotor dan meminum obatnya, lalu pergi ke ruang kerja untuk menggambar. Pada awalnya, pikirannya terlalu terganggu untuk menggambar. Setelah memikirkannya berulang-ulang selama lebih dari dua jam, Yu Lili mulai memiliki sebuah inspirasi. Dia mengambil pena digitalnya dan mulai menggambar. Hari berlalu dengan cepat, dan Yu Lili melewatkan makan siang. Bagaimanapun juga, wanita itu adalah seorang pemula, jadi ada beberapa adegan yang dia tidak ketahui cara membuat sketsanya, dan dia harus menggambarnya sambil melihat model atau sebuah gambar dalam kehidupan nyata. Setelah seharian, dirinya hanya menggambar sebuah kisi-kisi. Karena telah menunduk sepanjang hari, leher Yu Lili terasa pegal. Dia memutar-mutar lehernya, berdiri untuk meregangkan pinggangnya, makan sedikit roti, dan kemudian segera pergi ke supermarket untuk membeli barang-barang. Ketika sedang memasak, Yu Lili menelepon Ou Ming. Ou Ming mengangkatnya dengan sangat cepat, tetapi suasana di belakangnya terdengar sedikit bising. Terdengar suara seorang wanita tua yang sedang berbicara di suatu tempat di dekat Ou Ming, dan Yu Lili mendengarnya saat dirinya bertanya, "Ou Ming, kapan kau akan pulang?" Ketika Yu Lili mengajukan pertanyaan itu, suasana di sekitarnya menjadi lebih sunyi dan semakin sunyi. Jelas terlihat, Ou Ming sedang melangkah menjauh dari orang-orang lainnya, dan tak lama kemudian, suaranya yang serak bisa terdengar. "Nanti. Apa kau sudah makan siang?" "Nanti itu kapan?" Yu Lili mengabaikan pertanyaan itu dan berkata, "Ingatlah untuk pulang lebih cepat." "Tentu. Apa kau sudah minum obatnya? Ingatlah untuk meminumnya, makan, dan minum lebih banyak air." Serangkaian saran itu membuat hati Yu Lili merasa sedikit hangat dan berkata, "Ya, kau juga, ingatlah untuk minum air dan menyetir dengan hati-hati." "Baiklah, aku agak sibuk di sini, jadi aku harus pergi." "Baiklah." ¡­. Yu Lili melemparkan ponselnya ke sofa dan sedang berada dalam suasana hati yang baik. Sambil menyenandungkan sebuah lagu, dia mulai mencuci sayuran dan memotong-motongnya, dan memasak daging segar yang baru saja dibelinya menjadi babi kecap. Chapter 900 - Aku Hanya Menyukaimu Yu Lili adalah seorang koki andal, dan dia sangat ahli membuat babi kecap. Ou Ming menikmati hidangan itu setiap kalinya. Babi kecap adalah sebuah hidangan khusus yang membutuhkan waktu dan usaha untuk memasaknya dengan sempurna, jadi Yu Lili tidak terlalu sering memasak hidangan itu. Hari ini, dia memperhatikan bahwa harga daging babi sedang murah, jadi dia membelinya. Butuh waktu lebih dari empat puluh menit untuk memasaknya, dan dirinya sibuk di dapur. Pada saat makanan sudah siap, waktu menunjukkan sudah hampir pukul tujuh malam. Dia melirik ke arah jam dan menelepon Ou Ming. Ponselnya berdering untuk waktu yang cukup lama dan pria itu tidak menjawab. Yu Lili menelepon lagi, dan butuh beberapa detik sebelum Ou Ming mengangkatnya. Kali ini, tidak terdengar suara bising di belakangnya. Suasana tempat Ou Ming sedang berada itu sunyi, dan hanya suara pria itu yang dapat terdengar saat dirinya menjawab, "Halo?" Yu Lili merasa kesal dan sedikit marah saat dirinya menjawab, "Kenapa kau belum pulang?" Suasana di belakang Ou Ming terdengar sedikit terlalu sunyi, dan suara pria itu terdengar bergema. "Nanti," katanya, "Aku sedang makan malam dengan ibuku. Dia bukan wanita yang mudah untuk dihindari, jadi aku harus tinggal sedikit lebih lama." Yu Lili tanpa sadar memikirkan panggilan telepon pagi hari tadi. ''Rumahnya dan ibunya. Kenapa hal-hal itu membuatku merasa sangat tidak nyaman?'' Wanita itu ingin bertanya, tetapi dirinya takut jika Ou Ming akan membencinya karena bersikap terlalu peduli. Yu Lili merasa bimbang dan berkata, "Baiklah, santai saja." "Ya, ingatlah untuk makan." Ou Ming merasa sedikit menyesal karena menasihatinya, lalu menutup telepon tersebut. Yu Lili memandangi meja yang penuh makanan dan tiba-tiba merasa sangat kesal. Dia mengambil semangkuk nasi dan memakannya dengan perlahan. ¡­. Tepat ketika Ou Ming mengakhiri teleponnya, Shen Manting membuka pintu. Wanita itu berjalan masuk dan melihat bahwa pria itu terkejut. "Rupanya kau di sini, kenapa kau berada di gudang?" tanya Shen Manting. "Tak apa-apa." Ou Ming memasukkan ponsel ke dalam sakunya. Dia bahkan tidak ingin memandang wanita itu, jadi dirinya membalikkan badan. Saat pria itu sedang berjalan keluar, Shen Manting menghentikan Ou Ming dan menariknya kembali. "Ou Ming, aku adalah calon istrimu. Bisakah kau setidaknya mencoba bersikap baik padaku?" Ou Ming menoleh untuk melihat wanita itu sambil tersenyum tipis dan berkata, "Shen Manting, apakah kau pikir bahwa aku akan bertunangan denganmu jika bukan karena ibuku?" "Kau seharusnya tidak mengatakan itu," kata Shen Manting dengan saksama. "Kau tahu kondisi ibumu. Apa kau pikir ibumu bahkan akan tetap hidup jika kau tidak mendapatkan pertolongan kakakku?" Ou Ming menaikkan alisnya. Dia memandang wanita itu dengan ekspresi wajah yang paling menghina dan bertanya, "Shen Manting, karena kau sangat cantik, bagaimana kau bisa menyukai pria sepertiku? Kau bilang kau dapat menemukan pria seperti apa pun yang kau inginkan. Jadi kenapa kau begitu ingin tinggal denganku?" "Aku hanya menyukaimu. Kau pikir aku tidak tahu setiap kali kau pergi ke kelab malam? Kau pikir aku tidak akan memeriksanya?" Shen Manting berjalan mendekat dengan bangga. Dia menatap tepat ke mata Ou Ming dan berkata, "Sama seperti memeriksa wanita simpananmu. Tidak ada yang bisa kau sembunyikan dariku karena aku tahu segalanya." Ou Ming menatap wanita itu, terlihat rasa jijik di mata pria itu. Shen Manting selalu seperti ini, berpikir bahwa dia lebih unggul daripada orang lain, tidak menunjukkan empati sama sekali pada orang lain. Wanita itu mementingkan dirinya sendiri, agresif, dan angkuh. ''Dia tidak menyadari bahwa aku bisa melihat menembus dirinya. Jelas-jelas dia memiliki sedikit kekuasaan karena terlalu mengandalkan Shen Luo''an. Dia seorang idiot paranoid!'' Namun, Ou Ming tidak dapat memberi tahu wanita itu betapa sedikitnya kekuatan yang dimiliki Shen Luo''an terhadap dirinya tak lama lagi. Setidaknya, belum. Dengan satu cibiran terakhir, pria itu berjalan keluar. Chapter 901 - Dua Peristiwa Bahagia Secara Bersamaan Shen Manting merasa tidak senang. Dia menjejakkan kakinya di belakang punggung Ou Ming, mendengus, lalu berjalan keluar. Ou Ming kembali ke meja makan dan duduk. Shen Manting melihat pria itu duduk di depan Qiao Ziqing. Wanita itu melirik ke arah kedua orang tersebut dan berjalan menghampiri mereka. Ketika mendekati Nyonya Ou, Shen Manting memberi wanita itu sebuah senyuman yang cerdas dan berkata dengan lembut, "Bibi, biarkan aku membantumu dengan nasinya. Bibi harus makan lebih banyak." Qiao Ziqing memandangi Shen Manting, calon menantunya. Semakin Nyonya Ou memandang Shen Manting, semakin dirinya mencintai wanita itu. Wanita tua itu mengangguk ke arah Shen Manting dan berkata, "Oke." Pengakuan Nyonya Ou membuat Shen Manting tersenyum dengan penuh kemenangan, dan wanita itu memandang Ou Ming untuk melihat apakah pria itu sudah menyadarinya. Ou Ming, yang bersikap seolah-olah dirinya tidak melihat apa-apa, mengambil makanan yang diserahkan oleh pelayan kepadanya dan mulai makan tanpa bersuara. Pada saat ini, Qiao Ziqing merasa agak kecewa pada Ou Ming dan berseru, "Xiao Ou, kau seharusnya tidak memikirkan perutmu sendiri! Kau seharusnya memikirkan Manting!" Ou Ming mendengarkan saran ibunya. Pria itu mengambil sejumput sayuran dengan sumpitnya dan menaruhnya di mangkuk Shen Manting, kemudian kembali ke makanannya tanpa sepatah kata pun. Gerakan Ou Ming pada Shen Manting itu sangatlah cepat dan menunjukkan rasa ketidakpeduliannya terhadap wanita itu. Ketika Shen Manting menyadari hal ini, dirinya tersenyum dengan puas. Tidak ada yang memperhatikan senyuman wanita itu, karena tidak terlalu jelas terlihat dan sangat sulit dideteksi. Qiao Ziqing menatap putranya dengan marah dan berkata, "Lihat dirimu, bagaimana kau bisa memperlakukan para gadis dengan kasar? Sama sekali tidak sopan. Untungnya, Manting bersikap murah hati padamu. Kau harus mengantar Manting pulang setelah makan malam. Apakah itu jelas?" Ou Ming merasa tidak sabar. Ketika pria itu melihat keseriusan dan pengharapan di wajah ibunya, dia merasa tidak dapat menolak dan berkata, "Ya, Bu." Shen Manting menyembunyikan senyumnya dengan menundukkan kepalanya untuk makan. ''Apa yang kulakukan itu benar. Ini adalah hal yang tepat bagiku untuk menyenangkan Nyonya Ou jika aku ingin mengendalikan Ou Ming. Akulah satu-satunya wanita yang bisa menjadi istri Ou Ming!'' ''Aku tidak percaya bahwa kedudukanku dan kekayaanku diperlakukan tidak lebih baik daripada seorang wanita simpanan yang tidak memiliki apa-apa sama sekali.'' Mendengar jawaban Ou Ming, Qiao Ziqing merasa puas dan memaafkan putranya atas perilaku kasarnya tadi. Qiao Ziqing menyodorkan Shen Manting sebuah hidangan dan bertanya, "Apa kau puas selama tinggal di rumah Xiao Ou?" "Sangat puas, terima kasih. Rumah Ou Ming sangat nyaman, dan dia sangat baik padaku," kata Shen Manting sambil tersenyum. "Bibi, hari ini aku sebenarnya berada di sini untuk membahas tanggal pernikahan. Lagi pula, kami tidak muda lagi. Tahun ini aku akan berusia 27 tahun. Dulu, nenekku mengantarku ke seorang peramal. Peramal ini mengatakan bahwa aku harus menikah tahun ini, kalau tidak itu akan menjadi nasib buruk." Ou Ming mencibir saat mendengar kata-kata wanita itu dan menjawab dengan penuh cemooh, "Sudah berapa lama sejak kau mendengar itu? Apa kau masih memercayainya? Konyol sekali! Meramal adalah seni tak berdasar yang dikelilingi oleh takhayul." "Meramal itu lebih dapat dipercaya daripada yang tidak dapat dipercaya." Shen Manting memandang Ou Ming dengan wajah serius. "Peramal itu juga mengatakan bahwa hidup kita saling melengkapi satu sama lain. Akan lebih baik bagi kita untuk menikah tahun ini," jawab Shen Manting dengan tatapan mengancam. Ou Ming melanjutkan makannya dengan tatapan mata yang dalam dan ekspresi wajah serius. Shen Manting berbicara tentang peramal tersebut dengan percaya diri karena wanita itu berpikir bahwa Nyonya Ou harus bergantung pada obat milik Shen Luo''an untuk mempertahankan hidupnya. Apa yang tidak diketahui Shen Manting adalah bahwa Ou Ming telah mulai mempelajari penyebab penyakit ibunya sejak dua tahun lalu. Wanita itu juga tidak mengetahui bahwa Ou Ming telah berusaha mengembangkan resep rahasia Shen Luo''an untuk obat yang sangat dibutuhkan oleh Nyonya Ou. ''Jika aku berhasil, aku tidak perlu lagi mempertahankan hubungan ini dengan Shen Manting. Dia benar-benar wanita yang menjijikkan.'' ''Ketika saatnya tiba, aku bisa memutuskan pertunangan dengan Shen Manting dan menikahi orang yang benar-benar kusukai. Sebelum hal itu terwujud, aku tidak mampu bertaruh.'' Mendengar usulan Shen Manting, Ou Ming menaikkan tatapan matanya dan berkata tanpa ekspresi, "Sekarang bulan November, dan tahun ini akan berakhir dalam sebulan. Bukankah sekarang sudah terlambat?" "Tidak, kita hanya perlu mendapatkan akta nikah kita terlebih dahulu. Ada beberapa prosedur lain untuk pesta pernikahannya, tetapi semuanya akan baik-baik saja selama prosedurnya selesai sebelum akhir tahun," kata Shen Manting sambil tersenyum. Wanita itu berbalik ke arah Qiao Ziqing. "Kebetulan nenekku akan berulang tahun yang kedelapan puluh pada akhir tahun. Akan menjadi dua peristiwa bahagia secara bersamaan jika kita mengadakan pesta pernikahan juga. Bagaimana menurut Bibi tentang usulanku ini?" Chapter 902 - Pernikahan Shen Manting sudah membicarakan dengan Qiao Ziqing tentang pernikahan yang akan berlangsung tahun ini. "Ide bagus!" kata Qiao Ziqing. Wanita tua itu tersenyum dan mengangguk pada Shen Manting. "Masih ada tiga atau empat bulan sebelum Festival Musim Semi, jadi kita masih diizinkan untuk mulai mempersiapkan pernikahannya. Jika semuanya berjalan seperti ini, akankah aku memiliki cucu untuk digendong tahun depan?" Shen Manting menunduk dengan malu-malu dan melirik ke arah Ou Ming secara diam-diam. Qiao Ziqing tertawa. Dia senang menggoda Shen Manting. "Kau benar-benar gadis yang pemalu. Kenapa kau merasa begitu malu saat hendak menikah? Kita akan membuat keputusan hari ini, dan besok aku akan menghubungi seseorang tentang tanggal yang baik untuk pernikahannya." "Kenapa kau begitu terburu-buru untuk menikah?" Ou Ming meletakkan mangkuknya. "Aku sedang merencanakan sebuah proyek investasi luar negeri. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga aku khawatir tidak punya cukup waktu untuk merencanakan sebuah pernikahan." "Tak usah dipikirkan," kata Shen Manting sambil tersenyum cerah. "Aku tahu kau sibuk. Serahkan saja urusan pernikahan ini kepadaku. Adikku sedang senggang, jadi aku memintanya untuk datang dan membantuku." "Adikmu?" "Ya, Shen Zhilie, kau sudah pernah bertemu dengannya." Shen Zhilie adalah adik dari Shen Luo''an. Seperti kakaknya, Shen Zhilie juga seorang dokter, tetapi dia memiliki spesialisasi dalam bidang psikologi. "Oh." Ou Ming menjawab dan meletakkan sumpitnya. Pria itu memandang ibunya dan wajah ceria Shen Manting dengan perasaan jengkel yang tak terucapkan kemudian berkata, "Manting, aku tidak berencana menikah cepat-cepat karena karierku masih terus menanjak. Kumohon, tunggu sebentar lagi." "Ou Ming, aku tidak bisa menunggu lagi. Aku sudah menunggu untuk menikahimu selama empat tahun. Sungguh egois bagimu untuk membuatku menunggu lebih lama lagi. Apakah kau menginginkan aku mati tahun depan?" Shen Manting mengerutkan bibirnya dan terlihat seperti akan menangis. Ketika Qiao Ziqing melihat ini, dia merasa marah dengan sikap Ou Ming dan berkata, "Kau telah menyia-nyiakan tahun-tahun terbaik dalam hidup Manting. Aku sangat marah padamu! Lihatlah dirimu sendiri. Kau berusia 31 tahun, dan kau masih belum menikah. Sementara itu, Li Sicheng sudah memiliki anak kembar yang berlarian ke sana kemari. Terakhir kali si kembar datang kemari, mereka memanggilku ''nenek''. Kau seharusnya malu pada dirimu sendiri karena lebih mementingkan kariermu yang sedang menanjak daripada memiliki sebuah keluarga. Kau telah mengecewakanku!" "Bu ¡­" Ou Ming merasakan sakit kepala yang melanda. Qiao Ziqing memotong perkataan putranya, "Lagi pula, kau tidak perlu khawatir tentang perencanaan pernikahannya. Manting dan aku akan mengawasi semua itu sehingga kau bisa fokus pada kariermu. Aku setuju dengan Manting bahwa pernikahannya harus dilaksanakan tahun ini!" Shen Manting menggandeng lengan Qiao Ziqing dan berkata, "Bibi ¡­." Qiao Ziqing menepuk lengan Shen Manting dan berkata, "Manting, keluarga Shen selalu bersikap sangat baik kepadaku, jadi percayalah padaku ketika aku mengatakan bahwa aku tidak akan membiarkan Ou Ming mengecewakanmu." Shen Manting merasa sangat gembira mendengar Qiao Ziqing mengatakan hal ini. Dia menarik napas dan mengangguk dengan puas. Ou Ming merasa syok sehingga tak bersuara. Dia berdiri, mengambil kotak rokoknya, dan hampir melangkah keluar dari ruangan ketika ayahnya berjalan masuk. Ou Huojin masuk dengan wajah yang terlihat letih. Perjalanannya telah membuat pria tua itu kelelahan. Ketika Qiao Ziqing melihat Ou Huojin, dirinya terkejut dan berkata, "Kau sudah kembali? Kupikir kau akan pulang ke rumah besok!" Ou Huojin terlihat hebat untuk pria seusianya. Dia berusia lebih dari lima puluh tahun, tetapi terlihat seperti berusia tiga puluhan akhir. Mendengar kata-kata Qiao Ziqing, Ou Huojin melembutkan raut wajahnya, menghampiri, dan berkata, "Ketika aku mendengar bahwa Manting datang, aku menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat. Kau sepertinya terlihat sedang berada dalam suasana hati yang baik, apa yang sedang kalian semua bicarakan?" "Kami baru saja membicarakan mengenai pernikahan kami." Shen Manting adalah orang pertama yang menjawab. Wanita itu tersenyum seperti sekuntum bunga. Ou Huojin mendengarkan Shen Manting yang sedang menjelaskan apa yang telah mereka diskusikan kemudian menatap Ou Ming dengan sejumlah keterkejutan. "Anakku, kau akhirnya menyadari bahwa kau terlalu tua untuk menunda-nunda pernikahanmu lagi!" Ou Ming mengencangkan cengkeramannya pada kotak rokok di tangannya. Pria itu merasa semakin gelisah ketika mendengar kata-kata ayahnya. Dia perlu waktu untuk berpikir dan mendapatkan kembali ketenangan dirinya. Ou Ming tidak menyembunyikan suasana hatinya yang buruk ketika dirinya berkata, "Aku akan keluar untuk merokok." Chapter 903 - Aku Tidak Akan Pulang Malam Ini "Kau tidak makan banyak. Apa kau sudah kenyang?" Qiao Ziqing berseru ke arah punggung putranya. Ou Ming mengabaikan ibunya dan terus melangkah. Shen Manting dan kedua orangtuanya dapat melihat bahwa Ou Ming sedang tidak senang. Shen Manting merasa sedikit malu. Dia memandang Qiao Ziqing dan bertanya, "Bibi, apakah itu baik bagi kita untuk memaksanya seperti ini?" Qiao Ziqing terlihat tidak setuju dan berkata, "Kau salah jika mempertanyakan dirimu sendiri. Ketika dulu pamanmu dan aku menikah, pamanmu bersikap seperti Ou Ming. Pada saat itu, dia sangat tidak mau untuk menikah. Namun, kau bisa lihat bahwa dia memperlakukanku dengan sangat baik sekarang. Percayalah ketika aku memberitahumu bahwa semua pria harus dipaksa untuk bertindak. Jika kau tidak memaksanya, dia tidak akan mengerti." Shen Manting mengangguk saat mendengar kata-kata Qiao Ziqing dan merasa lega. Wanita itu tersenyum dengan cemerlang dan berkata, "Nenekku mengatakan hal yang sama padaku. Laki-laki akan bertanggung jawab setelah mereka menikah, Ou Ming memiliki rasa tanggung jawab yang besar, dan dia pasti akan menjadi seorang suami yang baik." Qiao Ziqing sangat senang ketika mendengar Shen Manting mengatakan hal-hal yang baik tentang putranya. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengalihkan perhatian kembali ke pernikahan tersebut. ¡­. Ou Ming berjalan keluar dari rumah dengan kesal, menyalakan sebatang rokok, dan menekan nomor telepon institut penelitian farmasi pribadinya. Dia ingin mengetahui apakah para ahli sudah berhasil menemukan cara untuk menduplikat obat Shen Luo''an. Dia mendengarkan ketika para ahli menjelaskan pekerjaan mereka secara terperinci, tetapi pada akhirnya, obat itu belum siap. Suasana hatinya yang buruk tiba-tiba menjadi semakin buruk. Dia tidak bisa melihat akhir dari pertunangannya dengan Shen Manting tanpa obat yang diperlukan ibunya untuk tetap hidup. ''Aku menyesali segalanya. Jika aku tahu hal ini akan terjadi, aku tidak akan pernah membawa Yu Lili kembali dari ibu kota.'' ''Hal-hal tidak akan tetap tenang untuk waktu yang lebih lama. Sebuah badai muncul kembali, dan akan segera menelan kita sepenuhnya. Yu Lili sangat sensitif saat ini, dan jika aku memberitahunya bahwa ada sesuatu yang salah, dia akan memikirkan yang terburuk.'' ''Apa yang harus aku lakukan?'' Ou Ming mengambil beberapa tarikan panjang dari rokoknya dan menyadari bahwa sakit kepalanya terasa semakin buruk daripada saat dirinya berada di dalam rumah. Pria itu mengeluarkan kuncinya dan mulai berjalan menuju mobil. Sebelum dirinya bisa membuka pintu mobilnya, dia mendengar suara Ou Huojin, "Xiao Ou." Ketika Ou Ming mendengarnya, dirinya menoleh ke arah rumah. Ou Huojin sedang berdiri di pintu. Bahkan dari jarak yang jauh, Ou Ming bisa melihat mata cokelat tua ayahnya, sangat mirip seperti matanya, tetapi dengan sedikit kerutan di sudut-sudut mata pria tua itu. Ayahnya memandang dirinya dengan penuh arti dan berkata, "Ayo kita bicara." ¡­. Ou Ming tidak pulang ke rumah, jadi Yu Lili berada dalam suasana hati yang buruk. Setelah makan malam, Yu Lili benar-benar kehilangan motivasinya untuk menggambar. Dia berbaring di tempat tidur, pikirannya penuh dengan fantasi. Dirinya ingin menghubungi Ou Ming, tetapi tidak berani untuk melakukannya. ''Bagaimana jika dia berpikir kalau aku menyebalkan?'' ''Dalam posisiku saat ini, hak apa yang kumiliki untuk menanyakan kepadanya dia sedang bersama siapa atau ke mana dia pergi?'' Yu Lili tadinya merasa sangat gembira dengan apa yang telah terjadi. Sekarang, dirinya merasa sangat kecewa. ''Masih terdapat terlalu banyak masalah di antara kita.'' Yu Lili merasa terlalu kesal untuk dapat tidur. Dia menghabiskan beberapa saat untuk membolak-balikan badannya sebelum akhirnya bangun untuk mandi. Setelah itu, dia pergi ke ruang kerja dan lanjut mengerjakan gambar-gambar yang telah dia mulai sebelumnya. Saat itu hampir jam sebelas, dan Ou Ming masih belum pulang. Yu Lili merasa hampa. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ou Ming. Suara pria itu dengan cepat terdengar, "Kenapa kau masih bangun?" Pertanyaan lembut Ou Ming sedikit menenangkan Yu Lili. Wanita itu mengerutkan bibirnya dan berkata, "Aku tidak bisa tidur tanpamu di sini. Kau di mana?" Ou Ming terdiam untuk waktu yang lama. Akhirnya, pria itu berkata, "Aku tidak akan pulang malam ini." Rasa kecewa Yu Lili diperbesar saat mendengar kata-kata Ou Ming. Perasaan itu menelannya seperti gelombang badai yang sedang pasang. Chapter 904 - Kau Pembohong Kecil! Meskipun merasa takut akan jawaban Ou Ming, Yu Lili bertanya, "Apakah kau ¡­ di rumah ibumu?" Ou Ming menjawab dengan santai, "Ya, aku masih di sini. Ingatlah untuk tidur lebih awal dan jangan lupa minum obatnya." Hati Yu Lili berantakan. Pikirannya terasa mati rasa dan mulutnya sangat kering sehingga dirinya tidak bisa mengatakan apa-apa selama beberapa menit. Akhirnya, wanita itu berkata, "Aku tahu, aku akan melakukannya. Aku akan membiarkanmu kembali pada apa yang sedang kau lakukan." "Selamat malam!" "Selamat malam!" Yu Lili menutup teleponnya. Ruangan itu sunyi seperti kuburan. Seolah-olah Ou Ming telah melubangi semua kebahagiaan wanita itu dari beberapa hari terakhir. Dirinya dibiarkan merasa kosong dan sendirian. Yu Lili berbaring dan menatap langit-langit untuk waktu yang lama sebelum melemparkan ponselnya ke seberang ruangan dan menutupi kepalanya dengan selimut. Sebuah malam tanpa tidur lagi. ¡­. Ada banyak sekali sisa makanan dari makanan tadi malam. Yu Lili tidak memiliki banyak uang, jadi makan malam tersebut disiapkan hanya untuk Ou Ming dan dirinya sendiri. Karena pria itu tidak berada di sana untuk memakannya, lebih dari setengah makanan tersebut masih tersimpan di lemari es. Dia memasukkan hidangan itu ke dalam oven microwave dan memakan apa yang dia bisa. Yu Lili merasa sedikit sakit kepala, tapi dirinya tidak merasa mengantuk. Dia berpikir bahwa berolahraga akan membuat dirinya merasa lebih baik. Dia berganti dengan pakaian olahraga dan pergi keluar untuk berlari. Apartemen Ou Ming berada di dalam salah satu kawasan paling elegan dan bergengsi di kota ini. Ada banyak taman dan alun-alun di dekatnya, tetapi Yu Lili masih bisa mendengar suara kota yang sibuk memulai hari. Saat itu waktu menunjukkan pukul sembilan lewat ketika Yu Lili kembali ke apartemen. Dia telah berlari mengelilingi alun-alun kota sebanyak dua kali dan merasa sedikit sesak napas saat dirinya menunggu lift. Yu Lili mendengar suara seseorang yang sedang menyeret sebuah koper muncul di belakangnya, tapi tidak memedulikannya. Tiba-tiba terdengar sebuah jeritan kaget dan seorang pria berseru, "Apakah itu kau?" Yu Lili tidak mengetahui apakah dirinya sedang berilusi, tapi dia merasa sepertinya pernah mendengar suara pria itu sebelumnya. Wanita itu berbalik dan melihat seorang pria berusia pertengahan dua puluhan berdiri tidak jauh di belakangnya. Dia terlihat rapi sekali, mengenakan setelan berwarna merah muda, rambutnya ditata dengan gaya yang trendi, dan pria itu tersenyum dengan cerah pada dirinya. Ketika Yu Lili memandang pria itu, dirinya merasa pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya, tetapi tidak dapat mengingat kapan atau di mana. Pria itu memandangi Yu Lili dengan heran. Dia mengulurkan tangannya, menunjuk pada wanita itu, dan berkata, "Itu benar-benar kau! Si*lan! Kau menipuku dengan cara yang menyedihkan! Kau pembohong kecil!" ''Apa aku bertemu pria ini ketika aku masih menjadi seorang jiutao?'' ''Apakah dia orang yang pernah kutipu?'' Yu Lili segera memalingkan wajahnya dari pria itu dan berpura-pura bersikap tenang saat berkata, "Anda pasti salah orang. Saya tidak mengenal Anda." "Apakah kau yakin? Aku tahu aku pernah melihatmu sebelumnya. Kau adalah ¡­ hmm ¡­ siapa namanya ya? Li Xiaoyu? Benar? Itu pasti kau!" Shen Zhilie menatap Yu Lili dan berkata dengan tegas, "Aku yakin itu adalah kau. Li Xiaoyu pastilah nama samaranmu. Siapa nama aslimu?" Yu Lili merasa jengkel. Dia membalikkan badan ke arah pria itu dan memarahi, "Apakah kau idiot? Aku tidak kenal kau!" "Kau yakin? Aku masih punya Chateau Lafite Rothschild tahun 1982 itu." Shen Zhilie merasa semakin tertarik saat ini dan melanjutkan, "Jangan salah paham. Aku tidak bermaksud membuatmu dalam kesulitan. Aku hanya ingin berteman denganmu. Mari kita mulai dari awal lagi. Halo, namaku Shen Zhilie, aku berusia 26 tahun, dan aku baru saja pindah ke gedung ini. Apakah kau tinggal di sini?" Yu Lili tidak ingin menyinggung perasaan pria itu, juga tidak ingin berbicara dengannya. Wanita itu mengabaikan Shen Zhilie sebisa mungkin. Begitu pintu lift terbuka, Yu Lili masuk ke dalamnya tanpa berbicara sepatah kata pun. Shen Zhilie mengikuti wanita itu ke dalam lift tersebut. Sembari menekan salah satu tombol lift, pria itu berkata, "Di lantai berapa kau tinggal? Apartemen yang baru kusewa berada di lantai 20." Chapter 905 - Sebuah Trik Yang Mengecoh Yu Lili menjadi sedikit tidak sabar. Dia memandang Shen Zhilie dengan jengkel dan berkata, "Kenapa kau banyak bicara?" Shen Zhilie langsung berhenti berbicara. Yu Lili memelototi pria itu sebelum dirinya menekan tombol untuk lantai 26. Shen Zhilie tidak bersuara lagi. Dia diam-diam mencatat nomor lantai Yu Lili. Ketika lift berhenti di lantai 20, Shen Zhilie keluar dengan kopernya. Pria itu tersenyum seperti seorang remaja di komik kartun yang tampan. "Aku akan beres-beres dulu, tapi sampai jumpa lagi." Yu Lili sebenarnya sama sekali tidak ingin mengabaikan pria itu, tapi dirinya mengetahui bahwa hal itu yang terbaik. Wanita itu menekan tombol untuk menutup pintu lift dan menahannya sambil menekan tombol untuk lantai 26, guna membatalkan pemberhentian di lantai itu. Dia kemudian menekan tombol untuk lantai 28 dan naik ke atas. Sekembalinya ke apartemen, Yu Lili merasa sangat mengantuk. Dia mengganti pakaiannya, naik ke tempat tidur, dan dengan cepat tertidur dengan selimut yang masih berada di lengannya. Wanita itu tidur hingga tengah malam. Ketika Yu Lili terbangun, Ou Ming sedang tidur di sampingnya, bernapas dengan teratur. Ou Ming mengenakan jubah mandi dan lengannya melingkari pinggang wanita itu. Yu Lili menyukai cara alami pria itu meringkuk di sekitar dirinya. Wanita itu tidak dapat menahan tangisnya. Dirinya bersandar ke pelukan pria itu dan merasa terhibur oleh aroma tubuh Ou Ming yang sudah dikenalnya. Yu Lili memejamkan mata dan tertidur dengan tenang. ¡­. Ketika Yu Lili tiba di tempat kerjanya pada hari Senin, dirinya dikirim ke meja depan untuk bekerja sebagai resepsionis temporer 1 . Dia melakukan pekerjaan ini selama tiga hari berikutnya. Pada hari keempat, Yu Lili merasa sudah cukup. Dia tidak bisa menahan diri untuk pergi ke kantor Pemred dan mengetuk pintunya. "Masuk." Sang Pemred dapat mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah hanya dengan melihat wanita itu. Dia menundukkan kepalanya dan bertanya, "Ada apa?" "Pemred Zhou, saya diwawancarai dan dipekerjakan untuk menjadi seorang asisten editor, bukan sebagai resepsionis. Apakah saya akan menjadi resepsionis di meja depan atau akankah saya diizinkan untuk melakukan pekerjaan sebagai seorang asisten editor?" Pemred Zhou membetulkan kacamatanya dan berkata dengan netral, "Sebagai karyawan baru, Anda harus belajar bahwa kami bekerja sebagai satu tim dan saling membantu bila perlu. Meja depan untuk sementara sedang kekurangan staf, jadi saya minta Anda pergi ke meja depan selama beberapa hari. Akan ada resepsionis baru yang akan menggantikan Anda besok, jadi Anda akan dapat kembali ke kantor Anda nanti." ''Sepertinya alasan ini agak dibuat-buat. Shan Yu juga masih karyawan baru. Kenapa dia menginginkan aku yang bekerja di meja depan bukannya Shan Yu?'' Yu Lili merasa tidak yakin, tetapi dia tidak bisa memikirkan hal lain untuk dikatakan yang tidak akan membuat dirinya bermasalah dengan Pemred Zhou. Keesokan harinya, Yu Lili tidak melapor ke meja depan. Sebagai gantinya, dia langsung kembali ke kantornya untuk memulai tugasnya sebagai seorang asisten editor. Sang editor, Zi Yu, menghampiri mejanya dan berkata, "Bukankah kau seharusnya bekerja di meja depan? Kenapa kau kembali ke sini?" "Saya sudah berbicara dengan Pemred Zhou kemarin. Beliau mengatakan bahwa saya bisa melanjutkan posisi saya sebagai asisten editor hari ini. Beliau mengatakan akan ada resepsionis baru di meja depan." Zi Yu mengangguk dan berkata, "Kalau begitu, kau bisa mulai dengan memeriksa tumpukan gambar orisinal ini." "Baiklah," kata Yu Lili. Dirinya mulai bekerja, bertekad untuk melakukan yang terbaik. Sekitar satu jam kemudian, Pemred Zhou datang menyerbu ke dalam kantor. Dia tampak sedikit garang ketika dirinya berteriak, "Di mana Yu Lili, di mana dia?" Yu Lili mengangkat kepalanya dan melihat keluar. Dia mengangkat tangannya dan berkata, "Saya di sini." "Tidak ada orang di meja depan! Tukang pos sudah lama menunggu, dan sekarang dia marah. Pergi ambil surat-surat itu dan lakukan dengan cepat!" Yu Lili merasa bingung dan berkata, "Pemred Zhou, apa hubungannya dengan saya? Saya seharusnya tidak berurusan dengan tukang pos yang marah. Kemarin, Anda memberi tahu saya bahwa saya bukan resepsionis lagi." Pemred Zhou menjadi marah dan berkata, "Apakah aku mengatakan itu? Kenapa kau begitu tidak patuh? Tidak bisakah aku mengandalkanmu untuk melakukan pekerjaanmu?" ''Apakah ini berarti aku akan dipecat?'' Sementara waktu; sementara; darurat. Chapter 906 - Panjang Umur, Dia Muncul Yu Lili memahami arti tersirat dari kata-kata Pemred Zhou dan merasa sedikit kesal. ''Apa ada yang salah dengan apa yang sudah kukatakan? Atau apakah Pemred itu berusaha menyingkirkanku karena dia merasa tidak senang dengan diriku?'' Meskipun merasa sangat marah, Yu Lili mengetahui bahwa dirinya tidak dapat mengambil risiko kehilangan pekerjaan ini. Dia mengetahui bahwa pekerjaan itu sulit didapat, dan dirinya harus bisa menoleransi kesulitan-kesulitan untuk mempertahankan pekerjaan tersebut. Jadi dia berusaha menjaga nada bicaranya agar tetap hormat dan dengan sabar menjelaskan, "Pemred Zhou, kemarin Anda memberi tahu saya bahwa saya dapat kembali menjadi asisten editor, jadi saya melapor ke sini tadi pagi. Jika Anda memberi tahu saya bahwa saya tidak dapat bekerja sebagai asisten editor dan saya harus bekerja di meja depan, maka saya tidak akan kembali ke kantor. Saya akan melapor ke meja depan." Pemred Zhou marah dan berkata sambil mencibir, "Apakah maksudmu ini adalah kesalahanku?" "Saya hanya ingin menjelaskan ¡­." "Apakah kau menyalahkan aku, untuk kekacauan ini? Kurasa aku tidak membuatnya cukup jelas untukmu. Kali ini salahku, oke? Kau harus segera pergi ke meja depan." Setelah itu, Pemred Zhou membalikkan badannya dan pergi. Yu Lili merasa malu dan menyadari bahwa banyak dari rekan-rekan kerjanya memberikan pandangan menghakimi pada dirinya. Terutama Shan Yu, tetapi terlihat ada rasa simpati di mata wanita itu. Yu Lili menahan perasaan kecewanya dan kembali ke meja depan untuk bekerja. Setelah mengumpulkan semua surat, dia duduk di meja depan dan memeriksa surat kontrak dengan saksama. Yu Lili tidak mengetahui berapa lama dirinya berada di meja depan sendirian ketika Ye Qianqian memegang segelas kopi untuknya dan berkata, "Kau harus beristirahat dan minum kopi bersamaku." "Terima kasih banyak," kata Yu Lili dengan penuh rasa terima kasih dan mengambil gelas kopi itu dari Ye Qianqian. Ye Qianqian tersenyum. Wanita itu melihat ke sekeliling dengan cermat sebelum dirinya duduk di kursi kosong di sebelah Yu Lili. Dia membungkuk dan berbisik, "Ada seorang resepsionis yang dulu bekerja di sini. Kau mungkin pernah melihatnya sekali, pada hari pertamamu. Pemred Zhou meminta resepsionis itu untuk pulang dengan sangat tiba-tiba. Lalu keesokan harinya, dia memintamu bekerja sebagai asisten editor dan resepsionis di meja depan. Apakah kau berpikir bahwa kau mungkin telah menyinggung perasaan pemimpin redaksi Zhou dengan cara tertentu?" Yu Lili mencurigai bahwa Pemred Zhou telah mempermalukannya di depan semua orang dengan sengaja, tetapi itu masih membuat Yu Lili sedih bahwa seorang rekan kerjanya akan menanyakan pertanyaan seperti itu padanya. Setelah mempertimbangkan dengan cermat, Yu Lili tidak dapat memikirkan apa yang telah dikatakan atau dilakukannya untuk menyinggung perasaan sang Pemred. Jadi dia menggelengkan kepalanya kemudian menatap Ye Qianqian dengan penuh rasa ingin tahu dan bertanya, "Berapa lama kau sudah bekerja di sini?" "Aku sudah bekerja di sini selama lebih dari tiga bulan," kata Ye Qianqian sambil menyesap kopinya dan tertawa. "Komik Eurasia adalah sebuah situs web yang cukup baru. Hanya baru berjalan sekitar tiga bulan. Masa depan perusahaan masih terlihat sangat bagus. Namun, jika kau terus bekerja sebagai seorang resepsionis, kariermu tidak memiliki masa depan. Akan lebih baik jika kau menjadi asisten editor dengan cepat sehingga kau dapat mempelajari berbagai hal secara bertahap. Kau bisa menjadi seorang kartunis, tetapi hanya jika kau seorang editor terlebih dahulu." Bagaimana Yu Lili tidak mengetahui kebenaran ini? Pemred Zhou adalah atasannya langsung, dan sekarang sepertinya Yu Lili tidak akan pernah menjadi seorang asisten editor. Yu Lili ingat bahwa Pemred Zhou memiliki seorang atasan, tetapi sang bos besar tersebut tidak terlalu sering datang ke sini. Dia mendengar bahwa bos besar itu hanya datang sesekali saja. ''Jika aku benar, bos besar itu adalah orang yang membuat Pemred Zhou bersikap begitu penuh perhatian dan gugup pada hari pertamaku. Wanita itu pastilah sang bos besar misterius dari Komik Eurasia.'' Ketika Yu Lili merenungkan wanita yang berpakaian pink itu, dirinya memikirkan mengenai kesalahpahaman yang baru saja terjadi dengan Pemred Zhou. ''Apakah wanita itu alasan kenapa Pemred Zhou begitu bertekad untuk mempermalukan diriku? Tapi kenapa? Kapan dan bagaimana aku menyinggung perasaannya?'' Yu Lili mengerutkan keningnya dan berpikir untuk waktu yang lama, tetapi tidak bisa memikirkan apa pun yang dapat menyinggung perasaan Pemred Zhou atau pun sang bos besar. Panjang umur, dia muncul. Ketika Yu Lili mendongak dari pekerjaannya, dirinya melihat wanita itu dengan seketika. Itu adalah wanita yang berbicara dengan Pemred Zhou dengan sangat gembira beberapa hari yang lalu dan diduga sebagai sang bos besar. Chapter 907 - Ini Untukmu Shen Manting berjalan masuk ke dalam kantor dengan menenteng sebuah tas yang indah dan memutar-mutar sebuah bola bulu di tangannya. Itu adalah sebuah bola bulu merah yang indah. Yu Lili langsung mengenali bola bulu itu dengan seketika. Bola bulu merah ini sepertinya mode terbaru dari barang-barang mewah. Material bolanya luar biasa indah, dibuat agar terlihat seperti sebuah ekor rubah api. Barang itu mahal karena dianggap sangat berharga. Yu Lili telah melihat salah satu bola bulu merah ini di majalah dan sangat menyukainya. ''Aku ingin memilikinya, tapi sayangnya, aku tidak mampu membelinya.'' Ye Qianqian melihat Shen Manting datang dan langsung mengenali wanita itu. Dia tersenyum dan memberi salam dengan mengangguk pada Shen Manting. Namun, Shen Manting tidak memandang ke arah Ye Qianqian. Sebaliknya, wanita itu memandang langsung ke arah Yu Lili dan bertanya, "Apakah Pemred Zhou ada di sini?" "Ya, beliau berada di dalam kantor. Haruskah saya memanggilnya untuk Anda?" Sebelum Shen Manting dapat menjawab, Yu Lili mengangkat telepon dan melakukan panggilan ke Pemred Zhou. Shen Manting memandang Yu Lili sambil tersenyum cerah dan berkata, "Terima kasih. Nih, ini untukmu." Dia dengan santainya melemparkan bola bulu merah itu ke arah Yu Lili. Terkejut dengan gerakan yang tiba-tiba, Yu Lili tidak dapat menangkap bola itu, dan benda tersebut mengenai dadanya. Yu Lili memandang Shen Manting dengan muram, tapi wanita itu tidak menyadarinya. Sebaliknya, Shen Manting mengedipkan sebelah matanya dan berkata, "Aku iseng membelinya, tapi aku tidak suka melihatnya di tasku. Itu tidak cocok untukku. Aku yakin kau akan terlihat cantik dengan warna merah. Ini sangat cocok untukmu, jadi anggaplah itu sebuah hadiah." Yu Lili terkejut. Dirinya hampir mengatakan bahwa dia tidak bisa menerimanya ketika Shen Manting membalikkan badan, siap untuk masuk ke dalam. "Tunggu sebentar!" Yu Lili memanggil wanita itu dan berkata, "Benda ini sangat mahal, Anda ¡­" "Oh, aku tidak menyukainya. Jika kau tidak menyukainya, berikan saja pada orang lain. Namun, aku benar-benar berpikir bahwa benda itu cocok untukmu. Kau bisa menggantungnya di tasmu, dan akan membuatmu terlihat cantik." Sembari mengatakan ini, Shen Manting melambai pada Yu Lili dan berjalan menjauh. Yu Lili kebingungan. ''Serius? Bagaimana mungkin Pemred Eksekutif ini memberikan benda yang begitu berharga kepada orang asing? Itu terlalu murah hati.'' Yu Lili merasa sedikit terkejut. Dia menatap punggung Shen Manting dan berkata, "Terima kasih." Shen Manting membalikkan tubuhnya ke arah Yu Lili. Dengan sebuah senyuman penuh kemenangan yang menghiasi wajahnya, Shen Manting melambaikan tangannya dan kemudian berjalan masuk ke kantor bagian dalam. Ye Qianqian menatap bola bulu merah di tangan Yu Lili itu. Dia merasa iri dan berkata, "Ya Tuhan, itu sangatlah mahal." Yu Lili sangat menyukai bola bulu merah itu. Dia dengan bangganya menggantung benda itu di tasnya, yang juga berwarna merah dan indah. Dirinya berpikir bahwa bola bulu itu akan melengkapi tasnya dengan sangat baik. "Cantiknya!" seru Ye Qianqian, dirinya juga menyukainya. Dia menghela napas dan berkata, "Ini terlihat indah di tasmu. Sepertinya aku harus kembali bekerja sekarang. Kau dapat melanjutkan meninjau kontraknya." Yu Lili mengangguk. Dia tersenyum pada teman barunya dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat tinggal. "Terima kasih untuk kopinya." "Sama-sama." Setelah menyaksikan Ye Qianqian pergi, Yu Lili merasa bahwa dirinya mungkin berpikiran sempit. ''Bola bulu merah ini harganya lebih mahal daripada gajiku, dan Pemred Eksekutif memberikannya padaku sesuka hatinya. Dia tidak mungkin bertanggung jawab atas perilaku Pemred Zhou atau karena sengaja melecehkanku.'' Berada dalam suasana hati yang baik, Yu Lili semakin memikirkan hal ini dan mengagumi bola bulu merah barunya. ¡­. Setelah bekerja, Yu Lili pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan untuk makan malam. Ketika kembali ke rumah, dia merasa terkejut ketika mendapati bahwa Ou Ming sudah berada di sana. Yu Lili meletakkan kantong-kantong belanjaannya di atas meja dapur dan berkata, "Kenapa kau pulang begitu cepat hari ini? Aku belum masak!" Ou Ming duduk di ruang keluarga, sedang merokok. Dia melihat ke arah kantong belanjaan itu dan berkata, "Kau bisa menyimpannya di kulkas. Aku sudah memesan makanan." Dia berdiri dan berjalan ke arah Yu Lili, rokoknya masih mengepulkan asap di antara jemarinya yang panjang. Yu Lili mengabaikan pria itu dan mulai memasukkan barang belanjaan ke dalam kulkas. Sebelum dapat menyelesaikannya, dia merasakan lengan Ou Ming yang sedang memeluk pinggangnya. Ou Ming dengan lembut mengembuskan asap di telinga wanita itu, senyum nakal menghiasi bibirnya yang tipis dan merah. "Yu Lili, sudah berapa lama kau tinggal di sini?" Suaranya terdengar rendah dan menawan. Ou Ming meletakkan tangannya di pinggang Yu Lili dan membalikkan tubuh wanita itu ke arahnya. Pria itu menyandarkan kepalanya pada kepala Yu Lili dan mengusap wajah wanita itu dengan lembut menggunakan pipinya, bibirnya sesekali menyentuh kulit wanita itu. Jika Yu Lili adalah dirinya yang biasanya, wanita itu akan menikmati sentuhan Ou Ming. Namun, pada saat ini Yu Lili merasa tidak nyaman. Yu Lili memandang Ou Ming dari samping dan mencium bibir pria itu dengan lembut. "Sekitar sepuluh hari?" Ou Ming menutup pintu kulkas dan menekan wanita itu dengan lembut ke pintu kulkas itu. Pria itu menaikkan suaranya dari sebuah bisikan dan berkata, "Sebelas hari. Kau telah tinggal di sini selama hampir setengah bulan." Berat badan Yu Lili sudah bertambah dibandingkan dengan tubuhnya yang kurus kering ketika pertama kali kembali dari ibu kota. Wanita itu terlihat seperti seorang wanita yang lebih sehat. Bahkan rambutnya pun telah tumbuh sedikit lebih panjang. Dia terlihat lebih cantik sekarang dan tampak dua kali lebih baik daripada yang terlihat beberapa hari lalu. Ou Ming menyukai Yu Lili seperti ini. Wanita itu tampak lebih familier baginya, yang membuat gairahnya pada Yu Lili tak tertahankan. Hari ini, di kantor, Ou Ming tidak dapat berhenti memikirkan tentang bercinta dengan wanita itu kembali. Pria itu meninggalkan kantor lebih awal dan langsung pulang ke apartemen. Dia menunggu Yu Lili pulang untuk waktu yang lama. Ou Ming menyentuh perut Yu Lili dengan tangan besarnya dan mencubitnya dengan main-main. Dia tidak ingin menakuti wanita itu, jadi dirinya bertanya, "Apakah kau merasa lebih baik?" Sampai saat ini, Ou Ming belum menyatakan hasrat seksualnya kepada Yu Lili karena menghormati wanita itu dan kesehatannya, tapi hari ini, dia tidak bisa menahan dirinya sendiri. Ou Ming menekan tubuh Yu Lili lebih keras ke pintu kulkas dan menciumnya dengan penuh gairah. Yu Lili akhirnya mengerti apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi jika dia tidak menghentikannya. Dirinya merasa bersalah dan sedikit gugup ketika menatap mata Ou Ming yang galak. Yu Lili melingkarkan tangannya di leher pria itu dan berkata, "Belum ¡­. Atau aku bisa membantumu dengan tanganku ¡­." "Cobalah untukku?" Ou Ming memeluk Yu Lili dan menatapnya dengan sebuah gairah yang jelas terlihat. "Aku sudah menunggu lama untuk ini. Lagi pula, tanganmu akan selalu berbeda dibandingkan dirimu." Yu Lili hendak mengatakan lebih banyak, tetapi Ou Ming langsung menindih tubuhnya dan menciumnya dengan liar. Yu Lili menjerit kaget saat cengkeraman Ou Ming terasa semakin erat di pinggangnya. Rasanya seperti pria itu akan mematahkan tubuhnya menjadi dua bagian. Dirinya memohon pada Ou Ming, "Bisakah kau bersikap lembut?" Pria itu mengendurkan cengkeramannya dan membawa Yu Lili ke sofa. Di sana, Ou Ming mulai merobek pakaian wanita itu. Yu Lili tidak menghentikan Ou Ming, tapi dirinya tidak merasakan gairah seksual apa pun. Dirinya tidak pernah merasakannya. Yu Lili merasa bosan dan jijik dengan perilaku Ou Ming. Wanita itu tiba-tiba memiliki sebuah ide yang dengan cepat mulai membesar: yang Ou Ming inginkan hanyalah tubuhnya. Yu Lili merasa malu dan merasa semakin tidak sabar dengan Ou Ming. Dia mendorong pria itu dengan lembut, tapi Ou Ming menolak untuk membiarkan wanita itu bergerak. Mata nakal Ou Ming yang sedang menari-nari itu menatap Yu Lili dengan penuh perhatian. Mereka saling menatap dan tak ada yang bersuara. Tanpa dapat dicegah, Ou Ming memaksakan dirinya masuk ke dalam tubuh wanita itu. Yu Lili merasakan sakit yang meluap-luap, siap untuk meledak. Air matanya menetes dengan cepat ketika dirinya berteriak, "Sakiiiit!" Ou Ming membungkam mulut wanita itu dan melanjutkan dengan tegas hingga Yu Lili menjerit-jerit. Chapter 908 - Seperti Seekor Ikan Mati Mendengar jeritan Yu Lili, Ou Ming berhenti dan menarik dirinya keluar dari tubuh wanita itu. Pria itu menyentuh sakunya, dan Yu Lili melihat bahwa Ou Ming memiliki sebotol pelumas. Saat pria itu menaruh sejumlah cairan pada dirinya sendiri, Yu Lili menggigit bibirnya dan memejamkan matanya. Ou Ming mendorong dirinya kembali ke dalam tubuh wanita itu dan melanjutkan. Yu Lili tidak menangis lagi. Wanita itu dengan patuh memeluk sofa, dan mereka berbaring bersama. Tidak peduli seberapa banyaknya Ou Ming menyentuh dirinya, dia tidak merasakan gairah apa pun sama sekali. ''Satu-satunya yang kurasakan adalah ¡­ tidak nyaman.'' Yu Lili berbaring di sofa seperti seekor ikan mati, tanpa gairah sedikit pun. Ou Ming mengira bahwa dirinya hampir ¡­. Ou Ming bangkit berdiri dengan kesal, mengambil sebatang rokok dari meja, menyalakannya, dan mengisap dengan napas panjang. Setelah pria itu selesai, Yu Lili merasa kelelahan. Wanita itu telah bekerja keras sepanjang hari hanya untuk pulang guna melakukan hal ini. Sekarang dirinya berbaring di sofa dan menyaksikan Ou Ming yang sedang berpakaian. Yu Lili berkata, "Aku lapar." Ou Ming mengembuskan asap rokoknya dan menatap wajah polos Yu Lili. Dia mau tidak mau merasa kesal dengan wanita itu. ''Wanita ini selalu memiliki ekspresi seperti itu di wajahnya. Ketika gairahku sedang kuat-kuatnya, dia hanya mengerang. Namun, erangan itu hanyalah basa-basi dan asal-asalan, bukan apa yang ingin kudengar. Bagaimana aku bisa bertahan?'' Mata Ou Ming meredup saat menjawab dengan lirih, "Seseorang akan mengantarkan makan malam pukul delapan." Pria itu sudah selesai berpakaian saat berbicara kemudian mengambil kuncinya. Yu Lili melihat bahwa Ou Ming akan pergi. Dirinya mulai panik dan bertanya, "Apa yang akan kau lakukan?" "Aku akan keluar untuk jalan-jalan." Ou Ming melepaskan tangan wanita itu dan pergi dengan cepat. Yu Lili merasa kecewa. Wanita itu tetap berada di sofa, ekspresi hampa terlihat di wajahnya, dan menyaksikan Ou Ming berjalan keluar dari pintu. ¡­. Suara-suara itu akhirnya mereda. Shen Manting dapat menebak apa yang telah mereka lakukan dengan begitu banyak suara-suara aneh. Seks antara seorang pria dan seorang wanita sangatlah esensial 1 . Tanpa seks, dari mana asalnya cinta? Mereka bahkan tidak selaras dengan kehidupan seksualnya. Ou Ming sangat marah. Bagaimana pria itu bisa tahan terhadap sikap acuh tak acuh Yu Lili? Shen Manting mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Ou Ming, tetapi tiba-tiba memiliki ide lain. Wanita itu memikirkannya sejenak, lalu menekan nomor ponsel Qiao Ziqing sebagai gantinya. Qiao Ziqing mengangkatnya seketika. "Halo, Bibi?" Shen Manting menggunakan suaranya yang paling manis karena itu adalah hal yang paling disukai orang-orang. Qiao Ziqing baru saja menyelesaikan makan malamnya. Dia berada dalam suasana hati yang sangat baik dan berkata, "Ada apa, kenapa kau terdengar begitu senang?" "Ya," Shen Manting memandang dirinya sendiri di cermin. Dia tersenyum dan merasa bahwa bayangan dirinya terlihat menawan. "Sangat mudah bagi Bibi untuk melihat bahwa aku sedang senang. Bibi tahu, aku sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Ou Ming. Namun, Bibi mengetahui lebih baik daripada siapa pun bahwa sikap Ou Ming terhadapku agak dingin. Aku takut dia tidak akan datang. Bisakah Bibi menyuruhnya untuk datang?" "Kau benar-benar gadis yang sangat pintar. Ke mana kau ingin dia pergi?" Shen Manting berkata dengan puas, "Katakan padanya bahwa Bibi sedang berada di vila Xishan dan Bibi membutuhkannya untuk menjemputmu. Bisakah Bibi melakukan itu untukku?" "Ya, tentu saja. Aku akan menghubunginya sekarang." Shen Manting menutup teleponnya dengan penuh kegembiraan. Dia meletakkan ponselnya ke samping dan dengan cepat masuk ke dalam ruang ganti. ¡­. Ou Ming sedang berada dalam suasana hati yang buruk. Dia sedang dalam perjalanannya menuju sebuah bar untuk minum-minum santai ketika mendapat telepon dari ibunya. Nyonya Ou mengatakan bahwa dirinya sedang berada di vila Xishan dan membutuhkan tumpangan untuk pulang. Ou Ming langsung merasakan sakit kepala yang melanda. Meskipun demikian, dia merasa enggan mengemudi untuk menjemput ibunya. Segera setelah itu, Ou Ming pergi ke vila Xishan dan membunyikan bel pintu. Pintu terbuka dengan cepat. dan Ou Ming melihat seseorang yang tidak dia harapkan. Yang mengejutkan pria itu, Shen Manting berdiri di sana hanya dengan mengenakan sebuah jubah mandi, sebuah raut wajah yang menggoda terlihat di wajah wanita itu. Perlu sekali; mendasar; hakiki. Chapter 909 - Apakah Kau Memata-matai Aku? Shen Manting sepertinya sangat senang bertemu dengan pria itu. Dia menarik Ou Ming ke dalam kamar dan dengan cepat menutup pintu di belakang mereka. Ou Ming melihat ke sekeliling, mengerutkan keningnya, dan bertanya, "Di mana ibuku?" Ketika Shen Manting tidak menjawabnya, Ou Ming berbalik untuk menghadap ke arah wanita itu. Shen Manting sudah melepaskan jubah mandinya dan berdiri di sana dengan hanya mengenakan lingerie berenda. Wanita itu memiliki bentuk tubuh yang seksi dan telah memilih sebuah lingerie berwarna gelap untuk mempercantik kulitnya yang putih, membuat dirinya terlihat semenggairahkan mungkin. Ini adalah pertama kalinya Ou Ming melihat Shen Manting mengenakan lingerie dan berpikir efeknya sangat bagus. Wanita itu memiliki tubuh yang proporsional, dan kulitnya terawat dengan baik. Meskipun dirinya tidak menyukai Shen Manting, Ou Ming berpikir bahwa semua atribut fisiknya membuatnya menjadi seorang wanita yang cantik. Dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi sampai Shen Manting melompat ke arahnya. Terkejut, Ou Ming melompat menghindar pada detik-detik terakhir, tetapi wanita itu sudah mengantisipasi gerakan Ou Ming. Shen Manting membalikkan badannya dengan cepat dan merengkuh pria itu ke dalam pelukannya. Shen Manting memeluk Ou Ming erat-erat di tubuhnya. Wanita itu sedikit lebih tinggi dari Yu Lili dan jauh lebih kuat. Ou Ming mau tidak mau memperhatikan belahan dada Shen Manting yang menempel di dadanya. Terlalu menggoda! Ou Ming adalah seorang pria muda yang sedang berada dalam masa prima secara seksual, jadi tentu saja, dirinya menemukan Shen Manting terlihat menarik. Yu Lili belum memuaskan dirinya. Sekarang, matanya menyapu seluruh tubuh Shen Manting dan merasakan bahwa tubuhnya merespons terhadap wanita itu. Saat merasakan respons tersebut, Shen Manting mencium pria itu dengan penuh gairah. Ou Ming terbuai oleh ciuman wanita itu. Pada awalnya, pria itu merasa kewalahan oleh pesona dan rayuan Shen Manting. Setelah beberapa saat, Ou Ming memikirkan Yu Lili. Dia membayangkan wajah Yu Lili yang menawan serta cantik, dan merasa bersalah. Pria itu membalikkan badannya dari Shen Manting, menatap wanita itu dan bertanya, "Apa yang kau inginkan dariku?" Shen Manting sudah menghabiskan waktu untuk merias wajahnya yang lembut. Wajahnya terlihat sempurna, dan sebuah seringai menghiasi bibirnya yang berkilauan. Dia membungkuk mendekat pada Ou Ming dan berkata, "Kita adalah pasangan yang sudah bertunangan. Apakah tidak normal bagi kita untuk memenuhi kebutuhan fisik milik kita?" Sembari berbicara, wanita itu bergerak mendekat pada Ou Ming dan melanjutkan, "Kita akan menjadi suami istri tak lama lagi. Ou Ming, jangan tinggalkan aku sendirian malam ini." Mata Ou Ming berkilat dengan amarah. Suaranya terdengar mengandung rasa jijik ketika bertanya, "Apakah kau kehabisan stok pria?" "Kau sangat kejam! Ou Ming, kau adalah tunanganku. Bukankah itu tugasmu untuk memuaskan hasratku?" Shen Manting berjalan mendekati pria itu dan dengan lembut meletakkan tangannya di dada Ou Ming. "Aku akan lebih baik daripada wanita simpananmu. Aku tahu dia tidak bisa memuaskan hasrat seksualmu bukan?" Ou Ming mengalihkan pandangan mata cokelat tuanya yang indah pada wanita itu. Shen Manting terhuyung ke belakang, merasa takut pada pria itu. "Bagaimana kau mengetahui hal itu?" Ou Ming bertanya dan maju selangkah ke arah wanita itu. "Apakah kau memata-matai aku?" Ou Ming memancarkan aura yang jauh lebih kuat daripada yang dibayangkan Shen Manting. Pria itu maju selangkah lagi, tetapi Shen Manting menghindar dari Ou Ming. ''Kenapa aku melangkah mundur? Aku menghadapinya!'' Shen Manting mengabaikan amarah Ou Ming dan melangkah maju ke arah pria itu dengan penuh percaya diri. Sambil tersenyum menawan wanita itu berkata, "Jika aku memiliki kemampuan itu, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku." Tanpa menyadari amarah Ou Ming yang kian membesar, Shen Manting membuka ikatan lingerie-nya. Wanita itu melontarkan tatapan menggoda pada Ou Ming dan berkata, "Aku tahu kau menginginkannya ¡­." Ou Ming mendorong Shen Manting menjauh tanpa belas kasihan dan berteriak dengan marah, "Enyahlah!" Shen Manting terjatuh di sofa. Bra-nya yang tidak terkait itu tergantung longgar di tubuhnya. Chapter 910 - Ou Ming, Kau B*jingan! Ou Ming terlihat dingin dan berbalik untuk pergi keluar. Shen Manting memelototi punggung pria itu dan berteriak, "Seberapa menyenangkannya wanita simpananmu itu, Ou Ming, kau b*jingan!" Ou Ming membuka pintu dan berjalan keluar tanpa bermaksud untuk menutup pintunya. Ketika angin dingin berembus masuk, tubuh Shen Manting membeku. Saat melihat bahwa Ou Ming benar-benar mengabaikan dirinya, Shen Manting merasa sangat marah sehingga dia membanting sofanya dan berteriak, "Dasar b*jingan!" ¡­. Amukan Shen Manting telah membuat Ou Ming bahkan merasa semakin kesal. Dia berjalan berkeliling hingga dirinya menemukan sebuah bar, kemudian meminum banyak sekali alkohol. Ketika Ou Ming merasakan anggur tersebut bereaksi, dirinya berbaring di bar dan merasa pusing. Ketika mencoba untuk bangun, hal itu tidak bekerja dengan baik. Gubrak! Kursinya terbalik saat dirinya terjatuh, dan suaranya amat sangat keras. Pelayan merasa terganggu dan pergi untuk membantu Ou Ming bangun. "Tuan, Anda harus meminta seseorang untuk menjemput Anda. Bagaimana Anda bisa minum sebanyak itu?" Ou Ming terjatuh dengan parah, dan alkohol telah mengacaukan otaknya. Pelayan itu mengetahui betapa mabuknya pria itu, jadi dia membimbing Ou Ming dengan perlahan-lahan ke sebuah kursi dan berkata, "Di mana ponsel Anda? Dapatkah Anda mengeluarkan ponsel Anda dan mencari seseorang untuk dihubungi?" Saat mendengar apa yang pelayan itu katakan, Ou Ming mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menekan tombol "1". Pelayan itu tak mampu berkata-kata, karena kontak yang dihubungi oleh Ou Ming sebenarnya adalah sebuah kata yang memalukan: pel*cur. - Yu Lili sedang menggambar, dan hanya ada sedikit pekerjaan yang harus dilakukan pada panel terakhir. Mengetahui bahwa dia akhirnya selesai menggambar episode pertama itu, dirinya dapat merasakan kepuasan di dalam hatinya. Ponselnya berdering dan itu berasal dari Ou Ming. "Halo?" "Ah ¡­ marga Yu." Suara Ou Ming terdengar mabuk dan pria itu berteriak, "Aku sedang minum-minum, kau ¡­" Yu Lili mengerutkan keningnya dan berkata, "Di mana kau?" "Di mana aku? Aku tidak tahu ¡­." Suara Ou Ming terdengar mabuk. Kemampuan Ou Ming untuk minuman keras sangatlah baik, jadi jika dia terdengar seburuk ini, berapa banyak yang sudah diminumnya? Sang pelayan cepat-cepat mengambil ponselnya dan memberi tahu alamat bar itu kepada Yu Lili. Yu Lili terdiam sesaat, lalu meletakkan pena digitalnya, mengenakan jaket, dan naik taksi ke bar yang tadi disebutkan oleh pelayan itu. Ou Ming dibantu untuk duduk di pinggir bar dengan banyak botol dan gelas di hadapannya. Yu Lili merasa gundah. Dia mengangguk ke arah pelayan itu dan berkata, "Terima kasih, biarkan saya yang mengurusnya." Ou Ming mendengar suara Yu Lili, dan dia memalingkan kepalanya sambil tersenyum lebar dan berkata, "Kau di sini ¡­" Sambil mengatakan itu, dia memeluk Yu Lili dan berkata, "Pulanglah." Ou Ming berbau tidak sedap, jadi Yu Lili mengerutkan keningnya, mendorong pria itu, dan berkata, "Berapa banyak yang kau minum? Kau bau sekali!" Sang pelayan melihat Yu Lili dan merasa sedikit terkejut, tetapi dia mengeluarkan bon tagihan dan berkata, "Pria ini minum banyak alkohol dan belum membayar tagihannya." Yu Lili melirik daftar itu dan merasa semakin gundah. Ou Ming memeluk Yu Lili dengan tangannya dan menyandarkan kepalanya di bahu wanita itu, bernapas dengan berat. Yu Lili menepuk-nepuk wajah pria itu dengan jijik dan mengeluarkan dompet dari saku Ou Ming, lalu dia mengeluarkan sebuah kartu dan menyerahkannya kepada pelayan tersebut. Pelayan membawa mesin EDC untuk meminta Yu Lili memasukkan pin. Wanita itu dengan cepat menekan pin-nya, tetapi pin itu salah. Yu Lili terkejut dan merasa canggung di bawah tatapan sang pelayan. Dia memasukkannya lagi, tapi itu masih pin yang salah. Chapter 911 - Kakak Ipar Mabuk Apakah Ou Ming mengubah pin-nya? Yu Lili memandangi kartu itu dan mengerutkan keningnya, kemudian mencoba sebuah kartu lain. Terdapat banyak kartu di dompet kulit Ou Ming, tetapi wanita itu sudah mencoba tiga atau empat buah kartu satu per satu, dan pin-nya salah semua. Wajah Yu Lili serasa terbakar, merah padam pada saat ini, jadi dia menepuk-nepuk wajah pria itu dan bertanya, "Hei, apa pin kartumu?" Ou Ming sudah tak sadarkan diri, dan pria itu sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang ditepuk-tepuk. Yu Lili sedang terburu-buru untuk mencari Ou Ming, jadi dia hanya membawa cukup uang untuk membayar taksi. Dirinya tidak membawa kartu sama sekali. ''Dan sekarang ¡­ aku sangat malu!'' Di bawah tatapan orang-orang yang berada di sekitar mereka, Yu Lili membuka-buka dompet Ou Ming, dan kemudian mengeluarkan tiga atau empat buah kartu untuk memasukkan pin-nya, tetapi tidak ada yang berhasil. Pemandangan itu menjadi semakin aneh, tetapi Yu Lili akhirnya menemukan sebuah kartu, kartu dewi merah. Kartu itu dulu miliknya, dan diaktifkan dengan namanya. Yu Lili melihat kartu tersebut, dan dia tidak pernah menyadari sebelumnya betapa dia merindukan kartu itu. Akan tetapi, kartu tersebut adalah kartu gaji yang digunakan Yu Lili ketika bekerja di pusat perbelanjaan Grup Ou. Pada saat itu, dirinya mengelola tiga atau empat buah toko, yang masing-masingnya memiliki merek-merek terkenal dan keuntungan yang luar biasa. Gajinya tentu saja sangat besar. Kemudian, setelah Yu Lili mentransfer semua uangnya kembali pada Ou Ming, dirinya meninggalkan kartu tersebut di vila. Ou Ming sudah membatalkan dividen 1 milik wanita itu, jadi sekarang, seharusnya tidak ada uang sepeser pun di dalamnya. Namun, itu adalah kartu terakhir yang ada di dompet Ou Ming. Sambil menghela napas dalam hati, Yu Lili menyerahkan kartu tersebut kepada sang pelayan. Dalam keadaan seperti itu, dirinya harus melakukan segala upaya yang memungkinkan. Pin kartu itu adalah tanggal ulang tahun Ou Ming. Ou Ming yang mengaturnya sendiri, dan Yu Lili tidak mengubahnya. Setelah memasukkan pin, wanita itu sudah siap jika mesin EDC tersebut menolak kartunya lagi, tetapi tanpa diduga-duga, pembayaran berhasil! Pelayan itu akhirnya menghela napas lega dan berkata, "Biarkan saya membantu Anda membawanya ke tempat parkir. Dia datang ke sini mengendarai mobil." "Oke, terima kasih." Pelayan tersebut membantu Ou Ming kembali ke mobil, dan Yu Lili mengambil kunci mobil dari saku Ou Ming dan menyetir kembali ke apartemen. Dalam perjalanan, Ou Ming terbaring di kursi belakang seperti orang mati dan menjerit-jerit dari waktu ke waktu. Yu Lili memarkir mobil di garasi, dan ketika melihat ke kursi belakang, Ou Ming sudah terjatuh ke celah antara kursi depan dan kursi belakang. Yu Lili tak mampu berkata-kata. Dia mengulurkan tangan untuk menarik Ou Ming keluar dan berteriak, "Kau keterlaluan, kenapa kau minum anggur sebanyak itu!" Dia menarik Ou Ming, tetapi pria itu tidak bergerak. Setelah satu menit, Ou Ming tampaknya menyadari apa yang sedang Yu Lili lakukan dan dengan sadar bangkit berdiri. Setelah Yu Lili akhirnya menyeret Ou Ming keluar, tubuh pria itu merosot di hadapannya. Dia mengalami kesulitan untuk menopang pria itu dan berteriak, "Berdiri yang tegak!" Saat itu hampir tengah malam, jadi tidak terdapat banyak orang di garasi itu. Suara teriakan Yu Lili menggema di sekitar dinding beton itu. Pada saat yang bersamaan, sebuah mobil Maserati merah oranye yang cantik melaju masuk dan parkir di garasi bawah tanah tersebut. Yu Lili merasa sangat senang, dan dia menoleh untuk melihatnya. Mobil itu berhenti di samping mereka, dan seorang pria berjas merah muda melangkah keluar dari mobil. Ketika Shen Zhilie melihat Yu Lili, pria itu merasa terkejut dan gembira. Ketika Yu Lili melihat Shen Zhilie, wanita itu merasa bahwa dirinya tidak bisa menghindari musuhnya. Yu Lili ingin melarikan diri, tetapi Ou Ming begitu berat sehingga dirinya sendiri bahkan tidak bisa menyeret pria itu keluar dari mobil. "Itu kau." Shen Zhilie tampaknya terkejut, dan ketika melihat Ou Ming, mata pria itu terbelalak dan bertanya, "Hei, kakak ipar?" Sejumlah uang yang berasal dari hasil keuntungan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebuah perseroan. Chapter 912 - Kau Adalah Yu Lili, Kan? Kakak ipar? Yu Lili menatap Shen Zhilie dengan tatapan tidak percaya. Kakak ipar? Nama pria ini adalah Shen Zhilie, dan tunangan Ou Ming adalah Shen Manting ¡­. Tentunya itu bukanlah sebuah kebetulan. ''Dia adik Shen Manting?'' Shen Zhilie berjalan mendekat, meraih Ou Ming dengan satu tangan, kemudian mengangkat wajah Ou Ming, dan berkata, "Hah, ini adalah calon kakak iparku." Tapi kemudian, pria itu menatap Yu Lili dengan heran dan berkata, "Kau adalah wanita simpanan yang disebut-sebut oleh kakakku? Ya Tuhan, dunia ini terlalu sempit!" Yu Lili merasa kesal dan melirik Shen Zhilie, lalu memindahkan tangan pria itu dan berteriak, "Pergilah!" Shen Zhilie menyadari bahwa kata-kata yang diucapkannya mungkin salah. Dia tersenyum, berlari ke depan Yu Lili, dan mengulurkan tangan untuk mengambil Ou Ming dari wanita itu. Yu Lili berteriak dengan sangat keras, "Pergi, jangan sentuh lelakiku! Dia bukan kakak iparmu!" Shen Zhilie terkejut dengan volume suara wanita itu. Dia melambaikan tangan tak berdaya dan berkata, "Baik, tapi kau tidak bisa mengurusnya sendirian. Bisakah aku membantumu membawanya ke atas?" Mata Yu Lili terlihat memerah, dan dia menatap pria itu. Dia mengeratkan pelukannya di sekitar tubuh Ou Ming yang sedang terpuruk, setengah menyeret dan setengah mengangkat Ou Ming menuju ke arah lift. Shen Zhilie mengetahui bahwa dirinya telah membuat kesalahan dalam berkata-kata, tetapi ketika melihat Yu Lili mengalami begitu banyak kesulitan, dirinya merasa tidak tahan. Berjalan menghampiri, pria itu menyelipkan bahunya ke bawah lengan Ou Ming dan berkata, "Astaga, biarkan aku membantu. Ayo pergi!" Shen Zhilie memapah Ou Ming, dan jelas terlihat bahwa pria itu jauh lebih kuat daripada Yu Lili. Dia menarik Ou Ming ke atas tanpa susah payah. Yu Lili menatap Shen Zhilie, dan hatinya terasa hampa. ''Jadi ternyata, pria ini adalah calon adik ipar Ou Ming ¡­.'' Shen Zhilie membawa Ou Ming ke lift, dan ketika memalingkan kepalanya, dia mendapati bahwa Yu Lili masih berdiri di tempat yang sama. Dia berseru pada wanita itu, "Hei, ayolah, lantai berapa?" Yu Lili dengan cepat berjalan menuju Shen Zhilie tepat ketika lift itu tiba. Begitu pintu lift terbuka, Yu Lili melangkah masuk dan menekan tombol lantai 28. Ketika Shen Zhilie melihat itu, dirinya seperti mengerti sesuatu dan berkata, "Kau terlalu licik. Aku pergi ke lantai 26 untuk mencarimu berkali-kali, tetapi para penghuni keempat apartemen di lantai 26 itu mengatakan bahwa mereka tidak mengenalmu. Jika kau benar-benar tinggal di lantai 28 ¡­ si*l, hanya kakak iparku yang tinggal di lantai 28, jadi kau benar-benar tinggal bersama kakak iparku!" ''Dan juga, aku pernah mendengar bahwa tempat ini adalah kediaman pribadi milik Ou Ming. Bahkan orangtua Ou Ming pun belum pernah kemari, dan wanita ini sebenarnya tinggal di sini dengan bebasnya.'' Shen Zhilie menatap Yu Lili dan menggelengkan kepalanya. Yu Lili tidak mengetahui apakah itu sebuah ilusi atau sesuatu, karena wajah Shen Zhilie sepertinya dipenuhi dengan rasa simpati dan penyesalan. Dia melirik Shen Zhilie, dan sebelum dirinya mengatakan sesuatu, Ou Ming berkata, "Marga Yu ¡­" Suara Ou Ming masih terdengar mabuk, dan ketika Ou Ming membuka matanya, mata itu terlihat merah. Dia mengangkat tangannya dan mengulurkannya ke arah Yu Lili. Yu Lili menghampiri dan memeluk Ou Ming, merasa sedikit sedih, dan berbisik, "Ya, aku di sini, dan kita sudah di rumah." Ketika Yu Lili melangkah mendekat pada Ou Ming, wanita itu juga berada sangat dekat dengan Shen Zhilie. Shen Zhilie dapat mencium bau alkohol di tubuh Ou Ming, tapi aroma segar Yu Lili juga tercium dengan jelas. Aromanya sangat harum. Sama seperti Yu Lili sendiri, yang membuat orang-orang merasa sangat nyaman. Shen Zhilie mengendus-ngendus, dan sepertinya merasa memiliki sedikit perasaan suka. "Kau adalah Yu Lili, kan? Aku pernah mendengar tentang dirimu." Adapun bagaimana cara dirinya sudah mendengar tentang Yu Lili, tentu saja, itu dari Shen Manting. Chapter 913 - Aku Juga Mencintaimu Yu Lili mengabaikan Shen Zhilie. Wanita itu tidak ingin mengetahui apa yang sudah Shen Manting katakan tentang dirinya. Ting! Pintu lift terbuka, dan Yu Lili membantu Ou Ming keluar dari lift tersebut. Dia menoleh ke arah Shen Zhilie dan berkata, "Saya bisa masuk ke dalam sendiri. Terima kasih, Tuan Shen." Shen Zhilie tidaklah bodoh. Dirinya bisa mendengar nada bicara tidak bersahabat yang disengaja dalam kata-kata Yu Lili, tapi dia tidak akan melepaskan wanita itu dengan mudah. Pria itu berpura-pura tidak menyadarinya dan berkata, "Sama-sama. Bagaimanapun juga, karena kita bertetangga, akan tidak sopan jika aku tidak membantumu membawa calon kakak iparku masuk." Sambil mengatakan hal itu, Shen Zhilie menarik Ou Ming keluar dari lift dan membawa pria itu ke pintu depan. Yu Lili menatap Shen Zhilie dengan penuh curiga dan menekan kata sandi dengan cepat. Wanita itu menyadari bahwa Shen Zhilie memiliki kesopanan untuk memalingkan kepalanya saat dirinya menekan kata sandi pintu Ou Ming. Yu Lili menghela napas lega dan membantunya membawa Ou Ming masuk ke dalam apartemen. Ou Ming membuka matanya sembari berjalan terhuyung-huyung ke dalam ruang keluarga. Ketika melihat bahwa dirinya sudah berada di rumah, Ou Ming mendorong Shen Zhilie menjauh dan duduk di sofa sambil menghela napas. Suara Ou Ming terdengar mabuk saat berteriak, "Marga Yu!" "Aku di sini," kata Yu Lili dan bergegas menghampiri Ou Ming. Ketika Ou Ming melihat Yu Lili, dia tertawa dan menarik wanita itu. "Kau kembali. Aku merindukanmu," katanya dengan penuh kasih sayang. Yu Lili merasa tersentuh sekaligus malu karena Shen Zhilie telah mendengar kata-kata Ou Ming itu. Wanita itu tersipu malu, mendorong Ou Ming menjauh dengan lembut, dan berkata, "Hentikan, seseorang berada di sini." Terlepas dari peringatan wanita itu, Ou Ming melanjutkan, "Yu Lili, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Apa yang harus aku lakukan? Apakah kau beracun? Um?" Kata-kata mabuk Ou Ming itu membuat wanita itu bersemangat. Jantung Yu Lili mulai berdetak lebih kencang saat dirinya mendengarkan ocehan pria itu. Ou Ming tidak pernah berperilaku atau berbicara dengan Yu Lili seperti ini sebelumnya. Benarkah jika mabuk-mabukan itu menunjukkan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan ketika sedang sadar? Ketika Ou Ming menatap wanita itu, mata pria itu terlihat lembut dan manis. Yu Lili dapat melihat pantulan dirinya di mata cokelat tua Ou Ming yang indah. Pria itu mencondongkan tubuhnya mendekat pada Yu Lili, meletakkan tangannya di sekitar wajah wanita itu, dan menciumnya dengan penuh gairah. Yu Lili menolak karena Shen Zhilie masih berdiri di sana. Tanpa sadar, wanita itu menoleh ke arah Shen Zhilie. Yu Lili mencoba melepaskan Ou Ming dari dirinya, tetapi Ou Ming sedang mabuk dan terlalu berat untuk digerakkan. Merasa malu tapi tidak yakin harus berbuat apa, Shen Zhilie memandangi mereka berdua. Pria itu benar-benar kesal pada Ou Ming dan Yu Lili. ''Aku adalah calon adik iparnya. Walaupun aku tahu bahwa Ou Ming punya wanita simpanan, aku tidak tahan melihat Ou Ming mencium wanita itu dengan terang-terangan! Tapi apa yang bisa kulakukan?'' Pada saat itu, Shen Zhilie merasa sangat canggung bukan hanya karena situasi tersebut tetapi karena hubungannya dengan Shen Manting. ''Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus memukulinya? Meskipun begitu, aku tidak cukup marah untuk menghajarnya.'' Shen Zhilie juga merasa sedikit kasihan pada dirinya sendiri karena Yu Lili ternyata adalah wanita simpanan Ou Ming. Dirinya menyukai wanita itu. Shen Zhilie menunggu beberapa saat sampai mereka berhenti berciuman. Tetapi mereka tidak berhenti, pria itu membalikkan badannya dan menutup pintu di belakangnya dengan perlahan. "Aku juga mencintaimu," kata Yu Lili dengan lembut dan mengangkat kepalanya menghampiri kepala Ou Ming. Meskipun Ou Ming sedang mabuk, dirinya mengetahui bahwa Yu Lili-lah yang sedang dipeluknya. Ketika mendengar kata-kata Yu Lili, pria itu tersenyum lembut. Ou Ming memeluk wanita itu di sofa dan melakukan apa yang diinginkannya. Ou Ming memeluk Yu Lili erat-erat saat mereka berbaring di sofa. Pria itu memejamkan matanya dan tertidur dengan sebuah seringai yang menghiasi wajahnya. Chapter 914 - Apakah Kau Sudah Tidak Frigid? Ou Ming memeluk Yu Lili sepanjang malam. Sekujur tubuh Yu Lili terasa sakit karena sofa itu terlalu kecil untuk menampung mereka berdua. Ou Ming mendekap Yu Lili sepanjang malam tanpa melepaskannya, jadi wanita itu tidak berani bergerak. Mereka tetap berada di posisi yang sama sepanjang malam, dan tubuh mereka terasa kaku. Ou Ming terbangun dalam kegelapan dengan sakit kepala yang serasa akan memecahkan kepalanya dan menunduk menatap wanita di pelukannya. Yu Lili masih mengenakan pakaian kerjanya. Yu Lili terbangun saat tubuh Ou Ming bergerak. Pria itu menyukai perasaan saat memeluk Yu Lili seperti ini, jadi dia tidak melepaskan wanita itu. Ou Ming memeluk Yu Lili semakin dekat dan bertanya, "Bagaimana aku pulang tadi malam?" Yu Lili tidak mengetahui apakah dirinya harus tertawa atau marah. Dia menyikut perut pria itu sambil berkata, "Berani-beraninya kau mengatakan hal itu!" Wanita itu tertawa dan menceritakan apa yang telah terjadi tadi malam, tetapi Ou Ming tidak benar-benar mendengarkan. "Kau tidak ingat?" Yu Lili bertanya. Dia menatap pria itu dan merasa sedikit kecewa. Ou Ming menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak terlalu, tapi ada satu hal yang kuingat dengan sangat baik." "Apa itu?" Yu Lili bertanya dengan penasaran. Ou Ming mencondongkan tubuhnya pada Yu Lili, menekan tubuhnya ke arah wanita itu, dan bertanya, "Apakah kau sudah tidak frigid?" Yu Lili tersipu malu. Sebelum wanita itu bisa menjawab, Ou Ming memeluknya kembali dan membungkuk untuk menciumnya. Ciuman sensual itu mendarat di leher dan tulang selangka Yu Lili. Jejak bercinta semalam masih terlihat di sana, yang membuat Ou Ming tersenyum. Pria itu perlahan-lahan memasuki tubuh Yu Lili, merasa bersemangat untuk memuaskan wanita itu lagi. Ketika Ou Ming melakukannya, Yu Lili mengerang dengan suara keras. Dia menekuk kakinya dan harus menggertakkan giginya untuk menghadapi pria itu. Sofa berayun karena gerakan mereka, tapi Yu Lili tidak merasakan apa yang dirasakan dirinya tadi malam. Gerakan itu bahkan sedikit menyakitkan. ''Rasanya tidak sama dengan yang tadi malam.'' Yu Lili mengerutkan kening dan mendorong pria itu menjauh. Ketika Ou Ming menarik dirinya dari tubuh wanita itu, anggota tubuhnya itu berlumuran darah yang kental dan lengket. Ou Ming terkejut dan bertanya dengan bodohnya, "Apakah kau berdarah?" Yu Lili mengulurkan tangan ke bawah dan merasakan darah yang keluar dari dirinya. Wanita itu merasakan sebuah rasa sakit yang tajam di perutnya. Dia berpikir dirinya merasa nyeri karena tidur di sofa sepanjang malam, tapi saat ini sepertinya dirinya merasa nyeri karena sedang datang bulan. Dia menghitung siklus haidnya dan menyadari bahwa haidnya sudah terlambat. Haidnya seharusnya sudah keluar dua hari yang lalu. Yu Lili menyadari ekspresi jijik di wajah Ou Ming. Dia tersenyum dan berkata, "Sepertinya aku sedang datang bulan." Dirinya mengetahui bahwa Ou Ming merasa jijik karena bibir pria itu yang bergerak-gerak. Yu Lili merasa sedikit bersalah dan menundukkan kepalanya. Dia juga mengetahui bahwa pria itu akan merasa kecewa karena mereka tidak dapat menyelesaikannya. Tiba-tiba, wanita itu menaikkan tatapan matanya dan berseru, "Jam berapa sekarang?" Yu Lili melihat jam - waktu menunjukkan pukul 8:15 pagi! "Matilah aku. Gawat!" seru wanita itu. Yu Lili melompat bangun dan mulai mengenakan pakaiannya. "Sudah terlambat untuk bekerja. Apa yang harus kulakukan? Pemred itu tidak menyukaiku, dan jika dia menangkap basah bahwa aku datang terlambat, dia akan memecatku. Ini semua salahmu!" Ou Ming mengerutkan keningnya ketika mendengar kata-kata Yu Lili. Dia berusaha bersikap lembut ketika bertanya, "Kenapa pemred itu tidak menyukaimu?" "Mana kutahu? Aku dipekerjakan untuk posisi asisten editor, tetapi pemred itu mengatakan kepadaku bahwa aku harus bekerja sebagai resepsionis. Dia bertindak seolah-olah aku mengambil keuntungan di tempat kerja. Ya Tuhan, dia akan sangat marah!" Ou Ming memperhatikan saat Yu Lili bergegas untuk bersiap-siap. Dirinya mencoba untuk menahan wanita itu dan berkata, "Jangan pergi kerja hari ini, ambil cuti saja." Chapter 915 - Berubah 180 Derajat "Aku tidak bisa izin sakit. Jika aku mengambil cuti, Pemred Zhou akan marah padaku. Aku tidak ingin kehilangan pekerjaanku." Yu Lili mengenakan pakaiannya sembari berbicara dan melirik ke arah jam. Sudah hampir pukul sembilan. Dia seharusnya berangkat setengah jam yang lalu! Yu Lili merasa seolah-olah dunianya runtuh. Dengan putus asa, dirinya duduk di sofa dan berteriak, "Matilah aku, aku akan terlambat hampir satu jam!" Ou Ming merasa tak berdaya. Dirinya belum pernah melihat Yu Lili terlihat ketakutan seperti ini sebelumnya. Dalam ketergesa-gesaannya, Yu Lili tidak menyadari perubahan raut wajah Ou Ming. Wanita itu berlari ke kamar mandi untuk memakai tampon dan mengambil beberapa buah tampon lagi untuk nanti. Dia mengambil tasnya, memasukkan tampon-tampon itu ke dalamnya, dan berlari keluar pintu tanpa sepatah kata pun. Ketika dirinya mulai berlari, tubuh Yu Lili berteriak protes. Sekujur tubuhnya terasa sakit. Sial ¡­. Tidak hanya nyeri karena tidur di sofa semalam, tapi saat ini dirinya juga harus berurusan dengan kram perut karena sedang datang bulan. Yu Lili bergegas ke stasiun kereta bawah tanah dan menaiki kereta yang akan membawanya ke kantor. Dia mencoba mempersiapkan diri untuk apa yang akan terjadi. Yu Lili mengetahui bahwa Pemred Zhou akan marah dan pasti akan berteriak pada dirinya di depan semua orang kembali. Dia berjalan dengan cepat keluar dari stasiun kereta bawah tanah dan memeriksa jamnya. Pukul 9:40. Yu Lili mengetahui bahwa dirinya tidak bisa menghindar dari caci maki Pemred Zhou, tetapi dia mungkin bisa menghindari dipermalukan di depan seluruh kantor. Dirinya berencana untuk langsung menuju kantor Pemred Zhou dan meminta maaf. Yu Lili bergegas melewati pintu kantor dan merasa terkejut saat melihat bahwa Pemred Zhou sedang duduk di meja depan. Yu Lili ingin menyelesaikan hal ini, jadi dia memejamkan matanya dan berkata, "Pemred Zhou, saya sangat menyesal karena saya datang terlambat." Yu Lili tidak bermaksud untuk berteriak, tetapi suaranya terdengar keras dengan ketulusan permintaan maaf yang terkandung di dalamnya. Yang mengejutkan dirinya, Pemred Zhou tidak memarahinya. Yu Lili dengan perlahan membuka matanya, merasa gugup tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi respons Pemred Zhou bukanlah seperti yang dirinya perkirakan. Pemred Zhou hanya menatap Yu Lili dengan ekspresi wajah aneh yang tidak dapat terbaca oleh Yu Lili. Yu Lili merasa takut untuk melakukan kontak mata, jadi dia menundukkan kepalanya dan mulai menjelaskan dirinya sendiri. "Hari ini saya ¡­" Pemred Zhou mengangkat sebelah tangan untuk menghentikan kata-kata Yu Lili dan bertanya, "Kau sudah absen belum?" Suara Pemred Zhou tanpa disangka-sangka terdengar lembut, tapi wanita itu masih menatap Yu Lili dengan ekspresi wajah yang aneh itu. Yu Lili menggelengkan kepalanya dan berkata, "Belum." "Absen dulu sana. Ada banyak kontrak untuk kau tinjau hari ini. Dan juga, Zi Yu mengambil cuti, sehingga kau dapat bekerja dengan Ye Qianqian untuk hari ini." Yu Lili terkejut. Dirinya mendongak dan mempelajari ekspresi yang aneh di wajah Pemred Zhou tersebut dan merasa seolah-olah matahari pastilah sudah terbit dari barat. Dia mencoba mengumpulkan pikirannya. ''Dia, dia, dia ¡­ dia tidak mencaciku? Kenapa tidak? Dia juga berkata bahwa aku bisa bekerja dengan Ye Qianqian? Ya Tuhan, apakah hari ini adalah akhir zaman?'' Semakin Yu Lili memikirkan mengenai perilaku Pemred Zhou, semakin bingung dirinya. Yu Lili tidak berani mempertanyakannya. Dia memutuskan bahwa itu bukanlah ide yang baik untuk bertindak gegabah atau membabi buta. Yu Lili memandangi Pemred Zhou dengan gugup dan bertanya, "Bagaimana dengan meja depan ini?" "Akan ada seorang resepsionis baru di tempat ini minggu depan. Akan sangat membantu jika kau belajar bagaimana menjadi asisten editor terlebih dulu sehingga kau bisa menjadi editor eksekutif suatu hari nanti. Pergi dan absen saja dulu. Karena ini adalah pertama kalinya kau datang terlambat, aku tidak akan memotong gajimu. Ingatlah bahwa aku tidak akan memaafkanmu lain kali." Ketika mendengar ini, Yu Lili merasa semakin bingung. Pemred Zhou jauh lebih santai dari biasanya pada hari ini! Pemred Zhou baru saja memberikan Yu Lili semua yang diinginkan wanita itu. Yu Lili mengangguk dengan patuh dan bergegas untuk absen. Setelah Yu Lili pergi menjauh, Pemred Zhou menghela napas lega. Dia mengembalikan tatapan matanya kepada pemuda di layar monitor komputer. Pemred Zhou tersenyum dengan polosnya dan berkata, "Seperti yang dapat Anda lihat, Asisten Khusus Xu, saya tidak mengatakan sesuatu yang kasar kepada Yu Lili. Saya harap Anda tidak membawa masalah ini kepada Tuan Presiden. Nona Shen yang meminta saya untuk memperlakukan Yu Lili dengan buruk. Pada saat itu, saya tidak menyadari bahwa Yu Lili memiliki hubungan dengan Tuan Presiden. Tentu saja, jika saya sudah mengetahui mengenai hal ini sebelumnya, saya tidak akan mendengarkan saran Nona Shen." Xu Cheng mendengarkan ketika Pemred Zhou berusaha membenarkan dirinya sendiri. Asisten itu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak masalah. Pergilah ke departemen personalia di kantor pusat dan ikuti prosedur yang sudah kita diskusikan." Pemred Zhou memohon, "Tunggu, Asisten Khusus Xu ¡­" Pemred Zhou akan berkata lebih banyak, tetapi dalam sekejap mata, layar monitor komputer itu menjadi gelap. Xu Cheng sudah mengakhiri video call itu. Chapter 916 - Berbalik Menyadap Xu Cheng tidak memberi Pemred Zhou kesempatan untuk menjelaskan atau menebus kesalahannya! Wajah Pemred Zhou langsung berubah menjadi pucat pasi, dan dirinya tidak dapat memercayai hal itu. Dalam posisinya, kekuasaan Pemred Zhou seharusnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Tapi yang paling penting, Pemred Zhou sudah mempertahankan kekuasaannya karena dia memperhatikan langkah-langkahnya dan mengikuti para atasannya dengan sangat berhati-hati. Meskipun saat mengikuti perubahan suasana hati para atasannya itu kadang-kadang menyebabkan dirinya menjadi agak kejam kepada mereka yang berada di bawahnya, metode ini sangatlah efektif. ''Namun, aku masih terjebak dalam situasi tanpa jalan keluar ini!'' ''Apakah Asisten Khusus lebih kuat daripada calon istri presiden? Meskipun Asisten Khusus Xu melindungi Yu Lili, Shen Manting masih merupakan calon istri sang Presiden. Bagaimana Asisten Khusus Xu memiliki kekuasaan untuk mengesampingkan keputusan Shen Manting?'' Semakin Pemred Zhou memikirkannya, semakin dirinya merasa jengkel. ''Asisten Khusus Xu itu ingin memecatku seenaknya? Kau pasti bercanda! Bagaimana dia bisa memecat seseorang yang canggih sepertiku dengan begitu mudahnya?'' Setelah mengambil ponselnya, Pemred Zhou menekan nomor ponsel Shen Manting. Dirinya merasa diperlakukan dengan tidak adil, dan matanya memerah. Ketika Shen Manting mengangkat teleponnya, Pemred Zhou langsung mulai mengeluh. Dia menjelaskan secara kira-kira apa yang sudah terjadi, menambahkan beberapa bumbu-bumbu, dan akhirnya bertanya, "Apa yang akan kita lakukan, Nona Shen? Asisten Khusus itu bereaksi dengan sangat buruk terhadap apa yang sudah terjadi!" Shen Manting terdengar seperti sedang terkekeh-kekeh dan berkata, "Aku tidak bisa berbuat apa-apa, dan bagaimanapun juga, aku juga sering kali harus berurusan dengan asisten itu. Atau mungkin kau bisa berpura-pura menyedihkan dan lihatlah apakah Yu Lili dapat menolongmu. Mungkin dia akan bersimpati padamu dan mencegah dirimu dipecat?" "Nona Shen, saya sudah melakukan semua yang Anda minta. Jika saya tidak membantu Anda, mengapa saya mengirim Yu Lili untuk bekerja di meja depan dan memperlakukannya dengan sangat buruk? Saya mengetahui bahwa Anda meletakkan alat penyadap suara dalam hadiah yang Anda berikan pada Yu Lili. Seberapa bencinya wanita itu pada Anda jika saya memberitahukan hal ini padanya?" Suara Pemred Zhou jelas jelas terdengar penuh dengan ancaman, dan terdengar dingin ketika berkata, "Yu Lili belum mengetahui apa yang sedang terjadi untuk membela dirinya sendiri. Jika saya membuat wanita itu menyadarinya, menurut Anda apa yang akan dia lakukan?" Yu Lili sedang berdiri di luar dan mendengar kata-kata itu dengan jelas. Dia tidak dapat memercayainya. Tanpa sadar, dia memandangi bola bulu merah indah yang tergantung di tasnya. Benda itu sangat cantik, dan Yu Lili sangat menyukainya. ''Benda sekecil itu sebenarnya berisi sebuah alat penyadap suara?'' Dan juga, apakah Pemred Zhou baru saja mengatakan Nona Shen? Apakah itu tunangan Ou Ming, Shen Manting? Yu Lili merasa sangat kesal sehingga dia menggertakkan giginya. ''Jadi Shen Manting telah mengincar diriku selama ini!'' Yu Lili yang malang, hanya dirinya sendiri yang belum mengetahui hal ini! Jika dirinya tidak ingin kembali ke meja depan dan mengucapkan terima kasih kepada Pemred Zhou pada saat itu, segalanya mungkin akan terus berlanjut sama buruknya, dan dirinya bahkan tidak akan mengetahui penyebabnya! Dengan marah Yu Lili melepas bola bulu itu dan hendak membuangnya. Tetapi kemudian, wanita itu sepertinya memikirkan sesuatu. Dia memasukkan bola bulu itu kembali ke dalam sakunya. Karena benda itu berisi alat penyadap suara, setiap suara yang ada seharusnya terdengar ke dalamnya, kan? Jika demikian, setiap suara dapat terdengar dengan jelas selama bola bulunya di sana? Ketika memikirkan hal itu, Yu Lili tersenyum, dan mata bulatnya yang indah berkilat-kilat dengan ceria. ''Karena Shen Manting menyerahkan benda ini padaku, kenapa aku harus melepaskan wanita itu dengan begitu mudahnya?'' Sudah waktunya untuk membalikkan keadaan! Chapter 917 - Mempermainkan Shen Manting Setelah memperhatikan Pemred Zhou sejenak, Yu Lili berbalik dan kembali ke tempat duduknya. Dia meletakkan tasnya, lalu kembali ke ruangan Pemred Zhou. Pemred Zhou pastilah baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya, karena matanya terlihat kemerahan. Ketika wanita itu melihat Yu Lili, dia menyedot hidungnya dan hampir menangis. Yu Lili berjalan masuk ke dalam dan menatap Pemred Zhou, kemudian menutup pintu ruangan itu. Ketika melihat sikap Yu Lili, Pemred Zhou merasa sedikit aneh, tetapi pada saat yang bersamaan, dirinya merasa agak marah dan bertanya, "Apa yang kau inginkan?" Yu Lili tidak menjawab. Setelah duduk, dia melihat ke sekeliling, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengetik, "Tidak ada alat penyadap di ruangan Anda, kan?" Pemred Zhou berpikir sesaat sembari melihat ke sekelilingnya. Terdapat banyak barang di kantornya yang merupakan barang-barang pemberian Shen Manting. Itu sangat sulit dikatakan! Tetapi ketika melihat gerak-gerik Yu Lili, Pemred Zhou menyadari bahwa Yu Lili pastilah sudah menyadari sesuatu. Dia langsung memberi Yu Lili sebuah isyarat: Ayo kita bicara di luar! Mereka berdua mengangguk setuju. Pemred Zhou membawa Yu Lili ke lantai atap di lantai paling atas gedung kantor itu, tidak membawa apa pun kecuali pakaian yang dikenakannya. "Silakan, apa yang ingin kau katakan?" "Anda baru saja menghubungi Shen Manting, bukan? Saya baru saja mendengar semuanya. Apakah Anda menghadapi masalah yang tidak bisa Anda selesaikan?" Saat mendengar kata-kata Yu Lili, Pemred Zhou merasa bahwa Yu Lili sedikit munafik, jadi dia mendengus dan berkata, "Bagaimana menurutmu? Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau begitu dekat dengan Asisten Khusus Xu, dan kau bergantung pada seseorang yang sebegitu berkuasanya. Saat ini, Xu Cheng, b*jingan itu, memintaku untuk meninggalkan perusahaan ini!" Xu Cheng? Mendengar nama itu, Yu Lili terkejut. ''Xu Cheng adalah pria muda yang bekerja untuk Ou Ming selama dia berada di Ibu kota itu, bukan? Apakah Ou Ming yang mengatur pekerjaanku ini melalui asistennya?'' Yu Lili tiba-tiba merasa tidak dapat berkata-kata. Jadi itulah yang sedang terjadi! "Jika Xu Cheng meminta Anda untuk meninggalkan perusahaan ini, kenapa Anda menghubungi Shen Manting?" Pemred Zhou memandang Yu Lili dengan bimbang dan bertanya, "Kau sebenarnya tahu atau tidak? Aku seharusnya menyadari apa yang sedang terjadi ketika rekrutmen di situs web itu dibuka. Tidak ada editor yang sibuk, dan kami bahkan tidak perlu asisten editor sama sekali. Jadi kenapa kita perlu merekrut orang baru? Ternyata, Shan Yu hanyalah membantumu untuk masuk ke perusahaan ini. Sayangnya, aku tidak mengetahui hal itu, jika aku tahu, aku akan bertindak dengan cara yang sangat berbeda. Sebaliknya, Shen Manting memberiku perintah agar aku bersikap menentangmu ¡­." "Apakah Anda ingin membalas dendam? Saya mempunyai sebuah cara untuk mempermainkan Shen Manting." Yu Lili sudah memiliki sebuah ide dalam benaknya saat menatap Pemred Zhou. "Dan juga, mungkin saya bisa meyakinkan Asisten Khusus Xu untuk membiarkan Anda tetap bekerja di sini." Pemred Zhou menatap Yu Lili dengan tatapan curiga dan mengangguk. - Shen Manting, dengan bantuan ibu Ou Ming, sekarang bekerja di kantor pusat Grup Ou, dan wanita itu pada saat ini sedang mengikuti sebuah rapat rutin. Namun, pertemuan para manajer departemen itu benar-benar membosankan. Shen Manting diam-diam bermain dengan ponselnya di bawah meja. Tiba-tiba, dia menerima sebuah MMS 1 yang berasal dari Pemred Zhou. Apa yang dikirimnya bukanlah sebuah foto, tapi sebuah video pendek. Gambar awalnya terlihat gelap. Terlampir sebuah pesan di MMS itu: Saya mohon, Nona Shen. Saya tidak ingin kehilangan pekerjaan saya, jadi pastikan untuk melihat video ini, dan kemudian Anda pasti akan berubah pikiran. Anda akan menyesal jika tidak membukanya! Multimedia Messaging Service (MMS) adalah sebuah standar layanan pesan telepon yang memungkinkan untuk mengirim pesan yang mengandung objek multimedia, seperti gambar, audio, video, dan rich text. Chapter 918 - Bagaimana Aku Bisa Menunjukkan Wajahku Di Sana Lagi? Shen Manting memandang pesan itu dengan pandangan mencemooh, karena dirinya mengetahui bahwa kata-kata itu adalah sebuah tipu muslihat. Akan tetapi, dirinya tertarik dengan tipu muslihat tersebut. Dia mengetuk tombol unduh, tetapi sebelum mengeklik tombol untuk memutar video, video itu secara otomatis mulai. Shen Manting terkejut dan cepat-cepat berusaha mematikan videonya. Namun, wanita itu tidak bisa mengendalikan video tersebut. Volume suaranya bertambah keras dengan sendirinya, seolah-olah ponsel itu terkena sebuah virus. Itu sepenuhnya di luar kendali Shen Manting. Suara keras itu jelas terdengar sebagai suara orang-orang yang sedang berhubungan seks, dan membuat semua orang tersipu malu. Dalam sekejap mata, semua pandangan mata tertuju pada Shen Manting. Wajah Shen Manting memerah, dan dia dengan cepat berusaha mematikan ponselnya. Suara seorang wanita terus menjerit dari ponsel itu, "Ah ¡­ um ¡­ Ayah, jangan, ah ¡­" Suara itu sangatlah keras, dan terdengar sangat jelas di ruang rapat departemen yang hening tersebut. Ketika mereka melihat Shen Manting, ekspresi wajah semua orang menjadi kaku. Shen Manting rasanya ingin mati saja. Dia mencolokkan satu set penyuara kuping 1 , tapi tindakan itu tidak berguna. Tidak hanya volume suara ponselnya yang menolak untuk dipelankan, tetapi bahkan tombol yang digunakan wanita itu untuk mematikan ponselnya juga tidak berfungsi. "Shen Manting, apa-apaan ini! Tidakkah Anda mengetahui bahwa ini waktunya rapat!" Manajer departemen itu terlihat sangat murka. Dia menggebrak meja dan berkata, "Anda benar-benar menonton video semacam itu selama jam kerja! Tidakkah Anda merasa malu sebagai seorang wanita?" Sang manajer departemen merasa tidak puas dengan Shen Manting sejak awal. Karena hubungan Shen Manting dengan Ou Ming, ketika wanita itu bergabung dengan perusahaan ini, posisi Shen Manting di departemen itu berada di urutan kedua setelah jabatannya. Berapa tahun orang lain harus bekerja untuk mendapatkan posisi itu, tetapi Shen Manting adalah tunangan sang presiden! ''Tapi sekarang, akhirnya, ada sebuah kesempatan untuk memanfaatkan beberapa alasan ini untuk menghadapi Shen Manting. Bagaimana aku bisa tidak memanfaatkan hal ini?'' "Anda adalah seorang wanita yang tak tahu malu, bahkan jika Anda adalah tunangan sang presiden. Cih!" "Ini bukan saya ¡­." Shen Manting rasanya ingin mati saja ketika mendengarkan atasannya yang berteriak-teriak. Wajah wanita itu pucat pasi. "Saya tidak bermaksud melakukan itu." "Bukan Anda? Keluarkan ponsel Anda!" Sang manajer departemen mengulurkan tangannya. "Cepat!" Shen Manting mengeluarkan ponselnya, dan suara erangan yang penuh gairah itu terdengar semakin keras. Bagaimanapun juga, Shen Manting tidak bisa mematikannya, dan ketika wanita itu mengeluarkan ponsel tersebut dari sakunya, gambar di layar ponsel itu juga menjadi dapat terlihat oleh semua orang. Gambar itu sangat ¡­ tidak senonoh! Manajer itu murka dan bertanya, "Apakah Anda senafsu itu?" "Anda lihat, saya tidak bisa mematikannya, dan saya baru saja menerima sebuah video, jadi pastilah ada seseorang yang dengan sengaja mengirimkannya untuk menjebak saya!" Wajah Shen Manting merah padam, dan dia berteriak. Sang manajer departemen hanya menekan ponsel tersebut secara acak, dan video itu mati. Shen Manting terkejut. Wanita itu tidak dapat memercayainya, dan berkata, "Bagaimana mungkin ¡­" "Apa lagi yang ingin Anda katakan? Saya akan memberitahukan pada pihak atasan untuk menegur Anda. Tulis sebuah ulasan dan berikan pada saya sebelum besok!" kata sang manajer dengan serius, melemparkan ponsel tersebut kembali kepada wanita itu. Shen Manting menangkap ponselnya dan mendapat kejutan yang tidak menyenangkan. Dengan sebuah klik, video itu mulai dimainkan lagi, dan suara seksual itu terdengar sangatlah keras. Supervisor departemen itu meraung, "Keluar, keluar dari sini!" Rekan-rekan kerja di sekitar wanita itu mencibir, dan Shen Manting hampir menangis. Dirinya ingin mematikan video, tetapi dia tidak bisa melakukannya. Shen Manting langsung membuka tutup gelas di depannya dan melemparkan ponsel itu ke dalam gelas. Ponsel tersebut terendam air, dan setelah beberapa kali berkedip, tidak terdengar suara apa pun. Shen Manting melangkah keluar, dan amarah mulai menjalar naik di dadanya. ''Zhou, tamat riwayatmu!'' ''Kau menjebakku dengan sedemikian rupa mengerikannya? Bagaimana aku bisa menunjukkan wajahku di departemen itu di masa yang akan datang?'' Earbuds Chapter 919 - Memantau Shen Manting Pemred Zhou menyerahkan ponselnya pada Yu Lili, tetapi dia tidak melihat apa yang Yu Lili lakukan. Semua yang Pemred Zhou ketahui adalah bahwa Yu Lili telah membantunya tetap bekerja di Komik Eurasia, jadi wanita itu merasa berterima kasih kepada Yu Lili. Yu Lili memasang virus dan setelah mengeluarkan nomor ponsel Shen Manting dari dalam daftar nomor ponsel yang diblokir, dirinya merasa gembira. Shen Manting mengetahui bahwa dirinya telah dijebak oleh Pemred Zhou, tetapi Shen Manting tidak akan mencoba membuat Yu Lili berada dalam masalah. Ibaratnya Yu Lili baru saja membunuh dengan sebuah pisau pinjaman, jadi tangannya tidak terkena noda darah. Yu Lili sedang berada dalam suasana hati yang baik, dan setelah memandangi bola bulu itu, dirinya tersenyum sembari memasukkannya ke dalam laci. Ponsel dikembalikan pada Pemred Zhou, Yu Lili sekarang dapat dengan mudah memantau kondisi ponsel Shen Manting melalui komputer. Sungguh sial. Wow. Untuk membuat ponselnya berhenti mengeluarkan suara, Shen Manting benar-benar merusaknya. Itu kejam sekali. Tapi tidak masalah. Yu Lili masih memiliki sebuah cara lain untuk membalas Shen Manting. Yu Lili memasukkan nomor ponsel Shen Manting ke dalam sebuah program di komputernya. ''Meskipun Shen Manting menghancurkan ponsel itu, nomornya seharusnya tetap sama. Sekarang, yang perlu kulakukan adalah menunggu.'' Benar saja, sebelum malam tiba, nomor ponsel Shen Manting menjadi aktif kembali. Tapi yang jelas, wanita itu telah mengganti ponselnya. Model barunya terlihat hebat, tapi untungnya, itu bukanlah ponsel dengan sistem keamanan yang terbaik. Setelah Yu Lili mengunci nomornya, dia meretas masuk ke dalam ponsel Shen Manting. Ada beberapa buah akun aplikasi sosial yang telah terdaftar menggunakan nomor ponsel itu. Yu Lili langsung masuk ke aplikasi WeChat, dan setelah memindai buku alamatnya, dirinya berpikir sejenak, lalu menutup aplikasi itu. Dia membuka sebuah aplikasi yang ada di setiap ponsel, tetapi orang awam jarang menggunakannya. Dia memasang sebuah virus pemantau di dalam aplikasi tersebut. ''Dia mengawasiku, kan? Kalau begitu aku akan membiarkan wanita itu merasakan akibatnya!'' Tetapi pemantauan itu ternyata sedikit membosankan, sepulang kerja, Shen Manting sepertinya hanya makan atau tidur saja. Tidak ada yang perlu didengarkan. Kecuali ketika Shen Manting berbicara dengan teman-temannya, yang menjadikan Yu Lili mendengarkan banyak rahasia tentang Shen Manting. Yu Lili nyaris tertawa terbahak-bahak beberapa kali. Namun, apa yang didengarkannya itu tidak penting. Yu Lili menghubungi Xu Cheng dan berusaha untuk menengahi mengenai masalah Pemred Zhou. Seperti yang dapat diduga, setelah Pemred Zhou hampir dipecat, kehidupan kerja Yu Lili menjadi lebih baik. Keesokan harinya, Yu Lili menggambar halaman komiknya yang terakhir dan menyerahkannya pada Xixixi. Akan tetapi, Xixixi tidak mengetahui bahwa Yu Lili adalah Li Xiaoyu. Ketika Xixixi melihat naskah itu, dia sangat terkejut ketika melihat gaya menggambar dan dasar-dasar alur ceritanya. [Xixixi]: Anda yang menggambar semua ini sendiri? Desain orisinal Anda sendiri? [YuuuuuLi]: Ya. Yu Lili menggunakan kisah hidupnya sendiri sebagai prototipe untuk menggambarkan seorang anak yatim yang tersesat dan kemudian bertemu dengan sang presiden yang suka memerintah. Akan tetapi, komik akan tetap menjadi komik. Yu Lili telah mengembangkan detail-detail dan faktanya sebanyak mungkin. Episode pertama adalah pertemuan antara sang tokoh utama pria dan wanita, dan judul komiknya adalah "Transaksi Cinta" Sang tokoh utama pria bernama Xie Ou, dan sang protagonis wanita bernama Li Xiaoyu. Judul episode pertama adalah "Transaksi Kotor." Yu Lili diam-diam menyaksikan Ye Qianqian melihat-lihat komiknya. Ye Qianqian terlihat sedikit bersemangat, menepuk-nepuk pahanya, dan berseru, "Ya ampun, wanita ini pastilah membohongi kita! Tidak mungkin dia adalah seorang pemula dengan teknik seperti itu! Alur ceritanya bukanlah tren pasar saat ini, tapi kupikir pekerjaan wanita itu akan populer!" Chapter 920 - Tanggal Pernikahan Sudah Ditentukan Seruan kegembiraan Ye Qianqian dengan cepat menarik perhatian semua orang. Karena penasaran, banyak dari mereka yang berkumpul di sekitar mejanya dan bertanya, "Apa yang terjadi?" Ye Qianqian dengan cepat menutup komik itu dan berkata, "Aku yakin bahwa aku telah menemukan sebuah harta karun! Aku telah menemukan seorang kartunis hebat dengan gaya yang unik. Aku ingin menjadikan komik ini sebagai komik pendorong utama." Sembari berbicara, dia membuka jendela obrolan dengan Li Xiaoyu dan mengirim sebuah pesan. [Xixixi]: Kapan Anda bisa mengirimkan episode kedua? Karena tidak ingin ada yang melihat, Yu Lili diam-diam membuka jendela obrolan itu di mejanya dan membalas pesan Ye Qianqian. [YuuuuuLi]: Saya seorang kartunis yang sangat lambat. Saya mungkin bisa memberikannya pada Anda dalam waktu seminggu. [Xixixi]: [Emoji suka] Hasil karya Anda luar biasa! Memang benar bahwa kesabaran membuahkan hasil yang manis. Saya berencana untuk menggunakan komik Anda sebagai komik utama di situs web kami. Saya akan memberi Anda promosi terlebih dahulu, jadi saya ingin Anda mengirimkan episode kedua sesegera mungkin. Oke? [YuuuuuLi]: Tentu saja. Ye Qianqian dan Yu Lili sama-sama merasa bersemangat mengenai kesepakatan itu. Ye Qianqian berjanji untuk menangani masalah ini dengan cermat. Dia berkomunikasi dengan berbagai departemen sesegera mungkin dan mulai membuat promosi untuk komik Transaksi Cinta. Karena Komik Eurasia adalah sebuah situs web yang relatif baru, situs tersebut tidak memiliki banyak komik yang berkualitas tinggi. Ye Qianqian merasa sangat gembira saat memikirkan akan merilis sebuah komik yang begitu unik. Wanita itu hampir tidak bisa menahan kegembiraannya! Segera setelah komik itu dirilis, forum-forum situs web pun menjadi heboh. Departemen teknis pun terkejut menemukan fakta tersebut, dalam waktu kurang dari 24 jam, volume unduhan komik Transaksi Kotor itu puluhan ribu lebih banyak dari biasanya! Ketika mereka membuat pengumuman tersebut, semua orang di kantor bersorak-sorai. Yu Lili sangat luar biasa gembira! Dirinya tidak dapat memercayai tentang betapa banyaknya orang yang menikmati komiknya. Tiga hari setelah perilisan episode Transaksi Kotor, Ye Qianqian mengirim sebuah pesan pada Yu Lili. [Xixixi]: Transaksi Cinta lebih baik dari yang saya bayangkan. Ini luar biasa! [YuuuuuLi]: LOL, terima kasih! [Xixixi]: Perusahaan kami ingin mengirimkan sebuah hadiah untuk Anda. Apa yang Anda inginkan? [YuuuuuLi]: Tablet grafis! Milik saya adalah tablet grafis seken, jadi kadang-kadang mati sendiri dan sulit digunakan untuk menggambar. Apakah Anda pikir mereka akan mengirimkannya pada saya? [Xixixi]: Tentu saja! Berikan alamat Anda ke saya. Yu Lili langsung mengirimkan alamatnya. Ketika Ye Qianqian melihatnya, dia terkejut dan berkata, "Hei, aku baru tahu bahwa kartunis Transaksi Cinta tinggal di Kotaraja. Alamatnya dekat! Hanya setengah jam dari sini. Ya ampun, dia tinggal di salah satu kawasan termewah di kota! Rumah-rumah di sana sangatlah mahal!" Yu Lili berpura-pura tidak mendengarnya. Dia menundukkan kepalanya dan melanjutkan meninjau kontrak di hadapannya kembali. Shan Yu sedang berjalan melewati meja Yu Lili ketika sebuah jendela obrolan yang sedang terbuka di komputer Yu Lili itu menarik perhatiannya. Dia melihat bahwa itu adalah sebuah obrolan dengan Xixixi dan Yu Lili telah mengirimkan sebuah alamat padanya. Sebelum Shan Yu melihat yang lainnya, Yu Lili menutup jendela obrolan tersebut. Dia membalikkan badan dan menatap Shan Yu dengan curiga, tetapi Shan Yu tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya tersenyum pada Yu Lili dan berjalan menjauh, sambil menyeruput kopinya. Shan Yu merasa penasaran, jadi dia melirik ke arah komputer Ye Qianqian. Yang membuat dirinya kecewa, Ye Qianqian sudah menutup jendela obrolannya. Namun, wanita itu tidak dapat menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang rahasia sedang terjadi. Apa hubungan antara Yu Lili dan Ye Qianqian? ¡­. Haid Yu Lili selalu datang dengan sangat tiba-tiba, tetapi berlangsung selama berhari-hari. Enam hari setelah dirinya mulai haid, Yu Lili merasa lega bahwa jejak yang melekat itu akhirnya hilang. Yu Lili membuat secangkir teh susu untuk dirinya sendiri dan duduk untuk melihat komiknya. Dia melihat-lihat untuk waktu yang lama sebelum akhirnya mulai merasa bosan. Yu Lili berpikir dirinya akan bersenang-senang, jadi dia mengambil ponselnya dan menggunakan aplikasi rahasia untuk meretas ponsel Shen Manting. Shen Manting sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Merasa penasaran, Yu Lili menyalakan pengeras suara untuk mendengarkan sambil menyeruput teh susu. Yu Lili menyadari bahwa Shen Manting sedang berbicara dengan ibu Ou Ming dan mereka sudah mendekati akhir pembicaraan mereka. Shen Manting sepertinya sedang berada dalam suasana hati yang baik. Dia terdengar bersemangat ketika berkata, "Sekarang tanggal pernikahan sudah ditentukan, kita bisa menunggu sampai kita siap untuk memberi tahu Ou Ming. Namun, aku khawatir cuaca akan terlalu dingin pada tanggal 23 Desember." Chapter 921 - Transaksi Cinta "Bagaimana mungkin? Desain gaun pengantin saat ini akan membuatmu tetap hangat, jadi yang perlu kau lakukan hanyalah menjadi pengantin dengan damai." ¡­. Pikiran Yu Lili menjadi hampa. Tanggal pernikahannya telah ditentukan. 23 Desember? Bukankah itu sebentar lagi? Sekarang sudah akhir November. Bagaimana pernikahan itu dapat dilaksanakan dengan begitu tiba-tiba? ''Aku tidak pernah mempersiapkan diri untuk hal ini. Dan juga, bukankah Ou Ming mengatakan bahwa dia akan menikahiku, dan bahwa dia tidak menyukai Shen Manting? Dia sudah mengatakan hal itu, bukan?'' ''Kenapa dia melakukan hal ini? Kenapa dia tidak memberitahuku secara langsung?'' ''Apakah Ou Ming mengencani dua orang wanita?'' Suasana hati Yu Lili tiba-tiba menjadi buruk. Dia melihat jam, sekarang sudah pukul delapan malam. Namun, Ou Ming belum kembali ke rumah. Dia menghubungi pria itu, dan Ou Ming sepertinya sedang sangat sibuk karena dirinya dapat mendengar banyak orang yang berbicara dalam bahasa Inggris di latar belakang suara pria itu. "Halo?" "Ou Ming, apakah kau sedang dalam perjalanan pulang?" "Aku masih sibuk, jadi aku akan pulang terlambat. Kau bisa tidur lebih awal." "Oke." Yu Lili langsung menutup teleponnya, menghela napas, dan mengirimkan komik yang sudah selesai pada Xixixi. Dia pergi tidur lebih awal. Ketika Ou Ming kembali, hari sudah di tengah malam. Yu Lili tidak ingin berbicara dengan Ou Ming pada saat itu, dan memutuskan untuk bertanya kepada pria itu tentang pernikahannya pada keesokan harinya. Tetapi ketika terbangun keesokan paginya, dirinya menemukan bahwa Ou Ming sudah pergi lagi. Selimut di sebelahnya terasa masih hangat, tetapi dirinya tidak bertemu dengan pria itu. Akan tetapi, Yu Lili masih merasa gembira karena episode kedua dari komik Transaksi Cinta sudah rilis dan banyak orang yang membaca dan membicarakannya. Karena komik tersebut, aliran jaringan Komik Eurasia telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarahnya, oleh karena itu, Ye Qianqian menjadi seorang pahlawan di perusahaan tersebut. Semua karyawan perusahaan ini pergi untuk berpesta, bernyanyi, minum-minum, dan bermain dadu. Yu Lili juga menikmati pesta itu, jadi dirinya bermain dadu dengan Ye Qianqian. Akan tetapi, Ye Qianqian tidak mampu menghadapi pengaruh minuman kerasnya sama sekali, dan dia kalah berkali-kali saat mereka bermain. Pada awalnya, Ye Qianqian meminum semua alkohol yang dibelikan orang-orang untuknya, tetapi setelah beberapa saat, wanita itu tidak mampu untuk minum lagi. Yu Lili membantunya meminum beberapa gelas, dan kemudian mereka berdua terlihat mabuk. Ye Qianqian menghubungi adiknya, Ye Youyou, untuk menjemputnya, tetapi adiknya itu tidak muncul. Ye Qianqian merasa sangat kesal sehingga dia menghubungi Ye Youyou kembali, tetapi adiknya tidak menjawab teleponnya. Untungnya, Yu Lili bisa menahan pengaruh alkoholnya dengan cukup baik. Setelah mengantar Ye Qianqian pulang, wanita itu juga naik taksi untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Ou Ming sedang duduk di ruang keluarga. Ketika mendapati bahwa Yu Lili sedang mabuk, pria itu mengerutkan keningnya dengan tidak puas. Mematikan komputer, Ou Ming melangkah maju dan berkata, "Bagaimana kau bisa minum sebanyak itu?" Yu Lili sudah minum-minum sedikit terlalu banyak, tapi wanita itu hanya merasa sedikit pusing. Dia melemparkan dirinya ke arah Ou Ming dan berteriak, "Ou Ming, aku pulang." Ou Ming memeluk Yu Lili dengan mantap. Begitu wanita itu mendekat padanya, Ou Ming dapat mencium bau asap dan anggur dari tubuh Yu Lili. Pria itu meringis dan bertanya lagi, "Berapa banyak yang sudah kau minum?" "Oh, tidak terlalu banyak, karena hari ini adalah sebuah hari yang bahagia. Semua orang di perusahaan kami merayakan kenyataan bahwa aliran jaringan kami sangat tinggi, dan itu semua karena komik yang kugambar, tetapi mereka tidak tahu tentang hal itu. Hei, akankah mereka juga memujiku seperti mereka memuji Ye Qianqian hari ini jika mereka tahu bahwa aku adalah Li Xiaoyu?" Yu Lili merasa sedikit pusing dan mabuk. Chapter 922 - Apa Hubungan Di Antara Kita Berdua? Ou Ming mengangkat Yu Lili. Pria itu merasa tidak berdaya dan berkata, "Ya." "Kurasa begitu, tapi aku tidak bisa memberi tahu mereka, karena jika aku melakukannya, mereka akan memandangku dengan berbeda. Lalu apa yang akan kau lakukan jika mereka semua jatuh cinta padaku?" Yu Lili memeluk leher Ou Ming dengan gembira dan tersenyum cerah. Saat wanita itu menggodanya, Ou Ming berjalan menuju kamar dengan Yu Lili di pelukannya. Yu Lili mencium pria itu karena kebiasaannya dan bertanya, "Ou Ming, katakan padaku, apa hubungan di antara kita berdua?" Orang-orang dapat menjadi berani setelah mereka meminum alkohol. Yu Lili tidak akan berani menanyakan pertanyaan itu ketika dirinya sedang sadar, tapi sekarang, dia menanyakannya secara natural. Namun, Yu Lili merasa ada sesuatu yang salah. Ou Ming menatap wanita itu dengan mata cokelat tuanya yang indah, dan pria itu menjadi sedikit malu, yang mana merupakan sesuatu yang tidak dapat Yu Lili mengerti. Menyadari perubahan dalam tatapan mata Ou Ming, Yu Lili mulai merasa gugup. Pertanyaan itu agak sensitif. Yu Lili tidak pernah mengetahui apa hubungan di antara mereka berdua. Mereka hidup bersama, tetapi mereka bukanlah suami istri. Mereka bersama-sama, tetapi pria itu tetap memiliki seorang tunangan. ''Aku akan menjadi seorang pembohong jika aku mengatakan bahwa aku tidak keberatan.'' Yu Lili sangatlah posesif. Meskipun tidak sering berbicara tentang perasaannya, wanita itu sebenarnya lebih peduli daripada orang lainnya. Tapi, terus kenapa? Yu Lili masih tidak berani membicarakan tentang perasaannya karena dirinya merasa takut. Dia takut jika Ou Ming akan berpikir bahwa dirinya sedang mencoba mengendalikan pria itu. Wanita itu berpikir bahwa Ou Ming akan berbicara dengan dirinya sama seperti dulu ketika mereka sedang berada di ibu kota. Setiap kata yang Ou Ming ucapkan pada saat itu ibarat duri yang paling tajam, dan duri itu melukai hatinya. Jadi jika pria itu melakukannya lagi, Yu Lili merasa takut bahwa dia tidak dapat mencegah dirinya sendiri untuk mencoba melarikan diri. Jadi, wanita itu sama sekali tidak mengajukan pertanyaan apa pun. Dia ingin tinggal bersama Ou Ming, bahkan jika dirinya hanya menjadi kekasih pria itu saja. Hanya bersama Ou Ming saja ¡­. Yu Lili menatap Ou Ming, tersenyum, dan berkata, "Lupakan saja. Kau tidak perlu menjawab, dan aku tahu itu." Ou Ming menurunkan matanya dan tatapan matanya menjadi lebih dalam. Dia dengan lembut meletakkan Yu Lili di tempat tidur dan menundukkan kepalanya untuk mencium wanita itu. Rasa bir masuk ke dalam mulutnya, tapi Ou Ming tidak peduli. Dia mencium Yu Lili dengan lembut dan secara berangsur-angsur bergerak turun. Tetapi dengan tangannya yang lunglai, wanita itu menekuk kakinya dan memejamkan matanya. Apakah Yu Lili benar-benar ¡­ jatuh tertidur? Ou Ming melihatnya seperti itu dan tertawa kecil. Pria itu membantu Yu Lili melepaskan jaket dan sweternya, menyelimutinya, dan dengan lembut mencium dahi wanita itu. Setelah mematikan lampu, Ou Ming berbalik dan melangkah keluar untuk melanjutkan pekerjaannya kembali. Setelah pria itu keluar dari kamar, Yu Lili tiba-tiba membuka matanya, bangun, dan mengambil pakaian untuk mandi. Butuh waktu hampir setengah jam sebelum dia selesai mandi. Ou Ming bersandar di tempat tidur, mengawasi Yu Lili keluar dari kamar mandi. Dia melambai pada wanita itu dan berkata, "Kemarilah." Yu Lili berjalan mendekat, pipinya masih terasa panas dengan rona memerah akibat minum-minum. "Apakah kau tahu siapa aku?" "Lelakiku." Yu Lili tersenyum dan bersandar, memeluk pria itu. Ou Ming mendengar kata-kata itu dan sedang berada dalam suasana hati yang baik. Lalu dia memeluk wanita itu dan bertanya, "Apakah haidmu sudah selesai?" "Hmmm ¡­." Yu Lili berpura-pura bingung dan merasa bimbang. Dia mengetahui apa yang pria itu tanyakan. ''Sudah selesai, tapi aku tidak ingin ¡­'' Setelah beberapa saat, dia menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum." Ou Ming memberi Yu Lili sebuah senyuman penuh arti dan berkata, "Pembohong. Kau tidak menggunakan benda itu sejak kemarin." Chapter 923 - Dirinya Muntah Karena Mual Ou Ming telah mengetahui kebohongannya. Yu Lili merasa sangat malu, dirinya mundur dan bertanya, "Apanya yang sudah selesai?" "Kau masih berpura-pura!" Sambil menurunkan kepalanya, Ou Ming melepas pakaian wanita itu, menggigit putingnya dengan perlahan, dan berkata, "Kau ingin dikerjai ya." Yu Lili tersipu malu ketika bibir pria itu bergerak dan berteriak, "Aku bosan denganmu!" "Hmm? Kau bosan denganku?" Gerakan Ou Ming menjadi semakin kuat, ketika pria itu mengisap lehernya dengan keras dan bertanya dengan samar, "Bagian mana dari diriku yang sudah bosan kau lihat?" Menyadari niat pria itu, Yu Lili merasa bosan. Dengan mata setengah terpejam, wanita itu berkata, "Aku mengantuk." Ou Ming berhenti, menatap Yu Lili dengan tatapan dingin, dan berkata, "Kalau begitu tidurlah." Yu Lili benar-benar memejamkan matanya dan mengabaikan Ou Ming. Namun, Ou Ming merasa sedikit tidak senang dan mulai menyentuh wanita itu kembali, tapi Yu Lili hanya memejamkan matanya dan tidak memberikan reaksi apa pun pada pria itu. "Hentikan. Aku mengantuk," kata Yu Lili dan menepuknya. Namun, tatapan mata Ou Ming menjadi semakin penuh arti. Tiba-tiba, Yu Lili membuka matanya karena Ou Ming telah mengangkat kakinya. Wanita itu berteriak, "Apa yang sedang kau lakukan?" "Ah!" Yu Lili merasa muak dan menjerit, "Itu kotor. Hentikan!" Ou Ming tidak mendengarkan wanita itu. Dia mencium tempat rahasia di antara kedua kaki Yu Lili dengan perlahan, tapi Yu Lili meronta-ronta bahkan semakin keras. Yu Lili terus menggerak-gerakkan kakinya dan berteriak, "Ou Ming, kau menjijikkan, dan aku tidak suka itu. Aku tidak suka sama sekali!" Ou Ming merasa sedikit kesal, jadi dia bergerak ke depan dan mengangkat wajah Yu Lili, menundukkan kepalanya untuk mencium wanita itu. Yu Lili bahkan merasa semakin jijik. Ou Ming baru saja mencium bagian dari dirinya itu ¡­. Bagaimana Ou Ming dapat melakukan hal itu? Perut Yu Lili bergejolak, tetapi wanita itu tidak mengetahui apakah itu karena anggur yang diminumnya atau sesuatu yang lain. Setelah mendorong pria itu, dirinya berguling sedikit. Ou Ming merasakan dirinya menjadi marah. Pria itu memegangi kaki dan wajah Yu Lili kembali kemudian bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan?" Sesuatu mengalir ke atas dari perutnya, dan karena tubuhnya sedang dipegangi oleh Ou Ming, Yu Lili tidak bisa meronta. Kemudian, wanita itu berbalik untuk muntah. Muntahan itu mengalir keluar dari pipinya dan menetes ke tangan Ou Ming. Melihat itu, wajah Ou Ming menjadi kelam. Pria itu melepaskan dirinya, dan Yu Lili hanya dapat menarik dirinya cukup jauh untuk muntah dari tepi tempat tidur. Muntahan itu berupa anggur. Ou Ming mengerutkan keningnya dan menatap Yu Lili, lalu mengenakan pakaiannya dan berjalan pergi. Brak! Pintu kamar tertutup, dan Yu Lili tiba-tiba menjadi sadar dari mabuknya. Sambil menyeka sudut mulutnya, Yu Lili bangkit berdiri dan membuka pintu kamar untuk keluar, tapi Ou Ming sudah membanting pintu apartemen. Brak! Ou Ming membanting pintu dua kali, yang membuat tubuh Yu Lili menjadi kaku. ''Dia sepertinya benar-benar marah. Apa yang harus kulakukan ¡­.'' Yu Lili mengetahui bahwa dirinya tidak muntah karena anggur yang diminumnya, tetapi karena ¡­ sentuhan Ou Ming. Di bawah pengaruh alkohol, Yu Lili tidak bisa menahan dirinya sendiri. ''Apa yang harus kulakukan ¡­ sepertinya aku sudah memicu amarahnya.'' - Ou Ming merasa dirinya sedikit malu, jadi dia tidak berani tinggal lebih lama lagi. ''Aku takut kalau aku akan marah dan mencekiknya hingga mati.'' Ou Ming menghabiskan malam di sebuah hotel, lalu bangun pagi-pagi keesokan harinya dan pulang ke apartemen. Setelah memasukkan kata sandi untuk membuka pintu, dirinya menemukan Yu Lili sedang berbaring di sofa. Chapter 924 - Pergi Menemui Psikiater Hati Ou Ming terasa sakit. Dia menghampiri, mendorong wanita itu dengan lembut, dan berkata, "Marga Yu." Yu Lili membuka matanya dengan kebingungan dan melihat wajah Ou Ming. Ketika Ou Ming dapat melihat wanita itu dengan jelas, hatinya semakin terasa sakit. Mata Yu Lili bengkak seperti kacang kenari. Ketika melihat Ou Ming, bibir wanita itu bergetar. Yu Lili melemparkan dirinya ke arah pria itu, menangis, "Maafkan aku, maaf. Aku tidak bermaksud melakukan itu ¡­." Yu Lili memeluk pinggang Ou Ming dan meletakkan kepalanya di dada pria itu, memeluknya erat-erat sembari menangis. Yu Lili merasa takut. Apa yang dirinya takutkan? Namun, secara tidak sadar, Ou Ming tidak merasa tertekan seperti malam sebelumnya. Sebaliknya, dirinya merasa sedikit rileks. Pria itu mengangkatnya. Tubuh Yu Lili terasa kaku, dan saat ditarik seperti itu, wanita itu menjerit kesakitan. Ou Ming menyentuh wajah Yu Lili dan mendapati bahwa tubuh wanita itu sangat dingin. Wajahnya menjadi muram. "Jangan bilang bahwa kau tidur di sini sepanjang malam?" "Aku ¡­" "Cepat pakai bajumu!" Raut wajah Ou Ming terlihat mengerikan. Dia mengangkat Yu Lili dan berkata, "Rapikan dirimu, aku akan membawamu ke dokter." Sembari berbicara, Ou Ming mengantar wanita itu ke kamar. Saat tubuhnya ditarik, Yu Lili berjalan terhuyung, dan tubuhnya menjadi semakin dingin. "Hari ini hari Sabtu ¡­" Sebagian besar dokter tidak akan bekerja. "Dan aku tidak mau pergi ke rumah sakit." "Kita akan pergi menemui psikiater." Ou Ming mendorong wanita itu ke dalam kamar. Lalu dia pergi ke lemari mantel untuk mencari mantel Yu Lili dan berkata, "Kita akan pergi langsung ke dokter, bukan ke rumah sakit." "Psikiater?" "Ya." Ou Ming berhenti dan tanpa sadar memikirkan apa yang dirinya lakukan ketika mereka sedang berada di Ibu kota. Merasa tertekan, pria itu berkata, "Faktor-faktor psikologis mungkin menyebabkanmu menjadi frigid. Kakak Luo Zhan adalah seorang psikiater, dan meskipun dia sedikit tidak dapat dipercaya, dia dapat diandalkan ketika keadaannya krusial." "Luo Zhan punya kakak?" Yu Lili menatap Ou Ming dengan bingung. "Ya. Ganti bajumu, dan aku akan menghubunginya." ¡­. Luo Ran baru saja kembali dari liburan musim dingin, di mana dirinya makan terlalu banyak dan sangat menikmatinya. Ketika akhirnya kembali bekerja, dirinya menjadi sangat lelah hanya dalam dua hari. Dia sedang tidur di kamarnya ketika Luo Zhan membangunkannya. Dia hampir menampar adik kembarnya itu. Luo Zhan mengelak dengan mudahnya, sambil tersenyum. "Kakak, kau punya pekerjaan, dan ini pekerjaan pribadi. Apakah kau ingat Ou Ming?" Ou Ming? Mendengar nama itu, Luo Ran segera turun dari tempat tidur dan bertanya, "Ou Ming?" "Ya, teman baikku, tuan muda dari Grup Ou. Dia punya banyak uang." Ketika Luo Ran perlahan-lahan bangun, dia menyalakan sebatang rokok dan berkata dengan sebuah ekspresi wajah yang aneh, "Kenapa dia datang padaku?" "Aku tidak tahu, tapi dia akan memberitahumu ketika dia sampai di sini. Lagi pula, dia akan membayar banyak untuk konsultasinya, jadi kau harus menangani kasus ini dengan hati-hati." Ketika Luo Zhan menyelesaikan kata-katanya, bel pintu berdering. Mata Luo Ran terbelalak dan dia meninju Luo Zhan. "Si*al, dia datang ke sini dengan cepat. Apakah kau bercanda, Nak?" Luo Zhan menghindar lagi dan berkata, "Aku akan membuka pintunya!" Yu Lili masuk ke dalam bersama Ou Ming. Luo Zhan memperhatikan bahwa mata wanita itu bengkak seperti kacang kenari. Sambil menggelengkan kepalanya dan membukakan pintu, pria itu membiarkan mereka masuk dan berteriak, "Kak, mereka ada di sini." Luo Ran, "¡­." Luo Ran baru saja bangun tidur, dan ketika mendengar bahwa ada seorang wanita cantik, dia berpakaian dengan cermat. Butuh waktu sekitar sepuluh menit baginya untuk keluar. Chapter 925 - Luo Ran Adalah Seorang Psikiater Ketika Yu Lili melihat Luo Ran, wanita itu terkejut. Pada saat yang bersamaan, dia menoleh untuk melihat Luo Zhan dan berseru, "Kembar?" "Ya, ya." Luo Zhan menyentuh hidungnya sambil mengencangkan celana longgar kasualnya. Kemudian pria itu memandang Luo Ran dengan jaket kulitnya yang keren dan pas badan, mengangguk dan menjawab, "Kita anak kembar." Yu Lili terdiam. Mereka berdua sama sekali berbeda! "Apa yang salah denganmu?" Luo Ran menatap Yu Lili dengan sebuah senyuman nakal. "Ada masalah dengan tubuhmu?" Yu Lili memandang Luo Ran, lalu melirik Luo Zhan dan berbisik, "Aku sepertinya ¡­ frigid." Mendengar apa yang dikatakan wanita itu, Luo Ran terlihat sedikit terkejut dan menatap Ou Ming, menaikkan alisnya dan bertanya, "Frigid?" Ou Ming mengangguk. "Hei." Luo Ran berjalan masuk dan berkata pada Yu Lili, "Ikutlah denganku." Pria itu membawa Yu Lili ke dalam sebuah ruangan yang kosong. Dindingnya dicat putih, dan hanya ada dua buah bangku dan sebuah meja. Luo Ran duduk di belakang meja, menunjuk ke arah bangku di depan meja, dan berkata, "Duduklah." Yu Lili duduk dan menatap pria itu. Luo Ran dengan cepat menjadi serius dan berkata, "Aku akan menanyakan beberapa pertanyaan kepadamu, dan kau harus menjawabku secepat mungkin. Jangan malu-malu dan jawab pertanyaanku dengan sebenarnya." "Baiklah." "Siapa namamu?" Luo Ran mulai berbicara sedikit lebih cepat. Yu Lili tanpa sadar menyamai kecepatan bicara pria itu dan cepat-cepat berkata, "Yu Lili." "Berapa umurmu?" "Dua puluh empat tahun." "Apa pekerjaanmu?" "Asisten editor. Aku juga menggambar komik." "Sudah berapa lama kau bekerja?" "Setengah bulan lebih." "Apa kau bahagia?" "Ngggg ¡­." Luo Ran menatap Yu Lili, berbicara lebih cepat, dan bertanya, "Kapan kau pertama kali aktif secara seksual?" Yu Lili tertegun dan berkata, "Pada ulang tahunku yang ke-18." "Apakah dengan pria yang sedang bersamamu saat ini?" "Ya." "Apakah kau frigid?" "Ya." "Kapan itu mulai?" "Aku tidak tahu." "Kapan kau mengetahuinya?" "Bulan lalu." "Apakah kau berhubungan seks setelah menemukan masalahmu?" "Ya ¡­." "Berapa kali?" Yu Lili memikirkannya sejenak dan berkata, "Tiga ¡­ atau empat kali?" "Tentukan." "Empat kali." "Apakah kau orgasme?" "Aku orgasme sekali ¡­." "Hanya sekali?" "Ya." "Apakah kau merasa tidak enak ketika melakukannya?" "Ya." "Apakah kau merasa muak?" "Um." "Kenapa? Apa alasannya?" Kenapa? Yu Lili menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak tahu." "Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Ada sebab dan akibat untuk semuanya." Luo Ran sedang memegang jam pasir di tangannya. Dia dengan cepat membalikkannya dan dengan santai bertanya, "Kau bisa memikirkannya kembali. Kenapa kau merasa muak?" Yu Lili mencoba mengingat-ingatnya, tetapi tidak ada petunjuk sama sekali. Alasannya ¡­. "Tidak tahu?" Luo Ran bertanya pada Yu Lili. Pria itu meletakkan jam pasirnya dan mengeluarkan sebuah arloji saku seperti seorang pesulap yang sedang melakukan trik. Setelah penutup arloji saku itu terbuka, Luo Ran memandang wanita itu dan bertanya, "Kapan terakhir kali kau orgasme, selain waktu sebelumnya itu?" Yu Lili telah mengasosiasikan 1 Luo Ran dengan Luo Zhan, tetapi ketika melihat tatapan serius Luo Ran, wanita itu langsung teringat bahwa orang ini bukanlah Luo Zhan. Luo Zhan tidak akan bersikap seserius atau setenang ini. Menghubungkan sesuatu pada orang atau barang lain. Chapter 926 - Tidakkah Kau Ingin Bersama Dengan Pria Lain? Mendengar apa yang Luo Ran tanyakan, Yu Lili menjawab dengan jujur, "Itu sekitar empat tahun yang lalu, karena Ou Ming dan aku berpisah selama empat tahun." "Kau tidak punya kekasih selama empat tahun itu?" "Tidak." "Tidakkah kau merasa sedikit rugi? Kau hanya mempunyai satu orang pria," kata Luo Ran sambil tersenyum nakal. Yu Lili menatap Luo Ran dan bertanya, "Kenapa bisa rugi? Bukankah rugi jika aku pergi keluar dan tidur dengan siapa saja?" Saat mendengar jawaban seperti itu, Luo Ran tersenyum dan bertanya, "Tidakkah kau ingin bersama dengan pria lain?" "Kakak, jangan mencoba untuk merayu. Bersikaplah profesional, oke?" Suara Luo Zhan terdengar ke dalam dengan sebuah nada peringatan. Jelas terlihat, Ou Ming telah mengancam Luo Zhan untuk memperingatkan Luo Ran. Yu Lili mendengarnya dan mendengus. Luo Ran berhenti merayu dan berkata, "Sejujurnya, meskipun aku mengambil jurusan psikologi, aku bukanlah ahli di bidang ini. Namun, aku punya teman sekelas yang baru saja datang dari Ibu Kota, jadi bagaimana menurutmu jika aku meminta temanku itu untuk membantumu?" "Teman?" Yu Lili mengerjapkan matanya dan mengangguk. Luo Ran mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang disebut temannya tersebut. "Lao Shen, apakah kau ingin menangani sebuah kasus privat? Pasiennya sangat cantik. Oke, kalau begitu kami akan menunggumu datang. Kami berada di rumahku ¡­ um, um, ya, kalau begitu aku akan menunggumu, ya, sampai jumpa." Ketika melihat gerak-gerik di dalam, Ou Ming memiliki sejumlah keraguan yang kuat tentang keahlian medis Luo Ran. Dia memandang Luo Zhan dan bertanya, "Apakah kakakmu serius? Apakah kau yakin kakakmu profesional?" Mendengar pertanyaan Ou Ming, Luo Zhan mengangguk dengan serius dan berkata, "Kakakku adalah seorang ahli di rumah sakitnya saat ini, jadi banyak orang yang mencarinya. Tapi dia secara spesifik bagus dalam menangani autisme atau sejenisnya ¡­. Pokoknya, sepertinya tidak terlalu banyak menangani kasus yang berhubungan dengan seks." Mendengar apa yang Luo Zhan katakan, Ou Ming masih memiliki sejumlah keraguan. Luo Zhan mengangkat bahunya dan berkata, "Jangan khawatir. Jika kakakku mengatakan itu tidak masalah, itu pastilah bukan hal yang perlu dikhawatirkan." Ou Ming melihat ke dalam dengan curiga, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu. Lalu berkata, "Aku harap begitu." Sekitar lima belas menit kemudian, bel pintu berdering. Begitu mendengarnya, Luo Zhan mengetahui bahwa sang ahli pastilah sudah datang. Dia bergegas untuk membukakan pintu, dan melihat seorang pria mengenakan jas merah muda di depan pintu. Ketika sang ahli itu melihat Luo Zhan, pria itu tersenyum dengan cerahnya dan berkata, "Hei, teman sekelas, senang bertemu denganmu!" Antusiasme pria itu sedikit berlebihan, dan Luo Zhan dengan cepat melambaikan tangannya. Namun, sebelum dapat mengatakan apa pun, Luo Zhan mendengar sang ahli itu berkata, "Namun, seleramu semakin buruk. Ini yang kau kenakan di rumah?" Luo Zhan, "¡­." Benar-benar sebuah pukulan yang telak! "Itu kau?" Ou Ming berkata, suaranya terdengar terkejut. Pria berjas merah muda itu memandangi Ou Ming, dan terlihat sedikit senang. "Hei, kenapa kau di sini, kakak ipar? Apakah kau yang perlu menemui seorang psikiater? Tapi aku dengar bahwa pasiennya itu cantik?" Wajah Ou Ming terlihat masam. "Aku belum menikah dengan kakakmu, jadi jangan panggil aku seperti itu." ''Mungkin aku akan bisa mencampakkan kakakmu tak lama lagi.'' Shen Zhilie menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak benar bagimu untuk mengatakan hal itu, karena ketika ayahmu meminta bantuan pada keluarga kami, dia tidak mengatakan hal-hal seperti itu. Yang ayahmu katakan adalah bahwa kau akan menyetujui setiap persyaratannya. Jadi, akankah kau melarikan diri sekarang karena kau sudah bertunangan dengan kakakku?" "Ada apa? Kenapa kau sudah berada dalam suasana hati yang buruk?" Luo Ran melangkah keluar dari ruangan itu dengan mengenakan mantel kulitnya yang berwarna gelap. Ketika Shen Zhilie melihat Luo Ran, Shen Zhilie lupa tentang apa yang sedang dikatakannya dan langsung memandangi Luo Zhan dengan kebingungan. Chapter 927 - Etika Profesionalisme Shen Zhilie "Itu adikku." Luo Ran menguap dan berkata, "Kemarilah, pasiennya ada di dalam." Yu Lili mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan di luar ruangan, terutama ketika Shen Zhilie memanggil kakak ipar pada Ou Ming. Wanita itu sudah menebak siapa psikiater itu. Selanjutnya, dia mendengar suara sepatu kulit yang bukan milik Ou Ming. Jelas, sang ahli baru saja memasuki ruangan. Ketika melihat Ou Ming, Shen Zhilie sudah menduga bahwa pasiennya mungkin adalah Yu Lili. Pria itu masih sedikit terkejut. Tapi bagaimanapun juga, dia pandai memecahkan masalah seks yang berhubungan dengan psikologis. Apakah ada masalah dengan Yu Lili? Shen Zhilie berjalan mendekat dan memandang Yu Lili, menaikkan alisnya dan tertawa. Lalu berkata, "Dunia ini sempit, Nona Yu. Aku tidak pernah menyangka bahwa kita bukanlah hanya tetangga, tetapi juga merupakan teman dari teman satu sama lain. Dunia ini benar-benar sempit." Ketika berhadapan dengan Shen Zhilie, Yu Lili agak merasa bersalah. Lagi pula, dia telah menipu banyak uang dari pria itu di Ibu kota. Shen Zhilie sepertinya tidak memiliki keinginan untuk membalas dendam, tetapi bagaimana jika pria itu melakukannya? Ketika mendengar kata-kata itu, Yu Lili merasa semakin tidak nyaman dan berdiri. Dia memandang Luo Ran dan bertanya, "Apakah ini ahli yang tadi kau bicarakan?" "Ya," Luo Ran mengangguk dan berkata, "Dia kelihatannya masih muda, tapi dia seorang yang aneh. Dia memiliki master di bidang psikologi dan sedang bekerja untuk meraih gelar doktornya, benar kan?" Shen Zhilie mengangguk dan menatap Yu Lili dengan penuh minat. "Jika Nona Yu mencurigaiku, dia dapat pergi ke Universitas Jinghua di Ibu Kota untuk memeriksa informasi mengenai diriku dan memverifikasi identitasku. Ini adalah kartu namaku." Yu Lili mengambil kartu nama itu dan melihatnya. Entah Shen Zhilie sedang mengatakan yang sebenarnya, atau hanya membual ¡­. "Tapi sebelum kau memverifikasi identitasku, bisakah kau memberitahuku tentang kondisi wanita ini, Luo Ran?" Shen Zhilie bertanya, sambil memandangi Luo Ran. Sambil bermain-main dengan arloji sakunya, Luo Ran bersandar di atas meja dan menyampaikan percakapan yang baru saja dirinya lakukan dengan Yu Lili. Yu Lili selalu merasa bahwa Shen Zhilie tidak bisa diandalkan. ''Lagi pula, setiap orang yang bisa aku tipu itu tidak terlalu pintar.'' Terlebih lagi, Yu Lili yakin bahwa Shen Zhilie akan melakukan apa saja untuk mendekati seorang gadis. Selain itu, hal yang paling penting adalah Shen Zhilie adalah tetangganya dan adik Shen Manting. ''Bagaimana jika dia ingin melakukan sesuatu yang buruk? Ini akan terlalu nyaman baginya.'' Yu Lili tidak menyukai perasaan itu. Setelah memandangi Shen Zhilie dan Luo Ran, wanita itu berdiri dan berkata, "Mungkin aku bisa menunggu sampai Senin ketika rumah sakit buka untuk berbicara dengan seorang dokter. Atau aku bisa mengambil cuti sehari jika aku benar-benar membutuhkannya." Jelas terlihat, Yu Lili tidak ingin Shen Zhilie memeriksa dirinya. Hal ini membuat Luo Ran merasa sedikit malu, karena bagaimanapun juga, dia sudah memanggil Shen Zhilie. ''Bukankah sudah jelas bahwa dia tidak menghormati perasaanku?'' Namun, Shen Zhilie sepertinya tidak peduli. Dia mengangkat bahunya dan berkata, "Tidak masalah. Lagi pula, aku akan memberi kuliah di Universitas Psikologi Kotaraja hari Senin, jadi jika kau tertarik, kau bisa datang dan mendengarkannya." "Duduklah." Ou Ming berjalan masuk, menekan tubuh Yu Lili, dan berkata, "Orang ini terlihat tidak bisa diandalkan, tapi setidaknya dia memiliki etika profesionalisme yang baik, jadi dia seharusnya tidak akan macam-macam. Benar kan, Zhilie?" Mendengar apa yang Ou Ming katakan, Shen Zhilie tersenyum dan berkata, "Setelah mendengar kau mengatakan itu, bahkan jika aku bermaksud untuk melakukan sesuatu yang buruk, aku akan merasa tidak enak saat melakukannya." Chapter 928 - Lidah Yang Mabuk Mengatakan Pikiran Yang Sadar Yu Lili merasa sedikit bimbang, tetapi ketika mendongak dan melihat ekspresi wajah Ou Ming, wanita itu duduk. Shen Zhilie melihat bahwa Yu Lili akhirnya mau bekerja sama, jadi pria itu menyuruh semua orang keluar, lalu menatap Yu Lili. Yu Lili mendapati bahwa Shen Zhilie dan Luo Ran memiliki kebiasaan yang sama. Luo Ran senang bermain dengan arloji saku, sementara Shen Zhilie bermain dengan pemantik api 1 . Pria itu duduk di sana dengan cueknya, dan bahkan meletakkan kakinya di atas meja. Permukaan sepatunya menghadap ke arah Yu Lili, yang membuat wanita itu merasa sedikit tidak nyaman. ''Apakah orang ini benar-benar dapat diandalkan?'' Yu Lili berpikir dengan skeptis. Shen Zhilie bersandar di bagian belakang kursi dan bertanya, "Aku dengar bahwa setelah kau mengetahui bahwa dirimu frigid, kau pernah orgasme satu kali?" Yu Lili tidak mengetahui kenapa, tetapi ketika Luo Ran mengatakan itu, perkataan Luo Ran tidak membuat dirinya merasa tidak nyaman. Akan tetapi, apa yang dikatakan Shen Zhilie membuat Yu Lili merasa sedikit erotis dan mesum! Saat melihat ekspresi Yu Lili, Shen Zhilie mengetahui bahwa wanita itu telah salah paham terhadap dirinya. Pria itu tertawa kecil dan berkata, "Jangan menganggapku sebagai Shen Zhilie, perlakukan saja aku sebagai seorang dokter biasa. Jawab aku." Setelah memikirkan mengenai hal itu, Yu Lili mengangguk. "Iya." "Dalam situasi apa?" "Itu saat terakhir kali ketika Ou Ming mabuk ¡­." "Aduh, dia bisa berhubungan seks setelah mabuk seperti itu?" Shen Zhilie melemparkan pemantiknya dari satu tangan ke tangan yang lain, menaikkan alisnya, dan bertanya, "Dalam keadaan seperti apa? Misalnya, apa yang dia katakan atau lakukan yang membuatmu merasa nyaman?" ''Tindakan yang membuatku merasa nyaman ¡­.'' Yu Lili selalu merasa bahwa Shen Zhilie ingin mendekati dirinya. Meskipun mungkin merasa percaya diri, Yu Lili masih merasa sangat malu untuk mendiskusikan masalah ini dengan seorang pria yang bermaksud mendekatinya. Ini ¡­ sangat memalukan! Shen Zhilie terdiam dan berkata, "Oke, oke. Ayo kita coba sesuatu yang lain, oke?" Yu Lili menatap pria itu. Shen Zhilie mengambil sebuah saputangan dari saku jasnya. Itu adalah sebuah saputangan kotak-kotak yang indah dengan sedikit aroma parfum. Shen Zhilie melipat saputangan tersebut di depan Yu Lili dan berkata, "Ini adalah sebuah saputangan, dan aku akan menutup matamu dengan saputangan ini. Mulai saat ini, kau tidak akan melihatku. Karena itu, jangan merasa sungkan atau malu karena kau mengenalku Aku adalah seorang psikiater, tidak lebih." Yu Lili mengangguk. Kemudian Shen Zhilie menghampiri dan menggunakan saputangan itu untuk menutup mata Yu Lili. "Sekarang, jawab pertanyaanku. Apa yang dikatakan kekasihmu yang menyentuh hatimu, atau apa yang dia lakukan yang membuatmu merasa cukup nyaman sehingga kau orgasme?" Yu Lili dengan cepat menjawab, "Dia mengaku padaku." "Apa yang dia katakan?" "Dia berkata bahwa dia mencintaiku dan sangat mencintaiku. Itu adalah pertama kalinya dia mengatakan sesuatu seperti itu kepadaku. Dan juga, dia mabuk pada saat itu, jadi itu pastilah benar." "Apakah kau percaya bahwa lidah yang mabuk mengatakan pikiran yang sadar?" "Aku percaya." "Lalu kenapa kau datang untuk menemui seorang psikiater sekarang? Apakah kau tidak bisa bercinta setelah waktu itu?" Yu Lili terdiam beberapa saat kemudian berkata, "Setelah waktu itu, aku haid, jadi kami tidak bercinta selama beberapa hari. Namun, tadi malam ¡­ kami mengadakan sebuah pesta di perusahaan kami, dan aku minum beberapa gelas anggur. Setelah pulang dan mandi, dia ingin ¡­ tapi aku malah muntah." "Apakah kau mabuk tadi malam?" "Tidak. Aku tidak mungkin mabuk setelah minum anggur sesedikit itu." Alat untuk membuat api, korek api gas. Chapter 929 - Yu Lili Dihipnotis "Apakah kau membenci perasaan dan tekanan di dalam hatimu?" "Ya." "Kenapa?" Shen Zhilie bertanya. Yu Lili terdiam dan tidak menjawab. Shen Zhilie berkata, "Segala sesuatu memiliki sebab dan akibat. Kau telah bersamanya selama bertahun-tahun. Jadi, jika kau benar-benar membencinya, kau tidak akan bersamanya, bukan?" Yu Lili masih tidak mengatakan apa-apa. Shen Zhilie berjalan dengan perlahan di belakang wanita itu dan bertanya dengan lembut, "Apakah kau mencintainya?" "Ya." Yu Lili menjawab tanpa keraguan. Ketika mendengar apa yang dikatakan wanita itu ketika sedang berdiri di luar, Ou Ming merasa senang dan sesuatu dalam benaknya menjadi rileks. ''Yu Lili mencintaiku.'' "Tapi kenapa kau membencinya?" Shen Zhilie melepaskan saputangan yang menutupi wajah wanita itu dan duduk di tepi meja, memandangi Yu Lili dan berkata, "Kau tidak menyukai sentuhannya, dan seharusnya tidak ada alasan untuk itu. Kenapa begitu?" Alasannya ¡­. ''Karena sehari sebelum kemarin malam, aku mendengar bahwa tanggal pernikahannya telah ditentukan? Tapi bolehkah aku mengatakan itu? Memberi tahu mereka bahwa aku memasang virus pengintai di ponsel Shen Manting?'' ''Oleh karena itu, aku mengetahui segalanya. Bisakah aku mengatakan itu?'' ''Tentu saja aku tidak bisa.'' Yu Lili membuka mulutnya tetapi tetap tidak mengatakan sepatah kata pun. Shen Zhilie menyadari keraguan wanita itu. Kemudian pria itu berdiri tegak, berjalan ke belakang meja, dan berkata, "Tidak masalah, karena semua orang punya rahasia. Tidak masalah jika kau tidak memberitahuku." Selama percakapan berlangsung, Shen Zhilie menjentikkan pemantik di tangannya. Dengan segera, sebuah lidah api biru melompat keluar. Yu Lili menatap pemantik itu dan dibutakan oleh nyala api biru tersebut. ''Benar-benar api yang sangat indah! Ini adalah pertama kalinya aku melihat sebuah lidah api biru.'' Shen Zhilie mengayunkan pemantik di tangannya dan berkata sambil tersenyum, "Dengan tipuan anggurmu, kau telah menipuku untuk mengeluarkan uang di Ibu kota, tapi aku tidak menyalahkanmu, bukan?" Yu Lili merasa bersalah, jadi dirinya sedikit terbatuk. Namun matanya mau tidak mau mengikuti gerakan pemantik di tangan Shen Zhilie. Api biru tersebut melompat di ujung jari pria itu. Saat pemantiknya bergerak, benda itu sepertinya menerangi udara di sekitarnya. Apinya cantik dan memesona. Sangat indah! Mata Shen Zhilie sepertinya sedang memancarkan api biru yang sama membingungkannya, dan dia memandangi wanita itu dan tersenyum. Namun, yang dapat dilihat oleh Yu Lili hanyalah pemantik yang sedang bergerak-gerak dengan perlahan di tangan pria itu saja. Kemudian dia mendengar Shen Zhilie bertanya, "Apakah kau menyukainya?" Sambil memandangi lidah api biru itu dengan ekspresi wajah yang hampa, Yu Lili mengangguk dan menjawab, "Ya." "Ini. Ayo, ambillah." Shen Zhilie melemparkan pemantik itu. Ketika Yu Lili menyadari bahwa pemantik tersebut telah dilemparkan ke arahnya, dirinya tanpa sadar mengulurkan tangannya untuk menangkap benda itu. ''Cantiknya.'' ''Terlebih lagi, api ini tidak terasa panas sama sekali.'' Shen Zhilie berjalan mendekat dan bertanya dengan suara yang menawan, "Kau bisa menyentuh apinya tanpa rasa sakit, bukan?" "Ya." "Apinya dingin, kan?" "Ya." Yu Lili menatap kosong ke arah lidah api biru yang melompat di depannya, dan dirinya terbuai. Luo Zhan, Luo Ran, dan Ou Ming yang berdiri di luar ruangan itu melihat Yu Lili mengangkat tangannya, tetapi wanita itu tidak memegang apa pun. Namun, wajahnya terlihat seperti sedang terpesona, yang membuat mereka merasa sedikit aneh. Rupanya, Yu Lili dihipnotis. Luo Ran menyalakan sebatang rokok dan berbisik, "Bocah ini punya banyak trik. Meskipun dia masih muda, aku harus mengatakan bahwa dia lebih baik daripada aku." Chapter 930 - Orang Yang Kucintai Adalah Ou Ming Suara mereka sangatlah pelan, sehingga orang-orang di luar ruangan itu tidak dapat mendengar pembicaraan mereka. Sambil memegang korek api di tangannya, Shen Zhilie menatap Yu Lili dan berkata dengan suara menawan, "Dalam nyala api ini, kau dapat melihat orang yang kau cintai. Siapakah itu?" "Ou Ming." "Ya. Dia melihatmu dari dalam, tersenyum padamu, dan menghampirimu." Yu Lili tersenyum dan melihat ke depan dengan ekspresi wajah yang kosong. ''Ou Ming menghampiriku.'' ''Dia mengenakan jas merah anggur lurus, dan matanya yang indah sedang tersenyum. Dia berjalan ke sampingku dan berlutut di sampingku.'' Yu Lili tidak menyadari bahwa orang yang sedang berdiri di hadapannya adalah Shen Zhilie. Dia mengulurkan tangan ke orang di hadapannya dan berbisik, "Peluk aku." Ketika melihat Yu Lili seperti itu, Ou Ming merasa tidak enak. Ketika Ou Ming hendak melangkah masuk ke dalam ruangan itu, Luo Ran menghentikannya dan berkata, "Jangan khawatir, dia seorang psikiater. Mungkin kita seharusnya menunggu di luar." Luo Zhan juga merasa setuju, karena ketika melihat Ou Ming, Luo Zhan benar-benar merasa takut bahwa Ou Ming akan tiba-tiba menerobos masuk ke dalam. Oleh karena itu, Luo Zhan berkata, "Ya, Ou Ming, ayo kita tunggu di luar. Jika kau tiba-tiba menerobos masuk ke sana selama proses hipnosis 1 dan melakukan sesuatu, kekasihmu mungkin menjadi gila." Menjadi gila itu sebenarnya berlebihan, tapi Ou Ming tidak bisa menyebabkan masalah bagi Yu Lili. Setelah memperhatikan sebentar, Ou Ming mengangguk dan mengikuti mereka keluar. Ketika Shen Zhilie menyadari bahwa mereka telah pergi, dirinya menjadi lebih terbuka. Dia mengulurkan tangannya pada Yu Lili dan berkata, "Aku adalah Ou Ming." "Ya, Ou Ming." Yu Lili memeluk pinggang Shen Zhilie dan mendongak menatap pria itu. "Apa yang paling kau takutkan dari apa yang aku lakukan padamu?" Shen Zhilie bertanya. Telapak tangannya dengan lembut membelai wajah Yu Lili. Wanita itu tiba-tiba merengut, dan matanya memerah. Lalu berkata, "Memarahiku." "Apa yang telah aku katakan padamu?" "Kau memanggilku pel*cur ¡­ memanggilku wanita yang menjual tubuhnya, aku ¡­." kata wanita itu sambil berurai air mata dan memeluk pinggang Shen Zhilie. Namun, Yu Lili tiba-tiba mendongak dan mendorong pria itu menjauh. Ekspresi wajah Shen Zhilie segera berubah. Pria itu mundur dua langkah dan mencoba berkata, "Pel*cur, mau menjual dirimu sendiri lagi?" Wajah yang semula terlihat samar-samar di depan Yu Lili tiba-tiba menjadi jelas kembali. ''Itu dia, itu Ou Ming!'' Saat mendengar apa yang dikatakan pria itu, Yu Lili merasa bahwa dirinya diperlakukan dengan sangat buruk. Setelah itu, dia berteriak, "Aku tidak melakukan itu. Aku tidak melakukannya!" "Apakah kau sedang kesakitan? Apa yang telah kulakukan yang membuatmu merasa paling menyakitkan? Apa itu? Apakah kau ingat?" Shen Zhilie bertanya, menatap wanita itu. "Hal-hal yang aku lakukan dulu itu menyakitimu. Apakah kau ingat?" Yu Lili merasakan kekacauan di dalam benaknya, dan dirinya merasakan sakit kepala. Shen Zhilie memperhatikan perubahan wanita itu dan melanjutkan bertanya, "Aku melakukan sesuatu yang menyebabkan kau sakit dan menderita. Apakah itu?" Yu Lili mengerutkan keningnya dan sakit kepalanya semakin menjadi-jadi. Dia menggelengkan kepalanya dan berteriak, "Aku tidak tahu, aku tidak tahu!" "Kau mengetahuinya, tapi kau tidak mau mengingatnya. Kau sengaja melupakan apa yang telah terjadi karena kau ingin tetap bersamanya, jadi kau secara selektif menghilangkan ingatan tentang saat yang menyakitkan itu." Ingatan itu adalah kunci terpenting bagi kesehatan psikologis Yu Lili. Shen Zhilie yakin bahwa Yu Lili benar-benar kehilangan sepenggal ingatannya. Ingatan itu menimbulkan rasa sakit pada wanita itu. Namun, apakah itu? Kepala Yu Lili terasa seperti sedang dilindas oleh sebuah truk besar. ''Apakah ada hal seperti itu? Aku lupa, lupa ¡­.'' Keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali. Chapter 931 - Yu Lili Telah Melupakan Sepenggal Ingatannya "Sakit kepala ini membuatku gila," Yu Lili mengeluh. Dia berhenti menangis, dan suasana hatinya menjadi jauh lebih tenang daripada beberapa menit yang lalu. Dia duduk di kursi sambil memegangi kepalanya dan memandang ke depan dengan kecewa. Shen Zhilie menatap Yu Lili dengan penuh simpati dan hendak mengatakan sesuatu ketika dirinya melihat rasa kesakitan dalam mata wanita itu. Yu Lili menundukkan kepalanya dan berkata, "Sakit kepala ini membuatku gila." "Cobalah untuk tidak memikirkan sakit kepalanya. Tidurlah. Sekarang, pejamkan matamu dan tidurlah dengan nyenyak." Shen Zhilie membungkuk dan berbisik, "Sekarang tidurlah." Yu Lili merasakan kelopak matanya semakin berat. Dia dengan cepat memejamkan matanya dan jatuh tertidur. Shen Zhilie membungkuk, menggendong wanita itu, dan kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut. Luo Ran, Luo Zhan, dan Ou Ming sedang menunggu di luar. Ketika Ou Ming melihat Shen Zhilie sedang menggendong Yu Lili yang tidak sadarkan diri, Ou Ming langsung menjadi marah. Dia mencoba menenangkan wajahnya dan menghampiri mereka berdua. Ou Ming mengulurkan tangannya dan mendekap Yu Lili ke dalam pelukannya. Shen Zhilie memandangi Ou Ming dan bertanya dengan nada bicara yang agak rumit, "Apakah kau sudah lupa bahwa kau memiliki kontrak pernikahan dengan kakakku." Ou Ming memeluk Yu Lili erat-erat, berkata dengan raut wajah yang tidak ramah, "Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu." "Ya, Nona Yu adalah pasienku sekarang. Bagaimana bisa aku tidak mengkhawatirkannya?" Shen Zhilie membalas. Dia melirik ke arah Yu Lili dan berbicara kepada pria yang satunya lagi, "Luo Ran, apakah kau punya kamar di mana Nona Yu dapat beristirahat? Aku perlu berbicara dengan calon kakak iparku tentang kondisi pasienku." "Tidak perlu," kata Ou Ming dengan wajah jengkel. "Jika kau punya sesuatu untuk dikatakan, maka katakanlah. Aku akan membawa Yu Lili pulang." Shen Zhilie berusaha tetap tenang dan berkata, "Tentu saja." Kedua pria itu saling menatap dengan ekspresi wajah penuh kebencian, masing-masing tidak menyukai satu sama lainnya. Seolah-olah ada kepulan asap di antara mereka berdua. Tercium bau mesiu yang tidak dapat dijelaskan, kedua bersaudara Luo Zhan dan Luo Ran merasa malu dan tidak mengatakan apa-apa. Ou Ming berjalan keluar sambil menggendong Yu Lili dan Shen Zhilie mengikuti mereka. Ketika mereka kembali ke apartemen, Ou Ming membawa Yu Lili ke kamar dan membaringkannya dengan lembut di tempat tidur. Ketika sedang sendirian di dapur, Shen Zhilie mengambil sebotol Coke tanpa basa-basi dari kulkas. Ketika Shen Zhilie melihat Ou Ming berjalan keluar dari kamar tidur, dia mengangkat botol di tangannya dan berkata, "Apakah kau keberatan jika aku mengambil ini?" Ou Ming melirik pria itu dengan sembunyi-sembunyi dan duduk di sofa. "Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" "Yu Lili telah melupakan sepenggal ingatannya," kata Shen Zhilie tanpa ampun. Ou Ming terkejut. Dia memandang Shen Zhilie dengan penuh rasa ingin tahu dan bertanya, "Bagaimana kau tahu?" Shen Zhilie meneguk Coke-nya dan menatap Ou Ming dengan tatapan menghina di matanya. Dia mulai menjelaskan, "Aku tidak tahu ingatan tentang apa, tetapi aku yakin kau tahu." Ou Ming mengerutkan keningnya saat mendengar tuduhan itu. Dia memikirkan sebuah malam di bar itu. Pria itu tidak yakin apakah ini yang disebut "ingatan yang hilang", tetapi dirinya merasa bahwa kemungkinan besar itu merupakan ingatan dari sekitar waktu yang sama. Lagi pula, dengan kepribadian Yu Lili, Ou Ming berpikir bahwa jika wanita itu akan bersamanya lagi, itu akan membutuhkan kerja keras, tapi ¡­. Ou Ming selalu memiliki kekhawatiran di dalam hatinya, tetapi dirinya selalu mendorong kekhawatiran itu menjauh. Sepertinya kemungkinan bahwa ingatan dari masa ini bersifat signifikan. Jika ini masalahnya, Ou Ming berharap wanita itu tidak akan pernah mengingatnya lagi. Pria itu merasa takut akan apa yang mungkin terjadi jika Yu Lili mengingatnya. ''Bagaimana jika dia mengingatnya dan tidak ingin bersamaku lagi. Apa yang harus aku lakukan jika itu terjadi?'' Shen Zhilie memperhatikan bahwa Ou Ming tidak berbicara. Pria itu merasa yakin bahwa kecurigaannya itu benar - Ou Ming mengetahuinya. Shen Zhilie tersenyum pada dirinya sendiri dan melanjutkan, "Aku tidak peduli apakah kau mengatakannya atau tidak, dia bukan kekasihku. Namun, aku tidak bisa menunggumu untuk putus dengannya sebelum kau menikahi kakakku. Kakakku benar-benar menyukaimu." Ou Ming menyalakan sebatang rokok. Dia menyilangkan kakinya dan mengisap rokoknya beberapa kali sebelum berkata, "Apakah kau melakukan ini hanya karena kau tertarik tentang hubunganku dengan kakakmu?" Shen Zhilie menjadi sedikit tidak sabar dengan Ou Ming. Chapter 932 - Dasar B*jingan Nada bicara Shen Zhilie terdengar sedikit tidak sabar. Dia memandangi Ou Ming dan berkata, "Kau hanya menikah dengan orang yang kau cintai, itu sudah cukup. Kenapa kau menghabiskan waktu kakakku jika kau tidak ingin menikahinya, dan kau bahkan mempunyai seorang wanita simpanan untuk menambah cerita dramanya, seperti Romance in the Rain 1 ? Apakah kau menikmati ini?" Ou Ming mengisap rokoknya sambil bersandar ke sofa. Pikirannya sangat rumit. Qiao Ziqing adalah ibunya, Ou Ming tidak bisa membiarkan ibunya meninggal. Namun, Yu Lili adalah wanita yang sangat dicintainya. Bagaimana dirinya bisa melepaskan wanita itu? Tidak peduli siapa pun Yu Lili, Ou Ming tidak ingin menyerah. Ketika Ou Ming masih tidak berbicara, Shen Zhilie mendengus dan berkata, "Dasar b*jingan." "Jika kau tidak punya hal lain untuk dikatakan, pulanglah." Ou Ming mematikan rokoknya, dan dirinya bersikap cukup kasar saat meminta tamu yang tidak diundangnya untuk pergi. Shen Zhilie menggelengkan kepalanya dan berkata, "Apa kau marah? Kau sebaiknya menceritakan tentang ingatan yang hilang milik wanita itu sehingga aku dapat membantumu menyembuhkannya. Sebagian besar wanita menjadi frigid disebabkan oleh karena alasan psikologis. Jika kau bahkan tidak ingin memberitahuku apa penyebabnya, bagaimana aku bisa menolongmu?" "Itu bukan urusanmu. Aku akan membawa Yu Lili ke rumah sakit untuk menemui seorang dokter. Keluar." Ou Ming berdiri. Sambil menunjuk ke arah pintu, dia berkata, "Ketika kau keluar, tutup pintu di belakangmu." Shen Zhilie mencibir, kemudian berdiri dan pergi. ¡­. Yu Lili tidur seperti sebatang kayu. Saat sedang tidur, semua jenis mimpi buruk menghampiri wanita tersebut. Yu Lili sepertinya menjadi sebuah perahu kecil, ditempatkan di lautan luas. Tidak ada akhir untuk pengembaraannya, dan tidak ada akhir untuk laut yang kosong. Seekor burung camar terbang menghampiri dan bertengger di atas perahu, menghabiskan banyak waktu yang menyenangkan bersamanya. Burung itu memberitahunya banyak hal yang belum pernah dia dengar sebelumnya. Namun, burung camar itu pada dasarnya adalah seekor burung camar. Burung itu memiliki rumahnya sendiri, pasangannya sendiri, langitnya sendiri, dan lautnya sendiri. Namun, bagi Yu Lili, dirinya hanya sebuah perahu kecil dari awal hingga akhir. Sebuah perahu tanpa latar belakang dan tidak bergantung pada apa pun. Ketika Yu Lili membuka mata, wanita itu merasa matanya sakit. Dia duduk dan menggosok-gosok matanya, dan cahaya di sekelilingnya sedikit redup. Hari sudah petang. Yu Lili bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke ruang keluarga, dan tidak menemukan siapa pun di sana. Ou Ming tidak berada di rumah. Setelah Yu Lili mandi, dirinya merasa sedikit lapar, jadi dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ou Ming, tetapi ponselnya berdering untuk waktu yang lama sekali. Tidak ada yang menjawab. Jadi, Yu Lili memesan makanan. Dia merasa bosan, berbaring di tempat tidur dengan ponselnya. Yu Lili membuka sistem pemantauan yang telah dipasangnya di ponsel Shen Manting dan mengenakan sepasang headphone. Seseorang sepertinya sedang makan pada saat itu, karena terdengar suara peralatan makan yang bersentuhan dengan piring porselen dan percakapan yang terus-menerus. "Aku memasak sendiri hidangan ini, jadi kau harus makan lebih banyak. Kau paling suka hidangan yang aku masak," kata Qiao Ziqing. "Terima kasih, Bu," kata Ou Ming. ''Baiklah, dia tidak berbohong padaku; dia benar-benar sedang berada di rumah ibunya. Namun, wanita itu juga berada di sana.'' ''Itu adalah kesalahpahamanku.'' Meskipun Yu Lili mengetahui bahwa Ou Ming tidak berbohong padanya, wanita itu tidak merasa lebih baik. Sebaliknya, malah merasa semakin buruk. Saat memandangi langit kelabu di luar jendela, Yu Lili merasa seperti sebongkah batu menutupi hatinya. ''Ini sangat menyakitkan. Aku benar-benar ingin menangis. Meskipun hal itu sepertinya tidak akan membuat segalanya lebih baik.'' Yu Lili mendengus dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Setelah membersihkan wajahnya, dia mendengar bel pintu berdering. Itu pastilah makanan pesanannya. Yu Lili menyeka wajahnya dan pergi untuk membukakan pintu. Benar saja, itu adalah makanan yang dipesannya, tetapi pada saat yang bersamaan, ada seorang tamu yang tak diundang. Shen Zhilie melihat Yu Lili, dan melambai pada wanita itu sambil berkata, "Hai!" Judul drama televisi China, pernah ditayangkan di televisi Indonesia dengan judul Kabut Cinta. Chapter 933 - Bisakah Kau Keluar Sekarang? Yu Lili terkejut melihat Shen Zhilie yang sedang berdiri dengan polosnya di sebelah pengantar makanan. Wanita itu mengambil makanan yang dipesannya dan ingin menutup pintu, tetapi Shen Zhilie menghentikannya dan berdiri di sana seolah-olah hal ini adalah wajar. Pria itu menahan pintunya agar tetap terbuka dengan kuat dan menyeringai, dengan santainya bertanya, "Apa yang kau pesan? Aku belum makan, kenapa kita tidak makan bersama?" Yu Lili melirik Shen Zhilie dengan marah dan berkata, "Aku tidak memesan terlalu banyak. Aku yakin tidak cukup untuk kita berdua makan!" "Tidak masalah. Aku lihat kau punya roti di kulkas, aku akan makan itu saja!" Yu Lili tidak dapat memikirkan sebuah jawaban dan menatap pria itu dengan takjub. ''Apakah ada orang yang tidak tahu malu seperti dia di dunia ini?'' Sang pengantar makanan tertegun. Beberapa saat kemudian, Shen Zhilie mendorong pintunya hingga terbuka dan masuk ke dalam apartemen. "Ya Tuhan, kenapa kau tidak menyalakan lampu? Di sini gelap sekali." Shen Zhilie menemukan saklar dan menyalakan lampu di ruang keluarga. Pria itu langsung menuju kulkas dan mengeluarkan sebotol Coke. Dia berkata, "Kenapa kau memandangiku seperti itu? Ayo duduk." Yu Lili berdiri dan menatap Shen Zhilie, masih syok. Wanita itu hampir pingsan dan berseru, "Ini rumahmu atau rumahku?" "Kita adalah keluarga, kenapa kau berkata tentang ini rumahmu atau rumahku? Kakakku dan calon kakak ipar sedang makan malam dengan keluarga Ou untuk membicarakan tentang pernikahannya. Cepat atau lambat, kau harus memanggilku kakak," kata Shen Zhilie dan meneguk Coke-nya. Yu Lili tiba-tiba merasakan ketegangan di dalam hatinya. Semua kepahitan dan ketidaknyamanan yang ditahan-tahannya tiba-tiba muncul kembali. ''Orang ini ¡­. Apakah dia mencoba menyakitiku dengan sengaja?'' Yu Lili mencibir pada pria itu. Dia melemparkan makanannya ke atas meja dan berkata, "Apakah kau hanya ingin mengingatkanku bahwa aku adalah seorang perusak rumah tangga dan seorang wanita simpanan? Aku tahu siapa diriku! Bisakah kau keluar sekarang?" Shen Zhilie berhenti meneguk Coke-nya dan menatap wanita itu. Yu Lili benar-benar terlihat serius. Mata wanita itu memerah seolah-olah sedang berusaha menahan air mata. Tentu saja, Yu Lili tidak akan membiarkan dirinya sendiri menangis di depan pria itu. ''Wanita ini ¡­ menggemaskan.'' Shen Zhilie menaikkan alisnya sedikit dan mengangkat bahunya sambil berkata, "Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya padamu. Sejujurnya aku berpikir bahwa kau tidak peduli. Kau tinggal di rumah seorang pria, tujuan melakukan hal itu adalah untuk uang atau seks. Aku tahu bahwa kau tidak peduli dengan seks, jadi kau tentunya tidak berada di sini untuk berhubungan seks. Jadi, itu pastilah untuk uang, bukan?" Kata-kata Shen Zhilie terlalu blak-blakan. Wajah Yu Lili menjadi panas seketika, dan wanita itu berteriak sekencang-kencangnya, "Keluar!" Shen Zhilie mendengus. Pria itu mengerjapkan matanya dan menatap ke arah belakang tubuh Yu Lili dengan terkejut. "Hei, kenapa kau kembali secepat ini?" tanya Shen Zhilie. Yu Lili terkejut dan tubuhnya berbalik dengan cepat untuk berteriak kembali, tapi, tidak ada seorang pun di sana. Ketika wanita itu membalikkan badannya kembali, Shen Zhilie sudah mengeluarkan sebuah pemantik api. Dia langsung menjentikkan benda tersebut, dan sebuah lidah api biru melompat keluar ke arah wanita itu. Yu Lili hanya meliriknya, tapi dirinya mau tidak mau tertarik pada lidah api biru itu. ''Indah sekali!'' "Bukankah ini indah?" Shen Zhilie bertanya dengan suaranya yang menggoda. Bibirnya bergerak-gerak membentuk sebuah seringai di wajahnya, kemudian dengan cepat memutar-mutar pemantik di tangannya itu. Yu Lili memperhatikan gerakan Shen Zhilie. Wanita itu dengan cepat memutuskan untuk melompat mundur dari lidah api tersebut. Dia menatap pria itu. Shen Zhilie belum menghipnotis Yu Lili kali ini. Wanita itu meraung, "Itu tidak indah, sekarang keluar!" Shen Zhilie merasakan perlawanan. Pria itu menatap Yu Lili dan berkata sambil tersenyum, "Ya Tuhan, kesadaran spiritualmu cukup kuat. Jika kau adalah sebuah karakter dalam novel seni bela diri, kau pastilah sang gadis naga kecil." ''Pria ini sedang memujiku, atau meremehkanku?'' "Makanlah," Shen Zhilie meletakkan pemantik api itu dan berkata, "Aku hanya mencoba untuk mengujimu, tidak lebih. Lagi pula, kau adalah pasienku. Adalah tanggung jawabku untuk menyembuhkan dirimu." Chapter 934 - Ayam Goreng, Bir, Dan Shen Zhilie Yu Lili berjalan mendekat dan berkata, "Aku tidak bisa makan jika kau ada di sini." "Baiklah, kalau begitu kau harus menurunkan berat badanmu, karena aku tidak akan pergi. Aku ingin menunggu Ou Ming kembali ke sini." "Ou Ming tidak ada di sini. Kau harus pergi, dan kau bisa kembali lagi nanti." "Tidak." Shen Zhilie memandangi makanan yang dipesan Yu Lili dan berkata, "Apa yang kau pesan tadi? Bisakah aku melihatnya?" "Tidak!" Yu Lili membuka bungkusan makanan itu dan melihatnya. "Oh, ini ayam goreng." Shen Zhilie melirik ke dalam bungkusan itu dan tersenyum. "Bagaimana mungkin kau tidak punya bir saat makan ayam goreng? Tunggu sebentar, aku akan beli bir." Yu Lili melangkah ke samping untuk memberi pria itu sebuah jalur terbuka ke arah pintu. Tetapi tak lama kemudian, Shen Zhilie duduk lagi dan berkata, "Itu bukan ide yang bagus, karena aku tidak akan bisa masuk lagi ketika aku kembali. Coke juga tidak masalah." Sepertinya pria itu harus merasa puas hanya dengan soda. Dia menatap Yu Lili. "Kau harus mengeluarkan ayam gorengnya dan makan. Aku yakin kalau kau tidak bisa menghabiskannya sendirian. Ayolah." Yu Lili mendengus dan dengan enggan mengeluarkan bungkusan ayam goreng itu dan meletakkannya di atas meja kopi. Meja kopi di depan Yu Lili agak pendek, dan wanita itu menemukan sebotol bir ketika dirinya membungkuk dan membuka bungkusan ayam gorengnya. Begitu bungkusan itu dibuka, Yu Lili mencium aromanya yang harum. ''Ayam ini banyak sekali dan aku benar-benar tidak bisa menghabiskannya.'' Wanita itu menyerahkan salah satu kotak kecil berisi ayam pada Shen Zhilie, dan pria itu mengambilnya tanpa basa-basi, memandangi satu-satunya botol bir itu dan berkata, "Apakah ada gelas? Aku ingin minum bir." Yu Lili menatap Shen Zhilie dengan marah dan mengambil sebuah gelas sekali pakai dari lemari kecil di bawah meja kopi. Yu Lili menuangkan segelas bir untuk dirinya sendiri dan memberikan sisa bir itu pada Shen Zhilie. Shen Zhilie meneguk birnya dan tersenyum dengan puas. "Hebat!" Yu Lili mengambil sebuah paha ayam dan makan dengan rasa puas yang sama dan berkata, "Kita harus segera menghabiskan makanannya. Jika Ou Ming menangkap basah kita sedang makan ini, dia akan merasa tidak senang." "Astaga, dia bahkan tidak akan membiarkan dirimu makan ayam goreng?" "Dia bilang makanan itu junk food." Yu Lili makan sambil menunjukkan sebuah ekspresi wajah jijik. "Itu menyebalkan." Shen Zhilie melirik Yu Lili, tetapi dengan cepat memalingkan matanya, melihat ke bawah, dan berkata, "Bagaimana kau menemukan toko ini? Enak sekali, aku akan memesannya sendiri lain kali!" "Aku hanya menemukannya secara acak." Yu Lili merasa kenyang setelah makan beberapa potong ayam. Wanita itu menghabiskan sisa birnya, lalu mendorong kotak ayam goreng itu ke samping dan berkata, "Sisanya adalah milikmu, aku kenyang." Shen Zhilie terkejut. "Apakah kau biasanya makan sesedikit ini?" "Setelah makan, keluarlah," kata Yu Lili. "Kau terlalu kejam. Baiklah, karena aku masih makan, tidak bisakah kau bersikap sedikit lebih lembut?" kata Shen Zhilie. Yu Lili mengabaikan pria itu, dan menunduk menatap ponselnya. Shen Zhilie memandangi wanita itu, dan setelah dirinya kenyang, pria itu mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya. Yu Lili melirik kalung itu, bahkan tidak menyadari kalau dia sedang melakukannya. Ketika wanita itu melihat kalung tersebut di tangan Shen Zhilie, dirinya tertarik untuk memeriksanya. Shen Zhilie mengayun-ayunkan kalung tersebut dan berkata, "Lihatlah kalung ini." "Aku melihatnya, kenapa?" kata Yu Lili. "Apakah kau menyukainya?" tanya Shen Zhilie. Ketika Yu Lili mendengar pertanyaan pria itu, dia mengetahui bahwa Shen Zhilie mungkin sedang membuat jebakan lain untuk dirinya, jadi wanita itu mengerutkan bibirnya dengan penuh cemooh dan memalingkan muka. Tapi ketika dirinya menoleh, Yu Lili melihat sebuah kilatan cahaya yang bersinar di depan matanya. Shen Zhilie tersenyum ringan. Lalu dia mengeluarkan pemantiknya, memutar-mutarnya di depan Yu Lili, dan bertanya, "Bukankah ini indah?" Chapter 935 - Perangkap Shen Zhilie "Indahnya." Yu Lili menatap lidah api itu, dan dirinya terlihat sedikit tertegun. "Apakah kau menyukainya?" tanya Shen Zhilie. "Ya, aku menyukainya," kata Yu Lili. "Bagaimana kalau aku memberikannya padamu?" Shen Zhilie tersenyum dan menatap wanita itu. Yu Lili menanggapi dengan sebuah senyuman cantik yang lebar. "Ini semua milikmu. Ini, tangkap." Pria itu menggerakkan tangannya ke depan seperti sebuah gerakan melempar, tetapi pemantik itu tidak pernah meninggalkan tangannya. Yu Lili mengulurkan tangannya seolah-olah sedang menangkap pemantik tersebut. Jari-jarinya melewati lidah api biru, dan wanita itu terlihat terpesona olehnya. "Yu Lili," bisik Shen Zhilie, "Apakah kau tahu siapa aku?" Yu Lili mendengar kata-kata pria itu dan masih terlihat sedikit tertegun. "Aku adalah Ou Ming." Shen Zhilie memandangi wanita itu, menirukan salah satu ekspresi wajah Ou Ming, sambil tertawa dengan cara yang sangat menawan dan menaikkan alisnya. "Apa?" Yu Lili menatap pria itu, dan ekspresi wajah wanita itu jelas terlihat rileks. "Kau sudah kembali." "Ya, aku sudah kembali. Apa kau masih ingat apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu" "Apa yang telah terjadi?" Yu Lili menatap pria itu dengan bingung. "Waktu terakhir kali kau merasa kesakitan, dan kita sepertinya sedang bertengkar, apakah aku benar?" Shen Zhilie berkata sambil mengarahkan. "Setelah pertengkaran itu, kita berpisah selama empat tahun. Empat tahun kemudian, kita bertemu untuk pertama kalinya. Apa yang telah terjadi ketika kita bertemu lagi?" Yu Lili sedang tidak sadar, dan pikiran wanita itu ditarik kembali ke masa lalu. Yu Lili terdiam sejenak, kemudian menjawab, "Sopirmu menabrakku dan merusak laptop bosku." "Lalu?" "Kau membayar sejumlah uang untuk ganti rugi laptopnya, kemudian pergi ke apartemenku dan membaca buku harianku ¡­" Yu Lili menceritakan kisah itu, dan Shen Zhilie mendengarkan dengan alisnya yang tertaut. Setelah suara Yu Lili merebak, Shen Zhilie bertanya lagi, "Dan setelah itu?" "Rumah sakit. Aku mencoba bunuh diri dan kau menyelamatkanku. Kau membawaku ke rumah sakit dan menolak untuk membiarkanku mati ¡­" "Apa yang terjadi kemudian?" "Aku ingin melompat ke sungai, aku ingin melompat dari atap sebuah bangunan, tetapi kau tidak akan membiarkan aku mati. Pada akhirnya, aku menyadari bahwa aku tidak ingin mati lagi, karena aku ingin bersamamu." Shen Zhilie menyadari sesuatu dan bertanya, "Kenapa kau mencoba bunuh diri beberapa kali?" "Karena aku tidak ingin hidup," jawab Yu Lili dengan sangat jujur. "Kenapa kau tidak ingin hidup? Aku sudah melakukan beberapa hal yang benar-benar menyakitimu, benar kan? Tapi kau sudah melupakannya. Coba ingat-ingat, apa yang sudah kulakukan padamu?" Suara Shen Zhilie dengan sengaja direndahkan, menirukan suara Ou Ming. "Pikirkan tentang hal itu, Marga Yu." Sebutan yang akrab di telinga itu membuat alis Yu Lili berkerut. "Kepalaku sakit ¡­." kata Yu Lili. Shen Zhilie mengetahui bahwa wanita itu sedang bergumul. Peristiwa itu mungkin sudah lama terjadi, tapi itu telah menyebabkan trauma yang tak terlupakan bagi Yu Lili. ''Ini adalah alasan paling mendasar untuk rasa ketidakpedulian seksualnya, dan ¡­ Ou Ming tidak bersedia memberitahuku, atau mungkin dia takut untuk memberitahuku.'' ''Mungkin dengan mengingat hal ini akan membuat Yu Lili secara sadar memilih untuk meninggalkan Ou Ming. Lalu, Ou Ming akhirnya bisa meninggalkan gadis ini sendirian dan menikahi Shen Manting?'' Alis Yu Lili berkerut, dan benaknya terasa penuh sesak dengan pikiran-pikiran yang membingungkan. Ou Ming melakukan sesuatu yang keterlaluan, apakah itu? "Kepalaku sakit, aku tidak bisa mengingatnya!" Yu Lili memegangi kepalanya dan tiba-tiba mendongak, menangkap sebuah cahaya biru samar-samar yang berkedip-kedip di hadapannya. Pikiran Yu Lili sepertinya memiliki sebuah kilatan cahaya. Wanita itu sedikit tertegun dan berkata, "Ulang tahun." Mata Shen Zhilie tiba-tiba menjadi cerah. Pria itu bertanya, "Ulang tahun siapa?" Chapter 936 - Mengungkap Kebenaran "Kue ulang tahun?" Dalam benak Yu Lili, terlihat sebuah sepatu yang berayun-ayun di depannya, dan tepat di bagian atas sepatu itu, terdapat noda kue berwarna putih. "Jilat sampai bersih!" Suara Ou Ming seperti terngiang di benak wanita itu. Shen Zhilie melihat ekspresi wajah Yu Lili berubah. Sambil memegang pemantik di tangannya, dia berjalan diam-diam ke samping wanita itu. Yu Lili menatap lidah api biru, dan sepertinya tempat itu adalah sebuah kelab malam. Di kelab malam itu, para pria dan wanita menari dengan liarnya, dan terlihat gadis-gadis bar cantik yang sedang mengawasi dan menertawakan dirinya. Pasangan mata yang tak terhitung jumlahnya menatap dirinya dan Ou Ming, tatapan mereka penuh dengan penghinaan, cemoohan, simpati, seolah-olah mereka berkata: Jilat sampai bersih, jilat sampai bersih, jilat sampai bersih! Yu Lili berdiri di sana. Dia ingin melarikan diri, tetapi ada orang lain di belakangnya yang menghentikan dirinya. Malu, putus asa. Yu Lili tidak pernah mengalami situasi yang tak tertahankan seperti itu. Tapi kemudian, adegan itu berubah menjadi sesuatu yang bahkan lebih buruk. Pria itu, pria yang sangat dicintainya, telah menempatkan dirinya dalam situasi yang paling tak tertahankan dan memalukan ¡­. Seseorang di dekatnya mengangkat ponsel mereka dan mulai merekam video, ketika seorang pria memperkosa dirinya di depan umum. Di depan begitu banyak orang, di hadapan semua orang ¡­. Ou Ming menundukkan kepalanya dan tersenyum, dan raut wajahnya terlihat sangat jahat. Mata menawannya yang indah dipenuhi dengan godaan dan kenikmatan balas dendam. Pria itu berbisik, "Kau orgasme sangat cepat." Yu Lili terangkat dari kursinya dan berteriak, "Tidak mungkin, tidak, Ou Ming, kau benar-benar ber*ngsek, b*jingan! Aku sudah selesai dengan itu. Apakah kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu? Kau sangat tak tahu malu, merasa benar sendiri!" Wanita itu melayangkan tinjunya ke arah "Ou Ming" yang berada di depannya, hampir kehabisan kekuatan tubuhnya. Yu Lili meninju dengan keras dan tanpa belas kasihan. Shen Zhilie tidak mengatakan apa-apa. Pria itu mengulurkan tangannya dan membiarkan Yu Lili memukuli telapak tangannya. Meskipun Shen Zhilie tidak merasa sakit, itu pastinya tidak mudah untuk menahannya. "Kenapa kau melakukan ini padaku? Apa perbedaan antara perilakumu dan memperkosaku di depan umum?" Yu Lili menangis sambil memukuli pria di hadapannya, tetapi dengan segera tangan wanita itu dipegang. Air mata tiba-tiba menetes ketika Yu Lili menjerit, "Kenapa kau memaksaku untuk mengingatnya? Aku sudah melupakannya, kenapa kau ingin aku memikirkan tentang hal itu!" Shen Zhilie memegang tangan Yu Lili dan menatap wanita itu kemudian bertanya, "Apa yang sudah kulakukan padamu ¡­ di depan umum?" Ulang tahun? Kue? Lalu? Yu Lili mengingatnya, tapi tidak mengatakan apa-apa. Shen Zhilie menatap wanita itu dan bertanya dengan suara berbisik, "Apa yang sudah kulakukan padamu? Katakan padaku, oke?" Yu Lili tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, dan bergegas menuju ke arah Shen Zhilie, memukul-mukul dada pria itu. "Ber*ngsek! B*jingan! Kep*rat!" Shen Zhilie mendengus, memegangi tangan wanita itu dan melangkah mundur. Pada saat yang bersamaan, pria itu mulai merasa malu, tetapi kemudian dirinya melihat bahwa Yu Lili sedang menatapnya. Atau, wanita itu sedang menatap Ou Ming. Shen Zhilie merasa takut oleh tatapan mata yang diberikan Yu Lili padanya. Ini adalah ¡­ kebencian. Ini adalah kebencian yang belum pernah dilihat Shen Zhilie sebelumnya. Apakah Yu Lili tidak mencintai Ou Ming? Mengapa wanita itu memiliki kebencian seperti itu? Shen Zhilie menatap Yu Lili, merasa bingung, ketika wanita itu tiba-tiba bergegas ke arahnya dan melompat. Yu Lili bahkan melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Aroma yang samar itu membuat Shen Zhilie mabuk kepayang, tapi kemudian sebuah rasa sakit yang tajam terasa di leher pria itu. Chapter 937 - Terlihat Bekas Gigitan Shen Zhilie menjerit dan mencoba mendorong wanita itu, tetapi tangan dan kaki Yu Lili menahannya dengan erat. Wanita itu menggigit leher Shen Zhilie dengan buasnya, seolah-olah Yu Lili akan mengoyak daging pria itu. Shen Zhilie merasa sangat ngeri dan berteriak, "Yu Lili, ada apa denganmu!" Akan tetapi, hal ini bahkan membuat Yu Lili semakin berang, dan wanita itu menggigit dengan semakin keras. Tangan Shen Zhilie meremas lengan Yu Lili, dan wanita itu tiba-tiba kehilangan kekuatan yang digunakan untuk berpegangan pada Shen Zhilie. Pria itu melemparkan Yu Lili ke sofa, napasnya terengah-engah. Shen Zhilie mengulurkan tangan, dan tangannya terlihat penuh dengan bercak merah. Ketika tubuh Yu Lili membentur sofa, wanita itu mendapati dirinya sendiri sedang kebingungan. Yu Lili menatap pria di hadapannya dan merasa sedikit pusing. Dia mendekat untuk melihat lebih jelas dan menemukan bahwa pria itu adalah ¡­ Shen Zhilie? Shen Zhilie menatap Yu Lili, tangan pria itu memegangi lehernya, wajahnya terlihat pucat pasi. Shen Zhilie terlihat tidak bersalah dan berkata, "Aku hanya makan beberapa potong ayam gorengmu. Kenapa kau begitu galak!" Pria itu tampak tersinggung. "Lihat, kau bisa melihat darah di sini." Yu Lili menyeka wajahnya, dan tangannya menjadi basah. ''Air mata, dan ¡­ sesuatu yang merah berlumuran di sekitar mulutku.'' Shen Zhilie melihat tatapan bingung Yu Lili dan bertanya, "Apakah kau baru saja mengingat sesuatu?" ''Apa yang kuingat ¡­?'' Yu Lili tidak mengetahui kapan dirinya melupakan tentang malam itu, tapi dia pastinya sudah ingat sekarang. ''Malam itu, Ou Ming memperlakukanku seperti itu ¡­. Bagaimana aku bisa lupa? Penghinaan seperti itu ¡­.'' Yu Lili diperlakukan seperti seekor anjing, dipermalukan dan ditertawakan oleh semua orang. Mengapa? Yu Lili dapat mengingat saat dirinya mencoba bunuh diri, ingat saat dirinya ditindas, ingat kenapa dirinya ingin mati, tetapi mengapa dia tidak ingat bahwa dirinya ingin tinggal bersama Ou Ming? ''Kenapa? Apakah ada alasan untuk tinggal bersama pria ini lagi?'' ''Aku pergi karena aku hanyalah seorang wanita simpanan. Aku selalu berpikir statusku itu tidak memalukan, dan aku masih memiliki harga diri ¡­. Tapi Ou Ming mencuri satu-satunya martabat yang kupunya pada malam itu.'' Yu Lili menyeka air matanya. Ketika berdiri dan hendak berbicara, wanita itu mendengar suara pintu depan terbuka. Ou Ming berjalan masuk. Ketika melihat Shen Zhilie di rumahnya, Ou Ming terkejut. Dengan segera, wajahnya menjadi gelap. Ou Ming menatap Shen Zhilie dan merasakan kesedihan yang tak terkira. Dia bertanya, "Kenapa kau ada di sini?" Shen Zhilie menutupi lehernya. Ketika berbalik untuk melihat Ou Ming, Shen Zhilie merasa canggung. "Aku ¡­" Yu Lili melihat Ou Ming, dan wajah wanita itu juga terlihat suram. Mata Yu Lili tertuju pada Shen Zhilie, dan wanita itu berkata dengan suara lembut, "Kau harus pergi sekarang." Mendengar suara Yu Lili, Shen Zhilie menghela napas dalam hatinya. ''Ada yang tidak beres!'' Benar saja, wajah Ou Ming terlihat semakin suram. Pria itu sepertinya sedang menelan sebuah ranjau, dan bahayanya sedang berada di waktu puncaknya. Shen Zhilie mulai berjalan keluar dengan kepala tertunduk, tapi dirinya tiba-tiba dihentikan oleh tangan Ou Ming. Shen Zhilie sangat tercengang, tangannya terlepas dari lehernya. Ketika tangan Shen Zhilie terjatuh, terlihat bekas gigitan di lehernya yang putih. Chapter 938 - Keduanya Layak Dibunuh Bekas gigitan itu masih dapat terlihat di leher Shen Zhilie, dan kulitnya yang terkoyak tersebut telah berubah warna menjadi merah keunguan. "Si*lan!" Pikiran Ou Ming langsung meledak menjadi amarah, sebuah kemarahan yang tak tertahankan yang langsung melanda dan memenuhi setiap sudut tubuhnya. "Apa yang terjadi!" Ou Ming menjerit, melambai-lambaikan tangannya. Tatapan matanya menghantam ke dalam mata Yu Lili. Yu Lili menatap Ou Ming, dan hatinya terasa sakit. Wanita itu melihat dengan jelas ketidaksabaran dan cemoohan pria itu, jadi dirinya juga mencibir. "Tidak bisakah kau lihat? Aku melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan." ''Hal yang sama seperti yang kulakukan ¡­.'' Wajah Ou Ming menjadi semakin kelam. Matanya menjadi tajam, dan dia menggertakkan giginya dalam amarah. "Apa yang kau maksud dengan hal itu?" Setelah mendengar itu, Yu Lili mencibir dan berkata, "Kau tidak tahu apa yang kumaksud? Dari mana saja kau? Apa yang sudah kau lakukan? Dengan siapa kau? Aku tidak bertanya apa-apa tadi, jadi kau tidak punya hak untuk bertanya padaku." Ketika melihat pemandangan itu, Shen Zhilie mengetahui bahwa situasinya sedang tidak baik. Dia segera menundukkan kepalanya dan berjalan dengan cepat menuju pintu. Tapi sebelum Shen Zhilie sampai ke pintu, Ou Ming menarik pria itu kembali dengan satu tangan. Shen Zhilie menjadi sedikit marah dan bertanya, "Apa yang kau lakukan? Aku akan pulang!" "Pulang?" Ou Ming menyeringai dengan buas. Tangan besarnya memegang kerah pria itu dan membantingnya ke pintu, dan tanpa sepatah kata pun, tinjunya menghantam wajah Shen Zhilie. Rasa darah memenuhi mulut Shen Zhilie. Bau amis tercium, dan kemudian rasa sakit melanda. "Kau benar-benar ¡­" Shen Zhilie ingin mengumpat, tetapi sebelum dirinya dapat mengatakan hal yang lainnya, tinju Ou Ming menghantam wajahnya kembali. Shen Zhilie melihatnya dan berbisik, "Si*lan!" Dia menghindari dan menahan tinju Ou Ming. Shen Zhilie merasa sangat marah dan berteriak, "Kalian berdua sakit. Jika kalian memiliki masalah, selesaikan oleh kalian sendiri. Kenapa kalian menindasku, tetanggamu!" ''Sial! Pria itu sakit, begitu pula wanita itu!'' Shen Zhilie merasa bahwa dirinya telah dianiaya, tetapi pria itu tidak memiliki kesempatan untuk berteriak, karena terlalu sibuk menghindari dan menahan tinju Ou Ming, lalu melakukan serangan balik. Untuk sesaat, kedua pria itu bergulat bersama-sama. Yu Lili berdiri di samping, dan dia tidak ingin memisahkan mereka. ''Ou Ming adalah seorang b*jingan, laki-laki ber*ngsek!'' ''Shen Zhilie membangkitkan ingatan yang kusembunyikan. Dia bukanlah orang baik, dia layak mendapatkannya!'' ''Keduanya layak dibunuh.'' Yu Lili menatap mereka dengan murung untuk sesaat, lalu wanita itu kembali ke kamar. Dia sengaja menutup pintunya dengan sangat keras. Tidak ada gunanya untuk kembali. Ketika Ou Ming mendengar suara di dalam, gerakannya berhenti. Saat Ou Ming sedang merasa bimbang, Shen Zhilie meninjunya. Ou Ming mundur beberapa langkah untuk memberi jarak di antara mereka untuk sesaat. Ketika dia melihat ke arah Shen Zhilie kembali, pria itu sudah membuka pintu dan melarikan diri. Shen Zhilie menekan tombol lift dan memandangi cermin di sebelah lift. Wajah tampannya telah hancur, dan itu sudah berakhir ¡­. ''Jika aku tahu apa yang akan terjadi, maka aku tidak akan menjadi orang yang suka ikut campur. Baiklah, setelah makan beberapa potong ayam goreng gratis, mungkinkah aku pantas untuk membayar harga seperti itu?'' ''TIDAK!'' Shen Zhilie merasa dirinya benar-benar tidak beruntung. Dia meratapi hal itu ketika pintu lift terbuka, dan dengan segera melangkah masuk. ¡­. Ou Ming memperhatikan bahwa Shen Zhilie melarikan diri, sambil menyeka darah dari bibirnya. Lalu pria itu berdiri dan menatap meja kopi. Di atas meja, terlihat sisa-sisa ayam goreng, sebuah gelas, dan sebotol bir. ''Mereka berdua ¡­ di rumahku, makan ayam goreng dan minum sebotol bir?'' Chapter 939 - Ou Ming, Ayo Kita Putus Kata-kata itu terngiang di kepala Ou Ming. "Dari mana saja kau? Apa yang sudah kau lakukan? Dengan siapa kau? Aku tidak bertanya apa-apa tadi, jadi kau tidak punya hak untuk bertanya padaku." ''Apa yang dia maksud?'' ''Jadi, apakah mereka berkencan? Di rumahku, di depan mataku, dan ¡­ melakukan hal semacam ini?'' Ou Ming sangat marah ketika dirinya memikirkan bekas gigitan di leher Shen Zhilie itu. Ou Ming cepat-cepat berjalan ke kamarnya dan memutar kenop pintu, tetapi dirinya tidak dapat membuka pintunya. Ou Ming merasa sangat kesal sehingga dia menggedor pintu dengan keras dan berteriak, "Yu Lili, buka pintunya!" Namun, orang di dalam kamar itu sepertinya tidak mendengar suaranya. Tidak terdengar suara apa pun di dalam. Ou Ming berbalik dan pergi ke ruang kerja. Di mana kunci serep itu? Setelah Ou Ming cepat masuk ke dalam ruang kerjanya dan menemukan kunci tersebut, dia membuka kunci pintu kamarnya, tetapi tidak bisa mendorong pintunya untuk terbuka. Yu Lili melirik ke arah meja rias dan lemari yang menghalangi pintu, dan menundukkan kepalanya dan lanjut mengemasi barang-barangnya. "Marga Yu, buka pintunya!" teriak Ou Ming. "Jelaskan padaku apa hubunganmu dengan pria itu!" Yu Lili mendengarkan sejenak. Setelah selesai mengemasi pakaian terakhirnya, dia mengambil ponselnya dan menghubungi rekan kerjanya, Ye Qianqian. Ye Qianqian sepertinya sedang bermain game di ponselnya, dan wanita itu menjawab teleponnya dengan cepat. "Halo?" "Qianqian, bisakah aku tidur di tempatmu malam ini?" Ye Qianqian melompat dari tempat tidur. Dia tersenyum dan berkata, "Oke! Kapan kau datang? Kau tahu alamatku?" "Tidak." "Aku akan mengirimkan alamatnya di WeChat. Dari mana arah kau datang?" Yu Lili memberi tahu tentang di mana dirinya sedang berada, tetapi suara yang berasal dari luar pintu itu masih belum berhenti. Ye Qianqian mendengar suara itu dengan jelas melalui telepon. Dia mengerutkan keningnya dan berkata, "Apa yang sedang kau lakukan? Sepertinya seseorang sedang berteriak-teriak. Apa kau bertengkar dengan kekasihmu?" "Tidak, itu hanya anjing gila yang menggonggong di luar. Baiklah, kirim alamatmu di WeChat, dan aku akan naik taksi." "Tidak masalah. Datanglah kapan pun kau siap!" Yu Lili menutup telepon, tapi dirinya sedang tidak terburu-buru. Dia menyembunyikan kopernya di dalam lemari. Ou Ming sudah mendorong pintu itu terbuka lebih dari setengahnya. Yu Lili berjalan ke pintu. Ketika Ou Ming melihat wanita itu, wajah pria itu terlihat muram, dan berkata, "Apa maksudmu?" Yu Lili berdiri di dalam kamar, di belakang furnitur yang sudah didorongnya ke depan pintu. Dia menatap wajah Ou Ming yang jelas terlihat sangat marah dan berkata, "Ou Ming, ayo kita putus." Ou Ming mengerjap dan menatap Yu Lili, mencoba membaca raut wajah wanita itu. Namun, wajah Yu Lili tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Tidak ada dendam, tidak ada kesedihan. Satu-satunya yang terlihat di sana adalah rasa ketidakpedulian. ''Raut wajah ini terlihat sama seperti ketika dia keguguran anak kami dan berhadapan denganku.'' Ou Ming merasa panik tanpa alasan. Tinjunya mengepal tanpa sadar. Sepasang mata menawannya menatap Yu Lili dan bertanya, "Kenapa?" Kenapa? Yu Lili tersenyum dengan aneh dan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu kenapa, sama seperti aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba menyatakan cinta padamu, dan aku tidak tahu kenapa aku ingin bersamamu. Apa kau perlu alasan? Ou Ming." Ekspresi wajah Yu Lili sangat aneh. Seperti sedang mengolok-olok dan mengejek. Mata indah wanita itu, yang sedang menatap Ou Ming, terlihat seperti sebuah ruang kosong tak berujung yang berisi dengan emosi yang rumit dan tidak bisa dipahami. Chapter 940 - Jangan Pergi, Yu Lili Kenapa? Kenapa tidak ada alasan? Ou Ming menatap Yu Lili dengan tak percaya, dan alisnya berkerut. Yu Lili sedang berdiri di dalam kamar. Wanita itu memandang Ou Ming dan berkata, "Ou Ming, aku sudah ingat." "Apa?" Ou Ming terkejut dan menatapnya. Yu Lili membuka sedikit bibirnya, dan matanya terlihat dipenuhi dengan kesedihan dan rasa iba. "Yu Lili, orang yang diinjak-injak di bawah kakimu malam itu, sudah kembali." Pikiran Ou Ming tidak lagi tenang. Namun, matanya yang indah dan menawan itu terlihat lebih tenang dari pada lautan, dengan ombak dan gelombang yang singkat. "Apa ¡­" Ou Ming menatap Yu Lili, dan berpura-pura tidak mengerti apa yang dikatakan wanita itu. Ou Ming berkata dengan serius, "Ini tidak lucu. Singkirkan meja riasnya dan biarkan aku masuk." "Aku tidak bercanda. Apa kau tidak mengetahui hal itu, Ou Ming?" Yu Lili menatap pria itu, dan matanya terlihat penuh duka nestapa. "Kau sangat tidak sabar saat ini. Apakah sulit untuk menerimaku, seorang pasien dengan ketidakpedulian seksual?" "Yu Lili, jangan katakan ini!" Ou Ming memperingatkan Yu Lili, mendorong pintu lebih keras mendorong meja rias itu. Meja rias tersebut hampir jatuh, tapi untungnya, Yu Lili sudah memindahkan semua isinya. Kalau tidak, benda-benda itu akan berhamburan di lantai. Yu Lili melirik ke arah meja rias yang sudah miring itu dan berkata, "Aku ingat semuanya, Ou Ming. Ayo kita putus. Ini yang terbaik untuk kita berdua." "Marga Yu!" Ou Ming merasa tak berdaya dan menatap wanita itu dengan ekspresi yang sedikit takut. "Jangan katakan ini, oke? Kumohon dengarkan aku." "Kau punya tunangan, kau punya orang tua. Ibumu sangat menyukai Shen Manting, kan? Aku tahu kau juga menyukainya, jadi jangan katakan omong kosong itu bahwa kau tidak menyukai wanita itu di depanku." Yu Lili menatap lurus ke depan, mengerutkan bibirnya. "Jika kau benar-benar tidak menyukainya, jika kau benar-benar membencinya, kau tidak akan mempertahankan kontrak pernikahan dengan Shen Manting ini. Ou Ming, kau benar-benar munafik." Yu Lili memandang Ou Ming. Wanita itu mengulurkan tangannya, menarik meja rias itu. Dia berkata, "Aku sudah menyelesaikan kata-kataku, dan tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Jika kau tidak punya sesuatu untuk dikatakan, maka aku akan pergi sesegera mungkin." Ou Ming berjalan masuk, mendekap wanita itu dalam pelukannya dengan kekuatan yang sangat besar. Ou Ming membenamkan kepalanya di leher Yu Lili dengan jantungnya yang berdetak sangat cepat, dan pria itu berkata dengan ketakutan yang tak terbatas, "Jangan pergi, Yu Lili, kumohon!" Yu Lili berjuang melepaskan diri, tetapi menemukan bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan kekuatan Ou Ming. Wanita itu memutuskan untuk tidak bergerak, jadi sebaliknya, dia mencibir dan berkata, "Apa maksudmu? Apakah kau ingin berhubungan seks sebelum aku pergi? Sayangnya, aku tidak tertarik dengan itu, karena aku frigid. Ou Ming, apakah kau ingat bahwa ini semua terjadi karena dirimu?" Apa yang dikatakan Yu Lili terdengar semakin menyakitkan. Ou Ming merasa hatinya telah tertusuk-tusuk, seolah-olah ada banyak lubang bocor yang meneteskan darah di dalam dirinya. ''Itu salahku. Itu karena aku.'' ''Tapi aku sudah tahu bahwa aku salah, bukan?'' Ou Ming sedang memeluk Yu Lili, dan tidak bersedia melepaskan wanita itu. Suaranya terdengar hampa dan sedih. "Yu Lili, apa kau harus melakukan ini?" Yu Lili meronta-ronta sejenak, memejamkan matanya, dan berkata, "Ou Ming, aku sudah selesai dengan menjadi seorang wanita simpanan ini. Tidak ada martabat bagiku untuk menjadi wanita simpananmu. Di sisi baiknya, aku dipanggil seorang wanita simpanan, dan sisi buruknya, aku dipanggil pelacur. Ou Ming, lepaskan aku." Ou Ming memeluk Yu Lili, tetapi pria itu merasa kesepian. ''Dia tidak bercanda. Ini lebih menyakitkan ketika dia berbicara dengan tenang seperti ini daripada ketika dia histeris.'' ''Dan aku merasa semakin putus asa dan tidak berdaya.'' "Tidak, tidak," bisik Ou Ming. Chapter 941 - Saat Kau Sudah Tenang, Ayo Kita Bicara Lagi, Oke? "Yu Lili, aku tidak pernah menganggapmu sebagai wanita simpananku. Aku sangat menyukaimu, dan aku ingin menikahimu. Yu Lili, aku ingin memberimu sebuah masa depan." Ou Ming dengan lembut mengangkat wanita itu, memegang bahunya dan menatapnya. "Cetak biru untuk masa depan yang aku gambarkan itu terpusat pada dirimu. Tanpa dirimu, semua yang telah kubayangkan tidak akan ada lagi." "Menarik ¡­." Yu Lili menatap Ou Ming dengan sedih, tangannya menyentuh wajah pria itu dengan lembut. "Ya, ada seorang istri, sebuah keluarga, orang tua, dan seorang wanita simpanan dalam cetak biru yang telah kau bayangkan, jadi tentu saja akan ada sebuah bagian untukku." Mata wanita itu memerah, tetapi air matanya tidak terlalu tak terkendali seperti yang dia bayangkan. Ou Ming menggelengkan kepalanya, menatap Yu Lili dan mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan wanita itu. "Yu Lili, kau tahu apa yang kumaksudkan. Tidakkah kau mengenalku? Di matamu, apakah aku orang yang seperti itu?" Yu Lili tertawa dan berkata, "Tidak ada yang bisa memahami dirimu, Ou Ming. Aku tidak pernah mengenal dirimu dan kau tidak pernah mengenal diriku, apakah aku benar?" Sambil menatap Ou Ming, Yu Lili mencium wajah pria itu dengan lembut, lalu berkata, "Aku lelah, Ou Ming. Kita tidak perlu saling menyakiti lagi. Kita hidup di dua dunia yang berbeda. Jika kau memaksakan kita untuk bersama, tidak ada yang akan bahagia." "Jangan." Ou Ming mendekap Yu Lili dengan kedua tangan dan terlihat rasa panik di mata pria itu. "Tidak, tidak, ke mana kau bisa pergi di Kotaraja? Tetaplah di sini, sama seperti tinggal di hotel. Ketika kau sudah tenang, ayo kita bicara lagi, oke?" Yu Lili memandang pria itu, raut wajah yang digunakan Ou Ming untuk membuat dirinya tetap berada di sini terlihat sangat rendah hati dan menyedihkan. ''Mungkin ini adalah situasi yang sudah kubayangkan, di mana dia sangat mencintaiku dan memohon agar aku tetap tinggal.'' Namun, Yu Lili tidak merasakan kebahagiaan, hanya sebuah kesedihan yang tidak bisa diungkapkan yang melandanya. Yu Lili menatap Ou Ming, menjilat bibir pria itu. Kemudian wanita itu terkekeh-kekeh dan berkata dengan mata memerah dan bulu mata yang bergetar, "Ou Ming, Kotaraja sangatlah besar. Meskipun tempatmu sangat bagus, aku tidak akan mati jika aku pergi dari sini." ''Hidup terus berjalan dengan atau tanpamu.'' Yu Lili menatap pria itu dan senyumnya semakin lebar. Ou Ming bahkan merasa semakin ketakutan, dan dengan cepat menjelaskan, "Aku tidak bermaksud ¡­" "Aku tahu," Yu Lili memotong perkataan pria itu. "Tidak masalah apa yang kau maksud. Aku tahu siapa diriku. Antara kau dan aku, selalu ada jarak yang tidak bisa dilintasi. Jarak itu selalu ada, dan sekarang bahkan lebih lebar. Itu saja, dan aku akan pergi, Ou Ming." Setelah mengatakan itu, Yu Lili mendorongnya. Hati Ou Ming dipenuhi oleh rasa sakit dan kesedihan, seperti sedang dikoyak-koyak oleh sesuatu, dengan darah yang menetes-netes. Hatinya terasa seperti memiliki banyak pembuluh darah yang robek, semuanya menangis bersama dengan detak jantungnya. Yu Lili membalikkan badannya dengan tegas, mengambil kopernya, dan berjalan keluar dari kamar dengan cepat. Ou Ming terlihat kelelahan dan tidak berjiwa. Dia berdiri di tempat itu tanpa mengetahui harus berbuat apa. Ou Ming memandangi punggung Yu Lili seperti sebuah boneka, berdiri di tempat yang sama, untuk waktu yang lama, untuk waktu yang lama ¡­. ¡­. Yu Lili menggunakan sebuah taksi ke alamat yang dikirim Ye Qianqian padanya. Ketika dirinya tiba, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ye Qianqian tinggal di sebuah komunitas dengan akses terkontrol. Saat mendengar bahwa Yu Lili telah tiba, Ye Qianqian mengenakan mantel dan keluar untuk menemui wanita itu. Ketika melihat kotak besar yang dibawakan Yu Lili, Ye Qianqian terkejut dan berkata, "Apa kau pindah rumah?" Ye Qianqian berpikir bahwa Yu Lili hanya ingin menginap selama satu atau dua hari! Akan tetapi, Ye Qianqian lebih bersemangat ketika dirinya melihat barang bawaan Yu Lili, dan berkata, "Apakah kau ingin pindah kemari? Apakah kau sudah keluar dari tempat sebelumnya?" Chapter 942 - Mengubah Pola "Ya, aku tidak akan tinggal di tempat itu lagi," kata Yu Lili. "Wow, benarkah? Kalau begitu ayo kita tinggal bersama-sama. Sepi sekali hidup sendirian, dan kaulah satu-satunya teman kantor yang benar-benar kusukai. Shan Yu terlalu membosankan," kata Ye Qianqian. "Hah ¡­." Yu Lili tertawa kecil dan berkata, "Oke, tapi apakah ada cukup kamar?" "Seharusnya ¡­ cukup. Apa kau mau naik ke atas dan melihat-lihat dulu?" Ye Qianqian mengambil barang bawaan Yu Lili yang paling besar dan masuk ke dalam. Setelah masuk ke dalam lift, Ye Qianqian menekan tombol untuk lantai 40. Yu Lili melihat ini dengan sangat keheranan dan berkata, "Tinggi sekali!" "Ini gedung yang cukup besar, lokasinya dekat dengan kantor. Hanya perlu sekitar 20 menit berjalan kaki ke kantor! Karena aku sudah membeli sepeda, mungkin butuh sekitar sepuluh menit untuk sampai ke kantor, dan aku bisa menggunakannya sebagai olahraga pagi setiap harinya. Hebat sekali bukan?" Dua puluh menit berjalan kaki ¡­. Bibir Yu Lili bergerak-gerak, tetapi setelah masuk ke dalam apartemen Ye Qianqian, dirinya merasa sedikit terkagum-kagum. Pada awalnya Yu Lili berpikir bahwa seorang wanita lajang seperti Ye Qianqian akan tinggal di semacam apartemen yang jelek. Tetapi setelah melangkah masuk ke dalamnya, dia mendapati bahwa apartemen itu tidak seperti yang dibayangkannya sama sekali. Desainnya bergaya minimalis modern dengan sebuah sofa putih yang indah di ruang tamu, lukisan-lukisan di dinding, dekorasi yang menarik, dan pencahayaan yang menakjubkan. Dan apartemennya sangat besar! Terdapat dua buah kamar tidur, satu buah ruang tamu, dan dapurnya sangat bersih. Apartemen ini benar-benar ¡­ didesain khusus untuk disewakan! Yu Lili terkejut dan bertanya, "Kau tinggal sendirian?" "Ya." Ye Qianqian menunjukkan rasa puasnya saat melihat raut wajah Yu Lili yang sedang tercengang dan berkata, "Hei, jika kau tinggal bersamaku di masa mendatang maka akan ada dua orang yang tinggal di apartemen ini, dan aku tidak perlu sendirian dengan semua ruangan-ruangan ini." "Apa kau menyewa apartemen ini?" Yu Lili bertanya. "Ya ¡­ kira-kira seperti itulah. Ini adalah apartemen adikku," kata Ye Qianqian. "Wow, adikmu sangat kaya!" Yu Lili meletakkan kopernya dan berjalan berkeliling. Dia menemukan bahwa dekorasi apartemen itu sama mewahnya dengan dekorasi di vila Xishan. Meskipun ini tidak sebanding dengan tempat di mana Ou Ming tinggal sekarang, apartemen ini masih sangat bagus. Yu Lili menggelengkan kepalanya. Setelah duduk di sofa, dia berkata, "Adikmu yang membeli perabotnya?" "Ya, adikku adalah seorang selebritas. Dia hanya berada di level dua atau tiga sekarang, tetapi cepat atau lambat adikku akan terkenal dan populer," kata Ye Qianqian, lalu menambahkan, "Cepat atau lambat." "Siapa nama adikmu?" Yu Lili ingat bahwa Ye Qianqian telah menyebutkan nama itu, tapi dirinya tidak ingat apa namanya. Ye Qianqian berkata sambil tersenyum dengan bangga, "Ye Youyou." "Ya, itu jelas menunjukkan bahwa kalian adalah saudara kandung, karena bahkan namanya pun mirip." Yu Lili berdiri dari sofa, meregangkan pinggangnya dan bertanya, "Berapa uang sewa yang harus kubayar di masa mendatang? Untuk apartemen sebesar ini, dan begitu banyak perabot bagus ¡­." "Ah, aku belum memikirkannya." Ye Qianqian menggosok-gosok dahinya dan berkata, "Kau bisa memasak?" "Ya, aku pandai memasak!" Ketika menyebutkan soal memasak, Yu Lili menaikkan alisnya dengan agak bangga. Ye Qianqian jelas terlihat agak terkejut dan bertanya, "Benarkah? Nah, daripada bayar sewa, bagaimana kalau kau yang membeli makanan dan memasak di masa mendatang?" "Bukankah itu terlalu murah? Benar-benar hanya itu yang kau inginkan?" "Hahaha, itu saja. Tapi aku akan bosan jika kau hanya masak beberapa hidangan saja, jadi kau harus mengubah pola dari apa yang kau masak!" Chapter 943 - Aku Seorang Yatim Piatu "Setuju!" Setelah mencapai sebuah kesepakatan, Ye Qianqian dengan cepat membantu Yu Lili membersihkan kamar yang akan ditempati oleh Yu Lili. Ye Youyou sesekali datang untuk menempati kamar tersebut, jadi selimut dan bantal-bantalnya masih berada di sana. Setelah Ye Qianqian mengeluarkan barang-barang lainnya dari kamar itu, dia meninggalkan kamar tersebut sehingga Yu Lili dapat tidur. Namun, Yu Lili tidak berhasil tidur untuk waktu yang lama, karena dirinya sedang berbaring di tempat yang sama sekali tidak dikenalnya. Yu Lili membuka matanya saat dirinya terbaring di tempat tidur. Pikirannya tidak jelas. Dia tidak mengetahui apa yang dipikirkannya, tetapi terdapat banyak sekali informasi, banyak pikiran, yang terlintas dalam benaknya. Pikirannya mulai kusut dan berubah menjadi berantakan. Yu Lili bangkit berdiri, mengambil tablet grafisnya, menyalakannya, dan meraih pena digital untuk mulai membuat garis-garis sketsa. Pada saat yang sama, sebuah mobil limosin Lincoln berhenti di gerbang kawasan itu. Seorang pria memegangi rokok di antara jemarinya, dan asap yang mengepul itu memenuhi seluruh mobil dengan aroma tembakau. Ou Ming memandangi kawasan itu untuk waktu yang lama, dan kemudian mengemudi meninggalkan tempat itu. ''Cepat atau lambat, aku akan membawanya kembali.'' ''Identitasnya akan sederhana: kekasihku.'' - Entah karena insomnia yang disebabkan oleh tempat tidur yang asing atau hanya karena suasana hatinya yang buruk, Yu Lili terjaga sampai larut malam untuk menggambar, dan dia tidak merasa mengantuk hingga pukul empat atau lima pagi. Karena hari berikutnya adalah hari Minggu, Yu Lili tidak terbangun sampai pukul sepuluh. Ketika terjaga, dia langsung merasa bingung melihat di mana dirinya berada. Tapi tak lama kemudian dia mengingat situasinya saat ini. Dirinya sudah putus dengan Ou Ming ¡­. Sebagian dari dirinya merasa sedikit sedih, tetapi sebagian besar dari dirinya mendapati bahwa hal itu terasa menyenangkan. Yu Lili keluar dari kamarnya, dan Ye Qianqian tentu saja belum bangun. Setelah Yu Lili mandi, dia pergi membeli sayuran dan membiasakan diri dengan jalan-jalan di sekitarnya. Ye Qianqian bahkan belum bangun ketika Yu Lili kembali. Namun, karena tidak memiliki kode akses untuk masuk ke dalam apartemen, Yu Lili merasa sedikit panik. Yu Lili menekan bel pintu, tetapi tidak ada yang merespon untuk waktu yang lama. Kemudian, Yu Lili mengambil ponselnya dan menekan nomor ponsel Ye Qianqian. Butuh waktu yang lama untuk Ye Qianqian mengangkat teleponnya. Yu Lili menekan bel pintu dua kali setelah mendengar bahwa ada jawaban, dan Ye Qianqian segera mengerti. Setelah menutup teleponnya, Yu Lili mendengar suara sandal dari dalam. Ye Qianqian membukakan pintu, lalu dengan malasnya masuk kembali ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya. Hari sudah hampir siang ketika Yu Lili selesai memasak. Ye Qianqian terbangun, dan setelah menggosok-gosok matanya dan membasuh wajahnya, dia mencium aroma makanan. Yu Lili melihat Ye Qianqian dan melambai padanya. "Cuci tanganmu dan makanlah." Ye Qianqian terlihat kaget saat dia berlari ke ruang makan. "Kau sangat menyenangkan! Ya Tuhan, aku sangat bahagia. Aku tidak percaya kalau aku bisa makan makanan masakan rumah. Aku tidak perlu makan makanan cepat saji lagi!" Yu Lili menghidangkan semangkuk nasi untuk Ye Qianqian, dengan sengaja menakuti wanita itu dengan wajahnya yang terlihat mengancam. "Cuci tanganmu!" "Baik!" Ye Qianqian berlari untuk mencuci tangannya dan kembali dengan cepat. Dia mengambil sup dari Yu Lili dan tersenyum. "Ini hebat, Lili. Apa kau belajar memasak dari ibumu? Kau sangat pandai memasak, kurasa ibumu pastilah lebih hebat!" Yu Lili mengangkat bahunya setelah mendengar kata-kata itu. "Aku tidak punya ibu, jadi aku tidak tahu. Tapi kurasa dia seharusnya tidak lebih hebat dari aku." Ye Qianqian terdiam beberapa saat, dan dia berkata dengan nada bicara yang meminta maaf, "Apakah ibumu ¡­ sudah meninggal?" "Aku seorang yatim piatu. Aku tidak punya ayah dan ibu." Chapter 944 - Belajar Berpura-pura Berperilaku Baik Yu Lili mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh sambil tersenyum santai. Ye Qianqian bahkan merasa semakin menyesal, jadi dia berkata dengan rasa bersalah yang tergambar di wajahnya, "Maafkan aku Lili, aku tidak tahu. Aku sangat menyesal tentang hal itu." Yu Lili merasa tertarik ketika melihat raut wajah Ye Qianqian. Dia mengulurkan tangannya dan memberi Ye Qianqian sebuah dorongan ringan. "Apa yang kau lakukan? Ini bukan masalah besar. Aku sudah terbiasa dengan hal itu. Ketika aku lahir, orangtuaku membuangku ke gerbang panti asuhan. Aku sudah berhasil bertahan hidup selama bertahun-tahun, jadi jangan menganggapnya terlalu serius." Namun, penampilan Yu Lili yang serampangan, santai, dan gembira itu membuat Ye Qianqian merasa semakin tidak enak. Karena merasa sangat penasaran tentang hal itu, Ye Qianqian bertanya, "Bolehkah aku bertanya beberapa pertanyaan padamu? Aku sudah lama penasaran tentang hal ini!" "Tentu saja." Yu Lili menyeruput sup sambil menganggukkan kepalanya, dan berkata, "Silakan." Ye Qianqian mempertimbangkan kata-katanya sejenak sebelum berbicara, lalu berdeham dan bertanya, "Pertama, bukan untuk berdebat denganmu, aku hanya penasaran. Baiklah ¡­ itu, bagaimana kau bisa bertahan hidup tanpa orangtua? Jika kau tinggal di panti asuhan, banyak orang yang seharusnya mengadopsi anak." Yu Lili menggelengkan kepalanya dan berkata dengan asal-asalan, "Tentu saja, ada banyak keluarga yang mengadopsi anak, tetapi banyak orang-orang di Kotaraja yang hanya akan mengadopsi anak laki-laki saja. Untuk apa mengadopsi seorang anak perempuan, jika hal itu hanya buang-buang uang saja? Pada saat itu, anak perempuan tidak berharga. Bahkan jika ada satu atau dua anak yang diadopsi, mereka hanyalah anak-anak yang berperilaku sangat baik. Aku bersikap blak-blakan sejak aku masih kecil, dan sejak aku mendengar bahwa aku harus melayani sebagai seorang pengasuh setelah diadopsi, aku tidak ingin diadopsi lagi. Lebih baik tinggal di panti asuhan." Ye Qianqian mengangguk dengan wajah penuh pengertian dan berkata, "Aku tahu. Tapi sayang sekali bagi mereka. Jika sebuah keluarga mengadopsimu, mereka akan sangat bahagia dan sangat beruntung." Yu Lili tertawa sembari makan. "Kau salah, karena aku bersikap sangat menyebalkan sejak aku masih kecil. Mereka mengatakan bahwa aku sangat pandai berkamuflase, yang mana aku bermain dengan baik dalam sebuah permainan ganda ketika aku berbicara dengan orang yang berbeda dan berpura-pura berperilaku baik. Jadi, anak-anak lain semuanya mengucilkan diriku," kata Yu Lili dengan tak berdaya. "Anak-anak memang seperti itu. Kebanyakan dari mereka sangat membenci anak-anak yang disukai oleh orang dewasa." Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, pandangan orang-orang tentang Yu Lili tidaklah berubah. Ye Qianqian merasa lebih simpatik. Jika seorang anak yatim piatu tidak berperilaku baik, siapa yang akan menyukai anak tersebut? Yu Lili menikmati makanannya, tapi Ye Qianqian sepertinya sedang menatap Yu Lili, terhanyut dalam pikirannya sendiri. Yu Lili mengulurkan tangannya dan berkata, "Kemarikan piringmu. Kau belum pernah melihat seorang wanita cantik sepertiku ya?" Ye Qianqian menghela napas dan berkata, "Aku hanya bersimpati padamu, dan kau ¡­ benar-benar menghancurkan semua simpatiku dengan kata-katamu." "Bagus sekali. Aku akan lebih menyedihkan lain kali, mungkin aku masih ingat bagaimana caranya meminta permen," kata Yu Lili. "Omong kosong!" ¡­. Setelah mereka selesai makan, Ye Qianqian menawarkan diri untuk mencuci piring, dan Yu Lili kembali ke kamarnya. Karena kurang tidur tadi malam, Yu Lili merasa agak mengantuk. Namun, Yu Lili tidak dapat tidur saat ini, jadi dia menyalakan tablet grafisnya dan mengambil pena digitalnya untuk melanjutkan menggambar. Pintu Yu Lili tidak tertutup sepenuhnya. Ye Qianqian melihat bahwa pintunya tidak tertutup dan berseru, "Bolehkah aku masuk?" Yu Lili tidak mengangkat kepalanya dan berkata, "Masuklah." Ye Qianqian merasa terkejut ketika melihat tablet grafis milik Yu Lili. Ye Qianqian berkata, "Kau juga menggunakan tablet grafis ini? Model ini sangat berguna. Aku juga membeli satu untuk Li Xiaoyu." £¬ Chapter 945 - Ya Tuhan, Ini Terlalu Memalukan Yu Lili tanpa sadar melengkungkan bibirnya dan mengangguk ketika dia mendengarnya, dan berkata, "Ya, itu bekerja dengan baik." Ye Qianqian melirik ke arah tablet grafis itu sementara Yu Lili masih menggambar garis-garis sketsa. Hanya terlihat beberapa garis kasar di layarnya. Ye Qianqian meliriknya dan berkata, "Apakah kau juga menggambar komik? Kau mendaftar di situs web yang mana?" "Situs web di bawah Grup Ou juga," jawab Yu Lili tanpa mengangkat kepalanya, dan dirinya dengan cepat menggambar garis-garis itu. "Hmm, untuk Eurasia?" Ye Qianqian mengangguk-angguk sambil menepuk-nepuk bahu Yu Lili dan berkata, "Bravo. Eurasia memiliki ambang batas kontrak yang ketat sehingga mereka hanya bekerja sama dengan kartunis yang berpengalaman. Apa nama samaranmu?" "Apakah kau ingin mengetahuinya?" Yu Lili menatap Ye Qianqian dengan sebuah senyuman yang cerah. Ye Qianqian melihat raut wajah Yu Lili dan menanggapi sambil mencemooh. "Jangan membuatku menebak-nebak, katakan padaku, apa nama samaranmu?" "Jika kukatakan, kau pasti akan terkejut." Yu Lili memberi Ye Qianqian sebuah petunjuk. Ye Qianqian melirik Yu Lili dan mendengus. "Tidak masalah. Aku selalu melihat-lihat komik Eurasia, jadi aku familier dengan komik-komik yang populer. Biarkan aku melihat gaya menggambarmu." "Oke." Yu Lili melangkah mundur sementara Ye Qianqian mengulurkan tangannya dan menggeser-geser layar tablet grafis itu beberapa kali. Saat Ye Qianqian membalik-balik gambar-gambar tersebut, dia melihat beberapa yang sudah digambar dan diwarnai, dan gambar-gambar itu sangat menarik. Ye Qianqian merasa syok ketika dirinya melihat karakter tersebut. Dia menggeser-geser lagi, dan melihat bahwa lima atau enam halaman komik itu sudah selesai digambar. ''Bukankah ini alur cerita dari episode ketiga "Transaksi Cinta"?'' "Ya Tuhan!" Ye Qianqian menjerit dengan tak percaya. "Apakah ini ¡­ Transaksi Cinta? Si*l, siapa kau? Apakah kau Li Xiaoyu?" Yu Lili memandangi ekspresi wajah Ye Qianqian sambil tersenyum, dan dengan cepat memindahkan pandangannya ke layar tablet grafis di depannya, kemudian menutup gambar tersebut. Ye Qianqian tampak terkejut dan tidak bisa memercayainya. "Ya Tuhan, tolong katakan sesuatu. Aku sebenarnya berada di hadapan Li Xiaoyu yang hidup, kan?" Yu Lili tertawa, mendorong Ye Qianqian dengan lembut, dan berkata, "Apakah Li Xiaoyu sudah mati dan tidak ada yang memberitahuku?" "Yu Lili, Li Xiaoyu, ya Tuhan, aku tidak pernah memikirkannya!" Ye Qianqian menghela napas, menepuk dahinya. Terlihat menyedihkan, katanya, "Orang-orang kantor masih merayakan untukku beberapa hari yang lalu. Ya Tuhan, sang kartunis itu sebenarnya duduk di depanku sepanjang waktu. Ya Tuhan, ini terlalu memalukan!" Selama percakapan berlangsung, Ye Qianqian secara tidak sadar mencoba untuk mengingat-ingat apakah dirinya pernah menyinggung Yu Lili selama bekerja. Ye Qianqian mengingat-ingat riwayat obrolannya dengan Li Xiaoyu ¡­. ''Ya Tuhan, untungnya, aku bersikap baik!'' Senyum Yu Lili bahkan semakin terlihat bahagia saat dirinya berteriak, "Keluarlah, itu terlalu dibesar-besarkan!" Ye Qianqian sangat senang mendengar kata-kata itu, dia meraih lengan Yu Lili dan berteriak, "Ya, itu sangat dibesar-besarkan, ah!" Ye Qianqian hampir saja menabrak dinding dan berkata, "Bisakah kau memberiku tanda tangan? Tanda tangan Li Xiaoyu!" Yu Lili, "¡­." "Oke, oke, aku belum menenangkan diri." Ye Qianqian menepuk-nepuk wajahnya, memandangi garis-garis pada layar tablet grafis itu. Dia menyikut Yu Lili dengan lembut dan berkata, "Teruslah menggambar." "¡­ Aku tidak akan menggambar. Aku mengantuk, dan aku ingin tidur," Yu Lili menjawab. "Tidak. Biarkan aku melihatnya!" Ye Qianqian menyatukan tangannya dengan matanya yang bersinar, penuh harapan di wajahnya, dan dengan kegembiraan yang terdengar dalam suaranya. Chapter 946 - Berbeda Dari Yang Lainnya "Tidakkah kau tahu bahwa kau adalah kartunis terbaik di situs web kita sekarang. Kau adalah sang master 1 !" Ye Qianqian berkata, suasana hatinya jelas terlihat menjadi semakin bersemangat. "Aku merasa sangat terkejut ketika aku mendengar bahwa kau tinggal di pusat kota. Aku ingin mencarimu beberapa kali, tetapi aku tidak bisa menemukan sebuah alasan pun. Ya ampun, kau yang sebenarnya datang sendiri ke rumahku, ah!" Yu Lili menatap Ye Qianqian tanpa dapat berkata-kata, sambil memegangi kepalanya. "Apa maksudmu dengan datang sendiri ke rumahmu ¡­." "Tentu saja, kau tidak tahu bagaimana orang-orang akan mengagumimu ketika mereka melihatmu. Ya Tuhan, kau mondar-mandir di depanku setiap hari." Ye Qianqian meraih tangan Yu Lili dengan matanya yang bersinar, dan bertanya, "Namun, apakah ini benar-benar karya pertamamu? Gaya menggambarnya tampak sangat matang, bukankah demikian?" "Ya, ini karya pertamaku." Yu Lili merasa agak takut karena Ye Qianqian meraih tangannya dengan sebuah sentuhan ringan, seperti seorang lesbian. Yu Lili tanpa sadar menarik tangannya kembali dan menjelaskan, "Mungkin karena aku biasanya suka menggambar ilustrasi. Sampai pada batas tertentu, aku berpikir itu tidak terlalu sulit untuk menggambar ¡­." "Tidak!" Ye Qianqian menjerit, menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ilustrasi dan komik konsepnya sama sekali berbeda. Itu seperti novel dan esai. Bagaimana kau bisa membandingkannya! Latar cerita dan gaya menggambarnya sama sekali berbeda dari yang lainnya! Namun, ya ¡­ perbandingan itu bertentangan! Aku juga melihat aliran komikmu beberapa hari yang lalu. Ketika kau menerima pembayaran pertamamu, itu setidaknya akan berjumlah enam digit!" Yu Lili tiba-tiba tersadar, terlalu sulit untuk memercayai apa yang baru saja dikatakan Ye Qianqian. "Tidak mungkin! Itu terlalu berlebihan bukan?" "Ya, ya, kau akhirnya mengerti! Situs web baru kita juga menjanjikan!" Wajah Ye Qianqian dipenuhi oleh rasa iri. Dia berjalan ke tempat tidur Yu Lili, berbaring, dan berkata, "Tapi kenapa aku tidak bisa terkenal saat menggambar? Dulu aku menggambar ¡­." "Sebagai seorang pemburu kartunis berbakat, kau lebih hebat daripada seorang kartunis. Jangan menyerah, kau pasti akan menemukan lebih banyak seniman berbakat di masa yang akan datang, dan jumlah komisimu akan menakjubkan." "Ya. Jika bayaranmu tinggi, maka komisiku juga akan tinggi. Baiklah, aku merasa jauh lebih baik. Ayo kita berbelanja." Yu Lili menatap Ye Qianqian dengan wajah mengantuk dan berkata, "Aku sangat lelah, aku tidak tidur nyenyak tadi malam. Aku harus tidur setelah menggambar untuk beberapa saat." "Baiklah. Kau tidurlah selama dua jam, dan kemudian ayo kita belanja." Yu Lili, "¡­." "Sekarang sudah jam satu, jadi kau tidurlah, dan aku akan membangunkanmu nanti jam tiga." kata Ye Qianqian. "Kakak, aku tidak punya uang. Aku belum menerima gajiku!" Kata Yu Lili. "Baiklah, aku akan meminjamkanmu uang. Bagaimanapun juga, perusahaan akan membayar gajimu besok, dan membayar biaya kontribusinya lusa. Kau adalah wanita yang sangat kaya, ayo kita pergi." ¡­. Akhirnya, Ye Qianqian sangat antusias membujuk sehingga Yu Lili bahkan tidak tidur. Dia bangkit dan pergi berbelanja dengan Ye Qianqian. Tempat di mana Ye Qianqian berbelanja bukanlah tempat yang sama dengan tempat Yu Lili dulu berbelanja dengan Su Qianci. Jika dibandingkan, tempat Ye Qianqian berbelanja lebih hemat biaya. Banyak pakaian yang modis, tetapi tidak mahal. Yu Lili berbelanja dengan Ye Qianqian sepanjang sore, dan Ye Qianqian kembali dengan banyak barang, sementara Yu Lili hanya membeli beberapa barang saja. Tentu saja, uangnya dari Ye Qianqian, dan semua barang yang Yu Lili beli harganya hanya 500 yuan saja. Yang utama, yang paling tinggi (pandai, cakap, dan sebagainya) di antara yang lain. Chapter 947 - Bertemu Li Jinnan Secara Tak Sengaja Ketika Ye Qianqian dan Yu Lili merasa lelah, mereka pergi ke sebuah kafe dan memesan sesuatu untuk diminum. Ketika sedang meneguk minumannya, Yu Lili secara tak sengaja melihat sebuah sosok yang dikenalnya. ''Li Jinnan?'' ''Apa?'' Yu Lili tidak dapat memercayai bahwa dirinya bertemu Li Jinnan di tempat ini. ''Apakah aku sedang bermimpi?'' Makanan di sini enak tapi tidak luar biasa. Suasananya cukup menyenangkan, tetapi orang-orang seperti Li Jinnan cenderung menghindari tempat-tempat seperti ini. Tapi yang membuat Yu Lili merasa lebih terkejut adalah wanita yang berdiri di sebelah Li Jinnan. Wanita itu mengenakan pakaian putih, sebuah syal merah, topi, dan kacamata hitam yang menutupi wajahnya, wanita tersebut menutupi dirinya dengan sangat rapat. Li Jinnan menarik lengan wanita itu dengan kasar dan berkata, "Ayo, pilih yang kau suka." Ketika melihat ini, Yu Lili hampir tersedak minumannya. ''Apakah ini cara Li Jinnan memperlakukan para gadis? Benar saja ¡­ kakaknya sangat dingin, jadi kurasa pria ini juga tidak terkecuali.'' Tapi ketika Ye Qianqian melihat wanita tersebut dengan mengikuti pandangan mata Yu Lili, dia merasa sedikit terkejut. "Youyou?" "Youyou?" Yu Lili menoleh dan berkata, "Bagaimana kau bisa mengenalinya? Kau pasti salah lihat." "Baiklah, itu mungkin salah. Youyou mengatakan bahwa dia sibuk syuting hari ini. Tapi siapa pria itu, dia sangat tampan ¡­" Ye Qianqian menatap Li Jinnan dengan mata yang berbinar-binar. "Wow, dia terlihat seperti seorang presiden yang sombong dalam komik!" Tidak hanya Yu Lili dan Ye Qianqian yang memperhatikan mereka, banyak orang di kafe itu juga memperhatikan Ye Youyou dan Li Jinnan. Ye Youyou meronta sambil menutupi wajahnya dengan syal, dia berbisik dengan wajah yang serasa terbakar, "Presiden Li, saya hanya bercanda ¡­." Li Jinnan mendengarkan dan tertawa, dan mata tenangnya memancarkan cahaya yang dingin. "Maaf, aku tidak pernah bercanda. Pilih apa yang kau inginkan." Ye Youyou menundukkan kepalanya, berbalik untuk menghadap Li Jinnan. "Jika ada masalah antara Anda dan saya, mari kita keluar dan bicara, karena ada begitu banyak orang di sini ¡­." "Kau merasa malu?" Li Jinnan mencibir, membalikkan badannya dan berjalan keluar bersama Ye Youyou. Li Jinnan tidak bersikap lembut pada Ye Youyou sama sekali ¡­. Yu Lili menatap mereka berdua dengan simpati yang terpancar dari matanya. Ye Qianqian berdiri dan berkata, "Semakin aku memandangnya, gadis itu semakin terlihat seperti adikku. Ayo kita pergi dan melihatnya." Setelah mengatakan itu, Ye Qianqian mengikuti Li Jinnan tanpa menunggu Yu Lili berdiri. Ye Qianqian mengambil ponselnya dan menghubungi Ye Youyou. Tak lama kemudian, wanita yang berada tidak jauh di depan mereka itu menjawab teleponnya. "Halo, Kakak." Saat mendengar suara adiknya, Ye Qianqian berkata dengan marah, "Bukankah kau berkata bahwa kau akan syuting film hari ini?" Ye Youyou sangat terkejut sehingga membalikkan badannya. Wanita itu menatap mata Li Jinnan dengan sebuah tatapan yang penuh arti, tapi pria itu mengabaikannya. Ye Youyou berkata, "Ya. Jika tidak ada yang lainnya, aku akan menutup teleponnya." "Lihatlah ke belakang!" Ye Qianqian hampir berteriak pada adiknya. Tubuh Ye Youyou menjadi kaku, memutar kepalanya ke belakang dan melihat ke arah suara itu. Ye Qianqian berjalan menuju ke arah Ye Youyou, lalu mengulurkan tangan dan menunjuk Li Jinnan. "Siapa dia? Apakah dia temanmu?" Suara Ye Qianqian terdengar jelas mengandung amarah, menarik Ye Youyou ke belakangnya dan menatap Li Jinnan. "Apa? Siapa yang peduli jika kau tampan atau tidak. Bahkan aku belum pernah bersikap sedingin itu pada adikku. Beraninya kau melakukan ini padanya?" Ye Youyou merasa malu, dan dengan segera menarik lengan Ye Qianqian dan berkata, "Kak, ini bosku!" Chapter 948 - Lama Tak Berjumpa, Tuan Ketiga Li Setelah Ye Qianqian mendengar kata "bos", lehernya menyusut dan dia memandang wajah Li Jinnan yang tanpa cela. Wanita itu tersenyum dengan lembut. "Benarkah begitu? Oh, Anda seharusnya mengatakan sesuatu sebelumnya. Ini adalah kesalahpahaman, bukan?" Ye Qianqian dengan lembut mendorong Ye Youyou kembali dan berkata, "Apakah Bos ingin membawa adikku untuk bekerja? Pergilah saja. Tidak masalah jika Anda kasar. Ye Youyou adalah seorang masokhis 1 . Semakin Anda bersikap kasar, semakin adikku merasa senang. Hanya ingatlah saja untuk mengantarkannya pulang pada malam hari, jika tidak, suaminya akan merasa cemas." "Suami?" Mata Li Jinnan terlihat setenang air, dan suaranya terdengar rendah. "Kau sudah menikah?" Saat berbicara, pria itu melirik jari manis tangan kiri Ye Youyou. Tidak ada cincin. Ye Youyou menundukkan kepalanya dan tak bersuara. Ketika Ye Qianqian melihat ini, dirinya merasa ada sesuatu yang salah, dan menutup mulutnya. ''Apakah aku tadi mengatakan sesuatu yang salah?'' Ye Youyou mendekati Ye Qianqian dan berkata, "Presiden Li, saya sudah menikah, dan saya sudah menikah lebih dari dua bulan." Li Jinnan mendengarkan dan tertawa. Dia menatap Ye Youyou dengan senyuman mengejek. "Apakah kau pikir aku bodoh?" Yu Lili menghampiri dan Li Jinnan melihat wanita itu sekilas, dengan tatapan sedikit aneh. Yu Lili merasa sedikit malu, tersenyum dan berkata, "Lama tidak bertemu, Tuan Ketiga Li." Li Jinnan menatap Yu Lili, tersenyum dan mengangguk. "Sudah lama sekali." Jelas terlihat, pria itu tidak ingin tinggal dan mengobrol. Dia membalikkan badannya, lalu menarik tangan Ye Youyou. Ye Youyou menolak dan menatap Ye Qianqian kemudian berkata, "Kakak ¡­" Ye Qianqian tidak mengenal Li Jinnan, tapi Yu Lili sedikit mengetahui karakter Li Jinnan. ''Orang ini tidak terlalu peduli tentang banyak hal, tapi sekarang dia melakukan ini pada Ye Youyou. Pasti ada sebuah alasan untuk itu.'' Pandangan Li Jinnan yang semula tenang menjadi berubah, pria itu berkata, "Pergi." Hanya terdengar sepatah kata, tetapi diucapkan dengan keagungan yang mengesankan. Ye Youyou jelas terlihat agak tidak bersedia, tapi wanita itu masih mengikuti Li Jinnan. Ye Qianqian merasa ada sesuatu yang salah. Dia berlari ke depan untuk menghentikan langkah Li Jinnan. Namun, ketika Ye Qianqian melihat mata Li Jinnan, wanita itu entah kenapa merasa gugup dan bersalah. Sambil memandang pria itu, Ye Qianqian memberanikan dirinya dan berkata: "Ke mana Anda akan membawa adikku? Apa yang sedang Anda lakukan? Apakah Anda tidak melihat bahwa adikku tidak ingin pergi?" "Hanya untuk bekerja," Li Jinnan memicingkan matanya dan menatap Ye Youyou sambil tersenyum tipis. "Karena kau telah mengambil langkah pertama, maka langkah kedua dan ketiga akan diselesaikan olehmu. Bagaimanapun juga, tadi malam kau ¡­" Ye Youyou merasa jengkel dan mengulurkan tangan dan membungkam mulut pria itu. Dia merasa sedikit kesal dan berkata, "Diam!" Menghadapi tatapan aneh dari Ye Qianqian, Ye Youyou merasa wajahnya serasa terbakar dengan sangat parah, dia menarik Li Jinnan dan berseru, "Ayo kita pergi." Li Jinnan dibawa pergi oleh Ye Youyou dan mereka dengan cepat turun menggunakan eskalator. Ye Qianqian melihat adegan ini, terlihat canggung dan kemudian menatap Yu Lili, bertanya, "Apakah kau kenal pria ini?" "Ya, dia adalah cucu Li Xun, sang kapten dari keluarga Li, dan juga adik dari presiden Grup LS. Dia juga saat ini menjabat sebagai presiden dari perusahaan hiburan NC Entertainment, dan salah satu dari mantan Mayor di Angkatan Darat China, tetapi sudah pensiun baru-baru ini." Penjelasan satu demi satu itu membuat mulut Ye Qianqian menganga semakin besar. Dia hampir membuat masalah besar, sambil memandangi punggung Li Jinnan yang tinggi dan tegap, yang mana setengah kepala lebih tinggi daripada Ye Youyou. Seseorang yang mendapat kenikmatan seksual melalui rasa sakit fisik; penyimpangan perilaku seksual. Chapter 949 - Menggeser Kedudukan Shen Manting "Itu ¡­ Li Jinnan?" "Ya, itu dia." Yu Lili dengan cepat menurunkan pandangannya, menatap Ye Qianqian, dan berkata, "Ayo kita pulang." "Ya Tuhan." Ye Qianqian terlihat menyesal. "Ya Tuhan, aku bahkan tidak mengenali wajah setampan itu, aku hanya berpikir dia terlihat tidak asing. Kulitnya terlihat sedikit lebih putih dibandingkan dengan foto-foto di internet. Mungkin itu sebabnya aku tidak mengenalinya." Yu Lili tidak bisa menahan tawanya. Dia menarik Ye Qianqian dan berkata, "Ya, kulitnya pasti jauh lebih putih setelah meninggalkan militer. Ayo kita pulang dan makan, aku kelaparan." Ye Qianqian masih syok, memandang ke arah kepergian Li Jinnan dengan ekspresi wajah menyedihkan. "Ya Tuhan, bagaimana itu bisa terjadi? Kenapa adikku bertemu dengan semua pria baik, seperti kakak Luo''an dan Li Jinnan!" Kakak Luo''an? Yu Lili menatap Ye Qianqian setelah mendengar nama itu dan bertanya, "Siapa kakak Luo''an yang baru saja kau sebutkan?" "Baiklah, jika aku menyebutkan namanya, kau akan kaget! Nama lengkapnya adalah Shen Luo''an. Dia adalah salah seorang dari tiga tuan muda di Ibu kota, dan juga suami dari adikku, Ye Youyou." "Karena kau mengenal Shen Luo''an, lalu apa kau kenal Shen Manting?" Yu Lili bertanya, sambil menatap Ye Qianqian. "Shen Manting? Siapa itu?" Ye Qianqian bingung. "Apa kau kenal seseorang dengan nama itu?" Yu Lili berpikir sejenak dan berkata, "Dia adalah wanita yang memberiku bola bulu merah, itu adalah Shen Manting, adik perempuan Shen Luo''an." "Oh ¡­ aku pernah mendengar tentang dia sebelumnya, tapi aku belum pernah bertemu dengannya. Universitasku di Kotaraja, dan aku jarang kembali ke ibu kota." "Apa kau bertemu dengannya di pernikahan adikmu?" Yu Lili merasa sedikit aneh. "Dia baru diadopsi beberapa tahun yang lalu. Atau harus kukatakan, Shen Manting pernah hilang sewaktu masih kecil, dan dia diadopsi kemudian. Apakah aku benar?" "Ya, kau benar. Dikatakan bahwa ibunya merasa sangat tertekan ketika sedang hamil. Shen Manting lahir di luar rumah saat musim dingin, karena saat itu ibunya berlari keluar ketika akan melahirkan. Kemudian, ibunya meninggal, dan bayinya tidak dapat ditemukan. Aku dengar hari itu adalah satu-satunya hari bersalju di Kotaraja dalam lima puluh tahun terakhir." "Tidak mungkin ¡­" Seluruh cerita itu terasa sedikit misterius bagi Yu Lili. "Itu sangat konyol. Seperti sebuah buku komik dalam kehidupan nyata!" "Haha, itu betul. Namun, Shen Manting ditemukan oleh wanita tua keluarga Shen. Wanita tua itu langsung mengambil kembali Shen Manting karena Shen Manting terlihat sangat mirip dengan ibunya. Tidak ada yang tahu apakah wanita itu kerabat mereka yang sebenarnya hilang atau bukan." Ye Qianqian menyentuh perutnya dan berkata, "Aku lapar, ayo kita makan." "Baiklah." Mereka menemukan sebuah restoran dan berjalan ke dalam sembari Yu Lili bertanya, "Jika Shen Manting ternyata bukanlah anggota keluarga mereka, apakah dia tidak lagi dianggap sebagai putri keluarga Shen?" "Tentu saja. Tidak ada yang ingin membesarkan seseorang yang tidak memiliki hubungan dengan mereka. Aku dengar bahwa ketika Shen Manting kembali ke keluarga Shen, dia dikucilkan di rumah untuk waktu yang lama. Dia hanya bisa tinggal di sana karena wanita tua itu mendesak Shen Manting untuk melakukannya." Ye Qianqian membolak-balik menu dan memberikan pesanannya kepada pelayan. Yu Lili mengerutkan keningnya dan tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Mengingat apa yang telah terjadi, keluarga Shen mungkin menyadari bahwa Shen Manting sepertinya tidak memiliki hubungan darah dengan mereka, tetapi mereka masih membiarkan wanita itu tinggal di keluarga Shen dan bertunangan dengan Ou Ming. ''Itu berarti bukan tidak mungkin bagiku untuk menggeser kedudukan Shen Manting dengan menggunakan identitasnya ¡­.'' Chapter 950 - Shen Luoan, Salah Seorang Dari Tiga Tuan Muda Di Ibu Kota Ketika memikirkan hal itu, Yu Lili tiba-tiba merasa dirinya mengerikan. ''Aku sebenarnya ingin menyingkirkan Shen Manting ¡­'' ''Tapi, aku tidak rela.'' Yu Lili menunduk, Ye Qianqian sudah memesan makanan, lalu memandang Yu Lili, tiba-tiba mendekat dan bertanya, "Kenapa kau begitu tertarik pada Shen Manting? Apakah dia musuhmu?" "Ya begitulah," Yu Lili meminum airnya dan berkata, "Dia pernah menindasku sekali, dan aku juga pernah menindasnya sekali, jadi itu adil." ''Terlebih lagi, Shen Manting memang ditindas olehku.'' ''Lagi pula, aku masih memegang sebuah virus pemantau di ponselnya.'' ''Namun, dalam pertarungan untuk memperebutkan Ou Ming, aku kalah.'' ''Aku menderita sebuah kekalahan yang besar.'' Suasana hati Yu Lili tiba-tiba menjadi buruk, dan Ye Qianqian menatap wanita itu dan berhenti berbicara. Keduanya menikmati makanan yang enak., dan setelah kembali ke rumah, Yu Lili mulai menggambar di tablet grafisnya dan pergi tidur sebelum pukul sepuluh. Tapi pikiran Ye Qianqian tidak dapat tenang ketika memikirkan kondisi Ye Youyou hari ini, dia mengambil ponselnya dan menghubungi Ye Youyou. Namun, tidak ada yang menjawab. - Ye Youyou memandangi ponsel yang terus menerus berdering itu dan memicingkan matanya pada pria yang duduk di sebelahnya. Li Jinnan dengan perlahan memberi wanita itu segelas anggur merah dan berkata, "Ambillah, jangan takut." Namun, semakin tenang Li Jinnan, semakin bingung Ye Youyou dibuatnya. Sambil memandangi pria itu, Ye Youyou menegakkan punggungnya dan berkata, "Presiden Li, saya pikir itu adalah sebuah kesalahpahaman. Apa yang terjadi tadi malam adalah sebuah kecelakaan, dan kita berdua sudah dewasa, jadi bukankah normal untuk melakukan hal seperti itu?" Selama pembicaraan tersebut, wanita itu tiba-tiba melihat Li Jinnan berdiri, Ye Youyou terkejut tetapi masih berpura-pura bersikap tenang. "Dan saya ¡­ sudah ¡­" Akan tetapi, Li Jinnan telah mendekati wanita itu dan Ye Youyou nyaris menggigit lidahnya. Li Jinnan mendekat dan menatap wanita itu dengan tatapan merendahkan, pria itu mengenakan mantel kedap air lurus yang panjang dan hanya terdapat sebuah kemeja di dalamnya, sehingga tubuhnya yang sehat sebagian tersembunyi dan sebagian terlihat. Ye Youyou mau tidak mau merasa tertarik, tetapi dengan segera wanita itu mengalihkan pandangannya dan berkata, "Saya sudah menikah, suami saya, Anda seharusnya ¡­ mengenalnya, dia, dia, dia ¡­ kenapa Anda melepaskan pakaian Anda!" Ye Youyou meraung. Jarak antara Li Jinnan dan Ye Youyou hanya kurang dari setengah meter. Hanya dengan gerakan tersebut, aroma tubuh Li Jinnan dapat tercium, terasa aneh tapi harum. Ye Youyou tersipu malu dan menatap pria itu. Li Jinnan memandang wanita itu dengan tenang, seperti tidak merasakan ada yang salah dan berkata, "Ini agak panas." "Anda ¡­ Anda bisa pergi jauh-jauh untuk melepasnya, kenapa ¡­ kenapa Anda melakukannya di depan saya?" Kata Ye Youyou dengan tergagap-gagap, tetapi tak lama kemudian wanita itu berpura-pura tenang dan berkata, "Apakah itu karena ketika Anda melihat saya, Anda tidak bisa menahan diri sehingga menjadi genit?" Li Jinnnan sedikit menaikkan alisnya dan membungkukkan tubuhnya ke depan. Ye Youyou langsung mundur selangkah, wajahnya memerah dan memperingatkan pria itu, dia berkata, "Anda ¡­ Anda mendekat kepada saya, dan saya akan menendang kemaluan Anda!" Mendengar apa yang dikatakan wanita itu, Li Jinnan menyeringai, melangkah maju tanpa rasa takut dan berkata, "Apakah kau ingin mencobanya?" "Maksud saya, jika Anda mendekat, saya ¡­ saya akan menendang, menendang kemaluan Anda, ah, kenapa Anda melakukannya!" Ye Youyou melambai-lambaikan tangannya dan mencoba mendorong pria itu, tapi kemudian dirinya dipeluk oleh Li Jinnan. Mata pria itu seperti air atau bulan, terlihat jernih dan murni, sambil menatap Ye Youyou, Li Jinnan berkata, "Kau malu." Chapter 951 - Membawa-bawa Akta Nikah Ye Youyou bahkan merasa semakin jengkel, mendorong Li Jinnan dan berteriak, "Kau yang malu!" "Jadi, kau tidak malu?" "Aku ¡­ aku ¡­" Ye Youyou ingin membalas, tetapi tidak mengetahui bagaimana caranya. Wanita itu tersipu malu dan meraung, "B*jingan, katakan saja apa yang ingin kau katakan, apakah itu menarik untuk merayu orang-orang?" "Ya, ini menarik." Li Jinnan menegakkan tubuhnya, membuka kancing kemejanya untuk memperlihatkan sejumlah lekukan otot dadanya yang sehat. Dia menatap Ye Youyou dan berkata, "Aku akan menanyakan beberapa pertanyaan, pertama-tama, apakah kau benar-benar sudah menikah?" "Iya!" Ye Youyou mengeluarkan sebuah cincin dari tasnya. Itu adalah sebentuk cincin sederhana dengan sebuah berlian besar dan berkilauan yang terletak tepat di tengah-tengahnya. Dia melambai-lambaikan cincin itu pada Li Jinnan dan berkata, "Ini cincin kawinku! Akan tetapi, ini adalah sebuah pernikahan rahasia. Suamiku dan aku sepakat bahwa kami seharusnya tidak memberi tahu orang lain bahwa kami sudah menikah." Li Jinnan memasang wajah murung dan mengulurkan tangan untuk mengambil cincin itu. Dia tidak mengatakan apa-apa saat mengambil cincin tersebut dan memeriksanya di tangannya. Ye Youyou merasa kesal. Dia berdiri dan berkata, "Apa yang kau lakukan? Kembalikan padaku!" "Desainnya terlalu vulgar dan jelek. Anggap saja cincin ini disita," kata Li Jinnan sembari memasukkan cincin tersebut ke dalam saku celananya. Ye Youyou mengerutkan keningnya dan bergegas menghampiri pria itu. Dia mengulurkan tangan ke arah saku celana Li Jinnan dan berteriak, "Berikan padaku!" Li Jinnan mengulurkan tangan, menggenggam tangan Ye Youyou di telapak tangannya, dan merengkuh wanita itu ke dalam lengannya yang kuat. Tubuh Ye Youyou menjadi kaku saat dirinya menatap pria itu. Dia memperhatikan bahwa kulit Li Jinnan halus dan tanpa cela. Pria itu menatapnya, terlihat tatapan nakal di matanya yang indah saat berkata, "Ayo kita lihat akta nikahmu." Ye Youyou ingin menampar pria itu hingga mati dan meraung, "Orang gila mana yang akan membawa-bawa akta nikah? Itu bukan urusanmu!" Li Jinnan terkekeh-kekeh, mendekatkan wajahnya ke wajah wanita itu dan berkata, "Aku akan melakukannya jika aku sudah menikah." Sayangnya, pria itu belum menikah. Ye Youyou merasa marah dan ingin menghantam Li Jinnan dengan kepalanya, tetapi kepalanya ditahan oleh salah satu tangan pria itu. Meskipun wajah Li Jinnan tersenyum, terlihat sebuah ancaman di mata pria itu. Ye Youyou tidak berani bergerak. Merasa puas karena wanita itu memahami ancaman darinya, Li Jinnan berbisik, "Gadis yang baik." Wajah Ye Youyou serasa terbakar, dia merasa dilecehkan, hendak berteriak pada pria itu. Li Jinnan berkata dengan perlahan, "Kedua, kau mengatakan bahwa kau telah menikah lebih dari dua bulan, tetapi tadi malam, kau datang untuk merayuku ¡­." "Aku tidak merayumu!" Ye Youyou berteriak sekencang-kencangnya. "Lalu kau menyebutnya apa?" Li Jinnan bertanya. Dia berjongkok dan melanjutkan, "Kau memberiku obat, dan berbaring tanpa busana di tempat tidurku. Tidakkah kau menyebut hal itu sedang merayu?" Ye Youyou tak dapat berkata-kata. Matanya memerah berlinangan air mata kemarahan. Dia menatap Li Jinnan dan berkata, "Aku sudah berkali-kali memberitahumu bahwa bukan aku yang memberimu obat!" Li Jinnan memikirkan apa yang terjadi tadi malam. Ada sebuah perjamuan makan malam untuk film baru yang diinvestasikan NC. Li Jinnan, sebagai bos NC, hadir dalam perjamuan tersebut. Dia minum-minum sedikit dengan para staf dan direktur, dan kemudian membawa semua orang kembali ke hotel. Itu adalah sebuah hotel bintang lima milik Li Sicheng, jadi tentu saja Li Jinnan tinggal di suite mewah di lantai paling atas. Semua staf merasa sangat senang karena diundang ke tempat eksklusif seperti itu. Pada saat itu, Li Jinnan merasa kepanasan dan menganggap hal itu disebabkan oleh anggur yang diminumnya. Ketika tiba di suite mewah itu, dirinya masuk ke dalam kamar mandi dan mandi air dingin. Ketika keluar, dia menemukan Ye Youyou sedang berbaring di tempat tidurnya. Wanita itu tidak hadir di perjamuan makan malam tadi. Chapter 952 - Seorang Perampok Bertindak Seperti Seorang Polisi Selain itu, Ye Youyou tidak mengenakan sehelai benang pun, dan suara-suara yang dikeluarkan oleh wanita itu tak tertahankan. Pada saat yang bersamaan, tubuh Li Jinnan sudah bereaksi ¡­. Meskipun Li Jinnan tidak pernah bersama-sama dengan seorang wanita, pria itu telah mendengar sedikit tentang hal itu. ''Jadi wanita itu ingin ¡­?'' Melangkah maju, Li Jinnan menarik selimut yang menutupi tubuh wanita itu, tetapi yang dapat dilihatnya hanyalah sebuah tubuh tanpa busana. Ye Youyou sepertinya menyadari keberadaan Li Jinnan. Dia membuka matanya, melingkarkan tangannya di tubuh pria itu, dan berkata, "Aku kedinginan ¡­." Li Jinnan merasa canggung, dan ingin mendorong wanita itu menjauh, tetapi dirinya sudah ''keras''. ''Bentuk tubuh wanita ini tidak terlalu bagus, tetapi proporsinya bagus.'' Li Jinnan tidak pernah mencari seorang wanita di masa lalu, tetapi dalam situasi seperti ini, dia tidak memiliki niat untuk menyangkal dirinya lebih jauh. Bagaimanapun juga, dirinya berusia 29 tahun, dan penampilan gadis ini baik-baik saja dan cukup pintar. Li Jinnan mendorong tubuh Ye Youyou ke bawah, tetapi ketika hendak memasuki tubuh wanita itu, dia menyadari adanya sebuah hambatan yang signifikan. Mengulurkan tangannya ke bawah dan menyentuh wanita itu dengan perlahan, Li Jinnan bertanya, "Pertama kalinya?" Ye Youyou tidak menjawab, tetapi tubuh wanita itu menggeliat-geliat dengan cara yang menarik. Mereka bermain sepanjang malam. Keesokan harinya, Li Jinnan terbangun oleh teriakan nyaring wanita itu. Ye Youyou menutupi dirinya dengan selimut dan menjerit penuh kengerian. "Kau ¡­ kau ¡­ kau, b*jingan, kau sebenarnya telah memerkosaku, aku, oh ¡­" Ye Youyou menangis sambil memegangi selimut dan berteriak, "B*jingan, ber*ngsek, k*parat, Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau adalah orang yang seperti itu!" Li Jinnan diam tak bersuara. Kepalanya terasa sakit, jadi Li Jinnan memijat-mijat pelipisnya dan membungkuk ke depan untuk membungkam mulut wanita itu. Air mata menetes saat Ye Youyou memejamkan matanya, dan dia menangis dengan sedihnya. Li Jinnan berbisik, "Serius? Kau memberiku obat dan menanggalkan pakaianmu untuk merayuku. Dan sekarang, seorang perampok bertindak seperti seorang polisi?" Ketika mendengar apa yang pria itu katakan, amarah Ye Youyou tak terbendung, dia mendorong tangan Li Jinnan dan berkata, "Ber*ngsek, b*jingan, kau menjijikkan! Aku mabuk, dan kau hanyalah sebuah pelampiasan, dan sekarang kau berbicara seperti itu, kau ¡­" Li Jinnan membungkam mulut Ye Youyou, ekspresi wajah pria itu terlihat jelek. "Apa yang kau inginkan? Apakah kau akan meminta uang? Atau kau menginginkan sebuah film? Sebuah peran? Katakan saja, kau tidak perlu meneriaki aku seperti itu." Ketika seorang aktris tidur dengan bosnya, aktris itu tidak menginginkan apa pun selain hal-hal ini, bukan? Ketika Li Jinnan memutuskan untuk melakukannya tadi malam, pria itu sudah mempersiapkan diri. Namun, ketika Ye Youyou mendengar kata-kata seperti itu, wanita itu bahkan merasa semakin kesal. Air mata dan ingusnya menetes ke tangan Li Jinnan, dan pria itu meringis. "B*jingan ¡­." Ye Youyou menangis di balik selimut kembali. Li Jinnan menjadi marah dan berkata, "Jika kau terus berpura-pura, kau tidak akan mendapatkan apa-apa!" Ketika mendengar apa yang dikatakan pria itu, Ye Youyou menjadi murka. Dia bergegas ke arah Li Jinnan dan mencoba untuk memukul pria itu, tetapi Li Jinnan menjepit tubuh wanita itu dengan kedua tangan dan menekan Ye Youyou dengan tubuhnya. Li Jinnan menatap wanita itu dengan mata terpicing dan bertanya, "Apakah kita sedang bermain kucing dan tikus? Kau ingin melakukannya lagi?" "Aku ¡­" Ye Youyou terisak-isak, menggertakkan giginya, dan memalingkan wajahnya. "Kau bisa pergi. Aku merasa seperti telah ditiduri oleh seekor anjing." "Kau memanggilku anjing?" Li Jinnan hampir menjadi gila dan berkata, "Aku tidak menyangka kau akan semenyedihkan ini." Saat berbicara, pria itu menarik Ye Youyou dan berkata, "Pakai bajumu! Kita akan memeriksa kamera pengawas." Ye Youyou bangkit dan mengenakan pakaiannya, dan ketika dirinya melihat noda merah yang terpampang di tempat tidur, wanita itu bahkan menangis semakin menjadi-jadi. Chapter 953 - Aku Tidak Seperti Itu! Namun, ketika Li Jinnan dan Ye Youyou pergi ke ruang sekuriti untuk memeriksa rekaman kamera pengintai, mereka menemukan bahwa Ye Youyou terlihat sedang berjalan terhuyung-huyung masuk ke dalam suite Li Jinnan sendirian, wanita itu membuka ikatan pakaiannya sembari berjalan. Saat itu mungkin kira-kira satu jam sebelum Li Jinnan masuk ke dalam suite. Selama jeda waktu itu, Li Jinnan juga memiliki bukti ketidakhadiran yang cukup. Ye Youyou terkejut, mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat-ingat. Dalam benak wanita itu, sepertinya ada sebuah suara yang menggoda dirinya, dan suara itu terdengar berkata, "Pergilah ke Suite VIP888. Masuklah ke dalam. Seseorang di dalam suite itu dapat membantu dirimu." Tapi suara siapa itu? Ye Youyou mengerutkan keningnya, tetapi dirinya tidak dapat mengingatnya. Dia hanya merasa yakin bahwa suara itu bukan suara Li Jinnan. Li Jinnan melihat gambar di layar monitor dan menatap Ye Youyou. Ye Youyou merasa bersalah, menyusutkan lehernya. "Sekarang, bagaimana kau menjelaskan ini? "Aku ¡­" Li Jinnan berjalan mendekat, dan Ye Youyou mundur selangkah. Wajah wanita itu terlihat dipenuhi ketakutan. Mata Li Jinnan menjadi serius ketika dirinya menatap Ye Youyou, dan pria itu berkata dengan sebuah nada peringatan yang mendalam, "Sekarang bukti itu meyakinkan, kaulah yang memberiku obat, lalu pergi ke kamarku dan menunggu diriku. Kemudian, kau bergegas menyodorkan dirimu segera setelah aku masuk ke dalam. Apakah aku benar?" Wajah Ye Youyou memerah karena marah dan meraung, "Aku tidak seperti itu!" "Lalu, siapa yang memelukku tadi malam dan berkata, ''Aku menginginkannya''?" Li Jinnan dengan cepat bertanya. Orang-orang di ruang sekuriti itu terpana! Si*l ini menegangkan! Wajah Ye Youyou merah padam, dan wanita itu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan berkata, "Itu pasti karena kau menginginkan kecantikanku, dan kau ingin melakukan sesuatu sejak lama, bukan? Aku tidak menyangka kau akan terlihat seperti seekor anjing atau menjadi orang seperti itu. Si*lan!" Wajah Li Jinnan menjadi gelap, dia maju satu langkah, menatap wanita itu dan berkata, "Aku menantangmu untuk mengatakan hal itu lagi." Ye Youyou ketakutan, dan punggungnya menabrak dinding. Dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Saya salah." Para penjaga keamanan di dalam ruang sekuriti itu langsung mencibir, yang membuat wajah Ye Youyou semakin merah padam. Ketika wanita itu mengangkat kepalanya dan mulai mengatakan sesuatu untuk menyelamatkan martabatnya, matanya bertemu dengan mata Li Jinnan. Dia langsung ketakutan dan berkata, "Bisakah kita keluar terlebih dulu?" Wajah Li Jinnan melembut sedikit dan dia menegakkan tubuhnya. Ye Youyou langsung mendorong pria itu dan berlari keluar. Li Jinnan memutar kepalanya, menatap semua orang yang berada di ruang sekuriti itu, memicingkan matanya dan berkata, "Jika ada yang menyebutkan apa yang terjadi hari ini kepada orang lain ¡­" "Tidak, jangan khawatir tentang hal itu, Tuan Ketiga, kami tidak akan pernah mengatakan sepatah kata pun!" Para penjaga keamanan itu semuanya mengangguk dan bersumpah. Setelah mendapatkan jawaban positif mereka, Li Jinnan juga berjalan keluar. Ye Youyou cepat-cepat melangkah keluar dari hotel. Ketika membalikkan badannya, wanita itu mendapati bahwa Li Jinnan masih berada di belakangnya. Dia terkejut dan berbalik untuk berseru, "Apa yang Anda inginkan?" "Itu seharusnya pertanyaanku." "Saya ¡­ saya harus menenangkan diri." "Kau ingin melarikan diri seperti itu?" Li Jinnan bertanya, memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya. Ye Youyou merasa seperti dirinya akan menjadi gila. Dia meraung, "Lalu apa yang Anda inginkan!" "Aku lapar, aku ingin makan." Li Jinnan menatap wanita itu dan berkata, "Kau yang membayar makanannya." "Saya tidak punya uang!" "Kalau begitu, aku yang bayar. Ayo kita pergi." Li Jinnan meraih tangan Ye Youyou, dan ketika pria itu melihat ke belakang, matanya menjadi semakin gelap. Seseorang sedang mengikuti mereka. Itu pastilah seseorang dengan keterampilan yang sama dengan seorang detektif swasta, kalau tidak, dia tidak akan mengikuti mereka dengan begitu terampilnya. Li Jinnan berpura-pura tidak menyadarinya, dan dia menarik Ye Youyou menuju tempat parkir. Chapter 954 - Aku Sudah Menikah Setelah mereka masuk ke mobil, Ye Youyou mengatakan bahwa dirinya ingin makan makanan yang manis, jadi Li Jinnan mencari sebuah pusat perbelanjaan dan mereka masuk ke dalamnya. ¡­. Ye Youyou menatap Li Jinnan, dan melihat bahwa pria itu jelas terlihat sangat tidak senang. Wanita itu dengan lemahnya berkata, "Itu benar-benar bukan saya, Presiden Li. Saya mudah sekali merasa ketakutan ketika Anda melihat saya, jadi Anda tahu bahwa saya pastinya tidak cukup berani untuk melakukan hal seperti itu, kan?" Mendengar apa yang dikatakan wanita itu, Li Jinnan berkomentar dengan serius, "Kau benar-benar mudah untuk ditakuti." Ye Youyou merasakan ada sebuah panah yang menancap di dalam hatinya dan menatap pria itu. Wajah Li Jinnan berada sangat dekat dengan wajah Ye Youyou, jadi detak jantung wanita itu menjadi semakin cepat. Wajah Ye Youyou semakin memerah. Li Jinnan memandang wanita itu dan bertanya, "Gugup?" "Tidak ¡­ saya tidak gugup." Pembohong! Jantung Ye Youyou serasa akan melompat keluar, dan menelan ludahnya ketika dirinya melihat wajah pria itu yang semakin dekat. Li Jinnan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, dengan mudah mendorong wanita itu hingga menempel ke dinding dan bertanya, "Bagaimana kalau sekarang?" Wajah Ye Youyou merah padam saat memandang bibir merah di depan matanya itu, dan jantungnya berdetak kencang. Wanita itu menjilat bibirnya dan tidak mengatakan apa-apa. Li Jinnan menundukkan kepalanya mendekati bibir wanita itu. Ye Youyou mengerti maksud pria itu dengan seketika. Dia langsung memalingkan kepalanya, mendorong tubuh Li Jinnan dengan keras, dan berseru, "Presiden Li, saya benar-benar sudah menikah, dan suami saya adalah Shen Luo''an!" Shen Luo''an? Li Jinnan merasa bahwa nama itu agak familier, dan setelah memikirkannya, dia akhirnya mengetahui siapa pria itu. Dia merasa sedikit terkejut, memandang Ye Youyou sambil menaikkan alisnya, dan berkata tanpa basa-basi, "Aku tidak pernah mendengar bahwa Shen Luo''an sudah menikah." "Sudah kubilang, pernikahan kami sangat sederhana!" "Baiklah ¡­" Li Jinnan sepertinya memikirkan tentang sesuatu. Dia menggoyang-goyangkan gelas berisi anggur merah di tangannya, menyerahkannya pada wanita itu, dan berkata, "Minumlah?" "Tidak, saya harus pulang karena sudah larut malam. Itu berbahaya untuk bersama-sama seorang pria, terutama untuk wanita cantik dan seksi seperti saya. Dan juga, bagaimana jika Anda mabuk dan melakukan sesuatu pada saya? Saya harus berhati-hati." Ye Youyou mengatakan kata-kata itu dengan serius, yang membuat Li Jinnan terdiam. Melihat reaksi pria itu, Ye Youyou berdiri dan mulai melangkah keluar. Li Jinnan meletakkan gelasnya di atas meja dan menghentikan wanita itu dengan sebuah tatapan mata. Ye Youyou merasa khawatir. Dia berdiri di tempat yang sama dan bertanya, "Apa?" "Aku belum selesai menanyakan pertanyaan yang kedua." "Kalau begitu tanyalah!" Ye Youyou memutar kepalanya dan menatap pria itu dengan tidak senang. "Tadi malam adalah saat pertama kalimu." Itu bukan pertanyaan, tapi pernyataan. ''Karena hambatan yang signifikan dan noda merah yang mencolok itu, aku yakin bahwa tadi malam adalah saat pertama kalinya.'' Saat membicarakan tentang hal ini, Ye Youyou hampir menjerit. Sambil memandangi Li Jinnan, mata wanita itu terlihat memerah. Ketika Li Jinnan melihat hal itu, dirinya mengetahui dengan pasti. Dia berkata sambil tertawa getir, "Karena kau sudah menikah selama dua bulan, kenapa itu adalah saat pertama kalimu? Apakah itu karena suamimu ¡­ tidak kompeten?" Raut wajah tenang wanita itu tiba-tiba menghilang. Ye Youyou memelototi Li Jinnan dan berkata, "Urus saja urusan Anda sendiri!" Setelah itu, dia memalingkan wajahnya dan berjalan keluar, tetapi di depan pintu, wanita itu berhenti dan berbalik untuk berkata, "Apa yang terjadi hanyalah embusan angin, itu sudah berlalu sekarang. Kita sudah dewasa, jadi tidak perlu bagi kita untuk terjerat oleh kesalahan yang dilakukan banyak orang. Orang yang menderita kerugian adalah saya, bukan Anda. Anda tidak memiliki alasan untuk memedulikannya." Chapter 955 - Orang-orang Sepertimu Ditangkap, Dimasukkan Ke Dalam Kandang Babi, Dan Ditenggelamkan Mendengar apa yang wanita itu katakan, Li Jinnan tertawa getir dan memandangi sosok Ye Youyou yang berjalan menjauh dengan pandangan mata mencemooh. "Ini juga pertama kalinya untukku," kata Li Jinnan, "Dan sepertinya aku mendapatkan yang terburuk." Pria itu mengambil gelas anggur kemudian menyesapnya. Dia mengambil ponselnya kemudian melihat-lihat daftar kontak, setelah menemukan nomor Luo Zhan, pria itu menekan nomor ponsel Luo Zhan. Luo Zhan sedang bermain game ketika panggilan telepon itu menginterupsi dirinya, yang mana menjengkelkan. Tetapi setelah melihat sang peneleponnya, dia merasa sedikit terkejut dan berbisik, "Li Jinnan?" Setelah mengangkat telepon, Luo Zhan tidak menunggu hingga Li Jinnan berbicara. Dia berkata dengan suara pelan, "Hei, angin apa yang bertiup sehingga kau meneleponku? Apa yang bisa kulakukan untukmu?" Saat mendengar apa yang Luo Zhan katakan, Li Jinnan menjawab, "Kakak Luo, bagaimana kau tahu kalau aku punya sesuatu untuk ditanyakan padamu?" "Ayolah, kau dan kakakmu sama saja. Jika tidak ada yang kalian butuhkan, apakah kalian akan mencariku?" Tentu saja, jawabannya tidak! "Jadi sebenarnya apa yang kau inginkan?" "Baiklah, karena aku tidak kenal siapa pun yang bekerja di Catatan Sipil, aku harus meminta bantuanmu." "Kau ingin menikah?" Luo Zhan menjadi tertarik dan bertanya, "Siapa itu? Laki-laki atau perempuan?" Li Jinnan berkata, "¡­ Jika itu laki-laki, ayahku akan mencoba membunuhku, dan kakekku akan mati lebih awal supaya dia bisa berguling-guling di kuburnya." "Haha ¡­ aduh, Li Jinnan sudah dewasa. Jadi, katakan padaku, siapa itu, siapa namanya, dan berapa umurnya?" "Detail-detail itu tidak penting. Aku ingin kau membantuku memeriksa apakah wanita itu sudah menikah." Luo Zhan terkejut dan berkata, "Tidak mungkin. Kau benar-benar jatuh cinta dengan seorang wanita yang sudah menikah?" "Dia mungkin sudah menikah, tapi aku curiga dia berbohong padaku." "Si*l, kau menyukainya?" "Ya begitulah." Li Jinnan meletakkan gelas anggur di tangannya dan berkata, "Itu hanyalah sebuah hubungan seks semalam, jadi aku tidak bisa mengatakan bahwa aku menyukainya, tetapi itu terasa enak juga." "Ya Tuhan, Li Jinnan akhirnya menemukan seorang wanita untuk tidur dengannya. Oke, beri aku nama dan nomor KTP-nya, dan aku akan membantumu." "Baiklah, aku perlu waktu sejenak untuk menemukan nomor KTP-nya." "Apakah kau tahu dengan siapa dia menikah? Beri tahu saja namanya padaku." "Ye Youyou dan Shen Luo''an." "Oke, tunggu." Jari-jari Luo Zhan terdengar sibuk dengan kibornya, lalu dia berseru, "Hei, bukankah pria itu ilmuwan yang sangat terkenal di Ibu kota?" "Mungkin." Li Jinnan juga sudah mendengar tentang Shen Luo''an. "Ya, Ye Youyou dan Shen Luo''an adalah suami istri. Mereka terdaftar menikah pada bulan Agustus." "Benarkah?" Li Jinnan mengerutkan keningnya dan tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Dia merogoh saku celananya dan menemukan sebuah cincin. Itu adalah cincin yang sangat halus, dan terlihat cantik. ''Cincin ini mahal. Apakah ini benar-benar cincin kawinnya?'' "Jinnan, kau payah. Kau tidur dengan seorang wanita yang sudah menikah. Jika ini ketahuan, mereka mungkin memanggilmu seorang pezina. Itu akan sulit didengar. Pada zaman kuno, orang-orang sepertimu ditangkap, dimasukkan ke dalam kandang babi, dan ditenggelamkan," kata Luo Zhan dengan serius. "Karena kau sekarang sudah tahu situasinya, putus saja dengannya. Meskipun dia terlihat menyenangkan, reputasimu lebih penting. Dan pastikan kakek dan ayahmu tidak menemukan hal ini, karena mereka mungkin mematahkan kakimu." "Aku tahu. Terima kasih, Kakak Luo. Selamat tinggal." Luo Zhan, "¡­." Chapter 956 - Kejam Dan Keji Luo Zhan melemparkan ponselnya dengan marah, dan tiba-tiba teringat bahwa dirinya belum menyelesaikan game-nya, tetapi ketika kembali untuk melihatnya, dia sudah dilaporkan tidak aktif. Pria itu menghela napas, "Si*lan!" - Ketika Ye Youyou meninggalkan vila Li Jinnan, dia dengan cepat menyetop sebuah taksi. Tetapi ketika taksi itu sedang melaju menjauh, wanita itu tiba-tiba menyadari bahwa cincin kawinnya masih berada di saku Li Jinnan! Dirinya merasa sedikit kesal, tapi Ye Youyou tidak memiliki keberanian untuk kembali. ''Bagaimana jika dia berpikir bahwa melakukannya sekali sama dengan melakukannya dua kali? Apa yang akan aku lakukan jika dia membuatku melakukannya lagi?'' ''Itu terlalu berbahaya!'' Ketika Ye Youyou sedang memikirkan tentang hal itu, ponselnya berdering lagi. Itu adalah kakaknya, Ye Qianqian. Dia mengangkat teleponnya dan menjawab, "Halo, Kakak." Ye Qianqian merasa lega setelah mendengar suara kakaknya dan bertanya, "Kau di mana? Apakah semuanya baik-baik saja? Apa kau sudah pulang?" "Ya, aku di dalam mobil." "Hei, kau harus berhati-hati mengenai situasimu dengan Kakak Luo''an. Jangan membuat masalah, kau tahu apa yang dipikirkan Nyonya Shen tentang dirimu ¡­." Ye Youyou menggeliat dengan tidak nyaman. Dia mengangguk dan berkata, "Aku tahu, Kak, itu tidak akan terjadi lagi." Ye Qianqian bukanlah seorang idiot. Setelah mendengar apa yang dikatakan Li Jinnan, dirinya bisa menebak apa yang terjadi. Dia bertanya, "Tadi malam, apakah kau bersama-sama dengan Li Jinnan itu?" Ye Youyou bergidik dan segera menjawab, "Tidak!" Tetapi setelah mengatakan itu, wanita itu menyadari bahwa reaksinya sepertinya terlalu berlebihan. Dia menenangkan dirinya dan berkata, "Tidak, bagaimana aku bisa bersama dengan pria itu? Dia adalah bos perusahaan kami. Tadi malam adalah perjamuan makan malam film yang kubintangi, meskipun aku hanyalah seorang aktris pendukung. Itu adalah sebuah pesta, kan? Jadi aku minum anggur dengannya, dan tidak ada yang lainnya." "Benarkah?" Ye Qianqian bertanya, dan dirinya jelas tidak memercayai Ye Youyou. Ye Youyou merasa sangat gugup, tetapi berkata dengan sangat tenang, "Ya, itu benar." Mendengar apa yang adiknya katakan, Ye Qianqian mengangguk dan berkata, "Kau bukanlah anak kecil lagi, jadi kau harus membuat keputusanmu sendiri. Keluarga Shen cenderung tidak bersimpati terhadap dirimu, terutama wanita tua itu. Jika kau tidak melakukannya dengan baik, dia mungkin akan membuat situasinya semakin sulit bagi dirimu untuk tetap berada di sisi Shen Luo''an, jika itu yang kau inginkan." Ye Youyou merasa semakin gugup dan berpikir mengenai kesalahan yang dirinya telah lakukan tadi malam. ''Aku sudah melakukan sesuatu yang salah ¡­.'' ''Yang bisa kulakukan saat ini adalah mencoba menutupinya.'' "Ya, aku tahu, aku tidak akan melakukannya." "Tidurlah yang nyenyak." "Selamat malam, Kak." ¡­. Setelah menutup telepon, Ye Qianqian merasa sedikit khawatir. Ye Youyou masih muda, dan dia dimanja saat masih kecil, jadi dapatkah dia benar-benar berhasil selamat tinggal bersama dengan orang-orang seperti Keluarga Shen, yang memperlakukan orang dengan kejam dan keji? Sambil memikirkan hal itu, Ye Qianqian tertidur tanpa menyadarinya. ¡­. Hari berikutnya, Senin. Yu Lili bangun pagi-pagi sekali, memakai pakaian olahraga untuk lari pagi, dan membawa pulang beberapa makanan untuk sarapan setelah berolahraga. Ketika Yu Lili kembali, waktu sudah menunjukkan pukul 8:10 pagi, tapi Ye Qianqian masih belum bangun. Setelah Yu Lili mengetuk pintu untuk waktu yang lama, Ye Qianqian keluar dengan malasnya. Namun, ketika pintu dibuka dan aroma makanan sarapan tercium, mata Ye Qianqian menjadi berbinar-binar. Dia langsung pergi ke kamar mandi, dan ketika dirinya keluar, Yu Lili sudah makan sambil bermain dengan ponselnya. Chapter 957 - Menyelamatkan Seorang Penipu Ketika melihat Yu Lili yang mengenakan pakaian olahraga, Ye Qianqian berseru, "Wow, Lili, jadwalmu benar-benar teratur! Kau bisa membangunkanku setiap hari sehingga aku pastinya tidak akan terlambat!" "Kau bisa pergi lari pagi denganku setiap hari, kau tidak hanya akan tepat waktu, tapi kau juga akan sehat." Mendengar apa yang Yu Lili katakan, Ye Qianqian langsung melambai-lambaikan tangannya. "Lupakan saja. Aku memilih untuk menjadi wanita yang cantik dan pendiam." Yu Lili memutar bola matanya, makan sarapan dengan cepat, dan berkata, "Bagaimana biasanya kau pergi ke kantor?" "Naik sepeda. Keledai kecilku diparkir di lantai bawah, tetapi sayangnya, sepedaku hanya memiliki satu kursi." Ye Qianqian mengambil sebuah bakpao dan berkata, "Tunggu aku. Saat aku selesai, ayo kita pergi bersama-sama agar aku bisa menunjukkan jalannya padamu." Ye Qianqian makan dengan sangat lambat sehingga Yu Lili tidak tahan untuk melihatnya. "Tidak perlu, aku akan pergi ke sana sendirian. Aku baru saja mencoba rutenya, sehingga kau bisa naik sepeda ke sana. Lanjutkan saja, makan pelan-pelan." "Oh baiklah." Ye Qianqian meminum susu kedelainya dan berkata, "Aku juga tidak ingin berjalan ke sana." Yu Lili terkekeh-kekeh, dan setelah berganti pakaian, dirinya keluar dari pintu pada pukul 8:30. Dia berjalan ke arah kantor, dengan mengenakan sepatu bersol datar di kakinya dan memandangi pemandangan di sepanjang jalan. Lingkungan di sekitarnya menyenangkan, jadi rumah-rumah di daerah itu seharusnya lebih mahal daripada yang dibayangkannya. Yu Lili berjalan maju, dan setelah sekitar sepuluh menit, dia melewati sebuah jalan yang sibuk. Ada berbagai pasar di sekitarnya, serta kios-kios yang menjual buah-buahan dan bunga, dan biasanya terdapat banyak orang di sana, tetapi orang-orang di sana saat ini sangatlah harmonis. Tepat di samping jalan utama, seorang wanita tua yang mengenakan cheongsam indah sedang terbaring di tepi jalan. Ada banyak orang yang lalu-lalang, tetapi mereka hanya memandang wanita tua itu dan langsung berjalan menjauh. Melihat pemandangan seperti itu, Yu Lili merasa sedikit marah. ''Seorang wanita tua terbaring di tepi jalan, tetapi tidak ada seorang pun yang datang untuk menolong!'' Namun, setelah memikirkannya, Yu Lili menyadari bahwa sikap acuh mereka itu masuk akal. Lagi pula, terdapat sangat banyak orang yang akan memalsukan sebuah kecelakaan, kemudian menuntut kompensasi. Namun, ketika Yu Lili menyaksikan bahwa dada wanita tua itu naik turun, dirinya merasa ada sesuatu yang benar-benar salah. Yu Lili melangkah menghampiri, tetapi tidak berani terlalu dekat. Dia melihat wajah wanita tua itu dan mendapati bahwa kondisi wanita tua itu terlihat sangat buruk. Wajahnya memiliki bercak-bercak berwarna hijau dan putih. Napasnya sangat cepat, dan dadanya bergetar naik turun. Ketika Yu Lili melihat hal itu, dirinya mengetahui bahwa ada sesuatu yang salah, jadi dia melangkah maju. Seseorang di sebelahnya berteriak, "Nona, jangan pergi ke sana. Wanita-wanita tua itu semuanya penipu, dan bagaimana jika dia mengatakan bahwa kaulah yang menyakitinya? Apa yang akan kau lakukan kemudian?" kata seorang wanita yang sedang membawa keranjang, dengan baik hatinya mengingatkan Yu Lili. Kata-kata wanita itu mengungkapkan kekhawatiran Yu Lili sendiri. Yu Lili tidak memiliki apa-apa sekarang, terutama uang. Jika seorang wanita tua menipunya, Yu Lili benar-benar bisa mati. ''Tetapi wanita tua ini terlihat sangat mengerikan, dan jika dia benar-benar sedang berada dalam kesulitan, dapatkah semua orang lainnya benar-benar hanya berdiri dan membunuh wanita tua seperti itu?'' Yu Lili tidak menganggap dirinya sebagai orang yang baik, tetapi dalam situasi seperti itu, dirinya tidak bisa pergi begitu saja. Sambil melihat ke sekelilingnya, Yu Lili berkata, "Bibi, tunggu sebentar. Jika sesuatu benar-benar terjadi, Bibi bisa bersaksi untukku." Setelah mengatakan hal itu, Yu Lili melangkah maju dan berlutut. Chapter 958 - Nona, Berikan Nomor Ponselmu Yu Lili mengulurkan tangan untuk memeriksa pernapasan wanita tua itu dan menemukan bahwa napasnya sangat lemah. Tiba-tiba, wanita tua itu bereaksi dengan hebat dan meraih tangan Yu Lili dari bawah hidungnya. Gerakan yang tiba-tiba itu membuat Yu Lili ketakutan. Dia memandangi wanita tua yang tiba-tiba menjadi hidup kembali itu. Yu Lili hendak mengatakan sesuatu ketika dirinya menyadari bahwa mata wanita tua itu hampir terpejam lagi. Wanita tua itu berjuang untuk mengeluarkan kata-kata, "Tolong ¡­ aku ¡­." Yu Lili membeku karena syok. Dia menyaksikan wanita tua itu memalingkan matanya dan tertidur kembali. Masih ketakutan, Yu Lili membungkuk untuk memeriksa detak jantung wanita tua tersebut. Yu Lili merasa lega ketika mendapati bahwa, meskipun lemah, jantung wanita tua itu masih berdetak. Yu Lili membantu wanita tua itu berdiri dan berseru, "Adakah yang bisa membantu saya? Ada sesuatu yang salah dengan wanita ini! Di mana rumah sakit terdekat dan bagaimana saya bisa sampai di sana?" "Jalan lurus dan belok kiri di perempatan jalan," terdengar suara seorang wanita yang berteriak entah dari mana. Yu Lili mencoba menggendong wanita tua itu di pundaknya karena tidak ada seorang pun yang mau menolongnya. Hal itu sangat mengecewakan ¡­. Yu Lili setengah menyeret, setengah menggendong wanita tua itu, ke rumah sakit. Ketika mereka tiba, seorang perawat segera membawa wanita tua itu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dokter memberikan barang-barang wanita tua itu kepada Yu Lili. Dia menemukan bahwa wanita tua itu cukup mengerti teknologi untuk wanita seusianya karena memiliki iPhone model terbaru. Itu adalah model yang sama dengan ponsel Yu Lili. Tanpa diduga, tidak ada kata sandinya. Yu Lili melihat-lihat daftar kontak dan dengan cepat menemukan keluarga wanita tua tersebut karena setiap orang dinamai sebagai sesuatu yang jelas seperti Suami, Putra, Cucu, dan sebagainya. Yu Lili memutuskan untuk menghubungi putra wanita tua itu. Nomor ponsel itu merupakan nomor ibu kota. Yu Lili terkejut ketika putra wanita tua itu menjawab teleponnya dengan cepat dan berkata, "Halo, Bu, Ibu dari mana saja? Aku sudah lama mencari-carimu!" Suaranya terdengar seperti seorang pria paruh baya dan memiliki aksen utara yang jelas. Yu Lili merasa malu karena dipanggil ''ibu'' oleh seseorang yang jauh lebih tua darinya, tetapi dia mengabaikan perasaan itu dan berkata, "Saya rasa ibu Anda baru saja pingsan di tepi jalan ¡­" Namun, ucapan Yu Lili terpotong oleh pertanyaan-pertanyaan yang mengkhawatirkan dari seberang telepon. Satu-satunya kata yang bisa dipahaminya adalah, "Apa? Pingsan?" Yu Lili merasa gugup dengan perubahan yang tiba-tiba dalam nada suara pria itu, dan kemudian suaranya berhenti sama sekali. Setelah beberapa saat, suara itu terdengar keras dan jelas dan bertanya, "Di mana Anda sekarang?" "Saya membawanya ke rumah sakit. Alamatnya adalah Rumah Sakit Kedua Kotaraja. Dia masih berada di ruang gawat darurat ¡­." "Kotaraja? Bagaimana dia bisa sampai ke Kotaraja? Wanita tua itu terlalu lasak 1 untuk kebaikannya sendiri!" Yu Lili tidak berkata-kata. Wanita tua ¡­ apakah ini nada bicara yang selalu dia gunakan ketika membicarakan tentang ibunya?'' "Tunggu, saya akan menghubungi putri saya dan menyuruhnya ke sana. Maukah Anda memberi saya nomor ponsel Anda?" "Ah ¡­ nomor ponsel saya? Kenapa Anda menginginkan nomor ponsel saya? Suruh saja dia ke rumah sakit." Yu Lili memiliki sebuah firasat buruk. "Hei Nona, Anda harus membantu saya menyelamatkan ibu saya. Wanita tua itu tidak terlalu pandai berpikir, jadi ketika dia bangun, Saya ingin Anda tetap bersamanya. Tolong berikan nomor ponsel agar saya dapat menemukan Anda dengan mudah!" "Tidak perlu melakukan itu. Saya tidak punya uang. Selain itu, rumah sakit dapat mencari saya untuk biaya pengobatannya nanti jika saya memberikan nomor ponsel saya pada Anda. Saya sebaiknya pergi. Saya akan meninggalkan barang-barang ibu Anda di meja depan, suruh saja putri Anda untuk segera datang." "Nona ¡­" Pria itu masih berteriak-teriak di ujung telepon, tetapi Yu Lili terlalu takut sehingga menutup teleponnya. Yu Lili meninggalkan semuanya di meja depan. Terdapat banyak uang di dompet wanita tua itu. Tentunya cukup untuk membayar tagihan pengobatannya. Yu Lili juga menjelaskan kepada perawat, bahwa cucu perempuan wanita tua itu seharusnya akan segera tiba. Setelah itu, dia berbalik untuk meninggalkan rumah sakit. Selalu ingin bergerak; tidak dapat tenang (diam), selalu ingin mengerjakan sesuatu. Chapter 959 - Tidak Bisa Melihat Wanita Tua Itu Meninggal ''Siapa yang bisa membayangkan hal itu, tidak hanya putra wanita tua itu yang meminta nomor ponselku, tetapi bahkan staf meja depan juga meminta nomor ponselku sehingga keluarganya bisa menghubungiku untuk mengucapkan terima kasih.'' Yu Lili menuliskan nomor ponselnya setelah dirinya berpikir sejenak. Ketika baru saja selesai menuliskan nomornya, ponselnya berdering. Yu Lili melirik ponselnya, itu dari Pemred Zhou. Yu Lili melihat jam, dan merasa semakin putus asa ketika menemukan bahwa saat itu hampir pukul sepuluh! Dirinya terlambat satu jam! Yu Lili dengan cepat menggunakan sebuah naik taksi ke kantor, dan wanita itu bergegas masuk untuk absen secepat mungkin. Ketika dia melihat bahwa jam menunjukkan pukul sepuluh, dirinya merasa seperti akan menangis. ''Aku terlambat ¡­ lagi ¡­.'' Yu Lili pergi ke kantor Pemred Zhou untuk mengakui kesalahannya dengan tulus, dan sikapnya sangat rendah hati. Tapi tanpa disangka-sangka, Pemred Zhou bersikap tidak terlalu marah ketika melihat Yu Lili. Dia hanya menghela napas dan menggosok-gosok dahinya dengan jemarinya. "Lihatlah dirimu. Bukankah kau tinggal bersama Ye Qianqian sekarang? Kenapa Ye Qianqian tepat waktu, tapi kau terlambat!" "Aku ¡­" Yu Lili menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah dan berkata, "Dalam perjalananku ke kantor, aku menemukan seorang wanita tua yang pingsan, jadi aku membawanya ke rumah sakit, lalu aku terlambat ¡­." "Jadi, kau dengan beraninya melakukan hal yang benar, tidak peduli dengan konsekuensinya? Apakah kau tidak takut kalau wanita itu akan menuduhmu sesuatu?" "Aku takut, tetapi jika wanita tua itu meninggal, aku akan mengalami mimpi buruk." Pemred Zhou berkata dengan raut wajah mencemooh, "Dia mungkin saja berpura-pura." "Itu sungguhan ¡­." "Baiklah, aku ingin mempromosikanmu sebagai seorang editor yang bertanggung jawab. Tetapi dengan apa yang telah kau lakukan, bagaimana aku bisa mempromosikanmu nanti!" Pemred Zhou berkata sambil menghela napas. "Tapi aku harus mengucapkan terima kasih padamu untuk kejadian yang kemarin." Yu Lili merasa lega setelah mengetahui bahwa Pemred Zhou tidak bermaksud untuk mengutuk karyawannya. "Kau harus lebih memperhatikan di masa mendatang, dan jangan terlambat lagi. Kau harus bekerja keras. Karena buku komik berjudul Transaksi Cinta, jumlah unduhan di aplikasi kita telah meningkat secara dramatis. Untuk saat ini, kita hanya mengandalkan Zi Yu dan Ye Qianqian, yang sudah sibuk. Kita masih perlu mempromosikan seseorang sebagai editor yang bertanggung jawab. Shan Yu telah menjadi sangat aktif baru-baru ini sejak mendengar tentang hal ini. Kau harus bekerja keras, karena aku masih menginginkan agar posisi tersebut menjadi milikmu." Yu Lili merasa sedikit malu. "Tidakkah Anda sedang menggunakan wewenang yang Anda miliki?" Pemred Zhou melirik Yu Lili dan berkata, "Itu tidak dihitung! Kembalilah bekerja!" "Baik!" Setelah itu, Yu Lili segera membalikkan badannya dan keluar dari ruangan itu, tetapi dia melihat bahwa Shan Yu baru saja kembali ke tempat duduknya pada saat itu. Yu Lili tidak mengetahui apakah itu sebuah ilusi, tapi dirinya merasa bahwa tatapan mata yang diberikan Shan Yu padanya agak aneh. Yu Lili memberinya sebuah senyuman yang ramah dan menyalakan komputernya untuk bekerja. Namun, Yu Lili menerima sebuah telepon pada sore itu. Itu adalah nomor telepon dari Ibu kota. Yu Lili menduga itu mungkin keluarga dari wanita tua yang dia temukan tadi pagi. Dia mengangkat teleponnya. "Halo?" "Apakah Anda Nona Yu? Apakah Anda adalah gadis yang menghubungi saya menggunakan ponsel ibu saya pagi ini?" "Nggg ¡­" Suara itu terdengar sama dengan suara di telepon tadi pagi, tapi nada bicaranya jauh lebih ramah, dan Yu Lili berkata, "Ya." "Ya Tuhan, terima kasih banyak. Dokter berkata bahwa jika ibu saya tiba beberapa menit kemudian, dia pasti sudah meninggal. Apakah Anda bebas saat ini?" "Saya rasa saya agak sibuk di tempat kerja saat ini?" Yu Lili memandangi tumpukan kontrak yang membuat dirinya sakit kepala. "Baiklah, ketika Anda selesai bekerja, apakah Anda bersedia datang ke rumah sakit? Ibu saya sudah sadar, dan dia ingin bertemu dengan Anda." "Baiklah, saya akan kembali bekerja sekarang." "Oke, saya minta maaf karena mengganggu Anda." Suara pria paruh baya itu terdengar sangat sopan. Setiap kata yang dikatakannya terdengar penuh hormat. £¬ Chapter 960 - Dia Adalah Wanita Simpanan Ou Ming Sopan santun yang saling menguntungkan. Ketika Yu Lili mendengar nada bicara yang ramah milik pria itu, suasana hatinya membaik. Yu Lili sibuk dengan pekerjaannya hingga sore. Saat pulang kerja, dia melihat Ye Qianqian mengendarai sepedanya tepat pada waktunya. Ye Qianqian memberi tahu Yu Lili bahwa dirinya akan pergi berbelanja dan kemudian pulang. Namun, Yu Lili sedang tidak terburu-buru untuk pulang, jadi dia menuju ke rumah sakit. Yu Lili bertanya tentang wanita tua itu di meja depan dan diarahkan ke bangsal yang benar. Yu Lili merasa terkejut, karena itu adalah sebuah bangsal VIP. ''Sepertinya keluarga ini kaya raya! Aku merasa khawatir tadi pagi karena wanita tua itu mungkin akan menipuku. Aku benar-benar berpikir berlebihan.'' Yu Lili mengetuk pintu, dan setelah berjalan masuk, dirinya melihat Shen Manting yang sedang berdiri di dalam. Yu Lili terlihat terkejut. Shen Manting pun terlihat tercengang, dan berkata, "Apakah itu kau?" Di dalam bangsal, di sebelah Shen Manting, ada seorang wanita tua yang sedang terbaring di tempat tidur. Seorang pria paruh baya yang terlihat sedikit gemuk sedang duduk di samping wanita tua tersebut. Wajahnya bulat dan pucat dihiasi sebuah senyuman lembut, dan pria itu mengenakan sebuah kacamata berbingkai emas. Pada pandangan pertama, Yu Lili dapat memastikan bahwa pria tersebut adalah wajah klasik seorang pria kaya. Tetapi pria itu memiliki karakteristik wajah yang beraturan, dan tidak sulit untuk membayangkan bahwa dia pastilah tampan di masa lalu. Ketika pria paruh baya tersebut mendengar suara Shen Manting, dia mendongak dan bertanya, "Manting, kau kenal gadis ini?" Shen Manting menyatukan tangannya dan berkata dengan nada bicara sedikit tidak puas, "Aku pastilah mengenal gadis ini, karena dia adalah wanita simpanan Ou Ming." Wanita simpanan ¡­. Kedua kata itu terdengar menghina, meremehkan, dan tidak bersahabat. Raut wajah Yu Lili tiba-tiba berubah. Wajah pria paruh baya itu juga berubah setelah mendengar kedua kata itu, dan dia membalikkan badannya untuk menatap Shen Manting. Shen Manting tiba-tiba menyadari bahwa dirinya sudah salah bicara. "Ayah ¡­" "Ou Ming memiliki wanita simpanan? Apakah kau masih ingin menikah dengan pria seperti itu?" Pria paruh baya itu menatap Yu Lili dengan wajah muram, dan tatapan matanya terlihat berbeda dari sebelumnya. Shen Manting tergagap-gagap dan berkata, "Aku ¡­" "Cukup." Saat wanita tua itu tiba-tiba berbicara, terdengar keagungan dalam suaranya, bercampur dengan sedikit nada peringatan. "Tidak peduli siapa pun dirimu, satu-satunya yang kutahu adalah kau telah menyelamatkanku." Saat menatap Yu Lili, tatapan mata wanita tua itu melembut, dan dia melambai pada Yu Lili. "Gadis kecil, datanglah padaku." Senyum Yu Lili terlihat sedikit kaku. Hanya karena Shen Manting mengucapkan kata "wanita simpanan", pria paruh baya yang tadinya bersikap sopan dan elegan itu pun sekarang menatap Yu Lili dengan tatapan menghina yang aneh. Yu Lili merasa tidak nyaman. Ketika melihat wanita tua itu melambai, bukan saja dirinya tidak bergerak maju, tetapi malah mundur selangkah dan berkata, "Saya lega mengetahui bahwa wanita tua itu baik-baik saja. Saya akan pergi sekarang, selamat tinggal." "Kemarilah, Nak." Wanita tua itu berbicara lagi, tapi langkah kaki Yu Lili lebih cepat dan semakin cepat saat dirinya keluar dari bangsal itu secepat yang dia bisa. Wanita tua itu menjadi marah. Dia memukul putranya dan berseru, "Bawa gadis itu kembali. Apakah kau ingin aku marah?" Putra wanita tua itu dengan cepat berdiri. Pria itu berjalan keluar dari bangsal dan melihat punggung Yu Lili. Dia mengejar wanita itu dan berhasil berhenti di depan Yu Lili. Terdapat banyak lampu di lorong rumah sakit. Pria paruh baya itu melihat bahwa mata wanita muda itu kemerahan. Dia langsung merasa bersalah dan berkata, "Maaf, Nona, anak saya telah mengatakan kata-kata yang salah. Saya sangat menyesal tentang hal itu." Chapter 961 - Mengubah Namaku "Anda terlalu sopan. Saya adalah generasi yang lebih muda, jadi Anda tidak perlu menghormati saya." Yu Lili tersenyum. "Saya masih harus melakukan sesuatu, jadi saya harus pergi." "Maaf, Nona, saya minta maaf." Pria paruh baya tersebut menghentikan Yu Lili kembali, dan berkata dengan sedikit malu, "Ibu saya sepertinya sangat menyukai Anda. Jika Anda pergi saat ini, saya takut ibu saya akan mematahkan kaki saya. Saya mohon tolong bantu saya." Yu Lili melihat raut wajah pria itu yang malu dan tersenyum. Ketika pria paruh baya itu melihat Yu Lili tersenyum, dia mencoba membuat sebuah ekspresi wajah yang menyedihkan dan berkata, "Apakah Anda ingin melihat saya dalam masalah?" Yu Lili menatap pria itu dan entah kenapa berpikir bahwa pria yang lebih tua ini sangat imut-imut, tetapi wanita itu masih menundukkan kepalanya dan berkata, "Paman, aku juga ingin membantumu. Tetapi tidak cocok bagiku untuk muncul di depan keluargamu mengingat identitasku. Aku minta maaf, tetapi aku harus pergi." "Identitas apa? Identitasmu saat ini adalah penyelamat ibuku, bukankah begitu?" Pria paruh baya itu mengulurkan tangan pada Yu Lili dan berkata, "Namaku Shen Longyue, siapa namamu?" "Yu Lili." Yu Lili mengulurkan tangannya dan dengan lembut menggenggam tangan pria itu, lalu dengan cepat melepaskan tangannya. "Hebat, kita sudah saling kenal sekarang. Ayo kita kembali untuk menemui ibuku." Pria paruh baya itu terlihat malu untuk memohon pada Yu Lili, dan pria itu menunjuk ke arah lorong di belakang mereka. Yu Lili melirik Shen Longyue, lalu membalikkan badan dan kembali masuk ke dalam bangsal itu. Ketika Yu Lili memasuki bangsal tersebut, wanita tua itu melihat ke arahnya, menatap wajah Yu Lili untuk waktu yang lama. Yu Lili merasa sedikit gugup ketika dia melihat wanita tua itu sedang menatap dirinya. Dia tanpa sadar menyentuh wajahnya dan kemudian menatap Shen Longyue yang berada di belakangnya. Shen Longyue juga merasa sedikit malu. Dia berkata, "Jangan kaget, ibuku agak ¡­ nggg, dia adalah seorang peramal yang suka melihat wajah dan tangan orang lain. Ibuku berlatih fisiognomi 1 dan palmistri 2 . Kau bisa meminta ibuku untuk membaca wajah atau tanganmu. Ibuku sangat akurat." Yu Lili selalu menjadi seorang ateis, tetapi dia masih percaya pada hal-hal seperti meramal dan fisiognomi. Dia tidak mengetahui apakah hal ini adalah takhayul, tetapi entah bagaimana dirinya merasa yakin bahwa hal itu nyata. Wanita tua itu menatap Yu Lili untuk waktu yang lama dan berkata, "Nak, siapa namamu?" "Yu Lili, namanya Yu Lili. Aku tadi sudah bilang, Nenek." Shen Manting duduk di kursi di sebelah wanita tua itu sambil menatap Yu Lili dengan tidak senang. Yu Lili mengangguk, dan dirinya merasa sedikit aneh. Dia benar-benar sedang duduk berhadapan dengan saingannya dalam urusan asmara, dan berada di bangsal nenek saingannya itu. Pengalaman ini anehnya terlihat menakjubkan, meskipun dirinya sudah putus dengan Ou Ming. Nyonya Tua Shen mengangguk sambil tersenyum, lalu mengulurkan tangannya dan mencondongkan tubuh ke arah Yu Lili. Dia berkata, "Namamu sangat bagus, tetapi takdirmu lemah. Dengan nama ini, takdirmu menjadi semakin lemah. Kau harus mengubah namamu. Bagaimana dengan Shen Yinyue?" "Ah?" Yu Lili tertegun. "Mengubah namaku?" ''Baiklah ¡­ wanita tua ini ingin langsung mengganti namaku ketika dia bertemu denganku untuk pertama kalinya. Apakah itu tidak apa-apa?'' Yu Lili merasa agak aneh, jadi dia menatap Shen Longyue. Shen Longyue terlihat tak berdaya dan malu, dan berkata, "Ibuku selalu seperti ini. Jangan khawatir tentang itu, dengarkan saja apa yang dia katakan." Kata-kata Shen Longyue sepertinya membuat Nyonya Tua Shen merasa tidak puas, dan berkata dengan wajah serius, "Aku bersungguh-sungguh, kau harus mengubahnya. Nama Shen Yinyue akan sangat bagus untukmu. Fisiognomi-mu memiliki roh jahat, dan kau akan membawa nasib buruk bagi ayah, ibu, suami, dan anakmu sebelum kau berusia 25 tahun." Ilmu wajah (penggambaran kualitas watak dan sikap seseorang). Cara meramal nasib atau kepribadian seseorang berdasarkan garis pada telapak tangan. Chapter 962 - Menghubungkan Cerita Itu Dengan Kehidupannya Yu Lili merasa kaget setelah mendengar itu. ''Aku akan membawa nasib buruk bagi ayahku, ibuku, suamiku, dan anakku sebelum aku berusia 25 tahun?'' ''Memang begitulah kejadiannya. Aku tidak punya orang tua, dan untuk suami ¡­ sepertinya Ou Ming belum terbunuh, tetapi aku sudah kehilangan anakku.'' Nyonya Tua Shen menatap Yu Lili dengan tatapan serius dan berkata, "Sebelum usia 25 tahun, kau akan bernasib sial. Terutama setelah usia 20 tahun, kau akan menghadapi sebuah musibah antara hidup dan mati. Jika kau berhasil melewatinya, nasibmu akan menjanjikan. Jika aku tidak salah, kau seharusnya berusia 24 tahun sekarang?" Yu Lili tercengang dan mengangguk. "Ya, itu betul." "Tunjukkan telapak tanganmu padaku." Yu Lili mengulurkan tangan kirinya. "Laki-laki tangan kiri dan perempuan tangan kanan." Kemudian Yu Lili mengulurkan tangan kanannya. Wanita tua itu memandangi telapak tangan Yu Lili dan berkata, "Kau seharusnya lahir di Tahun Baru Imlek, tetapi waktu kelahiranmu terlalu kuat. Kau harus tahu bahwa segala sesuatunya akan berkembang ke arah yang berlawanan ketika mereka menjadi ekstrem. Jadi, nasibmu telah berbalik. Sebelum usia 3 tahun, sesuatu yang dahsyat terjadi pada dirimu. Karena kau berhasil melewati bencana itu, kau akan bertahan hidup. Setelah kau berusia 25 tahun, kau akan menikmati kemakmuran dan kebahagiaan dalam hidupmu. memiliki seorang putra dan seorang putri, dan kau akan memiliki karier yang sukses, ketenaran, dan kekayaan. Tapi apa yang harus kau perhatikan adalah mencegah keberuntungan sang suami dalam urusan asmara. Kau akan menjalani kehidupan yang sulit sebelum usia 25 tahun, tetapi yang lainnya baik. Kau adalah seorang gadis baik dengan hati yang mulia." Yu Lili mendengarkan, dan tanpa sadar ingin melihat dirinya sendiri dalam deskripsi Nyonya Tua Shen. Dia memandang wanita tua itu dan merasa bahwa seluruh situasinya sedikit ajaib. Shen Manting merasa tidak senang, dan berkata, "Nenek, kenapa Nenek memberiku kesimpulan yang buruk, tetapi dia mendapat hasil yang baik?" Nyonya Tua Shen memandang Shen Manting dan berkata, "Setiap orang memiliki sebuah kehidupan. Aku sudah memberitahumu tentang kehidupanmu, bahwa kau harus memahami semuanya mulai saat ini dan jangan mengubah pikiranmu dengan mudahnya. Tidak peduli apa pun kesulitan yang kau miliki, jangan lepaskan. Dan kemudian hidupmu akan penuh dengan kebahagiaan. Kalau tidak ¡­" Apa yang dikatakan Nyonya Tua Shen mengenai nasib Shen Manting itu membuat Yu Lili secara tidak sadar memikirkan Ou Ming. ''Apakah maksud wanita tua itu adalah Shen Manting harus menikahi Ou Ming dan tidak pernah mengubah pikirannya?'' ''Jangan lepaskan tidak peduli masalah apa pun yang kau temui ¡­.'' Apakah menyenangkan untuk mengetahui nasibnya sebelum itu terjadi? Yu Lili tidak tahu, tapi setelah mendengar ini, suasana hatinya menjadi sangat baik. ''Namun, siapakah suamiku?'' ''Apakah itu Ou Ming? Seharusnya ¡­ bukan Ou Ming.'' Setelah diberi tahu mengenai nasibnya, Yu Lili menjadi lebih serius ketika dirinya mendengarkan Nyonya Tua Shen. Wanita tua itu sepertinya sangat menyukai Yu Lili, dan mereka berbicara untuk waktu yang lama hingga Nyonya Shen mengantuk. Yu Lili akhirnya menghela napas lega setelah membantu wanita tua itu berbaring. Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat jam. Setelah mengangguk pada Shen Longyue, dirinya berjalan keluar. Akan tetapi, Shen Manting dengan cepat menyusul dan berteriak, "Yu Lili!" Yu Lili memalingkan kepalanya dan melirik ke arah Shen Manting. Ini adalah pertama kalinya dia berbicara dengan wanita itu bertatap muka setelah mengetahui identitas diri masing-masing. Yu Lili menghadap Shen Manting dan bertanya, "Apa yang kau inginkan?" "Selamat, kau akan memiliki keberuntungan, tetapi untuk Ou Ming, aku tidak akan melepaskan pria itu. Kau harus menyerah," kata Shen Manting dengan arogan dan mendominasi, kedua lengannya menyilang di depan dadanya untuk membuat dirinya merasa lebih unggul. Yu Lili tertawa. "Terima kasih, tapi kami sudah putus." "Benarkah?" Shen Manting kelihatannya ragu, "Kau ingin putus dengannya?" ''Atau apakah Ou Ming bersedia putus denganmu?'' Chapter 963 - Berhenti Merayu Pria Lain "Ya, kami sudah putus." Yu Lili mengangkat bahunya dan berbalik untuk pergi. "Tunggu sebentar!" Shen Manting menyusul, berhenti di depan Yu Lili dan berkata, "Aku baru ingat nama yang diberikan nenekku padamu. Aku pikir itu sebuah nama yang bagus." "Shen Yinyue?" Yu Lili menaikkan alisnya. Shen Manting mengangguk dengan bangga dan berkata, "Ya, tapi aku pikir mengubah sebuah suku kata akan lebih cocok untukmu. Lebih baik menyebut dirimu Shen Yindang [Catatan penerjemah: Yindang dalam bahasa Mandarin berarti cabul, mesum.]. Kau harus mengurangi sebagian dari kemesuman dirimu dan berhenti merayu pria lain. Betapa cocoknya nama itu. Jangan ganggu Ou Ming lagi, lepaskan dia. Kau sudah mendengar apa yang dikatakan nenekku, kau akan punya suami yang lain, jadi akan baik bagimu untuk melepaskan Ou Ming lebih awal!" Yu Lili mendengar itu dan berkata dengan tatapan dingin di matanya, "Kedengarannya bagus. Nama baru itu sangat cocok untukmu, jadi kau harus menyimpannya untuk dirimu sendiri, Nona Yindang." Yu Lili melangkah maju setelah mengucapkan itu, sambil mendorong Shen Manting ke samping. Pipi Shen Manting menggembung karena amarah dan dia berkata, "Tahukah kau bahwa hari pernikahanku dengan Ou Ming sudah ditetapkan? Aku akan mengirimkan sebuah undangan untukmu. Kau harus datang!" Wajah Yu Lili menjadi semakin suram, dan kakinya terus melangkah maju. Rumah sakit itu berada tidak jauh dari kawasan apartemen Ye Qianqian. Yu Lili berjalan sekitar sepuluh menit ke gerbang kawasan itu. Sekarang sudah lewat pukul tujuh malam, dan hari sudah sangat gelap. Terlihat sebuah Bentley terparkir tepat di bawah lampu jalan di pintu masuk kawasan itu. Tepat di samping Bentley, sebuah sosok berpakaian merah anggur sedang bersandar ke mobil. Ketika sosok itu melihat Yu Lili, dia berdiri tegak dan berjalan menuju ke arah wanita tersebut. Tapi Yu Lili, seolah-olah dirinya tidak melihat pria itu, dengan sengaja berjalan melewatinya dan melangkah maju. Tiba-tiba, sebuah tangan besar, yang sangat dingin, mencengkeram tangan Yu Lili. Meskipun terdapat sebuah lapisan kain antara tangan pria itu dan kulitnya, Yu Lili dengan jelas dapat merasakan rasa dingin dari tangan pria itu. Dia menoleh ke belakang dan mendapati bahwa sinar lampu-lampu jalan yang berwarna kuning itu terpantul di mata Ou Ming yang menawan. Mata pria itu terlihat seperti sedang berkabut. Hati Yu Lili sedikit terpana, tetapi dirinya dengan segera memalingkan muka dan melepaskan tangan Ou Ming tanpa mengatakan apa-apa. Pria di belakang Yu Lili itu tidak bersedia melepaskannya, dan suara Ou Ming terdengar lirih dan hampa, seolah-olah suara itu berasal dari ribuan km jauhnya. "Yu Lili, aku merindukanmu." Yu Lili menjilat bibirnya, kemudian mengulurkan tangannya, memegang pergelangan tangan pria itu. Dia menatap Ou Ming dan mendorongnya menjauh. Kemudian wanita itu melangkah mundur, membalikkan badannya dan berjalan menuju kawasan apartemennya. Sejak awal hingga akhir, Yu Lili tidak mengatakan sepatah kata pun. Ou Ming menatap punggung wanita itu, dan hatinya terasa sangat hampa. Melihat Yu Lili bersikap seperti itu membuat Ou Ming merasa lebih hampa dari sebelumnya. Akan tetapi, itu hampir berakhir. ¡­. Ketika Yu Lili sampai di apartemen, Ye Qianqian sedang memegang sebungkus keripik kentang dan menonton drama Korea. Dia melihat Yu Lili sudah kembali dan berkata, "Aku sudah membeli makanan dan menaruhnya di kulkas. Bagaimana keadaan wanita tua itu?" "Dia baik, dan dia juga meramalku." Yu Lili mengganti sepatunya dan berjalan menuju dapur setelah pergi ke kamar mandi. "Apa kau suka makan mi?" "Ya!" Ye Qianqian melanjutkan menonton drama Korea itu dan tiba-tiba berteriak. "Jangan lakukan itu! Pria itu benar-benar mengutuk wanita itu, aku tidak tahan. Ah ah, pria itu semakin keji." Yu Lili mengambil sebuah panci dan menuangkan air ke dalamnya. Matanya menatap dengan hampa ke arah air yang sedang mengalir ke dalam panci. "Tidak bisakah seorang pria dalam drama Korea mengutuk seorang wanita?" "Tentu saja tidak! Wanita itu harus diperlakukan dengan baik. Dan pria itu seharusnya menjaga sang wanita sebanyak mungkin. Bagaimana bisa dia mengeluarkan sumpah serapah pada wanita itu? Pria itu adalah seorang b*jingan, b*jingan, b*jingan!" "Bagaimana dengan kehidupan nyata?" kata Yu Lili. "Itu tergantung," kata Ye Qianqian. "Bagaimana kalau mengatakan bahwa kau adalah seorang pelacur dan wanita jalang?" Chapter 964 - Menarik! Rahasia Shen Manting Ye Qianqian menjadi marah setelah mendengar ini, lalu berkata, "Apa alasannya untuk mempertahankan seorang pria seperti itu? Para gadis melakukannya sepanjang waktu. Apakah mereka sedang menunggu untuk merayakan Tahun Baru Imlek bersamanya?" Yu Lili terkekeh-kekeh. Dia merasakan panas dari kompor, dan matanya terlihat hampa. Ye Qianqian merasakan ada sesuatu yang salah. Dia menatap Yu Lili dan bertanya, "Apakah kekasihmu memaki dirimu? Jangan lakukan itu. Jika ada sesuatu yang salah, kau harus berbicara dengannya, jangan putus dengannya. Jika tidak, kau akan menyalahkanku nantinya. Itu tidak akan baik." "Kami sudah putus." Yu Lili memutar kepalanya dan mengumpulkan telur, mi, dan sayuran. Dia mengangkat bahan-bahan itu dengan perlahan dan berkata, "Aku tidak menunggu sampai Tahun Baru Imlek. Akan ada hal-hal yang lebih penting untuk dilakukan nanti." "Hmmm ¡­" Ye Qianqian masih merasakan ada sesuatu yang salah. "Benarkah? Seperti apa?" "Ayo kita pergi berlibur selama Festival Musim Semi." Setelah Yu Lili memasukkan mi ke dalam panci, dia menatap Ye Qianqian dan tersenyum. "Apa kau sudah punya acara? Kalau belum, bagaimana kalau bepergian bersama-sama?" "Ide bagus!" Ye Qianqian terlihat bersemangat. "Kapan kita akan berangkat saat Festival Musim Semi?" "Saat Festival Musim Semi saja, hari pertama atau hari kedua Tahun Baru Imlek." "Yaaaah ¡­" Senyum di wajah Ye Qianqian memudar dan dia berkata, "Aku tidak bisa. Aku harus pulang ke rumah. Aku belum pulang sepanjang tahun. Jika aku tidak pulang ke rumah selama Festival Musim Semi, ibuku akan membunuhku." "Aku mengerti." Yu Lili memasak mi sambil memandangi uap air yang mengepul naik di tengah-tengahnya, dan berkata dengan kepala tertunduk, "Aku hanya membicarakannya saja. Dulu aku sering bepergian sendirian." ''Ketika aku tidak bersama Ou Ming, aku melakukan pekerjaan paruh waktu selama Festival Musim Semi.'' ''Tahun-tahun ketika aku bersama Ou Ming, aku akan bermain dan berkeliling selama Festival Musim Semi.'' ''Setelah putus dengan Ou Ming, aku bepergian dan kemudian berhenti selama beberapa tahun ini. Aku menggambar saat bepergian, kalau tidak aku akan merasa sedih dan sensitif.'' ''Aku pikir aku tidak akan hidup sebelum Tahun Baru Imlek ini.'' ''Apa yang tidak kusangka-sangka adalah bahwa aku benar-benar hidup dengan baik saat ini.'' Ye Qianqian merasa bahwa Yu Lili agak menyedihkan, tapi dia tidak mengatakannya dan dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan. Mereka makan mi bersama, Yu Lili mencuci piring dan kemudian kembali ke kamar untuk menggambar. Akan tetapi, suasana hatinya tidak terlalu baik. Yu Lili berbaring di tempat tidur, mengambil headphone dan memasangnya, kemudian membuka sistem pemantauan di ponsel Shen Manting. Shen Manting sepertinya sedang berada dalam perjalanan pulang, terdengar bunyi klakson mobil dan radio mobil yang terus menerus. Setelah sekitar setengah jam kemudian, suasana di sekitarnya akhirnya menjadi sunyi. Yu Lili dapat dengan jelas mendengar suara sepatu hak tinggi Shen Manting, suara sedang memasukkan kata sandi dan membuka pintu. Namun, setelah Shen Manting menutup pintunya, wanita itu menjerit. Jeritan seperti itu, bahkan Yu Lili pun merasa sedikit takut ketika mendengar wanita itu menjerit. Kemudian, Shen Manting berbicara dan berteriak, "Kau ¡­ kakak, kenapa kau berada di sini?" ''Kakak?'' ''Itu Shen Luo''an, kan?'' Yu Lili mendengarkan dengan saksama, kemudian dirinya hanya mendengar suara langkah kaki seorang pria. Shen Manting mundur dengan ketakutan, dan kemudian sebuah suara bantingan terdengar. "Kakak, tolong jangan," Shen Manting menangis dan berkata, "Kau ¡­ bilang, selama aku menikah tahun ini, kau ¡­" Yu Lili terkejut, dan dia mengangkat matanya dengan tajam. ''Apakah Shen Manting sedang dalam bahaya?'' ''Namun, orang lain itu adalah kakak laki-lakinya, bukan?'' ''Kenapa ada suara seperti itu?'' "Jangan ribut," Tanpa disangka-sangka suara Shen Luo''an terdengar bagus, seperti suara sebuah subwoofer 1 yang berat. "Aku bilang, selama kau menikah tahun ini, aku tidak akan menyentuhmu." Tidak akan menyentuhmu ¡­. Jenis perangkat individu dalam pengeras suara yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan suara, biasanya untuk mereproduksi frekuensi audio bernada rendah bass. Chapter 965 - Jangan Ambil Risiko, Aku Tahu Segalanya Oh, si*l,'' pikir Yu Lili. Dia sepertinya menemukan ¡­ sebuah rahasia yang mengejutkan! Tapi kemudian, terdengar sebuah suara seperti tas Shen Manting yang sedang dilemparkan. Terdengar serangkaian suara bising, tapi Yu Lili tidak bisa mendengarnya dengan jelas. - Shen Luo''an mengambil tas yang sedang dipegang Shen Manting di tangannya dan pria itu melemparkan tas itu dengan paksa ke belakang mereka. Tas Shen Manting berguling dari sofa ke meja kopi, yang mana berada jauh dari mereka. Shen Manting terlihat ketakutan di depan Shen Luo''an, dan wanita itu terus mundur ke belakang. Ketika Shen Luo''an melihat reaksi Shen Manting, matanya yang tajam sedikit menghangat, tetapi tindakannya tetap sewenang-wenang. Pria itu mendekat selangkah demi selangkah dan berkata, "Tapi Ou Ming sama sekali tidak menyukaimu. Tidak bisakah kau melihatnya?" Shen Manting menatap kakaknya dengan mata memerah, dan berkata, "Aku akan menikah tahun ini. Itu yang Nenek inginkan juga. Aku tidak bisa mengecewakan nenekku. Kakak ¡­ tolong hentikan ini. Kita bersaudara ¡­." Shen Luo''an tersenyum sedikit, hangat dan lembut, sama seperti biasanya. Namun, Shen Luo''an meletakkan tangannya di samping tubuh adiknya, membungkuk dan mendekat, lalu menekan wanita itu ke bawah. "Kakak dan adik seperti apa kita? Kau tahu bahwa tidak ada hubungan darah di antara kita. Kami hanya menerimamu karena nenek memilih untuk mengakui dirimu, dan kau tahu bahwa otak nenek tidak begitu baik." Shen Manting nyaris tidak bisa mundur lebih jauh, dan dia berteriak, "Kakak, kau tidak bisa melakukan ini!" Shen Luo''an tiba-tiba menekan tubuh adiknya lebih keras, dan Shen Manting memalingkan kepalanya dari pria itu. Shen Luo''an berkata, "Ketika kau memilih antara Li Sicheng, Ou Ming, dan diriku, kau seharusnya memilihku bukannya playboy itu. Sekarang, apakah kau menyesalinya?" "Kakak, tolong jangan lakukan ini ¡­." Shen Manting menjerit. "Jangan takut." Shen Luo''an tampaknya sedang menenangkan dirinya sendiri. "Aku akan menepati janjiku." Matanya yang hangat menjadi gelap, dia berjongkok dan menatap adiknya. "Tapi kau harus bermain dengan jujur. Di masa mendatang, aku sebaiknya tidak menemukan fakta bahwa kau telah menggunakan trik merayu apa pun lagi." Shen Manting mendongak karena terkejut. "Bagaimana kau ¡­" "Jangan ambil risiko. Aku tahu segalanya." Shen Luo''an menatap wanita itu dengan tajam. Kemudian, langkah kaki pria itu menjauh dan pintunya tertutup. Shen Manting akhirnya menarik napas lega, tetapi rasa takut dan rasa bersalah memenuhi hatinya. Bagaimana itu mungkin? Tubuh Shen Manting perlahan-lahan meluncur turun ke lantai. Dia bersandar ke pintu dan terdiam di sana untuk waktu yang lama sebelum dirinya berdiri, berjalan terhuyung-huyung ke arah ponselnya, dan membuat sebuah panggilan telepon. Ketika Shen Manting berbicara, suaranya terdengar masih terbata-bata. "Apa yang harus kulakukan? Kakakku ¡­ datang lagi kepadaku ¡­." ¡­. Yu Lili tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya. Shen Manting dan Shen Luo''an ¡­ apa hubungan mereka sebenarnya? Namun, bukankah Ye Youyou menikah dengan Shen Luo''an? Shen Luo''an berselingkuh, dan perusak rumah tangganya adalah adik perempuannya sendiri? Ini terlalu membingungkan ¡­. Yu Lili merasa otaknya seperti akan meledak. Dia bangkit dari tempat tidur, dirinya perlu memberi tahu Ye Qianqian mengenai hal ini. Namun, tepat ketika akan mengetuk pintu, Yu Lili tiba-tiba menyadari bahwa perilaku dirinya kelihatannya akan sangat memalukan ¡­. Chapter 966 - Yu Lili Adalah Orang Aneh .... ''Jika seseorang mengetahui apa yang telah kulakukan pada ponsel Shen Manting, akankah mereka berpikir bahwa aku adalah orang aneh?'' Yu Lili merasa sedikit tertekan dan mengerutkan alisnya. Tapi saat Yu Lili sedang merasa bimbang, pintu kamar Ye Qianqian tiba-tiba terbuka. Ketika Ye Qianqian melihat seseorang sedang berdiri tepat di luar pintu kamarnya, dia melangkah mundur dengan terkejut. Dia dengan cepat menyadari bahwa itu hanyalah Yu Lili, tetapi jantungnya masih berdetak kencang ketika berkata, "Ya ampun! Kau menakutiku! Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Yu Lili juga terkejut, dan dia tidak bisa menahan perasaan bersalah ketika mendengar pertanyaan Ye Qianqian. "Nggg ¡­ aku ¡­" ''Apa yang sedang kulakukan di sini?'' Yu Lili tidak mengetahui bagaimana cara menjelaskannya. Meskipun dia memikirkannya untuk sejenak, dirinya tidak bisa memikirkan apa pun untuk dikatakan. Yu Lili melihat bahwa Ye Qianqian memiliki ekspresi wajah yang aneh dan beranjak semakin mendekat. Ye Qianqian menatap Yu Lili dengan curiga dan berkata, "Apakah kau seorang ¡­ lesbian? Lesbian dan juga tukang intip?" Yu Lili melirik Ye Qianqian dan berkata, "Meskipun jika aku adalah seorang lesbian, aku tidak akan tertarik padamu." Ketika Ye Qianqian mendengar ini, dia tampak kesal, membusungkan dadanya, dan berkata dengan marah, "Apa yang salah denganku? Aku punya payudara yang bagus! Aku punya pinggul yang bagus. Ada banyak alasan bagi seorang lesbian untuk tertarik padaku, mengerti?" Yu Lili terlihat curiga, dan dia menggelengkan kepalanya kemudian berkata, "Aku tidak bisa melihatnya." Ye Qianqian ingin menghajar Yu Lili, tetapi dia dengan cepat mendengus dan berkata, "Baiklah, kenapa kau berdiri di sini?" "Oh, aku hanya ingin melihat apakah kau sudah tidur atau belum. Jika kau tidak tidur, haruskah kita pergi keluar sebentar?" Ekspresi wajah Ye Qianqian dengan sangat jelas berkata, Kau adalah seorang idiot. "Kenapa kita harus pergi keluar? Kita punya camilan, drama Korea, dan ponsel di sini. Kenapa kau ingin pergi keluar?" Yu Lili tidak bisa berkata-kata dan mulai berjalan kembali ke kamarnya, tetapi dirinya masih penasaran, jadi dia bertanya, "Kau bilang bahwa adikmu menikah dengan Shen Luo''an, kan? Bagaimana hubungan mereka?" "Bagaimana aku tahu? Aku tidak tertarik dengan kehidupan asmara mereka. Aku tidak sedang jatuh cinta, jadi aku tidak terlalu memperhatikan pasangan itu. Memikirkan mereka hanya membuatku depresi saja!" Yu Lili menatap Ye Qianqian dengan simpati. Tiba-tiba dia tersenyum dan bertanya, "Apakah kau masih perawan?" Ye Qianqian menatap Yu Lili. "Apa aku benar? Benarkah? Berapa umurmu? 26? 27? 28?" "Pergi sana." "Jangan seperti itu! Tolong katakan padaku, berapa umurmu?" Namun, pintu kamar Ye Qianqian dibanting di belakang tubuh Yu Lili dan Ye Qianqian berteriak, "Ya ampun, ini sangat konyol! Apakah itu salahku kalau aku masih lajang?" Yu Lili tersenyum dan berjalan kembali ke kamarnya. Ye Qianqian berjongkok sejenak di tempat tidur sebelum meraih ponselnya untuk menghubungi Ye Youyou. Ponsel itu berdering lama sebelum Ye Youyou mengangkatnya. Sepertinya dia sedang tidur. "Halo?" Ye Youyou menyalakan lampu dan membiarkan dirinya bangun. Suara Ye Qianqian terdengar sedikit aneh. "Bagaimana hubunganmu dengan Shen Luo''an?" Ketika Ye Youyou mendengar pertanyaan ini, dirinya tiba-tiba terjaga. Ye Youyou duduk di tempat tidur dan bertanya, "Kenapa kau peduli dengan hubungan kami? Kenapa kau tiba-tiba menanyakan ini sekarang?" "Belum lama ini aku punya teman sekamar baru yang cukup menyenangkan. Dia cantik, dan dia pandai memasak dan melakukan pekerjaan rumah. Itu adalah gadis yang kau lihat bersamaku saat terakhir kali, yang menyapa Li Jinnan. Apakah kau ingat?" Chapter 967 - Kami Menikah Tanpa Seks "Aku ingat dia," kata Ye Youyou. "Gadis itu sepertinya sangat tertarik dengan hubungan antara dirimu dan Shen Luo''an," kata Ye Qianqian. Ye Youyou mendengar nada kegembiraan dalam kata-kata kakaknya, dan dia bertanya secara langsung, "Apakah kau hanya menggunakan gadis itu sebagai alasan untuk rasa keingintahuanmu sendiri?" Ye Qianqian tertawa. "Kau mengenalku dengan sangat baik. Tapi terserahlah, katakan saja padaku tentang itu." "Aku tidak tahu apakah itu baik, tetapi sejak kami menikah, dia belum pernah bercinta denganku." Ye Qianqian terkejut dan berseru setelah mendengar itu, "Apa kau serius?" Ye Youyou mengangguk, dan merasa sedikit frustrasi. "Kami tidak saling memeluk atau mencium. Setiap kali aku pulang ke rumah, dia hanya menatapku dan berkata, ''Kau sudah pulang''. Lalu tidak ada lagi yang dikatakan." "Ya Tuhan, pernikahanmu mengerikan, kau tahu itu? Dia sama sekali tidak mencintaimu," seru Ye Qianqian. "Bagaimana kau bisa menanggungnya?" "Apa lagi yang harus aku lakukan? Dia selalu mengatakan padaku bahwa dia belum siap, bahwa aku harus menunggu ¡­" Ye Youyou menjawab, dan suaranya terdengar seolah-olah dirinya sudah menangis. "Kakak, kau juga berpikir bahwa ini tidak normal, kan?" "Tentu saja! Ini terlalu abnormal!" Ye Qianqian berkata dengan nada merendahkan. "Kau sangatlah bodoh, jika itu terjadi padaku, aku tidak akan tahan dengan hal itu. Benar-benar pria yang egois! Dia ingin kau menunggunya! Pernikahan tanpa seks? Si*l!" Berbicara tentang ini, Ye Qianqian tiba-tiba terpikirkan sesuatu dan berkata, "Apakah karena wanita tua di keluarga Shen itu? Apa kau pikir wanita tua itu mengatakan kepada suamimu untuk tidak menyentuhmu, untuk tidak berhubungan seks denganmu?" Ye Youyou terdiam. Dirinya berpikir bahwa hal itu mungkin saja. Semakin Ye Qianqian memikirkannya, semakin dirinya percaya bahwa hal itu benar. Dia memaki, "Si*lan wanita tua itu dan ramalan nasibnya. Menurutku, Luo''an sepertinya tidak menyukai dirimu sama sekali, dia hanya menggunakan kekuasaan wanita tua itu untuk memaksamu guna mengusulkan sebuah perceraian!" Akan tetapi, setelah Ye Qianqian mengatakan ini, dia menyadari bahwa dirinya telah melewati batas. Mendengar kesunyian di ujung telepon, Ye Qianqian dengan cepat menjelaskan, "Tidak, aku mengatakan hal yang salah. Jangan terlalu memikirkannya ¡­." "Kakak," Ye Youyou menyela Ye Qianqian. "Aku tahu Luo''an tidak menyukaiku, tetapi dia juga tidak menyukai orang lain. Itu sudah cukup. Aku hanya perlu bersama dengannya, itu sudah cukup bagiku untuk merasa puas." Ye Youyou terdiam, dan ponselnya bergetar. Telepon yang masuk itu berasal dari Li Jinnan. Ketika Ye Qianqian mendengar apa yang Ye Youyou katakan, dia menghela napas. "Dasar gadis bodoh ¡­." "Ini sudah hampir tengah malam. Waktunya untuk tidur." "Tidurlah lebih awal kalau begitu. Selamat malam," kata Ye Qianqian. "Selamat malam." Ye Youyou mengakhiri panggilan telepon dengan Ye Qianqian dan menjawab telepon Li Jinnan. "Presiden Li." "Apakah kau masih menginginkan cincin kawinmu?" Suara Li Jinnan terdengar asal-asalan, dan Ye Youyou dapat membayangkan raut wajah Li Jinnan yang acuh tak acuh, seolah-olah pria itu tidak peduli dengan apa pun. "Tentu saja, ya!" kata Ye Youyou. "Kalau begitu datanglah ke kantorku besok untuk mengambilnya kembali." Li Jinnan menutup telepon setelah selesai berbicara. Ye Youyou tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan apa-apa, jadi tentu saja dirinya tidak bisa menolak. Ye Youyou memandangi ponselnya, dan memikirkan apa yang baru saja Ye Qianqian katakan. Ye Youyou tidak benar-benar mengetahui apa yang sedang dirinya rasakan. - Ketika Ye Youyou tiba di kantor pusat NC, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Setibanya Ye Youyou di kantor Li Jinnan, sekretaris membawanya ke ruang tunggu untuk menunggu pria itu. Chapter 968 - Saya Belum Menikah Ye Youyou duduk di dalam ruang tunggu itu dan bermain dengan ponselnya. Setelah beberapa menit, dirinya mendengar suara-suara yang berasal dari luar. Dia mendengar suara Li Jinnan, serta sebuah suara lain yang terdengar sangat dikenalnya. Ye Youyou terkejut, dan dia berdiri kemudian melihat ke luar jendela. Li Jinnan mengenakan sebuah mantel kedap air yang panjang dan keren di atas sebuah kemeja putih tipis ketat yang menunjukkan tubuh berototnya. Li Jinnan tidak mengenakan setelan jas setiap hari seperti orang-orang lainnya. Gaya berpakaiannya jauh lebih kasual dibandingkan kebanyakan orang, tetapi itu terlihat sangat tampan. Mungkin karena Li Jinnan telah berada di Angkatan Darat untuk waktu yang lama, dan kehidupan militer memberi pria itu keganasan yang tak terkatakan pada pandangan pertama. Tetapi jika kau melihat lebih dekat, kau akan menemukan bahwa keganasan itu sudah melunak di bagian tepinya. Ketika kau memperhatikan dengan teliti, Li Jinnan sudah menjadi orang yang sangat damai dengan mata yang jernih, seperti angin sepoi-sepoi dan bulan. Tapi, seorang pria juga berjalan tepat di belakang Li Jinnan. Pria itu mengenakan sebuah mantel hitam dengan syal abu-abu gelap, celana panjang abu-abu gelap, dan sepatu kulit berwarna gelap. Meskipun pria itu sedikit lebih pendek dari Li Jinnan, postur tubuhnya masih sangat tegap, dan karakteristik wajahnya sangat menonjol. Matanya bersinar dan wajahnya tidak pernah tersenyum, tetapi pria itu masih terlihat menawan. ''Itu adalah dia.'' Pria itu adalah Shen Luo''an, pria yang telah Ye Youyou cintai selama sepuluh tahun. Shen Luo''an dan Li Jinnan duduk berhadap-hadapan, kemudian sekretaris itu masuk dan membuatkan kopi dengan cepat. Ye Youyou merasa bingung, dan ketika dirinya melihat Shen Luo''an, dia tidak berani meninggalkan ruang tunggu itu. Kenapa? Ye Youyou tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Dia membalikkan badannya dan duduk kembali di sofa dengan perasaan bingung. Saat mendengar suara kedua pria di luar ruang tunggu itu, Ye Youyou ingin mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan. Yang satu adalah suami yang sangat dicintainya, dan yang lainnya adalah bos yang pernah berhubungan seks semalam dengannya. Dan dirinya sedang bersembunyi di ruang tunggu di samping kantor bosnya, tidak berani keluar ¡­. Apa ini? Konyol sekali! Ye Youyou melihat ke arah cermin di hadapannya, dan riasan halus di wajahnya membuat dirinya terlihat lebih cantik. ''Aku sangat cantik, tetapi kenapa Shen Luo''an tidak merasakan perasaan apa pun terhadap diriku?'' "Tuan Shen, saya telah mendengar beberapa rumor, sepertinya ¡­. Apakah Anda sudah menikah?" Li Jinnan dengan tenang meminum kopinya dan tersenyum. Dia mengajukan pertanyaan itu dengan santai sembari memandang Shen Luo''an yang berada di depannya. Shen Luo''an memiringkan kepalanya dan bertanya sambil tersenyum, "Siapa yang mengatakan hal itu?" "Sejujurnya, saya sudah lupa. Lagi pula, ketika rumor itu muncul, semua orang membicarakannya. Semakin lama rumor seperti itu beredar, semakin menyimpang jadinya." Senyum Shen Luo''an melebar dan dia berkata, "Belum." "Belum?" Li Jinnan dengan perlahan memasukkan tangannya ke dalam saku mantelnya, menyentuh cincin yang berada di sana dengan satu jari. Tatapan matanya tertuju pada tangan Shen Luo''an. Jari manis Shen Luo''an tidak mengenakan apa pun. Shen Luo''an tampaknya menyadari tatapan mata Li Jinnan, dan dia mengulurkan tangannya kemudian berkata, "Saya belum menikah." Li Jinnan mengangguk tanpa ekspresi. "Oh begitu. Sepertinya rumor itu hanyalah gosip yang tak berdasar." "Tentu saja." Shen Luo''an menyeruput kopinya dan tersenyum. Ketika Ye Youyou mendengar jawaban Shen Luo''an, hal itu menyakiti hatinya terlepas dari kenyataan bahwa dia sudah menduga jawaban tersebut. Ye Youyou tidak mendengarkan lagi apa yang mereka bicarakan. Dia melingkarkan tangannya ke dada dan bersembunyi di ruang tunggu tersebut, tidak berani untuk keluar. Setelah beberapa saat, suara langkah kaki terdengar menuju ke ruang tunggu itu dan sosok Li Jinnan muncul di pintu ruang tunggu tersebut. Chapter 969 - Berita Pernikahan Mereka "Apa kau dengar itu?" Li Jinnan berkata sambil meletakkan tangannya di saku. "Shen Luo''an bilang dia belum menikah." Ye Youyou menyatukan tangan dan menggigit bibirnya. Emosinya bergejolak tak menentu. ''Ya, kami tidak menikah. Dalam hati Shen Luo''an, mungkin dia percaya bahwa pernikahan kami hanyalah sesuatu yang harus dilakukannya. Kenapa aku sangat peduli?'' ''Aku tidak peduli.'' ''Selama aku bisa bersama Shen Luo''an, itu akan baik-baik saja. Tidak masalah apakah ada cinta atau tidak, pernikahan sudah mengikat kami bersama. Pernikahan itu mengikat kami bersama-sama dengan solid. Kecuali aku ingin meninggalkannya, kami tidak akan pernah berpisah.'' ''Pilihannya ada di tanganku, bukan?'' ''Itu tidak masalah. Tidak masalah ¡­.'' Li Jinnan menyadari perubahan emosi Ye Youyou dan dia memandang wanita itu dengan lembut lalu berkata, "Dia bilang dia tidak mencintai siapa pun." Kata-kata itu membuat Ye Youyou mengingat saat ketika dirinya mengancam untuk mengakhiri hidupnya sendiri jika Shen Luo''an tidak menikahinya. Saat itu Shen Luo''an berkata kepadanya, "Ye Youyou, aku bisa menikahimu, tetapi aku tidak akan mencintaimu. Aku sudah kehilangan kemampuan untuk mencintai sejak lama." Shen Luo''an bersedia menikahi Ye Youyou karena ancaman wanita itu, tetapi pria itu tidak akan mencintainya. Pada saat itu, Ye Youyou tidak peduli, tetapi dirinya mengabaikan kelemahan manusia yang paling mengerikan: keserakahan. Setelah menikah dengan Shen Luo''an, wanita itu menginginkan lebih dan semakin lebih ¡­. Ye Youyou melirik Li Jinnan, lalu tiba-tiba berdiri dan berlari keluar. Matanya berlinangan air mata, dia menggigit bibirnya dan menekan tombol lift untuk membawanya turun. Li Jinnan memandangi sosok wanita itu, lalu pandangannya turun ke arah cincin kawin di tangannya. Dia merasa tidak berdaya. ''Bukankah dia datang untuk cincin ini?'' ''Sekarang cincinnya ada di sini, tapi dia kabur begitu saja?'' - Setelah keluar dari lift, Ye Youyou berlari keluar dari pintu lift dan melihat sosok Shen Luo''an di depannya. Sosok itu sangat dikenalnya dan sangat tegap. Wanita itu berhenti, dan Shen Luo''an tidak menyadari bahwa Ye Youyou berada di belakangnya, menghadap punggungnya. Pria itu melihat artikel berita yang baru saja muncul di ponselnya: "Untuk memuaskan semuanya, Shen Manting, putri keluarga Shen, telah mengumumkan bahwa dia akan menikahi Ou Ming, Tuan Muda dari Grup Ou sebelum Tahun Baru!" Shen Luo''an melihat berita itu, tersenyum dengan lembut, dan bergumam pada dirinya sendiri, "Tidak bisa menunggu lagi? Atau apakah dia hanya ingin memperingatkanku?" Ye Youyou menyaksikan pria itu pergi menjauh, tetapi kakinya seperti terpancang ke lantai. Dirinya tidak bisa bergerak. Tidak jauh dari sana, berita-berita utama bergulir di layar lebar di depan wanita itu, tetapi pengumuman yang paling menarik perhatian adalah pernikahan Shen Manting dan Ou Ming yang akan datang. ''Jadi Shen Manting akan menikah?'' Ye Youyou merasa rileks dan tersenyum bahagia. - Ketika Yu Lili melihat berita itu, tangannya tiba-tiba berhenti mengetik. Melihat tampilan jendela berita Tencent 1 di sudut kanan bawah layar monitornya, dia menggerakkan mouse-nya dan mengeklik artikel itu. Terlihat sebuah foto Ou Ming dan salah satu swafoto Shen Manting. ''Itu bagus. Mereka akan menikah.'' ''Pada tanggal 23 Desember bulan lunar. Mereka akan dapat merayakan Tahun Baru Imlek bersama-sama dan hidup bersama setelah pernikahan itu.'' Yu Lili merasakan perasaan tertekan yang tak terkira. ''Karena kami sudah putus, kenapa aku masih begitu peduli?'' Ketika Yu Lili menutup halaman web dan hendak kembali bekerja, sang resepsionis baru berseru, "Yu Lili, seseorang mencarimu." Yu Lili mendongak tetapi tidak dapat melihat siapa itu. Wanita itu berdiri dan berjalan menuju ke arah meja resepsionis, hal pertama yang menarik perhatiannya adalah sebuah buket mawar merah muda yang besar. Saat memandangi mawar-mawar itu, Yu Lili merasa heran. Tapi kemudian, tangan yang sedang memegang buket bunga itu diturunkan, dan sebuah wajah terlihat di balik bunga-bunga tersebut. Tencent adalah perusahaan game dan media sosial di China. Chapter 970 - Metode Pengejaran Gila-gilaan Milik Shen Zhilie Wajah persegi Shen Zhilie terlihat tampan, dan pada pandangan pertama, pria itu terlihat baik. Ketika Yu Lili melihat Shen Zhilie, wanita itu mengerutkan keningnya, kemudian berbalik dan berjalan kembali ke dalam. Shen Zhilie segera melangkah maju dan berteriak, "Lili, Lili, ini untukmu." Namun, Yu Lili berjalan semakin cepat menjauh dari pria itu. Shen Zhilie dengan cepat mengikutinya dan berkata, "Lili, jangan sekejam itu! Beri aku kesempatan!" Rekan-rekan kerja Yu Lili semuanya menoleh dengan ekspresi geli atau mengolok-olok. Di bawah tatapan mata seperti itu, Yu Lili dengan tidak sabar berbalik dan menggeram, "Apa kau sudah selesai?" Shen Zhilie meletakkan buket mawar itu di tangan Yu Lili, lalu tersenyum dan berkata, "Lihat, hanya itu saja yang aku inginkan." Ye Qianqian sedang menuangkan secangkir air untuk dirinya sendiri. Ketika mendengar keributan itu, dia berjalan mendekat dan memandangi buket mawar tersebut dengan pandangan iri. "Wow, buket bunga yang indah. Lili, apakah ini kekasihmu? Dia sangat tampan!" Dipuji seperti itu, Shen Zhilie merasa sangat bangga pada dirinya sendiri. Namun, di depan Yu Lili, dia masih harus menahan diri. Sambil memandang Ye Qianqian, Shen Zhilie tersenyum dan berkata, "Saya tersanjung." Yu Lili mengembalikan buket mawar itu, menatap Ye Qianqian, dan berkata, "Dia bukan kekasihku." Kemudian Yu Lili berjalan kembali ke meja kerjanya. Shen Zhilie tidak menangkap buket itu dengan benar, dan mawar-mawar tersebut hampir menyentuh lantai. Dia menyambar bunga-bunga itu dan berkata, "Lili yang cantik, jangan marah. Haruskah kita makan bersama nanti?" Banyak orang-orang yang telah memandangi mereka dan merasa sangat iri. Terutama Shan Yu. Shan Yu mengenakan kacamata berbingkai hitam yang tebal, pakaian olahraga yang biasa dan harganya terjangkau, dan tampak sedikit gemuk. Shan Yu terlihat kampungan, tetapi dia baru saja lulus dari perguruan tinggi dan berusia dua tahun lebih muda dari Yu Lili. Pada saat itu, Shan Yu tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Shen Zhilie. Yu Lili menyadari tatapan mata Shan Yu, dan kemudian melirik ke arah Shen Zhilie dan berkata, "Ini adalah area kantor. Tolong berhenti mengganggu pekerjaan orang lain." Banyak orang yang mendengarkan dan merasa bersimpati pada Shen Zhilie. Pria itu menyentuh hidungnya dan berkata, "Jadi itu berarti kau sudah berjanji untuk makan malam bersamaku nanti? Oke, aku akan pergi ke luar dan menunggumu." Setelah mengatakan itu, dia tidak memberi Yu Lili kesempatan untuk menolak. Shen Zhilie dengan cepat meletakkan buket mawar itu dan pergi. Yu Lili memandangi mawar-mawar tersebut dengan pandangan tidak suka, lalu melemparkannya ke tempat sampah. Shan Yu menatap buket itu dan merasa sayang ketika melihat bunga-bunga itu dibuang begitu saja. Kelopaknya yang halus terlihat sangat segar dan indah. Yu Lili tidak menyadari tatapan Shan Yu, tapi Ye Qianqian melihatnya. Ye Qianqian menyadari tatapan mata Shan Yu, jadi Ye Qianqian berpura-pura mengambil kopi dan berjalan ke arah Yu Lili. "Apakah itu benar-benar kekasihmu? Wow, Yu Lili, kau benar-benar pandai menyembunyikannya. Dia pria yang sangat tampan, tetapi kau tidak pernah membawanya untuk menemuiku." "Aku bilang dia bukan kekasihku." Yu Lili merasa tidak berdaya. Dia mendongak dan berkata, "Orang itu yang membuatku putus dengan kekasihku, jadi dia adalah seorang b*debah." "Ah?" Ye Qianqian bahkan semakin terkejut dan merasa cemburu lalu berkata, "Jadi dia mencoba merebutmu dari kekasihmu? Tapi dia sangat imut-imut ¡­. S*al, apakah kekasihmu bahkan lebih tampan lagi?" Sambil mengatakan itu, dia melihat ke arah buket mawar yang Yu Lili buang. "Benar-benar bunga-bunga yang indah! Jika kau tidak menginginkannya, katakan saja padaku! Sayang sekali kau membuangnya ke tempat sampah begitu saja. Bagaimana kalau kau berikan padaku saja?" Chapter 971 - Aku Tidak Seputus Asa Itu Yu Lili memandang Ye Qianqian, lalu mengambil bunga-bunga itu dan menyerahkannya kepada Ye Qianqian dan berkata, "Ini dia." Ye Qianqian mengambil buket mawar itu, menghirup aromanya, dan berkata, "Bunga-bunga ini harum." Setelah mengatakan itu, dia menatap Shan Yu dan berkata, "Bagaimana kalau kita bagi bunga ini?" Shan Yu memandangi buket mawar tersebut, tetapi dengan cepat memalingkan muka dengan acuh. "Aku tidak seputus asa itu. Aku tidak menginginkan barang-barang yang sudah dibuang oleh orang lain." Ekspresi wajah Ye Qianqian tiba-tiba memudar. Banyak orang yang mendengar apa yang dikatakan Shan Yu, sehingga dengan segera, suasananya menjadi sangat canggung. Mendengar itu, Yu Lili menatap Shan Yu dengan tidak senang. Namun, Shan Yu tidak menyadari apa yang salah. Ketika melihat semua orang sedang menatap dirinya, dia kebingungan dan bertanya, "Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?" Ye Qianqian memaksakan diri untuk tersenyum sembari melihat buket mawar di tangannya. Wanita itu tidak mengetahui apakah dirinya harus mengambilnya atau tidak. Akan tetapi, Yu Lili mengambil bunga-bunga itu dan berkata, "Buket ini sangat besar, jadi semua orang harus mendapatkan setangkai mawar. Bunga-bunga ini benar-benar segar." Setelah membuka pembungkusnya, Yu Lili mengeluarkan mawar-mawar tersebut dan membagikannya kepada semua rekan kerja mereka. Ketika selesai, masih ada lebih dari selusin mawar, jadi Yu Lili mencari sebuah botol dan memasukkan sisa bunga mawar itu ke dalamnya. "Lihat, aku masih punya banyak mawar. Kemarilah, Qianqian, aku akan memberikannya lagi padamu." Ye Qianqian memandang Yu Lili dengan penuh rasa terima kasih dan mengambil mawar-mawar tersebut. "Terima kasih, Lili." Orang-orang di sana mengerti bahwa Ye Qianqian benar-benar berterima kasih kepada Yu Lili karena telah memecahkan masalahnya, bukan karena memberinya bunga. Tapi Shan Yu memiliki lidah yang tajam. Dia meletakkan mawar itu di atas kibor dan bergumam, "Munafik." Yu Lili sangat marah, dia tiba-tiba menggebrak meja dan berdiri. Semua orang menatap Yu Lili karena terkejut, tetapi Ye Qianqian dengan cepat menenangkannya. Ye Qianqian berkata, "Sudah waktunya makan, Lili. Aku ingin makan daging sapi dari restoran di seberang jalan. Yuk?" Yu Lili murka. Dia berbalik untuk menatap Ye Qianqian, tetapi Ye Qianqian mengedipkan sebelah mata padanya dan berkata, "Ayo pergi." Begitu mereka keluar, Yu Lili berseru, "Ada sesuatu yang mengacaukan isi kepala wanita itu! Serius, apa yang salah dengan dia?" Shen Zhilie mendengar suara Yu Lili dari jauh. Pria itu dengan cepat menghampiri dan bertanya, "Apa yang terjadi? Apa yang salah?" Ketika Yu Lili melihat Shen Zhilie, wanita itu menjadi semakin murka dan meraung, "Kenapa kau di sini? Tidakkah kau sibuk? Kenapa kau tidak kerja? Bukankah kau seorang psikiater? Apa kau hanya memikirkan tentang berpakaian bagus dan mengejar para gadis? Kau gila ya?" Shen Zhilie terbengong-bengong, dan pria itu memandang Ye Qianqian. Ye Qianqian menghentikan Yu Lili, tersenyum, dan berkata, "Tidak apa-apa. Dia hanya kesal pada orang lain, dan itu bukan masalah besar." Yu Lili berada dalam suasana hati yang jauh lebih baik setelah melampiaskan sedikit amarahnya. Namun, ketika melihat Shen Zhilie, dirinya masih merasa jengkel. Yu Lili menarik Ye Qianqian dan mereka meninggalkan kantor. Shen Zhilie langsung mengikuti mereka dan memberi isyarat kepada Ye Qianqian, ''Apa yang terjadi?'' Ye Qianqian mengangkat bahunya dan menghela napas, tidak tahu harus berkata apa. Yu Lili menarik Ye Qianqian dan berkata, "Bukankah kita akan makan? Tunjukkan jalannya!" Chapter 972 - Menjadi Komedian Saja! Ye Qianqian segera berjalan menuju restoran bernama Daging Sapi Mangkuk Batu bersama Yu Lili dan Shen Zhilie. Shan Yu memandangi Ye Qianqian dan Yu Lili dari belakang dan terlihat agak jengkel. ''Aku adalah asisten Ye Qianqian, jadi bagaimana Yu Lili bisa dengan nyamannya berada di sekitar Ye Qianqian dibandingkan aku? Ye Qianqian telah menjadi sang Ratu Kinerja dan membawa banyak komik populer ke perusahaan kami.'' ''Tapi aku belum belajar apa pun darinya. Mungkin dia sudah mengatakan semua yang diketahuinya kepada Yu Lili itu? ''Bahkan Pemred Zhou mengatakan bahwa Yu Lili mungkin akan menjadi editor eksekutif pada akhirnya. Dan juga, aku pernah melihat komputer Yu Lili pada waktu itu, dan sepertinya ada hubungan antara dia dan Ye Qianqian, kan?'' Terlihat kebencian di mata Shan Yu, dan kemudian dia merasa sangat marah karena memikirkan bagaimana Yu Lili baru saja memanipulasi situasi dengan mawar-mawar itu. ''Kenapa, kenapa Yu Lili bisa menebarkan pesonanya untuk memengaruhi banyak orang? ''Aku akan membuat dirimu meninggalkan perusahaan ini cepat atau lambat!'' ¡­. Shen Zhilie mengikuti Yu Lili dan Ye Qianqian ke dalam restoran untuk duduk. Gaya berpakaiannya benar-benar berbeda dari orang-orang di sekitarnya, jadi pria itu menarik banyak perhatian. Saat merasakan tatapan para gadis di sekitarnya, Shen Zhilie tersenyum dengan sopan. Melihat itu, Yu Lili mengabaikan Shen Zhilie dengan mencibir dan berkata, "Karena kau suka tertawa, kenapa kau masih menjadi seorang psikiater? Bagaimana kalau menjadi komedian saja!" Shen Zhilie tak dapat berkata-kata dan bertanya, "¡­ Sudahkah kau minum obat hari ini?" Sementara itu Ye Qianqian menatap Shen Zhilie dengan penuh semangat dan bertanya, "Jadi kau adalah seorang psikiater?" Ketika menyadari tatapan memuja seorang gadis, Shen Zhilie merasa agak bangga. Dia tersenyum dan mengangguk. "Ya, aku bekerja sambil kuliah." "Wow, itu luar biasa!" Ye Qianqian menatap pria itu dengan ekspresi wajahnya yang memuja dan berkata, "Apakah kau menyukai hipnosis? Aku pernah mendengar bahwa tidak semua psikiater tahu cara menghipnotis, dan sepertinya kemampuan hipnosis juga bertingkat, bukan?" Shen Zhilie mengangguk dan berkata, "Ya, karena tingkat pemahaman, alam, dan spiritual setiap orang berbeda ¡­" Menyadari bahwa pria itu mulai menyombongkan diri, Yu Lili tidak menginterupsinya. Dia diam-diam meminum tehnya, dan setelah memesan makanannya, dia menyerahkan buku menunya pada Ye Qianqian dan berkata, "Pesanlah semua yang kau inginkan, dan dia yang akan membayar makanannya." Ye Qianqian melihat-lihat harganya, dan kemudian melihat ke arah jas merah muda Shen Zhilie. ''Ayolah, bahkan jika aku memesan semuanya, itu tidak akan menghabiskan uang terlalu banyak, bukan? Sebuah makan siang yang mahal tidak ada artinya bagi orang kaya, bukan?'' Ye Qianqian memesan sesuatu dan menyerahkan buku menu itu pada Shen Zhilie. Setelah memesan, Shen Zhilie lanjut menyombongkan dirinya, dan Ye Qianqian mendengarkan dengan sangat serius. Dia terkejut dengan pengetahuan profesional pria itu. Ye Qianqian tidak mau pergi setelah makan, dan ketika dia mendengarkan Shen Zhilie berbicara tentang kasus-kasusnya, mata wanita itu terlihat berbinar-binar. Tak lama kemudian, mereka mengucapkan selamat tinggal pada Shen Zhilie, dan Ye Qianqian sepertinya dapat mendengar suara pria itu terngiang-ngiang di telinganya. Sambil menatap Yu Lili, dia berkata, "Lili, aku pikir aku juga bisa belajar psikologi ¡­. Itu sangat menarik!" Yu Lili tertawa dan mendorongnya. Ketika mereka pulang kerja malam itu, Ye Qianqian menunggu untuk berjalan pulang bersama Yu Lili, sambil mendorong sepedanya. Ketika mereka sampai di apartemen, waktu sudah menunjukkan pukul enam, dan langit sudah gelap. Sebuah Bentley yang menarik perhatian terparkir di dekat gerbang gedung apartemen mereka, dan seorang pemuda tampan berdiri di sebelahnya. Chapter 973 - Apa Yang Terjadi Malam Itu Pria itu mengenakan setelan jas berwarna merah anggur rapi yang telah disetrika dengan cermat sehingga terlihat licin dan bersih. Dia bersandar pada Bentley tersebut, terselip sebatang rokok di jemarinya yang panjang. Ketika melihat mereka, dia melemparkan rokok itu ke tempat sampah yang berada di dekatnya dan berdiri tegak. Itu Ou Ming. Ketika Yu Lili melihat pria itu, dia berhenti tersenyum. Ye Qianqian langsung mengenali Ou Ming dengan seketika. Ye Qianqian menatap pria itu dengan tatapan tak percaya. ''Aku tidak percaya seseorang yang sepenting ini berada di gerbang gedung apartemenku!'' ''Tapi kenapa dia berada di sini?'' Ye Qianqian menoleh dan hendak mengatakan sesuatu kepada Yu Lili, tetapi mendapati bahwa Yu Lili sedang menatap Ou Ming dengan serius. Ye Qianqian tiba-tiba memiliki sebuah firasat buruk dan berkata, "Dia bukan ¡­" Yu Lili memandang Ye Qianqian dan berkata, "Kau naik ke atas duluan. Aku harus melakukan sesuatu." Ye Qianqian langsung tercengang, dan berdiri di sana sejenak dengan mulut ternganga. ''Cukup luar biasa bagi Yu Lili karena mengenal Li Jinnan dan psikiater itu, tetapi sekarang rupanya Yu Lili mengenal Ou Ming juga?!'' ''Bagaimana aku bisa menjalani hidup ketika aku tidak kenal dengan orang penting satu pun?'' ''Dan juga, sepertinya ada beberapa kisah antara dia dan Ou Ming ¡­. Yu Lili benar-benar memiliki sangat banyak rahasia.'' Mendengar apa yang dikatakan Yu Lili, Ye Qianqian memandang wanita itu, lalu menatap Ou Ming dan berkata dengan perlahan, "Kalau begitu aku akan naik duluan." "Ya." Ye Qianqian menuntun sepedanya masuk ke dalam kawasan apartemen, sambil mencuri-curi pandang dari balik bahu di setiap langkahnya, tapi Yu Lili sedang tidak terburu-buru untuk menghampiri Ou Ming. ''Itu benar-benar ¡­ membuatku cemas!'' ¡­. Saat melihat Ou Ming yang berada di depannya, Yu Lili tersenyum sedikit, lalu berjalan menuju pria itu dan berkata, "Selamat, kau akan menikah." Melihat senyum Yu Lili yang seperti itu, Ou Ming sama sekali tidak merasa senang. Dia tidak dapat menahan diri untuk mengulurkan tangan pada wanita itu. "Marga Yu." "Ya?" Sambil memandang Ou Ming dan menaikkan alisnya sedikit, Yu Lili bertanya, "Apa?" Sambil merengkuh wanita itu ke dalam pelukannya, Ou Ming berkata, "Aku tidak akan menikahinya. Beri aku waktu, dan aku akan menikahimu dan menjadikanmu sebagai istriku." Yu Lili mendongak dan bersandar di bahu pria itu. Dirinya merasa sedih, dan hatinya terasa sakit. Tapi wajahnya masih terlihat sedikit tersenyum, dan dia berkata, "Ou Ming." Suara Yu Lili terdengar lembut dan tenang, yang membuat Ou Ming merasa semakin tidak nyaman dibandingkan saat mendengarnya berteriak. Ou Ming memeluk wanita itu, tidak bersedia untuk melepaskannya. Yu Lili mendorong Ou Ming dengan perlahan, tapi dirinya tidak bisa mendorong pria itu menjauh. Dia meletakkan tangannya di dada Ou Ming dan bertanya, "Apakah kau tahu bahwa aku takut?" Hati Ou Ming terasa sesak saat dirinya memeluk wanita itu semakin erat. Yu Lili berhenti mendorong. Air mata menggenangi matanya, dan dirinya tidak bisa melihat dengan jelas. Dia bisa merasakan napas Ou Ming dan rasa panas dari dada pria itu, tetapi dirinya merasa bahwa mereka dipisahkan oleh sebuah jurang yang dalam dan gelap, dan jika dirinya melangkah terlalu jauh ke depan, dia akan jatuh dan hancur berkeping-keping menghantam bebatuan di dasarnya. "Aku takut dengan janji kosongmu." Air matanya membasahi wajahnya, dan dia berkata. "Aku tidak ingin menjadi wanita simpanan lagi atau tinggal bersamamu tanpa martabat. Apakah kau ingat apa yang terjadi malam itu ¡­?" "Hentikan itu!" Saat memegang pundak Yu Lili dengan kedua tangannya, terlihat banyak emosi yang melintas di wajah serius Ou Ming. "Aku minta maaf atas apa yang terjadi malam itu ¡­." Chapter 974 - Mari Kita Akhiri Sampai Di Sini Saja Mendengar itu, Yu Lili berkata sambil tersenyum, "Kau tidak perlu minta maaf, Ou Ming. Kau seharusnya merasa senang karena aku tidak pernah berhasil bunuh diri waktu itu. Kalau tidak, aku takut kalau aku tidak akan melepaskanmu bahkan jika diriku menjadi hantu." "Kau tidak akan pernah berhasil." Ou Ming menatap wanita itu dan berkata dengan tenggorokan kering, "Aku tidak akan membiarkanmu mati." Yu Lili menggelengkan kepalanya, lalu dengan lembut mendorong tangan pria itu menjauh dan berkata, "Itu saja. Mari kita akhiri sampai di sini saja. Kau punya istrimu, dan aku akan menemukan seorang pria yang akan memanjakan dan mencintaiku, jadi aku tidak harus bergantung padamu lagi, Ou Ming." "Tidak!" Tenggorokan Ou Ming menegang. Ou Ming tidak mengetahui apa yang harus dilakukan saat menatap wanita itu, jadi dia berkata, "Tidak mungkin, Yu Lili!" "Tidak ada yang tidak mungkin." Yu Lili tersenyum, dan matanya memancarkan sejumlah kesedihan. Melihat Ou Ming di hadapannya ini seperti sedang menyaksikan seorang anak kecil yang sedang panik, tetapi dengan segera, dia membalikkan badannya. "Tidak ada seorang pun yang tidak bisa hidup tanpa seseorang." Sembari berbicara, wanita itu sudah berjalan menuju pintu masuk apartemen. Namun, Ou Ming merespons dengan cepat, berteriak, "Aku tidak bisa!" Apa yang dikatakan pria itu membuat Yu Lili menghentikan langkahnya. Ou Ming berdiri di belakang Yu Lili, menatap punggung wanita itu. Suaranya terdengar sedikit hampa dan serak, dipenuhi dengan rasa takut yang tak terlukiskan. "Aku tidak bisa, Yu Lili. Tanpa dirimu, aku tidak bisa hidup." Ketika Yu Lili mendengar apa yang dikatakannya, wanita itu tersenyum. Saat dia menoleh dan menatap Ou Ming, semakin banyak kesedihan yang terlihat di mata wanita itu. Kemudian Yu Lili tersenyum, dan senyumnya terlihat seperti bunga matahari paling cemerlang yang mekar dengan tenang dan tanpa suara. "Jangan menipu dirimu sendiri dan juga orang lain, Ou Ming." Yu Lili menatapnya dan berkata dengan perlahan, "Kau berbeda dari aku. Kau bisa hidup tanpa siapa pun sama sekali, dan kau hanya akan kehilangan beberapa kesenangan tanpa diriku." Sejak awal, Yu Lili telah mengetahui dengan sangat jelas mengenai peran apa yang harus dia jalankan untuk Ou Ming. ''Aku bisa membuatnya bahagia, memberinya kepuasan seksual, dan membantunya menikmati dirinya sendiri, tetapi aku tidak bisa memberinya sebuah alasan untuk hidup.'' ''Aku hanyalah sekadar hiburan baginya, dan sepertinya menghibur itu tidak membuat diriku menjadi penting baginya.'' ''Selama aku menginginkannya, aku bisa terus bersamanya, sebagai seorang wanita simpanan yang tahu bagaimana harus memperhatikan langkahnya dan menyenangkannya serta membuatnya bahagia. Sama seperti ketika aku masih kecil, ketika anak-anak panti asuhan melecehkanku, tetapi jika aku terus berpura-pura tidak ada yang terjadi, aku bisa mendapatkan permen.'' ''Tapi aku tidak menginginkannya, tidak lagi.'' ''Aku tidak menginginkan itu.'' Ou Ming melihat Yu Lili tersenyum, dia menggengam tangan wanita itu semakin erat dan berkata, "Bisakah kau menunggu selama dua bulan? Selama waktu itu, aku akan menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini, dan kemudian kau bisa menikah denganku." "Ou Ming." Yu Lili melepaskan tangan pria itu dan berkata, "Kembalilah ke rumah. Tunanganmu lebih membutuhkanmu dibandingkan diriku." Setelah menyingkirkan tangan Ou Ming, Yu Lili dengan cepat berjalan masuk ke dalam. Punggungnya berbalik menghadap Ou Ming, tetapi air mata mengalir diam-diam di wajah wanita itu. Ou Ming menatap sosok Yu Lili dan merasa agak frustrasi. Kembali ke mobilnya, pria itu mengeluarkan ponselnya. Kemudian dia menemukan nomor Shen Luo''an dan menekan nomor itu. ¡­. Ketika Yu Lili melangkah masuk ke dalam apartemen, matanya berlinangan air mata. Ye Qianqian bergerak mendekatinya, tetapi ketika melihat ekspresi wajah Yu Lili, dia menelan kembali pertanyaan yang akan ditanyakannya. Chapter 975 - Semua Makanan Favorit Ou Ming Yu Lili melihat Ye Qianqian dan berkata sambil tersenyum tipis, "Aku tahu apa yang ingin kau tanyakan, dan ya, dia adalah kekasihku." Ye Qianqian tercengang. Dia berdiri dengan mulut ternganga, lalu bertanya tanpa berpikir, "Bukankah dia akan menikah?" Yu Lili memaksakan sebuah senyuman, mengangguk, dan menjawab, "Ya, dia akan menikah, tetapi dia menikahi Shen Manting, adik perempuan Shen Luo''an dan putri keluarga Shen." ''Dibandingkan dengan latar belakang dan keluarga Shen Manting, aku tidak punya apa-apa.'' Mata Yu Lili berlinangan dengan air mata, tetapi sebuah senyuman masih menghiasi wajahnya. Hanya saja senyumnya itu terlihat tegang dan terpaksa, dan itu membuat Ye Qianqian merasa semakin tidak nyaman ketika melihat air mata Yu Lili. Melihat Yu Lili seperti itu, Ye Qianqian menangguhkan semua yang hendak dikatakannya. Ye Qianqian mengulurkan tangannya dan menepuk-nepuk punggung Yu Lili dengan lembut, sambil berkata, "Lili, tidak apa-apa menangis ketika kau merasa sedih. Itu lebih baik daripada menyimpannya di dalam hatimu." Mata Yu Lili memerah, dan dia hampir menangis. Tetapi Yu Lili dengan cepat menyeka air matanya, tersenyum, dan berkata, "Apa yang ingin kau makan? Aku akan memasak." Sambil memandangi Yu Lili, Ye Qianqian meringis dengan tidak nyaman dan berkata, "Lili, jangan seperti itu. Aku jadi ingin menangis kalau melihatmu seperti ini." Yu Lili menepuk-nepuk pundak Ye Qianqian, tapi dirinya tidak bisa tersenyum lagi. Tiba-tiba tenggorokannya terasa kering, lalu semua air mata itu tumpah. Melihatnya menangis, Ye Qianqian tiba-tiba berseru, "Lili, kau bisa menangis jika kau ingin menangis. Kenapa kau menahannya? Kau membuatku menangis." Saat melihat Ye Qianqian, Yu Lili tersenyum, lalu mendorongnya ke sofa dan berkata, "Minggir. Aku tidak ingin melihatmu seperti itu, seperti seorang pecundang." Ye Qianqian menyeka air matanya dan berkata, "Jangan menangis lagi, aku akan memasak makanan yang ingin kau makan. Nona akan memasak untukmu." "Serius? Seperti apa pun yang kau masak benar-benar bisa dimakan." Yu Lili menyeka wajahnya, menatap Ye Qianqian dengan kesal, dan berjalan menuju dapur. "Ayo kita makan hidangan spesialku." "Oke!" Ye Qianqian hanya mengatakan itu saja. ''Di mana aku akan belajar cara memasak?'' ''Jika aku mencoba memasak malam ini, aku mungkin akan meledakkan dapurnya.'' Yu Lili tersenyum dan mulai menyiapkan bahan-bahan yang dibelinya pada saat lari pagi tadi. Hidangan spesialnya adalah semua makanan favorit Ou Ming. ¡­. Setelah malam itu, Yu Lili terlihat seperti mayat berjalan. Dia bekerja di siang hari, menggambar di malam hari, dan berdebat atau pergi berbelanja dengan Ye Qianqian di akhir pekan. Kadang-kadang, Shen Zhilie juga keluar untuk menyombongkan diri. Setiap hari terasa aneh bagi Yu Lili. Namun, Ou Ming juga mengalami masa-masa yang sulit. Di laboratorium penelitian pribadi, akhirnya ada sebuah terobosan. Ilmuwan yang direkrut Ou Ming melaporkan kabar baik itu dengan segera. Waktu telah berlalu setengah bulan, dan cuaca semakin dingin. Yu Lili pergi untuk membeli beberapa pakaian baru untuk musim dingin, dan saat itu adalah pertengahan musim dingin, dia membuat ronde bersama Ye Qianqian. Ketika Ye Qianqian menghubungi Ye Youyou untuk bertemu dengan mereka, adiknya itu sudah berada di Ibu kota. Pertengahan musim dingin adalah sebuah hari untuk berkumpul bersama keluarga, dan sebagai wanita yang baru menikah, Ye Youyou tentu saja harus kembali ke keluarga Shen. Namun, ketika dia tiba di bandara, Shen Luo''an, yang pada awalnya berjanji untuk menjemputnya, tidak datang. Sebaliknya, Shen Zhilie yang datang dan membawanya pulang. Ye Youyou merasa sedikit kecewa, tetapi hal itu juga sudah diperkirakannya. Namun, Ye Youyou tidak menyangka bahwa ketika dia kembali ke rumah, dirinya nyaris tersiram air. Chapter 976 - Apa Lagi Yang Kau Inginkan? Air melesat melewati mereka, dan Shen Zhilie melangkah mundur tanpa sadar, menarik Ye Youyou ke belakang sebagai sebuah reaksi yang alami. Karena menyaksikan air yang melintas di depannya, Ye Youyou masih merasa syok. Sambil melihat ke arah pintu gerbang, Nyonya Tua Shen meletakkan baskom kosong itu dan terlihat kecewa setelah menyadari bahwa air itu tidak membasahi Ye Youyou. Ketika Shen Zhilie melihat bahwa itu adalah perbuatan Nyonya Tua Shen, pria itu berteriak dengan marah, "Nenek, tidakkah Nenek melihat kami yang sedang berjalan? Kenapa Nenek hampir menyiramkan air pada kami!" "Orang-orang muda tidak mengerti. Aku harus membuang semua nasib buruk. Jika nasib sial itu memasuki pintu kita, tidak akan mudah untuk menyingkirkannya," kata Nyonya Tua Shen dengan serius, dan matanya terus menatap Ye Youyou. Shen Zhilie tidaklah bodoh, dia segera mengetahui siapa yang sedang dibicarakan Nyonya Tua Shen, jadi dia memandang Ye Youyou dan berkata, "Kakak ipar, jangan salah paham, Nenek sedang ¡­" ''Nenek sedang berbicara tentang dirimu!'' ''Tapi itu akan melukai perasaan Ye Youyou!'' Shen Zhilie sangat malu, tetapi Ye Youyou tersenyum dan mengulangi apa yang dikatakan Nyonya Tua Shen. "Ya, lebih baik menyingkirkannya secepat mungkin." Ekspresi wajah Ye Youyou terlihat tidak peduli, seolah-olah dirinya tidak mengetahui bahwa wanita tua itu telah mengutuknya secara tidak langsung. Melihat itu, Nyonya Tua Shen mencibir dan berjalan pergi dengan malasnya. "Nasib buruk itu seperti seorang pel*cur, kadang-kadang dia berkeliaran di sekitarmu entah kau menginginkannya atau tidak, dan itu benar-benar menjengkelkan." Shen Zhilie bahkan merasa semakin malu, dan menatap Ye Youyou kemudian berkata, "Kakak ipar ¡­" Ye Youyou masih mengangguk-angguk dan tersenyum. "Kurasa Nenek benar. Ayo kita pergi." Shen Zhilie melihat ekspresi wajah kakak iparnya, dan merasa bahwa neneknya sudah bertindak terlalu jauh. Namun, bahkan Ye Youyou pun tidak marah, jadi Shen Zhilie tidak dapat mengatakan apa-apa. Dia membantu Ye Youyou membawa kopernya dan berjalan masuk ke dalam. Setelah Ye Youyou masuk, dia mengambil koper dari tangan Shen Zhilie dan meletakkannya di kamar Shen Luo''an. Ketika dia masuk, Shen Luo''an sedang tidur di dalam kamar. Mendengar suara gerakan Ye Youyou, pria itu membuka matanya. Dia melirik, dan matanya yang mengantuk terlihat mengandung pandangan yang sangat tajam. Ye Youyou bertemu dengan tatapan pria itu dan berdiri diam. Shen Luo''an melirik koper di tangan wanita itu, lalu melihat jari manis tangan kirinya. Dia mencibir dan bertanya, "Apakah kau sangat menyukai kamar ini?" Ye Youyou membuka mulutnya, tetapi sebelum dirinya bisa berbicara, dia mendengar Shen Luo''an berkata, "Kalau begitu kau bisa memilikinya." Sambil mengatakan itu, Shen Luo''an berguling ke tepi tempat tidur, mengenakan sepatunya, dan berdiri. Tapi ketika pria itu hendak pergi, Ye Youyou meraih tangannya. Shen Luo''an berhenti, menoleh, dan menatapnya. Air mata menggenangi mata Ye Youyou, dan dia terlihat seperti sedang kesakitan. "Luo''an, kita adalah suami istri." Mendengar kalimat itu, Shen Luo''an sedikit tersenyum, dan dengan perlahan mendorong tangan wanita itu. "Ya, aku tidak pernah menyangkal hal itu." Ye Youyou menatap pria itu, merasa tersinggung. Shen Luo''an mengulurkan tangan dan menepuk punggung wanita itu. "Kau sekarang adalah Nyonya Shen. Aku sudah menikahimu, apa lagi yang kau inginkan?" Dia mengatakan itu dengan canda tawa di suaranya, tetapi matanya dingin. Dan tatapan mata yang sedingin itu sangat menyakiti Ye Youyou. ''Aku sudah menikahimu, apa lagi yang kau inginkan?'' Chapter 977 - Gangguan Kecemasan Ketika Ye Youyou memandang Shen Luo''an, dirinya merasa kecewa dan hampa. Sepertinya sudah ada sesuatu yang tumbuh di dalam dirinya, tetapi ketika dia siap untuk menemukannya, sesuatu itu menghilang sepenuhnya. Shen Luo''an sepertinya sedang tersenyum. Dia melepaskan tangan wanita itu dan mendorongnya dengan lembut ke samping, lalu berjalan keluar dari kamar. Pintu tertutup dengan sedikit suara. Mata air yang telah dibendung dalam hati Ye Youyou tiba-tiba mulai mengalir, dan hati wanita itu dibanjiri dengan kesedihan. ''Bukan itu yang aku inginkan ¡­.'' ''Namun, aku tidak dapat kembali lagi.'' ''Tidak ada yang bisa kembali lagi.'' Ponsel di saku Ye Youyou bergetar perlahan, dan dia mendengarkan nada dering itu, sambil berdiri di tempat yang sama tanpa bergerak. - Di Kotaraja, Li Jinnan sedang memegangi ponselnya dengan sedikit tidak sabar. Setelah menghubungi wanita itu beberapa kali, dia tidak menerima respons apa pun! Apa ¡­ apaan ini! Bahkan yang lebih anehnya lagi, Li Jinnan entah bagaimana masih memiliki cukup kesabaran untuk menghubungi wanita itu! Dia mengambil sebatang rokok, menyalakannya, dan menarik napas dalam-dalam karena kesal. "Paman, Paman!" Sebuah suara indah terdengar dari belakang pria itu, suaranya diucapkan dengan manisnya oleh gadis kecil itu. Li Jianyue berlari ke kamar Li Jinnan dan berseru, "Paman, ayah dan ibu memintamu untuk pergi bersama mereka!" Li Jinnan memandangi gadis kecil itu, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku dan berlutut untuk memeluk Li Jianyue. "Apa kau sudah makan ronde, Nak?" "Sudah!" Li Jianyue merasa sangat senang saat dirinya berpegangan pada leher Li Jinnan. Dia berkata, "Apakah kita akan pergi ke rumah sakit untuk menemui kakek buyut? Kapan kakek buyut bisa pulang?" Li Jinnan menyentuh hidung gadis kecil itu dan berkata, "Segera. Ketika kakek buyut sembuh dari penyakitnya, dia akan pulang." "Lalu kapan kakek buyut akan sembuh dari penyakitnya?" Li Jianyue bertanya dengan sedikit kebingungan, sambil menatap Li Jinnan. "Ibu bilang penyakitnya adalah gangguan kecemasan 1 , tapi aku tidak mengerti. Penyakit apa itu? Apakah itu semacam penyakit yang terjadi di dalam jantungnya?" Li Jinnan berjalan keluar sambil menggendong Li Jianyue dan dengan sabar menjelaskan, "Tidak, gangguan kecemasan adalah penyakit yang berhubungan dengan suasana hati, dan itu bukan penyakit jantung. Misalnya, jika Ersu secara tidak sengaja kehilangan mainan favoritmu dan tidak dapat menemukan mainannya, bukankah Ersu akan merasa tidak senang?" Li Jianyue mengangguk. "Itu yang disebut gangguan kecemasan." Li Jianyue sepertinya mengerti. Dia memikirkan tentang hal itu dan bertanya, "Apakah kakek buyut kehilangan mainannya?" Li Jinnan tersenyum. Sembari mereka berbicara, mereka berjalan keluar. Li Sicheng sedang berdiri bersama Su Qianci, dan mereka tersenyum pada satu sama lain. Mereka memiliki anak-anak, dan mereka bahagia. Mereka benar-benar bahagia. Li Jinnan mengagumi pasangan itu. Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Li Mosen. "Di mana Dasu?" Li Mosen memandang Li Jinnan dan berkata, "Dasu pergi ke rumah sakit bersama kakek dan nenek untuk menemani kakek buyut, dia akan menunggu kita untuk bergabung dengan mereka dan merayakan festival pertengahan musim dingin bersama-sama." Meskipun Li Mosen masih muda, dia dapat berbicara dengan cukup baik dan terlihat sangat pintar. Su Qianci meraih tangan Li Mosen dan berkata, "Ayo kita pergi. Kakek buyut sedang menunggu kita." Mereka masuk ke dalam mobil yang sedang menunggu, sopir Yang yang akan mengemudikannya. Li Sicheng memeluk Li Jianyue dan berkata dengan sedikit khawatir, "Dokter memberi tahu kami bahwa kondisi kakek tidak terlalu baik. Kakek sudah berada dalam suasana hati yang buruk sejak lama, karena kematian Tang Mengying telah menyebabkan banyak tekanan psikologis bagi kakek." Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan penderitanya memiliki kecemasan berlebihan yang diikuti rasa takut dan khawatir yang akan berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Chapter 978 - Ingat Untuk Mencari Istri Terutama karena Tang Mengying ditembak oleh dirinya sendiri. Itu seperti sebongkah batu besar yang menindih di dalam hati Kapten Li. Keluarga Tang hampir tidak memiliki siapa pun. Meskipun hubungan mereka dengan keluarga Li kurang baik, Kapten Li selalu menganggap sebuah janji itu penting. Dia telah berjanji kepada keluarga Tang bahwa dirinya akan melindungi keluarga mereka. Tetapi pada akhirnya ¡­. Ketika keluarga Kapten Li tiba di rumah sakit, mereka sudah mengubah ekspresi wajah mereka setelah bertemu pria tua itu. Wajah mereka memancarkan kegembiraan untuk merayakan hari pertengahan musim dingin. Pria tua itu terlihat jauh lebih tua dari sebelumnya. Rambut abu-abunya hampir menjadi putih. Kerutan di wajahnya semakin dalam dan memanjang. Wajah tuanya juga terlihat lebih ramah. Meskipun dia mengetahui kondisi dirinya sendiri, Kapten Li menyaksikan cucu-cucu dan cicit-cicitnya yang sedang mengobrol dan merasa puas. Li Jianyue, Li Jianqian, dan Li Mosen sedang makan ronde di bangsal itu dengan menggunakan sebuah sendok kecil dan berbicara dengan suara kekanak-kanakan. Mereka sedang tertawa-tawa dan terlihat energik. Li Beixing, Li Sicheng, dan Li Jinnan, serta keluarga Li Yao dan Li Sheng, semuanya menghabiskan festival itu bersama-sama dengan Kapten Li Xun. Meskipun mereka sekarang sedang berada di rumah sakit, mereka telah menghabiskan hari pertengahan musim dingin itu dengan riang gembira. Kapten Li tersenyum dengan gembira. Dia melambaikan tangannya ke arah Li Jinnan dan Li Beixing. "Jinnan dan Beixing, kemarilah." Li Jinnan duduk di samping pria tua itu. Kapten Li mengulurkan tangan dan meletakkan tangannya di bahu Li Jinnan. Sambil memandang Li Beixing, dia berkata, "Kalian semua adalah anak laki-laki yang baik. Bahkan jika kalian sibuk, kalian harus ingat untuk mencari istri. Aku akan mati, tetapi jika aku bisa melihat istri-istri kalian sebelum aku mati, aku akan merasa puas." "Kakek, jangan mengatakan hal-hal seperti itu." Li Jinnan terlihat sedih. Dia mengambil tangan kering milik pria tua itu dan berkata. "Kakek akan segera sembuh. Ditambah lagi, aku sedang menunggu Kakek untuk mengatur pernikahanku." Li Beixing mengangguk dan berkata, "Aku juga. Lihat, istri yang Kakek berikan untuk Li Sicheng sangatlah baik. Dia adalah wanita terbaik yang pernah aku temui. Ketika Kakek sudah sembuh, ingatlah untuk mengenalkan satu kepadaku. Aku harus lebih bahagia daripada Li Sicheng." Li Sicheng dan Su Qianci mendongak tetapi tidak berbicara. Pria tua itu tersenyum dan berkata, "Aku mengenal tubuhku dengan sangat baik. Kalian tidak perlu membodohiku. Tapi, itu adalah masalah serius bagimu untuk mencari seorang istri." Setelah mendengar topik yang sedang dibahas, Li Mosen melompat turun dari kursinya dan berkata, "Kakek Buyut, aku juga akan mencari seorang istri di masa mendatang. Ketika aku punya bayi, aku akan meminta Kakek Buyut untuk memberi nama untuk putra dan putriku." Semua orang tersenyum setelah mendengar apa yang bocah itu katakan. Li Jianqian juga berlari menghampiri dan berkata, "Ya, aku dengar bahwa nama Ersu dan namaku diberikan oleh Kakek Buyut. Mereka semua mengatakan bahwa nama kami sangat bagus." Pria tua itu tersenyum. Dia melambai pada mereka dan berkata, "Baiklah, kalau begitu, kalian harus tumbuh besar dan mencari istri-istri kalian. Ketika saatnya tiba, Kakek Buyut akan memberi nama pada anak-anak kalian, oke?" Li Jianyue, yang sedang memegang sebuah mangkuk kecil, berlari mendekat dan berkata, "Kakek Buyut, aku juga mau!" Anak-anak di sekitar pria tua itu berbicara dengan gembira. Kapten Li menjawab mereka satu per satu. Itu membuat orang-orang di belakang mereka hampir menitikkan air mata. Su Qianci merasa sedih. Dia sedang menggandeng lengan Li Sicheng. Mata wanita itu terlihat memerah. Li Sicheng dengan lembut meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan ringan. Chapter 979 - Memiliki Seorang Bayi Kondisi kejiwaan orang tua itu tidak terlalu baik, jadi dia dengan cepat menjadi mengantuk. Setelah Kapten Li berbaring, Li Yao dan istrinya mengantar anak-anak untuk pulang terlebih dahulu. Li Sicheng dan saudara-saudaranya tinggal di rumah sakit untuk menemani pria tua itu. Saat berada di rumah sakit dengan kakeknya, ponsel Li Jinnan tiba-tiba berdering. Dia segera berbalik untuk melihat ponselnya. Pria itu merasa agak kecewa karena telepon itu berasal dari kantor. Setelah menyelesaikan urusan bisnisnya, Li Jinnan menekan sebuah nomor ponsel lagi. Ye Youyou masih tidak menjawab. Ponsel wanita itu sedang dalam mode diam dan berada di dalam kamarnya. Dia sedang membantu memasak di luar dan dengan cermat mendengarkan Nyonya Tua Shen yang sedang berbicara dengan anggota keluarga lainnya. Dari urusan rumah tangga hingga hal-hal kecil yang lucu, Nyonya Tua Shen tidak pernah menyebut-nyebut nama Ye Youyou. Ye Youyou merasa sedikit kecewa. Setelah membantu pelayan menyiapkan makanan dan mengatur meja, dia berseru, "Ibu, Ayah, Nenek, Adik Ipar Laki-laki, Adik Ipar Perempuan, Kakak Luo''an! Makan malam sudah siap!" Setelah itu, Ye Youyou membalikkan badannya dan masuk ke dapur untuk memasukkan dumpling yang sudah dibuatnya ke dalam panci. Ketika keluarga itu berada di meja, Nyonya Shen sedikit terbatuk-batuk dan bertanya, "Apakah ada seseorang yang terlupakan?" Shen Zhilie melihat ke sekeliling. Dia akhirnya menatap Shen Luo''an dan berkata, "Kakak, Kakak Ipar belum datang." Shen Luo''an terlihat terkejut. Dia tiba-tiba berteriak, "Youyou, ayo makan!" Ketika Ye Youyou mendengar suara teriakan suaminya, dirinya merasa bersemangat. Dia menoleh dan berkata, "Ya, aku datang!" Namun, wanita itu tidak langsung pergi ke meja makan. Setelah memasak dumplingnya, dia mengeluarkannya dan meletakkan dumpling tersebut di atas meja. Dia kemudian duduk di sebelah Shen Luo''an. Setelah membagi-bagikan dumpling itu, Ye Youyou mulai makan. Nyonya Tua Shen tidak merasa ada yang salah dengan makanannya. Dia mengambil sumpit dan mulai makan. Nyonya Shen menatap Ye Youyou dan berkata, "Youyou, jangan bekerja terlalu keras. Kau harus ingat untuk merawat dirimu sendiri sehingga kau dapat memiliki seorang bayi yang sehat. Jika memungkinkan, yang terbaik adalah dengan tidak melakukan pekerjaanmu dan menjadi seorang ibu rumah tangga. Karena Luo''an sibuk di tempat kerja, kau harus membantu suamimu di rumah." Sebuah senyuman menghiasi wajah Ye Youyou. Dia baru saja hendak mengatakan sesuatu ketika Shen Luo''an berbicara. "Tidak perlu terburu-buru," kata pria itu sambil memakan dumpling. "Kami bisa punya bayi kapan pun kami mau. Karena Youyou masih sangat muda, biarkan dia bekerja keras. Kalau tidak, tidak mungkin baginya untuk bekerja ketika sudah punya bayi." Senyum di wajah Ye Youyou tiba-tiba menghilang. Dia berkata, "Ya, aku pikir begitu." Nyonya Shen menatap Shen Luo''an dengan tatapan aneh. "Youyou masih muda, tetapi kau harus mempertimbangkan bahwa dirimu sudah berusia 28 tahun. Orang-orang seusiamu sudah menikah dan punya anak. Kau harus memberi contoh yang baik karena kau adalah kakak tertua." Shen Zhilie mendengarkan dan menundukkan kepalanya. Dia makan dengan diam-diam dan tidak berbicara agar tidak ditegur. Shen Luo''an tiba-tiba melihat sepotong sayap ayam dan memberikannya kepada Shen Manting, yang telah duduk dengan tenang. Mengabaikan kata-kata sebelumnya, Shen Luo''an berkata dengan malas, "Makanlah lebih banyak." Shen Manting terkejut. Saat menyadari tatapan Ye Youyou, Shen Manting menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah dan berkata, "Terima kasih, Kakak." Shen Luo''an tidak peduli dan kembali makan. Ye Youyou merasa tidak nyaman. Dia juga terlihat agak melamun ketika sedang makan. Chapter 980 - Dia Adalah Seorang Gundik Nyonya Tua Shen melihat hal itu dan berkata dengan perasaan tidak puas, "Jika seseorang tidak mau makan, tidak usah makan saja. Apakah dia tidak ingin pulang ke rumah karena dia makan dengan sangat lambat dan sambil melamun?" Ekspresi wajah Ye Youyou dengan cepat berubah. "Nenek, aku tidak ¡­" "Apakah aku mengatakan bahwa itu adalah dirimu?" Nyonya Tua Shen tersenyum dan bertanya. "Kenapa kau berpikir bahwa itu adalah dirimu? Kau terlalu jujur." Ye Youyou tidak mengatakan apa-apa. Dia menundukkan kepalanya dan melanjutkan makan. ''Aku seharusnya tidak berbicara lebih banyak di rumah ini. Jika aku mengatakan hal yang lainnya, aku akan membuat lebih banyak kesalahan.'' Setelah makan malam, Ye Youyou menunggu seluruh keluarga untuk menghabiskan makanan mereka sehingga dapat membantu mencuci piring. Ketika dia akhirnya siap untuk mulai mencuci, seseorang menarik tangannya. Shen Luo''an berdiri di samping Ye Youyou dan meraih tangannya. Pria itu memicingkan matanya dan berkata dengan malas, "Jangan berperan sebagai pembantu rumah. Pikirkan urusanmu sendiri saja." "Kakak Luo''an ¡­." "Jangan panggil aku seperti itu. Aku adalah suamimu." Suara Shen Luo''an keras. Karena ruang makan itu dekat dengan ruang keluarga, semua orang di ruang keluarga dapat mendengar suara pria itu dengan jelas. Mendengar apa yang dikatakan oleh Shen Luo''an, Shen Manting dan Shen Zhilie merasa senang. Yang satu merasa senang karena Shen Luo''an mungkin menyukai Ye Youyou. Yang lainnya merasa senang karena Ye Youyou akhirnya berhasil melewati semua jenis ujian yang berat. Namun, Nyonya Tua Shen merasa tidak senang. Sambil duduk di sofa, wanita tua itu berkata, "Apa kelebihan wanita ini? Dia terlihat seperti seorang wanita yang akan menarik perhatian para lelaki. Sejak pertama bertemu, aku yakin bahwa dia bukanlah salah satu dari kita. Jadi, sudah ditakdirkan bahwa dia akan meninggalkan keluarga ini. Oleh karena itu, lebih baik tidak menyetujui pernikahannya sejak awal. Dia ditakdirkan untuk mudah merayu dan memutuskan pernikahan! Jahat sekali!" Kata-kata Nyonya Tua Shen itu dapat dengan mudah terdengar oleh Ye Youyou. Nyonya Shen merasa ada yang tidak beres. "Bu, Youyou bisa mendengarmu." Nyonya Tua Shen dengan percaya diri berkata, "Memangnya kenapa? Apa aku takut padanya? Karena aku tidak setuju dengan pernikahan itu, kenapa kau masih membiarkan mereka menikah? Kau ingin menyakiti Luo''an karena dia bukan putra kandungmu, kan?" Nyonya Shen bahkan menjadi semakin malu. Dia tidak mengatakan apa-apa untuk sementara waktu. Dirinya hanya melahirkan Shen Zhilie. Ibu Shen Luo''an sudah gila bahkan sebelum membawa putranya ke dunia. Ketika mengandung anaknya yang kedua, wanita itu menghilang. Shen Manting-lah yang ditemukan kemudian. Nyonya Shen adalah putri dari sebuah keluarga terkemuka, tapi hal tersebut dianggap tidak mengagumkan untuk diakui karena dia adalah seorang gundik. Nyonya Shen sekarang merasa malu karena Nyonya Tua Shen membicarakan tentang hal itu dengan begitu mudahnya. Shen Manting dan Shen Zhilie saling memandang dan tidak berbicara. Ye Youyou, bagaimanapun juga, merasa agak prihatin. ''Di rumah ini, Nyonya Shen memperlakukanku dengan baik. Tapi, karena diriku, Nyonya Shen dilecehkan oleh wanita tua itu. Semua orang mengatakan bahwa wanita tua itu tidak waras, tetapi apa yang dikatakan wanita tua itu akurat dan langsung menyerang pada titik terlemah. Apakah pikirannya benar-benar tidak jelas?'' Ye Youyou memiliki sejumlah keraguan, tetapi dia merasa senang karena dirinya ditarik menjauh oleh Shen Luo''an. Pria itu menariknya ke dalam kamar dan berkata, "Tetaplah di sini. Jangan khawatir tentang apa yang dikatakan nenekku." ''Apakah dia peduli padaku?'' Ye Youyou merasa bahwa kata-kata itu manis, dirinya mengangguk dan berkata, "Tentu." Shen Luo''an melihat ekspresi wajah wanita itu. Dia langsung mencibir dan berjalan menuju ke kamar lain. Ye Youyou bergegas maju untuk menarik pria itu kembali dan berteriak, "Luo''an!" Chapter 981 - Tidak Peduli Siapa Pun Itu Harus Merasakan Akibatnya "Apa?" Shen Luo''an menoleh untuk menatap istrinya. "Kau mengubahnya begitu cepat." Ye Youyou tersipu malu dan bertanya, "Apa yang akan kau lakukan?" "Aku akan pergi ke ruang kerja untuk tidur." Shen Luo''an memasang sebuah raut wajah datar. Seolah-olah apa yang dikatakannya adalah sebuah hal yang normal. Ye Youyou meraih tangan pria itu. Dia sedikit mengencangkan genggamannya dan berkata, "Bukankah kita suami istri? Suami istri harus tidur dalam satu kamar." Shen Luo''an tersenyum sedikit dan berkata, "Ya, tapi aku tidak mau." Ye Youyou merasa semakin tidak nyaman. Dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Ibu juga ingin kita bersama-sama ¡­." "Dia bukan ibuku atau ibumu. Kenapa kau mendengarkan wanita itu?" Shen Luo''an menarik tangannya menjauh. "Apakah kau akan menggoyangkan ekormu kepada siapa pun yang memperlakukanmu dengan baik?" ''Apakah itu berarti dia tidak peduli padaku?'' Ye Youyou mendongak dan menatap Shen Luo''an. Pria itu tersenyum sedikit dan berkata, "Hanya bercanda. Jangan bersikap terlalu sensitif. Dan, tidurlah lebih awal." Setelah mengatakan itu, Shen Luo''an pergi meninggalkannya. Ye Youyou berada di kamar sendirian, berdiri di tempat yang sama. Dia teringat dengan apa yang sudah pria itu katakan, "Aku sudah menikah denganmu, apa lagi yang kau inginkan?" ''Sejujurnya, aku tidak akan mendapatkan apa pun kecuali identitas sebagai Nyonya Shen?'' Ye Youyou berdiri diam dan memandang ke arah pria yang telah pergi itu. Dia kemudian menundukkan kepalanya. Sangat menyedihkan. ¡­. Setelah tinggal bersama wanita tua itu untuk menonton TV di ruang keluarga, Shen Manting kembali ke kamarnya. Begitu menyalakan lampu, dia melihat sebuah bayangan hitam sedang berbaring di tempat tidurnya. Shen Manting terkejut. Setelah dia mengetahui bahwa itu adalah Shen Luo''an, dirinya merasa ketakutan. Sebenarnya, kepanikan dalam hatinya bahkan terasa lebih buruk. Tanpa sadar, wanita itu membalikkan badannya dan hendak membuka pintu. Sebelum pintu terbuka, dia ditarik oleh Shen Luo''an dan dilemparkan ke tempat tidur. Shen Manting ingin berteriak, tetapi mulutnya dibekap oleh tangan pria itu. Shen Luo''an terlihat menakutkan. Saat melihat wanita itu panik, dirinya sebenarnya merasa agak tenang. Dia bertanya, "Apakah kau takut?" Shen Manting menatap pria itu dengan ketakutan, tapi dia menggelengkan kepalanya di luar keinginannya sendiri. Shen Luo''an hanya tersenyum dan semakin mendekat. "Kau benar-benar mengumumkan tanggal pernikahannya. Jadi, siapa yang ingin kau peringatkan? Hah?" Shen Manting bahkan menjadi semakin ketakutan. Jantungnya berdetak semakin cepat. Sulit untuk mengendalikannya. "Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku membenci orang lain yang memperingatkan diriku, tidak peduli siapa pun itu harus merasakan akibatnya?" Shen Luo''an memicingkan matanya. Dia menindih tubuh Shen Manting yang terus-menerus menggeliat di bawah tubuhnya. Tangan besarnya dengan lembut menyentuh wanita itu. Dia kemudian berkata dengan suara pelan, "Katakan padaku, bagaimana aku harus menghukummu?" Mulut Shen Manting dibekap. Mata wanita itu terlihat seperti sedang memohon pengampunan. Tubuhnya gemetar ketakutan saat dirinya menggelengkan kepalanya. Shen Luo''an tersenyum dengan puas dan berkata, "Aku akan melepaskanmu, tapi kau tidak boleh berteriak. Kalau tidak, kau yang rugi." Setelah wanita itu mengangguk, Shen Luo''an mengendurkan tangannya. Ketika udara segar menerobos masuk, Shen Manting menarik napas dalam-dalam. Wanita itu hendak berbicara, tetapi Shen Luo''an memegangi kepala Shen Manting. Kemudian, bibirnya berada di bibir wanita itu. Shen Manting meronta-ronta, tetapi pria itu malah menekan lebih keras. Shen Luo''an sangatlah kuat. Dan, dia tidak pernah merasa kasihan pada wanita itu. Saat terbelenggu dalam pelukan pria itu, Shen Manting merasa kesakitan. Perlahan-lahan, dia berhenti meronta. Shen Luo''an juga terlihat rileks. Chapter 982 - Kau Mabuk! Shen Luo''an merasa puas dan tersenyum. Bahkan gerakannya pun lambat laun menjadi lembut. Shen Manting secara pasif menyambut ciuman pria itu. Jauh di dalam lubuk hatinya, sejumlah perasaan seperti tabu yang berlawanan dengan moralitas mulai berkembang. Dia merasa dirinya benar-benar seperti seorang wanita yang cabul. ''Aku benar-benar mencium kakakku sendiri?'' Shen Luo''an dapat mengetahui bahwa Shen Manting sedang berpikir tetapi mendapati bahwa wanita itu tidak lagi meronta. Hal ini memuaskan dirinya. Pria itu berkata, "Ini baru gadisku yang baik. Tidak ada gunanya menolak diriku." Shen Luo''an melepaskan tangan wanita itu. Ketika Shen Manting melihat ke bawah, tangannya terlihat berwarna keunguan. Dia telah mengalami penganiayaan, tetapi dirinya tidak dapat memberi tahu siapa pun. ''Lagi pula, di rumah ini, aku hanyalah orang luar.'' Shen Luo''an melihat raut wajah sedih Shen Manting. Dia dengan sopannya mencium wajah wanita itu dan berkata, "Jangan membuatku kesal lain kali. Kalau tidak, itu tidak semudah hari ini, adik perempuanku." ''Adik perempuan ¡­.'' Tubuh Shen Manting bergetar. Dia menatap pria itu seperti sedang menatap orang gila. Shen Luo''an bangun, merapikan pakaiannya, dan berjalan menuju pintu. Pada saat pria itu pergi, pakaiannya terlihat licin, bersih, dan rapi. Tidak ada yang mengetahui atau menyadari apa yang telah terjadi di dalam kamar Shen Manting. Di rumah itu, selalu ada sejumlah rahasia yang tidak dapat dibicarakan, bahkan jika rahasia-rahasia itu berteriak dalam gelap dan menunggu seseorang untuk menemukannya. Shen Manting merasa syok dan tertegun. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi orang yang pertama kali muncul dalam benaknya. Namun, tidak ada yang menjawab. ¡­. Ponsel Ou Ming berdering di tangannya saat sedang bersandar ke pintu mobil dan merokok seolah-olah dirinya sedang kesal. Sudah pukul 9 malam, dan Yu Lili masih belum pulang? Dengan tidak sabar, pria itu menghubungi Yu Lili. Ketika ponselnya berdering, Yu Lili dan rekan-rekan kerjanya sedang berada di sebuah pesta. Setelah melihat bahwa telepon itu berasal dari Ou Ming, wanita itu tidak memedulikannya. Dia membalikkan badannya saja dan kembali bernyanyi, "Untuk melupakan yang salah dan benar, untuk mengingat masa lalu, kita bersenang-senang di hari-hari penderitaan bersama-sama ¡­" Ye Qianqian sedang mengocok dadu dengan rekan-rekan kerja lainnya. Dia melambaikan tangannya dengan cara yang mendominasi dan berteriak, "Ayo, lima buah angka dua, siapa yang berani bersaing!" "Enam buah angka tiga!" "Aku tidak percaya! Buka tutupnya!" Ye Qianqian meraung. Setelah semua penutupnya dibuka, mereka mendapati bahwa hanya ada lima buah angka tiga saja. Ye Qianqian sangat gembira dan berkata, "Minum itu! Minum sebotol anggur!" Yu Lili mendapati bahwa mereka sedang bermain dadu dengan sangat gembira sehingga dirinya segera meletakkan mikrofonnya dan ikut bermain. Akan tetapi, ponselnya masih berdering. Ou Ming masuk ke dalam mobil. Pria itu terlihat bermasalah. Pada dini hari dia melihat sebuah taksi berhenti. Dua orang wanita, yang sedang mabuk, saling berpelukan sambil bernyanyi-nyanyi. Ketika Ou Ming melihat Yu Lili seperti itu, wajah pria itu berubah muram. Reaksi pertama Ou Ming adalah untuk mengatakan, ''Kenapa kau pulang selarut ini? Ke mana kau pergi dan bermain?'' Namun, sebelum sempat mengatakannya, pria itu menelan kata-katanya kembali. Ketika Yu Lili melihat Ou Ming, wanita itu tersenyum dan berkata, "Ou Ming, kau ada di sini lagi? Sangat menjengkelkan melihatmu setiap hari menguntitku!" Mendengar apa yang dikatakan Yu Lili, Ye Qianqian menoleh dan berteriak, "Ber*ngsek, kau sudah punya kekasih, tapi kau datang untuk menyakiti Lili-ku! Kau tidak tahu malu!" Kata-kata kedua wanita itu mulai membuat Ou Ming merasa marah dan sedih. "Kau mabuk!" Chapter 983 - Kalahkan Artileri Musuh Biasanya, Ye Qianqian, yang bertindak seperti seorang pengecut ketika dirinya melihat pria itu beberapa kali sebelumnya, tidak memiliki keberanian seperti itu terhadap Ou Ming. Setelah mendengar apa yang dikatakan Ou Ming, Yu Lili, yang sedang berpegangan pada Ye Qianqian, berkata, "Aku tidak mabuk!" Ye Qianqian melihat bagaimana Yu Lili bertindak dan berkata, "Aku juga tidak mabuk!" Kedua wanita itu saling menyilangkan tangan di bahu mereka dan tertawa terbahak-bahak. Kemudian, mereka berjalan masuk dan terhuyung-huyung dengan mabuknya. Yu Lili dan Ye Qianqian terlihat seperti sedang berada dalam kondisi yang buruk. Melihat mereka berdua seperti itu, sudut mulut Ou Ming bergerak-gerak. Seolah-olah dirinya sedang melihat dua orang idiot. Orang-orang yang melewati tempat itu juga menatap kedua wanita tersebut. Ou Ming meningkatkan kewaspadaannya dan mengikuti mereka. Petugas keamanan melihat pria itu dan merasakan ada sesuatu yang salah. "Anda siapa?" Ou Ming menunjuk Yu Lili dan berkata, "Saya kekasihnya." "Pembohong, Anda telah berada di sana sepanjang malam. Sepertinya Anda ingin melakukan sesuatu yang buruk." Petugas keamanan memandang Ou Ming dengan curiga. Ou Ming merasa tidak berdaya dan berteriak, "Marga Yu!" "Apa?" Yu Lili mendengus dengan suara mabuk. "Diam, kau menyebalkan!" Ou Ming memandang penjaga keamanan itu dan berkata, "Anda tahu, dia akan seperti itu setiap kali dia mabuk. Saya akan pergi setelah saya mengantar mereka ke atas." Petugas keamanan menatap pria itu dengan penuh curiga. Setelah memastikan Yu Lili dan Ye Qianqian mengenal Ou Ming, sang petugas keamanan membiarkan pria itu masuk. Ye Qianqian menekan tombol lift. Mereka berjalan dengan mabuk ke dalam lift itu. Ou Ming memperhatikan mereka dari belakang. Dia takut kalau-kalau mereka akan jatuh. ''Aku ingin membawa Yu Lili pergi, tapi bagaimana dengan Ye Qianqian?'' Dia harus mengawasi mereka dan memastikan agar mereka tidak terjatuh. Akhirnya mereka tiba di unit apartemen. Ou Ming menyaksikan mereka menekan kata sandi dan diam-diam mengingatnya. Kemudian, Ye Qianqian mengeluarkan sebuah kunci. Ou Ming berpikir, ''Kenapa rumit sekali hanya untuk membuka sebuah pintu? Kenapa mereka tidak memakai kata sandi saja?'' Untungnya, kedua wanita ini sedang mabuk dan tidak menyadari bahwa seorang pria sedang mengikuti mereka. Pada saat yang bersamaan, Ou Ming juga merasa sedikit marah dengan kewaspadaan mereka yang buruk. Tapi, setidaknya dirinya yang mengikuti mereka. Bagaimana jika mereka diikuti oleh pria lain? Saat melihat mereka berdua menjatuhkan diri di sofa, Ou Ming akhirnya menghela napas lega. Dia melangkah maju dan menarik Yu Lili bangun. Yu Lili menggeliat dan berteriak dengan tidak sabar, "Apa? Jangan sentuh aku!" Ou Ming mencubit hidung wanita itu dan berbisik, "Beraninya kau bicara seperti itu padaku?" Yu Lili membuka matanya sambil tertegun. Dia sepertinya melihat Ou Ming. Wanita itu kemudian tertawa dan berkata, "Aku juga ingin menghajarmu, k*parat!" Ou Ming menjadi sedikit marah. Dia menggendong Yu Lili di pundaknya dan bertanya, "Di mana kamarmu?" Yu Lili tidak ingin pria itu memeluk dirinya, jadi dia mempertahankan kaki dan tangannya agar tetap lurus. Wanita itu berteriak, "Jangan sentuh aku! Jangan sentuh aku, kau b*jingan! Jangan sentuh aku! Pergi peluk wanita lain sana! Pergi kau, ber*ngsek! Pers*tan denganmu!" Ou Ming menjadi semakin marah dan menekuk kaki wanita itu. Yu Lili berteriak-teriak dalam mabuknya. Dia segera meluruskan kakinya lagi. Tiba-tiba, Ye Qianqian melompat dari sofa dan bernyanyi, "Bangun! Semua yang tidak ingin menjadi budak!" Ou Ming terkejut dengan teriakan Ye Qianqian yang tiba-tiba. Anehnya, Yu Lili menggembungkan pipinya dan meraung, "Kalahkan artileri musuh! Berbaris! Berbaris! Berbaris! Berbaris! Maju!" Chapter 984 - Kamerad, Di Mana Bom Itu Disembunyikan? Ou Ming menarik napas panjang dan menggendong Yu Lili di pundaknya. Tubuh Yu Lili yang sedang meronta-ronta tertahan di udara. Dia terus berteriak-teriak, "Apa yang sedang kau lakukan? Apa yang sedang kau lakukan? Apa yang sedang kau lakukan?" Ye Qianqian menatap Yu Lili dengan bingung. Setelah mengetahui situasinya, Ye Qianqian menjadi marah dan berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya, "Siapa kau? Sebutkan namamu!" Ou Ming tidak dapat berkata-kata saat dirinya menggendong Yu Lili. Yu Lili biasanya tertidur ketika sedang mabuk. Bagaimana wanita itu dapat terlibat dalam perkelahian sambil mabuk? ''Kurasa yang satu mirip dengan pemimpinnya yang satu lagi mengikutinya! Ye Qianqian benar-benar ¡­ haduh!'' Pria itu berusaha agar Ye Qianqian tidak melihat dirinya saat sedang membuka pintu. Ou Ming kemudian masuk ke dalam kamar Yu Lili. Secara kebetulan, dia melihat tablet grafis milik Yu Lili. Sementara dia menggendong Yu Lili di bahunya dan berjalan masuk ke dalam kamar, Yu Lili tiba-tiba menjadi tenang dan bertanya dengan mabuk, "Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau berdiri terbalik di hadapanku?" Kepala Yu Lili sedang berada di belakang tubuh pria itu. Ou Ming menoleh dan melihat Ye Qianqian. Ye Qianqian sedang memegang sebuah baskom dan berkata, "Ssst! Jangan takut! Aku akan membantumu membunuh orang jahat!" Ou Ming memiliki sebuah firasat buruk di dalam hatinya. Benar saja, sebelum pria itu mengatakan sesuatu, baskom berisi air dingin itu disiramkan kepadanya. "Ah!" Yu Lili menjerit dan meronta-ronta. "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyiramku? Aku orang baik!" Tangan Ou Ming menjadi longgar, jadi dia menurunkan Yu Lili. Pria itu memejamkan mata dan menyeka wajahnya. Ketika membuka matanya, Ou Ming menatap Ye Qianqian. Ye Qianqian bersendawa dan berkata dengan serius, "Karena kau tidak akan menemaniku menangkap orang jahat, maka aku harus membangun sebuah partai komunis baru sendirian." Ou Ming tiba-tiba merasa bahwa mengikuti kedua wanita ini adalah sebuah kesalahan besar. Dia berpikir, ''Tapi, bahaya apa yang akan mereka hadapi karena bertindak begitu gesit dan berani? Aku takut jika orang yang mengikuti merekalah yang akan berada dalam bahaya!'' Yu Lili bergerak mendekat ke arah Ye Qianqian di lantai dan berteriak, "Tolong, aku tidak bisa berenang. Aku akan tenggelam ¡­." Ye Qianqian memandangi Yu Lili yang sedang berada di lantai dengan pandangan meremehkan dan bertanya, "Gadis bodoh, apa kau benar-benar berpikir lantai itu adalah kolam renang?" Ou Ming akhirnya merasa sedikit bersyukur. Setidaknya Ye Qianqian mengetahui bahwa itu bukanlah kolam renang! Ye Qianqian menatap Yu Lili untuk waktu yang lama. Dia kemudian berkata, "Itu adalah air yang dangkal, jadi kau tidak akan tenggelam." Yu Lili kebingungan. Matanya terbelalak lebar saat dia bertanya, "Benarkah?" Wajah Ye Qianqian terlihat serius. Dia mengangguk dan berkata, "Itu benar. Jika kau tidak percaya padaku, kau bisa mencoba berdiri dan memeriksanya." Yu Lili dengan kikuknya berdiri dan terkejut. "Itu benar!" Ou Ming merasa tidak tahan lagi. ''Aku tidak bisa mendengarkan percakapan bodoh seperti itu lagi!'' Pria itu mendorong Ye Qianqian keluar dari pintu dan mengunci pintu di belakangnya. Ye Qianqian mengetuk-ngetuk pintunya dan berteriak, "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengunciku?" Ou Ming terdiam untuk sesaat. Pria itu kemudian berteriak, "Ada sebuah ledakan di dalam, jadi di sini berbahaya. Pergi laporkan situasinya kepada partai. Masa depan negara ini bergantung padamu, Kamerad 1 !" Ye Qianqian dengan segera menjadi serius dan berkata, "Ya, Tuan!" Ou Ming menghela napas lega karena dia akhirnya sudah menyingkirkan Ye Qianqian. Saat menoleh untuk melihat Yu Lili, yang telah disiram air oleh Ye Qianqian, dia menghela napas dan mengeluarkan piama. Ketika hendak menarik wanita itu, dirinya mendapati bahwa Yu Lili sedang menatapnya. Ou Ming merasa sedikit gugup. Dia berpikir mungkin wanita itu sudah sadar. Yu Lili kemudian bertanya, "Kamerad, di mana bom itu disembunyikan?" Saudara separtai; teman seperjuangan. Chapter 985 - Ou Ming Adalah Seorang B*jingan! Ou Ming tak dapat berkata-kata saat mendengarnya. Dia mengangkat Yu Lili, menepuk-nepuk bokong wanita itu, dan berkata, "Diam, masalah bom sudah dipecahkan. Partai telah memintaku untuk mengganti baju besi untukmu." "Tidak!" Yu Lili menutupi dadanya dengan tangan dan menatap Ou Ming dengan ketakutan. Situasi itu membuat Ou Ming gila. Pria itu mengambil napas dalam-dalam dan bertanya, "Kenapa?" Yu Lilli melamun. Kenapa? Dengan tangannya yang berada di dada, dia memikirkan tentang hal itu dan berkata dalam keadaan setengah sadar, "Karena Ou Ming akan marah." Ou Ming merasa tersentuh oleh kata-kata wanita itu. Saat melihat ekspresi aneh di wajah Yu Lili, pria itu berbisik, "Ou Ming itu siapa?" "Ou Ming adalah seorang b*jingan," kata Yu Lili dengan percaya diri. Apa yang semula dipikirkan oleh Ou Ming dengan cepat menghilang. Sambil mengangkat tubuh wanita itu, dia berkata, "Jangan bergerak." "Tidak, tidak, tidak!" Yu Lili merengut dan hampir me Chapter 986 - Aku Membeku Ye Qianqian rasanya ingin menangis tetapi tidak memiliki air mata. Dia berdiri dengan berpegangan pada kaki meja. "Bagaimana kita pulang tadi malam?" Yu Lili juga sama bingungnya. "Mungkin kita pulang naik taksi?" "Kalau begitu, kenapa kita begitu berbeda?" Ye Qianqian membeku dan kedinginan. Saat melihat piama pada Yu Lili, dia melompat bangun setelah menggosok-gosokkan tangannya. "Aku tidur di lantai, tetapi kau tidur di tempat tidur. Kenapa? Kenapa kau tidak membantuku? Lantainya sangat dingin!" Yu Lili juga merasa bingung. Sambil mengernyit dan menggelengkan kepalanya, dia berkata. "Aku tidak tahu, aku tidak ingat ¡­. Kepalaku sakit." "Aku juga," kata Ye Qianqian. Dia terlihat seperti sedang kesakitan. "Lupakan saja. Aku harus mandi dan menghangatkan tubuh karena aku membeku." Ye Qianqian meninggalkan ruangan itu dan pergi untuk mandi. Yu Lili pergi ke dapur dan membuat dua gelas air madu. Dia meminum satu gelas dan meletakkan gelas yang lain di atas Chapter 987 - Kau Benar-benar Munafik! Kembali ke kamar, Ye Qianqian mengambil ponselnya untuk melihat-lihat WeChat. Dia langsung melihat swafoto yang telah diunggah oleh Ye Youyou. Dalam foto itu, terlihat rambut panjang Ye Youyou yang sebahu, menunjukkan sisi wajahnya yang lembut. Dia sedikit tersenyum. Di belakangnya ada sebuah telepon model kuno. Mungkin telepon itu milik keluarga Shen. Keterangan foto itu adalah, "Bahagia dengan apa yang kumiliki." Melihat kelima kata itu, Ye Qianqian entah kenapa merasa sedih. Untuk adik perempuan yang tidak tinggal bersamanya sejak masa kanak-kanak, Ye Qianqian tidak hanya merasa bersimpati tetapi juga merasa iri. Dia bersimpati pada Ye Youyou karena adiknya itu tidak merasa bahagia dalam sebuah keluarga barunya sebagai seorang anak tiri. Namun, Ye Qianqian merasa iri dengan kekayaan keluarga baru adiknya, serta lingkaran sosial yang tidak dapat dijangkaunya. Mereka berdua berasal dari keluarga yang menikah kembali, tetapi Ye Qianqian tinggal bersama Chapter 988 - Jika Aku Mencintainya, Aku Harus Melayaninya Nyonya Tua Shen adalah orang yang mengatur urusan dalam keluarga. Tidak peduli apa pun yang ingin dilakukan oleh orang-orang di keluarga Shen, jika mereka tidak mendapatkan persetujuan wanita tua itu, mereka tidak akan bisa melakukannya. ''Kecuali ¡­ ketika Shen Luo''an menikahiku'', pikir Ye Youyou. Pada kenyataannya, dirinya dan Shen Luo''an tidak memiliki apa pun selain sebuah akta nikah dan sebuah cincin. ''Tidak ada pesta pernikahan atau pun foto pernikahan. Kami bahkan belum bercinta. Aku sepertinya tahan dengan segalanya. Aku satu-satunya orang yang melayani dia. Jika aku mencintainya, aku harus melayaninya, kan?'' - Akhir pekan berlalu dengan cepat. Setelah Yu Lili menyerahkan episode kelima Transaksi Cinta pada hari Minggu malam. Perubahan besar dalam alur ceritanya menimbulkan banyak kontroversi. Karena komik Transaksi Cinta, jumlah unduhan aplikasi Komik Eurasia telah meningkat menjadi puluhan ribu. Kinerja Ye Qianqian meroket dan wanita itu m Chapter 989 - Orang-orang Jelek Membuat Lebih Banyak Kekacauan Shan Yu memandang Yu Lili dengan dendam dan kebencian yang mendalam. Dia dengan argumentatif 1 berkata, "Aku tidak menyangka kau menjadi orang seperti itu. Kau bersekutu dengan elemen jahat dan bekerja sama sebagai pengkhianat." Yu Lili tertawa dan berkata, "Bagaimana kau tahu?" "Lihat, kau mengakuinya?" Shan Yu menatap Yu Lili dengan tatapan yang kecewa. "Terakhir kali aku melihat jendela obrolanmu dengan Ye Qianqian, kau mengatakan sesuatu tentang hadiah." Yu Lili tanpa sadar memikirkan mengenai hal itu, tapi dia tidak bisa mengingatnya. Bagaimanapun juga, hal itu sudah lama sekali terjadi. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Bagaimana kau bisa melihat hal-hal itu dengan sangat jelas dengan kacamata usang seperti itu?" Sembari berbicara, Yu Lili menunjuk ke arah mata Shan Yu. Ekspresi wajah Shan Yu tiba-tiba berubah. Tangannya secara refleks memukul tangan Yu Lili seraya berkata, "Yu Chapter 990 - Aku Adalah Li Xiaoyu "Kau mencurinya?" Shan Yu memandangi Yu Lili dengan terkejut, tapi hal itu diam-diam membuat dirinya merasa senang. ''Awalnya, aku hanya ingin membiarkan Ye Qianqian merasakan sedikit pembalasanku. Aku tidak menyangka bisa membuat Yu Lili mengakuinya. Jika itu benar, maka Yu Lili tidak akan mendapatkan promosi. Sebenarnya, dia masih karyawan baru. Mungkin dia akan dipecat?'' Shan Yu merasa sedikit bersemangat, tapi masih berpura-pura bersikap tenang saat memandang Yu Lili. Yu Lili mendengus dan berkata, "Karena perusahaan memberikannya kepadaku, tentu saja, itu milikku." "Kau?" Shan Yu tersenyum dan berkata. "Itu untuk Li Xiaoyu. Apakah kau adalah Li Xiaoyu?" "Ya, aku adalah Li Xiaoyu," kata Yu Lili dengan tenang. Shan Yu dan rekan-rekan lainnya tidak percaya pada Yu Lili. Shan Yu tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Apa kau pikir aku anak berumur 3 tahun? Jika kau benar-benar Li Xiaoyu, lalu kenapa kau bersikap begitu arogan?" Yu Lili juga te £¬ Chapter 991 - Dipromosikan Ekspresi wajah Shan Yu akhirnya berubah. Dia berseru, "Qianqian, aku tidak seperti itu! Jangan menjebakku!" "Kau mengetahui hal itu dengan jelas dalam hatimu sendiri. Aku sudah selesai denganmu. Jelas-jelas, aku adalah bosmu, tapi kau memberiku raut wajah tidak sabar setiap harinya. Pemred Zhou, lakukan apa yang menurut Anda pantas, tapi saya tidak menginginkan Shan Yu untuk menjadi asisten saya. Dia mencoba membuat semua ini terlihat seperti salah saya. Si*lan! Apakah ini salahku kalau kau jelek? Apakah kau menyalahkan hal itu padaku?" Setiap kalimat yang dikatakan Ye Qianqian terdengar menyakitkan. Yu Lili menaikkan alisnya. Ye Qianqian dan Yu Lili saling memandang satu sama lain. Mereka melihat sebuah tatapan penuh arti di mata masing-masing. Setelah hidup dan bekerja bersama-sama untuk waktu yang lama, mudah untuk mulai mengetahui kebiasaan satu sama lain. Sebelumnya, Ye Qianqian tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu. Sekarang, dia telah mengatakannya da Chapter 992 - Meminta Ou Ming Untuk Menjemputku Yu Lili mengikuti Ye Qianqian berkeliling untuk mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan posisi barunya, serta beberapa operasi rutin. Dia melatih posisi barunya sepanjang pagi. Setelah makan siang, ketika Yu Lili dan Ye Qianqian hendak kembali ke kantor, Yu Lili menerima sebuah telepon. Kode wilayahnya adalah kode nomor telepon Ibu kota. Sebelum Yu Lili mengangkatnya, dia sudah mengetahui siapa yang menelepon. Itu adalah keluarga Shen. ''Sangat disayangkan karena aku tidak memiliki pendapat yang bagus tentang mereka sekarang karena Shen Manting dan Shen Luo''an. Dan, juga karena Shen Longyue. Ketika pria tua itu mendengar tentang identitas diriku, dia tampak terkejut dan membenciku.'' ''Satu-satunya yang membuatku merasa senang adalah wanita tua itu. Dia memberitahuku bagaimana kehidupanku di masa mendatang. Untungnya, itu semua adalah hal-hal yang baik, jadi itu membantuku untuk merasa rileks.'' Ponsel itu terus berdering. Yu Lili mengatur ponselnya men Chapter 993 - Pemuda Yang Tampan ''Meminta Ou Ming untuk menjemputku?'' Yu Lili tiba-tiba memikirkan hubungan antara wanita tua itu dan Ou Ming. ''Meskipun Shen Manting dan Ou Ming masih belum menikah, orangtua mereka pasti sudah bertemu satu sama lainnya, kan? Ou Ming juga akan menjadi cucunya di masa yang akan datang ¡­.'' Setelah menanyakan alamat Nyonya Tua Shen, Yu Lili menghubungi Ou Ming. Pria itu sedang rapat. Orang-orang di ruang rapat itu semuanya tertunda untuk makan siang, jadi semua orang merasa agak cemas. Ketika Ou Ming melihat ponselnya berdering, dia segera berhenti berbicara. Semua orang menyadari betapa tidak senangnya raut wajah Ou Ming. Mereka semua menatap pria itu. Ou Ming mengangkat telepon seolah-olah tidak ada orang lain yang hadir. Dia menunggu sang penelepon untuk berbicara terlebih dahulu. "Ou Ming?" Yu Lili bertanya. "Ya," kata Ou Ming. Yu Lili memikirkan kata-katanya dengan hati-hati, kemudian berkata, "Nenek Shen Manting ada di stasiun. Dia Chapter 994 - Hampir Dipukuli Sampai Mati Ketika Nyonya Tua Shen melontarkan kalimat tersebut, hal itu membuat Ye Youyou merasa sedikit aneh. Saat mendengar sebuah pujian yang terang-terangan dari wanita tua itu, Li Jinnan menyeringai, mengangguk dengan sopan, dan berkata, "Halo." Ye Youyou berdiri dan berkata kepada wanita tua itu, "Nenek, biarkan aku membawamu ke sana. Itu akan lebih cepat." Nyonya Tua Shen merasa sedikit tidak senang. Dia memalingkan kepalanya dan menatap Ye Youyou, lalu berkata, "Kenapa? Apakah kau merasa tidak sabar? Kau sepertinya menghormatiku beberapa hari yang lalu, tapi sekarang kau bersikap seperti ini. Kau benar-benar munafik!" Ye Youyou sudah terbiasa dengan nada bicara Nyonya Tua Shen. Saat ini, dia merasa malu karena Li Jinnan berada di sana. ''Bagaimana mungkin dia ¡­'' Wajah Ye Youyou memerah dan berkata, "Tidak sama sekali, Nek, Nenek salah paham. Aku hanya ¡­" "Kau hanya ingin menyingkirkan aku dengan cepat dan kemudian kau dapat mengerjakan urusanmu Chapter 995 - Mereka Menganiaya Orang Tua Setelah mengajukan pertanyaan itu, Nyonya Tua Shen bergerak mendekat pada Yu Lili. "Pria ini jauh lebih baik daripada Ou Ming." Yu Lili berbalik dan memberi wanita tua itu sebuah tatapan aneh. Nyonya Tua Shen sepertinya tidak peduli karena dirinya telah membuat Yu Lili merasa malu. ''Apakah wanita tua ini ingin memperkenalkan seorang kekasih padaku? Dia benar-benar membandingkan Li Jinnan dengan Ou Ming? Bagaimana wanita tua ini bisa terlibat denganku begitu saja?'' Yu Lili merasa malu. Sejauh yang dia ketahui, keluarga Shen dan Li tidak memiliki hubungan apa pun. Yu Lili tersenyum dan menatap Li Jinnan. "Tuan Ketiga Li, kenapa Anda berada di sini?" "Aku hanya lewat saja dan melihat Nona Ye. Jadi, aku datang untuk menyapa. Kau kenal Nyonya tua ini?" tanya Li Jinnan. "Tentu saja!" Yu Lili hendak mengatakan lebih banyak, tetapi wanita tua itu dengan cepat memotongnya. "Gadis ini adalah takdirku. Dia telah menyelamatkan hidupku." Yu Lili bahkan merasa Chapter 996 - Menyukai Berondong Itu Sedikit Keterlaluan Ye Youyou mengatakan kata-kata itu dalam upaya untuk mengurangi rasa malu Yu Lili. Yu Lili tiba-tiba teringat apa hubungan mereka berdua. Shen Luo''an adalah cucu Nyonya Tua Shen, dan Ye Youyou adalah istri Shen Luo''an. Setelah mengklarifikasi hubungan kedua orang itu, Yu Lili merasa bahwa keluarga mereka sangat rumit. Yu Lili tidak ingin terlibat dalam hubungan yang rumit tersebut, jadi dia mengangguk setelah Ye Youyou berbicara. Akan tetapi, wanita tua itu jauh lebih tebal muka1 dari yang Yu Lili bayangkan. Nyonya Tua Shen melirik Ye Youyou dan berkata, "Apa maksudmu? Nasib yang mengikat Lili dan aku bersama-sama bukanlah sesuatu yang kau, orang biasa, bisa temukan. Kau tidak boleh mencoba mengacaukan hubungan di antara kami. Gadis ini sangat menyukaiku, jadi bagaimana dia bisa merasa terganggu? Benar kan? Nak?" Ekspresi wajah Nyonya Tua Shen menunjukkan sebuah pengharapan yang jelas Chapter 997 - Dia Melihat Pemuda Itu Tampan Dan Tidak Dapat Mengendalikan Dirinya Sendiri Ye Youyou tidak dapat menahan rasa canggungnya di depan pandangan mata yang aneh dari Yu Lili dan tersipu malu. ''Apa yang ingin dilakukan wanita tua ini? Apakah karena dia melihat pemuda itu tampan dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri? Meskipun hal itu memalukan, Nenek masih ingin mendekatinya? Li Jinnan berusia pertengahan 20-an dan hampir seusia Shen Luo''an. Bukankah itu bagus?'' Namun, dia adalah nenek yang paling dihormati oleh Shen Luo''an, jadi Ye Youyou tidak berani bertanya. Sebaliknya, dia memberikan nomor ponsel Li Jinnan kepada wanita tua itu. Setelah Yu Lili membantu Ye Youyou dan Nyonya Tua Shen mencari sebuah hotel, dia menolong wanita tua itu memindahkan barang-barang masuk ke dalam kamar. Tepat sebelum Yu Lili pergi, Nyonya Tua Shen menatap wanita itu dengan sepasang mata yang menyedihkan dan berkata, "Kau harus kembali! Jangan tinggalkan aku!" Yu Lili menjawab dengan samar-samar. Dia tidak mengatakan bahwa dirinya akan datang atau Chapter 998 - Nyonya Tua Shen Menghilang Nyonya Tua Shen merasa sedikit tidak sabar. Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Aku bukan anak kecil, pergi sana!" Ye Youyou tidak tinggal lebih lama lagi. Ketika keluar dari hotel, dia menggunakan sebuah taksi dan pergi bekerja. Waktu menunjukkan pukul 6 sore pada saat wanita itu tiba di lokasi syuting. Ye Youyou mulai merias wajah dan bersiap-siap. Dirinya nyaris terlambat. Setelah sekitar dua jam, syuting pun selesai. Ye Youyou menemukan bahwa selama dirinya syuting, Shen Luo''an telah menghubungi beberapa kali. Dia merasa sangat gembira sehingga dirinya segera menghubungi pria itu kembali. Ketika Shen Luo''an mengangkat teleponnya, pria itu bertanya dengan suara rendah, "Ye Youyou, ke mana kau membawa nenekku?" Mendengar nada suara Shen Luo''an, rasanya seperti perasaan gembira yang semula dirasakan wanita itu langsung disiram oleh sebaskom air es dan rasanya tiba-tiba menjadi dingin. "Nenek bilang dia ingin datang ke Kotaraja dan tidak membi £¬ Chapter 999 - Tidur Dengan Lili Malam Ini ''Karena Nyonya Tua Shen sangat menyukai Yu Lili, dia pasti pergi menemui Yu Lili, kan? Tapi, aku tidak punya nomor ponsel wanita itu! Apa yang harus aku lakukan?'' Ye Youyou merasa cemas. Dia tiba-tiba teringat akan Ye Qianqian. Ye Qianqian tinggal bersama Yu Lili, kan? Ketika Ye Qianqian menerima telepon dari Ye Youyou, dia sedang duduk di sofa menonton drama Korea. Saat melihat nomor ponsel Ye Youyou, dia segera menjawab telepon itu dan bersiap-siap untuk bertanya kepadanya tentang hal-hal aneh yang telah terjadi. Sebelum Ye Qianqian membuka mulutnya, Ye Youyou bertanya terlebih dahulu, "Kakak, apakah teman sekamarmu ada di apartemen?" "Ya." Ye Qianqian merasa sedikit bingung dan bertanya, "Untuk apa kau mencarinya?" "Berikan ponselnya pada wanita itu. Ada yang ingin kutanyakan padanya!" Suara Ye Youyou terdengar panik. "Oh!" Ye Qianqian mengambil ponselnya dan segera bergegas ke kamar Yu Lili. Setelah mengetuk pintu, dia masuk dan memberikan pon Chapter 1000 - Apakah Kau Tidak Menyukai Aku? Ketika Ye Qianqian mendengar kata-kata Nyonya Tua Shen, wanita itu sangat kebingungan. ''Yu Lili sepertinya tidak akrab dengan wanita tua ini. Apa yang Ye Youyou katakan itu benar! Wanita tua ini sudah gila!'' Yu Lili merasa agak malu. Dia segera mengubah topik pembicaraannya dan berkata, "Nenek sudah makan malam?" Merasa tersentuh oleh Yu Lili, Nyonya Tua Shen menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Belum, aku sangat lapar!" Yu Lili berkata, "Ayo kita beli makanan untuk Nenek." Ye Qianqian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ye Youyou. Setelah memberitahukan alamat mereka, dia pergi bersama Yu Lili dan Nyonya Tua Shen ke sebuah restoran dan duduk. Karena Nyonya Tua Shen belum makan, dia memesan banyak makanan lezat. Setelah beberapa saat, Ye Youyou tiba di restoran. Dia diikuti oleh dua orang. Mereka adalah Shen Manting dan Shen Zhilie. Ketika Ye Qianqian melihat Shen Zhilie, dia berteriak dengan mata berbinar-binar, "Itu kau! Kenapa kau di Chapter 1001 - Tidak Berperasaan Setelah mendengar kata-kata Yu Lili, bahkan orang bodoh sekalipun akan mengerti bahwa wanita itu mengakui pertanyaan Nyonya Tua Shen. Ekspresi wanita tua itu, yang tadinya penuh harapan, tiba-tiba berubah. Semua orang menyadari perubahan raut wajah yang tiba-tiba itu. Yu Lili merasa sedikit bersalah. Dia mengetahui bahwa dirinya terdengar tidak berperasaan. Dia mengalihkan pandangan dari Nyonya Tua Shen. Shen Manting mendengus dan berkata, "Kau benar-benar kejam. Ternyata orang yang bersedia menjual tubuhnya sendiri pun tidak berperasaan." Yu Lili berbalik dan menatap Shen Manting. Ketika melihat ekspresi wajah Yu Lili, Shen Manting merasa tidak peduli di dalam hatinya. "Aku dengar kau sudah putus dengan Ou Ming. Kau telah menjadi wanita simpanan Ou Ming selama bertahun-tahun. Bahkan jika kau tidak memiliki kelebihan, kau masih berusaha keras. Kau harus menghadiri pernikahan Ou Ming." Sambil berbicara, Shen Manting membuka tasnya dan mengeluarkan setumpuk kar £¬ Chapter 1002 - Perilaku Tidak Pantas Suasana di tempat itu hening dan terasa agak aneh. Yu Lili masih belum memandang Ou Ming. Seolah-olah pria itu tidak ada. Ye Qianqian merasa gugup. Saat membuka pintu, tangannya sedikit gemetar. Setelah dia akhirnya membuka pintunya, Ye Qianqian merasa lega dan langsung menyelinap ke dalam apartemen. Ketika Yu Lili hendak masuk ke dalam apartemen, Ou Ming tiba-tiba mengambil tangan di belakang tubuh wanita itu dan berkata, "Marga Yu, ayo kita bicara." Yu Lili ingin menarik tangannya kembali tetapi gagal. Dia kemudian membalikkan badan untuk melirik Ou Ming. Di bawah mata pria itu terlihat lingkaran hitam yang samar-samar. Dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, mata Ou Ming itu menunjukkan rasa kelelahannya. Pria itu terlihat serius, dengan wajahnya yang bersih dan putih. Yu Lili menaikkan sudut bibirnya sedikit dan tersenyum. "Tidak ada yang bisa kita bicarakan. Tuan Ou, Anda berpikir terlalu tinggi terhadap saya." Nada suara wanita itu sama sekali t Chapter 1003 - Kita Sudah Putus Hati Ou Ming sepertinya hancur oleh kata-kata Yu Lili. Pria itu tidak dapat menahan rasa sakit di dalam hatinya. Namun, Yu Lili tersenyum gembira dan berkata, "Sikap Anda yang mengganggu ini akan membuat saya sangat malu. Karena orang lain mungkin bertanya kepada saya, ''Hei, Yu Lili, siapa dia?'' Apakah Anda tahu bahwa saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan ini?" Sembari berbicara, mata wanita itu menjadi semakin merah. Dia mencoba untuk tetap tersenyum dan meletakkan tangan yang satunya dengan lembut di atas telapak tangan Ou Ming. "Jadi, ayo kita sudahi hubungan kita sampai di sini." Dengan sebuah senyuman yang dingin, Yu Lili menarik tangannya. Ou Ming mengendurkan tangan wanita itu. Pria itu mengangkat tangannya dan meletakkannya di pundak Yu Lili. Dia menggunakan tangannya yang lain untuk menyisir rambut wanita itu. Ou Ming kemudian menundukkan kepalanya dan mencium bibir Yu Lili. Yu Lili terpana dengan tindakan pria itu yang tiba-tiba, yang membuat de £¬ Chapter 1004 - Pernahkah Dia Keguguran? "Apa kau mengkhawatirkan aku?" Shen Zhilie menaikkan alisnya dengan penuh kepuasan dan tidak berkecil hati oleh tatapan mata Yu Lili yang arogan. "Aku adalah bos rumah sakit itu. Apakah aku pergi ke sana untuk bekerja atau tidak, itu tergantung pada suasana hatiku. Aku tidak perlu bekerja di sana setiap hari." "Oh, begitu. Itu bagus." Jelas sekali Yu Lili tidak ingin melanjutkan pembicaraan. Shen Zhilie dengan cepat mengubah topik pembicaraan. "Sejujurnya, kau tidak bisa mengabaikan penyakitmu. Jika seorang wanita menderita apatis seksual, dia harus mengobatinya karena itu bukanlah masalah kecil." Yu Lili tetap diam dan berlari semakin cepat saat dia bernapas dengan lancar. Wanita itu menatap lurus ke depan dan terus berlari. Dia kemudian mulai merasakan kram. Rasa sakitnya semakin bertambah. Yu Lili mengerutkan keningnya seraya memperlambat larinya. Shen Zhilie berlari mengejar wanita itu dengan mudahnya dan gembira. "Aku serius. Jika kau tidak mengobatinya, £¬ Chapter 1005 - Jangan Sentuh Dia! Tidak mengetahui bagaimana cara menjawabnya, Shen Zhilie berpikir sejenak. Dia kemudian memutar kepalanya untuk memandang Yu Lili. Yu Lili saat ini sedang terbaring di ranjang rumah sakit, terlihat lemah dan pandangan matanya masih kabur. Setelah mendengar pertanyaan dokter, dia menjawab, "Ya, saya pernah melakukan aborsi." "Aborsi induksi1 atau aborsi medis2?" tanya dokter itu. "Aborsi medis ¡­." Yu Lili berkata dengan lemah. "Seorang wanita harus menghargai tubuhnya sendiri," kata sang dokter. "Aborsi medis adalah hal yang paling berbahaya bagi tubuh. Anda belum pulih. Sudah berapa kali Anda menderita rasa sakit seperti hari ini?" Yu Lili menatap langit-langit sambil merasa pusing. "Saya tidak bisa ingat berapa kalinya. Hanya terjadi sesekali. Biasanya saya merasa lebih baik dari ini." Setelah meresepka Chapter 1006 - Apakah Kau Sebegitu Kesepiannya? Saat mendengar kata-kata Ou Ming, Shen Zhilie tertawa terbahak-bahak, suara tawanya terdengar mengandung rasa tidak senang yang jelas. Yu Lili jelas merasakan getaran pita suara Shen Zhilie dan ingin mendorong pria itu menjauh. Tapi, Shen Zhilie mendekapnya dengan erat, yang membuat Yu Lili sulit untuk membebaskan dirinya sendiri. "Kakak Iparku, apa kau sedang bercanda? Bukankah wanitamu adalah kakakku, Shen Manting? Yu Lili sekarang adalah kekasihku. Apakah kau ingin mencuri kekasih adik calon istrimu ini?" Shen Zhilie berbicara dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Dia kemudian menaikkan alisnya ke arah Ou Ming dengan tatapan mata yang mencemooh dan menghina. Yu Lili mendongak menatap Shen Zhilie dengan mata terbelalak lebar dan berteriak, "Shen Zhilie ¡­" "Hush, diam." Shen Zhilie menundukkan kepalanya dan tersenyum pada wanita itu dengan kelembutan tak berujung dalam matanya. "Lagi pula kalian sudah putus. Sebaiknya kau memberitahu Ou Ming secara langsung Chapter 1007 - Kau Sangat Tidak Tahu Malu ''Ou Ming benar-benar marah, tapi itu bukan urusanku.'' Setelah mendengar apa yang dikatakan Ou Ming, Yu Lili tersenyum dan berkata, "Tuan Ou, sepertinya Anda sudah salah paham?" Ou Ming menjadi semakin marah. Dia menatap wanita itu dalam diam. "Kita sudah putus, kan?" Yu Lili menatap Ou Ming tanpa ekspresi apa pun. Wanita itu merasakan ketidakberdayaan di tubuhnya. Dia ingin membuat ekspresi wajah menghina pada Ou Ming, tapi dirinya terlalu lemah dan tidak dapat melakukannya. "Sekarang, kaulah yang terus mendesakku. Kaulah juga yang akan segera menikah. Di masa lalu, kaulah yang mengakhiri hubungan kita. Kenapa kau yang bertanggung jawab setiap saat? Aku juga lelah, Ou Ming." Sembari berbicara, Yu Lili memejamkan matanya dan bersandar di dada Shen Zhilie. "Aku belum menyetujui untuk mengakhiri hubungan kita!" Ou Ming menatap wanita itu. Dia melihat bahwa Yu Lili jelas terlihat sedang merasa tidak nyaman dan wajah wanita itu pucat, yang membuat hatinya te Chapter 1008 - Apakah Shen Zhilie Benar-benar Kekasihmu? ''Benar saja, bangun pagi setiap hari untuk menunggu di gerbang apartemen Yu Lili itu berguna!'' Diam-diam merasa senang, Shen Zhilie berdiri, membuka pintu, dan turun ke lantai bawah untuk membeli makanan. Yu Lili mengambil kesempatan itu untuk melepas pakaiannya dan mengenakan piama. Dia melemparkan pakaiannya ke keranjang pakaian kotor di kamar mandi, kemudian kembali ke kamarnya dan jatuh tertidur. Ketika mendengar bel pintu berdering, wanita itu sudah tidur untuk waktu yang lama. Namun, ketika Yu Lili membuka pintunya, bukan Shen Zhilie yang berdiri di sana. Itu adalah Ou Ming. Setelah melihat wajah Yu Lili yang pucat, Ou Ming menjadi khawatir. Dia kemudian berjalan masuk ke dalam apartemennya. Yu Lili ingin mendorong pria itu menjauh, tetapi dirinya tidak bertenaga. Ou Ming dengan lembut menggenggam tangan Yu Lili, yang membuat wanita itu kesal. "Ou Ming, kenapa kau ada di sini?" Suara Yu Lili pelan dan terdengar lemah. Ou Ming menarik w Chapter 1009 - Ini Disebut Bersikap Murahan, Tuan Besar Ou "Aku tidak percaya itu." Ou Ming mendengus dan menatap mata Yu Lili yang sedang menghindar, sambil mencibir. "Kau tidak pandai berbohong. Apa kau pikir aku akan percaya ketika kau mengatakannya?" "Kau menipu dirimu sendiri!" Yu Lili menjadi sedikit kesal. Dia berjuang melepaskan diri dengan kedua tangannya. "Dia jauh lebih baik daripada dirimu. Setidaknya dia tidak memaksaku untuk melakukan apa yang tidak ingin aku lakukan dan membuatku merasa tidak nyaman. Dia tidak seperti dirimu. Kau merasa benar sendiri dan menipu dirimu sendiri, benar-benar seperti orang idiot!" Ou Ming terkejut. Tangannya tanpa sadar memeluk gadis itu semakin erat. Yu Lili menjerit, "Sakit! Pinggang dan perutku sakit!" Ou Ming segera melepaskan tangannya. Yu Lili membungkuk memegangi perutnya. Wajah wanita itu menunjukkan bahwa dirinya sedang kesakitan. "Apa kau terluka? Maafkan aku. Itu tidak disengaja." Ou Ming khawatir. Pintunya tiba-tiba terbuka. Shen Zhilie memega £¬ Chapter 1010 - Otak Nenek Tidak Berfungsi Dengan Baik Ini disebut bersikap murahan! Kata-kata Yu Lili yang tajam itu menusuk hati Ou Ming. Pria itu menatap Yu Lili dengan ekspresi wajah yang rumit. Dia tidak dapat menahan perasaan sedih dan sakit hatinya. "Aku tidak seperti itu!" Ou Ming menggertakkan giginya. "Marga Yu, tidakkah kau mengetahui bagaimana aku memperlakukanmu?" "Tentu saja, aku tahu," Yu Lili memandang pria itu, senyumnya menghilang saat bibirnya sedikit berkerut. "Tapi, apakah kau benar-benar mengetahui bagaimana kau memperlakukanku?" Ou Ming selalu berpikir bahwa dirinya bersikap sangat baik pada Yu Lili. Tapi, sekarang wanita itu mengatakan bahwa itu bukanlah yang diinginkannya? Ou Ming merasa bingung. "Apa maksudmu?" "Kau mengetahuinya," Yu Lili tersenyum dan memejamkan matanya yang kelelahan. "Aku tidak ingin melanjutkan permainan membosankan ini denganmu lagi. Kau harus pergi, Ou Ming. Aku tidak ingin bersamamu lagi." Yu Lili bersandar pada Shen Zhilie. Dia sedikit memalingkan ke Chapter 1011 - Kita Adalah Suami Istri Ketika mendengar ini, Ye Youyou bahkan menurunkan bahunya. Dia tidak berani membantah. Shen Luo''an menatap wanita itu dengan tatapan kekecewaan di matanya. "Youyou, aku pikir setelah berhasil melalui begitu banyak hal, setidaknya kau akan menjadi bijaksana. Aku tidak menyangka bahwa dirimu tetap sama seperti sebelumnya. Apa kau pikir kau bisa membuat nenek merasa senang dengan melakukan ini?" Tentu saja, Ye Youyou mengetahui bahwa hal itu tidak mungkin. Pada kenyataannya, dirinya membuat semua orang merasa semakin jengkel, yang mana tidak disadarinya hingga Nyonya Tua Shen kembali ke rumah. Saat ini, Ye Youyou bahkan merasa semakin tidak nyaman dan bodoh. ''Aku takut jika nenek berpura-pura ingin datang ke Kotaraja, dan ternyata hal itu benar. Nenek hanya ingin menyingkirkan diriku saja. Wanita tua itu benar-benar berusaha keras untuk membuatku menjauh dari keluarga Shen! Sepertinya Shen Luo''an juga ¡­.'' Shen Luo''an melihat ekspresi sedih di wajah Ye Youyou. Ha Chapter 1012 - Dia Tidak Merasakan Apa Pun Shen Zhilie membawa makanan ringan itu ke dalam dan meletakkannya di atas meja. "Di mana Lili?" "Dia sedang menggambar di kamar." kata Ye Qianqian sambil memicingkan matanya. Shen Zhilie berjalan dengan perlahan ke kamar Yu Lili dan mengetuk pintunya. Yu Lili berpikir bahwa itu adalah Ye Qianqian dan berseru tanpa mendongak, "Masuklah." Wanita itu merasa sedikit terkejut ketika dirinya melihat Shen Zhilie. "Kenapa kau ke sini lagi? Bukankah kau mengatakan ada sesuatu yang harus kau lakukan hari ini?" "Ya, aku sudah menyelesaikannya." Shen Zhilie berjalan masuk dan berdiri di belakang Yu Lili untuk menyaksikan wanita itu menggambar. Ketika Shen Zhilie melihat sang tokoh utama pria, sebuah ekspresi aneh muncul di wajahnya. Tokoh utama pria itu sedang duduk di sofa, memiliki sepasang kaki yang panjang dan jemarinya yang luar biasa ramping sedang memegang sebatang rokok. Dia mengenakan setelan jas berwarna merah anggur. Matanya tampak indah dan sipit. Chapter 1013 - Hei, Jangan Bergerak Yu Lili mengetahui apa yang dimaksud Ye Qianqian. Ye Qianqian hanya berusaha memberi mereka kesempatan untuk menghabiskan waktu berduaan bersama-sama. Yu Lili memiliki sesuatu untuk dibicarakan dengan Shen Zhilie, tapi dirinya selalu merasa risau. Menuruti petunjuk temannya, Yu Lili pergi ke kamar dan mengambil tasnya. Dia dan Shen Zhilie kemudian pergi ke supermarket terdekat. Dengan seketika, Yu Lili dapat mengetahui bahwa Shen Zhilie belum pernah berbelanja karena pria itu terus melihat-lihat ke sekelilingnya. Shen Zhilie tiba-tiba berseru, "Lili, lihat ini! Lobak ini sangat aneh!" Yu Lili menoleh untuk melihatnya. Dia melihat Shen Zhilie sedang memegang sebuah lobak putih di tangannya. Tapi, lobak putih ini adalah gabungan dari dua buah lobak dengan sebuah cekungan di bagian tengahnya. Di cekungan itu terdapat sebuah lobak kecil yang mencuat keluar. Shen Zhilie mengambil lobak itu dan tersenyum dengan cerahnya. Dia berkata, "Lihat ini! Bukankah lobaknya t £¬ Chapter 1014 - Mereka Berdua Menyukainya Shen Zhilie menarik Yu Lili seraya meletakkan tangannya di troli yang sedang dipegang wanita itu. Dia kemudian berjalan berdampingan dengan Yu Lili. Ou Ming berdiri di belakang sambil menyaksikan kedua orang itu. Pelukan mereka menyebabkan wajahnya menjadi suram. ''Berani-beraninya mereka bisa sesombong itu berpelukan di depan umum! Apakah mereka sudah ¡­'' Semakin Ou Ming memikirkannya, nyala api di dalam hatinya semakin berkobar. Dia mengepalkan tinjunya, memejamkan mata, dan berbalik untuk pergi. Begitu Shen Zhilie melihat Ou Ming pergi, bibirnya sedikit terangkat. Dia menoleh untuk melihat Yu Lili. Wanita itu juga sedang melihat ke arah Ou Ming pergi. Pandangan mata Yu Lili terlihat muram dan sedikit redup. ''Aku masih tidak bisa melepaskannya ¡­ apa yang harus kulakukan?'' Yu Lili tidak menyadari perubahan wajah Shen Zhilie. Wanita itu secara tak sengaja memalingkan wajahnya dan melihat daun bawang